bab i pendahuluan - Repository Universitas Gunadarma

advertisement
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN DAMPAKNYA
TERHADAP LAPORAN LABA / RUGI
PADA U.D. TAHU IBU SOPIAH
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2013
Nama
NPM
Jurusan
Pembimbing
:
:
:
:
Nur Fitri Sulistyandiani
25210126
Akuntansi
Rino Rinaldo, SE, MMSI
PERNYATAAN ORIGINALITAS DAN PUBLIKASI
Nama
NPM
Kelas
Judul
Tanggal Sidang
Tanggal Lulus
:
:
:
:
Nur Fitri Sulistyandiani
25210126
3 EB 23
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN
DAMPAKNYA TERHADAP LAPORAN LABA / RUGI PADA U.D. TAHU
IBU SOPIAH
: 25 Juli 2013
: 27 Agustus 2013
Menyatakan bahwa tulisan ini merupakan hasil karya saya sendiri dan dapat
dipublikasikan oleh Universitas Gunadarma, segala kutipan dalam bentuk apapun telah sesuai
dengan kaidah, etika yang berlaku mengenai isi dan tulisan ini merupakan tanggung jawab penulis,
bukan dari Universitas Gunadarma.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dengan penuh kesadaran.
Jakarta, 02 Juli 2013
Nur Fitri Sulistyandiani
ABSTRAKSI
Nur Fitri Sulistyandiani 25210126
Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dan Dampaknya Terhadap Laporan Laba / Rugi Pada U.D. Tahu
Ibu Sopiah.
PI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2010.
Kata Kunci : Harga Pokok Produksi, Laporan Laba / Rugi, Metode Full Costing, Variabel Costing.
( ix + 36 Halaman ).
Di era globalisasi yang semakin maju pada saat ini tak dapat di pungkiri lagi bahwa kegiatan
perekonomian di Indonesia pun berkembang dengan pesat. Oleh karena itu di setiap usaha dituntut untuk
memiliki suatu sistem informasi biaya, guna mendapatkan cost evectiveness ( biaya efektif ) yang dapat di
tentukan besarnya jumlah biaya yang dikeluarkan secara tepat dan akurat. Oleh karena itulah penulis ingin
mengetahui bagaimanakah U.D. Tahu Sopiah yang bergerak dibidang produksi tahu berusaha meningkatkan
jumlah produksi per bulannya sehingga penjualan hasil produksinya agar tetap dapat bertahan.
Objek penelitian yang diambil oleh penulis adalah U.D. Tahu Sopiah. Penulis mengambil data
berupa data volume produksi, data bahan baku, data biaya tenaga kerja, data biaya overhead pabrik pada bulan
Maret 2013, untuk selanjutnya dilakukan perhitungan dan analisis.
Setelah dilakukan perhitungan dan analisis dapat disimpulkan ternyata hasilnya
memperlihatkan bahwa Harga Pokok Produksi dengan menggunakan Metode Full Costing dan
Variabel Costing mempunyai jumlah yang berbeda yang disebabkan pada masing-masing
Biaya Produksinya yaitu BOP Total yang terdiri Biaya Tetap ditambah Biaya Variabel yang
terdapat pada Metode Full Costing dan BOP Variabelnya yang terdapat pada Metode Variabel
Costing dan jika dilihat dari Laporan Laba / Rugi dengan menggunakan Metode Full Costing
dan Variabel Costing mempunyai perhitungan yang berbeda pula. Hal ini disebabkan karena
Laporan Laba / Rugi dengan menggunakan Metode Variabel Costing, Biaya Tetap berupa
biaya listrik dan biaya air tidak menggunakan BOP Total yaitu Biaya Tetap dan Biaya
Variabel, sehingga Metode Variabel Costing ini dapat memberikan keuntungan laba yang
signifikan.
Daftar Pustaka ( 1988 - 2009 ).
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di era globalisasi yang semakin maju pada saat ini tak dapat di pungkiri lagi bahwa
kegiatan perekonomian di Indonesia pun berkembang dengan pesat. Sebagai contoh, sering kita
jumpai berbagai macam jenis usaha di sekitar kita, seperti perusahaan-perusahaan besar, perusahan
dibidang jasa, koperasi, warung, usaha pribadi.
Beberapa teori mengatakan bahwa laba yang tinggi dapat di peroleh dengan cara
menekan biaya produksi seperti yang terdapat dalam unsur-unsur biaya produksi yaitu biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik ( BOP ).
