21 BAB II MOTIVASI DAN ORANG TUA A. Motivasi 1. Pengertian

advertisement
BAB II
MOTIVASI DAN ORANG TUA
A. Motivasi
1.
Pengertian Motivasi
Istilah motivasi barasal dari kata motif. Motif dalam bahasa latin
movere yang berarti bergerak atau to move. Dalam buku pengantar
Psikologi Umum Karangan Bimo Walgito, motif dapat diartikan sebagai
kekuatan yang terdapat dalam diri organism yang mendorong untuk
berbuat atau merupakan drifing force.1
Kata motivasi secara umum sering dikenal dengan istilah motif.
Secara etimologi, motif dalam bahasa inggris adalah motive yang berarti
gerakan atau sesuatu yang bergerak. Jadi istilah motif erat kaitannya
dengan gerak, yakni gerakan yang dilakukan oleh manusia, atau disebut
juga perbuatan atau tingkah laku. Motif dalam psikologi berarti
rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu
tingkah laku.2 Motif ini merupakan tahap awal dari motivasi,
3
sehingga
motif baru merupakan suatu kondisi intern atau disposisi (kesiapsiagaan)
saja. Sebab motif tidak selamanya aktif. Motif akan aktif pada saat
tertentu saja, yaitu apabila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat
mendesak. Motif yang telah menjadi aktif inilah yang disebut motivasi.
1
2
Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum (Yogyakarta: Andi, 2004), hlm. 220.
Alex Sobur, Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah (Bandung: Pustaka Setia, 2003), hlm.
268.
3
Nana Syaodih Sukma Dinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Cet. Ke-3,
(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 62.
21
22
Motivasi dapat didefininisikan dengan segala sesuatu yang menjadi
pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong seseorang untuk
memenuhi kebutuhan. Menurut M. Usman Najati, motivasi adalah
kekuatan-kekuatan penggerak yang membangkitkan aktivitas pada
makhluk hidup dan menimbulkan tingkah laku serta mengarahkannya
menuju tujuan tertentu.4
Menurut R.S. Woodworth yang dikutip oleh Alex Sobur dalam
bukunya bahwa “ motivasi adalah suatu set yang dapat atau mudah
menyebabkan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu dan
untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.5
Dalam motivasi mengandung tiga komponen pokok yaitu
menggerakkan, mengarahkan, dan menopang tingkah laku manusia.
Menggerakkan berarti menimbulkan kekuatan pada individu, motivasi
juga mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku, dengan demikian ia
menyediakan suatu orientasi tujuan. Untuk menjaga dan menopang
tingkah laku, lingkungan sekitar harus menguatkan (reinforce) intensitas
dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan-kekuatan individu.6
Menurut Satria Hadi Lubis motivasi merupakan dorongan untuk
melakukan sesuatu. Motivasi mampu mendorong seseorang untuk
berbuat atau tidak berbuat. Mampu membuat manusia semangat atau
tidak semangat untuk melakukan sesuatu. Motivasi dapat dapat naik
4
Abdurrahman Saleh Muhbib Abdul Wahhab, Psikologi Suatu Pengantar: Dalam Perspektif
Islam. Cet. I, (Jakarta: Kencana, 2004), hlm. 131.
5
Alex Sobur, op. cit., hlm. 267.
6
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendididkan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2003),
hlm.72.
23
turun sesuai perintah otak. Ketika motivasi meningkat, maka dorongan
untuk bertingkah laku tertentu juga meningkat. Sebaliknya jika motivasi
menurun (lemah), maka dorongan untuk melakukan tingkah laku juga
menurun.7
Motif
adalah sifat kepribadian stabil yang memiliki suatu
kecenderungan yang melakukan tindakan-tindakan tertentu atau berusaha
mencampuri tujuan-tujuan tertentu. Suatu kekuatan atau daya pendorong
yang menyebabkan orang mulai bergerak atau mengambil suatu
tindakan.”8
Chaplin dalam kamus psikologinya menerangkan bahwa:
“Motif adalah suatu keadaan ketegangan di dalam individu yang
membangkitkan, memelihara dan mengarahkan tingkah laku menuju
pada satu tujuan atau sasaran.”9
Secara terminologi motivasi adalah penyebab terjadinya suatu
perubahan energi pada diri manusia atau dapat dikatakan sebagai
keseluruhan daya penggerak di dalam diri seseorang yang menimbulkan
suatu kegiatan. Selain itu motivasi adalah sebagai pendorong manusia
untuk berbuat agar tujuan untuk memenuhi kebutuhan, kegiatan tersebut
dilakukan secara kolektif.10 Menurut Wasti sumanto, motivasi juga dapat
berarti suatu perubahan karakter di dalam diri atau pribadi seseorang
yang ditandai oleh dorongan hakiki dan reaksi-reaksi dalam usaha
7
Satria Hadi Lubis. Total Motivation (Yogyakarta: Pro-You Media, 2008), hlm. 19.
Sudarsono, Kamus Konseling (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hlm. 149.
9
Siti Mumun Muniroh, Keberlanjutan Sekolan Pekerja Anak: Studi Kasus Dinamika
Psikologis Pekerja Anak Sektor Batik di Desa Nyenclek Kabupaten Pekalongan , Tesis Magister
Psikologi ( Pekalongan : STAIN Pekalongan , 2010), hlm. 42.
10
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (Yogyakarta: PT. Bina
Aksara, 1988), hlm. 59.
