BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta adalah ibu kota

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar
661,52 km² dengan penduduk berjumlah kurang lebih 10.187.595 jiwa. Jakarta
merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan kedua di dunia.
Sejak dahulu kota Jakarta menjadi tempat pertemuan individu maupun
kelompok-kelompok ras, etnis maupun suku bangsa dari berbagai penjuru
dunia. Hampir semua perusahaan besar nasional maupun multi nasional
berlokasi di Jakarta.
Dilansir dari berita resmi statistik BPS Provinsi DKI Jakarta No.
16/03/31/Th. XVII, 02 Maret 2015 mengatakan bahwa jumlah wisatawan
mancanegara yang mengunjungi Jakarta per bulan Januari 2015 mencapai
174.525 kunjungan. Sepuluh kebangsaan yang menjadi pengunjung terbanyak
ke kota Jakarta untuk bulan Januari 2015 diantaranya Malaysia (22.414
kunjungan), Tiongkok (18.599 kunjungan), Jepang (15.750 kunjungan),
Singapura (13.705 kunjungan). Saudi Arabia (11.926 kunjungan), Korea
Selatan (10.290 kunjungan), Australia (7.111 kunjungan), Amerika (6.765
kunjungan), India (5.418 kunjungan) dan Inggris (5.076 kunjungan).
Dari sekian banyak jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung
ini tentunya sangat memberikan efek yang besar di bidang penginapan. Hal ini
dilihat dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jakarta per
1
http://digilib.mercubuana.ac.id/
bulan Januari 2015 mencapai 53,32 persen naik 0,12 poin dari TPK bulan
Desember 2014. Jika dirinci menurut klasifikasi hotel seperti pada tabel di
bawah ini terlihat bahwa hotel berbintang lima lah yang mengalami
peningkatan paling tinggi 1,72 poin dari TPK bulan Desember 2014.
Tabel 1.1
Tingkat Penghunia Kamar (TPK) Hotel Berbintang MenurutKlasifikasi
Hotel di DKI Jakarta Bulan Januari 2014, Desember 2014, dan Januari 2015
TPK (%)
Perubahan (Poin)
Klasifikasi Hotel
Berbintang
Januari 2015
Desember
Januari
Terhadap
2014
2015
Desember 2014
Bintang 5
44,35
46,07
1,72
Bintang 4
57,79
55,33
-2,46
Bintang 3
56,94
59,92
2,98
Bintang 2
55,47
56,69
1,22
Bintang 1
50,35
40,24
-10,11
Rata-Rata
53,20
53,32
0,12
(Sumber: Berita Resmi Statistik BPS Provinsi DKI Jakarta No.
16/03/31/Th. XVII)
2
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Dengan bertambahnya kebutuhan hotel di Indonesia memberikan titik
terang bagi para investor untuk melakukan bisnis di bidang hotel.Hal ini
ditandai dari pertumbuhan pasokan hotel di Indonesia yang terus meningkat
dari tahun ke tahun.Hal itu terungkap dari data lembaga riset perhotelan dunia
yang barbasis di London, STR Global. Lembaga tersebut, melalui laporan
Global Construction Pipeline mengatakan bahwa hingga Maret 2014,
Indonesia tengah menyiapkan pasokan unit hotel mencapai 53.100 kamar.
Adapun, data tersebut meliputi pengembangan proyek hotel dalam tahap
konstruksi, perencanaan dan perencanaan akhir.1
Hotel adalah salah satu prasarana yang sangat vital keberadaannya
karena selain diperlukan sebagai tempat menginap sementara, juga untuk
kepentingan bisnis dan sebagainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
karya W.J.S Poerwadarminta, Hotel adalah suatu bangunan berkamar banyak
yang disewakan sebagai tempat untuk menginap dan tempat untuk makan
dimana orang yang sedang dalam perjalanan, bentuk akomodasi yang dikelola
secara komersial dan disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh
pelayanan, penginapan, makan dan minum.2
Hotel bintang lima yang berdasarkan klasifikasinya, merupakan jenis
hotel yang memiliki fasilitas yang paling lengkap dibandingkan dengan hotel
bintang dibawahnya. Contoh fasilitas yang ada pada hotel bintang lima selain
1
Oktaviano DB Hana, “Bisnis Perhotelan: Pertumbuhan Hotel di Indonesia Terus
Meningkat”, diakses dari http://properti.bisnis.com/read/20140421/107/221127/bisnis-perhotelanpertumbuhan-hotel-di-indonesia-terus-meningkat pada tanggal 14 maret 2015 pukul 15.03
2
W.J.S Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1999)
3
http://digilib.mercubuana.ac.id/
layanan kamar yang terbaik (pada standart room sampai ke luxury room),
hotel bintang lima juga menyediakan fasilitas lainnya yang dapat membantu
kelancaran kegiatan tamu, seperti fine dining restaurant, specialities
restaurant, executive lounge, clubs, business center, fitness center, ballroom,
dan convention center.
