BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Gencarnya

advertisement
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Gencarnya produk asing / produk global di pasaran merupakan sebuah
ancaman bagi produk – produk lokal, karena untuk bisa bersaing dengan produk
asing memang tidaklah mudah. Produsen harus menciptakan merek lokal yang
baik terlebih dahulu dengan melihat kondisi pasar yang ada. Gempuran merek
global dengan dukungan manajemen dan pengalaman juga ikut memperparah
kondisi ini, sehingga lambat laun masyarakat kita justru lebih familiar dengan
merek asing dibandingkan merek lokal sendiri. Selanjutnya ada banyak
merek-merek
lagi argumen yang dapat menjelaskan mengapa kondisi ini terjadi, sep
seperti merek
global didukung strategi merek, berorientasi pelanggan, memiliki visi jangka
panjang, hingga canggihnya teknologi. 1
Departemen HKI (Hak Kekayaan Intelektual) yang berada dibawah naungan
kementerian Hukum dan HAM mencatat dalam kurun waktu 10 tahunterakhir
lebih dari 500.000-an merek didaftarkan dan diperpanjang. Sepuluh persen
diantaranya adalah merek asing. Bandingkan pada periode 1990-2000, jumlah
merek yang didaftarkan hanya berjumlah 200.000-an. Terjadi sebuah peningkatan
sebesar 300.000-an merek. Nyatanya, lebih banyak merek asing yang masuk ke
Indonesia daripada sebaliknya, dengan demikian, cepat atau lambat merek-merek
lokal diambang bahaya. Perdagangan bebas untuk beberapa industri memang
1
Andi, M. Sadat, Brand Belief: Strategi Membangun Merek Berbasis Keyakinan, Salemba Empat,
Jakarta. 2009. Hal.18.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
2
lebih banyak menguntungkan pihak asing. Merek asing terbukti lebih siap, baik
dari sektor finansial maupun infrastruktur, sehingga kesempatan mereka besaing
di pasar yang baru cenderung lebih baik.2
Tidak mau menyerah dan merelakan pasar besar Indonesia diambil oleh merek
asing / global, pertumbuhan merek lokalpun kini semakin menjamur, para kreatif
professional local berlomba-lomba menampilkan hasil disainnya berupa baju,
sepatu, tas, mobil, elektronik dan masih banyak lagi. Di tengah serbuan dan
telikungan produk-produk global, sejumlah produk local banyak yang mampu
bertahan, bahkan menantang balik. Selera, kemasan, merek, kualitas dan harganya
pun bias disetarakan.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara produsen
maupun kreatif profe
of sional lokal untuk membangun sebuah citra yang positif agar
ofe
profesional
dapat mengalahkan produk global yang mana kualitas dan citra nya sudah
dipercaya masyarakat luas, sehingga pada akhirnya produk local pun tidak kalah
saing dan dapat diterima oleh konsumen maupun target konsumen
konsumen. Untuk itu
produsen local harus memperhatikan unsur-unsur pemasaran, yang mana juga
harus didukung oleh semua aspek perusahaan, mulai dari divisi Research and
Development (R&D) dan produksi. Memadukan peningkatan kualitas produk,
harga yang bersaing, pendistribusian produk, dan perpaduan langkah pemasaran
serta strategi promosi yang jitu untuk meraih target yang dibidik. Citra merek atau
lebih dikenal dengan sebutan brand image memegang peranan penting dalam
pengembangan sebuah merek, karena citra merek menyangkut reputasi dan
2
Arto Soebiantoro. Merek Indonesia Harus Bisa. Jakarta. PT. Gramedia. 2013. Hal.23
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3
kredibilitas merek yang kemudian menjadi “pedoman” bagi konsumen untuk
mencoba atau menggunakan suatu produk barangatau jasa.Semakin positif
gambaran yang terbentuk, maka semakin kuat citra merek, semakin besar dan
banyak pula peluang bagi perkembangan merek.3
Untuk membangun sebuah merek tentulah tidak mudah dan bisa dilakukan
dalam waktu yang singkat. Apalagi masyarakat Indonesia cenderung lebih senang
dengan hal yang berbau asing, bangga jika menggunakan merek luar negeri,
padahal belum tentu merek lokal kualitas nya dibawah merek asing yang mereka
banggakan.
