penerapan sistem aku upah serta sebagai a intern gaji dan upah

advertisement
i
PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PADA PEMBERIAN GAJI DAN
UPAH SERTA SEBAGAI ALAT PENDUKUNG PENGENDALIAN
INTERN GAJI DAN UPAH PADA PT. BOK SENG INVESTMENT
INDONESIA
TUGAS AKHIR
Disusun Oleh:
Novi Haryani
NIM: 12000794
AKADEMI AKUTANSI PERMATA HARAPAN
BATAM
2016
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem akuntansi penggajian
dan pengupahaan yang berlaku di PT. Bok Seng Investment Indonesia serta
dapatkah sistem akuntansi tersebut dijadikan alat pendukung pengendalian intern
gaji dan upah.
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yang menggunakan
data primer seperti hasil wawancara dengan pihak perusahaan dan sekunder
seperti struktur organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan
teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, metode analisis data yang
digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada PT. Bok Seng
Investment Indonesia yang berlokasi di Jl. Bridjen Katamso km 06 Tanjung
Uncang Batam estate dan waktu penelitian dimulai pada bulan Juni 2016 sampai
dengan selesai.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem akuntansi penggajian dan
penguapahan yang berlaku di PT. Bok Seng Investment Indonesia cukup memadai
guna dijadikan sebagai alat bantu pengendalian intern terhadap gaji dan upah.
Kata kunci: gaji, upah, pengendalian intern, sistem akuntansi.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan
dunia
perekonomian
saat
ini
telah
mendorong
pertumbuhan perusahaan untuk memperbesar dan memperluas ruang lingkup
usahanya. Perusahaan-perusahaan pada umumnya tanpa terkecuali jenis dan
bidang usahanya saling berkompetensi untuk memperoleh pangsa pasar yang
luas dan menuntut kualitas produk yang baik, tingkat reabilitas yang tinggi dan
saluran distribusi yang cepat dan terjamin.
Pada dasarnya setiap perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usahanya
sangat membutuhkan bantuan tenaga manusia atau yang lazim disebut dengan
karyawan atau buruh. Manusia merupakan faktor produksi yang paling penting
bagi setiap perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Keterlibatan karyawan atau buruh dalam perusahaan dimulai dari awal
kegiatan perusahaan, yaitu menyusun dan merencanakan tujuan perusahaan
yang akan dicapai baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang,
melaksanakan kegiatan operasional perusahaan dan pengendaliannya sampai
kepada tercapainya tujuan perusahaan tersebut.
Keseluruhan kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan
hendaknya dilaksanakan seara efektif dan efisien tetapi tidak jarang terjadi
penyelewenangan dan pemborosan yang mengakibatkan kerugian yang tidak
sedikit bagi perusahaan. Oleh karena itu dengan bertambah rumitnya suatu
1
2
kegiatan perusahaan maka bertambah rumit pula pekerjaan yang harus dilakukan,
maka pimpinan perusahaan harus menggunakan suatu alat pengendalian yang
tangguh untuk mengendalikan semua kegiatan usaha secara efektif dan efisien,
pimpinan perusahaan haruslah menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik sesuai
dengan teknik dan prosedur serta metode yang telah ditetapkan oleh perusahaan
dalam menjalankan fungsinya manajer banyak membuat keputusan, untuk itu
manajer sangat membutuhkan data dan informasi sebagai dasar pengambilan
keputusan dan tindakan yang tepat demi kelangsungan hidup serta kemajuan
perusahaan tersebut.
Data dan informasi yang dibutuhkan manajer dalam pengambilan
keputusan dapat berupa data atau informasi yang bersifat finansial dapat
diperoleh melalui sistem akuntansi. Menurut Horngern dan Harrison (2007:4)
menyatakan bahwa Sistem Akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur
aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan dan mengkomunikasikan
hasilnya kepada para pengambil keputusan. Sistem akuntansi tersebut akan
menentukan
bagaimana
cara
mengumpulkan
data,
meringkas,
mengklasifikasikan, menganalisis dan melaporkannya kepada manajemen
perusahaan atau pihak lain yang membutuhkan informasi tersebut.
Manajer yang memegang kendali suatu perusahaan modern harus dapat
mengendalikan perusahaan dan dalam melaksanakan tugasnya pimpinan
senantiasa dihadapkan pada masalah-masalah perusahaan seperti masalah yang
berhubungan dengan prosedur penentuan besarnya gaji dan upah serta
pembayarannya. Gaji menurut Soemarso (2009:307) adalah imbalan kepada
2
3
pegawai yang diberikan atas tugas-tugas administrasi dan pimpinan yang
jumlahnya biasanya tetap secara bulanan. Sedangkan pengertian upah
menurut Soemarso (2009:307) ialah imbalan kepada buruh yang melakukan
pekerjaan kasar dan lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik dan
biasanya jumlahnya ditetapkan secara harian, satuan atau borongan. Secara
teknis disinilah keahlian seorang manajer diuji, bagaimana pimpinan dapat
memecahkan suatu masalah dalam perusahaannya.
Dalam mengorganisir, mengendalikan dan melakukan kegiatan seharihari, manajer banyak mengambil keputusan. Keputusan yang diambil manajer
haruslah tepat dan baik karena ini penting untuk kemajuan suatu perusahaan.
Dalam membuat keputusan manajer harus dapat membuat keputusan yang
masuk akal, yang memerlukan informasi-informasi yang relevan bagi
kepentingan manajemen dalam rangka pengambilan keputusan atas laporan
intern perusahaan.
Laporan intern yang memadai harus didukung oleh sistem akuntansinya
yang diterapkan perusahaan, sistem akuntansi merupakan suatu rangkaian dari
formulir-formulir, catatan-catatan, lapoan-laporan, serta alat-alat lainnya yang
dikoordinasikan sehingga dapat memberikan informasi kepada pemimpin
perusahaan dimana informasi tersebut sangat dibutuhkan sebagai alat
pendukung pengambilan keputusan.
PT. Bok Seng Invesment Indonesia merupakan perusahaan yang kegiatan
utamanya bergerak dibidang penyewaan alat-alat berat seperti Crane, Boomlift,
Forklift dan sebagainya, kepada masyarakat yang mana perusahaan ini banyak
4
mempekerjakan tenaga kerja dengan berbagai tingkatan. Perusahaan
ini
memberikan imbalan atas jasa karyawannya berupa gaji dan upah dan telah
menerapkan sistem akuntansi atas gaji dan upah sebagai alat pendukung
pengambilan keputusan. Jumlah karyawannya yang relatif banyak dari
berbagai tingkatan maka dalam perusahaan ini gaji dan upah merupakan
pengeluaran yang sangat besar dan penting sehingga perlu mendapat perhatian
yang memadai dari pihak manajemen perusahaan.
