klasifikasi citra landsat untuk identifikasi kondisi geologi

advertisement
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
RANCANGAN FRAMEWORK INTEROPERABILITAS
(SUB REPOSITORI DOKUMEN NASIONAL)
Hero Yudo Martono
Jurusan Teknik Informatika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Kampus ITS Keputih Sukolilo Surabaya 60111 Telp. 031-5947280
Email: [email protected]
ABSTRAK
Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, interoperabilitas
sistem informasi menjadi mutlak diperlukan karena tidak mungkin satu sistem informasi
berdiri sendiri. Persoalan bertambah rumit manakala berbagai sistem informasi
dibangun menggunakan platform yang berbeda dan tidak memiliki dokumentasi. Untuk
itu diperlukan suatu standarisasi pertukaran data dalam skala interoperabilitas untuk
memberikan gambaran bagaimana seharusnya interoperabilitas itu dilakukan dan apa
saja yang perlu dipersiapkan untuk terwujudnya interoperabilitas sistem informasi.
Dalam penelitian kali ini diajukan sebuah rancangan framework interoperabilitas sistem
informasi untuk menghasilkan sebuah Repositori Dokumen Nasional pada empat
instansi pemerintahan yaitu : Direktorat Jenderal Administrasi dan Kependudukan,
Departemen Kesehatan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional dan Badan
Pusat Statistik yang menggambarkan pemetaan kebutuhan dan kepemilikan data
sehingga menghasilkan rancangan informasi to-be. Dalam penelitian kali ini
menghasilkan usulan rancangan infrastruktur repositori dokumen yang menggambarkan
interaksi antara sistem penyedia data, sistem pemakai data dan repositori sebagai
jembatan keduanya. Standarisasi format data yang akan dipertukarkan juga sangat
penting untuk menjamin interoperabilitas antar masing-masing sistem. Dalam penelitian
kali ini juga dihasilkan daftar file xml schema yang digunakan untuk memvalidasi xml
document yang dikirim masing-masing sistem serta menghasilkan rancangan interface
yang dapat digunakan untuk melakukan konversi data dari sumber data yang dimiliki
menjadi data xml setelah terlebih dahulu dilakukan validasi.
Kata kunci: interoperabilitas, sistem informasi, repositori, xml, validasi, dan xml
schema
PENDAHULUAN
Pemanfaatan ICT (Information and Communication Technology) atau yang lebih
dikenal dengan TIK telah menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dan menyentuh
berbagai aspek kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan oleh manfaat TIK yang dapat
meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas suatu aktifitas
kegiatan. Perkembangan internet secara signifikan juga telah membawa pemanfaatan
TIK ke tingkatan yang lebih tinggi. Melalui jaringan internet, basis data, aplikasi
bahkan sistem informasi terhubung satu sama lainnya membentuk jaringan yang jauh
lebih kompleks. Namun demikian pemanfaatan yang optimal dari TIK belum
sepenuhnya dapat tercapai. Salah satu penyebabnya adalah basis data dan aplikasi yang
dibangun menggunakan platform yang berbeda-beda. Akibatnya suatu basis data atau
sistem informasi belum dapat saling berhubungan untuk melayani suatu kegiatan yang
sifatnya terpadu [1]. Hal dibawah untuk memahami lebih lanjut tentang interoperabilitas
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Permasalahan Interoperabilitas
Saat ini pengembangan TIK di Indonesia sangat bervariasi. Ada sejumlah
departemen atau pemerintah daerah yang sudah sangat maju namun ada juga yang
masih tertinggal dan aplikasi pemerintahan dikembangkan tidak memiliki
interoperabilitas sehingga kesulitan untuk mengintegrasikan seluruh basis data yang
tersedia menjadi basis data nasional. Untuk itu diperlukan standar baku, kebijakan dan
standar teknologi telematika terkait. Beberapa hal dibawah juga merupakan kendala
dilakukannya interoperabilitas yaitu :
 Tidak memiliki dokumentasi sistem
 Belum tersedianya kamus data yang jelas
 Adanya perbedaan persepsi mengenai interoperabilitas
 Belum dikenalnya interoperabilitas sistem informasi
 Belum merasa perlu adanya interoperabilitas sistem informasi
 Belum menyadari perlunya berbagai data antar sistem informasi
Teknologi xml
Xml merupakan singkatan dari Extensible Markup Language. Xml memiliki fungsi
yang berbeda dengan HTML, jika HTML dipergunakan untuk menentukan tampilan
data pada layar, maka xml dipergunakan untuk menggambarkan atau mendefinisikan
data itu sendiri. Karakteristik penyimpanan xml document dalam bentuk text
menjadikan xml document sebagai format yang sangat fleksibel untuk pertukaran
informasi antar sistem tanpa ketergantungan baik terhadap perangkat lunak maupun
perangkat keras.
