rencana strategis (renstra) - PPID Kota Blitar

advertisement
RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)
TAHUN 2016 – 2021
BADAN LINGKUNGAN HIDUP (BLH)
PEMERINTAH KOTA BLITAR
PROPINSI JAWA TIMUR
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA ) tahun
2016 – 2021 Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Blitar, sebagai
pedoman utama pembangunan di Kota Blitar selama kurun waktu 5
tahun mendatang. Dengan penuh keterbukaan dan senang hati kami
sangat mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak demi
kesempurnaan penyusunan Renstra pada masa yang akan datang.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu
tersusunnya Renstra Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Blitar
disampaikan terima kasih.
Blitar,
2016
KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP DAERAH
KOTA BLITAR
PANDE KETUT SURYADI, SH
Pembina Utama Muda
NIP. 19601020 198903 1 004
i
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Landasan Hukum
1.3. Maksud & Tujuan
1.4. Sistematika Penulisan
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD
2.2. Sumber Daya Organisasi
2.3. Kinerja Pelayanan SKPD
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan
Pelayanan SKPD
5
5
13
17
18
BAB III
ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN
FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas
dan Fungsi Pelayanan SKPD
3.2. Telaahan visi, misi dan Program Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah terpilih
3.3. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan
KLHS
3.4. Penentuan Isu – isu strategis
20
BAB IV
TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD
4.2 Strategi dan Kebijakan
28
28
28
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR
KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN
INDIKATIF
5.1 Program dan Kegiatan
5.2 Indikator Kinerja Program
5.3 Kelompok Sasaran
31
INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA
TUJUAN DAN SASARAN RPJMD KOTA BLITAR TAHUN
2016-2021
PENUTUP
7.1 Kaidah Pelaksanaan
7.2 Penutup
35
BAB VI
BAB VII
1
1
2
2
3
20
21
24
25
31
34
34
37
37
37
ii
RENSTRA 2016-2021
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagaimana diatur
dalam
Undang-Undang
Pemerintahan
Daerah
Nomor
23
bahwa
Tahun
2014
tentang
penyelenggaraan
urusan
pemerintahan oleh pemerintah daerah dan dewan perwakilan
rakyat daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan
dengan prinsip otonomi seluas – luasnya dalam system dan prinsip
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam
Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Dalam Undang – undang Nomor 23 Tahun 2014 juga disebutkan
bahwa
daerah
berhak
menyelenggarakan
menetapkan
Urusan
kebijakan
Pemerintahan
Daerah
yang
untuk
menjadi
kewenangan daerah. Dalam menetapkan kebijakan daerah wajib
berpedoman pada norma, standar, prosedur dan kriteria yang telah
ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
Undang – Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan bahwa
setiap Daerah harus menyusun Rencana Pembangunan Daerah
secara
sistematis,
terarah
terpadu
dan
tanggap
terhadap
perubahan, dengan jenjang perencanaan jangka panjang (25
tahun), jangka menengah (5 tahun), maupun jangka pendek (1
tahun). Berdasarkan hal itu setiap daerah harus menetapkan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Dokumen
tersebut akan menjadi acuan untuk penyusunan rencana SKPD.
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merupakan unsur
penyelenggara pemerintahan daerah yang dalam upaya mencapai
keberhasilannya perlu didukung dengan perencanaan yang baik
sesuai dengan visi dan misi organisasi. Pendekatan yang dilakukan
adalah melalui perencanaan strategis yang merupakan serangkaian
rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat untuk
diimplementasikan
oleh
organisasi
dalam
rangka
pencapaian
tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
1
1.2.
Landasan Hukum
RENSTRA 2016-2021
Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 20162021 Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Blitar didasarkan pada
ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional ;
2. Undang-Undang no.18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
3. Undang-undang no.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
4. Undang – Undang no.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah
5. Peraturan Pemerintah RI No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,
Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan
Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 21 Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4817) ;
6. Peraturan Daerah Kota Blitar No.2 Tahun 2010 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Blitar Tahun
2005-2025.
7. Peraturan Daerah Kota Blitar no.12 tahun 2011 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Kota Blitar tahun 2010-2030
8. Peraturan Daerah Kota Blitar no.2 tahun 2016 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Blitar
tahun 2016 - 2021
1.3. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Maksud disusunnya Rencana Strategis ini adalah untuk
dijadikan pedoman pelaksanaan kinerja dalam penyelenggaraan
Tugas Pokok dan Fungsi Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota
Blitar pada Tahun Anggaran 2016-2021.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
2
RENSTRA 2016-2021
b. Tujuan
Tujuan penyusunan Rencana Strategis Tahun 2016-2021
ini adalah :
- Memberikan gambaran tentang arah kebijakan pembangunan
lingkungan hidup di Kota Blitar selama periode Tahun 20162021.
- Sebagai pedoman penyusunan program dan kegiatan Badan
Lingkungan Hidup Daerah Kota Blitar selama Tahun Anggaran
2016-2021.
- Sebagai instrumen penilaian kinerja dalam penyusunan LKjIP
Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Blitar Tahun 2016-2021.
1.4. Sistematika Penulisan
PENDAHULUAN
Menguraikan tentang latar belakang, landasan hukum,
maksud dan tujuan serta sistematika penulisan RENSTRA Badan
Lingkungan Hidup.
GAMBARAN PELAYANAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP
Berisi uraian tentang tugas, fungsi, struktur organisasi,
sumber daya, kinerja pelayanan serta tantangan dan peluang
pengembangan pelayanan Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota
Blitar.
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
Mengemukakan identifikasi permasalahan yang dihadapi
Badan Lingkungan Hidup dalam menjalankan tugas pokok
fungsinya
disertai
telaah
berbagai
aspek
yang
harus
dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan lingkungan
hidup, meliputi visi misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
terpilih, RENSTRA Lembaga vertikal bidang lingkungan hidup,
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar serta Kajian
Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk menentukan isu-isu
strategis bidang lingkungan hidup.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
3
RENSTRA 2016-2021
TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
Memuat pernyataan dan penjelasan tujuan, sasaran,
strategi dan kebijakan Badan Lingkungan Hidup untuk kurun
waktu pembangunan lingkungan hidup 5 tahun ke depan.
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Menguraikan rencana program dan kegiatan selama 5
tahun ke depan, disertai penjabaran indikator kinerja, kelompok
sasaran dan pendanaan indikatif per tahun.
INDIKATOR KINERJA BADAN LINGKUNGAN HIDUP YANG
MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Menunjukkan
keterkaitan
antara
indikator
kinerja
RENSTRA Badan Lingkungan Hidup dengan tujuan dan sasaran
RPJMD Kota Blitar 2016-2021.
PENUTUP
Menguraikan kesimpulan
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
4
RENSTRA 2016-2021
BAB II.
GAMBARAN PELAYANAN SKPD
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013 tentang
Organisasi Perangkat Daerah Kota Blitar yang di tindak lanjuti
dengan Peraturan Walikota Blitar Nomor 40 Tahun 2015 tentang
Tugas Pokok Fungsi Dan Tata Kerja Badan Lingkungan Hidup
Kota Blitar, Badan Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh seorang
Kepala Badan yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada
Walikota melalui
Sekretaris Daerah
mempunyai tugas
pokok
melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di
bidang Lingkungan Hidup dan Persampahan. Untuk melaksanakan
tugas
pokoknya,
Badan
Lingkungan
Hidup
Kota
Blitar
menjalankan fungsi sebagai berikut :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang lingkungan hidup dan
persampahan berdasarkan peraturan perundang – undangan
2. Pendukung
pelayanan
penyelenggaraan
umum
di
pemerintahan
bidang
daerah
dan
hidup
dan
lingkungan
persampahan
3. Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas di bidang
lingkungan hidup dan persampahan
4. Pengkoordinasian penyelenggaraan lingkungan hidup dan
pengelolaan persampahan
5. Pengkoordinasian penyelenggaraan peningkatan kuantitas
dan kualitas lingkungan hidup
6. Penyelenggaraan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang
persampahan sesuai dengan kewenangan daerah
7. Penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kebersihan
kota
8. Pelaksanaan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
9. Penyelenggaraan dan pengelolaan administrasi dan urusan
rumah tangga badan
10. Pelaksanaan pengendalian, pengawasan dan pembinaan di
bidang
administrasi
ketatalaksanaan,
kepegawaian,
ketatausahaan,
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
pengelolaan
kearsipan,
anggaran,
5
RENSTRA 2016-2021
perlengkapan, kehumasan dan pelaksanaan tugas badan
11. Pelaksanaan pengembangan kemampuan organisasi meliputi
pembinaan personil, administrasi umum, ketatalaksanaan
dan sarana prasarana kerja
12. Penyelenggaraan keamanan, kebersihan dan kenyamanan
bekerja di lingkungan kantor
13. Penyusunan dan pelaksanaan Standar Pelayanan Publik
(SPP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP)
14. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)
15. Pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan
secara periodik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas
pelayanan
16. Pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang lingkungan
hidup dan persampahan
17. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya
terkait layanan di bidang lingkungan hidup dan persampahan
secara berkala melalui sub domain website Pemerintah
Daerah
18. Pelaksanaan evaluasi dan laporan pelaksanaan tugas bidang
lingkungan hidup dan persampahan
Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Badan Lingkungan
Hidup dibantu oleh Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala
Sub Bagian, Kepala Sub Bidang
Sekretariat Badan Lingkungan Hidup dipimpin oleh
seorang Sekretaris yang bertugas melaksanakan kegiatan
koordinasi
internal
dan
eksternal,
penatausahaan
dan
penatalaksanaan urusan kantor secara umum, pengelolaan
administrasi dan pembinaan pegawai perencanaan program
serta
penatausahaan
dan
pertanggungjawaban
keuangan
dalam rangka memperlancar mekanisme organisasi.
Untuk
membantu tugas – tugas dari Sekretariat maka dibantu oleh
sub bagian-bagian.

Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Kearsipan

Sub Bagian Keuangan dan Program
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
6
RENSTRA 2016-2021
Dalam upaya melaksanakan tugas-tugas tersebut, Sekretaris
mempunyai fungsi :
1. Pengkoordinasian
internal
dan
eksternal
dalam
rangka
memperlancar penyelenggaraan organisasi dan tata laksana
organisasi ;
2. Pengelolaan urusan dalam (rumah tangga) dan tata usaha ;
3. Pengelolaan
administrasi
perjalanan
dinas,
tugas-tugas
keprotokolan dan kehumasan ;
4. Pengelolaan
administrasi
perlengkapan,
sarana
prasarana,
keamanan kantor dan penyelenggaraan administrasi program ;
5. Pengkoordinasian dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana
program dan kegiatan ;
6. Pengkoordinasian dan penyelenggaraan administrasi program
Badan Lingkungan Hidup Daerah;
7. Pengkoordinasian dan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas
dan fungsi bidang.
Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Blitar terdiri atas 4
bidang, yaitu :
1. Bidang Tata Lingkungan ;
2. Bidang Pertamanan dan Penghijauan ;
3. Bidang Kebersihan dan Komunikasi Lingkungan ;
4. Bidang Persampahan ;
Bidang Tata Lingkungan dipimpin oleh Kepala Bidang Tata
Lingkungan yang bertugas merumuskan kebijakan teknis dan
menyelenggarakan program dan/atau kegiatan tata lingkungan.
Bidang Tata Lingkungan membawahi sub bidang :

Sub bidang pengendalian dampak lingkungan

Sub bidang konservasi alam dan pemulihan lingkungan
Fungsi yang melekat pada Kepala Bidang ini meliputi :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Tata Lingkungan
berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan
Kepala Badan;
2. Penyusunan program/kegiatan di bidang tata lingkungan;
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
7
RENSTRA 2016-2021
3. Pengumpulan dan penganalisa data sebagai bahan koordinasi
tata lingkungan;
4. Penyiapan data sebagai bahan penyusunan norma, standar,
prosedur dan kriteria tata lingkungan;
5. Pengkoordinasian
dan
penyelenggaraan
pelayanan
tata
lingkungan;
6. Penganalisisan
data
dalam
rangka pelaksanaa
kegiatan
melindungi ekosistem yang rentan terhadap pencemaran;
7. Penganalisisan data sebagai bahan pelaksanaan pembinaan
dan
pengawasan
terhadap
pengelolaan
limbah
bahan
berbahaya dan beracun (B3);
8. Penganalisisan data sebagai bahan penilaian AMDAL/UKLUPL/SPPL bagi kegiatan – kegiatan yang potensial berdampak
negatif/penting terhadap lingkungan hidup;
9. Pelaksanaan pengelolaan sumber Pendapatan Asli Daerah
(PAD);
10. Pelaksanaan
pemeliharaan
dan
rehabilitasi
lingkungan
beserta kelengkapannya;
11. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kondisi dan
kualitas lingkungan hidup;
12. Pembinaan,pengendalian dan pelaporan kinerja di bidang tata
lingkungan;
13. Pelaksanaan monitoring,evaluasi dan laporan pelaksanaan
tugas pada bidang tata lingkungan;
Bidang Pertamanan dan Penghijauan dipimpin oleh Kepala
Pertamanan dan Penghijauan yang bertugas merumuskan
kebijakan teknis dan menyelenggarakan program dan/atau
kegiatan di bidang pertamanan dan penghijauan.