Dengan metode ini semua perusahaan atau usaha akan mendapatkan informasi yang
lengkap, tepat dan akurat atas seluruh aktivitas dan biaya yang ditimbulkan saat produksi
berlangsung.
U.D. Tahu Sopiah yang bergerak dibidang produksi tahu yang berusaha meningkatkan
jumlah produksi per bulannya, dimana setiap produksi tahu akan selalu berusaha mendapatkan
pangsa pasar yang besar untuk penjualan hasil produksinya agar tetap dapat bertahan.
Berdasarkan hasil yang didapat untuk menganalisis kinerja keuangan usaha dagang dengan
mengunakan metode Full Costing dan Variabel Costing yang dilandasi pada konsep bahwa dalam pengukuran
Harga Pokok Produksi dan Laba / Rugi pada suatu usaha dagang, maka usaha dagang tersebut bisa
meningkatkan penjualan.
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis tertarik untuk membahas dan menuangkannya kedalam
Penulisan Ilmiah yang diberi judul “ Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dan Dampaknya Terhadap
Laporan Laba / Rugi Pada U.D. Tahu Ibu Sopiah ”.
1.2.
1.2.1.
Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang dirumuskan dalam penulisan ilmiah ini
adalah :
1. Bagaimana klasifikasi biaya pada U.D Tahu Ibu Sopiah?.
2. Bagaimana perhitungan Harga Pokok Produksi pada U.D Tahu Ibu Sopiah?.
3. Bagaimana perhitungan dan perbandingan Laba / Rugi pada produk tahu
pada U.D. Ibu Sopiah?.
1.2.2. Batasan Masalah
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka batasan masalah dalam Penulisan
Ilmiah ini hanya sebatas menghitung Biaya Produksi dan Laba / Rugi dengan menggunakan Metode Full
Costing dan Metode Variabel Costing Pada Produk Tahu Pada Bulan Maret 2013.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam Penulisan Ilmiah ini adalah :
1. Untuk mengetahui klasifikasi biaya pada U.D. Tahu Ibu Sopiah.
2. Untuk mengetahui Harga Pokok Produksi dengan menggunakan Metode Full
Costing dan Metode Variabel Costing Pada U.D.Tahu Ibu Sopiah.
3. Untuk mengetahui hasil perhitungan dan perbandingan Laporan Laba / Rugi
dengan menggunakan Metode Full Costing dan Metode Variabel Costing Pada
U.D.Tahu Ibu Sopiah.
1.4. Manfaat Penelitian
Penulis mengharapkan adanya manfaat yang dapat diambil dari penelitian ilmiah ini, yaitu :
1. Manfaat Akademis
Dengan adanya adanya penelitian ilmiah ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan dan wawasan penulis. Dan selain itu guna melengkapi syarat-syarat
untuk mencapai gelar sarjana setara sarjana muda jurusan Akuntansi Fakultas
Ekonomi Universitas Gunadarma.
2. Manfaat Praktis
Bagi pamilik usaha, hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk
menentukan langkah selanjutnya dan menjadi pertimbangan khusus dimasa yang
akan datang.
1.5.
1.5.1.
Metode Penelitian
Objek Penelitian
Sebagai objek penelitian, penulis melakukan survey dan tinjauan terhadap laporan-laporan
biaya pada U.D. Tahu Ibu Sopiah. U.D. Tahu Ibu Sopiah merupakan jenis usaha keluarga yang
bergerak dibidang usaha penjualan makanan. Usaha tersebut telah dirintis oleh Bapak Solihin beserta
istrinya kurang lebih selama 13 tahun. Pada tanggal 25 Agustus 2012 Bapak Solihin meninggal dunia,
kemudian usaha tersebut dilanjutkan oleh istrinya yang bernama Ibu Sopiah. U.D. Ibu Sopiah berada
di susun III Bendungan Poncol RT.001 / RW.009 Desa Satria Jaya Kec. Tambun Utara Kab. Bekasi.
Jenis produk yang dijual oleh Ibu Sopiah adalah Tahu.
1.5.2. Data Penelitian
Dalam perhitungan Harga Pokok Produksi dan Laba / Rugi pada U.D. Tahu Ibu Sopiah
membutuhkan sumber-sumber data yang digunakan dalam Penelitian Ilmiah adalah sebagai berikut :
1. Data Primer
Yaitu data yang dikumpulkan dan disusun sendiri oleh penulis melalui
wawancara dan observasi dari usaha dagang yang menjadi lokasi penelitian.
