bab 2: dasar administrasi sistem linux

advertisement
BAB 2: DASAR ADMINISTRASI SISTEM LINUX
Pada bab sebelumnya Anda telah mempelajari dasar-dasar pengoperasian Linux secara console dan
perintah-perintah dasar yang dapat dikerjakan oleh user biasa ($). Pada bab ini Anda akan melanjutkan
materi pada tahap yang sedikit lebih dalam. Anda akan mempelajari administrasi Linux. Anda akan
menggunakan user yang posisinya lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu user root, Sehingga Anda dapat
melakukan administrasi terhadap sistem Linux.
2.1
Memahami Hak Akses User
Pada user biasa, setiap user yang terdaftar pada sistem Linux secara otomatis akan diberikan sebuah
direktori kerja sesuai nama user yang terdaftar. Misalnya, apabila Anda mendaftar/menambahkan user
baru bernama marshal, maka Anda akan memiliki direktori kerja bernama marshal, yamg akan selalu
diletakkan pada direktori utama /home. Direktori khusus yang diberikan kepada setiap user yang terdaftar
memungkinkan user untuk mengelola direktori seluas-luasnya.
Pada Windows siapa pun boleh mengakses direktori yang ada, sedangkan pada Linux Anda tidak boleh
mengakses direktori kerja dari user lain. Apabila Anda memilikki user login bernama marshal, maka Anda
akan diberikan hak akses terhadap direktori /home/marshal (kecuali Anda diberi izin akses terhadap
direktori lain oleh administrator). Sebagai gambaran, komputer penulis meliliki 3 user , sehingga pada
direktori /home akan terdapat 3 buah direktori yang sesuai dengan nama user masing-masing. perhatikan
gambar berikut !
User
Gambar 2.1 Struktur Direktori pada /home
Apabila dilihat dari segi keamanan, Linux sangat terkenal dengan sistemnya yang aman. Selain itu Linux
juga memiliki kestabilan lebih bagus dibanding sistem lain, seperti Windows. Apabila Anda melihat
Gambar 2.1, setiap user memiliki 1 direktori kerja pada direktori /home. Karena Linux memiliki
keamanan yang kuat, setiap user yang ada tidak boleh mengakses direktori lain selain direktorinya sendiri.
selain itu Linux memberikan sebuah direktori khusus yang dapat diakses oleh siapa pun tanpa harus
memiliki hak akses pada direktori tersebut, yaitu pada direktori /tmp. Direktori ini dapat digunakan
dengan baik oleh use deputy1, puket1, maupun marshal, secara bebas.
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 1 / 17
2.2
Manajemen User dan Group
Linux merupakan sebuah sistem operasi yang dikembangkan dengan tujuan menjadi server. Berdasarkan
fungsinya sebagai server, Linux mempunyai kemampuan menangani hak akses yang berkaitan dengan user
pada sistem komputer tersebut. Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, Linux dapat melakukan
pengaturan user dengan baik. Satu unit komputer bersistem Linux mampu menangani puluhan, ratusan,
bahkan ribuan user didalamnya.
Selain itu, Linux juga mempunyai kemampuan untuk mengelompokkan beberapa user kedalam groupgroup yang berbeda. Pengelompokan user dapat dianalogikan dengan beberapa karyawan yang memiliki
tugas yang berbeda. Setiap karyawan akan dipimpin oleh seorang kepala bagian. Bagian khusus itulah yang
dinamakan grup. Dalam pengaturan user, Anda dapat melakukan pengaturan seperti penambahan,
penghapusan mapun pengelompkkan user baru dengan menggunakan root (#). Jadi, jika Anda bertindak
sebagai user biasa, Anda tidak dapat mennciptakan user atau penghapusan user baru.
2.2.1
Proses Perekaman User dan Group Baru
Sistem Linux akan selalu merekam user baru yang ditambahkan oleh super user . Pada saat menambahkan
user baru, setiap user akan selalu diberikan sebuah direktori kerja masing-masing, user yang telah terdaftar
dengan menggunakan nama standar sama persis seperti nama user yang posisinya diletakkan pada direktori
/home. Jika Anda menginginkan nama lain, administrator dapat menbedakannya.
Untuk keamanan, seorang user tidak dapat mengakses direktorinya lain atau direktori kerja yang dimiliki
oleh orang lain. User lain dapat mengakses direktori yang bukan miliknya apabila mendapat hak akses dari
super user. Pada direktori /home, komputer anda akan memiliki beberapa direktori kerja yang memiliki
nama yang sesuai dengan nama usernya. Perhatikan gambar berikut!
[root@red-nescafe ~]# ls -l /home
total 348
drwx------ 30 deputy1 deputy1
4096 May 23 09:01 deputy1
drwx-----3 marshal marshal
4096 May 22 11:26 marshal
drwx-----3 puket1 puket1
4096 May 21 10:41 puket1
Selain memberikan sebuah direktori kerja pada setiap user terdaftar, sistem Linux juga memiliki sistem
yang selalu melakukkan pencatatan terhadapsemua hal yang berkaitan dengan pendaftaran user tersebut,
diantaranya :
●
Untuk file password akan tersimpan pada file /etc/shadow.
Untuk data group akan tersimpan pada file /etc/group.
● Untuk data pendukung terdapat pada file /etc/password.