Bidang
pertamanan dan penghijauan membawahi sub bidang :

Sub bidang pertamanan

Sub bidang penghijauan
Fungsi yang melekat pada Kepala Bidang ini meliputi :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang pertamanan dan
penghijauan berdasarkan peraturan perundang-undangan
dan kebijakan kepala badan;
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
8
RENSTRA 2016-2021
2. Penyusunan program/kegiatan di bidang pertamanan dan
penghijauan;
3. Penyusunan norma,standar,prosedur dan kriteria bidang
pertamanan dan penghijauan;
4. Penyiapan prasarana beserta kelangkapannya dalam rangka
pemeliharaan terhadap taman kota, jalur hijau dan dan
tempat – tempat lainnya;
5. Perumusan
kebijakan
penghijauan,
serta
melakukan
koordinasi pengembangan penghijauan kota;
6. Pengumpulan
dan
penganalisa
data
sebagai
bahan
pelaksanaan kegiatan di bidang penataan ruang terbuka
hijau;
7. Pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan lampu taman dan
fasilitas taman lainnya;
8. Fasilitasi pembibitan dan penanaman pohon penghijauan;
9. Pengelolaan, pengawasan dan pengendalian pembangunan
taman kota;
10. Pengelolaan, pengawasan dan pengendalian pembangunan
dan pemeliharaan kelistrikan taman kota;
11. Fasilitasi
pelaksanaan
penataan
dan
pengendalian
pemakaman umum;
12. Pelaksanaan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi di
bidang pertamanan dan penghijauan;
13. Pelaksanaan monitoring,evaluasi dan laporan pelaksanaan
tugas pada bidang pertamanan dan penghijauan;
Bidang Kebersihan dan Komunikasi Lingkungan dipimpin
oleh Kepala Bidang Kebersihan dan Komunikasi Lingkungan
yang
bertugas
menyelenggarakan
merumuskan
program
kebijakan
dan/atau
kebersihan dan komunikasi lingkungan.
teknis
kegiatan
di
dan
bidang
Bidang kebersihan
dan komunikasi lingkungan membawahi sub bidang :

Sub bidang pengelolaan kebersihan

Sub bidang komunikasi lingkungan
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
9
RENSTRA 2016-2021
Fungsi yang melekat pada Kepala Bidang ini meliputi :
1. Perumusan kebijakan teknis di bidang kebersihan dan
komunikasi lingkungan berdasarkan peraturan perundangundangan dan kebijakan kepala badan;
2. Penyusunan program/kegiatan di bidang kebersihan dan
komunikasi lingkungan;
3. Penyusunan norma,standar, prosedur dan kriteria bidang
kebersihan dan komunikasi lingkungan;
4. Penyiapan prasarana beserta kelangkapannya dalam rangka
pelaksanaan kebersihan kota dan komunikasi lingkungan;
5. Perumusan
kebijakan
serta
koordinasi
dalam
rangka
pelaksanaan kebersihan kota dan komunikasi lingkungan;
6. Pengkoordinasian
dan
penyelenggaraan
pelayanan
kebersihan, pengangkutan dan sarana kebersihan;
7. Fasilitasi pengadaan dan pendistribusian peralatan dan suku
cadang peralatan kebersihan serta alat berat;
8. Pelaksanaan
dokumentasi,
inventarisasi,
pemeliharaan
sarana dan prasarana kebersihan;
9. Pelaksanaan usaha – usaha untuk terciptanya lingkungan
hidup yang bersih, sehat, tertib, indah dan asri;
10. Pemberian motivasi, bimbingan pelestarian lingkungan yang
dilaksanakan secara swadaya baik oleh masyarakat, lembaga
pemerintah maupun swasta;
11. Peningkatan kualitas SDM dalam pengelolaan lingkungan
hidup;
12. Fasilitasi penyuluhan dan sosialisasi sadar lingkungan;
13. Fasilitasi pembentukan kelembagaan lingkungan;
14. Pelaksanaan monitoring,evaluasi dan laporan pelaksanaan
tugas pada bidang kebersihan dan komunikasi lingkungan.
Bidang Persampahan dipimpin oleh Kepala Bidang
Persampahan yang bertugas merumuskan kebijakan teknis dan
menyelenggarakan
program
dan/atau
kegiatan
di
bidang
persampahan. Bidang kebersihan dan komunikasi lingkungan
membawahi sub bidang :

Sub bidang pengangkutan sampah
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
10

RENSTRA 2016-2021
Sub bidang pengolahan sampah
Fungsi yang melekat pada Kepala Bidang ini meliputi :
1. Perumusan
kebijakan
teknis
di
bidang
persampahan
berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan
kepala badan;
2. Penyusunan program/kegiatan di bidang persampahan;
3. Penyusunan norma,standar,prosedur dan kriteria bidang
persampahan;
4. Menyiapkan prasarana beserta kelengkapannya dalam rangka
pelaksanaan pengelolaan persampahan;
5. Pelaksanaan, pengendalian pengangkutan, pemanfaatan dan
pemusnahan sampah;
6. Pengelolaan pengawasan dan pengendalian pengangkutan
dan penempatan sampah di tempat pemrosesan akhir;
7. Pengelolaan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan
sampah;
8. Melakukan
dokumentasi
dan
informasi
yang
berkaitan
dengan persampahan;
9. Pengaturan dan pelaksanaan pengelolaan sampah untuk
menciptakan suasana kota dan lingkungan yang sehat;
10. Pelaksanaan pemilahan dan pemrosesan akhir sampah;
11. Pelaksanaan
prasarana
pembangunan
termasuk
(TPS)/transfer
depo
dan
tempat
maupun
pemeliharaan
penampungan
pada
tempat
sarana
sementara
pemrosesan
sampah akhir (TPA);
12. Pelaksanaan dukungan dan perawatan sarana persampahan;
13. Menyusun peraturan kepala daerah tentang pengelolaan
persampahan;
14. Perumusan
kebijakan
serta
koordinasi
dalam
rangka
pengelolaan persampahan;
15. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan laporan pelaksanaan
tugas pada bidang persampahan.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
11
RENSTRA 2016-2021
SUSUNAN ORGANISASI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
KEPALA BADAN
SEKRETARIAT
SUB BAG
UMUM,KEPEGAWAIAN
DAN KEARSIPAN
BID. TATA LINGKUNGAN
SUBBID. PENGENDALIAN
DAMPAK LINGKUNGAN
SUBBID. KONSERVASI
ALAM DAN PEMULIHAN
LINGKUNGAN
BID. PERTAMANAN DAN
PENGHIJAUAN
BID. KEBERSIHAN DAN
KOMUNIKASI LINGKUNGAN
SUB BAG KEUANGAN
DAN PROGRAM
BID. PERSAMPAHAN
SUBBID. PERTAMANAN
SUBBID. PENGELOLAAN
KEBERSIHAN
SUBBID. PENGANGKUTAN
SAMPAH
SUBBID. PENGHIJAUAN
SUBBID. KOMUNIKASI
LINGKUNGAN
SUBBID. PENGOLAHAN
SAMPAH
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
12
RENSTRA 2016-2021
2.2. Sumber Daya SKPD
Kinerja suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh dukungan
sumber daya yang dimilikinya. Pelaksanaan kinerja Badan Lingkungan
Hidup Daerah Kota Blitar didukung dengan keberadaan SDM dan
Sarana dan Prasarana yang memadai.
2.2.1.
Sumber Daya Manusia
Berdasarkan
data
kepegawaian
per
Januari
2016
Badan
Lingkungan Hidup Daerah Kota Blitar didukung keberadaan 89
orang PNS Daerah dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 2.2.1.
Data Pegawai Menurut Golongan
KOMPOSISI PEGAWAI BERDASARKAN
GOLONGAN RUANG
No
Golongan
Jumlah
Ruang
(Orang)
1
IV / c
1
2
IV / b
2
3
IV / a
0
4
III / d
9
5
III / c
4
6
III / b
3
7
III / a
3
8
II / d
2
9
II / c
10
10
II / b
17
11
II / a
6
12
I/d
4
13
I/c
9
14
I/b
4
15
I/a
0
16
PTT
15
TOTAL
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
89
13
RENSTRA 2016-2021
Tabel 2.3.
Data Pegawai Menurut Pendidikan
No
Golongan Ruang
Jumlah
(Orang)
PNS
1
S2 (Pasca Sarjana)
1
2
S1 (Sarjana)
12
3
Diploma III
4
4
Diploma II
0
5
Diploma I
0
6
SLTA
28
7
SLTP
24
8
SD
5
Jumlah PNS
76
PTT
1
S2 (Pasca Sarjana)
0
2
S1 (Sarjana)
3
3
Diploma III
0
4
Diploma II
0
5
Diploma I
0
6
SLTA
7
7
SLTP
4
8
SD
1
Jumlah PTT
2.2.2.
15
Sarana Prasarana
Sebagai
penunjang
operasional
kelembagaan,
Badan
Lingkungan Hidup ditunjang dengan sarana dan prasarana
berupa tanah, bangunan gedung, alat transportasi, peralatan dan
perlengkapan kantor.
Adapun inventaris kantor sampai dengan
tahun 2015 adalah sebagai berikut :
1)
Kendaraan operasional :
- Truck tangki
: 4 buah
- Dump truck
: 3 buah
- Truck armroll
: 5 buah
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
14
- Sky lift
RENSTRA 2016-2021
- Motor gerobak roda 3
: 1 unit
: 7 unit
- Motor roda dua (operasional) : 11 unit
2)
3)
- Buldozer
: 1 unit
- Excavator
: 1 unit
- Wheel loader
: 1 unit
- Mobil operasional roda 4
: 2 unit
- Pick up
: 2 unit
- Mobil laboratorium
: 1 unit
Sarana prasarana/peralatan kantor :
- Mesin ketik manual
:
2
buah
- Komputer PC
:
5
unit
- Lap Top / Note Book
:
12
unit
- Printer
:
9
unit
- LCD + layar
:
1
unit
- Brankas
:
2
unit
- Lemari kayu
:
3
buah
- Filling besi/metal
:
12
buah
- Meja Rapat
:
7
buah
- Meja tulis
:
10
buah
- Kursi tamu
:
2
buah
- Kursi putar
:
5
buah
- Kursi rapat
:
50
buah
- Kursi biasa
:
10
buah
- AC Split
:
7
buah
- Wireless
:
1
unit
- Handy cam
:
1
unit
- Camera digital + attachment
:
4
unit
- Televisi
:
1
unit
- Lemari Es
:
1
unit
Sarana prasarana/peralatan laboratorium
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
15
RENSTRA 2016-2021
Dengan tercukupinya sarana prasarana tersebut, sejauh ini
kegiatan pelayanan dalam bidang lingkungan hidup masih dapat
diselesaikan. Salah satu contoh pelayanan yang berlangsung
dalam Badan Lingkungan Hidup adalah pelayanan perijinan SPPL
(Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan Hidup) dan UKL UPL (Upaya Pengelolaan dan
Pemantauan Lingkungan Hidup). Pada Tahun 2015 terdapat 83
SPPL dan 4 UKL UPL dan 4 DPLH (Dokumen Pengelolaan
Lingkungan Hidup). Selain itu terdapat pula pelayanan perijinan
terkait pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
serta perijinan pembuangan air limbah. Hingga Tahun 2015
terdapat 2 kegiatan usaha yang memiliki izin penyimpanan
sementara limbah B3 dan sedangkan untuk izin pembuangan air
limbah masih dalam tahap sosialisasi.
2.2.3.
Sumber Daya Lainnya
Dalam rangka menjaga agar pemanfaatan sumber daya
alam hayati di Kota Blitar dapat berlangsung dengan sebaik –
baiknya maka diperlukan langkah – langkah konservasi
sehingga sumber daya alam hayati dan ekosistemnya selalu
terpelihara
dan
Keberlanjutan
mampu
mewujudkan
keanekaragaman
hayati
keseimbangan.
harus
dijamin
keberadaannya sehingga diperlukan pelestarian spesies dan
sumber daya genetik lokal yang langka melalui pencadangan
sumber daya alam. Atas dasar hal tersebut dan sebagai tindak
lanjut dari implementasi Undang – undang Nomor 32 Tahun
2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup,
maka
Pemerintah
Kota
Blitar
melalui
Badan
Lingkungan Hidup Kota Blitar memiliki taman rekreasi yaitu
Taman Kebon Rojo dengan luas 2,94 Ha, Taman Sentul dengan
luas 0,93 Ha dan Blitar Green Park dengan luas 0,52 Ha.
Adapun fungsi dari taman tersebut adalah :
1.
Menambah RTH dan paru- paru kota;
2.
Sebagai tempat untuk menyelamatkan berbagai jenis
tanaman dan satwa lokal;
3.
