No.7/56/DPbS Jakarta, 9 Desember 2005 S U R A T E D A R A N

advertisement
No.7/56/DPbS
Jakarta, 9 Desember 2005
SURAT EDARAN
Kepada
SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA
BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH
DI INDONESIA
Perihal :
Dengan
Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
dan Bulanan
serta Laporan tertentu dari Bank yang
disampaikan kepada Bank Indonesia
telah
dikeluarkannya
Peraturan
Bank
Indonesia
Nomor
3/22/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001 tentang Transparansi Kondisi
Keuangan Bank (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor
150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor
4159), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor
7/50/PBI/2005 tanggal 29 November 2005 tentang Perubahan atas Peraturan
Bank Indonesia Nomor 3/22/PBI/2001 tentang Transparansi Kondisi Keuangan
Bank (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
135,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 4573),
perlu ditetapkan ketentuan pelaksanaan mengenai Laporan Tahunan, Laporan
Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan serta Laporan tertentu dari Bank
yang disampaikan kepada Bank Indonesia bagi
Bank Umum Yang
Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah termasuk Unit
Usaha Syariah, dan kantor cabang dari suatu Bank yang berkedudukan di luar
negeri …
negeri yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dalam
Surat Edaran yang mencakup hal-hal sebagai berikut :
I.
UMUM
1. Sesuai
dengan Undang-undang
Nomor 7 Tahun 1992 tentang
Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor
10 Tahun 1998, Bank diwajibkan untuk menyampaikan keterangan dan
penjelasan yang berkaitan dengan kegiatan usaha Bank dalam rangka
pemantauan keadaan usaha Bank oleh publik dan Bank Indonesia.
2. Dalam rangka pemenuhan informasi yang disampaikan Bank yang
melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah (Bank) dan
UUS untuk mencapai dan memelihara kepercayaan investasi
masyarakat terhadap Bank serta upaya meningkatkan transparansi
kondisi keuangan Bank kepada publik, maka informasi dalam laporan
tersebut harus bisa menyajikan hak dan kewajiban dari pihak terkait,
memberikan kontribusi untuk melindungi asset Bank dan pemenuhan
prinsip syariah dalam semua transaksi, serta dapat memberikan
informasi yang berguna tentang perkembangan usaha dan kinerja Bank
kepada para pihak terkait (stakeholders) dalam hubungannya dengan
Bank.
3. Bentuk penyampaian keterangan dan pengumuman atau publikasi
kegiatan usaha Bank dalam rangka pemantauan oleh publik dan Bank
Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam angka 2 adalah berupa
Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi, dan Laporan
Informasi Tertentu yang ditetapkan oleh Bank Indonesia
4. Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan disusun untuk memberikan
informasi mengenai posisi keuangan, kinerja atau hasil usaha Bank dan
UUS …
UUS serta informasi keuangan lainnya kepada berbagai pihak yang
berkepentingan dengan perkembangan usaha Bank dan UUS. Agar
Laporan Keuangan Publikasi dapat diperbandingkan, perlu ditetapkan
bentuk
dan
cakupan
penyajian
yang
didasarkan
pada
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang relevan untuk
perbankan syariah, Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia
(PAPSI), serta ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
5. Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan yang wajib disajikan oleh
Bank adalah laporan keuangan untuk posisi akhir Maret, Juni,
September dan Desember. Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan ini
selain wajib diumumkan dalam surat kabar juga akan diumumkan
dalam home page Bank Indonesia. Bank Indonesia juga akan
mengumumkan Laporan Bulanan dalam bentuk Laporan Keuangan
Publikasi Bulanan pada home page Bank Indonesia
6. Apabila Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi dan Laporan
Informasi Tertentu juga dibuat selain dalam Bahasa Indonesia, baik
dalam dokumen yang sama maupun terpisah, maka Laporan dimaksud
harus memuat informasi yang sama.
7. Unit Usaha Syariah, yang selanjutnya disebut UUS, adalah unit kerja
di kantor pusat bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang
syariah dan atau unit syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari bank
yang berkedudukan diluar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor
cabang pembantu syariah dan atau unit syariah.
8.
Unit Usaha Syariah harus menyajikan informasi keuangan syariah
secara …
secara triwulanan untuk posisi Maret, Juni, September dan Desember
berupa neraca, laba rugi, komitmen dan kontinjensi sebagaimana
tercantum dalam lampiran 16, informasi perhitungan bagi hasil
sebagaimana tercantum dalam Lampiran 15, dan pedoman penyusunan
neraca, laba rugi dan komitmen dan kontinjensi sebagaimana
tercantum dalam Lampiran 17, Lampiran 18 dan Lampiran 19.
