pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, ukuran

advertisement
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, LEVERAGE, UKURAN
DEWAN KOMISARIS DAN KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP
PENGUNGKAPAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN PERTAMBANGAN
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2010-2013
Sastra R. Manullang
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang
Jl. Politeknik Senggarang-Tanjungpinang Telp. (0771) 7001550, Fax. (0771) 7038999
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas,
Leverage, Ukuran Dewan Komisaris dan Kinerja Lingkungan Terhadap Pengungkapan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Periode Tahun 2010-2013. CSR merupakan tindakan yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk
tanggung jawab untuk memenuhi harapan public, sehingga mendapatkan legitimasi atas
keberadaan perusahaan itu sendiri. Faktor-faktor yang diuji adalah ukuran perusahaan,
profitabilitas, leverage, ukuran dewan komisaris, dan kinerja lingkungan sebagai variabel
indepen den sedangkan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai variabel
dependen.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan pemilihan sampel
menggunakan metode purposive sampling. Metode yang digunakan untuk mengukur
pengungkapan CSR adalah dengan content analysis. Metode pengukuran content analysis
dilakukan dengan memberikan checklist pada item CSR dalam laporan keungan tahunan
perusahaan Sampel penelitian ini terdiri dari 10 perusahaan pertambangan yang terdaftar dalam
Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2010-2013. Model analisis untuk penelitian Ini
menggunakan analisisregresi linier berganda.
Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa hanya variable leverage dan
ukuran dewan komisaris yang berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan CSR,
sedangkan variabel ukuran perusahaan, profitabilitas,dan kinerja lingkungan tidak mempunyai
pengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR perusahaan pertambangan yang terdaftar di
BEI.
Kata Kunci: Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, Ukuran Dewan Komisaris dan Kinerja
Lingkungan
1. PENDAHULUAN
Kewajiban bagi perusahaan untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility adalah
sebagai bentuk kepedulian atas dampak yang ditimbulkan perusahaan terhadap lingkungannya
melalui pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan. Dalam menjalankan usahanya
perusahaan tidak boleh lagi memegang prinsip menghasilkan keuntungan (laba) agar dapat
memberikan sumbangan yang banyak kepada masyarakat seperti dalam pendekatan teori
akuntansi tradisional. Untuk menjalankan operasi perusahaan ada dampak-dampak sosial yang
timbul yang semakin besar dan semakin sulit dikendalikan. Oleh karena itu perusahaan dituntut
memperhatikan dampak-dampak sosial yang ditimbulkan dan berupaya mengatasi.
Kesadaran publik akan masalah yang ditimbulkan perusahaan mengharuskan perusahaan
untuk memberikan konstribusi yang baik terhadap pembangunan ekonomi, lingkungan, dan
sosial bagi yang terkait. Di Indonesia sendiri kewajiban yang harus dilaksanakan perusahaan itu
dimunculkan dalam Undang-Undang No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tertuang di
dalamnya bahwa: (1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau
berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
(2) Tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
kewajiban perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang
pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran. (3) Perseroan yang
tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai sanksi sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tanggung
jawab sosial dan lingkungan diatur dengan peraturan pemerintah. Pentingnya pengungkapan
tanggungjawab sosial perusahaan telah membuat banyak peneliti untuk meneliti praktik dan
motivasi perusahaan melakukan CSR baik di dalam maupun di luar negeri. Seperti penelitian
yang dilakukan oleh Carrol dan Shabana (2010); Jessica (2008); Wijaya (2011); Wayan dan Putu
(2014); Alit dan Dharma (2013) yang meneliti mengenai factor-faktor yang mempengaruhi
pengungkapan CSR
2. KAJIAN PUSTAKA
2.1 Teori Keagenan (Agency Theory)
Jensen dan Meckling (1976) dalam Evandini (2014) menjelaskan hubungan keagenan di
dalam teori agensi (agency theory) bahwa perusahaan merupakan kumpulan antara principal dan
agen yang bertindak mengurus penggunaan dan pengendalian sumber daya tersebut. Manajemen
merupakan pihak yang dikontrak oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingan
pemegang saham. Untuk itu manajemen diberikan sebagian kekuasaan untuk membuat
keputusan bagi kepentingan terbaik pemegang saham.