Hotel Mulia Senayan merupakan salah satu hotel berbintang lima yang
menawarkan berbagai macam fasilitas mewah dengan segala pelayanan
berkualitas di dalamnya. Hotel Mulia Senayan telah banyak mendapatkan
prestasi di bidang perhotelan, berbagai macam penghargaan diraih dalam
beberapa tahun terakhir seperti The Best City Hotel in Jakarta “TTG Travel
Award” pada tahun 2009, International Five Star Diamond Award pada tahun
2003 dan 2004, Second Best Luxury Hotel in Jakarta-Euromoney Business
Travel Poll pada tahun 2003. Disamping sudah dikenal masyarakat luas,
berada di kawasan strategis serta dekat dengan kawasan ibu kota, hotel ini
sangat menarik perhatian para pengunjung dalam negeri maupun luar negeri
karena segala kelengkapan yang disediakan hotel tersebut.
Citra atau karakteristik dari jenis hotel yang akan dijalankan sangat
mempengaruhi dalam penataan ruang interior dalam hotel. Oleh karena itu,
penataan ruang interior sebuah hotel harus diperhatikan baik dari segi lantai,
dinding, plafon, furniture dan elemen-elemen estetis. Citra dari sebuah hotel
sangat tercermin dari lobby nya. Untuk itu perencanaan dan penataan elemen
utama pada lobby dan juga setiap detailnya sangat penting agar dapat memberi
citra positif dan juga kesan yang tidak terlupakan pada tamu.
4
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Bagian lobby merupakan ruang utama dari sebuah hotel yang perlu
mendapat sentuhan desain agar dapat menampilkan citra dari sebuah hotel.
Lobby Hotel Mulia dirancang untuk menampikan kesan mewah, elegan dan
formal karena itu merupakan pilihan bagi para pengunjung dimana dalam hal
ini adalah kalangan menengah ke atas. Namun selain kesan mewah dan
elegan,
adanya
sentuhan
modern
diaplikasikan
untuk
memberikan
kenyamanan dan menghilangkan kejenuhan.
Demikian juga pada perancangan kamar tamu yang merupakan tempat
istrahat bagi tamu hotel dimana pada ruangan ini perlu menampilkan kesan
hangat, tenang dan nyaman. Untuk menampilkan kesan tersebut, maka
pemilihan material, warna elemen interior serta furniture sangat mendukung
karena erat kaitannya dengan efek psikologis seseorang.Kebersihan,
pencahayaan yang baik, penataan ruang dan furniture, serta sirkulasi yang baik
harus pula diperhatikan oleh para desainer agar menimbulkan kesan positif
bagi para tamu hotel.
Dengan sebuah tema dan gaya desain yang dipilih tentunya akan
memberikan citra atau karakteristik hotel semakin jelas terlihat. Desain
modern klasik adalah satu model desain yang memberikan kesan yang megah,
mewah, elegan dan selaras dengan selera kekinian. Dengan pengaplikasian
warna yang sesuai, pemilihan dan penempatan furniture serta pemilihan
material yang sesuai akan memberikan citra atau karakteristik yang
diharapkan oleh pengelola ataupun pengunjung.
5
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Dari uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan perancangan
hotel karena hotel adalah salah satu tempat yang menjadi sarana penginapan
bagi banyak orang, dan Hotel Mulia Senayan merupakan salah satu hotel
bintang lima terbaik di Jakarta. Perancangan Hotel Mulia yang mengangkat
gaya modern klasik disesuaikan dengan citra, visi dan misi hotel berbintang
lima yang sudah mendapatkan berbagai peghargaan dari nasional maupun
internasional. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis melakukan perancangan
yang berjudul “Perancangan Interior Lobby dan Kamar Hotel Mulia
Senayan Jakarta Dengan Gaya Modern Klasik”.
1.2 Identifikasi Masalah
Sesuai dengan latar belakang sebelumnya, penulis melihat betapa
pentingnya citra sebuah lobby dan kamar bagi hotel. Untuk itu penulis ingin
merancang sebuah lobby dan kamar Hotel Mulia dengan desain yang telah
penulis pilih.
a. Bagaimana
menggabungkan
konsep,
tema,
dan
gaya
serta
menterjemahkannya ke dalam desain interior?
b. Bagaimana memilih dan menempatkan furniture agar sesuai dengan
kebutuhan pengunjung dan pengelola hotel berdasarkan teori ergonomi
sehingga tercapai kenyamanan dalam melakukan kegiatan?
c. Bagaimana menterjemahkan citra, visi dan misi hotel ke dalam desain
interior?