●
2.2.2
Membuat User baru
Pengguna yang levelnya bersifat umum adalah user. Pihak yang paling berhak membuat user baru atau
mendaftarkan user baru adalah super user. Sebagai seorang super user, Anda dapat melakukan semua hal
yang berkaitan dengan user, termasuk menambahkan user baru. Untuk menambahkan user baru pertamatama Anda harus login sebagai super user /root. Struktur perintah yang digunakan adalah :
Sintaks
# useradd [nama user baru]
atau :
useradd [-c comment] [-d home_dir] [-e expire_date]
[-f inactive_time] [-g initial_group] [-G group[,...]]
[-m [-k skeleton_dir] | -M] [-n] [-o] [-p passwd] [-r]
[-s shell] [-u uid] login
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 2 / 17
useradd -D [-g default_group] [-b default_home]
[-e default_expire date] [-f default_inactive]
[-s default_shell]
Dari perintah diatas dapat dijelaskan :
● -c
: Memberikan deskripsi nama login (login id).
● -d
: Alamat path dan nama direktori user.
● -e
: Tanggal batas user dapat digunakan.
● -f
: Waktu senggang sebelum user dinonaktifkan.
● -g
: Membuat inisial grup.
● -G
: Memasukkan user dalam sebuah grup.
● -m
: Membuat direktori kerja apabila belum terbuat.
● login: Nama user yang diciptakan.
Sebagai contoh, Anda akan membuat user baru dengan nama marshal. Berikut adalah perintahnya :
[root@red-nescafe ~]# useradd marshal
Pada sistem sekarang terdapat sebuah user baru. Untuk melihatnya, Anda dapat melihatnya pada direktori
/home. Perhatikan tampilan berikut.
[root@red-nescafe ~]# ls /home
deputy1 marshal puket1
Direktori untuk user marshal
Gambar 2.3 User Telah Tercipta pada Sistem
Hasil diatas menunjukkan bahwa setiap penambahan user baru secara otomatis akan menciptakan
direktori kerja pada /home. Direktori kerja tersebut akan tercipta dengan menggunakan standar nama
user. Jadi apabilka Anda mendaftarkan user dengan user ID marsahal, maka direktori kerja yang tercipta
pada /home/marshal juga bernama marshal.
Sebenarnya Anda dapat membuat user dengan menggunakan nama direktori yang berbeda dengan user
ID. Jika Anda mendaftarkan user ID marshal, Anda dapat membuat direktori kerja dengan nama marshal
kerja, marshalku, atau yang lain. Untuk itu, perintah yang digunakan adalah:
Sintaks
# useradd -d [path | nama direktori] [user name]
Keterangan :
● useradd
: perintah yang digunakan untuk menambahkan user atau untuk membuat user baru.
● -d
: perintah yang menyatakan bahwa penambahan user akan dapat menentukan alamat
direktori kerjanya.
● Path
: adalah alamat direktori yang digunakan sebagai direktori kerja user.
● user name : adalah nama user yang akan dibuat.
Latihan :
Anda akan mendaftarkan user baru dengan used ID maestro dan direktori yang dibuat adalah
rumah_maestro. Perintah yang digunakan adalah :
[root@red-nescafe ~]# useradd -d /home/rumah_maestro maestro
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 3 / 17
Pada perintah diatas, Anda akan meletakkan direktori kerja rumah_maestro pada direktori /home,
sehingga hasilnya tampak seperti gambar berikut:
[root@red-nescafe ~]# ls /home -l
total 356
drwx-----drwx-----drwx-----drwx------
30
3
3
3
deputy1
marshal
puket1
maestro
deputy1
marshal
puket1
maestro
4096
4096
4096
4096
May
May
May
May
23
22
21
23
09:01
11:26
10:41
10:58
Hak milik direktori
deputy1
marshal
puket1
rumah_maestro
Direktori kerja
Gambar 2.4 User4 Baru dan Direktori Kerja Telah Tercipta
2.2.3
Menambahkan Password pada User
Pada saat user ditambahkan pada sistem Anda, user tersebut sama sekali belum memiliki sistem keamanan.
Langkah selanjutnya setelah memberikan password pada user. Sintaks pemberian password pada user
adalah :
Sintaks
# passwd [ username ]
Contoh :
Tambahkan password untuk user yang bernama maestro. Password yang digunakan adalah “otakcerdas”.
Perhatikan perintah berikut.
[root@red-nescafe ~]# passwd maestro
Changing password for user maestro.
New UNIX password: **********
Retype new UNIX password: **********
passwd: all authentication tokens updated successfully.
Masukkan passwordnya
Ulangi memasukkan passwordnya
Gambar 2.5 Proses Memasukkan Password pada User ID Penulis
Apabila Anda hendak mengganti password, Anda dapat menggunakan perintah yang sama dengan
perintah pada saat menambahkan password saat pertama kali mendaftar user baru.
2.2.4
Membuat Grup Baru
Di dalam sistem Linux, grup dijadikan sebagai media pengelompokkan beberapa user.., sehingga menjadi
sebuah kelompok kerja yang memiliki kategori bagian yang sama. Untuk menganalogikan perhatikan
gambar berikut.
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 4 / 17
Nama Group
Nama Users dalam sistem
deputy1
admira
Group Musisi
marshal
antank
Group Theater
anzac
anlank
Gambar 2.5 Penggambaran Antara Grup dan User
Setelah melihat struktur grup dan user diatas, Anda diharapkan telah mengerti fungsi grup dalam sistem.
