File

advertisement
PROSEDUR PERMOHONAN PERSETUJUAN
SEBAGAI GUDANG DALAM SISTEM RESI GUDANG
(32 hari)
1. (1) PEMOHON mengajukan permohonan Pengelola Gudang dalam Sistem
Resi Gudang dengan membuat Surat Permohonan Persetujuan sebagai
Pengelola Gudang dalam Sistem Resi Gudang (Model Formulir Nomor: SRGPG01) serta lampiran 1, 2, 3 dan 4 bersama dokumen-dokumennya.
PEMOHON menyerahkan Surat Permohonan beserta lampiran-lampirannya
tersebut kepada Bappebti melalui Loket Pelayanan Terpadu Bappebti baik
dengan diantar sendiri secara langsung maupun melalui pos;
2. (2) Petugas Loket Pelayanan Terpadu Bappebti memeriksa kelengkapan
dokumen permohonan dengan menggunakan Daftar Pemeriksaan Dokumen;
Apabila dokumen tidak lengkap, maka :
a. Dokumen yang diantar langsung oleh PEMOHON ke Bappebti akan
dikembalikan kepada PEMOHON pada saat itu;
b. Dokumen yang disampaikan melalui Loket, pemohon akan dikirimkan
surat pemberitahuan bahwa Dokumen yang disampaikan belum lengkap,
untuk selanjutnya dilengkapi. Sedangkan dokumen yang telah dikirim
melalui Pos tersebut, disimpan pada Biro Pasar Fisik dan Jasa Bappebti
untuk jangka waktu paling lama 6 bulan, sebagai batas waktu bagi
pemohon untuk melengkapi kekurangan dokumen persyaratan dimaksud.
Apabila dokumen lengkap, Petugas Loket Pelayanan Terpadu (LPT) Bappebti
akan memberikan Tanda Terima Permohonan Persetujuan sebagai
Pengelola Gudang dalam Sistem Resi Gudang kepada PEMOHON dan
diberitahukan bahwa maksimal 32 hari kerja untuk memproses persetujuan;
Selanjutnya Petugas LPT menyerahkan surat Asli permohonan persetujuan
kepada KEPALA BAPPEBTI, sedangkan salinan surat permohonan beserta
kelengkapan dokumen diserahkan kepada Kepala BIRO PASAR FISIK DAN
JASA;
3. (3) KEPALA BAPPEBTI setelah menerima Surat permohonan persetujuan,
memberikan disposisi kepada Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA untuk
melakukan penelitian dan penilaian;
4. (4) Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA memberikan disposisi kepada
Bagian Pembinaan SRG untuk bersama-sama dengan TIM Bappebti (wakil
dari Sekretariat, Biro Hukum, Biro Perniagaan, Biro Analisis Pasar dan
Rofisa) melakukan Penelitian dan Penilaian Dokumen apakah memenuhi
semua ketentuan dan persyaratan;
5. (5) TIM melakukan penelitian dan penilaian dokumen. Apabila setelah
dilakukan Penelitian dan Penilaian Dokumen oleh Tim ternyata belum
memenuhi syarat, (5a) Bagian Pembinaan SRG membuat konsep Surat
Penolakan (Model Formulir Nomor SRG-PG03) kepada pemohon yang
disertai informasi alasan penolakan, kemudian diparaf oleh Kepala BIRO
PASAR FISIK DAN JASA;
6. (5b) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Penolakan Permohonan,
selanjutnya surat tersebut akan dikirimkan kepada Pemohon;
7. Apabila dokumen yang telah diteliti dan dinilai oleh Tim ternyata sudah benar,
maka apabila Tim Bappebti dalam melakukan Penelitian dan Penilaian
memerlukan Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Perusahaan, (6a) Bagian
Pembinaan SRG membuat konsep surat Pemberitahuan tentang akan
dilakukan Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Perusahaan kepada pihak
PEMOHON. Kepala Biro Pasar Fisik dan Jasa menandatangani Surat
Pemberitahuan tersebut dengan tembusan KEPALA BAPPEBTI;
8. (7) Apabila dari hasil Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Gudang yang
dilakukan oleh TIM Bappebti, ternyata tidak memenuhi syarat maka Bagian
Pembinaan BIRO PASAR FISIK DAN JASA membuat Surat Penolakan
(Model Formulir Nomor SRG-PG03) yang diparaf oleh Kepala BIRO PASAR
FISIK DAN JASA;
9. (7a) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Penolakan Permohonan,
selanjutnya surat tersebut akan dikirimkan kepada PEMOHON;
10. (8) Apabila dari hasil Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Gudang yang
dilakukan oleh TIM Bappebti, ternyata memenuhi syarat maka Bagian
Pembinaan BIRO PASAR FISIK DAN JASA membuat konsep Surat
Pemberitahuan Persetujuan dilengkapi dengan konsep SK Persetujuan
Kepala Bappebti (Model Formulir Nomor SRG-PG02) dan Sertifikat yang
diparaf oleh Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA;
11. (8a) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Persetujuan Permohonan,
SK dan Sertifikat Persetujuan, selanjutnya surat dan dokumen tersebut akan
diserahkan pada Loket Pelayanan Terpadu;
12. (8b) Petugas LPT Bappebti akan menginformasikan kepada PEMOHON
bahwa Permohonan telah disetujui dan SK serta Sertifikat Persetujuan
sebagai Gudang dalam Sistem Resi Gudang dapat diambil sendiri oleh
PEMOHON di Loket Pelayanan Terpadu Bappebti dan/atau dikirimkan
melalui pos.
