BAB II LANDASAN TEORI

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Perjalanan Dinas
PT. PETER-GO CONSULTANT salah satu perusahaan yang bergerak
dalam bidang konsultan kontruksi dalam pengerjaan beberapa proyek mulai dari
soil investigations, building audit, dan melayani beberapa permintaan penelitian
tentang proyek-proyek pembangunan, maka dibutuhkan keberedaan suatu sistem
untuk perusahaan mengontrol keuangan yang harus dikeluarkan untuk para
pegawai yang melakukan perjalanan dinas, khususnya biaya transportasi,
penginapan, akomodasi dan jumlah hari yang diperlukan dalam sebuah perjalanan
dinas.
Masalah kalkulasi atau perhitungan jumlah biaya yang dikeluarkan dalam
sebuah perjalanan dinas sangat menjadi perhatian sebuah perusahaan dalam
menyediakan biaya bagi para pegawai yang melakukan perjalanan dinas. Sistem
kalkulasi perjalanan dinas dibutuhkan karena pada dasarnya setiap perjalan dinas
harus dikontrol dalam hal biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan dinas. Dan
proses kalkulasi dilakukan untuk menjamin adanya kepastian dalam perhitungan
jumlah biaya yg disiapkan atau dikeluarkan oleh pihak perusahaan untuk pegawai
yang melakukan perjalan dinas.
PT. PETER-GO CONSULTANT masih menggunakan sistem manual
dalam setiap pegawai yang akan melakukan perjalanan dinas. Surat pengajuan
perjalanan dinas yang dikirim pegawai, yang akan melakukan perjalanan dinas
diketik secara manual dan diserahkan kepada perusahaan, lalu perusahaan
menyiapkan biaya yang akan diperlukan untuk kebutuhan sebuah perjalanaan
dinas berdasarkan surat penjalanan dinas yang diajukan pegawai tersebut, maka
terkadang perusahaan mengalami masalah dalam pencarian data transaksi
perjalanan dinas karna kumpulan-kumpulan berkas diarsip secara manual.
5
6
2.2.
Konsep Perjalanan Dinas
Perjalanan dinas merupakan sebuah kebutuhan, kebiasaan, dan bagian
dari keseharian setiap para pegawai perusahaan swasta maupun pejabat
pemerintahan untuk melakukan sebuah rutinitas perkejaan yang biasanya
dilakukan di kantor tempat dimana para pegawai tersebut bekerja, namun karena
keperluan tugas yang harus dijalankan diluar kantor tempat para pegawai
biasanya mengerjakan rutinitas kerja pada setiap harinya, maka perjalanan
dibutuhkan bagi setiap perusahaan swasta maupun dinas pemerintahan.
2.3.
Konsep Dasar Sistem Informasi
2.3.1.
Sistem
Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai sebuah kumpulan
atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling
berintegrasi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. [Tata Sutabri,
2012:10]
2.3.2.
Informasi
Menurut Tata Sutabri (2012:29) informasi adalah data yang telah
diklasifikasikan atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan
keputusan. Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau
tepatnya mengoleh bentuk tak berguna menjadi berguna bagi penerimanya.
2.3.3.
Sistem Informasi
Menurut Rudy (2012:2) menyebutkan bahwa “Sistem Informasi adalah
cara yang terorganisir untuk mengumpulkan, memasukkan, dan memproses data
dan menyimpannya, mengelola, mengontrol dan melaporkannya sehingga dapat
mendukung organisasi untuk mencapai tujuan”.
Menurut Yakub (2012:17) mendefinisikan bahwa “Sistem Informasi
adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen –
komponen dalam organisasi untuk menyajikan informasi”.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi
adalah sekumpulan komponen yang saling terhubung yang mengumpulkan,
memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi yang berguna bagi
pengguna.
7
2.4.
Pengembangan Sistem Informasi
Sebuah sistem informasi bisa dikatakan berjalan dengan baik tentu
dengan pengelolaan pelaksanaan yang baik. Dalam pengembangan sistem
informasi, ada metode yang paling umum digunakan dengan istilah SDLC
(System Development Life Cycle). Inilah acuan untuk bisa membangun dan
mengelola sebuah sistem informasi yang baik.
2.4.1.
Pengertian SDLC (System Development Life Cycle)
Pengertian SDLC adalah suatu proses berkelanjutan dari planning,
analisis, desain dan implementasi. Yang pada setiap prosesnya dilakukan
perbaikan secara bertahap. [Dennis dkk 2012:39]
2.4.2.