Pengembangan sarana rekreasi karyawisata ekowisata;
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
16
4.
RENSTRA 2016-2021
Sarana penelitian dan konservasi aneka jenis tanaman
lokal dan satwa langka;
5.
Sarana
pengetahuan
bagi
masyarakat
tentang
tanaman dan satwa langka.
2.3. Kinerja Pelayanan SKPD
Untuk mencapai sasaran meningkatnya kualitas lingkungan
hidup dengan arah kebijakan pada mewujudkan kualitas lingkungan
dalam rangka meningkatkan daya dukung lingkungan dan antisipasi
terhadap perubahan iklim melalui (1) penegakan hukum lingkungan
yang adil dan tegas; (2) peningkatan peran pemangku kepentingan
dalam pengelolaan lingkungan hidup ; (3) peningkatan kesadaran
masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup ; (4) adaptasi dan
mitigasi perubahan iklim. Upaya ini dilakukan melalui perbaikan
sistem dan pengelolaan sanitasi serta lingkungan hidup secara
partisipatif dengan memberi peran yang sebesar – besarnya kepada
masyarakat melalui proses pembelajaran dan pemberdayaan.
Pengelolaan sampah dilakukan melalui Program Pengembangan
Kinerja Pengolahan Sampah yang salah satu keluarannya adalah
pembuatan instalasi penangkapan gas methan di TPA karena
komposisi terbesar merupakan sampah bahan organik sebesar 65%
dari total keseluruhan sampah. Sedangkan untuk prosentase sampah
volume sampah yang terkelola sampai dengan tahun 2015 adalah
80%.
Upaya
perlindungan
dan
pengelolaan
lingkungan
hidup
dilakukan melalui Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan
Lingkungan
Hidup,
Program
Peningkatan
Pengendalian
Polusi,
Program Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam, Program
Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumberdaya Alam dan
Lingkungan Hidup. Indikator yang digunakan adalah prosentase
pengaduan
pencemaran
lingkungan
yang
ditindak
lanjuti
dan
prosentase usaha formal yang mengajukan dan memiliki dokumen
baku mutu lingkungan. Realisasi dari indikator prosentase pengaduan
pencemaran lingkungan yang ditindak lanjuti adalah 100% sedangkan
untuk
realisasi
dari
indikator
prosentase
usaha
formal
yang
mengajukan dan memiliki dokumen baku mutu lingkungan adalah
100%.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
17
RENSTRA 2016-2021
Upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup tidak lepas dari
pengelolaan ruang terbuka hijau publik yang dalam hal ini dilakukan
melalui Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Capaian
dari indikator prosentase luas ruang terbuka hijau publik adalah
10,34%. Realisasi kinerja dan realisasi anggaran di sajikan pada tabel
2.1 dan tabel 2.2
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD
Beberapa tantangan yang saat ini dihadapi dalam mewujudkan
pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan adalah :
1. Intensitas kegiatan pembangunan yang semakin meningkat;
2. Populasi
penduduk
yang
semakin
bertambah
sehingga
mempengaruhi kebutuhan ruang terbuka hijau, air bersih
sekaligus
memiliki
resiko
terhadap
semakin
berkurangnya
ketersediaan sumber daya alam;
3. Semakin berkembangnya kegiatan usaha – kegiatan usaha baik
skala kecil, menengah maupun besar;
4. Masih minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat
tentang
pelestarian
ketersediaan
sumber
daya
alam
dan
pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan sehingga tingkat
kepedulian
masyarakat
terhadap
lingkungan
hidup
masih
rendah;
5. Masih lemahnya penegakan hukum di bidang lingkungan;
6. Pengawasan terkait izin lingkungan masih belum berjalan secara
optimal;
Tantangan SKPD sesuai dengan isu strategis di KLHS, antara lain:
1.
Kurangnya Ruang Terbuka Hijau publik
2.
Menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air
Adapun peluang pengembangan pembangunan bidang lingkungan
hidup di Kota Blitar adalah sebagai berikut :
1. Meningkatnya jumlah komunitas masyarakat yang menuntut hak
mereka atas ketersediaan lingkungan hidup yang baik dan sehat;
2. Tersedianya instrumen dalam rangka meningkatkan kinerja
pengelolaan lingkungan hidup antara lain Adiwiyata, Adipura,
SPM Bidang Lingkungan Hidup, Kalpataru, Program Kampung
Iklim (Proklim), Desa Berseri, Bank Sampah, dan sebagainya;
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
18
RENSTRA 2016-2021
3. Adanya
dukungan
kerjasama
dari
masyarakat
pemerhati
lingkungan dan beberapa instansi pemerintah baik propinsi
maupun pusat serta instansi lain yang terkait;
4. Adanya kewajiban pelaku usaha dan/atau kegiatan dalam
pemenuhan CSR (Corporate Social Responsibility);
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
19
RENSTRA 2016-2021
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
20
RENSTRA 2016-2021
Tabel 2.1
Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD
NO
1
2
3
4
5
Indikator Kinerja Sesuai
Tugas dan Fungsi SKPD
Unit IPAL komunal (unit)
Rekomendasi dokumen
UKL UPL dan Surat
Pernyataan Pengelolaan
Lingkungan (SPPL)
Instalasi pengolah limbah
(IPAL) industri
Instalasi pengolahan
limbah ternak biogas
Kelembagaan pengelolaan
sampah mandiri
Target Renstra SKPD tahun ke 2011
2012
2013
2014
2015
16
34
42
42
54
2011
16
Realisasi Capaian tahun ke 2012
2013
2014
2015
34
42
42
54
2011
1,00
Rasio Capaian pada tahun ke 2012
2013
2014
2015
1,00
1,00
1,00
1,00
125
200
275
365
500
78
184
289
300
91
0,62
0,92
1,05
0,82
0,18
0
0
1
2
1
0
0
1
2
1
0,00
0,00
1,00
1,00
1,00
0
0
2
2
2
0
0
2
2
2
0,00
0,00
1,00
1,00
1,00
0
7
7
8
8
0
7
7
8
8
0,00
1,00
1,00
1,00
1,00
6
Berat sampah terangkut
43,86
43,9
43,95
44,35
44,55
43,86
43,9
43,95
44,35
44,55
1,00
1,00
1,00
1,00
1,00
7
Prosentase berat sampah
terangkut
58,07
59,08
59,59
59,73
60
58,07
59,08
59,59
59,73
60
1,00
1,00
1,00
1,00
1,00
62,5
71
71
80
80
62,5
71
71
80
80
1,00
1,00
1,00
1,00
1,00
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
1,00
1,00
1,00
1,00
1,00
0
4
2
1
0
0
4
2
1
0
0,00
1,00
1,00
1,00
0,00
10,2
10,3
10,4
10,4
10,7
10,3
10,3
10,34
10,34
10,34
1,01
1,00
0,99
0,99
0,97
8
9
10
11
Capaian wilayah
pelayanan sampah (%)
Prosentase pengaduan
dugaan pencemaran
lingkungan yang
ditindaklanjuti
Jumlah mata air yang
dikonservasi
Prosentase RTH publik
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
21
RENSTRA 2016-2021
BAB III.
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Pelayanan SKPD
Setiap organisasi memiliki faktor kekuatan dan kelemahan yang
dapat
mempengaruhi
bahkan
menentukan
keberhasilan
suatu
organisasi mencapai tujuannya.
Kekuatan SKPD adalah :
1. Tersedianya SDM yang berkompeten dalam bidang lingkungan
hidup
(SDM
dengan
kualifikasi
pendidikan
jurusan
teknik
lingkungan).
2. Tersedianya
sarana
dan
prasarana
yang
mendukung
yaitu
kendaraan operasional, sarana prasarana/peralatan kantor dan
peralatan laboratorium.
3. Tersedianya sumber daya lain yaitu adanya taman Kebon Rojo,
taman Sentul dan taman Jaten
4. Adanya
kewenangan
Badan
Lingkungan
Hidup
dalam
penyelenggaraan pelayanan di bidang lingkungan hidup
5. Tersedianya dukungan anggaran antara lain dari Dana Bagi Hasil
Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Dana Alokasi Khusus (DAK),
APBD serta APBN
Sedangkan kelemahan SKPD adalah :
1. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dalam Badan Lingkungan
Hidup masih belum mencukupi
2. Belum tersedianya gedung laboratorium
3. Kompetensi tenaga / Sumber Daya Manusia perlu ditingkatkan
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
22
RENSTRA 2016-2021
3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah Terpilih
Visi Walikota dan Wakil Walikota Blitar tahun 2016-2021 adalah
“MASYARAKAT KOTA BLITAR SEMAKIN SEJAHTERA MELALUI APBD
PRO RAKYAT PADA TAHUN 2021”.
Yang dijabarkan melalui misi sebagai berikut :
1. MENINGKATKAN AKTUALISASI NILAI-NILAI
RELIGIUS DALAM
KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
2. MENINGKATKAN KUALITAS SDM YANG CERDAS DAN BERDAYA
SAING TINGGI
3. MENINGKATKAN
KEMANDIRIAN
EKONOMI
YANG
BERORIENTASI PADA INDUSTRI PARIWISATA
DAN EKONOMI
KREATIF
BERWAWASAN
YANG
BERDAYA
SAING
DAN
LINGKUNGAN
4. MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
BERBASIS
SISTEM
PELAYANAN
BERKUALITAS
YANG
DAN
PARTISIPATIF
5. MENINGKATKAN
KEHARMONISAN
SOSIAL
DENGAN
SEMANGAT RUKUN AGAWE SANTOSO
6. MENINGKATKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK,
BERSIH, DAN PROFESIONAL
Misi yang berkaitan dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangan
Badan Lingkungan Hidup Daerah adalah pernyataan misi ke-3 dan
misi ke-4.
Tujuan yang ingin dicapai adalah :
1. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup, infrastruktur dan
penataan ruang
2. Meningkatkan kualitas infrastruktur permukiman yang sehat
dan layak
Arah kebijakan yang diambil adalah pencegahan dan pengendalian
kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup serta meningkatkan
ketersediaan
dan
kualitas
pengelolaan
air
bersih
dan
sanitasi.
Sedangkan sasaran yang ingin di capai adalah meningkatnya kualitas
dan fungsi lingkungan hidup serta pengelolaan sumber daya alam ;
meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan
sanitasi.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
23
RENSTRA 2016-2021
Isu strategis lingkungan hidup adalah :
1. Isu sampah, RTH, limbah, air bersih dan sanitasi.
Isu strategis lingkungan hidup adalah bagaimana mengatasi
degradasi lingkungan, meningkatkan kualitas lingkungan dan
mengatasi
perubahan
iklim
di
Kota
Blitar.
Peningkatan
kepadatan bangunan akibat pertambahan penduduk berimplikasi
pada berkurangnya daerah-daerah resapanair dan krisis air
tanah. Kondisi sistem drainase yang buruk di perkotaan
memperparah
terjadinya
genangan
dan
banjir
yang
dapat
membawa korban jiwa dan harta serta berbagai wabah penyakit.
Masalah eksploitasi energi, mengakibatkan pemanasan global,
perubahan iklim global, dan banjir cenderung meningkat.
Ruang Terbuka Hijau yang memenuhi persyaratan ekologis,
sosial dan ekonomi, menjadi isu strategis karena merupakan
upaya perlindungan konservasi sumber daya alam, aktivitas
interaksi sosial dan ekonomi. Ruang Terbuka Hijau di beberapa
wilayah juga akan menyerap emisi gas kendaraan bermotor dan
sebagai resapan air akibat curah hujan di musim kemarau.
Isu strategis persampahan adalah bagaimana mewujudkan
pengurangan sampah menuju TPA sampai mencapai konsep Zero
Waste . Tantangan yang mendesak diselesaikan antara lain :
a. Pemenuhan rasio ketersediaan TPS berdasarkan satuan
jumlah penduduk
b. Penanganan TPA yang efektif
c. Pengelolaan
sampah
berbasis
3R
belum
maksimal
dilakukan di kawasan – kawasan permukiman
d. Program Kampung Iklim dan program pro lingkungan
seperti car free day setiap hari Minggu.
2. Isu industri kreatif
Mengembangkan
kelompok
kreasi
usaha
rumah
tangga
menghasilkan karya dari program pengelolaan sampah berbasis
3R
untuk
menambah
penghasilan
keluarga
dan
menjaga
keberlanjutan lingkungan hidup
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
24
RENSTRA 2016-2021
3. Isu regulasi lingkungan
Perlu penegasan implementasi kebijakan tata ruang wilayah dan
tata guna lahan, kebijakan kebersihan dan ketertiban dan
kebijakan pro lingkungan yang berkelanjutan.
4. Isu lingkungan bidang sosial budaya
Membudayakan perilaku masyarakat untuk hidup sehat dan
tertib mendukung lingkungan sehat.
3.3 Telaahan Renstra Kementrian Lingkungan Hidup
Penyusunan
perencanaan
Badan
Lingkungan
Hidup
mengacu pada kebijakan Nasional maupun Propinsi, agar tidak
menyimpang dari koridor pembangunan yang telah ditetapkan di
tingkat
Nasional
maupun
Propinsi.