Teknologi xml schema
Ada banyak cara untuk membuktikan bahwa sebuah dokumen xml adalah valid,
misalnya dengan menggunakan DTD, xml schema, Schematron dan lain-lain. Pada
awalnya W3C merekomendasikan DTD sebagai standar xml schema, tapi pada
prakteknya DTD memiliki banyak keterbatasan, sehingga kemudian dikembangkan xml
schema dan menjadi standar yang direkomendasikan oleh W3C sejak tahun 2001 [1].
Prinsip kerja xml schema dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Proses Validasi Dokumen xml [1]
Gambar 1 memperlihatkan sebuah proses validasi yang membutuhkan dua
inputan yaitu xml document yang akan divalidasi dan xml schema yang memvalidasi.
Hasil dari proses validasi adalah xml document yang valid atau tidak valid. Dalam
penelitian ini kami membuat kontribusi dalam bidang interoperabilitas sistem informasi
khususnya dalam studi kasus yang dipilih dalam hal :
 Memetakan kebutuhan dan kepemilikan data
 Mengusulkan pembuatan repositori dokumen nasional yang berisi daftar xml schema
sebagai standard format pertukaran data antar instansi yang di survey.
ISBN : 978-979-99735-9-7
C-23-2
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
SURVEY
Penentuan Studi Kasus
Dalam penelitian kali ini diambil studi kasus yang terjadi pada pemerintahan.
Studi kasus ini menitikberatkan pertukaran data dengan topik yang berkaitan dengan
kependudukan dan kesehatan. Berdasarkan hal itu kemudian ditentukan departemen
yang terkait yaitu :
a. Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan.(adminduk)
b. Departemen Kesehatan
c. Badan Pusat Statistik (bps)
d. Badan Perencana Pembangunan Nasional (bappenas)
Hasil Survey
Berdasarkan survey yang dilakukan didapatkan beberapa data sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Survey Data
No
1
Sumber Survey
Direktorat Jenderal
Administrasi Kependudukan
Bentuk Data Survey
Lembaran data
2
Departemen Kesehatan
Buku Profile Kesehatan Republik
Indonesia Tahun 2007
3
Badan Pusat Statistik (BPS)
Buku Ringkasan Metadata
Kegiatan Statistik Dasar BPS
4
Badan Perencana Pembangunan
Nasional (Bappenas)
Buku Database Direktorat
Kesehatan 2008
Buku Database Direktorat
Kependudukan 2008
Pengelompokkan Data Survey
Berdasarkan data yang diperoleh dari masing-masing departemen kemudian
dilakukan analisis untuk mengelompokkan data per departemen berdasarkan
kepemilikan data/informasi dan kebutuhan data/informasi terhadap departemen lain.
Hasil dari pengelompokkan tersebut disajikan dalam tabel 2 :
Tabel 2. Relasi Penyedia dan Pengguna Data
Penyedia Data
Pengguna Data
Adminduk,
BPS
Departemen
Kesehatan,
Bappenas
BPS
Departemen
Kesehatan,
Bappenas
Departemen
Kesehatan
Bappenas
Kegunaan Data
Sebaran penduduk berdasarkan propinsi,
jenis kelamin, agama, golongan darah,
kelahiran, kematian, perkawinan, proyeksi
penduduk, laju penduduk, jenis
pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat
perpindahan
Komposisi angkatan kerja, keadaan
pekerja, proyeksi angkatan kerja, indicator
tingkat hidup pekerja, ketenagakerjaan
usia muda, pengangguran terbuka dan
setengah pengangguran
Jumlah kehamilan, keadaan penyakit,
keadaan tempat kesehatan, keadaan tenaga
kesehatan, anggaran kesehatan, keadaan
jaminan kesehatan masyarakat.
