Melayani Negeri - Mandiri Tunas Finance

advertisement
2015
Laporan Tahunan
Dengan Hati
Melayani Negeri
Tentang Laporan Tahunan
Mandiri Tunas Finance 2015
Laporan Tahunan PT Mandiri Tunas Finance yang berakhir pada 31 Desember 2015 ini diterbitkan sesuai dengan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Penyebutan satuan mata uang “Rupiah”, “Rp” atau IDR merujuk pada mata uang resmi Republik Indonesia, sedangkan
“Dolar AS” atau USD merujuk pada mata uang resmi Amerika Serikat. Semua informasi keuangan disajikan dalam mata
uang Rupiah sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan Indonesia.
Laporan Tahunan Mandiri Tunas Finance 2015 disajikan dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
dalam buku yang berbeda dengan menggunakan jenis dan ukuran huruf yang mudah dibaca dan dicetak dengan kualitas
yang baik. Laporan Tahunan ini dapat dilihat dan diunduh di website resmi Mandiri Tunas Finance yaitu www.mtf.co.id.
KESINAMBUNGAN TEMA LAPORAN TAHUNAN
MANDIRI TUNAS FINANCE (2013-2015)
Tema yang diangkat dalam laporan tahunan Mandiri Tunas Finance selama 3 tahun
terakhir merupakan visualisasi dari rencana, strategi, dan kinerja Perusahaan selama
tahun buku berjalan. Setiap tema berkolaborasi dengan konsep yang berkaitan
dengan kekayaan alam Nusantara sebagai wujud kecintaan kami terhadap Indonesia.
2013
Meningkatnya pertumbuhan industri pembiayaan dan otomotif turut memberikan
kontribusi kepada peningkatan jumlah pembiayaan baru Perseroan pada tahun
2013. Berbagai inisiatif strategis telah dijalankan oleh Mandiri Tunas Finance guna
mencapai kinerja yang maksimal. Hal ini dilakukan dengan memberikan pelayanan
prima dan memuaskan bagi masyarakat luas maupun bangsa. Sejalan dengan Misi
Perusahaan, Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya selama tahun 2013 juga
berperan aktif dalam memberikan kontribusi kepada Negara untuk mengembangkan
perekonomian nasional yang diwujudkan dalam kontribusi pembayaran pajak,
pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pembukaan
lapangan kerja baru. Dengan peran tersebut, Perseroan telah mengambil satu langkah
maju untuk menjadi kebanggaan Indonesia.
Bertujuan untuk menjadi salah satu kebanggaan Indonesia, kami menvisualisasikannya
dengan menampilkan hal-hal yang menjadi ciri khas dan kebanggaan Indonesia ke
dalam konsep Laporan Tahunan 2013. Dimulai dari stupa Candi Borobudur yang
merupakan salah satu keajaiban dunia; kesenian tradisional, seperti Ondel-Ondel,
wayang kulit, tari Bali, dan gong; sejumlah satwa asli Indonesia, seperti Orangutan,
Harimau Sumatera, Komodo, dan Badak bercula satu; serta rumah-rumah tradisional
khas Indonesia.
SANGGAHAN DAN BATASAN TANGGUNG JAWAB / Disclaimer
Laporan tahunan ini memuat pernyataan kondisi keuangan, hasil operasi, proyeksi, rencana, strategi, kebijakan, serta tujuan Perseroan. Pernyataan-pernyataan tersebut
memiliki prospek risiko, ketidakpastian, serta dapat mengakibatkan perkembangan aktual secara material berbeda dari yang dilaporkan.
Pernyataan-pernyataan prospektif dalam laporan tahunan ini dibuat berdasarkan berbagai asumsi mengenai kondisi terkini dan kondisi mendatang Perseroan serta lingkungan
bisnis di mana Perseroan menjalankan kegiatan usaha. Perseroan tidak menjamin bahwa dokumen-dokumen yang telah dipastikan keabsahannya akan membawa hasil-hasil
tertentu sesuai harapan.
Laporan tahunan ini memuat kata “Perseroan” dan “Mandiri Tunas Finance” yang didefinisikan sebagai PT Mandiri Tunas Finance yang menjalankan bisnis dalam bidang
lembaga pembiayaan. Adakalanya kata “Perusahaan” dan “MTF” juga digunakan atas dasar kemudahan untuk menyebut PT Mandiri Tunas Finance secara umum.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
2014
Berbekal keinginan untuk menjadi kebanggaan Indonesia, Perseroan menunjukkan kinerja yang
membanggakan dengan rata-rata pertumbuhan di semua lini di atas 30% setiap tahunnya.
Perseroan yakin akan mampu meningkatkan pertumbuhan industri pembiayaan dan otomotif
yang turut memberikan kontribusi kepada Negara, baik dalam pengembangan Usaha Mikro
Kecil dan Menengah (UMKM) maupun pembukaan lapangan kerja baru. Ini menjadi bukti bahwa
Mandiri Tunas Finance bangga membangun negeri.
Sebagai bentuk kebanggaan tersebut, kami mengangkat konsep wayang kulit yang merupakan
seni tradisional Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai karya budaya yang mengagumkan
dan warisan dunia yang sangat berharga. Cerita narasi yang disuguhkan memiliki nilai seni yang
luar biasa.
Adalah Yudistira, tokoh pewayangan tertua di antara Panca Pandawa (lima Pandawa), atau para
putera Pandu dengan Dewi Kunti. Siftanya sangat bijaksana, memiliki moral yang sangat tinggi,
adil, sabar, jujur, penuh percaya diri, dan berani berspekulasi.
Tokoh Yudistira menggambarkan pencapaian Perseroan atas visinya “Menjadi Perusahaan
Pembiayaan yang Terbaik, Terbesar dan Terpercaya di Indonesia pada tahun 2014”. Atas kinerja
Perseroan yang sangat progesif, maka di akhir 2014, Perseroan menetapkan visi baru yaitu “To
be the Most Progressive and Reliable Multifinance in Indonesia”. Hal ini juga tercermin pada
tokoh Yudistira yang merupakan pemimpin Panca Pandawa yang arif dan bijaksana serta menjadi
contoh bagi keempat Pandawa lainnya .
2015
Di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang sedang mengalami perlambatan, Perseroan
berupaya untuk terus meningkatkan performa usaha yang di dukung oleh semangat kerja keras
serta dedikasi yang tinggi dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat Indonesia. Atas
upaya tersebut, di tahun 2015 Perseroan berhasil menorehkan pencapaian usaha yang baik
dengan mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 16%. Melalui perencanaan yang terukur
dan penetapan kebijakan yang strategis, Perseroan berhasil meraih momentum dalam mengejar
target usaha di tengah kondisi yang tidak mendukung.
Pencapaian tersebut merupakan komitmen Mandiri Tunas Finance dalam memberikan kontribusi
terhadap negara melalui peningkatan taraf hidup masyarakat. Dengan memberikan fasilitas
pembiayaan otomotif maupun pembiayaan multiguna lainnya Perseroan berharap dapat
mendorong pertumbuhan positif bagi geliat ekonomi masyarakat Indonesia serta peningkatan
pendapatan negara dari sektor pajak yang dapat dialokasikan untuk pembangunan yang merata.
Di tahun 2015, Perseroan mengusung tema besar “Dengan Hati Melayani Negeri” sebagai
representasi semangat Perseroan di dalam Laporan Tahunan Perusahaan. Substansi yang
terkandung dalam laporan tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas atas kinerja serta
tanggung jawab yang dijalankan Perseroan kepada seluruh Pemangku Kepentingan.Representasi
tema tersebut juga tertuang dalam visual desain yang ditampilkan dalam Laporan Tahunan ini.
Jabat tangan erat membentuk simbol hati menggambarkan jalinan kepedulian oleh setiap elemen
dalam memberikan pelayanan dengan sepenuh hati kepada negeri.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
1
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Daftar Isi
SANGGAHAN DAN BATASAN
TANGGUNG JAWAB TENTANG
LAPORAN TAHUNAN MANDIRI
TUNAS FINANCE 2015
KESINAMBUNGAN TEMA
LAPORAN TAHUNAN MANDIRI
TUNAS FINANCE (2013-2015)
KILAS KINERJA 2015
6
Ikhtisar Kinerja 2015
8
Ikhtisar Keuangan
13
Grafik Ikhtisar Keuangan
17
Ikhtisar Obligasi dan Medium
Term Notes
18
Keunggulan Kompetitif
19
Strategi Bisnis 2015
20
Kontribusi Kepada Negara
21
Tindakan Korporasi Tahun 2015
22
Peristiwa Penting 2015
26
Penghargaan dan Sertifikasi
28Testimoni
LAPORAN MANAJEMEN
32
Laporan Dewan Komisaris
38
Laporan Direktur Utama
PROFIL PERUSAHAAN
2
46
Identitas Perusahaan
48
Sekilas Mandiri Tunas Finance
51
Jejak Langkah
54
Visi, Misi dan Nilai Perusahaan
56
Bidang Usaha
58
Struktur Organisasi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
60
Manajemen dan Pejabat Senior
124 Laporan Laba Rugi
61
Profil Dewan Komisaris
127 Laporan Arus Kas
64
Profil Direksi
130 Kemampuan Membayar Hutang
67
Profil Deputi Direktur
131 Tingkat Rasio Kolektibilitas
70
Struktur Grup Perusahaan
71
Struktur Pemegang Saham
72
Komposisi Pemegang Saham
dan Kebijakan Manajemen atas
78
Kepemilikan Saham Dewan Komisaris
Struktur Modal
dan Direksi
78
Kepemilikan Saham Masyarakat
78
Entitas Anak Perusahaan, Perusahaan
Asosiasi atau Perusahaan Publik
78
Kronologis Pencatatan Saham
79
Kronologis Pencatatan Efek Lainnya
83
Informasi Penerbitan Medium Term
Notes
83
Nama dan Alamat Perusahaan
Pemeringkat Efek
Piutang Perusahaan
131 Struktur Modal Perusahaan
133 Kebijakan Manajemen atas
Struktur Modal
133 Ikatan Material Untuk Investasi
Barang Modal
134 Perubahan Material atas
Pendapatan
134 Dampak Perubahan Harga
Terhadap Pendapatan Usaha/
Pendapatan Bersih
134 Informasi dan Fakta Material
84
Pemeringkatan Perusahaan
yang Terjadi Setelah Tanggal
85
Nama Dan Alamat Lembaga Profesi
Laporan
Penunjang Pasar Modal
134 Prospek Usaha
86
Peta Jaringan dan Alamat Kantor
135 Perbandingan Target dan
Cabang
Realisasi
88
Alamat Kantor Cabang
136 Proyeksi 2016
93
Alamat Kantor Satelit
136 Rencana Jangka Panjang
94
Sumber Daya Manusia
136 Aspek Pemasaran
102 Teknologi Informasi
138 Pangsa Pasar
139 Kebijakan Dividen
139 Realisasi Penggunaan Dana Hasil
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
140 Informasi Material Perusahaan
112 Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
140 Transaksi Afiliasi dan Transaksi
112 Tinjauan Industri Perusahaan
Pembiayaan
116 Tinjauan Operasi Per Segmen Usaha
117 Analisis dan Pembahasan Kinerja
Keuangan
117 Laporan Posisi Keuangan
Penawaran Umum
yang Mengandung Benturan
Kepentingan
141 Perubahan Peraturan
Perundangundangan yang
Berpengaruh Signifikan Terhadap
Perusahaan dan Dampak
Terhadap Laporan Keuangan
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
141 Ikhtisar Kebijakan Akuntasi Yang
Signifikan
141 Aset dan Liabilitas Keuangan
145 Penentuan nilai wajar
146 Penjabaran Mata Uang Asing
146 Kas dan Setara Kas
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
186 Assessment Terhadap Dewan
Komisaris dan Direksi
186 Uraian Kebijakan Remunerasi
Direksi
188 Informasi Pemegang Saham
Utama Dan Pengendali
146 Piutang Pembiayaan Konsumen
188 Hubungan Afiliasi
147 Piutang Sewa Pembiayaan
189 Komite Audit
147 Cadangan Kerugian Penurunan
195 Komite Nominasi Dan Remunerasi
Nilai
201 Komite Di Bawah Direksi
147 Beban Dibayar Dimuka
203 Sekretaris Perusahaan
147 Aset Tetap dan Penyusutan
208 Fungsi Kepatuhan
148Perpajakan
214 Audit Internal
149 Imbalan Kerja
220 Manajemen Risiko
150Saham
226 Sistem Pengendalian Intern
150Dividen
228 Pengadaan Barang Dan Jasa
150 Laba Per Saham
230 Perkara Penting
150 Surat Berharga yang Diterbitkan
238 Sanksi Administratif
150 Transaksi dengan Pihak-Pihak
238 Akuntan Publik
Berelasi
151 Pengakuan Pendapatan dan Beban
151 Segmen Operasi
152 Perubahan kebijakan akuntansi dan
pengungkapan
154 Kebijakan Akuntansi yang
Berhubungan dengan Imbalan Kerja
251 Tanggung Jawab Sosial Bidang
Lingkungan Hidup
252 Tanggung Jawab Sosial Bidang
Pengembangan Sosial dan
Kemasyarakatan
254 Tanggung Jawab Sosial Terhadap
Nasabah
Surat Pernyataan Anggota
Dewan Komisaris dan
Direksi Tentang Tanggung
Jawab atas Laporan
Tahunan 2015
PT Mandiri Tunas Finance
Referensi Isi Laporan
Tahunan dengan
Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK)
239 Kode Etik dan Pakta Integritas
241 Uraian Tentang Program
LAPORAN KEUANGAN
Kepemilikan Saham Oleh
Karyawan Atau Manajemen
241 Sistem Pelaporan Pelanggaran
242 Akses Informasi
244 Kebijakan Keberagaman
Komposisi Dewan Komisaris Dan
Direksi
TATA KELOLA PERUSAHAAN
158 Implementasi Tata Kelola
163 Kebijakan Tata Kelola Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
168 Struktur Tata Kelola Perusahaan
248 Filosofi dan Dasar Kebijakan
Perusahaan
169 Rapat Umum Pemegang Saham
172 Dewan Komisaris
Tanggung Jawab
250 Tanggung Jawab Sosial Bidang
178 Komisaris Independen
Ketenagakerjaan, Kesehatan dan
179Direksi
Keselamatan Kerja
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
3
KILAS KINERJA 2015
4
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
01
Dengan Hati
Melayani Negeri
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kilas Kinerja
2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
5
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Ikhtisar Kinerja 2015
Rp17,14
triliun
Pembiayaan Baru
Rp16,43
triliun
Nilai Pembiayaan
Mobil Baru
Rp26,76
triliun
Piutang Pembiayaan
Konsumen Bersih yang
dikelola
Rp1,99
triliun
Total Pendapatan
Rp306,80
miliar
Laba Tahun Berjalan
6
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
16,02%
Pembiayaan baru tahun 2015 mencapai Rp17,14 triliun
meningkat Rp2.4 triliun atau 16,02% dari tahun 2014
sebesar Rp14,78 triliun.
18,96%
Nilai Pembiayaan Mobil Baru di tahun 2015 mencapai
Rp16,43 triliun atau naik sebesar 18,96% dari tahun 2014
sebesar Rp13,82 triliun.
26,45%
Piutang Pembiayaan Konsumen Bersih yang dikelola di
tahun 2015 mencapai Rp26,76 triliun meningkat Rp5,6
triliun atau 26,45% dari tahun 2014 sebesar Rp21,16
triliun.
31,32%
Total Pendapatan tahun 2015 mencapai Rp1,99 triliun
meningkat Rp473,98 miliar atau 31,32% dari tahun 2014
sebesar Rp1,51 triliun.
31,09%
Laba Tahun Berjalan tahun 2015 mencapai Rp306,80
miliar meningkat Rp72,75 miliar atau 31,09% dari tahun
2014 sebesar Rp234,05 miliar.
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Ikhtisar Kinerja 2015
Rp9,2
triliun
Total Aset
29,77%
Imbal Hasil Ekuitas
5,11%
Imbal Hasil Aset
299.578
Konsumen
Jumlah Konsumen
93kantor cabang
20kantor satelit
Jumlah Jaringan Usaha
Dengan Hati
Melayani Negeri
24%
Total Aset tahun 2015 mencapai Rp9,2 triliun meningkat
Rp1,78 triliun atau 24% dari tahun 2014 sebesar Rp7,42
triliun.
0,20%
Imbal Hasil Ekuitas tahun 2015 mencapai 29,77%
meningkat 0,20% dari tahun 2014 sebesar 29,71%.
7,81%
Imbal Hasil Aset tahun 2015 mencapai 5,11% meningkat
7,81% dari tahun 2014 sebesar 4,74%.
15,52%
Jumlah konsumen tahun 2015 mencapai 299.578
konsumen meningkat 40.257 konsumen atau 15,52%
dari tahun 2014 sebesar 259.321 konsumen.
5,68%
Jumlah jaringan usaha tahun 2015 sebanyak 93 kantor
cabang bertambah 5 kantor cabang dan 20 kantor satelit
atau 5,68% dari tahun 2014 sebanyak 88 kantor cabang.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
7
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Ikhtisar Keuangan
Ikhtisar keuangan tahun 2015, 2014 dan 2013 di bawah ini
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro
diambil dan atau dihitung dari laporan keuangan tahunan yang
& Surja (a member firm of Ernst and Young Global Limited).
berakhir pada 31 Desember 2015, 2014 dan 2013 yang telah
dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material.
Laporan Posisi Keuangan
Uraian
Dalam jutaan Rupiah
2015
2014
2013
ASET
Kas dan setara kas
Kas
19.938
13.951
12.929
3.257
8.914
11.910
68.771
250.585
166.400
8.148.026
6.080.567
4.639.163
5.886
7.420
5.738
8.153.912
6.087.987
4.644.901
(270.477)
(194.852)
(133.356)
7.883.435
5.893.135
4.511.545
604.150
783.737
619.691
(5.791)
(17.213)
(7.537)
598.359
766.524
612.154
76.923
43.921
27.546
388.421
320.326
223.185
465.344
364.247
250.731
(785)
(794)
(813)
464.559
363.453
249.918
19.907
12.885
8.422
102.852
74.531
44.006
41.081
36.845
22.421
835
966
442
Kas pada Bank
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang pembiayaan konsumen
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Dikurangi : cadangan kerugian penurunan nilai
Piutang sewa pembiayaan
Pihak ketiga
Dikurangi : cadangan kerugian penurunan nilai
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Cadangan kerugian penurunan nilai
Aset pajak tangguhan
Aset tetap
Aset lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
TOTAL ASET
8
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
9.202.994
7.421.789
5.640.147
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Ikhtisar Keuangan
Uraian
2015
2014
2013
Dalam jutaan Rupiah
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha
390.262
523.518
260.798
110.205
84.605
27.532
44.803
53.799
134.905
20.462
11.037
15.833
94.240
91.704
63.971
1.835
2.691
1.740
Pihak ketiga
4.228.720
2.941.445
2.412.010
Pihak berelasi
1.272.623
1.364.359
843.817
5.501.343
4.305.804
3.255.827
(14.753)
(14.662)
(14.764)
5.486.590
4.291.142
3.241.063
1.297.250
1.092.000
899.000
552.750
358.000
301.000
1.850.000
1.450.000
1.200.000
(4.590)
(2.631)
(3.265)
1.845.410
1.447.369
1.196.735
36.549
21.271
11.829
8.030.356
6.527.136
4.954.406
Modal Disetor
250.000
250.000
250.000
Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja karyawan
(11.496)
(6.080)
(2.103)
Sudah ditentukan penggunaannya
50.000
50.000
50.000
Belum ditentukan penggunaannya
884.134
600.733
387.844
TOTAL EKUITAS
1.172.638
894.653
685.741
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
9.202.994
7.421.789
5.640.147
Pihak ketiga
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang pajak kini
Beban yang masih harus dibayar
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Pinjaman bank
Biaya provisi yang belum diamortisasi
Surat berharga yang diterbitkan
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Beban emisi yang belum diamortisasi
Liabilitas imbalan kerja karyawan
TOTAL LIABILITAS
EKUITAS
Modal Saham
Saldo laba
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
9
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Ikhtisar Keuangan
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Uraian
2015
2014
2013
PENDAPATAN
Pembiayaan konsumen
Sewa pembiayaan
Bunga
Lain-lain neto
TOTAL PENDAPATAN
1.423.223
1.063.442
859.887
99.641
87.369
59.897
7.672
19.798
7.026
456.996
342.946
239.386
1.987.532
1.513.555
1.166.196
Dalam jutaan Rupiah
BEBAN
Beban keuangan
(703.121)
(548.682)
(443.492)
Gaji dan tunjangan
(304.698)
(235.081)
(179.091)
umum dan administrasi
(279.747)
(197.569)
(149.541)
(291.487)
(209.114)
(150.153)
2.356
(10.805)
(6.756)
9
19
166
(1.576.688)
(1.201.232)
(928.867)
410.844
312.323
237.329
(104.044)
(78.277)
(60.847)
Pemulihan (penyisihan) kerugian penurunan nilai :
Pembiayaan konsumen
Sewa pembiayaan
Piutang lain-lain
TOTAL BEBAN
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
BEBAN PAJAK
LABA TAHUN BERJALAN
306.800
234.046
176.482
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (Kerugian) aktuarial atas liabilitas imbalan kerja karyawan
Pajak penghasilan terkait
Penghasilan komprehensif lain-setelah pajak
TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
LABA PER SAHAM DASAR (Rupiah penuh)
10
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
(7.221)
(5.302)
3.248
1.805
1.325
(812)
(5.416)
(3.977)
2.436
301.384
230.069
178.918
123
94
71
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Ikhtisar Keuangan
Rasio-Rasio Keuangan Utama
Uraian
2015
2014
2013
PROFITABILITAS
Imbal Hasil Aset
3,69%
3,58%
3,52%
Imbal Hasil Aset*
4,94%
4,78%
4,73%
Imbal Hasil rata-rata Aset*
5,11%
4,74%
4,45%
Imbal Hasil Ekuitas
29,68%
29,62%
29,17%
Imbal Hasil rata-rata Ekuitas
29,77%
29,71%
29,13%
Jumlah Pendapatan / Jumlah Aset
21,60%
20,39%
20,68%
Piutang Pembiayaan Bersih Kelolaan**
26.758.485
21.161.175
15.627.805
Piutang Pembiayaan-Pembiayaan Bersama**
18.000.423
14.289.451
10.363.212
1,20%
1,15%
1,16%
Jumlah Liabilitas / Jumlah Aset (kali)
0,87
0,88
0,88
Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas (kali)
6,85
7,30
7,22
Utang yang Berbunga / Jumlah Ekuitas*** (Kali)
6,25
6,41
6,47
Pertumbuhan Pendapatan
31,32%
29,79%
38,66%
Pertumbuhan Laba Tahun Berjalan
31,09%
32,62%
51,32%
Pertumbuhan Aset
24,00%
31,59%
28,49%
Pertumbuhan Liabilitas
23,03%
31,74%
28,17%
Pertumbuhan Ekuitas
31,07%
30,47%
30,79%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan / Pendapatan
20,67%
20,64%
20,35%
Laba Bersih Setelah Pajak Tahun Berjalan / Pendapatan
15,44%
15,46%
15,13%
Rasio Efisiensi Biaya
45,43%
44,81%
45,48%
ASET PRODUKTIF
Piutang Bermasalah Kelolaan
LIKUIDITAS
PERTUMBUHAN
RASIO LAINNYA
Keterangan:
* menggunakan perhitungan laba sebelum pajak.
** dalam Jutaan Rupiah.
*** Gearing Ratio.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
11
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Ikhtisar Keuangan
Informasi Lainnya
Uraian
2015
2014
2013
PEMBIAYAAN BARU (Dalam Unit)
Mobil Baru
105.329
99.863
71.348
3.009
6.246
13.267
13.149
15.786
17.961
96
43
150
121.583
121.938
102.726
16.434.626
13.815.064
9.887.052
Mobil Bekas
335.127
635.173
1.238.611
Sepeda Motor
213.763
261.873
282.261
Alat Berat
158.357
63.212
182.120
Mobil Bekas
Sepeda Motor
Alat Berat
JUMLAH PEMBIAYAAN BARU
PEMBIAYAAN BARU (Dalam Jutaan Rupiah)
Mobil Baru
JUMLAH PEMBIAYAAN BARU
17.141.873
14.775.322
11.590.044
PEMBIAYAAN BARU DENGAN KONTRAK PEMBIAYAAN KONSUMEN
(Dalam Unit)
121.042
120.540
101.699
PEMBIAYAAN BARU DENGAN KONTRAK PEMBIAYAAN KONSUMEN
(Dalam Jutaan Rupiah)
16.859.546
14.246.001
11.075.234
PEMBIAYAAN BARU DENGAN KONTRAK SEWA PEMBIAYAAN
(Dalam Unit)
541
1.398
1.027
PEMBIAYAAN BARU DENGAN KONTRAK SEWA PEMBIAYAAN
(Dalam Jutaan Rupiah)
282.327
529.321
514.810
JUMLAH KONSUMEN
299.578
259.321
209.792
JUMLAH KARYAWAN
3.725
3.329
2.793
93
88
77
JUMLAH JARINGAN USAHA
12
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Grafik Ikhtisar Keuangan
Jumlah Aset
Jumlah Liabilitas
Rp Juta
Rp Juta
10.000.000
10.000.000
9.202.994
8.000.000
8.030.356
8.000.000
7.421.789
6.527.136
6.000.000
6.000.000
5.640.147
4.954.406
4.000.000
4.000.000
2.000.000
2.000.000
0
0
2013
2014
2015
2013
2014
Jumlah Ekuitas
Jumlah Pendapatan
Rp Juta
Rp Juta
1.172.638
1.000.000
894.653
800.000
2.000.000
1.987.532
1.513.555
1.500.000
685.741
600.000
1.000.000
400.000
500.000
200.000
100.000
0
2015
1.166.196
0
2013
2014
2015
Laba Tahun Berjalan
2013
2014
2015
Jumlah Konsumen
Rp Juta
350.000
300.000
306.800
300.000
250.000
200.000
209.792
150.000
176.482
150.000
100.000
0
0
2013
Dengan Hati
259.321
250.000
200.000
234.046
299.578
Melayani Negeri
2014
2015
2013
2014
2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
13
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Grafik Ikhtisar Keuangan
Likuiditas dan Solvabilitas
Rasio Efisiensi Biaya (%)
0,90
9,00
50,00%
8,00
40,00%
7,00
30,00%
0,83
6,00
20,00%
0,80
5,00
10,00%
45,48
0,88
0,88
0,88
7.22
0.87
7.30
0,85
6.85
0
0
2013
2014
45,43
44,81
0
2015
2013
2014
2015
Jumlah Liabilitas / Jumlah Aset (kali)
Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas (kali)
Pendapatan Lain-lain
Imbal Hasil Rata-rata Aset dan Imbal
Hasil Rata-rata Ekuitas
Rp Juta
456.996
400.000
40,00%
5,50%
5,11
350.000
5,00%
4,74
4,50%
342.946
35,00%
300.000
4,45
29,13
29,71
29,77
30,00%
250.000
4,00%
25,00%
3.50%
20,00%
3,00%
15,00%
239.386
200.000
150.000
0
0
0
2013
2014
2013
2014
2015
2015
Imbal Hasil Rata-rata Aset* (%)
Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas (%)
*menggunakan perhitungan laba sebelum pajak
14
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Grafik Ikhtisar Keuangan
Total Pembiayaan Baru
Pembiayaan Mobil Baru
Rp Juta
Unit
18.000.000
Rp Juta
180.000
18.000.000
160.000
16.000.000
140.000
14.000.000
Unit
160.000
17.141.873
16.000.000
16.434.626
140.000
14.775.322
14.000.000
121.938
12.000.000
10.000.000
120.000
13.815.064
121.583
11.590.044
102.726
120.000
12.000.000
100.000
10.000.000 9.887.052
105.329
100.000
99.863
80.000
71.348
8.000.000
80.000
8.000.000
60.000
6.000.000
60.000
6.000.000
40.000
0
0
2013
2014
0
2015
0
2013
2014
Jumlah (Rp Juta)
Jumlah (Rp Juta)
Unit
Unit
Pembiayaan Mobil Bekas
2015
Pembiayaan Sepeda Motor
Rp Juta
Unit
2.000.000
20.000
Rp Juta
Unit
300.000
30.000
282.261
1.500.000
13.267
15.000
250.000
10.000
200.000
261.873
1.238.611
1.000.000
6.246
500.000
5.000
335.127
0
2015
100.000
10.000
0
0
2013
2014
Jumlah (Rp Juta)
Jumlah (Rp Juta)
Unit
Unit
Melayani Negeri
15.000
13.149
2.000
0
Dengan Hati
20.000
15.786
150.000
3.009
200.000
2014
213.763
17.961
635.173
2013
25.000
2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
15
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Grafik Ikhtisar Keuangan
Piutang Pembiayaan Bermasalah
Jumlah Karyawan
3.725
3.500
2.50%
3.329
2.00%
3.000
2.793
1.50%
2.500
1,16%
1.00%
1,15%
1,20%
2.000
0.50%
1.500
0
0
2013
2014
2015
2015
2014
2013
Jumlah Jaringan Usaha
100
93
88
Jumlah Piutang Pembiayaan Kelolaan
80
77
60
Rp Juta
26.758.485
40
25.000.000
0
0
20
0
21.161.175
20.000.000
15.000.000
2013
2015
2014
15.627.805
Kantor Cabang
Kantor Satelit
10.000.000
5.000.000
1.000.000
Hasil Pemeringkatan*
0
2013
2014
2015
AA
id
2013
AA
id
2014
AA
id
2015
Keterangan:
* berdasarkan hasil pemeringkatan oleh PT Pefindo
16
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Ikhtisar Obligasi dan Medium Term Notes
Ikhtisar Obligasi
Tahun
Penerbitan
Nama Obligasi
2003
Obligasi Tunas
Financindo
Sarana I Tahun
2003 dengan
Tingkat Bunga
Tetap
-
id
2004
Obligasi Tunas
Financindo
Sarana II Tahun
2004 dengan
Tingkat Bunga
Tetap
-
id
2005
Obligasi Tunas
Financindo
Sarana III Tahun
2005 dengan
Tingkat Bunga
Tetap
Seri
Peringkat
(*)
Jumlah (Rp)
Tingkat
Bunga
Frekuensi Pembayaran
Bunga
Tanggal
Penerbitan
Tanggal Jatuh
Tempo
Keterangan
BBB+
500.000.000.000
14.5% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
4 Juni 2003
29 Mei 2006
Lunas
BBB+
350.000.000.000
10.00% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
15 Juni 2004
22 Juli 2005
Lunas
A-
150.000.000.000
10.625%
p.a
setiap 3 (tiga) bulan
1 Juli 2005
18 Juli 2006
Lunas
A-
100.000.000.000
12.825%
p.a
setiap 3 (tiga) bulan
1 Juli 2005
8 Juli 2007
Lunas
A-
100.000.000.000
13.250%
p.a
setiap 3 (tiga) bulan
1 Juli 2005
8 Juli 2008
Lunas
A
id
B
id
C
id
350.000.000.000
Obligasi Tunas
Financindo
Sarana IV Tahun
2007 dengan
Tingkat Bunga
Tetap
2007
Obligasi Tunas
Financindo
Sarana V Tahun
2008 dengan
Tingkat Bunga
Tetap
2008
A
id
A-
150.000.000.000
10.00% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
14 Februari 2007
27 Februari 2008
Lunas
B
Aid
100.000.000.000
10.4% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
14 Februari 2007
22 Februari 2009
Lunas
C
id
350.000.000.000
11.00% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
14 Februari 2007
22 Februari 2010
Lunas
A-
600.000.000.000
A
id
A-
350.000.000.000
10.00% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
12 Februari 2008
27 Februari 2009
Lunas
B
Aid
25.000.000.000
10.50% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
12 Februari 2008
20 Februari 2010
Lunas
C
id
A-
50.000.000.000
11.00% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
12 Februari 2008
20 Februari 2011
Lunas
D
id
175.000.000.000
11.25% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
12 Februari 2008
20 Februari 2012
Lunas
A-
600.000.000.000
Obligasi Mandiri
Tunas Finance
VI Tahun 2011
dengan Tingkat
Bunga Tetap
2011
A
id
A+
48.000.000.000
8.60% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
10 Mei 2011
23 Mei 2012
Lunas
B
A+
id
52.000.000.000
9.60% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
10 Mei 2011
19 Mei 2013
Lunas
C
id
A+
350.000.000.000
10.00% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
10 Mei 2011
19 Mei 2014
Lunas
D
A+
id
150.000.000.000
10.70% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
10 Mei 2011
19 Mei 2015
Lunas
600.000.000.000
2013
2014
2015
2015
Obligasi
Berkelanjutan I
Mandiri Tunas
Finance Tahap I
Tahun 2013
Obligasi
Berkelanjutan I
Mandiri Tunas
Finance Tahap II
Tahun 2014
A
id
AA
425.000.000.000
7.75% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
5 Juni 2013
5 Juni 2016
-
B
AA
id
75.000.000.000
8.80% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
5 Juni 2013
5 Juni 2017
-
500.000.000.000
A
idAA
425.000.000.000
10.70% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
19 Mei 2014
23 Mei 2017
-
B
idAA
175.000.000.000
10.85% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
19 Mei 2014
23 Mei 2018
-
9.75% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
9 Juni 2015
9 Juni 2018
600.000.000.000
Obligasi
Berkelanjutan I
Mandiri Tunas
Finance Tahap III
Tahun 2015
Obligasi
Berkelanjutan II
Mandiri Tunas
Finance Tahap I
Tahun 2015
idAA
150.000.000.000
-
A
idAA
500.000.000.000
10.20% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
11 Desember
2015
16 Desember
2018
-
B
idAA
100.000.000.000
10.80% p.a
setiap 3 (tiga) bulan
11 Desember
2015
16 Desember
2020
-
600.000.000.000
Jumlah Obligasi Terhutang Sampai Dengan 31 Desember 2015
Rp1.850.000.000.000
(*) Berdasarkan pemeringkatan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada saat penerbitan Obligasi.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
17
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Ikhtisar Obligasi dan Medium Term Notes
Ikhtisar Medium Term Notes
Tahun
Penerbitan
2012
Jumlah
(Rp)
Nama MTN
Medium Term Notes (MTN)
Mandiri Tunas Finance III
Tahun 2012
200.000.000.000
Peringkat
(*)
-
Tingkat
Bunga
9,95% p.a
Frekwensi
Pembayaran Bunga
Tanggal
Penerbitan
setiap 3 (tiga)
bulan
2 Februari 2012
Tanggal Jatuh
Tempo
2 Februari 2015
Jumlah MTN Terhutang Sampai Dengan 31 Desember 2014
Keterangan
Lunas
200.000.000.000
(*) Berdasarkan pemeringkatan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada saat penerbitan MTN.
Keunggulan Kompetitif
Beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan antara lain sebagai berikut :
1. Pemegang saham Perseroan yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Tunas Ridean Tbk senantiasa memberikan dukungan
dalam pengelolaan Perseroan khususnya dalam ketersediaan sumber pendanaan yang berkelanjutan, penggunaan infrastruktur
dan ketersediaaan unit.
2. Perseroan memiliki kerjasama yang luas dengan Agen Pemegang Merek dan dealer sehingga Perseroan dapat membiayai
hampir semua merek kendaraan mulai dari low cost green car (LCGC) sampai dengan luxury cars
3. Perseroan memiliki paket pembiayaan yang lengkap dan bunga yang kompetitif, mulai dari tenor 6 bulan sampai dengan 7
tahun.
4. Membiayai segmen retail maupun corporate fleet baik kendaraan penumpang (passenger cars) maupun kendaraan niaga
(commercial cars)
5. Memiliki jaringan usaha yang luas di 28 propinsi di Indonesia termasuk 20 Kantor Satelit di kantor-kantor cabang Bank Mandiri.
6. Proses kredit yang cepat dan mudah dengan didukung teknologi informasi seperti mobile marketing dan mobile survey.
7. Memberikan perlindungan asuransi yang menyeluruh kepada konsumen Perseroan.
8. Konsumen mendapatkan member card yang berfungsi sebagai kartu keanggotaan dengan berbagai promo yang menarik dan
juga dapat berfungsi sebagai kartu diskon belanja.
18
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Strategi Bisnis 2015
1. Fokus pada segmen pembiayaan mobil baru khususnya passenger cars, dimana Perseroan berhasil meningkatkan portofolio
nilai pembiayaan mobil baru dari 93,5% di tahun 2014 menjadi 95,8% dari total pembiayaan di tahun 2015.
2. Memperluas jaringan kantor cabang untuk penetrasi market dengan membuka 5 (lima) Kantor Cabang baru dan 20 (dua
puluh) Kantor Satelit di tahun 2015, sehingga pada akhir tahun 2015 jumlah jaringan cabang Perseroan bertambah menjadi
sebanyak 93 (sembilan puluh tiga) Kantor Cabang dan 20 (dua puluh) Kantor Satelit.
3. Memperluas dan mempererat kerjasama dengan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan bermotor dan main dealer di
seluruh Kantor Cabang Perseroan untuk meningkatkan kontribusi pembiayaan.
4. Membuat paket-paket pembiayaan yang lebih kompetitif dan customized untuk memenuhi kebutuhan konsumen baik
konsumen retail maupun konsumen korporasi, seperti Produk Multiguna Pendidikan, Program 007 dan Program 1to7 Wonders.
5. Meningkatkan sinergi dan aliansi strategis baik dengan Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk khususnya dalam program Kredit
Pemilikan Mobil (KPM) dan mengoptimalkan dukungan pendanaan maupun dengan jaringan dealer PT Tunas Ridean Tbk
untuk menjamin ketersediaan unit kendaraan, akuisisi konsumen baru maupun pemanfaatan infrastruktur khususnya dalam
pemasaran produk-produk pembiayaan Perseroan.
6. Melakukan inovasi dan pengembangan teknologi mobile application untuk memberikan kemudahan informasi bagi konsumen
dan mobile survey untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi kerja dalam mengakusisi konsumen baru.
7. Mengembangkan program-program customer loyalty yang memberikan benefit, kenyamanan dan keuntungan bagi konsumen
Perseroan.
8. Memperkuat Brand Awareness melalui Media Visit, Media Gathering, Writing Competition untuk media, Advertising,
berpartisipasi dalam pameran-pameran otomotif seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, Indonesia
International Motor Show (IIMS) 2015, Pameran Otomotif Surabaya (POS) 2015, dan berbagai kegiatan Corporate Social
Responsibility (CSR).
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
19
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Kontribusi Kepada Negara
Salah satu Misi Perseroan yang utama adalah ikut berkontribusi positif dalam perekonomian nasional. Sejalan dengan Misi tersebut,
Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya selama 2015 juga berperan aktif dalam memberikan kontribusi kepada Negara
untuk mengembangkan perekonomian nasional, antara lain diwujudkan dalam hal-hal berikut:
1. Kontribusi dalam pembayaran pajak
Selama tahun 2015, kontribusi pembayaran pajak oleh Perseroan kepada Negara sebesar Rp183.638.213.157,-, sedangkan pada
tahun 2014 sebesar Rp157.491.873.118,- atau mengalami peningkatan 16,6%. Kontribusi dalam pembayaran pajak terdiri dari:
Kantor
Peraturan Pajak
Pusat
Daerah
Jumlah (Rp) 2015
Jumlah (Rp) 2014
PPh Badan
91.453.896.255
82.039.824.245
PPN
27.429.473.684
19.316.518.326
PPh Withholding
64.696.820.526
56.092.619.767
58.022.692
42.910.780
183.638.213.157
157.491.873.118
PBB
TOTAL
2. Turut mengembangkan segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Sepanjang 2015, Perseroan telah menyalurkan pembiayaan kendaraan niaga kepada konsumen UMKM sebanyak 38.300
unit kendaraan jenis Pick Up atau 85,42% dari total jumlah unit kendaraan niaga yang telah dibiayai oleh Perseroan. Dengan
menyalurkan pembiayaan kendaraan jenis Pick Up tersebut, dapat lebih menunjang transportasi dan operasional dari bisnis UMKM
yang dimiliki oleh konsumen Perseroan dan diharapkan dapat mengembangkan bisnis UMKM tersebut.
Tipe Kendaraan Niaga
Unit
%
Heavy Equipment
96
0,21%
767
1,71%
38.300
85,42%
5.676
12,66%
44,839
100,00%
Double Cabin
Pick Up
Truck
TOTAL
Heavy Equipment 0,21%
Double Cabin 1,71%
Truck 12,66%
Pick Up 85,42%
3. Membuka lapangan kerja baru
Pada tahun 2015, Perseroan telah membuka 5 kantor cabang baru dan 20 Kantor Satelit yang sebagian besar terletak di Daerah
Tingkat II atau Kabupaten. Dengan dibukanya kantor-kantor cabang baru tersebut serta seiring dengan peningkatan volume bisnis
pembiayaan Perseroan, jumlah sumber daya manusia yang dimiliki Perseroan meningkat sebanyak 396 orang dari 3.329 orang di
tahun 2014 menjadi 3.725 orang di tahun 2015. Ekspansi bisnis Perseroan tersebut telah membuka lapangan kerja baru khususnya
disekitar lokasi kantor cabang baru Perseroan.
3.725
Jumlah
Karyawan
3.500
3.329
3.000
2.500
2.000
1.500
0
2014
20
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Tindakan Korporasi Tahun 2015
1. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Pada
13
April
2015,
Perseroan
mengadakan
RUPS Tahunan yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham dengan
hasil keputusan, antara lain menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan
untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2014; menyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2014
untuk pembagian dividen tunai sebesar 10% (sepuluh persen) dan untuk laba ditahan sebesar 90% (sembilan puluh persen);
menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman dan Surja (a member firm of Ernst and Young Global Limited)
untuk mengaudit Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2015; pemberian tantiem kepada Dewan Komisaris dan
Direksi; memberikan wewenang kepada pemegang saham mayoritas untuk menetapkan besarnya gaji dan honorarium bagi
Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2015 serta memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan
terlebih dahulu mendapat persetujuan pemegang saham mayoritas untuk menetapkan besarnya fasilitas dan tunjangan
bagi Direksi dan Dewan Komisaris tahun 2015, menyetujui untuk menerima Laporan Hasil Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014, menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, dan
persetujuan untuk mengalihkan dan/atau menjaminkan lebih dari 50% (lima puluh persen) kekayaan bersih Perseroan
sebagai jaminan utang untuk mendapat pendanaan baru di tahun buku 2016; laporan penggunaan dana hasil Penawaran
Umum Terbatas Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014; mengangkat Bapak Ade Cahyo Nugroho sebagai Direktur
Perseroan dan mengangkat kembali Bapak Harjanto Tjitohardjojo sebagai Direktur Perseroan. Dengan demikian, susunan
Direksi Perseroan terhitung sejak keputusan rapat tersebut adalah sebagai berikut :
Direktur Utama : Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur
: Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
: Ade Cahyo Nugroho
Keputusan pemegang saham tersebut telah dituangkan dalam Akta Berita Acara RUPS No. 31 tanggal 13 April 2015 dibuat
oleh Lenny Janis Ishak, SH, Notaris di Jakarta.
2. Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015
Pada 28 Mei 2015, Perseroan menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
tahap III Tahun 2015 dengan nilai pokok obligasi sebesar Rp150.000.000.000 (seratus lima puluh miliar Rupiah) dengan tenor
3 tahun. Dalam menerbitkan Obligasi Berkelanjutan ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan idAA (Double A) dari
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
3. Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015
Pada 11 Desember 2015, Perseroan menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas
Finance tahap I Tahun 2015 dengan nilai pokok obligasi Seri A sebesar Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar Rupiah) dengan
tenor 3 tahun dan Seri B sebesar Rp100.000.000.000,- (seratus miliar Rupiah) dengan tenor 5 tahun. Dalam menerbitkan
Obligasi Berkelanjutan ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan idAA (Double A) dari PT Pemeringkat Efek
Indonesia (Pefindo).
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
21
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Peristiwa Penting 2015
06 Februari 2015
Penyerahkan Asuransi
Credit Life Protection
Perseroan merayakan hari ulang tahun ke-6
bertempat di Ballroom Graha Mandiri Jakarta,
dengan mengusung tema “To Be The Most
Progressive and Reliable Multifinance in
Indonesia”.
Perseroan dan PT Asuransi Jasa Indonesia
(Jasindo) menyerahkan claim asuransi kepada
ahli waris nasabah Perseroan di Banyuwangi,
Jawa Timur
RUPS Tahunan Perseroan
Rambah Dunia Pendidikan
Perayaan HUT ke 6
22
06 Maret 2015
13 April 2015
15 Juni 2015
Perseroan mengadakan Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku
2014. RUPS Tahunan tersebut dihadiri oleh
seluruh Pemegang Saham, Dewan Komisaris
dan Direksi Perseroan.
Perseroan menjajaki dunia pendidikan dengan
menjalin kerjasama dengan PPM School of
Management melalui pembiayaan multiguna
pendidikan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Peristiwa Penting 2014
Raih Penghargaan di Indonesia
Multifinance Award 2015
Family Gathering 2015
16 Juni 2015
Perseroan meraih 10 penghargaan terbaik
dalam ajang Indonesia Multifinance Award
(IMA) 2015 yang diadakan oleh Majalah
Business Review di Jakarta.
Lebih dari 4.000 orang karyawan Perseroan
dan keluarganya menghadiri tradisi acara family
gathering yang dilaksanakan di Trans Studio
Bandung. Acara ini juga dilakukan di seluruh
kantor cabang Perseroan.
Raih GCG Award
GIIAS dan IIMS 2015
9 Agustus 2015
6 Agustus 2015
19-26 Agustus 2015
Perseroan menerima penghargaan Good Corporate
Governance (GCG) dengan predikat sangat baik pada
acara Indonesia Good Corporate Governance Award
(IGCGA) 2015 yang diadakan oleh IPMI International
Business School dan Majalah Economic Review di
Jakarta.
Perseroan berpartisipasi dalam Indonesia Internasional
Motor Show (IIMS) dan Gaikindo Indonesia
Internasional Auto Show (GIIAS) tahun 2015
yang diselenggarakan secara bersamaan dengan
menawarkan program teranyar 1 to 7 Wonders.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
23
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Peristiwa Penting 2014
Penyerahan Klaim Asuransi
Credit Life Protection
28 Agustus 2015
10 September 2015
Perseroan dan PT Asuransi Jiwa InHealth
Indonesia melakukan penyerahan klaim
asuransi Credit Life Protection kepada ahli
waris nasabah Perseroan bertempat di Banda
Aceh
Perseroan kembali mendapatkan penghargaan
bergengsi sebagai Silver Champion of Indonesia
WOW Brand 2015 category Car Leasing yang
diselenggarakan oleh lembaga konsultasi MarkPlus
Inc yang diperuntukkan kepada industri otomotif,
transportasi, dan logistik di Tanah Air.
Exotic Cars 2015 Auto Bild Indonesia
Pameran Otomotif
Surabaya 2015
12 Oktober 2015
Perseroan hadir untuk pertama kalinya dalam
pergelaran “Exotic Cars 2015” yang diadakan
oleh media otomotif terkemuka, Auto Bild
Indonesia, dengan menjadi sponsor utama.
24
Raih Penghargaan di Indonesia
WOW Brand 2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
4 November 2015
Perseroan menjadi salah satu sponsor utama dalam
gelaran pameran otomotif terbesar di Jawa Timur,
Pameran Otomotif Surabaya (POS) 2015 dengan tema
“The Real Motor Show since 2010”.
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Peristiwa Penting 2014
Beasiswa
26 November 2015
Perseroan memiliki Program CSR Peduli
Pendidikan bertajuk “MTF Prestasi”, yang
dilakukan dengan cara memberikan beasiswa
pendidikan kepada anak-anak karyawan yang
berprestasi dalam bidang akademik.
Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II
Targetkan Dana Sebesar Rp2 triliun
Desember 2015
Perseroan menerbitkan obligasi melalui Penawaran
Umum Berkelanjutan “Obligasi Berkelanjutan II
Mandiri Tunas Finance” dengan target dana yang
akan dihimpun sebesar Rp2.000.000.000.000,(dua triliun Rupiah).
CEO Perseroan Raih Penghargaan
Tokoh Finansial kategori
Multifinance Company 2015
Indonesia Most Trusted
Companies Award 2015
16 Desember 2015
Perseroan mendapatkan predikat “Trusted Company”
dari Majalah SWA & The Indonesia Institute for
Corporate Governance (IICG), pada acara Indonesia
Most Trusted Companies Award GCG SWA 2015
Direktur Utama Perseroan, Bp. Ignatius Susatyo Wijoyo
dalam Investor Award 2015 terpilih sebagai Tokoh
Finansial kategori Multifinance Company dari Majalah
Investor.
Dengan Hati
Melayani Negeri
17 Desember 2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
25
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Penghargaan dan Sertifikasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
The Best CEO
Rank 1st Non Listed Company asset > Rp5 T
Rank 1st Finance
Rank 1st HC – Management System
Rank 2nd GCG
Rank 2nd Marketing
Rank 2nd Information Technology
Rank 2nd CSR
Rank 3rd Risk Management
Rank 3rd HC – Leadership System
Kategori “Excellent Company” in Good Corporate Governance
(GCG) 2015 - Indonesia Good Corporate Governance Award
(IGCGA) 2015
Kategori Car Leasing “Silver Award” 2015 – Indonesia WOW
Brand 2015
Kategori Multifinance dengan Aset Rp 5 Triliun s/d 10 Triliun
predikat “SANGAT BAGUS” - Infobank Multifinance Award
2015
CEO Mandiri Tunas Finance sebagai Tokoh Finansial 2015
kategori Multifinance Company – Majalah Investor Award 2015
Indonesia Trusted Companies – Indonesia Most Trusted
Companies Award GCG SWA 2015
Indonesia Good Corporate Governance Award 2015
(Majalah Economic Review & IPMI International Business
School, 26 Agustus 2015) Kategori
“Excellent Company” in Good Corporate Governance 2015
26
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Indonesia Multifinance Awards 2015 (Majalah
Economic Review, 16 Juni 2015) Best of Multifinance
Indonesia of the Year 2015
Indonesia WOW Brand 2015 (MarkPlus Inc, 2
September 2015) Kategori Car Leasing
“Silver Award” 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Penghargaan Dan Sertifikasi
Infobank Multifinance Awards 2015 (Majalah Infobank, 29 September 2015) Kategori Multifinance dengan Aset Rp 5 T
s/d 10 T Multifinance Predikat “Sangat Bagus”
CEO Mandiri Tunas Finance memperoleh Majalah Investor Award sebagai Tokoh Finansial 2015 kategori Multifinance
Company (Majalah Investor,16 Desember 2015)
Indonesia Most Trusted Companies Award 2015 – Kategori “Trusted Company” (Majalah SWA & The Indonesia Institute
for Corporate Governance (IICG) , 17 Des 2015)
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
27
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Testimoni
Alan Ramdhan
Pemilik Toko Bunga Alam Florist
Dengan kredit mobil di MTF, membantu kelancaran usaha saya,
pengantaran bunga lebih tepat waktu, usaha saya semakin
meningkat, dengan proses yang mudah, cepat dan cicilan yang
terjangkau, alhamdulillah dengan bantuan dari MTF usaha saya
semakin meningkat dan lancar.
28
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Testimoni
Dina Artika Lubis
BM Toyota Pasar Minggu
Kami bekerjasama dengan MTF sudah sangat lama, dan kami
sangat senang bekerjasama dengan MTF sebagai lembaga
pembiayaan dari leasing company kami, karena MTF bekerja
sangat baik, professional, dan sangat cepat. Kami dari Tunas
Toyota sangat puas dengan hasil kerjasama ini.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
29
KILAS KINERJA 2015
30
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
02
Dengan Hati
Melayani Negeri
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Laporan
Manajemen
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
31
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Laporan Dewan Komisaris
Terkait penilaian kinerja Direksi,
Dewan Komisaris memberikan
apresiasi sebesar-besarnya kepada
seluruh jajaran Direksi Perseroan
atas dedikasi dalam menjalankan
tugas serta tanggung jawab
pengelolaan Perusahaan pada
tahun buku 2015.
Anton Setiawan
Komisaris Utama
32
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Laporan Dewan Komisaris
Seluruh Pemangku
Kepentingan yang Terhormat,
Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, menjadi periode penuh kerja keras bagi Perseroan untuk dapat terus meningkatkan
pertumbuhan dan pencapaian bisnis di tengah ketidakstabilan kondisi perekonomian nasional dan global. Perlambatan
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2015 yang tercatat hanya mencapai angka 4,67%, memaksa industri-industri di
tanah air khususnya industri pembiayaan untuk melakukan penyesuaian dalam mengantisipasi dampak negatif bagi perencanaan
serta target pertumbuhan usaha yang telah disusun.
Dewan Komisaris melalui mandat pengawasan dan pemberian saran sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundangundangan, senantiasa memberikan pandangan sekaligus pertimbangan bagi perumusan rencana strategis Direksi Perseroan, dalam
menghadapi segala bentuk tantangan usaha. Berkat kerja keras dan integritas Dewan Komisaris maupun Direksi, secara bertahap
Perseroan mampu beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang terjadi serta dapat mengendalikan usaha secara baik dan efisien. Hal
tersebut membuktikan bahwa sinergi antara komitmen pengawasan dan pengelolaan Perseroan yang baik dapat memberikan hasil
positif bagi kinerja Perseroan.
Penilaian Kinerja Direksi dan Dasar Penilaiannya
Terkait penilaian kinerja Perseroan, Dewan Komisaris memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Direksi
Perseroan atas dedikasi dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab pengelolaan Perusahaan pada tahun buku 2015. Segala
pencapaian yang berhasil diraih pada tahun ini merupakan suatu pembuktian atas kualitas manajemen yang dimiliki oleh Direksi.
Tentu tidak mudah bagi kita semua untuk mempertahankan kinerja usaha di tengah kondisi yang tidak mendukung. Ditengah
kondisi ekonomi yang belum kondusif, Direksi Perseroan terus berupaya untuk mencapai pertumbuhan kinerja sesuai dengan yang
telah ditargetkan di awal tahun.
Keyakinan yang teguh, tekad yang kuat serta pendistribusian kebijakan dan sasaran kerja yang efektif kepada seluruh Sumber
Daya Manusia (SDM) di seluruh level menjadi kunci sukses dalam melaksanakan pengorganisasian kerja yang baik bagi Perseroan.
Berikut beberapa hal yang menjadi dasar penilaian Dewan Komisaris terhadap kinerja Perseroan selama tahun buku 2015 yaitu:
1. Piutang pembiayaan yang dikelola oleh Perseroan sepanjang tahun 2015 mencapai Rp26,8 triliun meningkat 26% dibandingkan
tahun 2014 sebesar Rp21,2 triliun.
2. Neraca per 31 Desember 2015 ditutup dengan jumlah aset sebesar Rp9,2 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp1,8 triliun atau
24% dibandingkan dengan jumlah aset pada neraca akhir tahun 2014 dengan jumlah sebesar Rp7,4 triliun.
3. Nilai pembiayaan baru di tahun 2015 mencapai Rp17,1 triliun, tumbuh sebesar Rp2,3 triliun atau 16% dibandingkan
pembiayaan baru di tahun 2014 sebesar Rp14,8 triliun.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
33
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Laporan Dewan Komisaris
01 Anton Setiawan
Komisaris Utama
02 Sarastri Baskoro
Komisaris
03
34
01
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
02
03 Hanifah Purnama
Komisaris Independen
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Laporan Dewan Komisaris
4. Dari pos Laba Rugi tahun 2015, Perseroan memperoleh laba tahun
berjalan sebesar Rp306,8 miliar, tumbuh sebesar Rp73 miliar atau
31,09% dibandingkan pencapaian laba tahun berjalan tahun 2014
sebesar Rp234 miliar.
5. Pada akhir tahun 2015, Perseroan berhasil menjaga tingkat kredit
bermasalah (Non Performing Loan) pada tingkat yang terjaga yaitu
sebesar 1,20%.
6. Debt to equity ratio (DER) dapat dipertahankan pada posisi 6,25 kali
di tengah ketatnya likuiditas suku bunga perbankan sepanjang tahun
2015.
7. Return on Equity (ROE) mencapai 29,77% di akhir tahun 2015.
Pencapaian yang diraih Perseroan diatas terjadi ditengah melemahnya
industri otomotif, peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar
Amerika Serikat yang signifikan dan kondisi makro ekonomi yang
kurang mendukung. Atas dasar tersebut, secara umum Dewan Komisaris
menilai bahwa Direksi Perseroan telah menjalankan seluruh kegiatan
operasional dengan menunjukan kinerja pengelolaan yang baik. Direksi
Catatan gemilang juga
telah ditorehkan oleh
Perseroan dengan
mampu memanfaatkan
peluang bisnis dan
memaksimalkan
momentum perbaikan
yang didukung oleh paket
kebijakan perbaikan
ekonomi dan relaksasi
regulasi pembiayaan yang
telah disusun oleh otoritas
berwenang.
secara disiplin telah merealisasikan target-target bisnis yang telah disusun
dalam rencana kerja Perusahaan. Selain itu, Direksi juga telah mampu
mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki oleh Perseroan untuk
menetapkan langkah-langkah strategis terkait potensi maupun dalam
menghadapi segala bentuk hambatan-hambatan usaha.
Catatan gemilang juga telah ditorehkan oleh Perseroan dengan mampu
memanfaatkan peluang bisnis dan memaksimalkan momentum perbaikan
yang didukung oleh paket kebijakan perbaikan ekonomi dan relaksasi
regulasi pembiayaan yang telah disusun oleh otoritas berwenang. Dimulai
dari triwulan III 2015 sampai mendekati akhir tahun, Perseroan mampu
mengoptimalkan target usaha yang sebelumnya sempat tertahan.
Perseroan juga berhasil shifting dari mayoritas pembiayaan commercial
cars di tahun 2014 menjadi mayoritas pembiayaan passenger cars di
tahun 2015.
Pencapaian yang diraih di tahun 2015 tersebut didukung dengan
monitoring yang kuat atas implementasi kebijakan mitigasi risiko dan
evaluasi secara kontinyu terhadap kebijakan penanganan account
Pada tahun buku 2015,
Dewan Komisaris juga
mencatat beberapa hal
yang perlu diperbaiki
bersama, seperti
perbaikan strategi AR
management termasuk
collection effort untuk
menekan non performing
loan (NPL),
receivable untuk menjaga kualitas kredit portofolio.
Dewan Komisaris juga selalu mengingatkan kepada Direksi agar tetap
konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance
serta meningkatkan kapatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
35
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Laporan Dewan Komisaris
Pada tahun buku 2015, Dewan Komisaris juga mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki bersama, seperti perbaikan strategi AR
management termasuk collection effort untuk menekan non performing loan (NPL), perbaikan proses kerja untuk meningkatkan
efisiensi dan produktfitas kerja dan meningkatkan aliansi strategis dengan Group Bank Mandiri dan Tunas Ridean.
Dewan Komisaris berharap di tahun mendatang kualitas pengelolaan Perseroan dapat jauh lebih baik dan semakin ditingkatkan.
Rencana bisnis yang telah dirumuskan dapat berjalan dengan lancar tanpa terganjal oleh kendala-kendala yang berarti. Kita semua
tentu berharap, tahun 2016 kondisi perekonomian nasional dapat kembali menggeliat. Proyek-proyek infrastruktur dan proyek
strategis nasional lainnya yang telah ditetapkan oleh Pemerintah diharapkan dapat segera direalisasikan untuk lebih menggairahkan
sektor industri terkait lainnya. Pelebaran bisnis pembiayaan yang tidak terpaku pada segmen kendaraan bermotor namun juga
mencakup segmentasi lain, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perolehan laba usaha Perseroan.
Pandangan atas Prospek Usaha Perseroan yang Disusun oleh Direksi
Volatilitas pasar uang dan pasar modal diperkirakan masih akan mempengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri di tahun 2016.
Likuiditas di perbankan masih akan ketat dan penyesuaian BI Rate masih mungkin terjadi. Beberapa paket kebijakan ekonomi
baik yang telah diberlakukan maupun yang akan diberlakukan oleh Pemerintah perlu diantisipasi lebih dini dampaknya oleh
Direksi Perseroan. Di tahun 2016 pertumbuhan industri otomotif juga diprediksi cenderung stagnan berdasarkan proyeksi dari
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang hanya menargetkan peningkatan 5% dari tahun sebelumnya.
Perkembangan pasar otomotif tentunya akan mempengaruhi bisnis Perseroan. Kondisi ini harus menjadi perhatian bagi Direksi
dalam menjalankan strategi bisnisnya.
Oleh sebab itu, terhadap prospek usaha dan rencana bisnis yang telah disusun dan akan dijalankan oleh manajemen ditahun 2016,
Dewan Komisaris berkomitmen untuk terus memperkuat fungsi pengawasan dan tindakan antisipatif terhadap potensi penurunan
kualitas kredit dalam rangka mencapai target perolehan laba dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan (sustainable). Dewan
Komisaris percaya bahwa business plan 2016 yang telah disusun oleh
manajemen secara optimis telah mempertimbangkan kondisi makro
ekonomi, pertumbuhan industri otomotif, kapasitas yang dimiliki oleh
Perseroan, dan tetap mengutamakan kualitas pencairan kredit yang baik.
Secara garis besar, Dewan Komisaris berpandangan bahwa target
dan prospek usaha yang telah disusun Direksi sudah cukup rasional di
tengah kondisi ekonomi yang belum stabil dan mengharapkan Direksi
dapat memanfaatkan setiap peluang bisnis untuk meningkatkan kinerja
Perseroan.
Dewan Komisaris berharap penguatan risk management, good corporate
governance, optimalisasi internal control serta pengembangan potensi
sumber daya manusia yang berkualitas dilakukan secara berkelanjutan
agar menjadi pondasi yang kuat bagi Perseroan dalam mencapai Visi
Perseroan yaitu To be the most progressive and reliable multifinance in
Indonesia. Dengan adanya komitmen yang kuat dari manajemen untuk
penyempurnaan kualitas sumber daya manusia, kualitas pelayanan
konsumen, penerapan good corporate governance, implementasi budaya
kerja Perwira serta pengendalian biaya yang efektif dapat meningkatkan
daya saing Perseroan di bisnis pembiayaan kendaraan bermotor.
36
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Laporan Dewan Komisaris
Beberapa hal yang tetap harus diperhatikan dan secara terus menerus dilakukan dalam masa yang akan datang antara lain adalah:
1. Melakukan penyaluran pembiayaan dengan tetap berhati-hati (prudent financing) dengan mempertimbangkan risiko yang
terukur, sehingga kualitas portfolio dapat terjaga dengan baik.
2. Meningkatkan dan memperluas kerjasama dengan jaringan dealer dan Agen Pemegang Merek kendaraan bermotor.
3. Senantiasa meninjau dan menyempurnakan kebijakan atas pengelolaan operasional Perseroan.
Disamping itu, dengan kinerja yang selalu tumbuh setiap tahun, Perseroan telah menjadi salah satu Perusahaan Anak Bank Mandiri
yang sangat diharapkan berperan penting dalam memberikan kontribusi pertumbuhan grup usaha Bank Mandiri dan juga menjadi
leading multifinance di Indonesia. Dengan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan, Perseroan dapat menciptakan nilai tambah
bagi kesejahteraan karyawannya serta para pemangku kepentingan lainnya.
Penilaian Terhadap Komite Di Bawah Dewan Komisaris
Dalam mengoptimalkan fungsi pengawasan yang dilakukan, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit serta Komite Nominasi
dan Remunerasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Selama 2015, Komite Audit telah melaksanakan fungsinya
dengan baik dalam hal pengawasan sistem pengendalian internal Perseroan. Komite Audit secara simultan memberikan
rekomendasi-rekomendasi terkait pengelolaan Perusahaan dan identifikasi atas ada atau tidaknya tindakan penyelewengan
berdasarkan laporan yang dikemukakan. Secara berkala, Komite Audit berkoordinasi dengan Audit Internal guna mendapatkan
gambaran jelas dalam hal pengawasan terhadap pengelolaan Perusahaan, serta memberikan rekomendasi dalam penelaahan
laporan keuangan Perseroan.
Dewan Komisaris juga memberikan penilaian yang baik terhadap kinerja Komite Nominasi dan Remunerasi. Komite tersebut secara
signifikan membantu tugas Dewan Komisaris dalam menentukan serta menetapkan besaran remunerasi bagi Dewan Komisaris
maupun Direksi Perseroan secara kompetitif dan relevan. Dalam penyusunan pedoman proses nominasi calon anggota Direksi dan
Dewan Komisaris serta kebijakan remunerasi, Komite Nominasi dan Remunerasi secara bertanggung jawab melaksanakan tugastugas tersebut dengan profesional serta mengacu kepada regulasi dan tata aturan yang berlaku.
Perubahan Komposisi Dewan Komisaris
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2015 yang diselenggarakan pada tanggal 13 April 2015, Dewan
Komisaris Perseroan tidak mengalami perubahan komposisi.
Dewan Komisaris mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Pemegang Saham Perseroan atas dukungan
dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Perusahaan selama ini. Dewan Komisaris juga mengucapkan terima kasih yang
setinggi-tinggi kepada Direksi Perseroan atas integritas dalam pengelolaan Perusahaan serta kerja keras dalam mencapai target
bisnis. Semoga di tahun mendatang kinerja Perseroan dapat semakin ditingkatkan serta jauh lebih baik dibanding tahun-tahun
sebelumnya. Dewan Komisaris juga berharap situasi ekonomi global maupun nasional dapat berangsur-angsur membaik dan stabil
dalam mendukung iklim usaha di tanah air khususnya pada industri pembiayaan.
Jakarta, 1 Februari 2016
Anton Setiawan
Komisaris Utama
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
37
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Laporan Direksi
Di awal tahun 2015,
Perseroan berupaya sebaikbaiknya untuk menetapkan
kebijakan-kebijakan
strategis dalam mengejar
target bisnis yang telah
ditetapkan
Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur Utama
38
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Laporan Direksi
Seluruh Pemangku
Kepentingan yang Terhormat,
Di tahun 2015, perlambatan perekonomian nasional masih menjadi permasalahan utama bagi keberlangsungan dunia usaha di
tanah air. Kita tentunya masih ingat, pada tahun 2014 dengan perekonomian nasional yang tumbuh melambat sebesar 5,02%
turut memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap industri pembiayaan nasional. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri pembiayaan nasional 2015 diprediksi hanya dapat tumbuh di bawah 5% karena turut
terimbas dari ekonomi global dan dalam negeri yang belum kondusif. Total aset Perusahaan Pembiayaan tahun 2015 tercatat
sebesar Rp426 triliun, meningkat 3% secara year on year.
Walaupun di awal tahun sempat menunjukan optimisme, pertumbuhan perekonomian nasional nyatanya kembali mengalami
perlambatan. Momentum perlambatan tersebut mulai dirasakan pada Kuartal II 2015, di mana ekonomi nasional hanya dapat
membukukan pertumbuhan sebesar 4,67%. Meskipun terjadi penurunan, stabilitas sistem keuangan masih terjaga ditopang oleh
ketahanan sistem perbankan dan kinerja pasar keuangan yang cukup kuat sehingga mampu bertahan dengan pertumbuhan
sebesar 10,4% pada sektor kredit. Mayoritas segmentasi usaha industri pembiayaan yang memfokuskan pada segmen pembiayaan
kendaraan bermotor juga tidak mendapatkan dukungan penjualan yang cukup baik dari industri, sebagai contoh berdasarkan
data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan kendaraan roda empat mengalami penurunan
dimana sampai dengan Desember 2015 penjualan kendaraan roda empat tercatat hanya mencapai 1.013.291 unit turun 19%
dibandingkan periode yang sama pada tahun 2014 sebesar 1.208.028 unit.
Tantangan yang dihadapi ekonomi Indonesia selama tahun 2015 tidak terlepas dari dinamika perkembangan ekonomi dan
keuangan global, yaitu pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, harga komoditas yang menurun, dan pasar uang yang
masih bergejolak.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak kondusif tersebut, Perseroan berhasil membukukan kinerja positif hingga semester II 2015.
Kinerja positif berhasil diraih Perseroan di tengah melemahnya penjualan produk otomotif sebagai segmen utama pembiayaan
Perseroan. Perseroan berhasil meraih pembiayaan baru sebesar Rp17,14 triliun atau tumbuh sebesar 16% dibanding periode yang
sama pada tahun 2014 sebesar Rp14,78 triliun. Dengan pertumbuhan pembiayaan baru tersebut Perseroan berhasil mendorong
peningkatan pendapatan sebesar 32%.
Di awal tahun 2015, Perseroan berupaya sebaik-baiknya untuk menetapkan kebijakan-kebijakan strategis dalam mengejar target
bisnis yang telah ditetapkan. Komitmen yang kuat dari Perseroan untuk terus berkontribusi dalam membangun negeri dan
mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi modal utama bagi Perseroan. Dorongan Pemerintah melalui paket kebijakan
ekonomi dan relaksasi regulasi pembiayaan, yang disusun dalam mendukung perbaikan kondisi perekonomian nasional secara
umum, serta peningkatkan pertumbuhan industri pembiayaan secara khusus, membantu Perseroan untuk kembali mendapatkan
momentum dalam meraih pencapaian target-target bisnis yang diharapkan.
Laporan Kinerja Direksi 2015
Berkaca pada kondisi perekonomian nasional yang masih mengalami perlambatan serta dikeluarkannya berbagai kebijakan terhadap
pengembangan industri pembiayaan nasional, Perseroan melakukan berbagai langkah penting selama 2015 yang meliputi:
1. Fokus pada segmen pembiayaan mobil baru khususnya passenger cars, dimana Perseroan berhasil meningkatkan portofolio
nilai pembiayaan mobil baru dari 93,5% di tahun 2014 menjadi 95,8% dari total pembiayaan di tahun 2015.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
39
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Laporan Direksi
01Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur Utama
02 Ade Cahyo Nugroho
02
01
03
Direktur
03 Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
40
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Laporan Direksi
2. Memperluas jaringan kantor cabang untuk penetrasi market dengan
membuka 5 (lima) Kantor Cabang baru dan 20 (dua puluh) Kantor Satelit
di tahun 2015, sehingga pada akhir tahun 2015 jumlah jaringan cabang
Perseroan bertambah menjadi sebanyak 93 (sembilan puluh tiga) Kantor
Cabang dan 20 (dua puluh) Kantor Satelit.
3. Memperluas dan mempererat kerjasama dengan Agen Pemegang Merek
(APM) kendaraan bermotor dan main dealer di seluruh Kantor Cabang
Perseroan untuk meningkatkan market share dan kontribusi pembiayaan.
4. Membuat paket-paket pembiayaan yang lebih kompetitif dan customized
untuk memenuhi kebutuhan konsumen baik konsumen retail maupun
konsumen korporasi, seperti Produk Multiguna Pendidikan, Program 007
dan Program 1to7 Wonders.
5. Meningkatkan sinergi dan aliansi strategis baik dengan Group PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk khususnya dalam program Kredit Kepemilikan Mobil
(KPM) dan mengoptimalkan dukungan pendanaan maupun dengan
jaringan dealer PT Tunas Ridean Tbk untuk menjamin ketersediaan unit
kendaraan, akuisisi konsumen baru maupun pemanfaatan infrastruktur
khususnya dalam pemasaran produk-produk pembiayaan Perseroan.
6. Melakukan inovasi dan pengembangan berbasis teknologi informasi
seperti mobile application untuk memberikan kemudahan informasi bagi
konsumen dan mobile survey untuk meningkatkan produktifitas dan
efisiensi kerja dalam proses akuisisi konsumen baru.
7. Mengembangkan program-program customer loyalty yang memberikan
benefit, kenyamanan dan keuntungan bagi konsumen Perseroan.
8. Memperkuat Brand Awareness melalui Media Visit, Media Gathering,
Writing Competition untuk media, Advertising, berpartisipasi dalam
pameran-pameran otomotif seperti Gaikindo Indonesia International
Auto Show (GIIAS) 2015, Indonesia International Motor Show (IIMS)
2015, Pameran Otomotif Surabaya (POS) 2015, dan berbagai kegiatan
Corporate Social Responsibility (CSR) di beberapa daerah.
Berdasarkan langkah-langkah tersebut, Perseroan mampu meningkatkan
performa bisnis dengan mendorong laju pertumbuhan kinerja keuangan
Perseroan yang sebelumnya sempat tertahan. Hal tersebut dapat dilihat dari
pencapaian kinerja Perseroan selama tahun 2015 yang meliputi:
1. Piutang pembiayaan yang dikelola oleh Perseroan di tahun 2015
mencapai sebesar Rp26,8 triliun, meningkat 26% dibandingkan tahun
2014 sebesar Rp21,2 triliun. Peningkatan tersebut dikarenakan adanya
peningkatan volume pembiayaan di tahun 2015. Piutang pembiayaan
yang dikelola tersebut mencapai 95,2% dari target piutang pembiayaan
yang dikelola di tahun 2015 sebesar Rp28 triliun.
2. Perseroan menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp17,1 triliun,
meningkat 16% secara tahunan. Pembiayaan baru tersebut mencapai
85,7% dari target pembiayaan baru yang ditetapkan di tahun 2015
yaitu sebesar Rp20 triliun. Belum tercapainya target pembiayaan tersebut
disebabkan antara lain karena dipengaruhi oleh faktor ekonomi makro
dalam negeri serta melemahnya daya beli masyarakat.
Dengan Hati
Melayani Negeri
Kinerja positif berhasil
diraih Perseroan di
tengah melemahnya
penjualan produk
otomotif sebagai
segmen utama
pembiayaan Perseroan.
Perseroan berhasil
meraih pembiayaan
baru sebesar Rp17,14
triliun atau tumbuh
sebesar 16% dibanding
periode yang sama pada
tahun 2014 sebesar
Rp14,78 triliun
Laba Tahun
Berjalan
31,09%
Total
Pendapatan
31,32%
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
41
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Laporan Direksi
3. Perseroan mencatat total pendapatan di tahun 2015 sebesar Rp1,99 triliun, meningkat 32% dibandingkan total pendapatan
di tahun 2014 sebesar Rp1,51 triliun. Dari total pendapatan tersebut, pendapatan dari pembiayaan konsumen di tahun 2015
memberikan kontribusi terbesar yaitu Rp1,42 triliun atau meningkat 34% dibandingkan pendapatan pembiayaan konsumen
di tahun 2014 sebesar Rp1,06 triliun, diikuti pendapatan sewa pembiayaan sebesar Rp99,64 miliar atau meningkat signifikan
34% dibandingkan pendapatan sewa pembiayaan di tahun 2014 sebesar Rp87,37 miliar, dan sisanya berasal dari pendapatan
bunga dan lain-lain.
4. Di tahun 2015, Perseroan juga berhasil mencatatkan perolehan laba tahun berjalan sebesar Rp307 miliar, melebihi dari target
laba tahun berjalan yang ditetapkan di awal tahun sebesar Rp295 miliar atau pencapaian 104%. Pencapaian laba tahun
berjalan ini tumbuh 31% dibandingkan laba tahun berjalan tahun 2014 sebesar Rp234 miliar. Peningkatan laba tahun berjalan
ini seiring dengan peningkatan pendapatan baik pendapatan pembiayaan konsumen maupun pendapatan sewa pembiayaan.
5. Total aset Perseroan di tahun 2015 tercatat Rp9,2 triliun, atau tumbuh 24% dari tahun 2014 sebesar Rp7,4 triliun. Pencapaian
total aset ini merupakan 97,7% dari target total asset yang ditetapkan di tahun 2015.
6. Tingkat piutang pembiayaan bermasalah (Non Performing Loan) Perseroan tahun 2015 dapat dikendalikan di tingkat yang
wajar di level 1,20%. Tingkat pencapaian NPL ini merupakan 107,2% dari target NPL tahun 2015 yang sebesar 1,29%.
7. Perseroan berhasil meningkatkan market share di segmen mobil baru dari 12,6% di tahun 2014 menjadi 15% di tahun 2015.
Selain pencapaian-pencapaian yang berhasil diraih oleh Perseroan selama 2015, beberapa kendala yang terjadi sepanjang tahun
turut menjadi perhatian dan catatan bagi keberlanjutan pertumbuhan usaha Perseroan di masa depan. Kendala-kendala tersebut
diantaranya fluktuasi yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang Rupiah, menurunnya daya beli masyarakat dan melemahnya
penjualan kendaraan bermotor secara nasional.
Prospek Usaha
Perseroan terus berupaya melakukan pengembangan dan ekspansi bisnis kepada segmen-segmen pembiayaan yang potensial. Hal
tersebut sebagai tindak lanjut atas Peraturan OJK Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan
yang merubah arah bisnis perusahaan pembiayaan dari multifinance menjadi multiguna hingga pembiayaan infrastruktur. Segmen
pembiayaan yang akan menjadi target pengembangan Perseroan di tahun ini selain tetap fokus di pembiayaan mobil baru adalah
pembiayaan multiguna misalnya untuk kebutuhan renovasi rumah, perjalanan wisata, pendidikan ataupun kebutuhan konsumen
lainnya yang dapat dibiayai dengan produk multiguna dengan tetap memperhatikan risiko yang terukur. Realisasi atas rencana
tersebut akan mulai dilakukan pada kuartal I tahun 2016.
Untuk mencapai target pembiayaan Rp18 triliun di tahun 2016, selain menciptakan produk-produk pembiayaan yang makin
kompetitif, Perseroan juga akan semakin memperluas jaringan kantor satellite yang akan berlokasi di kantor-kantor cabang Bank
Mandiri. Perseroan juga akan lebih mengoptimalkan menggarap customer based Bank Mandiri baik untuk segmen passenger car
maupun commercial car. Melalui program aliansi strategis dengan Bank Mandiri, penetrasi market kepada anchor clients Bank
Mandiri dapat dilakukan lebih efektif. Dengan dukungan dari group Bank Mandiri dan Tunas Ridean, Perseroan optimis memiliki
potensi yang besar untuk meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang. Dengan demikian, prospek usaha Perseroan dalam
industri pembiayaan kendaraan bermotor masih sangat menjanjikan.
Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) merupakan salah satu elemen penting dalam
mengukur keberhasilan Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam GCG seperti
transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kesetaraan merupakan indikator penting atas sudah sejauh mana
Perseroan patuh terhadap segala bentuk kewajiban pengelolaan perusahaan.
Dalam pengimplementasian GCG, Perseroan senantiasa menyadari bahwa hal tersebut bukan sekadar bagian dari pemenuhan
tanggung jawab peraturan perundang-undangan semata. Lebih jauh, penerapan GCG yang terukur dapat menciptakan
peningkatan performa Perseroan dalam mendukung rencana dan tujuan Perseroan.
42
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Laporan Direksi
Untuk itu, Direksi dan segenap karyawan Perseroan berupaya sepenuhnya untuk menjalankan praktik GCG dengan menggunakan
standar yang tinggi. Dengan memberlakukan seluruh prinsip dalam GCG diharapkan dapat meminimalisasi segala bentuk
penyimpangan-penyimpangan yang dapat menjadi hambatan bagi kemajuan usaha Perseroan. Selain itu, dengan kesadaran
untuk menjalankan seluruh prinsip yang terkandung dalam GCG, dapat menjadi dasar bagi Perseroan untuk mengoptimalkan alat
kelengkapan organisasi Perusahaan dalam melakukan fungsi pengawasan.
Wujud implementasi GCG yang telah dilakukan Perseroan selama tahun 2015, antara lain, Perseroan telah memiliki Pedoman Tata
Kelola Terintegrasi dengan group Bank Mandiri, konsistensi dalam implementasi GCG Policy dan Corporate Code of Conduct, self
assessment GCG, optimalisasi sistem whistleblowing, pembentukan Anti Fraud Committee, meningkatkan pelaksanaan kegiatan
Corporate Social Responsibility, edukasi literasi keuangan, serta setiap proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara
transparan dan bertanggung jawab.
Atas komitmen nyata Perseroan dalam mencapai pelaksanaan tata kelola Perusahaan yang baik, Perseroan memperoleh beberapa
penghargaan berupa :
1. Excellent Company in Good Corporate Governance 2015 dari IPMI International Business School dan Majalah Economic Review;
dan
2. Trusted Company in Good Corporate Governance 2015 dari The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) dan
Majalah Swa.
Selain penghargaan tersebut Perseroan juga menerima beberapa apresiasi diantaranya Silver Award 2015 kategori Car Leasing dari
Mark Plus Inc. dalam Indonesia WOW Brand 2015 dan sebagai Multifinance berpredikat sangat bagus dari Majalah Infobank dalam
acara Infobank Multifinance Award 2015.
Perubahan Komposisi Direksi
Pada tahun 2015, terjadi perubahan komposisi Direksi Perseroan di mana Bapak Ade Cahyo Nugroho diangkat menjadi Direktur
Perseroan dan Bapak Harjanto Tjitohardjojo diangkat kembali menjadi Direktur Perseroan untuk periode masa jabatan berikutnya
melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diadakan pada tanggal 13 April 2015 berdasarkan Akta Berita Acara
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan No. 32 tanggal 13 April 2015 yang dibuat oleh Lenny Janis Ishak, SH, Notaris di Jakarta.
Perubahan Direksi Perseroan tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak regulator sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Apresiasi
Sebelum mengakhiri laporan ini, saya mewakili seluruh jajaran Direksi Perseroan menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi
yang setinggi-tingginya kepada pelanggan serta mitra bisnis atas dukungan, kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin selama
ini. Direksi Perseroan juga memberikan penghargaan yang besar terhadap para Pemegang Saham dan Dewan Komisaris Perseroan
atas segala arahan yang diberikan kepada kami. Direksi juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh
karyawan atas integritas dan dedikasi yang diberikan kepada Perseroan melalui semangat dan kerja keras dalam mendukung
upaya untuk mewujudkan Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan secara bahu membahu tanpa mengenal lelah sehingga Perseroan
dapat mencapai berbagai target peningkatan usaha dan pertumbuhan kinerja Perusahaan secara berkelanjutan.
Jakarta, 1 Februari 2016
Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur Utama
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
43
KILAS KINERJA 2015
44
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
03
Dengan Hati
Melayani Negeri
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Profil
Perusahaan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
45
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Identitas Perusahaan
Identitas Perusahaan
Nama perusahaan
PT Mandiri Tunas Finance
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha Perseroan bergerak dalam bidang lembaga
Bidang Usaha
pembiayaan, di mana untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna, dan
kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
Produk dan Jasa
Pembiayaan kendaraan bermotor kepada retail dan perusahaan meliputi mobil baru, mobil bekas,
sepeda motor, kendaraan niaga dan alat-alat berat serta pembiayaan multiguna.
Status Perusahaan
Anak Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Tunas Ridean Tbk.
Tanggal Pendirian
17 Mei 1989 dengan nama PT Tunas Financindo Corporation.
• Akta Pendirian No. 262 Tanggal 17 Mei 1989 dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H, Notaris
Akte Pendirian
di Jakarta.
• Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia C2-4868.HT’89 tanggal 1 Juni 1989.
• Berita Negara Republik Indonesia No. 57, Tanggal 18 Juli 1989, Tambahan No. 1369.
Modal Dasar dan
Modal Dasar: Rp1.000.000.000.000
Modal Disetor
Modal Disetor: Rp250.000.000.000
Kepemilikan
Jumlah Karyawan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 51%
PT Tunas Ridean Tbk 49%
3.725 orang
Graha Mandiri Lt. 3A
Jl. Imam Bonjol No. 61
Jakarta 10310 - Indonesia
Alamat Kantor Pusat
Telepon : (62-21) 230 5608
Fax : (62-21) 230 5618
Email : [email protected]
Website : www.mtf.co.id
93 kantor cabang tersebar di 28 Propinsi dan kota-kota, seperti Banda Aceh, Medan, Rantau
Prapat, Padang, Bukittinggi, Batam, Pekanbaru, Duri, Jambi, Baturaja, Rokan Hulu, Tanjung Pinang,
LubukLinggau, Muara Bungo, Bengkulu, Palembang, Lampung (7 Cabang), Pangkal Pinang, Cilegon,
Serang, Rangkasbitung, Tangerang (3 Cabang), Jakarta (9 Cabang), Bogor, Cibubur, Cibinong,
Jumlah Kantor
Depok, Bekasi (3 Cabang), Sukabumi, Karawang, Bandung (2 Cabang), Tasikmalaya, Garut, Subang,
Cabang
Cirebon, Semarang, Tegal, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Magelang, Pekalongan, Kudus, Surabaya
(2 Cabang), Malang, Kediri, Jember, Madiun, Tuban, Mojokerto, Gresik, Denpasar (2 Cabang),
Mataram, Pontianak, Balikpapan, Tarakan, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Tanjung,
Banjarbaru, Bontang, Makassar, Parepare, Kendari, Manado, Palu, Gorontalo, Sintang, Sampit,
Mamuju, Kotamobagu dan Kupang.
46
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Identitas Perusahaan
Identitas Perusahaan
20 kantor Satelit yang berlokasi di kantor-kantor Cabang Bank Mandiri antara lain: Pasaman
Jumlah Kantor Satelit Barat, Solok, Belitung, Lahat, Tugu Mulyo, Sumedang, Indramayu, Banjarnegara, Cilacap, Salatiga,
Sumbawa, Singaraja, Blitar, Lamongan, Pasuruan, Bone, Kolaka, Marisa, Bulukumba, Palopo
Harga Nominal
Saham
Bursa Pencatatan
Obligasi
Kode Efek
Rp100 per saham
Bursa Efek Indonesia
TUFI
• Obligasi Mandiri Tunas Finance VI Tahun 2011: 20 Mei 2011
Tanggal Pencatatan
Obligasi
• Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2013: 7 Juni 2013
• Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014: 26 Mei 2014
• Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015: 28 Mei 2015
• Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015: 11 Desember 2015
PT Pefindo
• Rating Obligasi: idAA (Double A)
Rating Obligasi dan
• Rating Perusahaan (Nasional): idAA (Double A; Stable Outlook)
Rating Perusahaan
PT Fitch Ratings Indonesia
• Rating Perusahaan (Nasional): AA(idn); Stable Outlook.
Hengki Heriandono
Graha Mandiri Lt. 3A
Jl. Imam Bonjol No. 61
Sekretaris
Jakarta 10310 – Indonesia
Perusahaan
Telepon : (62-21) 230 5608
Fax : (62-21) 230 5618
Email : [email protected]
[email protected]
Pelayanan Pelanggan Email : [email protected]
Telepon (Care Center): 1500059
dan Waktu
Pelayanan
Senin-Jumat: 08.30 – 17.30 WIB
Facebook fanpage: MTFAutoLoan
Jaringan Media
Sosial
Twitter: @MTF_AutoLoan
Youtube: MTFAutoLoan
Instagram: MTFAutoLoan
Google Plus: MTFAutoLoan
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
47
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Sekilas Mandiri Tunas Finance
Sejak 2009, Perseroan mengusung
visi Menjadi Perusahaan
Pembiayaan Otomotif Terbaik,
Terbesar dan Terpercaya
di Indonesia. Perseroan
telah mampu menunjukkan
kemampuannya sebagai
perusahaan pembiayaan otomotif
terbaik, terbesar dan terpercaya.
Awal didirikan pada tahun 1989 dengan nama PT Tunas Financindo Corporation yang bergerak di bidang usaha
pemberian fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor khususnya bagi konsumen dari jaringan dealer mobil yang
dimiliki oleh Grup Tunas Ridean. Pada tahun 2000, nama perusahaan diubah menjadi PT Tunas Financindo Sarana.
Sejak tahun pendirian hingga tahun 2009, seluruh saham Perseroan dimiliki oleh Grup PT Tunas Ridean Tbk, yang saat
ini merupakan grup otomotif independen terbesar dengan lebih dari 100 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam perkembangannya, untuk lebih memperluas bisnis pembiayaan serta meningkatkan kinerjanya, pada 6
Februari 2009, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan akuisisi 51% saham Perseroan dari Grup Tunas Ridean dan
mengubah nama PT Tunas Financindo Sarana menjadi PT Mandiri Tunas Finance yang juga diikuti dengan perubahan
logo perusahaan. Sisa saham 49% tetap dimiliki oleh PT Tunas Ridean Tbk. Sebagai bagian dari Perusahaan Anak PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Tunas Ridean Tbk., Perseroan dituntut untuk selalu tumbuh secara progresif dan
berkelanjutan serta menjadi perusahaan pembiayaan yang terpercaya di Indonesia.
Saat ini, Perseroan fokus pada pembiayaan di sektor otomotif dan multiguna. Pembiayaan yang diberikan oleh
Perseroan meliputi pembiayaan mobil baru, mobil bekas, sepeda motor termasuk motor besar, kendaraan niaga, alat
berat dan multiguna pendidikan. Sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2015, jaringan kantor cabang Perseroan
semakin berkembang luas dari 33 kantor cabang menjadi 93 kantor cabang dan 20 kantor Satelit yang saat ini
tersebar di 28 provinsi di Indonesia.
Sejak tahun 2003, Perseroan telah menerbitkan dan mencatatkan Obligasi I di PT Bursa Efek Surabaya yang saat ini
melebur menjadi Bursa Efek Indonesia, hingga tahun 2011, Perseroan juga telah mencatatkan Obligasi VI di PT Bursa
Efek Indonesia. Kemudian Perseroan juga telah melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan
I Tahap I Tahun 2013 ,Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014, Penawaran
Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015, dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2015.
48
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Hasil pemeringkatan Perseroan juga selalu meningkat sejalan dengan kinerja Perseroan yang semakin tumbuh. Pada 2003, PT
Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idBBB+ (triple B plus) hingga menjadi idAA (double A) pada tahun
2012, kemudian Pefindo menetapkan kembali rating idAA (double A) pada tahun 2013, 2014 dan 2015. Rating efek yang
baik ini diyakini dapat menekan beban biaya bunga yang dikeluarkan dengan lebih efisien sehingga dapat memacu kinerja
Perseroan lebih optimal.
Di tahun 2015, Perseroan memperluas usahanya ke sektor pembiayaan multiguna pendidikan. Hal tersebut dilakukan menyikapi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29/POJK.05/2014 sehingga Perseroan memperluas usaha pembiayaan pada
pembiayaan multiguna, dan kegiatan usaha pembiayaan lain.
Perseroan juga telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp17,14 triliun dengan jumlah piutang pembiayaan yang dikelola
sebesar Rp26,76 triliun. Perseroan telah menguasai 15% market share untuk mobil baru di tahun 2015. Tagline yang diusung
Perseroan yaitu Fast and Easy juga menjadi andalan Perusahaan, sebagai pemacu untuk tetap memberikan solusi terbaik bagi
konsumen yang ingin memiliki kendaraan bermotor dengan proses yang cepat dan mudah.
Dengan memberikan fasilitas serta solusi pembiayaan mudah, inovatif dan kompetitif bagi para konsumen dalam membantu
mewujudkan impian memiliki mobil (baru dan bekas), sepeda motor (khusus daerah tertentu) dan kendaraan niaga, baik
perorangan maupun korporasi dalam bentuk pembiayaan maupun sewa guna usaha serta multiguna pendidikan, Perseroan
tetap menomorsatukan pelayanan terhadap konsumen dalam hal memberi kemudahan apalagi didukung oleh kantor cabang
yang tersebar di seluruh Indonesia dan sumber daya manusia yang berkualitas serta fasilitas infrastruktur yang memadai.
Di tahun 2015, Perseroan terus mengembangkan jaringan usaha dengan membuka 20 kantor satelit yang berlokasi di kantorkantor cabang Bank Mandiri serta 5 kantor cabang baru di daerah tingkat II yang potensial untuk meningkatkan penetrasi
market dan meningkatkan market share.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
49
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Sekilas Mandiri Tunas Finance
Perusahaan Pembiayaan Otomotif Terbaik, Terbesar, dan Terpercaya
Sejak 2009, Perseroan mengusung visi Menjadi Perusahaan Pembiayaan Otomotif Terbaik, Terbesar dan Terpercaya di Indonesia.
Perseroan telah mampu menunjukkan kemampuannya sebagai perusahaan pembiayaan otomotif terbaik, terbesar dan terpercaya.
Hal ini didukung oleh komitmen serta konsep dan strategis Perseroan dalam mengembangkan perusahaan untuk selalu lebih maju
dan lebih baik di setiap tahunnya.
Kinerja Terbaik
Peningkatan
Untuk
itu
kualitas
Perseroan
dan
profesionalisme
melakukan
sumber
daya manusia menjadi kunci dalam mencapai target kinerja terbaik.
langkah-langkah
untuk mewujudkan dan membentuk sumber daya manusia terbaik,
antara lain dengan menyelenggarakan program Management Development Program (MDP) dan Management Trainee, program
ini merupakan program pendidikan dan pelatihan untuk menjaring kandidat terbaik di internal Perseroan serta meningkatkan
kompentensi sumber daya manusia untuk menjadi Future Leaders Perseroan yang memiliki loyalitas tinggi serta kapabilitas yang
diharapkan. Selain itu, Perseroan juga melakukan perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan sistem serta prosedur operasional,
menjunjung tinggi budaya Perwira Perseroan, meningkatkan kualitas kredit untuk menurunkan Non Performing Loan (NPL) serta
melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir fraud.
Kinerja Terbesar dan Terpercaya
Perseroan secara berkelanjutan terus meningkatkan dan memperluas kerja sama dengan seluruh Agen Pemegang Merek (APM)
kendaraan bermotor dan jaringan dealer serta showroom di seluruh wilayah kantor pemasaran Perseroan untuk meningkatkan
pangsa pasar. Saat ini, Perseroan telah bekerja sama dengan hampir seluruh APM sehingga Perseroan dapat membiayai seluruh
merek kendaraan yang dibutuhkan oleh konsumen. Hal ini membuktikan tingkat kepercayaan APM dan dealer yang sangat
tinggi kepada Perseroan. Dengan adanya kerja sama tersebut, Perseroan dapat lebih banyak memberikan berbagai pilihan jenis
kendaraan bermotor kepada konsumen serta mempermudah penetrasi pasar di berbagai wilayah kantor pemasaran Perseroan.
50
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Jejak langkah
Pendirian
Perseroan dengan
nama PT Tunas
Financindo
Corporation
Perseroan membuka 5
(lima) Kantor Cabang baru
yaitu Bekasi, Tangerang,
Surabaya, Depok, dan
Semarang
1989
1995
Perseroan membuka 2
(dua) Kantor Cabang yaitu
Bandung dan Bogor
Dengan Hati
Melayani Negeri
1997
Perseroan membuka 9 (sembilan) Kantor
Cabang baru yaitu Metro (Lampung),
Tulang Bawang (Lampung), Tanggamus
(Lampung), Palembang, Pekanbaru,
Fatmawati (Jakarta Selatan), Matraman
(Jakarta Timur), Purwokerto, dan
Banjarmasin
2004
2006
Perseroan membuka 8 (delapan)
Kantor Cabang baru yaitu di Kelapa
Gading (Jakarta Utara), Tasikmalaya,
Medan, Tanjung Duren (Jakarta Barat),
Surabaya I, Balikpapan, Samarinda,
dan Makassar
2007
Perseroan membuka 2
(dua) Kantor Cabang
baru yaitu Kotabumi
(Lampung) dan Kalianda
(Lampung)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
51
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Jejak langkah
»»
»»
»»
»»
Perseroan membuka 13 (tiga
belas) Kantor Cabang baru
yaitu bumi Serpong Damai
(Tangerang), Pecenongan
(Jakarta Pusat), Denpasar,
Pontianak, Kendari,
Palangkaraya, Parepare
(Sulawesi Selatan), Karawang,
Tarakan (Kalimantan Timur),
Kediri, Tegal, Bengkulu, dan
Manado)
Perseroan membuka 1 (satu)
Kantor Cabang baru yaitu di
Jambi
Perseroan memperoleh Investor
Awards sebagai Perusahaan
Multifinance Terbaik Tahun 2008
untuk kategori Aset di atas Rp2
triliun – Rp4 triliun
2008
»»
»»
»»
2009
Pengambilalihan 51% saham
Perseroan oleh Bank Mandiri
(Persero) Tbk.
Perubahan nama Perseroan
menjadi PT Mandiri Tunas Finance
Perpindahan Kantor Pusat
Perseroan ke Graha Mandiri
Lantai 3A, Jl. Imam Bonjol No. 61,
Jakarta 10310
2010
»»
»»
52
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
»»
PT Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan
peringkat Perseroan dengan peringkat AA
(idn); Stable Outlook
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
telah menaikkan peringkat Perseroan beserta
surat utang Obligasi VI Seri B, Seri C, dan Seri
D Tahun 2011 yang semula peringkat idA+
(Single A Plus; Stable Outlook) menjadi idAA
(Double A; Stable Outlook)
Perseroan berhasil mencapai seluruh strategi
inisiatif sebagaimana yang dipersyaratkan oleh
pemegang saham mayoritas yaitu pencapaian
target-target market share, pendapatan, dan
laba bersih
2011
2012
P erseroan membuka 22 (dua puluh dua) Kantor Cabang baru
yaitu Rantau Prapat (Sumatera Utara), Muara Bungo (Jambi),
Padang, Pangkal Pinang, Banda Aceh, Sukabumi, Serang,
Pondok Gede, Mampang Prapatan (Jakarta Selatan), Kebon
Jeruk (Jakarta Barat), Tuban, Tanjung (Kalimantan Selatan),
Palu, Madium, Jember, Gianyar, Kudus, Magelang, Mataram,
Gorontalo, Bandung 2, dan WTC Mangga Dua (Jakarta
Utara).
Perseroan menerima penghargaan peringkat III Digital
Multifinance Brand dari majalah Infobank dalam acara
Infobank Digital Brand of The year 2011
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Jejak langkah
»»
»»
»»
Perseroan membuka 9 (sembilan) Kantor Cabang baru yaitu
di Batam (Kepulauan Riau), Bukittinggi (Sumatera Barat), Duri
(Riau), Baturaja (Sumatera Selatan), Lubuklinggau (Sumatera
Selatan), Cibubur (Jawa Barat), Bandarjaya (Lampung), Banjarbaru
(Kalimantan Selatan) dan Tangerang 2 (Banten)
Perseroan menerima penghargaan Indonesia Multifinance Award
2013 sebagai “The Best of Good Corporate Governance for
Multifinance Indonesia 2013” dari Majalah Business Review
Perseroan menerima penghargaan Anugerah Business Review 2013
dari Majalah Business Review sebagai:
• The 3rd Best Non Listed Company of the Year 2013
• The 3rd Best Finance Performance of the Year 2013
• The 4th Best Human Capital of the Year
• The 5th Best Corporation for Risk Management of the Year
2013
2013
»»
»»
»»
»»
»»
»»
»»
Perseroan membuka 5 Kantor cabang baru yaitu di Sintang, Sampit, Mamuju,
Kotamobagu dan Kupang serta 20 kantor Satelit yang berlokasi di kantorkantor Cabang Bank Mandiri.
Perseroan memperoleh 10 penghargaan Indonesia Multifinance Award 2015
dari Majalah Business Review, diantaranya The Best of Multifinance Indonesia
2015.
Perseroan memperoleh penghargaan sebagai Kategori “Excellent Company”
in Good Corporate Governance (GCG) 2015 - Indonesia Good Corporate
Governance Award (IGCGA) 2015.
Perseroan memperoleh penghargaan sebagai Kategori Car Leasing “Silver
Award” 2015 – Indonesia WOW Brand 2015.
Perseroan memperoleh penghargaan sebagai Kategori Multifinance dengan
Aset Rp 5 Triliun s/d 10 Triliun predikat “SANGAT BAGUS” - Infobank
Multifinance Award 2015.
CEO Perseroan memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Finansial 2015
kategori Multifinance Company – Majalah Investor Award 2015.
Perseroan memperoleh penghargaan sebagai Indonesia Trusted Companies Indonesia Most Trusted Companies Award GCG SWA 2015.
2014
»»
Pemekaran Kantor Wilayah dari 6 Kantor Wilayah menjadi 9 Kantor Wilayah.
»»
Perseroan membuka 11 (sebelas) Kantor Cabang baru yaitu di Ujung Batu (Riau), Tanjung
2015
Pinang (Kep. Riau), Bontang (Kalimantan Timur), Cibinong (Jawa Barat), Rangkasbitung
(Banten), Cikarang (Jawa Barat), Garut (Jawa Barat), Pekalongan (Jawa Tengah), Subang (Jawa
Barat), Gresik (JawaTimur) dan Mojokerto (JawaTimur).
»»
Perseroan menerima 9 penghargaan Indonesia Multifinance Award 2014 dari Majalah
Business Review sebagai:
•
Best 1st Overall
•
Best 1st Non Listed Company with asset > Rp5 T
•
Best 1st GCG
•
Best 1st Finance
•
Best 1st Information Technology
•
Best 2nd CSR
•
Best 2nd Risk Management
•
Best 3rd Human Capital
•
The Best CEO
»»
Perseroan memperoleh penghargaan sebagai salah satu Multifinance berpredikat “Sangat
»»
Perseroan memperoleh penghargaan sebagai “Trusted Company” dalam implementasi
Bagus” dari Majalah Infobank di acara Infobank Multifinance Award 2014.
Good Corporate Governance dari Majalah Swadan The Indonesian Institute for Corporate
Governance (IICG).
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
53
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Visi, Misi dan Nilai Perusahaan
Visi
Misi
To Be The Most
Progressive and Reliable
Multifinance in Indonesia
• Berorientasi kepada Pemenuhan
Kebutuhan kredit masyarakat untuk
mensejahterakan bangsa
• Memberi keuntungan dan manfaat
optimal bagi stakeholder
• Membangun sumber daya manusia
yang profesional dan pantang
menyerah melali budaya kerja
PERWIRA
• Menjadi institusi yang
menyenangkan dan membanggakan
dalam berkarya meraih prestasi
terbaik.
54
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Visi, Misi dan Nilai Perusahaan
Nilai
Perusahaan
Budaya Kerja Perseroan yang selalu dijunjung tinggi oleh
seluruh
karyawan
adalah
PERWIRA,
yang
merupakan
singkatan dari Kepercayaan, Kewirausahaan dan Kegembiraan
yang merupakan 3 (tiga) nilai-nilai dasar yang didalamnya
mengandung 9 (sembilan) perilaku utama yang harus
diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan oleh
setiap karyawan.
Setiap karyawan wajib menjujung tinggi nilai-nilai:
KePERcayaan
• Jujur dan dapat dipercaya
• Bertanggung Jawab
• Berkomitmen
Setiap karyawan wajib mempunyai:
KeWIrausahaan
• Rasa Memiliki
• Profesionalisme
• Fokus Kepada Pelanggan
Setiap karyawan harus bekerja:
KegembiRAan
• Antusias, ulet, dan pantang menyerah
• Bersinergi
• Gembira
Budaya PERWIRA dirumuskan dan dikukuhkan sebagai budaya
Pada 14 Februari 2014, Perseroan menerima penghargaan
kerja Perseroan pada 11 Desember 2009 di Bandung. Perseroan
dari Bank Mandiri sebagai “The 1st Best Subsidiaries Culture
senantiasa menekankan kepada setiap karyawan untuk
Execution Award 2013” yaitu sebuah penghargaan dalam
konsisten dalam memegang teguh dan mengimplementasikan
implementasi budaya kerja terbaik di lingkungan Anak
budaya Perusahaan yaitu budaya kerja PERWIRA dalam aktivitas
Perusahaan Bank Mandiri.
pekerjaan sehari-hari. Budaya kerja PERWIRA pada awalnya
dirumuskan sendiri oleh karyawan dan kemudian diterima
Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan yang dirumuskan telah diketahui
oleh Perseroan sebagai budaya kerja yang menjadi pedoman
dan disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
berpikir dan berperilaku bagi setiap karyawan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
55
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Bidang Usaha
Produk atau jasa yang
dihasilkan berupa
pembiayaan kendaraan
bermotor, baik kepada
konsumen retail maupun
perusahaan dalam bentuk
pembiayaan konsumen
maupun sewa guna usaha.
Kegiatan Usaha
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha Perseroan bergerak dalam bidang lembaga
pembiayaan, di mana untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, pembiayaan multiguna, dan
kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Perseroan saat ini
melaksanakan kegiatan pembiayaan konsumen, sewa guna usaha dan multiguna pendidikan.
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan telah memperoleh izin untuk melakukan kegiatan usaha
di bidang pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No.1021/KMK.13/1989 tanggal 7 September 1989 kemudian diperbaharui oleh Surat Keputusan
No. 54/KMK-013/1992 tanggal 15 Januari 1992 lalu No. 19/KMK.017/2001 tanggal 19 Januari 2001
dan terakhir diubah dengan No. KEP-352/ KM.10/2009 tanggal 29 September 2009.
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan
Usaha Perusahaan Pembiayaan, Perseroan telah melakukan perubahan anggaran dasar
pada
tanggal 13 April 2015 yang antara lain menyesuaikan maksud dan tujuan Perseroan sesuai dengan
jenis kegiatan usaha Perusahaan Pembiayaan.
56
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Produk dan Jasa
Produk atau jasa yang diberikan berupa pembiayaan kendaraan bermotor, baik kepada konsumen retail maupun
perusahaan dalam bentuk pembiayaan konsumen maupun sewa guna usaha. Jenis kendaraan yang dibiayai
meliputi mobil baru, mobil bekas, sepeda motor, kendaraan niaga, dan alat berat.
Selain itu, Perseroan juga melakukan pemberian kredit/pembiayaan kepada calon mahasiswa/customer untuk
kebutuhan multiguna pendidikan, dengan jaminan dokumen kepemilikan kendaraan, dimana pelunasan biaya
pendidikan akan dilakukan oleh Perseroan kepada Pihak Ketiga (Insititusi Pendidikan). Di tahun 2016 pembiayaan
multiguna yang disalurkan oleh Perseroan tidak hanya lagi terbatas dalam pendidikan namun diperluas sesuai
dengan kebutuhan konsumen.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
57
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Struktur Organisasi
RUPS
DEWAN KOMISARIS
KOMITE NOMINASI &
REMUNERASI
DIREKTUR UTAMA
INTERNAL AUDIT
DIREKTUR
HUMAN CAPITAL
CORPORATE SECRETARY &
LEGAL COMPLIANCE
58
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
STRATEGIC PARTNER
& MARKETING
COMMUNICATION
REGIONAL I
REGIONAL V
REGIONAL VI
REGIONAL II
REGIONAL VII
REGIONAL III
REGIONAL VIII
REGIONAL IV
REGIONAL IX
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Struktur Organisasi
KOMITE AUDIT
Unit Kerja Prinsip
Pengenalan Nasabah (UKPN)
DIREKTUR
DEPUTI DIREKTUR
DEPUTI DIREKTUR
DEPUTI DIREKTUR
FINANCE & ACCOUNTING
MANDIRI KPM &
MULTIGUNA
CREDIT MANAGEMENT
BUSINESS EXCELLENCE
MANAGEMENT
GENERAL AFFAIRS &
BRANCH SUPPORT
MARKETING & PRODUCT
DEVELOPMENT
AR MANAGEMENT
INFORMATION
TECHNOLOGY
RISK MANAGEMENT
CORPORATE FLEET
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
59
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Manajemen dan Pejabat Senior
DEWAN KOMISARIS
Ivan Ferdinand Thanta
Regional Manager 1
Komisaris Utama
Priyono Teddi Utama
Regional Manager 2
Sarastri Baskoro
Komisaris
Imron
Regional Manager 3
Hanifah Purnama
Komisaris Independen
Anton Setiawan
Erick Tandayu
Regional Manager 4
Sukandar
Regional Manager 5
KOMITE AUDIT
Puji Biso Santoso
Regional Manager 6
Bragent Tambunan
Regional Manager 7
Rodion Wikanto Njotowidjojo Anggota
Ari Paisal
Regional Manager 8
Sunardi Edirianto
Hanifah Purnama
Ketua
Mardi Fahmi
Regional Manager 9
Julius Subagyo
Kepada Divisi
KOMITE NOMINASI & REMUNERASI
Corporate Fleet
Hanifah Purnama
Ketua
Saiful Huda
Kepala Divisi Internal
Sarastri Baskoro
Anggota
Nenny Lasmanawati
Anggota
Anggota merangkap
Audit
Hengki Heriandono
Kepala Divisi Corporate
Secretary & Legal
Sekretaris
Compliance
DIREKSI
Tan Rina
Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur Utama
Ade Cahyo Nugroho
Direktur
Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
Affair & Branch Support
Indra Wardhana
Kepala Divisi Risk
Management
Ramdhan Safitri
DEPUTI DIREKTUR
Kepala Divisi Finance &
Accounting
Albertus Henditrianto
Deputi Direktur
Perana Citra Ketaren
Deputi Direktur
William Francis Indra
Kepala Divisi General
Deputi Direktur
Wawan Yuliyanto
Kepala Divisi Credit
Management
Citra Judith Lupitadevi Kepala Divisi Business
Excellence Management
Nenny Lasmanawati
Kepala Divisi Human
Capital
Afri Feder
Kepala Divisi Marketing
& Product Development
A Tatep Fathurohman
Kepala Divisi AR
Management
Dadan Suhendar
Kepala Divisi Strategic
Partner & Marketing
Communication
Andre Tigor
Kepala Divisi Mandiri
KPM & Multiguna
60
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Profil Dewan Komisaris
Anton Setiawan
Komisaris Utama
Warga Negara Indonesia, kelahiran Jakarta, 23 Februari 1946,
Pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Tunas Ridean
berusia 69 tahun. Alumni Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi
Tbk (1994-2010). Pada 2006, menerima penghargaan Ernst
Perusahaan Universitas Nusantara, Jakarta (1970). Kemampuan
& Young Indonesia Entrepreneur of The Year 2006 untuk
kepemimpinannya terlihat dari berbagai macam pengalaman
Kategori Lifetime Achievement Award.
dalam mendirikan kelompok Tunas Ridean, antara lain PT Tunas
Mobilindo Parama, Tunas Ridean Tbk dan PT Mandiri Tunas
Beliau diangkat pertama kali sebagai Komisaris Utama
Finance serta pengalaman sebagai Komisaris dan Komisaris
Perseroan, berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Para
Utama di berbagai perusahaan.
Pemegang Saham Tahunan No.59 tanggal 29 Juni 2010 yang
dibuat oleh Emi Susilowati, SH, Notaris di Jakarta, dengan
Menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan sejak 2010
masa jabatan sampai dengan 6 Februari 2012 dan diangkat
sampai saat ini. Sebelumnya menjabat sebagai Anggota
kembali sebagai Komisaris Utama Perseroan berdasarkan Akta
Dewan Komisaris Perseroan (2009-2010). Saat ini juga
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan Di Luar
menjabat sebagai Komisaris Independen PT Metropolitan
Rapat Umum Pemegang Saham No.01 tanggal 6 Februari 2012,
Kentjana Tbk (2009-sekarang), Komisaris Utama PT Tunas
yang dibuat dihadapan Emi Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta,
Ridean Tbk (2010-sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Dwipa
dengan masa jabatan sampai dengan penutupan Rapat Umum
Matra (2005-sekarang), Komisaris Utama PT Surya Sudeco
Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2017.
(2005-sekarang), Komisaris Utama PT Surya Mobil Megahtama
(2005-sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Andalan Pratama
(2004-sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Asset Sarana
(2002-sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Mobilindo Parama
(1997-sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Mobilindo Perkasa
(1997-sekarang), Komisaris Utama PT Tunas Ridean Tbk
(2010-sekarang) dan Komisaris Utama PT Raharja Ekalancar
(2012-sekarang).
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
61
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Profil Dewan Komisaris
Sarastri Baskoro
Komisaris
Warga Negara Indonesia, 55 Tahun, dilahirkan di Jakarta pada
Beliau diangkat pertama kali sebagai Komisaris Perseroan,
tanggal 14 September 1960.
berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Para Pemegang
Saham Tahunan No.59 tanggal 29 Juni 2010 yang dibuat oleh
Menyelesaikan pendidikan S1 di York University, Canada (1983)
Emi Susilowati, SH, Notaris di Jakarta, dengan masa jabatan
dan Post Graduate Magister Banking & Finance di Monash
sampai dengan 6 Februari 2012 dan diangkat kembali sebagai
University, Australia (1995).
Komisaris Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham Perseroan Di Luar Rapat Umum Pemegang
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2010
Saham No. 01 tanggal 6 Februari 2012, yang dibuat dihadapan
sampai saat ini. Sebelumnya menjabat sebagai Komisaris
Emi Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta, dengan masa jabatan
Utama Perseroan (2009-2010). Selain itu juga pernah menjabat
sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham
sebagai Executive Vice President of Consumer Loans Group PT
Tahunan (RUPST) tahun 2017.
Bank Mandiri (Persero) Tbk (2000 - Januari 2016).
Pernah menjabat sebagai Consumer Banking Director PT Bank
Papan Sejahtera (1996-1997) dan Assistant Vice President
Credit Cycle Head Citibank Card Centre (1983-1991).
62
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Profil Dewan Komisaris
Hanifah Purnama
Komisaris Independen
Warga Negara Indonesia, kelahiran Jakarta, 10 Oktober 1961,
Memulai karir sebagai Credit Analyst Wells Fargo Bank N.A
berusia 54 tahun.
Commercial Banking Group (1987-1988), di Los Angeles,
Amerika Serikat.
Menyelesaikan pendidikan di University of Southern California,
Los Angeles, dengan gelar Bachelor of Science in Electrical
Beliau diangkat pertama kali sebagai Komisaris Independen
Engineering, pada tahun 1984 dan Master of Businees
Perseroan, berdasarkan Akta Berita Acara No.5 tanggal 23
Administration di California State Polytechnic University,
Desember 2004, kemudian diangkat kembali sebagai Komisaris
Pomona, pada tahun 1987, keduanya di Amerika Serikat.
Independen dimana pengangkatan terakhir adalah berdasarkan
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan Di
Menjabat sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite
Luar Rapat Umum Pemegang Saham No.01 tanggal 6 Februari
Audit Perseroan sejak 2009 hingga saat ini.
2012, yang dibuat dihadapan Emi Susilowati, S.H., Notaris
di Jakarta, dengan masa jabatan sampai dengan penutupan
Pernah menjabat sebagai General Manager PT International
Master
Plan
Development
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2017.
(2009-2011), Komisaris
Independen PT Tunas Financindo Sarana (2005-2008), Vice
President of Treasury Operations HSBC Indonesia Management
Office (2002-2003), Operations and Credit Manager PT HSBC
Securities Indonesia (2000-2001), Direktur Operasi
dan
Keuangan PT Kharisma Bank (1991-1998), General Manager
PT Tritunggal Duta Perkasa (1990), Cost Analyst Electronic
Plating Service, Inc. (1988-1989), di Gardena, Amerika Serikat.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
63
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Profil Direksi
Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur Utama
Warga Negara Indonesia, kelahiran Yogyakarta, 23 Maret 1969,
Beliau diangkat pertama kali sebagai Direktur Utama Perseroan,
berusia 46 tahun. Meraih gelar S1 di Fakultas Ekonomi, Jurusan
berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Para Pemegang
Manajemen, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1993) dan
Saham Tahunan No.59 tanggal 29 Juni 2010, yang dibuat oleh
S2 Manajemen Internasional di Prasetya Mulya (2006).
Emi Susilowati, SH, Notaris di Jakarta, dengan masa jabatan
sampai dengan 6 Februari 2012 dan diangkat kembali sebagai
Menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak 2010
Direktur Utama Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan
hingga saat ini. Bergabung dengan Perseroan sebagai Direktur
Keputusan Pemegang Saham Perseroan Di Luar Rapat Umum
Perseroan (2009-2010). Pernah menjabat sebagai Senior
Pemegang Saham No.01 tanggal 6 Februari 2012, yang dibuat
General Manager Recovery Asset Management Division &
dihadapan Emi Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta, dengan masa
Recovery Division di PT Adira Dinamika Multifinance (2006-
jabatan sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang
2009), Operation Division Head PT Astra Sedaya Finance
Saham Tahunan (RUPST) tahun 2017.
(2005), Collection & Remedial Division Head PT Astra Sedaya
Finance (2004-2005), Manager Collection Area Jawa PT Astra
Beliau juga aktif sebagai pengajar di Asosiasi Perusahaan
Sedaya Finance (2004), Branch Manager Kelapa Gading PT
Pembiayaan Indonesia (APPI) dan PT Sertifikasi Profesi
Astra Sedaya Finance (2002-2003), Service And Collection
Pembiayaan Indonesia (SPPI).