2.2 Teori Stakeholder
Definisi stakeholders menurut Freeman (1984) merupakan individu atau kelompok yang
bisa mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh organisasi sebagai dampak dari aktivitasaktivitasnya. Sedangkan Chariri dan Ghazali (2007, h;32) mengatakan bahwa perusahaan
bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan
manfaat bagi stakeholders-nya (shareholders, kreditor, konsumen, supplier, pemerintah,
masyarakat, analis dan pihak lain).
2.3 Teori Legitimasi
Teori legitimasi menjelaskan kontrak sosial antara perusahaan dengan masyarakat,
kelangsungan hidup perusahaan akan terancam jika masyarakat merasa perusahaan tidak
mematuhi kontrak sosialnya atau perusahaan bisa saja bertindak di luar dari batas norma-norma
masyarakat yang sudah ditentukan dalam perjanjian.
3.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini ada 26 perusahaan yang menjadi populasi. Sementara itu ada 10
perusahaan yang menjadi sampel dimana 10 perusahaan ini termasuk dalam sektor pertambangan
juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2013. Data sekunder berupa laporan tahunan
yang didapat dari situs di www.idx.com maupun website resmi masing-masing perusahaan yang
terkait.
Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas
data, uji autokorelasi, uji multikolonieritas, dan uji heteroskedastisitas) dan analisis regresi linear
berganda dengan bantuan spss versi 20.
Hipotesis yang akan diuji adalah :
H1 = Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR
H2 = Profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan CSR
H3 = Leverage berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR
H4 = Ukuran Dewan Komisaris tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR
H5 = Kinerja Lingkungan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR
H6 = Size, Ukuran Dewan Komisaris dan Kinerja Lingkungan berpengaruh terhadap
Pengungkapan CSR
Proksi dari ukuran suatu perusahaan, data disajikan dalam bentuk logaritma dalam
penelitian ini yakni menggunakan log of total asset dimana jumlah aktiva perusahaan akan
direfleksikan karena nilai yang lebih besar dibandingkan dengan variabel lain.
SIZE = log Total Aset Perusahaan
Proksi untuk variable profitabilitas dalam penelitian ini menggunakan Return On Asset
(ROA)
Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat leverage adalah Debt To Equity Ratio
(DER). Secara sistematis kebijakan hutang diukur sebagai berikut:
Ukuran dewan komisaris dilihat dari banyaknya jumlah anggota dewan komisaris yang
dimiliki perusahaan.
DK = ΣDewan Komisaris dalam Perusahaan
Kinerja lingkungan perusahaan dalam penelitian ini diukur melalui PROPER atau
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup yang
merupakan instrumen yang digunakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Kriteria
dalam peringkat PROPER sebagai berikut:
1. Peringkat “Emas” (Skor 5)
2. Peringkat “Hijau” (skor 4)
3. Peringkat “Biru” (skor 3)
4. Peringkat “Merah”(skor 2)
5. Peringkat “Hitam” (skor 1)
Persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
CSR = α + β1Size + β2Pro + β3Leverage + β4UDK + β5KL + е
Keterangan:
CSR
= Pengungkapan Sosial Perusahaan
α
= Konstanta
β1 – β5
= Koefisien regresi
Size
= Ukuran perusahaan
Pro
= Profitabilitas perusahaan
Leverage
= Tingkat leverage perusahaan
UDK
= Ukuran Dewan Komisaris
KL
= Kinerja Lingkungan
е
= Error
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji Kualitas Data
Uji Normalitas: Hasil pengujian ini memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar di sekitar
garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Sehingga dapat dinyatakan
bahwa penyebaran data mendekati normal atau memenuhi asumsi normalitas.
Uji Asumsi Klasik
Uji Multikolinearitas: Berdasarkan tabel dibawah diketahui bahwa nilai VIF dari masingmasing variabel yaitu size perusahaan, profitabilitas, leverage, ukuran dewan komisaris, dan
kinerja lingkungan berada di sekitar 1. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa model
regresi terbebas dari multikolinearitas.
