PT Dyviacom Intrabumi Tbk

advertisement
Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD (Cum-Right)
•
Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
•
Pasar Tunai
Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex-Right)
•
Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi
•
Pasar Tunai
Tanggal Terakhir Pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham yang berhak atas HMETD
Distribusi Sertifikat Bukti HMETD
Periode Pemecahan HMETD
Tanggal Pencatatan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD di BEI
Periode Perdagangan HMETD
Periode Pendaftaran, Pembayaran dan Pelaksanaan HMETD
Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD
Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan
Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan dan Distribusi Saham hasil Penjatahan
:
24 Mei 2013
:
:
31 Mei 2013
5 Juni 2013
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
3 Juni 2013
7 Juni 2013
5 Juni 2013
7 Juni 2013
7 – 18 Juni 2013
10 Juni 2013
10 – 19 Juni 2013
10 – 19 Juni 2013
12 – 21 Juni 2013
21 Juni 2013
24 Juni 2013
26 Juni 2013
OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA
MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HALHAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT DYVIACOM INTRABUMI Tbk (“PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA KETERANGAN,
DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Kegiatan Usaha:
Bergerak dalam bidang penyedia jasa akses internet dan jasa teknologi informasi lainnya
Berkedudukan di Jakarta Barat, Indonesia
Kantor Pusat:
Wisma Achilles Lantai 4
Jl. Panjang No. 29 Kedoya Selatan, Jakarta 11510, Indonesia
Telp: (62-21) 5694-9393, Fax: (62-21) 5694-9339
Email: [email protected], http://www.dyvia.com
PENAWARAN UMUM TERBATAS (”PUT I”) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD”)
Sebanyak 14.000.000.000 (empat belas miliar) saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) per saham
(”Saham Baru”). Setiap pemegang 23 (dua puluh tiga) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal
5 Juni 2013 pukul 16.00 WIB berhak atas 1.750 (seribu tujuh ratus lima puluh) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada
pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham yang harus dibayar
penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham. Jumlah Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT I ini sebesar 98,70%
(sembilan puluh delapan koma tujuh puluh persen) dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah PUT I
dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) per saham, yang akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia dengan senantiasa memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saham yang diterbitkan dalam PUT I memiliki hak yang
sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan
akan dibulatkan ke bawah (rounded down). Jumlah dana yang akan diterima Perseroan dalam PUT I ini adalah sebesar Rp7.000.000.000.000,- (tujuh
triliun Rupiah).
Sesuai dengan Peraturan No.IX.D.1 Lampiran Keputusan Bapepam No. Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 Tentang Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu, dalam hal pemegang saham memiliki Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“SBHMETD”) dalam bentuk pecahan, maka
hak atas pecahan efek tersebut menjadi milik Perseroan dan akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukkan ke rekening
Perseroan.
PT Philadel Terra Lestari sebagai pemegang saham utama dan pemilik 133.301.000 (seratus tiga puluh tiga juta tiga ratus seribu) saham Perseroan
tidak akan melaksanakan 10.142.467.391 (sepuluh miliar seratus empat puluh dua juta empat ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus sembilan
puluh satu) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT I, tetapi akan mengalihkan sebanyak 3.960.000.000 (tiga miliar sembilan ratus enam puluh
juta) HMETD kepada PT Megah Eraraharja dan sebanyak 4.220.000.000 (empat miliar dua ratus dua puluh juta) HMETD kepada Treasure East
Investments Limited sedangkan sisanya akan diambil bagian oleh Pembeli Siaga.
Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT I ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan
dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah
HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan Harga Pelaksanaan. Apabila
setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga akan membeli sisa saham sesuai sistem urutan dengan
skala prioritas, yaitu Hannawell Group Limited sebanyak-banyaknya 5.620.000.000 (lima miliar enam ratus dua puluh juta) saham dan PT Buana
Capital (pihak terafiliasi) sebanyak-banyaknya 200.000.000 (dua ratus juta) saham dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per
saham, sesuai sistem urutan dengan skala prioritas, yang seluruhnya akan dibayar penuh berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam
rangka PUT I PT Dyviacom Intrabumi Tbk No.68 tanggal 19 April 2013 dan telah diubah berdasarkan Akta Perubahan III Perjanjian Pembelian Sisa
Saham dalam rangka PUT I PT Dyviacom Intrabumi Tbk No.84 tanggal 23 Mei 2013 yang keduanya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris
di Jakarta.
PUT I INI MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI OLEH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA (“RUPSLB”) PERSEROAN
YANG AKAN DIADAKAN PADA TANGGAL 24 MEI 2013. DALAM HAL RUPSLB TIDAK MENYETUJUI PUT I, MAKA SEGALA KEGIATAN DAN/
ATAU TINDAKAN LAIN BERUPA APAPUN JUGA YANG TELAH DILAKSANAKAN DAN/ATAU DIRENCANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM
RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI DENGAN JADWAL TERSEBUT DI ATAS MAUPUN DALAM PROSPEKTUS INI ATAU DOKUMEN
LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PUT I INI, DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA DAN TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI
DASAR ATAU ALASAN APAPUN JUGA OLEH SIAPAPUN UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN HUKUM BERUPA APAPUN TERHADAP PIHAK
MANAPUN TERMASUK PERSEROAN SERTA LEMBAGA PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL YANG DITUNJUK DALAM RANGKA PUT
I INI.
HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA SELAMA TIDAK KURANG DARI
8 (DELAPAN) HARI KERJA MULAI TANGGAL 10 JUNI 2013 SAMPAI DENGAN TANGGAL 19 JUNI 2013. PENCATATAN SAHAM BARU
HASIL PELAKSANAAN HMETD AKAN DILAKUKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL 10 JUNI 2013. TANGGAL TERAKHIR
PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 19 JUNI 2013 DENGAN KETERANGAN BAHWA HAK YANG TIDAK DILAKSANAKAN SAMPAI
DENGAN TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM
PEMEGANG SAHAM LAMA YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU YANG DITAWARKAN DALAM PUT I
INI SESUAI DENGAN HMETD-NYA AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA (DILUSI) DALAM JUMLAH
YANG MATERIAL, YAITU MAKSIMUM SEBESAR 98,70% (SEMBILAN PULUH DELAPAN KOMA TUJUH PULUH PERSEN).
PERSEROAN AKAN MENERBITKAN SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS INI DALAM BENTUK WARKAT DAN TANPA
WARKAT. SAHAM DALAM BENTUK WARKAT HASIL PELAKSANAAN HMETD AKAN DIDISTRIBUSIKAN OLEH BAE SEDANGKAN SAHAM
BARU HASIL PELAKSANAAN HMETD DALAM BENTUK TANPA WARKAT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK DI DALAM
PENITIPAN KOLEKTIF YANG DIADMINISTRASIKAN OLEH PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (”KSEI”).
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN SETELAH MELAKUKAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA ADALAH RISIKO
INVESTASI. RISIKO USAHA PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VII DALAM PROSPEKTUS INI.
Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 24 Mei 2013
Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan PUT I dalam rangka
penerbitan HMETD kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (dahulu
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) di Jakarta melalui surat No.033/FADI/04/2013 pada tanggal 22 April 2013, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan
No.IX.D.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu, Peraturan No.IX.D.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-08/
PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 Tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran
Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, dan Peraturan No. IX.D.3 Lampiran Keputusan
Ketua Bapepam No.Kep-09/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk
dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang merupakan
pelaksanaan dari UUPM dan peraturan pelaksanaannya.
Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT I ini bertanggung jawab
sepenuhnya atas semua informasi atau fakta material serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam
Prospektus ini, sesuai dengan bidang tugas masing-masing berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku
dalam wilayah Negara Republik Indonesia dan kode etik serta norma dan standar profesi masingmasing.
Sehubungan dengan PUT I ini, setiap pihak terafiliasi dilarang untuk memberikan keterangan atau
pernyataan mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus, tanpa persetujuan tertulis dari
Perseroan.
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam PUT I ini tidak mempunyai hubungan afiliasi
dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam
UUPM.
PUT I INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN
LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI REPUBLIK INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH
INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI ATAU SERTIFIKAT BUKTI HMETD, MAKA DOKUMENDOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN EFEK UNTUK
PENJUALAN DI YURISDIKSI MANAPUN YANG MELARANG HAL TERSEBUT. HMETD DAN
SAHAM BIASA PERSEROAN YANG AKAN DITERBITKAN SETELAH PELAKSANAAN HMETD
TIDAK AKAN DIDAFTARKAN BERDASARKAN HUKUM MAUPUN DI DALAM YURISDIKSI LAIN
DI LUAR INDONESIA, TERMASUK DI AMERIKA SERIKAT. DENGAN DEMIKIAN, SETIAP PIHAK
YANG BERADA DI YURISDIKSI LAIN DI LUAR INDONESIA, TERMASUK DI AMERIKA SERIKAT,
DI MANA TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK MELAKSANAKAN HMETD DAN PERSEROAN
SERTA PARA AGENNYA BERHAK UNTUK MENOLAK SETIAP PERMINTAAN DARI PIHAK
TERSEBUT UNTUK PELAKSANAAN HMETD.
PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH
PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI MATERIAL YANG BELUM DIUNGKAPKAN,
YANG APABILA TIDAK DIUNGKAPKAN AKAN MENGAKIBATKAN INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................................................. i
DEFINISI DAN SINGKATAN...................................................................................................................iii
RINGKASAN...........................................................................................................................................ix
I.
PENAWARAN UMUM TERBATAS I.............................................................................................. 1
II.
RENCANA PENGGUNAAN DANA............................................................................................... 4
III.
KETERANGAN MENGENAI RENCANA TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN
KEGIATAN USAHA UTAMA.......................................................................................................... 7
A. Keterangan Mengenai Transaksi Material.............................................................................. 7
B. Keterangan Mengenai Perubahan Kegiatan Usaha Utama Perseroan............................... 20
C. Struktur Perseroan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi.......................................... 23
D. Sumber Pendanaan Rencana Transaksi............................................................................. 24
E. Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi........................................................................... 24
F. Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa................................................. 24
G. Informasi Tambahan............................................................................................................. 25
IV.
KETERANGAN TENTANG PERUSAHAAN TARGET................................................................. 26
V.
PERNYATAAN UTANG............................................................................................................... 50
VI.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN............................................................... 43
VII.
RISIKO USAHA........................................................................................................................... 53
VIII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR
INDEPENDEN............................................................................................................................. 70
IX.
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN.................................................................................. 79
A. Riwayat Singkat Perseroan.................................................................................................. 80
B. Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan.................................................................. 80
C. Pengurusan dan Pengawasan............................................................................................. 82
D. Sumber Daya Manusia......................................................................................................... 84
E. Keterangan Ringkas Tentang Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum....................... 89
F. Bagan Kepemilikan Perseroan............................................................................................. 90
G. Hubungan Pengurusan dan Pengawasan antara Perseroan dengan Pemegang
Saham Berbadan Hukum..................................................................................................... 91
H. Transaksi Dengan Pihak afiliasi........................................................................................... 92
I.
Perjanjian Penting Dengan Pihak Ketiga............................................................................. 92
J. Perkara yang Dihadapi Perseroan serta Direksi dan Komisaris Perseroan......................... 92
K. Aset Tetap............................................................................................................................ 93
L. Asuransi............................................................................................................................... 93
i
X.
KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN................................................................... 94
A. Umum................................................................................................................................... 94
B. Kegiatan Usaha Sebelum Rencana Transaksi..................................................................... 94
C. Kegiatan Usaha Setelah Rencana Transaksi....................................................................... 96
D. Strategi dan Prospek Usaha Perseroan............................................................................. 107
E. Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance)................................................... 108
XI.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING.................................................................................. 110
XII.
EKUITAS................................................................................................................................... 113
XIII. KEBIJAKAN DIVIDEN............................................................................................................... 115
XIV. PERPAJAKAN........................................................................................................................... 116
XV.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL...................................................... 118
XVI. LAPORAN KEUANGAN AUDITAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN............... 121
XVII. KETERANGAN TENTANG PEMBELI SIAGA........................................................................... 193
XVIII. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM............................................................. 195
XIX. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU............................... 201
XX. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT BUKTI HAK MEMESAN EFEK
TERLEBIH DAHULU................................................................................................................. 204
XXI. INFORMASI TAMBAHAN.......................................................................................................... 205
ii
DEFINISI DAN SINGKATAN
Afiliasi
: berarti Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 UUPM,
yaitu: (a) hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan
sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; (b)
hubungan antara pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris
dari pihak tersebut; (c) hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana
terdapat 1 (satu) atau lebih anggota Direksi atau Dewan Komisaris
yang sama; (d) hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik
langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau dikendalikan
oleh perusahaan tersebut; (e) hubungan antara 2 (dua) perusahaan
yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak
yang sama; atau (f) hubungan antara perusahaan dan pemegang
saham utama.
Anggaran Dasar
: berarti Anggaran Dasar Perseroan.
BAE
: berarti Biro Administrasi Efek, yaitu pihak yang ditunjuk oleh
Perseroan untuk melaksanakan administrasi saham dalam PUT
I, yang dalam hal ini adalah PT Raya Saham Registra yang
berkedudukan di Jakarta.
Bank Kustodian
: berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan Bapepam
atau Bapepam dan LK atau OJK untuk melakukan kegiatan usaha
sebagai Kustodian sebagaimana dimaksud dalam UUPM dan
peraturan-peraturan pelaksanaannya.
Bapepam dan LK
: berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
yang merupakan penggabungan dari Bapepam dan Direktorat
Jenderal Lembaga Keuangan (DJLK), sesuai dengan Keputusan
Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 606/KMK.01/2005
tanggal 30-12-2005 (tiga puluh Desember dua ribu lima) tentang
Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor:184/PMK.01/2010 tanggal 11-10-2010 (sebelas
Oktober dua ribu sepuluh) tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Keuangan, atau para pengganti dan penerima hak
dan kewajibannya, dimana dengan diundangkannya UndangUndang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, maka
sesuai dengan Pasal 55 ayat 1 Undang-Undang No. 21 Tahun 2011
tentang Otoritas Jasa Keuangan, sejak tanggal 31 Desember 2012,
fungsi, tugas dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan
jasa keuangan di sektor pasar modal, perasuransian, dana pensiun,
lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya beralih
dari Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan ke OJK.
BEI atau Bursa Efek
: berarti pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem
dan/atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli
efek pihak-pihak yang lain dengan tujuan memperdagangkan efek di
antara mereka, yang dalam hal ini diselenggarakan oleh Bursa Efek
Indonesia yang berkedudukan di Jakarta, atau pengganti dan/atau
penerus haknya, atau bursa lain yang akan ditentukan kemudian, di
mana efek dicatatkan.
iii
DPS
: berarti Daftar Pemegang Saham Perseroan, yang dibuat, disusun,
dan diadministrasikan oleh BAE yang memuat keterangan tentang
kepemilikan Efek oleh pemegang Efek dalam Penitipan Kolektif di
KSEI berdasarkan data yang diberikan oleh pemegang rekening
kepada KSEI.
Efek
: berarti surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga
komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan
Kontrak Investasi Kolektif, Kontrak Berjangka atas Efek, dan setiap
derivatif Efek, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 5
UUPM.
FAST
: berarti PT Fast Food Indonesia Tbk.
FPPS
: berarti Formulir Pemesanan Pembelian Saham.
Hari Bursa
: berarti setiap hari dimana Bursa Efek atau badan hukum yang
menggantikannya menyelenggarakan kegiatan perdagangan Efek
di Bursa Efek sesuai dengan peraturan Bursa Efek dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
HGL
: berarti Hannawell Group Limited
Hari Kalender
: berarti setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender
Masehi tanpa kecuali, termasuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur
nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah Republik
Indonesia dan hari kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu
ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan hari
kerja biasa.
Hari Kerja
: berarti hari Senin sampai dengan hari Jum’at, kecuali hari libur
nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau
Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan
oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan hari kerja biasa.
Harga Pelaksanaan
: berarti harga pembelian 1 (satu) Saham Baru sebagai hasil
pelaksanaan 1 (satu) HMETD yaitu sebesar Rp500,- (lima ratus
Rupiah) setiap Saham Baru.
HMETD
: berarti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yaitu hak yang melekat
pada saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan dan dimiliki para
pemegang saham Perseroan yang dibuktikan dengan sertifikat bukti
HMETD (bagi pemegang saham warkat) atau bukti hak lain yang
memungkinkan para pemegang saham Perseroan untuk membeli
Saham Baru sebelum ditawarkan kepada pihak lain, dan hak
tersebut dapat dialihkan dengan memperhatikan ketentuan dalam
Peraturan Bapepam No.IX.D.1 dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
IAPI
: berarti Institut Akuntan Publik Indonesia.
IDM
berarti PT Indomarco Prismatama.
KJPP STH
berarti KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan yang bertindak selaku
pihak independen yang melakukan penilaian atas nilai pasar
wajar FAST, ROTI dan IDM serta memberikan penelaahan Studi
Kelayakan Perubahan Usaha dan memberikan pendapat kewajaran
atas Rencana Investasi.
iv
KSEI
: berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia yang menjalankan usaha
sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana
didefinisikan dalam UUPM atau para pengganti dan penerima hak
dan kewajibannya.
Kustodian
: berarti pihak yang memberi jasa penitipan Efek dan harta lain
yang berkaitan dengan Efek serta jasa lainnya termasuk menerima
bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek dan mewakili
Pemegang Rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan
ketentuan UUPM, yang meliputi KSEI, Perusahaan Efek dan Bank
Kustodian.
Keterbukaan Informasi
: berarti Informasi Kepada Para Pemegang Saham Perseroan
Sehubungan Dengan Rencana Transaksi yang diumumkan
Perseroan dalam surat kabar Investor Daily pada tanggal 23 April
2013.
Masyarakat
: berarti perorangan dan/atau badan hukum, baik Warga Negara
Indonesia/Badan Indonesia maupun Warga Negara Asing/Badan
Asing baik yang bertempat tinggal atau berkedudukan di Indonesia
maupun yang bertempat tinggal atau berkedudukan di luar
Indonesia.
Menkumham
: berarti Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
(dahulu bernama Menteri Kehakiman Republik Indonesia) atau
pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.
N.O.C : berarti Network Operating Center.
Otoritas Jasa Keuangan : berarti lembaga yang independen yang dibentuk berdasarkan
atau OJK Undang-Undang Republik Indonesia No. 21 Tahun 2011 tentang
Otoritas Jasa Keuangan yang menyelenggarakan sistem pengaturan
dan pengawasan terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di
dalam sektor jasa keuangan di Indonesia.
Pembeli Siaga
: berarti Hannawell Group Limited dan PT Buana Capital (pihak
terafiliasi), secara bersama-sama.
Pemegang Rekening
: berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek
di KSEI yang meliputi Bank Kustodian dan/atau Perusahaan Efek
dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan
Peraturan KSEI.
Pemerintah
: berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.
Penawaran Umum Terbatas I : berarti kegiatan penawaran sejumlah sebanyak 14.000.000.000
atau PUT I (empat belas miliar) saham biasa atas nama dengan nilai nominal
Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) per saham, dimana setiap
pemegang 23 (dua puluh tiga) Saham Lama yang namanya
tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal
5 Juni 2013 pukul 16.00 WIB berhak atas 1.750 (seribu tujuh ratus
lima puluh) HMETD dan setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak
kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham
Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per
saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir
Pemesanan dan Pembelian Saham. Saham dari PUT I memiliki
v
hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas
dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap
HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round
down).
Penitipan Kolektif
: berarti jasa penitipan atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari
satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Anggota Bursa dan/
atau Bank Kustodian.
Peraturan KSEI
: berarti Peraturan KSEI No.Kep-0013/DIR/KSEI/0612 tanggal
11 Juni 2012 tentang Perubahan Peraturan Jasa Kustodian
Sentral sebagaimana telah disetujui oleh Bapepam-LK sesuai
dengan surat Ketua Bapepam-LK No.6953/BL/2012 tanggal
6 Juni 2012 perihal Persetujuan atas Rancangan Peraturan KSEI
tentang Jasa Kustodian Sentral, berikut perubahan-perubahannya
dan/atau penambahan-penambahannya, dan/atau perubahanperubahannya di kemudian hari.
Peraturan No. IX.A.7
: berarti peraturan yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam No. Kep- 45/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang
Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan
dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum
Peraturan No.IX.D.1
: berarti Peraturan yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam No.Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Peraturan No.IX.D.2
: berarti Peraturan yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam No.Kep-08/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang
Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam
Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Peraturan No.IX.D.3
: berarti Peraturan yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam No.Kep-09/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang
Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka
Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Peraturan No. IX.E.1
: berarti Peraturan yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam dan LK No.Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009
tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
Peraturan No.IX.E.2
: berarti Peraturan yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam dan LK No.Kep-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Peraturan No.IX.J.1
: berarti Peraturan yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam dan LK No.Kep-179/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008
tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perseroan Yang Melakukan
Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik.
Peraturan No.X.K.4
: berarti Peraturan yang dimuat dalam Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam No.Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
Peraturan BEI No. I-A
: berarti Peraturan BEI No. I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek
Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Oleh Perusahaan
Tercatat, Lampiran dari Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta
No.Kep-305/BEJ/07-2004, tanggal 19 Juli 2004.
vi
Pernyataan Pendaftaran
: berarti pernyataan pendaftaran yang disampaikan kepada Kepala
Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan oleh
Perseroan dalam rangka PUT I, yang terdiri dari dokumen-dokumen
yang wajib diajukan berikut lampiran-lampirannya, termasuk semua
perubahan, tambahan, serta pembetulannya yang dibuat sesuai
dengan ketentuan UUPM dan peraturan pelaksanaannya.
Perseroan
: berarti PT Dyviacom Intrabumi Tbk atau DNET, berkedudukan di
Jakarta Barat, suatu Perseroan Terbatas yang didirikan menurut
dan berdasarkan hukum dan Undang-Undang Negara Republik
Indonesia, yang akan melakukan Penawaran Umum Terbatas I.
Perusahaan Efek
: berarti pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin
Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek atau Manajer Investasi
sebagaimana dimaksud dalam UUPM.
Prospektus
: berarti dokumen penawaran yang disusun dan diterbitkan Perseroan
dalam rangka PUT I sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1
angka 26 UUPM.
PSAK
: berarti Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan.
PT BC
: berarti PT Buana Capital
PT ME
: berarti PT Megah Eraraharja
PT PTL
: berarti PT Philadel Terra Lestari
Rekening Efek
: berarti rekening yang memuat catatan posisi saham dan/atau
dana milik pemegang saham yang diadministrasikan di KSEI, atau
Pemegang Rekening berdasarkan perjanjian pembukaan rekening
efek yang ditandatangani pemegang saham dengan Perusahaan
Efek atau Bank Kustodian.
Rencana Investasi
: berarti rencana Perseroan untuk penyertaan saham pada ROTI,
FAST dan IDM.
Rencana Perubahan Kegiatan : berarti rencana Perseroan untuk merubah kegiatan usaha utama
Usaha Utama Perseroan dari bidang penyedia jasa akses internet menjadi perusahaan
investasi.
Rencana Transaksi
: berarti seluruh rangkaian PUT I, Rencana Investasi dan Rencana
Perubahan Kegiatan Usaha Utama Perseroan.
RUPS
: berarti Rapat Umum Pemegang Saham, yaitu rapat umum para
pemegang saham suatu perseroan terbatas maupun perusahaan
terbuka yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan
anggaran dasar, UUPT dan UUPM serta peraturan-peraturan
pelaksanaannya.
RUPSLB
: berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang
diselenggarakan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar.
: berarti PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.
ROTI
Saham Baru
: berarti saham biasa atas nama yang akan dikeluarkan oleh
Perseroan dalam PUT I ini dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus
lima puluh Rupiah) per saham.
vii
Saham Lama
: berarti saham biasa atas nama Perseroan yang telah ditempatkan
dan disetor penuh oleh Perseroan pada tanggal Prospektus ini
diterbitkan.
Saham Hasil Pelaksanaan : berarti seluruh saham hasil pelaksanaan HMETD yang merupakan
HMETD Saham Baru yang diperoleh oleh para pemegang HMETD dalam
PUT I yaitu sejumlah 14.000.000.000 (empat belas miliar) Saham
biasa atas nama.
SBHMETD
: berarti singkatan dari Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu, yaitu surat bukti hak atau sertifikat yang dikeluarkan oleh
Perseroan kepada Pemegang Saham yang membuktikan hak
memesan efek terlebih dahulu, yang dapat diperdagangkan selama
Periode Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD.
TEIL
: berarti Treasure East Investments Limited
UUPM
: berarti Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tanggal 10 November
1995 Tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 1995 Nomor 64, Tambahan Nomor 3608.
UUPT
: berarti Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor
106, Tambahan Nomor 4756.
UUWDP
: berarti Undang-Undang Republik Indonesia No.3 Tahun 1982
tentang Wajib Daftar Perusahaan yang dimuat dalam Lembaran
Negara Republik Indonesia No.7 Tahun 1982, Tambahan Nomor
3214.
viii
RINGKASAN
Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari, dan harus dibaca bersama-sama
dengan, keterangan yang lebih terperinci dan laporan keuangan beserta catatan atas laporan keuangan
yang tercantum dalam Prospektus ini. Ringkasan ini dibuat berdasarkan fakta dan pertimbangan yang
paling penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini
bersumber dari laporan keuangan Perseroan, yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan disajikan
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
1.UMUM
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan No.107 tanggal 16 November 1995 yang
dibuat di hadapan Siti Pertiwi Henny Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian Perseroan tersebut
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.C2-17.065.
HT.01.01.Th.95 tanggal 26 Desember 1995, dan didaftarkan di register Kantor Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan No.216/A.PT/HKM/1996/PN.JAK.SEL pada tanggal 8 Februari 1996, serta diumumkan
dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor 3127 dari Berita Negara Republik Indonesia
No.25 tanggal 26 Maret 1996.
Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan dan dalam rangka Penawaran
Umum Perdana Saham dimana Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 11
Desember 2000, anggaran dasar Perseroan telah diubah dengan akta Berita Acara RUPSLB Perseroan
No.64 tanggal 29 Agustus 2000 yang dibuat di hadapan Siti Pertiwi Henny Ningsih, S.H., Notaris di
Jakarta (”Akta No. 64/2000”). Perubahan anggaran dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Perundang-undangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.C-20020.HT.01.04.Th.2000
tanggal 8 September 2000, serta diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.
382 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 16 Januari 2001.
Anggaran dasar Perseroan saat ini dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan dan
RUPSLB No. 38, tanggal 24 April 2009, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta,
yang telah memperoleh persetujuan dari Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-04537
AH.01.02.Tahun.2010, tanggal 27 Januari 2010 (“Akta No. 38/2009”), yang terakhir kali diubah
berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB No.43, tanggal 15 April 2013, yang dibuat di
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta (“Akta No. 43/2013”). Akta No. 43/2013 tersebut telah
disahkan oleh Menkumham dalam Surat Keputusan No. AHU-20681.AH.01.02.Tahun 2013, tanggal 17
April 2013.
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah perdagangan
umum, jasa, keagenan dan perwakilan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat
melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum termasuk ekspor-impor, perdagangan
supermarket/hypermarket (toserba/swalayan), memperdagangkan barang-barang keperluan
sehari-hari termasuk tetapi tidak terbatas pada alat-alat rumah tangga, kebutuhan sandang pangan,
serta:
- ekspor-impor dan perdagangan makanan dan minuman, perdagangan bumbu makanan dan
penyedap rasa, saus, kecap, sambal, perdagangan obat-obatan tradisional, perdagangan
farmasi dan obat-obatan, perdagangan hasil perkebunan, perdagangan bahan baku dan hasil
pertanian, perdagangan besar lokal;
- bertindak sebagai agen grosir, supplier, waralaba, dan komision house serta kegiatan usaha
yang terkait;
- perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estat dan property;
- perdagangan dan ekspor-impor antar pulau/daerah serta lokal, untuk barang-barang hasil
produksi sendiri dan hasil produksi perusahaan lain;
ix
-
-
distributor dan sebagai perwakilan badan-badan dan perusahaan-perusahaan lain baik dari
dalam maupun luar negeri;
berusaha dalam bidang elektronika yakni penjualan mesin-mesin komputer beserta peralatanperalatan dan perlengkapan-perlengkapan, serta memberikan jasa dan pelayanan antara
lain jasa memberikan jasa dan pelayanan penanganan mesin-mesin komputer (hardware),
penyusunan data-data dan paket program komputer (software), menyediakan training
komputer, perbaikan dan perawatan (repair dan service) mesin-mesin komputer, menyediakan
jasa jaringan internet.
b. Menerima pengangkatan sebagai agen, agen tunggal, distributor, grossir, leveransir dan supplier
dari berbagai macam barang dagangan untuk perusahaan-perusahaan lain, baik dari dalam
maupun dari luar negeri;
c. Berusaha dalam bidang perwakilan (representative) dari berbagai perusahaan-perusahaan lain,
baik dari dalam maupun dari luar negeri, kecuali perwakilan biro perjalanan.
d. Mendirikan dan/atau ikut serta dalam perusahaan-perusahaan dan badan hukum atau badan
usaha lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri dalam bentuk penyertaan saham atau
modal, sesuai dengan tujuan Perseroan.
Kegiatan usaha Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan, meliputi jasa penyedia akses, internet,
menyediakan infrastruktur (intranet/ekstranet), pembuatan web, portal, banner dan domain, co-location
server dan memberikan jasa untuk merancang aplikasi perangkat lunak dan jasa lainnya sesuai dengan
kemajuan teknologi.
Perseroan berdomisili di Jakarta Barat dengan alamat terdaftar di Wisma Achilles Lantai 4, Jl. Panjang
No.29, Kedoya Selatan, Jakarta 11510, Indonesia.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memenuhi perijinan berdasarkan peraturan
yang berlaku.
2. LATAR BELAKANG PUT I, STRATEGI DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Purwantono, Suherman & Surja, ekuitas neto
Perseroan adalah sebesar Rp12.701.447.575,- (dua belas miliar tujuh ratus satu juta empat ratus empat
puluh tujuh ribu lima ratus tujuh puluh lima Rupiah), sehingga demikian nilai rencana penggunaan dana
dari hasil PUT I sebesar Rp7.000.000.000.000,- (tujuh triliun Rupiah) untuk Rencana Investasi sebesar
Rp6.731.507.784.700,- (enam triliun tujuh ratus tiga puluh satu miliar lima ratus tujuh juta tujuh ratus
delapan puluh empat ribu tujuh ratus Rupiah) adalah sebesar 55.112% (lima puluh lima ribu seratus
dua belas persen) dibandingkan dengan ekuitas Perseroan sehingga Rencana Transaksi termasuk
Rencana Investasi merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam
dan LK No.IX.E.2, bahwa Transaksi Material dengan nilai transaksi lebih dari 50% (lima puluh persen)
dari ekuitas perusahaan terbuka diwajibkan untuk memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang
Saham.
A. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Rencana Investasi
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha yang meliputi jasa penyedia akses
internet (Internet Service Provider/ISP), IT solution, penyedia jasa dan barang untuk merancang
aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras dan jasa lainnya serta pengembang portal ogahrugi.com.
Dalam 5 tahun terakhir ini, lebih dari 80% pendapatan Perseroan didominasi oleh pendapatan dari IT
solution, yang memberikan jasa layanan terpadu dalam membangun suatu infrastruktur telekomunikasi
berbasis internet untuk berbagai jenis industri, yang meliputi layanan web designed, web advertising,
web development, layanan online marketing, pembuatan aplikasi dan sistem. Sementara pendapatan
Perseroan dari akses internet, yang memberikan layanan jasa yang terdiri dari digital dial up, leased
line, lisensi wireless 2.4 Ghz, 3.5 Ghz dan 5.7 Ghz, internet ready port, FTP, akses telnet dan transfer,
x
POP dan web mail accounts, web hosting, satellite & fibre optic, connection pendaftaran domain dan
country code top level domain, cenderung sangat berfluktuasi dan tidak mempunyai tren yang dapat
diandalkan.
Selama 5 tahun terakhir ini, kegiatan usaha Perseroan yang fokus di bidang teknologi informasi tidak
mengalami perkembangan yang berarti dan tidak memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka Perseroan berencana untuk melepas kegiatan usaha jasa
akses internet yang saat ini digeluti Perseroan dan fokus untuk melakukan investasi atau penyertaan
saham atau modal di perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi dan ritel, yang
dapat bersinergi dengan pengembangan bisnis portal ogahrugi.com, suatu situs media belanja diskon,
yang saat ini telah dikembangkan Perseroan, yang telah menjangkau lebih dari 30.000 anggota di
seluruh Indonesia.
Sebagaimana diuraikan di atas Perseroan dalam lima tahun terakhir mampu memperoleh laba bersih
setiap tahunnya, akan tetapi laba yang diperoleh Perseroan belum mampu untuk menutupi saldo
kerugian yang diderita Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini menyebabkan per 31 Desember 2012 Perseroan masih memiliki saldo rugi (defisit) sebesar
Rp30.974 juta. Gambaran ekuitas Perseroan dalam lima tahun terakhir adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
46.000
(2.325)
(30.974)
12.701
Modal Saham
Biaya emisi
Saldo Rugi
Total Ekuitas
*)
disajikan kembali
31 Desember
2011*)
2010*)
46.000
46.000
(2.325)
(2.325)
(31.195)
(29.225)
12.481
14.450
2009*)
46.000
(2.325)
(28.750)
14.925
2008*)
46.000
(2.325)
(31.814)
11.861
Kondisi ekuitas Perseroan seperti di atas, menyebabkan ketidakmampuan Perseroan untuk
melakukan pembagian dividen walaupun kondisi kinerja dalam lima tahun terakhir Perseroan mampu
menghasilkan laba, karena sesuai dengan ketentuan dalam UUPT, selama masih memiliki saldo rugi
tidak diperkenankan melakukan pembagian dividen.
Dengan melakukan investasi pada 31,50% kepemilikan saham ROTI, 35,84% kepemilikan saham
FAST dan 40% kepemilikan saham IDM, maka dari Rencana Investasi ini diharapkan kegiatan usaha
Perseroan akan terdiversifikasi lebih baik. Dengan adanya diversifikasi usaha ini maka diharapkan akan
terjadi peningkatan kinerja Perseroan sehingga akan meningkatkan nilai bisnis dari Perseroan, yang
pada akhirnya dapat meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham Perseroan.
B. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Perubahan Kegiatan Usaha Utama
Sebagai perusahaan publik yang memiliki tanggung jawab yang besar kepada para pemegang sahamnya,
terutama untuk memberikan hasil usaha yang optimal dan transparan dalam kegiatan operasionalnya,
Perseroan berupaya untuk menjaga kestabilan dan kontinuitas usaha dengan komitmen terhadap
peningkatan kualitas usaha. Untuk itu Perseroan telah melakukan evaluasi atas strategi dan rencana
pengembangan usaha agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi para pemegang saham
dan dapat menarik minat investor untuk melakukan investasi di Perseroan.
Persaingan usaha yang semakin ketat dan permodalan yang semakin besar yang dibutuhkan di sektor
teknologi informasi terutama dalam penyedia jasa akses internet, yang didominasi bukan saja oleh
perusahaan ISP sejenis yang lebih besar, tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan yang menawarkan
produk hiburan TV kabel sekaligus akses internet dengan biaya yang lebih kompetitif, menjadikan
Perseroan menjadi makin sulit berkembang.
xi
Atas dasar kondisi kegiatan usaha seperti saat ini dan Rencana Investasi yang diperkirakan memiliki
prospek usaha yang lebih baik, maka manajemen Perseroan bermaksud merubah kegiatan usaha
utamanya menjadi perusahaan investasi di perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan ritel dan
perdagangan makanan serta restoran.
3. PENAWARAN UMUM TERBATAS I
Jumlah HMETD
: Sebanyak 14.000.000.000 (empat belas miliar) saham biasa atas nama yang
merupakan Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang
memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa
atas nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Nilai Nominal
: Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham.
Harga Pelaksanaan
: Setiap pemegang 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli sebanyak 1 (satu)
Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap
saham yang harus dibayar penuh pada saat pelaksanaan HMETD.
Jumlah Nilai HMETD : Sebesar Rp7.000.000.000.000,- (tujuh triliun Rupiah).
Rasio Konversi
: Setiap pemegang 23 (dua puluh tiga) Saham Lama yang tercatat dalam DPS
pada tanggal 5 Juni 2013 pukul 16.00 WIB memiliki 1.750 (seribu tujuh ratus
lima puluh) HMETD, dimana setiap pemegang 1 (satu) HMETD berhak untuk
membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru.
Dilusi Kepemilikan
: Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan mengalami
penurunan persentase kepemilikan sampai dengan maksimum 98,70%
(sembilan puluh delapan koma tujuh puluh persen).
Pencatatan
: Saham Baru ini akan dicatatkan di BEI sama dengan saham-saham yang
telah dicatatkan sebelumnya oleh Perseroan. Dengan asumsi bahwa seluruh
HMETD dilaksanakan maka jumlah saham Perseroan yang akan dicatatkan
menjadi sebanyak 14.184.000.000 (empat belas miliar seratus delapan puluh
empat juta) saham yang terdiri dari 184.000.000 (seratus delapan puluh
empat juta) Saham Lama dan 14.000.000.000 (empat belas miliar) Saham
Baru yang berasal dari PUT I, masing-masing dengan nilai nominal Rp250,(dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham.
Penggunaan Dana
: •
•
•
•
Sebesar 28,55% (dua puluh delapan koma lima puluh lima persen) akan
digunakan untuk penyertaan saham pada FAST sebesar 35,84% dari
total saham ditempatkan dan disetor dalam FAST;
Sebesar 30,45% (tiga puluh koma empat puluh lima persen) akan
digunakan untuk penyertaan saham pada ROTI sebesar 31,50% dari
total saham ditempatkan dan disetor dalam ROTI;
Sebesar 37,65% (tiga puluh tujuh koma enam puluh lima persen) akan
digunakan untuk penyertaan saham pada IDM sebesar 40,00% (empat
puluh persen) dari total saham ditempatkan dan disetor dalam IDM; dan
Sebesar 3,35% (tiga koma tiga puluh lima persen) akan digunakan untuk
modal kerja Perseroan.
xii
Pembeli Siaga
: Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT I ini tidak seluruhnya diambil
oleh pemegang saham atau pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan
dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan
lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD
yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta
penambahan efek berdasarkan Harga Pelaksanaan. Apabila setelah alokasi
tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga
akan membeli sisa saham sesuai sistem urutan dengan skala prioritas, yaitu
Hannawell Group Limited sebanyak-banyaknya 5.620.000.000 (lima miliar
enam ratus dua puluh juta) saham dan PT Buana Capital (pihak terafiliasi)
sebanyak-banyaknya 200.000.000 (dua ratus juta) saham dengan Harga
Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham, sesuai sistem urutan
dengan skala prioritas, yang seluruhnya akan dibayar penuh berdasarkan
Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam rangka PUT I PT Dyviacom
Intrabumi Tbk No.68 tanggal 19 April 2013 dan telah diubah berdasarkan
Akta Perubahan III Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam rangka PUT I PT
Dyviacom Intrabumi Tbk No.84 tanggal 23 Mei 2013 yang keduanya dibuat di
hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.
Porsi Penjaminan
Pembeli Siaga
: Sebanyak-banyaknya 5.820.000.000 (lima miliar delapan ratus dua puluh
juta) saham dengan sistem urutan dengan skala prioritas.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan
adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Nilai
Nominal (Rp)
Modal Dasar
40.000.000.000
10.000.000.000.000
133.301.000
33.325.250.000
Persentase
(%)
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT PTL
2.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
72,45%
50.699.000
12.674.750.000
27,55%
184.000.000
46.000.000.000
100,00%
39.816.000.000
9.954.000.000.000
Dengan tidak dilaksanakannya HMETD yang ditawarkan dalam PUT I oleh PT PTL namun hanya
dilaksanakan haknya oleh PT ME, TEIL, Masyarakat dan sisanya oleh Pembeli Siaga, maka susunan
modal saham Perseroan sesudah PUT I secara proforma adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT PTL
2. PT ME
3.TEIL
4.HGL
5.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
40.000.000.000
Nilai Nominal
(Rp)
10.000.000.000.000
133.301.000
3.960.000.000
4.220.000.000
1.962.467.500
3.908.231.500
14.184.000.000
25.816.000.000
33.325.250.000
990.000.000.000
1.055.000.000.000
490.616.875.000
977.057.875.000
3.546.000.000.000
6.454.000.000.000
xiii
Persentase
(%)
0,94%
27,92%
29,75%
13,84%
27,55%
100,00%
Dengan tidak dilaksanakannya HMETD yang ditawarkan dalam PUT I oleh PT PTL maupun Masyarakat
secara keseluruhan melainkan hanya oleh PT ME, TEIL dan Pembeli Siaga, maka susunan modal
saham Perseroan sesudah PUT I secara proforma adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT PTL
2. PT ME
3.TEIL
4.HGL
5. PT BC
6.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
40.000.000.000
Nilai Nominal
(Rp)
10.000.000.000.000
133.301.000
3.960.000.000
4.220.000.000
5.620.000.000
200.000.000
50.699.000
14.184.000.000
25.816.000.000
33.325.250.000
990.000.000.000
1.055.000.000.000
1.405.000.000.000
50.000.000.000
12.674.750.000
3.546.000.000.000
6.454.000.000.000
Persentase
(%)
0,94%
27,92%
29,75%
39,62%
1,41%
0,36%
100,00%
Saham Biasa Atas Nama yang akan ditawarkan kepada para pemegang saham dalam rangka PUT I ini,
seluruhnya adalah Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mempunyai hak yang
sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lama.
Keterangan selengkapnya mengenai PUT I dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini.
4. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PUT I
Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil PUT I ini setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang terkait
dengan PUT I akan digunakan untuk:
•
•
•
•
Sebesar 28,47% (dua puluh delapan koma empat puluh tujuh persen) akan digunakan untuk
penyertaan saham pada FAST sebesar 35,84% dari total saham ditempatkan dan disetor dalam
FAST;
Sebesar 30,37% (tiga puluh koma tiga puluh tujuh persen) akan digunakan untuk penyertaan
saham pada ROTI sebesar 31,50% dari total saham ditempatkan dan disetor dalam ROTI;
Sebesar 37,55% (tiga puluh tujuh koma lima puluh lima persen) akan digunakan untuk penyertaan
saham pada IDM sebesar 40,00% (empat puluh persen) dari total saham ditempatkan dan disetor
dalam IDM; dan
Sebesar 3,61% (tiga koma enam puluh satu persen) akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Kegiatan usaha yang akan dibiayai adalah portal bisnis internet yang dikelola Perseroan dalam
bentuk pembelian produk dan jasa yang akan ditawarkan melalui situs www.ogahrugi.com.
Keterangan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan dana dari hasil PUT I dapat dilihat pada Bab II
Prospektus ini.
xiv
5. RISIKO USAHA
Sebagaimana halnya kegiatan usaha yang dijalankan oleh perusahaan-perusahaan lain, Perseroan
juga menghadapi berbagai risiko usaha yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun faktor internal
yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan.
Berikut merupakan risiko-risiko yang telah disusun Perseroan berdasarkan bobot risiko setelah
perubahan kegiatan usaha utama Perseroan:
Risiko Terkait Kegiatan Usaha Investasi:
Berikut risiko yang dihadapi Perseroan sehubungan dengan Rencana Investasi yang akan dilakukan
oleh Perseroan.
1. Risiko Investasi; dan
2. Risiko Operasional.
Risiko Terkait Kegiatan Usaha di Sektor Teknologi Informasi:
1. Risiko Persaingan Usaha;
2. Risiko Kredit;
3. Risiko Likuiditas;
4. Risiko Teknologi Informasi; dan
5. Risiko Sumber Daya Manusia.
Selain itu, Perseroan juga memiliki risiko dari kegiatan investasinya di perusahaan asosiasi
sebagai berikut:
A.
1.
2.
3.
4.
5.
FAST
Risiko Pencabutan Hak Waralaba;
Risiko Persaingan Usaha;
Risiko Ketersediaan dan Fluktuasi Harga Bahan Baku;
Risiko Sumber Daya Manusia; dan
Risiko Produk Terkontaminasi.
B. ROTI
1. Risiko Kontaminasi Atas Produk Yang Dihasilkan ROTI Baik Pada Saat Sebelum Diolah (Bahan
Baku), Dalam Proses Produksi, Maupun Pada Saat Didistribusikan;
2. Risiko Umur Produk yang Relatif Singkat;
3. Risiko Ketersediaan Gandum Sebagai Bahan Baku Tepung Terigu;
4. Risiko Ketersediaan Energi;
5. Risiko Sumber Daya Manusia;
6. Risiko Ketersediaan Suku Cadang;
7. Risiko Fluktuasi Nilai Tukar;
8. Risiko Persaingan Usaha; dan
9. Risiko Isu Bahan Pengawet dan Halal.
C.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
IDM
Risiko Persaingan Usaha;
Risiko Ketidakmampuan Dalam Mengembangkan dan Memelihara Jaringan Distribusi dan Toko;
Risiko Masa Sewa Toko Yang Tidak Diperpanjang;
Risiko Izin Usaha;
Risiko Yang Berhubungan Dengan Syarat-Syarat Perdagangan (Trading Terms);
Risiko Sumber Daya Manusia;
Risiko Perubahan atas Kebijakan dan Peraturan Pemerintah;
Risiko Ketergantungan Pada Kualitas Distribusi Pihak Ketiga dan atau Pemasok;
Risiko Ketergantungan Pada Teknologi Informasi (TI); dan
Risiko Keuangan.
Keterangan lebih lanjut mengenai risiko usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VII Prospektus ini.
xv
6. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Berikut ini disajikan laporan posisi keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010,
2009 dan 2008 dan laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Suherman & Surja dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan
mengenai penyajian kembali laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut dan laporan posisi keuangan Perseroan tanggal 1 Januari 2011/31
Desember 2010, melalui laporannya tertanggal 26 Maret 2013. Laporan keuangan Perseroan pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut
sebelum penyajian kembali, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Krisnawan, Busroni, Achsin, &
Alamsyah dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai laporan
keuangan Perseroan disusun dengan anggapan bahwa Perseroan akan melanjutkan operasinya
sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan penerapan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari
2011, baik secara prospektif maupun restrospektif, melalui laporannya tertanggal 15 Maret 2012. Laporan
keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2009 dan tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sebelum
penyajian kembali, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Drs. Krisnawan, Ak. dengan pendapat wajar
tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai Perseroan akan melanjutkan operasinya
sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, kondisi ekonomi
dan tindakan yang ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen Perseroan untuk meningkatkan
kondisi keuangan tersebut dan mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011, baik secara prospektif maupun retrospektif,
melalui laporannya tertanggal 12 April 2010. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2008
dan tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sebelum penyajian kembali, telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Drs. Eddy Sutjahjo, Ak. MM dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf
penjelasan mengenai Perseroan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan
untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, dan pengungkapan kondisi ekonomi dan tindakan
yang ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen Perseroan untuk meningkatkan kondisi
keuangan tersebut, melalui laporannya tertanggal 25 Maret 2009.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan
Laba bruto
Laba usaha
Laba tahun berjalan
*)
disajikan kembali
13.928
5.371
353
221
31 Desember
2011*)
2010*)
18.372
4.757
734
472
16.425
4.840
626
449
2009*)
2008*)
16.035
4.566
243
189
15.995
5.310
345
78
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
Laporan Posisi Keuangan
Total aset
Total liabilitas
Total liabilitas jangka panjang
Ekuitas neto
*)
16.821
4.120
778
12.701
disajikan kembali
xvi
31 Desember
2011*)
2010*)
16.709
4.228
587
12.481
16.493
4.484
484
12.009
2009*)
2008*)
16.244
4.684
342
11.560
20.760
11.350
9.410
Rasio Keuangan Penting
31 Desember dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut
2012
2011*)
2010*)
2009*)
2008*)
Keterangan
Rasio Pertumbuhan (%)
Pendapatan
Laba bruto
Laba usaha
Laba tahun berjalan
Total aset
Total liabilitas
Ekuitas neto
Rasio Usaha (x)
Laba bruto/pendapatan
Laba tahun berjalan/pendapatan
Laba bruto/rata-rata ekuitas
Laba tahun berjalan/rata-rata ekuitas
Laba bruto/rata-rata aset
Laba tahun berjalan/rata-rata aset
Rasio Keuangan (x)
Total aset lancar/liabilitas jangka pendek
Total liabilitas/total aset
Total liabilitas/ekuitas neto
*)
disajikan kembali
-24,19
12,90
-51,95
-53,20
0,67
-2,57
1,77
11,85
-1,71
17,37
5,19
1,31
-5,70
3,93
2,43
5,99
157,41
137,70
1,53
-4,27
3,88
0,25
-14,00
-29,50
142,75
-21,75
-58,73
22,85
3,83
-42,92
59,69
-64,00
-9,24
38,18
-35,80
0,39
0,02
0,42
0,02
0,32
0,01
0,26
0,03
0,38
0,04
0,28
0,03
0,29
0,03
0,40
0,04
0,29
0,03
0,28
0,01
0,40
0,02
0,28
0,01
0,33
0,00
0,56
0,01
0,26
0,00
0,86
0,24
0,32
0,63
0,25
0,34
0,40
0,27
0,37
0,29
0,29
0,41
0,46
0,55
1,21
7. KEBIJAKAN DIVIDEN
Pada saat ini, manajemen Perseroan merencanakan rasio pembagian dividen, apabila terdapat
surplus kas dari kegiatan operasional setelah dana tersebut disisihkan untuk dana cadangan, kegiatan
pendanaan, rencana pengeluaran modal serta modal kerja Perseroan, yaitu sebesar-besarnya 10%
(sepuluh persen) dari laba bersih Perseroan setelah pajak mulai tahun buku 2014 untuk setiap tahunnya.
Keterangan lebih lanjut mengenai kebijakan dividen Perseroan dapat dilihat pada Bab XIII Prospektus
ini.
8. KETERANGAN TENTANG PEMBELI SIAGA
Sesuai dengan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PUT I PT Dyviacom Intrabumi
Tbk No. 68 tanggal 19 April 2013 dan telah diubah berdasarkan Akta Perubahan III Perjanjian Pembelian
Sisa Saham dalam rangka PUT I PT Dyviacom Intrabumi Tbk No. 84 tanggal 23 Mei 2013 yang keduanya
dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, yang bertindak sebagai Pembeli siaga adalah
Hannawell Group Limited dan PT Buana Capital (pihak terafiliasi).
Keterangan lebih lanjut mengenai Pembeli Siaga dapat dilihat pada Bab XVII Prospektus ini.
9. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN PENAWARAN UMUM TERBATAS I
Perseroan telah menunjuk PT Raya Saham Registra sebagai Pelaksana Pengelola Administrasi Saham
dan sebagai Agen Pelaksana PUT I PT Dyviacom Intrabumi Tbk, sebagaimana termaktub dalam Akta
Perjanjian Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan dalam rangka PUT I PT Dyviacom
Intrabumi Tbk No. 69 tanggal 19 April 2013 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di
Jakarta.
Keterangan lebih lanjut mengenai persyaratan pemesanan pembelian PUT I dapat dilihat pada Bab
XVIII Prospektus ini.
xvii
10. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
Saham yang ditawarkan dalam rangka PUT I ini sebanyak 14.000.000.000 (empat belas miliar) saham
biasa atas nama Perseroan dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) per saham
dengan Harga Pelaksanaan Rp500 (lima ratus Rupiah) per saham sehingga seluruhnya berjumlah
sebesar Rp7.000.000.000.000,- (tujuh triliun Rupiah).
Setiap pemegang 23 (dua puluh tiga) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang
Saham Perseroan pada tanggal 5 Juni 2013 pukul 16.00 WIB berhak atas 1.750 (seribu tujuh ratus lima
puluh) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli
sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham.
Keterangan lebih lanjut mengenai HMETD dapat dilihat pada Bab XIX Prospektus ini.
xviii
I. PENAWARAN UMUM TERBATAS I
Direksi atas nama Perseroan dengan ini melakukan PUT I dalam rangka penerbitan HMETD kepada para pemegang
saham Perseroan atas sebanyak 14.000.000.000 (empat belas miliar) Saham Baru dengan nilai nominal Rp250,(dua ratus lima puluh Rupiah) dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham, sehingga
seluruhnya berjumlah sebesar Rp7.000.000.000.000,- (tujuh triliun Rupiah).
Setiap pemegang 23 (dua puluh tiga) Saham Lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada
tanggal 5 Juni 2013 pukul 16.00 WIB berhak atas 1.750 (seribu tujuh ratus lima puluh) HMETD, dimana setiap 1
(satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan
Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan
Formulir Pemesanan Pembelian Saham. Jumlah Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT I ini sebesar 98,70% dari
jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah PUT I dengan nilai nominal
Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) per saham, yang akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di
BEI dengan senantiasa memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Saham yang diterbitkan dalam PUT
I memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah
disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down).
HMETD dapat diperdagangkan baik di dalam maupun di luar BEI sesuai Peraturan Bapepam IX.D.1 selama
8 (delapan) Hari Bursa mulai tanggal 10 Juni 2013 sampai dengan 19 Juni 2013. Pencatatan Saham Baru hasil
pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada tanggal 10 Juni 2013. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD
adalah tanggal 19 Juni 2013, sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan sampai dengan tanggal tersebut tidak
akan berlaku lagi.
PT PTL sebagai pemegang saham utama dan pemilik 133.301.000 (seratus tiga puluh tiga juta tiga ratus seribu)
saham Perseroan tidak akan melaksanakan 10.142.467.391 (sepuluh miliar seratus empat puluh dua juta empat
ratus enam puluh tujuh ribu tiga ratus sembilan puluh satu) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT I, tetapi akan
mengalihkan sebanyak 3.960.000.000 (tiga miliar sembilan ratus enam puluh juta) HMETD kepada PT ME dan
sebanyak 4.220.000.000 (empat miliar dua ratus dua puluh juta) HMETD kepada TEIL sedangkan sisanya akan
diambil bagian oleh Pembeli Siaga.
Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT I ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham atau pemegang
bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan
lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh
masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan Harga Pelaksanaan. Apabila
setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga akan membeli sisa
saham sesuai sistem urutan dengan skala prioritas, yaitu HGL sebanyak-banyaknya 5.620.000.000 (lima miliar
enam ratus dua puluh juta) saham dan PT BC (pihak terafiliasi) sebanyak-banyaknya 200.000.000 (dua ratus juta)
saham dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham, sesuai sistem urutan dengan skala
prioritas, yang seluruhnya akan dibayar penuh berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam rangka
PUT I PT Dyviacom Intrabumi Tbk No.68 tanggal 19 April 2013 dan telah diubah berdasarkan Akta Perubahan III
Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam rangka PUT I PT Dyviacom Intrabumi Tbk No.84 tanggal 23 Mei 2013
yang keduanya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta.
PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Kegiatan Usaha:
Bergerak dalam bidang penyedia jasa akses internet dan jasa teknologi informasi lainnya
Berkedudukan di Jakarta Barat, Indonesia
Kantor Pusat:
Wisma Achilles Lantai 4
Jl. Panjang No.29 Kedoya Selatan, Jakarta 11510, Indonesia
Telp: (62-21) 5694-9393, Fax: (62-21) 5694-9339
Email: [email protected], http://www.dyvia.com
RISIKO UTAMA
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN SETELAH MELAKUKAN PERUBAHAN
KEGIATAN USAHA UTAMA ADALAH RISIKO INVESTASI
RISIKO USAHA LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB VII PROSPEKTUS INI
1
Perseroan merupakan perusahaan teknologi informasi yang pertama kali melakukan Penawaran
Umum Perdana Saham sebanyak 64.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp250,- per saham,
yang ditawarkan kepada Masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp250,- per saham dan
mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 184.000.000 saham di Bursa Efek Jakarta pada tanggal
11 Desember 2000.
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan
adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Philadel Terra Lestari
2.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
40.000.000.000
133.301.000
50.699.000
184.000.000
39.816.000.000
Nilai
Persentase
Nominal (Rp)
(%)
10.000.000.000.000
33.325.250.000
12.674.750.000
46.000.000.000
9.954.000.000.000
72,45%
27,55%
100,00%
Dengan tidak dilaksanakannya HMETD yang ditawarkan dalam PUT I oleh PT PTL namun hanya
dilaksanakan haknya oleh PT ME, TEIL, Masyarakat dan sisanya oleh Pembeli Siaga, maka susunan
modal saham Perseroan sesudah PUT I secara proforma adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT PTL
2. PT ME
3.TEIL
4.HGL
5.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
40.000.000.000
Nilai Nominal
(Rp)
10.000.000.000.000
133.301.000
3.960.000.000
4.220.000.000
1.962.467.500
3.908.231.500
14.184.000.000
25.816.000.000
33.325.250.000
990.000.000.000
1.055.000.000.000
490.616.875.000
977.057.875.000
3.546.000.000.000
6.454.000.000.000
Persentase
(%)
0,94%
27,92%
29,75%
13,84%
27,55%
100,00%
Dengan tidak dilaksanakannya HMETD yang ditawarkan dalam PUT I oleh PT PTL maupun Masyarakat
secara keseluruhan melainkan hanya oleh PT ME, TEIL dan Pembeli Siaga, maka susunan modal
saham Perseroan sesudah PUT I secara proforma adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT PTL
2. PT ME
3.TEIL
4.HGL
5. PT BC
6.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
40.000.000.000
Nilai Nominal
(Rp)
10.000.000.000.000
133.301.000
3.960.000.000
4.220.000.000
5.620.000.000
200.000.000
50.699.000
14.184.000.000
25.816.000.000
33.325.250.000
990.000.000.000
1.055.000.000.000
1.405.000.000.000
50.000.000.000
12.674.750.000
3.546.000.000.000
6.454.000.000.000
2
Persentase
(%)
0,94%
27,92%
29,75%
39,62%
1,41%
0,36%
100,00%
Saham Biasa Atas Nama yang akan ditawarkan kepada para pemegang saham dalam rangka PUT I ini,
seluruhnya adalah Saham Baru yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mempunyai hak yang
sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham lama.
Dengan mengacu pada Peraturan No. IX.D.1, maka:
•
•
•
HMETD dapat diperdagangkan mulai tanggal 10 Juni 2013 sampai dengan tanggal 19 Juni 2013
melalui Bursa dan di luar Bursa;
Dalam hal Pemegang Saham mempunyai HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan
tersebut harus dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening
Perseroan;
Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham dalam rangka PUT I
ini dapat menjual haknya kepada pihak lain dari tanggal 10 Juni 2013 sampai dengan tanggal 19
Juni 2013 baik melalui BEI maupun di luar BEI.
Dengan asumsi bahwa seluruh HMETD dilaksanakan maka jumlah saham Perseroan yang akan
dicatatkan menjadi sebanyak 184.000.000 (seratus delapan puluh empat juta) Saham Lama dan
sebanyak 14.000.000.000 (empat belas miliar) Saham Baru yang berasal dari PUT I ini, dengan demikian
seluruh saham Perseroan akan berjumlah 14.184.000.000 (empat belas miliar seratus delapan puluh
empat juta) saham.
Jika Pemegang Saham Perseroan tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan sesuai dengan porsi
sahamnya, maka proporsi kepemilikan sahamnya dalam Perseroan akan mengalami penurunan (dilusi)
sampai dengan maksimal 98,70% (sembilan puluh delapan koma tujuh puluh persen).
PUT I ini berlaku efektif apabila telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham Perseroan
melalui RUPSLB yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2013 sehubungan dengan Pernyataan
Pendaftaran PUT I. Saham PUT I akan dicatatkan di BEI dan Perseroan diwajibkan untuk mematuhi
perjanjian dengan BEI mengenai pencatatan saham tambahan tersebut.
DALAM KURUN WAKTU 12 (DUA BELAS) BULAN SETELAH EFEKTIFNYA PERNYATAAN
PENDAFTARAN DALAM RANGKA PUT I INI, PERSEROAN TIDAK AKAN MENERBITKAN
ATAU MENCATATKAN SAHAM BARU ATAU EFEK LAINNYA YANG DAPAT DIKONVERSIKAN
MENJADI SAHAM DILUAR YANG DITAWARKAN DALAM PUT I INI.
3
II. RENCANA PENGGUNAAN DANA
Dana yang diperoleh Perseroan dari hasil PUT I ini setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang terkait
dengan PUT I akan digunakan sebagai berikut:
•
Sebesar 28,47% (dua puluh delapan koma empat puluh tujuh persen) akan digunakan untuk
penyertaan saham pada FAST sebesar 35,84% dari total saham ditempatkan dan disetor dalam
FAST. Adapun informasi mengenai penyertaan saham tersebut tersebut adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
•
: Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham tanggal 19 April 2013
antara PT ME dan Perseroan
Pembeli
: Perseroan
Penjual
: PT ME
Saham Yang Dijual
: 165.013.334 (seratus enam puluh lima juta tiga belas ribu tiga
ratus tiga puluh empat) saham ditempatkan dan disetor FAST yang
dimiliki oleh PT ME, dengan nilai nominal sebesar Rp100 (seratus
Rupiah) dan harga transaksi sebesar Rp12,050 (dua belas ribu
lima puluh Rupiah) per saham, yang merupakan 35,84% (tiga
puluh lima koma delapan puluh empat persen) dari total saham
ditempatkan dan disetor dalam FAST
Tanggal Penyelesaian : paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah Tanggal Pengembalian
Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan dan Distribusi
Saham hasil Penjatahan atau tanggal lain yang disepakati bersama
oleh Perseroan dan PT ME
Sebesar 30,37% (tiga puluh koma tiga puluh tujuh persen) akan digunakan untuk penyertaan
saham pada ROTI sebesar 31.50% dari total saham ditempatkan dan disetor dalam ROTI. Adapun
informasi mengenai penyertaan saham tersebut adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
•
Perjanjian
Perjanjian
: Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham tanggal 22 April 2013
antara TEIL dan Perseroan
Pembeli
: Perseroan
Penjual
: TEIL
Saham Yang Dijual
: 318.893.400 (tiga ratus delapan belas juta delapan ratus sembilan
puluh tiga ribu empat ratus) saham ditempatkan dan disetor ROTI
yang dimiliki oleh TEIL, dengan nilai nominal sebesar Rp100
(seratus Rupiah) dan harga transaksi sebesar Rp6.650 (enam
ribu enam ratus lima puluh Rupiah) per saham, yang merupakan
31,50% (tiga puluh satu koma lima puluh persen) dari total saham
ditempatkan dan disetor dalam ROTI
Tanggal Penyelesaian : paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah Tanggal Pengembalian
Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan dan Distribusi
Saham hasil Penjatahan atau tanggal lain yang disepakati bersama
oleh Perseroan dan TEIL
Sebesar 37,55% (tiga puluh tujuh koma lima puluh lima persen) akan digunakan untuk penyertaan
saham pada IDM sebesar 40% dari total saham ditempatkan dan disetor dalam IDM. Adapun
informasi mengenai penyertaan saham tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Perjanjian
2.
Pemesan
: Perjanjian Pemesanan Saham Bersyarat tanggal 19 April 2013
antara PT Indomarco Perdana, PT Lentera Bumi Mas, Tuan
Sinarmas Jonatan, IDM, dan Perseroan
: Perseroan
4
3.
4.
•
Saham Penyertaan
: Saham Penyertaan dalam IDM sebanyak 738.720.000 (tujuh
ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus dua puluh ribu) saham
baru yang akan diambil bagian oleh Perseroan, dengan nilai
nominal sebesar Rp250 (dua ratus lima puluh Rupiah) dan harga
transaksi sebesar Rp3.550 (tiga ribu lima ratus lima puluh Rupiah)
per saham, yang merupakan 40% (empat puluh persen) dari total
saham ditempatkan dan disetor dalam IDM
Tanggal Penyelesaian : paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah Tanggal Pengembalian
Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan dan Distribusi
Saham hasil Penjatahan atau tanggal lain yang disepakati
bersama oleh PT Indomarco Perdana, PT Lentera Bumi Mas, Tuan
Sinarman Jonatan, IDM, dan Perseroan
Sebesar 3,61% (tiga koma enam puluh satu persen) akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Kegiatan usaha yang akan dibiayai adalah portal bisnis internet yang dikelola Perseroan dalam
bentuk pembelian produk dan jasa yang akan ditawarkan melalui situs www.ogahrugi.com.
Perseroan memperkirakan dengan rencana penyertaan saham pada 31,50% kepemilikan saham
ROTI, 35,84% kepemilikan saham FAST dan 40% kepemilikan saham IDM, diharapkan kegiatan usaha
Perseroan akan terdiversifikasi lebih baik. Dengan adanya diversifikasi usaha ini maka diharapkan akan
terjadi peningkatan kinerja Perseroan sehingga akan meningkatkan nilai bisnis dari Perseroan, yang
pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah kepada pemegang saham Perseroan.
Berikut tabel proforma struktur permodalan dan susunan pemegang saham FAST, ROTI dan IDM
sebelum dan sesudah penyertaan saham yang dilakukan oleh Perseroan:
1.FAST
Keterangan
Modal Dasar:
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Gelael Pratama
2. PT ME
3. HSBC Fund Services, Arisaig Asia Consumer FD Ltd
4.Koperasi
5.Masyarakat
6. PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Sebelum Penyertaan
Perseroan
Jumlah Saham
(%)
1.840.000.000
201.846.667
165.013.334
46.667.014
1.473.332
45.416.248
460.416.595
1.379.583.405
43,84%
35,84%
10,14%
0,32%
9,86%
100,00%
Sesudah Penyertaan
Perseroan
Jumlah Saham
(%)
1.840.000.000
201.846.667
46.667.014
1.473.332
45.416.248
165.013.334
460.416.595
1.379.583.405
43,84%
10,14%
0,32%
9,86%
35,84%
100,00%
2.ROTI
Keterangan
Modal Dasar:
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. UBS AG Singapore S/A Bonlight Investments Ltd
2. UBS AG Singapore S/A TEIL
3. Shikishima Baking Co., Ltd
4.Masyarakat
5. PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Sebelum Penyertaan
Perseroan
Jumlah Saham
(%)
3.440.000.000
318.893.400
318.893.400
86.050.600
288.522.600
1.012.360.000
2.427.640.000
5
31,50%
31,50%
8,50%
28,50%
100,00%
Sesudah Penyertaan
Perseroan
Jumlah Saham
(%)
318.893.400
86.050.600
288.522.600
318.893.400
1.012.360.000
2.427.640.000
31,50%
8,50%
28,50%
31,50%
100,00%
3.IDM
Keterangan
Modal Dasar:
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Indomarco Perdana
2. PT Lentera Bumi Mas
3. Sinarman Jonatan
4. PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Sebelum Penyertaan
Perseroan
Jumlah Saham
(%)
1.400.000.000
1.026.912.000
57.168.000
24.000.000
1.108.080.000
291.920.000
92,67
5,16
2,17
100,00%
Sesudah Penyertaan
Perseroan
Jumlah Saham
(%)
3.000.000.000
1.026.912.000
57.168.000
24.000.000
738.720.000
1.846.800.000
1.153.200.000
55,60%
3,10%
1,30%
40,00%
100,00%
Keterangan lengkap mengenai rencana penyertaan saham oleh Perseroan pada FAST, ROTI, dan IDM
ini diuraikan pada Bab III mengenai Keterangan Mengenai Rencana Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha Utama.
Dalam pelaksanaan penggunaan dana hasil PUT I ini, Perseroan akan mengikuti ketentuan peraturan
perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Sesuai dengan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bapepam dan LK nomor SE-05/BL/2006 tanggal
29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka
Penawaran Umum, total biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan adalah sekitar 0,245% dari nilai PUT I
yang meliputi:
No
1.
2.
Uraian
Biaya Jasa Profesi /Lembaga Penunjang Pasar Modal
- Akuntan Publik
- Konsultan Hukum
- Notaris
- Penilai
- Biro Administrasi Efek
Biaya Lain-lain
- Penasehat Keuangan
- Biaya RUPSLB, percetakan, iklan surat kabar keterbukaan informasi dan biaya-biaya
lainnya yang berhubungan dengan rencana PUT I Perseroan
Jumlah
Persentase (%)
0,008%
0,016%
0,004%
0,007%
0,001%
0,200%
0,009%
0,245%
Perseroan akan mempertanggungjawabkan realisasi penggunaan dana hasil PUT I ini kepada para
pemegang saham Perseroan dalam RUPS Tahunan Perseroan dan menyampaikan laporan realisasi
penggunaan dana hasil PUT I ini kepada Otoritas Jasa Keuangan secara periodik sesuai dengan
Peraturan Bapepam Nomor X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-81/PM1996 tanggal
17 Januari 1996 yang diubah dengan Nomor Kep-15/PM/1997 tanggal 30 April 1997 dan terakhir diubah
dengan Nomor Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana
Hasil Penawaran Umum (“Peraturan No.X.K.4”).
Apabila Perseroan bermaksud untuk mengubah rencana penggunaan dana hasil PUT I tersebut,
maka rencana perubahan harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan
mengemukakan alasan beserta pertimbangannya dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari
RUPS sesuai dengan Peraturan No.X.K.4.
PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PERSEROAN (IPO)
Seluruh dana hasil pelaksanaan Penawaran Umum Perdana (IPO) pada tahun 2000 telah habis
direalisasikan sesuai dengan rencana penggunaan dana IPO.
6
III.KETERANGAN MENGENAI RENCANA TRANSAKSI
MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA
A. KETERANGAN MENGENAI TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja, ekuitas neto Perseroan adalah sebesar
Rp12.701.447.575,- (dua belas miliar tujuh ratus satu juta empat ratus empat puluh tujuh ribu lima ratus
tujuh puluh lima Rupiah), sehingga demikian nilai rencana penggunaan dana dari hasil PUT I sebesar
Rp7.000.000.000.000,- (tujuh triliun Rupiah) untuk Rencana Investasi sebesar Rp6.731.507.784.700,(enam triliun tujuh ratus tiga puluh satu miliar lima ratus tujuh juta tujuh ratus delapan puluh empat
ribu tujuh ratus Rupiah) adalah sebesar 530 kali dibandingkan dengan ekuitas Perseroan sehingga
Rencana Investasi merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam peraturan Bapepam
dan LK No.IX.E.2, bahwa Transaksi Material dengan nilai transaksi lebih dari 50% (lima puluh persen)
dari ekuitas perusahaan terbuka diwajibkan untuk memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang
Saham.
1. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Rencana Investasi
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha yang meliputi jasa penyedia akses
internet (Internet Service Provider/ISP), IT solution, penyedia jasa dan barang untuk merancang
aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras dan jasa lainnya serta pengembang portal ogahrugi.com.
Dalam 5 tahun terakhir ini, lebih dari 80% pendapatan Perseroan didominasi oleh pendapatan dari IT
solution, yang memberikan jasa layanan terpadu dalam membangun suatu infrastruktur telekomunikasi
berbasis internet untuk berbagai jenis industri, yang meliputi layanan web designed, web advertising,
web development, layanan online marketing, pembuatan aplikasi dan sistem. Sementara pendapatan
Perseroan dari akses internet, yang memberikan layanan jasa yang terdiri dari digital dial up, leased
line, lisensi wireless 2.4 Ghz, 3.5 Ghz dan 5.7 Ghz, internet ready port, FTP, akses telnet dan transfer,
POP dan web mail accounts, web hosting, satellite & fibre optic, connection pendaftaran domain dan
country code top level domain, cenderung sangat berfluktuasi dan tidak mempunyai tren yang dapat
diandalkan.
Selama 5 tahun terakhir ini, kegiatan usaha Perseroan yang fokus di bidang teknologi informasi tidak
mengalami perkembangan yang berarti dan tidak memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka Perseroan berencana untuk melepas kegiatan usaha jasa
akses internet yang saat ini digeluti Perseroan dan fokus untuk melakukan investasi atau penyertaan
saham atau modal di perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi dan ritel, yang
dapat bersinergi dengan pengembangan bisnis portal ogahrugi.com, suatu situs media belanja diskon,
yang saat ini telah dikembangkan Perseroan, yang telah menjangkau lebih dari 30.000 anggota di
seluruh Indonesia.
Sebagaimana diuraikan di atas Perseroan dalam lima tahun terakhir mampu memperoleh laba bersih
setiap tahunnya, akan tetapi laba yang diperoleh Perseroan belum mampu untuk menutupi saldo
kerugian yang diderita Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya.
7
Hal ini menyebabkan per 31 Desember 2012 Perseroan masih memiliki saldo rugi (defisit) sebesar
Rp30.974 juta. Gambaran ekuitas Perseroan dalam lima tahun terakhir adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
46.000
(2.325)
(30.974)
12.701
Modal Saham
Biaya emisi
Saldo Rugi
Total Ekuitas
*)
disajikan kembali
31 Desember
2011*)
2010*)
46.000
46.000
(2.325)
(2.325)
(31.195)
(31.667)
12.481
12.009
2009*)
46.000
(2.325)
(32.115)
11.560
2008*)
46.000
(2.325)
(34.265)
9.410
Kondisi ekuitas Perseroan seperti di atas, menyebabkan ketidakmampuan Perseroan untuk
melakukan pembagian dividen walaupun kondisi kinerja dalam lima tahun terakhir Perseroan mampu
menghasilkan laba, karena sesuai dengan ketentuan dalam UUPT, selama masih memiliki saldo rugi
tidak diperkenankan melakukan pembagian dividen.
Dengan melakukan investasi pada 31,50% kepemilikan saham ROTI, 35,84% kepemilikan saham
FAST dan 40% kepemilikan saham IDM, maka dari Rencana Investasi ini diharapkan kegiatan usaha
Perseroan akan terdiversifikasi lebih baik. Dengan adanya diversifikasi usaha ini maka diharapkan akan
terjadi peningkatan kinerja Perseroan sehingga akan meningkatkan nilai bisnis dari Perseroan, yang
pada akhirnya dapat meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham Perseroan.
2. Keterangan Mengenai Rencana Investasi
Sehubungan dengan Rencana Investasi, Perseroan berencana untuk melakukan:
•
•
•
penyertaan saham pada FAST sebesar 35,84% (tiga puluh lima koma delapan puluh empat persen)
dari total saham ditempatkan dan disetor dalam FAST atau sebanyak 165.013.334 (seratus enam
puluh lima juta tiga belas ribu tiga ratus tiga puluh empat) saham dengan nilai nominal Rp100,(seratus Rupiah) per saham dengan harga pembelian Rp12.050,- (dua belas ribu lima puluh
Rupiah) per saham sehingga nilai penyertaan saham pada FAST sebesar Rp1.988.410.674.700,(satu triliun sembilan ratus delapan puluh delapan miliar empat ratus sepuluh juga enam ratus tujuh
puluh empat ribu tujuh ratus Rupiah);
penyertaan saham pada ROTI sebesar 31,50% (tiga puluh satu koma lima persen) dari total saham
ditempatkan dan disetor dalam ROTI atau sebanyak 318.893.400 (tiga ratus delapan belas juta
delapan ratus Sembilan puluh tiga ribu empat ratus) saham dengan nilai nominal Rp100,- (seratus
Rupiah) per saham dengan harga pembelian Rp6.650,- (enam ribu enam ratus lima puluh Rupiah)
per saham sehingga nilai penyertaan saham pada ROTI sebesar Rp2.120.641.110.000,- (dua
triliun seratus dua puluh miliar enam ratus empat puluh satu juta seratus sepuluh ribu Rupiah);
penyertaan saham pada IDM sebesar 40,00% (empat puluh persen) dari total saham ditempatkan
dan disetor dalam IDM atau sebanyak 738.720.000 (tujuh ratus tiga puluh delapan juta tujuh ratus
dua puluh ribu) saham dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) per saham
dengan harga pembelian Rp3.550,- (tiga ribu lima ratus lima puluh Rupiah) per saham sehingga
nilai penyertaan saham pada IDM sebesar Rp2.622.456.000.000,- (dua triliun enam ratus dua
puluh dua miliar empat ratus lima puluh enam juta Rupiah).
Nilai keseluruhan Rencana Investasi adalah sebesar Rp6.731.507.784.700,- (enam triliun tujuh ratus
tiga puluh satu miliar lima ratus tujuh juta tujuh ratus delapan puluh empat ribu tujuh ratus Rupiah).
Rencana Investasi tersebut merupakan transaksi yang terkait dan saling mempengaruhi satu dengan
yang lain.
Penentuan harga saham FAST dan ROTI sudah sesuai dengan Peraturan No.IX.E.2, bahwa dalam
hal obyek Transaksi Material adalah saham perusahaan terbuka yang tercatat dan diperdagangkan
di Bursa Efek, maka harga saham untuk pembelian, paling tinggi sebesar harga rata-rata dari harga
tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 (sembilan puluh) hari terakhir sebelum tanggal
pengumuman RUPS.
8
Harga rata-rata saham dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 (sembilan puluh)
hari terakhir sebelum tanggal pengumuman RUPS untuk saham FAST adalah sebesar Rp12.063,- (dua
belas ribu enam puluh tiga Rupiah) per saham dan harga yang ditetapkan dalam Transaksi Material
adalah sebesar Rp12.050,- (dua belas ribu lima puluh Rupiah) per saham.
Harga rata-rata saham dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 (sembilan
puluh) hari terakhir sebelum tanggal pengumuman RUPS untuk saham ROTI adalah sebesar Rp6.717,(enam ribu tujuh ratus tujuh belas Rupiah) per saham dan harga yang ditetapkan dalam Transaksi
Material adalah sebesar Rp6.650,- (enam ribu enam ratus lima puluh Rupiah) per saham.
a) Penjelasan Singkat Mengenai Penyertaan Saham pada FAST
Sehubungan dengan rencana penyertaan saham pada FAST yang merupakan bagian dari Rencana
Investasi, Perseroan telah menandatangani Pengikatan Jual Beli Saham pada tanggal 19 April
2013 yang memuat hal-hal sebagai berikut:
Objek Perjanjian
: Penjualan dan pengalihan atas 165.013.334 (seratus enam puluh lima juta
tiga belas ribu tiga ratus tiga puluh empat) saham FAST yang dimiliki oleh
PT ME kepada Perseroan.
Nilai Transaksi
: Rp1.988.410.674.700,- (satu triliun sembilan ratus delapan puluh
delapan miliar empat ratus sepuluh juta enam ratus tujuh puluh empat
ribu tujuh ratus Rupiah) atau sebesar Rp12.050,- (dua belas ribu lima
puluh Rupiah) per saham.
Tanggal
: paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah Tanggal Pengembalian Uang
Penyelesaian
Pemesanan Pembelian Saham Tambahan dan Distribusi Saham hasil
Penjatahan atau tanggal lain yang disepakati bersama oleh Perseroan
dan PT ME.
Persyaratan
: a. diterimanya seluruh persetujuan yang dibutuhkan oleh PT ME dan
Perseroan untuk penyempurnaan transaksi yang diatur dalam
Perjanjian ini, yaitu persetujuan pihak ketiga dari PT ME (yakni Yum!
Restaurants International), persetujuan rapat umum pemegang
saham dan rapat dewan komisaris PT ME, yang menyetujui
penjualan dan pengalihan Saham yang Dijual;
b. seluruh persetujuan, izin, dan kewenangan penting dari seluruh
instansi pemerintah atau pihak berwenang lainnya dan pihak ketiga
untuk pengalihan Saham yang Dijual dari PT ME kepada Perseroan
telah diperoleh (termasuk tetapi tidak terbatas pada persetujuan
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan); dan
c. pernyataan-pernyataan, jaminan-jaminan dan janji-janji yang dibuat
oleh PT ME dalam Perjanjian adalah benar, lengkap, dan tepat
pada saat dibuat dan pada saat tanggal terjadinya Penyelesaian,
seolah dibuat, berlaku pada, dan diperbarui pada waktu tersebut.
Untuk menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan untuk menjual saham yang
akan dibeli oleh Perseroan, PT ME telah mendapatkan persetujuan dari para Dewan Komisaris PT
ME, sebagaimana dimuat dalam Surat Persetujuan Komisaris No. 001/KOM-MER/V/2013 tanggal
3 Mei 2013.
9
b) Penjelasan Singkat Mengenai Penyertaan Saham pada ROTI
Sehubungan dengan rencana penyertaan saham pada ROTI yang merupakan bagian dari Rencana
Investasi, Perseroan telah menandatangani Pengikatan Jual Beli Saham pada tanggal 22 April
2013 yang memuat hal-hal sebagai berikut:
Objek Perjanjian
:
Nilai Transaksi
:
Tanggal Penyelesaian :
Persyaratan
:
Penjualan dan pengalihan atas 318.893.400 (tiga ratus delapan belas
juta delapan ratus sembilan puluh tiga ribu empat ratus) saham ROTI
yang dimiliki oleh TEIL kepada Perseroan.
Rp2.120.641.110.000,- (dua triliun seratus dua puluh miliar enam
ratus empat puluh satu juta seratus sepuluh ribu Rupiah) atau sebesar
Rp6.650,- (enam ribu enam ratus lima puluh Rupiah) per saham.
paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah Tanggal Pengembalian Uang
Pemesanan Pembelian Saham Tambahan dan Distribusi Saham hasil
Penjatahan atau tanggal lain yang disepakati bersama oleh Perseroan
dan TEIL.
a. seluruh persetujuan, izin, dan kewenangan penting dari seluruh
instansi pemerintah atau pihak berwenang lainnya dan pihak ketiga
untuk pengalihan Saham yang Dijual dari TEIL kepada Perseroan
telah diperoleh (termasuk tetapi tidak terbatas pada persetujuan
dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan); dan
b. pernyataan-pernyataan, jaminan-jaminan dan janji-janji yang dibuat
oleh TEIL dalam Perjanjian adalah benar, lengkap, dan tepat pada
saat dibuat dan pada saat tanggal terjadinya Penyelesaian, seolah
dibuat, berlaku pada, dan diperbarui pada waktu tersebut.
c) Penjelasan Singkat Mengenai Penyertaan Saham pada IDM
Sehubungan dengan rencana penyertaan saham pada IDM yang merupakan bagian dari Rencana
Investasi, Perseroan telah menandatangani Perjanjian Pemesanan Saham Bersyarat pada tanggal
19 April 2013 yang memuat hal-hal sebagai berikut:
Objek Perjanjian
:
Nilai Transaksi
:
Tanggal
Penyelesaian
:
Persyaratan
:
Pemesanan atas 738.720.000 (tujuh ratus tiga puluh delapan juta tujuh
ratus dua puluh ribu) saham baru yang diterbitkan IDM oleh Perseroan.
Rp2.622.456.000.000,- (dua triliun enam ratus dua puluh dua miliar
empat ratus lima puluh enam juta Rupiah) atau sebesar Rp3.550,- (tiga
ribu lima ratus lima puluh Rupiah) per saham.
paling lambat 10 (sepuluh) hari setelah Tanggal Pengembalian Uang
Pemesanan Pembelian Saham Tambahan dan Distribusi Saham
hasil Penjatahan atau tanggal lain yang disepakati bersama oleh PT
Indomarco Perdana, PT Lentera Bumi Mas, Tuan Sinarman Jonatan,
IDM, dan Perseroan.
a. diterimanya seluruh persetujuan atau penerimaan laporan
atas penerbitan Saham Penyertaan dari seluruh kreditur IDM
sebagaimana dipersyaratkan dalam setiap perjanjian antara IDM
dengan kreditur tersebut, sebagaimana relevan;
b. telah dilakukannya RUPSLB IDM yang menyatakan menyetujui:
(i) peningkatan modal dasar IDM; (ii) penerbitan Saham Penyertaan
oleh IDM; dan (iii) pengesampingan HMETD oleh masing-masing
pemegang saham IDM agar Saham Penyertaan tersebut dapat
ditempatkan dan disetor penuh ke dalam IDM oleh Perseroan;
10
c. diterimanya seluruh persetujuan yang dibutuhkan oleh Perseroan
untuk penyempurnaan transaksi yang diatur dalam Perjanjian
ini, termasuk tapi tidak terbatas pada, persetujuan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan;
d. seluruh persetujuan, izin, dan kewenangan penting dari seluruh
instansi pemerintah atau pihak berwenang lainnya dan pihak
ketiga untuk penyertaan Saham Penyertaan oleh Perseroan telah
diperoleh (termasuk tetapi tidak terbatas pada persetujuan dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan); dan
e. pernyataan-pernyataan, jaminan-jaminan dan janji-janji yang dibuat
oleh IDM dalam Perjanjian ini adalah benar, lengkap, dan tepat
pada saat dibuat dan pada saat tanggal terjadinya Penyelesaian,
seolah dibuat, berlaku pada, dan diperbarui pada waktu tersebut.
Untuk menandatangani Perjanjian Pemesanan Saham Bersyarat dan untuk menerbitkan saham
baru yang akan diambil oleh Perseroan, IDM telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang
saham IDM, sebagaimana dimuat dalam Akta No. 34, tanggal 8 Mei 2013, dibuat di hadapan Popie
Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., Notaris di Jakarta, yang saat ini sedang dalam proses
pengurusan untuk mendapatkan persetujuan dari Menkumham, sebagaimana dibuktikan dengan
Surat Keterangan No. 128/NOT-KET/V/2013, tanggal 13 Mei 2013, yang dikeluarkan oleh Popie
Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., Notaris di Jakarta.
Dalam rangka pelaksanaan PUT I, IDM telah mendapatkan persetujuan yang diperlukan untuk
melakukan tindakan tertentu yang membutuhkan persetujuan dari lawan janjinya berdasarkan
perjanjian-perjanjian material tersebut, termasuk untuk menerbitkan saham baru untuk dipesan
oleh Perseroan, sebagai berikut:
a. PT Bank Mega Tbk selaku kreditor IDM, berdasarkan Surat Nomor 110/CBPM/13, tanggal 2
Mei 2013, yang di antaranya menyetujui peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor
serta perubahan susunan pemegang saham IDM;
b. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, selaku kreditor IDM, berdasarkan Surat Nomor CBG.
CB1/024/2013, tanggal 30 April 2013, yang di antaranya menyetujui peningkatan modal dasar,
ditempatkan dan disetor serta perubahan susunan pemegang saham IDM;
c. PT Bank CIMB Niaga Tbk, selaku kreditor IDM, berdasarkan Surat Nomor 083/CLG-EXT/
IV/2013, tanggal 15 April 2013, yang telah diterima oleh CIMB Niaga pada tanggal 18 April
2013, yang diantaranya menyampaikan pemberitahuan terkait rencana IDM untuk melakukan
peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor serta perubahan susunan pemegang
saham IDM; dan
d. Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., selaku kreditor IDM, berdasarkan Consent Letter, tanggal
22 April 2013, yang diantaranya menyetujui pengeluaran saham baru oleh IDM.
3. Pihak-Pihak Yang Melakukan Rencana Investasi
a)Perseroan
Dalam Rencana Investasi, Perseroan bertindak sebagai pembeli saham FAST, ROTI dan
IDM. Keterangan rinci mengenai Perseroan dapat dilihat pada Bab IX mengenai Keterangan
Tentang Perseroan.
11
b) PT Megah Eraraharja (“PT ME”)
PT ME bertindak sebagai penjual dan merupakan pemilik saham FAST sebanyak 165.013.334
(seratus enam puluh lima juta tiga belas ribu tiga ratus tiga puluh empat) saham. Keterangan
singkat mengenai PT ME adalah sebagai berikut:
Nama
:
PT Megah Eraraharja
Alamat :
Wisma Indocement lantai 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 70-71, Jakarta 12910,
Indonesia
Telp
(62-21) 570 6980-81
:
Fax
: (62-21) 570 6990
Pengurusan dan Pengawasan pada saat ini adalah:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
:
Anthoni Salim
Komisaris
:
Benny Setiawan Santoso
Direktur Utama
:
Adhi Indrawan
Direktur
:
Leonny Elimin
Direksi:
Berdasarkan Akta No.54 tanggal 24 Nopember 2010, struktur permodalan dan pemegang
saham PT ME pada saat ini adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp1.000.000 per Saham
Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp)
40.000
40.000.000.000
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Elang Saktiprabawa
2. PT Zamrud Indah Persada
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Dalam Portepel
31.500
120
31.620
8.380
%
31.500.000.000 99,92%
120.000.000
0,08%
31.620.000.000
100%
8.380.000.000
Pengendali utama PT ME adalah Anthoni Salim.
c) Treasure East Investments Limited (“TEIL”)
TEIL bertindak sebagai penjual dan merupakan pemilik saham ROTI sebanyak 318.893.400 (tiga
ratus delapan belas juta delapan ratus Sembilan puluh tiga ribu empat ratus) saham. Keterangan
singkat mengenai TEIL adalah sebagai berikut:
Nama
:
Treasure East Investments Limited
Alamat
:
c/o KMP Private Ltd, 150 South Bridge Road #11-04, Fook Hai Building, Singapore
058727
Telp
:
(65) 6535 2855
Fax
: (65) 6532 7446
Pengurusan dan Pengawasan pada saat ini adalah:
Director
: Tan Hang Huat
12
Berdasarkan Register of Members No.1559126, susunan permodalan dan pemegang saham TEIL
pada saat ini adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham
Tan Hang Huat
Jumlah Saham
1
Nilai (USD)
1
%
100%
Pengendali utama TEIL adalah Anthoni Salim.
d) PT Indomarco Prismatama (“IDM”)
IDM bertindak sebagai penjual saham baru sebanyak 738.720.000 (tujuh ratus tiga puluh delapan
juta tujuh ratus dua puluh ribu). Keterangan singkat mengenai IDM adalah sebagai berikut:
Nama
:
PT Indomarco Prismatama
Alamat
:
Jl. Ancol I No.9-10, Ancol Barat Jakarta 14430, Indonesia
Telp
:
(62-21) 691 9710-12
Fax
: (62-21) 691 4480
Pengurusan dan Pengawasan pada saat ini adalah:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama
:
Djisman Simanjuntak
Komisaris
:
Soenardi Winarto
Komisaris
:
Soedarsono
Direktur Utama
:
Sinarman Jonatan
Direktur
:
Hendarto Josojuwono
Direktur
:
Laurensius Tirta Widjaja
Direktur
:
Wiwiek Yusuf
Direktur
:
Haliman Kustedjo
Direktur
:
Darmawie Alie
Direktur
:
Stephanus Krisgianto
Direksi:
4. Pihak-Pihak Yang Ditunjuk oleh Perseroan
Mengingat Rencana Investasi merupakan Transaksi Material, maka Perseroan telah menunjuk pihakpihak independen, masing-masing sebagai berikut:
•
•
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan (“KJPP STH”) sebagai penilai independen yang melakukan
penilaian saham PT Indomarco Prismatama, penilaian pendapat kewajaran atas Rencana Investasi
dan memberikan penelaahan studi kelayakan atas rencana perubahan kegiatan usaha utama
Perseroan.
DNC Advocates at Work sebagai Konsultan Hukum yang memberikan pendapat hukum atas
Rencana Investasi.
Pihak-pihak independen yang telah ditunjuk oleh Perseroan dalam rangka Rencana Transaksi ini
menyatakan tidak memiliki hubungan afiliasi, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan
Perseroan.
13
5. Penjelasan Tentang Pengaruh Rencana Investasi Pada Kondisi Keuangan Perseroan
Melalui Rencana Investasi, diharapkan kinerja keuangan Perseroan, terutama laba bersih Perseroan
dapat meningkat dikarenakan adanya pendapatan dalam bentuk dividen. Dengan penerapan strategi
ini, diharapkan di masa yang akan datang Perseroan mampu untuk memperoleh laba yang memadai
dan dalam waktu yang tidak terlalu lama laba yang diperoleh dapat menutup kerugian Perseroan,
sehingga Perseroan dapat membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya.
6. Ringkasan Pendapat Hukum terkait Rencana Investasi
Dengan memperhatikan bahwa dana yang diperoleh dari PUT I akan dipergunakan untuk Rencana
Investasi yang nilainya material maka Perseroan tunduk pada ketentuan yang diatur dalam Peraturan
No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama yang merupakan
Lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-614/BL/2011, tanggal 28 November 2011
(“Peraturan No. IX.E.2”).
Transaksi dalam Rencana Investasi merupakan Transaksi Material yang memerlukan persetujuan dari
RUPS Perseroan sebagaimana termaktub dalam Peraturan No.IX.E.2 karena keseluruhan transaksi
bernilai Rp7.000.000.000.000,- (tujuh triliun Rupiah) yang melebihi 50% (lima puluh persen) dari ekuitas
Perseroan saat ini yaitu sebesar Rp12.701.447.575,- (dua belas miliar tujuh ratus satu juta empat ratus
empat puluh lima ribu lima ratus tujuh puluh lima Rupiah), sebagaimana dimuat dalam laporan keuangan
Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman dan Surja.
7. Ringkasan Laporan Penilai Independen
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan sebagai Penilai Independen yang ditunjuk oleh Perseroan
telah melakukan pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut:
a) Penilaian Saham PT Indomarco Prismatama
KJPP STH sebagai Kantor Jasa Penilai Publik berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai Publik
No.2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No.PB-1.08.00027 yang dikeluarkan oleh Menteri
Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.09/
PM/STTD-P/A-B/2006 yang dikeluarkan oleh BAPEPAM-LK, telah melakukan penilaian usaha atas
saham PT Indomarco Prismatama (IDM”) dan telah menyampaikan Laporan Penilaian Saham
dalam laporannya File No. STH-2013-121-R-A-SF tanggal 15 Mei 2013, dengan ringkasan sebagai
berikut:
1. Identitas Pihak Yang Bertransaksi
Para pihak yang akan melakukan transaksi adalah PT Indomarco Prismatama
(“INDOMARCO”) dan PT Dyviacom Intrabumi Tbk (“DNET”), dimana DNET akan
melakukan penyertaan 738.720.000 lembar saham INDOMARCO yang berasal dari saham
portepel atau setara dengan kepemilikan sebesar 40% dari saham yang telah ditempatkan
dan disetor penuh.
2. Obyek Penilaian
Obyek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar wajar atas 738.720.000 saham baru
di IDM.
3. Tujuan Penilaian
KJPP STH mengerti bahwa tujuan penilaian saham ini adalah dalam rangka rencana
penyertaan 738.720.000 lembar saham PT Indomarco Prismatama (“INDOMARCO”) oleh
PT Dyviacom Intrabumi Tbk (“Perseroan”) yang setara dengan kepemilikan sebesar 40%
dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
14
Berdasarkan Perjanjian Penyertaan Saham Bersyarat antara Perseroan dengan INDOMARCO
ditentukan bahwa penyertaan saham akan dilakukan:
- Setelah INDOMARCO membagikan dividen kepada para pemegang saham yang lama
sebesar Rp160.000.000.000,- Setelah Investasi/Penyertaan Saham pada PT Inti Cakrawala Citra (“ICC”) dikeluarkan dari
aset INDOMARCO sebelum Perseroan melakukan penyertaan saham, sehingga setelah
Perseroan menjadi pemegang saham INDOMARCO, ICC sudah bukan merupakan entitas
anak INDOMARCO.
- Setelah INDOMARCO menerima pembagian dividen dari ICC sebesar Rp65.000.000.000,sesuai dengan besar kepemilikannya.
4. Asumsi-Asumsi Dan Kondisi Pembatas
Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas adalah sebagai berikut:
a. Laporan Penilaian Usaha yang dihasilkan oleh Penilai Usaha bersifat non-disclaimer
opinion.
b. Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Usaha berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya.
d. Penyesuaian atas proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen, mencerminkan
kewajaran dan kemampuan untuk pencapaiannya.
e. Penilai Usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan, selama tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
f. Laporan Penilaian Usaha ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai Usaha bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha dan Kesimpulan
Penilaian Usaha.
h. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas dianggap benar dan dapat
dipercaya, Penilai Usaha tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan
itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
i. Hasil yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan yang
merupakan bagian dari bisnis yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
tujuan penilaian. Hasil Penilaian Usaha ini tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian
lain yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.
5. Pendekatan Penilaian
Untuk memperoleh Nilai Pasar Wajar saham Indomarco, KJPP STH menggunakan 2 (dua)
pendekatan penilaian berikut ini:
1. Pendekatan Pendapatan (Income Based Approach) yaitu dengan memakai Metode
Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method)
Dengan metode ini nilai saham perusahaan Indomarco didapatkan dengan cara
menghitung nilai kini (present value) dari proyeksi arus kas bersih setelah pajak (net
cash flow after tax) kemudian dikurangi dengan hutang dan ditambah dengan aset non
operasional, jikalau ada.
2. Pendekatan Pasar (Market Based Approach) dengan memakai Metode Pembanding
Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Traded Company Method)
Untuk menggunakan Metode Pembanding Perusahaan Tercatat Di Bursa Efek dalam
menilai saham pengendali INDOMARCO, digunakan 8 (delapan) perusahaan terbuka
yang sahamnya di perdagangkan di bursa lokal dan bursa regional.
15
Dari perusahaan pembanding tersebut diatas, kami tentukan nilai dasar pengali (value
multiple). Rata-rata nilai dasar pengali dari ke 8 perusahaan pembanding tersebut
diterapkan untuk menghitung nilai aset bersih (Net-Worth) INDOMARCO.
Value Multiple merupakan ratio dimana digunakan harga saham perusahaan pembanding
sebagai pembilang (numerator) dan suatu ukuran tertentu dari perusahaan pembanding
sebagai pembagi (denominator), yang biasanya digunakan dari angka hasil usaha atau
posisi keuangan. Value multiple biasanya dihitung untuk basis per saham, tetapi dapat juga
ditentukan dengan cara membagi nilai total seluruh saham dari perusahaan pembanding
dengan total laba (earnings) setahun.
Menghitung nilai Ekuitas atau Kapital Investasi (Invested Capital) dari INDOMARCO atas
dasar value multiples dikalikan dengan variable keuangan fundamental Perusahaan.
Dalam hal ini variable keuangan fundamental yang digunakan adalah EBITDA dan Nilai
Buku Ekuitas dan Hutang.
Alasan penggunaan metode Diskonto Arus Kas Bersih karena INDOMARCO merupakan
perusahaan operasional yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan retail.
Alasan penggunaan metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek karena
adanya perusahaan dalam bidang usaha (industri) sejenis dengan INDOMARCO yang
sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek.
6. Metodologi Penilaian
Berdasarkan analisis yang dilakukan KJPP STH dan faktor-faktor yang ada hubungannya
dengan penilaian ini, KJPP STH menerapkan pendekatan penilaian dan hasil penilaian kami
sebagai berikut:
1. Indikasi Nilai Pasar Wajar dari Aset Bersih (Net Worth) untuk saham non-pengendali
berdasarkan Pendekatan Pendapatan (”Income Based Approach”) dengan memakai
Metode Diskonto Arus Kas Untuk Ekuitas dan Hutang (Discounted Cash Flow to Firm
Method).
2. Indikasi Nilai Pasar Wajar dari Aset Bersih (Net Worth) untuk saham non-pengendali
berdasarkan Pendekatan Pasar (”Market Based Approach”) dengan memakai Metode
Pembanding Perusahaan Tercatat Di Bursa Efek (Guide-line Publicly Traded Company
Method).
3. Korelasi nilai dari Indikasi Nilai Aset Bersih berdasarkan kedua metode penilaian dalam
butir 1 dan 2.
4. Diperhitungkan Diskon Marketabilitas karena saham IDM yang didiakuisi oleh Perseroan
merupakan saham perusahaan tertutup yang sahamnya tidak diperdagangkan di Bursa
Efek.
5. Nilai Pasar Wajar dari 738.720.000 saham baru di IDM yang akan ditempatkan dan disetor
penuh yang setara dengan kepemilikan sebesar 40%, atas dasar perhitungan Nilai Pasar
Wajar Aset Bersih pada butir 3 dan 4 di atas.
Penilaian saham ini didasarkan pada Perjanjian Penyertaan Saham Bersyarat antara Perseroan
dengan IDM, bahwa penyertaan saham akan dilakukan:
•
•
Setelah IDM membagikan dividen kepada para pemegang saham yang lama sebesar
Rp160.000.000.000,Setelah Investasi/Penyertaan Saham pada PT Inti Cakrawala Citra (“ICC”) dikeluarkan dari
aset IDM sebelum Perseroan melakukan penyertaan saham, sehingga setelah Perseroan
menjadi pemegang saham IDM, ICC sudah bukan merupakan entitas anak IDM.
16
•
Setelah IDM menerima pembagian dividen dari ICC sebesar Rp65.000.000.000,- sesuai
dengan besar kepemilikan sahamnya.
7. Kesimpulan Akhir
Menurut pendapat KJPP STH jumlah Rp2.819.694.240.000,- (dua triliun delapan ratus
sembilan belas miliar enam ratus sembilan puluh empat juta dua ratus empat puluh ribu
Rupiah) merupakan Nilai Pasar Wajar 738.720.000 saham baru di IDM, yang berada dalam
kondisi berkesinambungan usaha (going concern) pada tanggal 31 Desember 2012.
b) Penilaian Pendapat Kewajaran Atas Rencana Penyertaan Saham IDM, dan Investasi Saham
ROTI dan FAST
KJPP STH telah melakukan analisa kewajaran atas Rencana Transaksi dari Perseroan dan telah
menyampaikan Pendapat Kewajaran dalam laporannya File No.STH-2013-121-R-B-SF tanggal 15
Mei 2013, atas dasar analisis transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang KJPP STH
lakukan terhadap Rencana Investasi, sebagai berikut:
1. Pihak-pihak dalam Rencana Investasi
Pihak-pihak yang terkait dengan Rencana Investasi adalah Perseroan, IDM, PT ME (sebagai
pemegang saham FAST) dan TEIL (sebagai pemegang saham ROTI).
2. Obyek Analisis Kewajaran
Rencana Investasi dari Perseroan untuk:
-
-
-
Melakukan penyertaan saham IDM sebanyak 738.720.000 lembar saham yang berasal dari
saham yang masih dalam portepel dengan nilai penyertaan sebesar Rp2.622.456.000.000,(dua triliun enam ratus dua puluh dua miliar empat ratus lima puluh enam juta Rupiah);
Melakukan investasi saham ROTI sebanyak 318.893.400 lembar saham atau setara
dengan 31,50% kepemilikan saham ROTI yang dimiliki oleh Treasure East Investment
Limited dengan nilai investasi sebesar Rp2.120.641.110.000,- (dua triliun seratus dua
puluh miliar enam ratus empat puluh satu juta seratus sepuluh ribu Rupiah);
melakukan investasi saham FAST sebanyak 165.013.334 lembar saham atau setara
dengan 35,84% kepemilikan saham FAST yang dimiliki oleh PT Megah Eraraharja dengan
nilai investasi sebesar Rp1.988.410.674.700,- (satu triliun sembilan ratus delapan puluh
delapan miliar empat ratus sepuluh juta enam ratus tujuh puluh empat ribu tujuh ratus
Rupiah).
3. Tujuan Analisis Kewajaran
Melakukan analisa kewajaran atas Rencana Investasi Perseroan dimana Rencana Investasi,
merupakan transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan No. IX.E.2, dimana
nilai dari Rencana Investasi adalah sebesar Rp6.731.507.784.700,- atau 530 kali dari ekuitas
Perseroan atau lebih dari 50 persen dari jumlah ekuitas Perseroan, berdasarkan laporan
keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang
telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman dan Surja tanggal 26 Maret 2013 dengan opini
wajar tanpa pengecualian dengan total ekuitas Perseroan sebesar Rp12.701.447.575,-. Oleh
karenanya Rencana Investasi tersebut harus diumumkan kepada publik dan akan dilaksanakan
setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham Perseroan dalam RUPSLB, sesuai
dengan Peraturan No. IX.E.2. Oleh karena itu, penilaian atas kewajaran Rencana Investasi
ini diperlukan dalam rangka memenuhi ketentuan sesuai dengan Peraturan IX.E.2 tersebut.
17
4. Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas dalam Analisis Kewajaran
Dalam menyusun pendapat kewajaran atas Rencana Investasi ini, KJPP STH mendasarkan
pada asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
a. Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan oleh Penilai Usaha bersifat non-disclaimer
opinion.
b. Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Usaha berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya.
d. Penyesuaian atas proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen, mencerminkan
kewajaran dan kemampuan untuk pencapaiannya.
e. Penilai Usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan, selama tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
f. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai Usaha bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan Kesimpulan
Pendapat Kewajaran.
h. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas dianggap benar dan dapat
dipercaya, Penilai Usaha tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan
itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
i. Hasil yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan yang
merupakan bagian dari bisnis yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan
penilaian. Hasil Pendapat Kewajaran ini tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain
yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.
5. Analisa Kewajaran Rencana Transaksi
Atas dasar analisa yang kami lakukan terhadap Rencana Transaksi dapat kami simpulkan
sebagai berikut:
a. Perseroan telah menandatangani perjanjian kesepakatan penyertaan pada IDM sebanyak
738.720.000 lembar saham atau setara dengan 40% kepemilikan saham IDM dengan nilai
akuisisi sebesar Rp2.622.456.000.000,-. Dalam pada itu nilai pasar wajar 738.720.000
saham IDM sesuai dengan hasil penilaian kami adalah Rp2.819.694.240.000,-. Dengan
demikian harga akuisisi saham IDM masih dibawah nilai pasar wajarnya.
b. Berdasarkan harga rata-rata tertinggi untuk 90 hari bursa untuk saham FAST (antara
tanggal 7 Desember 2012 sampai tanggal 22 April 2013) adalah Rp12.063,33,-. Atas dasar
harga rata-rata tertinggi tersebut, maka total nilai akuisisi 165.013.334 lembar saham
FAST oleh Perseroan adalah sebesar Rp1.990.610.302.442,-. Dalam pada itu harga
akuisisi 165.013.334 saham FAST adalah Rp1.988.410.674.700,-. Dengan demikian
total harga akuisisi 165.013.334 saham FAST tersebut berada di bawah harga rata-rata
tertinggi untuk 90 hari bursa.
c. Berdasarkan harga rata-rata tertinggi untuk 90 hari bursa untuk saham ROTI (antara
tanggal 7 Desember 2012 sampai tanggal 22 April 2013) adalah Rp6.717,22,-. Atas dasar
harga rata-rata tertinggi tersebut, maka total nilai akuisisi 318.893.400 saham ROTI
oleh Perseroan adalah sebesar Rp2.142.077.124.348,-. Dalam pada itu harga akuisisi
318.893.400 saham ROTI adalah Rp2.120.641.110.000,-. Dengan demikian total harga
akuisisi 318.893.400 saham ROTI tersebut berada di bawah harga rata-rata tertinggi
untuk 90 hari bursa
d. Dana yang digunakan oleh Perseroan untuk penyertaan 738.720.000 saham IDM dan
akuisisi 165.013.334 saham FAST serta 318.893.400 saham ROTI adalah dana internal
Perseroan yang berasal dari penerbitan saham dengan HMETD. Perseroan akan
memperoleh dana dari penambahan modal saham dengan hak memesan efek terdahulu
18
dengan saham yang ditempatkan sebanyak 14.000.000.000 lembar saham dengan
nilai pelaksanannya adalah Rp500,- per sahamnya. Dari HMETD ini Perseroan akan
memperoleh dana sebesar Rp7.000.000.000.000,-.
e. Rencana Transasksi ini yang meliputi penyertaan pada 40% saham IDM dan akuisisi
31,50% saham ROTI serta 35,84% saham FAST secara bersama-sama merupakan
transaksi material karena total keseluruhan nilai Rencana Transaksi ini mencapai
Rp6.731.507.784.700,-, yaitu terdiri dari :
-
Untuk penyertaan 738.720.000 lembar saham IDM
Untuk akuisisi 165.013.334 lembar saham FAST
Untuk akuisisi 318.893.400 lembar saham ROTI
Jumlah
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
2.622.456.000.000
1.988.410.674.700
2.120.641.110.000
6.731.507.784.700
dimana jumlah ini 530 kali dari jumlah ekuitas Perseroan yang berdasarkan Laporan
Keuangan Perseroan per 31 Desember 2012 adalah Rp12.701.447.575,- atau lebih dari
50 persen. Oleh karenanya sesuai dengan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM nomor Kep614/BL/2011 tertanggal 28 Nopember 2011 (“Peraturan IX.E.2”) tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Rencana Transaksi tersebut harus diumumkan
dan baru dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan pemegang saham Perseroan
dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan (“RUPSLB”).
f.
Dengan mengakuisisi 40% kepemilikan saham IDM, 31,50% kepemilikan saham ROTI
dan 35,84% kepemilikan saham FAST, maka diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
Perseroan.
Adapun manfaat dan keuntungan Rencana Transaksi ini adalah sebagai berikut:
•
•
•
Apabila Rencana Transaksi ini disetujui pemegang saham Perseroan, Perseroan yang
selama ini bergerak dalam bidang jasa yang berkaitan dengan teknologi informasi.
Namun kinerja Perseroan dari kegiatan usaha yang sekarang masih belum mampu
untuk menutup kerugian yang diderita oleh Perseroan. Oleh karena itu Rencana
Akuisisi saham IDM, FAST dan ROTI diharapkan dapat mendukung pertumbuhan
kinerja keuangan Perseroan untuk menghasilkan pendapatan yang terus tumbuh dan
berkesinambungan bagi Perseroan di masa yang akan datang yang pada akhirnya
dapat memberikan nilai tambah kepada pemegang saham Perseroan.
Melalui akuisisi saham IDM, saham FAST dan saham ROTI diharapkan dapat
menciptakan sinergi dalam bisnis antara Perseroan dan ketiga perusahaan tersebut,
yaitu sinergi antara perdagangan barang konsumsi dan ritel dengan pengembangan
bisnis portal ogahrugi.com, suatu situs media belanja diskon, yang saat ini telah
dikembangkan Perseroan
Transaksi Akuisisi juga memungkinkan Perseroan untuk melakukan diversifikasi
usaha guna menurunkan tingkat risiko bisnis Perseroan.
g. Berdasarkan kinerja masa lalu (past performance) dan proyeksi laporan keuangan
Perseroan dari tahun 2013 sampai 2017, dengan mengakuisisi saham IDM, FAST
dan ROTI yang berusaha dalam bidang perdagangan ritel kebutuhan rumah tangga
dan bidang makanan cepat saji serta restoran yang memiliki prospek ke depan yang
positif dan pertumbuhan yang signifikan, diharapkan dapat meningkatkan Laba bersih
Perseroan dan nilai kini arus kas Perseroan. Di samping itu saldo rugi (defisit) Perseroan
dalam waktu yang singkat dapat segera tertutup dengan salda laba yang akan diperoleh
Perseroan setiap tahunnya. Hal ini akan memberikan manfaat bagi pemegang saham
Perseroan, karena Perseroan dapat membagikan dividen, setelah tidak lagi memiliki saldo
rugi (defisit).
19
6. Dampak Keuangan dari Rencana Transaksi
Tabel dibawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai kondisi keuangan Perseroan sebelum
Rencana Transaksi dan proforma kondisi keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi.
Dengan asumsi Rencana Transaksi dilakukan pada tanggal 31 Desember 2012.
Ikhtisar Data Keuangan Penting
Laporan Keuangan Pro forma
PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Pada Tanggal 31 Desember 2012
(dalam ribuan Rupiah)
Keterangan
Sebelum Rencana Transaksi
(Diaudit)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
ASET
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Liabilitas Tidak Lancar
Ekuitas
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
Pro Forma
Sesudah Rencana Transaksi
2.882.603
13.938.613
16.821.216
271.374.818
6.745.446.398
7.016.821.216
3.341.552
778.217
12.701.447
16.821.216
3.341.552
778.217
7.012.701.447
7.016.821.216
Analisa ringkas mengenai kondisi dan pengaruh terhadap laporan keuangan Proforma
Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Peningkatan aset karena adanya tambahan kas hasil dari penerbitan saham dengan
HMETD sebesar Rp7.000.000.000.000.- (tujuh triliun Rupiah) dan digunakan untuk
akuisisi saham IDM, FAST dan ROTI sebesar Rp6.731.507.784.700,- (enam triliun tujuh
ratus tiga puluh satu miliar lima ratus tujuh juta tujuh ratus delapan puluh empat ribu tujuh
ratus Rupiah).
• Peningkatan aset tidak lancar karena adanya penambahan akun investasi akibat akuisisi
saham IDM, FAST dan ROTI.
• Peningkatan Ekuitas karena adanya peningkatan modal saham berdasarkan penempatan
saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Karena diasumsikan akuisisi saham IDM, FAST dan ROTI dilakukan pada tanggal 31 Desember
20212, maka perhitungan laba rugi Perseroan dengan Proforma per 31 Desember 2012 tidak
ada perubahan.
7. Pendapat KJPP STH atas Kewajaran Rencana Investasi
Berdasarkan analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif dan analisis kewajaran,
KJPP STH berpendapat bahwa Rencana Investasi berupa rencana penyertaan pada
738.720.000 saham IDM atau setara dengan 40% kepemilikan saham IDM, 318.893.400
lembar saham ROTI atau setara dengan 31,50% kepemilikan saham ROTI dan 165.013.334
lembar saham FAST atau setara dengan 35,84% kepemilikan saham FAST, dengan total nilai
transaksi mencapai Rp6.731.507.784.700,- dengan dana untuk akusisi saham-saham tersebut
berasal dari dana internal Perseroan sebagai hasil penerbitan saham dengan HMETD, adalah
wajar (fair).
B. KETERANGAN MENGENAI PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA PERSEROAN
Terkait dengan Rencana Investasi, Perseroan akan melakukan penyesuaian atas kegiatan usaha
Perseroan saat ini dengan melakukan perubahan kegiatan usaha utama Perseroan sebagaimana diatur
dalam Peraturan No.IX.E.2.
20
1. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Perubahan Kegiatan Usaha Utama
Sebagai perusahaan publik yang memiliki tanggung jawab yang besar kepada para pemegang
sahamnya, terutama untuk memberikan hasil usaha yang optimal dan transparan dalam kegiatan
operasionalnya, Perseroan berupaya untuk menjaga kestabilan dan kontinuitas usaha dengan
komitmen terhadap peningkatan kualitas usaha. Untuk itu Perseroan telah melakukan evaluasi
atas strategi dan rencana pengembangan usaha agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih
baik bagi para pemegang saham dan dapat menarik minat investor untuk melakukan investasi di
Perseroan.
Persaingan usaha yang semakin ketat dan permodalan yang semakin besar yang dibutuhkan di
sektor teknologi informasi terutama dalam penyedia jasa akses internet, yang didominasi bukan
saja oleh perusahaan ISP sejenis yang lebih besar, tetapi juga oleh perusahaan-perusahaan yang
menawarkan produk hiburan TV kabel sekaligus akses internet dengan biaya yang lebih kompetitif,
menjadikan Perseroan menjadi makin sulit berkembang.
Atas dasar kondisi kegiatan usaha seperti saat ini dan Rencana Investasi yang diperkirakan memiliki
prospek usaha yang lebih baik, maka manajemen Perseroan bermaksud merubah kegiatan usaha
utamanya menjadi perusahaan investasi di perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan ritel
dan perdagangan makanan serta restoran.
2. Penjelasan Tentang Pengaruh Perubahan Kegiatan Usaha Utama Pada Kondisi Keuangan
Perseroan
Melalui perubahan kegiatan usaha utamanya, diharapkan Perseroan akan tumbuh semakin cepat
seiring dengan membaiknya kondisi keuangan Perseroan karena meningkatnya pendapatan usaha
akibat strategi dari sinergi atas kegiatan usaha Perseroan di portal bisnis internet dengan investasi
Perseroan di sektor perdagangan ritel, kegiatan usaha makanan dan restoran. Dengan penerapan
strategi ini, diharapkan di masa yang akan datang kinerja keuangan Perseroan akan jauh lebih baik
sehingga dapat memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
3. Ketersediaan Tenaga Ahli Berkaitan Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Utama
Perseroan berencana melakukan penyertaan saham pada FAST, ROTI dan IDM dikarenakan
perusahaan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang terkemuka di sektornya dan
memiliki tenaga ahli yang berpengalaman di bidangnya.
4. Strategi Usaha Sesudah Dilakukannya Perubahan Kegiatan Usaha Utama
Secara umum, strategi usaha Perseroan setelah dilakukan perubahan kegiatan usaha utama
dalam jangka pendek fokus untuk mengelola investasinya di FAST, ROTI dan IDM serta dalam
jangka panjang mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan investasi lainnya yang akan
menguntungkan para pemegang saham Perseroan.
Perseroan juga berencana untuk mengembangkan kegiatan usahanya saat ini di portal bisnis
internet untuk dapat disinergikan dengan investasinya di FAST, ROTI dan IDM sehingga portal
bisnis internet yang dikelola Perseroan dapat menjadi salah satu portal bisnis internet yang fokus
untuk menyediakan produk barang konsumsi sehari-hari.
Strategi Usaha Sesudah Dilakukannya Perubahan Kegiatan Usaha Utama secara rinci dapat dilihat
pada Bab X.D mengenai Strategi dan Prospek Usaha Perseroan.
5. Risiko Usaha
Risiko usaha terkait dengan perubahan kegiatan usaha utama Perseroan dapat dilihat pada Bab
VII Prospektus ini.
21
6. Ringkasan Studi Kelayakan Atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama Perseroan
KJPP STH sebagai Kantor Jasa Penilai Publik berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai Publik
No.2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No.PB-1.08.00027 yang dikeluarkan oleh Menteri
Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.09/
PM/STTD-P/A-B/2006 yang dikeluarkan oleh BAPEPAM-LK, telah ditunjuk oleh Perseroan untuk
memberikan pendapat atas kelayakan dari Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama Perseroan.
Studi kelayakan ini dilakukan untuk kepentingan Perseroan guna menentukan kelayakan rencana
transaksi dan untuk memenuhi Peraturan IX.E.2 yang dikeluarkan oleh BAPEPAM-LK berdasarkan
keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor Kep-614/BL/2011
tanggal 28 November 2011 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Maksud dan Tujuan
Tujuan dilakukannya Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran yang obyektif tentang
tingkat kelayakan rencana investasi atas saham IDM, FAST dan ROTI oleh Perseroan ditinjau dari
aspek pasar (prospek peluang usaha), aspek legal dan manajemen maupun aspek ekonomi dan
keuangan.
Pendapat Kelayakan dari Perubahan Kegiatan Usaha Utama telah dituangkan dalam laporan Studi
Kelayakan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama File No.STH-2013-122-R-SF tanggal 15
Mei 2013, dengan ringkasan sebagai berikut:
Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan Studi Kelayakan ini bergantung kepada asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai
berikut:
a. Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan oleh Penilai Usaha bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian.
c. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Usaha berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya.
d. Penyesuaian atas proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen, mencerminkan kewajaran
dan kemampuan untuk pencapaiannya.
e. Penilai Usaha bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan, selama tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya.
f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai Usaha bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Studi
Kelayakan.
h. Informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas dianggap benar dan dapat
dipercaya, Penilai Usaha tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu
terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya.
i. Hasil Studi Kelayakan yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam Laporan
yang merupakan bagian dari bisnis yang dinilai hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
tujuan penilaian. Hasil Studi Kelayakan ini tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain
yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan.
Langkah-langkah Analisa Studi Kelayakan
Analisa studi kelayakan ini KJPP STH lakukan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
b. Melakukan Review atas data dan informasi yang diperoleh yang berkaitan dengan Rencana
Transaksi tersebut yang dianggap relevan;
22
c. Memperoleh data pasar tentang industri penyedia jasa informasi dan akses internet, industri
retail, restoran siap saji dan industri makanan (roti) yang diterbitkan oleh institusi terkemuka
untuk memastikan tren industri dan permintaan yang meliputi pandangan dan pasokan serta
informasi pasar lainnya yang terkait dengan Rencana Transaksi;
d. Memperoleh dokumen legalitas dan profil perusahaan dari pihak-pihak yang terlibat dalam
rencana transaksi;
e. Melakukan analisa kinerja keuangan dengan mengumpulkan data keuangan 5 tahun terakhir
dari perusahaan yang terkait dengan transaksi meliputi Laporan Neraca, Laporan Rugi Laba
dan Peredaran Keuangan (Cash Flow);
f. Mempelajari dan mempertimbangkan Proyeksi Keuangan 10 (sepuluh) tahun yang akan
datang yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan dari perusahaan-perusahaan yang
terkait dengan rencana investasi saham;
g. Menganalisis proyeksi keuangan rencana investasi akuisisi saham untuk 10 tahun ke depan,
dan menghitung tingkat pengembalian Financial Internal Rate of Return (FIRR), nilai bersih
saat ini (Net Present Value) dan indikator keuangan lainnya, untuk memastikan kelayakan
finansial rencana investasi saham; dan
h. Menganalisis semua informasi yang dikumpulkan dan mengevaluasi proyeksi keuangan yang
telah kami terima untuk membuat kesimpulan akhir dan rekomendasi mengenai kelayakan
proyek (Rencana Investasi).
Analisis Kelayakan
Proyeksi keuangan yang dilakukan untuk tahun 2013 – 2022 menunjukkan hasil yang prospektif
secara finansial, yang ditandai dengan profitabilitas cukup dan likuiditas yang aman.
Rencana Transaksi ini dilakukan dengan dana internal Perseroan yang akan diperoleh melalui
peningkatan permodalan Perseroan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
sebesar Rp7.000.000.000.000,-. Sisa dana dari Rencana Transaksi tersebut akan digunakan untuk
kebutuhan modal kerja Perseroan.
Dari analisa kelayakan finansial setelah akuisisi saham, FIRR (Financial Internal Rate of Return)
yang dihitung berdasarkan proyeksi operasional menunjukkan angka 15% dengan jumlah Nilai
Kini Bersih (Net Present Value) positif sebesar Rp433.114.938.000,- menunjukkan indikasi atas
kelayakan proyek, dengan hasil perhitungan WACC (Weighted Average Cost of Capital) sebesar
13,38%.
Pendapat atas Kelayakan Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama
Berdasarkan Studi Kelayakan yang telah KJPP STH lakukan, rencana Perseroan untuk melakukan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama adalah layak secara finansial, selain juga mendatangkan
manfaat bagi pemegang saham Perseroan.
C. STRUKTUR PERSEROAN SEBELUM DAN SESUDAH RENCANA TRANSAKSI
Struktur Perseroan antara sebelum dan setelah melakukan penyertaan saham IDM, FAST dan ROTI
dapat dilihat pada Bagan 1 dan 2 dibawah ini:
Bagan 1 – Struktur Perseroan sebelum Rencana Transaksi
Perseroan
23
Bagan 2 – Struktur Perseroan sesudah Rencana Transaksi
Perseroan
35,84%
FAST
31,50%
ROTI
40,00%
IDM
D. SUMBER PENDANAAN RENCANA TRANSAKSI
Sumber Pendanaan atas Rencana Transaksi diperoleh dengan cara melakukan peningkatan
permodalan Perseroan dengan HMETD; dalam hal ini jumlah saham baru yang ditempatkan adalah
sebanyak 14.000.000.000 (empat belas miliar) saham dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus lima
puluh Rupiah) dan harga pelaksanaannya Rp500,- (lima ratus Rupiah) per sahamnya, sehingga total
hasil dari HMETD ini adalah sebesar Rp7.000.000.000.000,- (tujuh triliun Rupiah).
E. PERNYATAAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Dewan Komisaris dan Direksi menyatakan bahwa semua informasi material telah diungkapkan dalam
Prospektus ini dan informasi tersebut tidak menyesatkan.
Direksi menyatakan bahwa Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan Transaksi Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No.IX.E.1
F. PELAKSANAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, Peraturan No. IX.E.2 serta UUPT, Pemberitahuan
RUPSLB Perseroan telah diiklankan pada hari Selasa, tanggal 23 April 2013 dalam 2 surat kabar harian
berbahasa Indonesia. Undangan RUPSLB juga telah diiklankan pada hari Rabu, tanggal 8 Mei 2013
dalam 2 surat kabar harian berbahasa Indonesia. RUPSLB Perseroan diselenggarakan pada hari Jumat,
tanggal 24 Mei 2013 pada pukul 18.00 WIB. Dalam RUPSLB ini nantinya akan dimintakan persetujuan
atas hal-hal sebagai berikut:
1. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui Penawaran Umum Terbatas I dengan
menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD);
2. Persetujuan atas Transaksi Material yang akan dilakukan Perseroan; dan
3. Perubahan kegiatan usaha utama Perseroan.
Berikut adalah tanggal-tanggal penting sehubungan dengan PUT I Perseroan:
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
Kegiatan
Pernyataan Pendaftaran kepada OJK
Pengumuman Informasi Ringkas mengenai PUT I, termasuk keterangan mengenai transaksi
material dan perubahan kegiatan usaha utama Perseroan di surat kabar
Pemberitahuan RUPSLB melalui surat kabar
Tanggal akhir permohonan pencatatan pada DPS
Panggilan RUPSLB melalui surat kabar
RUPSLB Perseroan
Tanggal Penentuan Pemegang Saham yang berhak untuk menerima HMETD (recording
date)
Distribusi HMETD
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD
Periode distribusi saham hasil HMETD
Tanggal terakhir pembayaran pemesanan saham hasil HMETD (in good funds)
Tanggal Penjatahan Pemesanan Tambahan
Pembeli siaga melaksanakan kewajibannya
Pengembalian kelebihan uang pemesanan pembelian saham tambahan
24
Tanggal
22 April 2013
23 April 2013
23 April 2013
7 Mei 2013
8 Mei 2013
24 Mei 2013
5 Juni 2013
7 Juni 2013
10 – 19 Juni 2013
12 –21 Juni 2013
21 Juni 2013
24 Juni 2013
24 Juni 2013
26 Juni 2013
G. INFORMASI TAMBAHAN
Untuk informasi lebih lengkap mengenai transaksi ini dapat menghubungi Corporate Secretary
Perseroan tiap hari pada jam kerja dengan alamat:
PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Wisma Achilles Lantai 4
Jl. Panjang No.29 Kedoya Selatan
Jakarta 11510, Indonesia
Telp: (62-21) 5694-9393
Fax: (62-21) 5694-9339
Email: [email protected]
25
IV. KETERANGAN TENTANG PERUSAHAAN TARGET
1.FAST
A.Pendirian
FAST didirikan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 19 Juni 1978, yang dibuat di hadapan Sri Rahayu, S.H.,
pada waktu itu Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman
melalui Surat Keputusan No.Y.A.5/245/12, tanggal 22 Mei 1979, dan didaftarkan di Kantor Pengadilan
Negeri Jakarta No.4491, tanggal 1 Oktober 1979, serta diumumkan dalam Tambahan No. 682 dari
Berita Negara Republik Indonesia No.90, tanggal 9 November 1979.
Anggaran Dasar FAST telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat Perseroan No. 35 tanggal 18 Agustus 2011, yang dibuat di hadapan Poerbaningsih
Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menkumham sebagaimana dibuktikan dengan Surat Keputusan No.
AHU-42808.AH.01.02.Tahun 2011, tanggal 23 Agustus 2011.
FAST telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam tanggal 31 Maret 1993 dan sejak 11 Mei 1993
telah mencatatkan seluruh sahamnya di BEI.
B. Kegiatan Usaha
FAST bergerak di bidang pembuatan makanan dan pengusahaan restoran. Perusahaan memulai usaha
komersialnya sejak tahun 1979. Kantor pusat FAST terletak di Jl. M.T. Haryono, Jakarta,Indonesia.
C.Permodalan
Rincian pemegang saham FAST per tanggal 30 April 2013 berdasarkan laporan DPS dari PT Raya
Saham Registra adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Modal Dasar:
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Gelael Pratama
2. PT ME
3. HSBC Fund Services, Arisaig Asia Consumer FD Ltd
4.Koperasi
5.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Jumlah Saham
1.840.000.000
Nilai Nominal (Rp)
184.000.000.000
201.846.667
165.013.334
46.667.014
1.473.332
45.416.248
460.416.595
1.379.583.405
20.184.666.700
16.501.333.400
4.666.701.400
147.333.200
4.541.624.800
46.041.659.500
137.958.340.500
26
Persentase (%)
43,84%
35,84%
10,14%
0,32%
9,86%
100,00%
D. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham FAST No. 15 tanggal 12 Agustus 2011
yang dibuat di hadapan Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana telah disetujui
oleh Menkumham sebagaimana dibuktikan dengan Surat Keputusan No.: AHU-41901.AH.01.02.Tahun
2011 tanggal 18 Agustus 2011, susunan anggota Direksi dan Komisaris FAST pada saat Prospektus ini
diterbitkan adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama
Wakil Komisaris Utama
Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
Komisaris Independen
: Anthoni Salim
: Elizabeth Gelael
: Rudy Tanudjaja Saputra
: Benny Setiawan Santoso
: Ken Leksono
: P.L. Gunawan Solaiman
Direksi
Presiden Direktur
Wakil Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur Tidak Terafiliasi
: Dick Gelael
: Ferry Noviar Yosaputra
: Ricardo Gelael
: Leonny Elimin
: Justinus Dalimin Juwono
: Adhi Indrawan
: Erundine Ros Rafales
E. Ikhtisar Laporan Keuangan
Tabel berikut ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting FAST untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Purwantono, Suherman & Surja, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
31 Desember
2011
2010
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan
Laba Bruto
Laba Operasi
Laba Tahun Berjalan
Laba Per Saham Dasar (angka penuh)
Laba Per Saham Dilusian (angka penuh)
3.559.486
2.082.785
270.556
206.046
448
448
3.183.815
1.876.773
287.929
229.055
505
505
Laporan Posisi Keuangan
Total Aset
Total Liabilitas
Total Liabilitas Jangka Panjang
Total Ekuitas
1.781.906
791.183
337.062
990.723
1.547.982
717.264
294.971
830.718
2009
2008
2.913.605
1.640.448
203.555
199.597
447
447
2.454.360
1.467.828
225.133
181.997
408
408
2.022.633
1.241.006
140.699
125.268
281
281
1.236.043
434.379
107.612
801.664
1.041.409
402.303
81.526
639.106
784.759
302.214
63.893
482.545
Pengendali utama FAST adalah pemegang saham pendiri, yaitu Grup Gelael.
FAST merupakan perusahaan publik yang tercatat di BEI, informasi lebih lengkap mengenai FAST
dapat diperoleh melalui alamat sebagai berikut :
Kantor Pusat
Jl. MT Haryono Kav. 7
Telp: (62-21) 8298390/830 1133/ 830 9383, Fax: (62-21) 829 8387 /831 0915
Website: www.kfcindonesia.com
27
2.ROTI
A.Pendirian
ROTI didirikan dengan nama PT Nippon Indosari Corporindo dalam kerangka Undang-Undang No. 1
Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, yang kemudian diubah dengan Undang-Undang No.
11 Tahun 1970, berdasarkan Akta Pendirian No. 11 tanggal tanggal 8 Maret 1995 yang diubah dengan
Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 274 tanggal 29 April 1995, yang keduanya dibuat di hadapan
Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, akta-akta mana telah mendapat pengesahan dari Menteri
Kehakiman Republik Indonesia sesuai Surat Keputusan No. C2-6209 HT.01.01.Th.95 tanggal 18 Maret
1995 dan telah didaftarkan di register di Kantor Pengadilan Negeri Bekasi No. 264 dan 265 tanggal 14
September 1995, serta diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.9729 dari
Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tanggal 24 November 1995.
Anggaran dasar ROTI telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir berdasarkan Akta
No. 48 tanggal 19 April 2012 yang dibuat di hadapan F.X. Budi Santoso Isbandi, S.H., Notaris di Jakarta,
mengenai perubahan tempat kedudukan perusahaan dari sebelumnya Cikarang-Bekasi menjadi
berkedudukan di Cibitung-Bekasi. Perubahan ini telah dicatat dalam database sistem administrasi badan
hukum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berdasarkan surat No. AHU-30282.A.H.01.02,
tanggal 6 Juni 2012.
Berdasarkan Surat Bapepam dan LK No.S-5479/BL/2010 tanggal 18 Juni 2010, Pernyataan Pendaftaran
ROTI dalam rangka Penawaran Umum Perdana telah dinyatakan efektif. Pada tanggal 28 Juni 2010,
ROTI telah mencatatkan seluruh sahamnya di BEI.
B. Kegiatan Usaha
ROTI bergerak di bidang produksi, penjualan dan distribusi roti, kue dan makanan lainnya. Kantor pusat
dan salah satu pabrik Perusahaan berkedudukan di Kawasan Industri MM2100 Cikarang Barat -Bekasi
dan pabrik lainnya berlokasi di Pasuruan- Jawa Timur, Semarang - Jawa Tengah dan Medan - Sumatera
Utara. Perusahaan memulai operasi komersial pada tahun 1996.
C.Permodalan
Rincian pemegang saham ROTI per tanggal 30 April 2013 berdasarkan laporan DPS dari PT Raya
Saham Registra adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp100,- (seratus Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar:
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. UBS AG Singapore S/A Bonlight Investments Ltd
2. UBS AG Singapore S/A TEIL
3. Shikishima Baking Co., Ltd
4.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
3.440.000.000
318.893.400
318.893.400
86.050.600
288.522.600
1.012.360.000
2.427.640.000
28
Nilai Nominal
Persentase
(Rp)
(%)
344.000.000.000
31.889.340.000
31.889.340.000
8.605.060.000
28.852.260.000
101.236.000.000
242.764.000.000
31,50%
31,50%
8,50%
28,50%
100,00%
D. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham ROTI No. 36 tanggal 14 April 2010 yang
dibuat di hadapan F.X Budi Santoso Isbandi, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana telah diberitahukan
kepada Menkumham sebagaimana dibuktikan dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.10-09844 tanggal 23 April 2010, susunan anggota Direksi dan
Komisaris ROTI pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Komisaris
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris Independen
: Benny Setiawan Santoso
: Tan Hang Huat
: Seah Kheng Hong Conrad
Direksi
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur Tidak Terafiliasi
: Wendy Sui Cheng Yap
: Indrayana
: Kaneyoshi Morita
: Takao Okabe
: Yenni Husodo
: Chin Yuen Loke
E. Ikhtisar Laporan Keuangan
Tabel berikut ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting FAST untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Purwantono, Suherman & Surja, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
31 Desember
2011
2010
Laporan Laba Rugi Komprehensif
Penjualan Neto
Laba Bruto
Laba Usaha
Laba Tahun Berjalan
Laba Bersih Per Saham Dasar (angka penuh)
Laba Bersih Per Saham Dilusian (angka penuh)
1.190.826
556.413
199.403
149.150
147,33
147,33
813.342
379.404
153.227
115.933
114,52
114,52
Laporan Posisi Keuangan
Total Aset
Total Liabilitas
Total Liabilitas Jangka Panjang
Total Ekuitas
1.204.945
538.337
342.882
666.608
759.137
212.696
64.487
546.441
2009
2008
612.192
289.025
135.658
99.775
106,38
106,38
485.920
222.099
88.295
57.115
663,74
663,74
383.553
161.193
61.667
42.412
543,39
492,87
568.265
112.813
20.174
455.452
346.978
179.138
83.690
167.840
308.613
177.888
86.449
130.725
Pengendali utama ROTI adalah pemegang saham pendiri, yaitu Wendy Yap selaku Presiden Direktur
ROTI.
ROTI merupakan perusahaan publik yang tercatat di BEI, informasi lebih lengkap mengenai ROTI dapat
diperoleh melalui alamat sebagai berikut:
Kantor Pusat
Kawasan Industri MM2100
Jl. Selayar Blok A9, Desa Mekarwangi, Cikarang Barat
Bekasi 17520, Jawa Barat
Telp: (62-21) 89988376, Fax: (62-21) 89844955
Website: www.sariroti.com
29
3. IDM
A.Pendirian
IDM didirikan berdasarkan Akta Pendirian IDM No.207 tanggal 21 November 1988, yang dibuat di
hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.C2-2908.HT.01.01.th.89, tanggal 6
April 1989, dan didaftarkan di register Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat No.504/1989, tanggal 22
April 1989, serta diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No.3308 dari Berita
Negara Republik Indonesia No.48, tanggal 17 Juni 1994.
Sejak pendirian IDM hingga tanggal diterbitkannya Prospektus ini, anggaran dasar IDM telah mengalami
beberapa kali perubahan, yang terakhir diubah berdasarkan Akta Berita Acara Rapat IDM No. 34 tanggal
8 Mei 2013, dibuat di hadapan Popie Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., Notaris di Jakarta (“Akta
No. 34/2013”) sehubungan dengan peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor IDM.
Akta No. 34/2013 sedang dalam proses pengurusan untuk mendapatkan persetujuan dari Menkumham
sebagaimana dibuktikan dengan Surat Keterangan No. 128/NOT-KET/V/2013 tanggal 13 April 2013
yang dikeluarkan oleh Popie Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., Notaris di Jakarta, sehingga
perubahan Anggaran Dasar IDM berdasarkan Akta No. 34/2013 baru akan efektif setelah diperolehnya
persetujuan dari Menkumham dimaksud.
B. Kegiatan Usaha
IDM bergerak di bidang penjualan eceran berbentuk minimarket. Perusahaan memulai usaha
komersialnya sejak tahun 1988 dengan mendirikan toko yang diberi nama ”Indomart” yang kemudian
berubah nama menjadi ”Indomaret”. Pada awal kegiatan usahanya, IDM melakukan investasi dengan
modal sendiri, namun dengan berkembangnya usaha dan dalam rangka memanfaatkan peluang pasar
yang sangat bagus pada saat itu, manajemen IDM memutuskan untuk mempercepat ekspansi toko
dengan memperkenalkan skema bisnis waralaba kepada masyarakat pada tahun 1997, sehingga
pertumbuhan jumlah toko IDM meningkat pesat walaupun modal kerja yang dimiliki IDM terbatas.
Pada saat Prospektus ini diterbitkan, IDM mengelola lebih dari 7.000 toko Indomaret, lebih dari 9.000
produk dan 17 pusat distribusi (DC) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kantor pusat IDM terletak di Jl. Ancol 1 No. 9-10, Ancol Barat, Jakarta 14430, Indonesia. Telepon (62
21) 6919710-12, Faksimili (62 21) 691 4480, Website www.indomaret.co.id.
