Pola Komunikasi Lembaga Perkreditan Rakyat di

advertisement
7
TINJAUAN PUSTAKA
Komunikasi
Pengertian Komunikasi
Theodorson dan Theodorson dalam Littlejohn dan Foss (2009)
mendefinisikan komunikasi sebagai proses penyampaian informasi, ide, sikap atau
emosi dari satu orang atau kelompok ke orang atau kelompok lainnya. Theodore
Clavenger Jr dalam Littlejohn dan Foss (2009) mencatat bahwa masalah yang
selalu ada dalam mendefinisikan untuk tujuan-tujuan penelitian atau ilmiah
berasal dari fakta bahwa kata kerja ‘berkomunikasi’ memiliki posisi yang kuat
dalam kosakata umum dan karenanya tidak mudah didefinisikan untuk tujuan
ilmiah. Definisi komunikasi lainnya dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam
Effendy (2007), yang menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan
proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan : who says what in which channel
to whom with what effect (siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa
dengan efek apa). Jawaban bagi pertanyaan Laswell ini merupakan unsur-unsur
proses komunikasi, yaitu communicator (komunikator), message (pesan), media
(media), receiver (komunikan/penerima), dan effect (efek).
Hovland, Janis dan Kelly (1981) dalam Effendy (2007) mendefinisikan
komunikasi sebagai suatu proses dimana individu mengirim stimulus yang
biasanya dalam bentuk verbal dan bertujuan untuk mengubah tingkah laku orang
lain. Teori komunikasi ini dikenal sebagai stimulus-organism-response. Efek yang
ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang
dapat mengaharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi
komunikan. Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin
diterima atau ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari
komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan
inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolah dan
menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap. Ada tiga variabel
penting dalam menelaah sikap, yaitu perhatian, pengertian dan penerimaan.
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
8
Teori komunikasi lainnya adalah teori matematikal model Shannon dan
Weaver (Effendy 2007). Model komunikasi ini menunjukkan bahwa sumber
informasi memproduksi sebuah pesan untuk dikomunikasikan. Pesan tersebut
dapat terdiri dari kata-kata lisan atau tulisan, musik, gambar, dan lain-lain.
Pemancar (transmitter) mengubah pesan menjadi isyarat (signal) yang sesuai bagi
saluran yang akan dipergunakan. Saluran (channel) adalah media yang
menyalurkan isyarat dari pemancar kepada penerima (receiver). Dalam
percakapan, sumber informasi adalah benak (brain), pemancar adalah mekanisme
suara yang menghasilkan isyarat, dan saluran adalah udara. Penerima melakukan
kebalikan operasi yang dilaksanakan pemancar, yakni merekonstruksi pesan dari
isyarat. Tujuan (destination) adalah orang atau benda kepada siapa atau kepada
apa pesan ditujukan.
Komunikasi merupakan pusat kehidupan kemanusiaan. Komunikasi
adalah salah satu dari kegiatan sehari-hari yang benar-benar terhubung dengan
semua kehidupan kemanusiaan, sehingga kadang-kadang kita mengabaikan
penyebaran, kepentingan, dan kerumitannya. Kita dapat menyusun serangkaian
metode untuk meningkatkan komunikasi. Kita dapat menggunakan beberapa
model dasar, tetapi hal ini juga memberikan pandangan tentang komunikasi yang
terbatas (Littlejohn & Foss 2009).
Frank Dance dalam Littlejohn dan Foss (2009) menggrisbawahi adanya
sejumlah elemen yang digunakan untuk membedakan komunikasi. Tiga poin dari
perbedaan konseptual yang penting membentuk dimensi-dimensi komunikasi.
Dimensi yang pertama adalah tingkat pengamatan atau keringkasan. Komunikasi
merupakan sebuah sistem (misalnya telepon atau telegraf) untuk menyampaikan
informasi dan perintah (misalnya di Angkatan Laut), yang bersifat membatasi.
Perbedaan yang kedua adalah tujuan. Definisi komunikasi disini adalah situasisituasi yang merupakan sebuah sumber yang mengirimkan sebuah pesan kepada
penerima dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi perilaku penerima.
Sedangkan sebuah definisi yang tidak memerlukan tujuan adalah sebagai berikut :
“komunikasi merupakan sebuah proses menyamakan dua atau beberapa hal
mengenai kekuasaan terhadap seseorang atau beberapa orang. Dimensi ketiga
yang digunakan untuk membedakan definisi komunikasi adalah penilaian
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
9
normatif. Beberapa definisi menyertakan pernyataan tentang keberhasilan,
keefektifan, atau ketepatan; definisi-definisi yang lain tidak berisi penilaian yang
lengkap seperti itu. Sebagai contoh, definisi berikut menganggap bahwa
komunikasi dikatakan berhasil jika komunikasi merupakan pertukaran sebuah
pemikiran atau gagasan. Asumsi dari definisi ini adalah bahwa sebuah pemikiran
atau gagasan berhasil ditukarkan. Di sisi lain, sebuah definisi yang tidak menilai
apakah hasilnya berhasil atau tidak, komunikasi adalah penyampaian informasi.
Di sini, informasi disampaikan, tetapi tidak penting apakah informasi tersebut
diterima dan dipahami atau tidak.
Model Komunikasi
Model merupakan representasi sederhana dari proses komunikasi. Model
diartikan sebagai gambaran yang didesain untuk mempresentasikan realita, dan
merupakan representasi fisik atau verbal dari suatu objek atau proses (DeVito
1997). Suatu model yang nyata (tangible) akan membantu untuk menjelaskan
proses komunikasi insani yang merupakan suatu proses yang tidak dapat diraba
(intangible) yang selalu berubah (Tubbs & Moss 2005). Model merupakan suatu
maksud untuk menunjukkan hal yang fundamental dalam sebuah studi (Sereno &
Budaken 1975).
Komunikasi sebagai aksi: model linier
Deskripsi
komunikasi
sebagai
proses
linier
pertama
kali
diungkapkan oleh Claude Shannon pada tahun 1949 (dalam West dan
Turner 2008). Komunikasi sebagai proses linier merupakan komunikasi
sebagai aksi satu arah. Satu arah menjelaskan bahwa pesan ditransmisikan
dalam satu arah, dari satu orang ke orang lainnya (Sereno & Budaken
1975). Selain Claude Shannon, model linier juga dijelaskan oleh Harold D.
Laswell dan Aristoteles. Model Laswell menjelaskan proses satu arah,
sehingga mengabaikan faktor tanggapan balik. Aristoteles membuat model
komunikasi terdiri dari tiga unsur takni sumber, pesan dan penerima. Tiga
model analisis dasar komunikasi tersebut memiliki sifat satu arah (linier),
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
10
serta terlalu menekankan pada peranan sumber dan media (Cangara,
2004).
Elemen kunci pada model linier adalah sebuah sumber (source)
yang mengirimkan pesan (message) kepada penerima (receiver) yang akan
menerima pesan tersebut. Komunikasi juga melibatkan gangguan (noise),
yang merupakan semua hal yang tidak dimaksudkan oleh sumber
informasi (Gambar 1). Ada empat jenis gangguan. Pertama, gangguan
semantik yang berhubungan dengan slang, jargon atau bahasa-bahasa
spesialisasi yang digunakan secara perorangan dan kelompok. Kedua,
gangguan fisik (eksternal) yaitu gangguan yang berada di luar penerima.
Ketiga, gangguan psikologis merujuk pada prasangka, bias dan
kecenderungan yang dimiliki oleh komunikator terhadap satu sama lainnya
atau terhadap pesan itu sendiri. Keempat, gangguan fisiologis adalah
gangguan yang bersifat biologis terhadap proses komunikasi. Gangguan
semacam ini muncul apabila sedang sakit, lelah atau lapar.