PROSEDUR PERMOHONAN PERSETUJUAN
SEBAGAI LEMBAGA PENILAIAN KESESUAIAN
DALAM SISTEM RESI GUDANG
(20 hari)
1. (1) PEMOHON mengajukan permohonan Lembaga Penilaian Kesesuaian
dalam Sistem Resi Gudang dengan membuat Surat Permohonan
Persetujuan sebagai Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam Sistem Resi
Gudang (Model Formulir Nomor: SRG-LPK01) serta lampiran 1 dan 2
bersama dokumen-dokumennya.
PEMOHON menyerahkan Surat Permohonan beserta lampiran-lampirannya
tersebut kepada Bappebti melalui Loket Pelayanan Terpadu Bappebti baik
dengan diantar sendiri secara langsung maupun melalui pos;
2. (2) Petugas Loket Pelayanan Terpadu Bappebti memeriksa kelengkapan
dokumen permohonan dengan menggunakan Daftar Pemeriksaan Dokumen;
Apabila dokumen tidak lengkap, maka :
a. Dokumen yang diantar langsung oleh PEMOHON ke Bappebti akan
dikembalikan kepada PEMOHON pada saat itu;
b. Dokumen yang disampaikan melalui Loket, pemohon akan dikirimkan
surat pemberitahuan bahwa Dokumen yang disampaikan belum lengkap,
untuk selanjutnya dilengkapi. Sedangkan dokumen yang telah dikirim
melalui Pos tersebut, disimpan pada Biro Pasar Fisik dan Jasa Bappebti
untuk jangka waktu paling lama 6 bulan, sebagai batas waktu bagi
pemohon untuk melengkapi kekurangan dokumen persyaratan dimaksud.
Apabila dokumen lengkap, Petugas Loket Pelayanan Terpadu (LPT) Bappebti
akan memberikan Tanda Terima Permohonan Persetujuan sebagai Lembaga
Penilaian Kesesuaian dalam Sistem Resi Gudang kepada PEMOHON dan
diberitahukan bahwa maksimal 20 hari kerja untuk memproses persetujuan;
Selanjutnya Petugas LPT menyerahkan surat Asli permohonan persetujuan
kepada KEPALA BAPPEBTI, sedangkan salinan surat permohonan beserta
kelengkapan dokumen diserahkan kepada Kepala BIRO PASAR FISIK DAN
JASA;
3. (3) KEPALA BAPPEBTI setelah menerima Surat permohonan persetujuan,
memberikan disposisi kepada Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA untuk
melakukan penelitian dan penilaian;
4. (4) Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA memberikan disposisi kepada
Bagian Pembinaan SRG untuk bersama-sama dengan TIM Bappebti (wakil
dari Sekretariat, Biro Hukum, Biro Perniagaan, Biro Analisis Pasar dan
Rofisa) melakukan Penelitian dan Penilaian Dokumen apakah memenuhi
semua ketentuan dan persyaratan;
5. (5) TIM melakukan penelitian dan penilaian dokumen. Apabila setelah
dilakukan Penelitian dan Penilaian Dokumen oleh Tim ternyata belum
