pengembangan sistem basis data presensi

advertisement
ISSN: 1693-6930
„ 65
PENGEMBANGAN SISTEM BASIS DATA PRESENSI
PERKULIAHAN DENGAN KARTU MAHASISWA
BER-BARCODE
Abdul Fadlil, Kartika Firdausy, Fauzi Hermawan
Program Studi Teknik Elektro, Univesitas Ahmad Dahlan,
Kampus III UAD Jl. Prof. Dr. Soepomo, Janturan, Umbulharjo, Yogyakarta
Telp 0274-379418,381523, Fax 0274-381523
e-mail: [email protected]
Abstract
The calculation of the level of attendance is very important, because one indicator of a
person's credibility can be seen from the level of attendance. For example, at a university, data
about the level of attendance of a student in a lecture is very important as one of components in
the assessment. The manual presence system is considered less effective. This research
presents the draft of presence system using bar codes (barcodes) as input data representing
the attendance. The presence system is supported by three main components, those are a bar
code found on the student card (KTM), a CCD barcode scanner series and a CD-108E
computer. Management of attendance list using this system allows for optimization of functions
of KTM. The presence system has been tested with several KTM through a variety of distances
and positions of the barcode scanner barcode. The test results is obtained at ideal position for
reading a barcode when a barcode scanner is at 2 cm from the object with 90 degree. At this
position the level of accuracy reach 100%.
Keywords: basisdata, barcode, MySQL, PHP
Abstrak
Perhitungan tingkat kehadiran adalah sangat penting, karena salah satu indikator
kredibilitas seseorang dapat dilihat dari tingkat kehadirannya. Seperti misalnya dalam kegiatan
di suatu universitas, data tentang tingkat kehadiran seorang mahasiswa dalam sebuah
perkuliahan menjadi sangat penting karena sebagai salah satu komponen dalam penilaian.
Sistem presensi manual yang ada dirasa kurang efektif. Oleh karena itu, pada penelitian ini
dihadirkan rancangan sistem presensi menggunakan kode batang (barcode) sebagai input data
presensinya. Sistem presensi ini didukung tiga komponen utama, yaitu barcode yang terdapat
pada kartu tanda mahasiswa (KTM), barcode CCD scanner seri CD-108E dan komputer.
Pengelolaan absensi menggunakan sistem ini memungkinkan adanya optimalisasi fungsi KTM.
Sistem presensi ini telah diuji dengan beberapa KTM melalui berbagai variasi jarak dan posisi
barcode terhadap barcode scanner. Hasil pengujian didapatkan posisi ideal pembacaan
barcode terhadap barcode scanner yaitu pada jarak 2 cm dengan tingkat akurasi 100% dan
pada sudut 900 tingkat akurasinya 100%.
Kata kunci: barcode, basisdata, MySQL, PHP
1. PENDAHULUAN
Dalam suatu instansi kehadiran sangatlah penting karena kredibilitas seseorang dilihat
dari rajin tidaknya orang tersebut. Terlebih dalam kegiatan di suatu universitas, data tentang
kehadiran seorang mahasiswa dalam sebuah perkuliahan menjadi sangat penting karena
terdapat dosen yang memperhitungkan jumlah kehadiran sebagai salah satu komponen dalam
penilaian.
Pada sistem pencatatan manual mahasiswa yang hadir akan membubuhkan tanda
tangan pada daftar kehadiran atau presensi pada setiap perkuliahan yang diikutinya. Keadaan
ini memungkinkan dan berpeluang terjadinya kecurangan dimana seorang mahasiswa dapat
Pengembangan Sistem Basis Data Presensi Perkuliahan Dengan Kartu……(Abdul Fadlil)
ISSN: 1693-6930
66 „
meminta temannya membubuhkan tandangan padahal yang bersangkutan tidak hadir.
Disamping itu bila dipandang dari segi waktu, sistem manual ini juga kurang efisien karena
lamanya pengedaran lembar hadir terutama bila kelas dengan jumlah mahasiswa yang banyak.
Kelemahan lain yaitu data presensi akan mudah rusak atau hilang.