Semantik
Fisik
Psikologis
Fisiologis
Gangguan
Pengirim / Sumber
Semantik
Pesan
Fisik
Target/Penerima
Psikologis
Fisiologis
Gambar 1 Model komunikasi linier (Shannon Weaver)
Sumber : West dan Turner (2008)
Komunikasi sebagai interaksi: model interaksional
Model ini pertama kali diperkenalkan oleh Wilbur Schramm pada
tahun 1954. Model ini menolak asumsi model linier bahwa seseorang
hanyalah pengirim atau penerima (West & Turner 2008). Komunikasi
sebagai interaksi memandang bahwa komunikasi memiliki penyebab dan
efek atau memiliki aksi dan reaksi. Seseorang berbicara, yang lainnya
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
11
menganguk, kemudian orang pertama berbicara lagi. Interaksi terjadi
sebagai komunikasi dua arah, setiap komunikator menerima dan mengirim
pesan (Sereno & Budaken 1975). Sedangkan model interaksional menurut
Wilbur Schramm (1954) dalam West dan Turner (2008) menekankan pada
proses komunikasi dua arah, yaitu dari pengirim kepada penerima dan dari
penerima kepada pengirim. Proses interaksi terjadi secara melingkar
(Gambar 2). Proses ini mengilustrasikan bahwa seseorang dapat menjadi
pengirim maupun penerima dalam sebuah interaksi, tetapi tidak dapat
menjadi keduanya sekaligus. Selain Shcramm, model interaksi juga
dijelaskan oleh Dance. Dance (dalam Effendy 2007), menyatakan sutu
bentuk melingkar yang semakin membesar menunjukkan perhatian kepada
suatu fakta bahwa proses komunikasi bergerak maju dan apa yang
dikomunikasikan kini akan mempengaruhi struktur dan isi komunikasi.
Dance menggarisbawahi sifat dinamik dari komunikasi.
Gangguan
Pesan
Gangguan
Bidang
Pengalaman
Gangguan
Penerima
Pengirim
Umpan Balik
Bidang
Pengalaman
Umpan Balik
Saluran
Gangguan
Gambar 2 Model komunikasi interaksional
Sumber : West dan Turner (2008)
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
12
Satu elemen penting bagi model komunikasi interaksional adalah
umpan balik (feed back), atau tanggapan terhadap suatu pesan. Umpan
balik juga dapat berupa verbal dan nonverbal, dapat disengaja ataupun
tidak disengaja. Umpan balik juga membantu para komunikator untuk
mengetahui apakah pesan mereka telah tersampaikan atau tidak dan sejauh
mana pencapaian makna terjadi. Dalam model interaksional, umpan balik
terjadi setelah pesan diterima, tidak pada saat pesan sedang dikirim.
Elemen terakhir dalam model interaksional adalah bidang pengalaman
(field of experience). Seseorang atau bagaimana budaya, pengalaman dan
keturunan seseorang mempengaruhi kemampuannya untuk berkomunikasi
dengan satu sama lainnya
Komunikasi sebagai transaksi: model transaksional
Model
komunikasi
transaksional
(transactional
model
of
communication) awalnya diperkenalkan oleh Barnlund pada tahun 1970.
Komunikasi
sebagai
transaksi
menunjukkan
bahwa
komunikasi
merupakan suah proses pertukarang yang dinamis antara komunikator,
tidak memiliki waktu tertentu. Setiap komunikator selalu aktif mengirim
dan menerima pesan. Setiap waktu para partisipan aktif mempertukarkan
respon verbal dan nonverbal (Sereno & Bodaken 1975). Model ini
menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung
secara terus menerus dalam sebuah episode komunikasi (Gambar 3).
Menurut Barnlund (1970) dalam DeVito (1997), dengan transaksi
dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses, bahwa
komponen-komponennya saling terkait, dan bahwa para komunikatornya
beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. Model
transaksional berarti komunikasi bersifat kooperatif, pengirim dan
penerima sama-sama bertanggung jawab terhadap dampak dan efektivitas
komunikasi yang terjadi. Dalam model transaksional, orang membangun
kesamaan makna (West & Turner 2008).
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
13
Gangguan :
- Semantik
- Fisik
- Psikologis
- Fisiologis
Komunikator
Pesan / Umpan Balik
Bidang
Pengalaman
Komunikator
Bidang
Pengalaman
Kesamaan
Bidang
Pengalaman
Gambar 3 Model komunikasi transaksional
Sumber : West dan Turner (2008)
Model komunikasi sebagai transaksi lainnya dijelaskan Littlejohn
dan Foss sebagai konteks komunikasi. Setiap tingkatan komunikasi
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh konteks-konteks yang lebih besar
(Littlejohn & Foss 2009). Teori komunikasi disusun dalam delapan
konteks yang digambarkan pada Gambar 4.
Kelompok
Organisasi
Percakapan
Pesan
Pelaku
Kebudayaan
dan
masyarakat
Percakapan
Pelaku
Hubungan
Kelompok
Gambar 4 Model komunikasi Littlejohn dan Foss
Sumber : Littlejohn & Foss (2009)
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
14
Konteks komunikasi dimulai dengan individu, yaitu melihat caracara dari tradisi-tradisi yang berbeda yang menjelaskan pelaku komunikasi
sebagai orang-orang yang terlibat dalam interaksi sosial. Selanjutnya,
diperluas dengan melihat pesan dan percakapan. Ketika orang-orang
menggunakan pesan dalam percakapan dengan orang lain, mereka
mengembangkan hubungan, dan akan diperluas ke konteks yang lebih
besar dari kelompok dan organisasi. Konteks komunikasi diperjelas
dengan media dan pada tingkatan yang paling lebar yaitu untuk melihat
pada komunikasi dalam kebuadayaan dan masyarakat.
Konteks-konteks komunikasi dari pelaku komunikasi hingga
masyarakat saling mempengaruhi satu sama lain. Sebagai contoh,
hubungan kita didefinisikan dan diatur melalui pertukaran pesan dalam
percakapan. Para pelaku komunikasi mengambil keputusan mengenai
pesan, tetapi pesan disusun ke dalam percakapan, mempengaruhi para
pelaku komunikasi. Kebudayaan dibangun melalui komunikasi, tetapi
jenis-jenis pesan yang kita kirimkan, bagaimana kita memahami pesanpesan tersebut, dan hasil dari hubungan tersebut ditentukan dalam banyak
cara oleh kebudayaan dan masyarakat tempat kita hidup.
Model komunikasi transaksi lainnya adalah model komunikasi
konvergen yang dinyatakan oleh Rogers dan Kincaid (1981). Model
komunikasi konvergen menyatakan komunikasi merupakan sebuah proses
dimana para partisipan membuat dan membagi informasi dengan
partisipan lainnya dalam rangka untuk mencapai mutual understanding
antar dua individu tersebut. Komunikasi selalu berimplikasi pada suatu
hubungan. Informasi dan mutual understanding merupakan komponen
dominan dalam model komunikasi konvergen. Informasi diproses oleh
individu pada level merasa (perceiving), interpretasi (interpreting),
memahami (understanding), percaya (believing), dan tindakan (action).
Ketika informasi dibagi oleh dua orang atau lebih, proses informasi akan
menghasilkan pemahaman bersama pada level abstraksi fisik, psikologi
dan sosial (Gambar 5).
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
15
REALITAS
PSIKOLOGI
A
REALITAS
FISIK
Merasa
Interpretasi
REALITAS
PSIKOLOGI
B
INFORMASI
Merasa
Tindakan
Memahami
Interpretasi
Tindakan
Tindakan
Kolektif
Percaya
Percaya
Memahami
Persetujuan bersama
Pemahaman bersama
MUTUAL
UNDERSTANDING
REALITAS
SOSIAL
A&B
Gambar 5 Komponen dasar dari model komunikasi konvergen
Sumber : Kincaid (1979) dalam Rogers dan Kincaid (1981)
Efektivitas Komunikasi
Secara umum
komunikasi
dinilai
efektif
bila rangsangan
yang
disampaikan dan dimaksudkan oleh pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan
rangsangan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima. Semakin
besar kaitan antara yang dimaksud oleh komunikator dengan yang dipahami
komunikan, maka semakin efektif pula komunikasi yang dilaksanakan. Efektivitas
komunikasi erat kaitannya dengan tujuan, yang biasanya menghasilkan
pemahaman, kesenangan, mempengaruhi sikap, memperbaiki hubungan dan
tindakan (Tubbs & Moss 2005).
Komunikasi akan menjadi efektif apabila adanya pemahaman bersama
(mutual understanding). Pemahaman bersama (mutual understanding) yang
merupakan tujuan dan fungsi utama komunikasi adalah proses pengambilan
keputusan bersama yang berdasarkan pada ketidakpastian. Saling mengerti dan
persetujuan tentang informasi simbolik yang dibentuk dan dibagi adalah sebuah
prasyarat untuk aktivitas sosial dan kolektif lainnya (Rogers & Kincaid 1981).
