1 LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Jumat, 02 Oktober 2009

advertisement
.
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
(BNPB)
JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia
Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500
Email : [email protected]
Website : http://www.bnpb.go.id
LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB
Jumat, 02 Oktober 2009
Hari Kamis, 01 Oktober 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Jumat, 02 Oktober 2009 pukul 08.00
WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh
Pusdalops BNPB sebagai berikut :
I. Gempa Bumi di Kab. Padang Pariaman, Prov. Sumatera Barat
A. Kejadian
1. Jenis Kejadian
: Gempa Bumi Tektonik
2. Waktu Kejadian
: Rabu, 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB
3. Lokasi Kejadian
: Kab. Padang Pariaman, Sumatera Barat
4. Detail
: Gempa berkekuatan 7,6 SR kedalaman 71 Km pada koordinat 0,84
LS–99.65 BT (57 km barat daya Pariaman - SUMBAR). Gempa
tersebut tidak berpotensi tsunami.
5. Gempa dirasakan : Jakarta II MMI, Pekan Baru II-III MMI, Bukit Tinggi III-IV MMI,
Bengkulu III-IV MMI, Tapanuli Selatan III-IV MMI, Muko-Muko III-IV
MMI, Sibolga IV MMI, Gunung Sitoli IV MMI, Padang VI-VII MMI, Liwa
III-IV MMI, Duri - Riau II-III MMI, Singapura II-III MMI dan Malaysia IIIII MMI.
6. Gempa Susulan
: Pukul 17.38.52 WIB, kekuatan 6,2 SR, kedalaman 110 km, pada
koordiinat 0.72 LS - 99,94 BT (22 km barat daya Pariaman –
SUMBAR)
1
.
7. Diperkirakan masih ada daerah yang belum terpantau di sekitar lokasi terdekat dengan
pusat gempa di sepanjang wilayah pesisir pantai Provinsi Sumatera Barat.
B. Dampak Bencana
1.
Guncangan gempa dirasakan hampir diseluruh Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dan wilayah
yang terkena gempabumi dan dampak parah adalah : Kota Padang, Kota Pariaman, Kab.
Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Pasaman Barat, Kab. Agam, Kab. Solok dan
Kota Solok.
2.
Terdapat kondisi jalan terbelah di sejumlah titik di Kota Padang (diantaranya Bungus Teluk
Kabung) dan beberapa ruas jalan di Kab. Solok rusak, serta jalan . Padang Bukit Tinggi
tertutup longsor di 3 lokasi di daerah Singgalang Kariang.
3.
Terjadi kebakaran pasca gempa di sejumlah titik di Kota padang, diantaranya di arah Pasar
Raya Padang.
4.
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Bandar Udara Tabing Padang pada hari Rabu
tanggal 30 September 2009 sempat ditutup, dan pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2009
sudah dapat beroperasi.
5.
Perkiraan Pengungsi ± 50.000 orang.
6.
Penduduk yang terancam dampak bencana :
¾ Padang : 777.893 Jiwa
¾ Padang Pariaman : 338.098 Jiwa
¾ Kota Pariaman : 78.920 Jiwa
2
C. Kondisi Mutakhir
1.
Korban Jiwa
No
Lokasi
Korban Jiwa
Meninggal Luka - luka Hilang Mengungsi
Provinsi Sumatera Barat
1 Kab. Padang Pariaman
2 Kab. Padang Pariaman
3 Kab.Pesisir Selatan
4 Kota Padang
5 Kota Pariaman
6 Kota Bukit Tinggi
7 Kota Solok
154
525
7
197
21
7
4
8
1.640
Keterangan
4
4
Ribuan orang masih terjebak direruntuah
Total
390
2.181
- gedung
Sumber : Satkorlak PB Prov. Sumatera Barat tanggal 1 Oktober 2009 pukul 22.45 WIB.
2.