Ditengah gempuran merek asing di Indonesia, tak sedikit pula para produsen
memilih strategi merek melalui pelabelan merek dengan embel – embel nama
asing.
Sehingga
banyak
masyarakat
kitamendugasuatuproduk
yang
diberimerekdenganbahasaasingdanpencitraaniklan yang berbaukebarat
berbaukebarat-baratan,
pastiadalahprodukimpor. Hal ini dipengaruhi oleh budaya yang berkembang,
khususnya di Indonesia, bahwa setiap produk yang berlabel asing selalu dianggap
memberikan jaminan hasil yang lebih baik, lebih halus, atau lebih kuat.4 Apalagi,
jika produk tersebut memang benar-benar berkualitas bagus. Walaupun produkproduk Indonesia sering dianggap kualitasnya selalu kalah dengan produk-produk
impor, tapi tidak sedikit produk buatan dalam negeri yang mempunyai mutu bagus
dan terkesan prestise.
3
Bambang Sukma Wijaya. Dimensi Citra Merek Dalam Perspektif Komunikasi Merek. Avant
Garde Jurnal Ilmu Komunikasi VOL 2 NO.1 Desember 2013.Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Bakrie. Jakarta
4
John E. Kennedy, R. Dermawan Soemanegara. Marketing Coomunication: Taktik & Strategi. PT.
BIP. Jakarta. 2009. Hal. 111
http://digilib.mercubuana.ac.id/
4
Beberapa merek lokal asli Indonesia ada yang sering disangka merek luar
negeri antara lain adalah; Merek celana jeans LEA, merek sepeda Polygon, merek
granit dan keramik Essenza, merek Cafe Excelso, merek handuk Terry Palmer,
merek sepatu Edward Forrer, merek MLM (multi level marketing) fashion Sophie
Paris, merek restoran Jepang Hoka-Hoka Bento, merek telepon seluler Nexian,
dan masih ada beberapa lainnya.5
Merek - merek yang terkesan asing tapi asli local itu memiliki kualitas produk
yang bias dikatakan premium dengan pelayanan memuaskan dan mengutamakan
pelanggan demi menjaga kelangsungan hidup mereknya. Karena bukan hanya
sekadar berbau asing, ekspektasi konsumen pun menginginkan produk/jasa yang
dibelinya member kepuasan bagi mereka dan tidak hanya mengharapkan untung
besar bagi produsen.
Pilihan beberapa produsen local tanah air untuk membangun merek sendiri
juga merupakan hal yang menggembirakan bila dibandingkan dengan menjadi
produsen pembajak atau memalsukan merek. Selain melanggar hukum, membajak
atau memalsukan merek hanya bias member keuntungan jangka pendek saja. Ini
berbeda dengan bila kita membangun merek sendiri, yang bias memberikan nilai
tambah ekonomis cara jangka panjang. Namun juga harus diakui, membangun
merek seperti ini tak semudah membeli hak franchise, misalnya. Biaya dan upaya
yang dikeluarkan tentu saja lebih besar, tapi hasilnya pun lebih langgeng, lebih
besar dan membanggakan.Perlu tekad bulat dan cucuran keringat untuk menapaki
jalan panjang yang berliku dan mendaki yang harus ditempuh sebelum bias
5
Sumber: http://www.thecrowdvoice.com/post/brand-asli-indonesia-yang-mendunia13787075.html diakses pada 25 Desember 2013 pukul 10:53 WIB
http://digilib.mercubuana.ac.id/
5
menuai sukses seperti yang dicapai merek-merek lokal yang mampu menantang
merek asing/global ini.6
Memberi nama merek dagangnya dengan embel-embel kata asing agar
menarik minat pelanggan merupakan sebuah cara perusahaan dalam membangun
identitas mereknya, identitas adalah sebuah cara perusahaan untuk membidik atau
mengidentifikasikan atau memposisikan dirinya sendiri atau produknya. Namun
demikian, agar tercipta citra yang benar dan positif kepada konsumen, perusahaan
harus terus secara konsisten memperlihatkan identitas merek melalui semua
sarana komunikasi dan kontak yang tersedia.7
Dengan kata lain, merek harus disampaikanmelaluikendaraankomunikasi yang
tersediadandisebarkansecaraterusmenerus agar dapat membangun sebuah merek
yang kuat bagi perusahaan. Maka dari itu, komunikasi dalam pemasaran
mempunyai peranan yang sangat penting terhadap keberhasilan pembe
pembentukan citra
merek yang positif.8
Memasarkan sebuah merek dan membangun citra positif merek di era
sekarang ini tidak hanya dilakukan melalui iklan semata, strategi pemasaran telah
berubah dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Demi membangun merek yang
kuat dan meningkatkan penjualan, perusahaan gencar melakukan promosi dari
segala arah baik melalui periklanan, maupun alat-alat komunikasi pemasaran
lainnya seperti humas, pemasaran langsung (directmarketing), personal selling,
6
Sumber: http://202.59.162.82/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=1330Diaksespada: 4
Desember 2013 pukul 3.19 PM
7
Philip Kotler, Kevin Lane Keller. Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid1. Erlangga. Jakarta. 2009.
