16 BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini berisi tentang landasan

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
Dalam bab ini berisi tentang landasan teori meliputi kompetensi guru yang
terdiri dari dua sub bab. Sub bab pertama membahas guru agama meliputi
pengertian guru, syarat menjadi guru, tugas guru dan peran guru, dan sub bab
kedua membahas tentang kompetensi sosial guru dari pengertian, ruang lingkup
kompetensi sosial, berikut penjelasannya.
A. Guru Pendidika Agama Islam
Guru adalah pendidik anak bangsa. Pembentukan nama pada sebuah
profesi tidak bisa terlepas dari kiprah dan aktivitas yang dilakukan oleh
profesi itu sendiri. Profesi guru sangat sentral sebagai “ koco benggolo” bagi
masyarakat, pemerintah, dan peserta didik dalam beraktivitas dikelas, diluar
kelas maupun dimana saja berada. Kelakuan, sikap dan pribadi guru tidak
boleh dianggap perkara remeh. Guru senantiasa menjadi perhatian para siswa
dan masyarakat di sekelilingnya, karenanya guru perlu mempersiapkan diri
dengan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pekerti yang unggul untuk
menjadikan diri mereka sebagai guru yang berwibawa. Hal ini sebagai
konsekuensi logis keberadaan guru sebagai figur yang ideal, ketika guru
memposisikan diri sebagai subjek yang ideal pula. Ukuran ideal tersebut
16
17
diantaranya
adalah
sukses
bermasyarakat,
bersikap
etis,
sopan,
mengedepankan sosok yang amanah, dan berakhlakul karimah.1
Guru agama adalah guru yang mengajarkan mata pelajaran agama.2
Guru agama adalah seseorang yang mengajar dan mendidik agama islam
dengan membimbing,
menuntun, memberi tauladan, dan membantu
mengantarkan anak didiknya ke arah kedewasaan jasmani dan rohani. Hal ini
sesuai dengan tujuan pendidikan agama yang hendak dicapai. Tujuan tersebut
yaitu membimbing anak agar menjadi seorang muslim yang sejati, beriman
teguh, beramal sholeh dan berakhlak mulia, serta berguna bagi masyarakat,
agama dan negara.3
Sebelum penjabaran lebih lanjut tentang pengertian guru pendidikan
agama islam perlu kiranya penulis mengawali dengan menguraikan pengertian
guru agama secara umum, hal ini sebagai titik tolak untuk memberikan
pengertian guru agama islam.
Secara etimologi dalam literatur kependidikan islam seorang guru biasa
disebut sebagai ustadz, mu’alim, murabbi, mursyid, muddaris,dan mu’addib
yang
artinya
orang
memberikan
ilmu
pengetahuan
dengan
tujuan
mencerdaskan dan membina akhlak peserta didik agar menjadi orang yang
berkepribadian baik.4
1
Moh.Rosyid, Guru,(Kudus: STAIN KUDUS Press), hlm.6
W.J.S. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai
Pustaka,1999),hlm.309
3
http://zamaniaceh.blogspot.com/2012/5/31/peran-guru-agama/. (31 Mei 2012). Diakses,
20 Agustus 2014.
4
Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Agama Islam,(Yogyakarta:Pustaka
pelajar,2003),hlm.209-2013
2
18
Menurut Muhaimin bahwa guru adalah orang yang berwenang dan
bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid, baik secara individual
ataupun klasikal, baik di sekolah maupun diluar sekolah.5
Zakiah Daradjat dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam menguraikan
bahwa seorang guru adalah pendidik profesional karenanya secara implisit ia
telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab
pendidikan.6
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dalam setiap melakukan dalam setiap
melakukan pekerjaan yang tentunya dengan kesadaran bahwa yang dilakukan
atau yang dikerjakan merupakan profesi bagi setiap individu yang akan
menghasilkan sesuatu dari pekerjaannya. Dalam hal ini yang dinamakan guru
dalam arti yang sederhana adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan
kepada anak didik.7
M. Ngalim Purwanto dalam bukunya Ilmu Pendidikan Praktis dan
Teoritis menjelaskan guru adalah orang yang kelak memberikan ilmu atau
kepandaian kepada yang tertentu kepada seseorang/kelompok orang.8
Kemudian Khoiron Rosyadi dalam bukunya yang berjudul Pendidikan
Profetik guru pada paradigma baru ini bukan hanya bertindak sebagai
penyampai informasi, pengalihan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai
motivator dan fasilitator proses belajar. Sikap mental positif, kreatif, dan
5
http://zamaniaceh.blogspot.com/2012/5/31/peran-guru-agama/. (31 Mei 2012). Diakses, 20
Agustus 2014.