Model
1
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients
Coefficients
B
Std.
Beta
Error
.466
.644
.930 1.075
.249 2.117
.042
.982 1.018
.003
.846 1.182
.000
.268
.795 1.257
.920 1.087
.209
SIZE
Profitabilit
as
.008
.018
.056
.483
.228
-.022
.007
.023
.024
Collinearity
Statistics
Tolerance
VIF
.125
-.330
UDK
.120
KL
.027
a. Dependent Variable: CSR
Sig.
1.575
(Constant)
Leverage
t
3.188
.677 5.184
.137 1.125
-.404
Uji Heteroskedasitas: Dari grafik scatterplot yang diperoleh setelah data diolah melalui
SPSS, dapat diketahui bahwa titik data menyebar secara acak serta tersebar di atas maupun di
bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model
regresi tersebut.
Uji Autokorelasi: Pengujian autokorelasi pada penelitian ini menggunakan statistik uji
Durbin Watson. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada table di bawah, maka
diperoleh nilai Durbin Watson sebesar 1,405. Hal ini berarti nilai berada diantara -2 sampai
+2, sehingga model regresi tersebut bebas dari adanya autokorelasi.
Model Summaryb
Mode
R
R Square Adjusted R Std. Error of
Durbinl
Square
the Estimate
Watson
a
1
.734
.539
.471
.15507
1.405
a. Predictors: (Constant), KL, SIZE, Profitabilitas, Leverage, UDK
b. Dependent Variable: CSR
HIPOTESIS
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients
Coefficients
B
Std. Error
Beta
Model
(Constant)
-.330
.209
SIZE
.008
.018
Profitabilitas
.483
.228
-.022
.007
UDK
.120
KL
.027
a. Dependent Variable: CSR
.023
.024
1
Leverage
t
1.575
.056 .466
.249 2.117
-.404
3.188
.677 5.184
.137 1.125
Sig.
Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
.125
.644
.930
1.075
.042
.982
1.018
.003
.846
1.182
.000
.268
.795
.920
1.257
1.087
1. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Corporate Social Responsibility.
Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas menunjukkan besarnya t-hitung sebesar 0,466
dengan tingkat signifikansi 0,644 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (5%). Hal ini
menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak terbukti berpengaruh terhadap pengungkapan
tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian, hipotesis pertama (H1) yang
menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan
tanggung jawab sosial tidak dapat diterima.
2. Pengaruh Profitabilitas terhadap Corporate Social Responsibility.
Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas menunjukkan besarnya t-hitung sebesar 2,117
dengan tingkat signifikansi 0,42 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (5%). Hal ini
menunjukkan bahwa profitabilitas tidak terbukti berpengaruh terhadap pengungkapan
tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian, hipotesis kedua (H2) yang menyatakan
bahwa profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan tanggung
jawab sosial tidak dapat ditolak.
3. Pengaruh Leverage terhadap Corporate Social Responsibility
Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas menunjukkan besarnya t-hitung sebesar 3,188 dengan tingkat signifikansi 0,003 berada di bawah taraf signifikansi 0,05 (5%). Sesuai
dengan Ghozali (2005) memaparkan bahwa nilai t atau signifikansi < 0,05, maka dapat
dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara
parsial. Hal ini menunjukkan bahwa leverage terbukti berpengaruh terhadap pengungkapan
tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian, hipotesis ketiga (H3) yang menyatakan
bahwa Leverage berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial tidak dapat
ditolak.
4. Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris terhadap Corporate Social Responsibility.
Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas menunjukkan besarnya t-hitung sebesar 5,184
dengan tingkat signifikansi 0,000 berada di bawah taraf signifikansi 0,05 (5%). Sesuai
dengan Ghozali (2005) jika nilai t atau signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa
terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Hal ini
menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris terbukti berpengaruh signifikan terhadap
pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian, hipotesis keempat (H4)
yang menyatakan bahwa Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh signifikan terhadap
pengungkapan tanggung jawab sosial tidak dapat ditolak.