Hal.272
8
Prof. Dr. J. Supranto, et.al. Perilaku Konsumen & Strategi Pemasaran Untuk Memenangkan
Persaingan Bisnis. Mitra Wacana Media.Jakarta. 2010. Hal. 206
http://digilib.mercubuana.ac.id/
6
dan
promosi
penjualan
dalam
memasarkan
produknya.
Biaya
yang
dikeluarkanpun terkadang tidak kecil, tetapi penerapan dan hasilnya belum tentu
efektif, masih banyak perusahaan yang salah dalam memilih strategi
pemasarannya, akibatnya perusahaan bukannya mengalami keuntungan tetapi
malah mengalami kerugian.9
Pasar harus dianalisa terlebih dahulu melalui riset konsumen, hasil riset dan
informasi yang didapat, digunakan untuk mengembangkan strategi pemasaran
secara keseluruhan dan campuran. Sebuah perusahaan dapat menghabiskan
sejumlah
jumlah biayayang besar untuk iklan atau promosi penjualan, tetapi sedikit
kesempatan untuk sukses jika produk tersebut berkualitas buruk, dengan harga
tidak
benar,
atau
tidak
memiliki
distribusi
yang
memadai
kepada
konsumen.Banyak perusahaan pada akhirnya mengakui kebutuhan untuk
mengintegrasikan berbagai upaya komunikasi pemasaran mereka, seperti iklan
media, pemasaran langsung, promosi penjualan, dan hubungan masyarakat, untuk
mencapai komunikasi pemasaran yang lebih efektif.10
Maka dari itu, dibutuhkan pendekatan baru dimana alat-alat komunikasi
pemasaran bisa berjalan efektif dan terintegrasi. Salah satu caranya yaitu
denganmengaplikasikan aktivitaskomunikasi pemasaran terpadu (IMC). Saat ini,
semakin banyak perusahaan yang mengadopsi konsep komunikasi pemasaran
terpadu (IMC). Melalui konsep ini, perusahaan dengan teliti mengintegrasikan
9
Philip Kotler, Kevin Lane Keller. Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid1. Erlangga. Jakarta. 2009.
Hal.270
10
George A. Belch & Michael A. Belch. AdvertisingandPromotion: An
IntegratedMarketingCommunications Perspective 6th edition. The Mc-Graw Hill. New York.
2003. P.10
http://digilib.mercubuana.ac.id/
7
banyak saluran komunikasi untuk menyampaikan pesan yang jelas, konsisten, dan
menarik tentang organisasi / perusahaan dan merek. Komunikasi pemasaran
terpadu menganggap untuk mengakui semua media kontak di mana pelanggan
dapat berjumpa dengan perusahaan dan merek. Setiap kontak merek akan
menyampaikan pesan-apakah baik, buruk, atau acuh tak acuh. Tujuan perusahaan
harus menyampaikan pesan yang konsisten dan positif ke setiap kontak yang
digunakan. IMC mengarah ke strategi komunikasi pemasaran total yang bertujuan
untuk membangun hubungan pelanggan yang kuat dengan menunjukkan
bagaimana perusahaan dan produk-produknya dapat membantu pelanggan
memecahkan masalah mereka.11
Konsep komunikasi pemasaran terpadu mulai muncul dan ramai menjadi
bahan perbincangan di sekitar era 1980 hingga 1990-an, dengan kemunculan
konsep komunikasi pemasaran terpadu, industri periklanan mengalami perubahan
besar. Banyak agensi periklanan ternama di dunia yang mengubah konsep
bisnisnya, yang semula pada saat itu hanya berfokus pada pengolahan iklan
client bertransformasi menjadi IMC company.12Banyak kalangan akhirnya
untukclient
menyadari bahwa efektifitas penggunaan iklan sebagai media komunikasi
pemasaran semakin menurun. Masyarakatpun mulai kritis dalam menanggapi
iklan. Pada kenyataannya, selama ini iklan tidak lebih dari sekedar cara untuk
mengungkapkan segala sesuatu yang baik mengenai produk, sehingga miskin
kredibilitas. Padahal kredibilitas merupakan unsur penting dalam membangun
11
Philip Kotler, Gay Amstorng. Principles Of Marketing 14th Edition.New Jersey. Pearson
Prentice Hall. 2012. Hal. 412
12
George A. Belch & Michael A. Belch. AdvertisingandPromotion: An
IntegratedMarketingCommunications Perspective 6th edition. New York. The Mc-Graw Hill.