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
16
Pemahaman bersama yang dihasilkan dapat digambarkan dengan dua atau lebih
overlapping lingkaran yang merepresentasikan tiap perkiraan partisipan terhadap
makna lainnnya sebagai overlapping dengan makna aktual lainnya (Gambar 6).
Sesuai dengan konsep mengenai overlapping of interests maka persamaan
merupakan semacam kerangka dalam komunikasi yang terjadi. Agar pihak-pihak
yang terlibat dalam proses komunikasi dapat saling memahaminya dan karenanya
berkomunikasi dengan efektif, mereka harus memiliki sesuatu yang kurang lebih
sama dengan latar belakang dan pengalaman. Istilah yang biasa digunakan untuk
menggambarkan keadaan yang sama antara pihak-pihak pelaku komunikasi ini
adalah homofili. Menurut Rogers (2003), homofili adalah derajat dimana sepasang
individu atau lebih yang berkomunikasi dengan cara yang sama. Kesamaan ini
bisa saja pada atribut tertentu, seperti kepercayaan, pendidikan, status sosial
ekonomi, dan kesukaannya.
Pemahaman
partisipan A
Pemahaman
bersama A & B
Pemahaman
partisipan B
Gambar 6 Komunikasi sebagai konvergensi yang mengarah pada hubungan timbal
balik
Sumber: Kincaid dan Schramm 1975 dalam Rogers dan Kincaid 1981.
Menurut Berlo (1960), komunikasi akan berjalan efektif apabila
ketepatannya dapat ditingkatkan dan gangguannya dapat diperkecil. Oleh karena
itu, meningkatkan ketepatan dan mengurangi gangguan harus terjadi pada setiap
unsur komunikasi. Hal tersebut dapat terjadi apabila :
1. Seorang komunikator harus memiliki keterampilan berkomunikasi
(communication skills), pengetahuan yang luas mengenai apa yang
dibahasnya (knowledge), sikap jujur dan bersahabat (attitide), serta
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
17
mampu beradaptasi dengan sistem sosial dan budaya (social and cultural
system).
2. Seorang komunikan harus memiliki kemampuan berkomunikasi, bersikap
positif kepada komunikator dan pesan yang disampaikan, memahami isi
pesan yang disampaikan, serta perilaku kebiasaan dalam menerima dan
menafsirkan pesan.
3. Pesan yang disampaikan harus memenuhi persyaratan kode atau bahasa
pesan, kesesuaian isi pesan dengan tujuan komunikasi, serta pemilihan dan
pengaturan bahasa dan isi pesan.
4. Media komunikasi harus sesuai denga tujuan yang hendak dicapai, sesuai
dengan isi pesan sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat, serta
efisien dalam memilih media. Prinsip media harus dapat dilihat, didengar,
disentuh, dicium dan dirasakan.
Komunikasi dapat dinilai efektif apabila pendengar atau pembaca
mengikuti pandangan seorang komunikator, karena ia memiliki daya tarik dalam
hal kesamaan (similarity), dikenal baik (familiarity), disukai (liking) dan fisiknya
(physic). Kesamaan dimaksudkan bahwa orang bisa terarik pada komunikator
karena adanya kesamaan demografik, seperti bahasa, agama, suku, daerah asal,
partai atau ideologi. Komunikator yang dikenal baik lebih cepat diterima oleh
khalayak daripada mereka yang tidak dikenal. Komunikator yang sudah dikenal
kepiawaiannya akan mudah diterima, sebab khalayak tidak akan ragu terhadap
kemampuan dan kejujurannya. Selain itu, komunikator juga harus disukai oleh
khalayak. Penampilan fisik dan postur badan dinilai penting karena fisik yang
cacat bisa menimbulkan ejekan sehingga menganggu jalannya komunikasi
(Cangara 2004).
Pola Komunikasi
Pola komunikasi adalah model komunikasi yang dilakukan perorangan
atau kelompok secara berulang. Pola komunikasi dapat terbentuk dari komunikasi
antar individu ataupun kelompok. Pola komunikasi kelompok tidak terlepas dari
struktur yang sistematis tentang tingkah laku penerimaan dan pengiriman pesan
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
18
diantara anggota kelompok, siapa yang berbicara kepada siapa dengan tingkat
keseringan tertentu yang membentuk suatu kebiasaan (Goldberg & Larson 1985).
Menurut Bintarti (2003), yang meneliti hubungan pola komunikasi dengan
prestasi belajar pada mahasiswa Universitas Terbuka, pola komunikasi tidak
terbentuk dengan sendirinya, tetapi merupakan hasil interaksi antara karakteristik
pelaku, media komunikasi yang digunakan, hasil dan tujuan yang ingin dicapai
oleh sasaran. Sedangkan Retnowati (2007) mengartikan pola komunikasi orang
tua dan anak sebagai komunikasi antar pribadi antara orang tua dan anaknya, di
mana masing-masing dapat memilih fungsi baik sebagai komunikator maupun
sebagai komunikan yang mempunyai hubungan mantap dan jelas, artinya hampir
tidak terhindarkan selalu ada hubungan antara kedua orang tersebut. Seorang
komunikator dalam berkomunikasi membawa pengalaman, kepercayaan, nilainilai dan sikap tertentu yang diperoleh dan dipelajari dari interaksinya dengan
orang lain dan lingkungan sekitar (Retnowati 2007).
Arif (2004) dalam penelitiannya tentang pola komunikasi pengelola
Taman Nasional dalam meningkatkan kesadaran konservasi pengunjung
menyatakan bahwa akses media, ketersediaan sumber informasi, kemudahan
mengakses sumber informasi, cara berkomunikasi dengan sesama pengunjung,
dan frekuensi komunikasi verbal dan nonverbal berpengaruh terhadap pola
komunikasi yang dilakukan Taman Nasional.
Penelitian Jufri (2009) pada masyarakat Islam dan Kristen di Kecamatan
Labuh Baru kota Pekanbaru memperlihatkan bahwa pola komunikasi dibentuk
dari hubungan kerjasama, persaingan, konflik, dominasi agama tertentu, peran
tokoh agama, dan peran pemerintah. Proses komunikasi sosial antara masyarakat
Kristen dan Islam melibatkan proses-proses sosial yang beraneka ragam, yang
menyusun unsur-unsur dinamis dari masyarakat, yaitu pikiran, diri, masyarakat,
terkait di dalamnya persepsi, sikap, tindakan, proses tingkah laku dan struktur
sosial yang ada. Pola komunikasi yang terjadi dalam masyarakat berbeda agama
ini adalah pola komunikasi interaksional. Blumer (dalam Jufri 2009)
mengemukakan tiga premis yang menjadi dasar model ini. Pertama, manusia
bertindak berdasarkan makna-makna yang diberikan individu terhadap lingkungan
sosialnya (simbol verbal, simbol nonverbal, lingkungan fisik). Kedua, makna
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
19
didapatkan dan berhubungan langsung dengan interaksi sosial yang dilakukan
individu dengan lingkungan sosialnya. Ketiga, makna diciptakan, dipertahankan,
diubah dan dikembangkan lewat proses penafsiran yang dilakukan individu dalam
berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Oleh karena individu terus berubah,
maka masyarakat pun ikut berubah melalui interaksi.
Berdasarkan empat penelitian terdahulu mengenai pola komunikasi,
disimpulkan unsur yang mempengaruhi pola yaitu pelaku (aktor) komunikasi,
pesan, hubungan yang tercipta dalam proses komunikasi, bentuk dan media
komunikasi yang digunakan.
Pelaku (aktor) komunikasi
Pelaku komunikasi menurut Littlejohn dan Foss (2009) adalah
individu yang mandiri, individu yang unik dengan karakteristikkarakteristik khusus yang ditentukan secara parsial oleh genetik. Individuindividu memiliki pikiran kompleks yang mengorganisasi informasi ke
dalam sikap, kepercayaam, dan nilai yang pada gilirannya mempengaruhi
perilaku.
Pelaku
komunikasi
membawa
identitas
pribadi
dalam
berkomunikasi, yang merupakan seseorang dengan kesadaran akan
identitas, self yang dikembangkan melalui interaksi. Individu-individu
diposisikan dalam susunan sosial budaya dan hubungan kekuasaan.
