BAB I - rsud lombok utara

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Dengan mengacu pada PP No.22 tahun 2002 tentang Otonomi Daerah,
sistem
pemerintahan
telah
mengalami
perubahan
kebijakan
tata
pemerintahan diseluruh lini, baik dari tingkat Pusat, Propinsi maupun
Kabupaten. Di era desentralisasi, pemberian otonomi dimaksudkan untuk
mempercepat proses terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui
peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat.
Pemerintah Pusat memberikan kewenangan kepada daerah untuk
menentukan dan bertanggung jawab pada pembangunan di daerahnya
sendiri, termasuk di Daerah Kabupaten Lombok Utara.
Peningkatan pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas
pembangunan daerah di Kabupaten Lombok Utara dan sebagai fokus
utama ditekankan pada upaya-upaya khusus untuk meningkatkan Umur
Harapan Hidup (UHH) sebagai salah satu indikator dari Indeks
Pembangunan Manusia (IPM). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas)
yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan pada Tahun 2007, bahwa
IPM Kabupaten Lombok Utara ( Masih bergabung dengan Lombok Barat )
secara Nasional berada pada urutan ke 442 dari kabupaten/kota di
Indonesia. Sedangkan di Propinsi Nusa Tenggara Barat berada di urutan
terakhir dari 10 Kabupaten/Kota.
Berkaitan dengan hal tersebut, sebagai daerah otonom baru yaitu
Kabupaten Lombok Utara yang berdiri pada tahun 2009 maka kebijakan
pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Lombok Utara diarahkan
pada upaya untuk menurunkan kasus kematian ibu, kematian bayi,
peningkatan status gizi masyarakat dan upaya untuk menurunkan angka
kesakitan penyakit menular yang pada akhirnya diharapkan dapat
meningkatkan Umur Harapan Hidup.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
1
Dalam mendukung kebijakan pembangunan dibidang kesehatan di
Kabupaten Lombok Utara maka pada tahun 2011 dibangun Gedung
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara. Adapun Rumah
Sakit tersebut merupakan peningkatan Status dari Puskesmas Perawatan di
Kecamatan Tanjung.
Profil Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara tahun
2015 ini dibuat dan isinya merupakan data dan informasi kesehatan yang
dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara.
Tujuan penyusunan Profil Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara tahun 2015 adalah untuk kepentingan sistem informasi
kesehatan Kabupaten Lombok Utara yang memuat tentang data/informasi
hasil kegiatan atau kinerja, indikator yang menggambarkan tercapai atau
tidaknya target pelaksanaan program dan sebagai dasar dalam perencanaan
pembangunan daerah khususnya dibidang kesehatan.
Profil ini disajikan dalam bentuk tabel/ grafik yang dinarasikan
dengan pola perbandingan hasil pelaksanaan program tahun 2014 s/d 2015
dengan hasil pelaksanaan program tahun 2016.
Data yang tersaji dalam profil ini dapat dijadikan sebagai bahan
evaluasi kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sebagai bahan
referensi dalam menentukan kebijakan dan strategi oleh para perencana
pembangunan kesehatan baik ditingkat internal Rumah Sakit maupun di
tingkat daerah dan pusat.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
2
B. TUJUAN
Profil Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara
merupakan rangkuman kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun
2016. Tersedianya data dan informasi yang berkualitas sangat penting dan
menjadi prioritas. Penyusunan profil Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara tahun 2016 memiliki tujuan sebagai berikut :
1.
Tujuan Umum :
Tersedianya informasi tentang laporan tahunan program dan kegiatan
pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam
bentuk Profil tahun 2016.
2.
Tujuan Khusus :
Tersedianya data/informasi tentang kegiatan rumah sakit yang
meliputi :
a. Kegiatan Pelayanan
b. Kegiatan penunjang / sarana dan prasarana
c. Kegiatan sekretariatan
C. SISTIMATIKA PENULISAN
Sistematika penyusunan
Profil
Rumah Sakit
Umum
Daerah
Kabupaten Lombok Utara tahun 2016 adalah sebagai berikut :
BAB I
PENDAHULUAN
Dalam Pendahuluan ini dijelaskan mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan maksud, tujuan dan sistematika
penyusunan profil.
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN LOMBOK UTARA
Dalam bab ini menyajikan tentang kondisi fisik, sejarah
singkat, visi dan misi, juga tujuan serta sasaran Rumah Sakit
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
3
Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara.
BAB III
SUMBER DAYA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN LOMBOK UTARA
Dalam bab ini menyajikan tentang sarana fisik, keadaan
sumber daya manusia dan fasilitas pendukung yang ada di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara.
BAB IV
PENCAPAIAN
KINERJA RUMAH
SAKIT
UMUM
DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA
Dalam bab ini disajikan data kinerja yang meliputi kegiatan
Pelayanan Kesehatan Rujukan, kegiatan Pengembangan
Sumber Daya Manusia (SDM), Kegiatan Penunjang
Pelayanan dan Kegiatan Sekretariatan.
BAB V
ANALISA LINGKUNGAN
Dalam bab ini dilakukan analisa kekuatan, kelemahan,
peluang-peluang
dan
hambatan
serta
usulan
untuk
pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara.
BAB VI
PENUTUP
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
4
BAB II
GAMBARAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN LOMBOK UTARA
Rumah
Sakit
adalah
menyelenggarakan pelayanan
institusi
pelayanan
kesehatan
yang
kesehatan perorangan secara paripurna
yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat
(UU Nomor 44 tahun 2009).
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara adalah Rumah
Sakit Pemerintah Daerah, dan satu-satunya sarana pelayanan kesehatan
rujukan yang ada di Kabupaten Lombok Utara. Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara berdiri tahun 2010 melalui ijin
Operasional Bupati No 964 / 898 / DIKES / 2010. Saat ini selain
melaksanakan upaya penyembuhan dan pemulihan penyakit juga
melaksanakan upaya peningkatan dan pencegahan penyakit.
Kabupaten Lombok Utara merupakan kabupaten pemekaran dari
Kabupaten Lombok Barat dan salah satu kabupaten diantara sepuluh
kabupaten/kota yang ada diprovinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas
wilayah mencapai ±809,532 Km2.
Secara demografis, jumlah penduduk di Kabupaten Lombok Utara
mencapai 218.073 jiwa (BPS 2008). Memiliki sarana dan prasarana
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
5
kesehatan yang terdiri dari, 9 Puskesmas dengan 4 buah Puskesmas Rawat
Inap, 23 Puskesmas Pembantu, 22 Polindes, 310 Posyandu, 5 Puskesmas
Keliling dan 2 Klinik Swasta.
1.1 KONDISI FISIK RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPTEN
LOMBOK UTARA.
1.a.
Letak Wilayah
Secara geografis wilayah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara terletak di pusat pemerintahan Kabupaten Lombok
Utara berada di Jalan Raya Tanjung Jurusan Bayan kode Pos 83352
telpon/fax (0370) 6123010, e_mail : [email protected], website
rsud.lombokutarakab.go.id dan facebook rsud klu, dengan batas-batas
wilayah:
- Sebelah Utara
: Laut Jawa
- Sebelah Selatan
: Kabupaten Lombok Barat
- Sebelah Barat
: Selat Lombok
- Sebelah Timur
: Lombok Timur
Gambar 2.1.
Peta Lokasi RSUD-KLU
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
6
Gambar 2.2.
Peta Wilayah Rujukan RSUD-Kabupaten Lombok Utara
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
7
1.b.
Luas Wilayah
Secara administrasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara memiliki luas lahan seluas 5.016 m2
dengan luas
bangunan 550 m2 pada tahun 2015 dan pada tahun 2016 luas
bangunan bertambah menjadi 8875 m2.
1.c.
Akreditasi
Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu proses dimana suatu lembaga
yang independen melakukan assasment terhadap rumah sakit.
Tujuannya adalah mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan; memberikan perlindungan terhadap keselamatan
pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia
di rumah sakit, meningkatkan mutu dan mempertahankan standar
pelayanan rumah sakit; dan memberikan kepastian hukum kepada
pasien, masyarakat, sumber daya manusia rumah sakit dan Rumah
Sakit.
Lembaga independen sebagai Pelaksana Akreditasi di Indonesia
adalah Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dibawah naungan
Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan yang merupakan
salah satu dari 5 Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Pelayanan
Kesehatan berdasarkan Permenkes Nomor 64 tahun 2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan.
Ada 2 (dua) kelompok Akreditasi berdasarkan Survei Akreditasi
yaitu Survei Akreditasi Program Reguler dan Survei Akreditasi
Program Khusus
Survei Akreditas Program Reguler berlaku 3 tahun, Ada beberapa
tahapan akreditasi program ini. tahap pertama, untuk 5 (lima)
Pelayanan Kesehatan Dasar
(Akreditasi Dasar berisi IV Bab yaitu;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
8
Administrasi dan Manajemen, Pelayanan Medis, Pelayanan Gawat
Darurat,
Pelayanan
Keperawatan,
dan
Rekam
Medis.
Kedua,
Pelayanan Kesehatan Lanjutan/ Akreditasi Madya, (8 Bab) ada 7
(tujuh) jenis Pelayanan tambahan selain yang diatas yaitu ; Pelayanan
Farmasi,
Kesehatan
dan
Keselamatan
Kerja
(K3),
Radiologi,
Laboratorium, Kamar Operasi, Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit
dan Pelayanan Perinatal Resiko Tinggi. Untuk menjadi Pelayanan
Tingkat Lengkap/ Akreditasi Utama (12 Bab) tambahan lagi 4
(empat) jenis pelayanan yaitu; Rehabilitasi Medis, Gizi, Pelayanan
Intensif dan Pelayanan Darah, dan mejadi Akreditasi Paripurna (15
Bab)
Survei Akreditasi Program Khusus (yang sudah di tindaklanjuti
RSUD-KLU untuk tahun 2016) dimana sasaran Akreditasi Program
Khusus adalah untuk RS Pratama, RS Kelas D dan RS kels C Non Sub
Spesialistik. merupakan akreditasi perdana yang berlaku 3 tahun, hanya
boleh dilakukan 1 (satu) kali dan selanjutnya mengikuti Program
Reguler, merupakan perkembangan standar Akreditasi Rumah Sakit
terbaru yang telah disusun oleh KARS versi 2012, tanggal 1 Januari
2012 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya
Kesehatan Nomor HK.02.04/I/2790/11, disusun menjadi 4 (empat)
kelompok Sasaran (4 Bab), yaitu :
1. Kelompok Standar Pelayanan berfokus pada Pasien; Hak Pasien dan
Keluarga (HPK)
2. Kelompok Standar Manajemen ; Kualifikasi & Pendidikan Staf (KPS)
Rumah Sakit;
3. Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Rumah Sakit;
4. Sasaran Millenium Development Goals ; Penanganan dan Pengendalian
Infeksi (PPI)
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
9
Terjadi perubahan paradigma Akreditasi Rumah Sakit Versi 2007
dengan Versi 2012 hasil akhir yang diharapkan adalah terjadinya
Budaya Mutu dan keselamatan pasien menjadi budaya rumah sakit
terus berkelanjutan tidak sebatas penilaian dan memperoleh predikat/
hasil (bintang), bila hasil belum maksimal, maka akan dilakukan
remedial Survei Akreditasi Program Khusus
paling lambat 6 bulan
setelah survei akreditasi sebelumnya dengan penilaian Bab yang skor
kurang dari 80% :
Tabel 1
Paradigma Akreditasi
Fokus Penilaian
Standar Akreditasi
VERSI 2007
VERSI 2012
Berorientasi pada
Berorientasi pada
provider pelayanan
Pelayanan berfokus
pasien
Wawancara
Pokja Akreditasi
Pimpinan & Para
Profesional pemberi
Asuhan
Observasi
Fasilitas
Kemananan fasilitas dan
proses pemberian/
implementasi pelayanan
Survei Akreditasi
Berfokus pada
Metode telusur
dokumen : Regulasi dan
berorientasi pada proses
bukti implementasi
pelayanan dan perbaikan
sistem (Regulasi & bukti
impelemtasi di crosscek
dengan wawancara)
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
10
Hubungan Jaminan Kesehatan dan Akreditasi
1. Rumah Sakit yang ingin bekerjasama dengan BPJS harus memenuhi
kriteria yang ditetapkan dalam proses kredensial sesuai dengan
Permenkes Nomor 99/2015, revisi Permenkes Nomor 71/2013, maka
masa peralihan untuk memenuhi kriteria ini ditetapkan selama 5 tahun.
Paling lambat pada bulan Desember 2020, seluruh Rumah Sakit yang
bekerjasama dengan BPJS sudah terakreditasi.
2. Standar-standar Akreditasi sangat terkait dengan program-program
Kementerian Kesehatan dengan melibatkan seluruh staf dan pimpinan
RS serta stakeholder terkait.
Pengakuan terhadap Rumah Sakit yang diberikan oleh lembaga
independent penyelenggara Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri,
setelah dinilai bahwa Rumah Sakit itu memenuhi Standar Pelayanan
Rumah Sakit yang berlaku untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah
sakit secara berkesinambungan hal ini diatur pada Permenkes Nomor 12
tahun 2012 (pada pasal 16) didalamnya diatur Kewajiban Pemerintah dan
Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan Akreditasi Rumah Sakit yaitu;
(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah Wajib mendukung, memotivasi,
mendorong dan memperlancar proses pelaksanaan Akreditasi Rumah
Sakit
(2) Pemerintah dan Pemerintah Daerah memberikan bantuan pembiayaan
kepada Rumah Sakit untuk proses Akreditasi;
(3) Bantuan pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersumber
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau sumber lain
sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
11
yang
Sesuai dengan Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor No 964/898/
DIKES/2010 bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
Utara adalah milik Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Propinsi Nusa
Tenggara Barat berlokasi di Kecamatan Tanjung dan disiapkan
Operasionalnya sebagai Rumah Sakit tipe D dan berdasarkan Surat
Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor : 289/686-1/Dikes/ 2015 tanggal
18 Juni 2015 Memutuskan dan menetapkan
“ Meningkatkan Kelas
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara dari kelas D
menjadi kelas C. Selanjutnya untuk merealisasikan misi ke-5 yaitu
Meningkatkan tata kelola keuangan yang mandiri melalui sistem pola
PPK-BLUD, maka diterbitkan Peraturan Bupati Lombok Utara Nomor :
02.A
tahun 2015, tanggal 5 Januari 2015 tentang “ Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara “
1.d.
Arti Logo RSUD- KLU
Logo merupakan suatu gambar atau sktetsa dengan arti tertentu dan
mewakili suatu arti dari perusahaan, daerah, organisasi, produk, negara,
lembaga dan hal lainnya. Membutuhkan suatu yang singkat dan mudah
diingat sebagai pengganti dari nama sebenarnya. Logo harus memiliki
filosofis dan kerangka dasar berupa konsep dengan tujuan melahirkan sifat
yang berdiri sendiri atau mandiri. Logo lebih lazim dikenal oleh
penglihatan atau visual seperti ciri khas berupa warna dan bentuk logo
tersebut.
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara sebagai salah
satu SKPD yang baru berdiri, maka perlu memiliki Logo sebagai ciri khas
yang membedakan dari SKPD atau instansi lainnya.
Adapun Logo arti dari masing-masing simbul yang terdapat didalamnya
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
12
adalah sebagai berikut :

5 Daun Wijaya Kusuma :
Pengabdian luhur sebagai Aparatur Negara dan Abdi Masyarakat dalam
memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat sesuai standar
pelayanan yang berazaskan Pncasila.

Lingkaran Biru :
Rumah Sakit memberikan pelayanan selama 24 jam serta meningkatkan
kualitas pelayanan secara terus menerus dan berkesinambungan.

Telapak Tangan : menunjukkan sikap terbuka dalam menerima kritikan
dan saran untuk peningkatan pelayanan.

Padi dan Kapas :
Pengikat : Tanggal 1 (satu) , berdirinya RSUD – KLU
Kapas : bulan 9 (Sembilan), berdirinya RSUD – KLU
Padi : Jumlah kanan 20 (duapuluh) biji dan jumlah kiri 10 (sepuluh)
biji , maka kalau digabung akan menjadi 2010 yang berarti tahun
berdirinya RSUD - KLU

Laut :
Mencerminkan hati selalu sejuk, bersih, tenang, sabar dan bijaksana
dengan budi pekerti yang luhur dalam setiap memberikan pelayanan.

6 Daun Mahkota Kecil
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
13
Hijau :
Warna pertumbuhan dan vitalitas, terkait dengan kehidupan baru dan
pembaharuan. Maknanya, rumah sakit memberikan semangat hidup
yang baik dan sehat bagi masyarakat pengguna pelayanan. Bagi
karyawan memanmbah semangat untuk meningkatkan kualitas layanan
kepada masyarakat.
Kuning :
Merupakan warna yang paling dekat dengan cahaya atau warna yang
pertama kali terlihat oleh mata, kesan yang diberikan oleh warna
kuning adalah hangat. Maknanya, rumah sakit dalam memberikan
pelayanan dengan hati yang penuh keramahan (5 S) ; Senyum, Salam,
Sapa, Sopan dan Santun.
Pink :
Menandakan sikap lembut dalam artian positif (kelembutan) maknanya,
rumah sakit dalam memberikan pelayanan penuh kelembutan sehingga
masyarakat merasa nyaman dalam mendapatkan pelayanan.
Jingga :
Merupakan perpaduan antara Merah dan Kuning. Warna Jingga
menyimbulkan daya tahan atau kekuatan maknanya, rumah sakit dalam
memberikan pelayanan memiliki kekuatan untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan melalui komitmen karyawan dan motivasi
karyawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Merah :
Menggambarkan keseriusan, maknanya rumah sakit dalam memberikan
pelayanan secara penuh/ fokus dengan keseriusan.
Putih :
Menggambarkan
kesan
bersih,
maknanya
rumah
sakit
dalam
memberikan pelayanan penuh keikhlasan sebagai suatu tanggungjawab
dalam melaksanakan tugas.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
14

Daun 6 Mahkota :
Mengedepankan pelayana n kesehatan masyarakat yang Profesional,
Ikhlas, Obyektif, Nyaman, Integritas dan Ramah -tamah (PIONIR).