8
24
mencapai tujuan.11 Motivasi adalah dorongan suatu usaha yang disadari
untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya
bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan
tertentu.12
Menurut Hugo F Reading, bahwa motivasi adalah apa yang
membuat seseorang melakukan aktivitas yang didominan, sebagai suatu
proses yang menentukan, tingkah laku aktivitas, intensitas, serta arah
umum perilaku manusia, merupakan konsep yang rumit. Motivasi
berkaitan dengan konsep-konsep lain seperti minat, sikap, konsep diri,
aspirasi dan sebagainya.13
Dari definisi di atas penulis menyimpulkan bahwa motivasi adalah
suatu dorongan atau penggerak untuk melakukan sesuatu yang dapat
berasal dari dalam diri individu (intrinsik), maupun yang berasal dari luar
(ekstrinsik), yang ditandai dengan sikap (afekti) untuk mencapai tujuan
tertentu. Motif itu tidak dapat diamati secara langsung namun motif dapat
diketahui dari perilaku yang ditimbulkan oleh seseorang, misal orang
menyekolahkan anaknya tentu saja karena memiliki motivasi yang baik
agar anaknya menjadi orang yang pandai. Kemudian pada umumnya
motivasi mempunyai sifat melingkar atau siklus yaitu motivasi timbul,
memicu perilaku yang tertuju kepada tujuan dan akhirnya setelah tujuan
11
Wasti Sumanto, Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1998), hlm. 203.
M. Ngalim Purwanto, op. Cit., hlm. 60.
13
Junardi T, Bimbingan Konseling Sekolah (Semarang: Tim Pengadaan Buku Pelajaran
IKIP Semarang, 1989), hlm. 154.
12
25
itu tercapai motivasi itu akan kembali ke keadaan semula apabila ada
sesuatu tujuan lagi.14
2. Motivasi dan Kebutuhan
Motivasi tumbuh didorong oleh kebutuhan (need) seseorang,
seperti kebutuhan menjadi orang kaya maka seseorang berusaha mencari
penghasilan sebanyak-banyaknya dengan jalan berdagang, berbisnis,
mencadipengusaha dan sebagainya. Perhitungan ekonomi tumbuh dan
berkembang dalam diri seseorang, seseorang berusaha menekan
pengeluaran biaya pribadi, rumah tangga dan memperbanyak pemasukan
keuangan dan menabung di Bank, aktivitas mendapat uang dalam
kegiatan hidup sehari-hari menjadi prioritas. Kemudian motivasinya
berkembang mengikuti aktivitas, bagaimana cara mencari dan menambah
modal yang ada, memperluas usaha.15
Menurut Martinis Yamin, teori harapan (expectency theory)
memiliki tiga asumsi pokok:
a.
Setiap orang percaya bahwa ia berperilaku dengan cara tertentu ia
akan memperoleh hal tertentu. Ini disebut sebuah harapan hasil (out
came expectency). Misalnya anda mempunyai harapan bahwa bila
anda memiliki skor dalam mata kuliah profesi keguruan sekurangkurangnya dengan niai 80, anda tentu dinyatakan lulus dalam mata
kuliah ini. Juga anda mempunyai harapan atau kepercayaan bahwa
14
15
Bimo Walgito, op. cit., hlm. 220-221.
Martinis Yamin, Kiat Mempelajari Siswa (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007), hlm. 220.
26
bila anda mendapatkan nilai sekurang-kurangnya B di kelas.
Keluarga anda akan menyetujui apa yang anda lakukan. Jadi dapat
didefinisikan suatuharapan hasil sebagi penilaian subjektif seseorang
atas kemungkinan bahwa hasil tertentu akan muncul dari tindakan
orang tersebut.
b.
Setiap hasil mempunyai nilai, atau daya tarik bagi orang tertentu ini
disebut dengan valency (valence). Misalnya anda menghargai sebuah
gelar, pangkat dan kemajuan karier, mungkin seseorang menghargai
hasil usaha yang dilakukan selama ini. Valence atau nilai dari
sebagai aspek pekerjaan biasanya berasal dari kebutuhan internal,
namun motivasi yang sebenarnya merupakan proses yang lebih rumit
lagi. Jadi valence dapat kita definisikan sebagai nilai yang orang
berikan kepada suatu hasil yang di harapkan.
c.
Setiap hasil berkaitan dengan suatu persepsi mengenai beberapa sulit
mencapai hasil tersebut. Hal ini disebut dengan harapan usaha (effort
expenctancy). Misalanya, anda percaya dengan membaca buku
profesi keguruan ini dengan giat, anda akan memperoleh nilai 80
dalam ujian semester, namun anda harus berusaha lebih giat lagi
untuk mempelajari mata kuliah ini untuk mendapat nilai 90. Jadi
dapat
kita
definisikan
bahwa
harapan
usaha
merupakan
kemungkinan bahwa usaha seseorang akan menghasilkan pencapaian
suatu tujuan tertentu.16
16
Ibid., hlm. 221.
27
Motivasi dijelaskan dengan mengkoordinasikan ketiga prinsip ini.
Orang akan termotivasi bila ia percaya bahwa (1) suatu perilaku tertentu
akan menghasilkan hasil tertentu, (2) hasil tersebut mempunyai nilai
positif baginya, dan (3) hasil tersebut dapat dicapai dengan usaha yang
dilakukan seseorang. Dengan demikian orang akan dapat memilih
alternatif-alternatif, tingkat kinerja demikian akan memiliki kekuatan
motivasional tertinggi yang berkaitan dengannya.
3. Fungsi dan Tujuan Motivasi
a. Fungsi Motivasi
Motivasi yang ada pada diri manusia mempunyai 3 (tiga) fungsi
dasar yaitu:
1) Mendorong manusia untuk berbuat, sehingga motivasi berfungsi
sebagai penggerak yang melepaskan energi.
2) Menentukan arah berbuat, yakni ke arah tujuan yang hendak
dicapai.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan
yang harus dijalankan guna mencapai tujuan yang dimaksud dan
mengesampingkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat.17
Fungsi motivasi menurut Oemar Hamalik meliputi sebagai
berikut:
a) Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa
motivasi maka tidak ada timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.
17
Robertus Angkowo dan A. Kosasih, Optimalisasi Media Pembelajaran Mempengaruhi
Motivasi, Hasil Belajar dan Kepribadian (Jakarta: Grasindo, 2007), hlm. 35.