Kerusakan
Sekolah
Rumah
No
Tmpt Ibadah
Bangunan/Gedung
Lokasi
RB
Provinsi Sumatera Barat
1 Kab. Pasaman Barat
2 Kota Padang
3 Kota Pariaman
4 Kab. Pesisir Selatan
5 Kota Bukit Tinggi
6 Kab. Padang pariaman
7 Kota Padang panjang
Total
RS
RR
RB
RS
RR
RB
RS
RR
RB
RS
RR
150
200
1.500
10
32
2
1
10
180
150
250
32
-
10
2
-
-
1
-
-
740
50
50
60
50
200
1.710
Sumber : Satkorlak PB Prov. Sumatera Barat tanggal 1 Oktober 2009 pukul 12.00 WIB.
D. Upaya Penanganan
¾ Pemerintah Pusat
1. Pada tanggal 30 September 2009 telah diadakan rapat koordinasi di kediaman Wakil
Presiden RI bersama instansi terkait dengan hasil menunjuk 6 (enam) menteri yang
dikomandoi oleh Kepala BNPB untuk penanganan bencana gempa di Prov. Sumatera Barat.
Rapat dilanjutkan di BNPB pada pukul 21.00 s/d 24.00 WIB.
2. Pada tanggal 1 Oktober 200, Presiden memberikan arahan agar mengerahkan sumberdaya
semaksimal mungkin bantuan dari luar negeri di bawah kendali dan koordinasi pemerintah,
serta mengoptimalkan peralatan dan personil TNI.
3. Tanggap darurat penanganan gempa bumi di Prov. Sumatera Barat direncanakan selama 2
bulan.
4. BNPB memberikan bantuan berupa :
¾ Dana sebesar Rp. 5 milyar kepada Pemerintah Daerah, sedangkan dana on call ditambah
sebesar Rp. 100 milyar untuk penanganan tahap tanggap darurat.
¾ Mendirikan Posko Aju di Kota Padang
¾ Mengirimkan Tim Reaksi Cepat
¾ Tenda Pleton 20 unit
3
¾ Tenda Keluarga 30 unit
¾ Tenda Gulung 1000 unit
¾ Genset 10 unit
¾ Kelambu 4600 lembar
¾ Selimut 5000 lembar
¾ Tikar 5000 lembar
¾ Kids Ware 100 paket
¾ Peralatan dapur 100 paket
¾ Sandang 100 paket
5. BNPB telah berkoordinasi dengan TNI, POLRI, PMI, relawan (global rescue, RR) dan lainlain.
6. Departemen Sosial, mengirimkan bantuan berupa permakanan sebanyak 3 ton.
7. Departemen Kesehatan telah mengirimkan bantuan berupa:
1. Biaya operasional sebesar Rp. 200 juta, 1,5 ton obat-obatan, 200 buah kantong mayat, 5
ton MP-ASI dan 196 personil terdiri dari 3 tenaga RHA, 75 tenaga medis, 60 tenaga
paramedis, 5 tenaga kesehatan dan 53 tenaga lainnya.
2. PPK Sub Regional Sumatera Barat akan mendirikan Rumah Sakit Lapangan.
3. PPK Regional Sumatera Utara mengirimkan 1 paket obat, 100 buah kantong mayat, 30
dus MP-ASI, 10 kotak masker, 3 buah oksigen, 10 buah spanduk dengan menggunakan 3
unit ambulans dan 1 unit mobil operasional.
4. PPK Regional Sumatera Selatan mengirimkan obat-obatan, 60 dus MP-ASI, 20 buah
kantong mayat dengan menggunakan 1 unit ambulans, 1 unit mobil klinik dan 2 unit mobil
operasional.
5. Dinkes Prov. Bengkulu membawa bantuan obat-obatan dengan menggunakan ambulans.
8. Departemen PU telah mengirimkan bantuan :
1. Melalui jalur laut : 5 unit Mobil Tanki Air (MTA), 2 unit Mobil Penjernih Air (MPA), 3 unit
Instalasi Penjernih Air (IPA), 6 buah jerigen air, 100 unit tenda Keluarga, 100 kendaraan
MCK, 40 unit hidran umum, dan 10 unit pompa tangan.
2. Melalui jalur darat: 10 unit hidran umum, 1 unit IPA, 24 unit WC darurat, 100 unit jerigen
air, 200 meter pipa plastik ukuran 2 inchi dan 5 unit pompa alkon.
9. TNI mengirimkan bantuan tenda, obat, velbet, kompor lapangan, bahan bakar padat,
Genset, 1 unit ambulance dan 68 personil untuk evakuasi korban.