Berikut adalah sintaks untuk membuat sebuah grup baru
Sintaks
# groupadd [nama group]
Contoh :
Anda hendak membuat grup baru dengan nama musisi, maka perintahnya adalah:
[root@red-nescafe ~]# groupadd musisi
Sekarang Anda telah memiliki grup baru dengan nama musisi. Untuk melihatnya tuliskan perintah cat
/etc/group. Perhatikan tampilan berikut.
[root@red-nescafe ~]# cat /etc/group
nfsnobody:x:65534:
mailnull:x:47:
smmsp:x:51:
pcap:x:77:
apache:x:48
squid:x:23:
webalizer:x:67:
xfs:x:43:
ntp:x:38:
gdm:x:42:
dovecot:x:97:
mysql:x:27:
named:x:25:
deputy1:x:500:
puket1:x:501:
marshal:x:502:
gitaris:x:503:
musisi:x:504:
Pesan diatas menunjukkan bahwa grup dengan nama musisi telah tercipta dengan nomor urut 504 setelah
pembuatan nama user gitaris.
2.2.5
Mengganti Nama Grup
Setelah menambahkan grup baru, Anda juga masih bisa mengganti nama grup tersebut. Hal biasanya ini
dilakukan apabila pada saat penambahan grup baru terjadi kesalahan. Perintah yang digunakan untuk
mengganti grup baru adalah groupmod. Perhatikan sintaks penulisan berikut.
Sintaks
# groupmod -n grup_baru grup_lama
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 5 / 17
Keterangan :
● grupmod
● -n
● grup_baru
● grup_lama
: perintah untuk memodifikasi nama grup.
: pilihan yang digunakan untuk mengganti nama grup
: nama grup baru yang akan digunakan untuk mengganti grup lama
: nama grup lama yang akan diganti nama grupnya dengan nama grup baru.
Contoh :
Anda hendak memodifikasi dengan mengganti grup musisi menjadi musisimuda, maka perintah yang akan
digunakan adalah :
[root@red-nescafe ~]# groupmod -n musisimuda musisi
Setelah perintah diatas dijalankan, grup dengan nama musisi sekarang telah berganti nama menjadi
musisimuda. Perhatikan perubahannya pada direktori cat /etc/group berikut ini.
[root@red-nescafe ~]# cat /etc/group
nfsnobody:x:65534:
mailnull:x:47:
smmsp:x:51:
pcap:x:77:
apache:x:48
..............
squid:x:23:
webalizer:x:67:
xfs:x:43:
ntp:x:38:
gdm:x:42:
dovecot:x:97:
mysql:x:27:
named:x:25:
deputy1:x:500:
puket1:x:501:
marshal:x:502:
gitaris:x:503:
musisimuda:x:504:
2.2.6
Mengubah Nomor Grup ID
Apabila ingin mengubah nomor grup ID, Anda dapat menggunakan sintaks berikut :
Sintaks
# groupmod -g id_baru nama_grup
Keterangan :
● groupmod
● -g
● id_baru
● nama_grup
: adalah perintah untuk memodifikasi grup.
: adalah pilihan untuk mengunakan nomor ID.
: adalah nomor ID baru yang akan ditambahkan pada grup.
: adalah nama grup/kelompok yang akan diubah atau dimodifikasi.
Contoh :
Anda hendak mengganti grup ID menjadi 711 pada grup bernama musisimuda, maka perintahnya adalah :
[root@red-nescafe ~]# groupmod -g 711 musisimuda
Setelah menuliskan perintah diatas, nomor ID pada grup musisimuda akan berganti menjadi 711.
Perhatikan pergantian file /etc/group berikut ini.
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 6 / 17
[root@red-nescafe ~]# cat /etc/group
nfsnobody:x:65534:
mailnull:x:47:
smmsp:x:51:
pcap:x:77:
apache:x:48
..............
squid:x:23:
webalizer:x:67:
xfs:x:43:
ntp:x:38:
gdm:x:42:
dovecot:x:97:
mysql:x:27:
named:x:25:
deputy1:x:500:
puket1:x:501:
marshal:x:502:
gitaris:x:503:
musisimuda:x:711:
Grup musisimuda sekarang memiliki nomor ID 711.
2.2.7
Memasukkan User pada Grup
Apabila Anda hendak memindahkan user kedalam sebuah grup baru, atau ingin memasukkan user pada
grup, Anda dapat menggunakan perintah usermod. Sintaks penulisannya adalah :
Sintaks
# usermod -g nama_grup user
Keterangan :
● usermod
● -g
● nama_grup
● User
: perintah yang digunakan untuk memodifiksi user.
: pilihan yang menyatakan Anda akan menggunakan grup untuk dimodifikasi.
: adalah nama grup yang akan dimodifikasi.
: adalah user yang akan dimasukkan pada grup.
Contoh :
Anda ingin memasukkan user gitaris kedalam grup bernama musisimuda, perintah yang dapat digunakan
adalah :
[root@red-nescafe ~]# usermod -g
musisimuda gitaris
Dari perintah di atas, sekarang user gitaris telah menjadi anggota kelompok dari grup bernama
musisimuda.
2.2.8
Mengeluarkan User dari Grup
Anda dapat mengeluarkan atau menghapus keanggotaan seorang user dari suatu kelompok. Pekerjaan itu
dapat diselesaikan dengan perintah gpasswd. Berikut adalah sintaksnya.