Komunikasi merupakan alat untuk membentuk identitas dan juga
mengubah mekanisme. Identitas anda, baik dalam pandangan diri anda
maupun orang lain, dibentuk ketika anda secara sosial berinteraksi dengan
orang lain dalam kehidupan anda. Anda mendapatkan pandangan serta
reaksi orang lain dalam interaksi sosial dan sebaliknya, memperlihatkan
rasa identitas dengan cara anda mengekspresikan diri anda dan merespon
orang lain (Littlejohn & Foss 2009).
Sebagai pelaku utama dalam proses komunikasi, komunikator
memegang peranan yang sangat penting, terutama dalam mengendakikan
jalannya komunikasi. Untuk itu, seorang komunikator harus terampil
berkomunikasi, dan juga kaya ide serta penuh daya kreativitas. Cangara
(2004) menyatakan bahwa untuk mencapai komunikasi yang mengena,
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
20
seorang komunikator selain mengenal dirinya, ia juga harus memiliki
kepercayaan (credibility), daya tarik (attractive), dan kekuatan (power).
James McCroskey (1966) dalam Cangara (2004) menjelaskan bahwa
kredibilitas seorang komunikator dapat bersumber dari kompetensi
(competence),
sikap
(character),
tujuan
(intention),
kepribadian
(personality) dan dinamika (dynamism).
Menurut Berlo (1960), terdapat empat faktor yang menentukan
kemampuan komunikator agar ketepatan komunikasi dapat ditingkatkan,
yaitu :
1. Keterampilan
berkomunikasi
(communication
skill),
yaitu
keterampilan berbicara dan menulis agar penerima pesan mampu
mendengar dan membaca secara baik dan jelas.
2. Sikap (attitide), yaitu kecenderungan sikap positif atau negatif, baik
terhadap dirinya sendiri, terhadap pesan yang disampaikan, maupun
terhadap pesan penerima pesan.
3. Tingkat pengetahuan, yaitu wawasan pengetahuan terhadap persepsi
dari pesan yang disampaikan.
4. Sistem sosio-kultural, yaitu berkaitan dengan posisi komunikator
dalam sistem sosial budaya.
Pesan
Pesan adalah teks atau seperangkat tanda yang terorganisir yang
memiliki makna dalam komunikasi. Pesan diproduksi oleh individu, yang
memproses pesan secara strategis untuk memperoleh maksud tertentu.
Pesan menyelesaikan fungsi-fungsi sosial yang membawa manusia
bersama-sama ke dalam hubungan yang sangat beragam. Pesan
membentuk percakapan yang terdiri dari perilaku sosial individu.
Percakapan merupakan proses di mana pelaku komunikasi berkoordinasi
atau mengorganisir interaksi melalui cara yang menciptakan bentuk makna
yang sesuai. Melalui percakapan terjadi pembentukan budaya. Hubungan
kekuasaan dilakukan melalui penggunaan bahasa dalam komunikasi
(Littlejohn & Foss 2009).
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
21
Pesan dapat terdiri dari tanda dan simbol, bahasa, dan tanda
nonverbal. Teori simbol yang terkemuka diciptakan oleh Susanne Langer.
Simbolisme mendasari pengetahuan dan pemahaman semua manusia.
Menurut Langer dalam Littlejohn dan Foss (2009), tanda (sign) adalah
sebuah stimulus yang menandakan kehadiran dari suatu hal. Sebuah tanda
berhubungan erat dengan makna dari kejadian yang sebenarnya. Simbol
digunakan dengan cara yang lebih kompleks dengan membuat seseorang
untuk berpikir tentang sesuatu yang terpisah dari kehadirannya. Sebuah
simbol adalah sebuah instrumen pemikiran. Simbol adalah konseptualisasi
manusia tentang suatu hal; sebuah simbol ada untuk sesuatu.
Bahasa menurut Sassaure dalam Littlejohn dan Foss (2009) adalah
sebuah sistem baku yang dapat dianalisis terpisah dari kegunaannya dalam
kehidupan
sehari-hari.
Sedangkan
pengucapan
adalah
kegunaan
sebenarnya dari bahasa untuk mencapai tujuan.
Bahasa dan perilaku seringkali tidak bekerja bersama, sehingga
tanda nonverbal merupakan hal penting dalam interaksi. Tanda nonverbal
adalah kumpulan perilaku yang digunakan untuk menyampaikan arti.
Judee Burgon dalam Littlejohn dan Foss (2009) menggolongkan sistem
nonverbal memiliki beberapa sifat. Pertama, tanda nonverbal cenderung
analog daripada digital. Sinyal digital mempunyai ciri tersendiri, seperti
huruf dan angka, sedangkan analog berkesinambungan, membentuk
sebuah tingkatan atau spektrum seperti volume dan intensitas cahaya. Oleh
karena itu, tanda nonverbal, seperti ekspresi wajah dan intonasi suara tidak
dapat dengan sederhana digolongkan menjadi kategori yang mempunyai
ciri-ciri tersebut. Sistem kode nonverbal sering digolongkan menurut jenis
aktivitas yang digunakan dalam kode. Burgoon dalam Littlejohn dan Foss
(2009) mengusulkan tujuh jenis yaitu kenesis (aktivitas tubuh),
paralanguange (vokal atau suara), haptics atau touch (penampilan fisik),
proxemics (waktu) dan artefak (obyek).
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
22
Hubungan
Menurut Littlejohn dan Foss (2009), hubungan merupakan bentuk
interaksi yang dapat terjadi melalui proses dialog. Komunikasi terbentuk
dari pola-pola interaksi. Dalam hubungan jangka panjang, pola tersebut
dapat cukup stabil, tetapi bermacam kejadian juga dapat menggerakkan
hubungan ke arah yang baru dan kadang tidak terduga. Hubungan adalah
sebuah subjek penting yang terkait dengan komunikasi interpersonal. Kita
terus mengubah apa yang kita lakukan dan katakan berdasarkan reaksi
orang lain, dan seiring waktu hubungan mengembangkan sebuah karakter.
Ketika dalam sebuah hubungan, tindakan dapat berbicara lebih keras
daripada kata-kata. Seiring waktu, sifat-sifat hubungan terbentuk dan
dibentuk melalui serangkaian interaksi—respon terhadap respon. Ada dua
pola yang penting bagi Palo Alto Group untuk menggambarkan hubungan.
Jika dua orang saling merespon dengan cara yang sama, mereka dikatakan
terlibat dalam sebuah hubungan simetris (symmetrical relationship). Tipe
hubungan kedua adalah pelengkapan (complementary). Dalam hubungan
ini, pelaku komunikasi merespons dengan cara yang berlawanan. Ketika
seseorang bersifat mendominasi, yang lainnya mematuhinya; ketika
seseorang bersifat argumentatif, yang lainnya diam; ketika seseorang
menjaga, yang lain menerimanya.
Hubungan dapat terbentuk melalui ineraksi dalam kelompok atau
organisasi. Kelompok dan organisasi mengarahkan pada konsekuensi yang
tidak diinginkan yang mendesak usaha-usaha masa depan. Dalam
kelompok, setiap individu dapat memperlihatkan sikap positif atau
gabungan dengan sikap ramah, mendramatisasi, menyetujui dan juga dapat
menunjukkan sikap negatif atau sikap campur aduk dengan penolakan,
ketegangan, dan menjadi tidak ramah.
Menurut Bales dalam Littlejohn dan Foss (2009), posisi individu
dalam sebuah kelompok adalah sebuah fungsi dari tiga dimensi; (1)
dominan lawan pasif; (2) ramah lawan tidak ramah; (3) aktif lawan
emosional. Dalam sebuah kelompok tertentu, perilaku anggota dapat
ditempatkan pada ketiga dimensi ini.
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
23
Phillip Tomkins, George Cheney dan rekan-rekan dalam Littlejohn
dan Foss (2009) telah mengembangkan sebuah pendekatan yang baru dan
berguna terhadap komunikasi organisasi. Para ahli teori ini tertarik da;am
cara-cara komunikasi biasa membentuk kendali atas pegawai. Sebenarnya,
kencali dinyatakan dalam organisasi dengan empat cara. Pertama, kendali
sederhana (simple control), atau penggunaan yang langsung dan terbuka.
Kedua, kendali teknis (technical control), atau penggunaan alat-alat dan
teknologi. Bentuk kendali yang ketiga adalah birokrasi, yang merupakan
penggunaan prosedur organisasi dan aturan-aturan formal. Keempat,
adalah kendali konsertif (concertive control)—penggunaan hubungan
interpersonal dan kerjasama tim sebagai sebuah cara kendali. Ini
merupakan kendali yang paling sederhana karena mengandalkan pada
realitas dan nilai bersama.