1.5.3. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode-metode yang digunakan penulis dalam mendapatkan data
sebagai berikut :
1. Riset Lapangan
Merupakan tinjauan langsung terhadap usaha untuk mendapatkan data yang
tepat dan akurat.
2. Wawancara
Merupakan sesuatu tekhnik pengumpulan data dengan cara tanya jawab
langsung dengan pemilik atau karyawan perusahaan.
3. Studi Kepustakaan
Merupakan pengumpulan data yang didapat dari berbagai sumber tertulis, guna
melengkapi data dan teori yang akan di gunakan dalam Penelitian Ilmiah.
1.5.4. Alat Analisis
Alat analisis yang digunakan oleh penulis dalam penulisan ilmiah ini adalah analisis yang terdiri
dari analisis berdasarkan Full Costing dan Variabel Costing. Didalam Metode Full Costing memiliki beberapa
alat ukur, seperti Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Pabrik ( BOP ).
1. Full Costing
Adalah metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan
semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik baik yang
berperilaku variabel maupun tetap.
- Rumus dan perhitungan yang digunakan dalam Metode Full Costing yaitu :
a. Menentukan Tarif BOP :
Tarif BOP =
Tarif BOP Sesungguhnya
Total Unit Produksi
b. Perhitungan Harga Pokok Produksi :
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya Utama
BOP Total ( Biaya Tetap + Biaya Variabel )
Total Harga Pokok Produksi
:
:
:
:
:
Rp. xxxx
Rp. xxxx +
Rp. xxxx
Rp. xxxx +
Rp. xxxx
c. Harga Pokok Produksi Per Unit :
=
Total Biaya Produksi
Unit Produksi
2. Variabel Costing merupakan metode penentuan biaya produksi yang hanya
memperhitungkan biaya produksi yang berprilaku variabel ke dalam biaya
produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan
biaya overhead pabrik variabel.
- Rumus dan perhitungan yang digunakan dalam Metode Variabel Costing :
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja Langsung
BOP ( Biaya Variabel )
Harga Pokok Produksi
:
:
:
:
Rp. xxxx
Rp. xxxx
Rp. xxxx +
Rp. xxxx
3. Penyajian Laporan Laba Rugi
a. Laporan Laba / Rugi ( Metode Full Costing )
Hasil Penjualan
Harga Pokok Produksi
Laba Usaha
Rp. xxxx,-
( Rp. xxxx,- )
Rp. xxxx,-
b. Laporan Laba / Rugi ( Metode Variabel Costing )
Hasil Penjualan
Harga Pokok Produksi
Laba Usaha
Rp. xxxx,-
( Rp. xxxx,- )
Rp. xxxx,-
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Data Produksi
Dalam perhitungan Harga Produksi pada U.D. Tahu Ibu Sopiah dibutuhkan beberapa unsur
biaya produksi guna melakukan perhitungan. Unsur-unsur tersebut antara lain adalah :
1. Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku adalah biaya yang dibebankan produk tertentu atas penggunaan
bahan baku tertentu dalam proses produksi.
2. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja adalah biaya yang dibebankan terhadap para karyawan yang
membantu proses produksi. Biaya tenaga kerja dibagi menjadi 2 (dua), yaitu
biaya tenaga kerja tidak langsung.
3. Biaya Overhead Pabrik ( BOP )
Biaya lain-lain diluar biaya utama yang dibebankan kedalam proses produksi.
4.1.2. Data Volume Produksi
Berikut ini adalah data-data volume produksi yang dihasilkan U.D. Tahu Ibu Sopiah,
selama bulan Maret 2013.
Tabel 4.1
Data Volume Produksi U.D. Tahu Ibu Sopiah
Maret 2013
Jenis Produk
Kuantitas
Harga / Pieces
Tahu
1.250
Rp.2000,-
Total Kuantitas
1.250
Sumber : U.D. Tahu Ibu Sopiah
4.1.3. Data Bahan Baku
Biaya bahan baku adalah biaya yang dibebankan kepada produk tertentu atas pemakaian
sejumlah bahan baku dalam proses produksi.
