LAPORAN PRAKTIKUM

advertisement
LAPORAN PRAKTIKUM
SISTEM TELEKOMUNIKASI ANALOG
PERCOBAAN OSILATOR
Disusun Oleh :
Kelompok 2
DWI EDDY SANTOSA
NIM. 1141160049
JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL
2011/2012
POLITEKNIK NEGERI MALANG
jl.Soekarno Hatta No.9 Malang 65141 Telp (0341) 404424 - 404425 Fax (0341) 404420
http://www.poltek-malang ac.id
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Osilator merupakan piranti elektronik yang menghasilkan keluaran berupa
isyarat tegangan. Bentuk isyarat tegangan terhadap waktu ada bermacam-macam,
yaitu bentuk sinusoidal, persegi, segitiga gigi gergaji, atau denyut. Osilator berbeda
dengan penguat, oleh karena penguat memerlukan isyarat masukan untuk
menghasilkan isyarat keluaran. Pada osilator, tak ada isyarat masukan, hanya ada
isyarat keluaran saja, yang frekuensi dan amplitudonya dapat dikendalikan.
Seringkali suatu penguat secara tak disengaja menghasilkan keluaran tanpa
masukan dengan frekuensi yang nilainya tak dapat dikendalikan. Dalam hal ini,
penguat dikatakan berosilasi.
Osilator
bisa
dibangun
dengan
menggunakan
komponen
yang
memperlihatkan karakteristik resistansi-negatif dan lazimnya hal ini adalah dioda
terobosan dan transistor satu lapis. Namun demikian, sebagian besar rangkaian
osilator didasarkan pada penguat dengan umpan balik positif.
Rangkaian osilator menghasilkan arus bolak-balik (ac) dengan daya kurang
dari satu watt sampai dengan ribuan watt. Bila diperlukan tegangan ac, frekuensi
daya dan berdaya besar (10 sampai dengan 100 Hz), dapat digunakan berbagai
jenis alternator elektromagnetik. Untuk frekuensi-frekuensi yang lebih tinggi di dalam
daerah frekuensi-radio, digunakan rangkaian osilator transistor atau tabung.
I.2 Ruang Lingkup
Ruang lingkup pada praktikum ini meliputi pengukuran resistansi pada
resistor berdasarkan warna cincin yang tertera pada resistor, membuat rangkaian
osilator, mengamati isyarat keluaran dan mengukur frekuensi ( apabila nilai
hambatan dan kapasitor pada rangkaian diganti, serta mengukur tegangan masukan
dan keluaran.
I.3 Tujuan
Setelah melakukan praktikum ini, diharapkan telah mampu menguasai
pengetahuan tentang:
-
Pengaturan penguatan dan umpan balik.
-
Penapisan dan penalaan frekuensi isyarat suatu gelombang.
-
Stabilitas osilasi dan titik kerja serta daerah kerja suatu penguat.
-
Adanya distorsi harmonik yang terdapat pada suatu sistem osilasi.
I.4 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Osilator ini dilakukan pada hari Jumat, 29 Juni 2012, pukul 13.3016.30 WIB, di Laboratorium Teknik Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro,
Politeknik Negeri Malang, Malang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Pendahuluan
Osilator adalah suatu
rangkaian yang
menghasilkan keluaran
yang
amplitudonya berubah-ubah secara periodik dengan waktu. Osilator merupakan
piranti elektronik yang menghasilkan keluaran berupa isyarat tegangan. Bentuk
isyarat tegangan terhadap waktu ada bermacam-macam, yaitu bentuk sinusoidal,
persegi, segitiga, gigi gergaji, atau denyut. Osilator berbeda dengan penguat, oleh
karena penguat memerlukan isyarat masukan untuk menghasilkan isyarat keluaran.
Pada osilator tak ada isyarat masukan, hanya ada isyarat keluaran saja, yang
frekuensi dan amplitudonya dapat dikendalikan. Seringkali suatu penguat secara tak
disengaja menghasilkan keluaran tanpa masukan dengan frekuensi yang nilainya
tak dapat dikendalikan. Dalam hal ini penguat dikatakan berosilasi.
Osilator digunakan secara luas sebagai sumber isyarat untuk menguji suatu
rangkaian elektronik. Osilator seperti ini disebut pembangkit isyarat, atau
pembangkit fungsi jika isyarat keluarannya dapat mempunyai berbagai bentuk.
Osilator juga digunakan untuk mendeteksi dan menentukan jarak dengan
gelombang mikro (radar) ataupun gelombang ultrasonic (sonar). Selain itu, hampir
semua alat digital seperti jam tangan, digital kalkulator, komputer, alat-alat pembantu
komputer, dan sebagainya menggunakan osilator.
Pesawat penerima radio dan televisi juga menggunakan osilator untuk
mengolah isyarat yang datang. Isyarat yang datang ini dicampur dengan isyarat dari
osilator lokal sehingga menghasilkan isyarat pembawa informasi dengan frekuensi
lebih rendah. Isyarat yang terakhir ini dikenal sebagai isyarat if (intermediate
frequency).
Pada dasarnya, ada tiga macam osilator, yaitu osilator RC, osilator LC, dan
osilator relaksasi. Dua yang pertama menghasilkan isyarat berbentuk sinusoidal
sedangkan osilator relaksasi menghasilkan isyarat persegi, segitiga, gigi gergaji atau
pulsa.
II.2 Prinsip Rangkaian Osilator
Secara umum prinsip rangkaian osilator dibagi dua, yaitu Osilator Harmonisa
dan Osilator Relaksasi.
A. Osilator Harmonisa
Osilator harmonisa menghasilkan bentuk gelombang sinusoida. Osilator
harmonisa disebut juga dengan Osilator Linear. Bentuk dasar osilator harmonisa
terdiri dari sebuah penguat dan sebuah filter yang membentuk umpan balik positif
yang menentukan frekuensi output.