6
Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta:Bumi Aksara,2000)hlm.39
7
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka
Cipta,2000),hlm.31
8
M.Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung:Remaja
Rosdakarya,2000), hlm.169
19
motivati sangat diperlukan bagi guru yang berjiwa besar, yang mempunyai
peranan tidak hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan di depan
kelas,tetapi juga memegang peranan kepemimpinan dan pembaharuan dalam
masyarakat, di mana mereka bekerja dalam usaha memeberikan pelayanan apa
yang diinginkan dan dibutuhkan oleh anak didikmdan masyarakat.9
Dari rumusan pengertian guru diatas dapat disimpulkan bahwa guru
adalah orang yang memberikan pendidikan kepada peserta didik, mampu
memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Serta harus
bisa menjadi contoh dan ikut berperan serta baik di lingkungan sekolah
maupun di luar sekolah atau masyarakat.
Sedangkan pengertian guru pendidikan agama islam adalah seorang
pendidik yang mengajarkan ajaran agama islam dan membimbing anak didik
ke arah pencapaian kedewasaan serta membentuk kepribadian muslim yang
berakhlak, sehingga terjadi keseimbangan kebahagian di dunia dan akhirat.
B. Syarat menjadi guru
Adapun syarat yang harus dikuasai-dimiliki guru sebagai sebuah
profesi-keahlian adalah memiliki tiga persyaratan yakni prasyarat, syarat
formal, dan syarat subtansial yaitu:
1. Prasyarat Guru
Prasyarat adalah sesuatu yang perlu mendapat perhatian sejak awal
(sebelum) terlibat atau tampil dalam sistem. Adapun bagi calon guru
dipersyaratkan adanya:
9
Khoiron Rosyadi, Pendidikan Profetik,(Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2004), hlm.176-177
20
a) Niat-keinginan untuk mencintai profesi, hal ini merupakan syarat baku
yang yang tidak dapat ditawar lagi. Karena dengan bekal dasar inilah
segala persyaratan yang berskala kecil maupun besar akan dapat
tertanggulangi. Mengingat syarat inibersifat psikis sehingga sangat
mempengaruhi kinerja segala aspek.
b) Siap dlohir-batin, dlohir berupa terpenuhinya syarat formal dan
substansial, untuk batin berupa adanya keinginan-niat.
c) Menerima segala konsekuensi jika melibatkan diri dalam profesi guru.
Diantaranya hidup sederhana, menjadi tauladan bagi lingkungannya,
dan siap mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus
mempraktekkan perkembangan ilmu itu dalam kontek praktek
pendidikan.10
2. Syarat Formal
Syarat formal sebagai guru yang utama dan keberadaan syarat itu
baku adalah:
a) Berpendidikan formal sesuai dengan jenjang yang akan diterjuni ,
misalnya guru wajib belajar (Madrasah Ibtidaiyah/MI) atau Dasar
(SD),(MTs/SLTP),
Atas(SLTA/MA)
dan
berkualifikasi
berkualifikasi magister.
10
Moh. Rosyid, op.cit.,hlm.59-60
jenjang
Sekolah
sarjana,
Lanjutan
dan
untuk
Tingkat
dosen
21
b) Sehat rohani dan jasmani
c) Memiliki dedikasi dan semangat juang tinggi dalam bidang ilmu
pengetahuan.
d) Siap dijadikan figur masyarakat. Konsekuensinya, pendidik harus siap
menjadi pimpinan dan dapat dijadikan panutan dalam bersikap,
berpendapat, memberikan solusi ditengah masyarakat dalam segala
problematika.