ISBN : 978-979-99735-9-7
C-23-3
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Analisis Kebutuhan Antarmuka
Berdasarkan kebutuhan framework interoperabilitas maka diperlukan dua
aplikasi yaitu:
1) Aplikasi pembuat xml document
2) Aplikasi pembaca xml document
RANCANGAN
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil survey maka dilakukan beberapa
rancangan meliputi :
Rancangan Kebutuhan xml schema
Setelah dilakukan pengelompokkan data, selanjutnya adalah merancang xml
schema untuk memvalidasi xml document yang akan dijadikan standar format
pertukaran data antar instansi . Total jumlah xml schema yang dihasilkan 50 buah dan
disajikan beberapa bagian sebagai contoh sebagai berikut :
Tabel 3. Daftar xml Schema
XML schema
dok_jenis_kelamin
dok_agama
dok_darah
dok_pendidikan
dok_pekerjaan
Atribut Data
Propinsi,kabupaten,kecamatan,desa, laki, perempuan
Propinsi,kabupaten,kecamatan,desa, islam, kristen, hindu,
budha
Propinsi,kabupaten,kecamatan,desa,a,b,ab,o
Propinsi,kabupaten,kecamatan,desa,sd,smp,sma,d1,d3,s1,
s2,s3
Propinsi, kabupaten,kecamatan,desa,tni,
polri,tni,pns,pedagang,petani,nelayan
Tabel 3 diatas berisi sebagian dari daftar xml schema yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan informasi lintas instansi tersurvey. Pada xml schema
dok_jenis_kelamin mempunyai format propinsi, kabupaten, kecamatan, desa, laki-laki
dan perempuan maka xml document yang dihasilkan harus dapat memenuhi atribut yang
telah ditetapkan dalam xml schema yang sesuai. Format atribut inilah yang harus
mempunyai standar baik nama atribut maupun tipe datanya. Contoh program xml
schema adalah sebagai berikut :
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<xsd:schema xmlns:xsd="http:
//www.w3.org/2001/XMLSchema"
targetNamespace="http://xml.netbeans.org
/schema/dok_jenis_kelamin"
xmlns:tns="http://xml.netbeans.org
/schema/dok_jenis_kelamin"
elementFormDefault="qualified">
<xsd:element name="daftar">
<xsd:complexType>
<xsd:sequence>
<xsd:element name="mulai">
<xsd:complexType>
<xsd:sequence>
<xsd:element name="no">
<xsd:simpleType>
<xsd:restriction base="xsd:string"/>
</xsd:simpleType>
</xsd:element>
….
</xsd:schema>
Gambar 2. Contoh Program xml Schema
ISBN : 978-979-99735-9-7
C-23-4
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Program xml schema pada gambar 2, menggambarkan field xml document yang
harus dipenuhi diantaranya : no, propinsi, kabupaten, kecamatan, desa, laki-laki dan
perempuan lengkap beserta tipe data dari masing-masing field. Dengan demikian jika
xml document yang divalidasi tidak memenuhi unsur seperti dalam xml schema akan
menghasilkan xml document yang tidak valid.
Rancangan Repositori Dokumen Nasional
Xml schema yang telah terbentuk kemudian ditempatkan pada sebuah server
yang dinamakan Repositori Dokumen Nasional, tempat untuk menyimpan dokumen
hasil kiriman dari masing-masing instansi yang telah melalui validasi untuk memastikan
telah mengikuti standard format yang telah disepakati bersama.
Gambar 3. Sistem Repositori Dokumen Nasional
Gambar 3 diatas menggambarkan posisi Repositori Dokumen Nasional yang
menampung xml document dari masing-masing instansi sesuai dengan kepemilikan
datanya dan mampu memberikan data yang diperlukan oleh instansi lain. Seiring
dengan waktu dipastikan data pada repositori akan berkembang dan yang
menggunakannya juga berkembang.
Rancangan Topologi Jaringan
Usulan rancangan berikutnya mengenai topologi jaringan. Detil lengkap
mengenai topologi jaringan dan bentuk komunikasi data antara instansi dengan
repositori disajikan dalam gambar 4 yang memperlihatkan alur kerja sistem dimulai
dengan :
1) Permintaan tiga buah jenis data yang berbeda dari bappenas ke repository
2) Repositori kemudian melanjutkan permintaan ke masing-masing instansi terkait
untuk membuat data sesuai dengan permintaan.