Media
Media diciptakan dari bentuk budaya dan mempengaruhi struktur
sosial. Media dan masyarakat merespons saling satu sama lainnya,
mengarahkan pada hasil yang bertanggung jawab terhadap media,
individu, dan terhadap masyarakat. Media memberikan efek pada perilaku
individu. Media komunikasi modern memungkinkan jutaan orang di
seluruh duni terkoneksi dan dapat menjadi alat untuk menyebarkan
informasi. Media massa memiliki kemampuan untuk menciptakan
masyarakat, menjelaskan masalah, memberikan referensi umum dan
memindahkan perhatian serta kekuasaan (Littlejohn & Foss 2009).
Laswell dalam Littlejohn dan Foss (2009) menyusun bagian-bagian
dari sistem komunikasi massa. Fungsi utama media komunikasi termasuk
pengamatan (surveillance), memberikan informasi tentang lingkungan,
memberikan pilihan untuk memecahkan masalah, atau hubungan
(correlation), dan sosialisasi serta pendidikan yang dikenal dengan
transmisi (transmission). Oleh sebab itu, penting bagi komunikasi massa
adalah media itu sendiri. Organisasi media menyebarkan pesan yang
sangat mempengaruhi dan menggambarkan budaya masyarakat, dan media
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
24
memberikan informasi kepada audiens yang heterogen, menjadikan media
sebagai bagian dari kekuatan institusi masyarakat.
Denis McQuail dalam Littlejohn dan Foss (2009) mengacu pada
delapan metafora untuk mengartikan aspek-aspek media. Pertama, media
merupakan jendela (windows), yang memungkinkan kita untuk melihat
lingkungan kita lebih jauh. Kedua, sebagai penafsir (interpreters) yang
membantu kita memahami pengalaman. Ketiga, menjadi landasan
(platform) atau pembawa yang menyampaikan informasi. Keempat,
komunikasi interaktif (interactive communication) yang meliputi opini
audiens. Kelima penanda (signpost) yang memberi kita instruksi dan
petunjuk. Keenam sebagai penyaring (mirror) yang membagi pengalaman
dan fokus pada orang lain. Ketujuh sebagai cermin (mirror) yang
merefleksikan diri kita. Terakhir, kedelapan adalah sebagai penghalang
(barrier) yang menutupi kebenaran.
Komunikasi Organisasi
Pengertian komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi adalah proses pertukaran informasi dan
penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian
dari suatu organisasi dalam mengembangkan suatu hubungan evolusioner,
dipengaruhi budaya dalam lingkungan yang dirancang untuk dapat
dikelola, sehingga terjadi kerjasama, perilaku yang berorientasi kepada
tujuan (Muhammad 1995). Komunikasi organisasi menurut Katz dan Kahn
dalam Muhammad (1995) adalah arus informasi, pertukaran informasi, dan
pemindahan arti dalam suatu organisasi merupakan proses menciptakan
dan saling tukar menukar pesan dalam satu jaringan, hubungan
yang
saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak
pasti atau selalu berubah-ubah. Rogers dan Rogers (1976) mendefinisikan
organisasi sebagai suatu struktur yang melangsungkan proses pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan dimana operasi dan interaksi antara bagian
yang satu dengan yang lainnya dan manusia yang satu dengan lainnya
berjalan secara harmonis, dinamis dan pasti.
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
25
Komunikasi dalam organisasi sangat dipengaruhi oleh struktur
organisasinya. Komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang saling
tergantung yang mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal.
Zelko dalam Muhammad (1995) menyatakan di dalam komunikasi
organisasi selalu terjadi proses komunikasi, penyampaian pesan, dan
terjadinya jaringan komunikasi, yang saling berkaitan.
Menurut Griffin (2003), komunikasi organisasi dengan mengikuti
teori manajemen klasik, yang menempatkan suatu bayaran pada daya
produksi, presisi, dan efisiensi. Adapun prinsip-prinsip dari teori
manajemen klasikal adalah sebagai berikut: (1) Kesatuan komando, suatu
karyawan hanya menerima pesan dari satu atasan; (2) Rantai skala, garis
otoritas dari atasan ke bawahan, yang bergerak dari atas sampai ke bawah
untuk organisasi; rantai ini, yang diakibatkan oleh prinsip kesatuan
komando, harus digunakan sebagai suatu saluran untuk pengambilan
keputusan dan komunikasi; (3) Divisi pekerjaan, manejemen perlu arahan
untuk mencapai suatu derajat tingkat spesialisasi yang dirancang untuk
mencapai sasaran organisasi dengan suatu cara efisien; (4) Tanggung
jawab dan otoritas, perhatian harus dibayarkan kepada hak untuk memberi
order dan ke ketaatan seksama suatu ketepatan keseimbangan antara
tanggung jawab dan otoritas harus dicapai; (5) Disiplin, ketaatan, aplikasi,
energi, perilaku, dan tanda rasa hormat yang keluar seturut kebiasaan dan
aturan
disetujui;
(6)
Mengebawahkan
kepentingan
individu
dari
kepentingan umum, melalui contoh peneguhan, persetujuan adil, dan
pengawasan terus-menerus.
Saluran dan media komunikasi dalam organisasi
Saluran dan media komunikasi dapat bersifat formal dan informal.
Saluran dan media komunikasi formal pada dasarnya sudah melekat pada
garis kewenangan organisasi yang telah ditetapkan manajemen. Saluran
dan media komunikasi formal dapat mengalirkan informasi ke bawah, ke
atas atau ke samping. Saluran dan media komunikasi ke bawah digunakan
oleh pimpinan untuk menyampaikan kebijakan, prosedur kerja, peraturan,
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
26
instruksi, gagasan, dan umpan balik mengenai pelaksanaan pekerjaan
bawahan. Saluran media komunikasi ke atas digunakan bawahan untuk
menyatakan gagasan-gagasan, sikap dan perasaan mereka terhadap
pekerjaan mereka, kebijaksanaan perusahaan, dan masalah-masalah lain
yang melibatkan mereka. Sedangkan saluran dan media komunikasi ke
samping digunakan untuk mengkoordinasikan kegiatan dan membantu
dalam pelaksanaan pekerjaan mereka. Penyampaian informasi ke bawah,
ke atas, dan ke samping melalui saluran dan media komunikasi formal
dapat berbentuk lisan maupun tertulis atau bersifat satu arah maupun dua
arah (Masmuh 2008).
Saluran dan media komunikasi ke bawah harus ditetapkan agar
manajemen puncak dan menengah dapat berkomunikasi secara efektif
dengan karyawan bawahannya. Meskipun para manajer di semua tingkatan
memandang penting penggunaan saluran dan media komunikasi lisan,
tetapi sebagian besar komunikasi mereka akan melalui saluran dan media
komunikasi
tertulis;
terutama
jika
organisasi
perusahaan
sudah
berkembang cukup besar. Beberapa jenis saluran dan media komunikasi ke
bawah tertulis contohnya deskripsi jabatan dan pedoman prosedur kerja,
buku pedoman, majalah dan buletin perusahaan, memo dan intruksi
tertulis, papan pengumuman, dan laporan tahunan yang dipublikasikan.
Saluran dan media komunikasi ke atas tertulis misalnya kotak saran dan
program saran. Saluran dan media komunikasi tertulis ke samping
misalnya memo antar departemen (Masmuh 2008).
Selain komunikasi tertulis, banyak organisasi modern telah
memanfaatkan pemakaian komunikasi tatap muka langsung secara luas.
Komunikasi lisan tidak hanya memungkinkan diperolehnya umpan balik
yang lebih cepat dengan memberi kesempatan partisipan menyatakan
informasi yang dimilikinya dan memberi saran tindakan-tindakan alternatif
(Masmuh 2008). Saluran dan media komunikasi ke bawah lisan misalnya
pembicaraan lewat telepon, komunikasi tatap muka antara atasan dan
bawahan. Saluran dan media komunikasi ke atas lisan misalnya
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
27
wawancara pemutusan hubungan kerja. Saluran dan media komunikasi ke
samping lisan misalnya pembicaraan lewat telepon dan konferensi.