Data lain yang penulis temukan adalah bahwa daftar gaji dibuat oleh
Staff HR dan kemudian diserahkan ke bagian Finance kemudian ditulis dalam
Payroll check lalu dikirim ke bank untuk pembayaran gaji dan dibayar tunai
untuk upah, buktinya juga dicatat oleh bagian akuntansi. Kemudian bagian
akuntansi membuat bukti kas keluar yang dipakai sebagai dasar pembayaran
gaji dan upah kepada karyawan.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis ingin mengetahui lebih
mendalam bagaimana penerapan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
pada perusahaan ini, apakah telah berjalan dengan efektif guna dijadikan
sebagai alat pendukung pengambilan keputusan, maka penulis mengambil
judul skripsi “Penerapan Sistem Akuntansi Pada Pemberian Gaji dan Upah
Serta Sebagai Alat Pendukung Pengendalian Intern Gaji dan Upah Pada
PT. Bok Seng Investment Indonesia”.
5
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka penulis membuat perumusan masalah
sebagai berikut:
1.
Bagaimana sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang diterapkan
oleh PT. Bok Seng Investment Indonesia?
2.
Apakah sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang diterapkan
oleh perusahaan dapat membantu manajemen dalam pengendalian intern
gaji dan upah?
C. Batasan Masalah
Agar penelitian ini tidak terlalu luas dan lebih terarah maka penulis
memberikan batasan masalah sebagai berikut.
1. Penulis tidak membahas secara detil mengenai sistem pajak
penghasilan karyawan.
2. Penulis tidak membahas secara detil mengenai sistem BPJS.
D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini bertindak sebagaimana yang telah di kemukakan
sebelumnya, maka tujuan penelitian ini adalah:
1.
Untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem akuntansi penggajian
dan pengupahan pada PT. Bok Seng Investment Indonesia.
2.
Untuk mengetahui apakah sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
yang diterapkan oleh perusahaan dapat membantu manajemen dalam
6
pengendalian intern gaji dan upah.
E. Manfaat Penelitian
1.
Manfaat Teoritis
Penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk membantu pihak
manajemen dalam penerapan sistem akuntansi pada pemberian gaji dan
upah serta sebagai alat pendukung pengendalian intern gaji dan upah
yang dalam hal ini dapat memaksimalkan kinerja perusahaan.
Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
tentang sistem akuntansi, penggajian dan pengupahan serta pegendalian
intern gaji dan upah sebagai tambahan informasi dalam proses
pengambilan keputusan khususnya keputusan-keputusan gaji dan upah
karyawan.
2.
Manfaat Praktis
Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat memiliki
kemanfaatan sebagai berikut:
a.
Bagi pengembangan Ilmu Akuntansi
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi serta dapat
dijadikan referensi mengenai Penerapan Sistem Akuntansi Pada
Pemberian Gaji dan Upah Serta Sebagai Alat Pendukung
Pengendalian Intern Gaji dan Upah.
b.
Bagi Peneliti
7
Memberikan informasi dan kontribusi yang berguna untuk
pengembangan penelitian gaji dan upah terutama dalam Penerapan
Sistem Akuntansi Pada Pemberian Gaji dan Upah Serta Sebagai
Alat Pendukung Pengendalian Intern Gaji dan Upah.
c.
Bagi Peneliti Lain
Hasil
penelitian
diharapkan
dapat
memberikan
tambahan
pengetahuan, umumnya mengenai gaji dan upah, khususnya
mengenai Penerapan Sistem Akuntansi Pada Pemberian Gaji dan
Upah Serta Sebagai Alat Pendukung Pengendalian Intern Gaji dan
Upah serta sebagai bahan referensi untuk penelitian dalam bidang
yang sama.
d.
Bagi Akademik
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan
acuan atau pembanding untuk penelitian berikutnya dengan topik
sejenis dan masuk sebagai daftar pustaka bagi akademik.
8
BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA KONSEPTUAL
DAN HIPOTESIS
A. Kajian Teori
1. Sistem Akuntansi
a. Pengertian Sistem Akuntansi
Ak
Sistem merupakan bagian-bagian
bagian bagian atau prosedur
prosedur-prosedur yang
saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya dalam rangkaian
secara menyeluruh untuk berfungsi bersama-sama
bersama sama dalam mencapai
tujuan tertentu. Pengertian sistem menurut beberapa pendapat para
ahli adalah sebagai berikut:
Menurut Diana dan Setiawati (2011:3) “Sistem merupakan
serangakaian bagian yang saling tergantung dan bekerjasama untuk
mencapai tujuan tertentu.”, menurut Mulyadi (2008:5) “Sistem adalah
suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk
melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.”
Sedangkan menurut Hall (2007:6) sistem
sistem didefinisikan sebagai:
“Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau
subsistem yang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan
yang sama.”
Dari ketiga uraian definisi sistem diatas dapat disimpulkan
8
9
bahwa sistem merupakan suatu jaringan ataupun komponen yang
saling berhubungan serta memiliki tujuan yang sama.
Sedangkan pengertian Akuntansi menurut Horngren dan
Harrison (2007:4) ialah Sistem informasi yang mengukur aktivitas
bisnis, memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan
hasilnya kepada para pengambil keputusan. Menurut Warren dkk
(2005:10) menjelaskan bahwa:“ Secara umum, akuntansi dapat
didefenisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi
dan kondisi perusahaan.”
Jadi dapat disimpulkan bahwa Sistem Akuntasi adalah suatu
sistem informasi yang berisi laporan keuangan yang dapat dijadikan
sebagai pedoman bagi pihak-pihak yang membutuhkannya”.
b. Unsur- unsur Sistem Akuntansi
Menurut Mulyadi (2008:3-5) mengungkapkan unsur-unsur sistem
akuntansi sebagai berikut :
a)
Formulir : Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk
merekam terjadinya transaksi. Formulir sering disebut dokumen,
karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi
direkam (didokumentasikan) di atas secarik kertas.
b)
Jurnal : Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang
digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data
keuangan dan data lainnya. Dalam jurnal ini, data keuangan untuk
10
pertama kalinya diklasifikasikan menurut penggolongan yang
sesuai dengan informasi yang akan disajikan dalam laporan
keuangan.
c)
Buku Besar: Buku besar (general ledger) terdiri dari rekeningrekening pembantu yang digunakan untuk meringkas data
keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekeningrekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsurunsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.
d)
Buku Pembantu : Buku pembantu ini terdiri dari rekening-rekening
pembantu yang terinci data keuangan yang tercantum dalam
rekening tertentu dalam buku besar. Buku besar dan buku
pembantu merupakan catatan akuntansi akhir (book of final entry),
yang berarti tidak ada catatan akuntansi lain lagi sesudah data
akuntansi diringkas dan digolongkan dalam rekening buku besar
dan buku pembantu.
e)
Laporan : Laporan berisi informasi yang merupakan keluaran
sistem akuntansi. Laporan dapat berbentuk hasil cetak komputer
dan tayangan pada layar monitor komputer. Hasil akhir proses
akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca,
laporan rugi laba, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan
harga pokok produksi, laporan biaya pemasaran, laporan harga
pokok penjualan, daftar umur piutang, daftar utang yang akan
dibayar, daftar saldo persediaan yang lambat penjualannya.”