Berdasarkan pada masalah ini telah dirancang sebuah pengembangan sistem basis
data presensi perkuliahan dengan kartu mahasiswa ber-barcode. Sebagaimana sistem barcode
telah dipakai secara luas dalam berbagai bidang aplikasi digunakan untuk meningkatkan
kecepatan dan akurasi data masukan komputer [1]. Sistem yang dikembangkan pada penelitian
ini berfungsi untuk melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang hadir. Pembacaan barcode
pada penelitian ini menggunakan barcode scanner seri CD-108E CCD. Beberapa peneliti lain
telah melakukan pembacaan barcode menggunakan kamera digital atau web cam [1-2]. Sistem
yang dikembangkan ini mempunyai konsep yang mirip dengan sistem waktu kedatangan
menggunakan RFID (Radio Frequency Identifying) [3].
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan menguji sistem basis data presensi
perkuliahan dengan kartu mahasiswa ber-barcode, sehingga dapat membantu aktifitas
perkuliahan di kampus. Laporan dari sistem ini berupa rekap kehadiran mahasiswa per mata
kuliah.
2. METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Perancangan Hardware
Perancangan sistem merupakan suatu langkah untuk membangun kebutuhan sistem
presensi yang akan di bangun berkaitan dengan fungsi dan fasilitas.
Gambar 1. Diagram Blok Sistem Presensi Keseluruhan
Gambar 1 di atas merupakan diagram blok rancangan sistem yang dapat dijelaskan
sebagai berikut:
a. Kartu tanda mahasiswa ber-barcode disiapkan sebagai entry dari presensi perkuliahan.
TELKOMNIKA Vol. 6, No. 1, April 2008 : 65 - 72
TELKOMNIKA
ISSN: 1693-6930
■ 67
b. Scanner barcode menerjemahkan kode barcode dari KTM untuk selanjutnya dikirim ke
program.
c. Kode dari barcode yang telah diterjemahkan oleh scanner barcode yang berbentuk teks fullASCII diproses oleh program yang selanjutnya akan disimpan di dalam database.
2.2 Perancangan Software
Software untuk proses presensi pada perkuliahan direpresentasikan oleh diagram blok
yang dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini.
Gambar 2. Alur Input Data oleh Administrasi
Alur input data pada Gambar 2 di atas, dapat dijelaskan bahwa masing-masing data
dapat dimasukan pada satu database dengan tabel yang berbeda-beda, sesuai dengan jenis
data yang dimasukkan. Mekanisme untuk memasukan data baru dapat dilakukan oleh
administrator.
Gambar 3. Diagram Flowchart Pengisian Data Kehadiran
Pengembangan Sistem Basis Data Presensi Perkuliahan Dengan Kartu……(Abdul Fadlil)
ISSN: 1693-6930
68 „
Fungsi utama dalam perancangan diagram Flowchart pengisian data kehadiran
Gambar 3 oleh pengampu adalah menyimpan data presensi mahasiswa yang telah melakukan
presensi. Ketika sistem dijalankan akan ada pilihan login bagi user maupun admin. Sebagai
user pada sistem ini adalah dosen yang mengampu tiap-tiap matakuliah. User memasukkan
keyword lalu sistem membaca keyword yang masuk dan menginisialisasi kata kunci yang ada,
jika kata kunci (Keyword) sesuai maka sistem akan melakukan pengambilan database yang
dibutuhkan dan menampilkannya. User memilih matakuliah yang akan diisi dalam kegiatan
perkuliahan, lalu tiap-tiap mahasiswa yang masuk kelas untuk mengikuti kuliah melakukan input
data absensi dengan cara menunjukan kartu mahasiswanya ke scanner barcode, tetapi jika
input absensi menggunakan barcode gagal bisa melakukan input secara manual menggunakan
keyboard. Apabila kegiatan kuliah telah selesai maka data presensi siap untuk disimpan
didalam database.
Salah satu tugas administrator adalah mencetak arsip yang dibutuhkan, yaitu data
presensi mahasiswa. Untuk mencetak data tersebut, dibutuhkan beberapa urutan tingkatan
sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4. Pertama administrator harus melakukan login untuk
masuk ke dalam sistem. Apabila userid dan password sesuai maka sistem akan membaca data
mata kuliah dan sesi. Apabila password tidak sesuai maka sistem akan membawa administrator
ke halaman login kembali.