Head Fleet PT Astra Sedaya Finance (2000-2001), Collection
Head Cabang Surabaya PT Astra Sedaya Finance (1998-1999),
Representative Office Head Tangerang PT Astra Sedaya Finance
(1997), Treasury Assistant Manager PT Astra Sedaya Finance
(1995-1996), Finance Officer PT Astra International (1994) dan
memulai karir sebagai Management Trainee di PT Toyota Astra
Motor (1993).
64
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Profil Direksi
Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
Warga Negara Indonesia, kelahiran Jakarta, 12 Juni 1968,
Beliau diangkat pertama kali sebagai Direktur Perseroan,
berusia 47 tahun. Meraih gelar S1 di Fakultas Ekonomi,
berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Para Pemegang
Jurusan Manajemen, Universitas Krida Wacana, Jakarta (1991).
Saham Tahunan No.59 tanggal 29 Juni 2010, yang dibuat oleh
Bergabung dengan Perseroan pada 2010 sebagai Direktur
Emi Susilowati, SH, Notaris di Jakarta, dengan masa jabatan
Perseroan. Beliau pernah menjabat sebagai Vice President Tunas
sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham
Toyota (2006-2010), Operation Director Tunas Toyota (2004-
Tahunan (RUPST) tahun 2015 dan diangkat kembali sebagai
2006), Operation Manager Tunas Toyota (2000-2004), Kepala
Direktur Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara RUPS
Cabang beberapa dealer Tunas Toyota (1995-2000) dan Sales
Tahunan No. 29 pada tanggal 13 April 2015, yang dibuat oleh
Manager Toyota Astra International (1994-1995). Memulai
Lenny Janis Ishak, SH, Notaris di Jakarta, dengan masa jabatan
karir sebagai Sales Supervisor Auto 2000 (1993-1994).
sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan (RUPST) tahun 2018.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
65
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Profil Direksi
Ade Cahyo Nugroho
Direktur
Warga Negara Indonesia, kelahiran Jakarta, 19 Maret 1978,
& Performance Group (2007–2010), Manager General Admin
berusia 37 tahun. Meraih gelar S1 di Fakultas Ekonomi,
& Support – Finance & Strategy Directorate (2005–2007).
Jurusan Akuntansi, Universitas Indonesia, Jakarta (2002) dan
Karir beliau di Bank Mandiri diawali sebagai peserta Officer
Master in Business Administration dari Rotterdam School of
Development Program (ODP) pada tahun 2003.
Management, Erasmus University, Netherland (2011) melalui
program beasiswa dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Diangkat pertama kali sebagai Direktur Perseroan berdasarkan
Akta Berita Acara RUPS Tahunan No. 29 pada tanggal 13 April
Bergabung dengan Perseroan pada Oktober 2014 sebagai
2015, yang dibuat oleh Lenny Janis Ishak, SH, Notaris di Jakarta,
Deputi Direktur. Beliau pernah menjabat berbagai posisi di
dengan masa jabatan sampai dengan penutupan Rapat Umum
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yaitu sebagai Department
Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2018.
Head Decision Support Consumer Finance pada Strategic &
Performance Group (2012–2014), Senior Manager Strategic
66
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Profil Deputi Direktur
Albertus Henditrianto
Deputi Direktur
Warga Negara Indonesia, 47 Tahun, kelahiran Jakarta, 12
Head (2007-2009). Menjabat sebagai Branch Head merangkap
Februari 1969,. Meraih gelar S1 di Fakultas Ekonomi, Universitas
Koordinator Pemasaran area Indonesia Timur di PT Asuransi
Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1993.
Astra Buana (2002-2007) dan sebelumnya sebagai Marketing
Manager April Fine Paper (1998-2002). Memulai karirnya
Menjabat sebagai Deputi Direktur Perseroan sejak Mei 2014
sebagai Management Trainee di PT Astra Graphia Tbk (1994).
sampai dengan saat ini. Mulai bergabung dengan Perseroan pada
2009 sebagai Kepala Divisi Marketing & Product Development.
Sebelumnya beliau pernah bekerja di PT Toyota Astra Financial
Services sebagai Dealer Relationship Management Department
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
67
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Profil Deputi Direktur
Perana Citra Ketaren
Deputi Direktur
Perana Citra Ketaren, Warga Negara Indonesia, 38 tahun,
Management (November 2010-April 2013), sebagai Kepala
dilahirkan di Bogor pada tanggal 16 April 1977. Menyelesaikan
Divisi AR Management (Mei 2013-Oktober 2014) dan terakhir
pendidikan S1 di Fakultas Akuntansi, Universitas Parahyangan,
sebagai Kepala Divisi Finance & Accounting (November
Bandung pada tahun 2001.
2014-Desember 2015) Sebelumnya beliau pernah bekerja di
PT Adira Dinamika Multifinance sebagai Recovery Planning &
68
Menjabat sebagai Deputi Direktur Perseroan sejak bulan
Development Department Head (2007-2009), Remedial MIS
Januari 2016 sampai dengan saat ini. Mulai bergabung dengan
Department Head (2006-2007), dan Internal Audit Section
Perseroan pada tahun 2009 sebagai Kepala Department
Head (2003-2006). Memulai karirnya sebagai Accounting Staff
Operation (2009-Oktober 2010), Kepala Department AR
di PT Panasia Ind. (2001).
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Profil Deputi Direktur
William Francis Indra
Deputi Direktur
William Francis Indra, Warga Negara Indonesia, 34 tahun,
Divisi Information Technology (Mei 2013-Desember 2015)
dilahirkan
1982.
merangkap Kepala Divisi Business Excellence Management
Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Matematika dan Ilmu
di
Karawang
pada
tanggal
14
Juli
(Desember 2014-Desember 2015). Sebelumnya beliau pernah
Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, Bandung pada
bekerja di PT Global Informasi Bermutu sebagai IT Infrastructure
tahun 2004 dan Magister Manajemen Universitas Mercubuana
Head (2005-2010). Memulai karirnya sebagai IT System Analyst
pada Tahun 2007.
di PT Royal Abadi Sejahtera (2002-2005).
Menjabat sebagai Deputi Direktur Perseroan sejak bulan
Januari 2016 sampai dengan saat ini. Mulai bergabung dengan
Perseroan pada tahun 2010 sebagai Kepala Departemen IT
Planning & Security (2010-April 2013) dan sebagai Kepala
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
69
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Struktur Grup Perusahaan
PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk
51,00%
49,00%
PT Tunas Ridean Tbk
PT Mandiri Tunas
Finance
70
99,99%
PT Bank Syariah
Mandiri
PT Tunas Dwipa
Matra
100,00%
Bank Mandiri
Europe Limited London
PT Tunas Mobilindo
Parama
99,99%
PT Mandiri
Sekuritas
93,23%
Bank Mandiri
Taspen dan Pos
PT Surya Mobil
Megahtama
100,00%
Mandiri International
Remittance Sendirian
Berhad
PT Tunas Asset
Sarana
51,00%
PT AXA Mandiri
Financial Services
60,00%
PT Mandiri AXA
General Insurance
80,00%
PT Asuransi Jiwa
InHealth Indonesia
51,00%
PT Mandiri Utama Finance
99,00%
PT Mandiri Capital Indonesia
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
PT Tunas Mobilindo
Perkasa
PT Rahardja Eka
Lancar
PT Surya Sudeco
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
100,00%
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Struktur Pemegang Saham
Public
Public
17%
44%
Ny. Suliawati
Tjokro
Jardine Strategic
Holdings Ltd
56%
84%
75%
83%
Jardine Matheson
Holdings Limited
Bermuda
Anton
Setiawan
Christian Milko
Setiawan
Public
8%
8%
25%
Negara Republik
Indonesia
Public
PT Tunas
Andalan Pratama
Jardine Cycle &
Carriage, Ltd
Public
60%
40%
45,5%
43,8%
10,7%
PT Tunas Ridean Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
51%
49%
PT Mandiri Tunas Finance
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
71
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Komposisi Pemegang Saham
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No.8 tanggal 6 Februari 2009 yang dibuat
dihadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Data Perseroan No.AHU-AH.01.10-01575
tanggal 11 Maret 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU-0008560.AH.01.09.Tahun 2009, tanggal 11 Maret 2009,
para pemegang saham Perseroan menyetujui penjualan saham-saham kepunyaan dan atau milik PT Tunas Mobilindo Parama
sebanyak 625.000.000 (enam ratus dua puluh lima juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp62.500.000.000
(enam puluh dua miliar lima ratus juta Rupiah) dan saham-saham milik PT Tunas Ridean Tbk sebanyak 650.000.000 (enam ratus
lima puluh juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp65.000.000.000 (enam puluh lima miliar Rupiah) kepada PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan nilai transaksi sebesar nilai nominal tersebut di atas, sebagaimana telah dituangkan dalam
Akta Jual Beli Saham Dalam Rangka Pengambilalihan Perusahaan No.4 tanggal 6 Februari 2009, yang dibuat dihadapan Dr. Amrul
Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, sehingga dengan adanya jual beli saham tersebut, susunan pemegang saham
Perseroan berubah menjadi sebagai berikut:
Tabel Struktur Kepemilikan Saham Perseroan tahun 2009 – sekarang
Nilai Nominal Rp 100 per saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Jumlah Nilai Nominal
(Rp)
Persentase (%)
10.000.000.000
1.000.000.000.000
1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
1.275.000.000
127.500.000.000
51,00
2. PT Tunas Ridean Tbk
1.225.000.000
122.500.000.000
49,00
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
Penuh
2.500.000.000
250.000.000.000
100,00
Saham Dalam Portepel
7.500.000.000
750.000.000.000
Pemegang Saham
72
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Komposisi Pemegang Saham
Profil Singkat Pemegang Saham
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
a. Pendirian Usaha
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (selanjutnya disebut “Bank Mandiri” atau “Bank”) didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 di
Negara Republik Indonesia dengan akta notaris Sutjipto, S.H., No. 10, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 75 Tahun 1998
tanggal 1 Oktober 1998. Akta pendirian dimaksud telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. C2-16561.HT.01.01.TH.98 tanggal 2 Oktober 1998, serta diumumkan pada Tambahan No. 6859 dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember 1998.
Bank Mandiri didirikan melalui penggabungan usaha PT Bank Bumi Daya (Persero) (“BBD”), PT Bank Dagang Negara (Persero)
(“BDN”), PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero) (“Bank Exim”) dan PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) (“Bapindo”)
( secara bersama - sama disebut “Bank Peserta Penggabungan”).
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank Mandiri, ruang lingkup kegiatan Bank Mandiri adalah melakukan usaha di bidang
perbankan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bank Mandiri mulai beroperasi pada
tanggal 1 Agustus 1999.
Anggaran Dasar Bank Mandiri telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan Anggaran Dasar terakhir adalah
sehubungan dengan ketentuan (i) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana &
Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka; dan (ii) Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang
Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Perubahan Anggaran Dasar dimaksud mengenai perubahan Pasal
4 ayat 4, Pasal 4 ayat 5, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18, Pasal
19, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 24, Pasal 25 dan Pasal 26. Perubahan Anggaran Dasar ini dilaksanakan dengan Akta
Notaris Ashoya Ratam, S.H., M.kn No. 14 tanggal 14 April 2015 dan telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan bukti penerimaan laporan No. AHU-AH.01.03-0924779 tanggal 16 April 2015 dan telah
didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-3493045.AH.01.11.Tahun 2015 tanggal 16 April 2015.
b. Penggabungan Usaha
Pada akhir bulan Februari 1998, Pemerintah Republik Indonesia (selanjutnya disebut “Pemerintah”) mengumumkan rencana
untuk melakukan restrukturisasi atas Bank Peserta Penggabungan. Sehubungan dengan rencana restrukturisasi tersebut,
Pemerintah mendirikan Bank Mandiri pada bulan Oktober 1998 dengan melakukan penyetoran tunai dan pengalihan saham
Pemerintah pada Bank Peserta Penggabungan (Catatan 40a dan 40b). Selisih antara harga transfer dan nilai buku saham pada
saat restrukturisasi tidak dihitung karena dinilai tidak praktis. Seluruh kerugian yang timbul selama periode restrukturisasi
diakui dalam Program Rekapitalisasi. Rencana restrukturisasi tersebut dirancang untuk menggabungkan usaha Bank Peserta
Penggabungan ke dalam Bank Mandiri pada bulan Juli 1999 dan rekapitalisasi Bank Mandiri. Restrukturisasi Bank Peserta
Penggabungan ke dalam Bank Mandiri juga mencakup:
• Restrukturisasi kredit yang diberikan
• Restrukturisasi aset non-kredit yang diberikan
• Rasionalisasi kantor cabang di dalam dan luar negeri
• Rasionalisasi sumber daya manusia
Berdasarkan akta notaris Sutjipto, S.H., No. 100 tanggal 24 Juli 1999, Bank Peserta Penggabungan secara hukum melakukan
penggabungan usaha ke dalam Bank Mandiri. Akta Penggabungan Usaha tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-13.781.HT.01.04.TH.99 tanggal 29 Juli 1999 dan disetujui oleh Gubernur Bank
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
73
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Komposisi Pemegang Saham
Indonesia dengan Surat Keputusan No. 1/9/KEP.GBI/1999 tanggal 29 Juli 1999. Penggabungan tersebut dinyatakan sah oleh
Kepala Kantor Departemen Perindustrian dan Perdagangan Jakarta Selatan melalui Surat Keputusan No. 09031827089 tanggal
31 Juli 1999. Pada tanggal efektif penggabungan usaha:
• Semua aset dan liabilitas Bank Peserta Penggabungan dialihkan ke Bank Mandiri sebagai Bank Hasil Penggabungan;
• Semua operasi dan aktivitas bisnis Bank Peserta Penggabungan dialihkan dan dioperasikan oleh Bank Mandiri;
• Bank Mandiri mendapat tambahan modal disetor sebesar Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) (nilai penuh) atau setara dengan
1 (satu) lembar saham yang merupakan sisa saham yang dimiliki oleh Pemerintah pada masing-masing Bank Peserta
Penggabungan (Catatan 40a dan 40b).
Pada tanggal efektif dimaksud, Bank Peserta Penggabungan secara hukum dibubarkan tanpa proses likuidasi dan Bank Mandiri
sebagai Bank Hasil Penggabungan menerima seluruh hak dan liabilitas dari Bank Peserta Penggabungan.
C. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Wakil Komisaris Utama : Bpk. Imam Apriyanto Putro
: Bpk. Wimboh Santoso*
Komisaris Independen : Bpk. Abdul Aziz
Komisaris Independen : Ibu Aviliani
Komisaris
: Bpk. Askolani
Komisaris
: Bpk. Suwhono
Komisaris Independen : Bpk. Goei Siauw Hong
Komisaris Independen : Bpk. Bangun Sarwito Kusmuljono
* Pengangkatannya berlaku efektif setelah mendapat persetujuan atas fit & proper test yang bersangkutan dari Otoritas Jasa Keuangan
74
Direksi
Direktur Utama
Wakil Direktur Utama : Bpk. Sulaiman A. Arianto
: Bpk. Budi G. Sadikin
Direktur
: Bpk. Sentot A. Sentausa
Direktur
: Bpk. Ogi Prastomiyono
Direktur
: Bpk. Pahala N. Mansury
Direktur
: Bpk. Royke Tumilaar
Direktur
: Bpk. Hery Gunardi
Direktur
: Bpk. Tardi
Direktur
: Bpk. Ahmad Siddik Badruddin
Direktur
: Ibu Kartini Sally
Direktur
: Bpk. Kartika Wirjoatmodjo
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Komposisi Pemegang Saham
PT Tunas Ridean Tbk
a. Riwayat Singkat
PT Tunas Ridean Tbk, (”TURI”) berkedudukan di Jakarta, didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.102 tanggal 24 Juli 1980,
sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan No. 141 tanggal 24 Oktober 1980, keduanya dibuat dihadapan Winanto
Wiryomartani, S.H, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No.Y.A.5/140/1, tanggal 7 April 1981, didaftarkan dalam buku Register Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat di bawah No. 1431/1983 tanggal 17 Maret 1983 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.84
tanggal 21 Oktober 1983 Tambahan No.935. Anggaran Dasar TURI telah beberapa kali diubah, diantaranya dalam rangka
TURI melaksanakan Penawaran Umum saham kepada masyarakat berdasarkan Akta No.224 tanggal 26 November 1994
yang dibuat dihadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C2-3721.HT.01.04.TH.95 tanggal 30 Maret 1995, didaftarkan
di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No.1084/1995 tanggal 5 Oktober 1995 dan diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No.92 tanggal 17 November 1995, Tambahan No.9527.
Selanjutnya, untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, TURI telah
menyesuaikan Anggaran Dasarnya sebagaimana dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.43 tanggal 8 Agustus
2008 yang dibuat dihadapan Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Keputusannya No.AHU-73009.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober
2008, anggaran dasar tersebut telah diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 09 tanggal 6 Mei 2010 yang dibuat
dihadapan nyonya Poerbaningsih Adiwarsito, S.H., Notaris di Jakarta, Akta mana telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-11859 tanggal 14 Mei 2010.
Anggaran dasar TURI terakhir telah diubah berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 48 tanggal 31 Juli 2015
yang dibuat dihadapan Ir.Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
Dasar Nomor: AHU-AH.01.03-0954985 tanggal 6 Agustus 2015 dan telah didaftarkan pada Daftar Perseroan Nomor AHU3538770.AH.01.11.TAHUN 2015 tanggal 6 Agustus 2015. Akta tersebut menyetujui perubahan pada Pasal 10 – Pasal 24 dan
Pasal 27- 29 Anggaran Dasar TURI.
b. Maksud dan Tujuan
Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar TURI sebagaimana tersebut dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor
48 tanggal 31 Juli 2015 yang dibuat dihadapan Ir.Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito,S.H., Notaris di Jakarta, akta mana
telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar Nomor: AHU-AH.01.03-0954985 tanggal 6 Agustus 2015 dan telah didaftarkan pada Daftar
Perseroan Nomor AHU-3538770.AH.01.11.TAHUN 2015 tanggal 6 Agustus 2015, maksud dan tujuan TURI adalah sebagai
berikut:
1. Maksud dan tujuan TURI ialah:
Berusaha dalam bidang keagenan, distributor, industri, perdagangan, pengangkutan yang berhubungan dengan kendaraan
bermotor dan kontraktor.
2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas TURI dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
1. Menjalankan usaha dalam bidang keagenan penjualan kendaraan bermotor baik dari dalam maupun luar negeri
termasuk pemeliharaan dan perbaikan kendaraan bermotor;
2. Menjalankan usaha dalam grosir, leveransir dan distributor barang-barang dagangan yang berhubungan dengan
kendaraan bermotor;
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
75
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Komposisi Pemegang Saham
3. Menjalankan usaha dalam bidang industri yang berhubungan dengan kendaraan bermotor;
4. Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum, baik atas tanggungan sendiri maupun atas tanggungan pihak
lain secara komisi termasuk didalamnya perdagangan impor, ekspor, lokal dan antar pulau;
5. Menjalankan usaha dalam bidang angkutan darat;
6. Menjalankan usaha dalam bidang perencana, pelaksana dan pemborong dari bangunan, jalan dan jembatan serta
pekerjaan sipil lainnya.
c. Permodalan
Berdasarkan
Daftar
Pemegang
Saham
TURI
yang
dikeluarkan
oleh
PT
Datindo
Entrycom
per
tanggal
31Desember 2015 struktur permodalan TURI adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp25 per saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Jumlah Nilai
Nominal (Rp)
Persentase
(%)
10.000.000.000
250.000.000.000
100,000
1. PT Tunas Andalan Pratama
2.536.317.700
63.407.942.500
45,454
2. Jardine Cycle & Carriage Ltd
2.446.009.000
61.150.225.000
43,835
597.673.300
14.941.832.500
10,711
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
5.580.000.000
139.500.000.000
100,000
Jumlah Saham dalam Portepel
4.420.000.000
110.500.000.000
Pemegang Saham:
3. Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)
d. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat TURI No.07 tanggal 3 Juli 2015 yang dibuat dihadapan Ir.Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito,S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
dan telah diterima sesuai dengan suratnya perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data PT Tunas Ridean Tbk. No.AHUAH.01.03-0948552 tanggal 6 Juli 2015 jo. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Nomor 39 tanggal 19 Mei 2015 yang dibuat
dihadapan Ir.Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah diterima sesuai dengan suratnya perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
PT Tunas Ridean Tbk No.AHU-AH.01.03-0933690 tanggal 21 Mei 2015, susunan Dewan Komisaris dan Direksi TURI adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
: Anton Setiawan
Wakil Komisaris Utama (Independen)
: Dr. Cosmas Batubara
Komisaris
: Debby Katarina Setiawan
Komisaris: Haslam Preeston
Komisaris (Independen)
: Heng Carla Hendriek
Direksi
Direktur Utama
: Rico Adisurja Setiawan
Direktur
: Hong Anton Leoman
Direktur: Kent Theo
76
Direktur
: Tenny Febyana Halim
Direktur tidak terafiliasi
: Nugraha Indra Permadi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Komposisi Pemegang Saham
e. Kegiatan Usaha
TURI pada awalnya adalah importir dan penjual mobil baru dan bekas merek Fiat, Holden, dan Mercedes-Benz yang mengawali
usahanya dengan nama Tunas Motor pada tahun 1967. Sejak tahun 1974, Tunas Ridean mendapat kepercayaan dari PT Astra
International Inc (ATPM Toyota dan Daihatsu) untuk menyalurkan kendaraan bermotor tersebut di daerah Jakarta.
Sejalan dengan perkembangan kegiatan usahanya, TURI kemudian juga ditunjuk menjadi Dealer resmi mobil BMW untuk
wilayah DKI Jakarta dan Bandung, Peugeot dan mobil Daihatsu untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bengkulu dan
Lampung Selatan. Untuk sepeda motor Honda, TURI menjadi main Dealer untuk wilayah Lampung dan Dealer untuk wilayah
Riau, Bengkulu, Bangka, Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Yogyakarta, Kalimantan bagian
Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Bali.
TURI adalah grup otomotif independen terbesar di Indonesia yang mempunyai jaringan pemasaran mencakup kota-kota besar
di Indonesia yaitu 138 outlet di seluruh Indonesia. Melalui anak perusahaannya, TURI memiliki cabang Toyota sebanyak 20
cabang, BMW sebanyak 6 cabang dan 1 cabang BMW Premium selection, Daihatsu sebanyak 17 cabang, Peugeot sebanyak 1
cabang, Honda sebanyak 85 cabang, rental sebanyak 13 dan Isuzu sebanyak 2 cabang.
Tabel Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sejak Perseroan didirikan sampai dengan Laporan Tahunan
ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Periode Tahun
Modal Dasar
Pemegang Saham
Modal Disetor (Rp)
Nama
Pendirian (1989) 1993
10.000.000.000
5.000.000.000
1993 - 1995
10.000.000.000
5.000.000.000
1995 - 1997
100.000.000.000
25.000.000.000
1997 - 2002
250.000.000.000
65.000.000.000
2002 - 2007
250.000.000.000
65.000.000.000
2007 - 2009
1.000.000.000.000
250.000.000.000
2009 – Saat Ini
1.000.000.000.000
250.000.000.000
%
Jumlah Saham
• PT Tunas Ridean Tbk
2.500
50
• PT Kharisma Setia Utama
2.500
50
• PT Tunas Ridean Tbk
2.500
50
• PT Tunas Mobilindo Parama
2.500
50
22.500
90
2.500
10
• PT Tunas Ridean Tbk
• PT Tunas Mobilindo Parama
• PT Tunas Ridean Tbk
117.000.000
90
• PT Tunas Mobilindo Parama
13.000.000
10
• PT Tunas Ridean Tbk
97.500.000
75
• PT Tunas Mobilindo Parama
32.500.000
25
1.875.000.000
75
625.000.000
25
• PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
1.275.000.000
51
• PT Tunas Ridean Tbk
1.225.000.000
49
• PT Tunas Ridean Tbk
• PT Tunas Mobilindo Parama
Seluruh perubahan struktur permodalan dan pemegang saham tersebut di atas telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam
Anggaran Dasar Perseroan dan Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas yang berlaku.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
77
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tidak memiliki kepemilikan saham di Perseroan.
Kepemilikan Saham Masyarakat
Perseroan adalah perusahaan tertutup sehingga saham Perseroan tidak dimiliki oleh masyarakat umum.
Entitas Anak Perusahaan, Perusahaan Asosiasi atau
Perusahaan Publik
Perseroan tidak memiliki Anak Perusahaan, Perusahaan Asosiasi atau Perusahaan Publik lainnya, sehingga informasi
terkait hal ini belum dapat disajikan.
Kronologis Pencatatan Saham
Perseroan tidak melakukan penawaran umum saham sehingga tidak tersedia informasi kronologis pencatatan saham.
78
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kronologis Pencatatan Efek Lainnya
Perseroan telah beberapa kali menerbitkan obligasi dan medium term notes yang dananya digunakan seluruhnya oleh Perseroan
untuk kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor. Walaupun Perseroan mendapatkan dukungan penuh atas fasilitas pendanaan
terutama Joint Financing dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, namun Perseroan tetap melakukan diversifikasi pendanaan untuk
menunjang kinerja usaha Perseroan.
Penerbitan Obligasi dan medium term notes antara lain bertujuan untuk menjaga hubungan baik dengan investor serta
mempertahankan eksistensi Perseroan di Pasar Modal.
Adapun kronologis pencatatan obligasi dan medium term notes Perseroan yang sampai saat ini masih beredar dan tercatat di PT
Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Pada 10 Mei 2011, Perseroan menerbitkan Obligasi Mandiri Tunas Finance VI Tahun 2011 dengan tingkat bunga tetap dengan
jumlah pokok sejumlah Rp600.000.000.000 (enam ratus miliar Rupiah), dengan jangka waktu paling lama 4 (empat) tahun,
yang terdiri dari:
Seri A: Dengan jumlah pokok sebesar Rp48.000.000.000 (empat puluh delapan miliar Rupiah), berjangka waktu 370 (tiga
ratus tujuh puluh) hari dengan bunga 8,60% per tahun (jatuh tempo 23 Mei 2012). Pembayaran pokok Obligasi secara penuh
telah dilakukan pada saat jatuh tempo Obligasi Seri A.
Seri B: Dengan jumlah pokok sebesar Rp52.000.000.000 (lima puluh dua miliar Rupiah), berjangka waktu 2 (dua) tahun
dengan bunga 9,60% per tahun (jatuh tempo 19 Mei 2013). Pembayaran pokok Obligasi secara penuh telah dilakukan pada
saat jatuh tempo Obligasi Seri B.
Seri C: Dengan jumlah pokok sebesar Rp350.000.000.000,(tiga ratus lima puluh miliar Rupiah), berjangka waktu 3 (tiga) tahun
dengan bunga 10,00% per tahun (jatuh tempo 19 Mei 2014). Pembayaran pokok Obligasi secara penuh akan dilakukan pada
saat jatuh tempo Obligasi Seri C.
Seri D: Dengan jumlah pokok sebesar Rp150.000.000.000 (seratus lima puluh miliar Rupiah), berjangka waktu 4 (empat)
tahun dengan bunga 10,70% per tahun (jatuh tempo 19 Mei 2015). Pembayaran pokok Obligasi secara penuh akan dilakukan
pada saat jatuh tempo Obligasi Seri D.
Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang performing sekurang-kurangnya sebesar 80% dari nilai pokok obligasi.
Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan di mana pembayaran bunga obligasi pertama kali pada 19 Agustus 2011, sedangkan
pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada 19 Mei 2015.
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
(PEFINDO) dengan peringkat: idA+ (Single A plus; Stable Outlook) dan telah dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia pada 20 Mei
2011.
Dana hasil Obligasi ini telah digunakan 100% untuk menambah modal kerja dalam rangka pembiayaan kendaraan bermotor oleh
Perseroan. Laporan realisasi penggunaan seluruh dana telah disampaikan kepada Bapepam dan LK melalui surat No. 084/MTFCSC/VII/2011 tanggal 7 Juli 2011.
Penawaran Umum atas Obligasi Mandiri Tunas Finance VI Tahun 2011 dibantu oleh lembaga dan profesi penunjang pasar modal,
yaitu:
Wali Amanat
: PT Bank Mega Tbk
Akuntan Publik
: KAP Tanudiredja, Wibisana dan Rekan (a member firm of Pricewaterhouse Coopers Global Network)
Notaris
: Fathiah Helmi, SH
Konsultan Hukum : BM & Partners Law Office
Pemeringkat Efek
: PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
79
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Pada 2 November 2012, PT Fitch Ratings Indonesia telah menetapkan peringkat Perseroan (Corporate Rating) dengan peringkat
AA(idn) (Double AA; Stable Outlook). Pada tanggal 12 Nopember 2012, PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) telah menaikkan
peringkat Perseroan (Corporate Rating) beserta surat utang Obligasi VI Seri B, Seri C dan Seri D Tahun 2011 yang semula
dengan peringkat idA+ (Single A plus; Stable Outlook) menjadi idAA (Double A; Stable Outlook). Kemudian pada tanggal 5 Maret
2014, melalui surat PEFINDO No. No. 360/PEF-Dir/III/2014 perihal Sertifikat Pemantauan Tahunan Pemeringkatan atas Obligasi VI
Seri C dan Seri D Tahun 2011 PT Mandiri Tunas Finance periode 5 Maret 2014 sampai dengan 1 Maret 2015, yang memutuskan
menetapkan kembali peringkat idAA (Double A).
2. Pada 30 Mei 2013, Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2013 dengan
tingkat bunga tetap dengan jumlah pokok sejumlah Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar Rupiah), dengan jangka waktu
paling lama 4 (empat) tahun, yang terdiri dari:
Seri A: Dengan jumlah pokok sebesar Rp425.000.000.000 (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah), berjangka waktu 36
(tiga puluh enam) bulan dengan bunga 7,75% per tahun (jatuh tempo 5 Juni 2016). Pembayaran pokok Obligasi secara penuh
akan dilakukan pada saat jatuh tempo Obligasi Seri A.
Seri B: Dengan jumlah pokok sebesar Rp75.000.000.000 (tujuh puluh lima miliar Rupiah), berjangka waktu 48 (empat puluh
delapan) bulan dengan bunga 7,80% per tahun (jatuh tempo 5 Juni 2017). Pembayaran pokok Obligasi secara penuh akan
dilakukan pada saat jatuh tempo Obligasi Seri B.
Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang performing sekurang-kurangnya sebesar 60% dari nilai pokok obligasi.
Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dimana pembayaran bunga obligasi pertama kali pada 5 September 2013,
sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada 5 Juni 2017.
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
(PEFINDO) dengan peringkat: idAA (Double A) untuk periode 18 Maret 2013 sampai dengan 1 Maret 2014 dan telah dicatatkan di
PT Bursa Efek Indonesia pada 7 Juni 2013. Kemudian pada 5 Maret 2014, melalui surat PEFINDO No. 359/PEF-Dir/III/2014 perihal
Sertifikat Pemantauan Tahunan Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I PT Mandiri Tunas Finance periode 5 Maret 2014
sampai dengan 1 Maret 2015 yang memutuskan kembali peringkat idAA (Double A).
Dana hasil Obligasi ini telah digunakan 100% untuk menambah modal kerja dalam rangka pembiayaan kendaraan bermotor oleh
Perseroan. Laporan realisasi penggunaan seluruh dana telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. 091/
MTF-CSC/ VII/2013 tanggal 8 Juli 2013.
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2013 dibantu oleh lembaga dan
profesi penunjang pasar modal, yaitu:
Wali Amanat
: PT Bank Mega Tbk
Akuntan Publik
: KAP Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited)
Notaris
: Fathiah Helmi, SH
Konsultan Hukum : BM & Partners Law Office
Pemeringkat Efek
: PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
80
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kronologis Pencatatan Efek Lainnya
3. Pada 19 Mei 2014, Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 dengan
tingkat bunga tetap dengan jumlah pokok sejumlah Rp600.000.000.000 (enam ratus miliar Rupiah), dengan jangka waktu
paling lama 4 (empat) tahun, yang terdiri dari:
Seri A: Dengan jumlah pokok sebesar Rp425.000.000.000 (empat ratus dua puluh lima miliar Rupiah), berjangka waktu 36
(tiga puluh enam) bulan dengan bunga 10,70% per tahun (jatuh tempo 23 Mei 2017). Pembayaran pokok Obligasi secara
penuh akan dilakukan pada saat jatuh tempo Obligasi Seri A.
Seri B: Dengan jumlah pokok sebesar Rp175.000.000.000 (serratus tujuh puluh lima miliar Rupiah), berjangka waktu 48
(empat puluh delapan) bulan dengan bunga 10,85% per tahun (jatuh tempo 23 Mei 2018). Pembayaran pokok Obligasi secara
penuh akan dilakukan pada saat jatuh tempo Obligasi Seri B.
Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang performing sekurang-kurangnya sebesar 60% dari nilai pokok obligasi.
Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dimana pembayaran bunga obligasi pertama kali pada 23 Agustus 2014, sedangkan
pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada 23 Mei 2018.
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
(PEFINDO) dengan peringkat: idAA (Double A) untuk periode 5 Maret 2014 sampai dengan 1 Maret 2015 dan telah dicatatkan di
PT Bursa Efek Indonesia pada 26 Mei 2014.
Dana hasil Obligasi ini telah digunakan 100% untuk menambah modal kerja dalam rangka pembiayaan kendaraan bermotor oleh
Perseroan. Laporan realisasi penggunaan seluruh dana telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat: 070/MTFCSC/ VII/2014 tanggal 14 Juli 2014 perihal Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 per 30 Juni 2014.
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 dibantu oleh lembaga dan
profesi penunjang pasar modal, yaitu:
Wali Amanat
: PT Bank Mega Tbk
Akuntan Publik
: KAP Tanudiredja, Wibisana dan Rekan (a member firm of Pricewaterhouse Coopers Global Network)
Notaris
: Fathiah Helmi, SH
Konsultan Hukum : BM & Partners Law Office
Pemeringkat Efek
: PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
4. Pada 28 Mei 2015, Perseroan menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
tahap III Tahun 2015 dengan nilai pokok obligasi sebesar Rp150.000.000.000 (seratus lima puluh miliar Rupiah) dengan jangka
waktu 3 tahun dengan bunga 9,75% per tahun.
Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang performing sekurang-kurangnya sebesar 60% dari nilai pokok obligasi.
Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dimana pembayaran bunga obligasi pertama kali pada 9 September 2015,
sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada 9 Juni 2018.
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
(PEFINDO) dengan peringkat: idAA (Double A) untuk periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret 2016 dan telah dicatatkan di
PT Bursa Efek Indonesia pada 10 Juni 2015.
Dana hasil Obligasi ini telah digunakan 100% untuk menambah modal kerja dalam rangka pembiayaan kendaraan bermotor oleh
Perseroan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
81
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Kronologis Pencatatan Efek Lainnya
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 dibantu oleh lembaga dan
profesi penunjang pasar modal, yaitu:
Wali Amanat
: PT Bank Mega Tbk
Akuntan Publik : KAP Purwantono, Suherman & Surja
(a member firm of Ernst & Young Global Limited)
Notaris
: Fathiah Helmi, SH
Konsultan Hukum: BM & Partners Law Office
Pemeringkat Efek : PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
5. Pada 11 Desember 2015, Perseroan menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas
Finance tahap I Tahun 2015 dengan tingkat bunga tetap dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp600.000.000.000 (Enam
Ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu paling lama 5 tahun yang terdiri dari:
Seri A: dengan jumlah pokok sebesar Rp500.000.000.000 (Lima Ratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 3 tahun dan bunga
10,20% pertahun.
Seri B: dengan jumlah pokok sebesar Rp100.000.000.000 (Seratus miliar Rupiah) dengan jangka waktu 5 tahun dan bunga
10,80% pertahun.
Obligasi ini dijamin dengan jaminan fidusia berupa piutang performing sekurang-kurangnya sebesar 60% dari nilai pokok obligasi.
Bunga obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan dimana pembayaran bunga obligasi pertama kali pada 16 Maret 2015,
sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir akan dilakukan pada 16 September 2020.
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia
(PEFINDO) dengan peringkat: idAA (Double A) untuk periode 30 September 2015 sampai dengan 1 September 2016 dan telah
dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia pada 14 Desember 2015.
Dana hasil Obligasi ini telah digunakan 100% untuk menambah modal kerja dalam rangka pembiayaan kendaraan bermotor oleh
Perseroan.
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2015 dibantu oleh lembaga dan
profesi penunjang pasar modal, yaitu:
Wali Amanat
: PT Bank Mega Tbk
Akuntan Publik : KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
(a member firm of Ernst & Young Global Limited)
Notaris
: Fathiah Helmi, SH
Konsultan Hukum: BM & Partners Law Office
Pemeringkat Efek : PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
82
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Informasi Penerbitan Medium Term Notes
Pada 2 Februari 2012, Perseroan menerbitkan Medium Term Notes (MTN) Mandiri Tunas Finance III Tahun 2012 dengan nilai
nominal sebesar Rp200.000.000.000 (dua ratus miliar Rupiah), berjangka waktu 3 (tiga) tahun (jatuh tempo 2 Februari 2015) dan
dengan tingkat bunga sebesar 9,95% per tahun.
Seluruh dana yang diperoleh dari MTN ini telah digunakan 100% untuk menambah modal kerja Perseroan.
Penerbitan MTN III dibantu oleh lembaga dan profesi penunjang pasar modal, yaitu:
Agen Pemantau
: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Notaris
: Lenny Janis Ishak, SH
Konsultan Hukum
: BM & Partners Law Office
Pemeringkat Efek
: PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Agen Pembayaran
: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
Perseroan telah melunasi MTN ini pada tanggal jatuh tempo yaitu 2 Februari 2015.
Nama dan Alamat Perusahaan
Pemeringkat Efek
PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
PT Fitch Ratings Indonesia
Panin Tower Senayan City Lt.17
DBS Bank Tower, 24th Floor, Suite 2403
Jl. Asia Afrika Lot.19 - Jakarta 10270
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 3-5, Jakarta 12940
Telepon : +6221 7278 2380
Telepon : +6221 2988 6800
Faksimile: +6221 7278 2370
Faksimile: +6221 2988 6822
Website : http://www.pefindo.com
Website : http://www.fitchratings.co.id
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
83
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Pemeringkatan Perusahaan
1. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melalui suratnya No. 332/PEF-Dir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 perihal Sertifikat
Pemantauan Tahunan Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I PT Mandiri Tunas Finance periode 6 Maret 2015 sampai
dengan 1 Maret 2016, yang memutuskan menetapkan kembali peringkat idAA (Double A) terhadap Obligasi Berkelanjutan I PT
Mandiri Tunas Finance senilai maksimum Rp1.250.000.000.000 (satu triliun dua ratus lima puluh miliar Rupiah) untuk periode
6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret 2016.
2. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melalui suratnya No. 333/PEF-Dir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 perihal Sertifikat
Pemantauan Tahunan Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Seri A dan Seri B Tahun 2013 dan Obligasi
Berkelanjutan I Tahap II Seri A dan Seri B Tahun 2014 PT Mandiri Tunas Finance periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret
2016, yang memutuskan menetapkan kembali peringkat idAA (Double A) terhadap Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Seri A
dan Seri B Tahun 2013 dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri A dan Seri B Tahun 2014 PT Mandiri Tunas Finance senilai
Rp1.100.000.000.000 (satu triliun seratus miliar Rupiah) untuk periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret 2016.
3. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melalui suratnya No. 333A/PEF-Dir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 perihal Sertifikat
Pemantauan Tahunan Pemeringkatan atas Obligasi VI Seri D Tahun 2011 PT Mandiri Tunas Finance periode 6 Maret 2015
sampai dengan 19 Mei 2015 yang memutuskan menetapkan kembali peringkat idAA (Double A) terhadap Obligasi VI Seri D
Tahun 2011 PT Mandiri Tunas Finance senilai Rp150.000.000.000 (seratus lima puluh miliar Rupiah) untuk periode 6 Maret
2015 sampai dengan 19 Mei 2015.
4. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melalui suratnya No. 334/PEF-Dir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 perihal Sertifikat
Pemantauan Tahunan Pemeringkatan atas PT Mandiri Tunas Finance periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret 2016,
yang memutuskan menetapkan kembali peringkat idAA (Double A; Stable Outlook) terhadap PT Mandiri Tunas Finance untuk
periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret 2016.
5. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melalui suratnya No. 1243/PEF-Dir/IX/2015 tanggal 30 September 2015 perihal
Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan II PT Mandiri Tunas Finance periode 30 September 2015 sampai dengan 1
September 2016 senilai maksimum Rp2.000.000.000.000,- (dua triliun rupiah), yang memberikan peringkat idAA (Double A)
terhadap Obligasi Berkelanjutan II PT Mandiri Tunas Finance.
6. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melalui suratnya No. 1244/PEF-Dir/IX/2015 tanggal 30 September 2015 perihal
Sertifikat Pemantauan Tahunan Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Seri A dan Seri B Tahun 2013 dan
Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri A dan Seri B Tahun 2014 serta Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 PT Mandiri
Tunas Finance periode 30 September 2015 sampai dengan 1 September 2016, yang memutuskan menetapkan kembali
peringkat idAA (Double A) terhadap Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Seri A dan Seri B Tahun 2013 dan Obligasi Berkelanjutan
I Tahap II Seri A dan Seri B Tahun 2014 serta Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 PT Mandiri Tunas Finance senilai
Rp1.250.000.000.000,- (satu triliun dua ratus lima puluh miliar rupiah) untuk periode 30 September 2015 sampai dengan 1
September 2016.
7. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melalui suratnya No. 1245/PEF-Dir/IX/2015 tanggal 30 September 2015 perihal
Sertifikat Pemantauan Tahunan Pemeringkatan atas PT Mandiri Tunas Finance periode 30 September 2015 sampai dengan
1 September 2016 yang menetapkan kembali peringkat idAA (double A Stable Outlook) terhadap PT Mandiri Tunas Finance
untuk Periode 30 September 2015 sampai dengan 1 September 2016.
8. PT Fitch Ratings Indonesia melalui suratnya No. 112/DIR/RAT/IX/2015 tanggal 22 September 2015 perihal Peringkat PT
Mandiri Tunas Finance, telah menetapkan peringkat nasional jangka panjang di AA(idn); Outlook Stabil.
84
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Nama Dan Alamat Lembaga Profesi
Penunjang Pasar Modal
Akuntan Publik
Purwantono, Sungkoro, & Surja
(a member firm of Ernst & Young Global Limited)
Indonesia Stock Exchange
Building Tower 2, 7th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190, Indonesia
Telepon
: +6221 5289 5000
Faksimile
: +6221 5289 4100
Website
: www.ey.com/id
Jasa
: Pemeriksaan (Audit) laporan keuangan
per 30 Juni & 31 Desember 2015
Biaya
:Rp1.280.000.000,Periode Penugasan : Januari sampai Desember 2015
Notaris Fathiah Helmi, SH
Graha Irama Lantai 6C
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2,
Kuningan - Jakarta 12950
Telepon
: +6221 5290 7304 - 5290 7305-6
Faksimile
: +6221 5261 136
Jasa
: Pembuatan akta-akta
dalam rangka penerbitan Penawaran
Umum
Berkelanjutan
Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015
dan Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun
2015 pendaftaran fidusia.
Biaya
: Rp78.000.000
Periode Penugasan : Mei sampai Desember 2015
Konsultan Hukum
BM & Partners Law Office
Wisma Aldiron Lt. Dasar Suite 15B
Jl. Gatot Subroto Kav.72 - Jakarta 12780
Telepon
: +6221 798 1292
Faksimile
: +6221 790 2539
Jasa
:Melakukan pemeriksaan segi hukum
atas Perseroan dalam rangka penerbitan
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015
dan Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun
2015.
Biaya
:Rp120.000.000
Periode Penugasan : Mei sampai Desember 2015
Wali Amanat
PT Bank Mega Tbk
Menara Bank Mega lantai 16
Jl. Kapten Tendean Kav 12-14A - Jakarta 12790
Telepon
: +6221 7917 5000
Faksimile
: +6221 7918 7100
Jasa
:
Mewakili
kepentingan
pemegang
obligasi dalam rangka penerbitan
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I
Tahun 2013 dan Tahap II Tahun 2014
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015
dan Penawaran Umum Berkelanjutan
Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun
2015.
Biaya
: Rp50.000.000/tahun
Periode Penugasan : Juni 2013 sampai Juni 2018
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
85
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Peta Jaringan dan Alamat Kantor Cabang
Sumatera
Banda Aceh
Medan
Rantau Prapat
Padang
Bukittinggi
Pekan Baru
Duri
Rokan Hulu
Jambi
Muara Bungo
Batam
Tanjung Pinang
Bengkulu
Palembang
Baturaja
Lubuklinggau
Bandar Lampung
Metro
Serpong (BSD)
Tangerang I
Tangerang II
Rangkasbitung
Bekasi
Karawang
Depok
Bogor
Cibubur
Cibinong
Bekasi 2
Sukabumi
Bandung 1
Bandung 2
Tasikmalaya
Cirebon
Garut
Subang
Tegal
Purwokerto
Semarang
Solo
Kudus
Magelang
Kalianda
Tulang Bawang
Kotabumi
Tanggamus
Bandarjaya
Pangkal Pinang
Kalimantan
Pontianak
Banjarmasin
Banjarbaru
Palangkaraya
Samarinda
Balikpapan
Tarakan
Bontang
Sintang
Sampit
Tanjung
Jawa
Pecenongan
Kelapa Gading
Matraman
Tanjung Duren
Fatmawati
Kebon Jeruk
Mampang
Prapatan
Mangga Dua
Pondok Gede
Cilegon
Serang
86
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Pekalongan
Yogyakarta
Surabaya 1
Surabaya 2
Malang
Kediri
Jember
Madiun
Tuban
Mojokerto
Gresik
Bali &
Nusa Tenggara Barat
Denpasar
Gianyar
Mataram
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Peta Jaringan dan Alamat Kantor Cabang
Sulawesi
Makassar
Parepare
Kendari
Manado
Palu
Gorontalo
Kotamobagu
Mamuju
Nusa Tenggara Timur
Kupang
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
87
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Alamat Kantor Cabang
Provinsi
Aceh
Sumatera
Utara
Sumatera
Barat
Riau
Nama Cabang
Bengkulu
Sumatera
Selatan
Lampung
Lampung
88
Telp
Fax
Banda Aceh
Jl. Prof. Dr. Muhammad Hasan, Desa Blang Cut, Kecamatan
Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh.
(0651) 635689 635685
(0651) 635668
Medan
Jl. Ringroad No 104 ABC Kel Tanjung Sari Kec Medan
Selayang Kota Medan Kodepos 20132 (samping Hotel
Sahara Viesta)
061-8220915 /
061-8220981
N/A
Rantau Prapat
Ruko Komplek Mall Suzuya Jl. Sisingamangaraja Rantau
Prapat Sumatera Utara
0624-7671497
N/A
Padang
JL S Parman No 236 A, Kel. Ulak Karang Barat, Kec. Padang
Utara, Padang, Propinsi Sumatera Barat
(0751) 4488970
(0751) 4488972
Bukittinggi
Ruko A1 , Jalan Raya Bukitinggi - Padang KM 5 ,
Cingkariang, Padang Luar, Bukittinggi, Sumatera Barat 26181
0752-7839214 & 07527839132
N/A
Pekan Baru
Jl.Arifin Ahmad, Komplek Platinum Bisnis Center No 25-26,
RT 003/RW 011, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan
Marpoyan Damai, Pekanbaru, Provinsi Riau 28294
(0761) 63442
Fax: N/A
Duri
Jl. Hang Tuah No. 386, DURI , Kelurahan Balai Makam,
Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau
(0765) 595155 /
082883038595 /
082883038596/
082883038597
(0765) 92078
Rokan Hulu
Jl. Raya Jenderal Sudirman Ujung Batu, Kelurahan Ujung
Batu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu,
Propinsi Riau.
(0762) 7363485/
(0762) 7363484
(0762) 7363486
Jambi
Jl. Gajah Mada No.85, RT 022/RW 006, Kelurahan Jelutung,
Kecamatan Jelutung, Kota Jambi
(0741) 7550022 / 23
/ 24
(0741) 7550025
Muara Bungo
Jl.Lintas Sudirman Rt.14 Rw.05 Kel. Batang Bungo Kec. Pasar
Muara Bungo, Kab. Bungo, Muaro Bungo, Jambi.
(0747) 323782 – 23
(0747) 323779
Batam
Komplek Ruko Trikarsa Ekualita Blok A No. 38 Sungai Panas
Batam Centre – Batam 29456.
(0778) 464352 /
464354
(0778) 464356
Tanjung Pinang
Ruko Grand Bintan Centre, Jl. DI Panjaitan KM 9,
Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota
Tanjungpinang, Propinsi Kepulauan Riau.
(0771) 7335756
(0771) 7335776
Bengkulu
Jl. Pangeran Natadirja KM. 6,5 No. 29 RT. 02 RW. 01
Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka,
Bengkulu
(0736) 347710
(0736) 347575
Palembang
Jl. Veteran Kompleks Ruko Rajawali No. 931-932, Kel. 9 Ilir,
Kec. Ilir Timur II, Palembang, Sumatera Selatan
(0711) 378476 /
363999 / 377234
(0711) 370777
Baturaja
Jl. Dr. Mohammad Hatta, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan
Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera
Selatan
(0735) 322024 /
322026
(0735) 323717
Lubuklinggau
Jl. Yos Sudarso RT 006 Kel. Majapahit Kec. Lubuk Linggau
Timur I Lubuk Linggau, Sumatera Selatan
(0733) 732 9631
(0733) 732 9633
Bandar
Lampung
Jl. Pangeran Antasari No.91C, Kel. Kedamaian, Tanjung
Karang, Bandar Lampung, Lampung
(0721) 772486 /
773557 / 773614
(0721) 773556 /
772487
Metro
Jl. AH. Nasution No.123B Rt.25 Rw.07, Yosorejo Metro
Timur, Kota Metro Lampung, Lampung
(0725) 7851001 /
7850488
(0725) 7851603
Kalianda
Jl. Kesuma Bangsa No.127, Kel. Way Urang, Kec. Kalianda,
Lampung Selatan, Lampung
(0727) 322487 /
323220
(0727) 322386
Tulang Bawang
Jl. Lintas Timur Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kec.
Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung
(0726) 750570
(0726) 750647
Jambi
Kepulauan
Riau
Alamat Terkini
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Alamat Kantor Cabang
Provinsi
Nama Cabang
Alamat Terkini
Telp
Fax
Lampung
Kotabumi
Jl. Jend. Sudirman No.88-A, Kel. Tanjung Aman, Kec.
Kotabumi, Lampung Utara, Lampung
(0724) 327947 / 24934
(0724) 26124
Lampung
Tanggamus
Jl. Jend. A. Yani No.46A Pringsewu (depan BCA) Kab.
Pringsewu - Lampung
(0729) 23826
/082880006969 /
082880066969
(0729) 22431
Lampung
Bandarjaya
Jl. Proklamator RT 015 RW 006 Lingkungan III, Kelurahan
Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten
Lampung Tengah, Lampung
(0725) 529691
(0725) 529690
Kep. Bangka
Belitung
Pangkal Pinang
JL. Soekarno Hatta No.8A, Pangkal Pinang 33146
(62-717)436445424630-4256615
DKI Jakarta
Pecenongan
Jl. Sukardjo Wirjo Pranoto No.2/6, Kel. Kebon Kelapa, Kec.
Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
(021) 3847288
(021) 3808939
DKI Jakarta
Kelapa Gading
Jl. Boulevard Barat Blok C No.63 A, Plaza Kelapa Gading
Inkopal, Kel. Kelapa Gading Barat, Kec. Kelapa Gading,
Jakarta
(021) 45851153,
45859263, 45865547,
45865546
(021) 45851157
DKI Jakarta
Matraman
Jl. Jatinegara Timur No. 37 RT 008 RW 04, Kelurahan
Balimester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, DKI Jakarta
(021) 85917920 / 21 /
22 / 23
(021) 8519721
DKI Jakarta
Tanjung Duren
JL. Prof Dr Latumenten, Komplek Ruko Seasons City Blok A
No. 28, Kel. Jembatan Besi, Kec. Tambora, Wilayah Jakarta
Barat, Propinsi DKI Jakarta
(021) 29618062 / 63
/ 64
(021) 29618065
DKI Jakarta
Fatmawati
Jl. RS. Fatmawati, Komplek Pertokoan Duta Mas Blok A1/43,
Kel. Cipete Utara, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI
Jakarta
(021) 72780653 /
72796880
(021) 72780656 /
72780657
DKI Jakarta
Kebon Jeruk
Ruko Rich Palace Shop House and Sweet Regency Blok B
nomor 3, Jl. Raya Meruya Ilir (lapangan Bola) nomor 36-40,
Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan , Jakarta Barat
(021) 58910034 /
58910035
(021) 58910068
DKI Jakarta
Mampang
Prapatan
Jl.Duren Tiga , Nomor 29 A-B, RT 005 / RW 001, Kelurahan
Duren Tiga ,Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, DKI
Jakarta
(021) 79195795 /
79195796
(021) 79190567
DKI Jakarta
Mangga Dua
Gedung WTC Mangga Dua Lantai 4 Blok AL 001 s/d AL003,
Jl. Mangga Dua Raya Nomor 8, Jakarta Utara, DKI Jakarta
(021) 29986250 – 52
( 021) 29986253
Jawa Barat
Pondok Gede
Pondok Gede Plaza Blok A Nomor 34, Desa Jatiwaringin,
Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat
(021) 84978710 /
84978731
(021) 84978733
Banten
Cilegon
Jl. Raya Komplek PCI Ruko Cilegon Business Square Blok
A No. 6 – 7 RT.05 RW.06, Kel. Kedaleman, Kec Cibeber,
Cilegon Banten
082818931571 /
082818931572
/08281893157176
(0254) 397413
Banten
Serang
Ruko Ranca Utama Jl Raya Serang – Cilegon KM4 RT 03/04
Kp. Ranca Tales Kel.Drangong kec.Taktakan Serang
082818931561 - 570
(0254) 210945
Banten
Serpong (BSD)
Ruko BSD Junctions Blok A39 JL. Pahlawan Seribu Kel.
Lengkong Wetan Kec. Serpong Utara BSD CITY Tangerang
Selatan
(021) 5382090
(021) 5382091
Banten
Tangerang I
Rukan Tangcity Business Park Blok D60 JL. Jendral Sudirman
No.1 Cikokol Tangerang Indonesia 15117
(021) 29676323
(021) 29676324
Banten
Tangerang II
JL. Graha Boulevard Timur, Blok GBVD No. 019, Sek-Graha
Gading Serpong, Desa Curugsangereng, Kec. Kelapa Dua,
Kab. Tangerang, Banten.
(021) 29418978
(021) 29418971
Banten
Rangkasbitung
Jl. Soekarno Hatta By Pass Sumur Buang Cibadak Lebak
Rangkasbitung
(0252) 209765 /
082818931934
(0252) 209675
Dengan Hati
Melayani Negeri
-
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
89
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Alamat Kantor Cabang
Provinsi
90
Nama Cabang
Alamat Terkini
Telp
Fax
Jawa Barat
Bekasi
Ruko Mall Bekasi Square Blok RK-067, RT 001/RW 02, Kel.
Pekayon Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Propinsi Jawa
Barat
(021) 82436930 / 31
/ 32
(021) 82436933
Jawa Barat
Karawang
Ruko Arcadia Blok XII-A, Kavling D 2-3, Galuh Mas, Kel.
Sukaharja, Kec. Telukjambe, Karawang, Jawa Barat
(0267) 8457294
(0267) 8457295
Jawa Barat
Depok
Rukan Depok Mall Jl. Raya Margonda Blok B-1 No. 50,
Kemirimuka, Beji, Depok, Jawa Barat
(021) 7756733/
7758948/ 7759144
(021) 7756762
Jawa Barat
Bogor
Jl. Siliwangi No. 60 B & B-1 Rt:005/004 Kel.Lawanggintung,
Kec.Bogor Selatan - Bogor 16720
(0251) 8371118 /
8370195
(0251) 8332874
Jawa Barat
Cibubur
Ruko Cibubur Time Square, Jl. Transyogi Alternatif Cibubur,
Blok B4 No. 21, Kel. Jati Karya, Kec. Jati Sampurna, Kota
Bekasi, Jawa Barat
(021) 84300687
(021) 84300667
Jawa Barat
Cibinong
Cibinong City Center, Jl. Tegar Beriman Blok D No. 3B,
Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten
Bogor, Propinsi Jawa Barat, 16916.
(021) 29577430
(021) 29577431
Jawa Barat
Bekasi 2
Ruko ROXY Blok B No.16 Lippo Cikarang, Jalan MH Thamrin
Blok B No. 16, Kelurahan Cibatu, Kecamatan Cikarang
Selatan, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat.
(021) 89903056
(021) 89903180
Jawa Barat
Sukabumi
Jl. Otto Iskandar Dinata Nomor 80A, Kelurahan Citamiang,
Kecamatan Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat
(0266) 6247458 /
62449541
(0266) 6249245
Jawa Barat
Bandung 1
Kopo Plaza Kav. C10 – 11, Jl. Peta Lingkar Selatan, Bandung,
Jawa Barat
(022) 6040119 /
6040120
(022) 6074550
Jawa Barat
Bandung 2
Jl. Karapitan Nomor 106 B, Kel. Cikawao, Kec. Lengkong,
Bandung, Jawa Barat
(022) 4219029 /
4219039
(022) 4209829
Jawa Barat
Tasikmalaya
Ruko Tasik Indah Plaza No.29, Jl. H.Z.Mustofa, Tasikmalaya,
Jawa Barat
(0265) 344905 /
344906
(0265) 344844
Jawa Barat
Cirebon
Ruko Kesambi Regency No. 4, Jl. Raya Kesambi, Kel.
Kesambi, Kec. Kesambi, Cirebon, Jawa Barat
(0231) 210285
(0231) 210280
Jawa Barat
Garut
Jl.Pramuka Blok C No. 12, Komplek Ruko IBC, Kelurahan
Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Provinsi
Jawa Barat
(0262) 544605
(0262) 4890607
Jawa Barat
Subang
Jl. Otista No. 254, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan
Subang, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat
(0260) 415869
(0260) 415879
Jawa Tengah
Tegal
Ruko Komp. Nirmala Square Blok D/2, Jl. Yos Sudarso, Tegal,
Jawa Tengah
(0283) 324066
(0283) 340113
Jawa Tengah
Purwokerto
Ruko Eks IAIN Jl. M.T. Haryono Nomor 3A-4A, Pasar Wage,
Purwokerto, Jawa Tengah
(0281) 642645
(0281) 642646
Jawa Tengah
Semarang
Ruko Mataram Plaza Blok E No. 1, Jl. MT Haryono No. 427429, Semarang, Jawa Tengah
(024) 3589007 /
3589008
(024) 3587168
Jawa Tengah
Solo
Ruko Adi Sucipto Jl. Adi Sucipto 67 C RT 003/RW 011
Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Solo,
Jawa Tengah 57143
(0271) 738989 /
723557
(0271) 735038
Jawa Tengah
Kudus
JL. AKBP R AGIL KUSUMADYA NO 32 RT 002 RW 001
KELURAHAN JATI KULON KECAMATAN JATI, KUDUS-59347
0291-4252070/
4252037
(0291) 4250271
Jawa Tengah
Magelang
Ruko Grand Viko No.12 A, Jl. Soekarno Hatta, Kel.
Rejowinangun Utara, Kec. Magelang Tengah, Magelang,
Jawa Tengah
(0293) 312406 /
3218686
(0293) 310536
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Alamat Kantor Cabang
Provinsi
Nama Cabang
Alamat Terkini
Telp
Fax
Jawa Tengah
Pekalongan
Jl. Dr. Sutomo Blok B2 No. 10, Komplek Ruko Dupan Square,
Kelurahan Baros, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota
Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah
(0285) 4420100
N/A
D.I
Yogyakarta
Yogyakarta
Ruko Sumber Baru Square Kav.W Jl.Ringroad Utara Jombor
Sendangadi Mlati Sleman Yogyakarta (Depan Kampus UTY
Jombor)
(0274) 860 9901 / 860
9902
(0274) 446 9718
Jawa Timur
Surabaya 1
Jl. Raya Tenggilis No. 23 Ruko Tenggilis Square Kav 5 & 6 RT
005 RW 002 Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis
Mejoyo, Surabaya.
(031) 8420450
(031) 8420495
Jawa Timur
Surabaya 2
Jl. Raya Tenggilis No. 23 Ruko Tenggilis Square Kav 5 & 6 RT
005 RW 002 Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis
Mejoyo, Surabaya.
(031) 8420450
(031) 8420495
Jawa Timur
Malang
Jl. Letjen Sutoyo No. 55, Malang, Jawa Timur
(0341) 486432
(0341) 486429
Jawa Timur
Kediri
Jl. Kawi, Ruko Mojoroto Indah Kav. 20, Kel. Mojoroto, Kec.
Mojoroto, Kediri, Jawa Timur
(0354) 779239
(0354) 780911
Jawa Timur
Jember
Ruko Gajah Mada Square A9, Jl. Gajah Mada No.187, Kel.
Kaliwates, Kec. Kaliwates, Jember, Jawa Timur
(0331) 425959 /
426969
(0331) 483939
Jawa Timur
Madiun
Jl Mayjend Panjaitan Blok A2, Perum Gading Indah, Kel.
Pandean, Kec. Taman,Kota Madiun,Propinsi Jawa Timur
(0351) 473176 ,
476198,476298/
08283010067
(0351) 473123
Jawa Timur
Tuban
Jl. Diponegoro No.34 C, Kel. Latsari, Kec. Tuban, Tuban,
Jawa Timur
(0356) 326381
(0356) 325289
Jawa Timur
Mojokerto
Jl. Mojopahit 456, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajurit
Kulon, Kota Mojokerto, Propinsi Jawa Timur.
(0321) 329688
(0321) 329611
Jawa Timur
Gresik
Ruko Kartini Megah Kav. A10, Jl. RA Kartini No. 150-152 RT
003/RW 007, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas,
Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur.
(031) 3985189
(031) 3985188
Bali
Denpasar
Jl. Buluh Indah no.53D Kel. Pemecutan Kaja Kec. Denpasar
Utara Bali 80118
(0361) 8469893-96 /
8469898
(0361) 8469897
Bali
Gianyar
Jl. Erlangga No.15 C, Kel. Gianyar, Kec. Gianyar, Gianyar, Bali
(0361) 944478 /
944480 / 944488
(0361) 941055
Nusa
Tenggara
Barat
Mataram
Jl. Jatinegara Timur No 37 Kelurahan Balimester kecamatan
Jatinegara RT 008 RW 004 Jakarta Timur.
(021) 85917920-23
N/A
Kalimantan
Barat
Pontianak
"Jl. Ahmad Yani Komplek Sentra Bisnis Ayani Megamall Blok
B No 23 Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak 78121
Kalimantan Barat
(0561) 761195
(0561) 6655718
Kalimantan
Selatan
Banjarmasin
Jl Simpang 4 sultan adam , komp ruko STIHSA no 3, Sungai
Andai, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
(0511) 4315662
(0511) 4315663
Kalimantan
Selatan
Banjarbaru
Jl. Jend. A.Yani KM.35 Ruko Fortuna No.48 RT 005/RW 001,
Kel. Gunung Paikat, Kec. Banjarbaru Selatan, Banjarbaru,
Kalimantan Selatan
(0511) 4772067
(0511) 4772063
Kalimantan
Tengah
Palangkaraya
Jl. Cilik Riwut Km. 3, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan
Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah
(0536) 3224277 /
087858566000
(0536) 3224677
Kalimantan
Timur
Samarinda
Jl. Wahid Hasyim No. 26 C RT. 011 Kel. Sempaja
Selatan,Kecamatan Samarinda Utara, Propinsi Kalimantan
Timur
(0541) 7273930
N/A
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
91
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Alamat Kantor Cabang
Provinsi
92
Nama Cabang
Alamat Terkini
Telp
Fax
Kalimantan
Timur
Balikpapan
Jl. MT. Haryono No.12 Rt.33 Kel. Sungai Nangka Kec.
Balikpapan Selatan, Balikpapan-Kalimantan Timur
0542-7206520
N/A
Kalimantan
Timur
Tarakan
Jl Yos Sudarso Rt 14 No 5 Kel Selumit Pantai Kec Tarakan
Tengah
(0551) 2029620 /
2029621 / 2029625
0551-2029625
Kalimantan
Timur
Bontang
Jl. Samratulangi No. 79, Kelurahan Tanjung Laut Indah,
Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Provinsi
Kalimantan Timur
(0548) 24488 / 24499
(0548) 24441
Sulawesi
Selatan
Makassar
Jl. Veteran Selatan No. 311, Kel. Mamajang Dalam, Kec.
Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan
(0411) 832789 /
832567
(0411) 832678
Sulawesi
Selatan
Parepare
Jl. Sultan Hasanuddin No. 16 A, Kelurahan Ujung Sabang,
Kecamatan Ujung, Pare-Pare, Sulawesi Selatan
(0421) 28622 / 28623
/ 28652
(0421) 28607
Sulawesi
Tenggara
Kendari
Kompleks Senapati Land Blok A No. 14, Jl. Brigjend M. Yunus
By Pass Kendari, Kel. Bende, Kec. Kadia, Kendari, Sulawesi
Tenggara
(0401) 3135093 /
3135094
(0401) 3135085
Sulawesi
Utara
Manado
Jl. Pierre Tendean Boulevard, Komp. Ruko Marina M.
Walk Blok RB No. 49, Kel. Titiwungen Selatan, Kec. Sario,
Manado, Sulawesi Utara
(0431) 8820200 /
88820204
N/A
Sulawesi
Tengah
Palu
Jl. Emmy Saelan Nomor 38, Kel. Tatura Utara, Kec. Palu
Selatan, Palu, Sulawesi Tengah
(0451) 454139
(0451) 454806
Gorontalo
Gorontalo
Jl. Nani Wartabone No 131 , Kelurahan Heledulaa Selatan,
Kecamatan Kota Timur, Propinsi Gorontalo
(0435) 822315
(0435) 822314
Kalimantan
Tengah
Sampit
Jl Pangeran Antasari Ruko No 7, Kel Mentawa Baru,
Ketapang, Kec Ketapang Sampit, Kalimantan Tengah
(0531) 23216
N/A
Kalimantan
Barat
Sintang
Jl Lintas Melawi Komplek Ruko Golden Square Blok A 9 RT 3
RW 01 Kel Ladang Kec Sintang
(0565) 2022080 /
2022072
N/A
Sulawesi
Utara
Kotamobago
Kel Mogolaing Kec Kotamobagu Barat Samping SDN 1
Mogolaing
(0434) 2621540
N/A
Sulawesi
Barat
Mamuju
Jl. Jendral Sudirman ( Depan Hotel Tipalayu ) Mamuju,
Sulawesi Barat
081241418885
N/A
NTT
Kupang
Jl. Timor Raya RT011/RW004 Kel. Oesapa Barat, Kelapa Lima,
Kupang
081237571752
N/A
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Alamat Kantor Satelit
No
Cabang
Utama
1
Padang
Pasaman
Barat
Nagari Lingkungan Aua, Kec. Pasaman, Kab. Pasaman Barat, Propinsi Sumatera Barat.
2
Bukit Tinggi
Solok
Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan (Pandan Dekat), Kel. Pasar Pandan Air Mtai, Kec. Tanjung Harapan,
Kotamadya Solok, Propinsi Sumatera Barat.
3
Pangkal
pinang
Belitung
Jalan Merdeka, Dewa Kelurahan Kota, Kec. Tanjung Pandan, Kab. Belitung, Propinsi Kepulauan Bangka
Belitung.
4
Baturaja
Lahat
Jalan Mayor Ruslan II, Komplek Pertokoan Citra Niaga Lahat, Kel. Pasar Baru, Kec. Lahat, Kab. Lahat,
Sumatera Selatan.
5
Palembang 2
Tugu Mulyo
Jalan Lintas Timur, Kampung III, RT 001, Kel. Tugu Mulyo, Kec. Lempuing, Kab Ogan Komering Ilir,
Propinsi Sumatera Selatan.
6
Bandung 2
Sumedang
Jalan Prabu Geusan Ulun No. 137, Sumedang, Jawa Barat
7
Cirebon
Indramayu
Desa Karanganyar, Kec. Kandanghaur, Keb. Indramayu, Jawa Barat.
8
Purwokerto
Banjarnegara
Jalan S. Parman nomor 31 Banjarnegara Kel. Semarang Kec. Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah
9
Purwokerto
Cilacap
Jalan A. Yani No.100 RT. 03 RW.14, Kel. Sidakaya, Kec. Cilacap Selatan, Kab. Cilacap.
10
Semarang
Salatiga
Kel. Salatiga, Kec. Sidorejo, Kota Salatiga, Propinsi Jawa Tengah.
11
Mataram
Sumbawa
Jalan Diponegoro No 10 Kel. Bugis, Kec. Sumbawa, Kab. Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat.
12
Gianyar
Singaraja
Jalan A. Yani Nomor 60, Kel. Kaliuntu, Kec. Buleleng, Kab. Buleleng, Provinsi Bali.
13
Kediri
Blitar
Ruko Merdeka Trade Center, Jalan A. Yani No.7, Kel. Kepenjelor, Kec. Kepanjen Kidul, Kota Blitar,
Propinsi Jawa Timur.
14
Gresik
Lamongan
Jalan Lamongrejo No. 120, Kel. Sidokumpul, Kec. Lamongan, Kab. Lamongan, Jawa Timur.
15
Malang
Pasuruan
Jalan Panglima Sudirman No.11, Pasuruan.
16
Makassar
Bone
Jalan Bajoe Desa Watampone, Kec. Tanete Riattang, Kab. DT II Bone, Sulawesi Selatan.
17
Kendari
Kolaka
Jalan Chairil Anwar, Kel. Lomokato, Kec. Kolaka, Kab. Kolaka
18
Gorontalo
Marisa
Desa Buntulia Selatan, Kec. Duhiadaa, Kab. Pohuwato, Propinsi Gorontalo.
19
Makassar
Bulukumba
Jalan Doktor Sam Ratulangi, Kel. Caile, Kec. Ujung Bulu, Kab. Bulukumba, Propinsi Sulawesi Selatan.
20
Pare-pare
Palopo
Keluruhan Surutanga, Kec. Wara Timur, Kota Palopo
Dengan Hati
Melayani Negeri
Kantor
Satelit
Alamat
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
93
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Sumber Daya Manusia
Penyusunan struktur organisasi
perusahaan sejalan dengan
arah, tujuan dan fokus
dari organisasi. Meninjau
perkembangan perusahaan
pada 6 (enam) tahun terakhir,
maka struktur organisasi telah
mengalami perubahan yang
cukup signifikan
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang esensial dalam menunjang kinerja dan menjadi aset yang sangat penting
Perseroan. SDM profesional, terpercaya, dan kompeten adalah kunci untuk mencapai visi Perseroan sebagai Perusahaan pembiayaan
otomotif terbaik, terbesar dan terpercaya.
Pada tahun 2015, Perseroan merubah nama Divisi Human Resources menjadi Divisi Human Capital dengan pengertian agar
Perseroan mampu meningkatkan mutu dan kualitas manpower perusahaan karena karyawan di pandang sebagai sumber daya
utama / kunci bagi perusahaan yang mampu meningkatkan perkembangan dan pencapaian organisasi perusahaan. Kualitas
sumber daya manusia yang kompeten dan potensial serta sesuai kebutuhan bisnis Perseroan akan memungkinkan akselerasi,
ekspansi, dan transformasi bisnis Perseroan berjalan dengan baik.
Perkembangan Organisasi Perusahaan
Penyusunan struktur organisasi perusahaan sejalan dengan arah, tujuan dan fokus dari organisasi. Meninjau perkembangan
perusahaan pada 6 (enam) tahun terakhir, maka struktur organisasi telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Sejak
tahun 2009 hingga 2015, Perusahaan telah tumbuh dengan pesat jumlah fungsi dalam unit kerja dalam struktur organisasi.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, disusunlah fungsi-fungsi baru yang bertujuan memaksimalkan potensi perusahaan untuk
mencapai target yang telah ditetapkan. Fungsi-fungsi tersebut memiliki tujuan dan karakteristik spesifik dalam menjalankan
pekerjaannya sehingga Perusahaan dapat semakin fokus dan terarah dalam meraih market serta meningkatkan fungsi kontrol
yang lebih efektif dan efisien dalam mengendalikan resiko perusahaan.
Pada tahun 2015, struktur organisasi hanya mengalami perubahan secara mikro pada fungsi strategi bisnis dan operasional cabang.
Perubahan ini dilakukan untuk menyelaraskan pertumbuhan perusahaan agar fungsi-fungsi kerja dapat berjalan dengan maksimal
dan efektif untuk mencapai target perusahaan. Perubahan tersebut antara lain pengembangan unit kerja KPM Mandiri, Unit
Kerja Business Excellence Management (BEM) serta penambahan pada 5 (lima) kantor outlet dan 30 (tiga puluh) kantor satelit
di beberapa wilayah Indonesia.
94
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Rekrutmen Sumber Daya Manuasia
Sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia, Perseroan senantiasa melakukan akselerasi, ekspansi, dan transformasi
bisnis guna menghadapi dinamika bisnis jasa pembiayaan yang semakin kompetitif. Untuk mendukung seluruh kegiatan usaha
Perseroan tersebut diperlukan SDM yang baik sejalan dengan bisnis Perseroan.
Proses rekrutmen dilakukan melalui beberapa tahap antara lain penyeleksian, dan perekrutan, sesuai dengan Man Power Planning.
Proses rekrutmen Perseroan mengedepankan asas-asas keterbukaan, kewajaran dan kesetaraan berdasarkan kebutuhan dan
kompetensi yang dimiliki oleh calon karyawan. Kandidat yang memenuhi standar administrasi dijaring melalui situs perusahaan,
iklan, job fair, serta referensi. Untuk posisi-posisi tertentu yang membutuhkan kompetensi serta keahlian khusus, Perseroan
memprioritaskan aspek pemahaman, pengalaman dan profil kepribadian calon karyawan, terkait jabatan tersebut.
Perseroan menerapkan metode rekrutmen dan seleksi yang tepat dan cepat dalam menjaring SDM yang berkualitas dan kompeten
di bidangnya. Perseroan mengkualifikasi kompetensi SDM yang dibutuhkan perusahaan yang mengacu pada rencana bisnis unit
kerja berdasarkan Manpower Planning (MPP). MPP yang ditetapkan adalah sejalan dengan tujuan dan strategi bisnis Perseroan,
berdasarkan rencana kerja tahunan (Business Plan) Perseroan sesuai dengan keputusan dari Manajemen. Dalam MPP juga
dijabarkan tentang persyaratan-persyaratan kompetensi SDM yang akan dipilih melalui proses seleksi yang transparan, obyektif,
dan profesional. Perhitungan mengenai jumlah Manpower Planning (MPP) bersumber dari:
1. Masukan masing-masing Kepala Divisi terhadap target yang telah ditetapkan Manajemen dan mengacu kepada evaluasi
produktivitas masing-masing Divisi/Unit kerja.
2. Keputusan budget Man Power Planning (MPP) yang telah disetujui oleh Manajemen.
Di tahun 2015, Perseroan menyelenggarakan rekrutmen dan seleksi dengan beberapa cara antara lain:
1. Internal Perusahaan: dilakukan dengan seleksi karyawan internal untuk mengisi lowongan jabatan pada suatu unit kerja
sesuai dengan kebutuhan organisasi dan terbuka bagi karyawan dari unit kerja lain dalam perusahaan.
2. Eksternal Perusahaan: mencari calon karyawan dari eksternal Perusahaan melalui iklan di media, internet/website/mailing list,
poster/flyer di tempat umum yang representatif, campus hiring, buku wisuda, referensi karyawan, direct sourcing, partisipasi di
bursa tenaga kerja (job fair/career day) dan walk in interview.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
95
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Sumber Daya Manusia
Selain itu Perseroan memperluas pengadaan sumber daya manusia melalui Tenaga Kerja Alih Daya melalui kerja sama dengan
Perusahaan penyedia tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia baik untuk posisi tenaga lapangan maupun
tenaga administrasi yang ditempatkan pada Cabang maupun Kantor Pusat, guna mendukung pencapaian bisnis Perseroan.
Proses rekrutmen dan seleksi yang diselenggarakan Perseroan dalam menjaring SDM yang berkualitas dan berkompeten dalam
bisnis jasa pembiayaan meliputi identifikasi kebutuhan penambahan karyawan, strategi pencarian kandidat, seleksi calon karyawan,
rekomendasi penerimaan karyawan, dan yang terakhir penerimaan dan penempatan karyawan.
Pada tahun 2015, perseroan semakin menggiatkan pencarian kader pemimpin yang berkualitas untuk setiap unit kerja agar
dapat mendukung pertumbuhan bisnis perseroan. Oleh karena itu Divisi Human Capital menyelenggarakan program pendidikan
Management Trainee yang ditujukan bagi lulusan baru dari berbagai Universitas terkemuka di beberapa wilayah Indonesia.
Untuk menunjang pemenuhan sumber daya manusia pada program Management Trainee, maka Perseroan secara aktif
meningkatkan kesempatan untuk pencarian kandidat melalui :
1. Menjalin kerjasama dengan Group Bank Mandiri beserta dengan anak perusahaan lainnya dalam melakukan Job Fair dan
Campus Hiring pada kampus-kampus terkemuka di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Kegiatan ini menjadikan posisi MTF
yang lebih dikenal oleh masyarakat luas, karena target Job Fair tidak hanya untuk mahasiswa pada Universitas tersebut, tetapi
juga para lulusan Universitas yang berada di wilayah pelaksanaan Job Fair.
2. Menjalin kerjasama dengan beberapa Universitas terkemuka di Pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi dalam kegiatan campus
hiring. Dengan kegiatan tersebut Perseroan dapat membidik secara langsung kandidat yang berpotensi dan memiliki latar
belakang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan program, serta memperkenalkan MTF kepada para mahasiswa ataupun
alumni Universitas tersebut.
3. Membangun Web Karir MTF secara mandiri, sehingga dapat memperoleh database kandidat yang lebih luas serta Perseroan
mampu mengelola database kandidat untuk seluruh kebutuhan posisi di Perseroan baik di Kantor Cabang maupun Kantor
Pusat.
Selama tahun 2015 Perseroan telah melakukan proses seleksi untuk program Management Trainee sebanyak 2 (dua) batch dengan
jumlah peserta Management Trainee Batch I sebanyak 22 (dua puluh dua) orang dan peserta Management Trainee Batch II
sebanyak 24 (dua puluh empat) orang.
Pada program pendidikan Management Trainee Batch II terdapat juga peserta yang berasal dari karyawan internal Perseroan,
sehingga kesempatan berkarir melalui program ini tidak hanya dibuka untuk kandidat dari luar Perseroan tetapi juga untuk
karyawan dari internal Perseroan yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan persyaratan program.
Komposisi Karyawan
Di tahun 2015, Perseroan memiliki karyawan sebanyak 3.725 orang yang tersebar di seluruh kantor Cabang di Indonesia. Jumlah
karyawan Perseroan tersebut telah sesuai dengan kebutuhan untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin terbuka, interaksi
yang semakin kompleks, serta tuntutan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan.
Secara rincian komposisi karyawan Perseroan yang diklasifikasikan berdasarkan jenjang jabatan, pendidikan, dan usia serta
presentase peningkatannya adalah sebagai berikut:
96
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Sumber Daya Manusia
Table Komposisi Karyawan Berdasarkan Level Organisasi
Jabatan
2011
Staff
2012
2013
2014
2015
1.435
1.768
2.100
2.540
2.790
Supervisor
399
446
528
628
749
Manager
132
151
159
156
180
6
6
6
5
6
1.972
2.371
2.793
3.329
3.725
Dewan Komisaris dan Direksi
Jumlah
Table Komposisi Karyawan Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan
2011
2012
2013
2014
2015
SLTP dan sederajat
1
1
1
1
1
SLTA dan sederajat
412
418
530
606
615
Akademi
417
518
684
735
804
Sarjana
1.142
1.434
1.578
1.987
2.305
Jumlah
1.972
2.371
2.793
3.329
3.725
Table Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kekaryawanan
Status
Tetap
2011
2012
2013
2014
2015
1.113
1.578
1.808
2.125
2.771
Kontrak
859
793
985
1.204
954
Jumlah
1.972
2.371
2.793
3.329
3.725
Table Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia
Usia
< 20 Tahun
2011
2012
2013
2014
2015
3
3
4
2
3
20 – 29 Tahun
856
1139
1.270
1.342
1.694
30 – 39 Tahun
970
1083
1.328
1.740
1.777
40 – 49 Tahun
137
140
177
223
229
6
6
14
22
22
1.972
2.371
2.793
3.329
3.725
> 50 Tahun
Jumlah
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Memasuki era teknologi saat ini maka kecepatan dan kemudahan akses terhadap informasi menjadi hal yang sangat penting untuk
dapat di implementasikan pada bidang sumber daya manusia. Untuk itu Perseroan mengembangkan sistem dan infrastruktur guna
memfasilitasi kebutuhan komunikasi dan informasi karyawan melalui Human Resources Information System (HRIS).
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
97
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Sumber Daya Manusia
Pada Tahun 2015 Perseroan telah mampu untuk menyediakan sarana informasi bagi karyawan secara on line melalui system HRIS
antara lain untuk kegiatan administrasi karyawan.
Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan
Perseroan menyadari bahwa pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan
aspek penting yang harus dilakukan agar kinerja Perseroan dapat sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Sebagai
perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaan konsumen, kebutuhan SDM yang profesional adalah mutlak. Oleh karena
itu, Perseroan mengembangkan kompetensi SDM sebagai salah satu landasan Perseroan dalam meraih kesuksesan. Perseroan
mengemas kebutuhan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM melalui training yang bekerja sama dengan lembagalembaga pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.
Pada tahun 2015 perseroan memfokuskan program pengembangan SDM untuk menciptakan talent baru yang dapat mengisi posisi
strategis dan potensial perusahaan di masa yang akan datang. Oleh karena itu perseroan mempersiapkan program pendidikan
untuk menyiapkan karyawan untuk menjadi pemimpin masa depan, yang antara lain melalui :
1. Program Pendidikan Management Trainee (MT)
Suatu program pengembangan SDM yang di kembangkan secara khusus bagi para lulusan baru yang disiapkan untuk menjadi
pemimpin masa depan yang mampu mendukung pencapaian visi perusahaan. Peserta MT berasal dari internal dan eksternal
Perseroan yang merupakan lulusan dari Universitas terkemuka yang berada di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi.
2. Pendidikan Manager Development Program (MDP)
Suatu program yang dirancang untuk menyiapkan para pemimpin masa depan perseroan melalui pengembangan karir jalur
cepat untuk karyawan internal Perseroan yang memiliki prestasi serta potensi dan berasal dari seluruh unit kerja baik Kantor
Pusat maupun Kantor Cabang. Untuk tahun 2015 Perseroan menyelenggarakan 2 (dua) Batch program pendidikan MDP yang
dilaksanakan pada bulan Januari dan Juni 2015 dengan total peserta sebanyak 23 (dua puluh tiga) orang.
Selain itu pada tahun 2015 peningkatan serta pengembangan karyawan juga diselaraskan dengan kebijakan yang telah ditetapkan
oleh regulator, diantaranya adalah:
1. Sertifikasi Keahlian Pembiayaan
Program sertifikasi ini ditujukan bagi seluruh Dewan Direksi perusahaan pembiayaan, dan pada tahun 2015 seluruh jajaran
direksi perseroan telah tersertifikasi.
2. Sertifikasi Pembiayaan Tingkat Dasar
Merupakan program sertifikasi bagi Dewan Komisaris untuk perusahaan pembiayaan yang pada tahun 2015 seluruh Dewan
Komisaris Perseroan telah tersertifikasi.
3. Sertifikasi Profesi Penagihan
Program Sertifikasi untuk karyawan perusahaan pembiayaan yang menangani bidang penagihan, untuk karyawan Perseroan
setingkat supervisor di wilayah Jabodetabek hingga Banten.
Pada tahun 2015 Perseroan juga menjalankan pelatihan untuk karyawan dengan berbagai jenis seperti pelatihan internal dan
eksternal dengan tujuan peningkatan soft skill dan hard skill karyawan. Perseroan menjalankan pelatihan tersebut berdasarkan
matriks pelatihan yang sudah disiapkan untuk tiap posisi, baik itu untuk tingkat Staf, Supervisor dan Manajer. Pelatihan yang telah
dilaksanakan antara lain :
• Tingkat Staf antara lain Service Excellence & Etiket & Grooming.
• Tingkat Supervisor antara lain Accelerated Culture Transformation, Effective Supervisory, Effective Communication.
• Tingkat Manajer antara lain Effective Leadership, Problem Solving Decision Making, Effective Presentation dan Coaching &
Counseling.
98
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Sumber Daya Manusia
Untuk pelatihan yang sifatnya hard skill atau technical skill, masing-masing organisasi fungsional Perseroan secara reguler juga
mengadakan pelatihan dan pendidikan sesuai dengan fungsinya masing-masing, contohnya:
• Induction Training
• GCG & KYC
• Basic Knowledge Multifinance
• Pelatihan pajak Brevet A dan B
• Sertifikasi Manajemen Resiko
• Basic & Intermediate Sales Skill
• Basic & Intermediate AR Management Skill
• Credit Analysis & Analisa laporan keuangan
• Business Model Canvas untuk Kepala Divisi
Dalam pelaksanaan pelatihan eksternal selama tahun 2015, hampir setiap Unit Kerja atau Divisi telah mengirimkan perwakilannya
untuk mengikuti pelatihan eksternal dalam rangka untuk lebih membuka wawasan, menambah pengetahuan dan keterampilan
serta meningkatkan profesionalisme. Adapun peserta pelatihan terdiri dari karyawan-karyawan dari Unit Kerja/Divisi sebagai
berikut:
• Credit Management
• Operation
• Internal Audit
• Risk Management
• AR Management
• Legal & Compliance
• Marketing & Product Development
• Human Capital
• Finance & Accounting
• Corporate Secretary
• Information Technology
• General Affair & Procurement
• Business Excellent Management
Jenis Pelatihan dan Peserta Pelatihan Tahun 2015
Jenis Pelatihan
Pelatihan Internal
Pelatihan Eksternal
Jumlah Peserta
3.694
188
Management Development
Program (MDP)
23
Management Trainee
22
Total
Dengan Hati
Melayani Negeri
3.927
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
99
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Sumber Daya Manusia
Sedangkan jumlah peserta training dari tahun ke tahun dapat terlihat melalui grafik berikut:
4.000
3.927
3.500
3.211
3.000
2.500
2.000
1.927
1.500
1000
500
0
2013
2014
2015
Total biaya pelatihan yang dikeluarkan pada tahun 2015 mencapai Rp. 2.481.744.912,-. Biaya pelatihan yang dikeluarkan
Perseroan telah sesuai dengan kebutuhan perusahaan akan SDM yang kompeten dan berkualitas guna menghadapi dinamika
bisnis jasa pembiayaan di Indonesia.
Talent Management
Pada tahun 2015 Perseroan telah memulai konsep Talent Management, yang merupakan upaya untuk mengembangkan,
memotivasi, dan mempertahankan karyawan-karyawan yang potensial dan menyiapkan untuk menjadi pimpinan tertinggi sesuai
dengan kebutuhan perkembangan Perseroan.
Proses Talent Management di Perseroan dilaksanakan melalui proses tahapan Talent Acquisition, Talent Development dan
Talent Retention.
100
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Halaman ini sengaja dikosongkan
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
101
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Teknologi Informasi
Divisi Teknologi Informasi
mengimplementasikan
modul yang terintegrasi
dengan bank untuk
memberikan perintah
pendebetan langsung
rekening konsumen yang
sudah disepakati pada awal
penandatanganan kontrak.
Teknologi Informasi merupakan faktor yang penting dalam kegiatan Perseroan. Dukungan teknologi informasi menghasilkan data
dan analisa akurat yang dapat digunakan dalam mengambil keputusan-keputusan strategis demi kepentingan Perseroan. Sejak
awal berdiri hingga kini Perseroan terus melakukan investasi dan pengembangan yang dianggap perlu guna menggembangkan
teknologi informasi.
Divisi Teknologi Informasi (TI) Perseroan telah memberikan dukungan bagi kegiatan bisnis sehingga mampu menjaga stabilitas kinerja
yang positif. Dukungan TI dilakukan dengan cara menyediakan solusi bagi aktivitas usaha Perseroan melalui pola komputerisasi
yang tepat guna sehingga memperlancar proses bisnis Perseroan. Dukungan Divisi Teknologi Informasi dilakukan dalam rangka
memastikan pelaksanaan hal-hal sebagai berikut:
1. Penyediaan pelayanan komputer dan jaringan yang tanpa interupsi/gangguan kepada unit kerja Perseroan.
2. Kemampuan untuk memulihkan kembali secara efektif dan efisien dari kejadian yang mengganggu (troubleshooting).
3. Pemeliharaan kerahasiaan, kehandalan, ketersediaan dan integritas sumber daya informasi Perseroan.
4. Perlindungan aset-aset teknologi informasi Perseroan termasuk data, piranti lunak dan perangkat keras dari kemungkinan
kerusakan atau kewajiban yang disebabkan penggunaan fasilitas untuk tujuan yang bertentangan dengan kebijakan teknologi
informasi Perseroan.
5. Penyediaan mekanisme yang efektif untuk merespon keluhan dan pertanyaan dari pihak internal dan pihak lain mengenai
kemungkinan kejadian penggunaan fasilitas Teknologi Informasi yang tidak semestinya.
6. Pertanggungjawaban atas perawatan dan pengimplementasian petunjuk-petunjuk yang berhubungan dengan Perseroan.
Untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dalam melakukan pembayaran, Perseroan mengembangkan metode
pembayaran dengan cara melakukan debet langsung ke rekening konsumen. Divisi Teknologi Informasi mengimplementasikan modul
yang terintegrasi dengan bank untuk memberikan perintah pendebetan langsung rekening konsumen yang sudah disepakati pada
awal penandatanganan kontrak. Dengan adanya modul ini, diharapkan dapat mengurangi aktifitas manual pembayaran di kasir
dan input data serta mengurangi risiko adanya uang tunai di kantor cabang Perseroan.
102
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Semakin berkembangnya bisnis membuat Perseroan memiliki ketergantungan yang tinggi akan kelangsungan dan ketersediaan
teknologi informasi. Untuk menjaga kelangsungan operasional, Divisi Teknologi Informasi melakukan desain dan implementasi
Pusat Pemulihan Data atau yang dikenal sebagai Data Recovery Center. Pusat Pemulihan Data dibangun dan dikembangkan
dengan kondisi serta area yang dianalisa dan diputuskan berdasarkan beberapa variabel yang umum digunakan. Pusat Pemulihan
data dibangun dan telah diimplementasikan sejak tahun 2007, terdiri dari serangkaian server dan peralatan jaringan yang mampu
di operasikan pada saat terjadi kegagalan fungsi pada server dan peralatan jaringan utama. Secara rutin dalam periode tertentu
dilakukan uji coba yang mensimulasikan kemungkinan terburuk yang terjadi.
Pada periode tahun 1990-an Perseroan mulai mengembangkan penggunaan teknologi informasi dalam menunjang kegiatan
operasional, dengan membuat sistem yang sederhana hingga menjadi sistem yang cukup kompleks. Sistem ini mampu membantu
Perseroan dalam menjalankan operasional dengan baik. Ujian awal Divisi Teknologi Informasi adalah mengimplementasikan sistem
yang digunakan secara online di beberapa cabang yang ada. Dengan keterbatasan teknologi jaringan yang ada pada masa itu
Divisi Teknologi Informasi bekerja sama dengan beberapa penyedia jasa telekomunikasi menghubungkan cabang-cabang dengan
kantor pusat. Cabang-cabang yang berhasil dihubungkan dengan kantor pusat adalah cabang Surabaya, Semarang, Bandung,
Bogor dan Samanhudi. Krisis Moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun 90-an mengakibatkan terhentinya perkembangan
teknologi informasi.
Divisi Teknologi Informasi harus melakukan inovasi-inovasi yang tidak membebankan Perseroan dari sisi keuangan. Pada 1999,
Divisi Teknologi Informasi kembali dihadapkan pada tantangan yang besar yaitu bahaya ancaman yang dikenal dengan Millenium
Bug. Bersama dengan manajemen dan operasional membuat Businness Contigency Plan sebagai rencana pemulihan apabila terjadi
masalah terutama pada sistem ketika terjadi peralihan tahun dari 1999 ke tahun 2000. Di dalam internal Divisi Teknologi Informasi
bekerja keras untuk melakukan review terhadap semua kode program untuk mengantisipasi Millenium Bug, melakukan perubahan
yang dirasa perlu dan mencatat perubahan yang dilakukan. Semua kerja keras yang dilakukan berbulan-bulan terbayar, ketika
memasuki 1 Januari 2000, semua sistem mampu beroperasi secara normal dan sempurna tanpa mengalami kendala yang berarti.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
103
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Teknologi Informasi
Divisi Teknologi Informasi pada awal milenium baru menyadari bahwa sistem yang digunakan saat itu sudah tidak mampu lagi
dikembangkan secara maksimal karena keterbatasan teknologi. Divisi Teknologi Informasi mulai mulai berinovasi dengan dibantu
teknologi mutakhir untuk bisa menggantikan peran dan fungsi sistem yang ada saat itu. Sejak akhir tahun 2002, Divisi Teknologi
Informasi bekerja sama dengan penyedia jasa pembuatan sistem melakukan pemuktahiran sistem menggunakan teknologi
berbasiskan Web yang digunakan untuk menunjang bisnis Perseroan mulai dari akuisisi account, kustodian hingga ke collection.
Dibuat berdasarkan cetak biru bisnis proses multi finance yang lengkap untuk dapat meminimalisir aktivitas manual, meningkatkan
produktivitas, memastikan konsistensi data secara aman dan akurat serta menghasilkan laporan-laporan, termasuk di dalamnya
proses persetujuan yang dilakukan secara otomatis dan terintegrasi ke dalam sistem. Aplikasi yang dinamakan e-loan ini telah
diimplementasikan sejak akhir 2003 dan hingga kini tetap dikembangkan mengikuti proses bisnis Perseroan yang dinamis.
Pada 2004, seluruh kantor cabang telah terhubung dengan kantor pusat melalui media komunikasi yang disediakan oleh pengelola
jasa komunikasi melalui media yang beragam. Hal ini membuat aplikasi yang dikembangkan dapat diimplementasikan di seluruh
kantor cabang guna menunjang kegiatan operasional secara terpusat.
Perbaikan dan perkembangan secara terus menerus diperlukan guna memperlancar dan mempermudah operasional Perseroan.
Salah satunya diwujudkan dengan pengembangan kerja sama dengan salah satu bank terkemuka pada awal tahun 2005. Untuk
memberikan kemudahan kepada konsumen dalam melakukan pembayaran, Perseroan mengembangkan metode pembayaran
dengan cara melakukan debet langsung ke rekening konsumen. Divisi Teknologi Informasi mengimplementasikan modul yang
terintegrasi dengan bank untuk memberikan perintah pendebetan langsung rekening konsumen yang sudah disepakati pada
awal penandatangan kontrak. Dengan adanya modul ini, diharapkan dapat mengurangi aktifitas manual pembayaran di kasir dan
input data serta mengurangi risiko adanya uang tunai di kantor cabang Perseroan. Modul ini diimplementasikan secara terpusat.
Melanjutkan pengembangan dan perbaikan Teknologi Informasi, pada 2006 Divisi Teknologi Informasi melakukan pembuatan
dan implementasi modul yang mengintegrasikan aplikasi Perseroan dengan Cash Management System yang disediakan oleh Bank
Mandiri. Modul ini menghilangkan aktivitas manual pembayaran kepada Dealer dan Showroom yang diterapkan oleh Perseroan.
Dengan dikembangkan dan diimplementasikannya modul ini, proses pembayaran kepada rekan kerja Perseroan menjadi lebih
cepat, terintegrasi serta meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan proses dan input data, sehingga komitmen Perseroan
dalam melakukan pembayaran dapat dijaga dengan baik.
Semakin berkembangnya bisnis membuat Perseroan memiliki ketergantungan yang tinggi akan kelangsungan dan ketersediaan
Teknologi informasi. Untuk menjaga kelangsungan operasional, Divisi Teknologi Informasi melakukan desain dan implementasi
Pusat Pemulihan Data atau yang dikenal sebagai Data Recovery Center. Pusat Pemulihan Data dibangun dan dikembangkan dengan
kondisi serta area yang dianalisis dan diputuskan berdasarkan beberapa variabel yang umum digunakan. Pusat Pemulihan data
dibangun dan diimplementasikan pada 2007, terdiri dari serangkaian server dan peralatan jaringan yang mampu di operasikan
pada saat terjadi kegagalan fungsi pada server dan peralatan jaringan utama. Secara rutin dalam periode tertentu dilakukan uji
coba yang mensimulasikan kemungkinan terburuk yang terjadi.
Kebutuhan atas sumber dana untuk membiayai kredit konsumen, membuat Perseroan mulai melirik skema pembiayaan bersama
(joint finance). Pembiayaan bersama antara Perseroan dan Bank membutuhkan perubahan yang cukup signifikan dalam aplikasi
yang dikelola Divisi Teknologi Informasi. Mulai tahun 2008, Perseroan mulai menjajaki pembiayaan bersama dengan beberapa
Bank. Divisi Teknologi Informasi turut aktif dengan memperlajari dan melakukan sistem desain yang akan digunakan. Berdasarkan
fakta yang terjadi maka, mulailah dibentuk skema bisnis dalam proses pembiayaan bersama. Berdasarkan informasi yang sudah
104
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Teknologi Informasi
dikumpulkan, Divisi Teknologi Informasi bekerja sama dengan unit kerja terkait secara intensif melakukan perubahan dan pengujian
pada sistem yang dibuat. Modul baru ini diselesaikan pada akhir 2008 kemudian diimplementasikan pada skema pembiayaan
bersama Perseroan dengan Bank Mandiri pada awal 2009.
Pengambilalihan 51% saham Perseroan oleh Bank Mandiri pada awal 2009, mengubah struktur Divisi Informasi Teknologi yang
sebelumnya dikelola bersama dengan Divisi Teknologi Informasi PT Tunas Ridean Tbk. Divisi Teknologi Informasi Mandiri Tunas
Finance dibentuk dengan struktur organisasi yang sederhana dipimpin oleh satu orang Kepala Divisi dan dibagi menjadi 2 seksi
yaitu Software dan Hardware. Tugas Divisi yang baru ini berdiri dalam waktu yang singkat dan berdiri sendiri sehingga bisa
mengelola segala hal yang berkaitan dengan Teknologi Informasi Perseroan secara independent, tugas-tugas tersebut meliputi:
1. Pembangunan pusat data di kantor pusat yang baru
2. Pembuatan Pusat pemulihan data yang baru
3. Pembuatan jaringan komputer di kantor pusat yang baru
4. Independensi fungsi Divisi Teknologi Informasi, dan
5. Implementasi modul pembiayaan bersama dengan Bank Mandiri
Dengan dukungan penuh dari manajemen Perseroan, Divisi Teknologi Informasi dapat menyelesaikan tugas-tugas tersebut dengan
hasil yang memuaskan, sehingga pada akhir tahun 2009, Divisi Teknologi Informasi sudah dapat beroperasi secara independent
terlepas dari induk Perseroan.
Tahun 2010 merupakan tahun dengan target yang tinggi dan tuntutan kerja yang tinggi bagi Divisi Teknologi Informasi, karena pada
tahun ini Perseroan melakukan pengembangan jaringan kantor cabang yang cukup signifikan guna menunjang target penjualan
yang meningkat lebih dari 100%. Menjalani tugas dengan target yang tinggi diawali dengan pengembangan Divisi Teknologi
Informasi yang awalnya terdiri dari 2 seksi, menjadi 2 departemen dengan fungsi yang dibagi secara garis besar berdasarkan
pembagian besar hardware dan software masing-masing departemen dipimpin oleh kepala departemen yang bertanggung jawab
langsung kepada kepala divisi. Pada 2010, Divisi Teknologi Informasi telah menyelesaikan beberapa hal antara lain:
1. Standard Operating Procedure (SOP). Untuk mengatur tugas dan tanggung jawab semua personel, Divisi Teknologi Informasi
mengembangkan dan membuat SOP yang merupakan petunjuk dan standar yang digunakan dalam operasional sehari-hari
divisi Teknologi Informasi.
2. Budget Control System merupakan suatu aplikasi pendukung yang terintegrasi dengan e-loan sebagai aplikasi inti. Aplikasi ini
membantu Perseroan dalam melakukan kontrol terhadap penggunaan biaya-biaya yang sudah direncakan. Semua pengeluaran
Perseroan diproses secara sistematis dari mulai permintaan awal, persetujuan sampai dengan pembayaran.
3. Procurement System dikembangkan untuk membantu Departemen General Affairs dalam melakukan kontrol dan proses
pembelian yang sudah direncanakan Perseroan. Proses dimulai dari permintaan pembelian sampai dengan persetujuan
pembayaran, modul ini diintegrasikan dengan modul Fixed Asset pada buku besar. Sehingga semua aset Perseroan dapat
dikelola dengan baik.
4. PSAK 50/55 Rev 2006 merupakan regulasi internal yang mengharuskan Perseroan keuangan melakukan perubahan dalam
hal penyajian laporan keuangan, dibantu oleh auditor eksternal dan akuntansi. Divisi Teknologi Informasi mengembangkan
modul yang dapat melakukan proses data dari e-loan menghasilkan journal dan laporan yang sudah disesuaikan. Perubahan
yang dilakukan meliputi Amortisasi Transaction Cost dan perubahan metode perhitungan penyisihan dengan menghitung
faktor risiko berdasarkan kerugian yang sudah terjadi. Modul ini berhasil diimplementasikan pada awal 2010, sehingga laporan
keuangan Perseroan pada Januari 2010 sudah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
105
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Teknologi Informasi
5. Insurance Paperless dikembangkan berdasarkan kebutuhan Perseroan, dengan tingkat transaksi yang semakin tinggi, maka
aktifitas manual menjadi tidak efisien lagi. Modul ini dikembangkan dengan bekerja sama dengan Divisi Operation dan
Perseroan asuransi rekanan sehingga proses asuransi dari mulai melakukan cover asuransi, penerimaan polis, penagihan dapat
dilakukan dengan terpusat dan terintegrasi meminimalisasi kesalahan yang mungkin terjadi.
6. Floor Financing, bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam pemberian modal kerja kepada rekanan Showroom. Divisi Teknologi
informasi mengembangkan aplikasi yang melakukan pencatatan jaminan terhadap pinjaman modal kerja yang diberikan Bank
Mandiri kepada Showroom. Perseroan melakukan kontrol dan verifikasi atas jaminan yang diberikan berupa BPKB.
7. SMS Center dikembangkan menjadi SMS interaktif yang dapat memberikan informasi singkat kepada manajemen tentang
kondisi operasional Perseroan. Dengan teknologi sederhana dan biaya yang relatif terjangkau, SMS Center telah mampu
menyajikan kebutuhan manajemen akan informasi akurat yang real time secara cepat, antara lain kondisi penjualan dan
kondisi kualitas AR. Di masa yang akan datang SMS Center akan dikembangkan untuk memaximalkan fungsi-fungsi yang
dianggap perlu sebagai media yang paling mudah dan cepat dalam penyampaian informasi.
8. GL System menggunakan SUN GL, bekerja sama dengan MII sebagai pemenenang tender pengadaan GL System,
implementasi dilakukan dengan cepat karena tidak banyak perubahaan yang dilakukan mengingat sebelumnya Perseroan
sudah menggunakan SUN GL milik PT Tunas Ridean Tbk. Selesai diimplementasikan pada laporan keuangan November 2010.
9. Divisi Teknologi Informasi berhasil menjaga uptime semua jaringan dan server sesuai dengan KPI yang ditetapkan pada awal
tahun 2010.
10.High Availability diperlukan agar kelangsung perangkat- perangkat teknologi informasi berada pada taraf yang wajar dan dapat
terus mendukung bisnis Perseroan. Pada akhir 2010, Divisi Teknologi Informasi membangun perangkat- perangkat yang
handal dengan sistem clustering yang mampu berjalan pada saat terjadi gangguan dan tidak dapat berfungsi dengan baik.
11.Secara rutin melakukan evaluasi terhadap keamanan infrastruktur teknologi. Evaluasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko
kelemahan dan kerawanan terhadap keamanan infrastruktur teknologi informasi.
Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi informasi yang cepat dan akurat antar cabang, Perseroan saat ini telah
mengimplementasikan sistem Teknologi Informasi dengan berbasis internet web yang andal untuk keperluan proses kredit dan
proses transaksi lainnya secara online dengan konsep single platform. Dengan adanya sistem tersebut semua transaksi termasuk
untuk keperluan pengambilan keputusan oleh manajemen Perseroan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat, tepat dan
aman. Selain itu, Perseroan telah mempunyai Disaster Recovery Center yang berlokasi di Bandung, untuk mengantisipasi adanya
gangguan yang disebabkan oleh bencana alam.
Tahun 2011 merupakan tahun dengan target yang lebih tinggi bagi Divisi Teknologi Informasi, karena Perseroan melakukan
lanjutan pengembangan jaringan kantor cabang dan sekaligus menambah kapasitas Disaster Recovery Center menjadi 100%.
Pada 2011, Divisi Teknologi Informasi telah menyelesaikan beberapa pekerjaan, antara lain:
1. Updating Standard Operating Procedure (SOP) beberapa hal teknis seperti Proses Backup dan pengkinian bentuk Form agar
lebih efektif. membantu Perseroan dalam menjalankan operasional
2. Divisi Teknologi Informasi berhasil menambah kapasitas Disaster Recovery Center menjadi 100% sesuai dengan yang
ditetapkan di awal tahun 2011.
3. Pembuatan Adequate Data Warehouse merupakan suatu sistem yang mengarsipkan dan menganalisis data historis seperti
data penjualan, tunggakan, dan informasi lainnya dari operasi harian. Sistem ini akan menghasilkan suatu bentuk data yang
ditujukan guna kepentingan report management.
106
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Teknologi Informasi
4. Upgrade Backoffice System, Divisi Teknologi Informasi berhasil mengupgrade Backoffice System menggunakan teknologi
terbaru dengan tujuan memperkecil lubang keamanan yang muncul di sistem lama.
5. Data Recovery Test, Divisi Teknologi Informasi secara rutin melakukan Data Recovery Test dari lokasi DRC di Bandung dengan
hasil yang baik.
6. Printed Matter Inventory, bekerja sama dengan Departemen General Affair dalam melakukan inventaris barang cetakan.
7. Secara rutin melakukan evaluasi terhadap keamanan infrastruktur teknologi. Evaluasi ini dilakukan untuk mengurangi risiko
kelemahan dan kerawanan terhadap keamanan infrastruktur teknologi informasi.
Pada 2012, Divisi Teknologi Informasi melakukan pembenahan di sisi manajemen. Pengembangan disisi management ini dilakukan
untuk mendukung optimalisasi kebijakan IT yang sudah berlaku di perseroan.
Berikut ini adalah pekerjaan yang telah diselesaikan Divisi Teknologi Informasi pada 2012:
1. Desktop Management, Divisi Teknologi Informasi melakukan pemasangan perangkat yang mampu mengontrol terhadap
semua komputer yang tersambung dalam jaringan. Perangkat ini membantu agar semua komputer di Perseroan dalam keadaan
prima secara software sehingga meminimalisasi gangguan yang mempengaruhi pekerjaan operasional.
2. Bandwidth Management, Divisi Teknologi Informasi melakukan pembenahan dalam memaksimalkan penggunaan bandwidth
untuk seluruh Kantor Pusat dan Kantor Cabang. Pemakaian bandwidth diprioritaskan kepada hal-hal yang penting, sehingga
tidak terjadi gangguan yang mempengaruhi kinerja sistem secara signifikan.
3. Email Management, Divisi Teknologi Informasi melakukan pemasangan perangkat yang mampu melakukan filter atas semua
konten dan email yang tidak diinginkan. Tujuannya adalah agar penggunaan email sebagai penunjang komunikasi kerja
menjadi maksimal.
4. HRIS, Divisi Teknologi Informasi bekerjasama dengan Divisi HR mengimplementasikan sistem yang mampu menjalankan
beberapa aspek pekerjaan di Divisi HR. Tujuannya adalah untuk membantu Divisi HR dalam menerapkan Employee Self Service
System.
Pada 2013, dengan target perusahaan yang naik dalam angka yang besar dibandingkan dengan tahun 2012, Divisi Teknologi
Informasi mengembangkan dukungan bisnis dengan mengadopsi teknologi nirkabel (wireless technology) dan juga meng-upgrade
kapasitas dari sistem Utama yaitu e-loan dan juga meng-update teknologi yang digunakan agar bisa mendukung bisnis dengan
baik. Beberapa pekerjaan yang telah dilakukan di tahun 2013 adalah sebagai berikut:
1. Koneksi Nirkabel di Cabang (Wireless Branch Connectivity), Divisi Teknologi Informasi telah melakukan penggantian model
jaringan komputer yang ada di cabang dari teknologi kabel menjadi teknologi nirkabel. Selain menekan biaya implementasi,
teknologi nirkabel juga efektif dalam mengurangi troubleshoot jaringan komputer di cabang. Hal ini masih berlangsung hingga
2014 untuk cabang-cabang yang akan dibuka.
2. Video Conference, Divisi Teknologi Informasi telah berhasil mengembangkan dukungan bisnis dengan cara membantu
komunikasi antara Head Office–Cabang dengan menggunakan aplikasi video conference di mana antara Head Office dan
cabang dapat berkumunikasi tatap muka. Tujuannya untuk menambah kualitas komunikasi dan juga membantu efisiensi
dalam biaya perjalanan dinas.
3. Upgrade Infrastruktur, Divisi Teknologi Informasi melakukan beberapa upgrade infrastruktur yaitu:
a. Aplikasi inti e-loan mobile, Divisi Teknologi Informasi telah berhasil melakukan mengembangkan aplikasi inti pada Mobile
Phone. Dengan ini penggunaan aplikasi inti semakin optomal untuk mendukung perkembangan bisnis perusahaan yang
semakin besar.
b. Upgrade infrastruktur jalur komunikasi cabang- Head Office yang bertujuan mendukung reliabilitas performansi aplikasi.
c. Upgrade perangkat server yang bertujuan menambah performansi layanan dan juga mengganti server yang sudah berumur
5 tahun.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
107
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Teknologi Informasi
Pada 2014, Divisi Teknologi Informasi berinisiatif mengembangkan dukungan bisnis dengan teknologi berbasis mobile dan juga
teknologi berbasis web yang difokuskan untuk sistem kolaborasi. Beberapa pekerjaan yang dilakukan pada 2014 adalah:
1. Mobile Collection, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi yang dipadukan dengan teknologi mobile phone, geo
tagging dan juga EDC (Electronic Data Capture). Mobile Collection akan memadukan teknologi smartphone dan EDC untuk
menerima pembayaran baik melalui cash maupun secara debit. Dengan penggunaan teknologi mobile collection ini, Perseoan
menargetkan perbaikan kualitas di umur piutang 1 sampai 30 hari dan juga membantu kenaikan produktivitas dari field
collector. Dengan teknologi ini, field collector bisa melakukan penagihan langsung ke debitur dan melakukan proses penagihan
dan pencetakan kuitansi on the spot di tempat debitur. Bagi manajemen, teknologi ini membantu melihat secara real time
posisi field collector untuk proses monitoring.
2. Sistem Pengelolaan Dokumen (Document Management System), Divisi Teknologi Informasi mengembangkan teknologi berbasis
web yang membantu dalam pengelolaan dokumen untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi pengelolaan dokumen,
sehingga membantu perusahaan memiliki pengelolaan dokumen yang terorganisasi dengan baik.
3. Upgrade Reporting Services, Divisi Teknologi melakukan upgrade pada Reporting Services yang bertujuan meningkatkan
performansi penyediakan data report yang lebih baik dan lebih cepat untuk analisis data dan pengambilan keputusan.
4. Upgrade Infrasuktur, Divisi Teknologi Informasi melakukan beberapa upgrade pada infrastruktur yakni:
a. Upgrade perangkat Network, bertujuan untuk meningkatkan performansi aplikasi inti.
b. Penambahan kapasitas perangkat Disaster Recovery Center yakni melakukan penambahan beberapa server aplikasi inti
dan perangkat jaringan Inti. Tujuannya agar DRC yang dimiliki cukup memadai dan siap untuk mengoperasikan sistem
informasi perusahaan jika bencana terjadi atau kerusakan pada Data Center.
c. Virtualisasi Server, cara untuk melakukan efektifitas pekerjaan dan efisiensi budget, Divisi Teknologi Informasi akan
melakukan virtualisasi untuk beberapa server pada Data center maupun DRC. Hal ini dilakukan untuk mempercepat
pengembangan sistem serta efektivitas penggunaan sumber data dan efisiensi penggunaan budget serta penggunaan
listrik.
Pada 2015, Divisi Teknologi Informasi mengintensifkan pengembangan teknologi berbasis mobile karena melihat perkembangan
bisnis yang semakin cepat dan membutuhkan dukungan baik secara on site maupun off site. Implementasi mobile application
yang dilakukan pada 2014 memiliki impact yang cukup membantu di sisi bisnis di mana Perseroan bisa mencapai profit yang
direncanakan. Pengembangan dari teknologi mobile application yang dilakukan tahun 2014 adalah mobile survey dan mobile
marketing.
Pekerjaan yang dilakukan Divisi Teknologi Informasi di Tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1. Marketing Mobile Application, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi berbasis mobile yang akan digunakan
sales & marketing sebagai alat bantu dalam melakukan entry data. Entry data bisa dilakukan ditempat calon debitur maupun
di tempat lainnya yang bertujuan untuk mempercepat proses kredit. Tujuan dari teknologi ini adalah memperbaiki SLA Kredit
yang ada di MTF.
2. Survey Mobile Application, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi mobile yang akan digunakan oleh Divisi Credit
untuk membantu dalam melakukan proses survei. Teknologi ini membantu team sales & surveyor untuk melakukan proses
survei dan pengambilan dokumen di tempat calon debitur dan langsung terkoneksi dengan sistem Utama yang ada di kantor
pusat. Sama seperti Mobile marketing, tujuan dari teknologi ini adalah mempercepat proses kredit di Perseroan. Teknologi ini
juga mengadopsi teknologi geotagging di mana posisi proses survei akan ditangkap dan dicatat dalam sistem.
108
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Teknologi Informasi
3. Dashboard Data Warehouse, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi berbasis web yang membantu menghubungkan
semua data yang dimiliki Perseroan, aplikasi ini bertujuan untuk dikelola menjadi data baru atau report, mengurangi kesalahan
dalam penyajian data dan mempercepat pembuatan report yang digunakan dalam pengambilan keputusan ataupun menyusun
Business Strategy.
4. Upgrade Infrastruktur, Divisi Teknologi Informasi melakukan beberapa upgrade pada infrastruktur yakni:
a. Percepatan koneksi Internet yang bertujuan meningkatkan kualitas internet yang digunakan untuk koneksi Virtual Private
Network dan proses update informasi untuk kebutuhan internal.
b. Penambahan koneksi Leased Line ke lokasi Disaster Recovery Center yang bertujuan memastikan data yang ada di Head
Office ter-replikasi dengan sempurna ke lokasi Disaster Recovery Center.
c. Pemasangan Aplikasi Monitoring untuk semua peralatan jaringan dan server yang bertujuan untuk mencatat utilisasi dan
kesehatan dari perangkat.
5. System Ticketing, Divisi Teknologi Informasi mengimplementasi System Ticketing yang bertujuan untuk mencatat dan membuat
skala prioritas, System ini dikhususkan untuk membantu perbaikan Service Level Agreement Divisi Teknologi Informasi dalam
penanganan masalah.