2003. P.76-78
http://digilib.mercubuana.ac.id/
8
kepercayaan konsumen terhadap merek. Iklan seringkali mengalami kesulitan
memberikan bukti kontribusinya secara kongkrit.13
Di era globalisasi yang penuh persaingan ini ada banyak faktor yang
menyebabkan munculnya IMC sebagai strategi baru mengkomunikasikan sebuah
produk kepada konsumen, yaitu14:
1. Perubahan konsumsi media konsumen sehingga membuat mereka sulit
untuk dicapai.
2. Strategi yang dijalankan fokus pada relationshipmarketing yang saat ini
lebih sering disebut dengan consumer relationship management (CRM).
3. Perluasan database pelanggan
4. Pengaruh tiba-tiba dan dramatis dari internet dan teknologi komunikasi
lainnya
5. Permintaan yang besar untuk efisiensi dan akuntabilitas dalam organisasi.
Kepopuleran
IMC
memunculkan
sebuah
paradigma
baru
dalam
pemasaran.Perangkat komunikasi pemasaran yang semula terpisah-pisah dan
menonjolkan kelebihan masing-masing, kini mulai menggabungkan kekuatan
karena memahami pentingnya keterpaduan.15
Integrasi dari seluruh pendekatan komunikasi pemasaran tersebut penting
dalam IMC. Namun yang patut disadari adalah ada hal yang jauh lebih penting
dari itu, yaitu paradigma komunikasi pemasaran yang berfokus pada konsumen.
Seluruh aktivitas komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh merek haruslah
13
Rangkuti, Freddy Strategi Promosi Yang Kreatif & Analisis Kasus Integrated Marketing
Communication, Jakarta: PT. GramediaPustaka Utama. 2009. Hal. 70
14
Keith J. Tuckwell. Integrated Marketing Communication: Strategic Planning Perspective.
Second Edition. USA: Pearson Prentice Hall. 2008. P.67
15
Ibid P.68
http://digilib.mercubuana.ac.id/
9
difokuskan pada apa yang ada dibenak konsumen agar terbangun citra merek yang
positif.16
Salahsatumereklokal yang disebutkan diatasyaituSophie Paris, merupakan
merek yang menjual produk fashion berbasis sistem penjualan MLM (Multi level
marketing). Melalui penambahan embel-embel nama Paris pada mereknya, tentu
saja ini merupakan salah satu bentuk usaha yang dilakukan PT. Sophie Paris
Indonesia untuk menarik hati pelanggan sekaligus mendongkrak citra merek
Sophie Paris itu sendiri.Bicara fashion pasti tak akan lepas dari Kota Paris, yang
dikenal sebagai surga fashionbagi kalangan pecinta busana dan aksesori. Kota
yang juga dikenal lewat Menara Eiffel ini juga menjadi kiblat industri fashion
dunia. Sehingga, barang fashion apa pun, selama ada embel-embel Paris, pasti
akan langsung diserap pasar. 17
Nama merek Sophie Paris baru digunakan pada tahun 2008 lalu, sebelumnya
nama merek yang dipasarkan hanya Sophie Martin saja dengan produk utamanya
berupa tas dan pakaian untuk wanita. Sophie Paris merupakan umbrella brand
(payung merek) yang menaungi beberapa merek yang ada didalamnya termasuk
salah satunya adalah Sophie Martin, dengan dilakukan re-branding sejak tahun
itu, kini Sophie Paris menjual berbagai macam produk fashion dengan merek yang
berbeda dan dengan segmen dan targetmarket yang berbeda juga, mulai dari
produk fashionuntuk wanita, pria, remaja, dan anak-anak. Selain untuk
16
A Adji Watono, Maya C. IMC: Integrated Marketing Communication that Sells. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama. 2011. Hal. 89
17
Swa Online (2008, 06 Maret). Mendongkrak Citra demi Memperluas Pasar. Diakses pada 25
Desember 2013 pukul 12.00 WIB, sumber: http://swa.co.id/listed-articles/mendongkrak-citrademi-memperluas-pasar?nomobile Diakses pada 4 Desember 2013.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