28
b) Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan
perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan.
c) Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin
bagi mobil, menurut Wingkel besar kecilnya motivasi akan
menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.18
b. Tujuan motivasi
Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan motivasi adalah
untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul
keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu sehingga dapat
memperoleh hasil atau tujuan tertentu.19
4. Teori Motivasi
Teori motivasi bermacam-macam, salah satu teori yang terkenal
kegunaanya untuk menerangkan motivasi adalah yang dikembangkan
oleh Maslow. Maslow percaya bahwa tingkah laku manusia dibangkitkan
dan diarahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu. Kebutuhan-kebutuhan
ini (yang memotivasi tingkah laku individu) Maslow membagi ke dalam
tujuh kategori, yaitu:
a. Fisiologis, ini merupakan kebutuhan manusiayang paling besar,
meliputi kebutuhan akan makan, pakaian dan tempat berlindung yang
penting untuk mempertahankan hidup.
b. Rasa aman, ini merupakan kebutuhan kepastian keadaan dan
lingkungan yang dapat diramalkan, ketidak pastian, ketidak adilan,
18
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar (Bandung: Penerbit Bumi Aksara, 2001), hlm.
161.
19
Ibid., hlm. 75.
29
keterancaman, akan menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada diri
sendiri.
c. Rasa cinta, ini merupakan kebutuhan efeksi dan pertalian dengan
orang lain.
d. Penghargaan, ini merupakan kebutuhan rasa berguna, penting
dihargai, dikagumi, dan dihormati orang lain.
e. Aktualisasi,
ini
merupakan
kebutuhan
manusia
untuk
mengembangkan diri sepenuhnya dan merealisasikan potensi-potensi
yang dimilikinya.
f. Mengetahui dan mengerti, ini merupakan kebutuhan manusia untuk
memuaskan rasa ingin tahunya,untuk mendapatkan pengetahuan,
keterangan dan mengerti sesuatu.
g. Kebutuhan estetik. Kebutuhan ini dimanifestasikan sebagai kebutuhan
akan keturunan, keseimbangan dari suatu tindakan.20
Relevan dengan kebutuhan itu maka ada teori motivasi lain yang
perlu diketahui, yaitu:
a.
Teori Instink
Menurut teori ini tindakan setiap diri manusia diasumsikan
seperti tingkah laku binatang/animal. Tindakan manusia itu selalu
terkait dengan instink atau pembawaan. Tokoh teori ini adalah Mc.
Dougall.
b.
20
Teori Fisiologis
Slameto, op.cit., hlm. 171-173.
30
Teori ini disebutkan “Behavior Theories”. Menurut teori ini
semua tindakan manusia berakar pada usaha memenuhi kepuasan
atau kebututuhan organic atau kebutuhan fisiknya dan dalam teori ini
muncul perjuangan hidup, perjuangan
untuk mempertahankan
hidup, strunggle for survival.
c.
Teori Hedonisme
Hedone adalah bahasa Yunani yang berati kesukaan,
kesenangan atau kenikmatan. Hedonisme adalah suatu aliran di
dalam filsafat yang memandang bahwa tujuan hidup yang utama
manusia adalah mencari kesenangan (hedone) yang bersifat duniawi.
Menurut pandangan hedonisme, manusia pada hakekatnya adalah
makhluk yang mementingkan kehidupan yang penuh kesenangan
dan kenikmatan. Oleh karena itu, sikap, menghadapi persoalan yang
perlu pemecahan, manusia cenderung memilih alternatif pemecahan
yang dapat mendatangkan kesenangan dari pada mengakibatkan
kesukaran, kesuitan, penderitaan dan sebagainya.
Implikasi dari teori ini adanya tanggapan bahwa semua orang
akan cenderung menghindari hal-hal, yang sulit dan mengusahakan
atau yang mengandung resiko berat, dan lebih suka melakukan
sesuatu yang mendatangkan kesenangan baginya, siswa di suatu
kelas merasa gembiradan bertepuk tangan mendengar pengumuman
dari kepala sekolah bahwa guru matematika mereka tidak dapat
31
mengajar karena sakit. Contoh tersebut menunjukan bahwa motivasi
itu sangat diperlukan. Menurut teori hedonisme para siswa harus
diberi
motivasi
secara
tepat
agar
tidak
malas
memenuhi
kesenangannya.21
d.
Teori Reaksi yang dipelajari
Teori ini berpandangan bahwa tindakan atau perilaku manusia
tidak berdasarkan naluri-naluri, tetapi berdasarkan pola-pola tingkah
laku yang dipelajari dari kebudayaan di tempat orang itu hidup.
Orang belajar paling banyak dari lingkungan kebudayaan tempat ia
hidup dan dibesarkan, oleh karena itu teori ini disebut teori
lingkungan kebudayaan.
Menurut teori ini apa biala seorang pemimpin atau seorang
pendidik akan memotivasi anak buah atau anak didiknya. Pemimpin
hendaknya mengetahui latar belakang kehidupan dan kebudayaan
yang berbeda-beda, perlu adanya pelayanan dan pendekatan yang
berbeda pula, termasuk dalam pelayanan dalam pemberian motivasi
terhadap mereka.
e.
Teori Daya Pendorong
Teori ini merupakan paduan antara “Teori Naluri dengan Teori
Reaksi yang dipelajari”. Daya pendorong adalah semacam naluri,
tetapi hanya suatu dorongan kekuatan yang luas trhadap suatu arah
yang umum. Misalnya, suatu daya pendorong pada jenis kelamin
21
Ngalim Purwanto, op.cit., hlm. 74.
32
yang lain, semua orang dalam semua kebudayaan mempunyai daya
pendorong pada jenis kelamin yang lain. Namun cara-cara yang
digunakan dalam mengejar kepuasan terhadap daya pendorong
tersebut berlainan bagi tiap individu menurut latar kebudayaan
masing-masing.