6
http://digilib.mercubuana.ac.id/
d. Bagaimana memilih material, bentuk dan warna yang sesuai dengan
pilihan gaya atau konsep?
1.3 Tujuan dan Manfaat Perencanaan
a. Tujuan Perencanaan
Adapun tujuan dilakukannya perancangan Hotel Mulia ini adalah
untuk:
1) Menggabungkan konsep, tema dan gaya yang dipilih untuk
menterjemahkannya ke dalam desain interior.
2) Memilih dan menempatkan furniture agar sesuai dengan kebutuhan
pengunjung dan pengelola hotel berdasarkan teori ergonomi sehingga
tercapai kenyamanan dalam melakukan kegiatan.
3) Menterjemahkan citra, visi dan misi hotel ke dalam desain interior.
4) Memilih material, bentuk dan warna yang sesuai dengan pilihan gaya
atau konsep yang dipilih.
b. Manfaat Perencanaan
1) Hotel Mulia Senayan, hasil perancangan ini dapat dijadikan masukan
atau bahan pertimbangan dalam memperbaharui desain interior Hotel
Mulia sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan suasana terbaik
guna keuntungan bisnis secara komersial.
2) Universitas Mercu Buana, hasil perancangan ini dapat dijadikan
referensi karya ilmiah untuk sebuah perancangan interio hotel dengan
klasifikasi bintang lima.
7
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3) Penulis, sebagai sarana untuk memperluas wawasan serta menambah
referensi mengenai perancangan sebuah hotel, terutama perancangan
hotel dengan mengambil gaya desain modern klasik
4) Pembaca, sebagai sarana untuk menambah pengetahuan perancangan
sebuah hotel dan diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi
perancangan selanjutnya.
1.4 Sasaran Perencanaan
Sasaran perencanaan dari perancangan ini adalah menciptakan
suasana interior baru yang berbeda demi meningkatkan kenyamanan hotel
yang diterjemahkan melalui berbagai elemen interior, seperti lantai, dinding,
plafon, furniture, dan konsep desain yang dipadu padankan dari gaya yang
dipilih, yaitu modern klasik.
1.5 Ruang Lingkup Perencanaan
Ruang lingkup yang akan dibahas dan dirancang dalam pembahasan
mengenai interior Hotel Mulia ini mencakup seluruh kegiatan manusia di
dalamnya, yaitu:
1.
Lobby Recepsionist
2.
Kamar Tidur Royal Suite, Baron Suite dan Junior Suite (termasuk ruang
tamu, ruang kerja, ruang makan dan kamar mandi)
8
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Sedangkan fine dining restaurant, specialities restaurant, executive
lounge, clubs, business center, fitness center, ballroom, convention center dan
sebagainya akan dibahas secara garis besarnya saja.
1.6 Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan di dalam penulisan skripsi tugas akhir ini
yaitu meliputi pengumpulan data literature, data lapangan, survey lokasi dan
wawancara, metode pengolahan data dan analisis.
1.
Penelitian Kepustakaan
Yaitu penelitian dengan cara membaca buku-buku, majalah, surat kabar
dan kamus maupun literatur lain yang berhubungan dengan masalah yang
akan diteliti terutama untuk memperoleh data yang berkaitan dengan
topic yang akan dibahas.
2.
Studi Lapangan
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke lapangan
untuk mendapatkan data-data secara factual dan actual mengenai hotel
bintang lima di Jakarta
a.
Wawancara
Yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pihak
pekerja dan pengunjung untuk mendapatkan data-data yang
dibutuhkan.
b.
Pengamatan dan pencatatan serta observasi
Mengadakan pengamatan secara langsung di lapangan yaitu hotel
bisnis di Jakarta untuk memperoleh gambaran tentang segala sesuatu
yang berhubungan dengan kegiatan operasional hotel.
9
http://digilib.mercubuana.ac.id/
c.
Foto
Yaitu pengambilan foto-foto dari hotel bintang lima di Jakarta yang
sudah ada di lapangan untuk digunakan sebagai referensi penulis
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan ini terdiri dari pembahasan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang gambaran secara garis besar mengenai isi
keseluruhan penulisan yang terbagi menjadi latar belakang, identifikasi
masalah, tujuan dan manfaat perencanaan, sasaran perencanaan, ruang
lingkup perencanaan, metode perencanaan, metode pengumpulan data, dan
sistematika penulisan.
BAB II DATA LAPANGAN DAN DATA LITERATUR
Bab ini berisi tentang data-data yang didapat meliputi tinjauan data
hotel, serta tinjauan data khusus mengenai gaya desain modern klasik.
BAB III ANALISA DATA
Bab ini berisi tentang data-data yang didapat dari hasil survey.
BAB IV SINTESA PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang data konsep perencanaan secara keseluruhan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran.
10
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download