Komunikasi Inovasi
Pengertian komunikasi inovasi
Inovasi adalah gagasan, tindakan, atau barang yang dianggap baru
oleh seseorang (Rogers 2003). Kebaruan inovasi diukur secara subyektif
menurut pandangan individu atau orang yang menerimanya. Jika suatu ide
dianggap baru oleh seseorang, maka ide tersebut adalah inovasi untuk
orang tersebut. Secara umum, dalam konsep teori difusi inovasi, terdapat
lima karakteristik inovasi yang dapat mempengaruhi tingkat adopsi
seseorang secara individu, yaitu: 1) Relative advantage (keuntungan
relatif), 2) Compatibility (kesesuaian), 3) Complexity (kerumitan), 4)
Trialability (kemungkinan dicoba), dan 5) Observability (kemungkinan
diamati).
Rogers (2003) menyatakan bahwa proses pengambilan keputusan
adalah sebuah proses dilakukan seorang individu (unit pengambil
keputusan lainnya) mulai dari awal pencarian pengetahuan mengenai
informasi dari sebuah inovasi, menentukan sikap terhadap inovasi, sampai
pada pembuatan keputusan untuk mengadopsi atau menolak ide baru
tersebut, dan konfirmasi terhadap keputusan yang sudah diambil (Gambar
7).
Proses pengambilan keputusan inovasi diawali dengan tahap
pengetahuan (knowledge). Tahap pertama ini terjadi pada saat seseorang
atau unit pengambil keputusan lainnya diterpa informasi mengenai sebuah
inovasi dan paham mengenai bagaimana inovasi tersebut berfungsi. Tahap
kedua yaitu persuasi (persuation) terjadi pada saat seseorang atau
pengambil
keputusan
lainnya
merasakan
kenyamanan
atau
ketidaknyamanan terhadap inovasi. Pada tahap persuasi, seorang individu
mengevaluasi informasi inovasi, melihat pesan-pesan yang mengkin
mengurangi ketidakpastian mengenai konsekuensi inovasi. Tahap ketiga,
keputusan (decisions) terjadi pada saaat seseorang atau pengambil
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
28
keputusan lainnya melakukan kegiatan yang mengarah pada sebuah
pilihan untuk mengadopsi atau menolak inovasi untuk mengadopsi sebuah
inivasi. Tahap keempat, penggunaan (implementation) terjadi pada saat
seseorang atau unit pengambil keputusan lainnya menentukan untuk
menggunakan ide baru tersebut. Sedangkan tahap yang kelima, konfirmasi
(confirmation) terjadi pada saat seseorang atau pengambil keputusan
mencari penegasan kembali terhadap keputusan inovasi yang telah dibuat
yang kemungkinannya dapat mengubah keputusan yang telah dibuat jika
diterpa informasi yang berlawanan terhadap inovasi.
Saluran-Saluran Komunikasi
Kondisi Awal:
1. Kegiatan
sebelumnya
2. Kebutuhan yang
I.
dirasakan/masalah
PENGETAHUAN
3. Kebaharuan ide
(innovativeness)
4. Norma sistem sosial
II.
PERSUASI
III.
KEPUTUSAN
1.Mengadopsi
IV.
IMPLEMENTASI
V.
KONFIRMASI
Melanjutkan adopsi
Mengadopsi kemudian
Karakteristik
Pengambil Keputusan:
 Karakteristik sosial
ekonomi
 Variabel individu
 Perilaku komunikasi
Tidak melanjutkan
3.Menolak
Melanjutkan menolak
Persepsi mengenai
karakteristik inovasi:
 Relative advantage
 Compatibility
 Complexity
 Trialability
 Observability
Gambar 7 Lima tahapan dalam proses pengambilan keputusan difusi
inovasi
Sumber : Rogers (2003)
Saluran komunikasi inovasi
Sulit bagi seorang individu untuk mencirikan sumber pesan dan
saluran yang membawa pesan tersebut. Sumber adalah seorang individu
atau institusi dimana pesan itu berasal. Saluran adalah apa yang membawa
pesan dari sumber ke penerima. Rogers (2003) mengkategorikan saluran
komunikasi menjadi dua yaitu, (1) saluran interpersonal versus media
massa; (2) Localite versus kosmopolit. Saluran ini mempunyai perbedaan
dalam membentuk pengetahuan dan persuasi seseorang untuk mengubah
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
29
perilaku mereka berdasarkan inovasi yang ada. Saluran komunikasi akan
berbeda pada setiap individu, untuk early adopters dan late adopters.
Saluran media massa penting pada tingkat pengetahuan sedangkan
saluran interpersonal dipandang penting pada tingkatan persuasi. Saluran
media massa banyak berkembang pada negara-negara berkembang.
Sedangkan saluran interpersonal dilakukan dengan pendekatan dua arah
dan untuk mendapatkan feedback yang cepat. Efek yang mungkin terjadi
pada saluran interpersonal adalah pembentukan sikap dan perubahan sikap,
sedangkan pada saluran media massa hanya terbatas pada perubahan
pengetahuan.
Saluran kosmopolit berdampak penting pada tahapan peningkatan
pengetahuan dan saluran lokal memberi dampak penting pada tahapan
persuasi. Saluran komunikasi kosmopolit menghubungkan seorang
individu dengan sumber yang berada di luar sistem sosial. Pada negaranegara berkembang, saluran kosmopolit lebih penting pada tahapan
peningkatan pengetahuan, dan sedikit berdampak pada tahapan persuasi.
Saluran interpersonal kosmopolit dibantu oleh adanya agen perubahan,
adanya kunjungan ke daerah lain, dan adanya kunjungan dari daerah lain.
Penelitian pada dua puluh tiga inovasi yang berbeda pada sepuluh negara
menunjukkan jika saluran interpersonal kosmopolit dan media massa
dikombinasikan untuk membentuk kategori saluran kosmopolit.
Aktivitas dan Saluran Komunikasi Pemasaran Perusahaan
Komunikasi pemasaran adalah aplikasi komunikasi yang bertujuan untuk
membantu kegiatan pemasaran perusahaan. Kennedy dan Soemanagara (2006)
menyatakan bahwa bauran komunikasi pemasaran dikaitkan dengan penyampaian
pesan tentang
barang, jasa layanan, pengalaman, kegiatan, orang, tempat,
kepemilikan, organisasi, informasi, dan gagasan. Luas cakupan ini tidak terlepas
dari peran komunikasi, karena pada dasarnya, bentuk penyampaian informasi
tentang apa yang ditawarkan perusahaan pada konsumen tidak terlepas dari
penetapan bentuk media penyaluran pesan-pesan itu sendiri.
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
30
Komunikasi pemasaran terpadu mencakup upaya koordinasi dari berbagai
elemen promosi dari kegiatan pemasaran lainnya. Kegiatan komunikasi
pemasaran itu mencakup 1) memasang iklan (beriklan) di media massa (media
advertising); 2) pemasaran langsung (direct marketing); 3) promosi penjualan
(sales promotion); 4) penjualan personal (personal selling); 5) hubungan
masyarakat (public relations) untuk mencapai komunikasi pemasaran yang lebih
efektif (Fawcett 1993).
Komunikasi pemasaran menurut Asosiasi Biro Iklan Amerika dalam
Morisan (2007) adalah sebuah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang
mengakui nilai tambah dari suatu rencana komprehensif yang mengevaluasi peran
strategis dari berbagai disiplin komunikasi, misalnya iklan umum, respon
langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat dan menggabungkan
berbagai disiplin tersebut guna memberikan kejelasan, konsistensi serta dampak
komunikasi yang maksimal).
Bauran komunikasi pemasaran merupakan penggabungan dari lima mode
dari komunikasi dalam pemasaran, yaitu periklanan (advertising), promosi
penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relations), penjualan
personal (personal selling), dan penjualan langsung (direct selling) (Kennedy &
Soemanagara
2006).
Komunikasi
dalam
kegiatan
promosi
penjualan
membutuhkan media promosi seperti poster, katalog dan profil perusahaan.
Lembaga Keuangan
Pengertian Lembaga Keuangan
Secara umum yang dimaksud dengan lembaga keuangan menurut Undangundang Nomor 14 tahun 1967 (Undang-undang Nomor 14 1967) pasal 1 ialah,
semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya di bidang keuangan, menarik
uang dan menyalurkannya ke dalam masyarakat. Lembaga keuangan baik formal
maupun informal tidak dapat dipungkiri menjadi penopang dalam menumbuhkan
perekonomian masyarakat Indonesia. Masyarakat maupun kalangan industri dan
usaha memerlukan lembaga keuangan untuk memperlancar aktivitasnya.