6. Mobile Report Application, Divisi Teknologi Informasi mengembangkan aplikasi mobile report yang digunakan oleh Middle
& Top Level Management. Tujuan dari teknologi ini adalah membantu manajemen untuk memperoleh informasi mengenai
performance perusahaan secara real time sehingga dapat mempercepat proses pengambilan keputusan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
109
KILAS KINERJA 2015
110
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
04
Dengan Hati
Melayani Negeri
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Analisis dan
Pembahasan
Manajemen
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
111
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kegiatan
usaha dan kondisi keuangan
Perseroan, antara lain kondisi
perekonomian, kompetisi
dalam industri pembiayaan dan
otomotif, tingkat suku bunga
dan variasi produk baru dari
bidang otomotif
Tinjauan Ekonomi MAKRO INDONESIA
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 cenderung mengalami perlambatan dibandingkan tahun 2014 dari 5,02% menjadi
4,79% serta terjadi peningkatan volatilitas di pasar modal dan pasar uang. Perlambatan juga terjadi karena tekanan dan kinerja
harga komoditas dunia dan ekspor nasional yang relatif stagnan. Namun demikian, inflasi tahun 2015 tetap terkendali pada single
digit 8,36% dan lebih baik dibandingkan inflasi tahun 2014 walaupun di tengah kenaikan harga BBM bersubsidi, penyesuaian tarif
dasar listrik dan tarif angkutan udara serta ketidakpastian politik di awal tahun. Tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar Rupiah
2,1% ke posisi Rp13.400/USD juga mendorong peningkatan BI Rate di tahun 2015 dari level 7,50 menjadi ke level 7,75 yang pada
akhirnya mendorong kenaikan suku bunga kredit beberapa perusahaan pembiayaan.
Hingga akhir tahun 2015, perekonomian yang kurang kondusif serta tekanan likuiditas mempengaruhi kinerja multifinance dalam
hal peningkatan pembiayaan baru serta profitabilitas. Di tengah kondisi ekonomi yang belum kondusif tersebut, manajemen
Perseroan terus berupaya untuk mencapai pertumbuhan kinerja sesuai dengan yang telah ditargetkan di awal tahun.
Tinjauan Industri Perusahaan Pembiayaan
Dampak kondisi perekonomian yang melambat tersebut juga dapat dirasakan di sektor perusahaan pembiayaan. Hal ini dapat
dilihat pada data dari Bank Indonesia di mana aset Perusahaan Pembiayaan di tahun 2015 tercatat Rp426 triliun atau hanya
tumbuh 1% dari posisi akhir tahun 2014 atau mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang tumbuh
5%. Sedangkan pertumbuhan piutang industri pembiayaan di tahun 2015 tercatat Rp363 triliun mengalami penurunan 1% jika
dibandingkan dengan tahun 2014 yang tercatat tumbuh 5%. Penurunan terutama terjadi pada segmen pembiayaan sewa guna
usaha sebesar 5%. Melemahnya pertumbuhan piutang pembiayaan tersebut antara lain dipengaruhi perlambatan perekonomian
nasional yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
112
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Tabel Perkembangan Perusahaan Pembiayaan 2011 - 2015
KETERANGAN (Rp miliar)
2011
%
2012
%
2013
%
2014
%
2015
Total Aset Pembiayaan
291.383
17%
341.568
17%
400.441
5%
420.315
1%
425.716
Total Piutang Pembiayaan
245.299
23%
302.052
15%
348.027
5%
366.138
-1%
363.273
Sumber: www.ojk.co.id dan www.bi.go.id
Di tengah perlambatan ekonomi tersebut, bisnis multifinance masih mencatat pertumbuhan yang positif dibanding industri lainnya.
Industri multifinance telah terbukti mampu bertahan dari gejolak krisis ekonomi sejak terjadi krisis moneter tahun 1997/1998.
Untuk tetap mempertahankan pertumbuhan multifinance yang positif ini, pihak regulator semakin memperketat pengawasan
terhadap industri multifinance ini serta memperluas bidang usaha multifinance agar dapat bersaing dan tumbuh dengan sehat.
Perkembangan Industri Mobil di Indonesia
Penjualan nasional mobil baru di Indonesia pada 2015 mencapai 1.013.291 unit atau mengalami penurunan 19% dibandingkan
penjualan mobil baru di tahun 2014 yang tercatat sebanyak 1.208.019 unit. Penurunan ini antara lain disebabkan perlambatan
perekonomian dan melemahnya nilai tukar Rupiah beberapa waktu yang lalu. Realisasi penjualan mobil di tahun 2015 sedikit di
atas target yang diprediksikan oleh GAIKINDO yaitu 1 juta unit.
Realisasi penjualan mobil yang melemah di tahun 2015 ini juga disebabkan oleh persaingan yang semakin ketat dan kemampuan
daya beli masyarakat yang cenderung menurun.
Tabel Data Penjualan Mobil per bulan tahun 2014 - 2015
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
2014
103.609
111.824
113.067
106.124
96.872
110.614
91.334
2015
94.194
88.740
99.410
81.600
79.375
82.172
55.615
Ags
Sep
Okt
Nov
Des
Total
96.652
102.572
105.222
91.327
78.802
1.208.019
90.538
93.038
88.408
86.938
73.264
1.013.291
Sumber : Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO)
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
113
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Data sementara periode Januari-November 2015 merk tipe mobil terlaris adalah:
No.
Merek Mobil
Unit Terjual
1
Toyota Avanza
125.506
2
Toyota Agya
51.908
3
Honda Mobilio
41.189
4
Toyota Kijang Innova
37.396
5
Honda HR-V
34.469
Sumber : www.otomotif.kompas.com
Perkembangan Industri Sepeda Motor di Indonesia
Penjualan sepeda motor di pasar domestik sepanjang 2015 mengalami penurunan sekitar 19,51% menjadi 6.480.155 unit
dibandingkan dengan tahun 2014 sebanyak 7.743.879 unit.
Sepanjang 2015, berikut 10 tipe sepeda motor yang paling banyak digemari dan laris dalam penjualan:
No.
Type Sepeda Motor
Unit Terjual
1
Honda Beat
1.855.349
2
Honda Vario Series
1.277.024
3
Yamaha Mio Series
539.958
4
Honda Scoopy
350.925
5
Yamaha Vixion
251.937
6
Honda Supra X
173.487
7
Honda Revo
164.591
8
Yamaha Soul GT
156.045
9
Yamaha MX King
124.451
10
Honda CB150R Streetfire
91.823
Sumber: Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI)
Perkembangan Bisnis Pembiayaan Perseroan
Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha dan kondisi keuangan Perseroan, antara lain kondisi perekonomian, kompetisi
dalam industri pembiayaan dan otomotif, tingkat suku bunga dan variasi produk baru dari bidang otomotif. Perseroan berupaya
untuk senantiasa dekat dengan konsumen dan penjual (Dealer) dengan prinsip bahwa kepuasan konsumen dan Dealer adalah
misi utama Perseroan. Adapun cara yang Perseroan lakukan adalah menambah jaringan operasional agar lebih dekat dengan
konsumen dan Dealer, peningkatan pelayanan jasa pembiayaan misalnya kecepatan proses kredit, dan melatih tenaga frontliner
yang profesional. Kompetisi yang ketat dalam industri pembiayaan dan otomotif membuat kompetitor selalu mengeluarkan
berbagai program untuk menarik konsumen dan dealer. Sehingga Perseroan dituntut untuk lebih profesional, kreatif dan efisien
dalam mengelola Perseroan agar tetap memiliki competitive advantage yang lebih dari para kompetitor.
114
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Berikut ini data pembiayaan baru Perseroan dalam 3 tahun terakhir :
Tahun
Unit
Jumlah (Rp juta)
2013
102.726
11.590.044
2014
121.938
14.775.322
2015
121.583
17.141.873
Volume penjualan sangat dipengaruhi oleh tingkat harga (suku bunga) dan kecepatan serta kualitas pelayanan karena harga
sangat berpengaruh dalam industri pembiayaan otomotif.
Konsumen cenderung mencari alternatif pembiayaan dengan suku bunga yang terjangkau sedangkan untuk dapat memberikan
pembiayaan suku bunga yang kompetitif maka Perseroan harus mendapatkan dukungan dana pembiayaan dari bank maupun
kreditur dengan suku bunga pinjaman yang lebih kompetitif juga. Untuk itu Perseroan senantiasa mencari alternatif pendanaan
yang terbaik salah satunya adalah penerbitan surat utang agar tetap dapat berkompetisi di industri pembiayaan. Selain itu,
Perseroan juga dituntut untuk menjaga profesionalisme dan efisiensi perusahaan dengan meningkatkan profesionalisme dan
produktivitas karyawan. Semakin banyak variasi produk baru dari otomotif, maka minat konsumen untuk memiliki produk tersebut
juga makin besar sehingga kebutuhan akan pembiayaan oleh konsumen juga makin tinggi. Dengan demikian, tercipta pasar
pembiayaan yang makin besar untuk mendorong Perseroan menciptakan berbagai paket program pembiayaan yang menarik
bagi konsumen. Perseroan berkeyakinan peluang usaha dimana Perseroan beroperasi akan ikut membaik seiring dengan adanya
peningkatan daya beli masyarakat yang disebabkan membaiknya perekonomian Indonesia.
Berikut ini data pembiayaan baru Perseroan selama 3 tahun terakhir untuk jenis mobil baru, mobil bekas, sepeda motor dan alat
berat:
Tabel Data Pembiayaan Sepeda Motor
Tabel Data Pembiayaan Mobil Baru
Tahun
Unit
Jumlah (Rp Juta)
Tahun
Unit
Jumlah (Rp Juta)
2013
71.348
9.887.052
2013
17.961
282.261
2014
99.863
13.815.064
2014
15.786
261.873
2015
105.329
16.434.626
2015
13.149
213.763
Tabel Data Pembiayaan Mobil Bekas
Tahun
Unit
Tabel Data Pembiayaan Alat Berat
Jumlah (Rp Juta)
Tahun
Unit
Jumlah (Rp Juta)
2013
13.267
1.238.611
2013
150
2014
6.246
635.173
2014
43
63.212
2015
3.009
335.127
2015
96
158.357
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
182.120
115
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA
Perseroan didirikan dan mulai beroperasi pada 1989. Saat ini, Perseroan fokus dalam bidang pembiayaan konsumen dan sewa
guna usaha. Dalam menjalankan usahanya Perseroan memberikan kredit konsumen untuk pembelian berbagai merek kendaraan
bermotor serta alat berat. Perseroan memfokuskan usaha pada kegiatan pembiayaan mobil baru yang dapat memberikan tingkat
pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko yang terkendali yaitu terutama merek-merek Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan,
Mitsubishi dan Suzuki yang sudah menguasai lebih dari 80% pangsa pasar otomotif.
Jasa Pembiayaan Konsumen
Semakin banyak variasi produk baru dari otomotif, maka minat konsumen untuk memiliki produk tersebut juga makin besar
sehingga kebutuhan jasa pembiayaan kendaraan bermotor oleh konsumen juga semakin meningkat. Dengan demikian, tercipta
pasar pembiayaan yang makin besar serta mendorong Perseroan untuk menciptakan berbagai paket program pembiayaan yang
menarik bagi konsumen. Kegiatan pembiayaan diberikan dalam bentuk kredit.
Pemilikan kendaraan bermotor dengan ketentuan pembayaran kembali secara angsuran tetap setiap bulannya. Perseroan
mengklasifikasikan fasilitas pembiayaannya ke dalam 3 jenis, yaitu mobil baru, mobil bekas dan sepeda motor. Perseroan juga
menetapkan persyaratan kredit yang berbeda untuk ke 3 jenis usaha tersebut. Secara umum, jangka waktu pembiayaan ditetapkan
1 (satu) sampai 7 (tujuh) tahun dengan jangka waktu pembiayaan terbanyak adalah selama 4 (empat) tahun. Sebagai agunan
untuk kredit tersebut adalah berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) asli yang di simpan oleh Peseroan. Dokumen
tersebut akan diserahkan kepada konsumen apabila seluruh kewajibannya kepada Perseroan telah dilunasi.
Kegiatan usaha Perseroan yang bergerak dalam bisnis jasa pembiayaan kendaran bermotor semakin menunjukan kinerja yang
memuaskan. Dari segmen usaha Jasa Pembiayaan Konsumen, Perseroan meraih pendapatan sebesar Rp1.423,22 miliar naik 33.83%
dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp1.063,44 miliar. Hal ini disebabkan oleh realisasi pembiayaan konsumen dan aset
kelolaan Perseroan mengalami peningkatan di tahun 2015. Realisasi pembiayaan baru untuk tahun 2015 adalah sebesar Rp16,85
triliun atau meningkat sebesar Rp2.6 triliun atau 18.35% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp14,25 triliun. Adapun total aset
kelolaan Perseroan tahun 2015 adalah sebesar Rp26,15 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp5,8 triliun atau 28,35% dari tahun
2014. Selain itu kenaikan pendapatan pembiayaan konsumen juga disebabkan oleh peningkatan dari pembiayaan konsumen yang
didanai melalui skema pembiayaan bersama (Joint Financing) without recourse yang mendominasi total pembiayaan baru selama
tahun 2015 (60,74% dari total pembiayaan baru pembiayaan konsumen tahun 2015).
Sewa Guna Usaha
Perseroan menawarkan pembiayaan leasing bagi perusahaan untuk memperoleh barang- barang modal untuk operasional dengan
mudah dan cepat. Kegiatan usaha Perseroan dalam bidang sewa guna usaha (leasing) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 99,64
miliar naik dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp 87,37 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh realisasi pembiayaan baru
sebesar Rp 282,33 miliar atau turun 47% selama tahun 2015 dari sebesar Rp 529,32 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp 282,33
miliar pada tahun 2015.
Perseroan yakin bahwa di masa mendatang, peluang usaha dari jasa pembiayaan kendaraaan bermotor akan tetap meningkat. Hal
ini didukung oleh peningkatan daya beli masyarakat yang disebabkan iklim ekonomi yang semakin baik di Indonesia.
116
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Profitabilitas
Di tahun 2015, Perseroan mencatat profitabilitas yang secara umum mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya,
seperti:
• Imbal Hasil Rata-rata Aset sebesar 5,11% meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 4,74%.
• Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas sebesar 29,77% meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 29,71%.
• Jumlah Pendapatan/Jumlah Aset sebesar 21,60% meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar
20,39%.
a) Rasio Imbal Hasil Rata-rata Aset dan Rasio Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, rasio imbal hasil rata-rata aset Perseroan tercatat sebesar 5,11% dan 4,74%. Imbal
hasil rata-rata aset tahun 2015 naik jika dibandingkan dengan tahun 2014 karena kenaikan realisasi pendapatan pembiayaan
konsumen yang berkontribusi pada kenaikan laba tahun berjalan sebelum pajak sebagai pengembalian atas total aset yang
dikelola Perseroan.
Rasio imbal hasil modal sendiri dipergunakan untuk mengetahui kemampuan Perseroan meraih laba dari modal yang
ditanamkan dan dicerminkan dari perbandingan antara Laba Tahun Berjalan (Laba Bersih) dengan modal sendiri.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, rasio imbal hasil modal sendiri adalah sebesar 29.77% dan 29,71%. Imbal hasil
modal sendiri tahun 2015 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2014 karena kenaikan realisasi pendapatan
pembiayaan konsumen mengalami peningkatan yang berkontribusi terhadap kenaikan Laba Tahun Berjalan (Laba Bersih)
Perseroan.
b) Jumlah Pendapatan/Jumlah Aset
Di tahun 2015, jumlah pendapatan/jumlah aset mengalami peningkatan dari tahun 2014 yang tercatat sebesar 20,39%
menjadi 21,60% pada tahun 2015. Hal ini disebabkan karena rasio pertumbuhan pendapatan Perusahaan lebih besar
dibandingkan dengan rasio pertumbuhan asetnya. Perseroan untuk berusaha meraih pasar yang lebih besar untuk mencapai
target menjadi 3 (tiga) besar perusahaan pembiayaan di indonesia.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN KINERJA KEUANGAN
Analisis kinerja keuangan berikut disusun berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited) untuk tahun buku yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2015 dan tanggal 31 Desember 2014.
1. Laporan Posisi Keuangan
Aset
Posisi tanggal 31 Desember 2015, jumlah aset Perseroan mencapai Rp9,2triliun naik 24,00% dibandingkan dengan tahun 2014
sebesar Rp7,4triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan portofolio piutang pembiayaan konsumen seiring dengan
peningkatan volume pembiayaan konsumen.
Perseroan di dalam usahanya yang bergerak dalam pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha sesuai dengan PSAK No.1
(revisi 2009 tentang penyajian Laporan Keuangan yang berlaku secara retrospektif efektif sejak 1 Januari 2011) tidak menyajikan
klasifikasi aset ke dalam kategori aset lancar dan aset tidak lancar.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
117
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
a. Kas dan Setara Kas
Di tahun 2015, saldo kas dan setara kas Perseroan tercatat sebesar Rp91,66 miliar, mengalami penurunan sebesar Rp181,48
miliar atau sebesar 66,37% dibandingkan dengan saldo kas dan setara kas Perseroan pada tahun 2014 sebesar Rp 273,45 miliar.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan kas yang ditempatkan pada bank dari Rp209,48 miliar pada tahun
2014 menjadi Rp22 miliar pada tahun 2015. Penurunan tersebut disebabkan strategi managemen untuk mengalokasikan dana
kegiatan produktif (new customer acquisition).
Tabel Kas dan Setara Kas (dalam juta Rupiah)
Kas dan Setara Kas
Kas
2015
2014
Perubahan
19.938
13.951
42,91%
3.239
8.896
-63,59%
18.768
200.582
-90,64%
Kas pada Bank
- Pihak ketiga
- Pihak berelasi
Deposito Berjangka
- Pihak ketiga
- Pihak berelasi
Jumlah Kas dan Setara Kas
18
18
0,00%
50.003
50.003
0,00%
91.966
273.450
-66,37%
b. Piutang Pembiayaan Konsumen
Piutang pembiayaan konsumen Perseroan di tahun 2015 tercatat sebesar Rp7,9 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp1,99
triliun atau sebesar 33,77% dibandingkan dengan saldo piutang pembiayaan konsumen Perseroan di tahun 2014 sebesar Rp5,9
triliun. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan realisasi pembiayaan baru. Realisasi pembiayaan baru untuk
tahun 2015 adalah sebesar Rp16,8 triliun atau meningkat sebesar Rp2,6 triliun atau 18,35% dari realisasi tahun sebelumnya
sebesar Rp14,2 triliun.
Piutang pokok pembiayaan bersama (joint financing) meningkat 25,97% dari tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan
lending baru joint financing sebesar 1,3 triliun atau 14,9% dari tahun 2014 sebesar Rp9,1 triliun menjadi sebesar Rp 10,4 triliun
pada tahun 2015. Diikuti piutang pokok pembiayaan sendiri (non joint financing) meningkat 38,45% dari tahun sebelumnya seiring
dengan peningkatan lending baru non joint financing sebesar Rp1,02 triliun atau 17,79% dari tahun 2014 sebesar Rp5,7triliun
menjadi sebesar Rp6,7 triliun pada tahun 2015. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan lending baru Perseroan meningkat
cukup baik yang mana didukung dengan perkembangan industri otomotif yang sangat prospektif.
Tabel Piutang Pembiayaan Konsumen (dalam juta Rupiah, kecuali*)
Piutang Pembiayaan Konsumen
2014
Perubahan
Piutang Pembiayaan Bersama
20.906.390
16.638.656
25,65%
Piutang Pembiayaan Sendiri
11.169.838
8.067.848
38,45%
Total Piutang Pembiayaan Kelolaan
32.706.228
24.706.504
32,38%
Pokok Piutang Pembiayaan Bersama
18.000.423
14.289.451
25,97%
Total Pokok Piutang Pembiayaan Kelolaan
26.154.335
20.377.438
28,35%
Penyisihan Piutang Ragu-Ragu
(270.477)
(194.852)
38,81%
Piutang Pembiayaan Bersih
7.883.435
5.893.135
33,77%
1,18%
1,01%
16,83%
Penyisihan Piutang Ragu-Ragu
118
2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
c. Piutang Sewa Pembiayaan
Sejak tahun 2011, Perseroan sudah memulai untuk melakukan transaksi sewa pembiayaan atau financial lease. Transaksi ini
dikelola oleh Divisi COP and Fleet untuk pembiayaan kendaraan komersial Perusahaan dan alat berat. Pada tahun 2015, dengan
dukungan dari Commercial dan Corporate Banking Bank Mandiri, Divisi COP and Fleet meningkatkan fokus pada pembiayaan
kendaraan roda empat khususnya kendaraan penumpang (passenger) karyawan Perusahaan, dan kendaraan heavy truck untuk
industri infrastruktur, distribusi dan transportasi. Pada tahun 2015 ini, Perseroan mengalami penurunan Piutang sewa pembiayaan
sebesar Rp 220,50 miliar menjadi Rp700,11 miliar pada tahun 2015 dibandingkan dengan saldo piutang sewa pembiayaan tahun
lalu yang hanya sebesar Rp920,62 miliar.
Tabel Piutang Sewa Pembiayaan (dalam juta Rupiah)
Piutang Sewa Pembiayaan
2015
2014
Perubahan
Piutang Sewa Pembiayaan Bruto
700.117
920.620
-23,95%
Nilai Sisa yang Terjamin
226.130
236.200
-4,26%
Pendapatan Sewa Pembiayaan yang ditangguhkan
(95.967)
(136.883)
-29,89%
(226.130)
(236.200)
-4,26%
(5.791)
(17.213)
-66,36%
598.359
766.524
-21,94%
Simpanan Jaminan
Penyisihan Piutang Ragu-Ragu
Jumlah Piutang Sewa Pembiayaan
d. Piutang lain-lain
Komposisi saldo piutang lain-lain Perseroan terdiri dari pihak ketiga dan pihak yang berelasi. Piutang lain-lain pihak ketiga sebagian
besar merupakan tagihan kepada konsumen sehubungan dengan penutupan asuransi pembiayaan konsumen, sedangkan piutang
lain-lain pihak yang berelasi adalah transaksi dengan PT Tunas Ridean Tbk sehubungan operasional Perseroan. Saldo piutang lainlain Perseroan pada tahun 2015 adalah sebesar Rp464,56 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp101,11 miliar dibandingkan
dengan saldo piutang Perseroan pada tahun 2014 sebesar Rp363,45 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
kenaikan piutang akseptasi klaim dan kenaikan pengakuan piutang Joint Financing pada akhir bulan Desember 2015. Saldo
piutang akseptasi klaim tahun 2015 tercatat Rp65,60 miliar meningkat sebesar Rp39,53 miliar dibandingkan tahun 2014 atau
meningkat sebesar 60,26%.
e. Aset Tetap
Saldo aset tetap Perseroan pada tahun 2015 tercatat sebesar Rp102,85 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp28,32 miliar
atau sebesar 37,99% dibandingkan dengan saldo aset tetap Perseroan pada tahun 2014 sebesar Rp74,53 miliar. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh penambahan aset berupa tanah, gedung, perlengkapan dan peralatan kantor serta renovasi
bangunan sewa sejalan dengan ekspansi usaha Perseroan. Penambahan aset berupa tanah senilai Rp1,38 miliar dan gedung
sebesar Rp3,53 miliar yang terletak di ruko Cilegon Bizz Park. Penambahan tanah senilai Rp2,91 miliar dan gedung sebesar Rp1,5
miliar yang terletak di jalan Indra prasta No 30 A-B Semarang. Penambahan tanah senilai Rp2,5 miliar dan gedung sebesar Rp6,33
miliar yang terletak di Ring Road dlm Tanjung Sari Medan Selayang kota Medan.
f. Aset Pajak Tangguhan
Di tahun 2015, saldo aset pajak tangguhan Perseroan tercatat sebesar Rp19,91 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp7,02
miliar atau sebesar 54,50% dibandingkan dengan saldo aset pajak tangguhan Perseroan pada tahun 2014 sebesar Rp12,89 miliar.
Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pajak tangguhan atas penambahan koreksi fiskal atas perbedaan temporer
untuk imbalan kerja karyawan dan pencadangan bonus karyawan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
119
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
g. Aset Lain-lain
Saldo aset lain-lain Perseroan di tahun 2015 adalah sebesar Rp41,92 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp4,10 miliar atau
sebesar 10,85% dibandingkan dengan saldo aset lain-lain operasi Perseroan pada tahun 2014 sebesar Rp37,81 miliar. Peningkatan
tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan setoran dalam perjalanan Perseroan (pembayaran angsuran pembiayaan konsumen
melalui kantor pos) sebesar Rp7,4 miliar seiring bertambahnya aset kelolaan Perseroan.
Liabilitas
Di tahun 2015, utang jangka pendek Perseroan tercatat sebesar Rp3,8 triliun meningkat sebesar 17,64% dibandingkan dengan
tahun 2014 sebesar Rp3,3 triliun, sedangkan utang jangka panjang Perseroan tercatat sebesar Rp4,2 triliun meningkat sebesar
28,38% dibandingkan dengan tahun 2014 sebesar Rp3,3triliun.
Total utang Perseroan di tahun 2015 adalah sebesar Rp8,03 triliun. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 23,03% dibandingkan
dengan tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp6,5 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh pencairan fasilitas pinjaman bank
baru untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan konsumen Perseroan.
Perseroan di dalam usahanya yang bergerak dalam pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan konsumen sesuai dengan PSAK
No. 1 (revisi 2009 tentang penyajian Laporan Keuangan yang berlaku secara retrospektif efektif sejak 1 Januari 2011) tidak
menyajikan klasifikasi utang kedalam kategori utang jangka pendek dan utang jangka panjang.
a. Utang Usaha
Di tahun 2015, jumlah utang usaha Perseroan yang terdiri dari utang kepada pihak ketiga, baik utang kendaraan maupun utang
asuransi tercatat sebesar Rp390,26 miliar turun 25,45% atau sebesar Rp133,26 miliar dibandingkan dengan jumlah utang usaha
kepada pihak ketiga pada tahun 2014 sebesar Rp523,52 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan utang kepada
supplier kendaraan seiring percepatan pembayaran kepada rekanan.
b. Utang Lain-lain
Utang lain-lain Perseroan terdiri dari utang kepada pihak ketiga dan utang kepada pihak berelasi. Pada tahun 2015, jumlah utang
lain-lain kepada pihak ketiga Perseroan sebesar Rp110,21 miliar atau meningkat sebesar Rp25,6 miliar atau sebesar 30,26%
dibandingkan dengan jumlah utang lain-lain kepada pihak ketiga pada tahun 2014 sebesar Rp84,61 miliar. Peningkatan tersebut
disebabkan oleh pengakuan kewajiban kepada pihak ketiga terkait transaksi non operasional Perseroan. Pada tahun 2015,
jumlah utang lain-lain kepada pihak berelasi Perseroan sebesar Rp44,80 miliar menurun sebesar Rp9 miliar atau sebesar 16,72%
dibandingkan dengan jumlah utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp53,80 miliar pada tahun 2014.
c. Utang Pajak Kini
Pada tahun 2015, jumlah utang pajak Perseroan sebesar Rp20,46 miliar atau naik sebesar Rp9,43 miliar atau sebesar 85,39%
dibandingkan dengan jumlah utang pajak Perseroan pada tahun 2014 sebesar Rp11,04 miliar. Kenaikan ini disebabkan karena
kenaikan PPh badan sebesar Rp7,56 miliar dan kenaikan angsuran PPh ps 25 sebesar Rp1,86 miliar.
d. Beban yang Masih Harus Dibayar
Pada tahun 2015, jumlah beban yang masih harus dibayar Perseroan sebesar Rp96,08 miliar atau meningkat sebesar Rp1,68 miliar
atau sebesar 1,78% dibandingkan dengan jumlah beban yang masih harus dibayar Perseroan pada tahun 2014 sebesar Rp94,40
miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan kenaikan beban gaji dan tunjangan Perseroan di tahun 2015.
120
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
e. Pinjaman Bank
Di tahun 2015, jumlah pinjaman bank Perseroan sebesar Rp5,5 triliun naik sebesar Rp1,19 triliun atau 27,76% dibandingkan
dengan jumlah pinjaman bank Perseroan tahun 2014 sebesar Rp4,3 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan
realisasi pembiayaan baru yang didanai dari pinjaman bank seiring pertumbuhan usaha Perseroan.
f. Surat Berharga yang Diterbitkan
Pada tahun 2015, jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan sebesar Rp1,85 triliun naik sebesar Rp400 miliar atau sebesar
27,58% dibandingkan dengan jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan pada tahun 2014 sebesar Rp1,45 triliun. Kenaikan
tersebut terutama disebabkan oleh penerbitan Obligasi Berkelanjutan I tahap III sebesar Rp150 miliar dan penerbitan Obligasi
Berkelanjutan II Tahap I sebesar Rp600 miliar oleh Perseroan dan adanya pelunasan Obligasi VI sebesar Rp150 miliar dan MTN III
sebesar Rp200 miliar.
g. Liabilitas Imbalan Kerja
Pada tahun 2015, jumlah liabilitas imbalan kerja karyawan Perseroan sebesar Rp36,549 miliar atau meningkat sebesar Rp15,28
miliar atau sebesar 71,83% dibandingkan dengan jumlah liabilitas imbalan kerja karyawan pada tahun 2014 sebesar Rp21,71
miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan total benefit yang diterima karyawan dan jumlah karyawan tetap
Perseroan.
Tabel Liabilitas (dalam juta Rupiah)
Liabilitas
Utang Usaha
2015
2014
Perubahan
390.262
523.518
-25,45%
110.205
84.605
30,26%
Pihak berelasi
44.803
53.799
-16,72%
Utang Pajak Kini
20.462
11.037
85,39%
94.240
91.704
2,77%
1.835
2.691
-31,81%
Pihak ketiga
4.228.720
2.941.445
43,76%
Pihak berelasi
1.272.623
1.364.359
-6,72%
-14.753
-14.662
0,62%
1.297.250
1.092.000
18,80%
552.750
358.000
54,40%
Beban emisi yang belum diamortisasi
-4.590
-2.631
74,46%
Liabilitas Imbalan Kerja
36.549
21.271
71,83%
8.030.356
6.527.136
23,03%
Utang Lain-lain
Pihak ketiga
Beban yang Masih Harus Dibayar
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Pinjaman Bank
Biaya provisi yang belum diamortisasi
Surat Berharga yang Diterbitkan
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Jumlah Liabilitas
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
121
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Ekuitas
Di tahun 2015, Perseroan mencatat ekuitas sebesar Rp1.172,64 miliar naik 31.07% dari tahun 2014 sebesar Rp894,65 miliar atau
mengalami kenaikan Rp277,98miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya Laba Tahun Berjalan Perseroan.
Tabel Ekuitas (dalam juta Rupiah)
Ekuitas
2015
2014
Perubahan
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
250.000
250.000
0,00%
Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja karyawan
(11.496)
(6.080)
89,07%
- Sudah Ditentukan Penggunaannya
50.000
50.000
0,00%
- Belum Ditentukan Penggunaannya
884.134
600.733
47,18%
1.172.638
894.653
31,07%
Saldo Laba
Jumlah Ekuitas
Tabel Posisi Keuangan tahun 2015 dan 2014 (dalam juta Rupiah)
Posisi Keuangan
2015
2014
Perubahan
ASET
Kas dan setara kas
Kas
19.938
13.951
42,91%
3.257
8.914
-63,46%
68.771
250.585
-72,56%
8.148.026
6.080.567
34,00%
5.886
7.420
-20,67%
(270.477)
(194.852)
38,81%
604.150
783.737
-22,91%
(5.791)
(17.213)
-66,36%
76.923
43.921
75,14%
388.421
320.326
21,26%
(785)
(794)
-1,13%
19.907
12.885
54,50%
102.852
74.531
38,00%
41.081
36.845
11,50%
835
966
-13,56%
Kas pada Bank
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang pembiayaan konsumen
Pihak ketiga
Pihak berelasi
cadangan kerugian penurunan nilai
Piutang Sewa Pembiayaan pihak ke tiga
Cadangan kerugian penurunan nilai
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Cadangan kerugian penurunan nilai
Tagihan Kelebihan Pajak
Aset pajak tangguhan
Aset tetap – Bersih
Aset lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
TOTAL ASET
122
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
9.202.994
7.421.789
24,00%
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Posisi Keuangan
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
2015
2014
Perubahan
390.262
523.518
-25,45%
110.205
84.605
30,26%
Pihak berelasi
44.803
53.799
-16,72%
Utang pajak kini
20.462
11.037
85,39%
94.240
91.704
2,77%
1.835
2.691
-31,81%
Pihak ketiga
4.228.720
2.941.445
43,76%
Pihak berelasi
1.272.623
1.364.359
-6,72%
(14.753)
(14.662)
0,62%
1.297.250
1.092.000
18,80%
552.750
358.000
54,40%
Beban emisi yang belum diamortisasi
(4.590)
(2.631)
74,46%
Liabilitas imbalan kerja karyawan
36.549
21.271
71,83%
8.030.356
6.527.136
23,03%
Modal
250.000
250.000
0,00%
Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan kerja karyawan
(11.496)
(6.080)
89,08%
Sudah ditentukan penggunaannya
50.000
50.000
0,00%
Belum ditentukan penggunaannya
884.134
600.733
47,18%
TOTAL EKUITAS
1.172.638
894.653
31,67%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
9.202.994
7.421.789
24,00%
LIABILITAS DAN EKUITAS
Utang usaha
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Beban yang masih harus dibayar
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Pinjaman bank
Biaya provisi yang belum diamortisasi
Surat berharga yang diterbitkan
Pihak ketiga
Pihak berelasi
TOTAL LIABILITAS
EKUITAS
Saldo laba
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
123
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
2. Laporan Laba Rugi
Pendapatan
a. Pendapatan Pembiayaan Konsumen
Di tahun 2015, pendapatan pembiayaan konsumen untuk tahun 2015 adalah sebesar Rp1,42 triliun meningkat 33,83% atau
sebesar Rp359,78 miliar dibandingkan dengan pendapatan pembiayaan konsumen di tahun 2014 yang mencapai Rp1,06 triliun.
Peningkatan ini disebabkan realisasi pembiayaan baru mengalami peningkatan di tahun 2015. Realisasi pembiayaan baru untuk
tahun 2015 adalah sebesar Rp16.8 triliun naik sebesar Rp2,61 triliun atau 18,35% dari realisasi tahun 2014 sebesar Rp14,25 triliun.
b. Pendapatan Sewa Pembiayaan
Pendapatan sewa pembiayaan pada tahun 2015 adalah sebesar Rp 99,64 miliar atau meningkat 14,05% atau sebesar Rp12,27
miliar dibandingkan dengan pendapatan sewa pembiayaan pada tahun 2014 yang sebesar Rp87,37 miliar. Peningkatan tersebut
disebabkan oleh adanya realisasi pembiayaan baru sebesar Rp282,33 miliar pada tahun 2015.
c. Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga pada tahun 2015 tercatat sebesar Rp7,67 miliar. Pendapatan bunga pada tahun 2015 turun 61,25% atau
sebesar Rp12,13 miliar dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2014 yang mencapai Rp19,80 miliar. Penurunan tersebut
disebabkan karena kebijakan Perseroan untuk mengoptimalkan dana mengendap untuk usaha produktif.
d. Pendapatan Lain-lain neto
Perseroan mencatat Pendapatan lain-lain neto di tahun 2015 sebesar Rp457 miliar meningkat sebesar 33,26% atau sebesar
Rp114,05 miliar jika dibandingkan dengan pendapatan lain-lain pada tahun 2014 sebesar Rp342,95 miliar. Kenaikan ini disebabkan
meningkatnya fee based income seiring dengan peningkatan pembiayaan baru Perseroan.
Tabel Laba Rugi Tahun Berjalan (dalam juta Rupiah)
Laporan Laba Rugi Tahun Berjalan
2015
2014
Perubahan
PENDAPATAN
Pendapatan Pembiayaan Konsumen
1.423.223
1.063.442
33,83%
Pembiayaan Sendiri
665.794
546.796
21,76%
Pembiayaan Bersama
757.429
516.646
46,61%
99.641
87.369
14,05%
7.672
19.798
-61,25%
456.996
342.946
33,26%
1.987.532
1.513.555
31,32%
Beban keuangan
(703.121)
(548.682)
28,15%
Gaji dan tunjangan
(304.698)
(235.081)
29,61%
Beban Umum dan Administrasi
(279.747)
(197.569)
41,59%
Sewa pembiayaan
Bunga
Lain-lain neto
Jumlah Pendapatan
BEBAN
124
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Laporan Laba Rugi Tahun Berjalan
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
2015
2014
Perubahan
Biaya Penyisihan Piutang Ragu-ragu:
Pembiayaan konsumen
(291.487)
(209.114)
39,39%
2.356
(10.805)
-121,80%
9
19
-52,53%
(1.576.688)
(1.201.232)
31,26%
410.844
312.323
31,54%
(104.044)
(78.277)
32,92%
Sewa pembiayaan
Piutang lain-lain
Jumlah Beban
Laba Sebelum Beban Pajak
Beban Pajak
Laba Tahun Berjalan
306.800
234.046
31,09%
(7.221)
(5.302)
36,19%
1.805
1.325
36,22%
(5.416)
(3.977)
36,18%
301.384
230.069
30,99%
123
94
30,85%
Penghasilan Komprehensif Lain
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (Kerugian) aktuarial atas liabilitas imbalan kerja karyawan
Pajak penghasilan terkait
Penghasilan komprehensif lain-setelah pajak
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
LABA PER SAHAM DASAR (Rupiah penuh)
Beban
a. Beban Keuangan
Di tahun 2015, beban keuangan Perseroan tercatat sebesar Rp703,12 miliar meningkat 28,15% atau sebesar Rp154,44 miliar
dibandingkan dengan beban pada tahun 2014 yang mencapai Rp548,68 miliar. Kenaikan beban ini disebabkan oleh adanya
peningkatan jumlah pinjaman bank sebesar Rp1,19 triliun atau sebesar 27,76% dibandingkan dengan tahun 2014 dalam rangka
mendukung pencapaian target pembiayaan konsumen Perseroan yang dibiayai sendiri.
b.Beban Gaji dan Tunjangan
Beban gaji dan tunjangan tahun 2015 sebesar Rp304,70 miliar meningkat sebesar Rp69,62 miliar atau sebesar 29,61% dari beban
gaji dan tunjangan pada tahun 2014 sebesar Rp235,08 miliar. Kenaikan tersebut dikarenakan pertambahan jumlah karyawan dari
3.329 karyawan pada tahun 2014 menjadi 3.725 karyawan pada tahun 2015 serta adanya kenaikan cadangan bonus di tahun
2015.
c. Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi Perseroan di tahun 2015 sebesar Rp279,75 miliar atau meningkat 41,60% atau sebesar Rp82,18 miliar
dari tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp197,57 miliar. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan biaya operasional
dan pemeliharaan infrastruktur kantor cabang selama tahun 2015 untuk menunjang target pembiayaan konsumen baru. Biaya
operasional meliputi biaya sewa, gedung, pemeliharaan, utilitas kantor, perjalanan dinas dan pengelolaan aset (penagihan) kantor
cabang untuk menunjang pencapaian target pembiayaan baru.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
125
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Tabel Beban Umum dan Administrasi (dalam juta Rupiah)
Beban Umum dan Administrasi
Biaya Penagihan
2015
2014
Perubahan
137.220
84.424
62,54%
Sewa
31.538
23.427
34,62%
Jasa Komunikasi
13.870
11.804
17,50%
Penyusutan Aset Tetap
17.670
11.942
47,96%
Perjalanan Dinas
12.405
11.391
8,90%
Keamanan
10.047
7.743
29,76%
Jasa Pihak Ketiga
8.983
7.006
28,22%
Alat Tulis dan Cetakan
6.560
5.137
27,70%
Perbaikan dan Pemeliharaan
9.981
7.825
27,55%
Listrik dan Air
5.628
4.849
16,07%
Jasa Profesional
2.109
3.642
-42,09%
Jamuan Bisnis
4.364
4.338
0,60%
Rekruitmen dan Pelatihan
3.335
2.701
23,47%
Iuran OJK
3.830
1.496
156,02%
Lain-lain
12.207
9.844
24,01%
279.747
197.569
41,59%
Total Beban Umum dan Administrasi
Beban Penyisihan Kerugian Nilai
Perseroan memiliki beban penyisihan kerugian penurunan nilai tahun 2015 tercatat sebesar Rp289,12 miliar meningkat 31,48%
atau sebesar Rp69,22 miliar dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai Rp219,90 miliar. Peningkatan beban ini terutama
disebabkan karena meningkatnya penyisihan kerugian penurunan nilai (CKPN) dari pembiayaan konsumen sebesar Rp82,37
miliar atau sebesar 39,40%, dari Rp209,11 miliar di tahun 2014 menjadi Rp291,48 miliar di tahun 2015. Peningkatan penyisihan
kerugian penurunan nilai dari pembiayaan konsumen lebih disebabkan kenaikan saldo piutang pembiayaan konsumen sebesar
Rp2,06 triliun atau sebesar 33,93% dari sebesar Rp6.08 triliun per bulan Desember 2014 menjadi Rp8,15 triliun pada tahun
2015. Secara umum pada tahun 2015 terdapat perbaikan kualitas piutang pembiayaan konsumen, namun demikian Perseroan
lebih menjaga rasio kecukupan (coverage) CKPN Perseroan untuk pembiayaan konsumen dengan menambah coverage CKPN
dari 3,09% pada bulan Desember 2014 menjadi 3,15% pada bulan Desember 2015 dimana peningkatan tersebut disebabkan
Perseroan telah menerapkan metode perhitungan penyisihan kerugian penurunan nilai yang lebih konservatif.
Laba Tahun Berjalan
Laba Tahun Berjalan Perseroan pada tahun 2015 adalah sebesar Rp306,80 miliar atau meningkat sebesar 31,09% jika dibandingkan
dengan Laba Tahun Berjalan Perseroan pada tahun 2014 yang tercatat sebesar Rp234,05 miliar. Kenaikan Laba Tahun Berjalan
disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
• Peningkatan pendapatan dari kegiatan utama Perseroan yaitu pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan di tahun 2015
yaitu masing-masing sebesar Rp359,78 miliar dan Rp12,27 miliar seiring pertumbuhan usaha Perseroan.
• Peningkatan pendapatan dari fee based Perseroan di tahun 2015 sebesar Rp114,05 miliar terutama dari pendapatan asuransi,
penalti dan pendapatan penagihan seiring dengan pertumbuhan usaha dan diversifikasi produk yang dilakukan Perseroan.
126
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Tabel Laba Rugi (dalam juta Rupiah)
Laporan Laba Rugi
Pendapatan
Beban
Laba Sebelum Pajak
Beban Pajak
2015
2014
Perubahan
1.987.532
1.513.555
31,32%
-1.576.688
-1.201.232
31,26%
410.844
312.323
31,54%
-104.044
-78.277
32,92%
Laba Tahun Berjalan
306.799
234.046
31,09%
Total Penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan
301.384
230.069
30,99%
Laba Per Saham
Perseroan mencatat laba per saham dari Rp94 per lembar saham pada tahun 2014 menjadi Rp123 per lembar saham pada tahun
2015. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya laba tahun berjalan Perseroan sebesar Rp306,8 miliar pada tahun 2015
dibandingkan tahun 2014 yang hanya sebesar Rp234.046 miliar atau mengalami kenaikan 31,09% atau sebesar Rp72,75 miliar.
3. Laporan Arus Kas
Arus Kas
a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi di tahun 2015 sebesar Rp1,70 triliun, naik 47,88% dari tahun 2014 sebesar
Rp551,43 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kenaikan penerimaan pendapatan dari pembiayaan konsumen sebesar
Rp2,94 triliun yang dikompensasi dengan kenaikan pembayaran kepada penyalur kendaraan sebesar Rp2,83 triliun. Kenaikan
kas yang digunakan tersebut dikontribusi juga oleh peningkatan pembayaran fasilitas pembiayaan bersama sebesar Rp633 miliar.
b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Di tahun 2015, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp45,97 miliar naik 8,54% dibandingkan dengan tahun
2014 sebesar Rp42,35 miliar. Kas bersih ini digunakan untuk aktivitas investasi terutama untuk perolehan aset tetap sehubungan
dengan penambahan jaringan usaha baru terutama pada prasarana, perabotan, peralatan kantor, tanah dan gedung.
c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Di tahun 2015, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan adalah sebesar Rp1,57 triliun naik sebesar 22,83% dari tahun
2014 sebesar Rp1,28 miliar. Kenaikan ini ini disebabkan oleh adanya kenaikan penerimaan utang obligasi Rp750 miliar meningkat
Rp150 miliar dimana tahun 2014 hanya Rp600 miliar dan peningkatan penerimaan pinjaman bank untuk pendanaan Consumer
Finance dan piutang sewa pembiayaan. Peningkatan penerimaan utang obligasi tersebut dikompensasi oleh pembayaran dividen
kas sebesar Rp23,40 miliar pada tahun 2015.
Tabel Arus Kas (dalam juta Rupiah)
Arus Kas
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Dengan Hati
Melayani Negeri
2015
2014
Perubahan
-1.703.074
-1.151.645
47,88%
-45.974
-42.357
8,54%
1.567.563
1.276.213
22,83%
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
127
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Rasio Keuangan
a. Profitabilitas
Rasio imbal hasil rata-rata aset dipergunakan untuk mengetahui kemampuan Perseroan meraih laba dari seluruh aset yang
diinvestasikan. Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, rasio imbal hasil rata-rata aset adalah sebesar 5,11% dan 4,74%.
Jumlah pendapatan/jumlah aset tahun 2015 relatif stabil dari sebesar 20,39% pada tahun 2014 menjadi 21,60% pada tahun 2015
b. Aset Produktif
Aset produktif Perseroan terdiri dari Piutang Pembiayaan Konsumen Kelolaan, Piutang Bermasalah (Non Performing Loan), Likuiditas
dan Solvabilitas, serta informasi keuangan lainnya. Secara rinci, perolehan aset produktif adalah sebagai berikut:
• Komposisi piutang yang tergolong lancar terhadap total piutang per 31 Desember 2015 adalah sebesar 93,87%, relatif stabil
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 94,25%. Perseroan senantiasa menjaga kualitas piutang dan melakukan seleksi
yang ketat terhadap pembiayaan yang ada. Perseroan konsisten melakukan penanganan dalam pembiayaan yang bermasalah
dengan lebih menitikberatkan prinsip kehati-hatian atau prudent dan menjaga ketaatan konsumennya untuk melakukan
pembayaran tepat waktu dengan cara mengingatkan, menagih, dan mitigasi risiko.
Tabel Perkembangan Umur Piutang Pembiayaan Konsumen berdasarkan Jumlah Angsuran Piutang Perseroan
(dalam juta Rupiah)
Umur Piutang
Lancar
2015
%
2014
%
30.110.436
93,87%
23.285.103
94,25%
1.061.574
3,31%
802.292
3,25%
Tunggakan 31-60 hari
362.290
1,13%
270.187
1,09%
Tunggakan 61-90 hari
163.220
0,51%
99.477
0,40%
Tunggakan >90 hari
378.709
1,18%
249.445
1,01%
32.076.229
100,00%
24.706.504
100,00%
Tunggakan 1-30 hari
Total Piutang
• Perbandingan antara jumlah kewajiban dengan modal sendiri pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebesar 6,25x,
dan 6,41x. Perbandingan antara jumlah kewajiban dengan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah
masing-masing sebesar 0,87x dan 0,88x. Rasio ini relatif stabil untuk tahun 2015 dan 2014.
Informasi Keuangan Lainnya:
a. Rasio efisiensi biaya
Di tahun 2015, Cost Effiency Ratio (CER) tercatat sebesar 45,43% atau mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2014
yang tercatat sebesar 44,81%. Hal ini disebabkan pertumbuhan biaya terutama terkait SDM, pengelolaan aset Perseroan dan biaya
infrastruktur (sewa,dll) sehubungan dengan ekspansi Perseroan di tahun 2015.
128
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Tabel Rasio Efisiensi Biaya
Rasio Efisiensi Biaya
2015
2014
Perubahan
Rasio Efisiensi Biaya
45,43%
44,81%
1,38%
Rasio Biaya Overhead dibandingkan dengan pendapatan
29,31%
28,56%
2,63%
b. Komposisi Beban Pembiayaan
Beban keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp703,12 miliar naik 28,15% atau meningkat sebesar
Rp154,44 miliar dibandingkan dengan beban keuangan Perseroan pada tahun 2014 yang mencapai Rp548,68 miliar. Hal ini
menunjukkan dengan peningkatan pembiayaan sendiri, Perseroan tetap melakukan efisiensi dalam pengelolaan beban keuangan.
Tabel Komposisi Beban Pembiayaan (dalam juta Rupiah)
Komposisi Beban Pembiayaan
2015
2014
Perubahan
Surat Berharga
121.397
127.011
-4,42%
Bank Loan
543.617
382.744
42,03%
34.293
33.205
3,28%
2.618
3.241
-19,22%
1.196
2.481
-51,79%
703.121
548.682
28,15%
Administrasi dan Provisi Bank
Amortisasi Biaya Emisi Surat Berharga
Lain-lain
Jumlah Beban Keuangan
Tabel Rasio Keuangan 3 tahun terakhir
Rasio Keuangan
2015
2014
2013
PROFITABILITAS
Imbal Hasil Aset
3,69%
3,58%
3,52%
Imbal Hasil Aset*
4,94%
4,78%
4,73%
Imbal Hasil rata-rata Aset*
5,11%
4,74%
4,45%
Imbal Hasil Ekuitas
29,68%
29,62%
29,17%
Imbal Hasil rata-rata Ekuitas
29,77%
29,71%
29,13%
Jumlah Pendapatan / Jumlah Aset
21,60%
20,39%
20,68%
Piutang Pembiayaan Bersih Kelolaan**
26.758.485
21.161.175
15.627.805
Piutang Pembiayaan-Pembiayaan Bersama**
18.000.423
14.289.451
10.363.212
1,20%
1,15%
1,16%
ASET PRODUKTIF
Piutang Bermasalah Kelolaan
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
129
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Rasio Keuangan
PROFIL PERUSAHAAN
2015
2014
2013
LIKUIDITAS
Jumlah Liabilitas / Jumlah Aset (kali)
0,87
0,88
0,88
Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas (kali)
6,85
7,30
7,22
Utang yang Berbunga / Jumlah Ekuitas*** (Kali)
6,25
6,41
6,47
Pertumbuhan Pendapatan
31,32%
29,79%
38,66%
Pertumbuhan Laba Tahun Berjalan
31,09%
32,62%
51,32%
Pertumbuhan Aset
24,00%
31,59%
28,49%
Pertumbuhan Liabilitas
23,03%
31,74%
28,17%
Pertumbuhan Ekuitas
31,07%
30,47%
30,79%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan / Pendapatan
20,67%
20,64%
20,35%
Laba Bersih Setelah Pajak Tahun Berjalan/ Pendapatan
15,44%
15,46%
15,13%
Rasio Efisiensi Biaya
45,43%
44,81%
45,48%
PERTUMBUHAN
RASIO LAINNYA
Keterangan:
*
menggunakan perhitungan laba sebelum pajak
**
dalam Jutaan Rupiah
***
Gearing Ratios
KEMAMPUAN MEMBAYAR HUTANG
Likuiditas Dan Solvabilitas
Likuiditas Perseroan merupakan kemampuan Perseroan untuk memenuhi liabilitas jangka pendek dengan menggunakan aset
lancar yang dimilikinya. Likuiditas diukur dengan menggunakan rasio lancar (current ratio), yaitu perbandingan antara aset lancar
dengan liabilitas lancar. Aset lancar terdiri dari aset yang akan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Di tahun 2015, likuiditas Perseroan
tercatat sebesar 0,82 kali. Secara rinci, perhitungan likuiditas tersebut adalah:
Aset Lancar
Liabilitas Lancar
X 100%
Rp3,1 triliun
Rp3,8 triliun
X 100% = 0,82 kali
Sedangkan di tahun 2014 likuiditas Perseroan tercatat sebesar 0,94 kali. Perseroan berhasil menjaga likuiditas Perseroan yang
tercermin dalam rasio lancar selama dua tahun terakhir. Hal ini menunjukan Perseroan berhasil menerapkan konsep miss match
antara jangka waktu pembiayaan dengan jangka waktu sumber pendanaan.
130
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Solvabilitas Perseroan merupakan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek dan jangka panjangnya
yang tercermin dari perbandingan antara jumlah liabilitas yang mengandung beban bunga dengan modal sendiri dan juga
perbandingan antara jumlah liabilitas yang mengandung beban bunga dengan total aset. Perbandingan antara jumlah liabilitas
yang mengandung beban bunga dengan modal sendiri pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebesar 6,25 kali dan
6,41 kali. Penurunan rasio tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014 disebabkan kemampuan Perseroan mengelola aset yang
dimiliki dan memperoleh sumber pendanaan yang lebih efisien untuk mendanai ekspansi dalam pembiayaan konsumen yang
dilakukan Perseroan tahun 2015.
Tabel Perkembangan Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas dan Solvabilitas
2015
2014
Perubahan
Rasio lancar
0,82x
0,94x
-12,77%
Rasio liabilitas terhadap ekuitas
6,85x
7,30x
-6,16%
TINGKAT RASIO KOLEKTIBILITAS PIUTANG PERUSAHAAN
Piutang lancar Perseroan stabil diangka 93,87% di tahun 2015 serta 94,25% di tahun 2014.
Sedangkan kolektibilitas Perseroan tercatat sebesar 1,20% ditahun 2015. Secara rinci, perhitungan kolektibilitas tersebut adalah:
Tunggakan > 90 hari
Total Piutang Pokok Kelolaan
X 100%
Rp321,21 miliar
Rp26,76 triliun
X 100% = 1,20 kali
Perseroan konsisten melakukan penanganan dalam pembiayaan yang bermasalah dengan lebih menitikberatkan prinsip kehatihatian atau (prudent) dan menjaga ketaatan konsumennya untuk melakukan pembayaran tepat waktu dengan cara mengingatkan,
menagih, dan menarik kendaraan.
Perusahaan juga mempunyai divisi penyelamatan kredit yang dinamakan Account Receivable Management Division yang dipimpin
oleh seorang Account Receivable Division Head yang membawahi beberapa orang Account Receivable Department Head dan
setiap Account Receivable Head akan membawahi beberapa Remedial Head dan Collection Head.
STRUKTUR MODAL PERUSAHAAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL
Struktur Modal
Struktur modal merupakan kombinasi dari modal sendiri (ekuitas) dan utang (liabilitas). Kombinasi Struktur modal yang optimal
akan memaksimalkan nilai perusahaan. Kondisi struktur modal optimal dicapai dengan modal rata–rata tertimbang Weighted
Average Costof Capital - WACC yang minimal. Dengan bertambahnya penggunaan utang, akan meminimalkan WACC karena
biaya utang (cost of debt) lebih murah dari biaya modal sendiri (cost of equity).
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
131
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Struktur modal Perseroan adalah sebagai berikut (dalam juta Rupiah):
Struktur Modal
2015
%
2014
%
Total Aset Lancar
3.144.940
34,17
3.062.530
41,26
Total Aset Tidak Lancar
6.058.054
65,83
4.259.209
58,74
Total Aset
9.202.993
100
7.421.789
100
Total Liabilitas Lancar
3.826.858
47,65
3.252.929
49,84
Total Liabilitas Tidak Lancar
4.203.498
52,35
3.274.207
50,16
Total Liabilitas
8.030.356
100
6.527.136
100
Total Liabilitas
8.030.356
87,26
6.527.136
87,95
Total Ekuitas
1.172.637
12,74
894.653
12,05
Total Liabilitas dan Ekuitas
9.202.993
100
7.421.789
100
Komposisi pendanaan antara pinjaman dan permodalan Perseroan:
2015
2014
Pinjaman Bank – 59,62%
Surat berharga yang diterbitkan – 20,05%
Kewajiban lainnya – 7,59%
Ekuitas – 12,74%
Pinjaman Bank – 57,82%
Surat berharga yang diterbitkan – 19,50%
Kewajiban lainnya - 10,63%
Ekuitas - 12,05%
Komposisi Pendanaan Perseroan di tahun 2015 sebesar 88% dan 12% adalah berasal dari Ekuitas dan Modal Sendiri. Komposisi
ini relatif sama dengan tahun 2014, komposisi pinjaman yang berasal dari bank meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sedangkan surat berharga yang diterbitkan, meningkat 0.54 % dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan perseroan
menerbitkan surat berharga seiring dengan meningkatnya pertumbuhan usaha Perseroan. Kewajiban lainnya menurun 3,04%
di tahun 2015 dibanding dengan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan terutama oleh menurunnya hutang kepada supplier
kendaraan.
Saldo ekuitas di tahun 2015 sebesar Rp1,17 triliun atau naik sebesar 31,07% dibanding tahun 2014. Namun secara komposisi
terhadap total liabilitas dan ekuitas relatif stabil sebesar 12%. Hal ini menunjukan dengan komposisi pinjaman dan ekuitas yang
relatif sama Perseroan dapat meningkatkan imbal hasil sebesar 29,77% atau naik sebesar 0,20% dibandingkan tahun lalu dan
peningkatan laba tahun berjalan sebesar 31.09%.
Tujuan Perseroan dalam mengelola permodalannya adalah menjaga kelangsungan usaha Perseroan untuk dapat memberikan hasil
kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya, dan memelihara optimalisasi struktur permodalan
untuk mengurangi biaya modal (cost of capital).
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan
kepada pemegang saham, imbalan hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru untuk mengurangi
pinjaman.
Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Perseroan memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio. Rasio ini dihitung dari nilai
bersih pinjaman (termasuk obligasi dan medium-term notes) dibagi dengan jumlah modal. Jumlah modal diambil dari ekuitas yang
tercantum dalam laporan posisi keuangan.
132
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 84/PMK.012/2006 tanggal 26 September 2006 tentang Entitas
Pembiayaan, jumlah maksimum gearing ratio adalah sebesar 10 kali dari total modal.
Tabel perhitungan gearing ratio Perseroan (dalam juta Rupiah, kecuali*).
Struktur Modal
2015
2014
Pinjaman yang diterima-neto
5.486.590
4.291.142
Obligasi
1.845.410
1.247.369
-
200.000
Total Pinjaman
7.332.000
5.738.511
Jumlah Modal
1.172.638
894.653
Pinjaman
Medium-Term Notes
Gearing Ratio (kali)*
6,25
6,41
Perseroan melakukan Penempatan deposito pada PT Bank Mandiri Taspen Pos sebesar Rp50 miliar adalah penempatan atas dana
hasil usaha yang berasal dari laba neto Perseroan seperti yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang No. 40 pasal 70 tentang
Perseroan Terbatas yaitu kewajiban Perseroan untuk melakukan pencadangan atas jumlah tertentu dari laba neto setiap tahun.
Perseroan memiliki kebijakan Dividen yang tertuang pada Akta Perjanjian Pemegang Saham No.5 tanggal 6 Februari 2009, Pasal
14 ayat 1 yang menyatakan bahwa pembagian dividen dapat dilakukan jika terdapat saldo laba positif dan sepanjang kondisi
keuangan Perseroan telah memperhitungkan nilai pencadangan sesuai kebijakan pemegang saham dan telah mencapai target
profit tahunan, dengan besarnya dividen berkisar antara 35%-40% dari jumlah Laba Bersih TFS (Perseroan) kecuali ditentukan lain
dalam RUPS.
IKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL
Di tahun 2015, Perseroan memiliki ikatan material yang digunakan untuk membeli aset-aset Perseroan berupa hak atas tanah,
bangunan & prasarana, peralatan kantor, perabotan dan kendaraan terutama yang berhubungan dengan keperluan pembukaan
cabang-cabang baru. Sumber pendanaan tersebut diperoleh dari hasil usaha Perseroan yang seluruhnya dalam mata uang Rupiah.
Pada tahun 2015, pembelian aset tetap adalah sebesar Rp45,99 miliar naik 8,28% atau sebesar Rp3,52 miliar dibandingkan tahun
2014 yaitu sebesar Rp42,47 miliar.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
133
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
PERUBAHAN MATERIAL ATAS PENDAPATAN
Total Pendapatan Perseroan di tahun 2015 mencapai Rp1,9 triliun meningkat Rp474 miliar atau 31,32% dari tahun 2014 sebesar
Rp1,5 triliun.
Besaran peningkatan atas pendapatan tersebut merupakan realisasi pembiayaan baru tahun 2015 yang mencapai Rp17,14 triliun
meningkat Rp2,6triliun atau 18,35% dari tahun 2014 sebesar Rp14,8 triliun.
DAMPAK PERUBAHAN HARGA TERHADAP PENDAPATAN USAHA ATAU PENDAPATAN BERSIH
Selama tahun 2015 Bank Indonesia telah melakukan beberapa kali kenaikan suku bunga Bank Indonesia yang memicu terjadinya
kenaikan suku bunga pendanaan dari perbankan. Hal ini mengakibatkan Perseroan menyesuaikan suku bunga jual pembiayaan
baru kepada konsumen namun diiringi dengan peningkatan suku bunga pinjaman dana dari perbankan, Dengan demikian,
penyesuaian suku bunga ini berdampak terhadap pendapatan bunga bersih Perseroan dimana pendapatan bunga bersih Perseroan
hanya mencapai 97% dari bussiness plan 2015.
INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL PELAPORAN
Informasi dan Fakta Material Setelah Tanggal Pelaporan adalah terkait perpajakan sebagai berikut:
1. Pajak Penghasilan tahun 2011.
Pada tanggal 19 Januari 2016 Direktorat Jendral Pajak menerbitkan beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB),
PPN dan PPh Badan serta STP PPN sebesar Rp48.931 Juta. Sampai dengan tanggal penyelesaian Laporan Tahunan, Perseroan
masih dalam proses pengajuan keberatan atas SKPKB dan STP PPN tersebut ke Direktorat Jendral Pajak.
2. Pajak Penghasilan tahun 2012
Pada tanggal 19 Januari 2016 Direktorat Jendral Pajak menerbitkan beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB),
PPN dan PPh Badan serta STP PPN sebesar Rp58.309 Juta. Sampai dengan tanggal penyelesaian Laporan Tahunan, Perseroan
masih dalam proses pengajuan keberatan atas SKPKB dan STP PPN tersebut ke Direktorat Jendral Pajak.
Selain informasi tersebut, tidak ada informasi dan fakta material lainnya yang terjadi setelah tanggal pelaporan yang berdampak
pada kinerja keuangan Perseroan.
PROSPEK USAHA
Meskipun pertumbuhan bisnis multifinance di tahun 2016 diprediksi akan berkisar pada angka 5% karena masih dibayangi oleh
perlambatan ekonomi, namun Perseroan telah menetapkan target yang cukup rasional di awal tahun 2016 yaitu pertumbuhan
pembiayaan baru di atas 5% atau mencapai sebesar Rp18 triliun. Keyakinan pertumbuhan di atas rata-rata industri ini didukung
oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring bertambahnya populasi keluarga kelas menengah yang akan membutuhkan
kendaraan bermotor serta semakin banyaknya varian kendaraan bermotor dengan model yang menarik dan harga yang cukup
terjangkau. Selain itu, sektor industri transportasi, distribusi dan infrastruktur yang terus berkembang sejalan dengan program
pemerintah akan menjadi potensi pembiayaan bagi Perseroan dalam mengembangkan kinerjanya.
Untuk mencapai target pembiayaan di tahun 2016, selain menciptakan produk-produk pembiayaan yang makin kompetitif,
Perseroan juga akan semakin memperluas jaringan kantor pemasaran terutama dengan dukungan jaringan kantor cabang Bank
Mandiri. Perseroan tetap akan fokus pada pembiayaan mobil baru dengan melakukan diversifikasi pada pembiayaan multiguna
sebagaimana telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan. Program efisiensi biaya operasional dan pengembangan teknologi informasi
tetap akan dilanjutkan di tahun 2016 .
134
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Perseroan juga akan lebih mengoptimalkan menggarap customer based Bank Mandiri baik untuk segmen passenger car maupun
commercial car. Melalui program aliansi strategis dengan Bank Mandiri, penetrasi market kepada anchor clients Bank Mandiri
dapat dilakukan lebih efektif. Dengan dukungan dari group Bank Mandiri dan Tunas Ridean, Perseroan optimis memiliki potensi
yang besar untuk meningkatkan kinerjanya di tahun mendatang. Dengan demikian, prospek usaha Perseroan dalam industri
pembiayaan kendaraan bermotor masih sangat menjanjikan.
Selain itu, Perseroan optimis ruang pertumbuhan bagi industri kendaraan bermotor, khususnya mobil penumpang, pada masa
mendatang diperkirakan masih bertumbuh. Indonesia diyakini masih menjadi pangsa pasar yang cukup menjanjikan. Gabungan
Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi tahun 2016 penjualan mobil akan stagnan sekitar 1,06 juta unit.
Dengan dukungan sumber pendanaan yang berkelanjutan, jaringan kantor cabang yang semakin luas, hubungan yang baik
dengan jaringan dealer nasional dan SDM yang berkualitas, manajemen berkeyakinan mampu mencapai target di tahun 2016.
Untuk memanfaatkan peluang bisnis di tahun 2016, Perseroan akan melakukan strategi bisnis guna meningkatkan kinerja
Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan seperti yang tercantum dalam pembahasan strategi bisnis dalam aspek pemasaran.
PERBANDINGAN TARGET DAN REALISASI
Di tahun 2016, Perseroan menargetkan perolehan komponen substansial dan penting sebagai tolok ukur dalam menilai kinerja
Perseroan. Adapun perbandingan antara target dan realisasi adalah sebagai berikut:
• Pendapatan
Perseroan menargetkan pendapatan usaha di tahun 2015 adalah sebesar Rp1,97 triliun, sedangkan realisasi pendapatan usaha
yang berhasil dicapai Perseroan di tahun 2015 adalah sebesar Rp1,99 triliun atau mencapai 101% dari target yang ditetapkan.
Hal ini dikarenakan kenaikan realisasi pendapatan bunga dan fee based income Perseroan.
• Laba Tahun Berjalan
Di tahun 2015, Perseroan menargetkan Laba Tahun Berjalan sebesar Rp295,01 miliar, sedangkan realisasi Laba Tahun Berjalan
yang berhasil dibukukan oleh Perseroan di tahun 2015 adalah sebesar Rp306,8 miliar atau mencapai 104% dari target yang
ditetapkan. Hal ini dikarenakan peningkatan pendapatan baik pendapatan pembiayaan konsumen maupun pendapatan sewa
pembiayaan serta peningkatan dari fee based income Perseroan.
• Pembiayaan Baru
Perseroan telah menetapkan target pembiayaan baru di tahun 2015 mencapai Rp20 triliun, sedangkan realisasi pembiayaan
baru yang berhasil di capai oleh Perseroan di tahun 2015 adalah sebesar Rp17,14 triliun, atau hanya mencapai 86% dari target
yang ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan semakin ketatnya persaingan industri pembiayaan seiring dengan peningkatan suku
bunga pendanaan dari perbankan.
• Total Piutang Pembiayaan yang Dikelola
Perseroan telah menetapkan target total piutang pembiayaan yang dikelola di tahun 2015 mencapai Rp28,12 triliun, sedangkan
realisasi total piutang pembiayaan yang dikelola yang berhasil di capai oleh Perseroan di tahun 2015 adalah sebesar Rp26,76
triliun, atau mencapai 95% dari target yang ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan lending selama tahun 2015
yaitu sebesar 16% jika dibandingkan dengan lending tahun sebelumnya.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
135
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
• Total Aset
Perseroan telah menetapkan target total aset di tahun 2015 mencapai Rp9,4 triliun, sedangkan realisasi total aset yang berhasil
di capai oleh Perseroan di tahun 2015 adalah sebesar Rp9,2 triliun, atau berhasil mencapai 98% dari target yang ditetapkan.
Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan piutang pembiayaan Perseroan baik dari pembiayaan konsumen maupun dari sewa
pembiayaan.
Secara rinci, perbandingan antara target dengan realisasi dapat terlihat dari tabel berikut:
Tabel Target dan Realisasi Tahun 2015
Target
2015
Target dan Proyeksi
Persentase
Pencapaian
(%)
Realisasi 2015
Pendapatan (Rp triliun)
1,97
1,99
101
Laba Tahun Berjalan (Rp miliar)
295
307
104
Pembiayaan Baru (Rp triliun)
20,00
17,14
86
Total Piutang Pembiayaan yang Dikelola (Rp triliun)
28,12
26,76
95
9,4
9,2
98
Total Aset (Rp triliun)
PROYEKSI 2016
Perseroan memiliki beberapa target/proyeksi yang akan dicapai di tahun 2016, target/proyeksi tersebut meliputi:
Tabel Target dan Proyeksi Tahun 2016
Target dan Proyeksi
Realisasi 2015
Pembiayaan Baru (Rp triliun)
Target/Proyeksi
2016
Target
Pertumbuhan
(%)
17,14
18
5
Pendapatan (Rp triliun)
1,99
2,29
15
Laba Tahun Berjalan (Rp miliar)
307
333
8
RENCANA JANGKA PANJANG
Perseroan memiliki rencana jangka panjang untuk menjadi Perusahaan Pembiayaan Terbaik sesuai dengan visi Perseroan yaitu “To
Be the Most Progressive and Reliable Multifinance Company in Indonesia”.
ASPEK PEMASARAN
Strategi Pemasaran
Untuk mengoptimalkan penetrasi market, pada 2015 Perseroan telah membuka 5 (lima) kantor cabang baru yang berlokasi di
Sampit, Sintang, Kotamobagu, Mamuju dan Kupang serta 20 (dua puluh) kantor Satelit. Dengan adanya kantor cabang baru dan
kantor satelit tersebut, Perseroan semakin memperluas kerja sama dengan dealer-dealer rekanan serta dapat lebih menjangkau
calon konsumen di daerah-daerah tersebut. Selain membuka jaringan kantor cabang baru dan kantor satelit, Perseroan melakukan
strategi marketing melalui promosi di beberapa media dan juga melalui berbagai pameran otomotif yang bekerja sama dengan
GAIKINDO, dealer maupun dengan Bank Mandiri.
136
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Di tahun 2016, Perseroan menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp18 triliun atau meningkat 5% dibandingkan pencapaian
pembiayaan baru tahun 2015 sebesar Rp17,1 triliun. Untuk mencapai target tersebut, diantaranya Perseroan akan membuka
10 kantor satelit di kantor-kantor Bank Mandiri dan juga 1 Kantor Cabang yang berdiri sendiri. Selain itu, Perseroan akan
mengoptimalkan dukungan karyawan Bank Mandiri di seluruh Indonesia untuk memasarkan dan mereferensikan nasabah Bank
Mandiri untuk melakukan transaksi pembiayaan kendaraan bermotor melalui Perseroan dengan paket pembiayaan yang lebih
kompetitif di pasar.
Strategi lainnya yang telah dilakukan Perseroan pada 2015 dan akan dioptimalkan di tahun 2016, meliputi optimalisasi pembiayaan
multiguna dan KPM, Mobile Apps dan Program Aliansi Perseroan dengan Bank Mandiri.
MTF Member Card
Sebagai bentuk peningkatan pelayanan Perseroan kepada customer, dan untuk menjaga loyalitas customer terhadap Perseroan,
maka Perseroan bekerjasama dengan PT El John Metropolitan Wisata Travel Care, menerbitkan Kartu Keangotaan kepada customer
Perseroan.
MTF Member Card adalah kartu keanggotaan yang diberikan kepada seluruh customer Perseroan dengan masa penggunaan
adalah 1 tahun yang dapat berfungsi sebagai :
a. Kartu Identitas Customer Perseroan.
b. Media untuk memberikan berbagai benefit tambahan kepada customer Perseroan.
Tujuan MTF Member Card adalah
1. Mengoptimalkan pelaksanaan Customer Relationship Management (CRM) dan meningkatkan retention/keloyalan customer
terhadap Perseroan.
2. Meningkatkan posisi Perseroan dalam pemilihan pembiayaan dengan memberikan additional benefit kepada customer
Perseroan.
3. Meningkatkan personal touch kepada end customer Perseroan sehingga memberikan kepuasaan terhadap customer Perseroan.
Benefit dari MTF Member Card adalah berbagai fasilitas diskon, gratis, buy 1 get 1, dan lain-lain dari merchant-merchant rekanan
El John. Adapun merchant tersebut antara lain:
1. El John Lounge
2. Sidney Cafe
3. Jaringan Parai Hotel
4. Snowbay
5. Blitz Megaplex
6. Inul Vista
7. Marcopolo Waterpark
8. Layanan reservasi hotel dll.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
137
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
ASURANSI GAP (Guaranteed Auto Protection)
Program pemberian additional benefit berupa perlindungan dalam bentuk garansi nilai aset kembali ke nilai faktur pembelian
kendaraan.
Produk ini memberikan jaminan terhadap selisih antara jumlah penggantian yang diterima dari polis asuransi kendaraan bermotor
jika terjadi kerugian total, sebagaimana didefinisikan dalam polis, termasuk kerusakan, kebakaran atau pencurian, dengan harga
faktur asli kendaraan pada tanggal dimulainya asuransi ini sampai dengan Harga Pertanggungan di dalam ikhtisar polis. Untuk saat
ini produk asuransi ini hanya berlaku untuk kendaraan mobil baru passenger.
Produk ini merupakan produk perluasan dari asuransi unit dan baru pertama kali dipasarkan di Indonesia. Dalam Program ini
Perseroan bekerjasama dengan Mandiri Axa General Insurance.
Program Aliansi Perseroan Dengan Bank Mandiri
Aliansi Perseroan dengan Bank Mandiri berjalan semakin erat, dengan berkembangnya bisnis model, referral/jasa keagenan menjadi
satu segmen produk khusus yang ditujukan untuk nasabah Bank Mandiri. Melalui Mandiri Kredit Kepemilikan Mobil (Mandiri
KPM), Perseroan memberikan fasilitas pembiayaan kendaraan untuk nasabah Bank Mandiri dengan produk yang lebih menarik.
Hal ini tentu saja didukung oleh peran serta aktif dari Cabang Bank Mandiri yang memasarkan produk pembiayaan kendaraan
bermotor ini kepada nasabahnya, sehingga menjadikan cabang Bank Mandiri sebagai one stop shopping solution bagi nasabah.
Program ini sejalan juga dengan program penggarapan Anchor Client Bank Mandiri, di mana terjadi aliansi Bank Mandiri dan
anak perusahaan termasuk Perseroan dalam menggarap anchor-anchor client yang dimiliki oleh Bank Mandiri terutama dalam
pemenuhan kebutuhan kendaraan operasional Perusahaan.
Perseroan juga beraliansi dengan Bank Mandiri dalam bentuk pembukaan rekening Bank Mandiri untuk konsumen baru yang
mengambil pembiayaan di Perseroan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan konsumen dalam melakukan pembayaran
angsuran serta mengurangi resiko tidak bayar karena dilakkan dalam bentu autodebet. Selain itu juga mendukung Bank mandiri
dalam meningkatkan pengguna rekening Bank Mandiri.
Pangsa Pasar
Berdasarkan data Registrasi Nomor Polisi nasional (Police Registration) per 31 Desember 2015, dengan asumsi market share
terhadap mobil baru dihitung 70% dari Police Registration, maka Perseroan memiliki market share mobil di tahun 2015 di level
15% meningkat dibanding market share tahun 2014 sebesar 12,6%. Di tahun 2016, Perseroan menargetkan mencapai market
share sebesar 17%.
Perseroan berpandangan bahwa meskipun di tahun 2016 pasar otomotif diprediksikan stagnan namun masih memiliki potensi
untuk tumbuh secara positif dan Perseroan dapat lebih meningkatkan market share serta portofolio pembiayaan mobil baru.
Dalam rangka meraih pangsa pasar, Perseroan terus menjalin kerja sama dengan hampir seluruh Agen.
138
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
KEBIJAKAN DIVIDEN
Berdasarkan Akta Perjanjian Pemegang Saham no. 5 tanggal 6 Februari 2009, Pasal 14 ayat 1 yang menyatakan bahwa pembagian
dividen dapat dilakukan jika terdapat saldo laba positif dan sepanjang kondisi keuangan Perseroan telah memperhitungkan nilai
pencadangan sesuai kebijakan pemegang saham dan telah mencapai target profit tahunan, dengan besarnya dividen berkisar
antara 35%-40% dari jumlah Laba Bersih Perseroan kecuali ditentukan lain dalam RUPS.
Perseroan merencanakan untuk membayarkan dividen sekurang-kurangnya sekali dalam setahun yang dikaitkan dengan kondisi
keuangan Perseroan dalam tahun buku yang bersangkutan. Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, jumlah dividen yang
dibayarkan ditetapkan oleh hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan.
Jumlah dividen yang dibayarkan selama 3 (tiga) tahun terakhir adalah sebagai berikut :
Uraian
Laba Bersih (Rp)
Jumlah Dividen Tunai (Rp)
Tahun Buku
2014
2013
2012
233.987.692.521 176.311.769.806,96
116.548.047.121,56
23.398.769.252,10
21.157.412.376,84
17.482.207.068,23
10%
12%
15%
Jumlah Saham (lembar)
2.500.000.000
2.500.000.000
2.500.000.000
Dividen per saham (Rp)
9,36
8,46
6,99
Tanggal RUPS Tahunan
13 April 2015
10 April 2014
16 Mei 2013
26 Mei 2015
21 Mei 2014
12 Juni 2013
Persentase Jumlah Dividen Tunai terhadap
Laba Bersih (%)
Tanggal Pembayaran Dividen
REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM
Penggunaan Dana
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi dan MTN setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, seluruhnya telah
dipergunakan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor Perseroan. Laporan seluruh penggunaan dana hasil
Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III tahun 2015 dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Berkelanjutan II Tahap I tahun 2015 telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 14 Juli 2015 dan 4
Januari 2016.
Perseroan menggunakan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III tahun 2015 dan Penawaran
Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I tahun 2015 sesuai dengan rencana penggunaan dana sebagaimana
tercantum dalam prospektus. Realisasi penggunaan dana tersebut juga akan dilaporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan yang diadakan pada tahun 2016 .
Perubahan Penggunaan Dana
Perseroan tidak melakukan perubahan penggunaan dana baik hasil PUB I Tahap III dan PUB II Tahap I. Seluruh dana yang diperoleh
telah digunakan sebagai modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor sesuai dengan rencana penggunaan dana sebagaimana
tercantum dalam Informasi Tambahan dan Prospektus.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
139
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
INFORMASI MATERIAL PERUSAHAAN
Investasi, Ekspansi, Divestasi, Penggabungan/Peleburan Usaha, Akuisisi, Restrukturisasi Utang/Modal
Perseroan tidak memiliki aksi korporasi berupa investasi, ekspansi, divestasi, penggabungan/peleburan usaha, akuisisi dan
restrukturisasi utang atau modal yang terjadi di tahun 2015.
TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN
Dalam tahun 2015 Perseroan memiliki transaksi dengan pihak terafiliasi atau pihak berelasi sebagai berikut:
No
1
140
Pihak Terafiliasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Sifat Terafiliasi Istimewa
Kewajaran transaksi
Pemegang Saham Mayoritas
Bank Mandiri menyediakan fasilitas
pembiayaan bersama (Joint Financing),
kredit modal kerja
dan kerjasama dalam
memasarkan produkproduk Bank Mandiri dan
Perseroan
2
PT Tunas Ridean Tbk
Pemegang Saham Minoritas
PT Tunas Ridean Tbk mengadakan kerjasama
pengadaan kendaraan melalui fasilitas
pembiayaan konsumen bagi para karyawan
dari Perseroan
3
PT Bumi Daya Plaza
Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk
PT Bumi Daya Plaza sebagai pemberi sewa
kepada Perseroan
4
PT Bank Mandiri Taspen Pos
Dimiliki sebagian besar oleh
pemegang saham mayoritas
PT Bank Mandiri Taspen Pos menyediakan
fasilitas penempatan deposito atas cadangan
laba Perseroan
5
PT AXA Mandiri
Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk
PT AXA Mandiri menyediakan produk asuransi
perlindungan nasabah Perseroan
6
PT Mandiri AXA General
Insurance
PT Mandiri AXA General Insurance
PT Mandiri AXA General Insurance
menyediakan produk asuransi perlindungan
unit yang dibiayakan oleh
Perseroan
7
Dana Pensiun Bank Mandiri
Bank Mandiri sebagai pendiri
8
DPLK Bank Mandiri
Bank Mandiri sebagai pendiri
9
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
Badan Usaha Milik Negara
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
menyediakan fasilitas rekening giro kepada
Perseroan
10
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Badan Usaha Milik Negara
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
menyediakan fasilitas kredit kepada Perseroan
11
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk
Badan Usaha Milik Negara
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
menyediakan fasilitas rekening giro kepada
Perseroan
12
BPJS Kesehatan dan
Ketenagakerjaan
Badan Usaha Milik Negara
PT Jamsostek menyediakan fasilitas asuransi
tenaga kerja kepada Perseroan
13
PT Adhi Karya
Badan Usaha Milik Negara
PT Adhi Karya mendapatkan fasilitas
pembiayaan dari Perseroan
14
PT Biro Klasifikasi Indonesia
(Persero)
Badan Usaha Milik Negara
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
No
Pihak Terafiliasi
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Sifat Terafiliasi Istimewa
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kewajaran transaksi
15
PT Barata Indonesia (Persero)
Badan Usaha Milik Negara
16
PT Taspen (Persero)
Badan Usaha Milik Negara
17
PT Asuransi Jasa Indonesia
(Persero)
Badan Usaha Milik Negara
PT Jasindo menyediakan produk asuransi
perlindungan unit yang dibiayakan oleh
Perseroan
18
PT. Asuransi Jasa Raharja Putra
Badan Usaha Milik Negara
PT Asuransi jasa Raharja Putra menyediakan
layanan asuransi perlindungan yang
dibiayakan oleh perseroan.
19
PT Reasuransi
Internasional Indonesia
Badan Usaha Milik Negara
PT Reasuransi Internasional Indonesia
menyediakan produk asuransi bagi Perseroan
20
PT Perikanan Nusantara
Badan Usaha Milik Negara
PT Perikanan Nusantara mendapatkan fasilitas
pembiayaan dari Perseroan
21
PT Perusahaan
Perdagangan Indonesia
(Persero)
Badan Usaha Milik Negara
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia
mendapatkan fasilitas pembiayaan dari
Perseroan
22
PT Pindad (Persero)
Badan Usaha Milik Negara
PT Pindad (Persero) mendapatkan fasilitas
pembiayaan dari Perseroan
PERUBAHAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERPENGARUH SIGNIFIKAN
TERHADAP PERUSAHAAN DAN DAMPAK TERHADAP LAPORAN KEUANGAN
Selama tahun 2015, tidak terdapat perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap proses
bisnis dan kinerja Perseroan.
IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTASI YANG SIGNIFIKAN
Laporan keuangan pada tanggal dan tahun yang berakhir 31 Desember 2015 dan 2014 telah disusun dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dan peraturan Bapepam-LK No.
VIII.G.7 tentang ”Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perseroan Publik” yang terdapat dalam Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.
Kebijakan akuntansi yang signifikan, yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Aset Keuangan
Perseroan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo, dan (iv) aset keuangan tersedia
untuk dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset
keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya.
Selama tahun-tahun berjalan dan pada tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan hanya memiliki aset keuangan yang
diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang sehingga kebijakan akuntansi berkaitan dengan klasifikasi aset
keuangan di luar pinjaman yang diberikan dan piutang tidak diungkapkan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
141
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan
tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:
• yang dimaksudkan oleh Perseroan untuk dijual dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan,
serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
• yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau
• dalam hal Perseroan mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial, kecuali yang disebabkan oleh
penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan
pendapatan administrasi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif.
Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi Kas dan setara Kas, piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan, dan
piutang lain-lain (piutang karyawan, piutang bunga, setoran dalam perjalanan dan uang jaminan.
Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dicatat di dalam laporan laba rugi
komprehensif dan dilaporkan sebagai ”Pendapatan pembiayaan konsumen” dan ”Pendapatan sewa pembiayaan”.
Dalam hal terjadi penurunan nilai, cadangan kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dan penghasilan komprehensif
lannya nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang, dan diakui di dalam laporan laba
rugi sebagai “penyisihan kerugian penurunan nilai”.
Pengakuan
Perseroan menggunakan akuntansi tanggal penyelesaian untuk kontrak reguler ketika mencatat transaksi aset keuangan.
Penurunan nilai dari aset keuangan
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan
atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat
bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan
awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa
depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
Kesulitan keuangan yang dialami debitur, kemungkinan debitur akan bangkrut, atau kegagalan atau penundaan pembayaran
angsuran dapat dipertimbangkan sebagai indikasi adanya penurunan nilai atas aset keuangan tersebut.
Perseroan menentukan penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan untuk aset
keuangan yang tidak signifikan secara individual, penentuan penurunan nilai dilakukan secara kolektif.
Jika Perseroan menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara
individual, maka Perseroan memasukkan aset keuangan tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik
risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset keuangan yang penurunan nilainya
dinilai secara individual tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.
142
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif, diestimasi berdasarkan
kerugian historis yang pernah dialami atas aset- aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dengan karakteristik
risiko kredit kelompok tersebut di dalam Perseroan. Kerugian historis yang pernah dialami kemudian disesuaikan berdasarkan data
terkini yang dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi saat ini yang tidak berpengaruh pada periode terjadinya kerugian
historis tersebut, dan untuk menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada periode historis namun sudah tidak ada lagi saat ini.
Ketika suatu piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan
nilai. Piutang tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah
ditentukan. Beban penurunan nilai yang terkait dengan pinjaman yang diberikan dan piutang diklasifikasikan ke dalam “cadangan
kerugian penurunan nilai”.
Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara
objektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat piutang debitur), maka
kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan menyesuaikan akun cadangan kerugian penurunan
nilai. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan, dikreditkan dengan menyesuaikan pada akun cadangan kerugian
penurunan nilai.
Liabilitas keuangan
Perseroan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Selama tahun-tahun berjalan dan pada tanggal laporan posisi keuangan, Perseroan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi sehingga kebijakan akuntansi berkaitan dengan klasifikasi ini tidak diungkapkan.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada nilai wajar dikurangi
biaya transaksi.
Setelah pengakuan awal, Perseroan mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi antara lain utang usaha, utang lain-lain, beban bunga yang
masih harus dibayar, pinjaman bank dan surat berharga yang diterbitkan.
Penghentian pengakuan
Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah ditransfer dan secara subtansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan
aset tersebut telah ditransfer (jika secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Perseroan melakukan
evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kendali yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan).
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
143
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Penghentian pengakuan piutang pembiayaan konsumen yang mengalami penurunan nilai, akan dilakukan ketika piutang telah
dihapusbukukan. Piutang ragu-ragu akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 180 hari atau pada saat piutang tersebut
diputuskan tidak dapat tertagih. Penghapusbukuan piutang ragu-ragu ini bukan merupakan hapus tagih, sehingga upaya penagihan
tetap dilakukan. Piutang pembiayaan konsumen dapat diselesaikan dengan menjual kendaraan yang dibiayai Perseroan.
Perseroan menerima kendaraan dari konsumen dan membantu untuk menjual kendaraan tersebut sehingga konsumen dapat
melunasi utang pembiayaan konsumennya.
Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan untuk menjual kendaraan ataupun melakukan tindakan lainnya dalam upaya
penyelesaian piutang pembiayaan konsumen bila terjadi wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan. Konsumen berhak atas
selisih lebih antara nilai penjualan dengan saldo piutang pembiayaan konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian yang terjadi
dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Jaminan kendaraan milik konsumen untuk pelunasan piutang pembiayaan konsumen, dinyatakan sebesar nilai terendah antara
nilai tercatat piutang pembiayaan konsumen terkait atau realisasi neto dari jaminan kendaraan milik konsumen tersebut. Selisih
antara nilai tercatat dan nilai realisasi neto piutang dicatat sebagai cadangan kerugian penurunan nilai dan dibebankan pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika,
Perseroan memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat
untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh standard akuntansi.
Klasifikasi instrumen keuangan
Perseroan mengklasifikasikan instrumen keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan
mempertimbangkan karakteristik dari instrumen keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Kategori yang didefinisikan
oleh PSAK No. 55 (Revisi 2011)
Golongan
(ditentukan oleh Perseroan)
Sub golongan
Kas dan setara kas
- Kas- Kas pada bank
- Deposito berjangka
Aset keuangan
Pinjaman yang diberikan dan
piutang
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
- Piutang karyawan
- Piutang bunga
- Setoran dalam perjalanan
- Uang muka
144
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
Kategori yang didefinisikan
oleh PSAK No. 55 (Revisi 2011)
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Golongan
(ditentukan oleh Perseroan)
Sub golongan
Utang usaha
- Utang kendaraan
- Utang asuransi
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi
Utang lain-lain
- Kantor pendaftaran fidusia
- Premi asuransi
- Pembiayaan bersama
- Lain-lain
Utang lain-lain
- Kantor pendaftaran fidusia
- Premi asuransi
- Pembiayaan bersama
- Lain-lain
Beban bunga yang masih harus dibayar
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
Penentuan nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa
transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di:
• Pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
• Jika terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Perseroan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut.
Nilai wajar aset dan liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau
liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Perseroan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur
nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai
wajar, sebagaimana dijelaskan di bawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
• Level 2 - teknik penilaian di mana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi
baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3 - teknik penilaian di mana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat
diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara berulang dalam laporan keuangan, Perseroan menentukan apakah perpindahan antar
level hirarki telah terjadi dengan melakukan evaluasi pengelompokan (berdasarkan level input yang terendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara menyeluruh) pada setiap akhir periode pelaporan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
145
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
PENJABARAN MATA UANG ASING
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku
pada tanggal laporan posisi keuangan.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, kurs nilai tukar yang digunakan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp13.795 (nilai
penuh) (31 Desember 2014: Rp12.440 (nilai penuh)) untuk 1 Dolar Amerika Serikat (“Dolar AS”).
KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas mencakup kas, kas di bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang,
yang tidak dibatasi penggunaannya, tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman dan dapat segera dijadikan kas tanpa terjadi
perubahan nilai yang sangat signifikan.
PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Piutang pembiayaan konsumen diakui pada awalnya dengan nilai wajar ditambah biaya-biaya transaksi dan dikurangi yield
enhancing income yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode tingkat bunga efektif. Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan
dan piutang.
Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan
konsumen dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tanggal
terjadinya transaksi.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan selisih antara jumlah keseluruhan pembayaran angsuran yang
akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok pembiayaan yang akan diakui sebagai penghasilan sesuai dengan jangka
waktu kontrak dengan menggunakan metode tingkat suku bunga efektif.
Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan cara pengalihan kredit, melanjutkan kredit, mengangsur kembali, merubah jatuh
tempo, merubah tenor dan/atau menambah down payment.
Pembiayaan bersama
Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bersama dimana risiko
kredit ditanggung oleh pemberi pembiayaan bersama sesuai dengan porsinya (without recourse), pendapatan pembiayaan yang
belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai.
Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain dimana masing-masing pihak menanggung risiko kredit
sesuai dengan porsinya (without recourse) disajikan di laporan posisi keuangan secara bersih. Pendapatan pembiayaan konsumen
dan beban bunga yang terkait dengan pembiayaan bersama without recourse disajikan secara bersih di laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
146
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Dalam pembiayaan bersama without recourse, Perseroan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada pelanggan
dari tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian dengan pemberi pembiayaan bersama. Selisihnya merupakan pendapatan
bagi Perseroan dan disajikan sebagai “Pendapatan Pembiayaan Konsumen”.
PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN
Piutang sewa pembiayaan merupakan jumlah piutang sewa pembiayaan ditambah nilai sisa yang akan diterima pada akhir masa
sewa pembiayaan dikurangi dengan Piutang pembiayaan tangguhan, simpanan jaminan dan cadangan kerugian penurunan
nilai. Selisih antara nilai piutang usaha bruto dan nilai tunai piutang diakui sebagai pendapatan sewa pembiayaan tangguhan.
Pendapatan sewa pembiayaan tangguhan dialokasikan sebagai pendapatan di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat pengembalian konstan atas investasi bersih dengan menggunakan suku bunga
efektif.
Penyewa pembiayaan memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa-pembiayaan-kan pada akhir masa sewa pembiayaan
dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa pembiayaan.
Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi
yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Piutang sewa pembiayaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI
Perseroan melakukan perhitungan cadangan kerugian penurunan nilai dengan menggunakan metode “incurred losses”.
BEBAN DIBAYAR DIMUKA
Beban dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
ASET TETAP DAN PENYUSUTAN
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai
(“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak
diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan
HP diakui sebagai bagian dari akun “Beban Ditangguhkan, Neto” pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana
yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomik tanah.
Aset tetap diakui sebesar harga perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan. Harga perolehan mencakup semua
pengeluaran yang terkait secara langsung dengan perolehan aset tetap.
Tanah tidak disusutkan
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan
pada saat selesai dan siap di gunakan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
147
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi masa manfaatnya
sebagai berikut:
Golongan
Masa manfaat
(tahun)
Bangunan
20
Perabotan dan peralatan kantor
5
Kendaraan
5
Renovasi bangunan sewa
3-5
Aset tetap kecuali tanah dan bangunan dalam pengerjaan disusutkan sampai dengan nilai sisanya.
Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah, sebagaimana
seharusnya, hanya apabila kemungkinan besar Perseroan akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan handal. Nilai yang terkait dengan penggantian komponen tidak
diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama
periode dimana biaya-biaya tersebut terjadi.
Nilai residu dan umur manfaat aset ditelaah dan disesuaikan, setiap tanggal laporan posisi keuangan jika diperlukan.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan
keuangan dan keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari penjualan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar
nilai yang dapat diperoleh kembali.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui
dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya dibalik
hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi
penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Setelah pembalikan tersebut,
penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi
nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur masa manfaatnya.
PERPAJAKAN
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Manajemen melakukan evaluasi secara periodik atas posisi yang diambil dalam surat pemberitahuan pajak apabila terdapat situasi
di mana peraturan perpajakan yang berlaku adalah subjek atas interpretasi. Perseroan membentuk cadangan, jika dianggap perlu
berdasarkan jumlah yang diestimasikan akan dibayarkan ke kantor pajak.
148
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Pajak penghasilan tangguhan disajikan dengan menggunakan metode posisi keuangan untuk semua perbedaan temporer yang
muncul antara dasar pengenaan pajak atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya dalam rangka kebutuhan laporan keuangan
pada setiap tanggal pelaporan. Tarif pajak yang berlaku digunakan dalam menentukan pajak penghasilan tangguhan.
Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal pada masa datang akan memadai
untuk mengkompensasi aset pajak tangguhan yang muncul akibat perbedaan temporer tersebut.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat
keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
IMBALAN KERJA
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan berdasarkan metode akrual.
Imbalan pasca-kerja
Imbalan pasca-kerja, seperti pensiun, uang pisah, uang penghargaan, dan imbalan lainnya, ditentukan sesuai dengan Peraturan
Perseroan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“UU 13/2003”).
UU 13/2003 menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada dasarnya, program pensiun
berdasarkan UU 13/2003 adalah program imbalan pasti. Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menentukan
jumlah imbalan pensiun yang akan diberikan, biasanya berdasarkan pada satu faktor atau lebih seperti usia, masa kerja atau
kompensasi.
Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai kini liabilitas imbalan pasti pada
tanggal laporan posisi keuangan, serta disesuaikan dengan keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum
diakui. Nilai kini liabilitas imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen menggunakan metode projected unit credit.
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan
tingkat bunga obligasi Perseroan berkualitas tinggi dalam mata uang yang sama dengan mata uang imbalan yang akan dibayarkan
dan waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama dengan waktu jatuh tempo imbalan yang bersangkutan.
Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman, perubahan asumsiasumsi aktuarial dan perubahan pada program pensiun.
Mulai 1 Januari 2015, ketika imbalan pascakerja berubah, porsi imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh
karyawan pada masa lalu, dibebankan atau dikreditkan segera dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai
penghasilan komprehensif lain pada periode dimana hal tersebut terjadi. Sebelum tanggal 1 Januari 2015, ketika imbalan pascakerja berubah, porsi imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau
dikreditkan dalam laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus selama rata-rata masa kerja karyawan hingga imbalan
pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). Porsi imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai
beban dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan
atau kerugian aktuarial neto yang belum diakui pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti
pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan
yang diharapkan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
149
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Pesangon pemutusan hubungan kerja
Pesangon pemutusan hubungan kerja terutang ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya sebelum usia pensiun normal.
Perseroan mengakui pesangon pemutusan hubungan kerja ketika Perseroan menunjukkan komitmennya untuk memutuskan
hubungan kerja dengan karyawan berdasarkan suatu rencana formal terperinci yang kecil kemungkinannya untuk dibatalkan.
Pesangon yang akan dibayarkan dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan didiskontokan untuk
mencerminkan nilai kini.
SAHAM
Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas.
DIVIDEN
Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan pada tanggal dividen tersebut disetujui Rapat Umum
Pemegang Saham Perseroan.
LABA PER SAHAM
Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
pada periode yang bersangkutan.
SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN
Surat berharga yang diterbitkan meliputi Medium Term Notes dan utang obligasi. Surat berharga yang diterbitkan diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan penerbitan surat berharga dikurangkan dari jumlah surat berharga yang diterbitkan dan diamortisasi selama
jangka waktu surat berharga yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perseroan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai adalah sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi
2010) “Pengungkapan Pihak Berelasi”.
Suatu pihak dianggap berelasi dengan Perseroan jika:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(iii) merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas
anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang
merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
(iii)kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
150
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas
yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka
entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
(vi)entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen
kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
seluruh transaksi dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan di catatan atas Laporan Keuangan.
PENGAKUAN PENDAPATAN DAN BEBAN
Pendapatan dari pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan serta beban bunga untuk semua instrumen keuangan dengan
interest bearing diakui sesuai dengan jangka waktu kontrak berdasarkan metode suku bunga efektif.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan
atau liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa
datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perseroan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan
kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa datang. Perhitungan
ini mencakup biaya transaksi dan pendapatan administrasi.
Pendapatan bunga bank dan denda keterlambatan pembayaran diakui pada saat terjadinya. Pendapatan bunga bank disajikan
secara bruto pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pendapatan dan beban diakui pada saat terjadinya, menggunakan dasar akrual.
SEGMEN OPERASI
Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
i. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban
yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
ii. hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
iii. tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Perseroan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal untuk pengambil keputusan
operasional. Pengambil keputusan operasional Perseroan adalah Direksi.
Segmen operasi Perseroan disajikan berdasarkan segmen usaha yang terdiri dari: fleet dan retail.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
151
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan
Perseroan telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2015 yang dianggap relevan:
• PSAK No. 1 (Revisi 2013): Penyajian Laporan Keuangan, yang diadopsi dari IAS 1, mengatur perubahan penyajian kelompok
pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif Lain. Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi disajikan terpisah dari pos-pos
yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
• PSAK No. 24 (Revisi 2013): Imbalan Kerja, yang diadopsi dari IAS 19, yang menghapus mekanisme koridor dan pengungkapan
atas informasi liabilitas kontinjensi untuk menyederhanakan klarifikasi dan pengungkapan.
• PSAK No. 46 (Revisi 2014): Pajak Penghasilan, yang diadopsi dari IAS 12, yang memberikan tambahan pengaturan untuk aset
dan liabilitas pajak tangguhan yang berasal dari aset yang tidak disusutkan yang diukur dengan menggunakan model revaluasi,
dan yang berasal dari properti investasi yang diukur dengan menggunakan model nilai wajar.
• PSAK No. 48 (Revisi 2014): Penurunan Nilai Aset, yang diadopsi dari IAS 36, yang memberikan tambahan persyaratan
pengungkapan untuk setiap aset individual (termasuk goodwill) atau unit penghasil kas yang mana kerugian penurunan nilai
telah diakui atau dibalik selama periode.
• PSAK No. 50 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Penyajian, yang diadopsi dari IAS 32, yang mengatur lebih dalam kriteria
mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hokum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan kriteria
penyelesaian secara neto.
• PSAK No. 55 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, yang diadopsi dari IAS 39, yang menambah
pengaturan kriteria instrumen lindung nilai yang tidak dapat dianggap telah kedaluarsa atau telah dihentikan, serta ketentuan
untuk mencatat instrument keuangan pada tanggal pengukuran dan pada tanggal setelah pengakuan awal.
• PSAK No. 60 (Revisi 2014): Instrumen Keuangan: Pengungkapan, yang diadopsi dari IFRS 7, yang menambah pengaturan
pengungkapan saling hapus dengan informasi kuantitatif dan kualitatif, serta pengungkapan mengenai pengalihan instrumen
keuangan.
• PSAK No. 68: Pengukuran Nilai Wajar, yang diadopsi dari IFRS 13, memberikan panduan tentang bagaimana pengukuran nilai
wajar ketika nilai wajar disyaratkan atau diizinkan.
Perseroan telah menganalisa penerapan standar akuntansi tersebut di atas dan penerapan tersebut tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap laporan keuangan kecuali yang dijelaskan berikut ini.
i. Penyajian pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain
Terkait dengan penerapan PSAK No. 1 (Revisi 2013), “Penyajian Laporan Keuangan”, Perseroan telah memodifikasi penyajian
pos-pos dalam pendapatan komprehensif lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, untuk menyajikan
pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi pada masa yang akan datang terpisah dari pos-pos yang tidak akan
direklasifikasikan ke laba rugi. Informasi komparatif telah disajikan kembali dengan menggunakan basis yang sama.
ii. Pengukuran nilai wajar
Pada tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 68, “Pengukuran Nilai Wajar”, yang menyediakan satu
sumber panduan tentang bagaimana nilai wajar diukur tetapi tidak menetapkan persyaratan baru mengenai kapan nilai
wajar diperlukan. Standar ini menyediakan kerangka untuk menentukan nilai wajar dan menjelaskan faktor-faktor yang harus
dipertimbangkan dalam mengestimasi nilai wajar. PSAK ini mengatur penggunaan harga keluar (exit price) dalam pengukuran
nilai wajar dan persyaratan pengungkapan yang lebih ekstensif, khususnya dengan memasukkan instrumen non-keuangan ke
dalam pengungkapan hirarki nilai wajar. Perseroan telah menambahkan pengungkapan baru yang diwajibkan oleh PSAK No.
68.
152
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
iii. Imbalan kerja
Pada tanggal 1 Januari 2015, Perseroan menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja”, dimana ketika imbalan
pasca-kerja berubah maka porsi kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh
karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan segera dalam laba rugi. Sebelum 1 Januari 2015, beban jasa lalu yang
belum diakui (non-vested) diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama rata-rata masa kerja karyawan hingga
imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested).
Estimasi Dan Pertimbangan Akuntansi Yang Penting
Penyusunan laporan keuangan Perseroan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan, beban, aset dan liabilitas dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi,
pada akhir periode pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan
liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perseroan yang memiliki pengaruh
paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perseroan menetapkan klasifikasi dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan
bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui
sesuai dengan kebijakan akuntansi Perseroan.
Sewa
Perseroan mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana perseroan bertindak sebagai lessee untuk sewa tempat. Perseroan
mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset sewa yang diahlikan berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi
2011), yang mensyaratkan Perseroan untuk membuat pertimbangan dengan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait
dengan kepemilikan aset.
Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan Perseroan atas perjanjian sewa tempat yang ada saat ini, maka transaksi sewa
tersebut diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Sumber utama ketidakpastian estimasi
a. Cadangan kerugian penurunan nilai
Perseroan melakukan review atas piutang yang diberikan pada setiap tanggal laporan untuk melakukan penilaian atas cadangan
penurunan nilai yang telah dicatat. Justifikasi manajemen diperlukan dalam menentukan tingkat cadangan yang dibutuhkan.
Perseroan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai kolektif atas eksposur piutang pembiayaan konsumen dan piutang
sewa pembiayaan, dimana evaluasi dilakukan berdasarkan data kerugian historis.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
153
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
b. Imbalan pasca kerja
Imbalan pasca kerja ditentukan berdasarkan perhitungan aktuarial. Perhitungan aktuaria menggunakan asumsi-asumsi seperti
tingkat diskonto, tingkat pengembalian investasi, tingkat kenaikan gaji, tingkat kematian, tingkat pengunduran diri dan lainlain. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas imbalan pasca kerja.
c. Penyusutan dan estimasi umur manfaat aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat
ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan
dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
d. Nilai wajar atas instrumen keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang terdapat pada laporan posisi keuangan tidak tersedia di pasar
aktif, nilainya ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan
(input) untuk model ini berasal dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa
diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Pertimbangan manajemen
tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat dan
asumsi tingkat gagal bayar.
e. Pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat
perbedaan temporer yang boleh dikurangkan.
Justifikasi manajemen diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan waktu
yang tepat dan tingkat laba fiskal di masa mendatang sejalan dengan strategi rencana perpajakan ke depan.
KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG BERHUBUNGAN DENGAN IMBALAN KERJA
Jumlah yang diakui pada tanggal laporan posisi keuangan ditentukan sebagai berikut:
(dalam juta Rupiah):
2015
Saldo Awal Januari
2014
21.271
11.829
Biaya jasa Kini
5.582
2.978
Biaya bunga
2.385
1.433
473
-
(383)
(271)
10.172
5.302
(333)
-
Asumsi keuangan
(2.618)
-
Saldo Akhir
36.549
21.271
Biaya Jasa lalu
Pembayaran tahun berjalan
(Keuntungan)/kerugian pada kewajiban aktuaria :
Perbedaan asumsi dan kenyataan
Asumsi demografik
154
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:
(dalam juta Rupiah):
2015
2014
Biaya jasa kini
5.582
2.978
Biaya bunga
2.385
1.433
Biaya jasa lalu yang diakui langsung - vested
473
-
Biaya pesangon pemutusan hubungan kerja
440
650
8.880
5.061
Jumlah
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan pada laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
(dalam juta Rupiah)
2015
Saldo awal, 1 Januari
2014
21.271
11.829
Penyisihan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprhensif lannya
8.880
5.061
Penyisihan pada penghasilan komprehensif lain
7.221
5.302
-823
-921
36.549
21.271
Pembayaran tahun berjalan
Saldo akhir
Liabilitas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2015 dihitung oleh aktuaris independen PT Dayamandiri
Dharmakonsilindo dan pada tanggal 31 Desember 2014 oleh PT Ricky Leonard Jasatama dengan menggunakan metode projected
unit credit dalam laporan aktuarianya tanggal 14 Januari 2016 (dan 15 Januari 2015). Asumsi-asumsi dasar yang digunakan
aktuaris independen adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Tingkat kematian
Tingkat cacat
Tingkat pengunduran diri
2015
2014
9,2% per tahun
8,5% per tahun
7% per tahun
7,0% pertahun
TMI 3
TMI 3
10% dari Tabel mortalita
10% dari TMI3
7% per tahun pada usia sampai
dengan 40 tahun dan berkurang
hingga 0,00% pada usia 55 tahun
7% per tahun pada usia sampai
dengan 40 tahun dan berkurang
hingga 0,00% pada usia 55 tahun
100,00% usia pensiun normal
100,00% usia pensiun normal
Tingkat pensiun
Karyawan Perseroan juga diikutsertakan dalam program iuran pasti sejak bulan Agustus 2012. Kontribusi Perseroan pada program
ini yang dilaporkan dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebesar Rp807 juta dan Rp676 juta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014. Pengelolaan program pensiun iuran pasti dilakukan oleh Dana Pensiun
Lembaga Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
155
KILAS KINERJA 2015
156
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
05
Dengan Hati
Melayani Negeri
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Tata Kelola
Perusahaan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
157
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Tata Kelola Perusahaan
Dalam menerapkan nilainilai Tata Kelola Perusahaan,
Perseroan menggunakan
pendekatan berupa keyakinan
yang kuat akan manfaat
dari penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang baik
Implementasi Tata Kelola Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) adalah prinsip yang mengarahkan dan mengendalikan
Perseroan untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan serta kewenangan Perseroan dalam memberikan pertanggungjawaban
kepada para pemegang saham khususnya, dan para pemangku kepentingan pada umumnya. Keseimbangan yang dimaksudkan
adalah dalam pengaturan kewenangan Direktur, manajer, pemegang saham, dan pihak lain yang berhubungan dengan kinerja
Perseroan.
Tata Kelola Perusahaan bagi Perseroan sangat penting karena menyangkut masalah akuntabilitas dan tanggung jawab/mandat,
khususnya implementasi pedoman dan mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan pemegang
saham. Fokus utama GCG Perseroan adalah efisiensi ekonomi yang menyatakan bahwa sistem tata kelola perusahaan harus
ditujukan untuk mengoptimalkan hasil ekonomi dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham disamping
karyawan dan lingkungan.
Tujuan utama dari GCG adalah untuk menciptakan sistem pengendalian dan keseimbangan (check and balances) untuk mencegah
penyalahgunaan dari sumber daya Perseroan dan tetap mendorong terjadinya pertumbuhan Perseroan.
Inti dari kebijakan tata kelola perusahaan adalah agar pihak-pihak yang berperan dalam menjalankan Perseroan memahami dan
menjalankan fungsi dan peran sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. Pihak yang berperan meliputi pemegang saham, Dewan
Komisaris, Komite, Direksi, pimpinan unit dan karyawan.
Implementasi GCG diterapkan melalui struktur GCG yang terdiri dari RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi serta seluruh oragnorgan yang dimiliki Perseroan guna menjaga mekanisme kerja, pembagian tugas, kewenangan dan tanggung jawab yang efektif,
baik secara intern maupun ekstern dengan tujuan meningkatkan nilai Perseroan demi kepentingan pemegang saham dan para
pemangku kepentingan.
158
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance
Perseroan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance secara konsisten dan berkelanjutan.
• Transparency (Keterbukaan Informasi) Yaitu keterbukaan yang senantiasa dijalankan oleh Perseroan yang berdasarkan
Peraturan Perundang-undangan seperti misalnya mengumumkan pendirian PT dalam Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia ataupun Surat Kabar. Serta keterbukaan yang dilakukan oleh Perseroan menyangkut masalah keterbukaan informasi
ataupun dalam hal penerapan manajemen, informasi kepemilikan Perseroan yang akurat, jelas dan tepat waktu baik kepada
pemegang saham dan para pemangku kepentingan.
Dalam mewujudkan transparansi ini, Perseroan menyediakan informasi secara akurat dan tepat waktu kepada pemangku
kepentingan. Perseroan mempublikasikan informasi keuangan serta informasi lainnya yang material dan berdampak signifikan
bagi kinerja Perseroan secara rutin. Selain itu, para investor dapat mengakses informasi penting terkait kinerja Perseroan secara
mudah.
Manfaat yang bisa dipetik dari penerapan prinsip ini, pemangku kepentingan dapat mengetahui risiko yang mungkin terjadi
dalam menjalin kemitraan dengan Perseroan. Dengan ketersediaan informasi kinerja Perseroan yang diungkap secara akurat,
tepat waktu, jelas, konsisten, dan dapat diperbandingkan, mempermudah calon investor menanamkan modalnya. Prinsip
transparansi pada Perseroan dilaksanakan dengan baik dan tepat sehingga terhindar dari benturan kepentingan berbagai pihak
dalam manajemen.
• Accountability (Akuntabilitas) merupakan etika yang terkait dengan administrasi publik yang menerangkan salah satu aspek
dari administrasi publik atau kebijakan Perseroan. Dalam peran kepemimpinan, akuntabilitas dapat merupakan pengetahuan
dan adanya pertanggungjawaban tehadap produk, keputusan dan kebijakan termasuk pula di dalamnya administrasi publik,
dan pelaksanaan dalam lingkup peran atau posisi kerja yang mencakup kewajiban untuk melaporkan, menjelaskan dan dapat
dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi yang sudah dihasilkan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
159
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
akuntabilitas merupakan salah satu prinsip dalam tata kelola perusahaan yang baik dan dapat digambarkan sebagai hubungan
antar individu, manajemen dan masyarakat sebagai sebuah pertanggungjawaban dalam memberitahukan, menjelaskan setiap
tindakan dan keputusannya dapat dinilai sehingga mecegah terjadinya penyalahgunaan wewenang.
Dalam Perseroan, akuntabilitas digunakan sebagai mekanisme utama untuk mendisiplinkan seluruh karyawan baik dalam
jajaran top manajer hingga pada jajaran low manajer untuk dapat membantu mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan
sekaligus proses check and balances pengaturan kewenangan. Checks and balances hanya bekerja dengan menciptakan
pengaturan konflik kepentingan antar level manajerial, namun segala keputusan yang berkaitan dengan kepentingan publik,
Perseroan memerlukan persetujuan dan sepengetahuan Dewan Komisaris, dengan cara ini, pengambilan keputusan-keputusan
dalam hal kebijakan publik akan menjaga hubungan antara pengelola Perseroan dan pengawas dengan konstituen pada Rapat
Umum Pemegang Saham.
Pengertian akuntabilitas ini memberikan suatu petunjuk sasaran pada hampir semua reformasi sektor usaha dan mendorong
seluruh pemangku kepentingan yang terlibat untuk bertanggungjawab dan menjamin kinerja pelayanan publik yang baik.
• Responsibility (Pertanggungjawaban) adalah kesesuaian (patuh) di dalam pengelolaan Perseroan terhadap prinsip
korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku. Bentuk pertanggung jawaban Perseroan adalah kepatuhan
Perseroan terhadap peraturan yang berlaku, diantaranya; masalah pajak, hubungan industrial, kesehatan dan keselamatan
kerja, perlindungan lingkungan hidup, memelihara lingkungan bisnis yang kondusif bersama masyarakat dan sebagainya. Dengan menerapkan prinsip ini, diharapkan akan menyadarkan Peseroan bahwa dalam kegiatan operasionalnya, Perseroan
juga mempunyai peran untuk bertanggung jawab kepada pemegang saham juga kepada pemangku kepentingan.
Bentuk pertanggungjawaban Perseroan terkait dengan prinsip-prinsip GCG lainnya adalah adanya jaminan tersedianya
mekanisme, peran dan tanggung jawab jajaran manajemen yang professional atas semua keputusan dan kebijakan yang
diambil sehubungan dengan aktivitas operasional perseroan.
• Independency (Independen). Prinsip ini mensyaratkan agar Perseroan dikelola secara profesional tanpa ada benturan
kepentingan dan tanpa tekanan atau intervensi dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Dengan kata lain, prinsip ini menuntut bertindak secara mandiri sesuai peran dan fungsi yang dimilikinya
tanpa ada tekanan. Tersirat dengan prinsip ini bahwa pengelola Perseroan tetap memberikan pengakuan terhadap hak-hak
pemangku kepentingan yang ditentukan dalam undang-undang maupun peraturan Perseroan.
Independensi menuntut pengelola Perseroan agar dapat bertindak secara mandiri sesuai peran dan fungsi yang dimilikinya
tanpa ada tekanan-tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.
• Fairness (Kewajaran) dalam penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik dapat diartikan sebagai perlakuan yang adil
dan setara dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan
yang berlaku.
Prinsip ini juga mencakup adanya kejelasan hak-hak pemodal, sistem hukum dan penegakan peraturan untuk melindungi
hak-hak investor, khususnya pemegang saham minoritas dari berbagai bentuk kecurangan. Bentuk kecurangan ini bisa berupa
insider trading (transaksi yang melibatkan informasi orang dalam), fraud (penipuan), dilusi saham (nilai Perseroan berkurang),
KKN, atau keputusan-keputusan yang dapat merugikan seperti pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan, penerbitan
saham baru, merger, akuisisi, atau pengambil-alihan perusahaan lain.
160
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Prinsip fairness diharapkan membuat seluruh aset Perseroan dikelola secara baik dan prudent (hati-hati), sehingga muncul
perlindungan kepentingan pemegang saham secara fair (jujur dan adil). Fairness juga diharapkan memberi perlindungan kepada
Perseroan terhadap praktek korporasi yang merugikan. Fairness menjadi jiwa untuk memonitor dan menjamin perlakuan yang
adil di antara beragam kepentingan dalam Perseroan.
Seluruh pemangku kepentingan harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan perlakuan yang adil dari Perseroan. Pemberlakuan
prinsip-prinsip ini dengan sendirinya melarang praktik-praktik tercela yang dilakukan orang dalam yang merugikan pihak lain.
Perseroan selalu menjaga hubungan baik dengan karyawan dan menghindari praktik diskriminasi serta menghormati hak-hak
karyawan.
Untuk menjamin konsisten implementasi GCG, Perseroan telah mengadakan rangkaian kegiatan perbaikan pedoman Tata Kelola,
board manual, pedoman etika dan perilaku usaha, pedoman pelaporan pelanggaran serta penyempurnaan organ GCG guna
menunjang implementasi GCG di masa yang akan datang. Konsistensi assessment dan audit yang komprehensif secara berkala
sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola perusahaan.