Menurut teori ini bila seorang pemimpin atau pendidik ingin
memotivasi
anak
buahnya
atau
anak
didiknya,
ia
harus
mendasarkannya atas daya pendorong, yaitu atas naluri dan juga
reaksi yang dipelajari dari lingkungan yang dimiliki.
f.
Teori Psikoanalitik
Teori ini seperti teori instink, tetapi lebih ditekankan pada
unsur-unsur kejiwaan yang ada pada diri manusia. Motivasi yang ada
pada setiap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1) Tekun menghadapi kesulitan.
2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa) tidak
memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik
mungkin.
3) Menunjukan minat terhadap macam-macam masalah untuk
orang dewasa.
4) Lebih senang bekerja mandiri.
5) Dapat dipertahankan pendapatnya.
33
6) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya.22
5. Jenis-Jenis Motivasi
a.
Jenis-jenis motivasi diantaranya yaitu:
Menurut Sardiman,23 motivasi dibedakan menjadi dua jenis
yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik, berikut ini adalah
penjelasannya:
1) Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motif-motif daya penggerak
yang menjadi aktif atau fungsinya tidak perlu dirangsang dari
luar, karena didalam diri individu sudah terdapat dorongan
untuk melakukan sesuatu. Seseorang yang memiliki motivasi
intrinsik akan memiliki tujuan menjadi orang yang berakhlak
mulia, terrdidik dan berpengetahuan dibidang umum dan agama.
Ada beberapa macam motivasi intrinsik orang tua dalam
menyekolahkan anak diantaranya:
(a) Agar anak memiliki pengetahuan
Pentingnya ilmu-ilmu pengetahuan bagi anak sebaiknya
diberikan sejak kecil agar ilmu itu dapat dijadikan bekal
untuk masa depan mereka.
(b) Agar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua (shaleh)
22
Martin Handoko, Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku (Yogyakarta: Kanisius,1992),
hlm. 16.
23
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: Raja Grafindo Persada,
2005), hlm. 89-91.
34
Setiap orang tua tentu saja menghendaki anaknya yang
shaleh atau shalehah. Interaksi yang selama ini dilakukan
orang tua membuahkan banyak pengalaman bervariasi,
seperti melihat pengalaman orang lain yang memiliki anak
yang durhaka sering membantah dan mengabaikan apa yang
diperintahkan orang tua. Pengalaman lain yang membekas
dalam benaknya ketika melihat anak yang berbakti dan taat
kepada orang tuanya. Lalu timbul rasa haru senang dan
bangga terhadap anak maupun dirinya sendiri karena
menganggap bahwa didikannya boleh dikatakan berhasil.
Ajaran agama menyatakan bahwa ada amal yang tidak
putus pahalanya sekalipun orang tua tersebut sudah
meninggal dunia yaitu doa anak shaleh.
2) Motivasi Ekstrinsik
Dorongan yang menggerakkan seseorang untuk melakukan
sesuatu itu bersumber pada kebutuhan yang harus dipenuhi.
Kondisi itu mengharuskan seseorang berbuat atau bertindak,
agar kebutuhannya dapat dipenuhi. Motivasi ekstrinsik menurut
kamus konseling adalah dorongan dari luar tindakan atau
perbuatan yang didasarkan oleh dorongan-dorongan yang
bersumber dariluarpribadi seseorang (lingkungan) melakukan
sesuatu karena ada paksaan dari luar.24
24
Ibid., hlm. 149.
35
Ada beberapa macam motivasi ekstrinsik orang tua dalam
menyekolahkan anak diantaranya:
(a) Agar anak mampu berperan dalam masyarakat
Adanya keinginan untuk diakui oleh masyarakat
orang tua menyekolahkan anak mereka agar mereka mampu
berperan dan diakui oleh masyarakat khususnya dalam hal
pendidikan selain itu juga mampu bersosialisasi terhadap
masyarakat. Oleh karena itu orang tua berperan serta dalam
menyekolahkan anaknya di sekolah yang menurutnya bagus
secara kualitas maupun kuantitasnya. Dengan hal tersebut
orang tua dengan sendirinya akan ikut diakui oleh
masyarakat.
(b) Agar anak mampu hidup dalam masyarakat
Dalam kehidupan bermasyarakat anak tidak akan
selamanya
hidup
bersama
orang
tua,
adakalanya
merekahidup di tempat yang berbeda, misalnyahidup
diperantauan. Dengan adanya bekal pendidikan tentunya
anak akan lebih bisa hidup mandiri dan tidak mengandalkan
orang tua.
Menurut Mc Clellend dalam bukunya Amirullah,25
mengemukakan tiga kebutuhan manusia adalah kebutuhan
akan prestasi (need for achievement), kebutuhan akan
25
Amrullah, Pengantar Menejemen ( Malang: Graha Ilmu, 2002), hlm. 154.
36
afiliasi (need for affilition), dan kebutuhan akan kekuasaan
(need for power). Orang dengan kebutuhan tinggi
cenderung suka bertanggung jawab untuk memecahkan
berbagai macam persoalan, mereka cenderung menetapkan
sasaran yang cukup sulit untuk mereka sendiri dan
mengambil resiko yang sudah diperhitungkan untuk
mencapai sasaran tersebut.
6. Fungsi dan Tujuan Motivasi
a. Fungsi Motivasi
Motivasi yang ada pada diri manusia mempunyai 3 (tiga) fungsi
dasar yaitu:
1) Mendorong manusia untuk berbuat, sehingga motivasi berfungsi
sebagai penggerak yang melepaskan energi.