Data mata kuliah dan data sesi yang telah dibaca kemudian digunakan untuk membaca
data peserta yang berisikan tentang kehadiran mahasiswa dan juga data mahasiswa yang
berisikan nama mahasiswa. Data tersebut kemudian ditampilkan dalam bentuk tampilan cetak
yang kemudian dapat dicetak oleh administrator sebagai arsip manual.
Gambar 4. Alur Membuat Laporan Kehadiran oleh Administrator
2.3 Perancangan Diagram Konteks
Diagram konteks digunakan untuk menggambarkan kondisi sistem yang ada baik input
maupun output serta menyertakan terminator yang terlibat dalam penggunaan sistem. Diagram
konteks sistem presensi perkuliahan dengan barcode pada kartu tanda mahasiswa, ditunjukkan
pada Gambar 5. Pihak yang terkait dalam sistem ini adalah Admin dan User.
Dalam sistem ini peran administrator adalah sebagai pengelola yang bertugas
mengupdate (menambah, mengedit, menghapus) dan memasukkan data-data yang digunakan
dalam sistem ini. User sebagai pihak yang melakukan proses presensi mahasiswa yang
mengikuti kegiatan perkuliahan.
TELKOMNIKA Vol. 6, No. 1, April 2008 : 65 - 72
TELKOMNIKA
ISSN: 1693-6930
■ 69
Gambar 5. Diagram Konteks Sistem Presensi
2.4 Perancangan DFD (Data Flow Diagram)
Data Flow Diagram (DFD) adalah merupakan diagram yang menggunakan notasinotasi untuk menggambarkan aliran data secara logis dari sistem. DFD sering digunakan untuk
menggambarkan suatu sistem yang telah atau baru dikembangkan secara logika, tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik tempat data tersebut mengalir atau lingkungan fisik tempat
data tersebut disimpan.
DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan yang
terstruktur. DFD merupakan alat yang cukup populer saat ini, karena dapat menggambarkan
arus data dalam sistem dengan struktur yang jelas. DFD juga merupakan dokumentasi dari
sistem yang baik.
Untuk merinci alur sistem aplikasi diturunkan menjadi Data Flow Diagram level 0 seperti
terlihat pada Gambar 6.
Gambar 6. Data Flow Diagram
Dari Data Flow Diagram level 0 diperoleh 5 buah proses yang berfungsi sebagai
berikut:
a. Admin memasukkan dan menyimpan data-data mahasiswa (proses 1), seperti nama
mahasiswa dan nomer induk mahasiswa yang selanjutnya akan disimpan pada tabel
mahasiswa.
b. Admin memasukkan dan menyimpan beberapa data-data Dosen (proses 2), seperti nama
dosen dan nomer induk pegawai dosen yang selanjutnya akan disimpan pada tabel dosen.
c. Admin memasukkan dan menyimpan beberapa data-data sesi (proses 3), seperti hari mata
kuliah, pengampu dan jumlah sesi perkuliahan yang selanjutnya akan disimpan pada tabel
sesi.
d. Admin memasukkan dan menyimpan beberapa data-data mata kuliah (proses 4), seperti
nomer mata kuliah, nama mata kuliah dan SKS mata kuliah yang selanjutnya akan
disimpan pada tabel mata kuliah.
e. User memasukkan data kehadiran mahasiswa pada tabel peserta (proses 5).
Pengembangan Sistem Basis Data Presensi Perkuliahan Dengan Kartu……(Abdul Fadlil)
ISSN: 1693-6930
70 „
2.5 Perancangan Basis Data (Database)
Database adalah kumpulan file-file yang saling berelasi. Relasi tersebut bisa
ditunjukkan dengan kunci tiap file yang ada, satu database menunjukkan suatu kumpulan data
yang dipakai dalam satu lingkup. Merancang database merupakan suatu hal yang sangat
penting. Kesulitan utama merancang database adalah bagaimana merancang database
sehingga database sesuai keperluan masa kini dan masa yang akan datang. Perancangan,
model konseptual perlu dilakukan di samping perancangan model fhisik. Pada perancangan
konseptual akan menunjukkan entity dan relasinya berdasarkan proses yang diinginkan.
