LEVEL SALARIES, PROMOTION, WORK, peers, and supervisors

advertisement
GUNADARMA UNIVERSITY LIBRARY : http://library.gunadarma.ac.id
1
LEVEL SALARIES, PROMOTION, WORK,
peers, and supervisors PRODUCTIVITY EFFECT
ANALYSIS OF EMPLOYEES IN. POS
INDONESIA
UNDERGRADUATE PROGRAM, 2011 (10203905)
Abstract—LEVEL SALARIES, PROMOTION, WORK,
peers, and supervisors PRODUCTIVITY EFFECT ANALYSIS OF EMPLOYEES IN. POS INDONESIA UNDERGRADUATE PROGRAM, 2011 Undergraduate Program,
2011 Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.id
Key Words: ABSTRACT ABSTRACT : To obtain the required data, the author uses primary data as a means of
collecting data in the form of a questionnaire distributed to
65 respondents and secondary data in the form of a letter
conduction balance sheet data as a measure of labor productivity of employees. Analysis tools used in this study is
a Likert scale, validity and reliability, and multiple linear
regression, which is then processed using SPSS calculation
11.5. The results showed: (1) Based on the results of validity and reliability of the questionnaire, 24 items were questions on the questionnaire is said to be valid because the
value of r calculated (Corrected Item-Total Correlation) on
the whole question is greater than r table (12:27 1 1), and
said to be reliable because it has an alpha value of 0.8816
which is greater than 0.2711. (2) Based on multiple linear
regression analysis, seen from the results of the t test of the
most significant effect on employee productivity level just
work itself and co-workers, while for salaries, promotions
and supervisors do not have a significant influence on the
level of employee productivity. (3) Based on the analysis
of factor ANOVA test (salary, promotion, employment, coworkers and supervisors) are a combined effect on the level
of employee productivity. Penamaan File: 10203905
I. Chapter 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
Seiring dengan perkembangannya kegiatan perekonomian
di Indonesia menyebabkan banyak munculnya perusahaanperusahaan baru dibidang jasa dan manufaktur, dimana
perusahaan-perusahaan tersebut dalam menjalankan usahanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin untuk menjamin kelangsungan hidup
perusahaan untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kinerja sumber daya manusia yang dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas produknya dan menjaga agar keberadaan perusahaan tersebut selalu diakui dan diminati oleh
masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan
dalam memperhatikan kepuasan karyawannya sehingga
karyawan dapat bekerja secara maksimal. Karyawan dan
perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Karyawan memegang peran utama dalam menjalankan
roda kehidupan perusahaan. Apabila karyawan memiliki produktivitas dan motivasi kerja yang tinggi, maka
laju roda pun akan berjalan kencang, yang akhirnya akan
menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan. Di sisi lain, bagaimana mungkin roda perusa-
haan berjalan baik, kalau karyawannya bekerja tidak produktif, artinya karyawan tidak memiliki semangat kerja
yang tinggi, tidak ulet dalam bekerja dan 1
2 memiliki moril yang rendah. Untuk itu tugas bagi
manajemen agar karyawan memiliki semangat kerja dan
moril yang tinggi serta ulet dalam bekerja. Menurut
Kuswadi (2004 : 6) dalam buku Cara Mengukur Kepuasan
Karyawan, dalam dunia bisnis saat ini kepuasan karyawan
dikenal sebagai kunci penting bagi perusahaan untuk mencapai sukses perusahaan, apapun jenisnya. Surveisurvei
tentang kepuasan karyawan menunjukkan bahwa betapa
pentingnya perusahaan mengetahui dengan benar lingkungan kerja perusahaan, baik yang mempunyai nilai aspekaspek yang positif maupun yang menghambat tercapainya
tujuan perusahaan dan sasaran perusahaan. Informasi
ini akan sangat berguna dalam rangka meningkatkan
kepuasan karyawan dan kualitas hidupnya, yang pada
akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja mereka.
Bagi perusahaan itu berarti peningkatan laba. Menurut
Diyah Dumasari Siregar (2006) dalam artikel yang dimuat
pada situs www.yahoo.com, kepuasan kerja merupakan
kriteria untuk mengukur keberhasilan.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
II. Chapter 2
BAB II TELAAH PUSTAKA 2.1. Kerangka Teori
2.1.1. Definisi Kepuasan Kerja Menurut Brayfield, Arthur
H. dan Harold F. Rothe, dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia karangan Mutiara S. Panggabean (
2002 : 128 ) mengemukakan bahwa kepuasan kerja dapat diduga dari sikap seseorang terhadap pekerjaannya.