Informasi kegiatan usaha syariah tersebut harus ditanda tangani oleh
Dewan Pengawas Syariah dan Pimpinan Unit Usaha Syariah.
9. Khusus untuk pelaporan publikasi UUS
posisi bulan Juni dan
Desember, selain menyajikan laporan sebagaimana dimaksud dalam
angka 8, harus pula menyajikan Laporan Sumber dan Penggunaan
Dana Zakat, Infaq dan Shadaqah (ZIS) sebagaimana tercantum dalam
lampiran 12; Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardh
sebagaimana tercantum dalam lampiran 13 ; serta Laporan Perubahan
Dana Investasi Terikat , jika ada sebagaimana tercantum dalam
lampiran 14 .
10. UUS melalui kantor pusatnya harus menyajikan laporan publikasi
triwulanan sebagaimana dimaksud dalam angka 5, termasuk juga akan
diumumkan kedalam home page Bank Indonesia.
11. Angka-angka dalam Laporan wajib disajikan dalam mata uang Rupiah.
II.
LAPORAN TAHUNAN
Laporan Tahunan Bank paling sedikit mencakup :
1. Informasi Umum
Informasi …
Informasi Umum dalam Laporan Tahunan paling sedikit berisi :
a. kepengurusan,
meliputi
susunan
Dewan
Komisaris, Direksi,
Dewan Pengawas Syariah dan pejabat eksekutif beserta jabatan dan
ringkasan riwayat hidupnya ;
b. rincian Kepemilikan Saham, berupa nama pemilik dan besaran
kepemilikan ;
c. perkembangan usaha Bank dan kelompok usaha Bank, yang
memuat data mengenai :
1)
Ikhtisar data keuangan penting paling sedikit mencakup
pendapatan penyaluran dana, laba rugi bersih, laba operasi,
laba sebelum pajak, aktiva produktif, sumber dana dan
komposisinya, pembiayaan dan komposisinya, modal sendiri,
jumlah lembar saham yang ditempatkan dan disetor ; dan
2)
Rasio keuangan yang wajib disajikan paling sedikit mencakup
rasio keuangan sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank
Indonesia tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank
khususnya Bab tentang Laporan Keuangan Publikasi Bank
Umum sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
d. sasaran, strategi dan kebijakan manajemen yang digunakan dalam
pengembangan usaha Bank
e. laporan
manajemen
yang
menyajikan
informasi
mengenai
pengelolaan Bank oleh pengurus atau manajemen dalam rangka
good corporate governance, dan paling sedikit mencakup :
1)
struktur organisasi ;
2) aktivitas …
2)
aktivitas utama ;
3)
teknologi informasi ;
4)
jenis produk dan jasa yang ditawarkan, termasuk penyaluran
Kredit Usaha Kecil (KUK) ;
5)
tanggung jawab sosial perusahaan ;
6)
realisasi bagi hasil/imbalan dan
metode
penghitungan
distribusi bagi hasil ;
7)
perkembangan perekonomian dan target pasar ;
8)
jaringan kerja dan mitra usaha baik didalam dan atau di luar
negeri ;
9)
jumlah, jenis dan lokasi kantor ;
10) kepemilikan Direksi, Komisaris dan pemegang saham dalam
kelompok usaha Bank, dan perubahan dari tahun sebelumnya ;
11) perubahan-perubahan penting yang terjadi di Bank dan
kelompok usaha Bank dalam tahun yang bersangkutan ;
12) hal-hal penting yang diperkirakan terjadi di masa mendatang ;
13) sumber daya manusia, meliputi jumlah, struktur pendidikan,
pelatihan dan pengembangan SDM ;
14) pengungkapan remuneration policy yang mencakup fees and
salaries dan fasilitas yang diterima lainnya termasuk bonus
dan tantiem untuk direksi sampai dengan satu level dibawah
direksi, komisaris dan Dewan Pengawas Syariah ; dan
15) Pemeringkatan …
15) Pemeringkatan oleh perusahaan pemeringkat yang diakui, jika
ada.
f. UUS melalui kantor pusatnya harus menyajikan informasi kegiatan
UUS yang mencakup paling sedikit :
1)
sasaran, strategi dan kebijakan manajemen yang digunakan
dalam pengembangan Unit Usaha Syariah ;
2)
perkembangan usaha syariah, yaitu penyaluran dana beserta
komposisinya, laba bersih, Return on Asset (ROA), Non
Performing
komposisinya,
Financing
(NPF),
sumber
dana
beserta
jumlah aset dan informasi lainnya yang
relevan ;
3)
jenis produk dan jasa yang ditawarkan ;
4)
tanggung jawab sosial perusahaan ; dan
5)
realisasi bagi hasil/imbalan dan
metode
penghitungan
distribusi bagi hasil.