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
31
Lembaga keuangan formal
Lembaga keuangan bank atau bank merupakan lembaga keuangan
yang memberikan jasa keuangan yang paling lengkap, di samping
menyalurkan dana
atau
memberi
pinjaman
(kredit) juga usaha
menghimpun dana dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan.
Kemudian usaha bank dalam bentuk lainnya memberikan jasa yang
mendukung dan memperlancar kegiatan memberikan pinjaman dengan
kegiatan memberikan pinjaman dengan kegiatan menghimpun dana.
Lembaga keuangan formal dapat dibagi menjadi dua, yaitu: bank dan
lembaga keuangan non-bank (Kasmir 2004).
Menurut Undang-undang Nomor 7 tahun 1992 (Undang-undang
nomor 7 1992) sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang Nomor
10 tahun 1998, jenis bank dapat dibedakan menjadi bank umum dan bank
perkreditan rakyat. Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang
dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Sedangkan bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan
kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang
dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Menurut Kasmir (2004), jenis lembaga keuangan non bank yang ada
di Indonesia saat ini antara lain:
1. Pasar modal merupakan pasar tempat pertemuan dan melakukan
transaksi antara pencari dana dengan para penanam modal, dengan
instrumen utama saham dan obligasi
2. Pasar uang yaitu pasar tempat memperoleh dana dan investasi dana.
3. Koperasi simpan pinjam yaitu menghimpun dana dari anggotanya
kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggota
koperasi dan masyarakat umum.
4. Perusahaan
pegadaian
merupakan
lembaga
keuangan
yang
menyediakan fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu.
5. Perusahaan sewa guna usaha lebih di tekankan kepada pembiayaan
barangbarang modal yang di inginkan oleh nasabahnya.
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
32
6. Perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha
pertanggungan.
7. Perusahaan
anjak
piutang,
merupakan
yang
usahanya
adalah
mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara
mengambil kredit bermasalah.
8. Perusahaan modal ventura merupakan pembiayaan oleh perusahaanperusahaan yang usahanya mengandung resiko tinggi.
9. Dana pensiun, merupakan perusahaan yang kegiatannya mengelola
dana pensiun suatu perusahaan pemberi kerja.
Lembaga keuangan informal
Lembaga informal yang melaksanakan penyaluran dana kredit mikro
adalah pihak swasta atau lembaga-lembaga berasal dari lingkungan
masyarakat sendiri (Nurmanaf et al. 2006). Lembaga-lembaga informal ini
umumnya mudah diakses oleh siapa saja yang memerlukan, secara cepat,
jarak dekat, waktu dan besar pinjaman sesuai kebutuhan, dengan prosedur
sederhana dan tanpa agunan, tapi dengan tingkat bunga yang lebih tinggi.
Hubungan pinjaman demikian lebih didasarkan pada kepercayaan
ketimbang jaminan seperti halnya institusi pembiayaan komersial. Sumber
pembiayaan informal tersebut meliputi pedagang (pedagang input maupun
pedagang output pertanian), pelepas uang yang dikenal sebagai rentenir
dan arisan kelompok.
Lembaga keuangan informal seperti rentenir memberikan pinjaman
berupa bahan baku serta penolong untuk keperluan biaya hidup dari
pengusaha kecil. Dengan demikian, pengijon atau rentenir dapat
memberikan bunga yang besar dan menguasai pemasaran
serta produksi
pengusaha kecil (Suharto 1985).
Perkreditan Mikro bagi Masyarakat Pedesaan
Supriadi (2003) menyatakan dalam rangka menunjang upaya untuk
menggerakkan sektor riil perekonomian Nasional, salah satunya dengan cara
memberdayakan peranan para pengusaha mikro. Pemberdayaan peranan
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
33
pengusaha mikro dapat dilakukan dengan memberikan bimbingan, arahan, dan
bantuan sehingga permasalahan-permasalahan mendasar yang menghambat
pertumbuhan kinerja pengusaha mikro dapat ditanggulangi. Salah satu
permasalahan mendasar yang umumnya dihadapi oleh pengusaha mikro adalah
masalah permodalan dan pembiayaan. Sehubungan dengan hal tersebut dan
semakin banyaknya lembaga perbankan maupun lembaga pembiayaan lainnya
yang akan masuk dalam sistem ritel. usaha kecil memiliki potensi pasar tinggi,
mengingat biaya produksinya rendah, sehingga harga produk yang dihasilkan
dapat terjangkau oleh kalangan luas di Indonesia, maka dapat dikatakan usaha
kecil menengah di Indonesia masih berorientasi pasar lokal. Sebagai salah satu
institusi yang berhubungan dengan moneter, bank mikro adalah kepanjangan
tangan untuk menjangkau sektor informal. Keberadaannya akan memberikan
akses kepada masyarakat mikro untuk mengenal industri perbankan seperti yang
selama ini dilakukan golongan yang dapat mengakses perbankan.
Menurut Suciwati (2000), lembaga perkreditan berperan terhadap
peningkatan usaha masyarakat pedesaan. Lembaga perkreditan desa bertanggung
jawab atas pembinaan teknis di lapangan. Pembinaan dilakukan secara aktif baik
pembinaan langsung ke lapangan maupun pembinaan secara tidak langsung
(mengamati laporan bulanan). Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Tabanan,
Bali ini menjelaskan bahwa seluruh lapisan pada tingkat pemerintah daerah
melibatkan diri dalam kelangsungan kegiatan lembaga perkreditan desa.
Pemerintah daerah melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) sekarang
bertanggung jawab atas pembinaan teknis bagi lembaga perkreditan desa.
Hubungan khas yang terjadi antara bank pembangunan daerah dan lembaga
perkreditan desa adalah jaminan bahwa kelebihan dana lembaga perkreditan desa
disimpan di bank pembangunan daerah. Kondisi ini cepat sekali berkembang
menjadi sumber berharga bagi dana pinjaman bank pembangunan daerah. Apabila
nasabah berkembang dan membutuhkan pinjaman lebih besar, secara langsung
yang bersangkutan direkomendasikan untuk mendekati bank pembangunan
daerah.
Kredit bagi pengusaha mikro yang pernah dilaksanakan di Indonesia salah
satunya adalah bantuan kredit pola Grameen Bank pertama kali dilaksanakan
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
34
melalui proyek rintisan yang diberi nama Proyek Karya Usaha Mandiri (KUM),
yang berlokasi di Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor (Windarti 2000).
Kredit pedesaan ini diperuntukkan bagi individu yang memiliki kegiatan usaha
kecil seperti usaha warung, toko, pengecer barang-barang kebutuhan rumah
tangga atau sektor pertanian dalam arti luas yang memiliki penghasilan mingguan
serta sektor jasa seperti usaha transportasi, pengumpul barang bekas dan lain-lain.
Kredit KUM tidak mensyaratkan adanya jaminan dan penjamin serta dalam
penyalurannya dilakukan melalui pendekatan kelompok.
Difusi inovasi kredit usaha mandiri (KUM) kepada anggota masyarakat
dilakukan dengan menggunakan saluran komunikasi interpersonal. Petugas kredit
usaha mandiri sebagai sumber informasi menyampaikan pesan inovasi kepada
sasaran program. Identifikasi sasaran dilakukan dengan cara melakukan uji
kelayakan dengan menggunakan kuisioner. Uji kelayakan bertujuan untuk
memastikan bahwa anggota benar-benar termasuk dalam kategori yang telah
ditetapkan. Semua aktivitas pengajuan pinjaman, pengembalian kredit dan
dilakukan pada forum rembug pusat. Forum rembug pusat dilakukan seminggu
sekali. Rembug pusat merupakan gabungan beberapa kumpulan, minimal 2
kumpulan (10 anggota) dan masimal 8 kumpulan (40 anggota). Dimana setiap
kumpulan terdiri dari 5 anggota, yang terbentuk secara bottom up. Rembug pusat
telah membentuk jaringan komunikasi diantara anggota. Setiap tahapan
keanggotaan kredit usaha mandiri melibatkan saluran komunikasi interpesonal
diantara calon anggota kredit usaha mandiri. Penerimaan ide dan pengambilan
keputusan untuk penerapannya dilakukan oleh individu, yang dipengaruhi oleh
karakteristik individu itu sendiri, serta bagaimana persepsi sasaran program
terhadap ciri-ciri yang melekat pada inovasi skim kredit usaha mandiri (Windarti
2000).