Palang Hijau :
Panca Karsa Husada yang melambangkan Tujuan Pembangunan
Kesehatan sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional.
1.e. Tugas Pokok dan Fungsi
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara mempunyai
tugas pokok dalam Pelayanan kesehatan rujukan dan pelayanan medis
spesialistik dasar. Adapun pelayanan kesehatan yang dimaksud tersebut
adalah melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil
guna dengan mengutamakan upaya kuratif dan rehabilitatif yang
dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya promotif dan
preventif serta melaksanakan rujukan.
Sedangkan fungsi dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara adalah menyelenggarakan
:
Gambar
Gedung Baru RSUD- Kab. Lombok Utara
1.
Pelayanan Medik
2.
Pelayanan Penunjang Medik dan Non
Medik
3.
Pelayanan dan Asuhan Keperawatan
4.
Pelayanan Rujukan
5. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan
6.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
15
Pelayanan Administrasi dan Keuangan
1.2.
SEJARAH
SINGKAT
RUMAH
SAKIT
UMUM
DAERAH
KABUPATEN LOMBOK UTARA
Keinginan untuk mendirikan rumah sakit di Kabupaten Lombok Utara
telah muncul sejak lama sekitar tahun 2005, saat itu wilayah Kabupaten
Lombok Utara masih menjadi bagian Lombok Barat. Melalui UU No 26 /
2008 terbentuklah Kabupaten Lombok Utara dan wacana pembangunan
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara pun menguat
terlebih lagi dengan melihat kondisi geografis Kabupaten Lombok Barat
ketika itu terutama akses jalan yang cukup jauh dari Puskesmas Tanjung
(kini lokasinya menjadi RSUD-KLU) menuju tempat rujukan Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Lombok Barat (Rumah Sakit Patut Patuh
Patju) yang berada di Gerung, sementara tempat terdekat adalah Rumah
Sakit Umum Pusat Mataram. Ketika itu Kepala Dinas Kabupaten Lombok
Utara dr. H. Beny Nugroho telah menyusun proposal untuk meningkatkan
fungsi Puskesmas Tanjung (Puskesmas Perawatan) menjadi fungsi rumah
sakit dengan pelayanan kunjungan dokter spesialis secara periodik.
Pada tahun 2009 telah dibuat ”site plan” rumah sakit (data site plan
terlampir), awalnya bernama ” Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung ”,
lokasinya dekat dengan Pusat Pemerintahan Daerah Kabupaten Lombok
Utara di Kota Tanjung.
Kemudian pada tahun 2010 dilakukan penyempurnaan dan disusun
rencana pembangunannya, rehabilitasi fisik Puskesmas Perawatan
Tanjung untuk menunjang operasionalisasi fungsi Puskesmas tersebut
menjadi Fungsi Rumah Sakit serta ditunjang dengan pengadaan dokter
spesialis dan beberapa peralatan medis esensial. Sejak tanggal 1
September 2010
Puskesmas Perawatan Tanjung disiapkan menjadi
Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung untuk sementara dilakukan
pemisahan antara Staf, Ruangan dan Pelayanan Puskesmas Tanjung
dengan Staf, Ruangan dan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
16
Tanjung. Selama tahun 2010 ini seluruh kegiatan Rumah Sakit Persiapan
dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara. Pada
tanggal 1 September 2010 Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten
Lombok Utara dibentuk sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan
ditunjuk sebagai Kepala UPT RSUD- Tanjung saat itu adalah drg. H.
Asrul Sani sebagai Penanggung Jawab. Kemudian pada bulan Oktober
2010 ada kegiatan kunjungan kerja Menteri Kesehatan yang diwakili oleh
Direktur Pelayanan Medik Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan
Republik Indonesia beserta Tim Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia ke UPT RSUD- Tanjung Kabupaten Lombok Utara Propinsi
Nusa Tenggara Barat untuk memantau sejauh mana proses persiapan
Puskesmas Perawatan Tanjung menjadi Rumah Sakit dan hingga kini
persiapan proses perijinan dan pemenuhan fasilitas penunjang terus
ditingkatkan.
Pada Tahun 2011 Pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara yang baru, mulai di bangun secara bertahap
dan pembangunannya tepat di belakang gedung Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara yang lama.
Pada tahun 2012 Sarana Medis dan Penunjang Medis mulai
ditingkatkan dengan beberapa penambahan. Penambahan sarana medis
seperti
tenaga
dokter
(spesialis
bedah,
spesialis
kandungan/Obstetri-Gynecology, spesialis Penyakit Dalam dan spesialis
Anak., sedangkan untuk Penunjang Medis seperti pengadaan poliklinik
mata, bedah dan poliklinik kandungan.
Berdasarkan SK Bupati N0.800/106/PEG/2012, Kepala UPT-RSUD
Tanjung dr. H. Asrul Sani (karena melaksanakan tugas belajar) resmi di
gantikan oleh Dinas Kesehatan dengan menunjuk dr. H. Lalu Bahrudin
sebagai penanggung jawab di UPT- RSUD Tanjung (sekarang menjadi
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara).
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
17
Gedung Baru Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung yang kini berganti
nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara
(RSUD-KLU) mulai di tempati pada bulan oktober 2013, sebelumnya
pernah diguncang gempa yang menelan beberapa korban termasuk
rumah-rumah penduduk rata dengan tanah (termasuk juga bangunan
Gedung Baru Rumah Sakit) sehingga pemanfaatan gedung tersebut
tertunda karena masih proses perbaikan beberapa lokasi/ tembok yang
retak. Sedangkan bangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara yang lama untuk sementara di alih fungsikan
sebagai penambahan ruang perawatan Rawat Inap, termasuk pula ruangan
laboratorium, radiologi dan ruangan khusus operasi mata masih
dilaksanakan di gedung ini.
Dengan di tempatinya Gedung Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara yang baru pihak rumah sakit menjadikan
momen ini untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dalam
melaksanakan misi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu.
Pada tahun 2014, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
Utara sudah mulai melakukan operasi untuk pasien kebidanan yakni
tindakan SC (Sectio Caesaria), serta beberapa kegiatan bakti sosial seperti
kegiatan Donor Darah, pemeriksaan mata, pendistribusian kaca mata dan
operasi katarak gratis dalam rangka World Sight Day dan Mukernas XX
IDI, 9 Oktober 2014 kerjasama Pemerintah Provinsi NTB, Pemda KLU,
IDI, Perdami, JFF & YKI.
Kegiatan diatas berlanjut pada tahun 2015, disamping pelaksanaan
operasi untuk pasien kebidanan, juga operasi pembedahan umum dengan
semakin bertambahnya jumlah tenaga ahli/ dokter spesialis bedah. Untuk
kegiatan donor darah secara rutin dilaksanakan setiap 3 (tiga) bulan
dengan mendatangkan tenaga beserta fasilitas lainnya dari UTD
Kotamadya
Mataram,
sedangkan
kegiatan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
18
operasi
katarak
rutin
dilaksanakan semenjak tersedianya dokter spesialis mata disamping
kegiatan bakti sosial operasi katarak yang pernah bekerjasama antara
organisasi profesi kesehatan seperti diatas dengan media masa koran/
berita “Kompas”
Gambar
Bakti Sosial : Donor Darah, Operasi Katarak
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
19
1.3.
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH
KABUPATEN LOMBOK UTARA
1. Visi
Visi adalah cerminan, gambaran dan cara pandang tentang masa depan
yang ingin diwujudkan SKPD (Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara) melalui penyelenggaraan tugas dan fungsi dalam kurun
waktu lima tahun terhadap perubahan internal maupun eksternal dalam
rangka menghadapi tantangan di masa mendatang. Sesuai dengan fungsi
dan tugas dari rumah sakit maka visi Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara untuk periode tahun 2011- 2015 adalah
“ Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Rujukan Yang Prima Dan
Beriman “
dengan makna sebagai berikut :
Pelayanan Kesehatan Rujukan:
Mengandung makna sebagai sentral kegiatan layanan rujukan bagi
masyarakat
yang
memiliki
masalah
kesehatan
pelayanan
serta
berorientasi pada kepuasan pelanggan sehingga secara langsung dapat
dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Prima:
Mengandung makna pertama atau sangat baik hubungannya dengan
kesehatan artinya kondisi atau keadaan kesehatan sangat baik.
Bersih:
Mengandung makna bebas dari kotoran.
Semakin besarnya tantangan sebagai konsekuensi logis dari era
globalisasi memberi makna peningkatan persaingan dan tuntunan
masyarakat akan pelayanan yang prima sehingga Instansi Pemerintah
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
20
harus secara terus menerus melakukan perubahan kearah perbaikan agar
dapat memberikan pelayanan yang prima sesuai dengan kebutuhan
masyarakat
dengan melakukan perubahan dan perbaikan, juga
membutuhkan komitmen aparatur terhadap terciptanya kondisi birokrasi
yang berkualitas. Perubahan paradigma dapat mendorong tercapainya
Pemerintahan
yang
baik
(good
memperbaiki
kinerja sektor publik.
governance)
dalam
upaya
Bagi instansi pemerintah visi akan mampu menjadi akselerator
kegiatan instansi tersebut, termasuk perancangan rencana strategik secara
keseluruhan, pengolahan sumber daya, pengembangan indikator kinerja,
evaluasi pengukuran kinerja yang akan diintegrasikan menjadi sinergi
yang diperlukan.
2.
Misi
Misi adalah landasan yang membawa organisasi pemerintahan
kepada satu fokus sekaligus merupakan tonggak dari perencanaan
strategis dan sebagai langkah aksi (action plan) yang harus diemban atau
dilaksanakan oleh instansi pemerintah sebagai penjabaran visi yang telah
ditetapkan. Dengan pernyataan visi diharapkan seluruh anggota
organisasi dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan
mengenal
keberadaan
dan
peran
instansi
pemerintah
dalam
penyelenggaraan pemerintahan negara.
Berdasarkan Visi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara misi organisasi RSUD-KLU periode sebelumnya (tahun
2011-2015) berbeda dengan periode (2016-2020), sesuai dengan
kebijakan pemerintah yang baru namun tetap memperhatikan RPJMD
dibidang kesehatan dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
21
Adapun Misi RSUD-KLU periode 2016-2020 adalah sebagai berikut:
1. Peningkatan kualitas pengelolaan manajemen keuangan rumah sakit
yang fleksibel, transparan dan akuntabel.
2. Memberikan pelayanan yang efisien, bermutu dan profesional dengan
dukungan inovasi teknologi medis untuk meningkatkan kualitas
pelayanan.
3. Melaksanakan pendidikan, pelatihan dan penelitian dibidang kesehatan
untuk menghasilkan SDM yang profesional, berkompeten dan
berbudaya
4. Memenuhi kebutuhan sumberdaya manusia rumah sakit yang memadai
mengikuti
peningkatan
kelas
rumah
sakit
dan
kebutuhan
pengembangan pelayanan.
5. Standarisasi sarana dan prasarana pelayanan medis dan penunjang
medis untuk peningkatan mutu fasilitas pelayanan kesehatan
6. Mewujudkan lingkungan rumah sakit yang bersih, indah, aman dan
nyaman (BERIMAN).
Visi dan Misi RSUD-KLU untuk periode 2016-2020 mengalami
perubahan sesuai dengan pola kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati
terpilih.
Tujuan Dan Sasaran
Penetapan
tujuan
dan
sasaran
didasarkan
pada
identifikasi
faktor-faktor kunci keberhasilan (Critical Succes Factors) yang ditetapkan
setelah penetapan Visi dan Misi. Penetapan tujuan akan mengarah kepada
perumusan sasaran, kebijakan, program dan kegiatan dalam rangka
merealisasikan Visi dan Misi.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
22
Sasaran menggambarkan hal-hal yang ingin dicapai melalui
tindakan-tindakan terfokus yang bersifat spesifik, terinci, terukur dan dapat
dicapai.
Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam Rencana Strategis RSUD
Kabupaten Lombok Utara periode 2013-2016 adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan kualitas Administrasi pelayanan Rumah Sakit, dengan
sasaran:
1) Tersedianya layanan surat menyurat
2) Tersedianya jasa komunikasi, sumberdaya air dan listrik
3) Tersedianya jasa administrasi keuangan
4) Tersedianya kebutuhan alat tulis kantor
5) Tersedianya barang cetakan dan penggandaan
6) Tersedianya peralatan dan perlengkapan kantor
7) Tersedianya bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan
8) Tersedianya makanan dan minuman
9) Terlaksananya rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
10) Tersedianya jasa administrasi dan teknis perkantoran
11) Terlaksananya koordinasi dan konsultasi ke dalam daerah
12) Tersedianya kebutuhan alat listrik dan elektronik
13) Tersedianya tabung pemadam kebakaran yang telah terisi
14) Tersedianya kebutuhan gas LPG
b.
Meningkatkan Kelancaran Operasional Rumah Sakit, dengan sasaran:
1) Terpeliharanya secara rutin/berkala kendaraan dinas operasional
c. Meningkatkan sumber daya aparatur Rumah Sakit dengan sasaran:
1) Tersedianya tenaga terampil sesuai kompetensinya
2) Tersedianya fasilitas seperti ; Pengadaan kendaraan mobil jabatan,
kendaraan dinas/ operasional, peralatan gedung kantor dan mebelair
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
23
d. Meningkatkan sistem pelaporan dan capaian kinerja Rumah Sakit
dengan sasaran :
1)
Tersedianya Laporan Pencapaian
2)
dokumen LAKIP dan Laporan Tahunan
3)
Tersedianya dokumen keuangan semesteran
4)
Tersedianya dokumen keuangan
5)
Tersedianya dokumen DPA
6)
Tersedianya dokumen Rencana Kerja
e. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dengan sasaran:
1) Terlayaninya pasien dengan baik
f. Peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit:
1) Terbangunnya gedung rumah sakit
2) Tersedianya alat kedokteran dan alat-alat kesehatan Rumah Sakit
3) Tersedianya obat-obatan dan gas medik
4) Tersedianya perlengkapan rumah tangga Rumah Sakit
5) Tersedianya barang/blanko cetak administrasi pelayanan
g. Pemeliharaan sarana dan
prasarana Rumah Sakit
1) Terpeliharanya gedung dan peralatan Rumah Sakit
2) Terpeliharanya alat-alat kedokteran dan kesehatan Rumah Sakit
3) Terpeliharanya perlengkapan Rumah Sakit
4) Terpeliharanya rumah dinas secara rutin/ berkala
h. Kemitraan dan peningkatan pelayanan kesehatan
1.
Tersedianya dokumen perjanjian kerjasama
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
24
Cara Pencapaian Tujuan Dan Sasaran
Untuk merealisasikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat
dicapai dengan mengembangkan cara pencapaian tujuan dan sasaran
(kebijakan, program dan kegiatan) secara optimal.
Cara pencapaian tujuan dan sasaran dalam aktifitas rencana kinerja
RSUD-KLU dikembangkan kedalam kebijakan, program dan kegiatan.
1.h. Kebijakan
Kebijakan adalah pedoman pelaksanaan tindakan – tindakan tertentu
yang mengatur suatu tindakan lanjutan untuk pelaksanaan pencapaian
tujuan dan sasaran. Menetapkan suatu kebijakan berarti mengarahkan
kepada kondisi dimana setiap pejabat dan pelaksana pada suatu organisasi,
mengetahui tentang apakah mereka memperoleh dukungan untuk bekerja
atau tidak dan bagaimana mengimplementasikannya.
Kebijakan yang di tetapkan oleh RSUD - KLU sesuai dengan Renstra
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara dan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok
Utara dimana kebijakan ini masih bergabung dengan Dinas Kesehatan
Kabupaten Lombok Utara sesuai Perda Nomor 13 tahun 2010 tentang
Rencana Pembangunan Daerah Kabupaten Lombok Utara tahun
2011-2015 adalah sebagai berikut
1.
:
Pengembangan dan penyediaan SDM yang profesional
dan
kompeten sesuai standart Rumah Sakit Kelas D.
2.
Pengembangan pelayanan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
3.
Pengembangan akses infromasi dan kepastian pelayanan.
4.
Penerapan manjemen mutu di setiap jajaran.
5.
Pemenuhan kebutuhan sumber daya sesuai standar Rumah Sakit
Kelas/tipe D.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
25
6.
Menyiapkan sarana SIM-RS
7.
Penciptaan suasana kondusif untuk pengembangan pelayanan.
8.
Pengembangan jejaring pendidikan dan penelitian.
9.
Pengembangan perencanaan pengelolaan keuangan strategis Rumah
sakit.
10. Pengembangan sistim akuntasi keuangan dari manual menjadi
komputerais.
11. Pengembangan sistem analisa biaya.
Program
Program Kerja Operasional pada dasarnya merupakan upaya untuk
implementasii strategi organisasi. Program Kerja Operasional merupakan
proses penentuan jumlah dan jenis sumberdaya yang diperlukan dalam
rangka pelaksanaan suatu rencana.
Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu
yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah dalam
rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai tujuan dan sasaran
yang ditetapkan.
Program-program yang ditetapkan oleh RSUD-KLU sesuai Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lombok
Utarasesuai Perda Nomor 13
tahun 2010
tentang Rencana
Pembangunan Daerah Kabupaten Lombok Utara tahun 2011-2016
1)
Pelayanan Administrasi Perkantoran
2)
Peningkatan sarana dan prasarana aparatur
3)
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
4)
Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan
5)
Upaya Kesehatan Masyarakat
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
26
6)
Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
7)
Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
8)
Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
9)
Program
Pengadaan
Peningkatan
Sarana
dan
Prasaran
RS/RSJ/RS Paru-paru. RS Mata
Kegiatan
Aktifitas adalah kegiatan organisasi yang merupakan penjabaran
kebijaksanaan sebagai arah dari pencapaian tujuan dan sasaran yang
memberikan kontribusi bagi pencapaian visi dan misi organisasi. Perhatian
utama dari suatu aktifitas akan terlihat pada tugas pokok dan fungsi,
program kerja yang menjadi isu nasional, serta aktifitas dominan dan vital
bagi pencapaian Visi dan Misi Organisasi. Aktivitas merupakan segala
sesuatu
yang
harus
dilakukan
oleh
instansi
pemerintah
dalam
merealisasikan program kerjanya. Aktivitas merupakan cerminan dari
strategi
konkrit
organisasi
untuk
diimplementasikan
dengan
sebaik-baiknya dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran
yang
ditetapkan.
Kegiatan yang ditetapkan oleh RSUD-KLU adalah
I.
sebagai berikut :
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1) Penyediaan jasa surat menyurat
2) Penyediaan jasa komunikasi, sumberdaya air dan listrik
3) Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas
operasional
4) Penyediaan jasa administrasi keuangan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
27
5) Penyediaan jasa kebersihan/caraka/peramu/keamanan/sopir
kantor
6) Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
7) Penyediaan alat tulis kantor
8) Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan
kantor
9) Penyediaan Makan dan Minum
10) Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi kedalam daerah dan
keluar daerah
11) Penyelesaian produk hukum (Perda/Perbup) atas inisiatif
eksekutif & legislatif
II.
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
12) Pengadaan kendaraan dinas/ operasional
13) Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor
14) Pengadaan mebelair
15) Pemeliharaan rutin/ berkala rumah dinas
16) Pemeliharaan rutin/ berkala gedung kantor
17) Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan Dinas/Operasional
III. Peningkatan kapasitas sumber daya aparatur
18) Pendidikan dan pelatihan formal
IV.
Program
peningkatan
pengembangan
sistem
pelaporan
pencapaian kinerja dan keuangan
19) Penyusunan laporan kinerja kinerja dan ikhtisar realisasi kienrja
SKPD
20) Penyusunan data base, pemutakhiran dan pengolahan data
statistik
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
28
21) Pembuatan profil monografi
V.
Program Upaya Kesehatan Masyarakat
22) Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan
VI.
Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
23) Pengembangan media promosi dan infprmasi sadar hidup sehat
VII. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
24) Evaluasi dan pengembangan stadar pelayanan kesehatan
VIII.
Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin.
25) Penyelenggaraan pelayanan pasien miskin dan gelandangan
psikotik
IX.
Program Pengadaan Peningkatan Sarana dan Prasarana
Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah Sakit Paru-paru/
Rumah Sakit Mata
26) Pembangunan Rumah Sakit
27) Pengadaan Alat-alat kesehatan Rumah Sakit
28) Pengadaan Obat-obatan Rumah Sakit.
29) Pengadaan
perlengkapan
rumah
tangga
rumah
sakit
(dapur;ruang pasien;loundry;ruang tunggu, dll)
30) Pengadaan bahan-bahan logistik rumah sakit
31) Pengadaan percetakan administrasi dan surat-menyurat rumah
sakit
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
29
3. Nilai
Adapun Nilai PIONIR : Profesional, Ikhlas, Objektif, Nyaman, Itegritas
dan Ramah
4. Motto
Kami ada untuk Anda Melayani Sepenuh Hati
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
30
BAB III
SUMBER DAYA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN LOMBOK UTARA
Potensi sumberdaya yang dimiliki oleh Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara disamping sumber daya manusia juga didukung oleh
sarana dan prasarana yang ada. Adapun sarana dan prasarana yang ada di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara meliputi :
2.1. BANGUNAN
FISIK
RUMAH
SAKIT
UMUM
DAERAH
KABUPATEN LOMBOK UTARA
Tabel 2
Unit Pelayanan Rawat Jalan
NO.
BANGUNAN FISIK
1
Ruang Unit Rawat Jalan
2
Ruang Unit Rawat Inap
3
Ruang Unit Bangsal Anak
4
Ruang Unit Radiologi
5
Ruang Unit Farmasi
6
Ruang Unit Bedah
7
Ruang Unit Gawat Darurat
8
Ruang Unit Ibu dan Anak
9
Ruang Unit Gizi
10
Ruang Unit Laboratorium
Adapun fasilitas pelayanan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara sampai dengan Desember 2015 terdiri atas
1. Poli Rawat Jalan meliputi :
a. Poli Mata
Sumberdaya manusia yg ada di poli mata meliputi
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
31
1) Dokter Spesialis Mata
: 1 Orang
2) D3 Perawat
: 1 Orang
3) Refraksionis
: 1 Orang
Jenis pelayanan yg ada di poli mata meliputi : Pemeriksaan
Refraksi untuk kebutuhan kacamata, Test Visus, Test Buta Warna,
Slit Lamp, Tonometri, Skrining pasien katarak, dll.
Gambar III.1. : Pelayanan Poli Mata
b. Poli Anak
Sumber daya manusia yang ada di poli anak meliputi :
1) Dokter Spesialis Anak
: 1 Orang
2) D 3 Perawat Umum
: 2 Orang
Jenis pelayanan yang ada di poli anak meliputi : Tes Tuberkulin
anak, pemeriksaan dan tindakan kepada pasien anak dengan
kategori umur (< 12 tahun), pemeriksaan tumbuh kembang, dll.
Gambar Pelayanan Poli Anak
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
32
c. Poli Dalam
Sumberdaya manusia yang ada di poli umum meliputi :
1) Dokter Spesialis
: 1 Orang
2) D 3 Perawat
: 2 Orang
3) S 1 Psikologi
: 1 Orang
Jenis pelayanan yang ada di poli umum meliputi : EKG, Nebulizer,
Pemeriksaan Tekanan Darah, Nadi
dan pemeriksaan fisik
lainnya.
Gambar Pelayanan Poli Dalam
d. Poli Penyakit Saraf
Sumber daya manusia yang ada di poli dalam meliputi :
1) Dokter Spesialis Penyakit Saraf
: 1 Orang
2) D 3 Perawat
: 2 Orang
Jenis pelayanan yang ada di poli penyakit dalam meliputi :
Pemeriksaan yang berkaitan dengan gangguan saraf.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
33
Gambar Pelayanan Poli Penyakit Saraf
e. Poli Gigi
Sumberdaya manusia yang ada di poli gigi meliputi :
1) Dokter Spesialis Gigi
:
-
2) Dokter Gigi
: 1 Orang
3) D 3 Perawat Gigi
: 1 Orang
Layanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan di lantai 1 Gedung
Baru. Jenis pelayanan yang ada di poli gigi dan mulut meliputi :
Tumpatan tetap gigi permanen dan semi permanen, pencabutan
gigi permanen dan sulung, pengobatan periodontal, scalling,
rontgen gigi, exisi mukokel, odontectomi,dan pengobatan abses.
Gambar Pelayanan Poli Gigi
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
34
f. Poli Bedah
Sumberdaya manusia yang ada di poli bedah meliputi :
1) Dokter Spesialis Bedah
: 1 Orang
2) D 3 Perawat Umum
: 2 Orang
Jenis pelayanan yang ada di poli penyakit bedah meliputi : Operasi
kecil, sirkumsisi, spoling telinga, exisi jaringan, insisi jaringan,
rawat luka (bekas operasi dll).
Gambar Pelayanan Poli Penyakit Bedah
g. Poli Kebidanan dan Kandungan
Sumberdaya manusia yang ada di poli kandungan meliputi :
1) Dokter Spesialis Obgyn
: 1 Orang
2) D 3 Kebidanan
: 3 Orang
Jenis pelayanan yang ada di poli obsgyn meliputi : Pemeriksaan
kehamilan, pemeriksaan ibu nifas, rawat luka operasi (saesar),
pelayanan menopaus, pelayanan IVA, pelayanan kesehatan
reproduksi, pelayanan KB dll.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
35
Gambar Poli Kebidanan dan Kandungan
h. Poli Konsultasi Kebidanan dan Kandungan ( SPOG).
Sumberdaya manusia yang ada di poli SPOG meliputi :
3) Dokter Spesialis Obsgyn
: 1 Orang
4) D 3 Kebidanan
: 1 Orang
Jenis pelayanan yang ada di poli obsgyn meliputi : Pemeriksaan
dokter spesialis kandungan, pemeriksaan USG dan konsultasi
dokter spesialis kandungan.
Gambar Konsultasi Kebidanan dan Kandungan (SPOG)
2. Rawat Inap.
Rawat Inap dikelompokkan menjadi ruang rawat inap I (IRNA I) dan
Rawat Inap II (IRNA II). Ruang Perawatan ini masih memanfaatkan
fasilitas Gedung Lama dengan pelayanan yang tersedia meliputi :
a. Ruang Rawat Inap VVIP
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan tipe ruang perawatan VVIP dengan 1 buah ruangan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
36
yang terdiri dari 2 tempat tidur (masing-masing 1 buah tempat
tidur pasien dan keluarga), 1 buah TV, 1 buah kursi busa,1 buah
rak sepatu, 1 buah jam dinding, 1 buah AC, 1 buah kulkas, 1 buah
keranjang sampah, dan 1 kamar kecil pribadi.
Gambar Ruangan Rawat Inap (VVIP)
b. Ruang Rawat Inap VIP
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan tipe ruang perawatan Vip dengan pasilitas 3 buah
ruangan yang masing-masing ruangan terdiri dari: 1 buah ranjang
tempat tidur, 1 buah lemari, 1 buah AC, 1 buah TV, 1 buah tempat
sampah, 1 buah rak sepatu dan 1 kamar kecil pribadi.
Gambar Ruangan Rawat Inap (VIP)
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
37
c. Ruang Rawat Inap Kelas I
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan tipe ruang perawatan kelas satu (1), dengan pasilitas
5 buah ruangan yang masing-masing ruangan terdiri dari: 1 buah
tempat tidur, 2 kursi (di dalam dan luar ruangan), 1 buah lemari, 1
buah jam dinding, 1 buah kipas angin, 1 buah tempat sampah dan 1
buah kamar kecil pribadi.
Gambar Ruangan Rawat Inap Kelas I
d. Ruang Rawat Inap Kelas II
Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan tipe ruang rawat inap kelas 2, dengan fasilitas: 2
buah tempat tidur, 2 buah lemari, 1 buah kipas angin, 1 buah jam
dinding, 1 buah tempat sampah dan 1 buah kamar kecil.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
38
Gambar Ruangan Rawat Inap Kelas II
e. Ruang Rawat Inap Kelas III
Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan tipe ruang perawatan kelas 3 yang terdiri dari 2 buah
ruang perawatan yaitu perawatan laki-laki dan perempuan, yang
masing – masing ruangan terdiri dari 4 buah tempat tidur, 4 buah
lemari
dan 1 kamar kecil.
Gambar Ruangan Rawat Inap Kelas III
f. Ruang Rawat Inap Askes
Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara pada
tahun 2014 juga menyediakan tipe ruang perawatan khusus pasien
askes, yang terdiri dari 1 buah ruang perawatan dengan pasilitas: 2
buah tempat tidur, 2 buah lemari, 1 buah kipas angin, 1 buah
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
39
tempat sampah dan 1 buah kamar kecil.
Gambar Ruangan Rawat Inap Pasien Askes (PNS)
g. Ruang Rawat Inap Anak
Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan ruang rawat inap anak yang terdiri dari 1 buah
ruangan dengan pasilitas: 7 buah tempat tidur, 1 buah tempat
sampah dan 1 buah kamar kecil.
Gambar Ruangan Rawat Inap Pasien Anak
h. Ruang Rawat Ibu Melahirkan (Nifas).
Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan ruang rawat inap ibu (Nifas) yang terdiri dari 1 buah
ruangan dengan pasilitas: 16 tempat tidur, 16 buah lemari, 3 buah
keranjang sampah dan 1 buah kamar kecil.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
40
Gambar Ruangan Pasien Post Partum (Nifas)
i. Ruang Rawat Inap Isolasi
Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara sejak
tahun 2014 menyediakan 1 ruangan rawat inap isolasi yang di
khususkan bagi pasien yang mengidap penyakit menular dengan
fasilitas ruangan: 5 buah tempat tidur, 2 buah kipas angin, 1 buah
kamar kecil.
Gambar Ruangan Perawatan Isolasi
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
41
3. Instalasi Gawat Darurat dengan pelayanan kegawatdaruratan 24 jam
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan unit rawat darurat, dengan pasilitas: 12 buah tempat tidur,
1 set komputer kerja, 1 buah meja kerja, 1 buah ruang musholla, 1
buah ruang jaga dokter, 1 buah ruang psikologi
dan 1 buah kamar
kecil.
Gambar Unit Gawat Darurat
4. Pelayanan Penunjang Diagnostik yang tersedia meliputi :
a. Pelayanan Pemeriksaan Laboratorium
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan pemeriksaan Laboratorium. Pelayanan Pemeriksaan
yang bertujuan untuk mendeteksi awal adanya infeksi, membantu
penentuan
diagnosa
suatu
penyakit.
Ada
beberapa
jenis
pemeriksaan yaitu: Pemeriksaan Kimia Klinik, Imunologi,
hematologi, mikrobiologi, patologi klinik, PCR (Polimerase Chain
Reaction) dan lain-lain. Berdasarkan ruangan dibagi atas 6 yaitu
Ruangan: Sampling dan Distribusi termasuk kamar kecil/WC, Jaga
Petugas,
Reagensia,
Bakteriologi
Hematologi-Serologi
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
42
dan
Ruangan
Gambar Ruangan Laboratorium
b. Pelayanan Pemeriksaan USG (Ultra Sono Grafi)
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan pemeriksaan USG yang bertujuan untuk: Diagnosis
dan konfirmasi awal kehamilan, melihat kondisi dan posisi
placenta, memeriksa denyut jantung janin, menghitung usia
kehamilan, mendiagnosis kelainan janin, dll.
Gambar Ruangan Pemeriksaan USG
c. Pelayanan ECG
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan pemeriksaan ECG yang merupakan pemeriksaan
terhadap elektrik ( listrik ) jantung dengan tujuan mengetahui laju
(kecepatan) denyut jantung, ritme denyut jantung dan timming
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
43
sinyal listrik saat melewati masing-masing bagian jantung.
Gambar Ruangan Pemeriksaan Jantung (EKG)
d. Pelayanan Radiologi
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara juga
menyediakan pemeriksaan Radiologi yang merupakan spesialisasi
kedokteran yang berhubungan dengan teknologi x-ray dan radiasi
untuk membantu diagnosa dan mengobati penyakit. Adapun jenis
pemeriksaan radiologi yaitu: Bronchography (melihat kerusakan),
Cor Analisa (melihat kelainan), Chepalometri (mengukur/melihat
bentuk) dll.
Gambar Ruangan Radiologi
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
44
e. BDRS
Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) merupakan suatu unit pelayanan
di rumah sakit yang bertanggungjawab atas tersedianya datrah
untuk tarnsfusi yang aman, berkualitas, dalam jumlah yang cukup
untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit.. BDRS
berfungsi sebagai pelaksana dan penanggungjawab pelaksana
kebutuhan darah untuk transfusi di rumah sakit sebagai bagian dari
pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. BDRS menyimpan dan
mengeluarkannya bagi pasien yang memerlukan di rumah sakit.
BDRS bertuga menyiapkan SPO setiap langkah kegiatan,
merencanakan kebutuhan darah RS, menerima darah dari UTD
yang telah memenuhi syarat uji saring, (non reaktif) dan telah
dikonfirmasi golongan darahnya,menyimpan sarah termasuk
pemantauan suhu penyimpanan darah, memantau stok persediaan
darah harian/ mingguan dan melakukan pemeriksaan golongan
darah ABO dan Rhesus pada darah donor dan darah penerima.
Beberapa ruangan yang ada di RSUD-KLU yaitu : Ruang
Pendaftaran,
Ruang
Jaga
Petugas,
Crossmatch,
Af
Taf
(pengambilan daerah), Ruang IMLTD (instalasi menular lewat
transfusi darah) dan ruang penyimpanan.
f. Rehabilitasi Medik
Pelayanan rehabilitasi medik merupakan pelayanan kesehatan yang
diberikan terhadap gangguan fisik dan fungsional yang diakibatkan
oleh keadaan atau kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui
panduan intervensi medik, ketrampilan fisik dan atau rehabilitatif
untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal. RSUD-KLU
memiliki masing-masing 1(satu) orang tenaga D3 Fisioterapi dan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
45
S1 psikolog dalam batas kegiatan konsultasi. Sementara peralatan
masih terbatas, sehingga kegiatan yang berhubungan dengan ini
belum optimal.
Ruangan/ Poli Fisioterapi memanfaatkan fasilitas gedung lama
(bekas pelayanan KIA/KB) berdekatan dengan ruangan Radiologi
lama. Rata-rata kunjungan rawat jalan fisioterapi berkisar 15-20
orang perhari. Dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan,
tahun berikutnya rencana usulan peralatan kesehatan fisioterapi
antara lain untuk shortwave diathermi (SWD), microwave
diathermi (MWD), infra red, ultrasound, parafin bath, elektrical
stimulating, cold pack, paralel bar, exercise bike/ treadmill, cermin
sikap, pulley, sandbag, shoulder wheel dan peralatan lainnya. Alat
yang tersedia saat ini adalah 2 buah infra red satu lampu dan 1
buah tens. Kedepan diharapkan tersedia Ruangan fisioterapi sesuai
standar/ SOP serta penambahan rekrutmen tenaga fisioterapi
Gambar Alat Fisioterapi
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
46
5. Pelayanan Penunjang Klinik yang tersedia meliputi :
a. Pelayanan Gizi
Pelayanan Gizi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
Utara meliputi dua jenis pelayanan, yaitu pelayanan gizi pasien
rawat jalan dan pasien rawat inap yang bertujuan untuk pelayanan
asupan gizi yang di sesuaikan dengan keadaan pasien berdasarkan
status klinis, status gizi dan status metabolisme tubuh pasien.
Gambar Ruang Konsultasi Gizi
b. Pelayanan Farmasi
Pelayanan farmasi merupakan kegiatan terpadu dengan filosuf
asuhan kefarmasian (Pharmaceutycal Care) yang bertujuan untuk
mencegah, menyelesaikan permasalahan terkait obat (Drug
Related Problems) dan masalah yang berhubungan dengan
kesehatan, serta menjamin mutu setiap tahap proses penggunaan
sediaan farmasi dan alat kesehatan di rumah sakit. Dalam proses
pelaporan belum menggunakan sistem aplikasi. Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara bertujuan untuk
pelayanan farmasi yang optimal baik dalam keadaan biasa maupun
kondisi darurat, komunikasi, informasi, edukasi mengenai obat,
pengawasan obat, seleksi obat, penyiapan dan peracikan obat,
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
47
penyusunan formularium rumah sakit, mendukung evaluasi dan
peresepan rumah sakit. Jenis pelayanan kefarmasian dalam
penggunaan obat dan alat kesehatan antara lain : Pengkajian Resep,
Dispensing ( saat in masih melakukan pencampuran obat secara
sederhana), Monitoring Efek Samping Obat (MESO), Pelayanan
Informasi Obat (PIO) dan Konseling. Kegiatan konseling
dilakukan untuk pasien rawat jalan, sedangkan untuk konseling di
ruang rawat inap (Bed-side Counselling) oleh petugas farmasi
belum terlaksana secara maksimal mengingat keterbatasan tenaga
farmasi. Rencana usulan peralatan kesehatan untuk kefarmasian
antara lain : lemari obat/ rak obat untuk baik obat umum maupun
obat narkotik, alat pemotong tablet, alat peracikan puyer,
timbangan halus/kasar (neraca obat),laminar air flow. Sedangkan
untuk kebutuhan fisik berupa gudang Farmasi dan gudang umum
(bagian dari master plan gedung F) untuk pembiayaan diusulkan
secara bertahap.
Gambar Ruangan Pelayanan Farmasi
c. Pelayanan Operasi
Layanan pembedahan dilaksanakan di kamar operasi berdekatan
dengan ruangan Unit Gawat Darurat. Untuk Instalasi Bedah
Sentral (IBS) belum berfungsi karena belum adanya tangga/ lift
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
48
menuju ruangan ini fasilitas alat dan kelengkapan ruangan belum
memadai. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara
sejak tahun 2013 sudah menjalankan kegiatan operasi pasien,
adapun kegiatan operasi yang dilakukan yaitu: operasi hernia, letak
sungsang, bedah oncology tumor/kanker, Sectio Caesarea, dll.
Sedangkan
untuk
tindakan
operasi
mata
(katarak)
masih
menggunakan fasilitas OK di gedung lama termasuk kegiatan bakti
sosial yang pernah dilakukan pada tahun sebelumnya saat masih
berstatus Puskesmas Perawatan.
Gambar Ruangan Pembedahan (Kamar Operasi)
d. Rekam Medik
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara pada tahun
2014 perubahan instalasi rekam medik yang bertujuan untuk
kelancaran pelayanan status rekam medik pasien, penetapan kode
diagnosa pasien dll.
Kondisi ruangan rekam medis saat ini masih krodit dan sangat
diperlukan ruangan yang lebih luas demi tertatanya pengarsipan
rekam medis pasien secara rapi, aman dan nyaman termasuk juga
pengadaan almari arsip/ almari rekam medis yang lebih besar.
Pengarsipan maupun ruangan yang baik didukung pula sumber
daya (tenaga arsip) yang terampil dan memilki kompetensi yang
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
49
memadai. Untuk itu pelatihan yang berhubungan pengarsipan
sangat diperlukan.
Beberapa tugas dan tanggungjawab perekam medis antara lain :
melaksanakan :
1.
Pelayanan pasien dalam manajemen dasar rekam medis dan
informasi kesehatan;
2.
evaluasi isi rekam medis;
3.
sistem klasifikasi klinis dan kodefikasi penyakit yang
berkaitan dengan kesehatan dan tindakan medis sesuai
terminologi medis yang benar ;
4.
pengisian indeks dengan cara mengumpulkan data penyakit,
kematian, tindakan dan dokter pelaksana ;
5.
sistem pelaporan dalam bentuk iformasi kegiatan pelayanan
kesehatan ;
6.
merancang struktur isi dan standar data kesehatan dalam
rangka pengelolaan informasi kesehatan ;
7.
evaluasi kelengkapan isi diagnosis dan tindakan sebagai
ketepatan pengkodean ;
8.
pengumpulan, validasi dan verifikasi data sesuai ilmu statistik
rumah sakit ;
9.
pencatatan dan pelaporan data surveilance ;
10. megelola kelompok kerja dan manajemen unit kerja dan
menjalankan organisasi penyelenggara dan pemberi pelayanan
kesehatan ;
11. mensosialisasi setiap program pelayanan rekam medis dan
informasi kesehatan ;
12. melaksanakan hubungan kerja sesuai dengan kode etik
profesi ;
13. mengembangkan
diri
terhadap
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
50
ilmu
pengetahuan
dan
teknologi
14. Filling yaitu memasukkan dan mengeluarkan dokumen rekam
medis yang akan dan/ atau
yang sudah didistribusikan.
Gambar Ruangan Rekam Medik (RM)
a. Pelayanan Transportasi Pasien yang tersedia 24 jam, meliputi :
Pelayanan Ambulance
RSUD-KLU memiliki 3 unit kendaraan ambulance sekaligus
berperan sebagai ambulance jenazah karena secara khusus tidak
memilki mobil ambulance jenazah dan diusulkan pada tahun 2016
melalui dana DAU dan 1 unit kendaraan ambulance standar emergency
melalui dana DAK. Saat ini 1 (satu) unit kendaraan ambulance kondisi
rusak berat.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
51
Gambar Kendaraan Transportasi Pasien
(Ambulance Rumah Sakit) & Operasional
Untuk kegiatan operasional, RSUD-KLU memiliki 1 (satu) unit
kendaraan roda 4(empat) untuk direktur dan 3 (tiga) unit kendaraan
operasional serta 3 (tiga) unit kendaraan roda 2(dua) untuk
kendaraan operasional diperuntukkan Ka Sub Bag Tata Usaha dan
2 orang Kasie ( Kasie Palayanan & Penunjang Medik) bersumber
dari dana APBD Kabupaten Lombok Utara tahun 2013.
Selanjutnya untuk tahun anggaran 2016 diusulkan masing-masing
1 (satu) unit sepeda motor dan kendaraan pick up untuk
operasional rumah sakit misalnya mengantar surat menyurat,
belanja ATK, barang dan jasa.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
52
Gambar Kendaraan Operasional RSUD-KLU
Pelayanan Penunjang Non Klinik yang tersedia meliputi :
b. Pelayanan Jasa Boga / Dapur
Pelayanan boga/dapur di Rumah sakit merupakan tempat
berlangsungnya pengolahan bahan makanan pasien rumah sakit
hingga siap saji.
Gambar Ruangan Jasa Boga / Dapur RS
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
53
c. Komunikasi
Pelayanan komunikasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara juga menyediakan alat komunikasi berupa telepon
rumah sakit, fax mailli, HT, microfon dll.
Gambar Sarana Komunikasi & Informasi
d. Pengelolaan Limbah Medis dan Non Medis.
Pengelolaan limbah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara sudah menggunakan pengelolaan limbah medis dan
non medis,
terutama alat penghancur jarum bekas dan penghancur limbah
medis.
Incenerator menjadi sarana standar untuk menangani limbah medis
yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit. Fungsi incenerator
dapat mengurangi massa dan volumenya, mendestruksikan materi
yang
berbahaya
seperti
mikroorganisme
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
54
patogen
dan
meminimalisir pencemaran udara yang dihasilkan dari proses
pembakaran sehingga gas buang yang keluar dari cerobong
menjadi lebih terkontrol dan ramah lingkungan.
Untuk pembuangan sampah non medis, rumah sakit bekerjasama
dengan Dinas Kebersihan Kota dengan disediakannya bak
penampungan sampah yang diambil setiap minggu
Gambar Gardu Listrik dan Incenerator
Gambar Sarana Pembuangan Limbah Padat
dan
Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL)
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
55
7.
Pelayanan Non Medis
1.
Pemeliharaan Sarana :
a. Air Bersih
Sarana air bersih yang ada di lingkungan RSUD-KLU cukup
adekuat. Selain menggunakan sarana air bersih dari Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang, RSUD-KLU juga
menggunakan air bawah tanah (ABT) sebagai cadangan apabila
PDAM
macet dengan menggunakan 2 buah tandon.
Gambar Tandon air dan Genset
b. Listrik
RSUD-KLU memiliki 1 buah gardu listrik berkekuatan TRKO 63
KVA, gardu listrik ini berfungsi sebagai pendistribusi alur listrik dari
sumber PLN menuju ke Satuan Kerja (Satker RSUD-KLU).
Kapasitas daya listrik ini untuk masa mendatang perlu penambahan
mengingat akan mulai dibangunnya gedung instalasi Perawatan,
ruang perawatan kelas III dan
c.
intalasi lainnya.
Genset/ Genarator :
Generator set berfungsi sebagai pemback-up listrik PLN apabila
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
56
padam mesin genset yang dimiliki RSUD-KLU sebanyak 2 unit yaitu
kapasitas 5000 wattdan 50.000 watt. Daya tersebut belum memenuhi
kebutuhan untuk seluruh lokal rumah sakit sehingga kedepan
dibutuhkan lagi kapasitas sekitar 630 KVA, sehingga tidak terjadi
masalah terhadap keselamatan pasien. Melalui dana yang bersumber
dari DAK dianggarkan sejumlah Rp 1.762.699.810,- dan pendamping
dari DAU Rp. 4.346.000,d.
Loundry dan Sterilisasi
Seiring dangan meningkatnya pasien rawat inap dan tindakan
pembedahan, maka kebutuhan linen untuk dicuci dan sterilisasi
semakin banyak sehingga perlu kapasitas mesin cuci dan sterilisator
lebih besar. Saat ini RSUD-KLU masih menggunakan 1 buah setrika
listrik dan 1 unit autoclave yang ada di ruangan OK. Di masa depan
kebutuhan mesin boiller. Hal ini sangat bermanfaat untuk penghasil
Uap Panas untuk keperluan loundry dan memasak di instalasi gizi
(dapur rumah sakit).
Berkaitan dengan hal tersebut diatas, kedepan diusulkan gedung
CSSD termasuk perlengkapan loundry lainnya
Gambar Mesin cuci, setrika, jemuran & autoclave
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
57
2. Perpustakaan
Gambar Ruangan Perpustakaan RSUD-KLU
2.2.
Sumber Daya Manusia
Pemerintahan yang baik (good governance) adalah prasyarat bagi
terbentuknya pemerintahan yang efetif dan demokratis.
Good
governance digerakkan oleh prinsip-prinsip partisipatif, penegakkan
hukum yang efektif dan efisien, transparansi, responsif, kesetaraan, visi
strategis, efektif dan efisien, profesional, akuntabel dan pengawasan yang
efektif. Sumber daya aparatur pemerintah yang baik menempati posisi
strategis, selain memberi warna juga akan menetukan arah kemana suatu
instansi akan dibawa.
Faktor pendukung yang sangat penting dalam melaksanakan fungsinya
serta untuk mencapai visi dan misi Rumah Sakit selain sarana dan
prasarana tersebut diatas, adalah Sumber Daya Manusia. Sampai dengan
tahun 2016, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya didukung oleh Sumber Daya
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
58
Manusia / Tenaga dari berbagai latar belakang pendidikan baik medis,
paramedis maupun non medis dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 3
Data Kepegawaian RSUD-KLU Tahun 2016
Jumlah
Jenis Ketenagaan
PNS
CPNS
Kontrak
Sukarela
Jumlah
1. Dokter Spesialis
1
-
6
-
7
2. Dokter Umum
5
-
12
-
17
3. Dokter Gigi
2
-
-
-
2
3
-
9
3
15
2. D IV Keperawatan
1
2
-
-
3
3. D3 Keperawatan
18
3
33
5
59
4. D3 Kebidanan
18
-
10
-
28
5. D4 Anastesi
-
1
-
-
1
6. D3 Keper. Gigi
2
1
1
-
4
7. Perawat Kesehatan (SPK)
1
-
-
-
1
1. Sarjana Kes. Masy.
1
-
-
-
1
2. Apoteker
1
1
-
-
2
3. S1 Farmasi
-
-
3
-
3
4. S1 Psikologi
-
-
1
-
1
5. D3 Kes Lingk.
1
-
1
-
2
6. D3 Gizi
1
-
2
-
3
7. D3 Radiologi
-
-
3
-
3
8.
D3 Fisioterapi
1
-
-
-
1
9. D3 Analis Kestan
2
-
7
-
9
10. D3Rekam Medik
-
-
5
-
5
11. D3 Manajemen Rumah Sakit
-
-
2
-
2
12. D2 Pemasaran RS
-
-
1
-
-
13. Asisten Apoteker
-
1
7
1
9
14. D1 Gizi
-
-
-
-
-
Tenaga Medis
Tenaga Keperawatan
1. S1 Keperawatan
Tenaga Non
K eperawatan
Tenaga Non Medis
1.
S2
1
-
-
-
1
2.
S1
2
2
10
-
14
3.
D3
-
1
10
-
11
5.
D1/SMA
3
-
49
-
52
6.
SMK
1
-
3
-
4
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
59
7.
SMP
1
-
2
-
3
8.
SD
-
-
2
-
2
65
11
178
9
263
TOTAL
Sumber : Data Kepegawaian RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Pada tahun 2014 pelayanan spesilistik di Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara didukung oleh 4 orang dokter spesialis
dasar yang terdiri dari dokter spesialis Penyakit Dalam/SpPD ( Internist ),
dokter Spesialis Kandungan/SPOG ( Obsgyn ), Spesialis Anak (Sp.A) dan
dokter spesialis Bedah (Sp.B)
Sedangkan pada tahun 2015 ada 8 (delapan) dokter spesialis yaitu :
dokter spesialis Mata (SPM), spesialis Anak (SPA), spesialis Penyakit
Dalam (SpPD 2 orang), spesialis Bedah (SPB), spesialis Obstetri dan
Gynecology (SPOG), spesialis Patologi Klinis (SPK) dan spesialis
Anestesi (SpAN) dan pada tahun 2016 ada penambahan jumlah dokter
spesialis yaitu dokter spesialis Saraf.
Sehubungan dengan upaya pengembangan jenis pelayanan yaitu
pelayanan untuk poli telinga hidung tenggorokan (THT) pelayanan
radiologi, kedepan diupayakan pengadaan dokter spesialis THT dan
spesialis Radiologi.
Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 9 Tahun
2013 disebutkan bahwa Susunan Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara dan terakhir ditindaklanjuti dengan Surat
Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
Utara Nomor 001/01/RSUD-KLU/I/2015 tentang Struktur Organisasi dan
Tata Kerja serta Mekanisme Kerja Koordinator. Bahwa Struktur
Organisasi dan Tata Kerja serta Mekanisme Kerja Koordinator, terdiri
dari :
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
60
a.
Direktur RSUD-KLU;
b.
Kasubag Tata Usaha terdiri dari :
1) Administrasi Umum dan Kepegawaian;
2) Administrasi Keuangan;
3) Perencanaan dan Pelaporan;
c.
Satuan Pengawas Internal (SPI)
d.
Komite Medik terdiri dari :
1). Komite Medis (Staf Medis Fungsional);
2). Komite Keperawatan;
e.
Kepala Seksi Pelayanan Medik terdiri dari :
1). Koordinator Pengembangan Ketenagaan dan Pemeliharaan Mutu
Pelayanan Medik;
2). Koordinator Pengembangan Ketenagaan dan Pemeliharaan Mutu
Pelayanan Keperawatan;
3)
f.
Koordinator Pendidikan,Penelitian dan Pemasaran;
Kepala Seksi Penunjang Medik terdiri dari :
1) Koordinator
Penunjang
Diagnostik,
Non
Diagnostik
dan
Kefarmasian
2) Koordinator Sarana Prasarana dan Logistik Rumah Sakit
3) Koordinator
Keamanan,
Kebersihan
dan
Pengembangan
Ketenagaan Penunjang Medik;
g.
Instalasi
h.
Kelompok Jabatan Fungsional.
i.
Kelompok Jabatan Struktural meliputi; Direktur, Sub Bagian Tata
Usaha, Seksi Penunjang Medik dan Seksi Pelayanan Medik.
j.
Kelompok Unit Layanan Non Struktural meliputi; Satuan Pengawas
Internal (SPI), Komite Medik, Staf Medik Fungsional dan Instalasi.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
61
Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara Nomor 9 Tahun
2013 Bab III berisi tentang Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara.
RSUD-KLU adalah unsur pendukung tugas Bupati dalam penyusunan dan
pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik dibidang pelayanan
kesehatan. Tugas Pokok dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara melaksanakan kegiatan teknis operasional dibidang
pelayanan kesehatan yang meliputi upaya penyembuhan (kuratif),
pemulihan (rehabilitative) dan pencegahan (preventif) yang dilaksanakan
secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan kesehatan (promotif).
Dalam melaksanakan tugas pokok, RSUD-KLU menyelenggarakan
fungsi antara lain pelayanan : medik; penunjang medik dan non medik;
asuhan keperawatan dan kebidanan; rujukan dan pelayanan gawat darurat
serta urusan ketatausahaan.
DIREKTUR
Tugas Pokok Direktur :