2. Laporan Keuangan Tahunan
Laporan Keuangan Tahunan ini
paling sedikit mencakup hal-hal
sebagai berikut :
a. Laporan Keuangan , yang terdiri dari :
1)
Neraca ;
2)
Laporan Laba Rugi ;
3)
Laporan Arus Kas ;
4) Laporan …
4)
Laporan Perubahan Ekuitas ;
5)
Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat ;
6)
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, Infaq, dan
Shadaqah (ZIS) ;
7)
Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardh ; dan
8)
Catatan
atas
mengenai
Laporan
Keuangan,
termasuk
informasi
Komitmen dan kontinjensi serta hak minoritas.
b. Laporan Keuangan Konsolidasi yang telah diaudit yang merupakan
konsolidasi Laporan
Keuangan Bank dan Perusahaan Anak, yang
terdiri dari :
1) Neraca ;
2)
Laporan Laba Rugi ;
3) Laporan Perubahan Ekuitas ;
4) Laporan Arus Kas ;
5)
Catatan
atas
Laporan
Keuangan,
termasuk
informasi
mengenai komitmen dan kontinjensi serta hak minoritas.
Laporan keuangan konsolidasi ini disertai dengan opini dari
Akuntan Publik.
c. Laporan Keuangan Perusahaan Induk di bidang keuangan yang telah
diaudit oleh Akuntan Publik, yang terdiri dari :
1) Laporan Keuangan Perusahaan Induk di bidang keuangan
merupakan …
merupakan hasil konsolidasi dari seluruh perusahaan di dalam
kelompok bidang keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang
berlaku, dan meliputi :
a) Neraca ;
b) Laporan Laba Rugi ;
c) Laporan Perubahan Ekuitas ; dan
d) Daftar Komitmen dan Kontinjensi ;
2) Dalam hal kelompok usaha tidak memiliki Perusahaan Induk di
bidang keuangan maka laporan keuangan yang disampaikan
adalah Laporan Keuangan Perusahaan Induk
d. Laporan Keuangan Perusahaan Induk yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik, yang merupakan hasil konsolidasi dari seluruh
perusahaan di dalam kelompok usaha sesuai dengan standar
akuntansi yang berlaku, yang terdiri dari :
1) Neraca ;
2) Laporan Laba Rugi ;
3) Laporan Perubahan Ekuitas ; dan
4) Daftar Komitmen dan Kontinjensi.
3. Opini dari Akuntan Publik
Opini dari Akuntan Publik antara lain memuat pendapat Akuntan
Publik atas laporan keuangan konsolidasi sebagaimana dimaksud
dalam angka 2. huruf b.
4. Aspek …
4. Aspek Transparansi yang terkait dengan Kelompok Usaha
Sesuai dengan Pasal 25 Peraturan Bank Indonesia No. 3/22/PBI/2001
tentang Transparansi Kondisi Keuangan Bank (PBI),
dinyatakan
bahwa Laporan Tahunan yang disampaikan oleh Bank wajib memuat
pula informasi yang terkait dengan kegiatan di dalam kelompok usaha,
yang terdiri dari :
a. Struktur kelompok usaha Bank, yang disajikan sampai dengan
pemilik terakhir (ultimate shareholder), serta struktur keterkaitan
kepengurusan dan pemegang saham yang bertindak atas nama
pemegang saham lain (shareholders acting in concert). Pengertian
pemegang saham yang bertindak atas nama pemegang saham lain
adalah pemegang saham perorangan atau perusahaan/badan hukum
yang memiliki tujuan bersama yaitu mengendalikan Bank,
berdasarkan atau tidak berdasarkan suatu perjanjian.
