PENDAHULUAN

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem
demokrasi dimana sistem pemerintahan dilaksanakan dari, oleh, dan untuk rakyat.
Dalam negara demokrasi konsep partisipasi politik bertolak dari paham bahwa
kedaulatan ada di tangan rakyat, yang dilaksanakan melalui kegiatan bersama
untuk menetapkan tujuan- tujuan serta masa depan masyarakat itu dan untuk
menentukan orang- orang yang akan memegang tampuk pimpinan. Jadi,
“partisipasi politik merupakan pengejawantahan dari penyelenggaraan kekuasaan
politik yang absah oleh rakyat” (Mirriam Budiardjo, 2008: 368).
Partisipasi politik sebagai kegiatan seseorang atau kelompok orang
untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, antara lain dengan jalan
memilih
pimpinan
negara
dan
secara
langsung
atau
tidak
langsung,
mempengaruhi kebijakkan pemerintah (public policy). Kegiatan ini mencakup
tindakan seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat
umum, mengadakan hubungan (contacting) atau lobbying dengan pejabat
pemerintah atau anggota parlemen, menjadi anggota partai atau salah satu gerakan
sosial dengan direct action nya.
Anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam proses politik, misalnya
melalui pemberian suara atau kegiatan lain, terdorong oleh keyakinan bahwa
melalui kegiatan bersama itu kepentingan mereka akan tersalur atau sekurangkurangnya diperhatikan, dan bahwa mereka sedikit banyak dapat mempengaruhi
tindakan dari mereka yang berwenang untuk membuat keputusan yang mengikat.
Hal ini berarti mereka percaya bahwa kegiatan mereka mempunyai efek politik
(political efficacy). Jadi, jelaslah bahwa partisipasi politik erat sekali kaitannya
dengan kesadaran politik, karena semakin sadar bahwa dirinya diperintah, orang
kemudian menuntut diberikan hak bersuara dalam penyelenggaraan pemerintah.
1
2
Perasaan kesadaran untuk berpartisipasi politik seperti ini dimulai dari
orang yang berpendidikan, yang kehidupannya lebih baik, dan orang- orang
terkemuka, karena pada dasarnya “partisipasi politik warga negara dipengaruhi
oleh beberapa hal seperti: (1) kesadaran politik, (2) kepercayaan pada pemerintah,
(3) status sosial, (4) status ekonomi, (5) afiliasi politik, (6) pengalaman
berorganisasi” (Sudijono Sastroadmodjo, 1995: 15).
Salah satu faktor penting yang berkaitan dengan partisipasi politik
adalah status sosial. Status sosial berarti kedudukan seseorang dalam
kelompoknya yang disebabkan baik oleh tingkat pendidikan maupun oleh
pekerjaan. Hal ini berarti dengan memiliki tingkat status sosial yang tinggi
memungkinkan partisipasi politik warga negara lebih berkualitas daripada
seseorang yang berada dalam status sosial dibawahnya. Menurut Hoogerwerf
(1979: 191) bahwa “orang- orang dengan pendapatan yang lebih tinggi,
pendidikan yang lebih tinggi, pekerjaan dengan status yang lebih tinggi banyak
berpartisipasi daripada yang lainnya”. Dengan demikian tingkat pendidikan dan
pekerjaan dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar kesadaran seseorang
untuk berpartisipasi politik.
Perspektif kewarganegaraan terhadap permasalahan ini adalah bahwa
partisipasi politik merupakan hak sekaligus kewajiban yang harus dilakukan
warga negara. Partisipasi politik merupakan perbuatan yang harus dilaksanakan
sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab warga negara terhadap kebijakankebijakan pemerintah dalam rangka mencapai tujuan negara yamg diwujudkan
melalui kebijakan di bidang politik, bidang ekonomi, bidang sosial budaya, dan
bidang pertahanan keamanan. Pentingnya partisipasi politik warga negara
menjadikan partisipasi politik sebagai hak sekaligus kewajiban warga negara yang
harus dilakukan tanpa ada perbedaan status sosial yang dimiliki seseorang
khususnya tingkat pendidikan maupun pekerjaan tertentu karena pada dasarnya
setiap orang memiliki hak politik yang sama yang dilindungi undang- undang.