Memimpin, merencanakan, membina, mengawasi, mengendalikan dan
mengkoordinasikan
penyelenggaraan
kebijakan daerah yang bersifat
penyusunan
dan
pelaksanaan
khusus di bidang Kesehatan pada Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara sesuai peraturan
perundang-undangan.
Dalam
melaksanakan
tugas
pokok,
menyelenggarakan fungsi :
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
62
Direktur
RSUD-KLU
a.
Perumusan dan termasuk perumusanan visi, misi serta Penetapan
rencana strategis dan Program Kerja RSUD;
b.
Perumusan dan Penetapan Kebijakan teknis bidang penyelenggaraan
pelayanan kesehatan;
c.
Penyelenggaraan koordinasi penyusunan tarif layanan, Rencana
Kerja
Tahunan
(RKT),
Rencana
Kerja
Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan Penetapan Kinerja RSUD ;
d. Penyelenggaraan,
pengaturan,
pembinaan,
pengawasan
dan
pengendalian serta bimbingan dibidang pelaksanaan tugas RSUD;
e. Penyelenggaraan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi pelaksanaan
tugas RSUD dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) atau
instansi terkait;
f. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia
(SDM) RSUD;
g. Memberikan saran, pertimbangan dan pendapat kepada atasan;
h. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;
i.
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh Bupati sesuai
dengan bidang tugasnya.
Sub Bagian Tata Usaha
Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian
Tata Usaha yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara. Kepala Sub
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan memimpin,
merencanakan, mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan
bawahannya, pembinaan dan pelayanan teknis administrasi perencanaan,
kepegawaian, keuangan, rumah tangga dan perlengkapan kepada seluruh
satuan organisasi dalam lingkungan RSUD-KLU.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
63
Dalam melaksanakan tugas pokok di atas, Sub Bagian Tata Usaha
menyelenggarakan
fungsi
a. Pengkoordinasian
:
Pelaksanaan
penyususan
Rencana
Strategis,
Rencana Kerja Tahunan dan Penetapan Kinerja Lingkup RSUD;
b. Pengkoordinasian
Pelaksanaan
Anggaran/Dokumen
penyusunan
Pelaksanaan
Anggaran
Rencana
(RKA/DPA)
Kerja
dan
Program Kerja RSUD;
c. Pelaksanaan pelayanan teknis administratif kepada seluruh Unit Kerja
Lingkup RSUD;
d. Penyiapan sarana dan prasarana kerja lingkup RSUD;
e. Penyiapan vahan perumusan pedoman dan petunjuk tata laksana
administrasi umum;
f. Pengkoordinasian pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan
Penyusunan Standar Operasional Prosedur/ Tetap (SOP/Protap)
Pelaksanaan Kegiatan Lingkup RSUD;
g. Perumusan dan Penjabaran kebijakan teknis dan penyelenggaraan
administrasi umum, perencanaan, keuangan, kepegawaian dan
perlengkapan;
h. Pengkoordinasian penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) lingkup RSUD;
i. Pelaksanaan pengkoordinasian tugas Satuan Pemegang Kas dan
Bendaharawan Barang lingkup RSUD;
j. Pelaksanaan Koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi penyelenggaraan
tugas kesekretariatan/ ketatausahaan dengan satuan kerja perangkat
daerah (SKPD) dan atau instansi terkait;
k. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas
Kesekretariatan;
l. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
64
dengan bidang tugasnya.
Ada 3 (tiga) Koordinator yang berada dibawah Sub Bagian Tata Usaha dan
bertanggungjawab langsung yaitu; Bagian Administrasi Umum dan
Kepegawaian;
Bagian
Perencanaan
dan
Pelaporan;
serta
bagian
Administrasi Keuangan dan Rekam Medik. Adapun tugas pokok dan
fungsi dari masing-masing Koordinator yang ada dibawah koordinasi Sub
Bagian Tata Usaha
Utara
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
berdasarkan
SK
Direktur
RSUD-KLU
Nomor
001/01/RSUD-KLU/X/2013 adalah sebagai berikut :

Koordinator Administrasi Umum dan Kepegawaian
Koordinator Administrasi Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas
pokok Membantu Kepala Sub Bagian Tata Usaha dalam menjalankan
urusan
Adminsitrasi
Umum
dan
Kepegawaian
yaitu
melakukan
pengelolaan ketatausahaan, rumah tangga dan pembinaan serta pengurusan
administrasi umum kepegawaian dan perjalanan Dinas di lingkungan
Rumah Sakit.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Koordinator Administrasi Umum dan
Kepegawaian mempunyai fungsi :
a.
Penyusunan
Rencana
Kerja
Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan
Anggaran (RKA/DPA) serta Program Kerja Administrasi Umum dan
Kepegawaian;
b.
Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis pengelolaan
administrasi kepegawaian, rumah tangga, protokol dan perlengkapan;
c. Penyiapan
bahan
koordinasi
dan
konsultasi
penyelenggaraan
administrasi kepegawaian, rumah tangga, protokol, perlengkapan dan
perjalanan dinas lingkup RSUD;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
65
d.
Pengumpulan, pengolahan dan analisa data kepegawaian dan
kebutuhan pegawai serta perlengkapannya lingkup RSUD;
e.
Penyusunan
dan
Pendokumentasian
urusan
surat
menyurat
dilingkungan RSUD sesuai peraturan peundang-undangan yang
berlaku;
f.
Pelaksanaan
Penyimpanan,
Pemeliharaan
dan
Pendistribusian
perlengkapan inventaris kantor sesuai peraturan peundang-undangan yang
berlaku;
g. Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan Pegawai
Negeri Sipil dan Non Pegawai Negeri Sipil lingkup RSUD;
h. Pengkoordinasian
pelaksanaan
Bendahara Pengeluaran
tugas
Bendahara
Penerimaan,
& Pengurus Barang;
i. Pelaksanaan monitoring, evaluasi & pelaporan pelaksanaan tugas
Administrasi Umum dan Kepegawaian;
j. Pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan administrasi kepegawaian
lingkup Dinas sesuai Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku;
k. Penyiapan bahan penyusunan Standar Pelayanan Minimal dan Standar
Operasional Prosedur/ Prosedur Tetap (SP dan SOP/Protap) dalam
pelaksanaan
kegiatan
Koordinator
Administrasi
Umum
dan
Kepegawaian;
l. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya.