2) Menentukan arah berbuat, yakni ke arah tujuan yang hendak
dicapai.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan
yang harus dijalankan guna mencapai tujuan yang dimaksud dan
mengesampingkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat.26
Fungsi motivasi menurut Oemar Hamalik meliputi sebagai
berikut:
26
Robertus Angkowo dan A. Kosasih, Optimalisasi Media Pembelajaran Mempengaruhi
Motivasi, Hasil Belajar dan Kepribadian (Jakarta: Grasindo, 2007), hlm. 35.
37
1) Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa
motivasi maka tidak ada timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.
2) Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan
perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan.
3) Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin
bagi mobil, menurut Wingkel besar kecilnya motivasi akan
menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.27
b. Tujuan motivasi
Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan motivasi adalah
untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul
keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu sehingga dapat
memperoleh hasil atau tujuan tertentu.28
B. Orang Tua
1.
Pengertian Orang Tua
Mengenai pengertian orang tua, ada beberapa pendapat mengenai
pengertian orang tua. Secara sempit pengertian orang tua lazim disebut
dengan ibu-bapak. Adapun biasanya orang tua membedakan menjadi dua
yaitu orang tua kandung dan orang angkat atau bukan kandung. Orang
tua kandung yaitu orang tua yang masih memiliki hubungan darah atau
biasa disebut darah daging. Sedangkan orang tua angkat atau bukan
kandung yaitu orang tua yang merawat anak tetapi tidak mempunyai
27
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar (Bandung: Penerbit Bumi Aksara, 2001), hlm.
28
Ibid., hlm. 75.
161.
38
hubungan darah secara langsung. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
pengertian orang tua berarti ibu dan ayah kandung, orang yang sudah tua,
orang yang dianggap tua (pandai, cerdik).29 Menurut kartini kartono,
orang tua adalah persekutan hidup primer dan dialami diantara seorang
pria dan wanita yang diikat oleh tali perkawinan atau cinta kasih yang di
dalamnya terdapat unsur hakikat yang sama, yaitu saling ketergantungan,
saling membutuhkan, saling melengkapi sesuai dengan kodratnya
masing-masing.30
Menurut Zakiyah Daradjat, orang tua merupakan pembina pribadi
utama dalam kehidupan anak, sikap dan cara hidup mereka merupakan
unsur-unsur kehidupan yang tidak langsung dan dengan sendirinya anak
masuk kedalam pribadi anak yang sedang tumbuh.31 Orang tua adalah
pendidik sejati, pendidikan karena kodratnya dengan penuh kasih sayang,
sehingga mengutamakan kepentingan dan kebutuhan anak-anak dengan
mengesampingkan keinginan dan kesenangan diri.32
Orang tua merupakan
penanggung jawab dalam suatu rumah
tangga atau keluarga karena keluarga merupakan unit pertama dan
institusi pertama dalam masyarakat, dimana hubungan-hubungan yang
terdapat di dalamnya sebagian besar bersifat hubungan-hubungan
langsung. Di dalam keluarga itulah berkembang individu dan
29
Poerwodarminto, W J S, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2002),
hlm. 68.
30
Kartini Kartono, Tinjauan Politik Mengenai Sistem Pendidikan Nasional, Beberapa Kritik
dan Sugesti, Cet.I I, (Jakarta: Pradnya Pramita, 1997), hlm.7.
31
Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama (Jakarta: Bulan Bintang, 1976), hlm. 51
32
Ngalim purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1995),
hlm. 80.
39
terbentuknya tahap-tahap awal proses pemasyarakatan (Socialization)
sehingga melalui interaksi dengannya ia memperoleh pengetahuan,
ketrampilan, minat, nilai-nilai, emosi dan sikapnya dalam hidup, dan
dengan itu ia memperoleh keterampilan dan keterangan. Pada dasarnya
orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan
anak karena orang tua adalah orang dewasa pertama yang memikul
tanggung jawab pendidikan, khususnya di lingkungan keluarga. Hal ini
disebabkan karena secara alami anak-anak pada masa awal kehidupannya
berada di tengah-tengah ayah dan ibunya, sehingga dasar pandangan
hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup banyak tertanam sejak anak
berada di tengah-tengah orang tuanya.33
Secara kodrati, suasana dan struktur dalam keluarga dapat memberi
kemungkinan alami membangun situasi pendidikan. Hal ini dapat
terwujud berkat adanya pergaulan dan hubungan saling mempengaruhi
antara orang tua dan anak. pengaruh pertama yang diterima oleh seorang
anak dalam hidupnya adalah sosok orang tua (ayah dan ibu) dan
keluarganya. Orang tua merupakan kepala keluarga dan keluarga sebagai
persekutuan hidup terkecil dalam masyarakat.34 Menurut Sukirin, orang
tua adalah ayah danibu yang merupakan pusat kehidupan rohaniyah dan
sebagai penyebab berkembangnya dengan alam luar. Maka setiap reaksi,
33
Ramayulis, Ilmu Pedidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2004), hlm. 86.
M. Jamaludin Mahfuzh, Psikologi Anak dan Remaja Muslim (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar,
2001), hlm. 34.
34
40
emosi anak dan pemikirannya dikemudian hari dipengaruhi oleh
sikapnya terhadap orang tuanya dipermulaan hidupnya dulu.35
Selanjutnya orang tua sebagai sumber keteladanan, pemberi
motivasi, pemberi bimbingan bagi anak-anaknya agar mencapai berbagai
sukses yang bermakna dalam mewujudkan masa depan yang gemilang
dalam membentuk karir yang gemilang, oleh karena itu diharapkan untuk
senantiasa memberikan dorongan kepada anak-anaknya agar selalu
terdorong untuk berbuat secara memadai dalam mencapai sukses
menujumasa depan yang dicita-citakannya.
Bimbingan secara terarah juga sangat diperlukan dari orang tua
terhadap segala potensi yang ada pada diri anak untuk dapat
dikembangkan secara optimal. Hubungan orang tua dalam penelitian ini
adalah sebagai motivasi terhadap memilih pendidikan yang terbaik bagi
anak mereka. Orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam
pendidikan anaknya seperti memilih dan mengarahkannya ke dunia
pendidikan yang berkualitas.