10
mendongkrak citra merek dengan penggunaan nama Paris pada mereknya, hal ini
juga ditujukan untuk memperluas pasar, dan mengubah citra Sophie Martin
(merek sebelumnya) yang sudah melekat kuat di benak masyarakat Indonesia
sebagai merek yang feminin untuk wanita18
Dengan pengelolaan bisnis berbasis MLM (Multi level marketing), citra positif
ini sangat penting dibangun oleh Sophie Paris untuk mendapatkan member baru
dan juga untuk mempertahankan pelanggan lama (member aktif) yang sudah
mencapai 2.000.000 member aktif yang dapat berkontribusi terhadap penjualan
produknya.19
Dari beberapa latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengetahui
agaimanakah PT. Sophie Paris Indonesia berusaha membangun citra paris itu
bagaimanakah
sendiri pada mereknya melalui seluruh aktivitas komunikasi pemasaran terpadu
yang telah diimplementasikannya, lalu bagaimanakah PT. Sophie Paris Indonesia
melalui
seluruh
aktivitas
komunikasi
pemasaran
terpadu
yang
telah
diimplementasikannya berusaha menginformasikan dan mengedukasi konsumen
dan calon konsumennya mengenai keberadaan merek-merek yang ada di dalam
Sophie Paris tersebut sehingga dapat merubah citra merek Sophie Martin yang
sudah melekat kuat di benak konsumennya serta dapat memperluas pasarnya, dan
bagaimanakah Sophie Paris sebagai merek MLM melalui seluruh aktivitas
komunikasi pemasaran terpadu yang telah diimplementasikannya berusaha
membangun citra positif tentang bisnis tersebut, sehingga bisa berhasil merekrut
18
Swa Online (2008, 06 Maret). Mendongkrak Citra demi Memperluas Pasar. Diakses pada 25
Desember 2013 pukul 12.00 WIB, sumber:
http://swa.co.id/listed-articles/mendongkrak-citra-demi-memperluas-pasar?nomobile Diakses pada
4 Desember 2013.
19
Sumber: www.sophieparis.com
http://digilib.mercubuana.ac.id/
11
member aktif yang kini jumlahnya sudah mencapai 2 juta member seperti
sekarang.
Atas dasar itulah peneliti tertarik untuk mengetahui seluruh aktivitas
komunikasi pemasaran terpadu yang telah diimplementasikan oleh PT. Sophie
Paris Indonesia dalam membangun citra merek Sophie Paris.
1.2.Perumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bagaimanakah Implementasi komunikasi komunikasi pemasaran terpadu dalam
membangun citra merek Sophie Paris?
1.3. Tujuan Penelitian
Yang menjadi tujuan peneliti dalam membuat penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan mendeskripsikan implementasi komunikasi pemasaran terpadu
dalam membangun citra merek Sophie Paris.
1.4.Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin didapatkan penulis melalui penelitian ini adalah:
1. Akademis

Hasil penelitian ini akan menambah khasanah ilmu dalam bidang
komunikasi khususnya tentang citra merek dan komunikasi pemasaran
terpadu sebagai referensi karya ilmiah mahasiswa ilmu komunikasi
lainnya.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
12
2. Praktis

Bagiperusahaan, penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk
memberikan masukan atau saran dan juga sebagai bahan pertimbangan
bagi manajemen perusahaan guna lebih menciptakan dan mengembangkan
merek dan aktivitas komunikasi pemasaran yang baik dan relevan dengan
perkembangan saat ini.

Bagipeneliti, penelitian ini dapat digunakan untuk menerapkan ilmu yang
diperoleh di bangku kuliah dan mempertajam mengenai citra merek dan
aktivitas komunikasi pemasaran terpadu.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Download