Namun, pada kenyataanya tidak semua warga negara berpartisipasi
politik walaupun didukung oleh tingkat pendidikan yang tinggi dan pekerjaan
dengan status yang tinggi, seperti fenomena yang terjadi di Perumahan Joho Baru
3
Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo dimana rata- rata penduduk di
perumahan ini memiliki status sosial yang tinggi. Tingkat pendidikan warga di
perumahan ini bervariasi mulai dari pendidikan dasar terdiri atas: SD, MI, SMP,
MTs. Pendidikan menengah terdiri atas: SMA, MA, SMK, MAK dan pendidikan
tinggi terdiri atas: Diploma, Sarjana, Magister, Spesialis dan Doktor. Sebagian
dari masyarakat dengan status sosial yang tinggi ini cenderung pasif
berpartisipasi politik karena beranggapan bahwa partisipasi politik tidak
berpengaruh pada kehidupan mereka. Fenomena semacam ini dapat ditemukan
saat pemilihan umum legislatif 9 April 2009 dimana dari total 1050 daftar pemilih
tetap yang berada di perumahan Joho Baru, jumlah pemilih yang hadir 760 orang,
2 orang pemilih meninggal dan 288 pemilih tidak hadir (Data DPT TPS Joho Baru
pada Pemilu Legislatif 9 April 2009). Fenomena semacam ini diperkuat oleh
pendapat salah satu warga di Perumahan Joho Baru yaitu Bapak Teguh P dimana
beliau memiliki status sosial yang tinggi. Beliau mengatakan bahwa “Saya pasif
berpartisipasi politik karena saya sibuk dengan pekerjaan dan usaha yang saya
jalankan. Saya lebih mementingkan pekerjaan dan usaha saya daripada
berpartisipasi politik. Bukannya saya tidak mau, tetapi waktunya saja yang tidak
ada. Wujud partisipasi yang sering saya lakukan yaitu sebatas mengikuti
pemilihan umum namun pemilu legislatif kemarin saya tidak hadir, tetapi saya
tetap mematuhi peraturan pemerintah seperti menjadi warga negara yang baik dan
membayar pajak” (Wawancara Minggu, 17 Mei 2009).
Adanya kedua fenomena tersebut menunjukkan bahwa tidak semua
warga Joho Baru yang memiliki status sosial tinggi khususnya tingkat pendidikan
dan pekerjaan memiliki kesadaran dan aktif untuk berpartisipasi politik.
Sesungguhnya keterlibatan masyarakat dalam memberikan suara pada pemilihan
umum tidak dapat semata- mata menjadi ukuran partisipasi politik.
Rendahnya kesadaran politik sebagian warga di Perumahan Joho Baru
untuk berpartisipasi politik bertentangan dengan beberapa teori yang menyatakan
bahwa “tingkat pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan
kesadaran politik” (Sudijono Sastroatmodjo, 1995: 27). Dengan demikian apabila
warga negara memiliki tingkat pendidikan yang tinggi maka akan semakin
4
menimbulkan kesadaran dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat dan
memungkinkan untuk turut berperan aktif dalam berpartisipasi politik. Sedangkan
menurut Hoogerwerf (1979: 191) bahwa “orang- orang dengan pendapatan lebih
tinggi, pendidikan lebih tinggi, pekerjaan dengan status yang lebih tinggi lebih
banyak berpartisipasi politik daripada yang lainnnya”. Dengan demikian keadaan
sosial ekonomi yang baik dan kedudukan sosial yang makin tinggi juga
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi partisipasi politik warga negara.
Dengan status sosial yang tinggi seseorang cenderung memiliki tingkat
pengetahuan politik, minat dan perhatian pada politik, serta sikap dan kepercayaan
yang tinggi pada pemerintah. Kesadaran warga negara untuk berpartisipasi politik
dapat menegakkan tatanan politik yang demokratis. Dalam negara- negara
demokratis umumnya dianggap bahwa lebih banyak partisipasi masyarakat lebih
baik. Dalam hal ini tingginya tingkat partisipasi menunjukkan bahwa warga
negara mengikuti dan memahami masalah politik dan ingin melibatkan diri dalam
kegiatan- kegiatan tersebut. Sebaliknya, tingkat partisipasi yang rendah pada
umumnya dianggap sebagai tanda yang kurang baik, karena diartikan bahwa
banyak warga negara tidak menaruh perhatian terhadap masalah kenegaraan.