Dapat disimpulkan bahwa orang tua/wali merupakan orang yang
paling berperan dalam kehidupan khususnya dalam keluarga. Suatu
keluarga tanpa adanya orang tua yang mendidik dan mengatur kehidupan
anak-anaknya semuanya akan rusak dan perilaku anak-anaknya akan
lebih berbahaya. Anak yang tanpa adanya awasan dari orang tua dan
anak yang diawasi oleh orang tua itu sangat jauh berbeda tingkah laku
35
Sukirin, Pokok-Pokok Psikologi Pendidikan (Yogyakarta: FIK IKIP, 1979), hlm. 14.
41
dan perilakunya. Karena sebagian besar dari kegiatan anak-anaknya itu
berada di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sehingga peranan orang
tua/wali sangat penting untuk masa depan untuk anak-anaknya.
2.
Fungsi Orang Tua dalam Keluarga
Orang tua dalam keluarga mempunyai tanggung jawab terhadap
perkembangan, kemajuan jiwa dan masa depan pendidikan anak, maka
orang tua dalam keluarga mempunyai 7 macam fungsi :
a. Fungsi Kasih Sayang
Anak adalah tempat mencurahkan kasih sayang. Setiap manusia
yang normal secara fitri pasti mendambakan kehidupan anak-anak
dirumahnya. Kehidupan rumah tangga sekalipun bergelimangan harta
benda dalam lengkap apabila ada anak, bila antara ayah, ibu dan anak
terdapat hubungan yang harmonis maka akan terjalin kasih mengasihi.
Kasih sayang dapat dipelajari dari contoh-contoh nyata dimana
perwujudan kasih sayang diperhatikan pada anak. Demikian pula cinta
kasih hanya dapat dialami dan dihayati dari perbuatan cinta kasih yang
dialami sebagai hasil perbuatan cinta kasih orang lain terhadap
dirinya. Agar dapat memberi kasih sayang, haruslah pernah
memperoleh kasih sayang.
b. Fungsi Ekonomi
Anak merupakan titipan dari Allah yang harusdipelihara dan
dibesarkan oleh kedua orang tuanya hingga menginjak kedewasaan,
dimana proses menuju kedewasaan itu diperlukan biaya setiap harinya
42
untuk membesarkan anak tersebut. Oleh sebab itu orang tua setiap
harinya membanting tulang untuk mencari nafkah guna memenuhi
segala keinginan anaknya.
c. Fungsi Pendidikan
Orang tua wajib memberikan pendidikan yang baik, bimbingan,
pendidikan
kedisiplinan
serta
pengajaran
kepada
anak
guna
mempersiakannya kearah kedewasaan. Orang tua juga harus memiliki
pengetahuan yang luas untuk mendidik anak karena anak mengambil
contoh dari kedua dari orang tuanya, maka orang tua merupakan
pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Pendidikan anak yang
diterima dari orang tuanyalah yang akan digunakan oleh anak sebagai
dasar untuk mengikuti pendidikan selanjutnya di sekolah.
d. Fungsi Perlindungan atau Penjagaan
Sebagai orang tua yang baik akan selalu melindungi keselamatan
hidup dan menjaga kesehatan anak-anaknya baik secara jasmani
maupun rohani dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya
lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.
e. Fungsi Rekreasi
Bagi anak rekreasi sangat bagus untuk perkembangan anak karena
dapat menghilangkan stres dan memberikan banyak pengalaman yang
dapat membantu anak menjadi pengamat yang lihai sehingga dapat
berbagi pendapat dan pengalaman dengan anggota keluarga yang lain.
Orang tua yang memperhatikan anak-anaknya senantiasa mengajak
43
anak-anaknya bersama keluarga untuk berekreasi setiap liburan seperti
ke pantai , ke gunung, ke tempat-tempat bersejarah dan lain-lain.
Disamping untuk menyenangkan anak, juga agar wawasannya luas.
f. Fungsi Status Keluarga
Keluarga menentukan status anak dalam masyarakat. Anak yang
berasal dari keluarga dengan pendidikan baik maka ia akan mendapat
pendidikan yang baik pula. Sedangkan anak yang hidup dalam
keluarga dengan pendidikan rendah, maka kebutuhan akan pendidikan
kurang diperhatikan, kecuali anak itu mempunyai tekat untuk merubah
masa depannya.
g. Fungsi Agama
Agama sangat penting bagi masa depan seorang anak, oleh sebab
itu orang tua harus menanamkan pendidikan agama sejak baru lahir
karena keluarga merupakan lembaga pendidikan penting untuk
meletakan dasar pendidikan agama pada anak seperti belajar mengaji,
shalat dan sebagainya pada orang tuanya.
Pendidikan agama dan spiritual merupakan pendidikan yang
harus mendapat perhatian penuh oleh keluarga terhadap anak-anaknya
dan juga sangat berarti bagi anak yang dapat membangkitkan
kekuatan dan keseduhan spiritual yang bersifat naluri pada anak
44
melalui bimbingan agama dan mengamalkan ajaran agama serta
kegiatan-kegiatan keagamaan.36
3.
Peran dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Keluarga
Peran orang tua yang dimaksud adalah ayah dan ibu memiliki
peran yang sangat penting dalam keluarga, adalah sebagai berikut:
a. Peran Ibu
Kebanyakan keluarga, ibulah yang memegang peran terpenting
terhadap anaknya. Semenjak anak itu dilahirkan ibulah yang selalu
disampingnya. Ibulah yang memberi makan dan minum, memelihara
dan selalu bercampur dengan anak-anaknya. Menurut Istiadah:
“Pendidikan seorang ibu terhadap anaknya merupakan pendidikan
dasar yang tidak dapat diabaikan sama sekali. Maka dari itu
seorang ibu hendaklah seorang yang bijaksana dan pandai
mendidik anaknya. Sebagian orang yang mengatakan kaum ibu
adalah pendidik bangsa.”37
Disini peran ibu dalam keluarga adalah:
1) Sebagian sumber dari pemberi rasa kasih sayang.