IDM dalam melaksanakan kegiatan usahanya telah memenuhi ketentuan peraturan perundangundangan untuk memperoleh perizinan sebagai berikut:
1. Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (“STPW”)
IDM telah memperoleh STPW pemberi waralaba sebagaimana dibuktikan dengan STPW (Pemberi
Waralaba Berasal dari Dalam Negeri) No. 001/1.824.271, untuk merek “INDOMARET”, dengan No.
sertifikat merek IDM000084986, yang diterbitkan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Makro, Kecil
dan Menengah dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta, tanggal 24 Juli 2012. STPW ini berlaku
sampai dengan tanggal 24 Juli 2017.”
2. Izin Usaha Toko Modern (“IUTM”)
IDM telah memiliki IUTM bagi gerai-gerai yang berlokasi di wilayah yang telah memiliki peraturan
daerah tentang tata ruang sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.
53/M-DAG/PER/12/2008 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat
Perbelanjaan dan Toko Modern (“Permendag No. 53/2008”). Sementara untuk daerah yang belum
memiliki peraturan daerah sebagaimana tersebut di atas, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
akan berlaku sebagai IUTM hingga daerah tersebut memiliki peraturan daerah tentang tata ruang
yang menjadi dasar diterbitkannya IUTM.”
30
C.Permodalan
Struktur permodalan dan susunan pemegang saham IDM pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah
sebagaimana tercantum dalam Akta No. 45/2009 adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar:
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Indomarco Perdana
2. PT Lentera Bumi Mas
3. Sinarman Jonatan
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
1.400.000.000
1.108.080.000
1.026.912.000
57.168.000
24.000.000
1.108.080.000
291.920.000
Nilai Nominal
(Rp)
350.000.000.000
277.020.000.000
256.728.000.000
14.292.000.000
6.000.000.000
277.020.000.000
72.980.000.000
Persentase
(%)
92,67
5,16
2,17
100,00%
D. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat IDM No.31 tanggal 12 April 2011 yang dibuat di hadapan Popie
Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham
sebagaimana dibuktikan dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.
AHU-01.10-11798 tanggal 20 April 2011, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris IDM pada saat
Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Djisman Simanjuntak
Komisaris
: Soenardi Winarto
Komisaris
: Soedarsono
Direksi
Presiden Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
Direktur
: Sinarman Jonatan
: Hendarto Josojuwono
: Laurensius Tirta Widjaja
: Wiwiek Yusuf
: Haliman Kustedjo
: Darmawie Alie
: Stephanus Krisgianto
E. Sumber Daya Manusia
Per tanggal 31 Desember 2012, jumlah SDM IDM sebanyak 53.110 karyawan dengan komposisi
sebagai berikut:
Berdasarkan Jenjang Jabatan
Keterangan
Direktur
Senior Manajer
Manajer
Junior Manajer
Supervisor
Management Trainee
Staf
Jumlah
Jumlah
16
34
215
641
1.676
252
50.276
53.110
31
%
0,03%
0,06%
0,40%
1,21%
3,16%
0,47%
94,66%
Berdasarkan Jenjang Pendidikan
Keterangan
Pasca Sarjana (S2)
Sarjana (S1)
Diploma (D1-D3)
SLTA
≤ SMP
Jumlah
Jumlah
31
1.179
1.647
49.604
649
53.110
%
0,06%
2,22%
3,10%
93,40%
1,22%
Jumlah
210
11.597
41.303
53.110
%
0,40%
21,84%
77,77%
Jumlah
38.897
14.213
53.110
%
73,24%
26,76%
Berdasarkan Jenjang Usia
Keterangan
Di atas 40 tahun
30 – 39 tahun
20 – 29 tahun
Jumlah
Berdasarkan Status Karyawan
Keterangan
Tetap
Tidak Tetap
Jumlah
Tidak ada tenaga kerja asing yang bekerja di IDM.
F. Ikhtisar Laporan Keuangan
Tabel berikut ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting IDM untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008. Berdasarkan laporan keuangan IDM untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Johan Malonda Mustika & Rekan, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan
keuangan IDM pada tanggal 31 Desember 2010, 2009 dan 2008 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal tersebut, sebelum penyajian kembali, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Joachim
Sulistyo & Rekan dengan, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Pendapatan Bersih
Laba Kotor
Laba Operasi
Laba Periode Berjalan
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Aset
Liabilitas
Liabilitas Jangka Panjang
Ekuitas
2012
31 Desember
2011
2010
2009
2008
29.657.589
5.007.310
712.584
577.394
22.321.021
3.609.594
489.690
332.688
16.295.514
2.687.578
247.811
155.675
13.067.193
2.081.705
384.417
365.679
10.031.279
1.532.921
249.214
237.793
8.869.735
6.684.460
1.346.401
2.185.274
6.195.649
4.601.169
1.169.572
1.594.481
4.840.100
3.578.307
1.343.049
1.261.793
3.471.354
2.365.235
554.156
1.106.118
2.520.534
1.784.567
329.124
735.966
Pengendali utama IDM adalah Wong Tommy Widjaja dan Hindarto Budiono.
32
G. Perjanjian Kredit
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, IDM memiliki perjanjian-perjanjian kredit sebagai berikut:
a. Perjanjian Kredit dengan PT Bank Mega Tbk (“Bank Mega”)
Pada tanggal 15 April 2002, IDM telah mengadakan perjanjian kredit dengan Bank Mega yang
telah diubah beberapa kali, terakhir pada tanggal 17 September 2012. Fasilitas kredit yang
diberikan adalah (i) fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp80.000.000.000,-, yang
berlaku hingga tanggal 10 Mei 2013; (ii) fasilitas Term Loan V dengan jumlah terutang sebesar
Rp12.500.000.000,-, yang berlaku hingga tanggal 27 Oktober 2013; dan (iii) fasilitas Term Loan
VI dengan jumlah terutang sebesar Rp22.500.000.000,-, yang berlaku hingga tanggal 27 Oktober
2013. Tingkat bunga untuk ketiga fasilitas di atas setiap tahunnya, yaitu sebesar 13% (floating rate).
Agunan yang diberikan antara lain adalah: (i) hak tanggungan peringkat pertama atas 7 bidang
tanah yang terdaftar atas nama IDM; (ii) fidusia atas stok barang dagangan dan piutang milik IDM
yang berada pada lokasi distribusi tertentu; (iii) jaminan perusahaan (company guarantee) dari PT
Indomarco Perdana; dan (iv) gadai atas saham sejumlah 237.600.000 milik PT Indomarco Perdana
dalam perusahaan IDM dan saham sejumlah 57.168.000 milik PT Lentera Bumi Mas dalam IDM.
b. Perjanjian Kredit dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”)
IDM telah mengadakan beberapa perjanjian kredit dengan Bank Mandiri. Fasilitas-fasilitas yang
diberikan di antaranya sebagai berikut:
i fasilitas-fasilitas kredit modal kerja (KMK) yang bersifat revolving dengan bunga sebesar 9%
per tahun dan berlaku hingga tanggal 12 Agustus 2013, yaitu:
1) berdasarkan perjanjian tanggal 16 Desember 2009, sebagaimana terakhir diubah pada
tanggal 8 Agustus 2012, dengan limit sebesar Rp450.000.000.000,-;
2) berdasarkan perjanjian tanggal 13 Agustus 2010, sebagaimana terakhir diubah pada
tanggal 8 Agustus 2012, dengan limit sebesar Rp200.000.000.000,-; dan
3) berdasarkan perjanjian tanggal 10 Juni 2011, sebagaimana terakhir diubah pada tanggal
1 Mei 2012, dengan limit sebesar Rp300.000.000.000,-;
ii. fasilitas-fasilitas pinjaman transaksi khusus (PTK) yang bersifat non-revolving, yaitu:
1) berdasarkan perjanjian tanggal 4 November 2010, sebagaimana terakhir diubah pada
tahun 2011, dengan limit sebesar Rp165.000.000.000,-, bunga sebesar 10,75% per tahun,
dan berlaku hingga tanggal 3 November 2015;
2) berdasarkan perjanjian tanggal 10 Juni 2011, sebagaimana terakhir diubah pada tahun
2011, dengan limit sebesar Rp400.000.000.000,-, bunga sebesar 10,50% per tahun, dan
berlaku hingga tanggal 31 Desember 2016; dan
3) berdasarkan perjanjian tanggal 1 Mei 2012, dengan limit sebesar Rp500.000.000.000,-,
bunga sebesar 9,00% per tahun, dan berlaku hingga 23 Januari 2017.
Agunan yang diberikan untuk fasilitas-fasilitas di atas antara lain adalah:
i. fidusia atas: 1) seluruh persediaan barang dan piutang dagang kepada pihak ketiga yang
dibiayai dengan fasilitas kredit Bank Mandiri; 2) peralatan kantor, gudang, komputer dan tail
gate hydrolic milik IDM;
ii. hak tanggungan: 1) peringkat pertama dan peringkat kedua atas 3 bidang tanah dan bangunan
yang tercatat atas nama PT Indorealty Suryapersada; dan
iii. gadai atas deposito atas nama IDM di Bank Mandiri.
c. Perjanjian kredit dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk (“Bank CIMB Niaga”)
Pada tanggal 29 Juli 2011, IDM telah mengadakan perjanjian kredit dengan Bank CIMB Niaga yang
telah diubah beberapa kali, terakhir pada tanggal 9 Agustus 2012. Fasilitas kredit yang diberikan
adalah (i) fasilitas pinjaman rekening koran (PRK) – fasilitas langsung on revolving basis sebesar
Rp50.000.000.000,- dengan bunga sebesar 10,75% per tahun, yang berlaku hingga 29 Juli 2013; (ii)
fasilitas pinjaman tetap (FPT) – fasilitas langsung on revolving basis sebesar Rp50.000.000.000,dengan bunga sebesar 10,25% per tahun, yang berlaku hingga 29 Juli 2013; (iii) fasilitas pinjaman
investasi (FPI) – fasilitas langsung on liquidator basis sebesar Rp450.000.000.000,- dengan bunga
33
sebesar 11% per tahun, yang berlaku hingga 29 Mei 2018; dan (iv) fasilitas pinjaman transaksi
khusus (PTK) sebesar Rp200.000.000.000,- dengan bunga sebesar 10,25%, yang berlaku hingga
9 Januari 2014.
Agunan yang diberikan antara lain adalah:
i. hak tanggungan: 1) peringkat pertama atas 9 bidang tanah yang terdaftar atas nama PT
Ukanik; dan 2) peringkat kedua atas 3 bidang tanah yang terdaftar atas nama IDM;
ii. fidusia atas barang persediaan milik IDM dan fidusia hasil-hasil klaim asuransi yang diberikan
oleh PT Ukanik;
iii.assignment (pengalihan) atas hak penggunaan obyek sewa toko Indomaret yang dimiliki IDM;
dan
iv. gadai atas 277.020.000 saham IDM milik PT Indomarco Perdana.
d. Perjanjian Kredit dengan The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, LTD. (“BUTM”)
Pada tanggal 7 Maret 2013, IDM telah mengadakan perjanjian kredit dengan BUTM. Fasilitas kredit
yang diberikan adalah fasilitas kredit dengan jumlah batas fasilitas sebesar Rp300.000.000.000.dengan bunga berupa ongkos pendanaan (suku bunga per tahun yang mewakili segala ongkos
yang ditanggung oleh BUTM dalam mendanai, mengadakan atau mengelola fasilitas-fasilitas
berdasarkan Perjanjian Kredit BUTM) untuk jangka waktu bunga yang bersangkutan ditambah
dengan marjin 2% per tahun yang berlaku hingga 7 Maret 2014.
H. Perjanjian-Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, IDM memiliki perjanjian dengan pihak ketiga sebagai berikut:
a. Perjanjian Sewa Menyewa Bangunan
Pada tanggal 31 Desember 2010, IDM mengadakan perjanjian sewa menyewa bangunan dengan
PT Indopropertama Nusapersada yang kemudian diubah pada tanggal 21 Maret 2012 untuk
bangunan dengan total luas bangunan 7.382,48 m2 (tujuh ribu tiga ratus delapan puluh dua
koma empat puluh delapan meter persegi) beserta segala turutan-turutannya yang berdiri di atas
sebagian bidang tanah seluas 17.380 m2 (tujuh belas ribu tiga ratus delapan puluh meter persegi)
yang terletak di DKI Jakarta, Kotamadya Jakarta Utara, Kecamatan Pademangan, Kelurahan Ancol
Barat yang berlaku untuk 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang.
Harga sewa ditetapkan sebesar Rp213.271.283,- (dua ratus tiga belas juta dua ratus tujuh puluh
satu ribu dua ratus delapan puluh tiga) per bulan, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
b. Perjanjian Pembelian Barang Dagangan
Pada tanggal 16 Februari 2012, IDM mengadakan perjanjian dengan ICC untuk pembelian barang
dagangan dari ICC oleh IDM untuk didistribusikan ke seluruh jaringan toko IDM di daerah Pekanbaru
dan Samarinda dengan jangka waktu selama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan
persetujuan para pihak.
Dalam pembelian barang dagangan oleh IDM, ICC dapat mengenakan margin untuk setiap barang
dagangan yang dihitung dari harga dasar pembelian barang dagangan yang dikenakan supplier
kepada ICC dan akan diperhitungkan langsung dalam harga dasar pembelian barang dagangan
tersebut.
c. Perjanjian Waralaba Indomaret
IDM mewaralabakan kurang lebih 2.949 toko berdasarkan perjanjian waralaba dengan pihak
penerima waralaba dengan perjanjian baku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat
diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. Kompensasi dari perjanjian waralaba tersebut
IDM akan memperoleh Rp36.000.000,- ditambah PPN 10% sebagai biaya perolehan waralaba
(franchise fee).
IDM berhak atas pembayaran royalty atas penggunaan nama/merek dagang Indomaret dengan
ketentuan besaran antara 0% (nol persen) hingga 4% (empat persen) bergantung kepada nilai
penjualan dari tiap-tiap toko.
34
d.Perjanjian Joint Venture
Pada tanggal 25 Desember 2012, IDM mengadakan perjanjian dengan Sato Restaurant Systems
Co., LTD. (“Sato”) untuk mendirikan perseroan terbatas dengan nama PT Indosato Jaya Makmur,
yang beralamat di Jalan Terusan Angkasa Blok B-2, Kav. No. 1, Kemayoran, Indonesia yang akan
bergerak dalam bidang restoran (“Perjanjian JV”). Perjanjian ini berlaku sejak penandatanganan
Perjanjian JV berlaku selama para pihak memiliki saham pada PT Indosato Jaya Makmur.
e. Perjanjian Pengalihan Hak atas Saham
Pada tanggal 15 April 2013, IDM telah mengadakan perjanjian pengalihan hak atas saham dengan
PT Indomarco Perdana (“IP”) untuk menjual, mengalihkan dan menyerahkan 78.999 saham dalam
PT Inti Cakrawala Citra (“ICC”), yang merupakan 70,39% dari modal ditempatkan dan disetor ICC,
kepada IP. Atas penjualan, pengalihan dan penyerahan saham ICC tersebut, IP akan membayar
harga pembelian sebesar Rp81.000.000.000,- dengan uang muka sebesar Rp5.000.000.000,-.
f.Perjanjian Kerjasama Penyediaan Barang
IDM telah perjanjian kerjasama penyediaan barang (private label) dengan kurang lebih 40 (empat
puluh) penyedia barang/produk seperti kapas, lilin, kacang kulit dan air minum. Perjanjian kerjasama
penyediaan barang tersebut memberikan hak kepada IDM untuk menjual barang-barang dengan
menggunakan merek “Indomaret” dengan jangka waktu 1 (satu) tahun.
Pusat distribusi (DC) IDM berhak untuk memperoleh fee atas penjualan private label berkisar
antara 2% (dua persen) hingga 24% (dua puluh empat persen) bergantung kepada kesepakatan
harga beli barang/produk dan harga jual barang/produk tersebut.
I.Asuransi
No.
Polis Asuransi / No.
Polis / Tanggal /
Perusahaan Asuransi
Objek Pertanggungan
Jangka Waktu
Mulai
Berakhir
Jumlah
Pertanggungan (Rp)
Premi (Rp)
170.839.858.043
1.739.399
1.
Property All Risks
Insurance / No.
08.01.13.000067 /
23 Januari 2013 /
PT Asuransi Jaya
Proteksi
Properti milik IDM yang terletak di DC
Bogor dalam segala jenis, termasuk
namun tidak terbatas pada bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan,
partisi,
dan
persediaan
barang
dagangan, namun tidak termasuk
persediaan voucher pulsa isi ulang dan
kartu perdana (SIM Card).
31
Desember
2012
31 Desember
2013
2.
Earthquake Insurance /
No. 25.01.13.000196 /
25 Januari 2013 /
PT Asuransi Jaya
Proteksi
Properti milik IDM yang terletak di DC
Bogor dalam segala jenis, termasuk
namun tidak terbatas pada bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan,
partisi,
dan
persediaan
barang
dagangan, namun tidak termasuk
persediaan voucher pulsa isi ulang dan
kartu perdana (SIM Card).
31
Desember
2012
31 Desember
2013
3.
Semua Risiko Industri/
Properti / No. 01-0013-000289 / 23 Januari
2013 / PT Asuransi
Central Asia
Properti milik IDM yang terletak di
DC Tangerang dalam segala jenis,
termasuk namun tidak terbatas pada
bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan, partisi, dan persediaan
barang dagangan.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
104.730.360.041
158.142.843,66
4.
Semua Risiko Industri/
Properti / No. 01-0013-000290 / 30 Januari
2013 / PT Asuransi
Central Asia
Properti milik IDM yang terletak di
DC Semarang dalam segala jenis,
termasuk namun tidak terbatas pada
bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan, partisi, dan persediaan
barang dagangan.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
50.000.000.000
75.500.000
5
Property All Risks
Insurance / No.
IP.01.01.12.003788 /
31 Desember 2012 /
PT Asuransi Umum
Mega
Properti milik IDM yang terletak di DC
Jember dalam segala jenis, termasuk
namun tidak terbatas pada bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan,
partisi,
dan
persediaan
barang
dagangan.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
20.139.284.000
42.292.496,40
35
170.839.858.043
256.290.787
No.
Polis Asuransi / No.
Polis / Tanggal /
Perusahaan Asuransi
Objek Pertanggungan
Jangka Waktu
Mulai
Berakhir
Jumlah
Pertanggungan (Rp)
Premi (Rp)
6.
Property All Risks
Insurance / No.
IP.01.01.12.003787
/ 31 Desember 2012
/ PT Asuransi Umum
Mega
Properti milik IDM yang terletak di DC
Surabaya dalam segala jenis, termasuk
namun tidak terbatas pada bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan,
partisi,
dan
persediaan
barang
dagangan.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
28.102.000.000
59.014.200
7.
Property All Risks
Insurance / No.
IP.01.01.12.003789 /
31 Desember 2012 /
PT Asuransi Umum
Mega
Properti milik IDM yang terletak di
DC Yogyakarta dalam segala jenis,
termasuk namun tidak terbatas pada
bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan, partisi, dan persediaan
barang dagangan.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
29.922.200.000
62.836.620
8.
Property All Risks
Insurance / No.
IP.01.01.12.003792 /
31 Desember 2012
PT Asuransi Umum
Mega
Properti milik IDM yang terletak di DC
Parung dalam segala jenis, termasuk
namun tidak terbatas pada bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan,
partisi,
dan
persediaan
barang
dagangan
31
Desember
2012
31 Desember
2013
16.800.000.000
35.280.000
9.
Property All Risks
Insurance / No.
IP.01.01.12.003786 /
31 Desember 2012 /
PT Asuransi Umum
Mega
Properti milik IDM yang terletak di
DC Semarang dalam segala jenis,
termasuk namun tidak terbatas pada
bangunan,
mesin,
perlengkapan,
perabotan, partisi, dan persediaan
barang dagangan.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
21.429.100.000
45.001.110
10.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.200.00005
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
DC Yogyakarta, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
11.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.202.00006
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Tanggerang, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
7.516.897.323
15.785.484,38
12.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.204.00009
/ 31 Desember 2013 PT
Asuransi Harta Aman
Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Medan, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
122.756.646.208
257.788.957,04
36
135.206.800.000
283.934.280
No.
Polis Asuransi / No.
Polis / Tanggal /
Perusahaan Asuransi
Objek Pertanggungan
Jangka Waktu
Mulai
Berakhir
Jumlah
Pertanggungan (Rp)
Premi (Rp)
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
13.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.206.00012
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Jember, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
77.443.500.000
162.631.350
14.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.208.00015
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Makassar, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
31.615.000.000
66.391.500
15.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.210.00018
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Malang, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
99.342.500.000
208.619.250
37
No.
Polis Asuransi / No.
Polis / Tanggal /
Perusahaan Asuransi
Objek Pertanggungan
16.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.212.00021
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
17.
Jangka Waktu
Jumlah
Pertanggungan (Rp)
Premi (Rp)
31 Desember
2013
80.733.500.000
169.540.350
31
Desember
2012
31 Desember
2013
52.264.725.077
109.755.922
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Bekasi, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
14.046.122.660
29.496.857
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Parung, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
43.797.864.590
91.975.515,64
Mulai
Berakhir
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Surabaya, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.214.00024
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Bandung, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
18.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.216.000 /
31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
19.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.218.00030
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
38
No.
Polis Asuransi / No.
Polis / Tanggal /
Perusahaan Asuransi
Objek Pertanggungan
20.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.220.00033/
31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
21.
Jangka Waktu
Jumlah
Pertanggungan (Rp)
Premi (Rp)
31 Desember
2013
24.082.000.000
50.572.200
31
Desember
2012
31 Desember
2013
53.252.263.974
111.829.754,35
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Cirebon, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
139.495.200.000
292.939.920
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Lampung, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
31 Desember
2013
27.240.400.000
57.204.840
Mulai
Berakhir
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Jakarta, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.228.00045
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Semarang, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
22.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.224.00039
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
23.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.226.00042
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
39
No.
Polis Asuransi / No.
Polis / Tanggal /
Perusahaan Asuransi
Objek Pertanggungan
24.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.232.00063
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
25.
26.
Jangka Waktu
Jumlah
Pertanggungan (Rp)
Premi (Rp)
31 Desember
2013
45.164.784.223
94.846.046,87
31
Desember
2012
31 Desember
2013
5.379.600.000
11.297.160
31
Desember
2012
31 Desember
2013
1.300.000.000
2.730.000
Mulai
Berakhir
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada Head Office IDM, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
31
Desember
2012
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.234.00051
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Bali, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
Property All
Risks Insurance /
18.01.12.12.236.00054
/ 31 Desember 2013
PT Asuransi Harta
Aman Pratama, Tbk.
Properti toko Indomaret milik IDM pada
pada DC Pekanbaru, yaitu:
1.
Bangunan,
termasuk
partisi,
dekorasi, perbaikan, peralatan
yang disewa, instalasi, dsb.
2.Persediaan barang dagangan
termasuk tabung LPG (12 kg
dan 3 kg), minyak tanah dalam
botol plastic @ 2 liter di setiap
toko, barang hadiah promosi dan
voucher telepon seluler, dsb.
3.Mesin dan perlengkapan, rak
perlengkapan toko, komputer,
perlengkapan bergerak.
4.
Perangkat
lunak
“Windows
Program” (asli).
5.
Uang
tunai
dalam
mesin
kas dengan batas maksimal
Rp25.000.000,- setiap toko.
Nilai pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh IDM telah memadai untuk menutupi kerugian yang
terjadi atas sarana dan prasarana yang dipertanggungkan.
J. Keterangan Ringkas Tentang Pemegang Saham Utama
PT Indomarco Perdana
a.Pendirian
PT Indomarco Perdana (“PT IP”) adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta No.
18 tanggal 2 September 1987, dibuat di hadapan Benny Kristianto, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pengesahan dari Menkeh sebagaimana dibuktikan dengan Surat Keputusan No. C2-2048.
HT.01.01.th.88, tanggal 11 Maret 1988, yang telah didaftarkan pada register Kantor Pengadilan Negeri
Jakarta Barat No. 280/1988, tanggal 31 Agustus 1989, dan telah diumumkan dalam TBNRI No. 3309
pada BNRI No. 48, tanggal 17 Juni 1994.
40
b. Kegiatan Usaha
PT IP memiliki maksud dan tujuan untuk berusaha dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pengangkutan, dan jasa.
c. Permodalan
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT IP No. 24 tanggal 9 November 2012, dibuat di hadapan Popie
Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham
sebagaimana dibuktikan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT IDP No.
AHU-AH.01.10-42894 tanggal 3 Desember 2012, struktur permodalan dan susunan pemegang saham
PT IP pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Modal Dasar:
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Anugerah Cipta Sejati
2. PT Indahsejati Bina Persada
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Jumlah Saham
Nilai Nominal (Rp) Persentase (%)
214.000
214.000.000.000
106.944
106.944
213.888
112
106.944.000.000
106.944.000.000
213.888.000.000
112.000.000
50,00%
50,00%
100,00%
d. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat PT IP No. 45, tanggal 15 April 2011, dibuat dihadapan Popie
Savitri Martosuhardjo Pharmanto, S.H., Notaris di Jakarta yang telah diberitahukan kepada Menkumham
sebagaimana dibuktikan dengan Tanda Terima Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-13364, tanggal 5
Mei 2011, susunan anggota Direksi dan Komisaris PT IP pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah
sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama : Soedarsono
Komisaris
: Dattaputra Yasa
Direksi
Direktur Utama
Direktur
: Sinarman Jonathan
: Haliman Kustedjo
Tidak ada jasa manajemen/konsultasi yang dibayarkan oleh IDM kepada induk perusahaan.
K.Aset
a. IDM memiliki dan/atau menguasai harta kekayaan material berdasarkan dokumen kepemilikan
yang sah berupa (i) tanah dan bangunan, (ii) hak atas kekayaan intelektual dan (iii) aset surat
berharga sebagai berikut:
i.
Hak Guna Bangunan, dengan total luas keseluruhan sebesar 195.174 m2, berdasarkan
bukti dokumen kepemilikan sebagai berikut:
No.
Sertifikat
Lokasi
Luas (M2)
1.
HGB No. 04028/Pulo Gebang
147
2.
HGB No. 04027/Pulo Gebang
Jl. Pulogebang Permai blok D5 No.
12, Kel. Pulogebang, Kec. Cakung,
Jakarta Timur
Jl. Pulogebang Permai blok D5 No.
26, Kel. Pulogebang, Kec. Cakung,
Jakarta Timur
Berlaku sampai
tanggal
24 Januari 2025
150
24 Januari 2025
41
No.
Sertifikat
Lokasi
Luas (M2)
3.
HGB No. 04026/Pulo Gebang
307
4.
HGB No. 26/Utan Kayu
1.505
3 Maret 2018
5.
HGB No.
Utara
980/Petukangan
95
27 April 2025
6.
HGB No.
Utara
981/Petukangan
95
27 April 2025
7.
HGB No. 06436/Kalideres
125
10 Juli 2026
8.
HGB No. 06435/Kalideres
125
10 Juli 2026
9.
HGB No. 03563/Ujung Menteng
10.
HGB No. 03564/Ujung Menteng
11.
HMaSRS No. 825/XIX/A/Sumur Batu
12.
HGB No. 11743/Mekar Jaya
13.
HGB No. 11744/Mekar jaya
14.
HGB No. 00077/Curug
15.
HGB No. 181/Gunung Sindur
16.
HGB No. 1764/Cimone
17.
HGB No. 1763/Cimone
18.
HGB No. 3237/Cipondoh
19
HGB No. 3236/Cipondoh
20.
HGB No. 5270/Bojongnangka
21.
HGB No. 5269/Bojongnangka
22.
HGB No. 3255/Bojongnangka
23.
HGB No. 3254/Bojongnangka
Jl. Pulogebang Permai blok D5 No.
11, Kel. Pulogebang, Kec. Cakung,
Jakarta Timur
Jl. Utan Kayu No. 24A, RT.006/05,
Kel. Utan Kayu Utara, Kec. Matraman, Jakarta Timur
Jl. Taman Alfa Indah Goldland Realty Blok J Kav. 49, Kel. Petukangan
Utara,Kec. Pesanggrahan, Jakarta
Selatan
Jl. Taman Alfa Indah Goldland Realty Blok J Kav. 46, Kel. Petukangan
Utara,Kec. Pesanggrahan, Jakarta
Selatan
Perumahan Citra Garden Blok I.1
Persil No. 9, Kel. Kalideres, Kec.
Cengkareng, Jakarta Barat
Perumahan Citra Garden Blok I.1
Persil No. 9, Kel. Kalideres, Kec.
Cengkareng, Jakarta Barat
Jl. Perkav. Menteng Metropolitan Blok
F 1 Persil No. 10, Kel. Ujung Menteng, Kec. Cakung, Jakarta Timur
Jl. Perkav. Menteng Metropolitan Blok
F 1 Persil No. 10, Kel. Ujung Menteng, Kec. Cakung, Jakarta Timur
Rusun Hunian & Non Hunian Graha
Cempaka Mas, Jl. Letjend Suprapto dan Jl. Yos Sudarso No. A2/21.7,
Lantai XIX Blok A
Jl. Proklamasi, Kel. Mekarjaya, Kec.
Sukmajaya, Depok, Jawa Barat
Jl. Proklamasi, Kel. Mekarjaya, Kec.
Sukmajaya, Depok, Jawa Barat
Jl. Pekapuran, Kel. Curug, Kec. Cimanggis, Depok, Jawa Barat
Jl. Pembangunan RT.01/RW.02, Kel.
Gunung Sindur, Kec. Gunung Sindur,
Kab. Bogor, Jawa Barat
Jl. Perum Cimone Permai Blok I no.
18, Kec. Karawaci, Kel. Cimone, Kotamadya Tangerang, Propinsi Banten
Jl. Perum Cimone Permai Blok I no.
18, Kec. Karawaci, Kel. Cimone, Kotamadya Tangerang, Propinsi Banten
Blok D.P.II.No.7 Desa/Kel. Cipondoh, Kec. Cipondoh, Kabupaten Tangerang, Propinsi Jawa Barat
Blok D.P.II.No.6 Desa/Kel. Cipondoh, Kec. Cipondoh, Kabupaten Tangerang, Propinsi Jawa Barat
Jl. Perum Dasana Permai Blok RI kav.
1, Kel. Bojong Nangka, Kec. Legok,
Kab. Tangerang, Banten
Jl. Perum Dasana Permai Blok RI kav.
2, Kel. Bojong Nangka, Kec. Legok,
Kab. Tangerang, Banten
Jl. Perum Dasana Permai Blok. RT
No.15, Kel. Bojong Nangka, Kec. Legok, Kab. Tangerang, Banten
Jl. Perum Dasana Permai Blok. RT
No.16, Kel. Bojong Nangka, Kec. Legok, Kab. Tangerang, Banten
Berlaku sampai
tanggal
24 Januari 2025
42
75
20 Maret 2017
75
20 Maret 2017
74
25 Oktober 2025
77
25 Juli 2031
77
25 September
2031
8 Januari 2037
310
20.000
23 November
2035
80
3 Januari 2035
78
3 Januari 2035
90
21 Januari 2029
90
21 Januari 2029
90
21 Februari 2019
90
21 Februari 2019
100
2 November 2027
100
2 November 2027
No.
Sertifikat
24.
HGB No. 1093/Medang
25.
HGB No. 1092/Medang
26.
HGB No. 05424/Sarua
27.
HGB No. 3545/Pinang
28.
HGB No. 3546/Pinang
29.
HGB No. 3547/Pinang
30.
HGB No. 04594/Pondok Pucung
31.
HGB No. 04595/Pondok Pucung
32.
HGB No. 02285/Wanakerta
33.
HGB No. 01858/Wanakerta
34.
HGB No. 2003/Saga
35.
HGB No. 01715/Wanakerta
36.
HGB No. 3859/Kebraon
37.
HGB No. 2355/Tanimulya
38.
HGB No. 2356/Tanimulya
39.
HGB No. 1452/Cileungsi Kidul
40.
HGB No. 1451/Cileungsi Kidul
41.
HGB No. 1174/Mekar Jaya
Lokasi
Luas (M2)
Blok C.6/D.26 Desa Medang, Kec. Legok, Kabupaten Tangerang, Propinsi
Jawa Barat
Blok C.6/D.27 Desa Medang, Kec.
Legok, Kab. Tangerang, Propinsi
Jawa Barat
Jl. Perum Bukit Nusa I Kav. 19851986, Kel. Sarua, Kec. Ciputat, Kab.
Tangerang, Propinsi Banten
Jl. Perum Pinang Griya, Blok RK No.
5, Desa/Kel. Pinang, Kec. Pinang, Kotamadya Tangerang, Propinsi Banten
Jl. Perum Pinang Griya, Blok RK No.
6, Desa/Kel. Pinang, Kec. Pinang, Kotamadya Tangerang, Propinsi Banten
Jl. Perum Pinang Griya, Blok RK No.
7, Desa/Kel. Pinang, Kec. Pinang, Kotamadya Tangerang, Propinsi Banten
Jl. Perum Bintaro Raya, Blok HA.1
No. 12A, Kel. Pondok Pucung, Kec.
Pondok Aren, Kotamadya Tangerang
Selatan, Provinsi Banten
Jl. Perum Bintaro Raya, Blok HA.1
No. 13, Kel. Pondok Pucung, Kec.
Pondok Aren, Kotamadya Tangerang
Selatan, Provinsi Banten
Komplek Telaga Bestari, Blok B-9
No. 28, Kabupaten Wanakerta, Kec.
Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang,
Propinsi Banten
Komplek Telaga Bestari, Blok B-9
No. 29, Kabupaten Wanakerta, Kec.
Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang,
Propinsi Banten
Komplek Villa Balaraja, Blok G-01
No. 11, Desa Saga, Kec. Balaraja,
Kabupaten Tangerang, Propinsi Jawa
Barat
Komplek Telaga bestari, Blok B-9 No.
30, Desa Saga, Kec. Balaraja, Kabupaten Tangerang, Propinsi Jawa
Barat
Jl. Griya Kebraon Tengah Blok L, No.
1, Kel. Kebraon, Kotamadya Malang,
Propinsi Jawa Timur
Jl. Taman Permata Cimahi Kav. No.
07 Blok V-5/T.72 Desa Tanimulya,
Kec. Ngamprah, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat
Jl. Taman Permata Cimahi Kav. No.
09 Blok V-5/T.72 Desa Tanimulya,
Kec. Ngamprah, Kabupaten Bandung, Propinsi Jawa Barat
Jl. Perum Griya Kenari Mas, blok
A.1 Kav, No 7, Desa Cileungsi, Kec.
Cileungsi, Kab. Bogor, Jawa Barat
Jl. Perum Griya Kenari Mas, Kav, No
6, Desa Cileungsi, Kec. Cileungsi,
Kab. Bogor, Jawa Barat
Jl. Proklamasi No. 26, Depok II Tengah, Kel. Mekar Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Propinsi Jawa
Barat
80
43
Berlaku sampai
tanggal
28 Maret 2014
80
28 Maret 2014
143
1 Desember 2025
72
6 Juni 2036
72
6 Juni 2036
72
6 Juni 2036
137
4 Oktober 2031
163
4 Oktober 2031
65
10 September
2027
65
10 September
2027
134
24 September
2024
65
10 September
2027
403
21 Mei 2026
54
5 Juni 2014
54
5 Juni 2014
99
28 Maret 2028
99
28 Maret 2028
77
25 Juli 2031
No.
Sertifikat
42.
HGB No. 1173/Mekarjaya
43.
HGB No. 00077/Curug
44.
HGB No. 5779/Jatimulya
45.
HGB No. 5778/Jatimulya
46.
HGB No. 5777/Jatimulya
47.
HGB No. 4058/Jatisampurna
48.
HGB No. 4059/Jatisampurna
49.
HGB No. 6658/Pejuang
50.
HGB No. 6657/Pejuang
51.
HGB No. 00994/Telukjambe
52.
HGB No. 00995/Telukjambe
53.
HGB No. 00996/Telukjambe
54.
HGB No. 00338/Balonggandu
55.
HGB No. 00339/Balonggandu
56.
HGB No. 00340/Balonggandu
57.
HGB No. 00341/Balonggandu
58.
HGB No. 00342/Balonggandu
Lokasi
Luas (M2)
Jl. Proklamasi No. 25, Depok II Tengah, Kel. Mekar Jaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Propinsi Jawa
Barat
Jl. Pekapuran Desa Curug, Kec. Cimanggis, Kotamadya Depok, Propinsi
Jawa Barat
Jl. Kav. No. A-44 Desa Jatimulya,
Kec. Tambun, Kabupaten Bekasi,
Propinsi Jawa Barat
Jl. Kav. No. A-43 Desa Jatimulya,
Kec. Tambun, Kabupaten Bekasi,
Propinsi Jawa Barat
Jl. Kav. No. A-42 Desa Jatimulya,
Kec. Tambun, Kabupaten Bekasi,
Propinsi Jawa Barat
Jl. Kranggan Permai. No. 13, RT.05,
Kec. Pondok Gede, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat
Jl. Kranggan Permai. No. 14, RT.05,
Kec. Pondok Gede, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat
Jl. Komp. Harapan Indah, blok EA-20,
Kel. Pejuang, Kec. Bekasi Barat, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat
Jl. Komp. Harapan Indah, blok EA-19,
Kel. Pejuang, Kec. Bekasi Barat, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat
Perum Bintang Alam, Blok. A1 No.11,
Desa Telukjambe, Kec. Telukjambe
Timur, kabupaten Karawang, Propinsi
Jawa Barat
Perum Bintang Alam, Blok. A1 No.12,
Desa Telukjambe, Kec. Telukjambe
Timur, kabupaten Karawang, Propinsi
Jawa Barat
Perum Bintang Alam, Blok. A1 No.13,
Desa Telukjambe, Kec. Telukjambe
Timur, kabupaten Karawang, Propinsi
Jawa Barat
Perum Bumi Cikampek Baru, Blok.
AA No.1 (Bumi Cikampek Baru), Desa
Telukjambe, Kec. Telukjambe Timur,
kabupaten Karawang, Propinsi Jawa
Barat
Perum Bumi Cikampek Baru, Blok.
AA No.2 (Bumi Cikampek Baru), Desa
Telukjambe, Kec. Telukjambe Timur,
kabupaten Karawang, Propinsi Jawa
Barat
Perum Bumi Cikampek Baru, Blok.
AA No.3 (Bumi Cikampek Baru), Desa
Telukjambe, Kec. Telukjambe Timur,
kabupaten Karawang, Propinsi Jawa
Barat
Perum Bumi Cikampek Baru, Blok.
AA No.4 (Bumi Cikampek Baru), Desa
Telukjambe, Kec. Telukjambe Timur,
kabupaten Karawang, Propinsi Jawa
Barat
Perum Bumi Cikampek Baru, Blok.
AA No.5 (Bumi Cikampek Baru), Desa
Telukjambe, Kec. Telukjambe Timur,
kabupaten Karawang, Propinsi Jawa
Barat
77
Berlaku sampai
tanggal
25 Juli 2031
310
8 Januari 2037
115
31 Maret 2019
115
31 Maret 2019
44
115
31 Maret 2019
68
18 Oktober 2019
68
18 Oktober 2019
71
21 Desember
2018
71
21 Desember
2018
105
24 September
2025
105
24 September
2025
105
24 September
2025
84
16 November
2030
36
16 November
2030
36
16 November
2030
36
16 November
2030
36
16 November
2030
No.
59.
60.
61.
62.
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.
76.
77.
78.
Sertifikat
Lokasi
HGB No. 01540/Desa Cibalo- Blok A.24 No.8 Griya Pesona Asri,
ngsari
Desa Cibalongsari, Kec. Klari, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat
HGB No. 02553/Desa Duren
Blok A.24 Kav.7 Griya Pesona Asri,
Desa Duren, Kec. Klari, Kabupaten
Karawang, Propinsi Jawa Barat
HGB No. 0001/Tempuran
Dusun Tempuran 01, Desa Tempuran, Kec. Tempuran, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat
HGB No. 00513/Purwasari
Desa Purwasari, Kec. Purwasari, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa
Barat
HGB No. 8645/Unyur
Blok. A.01 No.06, Kel. Unyur, Kec.
Serang, Kota Serang, Provinsi Banten
HGB No. 8646/Unyur
Blok. A.01 No.05 Kel. Unyur, Kec.
Serang, Kota Serang, Provinsi Banten
HGB No. 00469/Trihanggo
Ring Road Barat, Desa Trihanggo,
Kec. Gamping, Kabupaten Sleman
Provinsi DI Yogyakarta
HGB No. 00437/Trihanggo
Ring Road Barat, Desa Trihanggo,
Kec. Gamping, Kabupaten Sleman
Provinsi DI Yogyakarta
HGB No. 0052/Randugarut
Kel. Randugarut (Komplek Kawasan
Industri Wijayakusuma), Kec. Tugu,
Kotamadya Semarang, Propinsi Jawa
Tengah
HGB N0. 0051/Randugarut
Kel. Randugarut (Komplek Kawasan
Industri Wijayakusuma), Kec. Tugu,
Kotamadya Semarang, Propinsi Jawa
Tengah
HGB N0. 0045/Randugarut
Jl. Wijaya Kusuma, Kel. Randugarut,
Kec. Tugu, Kotamadya Semarang,
Propinsi Jawa Tengah
HGB No. 63/Randugarut
Jl. Wijaya Kusuma, Kel. Randugarut,
Kec. Tugu, Kotamadya Semarang,
Propinsi Jawa Tengah
HGB No. 930/CR
Kel. Campang Raya, Kec. Tanjungkarang Timur, Kotamadya Bandar Lampung, Propinsi Lampung
HGB No. 1696/Besar
Jl. Jala Raya sudut Jalan Tempirai
Raya, Kel. Besar, Kec. Medan Labuan, Kota Medan, Propinsi Sumatera Utara
HGB No. 0038/Gedangan
Desa Gedangan, Kec. Gedangan,
Kabupaten Daerah Tingkat II Sidoarjo, Propinsi Daerah Tingkat I Jawa
Timur
HGB No. 45/Gedangan
Desa Gedangan, Kec. Gedangan,
Kabupaten Daerah Tingkat II Sidoarjo, Propinsi Daerah Tingkat I Jawa
Timur
HGB No. 43/Karangrejo
Kel. Karangrejo, Kec. Sumbersari,
Kabupaten Jember, Propinsi Jawa
Timur
HGB No. 276/Gedangan
Desa Gedangan, Kec. Gedangan,
Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa
Timur
HGB No. 277/Gedangan
Desa Gedangan, Kec. Gedangan,
Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa
Timur
HGB No. 98/Gedangan
Desa Gedangan, Kec. Gedangan,
Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa
Timur
45
Luas (M2)
84
Berlaku sampai
tanggal
16 Maret 2034
90
16 Maret 2034
139
26 Oktober 2038
364
21 Desember
2036
55
15 Agustus 2031
55
15 Agustus 2031
1.735
30 Juni 2041
20.230
23 Maret 2039
5.500
24 September
2027
3.984
24 September
2027
5.000
24 September
2027
4.398
24 September
2027
22.000
12 Desember
2026
328
8 September 2029
19.580
28 Desember
2028
19.035
24 September
2027
26.290
20 Juni 2036
2.320
8 Juli 2020
2.989
8 Juli 2020
4.106
7 Oktober 2027
No.
79.
Sertifikat
Lokasi
HGB No. 451/Wonokoyo
Luas (M2)
Berlaku sampai
tanggal
8 Mei 2029
Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkan4.299
dang, Kotamadya Malang, Propinsi
Jawa Timur
80. HGB No. 457/Wonokoyo
Jl. Sawa I, Kel. Wonokoyo, Kec. Ke4.299
1 September 2029
dungkandang, Kotamadya Malang,
Propinsi Jawa Timur
81. HGB No. 462/Wonokoyo
Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkan12.500
7 April 2029
dang, Kotamadya Malang, Propinsi
Jawa Timur
82. HGB No. 466/Wonokoyo
Kel. Wonokoyo, Kec. Kedungkan218
7 April 2029
dang, Kotamadya Malang, Propinsi
Jawa Timur
83. HGB No. 801/Tanjung Morawa Jl. Industri, Desa Tanjung Morawa,
8.243
29 April 2029
Kec. Tanjung Morawa, Kotamadya
Deli Serdang, Propinsi Sumatera
Utara
84. HGB No. 802/Tanjung Morawa Jl. Industri, Desa Tanjung Morawa,
12.445
29 April 2029
Kec. Tanjung Morawa, Kotamadya
Deli Serdang, Propinsi Sumatera
Utara
85. HGB No. 2614/Pinang
Jalan Permata Pamulang Blok I-4/12,
180
6 Juni 2036
Kelurahan Babakan, Kecamatan Serpong, Tangerang
Catatan:
Berikut adalah daftar aset tetap IDM yang sedang dijaminkan kepada krediturnya:
1. Berdasarkan Sertifikat Hak Tanggungan (“SHT”) No. 4138/2006 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor
Pertanahan Kabupaten Bogor, tanggal 29 September 2006, HGB No. 181 sedang dijaminkan kepada Bank
Mega dalam bentuk jaminan hak tanggungan peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah
Rp11.000.000.000,- (sebelas miliar Rupiah).
2. Berdasarkan SHT No. 1444/2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang,
tanggal 3 Februari 2012, HGB No. 04594 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak
tanggungan peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp1.260.000.000,- (satu miliar dua
ratus enam puluh juta Rupiah).
3. Berdasarkan SHT No. 1444/2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang,
tanggal 3 Februari 2012, HGB No. 04595 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak
tanggungan peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp1.260.000.000,- (satu miliar dua
ratus enam puluh juta Rupiah).
4. Berdasarkan SHT No. 1923/2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok, tanggal 8 Maret
2012, HGB No. 11744 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak tanggungan peringkat
I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp621.000.000,- (enam ratus dua puluh satu juta Rupiah).
5. Berdasarkan SHT No. 1923/2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok, tanggal 8 Maret
2012, HGB No. 11743 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak tanggungan peringkat
I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp621.000.000,- (enam ratus dua puluh satu juta Rupiah).
6. Berdasarkan SHT No. 1097/2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang,
tanggal 15 Maret 2012, HGB No. 01540 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak
tanggungan peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp221.100.000,- (dua ratus dua
puluh satu juta seratus ribu Rupiah).
7. Berdasarkan SHT No. 4120/2011 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang,
tanggal 29 September 2011, HGB No. 00001 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan
hak tanggungan peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp318.857.000,- (tiga ratus
delapan belas juta delapan ratus lima puluh ribu Rupiah).
8. Berdasarkan SHT No. 1195/2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang,
tanggal 21 Maret 2012, HGB No. 00513 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak
tanggungan peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp328.800.000,- (tiga ratus dua
puluh delapan juta delapan ratus ribu Rupiah).
9. Berdasarkan SHT No. 532/2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang, tanggal 14
Februari 2012, HGB No. 8645 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak tanggungan
peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp620.000.000,- (enam ratus dua puluh juta
Rupiah).
10. Berdasarkan SHT No. 532/2012 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang, tanggal 14
Februari 2012, HGB No. 8646 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak tanggungan
peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp620.000.000,- (enam ratus dua puluh juta
Rupiah).
11. Berdasarkan SHT No. 4799/2009 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Sleman, tanggal 23
Oktober 2009, HGB No. 00437 sedang dijaminkan kepada Bank Mega dalam bentuk jaminan hak tanggungan
peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp29.997.115.000,- (dua puluh sembilan miliar
sembilan ratus sembilan puluh tujuh juta seratus lima belas ribu Rupiah).
46
12. Berdasarkan SHT No. 8624/2005 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, tanggal 25
November 2005, HGB No. 0052 sedang dijaminkan kepada Bank Mega dalam bentuk jaminan hak tanggungan
peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp10.880.000.000,- (sepuluh miliar delapan
ratus delapan puluh juta Rupiah).
13. Berdasarkan SHT No. 8624/2005 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, tanggal 25
November 2005, HGB No. 0051 sedang dijaminkan kepada Bank Mega dalam bentuk jaminan hak tanggungan
peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp10.880.000.000,- (sepuluh miliar delapan
ratus delapan puluh juta Rupiah).
14. Berdasarkan SHT No. 8624/2005 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang, tanggal 25
November 2005, HGB No. 0045 sedang dijaminkan kepada Bank Mega dalam bentuk jaminan hak tanggungan
peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp10.880.000.000,- (sepuluh miliar delapan
ratus delapan puluh juta Rupiah).
15. Berdasarkan SHT No. 10494/2011 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan, tanggal 21
Oktober 2011, HGB No. 1696 sedang dijaminkan kepada Bank Mandiri dalam bentuk jaminan hak tanggungan
peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp667.000.000,- (enam ratus enam puluh tujuh
juta Rupiah).
16. Berdasarkan SHT No. 658/2002 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo, tanggal
30 Mei 2002, HGB No. 0038 sedang dijaminkan kepada Bank Mega dalam bentuk jaminan hak tanggungan
peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp10.805.683.000,- (sepuluh miliar delapan
ratus lima juta enam ratus delapan puluh tiga ribu Rupiah).
17. Berdasarkan SHT No. 1267/2006 yang dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jember,
tanggal 21 September 2006, HGB No. 0043 sedang dijaminkan kepada Bank Mega dalam bentuk jaminan hak
tanggungan peringkat I, untuk menjamin pelunasan piutang hingga sejumlah Rp39.128.559.000,- (tiga puluh
sembilan miliar seratus dua puluh delapan juta lima ratus lima puluh sembilan ribu Rupiah).
ii. Hak atas kekayaan intelektual berupa merek, berdasarkan dokumen kepemilikan sebagai
berikut:
No. Merek
Masa Berlaku
Nomor Pendaftaran
Tanggal Penerimaan Merek
IDM000353401
IDM000353402
IDM000353403
IDM000353404
IDM000167580
IDM000353405
IDM000353406
IDM000353407
IDM000353408
IDM000353409
IDM000353410
IDM000353415
IDM000353416
IDM000353417
IDM000353418
IDM000353419
551319
(sedang proses perpanjangan)
IDM000353411
IDM000353412
IDM000353413
IDM000353414
IDM000353420
IDM000353421
IDM000353422
IDM000353423
IDM000353424
IDM000353425
IDM000353426
551338
(sedang proses perpanjangan)
IDM000353427
IDM000353428
IDM000353429
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
16 November 2006
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
28 Oktober 2003
Kelas Barang / Jasa
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
28 Oktober 2003
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
30
31
32
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
30.
31.
32.
Indomaret
Indomaret
Indomaret
10 tahun
10 tahun
10 tahun
47
No. Merek
Masa Berlaku
Nomor Pendaftaran
Tanggal Penerimaan Merek
IDM000353430
IDM000353431
IDM000084986
IDM000353432
IDM000353433
IDM000353434
IDM000353435
IDM000353436
IDM000353437
IDM000353438
551311
(sedang dalam proses perpanjangan)
IDM000353439
IDM000353451
IDM000047543
25 September 2012
25 September 2012
4 Oktober 2012
4 Oktober 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
25 September 2012
28 Oktober 2003
Kelas Barang / Jasa
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
25 September 2012
25 September 2012
27 Januari 2004
44
45
35
IDM000082355
(ex.No.403035)
IDM000082356
(ex.No.403588)
IDM000291936
IDM000212622
IDM000221831
20 Desember 2006
30
20 Desember 2006
31
29 Januari 2011
17 Desember 2007
3 Maret 2008
35
41
35
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Indomaret
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 tahun
44.
45.
46.
10 tahun
10 tahun
10 Tahun
47.
Indomaret
Indomaret
Indomaret
Mudah &
Hemat
SIP
48.
Indosegar
10 tahun
49.
50.
51.
Ceria Mart
FOGI
Indomaret
Point
10 tahun
10 tahun
10 tahun
10 Tahun
iii. Aset Surat Berharga yang terdiri atas:
a. IDM memiliki 16.200 lembar saham senilai Rp16.200.000.000,- (enam belas miliar dua
ratus juta Rupiah) PT Indosato Jaya Makmur (“PT IJM”), yang merupakan 81% dari seluruh
saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam PT IJM, suatu perseroan terbatas
yang didirikan dan tunduk berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, berdomisili di
Jakarta Pusat;
b. IDM memiliki 4 (empat) obligasi konversi dapat ditukar dengan total 50% saham pada
PT Andhika Wahana Putra, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan tunduk berdasarkan
hukum Negara Republik Indonesia, berdomisili di Jakarta Pusat, sebagai berikut:
1. Obligasi Konversi No. 001/CB/AWP/IX/2009, tanggal 30 April 2009, diterbitkan oleh
PT Andhika Wahana Putra, bernilai Rp50.000.000.000,- jatuh tempo pada tanggal
30 April 2014;
2. Obligasi Konversi No. 002/CB/AWP/X/2009, tanggal 2 Oktober 2009, diterbitkan oleh
PT Andhika Wahana Putra, bernilai Rp101.000.000.000,- jatuh tempo pada tanggal
2 Oktober 2014;
3. Obligasi Konversi No. 003/CB/AWP/I/2010, tanggal 5 Januari 2010, diterbitkan oleh
PT Andhika Wahana Putra, bernilai Rp99.000.000.000,- jatuh tempo pada tanggal
5 Januari 2015; dan
4. Obligasi Konversi No. 0014/CB/AWP/XII/2010, tanggal 31 Desember 2010, diterbitkan
oleh PT Andhika Wahana Putra, bernilai Rp178.000.000.000,- jatuh tempo pada
tanggal 31 Desember 2015.
c. IDM memiliki 2 (dua) deposito, sebagai berikut:
1. Bilyet Deposito yang diterbitkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang
Jakarta Ancol Nomor AC 873304 dengan nominal Rp10.000.000.000,- (sepuluh miliar
Rupiah) atas nama PT Indomarco Prismatama; dan
2. Bilyet Deposito yang diterbitkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Jakarta
Ancol Nomor AC 873303 dengan nominal Rp5.000.000.000,- (lima miliar Rupiah)
atas nama PT Indomarco Prismatama.
48
L. Perkara Hukum yang Dihadapi oleh IDM serta Direksi dan Komisaris IDM
IDM sedang terlibat dalam beberapa perkara pajak sebagai berikut:
a. berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Penghasilan (“SKPKB”) No.
00019/206/08/092/10, tanggal 27 Agustus 2010, yang menyebutkan bahwa untuk tahun pajak 2008,
IDM masih memiliki kewajiban untuk membayar pajak sebesar Rp30.829.563.264,- (tiga puluh
miliar delapan ratus dua puluh sembilan juta lima ratus enam puluh tiga ribu dua ratus enam puluh
empat Rupiah). Atas banding yang diajukan IDM, Pengadilan Pajak telah menerbitkan Putusan No.
Put. 38363/PP/M.I/15/2012 yang memenangkan IDM dan menyebutkan bahwa IDM memiliki lebih
bayar sebesar Rp22.215.860.583,- (dua puluh dua miliar dua ratus lima belas juta delapan ratus
enam puluh ribu lima ratus delapan puluh tiga Rupiah). Direktorat Jenderal Pajak (“Ditjen Pajak”)
telah mengajukan permohonan peninjauan kembali atas putusan pengadilan tersebut dan IDM
sudah mengajukan kontra memori peninjauan kembali. Hingga tanggal LUT ini, belum ada putusan
peninjauan kembali yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung sehubungan dengan hal tersebut;
b. berdasarkan SKPKB No. 00010/206/10/092/12, tanggal 11 September 2012, yang menyebutkan
bahwa untuk tahun pajak 2010, IDM masih memiliki kewajiban untuk membayar pajak sebesar
Rp20.445.828.728,- (dua puluh miliar empat ratus empat puluh lima juta delapan ratus dua puluh
delapan ribu tujuh ratus dua puluh delapan Rupiah). IDM telah mengajukan keberatan atas SKPKB
ini dengan mengajukan Surat Keberatan No. 2005/CEO/X/2012 tanggal 1 Oktober 2012, yang
menyatakan bahwa IDM memiliki lebih bayar sebesar Rp32.412.875.018,- (tiga puluh dua miliar
empat ratus dua belas juta delapan ratus tujuh puluh lima ribu delapan belas Rupiah). Hingga
tanggal Prospektus ini, belum ada keputusan yang diberikan oleh Ditjen Pajak sehubungan dengan
keberatan tersebut; dan
c.
berdasarkan Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Lapangan No.PEMB-00273/WPJ.19/KP.0205/RIK.
SIS/2012, tanggal 3 Desember 2012, KPP Wajib Pajak Besar Dua sedang melakukan pemeriksaan
untuk tahun pajak 2011 atas kelebihan bayar pajak IDM sebesar Rp42.447.299.724,- (empat puluh
dua miliar empat ratus empat puluh tujuh juta dua ratus sembilan puluh sembilan ribu tujuh ratus dua
puluh empat Rupiah). Hingga tanggal Prospektus ini, Ditjen Pajak belum mengeluarkan penetapan
pajak sehubungan dengan pemeriksaan tersebut.
Seluruh sengketa pajak tersebut tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan serta
kelangsungan kegiatan usaha IDM.
Sementara itu sampai dengan tanggal diterbitkannya Prospektus ini, Direksi dan Komisaris IDM tidak
mempunyai perkara hukum apapun yang dihadapi baik di dalam maupun di luar badan peradilan.
Hingga tanggal Prospektus ini, Ditjen Pajak belum mengeluarkan penetapan pajak sehubungan dengan
pemeriksaan tersebut.
49
V. PERNYATAAN UTANG
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012,
yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja dengan pendapat wajar tanpa pengecualian
dengan paragraf penjelasan mengenai penyajian kembali laporan keuangan Perseroan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan laporan posisi keuangan
Perseroan tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010, melalui laporannya tertanggal 26 Maret 2013.
Perseroan memiliki total liabilitas sebesar Rp4.120 juta, yang terdiri dari total liabilitas jangka pendek
sebesar Rp3.342 juta dan total liabilitas jangka panjang sebesar Rp778 juta dengan perincian sebagai
berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Liabilitas Jangka Pendek
Utang pihak-pihak berelasi
Utang usaha – pihak ketiga
Utang lain-lain – pihak ketiga
Beban akrual
Utang pajak
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Utang jangka panjang lainnya yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Total Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Total Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas
Jumlah
1.360
1.444
3
376
132
18
9
3.342
778
778
4.120
Penjelasan masing-masing liabilitas adalah sebagai berikut:
A. Liabilitas Jangka Pendek
1. Utang pihak-pihak berelasi
Utang Perseroan kepada pihak-pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp1.360
juta, merupakan utang kepada PT Philadel Terra Lestari.
2. Utang usaha
Utang usaha Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp1.444 juta, dengan rincian
utang usaha sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian
Pihak ketiga
Rupiah
PT Kusuma Megah Perdana
PT Listakwarta Putra
PT Proccess Data Solution
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp100 juta)
Dolar Amerika Serikat
PT Virtus Technology Indonesia (AS$48.857)
PT Paranta Anugerah Prima (AS$13.100)
PT Panca Putra Solusindo (AS$9.293)
Total
Jumlah
143
133
131
347
473
127
90
1.444
50
Analisa umur utang usaha dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Lancar
Telah jatuh tempo:
1 – 30 hari
31 - 60 hari
61 – 90 hari
Lebih dari 90 hari
Total
Jumlah
233
677
270
63
201
1.444
3. Beban Akrual
Beban akrual Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp376 juta, dengan rincian
sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Jasa profesional
Biaya dan denda pajak
Lain-lain
Total
Jumlah
309
56
11
376
4. Utang pajak
Utang pajak Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar Rp132 juta, dengan rincian
sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Pajak penghasilan
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 29
Pajak pertambahan nilai, neto
Total
Jumlah
6
25
3
12
86
132
5. Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar
Rp18 juta, merupakan gaji dan imbalan lainnya.
B. Liabilitas Jangka Panjang
1. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebesar
Rp778 juta, dengan rincian sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Nilai kini kewajiban
Laba aktuaria yang belum diakui
Biaya jasa lalu yang belum diakui – belum menjadi hak
Total
Jumlah
750
94
(66)
778
51
PERSEROAN TIDAK MEMILIKI LIABILITAS-LIABILITAS LAIN SELAIN YANG TELAH DINYATAKAN DI ATAS DAN YANG
TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN AUDITAN YANG DISAJIKAN DALAM BAB XVI PROSPEKTUS
INI.
SEJAK TANGGAL PELAPORAN SAMPAI DENGAN TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN, PERSEROAN
ATAU ENTITAS ANAK TIDAK MEMBUAT DAN/ATAU MENARIK PINJAMAN DARI PIHAK MANAPUN SELAIN YANG
TELAH DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN AUDITAN. TIDAK ADA LIABILITAS BARU (KECUALI YANG
BERHUBUNGAN DENGAN USAHA) YANG TERJADI SEJAK TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN SAMPAI
DENGAN TANGGAL EFEKTIFNYA PERNYATAAN PENDAFTARAN.
DENGAN MELIHAT KONDISI KEUANGAN PERSEROAN, MANAJEMEN BERKEYAKINAN BAHWA PERSEROAN
SANGGUP UNTUK MENYELESAIKAN SELURUH KEWAJIBANNYA SESUAI DENGAN PERSYARATAN SEBAGAIMANA
MESTINYA.
PERSEROAN TELAH MEMENUHI SEMUA RASIO KEUANGAN YANG DIPERSYARATKAN DALAM PERJANJIAN UTANG.
TIDAK TERDAPAT NEGATIVE COVENANTS YANG AKAN MERUGIKAN HAK-HAK PEMEGANG SAHAM PUBLIK.
52
VI. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan pembahasan yang disajikan dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan Ikhtisar
Data Keuangan Penting, laporan keuangan Perseroan beserta catatan atas laporan keuangan terkait
dan informasi keuangan lainnya yang tercantum dalam Prospektus ini. Laporan keuangan tersebut
telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Berikut ini disajikan laporan posisi keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010
dan laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
2012, 2011 dan 2010. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penyajian kembali laporan
keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut,
dan laporan posisi keuangan Perseroan tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010, melalui laporannya
tertanggal 26 Maret 2013. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010
dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sebelum penyajian kembali, telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Krisnawan, Busroni, Achsin & Alamsyah dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai laporan keuangan Perseroan disusun dengan
anggapan bahwa Perseroan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya dan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011, baik secara prospekstif maupun
restrospektif, melalui laporannya tertanggal 15 Maret 2012.
1.Umum
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Perseroan berfokuskan pada bidang elektonika
yakni menjual mesin-mesin komputer beserta peralatan-peralatan dan perlengkapan-pelengkapan
(hardware), serta memberikan jasa dan pelayanan mesin-mesin komputer (hardware), penyusunan
data-data paket program komputer (software), menerima pengangkatan sebagai agen, agen tunggal,
distributor dan berusaha dalam bidang perwakilan dari berbagai perusahaan-perusahaan lain, baik
dalam maupun dari luar negeri.
Menanggapi semakin banyaknya pengguna jasa telekomunikasi, strategi Perseroan adalah untuk dapat
terus mengembangkan dan meningkatkan potensi bisnis dalam bidang informasi teknologi di Indonesia.
Perkembangan dalam bisnis ini akan terus menerus Perseroan lakukan demi memenuhi kebutuhan
akan jasa layanan internet. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJI), diperkirakan
pertumbuhan pemakaian internet di Indonesia tahun 2013 akan meningkat hingga 30%. Hal ini membuat
Perseroan optimis bahwa prospek usaha di tahun mendatang akan berjalan lebih baik daripada tahun
sebelumnya. Perubahan gaya hidup dan kebutuhan akan teknologi, membuat Perseroan akan lebih
banyak mengambil kesempatan yang ada. Aspek pemasaran Perseroan akan dilakukan dengan
memperbanyak pemasaran dalam bentuk mempeluas merchant-merchant dan memperbanyak eventevent untuk brand awareness. Adapun strategi Perseroan yang akan dilakukan di tahun 2013 yakni
dengan melakukan gabungan usaha baru atau kemungkinan merger atau akuisisi untuk ekspansi bisnis
Perseroan, ekspansi dalam bisnis baru ini dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung,
melalui penambahan kepemilikan dalam entitas asosiasi gabungan usaha.
Berdasarkan sejarahnya, Perseroan berdiri pada 16 November 1995 berdasarkan Akta Pendirian
No. 107 yang dibuat di hadapan Siti Pertiwi Henny SH, Notaris di Jakarta. Pada September 1996,
Dyviacom resmi menjadi salah satu pemain di Internet Service Provider (ISP). Melihat perkembangan
yang cukup pesat dalam dunia internet, Perseroan membangun suatu portal remaja yang bernama
Diffy.Com. Berbagai ragam program yang dapat dinikmati oleh portal ini adalah antara lain chatting
online, konsultasi, belanja, berita seputar artis, dan termasuk acara siraman rohani. Seiring dengan
kebutuhan para UKM, maka Perseroan di tahun 1998 menciptakan suatu divisi baru yang disebut
‘Dyviacom IT Solution’. Divisi ini melayani segala kebutuhan usaha dari pengembangan software/
aplikasi, perancangan jaringan seperti Local/Wide Area Network, instalasi komputer berikut perangkat
53
penunjangnya, pembuatan system informasi, dan instalasi pengamanan jaringan. Layanan dasar IT
Solution seperti web design and progamming, leased line, banner, dan domain name. Pada akhir
tahun 2000, Perseroan menawarkan saham umum perdana kepada masyarakat umum di Bursa Efek
Indonesia. Perseroan terus mengembangkan usahanya di bidang aplikasi dan solusi Teknologi Informasi
untuk para pelanggan retail dan korporasi, berbagai produk seperti VOIP dan franchise dipasarkan.
Dalam tahun 2005 pergeseran usaha dari ritel ke korporasi menjadi semakin nyata. Hal ini ditandai
dengan semakin kuatnya infrastruktur perseroan dalam bidang layanan wireless, fiberoptic, Internet
Ready Port, Virtual Private Network (VPN) dan infrastruktur berbasis IP maupun Open Source. Tahun
2007 adalah tahun yang membawa kemajuan yang cukup pesat bagi kineja perseroan, dimana dengan
Perseroan diambil alih oleh PT Philadel Terra Lestari. Seiring dengan peningkatan infrastruktur internet
yang makin baik, Indonesia menikmati akses internet yang makin baik dan makin murah. Perseroan juga
melihat tumbuhnya peluang yang makin besar dalam pengembangan konten website dan IT Solution
khususnya untuk pasar korporat. Oleh karena itu pada tahun 2009, Perseroan mulai mengembangkan
Waytodeal.com, ogahrugi.com dan TRECS. Di tahun 2012, Perseroan mulai memperbanyak merchant
dalam online bisnis yang menawarkan promo melalui website ogahrugi.com. Merchant yang bergabung
menjual produk berupa: produk jadi, leisure, jasa, kuliner, dll yang sangat mudah di akses via online.
Marketing online melalui website ini, mendapat tanggapan sangat positif dari masyarakat.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan yang terakhir, maksud dan tujuan Perseroan adalah
perdagangan umum, keagenan dan perwakilan dimana untuk mencapai maksud tersebut, Perseroan
tetap berusaha dalam bidang elektronika, bertindak sebagai agen dalam perdagangan mesin-mesin
komputer beserta peralatan-peralatan dan perlengkapan-pelengkapan (hardware), serta memberikan
jasa dan pelayanan mesin-mesin komputer (hardware), penyusunan data-data paket program computer
(software) dan berusaha dalam bidang perwakilan (representative) dari berbagai perusahaanperusahaan lain, baik dalam maupun luar negeri.
2. Faktor-faktor Utama yang Mempengaruhi Hasil Operasional Perseroan
Kegiatan usaha, hasil operasional dan kondisi keuangan Perseroan dipengaruhi oleh beberapa faktor,
faktor-faktor yang utama antara lain:
Faktor Persaingan Usaha
Tingkat persaingan usaha di sektor teknologi informasi terutama bisnis penyedia jasa akses internet
yang semakin ketat baik dari perusahaan jasa akses internet yang sudah ada maupun perusahaan
baru yang memiliki sumber daya, teknologi dan perkembangan usaha yang lebih baik dari Perseroan.
Hal tersebut memberikan kesulitan tersendiri bagi Perseroan untuk mengembangkan bisnis penyedia
jasa akses internet. Selain itu di bisnis penunjang Perseroan, yaitu bisnis portal internet melalui situs
ogahRugi.com, walaupun kinerja usaha sudah cukup baik dan memiliki nama merek yang cukup dikenal
di kalangan pengguna jasa internet, Perseroan cukup mengalami tekanan persaingan usaha yang
cukup berat terutama dari grup-grup besar yang juga mengembangkan portal bisnis sejenis sehingga
daya saing Perseroan menjadi berkurang dikarenakan produk yang ditawarkan oleh Perseroan menjadi
kurang kompetitif dan inovatif dibandingkan pesaing usaha sejenis.
Faktor Likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada direksi, yang telah membangun
kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manjemen likuiditas dan
pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perseroan. Perseroan mengelolah risiko
likuiditas dengan menjaga kecukupan dana dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas
aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo kewajiban.
Ketidakmampuan Perseroan dalam mengelola likuiditasnya dengan baik dapat berdampak negatif
terhadap kinerja keuangan dan prospek usaha Perseroan.
Faktor Teknologi Informasi
Bisnis portal online yang dikelola Perseroan sangat bergantung kepada teknologi informasi terutama
perlengkapan komputer dan akses internet. Walaupun Perseroan telah memiliki sistem IT yang baik dan
didukung oleh Disaster and Recovery Management namun hal tersebut tidak menutupi kemungkinan
bahwa sistem IT yang dikelola Perseroan dapat mengalami gangguan dan tidak dapat beroperasi.