Sintaks
# gpasswd -d user group
Keterangan :
● gpasswd
● -d
● User
● group
: perintah yang digunakan untuk mengeluarkan keanggotaan user dari kelompok/grup.
: pernyataan bahwa Anda akan menghapus keanggotaan.
: nama user yang akan dikeluarkan dari grup.
: nama grup tempat nama user sekarang berada.
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 7 / 17
Contoh :
Anda hendak mengeluarkan user gitaris dari kelompok musisimuda, perintah yang digunakan adalah :
[root@red-nescafe ~]# gpasswd -d
2.2.9
gitaris musisimuda
Menghapus User Lama
Untuk menghapus user, Anda dapat menggunakan perintah userdel. Berikut adalah sintaks penulisannya.
Sintaks
# userdel -r user
Keterangan :
● userdel
: perintah yang digunakan untuk melakukan penghapusan user lama.
● –r
: dengan menyertakan karakter -r, maka perintah tersebut akan menghapus user beserta
direktori kerja yang dimiliki oleh user tersebut.
● user
: adalah nama user login yang akan dihapus.
2.2.10 Menghapus Grup
Apabila diperlukan, Anda juga dapat melakukan penghapusan kelompok/grup yang telah ada sebelumnya.
Perintah yang digunakan untuk menghapus nama grup adalah groupdel. Sintaks penulisannya adalah :
Sintaks
# groupdel nama_group
Contoh:
Anda akan menghapus grup dengan nama musisimuda, maka perintahnya adalah :
[root@red-nescafe ~]# groupdel musisimuda
Dengan perintah diatas, grup dengan nama musisimuda telah dihilangkan dari komputer Anda.
2.3
Hak Akses Direktori dan File
Pengaturan hak akses dan hak kepemilikan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik oleh user maupun super
user. Seorang user dapat melakukan pengaturan hak akses dan hak kepemilikian pada folder dan
dokumennya sendiri, akan tetapi tidak dapat melakukan pengaturan pada dokumen user lain.
Seoreng super user berbeda dengan user biasa. sebagai super user, dia dapat melakukan apa saja terhadap
file dan dokumen pada sistem, termasuk user-user di dalamnya. Intinya, pengaturan hak akses dan hak
milik dapat dilakukan oleh super user maupun user biasa.
2.3.1
Mengatus Hak Akses
Hak akses ialah hak yang membolehkan atau tidak membolehkan pengaksesan sebuah direktori maupun
file oleh user lain. Untuk melakukan pengubahan hak akses file (permission file) atau izin terhadap suatu
file dan direktori, Anda dapat menggunakan perintah chmod. Anda dapat memasang privasi khusus pada
direktori maupun file dengan menggunakan hak akses.
Untuk membatasi penggunaan suatu file dan direktori, Anda harus menentukan hak aksesnya, yaitu apakah
orang lain dapat membacanya, menulisnya, atau dapat melakukan pengubahan dan pembacaan.
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 8 / 17
Dalam pengaturan hak akses, Linux memiliki beberapa kriteria yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
‹ d
: adalah pengenal yang berarti direktori, Apabila pada direktori kerja Anda memiliki
sebuah direktori atau beberapa direktori, maka setiap direktori akan selalu ditandai dengan d.
‹ : adalah pengenal file yang berarti tanda yang memberitahu Anda bahwa objek tersebut
adalah file biasa.
‹ l
: adalah pengenal file yang berarti objek tersebut berupa hyperlink.
‹ r
: artinya read atau membaca. Apabila sebuah file atau direktori memiliki hak akses r, maka
objek tersebut boleh dibaca, Jiika objek tidak boleh dibaca, maka akan diberikan tanda (-).
‹ w
: artinya write atau menulis. Apabila sebuah file atau direktori memiliki hak akses w, maka
objek tersebut boleh ditulis atau dilakukan update file, Jika objek tidak boleh ditulis, maka akan
diberikan tanda (-).
‹ x
: artinya execute atau eksekusi. Apabila sebuah file atau direktori memiliki hak akses x,
maka objek tersebut dapat dieksekusi, Jiika objek tidak dapat dieksekusi, maka akan diberikan
tanda (-).
Perhatikan tampilan berikut untuk memperjelas pengertian diatas.
[deputy1@red-nescafe ~]$ ls -l
total 168
drwx-----drwxrwxr-x
drwxrwxr-x
drwxrwxr-x
drwx------rw-rw-r--rw-rw-r-drwxrwxr-x
-rw-r--r--
3
2
3
2
7
1
1
3
1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
Hak akses
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
4096
4096
4096
4096
4096
0
32
4096
102173
Apr
May
May
Apr
Apr
May
May
Apr
May
28
16
22
30
30
20
20
28
22
05:59
09:29
10:42
15:30
15:05
12:13
11:57
07:14
11:37
Desktop
file:
LinuxModul
LPPTI
Mail
naskahbaru.txt
naskah.txt
oraInventory
Screenshot-coba – Konqueror.png
Group
User pemilik
Catatan :
Pada saat menggunaka perintah ls, Anda harus menyertakan pilihan -l.Pilihan tersebut akan menampilkan hak akses dan hak
kepemilikan filenya.
Dari gambar diatas dapat lebih diperjelas dengan Gambar 2.8.