2) Pengasuh dan pemelihara.
3) Tempat mencurahkan isi hati.
4) Mengatur kehidupan dalam rumah tangga.
5) Pembimbing hubungan pribadi.
6) Pendidikdaam segi-segi emosional.
7) Melayani suami.
8) Membersihkan dan merapikan semua perlengkapan rumah
tangga.
9) Merawat kesehatan (lahir dan batin) seluruh anggota
keluarga.
36
Muhammad Zuhaili, Pentingnya Pendidikan Islam Sejak Dini (Jakarta: CV. Mustaka
Bahmid, 2002), hlm. 35-36.
37
Istiadah , Pembagian Kerja Rumah Tangga dalam Islam (Jakarta: Lembaga kajian Agama
dan Gender, 1999), hlm. 8.
45
b. Peran Ayah
Disamping itu, seorang ayah pun memegang peranan yang
penting pula. Anak memandang ayahnya sebagai orang tua yang
tertinggi gengsinya. Kegiatan ayah terhadap pekerjaannya sehari-hari
sungguh besar pengaruhnya kepada anaknya. Disini peran ayah
didalam keluarga menurut Istiadah antara lain:
1) Sumber kekuasaan di dalam keluarga.
2) Penghubung antara keluarga dengan masyarakat atau dunia
luar.
3) Pemberi perasaan aman bagi seluruh anggota keluarga.
4) Pelindung terhadap ancaman dari luar.
5) Hakim atau yang mengadili jika terjadi perselisihan.
6) Pendidik dalam segi-segi rasional.
7) Sebagaibapakdalam rumahtangga.
8) Sebagai pemimpin atau kepala rumah tangga.
9) Sebagai pencari nafkah dalam keluarga yang utama.38
Dalam hubungannya dengan pendidikan anak maka tanggung
jawab orang tua besar sekali, terutama dalam pembentukan dasar
pribadi anak, yang dapat dilihat dari pengaruh lingkungan dalam
keluarga, seperti yang dikatakan oleh Singgih D. Gunarsa bahwa:
“ Dari anggota keluarga ini yakni ayah, ibu dan saudarasaudaranya seorang anak memperoleh segala kemampuan dasar
dari intelektual maupun sosial. Bahkan penyaluran emosi,
banyak ditiru dan dipelajarinya dari anggota keluarganya.”39
Orang tua memiliki tanggung jawab terhadap anak-anak dan
pembinaan mempersiapkan mereka untuk menghadapi kehidupan
yang akan datang. Dengan demikian, orang tua harus dapat
38
39
Ibid, hlm. 10.
Singgih D. Gunarsa, Psikologi Untuk Keluarga (Bandung: Alma’arif, 1987), hlm. 60.
46
melaksanakan tanggung jawabnya secara sempurna, seperti pendapat
para pendidik.
Tanggung jawab orang tua
terhadap anaknya sangat berat.
Tanggung jawab itu akan membawa hasil yang sangat penting bagi
mereka di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, wajib bagi orang tua
untuk membesarkan anak-anak mereka dengan landasan iman yang
sempurna dan akidah yang shahih. Orang tua juga harus memiliki
pengetahuan tentang syariat dan moral yang islami, disamping
memiliki akidah yang utama. Tanggung jawab untuk mempersiapkan
generasi mukmin yang shahih terletak di pundak kedua orang
tuanya.40
Seperti dalam fungsi orang tua, peranan orang tua sangatlah
penting bagi perkembangan anak, baik dari segi jasmaniah, rohaniah
maupun kecerdasannya. Karena keluarga merupakan lingkungan
pendidik yang paling dasar maka orang tua, saudara dan anggota
keluarga yang lainnya sangat berperan penting dalam mempersiapkan
kehidupan sosial anak. Orang tua harus menunjukan peranannya
sebagai pendidik. Ini adalah mutlak dan merupakan kewajiban orang
tua atas anaknya. Anak yang sedang berkembang harus dididik dan
diperlakukan secara tepat oleh orang tuanya. Oleh karena itu, dalam
mendidik oprang tua harus memahami hakikat perkembangan anakanaknya. Misalnya dari usia
40
anak di dalam perkembangan anak
Muhammad Zuhaili, Pentingnya Pendidikan Islam Sejak Dini (Jakarta: A.H.Ba’adillah
Press, 2002), hlm. 35-36.
47
sebagai individu , makhluk sosial dan makhluk ciptaan allah yang
memiliki keterbatasan.
Diantara tanggung jawab besar tersebut adalah berupa tanggung
jawab pengajaran, bimbingan dan pendidikan. Tanggung jawab dalam
persoalan ini telah dituntut sejak seorang anak dilahirkan hingga ia
mencapai usia remaja, bahkan sampai anak menginjak usia dewasa
yang sempurna.41
Orang tua yang melaksanakan tanggung jawab secara sempurna
dengan penuh amanat, kesungguhan, serta sesuai dengan petunjuk
islam, maka sesungguhnya mereka telah mengerahkan segala
usahanya untuk membentuk individu yang penuh dengan kepribadian
dan keistimewaan. Mereka juga telah ikut andil dalam membentuk
keluarga yang shaleh dan shalekha yang penuh dengan kepribadian
dan keistimewaan. Dengan demikian, baik didasari maupun tidak
mereka telah ikut mengambil bagian penting dalam membangun
masyarakat ideal yang nyata dengan berbagai kepribadian dan
keistimeaan dalam membentuk individu dan keuarga yang shaleh. Hal
ini dikarenakan, islam telah menjelaskan tentang seluk belukhukum
dan dasar-dasar pendidikan yang berkaitan dengan anak.42
Seorang pendidik akan dapat melaksanakan tanggung jawabnya
terhadap anak secara jelas. Karena merupakan suatu keniscayaan bagi
41
Hery Noer Aly dan Munzier S, Watak Pendidikan Islam (Jakarta: Frisika Agung Insani,
2003), hlm. 201.