11
c. Tujuan Sistem Akuntansi
Tujuan umum penyusunan sistem akuntansi menurut Mulyadi
(2008:19) dalam bukunya yang berjudul sistem akuntansi :
a)
Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
baru.
b)
Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang
sudah ada baik mengenai mutu, ketepatan penyajian, maupun
struktur informasinya.
c)
Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan
intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (realibility)
informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap
mengenai
pertanggungjawaban
dan
perlindungan
kekayaan
perusahaan.
d)
Untuk melengkapi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan
akuntansi.
Berdasarkan tujuan sistem akuntansi yang diuraikan diatas
memiliki penjelasan, yaitu :
a)
Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
baru. Dalam perusahaan yang baru berjalan sangat dibutuhkan
pengembangan sistem akuntansi. Pada perusahaan dibidang
dagang, jasa, manufaktur sangat memerlukan pengembangan
12
sistem akuntansi lengkap, hal ini berguna agar kegiatan perusahaan
berjalan dengan lancar.
b)
Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang
sudah ada. Seringkali sistem akuntansi yang berlaku tidak dapat
memenuhi kebutuhan manajemen, mutu, ketepatan penyajian, dan
struktur informasi yang terdapat dalam laporan. Hal ini disebabkan
oleh perkembangan usaha perusahaan, sehingga dengan sendirinya
menuntut sistem akuntansi untuk bisa menghasilkan laporan
dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat dalam
penyajiannya, dengan struktur informasi yang sesuai dengan
tuntutan kebutuhan perusahaan.
c)
Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan
intern. Akuntansi merupakan pertanggung jawaban kekayaan suatu
perusahaan atau organisasi. Dalam hal pengembangan sistem
akuntansi selalu digunakan untuk memperbaiki perlindungan
terhadap kekayaan perusahaan, sehingga pertanggung jawaban
terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan
dengan baik.
d)
Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaran catatan
akuntansi. Dalam hal ini informasi dapat dijadikan sebagai barang
ekonomi yang mempunyai banyak manfaat, karena untuk
memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya.
Jika pengorbanan lebih besar dari manfaatnya, maka sistem yang
13
sudah ada perlu dirancang kembali guna untuk mengurangi
pengorbanan sumber daya bagi penyedia informasi tersebut.
Dari tujuan sistem akuntansi yang telah dikemukakan diatas, maka
dapat disimpulkan bahwa tujuan sistem akuntansi adalah untuk
menyediakan informasi bagi perusahaan sehingga perusahaan dapat
memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada
apakah sesuai atau belum dengan sistem pengendalian intern yang baik.
d. Siklus Sistem Akuntansi
Definisi menurut Soemarso (2009:110), menerangkan bahwa:
“Siklus akuntansi adalah tahap-tahap kegiatan dalam proses pencatatan
dan pelaporan akuntansi, mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan
dibuatnya laporan keuangan.”
Definisi menurut Suharli (2008:49), “Siklus akuntansi merupakan
rangkaian urutan tahapan proses dari suatu transaksi dan peristiwa
sampai dengan pelaporan pada akhir periode dan berlanjut dari analisa
transaksi sampai pelaporan periode berikutnya.”
Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa siklus
akuntansi adalah tahap-tahap akuntansi yang dilakukan terus-menerus
sehingga mulai dari pencatatan setiap transaksi yang terjadi sampai pada
pelaporan terakhir sampai dengan dibuatnya laporan keuangan.
Menurut Romney dan Steinbart (2009), sistem akuntansi memiliki
5 sub sistem, yaitu :
14
a)
Siklus
klus pendapatan (revenue
(
cycle),, merupakan rangkaian aktivitas
bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus
berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan
dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan tersebut.
b)
Siklus pengeluaran
peng
(expenditure cycle), merupakan rangkaian
aktivitas bisnis dan operasional pemrosesan data terkait dengan
pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
c)
Siklus Penggajian (payroll
(
cycle), merupakan rangkaian aktivitas
bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan
dengan cara yang efektif dalam mengelola pegawai
d)
Siklus Produksi (production
(
cycle), merupakan rangkaian aktivitas
bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang terus berulang
dengan pembuatan produk.
2. Gaji dan Upah
a. Pengertian Gaji
Gaji merupakan salah satu hal yang mendorong atau
memotivasi pegawai untuk bekerja atau mengabdi secara menyeluruh
terhadap perusahaan. Gaji sering disebut juga sebagai upah, tetapi
kedua hal tersebut memiliki sedikit perbedaan. Adapun ada beberapa
definisi gaji seperti berikut ini:
Menurut Soemarso (2009:307) gaji didefinisikan sebagai
berikut: “Gaji adalah imbalan kepada pegawai yang diberikan atas
15
tugas-tugas
tugas administrasi dan pimpinan yang jumlahnya biasanya tetap
secara bulanan.”,
bulanan.” sedangkan menurut Mulyadi (2008:373) gaji
adalah: “Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa
yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang jabatan
manajer.”
Mardi (2011:107) mengemukakan bahwa:
bahwa: “Gaji adalah sebuah
bentuk pembayaran atau sebuah hak yang diberikan oleh sebuah
perusahaan atau instansi kepada pegawai.”
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa gaji merupakan
suatu kompensasi yang diberikan oleh perusahaan sebagai balas jasa ya
yang
dilakukan oleh seseorang terhadap perusahaan, kompensasi yang diberikan
perusahaan biasanya bersifat bulanan.
b. Pengertian Upah
Dengan adanya pengkategorian karyawan tetap dan kontrak
disebuah
perusahaan,
maka
ada
perbedaan
pengkategorian
pembayaran kompensasi antara gaji dan upah pula. Ada sedikit
perbedaan definisi atau keterangan antara gaji dan upah. Berikut ini
adalah beberapa definisi upah.
Menurut Soemarso (2009:307) upah didefinisikan sebagai
berikut:“Upah adalah imbalan kepada buruh yang mela
melakukan
pekerjaan kasar dan lebih banyak mengandalkan kekuatan fisik dan
biasanya jumlahnya ditetapkan secara harian, satuan atau borongan.”.