5. Pengaruh Kinerja Lingkungan terhadap Corporate Social Responsibility.
Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas menunjukkan besarnya t-hitung sebesar 1,125
dengan tingkat signifikansi 0,261 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (5%). Hal ini
menunjukkan bahwa kinerja lingkungan tidak terbukti berpengaruh terhadap pengungkapan
tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan demikian, hipotesis kelima (H5) yang
menyatakan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh terhadap pengungkapan tanggung jawab
sosial tidak dapat diterima.
6. Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F)
Pengujian hipotesis ini bertujuan untuk mengukur pengaruh Size, Profitabilitas,
Leverage, UDK, dan KL secara besama-sama atau simultan terhadap Pengungkapan
Tanggung Jawab Sosial.
Model
1
Regression
Residual
Sum of
Squares
.954
.818
ANOVAa
Df
5
34
Mean
Square
.191
.024
F
Sig.
7.937
.000b
Total
1.772
39
a. Dependent Variable: CSR
b. Predictors: (Constant), KL, SIZE, Profitabilitas, Leverage, UDK
Sumber: Data Olahan Penulis, 2015
Nilai sig. sebesar 0,000. Hal ini menandakan bahwa model regresi dapat digunakan untuk
memprediksi tingkat pengungkapan Corporate Social Responsibility karena nilai sig. <alpha
(α = 5%). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Size,
Profitabilitas, Leverage, Ukuran Dewan Komisaris dan Kinerja Lingkungan secara simultan
terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris tentang pengaruh ukuran
perusahaan, profitabilitas, leverage, ukuran dewan komisaris dan kinerja lingkungan terhadap
pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dilihat dari laporan tahunan
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari Hasil analisis maka dapat
disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan, profitabilitas dan kinerja lingkungan tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab social perusahaan.
Dan disisi lain leverage dan Ukuran Dewan Komisaris berpengaruh terhadap pengungkapan
tanggung jawab social perusahaan.
Saran
Berdasarkan hasil analisis pembahasan serta beberapa kesimpulan dan keterbatasan pada
penelitian ini, adapun saran-saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini agar
mendapatkan hasil yang lebih baik, yaitu:
1. Penelitian selanjutnya diharapkan menambah jumlah sampel dengan memperluas sektor
yang diteliti di Bursa Efek Indonesia dan tahun pengamatan yang lebih lama.
2. Menambahkan beberapa variabel lain sebagai faktor yang dapat mempengaruhi
pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR), seperti tipe industri, kepemilikan
saham, dan kinerja manajerial.
3. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan data lain, seperti kuesioner ataupun
interview ke perusahaan untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai pengungkapan
Corporate Social Responsibility (CSR).
DAFTAR PUSTAKA
Alit dan Dharma, 2013. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap
Kinerja Perusahaan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia. E- Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana, 4(1) (2013), h: 141-158.
Almilia, Luciana Spica dan Dwi Wijayanto. 2007. Pengaruh Kinerja Lingkungan dan
Environmental Disclosure Terhadap Economic Performance. The 1st Accounting
Conference, Faculty of Economics Universitas Indonesia. Depok, (November).
Arfan Ikhsan dkk, 2005. Akuntansi Keprilakuan, Jakarta: Salemba Empat
Atmaja, 2008. Teori dan Praktik Keuangan. Yogyakarta: Cv. Andi Offset.
Bertens, 2000. Pengantar Etika Bisnis, Yogyakarta: Percetakan Kanisius.
Bursa
Efek Indonesia. Laporan
(http:/www.idx.co.id).
Tahunan
Tahun
2010,
2011,
2012,
2013.
Cahya, Bramantya Adhi. 2010. Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility). Media Riset Akuntansi.
Universitas Diponegoro. Semarang.
Carroll dan shabana, 2010. The business Case for Corporate Social Resposibility: A Review
of Concepts, Research and Practice. International Journal Of Management Reviews
(2010), h: 86-102, London.
Coller, P., and A. Gregory, 1999. “Audit Committee Activity and Agency Costs”, Journal of
Accounting and Public Policy, Vol 18 (4-5) pp 311-332.
Evandini, 2014. Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab
Sosial Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI. Media
Riset Akuntansi, Semarang.