54
Selain itu, perkembangan teknologi atas portal bisnis juga merupakan faktor penting yang harus
dipantau oleh Perseroan untuk dapat bersaing dengan perusahaan sejenis.
Ketidakmampuan Perseroan dalam mengelola dan memelihara sistem IT yang baik serta mengantisipasi
perkembangan teknologi portal bisnis dapat berdampak negatif terhadap kegiatan dan prospek usaha
Perseroan.
Faktor Sumber Daya Manusia
Bisnis portal bisnis online yang dijalankan oleh Perseroan merupakan bisnis dengan tingkat persaingan
yang ketat terutama dalam perolehan karyawan yang berkualitas. Perseroan sangat bergantung pada
manajemen senior dan karyawan inti untuk pengalaman dan keahliannya di industri untuk perencanaan
bisnis dan operasional perusahaan sehingga kehilangan sumber daya manusia dan atau tidak mampu
memperoleh karyawan berkualitas dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan
dan prospek usaha Perseroan.
Perseroan juga tidak dapat menjamin tidak timbulnya perselisihan tenaga kerja yang dapat menyebabkan
gangguan operasional dan aksi mogok yang dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja
keuangan dan prospek usaha Perseroan.
3. Informasi Keuangan
3.1Perkembangan Pendapatan, Beban Pokok Pendapatan, Beban Operasional, Pendapatan
(Beban) Operasi Lainnya, Biaya Keuangan, Beban Pajak Penghasilan, Total Laba
Komprehensif Tahun Berjalan
Tabel berikut memperlihatkan laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010.
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pendapatan
Beban pokok pendapatan
Laba bruto
2012
13.928
8.557
5.371
31 Desember
2011*)
18.372
13.615
4.757
2010*)
16.425
11.585
4.840
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Pendapatan operasi lainnya
Beban operasi lainnya
Laba usaha
Biaya keuangan
Laba sebelum pajak penghasilan
Beban pajak penghasilan, neto
Laba tahun berjalan
Pendapatan komprehensif lain
Total laba komprehensif tahun berjalan
Laba per saham dasar (angka penuh)
(103)
(4.680)
48
(283)
353
(3)
350
(129)
221
221
1,20
(55)
(3.884)
103
(187)
734
(7)
727
(255)
472
472
2,56
(10)
(4.255)
64
(13)
626
(7)
619
(170)
449
449
2,44
Keterangan
*)
disajikan kembali
55
3.1.1 Pendapatan
Berikut ini adalah perkembangan pendapatan Perseroan berdasarkan masing-masing kontributor yang
dicatat oleh Perseroan dalam kurun waktu 2010-2012:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
10.088
3.840
13.928
IT Solution
Internet access dan N.O.C
Total
*)
31 Desember
2011*)
17.092
1.280
18.372
2010*)
15.654
771
16.425
disajikan kembali
Pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Pendapatan Perseroan turun sebesar Rp4.444 juta atau sebesar 24% menjadi Rp13.928 juta pada tahun
2012 dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2011 sebesar Rp18.372 juta. Penurunan pendapatan
ini berasal dari penurunan pendapatan Perseroan dari segmen IT Solution sebesar Rp7.004 juta.
IT Solution
Pendapatan Perseroan dari IT Solution menurun sejumlah Rp7.004 juta atau sebesar 41%, menjadi
Rp10.088 juta pada tahun 2012 dibandingkan dengan Rp17.092 juta pada tahun 2011. Penurunan
pendapatan yang signifikan tersebut terjadi karena perkembangan infrastruktur berbasis internet yang
sangat cepat dan tingginya persaingan dalam segmen tersebut. Perseroan belum melakukan promosi
yang maksimal sehingga subscriber belum mengalami peningkatan. Promosi baru mulai dilakukan oleh
Perseroan secara aktif pada triwulan ke-2 tahun 2013 dengan program loyalty dengan memperbanyak
variasi produk yang ditawarkan, mulai dari voucher makan, travel, gadget dan produk kecantikan
yang bertujuan untuk mempertahankan subscriber yang dimiliki perseroan pada saat ini. Perseroan
meningkatkan hubungan baik dengan merchant melalui merchant gathering di masa depan.
Internet Access dan N.O.C
Pendapatan Perseroan dari Internet Access dan N.O.C (Network Operating Center yang adalah
gabungan dari beberapa jaringan yang bertanggung jawab terhadap komunikasi secara terus menerus
dalam jaringan) meningkat sejumlah Rp2.560 juta atau sebesar 200%, menjadi Rp3.840 juta pada tahun
2012 dibandingkan dengan pendapatan tahun 2011 sebesar Rp1.280 juta. Peningkatan pendapatan ini
lebih disebabkan karena penambahan jumlah layanan dan juga penambahan pelanggan.
Pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Pendapatan Perseroan meningkat sejumlah Rp1.947 juta, atau 12%, menjadi Rp18.372 juta pada tahun
2011 dibandingkan dengan Rp16.425 juta pada tahun 2010. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan pendapatan Perseroan dari segmen IT Solution.
IT Solution
Pendapatan Perseroan dari IT Solution naik sebesar Rp1.438 juta atau sebesar 9%, menjadi Rp17.092
juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan pendapatan tahun 2010 yakni sebesar Rp15.654 juta.
Peningkatan pendapatan ini lebih disebabkan karena pendapatan yang berasal dari desain dan
pengembangan web.
Internet Access dan N.O.C
Pendapatan Perseroan dari Internet Access dan N.O.C meningkat sejumlah Rp509 juta atau sebesar
66%, menjadi Rp1.280 juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan Rp771 juta pada tahun 2010.
Peningkatan pendapatan ini lebih disebabkan karena meningkatnya jumlah layanan berbasis internet
akses.
56
3.1.2 Beban Pokok Pendapatan
Berikut ini adalah perkembangan beban pokok pendapatan berdasarkan masing-masing segmen yang
dicatat oleh Perseroan dalam kurun waktu 2010-2012:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
5.657
2.900
8.557
IT solution
Internet access dan N.O.C
Total
*)
31 Desember
2011*)
11.205
2.410
13.615
2010*)
8.594
2.991
11.585
disajikan kembali
Beban Pokok Pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Beban pokok pendapatan Perseroan turun sebesar Rp5.058 juta atau sebesar 37% menjadi Rp8.557
juta pada tahun 2012 dibandingkan dengan Rp13.615 juta pada tahun 2011. Penurunan beban pokok
pendapatan ini seiring dengan penurunan pendapatan Perseroan terutama dari segmen Perseroan.
IT Solution
Beban pokok pendapatan Perseroan dari IT Solution menurun sejumlah Rp5.548 juta atau sebesar
50%, menjadi Rp5.657 juta pada tahun 2012 dibandingkan dengan Rp11.205 juta pada tahun 2011.
Penurunan beban pokok pendapatan pada segmen IT Solution ini berkaitan dengan penurunan dalam
pendapatan dari segmen tersebut.
Internet Access dan N.O.C
Beban pokok pendapatan Perseroan dari Internet Access dan N.O.C meningkat sejumlah Rp490
juta atau sebesar 20%, menjadi Rp2.900 juta pada tahun 2012 dibandingkan dengan beban pokok
pendapatan tahun 2011 yakni sebesar Rp2.410 juta. Peningkatan tersebut seiring dengan peningkatan
pendapatan dari jasa internet access dan N.O.C.
Beban Pokok Pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Beban pokok pendapatan Perseroan meningkat 18% atau sejumlah Rpp2.030 juta menjadi Rp13.615
juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan Rp11,585 juta pada tahun 2010. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh peningkatan pendapatan yang berasal dari segmen IT Solution.
IT Solution
Beban pokok pendapatan Perseroan dari IT Solution meningkat sejumlah Rp2.611 juta atau sebesar
30%, menjadi Rp11.205 juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan Rp8.594 juta pada tahun 2010.
Peningkatan ini disebabkan oleh karena peningkatan volume jasa IT Solution.
Internet Access dan N.O.C
Beban pokok pendapatan Perseroan dari Internet Access dan N.O.C menurun sejumlah Rp581 juta
atau sebesar 19%, menjadi Rp2.410 juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan Rp2.991 juta pada
tahun 2010. Penurunan beban pokok tersebut lebih disebabkan karena penurunan pendapatan dari
segmen tersebut.
57
3.1.3 Beban Operasional (terdiri dari beban penjualan, umum dan administrasi serta pendapatan
dan beban operasi lainnya)
Beban Operasional untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Beban operasional Perseroan meningkat sejumlah Rp995 juta, atau 25%, menjadi Rp5.018 juta pada
tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011 sebesar Rp4.023 juta. Peningkatan beban operasional
tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh peningkatan biaya gaji sebesar Rp512 juta serta peningkatan
biaya jasa tenaga ahli sebesar Rp235 juta. Peningkatan tersebut seiring dengan perencanaan dan
strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan di bidang IT solution dan Internet Access.
Beban Operasional untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Beban operasional mengalami penurunan sebesar 5% atau sejumlah Rp191 juta menjadi Rp4.023
juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan Rp4.214 juta pada tahun 2010. Penurunan ini terutama
disebabkan penurunan dari pada pembayaran kas untuk pemasok.
3.1.4 Biaya Keuangan
Biaya keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Biaya keuangan Perseroan menurun sejumlah Rp4 juta, atau 57%, menjadi Rp3 juta pada tahun 2012
dibandingkan dengan Rp7 juta pada tahun 2011. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya
biaya bunga Perseroan.
Biaya keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Biaya keuangan Perseroan pada tahun 2011 sebesar Rp7 juta atau relatif sama jika dibandingkan
dengan biaya keuangan tahun 2010 yakni sebesar Rp7 juta.
3.1.5 Beban Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Beban pajak penghasilan Perseroan menurun sebesar 49% atau sejumlah Rp126 juta menjadi Rp129
juta pada tahun 2012 dibandingkan dengan Rp255 juta pada tahun 2011. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh menurunnya pendapatan Perseroan.
Beban pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan
dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Beban pajak penghasilan Perseroan meningkat sebesar 50% atau sejumlah Rp85 juta menjadi Rp255
juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010 sebesar Rp170 juta. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh peningkatan dalam pendapatan Perseroan.
3.1.6 Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan
Total laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2012 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Total laba komprehensif tahun berjalan Perseroan menurun sebesar 53% atau sejumlah Rp251 juta
menjadi Rp221 juta pada tahun 2012 dibandingkan dengan Rp472 juta pada tahun 2011. Penurunan
58
ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan Perseroan dan peningkatan beban umum dan
administrasi dan beban operasi lainnya.
Total laba komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2011 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Total laba komprehensif tahun berjalan Perseroan meningkat sebesar 5% atau sejumlah Rp23 juta
menjadi Rp472 juta pada tahun 2011 dibandingkan dengan Rp449 juta pada tahun 2010. Peningkatan
ini terutama disebabkan oleh peningkatan beban penjualan dan juga kenaikan kenaikan dalam beban
umum dan administrasi, serta beban operasi lainnya.
3.2 Perkembangan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
3.2.1 Aset
Tabel berikut menunjukkan komposisi aset Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010.
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2012
2011*)
Keterangan
Aset Lancar
Kas dan bank
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain – pihak ketiga
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka
Biaya dibayar di muka
Uang muka
Total Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Aset tetap, neto
Aset pajak tangguhan, neto
Total Aset Tidak Lancar
Total Aset
*)
2010*)
1.107
818
587
9
1.719
17
11
20
2.883
84
1.052
32
53
243
2.282
385
248
29
247
114
1.610
13.731
207
13.938
16.821
14.278
149
14.427
16.709
14.808
75
14.883
16.493
disajikan kembali
Aset pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan 31 Desember 2011
Total aset meningkat sebesar Rp112 juta atau sebesar 1% menjadi Rp16.821 juta pada tanggal
31 Desember 2012 dibandingkan dengan total aset pada tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya
adalah Rp16.709 juta. Berikut adalah analisa mengenai perubahan masing-masing akun yang melebihi
20% beserta penyebab perubahannya.
Aset lancar
Jumlah aset lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp601 juta
atau sebesar 26% menjadi Rp2.883 juta dibandingkan saldo aset lancar Perseroan pada tanggal
31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp2.282 juta. Peningkatan ini disebabkan peningkatan kas
dan bank, piutang usaha, dan uang muka.
Kas dan bank
Jumlah saldo kas dan bank pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp289 juta atau
sebesar 35% menjadi Rp1.107 juta dibandingkan dengan saldo kas dan bank pada tanggal 31 Desember
2011 yang jumlahnya sebesar Rp818 juta. Jumlah saldo kas dan bank meningkat terutama disebabkan
karena meningkatnya penjualan dari online daily deal dimana pada umumnya pembayarannya berupa
uang kas.
59
Piutang usaha – pihak ketiga
Piutang usaha – pihak ketiga Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 menurun sebesar Rp75
juta atau sebesar 89% menjadi Rp9 juta dibandingkan dengan saldo piutang usaha-pihak ketiga pada
tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp84 juta. Penurunan ini disebabkan karena
banyaknya piutang pihak ketiga yang tertagih pada akhir tahun yang bersangkutan.
Piutang usaha – pihak berelasi
Piutang usaha – pihak berelasi Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp667
juta atau sebesar 63% menjadi Rp1.719 juta dibandingkan dengan saldo piutang usaha - pihak berelasi
pada tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp1.052 juta. Peningkatan ini sejalan dengan
peningkatan pendapatan Perseroan dari korporasi dimana Perseroan memberikan jangka waktu kredit.
Piutang lain-lain – pihak ketiga
Piutang lain-lain – pihak ketiga Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 menurun sebesar Rp15 juta
atau sebesar 47% menjadi Rp17 juta dibandingkan dengan saldo piutang lain-lain - pihak ketiga pada
tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp32 juta. Penurunan ini disebabkan banyaknya
piutang lain-lain - pihak ketiga yang tertagih pada akhir tahun yang bersangkutan.
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 menurun sebesar
Rp53 juta atau sebesar 100% menjadi Rp0 dibandingkan dengan saldo pajak pertambahan nilai dibayar
di muka pada tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp53 juta. Penurunan ini disebabkan
karena pada akhir periode Perseroan tidak memiliki posisi pajak yang dikompensasikan pada periode
selanjutnya.
Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 menurun sebesar Rp232 juta
atau sebesar 95% menjadi Rp11 juta dibandingkan dengan saldo biaya dibayar di muka pada tanggal
31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp243 juta. Penurunan ini disebabkan menurunnya premi
asuransi dan biaya-biaya pelatihan.
Uang muka
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, Perseroan memiliki saldo uang muka masing-masing
sebesar Rp20 juta dan Rp0. Peningkatan ini disebabkan pada tanggal 31 Desember 2012, Perseroan
memiliki pembayaran di muka untuk sewa tempat untuk promosi-promosi di gedung-gedung mall.
Aset Tidak Lancar
Jumlah aset tidak lancar Perseroan per 31 Desember 2012 dibandingkan dengan 31 Desember 2011
menurun sebesar Rp489 juta atau sebesar 3% menjadi Rp13.938 juta dibandingkan jumlah aset
tidak lancar Perseroan per 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp14.427 juta. Penurunan ini
disebabkan karena adanya penyusutan nilai akumulasi asset-aset Perseroan dari tahun ke tahunnya.
Aset pajak tangguhan, neto
Aset pajak tangguhan, neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp58 juta
atau sebesar 39% menjadi Rp207 juta dibandingkan dengan saldo aset pajak tangguhan, neto pada
tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp149 juta. Peningkatan ini disebabkan naiknya
beban pajak penghasilan.
Aset pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan 31 Desember 2010
Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp16.709 juta meningkat
sebesar Rp216 juta atau sebesar 1% dibandingkan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2010
sebesar Rp16.493 juta. Berikut adalah analisa mengenai perubahan masing-masing akun yang melebihi
20% beserta penyebab perubahannya:
60
Aset lancar
Jumlah aset lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan 31 Desember
2010 meningkat sebesar Rp672 juta atau sebesar 42% menjadi Rp2.282 juta dibandingkan saldo aset
lancar Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp1.610 juta. Peningkatan
ini disebabkan karena peningkatan kas dan setara kas, piutang usaha, dan uang muka.
Kas dan bank
Jumlah saldo kas dan bank pada tanggal 31 Desember 2011 meningkat sebesar Rp231 juta atau
sebesar 39% menjadi Rp818 juta dibandingkan pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya
Rp587 juta. Peningkatan ini disebabkan karena meningkatnya penjualan dari online daily deal dimana
pada umumnya pembayarannya berupa uang kas.
Piutang usaha – pihak ketiga
Piutang usaha – pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2011 menurun sebesar Rp301 juta atau
sebesar 78% menjadi Rp84 juta dibandingkan dengan saldo piutang usaha - pihak ketiga pada tanggal
31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp385 juta. Penurunan ini disebabkan karena banyaknya
permintaan jasa internet dan produk dari online daily deals dimana Perseroan juga memberikan jangka
waktu pembayaran.
Piutang usaha – pihak berelasi
Piutang usaha – pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2011 meningkat sebesar Rp804 juta atau
sebesar 324% menjadi Rp1.052 juta dibandingkan dengan saldo piutang usaha - pihak berelasi pada
tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp248 juta. Peningkatan ini disebabkan karena
sedikitnya piutang lain-lain pihak ketiga yang tertagih pada akhir tahun yang bersangkutan.
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka pada tanggal 31 Desember 2011 menurun sebesar Rp194 juta
atau sebesar 79% menjadi Rp53 juta dibandingkan dengan saldo pajak pertambahan nilai dibayar di
muka pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp247 juta. Penurunan ini disebabkan
karena naiknya beban pembayaran royalty dimana Perseroan menambah kekayaan intelektual.
Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka pada tanggal 31 Desember 2011 meningkat sebesar Rp129 juta atau sebesar
113% menjadi Rp243 juta dibandingkan dengan saldo biaya dibayar di muka pada tanggal 31 Desember
2010 yang jumlahnya sebesar Rp114 juta. Peningkatan ini disebabkan karena meningkatnya biaya
premi asuransi dan biaya-biaya pelatihan.
Aset Tidak Lancar
Jumlah aset tidak lancar pada tanggal 31 Desember 2011 menurun sebesar Rp456 juta atau sebesar 3%
menjadi Rp14.427 juta dibandingkan dengan jumlah aset tidak lancar pada tanggal 31 Desember 2010
yaitu Rp14.883 juta. Penurunan ini disebabkan karena adanya penambahan akumulasi penyusutan
aset-aset Perseroan dari tahun ke tahunnya.
Aset pajak tangguhan, neto
Aset pajak tangguhan, neto Perseroan pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp74 juta
atau sebesar 99% menjadi Rp149 juta dibandingkan dengan saldo aset pajak tangguhan, neto pada
tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp75 juta. Peningkatan ini disebabkan karena
naiknya beban pajak penghasilan.
61
3.2.2 Liabilitas
Tabel berikut menunjukkan komposisi liabilitas Perseroan pada tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Liabilitas Jangka Pendek
Utang pihak-pihak berelasi
Utang usaha – pihak ketiga
Utang lain-lain – pihak ketiga
Beban akrual
Utang pajak
Pendapatan diterima di muka
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Utang jangka panjang lainnya yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Total Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang lainnya, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Total Liabilitas Jangka Panjang
Total Liabilitas
*)
31 Desember
2012
2011*)
2010*)
1.360
1.444
3
376
132
18
9
3.342
1.359
845
3
1
1.388
2
8
35
3.641
1.180
229
2.377
183
31
4.000
778
778
4.120
10
577
587
4.228
45
439
484
4.484
disajikan kembali
Liabilitas pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan 31 Desember 2011
Jumlah liabilitas menurun sebesar Rp108 juta atau sebesar 3% menjadi Rp4.120 juta pada tanggal
31 Desember 2012 dibandingkan dengan Rp4.228 juta pada tanggal 31 Desember 2011. Berikut adalah
analisa mengenai perubahan masing-masing akun yang melebihi 20% beserta penyebab perubahannya.
Liabilitas jangka pendek
Total liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2012 menurun sebesar Rp299 juta atau
sebesar 8% menjadi Rp3.342 juta dibandingkan dengan pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp3.641 juta. Penurunan ini disebabkan terutama karena penurunan utang pajak Perseroan sebesar
Rp1.256 juta serta adanya kenaikan utang usaha dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek.
Utang usaha – pihak ketiga
Utang usaha – pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp599 juta atau
sebesar 71% menjadi Rp1.444 juta dibandingkan dengan saldo utang usaha - pihak ketiga pada tanggal
31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp845 juta. Peningkatan ini disebabkan karena Perseroan
memperoleh jangka waktu pelunasan dari pemasok.
Beban akrual
Beban akrual pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp375 juta atau sebesar 37.500%
menjadi Rp376 juta dibandingkan dengan saldo beban akrual pada tanggal 31 Desember 2011 yang
jumlahnya sebesar Rp1 juta. Peningkatan ini disebabkan karena adanya biaya audit fee dan denda
pajak pembayaran.
Utang pajak
Utang pajak pada tanggal 31 Desember 2012 menurun sebesar Rp1.256 juta atau sebesar 90%
menjadi Rp132 juta dibandingkan dengan saldo utang pajak pada tanggal 31 Desember 2011 yang
jumlahnya sebesar Rp1.388 juta. Penurunan ini disebabkan karena penurunan dalam pajak tangguhan
dan pajak penghasilan.
62
Pendapatan diterima di muka
Pendapatan diterima di muka pada tanggal 31 Desember 2012 menurun sebesar Rp2 juta atau sebesar
100% menjadi Rp0 dibandingkan dengan saldo pendapatan diterima di muka pada tanggal 31 Desember
2011 yang jumlahnya sebesar Rp2 juta. Penurunan ini disebabkan karena tidak adanya pembayaran
di muka karena pendapatan dari layanan atau jasa Perseroan ini diakui setelah jasa diberikan atau
substansial telah selesai.
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp10
juta atau sebesar 125% menjadi Rp18 juta dibandingkan dengan saldo liabilitas imbalan kerja jangka
pendek pada tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp8 juta. Peningkatan ini disebabkan
karena perubahan jumlah karyawan dan masa kerja.
Utang jangka panjang lainnya yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang jangka panjang lainnya yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada tanggal 31 Desember
2012 menurun sebesar Rp26 juta atau sebesar 74% menjadi Rp9 juta dibandingkan dengan saldo
utang jangka panjang lainnya yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada tanggal 31 Desember
2011 yang jumlahnya sebesar Rp35 juta. Penurunan ini disebabkan karena sebagian besar cicilan
hutang telah dilunasi pada periode-periode sebelum 2012.
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp191 juta atau
sebesar 33% menjadi Rp778 juta dibandingkan dengan pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp587 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan meningkatnya liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
Utang jangka panjang lainnya, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang jangka panjang lainnya, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada
tanggal 31 Desember 2012 menurun sebesar Rp10 juta atau sebesar 100% menjadi Rp0 dibandingkan
dengan saldo utang jangka panjang lainnya, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu
tahun pada tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp10 juta. Penurunan ini disebabkan
karena sisa utang tersebut dikategorikan sebagai liabilitas jangka pendek karena pelunasan hutang
tersebut kurang dari satu tahun.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2012 meningkat sebesar Rp201
juta atau sebesar 35% menjadi Rp778 juta dibandingkan dengan saldo liabilitas imbalan kerja jangka
panjang pada tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp577 juta. Peningkatan ini
disebabkan karena peningkatan jumlah karyawan dan masa kerja.
Liabilitas pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan 31 Desember 2010
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp4.228 juta menurun
sebesar Rp256 juta atau sebesar 6% dibandingkan dengan liabilitas pada tanggal 31 Desember 2010
adalah Rp4.484 juta. Berikut adalah analisa mengenai perubahan masing-masing akun yang melebihi
20% beserta penyebab perubahannya:
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan
31 Desember 2010 menurun sebesar Rp359 juta atau sebesar 9% menjadi Rp3.641 juta dibandingkan
jumlah liabilitas jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar
Rp4.000 juta. Penurunan ini terutama disebabkan karena menurunnya utang lain-lain - pihak ketiga dan
utang pajak, sebaliknya terjadinya peningkatan utang usaha - pihak ketiga.
63
Utang usaha – pihak ketiga
Pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010, Perseroan memiliki utang usaha – pihak ketiga masingmasing sebesar Rp845 juta dan Rp0. Peningkatan ini disebabkan karena Perseroan memperoleh
jangka waktu pembayaran dari pemasok.
Utang lain-lain – pihak ketiga
Utang lain-lain – pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2011 menurun sebesar Rp226 juta atau
sebesar 99% menjadi Rp3 juta dibandingkan dengan saldo utang lain-lain – pihak ketiga pada tanggal
31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp229 juta. Penurunan ini disebabkan karena Perseroan
mendapat jangka waktu pembayaran dari pemasok.
Beban akrual
Beban akrual pada tanggal 31 Desember 2011 meningkat sebesar Rp1 juta atau sebesar 100% menjadi
Rp1 juta dibandingkan dengan saldo beban akrual pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya
sebesar Rp0. Peningkatan ini disebabkan karena pada tahun 2010, tidak adanya biaya yang diakrual
oleh Perseroan sedangkan pada tahun 2011 adanya denda pajak yang diakrue oleh Perseroan.
Utang pajak
Utang pajak pada tanggal 31 Desember 2011 menurun sebesar Rp989 juta atau sebesar 42% menjadi
Rp1.388 juta dibandingkan dengan saldo utang pajak pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya
sebesar Rp2.377 juta. Penurunan ini disebabkan karena adanya pembayaran utang denda pajak
sebesar Rp975 juta pada tahun 2011 yang jumlah utangnya pada tanggal 31 Desember 2010 adalah
sebesar Rp2.304 juta.
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 menurun sebesar
Rp175 juta atau sebesar 96% menjadi Rp8 juta dibandingkan dengan saldo liabilitas imbalan kerja
jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp183 juta. Penurunan ini
disebabkan karena menurunnya beban imbalan kerja.
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2011 meningkat sebesar Rp103 juta atau
sebesar 21% menjadi Rp587 juta dibandingkan dengan jumlah liabilitas jangka panjang pada tanggal
31 Desember 2010 yaitu Rp484 juta. Peningkatan ini disebabkan karena adanya kenaikan dalam utang
jangka panjang dan liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
Utang jangka panjang lainnya, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang jangka panjang lainnya, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 menurun sebesar Rp35 juta atau sebesar 78% menjadi
Rp10 juta dibandingkan dengan saldo Utang jangka panjang lainnya, setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp45
juta. Penurunan ini disebabkan karena cicilan pelunasan dan klasifikasi kedalam akun hutang yang
akan jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Liabilitas imbalan kerja
Liabilitas imbalan kerja Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 meningkat sebesar Rp138 juta
atau sebesar 31% menjadi Rp577 juta dibandingkan dengan saldo liabilitas imbalan kerja pada tanggal
31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp439 juta. Peningkatan ini disebabkan karena naiknya
jumlah karyawan.
64
3.2.3 Ekuitas
Tabel berikut menunjukkan komposisi ekuitas Perseroan pada tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 2010.
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
2012
2011*)
Keterangan
Ekuitas
Modal saham
Tambahan modal disetor
Defisit
Ekuitas Neto
*)
46.000
(2.325)
(30.974)
12.701
46.000
(2.325)
(31.194)
12.481
2010*)
46.000
(2.325)
(31.666)
12.009
disajikan kembali
Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan 31 Desember 2011
Ekuitas neto meningkat sebesar Rp220 juta atau sebesar 2% menjadi Rp12.701 juta pada tanggal
31 Desember 2012 dibandingkan dengan ekuitas neto pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar
Rp12.481 juta. Peningkatan ini disebabkan menurunnya nilai defisit atau total kerugian Perseroan.
Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan 31 Desember 2010
Ekuitas neto meningkat sebesar Rp472 juta atau sebesar 4% menjadi Rp12.481 juta pada tanggal
31 Desember 2011 dibandingkan dengan ekuitas neto pada tanggal 31 Desember 2010 sebesar
Rp12.009 juta. Penurunan ini terutama disebabkan karena terkaitnya penyajian kembali pada saldo
defisit .
3.3 Arus Kas
Perseroan memelihara saldo kas untuk mendanai kebutuhan kas harian usahanya. Kebutuhan
pendanaannya untuk modal kerjanya, beban modal dan kebutuhan lainnya telah dipenuhi secara
historis melalui modal disetor, penerimaan dari pelanggan dan pinjaman pemegang saham.
Tabel berikut menunjukkan ringkasan arus kas Perseroan untuk periode yang disebutkan:
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi
Arus kas untuk aktivitas investasi
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan
Kenaikan Neto Kas dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal Tahun
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun
*)
2012
368
(44)
(35)
289
818
1.107
31 Desember
2011*)
32
(37)
236
231
587
818
2010*)
466
(257)
288
497
90
587
disajikan kembali
Arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi
Kas bersih dari kegiatan operasional pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
meningkat sebesar Rp336 juta atau 1050% menjadi Rp368 juta dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp32 juta. Kenaikan ini disebabkan
karena kenaikan dalam jumlah transaksi tunai Perseroan.
65
Arus kas untuk aktivitas investasi
Kas yang digunakan untuk kegiatan investasi pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2012 meningkat sebesar Rp7 juta atau 19% menjadi Rp44 juta dibandingkan dengan tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang jumlahnya sebesar Rp37 juta. Kenaikan ini disebabkan
karena kenaikan dalam jumlah komputer dan perlengkapannya dan perabotan dan peralatan kantor.
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan
Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012, kas neto yang digunakan untuk kegiatan
pendanaan adalah sebesar Rp35 juta, sedangkan kas neto yang diperoleh dari kegiatan pendanaan
pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp236 juta. Penurunan arus
kas sebesar Rp271 juta atau 115% ini disebabkan karena menurunnya penerimaan dana dari pihak
berelasi karena pinjaman karena Perseroan memperbanyak pinjaman pihak ketiga.
Arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi
Kas neto yang diperoleh dari kegiatan operasional pada tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2011 menurun sebesar Rp434 juta atau 93% menjadi Rp32 juta dibandingkan dengan tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang jumlahnya sebesar Rp466 juta. Penurunan ini
disebabkan bertambahnya pembayaran kas untuk pemasok atau supplier.
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk kegiatan investasi pada tahun 2011 menurun sebesar Rp220 juta atau
86% menjadi Rp37 juta dibanding dengan Rp257 juta pada tahun 2010. Penurunan penggunaan dana
ini disebabkan karena Perseroan tidak menambah aset tetap atau tidak ada penambahan dalam aset
tetap Perseroan.
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan pendanaan pada tahun 2011 menurun sebesar Rp52 juta atau
18% menjadi Rp236 juta dibandingkan dengan jumlah kas pada tahun 2010 yang jumlahnya adalah
Rp288 juta. Penurunan ini disebabkan karena adanya penurunan dari pihak berelasi atau pihak afiliasi.
3.4 Belanja Modal
Mayoritas belanja modal Perseroan selama tiga tahun terakhir terkait dengan peningkatan kapasitas
Perseroan. Sumber dana pembelian barang modal berasal dari laba bersih hasil operasional Perseroan
dan tidak terdapat belanja modal Perseroan dalam mata uang asing yang signifikan sehingga tidak
memerlukan transaksi lindung nilai.
Dalam hal pembelian barang modal, Perseroan melakukan pembelian sesuai dengan kebutuhan
operasional Perseroan yang terkait dengan kebutuhan Teknologi Informasi dan pembelian barang
modal dapat meningkatkan kinerja Perseroan.
Tabel berikut ini menjabarkan belanja modal Perseroan, yang setara dengan total penambahan aset
tetap yang dibukukan dalam tahun-tahun yang disebutkan.
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
2012
34
10
44
Komputer dan perlengkapannya
Perabot dan peralatan kantor
Total
66
31 Desember
2011
6
1
7
2010
818
19
837
Belanja modal Perseroan (penambahan aset tetap) untuk tahun 2012 berjumlah Rp44 juta.
3.5
Solvabilitas dan Rentabilitas
3.5.1 Solvabilitas
Solvabilitas adalah kemampuan untuk memenuhi seluruh liabilitas dengan menggunakan aset atau
ekuitas. Solvabilitas diukur dengan membandingkan total liabilitas dengan total ekuitas (solvabilitas
ekuitas) dan dengan membandingkan total liabilitas dengan total aset (solvabilitas aset). Solvabilitas
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010 adalah:
Keterangan
2012
0,24x
0,32x
Solvabilitas aset
Solvabilitas ekuitas
31 Desember
2011
0,25x
0,34x
2010
0,27x
0,37x
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha yang meliputi jasa penyedia akses
internet (Internet Service Provider/ISP), IT solution, penyedia jasa dan barang untuk merancang
aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras dan jasa lainnya serta pengembang portal ogahrugi.com.
Dalam 5 tahun terakhir ini, lebih dari 80% pendapatan Perseroan didominasi oleh pendapatan dari IT
solution, yang memberikan jasa layanan terpadu dalam membangun suatu infrastruktur telekomunikasi
berbasis internet untuk berbagai jenis industri, yang meliputi layanan web designed, web advertising,
web development, layanan online marketing, pembuatan aplikasi dan sistem. Sementara pendapatan
Perseroan dari akses internet, yang memberikan layanan jasa yang terdiri dari digital dial up, leased
line, lisensi wireless 2.4 Ghz, 3.5 Ghz dan 5.7 Ghz, internet ready port, FTP, akses telnet dan transfer,
POP dan web mail accounts, web hosting, satellite & fibre optic, connection pendaftaran domain dan
country code top level domain, cenderung sangat berfluktuasi dan tidak mempunyai tren yang dapat
diandalkan.
Kegiatan dan pendapatan usaha Perseroan dalam menghadapi risiko fluktuasi kurs dan suku bunga
tidak mengalami dampak yang signifikan. Hal ini disebabkan Perseroan melakukan diversifikasi kegiatan
usaha di bidang usaha investasi sehingga Pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan dividen dari
Perusahaan asosiasi.
Perseroan berutang dalam mata uang AS$ untuk pembelian perlengkapan IT dan infrastruktur dan
atas tansaksi pembelian tersebut tidak mempunyai dampak bagi Perseroan karena Perseroan memiliki
saldo bank dalam mata uang AS$. Perseroan tidak memiliki utang bank, selain utang usaha dan utang
lain-lain yang tidak dikenakan bunga sehingga pengaruh kenaikan tingkat suku bunga tidak mempunyai
dampak yang signifikan terhadap jalannya kegiatan usaha.
Pada saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak mempunyai informasi keuangan yang mengandung
kejadian sebagai berikut:
• Perseroan tidak mempunyai informasi yang sifatnya luar biasa dan yang kemungkinannya kecil
akan berulang lagi di masa datang baik berupa kenaikan atau penurunan posisi keuangan pada
akun tertentu maupun terhadap posisi keuangan secara keseluruhan.
• Perseroan tidak memiliki posisi keuangan yang pada saat ini namun tidak berpengaruh di masa lalu
maupun posisi keuangan di masa lalu namun tidak berpengaruh pada saat ini termasuk dampaknya
bagi Perseroan.
• Perseroan tidak memiliki kejadian/kondisi yang tidak normal dan jarang terjadi yang mempengaruhi
jumlah pendapatan termasuk dampaknya bagi kondisi keuangan Perseroan.
• Kebijakan pemerintah seperti fiskal, moneter, pajak atau kebijakan lain yang mempunyai pengaruh
terhadap kegiatan operasional Perseroan saat ini dan posisi keuangan secara keseluruhan
termasuk dampaknya bagi kondisi keuangan Perseroan.
67
3.5.2 Rentabilitas
Profitabilitas antara lain diukur dengan rasio-rasio marjin jumlah laba komprehensif (net profit margin),
imbal hasil aset rata-rata (return on average assets) dan imbal hasil ekuitas rata-rata (return on average
equity). Rasio-rasio ini menggambarkan kemampuan Perseroan untuk mendapatkan keuntungan pada
suatu masa tertentu:
• marjin jumlah laba komprehensif adalah rasio dari total laba komprehensif tahun berjalan terhadap
pendapatan Perseroan;
• imbal hasil aset rata-rata adalah rasio dari total laba komprehensif tahun berjalan terhadap ratarata aset;
• imbal hasil ekuitas rata-rata adalah rasio dari total laba komprehensif tahun berjalan terhadap ratarata ekuitas.
Keterangan
Marjin jumlah laba komprehensif
Imbal hasil aset rata-rata (total laba komprehensif tahun berjalan terhadap rata-rata aset)
Imbal hasil ekuitas rata-rata (total laba komprehensif tahun berjalan terhadap rata-rata ekuitas)
*)
2012
1,59%
1,32%
1,75%
12 bulan
2011*)
2,57%
2,84%
3,85%
2010*)
2,73%
2,74%
3,81%
disajikan kembali
4. Manajemen Risiko
Liabilitas keuangan pokok Perseroan terdiri dari utang pihak berelasi, utang usaha, utang lain-lain,
beban akrual dan utang jangka panjang lainnya. Tujuan utama dari liabilitas keuangan adalah untuk
mengumpulkan dana bagi operasi Perusahaan. Selain itu, Perseroan juga memiliki berbagai aset
keuangan seperti kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.
Risiko utama yang timbul dari instrument keuangan Perseroan adalah risiko mata uang asing, risiko
kredit, dan risiko likuiditas. Tujuan manajemen risiko Perseroan secara keseluruhan adalah untuk
secara efektif mengelola risiko-risiko tersebut dan meminimalkan dampak yang tidak diharapkan pada
kinerja keuangan Perseroan. Direksi mereviu dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap
risiko yang dijelaskan secara rinci sebagai berikut:
Risiko Mata Uang Asing
Sebagai akibat transaksi yang dilakukan dengan pembeli dan penjual dalam mata uang asing, laporan
posisi keuangan Perusahaan dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan nilai tukar Dolar AS/
Rupiah. Saat ini, Perseroan tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai transaksi dalam mata uang
asing. Namun, Perseroan memiliki saldo bank dalam mata uang asing yang dapat memberikan lindung
nilai alamiah yang terbatas terhadap dampak fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Risiko Kredit
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan dan
penempatan rekening koran pada bank. Risiko kredit atas penempatan rekening Koran dan deposito
dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan. Investasi atas kelebihan dana dibatasi
untuk tiap-tiap bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh direksi. Batas tersebut ditetapkan
untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat
kebangkrutan bank-bank tersebut. Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami
kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal memenuhi kewajiban
kontraktual mereka. Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan. Perusahaan mengelola
dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat diterima untuk
pelanggan individu dan memantau eksposur terkait dengan batasanbatasan tersebut. Manajemen
Perusahaan menerapkan peninjauan mingguan dan bulanan pada umur piutang dan penagihan
untuk membatasi jika tidak untuk menghilangkan risiko kredit. Sesuai dengan kebijakan manajemen,
pelanggan akan dikenakan status “hold” untuk yang telah melewati batas jatuh tempo.
68
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Perusahaan menunjukkan bahwa
pendapatan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek. Kebijakan Perusahaan
adalah untuk memastikan bahwa mereka selalu memiliki uang yang cukup dalam bentuk kas untuk
membayar liabilitas mereka ketika liabilitas tersebut jatuh tempo. Untuk memenuhi tujuan tersebut,
mereka mencari cara untuk menjaga saldo kas dan fasilitas yang disetujui untuk memenuhi kebutuhan
uang kas untuk suatu periode setidaknya 180 hari.
5. Manajemen Modal
Modal termasuk saham yang ditempatkan dan dibayar penuh dan laba ditahan Perusahaan.
Tujuan utama dari pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa Perusahaan
mempertahankan rasio modal yang sehat untuk mendukung usahanya dan meningkatkan nilai bagi
pemegang saham. Namun, karena defisit yang terjadi sampai saat ini, manajemen Perusahaan terus
menghadirkan rencana-rencana untuk meningkatkan bisnis Perusahaan dan rasio modalnya
Undang-undang Perseroan Terbatas, efektif tanggal 16 Agustus 2007, mengharuskan Perusahaan
untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh ke
dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut
dipertimbangkan oleh Perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi.
69
VII. RISIKO USAHA
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan menyadari bahwa risiko merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dalam setiap kegiatan operasional perusahaan dan dapat mempengaruhi hasil usaha dan
kinerja Perseroan baik dari internal dan eksternal.
Berikut merupakan risiko-risiko yang telah disusun Perseroan adalah sesuai dengan bobot risiko yang
dimulai dari risiko utama Perseroan setelah perubahan kegiatan usaha utama:
Risiko Terkait Kegiatan Usaha Investasi:
Berikut risiko yang dihadapi Perseroan sehubungan dengan Rencana Investasi yang akan dilakukan
oleh Perseroan:
1. Risiko Investasi
Perseroan dalam melakukan kegiatan investasi memiliki risiko ketergantungan terhadap kegiatan
dan pendapatan usaha dari investasi tersebut, yang menyebabkan kinerja usaha Perseroan
berfluktuasi sesuai dengan kenaikan dan penurunan pendapatan usaha dari investasi tersebut.
Ketidakmampuan Perseroan dalam melakukan keputusan investasi yang tepat dapat berdampak
negatif terhadap kinerja dan prospek usaha Perseroan.
Kegiatan dan pendapatan usaha Perseroan dalam menghadapi risiko fluktuasi kurs dan suku bunga
tidak mengalami dampak yang signifikan. Hal ini disebabkan Perseroan mempunyai kegiatan usaha
disebabkan Perseroan melakukan diversifikasi kegiatan usaha di bidang usaha investasi sehingga
Pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan dividen dari Perusahaan asosiasi.
2. Risiko Operasional
Perseroan memiliki risiko operasional sehubungan dengan efektifitas dari sistem, prosedur dan
pengendalian internal Perseroan tersebut. Ketidakmampuan Perseroan dalam melakukan kegiatan
operasional yang baik dan benar dapat berdampak negatif terhadap kinerja dan prospek usaha
Perseroan.
Risiko Terkait Kegiatan Usaha di Sektor Teknologi Informasi:
1. Risiko Persaingan Usaha
Kegiatan usaha Perseroan di sektor teknologi informasi fokus pada bidang konten online atau
bisnis portal online yang bernama ogahrugi.com.
Portal online ogahrugi.com yang lebih dikenal sebagai salah satu situs daily deal di Indonesia,
memberikan penawaran khusus atas produk atau jasa yang populer dikonsumsi masyarakat
dalam bentuk diskonyang bekerjasama dengan pemilik, produsen atau distributor produk atau jasa
tersebut.
Dengan berkembangnya pengguna internet di Indonesia, maka semakin ketat persaingan usaha
di bisnis portal online terutama dengan semakin bertambahnya situs-situs sejenis yang memiliki
model bisnis yang hampir sama seperti LivingSocial, Disdus, DealKeren, eVoucher, Valadoo dan
juga persaingan dari beberapa perusahaan media yang melabarkan sayapnya dalam bisnis sejenis.
Bertumbuhnya bisnis portal sejenis dengan mudah dikarenakan tingkat investasi yang tidak terlalu
tinggi dan semakin banyak sumber daya manusia di industri teknologi informasi sehingga inovasi
dan kreativitas atas produk atau jasa yang ditawarkan menjadi faktor penting untuk kelangsungan
bisnis ini.
70
Ketidakmampuan Perseroan dalam bersaing dengan perusahaan yang memiliki portal bisnis
sejenis dapat berdampak negatif terhadap kinerja keuangan dan prospek usaha Perseroan.
2. Risiko kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang
mengakibatkan kerugian bagi Perseroan. Risiko kredit Perseroan terutama melekat pada rekening
bank, piutang usaha dan piutang lain-lain. Perseroan menempatkan saldo bank pada institusi
keuangan yang layak serta terpercaya. Piutang usaha dilakukan dengan pihak terpercaya. Eksposur
Perseroan dan pihak ketiga dimonitor secara terus menerus dan nilai agregat transaksi dari portal
bisnis internet tersebut tersebar diantara pihak ketiga tersebut. Nilai tercatat aset keuangan pada
laporan keuangan merupakan maksimum eksposur Perseroan terhadap risiko kredit.
Ketidakmampuan Perseroan dalam mengelola kredit atas pihak ketiga dengan baik dapat
berdampak negatif terhadap kinerja dan prospek usaha Perseroan.
3. Risiko likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada direksi, yang telah membangun
kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manjemen likuiditas dan
pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perseroan. Perseroan mengelolah
risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan dana dengan terus menerus memonitor perkiraan dan
arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo kewajiban.
Ketidakmampuan Perseroan dalam mengelola likuiditasnya dengan baik dapat berdampak negatif
terhadap kinerja keuangan dan prospek usaha Perseroan.
4. Risiko Teknologi Informasi
Bisnis portal online yang dikelola Perseroan sangat bergantung kepada teknologi informasi
terutama perlengkapan computer dan akses internet. Walaupun Perseroan telah memiliki sistem
TI yang baik dan didukung oleh Disaster and Recovery Management namun hal tersebut tidak
menutupi kemungkinan bahwa sistem TI yang dikelola Perseroan dapat mengalami gangguan dan
tidak dapat beroperasi.
Selain itu, perkembangan teknologi atas portal bisnis juga merupakan faktor penting yang harus
dipantau oleh Perseroan untuk dapat bersaing dengan perusahaan sejenis.
Ketidakmampuan Perseroan dalam mengelola dan memelihara sistem TI yang baik serta
mengantisipasi perkembangan teknologi portal bisnis dapat berdampak negatif terhadap kegiatan
dan prospek usaha Perseroan.
5. Risiko Sumber Daya Manusia
Bisnis portal bisnis online yang dijalankan oleh Perseroan merupakan bisnis dengan tingkat
persaingan yang ketat terutama dalam perolehan karyawan yang berkualitas. Perseroan sangat
bergantung pada manajemen senior dan karyawan inti untuk pengalaman dan keahliannya di
industri untuk perencanaan bisnis dan operasional perusahaan sehingga kehilangan sumber
daya manusia dan atau tidak mampu memperoleh karyawan berkualitas dapat berdampak negatif
terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan prospek usaha Perseroan.
Perseroan juga tidak dapat menjamin tidak timbulnya perselisihan tenaga kerja yang dapat
menyebabkan gangguan operasional dan aksi mogok yang dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha, kinerja keuangan dan prospek usaha Perseroan.
71
Selain itu, Perseroan juga memiliki risiko dari kegiatan investasinya di perusahaan asosiasi,
sebagai berikut:
A.FAST
1. Risiko Pencabutan Hak Waralaba
FAST diberi hak untuk membangun dan mengoperasikan restoran menggunakan merek KFC
di seluruh Indonesia, dengan mengikuti panduan dan standar yang ditentukan oleh Yum! Asia
Franchise Pte Ltd.
Ketidakmampuan FAST dalam mengelola waralaba sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan
oleh Yum! Asia Franchise Pte Ltd dapat mengakibatkan pembatalan perjanjian waralaba sehingga
dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha dan prospek usaha FAST, yang selanjutnya juga
akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
2. Risiko Persaingan Usaha
Seiring dengan maraknya nama-nama baru bermunculan di dunia usaha restoran cepat saji serta
berkembangnya nama-nama lama yang telah hadir lebih dahulu menciptakan tingkat persaingan
yang sangat ketat sehingga berpotensi terjadinya penurunan pangsa pasar, khususnya di kota-kota
besar.
Ketidakmampuan FAST dalam menghadapi persaingan usaha dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan usaha, hasil penjualan dan prospek usaha FAST, yang selanjutnya juga akan berdampak
negatif terhadap Perseroan.
3. Risiko Ketersediaan dan Fluktuasi Harga Bahan Baku
FAST memperoleh pasokan daging ayam karkas segar dan beku dari sekitar lima belas pemasok
di seluruh Indonesia, namun hal tersebut tidak menjamin ketersediaan bahan baku terutama pada
hari-hari libur seperti Idul Fitri, Natal & Tahun Baru dan liburan sekolah.
Selain itu, harga daging ayam karkas segar dan beku juga berfluktuasi setiap minggu tergantung
ketersediaan dari para peternak di wilayah Indonesia terutama pada hari-hari libur besar dimana
harga daging ayam karkas segar dan beku dapat mengalami lonjakan cukup tinggi.
Ketidakmampuan FAST untuk memperoleh bahan baku yang baik dan pada harga yang
menguntungkan FAST dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan
prospek usaha FAST, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
4. Risiko Sumber Daya Manusia
Bisnis yang dijalankan oleh FAST merupakan bisnis dengan tingkat persaingan yang ketat
terutama dalam perolehan karyawan yang berkualitas. FAST sangat bergantung pada manajemen
senior dan karyawan inti untuk pengalaman dan keahliannya di industri untuk perencanaan bisnis
dan operasional perusahaan sehingga kehilangan sumber daya manusia dan atau tidak mampu
memperoleh karyawan berkualitas dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja
keuangan dan prospek usaha FAST, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap
Perseroan.
Selain itu kenaikan upah minimum regional/propinsi yang melebihi tingkat inflasi akan mempengaruhi
biaya operasional FAST. Hal ini disebabkan karena FAST mengandalkan karyawan dalam jumlah
cukup besar untuk operasional toko. Selama ini, FAST berusaha untuk mengatasi kenaikan upah
minimum regional/propinsi dengan meningkatkan harga jual produk FAST. Namun, apabila upah
minimum regional meningkat dengan tajam dan tidak terkendali dengan baik maka biaya operasional
akan meningkat cukup signifikan yang dapat berdampak negatif terhadap kinerja usaha FAST,
yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
72
FAST juga tidak dapat menjamin tidak timbulnya perselisihan tenaga kerja yang dapat menyebabkan
gangguan operasional dan aksi mogok yang dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha,
kinerja keuangan dan prospek usaha FAST, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif
terhadap Perseroan.
5. Risiko Produk Terkontaminasi
FAST menghadapi risiko produk yang terkontaminasi pada tahap bahan baku, proses produksi
dan penyajian ke konsumen akhir. Kontaminasi produk dapat berdampak hilangnya kepercayaan
konsumen terhadap produk FAST dan akibatnya penurunan penjualan FAST.
Ketidakmampuan FAST untuk menjaga produknya dari hal-hal yang dapat menyebabkan
kontaminasi dapat berdampak negatif terhadap citra produk, kegiatan usaha, kinerja keuangan
dan prospek usaha FAST, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
B.ROTI
1. Risiko Kontaminasi Atas Produk Yang Dihasilkan ROTI Baik Pada Saat Sebelum Diolah
(Bahan Baku), Dalam Proses Produksi, Maupun Pada Saat Didistribusikan
ROTI menghadapi risiko tercemarnya produk baik pada saat masih berbentuk bahan baku, dalam
proses produksinya ataupun selanjutnya pada saat didistribusikan ke outlet-outlet dan konsumen
akhir. Kontaminasi produk dapat berdampak hilangnya kepercayaan konsumen terhadap produk
ROTI dan akibatnya penurunan penjualan ROTI.
Ketidakmampuan ROTI untuk menjaga produknya dari hal-hal yang dapat menyebabkan
kontaminasi dapat berdampak negatif terhadap citra produk, kegiatan usaha, kinerja keuangan
dan prospek usaha ROTI, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
2. Risiko Umur Produk yang Relatif Singkat
Keterlambatan penarikan produk-produk yang kadaluarsa dapat mengakibatkan masih beredarnya
produk-produk yang telah rusak dan tidak layak dikonsumsi, mengingat produk yang dihasilkan
ROTI merupakan produk yang tidak tahan lama. Apabila terjadi keterlambatan penarikan produk
kadaluarsa maka dapat mengakibatkan berkurangnya tingkat kepercayaan konsumen terhadap
produk ROTI dan akibatnya penurunan penjualan ROTI.
Ketidakmampuan ROTI dalam menarik produk yang hampir kadaluarsa memberikan berdampak
negatif terhadap citra produk, kegiatan usaha, kinerja keuangan dan prospek usaha ROTI, yang
selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
3. Risiko Ketersediaan Gandum Sebagai Bahan Baku Tepung Terigu
ROTI menggunakan bahan baku tepung terigu yang diolah dari gandum yang diimpor dan dibeli
berdasarkan harga pasar internasional. Sebagai produk pertanian, gandum dihasilkan secara
musiman dan tidak selalu tersedia pada saat dibutuhkan. Selain itu, apabila terjadi gejolak dalam
permintaan dunia maka gandum sebagai sumber bahan baku akan menjadi langka. Apabila terjadi
kelangkaan dan para pemasok ROTI tidak dapat memproduksi tepung terigu karena kelangkaan
tersebut, maka ROTI tidak dapat melakukan kegiatan operasionalnya.
Ketersediaan gandum yang berkurang di pasar internasional juga berdampak pada meningkatnya
harga bahanbaku tepung terigu yang digunakan oleh ROTI. Peningkatan harga bahan baku ini
tidak serta merta langsung dibebankan ke harga jual produk ROTI, karena para pembeli produk
Perseroan memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi atas harga produk ROTI. Oleh karena itu, harga
gandum yang meningkat secara signifikan akan berdampak pada meningkatnya biaya pembelian
bahan baku ROTI.
73
Ketidakmampuan ROTI dalam mendapatkan bahan baku dalam jumlah, harga dan waktu yang
tepat dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja keuangan dan prospek usaha
ROTI, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
4. Risiko Ketersediaan Energi
Energi yang dibutuhkan oleh ROTI untuk menjalankan pabrik dan fasilitas produksi lainnya
merupakan salah satu bahan baku yang esensial. Saat ini, dua energi utama yang digunakan
oleh ROTI adalah gas (LNG – Liquified Natural Gas) dan listrik. ROTI menggunakan pasokan gas
dan listrik dari kawasan industri tempat pabrik-pabrik ROTI berdiri. Ketersediaan pasokan energi
yang terhambat akan menyebabkan pabrik dan fasilitas produksi ROTI tidak dapat berjalan dan
menghasilkan volume produksi yang sesuai untuk memenuhi permintaan parapelanggan.
Ketidakmampuan ROTI dalam memperoleh energi yang cukup untuk proses produksi yang
mengakibatkan tingkat produksi yang lebih rendah dapat memberikan berdampak negatif terhadap
tingkat penjualan, kinerja keuangan dan prospek usaha ROTI, yang selanjutnya juga akan
berdampak negatif terhadap Perseroan.
5. Risiko Sumber Daya Manusia
Bisnis yang dijalankan oleh ROTI merupakan bisnis dengan tingkat persaingan yang ketat terutama
dalam perolehan karyawan yang berkualitas. ROTI sangat bergantung pada manajemen senior
dan karyawan inti untuk pengalaman dan keahliannya di industri untuk perencanaan bisnis dan
operasional perusahaan sehingga kehilangan sumber daya manusia dan atau tidak mampu
memperoleh karyawan berkualitas dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja
keuangan dan prospek usaha ROTI, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap
Perseroan.
Selain itu kenaikan upah minimum regional/propinsi yang melebihi tingkat inflasi akan mempengaruhi
biaya produksi ROTI. Hal ini disebabkan karena ROTI masih mengandalkan tenaga kerja dalam
jumlah yang cukup besar dalam proses produksi. Selama ini, ROTI berusaha untuk mengatasi
kenaikan upah minimum regional/propinsi dengan meningkatkan harga jual produk ROTI. Namun,
apabila upah minimum regional meningkat dengan tajam dan tidak terkendali dengan baik maka
biaya produksi akan meningkat cukup signifikan yang dapat berdampak negatif terhadap kinerja
usaha ROTI, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
ROTI juga tidak dapat menjamin tidak timbulnya perselisihan tenaga kerja yang dapat menyebabkan
gangguan operasional dan aksi mogok yang dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha,
kinerja keuangan dan prospek usaha ROTI, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif
terhadap Perseroan.
6. Risiko Ketersediaan Suku Cadang
ROTI menggunakan mesin-mesin yang diproduksi oleh penyedia mesin (vendor/supplier)
tertentu yang memiliki teknologi dan hak paten atas produk yang dihasilkannya. Dalam hal ROTI
memerlukan suku cadang pengganti (spare part) yang telah usang ataupun rusak, maka ROTI perlu
membelinya dari pihak penyedia mesin. Apabila suku cadang yang diperlukan tidak lagi tersedia,
baik karena teknologi yang digunakan saat ini berbeda maupun karena mesin yang digunakan tidak
diproduksi lagi (discontinued machine), maka ROTI harus membeli dari penyedia mesin yang lain
dengan spesifikasi yang mungkin tidak tepat sama dengan yang dibutuhkan. Kemungkinan sulitnya
perolehan suku cadang tersebut dapat meningkatkan biaya perbaikan dan pemeliharaan mesin
ROTI yang selanjutnya berdampak pada tingkat profitabilitas ROTI.
Ketidakmampuan ROTI dalam mendapatkan onderdil yang sesuai dengan kebutuhan pada waktu
dan harga yang tepat dapat berdampak negatif terhadap kenaikan biaya operasional dan kinerja
keuangan ROTI, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
74
7. Risiko Fluktuasi Nilai Tukar
ROTI membeli beberapa bahan baku utama yang dipengaruhi oleh fluktuasi mata uang asing
baik langsung maupun tidak langsung, antara lain tepung terigu, gula, dan ragi. Selain itu, suku
cadang (spare part) mesin-mesin danbahan kemasan juga dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar
Rupiah terhadap valuta asing. Di lain pihak, ROTI melakukan penjualan atas produk-produk yang
dihasilkannya dalam mata uang Rupiah.
Perubahan kurs Rupiah terhadap mata uang asing yang terjadi secara signifikan dapat berdampak
kenaikan harga beberapa jenis bahan baku, berbagai bahan kemasan atau beberapa jenis
suku cadang (spare part) mesin-mesin produksi. Hal tersebut tidak selalu dapat disertai dengan
peningkatan harga jual produk ROTI dan karenanya akan berdampak negatif terhadap nilai
penjualan dan tingkat profitabilitas ROTI
Ketidakmampuan ROTI dalam mengelola fluktuasi nilai tukar dapat berdampak negatif terhadap
keuntungan usaha, kinerja keuangan dan prospek usaha ROTI, yang selanjutnya juga akan
berdampak negatif terhadap Perseroan.
8. Risiko Persaingan Usaha
ROTI melakukan penjualan produk-produknya melalui peritel. Dengan semakin banyaknya peritel
yang memproduksi roti sendiri untuk dijual (private label), maka Perseroan menghadapi risiko
persaingan usaha dari para peritel tersebut. Akibatnya, ada hambatan dalam menjual produk ROTI
di toko-toko peritel karena peritel memaksimumkan penjualan rotinya sendiri.
Selain persaingan usaha dari para peritel, ROTI juga menghadapi persaingan dari industri toko roti
(boutique bakery) dan industri rumah tangga (usaha kecil) yang meskipun memiliki skala usaha
lebih kecil dari ROTI tetapi berjumlah banyak dan memiliki pelanggan tersendiri.
Ketidakmampuan ROTI dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat di pasar dapat
berdampak negatif terhadap kinerja keuangan dan prospek usaha ROTI, yang selanjutnya juga
akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
9. Risiko Isu Bahan Pengawet dan Halal
Mengingat produk ROTI adalah makanan yang memiliki umur lebih dari satu hari, ROTI menghadapi
risiko adanya isu yang berkembang di tengah masyarakat sehubungan dengan bahan pengawet
yang digunakan, yang dapat membuat produk ROTI bertahan untuk beberapa hari. Isu tersebut dapat
memberikan gambaran yang tidak baik atas bahan baku yang digunakan serta proses produksi dan
pengolahan yang dilakukan oleh ROTI. Selain itu, dapat berkembang pula isu mengenai halal atau
tidaknya produk yang dihasilkan ROTI. Apabila isu-isu tersebut berkembang di tengah masyarakat
maka terdapat kemungkinan permintaan pasar atas produk-produk ROTI menjadi berkurang dan
mengakibatkan turunnya penjualan ROTI.
Ketidakmampuan ROTI dalam mengelola isu bahan pengawet dan halal tersebut dapat berdampak
negatif terhadap tingkat permintaan produk ROTI dan mengakibatkan penurunan penjualan ROTI,
yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
C.IDM
1. Risiko Persaingan Usaha
Industri ritel merupakan salah satu industri yang memiliki persaingan yang ketat di Indonesia,
dimana sebagian besar didominasi oleh peritel tradisional (seperti: pasar tradisional, toko
kelontong dan warung) dan peritel modern (seperti: minimarket, convenience store, supermarket
dan hypermarket).
75
Untuk mempertahankan dan mengembangkan posisi pasar dalam persaingan industri yang ketat
dan terfragmentasi, IDM secara terus menerus harus menyediakan produk yang bervariasi dengan
harga yang kompetitif serta pelayanan yang unggul terhadap pelanggan untuk menjaga dan
meningkatkan pangsa pasar IDM di usaha ritel.
Dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan pangsa pasar IDM di industri ritel yang
sangat ketat dan terfragmentasi, maka IDM harus mampu menganalisa faktor-faktor persaingan
usaha seperti harga, kualitas dan variasi produk, promosi produk dan brand awareness atas setiap
toko IDM.
Ketidakmampuan IDM dalam bersaing dari segi harga, kualitas dan variasi produk, promosi produk
yang efektif dan brand awareness atas setiap toko IDM dapat berdampak negatif terhadap pangsa
pasar, kinerja keuangan dan prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif
terhadap Perseroan.
2. Risiko Ketidakmampuan Dalam Mengembangkan dan Memelihara Jaringan Distribusi dan
Toko
Kegiatan pengembangan jaringan distribusi dan toko sangat mempengaruhi keberhasilan IDM
untuk meningkatkan kegiatan usahanya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan
kegiatan pengembangan jaringan distribusi dan toko IDM adalah kemampuan IDM untuk
menganalisa lokasi toko yang tepat, lokasi pergudangan yang cukup dan memadai, kemampuan
memperoleh dana sesuai jadwal dan rencana, pelatihan dan pengelolaan karyawan serta
keberhasilan negosiasi dalam penetapan syarat-syarat sewa dan atau jual beli lahan untuk toko
ritel baru yang menguntungkan IDM. Ketidakmampuan IDM dalam merealisasikan strategi tersebut
dapat berdampak negatif terhadap kinerja keuangan dan prospek usaha IDM, yang selanjutnya
juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
Pengelolan yang optimal termasuk pemeliharaan berkala atas setiap toko IDM sangat penting dalam
kegiatan operasional IDM. Ketidakmampuan IDM dalam memelihara setiap toko tersebut secara
optimal akan mengakibatkan setiap toko tersebut menjadi kurang menarik minat pelanggan untuk
berbelanja, maka hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan penjualan dan dapat berdampak
negatif terhadap kinerja keuangan dan prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan berdampak
negatif terhadap Perseroan.
3. Risiko Masa Sewa Toko Yang Tidak Diperpanjang
Pada saat ini, sebagian besar toko IDM tidak dimiliki sendiri melainkan sewa dari pihak ketiga. IDM
harus dapat memperbaharui sewa tersebut dengan syarat dan ketentuan yang menguntungkan
IDM terutama untuk lokasi toko yang memiliki prospek cerah.
Tidak ada jaminan bahwa setiap sewa dapat diperpanjang dengan syarat dan ketentuan yang
menguntungkan IDM dan apabila tidak disepakati perpanjangan sewa maka IDM harus mencari
lokasi toko yang lain.
Ketidakmampuan IDM dalam memperbaharui sewa atas toko dengan syarat dan ketentuan yang
menguntungkan IDM tersebut dapat berdampak negatif terhadap biaya operasional, kinerja
keuangan dan prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap
Perseroan.
4. Risiko Izin Usaha
Kegiatan IDM dipengaruhi oleh kegiatan operasional setiap tokonya saat ini dan setiap toko baru
yang akan dibuka oleh IDM di masa yang akan datang dimana setiap toko yang didirikan dan
dikelola oleh IDM harus memiliki izin usaha dari instansi yang berwenang.
76
Izin usaha dapat diperoleh tiap toko IDM apabila telah memenuhi syarat dan ketentuan yang
berlaku di instansi berwenang tersebut, seperti luas bangunan, jenis bangunan, kegiatan usaha
dan dampak keberadaan toko tersebut terhadap masyarakat sekitar.
Tidak ada jaminan bahwa setiap toko yang ada atau yang baru akan dibuka akan mendapatkan izin
usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ketidakmampuan IDM dalam memperoleh izin usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi
toko-tokonya akan mengakibatkan setiap toko tersebut tidak dapat beroperasional dan berdampak
negatif terhadap kinerja keuangan dan prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan berdampak
negatif terhadap Perseroan.
5. Risiko Yang Berhubungan Dengan Syarat-Syarat Perdagangan (Trading Terms)
Secara umum, sumber pendapatan perusahaan yang bergerak di industri ritel sejenis IDM sebagian
besar berasal dari pendapat sewa rak di dalam toko dan pendapatan partisipasi promosi yang
ditetapkan dalam syarat-syarat perdangan (trading terms) antara IDM dan pemasok.
Trading terms umumnya mempunyai jangka waktu satu tahun dan perpanjangannya tersebut
dipengaruhi oleh pencapaian volume penjualan produk pemasok.
Ketidakmampuan IDM untuk memperoleh dan atau memperpanjang trading terms yang
menguntungkan IDM dapat berdampak negatif terhadap kinerja keuangan IDM yaitu pendapatan
usaha dan laba bersih, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
6. Risiko Sumber Daya Manusia
Industri yang dijalankan oleh IDM merupakan industri dengan tingkat persaingan yang ketat
terutama dalam perolehan karyawan yang berkualitas. IDM sangat bergantung pada manajemen
senior dan karyawan inti untuk pengalaman dan keahliannya di industri untuk perencanaan bisnis
dan operasional perusahaan sehingga kehilangan sumber daya manusia dan atau tidak mampu
memperoleh karyawan berkualitas dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha, kinerja
keuangan dan prospek usaha IDM.
Selain itu kenaikan upah minimum regional/propinsi yang melebihi tingkat inflasi akan
mempengaruhi biaya operasional IDM. Hal ini disebabkan karena IDM mengandalkan karyawan
dalam jumlah cukup besar untuk operasional toko. Selama ini, IDM berusaha untuk mengatasi
kenaikan upah minimum regional/propinsi dengan meningkatkan omset penjualan IDM. Namun,
apabila upah minimum regional meningkat dengan tajam dan tidak terkendali dengan baik maka
biaya operasional akan meningkat cukup signifikan yang dapat berdampak negatif terhadap kinerja
usaha IDM, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
IDM juga tidak dapat menjamin tidak timbulnya perselisihan tenaga kerja yang dapat menyebabkan
gangguan operasional dan aksi mogok yang dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha,
kinerja keuangan dan prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap
Perseroan.
7. Risiko Perubahan atas Kebijakan dan Peraturan Pemerintah
Kegiatan usaha IDM juga dipengaruhi oleh perubahan kebijakan pemerintah baik secara langsung
maupun tidak langsung. Salah satu kebijakan yang paling berpengaruhi terhadap industri ritel
adalah Peraturan Presiden Republik Indonesia No.111 tahun 2007 yang menjelaskan tentang
usaha perdagangan eceran minimarket (dengan luas lantai kurang dari 400m2) termasuk dalam
daftar bidang usaha terbuka dengan persyaratan modal dalam negeri sebesar 100% dan Peraturan
Presiden Republik Indonesia No.112 tahun 2007 yang mengatur tentang pengaturan lokasi
berdasarkan tata ruang dan syarat.
77
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, IDM bergerak pada toko minimarket dengan luas area
penjualan sampai dengan 400m2. Sampai saat ini, pemerintah tidak mengijinkan investasi asing
untuk masuk ke dalam bidang usaha ritel dengan area penjualan di bawah 1.200m2. Apabila
pemerintah mengijinkan peritel asing untuk melakukan kegiatan usaha sejenis IDM, maka hal ini
dapat meningkatkan persaingan usaha yang sudah sangat ketat dan dapat berpotensi mengurangi
pangsa pasar IDM dan pada akhirnya akan mengurangi pendapatan IDM. Selain itu, setiap
perubahan atas kebijakan atau peraturan pemerintah dapat berdampak negatif terhadap kegiatan
usaha, kinerja keuangan dan prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif
terhadap Perseroan.
8. Risiko Ketergantungan Pada Kualitas Distribusi Pihak Ketiga dan atau Pemasok
Kemampuan IDM untuk mendistribusikan produk dagangannya ke setiap tokonya sesuai jadwal
sangat bergantung kepada kualitas distribusi pihak ketiga dan atau pemasok IDM dimana IDM
bergantung kepada jaringan distribusi mereka yang harus beroperasional dengan efektif dan
efisien.
Ketidakmampuan IDM untuk menghilangkan ketergantung terhadap jaringan distribusi pihak ketiga
dan atau pemasok dapat berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan dan
prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan berdampak negatif terhadap Perseroan.
9. Risiko Ketergantungan Pada Teknologi Informasi (TI)
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, IDM memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap
sistem dan jaringan infrastruktur TI. Penggunaan TI tersebut sangat penting dalam hal aplikasi bar
code, point of sales di toko, sistem pelaporan, persediaan, procurement dan manajemen logistik
yang terintegrasi, khususnya antara pusat distribusi, toko, serta kantor pusat dan cabangnya
dikarenakan kondisi geografis wilayah Indonesia yang sangat luas.