Sumber : U.D. Tahu Ibu Sopiah
4.1.4. Data Biaya Tenaga Kerja
Bahan
Harga (terhadap
Rp ) Total
Biaya
tenagaBaku
kerja adalahKuantitas
biaya yang dibebankan
para Harga ( Rp )
karyawan yang membantu proses produksi. Biaya tenaga kerja dibagi
Tahu
125 kerja
Bungkus
625.000
menjadi 2 ( dua ), yaitu biaya tenaga
langsung dan5.000
biaya tenaga
kerja tidak Tepung
langsung.Terigu
64 Kg
Jumlah
7.500
480.000
1.105.000
Tabel 4.4
Biaya Tenaga Kerja Langsung U.D. Ibu
Sopiah
Kedalam Tarif Per Unit
Maret 2013
Jam Kerja/Bulan
BTKL/Jam
Keterangan
1 Orang Karyawan
140,5 Jam/Bulan
Rp. 3.584,2/jam
Total BTKL
Rp. 505.000,-
Sumber : U.D. Tahu Ibu Sopiah
Keterangan :
Tahu
: (1250/1250) x 100% = 100%
Biaya Produksi
Jumlah Unit
Prosentase
BTKL
Tahu
1.250
100%
Rp. 505.000,-
Sumber : U.D. Tahu Ibu Sopiah
4.1.5. Data Biaya Overhead Pabrik
Berikut ini adalah data biaya overhead pabrik pada U.D.
Tahu Ibu Sopiah.
Keterangan
Total BTKL (Rp)
1 Orang Karyawan
Rp. 100.000,-
Biaya Overhead Pabrik
Biaya
Biaya
( BOP )
Tetap ( Rp )
Variabel ( Rp )
Biaya Bahan Penolong
- Gas LPG
72.500,-
- Minyak Goreng
41.500,-
- Plastik Pembungkus
29.000,-
- Garam
( 10 x Rp. 1000,- )
10.000,-
- Penyedap
( 64 x Rp. 500,- )
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
32.000,100.000,-
- Biaya Listrik
- Biaya Air ( PDAM )
66.440,-
150.000,-
8.000,-
100.000,-
Biaya Penyusutan
- Penggorengan
2.500,-
- Kompor
10.000,-
- Wadah
2.500,-
- Penjepit
7.000,-
- Peniris Minyak
Sumber : U.D. Tahu Ibu Sopiah
Total Biaya Overhead ( BOP )
5.000,101.440,-
535.000,-
Perhitungan Biaya Penyusutan selama 1 ( satu ) Bulan adalah sebagai berikut :
- Penyusutan Penggorengan
Harga perolehan
Masa efektif
Biaya penyusutan per tahun
Biaya penyusutan perbulan
Biaya Penggorengan
- Penyusutan Kompor
Harga perolehan
Masa efektif
Biaya penyusutan pertahun
Biaya penyusutan perbulan
Biaya Kompor
: Rp. 150.000,: 5 tahun
: Rp. 30.000,: Rp. 2.500,= Rp. 150.000,5 Tahun
= Rp. 30.000,12 Bulan
= Rp. 2.500,-
: Rp. 600.000,: 5 tahun
: Rp. 120.000,: Rp. 10.000,= Rp. 600.000,- = Rp. 120.000,5 Tahun
12 Bulan
= Rp. 10.000,-
- Penyusutan Wadah
Harga perolehan
Masa efektif
Biaya penyusutan per tahun
Biaya penyusutan perbulan
Biaya Wadah
- Penyusutan Penjepit
Harga perolehan
Masa efektif
Biaya penyusutan perbulan
Biaya Penjepit
: Rp. 30.000,: 1 tahun
: Rp. 30.000,: Rp. 2.500,= Rp. 30.000,1 Tahun
=
Rp. 30.000,12 Bulan
= Rp. 2.500,-
: Rp. 14.000,: 2 bulan
: Rp. 7.000,= Rp. 14.000,2 bulan
= Rp. 7.000,-
4.2.1. Pembahasan Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan
Menggunakan Metode Full Costing Dan Variabel Costing
Dalam pembahasan Penulisan Ilmiah ini, perhitungan Harga
Pokok Produksi diawali dengan menentukan tarif BOP Per Unit,
kemudian melakukan perhitungan pada Harga Pokok Produksi.
Setelah didapatkan Harga Pokok Produksi,dilanjutkan dengan
perhitungan Harga Pokok Produksi Per Unit. Dan dilanjutkan juga
dengan perhitungan menggunakan Metode Variabel Costing.