Pengenal file
Hak akses untuk user
Hak akses untuk group
Hak akses untuk other
(User dan Group)
d rwx rwx r - x
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
Nomor
Gambar 2.8 Struktur Pengaturan Hak Akses
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 9 / 17
Keterangan :
● Nomor 1
: nomor ini digunakan untuk memberikan pengenal pada file. Dari pengertian
sebelumnya, tanda d : berarti sebuah direktori, I : adalah hyperlink, dan - : adalah file biasa.
● Nomor 2, 3, dan 4: adalah area dimana Anda dapat menetapkan suatu hak akses pada user yang
bersangkutan. Urutan dalam pemberian hak akses adalah r (read/baca), w (write/tulis), dan x
(execute/eksekusi).
● Nomor 5, 6, dan 7: adalah area dimana Anda dapat menetapkan suatu hak akses pada group yang
bersangkutan. Urutan dalam pemberian hak akses adalah r (read/baca), w (write/tulis), dan x
(execute/eksekusi).
● Nomor 8, 9, dan 10: adalah area dimana Anda dapat menetapkan suatu hak akses untuk other / user
lain. Other artinya untuk user dan grup yang bersangkutan. Urutan dalam pemberian hak akses adalah r
(read/baca), w (write/tulis), dan x (execute/eksekusi).
Di depan telah dijelaskan bahwa perintah chmod digunakan untuk mengelola hak akses pada file dan
direktori. Sintaks penulisannya adalah :
Sintaks
Shell $ chmod [option] mode filename
Keterangan :
➢ Option
: adalah pilihan bahwa Anda ingin melakukan perubahan akses kepada siapa. Anda dapat
mnggunakan pilihan antara lain :
‹ u : untuk memberikan akses pada user.
‹ g : untuk memberikan akses pada group.
‹ o : untuk memberikan akses pada other.
➢ Mode
: adalah pilihan yang akan Anda kerjakan terhadap hak akses file dan direktori yang telah
ada. Pilihan yang digunakan adalah :
‹ +: berarti akan menambahkan hak akses pada file dan direktori.
‹ - : berarti akan menghilangkan hak akses pada file dan direktori.
➢ Filename : adalah nama file yang akan diubah hak aksesnya.
Contoh :
Perubahan hak akses berupa w (write) terhadap user pada file bernama dataku.txt. Perintah yang
digunakan adalah
chmod u+w dataku.txt
Manambahkan hak akses berupa x (execute) terhadap user pada file bernama dataku.txt. Perintah yang
digunakan adalah
chmod u+x dataku.txt
Menambahkan hak akses berupa w (write) terhadap group pada file bernama dataku.txt. Perintah yang
digunakan adalah
chmod g+w dataku.txt
Menambahkanh hak akses berupa r (read) dan x (execute) terhadap other pada file bernama dataku.txt.
Perintah yang digunakan adalah
chmod o+rx dataku.txt
2.3.2
chmod Menggunakan Nilai Heksadesimal
Anda dapat menggantikan beberapa pernyataan u, g, o dengan menggunakan nilai heksadesimal. Sintaks
penulisannya adalah :
Sintaks
chmod nilai nama file
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 10 / 17
Teknik penentuan nilai dan penggunaannya dapat dianalogikan seperti Gambar 2.9.
User
r
w
x
4
2
1
Group
r
4
W
x
Other
r
w
x
2
1
4
2
1
Gambar 2.9 Penggunaan Heksadesimal
Keterangan :
● x : pada kondisi execute memiliki nilai heksadesimal 1.
● w : pada kondisi write memiliki nilai heksadesimal 2.
● r : pada kondisi read memiliki nilai heksadesimal 4.
Anda harus menentukan ketiga bagian hak akses diatas, yaitu kolom user, group, dan other. Apabila
dijabarkan, perintahnya akan tampak seperti Gambar 2.10.
chmod [[user][group][other]] namafile
Gambar 2.10. Teknik menggunakan chmod
Dari gambaran di atas, Jika Anda tidak diizinkan untuk menerapkan hak akses berupa r dan w serta x (jika
tidak diizinkan, maka akan diset dengan nilai 0).
Contoh
Anda tidak diizinkan mengeksekusi, maka rumus penghitungannya adalah :
r=4
w=2
x=0
Maka nilainya = r + w + x
Maka nilainya = 4 + 2 + 0 = 6
Latihan
● Memberikan hak akses berupa read diizinkan, write diizinkan, dan execute tidak diizinkan diterapkan
pada user.
● Memberikan hak akses berupa read diizinkan, write diizinkan, dan execute tidak diizinkan diterapkan
pada group.
● Memberikan hak akses berupa read diizinkan, write tidak diizinkan, dan execute tidak diizinkan
diterapkan pada other.
Perintah tersebut apabila diterapkan pada file naskah.txt akan seperti dibawah ini:
untuk user bernilai = 4 + 2 + 0 = 6
untuk group bernilai = 4+ 2 + 1 = 7
untuk other bernilai = 4+ 0 + 0 = 4
perintahnya adalah :
chmod 674 naskah.txt
Hasilnya akan tampak seperti tampilan berikut.