Database yang ada dalam aplikasi ini diimplementasikan menggunakan DBMS MySQL.
2.6 Relasi Antar Tabel
Relasi antar tabel adalah hubungan antara beberapa tabel yang datanya sangat
berhubungan, dengan adanya relasi ini maka data dapat dimanajemen dengan sangat mudah
dan tertata. Penggunaan relasi dalam sistem ini dilaksanakan pada saat script PHP membaca
dan mengolah data yang ada dalam database. Script PHP mampu melaksanakan korelasi antar
tabel hanya berdasarkan data tabel yang dibaca dari tiap-tiap tabel. Tipe field tidak
mempengaruhi penggunaan relasi ini karena relasi dijalankan setelah data dibaca oleh script
PHP. berikut adalah bentuk relasi yang digunakan dalam sistem presensi.
Gambar 7. Relasi antar tabel yang ada di dalam database presensi
Dari relasi database di atas dapat dijelaskan, sebagai berikut:
a. Untuk satu dosen diperkirakan mengampu banyak mata kuliah, akan tetapi dalam satu
mata kuliah tentu saja hanya akan diampu oleh satu dosen, bentuk relasi ini adalah one to
many.
b. Untuk satu sesi perkuliahan diperkirakan akan diisi oleh banyak mahasiswa, dan tiap-tiap
mahasiswa juga dimungkinkan untuk mengambil beberapa sesi perkuliahan, bentuk relasi
ini adalah many to many.
Pada satu mata kuliah diperkirakan akan memiliki banyak jadwal, akan tetapi dalam
satu jadwal hanya akan diisi oleh satu mata kuliah. Dengan demikian bentuk relasi ini adalah
one to many.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Pembacaan Kode barcode
Proses penterjemahan kode barcode oleh barcode scanner yaitu barcode ditunjukan
ke scanner untuk diterjemahkan. Sebagaimana tujuan utama dibangunnya sistem presensi ini
adalah proses input data presensi dengan menggunakan kode barcode yang terdapat pada
TELKOMNIKA Vol. 6, No. 1, April 2008 : 65 - 72
TELKOMNIKA
ISSN: 1693-6930
■ 71
masing-masing kartu tanda mahasiswa dimana kode-kode barcode tersebut apabila
diterjemahkan hasilnya adalah NIM dari mahasiswa yang bersangkutan. Adapun proses input
datanya yaitu, barcode yang terdapat pada masing-masing kartu tanda mahasiswa ditunjukan
ke Barcode Scanner, lalu Barcode Scanner menerjemahkan kode barcode untuk selanjutnya
dikirim ke sistem. Kode dari barcode yang telah diterjemahkan oleh Barcode Scanner yang
berbentuk teks full-ASCII diproses oleh program yang selanjutnya akan disimpan di dalam
database.
Dari pengujian dapat disimpulkan bahwa barcode yang terdapat pada kartu tanda
mahasiswa bisa digunakan sebagai input data presensi sistem presensi yang telah dibangun.
Adapun kegagalan input data dikarenakan barcode pada kartu mahasiswa rusak sehingga tidak
terbaca oleh scanner. Contoh pembacaan
Barcode yang digunakan sistem presensi ini adalah jenis barcode satu dimensi tipe
128, seperti yang terlihat pada Gambar 8, sedangkan untuk penterjemahkan kode-kode
barcode menggunakan barcode scanner seri CD-108E CCD (CCD Scanner). Kode dari barcode
yang telah diterjemahkan oleh Barcode Scanner berbentuk teks full-ASCII, sama seperti
keluaran dari keyboard.
Gambar 8. Barcode Satu Dimensi Tipe 128.
Gambar 9. Hasil Terjemahan Kode Barcode di
Notepad
Kode barcode pada Gambar 8, apabila di terjemahkan oleh scanner dan hasil
terjemahannya ditampilkan di notepad maka akan berupa text number seperti terlihat pada
Gambar 9.
3.2 Pembacaan KTM Mahasiswa Menggunakan Barcode
Tujuan utama dari pembuatan sistem presensi ini adalah input data presensinya
menggunakan gunakan barcode pada kartu mahasiswa. Setelah pembuatan sistem ini selesai,
dilakukan pengujian sistem. Dalam pengujian sistem presensi ini, digunakan barcode scanner
seri CD-108E CCD (CCD Scanner) dan kartu tanda mahasiswa ber-barcode.