b. Transaksi
dengan
pihak-pihak
yang
mempunyai
hubungan
istimewa (related party transaction), dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut :
1) informasi transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa disajikan baik yang dilakukan Bank
maupun yang dilakukan oleh setiap perusahaan atau badan
hukum di dalam kelompok usaha Bank yang bergerak di bidang
keuangan ;
2) pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah pihakpihak sebagaimana diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) yang berlaku ;
3) jenis …
3) jenis transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa, antara lain meliputi :
a) kepemilikan silang (cross shareholders) ;
b) transaksi dari suatu kelompok usaha yang bertindak untuk
kepentingan kelompok usaha yang lain;
c) pengelolaan likuiditas jangka pendek yang dipusatkan dalam
kelompok usaha;
d) penyediaan dana yang diberikan atau diterima oleh
perusahaan lain dalam satu kelompok usaha ;
e) eksposur kepada pemegang saham mayoritas antara
lain
dalam bentuk pinjaman, komitmen dan garansi ;
f) pembelian atau penjualan aset dengan perusahaan lain dalam
suatu kelompok usaha, termasuk yang dilakukan dengan
repurchase agreement.
c. Pemberian penyediaan dana, komitmen maupun fasilitas lain yang
dapat dipersamakan dengan itu dari setiap perusahaan atau badan
hukum yang berada dalam satu kelompok usaha dengan Bank
kepada debitur yang telah memperoleh penyediaan dana dari Bank.
5. Aspek Transparansi sesuai PSAK yang berlaku, dan
Pedoman
Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI)
Laporan Keuangan Tahunan sebagaimana dimaksud dalam angka 2
huruf a dan angka 2 huruf b wajib memenuhi seluruh aspek
pengungkapan (disclosure) sebagaimana ditetapkan dalam Pernyataan
Standar Akuntasi Keuangan untuk perbankan syariah dan PAPSI yang
berlaku …
berlaku.
Pengungkapan tersebut paling sedikit terdiri dari :
a) Laporan Keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan perubahan dana
investasi terikat jika ada, laporan sumber dan penggunaan dana
zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) , serta laporan sumber dan
penggunaan dana qardh ;
b) Komitmen dan Kontinjensi ;
c) Jumlah aktiva produktif yang diberikan kepada pihak yang
mempunyai hubungan istimewa ;
d) Jumlah aktiva produktif yang telah direstrukturisasi dan informasi
lain tentang aktiva produktif yang direstrukturisasi selama periode
berjalan ;
e) Klasifikasi aktiva produktif menurut jangka waktu, dan kualitas
aktiva produktif ;
f) Persentase
pelanggaran
dan
pelampauan
Batas
Maksimum
Pemberian Kredit ;
g) Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang telah
dibentuk dibandingkan dengan Penyisihan Penghapusan Aktiva
Produktif (PPAP) yang wajib dibentuk ;
h) Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) ;
i) Rasio Posisi Devisa Neto ;
j) Aktiva …
j) Aktiva Bank yang dijaminkan ;
k) Beberapa rasio keuangan Bank ; dan
l) Kredit Usaha Kecil (KUK).
6. Eksposur dan Manajemen Risiko
Informasi mengenai eksposur dan manajemen risiko paling sedikit
mencakup informasi mengenai identifikasi risiko (risk identification)
dan pengukuran terhadap risk exposure yang dihadapi bank (risk
measurement)
pemantauan
serta
(risk
praktek
monitoring)
manajemen
dan
risiko
lainnya
yaitu
risiko
(risk
pengendalian
controlling).
7. Informasi Lain
Cakupan dalam informasi lain terdiri dari :
a. Langkah-langkah dan rencana dalam mengantisipasi risiko
pasar
atas transaksi mata uang asing karena perubahan kurs.
b. Transaksi-transaksi penting lainnya dalam jumlah yang signifikan.
c. Informasi kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik
(subsequent event).
d. Karakteristik kegiatan usaha Bank dan jasa utama yang disediakan.
e. Peranan, tugas dan kewenangan Dewan Pengawas Syariah dalam
melakukan pengawasan syariah atas operasional Bank berdasarkan
fatwa dan ketentuan hukum lainnya.
III. LAPORAN …
III. LAPORAN TAHUNAN TERTENTU YANG WAJIB DISAMPAIKAN
KEPADA BANK INDONESIA
Sesuai dengan Pasal 27 PBI, selain menyampaikan Laporan Tahunan,
dalam hal Bank merupakan bagian dari kelompok usaha dan atau Bank
memiliki Perusahaan Anak, wajib menyampaikan Laporan Tahunan
(annual report) dari :
1. Perusahaan Induk;
2. Perusahaan Induk di bidang keuangan; dan
3. Perusahaan Anak,
Kepada Bank Indonesia selambat-lambatnya 5 (lima) bulan setelah Tahun
Buku terakhir.