Penerapan GCG bukan sekedar untuk memenuhi peraturan perundang-undangan, namun juga Perseroan berkeyakinan bahwa
implementasi tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan reputasi dan nilai
Perseroan dimata pemangku kepentingan sebagai tindak nyata pengembangan potensi bisnis Perseroan.
Tujuan Penerapan Good Corporate Governance
Penerapan GCG diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan melalui beberapa tujuan
berikut:
1. Meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kesinambungan Perseroan serta memberikan kontribusi pada terciptanya kesejahteraan
pemegang saham, karyawan dan pemangku kepentingan lainnya sehingga menjadi solusi yang elegan dalam menghadapi
tantangan Perseroan kedepan
2. Meningkatkan legitimasi Perseroan untuk dikelola secara terbuka, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan
3. Mengakui dan melindungi hak dan kewajiban para pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Dalam menerapkan nilai-nilai Tata Kelola Perusahaan, Perseroan menggunakan pendekatan berupa keyakinan yang kuat akan
manfaat dari penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Berdasarkan keyakinan yang kuat, maka akan tumbuh semangat yang
tinggi untuk menerapkannya sesuai standar internasional. Guna memastikan bahwa Tata Kelola Perusahaan diterapkan secara
konsisten di seluruh lini dan unit organisasi, Perseroan menyusun berbagai acuan sebagai pedoman bagi seluruh karyawan. Selain
acuan yang disusun sendiri, Perseroan juga mengadopsi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam hal penerapan prinsip-prinsip GCG harus disadari bahwa penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik hanya akan efektif
dengan adanya asas kepatuhan dalam kegiatan bisnis, maka terlebih dahulu diterapkan oleh jajaran manajemen dan kemudian
diikuti oleh segenap karyawan secara konsisten, tegas dan berkesinambungan.
Manfaat dan Faktor Penerapan GCG
Penerapan prinsip-prinsip GCG menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan bagi investor untuk berinvestasi, terutama
sekali hubungan antara praktik corporate governance dengan karakter investasi saat ini. Karakter investasi ini dinilai dengan
terbukanya informasi tentang perusahaan terkait sehingga mempermudah investor untuk mengakses kinerja perusahaan melalui
‘pool of investors’ di seluruh dunia.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
161
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Perseroan ingin menuai manfaat dari pasar modal global, dan jika investor ingin menarik modal jangka panjang, melalui penerapan
GCG secara konsisten dan efektif akan mendukung kinerja Perseroan ke arah itu. Bahkan jikapun perusahaan tidak bergantung
pada sumber daya dan modal asing, penerapan prinsip dan praktik GCG akan dapat meningkatkan keyakinan investor domestik
terhadap perusahaan.
Di samping hal-hal tersebut di atas, GCG juga dapat:
1. Mengurangi agency cost, yaitu suatu biaya yang harus ditanggung pemegang saham sebagai akibat pendelegasian wewenang
kepada pihak manajemen. Biaya-biaya ini dapat berupa kerugian yang diderita Perseroan sebagai akibat penyalahgunaan
wewenang, ataupun berupa biaya pengawasan yang timbul untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
2. Mengurangi biaya modal, yaitu sebagai dampak dari pengelolaan Perseroan yang baik tadi menyebabkan tingkat bunga atas
dana atau sumber daya yang dipinjam oleh Perseroan semakin kecil seiring dengan turunnya tingkat risiko Perseroan.
3. Meningkatkan nilai saham Perseroan sekaligus dapat meningkatkan citra Perseroan tersebut kepada publik dalam jangka
panjang.
4. Menciptakan dukungan para stakeholder (para pihak yang berkepentingan) dalam lingkungan Perseroan tersebut terhadap
keberadaan dan berbagai strategi dan kebijakan yang ditempuh Perseroan, karena umumnya mereka mendapat jaminan
bahwa mereka juga mendapat manfaat maksimal dari segala tindakan dan operasi Perseroan dalam menciptakan kemakmuran
dan kesejahteraan.
Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang dimaksud adalah beberapa faktor yang berasal dari luar Perseroan yang sangat mempengaruhi keberhasilan
penerapan GCG. Di antaranya:
a. Terdapatnya sistem hukum yang baik sehingga mampu menjamin berlakunya supremasi hukum yang konsisten dan efektif.
b Dukungan pelaksanaan GCG dari sektor publik/ lembaga pemerintahaan yang diharapkan dapat pula melaksanakan Good
Governance dan Clean Government menuju Good Government Governance yang sebenarnya.
c. Terdapatnya contoh pelaksanaan GCG yang tepat (best practices) yang dapat menjadi standard pelaksanaan GCG yang efektif
dan profesional. Dengan kata lain, semacam benchmark (acuan).
1. Terbangunnya sistem tata nilai sosial yang mendukung penerapan GCG di masyarakat. Ini penting karena lewat sistem ini
diharapkan timbul partisipasi aktif berbagai kalangan masyarakat untuk mendukung aplikasi serta sosialisasi GCG secara
sukarela.
2. Hal lain yang tidak kalah pentingnya sebagai prasyarat keberhasilan implementasi GCG terutama di Indonesia adalah
adanya semangat anti korupsi yang berkembang di lingkungan publik di mana Perseroan beroperasi disertai perbaikan
masalah kualitas pendidikan dan perluasan peluang kerja, bahkan dapat dikatakan bahwa perbaikan lingkungan publik
sangat mempengaruhi kualitas dan skor Perseroan dalam implementasi GCG.
Faktor Internal
Maksud faktor internal adalah pendorong keberhasilan pelaksanaan praktek GCG yang berasal dari dalam Perseroan, antara lain:
a. Terdapatnya budaya perusahaan (corporate culture) yang mendukung penerapan GCG dalam mekanisme serta sistem kerja
manajemen di Perseroan.
b. Berbagai peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan Perseroan mengacu pada penerapan nilai-nilai GCG.
c. Manajemen pengendalian risiko Perseroan juga didasarkan pada kaidah-kaidah standar GCG.
d. Terdapatnya sistem audit (pemeriksaan) yang efektif dalam Perseroan untuk menghindari setiap penyimpangan yang mungkin
akan terjadi.
e. Adanya keterbukaan informasi bagi publik untuk mampu memahami setiap gerak dan langkah manajemen dalam Perseroan
sehingga kalangan publik dapat memahami dan mengikuti setiap derap langkah perkembangan dan dinamika Perseroan dari
waktu ke waktu.
162
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kebijakan Tata Kelola Perusahaan
Dalam rangka mendukung struktur dan mekanisme tata kelola perusahaan, Perseroan memiliki sejumlah kebijakan tata kelola
perusahaan atau yang disebut sebagai soft structure good corporate governance. Kebijakan tata kelola perusahaan dan visi,
misi Perseroan senantiasa disusun dengan merujuk kepada peraturan yang berlaku serta merujuk pada best practice industri di
Indonesia.
Kebijakan tata kelola perusahaan meliputi Good Corporate Governance Policy, Board Manual, Code of Conduct, Committee
Charter, Standard Operating Procedure. Kebijakan tata kelola perusahaan berlaku untuk seluruh Manajemen dan Karyawan
Perseroan. Secara berkala Perseroan melakukan sosialisasi dan evaluasi terkait dengan kebijakan tata kelola perusahaan yang
berlaku di Perseroan.
Komitmen penerapan tata kelola perusahaan merupakan hal mutlak bagi Perseroan. Hal tersebut dilakukan melalui penguatan
infrastruktur yang dimiliki dan secara berkesinambungan meningkatkan sistem dan prosedur untuk mendukung efektivitas
pelaksanaan GCG di lingkungan Perseroan.
Selain itu, Perseroan beserta seluruh jajarannya berkomitmen penuh untuk melaksanakan praktik GCG dalam setiap pengelolaan
Perseroan. Implementasi terus dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi dan internalisasi prinsip-prinsip GCG di antara semua
anggota Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan Perseroan sehingga menjadi suatu tradisi yang harus diimplementasikan
dalam setiap aktivitas bisnis sehari-hari. Selain menyetujui Pakta Integritas Karyawan, setiap karyawan Perseroan diwajibkan
menandatangani Surat Pernyataan Kode Etik agar karyawan mengetahui, memahami serta menjalankan ketentuan-ketentuan
yang berlaku di Perseroan dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Perseroan sehingga diharapkan dapat meningkatkan
integritas setiap karyawan.
Kebijakan lain yang dilakukan Perseroan dalam upayanya melaksanakan budaya GCG adalah membuat pengumuman kepada
seluruh karyawan untuk tidak meminta, memberikan atau menerima hadiah dalam segala bentuk baik langsung maupun tidak
langsung kepada karyawan Perseroan. Dukungan transparansi kerjasama di antara para pihak dibutuhkan dalam mewujudkan
komitmen Perseroan untuk terus meningkatkan implementasi prinsip GCG dalam berbagai program kerja. Hal tersebut dilakukan
antara lain dengan meningkatkan efektivitas kerja Komite Audit dan Divisi Internal Audit serta optimalisasi fungsi Divisi Corporate
Secretary. Penerapan GCG bukan sekedar untuk memenuhi peraturan perundang-undangan, namun juga Perseroan berkeyakinan
bahwa implementasi tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten dan berkesinambungan dapat meningkatkan reputasi dan
nilai Perseroan dimata pemangku kepentingan sebagai tindak nyata pengembangan potensi bisnis Perseroan.
Mekanisme Tata Kelola
Perseroan merupakan perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas dengan Organ Perusahaan yang terdiri dari Rapat
Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris dan Direksi memiliki wewenang dan tanggung
jawab yang jelas sesuai fungsinya masing-masing sebagaimana diamanahkan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan. Dewan Komisaris dan Direksi memiliki tanggung jawab untuk memelihara keberlanjutan usaha Perseroan dalam
jangka panjang. Oleh karena itu, Dewan Komisaris dan Direksi harus memiliki kesamaan persepsi terhadap visi, misi, dan nilai-nilai
Perusahaan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
163
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Dalam melaksanakan kepengurusan Perseroan, Direksi didukung oleh struktur manajemen yang efektif. Adapun dalam
melaksanakan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris didukung oleh organ penunjang seperti Komite Audit, Komite Remunerasi
& Nominasi serta Komite Pemantau Risiko. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan Organ Perseroan yang mempunyai
wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam UU PT dan/atau
Anggaran Dasar Perseroan, Pemegang Saham melakukan pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan pengelolaan
Perseroan baik untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan
perundangan yang berlaku.
Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas pengelolaan yang dilakukan oleh Direksi. Dewan Komisaris dan Direksi secara
kolektif telah memiliki keahlian untuk dapat melaksanakan tanggungjawab yang diamanahkan, dan terdiri dari anggota yang
memiliki pemahaman yang memadai, dan memiliki kompetensi untuk dapat menghadapi permasalahan yang timbul dalam
usaha, membuat keputusan secara independen, mendorong peningkatan kinerja Perseroan, serta dapat secara efektif melakukan
penelaahan dan memberikan masukan konstruktif terhadap kinerja manajemen.
Implementasi GCG
Perseroan menyadari bahwa salah satu cara untuk mempertahankan keberlangsungan usaha dan meningkatkan kinerja seluruh
unit kerja terkait adalah komitmen yang kuat dalam menjalankan prinsip- prinsip Good Corporate Governance. Komitmen ini
sangat diperlukan dalam upaya mencapai visi Perseroan menjadi : To be the most progressive and reliable multifinance in Indonesia.
Pemahaman dan Implementasi Good Corporate Governance (GCG) memiliki peran penting untuk memastikan serta menjamin
pelaksanaan tugas dan tanggungjawab manajemen dijalankan dengan baik sehingga dapat menuntun Perseroan untuk mencapai
visi dan misi yang telah ditetapkan pada awal tahun 2014.
Implementasi GCG merupakan usaha Perseroan untuk memberikan added value kepada para pemangku kepentingan. Implementasi
GCG di Perseroan sejalan dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Sebelum OJK memberlakukan POJK 30 Tahun
2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan, Perseroan telah menerapkan prinsip-prinsip GCG
yang dituangkan dalam Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik PT Mandiri Tunas Finance pada tahun 2013 dan peraturan
bagi emiten yang tercatat di BEI. Kedepannya, Perseroan akan melakukan penyempurnaan terhadap pelaksanaan Tata Kelola
Perusahaan melalui pemenuhan POJK 30 Tahun 2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik BagiPerusahaan Pembiayaan.
Melalui peran aktif dan dukungan penuh Dewan Komisaris dan Direksi, Perseroan melakukan implementasi penerapan prinsipprinsip GCG pada setiap aspek bisnis dan pada semua jajaran organisasi, hal tersebut diwujudkan dalam aspek-aspek sebagai
berikut:
1. Pemegang Saham & Rapat Umum Pemegang Saham;
2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris;
3. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi;
4. Pelaksanaan Tugas Komite;
5. Hubungan Dewan Komisaris dan Direksi;
6. Kelengkapan Unit Kerja Pendukung;
7. Penerapan Fungsi Audit Eksternal;
8. Penerapan Informasi & Kerahasiaan Data Perusahaan.
164
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Dalam menyusun kebijakan Tata Kelola Perusahaan, Perseroan sebagai anak perusahaan BUMN perbankan terbesar di Indonesia
mengadopsi berbagai ketentuan eksternal sebagai referensi, antara lain di bidang perbankan, Perseroan terbatas, Peraturan OJK,
serta pedoman GCG untuk lemabaga jasa keuangan
Roadmap GCG
Dalam upaya mendukung tercapainya visi dan misi Perseroan, pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan dilakukan secara sistematis
dan berkesinambungan sehingga menjadi pedoman praktis yang dapat dijadikan acuan oleh Perseroan dalam melaksanakan
GCG. Perseroan telah menyusun pilar implementasi GCG sesuai ilustrasi dibawah. Komite-komite yang telah dibentuk membantu
Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, serta merumuskan kebijakan sesuai ruang lingkup tugas komite
yang bersangkutan. Manajemen Perseroan juga telah membentuk unit kerja pendukung untuk mengawal implementasi GCG. Unit
kerja tersebut adalah Corporate Secretary Division, Internal Audit Division, Compliance Department, Risk Management Division,
serta HRD Division.
PILAR I: VISI, MISI & PILAR II: BUDAYA PERUSAHAAN
PILAR I
BUDAYA PERWIRA
VISI
Menjadi Perusahaan Pembiayaan Otomotif Terbaik,
Terbesar dan Terpercaya di Indonesia pada tahun 2014
PILAR II
kePERcayaan
PILAR III
•
•
•
•
kegembiRAan
MISI
Berorientasi Kepada Pemenuhan Kebutuhan Pasar dengan
Service Excellent
Ikut Berkontribusi Positif Dalam Perekonomian Nasional
Mengembangkan Sumber Daya Manusia Profesional
Memberi Keuntungan Yang Maksimal Bagi Stakeholders
PILAR IV
keWIrausahaan
PILAR IV: INFRASTRUKTUR PENDUKUNG
1st Layer
•
•
•
•
RUPS & Struktur Organisasi Perusahaan
Dewan Komisaris
Komite Audit
Direksi
2nd Layer
•
•
•
•
•
Divisi Legal & Compliance
Corporate Secretary
Divisi Risk Management
Divisi Internal Audit
Divisi Human Resources Development
3rd Layer
•
•
•
•
Kebijakan Prosedur
Assesment
Audit
Keterbukaan Informasi & Kinerja Perusahaan
PILAR III: PEDOMAN GCG
Pedoman
GCG
Transparansi
Informasi &
Kinerja
Risk
Management
Code of
Conduct
Whistle
Blower Policy
Perseroan telah memiliki struktur dan kebijakan penerapan Tata Kelola Perusahaan dalam bentuk GCG Policy dan Corporate Code
of Conduct. Selain itu, Perseroan telah memiliki pedoman organisasi Perseroan dalam menjalankan tugasnya antara lain: tata tertib
Dewan Komisaris, tata tertib Direksi, Piagam Komite Audit dan Piagam Komite Nominasi & Remunerasi. Kebijakan dan prosedur
tersebut senantiasa dikaji untuk disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan bisnis serta peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
165
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Self Assessment GCG
Dalam rangka menerapkan kelima prinsip dasar GCG tersebut di atas, Perseroan berpedoman pada berbagai ketentuan dan
persyaratan minimum serta pedoman yang terkait dengan pelaksanaan tata kelola yang baik dari pemegang saham pengendali.
Dalam upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan tata kelola yang baik, Perseroan sebagai bagian dari salah satu
konglomerasi keuangan di Indonesia selalu berupaya untuk yang berlaku. Secara rutin setiap tahunnya, Perseroan Feedback atas
hasil Self Assessment segera dilakukan tindakan-tindakan korektif yang diperlukan.
Evaluasi Pelaksanaan GCG 2015 oleh Pihak Independen
Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan implementasi GCG, Perseroan mengikuti berbagai kegiatan diantaranya GCG Award
yang diselenggarakan oleh pihak independen yaitu:
1. Indonesia Multifinance Award 2015 yang diselenggarakan oleh majalah Economic Review pada tanggal 16 Juni 2015 di mana
Perseroan mendapat apresiasi Rangking II dalam implementasi GCG.
2. Indonesia Good Corporate Governance Award 2015 yang diselenggarakan oleh IPMI International Business School pada
tanggal 26 Agustus 2015 di mana Perseroan mendapat predikat Excellence Company in Good Corporate Governance.
3. Indonesia Most Trusted Companies Award 2015 yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan The Indonesia Institute for
Corporate Governance (IICG) pada tanggal 17 Desember 2015 dimana Perseroan dianuagrahkan untuk yang kedua kalinya
sebagai Indonesia Trusted Companies dengan scoring penilaian sebagai berikut:
Tabel Hasil CGPI
Self Assesment
Sistem
Dokumentasi
Makalah
Observasi
Skor CGPI
Predikat
16,44
21,06
19,39
21,24
78,13
TEPERCAYA
PT Mandiri Tunas Finance
Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Perseroan memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG secara konsisten. Komitmen tersebut diwujudkan dengan
melakukan langkah-langkah peningkatan praktik GCG antara lain :
»» Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Perseroan berkomitmen dalam menerapkan Budaya Kepatuhan dan prinsip GCG
dengan melakukan penandatanganan Pernyataan Komitmen dan Pernyataan Kesanggupan, yang intinya adalah berkomitmen
serta sanggup menerima tugas dan tanggung jawab untuk :
• Mewujudkan Perseroan yang selalu patuh dan menegakkan implementasi prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik
(Good Corporate Governance).
• Menetapkan Program Pengendalian Gratifikasi dengan tidak menerima dan memberi hadiah atau gratifikasi selain yang
diatur dalam ketentuan Perseroan tentang pengendalian gratifikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, atas
nama pribadi atau lembaga, dari seluruh stakeholders seperti mitra kerja atau rekanan, masyarakat dan pihak-pihak lain
yang berhubungan dengan Perseroan, yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan (conflict of interest) atau
mempengaruhi pertimbangan pengambilan kebijakan atau keputusan dalam pelaksanaan fungsi pokok dan tugas sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
• Menyatakan secara transparan mengenai Pernyataan Komitmen kepada seluruh stakeholders untuk mendapat dukungan
dalam menegakkan implementasi Pernyataan Komitmen.
• Terciptanya penerapan Budaya Kepatuhan dan prinsip-prinsip GCG pada semua tingkatan organisasi dan kegiatan usaha
Perseroan.
• Melakukan pemantauan kualitas kredit dan melaksanakan program kerja lainnya guna mencapai target/sasaran yang
ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2015.
166
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
• Menindaklanjuti temuan-temuan, baik internal maupun eksternal, dan selanjutnya bertanggung jawab untuk menjaga agar
tidak terulang kembali.
• Mematuhi, melaksanakan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan peraturan internal dan eksternal yang berlaku, serta
bersikap dan berperilaku sesuai dengan Kode Etik.
• Mengembangkan budaya dan kepedulian terhadap anti fraud pada seluruh jenjang organisasi, antara lain deklarasi anti
fraud dan komunikasi yang memadai kepada seluruh jenjang organisasi tentang perilaku yang termasuk fraud.
• Melaksanakan seluruh pekerjaan secara efisien dan efektif.
»» Pengambilan tindakan oleh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif yang sesuai dengan Pedoman Perusahaan
sehingga tidak menyebabkan kerugian.
»» Perseroan telah memiliki perencanaan baik jangka pendek, menengah maupun panjang mengacu pada ketentuan regulasi
pemerintahan yang berlaku dan telah menganut prinsip kehati-hatian serta azas Perseroan yang sehat, untuk mewujudkan visi
dan misi perusahaan yang sepenuhnya didukung oleh seluruh pemagku kepentingan.
»» Sampai saat ini pemegang saham telah berkontribusi besar dalam mengatasi permodalan dengan melakukan manajemen
permodalan yang baik.
»» Peningkatan kinerja keuangan Perseroan
»» Upaya penyelesaian action plan hasil temuan pemeriksaan audit intern dan audit ekstern terus dilakukan secara bertahap.
»» Melakukan self assessment terhadap Karyawan Perseroan dari tingkatan Asisten Supervisor ke atas, yaitu meliputi jabatan Asisten
Pemasaran hingga Pemimpin Grup, yang berisi informasi mengenai ada tidaknya benturan kepentingan, penyalahgunaan
jabatan, kerahasiaan dan insider trading.
»» Perseroan telah melakukan penerapan manajemen risiko sesuai dengan kompleksitas usahanya.
»» Kebijakan-kebijakan Perseroan yang bersifat strategis di bidang kekaryawanan telah disosialisasikan kepada seluruh karyawan
Perseroan melalui sarana komunikasi internal, yaitu SMS Broadcast, corporate e-mail, portal SDM, serta kegiatan tatap muka
antara manajemen dan karyawan.
»» Pelaksanaan audit laporan keuangan Perseroan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang terakreditasi dan terdaftar sehingga
memiliki kompetensi dalam setiap pekerjaan audit.
»» Seluruh kewajiban pelaporan baik eksternal maupun internal telah dipenuhi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, serta
terjaga dari kesalahan maksimal.
»» Menyelenggarakan program Budaya Kerja dengan dedikasi yang tinggi sehingga pelaksanaannya membuktikan bahwa
budaya kerja bukan sekedar menjadi atribut dan seremoni, karena dengan pelaksanaan yang konsisten, nilai-nilai Perusahaan
akan terpatri dalam setiap diri karyawan sehingga memberikan dampak positif dalam mendukung tercapainya target kinerja
Perseroan.
»» Perlindungan konsumen terus diupayakan meningkat dengan menyelesaikan pengaduan nasabah sesuai tenggat waktu yang
ditentukan.
»» Mengeluarkan Instruksi Direksi kepada seluruh karyawan Perseroan terkait dengan penerapan prinsip pengendalian gratifikasi
khususnya pada saat Hari Raya .
Dengan kecukupan struktur tata kelola yang dimiliki Perseroan, dan governance process yang secara umum telah dilakukan
dengan baik, menghasilkan outcome yang lebih baik.
Penerapan prinsip-prinsip GCG di Perseroan akan terus dikembangkan, sehingga diharapkan dapat menjadi budaya perusahaan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
167
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Struktur Tata Kelola Perusahaan
Transparency
Responsibility
Accountability
Independency
Fairness
ORGAN UTAMA
RUPS
Dewan
Komisaris
Sekertaris Dewan
Komisaris
Check & Balances
Direksi
Corporate
Secretary
ORGAN PENDUKUNG
Komite
Audit
Risk
Management
Komite Nominasi
dan Remunerasi
Internal
Audit
Legal &
Compliance
Komite
Kredit
Komite
Personalia
Unit Kerja Prinsip
Pengenalan Nasabah
Komite Anti Fraud
Struktur tata kelola Perseroan terdiri atas organ Perusahaan yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris,
dan Direksi. Organ Perseroan tersebut memainkan peranan masing-masing dalam keberhasilan pelaksanaan GCG. Fungsi dari
Organ Perseroan dijalankan sesuai dengan ketentuan perundangundangan, Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan lainnya
yang didasari prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung
jawabnya untuk kepentingan Perseroan. Dengan demikian RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi dapat saling memahami tugas,
tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.
Setiap organ perusahaan menjalankan fungsinya sesuai ketentuan yang berlaku atas dasar prinsip bahwa masingmasing organ
mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya semata-mata untuk kepentingan perusahaan.
RUPS merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan, dan mempunyai wewenang yang tidak diberikan
kepada Direksi maupun Dewan Komisaris.
Perseroan menganut sistem dua badan (two board system) yaitu Dewan Komisaris dan Direksi yang mempunyai wewenang dan
tanggung jawab jelas sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Keduanya mempunyai tanggung jawab untuk memelihara
kesinambungan usaha Perseroan dalam jangka panjang.
168
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
RUPS merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar
dan peraturan perundang-undangan. RUPS tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan
Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan
peraturan perundang-undangan.
Rapat Umum Pemegang Saham mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi maupun Dewan Komisaris, meliputi
wewenang untuk menyetujui dan menolak RKAP dan RJPP, memutuskan alokasi pembagian keuntungan, menetapkan dan
mengesahkan sistem pengangkatan Direksi & Dewan Komisaris, mengangkat dan memberhentikan Direksi dan Dewan Komisaris,
menetapkan sistem penilaian kinerja masing-masing Dewan Komisaris dan Direksi, melakukan penilaian terhadap kinerja secara
kolektif maupun masing-masing Dewan Komisaris dan Direksi, menetapkan auditor eksternal untuk melakukan audit keuangan
atas laporan keuangan serta menerapkan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi.
RUPS Perseroan terdiri atas RUPS Tahunan yang menjadi agenda tetap para pemegang saham yang diadakan paling sedikit satu
tahun sekali dan Perseroan juga menghendaki diadakannya RUPS Luar Biasa apabila ada kejadian luar biasa yang berdampak pada
kinerja Perseroan. Sepanjang tahun 2015 Perseroan mengadakan RUPS Tahunan pada tanggal 13 April 2015 yang diselenggarakan
di Jakarta
Dalam pelaksanaan RUPS Tahunan 2015 Perseroan telah melakukan pemanggilan terlebih dahulu kepada para pemegang saham
melalui surat resmi pada tanggal 18 Maret 2015.
Hasil RUPS Tahunan 2015
Agenda Pertama
Menyetujui dan menerima Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, serta
mengesahkan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 yang
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited)
sebagaimana ternyata dalam Laporannya nomor RPC-6603/PSS/2015 tertanggal 23 Januari 2015, dengan pendapat wajar dalam
semua hal yang material. Dengan demikian memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig
acquit et decharge), kepada Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengawasan, dan kepada Direksi Perseroan atas tindakan
pengurusan dan pelaksanaan kewenangan, yang telah dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2014, sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan
Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014.
Agenda Kedua
Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2014 sebesar Rp233.987.692.521,- (dua ratus tiga
puluh tiga miliar sembilan ratus delapan puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh dua ribu lima ratus dua puluh satu rupiah)
sebagai berikut :
1. Membagikan dividen final sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah laba bersih Perseroan, yang akan dibayarkan oleh
Perseroan kepada Pemegang Saham Perseroan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2014 sebesar Rp.
Rp23.398.769.252,10,- (dua puluh tiga miliar tiga ratus sembilan puluh delapan juta tujuh ratus enam puluh sembilan ribu
dua ratus lima puluh dua koma sepuluh Rupiah) atau Rp9,36 (sembilan koma tiga enam rupiah) per lembar saham yang akan
dibagikan kepada pemegang saham secara proporsional yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Tunas Ridean Tbk.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
169
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
2. Sisa laba bersih tahun 2014 sebesar Rp210.588.923.268,90 (dua ratus sepuluh miliar lima ratus delapan puluh delapan juta
sembilan ratus dua puluh tiga ribu dua ratus enam puluh delapan koma sembilan puluh Rupiah) atau sebesar 90% (sembilan
puluh persen) dari jumlah laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan Perseroan (retained earning) yang akan digunakan
untuk memperkuat permodalan Perseroan.
Agenda Ketiga
1. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited) sebagai
Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2015.
2. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan
Publik tersebut, serta menetapkan Kantor Akuntan Publik pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman
& Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited) karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit Laporan
Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.
Agenda Keempat
Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Pemegang Saham
Mayoritas untuk menetapkan besarnya tantieme yang diberikan kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan untuk
tahun 2014.
Agenda Kelima
1. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan Pemegang Saham
Mayoritas untuk menetapkan besarnya gaji dan honorarium bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2015.
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan Pemegang Saham
Mayoritas untuk menetapkan besarnya fasilitas dan/atau tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun
2015.
Agenda Keenam
Menyetujui dan memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan, dengan persetujuan Dewan Komisaris Perseroan,
sejak penutupan Rapat ini, untuk mengalihkan dan/atau menjadikan lebih dari 50% (lima puluh persen) kekayaan bersih
Perseroan sebagai jaminan utang atas nama Perseroan guna mendapatkan pendanaan baru yang berasal dari sumber perbankan
dan penerbitan obligasi atau surat berharga, dalam 1 (satu) transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun
tidak, sebesar Rp5.000.000.000.000,- (lima triliun rupiah) di tahun 2016. Dimana untuk setiap pengalihan dan/atau penjaminan
kekayaan bersih Perseroan dengan kelipatan sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah), Direksi diwajibkan membuat
laporan tertulis kepada Dewan Komisaris mengenai pelaksanaan tersebut.
Agenda Ketujuh
Menyetujui untuk menerima Laporan Hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II
Tahun 2014 sebesar Rp600.000.000.000,- (enam ratus miliar rupiah), setelah dikurangi biaya-biaya emisi sebesar Rp1.386.000.000,(satu miliar tiga ratus delapan puluh enam juta rupiah), Perseroan memperoleh dana bersih sebesar Rp598.614.000.000,- (lima
ratus sembilan puluh delapan miliar enam ratus empat belas juta rupiah) yang seluruhnya telah digunakan oleh Perseroan sebagai
modal kerja pembiayaan kendaraan bermotor sesuai dengan tujuan penggunaan dana sebagaimana tercantum dalam Informasi
Tambahan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun 2014, sebagaimana telah dilaporkan
dalam Laporan realisasi seluruh penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap II
Tahun 2014 kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat nomor : 070/MTF-CSC/VII/2014 tanggal 14 Juli 2014.
170
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Agenda Kedelapan
1. Menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yaitu Pasal 3 tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha, Pasal 11
ayat 3 butir a tentang Masa Jabatan Direksi dan Pasal 14 ayat 3 butir a tentang Masa Jabatan Dewan Komisaris.
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak untuk memindahkan kuasa ini kepada orang lain,
untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan perubahan anggaran dasar
Perseroan tersebut.
Agenda Kesembilan
Menyetujui perubahan susunan Direksi Perseroan sebagai berikut :
1. Mengangkat kembali Bpk. Harjanto Tjitohardjojo sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan kedua.
2. Mengangkat Bpk. Ade Cahyo Nugroho sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan pertama.
Pengangkatan Bpk. Harjanto Tjitohardjojo dan Bpk. Ade Cahyo Nugroho tersebut berlaku sejak ditutupnya Rapat ini sampai
dengan ditutupnya RUPS Tahunan Perseroan yang ke 3 sejak pengangkatannya.
Sehingga menetapkan susunan Direksi Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat adalah sebagai berikut :
Direksi :
Direktur Utama: Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur
: Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
: Ade Cahyo Nugroho
3. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak untuk memindahkan kuasa ini kepada orang lain,
untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan perubahan susunan anggota
Direksi tersebut diatas.
Realisasi RUPS Tahunan 2015
Agenda
Hasil RUPS Tahunan 2015
Pelaksanaan
Agenda
Kesatu
Menyetujui dan menerima Laporan Tahunan 2014.
Terealisasi
Agenda
Kedua
Menyetujui dan menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2014.
Terealisasi
Agenda
Ketiga
• Menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of Ernst & Young Global
Limited) sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015
• Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran Tantiem Dewan
Komisaris dan Anggota Direksi tahun 2015.
Terealisasi
Agenda
Keempat
Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris besaran gaji, honorarium dan tunjangan Dewan
Komisaris dan Anggota Direksi tahun 2014.
Terealisasi
Agenda
Kelima
1. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan
Pemegang Saham Mayoritas untuk menetapkan besarnya gaji dan honorarium bagi anggota Direksi dan
Dewan Komisaris untuk tahun 2015.
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat
persetujuan Pemegang Saham Mayoritas untuk menetapkan besarnya fasilitas dan/atau tunjangan bagi
anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2015.
Terealisasi
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
171
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Agenda
PROFIL PERUSAHAAN
Hasil RUPS Tahunan 2015
Pelaksanaan
Menyetujui dan memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan, dengan persetujuan Dewan
Komisaris Perseroan, sejak penutupan Rapat ini, untuk mengalihkan dan/atau menjadikan lebih dari 50% (lima
puluh persen) kekayaan bersih Perseroan sebagai jaminan utang atas nama Perseroan guna mendapatkan
pendanaan baru yang berasal dari sumber perbankan dan penerbitan obligasi atau surat berharga, dalam 1
(satu) transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak, sebesar Rp5.000.000.000.000,(lima triliun rupiah) di tahun 2016. Dimana untuk setiap pengalihan dan/atau penjaminan kekayaan bersih
Perseroan dengan kelipatan sebesar Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah), Direksi diwajibkan membuat
laporan tertulis kepada Dewan Komisaris mengenai pelaksanaan tersebut.
Agenda
Keenam
Terealisasi
Agenda
Ketujuh
Menyetujui untuk menerima Laporan Hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri
Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 sebesar Rp600.000.000.000,- (enam ratus miliar rupiah), setelah dikurangi
biaya-biaya emisi sebesar Rp1.386.000.000,- (satu miliar tiga ratus delapan puluh enam juta rupiah)
Terealisasi
Agenda
Kedelapan
1. Menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan yaitu Pasal 3 tentang Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
Usaha, Pasal 11 ayat 3 butir a tentang Masa Jabatan Direksi dan Pasal 14 ayat 3 butir a tentang Masa
Jabatan Dewan Komisaris.
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak untuk memindahkan kuasa ini
kepada orang lain, untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan
keputusan perubahan anggaran dasar Perseroan tersebut.
Terealisasi
Agenda
Kesembilan
Menyetujui perubahan susunan Direksi Perseroan sebagai berikut :
1. Mengangkat kembali Bpk. Harjanto Tjitohardjojo sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan kedua.
2. Mengangkat Bpk. Ade Cahyo Nugroho sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan pertama.
Pengangkatan Bpk. Harjanto Tjitohardjojo dan Bpk. Ade Cahyo Nugroho tersebut berlaku sejak ditutupnya
Rapat ini sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan Perseroan yang ke 3 sejak pengangkatannya.
Sehingga menetapkan susunan Direksi Perseroan terhitung sejak ditutupnya Rapat adalah sebagai berikut
:
Direksi :
Direktur Utama : Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur
: Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
: Ade Cahyo Nugroho
Terealisasi
3. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak untuk memindahkan kuasa ini
kepada orang lain, untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan
keputusan perubahan susunan anggota Direksi tersebut diatas.
DEWAN KOMISARIS
Dewan Komisaris bertugas dan bertanggung jawab secara kolektif untuk melakukan pengawasan dan memberikan saran kepada
Direksi serta memastikan bahwa GCG telah diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. Kedudukan masing-masing anggota Dewan
Komisaris termasuk Komisaris Utama adalah setara. Tugas Komisaris Utama sebagai primus inter pares adalah mengoordinasikan
kegiatan Dewan Komisaris.
Pedoman Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris berpedoman pada buku Pedoman dan Tata Tertib Dewan
Komisaris (Board Manual). Pedoman kerja ini senantiasa dievaluasi dan disesuaikan dengan perubahan peraturan yang berlaku,
meliputi Anggaran Dasar Perusahaan, Undang-Undang No 40 Tahun 2007, serta ketentuan lainnya yang relevan.
Pedoman Kerja Dewan Komisaris yang tercantum dalam Board Manual dimaksudkan untuk menjelaskan hubungan kerja dan
tata kelola Dewan Komisaris dan Direksi dalam pelaksanaan tugas sehingga tercipta pengelolaan Perusahaan yang profesional,
transparan dan akuntabel. Pedoman kerja ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari Direksi dan Dewan Komisaris dalam
rangka mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
172
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Pokok-pokok isi Pedoman Kerja Dewan Komisaris meliputi:
1. Persyaratan, Keanggotaan dan Masa Jabatan Dewan Komisaris
2. Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris
3. Program Pengenalan dan pelatihan bagi Anggota Dewan Komisaris
4. Tugas Dewan Komisaris
5. Kewajiban Dewan Komisaris
6. Wewenang Dewan Komisaris
7. Benturan Kepentingan
8. Rapat Dewan Komisaris
9. Organ Pendukung Dewan Komisaris
- Komite Audit
- Komite Nominasi dan Remunerasi
10.Sistim Penilaian dan Remunerasi Dewan Komisaris.
Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
Tugas, wewenang dan kewajiban Dewan Komisaris Perseroan telah diatur dan dilaksanakan sebaik-baiknya berdasarkan Anggaran
Dasar Perusahaan serta mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Tugas Pokok Dewan Komisaris
1. Dewan Komisaris bertanggung jawab dan berwenang melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan
pada umumnya, baik mengenai Perusahaan maupun usaha Perusahaan dan memberikan nasihat kepada Direksi.
2. Pengawasan dan pemberian nasihat dilakukan untuk kepentingan Perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan
Perusahaan, dan tidak dimaksudkan untuk kepentingan pihak atau golongan tertentu.
3. Dewan Komisaris membuat pembagian tugas yang diatur oleh mereka sendiri.
Tanggung Jawab Dewan Komisaris
1. Memberikan nasihat kepada Direksi dalam melaksanakan pengurusan Perusahaan;
2. Meneliti dan menelaah serta menandatangani Rencana Jangka Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan yang disiapkan Direksi, sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar;
3. Memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai Rencana Jangka Panjang Perusahaan dan
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan mengenai alasan Dewan Komisaris menandatangani Rencana Jangka Panjang dan
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan;
4. Mengikuti perkembangan kegiatan Perusahaan, memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham
mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi kepengurusan Perusahaan;
5. Melaporkan dengan segera kepada Rapat Umum Pemegang Saham apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Perusahaan;
6. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan;
7. Memberikan penjelasan, pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham mengenai Laporan Tahunan, apabila
diminta;
8. Menyusun program kerja tahunan dan dimasukkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan;
9. Membentuk Komite Audit;
10.Mengusulkan Akuntan Publik kepada RUPS;
11.Membuat Risalah Rapat Dewan Komisaris dan menyimpan salinannya;
12.Melaporkan kepada Perusahaan mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada Perusahaan dan perusahaan
lain, termasuk setiap perubahannya;
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
173
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
13.Memberikan laporan tentang Tugas Pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada Rapat
Umum Pemegang Saham;
14.Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan/atau keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Wewenang Dewan Komisaris
1. Melihat buku-buku, surat-surat, serta dokumen-dokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat
berharga dan memeriksa kekayaan Perusahaan;
2. Memasuki pekarangan, gedung, dan kantor yang dipergunakan oleh Perusahaan;
3. Meminta penjelasan dari Direksi dan/atau pejabat lainnya mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan
Perusahaan;
4. Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh Direksi;
5. Meminta Direksi dan/atau pejabat lainnya dibawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan
Komisaris;
6. Mengangkat dan memberhentikan Sekretaris Dewan Komisaris, jika dianggap perlu;
7. Memberhentikan sementara anggota Direksi sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar;
8. Membentuk komite-komite lain selain komite audit, jika dianggap perlu dengan memperhatikan kemampuan perusahaan;
9. Melakukan tindakan pengurusan Perusahaan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan Anggaran
Dasar;
10.Menghadiri rapat Direksi dan memberikan pandangan-pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan;
11.Melaksanakan kewenangan pengawasan lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,
Anggaran Dasar, dan/atau Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Pendelegasian wewenang oleh seorang anggota Dewan Komisaris kepada anggota Dewan Komisaris lainnya hanya dapat
dilakukan melalui surat kuasa dan tidak menghilangkan sifat pertanggungjawaban kolegial Dewan Komisaris. Pada tahun 2015
tidak terdapat pendelegasian wewenang oleh seorang anggota Dewan Komisaris kepada anggota Dewan Komisaris melalui surat
kuasa mengingat pengambilan keputusan dalam rapat Dewan Komisaris selalu memenuhi kuorum.
Pendelegasian kewenangan Dewan Komisaris kepada komite-komite Dewan Komisaris harus dilakukan berdasarkan surat
keputusan Dewan Komisaris, namun pertanggungjawaban hasil keputusan Komite tetap berada pada Dewan Komisaris.
Komposisi Dewan Komisaris
Dewan Komisaris diangkat berdasarkan hasil RUPS. Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari 3 (tiga) orang yaitu 1 (satu) orang
Komisaris Utama, 1 (satu) orang Komisaris dan 1 (satu) orang Komisaris Independen. Komisaris Utama bertanggung jawab untuk
mengkoordinasikan berbagai kegiatan Dewan Komisaris. Semua tindakan Dewan Komisaris adalah berdasarkan keputusan yang
disepakati bersama-sama sebagai suatu dewan.
Nama
174
Jabatan
Dasar Hukum Penunjukan
Anton Setiawan
Komisaris Utama
Hasil Keputusan RUPST No.01 tanggal 6 Pebruari 2012
Sarastri Baskoro
Komisaris
Hasil Keputusan RUPST No.01 tanggal 6 Pebruari 2012
Hanifah Purnama
Komisaris Independen
Hasil Keputusan RUPST No.01 tanggal 6 Pebruari 2012
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kebijakan dan Pelaksanaan Rapat
Sesuai ketentuan dalam anggaran dasar, penyelenggaraan Rapat Dewan Komisaris dapat dilakukan setiap waktu apabila dipandang
perlu:
1. Oleh seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris;
2. Atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris; atau
3. Atas permintaan tertulis dari 1 (satu) orang atau lebih pemegang saham yang bersama-sama mewakili 1/10 (satu per sepuluh)
atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara.
Panggilan Rapat Dewan Komisaris disampaikan dengan surat tercatat atau dengan surat yang disampaikan langsung kepada
setiap anggota Dewan Komisaris dengan mendapat tanda terima paling lambat 3 (tiga) hari sebelum rapat diadakan, dengan tidak
memperhitungkan tanggal panggilan dan tanggal rapat. Panggilan rapat harus mencantumkan acara, tanggal, waktu, dan tempat
rapat.
Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat kegiatan usaha Perseroan. Apabila semua
anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili, panggilan terlebih dahulu tersebut tidak disyaratkan dan Rapat Dewan Komisaris
dapat diadakan dimanapun juga dan berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat.
Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama dan dalam hal Komisaris Utama tidak dapat hadir atau berhalangan, yang
tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh seorang anggota Komisaris yang dipilih oleh dan
dari antara anggota Komisaris yang hadir. Seorang anggota Dewan Komisaris dapat diwakili dalam Rapat Dewan Komisaris hanya
oleh anggota Komisaris lainnya berdasarkan Surat Kuasa.
Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari ½ (satu perdua) dari jumlah
anggota Komisaris hadir atau diwakili dalam Rapat. Keputusan Rapat Dewan Komisaris harus diambil berdasarkan musyawarah
untuk mufakat. Apabila tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju paling
sedikit lebih dari ½ (satu perdua) dari jumlah suara yang dikeluarkan dalam Rapat. Apabila suara yang setuju dan yang tidak setuju
berimbang, Ketua Rapat Dewan Komisaris yang akan menentukan.
Setiap anggota Dewan Komisaris yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan tambahan 1 (satu) suara untuk setiap
anggota Dewan Komisaris lain yang diwakilinya.
Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan, sedangkan pemungutan
suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan, kecuali Ketua Rapat menentukan lain tanpa ada rasa keberatan dari yang hadir.
Suara blanko dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan secara sah dan dianggap tidak ada serta tidak dihitung dalam
menentukan jumlah suara yang dikeluarkan.
Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Dewan Komisaris, dengan ketentuan
semua anggota Dewan Komisaris telah diberitahu secara tertulis dan semua anggota Dewan Komisaris memberikan persetujuan
mengenai usul yang diajukan secara tertulis dengan menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara
demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Dewan Komisaris.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
175
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Frekuensi dan Tingkat Kehadiran Rapat Dewan Komisaris
Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris No: KEP. KOM/002/2013 tanggal 16 Oktober 2013 tentang Pembagian Tugas dan
Wewenang serta Tata Tertib Dewan Komisaris, Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dalam
dua bulan dan setiap saat jika diminta seseorang atau lebih anggota Dewan Komisaris. Kuorum Rapat Dewan Komisaris tercapai
jika lebih dari setengah anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakilkan dengan kuasa kepada Komisaris lain. Keputusan rapat
membahas hal-hal yang bersifat strategis dan atau memerlukan keputusan untuk dibahas dan diselenggarakan dengan cara
musyawarah untuk mufakat.
Jika mufakat tidak terjadi, maka dilaksanakan voting di antara anggota Dewan Komisaris yang hadir atau diwakilkan rapat dan
keputusan diambil berdasarkan suara setuju lebih dari setengah jumlah suara yang sah. Jika jumlah suara yang setuju dan tidak
setuju sama, maka usulan yang disampaikan ditolak, kecuali mengenai diri orang akan diputuskan oleh Ketua Rapat.
Pada 2015, Dewan Komisaris telah melaksanakan Rapat Dewan Komisaris sebanyak 11 kali dengan frekuensi kehadiran
sebagaimana tersaji pada tabel berikut:
Nama
Jabatan
Jumlah Rapat
Kehadiran
Tingkat Kehadiran (%)
Anton Setiawan
Komisaris Utama
11
11
100%
Sarastri Baskoro
Komisaris
11
11
100%
Hanifah Purnama
Komisaris Independen
11
10
91%
Prosedur Penetapan Remunerasi Anggota Dewan Komisaris
Pemberian remunerasi kepada Dewan Komisaris Perseroan ditentukan dalam RUPS dengan didasarkan pada pertimbangan
dari Komite Nominasi dan Remunerasi serta lingkup pekerjaan, kondisi Perseroan serta tanggung jawab masing-masing Dewan
Komisaris. Sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 13 April 2015, pemegang saham telah memberikan wewenang dan kuasa
kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan pemegang saham mayoritas untuk menetapkan besarnya
remunerasi bagi anggota dan Dewan Komisaris untuk tahun 2015. Jumlah remunerasi yang diterima Dewan Komisaris selama
tahun 2015 adalah sebesar Rp4.771 miliar.
Struktur Remunerasi Dewan Komisaris
Jumlah remunerasi aktual 3 (tiga) Dewan Komisaris Perseroan dari tahun 2013-2015 adalah sebagai berikut:
Jenis Remunerasi
Jumlah Remunerasi (dalam jutaan Rupiah)
2015
2014
2013
Honorium
1.766
1.419
1.270
Tantiem
1.338
1.044
484
Tunjangan lainnya
1.667
1.356
829
Jumlah
4.771
3.819
2.582
Program Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Dewan Komisaris
Kinerja dan pengalaman Perseroan akan terus dikembangkan melalui peningkatan kompetensi dan pelatihan Dewan Komisaris
yang berkesinambungan agar kegiatan usaha Perseroan dapat meraih pencapaian-pencapaian yang dapat memuaskan seluruh
pemangku kepentingan.
176
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Sepanjang tahun 2015, Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp25.000.000 untuk program pelatihan dan pengembangan
kompetensi Dewan Komisaris, dengan rincian sebagai berikut:
Nama
Anton
Setiawan
Sarastri
Baskoro
Jabatan
Komisaris
Utama
Komisaris
Jenis Pelatihan
Seminar “Sertifikasi Dasar Pembiayaan” dan Ujian
Sertifikasi
Seminar “Sertifikasi Dasar Pembiayaan” dan Ujian
Sertifikasi
Mengikuti “International Seminar New Opportunities
Welcoming 2016”
Seminar “Sertifikasi Dasar Pembiayaan” dan Ujian
Sertifikasi
Hanifah
Purnama
Komisaris
Independen
Mengikuti “International Seminar New Opportunities
Welcoming 2016”
Mengikuti Diskusi Panel “Update PSAK Yang Perlu
Dipahami Dewan Komisaris, Komite Audit, Direksi dan
Manajemen”
Penyelenggara
Biaya
PT Sertifikasi
Perusahaan Pembiayaan
Indonesia
Rp6.000.000
PT Sertifikasi
Perusahaan Pembiayaan
Indonesia
Asosiasi Perusahaan
Pembiayaan Indonesia
PT Sertifikasi
Perusahaan Pembiayaan
Indonesia
Asosiasi Perusahaan
Pembiayaan Indonesia
Ikatan Komite Audit
Indonesia
Rp6.000.000
Rp3.000.000
Rp6.000.000
Rp3.000.000
Rp1.000.000
Program Orientasi Bagi Komisaris Baru
Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan
Board Manual. Anggota Dewan Komisaris diangkat dari calon-calon yang diusulkan oleh para pemegang saham dan pencalonan
tersebut mengikat kepada RUPS. Pemilihan calon anggota Dewan Komisaris dilakukan dengan mempertimbangkan keahlian,
integritas, kejujuran, kepemimpinan, pengalaman, perilaku dan dedikasi, serta kecukupan waktunya demi kemajuan Perusahaan.
Setiap menjelang akhir periode penugasan anggota Dewan Komisaris, Perseroan melakukan peninjauan kembali wawasan kepada
para calon anggota Dewan Komisaris baru maupun incumbent melalui peninjauan atas penilaian kinerja anggota Dewan Komisaris
selama periode berjalan.
Program orientasi diadakan bagi anggota Komisaris baru agar yang bersangkutan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab
sebagai anggota Komisaris dengan sebaik-baiknya. Program orientasi meliputi:
1. Pengetahuan mengenai Perseroan, antara lain visi, misi, strategi dan rencana jangka menengah dan jangka panjang, kinerja,
serta kondisi keuangan Perseroan.
2. Pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Komisaris, kewewenangan, waktu kerja, hubungan dengan
Direksi dan pemegang saham, aturan-aturan/ketentuan-ketentuan, dan lain-lain.
Pengawasan dan Rekomendasi Dewan Komisaris
Dalam rangka pencapaian kinerja Perseroan yang lebih baik, Dewan Komisaris selama tahun 2015 telah menyampaikan rekomendasi
kepada Direksi, antara lain:
1. Melakukan pembiayaan dengan berhati-hati (prudent) dengan mempertimbangkan risiko bisnis yang terukur.
2. Optimalisasi pencapaian target pembiayaan dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan yang baik.
3. Tetap konsisten dalam menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance serta meningkatkan kepatuhan dan
menjalankan regulasi yang berlaku.
4. Perbaikan strategi AR manajemen termasuk Collection Effort untuk menekan Non Performing Loan (NPL).
5. Perbaikan proses kerja untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja.
6. Meningkatkan aliansi strategis dengan grup Bank Mandiri dan Tunas Ridean
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
177
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
KOMISARIS INDEPENDEN
Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang tidak terafiliasi dengan Direksi, anggota Dewan Komisaris
lainnya dan pemegang saham pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi
kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak semata-mata demi kepentingan Perseroan. Keberadaan Komisaris
Independen di Perseroan adalah untuk mendorong diterapkannya prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate
Governance) di dalam Perseroan melalui optimalisasi Dewan Komisaris agar dapat melakukan tugas pengawasan dan pemberian
nasihat kepada Direksi secara efektif dan lebih memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Komposisi jumlah Komisaris Independen Perseroan sebesar 33% (tiga puluh tiga persen), telah memenuhi jumlah minimal yang
disyaratkan dalam Peraturan Pencatatan Efek dari PT Bursa Efek Indonesia yaitu minimal 30% (tiga puluh persen) dari jumlah
keseluruhan anggota Dewan Komisaris.
Tugas dan Tanggung Jawab Komisaris Independen
1. Menjamin transparansi dan keterbukaan laporan keuangan Perseroan.
2. Memastikan perlakuan yang adil terhadap stakeholders.
3. Memastikan diungkapkannya transaksi yang mengandung benturan kepentingan secara wajar dan adil.
4. Memastikan kepatuhan perusahaan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Menjamin akuntabilitas organ-organ Perseroan.
Kriteria Penentuan Komisaris Independen
Komisaris Independen yang dimiliki oleh Perseroan telah sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.I.5 Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam dan LK No. Kep. 643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite
Audit, di mana Komisaris Independen wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin,
mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perseroan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir;
2. Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada Perseroan;
3. Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang Saham
Utama Perseroan; dan
4. Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan.
Pernyataan Independensi Komisaris Independen
Komisaris Independen merupakan anggota Dewan Komisaris yang dipilih dan diangkat oleh Perseroan yang berasal dari struktur
organisasi dan atau grup Perseroan dengan persyaratan yang harus dimiliki meliputi:
• Integritas, dedikasi, itikad baik, dan rasa tanggung jawab penuh.
• Memahami masalah-masalah manajemen Perusahaan yang berkaitan dengan salah satu fungsi manajemen, memiliki keahlian
dan pengetahuan yang memadai di bidang usaha perseroan.
• Menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugasnya.
• Mampu melaksanakan perbuatan hukum dan tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi anggota Direksi, Dewan Komisaris
yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan pailit.
• Tidak pernah menjadi anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris atau anggota Dewan Pengawas yang dinyatakan
bersalah menyebabkan suatu Perseroan atau Perum dinyatakan pailit dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatannya.
• Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dalam kurun waktu 5 (lima) tahun
sebelum pengangkatannya.
178
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
• Tidak memiliki benturan kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
• Tidak memiliki hubungan keluarga sedarah sampai derajat ketiga baik menurut garis lurus maupun garis kesamping atau
hubungan semenda (menantu/ipar) antara anggota Direksi dan antara anggota Direksi dengan anggota Dewan Komisaris.
• Tidak mewakili kepentingan politik tertentu.
• Persyaratan lain yang ditetapkan oleh instansi teknis berdasarkan peraturan perundang-undangan.
DIREKSI
Direksi adalah Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan
Perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai
dengan ketentuan anggaran dasar.
Direksi senantiasa melaksanakan pengelolaan usaha sekaligus mengelola dan melindungi kekayaan perusahaan, strategi, dan
rencana anggaran secara teratur serta merupakan representasi dari perusahaan baik secara internal maupun eksternal.
Direksi senantiasa menjalankan tugas kepengurusan Perseroan dengan memperhatikan keseimbangan kepentingan seluruh pihak
terkait dengan aktivitas bisnis Perseroan. Peran ini dan tanggung jawab Direksi Perseroan dijabarkan dalam Anggaran Dasar dan
dirinci lebih lanjut dalam Pembagian Tugas dan Wewenang serta Tata Tertib Direksi sesuai dengan Keputusan Direksi No.021/SKDIR/MTF/X/2011 tanggal 20 Oktober 2011.
Persyaratan Direksi
Direksi merupakan organ Perseroan yang bertanggung jawab penuh atas terlaksananya GCG sebagai bagian dari pengelolaan
Perseroan yang konsisten dan berkesinambungan. Pengangkatan dan pemberhentian Direksi dilakukan melalui RUPS. Setiap
anggota Direksi yang akan diangkat wajib memenuhi seluruh persyaratan Kemampuan dan kepatutan sesuai dengan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 4/ POJK.5/2013 tanggal 21 November 2013 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi
Pihak Utama pada Perusahaan Perasuransian, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan, dan Perusahaan Penjaminan (POJK No.4).
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan yang akan dilakukan oleh OJK terhadap Direksi meliputi Kompetensi, Integritas dan Reputasi
Keuangan. Penilaian faktor kompetensi, meliputi kriteria:
a. Pengetahuan yang memadai dan relevan dengan jabatannya;
b. Pemahaman tentang peraturan perundang-undangan di bidang perusahaan pembiayaan dan peraturan perundang- undangan
lain yang berhubungan dengan perusahaan pembiayaan;
c. Pengalaman dan keahlian di bidang perusahaan pembiayaan dan/atau bidang lain yang relevan dengan jabatannya; dan
d. kemampuan untuk melakukan pengelolaan strategis dalam rangka pengembangan usaha perusahaan pembiayaan yang sehat.
Penilaian Faktor Integritas
Anggota Direksi Perusahaan Pembiayaan wajib memenuhi seluruh persyaratan kemampuan dan kepatutan, sesuai dengan POJK
No.4. Seluruh anggota Direksi Perseroan telah memenuhi kelulusan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan yang diadakan oleh
Bapepam dan LK, sebagai berikut:
a. Tidak pernah melakukan perbuatan tindak pidana dibidang jasa keuangan dan/atau perekonomian;
b. tidak pernah dihukum karena tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan dalam jangka waktu paling lama 5
(lima) tahun sebelum penilaian kemampuan dan kepatutan;
c. Tidak pernah melanggar komitmen yang telah disepakati dengan instansi pembina dan pengawas usaha jasa keuangan;
d. Tidak pernah melakukan perbuatan yang memberikan keuntungan secara tidak wajar kepada Pemegang Saham, anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, Karyawan dan/ atau pihak lain yang dapat merugikan Konsumen;
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
179
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
e. Tidak pernah melanggar prinsip kehati-hatian dibidang usaha jasa keuangan;
f. Tidak tercantum dalam Daftar Tidak Lulus (DTL) di sektor Perbankan
g. Tidak pernah melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan kewenangannya atau di luar kewenangannya;
h. Tidak pernah dinyatakan tidak mampu menjalankan kewenangannya; dan
i. Tidak pernah melanggar peraturan perundang-undangan dibidang Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
Penilaian Faktor Reputasi Keuangan;
a. Tidak memliki kredit macet;
b. Tidak pernah dinyatakan pailit dan tidak pernah menjadi Pemegang Saham, anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris yang
dinyatakan bersalah menyebabkan suatu Perusahaan dinyatakan pailit berdasarakan putusan Pengadilan dalam waktu 5 (lima)
tahun terakhir sebelum penilaian kemampuan dan kepatutan; dan
c. Tidak pernah terlibat dalam tindak pidana pencucian uang.
Pedoman Tata Tertib Kerja Direksi
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi berpedoman pada Buku Panduan (Board Manual). Panduan kerja ini
senantiasa dievaluasi dan disesuaikan dengan perubahan peraturan yang berlaku, meliputi Anggaran Dasar Perusahaan, UndangUndang No 40 Tahun 2007, serta ketentuan lainnya yang relevan.
Pedoman Kerja Direksi yang tercantum dalam Board Manual dimaksudkan untuk menjelaskan hubungan kerja dan tata kelola
Direksi dalam pelaksanaan tugas sehingga tercipta pengelolaan Perusahaan yang profesional, transparan dan akuntabel. Pedoman
kerja ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari Direksi dalam rangka mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate
Governance.
Pokok-pokok isi Pedoman Kerja Dewan Komisaris meliputi:
1. Persyaratan, Keanggotaan dan Masa Jabatan Direksi
2. Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi
3. Program Pengenalan dan pelatihan bagi Anggota Direksi
4. Tugas Direksi
5. Tanggung Jawab Direksi
6. Kewajiban Direksi
7. Benturan Kepentingan
8. Rapat Direksi
9. Sistim Penilaian dan Remunerasi Direksi.
Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Selain itu, Direksi berhak dan berwenang untuk menetapkan kebijakan-kebijakan berkaitan dengan pengelolaan Perusahaan,
termasuk kebijakan di bidang ketenagakerjaan. Kebijakan-kebijakan terkait ketenagakerjaan dilaksanakan berdasarkan aturan
internal Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang ketenagakerjaan. Direksi juga memiliki kuasa
untuk mengatur masalah pendelegasian wewenang/pemberian kuasa Direksi untuk mewakili Perusahaan di dalam dan di luar
pengadilan.
180
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Tugas pokok Direksi secara umum dan berdasarkan jabatannya adalah sebagai berikut:
1. Tugas pokok Direksi:
a. Menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan dan sesuai
dengan maksud dan tujuan Perusahaan.
b. Mewakili Perusahaan baik di dalam maupun di luar Pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian dengan pembatasanpembatasan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau keputusan RUPS.
c. Menguasai, memelihara, dan mengurus kekayaan Perusahaan.
2. Tugas pokok kolegial Direksi:
a. Menetapkan visi, misi, dan strategi Perusahaan.
b. Menetapkan kebijakan Perusahaan yang berlaku secara Korporat.
c. Menetapkan usulan dan perubahan Rencana Jangka Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan
sesuai ketentuan yang berlaku.
d. Menetapkan sasaran kinerja serta evaluasi kinerja Perseroan termasuk kebijakan dividen melalui mekanisme organisasi
Perseroan sesuai ketentuan yang berlaku.
e. Mengupayakan tercapainya sasaran kinerja yang digunakan sebagai dasar penilaian tingkat kesehatan Perseroan sesuai
dengan kesepakatan kinerja yang telah ditetapkan dalam “RUPS Persetujuan RKAP”.
f. Menetapkan persetujuan proyek investasi non rutin yang melebihi kewenangan Direktur dan memantau pelaksanaannya.
g. Menetapkan struktur organisasi dan penetapan pejabat Perusahaan sampai jenjang tertentu yang diatur melalui ketetapan
Direksi.
Sebagaimana diatur dalam pasal 92 ayat 5 UUPT Nomor 40 tahun 1997, bahwa pembagian tugas dan wewenang pengurusan
di antar anggota Direksi ditetapkan berdasarkan RUPS. Anggota Direksi memiliki tugas dan tanggung jawab khusus yang telah
ditetapkan dalam Rapat Direksi, yaitu:
Ignatius Susatyo Wijoyo sebagai Direktur Utama
1. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan keputusan RUPS
Perseroan dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Mengarahkan proses perubahan dan perbaikan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan bisnis dengan
mendorong bisnis unit membuat produk dengan lebih dinamis dan kompetitif.
3. Mengkoordinasikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan Business Unit dan Supporting Unit agar
berjalan lancar, efektif dan efisien.
4. Mengarahkan dan mensupervisi divisi-divisi yang berada dibawahnya.
5. Meningkatkan citra Perseroan dengan membina hubungan baik dengan semua stakeholder.
6. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuan.
7. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial Perseroan serta mendorong penerapan prinsip-prinsip tata
kelola perusahaan yang baik dalam Perseroan.
8. Bertanggung jawab secara pribadi apabila bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha
Perseroan.
9. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan dan berhak mengangkat seorang atau
lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan memberikan kepadanya atau kepada mereka kekuasaan untuk perbuatan tertentu
sebagaimana diatur dalam Surat Kuasa.
10.Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dari Direksi lainnya.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
181
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Ade Cahyo Nugroho sebagai Direktur Keuangan
1. Memimpin dan mengarahkan strategi keuangan, tujuan dan target finansial jangka panjang, jangka menengah dan jangka
pendek Perseroan secara komprehensif.
2. Memimpin dan mengarahkan aktifitas pembukuan dan pelaporan agar memiliki sistem keuangan dengan pengawasan,
kebijaksanaan dan prosedur yang tepat untuk dapat menghasilkan informasi keuangan yang tepat waktu, lengkap,konsisten,
handal dan terukur.
3. Mengarahkan dan mensupervisi divisi-divisi yang berada dibawahnya
4. Membantu Direktur Utama dalam mengarahkan proses-proses perubahan dan perbaikan yang diperlukan untuk memenuhi
tantangan persaingan bisnis dengan mendorong bisnis unit membuat produk dengan lebih dinamis dan kompetitif.
5. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuan.
6. Bertanggung jawab secara pribadi apabila bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha
Perseroan.
7. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan dalam hal Direktur Utama tidak hadir
atau berhalangan karena sebab apapun, hal mana tidak perlu dibuktikan oleh pihak ketiga.
Harjanto Tjitohardjojo, sebagai Direktur Sales dan Marketing
1. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan seluruh bisnis unit dalam mengembangkan dan memasarkan produkproduk pembiayaan dan aliansi dengan Group Bank Mandiri serta Tunas Ridean sehingga lebih kompetitif, efektif dan profitable
2. Mengarahkan dan mensupervisi regional-regional dan divisi-divisi yang berada dibawahnya.
3. Mengkoordinasikan pelaksanaan brand awareness dan marketing strategy.
4. Memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan kegiatan bisnis dan pemasaran untuk jangka
panjang, jangka menengah dan jangka pendek.
5. Membantu Direktur Utama dalam mengarahkan proses-proses perubahan dan perbaikan yang diperlukan untuk memenuhi
tantangan persaingan bisnis dengan mendorong bisnis unit membuat produk supaya lebih dinamis dan kompetitif.
6. Bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan Perseroan dalam mencapai maksud dan tujuan.
7. Bertanggung jawab secara pribadi apabila bersalah atau lalai dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha
Perseroan.
8. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan dalam hal Direktur Utama tidak hadir
atau berhalangan karena sebab apapun, hal mana tidak perlu dibuktikan oleh pihak ketiga.
Untuk menjalankan tugas tersebut, Direksi bertanggung jawab untuk:
1. Memenuhi Ukuran Kinerja Terpilih yang jelas, lengkap, dan berimbang, baik dari aspek keuangan maupun non keuangan
untuk menentukan pencapaian misi dan tujuan Perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Mewujudkan pelaksanaan RJPP dan RKAP, termasuk pencapaian target keuangan dan non keuangan.
3. Melaksanakan manajemen risiko.
4. Membangun dan memanfaatkan teknologi informasi.
5. Menindaklanjuti temuan-temuan audit satuan SPI dan Auditor Eksternal serta melaporkannya kepada Dewan Komisaris.
6. Melaporkan informasi-informasi yang relevan kepada Dewan Komisaris, antara lain mengenai suksesi/mutasi/promosi manajer
kunci (senior), program pengembangan SDM, pertanggungjawaban manajemen resiko, dan kinerja pemanfaatan teknologi
informasi.
7. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan membuat risalah RUPS.
8. Memperhatikan kepentingan stakeholders sesuai dengan nilai-nilai etika dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
182
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kewajiban yang harus dilaksanakan Direksi Perseroan yaitu:
1. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang merupakan rencana strategis yang memuat sasaran dan tujuan
Perusahaan yang hendak dicapai dalam jangka waktu 5 (lima) tahun, menandatanganinya bersama dengan Komisaris, dan
menyampaikannya kepada RUPS untuk mendapat pengesahan.
2. Menyiapkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), dan menyampaikannya kepada Komisaris untuk ditelaah dan
kepada RUPS untuk memperoleh pengesahan.
3. Menyusun dan mengimplementasikan sistem akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan termasuk pembukuan
dan administrasi yang didasarkan atas pengendalian internal yang handal.
4. Memberikan pertanggungjawaban dan segala keterangan tentang keadaan dan jalannya Perusahaan dalam bentuk laporan
lainnya jika diminta oleh RUPS.
5. Menetapkan secara jelas tugas, tanggung jawab, dan wewenang manajemen pada setiap tingkatan/level.
6. Menyusun dan menyampaikan Laporan Tahunan yang telah ditandatangani bersama Komisaris kepada RUPS untuk memperoleh
pengesahan.
7. Mencantumkan kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada perusahaan lain dalam Laporan Tahunan.
Komposisi Direksi
Para anggota Direksi diangkat dan diberhentikan melalui keputusan RUPS. Masa jabatan masing-masing anggota Direksi berakhir
pada penutupan RUPS Tahunan yang kelima sejak tanggal pengangkatan, tanpa mengurangi hak dari RUPS untuk memberhentikan
para anggota Direksi sebelum masa jabatannya berakhir.
Nama
Jabatan
Tanggal Pengangkatan
Akhir Masa Jabatan
6 Februari 2012
RUPS Tahunan Tahun 2017
Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur Utama
Ade Cahyo Nugroho
Direktur
13 April 2015
RUPS Tahunan Tahun 2018
Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
13 April 2015
RUPS Tahunan Tahun 2018
Seluruh Direksi Perseroan saat ini menetap di Indonesia dan tidak merangkap jabatan sebagai Direksi pada perusahan pembiayaan
lain ataupun merangkap sebagai anggota Dewan Komisaris pada perusahaan pembiayaan lainnya sesuai Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 30/POJK.05/2014 tanggal 19 November 2014 tentang Tata Kelola Perusahaan yang baik bagi Perusahaan
Pembiayaan.
Rapat Direksi
Rapat Direksi dilakukan oleh seorang atau lebih anggota Direksi dengan berdasarkan atas permintaan tertulis dari seorang atau
lebih anggota Direksi atau permintaan tertulis dari pemegang saham yang bersama-sama mewakili sepersepuluh atau lebih dari
jumlah seluruh saham dengan hak suara.
Panggilan Rapat Direksi disampaikan dengan surat tercatat atau dengan surat yang disampaikan langsung kepada setiap anggota
Direksi dengan mendapat tanda terima paling lambat tiga hari sebelum rapat diadakan, dengan tidak memperhitungkan
tanggal panggilan dan tanggal rapat. Panggilan rapat harus mencantumkan acara, tanggal, waktu, dan tempat rapat.
Rapat Direksi dipimpin oleh Direktur Utama namun apabila berhalangan untuk hadir dan tidak perlu dibuktikan kepada pihak
ketiga atas ketidakhadirannya, maka Rapat Direksi dapat dipimpin oleh seorang anggota Direksi yang dipilih oleh dan dari anggota
Direksi yang hadir. Seorang anggota Direksi dapat diwakili dalam Rapat Direksi hanya oleh anggota Direksi lainnya berdasarkan
Surat Kuasa.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
183
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila lebih dari setengah jumlah anggota Direksi hadir
atau diwakili dalam Rapat. Keputusan Rapat Direksi diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai, maka
keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju paling sedikit lebih dari setengah dari jumlah suara yang
dikeluarkan dalam Rapat. Apabila suara yang setuju dan yang tidak setuju berimbang, Ketua Rapat Direksi yang akan menentukan.
Setiap anggota Direksi yang hadir berhak mengeluarkan satu suara dan tambahan satu suara untuk setiap anggota Direksi lain
yang diwakilinya. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda tangan, sedangkan
pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan, kecuali Ketua Rapat menentukan lain tanpa ada rasa keberatan
dari yang hadir. Suara blanko dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan secara sah dan dianggap tidak ada serta tidak
dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan.
Direksi dapat mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat Direksi, dengan ketentuan sudah adanya pemberitahuan
secara tertulis pada semua anggota Direksi dan semua anggota Direksi memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan
dengan menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan cara demikian mempunyai kekuatan yang sama
dengan keputusan yang diambil dengan sah dalam Rapat Direksi.
Frekuensi dan Tingkat Kehadiran Rapat Direksi
Nama
Ignatius Susatyo Wijoyo
Jabatan
Jumlah Rapat
Kehadiran
Frekuensi
Kehadiran
Direktur Utama
20
20
100%
Ade Cahyo Nugroho*
Direktur
20
13
65%
Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
20
20
100%
*Baru diangkat sebagai Direktur Perseroan per tanggal 13 April 2015
Hasil Rapat
Rapat yang sudah dilakukan tersebut menghasilkan berbagai keputusan dan kebijakan yang telah dibahas dan diputuskan bersama
dalam Rapat Direksi, antara lain:
1. Evaluasi kinerja operasional dan keuangan setiap bulan.
2. Pengembangan paket-paket produk pembiayaan.
3. Optimalisasi strategi pemasaran terutama untuk mengoptimalkan captive market yang tersedia.
4. Penyempurnaan kebijakan dan proses kredit.
5. Pengembangan sumber daya manusia dengan melaksanakan program penilaian karyawan secara berkala dan pelaksanaan
program Managers Development Program (MDP) dan Management Trainee untuk meningkatkan potensi dan kompetensi
karyawan Perseroan.
6. Pembahasan hasil temuan-temuan Divisi Internal Audit dan Perkara Hukum yang signifikan.
7. Penyempurnaan kebijakan dan prosedur pengelolaan manajemen risiko.
8. Penyesuaian struktur organisasi sesuai perkembangan bisnis Perseroan.
9. Rencana pembelian aset gedung kantor cabang baru.
184
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Frekuensi dan Tingkat Kehadiran Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris
Nama
Jabatan
Anton Setiawan
Jumlah Rapat
Kehadiran
Frekuensi
Kehadiran
12
12
100%
Komisaris Utama
Sarastri Baskoro
Komisaris
12
12
100%
Hanifah Purnama
Komisaris Independen
12
11
92%
Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur Utama
12
11
92%
Ade Cahyo Nugroho*
Direktur
12
7
58%
Harjanto Tjitohardjojo
Direktur
12
11
92%
*Baru diangkat sebagai Direktur Perseroan per tanggal 13 April 2015
Program Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Direksi
Kinerja dan pengalaman Perseroan akan terus dikembangkan melalui peningkatan kompetensi dan pelatihan Direksi yang
berkesinambungan agar kegiatan usaha Perseroan dapat meraih pencapaian-pencapaian yang dapat memuaskan seluruh
pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun 2015, Perseroan mengeluarkan biaya sebesar Rp49.394.800 dan € 7.100.00 untuk program pelatihan dan
pengembangan kompetensi Direksi, dengan rincian sebagai berikut:
Nama
Ignatius Susatyo Wijoyo
Harjanto Tjitohardjojo
Ade Cahyo Nugroho
Dengan Hati
Melayani Negeri
Jabatan
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Jenis Pelatihan
Penyelenggara
Biaya
English Learning
Program-Wall
Street
Wall Street English
INSEAD Blue Ocean
Strategy
INSEAD
Training Business
Model Canvas
PPM Manajemen
Rp2.000.000
Seminar Ekonomi
Nasional 2015
Win International
Rp2.000.000
Training Business
Model Canvas
PPM Manajemen
Rp2.000.000
Sertifikasi Ahli
Pembiayaan
PT Sertififikasi Perusahaan
Pembiayaan Indonesia
Rp6.500.000
Training Business
Model Canvas
PPM Manajemen
Rp2.000.000
Seminar Ekonomi
Nasional 2015
Win International
Rp2.000.000
Sertifikasi Ahli
Pembiayaan
PT Sertififikasi Perusahaan
Pembiayaan Indonesia
Rp6.500.000
Rp26.394.800
€ 7.100.00
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
185
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
ASSESSMENT TERHADAP DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4/POJK.5/2013 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Pihak
Utama pada Perusahaan Perasuransian, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan, dan Perusahaan Penjaminan, telah ditentukan di
dalam Pasal 21 bahwa tentang Syarat Keberlanjutan bahwa anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan yang
lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan wajib memenuhi syarat keberlanjutan paling sedikit 1 (satu) kali dalam jangka
waktu 1 (satu) tahun.
Penilaian kinerja masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi dilaksanakan sekali setiap tahun.
Kriteria yang digunakan dalam Assessment
Penilaian kinerja untuk Dewan Komisaris menggunakan indicator performance appraisal yang secara garis besar adalah sebagai
berikut:
1. Kontribusi dan dukungan Dewan Komisaris dalam mengimplementasikan visi dan misi Perseroan dalam program kerja di tahun
berjalan, dengan tetap berpegang kepada nilai-nilai Perseroan.
2. Memonitoring untuk terciptanya Good Corporate Governance.
Penilaian kinerja tahunan anggota Dewan Komisaris dilaksanakan oleh Pemegang Saham Pengendali.
Prosedur dan Pihak yang melakukan Assessment
Penilaian kinerja anggota Direksi dilakukan dengan cara melaksanakan self assessment dan di-review oleh Presiden Komisaris/
Dewan Komisaris. Secara garis besar hal-hal yang menjadi dasar penilaian terhadap anggota Direksi adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pelaksanaan Direksi dalam mengimplementasikan visi dan misi Perseroan dalam program kerja di tahun berjalan,
dengan tetap berpegang kepada nilai-nilai Perseroan.
2. Pelaksanaan implementasi Good Corporate Governance.
Penilaian kinerja Direksi selama tahun 2015 dilakukan berdasarkan metode balance scorecard dengan menggunakan parameter
sebagai berikut:
1. Pencapaian kinerja sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yaitu meliputi pencapaian target angka-angka
keuangan seperti volume pembiayaan, profitabilitas, pembiayaan joint financing, cost efficiency ratio, cost of credit dan piutang
pembiayaan bermasalah.
2. Penyempurnaan dan pengembangan proses bisnis pembiayaan, meliputi antara lain proses kredit, proses operasional, proses
pemasaran, dan proses collection.
3. Perluasan jaringan usaha dan peningkatan kerjasama aliansi.
4. strategis dengan Group serta pengembangan kerjasama dengan dealer dan showroom.
5. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan corporate branding.
URAIAN KEBIJAKAN REMUNERASI DIREKSI
Remunerasi anggota Direksi ditetapkan berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang berdasarkan atas ketentuan
Pasal 96 ayat 1 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Remunerasi diputuskan sesuai dengan
pertimbangan dari Komite Nominasi dan Remunerasi serta lingkup pekerjaan, pencapaian kinerja secara keseluruhan, kondisi
Perseroan, pencapaian Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan pada awal tahun serta tanggung jawab masing-masing
Direksi.
186
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Prosedur Penetapan Remunerasi
Adapun prosedur penetapan bagi Direksi adalah sebagai berikut:
• Komite Nominasi dan Remunerasi mengusulkan Remunerasi Direksi kepada Dewan Komisaris.
• Dewan Komisaris mengusulkan remunerasi Direksi kepada RUPS.
• RUPS menetapkan remunerasi bagi Direksi
Struktur Remunerasi Direksi
Jumlah Remunerasi (dalam jutaan Rupiah)
Jenis Remunerasi
Honorarium
2015
2014
2013
3.610
3.378
3.293
Tantiem
2.974
2.609
1.210
Tunjangan lain
4.279
4.024
2.595
Jumlah
10.863
10.001
7.098
Remunerasi Direksi dalam tahun 2015 telah ditetapkan dalam RUPS Tahunan yang diadakan pada tanggal 13 April 2015 dengan
mempertimbangkan hasil rapat Dewan Komisaris. Selama tahun 2015, Direksi Perseroan menerima remunerasi sebesar Rp10.863
miliar.
Perseroan menilai bahwa kebijakan remunerasi terhadap Direksi telah sejalan dengan pencapaian kinerja yang diberikan di tahun
2015.
Indikator Penetapan Remunerasi
Keputusan remunerasi didasarkan pada pertimbangan lingkup pekerjaan, pencapaian Key Performance Indicator (KPI) yang
ditetapkan pada awal tahun serta tanggung jawab masing- masing Direksi. Dalam penerapannya, Dewan Komisaris menentukan
dasar penetapan remunerasi bagi Direksi yang berbasiskan pada metode balance scorecard dengan menggunakan parameter
yang telah ditentukan.
Penilaian kinerja Direksi selama tahun 2015 dilakukan berdasarkan metode balance scorecard dengan menggunakan parameter
sebagai berikut:
1. Pencapaian kinerja sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yaitu meliputi pencapaian target angka- angka
keuangan seperti volume pembiayaan, profitabilitas, pembiayaan joint financing, cost efficiency ratio, cost of credit dan piutang
pembiayaan bermasalah.
2. Penyempurnaan dan pengembangan proses bisnis pembiayaan, meliputi antara lain proses kredit, proses operasional, proses
pemasaran, dan proses collection.
3. Perluasan jaringan usaha dan peningkatan kerjasama aliansi.
4. strategis dengan Group serta pengembangan kerjasama dengan dealer dan showroom.
5. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan corporate branding.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
187
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
INFORMASI PEMEGANG SAHAM UTAMA DAN PENGENDALI
Public
Public
17%
44%
Ny. Suliawati
Tjokro
Jardine Strategic
Holdings Ltd
56%
84%
84%
83%
Jardine Matheson
Holdings Limited
Bermuda
Anton
Setiawan
Christian Milko
Setiawan
Public
8%
8%
27%
Negara Republik
Indonesia
Public
PT Tunas
Andalan Pratama
Jardine Cycle &
Carriage, Ltd
Public
60%
40%
43,8%
43,8%
12,4%
PT Tunas Ridean Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
51%
49%
PT Mandiri Tunas Finance
HUBUNGAN AFILIASI
Nama
188
Memiliki hubungan afiliasi dengan
Dewan Komisaris
Direksi
Pengendali Utama
Anton Setiawan
X
X
Sarastri Baskoro
X
X
Hanifah Purnama
X
X
Ignatius Susatyo Wijoyo
X
X
Harjanto Tjitohardjojo
X
X
Ade Cahyo Nugroho
X
X
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
KOMITE AUDIT
Di tahun 2015, susunan keanggotaan Komite Audit Perseroan tidak mengalami perubahan.
Nama
Jabatan
Bidang Audit
Hanifah Purnama
Ketua Komite Audit
Keuangan dan Perbankan
Rodion Wikanto Njotowidjojo
Anggota
Keuangan dan Perbankan
Sunardi Edirianto
Anggota
Internal Kontrol dan Perbankan
Susunan, komposisi, keahlian, integritas dan kriteria independensi dari Komite Audit tersebut telah sesuai dengan ketentuan Bank
Indonesia dan peraturan Bapepam dan Lembaga Keuangan yang berlaku. Adapun profil yang mencakup riwayat jabatan dan
pengalaman kerja Komite Audit adalah sebagai berikut:
Kiri-Kanan:
Hanifah Purnama
Sunardi Edirianto
Rodion Wikanto Njotowidjojo
Profil Komite Audit
Hanifah Purnama
Ketua Komite Audit
Profil telah disajikan dalam profil Dewan Komisaris.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
189
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Rodion Wikanto Njotowidjojo
Anggota Komite Audit
Memiliki latar belakang pendidikan teknik mesin dari Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI), Solo pada tahun 1984 dan memperoleh
gelar Master of Business Administration dari IPWI Jakarta pada tahun 1992.
Menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2009 hingga saat ini. Saat ini beliau juga menjabat sebagai
anggota Komite Audit di berbagai perusahaan, yaitu PT Indo Kordsa Tbk sejak tahun 2007, PT Sierad Produce Tbk sejak tahun
2009, PT Multi Bintang Indonesia Tbk sejak tahun 2014.
Pernah menjabat sebagai Manufacturing Director pada PT United Can Company (2003 - 2006). Di ADR Group of Companies
(1992 – 2003), beliau pernah menjabat beberapa posisi penting, diantaranya sebagai President Director pada PT Bank Eksekutif
Internasional (1993 – 1998) dan President Director PT Adrindo Executive Finance (1998 – 1999), sebagai Vice President pada PT
Selamat Sempurna Tbk (1998 – 2001), sebagai Operation Director pada PT Prapat Tunggal Cipta (1998 - 2002), dan sebagai
Independent Commissioner & Head of Audit Committee pada PT Andhi Chandra Automotive Product Tbk (2001 – 2003). Sebagai
Bussiness Development Manager pada PT Inti Putramodern (1988-1992), sebagai Assistant Production Director pada PT Matahari
Alka (1987 - 1988). Memulai karirnya di PT Cakung Utama Indonesia sebagai Assistant Factory Manager (1984 - 1987).
190
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Sunardi Edirianto
Anggota Komite Audit
Warga Negara Indonesia, 62 tahun, dilahirkan di Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 4 Desember 1953.
Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana jurusan Manajemen Keuangan pada tahun 1984 dan
menyandang gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Diponegoro pada tahun 2008.
Bergabung dengan Perseroan sebagai anggota Komite Audit sejak tahun 2009 hingga saat ini. Beliau pernah menjabat sebagai
Regional Internal Control Manager - Assistant Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kanwil VII Semarang (2006- 2009),
Pjs. Deputy Regional Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kanwil VII Semarang (2007-2008), Senior Team Leader Audit Credit
Department Internal Audit Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2005-2006), Senior Team Leader Audit Retail, Risk Management,
Finance & Support Department Internal Audit Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (2000-2004) Senior Relationship Manager
Bank Bumi Daya Cabang Jakarta Duta Merlin (1998-2000), Internal Control Bank Bumi Daya Cabang Jakarta Duta Merlin (19971998), Relationship Manager Bank Bumi Daya Cabang Kudus (1992-1997), Kepala Bagian Kas - Dana Jasa Rupiah & Valas Bank
Bumi Daya Cabang Mataram Lombok - NTB (1986-1992). Memulai karirnya di Bank Bumi Daya Kantor Pusat Urusan Kontrol Kredit
sebagai Auditor (1976-1985).
Dasar Hukum Penunjukan Dan Masa Jabatan Anggota Komite Audit
Anggota Komite Audit Perseroan memiliki masa jabatan mulai tanggal 12 Maret 2012 hingga masa jabatan Dewan Komisaris
berakhir pada 2017, dengan tidak mengurangi hak Dewan Komisaris untuk sewaktu-waktu mengganti anggota Komite Audit.
Komite Audit saat ini diangkat pertama kali berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Mandiri Tunas Finance Nomor: Kep.
Kom/002/2009 tanggal 15 Oktober 2009, kemudian seluruhnya diangkat kembali berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
PT Mandiri Tunas Finance Nomor: KEP.KOM/001/2012 tanggal 12 Maret 2012.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
191
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Independensi Anggota Komite Audit
Anggota Komite Audit adalah profesional yang bukan karyawan perusahaan dan mempunyai latar belakang pendidikan dan
berpengalaman dalam bidang akuntansi serta memiliki pengetahuan tentang hukum atau yang berkaitan dengan operasional
atau budaya Perseroan.
Komite Audit juga tidak terkait dengan Direksi, Dewan Komisaris, maupun pemegang saham. Komite Audit berasal dari luar
perusahaan yang tidak memiliki kepentingan/latar kaitan pribadi yang dapat menimbulkan dampak negatif dan benturan
kepentingan (Conflict of Interest) dengan Perseroan. Komite Audit dalam melaksanakan tugasnya tunduk pada ketentuan/hukum
dan perundang-undangan yang berlaku di Perseroan.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit
1. Melakukan evaluasi atas laporan keuangan Perseroan berdasarkan peraturan dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.
2. Memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan
Komisaris serta mengidentifikasikan hal-hal yang perlu mendapat perhatian dari Dewan Komisaris.
3. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang mungkin dihadapi oleh Perseroan dan pelaksanaan manajemen
risiko oleh Direksi.
4. Menelaah atas lingkup dan kesesuaian audit eksternal, honorarium audit eksternal serta independensi dan objektifitas audit
eksternal.
5. Melakukan penelaahan atas implementasi dan efektifitas pengendalian internal Perseroan.
6. Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap Peraturan Pasar Modal dan peraturan lainnya yang terkait dengan kegiatan
usaha Perseroan.
7. Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris, seperti melakukan kunjungan ke kantor-kantor cabang
Perseroan.
Dalam menjalankan tugasnya, Komite Audit berpedoman kepada Peraturan Bapepam No. IX.I.5 Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam dan LK No. Kep. 643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite
Audit serta Piagam Komite Audit Perseroan tanggal 25 September 2013.
Laporan Singkat Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit
Komite Audit menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan Piagam Komite Audit (Audit Committee Charter) yang telah
disetujui oleh Dewan Komisaris pada tanggal 25 September 2013. Piagam Komite Audit telah disusun berdasarkan ketentuan
Badan Pengawas Pasar Modal. Berdasarkan Piagam Komite Audit, Komite Audit dibentuk oleh Dewan Komisaris dengan tujuan
untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan peran pengawasan terhadap Perseroan. Oleh karenanya, Komite Audit
bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.
Komite Adit sepanjang tahun 2015 telah mengadakan 11 (sebelas) kali pertemuan gabungan bersama Dewan Komisaris, Direksi,
Divisi Internal Audit dan 3 (tiga) kali pertemuan dengan Retail Audit Goup Bank Mandiri, dan 2 (dua) kali pertemuan dengan
Eksternal Auditor, serta melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1. Mendiskusikan hasil pemeriksaan laporan keuangan tahunan serta kualitas laporan keuangan tahunan secara keseluruhan
dengan Eksternal Auditor.
2. Menelaah laporan keuangan triwulanan sebelum dipublikasikan.
3. Melakukan evaluasi bersama manajemen terhadap efektivitas pengendalian internal.
192
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
4. Secara berkala setiap satu bulan sekali, membahas temuan-temuan Internal Audit bersama Divisi Internal Audit, Direksi dan
Dewan Komisaris. Pada tahun 2015 dari hasil General Audit Internal Audit sebanyak 51 Cabang dengan nilai rata-rata rating
audit sebesar 70,82 kategori Fair dalam skala tinggi.
5. Melakukan exit meeting, bersama Divisi Internal Audit ke beberapa Cabang Mandiri Tunas Finance.
6. Menyampaikan Laporan Penelaahan Komite Audit, secara periodik per triwulan kepada Dewan Komisaris Perseroan.
Dari hasil pertemuan-pertemuan tersebut, maka Komite Audit selama menjalankan fungsi pengawasannya di tahun 2015
berpandangan sebagai berikut :
1. Manajemen telah mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Internal dan Eksternal Auditor telah bekerja secara independen dan obyektif dalam melaksanakan tugas auditnya.
3. Tidak terdapat kesalahan yang material terhadap penyajian laporan keuangan Perusahaan.
4. Manajemen di mohonkan pada tahun 2016 tetap prudent dalam ekspansi pembiayaan konsumen, sehingga dapat meminimalisir
peningkatan jumlah debitur none performing loan dan penghapusan debitur ragu-ragu, serta meminimalisir peningkatan
jumlah biaya penagihan.
5. Hasil evaluasi audit internal pada tahun 2015, secara umum menunjukkan bahwa kualitas internal control pada unit kerja
pengelola risiko terbesar di perusahaan (dalam hal ini jaringan kantor Cabang yang mengelola lebih kurang 90% portofolio
pembiayaan) dibanding dengan hasil audit tahun 2014 adalah relative stabil, dimana rata-rata audit rating mengalami adanya
peningkatan dari 70.64 (Fair) di tahun 214 menjadi 70,82 (Fair) di tahun 2015 dalam kategori Fair skala tinggi, dengan
catatan manajemen di tahun 2016 agar dapat menjaga stabilitas kualitas internal control yang tercermin dari konsistensi ratarata rating audit tahun 2014 dan 2015 dengan adanya peningkatan perbaikan prosedur atau sistim, peningkatan kedisiplinan
pelaksanaan prosedur dan optimalisasi kontrolnya, serta peningkatan peran dari unit Supervisi di level Area dan Kepala Wilayah
sebagai 2nd lines of defense, sehingga dapat menuntaskan beberapa temuan yang bersifat mandatory comply.
6. Manajemen telah melakukan perbaikan atas hasil audit tahun 2015, dengan melaksanakan pembinaan dan up dating data
sanksi SDM, penerbitan dan me-review peraturan Perusahaan, serta terus melakukan penyempurnaan terhadap prosedur dan
sistim yang masih dianggap lemah.
Demikian Laporan Komite Audit ini dibuat, dan ditandatangani oleh seluruh Anggota Komite Audit.
Jakarta, 25 Januari 2016
HANIFAH PURNAMA
RODION WIKANTO NJOTOWIDJOJO SUNARDI EDIRIANTO
KetuaAnggotaAnggota
Frekuensi Pertemuan Dan Tingkat Kehadiran Komite Audit
Komite Audit mengadakan pertemuan berkala untuk mengevaluasi dan menelaah secara transparan berbagai aktivitas kegiatan
Perseroan dan kinerja laporan keuangan berkala Perseroan untuk selanjutnya melaporkannya kepada Dewan Komisaris Perseroan
secara obyektif dan independen.
Selama 2015, Komite Audit melaksanakan 11 kali Rapat dengan Dewan Komisaris dan Direksi serta 2 kali rapat dengan Eksternal
Auditor. Adapun tingkat kehadiran masing-masing anggota dalam rapat-rapat Komite Audit adalah sebagai berikut:
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
193
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Rapat Gabungan Komite Audit dengan Dewan Komisaris dan Direksi
Nama
Jabatan
Jumlah Rapat
Kehadiran
%
Anton Setiawan
Dewan Komisaris
11
10
91%
Sarastri Baskoro
Dewan Komisaris
11
10
91%
Hanifah Purnama
Ketua Komite Audit
11
11
100%
Ignatius Susatyo Wijoyo
Direksi
11
9
82%
Ade Cahyo Nugroho*
Direksi
11
7
64%
Harjanto Tjitohardjojo
Direksi
11
9
82%
Rodion Wikanto Njotowidjojo
Anggota Komite Audit
11
9
82%
Sunardi Edirianto
Anggota Komite Audit
11
11
100%
*Baru diangkat sebagai Direktur Perseroan per tanggal 13 April 2015
Remunerasi Komite Audit
dalam juta Rupiah
Jenis Remunerasi
2015
2014
180
144
-
-
Tunjangan Lainnya
7,5
5,1
Jumlah
188
149
Honorarium
Bonus
Remunerasi Komite Audit tidak termasuk anggota Komite Audit yang merangkap sebagai Dewan Komisaris.
Pelatihan Komite Audit
Nama
Jabatan
Rodion
Anggota
Wikanto
Komite
Njotowidjojo Audit
Anggota
Komite
Audit
Sunardi
Edirianto
Jenis Pelatihan
Diskusi panel “Peran Komite Manajemen Risiko
Terintegrasi dalam Mencapai Efektivitas Implementasi
Risiko Terintegrasi”
Diskusi Panel “Update PSAK yang Perlu Dipahami Dewan
Komisaris, Komite Audit, Direksi dan Manajemen”
Penyelenggara
Ikatan Komite
Audit Indonesia
Biaya
Rp1.000.000
Rp1.000.000
Diskusi Panel “Update PSAK yang Perlu Dipahami Dewan
Komisaris, Komite Audit, Direksi dan Manajemen”
Ikatan Komite
Audit Indonesia
Rp1.000.000
Diskusi Panel Pemberdayaan Peran Komite Audit Emiten
atau Perusahaan Publik dalam Melakukan Review
Laporang Keuangan
Ikatan Komite
Audit Indonesia
Rp1.000.000
Rencana Pelaksanaan Rapat Komite Audit Tahun 2016
Hari / Tanggal
194
Jam
Tempat
Senin, 25 Januari
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 24 Februari
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 23 Maret
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 27 April
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 25 Mei
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Hari / Tanggal
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Jam
Tempat
Rabu, 27 Juli
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 24 Agustus
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 21 September
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 26 Oktober
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 16 November
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
Rabu, 7 Desember
14.00 WIB
Kantor Pusat MTF
KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI
Dasar Pembentukan Komite Nominasi Dan Remunerasi
Komitmen Perseroan untuk mengimplementasikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) menjadi
elemen penting untuk mendukung Perseroan menjadi lembaga pembiayaan terbesar, terbaik dan terpercaya di Indonesia.
Salah satu organ pelaksana tata kelola perusahaan adalah Dewan Komisaris yang memiliki kewenangan dalam pengawasan secara
umum dan/atau khusus terhadap jalannya kegiatan usaha Perseroan dan memberi nasihat/masukan/rekomendasi kepada Direksi.
Dengan mengacu pada regulasi atau ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dan sebagai
salah satu pengawasan Dewan Komisaris yaitu menjalankan fungsi nominasi dan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris,
Direksi, Anggota Komite penunjang Dewan Komisaris, serta kerangka Nominasi dan Remunerasi pejabat Perseroan dan karyawan
secara keseluruhan maka dibentuk Komite Nominasi dan Remunerasi.
Diharapkan dengan adanya Komite Nominasi dan Remunerasi ini, proses Nominasi dan Remunerasi pengurus Perseroan dan organ
pelaksana Perseroan lainnya dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan perkembangan usaha Perseroan dan
pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan stakeholders lainnya terhadap pengelolaan Perseroan.
Persyaratan
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi wajib memenuhi persyaratan kemampuan dan pengalaman serta persyaratan
independensi, yaitu:
1. Memiliki integritas, obyektifitas dan etika yang tinggi;
2. Mempunyai pengetahuan yang memadai termasuk ketentuan dan peraturan serta perundangan yang berlaku;
3. Paling sedikit salah satu dari anggota komite harus memiliki latar belakang pendidikan dan atau pengalaman kerja dibidang
nominasi, remunerasi karyawan, atau Human Resource Development;
4. Mampu bersikap independen yaitu mampu melaksanakan tugas secara professional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/
tekanan dari pihak manapun;
5. Bersedia meningkatkan kompetensi secara terus menerus melalui pendidikan dan pelatihan;
6. Bukan merupakan orang dalam Kantor Konsultan Hukum, Kantor Konsultan Sumber Daya Manusia, Kantor Konsultan Business
Development, atau pihak lain yang memberi jasa assurance, jasa non-assurance, dan/atau jasa konsultasi lain kepada Perseroan
dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir sebelum diangkat sebagai anggota komite oleh Dewan Komisaris.
Profil Anggota Komite Nominasi Dan Remunerasi
Komite diketuai oleh Komisaris Independen. Salah satu anggota Komite yaitu Angggota Komite dari pihak yang menduduki
jabatan manajerial dibawah Direksi yang membidangi sumber daya manusia ditetapkan sebagai Sekretaris Komite.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
195
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris KEP. KOM/01/2014 tanggal 26 November 2014 maka komposisi Komite
Nominasi dan Remunerasi PT Mandiri Tunas Finance adalah sebagai berikut:
Hanifah Purnama
Ketua
Profil telah diuraikan dalam Profil Dewan Komisaris
Sarastri Baskoro
Anggota
Profil telah diuraikan dalam Profil Dewan Komisaris
Nenny Lasmanawati
Anggota merangkap Sekretaris
Warga Negara Indonesia, 51 tahun, dilahirkan di Jakarta pada tanggal 19 Agustus 1964. Menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas
Psikologi, Universitas Indonesia pada tahun 1990.
Menjabat sebagai anggota merangkap Sekretaris Komite Nominasi dan Remunerasi pada bulan Desember 2014. Saat ini beliau
menjabat sebagai Kepala Divisi Human Capital Perseroan sejak tahun 2012. Sebelumnya beliau pernah bekerja di PT Asuransi
Bintang Tbk sebagai Group Head Human Resources (2009-2012). Selain itu pernah bekerja di PT Bank Danamon Tbk sebagai
Assessment Center Manager (2007-2009), PT Daya Dimensi Indonesia sebagai Assessment Center Manager (2000-2007), dan
di PT Bank Bali sebagai Assessment Staf. Memulai karirnya sebagai Operation Manager di PT Trinindo Cakrabuana (1990-1995).
196
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Pengangkatan dan Pemberhentian Komite Nominasi dan Remunerasi
Komite Nominasi dan Remunerasi, dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris dan bertanggung jawab kepada
Dewan Komisaris. Komite Nominasi dan Remunerasi bekerja secara kolektif dan melaksanakan tugasnya secara independen
terhadap manajemen Perseroan.
Sesuai dengan Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi PT Mandiri Tunas Finance yang disahkan di Jakarta pada tanggal 29
Oktober 2014, telah diatur bahwa jumlah Komite Nominasi dan Remunerasi PT Mandiri Tunas Finance paling kurang terdiri dari 3
(tiga) orang anggota dengan ketentuan satu di antara anggota Komite merupakan Komisaris Independen, anggota Komite lainnya
dapat berasal dari anggota Dewan Komisaris, pihak yang menduduki jabatan manajerial di bawah Direksi.
Pengangkatan anggota Komite Nominasi dan Remunerasi PT Mandiri Tunas Finance diputuskan melalui Surat Keputusan Dewan
Komisaris Nomor KEP.KOM/01/2014 tanggal 26 November 2014.
Anggota Komite diangkat untuk masa jabatan tertentu dan dapat diangkat kembali. Masa jabatan anggota Dewan Komisaris
yang merangkap sebagai anggota Komite sama dengan masa kerja penunjukannya sebagai anggota Dewan Komisaris yang
ditentukan oleh Anggaran Dasar Perseroan atau Rapat Umum Pemegang Saham. Masa jabatan anggota Komite yang bukan
berasal dari anggota Dewan Komisaris tidak boleh lebih lama daripada masa jabatan Dewan Komisaris. Dewan Komisaris dapat
memberhentikan sewaktu-waktu anggota Komite yang bukan anggota Dewan Komisaris, jika berdasarkan pertimbangan Ketua
Komite yang bersangkutan tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.
Jumlah Dan Komposisi Komite Nominasi dan Remunerasi
Komite diketuai oleh Komisaris Independen. Salah satu anggota Komite yaitu Angggota Komite dari pihak yang menduduki
jabatan manajerial dibawah Direksi yang membidangi sumber daya manusia ditetapkan sebagai Sekretaris Komite.
Sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris KEP.KOM/01/2014 tanggal 26 November 2014 maka Komposisi Komite Nominasi
dan Remunerasi PT Mandiri Tunas Finance adalah sebagai berikut:
Nama
Jabatan
Hanifah Purnama
Ketua
Sarastri Baskoro
Anggota
Nenny Lasmanawati
Anggota merangkap Sekretaris
Dan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris KEP.KOM/002/SK-KNR/VIII/2015 tanggal 27 Agustus 2015 tentang Perubahan
Keanggotaan Komite Nominasi dan Remunerasi PT Mandiri Tunas Finance, maka Komposisi Komite Nominasi dan Remunerasi PT
Mandiri Tunas Finance menjadi sebagai berikut:
Nama
Jabatan
Hanifah Purnama
Ketua
Sarastri Baskoro
Anggota
Nenny Lasmanawati
Anggota merangkap Sekretaris
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
197
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Piagam Charter Komite Nominasi dan Remunerasi
Dalam melaksanakan fungsi dan perannya, Komite Nominasi dan Remunerasi PT Mandiri Tunas Finance telah dilengkapi Piagam
Charter yang ditetapkan pada tanggal 29 Oktober 2014. Pedoman Kerja Komite Nominasi dan Remunerasi, mengatur beberapa
hal terkait dengan:
a. Tugas dan Tanggung Jawab Komite,
b. Kewenangan Komite,
c. Rapat Komite dan
d. Organisasi Komite.
Piagam Charter Komite Nominasi dan Remunerasi di review secara berkala untuk memastikan bahwa cakupan pedoman tersebut
selalu sejalan dengan kebutuhan, dan/atau regulasi lain yang berlaku.
Independensi Komite Nominasi dan Remunerasi
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi wajib memenuhi persyaratan kemampuan dan pengalaman serta persyaratan
independensi yang membidangi sumber daya manusia dan pihak yang berasal dari luar Perseroan yang harus memiliki pengalaman
terkait Nominasi dan Remunerasi dan tidak dapat merangkap jabatan sebagai anggota komite lainnya yang dimiliki Perseroan,
independensi Komite Nominasi dan Remunerasi juga mencakup;
1. Memiliki integritas, obyektifitas dan etika yang tinggi;
2. Mempunyai
pengetahuan yang memadai termasuk ketentuan dan peraturan serta perundangan yang berlaku;
3. Paling sedikit salah satu dari anggota komite harus memiliki latar belakang pendidikan dan atau pengalaman kerja dibidang
nominasi, remunerasi karyawan, atau Human Resource Development;
4. Mampu bersikap independen yaitu mampu melaksanakan tugas secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/
tekanan dari pihak manapun;
5. Bersedia meningkatkan kompetensi secara terus menerus melalui pendidikan dan pelatihan;
6. Bukan merupakan orang dalam Kantor Konsultan Hukum, Kantor Konsultan Sumber Daya Manusia, Kantor Konsultan Business
Development, atau pihak lain yang memberi jasa assurance, jasa non-assurance, dan/atau jasa konsultasi lain kepada Perseroan
dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir sebelum diangkat sebagai anggota komite oleh Dewan Komisaris.
Fungsi dan Wewenang Komite Nominasi dan Remunerasi
Fungsi;
1. Menyusun, melaksanakan dan menganalisa kriteria dan prosedur nominasi bagi calon Direksi dan Dewan Komisaris dan juga
prosedur pemberhentian Direksi dan Dewan Komisaris;
2. Mengidentifikasi calon Direksi dan Dewan Komisaris baik dari dalam maupun dari luar yang memenuhi syarat untuk diajukan/
diangkat menjadi Direktur atau Dewan Komisaris;
3. Menyusun kriteria penilaian kinerja Direksi;
4. Mengusulkan suatu sistem remunerasi yang sesuai bagi Direksi dan Dewan Komisaris berupa sistem penggajian, pemberian
fasilitas dan tunjangan, opsi yang diberikan serta sistem pensiun;
5. Memastikan pelaksanaan kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan dan atau regulasi OJK, Kementrian Ketenagakerjaan, dan
regulasi terkait lainnya termasuk hal-hal yang menjadi keputusan RUPS Perseroan; dan
6. Mendukung aktifitas pengembangan sumber daya manusia yang profesional.
198
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Wewenang;
1. Komite dapat mengakses catatan atau informasi tentang karyawan Perseroan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas
Komite;
2. Dalam melaksanakan wewenang sebagaimana diatur dalam poin 1 di atas, Komite bekerja sama dengan mitra kerja diantaranya
Sekretaris Dewan Komisaris, Komite Penunjang Dewan Komisaris, tim terkait di level manajemen khususnya Human Resources
Development Division, dan unit-unit kerja Perseroan terkait lainnya (jika diperlukan);
3. Komite mempunyai wewenang berkomunikasi langsung dengan karyawan, termasuk Direksi dan pihak yang terkait dengan
pelaksanaan tugas Komite;
4. Apabila diperlukan Komite dapat melibatkan tenaga ahli dan/atau konsultan/pihak independen di luar Komite atau membentuk
ad hoc team yang perlu untuk membantu pelaksanaan tugasnya atas biaya Perseroan;
5. Komite melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Nominasi dan Remunerasi
Tugas dan Tanggung Jawab yang terkait dengan Fungsi Remunerasi adalah;
1. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi Perseroan yang meliputi Gaji, Honorarium, Tunjangan Hari Raya (THR),
Benefit (medical, health, loan facility, dan lainnya), Bonus/Insentif (untuk karyawan), dan Tantiem (untuk Dewan Komisaris dan
Direksi); dan
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan remunerasi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan
Komisaris untuk disampaikan ke RUPS serta kebijaksanaan remunerasi pejabat Eksekutif dan karyawan secara keseluruhan
untuk disampaikan kepada Direksi;
3. Memastikan bahwa kebijakan remunerasi Perseroan telah sesuai dengan kinerja keuangan Perseroan dan pemenuhan
cadangan sesuai peraturan/regulasi yang berlaku, evaluasi prestasi kerja individual, kewajaran peer group didalam maupun
diluar Perseroan, dan strategi pengembangan Perseroan jangka panjang.
Tugas dan Tanggung Jawab yang terkait dengan Fungsi Nominasi adalah;
1. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan, dan kriteria yang dibutuhkan dalam nominasi
anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai nama calon anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
4. Menelaah, dan mengusulkan perencanaan suksesi (succession plan) anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris;
5. Melakukan penilaian berdasarkan tolok ukur (benchmark) yang telah disusun sebagai bahan evaluasi kinerja dan pengembangan
kemampuan Direksi dan/ atau Dewan Komisaris;
6. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota Direksi dan/atau Dewan
Komisaris;
7. Memberikan rekomendasi mengenai pihak independen yang akan menjadi anggota Komite penunjang Dewan Komisaris.
8. Merekomendasikan persetujuan perubahan struktur organisasi sampai dengan satu tingkat di bawah Direksi.
Uraian Pelaksanaan Kegiatan Komite Nominasi dan Remunerasi
1. Melakukan pembahasan Peraturan Menteri BUMN No PER-04/MBU/2014.
2. Mengajukan Nominasi Pengurus (Dewan Direksi).
3. Melakukan Pembahasan Keputusan Usulan Remunerasi Pengurus dalam RUPS.
4. Melakukan Pembahasan Anggota Komite Independen sesuai dengan POJK 2014.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
199
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
5. Melakukan Pembahasan Rencana Program Pengembangan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris.
6. Menyusun Pedoman Proses Nominasi calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
7. Menyusun Kebijakan Remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi
Sesuai dengan Pedoman Kerja Komite Nominasi dan Remunerasi, Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi diselenggarakan sesuai
dengan kebutuhan dan penugasan dari Dewan Komisaris, sekurang kurangnya sekali dalam satu tahun. Rapat hanya dapat
diselenggarakan bila dihadiri paling kurang 51% (lima puluh satu per seratus) dari jumlah anggota Komite termasuk kehadiran
seorang Komisaris Independen dan Sekretaris Komite. Rapat dipimpin oleh Ketua Komite. Jika ketua komite berhalangan hadir
maka rapat dapat diselenggarakan dengan dipimpin oleh anggota komite yang lain berdasarkan musyawarah mufakat. Sekretaris
Komite harus hadir disetiap rapat dan mencatat jalannya rapat. Apabila sekretaris komite berhalangan hadir, salah satu karyawan
tingkat manajerial yang membidangi sumber daya manusia dapat menggantikan sekretaris komite tersebut.
Keputusan rapat Komite dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. Dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat, pengambilan
keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. Hasil rapat Komite wajib dituangkan dalam risalah rapat yang ditanda tangani
oleh seluruh anggota yang hadir dan didokumentasikan secara baik oleh Sekretaris Komite. Perbedaan pendapat (dissenting
opinions) dalam pengambilan keputusan yang terjadi dalam rapat Komite wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat
beserta alasan perbedaan pendapat tersebut.
Pelaksanaan fungsi Komite dilakukan secara transparan dan akuntabel. Komite membuat laporan kepada Dewan Komisaris atas
setiap penugasan yang diberikan dan atau untuk setiap masalah yang diidentifikasi memerlukan perhatian Dewan Komisaris.
Frekuensi Pertemuan dan Tingkat Kehadiran Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi
Selama tahun 2015, Komite Nominasi dan Remunerasi telah menyelenggarakan 3 kali rapat dengan rincian sebagai berikut:
Nama
Jabatan
Jumlah Rapat
Kehadiran
%
Hanifah Purnama
Komisaris Independen
3
3
100%
Sarastri Baskoro
Komisaris
3
3
100%
Nenny Lasmanawati
Sekretaris Komite
3
3
100%
Tanggal Rapat
Hanifah Purnama
Sarastri Baskoro
Nenny Lasmanawati
12 Maret 2015
ü
ü
ü
4 Agustus 2015
ü
ü
ü
27 November 2015
ü
ü
ü
Jumlah Rapat
Kehadiran
%
Hanifah Purnama
3
3
100%
Sarastri Baskoro
3
3
100%
Nenny Lasmanawati
3
3
100%
Frekuensi Kehadiran Komite Nominasi dan Remunerasi
Nama
200
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Pelatihan Komite Nominasi dan Remunerasi Tahun 2015
Nama
Nenny Lasmanawati
Jabatan
Sekretaris Komite
Nominasi dan
Remunerasi
Jenis Pelatihan
Penyelenggara
Biaya
Seminar Jaminan Kesehatan
Karyawan
BPJS Kesehatan
Rp4.250.000
Training Business Model
Canvas
PPM Manajemen
Rp2.000.000
Training Leading &
Executing Admirable
Productivity
Augmenta
Consulting
Rp1.200.000
Kebijakan Suksesi Direksi
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 4/POJK.5/2013 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Pihak
Utama pada Perusahaan Perasuransian, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan, dan Perusahaan Penjaminan, telah ditentukan di
dalam Pasal 21 bahwa tentang Syarat Keberlanjutan bahwa anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan Pembiayaan yang
lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan wajib memenuhi syarat keberlanjutan paling sedikit 1 (satu) kali dalam jangka
waktu 1 (satu) tahun.
Berdasarkan ketentuan tersebut, pemenuhan syarat keberlanjutan harus dilakukan dengan cara mengikuti atau melakukan
kegiatan di bidang industri keuangan yaitu;
1. Mengikuti seminar, workshop, atau kegiatan lain yang sejenis;
2. Mengikuti kursus, pelatihan, atau program pendidikan sejenis;
3. Menulis makalah, artikel, atau karya tulis lain yang dipublikasikan; atau
4. Menjadi pembicara dalam kegiatan seminar atau workshop, menjadi pengajar atau menjadi instruktur dalam kegiatan kursus,
pelatihan atau program pendidikan sejenis.
KOMITE DIBAWAH DIREKSI
Komite Personalia
Pada tahun 2013, Direksi membentuk Komite Personalia yang berfungsi membantu Direksi dalam pengelolaan SDM Perseroan.
Komite ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001/SK-DIR/MTF/I/2012 tanggal 2 Januari 2012 tentang Komite Personalia.
Profil Anggota Komite Personalia
Keanggotaan Komite Personalia terdiri dari Ketua yang dijabat oleh Direktur Utama (merangkap anggota) dan anggota tetap
(voting member) yang dijabat oleh salah satu Direktur. Sedangkan posisi sekretaris merangkap anggota tetap (non voting member)
dijabat oleh Kepala Divisi Human Capital. Dan anggota tidak tetap (non voting member) dijabat oleh Kepala Divisi/Unit Kerja/
Kepala Wilayah dan karyawan Perseroan.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Personalia
1. Menyusun kebijakan Human Resources;
2. Menetapkan status karyawan: promosi, demosi, mutasi, dan lain-lain;
3. Menetapkan kebijakan Human Resources: pembuatan Buku Pedoman Perusahaan, Surat Keputusan, dan lain-lain;
4. Menetapkan reward dan penalty untuk karyawan;
5. Membentuk kode etik perusahaan, memastikan terjadinya sosialiasi kode etik serta pengambilan keputusan terhadap
penyimpangan etika kerja.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
201
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Keanggotaan dan Struktur Organisasi
• Komite Personalia terdiri dari Anggota Tetap dan Anggota Tidak Tetap.
• Anggota Tetap, adalah anggota yang wajib hadir dalam setiap rapat komite kecuali dengan ijin Ketua Komite Personalia.
• Anggota Tidak Tetap adalah peserta undangan pada rapat Komite Personalia.
Struktur organisasi Komite Personalia terdiri dari:
Ketua (Komite Member) :
- Direktur Utama (merangkap anggota komite)
Anggota Tetap (Voting Member) :
-Direktur
Sekretaris/Anggota Tetap (Non Voting Member) :
- Kepala Divisi Human Capital
Anggota Tidak Tetap (Non Voting Member) :
1. Kepala Divisi/Unit Kerja/Kepala Wilayah
2. Karyawan lainnya
Pelaksanaan Kegiatan Komite Personalia tahun 2015
Rapat Komite Personalia
Rapat Komite Personalia diadakan secara berkala, setiap 2 (dua) bulan sekali pada minggu pertama atau atas permintaan Ketua
Komite/salah satu anggota Komite Personalia jika ada sesuatu hal yang mendesak. Rapat dinyatakan korum bila dihadiri oleh
minimal 2 (dua) Anggota Tetap dan Ketua Komite. Keputusan rapat berupa kebijakan yang bersifat individual tentang status
kekaryawanan akan disampaikan oleh Sekretaris Komite Personalia kepada atasan langsung karyawan yang bersangkutan untuk
dilaksanakan. Sedangkan keputusan rapat yang berupa kebijakan yang bersifat umum akan ditindaklanjuti oleh Sekretaris Komite
Personalia.
Keputusan-keputusan Komite Personalia selama tahun 2015 meliputi :
1. Pembahasan untuk Kebijakan/Ketentuan Cash, Benefit dan Fasilitas Kekaryawanan
a. SK No. 005/SK-DIR/MTF/VII/2015 tentang Fasilitas Pemberian Tunjangan Untuk Kepemilikan Kendaraan Bermotor Roda
Empat
b. 034/SE/MTF/VI/2015SE 034 Kegiatan PT. Mandiri Tunas Finance Selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1436 H
c. 058/SE/MTF/IX/2015SE 058 Prosedur Mekanisme Pengajuan Bantuan Biaya Operasional dan Maintenance Kendaraan CAP
d. 077/SE/MTF/X/2015 SE 077 Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan di PT MTF
e. 094/SE/MTF/XI/2015SE 094 Perubahan Perusahaan Penyelenggara Asuransi Kesehatan Komersil Karyawan
2. Pembahasan tentang Performance, Penugasan, Penempatan dan Mutasi Karyawan
a. 052/SE/MTF/VIII/2015SE 052 Penilaian Karyawan PT MTF Periode Januari s/d Juni Tahun 2015
b. 098/SE/MTF/XII/2015 SE 098 Penilaian Kinerja Karyawan PT Mandiri Tunas Finance Periode Akhir Tahun 2015
202
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
3. Pembahasan tentang Struktur Organisasi dan Kegiatan Perusahaan
a. SK No. 001A/SK-DIR/MTF/II/2015 tentang Perubahan Penamaan Divisi Human Resources Development
b. 018/SE/MTF/III/2015SE 018 Standarisasi Rapat Kerja PT. Mandiri Tunas Finance
c. SK No. 002/SK-DIR/MTF/II/2015 tentang Perubahan Struktur Organisasi Kantor Pusat PT Mandiri Tunas Finance
d. 089/SE/MTF/XI/2015SE 089 Tentang Addendum SE No.064/2014 tentang kegiatan operasional kantor pusat dan kantor
cabang MTF terkait hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2015
e. 108/SE/MTF/XII/2015 SE 108 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2016
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Dalam menjalankan fungsi komunikasi kepada pihak eksternal dan internal, Direksi Perseroan dibantu oleh Sekretaris Perusahaan
atau Corporate Secretary. Keberadaan Corporate Secretary pada awalnya diatur dalam Peraturan Bapepam No. IX.I.4 Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam No. Kep.63/ PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Pembentukan Sekretaris Perusahaan. Perseroan
sebagai salah satu Emiten Surat Utang yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berdasarkan Peraturan Bapepam No. IX.I.4 tersebut
diwajibkan memiliki fungsi Corporate Secretary yang selain menjalankan fungsi komunikasi juga diharapkan dapat membantu
Direksi dalam menjalankan good corporate governance dan pelayanan (government relation) kepada pihak yang berkepentingan
(stakeholders) yang bertujuan untuk menciptakan keterbukaan dan memelihara goodwill Perseroan di mata regulator sesuai
koridor kepatutan dan etika bisnis .