Tarif BOP/ Unit
=
=
Rp. 636.440,1.250
Rp. 509,15,-
Keterangan
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Tahu ( Rp )
1.105.000,505.000,-
BOP
- Rp. 509,15 x 1.250
Total Harga Pokok Produksi
636.440,2.246.440,-
Penjelasan :
HPP
=
HPP
=
=
Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung +
BOP Total ( Biaya Tetap + Biaya Variabel )
Rp. 1.105.000,- + Rp. 505.000,- + Rp. 101.440,- + 535.000,Rp. 2.246.440,-
- Penentuan Harga Pokok Produksi Per Unit
Tabel 4.8
Harga Pokok Produksi Per Unit Menggunakan Metode Full Costing
Pada U.D. Tahu Ibu Sopiah
Maret 2013
Keterangan
Tahu ( Rp )
Total HPP
2.246.440,-
Volume Produksi
HPP / Unit
1.250
1.797,15,-
4.2.2. Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Metode
Variabel Costing
- Penentuan Harga Pokok Produksi
Biaya Bahan Baku :
BTKL
BOP Variabel
HPP
Rp. 1.105.000,:
Rp. 505.000,:
Rp. 535.000,- +
:
Rp. 2.145.000,-
Penjelasan :
HPP
HPP
=
Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung +
BOP ( Biaya Variabel )
=
Rp. 1.105.000,- + Rp. 505.000,- + Rp. 535.000,-
=
Rp. 2.145.000,-
- Penentuan Harga Pokok Produksi Per Unit
Tabel 4.9
Harga Pokok Produksi Per Unit Menggunakan Metode Variabel Costing
Pada U.D. Tahu Ibu Sopiah
Maret 2013
Keterangan
Tahu ( Rp )
Total HPP
2.145.000,-
Volume Produksi
1.250
HPP / Unit
1.716,-
4.3. Analisis Hasil Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan
Menggunakan Metode Full Costing Dan Variabel Costing
a. Setelah melakukan perhitungan dengan Metode Full Costing maka
akan didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 5.0
Hasil Perhitungan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Full Costing
Pada U.D. Tahu Ibu Sopiah
Maret 2013
Keterangan
Harga Pokok Produksi
Tahu
Rp. 1.797,15,-
Dengan Metode Full Costing diperoleh hasil perhitungan Harga Pokok
Produksi adalah sebesar Rp. 1.797,15,-.
b. Setelah melakukan perhitungan dengan Metode Variabel Costing maka akan
didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 5.1
Hasil Perhitungan Harga Pokok Produksi
Menggunakan Metode Variabel Costing
Pada U.D. Tahu Ibu Sopiah
Maret 2013
Keterangan
Harga Pokok Produksi
Tahu
Rp. 1.716,-
Dengan Metode Variabel Costing diperoleh hasil perhitungan Harga Pokok
Produksi adalah sebesar Rp. 1.716,-.
4.4. Analisis Hasil Perhitungan Laba / Rugi Dengan Menggunakan Metode Full
Costing Dan Variabel Costing
a. Laporan Laba / Rugi ( Metode Full Costing )
Hasil Penjualan ( Rp. 2000,- x 1250 unit )
HPP
( Rp. 2.246.440,- )
Laba Usaha
Rp. 2.500.000,Rp. 253.560,-
b. Laporan Laba / Rugi ( Metode Variabel Costing )
Hasil Penjualan ( Rp. 2000,- x 1250 unit )
HPP
( Rp. 2.145.000,- )
Laba Usaha
Rp. 2.500.000,Rp. 355.000,-
Berdasarkan Perhitungan Laba / Rugi diatas dengan menggunakan Metode Full
Costing dan Variabel Costing, maka didapatkan hasil Laba Usaha yang berbeda yaitu sebesar
Rp. 253.560,- dengan menggunakan Metode Full Costing dan Rp. 355.000,- dengan
menggunakan Metode Variabel Costing. Hal ini disebabkan adalah jumlah Harga Pokok
Produksi yang digunakan dengan Metode Full Costing lebih besar daripada menggunakan
Metode Variabel Costing yang dikarenakan Harga Pokok Produksi dengan menggunakan
Metode Full Costing itu terdapat di BOP Totalnya itu terdiri dari Jumlah Biaya Tetap ditambah
Biaya Variabel, sedangkan dengan menggunakan Metode Variabel Costing di BOP Totalnya
hanya menggunakan Biaya Variabelnya saja. Sehingga hasil jumlah Laba Usaha yang
didapatkan dengan menggunakan kedua Metode itu yaitu Metode Full Costing dan Metode
Variabel Costing menjadi terbalik yaitu lebih besar dengan menggunakan Metode Variabel
Costing.