Berikut
adalah
hasil
identifikasi kebijakan Nasional bidang lingkungan hidup :
RENSTRA KEMENTRIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN
KEHUTANAN 2015 - 2019
INDIKATOR
NO
SASARAN STRATEGIS
SASARAN
STRATEGIS
Menjaga kualitas lingkungan hidup
1
yang memberikan daya dukung,
Indeks kualitas
pengendalian pencemaran,
lingkungan hidup
pengelolaan DAS, keanekaragaman
meningkat berada
hayati serta pengendalian
pada selang 66,5-68,5
perubahan iklim
Menjaga luasan dan fungsi hutan
untuk menopang kehidupan,
2
menyediakan hutan untuk kegiatan
sosial, ekonomi rakyat dan menjaga
jumlah dan jenis flora dan fauna
serta endangered species
Kontribusi
sumberdaya hutan
pada PDB nasional
meningkat dibanding
basis data tahun 2014
Menjaga keseimbangan ekosistem
dan keberadaan SDA untuk
3
kelangsungan kehidupan, menjaga
DAS dan sumber mata air serta
menjaga daya dukung fisik ruang
Peningkatan derajat
keberfungsian
ekosistem
wilayah serta kualitasnya
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
25
RENSTRA 2016-2021
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan KLHS
Kebijakan
penataan
ruang
Kota
di
bidang
pengelolaan
lingkungan meliputi:
1. Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sarana dan
prasarana lingkungan permukiman;
2. Peningkatan pengelolaan kawasan yang berfungsi lindung;
3. Peningkatan penyediaan ruang terbuka hijau kota;
Strategi peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan sarana dan
prasarana lingkungan permukiman, meliputi :
1. meningkatkan kualitas permukiman dan perumahan diutamakan
untuk kawasan permukiman kumuh;
2. memenuhi
kebutuhan
perumahan
yang
sehat
baik
oleh
pemerintah maupun melalui kerjasama investasi swasta;
3. mendistribusikan sarana lingkungan di setiap pusat kegiatan
sesuai fungsi kawasan dan hirarki pelayanan;
4. mengembangkan prasarana jaringan listrik dan sumber energi
listrik alternatif;
5. mengembangkan sistem jaringan telekomunikasi yang berbasis
informasi pada kawasan pelayanan publik;
6. mengembangkan konservasi sumber daya air untuk menjaga
ketersediaan serta keberlanjutan sumber daya air;
7. meningkatkan sistem pengelolaan persampahan terpadu dengan
teknik-teknik yang berwawasan lingkungan;
8. mengembangkan prasarana pengolahan air minum;
9. meningkatkan kualitas air bersih menjadi air minum pada
kawasan-kawasan pelayanan umum;
10. meningkatkan prasarana pengelolaan air limbah rumah tangga
yang berbasis komunal; dan
11. mengembangkan sistem jaringan drainase secara terintegrasi.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
26
RENSTRA 2016-2021
Strategi peningkatan pengelolaan kawasan yang berfungsi lindung
sebagaimana dimaksud pada, meliputi :
1. melestarikan kawasan resapan air untuk menjaga ketersediaan
sumberdaya air;
2. mengembalikan fungsi kawasan lindung yang telah rusak atau
pemanfaatannya menyimpang;
3. mengelola kawasan lindung secara terpadu.
Strategi peningkatan penyediaan ruang terbuka hijau kota, meliputi :
1. mempertahankan fungsi dan menata ruang terbuka hijau yang
ada;
2. mengembalikan ruang terbuka hijau yang telah beralih fungsi;
3. meningkatkan ketersediaan ruang terbuka hijau meliputi hutan
kota, lapangan olahraga terbuka, taman kota, taman lingkungan,
sabuk hijau, jalur hijau jalan, sempadan, dan inovasi penyediaan
RTH lainnya; dan
4. mendorong
peran
serta
masyarakat
dan
swasta
dalam
penyediaan dan pengelolaan ruang terbuka hijau kota.
3.5. Penentuan Isu-isu Strategis
Berdasarkan
identifikasi
permasalahan
pelayanan
Badan
Lingkungan Hidup, telaah terhadap Visi Misi Walikota dan Wakil
Walikota Blitar Tahun 2016-2021 serta telaah terhadap Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2011-2030 maka ditentukan
isu-isu strategis yang mendasari arah perencanaan Badan Lingkungan
Hidup yaitu :
1. PERUBAHAN IKLIM
Perubahan Iklim yang dipicu akibat adanya pemanasan global
sudah menjadi isu strategis nasional, juga di daerah. Indikasi
adanya perubahan iklim dapat ditengarai dari musim yang tidak
menentu. Dampak dari perubahan iklim sudah mulai dirasakan
oleh semua orang, khususnya di kota Blitar, mulai dari wabah
Diare, demam berdarah, gagal panen, penurunan permukaan air
tanah, penyakit ternak dan tanaman, serta sering terjadinya
angin puting beliung. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
27
RENSTRA 2016-2021
upaya untuk Pengendalian Dampak Perubahan Iklim melalui
kegiatan adaptasi atau penyesuaian terhadap dampak perubahan
iklim yang sudah terjadi serta kegiatan mitigasi perubahan iklim
dengan cara mengurangi terjadinya emisi gas rumah kaca, yang
menjadi pemicu terjadinya pemanasan global
2. PENCEMARAN AIR, UDARA DAN TANAH
Kondisi air di Kota Blitar saat ini secara umum belum tercemar.
Namun ada beberapa lokasi yang memang perlu mendapat
perhatian lebih intens dari pemerintah, yaitu Sungai Sumber
Wayuh dan Sumber Jaran. Sungai tersebut telah tercemar oleh
limbah dari industri tahu dan ternak sapi. Sedangkan untuk
kondisi udara dan tanah di Kota Blitar masih relatif belum
tercemar.
3. PENGELOLAAN SAMPAH
Masalah persampahan di Kota Blitar masih terdapat sampah
yang dibuang ke badan sungai atau berserakan di tempat
terbuka.
Dengan
banyaknya
sampah,
sungai
tidak
dapat
berfungsi sebagaimana semestinya akibat air yang tidak mengalir
lancar dan rusaknya ekosistem sungai akibat zat-zat berbahaya
yang terkandung dalam sampah tersebut. Selain masalah
sampah di sungai, timbunan sampah di berbagai tempat terbuka
berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, terutama penyakit
yang
disebabkan
oleh
nyamuk,
lalat,
kecoak,
dan
tikus.
Keberadaan lalat, nyamuk, dan tikus yang merupakan vector
(pembawa)
berbagai
macam
penyakit
menjadi
salah
satu
indikator seberapa baik kualitas lingkungan suatu kota. Bahkan
diindikasikan bahwa penyebab pemanasan global bukan hanya
karena produksi CO2 yang berlebihan, tapi juga disebabkan oleh
zat CH4 yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah yang
akan terbawa ke atmosfir dan merusak lapisan ozon. Selain hal
di
atas
pengelolaan
sampah
yang
masih
menggunakan
paradigma lama (pengumpulan, pengangkutan, dan pembuangan
akhir) perlu dirubah. Hal ini karena permasalahan sampah yang
semakin
kompleks,
terutama
kesulitan
mendapat
tempat
pembuangan akhir serta berkembangnya jumlah dan ragam
sampah perkotaan. Penanganan sampah dengan paradigma baru
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
28
RENSTRA 2016-2021
perlu mengedepankan proses pengurangan dan pemanfaatan
sampah (minimalisasi sampah). Minimalisasi sampah adalah
upaya untuk mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas, dan
tingkat bahaya limbah yang berasal dari proses produksi dengan
reduksi dari sumber dan/atau pemanfaatan limbah. Keuntungan
dari metode ini adalah : mengurangi ketergantungan terhadap
TPA, meningkatkan efisiensi pengolahan sampah perkotaan, dan
terciptanya peluang usaha bagi masyarakat. Metode minimalisasi
sampah mencakup tiga usaha dasar yang dikenal dengan 3R,
yaitu reduce (pengurangan), reuse (memakai kembali), dan
recycle (mendaur ulang).
4. PENURUNAN SUMBER DAYA AIR
Kondisi sumber daya air semakin dihadapkan pada berbagai
permasalahan. Peningkatan kebutuhan air masyarakat maupun
industri yang semakin meningkat ini menimbulkan eksploitasi
sumber daya air yang berlebihan sehingga mengakibatkan
penurunan daya dukung lingkungan sumber daya air yang pada
akhirnya menurunkan pasokan air. Gejala degradasi fungsi
lingkungan sumber daya air di Kota Blitar di tandai dengan
a. Level muka air tanah yang semakin menurun bahkan
mulai terdapat kekeringan pada sumur warga ketika
musim kemarau
b. Luas kawasan resapan di sekitar mata air semakin
menurun akibat pembangunan yang bersifat tidak ramah
lingkungan
c. Penurunan debit mata air, bahkan ada yang mulai
kekeringan ketika musim kemarau
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
29
RENSTRA 2016-2021
BAB IV.
TUJUAN,SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD
Gambaran secara rinci mengenai Tujuan dan Sasaran
Jangka Menengah Badan Lingkungan Hidup Kota Blitar Tahun
2016-2021 dapat dilihat pada Tabel 4.1
4.2. Strategi dan Kebijakan
4.2.1. Strategi
1. Meningkatkan
pembinaan
dan
sosialisasi
terhadap
kegiatan/usaha yang memiliki potensi mencemari lingkungan
2. Meningkatkan sarana prasarana dan pemahaman masyarakat
terhadap adaptasi mitigasi perublim dan konservasi sumber daya
alam
3. Meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah
4. Meningkatkan
jumlah
taman
kota
dan
sarana
prasarana
pendukung pengelolaan RTH
5. Meningkatkan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat
tentang upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
4.2.2. Kebijakan
1. Menurunkan beban pencemaran lingkungan hidup melakukan
pemantauan dan pengawasan.
2. Mengendalikan
pencemaran
lingkungan
dari
sumber
pencemaran.
3. Meningkatkan perlindungan kawasan konservasi sumber daya
alam.
4. Meningkatkan upaya pengolahan sampah dari sumbernya
5. Meningkatkan upaya penghijauan
6. Membangun kesadaran dan peran masyarakat akan hak dan
kewajiban dalam pengelolaan lingkungan hidup.
7. Membangun kemitraan dengan lembaga lain dalam upaya
perlindungan dan pelestarian lingkungan.
8. Meningkatkan peran masyarakat dalam bidang informasi dan
pemantauan kualitas lingkungan hidup.
9. Membangun sistem informasi lingkungan hidup yang berkualitas
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
30
RENSTRA 2016-2021
Tabel 4.1
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
NO
(1)
1
INDIKATOR
TUJUAN
TUJUAN
(2)
Meningkatn
ya Kualitas
dan Fungsi
Lingkungan
Hidup serta
Pengelolaan
Sumber
Daya Alam
1
2
3
(3)
Prosentase
Ruang
Terbuka
Hijau (RTH)
yang telah
terkelola
Prosentase
titik
sampling
badan air
yang
memenuhi
baku mutu
Prosentase
titik
sampling
udara
ambien yang
memenuhi
baku mutu
TARGET
2021
SASARAN
(4)
58,00
(5)
1 Meningkatnya
RTH taman
kota sebagai
sarana
rekreasi
80
2 Meningkatnya
kualitas badan
air dan udara
100
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
INDIKATOR
SASARAN
1
(6)
Prosentas
e taman
kota
SAT
UAN
(7)
%
2
- Indeks
kualitas
air
-
3
- Indeks
kualitas
udara
-
KONDI
SI
KINER
JA
PADA
AWAL
TAHUN
PEREN
CANAA
N
(2015)
(8)
32,10
50
88
31
TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN
2016
2017
2018
(9)
(10)
(11)
35,57
37,92
42,75
55
57,5
60
89
90
91
2019
KONDI
SI
KINER
JA
PADA
AKHIR
TAHUN
PEREN
CANAA
N
UNIT
KERJ
A
PENA
NGGU
NG
JAWA
B
(16)
2020
2021
(13)
(14)
(15)
52,19
58,91
58,91
65
67,5
70
70
92
93
94
94
(12)
47,94
2
Meningkatn
ya akses
masyarakat
terhadap
pelayanan
air minum,
dan
sanitasi
4
Prosentase
konservasi
sumber
mata air
76
5
Prosentase
Penurunan
emisi Gas
Rumah Kaca
11
6
Predikat
Pengelolaan
Lingkungan
1
2
RENSTRA 2016-2021
3 Meningkatnya
kualitas
sumber mata
air dan upaya
penurunan
emisi GRK
4
Prosentas
e sumber
mata air
yang
dilindungi
%
14
14
26
38
50
62
76
76
5
%
60
70
80
80
85
90
100
100
Adipura
Paripurn
a
4 Meningkatnya
peran serta
masyarakat
dalam
pengelolaan
lingkungan
hidup
6
Prosentas
e aksi
RAD yang
dilaksana
kan
(sektor)
Prosentas
e
kelompok
swadaya
masyarak
at yang
aktif
%
30
35
40
45
50
55
60
60
Prosentase
IPAL rumah
tangga yang
terkelola
dengan baik
67,5
5 Meningkatnya
kualitas
pengelolaan
IPAL komunal
7
Prosentas
e IPAL
komunal
yang
memiliki
SOP
%
55
57,5
60
62,5
65
67,5
67,5
Prosentase
capaian
layanan
persampaha
n perkotaan
90
6 Meningkatnya
pengolahan
sampah
8
Prosentas
e sampah
yang
terolah
%
88
88
88
89
89
90
90
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
50
62
32
RENSTRA 2016-2021
BAB V.