IV. BATAS WAKTU DAN ALAMAT PENYAMPAIAN LAPORAN
TAHUNAN
1. Sesuai dengan Pasal 4 PBI, Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan
Tahunan
Bank
sebagaimana
dimaksud
dalam
Angka
II
wajib disampaikan selambat-lambatnya 5 (lima) bulan setelah Tahun
Buku berakhir.
2. Bank dianggap terlambat menyampaikan laporan, apabila Bank
menyampaikan Laporan Tahunan melampaui batas akhir waktu
penyampaian laporan, tetapi belum melampaui 1 (satu) bulan sejak
batas akhir waktu penyampaian laporan. Selanjutnya Bank dianggap
tidak menyampaikan laporan apabila lebih dari 1 (satu) bulan sejak
batas akhir waktu penyampaian, Bank tidak menyampaikan Laporan
Tahunan …
Tahunan atau Laporan Keuangan Tahunan tidak diaudit oleh Akuntan
Publik yang terdaftar di Bank Indonesia
Contoh :
Untuk Laporan Tahunan yang berakhir pada bulan Desember 2005 :
a. batas akhir waktu penyampaian
: 31 Mei 2006
b. terlambat menyampaikan
: 1 Juni s.d. 30 Juni 2006
c. tidak menyampaikan
: 1 Juli 2006 dan seterusnya,
atau
Laporan
Keuangan
Tahunan tidak diaudit oleh
Akuntan
Publik
yang
Terdaftar di Bank Indonesia.
3. Laporan Tahunan dan Laporan Tahunan Tertentu Bank disampaikan
kepada Bank Indonesia dengan alamat :
a. Direktorat Perbankan Syariah, Jl.M.H.Thamrin No.2 Jakarta 10110,
bagi Bank yang berkantor pusat atau Kantor Cabang Bank Asing
yang berada diwilayah kerja kantor pusat Bank Indonesia; atau
b. Kantor Bank Indonesia setempat, bagi Bank yang berkantor pusat
diluar wilayah kerja kantor pusat Bank Indonesia.
V. LAPORAN KEUANGAN PUBLIKASI TRIWULANAN POSISI AKHIR
BULAN MARET DAN SEPTEMBER
1. Pedoman Umum
a. Laporan …
a. Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan yang disajikan terdiri dari
laporan keuangan Bank secara individu dan laporan keuangan Bank
secara konsolidasi dengan anak perusahaan.
b. Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan wajib disusun dalam
bahasa Indonesia dan angka-angka yang disajikan dalam jutaan
Rupiah.
c. Format Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan merupakan
standar minimal yang wajib dipenuhi. Apabila terdapat pos yang
jumlahnya material dan tidak terdapat dalam format tersebut, Bank
dapat menyajikan pos tersebut secara tersendiri, namun apabila pos
dimaksud jumlahnya tidak material dapat digabungkan dengan pos
lain yang sejenis.
d. Pos-pos yang memiliki saldo nihil dalam format Laporan Keuangan
Publikasi Triwulanan yang diumumkan di surat kabar tetap harus
dicantumkan dengan memberi garis pendek (-) pada pos yang
bersangkutan.
e. Penyajian Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
1) Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan wajib disajikan paling
sedikit dalam bentuk perbandingan dengan laporan pada periode
yang sama tahun sebelumnya.
2) Posisi pembanding hendaknya disajikan sesuai format yang
sama dengan posisi Laporan Keuangan Publikasi Triwulan yang
diumumkan.
3) Khusus untuk perlakuan akuntansi yang baru berlaku dalam
posisi Laporan, maka penyajian posisi pembanding hendaknya
mengacu …
mengacu kepada PSAK Nomor 25 tentang Laba atau Rugi
Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar dan
Perubahan Kebijakan Akuntansi.
f. Bagi Bank yang tidak memiliki anak perusahaan, kolom
konsolidasi dapat ditiadakan.
g. Untuk pengisian pemilik Bank dalam format Laporan Keuangan
Publikasi Triwulanan, nama pemegang saham yang wajib
dicantumkan adalah perorangan atau perusahaan yang memiliki
saham sebesar 5% (lima perseratus) atau lebih dari modal Bank,
baik melalui atau tidak melalui Pasar Modal.