Dalam pengelolaan TI, IDM telah melengkapi sistem TI yang dikelolanya termasuk Disaster and
Recovery Managament. Namun hal tersebut tidak menutupi kemungkinan bahwa sistem TI yang
dikelola IDM dapat mengalami gangguan dan tidak dapat beroperasi.
Ketidakmampuan IDM dalam mengelola TInya dengan baik dapat berdampak negatif terhadap
kegiatan operasional, kinerja keuangan dan prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan
berdampak negatif terhadap Perseroan.
10. Risiko Keuangan
Dalam kegiatan pengembangan jaringan distribusi dan toko yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia, IDM membutuhkan pendanaan yang cukup besar. Selain itu, IDM membutuhkan
pendanaan tambahan untuk menghadapai persaingan usaha, kebutuhan modal kerja dan berbagai
kebutuhan lainnya.
Tidak ada jaminan bahwa IDM akan dapat memperoleh pendanaan dengan syarat-syarat yang
menguntungkan dan apabila IDM tidak dapat memperoleh pendanaan sesuai dengan jadwal dan
rencana usaha IDM dengan syarat dan ketentuan yang kompetitif dan menguntungkan IDM maka
hal tersebut akan berdampak negatif terhadap prospek usaha IDM, yang selanjutnya juga akan
berdampak negatif terhadap Perseroan.
Seluruh risiko material yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan dan penyertaan
saham pada perusahaan asosiasi telah diungkapkan sebagaimana diuraikan di atas.
78
VIII. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH
TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Tidak terdapat kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan
dan hasil usaha PT Dyviacom Intrabumi Tbk yang terjadi setelah tanggal laporan Auditor Independen
tertanggal 15 Mei 2013 atas laporan keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 yang
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penyajian kembali yang perlu diungkapkan dalam
Prospektus ini.
79
IX. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN
A. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan No.107 tanggal 16 November 1995 yang
dibuat di hadapan Siti Pertiwi Henny Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian Perseroan tersebut
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusan No.C2-17.065.
HT.01.01.Th.95 tanggal 26 Desember 1995, dan didaftarkan di register Kantor Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan No. 216/A.PT/HKM/1996/PN.JAK.SEL pada tanggal 8 Februari 1996, serta diumumkan
dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 3127 dari Berita Negara Republik Indonesia
No.25 tanggal 26 Maret 1996.
Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, antara lain, anggaran dasar
Perseroan telah diubah seluruhnya dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham dimana
Perseroan mencatatakan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 11 Desember 2000, Anggaran
Dasar Perseroan telah diubah dengan Akta No. 64/2000. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No.C-20020.HT.01.04.Th.2000 tanggal 8 September 2000 serta diumumkan dalam Tambahan Berita
Negara Republik Indonesia No. 382 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 5 tanggal 16 Januari
2001.
Anggaran dasar Perseroan saat ini dimuat dalam Akta No. 38/2009, yang terakhir kali diubah berdasarkan
Akta No. 43/2013, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta No. 43/2013
tersebut telah disahkan oleh Menkumham dalam Surat Keputusan No. AHU-20681. AH.01.02.Tahun
2013, tanggal 17 April 2013.
Sejak dilaksanakannya Penawaran Umum Perdana (IPO) oleh Perseroan pada tahun 2000 hingga
tanggal Prospektus ini, anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan
berdasarkan dokumen sebagai berikut:
1. Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB No. 21, tanggal 10 Desember 2007, yang dibuat di hadapan
Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta (“Akta No. 21/2007”), sehubungan dengan:
a. penyesuaian anggaran dasar dengan UUPT; dan
b. perubahan susunan direksi dan dewan komisaris Perseroan.
Akta No. 21/2007 telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia (“Menkumham”) sebagaimana dibuktikan dengan Surat Keputusan No. AHU-18786.
AH.01.02.Tahun.2008, tanggal 15 April 2008, diumumkan dalam TBNRI No. 8882 dari BNRI
No. 25, tanggal 27 Maret 2009.
2. Akta No. 38/2009 sehubungan dengan:
a. perubahan Pasal 1 ayat (1) anggaran dasar mengenai tempat kedudukan Perseroan, dari
Jakarta Pusat menjadi Jakarta Barat;
b. perubahan Pasal 15 ayat (3) anggaran dasar mengenai jangka waktu jabatan direksi Perseroan,
dari 2 (dua) tahun menjadi 5 (lima) tahun;
c. perubahan Pasal 18 ayat (1) anggaran dasar mengenai jumlah anggota dewan komisaris
Perseroan, dari sedikit-dikitnya 3 (tiga) orang menjadi sedikit-dikitnya 2 (dua) orang;
d. perubahan Pasal 18 ayat (3) anggaran dasar mengenai jangka waktu jabatan anggota dewan
komisaris Perseroan, dari 2 (dua) tahun menjadi 5 (lima) tahun; dan
e. penyesuaian anggaran dasar Perseroan dengan Peraturan No. IX.J.1.
Akta No. 38/2009 telah mendapatkan persetujuan Menkumham sebagaimana dibuktikan dengan
Surat Keputusan No. AHU-04537 AH.01.02.Tahun.2010, tanggal 27 Januari 2010.
80
3. Akta No. 43/2013 sehubungan dengan:
a. perubahan Pasal 3 ayat (2) anggaran dasar mengenai kegiatan usaha penunjang Perseroan;
dan
b. perubahan Pasal 4 ayat (1) anggaran dasar mengenai peningkatan modal dasar Perseroan.
Akta No. 43/2013 telah mendapatkan persetujuan Menkumham sebagaimana dibuktikan dengan
Surat Keputusan No. AHU-20681.AH.01.02.Tahun 2013, tanggal 17 April 2013.
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah perdagangan
umum, jasa, keagenan dan perwakilan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat
melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum termasuk ekspor-impor, perdagangan
supermarket/hypermarket (toserba/swalayan), memperdagangkan barang-barang keperluan
sehari-hari termasuk tetapi tidak terbatas pada alat-alat rumah tangga, kebutuhan sandang pangan,
serta:
- ekspor-impor dan perdagangan makanan dan minuman, perdagangan bumbu makanan dan
penyedaprasa, saus, kecap,sambal, perdagangan obat-obatan tradisional, perdagangan
farmasi dan obat-obatan, perdagangan hasil perkebunan, perdagangan bahan baku dan hasil
pertanian, perdagangan besar lokal;
- bertindak sebagai agen grosir, supplier, waralaba, dan komision house serta kegiatan usaha
yang terkait;
- perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estat dan property;
- perdagangan dan ekspor-impor antar pulau/daerah serta lokal, untuk barang-barang hasil
produksi sendiri dan hasil produksi perusahaan lain;
- distributor dan sebagai perwakilan badan-badan dan perusahaan-perusahaan lain baik dari
dalam maupun luar negeri;
- Berusaha dalam bidang elektronika yakni penjualan mesin-mesin komputer beserta peralatanperalatan dan perlengkapan-perlengkapan, serta memberikan jasa dan pelayanan antara
lain jasa memberikan jasa dan pelayanan penanganan mesin-mesin komputer (hardware),
penyusunan data-data dan paket program komputer (software), menyediakan training
komputer, perbaikan dan perawatan (repair dan service) mesin-mesin komputer, menyediakan
jasa jaringan internet.
b. Menerima pengangkatan sebagai agen, agen tunggal, distributor, grossir, leveransir dan supplier
dari berbagai macam barang dagangan untuk perusahaan-perusahaan lain, baik dari dalam
maupun dari luar negeri;
c. Berusaha dalam bidang perwakilan (representative) dari berbagai perusahaan-perusahaan lain,
baik dari dalam maupun dari luar negeri, kecuali perwakilan biro perjalanan.
d. Mendirikan dan/atau ikut serta dalam perusahaan-perusahaan dan badan hukum atau badan
usaha lain, baik di dalam negeri maupun di luar negeri dalam bentuk penyertaan saham atau
modal, sesuai dengan tujuan Perseroan.
Kegiatan usaha Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan, meliputi jasa penyedia akses, internet,
menyediakan infrastruktur (intranet/ekstranet), pembuatan web, portal, banner dan domain, co-location
server dan memberikan jasa untuk merancang aplikasi perangkat lunak dan jasa lainnya sesuai dengan
kemajuan teknologi.
Kejadian Penting Perseroan Setelah IPO
Tahun
2007
2009
2012
Kejadian Penting
Perubahan pengendali utama Perseroan menjadi PT Philadel Terra Lestari.
Perseroan mulai mengembangkan portal bisnis internet dengan memanfaatkan prospek usaha yang cukup cerah di
bidang e-commerce.
Situs www.ogahrugi.com yang dikelola Perseroan menjadi salah satu portal daily deals yang terbesar di Indonesia
81
Perseroan berdomisili di Jakarta Barat, dengan alamat terdaftar di Wisma Achilles Lantai 4 Jl.Panjang
No.29 Kedoya Selatan, Jakarta 11510, Indonesia.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memenuhi perijinan berdasarkan peraturan
yang berlaku sebagai berikut:
No.
1.
Izin
Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
2.
Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
3.
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
4.
Izin Penyelenggaraan Jasa Akses Internet
Keterangan
TDP No. 09.02.1.46.43970 atas nama Perseroan, untuk kantor
yang beralamat di Jl. Panjang Arteri Kedoya No. 29, Kelurahan
Kedoya Selatan, Jakarta Barat. TDP ini dikeluarkan oleh Kepala
Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan
Perdagangan Kota Administrasi Jakarta Selatan selaku Kepala
Kantor Pendaftaran Perusahaan Daerah Tingkat II pada tanggal
19 Juli 2012, berlaku sampai dengan 1 Desember 2015.
No. 85/1.824.51/II/2013, yang diterbitkan oleh Lurah Kedoya
Selatan, tanggal 8 Februari 2013. Perseroan beralamat di Wisma
Achilles, Jl. Panjang Arteri Kedoya No.29, Kelurahan Kedoya
Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. SKDP ini
berlaku sampai dengan 8 Februari 2014.
No. 00515-03/PB/P/1.824.271 yang diterbitkan oleh Kepala Dinas
Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan Perdagangan
Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 16 April 2012 dan harus
didaftar ulang setiap 5 (lima) tahun sekali oleh Perseroan.
Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan
Informatika No.89/KEP/DJPPI/KOMINFO/4/2011 tentang Izin
Penyelenggaraan Jasa Akses Internet (Internet Service Provider)
kepada Perseroan tanggal 14 April 2011. Izin penyelenggaraan
jasa akses internet tersebut diberikan dengan wilayah
penyelenggaraan nasional dan akan berlaku untuk jangka
waktu yang tidak terbatas. Evaluasi menyeluruh terhadap izin
penyelenggaraan jasa akses internet akan dilakukan setiap 5
(lima) tahun sekali.
B. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Tahun 2000
Berdasarkan Akta No. 64/2000, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah
sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Dama Persada
2. PT Ekasurya Cemerlang
3. Sylvia Efi Widyantari Sumarlin
4. Rudy Hari
5.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
480.000.000
102.000.000
8.000.000
5.000.000
5.000.000
43.779.500
184.000.000
296.000.000
Nilai Nominal
Persentase
(Rp)
(%)
120.000.000.000
25.500.000.000
2.000.000.000
1.250.000.000
1.250.000.000
10.944.875.000
46.000.000.000
74.000.000.000
55,43
4,35
2,72
2,72
23,79
100.00
Tahun 2007
1. Berdasarkan laporan kepemilikan yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih dari saham yang
ditempatkan dan disetor penuh, yang dikeluarkan oleh PT Sinartama Gunita selaku BAE Perseroan
saat itu, tanggal 30 September 2007, struktur permodalan dan susunan pemegang saham
Perseroan adalah sebagai berikut:
82
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah)untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Philadel Terra Lestari
2. The Bank of New York as custodian or trustee for Non-Treaty
Accounts
3.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
480.000.000
Nilai Nominal
Persentase
(Rp)
(%)
120.000.000.000
140.220.500
35.055.125.000
76,21
16.250.000
4.062.500.000
8,83
27.529.500
184.000.000
296.000.000
6.882.375.000
46.000.000.000
74.000.000.000
14,96
100.00
2. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB No. 21 tanggal 10 Desember 2007 yang dibuat
di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Perseroan telah meningkatan modal dasar
sehingga struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
736.000.000
Nilai Nominal
Persentase
(Rp)
(%)
184.000.000.000
140.220.500
43.779.500
184.000.000
552.000.000
35.055.125.000
10.944.875.000
46.000.000.000
138.000.000.000
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Philadel Terra Lestari
2.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
76,21
23,79
100.00
Tahun 2013
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB No. 43 tanggal 15 April 2013 yang dibuat di hadapan
Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Perseroan telah meningkatan modal dasar sehingga struktur
permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah)untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Philadel Terra Lestari
2.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
40.000.000.000
133.301.000
50.699.000
184.000.000
39.816.000.000
83
Nilai
Persentase
(Rp) Nominal
(%)
10.000.000.000.000
33.325.250.000
12.674.750.000
46.000.000.000
9.954.000.000.000
72,45%
27,55%
100,00%
Rincian pemegang saham Perseroan per tanggal 30 April 2013 berdasarkan laporan DPS dari PT Raya
Saham Registra adalah sebagai berikut:
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah)untuk setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Philadel Terra Lestari
2.Masyarakat
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
40.000.000.000
133.301.000
50.699.000
184.000.000
39.816.000.000
Nilai
Persentase
(Rp) Nominal
(%)
10.000.000.000.000
33.325.250.000
12.674.750.000
46.000.000.000
9.954.000.000.000
72,45%
27,55%
100,00%
Struktur permodalan Perseroan tidak mengalami perubahan sampai dengan diterbitkannya Prospektus
dalam rangka PUT I Perseroan ini.
C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan diurus dan dipimpin oleh Direksi yang sedikitnya terdiri dari
dua orang yang terdiri dari seorang Direktur Utama dan seorang atau lebih Direktur. Dalam melaksanakan
tugasnya, Direksi diawasi oleh Dewan Komisaris. Dewan Komisaris dan Direksi seluruhnya diangkat
dan diberhentikan oleh oleh RUPS, pengangkatan tersebut berlaku sejak sejak tanggal yang ditentukan
dalam RUPS dimana ia (mereka) diangkat dan berakhir pada saat ditutupnya RUPS Tahunan yang ke-5
(lima) setelah tanggal pengangkatanya (mereka), kecuali apabila ditentukan lain dalam RUPS. Tugas
dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi diatur dalam Anggaran Dasar Perseroan.
Berdasarkan Akta No. 43/2013 juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan Perseroan No. 54, tanggal 17 Juni 2011, yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris
di Jakarta, susunan selengkapnya dari anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan pada saat
Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama
Komisaris Komisaris Independen
:
:
:
Veronica Colondam
Mulyo Sutrisno
Achmad Sofyan
:
:
:
:
Devi Sujanti Talim
Evensius Go
Teophilus Bambang Wira
MC. Vera Afianti
Direksi:
Direktur Utama
Direktur
Direktur
Direktur Tidak Terafiliasi
Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan telah memenuhi kualifikasi dan persyaratan
sebagaimana disebutkan dalam Peraturan No. IX.I.6, Lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal No. KEP-45/PM/2004 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten dan Perusahaan
Publik dan, sehubungan dengan Direktur Tidak Terafiliasi Perseroan, Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-305/BEJ/07-2004 tentang Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek
Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat.
84
Berikut ini keterangan singkat mengenai masing-masing anggota Komisaris dan Direksi:
Dewan Komisaris
Veronica Colondam
Komisaris Utama
Warga negara Indonesia, 41 tahun. Meraih gelar Master of Science jurusan
Kebijakan Publik dari Imperial College, London dan London School of Hygiene
and Tropical Medicines pada tahun 2006 dan meraih gelar Bachelor of Arts
jurusan Komunikasi Massa dari American University, Amerika Serikat pada tahun
2000 dan meraih gelar Diploma jurusan Hubungan Masyarakat dari Interstudy
College, Jakarta.
Menjabat sebagai Komisaris Utama Perseroan sejak tahun 2009.
Pada tahun 1999 beliau mendirikan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), yang
bergerak di bidang sosial dan pencegahan narkoba di kalangan anak muda
Indonesia. Sampai saat ini beliau masih aktif sebagai pengelola YCAB.
Mulyo Sutrisno
Komisaris
Warga negara Indonesia, 62 tahun. Meraih gelar Sarjana Muda dari Akademi
Ilmu Keuangan dan Perbankan jurusan Ilmu Perbankan pada tahun 1975, lalu
memperoleh pendidikan di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas
Tarumanegara pada tahun 1982 dan kemudian meraih gelar Master of Business
Administration di Management Science Institute “Paramita Graha” pada tahun
1992.
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2007.
Beliau memulai karir di Bank Exim pada tahun 1977-1982 sebagai Analis Kredit
Cabang Jakarta Kota dan Cabang Gatot Subroto pada tahun 1982-1987, sebagai
Kepala Bagian Pembukuan pada tahun 1987-1988, sebagai Kuasa Anggota
Bursa dari Bank Exim Kantor Pusat pada tahun 1988-1990, sebagai Manager
Operasional PT Trimegah Securindo Lestari pada tahun 1990-1992, sebagai
Direktur PT Trimegah Securindo Lestari pada tahun 1992-1999, sebagai Direktur
Utama di PT Philadel Terra Lestari pada tahun 1997-2001, sebagai Komisaris
merangkap Komisaris Independen PT Trimegah Securities Tbk pada tahun
1999-2002 dan sebagai Anggota Komite Audit di PT Trimegah Securities Tbk
pada tahun 2002-2008.
Saat ini beliau juga menjabat sebagai Komisaris merangkap Komisaris
Independen di PT Multistrada Arah Sarana Tbk sejak tahun 2004 dan Direktur
Utama di PT Philadel Terra Lestari sejak tahun 2007.
85
Achmad Sofyan
Komisaris
Warga negara Indonesia, 63 tahun. Meraih gelar Sarjana Muda dari Akademi
Perniagaan Indonesia jurusan Administrasi Bisnis pada tahun 1982 dan meraih
gelar Sarjana Muda Analis Efek dari Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan
Departemen Keuangan Republik Indonesia pada tahun 1983.
Menjabat sebagai Komisaris Perseroan dan sekaligus merangkap sebagai
Komisaris Independen sejak tahun 2011.
Beliau memulai karir sebagai Wakil Kepala Sekretariat Perserikatan Perdagangan
Uang dan Efek (PPUE) pada tahun 1970-1978, sebagai Direktur PT Sun Hun Kay
Securities pada tahun 1998, sebagai Direksi Eksekutif Asosiasi Perusahaan Efek
Indonesia (APEI) pada tahun 1995-2005 dan sebagai Komite Audit PT Trimegah
Securities Tbk pada tahun 2008-2012.
Saat ini beliau juga menjabat sebagai Komite Audit PT Pratama Capital sejak
tahun 2011.
Direksi
Devi S. Talim
Direktur Utama
Warga negara Indonesia, 43 tahun. Meraih gelar Master of Management jurusan
Manajemen Internasional dari Prasetiya Mulya Business School, Indonesia
pada tahun 2004 dan meraih gelar Sarjana jurusan Manajemen dari Universitas
Tarumanegara, Indonesia pada tahun 1992.
Menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan sejak tahun 2009.
Beliau mengawali karir sebagai peserta Management Development Program
(MDP) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada tahun 1992-1993, sebagai
Operational Manager BCA pada tahun 1993-1995 dan sebagai Head of Sales
and Distribution Personal Banking Productspada tahun 1995-2005.
Saat ini beliau juga aktif mengembangkan restoran seafood dengan nama
Rasane sebagai usaha keluarga dan sebagai Advisor di Yayasan Cinta Anak
Bangsa sejak tahun 2007.
Evensius Go
Direktur Keuangan dan Administrasi
Warga Negara Indonesia, 36 tahun. Menyelesaikan Master of Management (MM)
jurusan Manajemen dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 2000
dan meraih Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi,
YKPN di tahun 1998.
Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2013, dan merangkap sebagai
Corporate Secretary Perseroan.
Sejak awal 2001 sampai dengan Juni 2004, beliau bekerja sebagai Financial
Controller di PT Salim Chemicals Corpora. Mulai dari tahun 2004 sampai dengan
saat ini, Even bekerja sebagai Kepala Divisi di bagian Accounting, Finance dan
Pajak di PT Multistrada Arah Sarana Tbk.
86
Teophilus Bambang Wira
Direktur Operasional dan Komersial
Warga negara Indonesia, 48 tahun. Meraih gelar Magister Mangement jurusan
Financial Management dari Universitas Budi Luhur, Jakarta pada tahun 2002
dan meraih gelar Sarjana jurusan Manajemen Informatika dari Universitas Budi
Luhur, Jakarta pada tahun 1989.
Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2009.
Beliau memulai karirnya sebagai Programmer dan System Analyst perusahaan
konsultan IT bernama Texas Instrumen Indonesia pada tahun 1989-1991, sebagai
IT Manager di Oscar Berlian Motor pada tahun 1991, sebagai Senior System
Analyst PT Astra International, Tbk (Astra) pada tahun 1991-1996, sebagai IT
Division Head Astra pada tahun 1996-2000, sebagai Outsourcing Division Head
di PT Astra Graphia, Tbk pada tahun 2000, sebagai Automotive Sales Operations
IT Head Astra pada tahun 2000-2004, sebagai Head Of Marketing Planning Astra
pada tahun 2004-2008, sebagai Chief Of Corporate Information Technology PT
Tudung Putra Putri Jaya pada tahun 2008-2009.
MC Vera Afianti
Direktur Pengembangan Usaha
Warga negara Indonesia, 47 tahun. Meraih gelar Master of Management jurusan
Manajemen Internasional dari Prasetiya Mulya Business School, Indonesia pada
tahun 2002 dan meraih gelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi dari Universitas
Universitas Indonesia, Indonesia pada tahun 1991.
Menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2009 dan merangkap sebagai
Direktur Tidak Terafiliasi.
Beliau memulai karier di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai peserta
Management Development Program (MDP) pada tahun 1991, sebagai Operational
Manager Kantor Cabang BCA pada tahun 1997-2007, sebagai Senior Manager
di Unit Penjualan Produk Individual BCA pada tahun 2007-2008. Selama di BCA,
beliau juga aktif sebagai instruktur dan memperoleh sertifikasi sebagai Senior
Instruktur BCA Learning Center sejak tahun 2003.
REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, jumlah remunerasi yang diterima
oleh Dewan Komisaris adalah sebesar Rp107 juta dan Rp102 juta, dan Direksi Perseroan adalah
sebesar Rp775 juta dan Rp707 juta. Para anggota Dewan Komisaris dan Direksi dapat diberi gaji dan/
atau tunjangan yang jumlahnya ditentukan oleh RUPS. RUPS dapat melimpahkan kewenangan untuk
menetapkan gaji dan/atau tunjangan Direksi kepada Dewan Komisaris.
SEKRETARIS PERUSAHAAN
Sebagai pemenuhan atas ketentuan dalam (i) Peraturan Bapepam & LK No. IX.I.4 tentang Pembentukan
Sekretaris Perusahaan, yang merupakan Lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam & LK No. KEP-63/
PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 (“Peraturan No. IX.I.4”) dan (ii) Keputusan Direksi PT Bursa Efek
Jakarta No. Kep-306/BEJ/07-2004, tanggal 19 Juli 2004, tentang Peraturan Bursa Efek Indonesia I-E
tentang Kewajiban Penyampaian Informasi (“Peraturan No.I-E”), Perseroan telah menunjuk Evensius
Go untuk menjabat sebagai sekretaris perusahaan pada tanggal 3 Maret 2013, sebagaimana dibuktikan
dengan Surat Keputusan Direksi Perseroan No.010/SKEP/DIR/DNET/2013, tanggal 3 Maret 2013 dan
telah menyampaikan pengangkatan tersebut berdasarkan Surat Pemberitahuan dari Perseroan kepada
OJK No. 009/OJK-DIR/03/2013, tanggal 3 Maret 2013.
87
Adapun Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan-peraturan yang berlaku di bidang
Pasar Modal;
2. Memberikan pelayanan kepada masyarakat atas setiap informasi yang dibutuhkan pemodal yang
berkaitan dengan kondisi Perseroan;
3. Memberikan masukan kepada direksi Perseroan untuk mematuhi ketentuan Undang-undang Pasar
Modal dan peraturan perlaksaanaannya;
4. Sebagai penghubung atau contact person antara Perseroan dengan OJK dan masyarakat;
5. Memberikan masukan dari aspek hukum kepada Direksi, berkaitan dengan operasional dan
pengembangan usaha Perseroan;
6. Mengkoordinasikan pengeluaran izin-izin usaha Perseroan;
7. Membangun jaringan kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak stakeholder;
8. Mengkomunikasikan kebijakan perusahan dan atau pemerintah kepada pihak internal dan eksternal;
9. Menyiapkan laporan Perseroan sesuai ketentuan yang berlaku;
10. Mengkoordinaslkan bahan-bahan laporan untuk Rapat Komisaris dan Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS).
KOMITE AUDIT
Sebagai pemenuhan atas ketentuan dalam (i) Peraturan Bapepam & LK No. IX.I.5 tentang Pembentukan
dan Pelaksanaan Kerja Komite Audit, yang merupakan Lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam&LK
No.Kep-643/BL/2012 tanggal 7 Desember 2012 (“Peraturan No. IX.I.5”) dan Peraturan BEI No. I-A,
Perseroan telah memiliki komite audit, sebagaimana dibuktikan dengan Surat Keputusan Dewan
Komisaris, tanggal 3 Maret 2013 dan telah menyampaikan pembentukan tersebut kepada OJK
berdasarkan Surat Pemberitahuan dari Perseroan kepada OJK No. 018/OJK-DIR/03/2013, dimana
anggota komite audit Perseroan adalah sebagai berikut:
Ketua
: Achmad Sofyan
Anggota
: H. Parman Z. Djakaria S.E., M.M.
Warga negara Indonesia, 65 tahun. Meraih gelar Master of Management jurusan
Manajemen Internasional dari Universitas Indonesia, Indonesia pada tahun 1991.
Menjabat sebagai anggota komite audit Perseroan sejak tahun 2009.
Beliau memulai karier sebagai auditor sejak tahun 1970 dan terakhir menjabat sebagai
Presiden Direktur PT Askes pada tahun 2000.
Saat ini beliau juga menjabat sebagai anggota komite audit PT Samudera Indonesia Tbk.
Anggota
: Moni Rejeki
Warga negara Indonesia, 39 tahun. Meraih gelar Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen
dari Universitas Tarumanegara, Indonesia pada tahun 1996.
Menjabat sebagai anggota komite audit Perseroan sejak tahun 2009.
Beliau sebelumnya bekerja sebagai Staf divisi SDM BPK Penabur Jakarta pada tahun
1992-1995, Marketing Eksekutif Medikaloka Health Center pada tahun 1995-1996 dan
Account Officer PT Trimegah Securities Tbk pada tahun 1996-1998.
PIAGAM AUDIT INTERNAL DAN UNIT AUDIT INTERNAL
Sesuai dengan peraturan Bapepam No. IX.I.7 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan
Piagam Audit Internal, yang merupakan Lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam & LK No. KEP-496/
BL/2008, tanggal 28 November 2008, maka sesuai dengan Surat Keputusan Manajemen Perseroan
tanggal 22 April 2013, Perseroan telah menyusun Piagam Audit Internal yang menjadi pedoman kerja
unit audit internal yang telah diangkat oleh Perseroan dengan susunan sebagai berikut:
88
Kepala
: Christina Purwantini
Warga negara Indonesia, 40 tahun. Meraih gelar Diploma dari STIE Kalbe
Jurusan Akuntansi, Jakarta - Indonesia pada tahun 2000.
Beliau sebelumnya bekerja sebagai Supervisor Finance dan Tax PT
Finusolprima Farma Internasional pada tahun 1999-2013 dan sebagai Staf
Finance Accounting PT Hexpham Jaya Laboratories pada tahun 1994-1999.
Anggota
: Aneke Sumarli
Warga negara Indonesia, 21 tahun. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari IBII
Jurusan Akuntansi/Audit, Jakarta - Indonesia pada tahun 2000.
Beliau sebelumnya bekerja sebagai Associate PT Ernst & Young Indonesia
pada bulan Juli – Nopember 2012.
D. SUMBER DAYA MANUSIA
Per tanggal 31 Desember 2012, Perseroan memiliki 50 karyawan dengan rincian dan perkembangannya
sebagai berikut:
Berdasarkan Jabatan
Jabatan
Direksi
Manajer
Staf
Non-Staf
Jumlah
2012
3
3
44
50
31 Desember
2011
3
3
42
48
2010
3
1
38
42
2012
29
17
4
50
31 Desember
2011
30
14
4
48
2010
24
14
4
42
2012
4
34
6
6
50
31 Desember
2011
5
28
5
10
48
2010
8
23
6
5
42
2012
34
16
50
31 Desember
2011
31
17
48
2010
38
4
42
Berdasarkan Usia
Usia
20 – 29 thn
30 – 39 thn
di atas 40 thn
Jumlah
Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan
S2
S1
D1 – D3
SMU dan sederajat
Jumlah
Berdasarkan Status Kepegawaian
Status Kepegawaian
Tetap
Tidak Tetap
Jumlah
Tidak ada tenaga kerja asing yang digunakan oleh Perseroan.
89
Terdapat 9 karyawan yang memiliki keahlian khusus terutama dalam bidang teknologi informasi,
pemasaran online dan desainer situs internet.
Dalam rangka pengembangan kualitas karyawan, Perseroan melakukan program pelatihan internal
secara rutin terutama dalam bidang pengetahuan teknologi informasi dan pemasaran.
Perseroan memahami bahwa kesejahteraan karyawan merupakan hal yang sangat penting untuk
diperhatikan terutama dalam rangka kelancaran kegiatan usaha Perseroan. Berikut fasilitas
kesejahteraan yang diberikan oleh Perseroan antara lain:
- Tunjangan kesehatan
- Tunjangan transportasi
- Tunjangan kelahiran untuk karyawan wanita
- Tunjangan Hari Raya
- Tunjangan perjalanan dinas
- Tunjangan lainnya sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan.
Selain itu, dalam menjaga kesejahteraan karyawan, Perseroan telah melakukan pemenuhan kewajiban
Upah Minimum Propinsi/Upah Minimum Regional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Gubernur
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No.189 tahun 2012 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun
2013 dan No.207 tahun 2012 tentang Upah Minimum Sektoral Provinsi Tahun 2013.
Dalam rangka meningkatkan ketertiban dan kedisiplinan karyawan serta menjaga hubungan yang baik
antara Perseroan dan karyawan, Perseroan memiliki Peraturan Perusahaan antara Perseroan dengan
karyawan yang terakhir diperbaharui No. 022/HRD/DI/V/2012 tanggal 25 Mei 2012.
E. KETERANGAN RINGKAS TENTANG PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM
PT Philadel Terra Lestari (“PTL”)
1.Pendirian
PTL didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 4 tanggal 2 Juli 1997 yang dibuat di hadapan Jimmy S.,
S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian PTL tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam surat keputusan No.C2-9074.HT.01.01.TH.97 tanggal 5 September 1997.
Anggaran dasar PTL telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir diubah dengan Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PTL No. 45 tanggal 21 Juli 2010 yang dibuat di hadapan
Petrus Suandi Halim, S.H., Notaris di Jakarta. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-38668.
AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 4 Agustus 2010.
2. Kegiatan Usaha
PTL bergerak di bidang perdagangan dan investasi.
3.Permodalan
Berdasarkan Akta Berita Acara RUPSLB No. 23 tanggal 8 Agustus 2008, yang dibuat di hadapan
Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan susunan pemegang saham PTL pada
saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
90
Modal Saham
Terdiri dari Saham Biasa Atas Nama
Dengan Nilai Nominal Rp1.000,- (seribu Rupiah) untuk setiap saham
Keterangan
Modal Dasar:
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. Pieter Tanuri
2. Yohanes Ade Bunian Moniaga
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Modal Dalam Portepel
Jumlah Saham
Nilai Nominal (Rp) Persentase (%)
10.000.000
10.000.000.000
2.497.500
2.500
2.500.000
7.500.000
2.497.500.000
2.500.000
2.500.000.000
7.500.000.000
99,9%
0,1%
100%
Sumber dana penyertaan PTL pada Perseroan sebagian berasal dari pembiayaan dari pihak ketiga.
4. Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 33 tanggal 20 Mei 2010, yang dibuat
di hadapan Petrus Suandi Halim, S.H., Notaris di Jakarta, susunan anggota Direksi dan Komisaris PTL
pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama
Komisaris
Direksi
Direktur Utama
Direktur
: Pieter Tanuri
: Veronica Colondam
: Mulyo Sutrisno
: Yohanes Ade Bunian Moniaga
F. BAGAN KEPEMILIKAN PERSEROAN
Berikut informasi mengenai bagan kepemilikan Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan:
PT
99,90%
PT PTL
72,45%
Publik
27,55%
60,00%
PT BC
Perseroan
Keterangan:
PT BC: PT Buana Capital, PT PTL: PT Philadel Terra Lestari, dan PT: Pieter Tanuri
Pihak Pengendali Perseroan adalah Pieter Tanuri.
PT BC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perantara pedagang efek dan penjamin
emisi efek sedangkan PT PTL bergerak dalam bidang investasi.
Keterangan lebih lengkap mengenai PT BC dapat dilihat pada Bab XVII mengenai Keterangan Tentang
Pembeli Siaga dan mengenai PT PTL dapat dilihat pada Bab IX.E mengenai Keterangan Ringkas
Tentang Pemegang Saham Berbentuk Badan Hukum.
91
G.HUBUNGAN PENGURUSAN DAN PENGAWASAN
PEMEGANG SAHAM BERBADAN HUKUM
ANTARA
PERSEROAN
DENGAN
Antara Perseroan dengan pemegang saham berbadan hukum terdapat hubungan kepengurusan
sebagai berikut:
Nama
Veronica Colondam
Mulyo Sutrisno
Achmad Sofyan
Devi Sujanti Salim
Evensius Go
Teophilus Bambang Wira
MC Vera Afianti
Perseroan
KU
K
KI
DU
D
D
DT
PTS
K
DU
-
Keterangan:
KU: Komisaris Utama; KI:Komisaris Independen; K:Komisaris;DU: Direktur Utama;D:Direktur; DT:Direktur Tidak Terafiliasi
H. TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI
Perseroan memiliki beberapa transaksi dengan pihak berelasi berdasarkan dokumentasi sebagai
berikut:
1. Perjanjian Pinjam Meminjam No. 003/Loan/043/I/2010, tanggal 12 Januari 2010 antara Perseroan
dengan PT Philadel Terra Lestari (pemegang saham Perseroan), dengan jumlah fasilitas pinjaman
uang yang diberikan maksimal sejumlah Rp5.000.000.000,- (lima miliar Rupiah). Tidak ada
ketentuan jangka waktu sehubungan dengan perjanjian ini.
2. Kontrak Kerja No. 073/LGL-DI/VIII/2011 antara dengan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (“MASA”)
dan Perseroan tentang Online Marketing Services, tanggal 1 Agustus 2011, yang mengatur tentang
layanan Pemasaran Online (Online Marketing Services) oleh Perseroan bagi MASA dengan jangka
waktu sampai dengan 31 Juli 2013.
3. Perjanjian Penggunaan Ruang Bangunan, tanggal 23 April 2013, antara PT Philadelian Coltan
Indonesia dan Perseroan terkait penyewaan ruang kantor Perseroan dengan jangka waktu sampai
dengan 22 April 2015
Transaksi dengan pihak afiliasi memberikan manfaat bagi aspek operasional, pendapatan dan belanja
modal dari Perseroan.
I.
PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA
Perseroan tidak terikat dalam suatu perjanjian penting dengan pihak ketiga. Dengan demikian, tidak
terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) yang diberlakukan terhadap Perseroan yang
dapat menghambat dilakukannya PUT I.
J. PERKARA YANG DIHADAPI PERSEROAN SERTA DIREKSI DAN KOMISARIS PERSEROAN
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan serta Direksi dan Komisaris Perseroan tidak
mempunyai perkara hukum apapun yang dihadapi baik di dalam maupun di luar badan peradilan.
92
K. ASET TETAP
Perseroan memiliki 1 (satu) hak guna bangunan berdasarkan Sertipikat Hak Guna Bangunan
No. 05825 atas sebidang tanah yang terletak di Blok CBD LOT VIII No. 15, Kelurahan Lengkong
Gudang, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang, seluas 3.218 m2 yang dikeluarkan oleh Kepala
Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, tanggal 16 Desember 2008, berlaku hingga 16 Juli 2027.
L.ASURANSI
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan tidak mempunyai asuransi dalam bentuk apapun.
93
X. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
A.UMUM
Perseroan berdiri pada tanggal 16 November 1995 dan mulai beroperasi secara komersial di bulan
September 1996, menjadi salah satu perusahaan yang bergerak di kancah Internet Service Provider
(ISP) dengan merek usaha D-Net.
Pada saat Prospektus ini diterbitkan, Perseroan berkantor pusat di Wisma Achilles lantai 4, Jl.Panjang
No.29 Kedoya Selatan Jakarta 11510.
B. KEGIATAN USAHA SEBELUM RENCANA TRANSAKSI
Sebelum Rencana Transaksi, sejak IPO sampai dengan Prospektus ini diterbitkan, Perseroan melakukan
kegiatan usaha di bidang informasi teknologi yang meliputi sebagai berikut:
1. Jasa Akses Internet
Perseroan merupakan perusahaan ISP yang menawarkan jasa akses internet yang meliputi digital
dial up, leased line, lisensi wireless 2,4 Ghz, wireless 3,5 Ghz dan wireless 5,7 Ghz, internet ready
port, wireless office ready, FTP, akses telnet dan data transfer, POP dan web mail accounts, webhosting, web-design, web-advertising dan web-development, satelite & fibre optic connection,
pendaftaran domain dan country code top level domain, penyediaan individual dan corporate
account. Layanan jasa akses internet tersebut didukung oleh Customer Support 24 jam/7 Hari
seminggu.
2. Solusi Teknologi Informasi
Memberikan jasa konsultasi layanan terpadu dalam membangun suatu infrastruktur telekomunikasi
berbasis internet untuk berbagai jenis industri. Adapun layanan yang diberikan termasuk desain,
perancangan/ perencanaan, pembangunan dan pengembangan jaringan infrastruktur untuk
internet, penyusunan dan pengembangan database, implementasi sistem keamanan jaringan,
penyediaan perangkat komputer & telekomunikasi dan pelatihan engineer dan operator IT.
3. Portal Bisnis Internet
Ogahrugi (www.ogahrugi.com)
Ogahrugi adalah situs media belanja diskon yang dikenal sebagai “daily deals”. Ogah Rugi
memfasilitasi pelanggan untuk mendapatkan promo-promo terbaru dengan potongan harga fantastis,
sekaligus digunakan sebagai media promosi online bagi merchant yang ingin memperkenalkan
produk dan layanannya.
Ogahrugi sebagai salah satu daily deals yang paling cepat pertumbuhannya di Indonesia
menawarkan kerjasama dengan berbagai merchant untuk mempromosikan produk dan layanannya
untuk komunitas online. Dalam 11 bulan di tahun 2011 jumlah pengguna internet di Indonesia
telah mencapai 55 juta pengguna, naik 10 juta dari tahun 2010. Demikian pula pengguna mobile/
handphone yang telah mencapai 180 juta orang pada akhir November 2011. Hal ini menunjukan
perubahan tren komunikasi untuk pasar remaja dan dewasa muda yang mengarah pada komunikasi
digital.
Ogahrugi telah menjangkau lebih dari 30.000 anggota di seluruh Indonesia, dengan fokus pada
DKI Jakarta dan kota-kota besar. Pelanggan telah menikmati aneka produk terbaik dengan diskon
menarik yang dipersembahkan oleh ratusan merchant terpilih.
Pada saat Prospektus ini diterbitkan, fokus utama Perseroan adalah pengelolaan dan pengembangan
portal bisnis internet www.ogahrugi.com dimana sampai saat ini situs www.ogahrugi.com telah dikenal
luas oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu situs daily deals yang menawarkan produk dan jasa
yang sangat beragam.
94
Pelanggan
Saat ini, hampir satu juta pelanggan yang mendaftar di situs www.ogahrugi.com, namun dalam
perkembangan usahanya pertumbuhan pelanggan aktif dalam dua tahun terakhir sebesar 1.582% pada
tahun 2011 dan 210% pada tahun 2012.
Persaingan Usaha
Dengan berkembangnya bisnis e-commerce beberapa tahun terakhir ini, maka layanan jasa pesaing
yang sejenis saat ini di Indonesia cukup banyak, yaitu antara lain Disdus (Groupon Indonesia), Living
Social Dealkeren, Lazada dan masih banyak lagi, dimana bisnis model utamanya adalah penawaran
diskon atau produk dari merchant/distributor dengan memberikan diskon besar yang bisa memberikan
keuntungan kepada pelanggan.
Proses pelayanan Perseroan melalui situs www.ogahrugi.com dapat dijelaskan sebagai berikut:
Produk
Jasa/E-Voucher
Keterangan:
1) Calon member dan atau pelanggan melakukan registrasi di ogahrugi.com dengan memberikan informasi email, nama,
tempat & tanggal, alamat dan nomor handphone
2) Member melakukan pemesanan produk / jasa yang dipasarkan di ogahrugi.com
3) Member melakukan pembayaran melalui transfer bank kepada ogahrugi.com
4) Member melakukan konfirmasi, bahwa member sudah melakukan transfer dengan memberikan informasi nomor invoice
dan nilai yang ditransfer
5) Verifikasi pembayaran oleh admin ogahrugi.com
6) Bila verifikasi valid, maka :
a) Bila membeli voucher, maka voucher bisa dicetak oleh member
b) Bila membeli produk, maka logistik ogahrugi.com akan memberikan informasikepada merchant/distributor ogahrugi.
com untuk menyiapkan barang, untuk siap mengirimkan ke alamat member
Keunggulan
Produk yang ditawarkan situs www.ogahrugi.com dibedakan berdasarkan kategorinya, yaitu makan di
restoran atau café (kuliner/resto), gadget dan elektronik (produk), tempat-tempat wisata dan hiburan
(leisure), serta produk-produk perempuan seperti kosmetik, korset, alat pelangsing atau lainnya, serta
layanan seperti car wash atau seminar. Dalam perkembangan usahanya promo-promo produk untuk
perempuan dan dari restoran dan café mendapat respon yang sangat baik sehingga menjadi produk
unggulan situs www.ogahrugi.com.
Posisi Perseroan di bisnis daily deals juga semakin kuat dengan dukungan para merchant/distributor
yang puas bekerjasama dengan Perseroan. Tanpa ada sepeser pun biaya promosi yang dikeluarkan,
merchant/distributor dapat memperkenalkan produknya dan mendapat feedback dari pelanggan situs
www.ogahrugi.com tersebut.
95
Pengendalian Mutu Layanan
Pada saat produk/jasa yang disepakati untuk diterima oleh Perseroan dari pemasok/merchant, Perseroan
akan melakukan pemeriksaan kualitas secara menyeluruh atas produk/jasa tersebut kemudian apabila
telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Perseroan maka akan diotorisasi untuk dipasarkan/
ditampilkan dalam situs www.ogahrugi.com. Apabila pemesanan yang dilakukan oleh pelanggan telah
dibayar maka akan dikonfirmasi kepada pihak pemasok/merchant untuk menyediakan produk/jasa yang
telah dibayar dengan spesifikasi dan atau kualitas yang telah disepakati.
C. KEGIATAN USAHA SETELAH RENCANA TRANSAKSI
Setelah dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan akan menjadi perusahaan investasi yang memiliki
penyertaan dalam FAST, ROTI dan IDM yang bergerak dalam kegiatan usaha barang konsumsi dan
ritel. Selain itu, Perseroan melalui unit bisnisnya tetap menjalankan portal bisnis internet yang dikenal
sebagai ogahrugi.com yang diharapkan dapat bersinergi dengan kegiatan usaha yang dijalankan oleh
ROTI, FAST dan IDM.
Keterangan lebih lanjut mengenai kegiatan usaha FAST, ROTI dan IDM adalah sebagai berikut:
1.FAST
FAST bergerak di bidang makanan dan restoran dan memulai usaha komersialnya sejak tahun 1979.
Kantor pusat FAST terletak di Jl. MT Haryono Kav 7, Jakarta 12810, Indonesia.
Sebagai pemegang hak waralaba tunggal untuk merek KFC di Indonesia, FAST didirikan oleh Keluarga
Gelael pada tahun 1978. Di tahun 1979, FAST mendapatkan akuisisi waralaba dengan pembukaan
gerai pertama pada bulan Oktober di Jalan Melawai, Jakarta. Pembukaan gerai pertama tersebut
terbukti sukses dan diikuti dengan pembukaan gerai-gerai lainnya di Jakarta dan ekspansi hingga ke
sejumlah kota besar di Indonesia, antara lain Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan
Manado. Sukses membangun merek ini, FAST berhasil menanamkan KFC dalam benak konsumennya
sebagai merek waralaba cepat saji yang terkenal dan dominan di Indonesia.
Pada tanggal 31 Maret 1993, FAST memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal
(Bapepam) untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat.
FAST memperoleh hak untuk menggunakan merek KFC dari pemilik waralaba saat ini, Yum! Asia
Franchise Pte Ltd, suatu bagian dari Yum! Restaurants International (YRI). YRI sendiri adalah sebuah
badan usaha dari Yum! Brands Inc, sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat dan pemilik waralaba
dari empat merek ternama lainnya, yaitu: Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers. Namun
demikian, pada akhir 2011, dua merek lainnya yaitu: A&W dan Long John Silvers sudah tidak bergabung
lagi dalam Yum! Brands Inc. Bahkan dengan keluarnya kedua merek ini, tidak mengubah posisi Yum!
Group sebagai jaringan restoran cepat saji terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan variasi
pilihan restoran ternama. Selain itu, untuk kategori ayam goreng cepat saji, tidak ada merek lain yang
dapat mengalahkan KFC.
Gerai
Pengalaman sukses dan peningkatan pertumbuhan yang berkelanjutan selama lebih dari 30 tahun,
tidak diragukan lagi telah menjadikan merek KFC sebagai pemimpin pasar restoran cepat saji di negara
ini. Ekspansi jaringan restoran terus diupayakan supaya bisa hadir dekat dengan konsumen, baik di
kota-kota metropolitan yang sarat persaingan maupun di kota-kota di daerah tingkat II. Sejak empat
tahun terakhir, FAST lebih berfokus pada pembukaan gerai bertipe free-standing (gerai yang berada
di bangunan yang berdiri sendiri) yang memberikan fleksibilitas yang lebih dalam jam operasi dengan
fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan dan selera konsumen.
Sejumlah gerai yang sudah dibuka sebelumnya direnovasi untuk memberikan tampilan baru yang lebih
segar dan modern sesuai dengan obyektif FAST. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2012, FAST
mengelola 441 gerai restoran di seluruh wilayah Indonesia.
96
Produk
Produk-produk utama FAST, Colonel’s Original Recipe dan Hot & Crispy, tetap menjadi produk ayam
goreng paling disukai di antara semua merek restoran cepat saji di seluruh Indonesia, yang konsisten
dinilai sebagai ayam goreng paling enak versi berbagai survei konsumen di Indonesia. Produk-produk
FAST dikelompokkan dalam beberapa kategori, antara lain Menu Goceng, Menu Praktis, dan menu
paket kombinasi lainnya. Untuk kategori Menu Goceng, dimana setiap produk dihargai Rp5.000,-,
terdapat lebih dari 10 produk bernilai tinggi dimana Mocha Float dan OR Burger Deluxe adalah produk
dengan penjualan tertinggi. Untuk memberikan keragaman pada kategori Menu Goceng, pilihan menu
diganti dari waktu ke waktu untuk disesuaikan dengan selera konsumen. Kategori lainnya yaitu: Menu
Praktis, yang terdiri atas produk-produk untuk dipesan bawa dan dikonsumsi dengan mudah dalam
perjalanan, seperti: Colonel Burger, Twister, Colonel Yakiniku, dan lain-lain.
Untuk menambahkan variasi menu paket kombinasi dengan harga terjangkau bernilai tambah, Super
Panas dan KFC Attack terus ditawarkan. Sebagai pelengkap produk-produk utama ini, juga tersedia
produk-produk yang disesuaikan dengan selera lokal, antara lain: Perkedel, Nasi, Salad, dan Sup
KFC. Selain itu, pada tahun 2011, FAST mulai terus menerus mengembangkan KFC Coffee, sebagai
layanan baru di semua gerai KFC bertipe free-standing, menyajikan rangkaian produk kopi berkualitas,
disajikan panas maupun dingin, dilayani di counter terpisah dengan ruangan duduk tersendiri untuk
para pecinta kopi. Untuk menarik konsumen pada jam-jam sepi, FAST juga mengenalkan minuman
bernama Krushers dengan aneka pilihan rasa.
SDM
FAST mempunyai 17.004 karyawan tetap pada tanggal 31 Desember 2012 yang tersebar di kantor
pusat dan seluruh gerai restoran yang yang tersebar di 32 dari 33 propinsi, di lebih dari 95 kota-kota di
seluruh Indonesia.
Manajemen Mutu
FAST selalu memonitor kondisi pasar dan citra merek KFC secara keseluruhan, serta mendapatkan
respons dari konsumen tentang kualitas produk, layanan, dan fasilitas melalui survei rutin yang disebut
dengan Brand Image Tracking Study (BITS), yang dilakukan oleh agensi survei independen. BITS adalah
survei untuk mengetahui persepsi konsumen dan citra merek KFC, diukur bersama dengan merek
utama lainnya dalam industri restoran cepat saji. Hasil dari BITS menunjukkan KFC secara konsisten
masih menempati posisi tertinggi “paling diingat” oleh konsumen untuk Top of Mind Awareness. Pada
tahun 2011, FAST dengan konsisten memimpin dalam porsi kunjungan terbesar dibandingkan dengan
merek restoran cepat saji utama lainnya. Sebagai pelengkap survei ini, untuk tujuan perbandingan
dan kalibrasi, dua jenis survei lainnya dilakukan, CHAMPS Management System (CMS) dan CHAMPS
Excellence Review (CER), masing-masing oleh agensi survei independen lain dan Departemen QA.
CMS adalah survei untuk menilai langsung kualitas produk, layanan, dan fasilitas yang tersedia di KFC
dibandingkan dengan yang diharapkan, sementara CER adalah survei untuk mengkalibrasi apa yang
telah dilakukan dan dibandingkan dengan prosedur standar, dan mulai tahun 2011, hasil-hasil CER
dikirimkan secara elektronik kepada pemilik waralaba KFC di Indonesia.
Sertifikasi
FAST telah memperoleh Sertifikasi Halal dari MUI.
FAST dinilai telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dan mendapatkan
sertifikasi dari Badan Sertifikasi SGS, akreditasi yang diperoleh yaitu KAN, UKAS dan ANAB. Masa
berlaku sertifikat ISO 9001:2008 yaitu 3 tahun, dengan 6 bulan sekali dilakukan surveillance. Keberhasilan
sertifikasi ini merupakan bentuk komitmen manajemen dan seluruh karyawan FAST dalam rangka
meningkatkan kepuasan pelanggan dan perbaikan yang berkesinambungan. Oleh sebab itu, untuk
selalu melakukan peningkatan berkesinambungan, implementasi dan sertifikasi ISO 9001:2008 akan
dilakukan secara nasional oleh FAST dan diharapkan akan memberikan dampak yang positif dalam
kinerja seluruh karyawan FAST. Implementasi dan Sertifikasi ISO 9001:2008 secara nasional akan
dilakukan secara bertahap, dan pada tahun 2013 FAST berencana akan menambah lingkup sertifikasi
diantaranya KFC Kemang, KFC Salemba, KFC Alam Sutera, KFC Adityawarman, KFC Ahmad Yani,
RSC Surabaya dan Gudang Surabaya
97
Penghargaan
Kinerja Perseroan dari segi pertumbuhan penjualan menjadikannya salah satu yang terbaik di pasar
regional KFC se-Asia selama dua tahun berturut-turut, dengan rata-rata 18,7% pada 2010 dan 13,8%
pada 2011, dan Perseroan berharap akan terus mempertahankan posisi ini. Pengembangan merek
KFC secara terus menerus dengan berbagai strategi pemasaran yang inovatif, keunggulan operasional,
dan pertumbuhan dua digit yang konsisten dalam penjualan dan pengembangan restoran, telah
menganugerahi Perseroan berbagai penghargaan untuk fungsi-fungsi tertentu dari Yum! Asia Franchise
Pte Ltd. Pada tahun 2011, Perseroan menerima penghargaan Tiger untuk Customer Mania.
2.ROTI
ROTI merupakan sebuah perusahaan penanaman modal asing yang memproduksi beragam jenis
makanan roti dan saat ini telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan di industri roti yang memiliki
skala produksi besar dan menggunakan teknologi modern dalam proses pembuatan roti.
Kantor Pusat dan Pabrik
Kantor Pusat
:
Kawasan Industri MM2100, Jl. Selayar Blok
A9, Desa Mekarwangi, Cikarang Barat, Bekasi
17520 – Jawa Barat
Tel : (021) 89983876, 89844953
Fax : (021) 89844955
Pabrik Medan
Pabrik
Cikarang
:
Kawasan Industri Jababeka
Jl. Jababeka XII A, Blok W No.40-41
Cikarang, Bekasi 17530 - Jawa Barat
Tel : (021) 8935088
Fax : (021) 8935286, 8935473
Pabrik Palembang :
Jl. Kerani Amad RT. 38 RW. 08
Sukamoro, Talang Kelapa
Banyuasin, Palembang Sumatera Selatan
Tel : (0711) 5645454
Pabrik Makassar
Kawasan Industri Makassar
Jl. KIMA 10 Blok A No. 2 A
Makassar - Sulawesi Selatan
Tel : (0411) 514711, 515124
Fax : (0411) 513788
:
Kawasan Industri Medan Star
Jl. Pelita Raya I No. 8 -10
Lubuk Pakam KM 19.5
Medan - Sumatera Utara
Tel : (061) 7945828, 7945829
Fax : (061) 7945830
Kawasan Industri Jababeka
Jl. Jababeka XVII B, Blok U No.33
Cikarang, Bekasi 17530 - Jawa Barat
Tel : (021) 89840448
Kawasan Industri MM 2100
Jl. Selayar blok A9
Desa Mekarwangi, Cikarang Barat, Bekasi
17520 - Jawa Barat
Tel : (021) 89983876, 89844953
Fax : (021) 89844955
Pabrik
Pasuruan
:
Kawasan Industri PIER
Jl. Rembang Industri Raya No.28
Pasuruan 67152 - Jawa Timur
Tel : (0343) 740388
Fax : (0343) 740387
Pabrik
Semarang
:
Kawasan Industri Wijaya Kusuma
Jl. Tugu Wijaya III No.1
Semarang 50153 - Jawa Tengah
Tel : (024) 8660545
Fax : (024) 8660874
:
Fasilitas Produksi
ROTI memiliki 8 pabrik dan 24 lini produksi untuk kebutuhan produksinya yang berlokasi di Cikarang,
Cibitung, Pasuruan, Semarang, Medan, Palembang dan Makassar.
Sejak tahun 2007, ROTI menerapkan ERP (enterprise resources planning) dengan menggunakan
teknologi informasi - software SAP. Pengunaan SAP ini sangat berguna untuk mengintegrasikan semua
sistem dan prosedur yang ada mulai dari pengadaan bahan baku hingga produk dikirim ke toko. Dengan
program ini sekaligus bisa mengintegrasikan kondisi real time antar pabrik.
98
Produksi
Saat ini ROTI fokus dalam produksi roti tawar dan roti manis dengan merek Sari Roti dan Boti. Selain
itu ROTI juga mengembangkan produk kue dengan merek Sari Cake.
Brand Sari Roti dengan tagline iklan “Empuk Bergizi Lezat Berisi” mengusung moto 3 H yaitu Hygiene,
Healthy, dan Halal serta aman dikonsumsi. Oleh karenanya ROTI sangat peduli dengan aktivitasaktivitasnya untuk mempertahankan moto tersebut. Semua produk ROTI memiliki sertifikat halal yang
secara berkala diperbaharui. Hal ini penting karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah umat
Islam.
Pada tahun 2012, kapasitas produksi ROTI sekitar tiga juta pieces per hari. Jumlah ini meningkat
sekitar 76% dibanding tahun 2011 sekitar 1,8 juta pieces per hari. Sampai dengan saat ini ROTI telah
memproduksi 11 varian roti tawar, 26 varian roti manis, dan tiga varian cakes.
Sebagai produsen roti nasional, seluruh produk ROTI telah terdaftar di BPOM dan telah mendapatkan
sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. ROTI sangat memperhatikan kualitas
produksi dengan menerapkan GMP (Good Manufacturing Practice), SSOP (Sanitation Standard
Operating Procedure), dan HACCP (HazardAnalysis and Critical Control Point).
Pemasaran dan Promosi
Dalam rangka pengembangan pangsa pasar, ROTI terus mengembangkan sistem pemasaran
dan memperluas area jangkauan distribusi. Berbagai kegiatan promosi pun dilakukan secara
berkesinambungan untuk meningkatkan penjualan produk dan semakin mendekatkan Sari Roti di hati
dan pikiran masyarakat.
Guna meningkatkan brand awareness produk, ROTI melakukan aktivitas promosi baik “above the line”
maupun“below the line”. ROTI melakukan pemasaran melalui media televisi, radio, media cetak, dan
melakukan kegiatan-kegiatan promosi lainnya seperti sponsorship, pameran dan lainnya. Dalam hal ini,
ROTI menitikberatkan kepada aktivitas below the line dimana salah satunya adalah program factory
visit yang dilakukan secara rutin dari hari Senin-Jumat.
ROTI mengikuti program sponsorship di beberapa acara televisi pada bulan Ramadhan, seperti
Ngabuburit, Waktunya Kita Sahur, Oase Ramadhan, serta filler Cook Vaganza yaitu program demo
memasak sajian untuk berbuka puasa yang menggunakan roti sebagaibahan dasar. Promosi juga
dilakukan melalui billboard dan branding pada KRL Jabodetabek pada gerbong khusus wanita.
ROTI pun aktif menyelenggarakan kegiatan below the line dengan mengikuti sejumlah kegiatan, di
antaranya Pekan Raya Jakarta, Parenting Seminar & Cooking Class Sari Roti. Beragam kegiatan yang
ditujukan untuk anak-anak juga dilakukan oleh ROTI, yaitu Bobo Fair 2012 yang diselenggarakan di
Jakarta dan Surabaya, serta Kalbe Science Junior Fair yang diselenggarakan pada September 2012.
Selain itu, ROTI bekerja sama dengan Kidzania Jakarta dengan membuka Bread House Sari Roti. ROTI
juga membuka kios Sari Roti di beberapa tempat wisata terutama pada hari-hari libur.
Sebagai salah satu usaha untuk memberikan informasi yang bermanfaat kepada konsumen, pada tahun
2012, ROTI bekerja sama dengan ahli gizi untuk membagi informasi seputar makanan dan asupan gizi
yang tepat serta mengenai kesehatan secara umum.
Kegiatan promosi lain yang dilaksanakan selama tahun 2012 antara lain:
• Paket Liburan ke Disneyland Hongkong dan Macau,
• Promo Paket Buka Puasa Praktis Sari Roti,
• Xia Junsu 1st Asia Tour Jakarta,
• Snowbay Concert 3rd Anniversary.
Penjualan
Saluran distribusi produk ROTI dapat dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu:
• Modern channel, yaitu minimarket, supermarket dan hypermarket.
• Traditional channel, yaitu pedagang roti keliling dari rumah ke rumah serta toko-toko kelontong
(toko P&D)
99
•
Institution, yaitu sebagai bahan baku untuk produk makanan lainnya.
Masa berlaku produk ROTI selama 5 hari. Namun, untuk menjaga kesegaran produk, ROTI melakukan
penarikan atas produk-produk yang telah berumur 4 hari. Produk yang kadaluarsa ditarik oleh Bagian
Distribusi dari pelanggan dan diterima di gudang produk kadaluarsa beserta dokumen penarikannya.
Kemudian produk tersebut dihancurkan dengan mesin pencacah dan dijual kepada pengumpul untuk
digunakan sebagai makanan ternak. Produk yang cacat dalam produksi dipisahkan dari produk lainnya,
kemudian dijual kepada pengumpul bersama dengan produk-produk kadaluarsa yang ditarik oleh
Bagian Distribusi.
Kekuatan ROTI terletak pada keterpaduan (integrasi) operasi dalam cara kerja yang saling melengkapi
dalam tiap bagian perusahaan serta bekerja sama dengan pemasok bahan baku dan pelanggan (supply
chain management) sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan.
Persaingan Usaha
Industri roti di Indonesia terdiri dari:
• Industri yang memproduksi secara massal, seperti kegiatan usaha ROTI;
• Industri rumah tangga (usaha kecil); dan,
• Industri toko roti (boutique bakery).
Ketiga industri tersebut seluruhnya memberikan pasokan produk roti untuk kebutuhan penduduk
Indonesia. Industri roti merupakan industri yang bersaing secara sempurna. Tren industri selama 5
tahun ke depan tetap berpotensi seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan kebutuhan
akan jenis makanan yang praktis, serta keanekaragaman makanan.
Sebagai industri yang bersaing secara sempurna, investor dapat masuk dan keluar dengan hambatan
yang tidak terlalu tinggi. Investor dapat masuk dengan memproduksi secara masal, melakukan usaha
kecil dan menengah atau membuka toko roti antara lain seperti industri toko roti dengan format waralaba
(franchising). Dalam hal ini, pesaing terdekat ROTI adalah perusahaan yang termasuk dalam industri
roti yang diproduksi secara massal dan private label (merk yang diproduksi oleh peritel).
Corporate Social Responsibility
Sebagaimana diatur dalam UUPT dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun
2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas, yang menyatakan bahwa
setiap perusahaan selaku subjek hukum mempunyai tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dapat
dilakukan di dalam maupun di luar Perseroan.
ROTI telah melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan antara lain memberikan bantuan
kepada korban bencana alam, pemberian kurban dalam acara Idul Adha, mudik gratis menjelang
lebaran, bakti sosial kesehatan dan lain sebagainya.
Penghargaan
ROTI kembali mendapatkan penghargaan Top Brand dan Top Brand for Kids untuk keempat kalinya
secara berturut-turut. ROTIberhasil menduduki urutan pertama dalam kategori makanan dan minuman
untuk roti tawar dengan nilai Top Brand Index (TBI) sebesar 71,1% pada penghargaan Top Brand
Award 2012, sementara pada Top Brand for Kids 2012, Perseroan meraih nilai TBI sebesar 74,5%.
Penghargaan ini didasarkan kepada survei yang dilakukan terhadap produk-produk di pasaran yang
dilaksanakan di delapan kota besar, yaitu Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Semarang, Surabaya,
Balikpapan dan Pekan Baru.
3.IDM
IDM bergerak di bidang penjualan eceran berbentuk minimarket. Kantor pusat IDM terletak di Jalan
Ancol 1 Nomor 9 – 10, Ancol Barat, Jakarta Utara, Jakarta, Indonesia.
Pada era tahun 1980, peningkatan daya beli konsumen telah menyebabkan pergeseran perilaku belanja
konsumen dari pasar tradisional ke pasar modern. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pusat
perbelanjaan modern yang dibuka di kota-kota besar.
100
Dengan mempertimbangkan hal tersebut dan dalam rangka menangkap peluang pasar yang ada, maka
IDM pada tahun 1988 membuka toko pertamanya di Ancol, Jakarta dengan nama Indomart. Berbeda
dengan pusat perbelanjaan lainnya, IDM lebih fokus pada penyediaan kebutuhan pokok dan sehari-hari.
Adanya himbauan pemerintah pada tahun 1997 untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar, maka IDM mengubah logo dari Indomart menjadi Indomaret, sehingga sampai saat ini IDM
dikenal dengan nama Indomaret.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memenuhi perijinan berdasarkan peraturan
yang berlaku.
Toko
Pada tahun 1997, IDM mulai memperkenalkan dan mengembangkan sistem waralaba untuk toko
Indomaret dengan toko waralaba pertama dibuka di Jakarta. Dalam perkembangannya, toko Indomaret
mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sampai dengan
tanggal 8 Mei 2013, IDM telah mengelola 7.611 toko yang terdiri dari 4.975 toko milik sendiri dan 2.636
toko yang dikelola dengan sistem waralaba.
Selain sebagai area penjualan, IDM juga menyewakan beberapa area strategis di ruangan toko seabgai
alat promosi kepada pihak ketiga baik produsen maupun pemasok, seperti penyewaan gondola dan floor
display. IDM juga menyewakan teras toko kepada pihak ketiga yang berkeinginan untuk berwirausaha
dengan ketentuan dan syarat yang ditetapkan oleh IDM.
Pusat Distribusi
IDM merupakan perusahaan perdagangan ritel yang fokus pada usaha minimarket sehingga harus
ditunjang dengan sistem distribusi yang baik. Sistem distribusi IDM menerapkan teknologi yang canggih
dengan menggunakan digital picking system yang memungkinkan IDM menjalankan distribusi dengan
andal, canggih dan efisien. Dukungan sumber daya manusia yang ahli di bidangnya, distribusi ke
seluruh toko Indomaret dapat terlayani dengan baik sehingga pusat distribusi Indomaret menjadi salah
satu yang terbaik di Indonesia.
Pada saat Prospektus ini diterbitkan, IDM memiliki 17 pusat distribusi. Pusat distribusi merupakan
sentral pengadaan produk Indomaret yang berlokasi di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Parung,
Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Jember, Malang, Lampung, Palembang, Medan,
Makassar dan Denpasar.
Barang-barang yang telah dibeli dari pemasok barang akan dipusatkan di pusat distribusi yang
kemudian akan disalurkan ke tiap-tiap toko yang berada dalam wilayah pusat distribusi tersebut. Proses
penyaluran yang efisien dan efektif merupakan merupakan tujuan utama dibentuknya pusat distribusi
kedalam 17 (tujuh belas) wilayah agar pasokan barang ke tiap-tiap toko dapat terjaga baik secara
kuantitas maupun secara kualitas.
Dari 17 (tujuh belas) pusat distribusi yang hingga kini beroperasi terdapat 8 (delapan) pusat distribusi
yang lahan dan bangunannya dimiliki oleh IDM, 8 (delapan) yang lahan dan bangunannya disewa dari
pihak lain dan 1 (satu) yang lahannya merupakan lahan pinjam pakai.
Tabel berikut menggambarkan rincian lokasi jaringan pusat distribusi (Distribution Center (“DC”)) IDM:
NO.
1.
WILAYAH DC
DC Bali
2.
DC Bandung
3.
DC Cirebon
ALAMAT
Jl. Raya Mengwi-Singaraja Br. Dinas Binong
Werdi
Jl. Jend. A. Yani No. 806, Kelurahan
Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong,
Bandung
Jl. Pangeran Antasari, Blok Petapan, RT.02,
RW.01, Desa Kejuden, Kec. Depok, Kab.
Cirebon
101
ALAS HAK/STATUS KEPEMILIKAN
Sewa berlaku hingga 30 Juni 2022
Sewa berlaku hingga 31 Desember 2015
Sewa belaku hingga 31 Januari 2021
NO.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
WILAYAH DC
DC Tangerang
ALAMAT
Jl. Raya Serang RT.03, RW.01 KM.09 No.1ª
,Desa Kadu, Kec. Curug, Kab. Tangerang
DC Bekasi
Jl. Jababeka Raya Blok A No. 6-15
RT.004/006, Desa Pasir Gombong, Kec.
Cikarang Utara, Kab. Bekasi
DC Jember
Jl. Pierre Tendean, No. 99 A Kel. Karangrejo,
Kec. Sumbersari, Kab. Jember
DC Palembang
Jl. Pangeran Ayin RT.005 RW.003 Kel.
Sukamaju, Kec. Sako, Palembang
DC Sentul
KP. Jembatan Hitam, Rt.03, RW.010, Desa
Cijujung, Kec. Sukaraja, Kab. Bogor
DC Bandar Lampung Jl. Tembesu, No. 8, Kel. Campang Raya, Kec.
T. Karang Timur, Bandar Lampung
DC Medan
Jl. Industri Dusun I No. 60, Desa Tanjung
Morawa – B, Kec. Tanjung Morawa, Kab. Deli
Serdang
DC Jogja
Jl. Ring Road Barat, Salakan, Trihanggo,
Gamping, Sleman, Daerah Istimewa
Yogyakarta
DC Surabaya
Jl. Jenggala no. 22, Desa Gedangan, Kec.
Gedangan, Kab. Sidoarjo
DC Parung
Jl. Pembangunan Raya, RT 01/02 No. 21A
Desa Gunungsindur, Kab. Bogor
DC Semarang
Jl. Tugu Industri I Kav. 2-4 (Kit Wijaya
Kusuma), kel. Randugarur, Kec. Tugu,
Semarang
15.
DC Jakarta
16.
DC Malang
17.
DC Makassar
Jl. Ancol Barat VIII/2, Kel. Ancol, Kec.
Pademangan, Jakarta Utara
Jl. Mayjend Sungkono, Kel. Wonokoyo, Kec.