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
5.1.Program dan Kegiatan
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a. Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat
b. Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air
dan Listrik
c. Kegiatan Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja
d. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor
e. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan & Penggandaan
f. Kegiatan
Penyediaan
Komponen
Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
g. Kegiatan Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
h. Kegiatan
Penyediaan
Bahan
Bacaan
dan
Peraturan
Perundang-undangan
i. Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman
j. Kegiatan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Dalam dan
Luar Daerah
k. Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan
Kendaraan Dinas/Operasional
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a. Kegiatan Pengadaan Mebeleur
b. Kegiatan
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Kendaraan
Dinas/Operasional
c. Kegiatan
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Perlengkapan
Gedung Kantor
d. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Gedung
Kantor
e. Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Berkala mebeleur
f. Kegiatan Pembangunan Gedung Kantor
g. Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional
h. Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
i. Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor
j. Kegiatan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
33
RENSTRA 2016-2021
3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
a. Kegiatan Fasilitasi Keperansertaan pada Event Daerah dan
Hari Besar Nasional
b. Kegiatan
Penyebarluasan
informasi
program/kegiatan
SKPD
4. Program
Peningkatan
Pengembangan
Sistem
Pelaporan
Capaian Kinerja dan Keuangan
a. Kegiatan
Penyusunan
Laporan
Capaian
Kinerja
dan
Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
b. Kegiatan Penyusunan Perencanaan Kegiatan dan Anggaran
c. Kegiatan Perencanaan Program dan Kegiatan
5. Program Peningkatan Disiplin Aparatur
a. Kegiatan Pengadaan Pakaian Kerja Lapangan
6. Program Peningkatan Kapasitas Satuan Kerja Perangkat
Daerah
a. Kegiatan Fasilitasi Keperansertaan pada Event Daerah dan
Hari Besar Nasional
b. Kegiatan
Penyebarluasan
informasi
program/kegiatan
SKPD
7. Program
Pengendalian
Pencemaran
dan
Perusakan
Lingkungan Hidup
a. Kegiatan Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura
b. Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan
c. Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran
Dan Perusakan Lingkungan Hidup
d. Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam
Pengendalian Lingkungan Hidup
e. Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pengendalian
Lingkungan Hidup
8. Program Peningkatan Pengendalian Polusi
a. Kegiatan pengujian emisi/polusi udara akibat aktivitas
industri
b. Kegiatan pengujian kadar polusi limbah padat dan limbah
cair
c. Kegiatan
pembangunan
tempat
pembuangan
benda
padat/cair yang menimbulkan polusi
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
34
RENSTRA 2016-2021
9. Program Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam
a. Kegiatan Konservasi sumber daya air dan pengendalian
kerusakan sumber-sumber air
b. Kegiatan Pengendalian dampak perubahan iklim
c. Kegiatan
Pengelolaan
keanekaragaman
hayati
dan
Penyusunan
Kebijakan
Perencanaan
ekosistem
d. Kegiatan
dan
Perlindungan dan Konsevasi SDA
e. Kegiatan Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan Air
10.
Program Pengembangan Kinerja Pengolahan Sampah
a. Kegiatan Penyusunan kebijakan manajemen pengelolaan
sampah
b. Kegiatan Penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan
persampahan
c. Kegiatan Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana
dan sarana persampahan
d. Kegiatan
Pengembangan
teknologi
pengolahan
persampahan
e. Kegiatan Kerjasama pengelolaan persampahan
f. Kegiatan Sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan
g. Kegiatan
Penyediaan
dan
Pemeliharaan
Sarana
dan
Prasarana TPA
11.
Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
a. Kegiatan Penataan RTH
b. Kegiatan Pemeliharaan RTH
c. Kegiatan Pengembangan taman rekreasi
d. Kegiatan Peningkatan Sarana Prasarana Taman Kota
12.
Program Pengelolaan Areal Pemakaman
a. Kegiatan Penyusunan kebijakan, norma, standar, prosedur
dan manual pengelolaan areal pemakaman
b. Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Areal Pemakaman
c. Kegiatan Koordinasi penataan areal pemakaman
d. Kegiatan Pembangunan sarana dan prasarana pemakaman
e. Kegiatan Pemeliharaan sarana dan prasarana pemakaman
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
35
13.
Program
Peningkatan
RENSTRA 2016-2021
Kualitas
dan
Akses
Informasi
Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup
a. Kegiatan
Peningkatan
Edukasi
Dan
Komunikasi
Masyarakat Dibidang Lingkungan
b. Kegiatan Pengembangan Data Dan Informasi Lingkungan
c. Kegiatan Pembinaan Sekolah Adiwiyata
5.2.Indikator Kinerja Program
a. Prosentase
terpenuhinya
kebutuhan
penyelenggaraan
administrasi kantor
b. Prosentase sarana dan prasarana dalam kondisi baik
c. Prosentase aparatur memperoleh kesempatan peningkatan
kapasitas
d. Prosentase dokumen perencanaan dan pelaporan SKPD yang
tersusun
e. Prosentase keikutsertaan SDM aparatur dalam event daerah
f. Prosentase aparatur memperoleh fasilitas kelengkapan dinas
khusus
g. Luas RTH yang terkelola
h. Jumlah lokasi pemakaman terpadu
i. Prosentase pemenuhan baku mutu lingkungan
j. Prosentase mata air yang terkelola dengan baik
k. Prosentase aksi mitigasi RAD yang dilaksanakan
l. Jumlah akses informasi pengelolaan lingkungan
m. Prosentase usaha/kegiatan yang taat terhadap peraturan
pengelolaan lingkungan
n. Prosentase sampah terolah di TPA
5.3.Kelompok Sasaran
Program dan kegiatan Badan Lingkungan Hidup Tahun 20162021 ditujukan untuk kelompok sasaran :
a. Kegiatan / usaha yang memiliki potensi mencemari
lingkungan
b. Kelompok masyarakat dan sekolah yang berperan aktif
dalam usaha perlindungan dan pengelolaan lingkungan
c. Masyarakat Kota Blitar secara umum
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
36
RENSTRA 2016-2021
Gambaran secara rinci mengenai Rencana Program dan Kegiatan,
Indikator Kinerja dan Pendanaan Indikatif Badan Lingkungan Hidup
Daerah Kota Blitar Tahun 2016-2021 yang mendukung tugas pokok
dan fungsi dapat dilihat pada Tabel 5.1.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
37
RENSTRA 2016-2021
BAB VI.
INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN
SASARAN RPJMD
Program dan kegiatan SKPD pada dasarnya dilaksanakan untuk
memberi kontribusi pencapaian target indikator kinerja Daerah.
Kesesuaian tugas pokok dan fungsi Badan Lingkungan Hidup terhadap
pencapaian visi dan misi Daerah tahun 2016-2021 adalah pada :
-
Misi ke tiga TUJUAN 4 : Meningkatkan kualitas lingkungan
hidup,
infrastruktur
dan
penataan
ruang,
SASARAN
2
:
Meningkatnya Kualitas dan Fungsi Lingkungan Hidup serta
Pengelolaan Sumber Daya Alam
Indikator Kinerja :
a. Prosentase Ruang Terbuka Hijau yang terkelola
b. Prosentase titik sampling badan air yang memenuhi baku
mutu
c. Prosentase titik sampling udara ambien yang memenuhi
baku mutu
d. Prosentase konservasi mata air
e. Prosentase penurunan emisi GRK
f. Predikat pengelolaan lingkungan
-
Misi ke empat TUJUAN 2 : Meningkatkan kualitas infrastruktur
permukiman yang sehat dan layak, SASARAN 1 : Meningkatnya
akses masyarakat terhadap pelayanan air minum, dan sanitasi
Indikator Kinerja :
a. Prosentase IPAL komunal rumah tangga yang terkelola
dengan baik
b. Prosentase capaian layanan persampahan perkotaan
Target yang ingin dicapai dari indikator-indikator tersebut
disajikan dalam Tabel 6.1. berikut.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
38
RENSTRA 2016-2021
Tabel 6.1
Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD
No.
(1)
1
Indikator Kinerja
(2)
Prosentase Ruang Terbuka
Hijau (RTH) yang telah
terkelola
2
Prosentase titik sampling
badan air yang memenuhi
baku mutu
3
Prosentase titik sampling
udara ambien yang memenuhi
baku mutu
4
Prosentase konservasi
sumber mata air
5
6
Prosentase Penurunan emisi
Gas Rumah Kaca
Predikat Pengelolaan
Lingkungan
7
Prosentase IPAL komunal
rumah tangga yang terkelola
dengan baik
8
Prosentase capaian layanan
persampahan perkotaan
Formula
(3)
(Luas RTH yang terkelola/Luas
RTH publik) x 100 %
(Jumlah titik sampling badan air
yang memenuhi baku
mutu/jumlah titik sampling
badan air) x 100%
(Jumlah titik sampling udara
ambien yang memenuhi baku
mutu/jumlah titik sampling
udara ambien) x 100%
Jumlah sumber mata air yang
dikonservasi/jumlah sumber
mata air x 100%
Persentase penurunan emisi GRK
Plakat / piala adipura / adipura
paripurna
(Jumlah IPAL komunal rumah
tangga yang terkelola baik) /
Jumlah IPAL komunal rumah
tangga) x 100%
(Volume sampah yg
diolah/Volume sampah total)
x 100%
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
2016
2017
2018
2019
2020
2021
(4)
Kondisi
Kinerja
pada
awal
periode
RPJMD
(2015)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
%
32,1
35,57
37,92
42,75
47,94
52,19
58,91
58,91
%
65
65
65
70
70
80
80
80
100
100
100
100
100
100
100
100
%
14,0%
14%
26%
38%
50%
62%
76%
76%
%
3%
4%
5%
6%
7%
9%
11%
11%
Adipura
Adipura
Buana
Adipura
Buana
Adipura
Paripurna
Adipura
Paripurna
Adipura
Paripurna
Adipura
Paripurna
Adipura
Paripurna
%
50
55
57,5
60
62,5
65
67,5
67,5
%
62
88
88
88
89
89
90
90
Satuan
%
39
Target Capaian Setiap Tahun
Kondisi
Kinerja
pada
akhir
periode
RPJMD
RENSTRA 2016-2021
BAB VII.
PENUTUP
7.1 Kaidah Pelaksanaan
a. Renstra tahun 2016 – 2021 merupakan dokumen yang memuat
tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan SKPD, yang
nantinya akan dijadikan pedoman dalam menyusun Rencana
Kerja (Renja) SKPD
b. Indikator
dan
target
kinerja
pembangunan
daerah
yang
tercantum dalam Renstra BLH tahun 2016 – 2021 wajib di
penuhi untuk mendukung tercapainya kinerja Pemerintah Kota
Blitar
c. Apabila terjadi perubahan ketentuan peraturan perundang –
undangan yang mengakibatkan terjadinya perubahan komposisi
Renstra maka akan dilakukan penyesuaian.
7.2 Penutup
Upaya untuk mencapai suatu harapan tentunya tidak selalu
berjalan
mulus,
berbagai
kendala
mungkin
akan
menghadang
perjalanan pembangunan lingkungan hidup selama kurun lima tahun
mendatang. Berbagai kendala akan dipandang sebagai tantangan yang
harus dihadapi dan diselesaikan dengan arif dan penuh pertimbangan
untuk kebaikan semua pihak.
BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA BLITAR
40
Tabel 2.2
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD
Penyediaan Jasa
Kebersihan Kantor
2013
2014
2015
2.952.000
2012
111.208.041
2011
2.715.000
2.985.000
125.054.450
2.952.000,00 324.648.050,00
2.790.000
100.500.000
2015
116.700.000,00
2.100.000
355.558.750
410.402.900
2014
101.700.000
323.373.250
2013
900.000
Penyediaan Jasa
Komunikasi, Sumber
Daya Air dan Listrik
2012
84.400.000
Penyediaan Jasa
Surat Menyurat
8.040.000
PROGRAM
PELAYANAN
ADMINISTRASI
PERKANTORAN
278.727.350
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
113.195.959
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
23.462.250
2015
2.609.200,00
3.241.500
2.499.000
3.600.000
2.711.200
15.030.400
28.140.500
23.463.250,00
2014
3.000.100,00
15.050.500,00
28.140.500
2013
3.628.500
2012
4.053.000
2011
5.129.000
14.627.800
28.174.250
2015
11.666.100
15.285.950
27.347.700
14.646.000
11.042.300
2014
4.865.500
Penyediaan Peralatan
Rumah Tangga
2013
7.882.700
Penyediaan Peralatan
dan Perlengkapan
Kantor
15.098.500
Penyediaan
Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan
Bangunan Kantor
2012
9.407.000
Penyediaan Barang
Cetakan Dan
Penggandaan
12.451.900
Penyediaan Alat Tulis
Kantor
23.168.650
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
14.621.750
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
2015
132.027.650
20.200.000
4.907.500
2014
150.843.919
2013
17.680.750
2012
133.003.000,00
2011
22.530.000,00
5.340.000,00
2015
150.939.500
7.200.000
2014
18.930.000
210.517.600
12.220.000
7.580.000
131.076.350
108.299.000
2013
24.120.000
Penyediaan Makanan
dan Minuman
26.175.000
Penyediaan Jasa
Perkantoran
2012
8.040.000
Rapat-Rapat
Koordinasi dan
Konsultasi Dalam dan
Luar daerah
18.974.000
Penyediaan Bahan
Bacaan dan
Peraturan Perundangundangan
5.920.000
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
6.006.000
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
1.609.039.900
1.062.162.700
186.320.100,00
2015
96.686.750
2014
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
183.453.000
92.334.600
13.881.250
1.535.435.250
2013
102.675.800
37.589.400
Pengadaan Peralatan
dan Perlengkapan
Kantor
2012
103.084.500
Pengadaan Meubelair
3.018.400
PROGRAM
PENINGKATAN
SARANA DAN
PRASANA
APARATUR
854.084.600
2011
1.237.300.750
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Mebeleur
2011
2012
2013
2014
2015
1.073.151.400
1.327.583.400
1.419.048.050
855.245.000,00
1.086.283.875
831.378.331
23.844.800
20.503.800
20.597.600,00
19.868.000
20.561.600
68.847.000
2015
72.801.300
2014
25.131.000
67.450.000
2013
726.114.700
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Peralatan dan
Perlengkapan Kantor
2012
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
9.191.600
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
kendaraan
Dinas/Operasional
2.225.000
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Gedung Kantor
10.450.400
2011
101.428.950
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
2012
2013
2014
2015
2.632.000
16.780.000
6.251.200
5.786.500.000
3.803.928.300
7.673.701.650
10.240.429.071
8.601.976.114
Penyediaan
prasarana dan sarana
pengelolaan
persampahan
965.807.900
3.899.628.750
2.887.458.950
1.868.465.500,00
22.216.000
12.845.500
1.850.975.480
2.690.795.800
6.239.200
4.320.000
PROGRAM
PENGEMBANGAN
KINERJA
PENGOLAHAN
SAMPAH
Penyusunan
Perencanaan Program
dan Kegiatan
2011
27.807.000
2015
27.807.000,00
22.055.700
2014
15.804.500
25.928.500
2013
9.148.500
14.835.500
2012
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
2.388.950.000
Penyusunan Laporan
Capaian Kinerja dan
Ikhtisar Realisasi
Kinerja SKPD
7.000.000
PROGRAM
PENINGKATAN
PENGEMBANGAN
SISTEM PELAPORAN
CAPAIAN KINERJA
DAN KEUANGAN
11.320.000
2011
12.203.500
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
2015
1.585.130.000
2014
678.781.000
2013
4.339.444.550
2012
3.701.711.910
2011
149.100.000
1.712.424.064,00
681.317.000,00
4.339.769.550,00
3.771.891.770
150.500.000
3.395.578.351
35.000.000
384.185.700
2015
3.259.082.400
600.022.500
363.516.600
2014
130.804.800
32.652.000
Kerjasama
pengelolaan sampah
antar daerah
Sosialisais kebijakan
pengelolaan
persampahan
2013
152.763.500
1.682.092.800
1.543.500.000
39.725.000
Kerjasama
pengelolaan
persampahan
1.569.340.000
Pengembangan
teknologi pengolahan
persampahan
2012
10.660.000
Peningkatan operasi
dan pemeliharaan
prasarana dan sarana
persampahan
274.050.000
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
3.394.054.347
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
2012
2013
2014
2015
93.629.000
92.427.000
76.203.000
268.335.400
60.925.000
92.596.000,00
285.613.656,00
43.216.000
727.841.656
2011
95.615.000
66.950.000,00
2.271.675.671
2015
80.477.500
43.290.000
1.310.479.001
45.350.000
1.427.635.271
2014
96.930.250
Pemantauan Kualitas
Lingkungan
2013
169.880.850
Koordinasi
penyusunan AMDAL
27.530.000
205.000.000
Koordinasi
Pengelolaan
Prokasih/Superkasih
2012
68.319.900
Koordinasi Penilaian
Kota Sehat/Adipura
150.000.000
PROGRAM
PENGENDALIAN
PENCEMARAN DAN
PERUSAKAN
LINGKUNGAN HIDUP
2.020.678.985
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
77.550.000
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
2013
2014
279.067.651
Pengembangan
Produksi Ramah
Lingkungan
2012
36.165.000
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE 2015
2011
2012
2013
2014
275.580.000
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
2015
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
PROGRAM
PENYELAMATAN
DAN PELESTARIAN
BARANG/ARSIP
DAERAH
Pendataan dan
penataan
dokumen/arsip
daerah
2011
2012
2013
2014
2015
280.817.500
2015
282.682.000,00
552.152.901
410.000.000
2014
1.773.225.520
504.235.371
750.000.000
2013
1.053.937.500
29.451.000
Peningkatan Sarana
dan Prasarana
Pemantauan
Lingkungan Hidup
29.451.000
Peningkatan Sarana
dan Prasarana
Pengendalian
Lingkungan Hidup
2012
611.741.485
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
642.573.200
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
2014
2015
250.000.000
5.447.807.650
-
3.013.948.403
PROGRAM
PENGELOLAAN
RUANG TERBUKA
HIJAU (RTH)
1.559.952.200
Pemeliharaan
Rutin/berkala Sarana
Dan Prasarana
Olahraga
2013
220.000.000
Peningkatan
Pembangunan Sarana
Dan Prasarana
Olahraga
715.766.000
PROGRAM
PENINGKATAN
SARANA DAN
PRASARA OLAH
RAGA
2012
470.000.000
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
ANGGARAN PADA TAHUN KE 2014
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE 2015
2011
2012
2013
2014
2015
2.009.967.300
213.188.500
3.060.721.000
1.961.142.000
89.439.000
898.645.700
2.031.671.150,00
317.089.500,00
82.050.000
119.310.000
168.411.403
93.637.500
1.761.588.000
1.083.949.000
3.099.047.000,00
194.102.000
694.011.800
409.971.350
140.848.400
PROGRAM
PENINGKATAN
PENGENDALIAN
POLUSI
9.000.000
Peningkatan Sarana
Prasarana Taman
Kota
141.754.350
Pengembangan taman
rekreasi
2013
52.040.300
Pemeliharaan RTH
2012
352.850.000
Penataan RTH
112.000.000
2011
530.990.000
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
82.050.000,00
1.954.739.950
108.297.550,00
2011
2012
2013
2014
2015
107.460.000
80.870.000
103.403.200
102.570.300
113.542.400,00
37.897.500
10.144.200
108.460.000
4.346.713.525
41.702.600
10.850.000
38.602.500
55.035.000
2015
936.462.800
2014
464.942.020
166.948.500
Pengendalian dampak
perubahan iklim
318.150.000
Konservasi sumber
daya air dan
pengendalian
kerusakan sumbersumber air
2013
9.000.000
568.400.000
PROGRAM
PERLINDUNGAN
KONSERVASI
SUMBER DAYA
ALAM
2012
302.850.000
pembangunan tempat
pembuangan benda
padat/cair yang
menimbulkan polusi
318.150.000
pengujian kadar
polusi limbah padat
dan limbah cair
50.000.000
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
577.845.900
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
147.118.000
32.356.150
216.924.100
40.260.000
52.343.000
5.086.000
301.923.807
1.725.806.600,00
7.093.400,00
492.132.450
229.923.800,00
52.928.000,00
57.947.400
2015
32.737.400
138.850.450
2014
40.725.000
73.670.000
291.003.400
2013
134.493.100
2012
35.150.000
9.445.900
2011
10.231.500
Pengembangan Data
Dan Informasi
Lingkungan
2015
11.500.000
Peningkatan Edukasi
Dan Komunikasi
Masyarakat Dibidang
Lingkungan
-
Pengendalian dan
pengawasan
pemanfaatan SDA
2014
21.731.500
Peningkatan
konservasi daerah
tangkapan air dan
sumber-sumber air
PROGRAM
PENINGKATAN
KUALITAS DAN
AKSES INFORMASI
SUMBERDAYA ALAM
DAN LINGKUNGAN
HIDUP
2013
4.247.063.525
2012
230.902.280
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
48.399.200
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
2013
2014
2015
193.001.500
209.280.650,00
300.000.000
2012
240.000.000,00
22.957.000
225.025.450
36.867.000
57.045.000
49.575.500
65.388.050
400.000.000
2011
60.000.000,00
Penguatan ekonomi
masyarakat di
lingkungan industri
hasil tembakau dalam
rangka pengentasan
kemiskinan dan
pengangguran di
bidang Lingkungan
Hidup
Pembinaan
kemampuan dan
ketrampilan kerja
masyarakat di
lingkungan industri
hasil tembakau di
bidang Lingkungan
Hidup
2015
54.817.600
Penerapan
manajemen limbah
industri hasil
tembakau yang
mengacu pada
AMDAL
2014
306.091.400
PROGRAM
PEMBINAAN
LINGKUNGAN
SOSIAL
(LINGKUNGAN
HIDUP)
2013
39.091.000
Pembinaan Sekolah
Adiwiyata
2012
121.360.300
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
61.916.550
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
2011
2012
2013
2014
2015
44.285.000
2015
44.675.000
2014
44.675.000,00
Fasilitasi
Keperansertaan Pada
Event Daerah Dan
Hari Besar Nasional
2013
51.147.500
PROGRAM
KEMITRAAN
PENGEMBANGAN
WAWASAN
KEBANGSAAN
2012
51.147.500
2011
REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE -
50.352.500
ANGGARAN PADA TAHUN KE -
URAIAN
RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN
TAHUN KE 2011
2012
2013
2014
2015
Rata - Rata
pertumbuhan
Anggaran
Realisasi
Tabel 5.1
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran, dan Pendanaan Indikatif
Badan Lingkungan Hidup
Tujuan
Sasaran
(1)
Meningkatkan
Kualitas dan
Fungsi
Lingkungan
Hidup serta
Pengelolaan
Sumber Daya
Alam
(2)