Selain itu, pelaksanaan program-program kegiatan Perseroan baik kegiatan bisnis maupun kegiatan untuk memenuhi tanggung
jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat juga menjadi fokus kegiatan dari Corporate Secretary.
Corporate Secretary di Perseroan membawahi Departemen Corporate and Marketing Communication dan Departemen Customer
Care & Services. Melalui keberadaan Corporate Secretary, Perseroan dapat memastikan penyampaian informasi dilakukan secara
secara akurat, transparan dan tepat waktu kepada instansi yang terkait, Pemegang Saham Perseroan maupun kepada pemangku
kepentingan lainnya.
Dalam perkembangannya, Otoritas Jasa Keuangan merubah Peraturan Bapepam No. IX.I.4 tersebut dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
POJK tersebut bertujuan untuk mendorong kinerja Perseroan, melindungi kepentingan pemangku kepentingan dan meningkatkan
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
203
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Hengki Heriandono
Sekretaris Perusahaan
Profil Sekretaris Perusahaan
Warga Negara Indonesia, 44 tahun, dilahirkan di Jakarta, 19 Juni 1971. Menyelesaikan pendidikan Strata satu di Fakultas Hukum
Universitas Indonesia pada tahun 1995. Bergabung di Perseroan sebagai Kepala Divisi Corporate Secretary pada tahun 2010-2015,
Pada Januari 2016-Sekarang menjabat sebagai Kepala Divisi Corporate Secretary & Legal Compliance.
Pada tahun 1996-1998 bekerja di PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk sebagai Assistant Corporate Legal Manager. Kemudian
menjabat sebagai Corporate Secretary dan Corporate Legal Manager PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk pada tahun 1998-2009.
Memulai karir di PT BDNI Securities sebagai Corporate Finance pada tahun 1995-1996.
Pelatihan di tahun 2015
Beberapa pelatihan yang diikuti selama 2015, antara lain:
Jenis Pelatihan
204
Penyelenggara
Workshop A to Z Multifinance Business
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia
Workshop Penanganan Pengaduan
Otoritas Jasa Keuangan
Training Business Model Canvas
PPM Manajemen
Workshop Internal Disputes Resolution
Otoritas Jasa Keuangan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Biaya
Rp4.000.000
Rp2.000.000
-
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Dasar Hukum Penunjukan Sekretaris Perusahaan
Direksi Perseroan telah menunjuk dan mengangkat Hengki Heriandono sebagai Sekretaris Perusahaan Perseroan terhitung sejak
tanggal 24 April 2010 sebagaimana termaktub dalam Surat Penunjukan No. 0263/SK-TTP/HRD/IV/2010 tanggal 24 April 2010.
Berikut ini adalah informasi tentang Sekretaris Perusahaan Perseroan:
Nama
: Hengki Heriandono
Alamat
: Graha Mandiri Lt.3A, Jl. Imam Bonjol 61, Jakarta 10310
Telpon
: (62-21) 2305608
Faks
: (62-21) 2305618
E-mail: [email protected]; [email protected]
Posisi Sekretaris Perusahaan dalam Struktur Organisasi
DEWAN
KOMISARIS
KOMITE
AUDIT
DIREKTUR UTAMA
KEPALA DIVISI CORPORATE
SECRETARY & LEGAL
COMPLIANCE
KEPALA DEPARTEMEN
CORPORATE COMMUNICATION
& CUSTOMER CARE SERVICES
Ket:
Koordinasi
Supervisi/Pembinaan
KEPALA DEPARTEMEN
KEPALA DEPARTEMEN
KEPALA DEPARTEMEN
CORPORATE LEGAL
LEGAL LITIGATION
REGULATORY & COMPLIANCE
Pelaksanaan Tugas Sekretaris Perusahaan
Selama tahun 2015, Corporate Secretary telah menjalankan fungsi dan tugasnya sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik, antara lain
sebagai berikut:
1. Mengkoordinasikan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Corporate Action terkait Penawaran Umum
Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I tahun
2015.
2. Mengikuti Rapat-Rapat Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Audit serta membuat berita acara Rapat-Rapat tersebut.
3. Mengikuti perkembangan regulasi khususnya peraturan- peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal dengan mengikuti
berbagai seminar, workshop dan pertemuan yang diadakan oleh OJK, PT Bursa Efek Indonesia, PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia, Asosiasi Emiten Indonesia serta lembaga lainnya.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
205
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
4. Mempersiapkan Laporan Tahunan dan publikasi laporan keuangan maupun hasil pemeringkatan surat utang di surat kabar.
5. Menyampaikan laporan keuangan berkala kepada regulator.
6. Memberikan masukan kepada Direksi untuk mematuhi ketentuan yang berlaku antara lain Undang-Undang Pasar Modal,
Undang-Undang Perseroan Terbatas dan peraturan pelaksanaannya.
7. Sebagai penghubung atau contact person antara Perseroan dengan pihak ketiga lainnya seperti Pemegang Saham, media
massa, OJK dan Lembaga Keuangan, PT Bursa Efek Indonesia, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dan otoritas Pasar Modal
lainnya.
8. Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan yang diadakan oleh Perseroan.
9. Memastikan bahwa laporan-laporan yang wajib dilaporkan oleh Perseroan kepada instansi-instansi yang berwenang dilakukan
secara benar dan tepat waktu.
10.Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang meliputi keterbukaan informasi
kepada masyarakat baik melalui media cetak, media online maupun melalui website dan sosial media Perseroan.
Publikasi Informasi Perusahaan
Informasi mengenai laporan keuangan berkala, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan hasil pemeringkatan melalui
media massa dilakukan Perseroan dalam rangka keterbukaan informasi serta penyebarluasan informasi sesuai dengan jangka
waktu yang ditentukan dalam peraturan yang berlaku. Publikasi informasi yang telah dilakukan Perseroan selama tahun 2015,
adalah:
1. Pengumuman Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif atas Laporan Keuangan Tahunan per 31
Desember 2014 (Audited) di Surat Kabar Bisnis Indonesia dan Investor Daily pada tanggal 16 Februari 2015.
2. Pengumuman Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 April 2015
di Surat Kabar Kontan pada tanggal 15 April 2015.
3. Informasi Tambahan dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015
4. Prospektus Ringkas dan Informasi Tambahan dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I
Tahun 2015 di Surat Kabar Investor Daily pada tanggal 16 Desember 2015 dan 29 Desember 2015.
5. Pengumuman Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif atas Laporan Keuangan Tengah Tahunan
Perseroan per 30 Juni 2015 (Audited) di Surat Kabar Investor Daily pada tanggal 30 September 2015.
6. Pengumuman Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi Komprehensif atas Laporan Keuangan Tahunan per 31
Desember 2015 (Audited).
Penyerahan Laporan Keuangan Berkala
Sesuai dengan Peraturan Bapepam Nomor X.K.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-346/BL/2011 tanggal 5 Juli
2011 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik serta Peraturan Bapepam Nomor X.K.6
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-431/BL/2012 tanggal 1 Agustus 2012 tentang Kewajiban Penyampaian
Laporan Tahunan Bagi Emiten Atau Perusahaan Publik, pada tahun 2015 Perseroan telah menyampaikan Laporan Keuangan
berkala secara tepat waktu kepada regulator sebagai berikut:
Jenis Laporan Keuangan Berkala
Laporan Keuangan Tahunan per 31 Desember 2014 (Audited)
Laporan Keuangan Triwulan per 31 Maret 2015 (Unaudited)
Laporan Tahunan 2014
206
OJK
BEI
17 Februari 2015
16 Februari 2015
30 April 2015
29 April 2015
18 Maret 2015
29 April 2015
Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2015 (Audited)
29 September 2015
29 September 2015
Laporan Keuangan Triwulan per 30 September 2015 (Unaudited)
30 Oktober 2015
30 Oktober 2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Selain laporan keuangan berkala tersebut, Perseroan juga menyampaikan laporan-laporan yang diwajibkan dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 28/POJK.05/2014 tertanggal 19 November 2014 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan
Pembiayaan, No. 29/POJK.05/2014 tertanggal 19 November 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan, No.
30/POJK.05/2014 tertanggal 19 November 2014 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan dan No.
1/POJK.07/2013 tertanggal 26 Juli 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.
Kewajiban Penyampaian Data Hutang Valuta Asing
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-30/ PM.2/2013 tanggal 7 Februari 2013 dan No. S-124/PM.23/2013 tanggal
27 Februari 2013 perihal Permintaan Data Hutang/ Kewajiban Dalam Valuta Asing, Emiten atau Perusahaan Publik diminta untuk
menyampaikan:
1. Laporan mengenai jumlah hutang/kewajiban dalam valuta asing;
2. Proyeksi pembayaran hutang/kewajiban dalam valuta asing per bulan; serta
3. Informasi jatuh tempo hutang/kewajiban dalam valuta asing.
Dalam hal emiten tidak mempunyai atau memiliki hutang/ kewajiban dalam valuta asing, emiten diminta untuk tetap melaporkan
kepada OJK dengan menggunakan formulir yang telah ditentukan.
Laporan tersebut di atas wajib disampaikan kepada OJK paling lambat tanggal 10 setiap bulannya dengan menggunakan formulir
sebagaimana terlampir dalam surat OJK No. S-30/ PM.2/2013 tanggal 7 Februari 2013 tersebut.
Tabel Data Hutang Valuta Asing 2015
Data Hutang Valuta Asing
Jumlah (Rp)
Tanggal Pelaporan kepada OJK
Januari
Nihil
10 Februari 2015
Februari
Nihil
03 Maret 2015
Maret
Nihil
1 April 2015
April
Nihil
05 Mei 2015
Mei
Nihil
03 Juni 2015
Juni
Nihil
02 Juli 2015
Juli
Nihil
04 Agustus 2015
Agustus
Nihil
01 September 2015
September
Nihil
06 Oktober 2015
Oktober
Nihil
05 November 2015
November
Nihil
01 Desember 2015
Desember
Nihil
04 Januari 2016
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
207
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
FUNGSI KEPATUHAN
Dalam upaya mencapai tujuan Perseroan pada tahun 2015, pelaksanaan tugas dan fungsi kepatuhan merupakan salah satu
organ pendukung yang diyakini Manajemen secara terus menerus telah melakukan tugas dan tanggungjawab dalam upaya
meningkatkan kepercayaan stakeholders’ dan menjadi nilai tambah bagi pemegang saham.
1. Implementasi Fungsi Kepatuhan
a. Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan
Kegiatan usaha pembiayaan yang terus mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan
integrasi pasar keuangan, telah membuat kompleksitas bisnis dan eksposur risiko semakin tinggi. Eksposur risiko yang
semakin meningkat, menuntut Perseroan untuk terus mengikuti dan berhati-hati terhadap implementasi regulasi terkait
perusahaan pembiayaan.
Fungsi kepatuhan yang dijalankan Perseroan adalah serangkaian tindakan atau langkah-langkah untuk memastikan bahwa
kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Perseroan telah sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab fungsi kepatuhan selama tahun
2015 disesuaikan dengan tugas dan tanggungjawab serta rencana kerja kepatuhan tahun 2015. Secara garis besar rencana
kerja kepatuhan dan realisasi rencana kerja kepatuhan tahun 2015 sebagai berikut:
1) Melaksanakan pemeriksaan (Compliance Assurance) sebagai langkah antisipasi terhadap rencana pemeriksaan regular
oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan tujuan agar Kantor Cabang patuh terhadap ketentuan pada regulasi yang terkait
dengan Perusahaan Pembiayaan;
2) Melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap unit kerja di Kantor Pusat (compliance checklist) atas dasar analisa regulasi
yang telah disampaikan dalam summary of regulations;
3) Peningkatan pengetahuan seputar regulasi melalui knowledge enhancement kepada seluruh karyawan dan knowledge
sharing kepada unit kerja sesuai regulasi yang berlaku;
4) Mendukung setiap unit kerja melalui penyediaan rekomendasi tindakan (advisory services) operasional dan bisnis serta
summary of regulations;
5) Pembentukan tim anti fraud dan dapat berjalan sesuai dengan arahan dari manajemen.
6) Pemenuhan terhadap seluruh komitmen kepada OJK dan otoritas yang berwenang lainnya. Terhadap pemenuhan
komitmen ini, unit kerja kepatuhan secara terus menerus secara berkala melakukan pemantauan terhadap seluruh
regulatory obligation yang ada agar disampaikan tepat waktu. Selama tahun 2015, seluruh komitmen dan regulatory
obligation (reporting dan non-reporting) kepada OJK dan otoritas berwenang lainnya telah disampaikan dengan baik.
Pelaksanaan fungsi kepatuhan senantiasa menekankan pada peran aktif dari seluruh elemen organisasi kepatuhan yang
terdiri dari manajemen, satuan kerja kepatuhan, dan unit kerja pendukung lainnya.
Selama tahun 2015 Perseroan mendapat teguran dari Otopritas Jasa Keuangan terkait keterlambatan Perseroan dalam
menyampaikan Laporan Bulanan Perusahaan Pembiayaan pada periode Laporan Bulan November yang disampaikan
pada bulan Desember 2015. Hal ini membuat Fungsi Kepatuhan Perseroan harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan
reporting kepada OJK dan otoritas yang berwenang lainnya di masa yang akan dating.
2. Peraturan Perundang-Undangan
Pada tahun 2015, OJK telah melakukan penyesuaian regulasi dan kebijakan yang komprehensif di bidang penyelenggaraan
usaha perusahaan pembiayaan, antara lain mengenai perizinan dan kelembagaan, kegiatan usaha, tingkat kesehatan,
manajemen risiko, sumber pendanaan, dan tata kelola perusahaan yang baik. Penyesuaian kebijakan tersebut diharapkan
208
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
dapat menciptakan pengaturan yang jelas dan memberikan kepastian hukum, yang dapat meningkatkan peranan perusahaan
pembiayaan. Sampai dengan akhir tahun 2015, OJK (d/h BAPEPAM-LK) telah mengatur perusahaan pembiayaan dengan ruang
lingkup regulasi seperti tergambar pada ilustrasi dibawah ini:
PT Mandiri Tunas Finance
p4mn
Perlindungan
Konsumen
Laporan
Bulanan
Fit &
Proper
Test
POJK 1/2013
PMK
30/2010
POJK 1/2014
POJK 3/2013
POJK 4/2013
Risk Based
Supervision
POJK
17/2014
POJK
10/2014
Iuran
OJK
PP 11/2014
POJK
29/2014
POJK 3/2014
SEOJK 2/2014
SEOJK
12/2014
Konglomerasi
Keuangan
POJK
28/2014
SEOJK 1/2014
PER-05/2011
Kegiatan
Usaha
POJK
30/2014
SEOJK
6/2013
SEOJK
3/2014
POJK
18/2014
POJK
11/2014
SEOJK
4/2014
POJK
31/2014
SEOJK
13/2014
SEOJK
14/2014
Perkembangan regulasi yang terjadi selama tahun 2015 dan dampak bagi Perseroan adalah sebagai berikut :
No
Regulasi
Kajian
Compliance Risk Statement
Perusahaan Pembiayaan sebagai bagian dari Lembaga Jasa Keuangan
Non-Bank (‘LJKNB’) mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa
tahun terakhir ini.
1
Peraturan OJK
Nomor 1 Tahun
2015 Tentang
Penerapan
Manajemen Risiko
Bagi Lembaga Jasa
Keuangan NonBank
Peningkatan model bisnis sekaligus menambah kompleksnya
risiko kegiatan usaha Perusahaan Pembiayaan. Kompleksnya risiko
kegiatan usaha perlu diimbangi dengan penerapan fungsi identifikasi,
pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko yang memadai agar
perusahaan pembiayaan dapat menjalankan kegiatan usaha sesuai
dengan peraturan perundang-undangan serta standar, prinsip, dan
praktek penyelenggaraan usaha yang sehat.
Berdasarkan latar belakang diatas, OJK mengundangkan Peraturan OJK
Nomor 1/POJK.05/2014 Tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi
Lembaga Jasa
Keuangan Non Bank (“POJK No. 1 Tahun 2015”). Secara garis besar,
POJK No. 1 Tahun 2015 mengatur mengenai:
a. Penerapan Manajemen Risiko
b. Penilaian Penerapan Manajemen Risiko
c. Sanksi
Dengan Hati
Melayani Negeri
• Perseroan wajib menyusun Pedoman Penerapan
Manajemen Risiko untuk Internal Perseroan yang
dilakukan berdasarkan regulasi ini dan regulasi terkait
lainnya.
• Perseroan wajib melakukan self assessment terhadap
kondisi terkini penerapan manajemen risiko Perseroan.
Self assessment dilakukan berdasarkan regulasi ini dan
regulasi terkait lainnya.
• Perseroan wajib menerapkan manajemen risiko secara
efektif dengan penerapan sebagaimana yang telah
dijabarkan pada ketentuan disamping.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
209
KILAS KINERJA 2015
No
Regulasi
2
Peraturan OJK
Nomor 7 Tahun
2015 Tentang
Perubahan POJK
Nomor 4 Tahun
2014 tentang Tata
Cara Penagihan
Sanksi Administratif
Berupa Denda
di Sektor Jasa
Keuangan
3
4
Peraturan
Pemerintah
Republik Indonesia
Nomor 21 Tahun
2015 tentang Tata
Cara Pendaftaran
Jaminan Fidusia
dan Biaya
Pembuatan Akta
Jaminan Fidusia
Surat Edaran
OJK Nomor 4/
SEOJK.05/2015
tentang Penilaian
Tingkat Risiko
Perusahaan
Pembiayaan
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Kajian
PROFIL PERUSAHAAN
Compliance Risk Statement
Peraturan ini merubah regulasi yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan sebelumnya. Perubahan yang diatur didalam Peraturan ini
yaitu mengenai:
• Pelaksanaan pembayaran
• Pengajuan permohonan keberatan kepada OJK dari Bank Umum
Perseroan wajib memperhatikan dan memahami ketentuan
ini apabila di lain waktu Perseroan terkena sanksi
administrasi berupa denda.
• Pengkategorian Sanksi Administratif Berupa Denda dan/atau Bunga
sebagai piutang macet.
Peraturan ini merubah regulasi sebelumnya yaitu Peraturan Pemerintah
Nomor 86 Tahun 200 tentang Tata cara Pendaftaran Fidusia dan Biaya
Pembuatan Akta Jaminan Fidusia, dikarenakan sudah tidak sesuai
Perseroan wajib mengikuti ketentuan dalam regulasi ini
dengan perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat. Peraturan
dalam melakukan pendaftaran fidusia.
ini memberikan kemudahan bagi pelayanan pendaftaran jaminan fidusia
dengan mudah, cepat dan biaya rendah.
Pada Surat Edaran OJK nomor 4/SEOJK.05/2015 membahas mengenai
Tata Cara Pelaporan dan Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan
Pembiayaan, aturan dari surat edaran ini berkaitan dengan POJK
10/2014. Secara garis besar surat edaran OJK 04/2015 mengatur
mengenai :
• Pedoman penilaian tingkat risiko dan penyusunan laporan hasil
penilaian tingkat risiko,
• Pedoman penyusunan rencana tindak lanjut atas penilaian tingkat
risiko,
Perseroan wajib menyusun penilaian tingkat risiko
perusahaan dan menyampaikan hasil penilaian tersebut
dalam batas waktu yang telah ditentukan dalam regulasi ini
dan yang dituangkan dalam regulasi terkait lainnya.
• Tata cara penyampaian laporan hasil penilaian tingkat risiko dan
rencana tindak lanjut atas penilaian tingkat risiko.
5
6
7
210
Peraturan Peraturan
Bank Indonesia
Nomor 17 Tahun
2015 Tentang
Kewajiban
Penggunaan
Rupiah Di Wilayah
Negara Kesatuan
Republik Indonesia
(NKRI)
Surat Edaran
Otoritas Jasa
Keuangan Nomor
21/SEOJK.05/2015
tentang Penetapan
Tarif Premi atau
Kontribusi Pada
Lini Usaha Asuransi
Harta Benda dan
Asuransi Kendaraan
Bermotor Tahun
2015
Surat Edaran
Otoritas Jasa
Keuangan Nomor
19/SEOJK.05/2015
tentang Besaran
Uang Muka
(Down Payment)
Pembiayaan
Kendaraan
Bermotor Bagi
Perusahaan
Pembiayaan
Perseroan diwajibkan untuk menggunakan mata uang rupiah dalam
transaksi (baik pembayaran maupun penerimaan dana). Kewajiban
penggunaan rupiah tidak berlaku bagi transaksi sebagai berikut:
• Menerima/memberi hibah dari/ke luar negeri (dimana pihak pemberi/
penerima hibah berkedudukan di luar negeri)
• Melakukan transaksi pembiayaan internasional (dimana pihak
pemberi/penerima pembiayaan berkedudukan di luar negeri)
Pasal 5 ayat (5) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2 tahun
2015 Tentang Pemeliharaan dan Pelaporan Data Risiko Asuransi Serta
Penerapan Tarif Premi dan Kontribusi Untuk Lini Usaha Asuransi Harta
Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor.
Sehubungan dengan hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
mengeluarkan Surat Edaran OJK No. 21 Tahun 2015 Tentang Penetapan
Tarif Premi atau Kontribusi Pada Lini Usaha Asuransi Harta Benda dan
Asuransi Kendaraan Bermotor Tahun 2015 (“SE OJK No 21 Tahun
2015”) perlu untuk mengatur tarif premi atau kontribusi pada lini usaha
asuransi harta benda dan asuransi kendaraan bermotor tahun 2015
dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ini.
Pasal 17 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 tahun 2014
Tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan mengatur
bahwa Perusahaan Pembiayaan yang melakukan pembiayaan dengan
cara Pembelian Dengan Pembayaran Secara Angsuran untuk kendaraan
bermotor wajib menerapkan ketentuan uang muka (down payment)
kepada Debitur sebagai berikut:
a. bagi kendaraan bermotor roda dua atau tiga, paling rendah 20%
(dua puluh persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan
b. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan
untuk Pembiayaan Investasi (tujuan produktif), paling rendah 20%
(dua puluh persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan
Perseroan wajib memperhatikan penggunaan mata uang
dalam setiap transaksi baik ke dan dari Perseroan agar
sesuai dengan kewajiban yang dituangkan dalam Peraturan
BI tersebut.
Perseroan sebagai perusahaan yang bekerjasama dengan
asuransi terutama pada produk asuransi kendaraan
bermotor wajib mengikuti aturan ini dalam menjalin
kerjasama dengan asuransi.
Ketentuan untuk uang muka yang terbaru dalam SEOJK
Nomor 19 tahun 2015 ini mengalami penurunan uang
muka jika dibandingkan dalam pasal 17 POJK 29 tahun
2014, Perseroan memandang bahwa dengan rendahnya
uang muka maka tingkat risiko semakin tinggi. Maka
dalam penetapan uang muka Perseroan masih mengikuti
ketentuan yang lama.
c. bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan
untuk Pembiayaan Multiguna (tujuan non-produktif), paling rendah
25% (dua puluh lima persen) dari harga jual kendaraan yang
bersangkutan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
No
Regulasi
Kajian
8
Surat Edaran
Dewan Komisioner
OJK Nomor 2/
SEDK.07/2015
tentang Pedoman
Pemantauan
dan Analisis
Perlindungan
Konsumen di
Sektor Jasa
Keuangan
Efektif mulai tanggal 30 Juni 2015, POJK nomor 1 tahun 2013 resmi
berlaku bagi PT Mandiri Tunas Finance (“Perseroan”) sebagai salah satu
Pelaku Usaha Jasa Keuangan. Untuk menunjang persiapan implementasi
POJK nomor 1 tahun 2013, maka Anggota Dewan Komisioner
Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK mengeluarkan surat
edaran yang mengatur mengenai pedoman Pemantauan dan Analisis
Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan.
9
Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan
Republik Indonesia
Nomor 19 tahun
2015 tentang
Tata Cara dan
Persyaratan
Pembayaran
Manfaat Jaminan
Hari Tua.
10
11
Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan
Nomor 39 tahun
2015 tentang
Penerapan
Program Anti
Pencucian Uang
dan Pencegahan
Pendanaan
Terorisme Oleh
Penyedia Jasa
Keuangan di Sektor
IKNB
Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan
Nomor 38 Tahun
2015 tentang
Pendafaran dan
Pengawasan
Konsultan Aktuari,
Akuntan Publik
dan Penilaian
Yang Melakukan
Kegiatan IKNB
Dengan Hati
Melayani Negeri
Sehubungan dengan berlakunya PP No 60/2015, Menteri
Ketenagakerjaan mengundangan peraturan pelaksana dari regulasi
tersebut kedalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 19
Tahun 2015 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat
Jaminan Tua (“Permenaker No 19/2015”) yang secara garis besar
memuat mengenai persyaratan dan pembayaran manfaat jaminan hari
tua dalam hal:
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Compliance Risk Statement
Perseroan sebagai LJKNB yang memberikan jasa keuangan
kepada masyarakat sebagai konsumennya wajib
menerapkan kebijakan dalam perlindungan konsumen,
maka setiap kebijakan maupun aturan dan prosedur untuk
perlindungan konsumen wajib dilakukan evaluasi melalui
self assessment yang dilakukan 1 tahun sekali.
Perseroan melakukan sosialisasi terhadap seluruh karyawan
mengenai jaminan hari tua.
• Peserta mencapai usia pensiun
• Peserta mengalami catat total tetap
• Peserta meninggal dunia
Dengan semakin berkembangnya produk, aktivitas, dan teknologi
informasi di lingkungan Industri Keuangan Non-Bank dapat
menciptakan risiko pemanfaatan penyediaan jasa keuangan di sektor
Industri Keuangan Non-Bank digunakan sebagai sarana pencucian
uang dan pendanaan terorisme semakin terbuka, maka Otoritas Jasa
Keuangan perlu untuk menyeseuaikan prinsip mengenal nasabah
dengan standar internasional oleh penyedia jasa keuangan di Sektor
Industri Keuangan Non-Bank. PT Mandiri Tunas Finance sebagai
Perusahaan Pembiayaan yang tergolong dalam Industri Keuangan NonBank wajib menerapkan program APU dan PPT.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Otoritas Jasa Keuangan
mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 39 /
POJK.05/2015 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan
Pencegahan Pendanaan Terorisme oleh Penyedia Jasa Keuangan di
Sektor Industri Keuangan Non-Bank. Secara garis besar, POJK No. 1
Tahun 2015 mengatur mengenai :
Perseroan sebagai Lembaga Jasa Keuangan wajib tunduk
dalam melaksanakan penerapan program AML dan PPT
dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
1. Kewajiban Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan
Pendanaan Terorisme.
2. Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris.
3. Penanggung Jawab Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan
Pencegahan Pendanaan Terorisme.
4. Kebijakan dan Prosedur
5. Pengendalian Intern
6. Sistem Informasi Manajemen
7. Sumber Daya Manusia dan Pelatihan
8. Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan
Pendanaan Terorisme bagi Kantor Cabang dari Penyedia Jasa
Keuangan yang Berbentuk Badan Hukum Indonesia di Luar Negeri.
9. Pelaporan.
Regulasi ini diundangkan dengan tujuan mewujudkan Industri Keuangan
Non-Bank yang sehat dan stabil serta memberikan kepastian hukum dan
meningkatkan profesionalisme bagi konsultan aktuaria, akuntan publik,
Perseroan wajib tunduk dalam regulasi tersebut disamping
dan penilai dalam melakukan kegiatan di Industri Keuangan Non-Bank.
dalam menjalankan kegiatan bisnis perusahaan.
Regulasi ini mengatur mengenai kewajiban pendaftaran konsultan
aktuaria, akuntan publik dan penilai hingga pengenaan sanksi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
211
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
3. GCG
a. Kebijakan GCG
Sebagai salah satu Perusahaan pembiayaan terdepan dan anak usaha BUMN terbesar dan berpengaruh, Perseroan memiliki
komitmen untuk mengimplementasikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau bisa disebut dengan istilah Prinsip
GCG. Perseroan menyadari bahwa tata kelola Perusahaan yang baik telah menjadi salah satu elemen penting untuk
mendukung visi dan misi Perseroan menjadi salah satu lembaga pembiayaan terbesar di Indonesia. Praktik GCG Perseroan
telah diukur melalui bentuk pengukuran berdasarkan standar penilaian dari perusahaan pengendali. Kriteria penilaian antara
lain mencakup aspek Tugas dan Tanggungjawab Dewan Komisaris dan Direksi, Kelengkapan Tugas Komite, Penanganan
Benturan Kepentingan, Penerapan Fungsi kepatuhan, Penerapan Fungsi Audit Internal dan Eksternal, Penerapan Fungsi
Manajemen Risiko, Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait, Transparansi Kondisi Keuangan, serta Rencana Strategis
Perusahaan.
Prinsip-prinsip pengelolaan Perseroan dalam implementasinya akan diikuti dengan berbagai sistem operasional dan prosedur
teknis sesuai kebutuhan Perseroan. Keberadaan seluruh peraturan pendukung tersebut diharapkan akan dapat menjadi
acuan bagi Dewan Komisaris, Direksi dan Seluruh Karyawan dalam menjalankan aktivitas bisnis Perseroan sesuai dengan
prinsip-prinsip GCG. Mengingat lingkungan bisnis yang bersifat dinamis dan berkembang, maka kebijakan ini senantiasa
disesuaikan dengan kondisi internal maupun eksternal yang ada. Kebijakan ini dimaksudkan agar Perseroan memiliki acuan
dasar yang memadai mengenai konsep serta pola pelaksanaan GCG yang sesuai dengan praktik penerapan GCG yang
lazim.
Kebijakan ini bersifat dinamis dan disesuaikan dengan prinsip Tata Kelola Terintegrasi PT Bank Mandiri sebagai pengendali
Perseroan, sehingga dari waktu ke waktu dapat disesuaikan dengan laju perkembangan bisnis Perseroan.
b. Asas-Asas GCG
1) keterbukaan (transparency), yaitu keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam
pengungkapan dan penyediaan informasi yang relevan mengenai perusahaan, yang mudah diakses oleh Pemangku
Kepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang pembiayaan serta standar, prinsip, dan praktik
penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat;
2) akuntabilitas (accountability), yaitu kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban Organ Perusahaan sehingga
kinerja perusahaan dapat berjalan secara transparan, wajar, efektif, dan efisien;
3) pertanggungjawaban (responsibility), yaitu kesesuaian pengelolaan Perusahaan dengan peraturan perundangundangan di bidang Perusahaan dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha
pembiayaan yang sehat;
4) kemandirian (independency), yaitu keadaan Perusahaan yang dikelola secara mandiri dan profesional serta bebas
dari Benturan Kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan
perundang-undangan di bidang pembiayaan dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan
usaha pembiayaan yang sehat; dan
5) kesetaraan dan kewajaran (fairness), yaitu kesetaraan, keseimbangan, dan keadilan di dalam memenuhi hak-hak
Pemangku Kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian, peraturan perundang-undangan, dan nilai-nilai etika serta
standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat.
212
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
c. Struktur GCG
Dalam upaya mendukung tercapainya visi dan misi Perseroan, pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi pedoman praktis yang dapat dijadikan acuan oleh Perseroan dalam
melaksanakan GCG. Perseroan telah menyusun pilar implementasi GCG sesuai ilustrasi dibawah. Komite-komite yang telah
dibentuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan kewajibannya, serta merumuskan kebijakan sesuai
ruang lingkup tugas komite yang bersangkutan. Manajemen Perseroan juga telah membentuk unit kerja pendukung untuk
mengawal implementasi GCG. Unit kerja tersebut adalah Corporate Secretary Division, Internal Audit Division, Compliance
Department, Risk Management Division, serta HRD Division.
PILAR I: VISI, MISI & PILAR II: BUDAYA PERUSAHAAN
PILAR I
BUDAYA PERWIRA
VISI
Menjadi Perusahaan Pembiayaan Otomotif Terbaik,
Terbesar dan Terpercaya di Indonesia pada tahun 2014
PILAR II
kePERcayaan
PILAR III
•
•
•
•
kegembiRAan
MISI
Berorientasi Kepada Pemenuhan Kebutuhan Pasar dengan
Service Excellent
Ikut Berkontribusi Positif Dalam Perekonomian Nasional
Mengembangkan Sumber Daya Manusia Profesional
Memberi Keuntungan Yang Maksimal Bagi Stakeholders
PILAR IV
keWIrausahaan
PILAR IV: INFRASTRUKTUR PENDUKUNG
1st Layer
•
•
•
•
RUPS & Struktur Organisasi Perusahaan
Dewan Komisaris
Komite Audit
Direksi
2nd Layer
•
•
•
•
•
Divisi Legal & Compliance
Corporate Secretary
Divisi Risk Management
Divisi Internal Audit
Divisi Human Resources Development
3rd Layer
•
•
•
•
Kebijakan Prosedur
Assesment
Audit
Keterbukaan Informasi & Kinerja Perusahaan
PILAR III: PEDOMAN GCG
Pedoman
GCG
Transparansi
Informasi &
Kinerja
Risk
Management
Code of
Conduct
Whistle
Blower Policy
Perseroan telah memiliki struktur dan kebijakan penerapan Tata Kelola Perusahaan dalam bentuk Kebijakan Umum Tata
Kelola Perusahaan. Selain itu, Perseroan telah memiliki pedoman organisasi Perseroan dalam menjalankan tugasnya antara
lain: tata tertib Dewan Komisaris, tata tertib Direksi, Piagam Komite Audit dan Piagam Komite Nominasi & Remunerasi.
Kebijakan dan prosedur tersebut senantiasa dikaji untuk disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan bisnis serta
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d. Self Assessment GCG
Dalam rangka menerapkan kelima prinsip dasar GCG tersebut di atas, Perseroan berpedoman pada berbagai ketentuan
dan persyaratan minimum serta pedoman yang terkait dengan pelaksanaan tata kelola yang baik dari pemegang saham
pengendali. Dalam upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan tata kelola yang baik, Perseroan sebagai bagian
dari salah satu konglomerasi keuangan di Indonesia selalu berupaya untuk yang berlaku. Secara rutin setiap tahunnya,
Perseroan Feedback atas hasil Self Assessment segera dilakukan tindakan-tindakan korektif yang diperlukan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
213
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
e. Penghargaan GCG
Selama tahun 2015, penghargaan yang diterima oleh Perseroan terkait GCG adalah sebagai berikut :
1. Perseroan meraih penghargaan “The Best GCG” dari Majalah Business Review dalam acara Indonesia Multifinance
Award (IMA) 2015.
2. Perseroan memperoleh penghargaan sebagai “Trusted Company” dalam implementasi GCG dari Majalah Swa
dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG).
AUDIT INTERNAL
Dalam rangka mengelola Perseroan secara efektif dan efisien serta sebagai dasar kegiatan operasional yang sehat dan aman,
Perseroan telah menyusun Sistem Pengendalian Intern (SPI). Penerapan SPI oleh seluruh fungsi dan unit kerja di Perseroan dinilai
secara periodik oleh Divisi Audit Internal. Divisi Audit Internal merupakan unit independen yang bertanggung jawab langsung
kepada Direktur Utama. Dalam pelaksanaan tugasnya, divisi ini secara fungsional juga melaporkan kegiatannya kepada Dewan
Komisaris melalui Komite Audit.
Secara umum, fungsi dari Divisi Audit Internal dibagi menjadi 2, yaitu fungsi assurance dan consulting.
1. Fungsi Assurance
Pelaksanaan fungsi assurance oleh Divisi Audit Internal bertujuan untuk memastikan bahwa pengendalian internal, manajemen
risiko dan tata kelola telah dilakukan oleh seluruh unit kerja sesuai dengan kebijakan dan prosedur tertulis di Perseroan maupun
peraturan eksternal. Hasil penilaian tersebut dilaporkan oleh Divisi Audit Internal secara berkala kepada Direksi Perseroan dan
Dewan Komisaris melalui Komite Audit.
Dalam melaksanakan fungsi assurance, Divisi Audit Internal mempergunakan metode audit berbasis risiko atau Risk Based Audit.
Dalam metode tersebut, penentuan unit kerja yang akan diaudit dan ruang lingkup audit dilakukan berdasarkan evaluasi risiko
yang dilakukan secara periodik. Selama tahun 2015, Divisi Audit Internal telah melaksanakan 52 (lima puluh dua) penugasan
audit umum (general audit), terdiri dari 1 (satu) penugasan bersama (join audit) dengan Direktorat Internal Audit Bank Mandiri
di Kantor Pusat dan 51 (lima puluh satu) penugasan di Kantor Cabang.
Secara umum, kualitas sistem pengendalian internal tahun 2015 di unit kerja pengelola risiko terbesar di Perseroan (d.h.i
jaringan kantor Cabang yang mengelola +/- 90% portofolio pembiayaan), dibandingkan dengan hasil audit tahun 2014 relatif
stabil, yang ditunjukkan dari rata-rata audit rating yang sedikit meningkat dari 70,64 (Fair) di tahun 2014 menjadi 70,82 (Fair)
di tahun 2015.
Setiap penugasan assurance dilaporkan kepada Direksi Perseroan dan pihak yang diaudit dilengkapi dengan rencana tindak
lanjut perbaikan, termasuk sanksi apabila diperlukan. Kemajuan tindak lanjut perbaikan harus dilaporkan oleh pihak yang
diaudit kepada Divisi Audit lnternal secara periodik untuk memastikan bahwa setiap pihak yang diaudit selalu berupaya
melakukan penyempurnaan atau perbaikan.
Namun demikian, masih diperlukan adanya peningkatan disiplin pelaksanaan prosedur dan optimalisasi control oleh seluruh
jajaran karyawan Cabang, serta peran dari unit Supervisi di Area dan Wilayah sebagai 2nd lines of defense.
Selain penugasan audit umum yang dilakukan secara periodik, Divisi Audit Audit Internal juga melakukan penugasan audit
khusus (special audit) untuk permasalahan tertentu. Selama tahun 2015, Divisi Internal Audit telah melaksanakan 6 special
audit di Cabang, yang secara umum terkait dengan penggunaan biaya representasi dengan dealer/showroom serta proses
permohonan kredit.
214
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
2. Fungsi Consulting
Pelaksanaan fungsi consulting oleh Divisi Internal Audit bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses Perseroan
dalam rangka perannya sebagai strategic partner melalui penelaahan risiko dan kontrol atas suatu proses atau aktivitas yang
akan disusun atau akan dievaluasi oleh Perseroan dan memberikan saran dan masukan perbaikan proses.
Dalam melaksanakan fungsi consulting, Divisi Audit Internal melakukan analisa sendiri atau bekerja sama dengan unit kerja
atau Divisi lain. Cakupan kegiatan consulting yang dilakukan oleh Divisi Audit Internal selama tahun 2015 meliputi evaluasi atas
kegiatan pemasaran melalui satelit office dan penggunaan biaya dalam rangka membina hubungan baik dengan dealer.
Di tahun 2015, fokus audit diarahkan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian internal terhadap risiko utama bisnis
yang dihadapi oleh Perseroan sebagai salah satu upaya mitigasi yang harus dilakukan. Dalam proses prioritisasi risiko-risiko
utama yang akan dievaluasi mitigasinya, Divisi Audit Internal telah mendapat masukan dari unit kerja terkait dan arahan
dari Direksi Perseroan. Masukan dan arahan tersebut mencakup risiko utama pada proses bisnis dan proses pendukungnya,
khususnya yang ada di jaringan kantor cabang untuk mendukung terciptanya pemberian pembiayaan yang lebih berkualitas
dan penurunan AR Loss sesuai target yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Metode audit yang dipergunakan pada tahun 2015 mencakup:
1. General Audit
a. Operational Audit (Branch)
Penugasan audit umum dengan ruang lingkup audit mencakup risiko-risiko utama yang ada di Cabang (Branch Top Risks)
dengan mengacu kepada masukan- masukan dari Direksi Perseroan pada saat penyusunan Rencana Kerja Pemeriksaan
Tahunan (Annual Audit Plan). Targetnya adalah 58% Jaringan Kantor Cabang atau 50 Cabang.
b. IT Audit
Penugasan audit umum dengan ruang lingkup audit mencakup risiko-risiko utama dalam penggunaan Teknologi Sistem
Informasi di Perseroan yaitu risiko utama dalam pengelolaan jaringan (network), perangkat lunak (software) dan perangkat
keras (hardware), serta 3 sistem aplikasi utama.
2. Special Audit
a. Penugasan khusus atas risiko-risiko pada proses penarikan unit dari debitur tertunggak dan pengelolaan unit tarikan di pool
b. Penugasan khusus untuk menindaklanjuti informasi terkini dari whistleblower system dan Early Detection System (EDS)
c. Penugasan khusus untuk melakukan review beberapa business initiative.
3. On Desk Monitoring
Divisi Audit Internal melakukan on desk monitoring atas data operasional cabang secara berkelanjutan. Indikasi kelemahan dari
hasil on desk akan disampaikan kepada klien (Branch) setiap bulan sebagai salah satu bentuk early warning signal dari strategic
partner dan dimonitor tindak lanjutnya.
Hasil on desk juga dikomunikasikan kepada unit kerja terkait di Kantor Pusat untuk dibahas perbaikannya.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
215
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Profil Divisi Audit Internal
Saiful Huda
Kepala Divisi Audit Internal
Kepala Divisi Audit Internal saat ini dijabat oleh Saiful Huda. Beliau dilahirkan di Semarang pada tahun 1971 dan diangkat sebagai
Kepala Divisi Audit Internal sejak tanggal 26 Maret 2013. Sebelum menjabat sebagai Kepala Divisi Audit Internal Perseroan,
beliau menjabat sebagai Assistant Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kantor Pusat dengan pengalaman di bidang audit
operasional dan Perkreditan (Kredit Konsumer, Kredit Komersial, dan Kredit Korporasi) selama 15 tahun. Terakhir menjabat sebagai
Team Leader, Retail Audit Group, Direktorat Internal Audit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Saiful Huda memperoleh gelar Sarjana Akuntansi pada tahun 1996 dan Master of Business Administration (MBA) pada tahun 2010,
keduanya dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di bidang Audit Internal dan Manajemen Risiko, Saiful Huda memperoleh
sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) pada tahun 1998 dan Certificationin Risk Management Assurance (CRMA) pada tahun
2013.
Saiful Huda juga aktif di beberapa asosiasi profesi Audit Internal antara lain di Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern
(FKSPI) sejak tahun 2007 sebagai staf Ketua Umum FKSPI periode 2007-2010, dilanjutkan sebagai Wakil Sekretaris pada periode
kepengurusan 2010-2013 dan terakhir sebagai Ketua Umum FKSPI periode 2013-2016.
Selain di FKSPI, Saiful Huda juga aktif di asosiasi profesi auditor internal perbankan yaitu Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB) sebagai
Wakil Sekretaris Jenderal pada periode kepengurusan 2008-2011 dan periode 2011-2014 serta sebagai Ketua Bidang Organisasi
dan Keanggotaan 2014-2017.
216
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Seminar selama tahun 2015 yang pernah diikuti oleh Kepala Divisi Audit Internal adalah sebagai berikut:
Jenis Seminar
Waktu
Penyelenggara
Governance, Risk & Compliance (GRC)
Forum “Penguatan Integritas OJK Untuk
Industri Jasa Keuangan yang Lebih
Terpercaya”
31 Maret 2015
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Benchmarking Forum “Transformasi
Internal Audit Telkomsel Memperkuat
Peran Auditee Dalam Proses Audit”
20 April 2015
Forum Komunikasi Satuan Pengawas Internal
(FKSPI) Pusat
Seminar tentang Cyber Crime dan Audit
Forensic
29 April 2015
Forum Komunikasi Satuan Pengawas Internal
(FKSPI) - Wilayah Jabar Banten
Sharing Session “Continuous Audit :
Mengelola Early Warning System Dalam
Pelaksanaan Internal Audit”
6 Agustus 2015
Forum Komunikasi Satuan Pengawas Internal
(FKSPI) - Komisariat ESDM
Seminar Nasional Forum Komunikasi
Satuan Pengawas Internal (FKSPI):
“Good Governance - Excellent
Performance”.
16-18 September 2015
Forum Komunikasi Satuan Pengawas Internal
(FKSPI)
Konferensi Nasional IAIB “Memperkuat
Sinergi Audit Intern, Manajemen Risiko
dan Kepatuhan Dalam Menjawab
Tantangan Integrasi Industri Keuangan”
11- 13 November 2015
Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB)
Jumlah Karyawan Divisi Audit Internal
Sampai dengan akhir Desember 2015, jumlah karyawan Divisi Audit Internal berjumlah 21 orang, dengan komposisi sebagai
berikut:
Jabatan
Kepala Divisi
Kepala Departmen
Supervisor
Staf
Total
Jumlah (orang)
1
3
7
12
23
Jumlah karyawan tersebut merupakan hasil dari identifikasi dan kajian atas pengelolaan sistem pengendalian internal dan efektivitas
pengawasannya yang dilakukan oleh Manajemen Perseroan. Adapun rincian pejabat di Divisi Audit Internal adalah sebagai berikut:
1. Kepala Divisi: Saiful Huda
2. Kepala Departemen:
1. Deddy Zulfachrie
2. Dayu Rasmini
3. Angga Surya
Sertifikasi Audit Internal
Untuk menjaga kualitas proses audit, pejabat di Divisi Audit Internal telah memiliki sertifikasi Qualified Internal Audit (QIA) sebanyak
3 orang.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
217
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Struktur Organisasi & Kedudukan Divisi Audit Internal
Untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Bapepam - LK No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam
Unit Audit Internal yang juga diatur dalam Surat Keputusan Ketua BAPEPAM – LK No. KEP-496/BL/2008 tertanggal 28 Nopember
2008, Perseroan telah membentuk Piagam Unit Audit Internal yang telah disahkan oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris,
dengan revisi terakhir pada tanggal 1 Desember 2015.
Di dalam Pedoman Unit Audit Internal Perseroan disebutkan bahwa:
1. Divisi Audit Internal dipimpin oleh Kepala Divisi yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama atas persetujuan Dewan
Komisaris.
2. Kepala Divisi Audit Internal bertanggungjawab langsung kepada Direktur Utama dan melakukan koordinasi dengan Komite
Audit.
3. Pengangkatan, penggantian, atau pemberhentian Kepala Divisi Internal Audit akan dilaporkan segera kepada otoritas yang
berwenang mengatur dan mengawasi kegiatan usaha Perseroan.
4. Seluruh Internal Auditor di Divisi Audit Internal bertanggung jawab kepada Kepala Divisi Audit Internal.
DEWAN
KOMISARIS
DIREKTUR UTAMA
Ket:
KOMITE
AUDIT
Koordinasi
Supervisi/Pembinaan
KEPALA DIVISI
INTERNAL AUDIT
AUDIT DEVELOPMENT &
DISTRIBUTION & SUPPORT
DISTRIBUTION & BUSINESS
ASSURANCE DEPT. HEAD
AUDIT DEPT. HEAD
AUDIT DEPT. HEAD
Pihak yang mengangkat dan memberhentikan Kepala Audit Internal
Untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Bapepam - LK No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam
Unit Audit Internal yang juga diatur dalam Surat Keputusan Ketua BAPEPAM – LK No. KEP-496/BL/2008 tertanggal 28 Nopember
2008, Perseroan telah membentuk Piagam Unit Audit Internal yang telah disahkan oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris
terakhir pada tanggal 1 Juni 2012.
Pengangkatan Kepala Audit Internal Perseroan merupakan kewenangan Direksi yang telah diajukan oleh Direktur Utama untuk
diproses dalam rapat Direksi.
218
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Tugas dan Tanggung Jawab Audit Internal
1. Menyusun dan melaksanakan Rencana Audit Tahunan (Annual Audit Plan).
2. Merencanakan dan melaksanakan Aktivitas Internal Audit dengan penekanan pada bidang/aktivitas yang mempunyai
risiko tinggi serta mengevaluasi prosedur/control system yang ada untuk memperoleh keyakinan bahwa tujuan dan sasaran
Perusahaan dapat dicapai secara optimal dan berkesinambungan.
3. Menyusun program untuk mengevaluasi kegiatan internal audit yang dilakukannya.
4. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur Utama dan Dewan Direksi lainnya serta
Dewan Komisaris melalui Komite Audit.
5. Memonitor, menganalisis dan melaporkan tindak lanjut hasil Aktivitas Internal Audit dan Aktivitas Investigasi.
6. Bekerja sama dengan Komite Audit.
7. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.
8. Tidak memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan operasional.
Kewenangan Audit Internal Perseroan
1. Melakukan penugasan audit terhadap kegiatan semua unit kerja dan cabang dalam organisasi Perseroan.
2. Berwenang melakukan akses terhadap semua data dan dokumen dalam bentuk hardcopy maupun softcopy serta informasi
obyek audit termasuk di dalamnya catatan karyawan dan sumber daya serta hal-hal lain yang dianggap perlu untuk menunjang
kegiatan audit.
3. Melakukan penelusuran terhadap indikasi fraud pada setiap aspek dan unsur kegiatan baik berupa penipuan, pemalsuan,
penggelapan, pencurian, atau hal-hal lainnya yang dapat menimbulkan kerugian material maupun immaterial bagi perusahaan.
Penelusuran terhadap suatu kasus/masalah terbatas pada pengungkapan dan pelaporan kepada manajemen.
4. Melakukan komunikasi secara berkala dengan anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit.
5. Dalam hal terdapat kejadian/peristiwa yang berdampak material dan atau signifikan bagi perusahaan, maka Kepala Divisi
Audit Internal berwenang mengadakan rapat secara insidentil dengan Dewan Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Audit.
6. Melakukan koordinasi kegiatannya dengan auditor eksternal.
7. Tidak memiliki wewenang untuk melaksanakan kegiatan operasional.
Kode Etik Audit Internal
Kode Etik merupakan dasar profesionalisme auditor internal dalam pelaksanaan audit. Profesionalisme dari seorang auditor internal
tercermin pada sikap dapat dipercaya, memiliki integritas, dapat menjaga kerahasiaan dan independen. Kode Etik Auditor Internal
mengacu pada prinsip-prinsip yang relevan dengan profesi dan kegiatan audit sesuai dengan standar perilaku The Institute of
Internal Auditors (IIA).
Kode Etik mengatur prinsip dasar perilaku Auditor Internal, yang dalam pelaksanaannya memerlukan pertimbangan yang seksama
dari masing-masing Auditor Internal. Pelanggaran terhadap KodeEtik merupakan pelanggaran terhadap disiplin Perseroan yang
dapat mengakibatkan Auditor Internal diberi peringatan, diberhentikan dari tugas di lingkungan Audit Internal dan atau dikenakan
hukuman disiplin sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
Para Auditor Internal harus memegang teguh dan mematuhi Kode Etik - Standar Perilaku, yaitu sebagai berikut:
1.Integritas
Memiliki kepribadian yang dilandasi oleh sikap jujur, berani, bijaksana, dan bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan
guna memberikan dasar bagi pengambilan keputusan yang handal.
2.Obyektivitas
Menjunjung tinggi ketidak-berpihakan profesional dalam mengumpulkan, mengevaluasi, dan memproses data/informasi audit.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
219
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
3.Kerahasiaan
Menghargai nilai dan kepemilikan informasi yang diterima dan tidak mengungkapkan informasi tanpa otorisasi yang memadai,
kecuali terdapat peraturan dan undang-undang yang mengharuskan.
4.Kompetensi
Memiliki pengetahuan, keahlian, pengalaman, dan keterampilan yang diperlukan untuk dapat menjalankan tugas yang
diberikan.
Penanggung jawab utama dari penerapan Sistem Pengendalian lnternal Perusahaan adalah Direksi, khususnya Direktur Utama,
yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh Divisi Audit lnternal dalam memonitor efektivitasnya.
MANAJEMEN RISIKO
I.
Prinsip Penerapan Manajemen Risiko
Pengelolaan risiko pada Perusahaan dilaksanakan berprinsip pada azas proaktif early detection yang ditujukan untuk mendukung
pertumbuhan Perusahaan yang cepat, sehat dan berkesinambungan serta memelihara tingkat risiko dan imbal balik pada tingkat
yang optimal. Pendekatan manajemen risiko dilakukan oleh Perusahaan secara komprehensif untuk mengidentifikasi, mengukur,
memantau dan mengendalikan atas risiko-risiko yang berdampak pada bisnis, operasional dan organisasi. Manajemen risiko
di Perseroan ditujukan untuk menjaga modal Perusahaan, meningkatkan nilai perusahaan, mengoptimalkan profil risk-return,
mendukung proses pengambilan keputusan serta melindungi reputasi Perusahaan.
Perseroan, sebagai Perusahaan Anak PT Bank Mandiri (persero) Tbk telah melakukan Konsolidasi Risiko dengan Perusahaan induk
dimana aktivitas ini merupakan bukti kepatuhan kepada Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006 dan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.03/2014 tertanggal 19 November 2014 tentang Penerapan Manajemen Risiko
Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan, yang mana penerapan manajemen risiko Perusahaan merupakan pendekatan terpadu
dan konsisten dalam melakukan penelaahan, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan risiko terhadap seluruh komponen
kelompok Perusahaan. Perkembangan konsolidasi ini secara berkala telah dikomunikasikan Bank Mandiri kepada regulator.
Konsep konsolidasi manajemen risiko dengan Perusahaan Induk dibagi menjadi 2 (dua) bagian besar, yaitu:
1. First Line, yang berkaitan dengan pemenuhan ketentuan PBI nomor 8/6/PBI/2006 tentang Penerapan Manajemen Risiko Secara
Konsolidasi Bagi Bank Yang Melakukan Pengendalian Terhadap Perusahaan Anak.
2. Second Line, yang lebih merupakan pendekatan kebutuhan internal Perusahaan secara keseluruhan yang mencakup perangkat
(tools), kesadaran risiko (awareness), tata kelola perusahaan (governance), dan system informasi manajemen risiko (system)
Berbagai bentuk aktivitas yang dilakukan dalam rangka konsolidasi risiko antara lain :
• Annual Risk Consolidation Conference (ARCC) antara Perusahaan Induk dan seluruh Perusahaan Anak ;
• Forum Integrated Risk Committee (FIRC) yang dilakukan bersama Bank Mandiri setiap triwulan untuk membahas perkembangan
Profil Risiko Inherent dan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) di Perseroan;
• Penerapan Risk Appetite Statement (RAS) bersama dengan Bank Mandiri sebagai salah satu tools Risk Management untuk
mengukur tingkat risiko yang masih dapat diterima Perusahan dalam mendukung strategi bisnis;
• Pelaksanaan Stress Test Terintegrasi Bank Mandiri dengan Perusahaan anak setiap triwulan, menggunakan beberapa asumsi /
skenario sebagai bentuk antisipasi aksi perusahan pada kondisi lingkungan bisnis yang buruk;
• Penerapan Scoring model yang dibuat dan dikalibrasi secara berkala oleh Bank Mandiri sesuai dengan kondisi bisnis Perseroan;
• Monitoring kondisi likuidas perusahaan secara mingguan untuk dilaporkan kepada Perusahaan Induk sebagai bentuk
konsolidasi risiko.
220
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
• Perhitungan Expected Loss/Risk Premium yang meliputi Probalility of Default, Exposure at Default (EAD) dan Loss Given
Default;edilakukan Perseroan
• dilakukan setiap semester untuk mengetahui perkembangan kemampuan permodalan dan tingkat rentabilitas Perseroan;
• Pooling Informasi Debitur (PID) merupakan kumpulan data debitur Bank Mandiri dan seluruh Perusahaan Anak terkait debiturdebitur terbesar pada masing-masing perusahaan, debitur-debitur yang pernah ditolak pada proses akuisisi kredit, debiturdebitur Non Performing Loan dan debitur-debitur yang pernah direstrukturisasi.
Sesuai dengan POJK NO. 1/POJK.05/2015 tertanggal 26 Maret 2015 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa
Keuangan Non-Bank, dalam implementasi manajemen risiko di Perseroan, perusahaan bertumpu pada 5 pilar yang diuraikan
sebagai berikut :
Penerapan Manajemen Risiko
Pilar 1
Pilar 2
Pilar 3
Pilar 4
Pilar 5
Pengawasan
Aktif Direksi
dan Dewan
Komisaris
Kebijakan,
Prosedur dan
Penetapan
Limit
Identifikasi,
Pengukuran,
Pengawasan &
Pengendalian
Risiko
Sistem
Informasi
Manajemen
Risiko
Sistem
Pengendalian
Internal
Pilar 1. Pengawasan Aktif Direksi dan Dewan Komisaris
Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak perencanaan bisnis melalui :
• Penetapkan kebijakan dan strategi manajemen risiko termasuk penetapan otoritas dalam pemberian batasan serta tinjauan
atas kualitas portofolio secara berkala;
• Evaluasi kebijakan manajemen risiko secara berkala;
• Terdapatnya Komite Audit, Unit Kerja Compliance serta Divisi Manajemen Risiko sebagai bagian organ Dewan Komisaris dalam
melaksanakan fungsi pengawasannya;
Pilar 2. Kecukupan Kebijakan, Prosedur dan Penetapan Limit
Perusahaan menyusun kebijakan-kebijakan terkait manajemen risiko yang diperiksa secara berkala dan selalu disesuaikan dengan
keadaan usaha terkini. Kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam Standard Operational Procedure yang disosialisasikan kepada
seluruh karyawan.
Perusahaan juga memiliki kebijakan-kebijakan mengenai batasan persetujuan/otorisasi untuk transaksi kredit maupun yang
bukan transaksi kredit. Kebijakan pencadangan kerugian piutang Perusahaan juga sejalan dengan kebijakan pencadangan pada
Perusahaan Induk yang sesuai dan patuh terhadap ketentuan regulator.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
221
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Pilar 3. Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan dan Pengendalian Risiko
Perusahaan memiliki perangkat untuk mengidentifikasi, mengukur, mengawasi dan mengendalikan 8 risiko Utama di Perseroan
termasuk risiko transaksi intragroup dengan menggunakan tools profil risiko yang dilakukan secara berkala setiap triwulan. Risiko
Utama Perseroan tersebut adalah Risiko Kredit, Risiko Operasional, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Kepatuhan, Risiko Hukum,
Risiko Reputasi, Risiko Strategik.Pilar.
4. Sistem Informasi Manajemen Risiko.
Dalam rangka mendukung proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko, Perseroan telah mengembangkan
sistem informasi manajemen yang disesuaikan dengan karakterisitik, kegiatan dan kompleksitas kegiatan usaha. Sebagai contoh
yaitu Perseroan Report yang berisi indicator leading, coincidence, lagging berbasis mobile yang menyediakan informasi secara
akurat, lengkap, informatif, tepat waktu, dan dapat diandalkan sehingga Direksi, Dewan Komisaris dan kepala unit kerja terkait
dapat cepat dalam mengambil keputusan.
Pilar 5. Sistem Pengendalian Internal
Perseroan memiliki Unit Audit Internal yang secara independen melaporkan proses dan hasil pemeriksaannya kepada Dewan
Komisaris dan Direktur Utama. Akuntabilitas dari Unit Audit Internal mencakup:
• Menyediakan penilaian atas kecukupan dan efektifitas dari semua proses yang ada di dalam Perusahaan;
• Melaporkan masalah-masalah penting yang terkait dengan proses pengendalian aktivitas-aktivitas di dalam Perusahaan
termasuk perbaikan yang potensial terhadap proses-proses tersebut; dan
• Koordinasi dengan fungsi pengendali dan pengawasan lainnya (manajemen risiko, kepatuhan, hukum dan audit eksternal).
II. Pengelolaan Risiko Melalui Aktivitas Operasional
Pengelolaan risiko melalui aktivitas operasional utamanya ditujukan untuk pengelolaan risiko kredit dan risiko operasional pada
level yang dapat diterima.
1. Pengelolaan Risiko Kredit
Risiko kredit berasal dari aktivitas pemberian kredit. Pengelolaan risiko kredit bertujuan untuk mengukur, mengantisipasi, dan
meminimalisir kerugian akibat kegagalan debitur dalam memenuhi kewajibannya.
Kebijakan Kredit
Penjabaran kebijakan kredit secara operasional dituangkan dalam bentuk Standard Operational Procedure (SOP). Proses
pengelolaan kredit diawali dengan penetapan target market, melakukan risk assessment dan monitoring atas pemberian
kredit.
Perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit, dimana fungsi analisa kredit dilakukan oleh unit bisnis
dan unit risiko kredit yang independen, fungsi persetujuan kredit dilakukan secara “4 eyes principle”
Persetujuan Kredit
Dalam menilai aplikasi kredit, Perseroan senantiasa mengacu pada regulasi dan prinsip kehati-hatian diantaranya berdasarkan
faktor penilaian kemampuan membayar, prospek usaha dan kinerja debitur. Perseroan telah menerapkan mobile survey dalam
rangka meningkatkan kualitas pencairan kredit.
222
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Proses kredit dan pengelolaan risiko kredit segmen retail dilakukan melalui proses end-to-end yang terintegrasi dalam system
e-Star. Proses pengambilan keputusan pada segmen corporate atau fleet dilakukan melalui Rapat Komite Kredit (RKK).
Sedangkan pada segmen retail dilakukan melalui sistem credit scoring. Model credit scoring secara berkala dilakukan validasi
untuk memastikan keakuratannya. Untuk mempercepat proses pengambilan keputusan kredit, perusahaan telah memberikan kewenangan memutus kredit
kepada pejabat yang ditunjuk berdasarkan kualifikasi tertentu.
Monitoring Kredit
Monitoring kredit pada segmen corporate atau fleet dilakukan dengan menggunakan metode Watch List. Watch List
merupakan suatu metode standard, terstruktur dan komprehensif dalam memantau kinerja debitur, sehingga dapat segera
dilakukan penanganan dini untuk mencegah penurunan kualitas kredit debitur. Monitoring dilakukan secara harian dengan
adanya fungsi kerja khusus penanganan account bermasalah/berpotensi bermasalah di unit kerja fleet.
Monitoring untuk kredit retail dilakukan pada tingkat portofolio melalui analisa portofolio dari berbagai aspek (kualitas dan
kuantitas portofolio dari berbagai sudut analisa) yang dituangkan dalam monthly portfolio review.
Perusahaan juga melakukan monitoring secara berkala terhadap pejabat pemegang kewenangan memutus kredit untuk
memantau kualitas keputusan.
Sebagai langkah antisipatif (early warning signal), dilakukan proses simulasi dan stress testing terhadap portofolio secara
berkala untuk mengetahui perubahan kualitas portofolio terhadap perubahan makro ekonomi. Hasil simulasi memberikan
panduan bagi Perusahaan untuk memonitor secara lebih ketat sektor-sektor atau debitur-debitur yang berpotensi mengalami
penuruan kualitas serta untuk menetapkan langkah-langkah antisipatif guna mencegah terjadinya dampak yang buruk.
Credit Collection dan Recovery
Perusahaan secara khusus menjalankan kebijakan penanganan collection dan recovery yang dibuat secara lebih terfokus,
sistematis, agresif dan terintegrasi berdasarkan jenis produk dan masing-masing bucket collection. Kebijakan tersebut didukung
oleh Automatic Collection System yang sifatnya end-to-end dan dilengkapi dengan collection reports. Perseroan juga telah
mengimplementasikan mobile collection yang dilengkapi dengan EDC untuk memudahkan field collector dalam melakukan
penagihan.
2. Pengelolaan Risiko Operasional
Risiko operasional dapat disebabkan karena ketidakcukupan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia,
kegagalan sistem, atau adanya faktor eksternal yang mempengaruhi operasional Perusahaan. Pengelolaan risiko operasional
yang efektif dapat menekan kerugian akibat risiko operasional. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan pengelolaan
risiko operasional, Perusahaan melakukan hal seperti penyelarasan metodologi Risk Based Audit melalui sinkronisasi risk library;
menyediakan media komunikasi dengan Direktur Utama yang dinamakan “letter to CEO” sebagai Whistle Blowing System;
dan melakukan implementasi perangkat yang dinamakan Operational Risk Management Tools (ORM Tools). ORM Tools yang
dipergunakan untuk pelaksanaan ORM adalah sebagai berikut :
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
223
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
a. Key Risk Indicator (KRI)
KRI merupakan tools yang digunakan untuk memonitor risiko kunci terkait kegiatan operasional perusahaan. Pemantauan
dilakukan untuk mengetahui batas risiko yang terjadi di unit kerja terkait yang terpapar risiko kunci setiap bulan.
b. Risk Control & Self Assessment (RCSA)
RCSA dipergunakan untuk identifikasi dan menilai risiko yang melekat pada aktivitas bisnis perusahaan dan menilai kualitas
control yang telah dilakukan setiap triwulan.
c. Perseroan Loss Events Database (MLED)
MLED merupakan form yang digunakan untuk mencatat seluruh kerugian akibat risiko operasional yang telah terjadi pada
unit kerja. Pencatatan dilakukan oleh setiap unit kerja setiap bulan secara online/web based.
d. Perseroan Early Detection System (MEDS)
MEDS merupakan system pendeteksi dini terkait proses akusisi kredit, collection, maupun fraud event yang melekat pada
proses bisnis yang berpotensi merugikan perusahaan.
Dalam hal pengelolaan risiko operasional, unit kerja Risk Management berperan sebagai second line of defense dan Internal
Audit sebagai third line of defense. Sedangkan unit kerja bisnis sebagai risk owner merupakan first line of defense yang
bertanggung terhadap pengelolaan risiko operasional pada unit kerja masing-masing
Business Continuity Management
Selain tools tersebut di atas, untuk menjamin kelangsungan operasional perusahaan dalam kondisi darurat, Perusahaan
memiliki suatu rencana komprehensif yang berisi langkah-langkah yang harus diambil sebelum, selama dan setelah terjadinya
suatu keadaan darurat. Kebijakan perusahaan dalam menjamin kelangsungan operasional bisnis diatur dalam Business
Continuity Plan (BCP). Pada saat ini, Perusahaan sedang mengembangkan BCP menjadi Business Continuity Management
(BCM) yang mencakup Business Continuity Plan (BCP), Disaster Recovery Plan (DRP) dan Emergency Response Procedure (ERP).
DRP merupakan proses Information Technology untuk menduplikasi database pada saat yang bersamaan di dua lokasi yang
berbeda.
3. Pengelolaan Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas dapat terjadi apabila Perusahaan gagal menyediakan likuiditas dengan harga yang wajar dan nyaman secara
bisnis. Perseroan setiap bulan mengelola risiko likuiditas melalui Asset Liability Committee (ALCO). Perusahaan telah mengikat
perjanjian dengan Bank Mandiri dalam hal Pembiayaan Bersama (Joint Financing) sehingga dihasilkan komitmen penyediaan
pendanaan dari Bank Mandiri sepanjang tahun. Selain pembiayaan bersama, Perusahaan juga telah mendapatkan komitmen
pinjaman dari beberapa bank lokal maupun swasta internasional dengan jangka waktu yang cukup panjang dan mengcover
tenor pinjaman debitur.
Seluruh pinjaman baik pendanaan maupun pembiayaan dilakukan dalam suku bunga fix dengan tenor fix dan dalam denominasi
rupiah sehingga Perusahaan tidak terpapar pada risiko pasar. Hal ini dilakukan sebagai strategy gapping atau miss match
likuiditas.
4. Risiko Lain
Disamping risiko kredit, risiko operasional, dan risiko likuiditas, Perusahaan juga menaruh perhatian pada risiko-risiko lain
yang harus dikelola, antara lain : risiko pasar, kepatuhan, hukum, reputasi, strategic dan risiko intragroup. Keseluruhan risiko
tersebut di manage secara terintegrasi dengan Bank Mandiri melalui Forum Integrated Risk Committee (FIRC) setiap triwulan.
Dalam hal risiko hukum, Perusahaan terus berusaha meningkatkan pengendalian risiko hukum, antara lain dengan melengkapi
personil legal & compliance group untuk memastikan setiap kegiatan/transaksi telah mendapatkan kajian dari sisi hukum, dan
224
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
setiap proses persidangan dapat ditangani dengan optimal. Hingga saat ini, Perusahaan belum pernah mengalami kekalahan
dalam proses persidangan.
Dalam hal risiko strategis, Perusahaan melakukan review kinerja dan evaluasi kebijakan penyusunan target bisnis dan melakukan
langkah-langkah perbaikan dalam rencana strategi dan target bisnis sesuai dengan Risk Appetite serta mempertimbangkan
kondisi internal dan eksternal.
Dalam hal risiko kepatuhan, Perusahaan memiliki code of conduct sebagai pedoman berperilaku dan merupakan bagian
budaya perusahaan (corporate culture). Dalam tahap perencanaan strategis, Perusahaan selalu menilai kecukupan kepatuhan
terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam hal risiko reputasi, Perusahaan telah memiliki unit kerja customer care yang khusus memfokuskan diri pada penanganan
pengaduan debitur. Perusahaan juga memiliki Contact Centre melalui berbagai contact points seperti telepon, website dan
media sosial sehingga debitur dapat langsung menyampaikan keluhan dan inquiry mengenai produk dan layanan Perusahaan.
Perusahaan juga secara aktif melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilaksanakan di bidang pendidikan,
kesehatan, olahraga, lingkungan hidup dan bantuan korban bencana alam.
Dalam hal risiko transaksi intragroup, Bank Mandiri melakukan pengukuran ketergantungan bisnis dengan perusahaan anak
terkait eksposur Joint Financing. Saat ini kebijakan Perseroan fokus pada pembiayaan melalui joint financing. Hal ini sejalan
dengan kebijakan dan strategi bisnis Bank Mandiri.
III.Data Profil Debitur Berdasarkan Demografi & Jenis Pekerjaan
DISTRIBUSI
DEBITUR
7%
0,06%
15%
PERSEROAN 2015
8%
8%
33%
Jabodetabek, Banten
56,34%
PERSEROAN 2015
7,60%
Wiraswasta
Jawa Barat
TNI / POLRI
Sumatera Utara
10%
Sumatera Selatan
Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB
11%
12%
11%
Profesional
19,65%
Pendidikan
Pegawai Swasta
Pegawai Negeri
Kalimantan
Jawa Tengah, Yogyakarta
Sulawesi
DISTRIBUSI
PEKERJAAN
DEBITUR
0,06%
0,80%
Lain-lain
Company
0,48%
IV.Fokus Dan Inisiatif Pengendalian Risiko Tahun 2015
Fokus dan inisiatif pengendalian risiko perusahaan tahun 2015 adalah Risiko Kredit dan Risiko Operasional. Risiko kredit
dilakukan dengan penyempurnaan proses akuisisi yang terkendali dan terawasi dengan menerapkan mobile survey dengan
tujuan meningkatkan kualitas portofolio dan implementasi mobile collection secara nasional yang bertujuan memudahkan
penagihan serta monitoring hasil penagihan. dan penerapan manajemen risiko terintegrasi.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
225
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
V. Fokus Dan Inisiatif Manajemen Risiko Tahun 2016
Fokus dan inisiatif manajemen risiko tahun 2016 masih tetap pada Risiko Kredit dan Risiko Operasional. Hal ini terlihat dalam
KPI Perseroan yang sebagian besar fokus pada kualitas portofolio kelolaan. Tahun 2016 Perseroan akan mengimplementasikan
kebijakan dan ketentuan baru yang tertuang dalam Standard Operational Procedure (SOP) dan mensosialisasikan ke seluruh
unit kerja agar memiliki persepsi dan pemahaman yang sama.
Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas portofolio, Perseroan akan mengimplementasikan sentralisasi telecoll secara
nasional. Selain itu Perseroan juga akan mengembangkan metodologi pengukuran profitability account sesuai dengan target
segmen yang telah ditetapkan, sehingga tetap dapat meningkatkan profit perusahaan.
SISTEM PENGENDALIAN INTERN
Perseroan memiliki sistem pengendalian intern dengan tujuan untuk:
1. Menjaga dan mengamankan harta kekayaan Perseroan,
2. Menjamin tersedianya laporan yang lebih akurat,
3. Meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,
4. Mengurangi dampak keuangan/kerugian, penyimpangan termasuk kecurangan/fraud, dan pelanggaran terhadap prinsip
kehati-hatian, dan
5. Meningkatkan efektivitas organisasi dan efisiensi biaya.
Sebagai proses yang dijalankan oleh seluruh jajaran Perseroan, maka Sistem Pengendalian Intern diterapkan mulai dari penetapan
sasaran dan strategi di seluruh organisasi, identifikasi kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang dapat mempengaruhi
sasaran dan strategi dimaksud, dan pengelolaan risiko agar tetap berada dalam batas toleransi (risk appetite), untuk memberikan
keyakinan yang memadai dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan.
Kerangka kerja sistem pengendalian internal yang menjadi acuan perseroan adalah kerangka kerja yang telah dipraktekkan
oleh perusahaan-perusahaan terbaik di industri terkait (best practices) yaitu COSO Internal Control Framework, yang mencakup
komponen-komponen:
1. Lingkungan pengendalian internal dalam perusahaan, yang terdiri dari integritas, nilai etika dan kompetensi seluruh karyawan
dan Manajemen perusahaan, filosofi dan gaya kepemimpinan manajemen termasuk cara yang ditempuh dalam melaksanakan
kewenangan dan tanggung jawabnya, pengorganisasian dan pengembangan sumber daya manusia serta perhatian dan
arahan yang dilakukan oleh Direksi dan Komisaris.
2. Manajemen risiko, yang mencakup proses identifikasi, analisa, penilaian dan mitigasi atau respon atas risiko yang relevan
dengan bidang usaha perusahaan.
3. Aktivitas kontrol, mencakup tindakan-tindakan yang dilakukan agar seluruh proses di perusahaan terkendali sesuai sasaran
yang telah ditetapkan, antara lain aktivitas yang terkait dengan struktur organisasi mencakup kewenangan, otorisasi, verifikasi,
rekonsiliasi, penilaian atas prestasi kerja, pembagian tugas dan pengamanan aset perusahaan.
4. Sistem informasi dan komunikasi, mencakup aktivitas yang terkait dengan penyajian laporan kegiatan perusahaan dan
penyampaiannya kepada pihak terkait, yang antara lain mencakup informasi dan komunikasi kegiatan operasional, kegiatan
finansial, dan ketaatan atas ketentuan dan peraturan yang berlaku.
5. Monitoring, mencakup aktivitas atau proses penilaian terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk kualitas fungsi
Audit Internal dan kualitas unit kerja di dalam struktur organisasi perusahaan, sehingga system pengendalian internal dapat
dilaksanakan secara optimal, dan penyimpangan yang terjadi dilaporkan kepada Direksi dan Komisaris melalui Komite Audit.
226
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Pengendalian Keuangan dan Operasional
Peraturan dan kebijakan perseroan mengharuskan adanya upaya untuk memelihara catatan dan menyajikan laporan keuangan
sesuai
prinsip-prinsip
akuntansi
yang
berlaku umum, yang mewajibkan pengungkapan seluruh transaksi material yang
mempengaruhi perubahan nilai asset, kewajiban dan modal. Hal tersebut dilakukan untuk menghindarkan dari penyelewengan
keuangan. Disamping itu, perseroan senantiasa memelihara sistem pengendalian internal yang menjamin
keandalan
dan
kecukupan setiap transaksi.
Penyajian laporan keuangan (neraca, laporan rugi laba, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas) pada setiap tahun buku
dilakukan untuk memenuhi kepentingan semua pihak yang terkait dengan perseroan. Perseroan mempunyai komitmen untuk
mengungkapkan laporan tersebut kepada semua pihak yang berkepentingan secara adil dan transparan berdasarkan standar
akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Untuk memenuhi semua prinsip di atas, perseroan telah memiliki kebijakan yang menjamin bahwa transaksi dicatat dengan segara,
akurat dan dilengkapi dengan dokumen pendukung yang memadai. Transaksi yang tercatat dalam sistem akuntansi sekurangkurangnya telah mendapatkan persetujuan manajemen yang memiliki kewenangan untuk keperluan tersebut dan dicatat dengan
benar. Setiap laporan keuangan perusahaan secara wajar dan akurat menggambarkan transaksi yang sebenarnya tanpa sedikitpun
adanya upaya menyembunyikan fakta kepada pembaca laporan. Semua pihak, baik Direksi, Komisaris dan Karyawan yang
bertanggung jawab atas fungsi-fungsi tersebut, wajib memahami dan menjalankan kebijakan sistem pengendalian internal dan
prosedur pencatatan akuntansi keuangan perseroan.
Perseroan senantiasa memelihara sistem pengendalian internal yang menjamin keandalan sistem akuntansi keuangan. Sistem
pengendalian internal diberlakukan untuk menjaga asset terhadap penyalahgunaan dan pengalihan kepemilikan secara tidak sah,
menjaga keabsahan catatan-catatan akuntansi dan keandalan informasi keuangan yang digunakan di dalam perusahaan maupun
yang dipublikasikan.
Manajemen Perseroan senantiasa melakukan penilaian efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan Perseroan.
Selain itu, evaluasi atas efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan juga dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik
pada saat proses pelaporan keuangan tahunan.
Efektivitas Sistem Pengendalian Intern
Perseroan senantiasa memelihara sistem pengendalian internal yang menjamin keandalan sistem akuntansi keuangan. Sistem
pengendalian internal diberlakukan untuk menjaga asset terhadap penyalahgunaan dan pengalihan kepemilikan secara tidak sah,
menjaga keabsahan catatan-catatan akuntansi dan keandalan informasi keuangan yang digunakan di dalam perusahaan maupun
yang dipublikasikan.
Manajemen Perseroan senantiasa melakukan penilaian efektivitas Sistem Pengendalian internal atas pelaporan keuangan perseroan.
Selain itu, evaluasi atas efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan juga dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik pada
saat proses pelaporan keuangan tahunan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
227
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
PENGADAAN BARANG DAN JASA
Prosedur dan Tata Cara Pengadaan barang
Setiap pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus dilakukan oleh pihak yang berwenang memproses pengadaan mulai
dari perencanaan, pengadaan, pemilihan/seleksi penyedia Barang dan Jasa, serta pengawasan pelaksanaan pengadaan dengan
memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut:
1. Efisien, berarti pengadaan Barang/Jasa harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang terbatas untuk mencapai
sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkatsingkatnya dan dapat dipertanggung jawabkan.
2. Efektif, berarti pengadaan Barang/Jasa harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan.
3. Terbuka dan Bersaing, berarti pengadaan Barang/Jasa harus terbuka bagi penyedia Barang/Jasa yang memenuhi persyaratan
dan dilakukan melalui persaingan yang sehat diantara penyedia Barang/Jasa yang setara dan memenuhi syarat/criteria tertentu
berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas dan transparan.
4. Transparan, berarti semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan barang/jasa, termasuk syarat teknis administrasi
pengadaan, tata cara evaluasi, hasil evaluasi, penetapan calon penyedia barang/jasa, sifatnya terbuka bagi peserta penyedia
barang/jasa yang berminat serta bagi masyarakat luas pada umumnya.
5. Adil / Tidak Diskriminatif, berarti memberikan perlakuan yang sama bagi semua calon penyedia barang/jasa dan tidak mengarah
untuk memberi keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara dan atau alas an apapun.
6. Akuntabel, berarti harus mencapai sasaran baik fisik, keuangan maupun manfaat bagi kelancaran pelaksanaan tugas umum
pemerintahan dan pelayanan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang/
jasa.
Prosedur pelaksanaan pengadaan barang dan jasa
Dalam melaksanaan pengadaan barang dan jasa, Perseroan telah menerapkan prosedur sebagai berikut:
a. Pelaksana Pengadaan Terdapat 3 kelompok pelaksana pengadaan yang dapat memproses pengadaan barang dan jasa
perusahaan, yaitu:
- Departemen Procurement dan General Affair
- Tim pengadaan yang terdiri dari Departemen procurement dan General Affair ditambah dengan unit kerja lain yang
terkait serta;
- Panitia pengadaan yang terdiri dari Departemen Procurement dan General Affair dan/atau Divisi terkait dan Legal untuk
melaksanakan proses pengadaan Barang dan Jasa yang pada dasarnya dilaksanakan secara Pelelangan Umum/Pelelangan
Terbatas atau Seleksi Umum/Seleksi Terbatas.
b. Dokumen pengadaan:
Setiap pelaksanaan Pengadaan barang dan jasa wajib didokumentasikan untuk digunakan sebagai bukti otentik pengadaan
Barang dan Jasa.
c. Daftar Penyedia barang dan jasa:
Penyedia barang dan jasa harus memenuhi kulaifikasi yang ditetapkan sehingga pengadaan barang dan jasa sesuain dengan
spesifikasi yang ditetapkan.
d. Sistem Penyampaian penawaran:
Cara penyampaian penawaran dapat memilih salah satu dari ketiga sistem yang telah ditetapkan sebelumnya didalam dokumen
pengadaan yaitu:
- Sistem satu sampul: sistem ini diberlakukan untuk pengadaan bvv spesifikasi teknis, metode kerjanya dan/ atau produknya
dapat dibuat dengan jelas dan pasti.
228
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
- Sistem dua sampul: Sistem ini diberlakukan untuk barang dan jasa tertentu yang memiliki range (koridor) spesifikasi untuk
setiap aspek teknisnya sehingga siperlukan evaluasi teknis yang mendalam untuk menjamin kulatisa barang dan jasa
tersebut sebelum dilaksanakan proses evaluasi harga.
- Sistem bertahap: sistem ini hanya diberlakukan untuk pemgadaan barang dan jasa yang sifatnya kompleks, berteknologi
tinggi, dan nilai pengadaannyan relative besar serta memerlukan penyesuaian criteria teknis/ kinerja/desain untuk
menyetarakan spesifikasi teknis diantara penyedia barang dan jasa sebagai mana yang dipersyaratkan dalam dokumen
pengadaan.
e. Sistem evaluasi penawaran: dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:
- Sistem evaluasi penawaran untuk pengadaan barang dan jasa yang terdiri dari sistem gugur, sistem nilai, sistem penilaian
biaya selama umur ekonomis
- Sistem evaluasi penawaran untuk pengadaan jasa konsultasi yang dibagi menjadi Sistem evaluasi kualitas, sistem evaluasi
kualitas dan biaya, sistem evaluasi biaya terendah.
f. Bentuk dan jenis ikatan kerja:
- Bentuk ikatan kerja terdiri dari: bukti pembelian barang, SPK, Kontrak kerja.
- Jenis Ikatan kerja terdiri dari: Ikatan Lumpsum, Ikatan harga satuan dengan volume, ikatan gabungan lumpsum dan unit
price, ikatan terima jadi., ikatan harga satuan tanpa volume pemesanan pasti, ikatan penyerahan bertahap dengan batas
volume maksimal, ikatan cost plus fee, ikatan presentase.
g. Jaminan dalam pengadaan barang dan jasa:
Dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus disadari adanya risiko-risiko yang mungkin Timbul, diantaranya
pengunduran diri dari penyedia barang dan jasa, wan prestasi, risiko penarikan uang muka, dan risiko lainnya.
Jenis-jenis pelelangan
a. Pelelangan Umum, Pelelangan Terbatas
Pelaksanaan metode ini dilaksanakan apabila nilai tender diperkirakan lebih dari 5 miliar Rupiah dengan ketentuan pelaksanaan
sebagai berikut:
- Pengumuman Prakualifikasi
- Pemasukan Dokumen prakualifikasi
- Evaluasi dokumen prakualifikasi
- Penetapan pengumuman prakualifikasi
- Undangan pengambilan dokumen pengadaaan
- Penjelasan lelang
- Pemasukan dan pembukaan penawaran
- Evaluasi penawaran
- Pembuatan berita acara hasil pelelangan
- Penetapan pemenang lelang
- Pengumuman pemenang lelang
- Sanggahan peserta lelang
- Penandatanganan kontrak
- Pembayaran uang muka
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
229
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
b. Pemilihan Langsung
Tata cara pengadaan barang dan jasa dengan metode pemilihan langsung dilaksanakan dengan proses sebagai berikut:
- Undangan kepada penyedia barang dan jasa
- Pemberian penjelasan dokumen pengadaan
- Penyampaian penawaran
- Pembukaan penawaran
- Evaluasi penawaran
- Klarifikasi teknis dan negosiasi
- Penetapan penyedia barang dan jasa terpilih
- Penunjukkan penyedia barang dan jasa
- Penandatanganan konrak
PERKARA PENTING
Sampai dengan akhir tahun 2015, Perseroan memiliki 53 perkara hukum. Perseroan terlibat dalam beberapa perkara perdata.
Perkara-perkara perdata yang dihadapi oleh Perseroan pada umumnya timbul dalam kaitannya dengan tindakan Perseroan
memperoleh jaminan pelunasan hutang dari para konsumennya karena adanya kelalaian para konsumen dalam melakukan
kewajiban pembayaran atas fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor yang diberikan Perseroan saat ini adalah sebagai berikut:
Daftar Kasus Posisi Perkara Perdata
No.
1
2
3
230
Cabang
Matraman
Fatmawati
Yogyakarta
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
Tanggal
Perkara
335/Pdt.G/2011/PN.JKT.
TIM Pengadilan Negeri 8 Juni 2011
Jakarta Timur
533/Pdt.G/2011/PN.Jkt.
Sel. Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan
179/Pdt.G/2011/
PN.Slmn. Pengadilan
Negeri Sleman
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Posisi
Perseroan
Penggugat
4 Oktober 2011 Tergugat
28 November
2011
Tergugat
Pihak Lawan
1. Rahmat Sori.
A. Harahap
(Konsumen/
Tergugat 1)
2. Solahudin
(Tergugat II)
Ong Tik
Gie (Jimmy
Mamahit)
Ari Murdowo
Materi
Perkara
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
Status Perkara
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Jakarta Timur MTF
Menang Pada
Pengadilan Tinggi
Jakarta
Rahmat S.A.H.
(Tergugat)
mengajukan
Kasasi ke
Mahkamah
Agung . Masih
dalam proses
pemeriksaan
Kasasi di
Mahkamah
Agung.
Perbuatan
Melawan
Hukum
MTF Kalah Pada
Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan.
MTF menang Pada
Tingkat Banding.
Ong Tik Gie
mengajukan
Kasasi. Masih
dalam proses
pemeriksaan
Kasasi di
Mahkamah
Agung.
Perbuatan
Melawan
Hukum
MTF Menang
Pada Pengadilan
Negeri Sleman.
MTF Menang
Pada Pengadilan
Tinggi Yogyakarta.
MTF menang Pada
Kasasi Mahkamah
Agung
Ari Murdowo
(Penggugat)
mengajukan
Kasasi. Sudah
terdapat
Putusan Kasasi
pada Februari
2015, yang
dimenangkan
oleh MTF.
Wanprestasi
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
No.
4
5
6
7
8
9
Cabang
Tasikmalaya
Kediri
Tasikmalaya
Padang
Fleet
Kelapa
Gading
Dengan Hati
Melayani Negeri
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
55/Pdt.G/2011/PN.Tsm.
Pengadilan Negeri
Tasikmalaya
1344 K / PDT/2014
Mahkamah Agung
051/Pdt.G/2013/
PN.TSM, Pengadilan
Negeri Tasikmalaya
6/Pdt.G/BPSK/2014/
PN.BT Pengadilan
Negeri Bukit Tinggi
46/Pdt-Sus/Pailit/2014/
PN.NIAGA.JKT.PST
58/Pdt.G/2014/PN.Jkt.
Ut. Pengadilan Negeri
Jakarta Utara
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Tanggal
Perkara
5 Desember
2011
5 November
2012
19 November
2013
Posisi
Perseroan
Tergugat
Tergugat I
Pemohon
Keberatan
BPSK Februari
2014
Teradu
PN 16 Mei 2014
29 Desember
2014
17 Februari
2014
Kreditor
Lain
Penggugat
Pihak Lawan
Materi
Perkara
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
Status Perkara
1) Irma Fitriana; Perbuatan
2) Asep Saepul Melawan
Hukum
Hidayat
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Tasikmalaya. MTF
Menang Pada
Pengadilan Tinggi
Jawa Barat. MTF
Menang Pada
Mahkamah Agung.
Pada Oktober
2015 telah ada
putusan MA,
dimana MTF
menang pada
tingkat kasasi.
Ahmad Farid
Perbuatan
Melawan
Hukum
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Kediri.
MTF
Menang Pada
Pengadilan Tinggi
Jawa Timur. MTF
Menang Pada
Mahkamah Agung
Pada bulan
Desember 2015,
MTF diputuskan
menang dalam
proses Kasasi di
MA.
Deviani
Permohonan
Keberatan ke
Pengadilan
Negeri
Tasikmalaya
atas Putusan
BPSK Kota
Tasikmalaya
(atas nama
Pengadu
Deviani)
MTF Kalah
Pada BPSK Kota
Tasikmalaya.
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Tasikmalaya. MTF
Menang Pada
Mahkamah Agung.
Pada bulan
Agustus 2015,
MTF diputuskan
menang dalam
proses Kasasi di
MA.
Adek Oktavia
Pengajian
Kasasi oleh
Konsumen
atas Putusan
PN Bukit
Tinggi
MTF Kalah pada
BPSK Bukit Tinggi
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Bukit Tinggi
Debitur
mengajukan
Kasasi, masih
dalam proses
pemeriksaan
kasasi di
Mahkamah
Agung.
Permohonan
Pailit
Konsumen
Telah memutuskan
bahwa Debitur
an. PT Pundi
Abadi Lestari telah
dinyatakan pailit
Telah adanya
penetapan
bahwa akan akan
adanya pelunasan
terhadap barang
modal an.
Leassee.
MTF Kalah pada
Pengadilan Negeri
Jakarta Utara
MTF mengajukan
Banding, Putusan
PN menganggap
kurang Pihak
Asuransi, masih
dalam proses
banding di
Pengadilan
Tinggi.
PT PUNDI
ABADI LESTARI
Tonny
Wanprestasi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
231
KILAS KINERJA 2015
No.
10
Cirebon
04/Pdt.Plw/2014/
PN.CN. Pengadilan
Negeri Cirebon
11
119/Pdt.G/2014/PN.Plk.
Palangkaraya Pengadilan Negeri
Palangkaraya
12
70/Pdt.G/2014/PN.Mrb.
Muara Bungo Pengadilan Negeri
Muara Bungo
13
14
15
232
Cabang
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
Palembang
Tanggal
Perkara
16 Februari
2014
22 Juli 2014
September
2014
139/Pdt.G/2014/PN.Plg.
September
Pengadilan Negeri
2014
Palembang
154/Pdt.G/2014/PN.Plk.
Palangkaraya Pengadilan Negeri
Palangkaraya
Jember
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
132/Pdt.G/2014/
PN.Jmr. Pengadilan
Negeri Jember
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
21 Oktober
2014
6 November
2014
Posisi
Perseroan
Penggugat
Tergugat
Tergugat
Tergugat
Tergugat
Tergugat
Pihak Lawan
Sosi K &
Risnawati
M. Rida Ansari
Marsono
Yusmitra
Jemi Karter
(Hermawan)
Agus Santoso
PROFIL PERUSAHAAN
Materi
Perkara
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
Status Perkara
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Cirebon
Konsumen
mengajukan
Banding atas
putusan PN
Cirebon, masih
dalam proses
banding di
Pengadilan
Tinggi.
Perbuatan
Melawan
Hukum
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Palangkaraya
Pengadilan
Negeri
Palangkaraya
telah
menjatuhkan
Putusan terhadap
Perkara tersebut
dengan Gugatan
tidak dapat
diterima (N.O)
Case Closed
Januari 2015.
Wanprestasi
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Muara Bungo
Putusan
Pengadilan
Negeri Muara
Bungo sudah
Incrach.
Perbuatan
Melawan
Hukum
Pengadilan Negeri
Palembang
Menggugurkan
Gugatan
Penggugat
Pengadilan
Negeri
Palembang
Menggugurkan
Gugatan
Penggugat.
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Palangkaraya
Pengadilan
Negeri
Palangkaraya
telah
menjatuhkan
Putusan terhadap
Perkara tersebut
dengan Gugatan
tidak dapat
diterima (N.O)
Case Closed
Februari 2015.
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Jember
Pengadilan
Negeri Jember
menggugurkan
gugatan
penggugat.
Case Close April
2015.
Gugatan
Perlawanan
Atas Sita
Jaminan
Pengadilan
Negeri
Cirebon
Pencantuman
Klausula Baku
Perbuatan
Melawan
Hukum
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
No.
16
17
18
19
20
21
22
Cabang
Surabaya
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
843/Pdt. G/2014/
PN.Sby. Pengadilan
Negeri Surabaya
Cirebon
64/Pdt.G/2014/PN. Cbr
Pekanbaru
212/Pdt. Sus/
BPSK/2014/PN.Pbr.
Pengadilan Negeri
Pekanbaru
Serang
Tasikmalaya
Tuban
Medan
Dengan Hati
Melayani Negeri
04/P3K/III/2015
BPSK Kota Serang
08/A/BPSK-Kota.Tsm/
IV/2015
068/U/BPSK/IV/2015
-
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Tanggal
Perkara
6 November
2014
8 Desember
2014
24 November
2014
24 Maret 2015
15 April 2015
13 April 2015
April 2015
Posisi
Perseroan
Tergugat
Tergugat I
Pemohon
Keberatan
Teradu
Teradu
Teradu
Teradu
Pihak Lawan
Kristono
Materi
Perkara
Wanprestasi
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
MTF Menang pada Penggugat
Pengadilan Negeri menyatakan
Banding.
Surabaya
Munari
Wanprestasi
Perdamaian
Sudirman
Pengajuan
Kasasi oleh
MTF atas
Putusan PN
Pekanbaru
MTF Kalah
pada BPSK
Kota Pekanbaru
MTF Kalah Pada
Pengadilan Negeri
Pekanbaru
Budi bin Jahidi
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kota
Serang
Pengaduan
Konsumen
Ade Hendrajaya
di BPSK Kota
Tasik
Faktur Mu'in
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kota
Bojonegoro
Pengaduan
Syafrudin Ismail Konsumen
di BPSK Kota
Lubis
Medan
Status Perkara
Masih dalam
proses
pemanggilan
oleh Pengadilan
Negeri Cirebon
dalam tahap
mediasi.
MTF Mengajukan
Kasasi, masih
dalam proses
kasasi. Putusan
NO, dianggap
terlambat
mengajukan
Keberatan
(perbedaan
penafsiran
terhadap jangka
waktu 14 hari
Kerja untuk
mengajukan
Keberatan).
Acara Mediasi
tidak ada kata
sepakat
Pada Maret
2015 sudah
terdapat Putusan
atas perkara
tersebut dan
dimenangkan
oleh MTF.
Acara Mediasi
tidak ada kata
sepakat
Pada April 2015
telah ada Putusan
BPSK Kota Tasik,
Para pihak tidak
mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK.
Acara Mediasi
tidak ada kata
sepakat
Pada April 2015
telah ada Putusan
BPSK Kota Tasik,
Para pihak tidak
mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK.
Acara Mediasi
terdapat
kesepakatan
perdamaian
Pada April 2015
telah ada Putusan
BPSK Kota Tasik,
Para pihak tidak
mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
233
KILAS KINERJA 2015
No.
23
Pekanbaru
29/BPSK/PKRSEKT/V/2015
Tanggal
Perkara
Mei 2015
Posisi
Perseroan
Teradu
Pihak Lawan
PROFIL PERUSAHAAN
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
Materi
Perkara
Status Perkara
Chandra Yusuf
Pengaduan
Konsumen di
BPSK
MTF Kalah
pada BPSK Kota
Pekanbaru
Pada Juni 2015
telah ada Putusan
Kota Pekanbaru,
MTF Mengajukan
Permohonan
keberatan di PN
Pekanbaru .
MTF Kalah
pada BPSK
Kota Pekanbaru
MTF Menang Pada
Pengadilan Negeri
Pekanbaru
Debitur
mengajukan
Kasasi, masih
dalam proses
kasasi di
Mahkamah
Agung.
24
Pekanbaru
129/Pdt.Sus-BPSK/2015/
PN.Pbr Pengadilan
Jun 2015
Negeri Pekanbaru
Termohon
Kasasi
Chandra Yusuf
Pengajuan
Kasasi oleh
Konsumen
atas Putusan
PN Pekanbaru
25
Medan
243/K/BPSK/BB/V/2015
Teradu
Gajali
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Batu
Bara
-
Tidak ada tindak
lanjut dari BPSK
Kab. Batu Bara
Medan
227/P3K/BPSK/
BB/V/2015
Teradu
Dahryani
Mulkan
Dalimunthe
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Batu
Bara
-
Tidak ada tindak
lanjut dari BPSK
Kab. Batu Bara.
Dalam Acara
Mediasi Para Pihak
tidak sepakat
untuk berdamai
MTF menang
dalam
Persidangan
di BPSK Kota
Padang dan
Para Pihak tidak
mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK
tersebut.
Para Pihak sepakat
untuk berdamai
Para Pihak
sepakat untuk
berdamai.
Dalam Acara
Mediasi Para Pihak
tidak sepakat
untuk berdamai
Pada Juli 2015
telah ada Putusan
BPSK Serang,
Para Pihak tidak
mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK
tersebut.
Dalam Acara
Mediasi Para Pihak
tidak sepakat
untuk berdamai
Pada Agustus
2015 telah ada
Putusan BPSK
Serang, Para
Pihak tidak
mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK
tersebut.
26
Mei 2015
Mei 2015
27
Padang
31/P3K/V/2015
Mei 2015
Teradu
Afrizayanti
Pengaduan
Konsumen di
BPSK Padang
28
Padang
41/P3K/VI/2015
Jun 2015
Teradu
PT Riau Cipta
Nugraha
Pengaduan
Konsumen di
BPSK Padang
29
30
234
Cabang
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Cilegon
Rantau
Prapat
11/P3K/V/2015
266/PG-ARB/BPSK/
BB/V/2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Jun 2015
Jul 2015
Teradu
Teradu
Wartoni
Maksum
Pengaduan
Konsumen di
BPSK Serang
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Batu Bara
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
No.
31
32
33
34
35
36
37
Cabang
Rantau
Prapat
Rantau
Prapat
Padang
Purwokerto
Gorontalo
Padang
Rantau
Prapat
Dengan Hati
Melayani Negeri
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
-
-
184/BPSK-PDG/Pgl/
VII/2015
6/FP/BPSK-Mgl/VII/2015
26/Pdt.G/2015/PN.Gtlo
054/P3K/VIII/2015
315/PG-ARB/BPSK/BB/
VIII/2015
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Tanggal
Perkara
Jul 2015
Jul 2015
Jul 2015
23 Juli 2015
5 Agustus 2015
12 Agustus
2015
14 Agustus
2015
Posisi
Perseroan
Teradu
Pihak Lawan
Materi
Perkara
Dalam Acara
Mediasi Para Pihak
tidak sepakat
untuk berdamai
Dalam Acara
Mediasi Para Pihak
tidak sepakat
untuk berdamai
Pada Agustus
2015 telah ada
Putusan BPSK
Serang, Para
Pihak tidak
mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK
tersebut.
Para Pihak sepakat
untuk berdamai
Pada Agustus
2015, Para Pihak
telah sepakat
untuk berdamai
di hadapan
Majelis BPSK Kota
Padang.
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kota
Padang
Para Pihak tidak
sepakat untuk
berdamai
Pada September
2015, Para Pihak
Tidak sepakat
untuk berdamai
dan Para Pihak
tidak mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK
Kota Magelang.
Yulin Podilito
Gugatan
Konsumen di
PN Gorontalo
Pada September
2015, Yulin
Yulin Podilito
Podilito (Debitur)
(Debitur) mencabut
mencabut
gugatannya di
gugatannya
Pengadilan Negeri
di Pengadilan
Negeri.
Deswita. A
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kota
Padang
Atas Pengaduan
Konsumen
(Deswita), MTF
telah menghadiri
dan mengajukan
Eksepsi/Jawaban
Pada Oktober
2015 Para Pihak
sepakat untuk
berdamai.
Berlan Sitinjak
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Batu Bara
Atas Pengaduan
Konsumen
(Berlan), MTF
telah mengajukan
Eksepsi/ Jawaban
Sidang berikutnya
menunggu
penggilan resmi
dari BPSK Kab.
Batu Bara.
Pengaduan
Konsumen
Muhammad
Effendi Harahap di BPSK Kab.
Batu Bara
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Batu Bara
Teradu
Teradu
Pengaduan
Konsumen
Citra Widya Sari
di BPSK Kota
Padang
Tergugat
Teradu
Teradu
Status Perkara
Pada Agustus
2015 telah ada
Putusan BPSK
Serang, Para
Pihak tidak
mengajukan
keberatan atas
putusan BPSK
tersebut.
Sahdinan
Dongoran
Teradu
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
Yasin Yuli
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
235
KILAS KINERJA 2015
No.
38
39
40
41
42
236
Cabang
Medan
Rantau
Prapat
Rantau
Prapat
Rantau
Prapat
Pekanbaru
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
132/Pen/BPSK/Mdn/
VIII/2015
278/Arbitrase/BPSK-BB/
VIII/2015
1145/PG/BPSK/BB/
IX/2015
24/Pdt.Sus/2015/PN.TJB
60/BPSK/PKR-SEKT/
IX/2015
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Tanggal
Perkara
18 Agustus
2015
25 Agustus
2015
27 Agustus
2015
10 September
2015
10 September
2015
Posisi
Perseroan
Teradu
Teradu
Teradu
Pemohon
Keberatan
Teradu
Pihak Lawan
PROFIL PERUSAHAAN
Pengaduan
Konsumen
Dorres Nababan
di BPSK Kota
Medan
Sudaryanto
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
Materi
Perkara
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Batu Bara
Status Perkara
Atas Pengaduan
Konsumen
tersebut MTF
telah menghadiri
dan memberikan
Eksepsi/Jawaban
Sidang berikutnya
menunggu
penggilan resmi
dari BPSK Kota
Medan.
MTF Kalah Pada
BSPK Kab. Batu
Bara
Pada Agustus
2015 BPSK
Kab. Batu Bara
memutuskan
mengabulkan
gugatan
konsumen
sebagian, dan
MTF mengajukan
keberatan atas
Putusan BPSK
Kab. Batubara di
PN Tanjung Balai.
Pada November
2015 BPSK
Kab. Batu Bara
memutuskan
mengabulkan
gugatan
konsumen
sebagian, MTF
mengajukan
keberatan atas
Putusan BPSK
Kab. Batubara
di PN Padang
Sidimpuan.
Surati
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Batu Bara
-
Sudaryanto
Pengajuan
Kasasi Oleh
Sudaryanto
Atas Putusan
PN Tanjung
Balai
Konsumen
mengajukan
MTF Menang Pada
Kasasi atas
Pengadilan Negeri
putusan
Medan
Pengadilan
Negeri Medan.
Machdalena
Pengaduan
Konsumen
di BPSK
Pekanbaru
MTF Kalah
Pada BSPK Kota
Pekanbaru
MTF mengajukan
keberatan ke PN
Pekanbaru atas
Putusan BPSK
Kota Pekanbaru
pada tanggal 17
November 2015.
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
No.
43
44
45
46
Cabang
Rantau
Prapat
Madiun
Madiun
Rantau
Prapat
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
378/PG-ARB-I/BPSK/
BB/X/2015
25.AK/076/
BPSK/426.111/2015
18/Pdt.G/2015/PN.MJY
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Tanggal
Perkara
Posisi
Perseroan
6 Oktober 2015 Teradu
5 Oktober 2015 Teradu
29 Oktober
2015
36/Pdt.Sus/2015/PN.Psp
23 November
Pengadilan Negeri
2015
Padang Sidimpuan
Pemohon
Keberatan
Pemohon
Keberatan
Pihak Lawan
Khairul Syahri
Hasibuan
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
Materi
Perkara
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Batu Bara
Status Perkara
Pada November
2015 BPSK
Kab. Batu Bara
Atas Pengaduan
memutuskan
Konsumen
(Khairul), MTF telah mengabulkan
gugatan
menerima surat
konsumen
panggilan sidang
sebagian, MTF
dengan agenda
mengajukan
Mengajukan
keberatan ke
Eksepsi/ Jawaban
PN Prapat atas
Keberatan
Putusan BPSK
Kota Pekanbaru.
Siti Nurjanah
Pengaduan
Konsumen
di BPSK
Probolinggo
MTF Kalah
Pada BSPK Kab.
Probolinggo
Pada Oktober
2015 BPSK
Kab. Batu Bara
memutuskan
mengabulkan
gugatan
konsumen
sebagian, MTF
mengajukan
keberatan di
Pengadilan
Negeri Madiun
atas Putusan
BPSK Kab.
Probolinggo.
Siti Nurjanah
Pengajuan
Kasasi Oleh
MTF Atas
Putusan
Pengadilan
Negeri
MTF kalah pada
Pengadilan Negeri
Madiun
MTF mengajukan
Kasasi di MA
atas putusan
Pengadilan
Negeri Madiun.
Surati
Pengajuan
Keberatan
Oleh MTF
Atas Putusan
BPSK Kab.
Batu Bara
MTF Kalah Pada
BSPK Kab. Batu
Bara
MTF Mengajukan
keberatan atas
Putusan BPSK
Kab. Batu Bara
di PN Padang
Sidimpuan.
MTF Kalah Pada
BSPK Kab. Batu
Bara
MTF Mengajukan
keberatan atas
Putusan BPSK
Kab. Batu Bara
di PN Rantau
Prapat.
47
Rantau
Prapat
70/Pdt.G.P/2015/
PN.Rap Pengadilan
Negeri Rantau Prapat
23 November
2015
Pemohon
Keberatan
Khairul Syahri
Hasibuan
Pengajuan
Keberatan
Oleh MTF
Atas Putusan
BPSK Kab.
Batu Bara
48
Bandung II
010/PK/IX/2015
BPSK Kab. Sumedang
28 Oktober
2015
Teradu
Yoyo Heryaman
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Sumedang
-
Dalam Proses
Persidangan.
Bandung II
011/PK/IX/2015
BPSK Kab. Sumedang
28 Oktober
2015
Syaipulloh
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Sumedang
-
Dalam Proses
Persidangan.
49
Dengan Hati
Melayani Negeri
Teradu
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
237
KILAS KINERJA 2015
No.
50
51
52
53
Cabang
Nomor Registrasi
Perkara Di Pengadilan
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Tanggal
Perkara
Fatmawati
0100/REG/BPSKDKI/X/2015 BPSK DKI
Jakarta
Solo
026/BPSK/XI/2015 BPSK 23 November
Kab. Sragen
2015
15 Oktober
2015
Pekanbaru
244/Pdt.G/2015/PN.Pbr
Pengadilan Negeri
Pekanbaru
1 Desember
2015
Banjarmasin
037/BPSK/XII/2015
BPSK Kota Banjarmasin
10 Desember
2015
Posisi
Perseroan
Pihak Lawan
PROFIL PERUSAHAAN
Putusan Pada
Pengadilan
Tingkat
Sebelumnya
Materi
Perkara
Status Perkara
-
Menunggu
Relas/panggilan
dari BPSK DKI
Jakarta untuk
persidangan
Arbitrase.
Zafirman
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kab.
Sragen
-
Menunggu
Putusan BPSK
Kabupaten
Sragen.
Pemohon
Keberatan
Machdalena
Pengajuan
Keberatan
Oleh MTF
Atas Putusan
BPSK Kab.
Batu Bara
MTF Kalah
Pada BSPK Kota
Pekanbaru
MTF mengajukan
keberatan atas
Putusan BPSK
Kota Pekanbaru
di PN Pekanbaru.
Teradu
Yanuar Bayu
Setiadi
Pengaduan
Konsumen
di BPSK Kota
Banjarmasin
-
Menungu
Putusan
BPSK Kota
Banjarmasin.
Teradu
Teradu
Komarudin
Akyas
Pengaduan
Konsumen di
BPSK Provinsi
DKI Jakarta
SANKSI ADMINISTRATIF
Pada tangggal 17 Desember 2015 Perseroan menerima surat teguran tertulis pertama dari Otoritas Jasa Keuangan terkait
keterlambatan penyampaian laporan analisis kesesuaian aset dan liabilitas periode November 2015 secara online melalui
email:[email protected] Namun Perseroan menindaklanjuti surat teguran tersebut dalam waktu 2 (dua) hari kerja dari tanggal
penerimaan surat dengan mengirimkan surat tanggapan beserta penjelasannya.
AKUNTAN PUBLIK
Untuk menyajikan laporan keuangan kepada pemegang saham, Perseroan menggunakan jasa auditor eksternal yang independen
yang pemilihannya dilakukan melalui suatu proses seleksi pengadaan jasa Auditor Independen untuk mengaudit Laporan Keuangan
Perseroan per 31 Desember 2015. Proses seleksi dilakukan secara transparan dan independen oleh suatu tim yang anggotanya
terdiri dari Divisi GA & Procurement, Divisi Finance & Accounting, Divisi Internal Audit, Divisi Risk & AR Management, Divisi Legal
& Compliance, Divisi Operation dan Divisi Corporate Secretary. Tahapan pengadaan dimulai dari mengundang 4 (empat) Kantor
Akuntan Publik (KAP) terbesar, penyampaian proposal jasa audit oleh masing- masing KAP, presentasi masing-masing KAP dan
tahap akhir adalah negosiasi biaya. Hasil Penilaian didasarkan pada faktor teknis dan faktor finansial. Selanjutnya hasil proses
akhir seleksi berupa penilaian yang dibuat oleh tim pengadaan diajukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mendapat
persetujuan dan diajukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan.
Pada RUPS Tahunan Perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 13 April 2015 pemegang saham Perseroan telah menetapkan
Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited) untuk mengaudit Laporan
Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 serta memberikan wewenang kepada
Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium Akuntan Publik dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik dan Auditor
tersebut serta menetapkan Kantor Akuntan Publik pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja
(a member firm of Ernst and Young Global Limited) karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit Laporan Keuangan
Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015.
238
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Pertimbangan Perseroan untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja (a member firm of Ernst & Young
Global Limited) adalah selain pernah mengaudit untuk tahun buku 2012 sampai dengan 2015, Perseroan menilai kemampuan
teknis dari Kantor Akuntan Publik tersebut telah sesuai dengan yang diharapkan oleh Perseroan dan telah memenuhi ketentuan
Peraturan Bapepam Nomor VIII.A.2 tentang Independensi Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal.
Berikut ini daftar nama Kantor Akuntan Publik dan Auditor yang mengaudit laporan keuangan Perseroan sejak tahun buku 2011
– 2015:
Tahun Buku
Kantor Akuntan Publik
Nama Auditor
2011
Tanudiredja, Wibisana & Rekan (PwC)
Lucy Luciana Suhendra, SE, Ak, CPA
2012
Purwantono, Suherman, & Surja (EY)
Peter Surja, CPA
2013
Purwantono, Suherman, & Surja (EY)
Peter Surja, CPA
2014
Purwantono, Suherman, & Surja (EY)
Danil Setiadi Handaja, CPA
2015
Purwantono, Suherman, & Surja (EY)
Danil Setiadi Handaja, CPA
Adapun biaya untuk jasa audit professional untuk tahun buku 2015 tersebut adalah sebesar Rp423.500.000,- (empat ratus dua
puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah). Akuntan Publik yang mewakili pelaksanaan audit laporan keuangan tahun buku 2015
(Signing Partner) adalah Danil Setiadi Handaja, CPA.
KODE ETIK DAN PAKTA INTEGRITAS
Perseroan telah memiliki panduan Kode Etik Karyawan yang berlaku bagi karyawan dan manajemen Perseroan. Kode Etik
Karyawan tersebut dicantumkan di lampiran buku Peraturan Perusahaan periode 2014-2016 yang dibagikan kepada seluruh
karyawan Perseroan agar dapat dipahami dan diimplementasikan dalam aktifitas kerja sehari-hari.
Isi Kode Etik
Pokok-pokok kode etik Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Wajib melaksanakan tugas pokok sesuai dengan uraian pekerjaan dan tugas-tugas lainnya yang ditetapkan oleh perusahaan.
2. Mencurahkan semua kemampuan diri untuk perusahaan, tidak bekerja dan mengikatkan diri pada pihak ketiga, baik perorangan
maupun badan usaha atau lembaga lainnya untuk mendapatkan imbalan, kecuali telah mendapat ijin tertulis dari Perusahaan.
3. Senantiasa melandasi seluruh tindakan dengan mengutamakan kepentingan Perseroan tidak mengutamakan keuntungan
pribadi/organisasi/kelompok (conflict of interest).
4. Menerima dan memahami imbalan yang diberikan Perseroan telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, sehingga tidak
akan meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apapun dari pihak-pihak terkait dengan Perseroan.
5. Menjaga diri untuk bersikap profesional, sehingga tidak akan melakukan upaya atau tindakan yang dapat merugikan pihakpihak terkait dengan Perseroan, termasuk tidak terbatas pada klien, konsumen, relasi dalam hal-hal yang dapat melanggar
kode etik.
6. Menjaga diri untuk selalu dapat dipercaya dalam bekerja dan akan selalu menjaga kerahasiaan atas:
a. Semua informasi dan data mengenai Perseroan yang dapat dikategorikan sebagai rahasia perusahaan.
b. Semua informasi yang telah dipercayakan oleh konsumen kepada Perseroan.
c. Semua transaksi yang telah dilakukan konsumen melalui Perseroan.
d. Semua kode rahasia yang telah dipercayakan kepada karyawan dalam rangka menjalankan tugas.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
239
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
7. Menjaga diri untuk bersikap profesional dalam bekerja dengan menghindarkan diri dari adanya hubungan keluarga langsung
dengan salah seorang karyawan di Perseroan (bapak, ibu, suami/istri, kakak, adik dan anak).
8. Selalu mengutamakan tugas-tugas Perseroan, tidak memakai waktu kerja untuk usaha/bisnis pribadi.
9. Mengenakan Kartu Tanda Pengenal / Kartu Identitas Karyawan yang diberikan Perseroan selama berada dilingkungan pekerjaan.
10.Berlaku sopan dan menjaga Suasana persaudaraan serta keakraban dalam lingkungan kerja. Menghindarkan diri untuk
menggunakan kekerasan fisik, mengancam, memfitnah ataupun mencemarkan nama baik sesama rekan kerja, yang dapat
mengganggu kelancaran pekerjaan.
11.Memelihara lingkungan kerja yang sehat dan bersih, serta menjauhkan diri dari penyalahgunaan obat- obat psikotropika dan
obat-obat terlarang, termasuk dalam hal penggunaan, pengedaran, perdagangan dan kepemilikannya.
12. Mematuhi peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.
13. Mematuhi Prosedur Operasional & Prosedur Administrasi yang telah digariskan oleh perusahan.
14. Menjunjung tinggi dan menerapkan nilai-nilai budaya perusahaan.
Upaya Penegakan Dan Sanksi Pelanggaran Kode Etik
Setiap karyawan harus menandatangani Surat Pernyataan Kode Etik Karyawan pada saat menerima buku Peraturan Perusahaan
dan menyerahkannya kepada Divisi Human Resources Development. Setiap karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap Kode
Etik Karyawan akan diberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Perusahaan mulai dari surat teguran sampai dengan pemutusan
hubungan kerja.
Setiap karyawan Perseroan juga diharuskan menandatangani Pakta Integritas yang berisi antara lain setiap karyawan harus
selalu menjunjung tinggi nilai integritas (kualitas moral dan akhlak) yang baik dan jujur, tidak akan melakukan penyalahgunaan
wewenang dan mematuhi segala ketentuan peraturan perusahaan atau kebijakan perusahaan yang telah atau akan ditetapkan.
Jika terjadi pelanggaran atas Pakta Integritas ini, karyawan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengungkapan dan Penyebarluasan Kode Etik
Kode Etik berlaku secara universal kepada seluruh jajaran Dewan Komisaris, Direksi, dan karyawan Perseroan. Sosialisasi Kode Etik
dilakukan dengan mencantumkan pada lampiran buku Peraturan Perusahaan periode 2014-2016 yang dibagikan kepada seluruh
karyawan Perseroan agar dapat dipahami dan diimplementasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari. Selain itu internalisasi Kode Etik
dilakukan melalui poster-poster, Email Blast, Induction Program, dan dalam setiap pertemuan- pertemuan yang diadakan secara
berlaku.