10. POLRI mengirimkan bantuan berupa 2 unit pesawat F-50, 1 unit helikopter dan personil.
11. SAR Medan telah mengirimkan personil sebanyak 12 orang menuju Padang Pariaman dan
SAR Pekanbaru mengirimkan personil sebanyak 13 orang serta Rescue Truck dan 2
Rescue Car.
4
¾ Pemerintah Provinsi Sumatera Barat
1. Satkorlak PB Provinsi Sumatera Barat telah mendirikan tenda untuk posko darurat di Kantor
Gubernur Sumatera Barat dan 2 unit tenda di kantor Badan Kesbangpol & Linmas Prov.
Sumbar serta menyiagakan personil untuk menerima informasi pasca gempa dan
menindaklanjutinya.
2. Sejumlah rumah sakit di Kota Padang telah mendirikan tenda darurat untuk rumah sakit
lapangan.
3. Beberapa alat berat telah dikirim ke sejumlah titik reruntuhan untuk mengevakuasi korban
yang terhimpit reruntuhan bangunan.
4. Satkorlak PB Prov. Sumbar telah menyalurkan bantuan berupa 1 ton beras ke Kab. Pesisir
Selatan.
E. Bantuan Luar Negeri:
Pemerintah Singapura menyiapkan bantuan berupa:
1. Tenda, selimut, dan obat-obatan
2. Tim Medis dan SAR
F. Kebutuhan Mendesak
1.
Tim Rescue untuk evakuasi korban
2.
Tim medis (Ortopedi, bedah tulang dan Anastesi)
3.
Peralatan untuk evakuasi dan alat berat untuk membersihkan tanah longsor dan puing-puing
bangunan.
4.
Tenda lapangan dan dapur lapangan
5.
Makanan cepat saji , air bersih dan obat-obatan
II.Gempa Bumi di Prov. Jambi
A.
B.
C.
Kejadian
1. Jenis Kejadian
:
Gempa Bumi
2. Waktu Kejadian
:
Kamis, 1 Oktober 2009 pukul 08:52:29 WIB
3. Lokasi
:
Provinsi jambi
4. Detail
:
Gempa berkekuatan 7,0 SR kedalaman 10 Km pada koordinat
2.44 LS – 101.59 BT (46 KM Tenggara Sungai Penuh - jambi).
Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kondisi Mutakhir
-
Korban jiwa
:
-.
-
Kerusakan rumah
:
30 unit Rusak Berat di Kec. Gunung Kerinci.
Upaya yang dilakukan
-
Pemerintah Provinsi jambi telah memberikan bantuan logistik berupa makanan dan selimut.
-
Dinas PU telah menurunkan alat berat ke lokasi bencana .
Sumber : Kesbang Linmas Prov. Jambi
5
III.
Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
A. Kondisi Terkini
1. Hari Kamis, 1 Oktober 2009 posko BNPB menerima data informasi adanya titik
panas/hotspot yang ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan sebagaimana tercatat dalam
tabel. Berikut adalah data hotspot / titik panas dan kondisi cuaca secara umum :
Jumlah Hot
Spot*)
Kondisi
Cuaca**)
-
Hujan Sedang
Hujan Sedang
Hujan Ringan
Berawan
KALIMANTAN
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
17
14
Hujan Ringan
Cerah berawan
Hujan Ringan
Kalimantan Timur
1
Hujan Ringan
Daerah
SUMATERA
Sumatera Utara
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)
** Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
2. Jarak pandang (visibility) pada hari Kamis, 1 Oktober 2009 di beberapa kota di Sumatera
dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut:
Nama Kota
SUMATERA
Medan
Pekanbaru
Jambi
Palembang
07:00
10:00
13:00
16.00
10.000 m
10.000 m
200 m
5.000 m
10.000 m
10.000 m
3.000 m
8.000 m
10.000 m
10.000 m
5.000 m
6.000 m
8.000 m
8.000 m
2.000 m
4.000 m
Pontianak
1.000 m
3.000 m
2.000 m
6.000 m
Banjarmasin
Palangkaraya
Samarinda
1.200 m
600 m
8.000 m
7.000 m
1.000 m
7.000 m
11.000 m
1.800 m
7.000 m
5.000 m
900 m
4.000 m
KALIMANTAN
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 30 September – 02 Oktober 2009, wilayah
Sumatera dan Kalimantan diperkirakan mempunyai :
a. Potensi kebakaran Tinggi Wilayah NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Lampung,
Sumsel, Bengkulu, Kalteng, Kalbar, Kaltim dan Kalsel.