memenuhi syarat, (6) Bagian Pembinaan SRG membuat konsep Surat
Penolakan (Model Formulir Nomor SRG-LPK03) kepada pemohon yang
disertai informasi alasan penolakan, kemudian diparaf oleh Kepala BIRO
PASAR FISIK DAN JASA;
6. (6a) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Penolakan Permohonan,
selanjutnya surat tersebut akan dikirimkan kepada Pemohon;
7. Apabila dokumen yang telah diteliti dan dinilai oleh Tim ternyata sudah benar,
maka (7) Bagian Pembinaan BIRO PASAR FISIK DAN JASA membuat
konsep Surat Pemberitahuan Persetujuan dilengkapi dengan konsep SK
Persetujuan Kepala Bappebti (Model Formulir Nomor SRG-PG02) dan
Sertifikat yang diparaf oleh Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA;
8. (7a) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Persetujuan Permohonan,
SK dan Sertifikat Persetujuan, selanjutnya surat dan dokumen tersebut akan
diserahkan pada Loket Pelayanan Terpadu;
9. (7b) Petugas LPT Bappebti akan menginformasikan kepada PEMOHON
bahwa Permohonan telah disetujui dan SK serta Sertifikat Persetujuan
sebagai Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam Sistem Resi Gudang dapat
diambil sendiri oleh PEMOHON di Loket Pelayanan Terpadu Bappebti
dan/atau dikirimkan melalui pos.
PROSEDUR PERMOHONAN PERSETUJUAN
SEBAGAI PENGELOLA GUDANG DALAM SISTEM RESI GUDANG
(32 hari)
1. (1) PEMOHON mengajukan permohonan Pengelola Gudang dalam Sistem
Resi Gudang dengan membuat Surat Permohonan Persetujuan sebagai
Pengelola Gudang dalam Sistem Resi Gudang (Model Formulir Nomor: SRGPG01) serta lampiran 1, 2, 3 dan 4 bersama dokumen-dokumennya.
PEMOHON menyerahkan Surat Permohonan beserta lampiran-lampirannya
tersebut kepada Bappebti melalui Loket Pelayanan Terpadu Bappebti baik
dengan diantar sendiri secara langsung maupun melalui pos;
2. (2) Petugas Loket Pelayanan Terpadu Bappebti memeriksa kelengkapan
dokumen permohonan dengan menggunakan Daftar Pemeriksaan Dokumen;
Apabila dokumen tidak lengkap, maka :
a. Dokumen yang diantar langsung oleh PEMOHON ke Bappebti akan
dikembalikan kepada PEMOHON pada saat itu;
b. Dokumen yang disampaikan melalui Loket, pemohon akan dikirimkan
surat pemberitahuan bahwa Dokumen yang disampaikan belum lengkap,
untuk selanjutnya dilengkapi. Sedangkan dokumen yang telah dikirim
melalui Pos tersebut, disimpan pada Biro Pasar Fisik dan Jasa Bappebti
untuk jangka waktu paling lama 6 bulan, sebagai batas waktu bagi
pemohon untuk melengkapi kekurangan dokumen persyaratan dimaksud.