Menurut Moorse dalam buku Manajemen Sumber Daya
Manusia karangan Mutiara S. Panggabean ( 2002 : 128 )
mengemukakan bahwa kepuasan kerja tergantung kepada
apa yang dinginkan seseorang dari pekerjaannya dan apa
yang mereka peroleh. Menurut Gezels dab Guba dalam
buku Manajemen Sumber Daya Manusia karangan Mutiara S. Panggabean ( 2002 : 129 ) kepuasan kerja adalah
fungsi dari tingkat keserasian antara apa yang diharapkan dengan apa yang dapat diperoleh, atau antara kebutuhan dan penghargaan. Menurut Malayu Hasibuan ( 2002
: 202 ) dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia
kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan
dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh
moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja 13
2
GUNADARMA UNIVERSITY LIBRARY : http://library.gunadarma.ac.id
14 2.1.2. Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja Sesuai
dengan pendapat yang dikemukakan oleh Glison, Durick,
dan Rousseau dalam buku Manajemen Sumber Daya
Manusia karangan Mutiara S. Panggabean ( 2002 : 129
) bahwa terdapat 3 variabel didalam faktor-faktor penentu kepuasan kerja yaitu : 1. Karakteristik pekerjaan
yang terdiri atas keanekaragaman keterampilan ( Skill variety), identitas tugas (task identity), keberartian tugas
(task significance), otonomi (autonomy), dan umpan balik
pekerjaan (feedback). 2. Karakteristik organisasi mencakup skala usaha, kompleksitas, formalisasi, sentralisasi,
jumlah anggota kelompok, anggaran anggota kelompok,
lamanya beroperasi, usia kelompok kerja, dan kepemimpinan. 3. Karakteristik individu terdiri atas jenis kelamin,
tingkat pendidikan, usia, masa kerja, status perkawinan,
dan jumlah tanggungan. Menurut Malayu Hasibuan ( 2002
: 203 ) dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia
kepuasan kerja karyawan dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : a. Balas jasa yang adil dan.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
III. Chapter 3
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Dalam Penelitian ini penulis menggunakan objek
penelitian pada : Perusahaan : PT. Pos Indonesia
(Persero) Alamat : Jalan Pos 2 lapangan banteng utara,
Jakarta Utara 10710. Telp : (021) 3860006 Dimana PT.
Pos Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang jasa seperti Pos Giro, bisnis komunikasi, bisnis logistik, bisnis keuangan dan filateli, jasa keagenan
/ pihak III serta jasa lainnya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. 3.2. Jenis Data dan Variabel A.
Data Primer Data diperoleh berdasarkan pengamatan secara langsung kelokasi penelitian melalui penyebaran kuesioner, wawancara dan observasi. Dalam penulisan ini
penulis mangambil 5 variabel yaitu gaji, promosi, pekerjaan, rekan kerja, dan penyelia sebagai faktor penentu penilaian kepuasan kerja karyawan terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan. 26
27 Variabel dalam penelitian ini terdiri dari : 1. Variabel
bebas ( Variabel Independent ) a) Gaji sebagai variabel X1
b) Promosi sebagai variabel X2 c) Pekerjaan itu sendiri sebagai variabel X3 d) Rekan kerja sebagai variabel X4 e)
Penyelia sebagai variabel X5 2. Variabel terikat ( Variabel Dependent ) a) Produktivitas sebagai variabel Y B.