b. Potensi kebakaran Sangat Tinggi di Wilayah Sumatera terdapat di NAD, Riau, Sumsel,
Babel dan Lampung sedangkan di wilayah Kalimantan terdapat di Kalbar, Kalteng dan
Kalsel.
4. Prakiraan penjalaran asap pada level ketinggian 50 meter sampai dengan tanggal 01
Oktober 2009 pukul 07.00 WIB, di wilayah Riau arahnya menuju Utara sampai ke Riau
bagian Utara, di wilayah Sumsel arahnya menuju Barat - Utara sampai ke Jambi dan
Bengkulu, di wilayah Babel arahnya menuju Barat Laut sampai ke Jambi dan Riau, di
wilayah Kalbar arahnya menuju Barat Laut – Timur Laut sampai ke Serawak, Kep. Natuna,
Laut Natuna Selat Kalimata dan Laut Cina Selatan, di wilayah Kalteng arahnya menuju Barat
– Timur Laut sampai ke Kalbar, Serawak, Kep. Natuna, Laut Natuna Selat Kalimata dan Laut
Cina Selatan.
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
6
B. Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
1. Sampai saat ini Tim BNPB tetap berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG,
BKSDA, Kepala Bandara, TNI AU, BLHD, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik
panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap
upaya perkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009.
2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, TNI, Kepolisian
dan instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan
kondisi titik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di
wilayah Sumatera dan Kalimantan.
3. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya
untuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini
dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
4. Dinas Kehutanan Prov. Riau menyiagakan 60 personil kuntuk melakukan pemadaman api.
5. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya Pemerintah
Daerah memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Propinsi
Kalimantan Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat,
Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakan
sebanyak 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI. Sebagai Komandan Penanganan Darurat
adalah Komandan Korem, dengan posko Bandara Cilik Riwut.
6. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah melakukan
upaya antara lain :
- Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi dari hasil deteksi
dini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat di ambil tindakan yang cepat
dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini (anitial atack).
- Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaan
dalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patroli dalam
wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siap dapat
dimobilisasi apabila terjadi kebakaran.
- Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan dengan pemasangan spanduk di
Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkan
pengawasan/potroli.
- Kasi Ops REM 121 ABW, menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untuk membantu
Operasi Lapangan dalam rangka pemadaman api.
- Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat menyiagakan 1 unit Helikopter untuk melakukan
pemantauan lokasi Kebakaran dan Hotspot / titik panas
- Kantor SARNAS Pontianak menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orang yang
tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, di Pos Kab. Ketapang, serta Shelter SAR
Pontianak 30 orang ).
7. Satkorlak PB Prov. Kalteng menggunakan 1 unit pesawat CASA-200 untuk melakukan
pemadaman lewat udara, dan saat ini dalam proses perbaikan di Bandara Cilik Riwut.
8. Saat ini di Kalimantan Tengah telah didirikan posko-posko Pasukan Penanggulangan Asap
antara lain ; Posko Satkorlak (Bandara Cilik Riwut), Posko Satlak (14 Kabupaten dan Kota),
Posko TNI-AU (Pangkalan Bun), Posko Pemda (Palangkaraya), Adpel (Bahaur, Sampit dan
Kumai), Pos AL (Sampit dan Kumai), Kodim TNI-AD (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota),
Yonif 631/Atg TNI-AD (masing-masing 1 SSK di Palangkaraya, Sampit dan Muara Teweh),
Polri (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Airud (masing-masing 1 tim di Bahaur, Teluk
Sampit dan Kumai), Manggala Agni (6 regu di Palangkaraya, 2 regu di K. Kapuas, 1 regu di
P. Pisau dan 1 regu di Sampit), Tim Serbu (2 regu di Pangkalan Bun, 2 regu di Muara
Teweh, 20 regu di Palangkaraya dan 5 regu di P. Pisau).