Prinsip osilator ini dimulai dengan adanya noise/desah saat pertama kali
power dinyalakan. Noise/desah ini kemudian dimasukkan kembali ke input penguat
dengan melalui filter tertentu. Karena hal ini terjadi berulang-ulang, maka sinyal
noise akan menjadi semakin besar dan membentuk periode tertentu sesuai dengan
jaringan filter yang dipasang. Periode inilah yang kemudian menjadi nilai frekuensi
sebuah osilator.
Macam-macam osilator harmonisa/ sinus :
1. Osilator Hartley
Osilator Hartley termasuk jenis osilator LC. Osilator Hartley tersusun dari dua
buah induktor yang disusun seri dan sebuah kapasitor tunggal. Kelebihan osilator
hartley adalah mudahnya mengatur nilai frekuensi yaitu dengan menempatkan
sebuah kapasitor variabel pada komponen kapasitornya. Selain itu, amplitudo output
osilator juga relatif tetap pada range frekuensi kerja penguat osilator.
2. Osilator Colpits
Osilator Colpits termasuk jenis osilator LC. Osilator colpits tersusun dari dua
buah kapasitor yang disusun seri dan sebuah induktor tunggal. Kelebihan osilator
colpits adalah mudahnya mengatur nilai frekuensi yaitu dengan menempatkan
sebuah induktor variabel pada komponen induktornya seperti halnya penggunaan
kapasitor variabel pada osilator hartley. Amplitudo output osilator juga relatif tetap
pada range frekuensi kerja penguat osilator.
3. Osilator Clapp
Osilator Clapp termasuk jenis osilator LC. Osilator Clapp tersusun dari tiga
buah kapasitor dan satu buah induktor. Konfigurasi osilator clapp sama dengan
osilator colpits namun ada penambahan kapasitor yang disusun seri dengan induktor
(L). Osilator Clapp diperkenalkan oleh James K. Clapp pada tahun 1948.
4. Osilator Kristal
Osilator
Kristal
adalah
osilator
yang
rangkaian
resonansinya
tidak
menggunakanan LC atau RC melainkan sebuah kristal kwarsa. Rangkaian dalam
kristal mewakili rangkaian R, L dan C yang disusun seri. Osilator Pierce ditemukan
oleh George W. Pierce. Osilator Pierce banyak dipakai pada rangkaian digital karena
bentuknya yang simpel dan frekuensinya yang stabil.
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
III.1 Alat dan Bahan
III.1.1 Alat
Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut.
-
Multimeter
Multimeter berfungsi sebagai alat ukur resistansi, kuat arus, dan tegangan.
-
Papan Rangkaian
Papan rangkaian berfungsi sebagai tempat untuk membuat rangkaian.
-
Catu Daya
Catu daya berfungsi sebagai sumber tegangan AC dan DC.
-
Osiloskop
Osiloskop berfungsi untuk mengukur dan menampilkan tegangan sinusoidal, dan
berbagai bentuk gelombang yang ditemukan dalam rangkaian yang dibuat.
-
Signal Generator
Signal generator berfungsi sebagai piranti pembangkit isyarat.
-
Kabel Jumper
Kabel jumper berfungsi sebagai penghubung dalam suatu rangkaian.
III.1.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut.
-
Transistor
Transistor adalah komponen elektronika aktif yang berfungsi sebagai penguat
tegangan dan penguat arus.
-
Resistor
Resistor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat
aliran arus listrik.
-
Kapasitor
Kapasitor adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menyimpan
muatan listrik dalam bentuk medan listrik.
-
Induktor
Induktor adalah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan arus listrik
dalam bentuk induksi listrik.
III.2 Prosedur Praktikum
Adapun prosedur pada praktikum osilator ini yaitu:
1. Melakukan kalibrasi terhadap peralatan yng akan digunakan.
2. Mencatat harga/nilai dari komponen yang digunakan.
3. Membuat rangkaian osilator seperti pada gambar, dimana kabel (+) dan (-) dari catu
daya, masing-masing disambungkan ke dan ke ground. Sementara itu, kabel (+)
dan (-) dari signal generator dan osiloskop, masing-masing disambungkan ke ground
dan ke , serta ke ground dan ke (kolektor sebagai titik pengamatan).
4. Mengamati isyarat keluaran yang terjadi pada layar osiloskop.
5. Mengukur dan mencatat nilai dari hasil yang diperlihatkan pada osiloskop.
6. Mengganti kapasitor
7.
dengan dan
Mengamati isyarat keluaran yang terjadi pada osiloskop, kemudian mencatat nilai
nya.
8. Mengembalikan rangkaian ke bentuk semula (sebelum nilai C 2 diganti).
9. Mengganti resistor dengan dan
10. Mengamati isyarat keluaran yang terjadi pada osiloskop, kemudian mencatat nilai
nya.
11. Mengubah posisi kabel (+) dan (-) dari signal generator dan osiloskop, yaitu
menyambungkan kabel (+) dan kabel (-) dari signal generator dan osiloskop masingmasing ke output dan input, serta ke basis dan ground (basis sebagai pengamatan).
12. Mengamati isyarat keluaran yang terjadi pada osiloskop, kemudian mencatat nilai
nya.
13. Mengubah posisi kabel (+) dan (-) dari signal generator dan osiloskop (emitter
sebagai titik pengamatan).
14. Mengamati isyarat keluaran yang terjadi pada osiloskop, kemudian mencatat nilai
nya.
15. Mengukur dan mencatat nilai dan .
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil
IV.1.1 Tabel Pengamatan Osilator Clamp
Vpp
: 20mV * 7
: 210mV  0.21V
T
: 0,4 * 0.1µs
:
F
:
Frekuensi Terukur
:

IV.1.2 Tabel Pengamatan Osilator Kristal
Vpp
: 20mV * 5,6
: 112mV  0.112V
T
: 0,4 * 0.1µs
:
F
: 
Frekuensi Terukur
:

IV.1.3 Tabel Pengamatan Osilator Hartley
Vpp
:4*2
:8
T
: 0,2 * 2,6 µs
:
F
: 
Frekuensi Terukur
:

IV.1.4 Tabel Pengamatan Osilator Colpits
Vpp
: 0,5 * 5
: 2,5
T
: 1,3 * 0.2µs
:
F
: 
Frekuensi Terukur
:

IV.2 Pembahasan
Pada praktikum osilator ini digunakan transistor, resistor, kapasitor, dan
induktor. Kapasitor yang digunakan adalah kapasitor bernilai , dan . Adapun resistor
yang digunakan adalah resistor dengan nilai hambatan kecil.
Pada praktikum ini, sebuah rangkaian osilator dirangkai di mana dalam
pengamatan, digunakan 3 titik pengamatan, yaitu pada kolektor, basis dan emitter.
Selanjutnya, dari masing-masing titik pengamatan dilakukan pengamatan terhadap
isyarat keluaran dan menghitung frekuensi osilasinya.
BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini yaitu:
-
Pengaturan penguatan dan umpan balik merupakan persyaratan bagi rangkaian
osilator agar menghasilkan osilasi secara terus-menerus.
-
Frekuensi isyarat suatu gelombang dapat dihitung dengan persamaan dimana
adalah frekuensi yang digunakan dalam signal generator dan adalah waktu yang
digunakan untuk memperoleh siyarat keluaran yang baik pada osiloskop.
-
Kapasitansi kapasitor yang digunakan pada rangkaian osilator berbanding lurus
dengan frekuensi osilasi yang dihasilkannya.
-
Adanya distorsi harmonik adalah salah satu persyaratan utama bagi osilator
gelombang sinus.
V.2 Kritik dan Saran
V.2.1 Laboratorium Teknik Telekomunikasi
Kritik dan saran untuk laboratorium Teknik Telekomunikasi, yaitu:
-
Alat dan bahan praktikum kurang banyak, perlu ditambah lagi untuk mempermudah
praktikum.
-
Alat yang tidak dapat berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau diganti.
DAFTAR PUSTAKA
Adibaduts. 2009. Elektronika. http://adibaduts.wordpress.com/elektronika/. Diakses pada 2
Juni 2012. Malang.
Chanshue.
2010.
Rangkaian
Osilator.
http://chanshue.wordpress.com/2010/04/15/
rangkaian-osilator/. Diakses pada 2 Juni 2012. Malang.
Malang, Telkompoltek. 2010.
Osilator Armstrong. http://elkakom.telkompoltek. net /
2010/07/osilator-armstrong.html. Diakses pada 2 Juni 2012. Malang.
Sabrina,
Abi.
2010.
Osilator.
http://abisabrina.wordpress.com/category/
elektronika-
dasar/page/3/. Diakses pada 2 Juni 2012. Malang.
Sutrisno. 1987. Elektronika Teori dan penerapannya. Jilid 2. Bandung: Penerbit ITB.
Download