Pada saat menerima buku Peraturan Perusahaan, setiap karyawan harus menandatangani Surat Pernyataan Kode Etik karyawan
dan menyerahkan kepada Divisi Human Resources Development. Berlaku sanksi bagi setiap pelanggaran Kode Etik Karyawan yang
dilakukan Karyawan. Sanksi sesuai dengan Peraturan Perusahaan mulai dari surat teguran sampai dengan pemutusan hubungan
kerja. Untuk menegakkan implementasi kode etik karyawan, Perseroan telah menyediakan sarana Whitleblowing System sebagai
fasilitas untuk melaporkan atau mengadukan adanya dugaan pelanggaran kode etik.
240
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Pengungkapan Budaya Kerja
Budaya Kerja Perseroan yang selalu dijunjung tinggi oleh seluruh karyawan adalah PERWIRA, yang merupakan singkatan dari
Kepercayaan, Kewirausahaan dan Kegembiraan yang merupakan 3 (tiga) nilai-nilai dasar yang didalamnya mengandung 9
(sembilan) perilaku utama yang harus diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan oleh setiap karyawan.
KePERcayaan
Setiap karyawan wajib menjujung tinggi
nilai-nilai:
• Jujur dan dapat dipercaya
• Bertanggung Jawab
KeWIrausahaan
• Berkomitmen
Setiap karyawan wajib mempunyai:
• Rasa Memiliki
• Profesionalisme
• Fokus Kepada Pelanggan
KegembiRAan
Setiap karyawan harus bekerja:
• Antusias, ulet, dan pantang menyerah
• Bersinergi
• Gembira
Perseroan senantiasa menekankan kepada setiap karyawan untuk konsisten dalam memegang teguh dan mengimplementasikan
budaya Perusahaan yaitu budaya kerja PERWIRA dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari. Budaya kerja PERWIRA pada awalnya
dirumuskan sendiri oleh karyawan dan kemudian diterima oleh Perseroan sebagai budaya kerja yang menjadi pedoman berpikir
dan berperilaku bagi setiap karyawan.
URAIAN TENTANG PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH KARYAWAN ATAU MANAJEMEN
Sampai dengan tahun 2015, Perseroan tidak memiliki program kepemilikan saham oleh karyawan atau manajemen.
SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN
Perseroan telah memiliki dan menerapkan Whistleblowing System berdasarkan Surat Direksi Nomor: 063/MTF-DIR/ VII/2011
tanggal 20 Juli 2011. Penerapan Whistleblowing System ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan prinsip- prinsip tata kelola
perusahaan yang baik, mendeteksi dan mengantisipasi terjadinya kecurangan atau pelanggaran dalam Perseroan.
Mekanisme Whistleblowing System diterapkan bagi seluruh stakeholder untuk mengawasi dan menyampaikan tindakan yang
tidak sesuai dengan kode etik perusahaan dan menyimpang dari prinsip GCG. Secara internal, Whistleblowing System
digunakan pula sebagai media untuk menyampaikan saran-saran ataupun ide-ide yang konstruktif dari karyawan untuk kemajuan
dan perkembangan Perseroan kedepannya.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
241
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Tata Cara Penyampaian dan Pengelolaan Laporan
Mekanisme penyampaian pelaporan maupun penyampaian saran-saran dapat dilakukan melalui SMS atau telepon melalui nomor:
0817 0919 103, melalui alamat email: [email protected], melalui alamat surat ke kantor pusat Perseroan ataupun dapat
menyampaikan secara langsung kepada manajemen. Perseroan telah menunjuk Kepala Divisi Internal Audit dan Kepala Divisi
Corporate Secretary untuk mengelola dan menangani pengaduan yang masuk melalui Whistleblowing System. Setiap hasil
proses penanganan pengaduan disampaikan kepada Direksi Perseroan.
Perlindungan dan Pengaduan
Perseroan akan menjaga penuh kerahasiaan setiap pelapor yang menyampaikan pelaporannya agar hal ini dapat memberikan
kenyamanan dan keamanan bagi setiap pelapor.
Hasil Laporan Pengaduan
Selama 2015, Whistleblowing System telah dimanfaatkan oleh karyawan Perseroan untuk menyampaikan pelaporan adanya
dugaan pelanggaran kode etik karyawan dan menyampaikan ide-ide perbaikan terkait operasional Perseroan. Pelaporan yang
masuk telah ditindaklanjuti melalui Divisi Internal Audit maupun divisi terkait lainnya.
Berikut rincian pelaporan pelanggaran kecurangan dan penyampaian ide perbaikan:
Jenis Penyampaian
Jumlah
Telah diselesaikan/ditindaklanjuti
Masih Proses
Dugaan Pelanggaran etika
2
2
-
AKSES INFORMASI
Untuk dapat mengakses informasi mengenai Perseroan maupun produk-produk pembiayaan Perseroan, masyarakat dapat
mengunjungi situs Perseroan dengan alamat situs www. mtf.co.id. Di dalam situs tersebut, Perseroan menyediakan informasi
antara lain mengenai informasi keuangan, berita- berita kegiatan Perseroan, simulasi kredit, daftar alamat kantor cabang, serta
kanal untuk menyampaikan keluhan konsumen ataupun meminta informasi mengenai produk pembiayaan yang diberikan oleh
Perseroan. Melalui situs ini diharapkan dapat dilakukan penyebaran informasi secara luas berkaitan dengan operasional Perseroan
maupun informasi lainnya secara lebih komprehensif.
Selain melalui situs tersebut, Perseroan juga memiliki jaringan social media yaitu facebook fanpage dengan account MTF AutoLoan,
Twitter dengan account @MTF_Autoloan serta Youtube dengan alamat www.youtube.com/MTFAutoLoan. Dengan adanya sosial
media ini diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan antara Perseroan dengan konsumennya maupun stakeholders lainnya.
242
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Perkembangan Jumlah Pengunjung Situs Perseroan Tahun 2014-2015
30,000 25,000 23,944 23,243 22,984 22,400 19,360 20,000 20,571 21,795 23,070 24,293 21,034 21,537 17,857 18,889 15,000 13,681 12,229 10,403 10,000 11,744 12,051 13,931 14,455 15,705 2014 2015 10,875 11,252 10,177 5,000 -­‐ Jan Feb Mar Jenis Media
Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Keterangan
Website
www.mtf.co.id
Facebook Fanpage
MTF Autoloan
Twitter
@MTF_AutoLoan
Email
[email protected]
Care Center
1500059
Yahoo Messenger
[email protected]
Hubungan dengan Media Massa
Sebagai salah satu stakeholders, media massa mempunyai peranan penting dalam perkembangan usaha Perseroan. Oleh sebab
itu, Perseroan senantiasa menjaga hubungan baik dengan media massa dengan selalu menjalin komunikasi yang intensif dan
memberikan informasi yang terkini mengenai Perseroan khususnya mengenai perkembangan kinerja Perseroan dari waktu ke
waktu. Peningkatan hubungan baik dengan media massa tidak hanya dilakukan di Jakarta namun juga dengan media massa di
daerah-daerah dimana lokasi cabang Perseroan berada. Penyampaian informasi terkini Perseroan kepada media massa disampaikan
melalui Corporate Secretary ataupun dapat langsung oleh Direksi Perseroan dalam kesempatan- kesempatan tertentu.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
243
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Dalam setiap kegiatan maupun dalam rangka promosi produk pembiayaan, Perseroan selalu melibatkan media massa baik media
cetak, media online maupun media elektronik. Selama tahun 2015, kerjasama peliputan maupun penyajian berita mengenai
Perseroan dilakukan melalui berbagai media, antara lain sebagai berikut:
Media Cetak
Konta, Investor Daily, The Jakarta Post, Kompas, Indopos, Suara Karya, Bisnis Indonesia, Jakarta Globe,
Suara Pembaruan, Neraca, Rakyat Merdeka, Sinar Harapan, Koran Jakarta, Jawa Pos, Lampung Pos.
Radar Bisnis, Radar Banten, Jurnal Nasional, Majalah Multifinance, Pontianak Post, Garuda Inflight
Magazine, Lion Inflight Magazine, Sriwijaya inflight magazine
Media Online
viva.co.id, sindonews.com, gebraknews.com, infosatu.com, ift.co.id, kabarbisnis.com, kontan.co.id,
bertuahpos.com, rimanews.com, bisnis.com, bewara.co, antarafoto, kompas.com, detik.com, inilah.
com, beritasatu, okezone, tribunnews, infobanknews.com, wartaekonomi.co.id, gatra.com, iqplus.
info, Ipotnews.co, cnnindonesia.com, metrotvnews.com, indopos.co.id, koran-jakarta.com, imq21.com,
jpnn.com, swa.co.id, agrofarm.co.id, aktual.co.
Media Elektronik
Bloomberg TV, Beritasatu TV
KEBIJAKAN KEBERAGAMAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Kebijakan keberagaman komposisi Dewan Komisaris dan Direksi terwujud dari kualitas setiap insan dalam Perusahaan dalam
menunjang kemajuan Perusahaan pada masa mendatang. Kualitas ini dapat dilihat baik dari segi keterampilan, kompetensi
maupun etos kerja yang dipandang sebagai kunci utama keberhasilan dan kemajuan Perusahaan. Kualitas tersebut tentunya
dimiliki oleh para pimpinan Perusahaan. Oleh karenanya, Perusahaan memandang perlu adanya keterampilan yang beragam untuk
mendukung peningkatan kompetensi, guna memenuhi kelengkapan keahlian yang diperlukan dalam jajaran kepemimpinan,
khususnya bagi jajaran Dewan Komisaris serta Direksi.
Pelaksanaan tata kelola perusahaan dirancang untuk menciptakan iklim yang mendorong adanya partisipasi konkret seluruh
pemangku kepentingan serta adanya keberagamanan dalam susunan komposisi Dewan Komisaris maupun Direksi. Keberagaman
ini diwujudkan melalui pembentukan komposisi Dewan Komisaris maupun Direksi yang memenuhi berbagai aspek yang diperlukan
baik dari segi kualifikasi akademis, keterampilan, usia serta atas dasar prinsip anti diskriminasi.
244
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Halaman ini sengaja dikosongkan
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
245
KILAS KINERJA 2015
246
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
06
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Tanggung Jawab
Sosial
Perusahaan
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
247
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Pelaksanaan kegiatan Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan (CSR)
sebagaimana yang diregulasikan
merupakan komitmen MTF untuk
berperan aktif dalam meningkatkan
taraf hidup masyarakat Indonesia
yang selaras dengan tujuan
Perusahaan demi terciptanya bisnis
yang berkelanjutan.
Filosofi dan Komitmen MTF terhadap Kegiatan CSR
Pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) sebagaimana yang diregulasikan merupakan komitmen MTF untuk
berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia yang selaras dengan tujuan Perusahaan demi terciptanya
bisnis yang berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi global memberikan kesempatan lebih besar, namun juga menuntut sejumlah
kewajiban dari perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial kepada para pemangku
kepentingan (stakeholders) secara luas yaitu karyawan, konsumen, masyarakat dan lingkungan guna terwujudnya Good Corporate
Citizen.
Bentuk kegiatan yang kreatif dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan menjadi sebuah bukti peningkatan kualitas kegiatan
CSR yang dilakukan perusahaan. Hal ini mendukung tujuan kegiatan CSR sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan dari
stakeholders.
Dalam menjalankan bisnis, Perseroan senantiasa menyelaraskan kegiatan-kegiatan CSR Perseroan terhadap kebutuhan masyarakat
dan lingkungan sekitar, dengan menggunakan strategi CSR yang terintegrasi dengan strategi bisnis Perseroan. Hal ini bertujuan
untuk membentuk kerja sama jangka panjang serta pertumbuhan yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan CSR MTF juga turut
berkontribusi pada keberlanjutan aspek ekonomi, lingkungan dan social sebagai bagian dari proses pembangunan berkelanjutan.
Berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor Kep-431/BL/2012 tanggal
1 Agustus 2012 tentang Penyampaian Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, MTF menyusun Laporan Keberlanjutan
yang menginformasikan mengenai kegiatan CSR secara menyeluruh yang disajikan dalam laporan tersendiri tetapi merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari Laporan Tahunan MTF 2015. Laporan Keberlanjutan tersebut disusun menggunakan standar
internasional yang dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI) 4.0.
248
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Dasar Kebijakan
Seluruh kegiatan CSR yang dilaksanakan Perseroan berpijak pada kebijakan umum dan peraturan yang berlaku di Indonesia, yaitu:
1. Undang-Undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
2. Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
3. Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
4. Peraturan Pemerintah (PP) No.47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas
5. Pedoman CSR Bidang Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup
Ruang Lingkup Kegiatan CSR
Ruang lingkup kegiatan CSR Perseroan yang telah dilakukan meliputi:
1. Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja
2. Lingkungan Hidup
3. Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan
4. Tanggung jawab terhadap Nasabah
Biaya Kegiatan
Sepanjang 2015, biaya yang telah dikeluarkan oleh Perseroan untuk pelaksanaan kegiatan CSR adalah sebesar Rp400.372.050.
Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan biaya CSR tahun 2014.
Biaya CSR
2013
2014
2015
Rp.232.122.050
Rp344.744.736
Rp400.372.050
Pada tahun 2016, Perseroan akan lebih meningkatkan program CSR agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat
dengan lebih fokus melakukan berbagai aktivitas sosial dibidang edukasi dan kesehatan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
249
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG KETENAGAKERJAAN, KESEHATAN DAN KESELAMATAN
KERJA
Ketenagakerjaan
Kebijakan
Berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, MTF memberikan kesempatan kepada SDM Perseroan
untuk mengembangkan kompetensinya melalui serangkaian training dan pelatihan baik internal, eksternal, maupun melalui
Management Development Program (MDP). Selain itu, Perseroan juga memiliki aturan mengenai perjanjian kerja atau hubungan
industrial yang mengacu kepada UU No.13 tahun 2003 tersebut.
Kegiatan
Pengembangan Kompetensi
Perseroan memenuhi kebutuhan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan SDM melalui training yang bekerja sama dengan
lembaga-lembaga pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Adapun kegiatan pelatihan internal karyawan yang
dilakukan untuk meningkatkan soft skill dan hard skill karyawan dilakukan secara berkala.
Dalam pelaksanaan pelatihan eksternal selama tahun 2015, setiap unit kerja atau divisi mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti
pelatihan eksternal untuk membuka wawasan, menambah pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan profesionalisme.
Jumlah Karyawan Keluar (Turn Over)
Data jumlah karyawan keluar (turn over) pada 2015 terdiri dari pensiun normal, pensiun dini, mengundurkan diri secara sukarela,
meninggal dunia, menjadi pengurus partai politik, diangkat menjadi pejabat baik di lingkungan Perusahaan, entitas anak maupun
pemerintahan, pelanggaran disiplin, dan menikah dengan karyawan Perseroan.
Kesetaraan Gender dan Kesempatan Kerja
Perseroan tidak memiliki kebijakan internal terkait ketenagakerjaan yang membedakan penerapannya berdasarkan gender. Seluruh
peraturan dan kesempatan kerja berlaku kepada seluruh karyawan tanpa membedakan gender. Kualifikasi semua posisi pekerjaan
yang ditawarkan hanya mensyaratkan pendidikan dan kompetensi. Hak dan kewajiban berlaku untuk semua karyawan tanpa
membedakan gender.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Kebijakan
Area kerja operasional Perseroan yang pada umumnya dilakukan di lingkungan perkantoran, memiliki tingkat risiko kerja lebih
rendah dibandingkan dengan area kerja sektor industri lainnya. Namun, hal ini tidak mengurangi upaya Perseroan dalam
memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja.
250
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Kegiatan
Sebagai bentuk jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, seluruh karyawan Perseroan dilindungi dan diikutsertakan dalam
program asuransi kesehatan wajib melalui Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan asuransi kesehatan
tambahan melalui Asuransi Kesehatan Komersial (Non BPJS) serta mendapat bantuan biaya melahirkan dan bantuan pembelian
kacamata. Adapun manfaat yang diberikan dari Asuransi Kesehatan Tambahan adalah sebagai berikut:
1. Jaminan Rawat Jalan
2. Jaminan Rawat Inap
3. Tunjangan kecelakaan diri (meninggal dunia dan cacat tetap total)
4. Santunan duka
Mayoritas kegiatan karyawan berada di dalam gedung bangunan, maka program K3 Perseroan dijalankan dengan lebih
menitikberatkan pada pelaksanaan program dasar untuk mencegah risiko kecelakaan kerja dan memastikan kesehatan karyawan,
salah satunya dengan mengadakan latihan evakuasi dalam keadaan darurat.
Perseroan juga menerapkan program standar keselamatan kerja di lingkungan perkantoran dengan menyiapkan peralatan dasar
keselamatan yang memadai. Dengan memperhatikan semua aspek tersebut, membuktikan tidak adanya kecelakaan kerja yang
terjadi sepanjang tahun 2015.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
Kebijakan
Dalam menjalankan kegiatan CSR di bidang lingkungan, Perseroan berpedoman pada Pedoman CSR yang diterbitkan oleh
Kementerian Lingkungan Hidup. Perseroan berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengimplementasikan
beberapa kebijakan untuk menjaga lingkungan mulai dari lingkungan Perseroan sendiri. Hal ini dilakukan secara berkelanjutan,
dengan harapan dapat membawa perubahan positif kepada masyarakat luas.
Kegiatan
Kantor Ramah Lingkungan
Kegiatan CSR ini berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, seperti penurunan jumlah sampah, efisiensi penggunaan air,
listrik, dan kertas. Karyawan dianjurkan untuk meminimalisasi penggunaan kertas dan energi sebagai bentuk kepedulian terhadap
kelestarian alam. Kegiatan sederhana ini diharapkan mampu mendorong kesadaran karyawan terhadap lingkungan dan kemudian
menerapkan hal tersebut di wilayah yang lebih besar sehingga memberikan dampak yang lebih luas.
Perseroan juga senantiasa melakukan perbaikan proses kerja dengan merubah proses kerja yang menggunakan kertas menjadi
proses kerja yang menggunakan sistem teknologi informasi sehingga lebih efisien dan dapat meningkatkan produktifitas kerja.
Perseroan melakukan penghematan kertas dengan menggunakan kertas standar 70 gram dan meminimalisasi pembuatan memo
menggunakan kertas dengan fitur e-mail. Selain itu, Perseroan menggunakan alat-alat elektronik yang hemat listrik dan air
juga telah diterapkan di kantor pusat dan kantor cabang. Sebagai bentuk sosialisasi penghematan listrik, Perseroan melakukan
kampanye hemat energi melalui poster di seluruh kantor cabang Perseroan.
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
251
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG PENGEMBANGAN SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN
Kebijakan
MTF menyadari bahwa peran serta masyarakat sekitar lingkungan Perseroan memberikan dampak kepada keberlanjutan bisnis.
Oleh karena itu, Perseroan mengganggap perlu adanya suatu kegiatan yang melibatkan masyarakat yang selaras dengan strategi
bisnis dan tujuan kegiatan CSR Perseroan. Bentuk kegiatan CSR dalam bidang sosial dan kemasyarakatan ini merupakan respon
terhadap kebutuhan masyarakat sekitar. Program ini meliputi bidang sosial dan kesehatan, keagamaan serta pendidikan.
Kegiatan
Sebagai bentuk kepedulian sosial Perseroan, baik kepada karyawan maupun kepada masyarakat sekitar Perseroan, beberapa
program CSR telah dilakukan di sepanjang 2015. Kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
Bidang Sosial dan Kesehatan
• Aksi Donor Darah sebanyak 9 kali dengan jumlah pendonor seluruhnya sebanyak 761 orang.
• Pemberian sumbangan dana untuk korban banjir Bandang di Manado.
• Pemberian bantuan dana dan kebutuhan bahan pokok kepada Panti Asuhan di Jakarta, Lampung dan Pontianak.
• Mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis di Lampung dan Palembang dengan total 800 orang.
• Pemberian bantuan kepada Yayasan Jantung Sehat Lampung.
• Kegiatan Fun Walk di Lampung dengan peserta 2.300 orang dan di Palembang sebanyak 3.000 orang, dan di Medan sebanyak
2.500 orang.
Bidang Keagamaan
• Acara bagi-bagi takjil sebanyak 1.725 paket untuk pengendara kendaraan bermotor yang ada di seputaran kantor cabang MTF
Kebon Jeruk, Tanjung Pinang dan MTF Pekalongan.
• Kunjungan ke beberapa Panti Asuhan serta pemberian sumbangan dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan dan Hari
Raya Natal.
• Santunan kepada anak yatim Yayasan Andalusia, Jakarta.
Bidang Lingkungan
• Pemberian bantuan pemeliharaan lingkungan disekitar kantor-kantor cabang Perseroan.
• Pemberian sumbangan 235 bibit tanaman untuk anak-anak SD Kartika di Makassar.
• Melakukan kampanye hemat energy melalui poster di seluruh kantor cabang Perseroan.
Bidang Pendidikan dan Ketenagakerjaan
• Pelaksanaan Program Magang bagi siswa SMU dan Universitas untuk memberi kesempatan kepada mereka menggali
pengalaman bekerja di Perseroan.
• Pemberian Program Beasiswa setiap tahun bagi anak karyawan Perseroan yang berprestasi dari tingkat Sekolah Dasar sampai
Sekolah Menengah Umum.
• Pemberian sumbangan 4 komputer dan 1 infocus di SMA Muhamadiyah 1 Tanggamus, Lampung.
• Sumbangan buku pengetahuan dan Genset untuk membantu pendidikan anak-anak jalanan yang berada di bawah naungan
Sekolah Kolong Pelangi Jakarta.
252
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
• Pelaksanaan kuliah umum sebagai Program Direksi Mengajar yang dilakukan di STIE TRISAKTI, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Sriwijaya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dan Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, sebagai bagian partisipasi
aktif Perseroan dalam melakukan Edukasi Literasi Keuangan yang juga merupakan program nasional Otoritas Jasa Keuangan
dengan menghadirkan pembicara dari jajaran manajemen Perseroan.
Edukasi Literasi Keuangan Tahun 2015
No
Pemberi Materi
Tema
Aktivitas
Tanggal
Pelaksanaan
Jumlah
Peserta
Tempat
1
Albertus Hendi
(Deputy Director)
Mengenal Lebih Jauh Bisnis
Perusahaan Pembiayaan
Kuliah umum
27 Maret
STIE Trisakti
150 orang
2
Albertus Hendi
(Deputy Director)
Mengenal Lebih Jauh Bisnis
Perusahaan Pembiayaan
Kuliah umum
2 Oktober
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas
Sriwijaya, Malang
396 orang
3
Harjanto Tjitohardjojo
(Direktur)
Mengenal Lebih Jauh Bisnis
Perusahaan Pembiayaan
Kuliah umum
23 Oktober
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas
Sumatera Utara,
Medan
200 orang
4
Harjanto Tjitohardjojo
(Direktur)
Mengenal Lebih Jauh Bisnis
Perusahaan Pembiayaan
Kuliah umum
3 November
Fakultas Bisnis dan
Ekonomika Universitas
Surabaya, Surabaya
125 orang
5
Ade Cahyo Nugroho
(Direktur)
Mengenal Lebih Jauh Bisnis
Perusahaan Pembiayaan
Kuliah umum
19 November
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas
Brawijaya, Palembang
350 orang
6
Ignatius Susatyo Wijoyo
(Direktur Utama)
Mengenal Lebih Jauh Bisnis
Perusahaan Pembiayaan
Kuliah umum
30 November
Fakultas Ekonomi
Universitas Tadulako,
Palu
250 orang
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
253
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP NASABAH
Kebijakan
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembiayaankonsumen, Perseroan senantiasa menjadikan konsumen sebagai
bagian terpenting dari mata rantai usaha Perseroan. Perseroan senantiasa berupaya memperbaiki standardisasi pelayanan kepada
konsumen agar dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh konsumen dan juga meningkatkan kesadaran semua
karyawan untuk memberikan pelayanan yang ramah dan sopan kepada setiap konsumen.
Kebutuhan informasi konsumen dan calon konsumen menjadi priotitas bagi Perseroan. Untuk itu, kebutuhan informasi maupun
setiap keluhan konsumen yang disampaikan akan diproses secara cepat dan tepat dalam rangka memberikan kelengkapan
informasi maupun solusi penyelesaian keluhan.
Kegiatan
Perseroan memberi kemudahan dan perlindungan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan informasi maupun pelayanan
dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Setiap karyawan atau unit kerja terkait harus memberikan informasi yang jelas dan lengkap terkait proses kredit kepada setiap
calon konsumen.
2. Mencantumkan nomor telepon pusat pelayanan (care centre) maupun alamat situs Perseroan dalam setiap media promosi
produk pembiayaan kendaraan bermotor.
3. Menyediakan pusat pelayanan konsumen dengan nomor 1500059 atau dapat melalui alamat situs www.mtf.co.id pada menu
hubungi kami, atau dapat melalui email [email protected]
4. Disetiap kantor cabang Perseroan terdapat Customer Care & Services Officer yang siap membantu melayani setiap konsumen.
Dampak Kegiatan
Komitmen Perseroan dalam melindungi hak konsumen telah memberi dampak yang besar bagi perkembangan bisnis Perseroan.
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Perseroan semakin meningkat. Bagi Perseroan, nasabah merupakan yang utama
sehingga hak konsumen yang terdiri atas hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam penggunaan jasa Perseroan;
hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti
rugi dan penggantian; dan lainnya, senantiasa dipenuhi oleh Perseroan.
Penanganan Keluhan Nasabah
Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabahnya, Perseroan senantiasa memperhatikan setiap keluhan nasabahnya.
Penanganan dan penyelesaian keluhan nasabah dilakukan melalui unit kerja Customer Care & Services di Kantor Pusat maupun
Customer Care & Services Officer di setiap kantor cabang dengan koordinasi unit kerja terkait. Nasabah dapat menyampaikan
254
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
keluhannya melalui berbagai media yang telah disediakan oleh Perseroan untuk mempercepat dan mempermudah nasabah dalam
menyampaikan keluhannya, yaitu sebagai berikut :
Jenis Media
Keterangan
Website
www.mtf.co.id
Facebook Fanpage
MTF Autoloan
Twitter
@MTF_AutoLoan
Email
[email protected]
Care Center
1500059
Yahoo Messenger
[email protected]
Jumlah keluhan nasabah tahun 2015
Sepanjang tahun 2015, Perseroan mencatat jumlah keluhan yang masuk sebesar 248 keluhan dengan kategori keluhan tertinggi
berasal dari angsuran sebanyak 51 keluhan. Nasabah umumnya menyampaikan keluhan melalui media layanan Care Center yang
telah disediakan, selama 2015 total pengaduan yang masuk ke Layanan Care Center tercatat sebanyak 80 aduan.
Tabel Keluhan Pelanggan 2015
Bulan
Jan’15
Feb’15
Mart’15
April’15
Mei’15
Juni’15
Juli’15
Agust’15
Sept’15
Okt’15
Nov’15
Des’15
Total
Total
22
22
15
20
35
21
14
16
30
12
17
24
248
Grafik Keluhan Pelanggan 2015
35
35
30
30
25
24
22
22
21
20
20
17
16
15
14
15
15
10
Jan’15
Dengan Hati
Melayani Negeri
Feb’15
Mart’15
April’15
Mei’15
Juni’15
Juli’15
Agust’15
Sept’15
Okt’15
Nov’15
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Des’15
255
Halaman ini sengaja dikosongkan
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi
Tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2015
PT Mandiri Tunas Finance
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Mandiri Tunas
Finance tahun 2015 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi laporan tahunan dan
laporan keuangan perusahaan.
Demikian penyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, Februari 2016
Dewan Komisaris
Anton Setiawan
Komisaris Utama
Sarastri Baskoro
Hanifah Purnama
Komisaris
Komisaris Independen
Direksi
Ignatius Susatyo Wijoyo
Direktur Utama
Dengan Hati
Melayani Negeri
Harjanto Tjitohardjojo
Ade Cahyo Nugroho
Direktur
Direktur
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
257
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
Referensi Isi Laporan Tahunan
dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK)
258
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan keuangan
tanggal 31 Desember 2015 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
beserta laporan auditor independen/
Financial statements
as of December 31, 2015 and
for the year then ended
with independent auditors’ report
The original financial statements included herein are in
Indonesian language
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 DESEMBER 2015
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
FINANCIAL STATEMENTS
AS OF DECEMBER 31, 2015 AND
FOR THE YEAR THEN ENDED
WITH INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
Daftar Isi
Table of Contents
Halaman/
Page
Laporan Auditor Independen
Independent Auditors’ Report
Laporan Posisi Keuangan ..............................................
1-2 ...................................... Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain ..................................................
3
Statement of Profit or Loss and
................................... Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas ..........................................
4
..................................... Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas ..........................................................
5-6 ............................................... Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan ...................................
7-99 ................................. Notes to the Financial Statements
******************
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
As of December 31, 2015
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
1 Januari 2014/
31 Desember 2013
31 Desember 2014 (disajikan kembali)/
(disajikan kembali)/ January 1, 2014/
December 31, 2014 December 31, 2013
(as restated)
(as restated)
31 Desember 2015/
(Catatan 30/
(Catatan 30/
December 31, 2015
Note 30)
Note 30)
ASET
Kas dan setara kas
Kas
Kas pada bank
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang pembiayaan konsumen
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Dikurangi: cadangan kerugian
penurunan nilai
Piutang sewa pembiayaan
Pihak ketiga
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Piutang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai
Aset pajak tangguhan
Aset tetap
(setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp62.288,
Rp45.741 dan Rp35.858
pada tanggal 31 Desember 2015,
31 Desember 2014 dan 1 Januari
2014/31 Desember 2013)
Aset lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
TOTAL ASET
ASSETS
2c,2e,2f,
4,25,26
2r,4,24a
19.938
13.951
12.929
3.257
68.771
8.914
250.585
11.910
166.400
Cash and cash equivalents
Cash on hand
Cash in banks
Third parties
Related parties
8.148.026
5.886
6.080.567
7.420
4.639.163
5.738
Consumer financing receivables
Third parties
Related parties
8.153.912
6.087.987
4.644.901
2c,2g,5,25,
26,27
2r,5,24a
2i
(270.477)
(194.852)
(133.356)
7.883.435
5.893.135
4.511.545
604.150
783.737
619.691
2c,2h,6,
25,26
2i
(5.791)
(17.213)
(7.537)
598.359
766.524
612.154
76.923
388.421
43.921
320.326
27.546
223.185
465.344
364.247
250.731
2c,7,25,26
2r,7,24a
2i
2l,8c,30
2k,9
(785)
(794)
(813)
Finance lease receivables
Third parties
Less: allowance for
impairment losses
Other receivables
Third parties
Related parties
Less: allowance for
impairment losses
464.559
363.453
249.918
19.907
12.885
8.422
Deferred tax assets
102.852
74.531
44.006
Fixed assets
(net of accumulated
depreciation of Rp62,288,
Rp45,741 and Rp35,858
as of December 31, 2015,
December 31, 2014 and
January 1, 2014/ December 31,
2013, respectively)
41.081
835
36.845
966
22.421
442
Other assets
Third parties
Related parties
9.202.994
7.421.789
5.640.147
TOTAL ASSETS
2c,2j,10,
25,26,27
2r,10,24a
Less: allowance for
impairment losses
The accompanying notes to the financial statements
form an integral part of these financial statements
taken as a whole.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan.
1
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
(continued)
As of December 31, 2015
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
1 Januari 2014/
31 Desember 2013
31 Desember 2014 (disajikan kembali)/
(disajikan kembali)/ January 1, 2014/
December 31, 2014 December 31, 2013
(as restated)
(as restated)
31 Desember 2015/
(Catatan 30/
(Catatan 30/
December 31, 2015
Note 30)
Note 30)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
Utang usaha
2c,11,25,26
Utang lain-lain
Pihak ketiga
Pihak berelasi
2c,12,25,26
Utang pajak kini
Beban yang masih harus dibayar
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Pinjaman bank
Pihak ketiga
Pihak berelasi
390.262
523.518
260.798
Trade payables
2r,12,24b,26
110.205
44.803
84.605
53.799
27.532
134.905
Other payables
Third parties
Related parties
2l,8a
20.462
11.037
15.833
Current tax liabilities
94.240
1.835
91.704
2.691
63.971
1.740
Accrued expenses
Third parties
Related parties
4.228.720
1.272.623
2.941.445
1.364.359
2.412.010
843.817
Bank loans
Third parties
Related parties
5.501.343
4.305.804
3.255.827
2c,25,26
2r,13,24b
2c,14,25,26
2r,14,24b
Biaya provisi yang belum
diamortisasi
Surat berharga yang diterbitkan
Pihak ketiga
Pihak berelasi
(14.753)
(14.764)
5.486.590
4.291.142
3.241.063
1.297.250
552.750
1.092.000
358.000
899.000
301.000
1.850.000
1.450.000
1.200.000
2c,2q,
15,25,26
2r,15,24b
Beban emisi yang belum
diamortisasi
Liabilitas imbalan kerja karyawan
(14.662)
(4.590)
2m,16,30
TOTAL LIABILITAS
(2.631)
(3.265)
Securities issued
Third parties
Related parties
Unamortized issuance cost
1.845.410
1.447.369
1.196.735
36.549
21.271
11.829
Employee benefits liabilities
8.030.356
6.527.136
4.954.406
TOTAL LIABILITIES
250.000
EQUITY
Share capital
Authorized capital 10,000,000,000 ordinary
shares with a par value
of Rp100 (full amount)
per share
Issued and fully paid up
capital - 2,500,000,000
ordinary shares
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 10.000.000.000
lembar saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (nilai penuh)
per saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 2.500.000.000 lembar
saham
Unamortized provision cost
2n,17
250.000
2m,16,30
(11.496)
18
50.000
884.134
50.000
600.733
50.000
387.844
Retained earnings
Appropriated
Unappropriated
TOTAL EKUITAS
1.172.638
894.653
685.741
TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
9.202.994
7.421.789
5.640.147
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Kerugian aktuarial
atas liabilitas imbalan
kerja karyawan
Saldo laba
Sudah ditentukan penggunaannya
Belum ditentukan penggunaannya
250.000
(6.080)
(2.103)
Actuarial losses on
employee benefits liabilities
The accompanying notes to the financial statements
form an integral part of these financial statements
taken as a whole.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan.
2
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
STATEMENT OF PROFIT OR LOSS
AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
For the Year ended
December 31, 2015
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended December 31
Catatan/
Notes
PENDAPATAN
Pembiayaan konsumen
Sewa pembiayaan
Bunga
Lain-lain - neto
2015
2s
2r,19a,24c
19b
2r,19c,24c
2r,19d,24c
Total pendapatan
BEBAN
Beban keuangan
Gaji dan tunjangan
Umum dan administrasi
Pemulihan (penyisihan)
kerugian penurunan nilai:
Pembiayaan konsumen
Sewa pembiayaan
Piutang lain-lain
1.423.223
99.641
7.672
456.996
1.063.442
87.369
19.798
342.946
REVENUE
Consumer financing
Financial lease
Interest
Others - net
1.987.532
1.513.555
Total revenue
2s
2r,20,24d
2r,21,24d
2r,22,24d
(703.121)
(304.698)
(279.747)
(548.682)
(235.081)
(197.569)
2c,2i,5
2c,2i,6
2c,2i,7
(291.487)
2.356
9
(209.114)
(10.805)
19
EXPENSES
Financial Charges
Salaries and benefits
General and administration
Reversal of (provision
for) impairment losses:
Consumer financing
Financial leases
Other receivables
(1.576.688)
(1.201.232)
Total expenses
Total beban
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
BEBAN PAJAK
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
(Catatan 30/
Note 30)
2l,8b
LABA TAHUN BERJALAN
410.844
312.323
(104.044)
(78.277)
306.800
234.046
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Kerugian aktuarial
atas liabilitas imbalan kerja
karyawan
Pajak penghasilan terkait
TAX EXPENSE
INCOME FOR THE YEAR
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME
Item that will not be
reclassified to profit or loss:
2m,16,30
Penghasilan komprehensif lain setelah pajak
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
LABA PER SAHAM DASAR
(Rupiah penuh)
INCOME BEFORE TAX EXPENSE
(7.221)
1.805
(5.302)
1.325
Actuarial loss on
employee benefit liabilities
Income tax effect
(5.416)
(3.977)
Other comprehensive income net of tax
301.384
230.069
TOTAL COMPREHENSIVE
INCOME FOR THE YEAR
123
94
BASIC EARNINGS PER SHARE
(Full amount)
2p,23
The accompanying notes to the financial statements
form an integral part of these financial statements
taken as a whole.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan.
3
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2015
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
Catatan/
Notes
Saldo 31 Desember 2013,
Dampak atas penerapan
awal PSAK No. 24
(Revisi 2013)
Kerugian
aktuarial
atas liabilitas
imbalan kerja
karyawan/
Actuarial
losses
on employee
benefit liabilities
Modal saham/
Share capital
250.000
2u,30
Saldo 1 Januari 2014,
disajikan kembali
Kerugian aktuarial atas
liabilitas imbalan kerja
Laba tahun berjalan 2014
Pembayaran dividen kas
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
For the Year ended
December 31, 2015
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2o,18
Saldo 31 Desember 2014,
disajikan kembali
Saldo laba/
Retained earnings
Sudah
Belum
ditentukan
ditentukan
penggunaannya/ penggunaannya/
Appropriated
Unappropriated
-
50.000
387.794
-
(2.103)
-
50
250.000
(2.103)
50.000
387.844
-
(3.977)
-
-
685.741
(3.977)
-
-
234.046
234.046
-
-
(21.157)
(21.157)
894.653
50.000
600.733
Kerugian aktuarial atas
liabilitas imbalan kerja
-
(5.416)
-
-
Laba tahun berjalan 2015
-
-
306.800
2o,18
(2.053)
-
(6.080)
Saldo 31 Desember 2015
687.794
250.000
Pembayaran dividen kas
Total Ekuitas/
Total Equity
-
250.000
-
-
(11.496)
50.000
(23.399)
884.134
(5.416)
306.800
(23.399)
1.172.638
Balance 31 December 2013,
Effect of first implementation
of SFAS No. 24
(Revised 2013)
Balance 1 January 2014,
as restated
Actuarial loss on
employee benefit liabilities
Income for the year 2014
Payment of cash dividends
Balance 31 December 2014,
as restated
Actuarial loss on
employee benefit liabilities
Income for the year 2015
Payment of cash dividends
Balance 31 December 2015
The accompanying notes to the financial statements
form an integral part of these financial statements
taken as a whole.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan.
4
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 205
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
STATEMENT OF CASH FLOWS
For the Year ended
December 31, 2015
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended December 31
Catatan/
Notes
2015
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari konsumen:
Pembiayaan konsumen
Sewa pembiayaan
Bunga
Pendapatan penalti
Penerimaan dari piutang
yang telah dihapusbukukan
Premi asuransi
Pengeluaran kas untuk:
Pembayaran fasilitas
pembiayaan bersama
Pembayaran kepada
penyalur kendaraan
Pembayaran beban keuangan
Pembayaran pajak penghasilan
Pembayaran gaji dan
tunjangan
Pembayaran beban
umum dan administrasi
Pembayaran kepada perusahaan
asuransi
2014
20.233.500
552.175
7.682
33.724
17.295.631
450.959
19.778
35.969
40.955
1.361.802
28.967
1.209.037
Cash disbursements for:
Repayments of joint
financing facilities
(3.700.664)
(3.067.045)
(18.043.198)
(699.881)
(99.836)
(15.213.263)
(540.636)
(86.211)
(286.253)
(223.497)
(271.831)
(175.830)
(831.248)
(885.504)
Payments to car dealers
Payments for financial charges
Payments for income tax
Payments for
salaries and allowances
Payments for general and
administrative expenses
Payments to insurance
companies
(1.703.073)
(1.151.645)
Net cash used in
operating activities
20
(45.994)
117
(42.474)
CASH FLOWS FROM
INVESTING ACTIVITIES
Proceeds from sales of
fixed assets
Purchases of fixed assets
(45.974)
(42.357)
Net cash used in
investing activities
Kas neto yang digunakan
untuk aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap
Pembelian aset tetap
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Cash received from customers:
Consumer financing
Financial leases
Interest
Late payment penalties
Recovery from
written-off receivables
Insurance premiums
9
9
Kas neto yang digunakan
untuk aktivitas investasi
The accompanying notes to the financial statements
form an integral part of these financial statements
taken as a whole.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan.
5
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN ARUS KAS (lanjutan)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 205
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
STATEMENT OF CASH FLOWS (continued)
For the Year ended
December 31, 2015
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended December 31
Catatan/
Notes
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank
Penerimaan utang obligasi
Pembayaran pinjaman bank
Pembayaran utang obligasi
dan Medium-Term Notes
Pembayaran beban emisi
surat berharga
Pembayaran dividen kas
2015
2014
15
7.663.493
750.000
(6.467.954)
8.293.368
600.000
(7.243.391)
15
(350.000)
(350.000)
15
18
(4.577)
(23.399)
(2.607)
(21.157)
Kas neto yang diperoleh
dari aktivitas pendanaan
CASH FLOWS FROM
FINANCING ACTIVITIES
Proceeds from bank loans
Proceeds from bonds payable
Repayment of bank loans
Repayment of bonds issued
and Medium-Term Notes
Payment of securities
issuance costs
Payment of cash dividends
1.276.213
Net cash provided by
financing activities
(181.484)
82.211
Net increase (decrease)
in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas pada
awal tahun
273.450
191.239
Cash and cash equivalents
at beginning of year
Kas dan setara kas pada
akhir tahun
91.966
273.450
Cash and cash equivalents
at end of year
(Penurunan) kenaikan neto
kas dan setara kas
1.567.563
The accompanying notes to the financial statements
form an integral part of these financial statements
taken as a whole.
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan.
6
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
INFORMASI UMUM
1.
GENERAL INFORMATION
PT Mandiri Tunas Finance (“Perseroan”) didirikan
dengan nama PT Tunas Financindo Corporation
pada tanggal 17 Mei 1989 berdasarkan Akta Notaris
Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta,
No. 262. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman
dalam
Surat
Keputusan
No. C2-4868.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni 1989
serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
Republik Indonesia No. 57, Tambahan No. 1369
tanggal 18 Juli 1989. Pada tanggal 18 Agustus
2000, Perseroan melakukan perubahan nama
menjadi PT Tunas Financindo Sarana berdasarkan
Akta Notaris Adam Kasdarmadji S.H., M.H., Notaris
di Jakarta No. 49. Akta perubahan ini disetujui oleh
Menteri Hukum dan Perundang-Undangan melalui
Surat Keputusan No. C-21195HT.01.04.TH2000
tanggal 22 September 2000. Pada tanggal 30
November 2007, Perseroan melakukan penyesuaian
Anggaran Dasar terhadap Undang-Undang Nomor
40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
berdasarkan Akta Notaris Herawati, S.H., Notaris di
Jakarta, No. 94. Akta tersebut telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat
Keputusan No. AHU-06708.AH.01.02.Tahun 2008
tanggal 12 Februari 2008.
PT Mandiri Tunas Finance (the “Company”) was
incorporated with the name of PT Tunas
Financindo Corporation on 17 May 1989 based on
Notarial Deed of Misahardi Wilamarta, S.H.,
Notary in Jakarta, No. 262. The Company’s
Articles of Association were approved by the
Ministry of Justice in its Decision Letter
No. C2-4868.HT.01.01.TH’89 dated 1 June 1989
and were published in the State Gazette of the
Republic of Indonesia No. 57, Supplement
No. 1369 dated 18 July 1989. On 18 August 2000,
the Company changed its name to PT Tunas
Financindo Sarana based on Notarial Deed of
Adam Kasdarmadji S.H., M.H., Notary in Jakarta
No. 49. This deed was approved by the Minister of
Law and Regulation in its Decision Letter No. C21195HT.01.04.TH2000 dated 22 September
2000. On 30 November 2007, The Company
complied its Articles of Association to The Law
Number 40 of 2007 concerning Limited Liability
Company based on Notarial Deed Herawati, S.H.,
Notary in Jakarta, No. 94. This Deed approved by
Minister of Law and Human Rights in Decision
Letter No. AHU-06708.AH.01.02.Tahun 2008
dated 12 February 2008.
Pada tanggal 26 Juni 2009, Perseroan mengubah
nama Perseroan menjadi PT Mandiri Tunas Finance
berdasarkan perubahan Anggaran Dasar sesuai
dengan Akta Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,Msi.,
Notaris di Jakarta, No. 181. Anggaran Dasar
Perseroan telah mengalami beberapa kali
perubahan, perubahan terakhir dengan Akta, No.
38 tanggal 21 Juni 2011 yang dibuat dihadapan Emi
Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta, sehubungan
dengan penghapusan satu ketentuan dalam
Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan ini telah
diterima dan dicatatkan dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHUAH.01.10-24971 tanggal 3 Agustus 2011.
On 26 June 2009, the Company changed its name
to PT Mandiri Tunas Finance based on the
amendment of the Articles of Association by the
Notarial Deed of Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,Msi.,
Notary in Jakarta, No. 181. The Articles of
Association have been amended from time to
time, the latest amendment by the Deed of No. 38
dated 21 June 2011 made before Emi Susilowati
S.H., Notary in Jakarta, concerning the removal of
one clause in the Company’s Articles of
Association. This deed was approved by the
Minister of Laws and Human Rights of the
Republic of Indonesia in its Decision Letter No.
AHU-AH.01.10-24971 dated 3 August 2011.
Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris yang
terakhir dilakukan pada tanggal 6 Februari 2012,
sebagaimana ternyata dalam Akta No. 01 yang
dibuat oleh Emi Susilowati, S.H., Notaris di Jakarta,
yang penerimaan pemberitahuan perubahan data
Perseroannya telah diterima dan dicatat di dalam
database sistem administrasi Badan Hukum di
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-AH.01.10-20323
tanggal 6 Juni 2012. Perubahan susunan Direksi
yang terakhir dilakukan pada tanggal 13 April 2015,
sebagaimana ternyata dalam Akta No. 31 yang
dibuat oleh Lanny Janis Ishak, S.H., Notaris di
Jakarta,
yang
penerimaan
pemberitahuan
perubahan data Perseroannya telah diterima dan
dicatat di dalam database sistem administrasi Badan
Hukum di Kementrian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.030925645 tanggal 20 April 2015.
The latest change in the composition of the Board
of Commissioners as stated on the Deed No. 01
dated 6 February 2012, was made before Emi
Susilowati, S.H., Notary in Jakarta, which the
notification receipt of the change in corporate data
has been received and recorded in the database
administration system of legal entity in the Ministry
of Laws and Human Rights of the Republic of
Indonesia No. AHU-AH.01.10-20323 dated 6 June
2012. The latest change in the composition of
Directors conducted on 13 April 2015 as stated on
the Deed No. 31, was made before Lanny Janis
Ishak, S.H., Notary in Jakarta, which the
notification receipt of the change in the corporate
data has been received and recorded in the
database administration system of legal entity in
the Ministry of Laws and Human Rights of the
Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.030925645 dated 20 April 2015.
7
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
INFORMASI UMUM (lanjutan)
1.
GENERAL INFORMATION (continued)
Kegiatan komersial Perseroan dimulai pada tahun
1989. Perseroan memperoleh ijin usaha sebagai
Perseroan pembiayaan dalam bidang sewa guna
usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen
dari Menteri Keuangan berdasarkan Surat
Keputusan
No. 1021/KMK.013/1989
tanggal
7 September 1989, sebagaimana diubah dengan
Surat Keputusan No. 54/KMK.013/1992 tanggal 15
Januari 1992 dan No. 19/KMK.017/2001 tanggal 19
Januari 2001 dan terakhir diubah dengan Surat
Keputusan
Menteri
Keuangan
No.
KEP352/KM.10/2009 tanggal 29 September 2009. Saat
ini, Perseroan bergerak dalam kegiatan pembiayaan
konsumen dan sewa guna usaha.
The Company commenced commercial activities
in 1989. The Company obtained a business
license to operate in leasing, factoring and
consumer financing from the Ministry of Finance in
its Decision Letter No. 1021/KMK.013/1989 dated
7 September 1989, as amended by the Decision
Letter
No. 54/KMK.013/1992
dated
15 January 1992 and No. 19/KMK.017/2001 dated
19 January 2001 and the latest amendment by the
Ministry
of
Finance
Decision
Letter
No. KEP-352/KM.10/2009 dated 29 September
2009. Currently, the Company is engaged in
consumer financing activities and finance lease.
Perseroan berdomisili di Jakarta Pusat dan
mempunyai 93 kantor cabang yang berlokasi di
beberapa tempat di Indonesia.
The Company is domiciled in Central Jakarta and
has 93 branches throughout Indonesia.
Pada tanggal 6 Februari 2009, PT Tunas Ridean
Tbk. dan PT Tunas Mobilindo Parama mengalihkan
kepemilikan sahamnya di Perseroan sejumlah
masing-masing 650.000.000 lembar saham dan
625.000.000 lembar saham atau sebesar 51% dari
total saham ditempatkan dan disetor penuh kepada
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan akta notaris
Dr. A. Partomuan Pohan, S.H., LL.M., No. 8 tanggal
6 Februari 2009.
On 6 February 2009, PT Tunas Ridean Tbk. and
PT Tunas Mobilindo Parama have transferred
their ownership in the Company amounting to
650,000,000 shares and 625,000,000 shares,
respectively, representing 51% of total issued and
fully paid-up shares, to PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk. by the Notarial Deed of Dr. A. Partomuan
Pohan, S.H., LL.M., No. 8 dated 6 February 2009.
Perseroan menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi
Mandiri Tunas Finance ke Bursa Efek Indonesia
sebagai berikut:
The Company issued and registered Mandiri
Tunas Finance Bonds on the Indonesian Stock
Exchange as follows:
Obligasi/Bonds
Tanggal terbit/Issue date
Nilai nominal/Nominal value
I
II
III
IV
V
VI
Berkelanjutan I tahap I/ Continuing
Bonds I Phase I
Berkelanjutan I tahap II/ Continuing
Bonds I Phase II
Berkelanjutan I tahap III/ Continuing
Bonds I Phase III
Berkelanjutan II tahap I/ Continuing
Bonds II Phase I
29 Mei/May 2003
22 Juni/June 2004
8 JuliJuly 2005
22 Februari/February 2007
20 Februari/February 2008
6 Mei/May 2011
500.000
350.000
350.000
600.000
600.000
600.000
5 Juni/June 2013
500.000
23 Mei/May 2014
600.000
9 Juni/June 2015
150.000
11 Desember/December 2015
600.000
On 20 May 2011, the Company issued and
registered Bonds Mandiri Tunas Finance VI
(“Bonds VI”) on Indonesia Stock Exchange. The
issuance of Bonds VI 2011 and Trusteeship
Agreements No. 29 dated 25 February 2011 jo.
Add.1 No. 7 dated 5 April 2011, jo. Add II No. 16
dated 11 April 2011, jo. Add III No. 1 dated
2 Mei 2011 was signed by the Company and
PT Bank Mega Tbk., as the Trustee for the Bonds
VI holders.
Pada tanggal 20 Mei 2011, Perseroan telah
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi Mandiri
Tunas Finance VI tahun 2011 (“Obligasi VI”) ke
Bursa Efek Indonesia. Penerbitan Obligasi VI tahun
2011 serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan
sesuai dengan Perjanjian No. 29 tanggal
25 Februari 2011 jo. Add.1 No. 7 tanggal
5 April 2011, jo. Add II No. 16 tanggal 11 April 2011,
jo. Add III No. 1 tanggal 2 Mei 2011 yang dibuat
antara Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk., yang
bertindak
selaku
Wali
Amanat
pemegang
Obligasi VI.
8
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
INFORMASI UMUM (lanjutan)
1.
GENERAL INFORMATION (continued)
Pada tanggal 7 Juni 2013, Perseroan telah
menerbitkan
dan
mendaftarkan
Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 (”Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I”) ke Bursa Efek Indonesia.
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I ini serta
Penunjukan Wali Amanat dilakukan berdasarkan
Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 29 tanggal 22
Maret 2013, jo. Addendum I No. 61 tanggal 17 April
2013, jo Addendum II No. 47 tanggal 20 Mei 2013
yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank
Mega Tbk., yang bertindak selaku Wali Amanat
pemegang Obligasi Berkelanjutan I Tahap I.
On 7 June 2013, the Company issued and
registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Bonds I Phase I Year 2013 (“Continuing Bonds I
Phase I”) on the Indonesia Stock Exchange. The
issuance of Continuing Bonds I Phase I and
Trusteeship Agreements No. 29 dated 22 March
2013, jo. Addendum I No. 61 dated 17 April 2013,
jo. Addendum II No. 47 dated 20 May 2013 was
signed by the Company and PT Bank Mega Tbk.,
as the Trustee for the Continuing Bonds I Phase I.
Pada tanggal 26 Mei 2014, Perseroan telah
menerbitkan
dan
mendaftarkan
Obligasi
Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2014 (”Obligasi
Berkelanjutan I Tahap II”) ke Bursa Efek Indonesia.
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II ini
serta
Penunjukan
Wali
Amanat
dilakukan
berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 5
tanggal 2 Mei 2014 yang dibuat antara Perseroan
dengan PT Bank Mega Tbk., yang bertindak selaku
Wali Amanat pemegang Obligasi Berkelanjutan I
Tahap II.
On 26 May 2014, the Company issued and
registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Bonds I Phase II Year 2014 (“Continuing Bonds I
Phase II”) on the Indonesia Stock Exchange. The
issuance of Continuing Bonds I Phase II and
appoinment of Trustee based on Trusteeship
Agreements No. 5 dated 2 May 2014 was signed
by the Company and PT Bank Mega Tbk., as the
Trustee for the Continuing Bonds I Phase II.
Pada tanggal 9 Juni 2015, Perseroan telah
menerbitkan
dan
mendaftarkan
Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2015 (”Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III”) ke Bursa Efek Indonesia.
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III ini
serta
Penunjukan
Wali
Amanat
dilakukan
berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No.
29 tanggal 19 Mei 2015 yang dibuat antara
Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk., yang
bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III.
On 9 June 2015, the Company issued and
registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Bonds I Phase III Year 2015 (“Continuing Bonds I
Phase III”) on the Indonesia Stock Exchange. The
issuance of Continuing Bonds I Phase III and
appoinment of Trustee based on Trusteeship
Agreements No. 29 dated 19 May 2015 was
signed by the Company and PT Bank Mega Tbk.,
as the Trustee for the Continuing Bonds I Phase
III.
Pada tanggal 11 Desember 2015, Perseroan telah
menerbitkan
dan
mendaftarkan
Obligasi
Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2015 (”Obligasi
Berkelanjutan II Tahap I”) ke Bursa Efek Indonesia.
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I ini
serta
Penunjukan
Wali
Amanat
dilakukan
berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 7
tanggal 5 Oktober 2015, jo. Addendum I No. 34
tanggal 29 Oktober 2015, jo Addendum II No. 3
tanggal 3 Desember 2015 yang dibuat antara
Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk., yang
bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi
Berkelanjutan II Tahap I.
On 11 December 2015, the Company issued and
registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Bonds II Phase I Year 2015 (“Continuing Bonds II
Phase I”) on the Indonesia Stock Exchange. The
issuance of Continuing Bonds II Phase I and
Trusteeship Agreements No. 7 dated 5 October
2015, jo. Addendum I No. 34 dated 29 October
2015, jo. Addendum II No. 3 dated 3 December
2015 was signed by the Company and PT Bank
Mega Tbk., as the Trustee for the Continuing
Bonds II Phase I.
Lihat Catatan 15a untuk rincian utang obligasi.
Refer to Note 15a for details of bonds payable.
9
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
INFORMASI UMUM (lanjutan)
1.
GENERAL INFORMATION (continued)
Pada tanggal 24 Januari 2012, Perseroan telah
menerbitkan dan mendaftarkan Medium-Term Notes
(“MTN”) Mandiri Tunas Finance III tahun 2012 di
Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”).
Penerbitan MTN MTF III tahun 2012 serta
Penunjukan agen pemantau dilakukan sesuai
dengan Perjanjian No. 09 tanggal 24 Januari 2012
yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk., yang bertindak selaku agen
pemantau pemegang MTN pertama.
On 24 January 2012, the Company issued and
registered Medium-Term Notes (“MTN”) Mandiri
Tunas Finance III 2012 in Kustodian Sentral Efek
Indonesia (“KSEI”). The issuance of MTN MTF III
2012 and the appointment of monitoring agent
No. 09 dated 24 January 2012 was signed by the
Company and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., as
the monitoring agent for the first MTN holders.
Lihat Catatan 15b untuk rincian MTN.
Refer to Note 15b for details of the MTN.
Susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi dan
Komite Audit Perseroan adalah sebagai berikut:
The members of the Company`s Board of
Commissioners, Directors and Audit Committee
are as follows:
31 Desember/
31 Desember/
December 31, 2015 December 31, 2014
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris Independen
Anton Setiawan
Sarastri Baskoro
Hanifah Purnama
Anton Setiawan
Sarastri Baskoro
Hanifah Purnama
Ignatius Susatyo
Wijoyo
Ade Cahyo Nugroho
Harjanto Tjitohardjojo
Ignatius Susatyo
Wijoyo
Harjanto Tjitohardjojo
Hanifah Purnama
Sunardi Edirianto
Rodion Wikanto
Njotowidjojo
Hanifah Purnama
Sunardi Edirianto
Rodion Wikanto
Njotowidjojo
Direksi
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Komite Audit
Ketua
Anggota
Anggota
Board of Commissioners
President Commissioner
Commissioner
Independent Commissioner
Directors
President Director
Director
Director
Audit Committee
Chairman
Member
Member
Pembentukan Komite Audit Perseroan telah sesuai
dengan Peraturan BAPEPAM-LK Nomor IX.I.5.
Establishment of the Company’s Audit Committee
in compliance with BAPEPAM-LK Regulation
Number IX.I.5.
Sekretaris Perusahaan Perseroan dan Kepala Divisi
Audit Internal Perseroan adalah sebagai berikut:
The Company’s Corporate Secretary and the
Head of Internal Audit Division are as follows:
31 Desember/
31 Desember/
December 31, 2015 December 31, 2014
Sekretaris Perusahaan
Kepala Divisi Audit Internal
Hengki Heriandono
Saiful Huda
Hengki Heriandono
Saiful Huda
Corporate Secretary
Head of Internal Audit Division
Pembentukan Sekretaris Perusahaan Perseroan
telah sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK Nomor
IX.I.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK
No. KEP-63/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996.
Establishment of the Company’s Corporate
Secretary is in compliance with BAPEPAM-LK
Regulation Number IX.I.4 Appendix of the
Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK
No. KEP-63/PM/1996 dated 17 January 1996.
Pembentukan Divisi Audit Internal Perseroan telah
sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK Nomor IX.I.7
Lampiran
Keputusan
Ketua
Bapepam-LK
No. KEP-496/BL/2008 tanggal 28 November 2008.
Establishment of the Company’s Internal Audit
Division is in compliance with BAPEPAM-LK
Regulation Number IX.I.7 Appendix of the
Decision Decree of the Chairman of Bapepam-LK
No. KEP-496/BL/2008 dated 28 November 2008.
Pada tanggal 31 Desember 2015, Perseroan memiliki
3.725 karyawan (31 Desember 2014: 3.329
karyawan) (tidak diaudit).
As of 31 December 2015, the Company has 3,725
employees
(31
December
2014:
3,329
employees) (unaudited).
Entitas induk langsung dan entitas induk terakhir
Perseroan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dimiliki oleh
Pemerintah Republik Indonesia.
The direct and ultimate holding entity of the
Company is PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, stateowned company owned by the Government of the
Republic of Indonesia.
10
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI
2.
ACCOUNTING POLICIES
Kebijakan akuntansi yang signifikan, yang
diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
Perseroan adalah sebagai berikut:
The significant accounting policies, applied in the
preparation of the Company’s financial statements
were as follows:
a.
a. Statement of Compliance
Pernyataan Kepatuhan
The financial statements have been prepared
and presented in accordance with Indonesian
Financial Accounting Standards as issued by
the Indonesian Institute of Accountants and
the Financial Service Authority (OJK)
Regulation No. VIII.G.7 regarding “Emiten or
Public Company’s Financial Statements
Presentation and Disclosure Guidelines” as
included in the Appendix of the Decision
Decree of the Chairman of Bapepam-LK
No. KEP-347/BL/2012 dated 25 June 2012.
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) dan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) No. VIII.G.7 tentang
”Penyajian
dan
Pengungkapan
Laporan
Keuangan Emiten atau Perseroan Publik” yang
terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal
25 Juni 2012.
b.
Dasar penyusunan laporan keuangan
b. Basis of preparation of the
statements
financial
Laporan keuangan disusun berdasarkan
konsep akrual, kecuali laporan arus kas, dan
menggunakan konsep biaya historis kecuali
seperti yang disebutkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan.
The financial statements have been prepared
on the accrual basis, except for the statement
of cash flows, and using the historical cost
concept of accounting, except as disclosed in
the relevant notes herein.
Laporan arus kas disusun menggunakan
metode langsung dan arus kas dikelompokkan
atas dasar aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas
dan setara kas mencakup kas, kas pada bank
dan deposito berjangka dengan jangka waktu
jatuh tempo tiga bulan atau kurang, sepanjang
tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
atau dibatasi penggunaannya.
The statement of cash flows are prepared
based on the direct method by classifying
cash flows on the basis of operating, investing
and financing activities. For the purposes of
the statement of cash flows, cash and cash
equivalents include cash on hand, cash in
banks and time deposits with original maturity
of three months or less, as long as they are
not being pledged as collateral for borrowings
or restricted.
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai
dengan standar akuntansi keuangan Indonesia,
dibutuhkan estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi:
The preparation of financial statements in
conformity
with
Indonesian
financial
accounting standards requires the use of
estimates and assumptions that affects:
-
-
-
nilai aset dan liabilitas dilaporkan dan
pengungkapan atas aset dan liabilitas
kontinjensi pada tanggal laporan keuangan,
dan
jumlah pendapatan dan beban selama
periode pelaporan.
-
the reported amounts of assets and
liabilities and disclosure of contingent
assets and liabilities at the date of the
financial statements, and
the reported amounts of revenues and
expenses during the reported period.
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan
pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian
dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin
berbeda dengan jumlah yang diestimasi
semula.
Although these estimates are based on
management’s best knowledge of current
events and activities, actual results may differ
from those estimates.
Mata uang penyajian yang digunakan pada
laporan keuangan adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional.
The presentation currency used in the
financial statements is Indonesian Rupiah,
which is the functional currency.
11
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b.
Dasar penyusunan
(lanjutan)
laporan
2.
keuangan
b. Basis of preparation of the
statements (continued)
financial
Amounts in the financial statements are
rounded to and stated in millions of Rupiah
unless otherwise stated.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini,
kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan
menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah
kecuali dinyatakan lain.
c.
ACCOUNTING POLICIES (continued)
Aset dan liabilitas keuangan
c. Financial assets and liabilities
Aset Keuangan
Financial Assets
Perseroan
mengklasifikasikan
aset
keuangannya dalam kategori (i) aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan
piutang, (iii) aset keuangan dimiliki hingga jatuh
tempo, dan (iv) aset keuangan tersedia untuk
dijual. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan
perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen
menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut
pada saat awal pengakuannya.
The Company classifies its financial assets in
the following categories of (i) financial assets
at fair value through profit or loss, (ii) loans
and receivables, (iii) held-to-maturity financial
assets, and (iv) available-for-sale financial
assets. The classification depends on the
purpose for which the financials assets were
acquired. Management determines the
classification of its financial assets at initial
recognition.
Selama tahun-tahun berjalan dan pada tanggal
laporan posisi keuangan, Perseroan hanya
memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan
sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang
sehingga kebijakan akuntansi berkaitan dengan
klasifikasi aset keuangan di luar pinjaman yang
diberikan dan piutang tidak diungkapkan.
During the years and at the date of statement
of financial position, the Company only has
financial assets classified as loans and
receivables. Therefore, the accounting
policies related to classifications other than
loans and receivables are not disclosed.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Loans and receivables
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah
aset
keuangan
non-derivatif
dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan
tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:
Loans and receivables are non-derivative
financial assets with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market, other than:
•
yang dimaksudkan oleh Perseroan untuk
dijual
dalam
waktu
dekat,
yang
diklasifikasikan
dalam
kelompok
diperdagangkan, serta yang pada saat
pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;
•
those that the Company intends to sell
immediately or in the short term, which
are classified as held for trading, and
those that the entity upon initial
recognition designates as at fair value
through profit or loss;
•
yang pada saat pengakuan awal ditetapkan
dalam kelompok tersedia untuk dijual; atau
•
those that the Company upon initial
recognition designates as available for
sale; or
•
dalam hal Perseroan mungkin tidak akan
memperoleh kembali investasi awal secara
substansial, kecuali yang disebabkan oleh
penurunan
kualitas
pinjaman
yang
diberikan dan piutang.
•
those for which the Company may not
recover substantially all of its initial
investment, other than because of credit
deterioration and receivables.
12
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
2.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Pinjaman yang diberikan dan piutang (lanjutan)
Loans and receivables (continued)
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang
diberikan dan piutang diakui pada nilai wajarnya
ditambah biaya transaksi dan pendapatan
administrasi dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif.
Loans and receivables are initially recognized
at fair value plus transaction costs and
administration income and subsequently
measured at amortized cost using the
effective interest rate method.
Pinjaman yang diberikan dan piutang meliputi
kas dan setara kas, piutang pembiayaan
konsumen, piutang sewa pembiayaan, piutang
lain-lain dan aset lain-lain (piutang karyawan,
piutang bunga, setoran dalam perjalanan dan
uang jaminan).
Loans and receivables consist of cash and
cash
equivalent,
consumer
financing
receivables, finance lease receivables, other
receivables and other assets (employee
receivables, interest receivables, deposit in
transit and security deposit).
Pendapatan dari aset keuangan dalam
kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang
dicatat di dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan dilaporkan
sebagai ”Pendapatan pembiayaan konsumen”
dan ”Pendapatan sewa pembiayaan”.
Income from financial assets classified as
loans and receivables is included in the
statement of profit or loss and other
comprehensive income and is reported as
“Consumer financing income” and “Financial
leases income”.
Dalam hal terjadi penurunan nilai, cadangan
kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai
pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan
dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan
piutang, dan diakui di dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain sebagai
“penyisihan kerugian penurunan nilai”.
In the case of impairment, allowance for
impairment losses is reported as a deduction
from the carrying value of the financial assets
classified as loan and receivables recognized
in the statement of profit or loss and other
comprehensive income as “provision for
impairment losses”.
Pengakuan
Recognition
Perseroan menggunakan akuntansi tanggal
penyelesaian untuk kontrak reguler ketika
mencatat transaksi aset keuangan.
The Company uses settlement date
accounting for regular way contracts when
recording financial assets transactions.
Penurunan nilai dari aset keuangan
Impairment of financial assets
Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan,
Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti
yang obyektif bahwa aset keuangan atau
kelompok aset keuangan mengalami penurunan
nilai. Kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika
dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif
mengenai penurunan nilai tersebut sebagai
akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi
setelah pengakuan awal aset tersebut
(peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang
merugikan tersebut berdampak pada estimasi
arus kas masa depan atas aset keuangan atau
kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi
secara handal.
The Company assesses at each reporting
date whether there is objective evidence that
a financial asset or group of financial assets is
impaired. Impairment losses are incurred only
if there is objective evidence of impairment as
a result of one or more events that occured
after the initial recognition of the asset (a “loss
event”) and that loss event (or events) has an
impact on the estimated future cash flows of
the financial asset or group of financial assets
that can be reliably estimated.
13
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
2.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan)
Impairment of financial assets (continued)
Kesulitan keuangan yang dialami debitur,
kemungkinan debitur akan bangkrut, atau
kegagalan atau penundaan pembayaran
angsuran dapat dipertimbangkan sebagai
indikasi adanya penurunan nilai atas aset
keuangan tersebut.
Significant financial difficulties of the debtors,
probability that the debtors will enter
bankruptcy and default or delinquency in
payments are considered as indicators that
the financial assets are impaired.
Perseroan menentukan penurunan nilai secara
individual atas aset keuangan yang signifikan
secara individual, dan untuk aset keuangan
yang tidak signifikan secara individual,
penentuan penurunan nilai dilakukan secara
kolektif.
The Company assesses impairment of
financial assets individually for financial
assets that are individually significant, and
collectively for financial assets that are not
individually significant.
Jika Perseroan menentukan tidak terdapat bukti
obyektif mengenai penurunan nilai atas aset
keuangan yang dinilai secara individual, maka
Perseroan
memasukkan
aset
keuangan
tersebut ke dalam kelompok aset keuangan
yang memiliki karakteristik risiko kredit yang
serupa dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset keuangan yang
penurunan nilainya dinilai secara individual
tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai
secara kolektif.
If the Company determines that no objective
evidence of impairment exists for individually
assessed financial assets, it includes the
financial assets in a group of financial assets
with similar credit risk characteristic and
collectively assesses them for impairment.
Financial assets that are individually
assessed for impairment are not included in a
collective assessment of impairment.
Arus kas masa datang dari kelompok aset
keuangan yang penurunan nilainya dievaluasi
secara kolektif, diestimasi berdasarkan kerugian
historis yang pernah dialami atas aset-aset
yang memiliki karakteristik risiko kredit yang
serupa dengan karakteristik risiko kredit
kelompok tersebut di dalam Perseroan.
Kerugian historis yang pernah dialami kemudian
disesuaikan berdasarkan data terkini yang
dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi
saat ini yang tidak berpengaruh pada periode
terjadinya kerugian historis tersebut, dan untuk
menghilangkan pengaruh kondisi yang ada
pada periode historis namun sudah tidak ada
lagi saat ini.
Future cash flows in a group of financial
assets that are collectively evaluated for
impairment are estimated on the basis of
historical loss experience for assets with
credit risk characteristics similar to those in
the Company. Historical loss experience is
adjusted on the basis of current observable
data to reflect the effects of current conditions
that did not affect the period on which the
historical loss experience is based and to
remove the effects of conditions in the
historical period that do not currently exist.
Ketika suatu piutang tidak tertagih, piutang
tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik
cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang
tersebut dapat dihapus buku setelah semua
prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan
jumlah kerugian telah ditentukan. Beban
penurunan nilai yang terkait dengan pinjaman
yang diberikan dan piutang diklasifikasikan ke
dalam “cadangan kerugian penurunan nilai”.
When a receivable is uncollectible, it is written
off against the related allowance for
impairment losses. Such receivables are
written off after all the necessary procedures
have been completed and the amount of the
loss has been determined. Impairment
charges relating to loans and receivables are
classified into “allowance for impairment
losses".
14
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
2.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan)
Impairment of financial assets (continued)
Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian
penurunan nilai berkurang dan pengurangan
tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai
diakui (seperti meningkatnya peringkat piutang
debitur), maka kerugian penurunan nilai yang
sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan
menyesuaikan
akun
cadangan
kerugian
penurunan nilai. Jumlah pemulihan aset
keuangan diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
If in a subsequent period, the amount of the
impairment loss decreases and the decrease
can be related objectively to an event
occurring
after
the
impairment
was
recognized (such as an improvement in the
debtor’s receivable rating), the previously
recognized impairment loss is reversed by
adjusting the allowance for impairment losses.
The amount of the impairment reversal is
recognized in the statement of profit or loss
and other comprehensive income.
Penerimaan kemudian atas piutang yang telah
dihapusbukukan,
dikreditkan
dengan
menyesuaikan pada akun cadangan kerugian
penurunan nilai.
Subsequent recoveries of receivable written
off are credited to the allowance for
impairment losses.
Liabilitas keuangan
Financial liabilities
Perseroan
mengklasifikasikan
liabilitas
keuangan dalam kategori (i) liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi.
The Company classifies its financial liabilities
in the category of (i) financial liabilities at fair
value through profit or loss and (ii) financial
liabilities measured at amortized cost.
Selama tahun-tahun berjalan dan pada tanggal
laporan posisi keuangan, Perseroan tidak
memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laporan laba rugi sehingga
kebijakan akuntansi berkaitan dengan klasifikasi
ini tidak diungkapkan.
During the years and at the date of statement
of financial position, the Company does not
have financial liabilities at fair value through
profit or loss. Therefore, the accounting
policies related to this classification are not
disclosed.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Financial liabilities measured at amortized
cost
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
diukur pada nilai wajar dikurangi biaya
transaksi.
Financial liabilities at amortized cost are
initially recognized at fair value less
transaction costs.
Setelah pengakuan awal, Perseroan mengukur
seluruh liabilitas keuangan yang diukur pada
biaya
perolehan
diamortisasi
dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
After initial recognition, the Company
measures all financial liabilities at amortized
cost using effective interest rates method.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi antara lain utang usaha,
utang lain-lain, beban bunga yang masih harus
dibayar, pinjaman bank dan surat berharga
yang diterbitkan.
Financial liabilities measured at amortized
cost are trade payables, other payables,
accrued interest expenses, bank loans and
securities issued.
15
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
2.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Financial assets and liabilities (continued)
Penghentian pengakuan
Derecognition
Penghentian
pengakuan
aset
keuangan
dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas
yang berasal dari aset keuangan tersebut
berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut
telah ditransfer dan secara subtansial seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
tersebut telah ditransfer (jika secara substansial
seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer,
maka Perseroan melakukan evaluasi untuk
memastikan keterlibatan berkelanjutan atas
kendali yang masih dimiliki tidak mencegah
penghentian pengakuan). Liabilitas keuangan
dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Financial assets are derecognized when the
contractual rights to receive the cash flows
from these assets have ceased to exist or the
assets
have
been
transferred
and
substantially all the risks and rewards of
ownership of the assets are also transferred
(if substantially all the risk and rewards were
not transferred, the Company tests control to
ensure that continuing involvement on the
basis of any retained powers of control does
not prevent derecognition). Financial liabilities
are derecognized when they have been
redeemed or otherwise extinguished.
Penghentian pengakuan piutang pembiayaan
konsumen yang mengalami penurunan nilai,
akan
dilakukan
ketika
piutang
telah
dihapusbukukan. Piutang ragu-ragu akan
dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari
180 hari atau pada saat piutang tersebut
diputuskan
tidak
dapat
tertagih.
Penghapusbukuan piutang ragu-ragu ini bukan
merupakan hapus tagih, sehingga upaya
penagihan tetap dilakukan. Piutang pembiayaan
konsumen dapat diselesaikan dengan menjual
kendaraan yang dibiayai Perseroan.
Consumer
financing
receivables
are
derecognized when the receivables have
been written-off. Doubtful accounts are written
off when they have been overdue for more
than 180 days or determined to be not
collectible. The write offs of doubtful accounts
do not eliminate the right to collect and hence
are still to be pursued for collection
continuously. Consumer financing receivables
could be settled by selling their motor vehicle
that financed by Company.
Perseroan menerima kendaraan dari konsumen
dan membantu untuk menjual kendaraan
tersebut sehingga konsumen dapat melunasi
utang pembiayaan konsumennya.
The Company receives motor vehicles from
customers and assist them in selling their
motor vehicles so that the customers are able
to settle their consumer financing payables.
Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan
untuk menjual kendaraan ataupun melakukan
tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian
piutang pembiayaan konsumen bila terjadi
wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan.
Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai
penjualan dengan saldo piutang pembiayaan
konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian
yang terjadi dibebankan pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain tahun
berjalan.
The customers give the right to the Company
to sell the motor vehicles or take any other
actions to settle the outstanding consumer
financing receivables in the events of default.
Customers are entitled to the positive
difference between the proceeds from sale of
the motor vehicles and the outstanding
consumer financing receivables. If difference
is negative, the resulting loss is charged to
the current year statement of profit or loss and
other comprehensive income.
Jaminan kendaraan milik konsumen untuk
pelunasan piutang pembiayaan konsumen,
dinyatakan sebesar nilai terendah antara nilai
tercatat piutang pembiayaan konsumen terkait
atau realisasi neto dari jaminan kendaraan milik
konsumen tersebut. Selisih antara nilai tercatat
dan nilai realisasi neto piutang dicatat sebagai
cadangan kerugian penurunan nilai dan
dibebankan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Motor vehicle collaterals owned by customers
for settlement of their consumer financing
receivables, presented at the lower of carrying
value of the related consumer financing
receivables or the net realizable value of
motor vehicle collaterals. The difference
between the carrying value and the net
realizable value of receivables is recorded as
allowance for impairment losses and charged
to the current year statement of profit or loss
and other comprehensive income.
16
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
c.
2.
Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
c. Financial assets and liabilities (continued)
Saling hapus
Offsetting
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling
hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perseroan
saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang
telah diakui tersebut dan berniat untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan
aset dan menyelesaikan
liabilitas secara simultan.
Financial assets and financial liabilities shall
be offset and the net amount is presented in
the statement of financial position when and
only when, the Company currently has a
legally enforceable right to set off the
recognized amounts and intends either to
settle on a net basis or to realize the asset
and settle the liability simultaneously.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah
neto hanya jika diperkenankan oleh standard
akuntansi.
Income and expenses are presented on a net
basis only when permitted by accounting
standards.
Klasifikasi instrumen keuangan
Classification of financial instruments
Perseroan
mengklasifikasikan
instrumen
keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang
mencerminkan sifat dari informasi dan
mempertimbangkan karakteristik dari instrumen
keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat
pada tabel berikut:
The Company classifies the financial
instruments into classes that reflects the
nature of information and take into account
the
characteristic
of
those
financial
instruments. The classification can be seen in
the table below:
Kategori yang didefinisikan
oleh PSAK No. 55 (Revisi 2014)/
Category as defined by SFAS No. 55
(Revised 2014)
Aset keuangan/
Financial
assets
Pinjaman yang diberikan dan
piutang/Loans
and
receivables
Golongan
(ditentukan oleh Perseroan)/
Class
Subgolongan/
(as determined
by the Company)
Subclasses
Kas dan setara kas/Cash and cash equivalents
- Kas/Cash on hand
- Kas pada bank/Cash in banks
- Deposito berjangka/Time deposit
Piutang pembiayaan konsumen/Consumer financing receivables
Piutang sewa pembiayaan/Finance lease receivables
Piutang lain-lain/Other receivables
Aset lain-lain/Other assets
- Piutang karyawan/Employee receivables
- Piutang bunga/Interest receivables
- Setoran dalam perjalanan/Deposit in transit
- Uang jaminan/Security deposit
Liabilitas
keuangan/
Financial
liabilities
Liabilitas
keuangan
yang
diukur
dengan
biaya
perolehan
diamortisasi/Financial
liabilities at amortized cost
Utang usaha/Trade payables
- Utang kendaraan/Vehicle payables
- Utang asuransi/Insurance payables
Utang lain-lain/Other payables
- Kantor pendaftaran fidusia/Fiduciary register office
- Premi asuransi/Insurance premium
- Pembiayaan bersama/Joint financing
- Lain-lain/Others
Beban bunga yang masih harus dibayar/Accrued interest expenses
Pinjaman bank/Bank loans
Surat berharga yang diterbitkan/Securities issued
17
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d.
2.
Penentuan nilai wajar
ACCOUNTING POLICIES (continued)
d. Determination of fair value
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam transaksi teratur antara pelaku pasar
pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai
wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi
untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi di:
• pasar utama untuk aset dan liabilitas
tersebut, atau
• jika terdapat pasar utama, di pasar yang
paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Fair value is the price that would be received
to sell an asset or paid to transfer a liability in
an orderly transaction between market
participants at the measurement date. The fair
value measurement is based on the
presumption that the transaction to sell the
asset or transfer the liability takes place
either:
• in the principal market for the asset or
liability, or
• in the absence of the principal market, in
the most advantageous market for the
asset or liability.
Perseroan harus memiliki akses ke pasar utama
atau pasar yang paling menguntungkan
tersebut.
The principal or the most advantageous
market must be accessible by the Company.
Nilai wajar aset dan liabilitas diukur
menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset
atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa
pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
ekonomi terbaiknya.
The fair value of an asset or a liability is
measured using the assumptions that market
participants would use when pricing the asset
or liability, assuming that market participants
act in their economic best interest.
Perseroan menggunakan teknik penilaian yang
sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar,
memaksimalkan penggunaan input yang tidak
dapat diobservasi.
The Company uses valuation techniques that
are appropriate in the circumtances and for
which sufficient data are available to measure
fair value, maximising the use of relevant
observable inputs and minimising the use of
unobservable inputs.
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya
diukur atau diungkapkan dalam laporan
keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai
wajar, sebagaimana dijelaskan di bawah ini,
berdasarkan tingkatan level input yang terendah
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
secara keseluruhan:
• Level 1 - harga kuotasian (tanpa
penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau
liabilitas yang identik.
• Level 2 - teknik penilaian di mana tingkat
level input terendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar dapat
diobservasi baik secara langsung atau
tidak langsung.
• Level 3 - teknik penilaian di mana tingkat
level input terendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar tidak
dapat diobservasi baik secara langsung
atau tidak langsung.
All assets and liabilities for which fair value is
measured or disclosed in the financial
statements are categorized within the fair
value hierarchy, described as follows, based
on the lowest level input that is significant to
the fair value measurement as a whole:
•
•
•
Level 1 - quoted (unadjusted) market
prices in active markets for identical
assets or liabilities
Level 2 - valuation techniques for which
the lowest level input that is significant to
the fair value measurement is directly or
indirectly observable.
Level 3 - valuation techniques for which
the lowest level input that is significant to
the fair value measurement is directly or
indirectly unobservable.
For assets and liabilities that are recognized
in the financial statements on a recurring
basis, the Company determines whether
transfers have occured between levels in
hierarchy by re-assesing categorisation
(based on the lowest level input that is
signifcant to the fair value measurement as a
whole) at the end of each reporting period.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara
berulang dalam laporan keuangan, Perseroan
menentukan apakah perpindahan antar level
hirarki telah terjadi dengan melakukan evaluasi
pengelompokan (berdasarkan level input yang
terendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar secara menyeluruh) pada setiap
akhir periode pelaporan.
18
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
e.
f.
2.
Penjabaran mata uang asing
e. Foreign currency translation
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke
mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada
tanggal laporan posisi keuangan, aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada
tanggal laporan posisi keuangan.
Transactions denominated in a foreign
currency are translated into Rupiah at the
exchange rate prevailing at the date of the
transaction. At the date of statement of
financial position, monetary assets and
liabilities in foreign currencies are translated
at the exchange rates prevailing at that date.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang
timbul dari transaksi dalam mata uang asing
dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing, diakui pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Exchange gains and losses arising on
transactions in foreign currency and on the
translation of foreign currency monetary
assets and liabilities are recognized in the
statement of profit or loss and other
comprehensive income.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
kurs nilai tukar yang digunakan kurs tengah
Bank Indonesia sebesar Rp13.795 (nilai penuh)
(31 Desember 2014: Rp12.440 (nilai penuh))
untuk 1 Dolar Amerika Serikat (“Dolar AS”).
As of 31 December 2015 and 2014, the
exchange rates used are the Bank Indonesia
middle rate of Rp13,795 (full amount) (31
December 2014: Rp12,440 (full amount)) for 1
United States Dollar (“US Dollar”).
Kas dan setara kas
f.
Cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents include cash on
hand, cash in banks and time deposits with
original maturity of three months or less,
which are not restricted and are not pledged
as collateral for any borrowing and that are
readily convertible to known amounts of cash
which are subject to insignificant risk of
changes in value.
Kas dan setara kas mencakup kas, kas di bank
dan deposito berjangka dengan jangka waktu
jatuh tempo tiga bulan atau kurang, yang tidak
dibatasi penggunaannya, tidak digunakan
sebagai jaminan atas pinjaman dan dapat
segera dijadikan kas tanpa terjadi perubahan
nilai yang sangat signifikan.
g.
ACCOUNTING POLICIES (continued)
Piutang pembiayaan konsumen
g. Consumer financing receivables
Piutang pembiayaan konsumen diakui pada
awalnya dengan nilai wajar ditambah biayabiaya transaksi dan dikurangi yield enhancing
income yang dapat diatribusikan secara
langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi menggunakan metode
tingkat bunga efektif. Piutang pembiayaan
konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman
yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 2c
untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang
diberikan dan piutang.
Consumer
financing
receivables
are
recognized initially at fair value, added with
directly attributable transactions costs and
deducted by yield enhancing income, and
subsequently measured at amortized cost
using the effective interest rate method.
Consumer financing receivables are classified
as loans and receivables. Refer to Note 2c for
the accounting policy for loans and
receivables.
Penyelesaian
kontrak
sebelum
masa
pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan
sebagai pembatalan kontrak pembiayaan
konsumen dan laba atau rugi yang terjadi diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain tahun berjalan pada tanggal
terjadinya transaksi.
Early termination is treated as a cancellation
of an existing contract and the resulting gain
or loss is credited or charged to the current
year statement of profit or loss and other
comprehensive income at the transaction
date.
19
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
g.
h.
2.
Piutang pembiayaan konsumen (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
g. Consumer
(continued)
financing
receivables
Pendapatan pembiayaan konsumen yang
belum diakui merupakan selisih antara jumlah
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan
diterima dari konsumen dengan jumlah pokok
pembiayaan yang akan diakui sebagai
penghasilan sesuai dengan jangka waktu
kontrak dengan menggunakan metode tingkat
suku bunga efektif.
Unearned consumer financing income is the
difference between total installments to be
received from customers and the total
financing which is recognized as income over
the term of the contract using the effective
interest rate.
Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan
cara pengalihan kredit, melanjutkan kredit,
mengangsur kembali, merubah jatuh tempo,
merubah tenor dan/atau menambah down
payment.
Credit restructuring can be done by over
contract, asset replacement, repay back,
change the due date, change the tenor and/or
increase the down payment.
Pembiayaan bersama
Joint financing
Piutang pembiayaan konsumen merupakan
jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian
pembiayaan bersama dimana risiko kredit
ditanggung oleh pemberi pembiayaan bersama
sesuai dengan porsinya (without recourse),
pendapatan pembiayaan yang belum diakui dan
cadangan kerugian penurunan nilai.
Consumer financing receivables are stated
net of joint financing receivables where joint
financing providers bear credit risk in
accordance with its portion (without recourse),
unearned consumer financing income and
allowance for impairment losses.
Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai
bersama pihak-pihak lain dimana masingmasing pihak menanggung risiko kredit sesuai
dengan porsinya (without recourse) disajikan di
laporan posisi keuangan secara bersih.
Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban
bunga yang terkait dengan pembiayaan
bersama without recourse disajikan secara
bersih di laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Joint financing receivables where the
Company and joint financing providers bear
credit risk in accordance with their portion
(without recourse) are presented on a net
basis in the statement of financial position.
Consumer financing income and interest
expenses related to joint financing without
recourse are also presented on a net basis in
the statement of profit or loss and other
comprehensive income.
Dalam pembiayaan bersama without recourse,
Perseroan berhak menentukan tingkat bunga
yang lebih tinggi kepada pelanggan dari tingkat
bunga yang ditetapkan dalam perjanjian dengan
pemberi pembiayaan bersama. Selisihnya
merupakan pendapatan bagi Perseroan dan
disajikan sebagai “Pendapatan Pembiayaan
Konsumen”.
For joint financing without recourse, the
Company has the right to set higher interest
rates to customers than those as stated in the
joint financing agreements with joint financing
providers. The difference is recognized as
the Company’s revenue and disclosed as
“Consumer Financing Income”.
Piutang sewa pembiayaan
h. Finance lease receivables
Finance lease receivables represent lease
receivables plus the residual value at the end
of the lease period and stated net of unearned
lease income, security deposits and
allowances for impairment losses. The
difference between the gross lease receivable
and the present value of the lease receivable
is recognized as unearned lease income.
Unearned lease income is allocated to current
year statement of profit or loss and other
comprehensive income based on a constant
Piutang sewa pembiayaan merupakan jumlah
piutang sewa pembiayaan ditambah nilai sisa
yang akan diterima pada akhir masa sewa
pembiayaan dikurangi dengan pendapatan
sewa pembiayaan tangguhan, simpanan
jaminan dan cadangan kerugian penurunan
nilai. Selisih antara nilai piutang usaha bruto
dan nilai tunai piutang diakui sebagai
pendapatan sewa pembiayaan tangguhan.
Pendapatan sewa pembiayaan tangguhan
dialokasikan sebagai pendapatan di laporan
20
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h.
i.
2.
Piutang sewa pembiayaan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
h. Finance lease receivables (continued)
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan berdasarkan suatu tingkat
pengembalian konstan atas investasi bersih
dengan menggunakan suku bunga efektif.
rate of return on the net investment using
effective interest rates.
Penyewa pembiayaan memiliki hak opsi untuk
membeli aset yang disewa-pembiayaankan
pada akhir masa sewa pembiayaan dengan
harga yang telah disetujui bersama pada saat
dimulainya perjanjian sewa pembiayaan.
The lessee has the option to purchase the
leased asset at the end of the lease period at
a price mutually agreed upon at the
commencement of the agreement.
Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa
pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai
pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi
yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
Early termination is treated as a cancellation
of an existing contract and the resulting gain
or loss is credited or charged to the current
year statement of profit or loss and other
comprehensive income.
Piutang sewa pembiayaan diklasifikasikan
sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
Lihat Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas
pinjaman yang diberikan dan piutang.
Finance lease receivables are classified as
loans and receivables. Refer to Note 2c for
the accounting policy of loans and
receivables.
Cadangan kerugian penurunan nilai
i.
The Company calculates the allowance for
impairment losses using the incurred losses
methodology. Refer to Note 2c.
Perseroan melakukan perhitungan cadangan
kerugian penurunan nilai dengan menggunakan
metode “incurred losses”. Lihat Catatan 2c.
j.
Beban dibayar dimuka
j.
Prepaid expenses
Prepaid expenses are amortized over the
periods benefited using the straight-line
method.
Beban dibayar dimuka diamortisasi selama
masa manfaat masing-masing biaya dengan
menggunakan metode garis lurus.
k.
Allowance for impairment losses
Aset tetap dan penyusutan
k. Fixed assets and depreciation
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam
bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika
tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan tanah pada akun
“Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
biaya pengurusan atas perpanjangan atau
pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk
HGU, HGB dan HP diakui sebagai bagian dari
akun “Beban Ditangguhkan, Neto” pada laporan
posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang
mana yang lebih pendek antara umur hukum
hak dan umur ekonomik tanah.
The legal cost of land rights in the form of
Business Usage Rights (“Hak Guna Usaha” or
“HGU”), Building Usage Right (Hak Guna
Bangunan or “HGB”) and Usage Rights (“Hak
Pakai” or “HP”) when the land was acquired
initially are recognized as part of the cost of
the land under the “Fixed Assets” account and
not amortized. Meanwhile the extension or the
legal renewal costs of land rights in the form
of HGU, HGB and HP were recognized as
part of “Deferred Charges, Net” account in the
statement of financial position and were
amortized over the shorter of the rights' legal
life and land's economic life.
Aset tetap diakui sebesar harga perolehan
setelah
dikurangi
dengan
akumulasi
penyusutan.
Fixed assets are stated
accumulated depreciation.
Harga
perolehan
mencakup
semua
pengeluaran yang terkait secara langsung
dengan perolehan aset tetap.
Acquisition cost covers all expenditure that is
directly attributable to the acquisition of the
items.
21
at
cost
less
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
k.
2.
Aset tetap dan penyusutan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
k. Fixed assets and depreciation (continued)
Tanah tidak disusutkan.
Land is not depreciated.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar
biaya perolehan dan akan dipindahkan ke
masing-masing aset tetap yang bersangkutan
pada saat selesai dan siap di gunakan.
Construction in progress is stated at cost and
transferred to the respective fixed asset
account when completed and ready to use.
Penyusutan aset tetap selain tanah dihitung
dengan menggunakan metode garis lurus
sepanjang estimasi masa manfaatnya sebagai
berikut:
Depreciation on fixed assets other than land
is calculated using the straight-line method
over their estimated useful lives as follows:
Golongan
Bangunan
Perabotan dan peralatan kantor
Kendaraan
Renovasi bangunan sewa
Masa manfaat (tahun)/
Useful life (years)
20
5
5
3-5
Persentase/
Percentage
5,00%
20,00%
20,00%
20,00%-33,33%
Classsification
Buildings
Furniture and office equipment
Vehicles
Leasehold improvement
Aset tetap kecuali tanah dan bangunan dalam
pengerjaan disusutkan sampai dengan nilai
sisanya.
Fixed assets except land and construction in
progress are depreciated to their residual
value.
Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui
sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau
sebagai aset yang terpisah, sebagaimana
seharusnya, hanya apabila kemungkinan besar
Perseroan
akan
mendapatkan
manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat
diukur dengan handal. Nilai yang terkait dengan
penggantian komponen tidak diakui. Biaya
perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke
dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain selama periode dimana
biaya-biaya tersebut terjadi.
Subsequent costs are included in the asset’s
carrying amount or recognized as a separate
asset, as appropriate, only when it is probable
that future economic benefits associated with
the item will flow to the Company and the cost
of the item can be measured reliably.
Amounts in respect of replaced parts are
derecognized.
All
other
repairs
and
maintenance are charged to the statement of
profit or loss and other comprehensive
income during the period in which they are
incurred.
Nilai residu dan umur manfaat aset ditelaah dan
disesuaikan, setiap tanggal laporan posisi
keuangan jika diperlukan.
The assets’ residual values and useful lives
are reviewed, and adjusted if appropriate, at
each date of statement of financial position.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau
dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari laporan
keuangan dan keuntungan atau kerugian yang
dihasilkan dari penjualan aset tetap diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
When assets are retired or otherwise
disposed of, their carrying values and the
related
accumulated
depreciation
are
eliminated from the financial statements and
the resulting gain or loss on the disposal of
fixed assets is recognized in the statement of
profit or loss and other comprehensive
income.
Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari
nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat
aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang
dapat diperoleh kembali.
When the carrying amount of an asset is
greater than its estimated recoverable
amount, it is written down immediately to its
recoverable amount.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode
pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode
sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau
An assessment is made at each reporting
period as to whether there is any indication
that previously recognized impairment losses
recognized may no longer exist or may have
22
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
k.
l.
2.
Aset tetap dan penyusutan (lanjutan)
ACCOUNTING POLICIES (continued)
k. Fixed assets and depreciation (continued)
mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud
ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan
nilai yang telah diakui dalam periode
sebelumnya dibalik hanya jika terdapat
perubahan asumsi-asumsi yang digunakan
untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir
diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset
dinaikkan ke jumlah terpulihkannya.
decreased. If such indication exists, the
recoverable amount is estimated. A previously
recognized impairment losess is reversed
only if there has been a change in the
assumptions used to determine the asset’s
recoverable amount since the last impairment
loss was recognized. If that is the case, the
carrying amount of the asset is increased to
its recoverable amount.
Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan
aset tersebut disesuaikan di periode mendatang
untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset
yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan
dasar yang sistematis selama sisa umur masa
manfaatnya.
Reversal of an impairment loss is recognized
in the statement of profit or loss and other
comprehensive income. After such a reversal,
the depreciation charge on the said asset is
adjusted in future periods to allocate the
asset’s revised carrying amount, less any
residual value, on a systematic basis over its
remaining useful life.
Perpajakan
l.
Taxation
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan
tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain.
The tax expense comprises current and
deferred tax. Tax is recognized in the
statement of profit or loss and other
comprehensive income.
Manajemen melakukan evaluasi secara periodik
atas posisi yang diambil dalam surat
pemberitahuan pajak apabila terdapat situasi di
mana peraturan perpajakan yang berlaku
adalah subjek atas interpretasi. Perseroan
membentuk cadangan, jika dianggap perlu
berdasarkan jumlah yang diestimasikan akan
dibayarkan ke kantor pajak.
Management periodically evaluates the
positions taken in tax returns with respect to
situation in which applicable tax regulation is
subject to interpretation. It establishes
provisions where appropriate on the basis of
amounts expected to be paid to the tax
authorities.
Pajak penghasilan tangguhan disajikan dengan
menggunakan metode posisi keuangan untuk
semua perbedaan temporer yang muncul
antara dasar pengenaan pajak atas aset dan
liabilitas dengan nilai tercatatnya dalam rangka
kebutuhan laporan keuangan pada setiap
tanggal pelaporan. Tarif pajak yang berlaku
digunakan
dalam
menentukan
pajak
penghasilan tangguhan.
Deferred income tax is determined using the
financial position method, for all temporary
differences arises between the tax bases of
assets and liabilities and their carrying values
for financial reporting purposes at each
reporting date. Currently enacted or
substantially enacted tax rates are used to
determine deferred income tax.
Aset pajak tangguhan diakui apabila terdapat
kemungkinan besar bahwa jumlah laba fiskal
pada masa datang akan memadai untuk
mengkompensasi aset pajak tangguhan yang
muncul akibat perbedaan temporer tersebut.
Deferred tax assets are recognized to the
extent that it is probable that future taxable
profit will be available against which the
deferred tax assets are arising from
temporary differences can be utilized.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui
saat surat ketetapan pajak diterima atau jika
mengajukan keberatan, pada saat keputusan
atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
Amendments to taxation obligations are
recorded when an assessment is received or,
if appealed against, when the results of the
appeal have been decided.
23
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
m. Imbalan kerja
ACCOUNTING POLICIES (continued)
m. Employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek
Short-term employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat
terutang kepada karyawan berdasarkan metode
akrual.
Short-term employee benefits are recognized
when they accrue to the employees.
Imbalan pasca-kerja
Post-employment benefits
Imbalan pasca-kerja, seperti pensiun, uang
pisah, uang penghargaan, dan imbalan lainnya,
ditentukan sesuai dengan Peraturan Perseroan
dan
Undang-Undang
Ketenagakerjaan
No. 13/2003 (“UU 13/2003”).
Post-employment employee benefits, such as
pensions, severance pay, service pay, and
other benefits are provided in accordance with
the Company’s Regulations and Labor Law No.
13/2003 (“Law 13/2003”).
Karena UU 13/2003 menentukan rumus tertentu
untuk menghitung jumlah minimal imbalan
pensiun, pada dasarnya, program pensiun
berdasarkan UU 13/2003 adalah program
imbalan pasti. Program pensiun imbalan pasti
adalah program pensiun yang menentukan
jumlah imbalan pensiun yang akan diberikan,
biasanya berdasarkan pada satu faktor atau
lebih seperti usia, masa kerja atau kompensasi.
Since Law 13/2003 sets the formula for
determining the minimum amount of benefits, in
substance pension plans under this Law
13/2003 represent defined benefit plans. A
defined benefit plan is a pension plan that
defines an amount of pension benefit to be
provided, usually as a function of one or more
factors such as age, years of service or
compensation.
Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang
diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai
kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan
posisi keuangan, serta disesuaikan dengan
keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya
jasa lalu yang belum diakui. Nilai kini liabilitas
imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris
independen menggunakan metode projected
unit credit.
The liability recognized in the statement of
financial position in respect of defined benefit
pension plans is the present value of the
defined benefit obligation at the date of
statement of financial position, together with
adjustments for unrecognized actuarial gains or
losses and past service cost. The present value
of defined benefit obligation is calculated
annually by an independent actuary using the
projected unit credit method.
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan
dengan mendiskontokan estimasi arus kas
keluar masa depan dengan menggunakan
tingkat bunga obligasi Perseroan berkualitas
tinggi dalam mata uang yang sama dengan
mata uang imbalan yang akan dibayarkan dan
waktu jatuh tempo yang kurang lebih sama
dengan waktu jatuh tempo imbalan yang
bersangkutan.
The present value of the defined benefit
obligation is determined by discounting the
estimated future cash outflows using interest
rates of high quality corporate bonds that are
denominated in the currency in which the
benefits will be paid, and that have terms to
maturity approximating the terms of the
related pension liability.
Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul
dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan
pengalaman,
perubahan
asumsi-asumsi
aktuarial dan perubahan pada program pensiun.
Actuarial gains and losses arise from
experience adjustments, changes in actuarial
assumptions and amendments to pension
plans.
Mulai 1 Januari 2015, ketika imbalan pascakerja berubah, porsi imbalan sehubungan
dengan jasa yang telah diberikan oleh
karyawan pada masa lalu, dibebankan atau
dikreditkan segera dalam laba rugi. Keuntungan
atau kerugian aktuaria diakui sebagai
penghasilan komprehensif lain pada periode
dimana hal tersebut terjadi.
Starting 1 January 2015, when the plan
benefits change, the portion of the benefits
that relate to past service by employees is
charged or credited immediately to profit or
loss. Actuarial gains or losses are recognized
as other comprehensive income in the period
in which they arise.
24
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
2.
m. Imbalan kerja (lanjutan)
n.
m. Employee benefits (continued)
Imbalan pasca-kerja (lanjutan)
Post-employment benefits (continued)
Sebelum tanggal 1 Januari 2015, ketika imbalan
pasca-kerja
berubah,
porsi
imbalan
sehubungan dengan jasa yang telah diberikan
oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau
dikreditkan
dalam
laba
rugi
dengan
menggunakan metode garis lurus selama ratarata masa kerja karyawan hingga imbalan
pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested).
Porsi imbalan pasca-kerja yang telah menjadi
hak karyawan diakui segera sebagai beban
dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian
aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban
apabila akumulasi keuntungan atau kerugian
aktuarial neto yang belum diakui pada akhir
tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari
nilai kini imbalan pasti pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian diakui atas dasar
metode garis lurus selama rata-rata sisa masa
kerja karyawan yang diharapkan
Prior to 1 January 2015, when the plan
benefits change, the portion of the benefits
that relate to past service by employees is
charged or credited to the profit or loss on a
straight-line basis over the estimated average
remaining vesting period. To the extent that
the benefits vest immediately, the expense is
recognized immediately in profit or loss.
Actuarial gains or losses are recognized as
income or expense when the net cumulative
unrecognized actuarial gains and losses at the
end of the previous reporting year exceeded
10% of the defined benefit obligation at that
date. These gains or losses are recognized on
a straight-line method over the expected
average remaining working lives of the
employees.
Pesangon pemutusan hubungan kerja
Termination benefits
Pesangon pemutusan hubungan kerja terutang
ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya
sebelum usia pensiun normal. Perseroan
mengakui pesangon pemutusan hubungan
kerja
ketika
Perseroan
menunjukkan
komitmennya untuk memutuskan hubungan
kerja dengan karyawan berdasarkan suatu
rencana
formal
terperinci
yang
kecil
kemungkinannya untuk dibatalkan. Pesangon
yang akan dibayarkan dalam waktu lebih dari
12 bulan setelah tanggal laporan posisi
keuangan didiskontokan untuk mencerminkan
nilai kini.
Termination benefits are payable whenever
an employee’s employment is terminated
before the normal retirement date. The
Company recognizes termination benefits
when it is demonstrably committed to
terminate the employment of current
employment of current employees according
to a detailed formal plan and the possibility to
withdraw the plan is low. Benefits falling due
more than 12 months after statement of
financial position’s date are discounted to
reflect its present value.
Saham
n. Share capital
Ordinary shares are classified as equity.
Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas.
o.
Dividen
o. Dividends
Final dividend distributions are recognized as
a liability in the financial statements at the
date when the dividends are approved in the
Company’s General Meeting of Shareholders.
Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas
dalam laporan keuangan pada tanggal dividen
tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang
Saham Perseroan.
p.
ACCOUNTING POLICIES (continued)
Laba per saham
p. Earnings per share
Earnings per share is calculated by dividing
income for the year by the weighted average
number of ordinary shares outstanding during
the period.
Laba per saham dihitung dengan membagi laba
tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada
periode yang bersangkutan.
25
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
q.
2.
Surat berharga yang diterbitkan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
q. Securities issued
Securities issued consist of Medium-Term
Notes and bonds payable. Securities issued
are classified as financial liabilities at
amortized cost. Incremental costs directly
attributable to the issuance of securities are
deducted from the amount of securities issued
and amortized over the period of the
securities issued using the effective interest
rate method. Refer to Note 2c for the
accounting policy of financial liabilities at
amortized cost.
Surat berharga yang diterbitkan meliputi
Medium-Term Notes dan utang obligasi. Surat
berharga yang diterbitkan diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan
yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan penerbitan surat berharga dikurangkan
dari jumlah surat berharga yang diterbitkan dan
diamortisasi selama jangka waktu surat
berharga yang diterbitkan tersebut dengan
menggunakan metode suku bunga efektif. Lihat
Catatan 2c untuk kebijakan akuntansi atas
liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi.
r.
Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
r.
Transactions with related parties
Perseroan mempunyai transaksi dengan pihak
berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai
adalah sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi
2010) “Pengungkapan Pihak Berelasi”.
The Company has transactions with related
parties. The definition of related parties used
is in accordance with SFAS No. 7 (Revised
2010) “Related Party Disclosures”.
Suatu pihak
Perseroan jika:
The Company considers the following as its
related parties:
a.
b.
dianggap
berelasi
dengan
Orang atau anggota keluarga dekatnya
mempunyai relasi dengan entitas pelapor
jika orang tersebut:
(i) memiliki
pengendalian
atau
pengendalian bersama atas entitas
pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas
entitas pelapor; atau
(iii) merupakan personil manajemen kunci
entitas pelapor atau entitas induk dari
entitas pelapor.
a.
suatu entitas berelasi dengan entitas
pelapor jika memenuhi salah satu hal
berikut:
(i) entitas dan entitas pelapor adalah
anggota dari kelompok usaha yang
sama (artinya entitas induk, entitas
anak, dan entitas anak berikutnya
saling berelasi dengan entitas lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi
atau ventura bersama dari entitas lain
(atau entitas asosiasi atau ventura
bersama yang merupakan anggota
suatu kelompok usaha, yang mana
entitas
lain
tersebut
adalah
anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura
bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) satu entitas adalah ventura bersama
dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas
ketiga.
b.
a person or a close member of that
person's family is related to a reporting
entity if that person:
(i) has control or joint control of the
reporting entity;
(ii)
has significant influence over the
reporting entity; or
(iii) is a member of the key management
personnel of the reporting entity or of
a parent of the reporting entity.
an entity is related to a reporting entity if
any of the following conditions applies:
(i)
(ii)
the entity and the reporting entity are
members of the same group (which
means that each parent, subsidiary
and fellow subsidiary is related to the
others).
one entity is an associate or joint
venture of the other entity (or an
associate or joint venture of a
member of a group of which the
other entity is a member).
(iii) Both entities are joint ventures of the
same third party.
(iv) one entity is a joint venture of a third
entity and the other entity is an
associate of the third entity.
26
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
r.
Transaksi
(lanjutan)
dengan
pihak-pihak
2.
berelasi
r.
Transactions
(continued)
with
related
parties
entitas tersebut adalah suatu program
imbalan pascakerja untuk imbalan
kerja dari salah satu entitas pelapor
atau entitas yang terkait dengan
entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah
entitas
yang
menyelenggarakan program tersebut,
maka entitas sponsor juga berelasi
dengan entitas pelapor.
(vi) entitas
yang
dikendalikan
atau
dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam huruf (a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas
entitas atau merupakan personil
manajemen kunci entitas (atau entitas
induk dari entitas).
(v) the entity is a post-employment benefit
plan for the benefit of employees of
either the reporting entity or an entity
related to the reporting entity. If the
reporting entity is itself such a plan,
the sponsoring employers are also
related to the reporting entity.
Seluruh transaksi dengan pihak-pihak berelasi
telah diungkapkan di catatan atas laporan
keuangan.
All transactions with related parties are
disclosed in the notes to the financial
statements.
(v)
s.
ACCOUNTING POLICIES (continued)
(vi) the entity is controlled or jointly
controlled by a person identified in
(a).
(vii) a person identified in (a)(i) has
significant influence over the entity
or is a member of the key
management personnel of the entity
(or of a parent of the entity).
Pengakuan pendapatan dan beban
s. Income and expense recognition
Pendapatan dari pembiayaan konsumen dan
sewa pembiayaan, komisi asuransi dan biaya
jasa perantara asuransi serta beban bunga
untuk semua instrumen keuangan dengan
interest bearing diakui sesuai dengan jangka
waktu kontrak berdasarkan metode suku bunga
efektif.
Income from consumer financing and finance
leases, insurance commission and insurance
brokerage fee and expense for all interest
bearing financial instruments are recognized
over the term of the respective contracts
using the effective interest rate method.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang
digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas
keuangan dan metode untuk mengalokasikan
pendapatan bunga atau beban bunga selama
periode yang relevan. Suku bunga efektif
adalah suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas di masa datang selama
perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau
jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih
singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih
dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
The effective interest method is a method of
calculating the amortized cost of a financial
asset or a financial liability and of allocating
the interest income or interest expense over
the relevant period. The effective interest rate
is the rate that exactly discounts estimated
future cash payments or receipts through the
expected life of the financial instrument or,
when appropriate, a shorter period to the net
carrying amount of the financial asset or
financial liability.
Pada saat menghitung suku bunga efektif,
Perseroan mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan
seluruh
persyaratan
kontraktual
dalam
instrumen
keuangan
tersebut, namun tidak mempertimbangkan
kerugian kredit di masa datang. Perhitungan ini
mencakup biaya transaksi dan pendapatan
administrasi.
When calculating the effective interest rate,
the
Company
estimates
cash
flows
considering all contractual terms of the
financial instrument but does not consider
future credit losses. These calculations
include transaction costs and administration
income.
27
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
s.
t.
2.
Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
s. Income
and
(continued)
expense
recognition
Pendapatan
bunga
bank
dan
denda
keterlambatan pembayaran diakui pada saat
terjadinya. Pendapatan bunga bank disajikan
secara bruto pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Interest income and late payment penalties
are recognized upon receipt. Interest income
is presented on a gross basis in the statement
of profit or loss and other comprehensive
income.
Pendapatan dan beban diakui pada saat
terjadinya, menggunakan dasar akrual.
Income and expense are recognized as
incurred on an accrual basis.
Segmen Operasi
Sebuah segmen operasi
komponen dari entitas:
t.
adalah
Operating Segment
An operating segment is a component of
entity which:
suatu
i.
i. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang
memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban
yang terkait dengan transaksi dengan
komponen lain dari entitas yang sama);
ii. hasil operasinya dikaji ulang secara berkala
oleh kepala operasional untuk pembuatan
keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan
menilai kinerjanya; dan,
iii. tersedia informasi keuangan yang dapat
dipisahkan.
u.
ACCOUNTING POLICIES (continued)
ii.
iii.
involves with business activities to generate
income and expenses (including income
and expenses relating to the transactions
with other components with the same
entity);
operation result is observed regularly by
chief decision maker to make decisions
regarding the allocation of resources and to
evaluate the works; and,
separate financial information is available.
Perseroan
menyajikan
segmen
operasi
berdasarkan informasi yang disiapkan secara
internal
untuk
pengambil
keputusan
operasional. Pengambil keputusan operasional
Perseroan adalah Direksi.
The Company presents operating segments
based on the information that is internally
provided to the chief operating decision
maker. The Company’s chief operating
decision-maker is the Board of Directors.
Segmen
operasi
Perseroan
disajikan
berdasarkan segmen usaha yang terdiri dari:
fleet dan retail (lihat Catatan 28).
The Company discloses the operating
segment based on business segment that
consists of fleet and retail (refer to Note 28).
Perubahan
kebijakan
pengungkapan
akuntansi
dan
u. Change in
disclosures
policies
and
The Company adopted the following
accounting standards, which are considered
relevant, starting on January 1, 2015:
Perseroan telah menerapkan standar akuntansi
berikut pada tanggal 1 Januari 2015 yang
dianggap relevan:
•
accounting
PSAK No. 1 (Revisi 2013): Penyajian
Laporan Keuangan, yang diadopsi dari IAS
1,
mengatur
perubahan
penyajian
kelompok pos-pos dalam Penghasilan
Komprehensif Lain. Pos-pos yang akan
direklasifikasi ke laba rugi disajikan terpisah
dari pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi.
•
28
SFAS No. 1 (Revised 2013): Presentation
of Financial Statements, adopted from
IAS 1, specifies change of the grouping of
items presented in Other Comprehensive
Income. Items that could be reclassified
to profit or loss would be presented
separately from items that will never be
reclassified.
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u.
Perubahan
kebijakan
pengungkapan (lanjutan)
akuntansi
2.
dan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
u. Change in accounting
disclosures (continued)
policies
and
•
PSAK No. 24 (Revisi 2013): Imbalan Kerja,
yang diadopsi dari IAS 19, yang
menghapus mekanisme koridor dan
pengungkapan atas informasi liabilitas
kontinjensi
untuk
menyederhanakan
klarifikasi dan pengungkapan.
•
SFAS No. 24 (Revised 2013): Employee
Benefits, adopted from IAS 19, which
removes the corridor mechanism and
contingent liability disclosures to simple
clarifications and disclosures.
•
PSAK No. 46 (Revisi 2014): Pajak
Penghasilan, yang diadopsi dari IAS 12,
yang memberikan tambahan pengaturan
untuk aset dan liabilitas pajak tangguhan
yang berasal dari aset yang tidak
disusutkan
yang
diukur
dengan
menggunakan model revaluasi, dan yang
berasal dari properti investasi yang diukur
dengan menggunakan model nilai wajar.
•
SFAS No. 46 (Revised 2014): Income
Taxes, adopted from IAS 12, which
provides additional provision for deferred
tax asset or deferred tax liability arises
from a non-depreciable asset measured
using the revaluation model, and those
arises from investment property that is
measured using the fair value model.
•
PSAK No. 48 (Revisi 2014): Penurunan
Nilai Aset, yang diadopsi dari IAS 36, yang
memberikan
tambahan
persyaratan
pengungkapan untuk setiap aset individual
(termasuk goodwill) atau unit penghasil kas
yang mana kerugian penurunan nilai telah
diakui atau dibalik selama periode.
•
SFAS No. 48 (Revised 2014): Impairment
of Assets, adopted from IAS 36, which
provides additional disclosure terms for
each individual asset (including goodwill)
or a cash-generating unit, for which an
impairment loss has been recognized or
reversed during the period.
•
PSAK No. 50 (Revisi 2014): Instrumen
Keuangan: Penyajian, yang diadopsi dari
IAS 32, yang mengatur lebih dalam kriteria
mengenai hak yang dapat dipaksakan
secara hokum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui dan
kriteria penyelesaian secara neto.
•
SFAS No. 50 (Revised 2014): Financial
Instruments: Presentation, adopted from
IAS 32, which provides more deep about
criterion on legally enforceable right to set
off the recognized amounts and criterion
to settle on a net basis.
•
PSAK No. 55 (Revisi 2014): Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran,
yang diadopsi dari IAS 39, yang
menambah pengaturan kriteria instrumen
lindung nilai yang tidak dapat dianggap
telah kedaluarsa atau telah dihentikan,
serta ketentuan untuk mencatat instrument
keuangan pada tanggal pengukuran dan
pada tanggal setelah pengakuan awal.
•
SFAS No. 55 (Revised 2014): Financial
Instruments:
Recognition
and
Measurement, adopted from IAS 39,
which provides additional provision for the
criteria of not an expiration or termination
of the hedging instrument, and provision
to account financial instruments at the
measurement date and after initial
recognition.
•
PSAK No. 60 (Revisi 2014): Instrumen
Keuangan: Pengungkapan, yang diadopsi
dari IFRS 7, yang menambah pengaturan
pengungkapan saling hapus dengan
informasi kuantitatif dan kualitatif, serta
pengungkapan
mengenai
pengalihan
instrumen keuangan.
•
SFAS No. 60 (Revised 2014): Financial
Instruments: Disclosures, adopted from
IFRS 7, which provides additional
provision on offsetting disclosures with
quantitative and qualitative information,
and disclosures on Transfers of financial
instruments.
•
PSAK No. 68: Pengukuran Nilai Wajar,
yang diadopsi dari IFRS 13, memberikan
panduan tentang bagaimana pengukuran
nilai wajar ketika nilai wajar disyaratkan
atau diizinkan.
•
SFAS No. 68: Fair Value Measurement,
adopted from IFRS 13, provides guidance
on how to measure fair value when fair
value is required or permitted.
29
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u.
Perubahan
kebijakan
pengungkapan (lanjutan)
2.
akuntansi
dan
ACCOUNTING POLICIES (continued)
u. Change in accounting
disclosures (continued)
policies
and
Perseroan telah menganalisa penerapan
standar akuntansi tersebut di atas dan
penerapan tersebut tidak memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap laporan keuangan
kecuali yang dijelaskan berikut ini.