2. Cakupan
a. Laporan yang wajib disajikan dalam Laporan Keuangan Publikasi
Triwulanan paling sedikit terdiri dari :
1) Lampiran 1 : Neraca
2) Lampiran 2 : Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba
3) Lampiran 3 : Komitmen dan Kontinjensi
4) Lampiran 4 : Kualitas Aktiva Produktif dan Informasi
Lainnya
5) Lampiran 5 : Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal
Minimum
6) Lampiran 6 : Rasio Keuangan
7) Lampiran …
7) Lampiran 15 : Tabel Distribusi Bagi hasil
b. Dalam penyusunan Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
sebagaimana dimaksud dalam huruf a,
untuk kolom laporan
keuangan Bank secara individu, Bank wajib berpedoman pada
pedoman penyusunan sebagai berikut :
1) Lampiran 4b : Pedoman Penyusunan KAP berdasarkan
LBUS
2) Lampiran 4c : Pedoman Penyusunan Laporan Kualitas
Aktiva Produktif dan Informasi lainnya
3) Lampiran 7 :
Pedoman Penyusunan Neraca
4) Lampiran 8 :
Pedoman Penyusunan Laporan Laba
Rugi dan Perubahan Saldo Laba
5) Lampiran 9 :
Pedoman Penyusunan Komitmen
dan
Kontinjensi
6) Lampiran 10 :
Pedoman Perhitungan Rasio Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum
7) Lampiran 10a : Pedoman Perhitungan Aktiva
Tertimbang Menurut Risiko
8) Lampiran 10b : Pedoman Perhitungan Modal
9) Lampiran 11 : Pedoman Perhitungan Rasio Keuangan
VI. LAPORAN …
VI. LAPORAN KEUANGAN PUBLIKASI TRIWULANAN POSISI JUNI
DAN POSISI AKHIR DESEMBER
Format dan cakupan Laporan Keuangan Publikasi untuk posisi Juni dan
posisi akhir Desember adalah sama dengan format dan cakupan Laporan
Keuangan
Publikasi Triwulanan untuk posisi Maret dan September
dengan beberapa tambahan laporan dan informasi yang ditetapkan sebagai
berikut :
1. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana ZIS sebagaimana tercantum
dalam Lampiran 12, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardh
sebagaimana
tercantum dalam Lampiran 13, dan
Laporan
Perubahan Dana Investasi Terikat jika ada sebagaimana tercantum
dalam Lampiran 14.
2. Bagi Bank yang merupakan bagian dari suatu kelompok usaha, selain
menyajikan laporan keuangan Bank secara individu dan laporan
keuangan Bank secara konsolidasi dengan anak perusahaan, Bank
wajib menyajikan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas,
serta daftar komitmen dan kontinjensi perusahaan induk di bidang
keuangan yang merupakan hasil konsolidasi dari seluruh perusahaan
didalam kelompok bidang keuangan sesuai dengan standar akuntansi
yang berlaku. Dalam hal kelompok usaha tidak memiliki perusahaan
induk di bidang keuangan, Bank wajib menyajikan neraca, laporan
laba rugi,
dan daftar komitmen dan kontinjensi perusahaan yang
merupakan hasil konsolidasi dari seluruh perusahaan di dalam
kelompok usaha sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
3. Neraca dan Laporan laba rugi perusahaan induk di bidang keuangan
atau perusahaan induk wajib disajikan dalam bentuk perbandingan
dengan …
dengan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.
4. Khusus untuk posisi akhir Desember,
a. Laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 wajib
diaudit oleh Akuntan Publik, dan wajib mencantumkan nama
Akuntan Publik yang bertanggung jawab (partner in charge) , serta
nama Kantor Akuntan Publik dan opini yang diberikan .
b. Format Neraca dan Laporan Laba Rugi perusahaan induk di
bidang keuangan atau perusahaan induk disesuaikan dengan Neraca
dan Laporan Laba Rugi yang disajikan dalam laporan audit (audit
report).
VII. LAPORAN KEUANGAN PUBLIKASI BULANAN
1. Laporan Bulanan yang disampaikan oleh Bank kepada Bank Indonesia
untuk posisi bulan Januari sampai dengan Desember akan diumumkan
pada home page Bank Indonesia.