Lagipula, dikhawatirkan bahwa kurangnya masukan atau kritik dan pendapat yang
dikemukakan warga negara, pemimpin negara akan menjadi kurang tanggap
terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat dan cenderung untuk melayani
kepentingan beberapa kelompok saja.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian skripsi yang berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan
Pekerjaan Terhadap Partisipasi Politik Dalam Pemilihan Umum” Studi
Korelasi di Perumahan Joho Baru Kabupaten Sukoharjo.
5
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka
muncul beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Apakah dengan tingkat pendidikan yang tinggi seorang warga negara
dapat memiliki kesadaran yang tinggi pula untuk berpartisipasi politik?
2. Apakah
pekerjaan
yang
dimiliki
seorang
warga
negara
dapat
mempengaruhi perilaku mereka untuk berpartisipasi politik?
3. Apakah dengan status sosial tinggi perilaku politik seseorang lebih
berkualitas daripada seseorang yang memiliki status sosial di bawahnya?
4. Apakah dengan memiliki pengetahuan politik dapat berpengaruh pada
partisipasi politik seseorang?
5. Apakah partisipasi politik seorang warga negara dapat timbul dengan
sendirinya?
6. Apa saja faktor- faktor yang mempengaruhi partisipasi politik?
7. Apakah tingkat pendidikan dan pekerjaan dapat berpengaruh terhadap
partisipasi politik seseorang?
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas maka
perlu adanya pembatasan masalah. Masalah dalam penelitian ini selanjutnya akan
dibatasi mengingat keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Dalam hal ini penulis
membatasi masalah yaitu apakah tingkat pendidikan dan pekerjaan dapat
berpengaruh terhadap partisipasi politik. Adapun ruang lingkup masalah yang
akan penulis teliti adalah sebagai berikut:
1. Obyek Penelitian
a. Variabel bebas
b. Variabel Terikat
:
:
Tingkat Pendidikan
( X 1)
Pekerjaan
( X2)
Partisipasi Politik
(y)
6
2. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat di Perumahan Joho
Baru yang berada di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo yang terdaftar
sebagai pemilih pada Pemilu Legislatif 9 April 2009.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan
pembatasan masalah yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan
beberapa masalah sebagai berikut:
1. Adakah pengaruh tingkat pendidikan terhadap partisipasi politik warga
Joho Baru Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo?
2. Adakah pengaruh pekerjaan terhadap partisipasi politik warga Joho Baru
Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo?
3. Adakah pengaruh tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap partisipasi
politik warga Joho Baru Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo?
E. Tujuan Penelitian
Dalam setiap penelitian pasti mempunyai tujuan yang akan dicapai.
Dengan tujuan yang
jelas tersebut akan mempermudah dalam melakukan
penelitian. Adapun tujuan penelitian yang akan dicapai oleh peneliti adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap partisipasi politik
warga Joho Baru Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.
2. Untuk mengetahui pengaruh pekerjaan terhadap partisipasi politik warga
Joho Baru Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo.
3. Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap
partisipasi politik warga Joho Baru Kecamatan Sukoharjo Kabupaten
Sukoharjo.
7
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis
maupun praktis sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan bagi
perkembangan ilmu pengetahuan sosial khususnya ilmu kewarganegaraan yang
berkaitan dengan bidang politik yaitu partisipasi politik warga negara sebagai hak
dan kewajiban yang harus dijalankan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Partisispasi merupakan wujud kepedulian warga negara terhadap masalah
kenegaraan. Dengan tingginya partisipasi poltik dapat berpengaruh pada
banyaknya masukan saran dan kritik terhadap pemerintah sehingga pemerintah
menjadi lebih tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Hasil
penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pembanding,
pertimbangan dan pengembangan bagi penelitian yang selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
a. Memberi informasi tentang pentingnya pendidikan bagi masyarakat yang
dapat berdampak perkembangan pengetahuan yang bermanfaat bagi
kehidupan mereka sendiri dan agar tanggap dan turun berperan aktif dalam
memikirkan dan memperbaiki nasib bangsanya.
b. Dapat memberikan gambaran kepada masyarakat tentang pentingnya
partisipasi politik warga negara sebagai wujud perhatian warga negara
terhadap kebijakan pemerintah menuju tujuan yang dicita- citakan negara di
luar kehidupan pribadi mereka.
Download