Permasalahan dalam Pengembalian Kredit
Kecenderungan menunggak dana bergulir pada program IDT dan KUT
bisa dicegah jika sejak awal mekanisme pemberian kredit tidak menempatkan
pemerintah atau bank sebagai penyalur. Jika kredit diberikan oleh pemerintah,
maka rakyat menganggap tidak perlu mengembalikan pinjaman tersebut. Mereka
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
35
menganggap hal tersebut adalah hibah dari pemerintah. Permasalahan dalam
pengembalian kredit oleh petani umumnya dikarenakan dana yang telah
terkumpul digunakan kembali oleh petani untuk usaha lain. Untuk itu, diharapkan
bank tidak hanya sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai executing (Sihaloho
2004). Selain itu, menurut Karim (2008), yang juga menjadi permasalahan dalam
pengembalian kredit mikro adalah adanya ketergantungan masyarakat pada
pemberi dana. Hal tersebutlah yang harus diperbaiki sehingga kredit yang
diberikan akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat kecil. Untuk
melakukan ini, perlu bimbingan dan koordinasi melalui komunikasi yang baik
antara pemberi dana dan penerima dana.
Daya serap dan tingkat tunggakan kredit memiliki sebab yang berbeda.
Daya serap kredit terkait dengan prosedur pengajuan dan penyaluran kredit.
Sementara itu tingkat tunggakan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor
internal petani kelompok tani maupun faktor-faktor yang berada di luar kontrol
petani/kelompok tani. Faktor yang berada di dalam diri petani adalah karakteristik
diri petani, kemampuan petani menggunakan kredit untuk usaha yang dapat
memberikan keuntungan tinggi dan sistem pengawasan kelompok tani. Selain tiu,
pandangan petani terhadap dana kredit yang disalurkan, pengalamannya dalam
menggunakan kredit dan tingkat kesadaran membayar kredit adalah beberapa
faktor penting yang mempengaruhi tunggakan kredit (Syukur 2002).
Penelitian Terdahulu Mengenai Komunikasi dalam Perkreditan
Komunikasi antara pemerintah pusat dengan masyarakat sebagai pengguna
yang berada di lapisan bawah dalam mensosialisasikan lembaga perkreditan
mikro masih bersifat linier sehingga apa yang diinginkan oleh lembaga
perkreditan mikro di pusat belum tentu dapat direalisasikan kepada masyarakat di
bawahnya. Pendekatan komunikasi yang bersifat linier ini
kurang efektif
sehingga perlu dikembangkan model komunikasi konvergen, di mana komunikasi
tersebut ditandai dengan terakomodasinya aspirasi dari pihak atas (pemerintah)
dan pihak di
bawah
(masyarakat) dalam
program ketahanan
pangan
(Koesoemawardani 2003).
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
36
Banyak program yang dilaksanakan pemerintah untuk meningkatkan
perekonomian masyarakat, salah satunya dengan pemberian kredit bagi
masyarakat, khususnya di pedesaan. Menurut penelitian Sihaloho (2004), yang
meneliti pemberdayaan pengusaha kecil melalui kredit dan pendampingan,
strategi pemberdayaan kelompok pengusaha kecil adalah dengan memperluas
akses anggota pada informasi dan inovasi yang relevan dengan kepentingan dan
kebutuhan mereka serta merekomendasikan tipe usaha yang sesuai bagi anggota
yang bersangkutan dengan memperhatikan lingkungan fisik, lingkungan sosial
yang mencakup tindakan sosial atas kredit, aksesibilitas anggota kelompok
pengusaha kecil pada pasar. Selain itu, usaha yang perlu dilakukan oleh
pemerintah daerah adalah menciptakan kerjasama yang sinergis diantara semua
subsistem pendukung dan antara pendukung dengan pemerintah daerah dalam
upaya meningkatkan kapasitas anggota pengusaha kecil, memajukan usaha
mereka dan memberikan manfaat bagi mereka.
Pengusaha kecil mempunyai peranan strategis dalam perekonomian,
ditunjukkan oleh kesempatan berusaha, lapangan kerja, peningkatan nilai ekspor
dan penerimaan pajak. Beberapa situasi mengenai usaha kecil ini telah
menunjukkan bahwa pada masa krisis ekonomi, usaha kecil mempunyai
ketahanan relatif lebih baik bila dibandingkan dengan usaha besar, diantaranya
karena usaha kecil sebagian besar menghasilkan barang konsumsi yang tidak
tergantung pada produk ekspor. Selain itu, usaha kecil memiliki potensi pasar
tinggi, mengingat biaya produksinya rendah, sehingga harga produk yang
dihasilkan dapat terjangkau oleh kalangan luas di Indonesia, maka dapat
dikatakan usaha kecil menengah di Indonesia masih berorientasi pasar lokal
Sebagai salah satu institusi yang berhubungan dengan
moneter, bank mikro
adalah kepanjangan tangan untuk menjangkau sektor informal. Keberadaannya
akan memberikan akses kepada masyarakat mikro untuk mengenal industri
perbankan seperti yang selama ini dilakukan golongan yang dapat mengakses
perbankan (Supriadi 2003).
Selain lembaga keuangan formal seperti perbankan, pemerintah juga
berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Menurut Windarti (2000),
berbagai upaya pemerintah untuk mewujudkan penurunan rumah tangga miskin
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
37
dan usaha kecil dari golongan ekonomi lemah telah banyak dilakukan, antara lain
diwujudkan dalam berbagai bentuk program pemberian kredit bagi berbagai
sektor usaha pertanian, peternakan, perikanan, industri kecil, perdagangan dan
sektor jasa. Program-program penanggulangan kemiskinan tersebut dimaksudkan
untuk memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan usaha produktifnya,
yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kualitas
hidup.
Setiap tahapan keanggotaan KUM melibatkan saluran komunikasi
interpesonal diantara calon anggota KUM. Penerimaan ide dan pengambilan
keputusan untuk penerapannya dilakukan oleh individu, yang dipengaruhi oleh
karakteristik individu itu sendiri, serta bagaimana persepsi sasaran program
terhadap ciri-ciri yang melekat pada inovasi skim KUM. Sumber informasi pada
kredit usaha mandiri yang diteliti Windarti (2000) adalah melalui anggota kredit
usaha mandiri sebesar 68,25 persen, melalui petugas kredit usaha mandiri sebesar
15,87 persen dan sisanya memperoleh informasi kredit usaha mandiri melalui
aparat desa. Responden pada penelitian ini memperoleh informasi secara aktif.
Artinya, responden secara sadar ingin mengetahui lebih banyak tentang kredit
usaha mandiri dengan inisiatif sendiri. Responden aktif ini mencari informasi dari
sumber terdekat yaitu tetangga. Dalam rangka memperoleh informasi mengenai
kredit usaha mandiri secara mendalam, dan untuk meyakinkan diri guna
memutuskan untuk mengikuti program kredit usaha mandiri, dikatakan bahwa
pertemuan umum, yang merupakan tahap awal pengenalan skim kredit usaha
mandiri merupakan wahana bagi anggota untuk mencari informasi lebih rinci
tentang kredit usaha mandiri.
Salah satu layanan yang perlu diperhatikan bagi perusahaan jasa adalah
promosi yang merupakan sarana komunikasi. Menurut Harahap (2002), peran
media massa sangat mempengaruhi pemanfaatan kredit ketahanan pangan di
pedesaan. Hal yang berkorelasi dengan tingkat adopsi kredit ketahanan pangan di
Desa Dayeuh Luhur menurut Harahap (2002) adalah kebutuhan saluran
komunikasi (majalah, radio dan televisi). Membaca majalah mengenai kredit
ketahanan pangan mempengaruhi petani untuk mendapatkan kredit tersebut.
Untuk itu perlu diperhatikan pola komunikasi yang dilakukan pihak pemberi
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
38
kredit. Proses komunikasi kredit BPR untuk masyarakat kecil perlu didukung oleh
pemerintah daerah agar dapat disinergikan dengan program pembangunan
sehingga dapat mencapai sasaran untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
Created with Print2PDF. To remove this line, buy a license at: http://www.software602.com/
Download