Perancangan SDLC (Model Waterfall)
Model perancangan SDLC adalah dengan model waterfall. Terdapat 5
langkah dalam model waterfall, Adalah :
Gambar 2-1. Metode waterfall (Dennis dkk 2012)
1.
Planning
Dalam tahapan ini, menjelaskan dan mengargumentasi untuk
melanjutkan proyek yang telah dipilih.Rencana kerja yang matang juga
disusun untuk menjalankan tahapan-tahapan lainnya. Pada tahap ini
ditentukan secara detail rencana kerja yang harus dikerjakan, durasi yang
diperlukan masing–masing tahap, sumber daya manusia, perangkat
lunak, dokumentasi, perangkat keras, maupun finansial diestimasi.
Pembuatan perencanaan ini bukan langkah mudah karena untuk
8
mengestimasi beban kerja dan durasi dari masing-masing tahap
dibutuhkan pengalaman yang cukup banyak. Kesalahan pada tahap ini
akan mengakibatkan keuntungan yang diperoleh tidak maksimal, bahkan
bisa rugi. Pada tahapan ini peran manajemen sistem informasi
berpengalaman sangat dibutuhkan.
2.
Analysis
Tahap kedua, adalah tahap analisis, yaitu tahap dimana kita
berusaha mengenali segenap permasalahan yang muncul pada pengguna
dengan mendekomposisi dan merealisasikan komponen-komponen
sistem. Tujuan utama dari tahap analisis adalah untuk memahami dan
mendokumentasikan kebutuhan bisnis dan persyaratan proses dari sistem
baru. Menganalisa kebutuhan sebagai bahan dalam membuat spesifikasi
di tahapan selanjutnya.
3.
Design
Tahap perancangan (design), dimana kita mencoba mencari
solusi permasalahan yang didapat dari tahap analis.tahapan mengubah
kebutuhan yang masih berupa konsep menjadi spesifikasi sistem yang riil
untuk diimplementasikan.Jika pada tahapan analisis (from requirement to
specification), maka tahapan desain adalah (from specification to
implementation). Jadi, bagaimana membuat spesifikasi yang detail untuk
bisa diimplementasikan.
4.
Implementation
Tahap
implementasi,
dimana
kita
mengimplementasikan
perancangan sistem ke situasi nyata. Di sini kita mulai berurusan dengan
pemilihan perangkat keras dan penyusunan perangkat lunak aplikasi
(pengkodean/coding).
5.
System
Pada tahapan sistem dilakukan
pengujian (testing)
dan
pemeliharaan, yang dapat digunakan untuk menentukan apakah
sistem/perangkat lunak yang kita buat sudah sesuai dengan kebutuhan
pengguna atau belum. Jika belum, proses selanjutnya adalah bersifat
9
iteratif,
yaitu
kembali
ke
tahap-tahap
sebelumnya.
Tahap
pemeliharaan/perawatan di mana kita mulai melakukan pengoperasian
sistem dan jika diperlukan melakukan perbaikan-perbaikan kecil.
Kemudia jika waktu penggunaan sistem habis, maka kita akan masuk lagi
pada tahap perencanaan (design).
2.5.
Konsep Dasar Berorientasi Obyek
Obyek adalah “benda”, yang secara fisik atau konseptual dapat ditemui di
sekeliling kita. Obyek adalah riil. Contoh obyek adalah orang, perangkat keras,
perangkat lunak, dokumen, dan lain-lain.
Setiap obyek memiliki dua ciri, yaitu atribut (property atau data) yang
menjadi ciri khas dari suatu obyek dan method (behavior/function), yaitu apa
yang dapat dilakukan oleh obyek.
Berorientasi Obyek (object oriented) berarti permasalahan didefinisikan
melalui istilah dari obyek yang mengkapsulasi data (atribut) dan perilaku
(behavior), yaitu melalui paradigma/pendekatan obyek.
Selain object, ada beberapa istilah yang akan membantu untuk
memahami pengertian dalam skripsi ini:
a.
Class, yaitu kumpulan obyek yang sejenis. Secara lebih lugas obyek
adalah instant dari sebuah class, atau dengan pengertian lain dengan
class kita menggambarkan property dan behavior dari tipe obyek.
b.
Inheritance, adalah penurunan atribut atau method dari suatu obyek
class ke obyek class lainnya.
c.
Polymorphisme, berasal dari bahasa Yunani yang berarti banyak
bentuk.
Dalam konsep ini memungkinkan digunakannya suatu interface yang
sama untuk memerintah suatu obyek untuk melakukan suatu aksi atau tindakan
yang mungkin secara prinsip sama tetapi secara proses berbeda. Secara sederhana
bisa juga disebut : satu interface, banyak aksi.
