CU – BHP - kopkar bhp

advertisement
POLA KEBIJAKAN KOPDIT
BERCA HARAPAN PERSADA
( CU – B H P )
GEDUNG BERCA
Jl. Abdul Muis No. 62 – Jakarta 10160
Berikut ini kami sampaikan Pola Kebijakan Kopdit BHP tahun 2012 untuk panduan operasional manajemen dan bahan
acuan segenap anggota.
I.
KEANGGOTAAN
A.
B.
Syarat-syarat masuk menjadi anggota Kopdit BHP telah diatur secara jelas dan rinci dalam Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga, yang tentunya segenap anggota sudah memilikinya.
Tata cara dan prosedur masuk menjadi anggota sebagai berikut:
1.
2.
Mengisi formulir pendaftaran dengan benar dan jujur serta melampirkan kelengkapan sebagai berikut:
a)
Foto copy Kartu Tanda penduduk (KTP) atau Sudah masuk jadi karyawan Berca
b)
Uang Pendaftaran/uang Pangkal Rp.25.000,- (dibayar sekali sebagai uang administrasi).
c)
Simpanan Pokok Rp.100.000,- (dibayar sekali dan masuk sebagai tabungan).
d)
Simpanan Wajib Rp.50.000,-/bulan dan dipotong dari gaji setiap bulan.
e)
Simpanan sukarela sesuai keinginan anggota.
Mengikuti pendidikan orientasi dan motivasi secara tuntas yang akan diselenggarakan oleh pengurus
secara periodik.
C.
Pembatalan Keanggotaan
1. Bagi anggota yang mengundurkan diri dari keanggotaan koperasi dan/atau perusahaan atau diberhentikan
oleh perusahaan maka secara otomatis keluar dari anggota koperasi.
2. Semua utang piutang, wajib diselesaikan 1 bulan sebelum karyawan mengundurkan diri dari keanggotaan
koperasi dan/atau perusahaan atau dikeluarkan dari perusahaan.
D.
Anggota Khusus atau Anggota Luar Biasa
Dalam rangka pengembangan anggota dan menanamkan pemahaman dan budaya koperasi sedini mungkin,
Kopdit B H P menerima anggota istri/suami dan anak-anak dengan status sebagai Anggota Khusus atau Anggota
Luar Biasa dengan ketentuan sebagai berikut :
1.
2.
3.
Mempunyai suami/istri dan/atau orang tua/wali yang sudah menjadi anggota Kopdit B H P.
Wajib mengikuti pendidikan orientasi dan motivasi secara tuntas, kecuali bagi anggota yang belum berusia
17 tahun.
Anggota khusus yang berusia di bawah 17 tahun tidak memiliki hak-hak sebagai berikut:
a)
Hak suara dalam rapat anggota
4.
II.
b)
Hak memilih dan hak dipilih menjadi pengurus maupun pengawas.
c)
Hak meminjam dan hak menjamin pinjaman.
Anggota khusus yang berusia di atas 17 tahun memiliki hak-hak sebagai berikut:
a)
Hak suara dalam rapat anggota
b)
Hak memilih pengurus maupun pengawas.
c)
Hak meminjam sebesar 1 kali simpanan.
SIMPANAN ANGGOTA
A.
Simpanan Saham
Simpanan saham adalah simpanan yang menanggung risiko bilamana koperasi mengalami kerugian, dan akan
memperoleh bagi hasil usaha (deviden) bilamana koperasi memperoleh sisa hasil usaha.
Simpanan Saham terdiri dari:
B.
a)
Simpanan Pokok yaitu saham awal yang dimiliki anggota yang harus dibayar sekali ketika awal masuk
menjadi anggota.
b)
Simpanan Wajib yaitu saham minimal yang harus disetor oleh anggota rutin setiap bulan, tetapi anggota
dapat meyetorkannya sekaligus untuk sampai akhir tahun berjalan.
c)
Simpanan Kapitalisasi yaitu pemupukan saham guna memperbesar saham yang dimiliki. Simpanan jenis ini
dapat disetor sewaktu-waktu oleh setiap anggota, terutama ketika anggota yang bersangkutan menerima
pinjaman.
Simpanan Non-Saham
Simpanan Non-saham adalah simpanan yang tidak menanggung risiko bilamana koperasi mengalami kerugian
dan akan memperoleh jasa yang ditetapkan.