Gambar 10. Hasil Pembacaan Kode Barcode dengan NIM 05022007
Proses penterjemahan kode barcode oleh barcode scanner yaitu barcode ditunjukkan
ke scanner untuk diterjemahkan. Pada masing-masing kartu tanda mahasiswa dengan kodekode barcode tertentu apabila diterjemahkan hasilnya adalah NIM dari mahasiswa yang
bersangkutan. Adapun proses input datanya yaitu, barcode yang terdapat pada masing-masing
kartu tanda mahasiswa ditunjukan ke Barcode Scanner, lalu Barcode Scanner menerjemahkan
Pengembangan Sistem Basis Data Presensi Perkuliahan Dengan Kartu……(Abdul Fadlil)
ISSN: 1693-6930
72 „
kode barcode untuk selanjutnya dikirim ke sistem. Kode dari barcode yang telah diterjemahkan
oleh Barcode Scanner yang berbentuk teks full-ASCII diproses oleh program yang selanjutnya
akan disimpan di dalam database. Misalkan data dengan nama Zainal dan NIM 05022007
digunakan sebagai input data presensi. Maka hasil dari pembacaan kode barcode bisa dilihat
pada Gambar 10.
3.3 Posisi ideal pembacaan barcode
Pengujian sistem telah dilakukan berdasarkan jarak dan sudut pada saat pembacaan
barcode untuk mendapatkan posisi terbaik pembacaan barcode terhadap Barcode Scanner.
Hasil sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Dari tabel 1 diatas diperoleh hasil pembacaan
yang optimal yaitu untuk jarak 2cm dan sudut 90o.
Tabel 1. Hasil Pengujian Variasi Jarak antara Barcode Scanner dengan KTM
No
Sudut (derajat)
Jarak (cm)
Akurasi (%)
1
90
2
100
2
90
4
75
3
90
6
75
4
90
8
50
5
90
10
25
6
90
2
100
7
105
2
75
8
135
2
50
9
150
2
25
10
180
2
0
4. SIMPULAN
Sistem presensi perkuliahan dengan barcode pada kartu tanda mahasiswa telah
berhasil dibangun dengan barcode pada kartu mahasiswa yang dapat digunakan sebagai
input data presensi. Hal ini menjadikan fungsi kartu mahasiswa dapat lebih maksimal dengan
memanfaatkan barcode yang terdapat pada kartu mahasiswa yang sejauh ini masih belum
difungsikan. Hasil pengujian sistem ini diperoleh hasil yang optimal yaitu untuk jarak 2 cm dan
sudut 90 o. Sistem ini dapat dikembangkan dengan menggunakan perangkat berupa
multiplekser barcode scanner yang dihubungkan langsung ke server agar lebih effisien dari
segi biaya sehingga tidak perlu satu ruangan menggunakan satu unit komputer. Selain itu
sistem ini juga dapat dilengkapi sistem penilaian,sehingga tidak hanya dapat digunakan untuk
mengelola data presensi saja, tapi juga mengelola data nilai.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Chunhui Zhang, Jian Wang, Shi Han, Mo Yi, and Zhengyou Zhang, “Automatic Real-Time
Barcode Localization in Complex Scenes”, IEEE Proceedings of the International
Conference on Image Processing, ICIP 2006, October 8-11, Atlanta, Georgia, USA, pp.
497-500.
[2] Xiangju Lu, Guoliang Fan, and Yunkuan Wang, “A Robust Barcode Reading Method
Based on Image Analysis of a Hierarchical Feature Classification”, IEEE/RSJ
Proceedings of the International Conference on Intelligent Robots and Systems ,IROS
2006, October 9-15, Convention Center, Beijing, China, pp. 3358-3362.
[3] Aysha Qaiser and Shoab A Khan, “Automation of Time and Attendance using RFID
nd
Systems, Proceedings of the 2 International Conference on Emerging Technologies,
Peshawar, Pakistan, 13-14 November 2006, pp. 60-63.
TELKOMNIKA Vol. 6, No. 1, April 2008 : 65 - 72
Download