Adapun Mulyadi (2008:373) mengemukakan bahwa:“Upah umumnya
16
merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh
karyawan pelaksana (buruh).”
Sedangkan Diana dan Setiawati (2011:174) mendefinisikan
upah seperti dibawah ini:“Upah diberikan atas dasar kinerja harian,
biasanya praktik ini ditemukan pada pabrik. Upah ada kalanya juga
didasarkan pada unit produk yang dihasilkan.”
Dengan demikian upah dapat disimpuikan sebagai suatu
kompensasi yang diberikan oleh perusahaan kepada seseorang
sebagai balas jasa yang dilakukan, upah diberikan atas dasar kinerja
hariannya.
c. Perbedaan Gaji dan Upah
Dalam praktek di perusahaan dan dalam buku-buku manajemen
sumber daya manusia istilah upah dan gaji digunakan dalam konteks
yang berbeda.
a)
Upah digunakan untuk menggambarkan pembayaran jasa kerja
untuk satuan waktu pendek, misalnya perhari atau malahan per
jam. Gaji menggambarkan pembayaran jasa kerja untuk satuan
waktu lebih panjang biasanya sebulan.
b)
Untuk menggambarkan kaitan pekerja penerima upah dengan
proses produksi pada industri manufaktur. Upah (wage) dibayarkan
kepada pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi, baik
terlibat langsung maupun tidak langsung.
17
d. Unsur- unsur Gaji dan Upah
Dalam suatu perusahaan terdapat berbagai unsur dari biaya dan
upah yang keseluruhannya disebut dengan biaya tenaga kerja. unsurunsur gaji dan upah seperti tertera dibawah ini:
a)
Gaji Pokok merupakan gaji yang telah ditetapkan perusahaan
berdasarkan kontrak kerjanya.
b)
Premi adalah upah tambahan yang diberikan kepada karyawan
dikarenakan karyawan tersebut telah bekerja dengan baik melebihi
standar
yang
perusahaan
telah
telah
ditetapkan
menetapkan
oleh
output
perusahaan.
standar
Misalnya
yang
harus
diselesaikan sebanyak 20 unit perhari, maka bagi karyawan
tersebut akan diberikan upah tambahan sebesar jumlah kelebihan
standar.
c)
Lembur merupakan upah yang dibayarkan kepada karyawan yang
melebihi jam kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Biasanya
karyawan yang telah melakukan pekerjaan melebhi jam kerjanya
maka akan ada tarif yang lebih tinggi dibandingkan tarif biasa.
d)
Bonus merupakan upah yang diberikan perusahaan pada suatu
tahun fiskal memperoleh keuntungan yang ditetapkan setelah
berkonsultsi dengan pemerintah dan serikat kerja.
e)
Perlengkapan dan sarana lain merupakan upah yang diterima
karyawan secara tidak langsung, upah ini berupa bentuk jasa
18
seperti: hiburan, pelayanan kesehatan, dan transportasi yang
diterima tidak dalam bentuk uang.
e. Prosedur Penggajian dan Pengupahan
Tabel 2.1 Prosedur Penggajian dan Pengupahan
3. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
a. Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
Istilah penggajian (payroll) sering diartikan sebagai jumlah total
yang dibayarkan kepada karyawan atas jasa-jasa yang mereka berikan
selama suatu periode. Penggajian dan pengupahan itu penting karena
alasan berikut:
a)
Karyawan sangat sensitif tehadap kesalahan-kesalahan dalam
19
penggajian dan pengupahan atau hal-hal yang tidak wajar. Untuk
itu gaji dan upah harus dibayarkan secara akurat dan tepat waktu.
b)
Penggajian dan pengupahan merupakan hal yang diatur oleh
Peraturan Pemerintah.
c)
Penggajian dan pengupahan serta pajak gaji dan upah yang
berkaitan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih
sebagian besar perusahaan, dimana sepertiga dari pendapatan
dikeluarkan untuk mrbayara gaji dan upah serta beban yang
berkaitan dengan gaji dan upah.
Sistem informasi akuntansi penggajian dapat digunakan oleh
manajemen perusahaan untuk merencanakan dan mengendalikan
operasi perusahaan.
Berikut ini ada beberapa pengertian sistem informasi akuntansi
penggajian dan pengupahan menurut beberapa ahli:
Prianthara
(2010:137)
mengemukakan
bahwa:
“Sistem
akuntansi penggajian dan pengupahan dalam perusahaan jasa
konstruksi melibatkan fungsi karyawan, keuangan, dan fungsi
akuntansi”,
sedangkan
Mardi
(2011:107)
menyatakan
sistem
akuntansi gaji dan upah adalah: “Sistem penggajian dan pengupahan
merupakan salah satu aplikasi pada sistem informasi akuntansi yang
terus mengalami proses dalam bentuk batch (bertahap), disebut proses
secara bertahap karena daftar gaji dibayarkan atau dibuat secara
periodik (tiap mingguan,dua mingguan, atau bulanan) demikian pula
20
pembayaran gaji sebagian besar pegawai dibayar pada waktu
bersamaan.”
Selanjutnya menurut Mulyadi (2008:17) menyatakan: “Sistem
informasi akuntansi penggajian dan pengupahan dirancang untuk
menangani transaksi gaji dan upah karyawan dan pembayaranya.”
Dari pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem
akuntansi gaji dan upah merupakan rangkaian prosedur perhitungan
dan pembayaran gaji dan upah secara menyeluruh bagi karyawan
secara efisien dan efektif. Tentunya dengan sistem akuntansi gaji dan
upah yang baik perusahaan akan mampu memotivasi semangat kerja
karyawan yang kurang produktif dan mempertahankan karyawannya
yang produktif, sehingga tujuan perusahaan untuk mencari laba
tercapai dengan produktifitas kerja karyawan yang tinggi.
b. Elemen-Elemen Dalam Sistem Akuntansi Penggajian Dan
Pengupahan.
Elemen atau fungsi dalam gaji dan upah sangat berperan
penting dalam kelangsungan prosedur dalam penggajian dan
pengupahan dalam sebuah perusahaan.
Ada beberapa elemen atau fungsi dalam sistem informasi
akuntansi penggajian dan pengupahan yang saling terkait dan bekerja
sama satu sama lain untuk melaksanakan tujuan tertentu.
a)
Fungsi Terkait
Menurut Mulyadi (2008:382) fungsi yang terkait dalam
21
sistem akuntansi gaji dan upah adalah:

Fungsi Kepegawaian
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencari karyawan
baru,
menyeleksi
calon
karyawan,
memutuskan
penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan
tariff gaji dan upah karyawan , kenaikan pangkat dan
golongan gaji, mutasi karyawan, dan pemberhentian
karyawan.