Data Sekunder 1. Data yang digunakan untuk mengukur
produktivitas kerja karyawan adalah data neraca antaran
surat pos yang diperoleh secara langsung dari PT. Pos Indonesia 2. Data sekunder juga diperoleh dari situs internet
PT. Pos Indonesia untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
28 3.3. Teknik Pengumpulan Data Didalam pengumpulan data, data yang digunakan dalam penelitian ini berupa:
A. Data Primer 1. Kuesioner Penelitian dilakukan untuk memperoleh data dengan cara menyebarkan kuesioner
yang berisi butir-butir pertanyaan dengan menggunakan
teknik skala likert, 2. Wawancara Wawancara dilakukan
oleh penulis kepada karyawan untuk memperoleh data
yang diperlukan.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
IV. Chapter 4
BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Data dan Profil Objek Penelitian 4.1.1. Sejarah Berdirinya PT. Pos Indonesia PT. Pos Indonesia ( Persero ) merupakan perusahaan
yang bergerak dalam bidang jasa seperti Pos dan Giro,
Bisnis komunikasi, bisnis logistik, bisnis keuangan dan
filateli, jasa keagenan atau pihak III serta jasa lainnya
sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pendirian
PT. Pos Indonesia didasari Akta Notaris Sutjipto, SH
tanggal 20 Juni 1995 No. 117 yang telah dilakukan
perubahan pada Anggaran Dasarnya dengan Akta Notaris Sutjipto, SH pada tanggal 21 september 1998 No.89
yang mengukuhkan ijin pendirian perusahaan dengan
Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor : M13.HT.03.05.TH.1998 pada tanggal 11 April 1988 yang essensinya menegaskan misi PT. Pos Indonesia sebagai : Turut serta melaksanakan dan menunjang program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada
umumnya, khususnya bidang pelayanan pos dan jasa giro
di Dalam Negeri maupun di Luar Negeri dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Kantor pusat PT.
Pos Indonesia bertempat di Jalan Banda No.30 Gedung
Wahana Bhakti Pos Bandung 40115. Dimana PT. Pos
Indonesia memiliki beberapa kantor cabang di Indonesia
sekitar 3.914. 37
38 a) Visi Menjadi perusahaan Pos yang berkemampuan
memberikan solusi terbaik dan menjadi pilihan utama
stakeholder domestik maupun global dalam mewujudkan pengembangan bisnis dengan pola kemitraan, yang
didukung oleh sumber daya manusia yang unggul dan
menjunjung tinggi nilai. b) Misi Memberikan solusi terbaik bagi bisnis, pemerintah dan individu melalui penyedian system bisnis dan layanan komunikasi tulis, logistik,
transaksi keuangan dan filateli berbasis jejaringan terintegrasi, terpecaya dan kompetitif dipasar domestik dan
global. c) Tujuan Berorientasi kepada kepuasan pelanggan, komitmen terhadap pelayanan umum serta berupaya
memberikan hasil terbaik bagi shareholder. d) Strategi
Menyediakan jasa layanan pos yang berkualitas prima dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan pesaing. 4.1.2. Produk dan Layanan PT. Pos Indonesia A.
Prisma ( Prangko ) Prisma.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
V. Chapter 5
BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Variabel gaji tidak mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap tingkat produktivitas
kerja karyawan. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat
signifikan sebesar 0,094 yang nilainya jauh lebih besar
dari 0,05. Dengan demikian bagi karyawan PT.Pos In-
LEVEL SALARIES, PROMOTION, WORK, PEERS, AND SUPERVISORS PRODUCTIVITY EFFECT ANALYSIS OF EMPLOYEES IN. POS INDON
donesia gaji bukan sebagai faktor yang dominan dalam
mempengaruhi tingkat produktivitas mereka dalam bekerja. 2. Variabel promosi tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan.
Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat signifikan sebesar 0,712 yang nilainya jauh lebih besar dari 0,05. Dengan
demikian bagi karyawan PT.Pos Indonesia adanya kesempatan promosi jabatan bukan sebagai faktor yang dominan
dalam mempengaruhi tingkat produktivitas mereka dalam
bekerja. 3. Variabel pekerjaan mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan.
Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat signifikan sebesar 0,013 yang nilainya jauh lebih kecil dari 0,05. Dengan
demikian bagi karyawan PT.Pos Indonesia pekerjaan itu
sendiri merupakan 79
80 faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi
tingkat produktivitas mereka dalam bekerja. 4. Variabel rekan sekerja mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan. Hal ini
dapat dibuktikan dengan tingkat signifikan sebesar 0,015
yang nilainya jauh lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian
bagi karyawan PT.Pos Indonesia rekan sekerja merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi
tingkat produktivitas mereka dalam bekerja. 5. Variabel
penyelia tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan. Hal ini dapat
dibuktikan dengan tingkat signifikan sebesar 0,493 yang nilainya jauh lebih besar dari 0,05. Dengan demikian bagi
karyawan PT.Pos Indonesia penyelia bukan sebagai faktor
yang dominan dalam mempengaruhi tingkat produktivitas
mereka dalam bekerja. 6. Berdasarkan hasil analisis, maka
dari kelima variabel tersebut yaitu gaji, promosi, pekerjaan, rekan sekerja, dan penyelia yang diduga berpengaruh
terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan, ternyata
hanya variabel pekerjaan itu sendiri.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
Download