Koordinator Perencanaan dan Pelaporan
Koordinator Perencanaan dan Pelaporan mempunyai tugas pokok
membantu Kepala Sub Bagian Tata Usaha dalam urusan Perencanaan
dan Pelaporan antara lain melaksanakan dan mempersiapkan
penyusunan perencanaan dan program kerja tahunan rumah sakit,
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
66
menyiapkan bahan kebijakan teknis perencanaan, evaluasi pelaksanaan
program/kegiatan di lingkungan RSUD-KLU.
Untuk melaksanakan tugas pokok, Koordinator Perencanaan dan
Pelaporan mempunyai fungsi:
a.
Penyiapan bahan penyusunan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan Program Kerja lingkup
RSUD;
b.
Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis di bidang Program
Perencanaan dan Pelaporan;
c.
Penyiapan Bahan Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) dan
Rencana Kerja Tahunan (RKT) serta Penetapan Kinerja (Tapkin)
Lingkup RSUD;
d.
Pengumpulan, pengolahan dan analisa data dalam rangka penyusunan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) lingkup
RSUD, sesuai Perundang - Undangan yang berlaku;
e.
Penyiapan bahan koordinasi penyusunan Standar Pelayanan Minimal
(SPM)
dan
Standar
Operasional
Prosedur/
Prosedur
Tetap
(SOP/Protap) pelaksanaan kegiatan lingkup RSUD;
f.
Penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi Perencanaan dan
Pelaporan lingkup RSUD;
g.
Pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan administrasi perencanaan
lingkup RSUD sesuai ketentuan yang berlaku;
h.
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas
perencanaan;
i.
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
67

Koordinator Adminstrasi Keuangan dan Rekam Medik
Koordinator Administrasi Keuangan dan Rekam Medik berada di bawah
dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
Koordinator Administrasi Keuangan dan Rekam Medik mempunyai tugas
pokok membantu Kepala Sub Bagian Tata Usaha dalam menjalankan
urusan administrasi keuangan yaitu; melaksanakan penyusunan anggaran
program
kerja,
pengelolaan
administrasi
keuangan
rutin,
urusan
pembukuan dan menyusun pertanggung jawaban, urusan perbendaharaan
anggaran belanja RSUD serta pembinaan administrasi keuangan,
pembangunan serta kegiatan Reka Medik di lingkungan RSUD.
Dalam melaksanakan tugas pokok Koordinator Administrasi Keuangan
dan Rekam Medik mempunyai fungsi :
a.
Penyusunan Program Kerja dan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) serta Program Kerja Adminstrasi
Keuangan dan Rekam Medik;
b.
Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis dibidang pengelolaan
keuangan;
c.
Penyiapan bahan perumusan dan penjabaran kebijakan teknis di
bidang penyusunan anggaran, perbendaharaan, penatausahaan dan
pertanggungjawaban keuangan lingkup RSUD;
d.
Pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka analisa pelaksanaan
anggaran, perbendaharaan, pembukuan dan verifikasi lingkup RSUD;
e.
Pengkoordinasian pelaksanaan tugas Satuan Pemegang Kas yang
terdiri atas Pemegang Kas (PK) dan Pembantu Pemegang Kas (PPK);
f.
Pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan administrasi keuangan dan
Rekam
Medik
lingkup
RSUD
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
68
sesuai
sesuai
peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
g.
Pengkoordinasian penyusunan pelaporan keuangan dan pelaksanaan
kegiatan lingkup RSUD;
h.
Penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi pengelolaan keuangan
dan Rekam Medik termasuk membuat jadwal kerja petugas RM/ loket
lingkup RSUD;
i.
Pelaksanaan Monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas
Administrasi Keuangan dan Rekam Medik;
j.
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya.
Seksi Pelayanan Medik Dan Keperawatan
Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan dipimpin oleh seorang
Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara.
Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan mempunyai tugas pokok
memimpin
dan
mengkoordinasikan
kebutuhan
pekayanan
medik,
pelayanan asuhan keperawatan serta kegiatan pendidikan dan pelatihan,
penyuluhan kesehatan, pemantauan penggunaan fasilitas pelayanan medik,
pengawasan dan pengendalian penerimaan serta pemulangan pasien.
Dalam melaksanakan tugasnya Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan
mempunyai fungsi;
a.
Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang pelayanan
medik dan keperawatan;
b.
Menyusun rencana pelaksanaan program dan petnjuk teknis dibidang
pelayanan medik dan keperawatan;
c.
Menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
69
instansi lain dibidang pelayanan medik dan keperawatan;
d.
Menyiapkan bahan pengawasan dan pengendalian dibidang pelayanan
medik dan keperawatan;
e.
Melaksanakan koordinasi dan penyusunan semua kebutuhan dibidang
pelayanan medik dan keperawatan;
f.
Melaksanakan
dan
memantau
penggunaan
fasilitas
kegiatan
pelayanan medik dan keperawatan;
g.
Melaksanakan kegiatan promosi kesehatan dan pelayanan asuhan
keperawatan;
h.
Mengawasi dan mengendalikan penerimaan pasien pada instalasi
yang langsung menangani pasien;
i.
Mengawasi dan mengendalikan pemulangan pasien;
j.
Pelaksanaan pengawasan, pengendalian, monitoring dan evaluasi
serta pelaporan dibidang pelayanan medic dan keperawatan;
k.
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh Direktur sesuai
dengan bidang tugasnya.
Dalam
melaksanakan
tugasnya
Seksi
Pelayanan
Medik
dan
Keperawatan membawahi atau dibantu oleh 3 koordinator berdasarkan SK
Direktur RSUD-KLU Nomor 001/01/RSUD-KLU/XII/2013 tertanggal 23
Desember 2013 tentang Penetapan Koordinator RSUD-KLU yaitu;
Koordinator
Pelayanan
Pengembangan
Medis;
Pemeliharaan
Mutu
Ketenagaan
Koordinator
Pelayanan
dan
Pemeliharaan
Pengembangan
Keperawatan
Ketenagaan
dan
Mutu
dan
Koordinator
Pemeliharaan dan Pengembangan Fasilitas pelayanan Medis dan
Keperawatan. Masing-masing koordinator mempunyai tugas dan fungsi
sebagai berikut :
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
70
 Koordinator Pengembangan Ketenagaan dan Pemeliharaan Mutu
Pelayanan Medik
Koordinator Pengembangan Ketenagaan dan Pemeliharaan Mutu
Pelayanan Medik memiliki tugas pokok membantu Kepala Seksi
Pelayanan Medik dalam urusan pengembangan ketenagaan dan
pemeliharaan mutu pelayanan medis dan menyelenggarakan fungsi
sebagai berikut :
a. Penyusunan Program Kerja dan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) serta Program Kerja Pel;ayanan
Medik;
b. Penyiapan vahan rumusan kebijakan teknis dibidang Pelayanan Medis
dan Pemeliharaan Mutu Pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku;
c. Penyiapan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisai pelaksanaan
tugas medis dengan atasan dan unit pelayanan terkait dalam rangka
keterpaduan dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan Pelayanan Medik
dan Pemeliharaan Pelayanan Medik;
d. Penyiapan bahan penilaian dan pengendalian pelaksanaan Pelayanan
Medik dan Mutu Pelayanan Medik melalui Penilaian Kinerja lingkup
RSUD sesuai ketentuan yang berlaku;
e. Penyiapan bahan rumusan dan penetapan pedoman, norma, standar
prosedur dan kriteria dibidang Pelayanan Medik dan Mutu Pelayanan
Medik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
f. Penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan standar pelayanan
minimal (SPM) dan standar operasional prosedur (SOP) Pelayanan
Medik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
g. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Pelayanan
Medik dan Mutu Pelayanan Medik sesuai ketentuan yang berlaku;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
71
h. Pelaksanaan, pengumpulan, pengolahan dan analisa data pengelolaan
kegiatan Pelayanan Medik dan Mutu Pelayanan Medik;
i. Pengkajian, perencanaan kebutuhan tenaga medis dan memberikan
pertimbangan teknis Pelayanan Medik dan Pemeliharaan Mutu
Pelayanan Medik kepada atasan;
j. Menyiapkan bahan pembinaan dan bimbingan teknis Tenaga Medis
dalam menjaga Mutu Pelayanan Medis sesuai ketentuan yang berlaku;
k. Penyusunan Jadwal Piket dokter spesialis, dokter umum dan dokter
gigi dalam penyelenggaraan pelayanan medis;
l. Koordinasi dan fasilitasi pelayanan medis, pengendalian mutu
pelayanan medis, penerimaan dan pemulangan pasien pada rawat inap
maupun rawat jalan Rumah Sakit;
m. Pelaksanaan monotoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas
Pelayanan Medik dan Mutu Pelayanan Medik;
n. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya.
Koordinator Pengembangan Ketenagaan dan Pemeliharaan Mutu
Pelayanan Keperawatan
Koordinator Pengembangan Ketenagaan dan Pemeliharaan Mutu
Pelayanan Keperawatan memiliki tugas pokok membantu Kepala Seksi
Pelayanan
Medik
dalam
urusan
pengembangan
ketenagaan
dan
pemeliharaan mutu pelayanan asuhan keperawatan dan menyelenggarakan
fungsi sebagai berikut :
a.
Penyusunan Program Kerja dan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) serta Program Kerja Pelayanan
Asuhan Keperawatan;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
72
b.
Penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dibidang Pelayanan
Asuhan Keperawatan dan Pemeliharaan Mutu Asuhan Keperawatan
sesuai ketentuan yang berlaku;
c.
Penyiapan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisai pelaksanaan
tugas Perawat dan Bidan dengan atasan dan unit pelayanan terkait
dalam rangka keterpaduan dan sinkronisasi pelaksanaan Pelayanan
Asuhan Keperawatan dan Pemeliharaan Mutu Pelayanan Asuhan
Keperawatan;
d.
Penyiapan bahan penilaian dan pengendalian Pelayanan Keperawatan
dan
Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan melalui Penilaian
Kinerja Perawat dan Bidan RSUD sesuai ketentuan yang berlaku;
e.
Penyiapan bahan rumusan dan penetapan pedoman, norma, standar
prosedur dan kriteria Pelayanan Asuhan Keperawatan
dan
Pemeliharaan Mutu Pelayanan/Asuhan Keperawatan sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
f.
Penyiapan bahan dan koordinasi penyusunan standar pelayanan
minimal (SPM) dan standar operasional prosedur (SOP) Pelayanan
Asuhan Keperawatan sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
g.
Pembinaan,
pengawasan
Keperawatan
untuk
dan
pengendalian
memelihara
Mutu
Pelayanan/Asuhan
Pelayanan/Asuhan
Keperawatan sesuai ketentuan yang berlaku;
h.
Pelaksanaan, pengumpulan, pengolahan dan analisa data pengelolaan
Pelayanan/Asuhan
Keperawatan
dan
pemeliharaan
Mutu
Pelayanan/Asuhan Keperawatan;
i.
Pengkajian, perencanaan kebutuhan tenaga Perawat dan Bidan serta
memberikan pertimbangan teknis pengelolaan Pelayanan Asuhan
Keperawatan dan Pemeliharaan Mutu Asuhan Keperawatan kepada
atasan;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
73
j.
Menyiapkan bahan pembinaan dan bimbingan teknis Pelayanan
Asuhan Keperawatan dan pemeliharaan Mutu Pelayanan/Asuhan
Keperawatan sesuai ketentuan yang berlaku;
k.
Penyusunan Jadwal Piket Perawat dan Bidan dengan Kepala Ruangan
dalam penyelenggaraan pelayanan Asuhan Keperawatan;
l.
Koordinasi dan fasilitasi Asuhan Keperawatan dan pengendalian
mutu Asuhan Keperawatan lingkup RSUD;
m. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan tugas Pelayanan
Asuhan Keperawatan dan Mutu Pelayanan Asuhan Keperawatan;
n.
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya.

Koordinator
Pemeliharaan
dan
Pengembangan
Fasilitas
Pelayanan Medis dan Keperawatan
Koordinator Pemeliharaan dan Pengembangan Fasilitas Pelayanan Medis
dan Keperawatan memiliki tugas pokok membantu Kepala Seksi Pelayanan
Medik dalam urusan Pemeliharaan dan Pengembangan Fasilitas Pelayanan
Medis dan Keperawatan dan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a.
Penyusunan Program Kerja dan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan
Anggaran
(RKA/DPA)
serta
Program
Kerja
Pemeliharaan dan Pengembangan Fasilitas Pelayanan Medis dan
Keperawatan;
b.
Penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dibidang Pemeliharaan
dan Pengembangan Fasilitas Pelayanan Medis dan Keperawatan
sesuai ketentuan yang berlaku;
c.
Penyiapan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisai pelaksanaan
tugas Perawat dan Bidan dengan atasan dan unit pelayanan terkait
dalam rangka keterpaduan dan sinkronisasi peralatan medis dan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
74
keperawatan untuk standarisasi alat lingkup Pelayanan Medik dan
Keperawatan;
d.
Penyiapan bahan penilaian dan pengendalian peralatan medis dan
keperawatan sesuai ketentuan yang berlaku;
e.
Penyiapan bahan rumusan dan penetapan pedoman, norma, standar
prosedur dan kriteria penggunaan peralatan medis dan keperawatan
sesuai peruntukannya;
f.
Pembinaan, pengawasan serta sosialisasi penggunaaan alat medis dan
Keperawatan
kepada
pelaksana
unit
pelayanan
medis
dan
keperawatan;
g.
Pengkajian, perencanaan kebutuhan alat medis dan keperawatan serta
memberikan pertimbangan teknis kebutuhan alat medis dan
Keperawatan kepada atasan;
h.
Koordinasi dan fasilitasi kebutuhan alat lingkup pelayanan medis dan
keperawatan;
i.
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan keadaan alat medis
dan keperawatan kepada atasan dan pengelola barang lingkup RSUD;
j.
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya.
Beberapa tugas pokok dan fungsi di bagian staf Pelayanan , yaitu :
a.
Menyiapkan kelengkapan SPPD ; berkas kelengkapan perjalanan
dinas (SPPD), surat perintah tugas (SPT) dan membuat Laporan Hasil
Perjalanan Dinas.
b. Menyiapkan kelengkapan pertemuan/ rapat ; Buku notulen, absensi/
daftar hadir dan membuat laporan hasil pertemuan.
c.
Menyiapkan kelengkapan berkas tenaga baru (tenaga fungsional) ;
dokter Spesialis/ dokter Umum untuk pengurusan surat ijin praktek
(SIP), perawat dan/ atau bidan untuk pengurusan surat tanda registrasi
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
75
(STR), surat ijin kerja (SIK) dan anggota persatuan perawat nasional
indonesia (PPNI).
d.
Membuat surat rekomendasi untuk dokter residen
e.
Membuat surat keterangan selesai masa bhakti/ surat keterangan
melaksanakan tugas (SMB/SMT) dokter Spesialis dan/ atau Umum.
f.
Membuat kelengkapan data
untuk ; Staf Fungsional (termasuk
pernah mengikuti Diklat dan data staf fungsional atas kepemilikan
SIP, STR, SIB dan SIK.
g.
Bidang Keuangan ; membuat analisa terhadap rencana kegiatan
anggaran yang bersumber dari APBN, APBD, APBDP dan RBA;
selanjutnya berkoordinasi dengan semua seksi dan koordinator terkait
eksekusi anggaran serta menyiapkan & membuat kelengkapan SPJ
h.
Menyiapkan kelengkapan berkas untuk pelaksanaan test/ interview
pegawai baru
i.
Menerima, menindaklanjuti dan Surat Masuk dan/ atau Surat Keluar.
j.
Menyiapkan berkas yang berhubungan dengan rumah sakit sebagai ;
badan layanan umum daerah (BLUD), kenaikan Kelas dan Akreditas
RS
k.
Pengelolaan Aula/ Ruang Pertemuan ; berkoordinasi dengan bagian/
koordinator Diklat untuk kepentingan ijin pemanfaatan/ pengunaan
Aula
l.
Membuat pencatatan dan pelaporan estándar pelayanan minimal
(SPM) termasuk pembuatan ceklist survei kepuasan
m. terkait sebagai bendahara bidang pelayanan ; mengeksekusi anggaran
DPA/ RBA, membuat SPJ dan membuar rencana kerja anggaran
(RKA)
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
76
Seksi Penunjang Medik
Seksi Penunjang Medik dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada
dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara.
Seksi
Penunjang
Medik
mempunyai
tugas
pokok
memimpin,
merencanakan, mengatur kebutuhan pelayanan penunjang medik,
melaksanakan kegiatan pengumpulan data, system informasi dan
manajemen rumah sakit (SIM-RS) .
Berikut ini adalah sekilas tentang SIM-RS yang berperan meng-input
terutama kaitannya dengan klaim BPJS sebagai berikut :
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS)
a.
Jaringan Komputer RSUD KLU
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
77
b.

Modul SIMRS GOS
Modul Registrasi Pasien
Modul registrasi pasien berfungsi untuk menangani masalah pendaftaran
pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap, pendaftaran pasien dapat pula
dilakukan melalui telepon dan atau datang langsung. Secara garis besar
didalam modul ini terdapat beberapa fitur diantaranya adalah:
1. Melakukan registrasi pasien;
2. Mendaftar pasien baru;
3. Mencetak kartu pasien
4. Melihat biodata pasien;
5. Sensus pasien sesuai dengan fisik ruangan (real time), catatan
keperawatan (EMR);
6. Mengelola aktifitas pasien selama dalam ruang rawat;
7. Mengelola pemulangan pasien discharge;

Modul Rawat Inap
Modul rawat inap berfungsi untuk merekam semua pelayanan dirawat inap
dari pasien masuk sampai keluar dari rawat inap dengan segala kondisi.
Fungsi-fungsi minimal yang tersedia pada sub sistem ini:
1. Terhubung dengan modul pendaftaran;
2. Sensus pasien sesuai dengan fisik ruangan (real time), catatan
kepegawaian (EMR);
3. Mengelola aktifitas pasien selama dalam ruang rawat;
4. Mengelola pemindahan pasien / transfer;

Modul Rawat Jalan
Modul rawat jalan berfungsi untuk merekam semua pelayanan dirawat
jalan mulai dari kunjungan pasien ke poliklinik yang dituju sampai dengan
pasien selesai dilayani. Fungsi-fungsi minimal yang tersedia pada sub
sistem ini:
1. Terhubung dengan modul pendaftaran;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
78
2. Mengelola aktifitas pasien selama dipoliklinik;
3. Menampilkan history pasien.

Modul Rawat Darurat
Modul Rawat darurat berfungsi untuk memudahkan merekam kunjungan
pasien rawat darurat, tindakan rawat darurat serta diagnosis rawat darurat.
Fungsi-fungsi minimal yang tersedia pada sub sistem ini :
1. Terhubung dengan modul pendaftaran;
2. Sensus pasien sesuai dengan fisik ruangan (real time), catatan
keperawatan (EMR);
3. Mengelola aktifitas pasien selama dalam ruang rawat;
4. Mengelola pemulangan pasien discharge;
5. Menampilkan History pasien

Modul Rekam Medik
Modul rekam medik diharapkan akan memudahkan dan merapikan
pembuatan data rekam medis pasien serta menggunakan standar kodefikasi
yang berlaku, sehingga mudah untuk dicari dan digunakan kembali, serta
memudahkan pembuatan laporan sesuai kebutuhan. Fungsi-fungsi minimal
yang tersedia pada sub sistem ini :
1. Terhubung dengan seluruh sistem yang terdapat pada front office;
2. Dapat menyajikan semua data/ informasi klinis pasien yang tersimpan
dalam repositori data;
3. Dapat digunakan untuk mengelola catatan medis di setiap workstation
poliklinik,ruang
perawatan, dan manajemen direktorat pelayanan;
4. Dapat digunakan oleh petugas medis berikutnya (dokter dan perawat)
untuk melihat rekam EMR mencakup catatan keperawatan dan catatan
medis lainnya.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
79

Modul Laboratorium
Modul laboratorium mengelola aktifitas-aktifitas yang terjadi pada bagian
laboratoium seperti
pendaftaran laboratorium, pembayaran, pembatalan transaksi, dan entry
hasil pemeriksaan
laboratorium. Fungsi-fungsi minimal yang tersedia pada sub sistem ini :
1. Tehubung dengan sub sistem pendaftaran;
2. Pencatatan hasil pemeriksaan laboratorium;
3. Terhubung dengan modul billing;

Modul Farmasi dan Apotek
Modul Farmasi dan Apotik mengelola aktifitas-aktifitas yang terjadi pada
bagian Farmasi dan Apotik. Fungsi-fungsi minimal yang tersedia pada sub
sistem ini :
1. Layanan Racikan;
2. Resep rawat inap;
3. Keterhubungan dengan billing system

Modul Keperawatan
Modul untuk mengelola aktifitas keperawatan, minimal yang tersedia pada
sub sistem ini :
1. Asuhan keperawatan;
2. Pelayanan Keperawatan.

Modul Keuangan
Modul Keuangan adalah salah satu modul untuk menghasilkan dan
mendokumentasikan data dan laporan keuangan yang diintegrasikan
dengan modul/unit lain dalam rumah sakit. Modul ini diharapkan akan
memberikan informasi mengenai pendapatan rumah sakit.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
80
c. Komputer dan server yang dimiliki RSUD KLU untuk menjalankan
SIMRS GOS
1. Komputer server 2
-
1 Sebagai server utama
-
1 sebagai backup server utama
2. Komputer Client ( diluar Komputer bagian Manajemen)
-
3 komputer register pasien
-
4 komputer rawat inap
-
7 Komputer rawat jalan
-
1 komputer Rawat darurat
-
1 Komputer Rekam medik
-
1 Komputer Labolatorium
-
1 Komputer Radiologi
-
2 Komputer Apotek
3 Komputer Keuangan
Tugas Seksi Penunjang Medik
Dalam
melaksanakan
tugasnya
Seksi
Penunjang
Medik
menyelenggarakan fungsi;
a. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis dibidang penunjang
medik;
b. Menyusun rencana pelaksanaan program & petnjuk teknis dibidang
penjang medik;
c. Menyiapkan bahan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan
instansi lain dibidang pepenunjang medik;
d. Menyiapkan
bahan
pengawasan
dan
pengendalian
dibidang
penunjang medik;
e.
Merencanakan dan melaksanakan pemenuhan kebutuhan pelayanan;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
81
f. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan pemeliharaan
sarana dan prasarana fisik gedung, perlengkapan dan pemeliharaan
peralatan elektromedis;
g. Melaksanakan pengawasan dan pengamanan lingkungan yang
meliputi kegiatan pengelolaan sanitasi kesehatan lingkungan,
kebersihan, pengawasan dan pengamanan lingkungan rumah sakit;
h. Pelaksanaan pengawasan, pengendalian, monitoring dan evaluasi
serta pelaporan dibidang penunjang medik;
i. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh Direktur sesuai
dengan bidang tugasnya.
Dalam melaksanakan tugasnya Seksi Penunjang Medik membawahi
atau dibantu oleh 3 koordinator berdasarkan SK Direktur RSUD-KLU
Nomor 001/01/RSUD-KLU/XII/2013 tertanggal 23 Desember 2013
tentang Penetapan Koordinator RSUD-KLU yaitu; Koordinator Penunjang
Diagnostik,
Non
Diagnostik
dan
Kefarmasian;
Koordinator
Pendidikan,Penelitian dan Pemasaran; dan Koordinator Kemanan,
Kebersihan
dan
Pengembangan
Ketenagaan
Penunjang
Medik.
Masing-masing koordinator mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

Koordinator Penunjang Diagnostik, Non Diagnostik dan
Kefarmasian
Koordinator Penunjang Diagnostik,Non Diagnostik dan Kefarmasian
memiliki tugas pokok membantu Kepala Seksi Penunjang Medik dalam
urusan Penunjang Diagnostik,Non Diagnostik dan Kefarmasian dan
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a.
Penyusunan Program Kerja dan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) serta Program Kerja Penunjang
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
82
Diagnostik,Non Diagnostik dan Kefarmasian;
b.
Penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dibidang Pelayanan
Penunjang Diagnostik,Non Diagnostik dan Kefarmasian sesuai
ketentuan yang berlaku;
c.
Penyiapan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisai kebutuhan
Penunjang Diagnostik,Non Diagnostik dan Kefarmasian dengan atasan
dan unit pelayanan terkait lingkup Pelayanan Penunjang Medik;
d.
Penyiapan bahan penilaian dan pengendalian pelayanan Penunjang
Diagnostik,Non Diagnostik dan Kefarmasian sesuai ketentuan yang
berlaku;
e.
Penyiapan bahan rumusan dan penetapan pedoman, norma, standar
prosedur dan kriteria pelayanan Penunjang Diagnostik,Non Diagnostik
dan Kefarmasian;
f.
Pembinaan dan pengawasan pelayanan Penunjang Diagnostik,Non
Diagnostik dan Kefarmasian;
g.
Pengkajian,
perencanaan
kebutuhan
pelayanan
Penunjang
Diagnostik,Non Diagnostik dan Kefarmasian kepada atasan;
h.
Koordinasi
dan
fasilitasi
kebutuhan
Pelayanan
Penunjang
Diagnostik,Non Diagnostik dan Kefarmasian;
i.
Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan Pelayanan Penunjang
Diagnostik, Non Diagnostik dan Kefarmasian kepada atasan;
j.
Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya.