Dalam
kepegawaian
berada
struktur
organisasi
ditangan
Bagian
pada
fungsi
kepegawaian,
dibawah Departemen Personalia dan Umum.

Fungsi Pencatatan Waktu
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyelenggarakan
catatan waktu hadir bagi semua karyawan perusahaan.
Sistem penegendalian intern yang baik mensyaratkan
tugas pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh
dilaksanakan oleh fungsi operasi atau oleh fungsi pembuat
daftar gaji dan upah. Dalam struktur organisasi, fungsi
pencatatan waktu berada di tangan Bagian Pencatat
Waktu, di bawah Departemen Personalia dan Umum.

Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan Upah
Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat daftar gaji
yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan
berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan
22
selama jangka waktu pembayaran gaji. Daftar gaji
diserahkan oleh fungsi pembuat pembuat daftar gaji
kepada fungsi akuntansi guna pembuatan bukti kas keluar
yang dipakai sebagai dasar untuk pembayaran gaji kepada
karyawan. Dalam struktur organisasi, fungsi pembuat daftar
gaji berada di tangan Bagian Gaji, di bawah Departemen
Personalia dan Umum.

Fungsi Akuntansi
Dalam sistem informasi akuntansi penggajian,fungsi
akuntansi bertanggung jawab untuk menjawab kewajiban
yang timbul dalam hubungan dengan pembayaran gaji
karyawan (misalnya utang gaji karyawan, utang pajak,
utang dana pensiun). Dalam struktur organisasi, fungsi
akuntansi yang menangani sistem informasi akuntansi
penggajian berada di tangan: Bagian utang, Bagian Kartu
Biaya, dan Bagian Jurnal.
1) Bagian utang
Bagian ini memegang fungsi pencatat utang yang
dalam sistem akuntansi informasi akuntansi penggajian
bertanggung jawab untuk memproses pembayaran gaji
seperti yang tercantum dalam daftar gaji. Bagian ini
menerbitkan bukti kas keluar yang memberi otorisasi
kepada fungsi pembayaran gaji untuk membayarkan
23
gaji kepada karyawan seperti yang tercantum dalam
daftar gaji tersebut.
2) Bagian Kartu Biaya
Bagian ini memegang fungsi akuntansi biaya yang
dalam
sistem
informasi
akuntansi
penggajian
bertanggung jawab untuk mencatat distribusi biaya ke
dalam kartu harga pokok produk dan kartu biaya
berdasarkan rekap daftar gaji dan upah dan kartu jam
kerja (untuk tenaga kerja langsung pabrik).
3) Bagian Jurnal
Bagian ini memegang fungsi pencatat jurnal yang
bertanggung jawab untuk mencatat biaya gaji dalam
jurnal umum.
e.
Fungsi Keuangan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mengisi cek guna
pembayaran gaji dan menuangkan cek tersebut ke bank.
Uang tunai tersebut kemudian dimasukan ke dalam amplop
gaji setiap karyawan, untuk selanjutnya dibagikan kepada
karyawan yang berhak. Dalam struktur organisai, fungsi
keuangan berada di tangan Bagian Kassa.
f.
Dokumen Yang Digunakan
Dalam pelaksanaan penggajian dan pengupahan di sebuah
24
perusahaan, dokumen terkait yang diguna
digunakan berperan
penting
sebagai
barang
bukti
pendukung
bagi
kelangsungan penggajian dan pengupahan karyawan yang
bersangkutan.
Dokumen dokumen
Dokumen-dokumen
yang
digunakan
dalam
sistem
informasi akuntansi penggajian dan pengupahan menurut
Mulyadi (2008:374 ) adalah sebagai berikut:
1) Dokumen Pendukung Perubahan Gaji dan Upah
Dokumen-dokumen
dokumen ini umumnya dikeluarkan oleh
fungsi kepegawaian berupa surat-surat
surat keputusan yang
bersangkutan dengan karyawan, seperti misalnya surat
keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan
pangkat, perubahan tarif upah, penurunan pangkat,
pemberhentian sementara dari pekerja ((skorsing),
pemindahan, dan lain sebagainya. Tembusan dokumen
dokumendokumen ini dikirimkan ke fungsi pembuat daftar gaji
dan upah
ah untuk kepentingan pembuatan daftar gaji dan
upah.
2) Kartu Jam Hadir
Dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu
untuk
mencatat
setiap
jam
hadir
karyawan
di
perusahaan. Catatan jam hadir karyawan ini dapat
berupa daftar hadir biasa, dapat pula berbent
berbentuk kartu
25
hadir yang diisi dengan mesin pencatat waktu.
3) Kartu Jam Kerja
Dokumen ini digunakan untuk mencatat waktu yang
dikonsumsi oleh tenaga kerja langsung pabrik guna
mengerjakan pesanan tertentu. Dokumen ini diisi oleh
mandor pabrik dan diserahkan ke fungsi
ngsi pembuat daftar
gaji dan upah untuk kemudian dibandingkan dengan
kartu jam hadir, sebelum digunakan untuk distribusi
biaya upah langsung kepada jenis produk atau pesanan.
Seperti telah disebutkan diatas, catatan waktu kerja ini
hanya diperlukan dalam perusahaan yang produksinya
berdasarkan pesanan. Dalam perusahaan ini diperlukan
informasi biaya tenaga kerja langsung pabrik untuk
setiap pesanan yang diproduksi. Dalam perusahaan
yang berproduksi massa, karyawan pabrik mengerjakan
pekerjaan yang sama dari hari ke hari, sehingga tidak
diperlukan data untuk melakukan distribusi biaya
tenaga kerja langsung pabrik, semua biaya tenaga kerja
langsung dalam perusahaan ini dibebankan langsung
kepada produk yang sama.
4) Daftar Gaji dan Daftar Upah
Dokumen ini berisi
isi jumlah gaji dan upah bruto setiap
karyawan, dikurangi potongan-potongan
potongan berupa PPh
26
pasal 21, utang karyawan, iuran untuk organisasi
karyawan, dan lain sebagainya.
5) Rekap Daftar Gaji dan Rekap Daftar Upah
Dokumen ini merupakan ringkasan gaji dan upah per
departemen, yang dibuat berdasarkan daftar gaji dan
upah. Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan
pesanan, rekap daftar upah dibuat untuk membebankan
upah langsung dalam hubungannya dengan produk
kepada pesanan yang bersangkutan. Distribusi biaya
tenaga kerja ini dilakukan oleh fungsi akuntansi biaya
dengan dasar rekap daftar gaji dan daftar upah.
6) Surat Pernyataan Gaji dan Upah
Dokumen ini dimuat oleh fungsi pembuat daftar gaji
dan upah bersamaan dengan pembuatan daftar gaji dan
upah atau dalam kegiatan yang terpisah dari pembuatan
daftar gaji dan upah. Dokumen ini dibuat sebagai catatan
bagi setiap karyawan mengenai rincian gaji dan upah
yang diterima setiap karyawan beserta berbagai
potongan yang menjadi beban setiap karyawan.