2. Format yang digunakan untuk Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
tersebut sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1a, Lampiran 2a,
Lampiran 3a, Lampiran 4a, Lampiran 5a.
3. Penyusunan penyajian publikasi sebagaimana tercantum dalam
Lampiran 4b, Lampiran 4c, Lampiran 7, Lampiran 8, Lampiran
9, Lampiran 10.
4. Laporan keuangan Publikasi Bulanan merupakan laporan keuangan
Bank secara individu yang merupakan gabungan antara kantor pusat
Bank dengan seluruh kantor Bank.
VIII. LAPORAN …
VIII. LAPORAN
TERTENTU YANG DISAMPAIKAN KEPADA BANK
INDONESIA
Sesuai Pasal 28 PBI, Bank wajib menyampaikan kepada Bank Indonesia,
laporan mengenai :
1. Transaksi antara Bank dengan Pihak-pihak yang Mempunyai
Hubungan Istimewa.
Hal-hal yang wajib dilaporkan, paling sedikit meliputi :
a. Nama pihak yang memiliki hubungan istimewa dengan Bank;
b. Hubungan keterkaitan dengan Bank;
c. Jenis transaksi;
d. Jumlah atau nominal transaksi; dan
e. Kualitas Aktiva Produktif untuk transaksi penyediaan dana.
2. Pemberian penyediaan dana, komitmen maupun fasilitas lain yang
dapat dipersamakan dengan itu dari setiap perusahaan yang berada
dalam satu kelompok usaha dengan Bank kepada debitur yang telah
memperoleh penyediaan dana dari Bank, bagi Bank yang merupakan
bagian dari kelompok usaha.
Hal-hal yang wajib dilaporkan, paling sedikit meliputi :
a. nama debitur;
b. jumlah dan kualitas penyediaan dana yang diberikan oleh Bank;
c. nama kelompok usaha pemberi penyediaan dana serta hubungan
keterkaitan …
keterkaitan dengan Bank ; dan
d. jenis penyediaan dana dan jumlah penyediaan dana yang diberikan
oleh kelompok usaha.
Laporan-laporan sebagaimana dimaksud pada angka V, VI, VII dan
angka VIII disampaikan kepada Bank Indonesia sesuai dengan jadwal
dan batas waktu penyampaian Laporan sebagaimana diatur dalam PBI
dimaksud.
IX. ALAMAT PENYAMPAIAN LAPORAN KEUANGAN PUBLIKASI
TRIWULANAN
1. Fotokopi
Publikasi
atau guntingan surat kabar
Laporan
Keuangan
Triwulanan, serta Laporan Tertentu disampaikan kepada
Bank Indonesia dengan alamat :
a. Direktorat Perbankan Syariah, Jl. M.H. Thamrin No.2 Jakarta
10110, dengan tembusan kepada Direktorat Perizinan dan
Informasi Perbankan, bagi Bank yang berkantor pusat atau Kantor
Cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri, di wilayah
kerja kantor pusat Bank Indonesia; atau
b. Kantor Bank Indonesia setempat, dengan tembusan kepada
Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan, bagi Bank yang
berkantor pusat di luar wilayah kerja kantor pusat Bank Indonesia.
2. Disket yang berisi informasi Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
disampaikan kepada Direktorat Perizinan dan Informasi Perbankan, Jl.
M.H. Thamrin No. 2 Jakarta 10110, atau dengan melalui e-mail dengan
alamat …
alamat [email protected].
X.
PENUTUP
1. Bank dan UUS wajib menyampaikan Laporan Tahunan sebagaimana
dimaksud dalam Surat Edaran ini sejak Laporan Tahunan untuk Tahun
Buku 2005.
2. Dengan dikeluarkannya Surat Edaran ini maka Surat Edaran Bank
Indonesia No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 sebagaimana
telah diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.7/10/DPNP
tanggal 31 Maret 2005 tentang Laporan Keuangan Publikasi
Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta Laporan tertentu yang
disampaikan
kepada Bank Indonesia,
dan SE No. 3/31/DPNP
tanggal 14 Desember 2001 tentang Laporan Tahunan Bank Umum dan
Laporan Tahunan Tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia,
dinyatakan tidak berlaku bagi Bank dan UUS .
Ketentuan dalam Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat
Edaran Bank Indonesia dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.
Demikian agar Saudara maklum.
BANK INDONESIA
SITI CH. FADJRIJAH
DEPUTI GUBERNUR
Download