Koordinator
Pendidikan,
Pelatihan,
Penelitian
dan
Pemasaran
Koordinator Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran memiliki
tugas pokok membantu Kepala Seksi Penunjang Medik dalam urusan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
83
Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran lingkup RSUD serta
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a.
Penyusunan Program Kerja dan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan
Anggaran (RKA/DPA) serta Program Kerja
Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan
b.
Pemasaran;
Penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dibidang Pendidikan,
Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran lingkup RSUD sesuai ketentuan
yang berlaku;
c.
Penyiapan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisai pelaksanaan
Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran lingkup RSUD;
d.
Penyiapan
bahan
pelaksanaan,
penilaian
dan
pengendalian
pelaksanaan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran lingkup
RSUD sesuai ketentuan yang berlaku;
e.
Penyiapan bahan rumusan dan penetapan pedoman, norma, standar
prosedur dan kriteria pelaksanaan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian
dan Pemasaran sesuai ketentuan yang berlaku;
f.
Penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar pelayanan (SP) da
standar operasional prosedur/ prosedur tetap (SOP/Protap) dalam
pelaksanaan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran lingkup
RSUD sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku;
g. Pembinaan dan pengawasan pelayanan pelaksanaan Pendidikan,
Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran lingkup RSUD sesuai ketentuan
yang berlaku;
h. Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, dan analisa data pengelolaan
kegiatan pelaksanaan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran
lingkup RSUD;
i. Koordinasi dan fasilitasi dan pengendalian Mutu Pendidikan,
Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran Rumah Sakit;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
84
j. Pelaksanaan
monitoring,
evaluasi
dan
pelaporan
Pelayanan
pelaksanaan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran lingkup
RSUD;
k. Melaksanakan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya;
 Koordinator
Keamanan,
Kebersihan,
Loundry,
Dapur
dan
Pengembangan Ketenagaan Penunjang Medik
Koordinator Keamanan, Kebersihan, Loundry, Dapur dan Pengembangan
Ketenagaan Penunjang Medik memiliki tugas pokok membantu Kepala
Seksi Penunjang Medik dalam urusan Keamanan, Kebersihan, Loundry,
Dapur dan Pengembangan Ketenagaan Penunjang Medik lingkup RSUD
serta menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan Program Kerja dan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan
Keamanan,
Anggaran (RKA/DPA) serta Program Kerja
Kebersihan,
Loundry,
Dapur
dan
Pengembangan
Ketenagaan Penunjang Medik;
b. Penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dibidang Keamanan,
Kebersihan, Loundry, Dapur dan Pengembangan Ketenagaan
Penunjang Medik sesuai ketentuan yang berlaku;
c. Penyiapan bahan koordinasi, informasi dan sinkronisai pelaksanaan
tugas Keamanan, Kebersihan, Loundry, Dapur dan Pengembangan
Ketenagaan Penunjang Medik dengan atasan dan kepada unit
pelayanan terkait dalam rangka keterpaduan dan sinkronisasi
pelaksanaan kegiatan pelayanan lingkup RSUD;
d. Penyiapan
bahan
pelaksanaan,
penilaian
dan
pengendalian
pelaksanaan Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan Pemasaran lingkup
RSUD sesuai ketentuan yang berlaku;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
85
e. Penyiapan bahan rumusan dan penetapan pedoman, norma, standar
prosedur dan kriteria Keamanan, Kebersihan, Loundry, Dapur dan
Pengembangan Ketenagaan Penunjang Medik sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
f. Penyiapan bahan koordinasi penyusunan standar pelayanan (SP) dan
standar operasional prosedur/ prosedur tetap (SOP/Protap) dalam
lingkup Keamanan, Kebersihan, Loundry, Dapur dan Pengembangan
Ketenagaan Penunjang Medik sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku;
g. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan Keamanan,
Kebersihan, Loundry, Dapur dan Pengembangan Ketenagaan
Penunjang Medik sesuai ketentuan yang berlaku;
h. Pelaksanaan pengumpulan, pengolahan, dan analisa data pengelolaan
Keamanan,
Kebersihan,
Loundry,
Dapur
dan
Pengembangan
Ketenagaan Penunjang Medik;
i. Pengkajian
Kebersihan,
dan
Perencanaan
Loundry,
Dapur
Kebutuhan
dan
tenaga
Keamanan,
Pengembangan
Ketenagaan
Penunjang Medik serta memberikan pertimbangan teknis kapada
atasan;
j. Penyiapan vahan pembinaan dan bimbingan teknis tenaga Keamanan,
Kebersihan,
Loundry,
Dapur
dan
Pengembangan
Ketenagaan
Penunjang Medik sesuai ketentuan yang berlaku;
k. Pengkoordinasian jadwal piket tenaga Keamanan, Kebersihan,
Loundry dan Dapur dengan penanggungjawab yang telah ditunjuk;
l. Koordinasi fasilitasi kebutuhan Keamanan, Kebersihan, Loundry dan
Dapur dengan pimpinan;
m. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan terhadap kegiatan
Keamanan,
Kebersihan,
Loundry,
Ketenagaan Penunjang Medik;
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
86
Dapur
dan
Pengembangan
n. Melaksanakan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh atasan sesuai
dengan bidang tugasnya;
Unit-Unit Non Struktural
Unit-unit Non Struktural RSUD-KLU terdiri dari Satuan Pemeriksa
Internal (SPI), Komite Medik, Staf Medik Fungsional (SMF) dan Instalasi.

SATUAN PEMERIKSA INTERNAL (SPI)
Satuan Pemeriksa Internal (SPI) adalah kelompok fungsional yang
bertugas melaksanakan pemeriksaan terhadap pengelolaan sumber daya
rumah sakit, ditetapkan dan dibentuk oleh direktur yang berada dibawah
dan bertanggungjawab kepada direktur.

KOMITE MEDIK
Komite Medik termasuk didalamnya Komite Keperawatan adalah wadah
non struktural yang terdiri dari tenaga ahli atau profesi. Wadah ini
dibentuk untuk memberikan pertimbangan strategis kepada direktur
dalam rangka peningkatan dan pengembangan pelayanan rumah sakit.
Pembentukan Komite ditetapkan oleh direktur, sekurang-kurangnya
terdiri dari Komite Medik serta Komite Etik dan Hukum yang dipimpin
oleh seorang Ketua serta diangkat dan diberhentikan oleh direktur dengan
masa kerja selama 3 (tiga) tahun.
 STAF MEDIK FUNGSIONAL
Staf Medik Fungsional (SMF) adalah kelompok dokter yang bekerja
dibidang
medis dalam jabatan fungsional serta mempunyai tugas
melaksanakan diagnosa, pengobatan, pencegahan akibat penyakit,
peningkatan dan pemulihan kesehatan, penyuluhan sesuai dengan profesi
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
87
dan standar pelayanan medis.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pegawai negeri sipil
bertanggungjawab kepada Direktur, dalam etika dan mutu keprofesian
bertanggungjawab kepada komite medik serta dalam melaksanakan tugas
pelayanan bertanggungjawab kepada kepala instalasi.