3. Sekolah Syarat Substansial
Sedangkan syarat substansial guru adalah syarat yang melekat pada
diri guru karena potensi yang harus dimilikinya berupa kecakapan
pribadi, kecakapan-kemampuan sosial, keterampilan sosial, kemampuan
profesional, dan mampu melaksanakan evaluasi pembelajaran.
Soejono sebagaimana yang dikutip Khoiron Rosyadi mengatakan,
bahwa syarat-syarat guru adalah :
1. Tentang umur, harus sudah dewasa
Tugas mendidik adalah tugas yang amat penting karena menyangkut nasib
seseorang. Oleh karena itu, tugas itu harus dilakukan secara bertanggung
jawab. Itu hanya dapat dilakukan oleh orang yang sudah dewasa,anakanak tidak dapat dimintai pertanggungjawaban.
2. Tentang kemampuan mengajar,ia harus ahli
Ini penting sekali, dengan pengetahuan diharapkan seorang guru akan
lebih baik lagi dalam mendidik anak didiknya.
22
3. Tentang kesehatan, harus sehat jasmani dan rohani
Jasmani yang tidak sehat akan menghambat pelaksanaan pendidikan. Dari
segi rohani orang yang terganggu kejiwaaannya juga berbahaya bila ia
mendidik.
4. Harus berkesusilaan dan berdedikasi tinggi
Syarat ini amat penting dimiliki untuk melaksanakan tugas-tugas
mendidik. Bagaimana guru akan memberikan contoh-contoh kebaikan bila
ia sendiri tidak baik perangainya. Dedikasi tinggi tidak hanya diperlukan
dalam mendidik, dedikasi tinggi diperlukan juga dalam meningkatkan
mutu mengajar.11
Dari pendapat pakar di atas dapat dipahami bahwa syarat untuk menjadi
guru harus sudah dewasa usianya, sehat jasmaninya, seorang guru juga
memiliki kemampuan mengajar serta harus berkesusilaan dan mempunyai
dedikasi tinggi. Oleh karena itu seorang guru harus bida memenuhi syarat
tersebut di atas.
Menurut Nur Uhbiyati bahwa syarat-syarat untuk menjadi guru agama
adalah:
1. Dia harus orang yang beragama
2. Mampu bertanggung jawab atas kesejahteraan agama
3. Dia tidak kalah dengan guru sekolah umum lainnya dalam membentuk
warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab atas kesejateraan
bangsa dan tanah air
11
Khoiron Rosyadi,op.cit.,hlm.182-183
23
4. Dia harus memliki perasaan panggilan murni.12
Jadi, syarat yang paling utama yang harus
dimiliki oleh guru
pendidikan agama islam dan mengamalkan ajaran agama islam dengan baik.
Maksudnya, mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan
meninggalkan segala larangan-Nya serta mengetahui hukum-hukum yang
ada dalam islam. Selain harus beragama islam, guru pendidikan agama
islam mesti bertanggung jawab terhadap dirinya, keluarganya dan juga anak
didiknya di sekolah serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan agama
islam, dalam arti kata bisa mengajar sambil berdakwah supaya orang yang
diajarkannya memiliki kesadaran dalam menjalankan kewajibannya sebagai
hamba Allah SWT dan membentuk anak didiknya menjadi warga yang
demokratis. Selain itu, seorang guru pendidikan agama islam harus memiliki
panggilan murni di dalam hatinya puntuk menyebarkan dan mengajarkan
agama islam.
Zakiah Daradjat mengemukakan bahwa tidak sembarangan orang
dapat melakukan tugas guru. Tetapi orang tertentu yang memenuhi
persyaratan yang dipandang mampu, yaitu:
1. Bertaqwa kepada Allah SWT
2. Berilmu
3. Sehat jasmani
4. Berkelakuan baik13
12
13
Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam, (Bandung:Pustaka Setia,2005), hlm.74
Zakiah Daradjat, op.cit.,hlm.41-42
24
Dari pendapat di atas dapat penulis pahami bahwa syarat untuk
menjadi guru pendidikan agama islam adalah bertaqwa kepada Allah SWT
kemudian mempunyai ilmu pengetahuan. Karena seorang guru akan
mentranfer ilmu pengetahuan tersebut kepada anak didiknya. Sehat jasmani
juga merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang guru, agar tidak
menjadi penghalang dalam proses pembelajaran. Selain itu guru juga harus
berkelakuan baik artinya seorang guru harus memberikan contoh teladan bagi
anak didik dan juga masyarakat.