42
Abdullah Nasih Ulwan, Pendidikananak dalam Islam Cet. Ke-3, jilid I, (Jakarta: Pustaka
Amani, 2002), hlm. 27
48
setiap orang yang bertanggung jawab terhadap masalah pendidikan
untuk melaksanakan kewajibannya secara sempurna sesuai dengan
prinsip-prinsip
yang telah
diletakkan
oleh
Islam
dan
yang
digambarkan oleh Rosulullah saw.43
Adapun pokok-pokok tanggung jawab tersebut adalah :
a.
Tanggung Jawab Pendidikan Iman
Tanggung jawab pendidikan iman adalah orang tua
berkewajiban untuk menumbuhkan anak dengan pemahaman
tentang dasar-dasar pendidikan iman (keimanan), rukun islam,
dan dasar-dasar syariat seperti akidah, ibadah, akhlak, hukum, dan
lain sebagainya sejak masa pertumbuhannya. Sehingga anak akan
terikat dengan islam,baik akidah maupun ibadah dan ia juga akan
selalu berkomunikasi dengannya dalam hal penerapan metode
maupun peraturan.
b.
Tanggung Jawab Pendidikan Moral
Tanggung jawab pendidikan moral adalah serangkain
prinsip dasar moral dan keutamaan sikap serta watak (tabi’at)
yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan olehanak sejak masa
pemula sehinggan ia menjadi seorang mukallaf, yaitu siap
mengarungi lautan kehidupan. Jika seorang anak tumbuh dan
berkembang dengan berpijak pada landasan iman kepada Allah
43
Ibid., hlm, 61.
49
swt, maka ia akan menjadi manusia yang mampu menguasai
seluruh fikiran dan perasaannya.
c.
Tanggung Jawab Pendidikan Fisik
Adanya tanggung jawab pendidikan fisik dinamakanagar
anak tumbuh dewasa dengan kondisi fisikyang kuat, sehat,
bergairah, dan semangat. Diantaranya yakni dengan memberi
nafkah kepada keluarga dan anak dengan mengikuti aturan-aturan
yang sehat dalam makan, minum dan tidur, melindungi keluarga
dari penyakit serta memberikan pengobatannya, membiasakan
anak berolahraga dan bermain ketangkasan, serta membiasakan
anak-anak untuk zuhud dan tidak larut dalam kenikmatan dan lain
sebagainya.
d.
Tanggung Jawab Pendidikan Rasio
Pendidikan rasio (akal) adalah membentuk pola fikir anak
dengan segala sesuatu yang bermanfaat sepertiilmu agama,
kebudayaan dan peradaban. Dengan demikian, pemikiran anak
menjadi
matang,
bermuatan
ilmu,
kebudayaan
dan
lain
sebagainya. Tanggung jawab akal dapat dilakukan dengan
menumbuhkan kesadaran berfikir dan memelihara kesehatan
rasio.
e.
Tanggung Jawab Pendidikan Kejiwaan
Tanggung jawab pendidikan kejiwaan anak dimaksudkan
untuk mendidik anak semenjak mulai mengerti supaya bersikap
50
berani terbuka, mandiri, suka menolong, bisa mengendalikan
amarah dan senang kepada seluruh bentuk keutamaan jiwadan
moral secara mutlak. Tujuan dari pendidikan ini adalah
membentuk, membina dan menyeimbangkan kepribadian anak.
Sehingga ketika anak telah mencapai usia aktif (dewasa) ia dapat
melaksanakan kewajiban-kewajiban yang yang dibebankan
kepada dirinya secara baik dan sempurna.
f.
Tanggung Jawab Pendidikan Sosial
Pendidikan sosial adalah mendidikanak sejak kecil agar
terbiasa menjalankaan perilaku sosial yang utama, dasar-dasar
kejiwaan yang mulia yang bersumber kepada akidah Islamiah
yang kekal dan kesadaran iman yang mendalam, agar di tengahtengah masyarakat nanti ia mampu bergaul dan berfikir sosial
baik, memiliki keseimbangan akal yang matng dan tindakan yang
bijaksana.44
4.
Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak
Orang tua adalah orang yang pertama kali bertanggung jawab kepada
anak-anaknya, yaitu bertanggung jawab secara material spiritual dan
psikologis. Orang tua adalah pembinaan pribadi yang pertama dalam
hidup anak. Anak merupakan amanat Allah bagi kedua orang tuanya. Ia
mempunyai jiwa yang suci dan cemerlang. Bila ia sejak kecil dibiasakan
44
Ibid., hlm. 165-435.
51
baik, sehingga ia tumbuh dan berkembang menjadi baik pula, dan
sebaliknya apabila ia dibuat buruk maka anak akan berbuat buruk pula.
Secara umum, kewajiban orang tua pada anak-anaknya adalah
sebagai berikut:
a.
Mendoakan anak-anaknya dengan doa yang baik dan jangan sekalikali mengutuk anaknya.
45
b.
Mendidik anak agar berbakti kepada ibu dan bapak.
c.
Memelihara anak agar jauh dari api neraka.
d.
Menyerukan sholat pada anaknya.
e.
Menciptakan kedamaian dalam rumah tangga.
f.
Mencintai dan menyayangi anak-anaknya.
g.
Bersikap hati-hati pada anak-anaknya
h.
Memberi nafkah halal.45
Muhaimin, Abd. Mujis, Pemikiran Pendidikan Islam (Kajian Filosofi dan Kerangka Dasar
Operasionalnya), (Bandung: Triganda Karya, 1993), hlm. 290
Download