7) Amplop Gaji dan Upah
Uang gaji dan upah karyawan diserahkan kepada setiap
karyawan dalam amplop gaji dan upah. Di halaman
muka amplop gaji dan upah setiap karyawan ini berisi
27
informasi mengenai nama karyawan, nomor identifikasi
karyawan dan jumlah gaji bersih yang diterim
diterima
karyawan dalam bulan tertentu.
8) Bukti Kas Keluar
Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang
yang dibuat oleh fungsi akuntansi kepada fungsi
keuangan, berdasarkan informasi dalam daftar gaji dan
upah yang diterima dari fungsi pembuat daftar gaji dan
upah.
c. Prosedur Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan merupakan suatu
prosedur yang digunakan dalam menyampaikan data kegiatan
perusahaan terutama yang berhubungan dengan informasi keuangan
kepada pihak yang berkepentingan. Menurut Mulyadi (2008:385),
sistem penggajian dan pengupahan terdiri dari jaringan prosedur
berikut ini:
a)
Fungsi Pencatatan Waktu Hadir
Fungsi ini bertujuan untuk mencatat waktu hadir karyawan.
Pencatatan waktu hadir ini diselenggarakan oleh fungsi pencatat
waktu dengan menggunakan daftar hadir pada pintu masuk
kantor administrasi atau pabrik. Pencatatan waktu hadir dapat
menggunakan daftar hadir biasa, yang karyawan harus karyawan
harus menandatanganinya setiap hadir dan pulang dari
28
perusahaan atau dapat menggunakan kartu hadir ((clock card)
yang diisi secara otomatis dengan mesin pencatatan waktu ((time
recorder machine).
machine Pencatatan waktu hadir ini diselenggarakan
untuk menentukan gaji karyawan.
karyawan. Bagi karyawan yang digaji
bulanan, daftar hadir digunakan untuk menentukan apakah
karyawan dapat memperoleh gaji penuh, atau harus dipotong
akibat ketidakhadiran mereka. Daftar hadir ini juga digunakan
untuk menentukan apakah karyawan akan menerima gaji saja
atau menerima tunjangan lembur (yang terakhir ini umunya
bertarif di atas tarif gaji biasa).
b)
Fungsi Pencatatan Waktu Kerja
Dalam perusahaan logistik yang prosesnya berdasarkan
pesanan, pencatatan waktu kerja diperlukan bagi karyawan yang
bekerja di fungsi produksi untuk keperluan distribusi biaya upah
karyawan kepada produk atau pesanan yang menikmati jasa
karyawan tersebut.
Jika misalnya seorang karyawan hadir di perusahaan
selama
elama 7 jam dalam suatu hari kerja, jumlah jam hadir tersebut
dirinci menjadi waktu kerja dalam tiap-tiap
tiap tiap pesanan yang
dikerjakan. Dengan demikian waktu kerja ini dipakai sebagai
dasar pembebanan biaya tenaga kerja langsung kepada produk
yang akan diproduksi.
diproduk
c)
Fungsi Pembuatan Daftar Gaji dan Upah
29
Dalam hal ini, fungsi pembuat daftar gaji membuat daftar
gaji karyawan. Data yang dipakai sebagai dasar pembuatan
daftar gaji adalah surat-surat keputusan mengenai pengangkatan
karyawan baru, kenaikan pangkat, pemberhentian karyawan,
karyawan melebihi penghasilan tidak kena pajak, informasi
mengenai potongan PPh pasal 21 dihitung oleh fungsi pembuat
daftar gaji atas dasar data yang tercantum dalam kartu
penghasilan karyawan. Potongan PPh Pasal 21 ini dicantumkan
dalam daftar gaji.
d)
Fungsi Distribusi Biaya Gaji dan Upah
Dalam fungsi distribusi biaya gaji, biaya tenaga kerja
didistribusikan kepada departemen-departemen yang menikmati
manfaat tenaga kerja. Distribusi biaya tenaga kerja ini
dimaksudkan untuk pengendalian biaya dan perhitungan harga
pokok produk.
e)
Fungsi Pembayaran Gaji dan Upah
Fungsi pembayaran gaji melibatkan fungsi akuntansi dan
fungsi
keuangan.
Fungsi
akuntansi
membuat
perintah
pengeluaran kas kepada fungsi keuangan untuk menulis cek
guna
pembayaran
gaji.
Fungsi
keuangan
kemudian
menguangkan cek tersebut ke bank dan memasukkan uang ke
amplop gaji. Jika jumlah karyawan perusahaan banyak,
pembayaran gaji biasnya dilakukan dengan membagikan cek
30
gaji kepada karyawan.
Dari penjelasan prosedur diatas dapat disimpulkan bahwa
prosedur pembayaran gaji dan upah bagi karyawan tetap dan
kontrak sebuah perusahaan merupakan sebuah prosedur yang
dibuat atau dirancang secara sistematis dan menyeluruh untuk
menghasilkan informasi yang akurat.
4. Sistem Pengendalian Intern
a. Pengertisn Sistem Pengendalian Intern
Perusahaan yang baik harus memiliki sistem pengendalian yang
baik, yang sangat berperan penting dalam terciptanya suatu sistem
akuntansi di dalam perusahaan. Menurut Fess dkk (2006:226)
“Pengendalian
atau
control
merupakan
seluruh
kegiatan
untuk
mengarahkan operasi mereka, melindungi aktiva dan mencegah
penyalahgunaan sistem dalam perusahaan.” Menurut Ikatan Akuntansi
Indonesia (2011:163) Struktur pengendalian intern adalah “Satuan usaha
yang terdiri dari kebijakan dan prosedur yang diterapkan untuk
memberikan keyakinan memadai bahwa tujuan tertentu suatu usaha akan
tercapai.”
Menurut Arens dkk (2008:316), bahwa pengertian sistem
pengendalian intern adalah “Sebuah sistem pengendalian intern terdiri
dari kebijakan
dan prosedur
yang dirancang agar manajemen
mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa perusahaan mencapai
31
tujuan dan sarannya. Kebijakan dan prosedur tersebut sering kali disebut
sebagai pengendalian, dan secara kolektif, akan membentuk suatu
pengendalian intern entitas.”