1 Meningkatnya
RTH taman
kota sebagai
sarana rekreasi
Indikator Sasaran
(3)
1 Prosentase
taman kota
%
Kode
(4)
Program dan Kegiatan
(5)
Pengelolaan Ruang
Terbuka Hijau (RTH)
Penataan RTH
Pemeliharaan RTH
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Indikator Kinerja
Program (Outcome) dan
Kegiatan (Output)
Data Capaian
pada Tahun
Awal
Perencanaan
(2015)
target
Rp
target
Rp
target
Rp
target
Rp
target
Rp
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(13)
(14)
(15)
(16)
Luas RTH yang terkelola
124,2800
2016
137,7100
- Jumlah lokasi taman
yang terbangun
3
1
- Jumlah lokasi lahan
untuk taman yang
dibebaskan
0
1
- Jumlah sarana yang
tersedia
5
2017
5
Pengembangan taman - Jumlah prasarana
rekreasi
pelengkap taman rekreasi
yang dibangun
Pengelolaan Areal
Pemakaman
Jumlah lokasi
pemakaman terpadu
202,0900
4.166.187.100
228,0900
4.423.071.000
9,0569
8.245.925.300
1
2.000.000.000
1
1.000.000.000
1
2.000.000.000
1
2.000.000.000
1
2.000.000.000
9
5
5
31.748.500
4
2
3
1
200.000.000
-
2
2
Meningkatnya
kualitas badan
air dan udara
- Indeks
kualitas air
3 - Indeks
kualitas udara
Pemeliharaan sarana
dan prasarana
pemakaman
- Jumlah sarana dan
prasarana yang dipelihara
Peningkatan
Pengendalian Polusi
300.000.000
Prosentase pemenuhan
baku mutu lingkungan
pengujian emisi/polusi Frekuensi dan jumlah
udara akibat aktivitas lokasi uji emisi
industri
pengujian kadar polusi Frekuensi dan jumlah
limbah padat dan
lokasi uji badan air dan
limbah cair
limbah cair
80
(2 kali x @ 5
Titik)
4 Jumlah upaya
perlindungan
mata air
5 Jumlah RAD
penurunan
emisi GRK
(sektor)
Perlindungan
Konservasi Sumber
Daya Alam
8
Prosentase aksi mitigasi
RAD yang dilaksanakan
Pengendalian dampak - Jumlah sarana untuk
perubahan iklim
mendukung mitigasi
iklimkoordinasi
-perubahan
Jumlah rapat
82,5
50.000.000
3.941.045.900
1
75.000.000
20
25.000.000
14
60
70
2
556.105.600
400.000.000
26
3
20
1
88.665.400
38.665.400
467.278.100
(2 kali x @ 59 titik)
38
814.375.010
442.278.100
4
121.047.300
3
75.748.900
1
75.748.900
90
75.748.900
154.811.700
50.000.000
71.047.300 (2 kali x @ 59 titik)
104.811.700
850.000.000
5
500.000.000
1
(2 kali x @ 6Titik)
3
1
112.332.000
1
5.096.404.900
1
75.000.000
40
50.000.000
112.332.000
6
2
112.332.000
7
92,5
183.475.500
92,5
(2 kali x @
6Titik)
(2 kali x @
59 titik)
500.000.000
50.000.000
133.475.500
12 kali (@ 6
titik)
4.471.404.900
688.080.900
1.297.980.500
300.000.000
(12 kali x @
59 titik)
567.980.500
10
430.000.000
75
4.487.593.521
90
-
-
50
0
855.093.761
85
177.208.500
2
850.000.000
25.000.000
0
80
168.770.000
1
50.000.000
0
608.058.200
87,5
500.000.000
19.698.202.850
4
5
1
(2 kali x @ 6Titik)
50.000.000
106.105.600 (2 kali x @ 59 titik)
80
57.579.150
85
(2 kali x @ 6Titik)
1
508.998.850
3.841.045.900
1
3
1
50.000.000
113.875.000 (2 kali x @ 59 titik)
500.000.000
300.000.000
(2 kali x @ 5 Titik)
1
14
1
4
62
0
1.117.594.000
85
186.068.925
583.473.700
90
100.000.000
794.626.575
2 kali,15 peserta
12
-
2 kali, @50 org
2 kali, @50 org
2 kali, @50
org
9 kali, @ 100
org
-
1
1
1
5
-
2 kali,15 peserta
2 kali,15 peserta
0
0
1 kali, @50 org
2 kali, @50 org
0
0
1
1
4
105.000.000
21
2 kali,15 peserta
4
76
2 kali,15
peserta
2 kali,15
peserta
perhitungan penurunan
emisi GRK
- Jumlah sarana
pendukung kampung iklim
193.875.000
2
30.000.000
Prosentase mata air yang
terkelola dengan baik
- Jumlah peserta
sosialiasi/pembinaan
kampung iklim
80
(2 kali x @ 5
Titik)
(2 kali x @ 59 (2 kali x @ 59
titik)
titik)
pembangunan tempat
- Jumlah prasarana
pembuangan benda
pembuangan benda
padat/cair yang
padat/cair yang
menimbulkan polusi
menimbulkan polusi
3 Meningkatnya
kualitas
sumber mata
air dan upaya
penurunan
emisi GRK
200.000.000
3
1
1
5
2
500.000.000
5
2
850.000.000
5
2.000.000.000
1.073.071.000
4
2
850.000.000
5
1
Koordinasi pengelolaan
areal pemakaman
- Frekuensi koordinasi
- Jumlah sarana dan
prasarana yang terbangun
3
5
816.187.100
4
2
850.000.000
5
500.000.000
5
343.722.100
4
2
850.000.000
5
212.784.300
5
182.831.000
4
Penyusunan
kebijakan, norma,
standar, prosedur dan
- Jumlah dokumen yang
manual pengelolaan
tersusun
areal pemakaman
Pembangunan sarana
dan prasarana
pemakaman
(20)
23.048.202.850
3.693.722.100
4
-
Rp
(19)
185,6100
1
-
target
2.532.831.000
5
3
Rp
165,5400
5
- Jumlah prasarana taman
kota yang terbangun
target
Unit
Kerja
SKPD Lokas
Penang
i
gung
Jawab
Kondisi kinerja pada akhir
periode Renstra SKPD
2021
3.381.748.500
1.263.571.300
Peningkatan Sarana
- Jumlah sarana pelengkap
Prasarana Taman Kota taman kota
2020
146,8200
2
- Jumlah sarana taman
rekreasi
2019
4.850.643.150
433.505.300
- Jumlah sarana prasarana
yang terpelihara
2018
(21
(22)
Tujuan
Sasaran
Indikator Sasaran
Kode
Program dan Kegiatan
Peningkatan
konservasi daerah
tangkapan air dan
sumber-sumber air
Indikator Kinerja
Program (Outcome) dan
Kegiatan (Output)
Data Capaian
pada Tahun
Awal
Perencanaan
(2015)
Jumlah lubang biopori
yang terbangun
Jumlah sumur resapan
yang terbangun
Peningkatan peran
serta masyarakat
dalam perlindungan
dan konservasi SDA
Pengendalian dan
pengawasan
Pemanfatan SDA
Pengelolaan
keanekaragaman
hayati dan ekosistem
Jumlah mata air yang
dilindungi
99
4 Meningkatnya
peran serta
masyarakat
dalam
pengelolaan
lingkungan
hidup
6 Jumlah
kelompok
masyarakat
yang
berperanaktif
dalam
pengelolaan
lingkungan
Pembinaan Sekolah
Adiwiyata
Koordinasi Penilaian
Kota Sehat/Adipura
Rp
target
2.000
360.064.700
30
5 Meningkatnya
kualitas
pengelolaan
IPAL komunal
7 Jumlah IPAL
komunal yang
beroperasi
dengan baik
Pengendalian
Pencemaran dan
Perusakan
Lingkungan Hidup
Koordinasi Penilaian
Kota Sehat/Adipura
Rp
40
target
2020
Rp
target
3.000
238.047.600
40
Rp
3.500
249.949.980
40
target
Rp
4.000
73.000.000
50
Unit
Kerja
SKPD Lokas
Penang
i
gung
Jawab
Kondisi kinerja pada akhir
periode Renstra SKPD
2021
target
Rp
18.658
76.650.000
1.224.424.280
329
-
150
150
150
150
150
150
900
1
5
6
6
6
7
38
0
-
50 titik ; 1
kali
172.036.200
180.638.010
189.669.911
100.000.000
105.000.000
798.144.121
0,2
0,4
0,8
1,2
1,6
1,6
4 kali, 100 org
4 kali, 100 org
4 kali, 100 org
4 kali, 100 org
4 kali, 100
org
20 kali,@ 100
org
50 titik ; 1 kali
50 titik ; 1 kali
50 titik ; 1 kali
50 titik ; 1 kali
50 titik ; 1
kali
6 kali,@ 50
titik
-
Jumlah sarana
pendukung
0
0
0
0
0
0
1
0
1
3
40.555.000
5
- Jumlah lomba
lingkungan yang
terselenggara
4
3
- jumlah
sosialisasi/pembinaan/pel
atihan
3
3
0
0
0
0
1
521.440.050
40.540.000
6
6
7
7
7
6
551.833.200
7
26
375.000.000
2
2
3
3
4
4
18
- Jumlah fasilitasi
Kelurahan Berseri
2
2
2
2
2
2
2
12
Jumlah akses informasi
1
3
Jumlah sekolah yang
dibina
22
24
Jumlah kegiatan fasilitasi
penilaian adipura
3
30
144.628.000
3
5
50.000.000
6
100.000.000
6
35
50.000.000
40
151.833.200
45
3
jumlah dokumen
pendukung yang tersusun
1
Prosentase
usaha/kegiatan yang taat
terhadap peraturan
pengelolaan lingkungan
0
60
Jumlah kegiatan fasilitasi
penilaian adipura
3
3
1
636.750.000
62,5
3
100.000.000
1
65
387.000.000
6.000.000
45
7.000.000
67,5
210.000.000
3
100.000.000
1
304.000.000
60.193.800
1000
7
50
70
378.000.000
8.000.000
46
9.000.000
1.789.993.400
32
390.543.800
195.908.800
224
884.858.150
15
100.000.000
1
375.000.000
4.300
75.000.000
3
100.000.000
1
3.065.395.350
18
5
350.000.000
338.726.700
4
132.488.150
800
46.823.700
3
5
300.000.000
0
551.833.200
1.331.671.845
2
30
- Jumlah peringatan hari
lingkungan
50.000.000
800
44.594.000
3
5
281.391.500
30
1
551.833.200
2
250.000.000
1
500
5
600
85.134.000
3
4
150.000.000
20
1
381.391.500
1
800.000.000
1
300
55.350.000
600
81.080.000
3
4
1
144.270.945
0
0
1
344.628.000
3
333.601.900
0
137.400.900
0
75.000.000
Meningkatkan
akses
masyarakat
terhadap
pelayanan air
minum, dan
sanitasi
2019
2.500
226.712.000
50.800.000
Frekuensi dan jumlah
lokasi pemantauan level
muka air tanah
- Jumlah peserta
sosialisasi/dibina
Pengembangan Data
Dan Informasi
Lingkungan
1.500
0,1
Peningkatan Kualitas
dan Akses Informasi
Sumberdaya Alam
Jumlah akses informasi
dan Lingkungan
pengelolaan lingkungan
Hidup
Peningkatan Edukasi
Dan Komunikasi
Masyarakat Dibidang
Lingkungan
target
2018
0
7
Jumlah kegiatan
masyarakat yang terlibat
perlindungan dan
konservasi SDA
Jumlah pengadaan bibit
tanaman langka
Penyusunan Kebijakan Jumlah dokumen
dan Perencanaan
Perencanaan Perlindungan
Perlindungan dan
dan Konsevasi SDA yang
Konservasi SDA
tersusun
2017
Rp
129
Luasan penanaman untuk
perlindungan mata air
Jumlah prasarana yang
dibangun
target
2.158
Jumlah pengadaan bibit
tanaman
Konservasi sumber
daya air dan
pengendalian
kerusakan sumbersumber air
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
2016
475.000.000
6
75
386.000.000
75
2.466.750.000
73.170.000
jumlah dokumen
pendukung yang tersusun
Pemantauan Kualitas
Lingkungan
Jumlah rekomendasi
dokumen lingkungan yang
diterbitkan
1
1
1.066
40
5.000.000
45
45
48
10.000.000
1.335
45.000.000
Badan
Lingkun
gan
Hidup
Tujuan
Sasaran
Indikator Sasaran
Kode
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja
Program (Outcome) dan
Kegiatan (Output)
Koordinasi Pengelolaan
Prokasih/Superkasih Frekuensi dan panjang
sungai yang dibersihkan
Penyusunan Kebijakan
Pengendalian
Pencemaran Dan
Perusakan Lingkungan
Hidup
6 Meningkatny
peran serta
masyarakat
dalam
pengolahan
sampah
8 Prosentase
sampah yang
terolah
2 kali, 3.500
m'
2 kali, 3.500
m'
96.580.000
2 kali, 3.500 m'
98.000.000
2 kali, 3.500 m'
100.000.000
2 kali, 3.500 m'
102.000.000
2 kali, 3.500 m'
104.000.000
2
150.000.000
2
75.000.000
2
150.000.000
2
150.000.000
2
150.000.000
2
150.000.000
14
900.000.000
51
112.000.000
55
50.000.000
55
80.000.000
58
115.000.000
60
115.000.000
60
120.000.000
60
622.000.000
1
200.000.000
1
75.000.000
1
50.000.000
1 x 50 org
11.076.400
2 x 50 org
2
Peningkatan Peran
Serta Masyarakat
Dalam Pengendalian
Lingkungan Hidup
Jumlah kelompok
masyarakat yang dibina
51
Peningkatan sarana
prasarana lingkungan
hidup
Jumlah sarana yang
tersedia
Pengembangan
Kinerja Pengolahan
Sampah
Frekuensi dan jumlah
peserta sosialisasi
Prosentase sampah
terolah di TPA
62
-
Penyediaan prasarana
Jumlah prasarana
dan sarana
pengelola sampah yang
pengelolaan
tersedia
persampahan
Pengembangan