Simpanan Non-Saham terdiri dari :
1.
Simpanan Sukarela (Simsuk)
a)
Merupakan tabungan yang dapat disetor maupun ditarik setiap saat, memperoleh jasa pada setiap
akhir Tahun dihitung berdasarkan saldo tahunan dan langsung menambah saldo tabungan.
b) Simpanan Sukarela non saham diberikan bunga simpanan 6% per tahun dari saldo simsuk.
2.
c)
Penarikan Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) ke atas harus dikonfirmasikan terlebih dahulu 3 hari kerja
sebelumnya kepada Pengurus.
d)
Penarikan Simsuk tidak dapat dilakukan apabila yang bersangkutan masih mempunyai pinjaman yang
lebih besar dari total simpanan yang dimilikinya.
Produk simpanan lainnya yang akan ditetapkan oleh Pengurus. Apabila produk simpanan ini telah
diluncurkan, Kopdit BHP wajib mengumumkan kepada anggota dalam papan pengumuman yang mudah
dibaca oleh anggota dan/ atau melalui media website.
III. PINJAMAN ANGGOTA
A.
Jenis-jenis Pinjaman
1.
Pinjaman Reguler/Biasa terdiri dari:
a)
Pinjaman Produktif, yaitu pinjaman dengan tujuan untuk usaha yang dapat meningkatkan penghasilan.
b)
Pinjaman Kesejahteraan, yaitu pinjaman dengan tujuan kesejahteraan para anggota, antara lain :
untuk biaya sekolah, perbaikan (renovasi) rumah.
C)
Semua jenis pinjaman yang standart Jumlahnya 3 x total simpanan,dan jangka waktu 12 X angsuran.
d)
Sedangkan semua jenis pinjaman baik regular maupun pinjaman khusus yang jumlah dan jangka
waktunya melebehi yang biasa, ini akan ditentukan oleh Panitia kredit dengan persetujuan ketua
tentu dengan mempertimbangkan segala aspek yg berhubungan dengan si peminjam.
B.
2.
Pinjaman Irreguler/Khusus, yaitu pinjaman yang diberikan untuk kepemilikan kendaraan Sepeda Motor
dan Perumahan dan
3.
Pinjaman Darurat, yaitu pinjaman yang bersifat mendadak yang diberikan untuk kondisi darurat (keluarga
sakit, meninggal dunia, dll)
Fasilitas Pinjaman
1. Anggota bisa mendapatkan lebih dari 1 (satu) jenis pinjaman, dengan syarat Pinjaman sebelumnya berjalan
lancar.
2. Tiap jenis pinjaman didukung oleh surat perjanjian pinjaman. ( Pinjaman Khusus)
C.
Syarat dan prosedur mengajukan pinjaman
1.
Sudah sah menjadi anggota selama minimal 3 bulan, sesuai dengan ketentuan AD, ART maupun Poljak.
2.
Telah mengikuti pendidikan orientasi dan motivasi.
3.
Mengisi formulir permohonan pinjaman secara tertulis maupun melalui Web dengan keterangan yang
benar dan jujur minimal sbb :
a)
Informasi pendapatan bersih calon peminjam.
b)
Informasi pengeluaran kebutuhan rumah tangga.
c)
Informasi pinjaman kepada pihak lain.
4.
Plafon nilai pinjaman paling banyak sebesar 3 kali dari simpanan saham dan simpanan non saham dengan
maksimal nilai Rp 25.000.000,- . Ketentuan ini hanya berlaku bagi anggota peminjam yang telah benarbenar terbukti lancar dalam memenuhi kewajiban. Pengurus dapat melakukan penyesuaian ketentuan ini
terutama bagi anggota peminjam pemula.
5.
Pemberian pinjaman didasarkan pada aspek kelayakan ( aspek TUKEPPAR), terutama dilihat dari tujuan
peminjaman, kemampuan anggota (dilihat dari simpanan dan penghasilan), prestasi dan partisipasi
anggota (kerajinan menabung, meminjam dan mengangsur).
6. Anggota bertanggung jawab atas penggunaan Pinjaman.
7. Dalam hal pemberian pinjaman memerlukan agunan tambahan, maka agunan tambahan tersebut harus
milik sendiri.