Dari
pengertian
sistem
pengendalian
intern
yang
telah
dikemukakan diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa sistem
pengendalian intern merupakan satuan usaha yang terdiri dari kebijakan
dan prosedur untuk mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebikan
manajemen.
b. Tujuan Sistem Pengendalian Intern
Pada dasarnya tujuan sistem akuntansi yaitu untuk memperlancar
kegiatan perusahaan guna mencapai laba yang optimal. Kegiatan tersebut
haruslah berjalan dengan baik apabila sistem akuntansi yang diterapkan
baik sebagaimana mestinya. Dari penjelasan diatas cukup jelas bahwa
sistem akuntansi merupakan suatu pengontrol dalam kegiatan suatu
perusahaan. Dengan adanya sistem akuntansi yang baik, maka akan
sangat membantu dalam kegiatan pengawasan dan pengendalian kegiatan
perusahaan. Berikut beberapa tujuan pengembangan sistem akuntansi
menurut Mulyadi (2008:19), yaitu sebagai berikut:
a)
Menjaga kekayaan organisasi
Harta milik perusahaan ada kemungkinan disalah gunakan
atau dirusak kecuali jika dilindungi dengan baik. Pengamanan harta
milik perusahaan meliputi pengawasan secara fisik maupun secara
akuntansi. Pengaman secara fisik dapat dilakukan dengan cara
32
penunjangan tanggung jawab yang jelas kepada seseorang atau
pengawasan fisik milik perusahaan.
b)
Harta perusahaan disimpan dengan cara yang cukup memadai
c)
Penerimaan dan pengeluaran persediaan harus berdasarkan
otorisasi dari pihak berwenang.
d)
Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi
Didalam menjalankan tugasnya manajer perlu memahami informasi
yang cermat dan dapat dipercaya. Pengawasan intern di pandang
untuk memberikan jaminan proses pengolahan data akuntansi
untuk menghasilkan intern akuntansi yang diteliti handal. Data
akuntansi mencerminkan perubahan kekayaan perusahaan, maka
ketelitian dan data akuntansi yang menginformasikan pertanggung
jawaban penggunaan harta perusahaan
e)
Mendorong efisiensi
Pengawasan Intern dalam perusahaan ditujukan untuk mencegah
duplikasi usaha yang tidak perlu atau setidak-tidaknya dapat
mencerminkan
terjadinya pemborosan sumber daya yang tidak
efisien.
f)
Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen
Untuk mencapai tujuan, manajer mengadakan prosedur atau aturan
pelaksanaan. Sistem pengawasan intern dimaksudkan untuk
meyakinkan manajer bahwa semua prosedur atau yang telah
digariskan dangan mudah dapat diprediksi dan diidentifikasi serta
33
manajer dapat dengan mudah melakukan tindakan pengesahan dan
perbaikan dengan cepat dan tepat apabila terjadi penyimpangan.
Tujuan pengendalian intern menurut Standar Profesional Akuntansi
Publik yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (2011:95)
terbagi menjadi tiga, yaitu:
a)
Keandalan pelaporan keuangan.
b)
Efektivitas dan efisiensi operasi.
c)
Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan sistem
pengendlian intern yaitu melindungi harta kekayaan perusahaan,
keandalan pelaporan keuangan, meningkatkan efektivitas dan efisiensi
usaha, serta mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang telah
ditetapkan
c. Unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern
Unsur-unsur pokok sistem pengendalian intern menurut Mulyadi
(2008:164) adalah sebagai berikut :
a)
Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional
secara tegas. Struktur organisasi merupakan salah satu alat bagi
manajemen atau pimpinan perusahaan untuk memantau dan
mengendalikan kegiatannya. Struktur organisasi yang disusun
harus dapat menunjukkan garis-garis wewenang dan tanggung
jawab yang jelas. Untuk memperjelas pembagian tanggungjawab
34
fungsional dalam organiasasi didasarkan pada beberapa prinsip
yaitu :

Harus dipisahkan fungsi operasi, fungsi penyimpanan dan
fungsi akuntansi. Fungsi operasi adalah fungsi yang memiliki
wewenang untuk melaksanakan suatu kegiatan, fungsi
penyimpanan adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk
menyimpan aktiva perusahaan. Sedangkan fungsi akuntansi
adalah fungsi yang memiliki wewenang untuk mencatat
peristiwa keuangan perusahaan.

Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggungjawab penuh untuk
melaksanakan semua tahap suatu transaksi. Hasilnya adalah
merupakan struktur organisasi, yaitu kerangka dari organisasi
yang menunjukkan tugas-tugas, tanggung jawab dan tata
hubungan yang terdapat diantara bagian yang satu dengan
lainnya.
Struktur
organisasi
perusahaan
haruslah
memungkinkan adanya koordinasi usaha diantara semua
satuan dan jenjang untuk mengambil tindakan-tindakan yang
dapat mencapai suatu tujuan umum.
b)
Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan
Perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan
dan biaya. Dalam organisasi, setiap transaksi bisa terjadi atas dasar
otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui
terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu, dalam suatu
35
organisasi harus dibuat sebuah sistem yang mengatur pembagian
wewenang untuk otorisasi atas pelaksanaannya setiap transaksi.
Tujuan dari otorisasi (transaction authorization) adalah untuk
memastikan bahwa semua transaksi yang diproses oleh sistem
informasi valid dan sesuai dengan tujuan pihak manajemen.
c)
Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap
unit organisasi. Setelah struktur organisasi dan sistem wewenang
serta prosedur pembukuan disusun dengan baik, maka diperlukan
adanya praktik- praktik yang sehat untuk menjalankannya. Adapun
cara-cara
yang
dapat
ditempuh
oleh
perusahaan
dalam
melaksanakan praktik sehat adalah:

Penggunaan
formulir
bernomor
urut
tercetak
yang
pemakaiannya dapat dipertanggungjawabkan oleh yang
berwenang.

Pemeriksaan mendadak (surprised audit) yang dilaksanakan
tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada pihak yang akan
diperiksa
dan
dengan
jadwal
yang
tidak
teratur.
36

Setiap transaksi tidak boleh dilakukan dari awal sampai akhir
oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa ada campur
tangan dari orang atau unit organisasi lain.

Perputaran jabatan (job rotation) yang diadakan secara rutin
akan
dapat
menjaga
independensi
pejabat
dalam
melaksanakan tugasnya.

Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak.
Selama cuti, jabatan karyawan yang bersangkutan digantikan
sementara oleh pejabat lain sehingga seandainya terjadi
kecurangan dalam unit yang bersangkutan diharapkan dapat
diungkap oleh pejabat yang menggantikan untuk sementara
tersebut.

Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan dengan
catatannya.
Untuk
menjaga
kekayaan
organisasi
dan
mengecek ketelitian serta keandalan catatan akuntansinya,
secara periodik harus dilakukan pencocokan atau rekonsiliasi
antara kekayaan secara fisik dengan catatan akuntansi yang
bersangkutan dengan kekayaan tersebut.