Metodologi adalah cara sistematis untuk mengerjakan pekerjaan analisis
dan desain. Metodologi berorientasi obyek adalah metode penyelesaian masalah
dengan menggunakan pendekatan berorientasi obyek.
10
2.6.
Analisa dan Perancangan Berorientasi Obyek
Analisa dan desain berorientasi obyek berarti merumuskan dan
menyelesaikan masalah serta menghasilkan suatu hipotesa dan diagnosa (solusi),
memodelkannya dengan pendekatan/paradigma obyek (obyek adalah riil punya
atribut/data dan perilaku).
Object oriented analysis adalah suatu metoda analisis yang memeriksa
syarat-syarat dari sudut pandang kelas-kelas dan objek-objek yang ditemui pada
ruang lingkup permasalahan.
Pada tahap ini, kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam menganalisa
sistem sebagai berikut:
Menganalisa sistem yang ada dan mempelajari apa yang dikerjakan
oleh sistem yang ada.
Menspesifikasikan sistem, yaitu spesifikasi masukan yang digunakan
oleh database, proses yang dilakukan dan keluaran yang dihasilkan.
Mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan sistem melalui skenario atau
penggunaan kasus-kasus. Kemudian, membuat suatu model obyek
dengan kemampuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan.
Dalam melakukan analisa dan perancangan sistem berorientasi obyek
penulis
menggunakan
UML
(Unified
Modelling
Language)
untuk
memodelkannya.
2.7.
Analisis dan Perancangan Sistem
2.7.1.
Analisis Sistem
Analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh
ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi
permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang
terjadi pada kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikannya.
2.7.2.
Fungsi Analisis Sistem
Fungsi Analisis Sistem adalah:
1. Mengidentifikasikan masalah-masalah dari pengguna
11
2. Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi
kebutuhan pengguna
3. Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah
4. Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan
permintaan pengguna
2.7.3.
Perancangan Sistem
Perancangan sistem diawali dengan menentukan segala keperluan yang
akan memenuhi apa yang akan dibutuhkan oleh sistem, siapa yang mengambil
langkah ini dan bagaimana mereka akan disesuaikan. Umumnya perancangan
sistem bergerak dari input ke output. Keluaran (output) sistem yang terdiri dari
report dan file untuk memuaskan kebutuhan organisasi, harus dibatasi dengan
jelas.
2.7.4.
Model Use Case
Model use case memberikan informasi rinci tentang perilaku dari sistem
atau aplikasi yang sedang dikembangkan. Di dalamnya terdapat use case diagram
dan activity diagram yang menggambarkan bagaimana pengguna berinteraksi
dengan sistem.
Model use case mengidentifikasi persyaratan sistem dalam hal fungsi
yang harus ada untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pengguna atau untuk
memecahkan
masalah
yang
diidentifikasi
oleh
pengguna.
Use
Case
menggambarkan perilaku utama yang mengidentifikasikan pengguna dalam
persyaratan dan menggambarkan hasil yang diberikan kepada pengguna, use case
tidak menggambarkan bagaimana sistem beroperasi secara internal. Aktor adalah
pengguna sistem dan mewakili peran yang berbeda bahwa orang dan sistem lain
bermain ketika mereka berinteraksi dengan sistem.
2.7.5.
Model Analisis
Model analisis harus mencapai sasaran berikut:
Menggambarkan apa yang dibutuhkan oleh pengguna
Membangun dasar bagi pembuatan desain perangkat lunak
Membatasi serangkaian persyaratan yang dapat divalidasi begitu perangkat
lunak dibangun.
12
2.8.
Unified Modelling Language (UML)
UML (Unified Modeling Language) merupakan kosakata umum berbasis
objek dan diagram teknik yang cukup efektif untuk memodelkan setiap proyek
pengembangan sistem mulai tahap analisis sampai tahap desain dan implementasi
(Dennis dkk, 2012:513).
2.8.1.
Use Case Diagram
Use case diagram menggambarkan kebutuhan sistem dari sudut pandang
pengguna. Digunakan untuk menggambarkan hubungan antara internal sistem
dan eksternal sistem atau hubungan antara use case dan aktor.
Tabel 2-1. Notasi Use Case Diagram (Dennis dkk 2012)
1.
Aktor (actor) ,menggambarkan pihak-pihak yang berperan dalam sistem.
2.
Use case, aktifitas / sarana yang disiapkan oleh bisnis / sistem.
3.
Sistem boundary, adalah sebuah kotak yang mewakili sebuah sistem.
4.