Apabila dokumen lengkap, Petugas Loket Pelayanan Terpadu (LPT) Bappebti
akan memberikan Tanda Terima Permohonan Persetujuan sebagai
Pengelola Gudang dalam Sistem Resi Gudang kepada PEMOHON dan
diberitahukan bahwa maksimal 32 hari kerja untuk memproses persetujuan;
Selanjutnya Petugas LPT menyerahkan surat Asli permohonan persetujuan
kepada KEPALA BAPPEBTI, sedangkan salinan surat permohonan beserta
kelengkapan dokumen diserahkan kepada Kepala BIRO PASAR FISIK DAN
JASA;
3. (3) KEPALA BAPPEBTI setelah menerima Surat permohonan persetujuan,
memberikan disposisi kepada Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA untuk
melakukan penelitian dan penilaian;
4. (4) Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA memberikan disposisi kepada
Bagian Pembinaan SRG untuk bersama-sama dengan TIM Bappebti (wakil
dari Sekretariat, Biro Hukum, Biro Perniagaan, Biro Analisis Pasar dan
Rofisa) melakukan Penelitian dan Penilaian Dokumen apakah memenuhi
semua ketentuan dan persyaratan;
5. (5) TIM melakukan penelitian dan penilaian dokumen. Apabila setelah
dilakukan Penelitian dan Penilaian Dokumen oleh Tim ternyata belum
memenuhi syarat, (5a) Bagian Pembinaan SRG membuat konsep Surat
Penolakan (Model Formulir Nomor SRG-PG03) kepada pemohon yang
disertai informasi alasan penolakan, kemudian diparaf oleh Kepala BIRO
PASAR FISIK DAN JASA;
6. (5b) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Penolakan Permohonan,
selanjutnya surat tersebut akan dikirimkan kepada Pemohon;
7. Apabila dokumen yang telah diteliti dan dinilai oleh Tim ternyata sudah benar,
maka apabila Tim Bappebti dalam melakukan Penelitian dan Penilaian
memerlukan Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Perusahaan, (6a) Bagian
Pembinaan SRG membuat konsep surat Pemberitahuan tentang akan
dilakukan Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Perusahaan kepada pihak
PEMOHON. Kepala Biro Pasar Fisik dan Jasa menandatangani Surat
Pemberitahuan tersebut dengan tembusan KEPALA BAPPEBTI;
8. (7) Apabila dari hasil Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Perusahaan yang
dilakukan oleh TIM Bappebti, ternyata tidak memenuhi syarat maka Bagian
Pembinaan BIRO PASAR FISIK DAN JASA membuat Surat Penolakan
(Model Formulir Nomor SRG-PG03) yang diparaf oleh Kepala BIRO PASAR
FISIK DAN JASA;
9. (7a) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Penolakan Permohonan,
selanjutnya surat tersebut akan dikirimkan kepada PEMOHON;
10. (8) Apabila dari hasil Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Perusahaan yang
dilakukan oleh TIM Bappebti, ternyata memenuhi syarat maka Bagian
Pembinaan BIRO PASAR FISIK DAN JASA membuat konsep Surat
Pemberitahuan Persetujuan dilengkapi dengan konsep SK Persetujuan
Kepala Bappebti (Model Formulir Nomor SRG-PG02) dan Sertifikat yang
diparaf oleh Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA;
11. (8a) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Persetujuan Permohonan,
SK dan Sertifikat Persetujuan, selanjutnya surat dan dokumen tersebut akan
diserahkan pada Loket Pelayanan Terpadu;
12. (8b) Petugas LPT Bappebti akan menginformasikan kepada PEMOHON
bahwa Permohonan telah disetujui dan SK serta Sertifikat Persetujuan
sebagai Pengelola Gudang dalam Sistem Resi Gudang dapat diambil sendiri
oleh PEMOHON di Loket Pelayanan Terpadu Bappebti dan/atau dikirimkan
melalui pos.
PROSEDUR PERMOHONAN PERSETUJUAN
SEBAGAI PUSAT REGISTRASI DALAM SISTEM RESI GUDANG
(32 hari)
1. (1) PEMOHON mengajukan permohonan Pusat Registrasi dalam Sistem Resi
Gudang dengan membuat Surat Permohonan Persetujuan sebagai Pusat
Registrasi dalam Sistem Resi Gudang (Model Formulir Nomor: SRG-PR01)
serta lampiran 1, 2, 3 dan 4 bersama dokumen-dokumennya.
PEMOHON menyerahkan Surat Permohonan beserta lampiran-lampirannya
tersebut kepada Bappebti melalui Loket Pelayanan Terpadu Bappebti baik
dengan diantar sendiri secara langsung maupun melalui pos;
2. (2) Petugas Loket Pelayanan Terpadu Bappebti memeriksa kelengkapan
dokumen permohonan dengan menggunakan Daftar Pemeriksaan Dokumen;
Apabila dokumen tidak lengkap, maka :
a. Dokumen yang diantar langsung oleh PEMOHON ke Bappebti akan
dikembalikan kepada PEMOHON pada saat itu;
b. Dokumen yang disampaikan melalui Loket, pemohon akan dikirimkan
surat pemberitahuan bahwa Dokumen yang disampaikan belum lengkap,
untuk selanjutnya dilengkapi. Sedangkan dokumen yang telah dikirim
melalui Pos tersebut, disimpan pada Biro Pasar Fisik dan Jasa Bappebti
untuk jangka waktu paling lama 6 bulan, sebagai batas waktu bagi
pemohon untuk melengkapi kekurangan dokumen persyaratan dimaksud.