[deputy1@red-nescafe ~]$ chmod 674 naskah.txt
[deputy1@red-nescafe ~]$ ls naskah.txt -l
-rw-rwxr--
1 deputy1 deputy1 32 May 20 11:57 naskah.txt
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 11 / 17
2.3.3
Mengatur Hak Kepemilikan
Selain hak akses, Linux juga memiliki hak kepemilikan. Hak kepemilikan ini akan sangat berguna untuk
mengelola siapa saja yang dapat menggunakan file atau folder . Perhatikan penggambaran hak kepemilikan
tersebut.
[deputy1@red-nescafe ~]$ ls -l
total 168
drwx-----drwxrwxr-x
drwxrwxr-x
drwxrwxr-x
drwx------rw-rw-r--rw-rwxr-drwxrwxr-x
-rw-r--r--
3
2
3
2
7
1
1
3
1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
deputy1
4096
4096
4096
4096
4096
0
32
4096
102173
Apr
May
May
Apr
Apr
May
May
Apr
May
28
16
22
30
30
20
20
28
22
05:59
09:29
10:42
15:30
15:05
12:13
11:57
07:14
11:37
Desktop
file:
LinuxModul
LPPTI
Mail
naskahbaru.txt
naskah.txt
oraInventory
Screenshot-coba – Konqueror.png
Hak kepemilikkan oleh group
Hak kepemilikkan oleh user
Gambar 2.11 Hak kepemilikann pada user dan group
Perintah yang digunakan untuk melakukan perubahan hak kepemilikan adalah chown. Sintaks
penulisannya adalah :
Sintaks
chown user [: group] file
Keterangan :
● chown
: adalah perintah untuk mengelola hak kepemilikan.
● user : adalah nama user yang dipasang pada file atau folder
● :
: adalah penghubung apabila ingin melakukan perubahan terhadap user dan grup.
● group
: adalah nam grup yang akan dipasang pada file atau folder.
● file
: adalah nam file yang akan dilakukan perubahan.
Untuk mempermudah, Anda dapat melakukan uji coba seperti contoh berikut.
Latihan
Memasang hak kepemilikan kepada user marshal untuk file bernama naskah.txt. Dengan demikian, berarti
hak kepemilikan pada grup dipasang tetap seperti semula. perintah yang dapat digunakan adalah :
chown marshal
naskah.txt
Pada bagian awal file benama naskah.txt dengan kepemilikan sebagai berikut :
[root@red-nescafe deputy1]#
-rw-rwxr- -
ls naskah.txt -l
1 deputy1 deputy1 32 May 20 11:57 naskah.txt
Apabila file tersebut akan diberikan kepada user bernama marshal, maka perintahnya adalah :
[root@red-nescafe deputy1]# chown marshal naskah.txt
Hasilnya akan tampak seperti berikut :
[root@red-nescafe deputy1]# ls naskah.txt -l
-rw-rwxr--
1 marshal deputy1 32 May 20 11:57 naskah.txt
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 12 / 17
Dari hasil di atas dapat dilihat bahwa hak kepemilikan telah berubah dari user deputy1 menjadi marshal.
Anda akan melakukan perubahan kepemilikan terhadap user dan kelompok yang berbeda. Ubahlah hak
kepemilikan file bernama naskah.txt pada user deputy1 dan masukkan kedalam grup red-nescafe.
Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan sintaks berikut :
Sintaks
chown user:group nama file
Perhatikan contoh berikut :
[root@red-nescafe
naskah.txt
deputy1]#
chown
deputy1:red-nescafe
Hasilnya akan tampak seperti berikut :
[root@red-nescafe deputy1]# ls naskah.txt -l
-rw-rwxr--
1 deputy1 red-nescafe 32 May 20 11:57 naskah.txt
Dari hasil perintah di atas, file bernama naskah.txt telah berubah kepemilikannya menjadi deputy1 dan
termasuk kedalam group bernama red-nescafe.
2.4
Mengakses Media Penyimpanan
Pada pembahasan ini Anda akan mempelajari bagaimana caranya memanfaatkan media penyimpanan
seperti hard disk , CD-ROM, dan disket. Penggunaan media penyimpan di dalam Linux tidak semudah
saat menggunakan sistem operasi Windows. Ada beberapa hal yang harus dilakukan. Berikut
penjelasannya.
2.4.1
Mengenal Driver untuk Perangkat Penyimpanan
Untuk dapat mengakses semua perangkat tambahan dari luar, Linux memerlukan driver pendukung
sebagai media penghubung. misal CD-ROM, floppy drive, hard disk, flash disk, dan lain-lain. Selanjutnya,
Anda dapat mengarahkan atau membuat hyperlink pada sebuah direktori atau folder yang Anda tentukan
sendiri, ataun istilah lainnya mounting. Semua drive itu dapat diperoleh dari direktori /dev pada distro
Linux. Pastikan adanya ketersediaan driver pada direktori tersebut.
[root@red-nescafe deputy1]# ls /dev/
adsp
agpgart
arpd
audio
cdrom
cdwriter
console
core
floppy
hda
hdc
hdc1
hdc10
-More......................
Pada folder /dev menyediakan ratusan driver pendukung yang berkaitan dengan kebutuhan perangkat
keras. baik dari dalam maupun perangkat keras tambahan yang digunakan dalam komputer Anda.
Linux memiliki folder standar yang dapat menghubungkannya denagan perangkat luar, yang disebut
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 13 / 17
direktori /mnt. secara standar direktori /mnt memiliki dua folder, yaitu /mnt/cdroom, dan /mnt/floppy.