Kedung Kandang, Kota Malang, Propinsi
Jawa Timur
Jl. Kima 10, Kav.A.5 dan A.5A, Makassar
ALAS HAK/STATUS KEPEMILIKAN
Sewa berlaku hingga 1 Februari 2025
Pinjam pakai tanah atas nama PT indomarco
Adi Prima sebagaimana termaktub dalam HGB
No. 24 / Pasirsari dan HGB No. 23 / Pasirsari
HGB No. 43/Karangejo berlaku hingga 20 Juni
2036
Sewa berlaku hingga 30 April 2021
Sewa berlaku hingga 2 Agustus 2020
HGB No. 930/C.R berlaku hingga 12 Desember
2026
HGB No. 801/Tanjung Morawa berlaku hingga
29 April 2029
HGB No. 437/Trihanggo berlaku hingga
23 Maret 2039
HGB No. 38/Gedangan berlaku hingga
28 Desember 2028
HGB No.181/Gunung Sindur berlaku hingga
23 November 2035
HGB No. 45/Randugarut, HGB
No. 51/Randugarut, HGB No. 52/Randugarut,
dan HGB No. 63/Randugarut berlaku hingga
24 September 2007
Sewa berlaku hingga 31 Desember 2015
HGB No. 451/Wonokoyo berlaku hingga 8 Mei
2029
Sewa berlaku hingga 3 Maret 2021
Seluruh DC IDM dilengkapi dengan peratalan dan teknologi yang modern yang mendukung pelaksanaan
fungsi DC sebagai pusat penerimaan dan pendistribusian barang kepada setiap toko IDM. Masingmasing DC mengirimkan barang kepada tiap-tiap toko secara teratur, efisien dan tepat waktu sesuai
dengan perhitungan akurat yang menjamin ketersediaan barang disetiap toko dan memastikan kualitas
barang-barang tersebut tetap terjaga.
Produk dan Jasa
Eksistensi dan perkembangan toko Indomaret didukung oleh tim merchandising dalam menangani
pemilihan, pengadaan dan pengembangan produk; kerja sama dengan lebih dari 1.000 mitra pemasok;
strategi penetapan harga yang tepat serta pengelolaan pemajangan produk.
Sesuai dengan moto ”mudah dan hemat”, toko Indomaret ditempatkan di lokasi-lokasi strategis sehingga
mudah dijangkau dan menyediakan lebih dari 9.000 produk makanan, non-makanan, kebutuhan pokok
dan produk segar dengan harga hemat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen.
Dengan sistem teknologi mutakhir, IDM terus berupaya menyediakan beragam produk dan jasa inovatif
yang sesuai dengan perkembangan gaya hidup untuk memastikan kemudahan, kenyamanan dan
kepraktisan konsumen dalam berbelanja.
IDM telah mengembangkan lebih dari 300 produk private label dengan harga ekonomis dan kualitas
prima yang memberikan nilai tambah bagi konsumen Indomaret, sedangkan dari segi layanan, IDM
telah mengembangkan berbagai layanan yang inovatif, antara lain:
• Indomaret Card
• ATM Indomaret
• Jak Card
• T Cash
• Western Union
• Pesan Antar Ambil Indomaret (PAAI).
102
Pemasok
IDM senantiasa memilih produk yang berkualitas dan dibutuhkan oleh konsumen dengan harga
terjangkau. Pertimbangan IDM dalam memilih pemasok adalah tingkat harga, kualitas produk dan
ketepatan waktu pengiriman dan penerimaan produk. Saat ini IDM telah menjalin kerjasama dengan
lebih dari 1.000 pemasok sehingga memberikan IDM keunggulan dalam variasi produk di tokonya
dibandingkan dengan pesaing usaha lainnya.
Waralaba
Bisnis waralaba kini telah menjamur di Indonesia. Perkembangannya yang pesat mengindikasikan
sebagai salah satu bentuk investasi yang menarik, sekaligus membantu pelaku usaha dalam memulai
suatu usaha sendiri dengan tingkat kegagalan yang rendah.
Sebagai strategi ekspansi yang melibatkan modal pihak lain, bisnis waralaba mau tidak mau harus
transparan dan konsepnya saling menguntungkan serta saling percaya di antara pewaralaba dengan
terwaralaba (franchisee). Minimal selama 5 tahun bisnis waralaba tersebut mampu membuktikan
sebagai perusahaan sehat, yang didukung oleh sistem dan format bisnis yang telah teruji.
Bidang usaha yang relatif stabil adalah bisnis ritel. Di Indonesia bisnis ini terus berkembang seirama
dengan kebutuhan penduduk yang jumlahnya terus meningkat. Salah satu bisnis ritel yang melayani
kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari adalah minimarket. IDM yang tetap konsisten berkecimpung
di bidang minimarket dikelola secara profesional dan dipersiapkan memasuki era globalisasi.
Pada tahun 1997 IDM memperkenalkan sistem kemitraan kepemilikan dan pengelolaan toko dengan
cara waralaba. Mitra usaha waralaba ini meliputi: koperasi, badan usaha dan perorangan. Sistem
waralaba Indomaret telah teruji keberhasilannya dengan diperolehnya penghargaan dari Presiden
Republik Indonesia sebagai Perusahaan Waralaba Nasional, pada tahun 2003. Program waralaba
Indomaret yang tidak rumit terbukti dapat diterima masyarakat. Bahkan, sinergi pewaralaba (Indomaret)
dan terwaralaba (masyarakat) ini merupakan salah satu keunggulan domestik dalam memasuki era
globalisasi.
Keuntungan Waralaba Indomaret:
• Transformasi Pengetahuan
Bergabung dengan Indomaret, akan banyak diperoleh pengetahuan bisnis toko modern dan
sekaligus menempatkan Anda sebagai pelaku bisnis.
• Potensi Pasar
Bantuan survey lokasi dari Indomaret akan memperkaya wawasan mengenai potensi dan strategis
tidaknya suatu lokasi.
• Tidak full time
Dukungan sistem operasional toko yang terintegrasi, membuat para investor tidak perlu terlibat
secara full time dalam operasional toko ataupun meninggalkan pekerjaan sebelumnya.
• Peluang Berkembang
Investor dapat memiliki lebih dari 1 (satu) unit toko dengan tingkat kesibukan yang sama dan dapat
diatur.
• Minimalisasi Risiko
Perencanaan matang, mulai survey lokasi sampai dengan pembukaan toko, kecepatan distribusi
dan kelengkapan barang dagangan, serta dukungan manajemen toko yang solid akan membantu
investor dalam menekan risiko kerugian.
Persaingan Usaha
Persaingan usaha di bisnis mini market tidak hanya sebatas dengan pemain di bisnis minimarket namun
juga bersaing dengan bisnis toserba, supermarket dan hypermarket.
Saat ini IDM bersaing secara langsung dengan Alfamart, Alfamidi, Yomart, Starmart, 7/11, Lawson,
Family Mart, dan Circle K.
103
Aspek-aspek utama dalam persaingan dibidang usaha perdagangan ritel adalah sebagai berikut:
• Harga
: penawaran harga murah sebagai alat persaingan;
• Pelayanan : memberikan pelayanan yang lebih baik;
• Kualitas
: menyediakan produk-produk yang bermutu; dan
• Promosi
: secara menarik dan berkesinambungan.
Persaingan yang semakin ketat dan tuntutan konsumen yang semakin kritis menyebabkan IDM dituntut
untuk lebih produktif dan berhati-hati dalam menjalankan kegiatan usahanya guna mempertahankan
pangsa pasar dan pendapatan IDM. Untuk mengantisipasi persaingan usaha tersebut, IDM telah
menjalankan langkah-langkah utama sebagai berikut:
• Menambah jumlah toko;
• Menanamkan persepsi ”mudah dan hemat”;
• Mengembangkan sistem waralaba;
• Meningkatkan mutu pelayanan;
• Melakukan promosi yang berkesinambungan;
• Menjalankan program loyalitas konsumen; dan
• Membina hubungan dengan pemasok.
Pemasaran dan Promosi
Target pasar IDM melalui toko Indomaret adalah semua kalangan masyarakat di Indonesia. Strategi
pemasarannya diintegrasikan dengan kegiatan promosi yang dijalankan secara berkala dengan
berbagai metode sesuai dengan jenis produk dan fokus target pasarnya.
Dalam rangka membuka toko baru, IDM cenderung untuk memilih lokasi yang dekat dengan perumahan,
perkantoran dan fasilitas umum berdasarkan pada prinsip IDM, yaitu ”mudah dan hemat”.
IDM memiliki strategi pemasaran dan promosi jangka pendek maupun jangka panjang untuk
mengantisipasi perkembangan kondisi pasar, persaingan usaha dan perubahan kebutuhan konsumen
dalam rangka pertumbuhan bisnis yang baik.
Strategi jangka pendek IDM antara lain:
1) Pemilihan produk yang tepat termasuk penawaran produk baru setiap minggu;
2) Penataan produk yang menarik dan mudah dicari;
3) Pengendalian tingkat ketersediaan produk agar tidak terjadi kekurangan atau kelangkaan produk
baik di pusat distribusi maupun di toko; dan
4) Kerjasama dengan pemasok dalam bentuk aktivitas promosi atau pemajangan produk.
Adapun untuk strategi jangka panjang IDM antara lain:
1) Pengembangan jaringan distribusi yang lebih terpadu sehingga melancarkan ketersediaan produk
di toko;
2) pengembangan jaringan promosi dimana konsumen melakukan untuk membeli di toko;
3) pemilihan toko yang strategis dan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan
konsumen; dan
4) pengembangan program loyalitas konsumen secara berkesinambungan.
Strategi pemasaran IDM tidak terlepas dari kegiatan promosi produk. IDM secara berkala menjalankan
program-program promosi dengan berbagai cara seperti memberikan harga khusus, undian berhadiah,
ataupun hadiah langsung untuk produk tertentu yang ditawarkan, antara lain sebagai berikut:
• ”Harga Heboh”: promosi mingguan yang memberikan harga sangat murah untuk produk-produk
kebutuhan sehari-hari.
• “Super Hemat”: leaflet edisi dua mingguan yang mempromosikan produk-produk dengan harga
hemat sebagai panduan bagi konsumen untuk belanja hemat.
• “Promosi Bulan Ini”: promosi bulanan atas produk tertentu dalam bentuk pemberian hadiah langsung
atau potongan harga.
104
Dalam upaya meningkatkan brand image sampai ke tingkat dunia, Indomaret berhasil menjadi ”Official
Event Store” (OES) Piala Dunia 2010 dengan menyisihkan peritel-peritel besar di Indonesia. Dengan
terpilihnya Indomaret sebagai OES oleh Global Brands Group - sebagai pemegang lisensi ekslusif FIFA
di seluruh dunia - maka Indomaret menjadi toko resmi yang menjual produk Piala Dunia 2010 serta
berhak menggunakan logo dan atribut Piala Dunia 2010 pada setiap kegiatan promosi di Indonesia.
Terpilihnya Indomaret sebagai OES merupakan keberhasilan yang berkaitan erat dengan pengalaman,
kemampuan dan luasnya jaringan Perusahaan sehingga menjadi yang terbaik di bidang usahanya.
Untuk 5 (lima) tahun ke depan, strategi pemasaran IDM melalui Indomaret fokus kepada:
• Diversifikasi dan Diferensiasi Bisnis
• Efektivitas Promosi; dan
• Brand Activation
Sistem Teknologi Informasi
Laju pertumbuhan toko Indomaret yang cepat dengan transaksi lebih dari 45 juta struk per bulan, dapat
terlaksana karena didukung oleh sistem teknologi informasi yang andal. Sistem tersebut terintegrasi
pada setiap point of sales (POS) kasir di semua toko yang mencakup sistem penjualan, persediaan,
dan penerimaan barang.
Teknologi di POS kasir tersebut sudah dirancang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan jumlah
toko dan transaksi pada masa depan.
Untuk mempercepat pelayanan dan kenyamanan berbelanja di kasir, Indomaret menggunakan pemindai
(scanner barcode), pembayaran dengan Indomaret Card, Jak Card, pembayaran debit dan penarikan
tunai dari berbagai bank.
Dalam bidang distribusi barang, Indomaret menerapkan Digital Picking System dan Tail Gate System
pada setiap pusat distribusinya. Kedua sistem ini mempercepat dan meningkatkan efisiensi proses
pengambilan barang dari rak penyimpanan dan pemuatan barang ke armada pengiriman maupun
penurunan barang di toko Indomaret.
Corporate Social Responsibility
1) Beasiswa, Renovasi Bangunan Sekolah dan Bantuan Pendidikan
IDM rutin memberikan beasiswa kepada siswa sekolah dasar yang berprestasi tetapi kurang
mampu. Tahun 2012 telah diberikan beasiswa kepada 1.700 siswa SD di 340 Sekolah Dasar.
Selain beasiswa, IDM turut membantu memberikan sarana belajar mengajar kepada sekolah untuk
meningkatkan prestasi anak didik sekolah bersangkutan. Bersamaan dengan pemberian beasiswa
kepada siswa SD, IDM setiap tahun juga melakukan renovasi bangunan dan sarana prasarana
pendidikan untuk Sekolah Dasar dan Pendidikan Anak Usia Dini.
2) Donasi Konsumen IDM untuk anak Indonesia melalui UNICEF
IDM mengajak pelanggan dan konsumen IDM untuk ikut membantu anak Indonesia dengan
mendonasikan uangnya melalui IDM bekerja sama UNICEF. Hasil penggalangan dana akan
digunakan untuk peningkatan gizi balita dan Pendidikan Anak Usia Dini.
3) Donor Darah
Donor darah di adakan rutin setiap 3 bulan sekali serentak di semua kantor wilayah operasi IDM.
Tahun 2012 peserta donor darah sejumlah 4.909 orang dan berhasil diambil darahnya sejumlah
3.704 orang. Selain karyawan Indomaret grup donor darah diikuti oleh warga sekitar IDM.
4) Laundry BNN LIDO
IDM memberikan peralatan mesin laundry dan pelatihan kepada BNN LIDO dengan tujuan untuk
melatih dan mempersiapakan para mantan pecandu narkoba yang telah menjalani rehabilitasi
agar siap bekerja kembali di tengah masyarakat setelah selesai menjalani masa rehabilitasi.
105
5) Festival Vocal Group Indomaret (FOGI) dan Lomba Gambar Anak Indomaret
Festival Vocal Group Indomaret merupakan bentuk kepedulian IDM pada anak Indonesia yang
berbakat pada bidang musik dan seni suara untuk menyalurkan bakatnya.
6) Mudik Bareng Indomaret
Sedikitnya 5.000 konsumen IDM diangkut dengan 100 bus mudik dari Jakarta menuju kota – kota
di Jawa Tengah pada Mudik Bareng Indomaret yang terakhir diadakan pada tanggal 15 Agustus
2012. Mudik Bareng Indomaret juga dilakukan di Surabaya menuju kota sekitar Jawa Tengah. Hal
ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam upaya mengurangi permasalahan mudik lebaran
tiap tahun.
7) Pengobatan Gratis
Bertempat di Kantor Kelurahan Kadujaya Kecamatan Curug, pada 9 Mei 2013 Indomaret melakukan
pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar. Selain pengobatan diberikan paket sembako untuk
membantu meringankan beban masyarakat yang ekonominya kurang mampu.
8) Jalan Sehat bersama Indomaret
a) Jalan sehat bersama Indomaret 20 Juni 2012 di Bumi Karawaci Tangerang;
b) Jalan sehat bersama Indomaret 15 Juli 2012 di Sudirman Indah Tangerang.
9) Bantuan Korban Banjir
IDM wilayah operasi Tangerang turut meringankan beban korban banjir dengan memberikan
bantuan bahan makanan, air minum dan obat-obatan kepada para korban banjir di beberapa lokasi
di: Kecamatan Cengkareng, Kecamatan Menceng, Kecamatan Ciwandan, Kecamatan Tiga Raksa,
Kecamatan Rangkas Bitung, Kecamatan Kragilan dan Kelurahan Kapuk.
Penghargaan
No.
1.
2.
Pihak Pemberi Penghargaan
PT Telkomsel
Retail Asia Pasific
3.
4.
5.
6.
Badan Narkotika Nasional
Majalah Elshinta
Superbrand
Kementerian Hukum & HAM
7.
8.
Majalah SWA
Majalah Info Franchise
9.
Majalah Info Franchise
10.
11.
Coca Cola
Gubernur DKI Jakarta
12.
13.
14.
15.
Suara Merdeka
Royal Prima Musikindo
AMI Award
AMI Award
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
AMI Award
PT XL Axiata Tbk
PT XL Axiata Tbk
PT Telkom Tbk (Flexy)
Grup Orang Tua
Kementerian Perhubungan RI
Superbrand
Gubernur DKI Jakarta
Penghargaan
Penghargaan dari PT Telkomsel atas Kerjasama selama 17 tahun
Retail Asia Pasific Top 500 Award 2012 Kategori Top 10 Retailers Award
– Bronze
Penghargaan atas Kepedulian Terhadap Pemberantasan Narkoba
Elshinta Award- Kategori The Giant Brand
Superbrand 2012 Kategori Minimarket
Penghargaan Hak Intelektual Indonesia ( Haki ) - Kategori 100% Piranti
Lunak Asli
Indonesia Original Brand 2012 Kategori Minimarket
The Fastest Growing Franchise & Business Opportunity 2011 Kategori
Bisnis Ritel Minimarket
The Franchise & Business Opportunity Market Leader 2011 Kategori
Bisnis Ritel Minimarket
Highest Sales Growth Achievement for 2011 (Indomaret & Indogrosir )
Penghargaan Apresiasi Lingkungan Hidup - Ritel Pengguna Kantong
Plastik Ramah Lingkungan yang Konsisten
Satria Brand Award - Pencapaian Tertinggi Kategori Minimarket
Platinum Award untuk Album Suara Emas Sang Juara
Anugerah Musik Indonesia Award 2011 Kategori Lagu Anak-anak Terbaik
Anugerah Musik Indonesia Award 2011 Kategori Produser Musik Lagu
Anak-Anak Terbaik
Anugerah Musik Indonesia Award 2011 Kategori Grup Anak
Best Non Traditional Dealer 2011
Best Dealer Performmance 2011
Best Retail Market Best Channel Award 2011
Mitra Tango Tahun 2011
Penghargaan Mudik Bareng Indomaret
Superbrand 2010-2011 Kategori Minimarket
Penghargaan Apresiasi Lingkungan Hidup - Ritel Pengguna Kantong
Plastik Ramah Lingkungan yang Konsisten
106
Tahun
2012
2012
2012
2012
2012
2012
2012
2012
2012
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2011
2010
2010
2010
No.
24.
25.
26.
27.
28.
Pihak Pemberi Penghargaan
World Choir Games
PT Indosat
SWA
Aprindo
Retail Asia Pasific
29.
Presiden Megawati
Penghargaan
Grand Champion World Choir Games Kategori POP, China
Indosat Award For Bangking Retail Partner
Top 250 Indonesian Original Brand 2009- Kategori Merek Korporat
Indonesian Retailers Award Kategori Best Total Store
Retail Asia Pasific Top 500 Award Tahun 2005 Kategori Top Retailer 2005
- Silver ( Intraco Group )
Perusahaan Waralaba Unggul 2003
Tahun
2010
2009
2009
2006
2005
2003
D. STRATEGI DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
Tinjauan Industri
Menurut Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan bergerak di kisaran sekitar
6,2%-6,6% pada tahun 2013, maka diharapkan akan mempengaruhi positif, pertumbuhan pada industri
barang konsumsi, makanan dan eceran. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus berkembang
dan tidak akan terpengaruh banyak oleh lingkungan global yang tidak menentu dipengaruhi oleh krisis
Eropa dan Amerika Serikat.
Inflasi (%)
PDB (%)
12,00%
8,00%
11,06%
10,00%
6,00%
6,35%
6,22%
6,01%
4,00%
6,49%
6,50% 6,50% 6,50%
6,23% 6,30% 6,40% 6,44%
8,00%
6,96%
6,00%
4,63%
6,05%
6,01%
4,00%
2,00%
2,00%
3,79%
5,33%
6,15%
5,28%
4,28%
5,27%
4,16%
2,78%
0,00%
0,00%
2007 2008 2009 2010 2011 2012 F2013F2014F2015F2016F2017F2018
2007 2008 2009 2010 2011 2012 F2013 F2014 F2015 F2016 F2017 F2018
Sumber : IMF, CEIC, BPS, diolah kembali per April tahun 2013
Sumber : IMF, CEIC, BPS, diolah kembali per April tahun 2013
Angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto selama lima tahun terakhir dan proyeksi selama lima tahun
ke depan (IMF, CEIC, BPS) menunjukkan perekonomian yang kuat dan didorong oleh menguatnya
konsumsi domestik.
Sementara itu, kebijakan ekonomi telah memberikan lingkungan ekonomi yang stabil untuk bisnis dapat
tumbuh dengan berkurangnya volatilitas dalam nilai tukar dan inflasi yang terkendali.
Indonesia merupakan negara dengan populasi penduduk terbesar ke-empat di dunia dengan mayoritas
penduduk yang relatif muda di bawah usia 30 tahun dan merupakan potensi pasar yang sangat besar.
Populasi (dlm jutaan)
PDB per kapita (dlm US dollars)
270
260
250
240
230
227
231
234
237
241
244
247
251
255
258
262
266
6.000
5.000
3.510 3.592
4.000
2.000
4.105
4.429
5.136
5.569
2.985
3.000
220
3.816
4.762
1.897
2.211 2.299
1.000
210
200
2007 2008 2009 2010 2011 2012 F2013 F2014 F2015 F2016 F2017 F2018
2007 2008 2009 2010 2011 2012 F2013 F2014 F2015 F2016 F2017 F2018
Sumber : IMF, CEIC, BPS, diolah kembali per April tahun 2013
Sumber : IMF, CEIC, BPS, diolah kembali per April tahun 2013
Selain itu, dengan meningkatnya pendapatan per kapita dan diperkirakan akan tetap meningkat pesat,
terutama pada segmen pendapatan menengah ke bawah yang memiliki jumlah populasi terbesar dan
merupakan pangsa pasar yang sangat menjanjikan untuk sektor yang memiliki eksposur di pangsa
pasar tersebut dimana dengan meningkatnya pendapatan di segmen pendapatan tersebut maka tingkat
konsumsi dan gaya hidup akan berubah dan mungkin akan lebih condong untuk mengkonsumsi produk
dan jasa yang lebih sehat dan kemasan lebih menarik yang ditawarkan oleh distribusi modern termasuk
minimarket, supermarket dan hypermarket termasuk minat untuk makan di restoran dan café.
107
Prospek & Strategi Usaha
Prospek pengembangan bisnis teknologi informasi, terutama jasa akses internet yang menjadi kegiatan
usaha Perseroan diperkirakan tidak akan membuahkan hasil yang berbeda jauh dengan kondisi
sekarang. Hal tersebut karena semakin meningkatnya persaingan di jasa akses internet, sumber daya
yang dimiliki Perseroan dan kondisi bisnis Perseroan saat ini, sehingga Perseroan merasa harus
menelaah kembali strategi dan perencanaan pengembangan bisnis dengan tujuan untuk memberikan
hasil usaha yang lebih menarik bagi para investor dan pemegang saham. Oleh karena itu, Perseroan
merencanakan untuk melepaskan kegiatan usaha jasa akses internet dan melakukan pengembangan
usaha di industri yang lebih baik prospeknya.
Dengan mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan prospek berbagai sektor yang ada, Perseroan
mengambil keputusan bahwa melakukan investasi di perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor
barang konsumsi dan ritel adalah salah satu bisnis yang menjanjikan. Perseroan melihat suatu peluang
usaha yang baik pada sektor barang konsumsi dan ritel Indonesia sebagai salah satu lahan bisnis yang
baik untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan di masa yang akan datang.
Pertumbuhan ekonomi yang baik, meningkatnya pendapatan masyarakat terutama segmen pendapatan
kelas menengah yang merupakan populasi mayoritas, perubahan gaya hidup, semakin beragamnya
barang konsumsi dan bertumbuhnya pusat-pusat perbelanjaan, perkantoran dan perumahan modern
mendukung berkembangnya sektor barang konsumsi dan ritel di Indonesia sehingga diharapkan
pertumbuhan bisnis di sektor tersebut memiliki prospek usaha yang baik.
Dalam jangka pendek, Perseroan akan fokus untuk mengelola investasinya di FAST, ROTI dan IDM,
sedangkan dalam jangka menengah dan panjang, Perseroan tetap mempertimbangkan kemungkinan
investasi baru yang menguntungkan baik di sektor yang sama maupun sektor lain yang dapat
memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
E. TATA KELOLA PERUSAHAAN (GOOD CORPORATE GOVERNANCE)
Tata kelola perusahaan yang baik menjadi fokus yang penting dalam kegiatan usaha Perseroan dan
dalam mencapai tujuan usaha. Hal ini dilakukan oleh Perseroan untuk meningkatkan kepercayaan dari
pelanggan, mitra usaha dan pemegang saham. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan sehat
dan berkesinambungan akan menjadi pedoman dalam menjalankan bisnis yang baik dan sehat pula.
Dewan Komisaris
Tugas dan wewenang Dewan Komisaris secara rinci dituangkan dalam anggaran dasar Perseroan yang
intinya bertugas untuk mengawasi jalannya Perseroan yang dilakukan oleh Direksi dan memberikan
nasihat serta masukan-masukan kepada Direksi. Sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar
Perseroan, Direksi dan setiap anggota Direksi wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala hal
yang ditanyakan oleh Komisaris.
Direksi
Tugas dan wewenang Direksi secara garis besar adalah bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan
kepengurusan Perseroan, mengelola Perseroan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya
sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan peraturan perundangan yang berlaku, menerapkan
manajemen risiko dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap kegiatan usaha
Perseroan.
Untuk semakin meningkatkan profesionalisme, Direksi senantiasa mengikuti program-profram seminar
maupun pelatihan sesuai dengan bidang masing-masing dan aktif dalam komunitas terkait.
Penetapan remunerasi pengurus dan pengawas Perseroan ditetapkan dalam RUPS.
108
Komite Audit
Komite Audit Perseroan terdiri dari 3 (tiga) orang yang diketuai oleh Komisaris Independen. Tugas
Komite Audit adalah membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugasnya dengan memberikan
pendapat profesional kepada Dewan Komisaris diantaranya melakukan penelaahan atas laporan
keuangan, penelaahan efektifitas pelaksanaan audit yang dilakukan oleh kantor akuntan publik,
penelaahan tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar
modal maupun peraturan perundang-undangan lainnya.
Ketua Komite Audit dijabat oleh H. Achmad Sofyan dengan anggota H. Parman Zuharman Djakaria dan
Moni Rejeki.
Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan bertugas antara lain mengikuti perkembangan pasar modal, khususnya
peraturan yang berlaku di pasar modal dan member masukan kepada Direksi untuk mematuhi ketentuan
pasar modal yang berlaku, memberikan pelayanan informasi yang berkaitan dengan kondisi Perseroan
kepada publik dan/atau pemegang saham dan sebagai penghubung antara Perseroan sebagai Emiten
dengan OJK dan masyarakat, menyiapkan daftar khusus tentang Direksi, Komisaris dan keluarganya
baik dalam Perseroan maupun yang berelasi meliputi kepemilikan saham, hubungan bisnis dan
peran lainnya yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dengan Perseroan dan fungsi lainnya.
Sekretaris Perusahaan Perseroan dijabat oleh Evensius Go.
Sistem Pengendalian Internal
Untuk meyakinkan bahwa suatu organisasi berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan rencana
yang sudah ditentukan, maka Perseroan menjalankan Sistem Pengendalian Internal untuk menjaga
bahwa segala sesuatunya telah berjalan sesuai dengan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan.
Perseroan memberlakukan Sistem Pengendalian Internal untuk memberikan jaminan kebenaran
informasi keuangan, efektifitas dan efisiensi proses pengelolaan Perseroan serta kepatuhan kepada
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
109
XI. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Berikut ini disajikan laporan posisi keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009
dan 2008 dan laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31
Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman &
Surja dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penyajian
kembali laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, dan laporan posisi keuangan Perseroan tanggal 1 Januari 2011/31 Desember
2010, melalui laporannya tertanggal 26 Maret 2013. Laporan keuangan Perseroan pada tanggal
31 Desember 2011 dan 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sebelum
penyajian kembali, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Krisnawan, Busroni, Achsin & Alamsyah
dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai laporan keuangan
Perseroan disusun dengan anggapan bahwa Perseroan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas
yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan penerapan Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011, baik
secara prospektif maupun restrospektif, melalui laporannya tertanggal 15 Maret 2012. Laporan keuangan
Perseroan tanggal 31 Desember 2009 dan tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sebelum penyajian
kembali, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Drs. Krisnawan, Ak. dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai Perseroan akan melanjutkan operasinya sebagai
entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, kondisi ekonomi dan
tindakan yang ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen Perseroan untuk meningkatkan
kondisi keuangan tersebut dan mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)
tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2011, baik secara prospektif maupun retrospektif,
melalui laporannya tertanggal 12 April 2010. Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2008
dan tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sebelum penyajian kembali, telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Drs. Eddy Sutjahjo, Ak. MM dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf
penjelasan mengenai Perseroan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan
untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, dan pengungkapan kondisi ekonomi dan tindakan
yang ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen Perseroan untuk meningkatkan kondisi
keuangan tersebut, melalui laporannya tertanggal 25 Maret 2009.
Laporan Posisi Keuangan
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain – pihak ketiga
Pajak pertambahan nilai dibayar di muka
Biaya dibayar di muka
Uang muka
Total Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Aset tetap, neto
Aset pajak tangguhan, neto
Piutang pihak berelasi
Total Aset Tidak Lancar
TOTAL ASET
2012
2011*)
1.107
818
9
1.719
17
11
20
2.883
13.731
207
13.938
16.821
110
31 Desember
2010*)
2009*)
2008*)
587
90
1.674
84
1.052
32
53
243
2.282
385
248
29
247
114
1.610
132
243
115
693
1.273
3.240
275
5.189
14.278
149
14.427
16.709
14.808
75
14.883
16.493
14.930
41
14.971
16.244
12.217
854
2.500
15.571
20.760
Keterangan
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIabilitas Jangka Pendek
Utang pihak-pihak berelasi
Utang usaha – pihak ketiga
Utang lain-lain – pihak ketiga
Beban akrual
Utang pajak
Pendapatan diterima di muka
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Utang jangka panjang lainnya yang jatuh
tempo dalam waktu satu tahun
Total Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang lainnya, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang
Total Liabilitas Jangka Panjang
TOTAL LIABILITAS
Ekuitas
Modal saham
Tambahan modal disetor
Defisit
Ekuitas Neto
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
*)
2012
2011*)
1.360
1.444
3
376
132
18
1.359
845
3
1
1.388
2
8
9
3.342
31 Desember
2010*)
2009*)
2008*)
1.180
229
2.377
183
968
36
244
396
2.359
339
-
8.786
2.564
-
35
3.641
31
4.000
4.342
11.350
778
778
4.120
10
577
587
4.228
45
439
484
4.484
342
342
4.684
11.350
46.000
(2.325)
(30.974)
12.701
16.821
46.000
(2.325)
(31.194)
12.481
16.709
46.000
(2.325)
(31.666)
12.009
16.493
46.000
(2.325)
(32.115)
11.560
16.244
46.000
(2.325)
(34.265)
9.410
20.760
disajikan kembali
Laporan Laba Rugi Komprehensif
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan
Pendapatan
Beban pokok pendapatan
Laba bruto
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Pendapatan operasi lainnya
Beban operasi lainnya
Laba usaha
Biaya keuangan
Laba sebelum pajak penghasilan
Beban pajak penghasilan, neto
Laba tahun berjalan
Pendapatan komprehensif lain
Total laba komprehensif tahun berjalan
Laba per saham dasar (Rupiah penuh)
*)
2012
13.928
8.557
5.371
(103)
(4.680)
48
(283)
353
(3)
350
(129)
221
221
1,20
disajikan kembali
111
2011*)
18.372
13.615
4.757
(55)
(3.884)
103
(187)
734
(7)
727
(255)
472
472
2,56
31 Desember
2010*)
16.425
11.585
4.840
(10)
(4.255)
64
(13)
626
(7)
619
(170)
449
449
2,44
2009*)
16.035
11.469
4.566
(33)
(4.286)
22
(26)
243
243
(54)
189
189
1,03
2008*)
15.995
10.685
5.310
(61)
(4.623)
138
(419)
345
(120)
225
(147)
78
78
0,42
Rasio Keuangan Penting
Keterangan
Rasio Pertumbuhan (%)
Pendapatan
Laba bruto
Laba usaha
Laba tahun berjalan
Total aset
Total liabilitas
Ekuitas neto
31 Desember dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut
2012
2011*)
2010*)
2009*)
2008*)
-24,19
12,90
-51,95
-53,20
0,67
-2,57
1,77
11,85
-1,71
17,37
5,19
1,31
-5,70
3,93
2,43
5,99
157,41
137,70
1,53
-4,27
3,88
0,25
-14,00
-29,50
142,75
-21,75
-58,73
22,85
3,83
-42,92
59,69
-64,00
-9,24
38,18
-35,80
Rasio Usaha (%)
Laba bruto/pendapatan
Laba tahun berjalan/pendapatan
Laba bruto/rata-rata ekuitas
Laba tahun berjalan/rata-rata ekuitas
Laba bruto/rata-rata aset
Laba tahun berjalan/rata-rata aset
0,39
0,02
0,42
0,02
0,32
0,01
0,26
0,03
0,38
0,04
0,28
0,03
0,29
0,03
0,40
0,04
0,29
0,03
0,28
0,01
0,40
0,02
0,28
0,01
0,33
0,00
0,56
0,01
0,26
0,00
Rasio Keuangan (%)
Total aset lancar/liabilitas jangka pendek
Total liabilitas/total aset
Total liabilitas/ekuitas neto
0,86
0,24
0,32
0,63
0,25
0,34
0,40
0,27
0,37
0,29
0,29
0,41
0,46
0,55
1,21
*)
disajikan kembali
Perseroan tidak memiliki perjanjian utang sehingga tidak terdapat pengungkapan rasio-rasio yang
dipersyaratkan dalam perjanjian utang.
112
XII. EKUITAS
Tabel berikut ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan yang disajikan berdasarkan laporan posisi
keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 2011, 2010, 2009 dan 2008. Laporan keuangan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Purwantono, Suherman & Surja dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf
penjelasan mengenai penyajian kembali laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2011 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan laporan posisi keuangan Perseroan tanggal
1 Januari 2011/31 Desember 2010, melalui laporannya tertanggal 26 Maret 2013. Laporan keuangan
Perseroan pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal tersebut sebelum penyajian kembali, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Krisnawan,
Busroni, Achsin & Alamsyah dengan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan
mengenai laporan keuangan Perseroan disusun dengan anggapan bahwa Perseroan akan melanjutkan
operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan
penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tertentu yang berlaku efektif sejak tanggal
1 Januari 2011, baik secara prospekstif maupun restrospektif, melalui laporannya tertanggal 15 Maret
2012.
(dalam jutaan Rupiah)
31 Desember
Keterangan
Ekuitas
Modal saham
Tambahan modal disetor
Defisit
Ekuitas Neto
*)
2012
2011*)
2010*)
46.000
(2.325)
(30.974)
12.701
46.000
(2.325)
(31.194)
12.481
46.000
(2.325)
(31.666)
12.009
disajikan kembali
Selain yang telah disebutkan di atas, setelah tanggal laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 hingga Prospektus ini diterbitkan, tidak ada lagi perubahan
struktur permodalan yang terjadi.
Perseroan telah mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada OJK melalui surat No. 033/FA-DI/04/2013
pada tanggal 22 April 2013 dalam rangka PUT I dengan penerbitan HMETD kepada pemegang saham
sebanyak 14.000.000.000 (empat belas miliar) Saham Baru dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus
lima puluh Rupiah) setiap saham. Setiap pemegang 23 (dua puluh tiga) Saham Lama yang namanya
tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal 5 Juni 2013 pukul 16.00 WIB berhak atas 1 (satu) HMETD,
dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak
1.750 (seribu tujuh ratus lima) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah)
setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan dan Pembelian
Saham. Jumlah saham yang ditawarkan dalam PUT I adalah sebanyak 14.000.000.000 (empat belas
miliar) saham yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di BEI dengan
memperhatikan perundangan yang berlaku.
113
Berikut adalah tabel proforma ekuitas pada tanggal Iaporan Keuangan terakhir dengan asumsi bahwa
perubahan struktur permodalan yang terjadi setelah tanggal Laporan Keuangan terakhir (PUT I), telah
terjadi pada tanggal laporan keuangan.
(dalam jutaan Rupiah)
Uraian
Modal
Ditempatkan dan
Disetor Penuh
Posisi ekuitas menurut laporan keuangan per
tanggal 31 Desember 2012
PUT I sebanyak 14.000.000.000 Saham
Baru dengan nilai nominal Rp250,- setiap
saham, dengan Harga Pelaksanaan Rp500,setiap saham
Proforma ekuitas pada tanggal 31 Desember
2012 setelah PUT I
*)
Tambahan Modal
disetor*)
Saldo Laba
(Defisit)
Jumlah Ekuitas
46.000
(2.325)
(30.974)
12.701
3.500.000
3.482.875
-
6.982.875
3.546.000
3.480.550
(30.974)
6.995.576
Termasuk estimasi biaya emisi sebesar Rp17.125 juta
114
XIII. KEBIJAKAN DIVIDEN
Seluruh saham Perseroan yang telah ditempatkan, termasuk saham yang akan ditawarkan dalam
rangka PUT I ini mempunyai hak yang sama dan sederajat atas dividen. Sesuai dengan Anggaran Dasar,
pembayaran dividen harus disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan tetap memperhatikan
posisi keuangan Perseroan.
Penentuan jumlah dan pembayaran dividen tersebut, jika ada, akan bergantung pada rekomendasi dari
Direksi Perseroan dan beberapa faktor yang memperhatikan dan mempertimbangkan tingkat kesehatan
keuangan Perseroan, tingkat kecukupan modal, kebutuhan dana Perseroan untuk ekpansi usaha lebih
lanjut, tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain
sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
Pada saat ini, manajemen Perseroan merencanakan rasio pembagian dividen, apabila terdapat
surplus kas dari kegiatan operasional setelah dana tersebut disisihkan untuk dana cadangan, kegiatan
pendanaan, rencana pengeluaran modal serta modal kerja Perseroan, sebesar-besarnya 10% (sepuluh
persen) dari laba bersih Perseroan setelah pajak mulai tahun buku 2014 untuk setiap tahunnya.
Perseroan hanya akan membayar dividen dari laba bersih berdasarkan hukum di Indonesia dan akan
membayarkan dividen secara tunai, jika ada, dalam mata uang Rupiah.
Riwayat Pembagian Dividen
Perseroan tidak pernah membagikan dividen sejak IPO tahun 2000 disebabkan karena kondisi keuangan
Perseroan yang belum memungkinkan untuk dapat membagikan dividen.
115
XIV. PERPAJAKAN
Pajak Penghasilan atas dividen saham dikenakan sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku. Berdasarkan Undang-Undang No.36 Tahun 2008 (berlaku Efektif 1 Januari 2009) tentang
Perubahan Keempat Atas Undang-Undang No.7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, penerima
dividen atau pembagian keuntungan yang diterima oleh perseroan terbatas sebagai wajib pajak dalam
negeri, koperasi, yayasan atau organisasi sejenis atau Badan Usaha Milik Negara, atau Badan Usaha
Milik Daerah, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di
Indonesia juga tidak termasuk sebagai objek pajak penghasilan sepanjang seluruh syarat-syarat di
bawah ini terpenuhi:
1. Dividen berasal dari saldo laba; dan
2. Bagi Perseroan Terbatas, badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah yang menerima
dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% (dua puluh
lima persen) dari jumlah modal yang disetor.
Lebih lanjut dalam penjelasan pasal 4 ayat (3) huruf f di atas juga ditegaskan bahwa dalam hal penerima
dividen atau bagian laba adalah Wajib Pajak selain badan-badan tersebut di atas, seperti orang pribadi
baik dalam negeri maupun luar negeri, firma, Perseroan komanditer, yayasan dan organisasi sejenis
dan sebagainya, maka penghasilan berupa dividen atau bagian laba tersebut tetap merupakan objek
pajak.
Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.651/KMK.04/1994 tanggal 29
Desember 1994 tentang “Bidang-Bidang Penanaman Modal Tertentu Yang Memberikan Penghasilan
Kepada Dana Pensiun Yang Disetujui Menteri Keuangan Republik Indonesia Tidak Termasuk
Sebagai Objek Pajak Penghasilan”, maka penghasilan yang diterima atau diperoleh Dana Pensiun
yang pendiriannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berupa
dividen dari saham pada Perseroan Terbatas yang tercatat di BEI, tidak termasuk sebagai Objek Pajak
Penghasilan.
Adapun penghasilan yang diterima atau diperoleh wajib pajak berupa dividen merupakan objek
pemotongan pajak yang dipotong oleh pihak yang wajib membayarkannya dari jumlah bruto sesuai
dengan peraturan yang disebutkan di atas adalah sebagai berikut:
1. Sebesar 10% dan bersifat final apabila penerima dividen adalah wajib pajak orang pribadi dalam
negeri (Pasal 17 ayat 2c UU PPh No.36/2008 dan Peraturan Pemerintah RI No.19/2009);
2. Sebesar 15% apabila penerima dividen adalah wajib pajak dalam negeri (selain wajib pajak orang
pribadi namun apabila Wajib Pajak yang menerima atau memperoleh dividen tidak memiliki Nomor
Pokok Wajib Pajak, besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% (seratus persen) atau
sebesar 30% dari penerimaaan brutonya (PPh Pasal 23 Ayat (1) huruf a dan Ayat (1a) UU PPh
No.36/1998);
Pemotongan pajak sebagaimana dimaksud oleh pasal 23 pada ayat (1), antara lain tidak dilakukan
atas dividen yang diberikan kepada Wajib Pajak dalam negeri sebagai berikut:
- Dividen yang dibayar kepada bank yang berkedudukan di Indonesia
- Dividen yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat 4 ayat
(3) huruf f, sebagaimana tersebut di atas;
- Dividen yang dibayarkan kepada Dana Pensiun yang pendiriannya telah mendapat pengesahan
dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dari saham pada Perseroan Terbatas yang tercatat
di BEI.
3. Sebesar 20% atau tarif sesuai dengan perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) apabila
penerima dividen adalah wajib pajak luar negeri. Tarif sesuai P3B dikenakan dalam hal pembayaran
dilakukan kepada mereka yang merupakan penduduk dari suatu Negara yang telah menandatangani
suatu perjanjian penghindaran pajak berganda dengan Indonesia, dengan memenuhi pasal 26
Undang-Undang No.36 Tahun 2008.
116
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.41 tahun 1994 tentang Pajak Penghasilan
atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di BEI, juncto Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No.14 tahun 1997 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No.41 tahun 1994 tentang
Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan Saham di BEI dan Surat Edaran Direktorat
Jendral Pajak No.SE-07/PJ.42/1995 tanggal 21 Februari 1995 perihal Pengenaan Pajak Penghasilan
atas Penghasilan Transaksi Penjualan Saham di BEI (seri PPh Umum No.3 juncto SE-06/PJ.4/1997
tanggal 20 Juni 1997 perihal Pelaksanaan Pemungutan PPh atas Penghasilan dari Transaksi Penjualan
Saham di BEI, telah ditetapkan sebagai berikut:
1. Atas penghasilan yang yang diterima atau diperoleh oleh orang pribadi dan badan dari transaksi
penjualan saham di BEI dipungut pajak penghasilan sebesar 0,1% (satu per seribu) dari jumlah
bruto nilai transaksi penjualan dan bersifat final. Penyetoran pajak penghasilan yang terutang
dilakukan dengan cara pemotongan oleh penyelenggara BEI melalui perantara pedagang efek
pada saat pelunasan transaksi penjualan saham.
2. Pemilik saham pendiri dikenakan tambahan pajak penghasilan yang bersifat final sebesar 0,5%
(lima per seribu) dari nilai saham perusahaan pada saat Penawaran Umum Perdana.
3. Pemilik saham diberikan kemudahan untuk memenuhi kewajiban pajaknya berdasarkan
perhitungan sendiri sesuai dengan ketentuan di atas. Dalam hal ini, pemilik saham pendiri untuk
kepentingan perpajakan dapat menghitung final atas dasar anggapannya sendiri bahwa sudah ada
penghasilan. Penyetoran tambahan pajak penghasilan dilakukan oleh Perseroan atas nama pemilik
saham pendiri dalam jangka waktu selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah saham tersebut
diperdagangkan di BEI. Namun apabila pemilik saham pendiri tidak memanfaatkan kemudahan
tersebut, maka penghitungan pajak penghasilannya dilakukan berdasarkan tarif pajak penghasilan
yang berlaku umum sesuai pasal 17 Undang-Undang No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 1994.
PEMENUHAN PERPAJAKAN PERSEROAN
Sebagai perusahaan publik, Perseroan taat kepada aturan perpajakan yang berlaku, diantaranya
Undang-Undang No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP)
sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 28 Tahun 2007 dan Undang-Undang No. 7 Tahun
1983 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh) sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 36 Tahun
2008.
Sehubungan dengan pemenuhan pajak penghasilan, maka Perseroan telah menghitung, menyetor dan
melaporkan Pajak Penghasilan (PPh) Badan setiap tahunnya melalui Surat Pemberitahuan (SPT) PPh
Badan sesuai dengan aturan perpajakan yang berlaku. Pelaporan SPT PPh Badan Terakhir adalah
tahun 2012, dimana berdasarkan SPT PPh Badan Tahun 2012 tersebut, Perseroan telah memberikan
kontribusi PPh Badan sebesar Rp142 juta.
CALON PEMBELI SAHAM DALAM PUT I INI DIHARAPKAN UNTUK BERKONSULTASI DENGAN
KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL
DARI PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM YANG DIBELI MELALUI PUT
I INI.
117
XV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang berperan dalam PUT I ini adalah sebagai berikut:
Konsultan
Hukum
:
DNC Advocates at Work
Permata Kuningan, Penthouse Floor
Jl. Kuningan Mulia Kav. 9C
Jakarta 12980
Telepon: (62 21) 8370 7777
Faksimili: (62 21) 8370 7771
Nama STTD
: Arie Armand
Nomor STTD
: 27/BL/STTD-KH/2007
Tanggal STTD
: 27 Februaru 2007
Keanggotaan Asosiasi
:Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal
(HKHPM)
No. Asosiasi
: 200712
Pedoman Kerja
: Standar Profesi Konsultan Hukum Pasar Modal
Lampiran dari Keputusan Himpunan Konsultan
Hukum Pasar Modal No. Kep 01/HKHPM/2005
tanggal 18 Februari 2005
Berdasarkan Surat Penawaran/Penunjukkan:
No. DNC/104-632-617/13/II/072 tertanggal 14 Febuari 2013.
Tugas Pokok:
Melaksanakan pemeriksaan dan penelitian dengan kemampuan terbaik yang
dimilikinya atas fakta dari segi hukum yang ada mengenai Perseroan dan
keterangan lain yang berhubungan dengan itu sebagaimana disampaikan
oleh Perseroan. Hasil pemeriksaan dan penelitian mana telah dimuat dalam
Laporan Pemeriksaan dari Segi Hukum yang menjadi dasar dari segi hukum
yang diberikan secara obyektif dan Mandiri serta guna meneliti informasi yang
dimuat dalam Prospektus sepanjang menyangkut segi hukum. Tugas dan
fungsi Konsultan Hukum yang diuraikan di sini adalah sesuai dengan Standar
Profesi dan Peraturan Pasar Modal yang berlaku guna melaksanakan prinsip
keterbukaan.
Akuntan Publik
:
Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja
Gedung Bursa Efek Indonesia
Menara II, Lantai 7
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53
Jakarta 12190
Telepon: (62 21) 5289 5000
Faksimili: (62 21) 5289 4400
Izin Lembaga
Nama Rekan
No. STTD
Tanggal STTD
Asosiasi Profesi
No Keanggotaan Asosiasi
:
:
:
:
:
:
118
KMK No. 381/KM.1/2010
Peter Surja
17/BL/STTD-AP/2006
7 November 2006
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI)
1076
Berdasarkan Surat Penawaran/Penunjukkan:
1. Engagement Letter, No. 00654/PSS-AS/2013 tertanggal 11 Februari 2013
2. Professional Services with regard to Offering of New Ordinary Shares
through Rights Issues, No. 00865/PSS-AS/2013 tertanggal 20 Februari
2013
Tugas Pokok:
Melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh IAPI.
Standar tersebut mengharuskan akuntan publik untuk merencanakan dan
melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan
keuangan Perseroan bebas dari salah saji material dan bertanggung jawab
atas pendapat yang diberikan terhadap laporan keuangan Perseroan yang
diaudit.
Penilai
:
Pedoman Kerja:
Standar Profesional Akuntan Publik, metodologi audit dari Ernst & Young,
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan peraturan yang relevan yang
dikeluarkan oleh OJK.
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Graha STH
Jl. Mandala Raya No.20, Tomang
Jakarta Barat 11440
Telepon: (62 21) 563 7373
Faksimili: (62 21) 563 6404
Nomor Izin KJPP
Pemimpin Rekan KJPP
: 2.08.0007
: Stefanus Gunadi W, SCV, MBA, MAPPI
(Cert)
Ijin Penilai Publik Nomor
: PB-1.08.00027
Klasifikasi Bidang Jasa
: Penilai Properti dan Bisnis (PB)
Anggota MAPPI Nomor
: 81-S-00003.
STTD Bapepam dan LK Nomor : 09/PM/STTD-P/A-B/2006
Nama STTD
: Stefanus Gunadi W
Tanggal STTD
: 26 April 2006
Berdasarkan Surat Penawaran/Penunjukkan:
1. Studi Kelayakan Perubahan Setelah Transaksi Pembelian Saham,
No. STH-073/PR.015-R/SG/II/2013 tertanggal 14 Maret 2013
2. Penilaian Saham dan Pendapatan Kewajaran,
No. STH-072/PR.014/SG/II/2013 tertanggal 14 Febuari 2013
Tugas Pokok:
1. Melakukan penilaian atas nilai pasar wajar perusahaan target dari
Rencana Transaksi serta memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi tersebut.
2. Menyusun Studi Kelayakan Usaha atas Rencana Perubahan Kegiatan
Usaha Utama Perseroan.
Pedoman kerja yang digunakan dalam menjalankan tugas sebagai Penilai
Publik adalah Standar Penilaian Indonesia (SPI-2007) dan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI) serta Peraturan Pasar Modal yang berlaku. 119
Notaris
:
Fathiah Helmi, SH
Graha Irama Lt. 6 C
Jl. HR Rasuna Said Blok X-1 Kav. 1-2
Jakarta 12190
Telepon: (62 21) 5290 7306
Faksimili: (62 21) 526 1136
Nomor Asosiasi Notaris Indonesia : 011.003.027.260.958
Nomor STTD
: 02/STTD-N-PM-1996 tanggal
12 Februari 1996
Berdasarkan Surat Penawaran/Penunjukkan :
No. 33/Prop/RUPS/IIII/2013 tertanggal 25 Maret 2013.
Tugas Pokok:
Membuat akta-akta perjanjian dan membuat Berita Acara Rapat Umum Luar
Biasa Pemegang Saham sehubungan dengan PUT I ini sesuai dengan Saham
sehubungan dengan PUT I ini sesuai dengan Peraturan Jabatan Notaris dan
Kode Etik Notaris.
Pedoman kerja yang digunakan dalam menjalankan tugas sebagai Notaris
adalah Undang-Undang Jabatan Notaris.
Biro Administrasi
Efek (BAE)
:
PT Raya Saham Registra
Gedung Plaza Sentral Lt. 2
Jakarta 12930
Telepon: (62 21) 252 5666
Faksimili: (62 21) 252 5028
Perijinan Atas Nama : PT Risjad Salim Registra
Nomor Perijinan BAE : No.Kep-79/PM/1991
Tanggal Perijinan BAE : 18 September 1991
Berdasarkan Surat Penawaran/Penunjukkan:
1. Penawaran Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, No. 001/DIR-RSR/
DNET/2013 tertanggal 27 Maret 2013
2. Penawaran Pencetakan Formulir HMETD, No. 002/DIR-RSR/DNET/2013
tertanggal 27 Maret 2013
Tugas Pokok:
Tugas dan tanggung jawab BAE dalam PUT I ini, sesuai Peraturan Pasar Modal
yang berlaku, antara lain menentukan Daftar Pemegang Saham Perseroan
(DPS) yang berhak atas HMETD, mendistribusikan SBHMETD atau HMETD
dalam bentuk elektronik ke dalam penitipan kolektif di PT Kustodian Sentral
Efek Indonesia (KSEI), menerima permohonan pelaksanaan HMETD, dan
melakukan rekonsiliasi dana atas pembayaran permohonan tersebut dengan
bank yang ditunjuk oleh Perseroan, melakukan proses penjatahan atas
pemesanan pembelian saham tambahan, melaksanakan proses penerbitan
dan pendistribusian saham dalam bentuk warkat maupun dalam bentuk
elektronik ke dalam penitipan kolektif di KSEI serta melaksanakan proses
pendistribusian Formulir Konfirmasi Penjatahan dan pengembalian uang
pemesanan pembelian saham kepada Pemesan serta menyusun laporan PUT
I sesuai peraturan yang berlaku.
Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang terlibat dalam PUT I ini menyatakan tidak ada
hubungan Afiliasi dengan Perseroan.
120
XVI.LAPORAN KEUANGAN AUDITAN BESERTA LAPORAN
AUDITOR INDEPENDEN
Berikut ini disajikan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2012 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja dengan pendapat
wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penyajian kembali laporan keuangan
Perseroan tanggal 31 Desember 2011 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan
laporan posisi keuangan Perseroan tanggal 1 Januari 2011/31 Desember 2010, melalui laporannya
tertanggal 26 Maret 2013.
121
Halaman ini sengaja dikosongkan
Halaman ini sengaja dikosongkan
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2012
dengan angka perbandingan
tanggal 31 Desember 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION
December 31, 2012
with comparative figures
as of December 31, 2011 and
January 1, 2011/December 31, 2010
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
Catatan/
Notes
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
ASET
ASSETS
ASET LANCAR
Kas dan bank
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain - pihak ketiga
Pajak pertambahan nilai
dibayar di muka
Biaya dibayar di muka
Uang muka
CURRENT ASSETS
2b,2h,4,
25,26,27
2b,2h,3,5,
25,26,27
2i,24
2b,26,27
6
2c,7
TOTAL ASET LANCAR
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap, setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp10.411.895.823 pada
tanggal 31 Desember 2012,
Rp9.821.726.672 pada
tanggal 31 Desember 2011
dan Rp9.310.423.748 pada
tanggal 1 Januari 2011/
31 Desember 2010
Aset pajak tangguhan, neto
2d,3,
8,30
2j,3,22,30
TOTAL ASET TIDAK LANCAR
TOTAL ASET
2l,28
1.106.626.860
817.954.351
586.612.815
Cash on hand and in banks
8.800.000
1.719.510.974
16.728.832
83.674.320
1.052.286.490
32.349.995
385.240.811
247.887.804
28.864.502
Trade receivables
Third parties
Related party
Other receivables - third parties
10.901.696
20.034.730
53.124.613
242.688.676
-
246.811.788
113.843.685
-
Prepaid value added tax
Prepaid expenses
Advances
2.882.603.092
2.282.078.445
1.609.261.405
TOTAL CURRENT ASSETS
NON-CURRENT ASSETS
Fixed assets, net of
accumulated depreciation of
Rp10,411,895,823 as of
December 31, 2012,
Rp9,821,726,672 as of
December 31, 2011
and Rp9,310,423,748
as of January 1, 2011/
December 31, 2010
Deferred tax assets, net
13.731.574.773
207.038.222
14.277.824.224
149.004.914
14.808.219.853
75.069.755
13.938.612.995
14.426.829.138
14.883.289.608 TOTAL NON-CURRENT ASSETS
16.821.216.087
16.708.907.583
16.492.551.013
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
TOTAL ASSETS
The accompanying notes to the financial statements form an integral
part of these financial statements taken as a whole.
127
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
31 Desember 2012
dengan angka perbandingan
tanggal 31 Desember 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION (continued)
December 31, 2012
with comparative figures
as of December 31, 2011 and
January 1, 2011/December 31, 2010
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
Catatan/
Notes
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS
LIABILITIES
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pihak-pihak berelasi
Utang usaha - pihak ketiga
Utang lain-lain - pihak ketiga
Beban akrual
Utang pajak
Pendapatan diterima di muka
Liabilitas imbalan kerja
jangka pendek
Utang jangka panjang lainnya
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
CURRENT LIABILITIES
2b,2i,24,26,
27,29,30
2b,2h,9,25,
26,27
2b,26,27
2b,2h,10,25,
26,27
2j,3,11,30
2g
1.359.421.387
1.359.421.387
1.180.505.014
Due to related parties
1.444.418.861
2.523.342
845.311.262
2.500.000
229.006.817
Trade payables - third parties
Other payables - third parties
376.407.084
131.612.515
-
1.212.000
1.388.260.666
1.506.817
2.376.559.353
-
2b,26,27
17.752.200
8.430.654
182.952.123
Accrued expenses
Taxes payable
Unearned revenue
Short-term employee benefit
liabilities
2b,8,26,
27,30
9.416.125
34.931.409
31.157.512
Current maturities of
other long-term debt
3.341.551.514
3.641.574.195
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PENDEK
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang lainnya,
setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Liabilitas imbalan kerja
jangka panjang
NON-CURRENT LIABILITIES
2b,8,26,
27,30
2k,3,12,30
TOTAL LIABILITAS
JANGKA PANJANG
TOTAL LIABILITAS
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp250 per saham
Modal dasar - 736.000.000 saham
Modal ditempatkan dan
disetor penuh 184.000.000 saham
Tambahan modal disetor
Defisit
4.000.180.819 TOTAL CURRENT LIABILITIES
2l,28
-
9.416.125
44.347.534
778.216.998
577.299.337
439.268.772
Other long-term debt, net of
current maturities
Long-term employee benefit
liabilities
778.216.998
586.715.462
483.616.306
TOTAL NON-CURRENT
LIABILITIES
4.119.768.512
4.228.289.657
4.483.797.125
TOTAL LIABILITIES
EQUITY
Share capital - Rp250 par value
per shares
Authorized - 736,000,000 shares
13
14
29,30
Issued and fully paid 184,000,000 shares
Additional paid-in capital
Deficit
46.000.000.000
(2.324.722.452)
(30.973.829.973)
46.000.000.000
(2.324.722.452 )
(31.194.659.622 )
46.000.000.000
(2.324.722.452)
(31.666.523.660)
EKUITAS NETO
12.701.447.575
12.480.617.926
12.008.753.888
NET EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS
16.821.216.087
16.708.907.583
16.492.551.013
TOTAL LIABILITIES AND
EQUITY
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
The accompanying notes to the financial statements form an integral
part of these financial statements taken as a whole.
128
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012
dengan angka perbandingan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
STATEMENTS OF COMPREHENSIVE INCOME
Year ended
December 31, 2012
with comparative figures
for the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Catatan/
Notes
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
13.927.640.669
2g,2l,15,
24,28
18.371.694.219
REVENUES
BEBAN POKOK PENDAPATAN
8.557.106.714
2g,16
13.614.629.950
COST OF REVENUES
LABA BRUTO
5.370.533.955
2l,28
4.757.064.269
GROSS PROFIT
2012
PENDAPATAN
Beban penjualan
Beban umum dan administrasi
Pendapatan operasi lainnya
Beban operasi lainnya
LABA USAHA
Biaya keuangan
LABA SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN
Beban pajak penghasilan, neto
LABA TAHUN BERJALAN
PENDAPATAN KOMPREHENSIF
LAIN
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
LABA PER SAHAM DASAR
(102.599.487)
(4.680.259.344)
47.796.187
(282.521.457)
2g,2l,17,28
2g,2l,3,18,
28,30
2g,2l,19,28
2g,2l,20,28
352.949.854
(3.344.961)
(55.099.022)
(3.883.875.058)
103.390.349
(186.965.319)
734.515.219
2g,2l,21,28
349.604.893
Selling expenses
General and administrative
expenses
Other operating income
Other operating expenses
PROFIT FROM OPERATIONS
(7.118.648)
Finance costs
PROFIT BEFORE
INCOME TAX
727.396.571
(128.775.244)
2l,22,28
(255.532.533)
Income tax expense, net
220.829.649
2l,28
471.864.038
PROFIT FOR THE YEAR
-
-
OTHER COMPREHENSIVE
INCOME
220.829.649
471.864.038
TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEAR
2,56
BASIC EARNINGS PER SHARE
1,20
2m,23
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
The accompanying notes to the financial statements form an integral
part of these financial statements taken as a whole.
129
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012
dengan angka perbandingan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan/
Notes
Saldo, 1 Januari 2011
(Disajikan kembali, Catatan 30)
Saldo, 31 Desember 2011
(Disajikan kembali, Catatan 30)
Modal Saham/
Share Capital
(2.324.722.452 )
29
Total laba komprehensif
tahun berjalan
Saldo, 31 Desember 2012
Tambahan Modal
Disetor/
Additional Paid-in
Capital
46.000.000.000
Total laba komprehensif
tahun berjalan
(Disajikan kembali, Catatan 30)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
Year ended
December 31, 2012
with comparative figures
for the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
46.000.000.000
(2.324.722.452 )
29
46.000.000.000
(2.324.722.452 )
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
Defisit/
Deficit
Ekuitas Neto/
Net Equity
(31.666.523.660)
12.008.753.888
Balance, January 1, 2011
(As restated, Note 30)
471.864.038
471.864.038
Total comprehensive income
for the year
(As restated, Note 30)
12.480.617.926
Balance, December 31, 2011
(As restated, Note 30)
220.829.649
Total comprehensive income
for the year
12.701.447.575
Balance, December 31, 2012
(31.194.659.622 )
220.829.649
(30.973.829.973)
The accompanying notes to the financial statements form an integral
part of these financial statements taken as a whole.
130
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
LAPORAN ARUS KAS
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012
dengan angka perbandingan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2012
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
STATEMENTS OF CASH FLOWS
Year ended
December 31, 2012
with comparative figures
for the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Catatan/
Notes
Disajikan
kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari pelanggan
Pembayaran kepada pemasok
Pembayaran kepada karyawan
Pembayaran untuk beban usaha
13.411.430.764
(7.901.293.266)
(2.929.345.226)
(473.115.993)
17.902.081.110
(12.599.436.272)
(2.676.469.722)
(849.147.751)
CASH FLOWS FROM OPERATING
ACTIVITIES
Receipts from customers
Payments to suppliers
Payments to employees
Payments for operating expenses
Kas diperoleh dari operasi
Pembayaran pajak penghasilan
Pembayaran beban bunga
Pembayaran lain-lain
Penerimaan lain-lain
2.107.676.279
(174.452.126)
(3.344.961)
(1.625.796.266)
63.440.692
1.777.027.365
(342.739.673)
(7.118.648)
(1.406.646.197)
11.437.859
Cash generated from operations
Payments for income taxes
Payments for interest expense
Other payments
Other receipts
Kas Neto yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
INVESTASI
Perolehan aset tetap
367.523.618
(43.919.700)
31.960.706
8
(36.845.028)
Net Cash Provided by
Operating Activities
CASH FLOWS FROM INVESTING
ACTIVITY
Acquisition of fixed assets
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Pembayaran utang jangka
panjang lainnya
Penerimaan dari pihak berelasi
CASH FLOWS FOR FINANCING
ACTIVITIES
(34.931.409)
-
(31.157.512)
267.383.370
Payments of other long-term debt
Receipts from a related party
Kas Neto yang Diperoleh
dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan
(34.931.409)
236.225.858
Net Cash Provided by/(Used in)
Financing Activities
KENAIKAN NETO KAS DAN BANK
288.672.509
231.341.536
NET INCREASE IN CASH ON HAND
AND IN BANKS
KAS DAN BANK AWAL TAHUN
817.954.351
4
586.612.815
CASH ON HAND AND IN BANKS
AT BEGINNING OF YEAR
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN
1.106.626.860
4
817.954.351
CASH ON HAND AND IN BANKS
AT END OF YEAR
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
The accompanying Notes to financial statements form an integral part
of these financial statements taken as a whole.
131
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
UMUM
1.
a. Pendirian Perusahaan
GENERAL
a.
Establishment of the Company
PT Dyviacom Intrabumi Tbk (“Perusahaan”)
didirikan berdasarkan Akta Notaris Siti Pertiwi
Henny Singgih, S.H., No. 107 tanggal
16 November
1995.
Akta
pendirian
Perusahaan tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat
Keputusan
No.
C217.065.HT.01.01.Th.95 tanggal 26 Desember
1995 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 25 Tambahan
No. 3127 tanggal 26 Maret 1996. Anggaran
Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa
kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
Fathiah Helmi, S.H., No. 21 tanggal
10 Desember 2007 mengenai peningkatan
modal
dasar
Perusahaan
dari
Rp120.000.000.000
yang
terdiri
dari
480.000.000
saham
dengan
menjadi
Rp184.000.000.000
yang
terdiri
dari
736.000.000 saham. Perubahan Anggaran
Dasar tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU18786.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 15 April
2008.
PT Dyviacom Intrabumi Tbk (the “Company”)
was established based on Notarial Deed of Siti
Pertiwi Henny Singgih, S.H., No. 107 dated
November 16, 1995. The Deed of
Establishment was approved by the Minister of
Justice of the Republic of Indonesia in
Decision Letter No. C2-17.065.HT.01.01.Th.95
dated December 26, 1995 and published in
Supplement No. 3127 of the State Gazette of
the Republic Indonesia No. 25 dated
March 26, 1996. The Company's Articles of
Association have been amended several
times, most recently by Notarial Deed of
Fathiah Helmi, S.H., No. 21 dated
December 10, 2007, pertaining to the increase
of the Company’s authorized share capital
from Rp120,000,000,000 which consists of
480,000,000 shares to Rp184,000,000,000
which consists of 736,000,000 shares. The
amendment of Articles of Association was
approved by the Ministry of Law and Human
Rights of the Republic of Indonesia in its letter
No. AHU-18786.AH.01.02. Year 2008 dated
April 15, 2008.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perusahaan, kegiatan Perusahaan meliputi
jasa penyedia akses internet, menyediakan
infrastruktur (intranet/ekstranet), pembuatan
web, portal, banner dan domain, co-location
server dan memberikan jasa untuk merancang
aplikasi perangkat lunak dan jasa lainnya
sesuai dengan kemajuan teknologi.
According to Article 3 of the Company's
Articles of Association, the Company is
engaged in activities of providing internet
access services, providing infrastructure
(intranet/extranet), designing webs, portals,
banners and domains, co-location server and
services for software application design, and
other services in line with the technology.
Perusahaan berdomisili di Wisma Achilles,
Jl. Panjang No. 29 Kedoya Selatan, Jakarta,
dan mulai beroperasi secara komersial pada
tahun 1996.
The Company is domiciled at Wisma Achilles,
Jl. Panjang No. 29 Kedoya Selatan, Jakarta,
and started its commercial operations in 1996.
132
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
UMUM (lanjutan)
1.
a. Pendirian Perusahaan (lanjutan)
GENERAL (continued)
a. Establishment of the Company (continued)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya,
Perusahaan
telah
mendapatkan
Ijin
Penyelenggaraan
Jasa
Akses
Internet
No. 89/KEP/DJPPI/KOMINFO/4/2011 tanggal
14 April 2011 dari Kementrian Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia dengan jangka
waktunya tidak terbatas.
In undertaking its business, the Company is
granted an Internet Service Provider License
No. 89/KEP/DJPPI/KOMINFO/4/2011 dated
April 14, 2011 from the Ministry of
Communication and Informatics of the Republic
of Indonesia with an unlimited period.
PT Philadel Terra Lestari adalah entitas induk
dan juga entitas terakhir dari Perusahaan.
PT Philadel Terra Lestari is the parent and
ultimate parent of the Company.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
b. Company's Public Offering
Pada tanggal 21 November 2000, Perusahaan
memperoleh pernyataan efektif dari Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (“BAPEPAM-LK”) melalui surat
No.
S-3384/PM/2000
untuk
melakukan
penawaran
umum
perdana
sebanyak
64.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp250 per saham kepada masyarakat melalui
Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek
Jakarta), dengan harga penawaran Rp250 per
saham dan mencatatkan seluruh saham
Perusahaan sebanyak 184.000.000 saham
pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal
11 Desember 2000.
On November 21, 2000, the Company received
the effective statement from the Chairman of
the Capital Market and Financial Institution
Supervisory Agency (“BAPEPAM-LK”) in its
Letter No. S-3384/PM/2000, to offer its
64,000,000 shares with par value of Rp250 per
share to public through the Indonesia Stock
Exchange (formerly Jakarta Stock Exchange),
at an initial offering price of Rp250 per share
and registered the Company’s shares of
184,000,000 shares at Indonesian Stock
Exchange on December 11, 2000.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit
dan Karyawan
c. Boards of Commissioners, Directors, Audit
Committee and Employees
As of December 31, 2012 and 2011, the
composition of the Company’s Boards of
Commissioners and Directors based on the
Minutes of Annual Shareholders’ General
Meeting which was notarized by Notarial Deed
No. 53 of Fathiah Helmi, S.H., dated
June 17, 2011 are as follows:
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
berdasarkan Berita Acara Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan
dalam Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 53
tanggal 17 Juni 2011 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris
Komisaris
Komisaris independen
Dewan Direksi
Presiden Direktur
Direktur IT Business
Direktur Operasional
Veronica Colondam
Mulyo Sutrisno
Achmad Sofyan
Devi Sujanti Talim
Teophilus Bambang Wira
Maria Cortilia Vera Afianti
133
Board of Commissioners
President Commissioner
Commissioner
Independent Commissioner
Board of Directors
President Director
IT Business Director
Operational Director
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1.