teknologi pengolahan
persampahan
62
2
- Jumlah sarana teknologi
pengolah sampah
1
4
2.920.900.000
5
1
Jumlah sarana yang
tersedia di TPA
2
1.239.660.932
942.050.000
150
Rp
12.648.000.000
3.200.000.000
1
5.998.396.482
399,713 m'
61
13.695.150.000
168.000.000
7.100.000.000
399,713 m'
190.000.000
0
5
3.500.000.000
6
1
9.970.000
5.346.485.000
1
584.718.000
2
Rp
target
Rp
2 kali,
3.500 m'
1.000.000.000
200
14.725.000.000
3.900.000.000
9
106.000.000
target
Rp
12 kali,
3.500m'
606.580.000
170.000.000
60
15.786.250.000
60
1
195.000.000
3
568.208.300
7
4.100.000.000
27
18.469.691.400
50
-
-
6.661.710.932
59
-
250
858.450.000
5
-
2
-
9
1.200.000.000
1.300.000.000
10
1
225
10
175.000.000
1
250
180.000.000
1
1
7.600.000.000
25 lokasi
-
60
1
10
1
25 lokasi
target
2021
3
980.000.000
175
Rp
9
10
165.450.000
target
2020
25.000.000
8
10
-
2019
1
25 lokasi
Jumlah prasarana yang
tersedia di TPA
8
1
399,713 m'
Penyediaan dan
Pemeliharaan Sarana
dan Prasarana TPA
399,713 m'
8.100.000.000
25 lokasi
700.000.000
399,713 m'
8.600.000.000 399,713 m'
25 lokasi
1
10.150.000
2
725.000.000
3
9.100.000.000
25 lokasi
850.000.000
399,713 m'
25 lokasi
82.194.030.114
46.498.396.482
-
1
11.250.000
3
31.370.000
3
900.000.000
12
9.106.203.000
3
4
3
3
4
5
22
-
1
1
1
1
1
1
6
-
3
3
3
3
3
15
-
-
Jumlah prasarana yang
terpelihara di TPA
-
Jumlah sarana yang
terpelihara di TPA
Penyediaan Jasa Surat
Jumlah materai
Menyurat
75
25 lokasi
Frekuensi dan jumlah
peserta sosialisasi
61
848.791.400
399,713 m'
Sosialisasi kebijakan
pengelolaan
persampahan
11.906.296.300
0
9
- Jumlah prasarana
teknologi yang terbangun
62
target
0
0
40 KK
13.433.333.814
Rp
183.208.300
Jumlah sarana pengelola
sampah yang dipelihara
Prosentase terpenuhinya
kebutuhan
penyelenggaraan
administrasi kantor
target
1
7
- Jumlah lokasi kerja yang
terlayani
Rp
2018
-
Jumlah prasarana
pengelola sampah yang
dipelihara
Jumlah pengguna
teknologi pengolahan
sampah
2017
0
Jumlah sarana pengelola
sampah yang tersedia
Kerjasama pengelolaan
- luas penyapuan jalan
persampahan
PROGRAM
PELAYANAN
ADMINISTRASI
PERKANTORAN
2016
-
Penyusunan kebijakan
manajemen
Jumlah dokumen yang
pengelolaan sampah
tersusun manajemen
pengelolaan sampah
Peningkatan operasi
dan pemeliharaan
prasarana dan sarana
persampahan
Unit
Kerja
SKPD Lokas
Penang
i
gung
Jawab
Kondisi kinerja pada akhir
periode Renstra SKPD
target
Jumlah dokumen
kebijakan pengendalian
pencemaran dan
perusakan lingkungan
hidup
Pengelolaan B3 Dan
Limbah B3
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Data Capaian
pada Tahun
Awal
Perencanaan
(2015)
80
80
250 lembar
500.000.000
1.950.000
85
250 lembar
500.000.000
1.950.000
90
250 lembar
500.000.000
1.950.000
90
250 lembar
550.000.000
1.950.000
90
250 lembar
550.000.000
95
1.950.000 250 lembar
550.000.000
1.950.000
95
1.500
lembar
3.150.000.000
11.700.000
Tujuan
Sasaran
Indikator Sasaran
Kode
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja
Program (Outcome) dan
Kegiatan (Output)
Data Capaian
pada Tahun
Awal
Perencanaan
(2015)
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
2016
target
2017
Rp
target
2018
Rp
target
2019
Rp
target
2020
Rp
target
Rp
target
Penyediaan Jasa
Komunikasi, Sumber
Daya Air dan Listrik
Jumlah rekening listrik
dan telepon yang terbayar
24 rek
Penyediaan Jasa
Pemeliharaan dan
Perizinan Kendaraan
Dinas/Operasional
Jumlah pajak kendaraan
yang dibayarkan
25 pajak
27.500.000
25 pajak
27.500.000
25 pajak
27.500.000
25 pajak
27.500.000
25 pajak
27.500.000
25 pajak
Penyediaan Alat Tulis
Kantor
Jumlah paket alat tulis
kantor
4
22.154.700
4
22.154.700
4
22.154.700
4
22.154.700
4
22.154.700
Penyediaan Barang
Cetakan Dan
Penggandaan
Jumlah paket barang
cetakan dan penggandaan
4
15.070.000
4
15.070.000
4
15.070.000
4
15.070.000
4
Penyediaan Komponen
Instalasi
Listrik/Penerangan
Bangunan Kantor
Jumlah paket komponen
instalasi listrik/
penerangan bangunan
kantor yang tersedia
4
3.929.500
4
3.929.500
4
3.929.500
4
3.929.500
Penyediaan Peralatan
Rumah Tangga
Jumlah paket peralatan
rumah tangga yang
tersedia
4
13.247.245
4
13.247.245
4
13.247.245
4
13.247.245
Penyediaan Bahan
Jumlah bahan bacaan
Bacaan dan Peraturan
yang tersedia
Perundang-undangan
Penyediaan Makanan
dan Minuman
Prosentase pemenuhan
penyediaan
makanan/minuman
Rapat-Rapat
Koordinasi dan
Konsultasi Dalam dan
Luar daerah
Frekuensi koordinasi dan
konsultasi luar daerah
PROGRAM
PENINGKATAN
SARANA DAN
PRASARANA
APARATUR
Prosentase sarana dan
prasarana dalam kondisi
baik
Pembangunan Gedung Jumlah sarana gedung
Kantor
kantor yang terbangun
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
Peralatan Gedung
Kantor
Prosentase peralatan
gedung kantor yang
berfungsi baik
124.491.855
24 eks
6.000.000
100
31.000.000
200 kali
80
254.656.700
100
1.429.159.586
3 jenis
500.000.000
24 rek
124.491.855
24 eks
6.000.000
100
31.000.000
200 kali
254.656.700
100
2.200.000.000
6 jenis
2.845.586.300
24 rek
124.491.855
24 eks
6.000.000
100
31.000.000
200 kali
254.656.700
100
1.010.000.000
1
24 rek
149.491.855
24 eks
6.000.000
100
31.000.000
200 kali
279.656.700
100
200.000.000
1.180.000.000
1
Kondisi kinerja pada akhir
periode Renstra SKPD
2021
Rp
target
Rp
144 rek
821.951.130
27.500.000
150 pajak
165.000.000
4
22.154.700
24 paket
132.928.200
15.070.000
4
15.070.000
24 paket
90.420.000
4
3.929.500
4
3.929.500
24 paket
23.577.000
4
13.247.245
4
13.247.245
24 paket
79.483.470
6.000.000
144 eks
36.000.000
24 rek
149.491.855
24 eks
6.000.000
100
31.000.000
200 kali
279.656.700
100
200.000.000
1.055.000.000
24 rek
149.491.855
24 eks
100
31.000.000
100
186.000.000
200 kali
279.656.700
1.200 kali
1.602.940.200
100
980.000.000
100
7.854.159.586
11 jenis
3.745.586.300
-
-
80
13.679.000
80
14.000.000
80
14.000.000
80
14.000.000
80
14.000.000
80
14.000.000
80
83.679.000
Pemeliharaan
Prosentase perlengkapan
Rutin/Berkala
gedung kantor yang
Perlengkapan Gedung
berfungsi baik
Kantor
80
10.414.000
80
11.000.000
80
11.000.000
80
11.000.000
80
11.000.000
80
11.000.000
80
65.414.000
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
kendaraan
Dinas/Operasional
80
795.645.000
80
800.000.000
80
800.000.000
80
800.000.000
80
800.000.000
80
800.000.000
80
4.795.645.000
Prosentase kendaraan
operasional yang berfungsi
baik
Pemeliharaan
Frekuensi pemeliharaan
Rutin/Berkala Gedung
gedung kantor
Kantor
-
Pemeliharaan
Rutin/Berkala
mebeleur
Jumlah dan frekuensi
pemeliharaan mebeleur
-
Pengadaan Meubelair
Jumlah mebeleur
-
Pengadaan Peralatan
Gedung Kantor
Jumlah peralatan gedung
kantor
Pengadaan
Jumlah perlengkapan
Perlengkapan Gedung
gedung kantor
Kantor
-
-
-
-
0
-
0
-
1
75.000.000
1
75.000.000
2
5
10.000.000
5
10.000.000
5
10.000.000
5
10.000.000
15
150.000.000
30.000.000
5 jenis
50.000.000
5 jenis
50.000.000
2 jenis
20.000.000
2 jenis
20.000.000
2 jenis
20.000.000
16 jenis
160.000.000
3 jenis
48.238.586
3 jenis
100.000.000
3 jenis
50.000.000
3 jenis
50.000.000
2 jenis
20.000.000
2 jenis
20.000.000
16 jenis
288.238.586
2 jenis
61.183.000
2 jenis
75.000.000
2 jenis
75.000.000
2 jenis
75.000.000
2 jenis
30.000.000
2 jenis
30.000.000
12 jenis
346.183.000
Pengadaan Kendaraan Jumlah kendaraan
Dinas/Operasional
operasional yang tersedia
0
-
0
-
0
-
0
-
0
Rehabilitasi
Jumlah sarana gedung
Sedang/Berat Gedung
yang direhabiitasi
Kantor
0
-
0
-
0
-
0
-
1
-
75.000.000
0
-
0
-
-
1
75.000.000
Unit
Kerja
SKPD Lokas
Penang
i
gung
Jawab
Tujuan
Sasaran
Indikator Sasaran
Kode
Program dan Kegiatan
Indikator Kinerja
Program (Outcome) dan
Kegiatan (Output)
PROGRAM
Prosentase aparatur
PENINGKATAN
memperoleh kesempatan
KAPASITAS SUMBER
peningkatan kapasitas
DAYA APARATUR
Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan
Data Capaian
pada Tahun
Awal
Perencanaan
(2015)
target
80
100
2016
2017
Rp
target
78.000.000
Fasilitasi
Keperansertaan pada
event daerah dan hari
besar Nasional
Jumlah fasilitasi
penyelenggaraan event
daerah dan hari besar
nasional
3 event
66.000.000
Penyebarluasan
informasi program /
kegiatan SKPD
Frekuensi publikasi
4 kali di
media cetak
12.000.000
PROGRAM
PENINGKATAN
PENGEMBANGAN
SISTEM PELAPORAN
CAPAIAN KINERJA
DAN KEUANGAN
Prosentase dokumen
perencanaan dan
pelaporan SKPD yang
tersusun
Penyusunan Laporan
Capaian Kinerja dan
Ikhtisar Realisasi
Kinerja SKPD
2018
Rp
100
target
-
Rp
100
15.000.000
2019
target
-
100
Rp
100
15.000.000
2020
target
-
100
Rp
100
20.000.000
target
-
100
Kondisi kinerja pada akhir
periode Renstra SKPD
2021
20.000.000
100
100
Rp
target
-
20.000.000
Rp
100
78.000.000
100
90.000.000
100
100
-
100
Jumlah dokumen capaian
laporan kinerja yang
tersusun
7 dok
7 dok
-
7 dok
7.500.000
7 dok
7.500.000
7 dok
7.500.000
7 dok
7.500.000
7 dok
7.500.000
42 dok
37.500.000
Penyusunan
Jumlah dokumen
Perencanaan Kegiatan perencanaan kegiatan dan
dan Anggaran
anggaran
6 dok
6 dok
-
6 dok
7.500.000
6 dok
7.500.000
6 dok
7.500.000
6 dok
7.500.000
6 dok
7.500.000
36 dok
37.500.000
PROGRAM
PENINGKATAN
DISIPLIN APARATUR
Prosentase aparatur
memperoleh fasilitas
kelengkapan dinas
khusus
0
100
45.114.200
100
65.000.000
100
65.000.000
100
65.000.000
100
65.000.000
100
305.114.200
Pengadaan Pakaian
Kerja Lapangan
Jumlah aparatur yang
memperoleh pakaian dan
atribut kerja
0
120 bh (2x60 org)
45.114.200
120 bh (2x60 org)
65.000.000
120 bh (2x60 org)
65.000.000
120 bh (2x60 org)
65.000.000
120 bh
(2x60 org)
65.000.000
720
305.114.200
PROGRAM
PENINGKATAN
KAPASITAS SATUAN
KERJA PERANGKAT
DAERAH
Prosentase keikutsertaan
SDM aparatur dalam
event daerah
100
115.000.000
100
445.000.000
Fasilitasi
Keperansertaan pada
event daerah dan hari
besar Nasional
Jumlah fasilitasi
penyelenggaraan event
daerah dan hari besar
nasional
3 event
75.000.000 3 event
85.000.000 3 event
85.000.000 18 event
405.000.000
Penyebarluasan
informasi program /
kegiatan SKPD
Frekuensi publikasi
4 kali di media
cetak
25.000.000
4 kali di
30.000.000 media
cetak
30.000.000
100
-
100
-
100
4 kali di media
cetak
100.000.000
100
75.000.000 3 event
25.000.000
4 kali di media
cetak
115.000.000
100
85.000.000 3 event
30.000.000
4 kali di media
cetak
115.000.000
100
24 kali di
media cetak
140.000.000
Unit
Kerja
SKPD Lokas
Penang
i
gung
Jawab
Download