Fahmi, 2012. Analisi Laporan Keuangan, Bandung: Penerbit CV Alfabeta .
Freeman, 1984. Strategic Management: A Stakeholder Approach. Boston: Pitman
Gamerschlag, Moller dan Verbeeten, 2011. Determinants of voluntary CSR disclosure:
empirical evidence from Germany, Rev Manag Sci (2011) pp:233–262.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
------------------. 2006. Structural Equation Modelling Metode Alternatif dengan PLS,
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali dan Anis, 2007. Teori Akuntansi, Edisi 3, Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.
Hackstone, David and Markus J. Milne. 1996. ”Some Determinants of Social and
Environmental Disclosure in New Zealand Companies”. Accounting, Auditing and
Accountability Journal. Vol.9.No.1.p.77-108.
Horne dan Wachowicz, 2001. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba
Empat.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). 2009. Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no.1 (Revisi
2009). Jakarta: Salemba Empat.
Jessica, L. 2008. Protect, Respect and Remedy: Ruggie’s Latest Report to the UN on Human
Rights and Business. Corporate Social Responsibility, Grand Rapids: Michigan.
Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 349 Tahun
Tentang Hasil Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan
Lingkungan Hidup Tahun 2012-2013.
2013
Moir, Lance. 2001. “What Do We Mean by Corporate Social Responsibility?”. Corporate
Governance, Vol. 1, Issue 2, pp. 16-22.
Montgomery dan Catherine, 2007. Including Corporate Social Responsibility, Environmental
Sustainaibility and Ethics in Calibrating MBA Job Preferences, Singapore
Management University Institutional Knowledge, pp: 1-43.
Mulyadi, 2002. Auditing: Jilid 1 Edisi Enam. Jakarta: Salemba Empat.
Novrianto, 2012. Pengaruh Leverage, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap
Pengungkapan Informasi Sosial pada Perusahaan Manufaktur Di Bei. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Akuntansi – VOL 1, NO. 1, Januari (2012).
O’Donovan, Gary. 2002. “Environmental Disclosures in The Annual Report: Extending The
Applicability and Predictive Power of Legitimacy Theory”. Accounting, Auditing,
and Accountability Journal, Vol. 15, No.3, pp. 344-371.
Oktariani dan Mimba, 2014. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Tanggung Jawab
Lingkungan dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana, 6 (3) (2014), hal: 402-4018.
Purwanto, 2011. Pengaruh Tipe Industri, Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Terhadap
Corporate Social Responsibility. Jurnal Akuntansi & Auditing Volume 8/No.
1/November 2011: 1-94, hal. Universitas Diponegoro.
Sembiring,
Eddy Rismanda. 2003. “Kinerja Keuangan, Political Visibility,
Ketergantungan Pada Hutang, dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan”. Simposium Nasional Akuntansi VI. Surabaya.
Sembiring, E. R., 2005, Karakteristik Perusahaandan Pengungkapan Tanggung Jawab
Sosial: Study Empiris pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta, SNA
VIII, p.379-395.
Sonny, 1998. Etika Bisnis. Yogyakarta: Percetakan Kanisius.
Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. CV.
Bandung.
Alfabeta:
Suwardjono, 2010. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan Ed.3. BPFE:
Yogyakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007
Terbatas.
tentang
Perseroan
Veronica, T. M., 2009, Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan
Tanggungjawab Sosial Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar di
Bursa Efek Indonesia. E-Jurnal Akuntansi Universitas Gunadarma.
Wayan dan Putu, 2014. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Tanggung Jawab Lingkungan
pada Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi
Universitas Udayana 6.3 (2014), h: 402-418.
Wicaksono, 2009. Tanggung Jawab Pemegang Saham, Direksi, dan Komisaris PT. Visu
Media: Jakarta.
Widyatmoko, 2010.Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap pengungkaan Laporan
Tanggung Jawab Sosial, Skripsi: Program Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas
Diponegoro.
Wijaya, 2012. Faktor-faktor yang Mempengaruhi engungkaan Tanggung Jawab Sosial pada
Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Akuntansi-Vol 1 (1), h: 26-30.
Download