Hubungan (link) , aktor mana saja yang terlibat dalam Use case, dan
bagaimana hubungan Use case dengan Use case lain. ada hubungan
antar Use case. Digolongkan menjadi 2: yaitu extend digambarkan
dengan keterangan <<extend>>, dan include digambarkan dengan
keterangan <<include>> . berikut perbedaanya :
Include
Extend
Use case terpanggil (included use
Use case ekstensi tidak selalu
case) selalu diperlukan oleh use
dibutuhkan oleh use case dasar
case dasar
13
Yang
memutuskan
dipanggilnya
kapan
use case included
Yang
memutuskan
dipanggilnya
use
case
kapan
extend
adalah use case dasar
adalah use case extend itu sendiri
Panah hubungan dari use case dasar
Panah hubungan dari use case
ke use case include
extend ke use case dasar
Gambar 2-2. Contoh Use Case Diagram (Dennis dkk: 2012)
Gambar 2-3 Notasi Penggunaan Include dan Extend Use Case
(Dennis dkk 2012:520)
14
Use case biasanya disertai dengan penjelesan narasi yang dirangkum
dalam tabel yaitu disebut Use case Description. Use case. Description merupakan
tabel yang digunakan untuk membuat dan menjelaskan keterangan terperinci
mengenai tiap tiap Use case. Terdapat istilah pre condition dan post condition,
fungsinya adalah memberikan informasi penting mengenai keadaan sistem
sebelum dan sesudah Use case. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan
penjelasan singkat atau dapat pula berupa nama Use Case. (Dennis dkk: 2012)
2.8.2.
Activity Diagram
Pengertian diagram Activity adalah yang menggambarkan alur kerja
bisnis independen dari class, aliran kegiatan dalam use case, atau desain rinci
sebuah metode. [Dennis dkk 2012 :513]
Gambar 2-4 Contoh Activity Diagram (Dennis dkk : 2010)
15
2.8.3.
Sequence Diagram
Sequence
Diagram
merupakan
urutan
model
dinamis
yang
menggambarkan contoh class yang berpartisipasi dalam use case dan pesan yang
lewat di antara mereka dari waktu ke waktu. (Dennis dkk 2012 : 540)
Gambar 2-5 Sequence Diagram (Dennis dkk :2012)
Tabel 2-2 Komponen Sequence Diagram (Dennis dkk :2012)
16
2.8.4.
Class Diagram
Class Diagram adalah ilustrasi hubungan antara class yang dimodelkan
didalam sistem Class Diagram sangat mirip dengan diagram hubungan entitas
(ERD) (Dennis dkk 2012:513). Komponen class diagram :
Tabel 2-3 Komponen Class Diagram (Dennis dkk :2012)
Gambar 2-6 Contoh Class Diagram (Dennis dkk : 2012)
2.9.
Pengertian Basis Data
Basis data (database) diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data
yang saling berhubungan, disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga
17
menghasilkan informasi. Selain itu, untuk mengelola dan memanggil query basis
data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang dibutuhkan perangkat
lunak yang disebut Sistem Manajement Basis Data atau disebut juga Database
Management System (DBMS).
2.10.
Perancangan Basis Data
Merupakan tahap merancang basis data yang akan diterapkan oleh
sistem. Menurut Fathansyah (2012:2) basis data dapat didefisinikan dalam
sejumlah sudut pandang seperti:
a)
Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang
diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali
dengan cepat dan mudah.
b)
Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama
sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu,
untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
c)
Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam
media penyimpanan elektronis.
2.10.1. Tujuan Perancangan Basis Data
a)
Untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara
khusus dan aplikasi-aplikasinya.
b)
Mendukung
kebutuhan-kebutuhan
pemrosesan
dan
beberapa
obyek
penampilan.
2.11.
Web Mobile
Mobile web bertujuan untuk mengakses layanan data secara wireless
dengan menggunakan perangkat mobile seperti handphone, pda dan perangkat
portable yang tersambung ke sebuah jaringan telekomunikasi selular. Mobile web
yang
diakses
melalui
perangkat
mobile
perlu
dirancang
dengan
mempertimbangkan keterbatasan perangkat mobile seperti sebuah handphone
yang memiliki sebuah layar dengan ukuran yang terbatas ataupun beberapa
keterbatasan pada sebuah perangkat mobile. Mobile Web umumnya berukuran
ringan disetiap halamannya yang ditulis dengan Extensible Hypertext Markup
Language (XHTML) atau Wireless Markup Language (WML) untuk
mengirimkan konten ke perangkat mobile.
18
2.12.
Adobe Dreamweaver
Adobe Dreamweaver merupakan perangkat lunak yang ditujukan untuk
membuat suatu situs web. Versi Dreamweaver ini adalah Dreamweaver CS6.