The Company has assessed that the adoption
of the above mentioned accounting standards
other than specified below do not have
significant impact to the financial statements.
i.
i.
Penyajian pos-pos
komprehensif lain
dalam
penghasilan
ii.
Pengukuran nilai wajar
other
Fair value measurement
On 1 January 2015, the Company
adopted SFAS No. 68, “Fair Value
Measurement”, which provides a single
source of guidance on how fair value is
measured but does not establish new
requirements for when fair value is
required. This standard provides a
framework for determining fair value and
clarifies the factors to be considered in
estimating fair value. It introduces the use
of an exit price in fair value
measurement, as well as extensive
disclosure requirements, particulary the
inclusion of non-financial instruments into
the fair value hierarchy disclosure. SFAS
No. 68 is applied prospectively. The
Company has included the new
disclosures required under SFAS No. 68
in Note 26 to the financial statements.
Pada tanggal 1 Januari 2015, Perseroan
menerapkan PSAK No. 68, “Pengukuran
Nilai Wajar”, yang menyediakan satu
sumber panduan tentang bagaimana nilai
wajar diukur tetapi tidak menetapkan
persyaratan baru mengenai kapan nilai
wajar diperlukan. Standar ini menyediakan
kerangka untuk menentukan nilai wajar dan
menjelaskan faktor-faktor yang harus
dipertimbangkan dalam mengestimasi nilai
wajar. PSAK ini mengatur penggunaan
harga keluar (exit price) dalam pengukuran
nilai wajar dan persyaratan pengungkapan
yang lebih ekstensif, khususnya dengan
memasukkan instrumen non-keuangan ke
dalam pengungkapan hirarki nilai wajar.
Perseroan
telah
menambahkan
pengungkapan baru yang diwajibkan oleh
PSAK No. 68 di Catatan 26 atas laporan
keuangan.
iii.
in
In connection with the adoption of SFAS
No. 1 (Revised 2013), “Presentation of
Financial Statements”, the Company has
modified the presentation of items in
other comprehensive income in its
statements of profit or loss and other
comprehensive income, to present items
that would be reclassified to profit or loss
in the future separately from those that
would never be reclassified to profit or
loss. Comparative information has been
re-presented on the same basis.
Terkait dengan penerapan PSAK No. 1
(Revisi
2013),
“Penyajian
Laporan
Keuangan”, Perseroan telah memodifikasi
penyajian pos-pos dalam pendapatan
komprehensif lain dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain, untuk
menyajikan
pos-pos
yang
akan
direklasifikasikan ke laba rugi pada masa
yang akan datang terpisah dari pos-pos
yang tidak akan direklasifikasikan ke laba
rugi. Informasi komparatif telah disajikan
kembali dengan menggunakan basis yang
sama.
ii.
Presentation
of
items
comprehensive income.
iii.
Imbalan kerja
Employee Benefits
On 1 January 2015, the Company
adopted SFAS No. 24 (Revised 2013),
“Employee Benefits” wherein, when the
plan benefits change, the portion of
increased or decreased benefits relating
to past service by employees is charged
or credited immediately to profit or loss.
Prior
to
1 January
2015,
the
unrecognized past service cost (nonvested) was amortized on a straight-line
method over the average service period
until the benefits become vested.
Pada tanggal 1 Januari 2015, Perseroan
menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013),
“Imbalan Kerja”, dimana ketika imbalan
pasca-kerja berubah maka porsi kenaikan
atau penurunan imbalan sehubungan
dengan jasa yang telah diberikan oleh
karyawan pada masa lalu dibebankan atau
dikreditkan segera dalam laba rugi.
Sebelum 1 Januari 2015, beban jasa lalu
yang
belum
diakui
(non-vested)
diamortisasi dengan menggunakan metode
garis lurus selama rata-rata masa kerja
karyawan hingga imbalan pasca-kerja
menjadi hak karyawan (vested).
30
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI
YANG PENTING
3.
CRITICAL ACCOUNTING
JUDGMENTS
ESTIMATES
AND
Penyusunan
laporan
keuangan
Perseroan
mengharuskan
manajemen
untuk
membuat
pertimbangan,
estimasi
dan
asumsi
yang
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas
pendapatan, beban, aset dan liabilitas dan
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir
periode pelaporan.
The preparation of the Company’s financial
statements requires management to make
judgments, estimates and assumptions that affect
the reported amounts of revenues, expenses,
assets and liabilities, and the disclosure of
contingent liabilities, at the end of the reporting
period.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam
periode pelaporan berikutnya.
Uncertainty about these assumptions and
estimates could result in outcomes that require a
material adjustment to the carrying amount of the
asset and liability affected in future periods.
Pertimbangan
Judgments
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen
dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perseroan yang memiliki pengaruh paling signifikan
atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
The following judgments are made by
management in the process of applying the
Company’s accounting policies that have the most
significant effects on the amounts recognized in
the financial statements:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Classification of Financial Assets and Financial
Liabilities
Perseroan menetapkan klasifikasi aset dan liabilitas
tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi
yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2014)
dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan
akuntansi Perseroan seperti diungkapkan pada
Catatan 2c.
The Company determines the classifications of
certain assets and liabilities as financial assets and
financial liabilities by judging if they meet the
definition set forth in SFAS No. 55 (Revised 2014).
Accordingly, the financial assets and financial
liabilities are accounted for in accordance with the
Company’s accounting policies disclosed in
Note 2c.
Sewa
Leases
Perseroan mempunyai perjanjian-perjanjian sewa
dimana perseroan bertindak sebagai lessee untuk
sewa tempat. Perseroan mengevaluasi apakah
terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset
sewa yang diahlikan berdasarkan PSAK No. 30
(Revisi 2011), yang mensyaratkan Perseroan untuk
membuat pertimbangan dengan estimasi dari
pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan
kepemilikan aset.
The Company has several leases whereby the
Company act as lessee in respect of rental
location. The Company evaluates whether
significant risks and rewards of ownership of the
leased assets are transferred based on SFAS
No. 30 (Revised 2011) which requires the
Company to make judgment and estimates of the
transfer of risks and rewards related to the
ownership of assets.
Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan
Perseroan atas perjanjian sewa tempat yang ada
saat
ini,
maka
transaksi
sewa
tersebut
diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Based on the review performed by the Company
for the current rental agreement of rental location
accordingly, the rent transactions were classified
as operating lease.
Sumber utama ketidakpastian estimasi
Source of uncertainty in estimates
a.
a.
Cadangan kerugian penurunan nilai
Allowance for impairment losses
The Company reviews its receivables at
reporting date to evaluate the allowance for
impairment losses. Management’s judgment
is applied in the estimation when determining
the level of allowance required.
Perseroan melakukan review atas piutang yang
diberikan pada setiap tanggal laporan untuk
melakukan penilaian atas cadangan penurunan
nilai yang telah dicatat. Justifikasi manajemen
diperlukan dalam menentukan tingkat cadangan
yang dibutuhkan.
31
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI
YANG PENTING (lanjutan)
3.
CRITICAL ACCOUNTING
JUDGMENTS (continued)
ESTIMATES
AND
Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan)
Source of uncertainty in estimates (continued)
a. Cadangan kerugian penurunan nilai (lanjutan)
a. Allowance for impairment losses (continued)
Perseroan membentuk cadangan kerugian
penurunan nilai kolektif atas eksposur piutang
pembiayaan konsumen dan piutang sewa
pembiayaan,
dimana evaluasi dilakukan
berdasarkan data kerugian historis (lihat
Catatan 2c).
The Company estimates the collective
impairment allowance for its consumer
financing receivables and finance lease
receivables based on historical loss
experience (refer to Note 2c).
b.
Imbalan pasca kerja
b.
Post-employment benefits are determined
based on actuarial valuation. The actuarial
valuation involves making assumptions about
discount rate, expected rate of return, on
investments, future salary increases, mortality
rate, resignation rate and others. Any
changes in these assumptions will impact the
carrying amount of post-employment benefits
obligations (refer to Note 2m).
Imbalan pasca kerja ditentukan berdasarkan
perhitungan aktuarial. Perhitungan aktuaria
menggunakan asumsi-asumsi seperti tingkat
diskonto, tingkat pengembalian investasi,
tingkat kenaikan gaji, tingkat kematian, tingkat
pengunduran diri dan lain-lain. Perubahan
asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat
liabilitas imbalan pasca kerja (lihat Catatan 2m).
c.
Penyusutan dan estimasi umur manfaat aset
tetap
c.
Depreciation and estimated useful lives of
fixed assets
The costs of fixed assets are depreciated on a
straight-line method over their estimated
useful lives. Management properly estimates
the useful lives of these fixed assets as
disclosed in Note 2k. These are common life
expectancies applied in the industries where
the Company conducts its businesses.
Changes in the expected level of usage and
technological development could impact the
economic useful lives and the residual values
of these assets, and therefore future
depreciation charges could be revised.
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan
estimasi
masa
manfaat
ekonomisnya.
Manajemen mengestimasi masa manfaat
ekonomis aset tetap seperti diungkapkan pada
Catatan 2k. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan
nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan
masa depan mungkin direvisi.
d.
Post-employment benefits
Nilai wajar atas instrumen keuangan
d.
Fair value of financial instruments
When the fair values of financial assets and
liabilities recorded on the statement of
financial position cannot be derived from
active markets, they are determined using a
variety of valuation techniques that include
the use of mathematical models. The inputs to
these models are derived from observable
market data where possible, but when
observable market data are not available,
management’s judgment is required to
establish fair values. The management’s
judgments include considerations of liquidity
and model inputs such as discount rates and
default rate assumptions (Note 2d).
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang terdapat pada laporan posisi
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, nilainya
ditentukan dengan menggunakan berbagai
teknik penilaian termasuk penggunaan model
matematika. Masukan (input) untuk model ini
berasal dari data pasar yang bisa diamati
sepanjang data tersebut tersedia. Bila data
pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia,
pertimbangan manajemen diperlukan untuk
menentukan
nilai
wajar.
Pertimbangan
manajemen tersebut mencakup pertimbangan
likuiditas dan masukan model seperti tingkat
diskonto, tingkat pelunasan dipercepat dan
asumsi tingkat gagal bayar (Catatan 2d).
32
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.
4.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI
YANG PENTING (lanjutan)
3.
CRITICAL ACCOUNTING
JUDGMENTS (continued)
ESTIMATES
AND
Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan)
Source of uncertainty in estimates (continued)
e.
e.
Pajak tangguhan
Deferred tax assets
Aset pajak tangguhan diakui atas jumlah pajak
penghasilan terpulihkan (recoverable) pada
periode mendatang sebagai akibat perbedaan
temporer yang boleh dikurangkan.
Deferred tax assets are recognized for the
future recoverable taxable income arising
from temporary difference.
Justifikasi
manajemen
diperlukan
untuk
menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang
dapat diakui, sesuai dengan waktu yang tepat
dan tingkat laba fiskal di masa mendatang
sejalan dengan strategi rencana perpajakan ke
depan (Catatan 2l).
Management judgment is required to
determine the amount of deferred tax assets
that can be recognized, based upon the likely
timing on level of future taxable profits
together with future strategic planning (Note
2l).
KAS DAN SETARA KAS
4.
CASH AND CASH EQUIVALENTS
31 Desember/December 31
2015
Kas
2014
19.938
13.951
Kas pada bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT BPR Karyajatnika Sadaya
PT Bank DKI
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Commonwealth
Bank of China Limited, Cabang Jakarta
PT Bank Panin Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
The Hongkong & Shanghai
Banking Corporation Limited,
Cabang Jakarta
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank CTBC Indonesia
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank UOB Indonesia
Dolar AS
Standard Chartered Bank, Jakarta
Pihak berelasi
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(dahulu PT Bank Sinar
Harapan Bali)
Cash on hand
Cash in banks
2.792
117
47
36
34
31
28
26
23
8.298
73
31
36
23
25
27
24
23
20
18
18
19
16
13
11
3
14
139
94
11
4
3.239
8.835
-
61
17.634
198.441
1.035
840
75
1.277
24
24
18.768
200.582
33
Third parties
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT BPR Karyajatnika Sadaya
PT Bank DKI
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Commonwealth
Bank of China Limited, Jakarta Branch
PT Bank Panin Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank Mega Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat and Banten Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk
The Hongkong & Shanghai
Banking Corporation Limited,
Jakarta Branch
PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT CTBC Indonesia
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank UOB Indonesia
US Dollars
Standard Chartered Bank, Jakarta
Related parties
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(formerly PT Bank Sinar
Harapan Bali)
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
4.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
4.
CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
31 Desember/December 31
2015
2014
Deposito berjangka
Time deposit
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Mega Tbk
Pihak Berelasi
Rupiah
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(dahulu PT Bank Sinar
Harapan Bali)
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk
18
18
50.000
50.000
3
3
50.003
50.003
91.966
273.450
Third parties
Rupiah
PT Bank Mega Tbk
Related Parties
Rupiah
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(formerly PT Bank Sinar
Harapan Bali)
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk
The interest rates for time deposits and current
accounts for the years ended 31 December 2015
and 2014 are as follows:
Tingkat suku bunga deposito berjangka dan giro
dalam mata uang Rupiah untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 berkisar
sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Deposito
Giro
5.
2014
4,75% - 9,25%
0,00% - 3,00%
4,75% - 9,75%
0,00% - 8,00%
Time deposits
Current accounts
Penempatan deposito pada PT Bank Mandiri
Taspen Pos (dahulu PT Bank Sinar Harapan Bali)
sebesar Rp50.000 adalah penempatan atas dana
hasil usaha yang berasal dari laba neto Perseroan
seperti yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang
No. 40 pasal 70 tentang “Perseroan Terbatas” yaitu
kewajiban
perusahaan
untuk
melakukan
pencadangan atas jumlah tertentu dari laba neto
setiap tahun.
Placement of time deposit at PT Bank Mandiri
Taspen Pos (formerly PT Bank Sinar Harapan
Bali) amounting to Rp50,000 represent the
placement of the funds derived from the
Company’s net income as required by Law No. 40
article 70 concerning “Limited Liability Companies”
whereby the company shall make a provision for a
certain amount of the net income each year.
Lihat Catatan 24a untuk rincian saldo dan transaksi
dengan pihak berelasi.
Refer to Note 24a for details of balances and
transaction with related parties.
PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
5.
CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
31 Desember/December 31
Piutang pembiayaan konsumen - bruto:
2015
2014
32.076.228
24.706.504
Dikurangi:
Piutang pembiayaan yang dibiayai
bersama pihak-pihak lain
without recourse - bruto:
Rupiah
Pihak berelasi
Piutang pembiayaan konsumen - bruto:
Pembiayaan sendiri
Consumer financing receivables - gross:
Less:
Joint financing
without recourse - gross:
(20.906.390)
(16.638.656)
11.169.838
8.067.848
34
Rupiah
Related parties
Consumer financing receivables - gross:
Direct financing
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
5.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)
5.
CONSUMER
(continued)
FINANCING
RECEIVABLES
31 Desember/December 31
2015
2014
Dikurangi:
Pendapatan pembiayaan konsumen
yang belum diakui:
Rupiah
Pihak Ketiga
Less:
Unearned income
on consumer financing:
(5.921.893)
(4.329.066)
Dikurangi:
Piutang pembiayaan yang dibiayai
bersama pihak-pihak lain
without recourse - bruto:
Rupiah
Pihak berelasi
Pendapatan pembiayaan
konsumen yang belum diakui:
Pembiayaan sendiri
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai
Neto
Rupiah
Third parties
Less:
Joint financing
without recourse - gross:
2.905.967
2.349.205
Rupiah
Related parties
(3.015.926)
(1.979.861)
Unearned income on consumer
financing:
Direct financing
(270.477)
(194.852)
Less:
Allowance for impairment losses
7.883.435
5.893.135
Net
Seluruh kontrak pembiayaan yang disalurkan
Perseroan adalah untuk kendaraan bermotor.
All consumer financing contracts provided by
Company are for motor vehicles.
Jangka waktu kontrak pembiayaan yang disalurkan
oleh Perseroan atas kendaraan bermotor berkisar
antara 12 - 84 bulan.
The period of consumer financing contracts for
motor vehicles ranged between 12 - 84 months.
Angsuran dari saldo piutang pembiayaan konsumen
- bruto per 31 Desember 2015 dan 2014 yang akan
diterima dari konsumen berdasarkan tanggal jatuh
temponya adalah sebagai berikut:
Installments of consumer financing receivables gross balance as of 31 December 2015 and 2014
which will be received from customers based on
the maturity dates are as follows:
31 Desember/December 31
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022 dan sesudahnya
2015
2014
12.899.697
9.804.759
6.118.129
2.590.086
644.875
14.246
4.436
10.303.514
7.615.902
4.677.818
1.877.611
230.824
835
-
32.076.228
24.706.504
Year
2015
2016
2017
2018
2019
2020
2021
2022 and onward
Average effective interest rates charged to
customers for the years ended 31 December 2015
and 2014 are as follows:
Rata-rata suku bunga efektif yang dikenakan
kepada konsumen untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah
sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Mobil
Sepeda Motor
2014
16,14%
35,31%
35
16,06%
35,17%
Car
Motorcycle
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
5.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan)
5.
CONSUMER
(continued)
FINANCING
RECEIVABLES
The aging analysis of consumer
receivables - gross are as follows:
Analisa umur piutang pembiayaan konsumen - bruto
adalah sebagai berikut:
financing
31 Desember/December 31
2015
2014
Belum jatuh tempo
30.110.436
23.285.103
Current
Lewat jatuh tempo:
1 - 90 hari
91 - 120 hari
121 - 180 hari
> 180 hari
1.587.084
152.753
198.164
27.791
1.171.956
102.903
130.713
15.829
Overdue:
1 - 90 days
91 - 120 days
121 - 180 days
> 180 days
32.076.228
24.706.504
The movements in the allowance for impairment
losses for the years ended 31 December 2015 and
2014 are as follows:
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Saldo awal
Penyisihan selama tahun berjalan
Penghapusan piutang ragu-ragu
Pemulihan kembali piutang
yang telah dihapusbukukan
Saldo akhir
2014
194.852
291.487
(256.503)
133.356
209.114
(176.030)
40.641
28.412
Beginning balance
Provision made during the year
Receivables written-off
Recovery from receivables
written-off
270.477
194.852
Ending balance
Seluruh piutang pembiayaan konsumen pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 dievaluasi
secara kolektif terhadap penurunan nilai dan
Perseroan telah mencadangkan cadangan kerugian
penurunan nilai.
All consumer financing receivables as of
31 December 2015 and 2014 are collectively
evaluated for impairment and the Company has
provided allowance for impairment losses.
Piutang
pembiayaan
konsumen
yang
direstrukturisasi pada tanggal 31 Desember 2015
adalah sebesar 0,5501% dari saldo piutang
pembiayaan konsumen - bruto (2014: 0,0027%).
The balance of restructured consumer financing
receivables as of 31 December 2015 was 0.5501%
of the consumer financing receivables balance gross (2014: 0.0027%).
Pada tanggal 31 Desember 2015, piutang
pembiayaan konsumen yang digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman bank yang diterima oleh
Perseroan dan utang obligasi seperti yang
dijelaskan pada Catatan 14 dan 15 adalah sejumlah
Rp4.813.548 (2014: Rp4.013.436).
As of 31 December 2015, total consumer financing
receivables pledged as collateral for bank loans
and bonds payable as disclosed in Notes 14 and
15
amounted
to
Rp4,813,548
(2014:
Rp4,013,436).
Manajemen
berkeyakinan
bahwa
cadangan
kerugian penurunan nilai tersebut adalah cukup
untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak
tertagihnya piutang pembiayaan konsumen.
Management believes that the allowance for
impairment losses is sufficient to cover any
possible losses from uncollectible consumer
financing receivables.
36
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
6.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN
6.
FINANCE LEASE RECEIVABLES
31 Desember/December 31
2015
Piutang sewa pembiayaan
Pihak ketiga
Rupiah
Piutang sewa pembiayaan bruto
Nilai sisa yang terjamin
Pendapatan sewa pembiayaan
yang ditangguhkan
Simpanan jaminan
Piutang sewa pembiayaan
Cadangan kerugian penurunan nilai
Neto
2014
Finance lease receivables
Third parties
Rupiah
Finance lease receivable - gross
Guaranteed residual value
700.117
226.130
920.620
236.200
(95.967)
(226.130)
(136.883)
(236.200)
Unearned leased income
Security deposit
604.150
783.737
Finance lease receivable
(5.791)
598.359
(17.213)
766.524
Allowance for impairments losses
Net
Jangka waktu kontrak pembiayaan yang disalurkan
oleh Perseroan atas kendaraan bermotor berkisar
antara 12 - 60 bulan.
The period of consumer financing contracts for
motor vehicles ranged between 12 - 60 months.
Piutang sewa pembiayaan - bruto sesuai dengan
tanggal jatuh temponya:
Finance lease receivables - gross have the
following settlement agreement:
31 Desember/December 31
2015
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019
2020 dan seterusnya
2014
380.726
216.434
90.783
9.983
2.191
458.400
296.360
129.785
35.972
103
-
700.117
920.620
Year
2015
2016
2017
2018
2019
2020 and onward
The movements in the allowance for impairment
losses for the years ended 31 December 2015 and
2014 are as follows:
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2015 dan 2014 adalah sebagai berikut:
31 Desember/December 31
2015
Saldo awal
(Pemulihan) penyisihan selama
tahun berjalan
Penghapusan piutang
Pemulihan kembali piutang yang telah
dihapusbukukan
Saldo akhir
2014
17.213
7.537
(2.356)
(9.380)
10.805
(1.684)
Beginning balance
(Reversal of) provision for made
during the year
Receivables written-off
314
555
Recovery of written-off receivables
5.791
17.213
Ending balance
Seluruh piutang sewa pembiayaan pada tanggal 31
Desember 2015 dan 2014 dievaluasi secara kolektif
terhadap penurunan nilai dan Perseroan telah
mencadangkan cadangan kerugian penurunan nilai.
All finance lease receivables as of 31 December
2015 and 2014 are collectively evaluated for
impairment and the Company has provided
allowance for impairment losses.
Rata-rata suku bunga efektif yang dikenakan
kepada konsumen untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah
sebagai berikut:
Average effective interest rates charged to
customers for the years ended 31 December 2015
and 2014 are as follows:
37
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
6.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan)
6.
FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Mobil
Alat berat
2014
17,88%
13,85%
19,34%
14,31%
Car
Heavy Equipment
The aging analysis of finance lease receivables gross are as follows:
Analisa umur piutang sewa pembiayaan - bruto
adalah sebagai berikut:
31 Desember/December 31
2015
Belum jatuh tempo
Lewat jatuh tempo:
1 - 90 hari
91 - 120 hari
121 - 180 hari
> 180 hari
7.
2014
656.870
846.024
Current
39.668
1.883
1.562
134
42.123
2.983
29.490
-
Overdue:
1 - 90 days
91 - 120 days
121 - 180 days
> 180 days
700.117
920.620
Pada
saat
transaksi
sewa
pembiayaan
ditandatangani, penyewa pembiayaan memberikan
uang jaminan yang akan diperhitungkan dengan
nilai jual aset sewa pembiayaan pada saat transaksi
berakhir bila penyewa pembiayaan menggunakan
hak opsinya untuk membeli aset sewa pembiayaan
tersebut. Jika penyewa tidak menggunakan hak
opsinya, jaminan tersebut akan dikembalikan
kepada penyewa pembiayaan.
At the signing of lease contracts, the lessee is
required to pay a security deposit, which will be
applied against the selling price of the leased
asset at the end of the lease term if the lessee
exercises his option to purchase the leased asset.
Otherwise, the security deposit will be refunded to
the lessee.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, piutang
sewa pembiayaan yang digunakan sebagai jaminan
atas pinjaman bank yang diterima oleh Perseroan
dan utang obligasi seperti yang dijelaskan pada
Catatan 14 dan 15 adalah sejumlah Rp396.317
(2014: Rp700.175).
As of 31 December 2015 and 2014, total finance
lease receivables pledged as collateral for bank
loans and bonds payable as disclosed in Notes 14
and 15 amounted to Rp396,317 (2014:
Rp700,175).
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah
cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul
akibat tidak tertagihnya piutang sewa pembiayaan.
Management believes that the existing allowance
for impairment losses is adequate to cover
possible losses arising from uncollectible finance
lease receivable.
PIUTANG LAIN-LAIN
7.
OTHER RECEIVABLES
31 Desember/December 31
2015
2014
Pihak ketiga
Piutang asuransi
Piutang akseptasi klaim
21.775
32.114
21.729
3.499
Piutang penjualan kendaraan jaminan
Lain-lain
8.637
14.397
12.105
6.588
76.923
43.921
Dikurangi:
Cadangan kerugian penurunan nilai
(785)
76.138
38
(794)
43.127
Third parties
Insurance receivables
Claim acceptance receivables
Receivables from sales of collateral
vehicle
Others
Less:
Allowance for impairment losses
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
7.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan)
7.
OTHER RECEIVABLES (continued)
31 Desember/December 31
2015
Pihak berelasi
Piutang pembiayaan bersama
Piutang akseptasi klaim
Lain-lain
2014
354.313
33.488
620
283.675
36.031
620
388.421
320.326
464.559
363.453
Related parties
Joint financing receivables
Claim acceptance receivables
Others
Lihat catatan 24a untuk rincian saldo dan transaksi
dengan pihak berelasi.
Refer to Note 24a for details of balances and
transactions with related parties.
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:
The movements in the allowance for impairment
losses for the years ended 31 December 2015 and
2014 are as follows:
31 Desember/December 31
2015
2014
Saldo awal
Pembalikan selama tahun berjalan
794
(9)
813
(19)
Saldo akhir
785
794
PERPAJAKAN
a.
Ending balance
Management believes that the allowance for
impairment losses is sufficient to cover any
possible losses from uncollectible receivables.
Manajemen
berkeyakinan
bahwa
cadangan
kerugian penurunan nilai adalah cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian dari tidak
tertagihnya piutang.
8.
Beginning balance
Reversal made during the year
8.
Utang pajak kini
TAXATION
a.
Current tax liabilities
31 Desember/December 31
2015
Pajak penghasilan badan
(lihat Catatan 8b)
Pasal 25
b.
2014
12.066
8.396
4.504
6.533
20.462
11.037
Beban pajak
b.
Corporate income tax
(refer to Note 8b)
Article 25
Tax expense
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Kini - final
Kini - non final
Tangguhan (lihat Catatan 8c)
1.534
107.727
(5.217)
3.960
77.455
(3.138)
104.044
78.277
39
Current - final
Current - non final
Deferred (refer to Note 8c)
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
8.
Beban pajak (lanjutan)
TAXATION (continued)
b.
Tax expense (continued)
The reconciliation between income tax expense
and the theoretical tax amount on the
Company’s income before tax expense are as
follows:
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan
dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum
pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku
adalah sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Laba sebelum beban pajak
Pajak dihitung pada tarif pajak
Penghasilan bunga dikenakan
pajak final
Beban yang tidak dapat
dikurangkan
Pajak penghasilan
pasal 4 (2) - final
410.844
102.711
Beban pajak
312.323
78.081
Income before tax expense
Tax calculated at tax rates
Interest income subject to
final tax
(1.918)
(4.949)
1.717
1.185
Non-deductible expenses
1.534
3.960
Income tax article 4 (2) – final
104.044
78.277
Tax expense
Reconciliation between income before tax
expense, as shown in the statement of profit or
loss and other comprehensive income, and
estimated taxable income is as follows:
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak
menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dengan penghasilan kena
pajak adalah sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Laba sebelum beban pajak
Koreksi fiskal:
Beda temporer
Penyisihan kerugian penurunan nilai
Selisih antara nilai buku aset
tetap komersial dan fiskal
Penyisihan imbalan kerja karyawan
Penyisihan bonus
Penyisihan suspend
Beda tetap
Beban yang tidak dapat dikurangkan
Penghasilan bunga dikenakan pajak final
Penghasilan kena pajak
Beban pajak
Dikurangi:
Pajak dibayar dimuka
Pasal 23
Pasal 25
Utang pajak penghasilan badan
410.844
(9)
1.772
8.057
10.400
647
312.323
(19)
(359)
4.139
7.642
1.150
Income before tax expense
Fiscal corrections:
Temporary differences
Provision for impairment losses
Difference in net book value
between commercial and fiscal
Provision for employee benefits
Provision for bonus
Provision for suspend
20.867
12.553
6.868
(7.672)
4.741
(19.798)
Permanent differences
Non-deductible expenses
Interest income subject to final tax
(804)
430.907
(15.057)
309.819
Taxable income
107.727
77.455
(4.207)
(91.454)
(1.567)
(71.384)
12.066
4.504
40
Tax expense
Less:
Prepaid taxes
Article 23
Article 25
Corporate income tax payable
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PERPAJAKAN (lanjutan)
b.
8.
TAXATION (continued)
Beban pajak (lanjutan)
b.
Tax expense (continued)
Reconciliation between income before tax
expense, as shown in the statement of profit or
loss and other comprehensive income, and
estimated taxable income is as follows:
(continued)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak
menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dengan penghasilan kena
pajak adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pendapatan bunga yang
dikenakan pajak final
Pajak penghasilan pasal 4 (2) - final
Dikurangi:
Pajak dibayar di muka
2014
7.672
19.798
1.534
3.960
(1.534)
(3.960)
-
Income tax article 4 (2) - final
Less:
Prepaid tax
-
Taxable income which is a result from the
reconciliation for the year 2015 and 2014 will be
used as basis in submission of the Company’s
Annual Corporate Tax Return.
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi tahun 2015
dan 2014 menjadi dasar dalam pengisian Surat
Pemberitahuan
Tahunan
(SPT)
Pajak
Penghasilan Badan.
c.
Interest income
subject to final tax
Aset/(liabilitas) pajak tangguhan - neto
c.
Deferred tax assets/(liabilities) - net
31 Desember/December 31, 2015
Saldo awal/
Beginning
balance
Aset pajak tangguhan
dampak dari laporan
laba rugi dan
penghasilan
komprehensif lain
Cadangan kerugian
penurunan nilai
Selisih antara nilai buku
aset tetap komersial
dan fiskal
Penyisihan imbalan
kerja karyawan
Penyisihan bonus
Penyisihan suspend
Aset pajak tangguhan
dampak dari ekuitas
Kerugian aktuarial atas
liabilitas imbalan
kerja karyawan
Manfaat
(beban) pajak
tangguhan/
Deferred tax
income
(expenses)
198
Saldo akhir/
Ending
balance
(2)
196
307
443
750
3.291
6.775
288
2.015
2.600
161
5.306
9.375
449
Deferred tax assets effect
from statement of
profit or loss and other
comprehensive income
Allowance for
impairment losses
Difference in net book value
of fixed assets between
commercial and fiscal
Provision for employee
benefits
Provision for bonus
Provision for suspend
Deferred tax assets effect
from equity
2.026
1.805
3.831
12.885
7.022
19.907
41
Actuarial loss on employee
benefits liabilities
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
8.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PERPAJAKAN (lanjutan)
c.
Aset/(liabilitas)
(lanjutan)
pajak
8.
tangguhan
-
TAXATION (continued)
neto
c.
Deferred tax
(continued)
assets/(liabilities)
-
net
31 Desember/December 31, 2014 (Disajikan kembali/as restated)
Manfaat
(beban) pajak
tangguhan/
Deferred tax
income
(expenses)
Saldo awal/
Beginning
balance
Aset pajak tangguhan
dampak dari laporan
laba rugi dan
penghasilan
komprehensif lain
Cadangan kerugian
penurunan nilai
Selisih antara nilai buku
aset tetap komersial
dan fiskal
Penyisihan imbalan
kerja karyawan
Penyisihan bonus
Penyisihan suspend
d.
203
(5)
198
397
(90)
307
2.257
4.864
-
Aset pajak tangguhan
dampak dari ekuitas
Kerugian aktuarial atas
liabilitas imbalan
kerja karyawan
Saldo akhir/
Ending
balance
1.034
1.911
288
3.291
6.775
288
Deferred tax assets effect
from equity
701
1.325
2.026
8.422
4.463
12.885
Administrasi
d.
Actuarial loss on employee
benefits liabilities
Administration
Under the Taxation Laws of Indonesia, the
Company submits tax returns on the basis of
self assessment. The Director General of
Taxes may assess or amend taxes within a
certain period. For the fiscal years of 2007
and before, this period is within ten years from
the time the tax becomes due, but no later
than 2013, while for fiscal years of 2008 and
onwards, the period is within five years from
the time the tax becomes due.
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang
berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya
jumlah pajak yang terutang. Direktur Jenderal
Pajak dapat menetapkan atau mengubah
liabilitas pajak dalam jangka waktu tertentu.
Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya,
jangka waktu tersebut adalah sepuluh tahun
sejak saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih
dari tahun 2013, sedangkan untuk tahun pajak
2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah
lima tahun sejak saat terutangnya pajak.
9.
Deferred tax assets effect
from statement of
profit or loss and other
comprehensive income
Allowance for
impairment losses
Difference in net book value
of fixed assets between
commercial and fiscal
Provision for employee
benefits
Provision for bonus
Provision for suspend
ASET TETAP
9.
FIXED ASSETS
2015
1 Januari/
January 1
Aset tetap
Kepemilikan langsung
Harga perolehan
Tanah
Bangunan
Kendaraan
Perabotan dan peralatan kantor
Renovasi bangunan sewa
Aset dalam penyelesaian
Penambahan/
Additions
(Pengurangan)/
(Deductions)
21.779
17.569
6
62.132
18.786
-
15
23.888
3.709
18.382
(1.126)
-
120.272
45.994
(1.126)
42
Reklasifikasi/
Reclassifications
6.806
11.376
(18.182)
-
31 Desember/
December 31
28.585
28.960
6
84.894
22.495
200
165.140
Fixed assets
Direct ownership
Cost
Land
Buildings
Vehicles
Furniture and office equipment
Leasehold improvement
Construction in progress
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
9.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ASET TETAP (lanjutan)
9.
FIXED ASSETS (continued)
2015
1 Januari/
January 1
Akumulasi penyusutan
Bangunan
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Renovasi bangunan sewa
Nilai buku neto
Penambahan/
Additions
(Pengurangan)/
(Deductions)
Reklasifikasi/
Reclassifications
(2.262)
(1)
(31.132)
(12.346)
(1.266)
(1)
(11.822)
(4.581)
1.123
-
-
(45.741)
(17.670)
1.123
-
31 Desember/
December 31
(3.528)
(2)
(41.831)
(16.927)
Accumulated depreciation
Buildings
Vehicles
Furniture and office equipment
Leasehold improvement
(62.288)
74.531
102.852
Net book value
2014
1 Januari/
January 1
Aset tetap
Kepemilikan langsung
Harga perolehan
Tanah
Bangunan
Kendaraan
Perabotan dan peralatan kantor
Renovasi bangunan sewa
Aset dalam penyelesaian
Akumulasi penyusutan
Bangunan
Kendaraan
Perabot dan peralatan kantor
Renovasi bangunan sewa
Nilai buku neto
Penambahan/
Additions
(Pengurangan)/
(Deductions)
Reklasifikasi/
Reclassifications
31 Desember/
December 31
6.261
8.093
43.961
12.929
8.620
137
6
20.237
5.857
16.237
(2.066)
-
15.518
9.339
(24.857)
21.779
17.569
6
62.132
18.786
-
79.864
42.474
(2.066)
-
120.272
(1.830)
(25.176)
(8.852)
(432)
(1)
(8.015)
(3.494)
2.059
-
-
(2.262)
(1)
(31.132)
(12.346)
(35.858)
(11.942)
2.059
-
(45.741)
44.006
74.531
Fixed assets
Direct ownership
Cost
Land
Buildings
Vehicles
Furniture and office equipment
Leasehold improvement
Construction in progress
Accumulated depreciation
Buildings
Vehicles
Furniture and office equipment
Leasehold improvement
Net book value
Details of construction in progress as of 31
December 2015 are as follows:
Rincian aset dalam penyelesaian pada tanggal 31
Desember 2015 adalah sebagai berikut:
31 Desember/December 2015
Estimasi tahun
penyelesaian/
Estimated year
of completion
Jumlah/
Amount
Renovasi dalam penyelesaian
untuk pembukaan jaringan
usaha baru
200
2016
Persentase
penyelesaian/
Percentage of
completion
5%
Renovation in progress
for new business networks
200
Seluruh aset tetap kepemilikan langsung kecuali
tanah, telah diasuransikan dengan pihak ketiga,
PT Asuransi Raksa Pratikara dengan jumlah
pertanggungan asuransi sebesar Rp84.250 pada 31
Desember 2015 dan PT Mandiri AXA General
Insurance (pihak berelasi) sebesar Rp98.845 per 31
Desember 2014 yang menurut manajemen cukup
untuk menutupi kemungkinan kerugian karena
kebakaran, kebanjiran, huru-hara dan gempa bumi.
Direct ownership fixed assets, except for land, are
insured with a third party, PT Asuransi Raksa
Pratikara, for a sum insured of Rp84,250 as of 31
December 2015 and PT Mandiri AXA General
Insurance (related party) for a sum insured of
Rp98,845 as of 31 December 2014 which
according to the management is sufficient to cover
possible losses due to fire, flood, public
disorder/riots and earthquake.
Tanah Perseroan berupa sertifikat Hak Guna
Bangunan (“HGB”) yang mempunyai masa manfaat
selama 20 sampai dengan 30 tahun yang akan jatuh
tempo antara 21 Oktober 2017 sampai dengan
24 September
2027. Manajemen berpendapat
bahwa HGB tersebut dapat diperbaharui atau
diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Land is held in the form of certificates of Hak Guna
Bangunan (“HGB”) which have useful lives of 20 to
30 years, which will be due ranging from 21
October 2017 to 24 September 2027.
Management believes that the HGB can be
renewed or extended upon expiration.
43
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
9.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
ASET TETAP (lanjutan)
9.
FIXED ASSETS (continued)
Details of gain on disposal of fixed assets are as
follows:
Rincian keuntungan atas pelepasan aset tetap
adalah sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
2014
Hasil pelepasan aset tetap
Nilai buku aset tetap
20
(3)
117
(7)
Laba atas pelepasan aset tetap
17
110
Proceed from disposal of fixed assets
Book value
Gain on disposal of fixed assets
Keuntungan atas pelepasan aset tetap diakui
sebagai bagian dari “pendapatan lain-lain” pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain.
Gain on disposal of fixed assets is recognized as
part of “other income” in the statement of profit or
loss and other comprehensive income.
Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi
penurunan nilai atas aset tetap yang dimiliki
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dan
2014.
Management believes that there is no impairment
of Company’s fixed assets as of 31 December
2015 and 2014.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, jumlah
bruto dari aset tetap yang telah disusutkan penuh
dan masih digunakan adalah masing-masing
sebesar Rp30.495 dan Rp22.420.
As of 31 December 2015 and 2014, the gross
amount of fixed assets which have been fully
depreciated and still being used amounted to
Rp30,495 and Rp22,420, respectively.
Tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
There were no fixed assets pledged as collateral
as of 31 December 2015 and 2014.
10. ASET LAIN-LAIN
10. OTHER ASSETS
31 Desember/December 31
2015
Pihak ketiga
Setoran dalam perjalanan
Sewa dibayar di muka
Asuransi dibayar di muka
Piutang bunga
Piutang karyawan
Perbaikan dan pemeliharaan dibayar
di muka
Lain-lain
Pihak berelasi
Sewa dibayar dimuka
2014
20.216
14.283
228
231
110
12.772
16.137
418
241
119
130
5.883
138
7.020
41.081
36.845
835
966
41.916
37.811
Third parties
Deposit in transit
Prepaid rent
Prepaid insurance
Interest receivable
Employee receivables
Prepaid service and maintenance
Others
Related parties
Prepaid rent
Lain-lain merupakan persediaan materai Perseroan
dan uang jaminan untuk penggunaan listrik, air dan
telepon yang berkaitan dengan sewa gedung.
Others mainly represents the Company’s stamp
duty and security deposits for electricity, water and
telephone usage related to building rent.
Lihat Catatan 24a untuk rincian saldo dan transaksi
dengan pihak berelasi.
Refer to Note 24a for details of balances and
transactions with related parties.
44
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
11. UTANG USAHA
11. TRADE PAYABLES
31 Desember/December 31
2015
Pihak ketiga
Utang kendaraan
Utang asuransi
2014
279.356
110.906
436.236
87.282
390.262
523.518
Third parties
Vehicle payables
Insurance payables
Trade payables represent payables to suppliers for
motor vehicle financing and payables to insurance
companies in relation to motor vehicle financing.
Utang usaha merupakan utang kepada pemasok
atas pembiayaan kendaraan bermotor dan utang
kepada perusahaan asuransi yang berkaitan dengan
pembiayaan kendaraan bermotor.
12. UTANG LAIN-LAIN
12. OTHER PAYABLES
31 Desember/December 31
2015
Pihak ketiga
Titipan konsumen
Liabilitas pajak
Pasal 21
Pasal 23
PPh Final
PPN keluaran
Lain-lain
Pihak berelasi
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Tunas Ridean Tbk
2014
40.475
37.230
5.763
1.290
116
46.359
16.202
6.043
924
188
19.292
20.928
110.205
84.605
44.563
240
53.559
240
44.803
53.799
155.008
138.404
Third parties
Customer deposits
Tax liabilities
Article 21
Article 23
Final Tax
VAT out
Others
Related parties
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Tunas Ridean Tbk
Titipan konsumen terutama berhubungan dengan
cicilan pembayaran piutang pembiayaan konsumen
yang masih dalam proses identifikasi.
Customer deposits represent installment of
consumer financing receivables which are still in
identification process.
Lain-lain terutama terdiri dari utang kepada pihak
ketiga yang berkaitan dengan biaya notaris, fidusia,
dan pembelian aset tetap.
Others mainly consist of payables to third parties
related to notary fee, fiduciary, and purchasing of
fixed assets.
Lihat Catatan 24b untuk rincian saldo dan transaksi
pihak berelasi.
Refer to Note 24b for details of balances and
transactions with related parties.
13. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
13. ACCRUED EXPENSES
31 Desember/December 31
2015
Pihak ketiga
Gaji dan tunjangan
Bunga yang masih harus dibayar
Promosi
Telepon
Perbaikan dan pemeliharaan
Lain-lain
2014
39.456
23.900
17.339
1.595
363
11.587
45
29.068
22.332
28.819
1.409
833
9.243
Third parties
Salaries and allowances
Accrued interest
Promotion
Telephone
Repairs and maintenance
Others
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
13. BEBAN YANG
(lanjutan)
MASIH
HARUS
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DIBAYAR
13. ACCRUED EXPENSES (continued)
31 Desember/December 31
2015
Pihak berelasi
Bunga yang masih harus dibayar
2014
1.835
2.691
96.075
94.395
Related parties
Accrued interest
Others mainly consist of accrued professional
fees, utilities, entertainment and Electronic Data
Capture (EDC) rent.
Lain-lain terutama terdiri dari beban yang masih
harus dibayar jasa profesional, listrik dan air, jamuan
dan sewa Electronic Data Capture (EDC).
14. PINJAMAN BANK
14. BANK LOANS
31 Desember/December 31
2015
Revolving
Non revolving
Biaya provisi yang belum diamortisasi
2014
215.284
5.286.059
199.940
4.105.864
5.501.343
4.305.804
(14.753)
5.486.590
(14.662)
Unamortized provision cost
4.291.142
Jumlah fasilitas yang ditarik/
Withdrawn facility amount
31 Desember/December 31,
2015
Revolving
Non revolving
Jumlah pinjaman/
Loan amount
Jatuh tempo fasilitas/
Maturity date of the facility
31 Desember/December 31,
2014
2015
31 Desember/December 31,
2014
2015
2014
Revolving
Rupiah
Pihak berelasi/Related parties
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
-
17.980
-
222
-
-
557
-
12
-
-
12.576
-
394
-
-
3.305
-
132
-
-
2.848
-
137
-
-
2.496
-
172
-
-
8.287
-
1.033
-
-
1.654
-
186
-
-
4.913
-
289
-
-
17.244
-
1.783
-
-
4.101
-
592
-
-
27.227
-
4.491
-
-
8.878
-
1.502
-
-
685
-
116
-
-
22.657
-
4.198
-
-
13.360
-
2.569
-
-
16.256
-
3.058
-
-
24.774
-
4.939
-
-
20.262
-
4.025
-
-
3.848
-
628
-
46
Januari/
January 2015
Februari/
February 2015
Maret/
March 2015
Maret/
March 2015
April/
April 2015
Mei/
May 2015
Juni/
June 2015
Juni/
June 2015
Juni/
June 2015
Juli/
July 2015
Juli/
July 2015
Agustus/
August 2015
Agustus/
August 2015
Agustus/
August 2015
September/
September 2015
September/
September 2015
September/
September 2015
Oktober/
October 2015
Oktober/
October 2015
Oktober/
October 2015
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PINJAMAN BANK (lanjutan)
14. BANK LOANS (continued)
Jumlah fasilitas yang ditarik/
Withdrawn facility amount
Jumlah pinjaman/
Loan amount
31 Desember/December 31,
2015
Jatuh tempo fasilitas/
Maturity date of the facility
31 Desember/December 31,
2014
2015
31 Desember/December 31,
2014
2015
2014
Revolving (lanjutan/continued)
Rupiah (lanjutan/continued)
Pihak berelasi (lanjutan)/Related parties (continued)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
(lanjutan/continued)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Jumlah/Total revolving
-
6.937
-
1.851
-
-
10.007
-
51.635
-
2.807
-
-
11.176
5.529
5.529
222
1.457
10.337
10.337
739
4.401
1.115
1.115
65
497
April/
April 2016
Mei/
May 2016
Juni/
June 2016
-
244
-
18
-
-
624
-
255
1.627
-
13
-
2.752
-
253
-
1.719
-
367
-
4.248
-
1.940
-
2.196
-
798
-
571
-
350
-
Februari/
February 2016
Februari/
February 2016
April/
April 2016
Juni/
June 2016
Juli/
July 2016
Juli/
July 2016
Oktober/
October 2016
November/
November 2016
Agustus/
August 2016
2.986
-
2.342
-
19.947
-
18.195
-
224.716
-
-
-
-
49.000
-
49.000
-
-
49.000
-
49.000
-
-
49.000
-
49.000
300.000
-
Desember/
December 2016
190.000
-
577.743
447.336
215.284
199.940
577.743
447.336
215.284
199.940
-
64.000
-
10.667
-
-
30.000
-
5.000
-
-
25.000
-
4.861
-
-
20.000
-
3.889
-
-
31.000
-
6.028
-
-
50.000
-
11.111
-
-
15.000
-
3.750
-
-
15.000
-
4.167
75.000
75.000
2.083
27.083
25.000
25.000
694
9.028
75.000
75.000
4.167
29.167
50.000
50.000
4.167
20.833
Januari/
January 2016
Januari/
January 2016
Februari/
February 2016
Maret/
March 2016
Maret/
March 2016
September/
September 2016
September/
September 2016
Oktober/
October 2015
November/
November 2015
November/
November 2015
April/
April 2016
Mei/
May 2016
Juni/
June 2016
April/
April 2015
Mei/
May 2015
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
-
Non revolving
Rupiah
Pihak ketiga /Third parties
PT Bank Central Asia Tbk
75.000
75.000
6.250
31.250
250.000
250.000
62.500
145.833
155.000
155.000
38.750
90.416
47
Juni/
June 2015
Juni/
June 2015
Juli/
July 2015
Juli/
July 2015
Juli/
July 2015
Agustus/
August 2015
September/
September 2015
Oktober/
October 2015
Januari/
January 2016
Januari/
January 2016
Februari/
February 2016
Maret/
March 2016
Maret/
March 2016
September/
September 2016
September/
September 2016
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PINJAMAN BANK (lanjutan)
14. BANK LOANS (continued)
Jumlah fasilitas yang ditarik/
Withdrawn facility amount
Jumlah pinjaman/
Loan amount
31 Desember/December 31,
2015
Jatuh tempo fasilitas/
Maturity date of the facility
31 Desember/December 31,
2014
2015
31 Desember/December 31,
2014
2015
2014
Non revolving (lanjutan/continued)
Rupiah (lanjutan/continued)
Pihak ketiga (lanjutan)/Third parties (continued)
PT Bank Central Asia Tbk (lanjutan/continued)
PT Bank Chinatrust Indonesia
PT Bank Commonwealth
70.000
70.000
8.750
43.750
100.000
150.000
-
75.000
-
-
112.500
-
150.000
-
112.500
-
100.000
-
-
-
20.000
-
13.333
-
80.000
-
53.333
-
Maret/
March 2016
Juni/
June 2017
Juni/
June 2017
Juni/
June 2017
Maret/
March 2016
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
30.000
30.000
2.500
12.500
35.000
35.000
2.917
14.583
65.000
65.000
7.222
28.889
50.000
50.000
25.000
41.667
19.000
19.000
9.500
15.833
Maret/
March 2016
Maret/
March 2016
April/
April 2016
Juni/
June 2017
Juni/
June 2017
-
97.000
-
5.389
-
-
30.000
-
2.500
-
-
20.000
-
2.222
-
-
53.000
-
7.361
-
-
50.000
-
12.500
-
-
60.000
-
15.000
-
-
60.000
-
16.667
-
-
28.400
-
7.889
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2016
Januari/
January 2016
Januari/
January 2016
Januari/
January 2016
Maret/
March 2016
Maret/
March 2017
Maret/
March 2016
Maret/
March 2016
Juni/
June 2016
Juni/
June 2016
Juni/
June 2016
Agustus/
August 2016
Agustus/
August 2016
Desember/
December 2016
Maret/
March 2017
Maret/
March 2017
PT Bank Panin Tbk
19.000
-
5.806
27.000
-
27.000
-
9.000
45.000
45.000
-
15.000
70.000
70.000
-
23.333
11.500
11.500
-
3.833
20.000
20.000
5.000
10.000
60.000
60.000
1.667
21.667
25.000
25.000
694
9.028
22.500
22.500
625
8.125
56.000
56.000
4.667
23.333
50.000
50.000
15.625
28.125
85.000
85.000
7.083
35.417
59.000
59.000
4.917
24.583
10.000
10.000
1.667
5.000
50.000
50.000
8.333
25.000
40.000
40.000
6.667
20.000
125.000
125.000
27.778
69.444
75.000
75.000
16.667
41.667
10.000
10.000
3.333
6.667
200.000
200.000
83.333
150.000
190.000
190.000
79.167
142.500
48
Maret/
March 2016
Maret/
March 2016
Maret/
March 2016
April/
April 2016
Juni/
June 2017
Juni/
June 2017
Februari/
February 2015
Maret/
March 2015
April/
April 2015
Mei/
May 2015
September/
September 2015
September/
September 2015
Oktober/
October 2015
Oktober/
October 2015
November/
November 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2016
Januari/
January 2016
Januari/
January 2016
Januari/
January 2016
Maret/
March 2016
Maret/
March 2017
Maret/
March 2016
Maret/
March 2016
Juni/
June 2016
Juni/
June 2016
Juni/
June 2016
Agustus/
August 2016
Agustus/
August 2016
Desember/
December 2016
Maret/
March 2017
Maret/
March 2017
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PINJAMAN BANK (lanjutan)
14. BANK LOANS (continued)
Jumlah fasilitas yang ditarik/
Withdrawn facility amount
Jumlah pinjaman/
Loan amount
31 Desember/December 31,
2015
Jatuh tempo fasilitas/
Maturity date of the facility
31 Desember/December 31,
2014
2015
31 Desember/December 31,
2014
2015
2014
Maret/
March 2017
Mei/
May 2017
Juni/
June 2017
Juni/
June 2017
Juni/
June 2017
Agustus/
August 2017
September/
September 2017
Desember/
December 2018
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Non revolving (lanjutan/continued)
Rupiah (lanjutan/continued)
Pihak ketiga (lanjutan)/Third parties (continued)
80.000
80.000
40.000
66.667
120.000
120.000
60.000
100.000
200.000
200.000
100.000
166.667
40.000
40.000
22.222
35.555
50.000
50.000
29.167
45.833
200.000
200.000
150.000
200.000
50.000
50.000
33.333
50.000
50.000
50.000
33.333
50.000
70.000
70.000
46.667
70.000
100.000
-
78.723
-
30.000
-
24.130
-
100.000
-
80.556
-
100.000
-
80.556
-
100.000
-
80.556
-
100.000
-
80.556
-
100.000
-
83.333
-
150.000
-
125.000
-
100.000
-
83.333
-
100.000
-
94.444
-
100.000
-
94.444
-
100.000
-
94.444
-
100.000
-
94.444
-
100.000
-
97.222
-
100.000
-
97.917
-
100.000
-
97.222
-
100.000
-
97.222
-
100.000
-
100.000
-
100.000
-
100.000
-
250.000
-
-
-
Maret/
March 2017
Mei/
May 2017
Juni/
June 2017
Juni/
June 2017
Juni/
June 2017
Agustus/
August 2017
September/
September 2017
Desember/
December 2018
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Januari/
January 2019
Januari/
January 2019
Mei/
May 2018
Mei/
May 2018
Mei/
May 2018
Juni/
June 2018
Juni/
June 2018
Juni/
June 2018
Juni/
June 2018
Oktober/
October 2018
Oktober/
October 2018
Oktober/
October 2018
Oktober/
October 2018
November/
November 2018
November/
November 2019
November/
November 2018
November/
November 2018
Desember/
December 2018
Desember/
December 2018
Februari/
February 2016
PT Bank OCBC NISP Tbk
-
40.000
-
2.222
-
Bank Of China Limited, Cabang Jakarta/
Jakarta Branch
-
10.000
-
1.667
-
PT Bank Panin Tbk (lanjutan/continued)
100.000
100.000
41.667
75.000
10.000
10.000
4.722
8.055
-
10.000
-
1.667
8.500
8.500
2.125
6.375
Juni/
June 2016
-
22.500
-
18.750
-
-
30.000
-
25.000
-
-
69.000
-
63.250
-
49
Februari/
February 2015
Februari/
February 2015
Februari/
February 2015
Juni/
June 2016
Oktober/
October 2015
Oktober/
October 2015
November/
November 2015
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PINJAMAN BANK (lanjutan)
14. BANK LOANS (continued)
Jumlah fasilitas yang ditarik/
Withdrawn facility amount
Jumlah pinjaman/
Loan amount
31 Desember/December 31,
2015
Jatuh tempo fasilitas/
Maturity date of the facility
31 Desember/December 31,
2014
2015
31 Desember/December 31,
2014
2015
2014
Non revolving (lanjutan/continued)
Rupiah (lanjutan/continued)
Pihak ketiga (lanjutan)/Third parties (continued)
PT Bank CTBC Indonesia
PT Bank KEB Hana Indonesia
PT Bank DKI
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk
-
20.000
-
20.000
-
-
80.000
-
80.000
-
50.000
-
39.028
-
50.000
-
40.293
-
50.000
-
45.237
-
50.000
-
46.445
-
100.000
-
92.889
-
100.000
-
92.889
-
Maret/
March 2018
April/
April 2018
Agustus/
August 2018
September/
September 2018
September/
September2018
September/
September2018
-
22.000
-
3.462
-
-
23.000
-
4.301
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Januari/
January 2016
Juni/
June 2016
Juli/
July 2016
Juli/
July 2016
September/
September 2016
Januari/
January 2017
Oktober/
October 2017
Desember/
December 2017
Januari/
January 2018
Februari/
February 2018
Maret/
March 2018
Maret/
March 2018
April/
April 2018
Desember/
December 2018
Juni/
June 2016
-
35.000
-
9.677
5.000
5.000
-
1.822
20.000
20.000
-
7.279
30.000
30.000
948
11.785
10.000
10.000
1.859
5.336
50.000
50.000
10.834
28.104
40.000
40.000
8.667
22.483
100.000
100.000
28.159
62.281
25.000
25.000
9.988
18.212
35.500
35.500
23.091
33.825
30.000
30.000
21.097
30.000
35.000
-
25.523
-
30.000
-
22.651
-
50.000
-
39.028
-
50.000
-
39.028
-
19.500
-
15.714
-
50.000
-
50.000
-
250.000
-
-
-
-
30.000
-
10.000
-
35.000
-
11.667
-
35.000
-
12.031
-
50.000
-
17.188
-
20.000
-
30.000
-
10.313
50.000
50.000
22.857
40.000
75.000
75.000
33.088
59.559
50.000
50.000
23.529
41.176
100.000
100.000
66.668
100.000
50
-
6.875
April/
April 2017
Maret/
March 2017
April/
April 2017
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Mei/
May 2015
Juni/
June 2015
September/
September 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Januari/
January 2016
Juni/
June 2016
Juli/
July 2016
Juli/
July 2016
September/
September 2016
Januari/
January 2017
Oktober/
October 2017
Desember/
December 2017
November/
November 2015
November/
November 2015
November/
November 2015
November/
November 2015
November/
November 2015
November/
November 2015
April/
April 2017
Maret/
March 2017
April/
April 2017
Desember/
December 2017
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PINJAMAN BANK (lanjutan)
14. BANK LOANS (continued)
Jumlah fasilitas yang ditarik/
Withdrawn facility amount
Jumlah pinjaman/
Loan amount
31 Desember/December 31,
2015
Jatuh tempo fasilitas/
Maturity date of the facility
31 Desember/December 31,
2014
2015
31 Desember/December 31,
2014
2015
2014
Non revolving (lanjutan/continued)
Rupiah (lanjutan/continued)
Pihak ketiga (lanjutan)/Third parties (continued)
PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk (lanjutan/continued)
Mei/
May 2018
Mei/
May 2018
Desember/
December 2018
Desember/
December 2018
100.000
-
82.858
-
100.000
-
90.625
-
100.000
-
100.000
-
100.000
-
100.000
-
7.818.500
5.032.900
4.228.720
2.941.445
-
10.000
-
642
-
-
10.000
-
1.564
-
-
8.500
-
1.330
-
-
11.000
-
3.375
-
-
11.000
-
3.358
-
-
6.000
-
1.832
-
-
70.000
-
21.368
-
-
28.000
-
9.368
-
-
22.500
-
7.527
-
-
7.000
-
2.342
64.000
64.000
-
23.272
17.300
17.300
-
6.291
4.900
4.900
-
1.782
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Januari/
January 2016
April/
April 2016
-
Pihak berelasi/Related parties
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
.
10.000
10.000
316
3.925
60.000
60.000
7.491
28.666
-
30.000
-
5.349
23.000
23.000
3.576
11.633
-
28.000
40.000
40.000
6.219
100.000
100.000
18.589
53.357
50.000
50.000
9.294
26.679
60.000
60.000
12.964
33.670
22.500
22.500
5.566
13.283
98.000
98.000
36.135
68.683
25.000
25.000
9.944
18.175
98.000
98.000
38.979
71.245
49.000
49.000
20.943
36.927
49.000
49.000
20.943
36.927
49.000
49.000
20.987
36.961
51
-
6.219
20.231
Mei/
May 2016
Mei/
May 2016
Juni/
June 2016
Juni/
June 2016
Juli/
July 2016
Agustus
August 2016
Desember/
December 2016
Januari/
January 2017
Januari/
January 2017
Februari/
February 2017
Februari/
February 2017
Februari/
February 2017
Februari/
February 2015
Mei/
May 2015
Mei/
May 2015
Oktober/
October 2015
Oktober/
October 2015
Oktober/
October 2015
Oktober/
October 2015
November/
November 2015
November/
November 2015
November/
November 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Desember/
December 2015
Januari/
January 2016
April/
April 2016
April/
April 2015
Mei/
May 2016
Mei/
May 2015
Mei/
May 2016
Juni/
June 2016
Juni/
June 2016
Juli/
July 2016
Agustus/
August 2016
Desember/
December 2016
Januari/
January 2017
Januari/
January 2017
Februari/
February 2017
Februari/
February 2017
Februari/
February 2017
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PINJAMAN BANK (lanjutan)
14. BANK LOANS (continued)
Jumlah fasilitas yang ditarik/
Withdrawn facility amount
Jumlah pinjaman/
Loan amount
31 Desember/December 31,
2015
Jatuh tempo fasilitas/
Maturity date of the facility
31 Desember/December 31,
2014
2015
31 Desember/December 31,
2014
2015
2014
Februari/
February 2017
Maret/
March 2017
Maret/
March 2017
Juni/
June 2017
September/
September 2017
September/
September 2017
September/
September 2017
September/
September 2017
Oktober/
October 2017
Oktober/
October 2017
November/
November 2017
November/
November 2017
November/
November 2017
November/
November 2017
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Desember/
December 2017
Januari/
January 2018
Januari/
January 2018
Januari/
January 2018
Februari/
February 2018
Februari/
February 2018
Maret/
March 2018
Maret/
March 2018
Maret/
March 2018
Juni/
June 2018
September/
September 2018
Februari/
February 2017
Maret/
March 2017
Maret/
March 2017
Juni/
June 2017
September/
September 2017
September/
September 2017
September/
September 2017
September/
September 2017
Oktober/
October 2017
Oktober/
October 2017
November/
November 2017
November/
November 2017
November/
November 2017
November/
November 2017
Non revolving (lanjutan/continued)
Rupiah (lanjutan/continued)
Pihak berelasi (lanjutan)/
Related parties (continued)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(lanjutan/continued)
Jumlah/Total non-revolving
Jumlah/Total
49.000
49.000
20.987
36.961
49.000
49.000
22.431
38.247
40.000
40.000
18.311
31.222
41.000
41.000
22.255
35.106
49.000
49.000
30.604
45.528
49.000
49.000
30.604
45.528
49.000
49.000
30.604
45.528
49.000
49.000
30.604
45.528
49.000
49.000
31.914
46.697
49.000
49.000
31.914
46.697
49.000
49.000
33.171
47.849
49.000
49.000
33.171
47.849
49.000
49.000
33.171
47.849
49.000
49.000
33.171
47.849
49.000
-
34.458
-
49.000
-
34.458
-
49.000
-
34.458
-
49.000
-
35.733
-
49.000
-
35.733
-
49.000
-
35.733
-
49.000
-
36.996
-
49.000
-
36.996
-
49.000
-
38.247
-
49.000
-
38.247
-
20.000
-
15.611
-
40.000
-
34.230
-
34.000
-
31.581
-
2.072.700
1.730.700
1.057.339
1.164.419
9.891.200
6.763.600
5.286.059
4.105.864
10.468.943
7.210.936
5.501.343
4.305.804
52
-
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
14. PINJAMAN BANK (lanjutan)
14. BANK LOANS (continued)
Bank loans have the following settlement aging
profile.
Cicilan pinjaman bank sesuai dengan tanggal jatuh
temponya.
31 Desember/December 31
2015
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019 dan sesudahnya
2014
2.892.247
1.827.120
756.279
25.697
2.263.581
1.391.936
600.287
50.000
-
5.501.343
4.305.804
Year
2015
2016
2017
2018
2019 and there after
Pinjaman bank dalam Rupiah di atas dikenakan
bunga antara
8,65% - 12,00% per tahun
(2014: 8,25% - 12,00% per tahun).
The bank loans denominated in Rupiah bear
interest rates ranging between 8.65% - 12.00% per
annum (2014: 8.25% - 12.00% per annum).
Selama tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2015 dan 2014, Perseroan telah
melakukan pembayaran cicilan pokok dan bunga
pinjaman sesuai jadwal yang ditetapkan.
During year ended 31 December 2015 and 2014,
the Company has paid the loan principal and
interests installments on schedule.
Pinjaman-pinjaman ini dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen sejumlah Rp3.778.356 pada
tanggal 31 Desember 2015 (2014: Rp3.088.414)
dan piutang sewa pembiayaan sejumlah Rp321.506
pada tanggal 31 Desember 2015 (2014:Rp645.197).
These loans are secured by consumer financing
receivables amounting to Rp3,778,356 as of 31
December 2015 (2014: Rp3,088,414) and net
investment in finance lease receivables amounting
to Rp321,506 as of 31 December 2015 (2014:
Rp645,197).
Fasilitas pinjaman dari beberapa bank tersebut
mensyaratkan
Perseroan
untuk
memberikan
pemberitahuan tertulis dalam hal pembagian
dividen, perubahan modal dan pemegang saham,
perubahan susunan direksi dan komisaris,
perubahan bisnis utama, investasi dan perolehan
pinjaman baru dari bank lain. Dalam perjanjian
pinjaman tersebut, Perseroan juga diwajibkan untuk
memenuhi persyaratan keuangan seperti rasio
jumlah utang bunga terhadap ekuitas tidak melebihi
rasio 10:1 dan kewajiban penyampaian laporan
lainnya. Perseroan telah memenuhi persyaratanpersyaratan di atas.
The loan facilities from those banks require the
Company to provide a written notice in respect of
dividend payments, changes of capital and
shareholders,
changes
of
directors
and
commissioners, changes of main business,
investment and obtaining new loan facilities from
other banks. Under the loan agreements, the
Company is also obliged to comply with financial
covenants such as gearing ratio not exceeding
10:1 and other reporting obligations.The Company
has complied with the above requirements.
Fasilitas-fasilitas pinjaman ini dipergunakan untuk
modal kerja kegiatan usaha Perseroan.
The loan facilities are used for the Company’s
working capital.
Lihat Catatan 27 untuk perjanjian kerjasama
pembiayaan bersama dan penyaluran pemberian
kredit.
Refer to Note 27 for joint financing and credit
channeling cooperation agreements.
53
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
15. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED
31 Desember/December 31
2015
Obligasi VI
Medium-Term Notes III
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I
Obligasi Berkelanjutan I Tahap II
Obligasi Berkelanjutan I Tahap III
Obligasi Berkelanjutan II Tahap I
Dikurangi:
Beban emisi yang belum diamortisasi:
Saldo awal
Penambahan
Amortisasi (lihat Catatan 20)
Jumlah
2014
500.000
600.000
150.000
600.000
150.000
200.000
500.000
600.000
-
1.850.000
1.450.000
2.631
4.577
(2.618)
3.265
2.607
(3.241)
4.590
2.631
1.845.410
1.447.369
Bonds VI
Medium-Term Notes III
Continuing Bonds I Phase I
Continuing Bonds I Phase II
Continuing Bonds I Phase III
Continuing Bonds II Phase I
Less:
Unamortized issuance costs:
Beginning balance
Additions
Amortization (refer to Note 20)
Total
Securities issued have the following maturity profile:
Surat berharga yang diterbitkan sesuai dengan jatuh
temponya:
31 Desember/December 31
2015
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019 dan sesudahnya
a.
2014
425.000
500.000
825.000
100.000
350.000
425.000
500.000
175.000
-
1.850.000
1.450.000
Utang obligasi
a.
Year
2015
2016
2017
2018
2019 and there after
Bonds payable
Obligasi VI
Bonds VI
Pada tanggal 20 Mei 2011, Perseroan
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi Mandiri
Tunas Finance VI Tahun 2011 (“Obligasi VI“) ke
Bursa Efek Indonesia dengan nilai nominal
sebesar Rp600.000 yang terdiri atas empat seri:
On 20 May 2011, the Company issued and
registered Mandiri Tunas Finance Bonds VI
Year 2011 (“Bonds VI”) on the Indonesia
Stock Exchange with a nominal value of
Rp600,000 which consist of four series:
Obligasi/
Bonds
Nilai nominal/
Nominal value
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Fixed interest
rate per annum
Seri/Series A
48.000
8,60%
Seri/Series B
52.000
9,60%
Seri/Series C
350.000
10,00%
Seri/Series D
150.000
10,70%
54
Jatuh tempo/
Due date
23 Mei/
May 2012
19 Mei/
May 2013
19 Mei/
May 2014
19 Mei /
May 2015
Cicilan pokok Obligasi/
Bonds principal instalment
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SURAT
BERHARGA
(lanjutan)
a.
YANG
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED (continued)
Utang obligasi (lanjutan)
a.
Bonds payable (continued)
Obligasi VI (lanjutan)
Bonds VI (continued)
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen Perseroan sebesar
minimal 80% untuk Obligasi VI dari pokok
obligasi terutang. Pada tanggal 31 Desember
2014, piutang pembiayaan konsumen yang
dijaminkan
adalah
sejumlah Rp120.000
(lihat Catatan 5). Jika jumlah piutang
pembiayaan konsumen kurang dari yang
dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari uang
tunai yang ditempatkan pada rekening
penampungan atas nama Perseroan yang
ditunjuk oleh PT Bank Mega Tbk. selaku wali
amanat untuk Obligasi VI.
These bonds are secured by the Company’s
consumer financing receivables for a
minimum amount of 80% of the nominal value
of Bonds VI. As of 31 December 2014, the
amount of consumer financing receivables
that was pledged as security for bonds
payable is Rp120,000 (refer to Note 5). If the
amount of consumer financing receivables is
less than the requirement, the Company has
to place sufficient cash into an escrow
account established by PT Bank Mega Tbk.
as trustee for Bonds VI.
Pada tanggal 31 Desember 2014, Perseroan
tidak menempatkan kas pada rekening
penampungan dikarenakan jaminan yang ada
cukup untuk menutupi utang obligasi.
As of 31 December 2014, the Company did
not place cash into the escrow account as the
security was sufficient to cover the
outstanding bonds payable.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan
yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut
diatas.
The Company has complied with
covenants on the trustee agreements.
Sesuai dengan laporan PT Pemeringkat Efek
Indonesia
(PT
Pefindo)
No. 253/PEFDIR/II/2011 dan No. 254/PEF-DIR/II/2011
tanggal 25 Februari 2011, peringkat obligasi VI
adalah idA+ stable outlook.
Based on report No. 253/PEF-DIR/II/2011 and
No. 254/PEF-DIR/II/2011 of PT Pemeringkat
Efek Indonesia (PT Pefindo) dated 25
February 2011. Bonds VI have been rated
idA+ stable outlook.
Dalam pemantauan tahunan atas Obligasi VI,
PT Pefindo dalam suratnya No. 164/PEFDir/I/2012 tanggal 30 Januari 2012 telah
menetapkan kembali peringkat idA+ (Single A
Plus) terhadap Obligasi VI untuk periode 30
Januari 2012 sampai dengan 1 Februari 2013.
In the annual monitoring for Bonds VI,
PT Pefindo, in its letter, No. 164/PEFDir/I/2012 dated 30 January 2012 has rated
idA+ (Single A Plus) the Bonds VI for period
from 30 January 2012 until 1 February 2013.
Dalam Pemantauan Khusus (Special Review),
PT Pefindo melalui suratnya No. 1832/PEFDir/XI/2012 tanggal 12 Nopember 2012 telah
meningkatkan peringkat atas Obligasi VI Seri B,
Seri C dan Seri D dari idA+ (Single A Plus)
menjadi idAA (Double A) untuk periode 12
Nopember 2012 sampai dengan 1 Februari
2013.
In the Special Monitoring (Special Review),
PT Pefindo in its letter No. 1832/PEFDir/XI/2012 dated 12 November 2012 has
increased the rank VI Bonds Series B, Series
C and Series D from idA (Single A Plus) to id
AA (Double A) for the period 12 November
2012 to 1 February 2013.
Kemudian dalam Pemantauan Tahunan,
PT Pefindo melalui suratnya No. 206/PEFDir/II/2013 tanggal 4 Februari 2013 telah
menetapkan kembali peringkat Obligasi VI Seri
C dan Seri D dengan peringkat idAA (Double A)
untuk periode 1 Februari 2013 sampai dengan 1
Februari 2014.
Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo
through letter No. 206/PEF-Dir/II/2013 dated 4
February 2013 has rated idAA (Double A) the
Bonds VI Bonds Series C and Series D for the
period 1 February 2013 until 1 February 2014.
55
the
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SURAT
BERHARGA
(lanjutan)
a.
YANG
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED (continued)
Utang obligasi (lanjutan)
a.
Bonds payable (continued)
Obligasi VI (lanjutan)
Bonds VI (continued)
Dalam pemantauan kesiapan pembayaran
Obligasi VI Seri B Tahun 2011, PT Pefindo
melalui suratnya No. 208/PEF-Dir/II/2013
tanggal 4 Februari 2013 telah menetapkan
kembali peringkat idAA (Double A) terhadap
Obligasi VI Seri B Tahun 2011 untuk periode
1 Februari 2013 sampai dengan 19 Mei 2013.
In the monitoring of payment readiness for
Series B Bonds VI in 2011, PT Pefindo in its
letter No. 208/PEF-Dir/II/2013 dated February
4, 2013 has rated idAA (Double A) the Series
B Bonds VI in 2011 for the period 1 February
2013 until 19 May 2013.
Dalam pemantauan berikutnya, PT Pefindo
melalui suratnya No. 529/PEF-Dir/III/2013
tanggal 19 Maret 2013 telah menetapkan
kembali peringkat Obligasi VI Seri C dan Seri D
Tahun 2011 dengan peringkat idAA (Double A)
untuk periode 18 Maret 2013 sampai dengan
1 Maret 2014.
In the monitoring through letter No. 529/PEFDir/III/2013 dated March 19, 2013 has rated
idAA (Double A) the Bonds VI for Series C
and Series D in 2011 for the period March 18,
2013 untill March 1, 2014.
Kemudian dalam Pemantauan Tahunan,
PT Pefindo melalui suratnya No. 360/PEFDir/III/2014 tanggal 5 Maret 2014 telah
menetapkan kembali peringkat Obligasi VI Seri
C dan Seri D dengan peringkat idAA (Double A)
untuk periode 5 Maret 2014 sampai dengan 1
Maret 2015.
Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo
through letter No. 360/PEF-Dir/III/2014 dated
5 March 2014 has rated id AA (Double A) the
Bonds VI Bonds Series C and Series D for the
period 5 March 2014 until 1 March 2015.
Kemudian dalam Pemantauan Tahunan,
PT Pefindo melalui suratnya No. 333A/PEFDir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 telah
menetapkan kembali peringkat Obligasi VI Seri
D dengan peringkat idAA (Double A) untuk
periode 6 Maret 2015 sampai dengan 19 Mei
2015.
Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo
through letter No. 333A/PEF-Dir/III/2015 dated
9 March 2015 has rated id AA (Double A) the
Bonds VI Bonds Series D for the period 6
March 2015 until 19 May 2015.
Perseroan telah melunasi Utang Obligasi VI seri
A, B, C dan D masing-masing sebesar
Rp48.000,
Rp52.000,
Rp350.000
dan
Rp150.000 pada tanggal 23 Mei 2012, 17 Mei
2013, 19 Mei 2014 dan 18 Mei 2015.
The Company has settled Bonds VI Series A,
B, C and D each amounting to Rp48,000,
Rp52,000, Rp350,000 and Rp150,000 on 23
May 2012, 17 May 2013, 19 May 2014 and 18
May 2015, respectively.
Obligasi Berkelanjutan I
Continuing Bonds I
Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
Tahap I Tahun 2013
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I
Phase I Year 2013
Pada Tanggal 28 Mei 2013, Perseroan telah
memperoleh persyaratan efektif dari Otoritas
Jasa Keuangan melalui surat No. S-144/D.04/
2013 dalam rangka penawaran umum Obligasi
Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance Tahap I
Tahun 2013 (”Obligasi Berkelanjutan I”) dengan
nilai nominal Rp500.000 yang terdiri atas dua
seri:
On 28 May 2013, the Company received the
effective notification from the Financial
Services Authority through its letter No S-144/
D.04/2013 in conjunction with continuing
public offering of Mandiri Tunas Finance
continuing Bonds I Phase I Year 2013
(“continuing Bonds I”) with a nominal value of
Rp500,000 which consist of two series:
56
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SURAT
BERHARGA
(lanjutan)
a.
YANG
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED (continued)
Utang obligasi (lanjutan)
a.
Bonds payable (continued)
Obligasi Berkelanjutan I (lanjutan)
Continuing Bonds I (continued)
Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
Tahap I Tahun 2013 (lanjutan)
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I
Phase I Year 2013 (continued)
Obligasi/
Bonds
Nilai nominal/
Nominal value
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Fixed interest
rate per annum
Jatuh tempo/
Due date
Cicilan pokok Obligasi/
Bonds principal instalment
Seri/Series A
425.000
7,75%
5 Juni/June
2016
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
Seri/Series B
75.000
7,80%
5 Juni/June
2017
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen Perseroan sebesar
minimum 60% untuk Obligasi Berkelanjutan I
Tahap I dari pokok obligasi terutang. Pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, piutang
pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah
sejumlah Rp254.270 dan Rp275.792 dan
piutang sewa pembiayaan yang dijaminkan
adalah sejumlah Rp45.731 dan Rp24.208 (lihat
Catatan 5 dan 6). Jika jumlah piutang
pembiayaan konsumen kurang dari yang
dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari uang
tunai yang ditempatkan pada rekening
penampungan atas nama Perseroan yang
ditunjuk oleh PT Bank Mega Tbk. selaku wali
amanat untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I.
These bonds are secured by the Company’s
consumer financing receivables for a
minimum amount of 60% of the nominal value
of Continuing Bonds I Phase I. As of 31
December 2015 and 2014, the amount of
consumer financing receivables that was
pledged as security for bonds payable are
Rp254,270 and Rp275,792 and finance lease
receivables that was pledged are Rp45,731
and Rp24,208 (refer to Note 5 and 6). If the
amount of consumer financing receivables is
less than the requirement, the Company has
to place sufficient cash into an escrow
account established by PT Bank Mega Tbk.
as trustee for Continuing Bonds I Phase I.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi
oleh Perseroan, antara lain memberikan
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan
konsumen dan rasio jumlah pinjaman terhadap
ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu,
selama pokok obligasi belum dilunasi,
Perseroan tidak diperkenankan, antara lain
melakukan penggabungan usaha kecuali
dilakukan pada bidang usaha yang sama serta
menjual atau mengalihkan lebih dari 50% aset
Perseroan kecuali untuk kegiatan usaha
Perseroan sehari-hari.
The trustee agreement provides several
negative covenants to the Company, among
others, collateral with fiduciary transfer of
consumer financing receivables and debt to
equity ratio not to exceed 10:1. Moreover,
during the year that the bonds principals are
still outstanding, the Company is not allowed
to, among others, merge unless performed on
the same business and to sell or assign more
than 50% of the Company’s asset, except for
Company’s normal business transactions.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan
yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut
diatas.
The Company has complied with
covenants on the trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAA
(Double A) terhadap obligasi berkelanjutan
sesuai
suratnya No. 528/PEF-Dir/III/2013
tanggal 19 Maret 2013 untuk periode 18 Maret
2013 sampai dengan 1 Maret 2014.
PT Pefindo has rated idAA (Double A) the
Continuing Bonds based on its report No.
528/PEF-Dir/III/2013 dated 19 March 2013 for
period 18 March 2013 until 1 March 2014.
57
the
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SURAT
BERHARGA
(lanjutan)
a.
YANG
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED (continued)
Utang obligasi (lanjutan)
a.
Bonds payable (continued)
Obligasi Berkelanjutan I (lanjutan)
Continuing Bonds I (continued)
Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
Tahap I Tahun 2013 (lanjutan)
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I
Phase I Year 2013 (continued)
Kemudian
dalam
pemantauan
tahunan
PT
Pefindo
melalui
suratnya
No.
359/PEFDir/III/2014 tanggal 5 Maret 2014 telah
menetapkan kembali peringkat idAA (Double A)
untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap I untuk
periode 5 Maret 2014 sampai dengan 1 Maret
2015.
Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo
through letter No. 359/PEF-Dir/III/2014 dated
5 March 2014 has rated idAA (Double A) for
the Continuing Bonds I Phase I for the period
5 March 2014 until 1 March 2015.
Dalam pemantauan tahunan PT Pefindo melalui
suratnya No. 333/PEFDir/III/2015 tanggal 9
Maret 2015 telah menetapkan kembali
peringkat idAA (Double A) untuk Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I untuk periode 6 Maret
2015 sampai dengan 1 Maret 2016.
In the Annual Monitoring, PT Pefindo through
letter No. 333/PEF-Dir/III/2015 dated 9 March
2015 has rated idAA (Double A) for the
Continuing Bonds I Phase I for the period 6
March 2015 until 1 March 2016.
Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
Tahap II Tahun 2014
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I
Phase II Year 2014
Pada Tanggal 23 Mei 2014, Perseroan telah
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri
Tunas Finance Tahap II Tahun 2014 (”Obligasi
Berkelanjutan I Tahap II”) dengan nilai nominal
Rp600.000 yang terdiri atas dua seri:
On 23 May 2014, the Company issued
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I
Phase I Year 2014 (“Continuing Bonds I
Phase II”) with a nominal value of Rp600,000
which consist of two series:
Obligasi/
Bonds
Nilai nominal/
Nominal value
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Fixed interest
rate per annum
Jatuh tempo/
Due date
Cicilan pokok Obligasi/
Bonds principal instalment
Seri/Series A
425.000
10,70%
23 Mei/May
2017
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
Seri/Series B
175.000
10,85%
23 Mei/May
2018
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
These bonds are secured by the Company’s
consumer financing receivables for a
minimum amount of 60% of the nominal value
of Continuing Bonds I Phase II. As of 31
December 2015 and 2014, the amount of
consumer financing receivables that was
pledged as security for bonds payable is
Rp331,174 and Rp329,230 and finance lease
receivables Rp28,827 and Rp30,770 (refer to
Note 5 and 6). If the amount of consumer
financing receivables and finance lease
receivables is less than the requirement, the
Company has to place sufficient cash into an
escrow account established by PT Bank Mega
Tbk. as trustee for Continuing Bonds I Phase
II.
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen Perseroan sebesar
minimal 60% untuk Obligasi Berkelanjutan I
Tahap II dari pokok obligasi terutang. Pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, piutang
pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah
sejumlah Rp331.174 dan Rp329.230 dan
piutang sewa pembiayaan sejumlah Rp28.827
dan Rp30.770 (lihat Catatan 5 dan 6). Jika
jumlah piutang pembiayaan konsumen dan
piutang sewa pembiayaan kurang dari yang
dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari uang
tunai yang ditempatkan pada rekening
penampungan atas nama Perseroan yang
ditunjuk oleh PT Bank Mega Tbk. selaku wali
amanat untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II.
58
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SURAT
BERHARGA
(lanjutan)
a.
YANG
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED (continued)
Utang obligasi (lanjutan)
a.
Bonds payable (continued)
Obligasi Berkelanjutan I (lanjutan)
Continuing Bonds I (continued)
Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
Tahap II Tahun 2014 (lanjutan)
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I
Phase II Year 2014 (continued)
PT
Pefindo
melalui
suratnya
No.359/PEFDir/III/2014 tanggal 5 Maret 2014
telah menetapkan kembali peringkat idAA
(Double A) untuk obligasi berkelanjutan I Tahap
II untuk periode 5 Maret 2014 sampai dengan 1
Maret 2015.
PT Pefindo through letter No. 359/PEFDir/III/2014 dated 5 March 2014 has rated
idAA (Double A) for the Continuing Bonds I
Phase II for the period 5 March 2014 until 1
March 2015
Kemudian
dalam
pemantauan
tahunan
PT
Pefindo
melalui
suratnya
No.
333/PEFDir/III/2015 tanggal 9 Maret 2015 telah
menetapkan kembali peringkat idAA (Double A)
untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II untuk
periode 6 Maret 2015 sampai dengan 1 Maret
2016.
Then in the Annual Monitoring, PT Pefindo
through letter No. 333/PEF-Dir/III/2015 dated
9 March 2015 has rated idAA (Double A) for
the Continuing Bonds I Phase II for the period
6 March 2015 until 1 March 2016.
Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
Tahap III Tahun 2015
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I
Phase III Year 2015
Pada tanggal 9 Juni 2015 , Perseroan telah
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Mandiri
Tunas Finance Tahap III Tahun 2015 (“Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III”) sebagai berikut :
On 9 June 2015, the Company issued Mandiri
Tunas Finance Continuing Bonds I Phase III
Year 2015 (“Continuing Bonds I Phase III”) as
follows:
Obligasi/
Bonds
Obligasi
Berkelanjutan I
Tahap
III/Continuing
Bonds I Phase III
Nilai nominal/
Nominal value
150.000
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Fixed interest
rate per annum
9,75%
Jatuh tempo/
Due date
9 Juni/June
2018
Cicilan pokok Obligasi/
Bonds principal instalment
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
These bonds are secured by the Company’s
consumer financing receivables for a
minimum amount of 60% of the nominal value
of Continuing Bonds I Phase III. As of 31
December 2015, the amount of consumer
financing receivables that was pledged as
security for bonds payable is Rp89,870 and
finance lease receivables Rp131. If the
amount of consumer financing receivables
and finance lease receivables is less than the
requirement, the Company has to place
sufficient cash into an escrow account
established by PT Bank Mega Tbk. as trustee
for Continuing Bonds I Phase III.
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen Perseroan sebesar
minimal 60% untuk Obligasi Berkelanjutan I
Tahap III dari pokok obligasi terutang. Pada
tanggal
31
Desember
2015,
piutang
pembiayaan konsumen yang dijaminkan adalah
sejumlah
Rp89.870 dan piutang sewa
pembiayaan Rp131. Jika jumlah piutang
pembiayaan konsumen dan piutang sewa
pembiayaan kurang dari yang dipersyaratkan,
maka akan dipenuhi dari uang tunai yang
ditempatkan pada rekening penampungan atas
nama Perseroan yang ditunjuk oleh PT Bank
Mega Tbk. selaku wali amanat untuk Obligasi
Berkelanjutan I Tahap III.
59
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SURAT
BERHARGA
(lanjutan)
a.
YANG
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED (continued)
Utang obligasi (lanjutan)
a.
Bonds payable (continued)
Obligasi Berkelanjutan I (lanjutan)
Continuing Bonds I (continued)
Obligasi Berkelanjutan I Mandiri Tunas Finance
Tahap III Tahun 2015 (lanjutan)
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds I
Phase III Year 2015 (continued)
PT Pefindo melalui suratnya No. 769/PEFDir/V/2015 tanggal 19 Mei 2015 telah
menetapkan kembali
peringkat
idAA
(Double A) untuk Obligasi Berkelanjutan I
Tahap III untuk periode 6 Maret 2015 sampai
dengan 1 Maret 2016.
PT Pefindo through letter No. 769/PEFDir/III/2015 dated 19 May 2015 has rated idAA
(Double A) for the Continuing Bonds I Phase
III for the period 6 March 2015 until 1 March
2016.
Obligasi Berkelanjutan II
Continuing Bonds II
Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance
Tahap I Tahun 2015
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds II
Phase I Year 2015
Pada tanggal 11 Desember 2015, Perseroan
telah memperoleh persyaratan efektif dari
Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. S596/D.04/2015 dalam rangka penawaran umum
Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance
Tahap I Tahun 2015 (”Obligasi Berkelanjutan
II”) dengan nilai nominal Rp600.000 yang terdiri
atas dua seri:
On 11 December 2015, the Company
received the effective notification from the
Financial Services Authority through its letter
No. S-596/D.04/2015 in conjunction with
continuing public offering of Mandiri Tunas
Finance continuing Bonds II Phase I Year
2015 (“continuing Bonds II”) with a nominal
value of Rp600,000 which consist of two
series:
Obligasi/
Bonds
Nilai nominal/
Nominal value
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Fixed interest
rate per annum
Jatuh tempo/
Due date
Cicilan pokok Obligasi/
Bonds principal instalment
Seri/Series A
500.000
10,20%
18 Desember/
December
2018
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
Seri/Series B
100.000
10,80%
18 Desember/
December
2020
Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date.
These bonds are secured by the Company’s
consumer financing receivables for a
minimum amount of 60% of the nominal value
of Continuing Bonds II Phase I. As of 31
December 2015 the amount of consumer
financing receivables that was pledged as
security for bonds payable are Rp359,878 and
finance lease receivables that was pledged
are Rp122 (refer to Note 5 and 6). If the
amount of consumer financing receivables is
less than the requirement, the Company has
to place sufficient cash into an escrow
account established by PT Bank Mega Tbk.
as trustee for Continuing Bonds II Phase I.
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen Perseroan sebesar
minimum 60% untuk Obligasi Berkelanjutan II
Tahap I dari pokok obligasi terutang. Pada
tanggal 31 Desember 2015 piutang pembiayaan
konsumen yang dijaminkan adalah sejumlah
Rp359.878 dan piutang sewa pembiayaan yang
dijaminkan adalah sejumlah dan Rp122 (lihat
Catatan 5 dan 6). Jika jumlah piutang
pembiayaan konsumen kurang dari yang
dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari uang
tunai yang ditempatkan pada rekening
penampungan atas nama Perseroan yang
ditunjuk oleh PT Bank Mega Tbk. selaku wali
amanat untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I.
60
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SURAT
BERHARGA
(lanjutan)
a.
b.
YANG
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED (continued)
Utang obligasi (lanjutan)
a.
Bonds payable (continued)
Obligasi Berkelanjutan II (lanjutan)
Continuing Bonds II (continued)
Obligasi Berkelanjutan II Mandiri Tunas Finance
Tahap I Tahun 2015 (lanjutan)
Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds II
Phase I Year 2015 (continued)
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi
oleh Perseroan, antara lain memberikan
jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan
konsumen dan rasio jumlah pinjaman terhadap
ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu,
selama pokok obligasi belum dilunasi,
Perseroan tidak diperkenankan, antara lain
melakukan penggabungan usaha kecuali
dilakukan pada bidang usaha yang sama serta
menjual atau mengalihkan lebih dari 50% aset
Perseroan kecuali untuk kegiatan usaha
Perseroan sehari-hari.
The trustee agreement provides several
negative covenants to the Company, among
others, collateral with fiduciary transfer of
consumer financing receivables and debt to
equity ratio not to exceed 10:1. Moreover,
during the year that the bonds principals are
still outstanding, the Company is not allowed
to, among others, merge unless performed on
the same business and to sell or assign more
than 50% of the Company’s asset, except for
Company’s normal business transactions.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan
yang diwajibkan dalam perjanjian tersebut
diatas.
The Company has complied with
covenants on the trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAA
(Double A) terhadap obligasi berkelanjutan
sesuai
suratnya No. 1243/PEF-Dir/IX/2015
tanggal 30 September 2015 untuk periode 30
September 2015 sampai dengan 1 September
2016.
PT Pefindo has rated idAA (Double A) the
Continuing Bonds based on its report No.
1243/PEF-Dir/IX/2015 dated 30 September
2015 for period 30 September 2015 until 1
September 2016.
Medium-Term Notes (MTN)
b.
the
Medium-Term Notes (MTN)
Pada tanggal 24 Januari 2012, Perseroan telah
menerbitkan dan mendaftarkan Medium-Term
Notes (“MTN”) Mandiri Tunas Finance III tahun
2012 dengan tingkat bunga tetap 9,95%
sebesar Rp200.000 di Kustodian Sentral Efek
Indonesia (“KSEI”). Penerbitan MTN MTF III
tahun 2012 serta Penunjukan agen pemantau
dilakukan sesuai dengan Perjanjian No. 09
tanggal 24 Januari 2012 yang dibuat antara
Perseroan dengan PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk., yang bertindak selaku agen pemantau
pemegang MTN III.
On 24 January 2012, the Company issued
and registered Medium-Term Notes (“MTN”)
Mandiri Tunas Finance III 2012 with a 9.95%
fixed interest rate, in a principal amount of
Rp200,000 in Kustodian Sentral Efek
Indonesia (“KSEI”). The issuance of MTN
MTF III 2012 and the appointment of
monitoring agent No. 09 dated 24 January
2012 was signed by the Company and
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., as the
monitoring agent for MTN III holders.
MTN III tersebut dijamin dengan piutang
pembiayaan konsumen perseroan sebesar
100%. Pada tanggal 31 Desember 2014,
piutang
pembiayaan
konsumen
yang
dijaminkan adalah Rp200.000.
These MTN III are secured by 100%
consumer financing receivables. As of 31
December
2014,
consumer
finance
receivables pledged as collateral amounted to
Rp200,000.
61
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
15. SURAT
BERHARGA
(lanjutan)
b.
YANG
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
DITERBITKAN
15. SECURITIES ISSUED (continued)
Medium-Term Notes (MTN) (lanjutan)
b.
Medium-Term Notes (MTN) (continued)
Selama MTN III belum dilunasi, Perseroan tidak
diperkenankan
antara
lain,
membayar,
membuat atau menyatakan deviden atau
distribusi pembayaran lain apabila Perseroan
lalai dalam melakukan pembayaran jumlah
terutang, mentransfer atau mengalihkan harta
kekayaan sebesar 50% atau lebih dari aset
Perseroan (kecuali untuk kegiatan usaha
sehari-hari),
perubahan
bisnis
utama,
penurunan
modal
dasar
atau
modal
ditempatkan dan disetor, penggabungan,
konsolidasi atau peleburan, memberikan
pinjaman
dimana
keseluruhan
pinjaman
melebihi Rp120.000 dan melakukan investasi
secara langsung dalam bentuk portofolio saham
dari perusahaan lain.
During the period that MTN III is still
outstanding, the Company is not allowed to,
among others, pay, make or declare any
dividends or other distribution payments if the
Company fails to make payment of the
amount owed, or transferring or diverting
assets by 50% or more of the assets of the
Company (except for normal business
transactions), changes in core business,
decrease in authorized capital or issued and
paid-up capital, merger, consolidation or
amalgamation, making loans with amount
greater than Rp120,000 and making direct
investment in shares portfolio of other
companies.
Perseroan telah melunasi MTN III sebesar
Rp200.000 pada tanggal 10 Januari 2015.
The Company has settled MTN III amounting
to Rp200,000 on 10 January 2015.
16. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
16. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
The amounts recognized in the statement of profit
or loss and other comprehensive income are as
follows:
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Biaya jasa lalu
5.582
2.385
473
2.978
1.433
-
8.440
4.411
440
650
Termination
8.880
5.061
Total
Biaya pesangon pemutusan
hubungan kerja
Total
Current service costs
Interest costs
Past service costs
The movements in employee benefits obligation in
the statements of financial position are as follows:
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan pada
laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Saldo awal, 1 Januari
Penyisihan pada laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain
21.271
11.829
8.880
5.061
62
Beginning balance, 1 January
Provision in the statement
of profit or loss and other
comprehensive income
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
16. LIABILITAS
(lanjutan)
IMBALAN
KERJA
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KARYAWAN
16. EMPLOYEE
(continued)
BENEFITS
OBLIGATION
The movements in employee benefits obligation in
the statements of financial position are as follows:
(continued)
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan pada
laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
(lanjutan)
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Penyisihan pada penghasilan
komprehensif lain
Pembayaran tahun berjalan
Saldo akhir
7.221
(823)
36.549
5.302
(921)
21.271
Provision in other
comprehensive income
Payment during the year
Ending balance
The movements of present value of employee
benefit obligation in the statements of financial
position are as follows:
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan
yang diakui pada laporan posisi keuangan adalah
sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Saldo awal, 1 Januari
Biaya jasa kini
Biaya bunga
Biaya jasa lalu
Pembayaran tahun berjalan
(Keuntungan)/kerugian pada
kewajiban aktuaria :
Perbedaan asumsi dan kenyataan
Asumsi demografik
Asumsi keuangan
21.271
5.582
2.385
473
(383)
11.829
2.978
1.433
(271)
10.172
(333)
(2.618)
5.302
-
Beginning balance, 1 January
Current service costs
Interest costs
Past service cost
Payments during the year
Actuarial (gains)/losses
on obligation:
Experience adjustment
Demographic assumption
Financial assumption
Saldo akhir
36.549
21.271
Ending balance
The movements in the balance of actuarial loss
charged to other comprehensive income, gross
deferred tax:
Mutasi kerugian aktuarial yang diakui sebagai
penghasilan komprehensif lain, bruto pajak
tangguhan:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Saldo awal, 1 Januari
Kerugian aktuarial
yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain
Saldo akhir
8.106
2.804
7.221
5.302
Beginning balance, 1 January
Actuarial losses
charged to other
comprehensive income
15.327
8.106
Ending balance
63
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
16. LIABILITAS
(lanjutan)
IMBALAN
KERJA
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KARYAWAN
16. EMPLOYEE
(continued)
2015
Tingkat pensiun
OBLIGATION
The liability for employee benefits as of 31
December 2015 is calculated by independent
actuary PT Dayamandiri Dharmakonsilindo and as
of 31 December 2014 by PT Ricky Leonard
Jasatama which used the projected unit credit
method in its report dated 14 January 2016 and
15 January 2015. The principal actuarial
assumptions used by the independent actuary
were as follows:
Liabilitas imbalan kerja karyawan pada tanggal
31 Desember 2015 dihitung oleh aktuaris
independen PT Dayamandiri Dharmakonsilindo dan
pada tanggal 31 Desember 2014 oleh PT Ricky
Leonard Jasatama dengan menggunakan metode
projected unit credit dalam laporan aktuarianya
tanggal 14 Januari 2016 dan 15 Januari 2015.
Asumsi-asumsi dasar yang digunakan aktuaris
independen adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Tingkat kematian
Tingkat cacat
Tingkat pengunduran diri
BENEFITS
2014
9,2% per tahun/per annum
7% per tahun/per annum
TMI 3
10% dari/from TMI 3
7% per tahun pada usia
sampai dengan 40 tahun
dan berkurang hingga
0,00% pada usia 55 tahun/
7% per annum up to 40
years old and decrease
linearly up to 0.00% at
55 years old
100,00% usia pensiun
normal/
100.00% at normal
retirement age
8,5% per tahun/per annum
7% per tahun/per annum
TMI 3
10% dari/from TMI 3
7% per tahun pada usia
sampai dengan 40 tahun
dan berkurang hingga
0,00% pada usia 55 tahun/
7% per annum up to 40
years old and decrease
linearly up to 0.00% at
55 years old
100,00% usia pensiun
normal/
100.00% at normal
retirement age
Discount rate
Salary increment rate
Rate of mortality
Rate of disability
Rate of resignations
Rate of retirements
The following table demonstrates the sensitivity to
a reasonably possible change in discount rates
and salary increment rate amounted 1%, with all
other variables held constant, of the present value
of employee benefits obligation:
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas
kemungkinan perubahan tingkat diskonto dan
tingkat kenaikan gaji sebesar 1%, dengan variabel
lain dianggap tetap, terhadap nilai kini kewajiban
imbalan kerja karyawan:
31 Desember/December 2015
Tingkat diskonto/
Discount rate
Kenaikan/
Increase
Dampak pada nilai kini kewajiban
imbalan kerja karyawan
Tingkat kenaikan gaji/
Salary increment rate
Penurunan/
Decrease
(3.421)
Kenaikan/
Increase
3.974
4.160
Penurunan/
Decrease
(3.641)
Effect on present value of
employee benefit obligation
The maturity profile analysis of the employee
benefits payments as of 31 December 2015:
Analisa profil jatuh tempo pembayaran imbalan kerja
karyawan pada tanggal 31 Desember 2015:
31 Desember/
December 31, 2015
1 tahun
2 - 5 tahun
Lebih dari 5 tahun
1.068
9.965
95.461
Within one year
2 - 5 years
More than 5 years
106.494
The weighted average duration of the present
value of employee benefits obligation at the end of
reporting period is 15.02 years.
Durasi rata-rata tertimbang dari nilai kini kewajiban
imbalan kerja karyawan diakhir periode pelaporan
adalah 15,02 tahun.
64
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
16. LIABILITAS
(lanjutan)
IMBALAN
KERJA
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
KARYAWAN
16. EMPLOYEE
(continued)
17. MODAL SAHAM
17. SHARE CAPITAL
The composition of the Company’s shareholders
as of 31 December 2015 and 2014 are as follows:
Komposisi pemegang saham Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2015 dan 2014 adalah
sebagai berikut:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Tunas Ridean Tbk
OBLIGATION
The employees of the Company are also included
in the defined contribution pension plan which was
effective in August 2012. The Company’s
contribution to the plan which is reported in
statement of profit or loss and other
comprehensive income amounted to Rp807 and
Rp676 for the years ended 31 December 2015 and
2014, respectively. This pension plan is managed
by Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk.
Karyawan Perseroan juga diikutsertakan dalam
program iuran pasti sejak bulan Agustus 2012.
Kontribusi Perseroan pada program ini yang
dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain adalah sebesar Rp807 dan Rp676
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2015 dan 2014. Pengelolaan program
pensiun iuran pasti dilakukan oleh Dana Pensiun
Lembaga Keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Pemegang saham
BENEFITS
Jumlah
saham/
Number of
shares
Persentase
kepemilikan/
Percentage of
ownership (%)
Nilai/
Value
1.275.000.000
1.225.000.000
127.500
122.500
51,00
49,00
2.500.000.000
250.000
100,00
18. PENGGUNAAN LABA
Shareholders
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Tunas Ridean Tbk
18. PROFIT DISTRIBUTIONS
A general reserve has been established in
accordance with the Indonesian Limited Company
Law No. 40/2007 which requires Indonesian
companies to set up a general reserve amounting
to at least 20.00% of the Company’s issued and
paid up share capital. There is no set period of
time over which this amount should be
accumulated. The balance of the general reserve
as of 31 December 2015 and 2014 is Rp50,000.
Cadangan wajib telah dibentuk sesuai dengan
Undang-undang No. 40/2007 mengenai Perseroan
Terbatas, yang mengharuskan perseroan Indonesia
untuk membuat penyisihan cadangan wajib untuk
ditentukan penggunaannya sebesar sekurangkurangnya 20,00% dari jumlah modal Perseroan
yang ditempatkan dan disetor penuh. Undangundang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk
mencapai cadangan wajib minimum tersebut. Saldo
cadangan wajib pada tanggal 31 Desember 2015
dan 2014 adalah Rp50.000.
The Annual General Shareholders Meeting on
13 April 2015 resolved the following:
Approval of the declaration of 2014 final
dividends amounting to Rp23,399 from the
2014 net income.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal
13 April 2015 memutuskan hal-hal sebagai berikut:
Menyetujui pembagian dividen final tahun 2014
sejumlah Rp23.399 dari laba neto tahun 2014
The Annual General Shareholders Meeting on
10 April 2014 resolved the following:
Approval of the declaration of 2013 final
dividends amounting to Rp21,157 from the
2013 net income.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal
10 April 2014 memutuskan hal-hal sebagai berikut:
Menyetujui pembagian dividen final tahun 2013
sejumlah Rp21.157 dari laba neto tahun 2013.
65
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
19. PENDAPATAN
a.
19. REVENUE
Pembiayaan konsumen
a.
Consumer financing
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pihak ketiga
Realisasi pendapatan
pembiayaan konsumen
Amortisasi biaya transaksi dan
yield enhancing income
Pendapatan dari piutang
yang mengalami penurunan nilai
Pendapatan dari pembiayaan
bersama without recourse
Pihak berelasi
Realisasi pendapatan
pembiayaan konsumen
b.
2014
552.324
474.795
104.715
67.431
7.336
3.312
757.429
516.646
1.421.804
1.062.184
1.419
1.258
1.423.223
1.063.442
Sewa pembiayaan
b.
Third parties
Realized consumer
financing income
Amortization of transaction cost
and yield enhancing income
Income
from impaired asset
Income from without
recourse joint financing
Related parties
Realized consumer
financing income
Financial lease
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pihak ketiga
Realisasi pendapatan
pembiayaan konsumen
Amortisasi biaya transaksi dan
yield enhancing income
c.
2014
101.728
89.433
(2.087)
(2.064)
99.641
87.369
Bunga
c.
Third parties
Realized consumer
financing income
Amortization of transaction cost
and yield enhancing income
Interest
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pihak ketiga
Deposito berjangka
dan rekening koran
Pihak berelasi
Deposito berjangka
dan rekening koran
2014
8.485
Third parties
Time deposits
and current accounts
5.755
11.313
Related parties
Time deposits
and current accounts
7.672
19.798
1.917
Refer to Note 24c for details of balances and
transactions with related parties.
Lihat Catatan 24c untuk rincian saldo dan
transaksi dengan pihak berelasi.
66
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
19. PENDAPATAN (lanjutan)
d.
19. REVENUE (continued)
Lain-lain - neto
d.
Others - net
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pihak ketiga
Diskon asuransi
Pendapatan penalti
Pendapatan penagihan
Pendapatan akseptasi klaim
Lain-lain
Pihak berelasi
Pendapatan akseptasi klaim
2014
224.172
33.724
32.361
70.133
23.579
197.734
35.969
28.196
8.453
22.217
383.969
292.569
73.027
50.377
456.996
342.946
Third parties
Insurance discount
Penalty income
Collection income
Acceptance claim income
Others
Related parties
Acceptance claim income
Insurance discount represents insurance
premiums income received by the Company in
relation to consumer financing activities. The
related payables to insurance companies are
recorded as trade payables in the statement
of financial position (refer to Note 11).
Diskon asuransi merupakan pendapatan premi
asuransi yang diterima oleh Perseroan
sehubungan dengan kegiatan pembiayaan
konsumen. Utang kepada perusahaan asuransi
dicatat sebagai utang usaha di laporan posisi
keuangan (lihat Catatan 11).
20. BEBAN KEUANGAN
20. FINANCIAL CHARGES
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pihak ketiga
Bunga pinjaman bank
Bunga surat berharga yang diterbitkan
Medium-Term Notes
Utang obligasi
Administrasi dan provisi bank
Amortisasi biaya emisi surat
berharga yang diterbitkan:
Medium-Term Notes
Utang obligasi
Lain-lain
Pihak berelasi
Bunga pinjaman bank
2014
389.026
274.432
1.769
119.628
34.293
19.900
107.111
33.205
35
2.583
1.196
415
2.826
2.481
548.530
440.370
154.591
108.312
703.121
548.682
Third parties
Interest on bank loans
Securities issued interest:
Medium-Term Notes
Bonds payable
Administration and bank provisions
Amortization of securities
issuance cost:
Medium-Term Notes
Bonds payable
Others
Related parties
Interest on bank loans
Refer to Note 24d for details of balances and
transactions with related parties.
Lihat Catatan 24d untuk rincian saldo dan transaksi
pihak berelasi.
67
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
Qq
21. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN
21. SALARIES AND BENEFITS EXPENSES
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Pihak ketiga
Gaji dan tunjangan
Imbalan pasca kerja karyawan
Biaya pesangon
Pihak berelasi
Gaji dan tunjangan
Tantiem
280.196
8.057
808
216.133
4.140
978
289.061
221.251
11.324
4.313
10.177
3.653
15.637
13.830
304.698
235.081
Third parties
Salaries and allowances
Post employment benefits
Termination
Related parties
Salaries and allowances
Tantiem
Refer to Note 24d for details of balances and
transactions with related parties.
Lihat Catatan 24d untuk rincian saldo dan transaksi
pihak berelasi.
22. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
22. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pihak ketiga
Biaya penagihan
Sewa
Penyusutan aset tetap (Catatan 9)
Komunikasi
Perjalanan dinas
Keamanan
Perbaikan dan pemeliharaan
Jasa pihak ketiga
Alat tulis dan cetakan
Listrik dan air
Jamuan bisnis
Iuran OJK
Rekrutmen dan pelatihan
Jasa profesional
Lain-lain
Pihak berelasi
Sewa
2014
137.220
25.374
17.670
13.870
12.405
10.046
9.981
8.983
6.560
5.628
4.364
3.830
3.335
2.109
12.208
84.424
19.911
11.942
11.804
11.391
7.743
7.825
7.006
5.137
4.849
4.338
1.496
2.701
3.642
9.844
273.583
194.053
6.164
3.516
279.747
197.569
Third parties
Collection fee
Rent
Depreciation of fixed assets (Note 9)
Communications
Travelling
Security
Repairs and maintenance
Third parties service
Stationaries and printings
Utilities
Corporate entertainment
OJK fees
Recruitment and training
Professional fees
Others
Related parties
Rent
Others represents legal, corporate event,
advertising, insurance expenses, donation,
parking, newspaper and magazine.
Lain-lain merupakan beban legal, perijinan, piknik
perayaan, iklan, asuransi, sumbangan, parkir, koran
dan majalah.
68
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
23. LABA PER SAHAM
23. EARNINGS PER SHARE
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2014
(Disajikan kembali/
As restated)
2015
Laba tahun berjalan
306.800
Jumlah saham biasa yang beredar
(dalam ribuan) (lihat Catatan 17)
234.046
Income for the year
2.500.000
2.500.000
Number of ordinary shares
outstanding (in thousands)
(refer to Note 17)
123
94
Basic earnings per share
(full amount)
Laba per saham dasar
(nilai penuh)
24. SALDO DAN
BERELASI
TRANSAKSI
DENGAN
PIHAK
24. BALANCES AND
RELATED PARTIES
TRANSACTIONS
WITH
Sifat hubungan dengan pihak berelasi
The nature of relationships with related parties
Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah
sebagai berikut:
The nature of relationships with related parties are
as follows:
Sifat hubungan dengan pihak berelasi/
Nature of relationship with the related parties
Pihak berelasi/Related parties
Pemegang saham mayoritas/Controlling shareholder
Pemegang saham minoritas/Minority shareholder
Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk./
Majority owned by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk./
Majority owned by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk./
Majority owned by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Dimiliki sebagian besar oleh PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk./
Majority owned by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Bank Mandiri sebagai pendiri/Bank Mandiri as founder
Bank Mandiri sebagai pendiri/Bank Mandiri as founder
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
Badan usaha milik negara/State-owned company
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Tunas Ridean Tbk.
PT Bumi Daya Plaza
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(dahulu/formerly PT Bank Sinar Harapan Bali)
PT AXA Mandiri
PT Mandiri AXA General Insurance
Dana Pensiun Bank Mandiri
DPLK Bank Mandiri
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
PT Adhi Karya
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
PT Barata Indonesia (Persero)
PT Taspen (Persero)
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero)
PT Asuransi Jasa Raharja Putra
PT Reasuransi Internasional Indonesia
PT Perikanan Nusantara
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)
PT Pindad (Persero)
69
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. SALDO DAN TRANSAKSI
BERELASI (lanjutan)
DENGAN
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIHAK
24. BALANCES AND TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
WITH
Sifat hubungan dengan pihak berelasi (lanjutan)
The nature of relationships with related parties
(continued)
Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah
sebagai berikut: (lanjutan)
The nature of relationships with related parties are
as follows: (continued)
Sifat hubungan dengan pihak berelasi/
Nature of relationship with the related parties
Pihak berelasi/Related parties
Badan usaha milik negara/State-owned company
Dikendalikan oleh Dana Pensiun Bank Mandiri
/Controlled by Bank Mandiri’s Pension Fund
Personil manajemen kunci Group Bank Mandiri/
Key management personnel of Bank Mandiri Group
PT Berdikari (Persero)
PT Wahana Optima Permai
Personil manajemen kunci Grup/Group’s key
management personnel
Dalam
kegiatan
normal
usaha,
Perseroan
melakukan transaksi dengan pihak berelasi karena
hubungan kepemilikan dan/atau kepengurusan.
Transaksi
dengan
pihak
berelasi
tersebut
dilaksanakan dengan syarat dan kondisi yang sama
sebagaimana dilakukan dengan pihak tidak berelasi.
Perseroan mendapatkan suku bunga yang serupa
untuk fasilitas pinjaman bank dengan pihak berelasi
dan pihak ketiga. Perseroan juga menggunakan
suku bunga yang serupa antara pihak berelasi dan
pihak ketiga dalam rangka pemberian piutang
pembiayaan konsumen.
In normal course of business, the Company enters
into certain transactions with parties which are
related to the management and/or owned by the
same ultimate shareholder. Transactions with
related parties were conducted under terms and
conditions similar to those granted to third parties.
The Company obtained similar interest rate for
bank loan facilities from related parties and third
parties. The Company also used similar interest
rate between related parties and third parties for
the consumer finance receivables.
Saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah
sebagai berikut:
Balances and transactions with related parties are
as follows:
a.
a.
Aset
Assets
31 Desember/December 31
2015
Kas dan setara kas
Kas pada bank (lihat Catatan 4)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(dahulu PT Bank Sinar
Harapan Bali)
Deposito berjangka
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(dahulu PT Bank Sinar
Harapan Bali)
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk
2014
17.634
198.441
1.035
840
75
1.277
24
24
18.768
200.582
50.000
50.000
3
3
50.003
50.003
70
Cash and cash equivalents
Cash in banks (refer to Note 4)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero)Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero)Tbk
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(formerly PT Bank Sinar
Harapan Bali)
Time deposit
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(formerly PT Bank Sinar
Harapan Bali)
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. SALDO DAN TRANSAKSI
BERELASI (lanjutan)
DENGAN
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIHAK
24. BALANCES AND TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
WITH
Saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah
sebagai berikut: (lanjutan)
Balances and transactions with related parties are
as follows: (continued)
a.
a.
Aset (lanjutan)
Assets (continued)
31 Desember/December 31
2015
Piutang pembiayaan konsumen
Personel manajemen kunci Grup
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT Perikanan Nusantara
PT Berdikari (Persero)
PT Barata Indonesia (Persero)
PT Perusahaan Perdagangan
Indonesia
PT Pindad (Persero)
Piutang lain-lain
(lihat Catatan 7)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero)
PT Tunas Ridean Tbk
Sewa dibayar di muka
(lihat Catatan 10)
PT Bumi Daya Plaza
PT Wahana Optima Permai
Jumlah aset
kepada pihak berelasi
Persentase terhadap total aset
2014
5.833
30
12
9
2
6.575
530
24
191
-
-
95
5
5.886
7.420
Consumer financing receivable
Group’s key management personnel
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT Perikanan Nusantara
PT Berdikari (Persero)
PT Barata Indonesia (Persero)
PT Perusahaan Perdagangan
Indonesia
PT Pindad (Persero)
Other receivables
(refer to Note 7)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero)
PT Tunas Ridean Tbk
354.313
283.675
33.488
620
36.031
620
388.421
320.326
826
9
810
156
835
966
463.913
579.297
Total assets associated with
related parties
5,04%
7,81%
Percentage to total assets
Prepaid rent (refer to Note 10)
PT Bumi Daya Plaza
PT Wahana Optima Permai
Piutang lain-lain kepada pihak berelasi kepada
PT Tunas Ridean Tbk dan PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero) terutama berhubungan
dengan transaksi usaha.
Other receivables from related parties to
PT Tunas Ridean Tbk and PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero) are in respect of trade
activities.
Piutang lain-lain kepada pihak berelasi kepada
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan
pembayaran ke dealer untuk porsi pembiayaan
bersama yang dibayarkan terlebih dahulu oleh
Perseroan.
Other receivables from related party to
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk represent
payment to dealers for joint financing portion
which was paid in advance by the Company.
71
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. SALDO DAN TRANSAKSI
BERELASI (lanjutan)
b.
DENGAN
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIHAK
24. BALANCES AND TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
Liabilitas
b.
WITH
Liabilities
31 Desember/December 31
2015
Utang lain-lain (lihat Catatan 12)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Tunas Ridean Tbk
Beban yang masih
harus dibayar (lihat Catatan 13)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Pinjaman bank (lihat Catatan 14)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Surat berharga yang diterbitkan
(lihat Catatan 15)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
PT Taspen (Persero)
Dana Pensiun Bank Mandiri
BPJS Kesehatan
& Ketenagakerjaan
PT AXA Mandiri Financial Service
PT Asuransi Jasa Raharja Putra
PT Bumi Daya Plaza
PT Mandiri AXA General Insurance
PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero)
DPLK Bank Mandiri
Jumlah liabilitas kepada pihak
berelasi
Persentase terhadap total liabilitas
2014
44.563
240
53.559
240
44.803
53.799
1.803
2.542
32
149
1.835
2.691
1.247.339
1.311.419
25.284
52.940
1.272.623
1.364.359
Other payables (refer to Note 12)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Tunas Ridean Tbk
Accrued expenses (refer to Note 13)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Bank loans (refer to Note 14)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Securities issued
(refer to Note15)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
PT Taspen (Persero)
Dana Pensiun Bank Mandiri
BPJS Kesehatan
& Ketenagakerjaan
PT AXA Mandiri Financial Service
PT Asuransi Jasa Raharja Putra
PT Bumi Daya Plaza
PT Mandiri AXA General Insurance
PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero)
DPLK Bank Mandiri
198.750
180.000
110.000
160.000
81.000
25.000
20.000
5.000
5.000
5.000
78.000
20.000
8.000
5.000
3.000
3.000
1.000
2.000
1.000
552.750
358.000
1.872.011
1.778.849
Total liabilities associated
with related parties
23,31%
27,25%
Percentage to total liabilities
Other payables to related parties are mainly in
respect of payables related with installments
including interest to joint financing principals
providers.