INSTALASI
Instalasi adalah unit pelayanan non struktural yang menyediakan fasilitas
dan menyelenggarakan kegiatan pelayanan rumah sakit. Pembentukannya
ditetapkan oleh direktur sesuai kebutuhan rumah sakit, berada dibawah
dan bertanggungjawab kepada direktur serta dalam melaksanakan
tugasnya dibantu oleh tenaga fungsional dan / atau non medis.
Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan
sebagian tugas RSUD sesuai bidang keahliannya. Terdiri dari sejumlah
tenaga dalam jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok
sesuai dengan bidang keahliannya. Masing-masing kelompok ini dipimpin
oleh tenaga fungsional senior sebagai ketua kelompok yang berada
dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur. Jabatan fungsional ini
dibentuk berdasarkan kebutuhan dan beban kerja, dimana jenis dan
jenjang
jabatan
fungsional
diatur
sesuai
ketentuan
peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Kedudukan,Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Sakit
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor
964/898/DIKES/2010 diebutkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara adalah milik Pemerintah Daerah Kabupaten
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
88
Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat, berlokasi di Kecamatan
Tanjung dan disiapkan operasionlanya sebagai Rumah Sakit Type
D.Kedudukan
Rumah
Sakit
Umum
Daerah
Kabupaten
Lombok
Utara(RSUD-KLU) Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah pelayanan
kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati
melalui Sekretaris Daerah dan secara teknis operasional berkoordinasi
dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara. RSUD-KLU adalah
pendukung tugas Bupati dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan
daerah yang bersifat spesifik dibidang pelayanan kesehatan yang
mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :
a. Tugas RSUD-KLU :
Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung Kabupaten Lombok Utara
mempunyai tugas pokok dalam Pelayanan kesehatan rujukan dan
pelayanan medis spesialistik dasar. Adapun pelayanan kesehatan yang
dimaksud tersebut adalah melaksanakan upaya kesehatan secara
berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya
penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilaksanakan
secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan (promotif) dan
pencegahan (preventif) serta melaksanakan rujukan.
b. Fungsi
RSUD-KLU, adalah menyelenggarakan :
1. Pelayanan Medik
2. Pelayanan Penunjang Medik dan Non Medik
3. Pelayanan dan Asuhan Keperawatan dan Kebidanan
4. Pelayanan Rujukan
5. Pelayanan Gawat Darurat
6. Pelayanan Administrasi,Ketatausahaan dan Keuangan
7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
89
sesuai
dengan tugas dan fungsinya.
8.
2.3. Instalasi Pendukung.
Secara umum pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara didukung oleh beberapa fasilitas sebagai berikut :
1. Kendaraan Operasional :
a. Roda 4
=
6 Unit, (1 mobil direktur, 2 operasional & 3
ambulance )
b. Roda 2
= 3 Unit, (untuk Ka Subbag TU, Kasie Yan & Jang
Medik)
2. Sarana Komunikasi :
a. Telepon
= 1 Line b. Faximili = 1 Line
b. Pamflet, leaflet dan standing banner
3. Lain-lain
a. Prasarana Air
= Sumber Bor & PDAM
b. Tenaga Listrik
= PLN dan Generator Listrik KVA
c. Pengelolaan Limbah Cair =
IPAL
d. Pengelolaan Limbah Padat =
Incenerator
e. Mesin absensi elektronik
= 2 unit
f. Mesin antrian elektronik
= 3 unit
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
90
BAB IV
PENCAPAIAN KINERJA RSUD KABUPATEN LOMBOK UTARA
3.1. Pelayanan Unit Rawat Jalan
Gedung Baru/ Gedung A Bangunan Utama terdiri atas 2 lantai.
Instalasi rawat jalan (IRJ) posisinya pada lantai I, memiliki 8 Poliklinik
yang terdiri atas : Poli Mata (termasuk didalamnya melayani
pemeriksaan kaca mata (optic), Poli Anak( selanjutnya akan
berdampingan dengan Poli Tumbuh Kembang Anak), Poli Umum
(kedepan
akan
dilebur
&
difungsikan
sebagai
Poli
telinga-hidung-tenggorokan / THT), Poli Penyakit Dalam, Poli Gigi,
Poli Bedah, Poli Kebidanan dan Kandungan serta Ruang Konsultasi
SPOG. juga terdapat Ruang Pelayanan BPJS, Loket Pendaftaran Pasien
/Karcis( Kasir), Ruang Rekam Medis, Apotik, Ruang Komunikasi dan
Informasi (Lobby/Front Office) serta Kafetaria.
Untuk Ruangan belakang pada lantai I (Gedung C, Bangunan
Penunjang Medis 2 Lantai) ini difungsikan sebagai Ruang Bersalin,
Nifas dan Ruang Perinatologi (ICU/NICU), sementara Instalasi Bedah
Central belum berfungsi karena tangga dan lift menuju lantai 2 belum
selesai dikerjakan.
Untuk lantai 2 (lantai atas) gedung A Bangunan Utama ini adalah
ruang Hemodialisa, Rehabilitasi Medis dan ruang Manajemen.
Mengingat ketiadaan sumber daya dan alat khususnya Hemodialisa,
maka sementara semua ruangan difungsikan untuk kegiatan Manajemen.
Sedangkan Ruang Rehabilitasi Medis karena tidak efektifnya (pasien
tidak ribet untuk naik) ke tempat pelayanan maka pelayanan rehabilitasi
medis/ fisioterapi menggunakan gedung lama dekat ruang radiologi.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
91
Gambar Poliklinik
Sebelah kiri : Poli Mata, Anak /Tumbuh Kembang, dan Poli Peny
Dalam.
Sebelah kanan : Poli Gigi, Poli Bedah, Poli Kebidanan-Kandungan
dan Ruang Konsultasi
SPOG
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
92
Gambar Loket BPJS, Kasir, Rekam Medis & Apotik
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
93
Gambar Kafetaria
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
94
Bagan IV.1
ALUR PASIEN INSTALASI RAWAT JALAN
PASIEN DATANG
PASIEN UMUM
1. Membawa Rujukan/ tanpa rujukan
2. Membawa kartu berobat bagi pasien
baru
PASIEN ASKES/ BPJS
1. Membawa Rujukan dari Puskesmas
2. Membawa kartu peserta Askes/BPJS
& Foto Copy
3. Membawa Kartu berobat & menulis
Identitas Berobat bagi Peserta Baru
LOKET ANTRIAN ELEKTRONIK
(dipandu oleh Petugas)
LOKET KARCIS
LOKET ASKES/BPJS
RUANG TUNGGU POLI
YANG DITUJU
STATUS PASIEN SIAP
LOKET PENDAFTARAN
DI POLI
1. Pemeriksaan Penunjang
„- Laboratorium
„- Radiologi
2. Dikonsultasikan ke Poli lain
PEMERIKSAAN DOKTER
APOTIK
PASIEN PULANG
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
95
MASUK RUMAH SAKIT/
MRS (OPNAME)
Tabel 4
Kunjungan Pasien Rawat Jalan RSUD-KLU
Tahun 2012,2013, 2014, 2015 dan 2016
Tahun
BULAN
2012
2013
2014
2015
2016
Januari
1997
1061
1183
1094
1297
Februari
2028
880
1206
1148
1366
Maret
2012
1139
1048
1149
1304
April
1849
1565
1095
1145
1301
Mei
2371
1279
855
1090
1004
Juni
2324
1104
974
1146
1011
Juli
2261
1420
867
921
933
Agustus
2094
1642
1015
1274
1439
September
1613
1234
1220
1354
1486
Oktober
1656
1366
852
1238
1298
November
1631
1419
1321
1281
1196
Desember
1558
1104
1378
1221
1081
23.394
15.213
13.361
14.061
14.710
TOTAL
Sumber : Data Rekam Medis RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Total kunjungan pasien rawat jalan pada tahun 2016 berjumlah (14.710)
Jika dibandingkan dengan kunjungan pada tahun 2015 (14.061) dan 201
(13.361), maka kunjungan tahun 2016 mengalami peningkatan. Adapun urutan
kunjungan dari masing-masing tahun adalah sebagai berikut : Tahun 2012
(29%) , Tahun 2013 (19%), Tahun 2014 (17%), Tahun 2015 (17%), Tahun 2016
(18%) poli Lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
96
Grafik 1
GRAFIK KUNJUNGAN RAWAT JALAN
RSUD-KLU TAHUN 2012-2016
2016
2015
2014
2013
2012
14,710
14,061
Tahun
13,361
15,213
23,394
Dari tabel diatas menunjukkan bahwa kunjungan pasien pada tahun
2016 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2014 dan 2015.
Peningkatan kunjungan pasien rawat jalan rumah sakit dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti penambahan jumlah poli dan penambahan jumlah
dokter spesialis sehingga masyarakat yang datang berkunjung (berobat) ke
rumah sakit dapat memilih pelayanan kesehatan yang sesuai.
Jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya, pada tahun 2014
terdapat penurunan jumlah pasien berobat ke rumah sakit, kegiatan rumah
sakit sebagai Pelaksana Kesehatan Rujukan yang oleh pihak JKN-BPJS
membatasi jenis / kriteria penyakit (diagnosa) yang harus di rujuk oleh
puskesmas yaitu sebanyak 144 jenis penyakit, sehingga penyakit yang
bukan kategori rujukan tidak bisa di rujuk ke rumah sakit (kecuali pasien
umum).
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
97
Golongan Penyakit Terbanyak Unit Rawat Jalan
Golongan penyakit terbanyak untuk kunjungan unit rawat jalan pada
tahun 2016 seperti pada grafik berikut :
Grafik 2
GRAFIK 10 BESAR PENYAKIT RAWAT JALAN RSUD-KLU
TAHUN 2016
1103
925
780 768
734
608 597 596
548
405
Berdasarkan grafik sepuluh besar penyakit terbanyak rawat jalan
diatas jenis kunjungan penyakit tidak jauh berbeda dengan tahun
sebelumnya, namun jumlah kunjungan dari jenis item penyakit yang sama
selalu mengalami peningkatan jumlah kasus.
untuk periode 2 (dua) tahun, menunjukkan bahwa kunjungan kasus
pada tahun 2016 lebih pada kasus penyakit yang disebabkan oleh pola
hidup yaitu: Hipertensi, Diabetes Melitus, ISK, CHF, Soft Tissue Tumor
dan Bronkities, terjadi pergeseran dari kasus penyakit tidak menular
(PTM), yaitu ke penyakit yang ada hubungannya dengan penyakit menular
seperti Pneumonia dan Ispa.
Sedangkan pada grafik dibawah berikut ini adalah kunjungan rawat
jalan poli kebidanan dan kandungan pra-perawatan dan kunjungan rawat
jalan. Untuk pra-perawatan selain persalinan tunggal, ketuban pecah dini
menempati urutan kedua disusul kemudian perdarahan pasca persalinan,
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
98
abortus dan hipertensi akibat kehamilan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat
pada grafik di bawah ini.
Grafik 3
400
350
300
250
200
150
100
50
0
Persalinan…
Ketuban Pecah…
Pendarahan…
Abortus Medik
HT Akibat…
Persalinan…
Kehamilan…
Lahir Mati
Hipoksia…
Hidramnion
Plasenta Previa
Persalinan…
Persalinan…
Persalinan Dgn…
Eklampsia
Abortus Lainnya
Kehamilan yg…
KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN (POLI KANDUNGAN PRA
PERAWATAN )
BERDASARKAN JENIS PENYAKIT DI RSUD-KLU
TAHUN 2016
Series 1
Grafik 4
KUNJUNGAN PASIEN RAWAT JALAN (POLI KANDUNGAN)
BERDASARKAN JENIS PENYAKIT TAHUN 2016
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Series 1
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
99
3.2. Imunisasi Ibu Hamil
Berikut ini adalah data Poli Kandungan yang berhubungan dengan
pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT 1 dan TT 2 ) untuk ibu hamil
periode tahun 2014-2016, kunjungan pasien poli kandungan tahun 2016,
pasien datang mendapatkan imunisasi TT1 8 orang, TT2 6 orang ibu hamil
seperti terlihat pada Grafik dibawah ini :
Grafik 5
PELAYANAN IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI POLI
OBGYN
RSUD-KLU PERIODE TAHUN 2014-2016
2016
2015
2014
6
8
TT 2
12
8
10
TT 1
9
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
100
3.3. Kunjungan Rawat Jalan per- Poliklinik
Tabel 5
Kunjungan Poli Pasien Rawat Jalan Tahun 2016.
POLI
BLN
Total
Dalam
Anak
Obsgyn
Bedah
Gigi
Mata
Fisio T
Jan
497
199
213
178
67
104
39
1297
Peb
498
218
177
242
79
65
81
1360
Mar
448
231
151
188
63
70
153
1304
Apr
497
218
153
169
71
51
142
1301
Mei
374
153
136
61
52
93
135
1004
Juni
455
180
155
38
52
54
77
1011
Juli
349
168
161
74
40
61
80
933
Agst
522
254
189
161
60
133
120
1439
Sept
464
217
193
293
50
119
150
1486
Okt
457
137
174
241
44
118
127
1298
Nov
424
146
152
218
57
117
82
1196
Des
378
151
136
218
42
74
82
1081
5363
2272
1990
2081
677
1059
1268
14710
Total
Sumber : Data Rekam medis RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Grafik 6
Grafik Kunjungan Poli Rawat Jalan
RSUD-KLU Tahun 2016
Gigi
5%
Mata
7%
Fisio T
9%
Dalam
36%
Anak
15%
Bedah
14%
Obgyn
14%
Pada grafik di atas dapat kita lihat persentasi dari kunjungan pada
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
101
setiap Poli, dimana persentasi kunjungan terbanyak terdapat pada
kunjungan Poli Dalam dengan 5363 kunjungan (36 %), di susul Poli Anak
2272 kunjungan (15 %), Poli Bedah 2081 kunjungan (14 %), Poli Obgyn
1990 kunjungan (14 %), Fisio Teraphy 1269 kunjungan (9 %), Poli Mata
1059 kunjungan (7 %) dan Poli Gigi 677 Kunjungan (5 %).
pada tahun 2016 Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Lombok Utara
selain menambah jumlah tenaga dokter spesialis juga menambah jenis Poli
Perawatan Rawat Jalan yaitu Poli Fisio Teraphy, Meskipun saat ini
RSUD-KLU masih berada pada akreditasi/ tipe Rumah Sakit Kelas C,
dengan tambahan pelaksanaan kegiatan dengan adanya dokter Spesialis
Mata dan telah melaksanakan kegiatan antara lain kegiatan dan/ atau
baksos pemeriksaan mata, pembagian kaca mata dan operasi gratis pasien
katarak. Pada kenyataan sampai saat ini masih menggunakan tarif kelas D.
Untuk menyesuaikan tarif menunggu proses keluarnya SK Bupati tentang
Penyesuaian Tarif Rumah Sakit Kelas C, rumah sakit juga sedang
berbenah dengan melengkapi sarana dan prasarana, peralatan kesehatan
berdasarkan Permenkes Nomor 56 tahun 2014 tentang Klasifikasi Rumah
Sakit serta kelengkapan lainnya menuju rumah sakit yang terakreditasi.
Dengan keberadaan tenaga Refraksionis, maka kegiatan yang
berhubungan dengan pelayanan kaca mata sudah mulai dilakukan antara
lain : Pemeriksaan refraksionis, menetapkan ukuran anomali refraksi,
menerjemahkan resp kaca mata, menyelaraskan dan mengepaskan kaca
mata, pemeriksaan kaca mata, konsultasi kelainan fungsi penglihatan dan
kegiatan mata lainnya
Berikut ini adalah data yang berhubungan dengan pemeriksaan mata,
baik di Poliklinik mata maupun Ruang Operasi Mata tahun 2016 sebagai
berikut :
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
102
Grafik 7
KUNJUNGAN POLI MATA RSUD KLU
BERDASARKAN KASUS TERBANYAK
TAHUN 2016
537
405
328
211
91
82
38
34
32
27
Grafik 8
KASUS MATA DENGAN TINDAKAN PEMBEDAHAN
DI RUANG OK MATA RSUD-KLU TAHUN 2016
Granuloma
3%
Kalalium Hordeolum
3%
1%
Katarak
37%
Corpus Alienum
26%
Pteregium
30%
Dari kunjungan kasus poli mata berdasarkan kasus terbanyak pada
tahun 2016 maka yang paling tertinggi kasusnya adalah: katarak 537 kasus
(30 %), Konjugtifitis 405 kasus (23 %), Gangguan Refraksi 328 kasus (18
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
103
%), Glaukoma 91 kasus (12 %), Gangguan Kelopak Mata 82 kasus (5 %),
Ablasi dan Kerusakan Retina 38 kasus (5 %), Gangguan Sistem Orbita 34
kasus (2 %), Strabismus 32 kasus (2 %) dan Gangguan Retina lainnya 27
kasus (1 %).
Sedangkan kasus yang berhubungan dengan tindakan pembedahan di
ruang oprasi mata (OK mata) pada tahun 2016, kasus yang paling banyak
adalah: Katarak 50 kasus (37 %), Pteregium 40 kasus (30 %), Corpus
Alienum 35 kasus (26 %), Granuloma 4 kasus (3 %), Kalium 4 kasus (3
%) dan Hordeolum 1 kasus (1 %).
Pelayanan VCT
Voluntary Conseling and Testing (VCT) adalah salah satu bentuk
proses konseling pra testing, konseling post testing dan testing pasien HIV
secara sukarela yang bersifat conidental dan secara lebih dini membantu
orang mengetahui status HIV.
Berikut ini adalah data kunjungan pasien konseling dan test sukarela
HIV-AIDS ke klinik VCT RSUD-KLU selama periode tahun 2013-2016 :
Grafik 9
KUNJUNGAN PASIEN KONSELING & TES SUKARELA HIV-AIDS
KLINIK VCT RSUD-KLU PERIODE 2013-2016
2013
2014
2015
2016
52
51
34
34
24
24
14
12
3 3
1
L
P
12
3 3 4
POS (+)
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
104
1
NEG (-)
Dari total kunjungan 86 pasien konseling pada tahun 2016, berdasarkan
status gender/ jenis kelamin : Laki sebanyak 52 orang (60 %), Perempuan
34 orang (40 %). Dari total pemeriksaan tersebut sebanyak 86 orang, hasil
negatif 51 orang (68 %) dan 24 orang (32 %) dinyatakan hasil
pemeriksaan positif pada tahun 2016 dengan prediksi terjadi peningkatan
dari tahun – ketahun. Kasus ini diibaratkan fenomena gunung es, tampak
dipermukaan sedikit namun pada kenyataannya orang dengan HIV/AIDS
(ODHA) sangat banyak. Hal ini merupakan salah satu efek perkembangan
global, ilmu pengetahuan dan teknologi antara lain efek negatif
berkembangnya pariwisata apabila tidak didukung dengan penguatan
moral penduduk dengan tradisi adat-istiadat yang luhur sebagai cermin
budaya ketimuran. Adalah komitmen bersama baik pengambil kebijakan
(stakeholder) serta masyarakat untuk mengatasinya.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
105
3.4. Pelayanan Unit Gawat Darurat ( UGD )
ALUR PASIEN INSTALASI GAWAT DARURAT
PASIEN/PENGANTAR
LOKET PENDAFTARAN
TRIAGE
P1
PRIORITAS
1
P2
PRIORITAS
2
P3
PRIORITAS
3
KRS
PENUNJANG
RADIOLOGI
LABORATOTIUM
BANK DARAH
DEPO FARMASI
OBESERVASI
NGANTAR
MRS
OPERASI
LOKET PEMBAYARAN
KAMAR
JENAZAH
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
106
Kunjungan Pasien Unit Gawat Darurat
Tabel 6
Data Kunjungan Pasien IGD
RSUD-KLU Tahun 2012 s/d/ 2016.
T A H U N
BULAN
2012
2013
2014
2015
2016
Januari
716
636
625
542
415
Februari
607
644
615
460
467
Maret
721
708
580
453
530
April
765
669
528
459
502
Mei
905
659
562
474
492
Juni
798
725
478
407
475
Juli
845
722
513
496
564
Agustus
911
908
585
438
608
September
661
573
468
402
523
Oktober
705
629
505
361
579
November
661
587
477
361
544
Desember
732
629
496
392
532
Total
9027
8089
6432
5245
6231
Sumber : Data Rekam medis RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Berdasarkan table data 5 (lima) tahunan rata-rata kunjungan pertahun
lebih dari enam ribu (6000) kunjungan dari total kunjungan, berdasarkan
prosentase kunjungan priode 5 (lima) tahun dapat dirinci sebagai berikut :
tahun 2012 = 26 %; tahun 2013 = 23 %; tahun 2014 = 18 %, tahun 2015 =
15 % dan tahun 2016 = 18 %. Dari prosentase tersebut menunjukkan
bahwa kunjungan tertinggi berada pada tahun 2012 dan terendah pada
tahun 2015. Realisasi kunjungan seperti pada grafik 10 dibawah ini :
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
107
Grafik 10
GRAFIK KUNJUNGAN PASIEN IGD
RSUD-KLU TAHUN 2012-2016
2012
9027
2013
2014
2015
2016
8089
6432
6231
5245
Golongan Penyakit Terbanyak UGD ( Unit Gawat Darurat )
Grafik 11
GRAFIK 10 BESAR PENYAKIT
RSUD-KLU TAHUN 2016
Migen & Nyeri Kepala Lainnya
136
Cedera Intrakranial
141
155
DBD Dengue
167
Nyeri Perut & Panggul
175
Pneumonia
Dispepsia
249
Asma
251
392
Diare & Gastroenteritis
445
Dislokasi, Terkilir, Terenggang Daerah …
459
Demam Tifoid & Paratifoid
Berdasarkan Grafik di atas penyakit terbanyak untuk pelayanan unit
gawat darurat (UGD) pada tahun 2016 pada 10 (sepuluh) besar jenis
penyakit menunjukan kasus yang berfariasi, baik yang termasuk kategori
bukan penyakit menular maupun kategori penyakit menular.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
108
Untuk tahun 2016 kasus terbanyak berhubungan dengan perilaku dan
gaya hidup seperti Demam Tifoid, Diare, Asma, Demam Berdarah dll,
disusul kemudian penyakit yang berhubungan penyebab luar lainnya
seperti dislokasi (terkilir, terenggang daerah badan) dan cedera lainnya.
Grafik 12
KUNJUNGAN PASIEN IGD RSUD-KLU BERDASARKAN
STATUS GENDER & KUNJUNGAN BARU & LAMA
TAHUN 2016
6000
5101
4000
3469
2762
1130
2000
0
Baru
Lama
Laki
Perempuan
Grafik 13
KUNJUNGAN PASIEN IGD RSUD-KLU BERDASARKAN STATUS RETRIBUSI
TAHUN 2016
Umum
BPJS
Bansos
Gratis
3236
2702
241
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
109
52
Grafik 14
KUNJUNGAN IGD RSUD-KLU BERDASARKAN
STATUS PERAWATAN
TAHUN 2016
6%1%
10%
Rawat Jalan
Rawat Inap
49%
One Day Care
Di Rujuk
34%
Meninggal
3.5. Pelayanan Ruangan Pembedahan ( Operasi Kamar)
Data yang dapat diperoleh untuk Ruangan Pembedahan atau Kamar
Operasi (OK) adalah kegiatan tahun 2016. Kegiatan pembedahan yang
dilakukan adalah kegiatan Pembedahan Umum dan Tindakan Pembedahan
untuk pasien Kebidanan dan Kandungan (Obstetri Gynekologi) seiring
dengan mulai terpenuhinya dokter Spesialis Bedah (S.PB) Spesialis
Kebidanan dan Kandungan/ Obtetri Gynekology (SPOG) dan Spesialis
Anestesi berharap pula kedepan dokter spesialis dimaksud adalah tenaga
tetap (PNS).
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
110
Jenis Kunjungan OK Berdasar Diagnosa (Jenis Ti ndakan)
Grafik 15
JENIS DIAGNOSA (TINDAKAN PEMBEDAHAN UMUM
DI RSUD-KLU TAHUN 2016
80
31
22
21
18
16
15
10
7
4
Berdasarkan grafik IV.15.a (diagnosa bedah umum tahun 2016)
diatas, dari 21 jenis diagnosa untuk tindakan bedah umum, 10 besar jenis
tindakan diantaranya adalah sebagai berikut :
Soft tissue tumor 80 (36%),
Hernia inguinalis lateral 31 (14 %), Appendicitis (10 %), Gangren Peddis
21 ( 9 %), Tumor Mammae 18 ( 8 %), Debridemen Heas 16 (7 %),
Struma/SNNT 15 (7 %), Abses 10 ( 4 %), Hemoroid 7 ( 3 %) & Ruptur
Tendon 4 ( 2 %) sedangkan pembedahan lainnya yaitu ; Limfadenopati,
BPH, Abses Perianal, Vesikolitiasis dll.
Grafik 16
JENIS DIAGNOSA (TINDAKAN PEMBEDAHAN OBSTETRI GYNEKOLOGI)
RSUD-KLU TAHUN 2016
Series 1
45
44
38
32
26
21
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
111
17
15
13
13
Sedangkan Jenis Diagnosa (tindakan pembedahan Obstetri Gynecology
tahun 2016) berdasarkan Grafik diatas, urutan terbanyak sampai terkecil
adalah sebagai berikut : iufd 45 ( 10.9%), Oligohidram Niom 44 (9.07%),
Letak Sunsang 32 (8.82%) , KPD 26 (7.35 %), CPD 21 (6.6 %), Fetal
Distres 17 (5.38 %), Partus Kasep 15 (4.7 %), MOW 13 (3.92 %), PEB 13
(3.19 %), Selanjutnya jenis tindakan lainnya adalah Curettage, Gameli,
Abortus Lengket, Letak Lintang, Mioma Uteri, Placenta Previa, Gagal
Induksi dll.
Jenis Kunjungan OK Berdasar Status Retribusi
Tabel 7
Kunjungan Pasien Bedah Umum & Obsgyn
RSUD-KLU Berdasarkan Status Retribusi tahun 2016
BULA
N
Umum
jkn
GR
Jumlah
Bedah
Obsgyn
Bedah
Obsgyn
Bedah
Obsgyn
Bedah
Obsgy
n
Jan
4
3
33
20
0
0
7
53
Peb
4
8
36
24
0
0
12
60
Mar
1
5
37
19
0
0
6
56
Apr
2
2
23
28
0
0
4
51
Mei
2
2
0
28
0
0
3
28
Jun
0
1
0
19
0
0
1
19
Jul
1
0
3
23
0
0
1
26
Ags
1
3
22
31
0
0
4
53
Sep
1
2
39
31
0
0
3
70
Okt
0
1
30
33
0
0
1
63
Nop
1
0
24
15
0
0
1
39
Des
2
0
29
12
0
0
2
41
Total
19
27
276
283
0
0
45
559
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
112
Grafik 15
GRAFIK KUNJUNGAN PEMBEDAHAN
BERDASARKAN RETRIBUSI
RSUD-KLU TAHUN 2016
559
45
0
Umum
BPJS
Gratis
294
Bedah
Umum
310
Bedah
Bersalin
Berdasarkan grafik di atas, kunjungan pasien dengan tindakan
pembedahan sebagian besar kunjungan kasus adalah pasien BPJS (Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial) atau dalam wadah JKN (Jaminan
Kesehatan Nasional) dan kunjungan pasien dengan membayar sendiri
(pasien umum) dengan urutan sebagai berikut : Bayar/Umum= 45 (7 %),
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) = 559 (93 %), sedangkan
kunjungan pasien berdasarkan kasus bedah umum dan kasus bedah
persalinan adalah sebagai berikut: Bedah Umum = 294 pasien (49 %),
Bedah Obstetri Gynecologi = 310 pasien (51 %).
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
113
3.6. Pelayanan Rawat Inap.
Tabel 8
Kunjungan Pasien Rawat Inap
Pasien Perawatan (Vip/Vvip, Irna 2, Anak Dan
Rawat Inap Dewasa) RSUD-KLU Tahun 2012-2016.
Tahun
Bulan
2012
2013
2014
2015
2016
Januari
236
214
177
342
333
Februari
216
192
174
360
372
Maret
252
205
192
308
430
April
242
187
140
314
393
Mei
222
194
166
363
411
Juni
222
200
142
367
334
Juli
213
192
155
309
373
Agustus
179
177
160
355
457
September
199
148
162
340
440
Oktober
223
164
183
327
400
November
227
177
184
319
376
Desember
216
205
184
353
387
2647
2255
2019
4057
4706
Total
Sumber : Data Rekam Medis RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa trend kunjungan Rawat Inap di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara tahun 2016
mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012, 2013, 2014, 2015 dan
tahun 2016, salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan yaitu
karena Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara selain
merupakan Rumah Sakit satu-satunya Pelayanan Kesehatan Rujukan
juga meningkatnya kepercayaan masyarakat seiring peningkatan mutu
pelayanan yang dilakukan terutama dengan bertambahnya dokter spesialis,
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
114
dokter umum, penambahan sumberdaya manusia lainnya (SDM),
peningkatan mutu sumberdaya manusia dengan rutin mengikuti pelatihan
dan kerjasama dengan rumah sakit yang lebih maju dan penambahan
fasilitas pelayanan fisik rumah sakit serta promosi kesehatan yang
informativ.
Selama periode 5 (lima) tahun prosentase kunjungan Rawat Inap dari
tahun 2012 sampai dengan 2016 adalah sebagai berikut : 17 %, 14%, 14%,
26% dan 30 % dengan persentasi perbandingan kunjungan (8 %) pada
tahun 2015 dan 2016 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan setiap tahun maka upaya
peningkatan mutu pelayanan terus berbenah antara
lain dengan
peningkatan jumlah kapasitas tempat tidur , pemenuhan sarana prasarana
rumah sakit (peralatanan kesehatan dan pembangunan fisik khususnya
ruang perawatan kelas III) menuju perubahan kelas B dan pencapaian
Akreditasi Rumah Sakit serta penyesuainan tarif sesuai dengan kelas
rumah sakit dimaa saat ini masih menggunakan tarif rumah sakit kelas C.
Untuk lebih jelasnya perbandingan kunjungan tersebut dapat dilihat
pada grafik seperti di bawah ini.
Grafik 15
PERBANDINGAN KUNJUNGAN RAWAT INAP
RSUD-KLU TAHUN 2016
2012
2013
2014
2015
4706
4057
2019
2255
2647
Category 1
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
115
2016
Golongan Penyakit Terbanyak Instalasi Rawat Inap
Tabel 9
10 Besar Penyakit Terbanyak Instalasi Rawat Inap
RSUD-KLU Tahun 2016
No Nama Penyakit
Jumlah Kasus
1
Pneumonia
374
2
DHF (Demam Berdarah)
250
3
Anemia Defisiensi Zat Besi
241
4
Hipertensi
218
5
DM (Diabetes Melitus)
181
6
Gagal Ginjal Lainnya
165
7
Diare & Gastroenteritis
140
8
Strok
137
9
TB Paru
119
10
Penyakit Jantung Lainnya
Total
100
1925
Sumber : Data Rekam medis RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Grafik 16
10 BESAR PENYAKIT RAWAT INAP
RSUD-KLU TAHUN 2016
374
250 241
218
181
165
140
137
119
100
Sumber : Data Rekam Medis RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
116
Berdasarkan Grafik di atas pada tahun 2016 kasus yang dirawat yang
tergolong penyakit infeksi berpotensi menular adalah Pneumonia (374
Kasus) dan Demam Berdarah (250 kasus) dan kasus penyakit tidak
menular (PTM) adalah ; Anemia, Hipertensi, Diabetes Melitus, Gagal
Ginjal dll, Tampak ada perubahan jenis penyakit dari penyakit infeksi yang
berpotensi menular bergeser ke penyakit tidak menular..
Pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2014 dan 2015 kisaran
kunjungan pasien dengan kasus terbanyak tidak banyak berubah secara
signifikans.. Untuk kasus dengan golongan penyakit berpotensi menular
yang berhubungan dengan perilaku atau kebiasaan individu dalam
penataan lingkungan
sejumlah 7 jenis kasus (Pnemonia, Demam
Berdarah/DHF, Anemia, Diare, TB Paru, Gagal Ginjal dan Penyakit
Jantung) atau 1389 kunjungan kasus (72%), sedangkan kunjungan kasus
yang berhubungan dengan perubahan pola/ gaya hidup adalah sejumlah 3
jenis kasus (Hipertensi, Stroke, dan Diabetes) atau 536 kunjungan kasus
(28%)
Grafik 17
GRAFIK PERBANDINGAN CARA BAYAR RAWAT INAP
RSUD-KLU TAHUN 2015, 2016
4000
3000
2000
1000
0
Umum
2015
866
2016
821
BPJS
3691
3227
Bansos
138
0
Gratis
11
9
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
117
Gambaran Capaian Indikator Rawat Inap
Kinerja Rumah Sakit dapat dilihat pula dengan capaian beberapa
indikator yang telah dipersyaratkan oleh Departemen Kesehatan Republik
Indonesia :
1. Bed Ocupacy Rate (BOR) %
yaitu tingkat pemanfaatan atau pemakaian tempat tidur di rumah sakit
dengan nilai ideal berkisar antara 60-80%.
2. Length of Stay (LOS)
yaitu Tingkat atau angka lama pasien dirawat. Standar yang baik
adalah 6-10 hari, efektif rata-rata 3 hari.
3. Turn Over Interval (TOI)
yaitu angka pergantian Interval atau Tingkat hari tempat tidur tidak
ditempati (terisi) dari saat pasien pulang sampai terisi lagi dengan
pasien lain berikutnya. idealnya adalah lebih kecil dari 5 hari (<5
hari).
4. Bed Turn Over (BTO)
yaitu angka perputaran tempat tidur atau frekuensi pemakaian tempat
tidur ditempati pasien dalam 1 (satu) tahun. Standar BTO yang baik
adalah berkisar 40-50 kali.
5. Gross Death Rate (GDR) ‰
yaitu angka kematian umum untuk 1000 pasien keluar dari rumah
sakit.
Nilai GDR yang masih ditolerir adalah < 45/ 1000 pasien
keluar
6. Net Death Rate (NDR)
‰
yaitu angka kematian bersih atau rata-rata angka kematian 48 jam
setelah pasien dirawat untuk tiap 1000 pasien keluar dari rumah sakit.
Nilai NDR yang masih ditolerir adalah < 25/ 1000 pasien keluar
7. IMR (Infant Mortality Rate) %
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
118
yaitu angka kematian bayi, total kematian bayi yang dapat ditolerir
adalah 20% dari total kelahiran yang ada di rumah sakit.
Rumus : Jumlah bayi mati / Jumlah bayi lahir di rumah sakit x 100%
8. MMR (Maternal Mortality Rate) %
yaitu angka kematian ibu melahirkan/ ibu bersalin, total kematian
bulin yang dapat ditolerir adalah 0.25% atau antara 0.1 – 0.2 % dari
total persalinan yang ada di rumah sakit. Rumus : Jumlah Obstetri
mati / Jumlah Obstetri dalam jangka waktu tertentu di rumah sakit x
100%
9. FODR (Fatality of Operation Death Rate) %
yaitu angka kematian pasien paska atau post operasi di rumah sakit
Rumus : Jumlah Pasien meninggal post operasi / Jumlah pasien operasi
dalam jangka waktu tertentu di rumah sakit x 100%.
Sejak tahun 2014 mulai dilakukan pemisahan ruangan perawatan yang
dibagi atas 4 (empat) ruangan yaitu : pertama, Ruangan IRNA I
mencakup perawatan kelas VVIP, VIP (masing-masing 1 tempat tidur,
sebelumnya ruangan ini merupakan ruangan jaga dokter, ruangan Tata
Usaha, Perpustakaan, ruangan GE) serta Ruangan KTU saat ini dijadikan
Ruangan Jaga IRNA I. Kemudian
untuk Kelas I ada 5 ruangan yaitu
ruangan; Flamboyan, Cempaka, Anggrek, Mawar dan Melati). Kedua,
Ruangan IRNA II mencakup perawatan Kelas II, (dulu adalah perawatan
untuk pasien Askes/ PNS dan Ruangan Jaga Lama masing-masing 2 bed).
kelas III termasuk perawatan Isolasi pasien Paru-paru dengan 3 bed (bekas
ruangan BP), perawatan Isolasi Gastroenteritis dengan 4 bed (bekas
ruangan Apotik dan Poli Gigi), ruangan Pria ( 5 tempat
tidur), ruangan
Wanita ( 4 tempat tidur), ruangan Nifas B ( 3 tempat tidur), ruangan Anak
(10 tempat tidur), Ruangan Pre dan Post Operasi ( 8 tempat tidur bekas
rungan Nifas A Kebidanan). Sedangkan untuk Ruangan Jaga Perawat
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
119
IRNA II yang digunakan adalah bekas ruangan Bendahara/ Kasir ketika
masih sebagai Puskesmas Perawatan Tanjung.
Ketiga, ruangan bersalin dan nifas serta keempat, ruangan perinatal
(bayi) menempati gedung baru.
Untuk kinerja pelayanan pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara Periode tahun 2013 -2016 dapat kita
lihat pada tabel realisasi pencapaian kinerja Rumah Sakit Umum Daerah
Kab. Lombok Utara di bawah ini
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
120
Tabel 10
Realisasi Indikator Rawat Inap
RSUD-KLU Tahun 2016
N
o
%
Indikator
Kegiatan
Realisasi Tahun
Tahun 2016
2013
2014
2015
Standar
Realisasi
% ratarata
1
B.O.R (persen)
61.7
51.00
61.1
60-85
415.65
83.13
2
L.O.S (hari)
3.8
4.77