3) Instansi yang mempunyai data kemudian melakukan proses pencarian data dan
membentuk output xml dari sumber data masing-masing
4) Melakukan validasi berdasarkan xml schema yang bersesuaian
5) Apabila validasi berhasil maka output xml dikirm balik ke repository dan dilakukan
penyimpanan
6) Repositori mengirim data yang sesuai dengan permintaan client
ISBN : 978-979-99735-9-7
C-23-5
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Gambar 4. Topologi Jaringan
Rancangan Antarmuka
Rancangan aplikasi dibagi menjadi dua yaitu : aplikasi pembuat xml document
(xml converter) dan aplikasi pembuat laporan to-be yang mampu merangkai sejumlah
xml document (xml reporter). Rancangan kedua aplikasi tersebut disajikan dalam
gambar 5 dan gambar 6.
Gambar 5. Aplikasi XML Reporter
Gambar 6. Aplikasi XML Converter
ISBN : 978-979-99735-9-7
C-23-6
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Uji Coba
Untuk menguji dokumen xml schema apakah sudah mampu menghasilkan
informasi sama bahkan lebih dari informasi yang dapat dibuat sebelumnya maka
dilakukan pemetaan antara atribut xml schema dengan atribut laporan as-is. Pada tabel
4 disajikan tabel pemetaan contoh relasi atribut xml schema dengan laporan as-is.
Tabel 4. Tabel Atribut xml Schema (1)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
Atribut xml schema
propinsi
kabupaten
kecamatan
desa
Laki-laki, perempuan
islam, kristen, protestan hindu, budha
a, b, ab, o
sd, smp, sma, d1, d3, s1
Keterangan
Jenis kelamin
Nama agama
Golongan darah
Jenjang pendidikan
Berikut disajikan contoh laporan yang dapat dihasilkan dari atribut yang dimiliki
xml schema pada tabel 5.
Tabel 5. Tabel Uji Coba Analisis
No
Nama Laporan
Atribut xml schema
1
Sebaran penduduk berdasar propinsi per jenis kelamin
1,2,3,4,5,6
2
Sebaran penduduk berdasar propinsi per agama
1,2,3,4,7,8,9,10
3
Sebaran jumlah kelahiran berdasar propinsi per jenis kelamin
1,2,3,4,27,28
4
Sebaran jumlah kematian berdasar propinsi per jenis kelamin
1,2,3,4,25,26
5
SEbaran jumlah perpindahan penduduk berdasar propinsi per jenis kelamin
1,2,3,4,5,29,30
Pada tabel 5, disajikan tabel uji coba dengan cara memetakan laporan yang harus
dihasilkan dengan atribut rancangan xml schema dan ternyata atribut xml schema
mempunyai relasi yang benar dengan nama laporan.
KESIMPULAN
Standarisasi format adalah sangat penting ketika akan membangun
interoperabilitas sistem informasi, dan xml adalah teknologi penting yang dapat
menyediakan sebuah format netral untuk dimengerti semua platform baik hardware
maupun software. Pertukaran xml document yang dipertukarkan membutuhkan sebuah
proses validasi yaitu menggunakan xml schema. Untuk menentukan xml schema
diperlukan pengetahuan tentang laporan data yang dibutuhkan dan struktur data dari
masing-masing instansi. Sampai penelitian ini berakhir belum mendapatkan struktur
data dari masing-masing instansi sehingga ujicoba yang dilakukan belum bisa
menggambarkan proses interoperabilitas yang sesungguhnya. Diharapkan kedepan
didapatkan struktur data dari masing-masing instansi. Keberadaan Repositori Dokumen
Nasional sangat penting sebagai penyimpan dokumen untuk diberikan pada instansi lain
yang membutuhkan. Kedepan perlu dipertimbangkan metode untuk membuat pararel
prosesing pada server Repositori untuk meningkatkan kecepatan akses.
ISBN : 978-979-99735-9-7
C-23-7
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
DAFTAR PUSTAKA
Dwi Handoko, Faisol Ba’abdullah, I Wayan Simri Wicaksana, Muhammad Arief,
“Kerangka Acuan dan Pedoman Interoperabilitas Sistem Informasi Instansi
Pemerintah”, Departemen Komunikasi dan Informatika, 2008
Departemen Kesehatan, “Profile Kesehatan Republik Indonesia ”, 2007
Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, “Kependudukan dan Kesehatan”
Badan Pusat Statistik, “Metadata statistik ”
Arnon
Rosenthal, Len Seligman, Roger Costello, “XML, Databases and
Interoperability”, Federal Database Colloquium, AFCEA, San Diego, 1999
Laks V.S. Lakshamanan, Fereidoon Sadri, “XML Interoperability”, International
Workshop on the Web and Databases (WebDB), San Diego California, 2003
ISBN : 978-979-99735-9-7
C-23-8
Download