Versi ini memiliki performa lebih baik dan memiliki tampilan yang memudahkan
anda untuk membuat dan mengelola halaman web, termasuk diantaranya dalam
hubungannya dengan bahasa pemrograman HTML5, PHP dan database MySQL.
Gambar 2-7. Tampilan Adobe Dreamweaver CS6
2.13.
HTML5
HTML5 adalah revisi kelima dari HTML (yang pertama kali diciptakan
pada tahun 1990 dan versi keempatnya, HTML4, pada tahun 1997) dan hingga
bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan.
HTML5 adalah suatu spesifikasi atau standard yang dikeluarkan oleh
W3C (World Wide Web Consortium) sebagai revisi dari standard HTML. Tujuan
utamanya telah meningkatkan bahasa dengan dukungan untuk multimedia terkini
dengan tetap mudah dibaca oleh manusia dan secara konsisten dimengerti oleh
komputer dan perangkat (web browser, parser, dll). HTML5 dimaksudkan untuk
menggolongkan tidak hanya HTML 4, tapi XHTML 1 dan DOM Level 2 HTML
juga. HTML5 ini merupakan hasil proyek dari lembaga persatuan website dunia,
World Wide Web Consortium (W3C) dan Web Hypertext Application Technology
Working Group (WHATWG). Proyek tersebut dimulai di tahun 2009 untuk
menyempurnakan bahasa penanda sebelumnya yang dianggap sudah lawas.
19
Tujuan utama dengan adanya HTML5 adalah mengurangi penggunaan pluginplugin 3rd party pada HTML sehingga dapat mempercepat kinerja web itu
sendiri. Plugin-plugin tersebut seperti Adobe Flash, Microsft Silverlight, Java dan
lain-lainnya.
2.14.
XAMPP
XAMPP merupakan singkatan dari X (Empat sistem operasi apapun),
Apache, MySQL, PHP, Perl. XAMPP mempunyai tool yang menyediakan paket
perangkat lunak kedalam satu buah paket. Dalam paketnya sudah terdapat
Apache (Web Server), MySQL (Database), PHP (Server Side Scripting), Perl,
FTP server, phpMyAdmin dan berbagai pustaka bantu lainnya. Dengan
menginstal XAMPP maka tidak perlu lagi menginstal dan konfigurasi web server
Apache, PHP dan MySQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan
mengkonfigurasikannya secara otomatis pada perangkat keras.
2.15.
PHP
PHP adalah bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk
pengembangan web, tetapi juga bisa digunakan sebagai bahasa pemrograman
umum (wikipedia). PHP pertama kali di kembangkan pada tahun 1995 oleh
Rasmus Lerdorf, namun sekarang dikelola oleh The PHP Group. Situs resmi PHP
beralamat di http://www.php.net.
Pada awalnya PHP adalah singkatan dari Personal Home Page, namun
karena dalam perkembangannya PHP tidak hanya digunakan untuk membuat
halaman web pribadi, PHP saat ini merupakan singkatan dari PHP: Hypertext
Preprocessor, sebuah kepanjangan rekursif, yakni permainan kata dimana
kepanjangannya berisi juga singkatan itu sendiri.
PHP dirilis dalam lisensi PHP License, sedikit berbeda dengan lisensi
GNU General Public License (GPL) yang biasa digunakan untuk proyek Open
Source. Namun penggunaan PHP tetap tidak dikenakan biaya (gratis).
PHP juga banyak mendukung database populer yang sering digunakan
dalam beberapa web server, antara lain Adabas D, Empress, FrontBase,
PostgreSQL , FIlePro(read only), mSQL, Solid, Hyperwave, Direct MS-SQL,
Sybase, IBM DB2, MySQL, Velocis, Informix, ODBC dan Unix dbm.
20
2.16.
MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak system manajemen basis data
SQL (DBMS) yang multithread, dan multi-user. MySQL adalah implementasi
dari system manajemen basisdata relasional (RDBMS). MySQL dibuah oleh TcX
dan telah dipercaya mengelola system dengan 40 buah database berisi 10.000
tabel dan 500 di antaranya memiliki 7 juta baris.
MySQL AB merupakan perusahaan komersial Swedia yang mensponsori
dan yang memiliki MySQL. Pendiri MySQL AB adalah dua orang Swedia yang
bernama David Axmark, Allan Larsson dan satu orang Finlandia bernama
Michael “Monty”. Setiap pengguna MySQL dapat menggunakannya secara bebas
yang didistribusikan gratis dibawah lisensi GPL(General Public License) namun
tidak boleh menjadikan produk turunan yang bersifat komersial.
Download