4.1
6-9
423.78
5
3
T.O.I (hari)
1
2
3
1-3
21.9
3
4
B.T.O (kali)
75.4
59.95
54.64
40-50
372.42
53.2
5
N.D.R
1.000)
(per
0.1
0.8
6.5
≤ 45
8.96
2.2
6
G.D.R
1.000)
(per
0.9
0.2
4.4
≤ 25
14.2
3.5
Sumber : Data Rekam Medis RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016.
Sejak tahun 2012 sampai 2013 pencapaian BOR mengalami fluktuatif.
Pada tahun 2014 mengalami penurunan, salah satu penyebabnya adalah
penambahan tempat tidur pasien Rawat Inap.
Dimana tahun 2012 jumlah
tempat tidur untuk pasien rawat inap sebanyak 28 buah, kemudian pada tahun
2013 menjadi 33 tempat tidur dan pada tahun 2014 bertambah menjadi 60
buah. Pada tahun 2015 bertambah menjadi 76 tempat tidur dan pada tahun
2016 jumlahnya bertambah menjadi 80 tempat tidur dan Angka pencapaian
BOR pada tahun 2016 ini tergolong kategori nilai ideal yang ditetapkan oleh
Departemen Kesehatan yaitu berkisar antara 60 sampai dengan 85%. Capaian
ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tempat tidur masih kategori ideal
dengan kapasitas pencapaian BOR rumah sakit dalam periode satu tahun.
Berbeda halnya dengan tingkat capaian TOI, untuk angka rata-rata jumlah
hari dimana tempat tidur ditempati dari setelah diisi ke saat terisi berikutnya
atau interval pergantian (TOI) untuk tahun 2015 relatif sama jika
dibandingkan dengan tahun 2016. Pada tahun 2016 TOI rumah sakit adalah
selama 3 hari namun angka ini termasuk kategori ideal. Angka capaian ini
sesuai dengan angka standar yang diinginkan yaitu selama 1 s.d 3 hari.
Dengan demikian, angka TOI Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
121
Lombok Utara Tahun 2016 termasuk kriteria masih memenuhi tingkat
efisiensi penggunaan tempat tidur pasien.
Untuk Lama Masa Perawatan (LOS), pada tahun 2016 dari idealnya
kurang 12 hari, kenyataannya ternyata mencapai 5 hari. Angka ini
menunjukkan bahwa terjadi perbedaan hari perawatan dengan tahun 2015
yang mencapai rata-rata 6 hari perawatan. Angka pencapaian pada tahun 2016
ini
menunjukkan tingkat efisiensi yang lebih optimal dari nilai indikator
pelayanan rumah sakit.
Tingkat tempat tidur tidak ditempati oleh pasien atau tenggang waktu
tingkat kekosongan sampai ditempati pasien lain (TOI) dari angka idealnya
adalah 1-3 hari, capaian TOI RSUD Kab. Lombok Utara untuk tahun 2016
adalah 3 hari, sesuai standar TOI adalah 1-3 hari dan termasuk kategori ideal
dari standar yang telah ditetapkan.
Sedangkan untuk perputaran pemanfaatan tempat tidur per satu tempat
tidur (BTO) standarnya 40-50 kali dalam satu tahun, namun pada
kenyataannya pencapaian BTO di RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
mencapai nilai 53 kali penggunaan per satuan tempat tidur dalam satu tahun,
dari angka capaian tersebut menunjukan bahwa perputaran tempat tidur sedikit
melebihi dari kapasitas nilai idealnya, adapun salah satu faktor penyebabnya
adalah meningkatnya jumlah pasien rawat inap yang melebihi kapasitas
tempat tidur yang ada.
Sedangkan untuk Angka Kematian Umum (GDR) pada tahun 2015
Menurun jika dengan tahun 2016. yang mencapai 3.5 per 1.000 penderita
keluar di tahun 2016. Angka Kematian Umum ini berada dibawah angka
standar maksimal 45 per 1.000 penderita keluar.. Tahun 2016 realisasi capaian
GDR adalah 3.5 kematian kasar (pasien sebelum dan sesudah 48 jam setelah
mendapatkan perawatan).
Angka Kematian Bersih (NDR) pada tahun 2016 yaitu dari 2.2 per 1.000
penderita keluar mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2015 yang
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
122
mencapai 6.5 per 1.000 penderita keluar. Angka ini masih tergolong baik
karena berada di bawah angka standar maksimal 25 per 1.000 penderita keluar.
Walaupun demikian perlu diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat
untuk segera mungkin berkunjung ke sarana kesehatan jika dalam keadaan
sakit sehingga mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, dan juga perlu upaya
yang terus-menerus dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit..
Tahun 2016 realisasi capaian NDR adalah 2.2 kematian bersih (pasien
meninggal < 48 jam setelah mendapatkan perawatan).
Berdasarkan uraian diatas seluruh indikator yang telah dipersyaratkan
oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia, dapat disimpulkan bahwa
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara selama Tahun 2016
dalam melaksanakan tugas pokoknya berdasarkan Peraturan Daerah Lombok
Utara ternyata secara umum telah mencapai target pencapaian kinerja
pelayanan kesehatan sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun demikian
untuk masa-masa yang akan datang, sebagai salah satu pusat rujukan
kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara
diharapkan dapat terwujudnya pelayanan yang prima sesuai dengan visi yang
telah di tetapkan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
123
Grafik 18
PERKEMBANGAN BOR RSUD-KLU
TAHUN 2012-2016
2012
2013
2014
2015
2016
108.3
83.13
59.99
48.06
56.73
Selain BOR berikut ini adalah Grafik Indikator Rawat Inap yang dapat
disajikan untuk periode tahun 2013-2016 sebagai berikut :
Grafik 19
TOTAL CAPAIAN BTO RSUD-KLU
TAHUN 2013-2016
2013
2014
2015
2016
75.4
59.95
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
54.64
53.2
124
Grafik 20
TOTAL CAPAIAN TOI RSUD-KLU
TAHUN 2013-2016
2013
2014
2015
3
2016
3
2
1
Category 1
Grafik 21
TOTAL CAPAIAN LOS RSUD-KLU
TAHUN 2013-2016
2013
2014
2015
4.7
3.8
2016
5
4.1
Category 1
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
125
Grafik 22
TOTAL CAPAIAN LOS RSUD-KLU
TAHUN 2013-2016
2013
2014
2015
2016
5
4.7
3.8
4.1
Berikut ini adalah data kasus kematian kasar (GDR ‰) di RSUD-KLU
Tahun 2016, Jumlah pencapaian GDR di RSUD-KLU tahun 2016 mencapai
3.5 ‰, dari standar yang ditetapkan adalah 45 ‰ kematian pasien yang
dirawat sebelum dan sesudah 48 jam masa perawatan di RSUD-KLU tahun
2016.
Grafik 23
CAPAIAN GDR RSUD-KLU
TAHUN 2013-2016
2013
2014
2015
2016
4.4
3.5
0.9
0.2
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
126
Berikut ini adalah data kasus kematian Bersih (NDR ‰) di RSUD-KLU
Tahun 2016, Jumlah pencapaian NDR di RSUD-KLU tahun 2016 mencapai
2..2 ‰, dari standar yang ditetapkan adalah 25 ‰ kematian pasien yang
dirawat sesudah 48 jam masa perawatan di RSUD-KLU tahun 2016.
Grafik 24
CAPAIAN NDR RSUD-KLU
TAHUN 2013-2016
2013
2014
2015
2016
6.5
2.2
0.8
0.1
Gross Death Rate (GDR) atau rata-rata kematian umum untuk tiap 1000
pasien keluar dengan nilai yang dapat ditolerir adalah < 45 per1000 pasien
keluar. Pada tahun 2016 kasus kematian pasien termasuk
kategori ideal
yaitu 3.5 per 1000 pasien keluar yang telah dilakukan masa perawatan
sebelum dan sesudah 48 jam masa perawatan dari semua pasien meninggal
(Kematian Umum), hal ini disebabkan antara lain : Kondisi pasien masuk
rumah sakit atau dirujuk dari Puskesmas/ sarana kesehatan lain kondisi pasien
sangat parah/ kritis, RSUD-KLU merupakan satu-satunya sarana pelayanan
kesehatan rujukan di Kabupaten Lombok Utara konsekuensinya rumah sakit
wajib menerima pasien dalam kondisi apapun dengan infrastruktur atau
sarana prasarana belum memadai dengan kompetensi maksimal dari tenaga
kesehatan yang ada dan yang tak kalah penting adalah pendamping/ keluarga
pasien menerima sepenuhnya pelayanan kesehatan/ keperawatan yang
diberikan rumah sakit (pasrah..?) , disamping alasan kendala waktu, tenaga
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
127
dan biaya, juga kesepakatan keluarga atau pengambil keputusan dari keluarga
yang bersangkutan.
Sedangkan untuk pencapaian Netto Death Rate (NDR) rata-rata kematian
pasien setelah 48 jam masa perawatan tiap 1000 pasien keluar RSUD-KLU
pada tahun 2016 mencapai 2,2 per 1000 pasien keluar setelah 48 jam masa
perawatan pasien, pencapaian ini juga termasuk pada kategori ideal dari
standar yang ditetapkan yaitu 25 per 1000 pasien keluar.
Pasien RSUD-KLU Berdasarkan Unit Pelayanan dan Status Retribusi
Kunjungan
Tabel 11
Kondisi Pasien RSUD-KLU Berdasarkan
Unit Pelayanan & Status Retribusi Tahun 2016
STATUS KUNJUNGAN
No
UNIT
BPJS &
Bansos
Umum
Gratis
Total
1
Rawat Jalan
9388
4956
366
14.710
2
UGD
2943
3236
52
6231
3
Laboratorium
33884
10.698
987
45.569
4
Rawat Inap
3829
866
11
4706
5
Radiologi
1568
858
3
2429
6
OK
559
45
0
604
48.432
19.839
1335
69.606
Jumlah
Sumber : Data Rekam Medis RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016.
Kondisi pasien RSUD-KLU berdasarkan Unit Pelayanan dan status
retribusi, kunjungan
tahun 2016 dari 6 unit pelayanan seperti pada tabel di
diatas, dengan total kunjungan 69.606 orang dapat diprosentasekan sebagai
berikut : Pemeriksaan Unit Laboratorium 45.569 kunjungan (61 %), Unit
Rawat Jalan 14.710 kunjungan (20 %), Unit IGD 6231 kunjungan (9 %), Unit
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
128
Rawat Inap 4706 kunjungan (3 %), Radiologi 2429 kunjungan (3%), Instalasi
OK (ruang oprasi) 604 kunjungan (1 %).
Sedangkan berdasarkan Status Retribusi dapat diprosentasekan sebagai
berikut : BPJS & Bansos 48.432 (70 %), Umum 19.839 (28 %), Gratis 1335
(2 %) Berikut ini adalah grafik total kunjungan pasien rawat inap berdasarkan
status retribusi periode tahun 2016 :
Grafik 25
GRAFIK KUNJUNGAN PASIEN UNIT PELAYANAN
RSUD-KLU BERDASARKAN STATUS RETRIBUSI
TAHUN 2016
BPJS &
Bansos, 48432
60000
40000
umum, 19839
20000
0
gr, 1335
Sales
BPJS & Bansos
umum
gr
3.7.
Gambaran Kunjungan Maternal dan Perinatal RSUD-KLU
Perhatian pemerintah terhadap kesehatan ibu dan bayi sebagai
indikator kualitas kesehatan masyarakat disuatu negara didasari karena
masih tingginya angka kematian ibu (AKI) yaitu 307/100.000 kelahiran
hidup /KH (SDKI 2002/2003) dan angka kematian bayi (AKB) yaitu
35/1000 KH (SDKI 2002/2003). Target RPJMN Depkes 2004-2009 AKI
226/100.000 KH dan AKB 26/1000 KH sedangkan dalam Indonesia
Sehat 2010 ditargetkan
penurunan AKI 125/100.000 KH dan AKB
menjadi 25/1000 KH. Disebutkan bahwa penyebab kematian ibu di
Indonesia adalah karena; perdarahan 30%, eklampsia 25%, infeksi 12%
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
129
dan abortus 5%. Sedangkan penyebab utama kematian bayi
adalah
BBLR 29%, Asfiksia 27% dan infeksi 20%.
Untuk mengingat peran ibu yang diperingati setiap tanggal 22
Desember yaitu Peringatan hari Ibu (PHI) dalam upaya untuk
menurunkan angka kematian ibu dan bayi selain program sebelumnya
yaitu : Safe Motherhood, Making Pregnancy safer, dll maka dibuatlah
suatu lomba Program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB)
kerjasama antara Departemen Kesehatan dengan Kementerian Negara
Pemberdayaan Perempuan
yang sangat
terkait dengan program
sebelumnya. Juga adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
yaitu terkait masalah HIV, kode Pemasaran PASI, inisiasi menyusui dini
(IMD) dan perawatan metode kangguru (PMK).
Faktor lain sebagai pencetus terhadap tingginya AKI dan AKB
adalah proses rujukan yang belum mantap (rujukan yang terlambat atau
ketidakpastian fasilitas ditingkat rujukan primer (Puskesmas) dan tingkat
rujukan sekunder (Rumah Sakit Kabupaten/Kota) untuk melakukan
pelayanan obstetrik neonatus emergensi konprehensif
(PONEK). Hal
tersebut disebabkan oleh karena tidak jelasnya tugas dan wewenang
masing-masing pihak terkait diberbagai tingkat pelayanan serta tidak
meratanya kemampuan teknis untuk melaksanakan fungsi kedaruratan
obstetrik dan neonatal walaupun dari segi penyediaan fasilitas kesehatan
(khususnya pelayanan kesehatan umum pningkatan rata-rata 70%, tetapi
pelayanan berkualitas bagi Ibu Hamil (cakupan pertolongan persalinan
yang aman pencapaiannya dibawah 50% dan didukung pula oleh
penemuan bahwa sebagian besar (80%) kematian ibu terjadi di rumah
sakit rujukan, demikian pula angka kematian bayi (Alisyahbana 1990,
Unicef 1991; Pedoman Pelaksananaan Rumah Sakit Sayang Ibu dan
Bayi, Departemen Kesehatan 2009).
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
130
Penelitian baru juga menyebutkan bahwa pemberian ASI yang
terlambat dapat meningkatkan resiko kematian bayi. Meningkatnya resiko
kematian bayi 1.5 kali, bila mengawali pemberian ASI > 60 menit dalam
24 jam pertama.
Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) adalah rumah sakit
pemerintah maupun swasta, umum maupun khusus yang telah
melaksanakan 10 (sepuluh) langkah menuju perlindungan ibu dan bayi
secara terpadu dan paripurna.
Sepuluh langkah menuju perlindungan ibu dan bayi secara terpadu
dan paripurna menuju RSSIB yaitu : pertama, Adanya kebijakan tertulis
tentang manajemen yang mendukung pelayanan kesehatan ibu dan bayi
termasuk pemberian ASI ekslusif dan perawatan metode kangguru
(PMK) untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR); kedua,
menyelenggarakan pelayanan antenatal termasuk konseling kesehatan
maternal dan neonatal; ketiga, menyelenggarakan persalinan bersih dan
aman serta penanganan bayi baru lahir dengan inisiasi menyusui dini dan
kontak kulit ibu-bayi; keempat, menyelenggarakan pelayanan obstetrik
neonatal emergency komprehensif (PONEK); kelima, menyelenggarakan
pelayanan adekuat untuk nifas, rawat gabung termasuk membantu ibu
menyusui
yang benar
dan
pelayanan
neonatus
sakit;
keenam,
menyelenggarakan pelayanan rujukan dua arah dan membina jejaring
rujukan pelayanan ibu dan bayi dengan sarana kesehatan lain; ketujuh,
menyelenggarakan pelayanan imunisasi bayi dan tumbuh kembang anak;
kedelapan, menyelenggarakan pelayanan keluarga berencana termasuk
pencegahan dan penanganan kehamilan yang tidak diinginkan serta
kesehatan produksi lainnya.; kesembilan, menyelenggarakan audit
maternal dan perinatal rumah sakit secara periodik dan tindak lanjut; dan
kesepuluh,
memberdayakan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
kelompok
pendukung
ASI
dalam
131
menindaklanjuti pemberian ASI eksklusif dan perawatan metode
kangguru (PMK).
Berikut ini adalah gambaran Kunjungan Maternal dan Perinatal di
RSUD-KLU sebagai berikut :
3.8.
Kunjungan Ibu Hamil, Melahirkan dan Kematian Ibu Bersalin
Dan Perinatal (NICCU).
Tabel 12
Jumlah Kunjungan Ibu Hamil dan Melahirkan
di RSUD-KLU
Tahun 2012, 2013, 2014,2015 dan 2016.
Tahun
Jumlah Kunjungan
Dirujuk
% dirujuk
2012
1152
234
20
2013
1260
193
15
2014
1427
177
11
2015
1571
90
5
2016
1800
164
8
Sumber : Rekam Medik RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Grafik 26
GAMBARAN KUNJUNGAN BUMIL/BULIN DI RSUD-KLU
PERIODE TAHUN 2012-2016
Kunjungan
234
2012
193
2013
177
2014
1800
1571
1427
1260
1152
Rujuk
164
90
2015
2016
Tabel IV.18 dan grafik IV 46 tersebut di atas menunjukkan bahwa
kunjungan ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
132
Utara trendnya meningkat dari tahun ke tahun, hal ini menunjukkan bahwa
tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit semakin baik.
Sedangkan angka ibu hamil yang dirujuk trendnya semakin meningkat pada
tahun 2016. Dalam kurun waktu periode tahun 2012-2016 kunjungan ibu
hamil dan melahirkan sebanyak 1800 orang dan persentase dirujuk (8 %).
Ibu Melahirkan
Tabel 13
Data Ibu Melahirkan di RSUD
Kabupaten Lombok Utara Tahun 2012, 2013, 2014,2015 dan 2016.
Tahun
Persalinan Normal
Tindakan (Operasi)
Jumlah
2012
390
0
390
2013
513
74
587
2014
565
271
670
2015
182
299
472
2016
342
354
696
Sumber : Rekam Medik RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Kematian Ibu Melahirkan (Bulin)
Tahun
2012
2013
2014
2015
2016
Tabel 14
Jumlah Kematian Ibu Bersalin di RSUD-KLU
Tahun 2012, 2013, 2014,2015 dan 2016
Jml Bulin
Jml Kematian Bulin
%
390
587
836
1015
1016
0
0
2
0
0
0
0
0,11
0
0
Penyeb
ab
0
0
HPP
0
0
Sumber : Rekam Medik RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Data tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2016 di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara terjadi peningkatan
jumlah ibu melahirkan dengan angka kematian ibu melahirkan 0 % dari 1016
kunjungan ibu melahirkan (Persalinan) di RSUD-KLU pada tahun 2016.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
133
Grafik 27
JENIS KASUS & TINDAKAN MATERNITAS
RSUD-KLU TAHUN 2016
Per. Dgn Komplikasi
Perd Sudh Persalinan
Sectio Caesaria
Persalinan Normal
Abortus
Pre Eclampsi
Perd Sbl Persalinan
Eclampsi
Infeksi
590
380 354
342
300
164
66
16
5
Berdasarkan grafik diatas beberapa jenis kasus dan tindakan persalinan
yang dilaksanakan di bagian Maternitas Ruangan Bersalin RSUD-KLU pada
tahun 2016, berdasarkan urutan tertinggi- terendah dapat diprosentasekan
sebagai berikut : Persalinan Dengan komplikasi 590 kasus (27 %), Perdarahan
Sesudah Persalinan 380 kasus (17 %), Sectio Caesaria 345 kasus (16 %),
Persalinan Normal 342 kasus (15 %), Abortus 300 kasus (14 %), Pre
Eclampsi 164 kasus (7 %), Perdarahan Sebelum Persalinan 66 kasus (3 %),
Eklampsi 16 kasus (1%), Infeksi 5 kasus (0 %).
Sejak dibentuknya tim Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSIB) di
RSUD-KLU tanggal 23 Mei 2015 kemudian diperkuat dengan beberapa tim
diantaranya tentang Konselor ASI, Imunisasi, tumbuh kembang anak (TKA),
Kebijakan Persalinan Aman dan Tim Perawatan Isolasi Bersalin, maka secara
bertahap kebutuhan akan data semakin dilengkapi
Berikut ini adalah data Persalinan Normal serta komplikasi dan
tindakannya periode tahun 2016
sebagai berikut :
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
134
Grafik 28
PERSALINAN NORMAL & DENGAN KOMPLIKASI/TINDAKAN
RSUD-KLU TAHUN 2016
Abortus
Sectio Caesaria354
Pers. Dgn Komplikasi & Tindakan
Persalinan Normal
0
Persalinan Normal
100
200
300
400
500
Persalinan
Normal
Pers. Dgn
Komplikasi &
Tindakan
Sectio
Caesaria354
Abortus
257
449
268
229
Grafik 29
KASUS TERBANYAK RUANG PERSALINAN
RSUD-KLU TAHUN 2016
Pers Dgn Penyulit
Placenta Previa
Hipoksia Intrauterus/Aspeksia Lahir
Kehamilan Lewat Waktu
Series 1
HT Akibat Kehamilan
Perdarahan Pasca Persalinan
Pers Tunggal Spontan
0
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
100
200
300
400
135
Tabel 15
Jumlah Kelahiran di RSUD-KLU
Tahun 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016.
Penyebab
Terbanyak
Kematian
Tahun
Lahir Hidup
Lahir Mati
%
Kematian bayi
2012
396
4
0,19
0
2013
513
0
0
0
2014
806
30
1,44
IUFD
2015
982
3
0.10
Kongenital
2016
1016
58
5
IUFD
Sumber : Rekam Medik RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Grafik 30
GRAFIK KELAHIRAN DAN LAHIR MATI
RSUD-KLU TAHUN 2016
1200
1000
800
2014, 806
2015, 982
2016, 1016
600 2012, 3962013, 513
400
200
2012, 4
2013, 0
0
2014, 30
2012
2015, 3
2013
2014
2015
2016, 58
2016
Berdasarkan tabel diatas, kurun waktu periode tahun 2012-2016 jumlah
kelahiran hidup sebesar 3713 bayi, dengan kematian bayi yang terjadi
sebanyak 95 bayi (2 %) dari total 3713 bayi lahir.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
136
Data Perinatologi
Untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan khususnya penatalaksanaan
bayi yang baru lahir maka dibuat ruangan khusus “Ruangan Perinatologi”.
Ruangan ini baru terbentuk sejak tahun 2014 dan pada tahun 2015 sudah
mulai memisahkan antara ruang persalinan dan Bayi baru lahir (Ruang
Perinatologi) termasuk ruang Nifas .
Data pasien perinatal (bayi baru lahir) yang tercatat pada periode tahun 2016
adalah sebagai berikut:
Tabel 16
Data Kunjungan Ruang Perinatal (NICCU)
RSUD-KLU Tahun 2016
Ket
Jan
Peb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Agst
Sept
Okt
Nop
Des
Total
Jmlh
21
20
31
28
25
28
31
38
21
14
17
16
290
Sumber : Rekam Medik RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Grafik 30
GRAFIK KUNJUNGAN RUANG PERINATAL (NICCU)
RSUD-KLU TAHUN 2016
40
30
20
Series 1
10
0
Jan Peb Mar Apr Mei Juni Juli Agst Sep Okt Nop Des
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
137
Grafik 31
10 PENYAKIT TERBANYAK DI RUANG VERINATOLOGI (NICCU)
RSUD-KLU TAHUN 2016
160
140
120
100
80
60
40
20
0
Grafik 32
KUNJUNGAN PASIEN PERINATOLOGI (NICCU) RSUD-KLU
BERDASARKAN STATUS RETRIBUSI TAHUN 2016
Umum
3%
Lain2
46%
BPJS
51%
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
138
Grafik 33
PELAYANAN KONTRASEPSI PASKA PERSALINAN & PEMERIKSAAN
GINEKOLOGI RSUD-KLU PERIODE JANUARI-DESEMBER 2015
120
100
80
60
40
20
0
Total Persalinan
JAN
68
FEB MAR APR MEI
82
74
85 107
JUN
101
JUL
96
AGT
98
SEP
90
OKT NOV DES
90
57
67
IUD Pasca Placenta
24
25
28
21
18
20
22
14
27
14
17
14
Ginekologi
7
9
8
2
6
5
4
5
9
2
7
5
MOW
2
2
1
0
1
2
2
3
1
4
0
0
Grafik 34
KUNJUNGAN PASIEN MATERNAL RSUD-KLU BERDASARKAN
STATUS RETRIBUSI PERIODE JANUARI-DESEMBER 2015
160
140
120
100
80
60
40
20
0
JAN
110
FEB
106
MAR
101
APR
92
MEI
142
JUN
136
JUL
109
AGT
141
SEP
116
OKT
96
NOV
86
DES
92
UMUM
9
12
16
14
21
28
23
13
19
31
23
23
GRATIS
3
2
1
2
0
2
0
0
1
2
1
0
BPJS
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
139
3.9. Pelayanan Farmasi
Pelayanan farmasi merupakan kegiatan terpadu dengan filosuf asuhan
kefarmasian (Pharmaceutycal Care) yang bertujuan untuk mencegah,
menyelesaikan permasalahan terkait obat (Drug Related Problems) dan
masalah yang berhubungan dengan kesehatan, serta menjamin mutu setiap
tahap proses penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan di rumah sakit,
Belum tersedianya Gudang Farmasi secara khusus, maka ketersedian
perbekalan obat dan bahan habis pakai sementara masih menggunakan
Ruangan Fisioterapi di Gedung A lantai 2.
Beberapa data yang diperoleh dari kegiatan kefarmasian
adalah :
Tabel 17
Sumber Anggaran Pengadaan Obat
RSUD-KLU Tahun 2016
SUMBER APBD TAHUN 2016
Keterangan
No
Jumlah Anggaran
Realisasi
1
BMHP
480.000.000
479.844.281
2
Regen
420.000.000
419.223.000
3
Honor Team
4.858.000
3.388.000
SUMBER BLUD TAHUN 2016
No
1
Obat Keterangan
Jumlah Anggaran
Realisasi
Obat Umum, BPJS, BMHP,
Regen
4.075.000.000
3.672.702.251
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
140
Grafik 34
GRAFIK SUMBER ANGGARAN & REALISASI ANGGARAN OBAT
RSUD-KLU TAHUN 2016
4,075,000,000
3,672,702,251
904,858,000
Anggaran APBD
902,455,281
Realisasi APBD
Anggaran BLUD
Realisasi BLUD
Grafik 35
KUNJUNGAN (RESEP) PASIEN DI APOTEK
RSUD-KLU TAHUN 2015-2016
20000
10000
0
BPJS
Umum
2016
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
2015
141
Grafik 36
10 BESAR PENGGUNAAN OBAT TABLET TERBANYAK
RSUD-KLU TAHUN 2016
66170
50550
38736
30893 30863 28448
25169 25090 22945 21338
Grafik 37
10 BESAR PENGGUNAAN OBAT INJEKSI TERBANYAK
RSUD-KLU TAHUN 2016
9416
8758
8456
6944
4711
4136
3367
3179
2185
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
1888
142
3.10.
Pendidikan dan Pelatihan
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam upaya men
ingkatkan kualitas pelayanan perlu diperkuat dengan standar pelayanan
minimal (SPM) salah satu indikator dari standar pelayanan minimal adalah
upaya bimbingan teknis, pendidikan dan pelatihan sehingga memiliki daya
saing dan berkompetisi disetiap upaya pelayanan kesehatan termasuk
pelayanan kesehatan rujukan. Pada periode tahun 2014-2016 ada beberapa
tenaga fungsional dan non fungsional yang dikirim mengikuti pendidikan
formal-non formal maupun yang sifatnya bimbingan teknis tentang
manajemen Rumah Sakit seperti : tenaga medis, tenaga keperawatan dan
tenaga non medis yang ada di jajaran manajemen rumah sakit.
Tabel berikut ini adalah tabel Jenis Pendidikan dan Pelatihan yang pernah
diikuti tenaga Kesehatan di RSUD-KLU periode tahun 2014-2016 sebagai
berikut
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
143
Tabel 18
Jenis Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara Periode Tahun 2014-2016
No
Jenis Pendidikan dan Pelatihan
Tanggal/ Bulan Diklat
Nama Pelatihan
2014
1
2
3
2015
Lama Diklat
Waktu
2016
4
5
6
1
Diklat 5 Wajib Dasar Akreditasi
Diklat 5 Wajib Dasar Akreditasi
49
3
Hari
2
Diklat Uji Kompetensi Esln IV.A
Diklat Uji Kompetensi Esln IV.A
8
28
Hari
3
Senam
Diklat Senam
1
Hari
4
Diklat TPN & Sitostatika
Diklat TPN & Sitostatika
1
Hari
5
Konselor Rehap Narkoba
Konselor Rehap Narkoba
2
Hari
6
Perawat ICU
Diklat
Perawat
ICU
RSUP
2
dr.Sarjito
4
Hari
7
Diklat Kolab TB-HIV AIDS
Diklat Kolab TB-HIV AIDS
1
Hari
8
Diklat Workshop PPI
Diklat Workshop PPI
2
Hari
9
Diklat Ahli Pengadaan Barang/Jasa
Diklat
Ahli
Pengadaan
1
Hari
Barang/Jasa
10
BTCLS/119
Diklat BTCLS/119
2
11
Workshop IVA,CCE,LEEP/LETZ
Workshop
1
IVA,CCE,LEEP/LETZ
12
Temu Ilmiah Obgyn Indonesia 22
Temu Ilmiah Obgyn Indonesia
1
22
13
NM Non Invasif Ventilation
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
NM Non Invasif Ventilation
1
144
4
Hari
3
Hari
2
Hari
Hari
14
Workshop & Symposium
Workshop & Symposium
15
Diklat Keterampilan Kamar Bedah
Diklat
Keterampilan
1
Kamar
1
Bedah
16
17
18
ACLS & BCLS- PPGD (Perawat)
Diklat TLS & ACLS (Dokter)
Diklat
APN
(Asuhan
Persalinan
4
Hari
5
Hari
4
PPGD-BCLS
2
1
7
Hari
PPGD ON
1
4
5
Hari
KTP/KTA
2
7
Hari
7
Hari
7
Hari
7
Hari
7
Hari
30
Hari
5
Hari
7
Hari
1
5
Hari
2
5
Hari
5
Hari
30
Hari
5
Hari
CTU
2
ACLS
3
Asuhan Persalinan Normal
2
19
Diklat PONEK
PONED
6
20
Diklat Bidan pendamping spesialis
Magang Pendamping SC
1
obsgyn.
Imunisasi
1
Tatalaksana IUD Paska Bersalin
1
2
21
IVA
IVA
22
Tata Laksana Gizi Buruk
Diklat Tata Laksana Gibur
Penatalaksanaan Gizi Buruk
23
Bank Darah Rumah Sakit (BDRS)
BDRS
24
Manajemen BBLR
Peningkatan Kapas Nakes ttg
1
2
Manajemen BBLR
Diklat Perawat Ruang Operasi.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
Hari
BTCLS
Normal)
25
19
145
-
Prawat OK (Kamar Oprasi)
Basic Kamar Bedah
7
Hari
Diklat Anaestesi
7
Hari
Diklat Laparoskopi Oklusi Tuba
7
Hari
-
Prawat Mahir NICU
NICU
5
Hari
-
Prawat HD (Hemodialisa)
Diklat Hemodialisa
7
Hari
3
Hari
5
Hari
5
Hari
3
Hari
5
Hari
Diklat Manajemen Rumah Sakit
26
- Manajemen Sistem Keuangan
Sistem
Prosedur
Pengelolaan
2
Keuangan
27
BLUD
Unit Cost
28
- Diklat Manajemen Bangsal
Manajemen Bangsal
29
Diklat
Mekanisme Penyusunan LAKIP
Mekanisme
Penyusunan
1
1
LAKIP
30
31
32
Diklat Manajemen Perencanaan RS
Diklat Manajemen Sarpras
RS
Diklat HIV/AIDS
33
Perencanaan berbasis KIBLA
TOT Rehabilitasi Narkoba
1
3
Hari
Assesor BNN
1
3
Hari
Pelatihan ASPAK
1
3
Hari
Pelatihan Tanggap Bencana
1
6
Hari
Pelatihan HIV
5
Hari
Konseling HIV (VCT)
5
Hari
Sumber : Bagian Diklat RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
146
Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan termasuk kegiatan Bimbingan Teknis baik tenaga fungsional maupun tenaga teknis
sangatlah penting sebagai salah satu indikator dalam penilaian Standar Pelayanan Minimal, sehingga upaya untuk meningkatkan
kompetensi petugas dapat tercapai secara maksimal dan mutu pelayanan serta akuntabilitas dapat terjaga. Berkaitan dengan hal
tersebut maka sangatlah penting ketersediaan dana yang memadai, pemantapan koordinasi dan kerjasama antara steakholder dengan
tempat tujuan diklat/ bimtek, ketepatan perencanaan dengan realisasi suatu kegiatan serta upaya peningkatan jenis pelatihan/ bimtek
sesuai perkembangan dan kondisi rumah sakit menuju kearah yang lebih baik dan berkual
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
147
3.11.
Kegiatan Informasi Kesehatan dan Humas
Dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara telah dilakukan
upaya-upaya pemasaran dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat
melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a. Peningkatan pemahaman dan kemampuan petugas dengan ikut serta pada
kegiatan work shop Penyuluh Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit
(PKM-RS) yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah
Dr. Sutomo
Surabaya selama 3 (tiga) hari.
b. Pengadaan media promosi seperti pembuatan papan informasi, papan tata
tertib pengunjung, plang neon rumah sakit, umbul-umbul, papan visualisasi
data, standing banner dan leaflet.
c. Memasarkan pelayanan rumah sakit baik langsung maupun melalui media
seperti website Rumah Sakit, penyebaran leaflet kepada masyarakat pada
saat kegiatan Gerdubangdes maupun pada kegiatan lainnya.
d. Penyuluhan dalam gedung melalui media elektronik yaitu pemutaran
video tentang kesehatan seperti teknik menyusui dini, kesehatan haji,
metode kanguru, jamkesmas, dan lain-lain serta penyuluhan langsung yang
dilakukan baik di poli-poli rawat jalan maupun di instalasi pelayanan
lainnya.
e. Pemasangan poster, stiker dan spanduk yang memuat pesan-pesan
kesehatan termasuk kegiatan bakti sosial seperti : Donor darah,
pemeriksaan dan pembagian kaca mata serta operasi katarak gratis di
lingkungan rumah sakit.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
148
Untuk
lebih
memperkenalkan
keberadaan
RSUD-KLU,
bagian
pemasaran rumah sakit bekerjasama dengan Bidang Humas melaksanakan
beberapa tugas selain yang disbutkan diatas antara lain :
a. Membuat publikasi media luar ruang berupa pembuatan Balliho, Standing
Banner, Spanduk, Pampflet, stiker, dll
b. Melaksanakan pelayanan PPID rumah sakit
c. Melaksanakan jasa pelayanan protokoler pimpinan/ direktur RS termasuk
memfasilitasi pertemuan/ rapat koordinasi, rapat direksi dan rapat lainnya
d. Membuat brosur, buletin RS, Klipping berita, kalender, Profil serta
membuat laporan pelaksanaan kegiatan
Kinerja Pelayanan Penunjang
Pemeriksaan di Instalasi penunjang yaitu Laboratorium dan Rontgen dari
tahun ke tahun berfluktuasi. Saat ini kedua unit instalasi tersebut sudah dapat
melayani kebutuhan masyarakat selama 24 jam setiap harinya.
Jumlah Pemeriksaan di Instalasi Laboratorium dan Instalasi Radiologi
Jumlah kunjungan di instalasi pelayanan penunjang Laboratorium dari
tahun 2013 sampai dengan tahun 2014 mengalami peningkatan, Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
149
Tabel 19
Jumlah Pemeriksaan di Instalasi Penunjang
RSUD-KLU Tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016.
Tahun
Instalasi
2013
2014
2015
2016
Pemeriksaan Laboratorium
10.412
30.811
3.541
45.569
Pemeriksaan Radiologi
1.286
1.863
2.188
2433
Sumber : Rekam Medik RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016.
Jumlah Kunjungan di Instalasi Laboratorium, Radiologi berdasarkan
status Retribusi
Jumlah kunjungan di instalasi laboratorium dan radiologi pada periode
tahun 2013-2016 bila dilihat dari status kunjungan, terbanyak adalah
kunjungan pasien BPJS, disusul oleh pasien Umum, pasien lain-lain dan.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 20
Jumlah Kunjungan di Instalasi Penunjang
Berdasar Status KunjunganRSUD-KLU Tahun 2016
SATUS KUNJUNGAN
BPJS &
No
UNIT
Umum
Gratis
Total
33.884
10.698
987
45.569
Gakin
1
Laboratorium
2
Radiologi
1568
854
7
2433
Jumlah
35.452
11.552
994
48002
Sumber : Rekam Medik RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Jumlah kunjungan di instalasi laboratorium dan radiologi pada periode
tahun 2016 bila dilihat dari status kunjungan, terbanyak adalah kunjungan
pasien Gakin, disusul oleh pasien Umum, pasien Bansos dan Gratis. Untuk
lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
150
Grafik 38
KUNJUNGAN PASIEN LABORATORIUM & RADIOLOGI
RSUD-KLU TAHUN 2016
Gr
Umum
BPJS&Gakin
7
Radiologi
854
1568
987
Laboratorium
10698
33884
Sumber : Rekam Medik RSUD Kabupaten Lombok Utara 2016
Jenis Pemeriksaan Ruangan Laboratorium
Ada 6 (enam) kelompok jenis pemeriksaan Laboratorium RSUD-KLU yaitu :
1. Pemeriksaan Kimia Darah, meliputi :