Pembentukan unit organisasi yang bertugas untuk mengecek
efektivitas unsur-unsur sistem pengendalian intern yang lain.
Unit organisasi ini disebut dengan unit pengawas intern atau
staf pemeriksa intern. Adanya unit pengawas intern atau staf
pemeriksa
intern
dalam
perusahaan
akan
menjamin
37
efektivitas unsur-unsur sistem pengendalian intern, sehingga
kekayaan perusahaan akan terjamin keamanannya dan data
akuntansi akan terjamin ketelitian dan keandalannya.
d)
Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab
Unsur mutu karyawan merupakan unsur sistem pengendalian
intern yang penting. Jika perusahaan memiliki karyawan yang
kompeten dan jujur, unsur pengendalian intern yang lain dapat
dikurangi sampai batas yang minimum dan perusahaan tetap
mampu menghasilkan pertanggung jawaban keuangan yang dapat
diandalkan.
B. Penelitian Terdahulu
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu
No
1.
2.
Nama Penelitian
Judul Penelitian
Siti
Malikatin Sistem
(2016)
Pengendalian
Intern
Barang
Jaminan
serta
Pemberian Gaji
Karyawan pada
Perum Pegadaian
Cabang Salatiga
Utara
Ika Haripratiwi Analisis Sistem
(2006)
Penggendalian
Intern Penggajian
Karyawan pada
BTM Al-Ikhlas
Yogyakarta
Kesimpulan
Secara umum sistem pengendalian
intern terhadap barang jaminan di
Perum Pegadaian Cabang Salatiga
Utara kurang memadai tujuan
sistem pengendalian intern yang
baik. Hal ini disebabkan kurang
maksimalnya sistem penggajian
dan pengupahan 111x
.yang
dilaksanakan.
Sistem pengendalian intern pada
BTM Al-Ikhlas Yogyakarta sudah
baik dan dikategorikan memadai.
Sudah adanya pemisah tugas dan
tanggung jawab dalam struktur
organisasinya, sistem otorisasi dan
prosedur pencatatan yng baik serta
dalam melaksanakan fungsi tiap
unit organisasinya.
38
3.
Suparjono
(2011)
Sistem Akuntansi
Penggajian
Karyawan pada
BTM
Mandiri
Sejahtera
Kecamatan
Unggaran Timur
4.
Sukry Ghozali
Pohan (2009)
Penerapan Sistem
Akuntansi
Penggajian dan
Pengupahan
Sebagai
Alat
Pendukung
Pengambilan
Keputusan Pada
Rumah
Sakit
Umum
Haji
Medan
Dokumen yang digunakan yaitu
kartu daftar absensi, daftar gaji,
dan lain sebagainya. Catatan
akuntansi adalah buku kas umum
dan kartu penghasilan karyawan.
Laporan yang dihasilkan yaitu:
daftar gaji, bukti pegawai dan
pembayaran
gaji.
Jaringan
prosedurnya
adalah
prosedur
pencatatan waktu hadir, pembuatan
daftar gaji dan pembayaran gaji.
Sistem pengendalian intern pada
BMT
Mandiri
Sejahtera
Kecamatan Unggara Timur dinilai
masih kurang baik. Ada beberapa
pegawai yang merangkap beberapa
bagian.
1. Struktur
organsiasi
yang
digunakan oleh RSU Haji
Medan adalah berbentuk garis,
yang menggambarkan secara
tegas garis wewenang dan
tanggung jawab setiap bagian
dalam organisasi. Hal ini dapat
dilihat dari bagian
yang
membuat daftar gaji dan upah
yang dilakukan oleh fungsi
kepegawaian, pembayarannya
dilakukan
oleh
bagian
keuangan dan pencatatannya
dilakukan
oleh
bagian
akuntansi.
Sehingga
pengendalian intern terhadap
gaji
dan
upah
dapat
dilaksanakan.
2. Adanya dokumen –dokumen
serta catatan-catatan akuntansi
yang memadai seperti daftar
gaji, daftar hadir, rekening
koran bank, jurnal dan dan buku
besar. Keseluruhan dokumen
tersebut
sudah
terprogram
dalam komputer, sehingga
dapat meminimalkan kesalahan
dalam pembayaran gaji dan
upah
39
Dari penjelasan diatas maka dapat
simpulkan bahwa sistem akuntansi
penggajian dan pengupahan di
Rumah sakit Umum Haji Medan
sudah sangat memadai dan dapat
mendukung pengambilan keputusan
di Rumah Sakit Umum Haji Medan,
hal ini dapat terlihat dari sudah
efektifnya struktur organisasi yang
berlaku dan para karyawan telah
bekerja sesuai dengan job desk
masing-masing.
40
BAB III
ANALISA YANG BERJALAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis ialah Deskriptif yaitu
penelitian yang menguraikan tentang karakteritik, unsur-unsur serta keadaan
yang sebenarnya dari objek penelitian.
B. Jenis Data
Jenis data yang dikumpulkan penulis adalah:
1.
Data Primer yaitu data yang didapat dari sumber pertama yang
merupakan data mentah yang kedepannya akan diproses untuk tujuantujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan, misalnya dari individu atau
perseorangan, antara lain contohnya adalah hasil wawancara dari
pihak perusahaan.
2.
Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber yang sudah
terekomendasi di perusahaan, antara lain : sejarah perusahaan, struktur
organisasi, serta literatur-literatur terkait.
40
41
C. Teknik Pengumpulan Data
Ada tiga teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu :
1.
Teknik Observasi yaitu melakukan pengamatan langsung terhadap
objek yang diteliti khususnya pada bagian kepegawaian.
2.
Teknik Dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data-data yang
berhubungan dengan objek yang diteliti.
3.
Teknik Wawancara yaitu melakukan tanya – jawab secara langsung
dengan bagian akuntansi ataupun dengan pihak yang terkait dengan
objek yang diteliti.
D. Metode Analisis
Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu
dengan cara menentukan, mengumpulkan data, mengklasifikasikan,
menginterprestasikan dan kemudian dianalisis serta dibandingkan dengan
teori-teori, lalu diambil suatu kesimpulan dan selanjutnya memberikan
saran.
E. Lokasi dan Jadwal Penelitian
Adapun tempat penelitian ini adalah Kantor PT. Bok Seng Investment
Indonesia yang berlokasi di Jln. Bridjen Katamso km 06 Tanjung Uncang,
Batam serta waktu penelitian ini dimulai pada Juni 2016 sampai dengan
tugas akhir ini diselesaikan.
42
F. Diagram Alir Penelitian
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian
Mulai
Daftar Hadir
Input Data
Perhitungan
Overtime
Pengendalian
Intern
Pemotongan
Gaji
Penerbitan
Payroll Payment
N
Y
Sistem
Akuntansi
64
Download