Sumber :Gubernur Prov. Kalbar, Dep. Kehutanan, Dishut Prov. Kalbar, Badan LH Kalteng, TRC BNPB dan Meneg LH.
IV.
Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia
Saat ini ada 4 (empat) gunung api yang masih dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) yaitu :
A. Status Gunung Berapi
1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara
Berdasarkan analisis hasil pemantauan kegempaan dan visual dari 17 Agustus 2009 hingga
hari Kamis, 01 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Karangetang masih
dalam keadaan ”Siaga” (Level III).
7
2. Gunung Api Anak Krakatau di Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung
Sejak tanggal 6 Mei 2009 hingga hari Kamis, 01 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status
kegiatan G. Api Krakatau masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).
3. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara
Sejak tanggal 5 Agustus 2009 hingga hari Kamis, 01 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status
kegiatan G. Api Ibu masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).
4. Gunung Api Talang di Kab. Solok, Prov. Sumatera Barat
Sejak tanggal 17 Agustus 2009 hingga hari Kamis, 01 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB
status kegiatan G. Api Talang masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).
B. Rekomendasi
1. Masyarakat diharapkan tidak mendaki dan mendekati pulau gunung Anak Krakatau, G ibu,
G. Karangetang dan G. Talang dalam radius 2 km dari kawah Gunung
2. Masyarakat di sekitar G. Api Karangetang, G. Anak Krakatau, G Ibu dan G. Talang dihimbau
agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,
selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB setempat.
3. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup hidung)
untuk mengantisipasi dampak hujan abu.
4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi dengan
BNPB, Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung
api tersebut.
Sumber : Pusat Vulkanologi dan Miitigasi Bencana Geologi.
V.
Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK
Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Jumat, 02 Oktober 2009 dilaporkan
sebagai berikut :
CUACA
NO
L0KASI
Pagi
Siang
Malam
(00.05 – 12.00)
(12.05 – 18.00)
(18.05 – 24.00)
1
Jakarta Pusat
2
Jakarta Utara
3
Jakarta Selatan
4
Jakarta Timur
5
6
7
8
Berawan
Berawan
Berawan
Berawan
Berawan
Berawan
Berawan
Berawan
Berawan
Berawan
Berawan
Jakarta Barat
Berawan
Berawan
Berawan
Kep. Seribu
Berawan
Berawan
Berawan
Bogor
Berawan
Berawan dan hujan ringan
Berawan dan hujan ringan
Tangerang
Berawan
Berawan
Berawan
9
Depok
Berawan
Berawan dan hujan ringan
Berawan
10
Bekasi
Berawan
Berawan
Berawan
Keterangan :
- Hujan Ringan
- Hujan Sedang
- Hujan Lebat
- Hujan Sangat Lebat
Berawan
:
:
:
:
1.0 – 5.0 mm/jam
5.0 – 10 mm/jam
10 – 20 mm/jam
> 20 mm/jam
5 – 20 mm/hari
20 – 50 mm/hari
50 – 100 mm/hari
> 100 mm/hari
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
8
VI. Prakiraan Gelombang Tinggi
Prakiraan gelombang tinggi untuk Hari Kamis, 01 Oktober 2009 pukul 19.00 WIB hingga Hari
Jumat, 02 Oktober 2009 pukul 07.00 WIB, sebagai berikut :
•
•
•
2.0 – 3.0 m : Selat Malaka bagian utara, Perairan barat Aceh hingga Bengkulu, Selat Sunda
bagian selatan, Laut Sawu, Perairan P. Rote, Laut Cina Selatan, Laut Jawa
bagian timur, Laut Bali, Selat Lombok, Laut Arafuru bagian timur, Perairan
Merauke, Samudera Pasifik utara Papua.
3.0 – 4.0 m : Perairan utara Aceh, Perairan barat Lampung, Perairan selatan Jawa hingga
NTB.
4.0 – 5.0 m : Laut Andaman, Samudera Pasifik timur Philipina.
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Pengawas,
Jakarta, 02 Oktober 2009
Ketua Kelompok Piket,
Dra, Anny Isgiati
Ir. M. Darwis Sitinjak
9
Download