8. Jenis agunan berupa surat berharga (misalnya : Sertifikat Tanah, BPKB), simpanan non saham dan simpanan
saham, gaji, emas, barang yang dibiayai oleh Kopdit BHP dengan pengikatan / perjanjian.
9. Pengurus / Management koperasi berhak menentukan jaminan/agunan serta menunjuk Notaris dengan biaya
Notaris dan biaya-biaya lain yang akan timbul ditanggung oleh peminjam.
Dengan ketentuan sbb :
a) Pinjaman ≥ Rp.20.000.000,-.
b) Agunan berupa surat berharga (misalnya : Sertifikat Tanah, BPKB), simpanan non saham dan simpanan
saham, gaji, emas, barang yang dibiayai oleh Kopdit BHP dengan pengikatan / perjanjian.
c) Nilai agunan mencukupi nilai pinjaman dan dalam hal agunan berupa surat berharga, penilaian agunan
akan ditetapkan berdasarkan kelengkapan surat/ legalitas serta pertimbangan marketable.
d)
Peminjam menyertakan surat kuasa kepada Pengurus Koperasi untuk melakukan likuiditas atas
jaminan/agunan yang diberikan oleh peminjam.
10. Bersedia disurvei oleh petugas Koperasi Kredit BHP untuk mempertimbangkan kelayakan pinjaman.
11. Pengurus / Manajemen Kopdit BHP wajib memberikan jawaban persetujuan/penolakan kepada Peminjam
paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak persyaratan kelengkapan pinjaman diterima.
12. Pemberian pinjaman untuk pengurus dan pengawas mengikuti ketentuan prosedur yang berlaku.
D.
Bila permohonan sudah disetujui maka peminjam harus:
1.
Menandatangani surat pernyataan dan perjanjian pinjaman (akad kredit) dengan bermaterai cukup.
2.
Membayar jasa pelayanan (service fee) sebesar 0.5% dari nilai pinjaman atau sekurang-kurangnya
Rp.10.000,-.
3.
Dikenakan bunga pinjaman sebesar 1.3% (flat) dari nilai pinjaman dengan maksimal angsuran 24 bulan.
E. Produk Pinjaman lainnya yang ditetapkan oleh Pengurus dengan ketentuan Plafon dan jangka waktu (bulanan,
mingguan atau harian) disesuaikan dengan kelayakan pinjaman. Apabila Produk Pinjaman ini telah diluncurkan,
Kopdit BHP mengumumkan kepada anggota dalam papan pengumuman yang mudah dibaca oleh anggota dan/
atau melalui media website .
F.
Denda Kelalaian
Keterlambatan bulan pelunasan dikenakan denda 0.5% dari saldo pinjaman.
G. Perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU) :
SHU didapat dari bunga pinjaman, denda dan usaha-usaha lainnya (bila ada) ditambah dengan penyertaan
modal (simpanan sukarela) dari anggota. Penghitungan SHU berdasarkan prosentase. Keuntungan SHU akan
dibagi dengan perincian Sbb :
a. 60 % untuk dibagikan kepada anggota dengan perincian 60 % untuk Jasa Simpanan , 40% untuk Jasa
Pinjaman.
b. 15 % untuk penambahan modal dan cadangan
c. 20 % untuk jasa pengurus
d. 5% untuk CSR
IV. DANA SOSIAL
Manfaat Dana Sosial untuk angggota adalah sbb:
1.
Bila keluarga anggota meninggal akan memperoleh santunan duka sebesar Rp.250.000,- batasan keluarga
disini adalah : anak, istri/suami yang sah.
2.
Bagi keluarga anggota yang meninggal diharapkan anggota keluarga tersebut segera menghubungi koperasi
untuk mendapatkan santunan.
3.
Batas waktu paling lambat mengajukan klaim dana sosial 2 bulan sejak tanggal kematian.
Demikian Pola Kebijakan Koperasi ini dibuat dan berlaku mulai……..2012. Setiap ada perubahan dari Pola
Kebijakan Kopdit BHP ini Pengurus akan memberitahukan dan mensosialisaikan kepada seluruh anggota.
Jakarta, 27 September 2012
PENGURUS KOPDIT BHP
Partono Prasetyo
Ketua Umum
HARRY PROKLAMANTO
Sekretaris
Download