UMUM (lanjutan)
1.
GENERAL (continued)
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit
dan Karyawan (lanjutan)
c. Boards of Commissioners, Directors, Audit
Committee and Employees (continued)
Susunan Komite Audit Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 adalah
sebagai berikut:
The composition of the Company’s Audit
Committee as of December 31, 2012 and 2011
are as follow:
Komite Audit
Ketua
Anggota
Anggota
2.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
Achmad Sofyan
H.Parman Z. Djakaria
Moni Rejeki
Audit Committee
Chairman
Member
Member
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Direksi
No. 026/FA/DNET/04/2013 tanggal 22 April
2013,
Direksi
Perusahaan
menyetujui
pengangkatan Christina Purwantini sebagai
Ketua Internal Audit.
Based on the Decision Letter of the Board of
Directors No. 026/FA/DNET/04/2013 dated April
22, 2013, the Company’s directors agreed to
appoint Christina Purwantini as the Chairman of
Internal Audit.
Pembentukan komite audit Perusahaan telah
dilakukan
sesuai
dengan
Peraturan
BAPEPAM-LK No. IX.1.5.
The establishment of the Company’s audit
committee has complied with BAPEPAM-LK
Rule No. IX.1.5.
Pada tanggal 3 Maret 2013, Evensius Go
diangkat sebagai Sekretaris Perusahaan
efektif sejak tanggal 1 Maret 2013.
On March 3, 2013, Evensius Go was appointed
as the Company’s Corporate Secretary
effective March 1, 2013.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Perusahaan memiliki karyawan tetap masingmasing sejumlah 31 dan 38 orang (tidak
diaudit).
As of December 31, 2012 and 2011, the
Company has a total of 31 and 38 permanent
employees, respectively (unaudited).
Laporan keuangan telah diselesaikan dan
diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan
pada tanggal 26 Maret 2013.
The financial statements were completed and
authorized for issuance by the Company’s
Board of Directors on March 26, 2013.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN
AKUNTANSI
YANG
2.
Kebijakan akuntansi yang signifikan, yang
diterapkan secara konsisten dalam penyusunan
laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010 adalah sebagai
berikut:
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES
The significant accounting policies consistently
applied in the preparation of the financial statements
for the years ended December 31, 2012, 2011 and
January 1, 2011/December 31, 2010 were as
follows:
134
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
a. Basis of Preparation
Statements
of
the
Financial
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia
(“SAK”),
yang
mencakup
Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan
Bapepam-LK No. VIII G.7 mengenai Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten
atau Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan
(”BAPEPAM-LK”).
Seperti
diungkapkan dalam catatan-catatan terkait
atas laporan keuangan, beberapa standar
akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan
diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2012.
The financial statements have been prepared
and presented in accordance with Indonesian
Financial Accounting Standards (“SAK”), which
comprise the Statements and Interpretations
issued by the Board of Financial Accounting
Standards of the Indonesian Institute of
Accountants and the Regulations of BapepamLK No. VIII.G.7 concerning Financial Statement
Presentation and Disclosures by the Public
Companies issued by Capital Market and
Financial
Institution
Supervisory
Agency
(“BAPEPAM-LK”). As disclosed further in the
relevant succeeding notes to the financial
statements, several amended and published
accounting standards were adopted effective
January 1, 2012.
Laporan keuangan disusun dan berdasarkan
konsep akrual, kecuali laporan arus kas, dan
menggunakan konsep biaya historis, kecuali
seperti yang disebutkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan.
The financial statements have been prepared
on the accrual basis, except for the statements
of cash flows, and using the historical cost
concept of accounting, except as disclosed in
the relevant notes herein.
Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan
pengeluaran
kas
dan
bank
yang
diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan, dengan arus kas
dari aktivitas operasi disajikan menggunakan
metode langsung.
The statements of cash flows present the
receipts and payments of cash on hand and in
banks classified into operating, investing and
financing activities, with cash flows from
operating activities presented using the direct
method.
Tahun buku Perusahaan adalah 1 Januari 31 Desember.
The financial reporting period of the Company
is January 1 - December 31.
Mata uang pelaporan yang digunakan pada
laporan keuangan adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional perusahaan.
The reporting currency used in the financial
statements is Indonesian Rupiah, which is also
the Company’s functional currency.
b. Instrumen Keuangan
b. Financial Instruments
Effective January 1, 2012, the Company
adopted PSAK No. 50 (Revised 2010),
“Financial Instruments: Presentation”, and
PSAK No. 55 (Revised 2011), “Financial
Instruments: Recognition and Measurement”,
and PSAK No. 60, “Financial Instruments:
Disclosures”,
which superseded PSAK
No. 50 (Revised 2006), “Financial Instruments:
Presentation and Disclosures”, and PSAK
No. 55 (Revised 2006), “Financial Instruments:
Recognition and Measurement”.
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 50 (Revisi 2010),
“Instrumen Keuangan: Penyajian”, dan PSAK
No. 55 (Revisi 2011), “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”, serta PSAK
No.
60,
“Instrumen
Keuangan:
Pengungkapan”, yang menggantikan PSAK
No. 50 (Revisi 2006), "Instrumen Keuangan:
Penyajian dan Pengungkapan" dan PSAK
No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran”.
135
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Financial Instruments (continued)
PSAK No. 50 (Revisi 2010) berisi persyaratan
penyajian dari instrumen keuangan dan
mengidentifikasikan informasi yang harus
diungkapkan. Persyaratan pengungkapan
berlaku
terhadap
klasifikasi
instrumen
keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset
keuangan, liabilitas keuangan dan instrumen
ekuitas; pengklasfikasian yang terkait dengan
suku
bunga,
dividen,
kerugian
dan
keuntungan; dan keadaan dimana aset
keuangan dan liabilitas keuangan akan saling
hapus.
PSAK
ini
mensyaratkan
pengungkapan,
antara
lain,
informasi
mengenai faktor yang mempengaruhi jumlah,
waktu dan tingkat kepastian arus kas masa
datang suatu entitas yang terkait dengan
instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi
yang diterapkan untuk instrumen tersebut.
PSAK No. 50 (Revised 2010) contains the
requirements for the presentation of financial
instruments and identifies the information that
should be disclosed. The presentation
requirements apply to classification of financial
instruments, from the perspective of the issuer,
into financial assets, financial liabilities and
equity instruments; the classification of related
interest, dividends, losses and gains; and the
circumstances in which financial assets and
financial liabilities should be offset. This PSAK
requires the disclosure of, among others,
information about factors that affect the
amount, timing and certainty of an entity future
cash flows relating to financial instruments and
the accounting policies adopted to those
instruments.
PSAK No. 55 (Revisi 2011) mengatur prinsipprinsip pengakuan dan pengukuran aset
keuangan, liabilitias keuangan dan beberapa
kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan. PSAK ini, antara lain, menyediakan
definisi dan karakteristik derivatif, kategori
instrumen
keuangan,
pengakuan
dan
pengukuran, akuntansi lindung nilai dan
penetapan hubungan lindung nilai.
PSAK No. 55 (Revised 2011) establishes the
principles for recognizing and measuring
financial assets, financial liabilities and some
contracts to buy or sell non-financial items. This
PSAK
provides
the
definitions
and
characteristics of derivatives, the categories of
financial
instruments,
recognition
and
measurement,
hedge
accounting
and
determination of hedging relationships, among
others.
PSAK No. 60 mensyaratkan pengungkapan
signifikan instrumen keuangan untuk posisi
keuangan dan kinerja; beserta sifat dan tingkat
yang timbul dari risiko keuangan Perusahaan
yang terekspos selama periode berjalan dan
pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana
entitas mengelola risiko mereka.
PSAK No. 60 requires disclosures of
significance of financial instruments for
financial position and performance; and the
nature and extent of risks arising from financial
instruments to which the Company is exposed
during the period and at the end of the
reporting period, and how the entity manages
those risks.
Penerapan PSAK revisi baru tersebut
memberikan
pengaruh
yang
signifikan
terhadap pengungkapan dalam laporan
keuangan.
The adoption of these new revised PSAKs has
significant impact on the disclosures in the
financial statements.
136
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan
Financial Assets
Pengakuan Awal
Initial Recognition
Aset
keuangan
dalam
ruang
lingkup
PSAK No. 55 (Revisi 2011) diklasifikasikan
sebagai salah satu dari aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi
dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan
tersedia untuk dijual, mana yang sesuai.
Perusahaan menetapkan klasifikasi aset
keuangan setelah pengakuan awal dan, jika
diperbolehkan dan sesuai, akan melakukan
evaluasi atas klasifikasi ini pada setiap akhir
tahun keuangan.
Financial assets within the scope of
PSAK No. 55 (Revised 2011) are classified as
financial assets at fair value through profit or
loss, loans and receivables, held-to-maturity
investments, or available-for-sale financial
assets, as appropriate. The Company
determines the classification of its financial
assets after initial recognition and, where
allowed and appropriate, re-evaluates this
designation at each financial year-end.
Pada saat pengakuan awalnya, aset keuangan
diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset
keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung.
When financial assets are recognized initially,
they are measured at fair value, and in the
case of financial assets not at fair value
through profit or loss, plus directly attributable
transaction costs.
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Subsequent Measurement
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah
aset
keuangan
non
derivatif
dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan dan
tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Setelah
pengakuan awal, PSAK No. 55 (Revisi 2011)
mensyaratkan aset tersebut dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (SBE), dan
keuntungan atau kerugian terkait diakui pada
laporan laba rugi komprehensif ketika
pinjaman yang diberikan dan piutang
dihentikan pengakuannya atau mengalami
penurunan nilai, atau melalui proses
amortisasi.
Loans and receivables are non-derivative
financial assets with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market. After initial recognition, PSAK No. 55
(Revised 2011) requires such assets to be
carried at amortized cost using the effective
interest rate (EIR) method, and the related
gains or losses are recognized in the
statements of comprehensive income when the
loans and receivables are derecognized or
impaired, as well as through the amortization
process.
Aset keuangan utama Perusahaan meliputi
kas dan bank, piutang usaha dan piutang lainlain.
The Company’s principal financial assets
include cash on hand and in banks, trade
receivables and other receivables.
Piutang
usaha
dan
piutang
lain-lain
diklasifikasikan dan dicatat sebagai pinjaman
yang diberikan dan piutang sesuai dengan
PSAK No. 55 (Revisi 2011).
Trade and other receivables are classified and
accounted for as loans and receivables under
PSAK No. 55 (Revised 2011).
137
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
b. Instrumen Keuangan (lanjutan)
b. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran
(lanjutan)
Setelah
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Financial Assets (continued)
Pengakuan
Subsequent Measurement (continued)
Awal
Cadangan atas jumlah yang tidak tertagih
dicatat bila ada bukti yang obyektif bahwa
Perusahaan tidak akan dapat menagih piutang
tersebut. Piutang tidak tertagih dihapuskan
pada saat diidentifikasi. Rincian lebih lanjut
tentang kebijakan akuntansi untuk penurunan
nilai aset keuangan diungkapkan pada
paragraf-paragraf berikutnya yang relevan
pada Catatan ini.
An allowance is made for uncollectible amounts
when there is an objective evidence that the
Company will not be able to collect the
receivables. Bad debts are written off when
identified. Further details on the accounting
policy for impairment of financial assets are
disclosed
in
the
relevant
succeeding
paragraphs under this Note.
Penghentian Pengakuan
Derecognition
Penghentian pengakuan atas suatu aset
keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk
bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan serupa, terjadi bila:
A financial asset, or, where applicable a part of
a financial asset or part of a group of similar
financial assets, is derecognized when:
i. hak kontraktual atas arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
ii. Perusahaan mentransfer hak kontraktual
untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset keuangan tersebut atau menanggung
kewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima tersebut tanpa penundaan yang
signifikan kepada pihak ketiga melalui
suatu kesepakatan penyerahan (“passthrough”)
dan
apabila
(a)
secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, atau (b) secara substansial tidak
mentransfer dan tidak mempertahankan
seluruh
risiko
dan
manfaat
atas
kepemilikan aset keuangan tersebut,
namun telah mentransfer pengendalian
atas aset keuangan tersebut.
i.
Apabila Perusahaan mentransfer hak untuk
menerima arus kas yang berasal dari aset
keuangan atau mengadakan kesepakatan
penyerahan, atau tidak mentransfer maupun
tidak mempertahankan secara substansi
seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan
tersebut
namun
telah
mentransfer
pengendalian atas aset keuangan tersebut,
maka suatu aset keuangan baru diakui oleh
Perusahaan sebesar keterlibatannya yang
berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.
Where the Company has transferred its rights
to receive cash flows from a financial asset or
has entered into a pass-through arrangement,
or has neither transferred nor retained
substantially all the risks and rewards of the
financial asset but has transferred control of the
financial asset, a new financial asset is
recognized to the extent of the Company’s
continuing involvement in the asset.
138
the contractual rights to receive cash flows
from the financial asset have expired; or
ii. the Company has transferred its contractual
rights to receive cash flows from the
financial asset or has assumed an
obligation to pay them in full without
material delay to a third party under a
“pass-through” arrangement and either (a)
has transferred substantially all the risks
and rewards of the financial asset, or (b)
has neither transferred nor retained
substantially all the risks and rewards of the
financial asset, but has transferred control
of the financial asset.
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
b. Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penghentian Pengakuan (lanjutan)
Derecognition (continued)
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk
pemberian jaminan atas aset yang ditransfer
diukur sebesar jumlah terendah antara nilai
tercatat aset yang ditransfer dan nilai maksimal
pembayaran yang diterima yang mungkin
harus dibayar kembali oleh Perusahaan.
Continuing involvement that takes the form of a
guarantee over the transferred asset is
measured at the lower of the original carrying
amount of the asset and the maximum amount
of consideration received that the Company
could be required to repay.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset
keuangan secara keseluruhan, maka selisih
antara nilai tercatat dan jumlah dari (i)
pembayaran yang diterima, termasuk aset
baru yang diperoleh dikurangi dengan liabilitas
baru yang ditanggung; dan (ii) keuntungan
atau kerugian kumulatif yang telah diakui
secara langsung dalam ekuitas, harus diakui
pada laba rugi.
On derecognition of a financial asset in its
entirety, the difference between the carrying
amount and the sum of (i) the consideration
received, including any new asset obtained
less any new liability assumed; and (ii) any
cumulative gain or loss that has been
recognized directly in equity, is recognized in
profit or loss.
Penurunan Nilai Asset Keuangan
Impairment of Financial Assets
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan
mengevaluasi apakah terdapat bukti yang
obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok
aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Penurunan nilai atas aset keuangan atau
kelompok aset keuangan dianggap telah
terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang
obyektif mengenai penurunan nilai sebagai
akibat dari satu atau lebih peristiwa yang
terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut
(“peristiwa kerugian”), dan peristiwa kerugian
tersebut berdampak pada estimasi arus kas
masa depan aset keuangan atau kelompok
aset keuangan yang dapat diestimasi secara
andal.
The Company assesses at each reporting date
whether there is any objective evidence that a
financial asset or a group of financial assets is
impaired. A financial asset or a group of
financial assets is deemed to be impaired if,
and only if, there is an objective evidence of
impairment as a result of one or more events
that has occurred after the initial recognition of
the asset (an incurred “loss event”) and that
loss event has an impact on the estimated
future cash flows of the financial asset or the
group of financial assets that can be reliably
estimated.
Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi
pihak peminjam atau kelompok peminjam
mengalami kesulitan keuangan signifikan,
wanprestasi atau tunggakan pembayaran
bunga atau pokok, terdapat kemungkinan
bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit
atau melakukan reorganisasi keuangan
lainnya dan pada saat data yang dapat
diobservasi
mengindikasikan
adanya
penurunan yang dapat diukur atas estimasi
arus kas masa datang, seperti meningkatnya
tunggakan atau kondisi ekonomi yang
berkorelasi dengan wanprestasi.
Evidence of impairment may include indications
that the debtors or a group of debtors is
experiencing significant financial difficulty,
default or delinquency in interest or principal
payments, the probability that they will enter
bankruptcy or other financial reorganization,
and when observable data indicate that there is
a measurable decrease in the estimated future
cash flows, such as changes in arrears or
economic conditions that correlate with
defaults.
139
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penurunan Nilai Asset Keuangan (lanjutan)
Impairment of Financial Assets (continued)
a) Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya
Perolehan Diamortisasi
a) Financial Assets Carried at Amortized Cost
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang
yang dicatat pada biaya perolehan yang
diamortisasi, Perusahaan pertama kali
secara individual menentukan bahwa
terdapat
bukti
obyektif
mengenai
penurunan nilai atas aset keuangan yang
signifikan secara individual, atau secara
kolektif untuk aset keuangan yang tidak
signifikan
secara
individual.
Jika
Perusahaan menentukan tidak terdapat
bukti obyektif mengenai penurunan nilai
atas aset keuangan yang dinilai secara
individual, terlepas aset keuangan tersebut
signifikan atau tidak, maka Perusahaan
memasukkan aset tersebut ke dalam
kelompok aset keuangan yang memiliki
karakteristik risiko kredit yang sejenis dan
menilai penurunan nilai kelompok tersebut
secara kolektif. Aset yang penurunan
nilainya dinilai secara individual dan untuk
itu kerugian penurunan nilai diakui atau
tetap diakui, tidak termasuk dalam
penilaian atau penurunan nilai secara
kolektif.
For loans and receivables carried at
amortized cost, the Company first assesses
individually whether objective evidence of
impairment exists individually for financial
assets that are individually significant, or
collectively for financial assets that are not
individually significant. If the Company
determines that no objective evidence of
impairment exists for an individually
assessed
financial
asset,
whether
significant or not, it includes the asset in a
group of financial assets with similar credit
risk
characteristics
and
collectively
assesses them for impairment. Assets that
are individually assessed for impairment
and for which an impairment loss is, or
continues to be, recognized are not
included in a collective assessment or
impairment.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian
penurunan nilai telah terjadi, jumlah
kerugian tersebut diukur sebagai selisih
antara nilai tercatat aset dengan nilai kini
estimasi arus kas masa datang (tidak
termasuk kerugian kredit di masa
mendatang yang belum terjadi). Nilai kini
estimasi arus kas masa datang didiskonto
menggunakan suku bunga efektif awal dari
aset keuangan tersebut. Jika pinjaman
yang diberikan atau piutang memiliki suku
bunga variabel, tingkat diskonto untuk
mengukur kerugian penurunan nilai adalah
suku bunga efektif terkini.
When there is objective evidence that an
impairment loss has been incurred, the
amount of the loss is measured as the
difference between the asset’s carrying
amount and the present value of estimated
future cash flows (excluding future credit
losses that have not been incurred). The
present value of the estimated future cash
flows is discounted at the financial asset’s
original EIR. If a loan or receivable has a
variable interest rate, the discount rate for
measuring impairment loss is the current
EIR.
140
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penurunan Nilai Asset Keuangan (lanjutan)
Impairment of Financial Assets (continued)
a) Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya
Perolehan Diamortisasi (lanjutan)
a) Financial Assets Carried at Amortized Cost
(continued)
Nilai tercatat aset keuangan dikurangi
melalui penggunaan akun cadangan dan
jumlah kerugian tersebut diakui secara
langsung dalam laba rugi. Pendapatan
bunga terus diakui atas nilai tercatat yang
telah dikurangi tersebut berdasarkan suku
bunga
yang
digunakan
untuk
mendiskontokan arus kas masa depan
dengan tujuan untuk mengukur kerugian
penurunan nilai. Pinjaman yang diberikan
dan piutang beserta dengan penyisihan
terkait
dihapuskan jika tidak terdapat
kemungkinan yang realistis atas pemulihan
di masa mendatang dan seluruh agunan,
jika ada, sudah direalisasi atau ditransfer
kepada Perusahaan.
The carrying amount of the asset is reduced
through the use of an allowance account
and the amount of the loss is directly
recognized in profit or loss. Interest income
continues to be accrued on the reduced
carrying amount based on the rate of
interest used to discount future cash flows
for the purpose of measuring impairment
loss. Loans and receivables, together with
the associated allowance are written off
when there is no realistic prospect of future
recovery and all collateral, if any, has been
realized or has been transferred to the
Company.
Jika, dalam tahun berikutnya, nilai estimasi
kerugian penurunan nilai aset keuangan
bertambah
atau
berkurang
yang
dikarenakan peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai diakui, maka kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui
ditambahkan atau dikurangi (dipulihkan)
dengan menyesuaikan akun cadangan.
Pemulihan
tersebut
tidak
boleh
mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan
melebihi biaya perolehan diamortisasi yang
seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui
pada tanggal pemulihan dilakukan. Jika
penghapusan nantinya terpulihkan, jumlah
pemulihan aset keuangan diakui pada laba
rugi.
If, in a subsequent year, the amount of the
estimated impairment loss increases or
decreases because of event occurring after
the impairment was recognized, the
previously recognized impairment loss is
increased or reduced by adjusting the
allowance account. The reversal shall not
result in a carrying amount of the financial
asset that exceeds what the amortized cost
would have been had the impairment not
been recognized at the date the impairment
is reversed. If a future write-off is later
recovered, the recovery is recognized in
profit or loss.
141
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Financial Instruments (continued)
Aset Keuangan (lanjutan)
Financial Assets (continued)
Penurunan Nilai Asset Keuangan (lanjutan)
Impairment of Financial Assets (continued)
b) Aset Keuangan yang Dicatat pada Biaya
Perolehan
b) Financial Assets Carried at Cost
When there is objective evidence that an
impairment loss has occurred, the amount
of the impairment loss is measured as the
difference between the carrying amount of
the financial asset and the present value of
estimated future cash flows discounted at
the current market rate of return for a
similar financial asset (excluding future
expected credit losses that have not yet
been incurred).
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian
penurunan nilai telah terjadi, maka jumlah
kerugian
penurunan
nilai
diukur
berdasarkan selisih antara nilai tercatat
aset keuangan dengan nilai kini dan
estimasi arus kas masa mendatang yang
didiskontokan pada tingkat pengembalian
yang berlaku di pasar untuk aset keuangan
serupa (tidak termasuk ekspektasi kerugian
kredit masa datang yang belum terjadi).
Liabilitas Keuangan
Financial Liabilities
Pengakuan Awal
Initial Recognition
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK
No. 55 (Revisi 2011) diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi, atau derivatif yang ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung
nilai yang efektif, mana yang sesuai. Pada
tanggal pelaporan, Perusahaan tidak memiliki
liabilitas keuangan selain yang diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya diamortisasi. Perusahaan
menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan
pada saat pengakuan awal.
Financial liabilities within the scope of PSAK
No. 55 (Revised 2011) are classified as
financial liabilities at fair value through profit or
loss, financial liabilities at amortized cost, or as
derivatives designated as hedging instruments
in an effective hedge, as appropriate. As at the
reporting dates, the Company has no other
financial liabilities other than those classified as
financial liabilities at amortized cost. The
Company determines the classification of its
financial liabilities at initial recognition.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dalam
bentuk liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi dicatat pada nilai wajar
ditambah biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung.
Financial liabilities in the form of financial
liabilities at amortized cost are initially
recognized at their fair values plus directly
attributable transaction costs.
Liabilitas keuangan utama Perusahaan
meliputi utang pihak berelasi, utang usaha,
utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan
kerja jangka pendek dan utang jangka panjang
lainnya.
The Company’s principal financial liabilities
include due to related parties, trade payables,
other payables, accrued expenses, short-term
employee benefit liabilities and other long-term
debt.
142
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Financial Instruments (continued)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Financial Liabilities (continued)
Pengukuran Setelah Pengakuan Awal
Subsequent Measurement
a) Setelah pengakuan awal, utang dan
pinjaman jangka panjang yang dikenakan
bunga
diukur dengan biaya yang
diamortisasi dengan menggunakan metode
SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga
yang masih harus dibayar dicatat secara
terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam
bagian liabilitas lancar. Keuntungan dan
kerugian diakui dalam laba rugi ketika
liabilitas dihentikan pengakuannya serta
melalui proses amortisasi menggunakan
metode SBE.
a) Subsequent to initial recognition, long-term
interest-bearing loans and borrowings are
measured at amortized costs using EIR
method. At the reporting dates, accrued
interest is recorded separately from the
associated borrowings within the current
liabilities section. Gains and losses are
recognized in profit or loss when the
liabilities are derecognized as well as
through amortization process using the EIR
method.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung
dengan
mempertimbangkan
setiap
diskonto atau premium atas perolehan dan
komisi atau biaya yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE
dicatat sebagai bagian dari "Biaya
Keuangan" dalam laporan laba rugi
komprehensif.
Amortized cost is calculated by taking into
account any discount or premium on
acquisition and fee or costs that are an
integral part of the EIR. The EIR
amortization is included under “Finance
Costs” account in the statements of
comprehensive income.
Penghentian Pengakuan
Derecognition
Suatu
liabilitas
keuangan
dihentikan
pengakuannya pada saat kewajiban yang
ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
A financial liability is derecognized when the
obligation under the contract is discharged or
cancelled or expired.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar
dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang
secara substansial berbeda, atau bila
persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut
secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat
sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas
keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut
diakui dalam laba rugi.
When an existing financial liability is replaced
by another from the same lender on
substantially different terms, or the terms of an
existing liability are substantially modified, such
an exchange or modification is treated as
derecognition of the original liability and the
recognition of a new liability, and the difference
in the respective carrying amounts is
recognized in profit or loss.
143
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
b.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Instrumen Keuangan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
b. Financial Instruments (continued)
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Offsetting of Financial Instruments
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling
hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika,
terdapat hak secara hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah tercatat dari aset
keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan
terdapat intensi untuk menyelesaikan secara
neto, atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Financial assets and financial liabilities are
offset and the net amount reported in the
statements of financial position if, and only if,
there is a currently enforceable legal right to
offset the recognized amounts and there is an
intention to settle on a net basis, or to realize
the
assets
and
settle
the
liabilities
simultaneously.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Fair Value of Financial Instruments
Nilai wajar instrumen keuangan yang
diperdagangkan di pasar aktif pada setiap
tanggal
pelaporan
ditentukan
dengan
mengacu pada kuotasi harga pasar atau
kuotasi harga pedagang efek (harga
penawaran untuk posisi beli dan harga
permintaan untuk posisi jual), tidak termasuk
pengurangan apapun untuk biaya transaksi.
The fair value of financial instruments that are
traded in active markets at each reporting date
is determined by reference to quoted market
prices or dealer price quotations (bid price for
long position and ask price for short position),
without any deduction for transaction costs.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki
pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan
teknik
penilaian.
Teknik
penilaian mencakup penggunaan transaksi
pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh
pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
(recent arm’s length market transactions),
penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain
yang secara substansial sama, analisa arus
kas yang didiskonto, atau model penilaian lain.
For financial instruments where there is no
active market, fair value is determined using
valuation techniques. Such techniques may
include using recent arm’s length market
transactions, reference to the current fair value
of another instrument that is substantially the
same, discounted cash flow analysis, or other
valuation models.
Penyesuaian risiko kredit
Credit risk adjustment
Perusahaan menyesuaikan harga di pasar
yang
lebih
menguntungkan
untuk
mencerminkan adanya perbedaan risiko kredit
pihak
lawan
antara
instrumen
yang
diperdagangkan di pasar tersebut dengan
instrumen yang dinilai untuk posisi aset
keuangan. Dalam menentukan nilai wajar
posisi liabilitas keuangan, risiko kredit
Perusahaan terkait dengan instrumen yang
bersangkutan harus diperhitungkan.
The Company adjusts the price in the more
advantageous market to reflect any differences
in counterparty credit risk between instruments
traded in that market and the ones being
valued for financial asset positions. In
determining the fair value of financial liability
positions, the Company's own credit risk
associated with the instrument is taken into
account.
144
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
c.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Biaya Dibayar di Muka
c. Prepaid Expenses
Prepaid expenses are amortized and charged
to operations over the periods benefited.
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan
dibebankan pada operasi selama masa
manfaatnya.
d.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Aset Tetap
d. Fixed Assets
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No.16 (Revisi 2011), “Aset
Tetap” dan ISAK No. 25, “Hak atas Tanah”.
Effective January 1, 2012, the Company
adopted PSAK No.16 (Revised 2011), “Fixed
Assets” and ISAK No. 25, “Land Rights”.
PSAK No. 16 (Revisi 2011) mengatur
pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat
dan biaya penyusutan dan kerugian atas
penurunan nilai harus diakui dalam kinerja
dengan aset tersebut. Penerapan PSAK
No. 16 (Revisi 2011) tidak memberikan
dampak yang signifikan terhadap pelaporan
keuangan dan pengungkapan dalam laporan
keuangan.
PSAK No. 16 (Revised 2011) stipulates on the
recognition of assets, the determination of their
carrying amounts and the depreciation changes
and impairment losses to be recognized in
relation them. The adoption of PSAK No. 16
(Revised 2011) has no significant impact on the
financial reporting and disclosures in the
financial statements.
ISAK
25
menetapkan
bahwa
biaya
pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk
Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”)
ketika tanah diperoleh pertama kali diakui
sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi.
Sementara
biaya
pengurusan
atas
perpanjangan atau pembaruan legal hak atas
tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP diakui
sebagai
bagian
dari
akun
“Beban
Ditangguhkan, Neto” pada laporan posisi
keuangan dan diamortisasi sepanjang mana
yang lebih pendek antara umur hukum hak
dan umur ekonomis tanah. Penerapan ISAK
No. 25 tidak memberikan dampak yang
signifikan terhadap pelaporan keuangan dan
pengungkapan dalam laporan keuangan.
ISAK 25 prescribes that the legal cost of land
rights in the form of Business Usage Rights
(“Hak Guna Usaha” or “HGU”), Building Usage
Right (Hak Guna Bangunan or “HGB”) and
Usage Rights (“Hak Pakai” or “HP”) when the
land was acquired initially are recognized as
part of the cost of the land under the “Fixed
Assets” account and not amortized. Meanwhile
the extension or the legal renewal costs of land
rights in the form of HGU, HGB and HP were
recognized as part of “Deferred Charges, Net”
account in the statements of financial position
and were amortized over the shorter of the
rights' legal life and land's economic life. The
adoption of ISAK No. 25 has no significant
impact on the financial reporting and
disclosures in the financial statements.
Seluruh aset tetap awalnya diakui sebesar
biaya perolehan, yang terdiri atas harga
perolehan dan biaya-biaya tambahan yang
dapat diatribusikan langsung untuk membawa
aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan
supaya aset tersebut siap digunakan sesuai
dengan maksud manajemen.
All fixed assets are initially recognized at cost,
which comprises its purchase price and any
costs directly attributable in bringing the asset
to the location and condition necessary for it to
be capable of operating in the manner intended
by management.
Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali
tanah dinyatakan pada biaya perolehan
dikurangi
akumulasi
penyusutan
dan
akumulasi rugi penurunan nilai.
Subsequent to initial recognition, fixed assets,
except for land are carried at cost less any
subsequent accumulated depreciation and
impairment losses.
145
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
d.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Aset Tetap (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
d. Fixed Assets (continued)
Depreciation of an asset starts when it is
available for use and is computed using the
straight-line method based on the estimated
useful lives of the assets as follows:
Penyusutan aset dimulai pada saat aset
tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
penggunaannya
dan
dihitung
dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan
estimasi umur manfaat ekonomis sebagai
berikut:
Tahun/Years
Komputer dan perlengkapannya
Perabot dan peralatan kantor
Kendaraan
4-5
4-8
5
Computers and equipment
Office furniture and fixtures
Vehicles
Aset tetap direview atas penurunan nilai jika
terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin
tidak dapat seluruhnya terealisasi.
Fixed assets are reviewed for impairment when
events or changes in circumstances indicate
that the carrying values may not be fully
recoverable.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan
dari
penggunaan
atau
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan
dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan
dalam laba rugi pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
An item of fixed asset is derecognized upon
disposal or when no future economic benefits
are expected from its use or disposal. Any gain
or loss arising on derecognition of the asset
(calculated as the difference between the net
disposal proceeds and the carrying amount of
the asset) is included in profit or loss in the
year the asset is derecognized.
Nilai residu, umur manfaat dan metode
penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan
disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.
The asset residual values, useful lives and
depreciation method are reviewed at each year
end and adjusted prospectively if necessary.
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dan tidak disusutkan.
Land are stated at cost and not depreciated.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar
biaya perolehan, termasuk kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi
sehubungan dengan pendanaan aset tetap
dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya
perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset
Tetap” yang bersangkutan pada saat aset
tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap
untuk
digunakan.
Aset
tetap
dalam
penyelesaian tidak disusutkan karena belum
tersedia untuk digunakan.
Constructions in-progress are stated at cost,
including capitalized borrowing costs and other
charges incurred in connection with the
financing of the said asset constructions. The
accumulated costs will be reclassified to the
appropriate “Fixed Assets” account when the
construction is completed. Assets under
construction are not depreciated as these are
not yet available for use.
146
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
d.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Aset Tetap (lanjutan)
d. Fixed Assets (continued)
Repairs and maintenance are taken to the
profit or loss when these are incurred. The cost
of major renovation and restoration is included
in the carrying amount of the related fixed asset
if the recognition criteria are met, and is
depreciated over the remaining useful life of the
related asset.
Beban
pemeliharaan
dan
perbaikan
dibebankan pada laba rugi pada saat
terjadinya.
Beban
pemugaran
dan
penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi
kepada jumlah tercatat aset tetap terkait bila
memenuhi kriteria pengakuan dan disusutkan
sepanjang sisa masa manfaat aset tetap
terkait.
e.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
e. Impairment of Non-financial Assets
Pada setiap akhir periode pelaporan,
Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi
suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut atau pada saat
pengujian tahunan atas penurunan nilai aset
tertentu (yaitu aset takberwujud dengan umur
manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang
belum dapat digunakan, atau goodwill yang
diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis)
diperlukan, maka Perusahaan membuat
estimasi atas jumlah terpulihkan aset tersebut.
The Company assesses at each annual
reporting period whether there is an indication
that an asset may be impaired. If any such
indication exists, or when annual impairment
testing for an asset (i.e. an intangible asset with
an indefinite useful life, an intangible asset not
yet available for use, or goodwill acquired in a
business combination) is required, the
Company makes an estimate of the asset’s
recoverable amount.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset
individual adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi
biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus
kas masuk yang sebagian besar independen
dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai
tercatat aset lebih besar daripada nilai
terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap
mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat
aset diturunkan menjadi sebesar nilai
terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari
operasi yang berkelanjutan diakui pada
laporan laba rugi komprehensif sebagai “rugi
penurunan nilai”.
An asset’s recoverable amount is the higher of
an asset’s or CGU’s fair value less costs to sell
and its value in use, and is determined for an
individual asset, unless the asset does not
generate cash inflows that are largely
independent of those from other assets or
groups of assets. Where the carrying amount of
an asset exceeds its recoverable amount, the
asset is considered impaired and is written
down to its recoverable amount. Impairment
losses of continuing operations are recognized
in the statement of comprehensive income as
“impairment losses”.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual, digunakan harga penawaran
pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat
transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan
model
penilaian
yang
sesuai
untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitunganperhitungan ini dikuatkan oleh pengali
penilaian atau indikator nilai wajar yang
tersedia.
In determining fair value less costs to sell,
recent market transactions are taken into
account, if available. If no such transactions
can be identified, an appropriate valuation
model is used to determine the fair value of the
assets. These calculations are corroborated by
valuation multiples or other available fair value
indicators.
147
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
e.
f.
Penurunan
(lanjutan)
Nilai
AKUNTANSI
Aset
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Non-keuangan
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
e. Impairment
(continued)
of
Non-financial
Assets
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode
pelaporan tahunan untuk menentukan apakah
terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai
yang telah diakui dalam periode sebelumnya
untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi
dimaksud
ditemukan,
maka
entitas
mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui
dalam periode sebelumnya untuk aset selain
goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan
asumsi-asumsi
yang
digunakan
untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut
sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke
jumlah terpulihkannya.
An assessment is made at each annual
reporting period as to whether there is any
indication
that
previously
recognized
impairment losses recognized for an asset
other than goodwill may no longer exist or may
have decreased. If such indication exists, the
recoverable amount is estimated. A previously
recognized impairment loss for an asset other
than goodwill is reversed only if there has been
a change in the assumptions used to determine
the asset’s recoverable amount since the last
impairment loss was recognized. If that is the
case, the carrying amount of the asset is
increased to its recoverable amount.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah
tercatat aset
tidak melebihi jumlah
terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto
setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi
penurunan nilai yang telah diakui untuk aset
tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan
rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset
tersebut disesuaikan di periode mendatang
untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset
yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan
dasar yang sistematis selama sisa umur
manfaatnya.
The reversal is limited so that the carrying
amount of the assets does not exceed its
recoverable amount, nor exceed the carrying
amount that would have been determined, net
of depreciation, had no impairment loss been
recognized for the asset in prior years.
Reversal of an impairment loss is recognized in
profit or loss. After such a reversal, the
depreciation charge on the said asset is
adjusted in future periods to allocate the asset’s
revised carrying amount, less any residual
value, on a systematic basis over its remaining
useful life.
Provisi
f.
Provisions
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki
kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
bersifat konstruktif) jika, sebagai akibat
peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya
penyelesaian
kewajiban
tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomi dan total
kewajiban tersebut dapat diestimasi secara
andal.
Provisions are recognized when the Company
has a present obligation (legal or constructive)
where, as a result of a past event, it is probable
that an outflow of resources embodying
economic benefits will be required to settle the
obligation and a reliable estimate can be made
of the amount of the obligation.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan
dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
terbaik yang paling kini. Jika arus keluar
sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi
dibatalkan.
Provisions are reviewed at each reporting date
and adjusted to reflect the current best
estimate. If it is no longer probable that an
outflow of resources embodying economic
benefits will be required to settle the obligation,
the provision is reversed.
148
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
g.
h.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
g. Revenue and Expense Recognition
Pendapatan diakui bila besar kemungkinan
manfaat ekonomi akan diperoleh oleh
Perusahaan dan jumlahnya dapat diukur secara
andal
tanpa
memperhitungkan
kapan
pembayaran dilakukan. Pendapatan diukur
pada nilai wajar pembayaran yang diterima atau
dapat diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan
Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”).
Revenue is recognized to the extent that it is
probable that the economic benefits will flow to
the Company and the revenue can be reliably
measured, regardless of when the payment is
being made. Revenue is measured at the fair
value of the consideration received or
receivable, excluding discounts, rebates and
Value Added Taxes (“VAT”).
Jasa yang diberikankan oleh Perusahaan
meliputi penyediaan akses internet dan
infrastruktur (intranet/extranet), merancang dan
memelihara web, portal, banner dan domain,
co-location server dan memberikan jasa untuk
merancang
aplikasi
perangkat
lunak.
Pendapatan dari layanan ini diakui setelah jasa
diberikan dan/atau substansial telah selesai.
Services provided by the Company include
providing internet access and the infrastructure
(intranet/extranet), designing and maintaining
the web, portal, banner and domains, colocation server and providing services to design
the application software. Revenues from these
services are recognized after the services are
rendered and/or substantially completed.
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
Expenses are
(accrual basis).
Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang
Asing
recognized
h. Foreign
Currency
Balances
when
incurred
Transactions
and
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 10 (Revisi 2010),
“Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”,
yang mengatur bagaimana memasukkan
transaksi mata uang asing dan kegiatan usaha
luar negeri dalam laporan keuangan entitas
dan menjabarkan laporan keuangan ke dalam
mata
uang
penyajian.
Perusahaan
mempertimbangkan indikator utama dan
indikator lainnya dalam menentukan mata
uang fungsionalnya, jika ada indikator yang
tercampur dan mata uang fungsinonal tidak
jelas, manajemen menggunakan penilaian
untuk menentukan mata uang fungsional yang
paling tepat menggambarkan pengaruh
ekonomi dari transaksi, kejadian dan kondisi
yang mendasarinya.
Effective January 1, 2012, the Company
applied PSAK No. 10 (Revised 2010), “The
Effects of Changes in Foreign Exchange
Rates”, which describes how to include foreign
currency transactions and foreign operations in
the financial statements of an entity and
translate
financial
statements
into
a
presentation currency. The Company considers
the primary indicators and other indicators in
determining its functional currency, if indicators
are mixed and the functional currency is not
obvious, management uses its judgments to
determine the functional currency that most
faithfully represents the economic effects of the
underlying transactions, events and conditions.
Penerapan PSAK No. 10 (Revisi 2010) tidak
memberikan dampak yang signifikan terhadap
pelaporan keuangan dan pengungkapan
dalam laporan keuangan.
The adoption of PSAK No. 10 (Revised 2010)
has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the financial
statements.
149
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
h.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang
Asing (lanjutan)
h. Foreign
Currency
Balances (continued)
Transactions
and
Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah,
yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian
Perusahaan. Transaksi dalam mata uang
asing dicatat berdasarkan nilai tukar yang
berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada
akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing disesuaikan
untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada
tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang
timbul dikreditkan atau dibebankan pada
usaha tahun berjalan.
The financial statements are presented in
Rupiah, which is the Company’s functional
currency and the Company’s presentation
currency. Transactions involving foreign
currencies are recorded at the rates of
exchange prevailing at the time the
transactions are made. At end of reporting
period, monetary assets and liabilities
denominated in foreign currencies are adjusted
to reflect the prevailing exchange rates at such
date and the resulting gains or losses are
credited or charged to current year operations.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
kurs yang digunakan, yang dihitung dari ratarata kurs jual dan beli yang dikeluarkan oleh
Bank Indonesia pada tanggal 28 Desember
2012 dan 30 Desember 2011 adalah sebagai
berikut:
As of December 31, 2012 and 2011, the
exchange rates used, computed by taking the
average of the exchange rate on transaction
issued by Bank Indonesia as of December 28,
2012 and December 30, 2011, respectively, are
as follows:
2012
Dolar Amerika Serikat ($AS)
i.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
2011
9.670
Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
9.068
i.
United States dollar (US$)
Transactions with Related Parties
A party is considered to be related to the
Company if the party:
a. has control or joint control over the
Company;
b. has significant influence over the
Company;
c. is a member of the key management
personnel of the Company or of a parent
of the Company;
d. is a member of the same group with the
Company (which means that each parent,
subsidiary and fellow subsidiary is related
to each others);
Suatu pihak dianggap berelasi dengan
Perusahaan jika pihak tersebut:
a.
memiliki pengendalian atau pengendalian
bersama atas Perusahaan;
b.
memiliki
pengaruh
signifikan
atas
Perusahaan;
c.
merupakan personil manajemen kunci
Perusahaan atau entitas induk dari
Perusahaan;
d.
merupakan anggota dari kelompok usaha
yang sama dengan Perusahaan (yang
artinya entitas induk, entitas anak dan
entitas anak berikutnya terkait satu sama
lain);
e.
merupakan entitas asosiasi atau ventura
bersama dari Perusahaan (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama dari
entitas yang merupakan anggota dari
suatu
kelompok
usaha
dimana
Perusahaan merupakan anggotanya);
e.
150
is an associate or joint venture of the
Company (or an associate or joint venture
of a member of a group of which the
Company is a member);
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
i.
j.
Transaksi
(lanjutan)
dengan
AKUNTANSI
Pihak-pihak
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Berelasi
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
i.
Transactions
(continued)
with
Related
Parties
Suatu pihak dianggap berelasi dengan
Perusahaan jika pihak tersebut: (lanjutan)
f.
bersama-sama dengan Perusahaan,
merupakan ventura bersama dari suatu
pihak ketiga yang sama;
g.
merupakan ventura bersama dari entitas
asosiasi
Perusahaan
atau
entitas
asosiasi dari ventura Perusahaan;
h.
merupakan suatu program imbalan pasca
kerja yang ditujukan bagi karyawan dari
Perusahaan atau entitas yang terkait
dengan Perusahaan;
i.
dikendalikan atau dikendalikan bersama
oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a-c di atas); dan
j.
terdapat pengaruh signifikan oleh orang
yang diidentifikasi dalam huruf (a di atas).
A party is considered to be related to the
Company if the party: (continued)
f. together with the Company, is a joint
venture of the same third party;
Seluruh transaksi dan saldo yang material
dengan pihak berelasi diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan yang relevan.
All significant transactions and balances with
related parties are disclosed in the relevant
notes to the financial statements.
g.
h.
i.
j.
Pajak Penghasilan
j.
is a joint venture of an associate of the
Company or is an associate of a joint
venture of the Company;
is a post-employment benefit plan for the
benefit of employees of either the
Company or an entity related to the
Company;
is controlled or jointly controlled by the
person identified in (a-c above); and
has significant influence by the person
identified in (a above).
Income Tax
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010),
“Pajak Penghasilan”, yang mensyaratkan
Perusahaan
untuk
memperhitungkan
konsekuensi pajak kini dan mendatang dari
pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset
(liabilitas) masa depan yang diakui dalam
laporan posisi keuangan, dan transaksi dan
kejadian lain dari periode kini yang diakui
dalam laporan keuangan.
Effective January 1, 2012, the Company
applied PSAK No. 46 (Revised 2010), ”Income
Taxes”, which requires the Company to
account for the current and future tax
consequences
of
the
future
recovery
(settlement) of the carrying amount of assets
(liabilities) that are recognized in the statement
of financial position, and transactions and other
events of the current period that are recognized
in the financial statements.
Revisi PSAK No. 46 juga mengharuskan
Perusahaan
untuk
menyajikan
kekurangan/kelebihan
pembayaran
pajak
penghasilan badan dari periode pajak
sebelumnya dicatat sebagai bagian dari
“Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - Neto”
dalam laporan laba rugi komprehensif.
The revised PSAK No. 46 also requires the
Company
to
present
the
underpayment/overpayment
of
corporate
income tax from previous tax period is recorded
as part of “Income Tax Benefit (Expense) - Net”
in the statements of comprehensive income.
Penerapan PSAK No. 46 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan perubahan yang signifikan
terhadap
pelaporan
keuangan
dan
pengungkapan dalam laporan keuangan.
The adoption of PSAK No. 46 (Revised 2010)
has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the financial
statements.
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah
dari pajak penghasilan badan yang terhutang
saat ini dan pajak tangguhan.
Income tax expense represents the sum of the
corporate income tax currently payable and
deferred tax.
151
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
j.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Pajak Penghasilan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
j.
Income Tax (continued)
Pajak kini
Current tax
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun
berjalan dan lalu diukur sebesar jumlah yang
diharapkan dapat direstitusi dari atau
dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif
pajak dan peraturan pajak yang digunakan
untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang
telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan dalam negara
dimana
Perusahaan
beroperasi
dan
menghasilkan pendapatan kena pajak.
Current income tax assets and liabilities for the
current and prior year are measured at the
amount expected to be recovered from or paid
to the tax authorities. The tax rates and tax
laws used to compute the amount are those
that were enacted or substantively enacted at
the reporting date in the country where the
Company operates and generates taxable
income.
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan
dicatat saat penetapan pajak diterima atau
apabila dilakukan banding, ketika hasil
banding sudah diputuskan.
Amendments to tax obligations are recorded
when an assessment is received or, if appealed
against by the Company, when the result of the
appeal is determined.
Pajak tangguhan
Deferred tax
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan
metode liabilitas atas perbedaan temporer
antara dasar pengenaan pajak atas aset dan
liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan
pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan.
Deferred tax is provided using the liability
method on temporary differences between the
tax bases of assets and liabilities and their
carrying amounts for financial reporting
purposes at the reporting date.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah
pada setiap tanggal pelaporan dan nilai
tercatat aset pajak tangguhan tersebut
diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak
memadai untuk mengkompensasi sebagian
atau semua manfaat aset pajak tangguhan.
Aset pajak tangguhan yang belum diakui
sebelumnya ditelaah pada setiap tanggal
pelaporan dan diakui sepanjang laba kena
pajak yang akan datang kemungkinan besar
akan tersedia untuk dipulihkan.
The carrying amount of deferred tax assets is
reviewed at each reporting date and reduced to
the extent that it is no longer probable that
sufficient taxable profit will be available to allow
all or part of the deferred tax asset to be
utilised. Unrecognised deferred tax assets are
reassessed at each reporting date and are
recognised to the extent that it has become
probable that future taxable profits will allow the
deferred tax asset to be recovered.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui
untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan dan saldo rugi fiskal yang belum
dikompensasikan,
sepanjang
perbedaan
temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan
untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang
akan datang.
Deferred tax assets and liabilities are
recognized for all deductible temporary
differences and carry forward of unused tax
losses to the extent that it is probable that
future taxable profits will be available against
which the deductible temporary differences and
carry forward of unused tax losses can be
utilized.
152
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
j.
k.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Pajak Penghasilan (lanjutan)
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
j.
Income Tax (continued)
Pajak tangguhan (lanjutan)
Deferred tax (continued)
Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas
pajak tangguhan yang disebabkan perubahan
tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan,
kecuali
untuk
transaksi-transaksi
yang
sebelumnya telah langsung dibebankan atau
dikreditkan ke ekuitas.
Changes in the carrying amount of deferred tax
assets and liabilities due to a change in tax
rates are charged to current year operations,
except to the extent that they relate to items
previously charged or credited to equity.
Pajak tangguhan sehubungan dengan bagian
yang diakui di luar laba atau rugi diakui di luar
laba atau rugi. Pajak tangguhan tersebut
diakui berkaitan dengan transaksi baik yang
ada di pendapatan komprehensif lainnya atau
langsung dibebankan ke ekuitas.
Deferred tax relating to items recognized
outside profit or loss is recognized outside
profit or loss. Deferred tax items are recognized
outside in correlation to the underlying
transaction either in other comprehensive
income or directly in equity.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat
saling hapus jika dan hanya jika ada hak
berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas aset dan liabilitas pajak kini terkait
dengan pajak penghasilan yang dikenakan
oleh otoritas perpajakan yang sama atas
entitas kena pajak yang sama, atau entitas
kena pajak yang berbeda bermaksud untuk
menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kininya
secara neto.
Deferred tax assets and liabilities are offset if
and only if when a legally enforceable right
exists to offset current tax assets against
current tax liabilities relate to the income taxes
levied by the same taxation authority on the
same taxable entity, or the different taxable
entities intends to settle its current assets and
liabilities on a net basis.
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan
k. Liability for Employee Benefits
Perusahaan mengakui liabilitas diestimasi atas
imbalan
kerja
karyawan
berdasarkan
peraturan Perusahaan dan sesuai dengan
Undang-Undang No. 13/2003 tanggal 25 Maret
2003. Efektif 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2010),
“Imbalan Kerja”, yang mengatur persyaratan
tentang pencatatan dan pengungkapan atas
imbalan kerja karyawan jangka pendek dan
jangka panjang. PSAK No. 24 (Revisi 2010)
memberikan opsi tambahan dalam pengakuan
keuntungan dan kerugian aktuarial dari
imbalan pascakerja, dimana keuntungan dan
kerugian tersebut dapat diakui seluruhnya
melalui
pendapatan
komprehensif
lain.
Perusahaan telah memutuskan untuk tetap
mengakui keuntungan atau kerugian aktuarial
menggunakan metode garis lurus berdasarkan
perkiraan rata-rata sisa masa kerja karyawan.
The Company provides post employment
benefits under the Company’s regulations and
under Law No. 13/2003 dated March 25, 2003.
Effective January 1, 2012, the Company adopt
PSAK No. 24 (Revised 2010), “Employee
Benefits”, which regulates the accounting and
disclosure requirements for employee benefits
for both short-term and long-term. PSAK
No. 24 (Revised 2010) provides an additional
option in the recognition of actuarial gains or
losses from post-employment benefits, which
gains or losses can be fully recognized through
other comprehensive income. The Company
has decided to continue to recognize actuarial
gains or losses using the straight-line method
based on the expected average remaining
working lives of employees.
Penerapan PSAK No. 24 (Revisi 2010) tidak
menimbulkan pengaruh yang signifikan
terhadap
pelaporan
keuangan
selain
tambahan pengungkapan dalam laporan
keuangan.
The adoption of PSAK No. 24 (Revised 2010)
has no significant impact on the financial
reporting except for the additional disclosures
in the financial statements.
153
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
k.
Liabilitas
(lanjutan)
Imbalan
AKUNTANSI
Kerja
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Karyawan
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
k. Liability
for
(continued)
Employee
Benefits
Penyisihan biaya jasa masa lalu ditangguhkan
dan diamortisasi selama sisa masa kerja ratarata yang diharapkan dari karyawan yang
memenuhi syarat tersebut. Selain itu,
penyisihan untuk biaya jasa kini dibebankan
langsung pada operasi tahun/periode berjalan.
Keuntungan atau kerugian aktuarial yang
timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam
asumsi-asumsi aktuarial diakui sebagai
pendapatan atau beban apabila akumulasi
keuntungan atau kerugian aktuarial neto yang
belum diakui pada akhir periode pelaporan
sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini
kewajiban imbalan pasti. Keuntungan atau
kerugian aktuarial yang melebihi batas 10%
tersebut diakui atas dasar metode garis lurus
selama ekspektasi rata-rata sisa masa kerja
karyawan yang memenuhi syarat.
Provisions made pertaining to past service
costs are deferred and amortized over the
expected average remaining service years of
the qualified employees. On the other hand,
provisions for current service costs are directly
charged to operations of the current
year/period. Actuarial gains or losses arising
from adjustments and changes in actuarial
assumptions are recognized as income or
expense
when
the
net
cumulative
unrecognized actuarial gains or losses at the
end of the previous reporting period exceed the
greater of 10% of the present value of the
defined benefit obligations. The actuarial gains
or losses in excess of the 10% threshold are
recognized on a straight-line method over the
expected average remaining service years of
the qualified employees.
Perusahaan mengakui keuntungan atau
kerugian dari kurtailmen atas program manfaat
pasti pada saat kurtailmen terjadi (apabila
terdapat
komitmen
untuk
melakukan
pengurangan
material
terhadap
jumlah
karyawan yang tercakup dalam program atau
apabila
terdapat
perubahan
terhadap
ketentuan-ketentuan program manfaat pasti
dimana bagian yang material dari jasa masa
depan yang akan diberikan oleh karyawan
yang ada saat ini, tidak lagi memenuhi syarat
untuk menerima imbalan, atau memenuhi
syarat untuk menerima imbalan yang lebih
rendah). Keuntungan atau kerugian kurtailmen
terdiri dari perubahan pada nilai kini kewajiban
imbalan pasti dan keuntungan atau kerugian
aktuarial dan biaya jasa lalu yang belum diakui
sebelumnya.
The Company recognizes gains or losses on
the curtailment of a defined benefit plan when
the curtailment occurs (when there is a
commitment to make a material reduction in the
number of employees covered by a plan or
when there is an amendment of the defined
benefit plan terms such that a material element
of future services to be provided by current
employees will no longer qualify for benefits, or
will qualify only for reduced benefits). The gain
or loss on curtailment comprises any resulting
change in the present value of defined benefit
obligation and any related actuarial gains and
losses and past service cost that had not
previously been recognized.
Perusahaan mencatat beban gaji, bonus,
jamsostek dan honorarium yang masih harus
dibayar sebagai “Liabilitas Imbalan Kerja
Jangka Pendek” dalam laporan posisi
keuangan.
The Company recorded accrued salary, bonus,
jamsostek and honorarium expenses as “Shortterm Employee Benefit Liabilities” in the
statements of financial position.
154
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
l.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
Segmen Operasi
l.
Operating Segment
Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan
dari Perusahaan yang terlibat baik dalam
menyediakan produk tertentu (segmen usaha),
maupun dalam menyediakan produk dalam
lingkungan
ekonomi
tertentu
(segmen
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dengan segmen lainnya.
A segment is a distinguishable component of
the Company that is engaged either in
providing certain products (business segment),
or in providing products within a particular
economic
environment
(geographical
segment), which is subject to risks and rewards
that are different from those of other segments.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
segmen mencakup item-item yang dapat
diatribusikan langsung kepada suatu segmen
serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan
dasar yang sesuai kepada segmen tersebut.
Segment revenue, expenses, results, assets
and liabilities include items directly attributable
to a segment as well as those that can be
allocated on a reasonable basis to that
segment.
m. Laba per Saham Dasar
n.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
m. Basic Earnings per Share
Efektif tanggal 1 Januari 2012, Perusahaan
menerapkan PSAK No. 56 (Revisi 2011),
“Laba Per Saham”, yang mengatur dampak
dilutif pada opsi waran dan setaranya.
Effective January 1, 2012, the Company
adopted PSAK No. 56 (Revised 2011),
“Earnings per Share”, which establishes the
dilutive effect of option, warrants and their
equivalents.
Penerapan PSAK No. 56 (Revisi 2011) tidak
menimbulkan perbedaan yang signifikan
terhadap
pelaporan
keuangan
dan
pengungkapan dalam laporan keuangan.
The adoption of PSAK No. 56 (Revised 2011)
has no significant impact on the financial
reporting and disclosures in the financial
statements.
Laba per saham dasar dihitung berdasarkan
rata-rata tertimbang jumlah saham yang
beredar selama tahun yang bersangkutan
(dikurangi perolehan kembali saham beredar).
Basic earnings per share is computed based
on the weighted average number of issued and
fully paid shares during the year (less treasury
stock).
Total rata-rata tertimbang saham yang beredar
untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing berjumlah 184.000.000 saham.
The weighted average number of shares
outstanding
for
the
years
ended
December 31, 2012 and 2011 are 184,000,000
shares, respectively.
Perusahaan tidak mempunyai saham biasa
dengan potensi bersifat dilutif pada tanggal
31 Desember 2012 dan 2011.
The Company has no outstanding dilutive
potential
ordinary
shares
as
of
December 31, 2012 and 2011.
Standar Akuntansi yang telah Diterbitkan
namun belum Berlaku Efektif
n. Accounting Standards that have
Published but not yet Effective
been
PSAK No. 38 (Revised 2012), “Business
Combinations Entities” which effective on
January 1, 2013. This revised PSAK prescribes
the accounting treatment for business
combinations under common control and
applied to business combinations under
common control that meet the requirements in
PSAK No. 22 "Business Combinations", both
for recipient and withdrawal entity.
PSAK No. 38 (Revisi 2012) "Kombinasi Bisnis
Entitas", yang efektif tanggal 1 Januari 2013.
PSAK revisi ini mengatur perlakuan akuntansi
untuk kombinasi bisnis entitas sepengendali
dan diterapkan untuk kombinasi bisnis
sepengendali yang memenuhi persyaratan
dalam PSAK No. 22 "Kombinasi Bisnis", baik
untuk penerima dan entitas penarikan.
155
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2.
IKHTISAR KEBIJAKAN
SIGNIFIKAN (lanjutan)
n.
3.
AKUNTANSI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
YANG
2.
SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
POLICIES (continued)
Standar Akuntansi yang telah Diterbitkan
namun belum Berlaku Efektif (lanjutan)
n. Accounting Standards that have been
Published but not yet Effective (continued)
Saat ini, Perusahaan sedang dalam proses
mengevaluasi dan belum menentukan dampak
dari revisi dan penyesuaian PSAK tersebut
terhadap laporan keuangan.
Currently, the Company is in the process of
evaluating and have not yet determined the
impact of the amended PSAK on the financial
statements.
SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan
mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi total yang dilaporkan dari
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan
pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir
periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai
asumsi
dan
estimasi
tersebut
dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap
nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.
The preparation of the Company’s financial
statements requires management to make
judgments, estimates and assumptions that affect
the reported amounts of revenues, expenses,
assets and liabilities, and the disclosure of
contingent liabilities, at the end of the reporting
period. Uncertainty about these assumptions and
estimates could result in outcomes that require a
material adjustment to the carrying amount of the
asset and liability affected in future periods.
Pertimbangan
Judgments
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen
dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling
signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
The following judgments are made by
management in the process of applying the
Company’s accounting policies that have the most
significant effects on the amounts recognized in
the financial statements:
Penentuan Mata Uang Fungsional
Determination of Functional Currency
Mata uang fungsional dari Perusahaan adalah
mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana
entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah
mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan
beban dari jasa yang diberikan.
The currency of the Company is the currency of
the primary economic environment in which each
entity operations. It is the currency that mainly
influences the revenue and cost of rendered
services.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Classification of Financial Assets and Financial
Liabilities
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan
liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan
bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi
2011) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan
dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan
kebijakan
akuntansi
Perusahaan
seperti
diungkapkan pada Catatan 2b.
The Company determines the classifications of
certain assets and liabilities as financial assets and
financial liabilities by judging if they meet the
definition set forth in PSAK No. 55 (Revised 2011).
Accordingly, the financial assets and financial
liabilities are accounted for in accordance with the
Company’s accounting policies disclosed in
Note 2b.
156
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Pertimbangan (lanjutan)
Judgments (continued)
Cadangan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha Evaluasi Individual
Allowance for Impairment of Trade Receivables Individual Assessment
Perusahaan
mengevaluasi
individual
akun
pelanggan
jika
terdapat
informasi
bahwa
pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal
tersebut,
Perusahaan
mempertimbangkan,
berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia,
termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu
hubungan dengan pelanggan dan status kredit
pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak
ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk
mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang
pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang
diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan.
Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan
disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima
mempengaruhi jumlah penyisihan untuk piutang
ragu-ragu.
The Company evaluates specific individual
accounts of customer where it has information that
certain customers are unable to meet their financial
obligations. In these cases, the Company uses
judgment, based on the best available facts and
circumstances, including but not limited to, the
length of its relationship with the customer and the
customer’s current credit status based on third
party credit reports and known market factors, to
record specific provisions for customers against
amounts due to reduce its receivable amounts that
the Company expects to collect. These specific
provisions are re-evaluated and adjusted as
additional information received affects the amounts
of allowance for impairment of trade receivables.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap adanya
penurunan nilai piutang pada akhir tahun,
manajemen Perusahaan berpendapat bahwa
seluruh piutang usaha pada tanggal 31 Desember
2012 dan 2011 dapat ditagihkan sehingga
penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha
belum dibutuhkan.
Based on the review of trade receivable from each
customer, the Company’s management believes
that all receivables as of December 31, 2012 and
2011 are collectible and an allowance for
impairment is not considered necessary.
Nilai tercatat piutang usaha Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 masingmasing
sebesar
Rp1.728.310.974
dan
Rp1.135.960.810.
Penjelasan
lebih
lanjut
diungkapkan dalam Catatan 5.
The carrying amount of the Company’s trade
receivables as of December 31, 2012 and 2011
were Rp1,728,310,974 and Rp1,135,960,810,
respectively. Further details are contained in
Note 5.
Estimasi dan Asumsi
Estimates and Assumptions
Asumsi utama masa depan dan sumber utama
estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya
diungkapkan
di
bawah
ini.
Perusahaan
mendasarkan asumsi dan estimasinya pada
parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah
akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan
dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
The key assumptions concerning the future and
other key sources of estimation uncertainty at the
reporting date that have a significant risk of
causing a material adjustment to the carrying
amounts of assets and liabilities within the next
financial year/period are disclosed below. The
Company based its assumptions and estimates on
parameters
available
when
the
financial
statements were prepared. Existing circumstances
and assumptions about future developments may
change due to market changes or circumstances
arising beyond the control of the Company. Such
changes are reflected in the assumptions when
they occur.
157
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Estimates and Assumptions (continued)
Imbalan Kerja
Employee Benefits
Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan
bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh aktuaris independen dan
Manajemen Perusahaan dalam menghitung
jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk
antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji
tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan
tingkat kematian.
The determination of the Company’s employee
benefits liabilities is dependent on its selection of
certain assumptions used by the independent
actuaries and the Company’ management in
calculating such amounts. Those assumptions
include among others, discount rates, future
annual salary increase, annual employee turn-over
rate, disability rate, retirement age and mortality
rate.
Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang
ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh
lebih dari 10% liabilitas imbalan kerja pasti,
ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus
selama rata-rata sisa masa kerja karyawan.
Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa
asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau
perubahan signifikan dalam asumsi yang
ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi
secara material liabilitas diestimasi atas imbalan
kerja
yang
masing-masing
berjumlah
Rp778.216.998,
Rp577.299.337
dan
Rp439.268.772 pada tanggal 31 Desember 2012,
2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010.
Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam
Catatan 12.
Actual results that differ from the Company’s
assumptions which has influence exceeded 10%
from defined benefit obligation is deferred and
amortized on a straight line basis over the
expected average remaining working lives of the
employee. While the Company believes that its
assumptions are reasonable and appropriate,
significant differences in the Company’s actual
result or significant changes in Company’s
assumptions may materially affect its estimated
liabilities for employee benefits of Rp778,216,998,
Rp577,299,337
and
Rp439,268,772,
as
of
December 31,
2012,
2011
and
January 1, 2011/December 31, 2010, respectively.
Further details are disclosed in Note 12.
Penyusutan Aset Tetap
Depreciation of Fixed Assets
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan
estimasi masa manfaat ekonomisnya. Manajemen
mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap
antara 4 sampai dengan 8 tahun. Ini adalah umur
yang secara umum diharapkan dalam industri di
mana
Perusahaan
menjalankan
bisnisnya.
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan
teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya
penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai
tercatat neto atas aset tetap Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan
1 Januari 2011/31 Desember 2010 masing-masing
adalah
sebesar
Rp13.731.574.773,
Rp14.277.824.224
dan
Rp14.808.219.853.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 8.
The costs of fixed assets are depreciated on a
straight-line basis over their estimated useful lives.
Management estimates the useful lives of these
fixed assets to be within 4 to 8 years. These are
common life expectancies applied in the industries
where the Company conducts its businesses.
Changes in the expected level of usage and
technological development could impact the
economic useful lives and the residual values of
these assets, and therefore future depreciation
charges could be revised. The net carrying amount
of
the
Company’s
fixed
assets
as of December 31, 2012, 2011 and
January 1, 2011/December 31, 2010 were
Rp13,731,574,773,
Rp14,277,824,224
and
Rp14,808,219,853, respectively. Further details
are disclosed in Note 8.
158
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Estimates and Assumptions (continued)
Pajak Penghasilan
Income Tax
Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah
akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai tercatat bersih liabilitas pajak penghasilan
badan Perusahaan berjumlah Rp11.587.227 dan
Rp2.722.558
masing-masing
pada
tanggal
31 Desember 2012 dan 2011. Penjelasan lebih
rinci diungkapkan dalam Catatan 11.
The Company recognizes liabilities for corporate
income tax based on estimation of whether
additional corporate income tax will be due. The
net carrying amount of the Company’s income tax
payable amounted to Rp11,587,227 and
Rp2,722,558 as of December 31, 2012 and 2011,
respectively. Further details are disclosed in
Note 11.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Impairment of Non-financial Assets
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau
UPK melebihi nilai terpulihkannya, yaitu yang lebih
besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan
data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang
dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa
atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi
dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan
dengan pelepasan aset.
An impairment exists when the carrying value of an
asset or CGU exceeds its recoverable amount,
which is the higher of its fair value less costs to sell
and its value in use. The fair value less costs to
sell calculation is based on available data from
binding sales transactions in an arm’s length
transaction of similar assets or observable market
prices less incremental costs for disposing the
asset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model
arus kas yang didiskontokan. Arus kas
diproyeksikan untuk sepuluh tahun ke depan dan
tidak mencakup aktivitas restrukturisasi yang belum
ada komitmennya atau investasi signifikan di masa
depan yang akan meningkatkan kinerja UPK yang
diuji. Nilai terpulihkan paling sensitif terhadap
tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus
kas yang didiskontokan dan juga arus kas masuk
masa depan yang diharapkan dan tingkat
pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan
ekstrapolasi.
The value in use calculation is based on a
discounted cash flow model. The future cash flow
projection is for a period of ten years and does not
include restructuring activities that the Company is
not yet committed to or significant future
investments that will enhance the asset’s
performance of the CGU being tested. The
recoverable amount is most sensitive to the
discount rate used for the discounted cash flow
model as well as the expected future cash inflows
and the growth rate used for extrapolation
purposes.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak
ada indikasi penurunan nilai aset non-keuangan.
As of December 31, 2012 and 2011, the
Company’s management believes that there is no
event or change in circumstances that may
indicate any impairment in value of non-financial
assets.
159
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3.
SUMBER
(lanjutan)
ESTIMASI
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
KETIDAKPASTIAN
3.
SOURCE OF
(continued)
ESTIMATION
UNCERTAINTY
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Estimates and Assumptions (continued)
Aset Pajak Tangguhan
Deferred Tax Assets
Aktiva pajak tangguhan diakui untuk semua saldo
rugi fiskal untuk memperpanjang kemungkinan
bahwa saldo laba fiskal akan tersedia terhadap
risiko kerugian yang dapat dimanfaatkan. Estimasi
signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam
menentukan total aset pajak tangguhan yang dapat
diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat
penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan
pajak
masa
depan.