Apabila dokumen lengkap, Petugas Loket Pelayanan Terpadu (LPT) Bappebti
akan memberikan Tanda Terima Permohonan Persetujuan sebagai Pusat
Registrasi dalam Sistem Resi Gudang kepada PEMOHON dan diberitahukan
bahwa maksimal 32 hari kerja untuk memproses persetujuan; Selanjutnya
Petugas LPT menyerahkan surat Asli permohonan persetujuan kepada
KEPALA BAPPEBTI, sedangkan salinan surat permohonan beserta
kelengkapan dokumen diserahkan kepada Kepala BIRO PASAR FISIK DAN
JASA;
3. (3) KEPALA BAPPEBTI setelah menerima Surat permohonan persetujuan,
memberikan disposisi kepada Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA untuk
melakukan penelitian dan penilaian;
4. (4) Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA memberikan disposisi kepada
Bagian Pembinaan SRG untuk bersama-sama dengan TIM Bappebti (wakil
dari Sekretariat, Biro Hukum, Biro Perniagaan, Biro Analisis Pasar dan
Rofisa) melakukan Penelitian dan Penilaian Dokumen apakah memenuhi
semua ketentuan dan persyaratan;
5. (5) TIM melakukan penelitian dan penilaian dokumen. Apabila setelah
dilakukan Penelitian dan Penilaian Dokumen oleh Tim ternyata belum
memenuhi syarat, (5a) Bagian Pembinaan SRG membuat konsep Surat
Penolakan (Model Formulir Nomor SRG-PR04) kepada pemohon yang
disertai informasi alasan penolakan, kemudian diparaf oleh Kepala BIRO
PASAR FISIK DAN JASA;
6. (5b) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Penolakan Permohonan,
selanjutnya surat tersebut akan dikirimkan kepada Pemohon;
7. Apabila dokumen yang telah diteliti dan dinilai oleh Tim ternyata sudah benar,
maka Tim Bappebti melakukan Pemeriksaan Sarana dan Prasarana
Perusahaan serta Wawancara, (6a) Bagian Pembinaan SRG membuat
konsep surat Pemberitahuan tentang akan dilakukan Pemeriksaan Sarana
dan Prasarana Perusahaan serta Wawancara kepada pihak PEMOHON.
Kepala Biro Pasar Fisik dan Jasa menandatangani Surat Pemberitahuan
tersebut dengan tembusan KEPALA BAPPEBTI;
8. (7) Apabila dari hasil Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Perusahaan serta
Wawancara yang dilakukan oleh TIM Bappebti tersebut, ternyata tidak
memenuhi syarat maka Bagian Pembinaan BIRO PASAR FISIK DAN JASA
membuat Surat Penolakan (Model Formulir Nomor SRG-PR04) yang diparaf
oleh Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA;
9. (7a) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Penolakan Permohonan,
selanjutnya surat tersebut akan dikirimkan kepada PEMOHON;
10. (8) Apabila dari hasil Pemeriksaan Sarana dan Prasarana Perusahaan serta
Wawancara yang dilakukan oleh TIM Bappebti, ternyata memenuhi syarat
maka Bagian Pembinaan BIRO PASAR FISIK DAN JASA membuat konsep
Surat Pemberitahuan Persetujuan dilengkapi dengan konsep SK Persetujuan
Kepala Bappebti (Model Formulir Nomor SRG-PR03) dan Sertifikat yang
diparaf oleh Kepala BIRO PASAR FISIK DAN JASA;
11. (8a) KEPALA BAPPEBTI menandatangani Surat Persetujuan Permohonan,
SK dan Sertifikat Persetujuan, selanjutnya surat dan dokumen tersebut akan
diserahkan pada Loket Pelayanan Terpadu;
12. (8b) Petugas LPT Bappebti akan menginformasikan kepada PEMOHON
bahwa Permohonan telah disetujui dan SK serta Sertifikat Persetujuan
sebagai Pusat Registrasi dalam Sistem Resi Gudang dapat diambil sendiri
oleh PEMOHON di Loket Pelayanan Terpadu Bappebti dan/atau dikirimkan
melalui pos.
Download