Sedangkan menurut Ramayulis ada enam syarat yang harus dipenuhi
oleh seorang guru agama, antara lain sebagai berikut:
1. Syarat fisik
Seorang guru harus sehat, tidak memiliki cacat tubuh yang mungkin
menganggu pekerjaannya, dan tidak memiliki gejala-gejala penyakit
yang menular. Dalam persyaratan ini juga menyangkut kerapian,
kebersihan dan keindahan.
2. Syarat psikis
Seorang guru harus sehat rohaninya, tidak mengalami gangguan jiwa,
stabil emosinya, sabar, ramah, mempunyai jiwa pengabdian, bertanggung
jawab dan memiliki sifat positif lainnya.
3. Syarat keagamaan
Seorang guru harus seorang yang beragama dan mengamalkan
agamanya. Di samping itu ia menjadi sumber norma dari segala norma
yang ada.
25
4. Syarat teknis
Seorang guru harus memiliki ijazah pendidikan guru, seperti ijazah
fakultas ilmu pendidikan, fakultas tarbiyah atau ijazah keguruan lainnya.
Ijazah tersebut harus disesuaikan dengan lembaga pendidikan tempat ia
mengajar.
5. Syarat paedagogis
Seorang guru harus mengusai metode mengajar, menguasai materi yang
akan diajarkan dan ilmu-ilmu lain yang ada hubungannya dengan ilmu
yang akan diajarkan. Ia juga harus mengetahui psikologi, terutama
psikologi anak dan psikologi pendidikan agar ia dapat menempatkan diri
dalam kehidupan anak dan memberikan bimbingan sesuai dengan
perkembangan anak.
6. Syarat administratif
Seorang guru harus diangkat oleh pemerintah yayasan atau lembaga lain
yang berwenang mengangkat guru, sehingga ia diberi tugas untuk
mendidik dan mengajar.14
Dapat penulis pahami bahwa selain harus sehat jasmani dan rohani,
guru juga harus memiliki ijazah keguruan dan harus menguasai materi yang
akan diajarkan dan harus mengetahui psikologi, terutama psikologi anak dan
psikologi pendidikan supaya bisa memberikan pelajaran dan bimbingan
sesuai dengan perkembangan peserta didik.
14
http://sakban3.blogspot.com/2013/5/10/ilmu-pendidikan-islam/. (10 Mei 2013). Diakses, 1
september 2014.
26
Jadi, untuk menjadi guru pendidikan agama islam itu tidaklah mudah,
berbagai syarat yang harus dipenuhi supaya proses pembelajaran dapt
terlaksana dengan baik dan dapat menacapai tujuan yang diharapkan. Apabila
seorang guru pendidikan agama islam tidak memenuhi persyaratan tersebut
maka tujuan yang ditetapkan tidak akan tercapai dengan baik tentunya.
C. Tugas dan Peran Guru Pendidikan Agama Islam
Guru adalah figur seorang pemimpin, dan merupakan sosok arsitektur
yang dapat membentuk jiwa dan watak anak didik. Guru mempunyai
kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik
menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Guru bertugas
mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat diharapkan
membangun dirinya dan membangun bangsa dan negara.
Menurut
Al-Ghazali
tugas
pendidik
yang
utama
adalah
menyempurnakan, membersihkan, menyucikan hati manusia untuk berta’aruf
kepada
Allah.
Sejalan
dengan
ini
Abdur
Al-Rahman
Al-Nahlawi
menyebutkan tugas pendidik yang pertama adalah fungsi penyucian, yakni
berfungsi sebagai pembersih, pemelihara, dan pengembang fitrah manusia.