Perhatikan tampilan berikut :
[root@red-nescafe ~]# ls /mnt/
cdrom
floppy
Gambar 2.12 Bentuk direktori pada /mnt
Secara standar, driver pendukung yang biasa digunakan untuk melakukan mounting dapat dilihat pada
tabel berikut :
Tabel 2.1 Driver untuk mengakses Perangkat Luar
Driver
Jenis Perangkat
Keterangan
/dev/fd0
Floppy Disk
Untuk mengakses floppy disk
/dev/cdrom
CD-ROM
Untuk mengakses CD-ROM
/dev/hda1
C
Untuk mengakses drive C pada Windows
/dev/hda5
D
Untuk mengakses drive D pada Windows
/dev/hda6
E
Untuk mengakses drive E pada Windows
/dev/hda7
F
Untuk mengakses drive F pada Windows
/dev/hdb1
Untuk mengakses drive untuk hard disk slave (apabila
menggunakan hard disk ganda)
/dev/hdb2
sama dengan /dev/hdb1
Berdasarkan tabel di atas, sintaks dasar untuk melakukan mounting dapat dituliskan sebagai berikut :
Sintaks
mount [path driver] [path tujuan]
Apabila ingin melakukan pemutusan hubungan atau mengembalikan seperti semula, dapat menggunakan
perintah umount dengan sintaks sebagai berikut :
Sintaks
umount [path driver]
atau
umount [path tujuan]
2.4.3
Mengakses Partisi Windows
Jenis partisi Windows berbeda dengan partisi Linux, Windows memiliki jenis partisi FAT 16 (pada DOS
dan NT4), FAT32 (pada Win98), dan NTFS (pada NT, XP dan Win2k), sedangkan pada Linux memiliki
jenis partisi ex2, dan ex3. Sistem Windows tidak dapat membaca dan mengakses partisi Linux. Sebaliknya,
sistem Linux dapat dengan leluasa mengakses partisi Windows.
Hard disk penulis terbagi menjadi 2, yaitu C, dan D. Apabila ingin mengkoneksikan ketiga drive tersebut,
anda harus membuat tiga subdirektori pada /mnt. Berikut adalah perintahnya :
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 14 / 17
1. Membuat folder /direktori hdc1 yang akan digunakan untuk menghubungkan drive C pada Windows.
[root@red-nescafe deputy1]# mkdir /mnt/hdc1
2. Membuat folder /direktori hdc5 yang akan digunakan untuk menghubungkan drive D pada Windows.
[root@red-nescafe deputy1]# mkdir /mnt/hdc5
gunakan perintah ls /mnt untuk memastikan pada direktori /mnt Anda telah terdapat 2 buah subdirektori
hdc1,dan hdc5. Perhatikan perintah berikut!
1. Melakukan perintah mounting pada drive C Windows kedalam subfolder /mnt/hdc1. perintahnya
adalah :
[root@red-nescafe deputy1]# mount
/dev/hdc1 /mnt/hdc1
2. Melakukan perintah mounting pada drive C Windows kedalam subfolder /mnt/hdc1. perintahnya
adalah :
[root@red-nescafe deputy1]# mount
/dev/hdc5 /mnt/hdc5
3. Apabila telah selesai melakukan mounting, sekarang cobalah untuk melihat isi dari salah satu drive
tersebut. Semua folder yang ada pada drive Windows Anda akan ditampilkan.
[root@red-nescafe ~]# ls /mnt/hdc1
autoexec.bak
autoexec.bat
autoexec.dos
autoexec.old
boot.--boot.bak
boot.ini
bootlog.prv
bootlog.txt
bootsect.dos
classes.1st
msdos.--msdos.bak
config.bak msdos.sys
setuplog.old
config.dos My Documents setuplog.txt
config.sys nbihw.cfg
suhdlog.--csb.log
netlog.txt
suhdlog.dat
detlog.old novell
system.1st
detlog.txt ntdetect.com
System Volume Information
frunlog.txt ntldr
tempfile.tmp
inf000.swp
pagefile.sys
temp.log
inf001.swp
Program Files
test.log
io.sys
Recycled
videorom.bin
MDaemon
_Restorewindows command.com
scandisk.log wsreg32.log
compatid.txt
serialno.txt.txt wsremote.id
Setelah pekerjaan mounting selesai, Anda telah dapat menggunakan semua data yang di simpan pada
komputer Windows dari sistem Linux. Apabila Anda hendak memutuskannya, Anda dapat menngunakan
perintah berikut :
1. Memutuskan hubungan pada subfolder /mnt/hdc1 dari drive C. Perintahnya adalah :
[root@red-nescafe deputy1]# umount
/dev/hdc1 /mnt/hdc1
umount: /dev/hdc1: not mounted
2. Memutuskan hubungan pada subfolder /mnt/hdc5 dari drive D. Perintahnya adalah :
[root@red-nescafe deputy1]# umount
/dev/hdc5 /mnt/hdc5
umount: /dev/hdc5: not mounted
Dari perintah diatas, sekarang drive Windows sudah tidak lagi terhubung (mounting terputus dari
subfolder pada /mnt). Apabila hendak menggunakannya Anda dapat melakukan mounting kembali.