Utang lain-lain kepada pihak berelasi terutama
berhubungan dengan utang angsuran pokok
termasuk bunga kepada pemberi pembiayaan
bersama.
72
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. SALDO DAN TRANSAKSI
BERELASI (lanjutan)
c.
DENGAN
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIHAK
24. BALANCES AND TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
Pendapatan
c.
WITH
Revenue
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pembiayaan konsumen
(lihat Catatan 19a)
Personil manajemen kunci Grup
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT Berdikari (Persero)
PT Perusahaan Perdagangan
Indonesia
PT Perikanan Nusantara
PT Pindad (Persero)
PT Barata Indonesia (Persero)
Bunga (lihat Catatan 19c)
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(dahulu PT Bank Sinar Harapan
Bali)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk.
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Lain-lain (lihat Catatan 19d)
PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero)
PT Mandiri AXA
General Insurance
2014
1.279
78
39
1.151
71
3
12
6
4
1
22
7
4
-
1.419
1.258
4.629
1.112
7.832
3.467
13
11
1
3
5.755
11.313
Consumer financing
(refer to Note 19a)
Group’s key management personnel
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
PT Berdikari (Persero)
PT Perusahaan Perdagangan
Indonesia
PT Perikanan Nusantara
PT Pindad (Persero)
PT Barata Indonesia (Persero)
Interest (refer to Note 19c)
PT Bank Mandiri Taspen Pos
(formerly PT Bank Sinar
Harapan Bali)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk.
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
Others (refer to Note 19d)
PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero)
PT Mandiri AXA
General Insurance
70.027
42.865
3.000
7.512
73.027
50.377
Jumlah pendapatan dari
pihak berelasi
80.201
62.948
Total revenue associated
with related parties
Persentase terhadap total
pendapatan
4,04%
4,16%
Percentage to total revenue
Interest income relates to funds placement to
related parties with interest rate from 0.00% 9.25% (2014: 0.00% - 9.75%).
Pendapatan
bunga
berkaitan
dengan
penempatan dana kepada pihak berelasi
dengan tingkat bunga 0,00% - 9,25% (2014:
0,00% - 9,75%).
73
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
24. SALDO DAN TRANSAKSI
BERELASI (lanjutan)
d.
DENGAN
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
PIHAK
24. BALANCES AND TRANSACTIONS
RELATED PARTIES (continued)
Beban
d.
WITH
Expenses
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Beban umum dan administrasi
Beban sewa gedung
PT Bumi Daya Plaza
PT Wahana Optima Permai
Beban gaji dan tunjangan
Kompensasi Dewan
Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris
Imbalan kerja jangka pendek:
Gaji dan tunjangan
Tantiem
Direksi
Imbalan kerja jangka pendek:
Gaji dan tunjangan
Tantiem
2014
6.008
156
3.389
127
6.164
3.516
General and
administrative expenses
Building rental expense
PT Bumi Daya Plaza
PT Wahana Optima Permai
Salaries and benefits
Boards of Commissioners and
Directors compensation
Board of Commissioners
Short-term employee benefits:
Salaries and allowances
Tantiem
Directors
Short-term employee benefits:
Salaries and allowances
Tantiem
3.434
1.339
2.775
1.044
7.890
2.974
7.402
2.609
15.637
13.830
151.891
97.680
2.700
10.632
154.591
108.312
Jumlah beban kepada pihak
berelasi
176.392
125.658
Total expenses associated
with related parties
Persentase terhadap total beban
11,19%
10,46%
Percentage to total expenses
Beban keuangan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Financial charges
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk.
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT
Pendahuluan dan gambaran umum
Introduction and overview
Perseroan memiliki eksposur terhadap risiko-risiko
sebagai berikut:
•
Risiko pasar
•
Risiko kredit
•
Risiko likuiditas
•
Risiko operasional
The Company has exposure to the following risks:
•
Market risk
•
Credit risk
•
Liquidity risk
•
Operational risk
74
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko
Risk management framework
Konsep manajemen risiko Perseroan adalah
mengacu dari konsep Enterprise Risk Management
(ERM) yang digunakan oleh induk entitas Perseroan
yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang
disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan
operasional Perseroan. ERM adalah sebuah proses
pengelolaan risiko yang melekat dalam proses
bisnis Perseroan, artinya pengelolaan risiko menjadi
bagian yang menyatu dalam pengambilan
keputusan bisnis Perseroan sehari-hari. Dengan
ERM, Perseroan akan memiliki kerangka kerja
pengelolaan risiko yang sistematis dan menyeluruh
(risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional)
dengan menghubungkan pengelolaan modal dan
proses bisnis dengan risiko yang dihadapi secara
utuh. Tahun ini merupakan kelanjutan dari tahuntahun sebelumnya terkait dengan “Penerapan
Manajemen Risiko secara Konsolidasi bagi Bank
yang Melakukan Pengendalian terhadap Entitas
Anak”, yang dilaksanakan Perseroan dalam
kapasitasnya sebagai Entitas Anak dari PT Bank
Mandiri
(Persero)
Tbk,
pemegang
saham
pengendali Perseroan. Kerangka pengelolaan risiko
ini mengacu pada Peraturan Bank Indonesia (PBI)
No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang
Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum,
sebagaimana
telah
diubah
dengan
PBI
No. 11/25/PBI/2009 tanggal 1 Juli 2009 tentang
Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor
5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko
bagi Bank Umum. Kerangka ini tercantum dalam
Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri
(KMRBM) agar sejalan dengan rencana penerapan
Basel II Accord secara bertahap di Indonesia. Dalam
kerangka pengelolaan risiko tersebut diatur berbagai
kebijakan agar manajemen risiko berfungsi sebagai
business enabler sehingga bisnis dapat tetap
tumbuh dalam koridor prinsip kehati-hatian dengan
menerapkan proses manajemen risiko yang ideal
(identifikasi - pengukuran - pemantauan pengendalian risiko) pada semua level organisasi.
The concept of risk management of the Company
refers to Enterprise Risk Management (ERM)
implemented by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(parent company) which were adopted to the
needs of business and operational of the
Company. ERM is an inherent business risk
management process in the Company’s business
process, which means, risk management becomes
part of daily business decision making. By using
ERM, the Company will have systematic and
comprehensive framework for risk management
(credit risk, market risk and operational risk) by
connecting capital management and business risk
encountered as whole. This year is a continuation
from previous years in term of “Implementation Of
Consolidated Risk Management For Bank’s
Controlling Subsidiary Companies”, which is
implemented by the Company in its capacity as the
Subsidiary of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, the
controlling shareholder of the Company. This risk
management framework refers to Bank Indonesia
regulation (PBI) No 5/8/PBI/2003 dated 19 May
2003 concerning the Application of Risk
Management for Commercial Bank as amended by
PBI No.11/25/PBI/2009 dated on 1 July 2009
concerning the Amendment on Bank Indonesia
Regulation No.5/8/PBI/2003 concerning the
Application of Risk Management for Commercial
Bank. This framework is included in the Risk
Management Policy of Bank Mandiri (KMRBM) in
line with the plan to apply Basel II Accord gradually
in Indonesia. Within this risk management
framework, the Company set up a range of policies
in order for risk management to function as a
business enabler so that bussines can still grow
within the corridor of prudential principle by
applying the ideal risk management process (risk
identification - measurement - monitoring management risk) at all level of organization.
Lebih lanjut, kemitraan antara Perseroan dengan
Entitas Induk merupakan hal yang sangat penting,
mengingat keduanya menghadapi tantangan
regional dan global yang sama dalam mengelola
pertumbuhan bisnis yang cepat dan dalam suasana
kompetisi yang ketat, namun pada saat yang
bersamaan Perseroan harus tetap mampu
menyelenggarakan
praktik
bisnis
tersebut
berdasarkan dan mengacu kepada prinsip kehatihatian.
Further, the partnership between the Company
and the parent company is a very important thing
considering both have to faced the same regional
and global challenge in managing fast business
growth and strict competition, but at the same time
the Company must implement such of business
practices based on prudential principle.
75
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan)
Risk management framework (continued)
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang
pembiayaan, manajemen Perseroan memiliki
komitmen penuh untuk menerapkan manajemen
risiko secara komprehensif yang secara esensi
mencakup kecukupan kebijakan, prosedur dan
metodologi pengelolaan risiko sehingga kegiatan
usaha Perseroan tetap dapat terarah dan terkendali
pada batasan risiko yang dapat diterima, serta tetap
menguntungkan Perseroan. Divisi Manajemen
Risiko yang berperan secara aktif dalam
mengkoordinasikan tindakan-tindakan pencegahan,
proaktif dan responsif dengan seluruh karyawan dari
berbagai tingkatan yang ada di dalam Perseroan
untuk mendukung penerapan manajemen risiko ini,
karena semua bagian di dalam Perseroan masingmasing akan memainkan peranan penting.
As a company engages in financing activities, the
Company’s management is fully committed to
implement risk management comprehensively,
which essentially covers the adequacy of policies,
procedures and risk management methodology;
hence, the Company's business activities could
remain be directed and controlled at an acceptable
risk limit, at the same time the Company can still
be profitable. Risk Management Division is playing
an active role in coordinating preventive, proactive
and responsive actions with all employees from
various levels within the Company in order to
support the implementation of risk management,
because all divisions of the Company will play their
respective important roles.
Dalam penerapan manajemen risiko, Perseroan
menyadari pentingnya untuk memiliki sebuah
mekanisme yang memadai dalam mengakomodasi
risiko-risiko yang dihadapi oleh Perseroan.
Perseroan memiliki suatu mekanisme yang
bertumpu pada 4 (empat) pilar manajemen risiko,
yang dapat diuraikan sebagai berikut:
In the implementation of risk management, the
Company realizes the importance of having an
adequate mechanism to accommodate the risks
faced by the Company. The Company has a
mechanism that is based upon 4 (four) risk
management pillars, which could be described as
follows:
Pilar 1: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan
Direksi
Pillar 1: Active Supervision by Boards of
Commissioners and Directors
Pengawasan aktif tersebut tercermin sejak
perencanaan bisnis tahunan, yang mencakup:
• Menyetujui dan melakukan evaluasi kebijakan
manajemen risiko secara berkala;
• Melakukan evaluasi dan menyetujui aktivitas
yang memerlukan persetujuan dari Dewan
Komisaris atau Direksi;
• Menetapkan kebijakan dan strategi manajemen
risiko termasuk penetapan otoritas dalam
pemberian batasan serta tinjauan atas kualitas
portofolio secara berkala;
• Terdapatnya Komite Audit dan sebagai organ
Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi
pengawasannya; dan melalui Surat Edaran
No. 030/SE/MTF/VI/2012 membentuk Forum
Enterprise Risk Management dengan dikoordinir
oleh
Direktorat
Risk
Management
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai bentuk
konsolidasi manajemen risiko.
Active supervision is reflected since annual
business planning, which includes:
• Approving and evaluating risk management
policies on a regular basis;
• Evaluating and approving activities that require
approval from the Board of Commissioners or
Board of Directors;
• Establishing risk management policies and
strategies, which include determining the
authorization in limits and reviewing the quality
of portfolio on a regular basis;
• The presence of the Audit Committee as an
organ of the Board of Commissioners in
carrying out their supervisory functions; and
through
Circular
Letter
No.
030/SE/MTF/VI/2012
established
Enterprised
Risk
Management
Forum
coordinated by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Risk Management Directorate in term of
implementation
of
consolidated
risk
management.
76
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan)
Risk management framework (continued)
Pilar 1: Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan
Direksi (lanjutan)
Pillar 1: Active Supervision by Boards of
Commissioners and Directors (continued)
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan
Entitas Induk dibentuk dengan menempatkan wakil
dari Entitas Induk sebagai Kepala Divisi yang
membawahi fungsi manajemen risiko Perseroan.
Kerangka tersebut juga dilaksanakan melalui
pemeriksaan kinerja secara berkala oleh Entitas
Induk terhadap Perseroan, menyangkut kinerja
keuangan, pengawasan sistem informasi akuntansi,
serta tingkat kesehatan dan profil risiko dari piutang
pembiayaan konsumen.
The consolidated risk management framework with
Parent Company is established through assigning
representatives from Parent Company as Division
Head of Risk Management. The framework is also
implemented
through
regular
performance
assessment by the Parent Company on the
Company, concerning the financial performance,
monitoring on accounting information system, as
well as the level of soundness and risk profile of
the Company’s consumer financing receivables.
Pilar 2: Kebijakan dan Penerapan Batasan
Pillar 2: Policy and Implementation of Limits
Perseroan
menyusun
kebijakan-kebijakan
manajemen risiko yang diperiksa secara berkala dan
selalu disesuaikan dengan keadaan usaha terkini.
Kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam
Prosedur Operasi Standar dan Memo Internal yang
disosialisasikan
kepada
seluruh
karyawan.
Perseroan juga memiliki kebijakan-kebijakan
mengenai batasan persetujuan/ otorisasi untuk
transaksi kredit maupun yang bukan transaksi kredit.
The Company develops policies related to risk
management, which are assessed periodically and
aligned constantly to fit the most recent business
situation. The policy is translated into Standard
Operating Procedures and Internal Memo, which
are being socialized to all employees. The
Company also has policies regarding limitation on
approval/ authorization for both credit and noncredit transactions.
Salah satu contoh kemitraan dalam pengelolaan
manajemen risiko antara Perseroan dan Entitas
Induk adalah perjanjian kerjasama pemberian kredit
without recourse dimana Perseroan bertindak
sebagai agen untuk kegiatan seleksi konsumen,
penagihan dan pengurusan dokumen administrasi
berdasarkan batasan produk ataupun kriteria yang
telah ditentukan sebelumnya oleh Entitas Induk.
Kebijakan penyisihan kerugian penurunan nilai
piutang Perseroan juga mengikuti kebijakan
penyisihan pada Entitas Induk yang sejalan dan
patuh terhadap Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.
An example of partnership between the Company
and Parent Company in managing risk is joint
financing without recourse agreement where the
Company acts as an agent to underwrite, collect
and administer consumer financing based on
limitation of product or pre-determined criteria
established by Parent Company. The Company’s
policy in relation with allowance for impairment
losses on receivables also comply with the Parent
Company's policy, which is in line and in
compliance with Indonesian Financial Accounting
Standards.
Pilar 3: Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan
dan Sistem Informasi Manajemen
Pillar
3:
Monitoring
System
Perseroan
memiliki
perangkat
untuk
mengidentifikasi, mengukur dan mengawasi risiko
terutama risiko kredit dan risiko operasional melalui
mekanisme pelaporan dan sistem informasi
manajemen yang ada serta melalui pertemuan
berkala Forum Enterprise Risk Management
(FERMA) dengan Entitas induk. Selain itu, sistem
teknologi informasi utama Perseroan mampu
menyediakan data/informasi secara cepat dan
akurat kepada pihak manajemen, Entitas Induk atau
pihak ketiga yang terkait lainnya.
The Company has a set of tools to identify,
measure and monitor risks, especially credit risk
and operational risk through the existing reporting
and management information system mechanism,
as well as through the regular meetings of the
Company’s Enterprise Risk Management Forum
(FERMA) with Parent Company. In addition, the
Company’s major information technology system is
capable of providing instant and accurate
data/information to the management, Parent
Company or other related third parties.
77
Identification,
Measurement,
and Management Information
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Kerangka manajemen risiko (lanjutan)
Risk management framework (continued)
Pilar 3: Identifikasi, Pengukuran, Pengawasan
dan Sistem Informasi Manajemen (lanjutan)
Pillar
3:
Identification,
Measurement,
Monitoring and Management Information
System (continued)
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan
Entitas Induk terlaksana melalui penyampaian
paparan risiko Perseroan yang ada secara berkala
kepada Komite Manajemen Risiko Entitas Induk,
termasuk penyampaian laporan berkala terkait
aspek kepatuhan, hukum dan lainnya kepada
Entitas Induk.
The consolidated risk management framework with
Parent Company is conducted through the
reporting of the Company's risk exposure
periodically
to
Parent
Company’s
Risk
Management Committee, including the periodic
reporting in relation to the compliance, legal and
other aspects to the Parent Company.
Pilar 4: Pengendalian Internal
Pillar 4: Internal Control
Perseroan memiliki Divisi Audit Internal yang secara
independen
melaporkan
proses
dan
hasil
pemeriksaannya kepada Direktur Utama dan
melakukan koordinasi dengan Komite Audit secara
rutin setiap bulan. Akuntabilitas dari Divisi Audit
Internal mencakup:
• Menyediakan penilaian atas kecukupan dan
efektivitas dari semua proses yang ada di dalam
Perseroan;
• Melaporkan masalah-masalah penting yang
terkait dengan proses pengendalian aktivitasaktivitas di dalam Perseroan, termasuk perbaikan
yang potensial terhadap proses-proses tersebut;
dan
• Koordinasi dengan fungsi pengendali dan
pengawasan
lainnya
(manajemen
risiko,
kepatuhan,hukum dan audit eksternal).
The Company has an Internal Audit Division which
independently reports on the process and
assessment result to the President Director and
regularly coordinate with Audit Committee monthly.
The accountability of the Internal Audit Division
includes:
• Providing assessment on the adequacy and
effectiveness of all existing processes within
the Company;
• Reporting on important issues related to the
control process of activities within the
Company, including potential improvements to
these processes; and
Kerangka konsolidasi manajemen risiko dengan
Entitas
Induk
juga
dicerminkan
dengan
dilaksanakannya audit reguler/audit teknologi
informasi/audit terintegrasi atas unit-unit di
Perseroan oleh Satuan Kerja Audit Internal (SKAI)
Entitas Induk.
The consolidated risk management framework with
Parent Company is also reflected in the
implementation of regular audit/information
technology audit/integrated audit on the business
units in the Company by Parent Company’s
Internal Audit Unit (SKAI).
Guna penguatan pengendalian internal dan proses
konsolidasi antara Entitas Induk dengan Entitas
Anak, Kepala Divisi Internal Audit perseroan
diseleksi dan ditetapkan oleh Entitas Induk sebelum
ditempatkan di Perseroan.
For the purpose of strengthening Internal Control
and consolidation process between Parent
Company and Subsidiary Company, Head of
Internal Audit Division is selected and determined
by Parent Company before being assigned in the
Company.
Risiko pasar
Market risk
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama
disebabkan karena perubahan tingkat suku bunga,
nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan
harga modal atau pinjaman, yang dapat membawa
risiko bagi Perseroan. Dalam perencanaan usaha
Perseroan, risiko pasar yang memiliki dampak
langsung kepada Perseroan adalah dalam hal
pengelolaan tingkat bunga.
Market risk is the risk which is primarily caused by
the changes in interest rates, exchange rate of
Rupiah currency, commodity prices and the price
of capital or loans, which could expose to the
Company. In the Company's business planning,
market risk with direct impact to the Company is in
terms of interest rates management.
• Coordinating with other controlling and
supervisory functions (risk management,
compliance, legal and external audit).
78
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko pasar (lanjutan)
Market risk (continued)
Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko
pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat
bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi
Perseroan sehingga dapat menyebabkan risiko
kredit Perseroan meningkat. Untuk itu, Perseroan
menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara
konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga
kredit terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban
dana.
Changes in interest rates would become a risk at
the point of change, especially when the interest
rate is raised, which would cause losses to the
Company, hence resulting in increased Company's
credit risk. Therefore, the Company consistently
implements fixed interest rate management by
doing adjustment on lending interest rate and cost
of funds.
Sumber pendanaan Perseroan yang terbesar
berasal dari skema pembiayaan bersama dengan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan tingkat
bunga tetap dan jangka waktu yang sama dengan
piutang pembiayaan konsumen.
The largest source of funding for the Company
comes from a joint financing scheme with PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk. with fixed interest rate and
same period with the consumer financing
receivables.
Perseroan juga menerbitkan obligasi dan mediumterm notes yang sebagian besar mempunyai jangka
waktu yang panjang, yaitu 3 (tiga) - 5 (lima) tahun
dengan tingkat bunga tetap serta sejumlah kecil
pinjaman dari bank swasta nasional dengan tingkat
bunga tetap dan mengambang.
The Company’s funding source is also from the
issuance of bonds and medium-term notes mostly
for long-term, i.e. for 3 (three) - 5 (five) years, with
fixed interest rates and as well as a small number
of loans from the national private banks with fixed
and floating interest rates.
Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan
Perseroan saat ini, risiko pasar Perseroan adalah
minimal. Perseroan tidak mempunyai kegiatan
usaha pembiayaan konsumen dalam mata uang
asing.
With the pattern of business activity currently
operated by the Company, the market risk of the
Company is minimal. The Company does not have
consumer financing business in foreign currency.
Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan
liabilitas keuangan Perseroan yang dikelompokkan
menurut mana yang lebih awal antara tanggal
repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk
melihat dampak perubahan tingkat suku bunga
(bruto):
The following tables summarize the Company’s
financial assets and liabilities categorized by the
earlier of contractual repricing or maturity dates to
see the impact of changes in interest rates (gross):
31 Desember/December 31, 2015
Tingkat bunga tetap/Fixed rate
Bunga
mengambang
<3 bulan/
Floating Rate < 3
months
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Piutang lain lain
Aset lain-lain
Jumlah aset keuangan
Lebih dari 3
bulan sampai 1
tahun/Over 3
months
to 1 year
Kurang dari 1
1 bulan
bulan/Less sampai 3 bulan/
than
1 month
1 month
to 3 months
Lebih dari
1 tahun
sampai 2
tahun/
Over 1
year to 2
years
Lebih dari
2 tahun/
Over 2
years
Tidak
dikenakan
bunga/ No
interest rate
charges
Jumlah/
Total
72.028
-
-
-
-
-
19.938
91.966
-
198.820
31.853
-
399.562
59.275
-
1.801.236
227.853
-
2.292.321
189.749
-
3.461.973
95.420
-
465.344
21.370
8.153.912
604.150
465.344
21.370
Financial assets
Cash and cash equivalents
Consumer financing
receivable
Finance lease receivables
Other receivables
Other assets
72.028
230.673
458.837
2.029.089
2.482.070
3.557.393
506.652
9.336.742
Total financial assets
Liabilitas keuangan
Financial liabilities
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban bunga yang masih harus
dibayar
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
-
-
-
-
-
-
390.262
101.480
390.262
101.480
Trade payables
Other payables
-
25.735
445.188
-
497.140
-
1.942.132
424.921
1.822.299
499.478
779.831
921.011
-
25.735
5.486.590
1.845.410
Accrued interest expenses
Bank loans
Securities issued
Jumlah liabilitas keuangan
-
470.923
497.140
2.367.053
2.321.777
1.700.842
491.742
7.849.477
Total financial liabilities
72.028
(240.250)
(38.303)
(337.964)
160.293
1.856.551
14.910
1.487.265
Total interest
repricing gap
Jumlah selisih penilaian bunga
79
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko pasar (lanjutan)
Market risk (continued)
Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan
liabilitas keuangan Perseroan yang dikelompokkan
menurut mana yang lebih awal antara tanggal
repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk
melihat dampak perubahan tingkat suku bunga
(bruto): (lanjutan)
The following tables summarize the Company’s
financial assets and liabilities categorized by the
earlier of contractual repricing or maturity dates to
see the impact of changes in interest rates (gross):
(continued)
31 Desember/December 31, 2014
Tingkat bunga tetap/Fixed rate
Bunga
mengambang
<3 bulan/
Floating Rate < 3
months
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Piutang lain lain
Aset lain-lain
Jumlah aset keuangan
Lebih dari 3
bulan sampai 1
tahun/Over 3
months
to 1 year
Kurang dari 1
1 bulan
bulan/Less sampai 3 bulan/
than
1 month
1 month
to 3 months
Lebih dari
1 tahun
sampai 2
tahun/
Over 1
year to 2
years
Lebih dari
2 tahun/
Over 2
years
Tidak
dikenakan
bunga/ No
interest rate
charges
Jumlah/
Total
259.499
-
-
-
-
-
13.951
273.450
-
179.792
32.984
-
363.226
66.067
-
1.599.839
277.498
-
1.875.422
256.751
-
2.069.708
150.437
-
364.247
15.415
6.087.987
783.737
364.247
15.415
Financial assets
Cash and cash equivalents
Consumer financing
receivable
Finance lease receivables
Other receivables
Other assets
259.499
212.776
429.293
1.877.337
2.132.173
2.220.145
393.613
7.524.836
Total financial assets
Liabilitas keuangan
Financial liabilities
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban bunga yang masih harus
dibayar
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
-
-
-
-
-
-
523.518
98.657
523.518
98.657
Trade payables
Other payables
-
25.023
202.928
-
401.210
199.966
1.651.743
149.884
1.387.242
424.267
648.019
673.252
-
25.023
4.291.142
1.447.369
Accrued interest expenses
Bank loans
Securities issued
Jumlah liabilitas keuangan
-
227.951
601.176
1.801.627
1.811.509
1.321.271
622.175
6.385.709
Total financial liabilities
(171.883)
75.710
320.664
898.874
(228.562)
1.139.127
Total interest
repricing gap
Jumlah selisih penilaian bunga
259.499
(15.175)
Risiko kredit
Credit risk
Pengelolaan risiko kredit perseroan diarahkan untuk
meningkatkan keseimbangan antara ekspansi kredit
yang sehat dengan pengelolaan kredit secara
prudent agar terhindar dari penurunan kualitas atau
menjadi Non Performing Loan (NPL), serta
mengelola penggunaan modal untuk memperoleh
return yang optimal. Dimulai dari proses awal
penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan
ditangani dengan prinsip kehati-hatian, yang mana
aplikasi kredit akan melalui proses survey dan
analisa kredit sebelum disetujui oleh Komite Kredit.
Perseroan juga menerapkan Pedoman Penerapan
Prinsip Mengenal Nasabah yang diatur oleh
Peraturan Menteri Keuangan No.30/PMK.010/2010
tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi
Lembaga Keuangan Non Bank dan Peraturan Ketua
Bapepam-LK No.PER-05/BL/2011 tentang Pedoman
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi
Perseroan Pembiayaan. Tahun 2012, Perseroan
juga telah menjalankan aturan uang muka
kendaraan sesuai dengan Peraturan Menteri
Keuangan No.43/PMK.010/2012 tentang Uang
Muka Pembiayaan Konsumen untuk kendaraan
Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan serta
Surat Edaran BI No.14/10/DPNP tanggal 15 Maret
2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada
Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan
Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor yang
diberlakukan sejak 15 Juni 2012.
The Company’s credit risk management is directed
to improve the balance between healthy credit
expansion with a prudent credit management to
avoid from the decline in the quality or being Non
Performing Loan (NPL). It starts from the process
of receiving credit applications selectively and
handling them with prudence principle, whereby
the credit application would go through survey and
credit analysis process before being approved by
the Credit Committee. The Company also
implemented the Manual for Implementation of
Know Your Customer Principles as regulated in
the
Ministry
of
Finance
Regulation
No.30/PMK.010/2010
regarding
the
Implementation of Know Your Customer Principles
for Non-Banking Financial Institutions and the
Chairman of the Capital Market and Financial
Institution Supervisory Board (Bapepam-LK)
Regulation No.PER-05/BL/2011 regarding the
Manual for Implementation of Know Your
Customer Principles for Multifinance Companies.
In 2012, the Company also has implemented down
payment regulation as regulated in the Ministry of
Finance
Regulation
No.43/PMK.010/2012
concerning Down Payment for Consumer
Financing, and Bank Indonesia Cirrcular Letter
No.14/10/DPNP dated 15 March 2012 concerning
The Application of Bank’s Risk Management on
Mortgages and Motor Vehicle Credit effective 15
June 2012.
80
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko kredit (lanjutan)
Credit risk (continued)
Untuk setiap kategori aset keuangan, Perseroan
harus
mengungkapkan
eksposur
maksimum
terhadap risiko kredit dan analisa konsentrasi risiko
kredit.
For each financial asset category, the Company
should disclose maximum exposure to credit risk
and concentration of credit risk analysis.
i.
i.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit
Maximum exposure to credit risk
The carrying amount of the Company’s
financial assets other than finance lease
receivables
and
consumer
financing
receivables represent the maximum exporure
of credit. In case of consumer financing and
finance
lease
receivables,
collaterals
accepted by the Company is Certificate of
Ownership of the vehicles financed by the
Company.
Nilai tercatat dari aset keuangan Perseroan
selain piutang sewa pembiayaan dan piutang
pembiayaan
konsumen
menggambarkan
eksposur maksimum atas risiko tersebut. Dalam
hal piutang pembiayaan konsumen dan sewa
pembiayaan, agunan yang diterima adalah
Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB)
atas kendaraan yang dibiayai Perseroan.
ii.
Analisis konsentrasi risiko kredit
ii.
Concentration of credit risk analysis
Konsentrasi risiko kredit timbul ketika sejumlah
pelanggan bergerak dalam aktivitas usaha yang
sama atau aktivitas dalam wilayah geografis
yang sama, atau ketika mereka memiliki
karakteristik
yang
sejenis
yang
akan
menyebabkan kemampuan untuk memenuhi
kewajiban
kontraktualnya
sama-sama
dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi
atau yang lainnya.
Concentrations of credit risk arise when a
number of customers are engaged in similar
business activities or activities within the same
geographic region, or when they have similar
characteristics that would cause their ability to
meet contractual obligations to be similarly
affected by changes in economic or other
conditions.
Perseroan
bergerak
di
bidang
usaha
pembiayaan konsumen yang pelanggannya
kebanyakan adalah individu dan tidak
terkonsentrasi pada wilayah geografis tertentu.
The Company is currently engaged in
consumer financing business in which the
customers are mainly individuals and they are
not concentrated in the specific geographic
region.
Tabel berikut menggambarkan jumlah risiko
kredit dan konsentrasi risiko aset keuangan
konsumen yang dimiliki Perseroan (bruto):
The following tables set out the total credit risk
and risk concentration of financial assets of
the Company (gross):
a.
a.
Sektor geografis
Geographical sector
31 Desember/December 31, 2015
Jawa Bali
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan
konsumen:
perorangan
Piutang sewa pembiayaan:
korporasi
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
Sumatera
Kalimantan
71.200
485
341
5.031.972
1.944.642
481.779
26.646
(2 )
5.611.595
1.452
(107 )
1.946.472
Lainnya/
Others
Sulawesi
Jumlah/
Total
2
-
72.028
623.977
551.430
1.891
8.153.912
4.995
637
15
117.376
503
50
436.106
21.414
604.150
465.344
21.370
629.965
669.361
459.411
9.316.804
Cash and cash equivalents
Consumer financing
receivables:
individual
Finance lease receivables:
corporate
Other receivables
Other assets
31 Desember/December 31, 2014
Jawa Bali
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan
konsumen:
perorangan
Piutang sewa pembiayaan:
korporasi
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
Sumatera
Kalimantan
Lainnya/
Others
Sulawesi
Jumlah/
Total
258.754
474
144
127
-
259.499
3.845.389
1.484.977
429.830
327.791
-
6.087.987
4.138
464
47
130.254
336
25
-
783.737
364.247
15.415
434.623
458.533
-
7.510.885
649.051
362.459
15.684
5.131.337
294
988
(341 )
1.486.392
81
Cash and cash equivalents
Consumer financing
receivables:
individual
Finance lease receivables:
corporate
Other receivables
Other assets
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko kredit (lanjutan)
Credit risk (continued)
ii.
ii.
Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan)
b.
Concentration
(continued)
Sektor industri
b.
of
credit
risk
analysis
Industry sector
31 Desember/December 31, 2015
Lembaga
Keuangan/
Financial
Institution
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan
konsumen:
perorangan
Piutang sewa pembiayaan:
korporasi
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
Konsumen/
Customers
Lain-lain/
Others
Jumlah/
Total
72.028
-
-
72.028
-
8.153.912
-
8.153.912
-
604.150
-
465.344
21.370
604.150
465.344
21.370
72.028
8.758.062
486.714
9.316.804
Cash and cash equivalents
Consumer financing
receivables:
individual
Finance lease receivables:
corporate
Other receivables
Other assets
31 Desember/December 31, 2014
Lembaga
Keuangan/
Financial
Institution
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan
konsumen:
perorangan
Piutang sewa pembiayaan:
korporasi
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
c.
Konsumen/
Customers
Lain-lain/
Others
Jumlah/
Total
259.499
-
-
259.499
-
6.087.987
-
6.087.987
-
783.737
-
364.247
15.415
783.737
364.247
15.415
259.499
6.871.724
379.662
7.510.885
Berdasarkan kualitas kredit dari aset
keuangan
c.
Cash and cash equivalents
Consumer financing
receivables:
individual
Finance lease receivables:
corporate
Other receivables
Other assets
Based on quality of financial assets
As of 31 December 2015 and 2014 credit
risk exposure of financial asset is divided
into:
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
eksposur risiko kredit atas aset keuangan
terbagi atas:
31 Desember / December 31, 2015
Jatuh tempo
dan tidak
mengalami
penurunan
nilai/Past due
but not impaired
Belum jatuh tempo dan
tidak mengalami
penurunan nilai/ Neither
past due nor impaired
High grade
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan
konsumen:
perorangan
Piutang sewa pembiayaan:
korporasi
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
Cadangan
kerugian
penurunan
nilai/
Allowance for
impairment
losses
Mengalami
penurunan
nilai/
Impaired
Jumlah/
Total
Standard grade
72.028
-
-
-
2.653.544
4.862.694
501.081
136.593
(270.477 )
7.883.435
568.663
465.344
21.370
-
32.437
-
3.050
-
(5.791)
(785)
-
598.359
464.559
21.370
3.780.949
4.862.694
533.518
139.643
(277.053 )
9.039.751
82
-
72.028
Cash and cash equivalent
Consumer financing
receivables:
individual
Finance lease receivables:
corporate
Other receivables
Other assets
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko kredit (lanjutan)
Credit risk (continued)
ii.
ii.
Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan)
c.
Concentration
(continued)
Berdasarkan kualitas kredit dari aset
keuangan (lanjutan)
c.
of
credit
risk
analysis
Based on quality of financial assets
(continued)
As of 31 December 2015 and 2014 credit
risk exposure of financial asset is divided
into: (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
eksposur risiko kredit atas aset keuangan
terbagi atas: (lanjutan)
31 Desember / December 31, 2014
Jatuh tempo
dan tidak
mengalami
penurunan
nilai/Past due
but not impaired
Belum jatuh tempo dan
tidak mengalami
penurunan nilai/ Neither
past due nor impaired
High grade
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan
konsumen:
perorangan
Piutang sewa pembiayaan:
korporasi
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
Cadangan
kerugian
penurunan
nilai/
Allowance for
impairment
losses
Mengalami
penurunan
nilai/
Impaired
Jumlah/
Total
Standard grade
259.499
-
-
-
-
259.499
2.971.623
2.672.709
361.451
82.204
(194.852 )
5.893.135
437.509
364.247
15.415
281.309
-
34.738
-
30.181
-
(17.213)
(794)
-
766.524
363.453
15.415
4.048.293
2.954.018
396.189
112.385
(212.859 )
7.298.026
Cash and cash equivalent
Consumer financing
receivables:
individual
Finance lease receivables:
corporate
Other receivables
Other assets
Penjelasan pembagian kualitas kredit yang
diberikan yang belum jatuh tempo dan tidak
mengalami penurunan nilai:
High grade, yaitu tidak terdapat
keraguan atas pengembalian aset
keuangan.
Standard
grade,
yaitu
terdapat
pertimbangan tertentu terkait dengan
kemampuan
nasabah
dalam
melakukan pembayaran pada saat
jatuh tempo. Namun sampai saat ini
belum terdapat keterlambatan dalam
pembayaran cicilan pokok dan bunga
pada saat jatuh tempo.
The explanation of loan under quality
”neither past due nor impaired” were as
follows:
High grade, which is no - doubt over
the repayment of financial asset.
Piutang pembiayaan konsumen dan
piutang
sewa
pembiayaan
yang
pembayaran angsurannya menunggak
lebih dari 90 hari diklasifikasikan sebagai
aset keuangan yang mengalami penurunan
nilai.
Consumer financing and finance lease
receivables which installments are
overdue for more than 90 days are
classified as impaired financial assets.
Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan
konsumen yang diberikan, Perseroan
menerima jaminan dari konsumen berupa
Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor
(“BPKB”) atas kendaraan bermotor yang
dibiayai Perseroan.
As collateral to the consumer financing
receivables, the Company receives the
Certificates of Ownership (“BPKB”) of the
motor vehicles financed by the Company.
Tabel berikut menunjukkan aging analysis
terhadap piutang pembiayaan konsumen
dan piutang sewa pembiayaan yang telah
jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan nilai.
The following table summarizes the aging
analysis
of
consumer
financing
receivables and finance lease receivables
which are past due but not impaired.
-
83
Standard grade, which is there is certain consideration related to the
ability of the customer in making
payment at maturity date, however
until now there has not been any
delay in payment of principal and
interest at maturity date.
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko kredit (lanjutan)
Credit risk (continued)
ii.
ii.
Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan)
c.
Concentration
(continued)
Berdasarkan kualitas kredit dari aset
keuangan (lanjutan)
c.
of
credit
risk
analysis
Based on quality of financial assets
(continued)
31 Desember / December 31, 2015
1-30 hari/days
Piutang pembiayaan
konsumen:
perorangan
Piutang sewa pembiayaan:
korporasi
316.144
31-60 hari/days
61-90 hari/days
122.908
62.029
Jumlah/
Total
Consumer financing
receivables:
individual
Finance lease receivables:
corporate
501.081
26.858
4.757
822
32.437
343.002
127.665
62.851
533.518
31 Desember / December 31, 2014
1-30 hari/days
Piutang pembiayaan
konsumen:
perorangan
Piutang sewa pembiayaan:
korporasi
31-60 hari/days
61-90 hari/days
Jumlah/
Total
246.688
83.539
31.224
361.451
31.098
2.492
1.148
34.738
277.786
86.031
32.372
396.189
Consumer financing
receivables:
individual
Finance lease receivables:
corporate
Risiko likuiditas
Liquidity risk
Risiko likuiditas merupakan risiko, yang mana
Perseroan tidak memiliki sumber keuangan yang
mencukupi untuk memenuhi kewajibannya yang
telah
jatuh
tempo.
Mengingat
Perseroan
memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari
Entitas Induk melalui skema pembiayaan bersama,
maka risiko ini dapat dikelola dengan baik.
Liquidity risk is the risk, whereby the Company
does not have sufficient financial resources to
discharge its matured liabilities. As the Company
receives strong financial support from Parent
Company through joint financing scheme, this risk
could be managed properly.
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan
jatuh tempo atas aset dan liabilitas keuangan
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dan
2014 (bruto):
The following table summarizes the maturity gap
profile of the Company’s financial assets and
liabilities as of 31 December 2015 and 2014
(gross):
31 Desember / December 31, 2015
Kurang dari
satu bulan/
Less than
one month
Lebih dari 6
bulan sampai 1
tahun/ Over than
6 month to
1 year
1-6
bulan/
months
Tidak
mempunyai
kontrak jatuh
tempo/No
contractual
maturity
Lebih dari
1 tahun/
Over than
1 year
Nilai
tercatat/
Carrying
value
ASET
ASSETS
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
72.028
198.820
31.853
354.313
-
1.000.677
142.079
-
1.200.121
145.049
-
Total aset
657.014
1.142.756
1.345.170
LIABILITAS
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban bunga yang
masih harus dibayar
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
Total liabilitas
Total perbedaan jatuh tempo
5.754.294
285.169
-
19.938
111.031
21.370
91.966
8.153.912
604.150
465.344
21.370
6.039.463
152.339
9.336.742
Cash and cash equivalents
Consumer financing receivables
Finance lease receivables
Other receivables
Other assets
Total assets
LIABILITIES
Trade payables
Other payables
Accrued
interest expenses
Bank loans
Securities issued
390.262
101.480
-
-
-
-
390.262
101.480
25.735
445.188
-
1.193.087
424.921
1.246.185
-
2.602.130
1.420.489
-
25.735
5.486.590
1.845.410
962.665
1.618.008
1.246.185
4.022.619
-
7.849.477
Total liabilities
98.985
2.016.844
152.339
1.487.265
Total maturity gap
(305.651)
(475.252 )
84
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko likuiditas (lanjutan)
Liquidity risk (continued)
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan
jatuh tempo atas aset dan liabilitas keuangan
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2015 dan
2014 (bruto): (lanjutan)
The following table summarizes the maturity gap
profile of the Company’s financial assets and
liabilities as of 31 December 2015 and 2014
(gross): (continued)
31 Desember / December 31, 2014
Kurang dari
satu bulan/
Less than
one month
Lebih dari 6
bulan sampai 1
tahun/ Over than
6 month to
1 year
1-6
bulan/
months
Tidak
mempunyai
kontrak jatuh
tempo/No
contractual
maturity
Lebih dari
1 tahun/
Over than
1 year
Nilai
tercatat/
Carrying
value
ASET
ASSETS
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
259.499
179.792
32.984
283.675
-
908.669
164.411
-
1.054.396
179.154
-
3.945.130
407.188
-
13.951
80.572
15.415
273.450
6.087.987
783.737
364.247
15.415
Cash and cash equivalents
Consumer financing receivables
Finance lease receivables
Other receivables
Other assets
Total aset
755.950
1.073.080
1.233.550
4.352.318
109.938
7.524.836
Total assets
523.518
98.657
-
-
-
-
523.518
98.657
25.023
202.928
-
987.328
349.850
1.065.625
-
2.035.261
1.097.519
-
25.023
4.291.142
1.447.369
Total liabilitas
850.126
1.337.178
1.065.625
3.132.780
-
6.385.709
Total liabilities
Total perbedaan jatuh tempo
(94.176 )
167.925
1.219.538
109.938
1.139.127
Total maturity gap
LIABILITAS
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban bunga yang
masih harus dibayar
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
(264.098 )
LIABILITIES
Trade payables
Other payables
Accrued
interest expenses
Bank loans
Securities issued
The tables below show the remaining contractual
maturities of financial liabilities based on
undiscounted cash flows as of 31 December 2015
and 2014:
Tabel di bawah ini menunjukkan sisa jatuh tempo
kontraktual dari liabilitas keuangan berdasarkan
pada undiscounted cash flows pada tanggal 31
Desember 2015 dan 2014:
31 Desember / December 31, 2015
Kurang dari
satu bulan/
Less than
one month
LIABILITAS
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban bunga yang
masih harus dibayar
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
Total
Lebih dari 6
bulan sampai 1
tahun/ Over than
6 month to
1 year
1-6
bulan/
months
Tidak
mempunyai
kontrak jatuh
tempo/No
contractual
maturity
Lebih dari
1 tahun/
Over than
1 year
Nilai
tercatat/
Carrying
value
390.262
101.480
-
-
-
-
390.262
101.480
25.735
494.450
-
1.404.892
514.759
1.431.273
73.369
2.830.169
1.641.770
-
25.735
6.160.784
2.229.898
LIABILITIES
Trade payables
Other payables
Accrued
interest expenses
Bank loans
Securities issued
1.011.927
1.919.651
1.504.642
4.471.939
-
8.908.159
Total
31 Desember / December 31, 2014
Kurang dari
satu bulan/
Less than
one month
LIABILITAS
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban bunga yang
masih harus dibayar
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
Total
Lebih dari 6
bulan sampai 1
tahun/ Over than
6 month to
1 year
1-6
bulan/
months
Tidak
mempunyai
kontrak jatuh
tempo/No
contractual
maturity
Lebih dari
1 tahun/
Over than
1 year
Nilai
tercatat/
Carrying
value
523.518
98.657
-
-
-
-
523.518
98.657
25.023
240.284
-
1.147.693
404.777
1.202.784
-
2.206.418
1.309.463
-
25.023
4.797.179
1.714.240
LIABILITIES
Trade payables
Other payables
Accrued
interest expenses
Bank loans
Securities issued
887.482
1.552.470
1.202.784
3.515.881
-
7.158.617
Total
85
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko operasional
Operational risk
Perseroan juga sangat peduli terhadap risiko
operasional, karena permasalahan yang timbul
sehubungan dengan risiko ini dapat berdampak dan
berpengaruh luas terhadap kinerja Perseroan
secara
keseluruhan.
Secara
umum,
risiko
operasional merupakan risiko yang disebabkan
karena kekurangan dan kegagalan proses internal,
kesalahan manusia, kegagalan system ataupun
permasalahan-permasalahan yang berdampak pada
operasi Perseroan. Penanganan risiko operasional
dalam Perseroan dilakukan dengan 3 (tiga) langkah,
yaitu:
Pengidentifikasian risiko
Pengukuran risiko
Manajemen, pengawasan dan pengendalian
risiko
The Company is also very concerned about the
operational risk, because the problems arised in
relation with this risk could bring significant impact
and affect to the overall Company’s performance.
In general, operational risk is the risk caused by
shortcomings and failures of internal processes,
human errors, system failures or problems that
could bring impact to the Company's operations.
The operational risks in the Company are handled
through 3 (three) steps as follows:
Ketiga langkah di atas merupakan satu kesatuan
proses yang tidak terpisahkan. Langkah di atas telah
diterjemahkan
Perseroan
dalam
mekanisme
manajemen risiko operasional sebagai berikut:
The three steps above are inseparable unified
process. The steps above have been converted to
the Company's operational risk management
mechanism as follows:
Operational Risk Management System (ORMS)
Operational Risk Management System (ORMS)
ORMS merupakan implementasi dari kewajiban
Perseroan sebagai Perseroan Anak dari PT Bank
Mandiri
(Persero),
Tbk.
untuk
melakukan
pengendalian risiko operasional dengan cara
melakukan pencatatan kejadian berisiko pada saat
terjadinya kejadian berisiko tersebut, seperti yang
diatur di dalam Peraturan Bank Indonesia No.
8/6/PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006 perihal
“Penerapan Manajemen Risiko secara Konsolidasi
bagi Bank yang Melakukan Pengendalian terhadap
Perseroan Anak”.
ORMS is an implementation of the obligation of the
Company as a Subsidiary of PT Bank Mandiri
(Persero), Tbk. to carry out operational risk control
by recording risk event at the time this risk event
occurred, as regulated in Bank Indonesia
Regulation No. 8/6/PBI/2006 dated 30 January
2006 regarding "Implementation of Consolidated
Risk Management for Banks Performing Control
on Subsidiary Companies".
ORMS adalah sebuah aplikasi intranet berbasis web
yang digunakan sebagai alat bantu pengelola risiko
operasional yang dirancang agar pencatatan
kejadian berisiko dapat dilakukan pada saat
terjadinya kejadian berisiko tersebut dan direkam ke
dalam database. Laporan yang terekam melalui
menu laporan tersebut kemudian akan dipindahkan
ke dalam aplikasi ORMS Entitas Induk sebagai
bentuk dari perwujudan konsolidasi Laporan Risiko
Operasional Bank.
ORMS is a web-based intranet application that is
used as an operational risk management tool and
is designed for recording the operational risk event
at the time of occurrence of this risk event and
stored into database. The report stored through
the reporting menu would then be transferred to
Parent Company’s ORMS application as the form
of the consolidated Bank’s Operational Risk
Report.
Manajemen permodalan
Capital management
Tujuan Perseroan dalam mengelola permodalannya
adalah menjaga kelangsungan usaha Perseroan
untuk dapat memberikan hasil kepada pemegang
saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan
lainnya, dan memelihara optimalisasi struktur
permodalan untuk mengurangi biaya modal.
The Company’s objectives when managing capital
are to safeguard the Company’s ability to continue
as a going concern in order to provide returns for
shareholders and benefits for other stakeholders
and to maintain an optimal capital structure to
reduce the cost of capital.
-
86
Risk identification
Risk measurement
Risk management, supervision and control
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
25. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
25. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Manajemen permodalan (lanjutan)
Capital management (continued)
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan
struktur
permodalan,
Perseroan
dapat
menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan
kepada pemegang saham, imbalan hasil modal
kepada pemegang saham atau menerbitkan saham
baru untuk mengurangi pinjaman.
In order to maintain or adjust the capital structure,
the Company may adjust the amount of dividends
paid to shareholders, return capital to shareholders
or issue new shares to reduce debt.
Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Perseroan
memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio.
Rasio ini dihitung dari nilai bersih pinjaman
(termasuk obligasi dan medium-term notes) dibagi
dengan jumlah modal. Jumlah modal diambil dari
ekuitas yang tercantum dalam laporan posisi
keuangan.
Consistent with other players in the industry, the
Company monitors capital on the basis of the
gearing ratio. This ratio is calculated as net debt
(including bonds payable and medium-term notes)
divided by total capital. Total capital is calculated
as ‘equity’ as shown in the statements of financial
position.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia
No.
84/PMK.012/2006
tanggal
26 September
2006
tentang
Perusahan
Pembiayaan, jumlah maksimum gearing ratio adalah
sebesar 10 kali dari total modal.
Based on Minister of Finance of the Republic of
Indonesia Regulation No.84/PMK.012/2006 dated
26 September 2006 regarding Multifinance
Company, the maximum gearing ratio is 10 times
from total capital.
31 Desember/December 31
2015
2014
Pinjaman
Pinjaman yang diterima - neto
Obligasi
Medium-Term Notes
5.486.590
1.845.410
-
4.291.142
1.247.369
200.000
Debt
Borrowings - net
Bonds Payable
Medium-Term Notes
Total Pinjaman
7.332.000
5.738.511
Total Debt
Jumlah Modal
1.172.638
894.653
Total Capital
Gearing Ratio
6,25
6,41
Gearing Ratio
The Company always maintains the maximum
amount of gearing ratio at smaller level than the
applicable regulation by performing an analysis to
determine financing alternative whether through
the bank loans, bonds issuance or joint financing
fund optimization. The Company also calculates
the cost of fund of each financing alternative
selected by the Company to ensure it could
generate a maximum income for the Company.
Perseroan senantiasa menjaga jumlah maksimum
gearing ratio lebih kecil dari ketentuan yang
ditetapkan melalui analisa alternatif pembiayaan
baik melalui pinjaman bank, penerbitan obligasi
ataupun optimalisasi dana joint financing. Perseroan
juga menghitung biaya dana dari alternatif
pembiayaan yang dipilih untuk memastikan biaya
dana tersebut dapat menghasilkan pendapatan
maksimum bagi Perseroan.
87
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
26. NILAI
WAJAR
KEUANGAN
ASET
DAN
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
LIABILITAS
26. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
LIABILITIES
Tabel di bawah ini menyajikan nilai tercatat dan nilai
wajar dari instrumen keuangan Perseroan:
The following tables set out the carrying amounts
and fair values of the Company’s financial
instruments:
31 Desember / December 31, 2015
Pinjaman yang
diberikan dan
piutang/Loans and
receivables
Biaya
perolehan
diamortisasi
lainnya/
Other
amortized
cost
Nilai tercatat/
Carrying
value
Nilai wajar/
Fair value
ASET KEUANGAN
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
91.966
7.883.435
598.359
464.559
21.370
-
91.966
7.883.435
598.359
464.559
21.370
91.966
8.607.911
633.146
465.344
21.370
FINANCIAL ASSETS
Cash and cash equivalents
Consumer financing receivables
Finance lease receivables
Other receivables
Other assets
Total aset keuangan
9.059.689
-
9.059.689
9.819.737
Total financial assets
LIABILITAS KEUANGAN
Utang usaha
Utang lain-lain
Pinjaman bank
Beban bunga yang masih
harus dibayar
Surat berharga yang diterbitkan
-
390.262
101.480
5.486.590
390.262
101.480
5.486.590
390.262
101.480
5.589.972
FINANCIAL LIABILITIES
Trade payables
Other payables
Bank loans
-
25.735
1.845.410
25.735
1.845.410
25.735
1.841.756
Accrued interest expenses
Securities issued
Total liabilitas keuangan
-
7.849.477
7.849.477
7.949.205
Total financial liabilities
31 Desember / December 31, 2014
Pinjaman yang
diberikan dan
piutang/Loans and
receivables
Biaya
perolehan
diamortisasi
lainnya/
Other
amortized
cost
Nilai tercatat/
Carrying
value
Nilai wajar/
Fair value
ASET KEUANGAN
Kas dan setara kas
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
Piutang lain-lain
Aset lain-lain
273.450
5.893.135
766.524
363.453
15.415
-
273.450
5.893.135
766.524
363.453
15.415
273.450
6.436.367
784.362
363.453
15.415
FINANCIAL ASSETS
Cash and cash equivalents
Consumer financing receivables
Finance lease receivables
Other receivables
Other assets
Total aset keuangan
7.311.977
-
7.311.977
7.873.047
Total financial assets
LIABILITAS KEUANGAN
Utang usaha
Utang lain-lain
Pinjaman bank
Beban bunga yang masih
harus dibayar
Surat berharga yang diterbitkan
-
523.518
98.657
4.291.142
523.518
98.657
4.291.142
523.518
98.657
4.290.350
FINANCIAL LIABILITIES
Trade payables
Other payables
Bank loans
-
25.023
1.447.369
25.023
1.447.369
25.023
1.456.737
Accrued interest expenses
Securities issued
Total liabilitas keuangan
-
6.385.709
6.385.709
6.394.285
Total financial liabilities
88
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
26. NILAI
WAJAR
ASET
KEUANGAN (lanjutan)
DAN
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
LIABILITAS
26. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
LIABILITIES (continued)
Tabel di bawah ini menyajikan analisa atas
instrumen keuangan tersebut sesuai dengan
masing-masing level dalam hirarki nilai wajar:
The tables below present the analysis of the above
financial instruments by the level in the fair value
hierarchy:
31 Desember/December 31, 2015
Nilai tercatat/
Carrying value
Tingkat 1/
Level 1
Tingkat 2/
Level 2
Tingkat 3/
Level 3
Total
ASET KEUANGAN
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
7.883.435
598.359
-
8.607.911
633.146
-
8.607.911
633.146
FINANCIAL ASSETS
Consumer financing receivables
Finance lease receivables
Total
8.481.794
-
9.241.057
-
9.241.057
Total
LIABILITAS KEUANGAN
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
5.486.590
1.845.410
-
5.589.972
1.841.756
-
5.589.972
1.841.756
FINANCIAL LIABILITIES
Bank loans
Securities issued
Total
7.332.000
-
7.431.728
-
7.431.728
Total
31 Desember/December 31, 2014
Nilai tercatat/
Carrying value
Tingkat 1/
Level 1
Tingkat 2/
Level 2
Tingkat 3/
Level 3
Total
ASET KEUANGAN
Piutang pembiayaan konsumen
Piutang sewa pembiayaan
5.893.135
766.524
-
6.436.367
784.362
-
6.436.367
784.362
FINANCIAL ASSETS
Consumer financing receivables
Finance lease receivables
Total
6.659.659
-
7.220.729
-
7.220.729
Total
LIABILITAS KEUANGAN
Pinjaman bank
Surat berharga yang diterbitkan
4.291.142
1.447.369
-
4.290.350
1.456.737
-
4.290.350
1.456.737
FINANCIAL LIABILITIES
Bank loans
Securities issued
Total
5.738.511
-
5.747.087
-
5.747.087
Total
Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi
nilai wajar adalah sebagai berikut:
The following methods and assumptions are used
to estimate the fair values:
Nilai wajar kas dan setara kas, piutang lain-lain, aset
lain-lain, utang usaha, beban bunga yang masih
harus dibayar dan utang lain-lain mendekati nilai
tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang
singkat atas instrumen keuangan tersebut.
The fair value of cash and cash equivalents, other
receivables, other assets, trade payables, accrued
interest expenses and other payables approximate
their carrying amounts largerly due to short-term
maturities of these instruments.
Nilai wajar piutang pembiayaan konsumen, piutang
sewa pembiayaan, pinjaman bank dan surat
berharga yang diterbitkan dinilai menggunakan
diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga
pasar pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014.
The fair value of consumer financing receivables,
finance lease receivables, bank loan and securities
issued are determined by discounting cash flows
using market interest rate as of 31 December 2015
and 2014.
27. PERJANJIAN KERJASAMA
27. COOPERATION AGREEMENTS
Pembiayaan bersama
Joint financing
Perseroan
mempunyai
perjanjian
kerjasama
pembiayaan bersama without recourse dengan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Perseroan bertindak
sebagai agen untuk kegiatan seleksi konsumen,
penagihan dan pengurusan dokumen administrasi
dan mendapatkan pendapatan atas selisih marjin
yang diterima dari konsumen dan yang dibayarkan
ke pemberi pembiayaan bersama.
The Company entered into a joint financing without
recourse agreement with PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk. The Company acts as an agent to
underwrite collect and administer consumer
financing and earns the spread between the
margin received from customers and the interest
paid to the joint financing provider.
89
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
27. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan)
27. COOPERATION AGREEMENTS (continued)
Pembiayaan bersama (lanjutan)
Joint financing (continued)
Dalam perjanjian kerjasama dengan PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk, porsi fasilitas pembiayaan
yang akan diberikan untuk konsumen dari masingmasing pihak adalah minimal 5,00% dari Perseroan
dan maksimal 95,00% dari pemberi pembiayaan
bersama. Sejak tanggal 20 Desember 2013, porsi
fasilitas pembiayaan yang akan diberikan untuk
konsumen dari masing-masing pihak adalah minimal
1,00% dari Perseroan dan maksimal 99,00% dari
pemberi pembiayaan bersama.
Based on the agreements with PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk, the amount of funds to be financed
by each party is a minimum of 5.00% from the
Company and a maximum of 95.00% from joint
financing providers. Since 20 December 2013, the
amount of funds to be financed by each party is a
minimum of 1.00% from the Company and a
maximum of 99.00% from joint financing providers.
Pada tanggal 6 Februari 2009, Perseroan dan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menandatangani
Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Kendaraan
Bermotor dengan total fasilitas pembiayaan bersama
sebesar
Rp2.000.000,
dimana
Perseroan
menanggung risiko kredit sesuai dengan porsi
pembiayaannya (without recourse). Perjanjian ini
telah mengalami beberapa kali perubahan,
perubahan terakhir melalui amandemen Perjanjian
Kerjasama Kendaraan Bermotor antara PT Mandiri
Tunas Finance dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
tertanggal 4 Desember 2014, yang menaikkan
fasilitas pembiayaan bersama menjadi sebesar
Rp20.500.000 dengan porsi fasilitas pembiayaan
bersama sebesar minimal 1,00% dari Perseroan dan
maksimal 99,00% dari pemberi pembiayaan
bersama.
On 6 February 2009, the Company and PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk signed a Joint Financing
Agreement with the total joint financing facility in
the amount of Rp2,000,000, whereby the
Company bears the credit risk in accordance with
its financing portion (without recourse). The
agreement was amended several times, the latest
by the amendment of the Joint Financing
agreement between PT Mandiri Tunas Finance
and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dated 4
December 2014, which increase the total joint
financing facility to Rp20,500,000 with the portion
of joint financing facility minimum of 1.00% from
the Company and a maximum of 99.00% from joint
financing providers.
Pada tanggal 29 Agustus 2013, Perseroan dan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menandatangani
Perjanjian Kerjasama Pengambilalihan Piutang
Pembiayaan dengan total fasilitas pembiayaan
sebesar
Rp1.100.000,
dimana
Perseroan
menanggung risiko kredit sesuai dengan porsi
pembiayaannya (without recourse). Perjanjian ini
telah diperpanjang dengan jangka waktu sampai
dengan tanggal 28 Februari 2016.
On 29 August 2013, the Company and PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk signed a Consumer Asset
Purchase Agreement with the total facility in the
amount of Rp1,100,000, whereby the Company
bears the credit risk in accordance with its
financing
portion
(without
recourse).
The agreement was extended with periods up to
28 February 2016.
Jumlah pembiayaan bersama dengan Bank Mandiri
yang dikelola oleh Perseroan pada tanggal
31 Desember 2015 dan 2014 adalah sebagai
berikut:
Total joint financing amount with Bank Mandiri
managed by the Company as of 31 December
2015 and 2014 are as follows:
31 Desember/December 31
Jumlah pembiayaan
Rata - rata jangka pembiayaan (tahun)
2015
2014
18.000.423
14.289.451
Amount financed
3
3
Average of financing period (years)
90
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
27. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan)
27. COOPERATION AGREEMENTS (continued)
Asuransi
Insurance
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan bekerja
sama dengan PT Asuransi Jasindo, PT Asuransi
Sinar Mas, PT Asuransi Cakrawala Proteksi,
PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Bina Dana
Artha, PT Ace Jaya Proteksi, PT Asuransi Adira,
PT Asuransi AXA, dan PT Asuransi Mandiri Axa
General Insurance (MAGI), PT Jasindo Life,
PT Asuransi Raksa Pratikara, PT ACE Life
Assurance, dan PT Asuransi Jiwa In Health
Indonesia.
In the course of business, the Company entered
into insurance agreements with PT Asuransi
Jasindo, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi
Cakrawala Proteksi, PT Asuransi Central Asia,
PT Asuransi Bina Dana Artha, PT Ace Jaya
Proteksi, PT Asuransi Adira, PT Asuransi AXA,
PT Asuransi Mandiri Axa General Insurance
(MAGI), PT Jasindo Life, PT Asuransi Raksa
Pratikara, PT ACE Life Assurance and
PT Asuransi Jiwa In Health Indonesia.
Sewa gedung
Building rental
Pada tanggal 31 Agustus 2009, Perseroan
menandatangani perjanjian sewa ruangan kantor
dengan PT Bumi Daya Plaza yang tidak dapat
dibatalkan untuk periode lima tahun. Perjanjian
tersebut akan berakhir pada tahun 2014 dengan
ketentuan pembayaran di muka sebesar Rp507
untuk setiap jangka waktu 3 bulan dan akan ditinjau
kembali setiap satu tahun sekali dengan kenaikan
tarif maksimal sebesar 5,00% per tahun.
On 31 August 2009, the Company signed an office
space rental agreement with PT Bumi Daya Plaza
which is non-cancellable for the period of five
years and will expire in 2014. The Company is
required to pay in advance of Rp507 for each
quarter. The tariff will be reviewed on annual basis
with a maximum tariff increase of 5.00% per
annum.
Pada tanggal 21 Agustus 2014, Perseroan
menandatangani pembaruan perjanjian sewa
ruangan kantor dengan PT Bumi Daya Plaza yang
tidak dapat dibatalkan untuk periode lima tahun.
Perjanjian tersebut akan berakhir pada tahun 2019
dengan ketentuan pembayaran di muka sebesar
Rp882 untuk setiap jangka waktu 3 bulan pada
tahun pertama, Rp988 untuk setiap jangka waktu 3
bulan pada tahun kedua, Rp1.106 untuk setiap
jangka waktu 3 bulan pada tahun ketiga, Rp1.239
untuk setiap jangka waktu 3 bulan pada tahun
keempat, dan Rp1.388 untuk setiap jangka waktu 3
bulan pada tahun kelima.
On 21 August 2014, the Company signed a
renewal of the office space rental agreement with
PT Bumi Daya Plaza which is non-cancellable for
the period of five years and will expire in 2019. The
Company is required to pay in advance of Rp882
for each quarter in the first year, Rp988 for each
quarter in the second year, Rp1,106 for each
quarter in the third year, Rp1,239 for each quarter
in the forth year, and Rp1,388 for each quarter in
the fifth year.
Selama tahun 2015, Perseroan mencatat beban
sewa sebesar Rp3.737 (2014: Rp3.389) dari sewa
ruangan kantor ini.
During 2015, the Company recorded rental
expense of Rp3,737 (2014: Rp3,389) from this
office space rental.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014,
pembayaran sewa minimum masa depan dalam
sewa operasi yang tidak dapat dibatalkan
berdasarkan perjanjian sewa tersebut adalah
sebagai berikut:
As of 31 December 2015 and 2014, the future
minimum rental payments under non-cancellable
operating leases under these lease agreement are
as follows:
31 Desember/December 31
2015
2014
Sampai dengan satu tahun
Lebih dari satu tahun sampai
lima tahun
4.189
3.740
12.722
16.908
Within one year
After one year but not more than
five years
Total
16.911
20.648
Total
91
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
28. SEGMEN OPERASI
28. OPERATING SEGMENT
Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan
kelompok nasabah utama dan produk, sebagai
berikut: Fleet dan Retail. Dalam menentukan hasil
segmen, beberapa akun aset dan liabilitas serta
pendapatan dan biaya yang terkait diatribusikan ke
masing-masing segmen berdasarkan kebijakan
pelaporan internal manajemen.
The Company’s operating segments represent the
key customer and product groups, as follows: Fleet
and Retail. In determining the segment results,
certain assets and liabilities items and related
revenues and expenses are attributed to each
segment based on internal management reporting
policies.
Ringkasan berikut menjelaskan operasi masingmasing segmen dalam pelaporan segmen
Perseroan:
Fleet
Termasuk dalam pelaporan segmen fleet
adalah
seluruh indikator penilaian segmen
operasi yang secara nyata dapat diatribusikan
sebagai bagian dari pembiayaan untuk nasabah
korporasi.
Retail
Termasuk dalam pelaporan segmen retail
adalah seluruh indikator penilaian segmen
operasi yang secara nyata dapat diatribusikan
sebagai bagian dari pembiayaan konsumen
untuk nasabah individu.
Lain-lain
Termasuk dalam pelaporan segmen lain-lain
adalah informasi pelaporan segmen operasi
terkait dengan aktivitas treasuri dan kantor
pusat seperti pendapatan bunga bank dan
beban umum dan administrasi yang tidak dapat
dialokasikan.
The following summary describes the operations
in each of the Company’s reportable segments:
Informasi mengenai hasil dari masing-masing bisnis
segmen disajikan di bawah ini. Kinerja diukur
berdasarkan
laba
segmen
sebelum
pajak
penghasilan, sebagaimana dilaporkan dalam
laporan internal manajemen yang ditelaah oleh
manajemen Perseroan. Keuntungan segmen
digunakan untuk mengukur kinerja dimana
manajemen berkeyakinan bahwa informasi tersebut
paling relevan dalam mengevaluasi hasil segmen
tersebut relatif terhadap entitas lain yang beroperasi
dalam industri tersebut.
Information regarding the results of each
reportable
segment
is
included
below.
Performance is measured based on segment profit
before income tax, as included in the internal
management reports that are reviewed by the
Company’s management. Segment profit is used
to measure performance of that business segment
as management believes that such information is
the most relevant in evaluating the results of those
segments relative to other entities that operate
within these industries.
-
Fleet
Included in the fleet segment reporting are
operating segments assessment indicators
that can be actually be attributed as part of
financing to corporate customers.
-
Retail
Included in the retail segment reporting are
operating segments assessment indicators
that can be actually be attributed as part of
consumer financing to individual customers.
-
Others
Included in the other segment reporting is
reporting segment information associated with
treasury and head office activities such as
bank interest income and general and
administrative expenses that can not be
allocated.
2015
Retail
Informasi segmen usaha
Mobil/
Car
Fleet
Motor/
Motorcycle
Mobil/
Car
Motor/
Motorcycle
Lain/
Other
Jumlah/
Total
Information by
business segments
Pendapatan
Pembiayaan konsumen
Sewa Pembiayaan
Bunga
Lain-lain - neto
1.273.065
20.130
16
415.082
87.493
1
19.788
61.497
79.511
17.484
1.168
167
7.655
4.475
1.423.223
99.641
7.672
456.996
Revenue
Consumer financing
Financial Lease
Interest
Others - net
Total pendapatan
1.708.293
107.282
158.492
1.335
12.130
1.987.532
Total revenue
(36.379 )
(17.410 )
(87.532 )
(7.443 )
Beban
Beban keuangan
Beban gaji dan tunjangan
Beban umum dan
administrasi
Penyisihan kerugian
penurunan nilai
Total beban
Laba sebelum beban pajak
(578.454 )
(176.239 )
(756 )
(8 )
(103.598 )
(703.121 )
(304.698 )
(50.942)
(279.747 )
(212.255 )
(11.814 )
(4.732 )
(4 )
(258.249 )
(36.486 )
5.679
(66 )
(1.225.197 )
(102.089 )
(94.028 )
(834 )
(154.540 )
5.193
64.464
501
(142.410)
483.096
-
(289.122 )
(1.576.688 )
410.844
Expenses
Financial charges
Salaries and benefits
General and administration
expenses
Provision for
impairment losses
Total expenses
Income before tax expense
Total aset
7.168.166
426.004
965.698
9.158
633.968
9.202.994
Total assets
Total liabilitas
6.651.113
396.924
822.927
7.900
151.492
8.030.356
Total liabilities
92
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
28. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
28. OPERATING SEGMENT (continued)
31 Desember/December 31, 2014 (Disajikan kembali/As restated)
Retail
Informasi segmen usaha
Pendapatan
Pembiayaan konsumen
Sewa Pembiayaan
Bunga
Lain-lain - neto
Total pendapatan
Mobil/
Car
Fleet
Motor/
Motorcycle
Mobil/
Car
Motor/
Motorcycle
Lain/
Other
Jumlah/
Total
926.682
9.465
25
302.016
82.240
1
15.512
53.267
77.904
16.377
1.253
95
19.772
8.946
1.063.442
87.369
19.798
342.946
Revenue
Consumer financing
Financial Lease
Interest
Others - net
1.238.188
97.753
147.548
1.348
28.718
1.513.555
Total revenue
Beban
Beban keuangan
Beban gaji dan tunjangan
Beban umum dan
administrasi
Penyisihan kerugian
penurunan nilai
(147.092 )
(11.024 )
(3.900 )
(174.945 )
(30.886 )
(14.055 )
(14 )
Total beban
(887.900 )
(88.886 )
(112.902 )
(729 )
(110.815 )
350.288
8.867
34.646
619
(82.097)
Laba sebelum beban pajak
Information by
business segments
(429.224 )
(136.639 )
(29.354 )
(17.622 )
(89.389 )
(5.558 )
(715 )
-
(75.262)
(35.553)
-
(548.682 )
(235.081 )
(197.569 )
(219.900 )
(1.201.232 )
312.323
Expenses
Financial charges
Salaries and benefits
General and administration
expenses
Provision for
impairment losses
Total expenses
Income before tax expense
Total aset
5.324.962
361.218
1.045.662
8.368
681.579
7.421.789
Total assets
Total liabilitas
5.066.250
340.702
922.359
7.136
190.689
6.527.136
Total liabilities
Geographical information are as follows:
Informasi wilayah geografis adalah sebagai berikut:
Tahun yang Berakhir pada tanggal
31 Desember/Year ended
December 31
2015
Pendapatan
Regional I (Sumatera)
Regional II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat)
Regional VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur)
Regional VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi)
Fleet
Lainnya
Total pendapatan
Beban
Regional I (Sumatera)
Regional II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat)
Regional VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur)
Regional VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi)
Fleet
Lainnya
Total beban
Laba sebelum beban pajak
2014
196.264
269.547
199.551
365.199
181.528
155.224
222.307
194.822
212.491
150.360
131.522
180.156
149.928
141.880
159.827
12.130
91.466
115.253
101.922
92.096
148.896
28.718
Revenue
Region I (Sumatera)
Region II (Sumatera)
Region III (Jabodetabek)
Region IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat)
Regional VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur)
Regional VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi)
Fleet
Others
1.987.532
1.513.555
Total revenue
(162.675)
(235.801)
(140.214)
(245.840)
(125.486)
(132.322)
(185.622)
(142.185)
(136.689)
(98.140)
(94.784)
(117.287)
(107.820)
(97.380)
(94.862)
(154.539)
(70.862)
(72.513)
(70.694)
(67.759)
(113.631)
(110.815)
(1.576.688)
(1.201.232)
410.844
93
312.323
Expenses
Region I (Sumatera)
Region II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat)
Regional VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur)
Regional VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi)
Fleet
Others
Total expenses
Income before tax expenses
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
28. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
28. OPERATING SEGMENT (continued)
Geographical
(continued)
Informasi wilayah geografis adalah sebagai berikut:
(lanjutan)
information
are
as
follows:
31 Desember/December 31
2015
Aset
Regional I (Sumatera)
Regional II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat)
Regional VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur)
Regional VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi)
Fleet
Lainnya
Total aset
Liabilitas
Regional I (Sumatera)
Regional II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat)
Regional VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur)
Regional VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi)
Fleet
Lainnya
Total liabilitas
2014
744.620
1.105.950
812.924
1.614.570
712.195
613.481
873.142
877.765
1.015.322
616.276
597.798
736.186
614.319
655.608
974.856
633.968
346.127
468.188
425.465
450.414
1.054.030
681.579
Assets
Region I (Sumatera)
Regional II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat)
Regional VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur)
Regional VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi)
Fleet
Others
9.202.994
7.421.789
Total assets
689.309
1.019.872
778.408
1.471.530
657.271
591.948
822.160
841.145
936.785
581.931
544.929
700.932
579.719
606.067
830.827
151.492
333.792
454.314
416.312
428.565
929.495
190.689
Liabilities
Region I (Sumatera)
Regional II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat)
Regional VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur)
Regional VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi)
Fleet
Others
8.030.356
6.527.136
Total liabilities
29. LIABILITAS KONTINJENSI
29. CONTINGENT LIABILITIES
The Company does not have any significant
contingent liabilities as of 31 December 2015 and
2014.
Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014
Perseroan tidak mempunyai liabilitas kontinjensi
yang signifikan.
30. PENYAJIAN
KEUANGAN
KEMBALI
ATAS
LAPORAN
30. RESTATEMENT
STATEMENTS
OF
THE
FINANCIAL
The statement of financial position as of 31
December 2014 and 1 January 2014/31 December
2013 and the statement of profit and loss and
other comprehensive income for the year ended
31 December 2014 have been restated from the
amounts previously reported due to the
implementation of SFAS No. 24 (Revised 2013),
“Employee Benefits” (Note 16).
Laporan posisi keuangan pada tanggal 31
Desember 2014 dan 1 Januari 2014/31 Desember
2013 dan laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2014 telah disajikan kembali
dari saldo yang sebelumnya telah disajikan
sehubungan dengan penerapan PSAK No. 24
(Revisi 2013), “Imbalan Kerja” (Catatan 16).
94
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
30. PENYAJIAN
KEMBALI
KEUANGAN (lanjutan)
Rincian penyajian kembali
adalah sebagai berikut:
ATAS
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
LAPORAN
akun-akun
30. RESTATEMENT
OF
THE
STATEMENTS (continued)
FINANCIAL
The details of the restatement are as follows:
tersebut
31 Desember/December 2014
Dilaporkan
sebelumnya/
As Previously
reported
Dilaporkan
saat ini/
As Currently
reported
Laporan posisi keuangan
Statement of financial position
Aset
Aset pajak tangguhan
Total aset
10.895
7.419.798
12.885
7.421.789
Assets
Deferred tax assets
Total assets
Liabilitas
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Total liabilitas
13.308
6.519.173
21.271
6.527.136
Liabilities
Employee benefits liabilities
Total liabilities
Ekuitas
Kerugian aktuarial
atas liabilitas imbalan kerja
karyawan
Saldo laba
Belum ditentukan penggunaannya
600.625
600.733
Actuarial loss on
employee benefits liabilities
Retained earnings
Unappropriated
Total ekuitas
900.625
894.653
Total equity
7.419.798
7.421.789
Total liabilities and equity
Total liabilitas dan ekuitas
Equity
-
(6.080)
1 Januari/January 2014 /
31 Desember/December 2013
Dilaporkan
sebelumnya/
As Previously
reported
Dilaporkan
saat ini/
As Currently
reported
Laporan posisi keuangan
Statement of financial position
Aset
Aset pajak tangguhan
Total aset
7.737
5.639.462
8.422
5.640.147
Assets
Deferred tax assets
Total assets
Liabilitas
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Total liabilitas
9.091
4.951.668
11.829
4.954.406
Liabilities
Employee benefits liabilities
Total liabilities
Ekuitas
Kerugian aktuarial
atas liabilitas imbalan kerja
karyawan
Saldo laba
Belum ditentukan penggunaannya
-
(2.103)
387.794
387.844
Actuarial loss on
employee benefits liabilities
Retained earnings
Unappropriated
Total ekuitas
687.794
685.741
Total equity
5.639.462
5.640.147
Total liabilities and equity
Total liabilitas dan ekuitas
Equity
95
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
30. PENYAJIAN
KEMBALI
KEUANGAN (lanjutan)
ATAS
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
LAPORAN
Rincian penyajian kembali akun-akun
adalah sebagai berikut: (lanjutan)
30. RESTATEMENT
OF
THE
STATEMENTS (continued)
FINANCIAL
The details of the restatement are as follows:
(continued)
tersebut
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2014/
Year ended December 31, 2014
Dilaporkan
sebelumnya/
As Previously
reported
Dilaporkan
saat ini/
As Currently
reported
Laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain
Beban
Gaji dan tunjangan
Total beban
Laba sebelum beban pajak
Beban pajak
Laba tahun berjalan
Statements of profit or loss and
other comprehensive income
(235.159)
(1.201.310)
(235.081)
(1.201.232)
Expenses
Salaries and benefits
Total expenses
312.245
(78.257)
233.988
312.323
(78.277)
234.046
Income before tax expense
Tax expense
Income for the year
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Kerugian aktuarial
atas liabilitas imbalan kerja
karyawan
Pajak penghasilan terkait
-
(5.302)
1.325
Actuarial loss on
employee benefits liabilities
Income tax effect
Penghasilan komprehensif lain setelah pajak
-
(3.977)
Other comprehensive income net of tax
Total penghasilan komprehensif
tahun berjalan
Items that will not be
reclassified to profit or loss:
233.988
230.069
94
94
Laba per saham dasar
(Rupiah penuh)
31. PERNYATAAN
STANDAR
KEUANGAN YANG DIREVISI
AKUNTANSI
Basic earnings per share
(Full amount)
31. REVISED
STATEMENTS
OF
ACCOUNTING STANDARDS
FINANCIAL
The following are several accounting standards
and interpretations issued by the Indonesian
Financial Accounting Standards Board (DSAK)
that are considered relevant to the financial
reporting of the Company but not yet effective for
2015 financial statements:
Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi dan
interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang
dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan
Perseroan namun belum berlaku efektif untuk
laporan keuangan tahun 2015:
•
Total comprehensive
income for the year
Amandemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan
Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan.
Amandemen
ini
mengklarifikasi,
bukan
mengubah secara signifikan, persyaratan PSAK
1, antara lain, mengklasifikasi mengenai
materialitas, fleksibilitas urutan sistematis
catatan
atas
laporan
keuangan
dan
pengidentifikasian
kebijakan
akuntansi
signifikan.
•
96
Amendments to SFAS No. 1: Presentation of
Financial Statements on Disclosures initiative.
This amendments clarify, rather than
significantly change, existing SFAS 1
requirements, among others, to clarify the
materiality, flexibility as to the order in which
they present the notes to financial statements
and identification of significant accounting
policies.
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. PERNYATAAN
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN YANG DIREVISI (lanjutan)
31. REVISED
STATEMENTS
OF
FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (continued)
Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi dan
interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang
dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan
Perseroan namun belum berlaku efektif untuk
laporan keuangan tahun 2015: (lanjutan)
The following are several accounting standards
and interpretations issued by the Indonesian
Financial Accounting Standards Board (DSAK)
that are considered relevant to the financial
reporting of the Company but not yet effective for
2015 financial statements: (continued)
•
Amandemen PSAK No. 16: Aset Tetap tentang
Klarifikasi Metode yang Diterima untuk
Penyusutan dan Amortisasi. Amandemen ini
mengklarifikasi prinsip yang terdapat dalam
PSAK 16 dan PSAK 19 Aset Takberwujud
bahwa pendapatan mencerminkan suatu pola
manfaat ekonomik yang dihasilkan dari
pengoperasian usaha (yang mana aset tersebut
adalah bagiannya) dari pada manfaat ekonomik
dari pemakaian melalui penggunaan aset.
Sebagai kesimpulan bahwa penggunaan
metode
penyusutan
aset
tetap
yang
berdasarkan pada pendapatan adalah tidak
tepat.
•
Amendments to SFAS No. 16: Property, Plant
and Equipment on Clarification of the
accepted method for depreciation and
amortization. The amendments clarify the
principle in SFAS 16 and SFAS 19 Intangible
Asset that revenue reflects a pattern of
economic benefits that are generated from
operating a business (of which the asset is
part) rather than the economic benefits that
are consumed through use of the asset. As a
result, a revenue-based method connot be
used to depreciate the Property, Plant and
Equipment.
•
Amandemen PSAK No. 19: Aset Takberwujud
tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk
Penyusutan dan Amortisasi. Amandemen ini
mengklarifikasi prinsip yang terdapat dalam
PSAK 16 Aset Tetap dan PSAK 19 bahwa
pendapatan mencerminkan suatu pola manfaat
ekonomik yang dihasilkan dari pengoperasian
usaha (yang mana aset tersebut adalah
bagiannya) dari pada manfaat ekonomik dari
pemakaian melalui penggunaan aset. Sebagai
kesimpulan bahwa penggunaan metode
penyusutan aset tetap yang berdasarkan pada
pendapatan adalah tidak tepat dan hanya dapat
digunakan dalam situasi yang sangat terbatas
untuk amortisasi aset takberwujud.
•
Amendments to SFAS No. 19: Intangible
Assets on Clarification of the accepted
method for depreciation and amortization. The
amendments The amendments clarify the
principle in SFAS 16 Property, Plant and
Equipment and SFAS 19 that revenue reflects
a pattern of economic benefits that are
generated from operating a business (of which
the asset is part) rather than the economic
benefits that are consumed through use of the
asset. As a result, a revenue-based method
connot be used to depreciate the Property,
Plant and Equipment and may only be used in
very limited circumstances to amortize
intangible assets.
•
Amandemen PSAK No. 24: Imbalan Kerja
tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja.
PSAK 24 meminta entitas untuk memperhatikan
iuran dari pekerja atau pihak ketiga ketika
memperhitungkan program manfaat pasti.
Ketika iuran tersebut sehubungan dengan jasa,
harus diatribusikan pada periode jasa sebagai
imbalan negatif. Amandemen ini mengklarifikasi
bahwa, jika jumlah iuran tidak bergantung pada
jumlah tahun jasa, entitas diperbolehkan untuk
mengakui iuran tersebut sebagai pengurang
dari biaya jasa dalam periode ketika jasa terkait
diberikan, daripada alokasi iuran tersebut pada
periode jasa.
•
Amendment to SFAS No. 24: Employee
Benefits on Defined benefit plans: employee
contributions. SFAS 24 requires an entity to
consider contributions from employees or third
parties when accounting for defined benefit
plans. Where the contributions are linked to
service, they should be attributed to periods of
service as a negative benefit. These
amendments clarify that, if the amount of the
contributions is independent of the number of
years of service, an entity is permitted to
recognise such contributions as a reduction in
the service cost in the period in which the
service is rendered, instead of allocating the
contributions to the periods of service.
97
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. PERNYATAAN
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN YANG DIREVISI (lanjutan)
31. REVISED
STATEMENTS
OF
FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (continued)
Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi dan
interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang
dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan
Perseroan namun belum berlaku efektif untuk
laporan keuangan tahun 2015: (lanjutan)
The following are several accounting standards
and interpretations issued by the Indonesian
Financial Accounting Standards Board (DSAK)
that are considered relevant to the financial
reporting of the Company but not yet effective for
2015 financial statements: (continued)
•
•
ISAK No. 30 (2015): Pungutan, yang diadopsi
dari IFRIC 21. Interpretasi ini membahas
akuntansi liabilitas membayar pungutan jika
termasuk dalam ruang lingkup PSAK 57 Provisi,
Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. Juga
membahas akuntansi liabilitas membayar
pungutan yang waktu dan jumlahnya pasti.
•
IFAS No. 30 (2015): Levies, adopted from
IFRIC 21. This Interpretation addresses the
accounting for a liability to pay a levy if that
liability is within the scope of SFAS 57
Provisions,
Contingent
Liabilities
and
Contingent Assets. It also addresses the
accounting for a liability to pay a levy whose
timing and amount is certain.
PSAK No. 5 (Penyesuaian 2015): Segmen
Operasi. Penyesuaian ini mengklarifikasi:
•
SFAS No. 5 (2015 Improvement): Operating
Segments. The improvement clarifies that:
-
Entitas mengungkapkan pertimbangan
yang dibuat manajemen dalam penerapan
kriteria agregasi PSAK 5 paragraf 12
termasuk penjelasan singkat segmen
operasi
yang
digabungkan
dan
karakteristik ekonomi.
-
-
Pengungkapan rekonsiliasi aset segmen
terhadap total aset jika rekonsiliasi
dilaporkan kepada pengambil keputusan
operasional,
demikian
juga
untuk
pengungkapan liabilitas segmen.
-
An entity must disclose the judgements
made by management in applying the
aggregation criteria in paragraph 12 of
SFAS 5 including a brief description of
operating segments that have been
aggregated
and
the
economic
characteristics.
Disclose the reconciliation of segment
assets to total assets if the reconciliation
is reported to the chief operating
decision maker, similar to the required
disclosure for segment liabilities.
•
PSAK
No.
7
(Penyesuaian
2015):
Pengungkapan
Pihak-pihak
Berelasi.
Penyesuaian ini mengklarifikasi bahwa entitas
manajemen (entitas yang menyediakan jasa
personil manajemen kunci) adalah pihak
berelasi yang dikenakan pengungkapan pihak
berelasi. Dan entitas yang memakai entitas
manajemen mengungkapkan biaya yang terjadi
untuk jasa manajemennya.
•
SFAS No. 7 (2015 Improvement): Related
Party Disclosures. The improvement clarifies
that a management entity (an entity that
provides
key
management
personnel
services) is a related party subject to the
related party disclosures. In addition, an entity
that uses a management entity is required to
disclose
the
expenses
incurred
for
management services.
•
PSAK No. 16 (Penyesuaian 2015): Aset Tetap.
Penyesuaian ini mengklarifikasi bahwa dalam
PSAK 16 dan PSAK 19 aset dapat direvaluasi
dengan mengacu pada data pasar yang dapat
diobservasi terhadap jumlah tercatat bruto
ataupun neto. Dan akumulasi penyusutan atau
amortisasi adalah perbedaan antara jumlah
tercatat bruto dan jumlah tercatat aset tersebut.
Jumlah tercatat aset tersebut disajikan kembali
pada jumlah revaluasiannya.
•
SFAS No. 16 (2015 Improvement): Property,
Plant and Equipment. The improvement
clarifies that in SFAS 16 and SFAS 19 that the
asset may be revalued by reference to
observable data on either the gross or the net
carrying amount. In addition, the accumulated
depreciation or amortisation is the difference
between the gross and carrying amounts of
the asset. Carrying amounts of the asset is
restated by revaluated amounts.
•
PSAK No. 25 (Penyesuaian 2015): Kebijakan
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan. Penyesuaian ini memberikan
koreksi editorial pada PSAK 25 paragraf 27.
•
SFAS
No.
25
(2015
Improvement):
Accounting Policies, Changes in Accounting
Estimates and Errors. The improvement
provides editorial correction for paragraph 27
of SFAS 25.
98
The original financial statements included herein are in
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2015 dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of December 31, 2015 and
For the Year Then Ended
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
31. PERNYATAAN
STANDAR
AKUNTANSI
KEUANGAN YANG DIREVISI (lanjutan)
31. REVISED
STATEMENTS
OF
FINANCIAL
ACCOUNTING STANDARDS (continued)
Berikut ini adalah beberapa standar akuntansi dan
interpretasi yang telah disahkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang
dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan
Perseroan namun belum berlaku efektif untuk
laporan keuangan tahun 2015: (lanjutan)
The following are several accounting standards
and interpretations issued by the Indonesian
Financial Accounting Standards Board (DSAK)
that are considered relevant to the financial
reporting of the Company but not yet effective for
2015 financial statements: (continued)
•
PSAK No. 68 (Penyesuaian 2015): Pengukuran
Nilai Wajar. Penyesuaian ini mengklarifikasi
bahwa pengecualian portofolio dalam PSAK 68
dapat diterapkan tidak hanya kelompok aset
keuangan dan liabilitas keuangan, tetapi juga
diterapkan pada kontrak lain dalam ruang
lingkup PSAK 55.
•
SFAS No. 68 (2015 Improvement): Fair value
Measurement. The improvement clarifies that
the portfolio exception in SFAS 68 can be
applied not only to financial assets and
financial liabilities, but also to other contracts
within the scope of SFAS 55.
The Company is presently evaluating and has not
yet determined the effects of these accounting
standards on its financial statements.
Perseroan sedang mengevaluasi dampak dari
standar akuntansi tersebut dan belum menentukan
dampaknya terhadap laporan keuangan Perseoran.
32. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN
32. COMPLETION
STATEMENTS
OF
THE
FINANCIAL
The management of the Company is responsible
for the preparation of these financial statements
which
were
authorized
for
issue
on
18 January 2016.
Manajemen Perseroan bertanggung jawab penuh
atas penyusunan laporan keuangan yang disetujui
untuk
diterbitkan
pada
tanggal
18 Januari 2016.
99
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
REFERENSI Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
I. Umum
Laporan tahunan disajikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dan dianjurkan
menyajikan juga dalam bahasa Inggris.
√
Laporan tahunan dicetak dengan kualitas yang baik dan menggunakan jenis dan ukuran
huruf yang mudah dibaca.
√
Laporan tahunan mencantumkan identitas perusahaan dengan jelas.
Nama Perusahaan dan Tahun Annual Report ditampilkan di:
1. Sampul muka;
2. Samping;
3. Sampul belakang;
4. Setiap halaman
Laporan tahunan ditampilkan di website perusahaan
√
√
II. Ikhtisar Data Keuangan Penting
Informasi hasil usaha perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun buku
atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya
selama kurang dari 3 (tiga) tahun.
Informasi memuat antara lain:
1. Penjualan/pendapatan usaha
2. Laba (rugi)
3. Total laba (rugi) komprehensif
4. Laba (rugi) per saham
10
Informasi posisi keuangan perusahaan dalam bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun
buku atau sejak memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan
usahanya selama kurang dari 3 (tiga) tahun.
Informasi memuat antara lain:
1. Modal kerja bersih
2. Jumlah investasi pada entitas asosiasi dan/atau joint venture
3. Jumlah aset
4. Jumlah liabilitas
5. Jumlah ekuitas
8-9
Rasio keuangan dalam bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun buku atau sejak
memulai usahanya jika perusahaan tersebut menjalankan kegiatan usahanya selama
kurang dari 3 (tiga) tahun.
Informasi memuat 5 (lima) rasio keuangan yang umum dan relevan
dengan industri perusahaan.
Informasi harga saham dalam bentuk tabel dan grafik.
Informasi dalam bentuk tabel dan grafik yang memuat:
1. Jumlah saham yang beredar;
2. Kapitalisasi pasar;
3. Harga saham tertinggi, terendah, dan penutupan; dan
4. Volume perdagangan untuk setiap masa triwulan dalam 2 (dua)
tahun buku terakhir (jika ada).
Informasi mengenai obligasi, sukuk atau obligasi konversi yang masih beredar dalam 2
(dua) tahun buku terakhir.
Informasi memuat:
1. Jumlah obligasi/sukuk/obligasi konversi yang beredar
(outstanding)
2. Tingkat bunga/imbalan
3. Tanggal jatuh tempo
4. Peringkat obligasi/sukuk
11
N.A
17,79-82
III. Laporan Dewan Komisaris dan Direksi
Laporan Dewan Komisaris
Laporan Direksi
Tanda tangan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris
Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Penilaian atas kinerja Direksi mengenai pengelolaan perusahaan
2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh
Direksi.
3. Perubahan komposisi Dewan Komisaris dan alasan
perubahannya (jika ada)
33-37
Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Analisis atas kinerja perusahaan, yang mencakup antara lain
kebijakan strategis, perbandingan antara hasil yang dicapai
dengan yang ditargetkan, dan kendala-kendala yang dihadapi
perusahaan
2. Gambaran tentang prospek usaha
3. Penerapan tata kelola perusahaan
4. Perubahan komposisi anggota Direksi dan alasan perubahannya
(jika ada)
39-43
Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Tanda tangan dituangkan pada lembaran tersendiri
2. Pernyataan bahwa Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung
jawab penuh atas kebenaran isi laporan tahunan.
3. Ditandatangani seluruh anggota Dewan Komisaris dan anggota
Direksi dengan menyebutkan nama dan jabatannya
4. Penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari yang bersangkutan
dalam hal terdapat anggota Dewan Komisaris atau Direksi yang
tidak menandatangani laporan tahunan, atau: penjelasan tertulis
dalam surat tersendiri dari anggota yang lain dalam hal tidak
terdapat penjelasan tertulis dari yang bersangkutan
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
257
259
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
REFERENSI Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KRITERIA
PENJELASAN
HALAMAN
Nama dan alamat lengkap perusahaan
Informasi memuat antara lain nama dan alamat, kode pos, no. Telp,
no. Fax, email, dan website
46-47
Riwayat singkat perusahaan
Mencakup antara lain: tanggal/tahun pendirian, nama, dan
perubahan nama perusahaan (jika ada).
48-50
Bidang usaha
Uraian mengenai antara lain:
1. Kegiatan usaha perusahaan menurut anggaran dasar terakhir;
dan
2. Penjelasan mengenai produk dan/atau jasa yang dihasilkan
IV. Profil Perusahaan
Struktur organisasi
Dalam bentuk bagan, meliputi nama dan jabatan paling kurang
sampai dengan struktur satu tingkat di bawah direksi
58-60
Visi dan misi perusahaan
Mencakup:
1. visi perusahaan;
2. misi perusahaan; dan
3. keterangan bahwa visi dan misi tersebut telah disetujui oleh
Direksi/Dewan Komisaris
54-55
Identitas dan riwayat hidup singkat anggota Dewan Komisaris
Identitas dan riwayat hidup singkat anggota Direksi
Jumlah karyawan (komparatif 2 tahun) dan deskripsi pengembangan kompetensinya
(misal: aspek pendidikan dan pelatihan karyawan)
Komposisi pemegang saham
Daftar entitas anak dan/atau entitas asosiasi
Informasi memuat antara lain:
1. Nama
2. Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain)
3. Umur
4. Pendidikan
5. Pengalaman kerja
6. Tanggal penunjukan pertama kali sebagai anggota Dewan
Komisaris
Struktur grup perusahaan
Kronologis pencatatan saham
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
61-63
Informasi memuat antara lain:
1. Nama
2. Jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain)
3. Umur
4. Pendidikan
5. Pengalaman kerja
6. Tanggal penunjukan pertama kali sebagai anggota Direksi
64-69
Informasi memuat antara lain:
1. Jumlah karyawan untuk masing-masing level organisasi
2. Jumlah karyawan untuk masing-masing tingkat pendidikan
3. Pelatihan karyawan yang telah dilakukan dengan mencerminkan
adanya persamaan kesempatan kepada seluruh karyawan
4. Biaya yang telah dikeluarkan
97, 94-100
Mencakup antara lain:
1. Nama pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham
2. Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham
3. Kelompok pemegang saham masyarakat dengan kepemilikan
saham masing-masing kurang dari 5%,dan persentase
kepemilikannya
72-77
Informasi memuat antara lain :
1. Nama entitas anak dan/atau asosiasi
2. Persentase kepemilikan saham
3. Keterangan tentang bidang usaha entitas anak dan/atau entitas
asosiasi
4. Keterangan status operasi entitas anak dan/atau entitas asosiasi
(telah beroperasi atau belum beroperasi)
260
56-57
78
Struktur grup perusahaan yang menggambarkan entitas anak,
entitas asosiasi, joint venture, dan special purpose vehicle (SPV), atau
pernyataan tidak memiliki grup
70
Mencakup antara lain:
1. Kronologis pencatatan saham
2. Jenis tindakan korporasi (corporate action) yang menyebabkan
perubahan jumlah saham
3. Perubahan jumlah saham dari awal pencatatan sampai dengan
akhir tahun buku
4. Nama bursa dimana saham perusahaan dicatatkan
78
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
REFERENSI Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KRITERIA
Kronologis pencatatan efek lainnya;
Nama dan alamat lembaga dan atau profesi penunjang pasar modal
Penghargaan dan/atau sertifikasi yang diterima perusahaan baik yang berskala nasional
maupun internasional
PENJELASAN
HALAMAN
Mencakup antara lain:
1. Kronologis pencatatan efek lainnya
2. Jenis tindakan korporasi (corporate action) yang menyebabkan
perubahan jumlah efek lainnya
3. Perubahan jumlah efek lainnya dari awal pencatatan sampai
dengan akhir tahun buku
4. Nama Bursa dimana efek lainnya dicatatkan
5. Peringkat efek
79-82
Informasi memuat antara lain:
1. Nama dan alamat BAE
2. Nama dan alamat Kantor Akuntan Publik
3. Nama dan alamat Perusahaan Pemeringkat Efek
83-84
Informasi memuat antara lain:
1. Nama penghargaan dan/atau sertifikasi
2. Tahun perolehan
3. Badan pemberi penghargaan dan/atau sertifikasi
4. Masa berlaku (untuk sertifikasi)
26-27
Nama dan alamat entitas anak dan/atau kantor cabang atau kantor perwakilan (jika
ada)
88-93
V. Analisis dan Pembahasan Manajemen atas Kinerja Perusahaan
Tinjauan operasi per segmen usaha
Uraian atas kinerja keuangan perusahaan
Memuat uraian mengenai:
1. Produksi/kegiatan usaha;
2. Peningkatan/penurunan kapasitas produksi;
3. Penjualan/pendapatan usaha;
4. Profitabilitas;
untuk masing-masing segmen usaha yang diungkapkan dalam
laporan keuangan (jika ada)
Analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan antara
kinerja keuangan tahun yang bersangkutan dengan tahun
sebelumnya (dalam bentuk narasi dan tabel), antara lain mengenai:
1. Aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset
2. Liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang dan total
liabilitas
3.Ekuitas
4. Penjualan/pendapatan usaha, beban dan laba (rugi), pendapatan
komprehensif lain, dan total laba (rugi) komprehensif
5. Arus kas
Bahasan dan analisis tentang kemampuan membayar utang dan tingkat kolektibilitas
piutang perusahaan, dengan menyajikan perhitungan rasio yang relevan
Penjelasan tentang :
1. Kemampuan membayar hutang, baik jangka pendek maupun
jangka panjang
2. Tingkat kolektibilitas piutang
Bahasan tentang struktur modal (capital structure), dan kebijakan manajemen atas
struktur modal (capital structure policy)
Penjelasan atas:
1. Struktur modal (capital structure), dan
2. Kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure
policies)
Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal
Penjelasan tentang:
1. Tujuan dari ikatan tersebut
2. Sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan-ikatan
tersebut
3. Mata uang yang menjadi denominasi
4. Langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk
melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait
Catatan: apabila perusahaan tidak mempunyai ikatan terkait
investasi barang modal, agar diungkapkan
Jika laporan keuangan mengungkapkan peningkatan atau penurunan yang material dari
penjualan/pendapatan bersih, maka berikan bahasan tentang sejauh mana perubahan
tersebut dapat dikaitkan dengan jumlah barang atau jasa yang dijual, dan/atau adanya
produk atau jasa baru.
Penjelasan mengenai:
1. Besaran peningkatan/penurunan penjualan atau pendapatan
bersih
2. Faktor penyebab peningkatan/penurunan material dari penjualan
atau pendapatan bersih yang dikaitkan dengan jumlah barang
atau jasa yang dijual, dan/atau adanya produk atau jasa baru.
Informasi perbandingan antara target pada awal tahun buku dengan hasil yang dicapai
(realisasi), dan target atau proyeksi yang ingin dicapai untuk satu tahun mendatang
mengenai pendapatan, laba, struktur permodalan, atau lainnya yang dianggap penting
bagi perusahaan
Informasi memuat antara lain:
1. perbandingan antara target pada awal tahun buku dengan hasil
yang dicapai (realisasi)
2. target atau proyeksi yang ingin dicapai dalam satu tahun
mendatang
Dengan Hati
Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
116-117
117-127
130-131
131-133
133
134
135-136
261
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
REFERENSI Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KRITERIA
Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan
PENJELASAN
HALAMAN
Uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan termasuk
dampaknya terhadap kinerja dan risiko usaha di masa mendatang.
134
Catatan: apabila tidak ada kejadian penting setelah tanggal laporan
akuntan, agar diungkapkan
Uraian tentang prospek usaha perusahaan
Uraian mengenai prospek perusahaan dikaitkan dengan industri
dan ekonomi secara umum disertai data pendukung kuantitatif
dari sumber data yang layak dipercaya
134-135
Uraian tentang aspek pemasaran
Uraian tentang aspek pemasaran atas produk dan/atau jasa
perusahaan, antara lain strategi pemasaran dan pangsa pasar
136-138
Uraian mengenai kebijakan dividen dan jumlah dividen kas per saham dan jumlah
dividen per tahun yang diumumkan atau dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir
Memuat uraian mengenai:
1. Jumlah dividen kas
2. Jumlah dividen kas per saham
3. Payout ratio untuk masing-masing tahun
150
Catatan: apabila tidak ada pembagian dividen, agar diungkapkan
alasannya
Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum (dalam hal perusahaan masih
diwajibkan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana)
Informasi material mengenai investasi, ekspansi, divestasi, penggabungan/peleburan
usaha, akuisisi atau restrukturisasi utang/modal.
Memuat uraian mengenai:
1. Total perolehan dana,
2. Rencana penggunaan dana,
3. Rincian penggunaan dana,
4. Saldo dana, dan
5. Tanggal persetujuan RUPS atas perubahan penggunaan dana
(jika ada)
Memuat uraian mengenai:
1. Tujuan dilakukannya transaksi;
2. Nilai transaksi atau jumlah yg direstrukturisasi;
3. Sumber dana.
139
140
Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud, agar
diungkapkan
Informasi transaksi material yang mengandung benturan kepentingan dan/atau
transaksi dengan pihak afiliasi.
Memuat uraian mengenai:
1. Nama pihak yang bertransaksi dan sifat hubungan afiliasi;
2. Penjelasan mengenai kewajaran transaksi;
3. Alasan dilakukannya transaksi;
4. Realisasi transaksi pada periode berjalan;
5. Kebijakan perusahaan terkait dengan mekanisme review atas
transaksi;
6. Pemenuhan peraturan dan ketentuan terkait
140-141
Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud, agar
diungkapkan
Uraian mengenai perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh
signifikan terhadap perusahaan
Uraian memuat antara lain: perubahan peraturan perundangundangan dan dampaknya terhadap perusahaan
141
Catatan: apabila tidak terdapat perubahan peraturan perundangundangan yang berpengaruh signifikan, agar diungkapkan
Uraian mengenai perubahan kebijakan akuntansi
Uraian memuat antara lain: perubahan kebijakan akuntansi, alasan
dan dampaknya terhadap laporan keuangan
141
Catatan: apabila tidak terdapat perubahan kebijakan akuntansi,
agar diungkapkan
VI. Tata Kelola Perusahaan Yang Baik
Uraian Dewan Komisaris
Uraian memuat antara lain:
1. Uraian tanggung jawab Dewan Komisaris
2. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi
3. Struktur remunerasi yang menunjukkan komponen remunerasi
dan jumlah nominal per komponen untuk setiap anggota
Dewan Komisarisrja Dewan Komisaris)
4. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran Dewan Komisaris
dalam pertemuan
5. Program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi
Dewan Komisaris
6. Pengungkapan mengenai Board Charter (pedoman dan tata
tertib Dewan Komisaris
262
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
172-177
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
REFERENSI Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KRITERIA
Uraian Direksi
Assessment terhadap anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi
Uraian mengenai kebijakan remunerasi bagi Direksi
PENJELASAN
HALAMAN
Uraian memuat antara lain:
1. Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing
anggota Direksi
2. Frekuensi pertemuan
3. Tingkat kehadiran anggota direksi dalam pertemuan
4. Program pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi
direksi
5. Pengungkapan mengenai Board Charter (pedoman dan tata
tertib kerja Direksi)
179-185
Mencakup antara lain:
1. Proses pelaksanaan assessment atas kinerja anggota Dewan
Komisaris dan/atau Direksi
2. Kriteria yang digunakan dalam pelaksanaan assessment atas
kinerja anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi
3. Pihak yang melakukan assessment
186
Mencakup antara lain:
1. Pengungkapan prosedur penetapan remunerasi
2. Struktur remunerasi yang menunjukkan jenis dan jumlah imbalan
jangka pendek, pasca kerja, dan/atau jangka panjang lainnya
untuk setiap anggota Direksi
3. Pengungkapan indikator kinerja untuk mengukur performance
Direksi
187
Informasi mengenai Pemegang Saham Utama dan Pengendali, baik langsung maupun
tidak langsung, sampai kepada pemilik individu
Dalam bentuk skema atau diagram
Pengungkapan hubungan afiliasi antara anggota Direksi, Dewan
Komisaris, dan Pemegang Saham Utama dan/atau Pengendali
Mencakup antara lain:
1. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dengan anggota Direksi
lainnya
2. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dengan anggota Dewan
Komisaris
3. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dengan Pemegang
Saham Utama dan/atau Pengendali
4. Hubungan afiliasi antara anggota Dewan Komisaris dengan
anggota Dewan Komisaris lainnya
5. Hubungan afiliasi antara anggota Dewan Komisaris dengan
Pemegang Saham Utama dan/atau Pengendali
188
188
Catatan: apabila tidak mempunyai hubungan afiliasi dimaksud, agar
diungkapkan
Komite Audit
Mencakup antara lain:
1. Nama dan jabatan anggota komite audit
2. Kualifikasi pendidikan dan pengalaman kerja anggota komite
audit
3. Independensi anggota komite audit
4. Uraian tugas dan tanggung jawab
5. Laporan singkat pelaksanaan kegiatan komite audit
6. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite audit
Komite Nominasi dan Remunerasi
Komite-komite lain di bawah Dewan Komisaris yang dimiliki oleh perusahaan
Uraian tugas dan fungsi Sekretaris Perusahaan
Uraian mengenai unit audit internal
Dengan Hati
Melayani Negeri
Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota komite
nominasi dan/atau remunerasi
2. Independensi anggota komite nominasi dan/atau remunerasi
3. Uraian tugas dan tanggung jawab
4. Uraian pelaksanaan kegiatan komite nominasi dan/atau
remunerasi
5. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite nominasi
dan/atau remunerasi
Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota komite lain
2. Independensi anggota komite lain
3. Uraian tugas dan tanggung jawab
4. Uraian pelaksanaan kegiatan komite lain
5. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite lain
189-195
195-201
201
Mencakup antara lain:
1. Nama dan riwayat jabatan singkat sekretaris perusahaan
2. Uraian pelaksanaan tugas sekretaris perusahaan
203-207
Mencakup antara lain:
1. Nama ketua unit audit internal
2. Jumlah karyawan (auditor internal) pada unit audit internal
3. Kualifikasi/sertifikasi sebagai profesi audit internal
4. Kedudukan unit audit internal dalam struktur perusahaan
5. Uraian pelaksanaan tugas
6. Pihak yang mengangkat/memberhentikan ketua unit audit
internal
214-220
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
263
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
REFERENSI Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KRITERIA
Akuntan Perseroan
PENJELASAN
Informasi memuat antara lain:
1. Jumlah periode akuntan telah melakukan audit laporan keuangan
tahunan
2. Jumlah periode Kantor Akuntan Publik telah melakukan audit
laporan keuangan tahunan
3. Besarnya fee untuk masing-masing jenis jasa yang diberikan
oleh akuntan publik
4. Jasa lain yang diberikan akuntan selain jasa audit laporan
keuangan tahunan
HALAMAN
238-239
Catatan: apabila tidak ada jasa lain dimaksud, agar diungkapkan
Uraian mengenai manajemen risiko perusahaan
Uraian mengenai sistem pengendalian intern
Uraian mengenai corporate social responsibility yang terkait dengan lingkungan hidup
Uraian mengenai corporate social responsibility yang terkait dengan ketenagakerjaan,
kesehatan dan keselamatan kerja
Uraian mengenai corporate social responsibility yang terkait dengan pengembangan
sosial dan kemasyarakatan
Uraian mengenai corporate social responsibility yang terkait dengan tanggung jawab
kepada konsumen
Perkara penting yang sedang dihadapi oleh perusahaan, entitas anak, anggota Direksi
dan/atau anggota Dewan Komisaris yang menjabat pada periode laporan tahunan
Mencakup antara lain:
1. Penjelasan mengenai sistem manajemen risiko
2. Penjelasan mengenai evaluasi yang dilakukan atas efektivitas
sistem manajemen risiko
3. Penjelasan mengenai risiko-risiko yang dihadapi perusahaan
4. Upaya untuk mengelola risiko tersebut
220-226
Mencakup antara lain:
1. Penjelasan singkat mengenai sistem pengendalian intern, antara
lain mencakup pengendalian keuangan dan operasional
2. Penjelasan kesesuaian sistem pengendalian intern dengan
kerangka yang diakui secara internasional/COSO (control
environment, risk assessment, control activities, information and
communication, and monitoring activities)
3. Penjelasan mengenai evaluasi yang dilakukan atas efektivitas
sistem pengendalian intern
226-227
Mencakup antara lain informasi tentang:
1.Kebijakan,
2. Kegiatan yang dilakukan, dan
3. Dampak keuangan dari kegiatan terkait program lingkungan
hidup yang berhubungan dengan kegiatan operasional
perusahaan, seperti penggunaan material dan energi yang
ramah lingkungan dan dapat didaur ulang, sistem pengolahan
limbah perusahaan, dan lain-lain
4. Sertifikasi di bidang lingkungan yang dimiliki
251
Mencakup antara lain informasi tentang:
1.Kebijakan,
2. Kegiatan yang dilakukan, dan
3. Dampak keuangan dari kegiatan terkait praktik ketenagakerjaan,
kesehatan, dan keselamatan kerja, seperti kesetaraan gender
dan kesempatan kerja, sarana dan keselamatan kerja, tingkat
turnover karyawan, tingkat kecelakaan kerja, dan lain-lain
250-251
Mencakup antara lain informasi tentang:
1.Kebijakan,
2. Kegiatan yang dilakukan, dan
3. Dampak keuangan dari kegiatan terkait pengembangan sosial
dan kemasyarakatan, seperti penggunaan tenaga kerja lokal,
pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan, perbaikan sarana
dan prasarana sosial, bentuk donasi lainnya, dan lain-lain.
252-253
Mencakup antara lain:
1.Kebijakan,
2. Kegiatan yang dilakukan, dan
3. Dampak keuangan dari kegiatan terkait tanggung jawab produk,
seperti kesehatan dan keselamatan konsumen, informasi produk,
sarana, jumlah dan penanggulangan atas pengaduan konsumen,
dan lain-lain
254-255
Mencakup antara lain:
1. pokok perkara/gugatan
2. status penyelesaian perkara/gugatan
3. pengaruhnya terhadap kondisi perusahaan
4. sanksi administrasi yang dikenakan kepada entitas, anggota
Direksi dan Dewan Komisaris, oleh otoritas terkait (pasar modal,
perbankan dan lainnya) pada tahun buku terakhir (atau terdapat
pernyataan bahwa tidak dikenakan sanksi administrasi)
230-238
Catatan: dalam hal tidak berperkara, agar diungkapkan
264
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Dengan Hati
Melayani Negeri
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
MANAJEMEN
TATA KELOLA PERUSAHAAN
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
PERUSAHAAN
REFERENSI Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KRITERIA
Akses informasi dan data perusahaan
Bahasan mengenai kode etik
Pengungkapan mengenai whistleblowing system
PENJELASAN
HALAMAN
Uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data perusahaan
kepada publik, misalnya melalui website (dalam bahasa Indonesia
dan bahasa Inggris), media massa, mailing list, buletin, pertemuan
dengan analis, dan sebagainya
242-244
Memuat uraian antara lain:
1. Isi kode etik
2. Pengungkapan bahwa kode etik berlaku bagi seluruh level
organisasi
3. Upaya dalam penerapan dan penegakannya
4. Pernyataan mengenai budaya perusahaan (corporate culture)
yang dimiliki perusahaan
239-241
Memuat uraian tentang mekanisme whistleblowing system antara
lain:
1. Penyampaian laporan pelanggaran
2. Perlindungan bagi whistleblower
3. Penanganan pengaduan
4. Pihak yang mengelola pengaduan
5. Hasil dari penanganan pengaduan
241
VII. Informasi Keuangan
pernyataan direksi dan/atau dewan komisaris tentang tanggung jawab atas laporan
keuangan
Kesesuaian dengan peraturan terkait tentang tanggung jawab atas
laporan keuangan
Opini auditor independen atas laporan keuangan
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Deskripsi auditor independen di opini
Deskripsi memuat tentang:
1. Nama & tanda tangan
2. Tanggal Laporan Audit
3. No. ijin KAP dan nomor ijin Akuntan Publik
Laporan keuangan yang lengkap
Memuat secara lengkap unsur-unsur laporan keuangan:
1. Laporan posisi keuangan (neraca)
2. Laporan laba rugi komprehensif
3. Laporan perubahan ekuitas
4. Laporan arus kas
5. Catatan atas laporan keuangan
6. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang
disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi
secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos
laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangannya (jika relevan)
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan ketika entitas menerapkan
suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali
pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
keuangannya
Ada atau tidak ada pengungkapan sesuai dengan PSAK
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Perbandingan tingkat profitabilitas
Perbandingan laba (rugi) tahun berjalan dengan tahun sebelumnya
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Laporan arus kas
Memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1. Pengelompokan dalam tiga kategori aktivitas: operasi, investasi,
dan pendanaan
2. Penggunaan metode langsung (direct method) untuk
melaporkan arus kas dari aktivitas operasi
3. Pemisahan penyajian antara penerimaan kas dan/atau
pengeluaran kas selama tahun berjalan pada aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan
4. Pengungkapan transaksi non kas harus dicantumkan dalam
catatan atas laporan keuangan
Ikhtisar kebijakan akuntansi
Dengan Hati
Melayani Negeri
Meliputi sekurang-kurangnya:
1. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
2. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
3. Pengakuan pendapatan dan beban
4. Aset Tetap
5. Instrumen Keuangan
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
265
KILAS KINERJA 2015
LAPORAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
PROFIL PERUSAHAAN
REFERENSI Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
KRITERIA
Pengungkapan transaksi pihak berelasi
Pengungkapan yang berhubungan dengan Perpajakan
PENJELASAN
Hal-hal yang diungkapkan antara lain:
1. Nama pihak berelasi, serta sifat dan hubungan dengan pihak
berelasi;
2. Nilai transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan
dan beban terkait; dan
3. Jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total aset atau
liabilitas.
Kebijakan akuntansi yang berhubungan dengan imbalan kerja
Pengungkapan yang berhubungan dengan Instrumen Keuangan
Penerbitan laporan keuangan
266
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2015
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini;
2. Penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba
akuntansi;
3. Pernyataan bahwa Laba Kena Pajak (LKP) hasil rekonsiliasi
dijadikan dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan;
4. Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada
laporan posisi keuangan untuk setiap periode penyajian, dan
jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada
laporan laba rugi apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari
jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada
laporan posisi keuangan; dan
5. Pengungkapan ada atau tidak ada sengketa pajak.
Pengungkapan yang berhubungan dengan Aset Tetap
HALAMAN
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Metode penyusutan yang digunakan;
2. Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model
revaluasi dan model biaya;
3. Metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam
mengestimasi nilai wajar aset tetap (untuk model revaluasi) atau
pengungkapan nilai wajar aset tetap (untuk model biaya); dan
4. Rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan
aset tetap pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan:
penambahan, pengurangan dan reklasifikasi
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan;
2. Deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja
yang diselenggarakan oleh perusahaan;
3. Kebijakan akuntansi perusahaan dalam mengakui keuntungan
dan kerugian aktuarial; dan
4. Pengakuan keuntungan dan kerugian untuk kurtailmen dan
penyelesaian.
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Hal-hal yang harus diungkapkan:
1. Persyaratan, kondisi dan kebijakan akuntansi untuk setiap
kelompok instrumen keuangan;
2. Klasifikasi instrumen keuangan;
3. Nilai wajar tiap kelompok instrumen keuangan;
4. Tujuan dan kebijakan manajemen risiko;
5. Penjelasan risiko yang terkait dengan instrumen keuangan: risiko
pasar, risiko kredit dan risiko likuiditas; dan
6. Analisis risiko yang terkait dengan instrumen keuangan secara
kuantitatif.
Hal-hal yang diungkapkan antara lain:
1. Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan
2. Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Laporan
Keuangan
Konsolidasi
Dengan Hati
Melayani Negeri
2015
Laporan Tahunan
Dengan Hati Melayani Negeri
PT Mandiri Tunas Finance
Graha Mandiri Lt. 3A
Jl. Imam Bonjol No. 61
Jakarta 10310
: +62 21 2305618
www.mtf.co.id
2015
: +62 21 2305608
Laporan
Tahunan
Download