Kedua, fungsi pengajaran yakni menginternalisasikan dan menginformasikan
pengetahuan dan nilai-nilai agama kepada manusia.15 Guru PAI disamping
membina, membimbing, mengarahkan, dan membantu kedewasaan siswa
juga untuk memberikan suri tauladan yang baik bagi siswa.
15
Ramayulis, Op. Cit, hlm. 88.
27
Berkaitan dengan tugas, peran, dan tanggung jawab guru, M. Uzer
Usman menyatakan bahwa setidaknya ada tugas yang harus diemban oleh
guru, yaitu:
a. Tugas profesi guru adalah mendidik, mengajar, dan melatih untuk
mengembangkan
mengembangkan
nilai-nilai
ilmu
belajar,
pengetahuan
meneruskan
serta
dan
mengembangkan
keterampilan pada diri siswa.
b. Tugas kemanusiaan dan tugas dalam bidang kemasyarakatan
maksudnya bahwa seorang guru di sekolah harus dapat menjadikan
dirinya orang tua kedua, ia harus menarik simpati sehingga bisa
menjadi idola para siswanya, sehingga pelajaran yang diberikan juga
dapat dijadikan sebagai motivasi siswa dalam belajar. Disamping itu
profesionalitas guru dalam masyarakat juga dituntut agar menjadi
tuntunan yang baik dalam ranah sosial kemasyarakatan.16
Dengan demikian tugas seorang guru tidak sederhana hanya
memberikan pengajaran di dalam kelas saja tetapi di luar kelas guru
dituntut untuk bisa jadi panutan atau suri tauladan bagi siswa pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Menurut Drs. Syaiful Bahri Djamarah, peran guru adalah sebagai
berikut:
16
M. Uzer Usman, Op. Cit, hlm. 6.
28
a. Korektor
Di sini guru harus bisa membedakan antara nilai yang baik dengan
nilai yang buruk dalam kehidupan masyarakat.
b. Inspirator
Guru dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana cara belajar
yang baik. Dari sejumlah teori-teori belajar, petunjuk ini tidak harus
ditolak, tapi juga bisa dijadikan pengalaman dalam melepaskan
masalah yang dihadapi oleh peserta didik.
c. Informator
Guru harus dapat memberikan informasi perkembangan IPTEK
kepada peserta didik.
d. Organisator
Guru hendaknya mempunyai pengelolaan kegiatan akademik,
menyusun tata tertib sekolah, menyusun kalender akaemik dan
sebagainya,
semua
diorganisasikan
sehingga
dapat
mencapai
efektivitas dan efisiensi dalam belajar pada diri peserta didik.
e. Motivator
Sebagai motivator, guru hendaknya dapat mendorong peserta didik
agar bergairah dan aktif belajar. Dalam upaya memberi motivasi, guru
dapat menganalisa motif-motif yang melatarbelakangi anak.
f. Inisiator
Dalam peranannya sebagai inisiator, guru harus dapat menjadi
pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pengajaran.
29
g. Fasilitator
Sebagai fasilitator, guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas
yang memungkinkan memudahkan kegiatan belajar peserta didik.
h. Pembimbing
Peranan guru yang tidak kalah pentingnya dari semua peranan
yang telah disebutkan di atas, adalah sebagai pembimbing. Peranan ini
harus lebih dipentingkan, karena kehadiran guru di sekolah adalah
untuk membimbing peserta didik menjadi manusia susila yang cakap,
tanpa bimbingan peserta didik akan mengalami kesulitan dalam
menghadapi perkembangann dirinya.
i. Demonstran
Dalam interaksi edukatif, tidak semua bahan pelajaran dapat
peserta didik pahami. Apalagi peserta didik yang memiliki intelegensi
yang sedang. Untuk bahan pelajaran yang sukar dipahami guru harus
berusaha membantunya dengan cara memperagakan apa yang menjadi
pelajaran pada waktu itu.
j. Pengelola kelas
Sebagai pengelola kelas, guru hendaknya dapat mengelola kelas
dengan baik, karena kelas yang tidak dikelola dengan baik akan
menghambat kegiatan pengajaran.
k. Mediator
Sebagai mediator, guru hendaknya memilik pengetahuan dan
pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai
30
bentuk dan jenisnya, baik media non material maupun materil. Media
berfungsi sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses
interaksi siswa.
l. Supervisor
Sebagai
supervisor,
guru
hendaknya
dapat
membantu,
memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran.
m. Evaluator
Sebagai evaluator, guru dituntut untuk menjadi seorang evaluator
yang baik dan jujur dengan memberikan penilaian yang menyentuh
aspek ekstrinsik dan intrinsik.