2.4.4
Mengakses Floppy Disk
Pada dasarnya proses mounting pada perangkat floppy disk hampir sama dengan hard disk. Perintah yang
digunakan tetap mount, akan tetapi membedakannya adalah drive-nya. Untuk menghubungkan perangkat
floppy disk, Anda menggunakan drive /dev/floppy. Berikut adalah cara menggunakannya.
[root@red-nescafe deputy1]# mount
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
/dev/fd0 /mnt/floppy/
Bab 2 - Hal 15 / 17
Untuk memutuskannya, gunakan perintah berikut :
[root@red-nescafe deputy1]# umount
2.4.5
/dev/fd0 /mnt/floppy/
Mengakses CD-ROM
Perintahnya hampir sama dengan perintah untuk menggunakan perangkat floppy disk. Untuk dapat
mengakses CD-ROM, Anda dapat menggunakan perintah berikut :
[root@red-nescafe deputy1]# mount
/dev/cdrom /mnt/cdrom/
Biasanya Anda akan mendapatkan pesan 'mount: blokdevice /dev/cdrom is write protected, mounting
read only', yang menyatakan bahwa Anda menghubungkan media yang sifatnya read only. Jika Anda ingin
memutuskan hubungan atau sudah tidak menggunakannya lagi , Anda dapat menggunakan perintah
berikut :
[root@red-nescafe deputy1]# umount
/dev/cdrom /mnt/cdrom/
umount: /dev/cdrom: not mounted
Catatan :
Setiap kali Anda menggunakan CD lain, Anda harus melakukan mountingterlebih dahulu. Apabila ingin mengeluarkan CD, Anda
juga harus melakukan umount.
2.4.6
Melakukan Mounting Otomatis
Anda tentu akan merasa bosan jika setiap menyalakan komputer harus melakukan mounting terlebih
dahulu, padahal Anda mempunyai banyak pekerjaan. Solusi untuk masalah itu adalah dengan melakukan
mounting otomatis pada sistem Linux Anda. Caranya dengan menambahkan beberapa baris perintah pada
file fstab yang ada pada folder /etc. Tambahkan semua pekerjaan termasuk mounting hard disk, CDROM, floppy disk, dan peranhkat lain pada file fstab. Untuk itu Anda dapat menambahkan baris perintah
berikut.
[root@red-nescafe ~]# vi /etc/fstab
dev/hdc5
/dev/hdc1
/dev/had
/dev/fd0
/mnt/hdc5
/mnt/hdc1
/media/cdrecorder
/mnt/floppy
auto
auto
auto
auto
defaults
defaults
defaults
defaults
1
1
0
0
1
1
0
0
Simpanlah dengan menekan tombol Esc Æ Shift + : Æ Tekan Enter. Kondisi file fstab tampak seperti
Gambar 2.13
[root@red-nescafe ~]# cat /etc/fstab
dev/hdc5
/dev/hdc1
/dev/had
/dev/fd0
/mnt/hdc5
/mnt/hdc1
/media/cdrecorder
/mnt/floppy
auto
auto
auto
auto
defaults
defaults
defaults
defaults
1
1
0
0
1
1
0
0
Gambar 2.13. Kondisi file fstab pada Komputer Anda
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 16 / 17
2.5
Mematikan dan Restart Komputer
Setelah memahami bagaimana cara menggunakan beberapa piranti penyimpanan tambahan dari luar,
selanjutnya Anda akan mencoba untuk menggunakan perintah yang berkenaan dengan sistem.
2.5.1
Restart Komputer
Jika sebelumnya Anda menggunakan perintah Restart pada menu K, atau memencet tombol Reset pada
CPU ketika akan melakukan reboot atau restart ulang pada komputer Linux, sekarang Anda dapat
menggunakan perintah reboot. Perhatikan perintah berikut ini.
[root@red-nescafe ~]# reboot
Setelah menjalankanperintah diatas, komputer Linux Anda akan melakukan restart ulang. Perintah tersebut
sama seperti Anda memencet tombol Reset pada fisik CPU.
2.5.2
Mematikan komputer
Hal yang mungkin dapat Anda lakukan adalah mematikan komputer. Untuk mematikan komputer, Linux
menyediakan perintah bernama halt dan init, sehingga Anda dapat men-shutdown komputer via perintah
dalam shell. Perhatikan cara berikut !
[root@red-nescafe ~]# halt
Atau
[root@red-nescafe ~]# init
Komputer anda akan melakukan halting sistem dan selanjutnya akan mati (shut down).
2.5.3
Mengapa Menggunakan Perintah init ?
Linux menyediakan perintah standar init untuk melakukan restart atau halting sistem (mematikan
komputer). Sebenarnya perintah init merupakan perintah yang digunakan untuk memanggil nomor level.
Anda dapat mengetahuinya dengan jelas pada file /etc/inittab. Perhatikan potongan baris data yang
diambil dari file /etc/inittab berikut :
# Default runlevel. The runlevels used by RHS are:
#
0 - halt (Do NOT set initdefault to this)
#
1 - Single user mode
#
2 - Multiuser, without NFS (The same as 3, if you do not
have networking)
#
3 - Full multiuser mode
#
4 - unused
#
5 - X11
#
6 - reboot (Do NOT set initdefault to this)
Anda dapat menggunakan ke-6 daftar runlevel diatas pada hampir semua distro Linus, termasuk Linux
Red Hat dan Linux Fedora.
Buku Ajar Aplikasi Sistem Operasi
Bab 2 - Hal 17 / 17
Download