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Setelah mendapatkan hasil Perhitungan Harga Pokok Penjualan dan Laba / Rugi
dengan Metode Full Costing dan Metode Variabel Costing maka didapat
kesimpulan bahwa :
1. Klasifikasi biaya pada U.D. Tahu Ibu Sopiah adalah berdasarkan hubungan biaya
dengan sesuatu yang dibiayai, yaitu :
a. Biaya Langsung, terdiri dari :
- Biaya Bahan Baku untuk Produk Tahu adalah sebesar Rp. 1.105.000,-.
- Biaya Tenaga Kerja Langsung untuk Produk Tahu adalah sebesar
Rp. 505.000,-.
b. Biaya Tidak Langsung, terdiri dari :
- Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung sebesar Rp. 100.000,-.
- Biaya Bahan Penolong Sebesar Rp. 143.000,- ( Biaya Variabel ).
- Biaya Listrik dan Air Sebesar Rp. 74.440,- ( Biaya Tetap ).
- Biaya Listrik dan Air Sebesar Rp. 250.000,- ( Biaya Variabel ).
- Biaya Penyusutan Sebesar Rp. 27.000,- ( Biaya Variabel ).
2. Harga Pokok Produksi pada U.D. Tahu Ibu Sopiah dengan menggunakan Metode
Full Costing adalah sebesar Rp. 1.797,15,-, Sedangkan Harga Pokok Produksi pada
U.D. Tahu Ibu Sopiah dengan menggunakan Metode Variabel Costing adalah
sebesar Rp. 1.716,-. Hal ini disebabkan karena jumlah Harga Pokok Produksi yang
digunakan dengan Metode Full Costing lebih besar daripada menggunakan Metode
Variabel Costing yang dikarenakan Harga Pokok Produksi dengan menggunakan
Metode Full Costing itu terdapat di BOP Totalnya itu terdiri dari Jumlah Biaya Tetap
ditambah Biaya Variabel, sedangkan dengan menggunakan Metode Variabel Costing
di BOP Totalnya hanya menggunakan Biaya Variabelnya saja.
3. Laba / Rugi pada U.D. Tahu Ibu Sopiah dengan menggunakan Metode Full Costing
sebesar Rp. 253.560,-, sedangkan Laba / Rugi pada U.D. Tahu Ibu Sopiah dengan
menggunakan Metode Variabel Costing sebesar Rp. 355.000,-. Hal ini disebabkan
karena jumlah Harga Pokok Produksi dengan menggunakan Metode Full Costing
dan Metode Variabel Costing menjadi terbalik yaitu lebih besar dengan
menggunakan Metode Variabel Costing karena dengan Menggunakan Metode
Variabel Costing di BOP Totalnya pada Harga Pokok Produksi hanya menggunakan
Biaya Variabelnya saja.
Oleh karena itu Pabrik U.D. Tahu Ibu Sopiah jika dilihat dari Laba Usahanya yang
didapatkan dengan menggunakan Kedua Metode tersebut yaitu Metode Full Costing dan
Metode Variabel Costing maka sebaiknya Pabrik U.D. Tahu Ibu Sopiah menggunakan Metode
Variabel Costing agar dapat memberikan keuntungan laba yang lebih signifikan.
5.2. Saran
Berdasarkan perhitungan dan kesimpulan yang telah didapat, maka penulis
mencoba memberikan saran yang mungkin dapat dipertimbangkan oleh U.D. Tahu
Ibu Sopiah. Adapun saran tersebut adalah sebaiknya usaha Tahu Ibu Sopiah tetap
menggunakan Metode Variabel Costing agar jumlah Biaya Produksi Variabelnya
dapat ditekan sebaik mungkin seperti Biaya Listrik dan Biaya Air ( PDAM ) dan
tetap menjaga kinerja dalam proses produksinya dan juga tetap menjaga kualitasnya
dari Produk Tahu yang dihasilkan, agar di masa yang akan datang usaha tersebut
tetap mendapatkan tingkat produksi yang menguntungkan.
Download