Guru juga harus melihat proses (jalannya pengajaran) sehingga dapat
mengetahui hasilnya. Dari situlah timbul umpan balik tentang pelaksanaan
edukatif yang telah dilakukan.17
Dengan demikian dapat tegaskan bahwa peranan dan kompetensi guru
dalam proses belajar mengajar khususnya PAI meliputi guru sebagai
korektor, pengajar, pembimbing, pemimpin, supervisor, dan motivator,
sedangkan peranan guru yang paling dominan yaitu guru sebagai
demonstator, pengelola kelas, mediator, fasilitator, dan evaluator.
Adapun tugas guru sangat banyak baik yang terkait dengan kedinasan
dan profesinya di sekolah, maupun di luar dinas dalam bentuk pengabdian.
Tugas guru tidak hanya sebagai suatu profesi, tetapi juga sebagai suatu tugas
17
Syaiful Bahri Djamarah, Op. Cit, hlm. 43-49.
31
kemanusiaan dan kemasyarakatan.18 Seperti mengajar dan membimbing para
muridnya, memberikan penilaian hasil peserta didiknya, mempersiapkan
administrasi pembelajaran yang diperlukan, dan kegiatan lain yang berkaitan
dengan pembelajaran. Disamping itu guru haruslah senantiasa berupaya
meningkatkan dan mengembangkan ilmu yang menjadi bidang studinya agar
tidak ketinggalan jaman, ataupun di luar kedinasan yang terkait dengan tugas
kemanusiaan dan kemasyarakatan secara umum di luar sekolah.
Tugas kemanusiaan salah satu segi dari tugas guru. Sisi ini tidak bisa
guru abaikan, karena guru harus terlibat dengan kehidupan di masyarakat
dengan interaksi sosial. Guru tidak boleh terisolasi dari perkembangan sosial
masyarakatnya. Guru harus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada
anak didik.19
Di bidang kemasyarakatan merupakan tugas guru yang juga tidak kalah
pentingnya. Pada bidang ini guru mempunyai tugas mendidik dan mengajar
masyarakat untuk menjadi warga negara Indonesia yang bermoral Pancasila.20
Selain itu, tugas guru sebagai pendidik merupakan tugas mewariskan
ilmu pengetahuan dan teknologi kepada para muridnya. Kemudian muridnya
belajar
memperoleh
dan
mengembangkan
keterampilan,
berlatih
menerapkannya demi kemanfaatan yang lebih besar juga dari gurunya.21
Menurut Roestiyah N.K. bahwa guru memiliki tugas dalam mendidik
anak didik bertugas untuk:
18
Isjoni, Guru Sebagai Motivator Perubahan,(Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2009)hlm.30
Syaiful Bahri Djamarah, op.cit.,hlm.37
20
Isjoni, op.cit., hlm.31
21
Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan,
(Bandung:Alfabeta,2009), hlm.11-12
19
32
1. Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian,
kecakapan, dan pengalaman-pengalaman.
2. Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar
negara kita Pancasila.
3. Menyiapkan anak menjadi warga negara yang baik sesuai UndangUndang Pendidikan yang merupakan Keputusan MPR No. II Tahun
1983.
4. Sebagai perantara dalam belajar.
Di dalam proses belajar guru hanya sebagai perantara/medium, anak
harus berusaha sendiri mendapatkan suatu pengertian, sehingga timbul
perubahan dalam pengetahuan, tingkah laku, dan sikap.
5. Guru adalah sebagai pembimbing, untuk membawa anak didik ke arah
kedewasaaan.
6. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat
Anak nantinya akan hidup dan bekerja, serta mengabdikan diri dalam
masyarakat, dengan demikian anak harus dilatih dan dibiasakan di
sekolah di bawah pengawasan guru.