pemeriksaan kadar glokosa (kadar gula darah),

profil lemak ( Kolesterol, Trigliserida, HDL,LDL),

profil ginjal ( BUN/Urine kreatinine, asam urat),

profil hati (SGOT/SGPT, Billirubin total, billirubin direct dan
albumin)
2.
Pemeriksaan Mikrobiologi, meliputi :

3.
Pengecatan BTA untuk pasien TB, faeces rutin.
Pemeriksaan Imunologi, meliputi :

4.
HBsAg, Widal
Pemeriksaan Hematologi, meliputi :

DL, Golongan Darah dan pemeriksaan DDR untuk
malaria
5.
Pemeriksaan Faal Homeostatis, meliputi :
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
151

BT/CT untuk faktor pembekuan darah.
6.
Pemeriksaan Urine Analisa meliputi :

UL, tes kehamilan.
Grafik 39
GRAFIK 10 BESAR PEMERIKSAAN TERBANYAK
LABORATORIUM RSUD-KLU TAHUN 2016
10100
6961
3150
DL
GDS
UL
2877
2877
2628
Urea Creatin SGOT
2628
SGPT
2628
2044
1662
Golda BT/CT HBSAG
PELAYANAN BPJS
BPJS Kesehatan ( Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan)
merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan
pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan
khusus oleh
pemeliharaan kesehatan
bagi seluruh Rakyat Indonesia terutama PNS, Pensiunan PNS dan
TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan
Usaha lainnya atau rakyat biasa.
BPJS Kesehatan beroperasi sejak 1 Januari 2014 yang sebelumnya
bernama Askes (Asuransi Kesehatan) yang dikelola oleh PT Askes Indonesia
(Persero) berdasar UU Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS dan diperkuat
dengan Dasar Hukum lainnya yaitu Sistem Jaminan Sosial Nasional Pasal 5
ayat (1) dan Pasal 52. Pada tahun 2005 Sebelum berubah nama menjadi
BPJS, oleh Pemerintah melalui Departemen Kesehatan RI Nomor
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
152
1241/Menkes/SK/XII/2004 dan Nomor 56/Menkes/SK/I /2005 Sebagai
Penyelenggara
Program
Jaminan
Kesehatan
Masyarakat
Miskin
(PJKMM/Askeskin). Seperti yang pernah dikenal sebelumnya yaitu
Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat).
Kinerja Sekretariatan
Kenaikan Pangkat dan Gaji Berkala
Pada tahun 2013 jumlah pegawai yang naek pangkat sebanyak 18 orang,
sedangkan pada tahun 2014 sebanyak 31 orang, pada tahun 2015 sebanyak 16
orang dan pada tahun 2016 sebanyak 4 orang. sedangkan pegawai RSUD-KLU
yang memasuki purna bakti/pension pada tahun 2016 tidak ada
Grafik 40
KENAIKAN PANGKAT PNS RSUD-KLU
PERIODE 2013-2016
2016
2015
2014
2013
4
16
31
18
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
153
Disiplin Pegawai :
a. Apel,
Tingkat kehadiran pegawai yang mengikuti apel Pagi maupun apel Sore di
Rumah Sakit Umum Daerah kabupaten Lombok Utara periode tahun
2013-2016 rata-rata mencapai 80 %. Tiap tanggal 21 dilangsungkan apel
Paripurna, juga pada perayaan Hari-hari Besar Nasional. Apel (Upacara
Bendera dilaksanakan hari Senen setiap Awal Bulan
b. Pembinaan pegawai
Selama periode tahun 2013-2016 telah dilakukan pembinaan pegawai
melalui teguran-teguran secara lisan dan tulisan.
Untuk lebih menguatkan pengawasan terhadap kinerja staf/ karyawan
Rumah Sakit serta memabantu kinerja Direktur, maka dibentuk Tim
Supervisi dengan harapan kualitas pelayanan lebih ditingkatkan dan
dipertanggungjawabkan serta segala masalah dapat segera diselesaikan
c. Pakaian,
Secara bertahap sedang diupayakan pengadaan pakaian seragam untuk
karyawan RSUD-KLU Terutama yang bersentuhan langsung pada
pelayanan (pasien). Aturan kebijakan tentang berpakain khususnya
Pegawai Negeri Sipil tetap mengacu pada aturan Pemerintah Daerah yaitu :
untuk Hari Senin-selasa Pakaian Pemda (seragam kuning ), Rabu Pakaian
Hitam Putih (baju putih-celana hitam), Kamis pakaian batik Rumah Sakit,
Jumat Pakaian Imtaq pada pagi harinya melaksanakan kegiatan spiritual
sesuai agama dan/ atau keyakinan masing-masing karyawan di tempat
ibadahnya, baru kemudian melaksanakan aktivitas kantor sampai jam 11.00
Wita. Sabtu, Pakaian Olah Raga, sedangkan di tempat pelayanan
menyesuaikan sesuai ruangan masing-masing termasuk saat melaksanakan
Piket Sore, Malam atau piket saat Hari Libur berdasarkan kesepakatan
intern rumah sakit.
d. Absensi Elektronik
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
154
Dalam upaya lebih meningkatkan kualitas disiplin aparatur, sejak bulan
Februari 2016 RSUD-KLU mulai menerapkan Absensi Elektronik
dijadikan 2 kelompok karyawan yaitu untuk tenaga PNS dan Non PNS
dimana petunjuk pelaksnaannya dibuat oleh bagian Kepegawaian.
e. Jadual Jaga
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara merupakan salah
satu SKPD yang melaksanakan kinerja selama 24 jam. Untuk lebih
menjaga keteraturan dan rutinitas kinerja, maka jadual jaga bagi setiap
petugas adalah syarat mutlak/ wajib. Berhubungan dengan hal tersebut,
Direktur melalui 3 (tiga) Sub bagian yaitu : Tata Usaha, Pelayanan Medik
dan Penunjang Medik mengkoordinir dalam pelaksanaan tugas jaga.
Kemudian diperkuat dengan dibentuknya Tim Supervisi dan Satuan
Pengawas Internal (SPI) rumah sakit.
Manajemen Umum dan Program
Pada tahun 2013 pengelolaan manajemen masih dibawah pembinaan Dinas
Kesehatan, kemudian pada tahun 2014 telah dilakukan pengelolaan
kebutuhan rumah tangga rumah sakit secara mandiri dengan tetap
berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan. Pengelolaan manajemen umum
tidak terlepas dari acuan Bappeda dan Dispenda/ DPPKAD Kabupaten
Lombok Utara yang berpegang pada Aplikasi SIMDA dan harapannya
pada tahun 2015 alokasi/ tata kelola penggunaan anggaran keuangan
melalui badan layanan umum (BLUD) disamping sistem yang sudah ada
sebelumnya. Adapun pengelolaan tersebut merupakan Belanja Langsung
terdiri dari : pertama, Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
meliputi ; penyediaan jasa surat menyurat termasuk jasa administrasi teknis
perkantoran, jasa komunikasi sumber daya air dan listrik, jasa pemeliharaan
dan perizinan kendaraan dinas/operasional, jasa administrasi keuangan, jasa
kebersihan/caraka/peramu/keamanan/sopir kantor, jasa perbaikan dan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
155
peralatan kerja, belaja ATK cetak dan penggandaan dan bacaan, rapat
koordinasi, termasuk penyediaan biaya makan-minum serta penyelesaian
produk hukum. Kedua, Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur
meliputi ; pengadaan kendaraan dinas/operasional, perlengkapan gedung
kantor, mebelair termasuk pemeliharaan rutin rumah dinas, gedung kantor
maupun kendaraan dinas/operasional. Ketiga, Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja
meliputi ; Laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD,
Penyusunan
Laporan
Keuangan
Akhir
Tahun,
Penyusunan
KUA,PPAS,RKA, DPA dan DPPA; Penyusunan Data Base Pemutakhiran
dan Pengolahan Data Statistik; Penyusunan Renstra dan Renja SKPD serta
Pembuatan Profil Rumah Sakit. Keempat, Program Upaya Kesehatan
Masyarakat meliputi : Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan.
Kelima, Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
meliputi : Pengembangan Media Promosi dan dan Informasi sadar hidup
sehat. Keenam, Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan. Ketujuh,
Program Pengadaan dan Peningkatan Sarpras Rumah Sakit,
dan
Kedelapan, Program Kemitraan Pelayanan Kesehatan.
Perencanaan Pelaporan Sumber Dana Dan Anggaran
Keberhasilan suatu organisasi tidak terlepas dari rencana awal untuk
dapat mencapai sebuah cita-cita (Visi) sebagai ujung tombak, arah atau
pedoman
.Untuk meraih suatu Visi maka perlu dijabarkan melalui
beberapa Misi dengan menetapkan Kerangka Tujuan dan Sasaran.
Selanjutnya dituangkan dalam bentuk beberapa kegiatan berdasarkan
Program-program yang telah ditetapkan untuk meraih Visi-Misi dimaksud.
Perencanaan tidak sebatas berada pada tatanan manajemen tingkat atas,
melainkan tingkat paling bawahpun membutuhkan suatu perencanaan
sehingga terjalin gerak langkah yang dinamis dan terkoordinir.
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
156
Perencanaan diibaratkan sebagai otaknya suatu organisasi termasuk Rumah
Sakit sebagai salah satu SKPD yang ada di Pemerintahan Kabupaten
Lombok Utara dengan tetap terjalin kerjasama dengan bagian-bagian
terkait. Ada beberapa kegiatan terkait dengan perencanaan (selain
Penyusunan Profil Rumah Sakit) yaitu : Penyusunan Laporan Akuntabilitas
Kinerja
Instansi
Pemerintah
(LAKIP);
Pelaporan
TEPPA/TEPRA
mencakup didalamnya Laporan Bulanan Realisasi Fisik dan Keuangan;
Laporan Evaluasi dan Pelaporan Triwuan; Penyusunan KUA,PPAS,RKA,
DPA dan RKAP dan DPPA; serta Penyusunan Renstra dan Renja SKPD
termasuk juga perencanaan kebutuhan alat kesehatan, obat dan kebutuhan
rumah sakit lainnya antara lain melalui usulan yang berasal dari Dana
Alokasi Khusus (DAK), Dana Intensip Daerah (DIK), Dana Alokasi Umum
(DAU), untuk tahun 2016 seiring perubahan struktur organisasi
Kementerian Kesehatan RI, usulan melalui Direktorat Jenderal Pelayanan
Kesehatan Rujukan melalui system e-monev/ e-renggar dengan aplikasi
e-planning, Dana Bantuan Hasil Cukai Tembakau (DBHCT), Dana Pajak
Rokok dan dana bantuan lainnya.
Sehubungan
dengan
pendanaan
(keuangan)
adapun
sumber
pendapatan yang terangkum pada periode 2014-2016 diperoleh dana
program antara lain melalui APBD dan BLUD yang dapat di rincikan pada
tabel dibawah ini:
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
157
Tabel 21
Sumber Dan Jumlah Pendapatan Dan Realisasi Anggaran
Operasional RSUD-KLU Pada tahun 2014-2016
No
Sumber
Jmlh Pendapatan
Realisasi Anggaran
Pendapatan
2014
2015
2016
2014
%
2015
%
2016
%
93
7.043.841.940
88.7
4.754.729.521
90.57
1
DAU
13.162.599.000
7.941.080.000
5.249.927.000
12.227.337.581
2
DID
-
-
8.000.000.000
-
-
-
6.766.882.300
84.59
3
DAK
-
2.46.760.000
2.696.184.000
-
1.724.299.000
69.9
2.695.726.901
99.98
4
DAK Tambahan
-
12.382.200.000
39.915.281.000
-
12.135.629.326
98
38.984.193.000
97.67
5
Pajak Rokok
-
3.138.160.000
-
-
3.092.959.250
98.6
-
-
6
DBHCHT
-
-
900.000.000
-
-
900.000.000
100
7
BLUD
-
4.432.000.000
17.313.576.769
-
4.105.298.587
92.6
14.436.971.266
83.39
Total
13.162.599.000
30.360.200.000
74.074.968.769
12.227.337.581
28.102.028.103
93
68.538.502.988
92.53
93
Grafik 41
GRAFIK JUMLAH & SUMBER PENDAPATAN & REALISASI
ANGGARAN OPERASIONAL RSUD-KLU TAHUN 2014-2016
2014
2015
2016
74,074,968,769
30,360,200,000
13,162,599,000
Jmlh Pendapatan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
68,538,502,988
28,102,028,103
12,227,337,581
Realisasi Anggaran
158
Berdasarkan tabel dan grafik di atas terjadi peningkatan pagu realisasi
anggaran pada tahun 2016 yaitu sebesar Rp. 68,538,502,988 (71 %)
dibandingkan pada tahun 2015 sebesar Rp.28.102.028.103 (29 %) atau 71 %
pada tahun 2016 dan 29 % pada tahun 2015. Adapun rincian program atau
DPPA RSUD-KLU pata tahun 2016 sebagai berikut:
Tabel 22
Tabel Rekapitulasi Laporan Atau Kegiatan DPPA
RSUD-KLU Pada Tahun 2016
Kode
Belanja Langsung
Anggaran
Realisasi
%
1.02.02.01
Program
Pelayanan
2016
2016
867.394.400
752.826.200
88.79
2.738.558.909
2.547.626.310
93.03
-
-
-
105.077.600
103.940.000
98.92
3.131.400.000
2.911.550.000
92.98
17.313.576.769
14.436.971.266
83.39
Administrasi Perkantoran
1.02.02.02
Program
Sarana
Peningkatan
&
Prasarana
Aparatur
1.02.02.05
Program
Peningkatan
Kapasitas
Sumberdaya
Aparatur
1.02.02.06
Program
Pengembangan
Peningkatan
sistem
Pelaporan Capaian Kerja &
Keuangan
1.02.02.16
Program Upaya Kesehatan
Masyarakat
1.02.02.40
Program
Kesehatan
Promosi
&
Pemberdayaan Masyarakat
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
159
Berdasarkan Tabel di atas, pada tahun 2016 dapat kita lihat rincian
kegiatan dan pembiayaan (belanja langsung) RSUD-KLU seperti: Program
Pelayanan Administrasi perkantoran
yang meliputi surat menyurat, jasa
komunikasi air dan listrik, jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas
dan operasional , jasa kebersihan dan tukang kebun, jasa perbaikan peralatan
kerja, jasa administrasi dan teknis perkantoran dll.
Selain Program Administrasi perkantoran ada juga program sarana dan
prasarana aparatur yang meliputi (pengadaan kendaraan dinas, perlengkapan
gedung/kantor, pengadaan meubleir, pemeliharaan rumah dinas, pemeliharaan
gedung/kantor, pemeliharaan kendaraan dll), Program pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan (penyusunan laporan capaian kerja),
Program
upaya
kesehatan
masyarakat
(peningkatan
pelayanan
dan
penanggulangan masalah kesehatan), Program pengadaan sarana dan
prasarana Rumah akit (pembangunan RS, pengadaan alkes RS, pengadaan
obat-obatan, pengadaan mobil ambulan/jenazah, perlengkapan rumah tangga
RS, bahan logistik dll), Program kemitraan pelayanan kesehatan ( kemitraan
asuransi kesehatanh).
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
160
BAB V
ANALISA LINGKUNGAN
Pencapaian kinerja melalui visi dan misi selalu dipengaruhi oleh situasi
lingkungan baik yang
bersumber dari dalam organisasi maupun dari luar
organisasi. Upaya dalam pencapaian visi dan misi yang telah tertuang dalam
rencana strategis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara terkait
dengan upaya pencapaian tujuan dan sasaran perencanaan yang dihadapkan
pada situasi yang terus berubah sehingga dibutuhkan kemampuan dalam
mengendalikan setiap perubahan yang terjadi setiap saat. Bertitik tolak dari
sebuah VISI yang berisikan gambaran keadaan yang diyakini ideal dan dapat
tercapai sebagai arah atau pedoman dan pendorong bagi keberhasilan organisasi
dengan semangat sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah disepakati
melalui MISI Rumah Sakit.
Analisa lingkungan strategis yang dihadapi oleh Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara meliputi :
1. Strength (Kekuatan)
Adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau
program pada saat ini. Implementasinya adalah optimalisasi. Adapun kekuatan
yang dimiliki oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara
adalah :
 Tersedianya jumlah SDM kesehatan yang relatif cukup memadai, meskipun
masih banyak tenaga Kontrak/ Honor Daerah dan Mengabdi.

Adanya Visi dan Misi

Struktur Organisasi sesuai kebutuhan.

Pembangunan dan Penambahan Gedung Baru

Sarana relatif cukup memadai mendekati Standar Rumah Sakit Type C

Terletak didekat
Pusat Pemerintahan Kabupaten Lombok Utara
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
161
Weakness (Kelemahan)
adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau
program pada saat ini. Impelementasinya adalah pembenahan. Adapun
kelemahan yang dimiliki oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
Utara adalah :

Prasarana belum memadai sesuai dengan Standar Rumah Sakit Type C dan
masih bekas inventaris Puskesmas Tanjung

Kualitas SDM masih kurang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal
dan masih perlu banyak pendidikan dan pelatihan/ bimbingan teknis
dengan Anggaran yang masih terbatas

Promosi rumah sakit masih kurang dan perlu memaksimalkan kinerja
bagian promosi dan bagian Humas rumah sakit

Rumah Sakit belum mendapat SK Menkes dan belum ada Penilaian KARS
( dalam proses menuju Akreitasi)
3. Opportunity (Peluang)
Adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan
memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan terlebih lagi
belum ada pesaing artinya Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
Utara merupakan satu-satunya Sarana Pelayanan Rujukan yang ada di
Kabupaten Lombok Utara.
Implementasinya adalah pemanfaatkan peluang.
Adapun peluang lain yang dapat dimanfaatkan oleh Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Lombok Utara adalah :

Dukungan kebijakan Pemerintah Daerah dan Pusat dalam peningkatan dan
pengembangan rumah sakit
 Berkembangnya industri pariwisata dan fasilitas lainnya di Kabupaten
Lombok Utara
 Lokasi Rumah Sakit di pusat Pemerintahan Daerah
 Tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan semakin meningkat
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
162
4. Threat (Ancaman)
Adalah adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang
datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa
depan. Implementasinya adalah dengan Antisipasi.
 Regulasi tenaga profesi ahli (dokter spesialis)

Keterbatasan akses ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok
Utara (menjangkau 5 kecamatan).

Persaingan pelayanan rumah sakit semakin meningkat, (Rumah Sakit
Provinsi, Rumah Sakit Kota Mataram, Rumah Sakit Swasta, Praktek
Swasta seperti praktek Dokter, Bidan dan Perawat).
Termasuk potensial dibangunnya rumah sakit- rumah sakit atau klinik
beserta praktek swasta dan tenaga kesehatan dalam dan luar negeri
lainnya merambah ke wilayah Lombok Utara dalam era persaingan
pangsa pasar bebas

Keterbatasan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang peran dan
fungsi Rumah Sakit.
Untuk rencana pengembangan ke depan Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara telah menyusun Grand Design terhitung sejak
tahun 2012 selama kurun waktu 20 tahun yang meliputi :
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
163
Tabel 23
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Lombok Utara dalam Jangka Panjang
(sampai dengan 20 tahun kedepan)
Tahun
No
Variabel
1.
Visi
2.
Jumlah
Tempat
Tidur
Fasilitas
rumah
sakit
3.
4.
5.
6.
2012
5 Tahun
"Sebagai
rumah
sakit yang
maju dan
beradab"
"Sebagai
rumah
sakit yang
maju dan
beradab"
"Sebagai
rumah
sakit yang
maju dan
beradab"
"Sebagai
rumah
sakit yang
maju dan
beradab"
"Sebagai
rumah sakit
yang maju
dan beradab"
50
100
150
200
>200
Poli
khusus,
(Visite),
CT
Scan,USG
3 Dimensi
VIP, Poli
Ekskutif,
Mesin
Hemodiali
s
VVIP,
Mini
Market,
MDR
PONEK,
UTDRS
dan VIP
ICU,ICCU
,NICU,
Rehabilita
si Medis
Hemodiali Diagnostic
s,Peningka center
tan dan
pengem
banagn
UGD
B
B+ Unggulan
Poli,Rawat
Jalan,
Rawat
Inap,VIP,
Laboratori
um,
Radiologi
Pengemba Ijin
ngan
Rumah
rumah
sakit
sakit
10 Tahun 15 Tahun
20 Tahun
Peningkatan
sarana
Pendukung
(Radioterapi)
Kelas
Rumah
Sakit
SDM :
D
C
C+
dr
Spesialis
dr / drg
1
5
10
15
20
5/2
15
20
25
25
Perawat
50
100
150
200
250 (perawat
(perawat + (perawat + (perawat +
+ bidan)
bidan)
bidan)
bidan)
Bidan
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
164
Tahun
No
Variabel
Non
Keperawat
an
Non Medis
7.
8.
2012
5 Tahun
44
60
Produk
penangana rujukan
Unggulan n
operasi
kegawatda mata
ruratan
Anggaran
5M
20 M
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
10 Tahun 15 Tahun
75
80
Diagnostic Spesialis
center
bedah
estetik
30 M
40 M
20 Tahun
100
Radioterapy
dan
rehabilitasi
50 M
165
BAB VI
PENUTUP
Profil atau Laporan Tahunan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Lombok Utara disusun untuk kepentingan sistem informasi kesehatan Kabupaten
Lombok Utara yang memuat tentang data dan informasi hasil kegiatan atau
kinerja, indikator-indikator yang menggambarkan tercapai atau tidaknya target
pelaksanaan program dan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan daerah
khususnya dibidang kesehatan.
Data-data yang tersaji dalam profil ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi
kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat dan menentukan kebijakan dan strategi oleh para
perencana pembangunan kesehatan baik ditingkat intern Rumah Sakit maupun di
tingkat daerah dan pusat.
Kinerja Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara
dari tahun 2013 sampai tahun 2015 menunjukkan peningkatan. Hal tersebut dapat
dilihat dari cakupan indikator-indikator kinerja pelayanan. Pencapaian ini sangat
didukung oleh kinerja pengembangan, kinerja pelayanan penunjang dan kinerja
kesekretariatan yang trendnya semakin membaik.
Namun demikian Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara
sebagai satu-satunya pusat rujukan kesehatan di Kabupaten Lombok Utara, perlu
berupaya untuk meningkatkan terus kinerjanya, agar dapat memberikan pelayanan
terbaik, pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Lombok Utara.
Direktur RSUD
KabupatenLombok Utara
( dr. H. Lalu Bahrudin )
Nip:19691011200312 1 005
Pembina IV/a
Profil RSUD Kab. Lombok Utara tahun 2016
166
Download