7. Sebagai penegak disiplin, guru menjadi contoh dalam segala hal, tata
tertib dapat berjalan bila guru dapat menjalani lebih dahulu.
8. Guru sebagai administrator dan sekaligus manajer yang disenangi
9. Pekerjaan guru sebagai suatu profesi
33
Orang yang menjadi guru karena terpaksa tidak dapat bekerja dengan
baik, maka harus menyadari benar-benar pekerjaannya sebagai suatu
profesi.
10. Guru sebagai perencana kurikulum
Guru menghadapi anak-anak setiap hari, gurulah yang paling tahu
kebutuhan anak-anak dalam masyarakat sekitar, maka dalam penyusunan
kurikulum, kebutuhan ini tidak boleh ditinggalakan.p
11. Guru sebagai pemimpin (guidance worker)
Guru mempunyai kesempatan dan tanggung jawab dalam banyak situasi
untuk membimbing anak ke arah pemecahan soal, membentuk
keputusan, dan menghadapkan anak-anak pada problem.
12. Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak
Guru harus turut akif dalam segala aktifitas anak, misalnya dalam
ekstrakurikuler membentuk kelompok belajar dan sebagainya.22
Paul Suparno dalam bukunya yang berjudul Guru Demokrasi di Era
Reformasi mengatakan bahwa : tugas guru agama islam itu adalah mendidik
dan mengajar. Mendidik artinya mendorong dan membimbing peserta didik
agar maju menuju kedewasaan secara utuh yang mencakup kedewasaan
intelektual, emosional, sosial, fisik, spiritual, dan moral. Sedangkan mengajar
adalah membantu dan melatih peserta didik agar mau belajar untuk
mengetahui sesuatu dan mengembangkan pengetahuan.23
22
Syaiful Bahri Djamarah, op.cit.,hlm.38-39
http://sakban3.blogspot.com/2013/5/10/ilmu-pendidikan-islam/. (10 Mei 2013). Diakses, 1
september 2014.
23
34
Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa tugas seorang guru
dalam pendidikan agama islam selain mengajar dan mendidik ia juga bertugas
menjadi seorang pemimpin yang akan memimpin dirinya dan orang lain.
Guru mempunyai peranan yang sangat strategis terutama dalam
membentuk watak bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik.
Menurut pidarta dalam buku karangan Jamil Suprihatiningrum yang berjudul
Guru Profesional menyebutkan bahwa peranan guru atau pendidik, antara
lain:
1. sebagai manajer pendidikan atau pengorganisasian kurikulum
2. sebagai fasilitator pendidikan
3. pelaksana pendidikan
4. pembimbing dan supervisor
5. penegak disiplin
6. menjadi model yang akan ditiru siswa
7. sebagai konselor
8. menjadi penilai
9. petugas tata usaha tentang administrasi kelas yang diajarkan
10. menjadi komunikator antara orang tua siswa dengan masyarakat.
11. Sebagai pengajar untuk meningkatkan profesi secara berkelanjutan
12. Menjadi anggota organisasi profesi kependidikan.
Selain itu, guru juga memiliki peran di sekolah, keluarga, dan
masyarakat yang tentunya berbeda-beda perannya. Di sekolah, guru berperan
sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil
35
pembelajaran siswa, pengarah pembelajaran dan pembimbing siswa. Dalam
keluarga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator).
Sementara dimasyarakat, guru berperan sebagai pembina masayarakat (social
developer), penemu masyarakat (social inovation),dan agen masyarakat
(social agent).
Dari penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa peran dan tugas yang
diemban guru sangat berat. Tugas seorang guru dalam pendidikan agama
islam selain mengajar dan mendidik ia juga bertugas menjadi seorang
pemimpin yang akan memimpin dirinya dan orang lain. Sementara peranan
guru juga sangat banyak , diantaranya guru sebagai perancang pembelajaran,
guru sebagai pengelola pembelajaran, guru sebagai pembelajaran, guru
sebagai evaluator, guru sebagai konselor, guru sebagai pelaksana kurikulum.
Download