Pada
tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 1 Januari 2011/
31 Desember 2010, Perusahaan tidak mempunyai
saldo rugi fiskal. Pada tanggal 31 Desember 2012,
2011 dan 1 Januari 2011/31 Desember 2010, aset
pajak tangguhan Perusahaan masing-masing
adalah sebesar Rp207.038.222, Rp149.004.914
dan Rp75.069.755. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 22.
Deferred tax assets is recognized for all unused
tax losses to extend that is probable that taxable
profit will be available against which the losses can
be utilized. Significant management estimates are
required to determine the amount of deferred tax
assets that can be recognized, based upon the
likely timing and the level of future taxable profits
together with future tax planning strategies. The
Company does not have any unused tax losses as
of December 31, 2012, 2011 and January 1, 2011/
December 31, 2010. The Company’s deferred tax
assets as of of December 31, 2012, 2011 and
January 1, 2011/December 31, 2010 were
Rp207,038,222,
Rp149,004,914
and
Rp75,069,755, respectively. Further details are
disclosed in Note 22.
Ketidakpastian Kewajiban Perpajakan
Uncertain Tax Exposure
Dalam situasi tertentu, Perusahaan tidak dapat
menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak
mereka pada saat ini atau masa depan karena
kemungkinan adanya pemeriksaan dari otoritas
perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan
interprestasi dari peraturan perpajakan yang
kompleks dan jumlah dan waktu dari penghasilan
kena pajak di masa depan. Dalam menentukan
jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas
pajak yang tidak pasti, Perusahaan menerapkan
pertimbangan yang sama yang akan mereka
gunakan dalam menentukan jumlah cadangan
yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57
(Revisi 2009), “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan
Aset Kontinjensi”. Perusahaan menganalisa semua
posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan
untuk menentukan liabilitas pajak untuk beban
yang belum diakui harus diakui.
In certain circumstances, the Company, may not
able to determine the exact amount its current or
future tax liabilities due to possibility of examination
by the taxation authority. Uncertainties exist with
respect to the interpretation of complex tax
regulations and the amount and timing of future
taxable income. In determining the amount to be
recognized in respect of an uncertain tax liability,
the Company applies similar considerations as it
would use in determining the amount of a provision
to be recognized in accordance with PSAK No. 57
(Revised 2009), “Provisions, Contingent Liabilities
and Contingent Assets”. The Company analyzes
all tax positions related to income taxes to
determine if a tax liability for unrecognized tax
benefit should be recognized.
160
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
4.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
KAS DAN BANK
4.
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Kas
Bank - pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk
(AS$16.929 pada tanggal
31 Desember 2012 dan
AS$17.809 pada tanggal
31 Desember 2011)
Total
5.
CASH ON HAND AND IN BANKS
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1.304.219
3.199.958
163.703.914
161.494.007
Cash on hand
Cash in banks - third parties
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
United States dollar
PT Bank Central Asia Tbk
(US$16,929 as of
December 31, 2012 and
US$17,809 as of
December 31, 2011)
910.484.852
31.133.875
639.703.245
13.557.141
1.106.626.860
817.954.351
Total
Selama tahun 2012 dan 2011, suku bunga tahunan
untuk rekening bank masing-masing berkisar
antara 1% - 2,5%.
During 2012 and 2011, annual interest rates for the
current bank accounts ranged from 1% - 2.5%,
respectively.
Kas dan bank tidak dijadikan sebagai jaminan
pinjaman serta tanpa pembatasan penggunaan.
Cash on hand and in banks are not pledged as
collateral for loans and without restrictions in the
usage.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak
ada penempatan kas dan bank pada pihak-pihak
berelasi.
As of December 31, 2012 and 2011, there are no
placement of cash on hand and in banks to related
parties.
PIUTANG USAHA
5.
TRADE RECEIVABLES
The details of trade receivables are as follows:
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
Pihak ketiga
Rupiah
PT Primacom Interbuana
Lain-lain
8.800.000
-
83.674.320
Third parties
Rupiah
PT Primacom Interbuana
Others
Total pihak ketiga
8.800.000
83.674.320
Total third party
Pihak berelasi
Rupiah
PT Multistrada Arah Sarana Tbk
Dolar Amerika Serikat
PT Multistrada Arah Sarana Tbk
(AS$90.683)
842.608.008
1.052.286.490
876.902.966
-
Related party
Rupiah
PT Multistrada Arah Sarana Tbk
United States dollar
PT Multistrada Arah Sarana Tbk
(US$90,683
Total pihak berelasi
1.719.510.974
1.052.286.490
Total related party
Total
1.728.310.974
1.135.960.810
Total
161
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
5.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
PIUTANG USAHA (lanjutan)
5.
The aging analysis of trade receivables is as
follows:
Analisa umur piutang usaha adalah sebagai
berikut:
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Lancar
Telah jatuh tempo:
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
Lebih dari 90 hari
Total
6.
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
857.649.094
406.060.684
268.000.000
508.053.880
94.608.000
-
542.434.244
187.465.882
Current
Overdue:
1 - 30 days
31 - 60 days
61 - 90 days
More than 90 days
1.728.310.974
1.135.960.810
Total
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan
akun piutang usaha masing-masing pelanggan
pada akhir tahun, manajemen Perusahaan
berpendapat bahwa seluruh piutang usaha pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 dapat
ditagihkan sehingga cadangan atas penurunan nilai
piutang usaha belum diperlukan.
Based on the review of trade receivable from each
customer, the Company’s management believes
that all receivables as of December 31, 2012 and
2011 are collectible and an allowance for
impairment is not considered necessary.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, tidak
terdapat piutang usaha yang dijaminkan.
As of December 31, 2012 and 2011, there is no
trade receivables pledged as collateral.
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DIBAYAR DI
MUKA
6.
BIAYA DIBAYAR DI MUKA
7.
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Total
PREPAID EXPENSES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
Biaya dibayar di muka:
Asuransi
Lain-lain
PREPAID VALUE ADDED TAX
This account represents the value added tax as of
December 31, 2011 and January 1, 2011/
December 31, 2010 amounting to Rp53,124,613
and Rp246,811,788, respectively.
Akun ini menyajikan pajak pertambahan nilai pada
tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari 2011/
31 Desember 2010, masing-masing sebesar
Rp53.124.613 dan Rp246.811.788.
7.
TRADE RECEIVABLES (continued)
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
901.700
9.999.996
3.606.785
239.081.891
Prepaid expenses:
Insurance
Others
10.901.696
242.688.676
Total
162
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
8.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
ASET TETAP
8.
FIXED ASSETS
Fixed assets consist of:
Aset tetap terdiri dari:
31 Desember 2012/December 31, 2012
Saldo Awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Additions
Penghentian
Pengakuan/
Derecognition
Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo Akhir/
Ending
Balance
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Komputer dan perlengkapannya
Perabot dan peralatan kantor
Kendaraan
12.351.996.363
10.807.707.113
817.897.420
121.950.000
34.113.600
9.806.100
-
-
-
12.351.996.363
10.841.820.713
827.703.520
121.950.000
Cost
Direct ownership
Land
Computers and equipment
Office furniture and fixtures
Vehicles
Total biaya perolehan
24.099.550.896
43.919.700
-
-
24.143.470.596
Total cost
9.475.316.021
303.728.151
42.682.500
442.322.121
123.457.030
24.390.000
-
-
9.917.638.142
427.185.181
67.072.500
Accumulated depreciation
Direct ownership
Computers and equipment
Office furniture and fixtures
Vehicles
9.821.726.672
590.169.151
-
-
10.411.895.823
Total accumulated depreciation
13.731.574.773
Net book value
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Komputer dan perlengkapannya
Perabot dan peralatan kantor
Kendaraan
Total akumulasi penyusutan
Nilai buku neto
14.277.824.224
Disajikan kembali, Catatan 30/As restated, Note 30
31 Desember 2011/December 31, 2011
Saldo Awal/
Beginning
Balance
Penambahan/
Additions
Penghentian
Pengakuan/
Derecognition
Reklasifikasi/
Reclassification
Saldo Akhir/
Ending
Balance
Biaya perolehan
Pemilikan langsung
Tanah
Komputer dan perlengkapannya
Perabot dan peralatan kantor
Kendaraan
12.351.996.363
10.162.403.248
872.925.153
121.950.000
5.935.028
910.000
-
55.937.733
-
639.368.837
-
12.351.996.363
10.807.707.113
817.897.420
121.950.000
Cost
Direct ownership
Land
Computers and equipment
Office furniture and fixtures
Vehicles
Sub-total
Aset tetap dalam penyelesaian
23.509.274.764
609.368.837
6.845.028
30.000.000
55.937.733
-
639.368.837
(639.368.837)
24.099.550.896
-
Sub-total
Constructions in-progress
Total biaya perolehan
24.118.643.601
36.845.028
55.937.733
-
24.099.550.896
Total cost
9.106.112.868
186.018.380
18.292.500
369.203.153
173.647.504
24.390.000
55.937.733
-
-
9.475.316.021
303.728.151
42.682.500
Accumulated depreciation
Direct ownership
Computers and equipment
Office furniture and fixtures
Vehicles
9.310.423.748
567.240.657
55.937.733
-
9.821.726.672
Total accumulated depreciation
14.277.824.224
Net book value
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Komputer dan perlengkapannya
Perabot dan peralatan kantor
Kendaraan
Total akumulasi penyusutan
Nilai buku neto
14.808.219.853
Beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
masing-masing sebesar Rp590.169.151 dan
Rp567.240.657, disajikan sebagai “Beban Umum
dan Administrasi - Penyusutan” dalam laporan laba
rugi komprehensif (Catatan 18).
Depreciation expenses for the years ended
December 31, 2012 and 2011 amounted to
Rp590,169,151 and Rp567,240,657, respectively,
were presented as “General and Administrative
Expenses - Depreciation” in the statements of
comprehensive income (Note 18).
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak
ada indikasi penurunan nilai aset tetap.
As of December 31, 2012 and 2011, the
Company’s management believes that there is no
event or change in circumstances that may indicate
any impairment in value of fixed assets.
Kendaraan yang dimiliki oleh Perusahaan diperoleh
melalui fasilitas kredit dari PT BCA Finance dan
dijaminkan terhadap liabilitas yang terkait. Utang
terkait disajikan sebagai "Utang Jangka Panjang
Lainnya" dalam laporan posisi keuangan pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
Vehicle owned by the Company acquired through
credit facility from PT BCA Finance and are
pledged against the related liabilities. The related
payables are presented as “Other Long-term Debt”
in the statements of financial position as of
December 31, 2012 and 2011.
163
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
8.
9.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
ASET TETAP (lanjutan)
8.
FIXED ASSETS (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2012, Perusahaan
memiliki tanah dengan status Hak Guna Bangunan
(“HGB”) seluas 0,32 hektar yang berlaku sampai
dengan 2027 dan berlokasi di Tangerang, Banten.
Manajemen berkeyakinan bahwa HGB tersebut
dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh
tempo.
As of December 31, 2012, the Company has land
in the form of Building Rights (“HGB”) of 0.32
hectare which valid until 2027 and located at
Tangerang, Banten. Management believes that the
said HGB can be renewed/extended upon its
expiration.
Pada tanggal 31 Desember 2012, tanah
Perusahaan senilai Rp12.351.996.363 yang tidak
digunakan sementara. Manajemen Perusahaan
berencana untuk
membangun sebuah pusat
pelatihan dan riset di atas tanah tersebut di masa
yang akan datang.
As of December 31, 2012, the Company’s land
amounting to Rp12,351,996,363 is temporarily idle.
The Company’s management has a plan to build a
training and research centre on this land in the
future.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
Perusahaan mengasuransikan kendaraan miliknya
dengan nilai pertanggungan masing-masing
sebesar Rp91.462.500 dan Rp103.657.500,
kepada PT Asuransi Jaya Proteksi, pihak ketiga.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, nilai
buku aset yang diasuransikan Perusahaan masingmasing sebesar Rp54.877.500 dan Rp79.267.500.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai
pertanggungan tersebut adalah memadai untuk
menutupi kemungkinan kerugian atas risiko
tersebut.
As of December 31, 2012 and 2011, the
Company’s vehicle are covered by insurance under
blanket
policies
of
Rp91,462,500
and
Rp103,657,500, respectively, to PT Asuransi Jaya
Proteksi,
a
third
party.
As
of
December 31, 2012 and 2011, the net book value
of the insured asset were Rp54,877,500 and
Rp79,267,500, respectively. The Company’s
management believes that the insurance coverage
is adequate to cover possible losses arising from
such risks.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, selain
kendaraan, tidak terdapat aset tetap yang
dijaminkan.
As of December 31, 2012 and 2011, except for the
vehicle, there are no fixed assets pledged as
collateral.
UTANG USAHA
9.
The details of accounts payable - trade per
suppliers are as follows:
Rincian utang usaha berdasarkan pemasok adalah
sebagai berikut:
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Pihak ketiga
Rupiah
PT Kusuma Megah Perdana
PT Listakwarta Putra
PT Proccess Data Solution
Nusantara Secom Tech
Lain-lain (masing-masing
di bawah Rp100.000.000)
Dolar Amerika Serikat
PT Virtus Technology Indonesia
(AS$48.857)
PT Paranta Anugerah Prima
(AS$13.100)
PT Panca Putra Solusindo
(AS$9.293)
Total
TRADE PAYABLES
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
143.275.000
133.402.500
131.352.197
609.057.162
217.504.100
347.404.758
18.750.000
472.442.355
-
126.677.000
-
89.865.051
-
1.444.418.861
845.311.262
164
Third parties
Rupiah
PT Kusuma Megah Perdana
PT Listakwarta Putra
PT Proccess Data Solution
Nusantara Secom Tech
Others (each below Rp100,000,000)
United States dollar
PT Virtus Technology Indonesia
(US$48,857)
PT Paranta Anugerah Prima
(US$13,100)
PT Panca Putra Solusindo
(US$9,293)
Total
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
UTANG USAHA (lanjutan)
9.
The aging analysis of trade payables is as follows:
Analisa umur utang usaha adalah sebagai berikut:
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Lancar
Telah jatuh tempo:
1 - 30 hari
31 - 60 hari
61 - 90 hari
Lebih dari 90 hari
Total
TRADE PAYABLES (continued)
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
233.115.642
-
677.025.685
270.524.511
63.100.826
200.652.197
496.454.965
348.856.297
Current
Overdue:
1 - 30 days
31 - 60 days
61 - 90 days
More than 90 days
1.444.418.861
845.311.262
Total
As of December 31, 2012 and 2011, there were
no collateral provided by the Company for the
trade payables stated above.
Pada tanggal 31 December 2012 dan 2011, tidak
terdapat jaminan yang diberikan Perusahaan atas
utang usaha di atas.
10. BEBAN AKRUAL
10. ACCRUED EXPENSES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
Jasa profesional
Biaya dan denda pajak
Lain-lain
309.440.000
55.798.660
11.168.424
1.212.000
-
Professional fee
Tax expense and fines
Others
Total
376.407.084
1.212.000
-
Total
11. UTANG PAJAK
11. TAXES PAYABLE
The details of taxes payable are as follows:
Rincian utang pajak adalah sebagai berikut:
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
Pajak penghasilan
Pasal 4(2)
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 25
Pasal 29 (Catatan 22)
Pajak pertambahan nilai, neto
Utang denda pajak
Total
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
5.569.760
24.967.741
3.491.757
11.587.227
85.996.030
-
12.600.000
14.305.794
29.735.459
2.722.558
35.009.959
21.827.948
12.984.457
3.010.082
1.328.896.855
2.303.726.907
Income taxes
Article 4(2)
Article 21
Article 23
Article 25
Article 29 (Note 22)
Value added tax, net
Tax penalties payables
131.612.515
1.388.260.666
2.376.559.353
Total
165
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
11. UTANG PAJAK (lanjutan)
11. TAXES PAYABLE (continued)
Pada tanggal 1 Januari 2011, utang denda pajak
sejumlah Rp2.303.726.907 merupakan akumulasi
denda atas keterlambatan pembayaran kekurangan
bayar beberapa surat ketetapan pajak dari tahun
pajak 2001 sampai dengan 2006. Pada tahun 2012
dan 2011, Perusahaan telah membayar utang
denda
pajak
masing-masing
sebesar
Rp1.328.896.855 dan Rp974.830.052.
As of January 1, 2011, tax penalties payable of
Rp2,303,726,907
represents
accumulated
penalties for the late payment of underpayments of
several tax assessment letters from fiscal year
2001 to 2006. In 2012 and 2011, the Company has
paid the penalties of Rp1,328,896,855 and
Rp974,830,052, respectively.
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA
12. EMPLOYEE BENEFIT LIABILITIES
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
Liabilitas imbalan kerja
jangka pendek
Gaji dan imbalan lainnya
Liabilitas imbalan kerja
jangka panjang
17.752.200
8.430.654
182.952.123
778.216.998
577.299.337
439.268.772
Short-term employee benefit
liabilities
Salaries and other benefits
Long-term employee benefit
liabilities
Total
795.969.198
585.729.991
622.220.895
Total
Perusahaan memberikan imbalan kerja kepada
karyawan berdasarkan peraturan Perusahaan dan
sesuai dengan Undang-undang No. 13/2003 dan
mengakui liabilitas imbalan kerja karyawan sesuai
dengan PSAK No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan
Kerja”.
The Company
provide employee service
entitlements based on the Company’s regulations
and the Labor Law No. 13/2003 and recognize the
liabilities for these employees’ benefits as
accounted for in accordance with the PSAK No. 24
(Revised 2010), “Employee Benefits”.
Liabilitas atas imbalan pasca kerja ditentukan
berdasarkan penilaian aktuaris masing-masing
pada tanggal 31 Desember 2012, 2011 dan 2010
yang dilakukan oleh PT Konsul Penata Manfaat
Sejahtera, aktuaris independen, berdasarkan
laporannya
masing-masing
tertanggal
30 Januari 2013, 28 Februari
2012 dan
2 Maret 2011.
The liabilities for post-employment benefits as of
December 31, 2012, 2011 and 2010, were
determined based on actuarial valuations
performed by PT Konsul Penata Manfaat
Sejahtera, an independent actuary, based on its
reports dated January 30, 2013, February 28, 2012
and March 2, 2011.
Beban imbalan kerja yang diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif adalah sebagai berikut:
The benefit expense recognized in the statements
of comprehensive income is as follows:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Beban jasa kini
Biaya bunga
Amortisasi biaya jasa lalu
Amortisasi laba aktuaria
173.040.999
28.684.944
4.874.831
(5.683.113)
148.591.347
9.178.122
4.874.831
(15.813.735)
Total
200.917.661
146.830.565
166
Current service cost
Interest cost
Amortization of unrecognized past service cost
Amortization of actuarial gains
Total
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
12. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
The liabilities for employees’ benefits are as
follows:
Liabilitas imbalan kerja karyawan adalah sebagai
berikut:
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
Nilai kini kewajiban
Laba aktuaria yang belum diakui
Biaya jasa lalu yang belum
diakui - belum menjadi hak
Liabilitas diakui di
laporan posisi keuangan
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
750.498.982
94.064.465
478.082.407
170.438.210
131.116.026
384.248.857
(66.346.449)
(71.221.280)
(76.096.111)
778.216.998
577.299.337
439.268.772
Present value of obligation
Unrecognized actuarial gains
Unrecognized non-vested
past service cost
Liabilities recognized in
statements of financial position
The changes in the present value of benefits
obligation are as follows:
Perubahan pada nilai kini kewajiban imbalan kerja
adalah sebagai berikut:
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
Nilai kini kewajiban pada 1 Januari
Beban jasa kini
Biaya bunga
Rugi (laba) aktuaria pada kewajiban
478.082.407
173.040.999
28.684.944
70.690.632
131.116.026
148.591.347
9.178.122
189.196.912
282.488.325
74.216.601
22.599.066
(248.187.966)
Nilai kini kewajiban
pada 31 Desember
750.498.982
478.082.407
131.116.026
Present value of obligation at January 1
Current service cost
Interest cost
Actuarial losses (gains) on obligation
Present value of obligation
at December 31
The movements of liabilities for employees’
benefits for the years ended December 31, 2012,
2011 and January 1, 2011/December 31, 2010 are
as follows:
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 1 Januari 2011/
31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
Saldo awal tahun
Beban jasa kini
Biaya bunga
Amortisasi biaya jasa lalu
Amortisasi laba aktuaria
Pembayaran kepada karyawan
Saldo akhir tahun
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
577.299.337
173.040.999
28.684.944
439.268.772
148.591.347
9.178.122
342.232.484
74.216.601
22.599.066
4.874.831
(5.683.113)
778.216.998
4.874.831
(15.813.735)
(8.800.000)
577.299.337
167
4.874.831
(4.654.210)
439.268.772
Balance at beginning of year
Current service cost
Interest cost
Amortization of unrecognized
past service cost
Amortization of actuarial gains
Actual payments to employees
Balance at end of year
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
12. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
12. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (continued)
A one percentage point change in the assumed
rate of discount rate would have the following
effects:
Perubahan satu poin persentase dalam tingkat
yang diasumsikan terhadap tingkat diskonto akan
memiliki dampak sebagai berikut:
Penambahan/
Increase
Dampak agregat biaya
jasa kini dan biaya bunga
Dampak kewajiban manfaat pasti
Asumsi-asumsi penting yang digunakan
aktuaris independen adalah sebagai berikut:
Pengurangan/
Decrease
(11.487.199)
14.698.715
(68.033.237)
79.929.490
Effect on the aggregate current
service cost and interest cost
Effect on the defined benefit obligation
The significant assumptions used
independent actuary are as follows:
oleh
by
the
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Usia pensiun
Pensiun dini/pengunduran diri
Tingkat kematian
Tingkat cacat
Metode penilaian
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
6%
5%
55 tahun/55 years
5% sampai dengan
usia 40 dan
berkurang secara
linear sampai
dengan 0,25% pada
usia 50 tahun dan
0% setelahnya/
5% up to age
of 40 and reducing
linearly to be 0.25%
at age of 50 and
0% thereafter
TMII III
5% dari tingkat
kematian/5% of
mortality rate
Projected Unit Credit
7%
5%
55 tahun/55 years
5% sampai dengan
usia 40 dan
berkurang secara
linear sampai
dengan 0,25% pada
usia 50 tahun dan
0% setelahnya/
5% up to age
of 40 and reducing
linearly to be 0.25%
at age of 50 and
0% thereafter
TMII III
5% dari tingkat
kematian/5% of
mortality rate
Projected Unit Credit
8%
5%
55 tahun/55 years
5% sampai dengan
usia 40 dan
berkurang secara
linear sampai
dengan 0,25% pada
usia 50 tahun dan
0% setelahnya/
5% up to age
of 40 and reducing
linearly to be 0.25%
at age of 50 and
0% thereafter
TMII II
5% dari tingkat
kematian/5% of
mortality rate
Projected Unit Credit
13. MODAL SAHAM
PT Philadel Terra Lestari
Masyarakat (masing-masing
di bawah 5%)
Total
Mortality rate
Disability rate
Valuation method
13. SHARE CAPITAL
The Company’s shareholders and their share
ownerships as of December 31, 2012 and 2011 are
as follows:
Rincian pemegang saham Perusahaan dan
kepemilikan
sahamnya
pada
tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
Pemegang Saham
Discount rates
Annual wages and salary increases
Retirement age
Early retirement/resignation
Jumlah Saham
Ditempatkan dan
Disetor Penuh/
Number of
Shares Issued
and Fully Paid
Persentase
Kepemilikan/
Percentage of
Ownership
Jumlah/
Amount
Shareholders
133.301.000
72,45%
33.325.250.000
PT Philadel Terra Lestari
50.699.000
27,55%
12.674.750.000
Public (each below 5%)
184.000.000
100,00%
46.000.000.000
Total
168
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
14. TAMBAHAN MODAL DISETOR
14. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
This account represents of stock issuance costs of
related to the Company’s public offering in year
2000 amounted to Rp2,324,722,452.
Akun ini merupakan biaya emisi efek yang
berkaitan dengan penerbitan saham perdana
Perusahaan
pada
tahun
2000
sebesar
Rp2.324.722.452.
15. PENDAPATAN
15. REVENUES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Pihak ketiga:
IT Solution
Internet access dan N.O.C
Pihak berelasi: (Catatan 24a)
IT Solution
Total
4.161.240.383
3.840.000.000
1.502.991.805
1.280.000.000
5.926.400.286
15.588.702.414
Third parties:
IT Solution
Internet access and N.O.C
Related party: (Note 24a)
IT Solution
13.927.640.669
18.371.694.219
Total
Customer with net revenues of more than 10% of
the total revenues is as follows:
Pelanggan dengan pendapatan lebih dari 10% dari
total pendapatan adalah sebagai berikut:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
(Note 30)
2011
2012
IT Solution
PT Multistrada Arah Sarana Tbk
PT Indosurance Broker Utama
PT Primacom Interbuana
5.926.400.286
1.700.000.000
1.140.000.000
15.588.702.414
720.000.000
IT Solution
PT Multistrada Arah Sarana Tbk
PT Indosurance Broker Utama
PT Primacom Interbuana
Total IT Solution
8.766.400.286
16.308.702.414
Total IT Solution
Internet access dan N.O.C
PT Primacom Interbuana
3.840.000.000
1.280.000.000
Internet access and N.O.C
PT Primacom Interbuana
16. BEBAN POKOK PENDAPATAN
16. COST OF REVENUES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
IT Solution
Internet access dan N.O.C
5.657.106.714
2.900.000.000
11.204.878.942
2.409.751.008
IT Solution
Internet access and N.O.C
Total
8.557.106.714
13.614.629.950
Total
169
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
\
16. BEBAN POKOK PENDAPATAN (lanjutan)
16. COST OF REVENUES (continued)
Suppliers with total purchases of more than 10% of
the total revenues are as follows:
Rincian pemasok dengan nilai pembelian melebihi
10% dari total pendapatan adalah sebagai berikut:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
IT Solution
PT Process Data Solution
PT Nusantara Secom Infotech
-
6.159.785.722
2.076.306.314
IT Solution
PT Process Data Solution
PT Nusantara Secom Infotech
Total IT Solution
-
8.236.092.036
Total IT Solution
2.900.000.000
-
Internet access and N.O.C
PT Primacom Interbuana
Internet access dan N.O.C
PT Primacom Interbuana
17. BEBAN PENJUALAN
17. SELLING EXPENSES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Biaya promosi dan iklan
Lain-lain
Total
99.765.808
2.833.679
43.831.022
11.268.000
Promotion and advertisement
Others
102.599.487
55.099.022
Total
18. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
18. GENERAL AND ADMINISTRATION EXPENSES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Gaji dan imbalan kerja (Catatan 12)
Penyusutan (Catatan 8)
Jasa tenaga ahli
Telekomunikasi, air dan listrik
Iuran keanggotan
Perjalanan dan transportasi
Sewa
Perbaikan dan pemeliharaan
Pelatihan dan pendidikan
Alat tulis dan peralatan kantor
Perijinan
Sumbangan dan jamuan
Lain-lain
3.130.848.399
590.169.151
411.940.000
90.752.975
75.797.663
73.200.822
72.075.000
67.356.561
53.144.078
35.179.821
32.596.000
16.420.131
30.778.743
2.619.274.653
567.240.657
176.622.449
122.565.924
70.108.333
62.216.503
77.263.500
59.387.538
8.950.000
32.628.855
38.532.761
18.416.161
30.667.724
Salaries and employee benefits (Note 12)
Depreciation (Note 8)
Professional fees
Telecommunication, water and electricity
Membership fees
Traveling and transportation
Rental
Repairs and maintenance
Training and education
Stationery and office supplies
Licenses
Donation and entertainment
Others
Total
4.680.259.344
3.883.875.058
Total
170
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
19. PENDAPATAN OPERASI LAINNYA
19. OTHER OPERATING INCOME
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Pendapatan bunga
Lain-lain
5.784.560
42.011.627
6.209.990
97.180.359
Interest income
Others
Total
47.796.187
103.390.349
Total
20. BEBAN OPERASI LAINNYA
20. OTHER OPERATING EXPENSES
This account consists of:
Akun ini terdiri dari:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Biaya dan denda pajak
Rugi selisih kurs
Lain-lain
200.056.368
16.637.324
65.827.765
153.354.357
15.180.480
18.430.482
Tax expenses and fines
Loss on exchange rate
Others
Total
282.521.457
186.965.319
Total
21. BIAYA KEUANGAN
21. FINANCE COSTS
For the years ended December 31, 2012 and 2011,
finance costs amounting to Rp3,344,961 and
Rp7,118,648 represent interest of the vehicle credit
facility.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011, biaya keuangan
masing-masing
sebesar
Rp3.344.961
dan
Rp7.118.648 merupakan biaya bunga atas fasilitas
kredit kendaraan bermotor.
171
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
22. PAJAK PENGHASILAN
22. INCOME TAX
The reconciliation between income before income
tax per statements of comprehensive income and
estimated taxable income for the years ended
December 31, 2012 and 2011 are as follows:
Rekonsiliasi
antara
laba
sebelum
pajak
penghasilan
menurut
laporan
laba
rugi
komprehensif dengan taksiran laba fiskal untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2012 dan 2011 adalah sebagai
berikut:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Laba sebelum beban pajak
penghasilan
Beda temporer:
Penyisihan atas liabilitas imbalan
kerja karyawan - setelah
dikurangi pembayaran
Penyusutan aset tetap
Beda tetap:
Beban yang tidak dapat dikurangkan
Donasi, jamuan dan representasi
Tunjangan karyawan lainnya
Biaya pajak dan denda
Penyusutan aset tetap
Lainnya
Penghasilan bunga yang telah
dikenakan pajak penghasilan
yang bersifat final
Penghasilan kena pajak
349.604.893
727.396.571
200.917.661
31.215.571
138.030.565
36.765.298
22.166.481
56.520.949
200.056.369
48.107.455
18.416.161
165.053.872
153.354.357
283.094.888
-
(5.784.560)
902.804.819
(6.209.990)
1.515.901.722
Income before income
tax expense
Temporary differences:
Provision of liabilities for employees’
benefits - net of payments
Depreciation of fixed assets
Permanent differences:
Non deductible expense:
Donation, entertainment and representation
Employee benefit in kind
Tax expenses and fines
Depreciation of fixed assets
Others
Interest income already subjected
to final tax
Taxable income
Penghasilan kena pajak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012
seperti yang disebutkan di atas telah dilaporkan
oleh Perusahaan dalam Surat Pemberitahuan
Tahunan (“SPT”) Pajak Penghasilan Badan ke
Kantor Pajak.
The Company’s taxable income for the year ended
December 31, 2012 as stated above was reported
by the Company in its Annual Income Tax Return
(“SPT”) of Corporate Income Tax to the Tax Office.
Penghasilan kena pajak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
konsisten dengan SPT Pajak Penghasilan Badan
yang dilaporkan ke Kantor Pajak.
The Company’s taxable income for the year ended
December 31, 2011 was consistent with the SPT of
Corporate Income Tax as reported to the Tax
Office.
Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor
36 Tahun 2008 pasal 31, sebuah perusahaan
dengan pendapatan kotor tahunan sebesar
Rp50.000.000.000 atau kurang mendapat fasilitas
pengurangan tarif pajak sebesar 50% dari tarif
pajak standar pada penghasilan kena pajak secara
proposional terhadap pendapatan kotor sampai
dengan Rp4.800.000.000.
As stipulated in Article 31 of the Law No. 36 Year
2008, a company with annual gross income of
Rp50,000,000,000 or less is eligible for a reduction
in tax rate facility of 50% from the standard tax rate
on the taxable income proportionate to the gross
income up to Rp4,800,000,000.
172
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
22. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
22. INCOME TAX (continued)
The details of income tax expense is as follows:
Rincian beban pajak penghasilan adalah sebagai
berikut:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Beban pajak penghasilan - kini
Manfaat pajak penghasilan - tangguhan
186.808.552
(58.033.308)
329.467.692
(73.935.159)
Beban pajak penghasilan, neto
128.775.244
255.532.533
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Beban pajak penghasilan - kini
Mendapat fasilitas pengurangan
tarif pajak - mengunakan tarif
sebesar 12,5%
Tidak mendapat fasilitas pengurangan
tarif pajak - mengunakan tarif
sebesar 25%
Beban pajak penghasilan - kini
Taxable income
311.141.221
396.061.908
Subject to tax rate reduction facilities
591.663.598
1.119.839.814
Not subject to tax rate reduction facilities
Income tax expense - current
38.892.653
49.507.739
Subject to tax rate reduction facilities using 12.5% of tax rate
147.915.899
279.959.953
Not subject to tax rate reduction facilities using 25% of tax rate
186.808.552
329.467.692
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Utang pajak penghasilan - Pasal 29
Income tax expense - current
The computation of income tax payable - Article 29
is as follows:
Perhitungan utang pajak penghasilan - Pasal 29
adalah sebagai berikut:
Beban pajak penghasilan - kini
Dikurangi pajak penghasilan
dibayar di muka
Pasal 23
Pasal 25
Income tax expense, net
The details of income tax expense - current
calculation is as follows:
Rincian perhitungan beban pajak penghasilan - kini
adalah sebagai berikut:
Penghasilan kena pajak
Mendapat fasilitas pengurangan
tarif pajak
Tidak mendapat fasilitas pengurangan
tarif pajak
Income tax expense - current
Income tax benefit - deferred
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
186.808.552
329.467.692
(44.679.946)
(130.541.379)
(95.620.225)
(231.124.909)
11.587.227
173
2.722.558
Income tax expense - current
Less prepaid taxes
Article 23
Article 25
Income tax payable - Article 29
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
22. PAJAK PENGHASILAN (lanjutan)
22. INCOME TAX (lanjutan)
The reconciliation between income tax expense
which is computed using the applicable tax rate
from income before income tax, with income tax
expense as presented in the statements of
comprehensive income in 2012 and 2011 are as
follows:
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan yang
dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
berlaku dari laba sebelum pajak penghasilan,
dengan beban pajak penghasilan seperti yang
disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif
pada tahun 2012 dan 2011 adalah sebagai berikut:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Laba sebelum beban pajak
penghasilan
Beban pajak penghasilan dengan
tarif pajak yang berlaku
Pengaruh pajak atas beda tetap:
Beban yang tidak dapat
dikurangkan
Penghasilan bunga yang telah
dikenakan pajak penghasilan
yang bersifat final
Pengaruh pengurangan tarif pajak berdasakan
UU Pajak No. 36 tahun 2008
Penyesuaian atas pajak
tangguhan - aset tetap
349.604.893
727.396.571
87.401.223
181.849.143
81.712.813
154.979.819
(1.446.140)
(1.552.498)
(38.892.652)
(49.507.738)
-
Beban pajak penghasilan, neto
(30.236.193)
128.775.244
255.532.533
Income before income
tax expense
Income tax expense using
applicable tax rate
Tax effect on permanent differences:
Non deductible expenses
Interest income already subjected
to final tax
Effect of tax rate reduction based on
Tax Law No. 36 year 2008
Adjustment of deferred tax fixed assets
Income tax expense, net
The deferred tax assets (liabilities) as of
December 31, 2012, 2011 and January 1, 2011/
December 31, 2010 are as follows:
Aset (liabilitas) pajak tangguhan pada tanggal
31 Desember 2012, 2011 dan 1 Januari 2011/
31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:
Disajikan kembali, Catatan 30/
As restated, Note 30
Aset pajak tangguhan
Liabilitas imbalan kerja karyawan
Aset tetap
Liabilitas pajak tangguhan
Aset tetap
Asset pajak tangguhan, neto
31 Desember 2012/
December 31, 2012
31 Desember 2011/
December 31, 2011
1 Januari 2011/
31 Desember 2010/
January 1, 2011/
December 31, 2010
194.554.250
12.483.972
144.324.834
4.680.080
109.817.193
-
-
-
207.038.222
149.004.914
174
(34.747.438)
75.069.755
Deferred tax assets
Liabilities for employees’ benefit
Fixed assets
Deferred tax liability
Fixed assets
Deferred tax asset, net
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
23. LABA PER SAHAM DASAR
23. BASIC EARNINGS PER SHARE
Details of basic earnings per share computation is
as follows:
Rincian perhitungan laba per saham dasar adalah
sebagai berikut:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Laba tahun berjalan
220.829.649
471.864.038
Income for the year
Total rata-rata tertimbang
saham yang beredar
184.000.000
184.000.000
Weighted-average number of
outstanding shares
1,20
2,56
Earnings per share
Laba per saham dasar
24. TRANSAKSI DAN SALDO YANG SIGNIFIKAN
DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
24. SIGNIFICANT
TRANSACTIONS
BALANCES WITH RELATED PARTIES
AND
In the normal course of business, the Company
has engaged in transactions with related parties,
which are conducted based on the agreed terms
and conditions.
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan
melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang
berelasi pada tingkat harga dan persyaratan yang
disetujui kedua belah pihak.
Details of balances with related parties:
Rincian saldo dengan pihak-pihak berelasi:
Disajikan kembali, Catatan 30/As restated, Note 30
Persentase/
Percentage
Piutang usaha - pihak berelasi *)
PT Multistrada Arah
Sarana Tbk (a)
Utang pihak-pihak berelasi **)
PT Philadel
Terra Lestari (“PTL”) (b)
Sylvia Efi Widyantari
Sumarlin (c)
Total utang pihak berelasi
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Persentase/
Percentage
31 Desember 2011/
December 31, 2011
Persentase/
Percentage
1 Januari 2011/
January 1, 2011
31 Desember 2010/
December 31, 2010
Trade receivables - related parties *)
PT Multistrada Arah
Sarana Tbk (a)
10,22%
1.719.510.974
6,29%
1.052.286.490
1,50%
247.887.804
32,99%
1.359.421.387
32,15%
1.359.421.387
24,35%
1.092.038.017
-
-
-
-
1,97%
88.466.997
Due to related parties **)
PT Philadel
Terra Lestari (“PTL”) (b)
Sylvia Efi Widyantari
Sumarlin (c)
32,99%
1.359.421.387
32,15%
1.359.421.387
26,32%
1.180.505.014
Total due to related parties
*) persentase terhadap total aset
*) percentage to total assets
**) persentase terhadap total liabilitas
**) percentage to total liabilities
a.
a.
Total pendapatan dari pihak berelasi untuk
tahun yang berakhir December 31, 2012 dan
2011
masing-masing
sebesar
Rp5.926.400.286
(42,55%
dari
total
pendapatan) dan Rp15.588.702.414 (84,85%
dari total pendapatan). Pada tanggal 31
Desember 2012 dan 2011 piutang usaha yang
timbul dari transaksi tersebut masing-masing
sebesar
Rp1.719.510.974
dan
Rp1.052.286.490.
175
Total revenues from a related party for the
years ended December 31, 2012 and 2011
amounted to Rp5,926,400,286 (42.55% of total
revenues) and Rp15,588,702,414 (84.85% of
total revenues), respectively. As of December
31, 2012 and 2011, the trade receivable from
these transactions are Rp1,719,510,974 and
Rp1,052,286,490, respectively.
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
24. TRANSAKSI DAN SALDO YANG SIGNIFIKAN
DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
24. SIGNIFICANT
BALANCES
(continued)
TRANSACTIONS
AND
WITH
RELATED
PARTIES
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan
melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang
berelasi pada tingkat harga dan persyaratan yang
disetujui kedua belah pihak. (lanjutan)
In the normal course of business, the Company
has engaged in transactions with related parties,
which are conducted based on the agreed terms
and conditions. (continued)
b.
b.
Pada tanggal 12 Januari 2010, Perusahaan
menandatangani Perjanjian Pinjaman dengan
PTL. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan
memperoleh fasilitas kredit dengan batas
maksimum Rp5.000.000.000 untuk mendanai
kebutuhan modal kerja. Pinjaman ini tidak
dikenakan bunga pinjaman dan akan dibayar
kembali sesuai dengan permintaan.
On January 12, 2010, the Company entered
into a Loan Agreement with PTL. Under this
agreement, the Company obtains a credit
facility
with
a
maximum
limit
of
Rp5,000,000,000 to fund its working capital
needs. This loan is non-bearing interest loan
and will be repayable on demand.
As of December 31, 2012 and 2011, the
related loan payable of Rp1,359,421,387 were
presented as “Due to Related Party” in the
statements of financial position.
Pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011,
pinjaman terkait sebesar Rp1.359.421.387
disajikan sebagai "Utang Pihak Berelasi"
dalam laporan posisi keuangan.
c.
Pada tanggal 31 Desember 2010, utang
sebesar Rp88.466.997 merupakan utang atas
pembayaran beban operasional oleh Sylvia Efi
Widyantari Sumarlin atas nama Perusahaan.
Utang tersebut telah dilunasi pada tahun 2011.
c.
As of December 31, 2010, payables of
Rp88,466,997 represents payables related to
the payments of operational expenses made
by Sylvia Efi Widayantari on behalf of the
Company. The payable paid in 2011.
d.
Gaji dan imbalan pekerja jangka pendek
merupakan imbalan kepada manajemen kunci
Perusahaan atas jasa kepegawaian dengan
rincian sebagai berikut:
d.
Salaries and other short-term employee
benefits represent compensation to the
Company’s key management for employee
services with details as follows:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
2011
2012
Gaji dan imbalan pekerja
jangka pendek
Dewan Komisaris
Dewan Direksi
107.384.700
775.338.200
102.135.350
706.620.207
Salaries and other short-term
employee benefits
Boards of Commissioners
Boards of Directors
Total
882.722.900
808.755.557
Total
Hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah
sebagai berikut:
The relationships with the related
mentioned in the foregoing are as follows:
Pihak Berelasi/Related Parties
Sifat Hubungan/Nature of Relationship
PT Philadel Terra Lestari
Sylvia Efi Widyantari Sumarlin
Perusahaan induk/Parent company
Presiden Direktur Perusahaan sampai dengan tanggal
17 Juni 2011/President Director of the Company until
June 17, 2011
Perusahaan yang personil manajemen kuncinya
merupakan pemegang saham pengendali Perusahaan/
A company whose key management personnel is
the controlling shareholder of the Company
PT Multistrada Arah Sarana Tbk
176
parties
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
25. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG
ASING
25. ASSETS AND
CURRENCIES
Pada tanggal 31 Desember 2012 and 2011,
Perusahaan memiliki aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing sebagai berikut:
IN
FOREIGN
As of December 31, 2012 and 2011, the Company
has monetary assets and liabilities denominated in
foreign currencies as follows:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Mata Uang
Asing (AS$)/
Foreign
Currency (US$)
LIABILITIES
Setara
Rupiah/
Equivalent
Rupiah
Mata Uang
Asing (AS$)/
Foreign
Currency (US$)
Setara
Rupiah/
Equivalent
Rupiah
Dolar Amerika Serikat
Aset:
Kas dan bank
Piutang usaha
16.929
90.683
163.703.914
876.902.966
17.809
-
161.494.007
-
Total aset moneter
107.612
1.040.606.880
17.809
161.494.007
Total monetary assets
71.250
32.000
688.984.406
309.440.000
-
-
Liabilities:
Trade payables
Accrued expenses
103.250
998.424.406
-
-
Total monetary liabilities
4.362
42.182.474
17.809
161.494.007
Monetary assets - net
Liabilitas:
Utang usaha
Beban akrual
Total liabilitas moneter
Aset moneter - neto
On March 26, 2013, the exchange rate of Bank of
Indonesia for United States dollar against Rupiah
are Rp9,745 per US$1. If the net monetary assets
denominated in United States dollar as of
December 31, 2012 are converted to Rupiah using
the said exchange rate, the net monetary assets
will increase by Rp325.216.
Pada tanggal 26 Maret 2013, kurs tengah Bank
Indonesia untuk mata uang dolar Amerika Serikat
terhadap Rupiah adalah Rp9.745 per $AS1. Jika
aset moneter neto dalam mata uang dolar Amerika
Serikat pada 31 Desember 2012 dijabarkan ke
dalam Rupiah menggunakan kurs tersebut, maka
aset moneter neto akan naik sebesar Rp325.216.
26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN
a.
United States dollar
Assets:
Cash on hand and in bank
Trade receivables
MANAJEMEN
26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES
Manajemen Risiko
a.
Risk Management
The financial liabilities of the Company
consist of due to related party, trade
payables, other payables, accrued expenses,
and other long-term debt. The main purpose
of these financial liabilities is to raise funds
for the operations of the Company. The
Company also has various financial assets
such as cash on and in banks, trade
receivables, and other receivables.
Liabilitas keuangan pokok Perusahaan terdiri
dari utang pihak berelasi, utang usaha, utang
lain-lain, beban akrual dan utang jangka
panjang lainnya. Tujuan utama dari liabilitas
keuangan adalah untuk mengumpulkan dana
bagi operasi Perusahaan. Selain itu,
Perusahaan juga memiliki berbagai aset
keuangan seperti kas dan bank, piutang usaha
dan piutang lain-lain.
177
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
a.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
MANAJEMEN
26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Manajemen Risiko (lanjutan)
a. Risk Management (continued)
Risiko Mata Uang Asing
Foreign Currency Risk
Sebagai akibat transaksi yang dilakukan
dengan pembeli dan penjual dalam mata uang
asing, laporan posisi keuangan Perusahaan
dapat dipengaruhi secara signifikan oleh
perubahan nilai tukar Dolar AS/Rupiah. Saat
ini, Perusahaan tidak mempunyai kebijakan
formal lindung nilai transaksi dalam mata uang
asing. Namun, Perusahaan memiliki saldo
bank dalam mata uang asing yang dapat
memberikan lindung nilai alamiah yang
terbatas terhadap dampak fluktuasi nilai tukar
Rupiah terhadap mata uang asing.
As a result of certain transactions with
overseas buyers and suppliers, the
Company’s statements of financial position
may be affected significantly by movements
in the US dollar/Rupiah exchange rates.
Currently, the Company does not have a
formal hedging policy for foreign currency
exposures. However, the Company has bank
accounts denominated in foreign currency
which provide limited natural hedge against
the impact of fluctuations in exchange rate of
Rupiah against foreign currencies.
Aset dan liabilitas moneter Perusahaan dalam
mata uang asing pada tanggal 31 Desember
2012 dan 2011 disajikan dalam Catatan 25.
Monetary assets and liabilities of the
Company denominated in foreign currencies
as of December 31, 2012 and 2011 are
presented in Note 25.
Tabel berikut ini menunjukkan sensitivitas
kemungkinan perubahan tingkat perubahan
Rupiah terhadap dolar AS, dengan asumsi
variabel lain konstan, dampak terhadap laba
sebelum beban pajak penghasilan adalah
sebagai berikut:
The following table demonstrates the
sensitivity to a reasonably possible change in
the Rupiah exchange rate against US dollar,
with all other variables held constant, the
effect to the income before corporate income
tax expense is as follows:
Perubahan
tingkat Rp/
Change in
Rp rate
Dampak
terhadap
laba sebelum
beban pajak/
Effect on income
before tax expenses
31 Desember 2012
Dolar AS
Dolar AS
1%
-1%
421.805
(421.805)
December 31, 2012
US dollar
US dollar
31 Desember 2011
Dolar AS
Dolar AS
1%
-1%
1.614.920
(1.614.920)
December 31, 2011
US dollar
US dollar
178
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
a.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
MANAJEMEN
26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued))
Manajemen Risiko (lanjutan)
a.
Risk Management (continued)
Risiko Kredit
Credit Risk
Risiko kredit yang dihadapi oleh Perusahaan
berasal dari kredit yang diberikan kepada
pelanggan dan penempatan rekening koran
pada bank.
The Company has credit risk arising from the
credits granted to the customers and
placement of current accounts in the banks.
Selain dari pengungkapan di bawah ini,
perusahaan tidak memiliki konsentrasi risiko
kredit.
Other than as disclosed below, the Company
has no concentration of credit risk.
Kas dan bank
Cash on hand and in banks
Risiko kredit atas penempatan rekening koran
dan deposito dikelola oleh manajemen sesuai
dengan kebijakan Perusahaan. Investasi atas
kelebihan dana dibatasi untuk tiap-tiap bank
dan kebijakan ini dievaluasi setiap tahun oleh
direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk
meminimalkan risiko
konsentrasi
kredit
sehingga mengurangi kemungkinan kerugian
akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.
Credit risk arising from placements of current
accounts and deposits is managed in
accordance with the Company’s policy.
Investments of surplus funds are limited for
each banks and reviewed annually by the
board of directors. Such limits are set to
minimize the concentration of credit risk and
therefore mitigate financial loss through
potential failure of the banks.
Piutang usaha
Trade receivables
Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan
akan mengalami kerugian yang timbul dari
pelanggan, klien atau pihak lawan yang gagal
memenuhi kewajiban kontraktual mereka.
Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara
signifikan.
Perusahaan
mengelola
dan
mengendalikan
risiko
kredit
dengan
menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat
diterima untuk pelanggan individu dan
memantau eksposur terkait dengan batasanbatasan tersebut.
Credit risk is the risk that the Company will
incur a loss arising from its customers, clients
or counterparties that fail to discharge their
contractual obligations. There are no
significant concentrations of credit risk. The
Company manages and controls this credit
risk by setting limits on the amount of risk it is
willing to accept for individual customers and
by monitoring exposures in relation to such
limits.
179
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
a.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
MANAJEMEN
26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Manajemen Risiko (lanjutan)
a.
Risk Management (continued)
Risiko Kredit (lanjutan)
Credit Risk (continued)
Piutang usaha (lanjutan)
Trade receivables (continued)
Manajemen
Perusahaan
menerapkan
peninjauan mingguan dan bulanan pada umur
piutang dan penagihan untuk membatasi jika
tidak untuk menghilangkan risiko kredit. Sesuai
dengan kebijakan manajemen, pelanggan
akan dikenakan status “hold” untuk yang telah
melewati batas jatuh tempo.
The Company’s management applies weekly
and monthly trade receivables aging review
and collection to limit if not eliminate its credit
risk. Subject to management decision, long
outstanding overdue accounts will be subject
for “hold” status of the customer.
Eksposur maksimum Perusahaan atas risiko
kredit adalah sebagai berikut:
The Company’s maximum exposure to credit
risk are as follows:
Disajikan kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
31 Desember 2011/
December 31, 2011
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Nilai
Tercatat/
Carrying
Value
Eksposur
Maksimum/
Maximum
Exposure *)
Nilai
Tercatat/
Carrying
Value
Bank
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
1.105.322.641
1.105.322.641
814.754.393
814.754.393
8.800.000
1.719.510.974
16.728.832
8.800.000
1.719.510.974
16.728.832
83.674.320
1.052.286.490
32.349.995
83.674.320
1.052.286.490
32.349.995
Cash in banks
Trade receivables
Third parties
Related party
Other receivables
Total
2.850.362.447
2.850.362.447
1.983.065.198
1.983.065.198
Total
*)
*)
Tidak terdapat bagian yang dijaminkan atau penambahan kredit
lainnya atau perjanjian offsetting yang mempengaruhi ekposur
maksimum.
Eksposur
Maksimum/
Maximum
Exposure *)
There are no collaterals held or other credit enhancement or offsetting
arrangements that affect this maximum exposure.
The table below summarises the aging
analysis of the Company’s financial assets as
of December 31, 2012 and 2011:
Tabel berikut ini menunjukan iktisar analisa
umur asset keuangan Perusahaan pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011:
Desember 31, 2012/December 31, 2012
< 1 tahun/
< 1 year
1 - 2 tahun/
1 - 2 years
3 - 5 tahun/
3 - 5 years
> 5 tahun/
> 5 years
Total/
Total
Bank
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
1.105.322.641
-
-
-
1.105.322.641
8.800.000
1.719.510.974
16.728.832
-
-
-
8.800.000
1.719.510.974
16.728.832
Cash in banks
Trade receivables
Third parties
Related party
Other receivables
Total
2.850.362.447
-
-
-
2.850.362.447
Total
Disajikan Kembali (Catatan 30)/ As Restated (Note 30)
Desember 31, 2011/December 31, 2011
< 1 tahun/
< 1 year
Bank
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
Total
1 - 2 tahun/
1 - 2 years
3 - 5 tahun/
3 - 5 years
> 5 tahun/
> 5 years
Total/
Total
814.754.393
-
-
-
814.754.393
83.674.320
1.052.286.490
32.349.995
-
-
-
83.674.320
1.052.286.490
32.349.995
Cash in banks
Trade receivables
Third parties
Related party
Other receivables
1.983.065.198
-
-
-
1.983.065.198
Total
180
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
a.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
MANAJEMEN
26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Manajemen Risiko (lanjutan)
a.
Risk Management (continued)
Risiko Likuiditas
Liquidity Risk
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko
saat posisi arus kas Perusahaan menunjukkan
bahwa pendapatan jangka pendek tidak cukup
menutupi pengeluaran jangka pendek.
Liquidity risk is defined as the risk when the
cash flow position of the Company indicates
that the short-term revenue is not enough to
cover the short-term expenditure.
Kebijakan
Perusahaan
adalah
untuk
memastikan bahwa mereka selalu memiliki
uang yang cukup dalam bentuk kas untuk
membayar liabilitas mereka ketika liabilitas
tersebut jatuh tempo. Untuk memenuhi tujuan
tersebut, mereka mencari cara untuk menjaga
saldo kas dan fasilitas yang disetujui untuk
memenuhi kebutuhan uang kas untuk suatu
periode setidaknya 180 hari.
The Company's policy is to ensure that they
will always have sufficient cash to allow it to
meet its liabilities when they become due. To
achieve this aim, it seeks to maintain cash
balances and agreed facilities to meet
expected requirements for a period of at least
180 days.
Tabel berikut ini menunjukan profil jangka
waktu pembayaran liabilitas Perusahaan
berdasarkan pembayaran dalam kontrak pada
tanggal 31 Desember 2012 dan 2011:
The table below summarises the maturity
profile of the Company’s financial liabilities
based on contractual payments as of
December 31, 2012 and 2011:
Desember 31, 2012/December 31, 2012
< 1 tahun/
< 1 year
1 - 2 tahun/
1 - 2 years
3 - 5 tahun/
3 - 5 years
> 5 tahun/
> 5 years
Total/
Total
Utang pihak-pihak berelasi
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Liabilitas imbalan kerja
jangka pendek
Utang jangka panjang lainnya
1.359.421.387
1.444.418.861
2.523.342
376.407.084
-
-
-
1.359.421.387
1.444.418.861
2.523.342
376.407.084
17.752.200
9.416.125
-
-
-
17.752.200
9.416.125
Due to related parties
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Short-term employee benefits
liabilities
Other long-term debt
Total
3.209.938.999
-
-
-
3.209.938.999
Total
Disajikan Kembali (Catatan 30)/ As Restated (Note 30)
Desember 31, 2011/December 31, 2011
< 1 tahun/
< 1 year
1 - 2 tahun/
1 - 2 years
3 - 5 tahun/
3 - 5 years
> 5 tahun/
> 5 years
Total/
Total
Utang pihak-pihak berelasi
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Liabilitas imbalan kerja
jangka pendek
Utang jangka panjang lainnya
1.359.421.387
845.311.262
2.500.000
1.212.000
-
-
-
1.359.421.387
845.311.262
2.500.000
1.212.000
8.430.654
34.931.409
9.416.125
-
-
8.430.654
44.347.534
Due to related parties
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Short-term employee benefits
liabilities
Other long-term debt
Total
2.251.806.712
9.416.125
-
-
2.261.222.837
Total
181
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN
RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
MANAJEMEN
26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES
AND POLICIES (continued)
Manajemen Modal
b.
Capital Management
Modal termasuk saham yang ditempatkan dan
dibayar penuh dan laba ditahan Perusahaan.
Capital includes the issued and fully paid
share capital and earnings retained by the
Company.
Tujuan utama dari pengelolaan modal
Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
Perusahaan mempertahankan rasio modal
yang sehat untuk mendukung usahanya dan
meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Namun, karena defisit yang terjadi sampai saat
ini,
manajemen
Perusahaan
terus
menghadirkan
rencana-rencana
untuk
meningkatkan bisnis Perusahaan dan rasio
modalnya (Catatan 29).
The primary objective of the Company’s
capital management is to ensure that it
maintains healthy capital ratios in order to
support
its
business
and
maximize
shareholder value. However, due to the
deficit incurred to date, the Company's
management is continually coming up with
plans to improve the Company's business
and its capital ratios (Note 29).
Undang-undang Perseroan Terbatas, efektif
tanggal 16 Agustus 2007, mengharuskan
Perusahaan untuk mengalokasikan sampai
dengan 20% dari modal saham ditempatkan
dan disetor penuh ke dalam dana cadangan
yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan
permodalan
eksternal
tersebut
dipertimbangkan oleh Perusahaan pada Rapat
Umum Pemegang Saham.
The Corporate Law, effective August 16,
2007, requires the Company to allocate a
non-distributable reserve fund until the
reserve reaches 20% of the issued and fully
paid share capital. This externally imposed
capital requirement is considered by the
Company
at
the
Annual
General
Shareholders’ Meeting.
Perusahaan mengelola struktur permodalan
dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Tidak ada
perubahan atas tujuan, kebijakan maupun
proses untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2012 dan 2011.
The Company manages its capital structure
and makes adjustments to it, in light of
changes in economic conditions. No changes
were made in the objectives, policies or
processes
during
the
years
ended
December 31, 2012 and 2011.
27. INSTRUMEN KEUANGAN
27. FINANCIAL INSTRUMENTS
Financial instruments presented in the statements
of financial position are carried at fair value,
otherwise, they are presented at carrying amounts
as either these are reasonable approximation of
fair values or their fair values cannot be reliably
measured. Further explanations are provided in the
following paragraphs.
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam
laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai
wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik
karena jumlah tersebut adalah aproksimasi nilai
wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat
diukur secara andal. Penjelasan lebih lanjut
diberikan pada paragraf-paragraf berikut.
182
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
27. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
27. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)
Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang
kurang lebih sebesar nilai wajarnya
Financial instruments with carrying amounts
that approximate their fair values
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat
(berdasarkan jumlah nosional) kas dan bank,
piutang usaha, piutang lain-lain, utang pihak
berelasi, utang usaha, utang lain-lain dan beban
akrual serta liabilitas imbalan kerja jangka pendek
kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena
instrumen keuangan tersebut sebagian besar
berjangka pendek.
Management has determined that the carrying
amounts (based on notional amounts) of cash on
hand and in banks, trade receivable, other
receivables, due to related party, trade payables,
other payables, accrued expenses and short-term
liabilities for employee benefit reasonably
approximate their fair values because they are
mostly short-term in nature.
Nilai tercatat utang jangka panjang lainnya dengan
suku bunga mengambang besarnya kurang lebih
sama dengan nilai wajarnya karena dinilai ulang
secara berkala.
The carrying amounts of other long-term debt with
floating interest rates approximate their fair values
as they are re-priced frequently.
Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang
kurang lebih sebesar nilai wajarnya (lanjutan)
Financial instruments with carrying amounts
that approximate their fair values (continued)
Tabel berikut menyajikan klasifikasi instrumen
keuangan pada tanggal 31 Desember 2012 dan
2011:
The table below presents the classification of
financial instruments as of December 31, 2012 and
2011:
Nilai Tercatat/Carrying Value
Nilai Wajar/Fair Value
31 Desember/
December 31,
2012
31 Desember/
December 31,
2011
2012
Disajikan
kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
Aset Keuangan
Kas dan bank
Piutang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
Total
Liabilitas Keuangan
Utang pihak berelasi
Utang usaha
Utang lain-lain
Beban akrual
Liabilitas imbalan kerja
jangka pendek
Utang jangka panjang lainnya
Total
2011
Disajikan
kembali,
Catatan 30/
As restated,
Note 30
1.106.626.860
817.954.351
1.106.626.860
817.954.351
8.800.000
1.719.510.974
16.728.832
83.674.320
1.052.286.490
32.349.995
8.800.000
1.719.510.974
16.728.832
83.674.320
1.052.286.490
32.349.995
Financial Assets
Cash on hand and in banks
Trade receivables
Third parties
Related party
Other receivables
2.851.666.666
1.986.265.156
2.851.666.666
1.986.265.156
Total
1.359.421.387
1.444.418.861
2.523.342
376.407.084
1.359.421.387
845.311.262
2.500.000
1.212.000
1.359.421.387
1.444.418.861
2.523.342
376.407.084
1.359.421.387
845.311.262
2.500.000
1.212.000
17.752.200
9.416.125
8.430.654
44.347.534
17.752.200
9.416.125
8.430.654
44.347.534
Financial Liabilities
Due to related parties
Trade payables
Other payables
Accrued expenses
Short-term employee
benefits liabilities
Other long-term debts
3.209.938.999
2.261.222.837
3.209.938.999
2.261.222.837
Total
183
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
28. SEGMEN OPERASI
28. OPERATING SEGMENT
Bedasarkan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen
Operasi”, informasi segmen berikut disajikan
berdasarkan informasi yang digunakan oleh
manajemen Perusahaan untuk mengevaluasi
kinerja segmen dan menetukan alokasi sumber
daya Perusahaan:
Based on PSAK No. 5 (Revised 2009), “Operating
Segment”, the following informations are presented
based on the information used by the Company’s
mangement to evaluate segment performance and
to alocate of the Company’s resources:
Internet access dan N.O.C
Internet access and N.O.C
Segmen internet access dan N.O.C memberikan
berbagai macam layanan jasa, yang terdiri dari,
digital dial up, leased line, lisensi wireless 2.4 Ghz,
3.5 Ghz dan 5.7 Ghz, internet ready port, FTP,
akses telnet dan transfer, POP dan web mail
accounts, web hosting, satelite & fibre optic
connection, pendaftaran domain dan country code
top level domain. Layanan di segmen ini didukung
oleh layanan pelanggan 24 jam sehari dan 7 hari
dalam seminggu.
Internet access and N.O.C segment provide
various services, which are consists of, digital dial
up, leased line, wireless 2.4 Ghz, 3.5 Ghz dan 5.7
Ghz licensed, internet ready port, FTP, telnet
access and transfer, POP and web mail accounts,
web hosting, satelite & fibre optic connection,
domain dan country code top level domain
registration. All of the product supported by 24
hours and 7 days a week.
IT Solution
IT Solution
Segment IT Solution memberikan jasa layanan
terpadu dalam membangun suatu infrastruktur
telekomunikasi berbasis internet untuk berbagai
jenis industri. Layanan terpadu ini meliputi layanan
web designed, web advertising, web development,
layanan online marketing, pembuatan aplikasi dan
sistem.
The IT Solution segment provides an integrated
service
in
developing
an
internet-based
telecomunication infrastructure for various kinds of
industry. This integrated services including web
designed, web advertising, and web development,
online marketing services, aplication and system
designed.
Manajemen memantau hasil operasi dari unit
usahanya secara terpisah guna keperluan
pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber
daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen
dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi dan
diukur secara konsisten dengan laba atau rugi
operasi pada laporan keuangan. Namun,
pendanaan
Perusahaan
(termasuk
biaya
pendanaan dan pendapatan pendanaan) dan pajak
penghasilan dikelola secara perusahaan dan tidak
dialokasikan kepada segmen operasi.
Management monitors the operating results of its
business units separately for the purpose of
making decisions about resource allocation and
performance assessment. Segment performance is
evaluated based on operating profit or loss and is
measured consistently with operating profit or loss
in the financial statements. However, the
Company’s financing (including finance costs and
finance income) and income taxes are managed on
a Company basis and are not allocated to
operating segments.
Harga pengalihan antara segmen diatur dengan
cara yang sama dengan transaksi dengan pihak
ketiga.
Transfer prices between segments are set on a
manner similar to transactions with third parties.
184
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
28. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
28. OPERATING SEGMENT (continued)
The following table presents revenue and profit,
and certain asset and liability information regarding
the Company’s business segments:
Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan
dan laba dan aset dan liabilitas tertentu
sehubungan dengan segmen usaha Perusahaan:
2012
Internet access
dan N.O.C/
Internet access
and N.O.C
Pendapatan
Jasa kepada pelanggan eksternal
Hasil segmen
IT Solution/
IT Solution
Total/
Total
3.840.000.000
10.087.640.669
13.927.640.669
940.000.000
4.430.533.955
5.370.533.955
Beban penjualan yang tidak dapat dialokasi
Beban umum dan administrasi
yang tidak dapat dialokasi
Pendapatan operasi lain yang
tidak dapat dialokasi
Beban operasi lain yang
tidak dapat dialokasi
Biaya keuangan yang tidak dapat dialokasi
Beban pajak penghasilan, neto
(102.599.487)
(4.680.259.344)
47.796.187
(282.521.457)
(3.344.961)
(128.775.244)
Revenue
Services to external customers
Segment results
Unallocated selling expenses
Unallocated general and
administrative expenses
Unallocated other
operating income
Unallocated other
operating expenses
Unallocated finance costs
Income tax expense, net
Laba tahun berjalan
220.829.649
Income for the year
Aset segmen
Liabilitas segmen
Penyusutan
Pengeluaran modal
16.821.216.087
4.119.768.512
590.169.151
43.919.700
Segment assets
Segment liabilites
Depreciation
Capital expenditure
2011
Disajikan kembali, Catatan 30/As restated, Note 30
Internet access
dan N.O.C/
Internet access
and N.O.C
Pendapatan
Jasa kepada pelanggan eksternal
Hasil segmen
IT Solution/
IT Solution
Total/
Total
1.280.000.000
17.091.694.219
18.371.694.219
(1.129.751.008)
5.886.815.277
4.757.064.269
Beban penjualan yang tidak dapat dialokasi
Beban umum dan administrasi
yang tidak dapat dialokasi
Pendapatan operasi lainnya yang
tidak dapat dialokasi
Beban operasi lain yang
tidak dapat dialokasi
Biaya keuangan yang tidak dapat dialokasi
Beban pajak penghasilan, neto
(55.099.022)
(3.883.875.058)
103.390.349
(186.965.319)
(7.118.648)
(255.532.533)
Revenue
Services to external customers
Segment results
Unallocated selling expenses
Unallocated general and
administrative expenses
Unallocated other
operating income
Unallocated other
operating expenses
Unallocated finance costs
Income tax expense, net
Laba tahun berjalan
471.864.038
Income for the year
Aset segmen
Liabilitas segmen
Penyusutan
Pengeluaran modal
16.708.907.583
4.228.289.657
567.240.657
36.845.028
Segment assets
Segment liabilites
Depreciation
Capital expenditure
185
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
29. KELANGSUNGAN
MANAJEMEN
USAHA
DAN
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
RENCANA
29. GOING CONCERN AND MANAGEMENT PLAN
Laporan keuangan telah disusun dengan anggapan
bahwa Perusahaan akan melanjutkan usahanya
secara
berkesinambungan.
Pada
tanggal
31 Desember 2012, Perusahaan masih mengalami
defisit sebesar Rp30.973.829.973 dan total
liabilitas jangka pendek Perusahaan telah melebihi
total aset lancarnya sebesar Rp458.948.422
karena bisnis utama Perusahaan yaitu sebagai
penyedia jasa internet dan IT solutions tidak
berkembang secara optimal sesuai dengan
harapan manajemen. Manajemen Perusahaan
sedang merencanakan untuk mengubah bisnis
utama Perusahaan menjadi sebuah perusahaan
investasi dengan mengakuisisi kepemilikan saham
perusahaan yang bergerak di bidang retail dan
produk konsumen dengan tetap melanjutkan
bisnisnya yang ada. Sebagai perusahaan induk,
manajemen Perusahaan berharap Perusahaan
dapat memperoleh penghasilan dividen yang
berkesinambungan
sehingga
meningkatkan
pendapatan Perusahaan di masa mendatang.
The financial statements have been prepared
assuming that the Company will continue to
operate as a going concern. As of December 31,
2012, the Company still suffered deficit of
Rp30,973,829,973 and the Company’s total current
liabilities have exceeded its total current assets by
Rp458,948,422 since the main business of the
Company which is as a provider of internet
services and IT solutions did not develop optimally
in accordance with the management's expectation.
The Company’s management is planning to
change the main business of the Company to
become an investment holding company by
acquiring share ownership of companies that are
engaged in retail and consumer product while
continuing its existing business. As a holding
company, the Company’s management expects the
Company to earn a sustainable dividend income
thereby increasing the Company's revenue in the
future.
Perusahaan
memperoleh
“Support
Letter”
tertanggal 14 Maret 2013 dari PT Philadel Terra
Lestari, entitas induk dan entitas induk akhir
Perusahaan, dimana pemegang saham telah
menyatakan dukungannya terhadap rencana
manajemen dan kemampuan untuk memberikan
dukungan keuangan terhadap Perusahaan dalam
memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.
The Company has obtained a letter of financial
support from PT Philadel Terra Lestari, the parent
and ultimate parent of the Company, dated March
14, 2013, whereby the shareholder has confirmed
its support to the management plan and ability to
provide financial support to the Company in
settlement of its obligations as and when they fall
due.
Laporan keuangan tidak mencakup penyesuaian
yang mencerminkan dampak di masa medatang
yang mungkin terjadi terhadap pemulihan atau
klasifikasi dari aset maupun jumlah atau klasifikasi
dari kewajiban yang berasal dari ketidakpastian
tersebut.
The financial statements do not include any
adjustments to reflect the possible future effects on
the recoverability or classification of asset, or the
amounts and classification of liabilities that may
result from this uncertainty.
30. PENYAJIAN KEMBALI DAN REKLASIFIKASI
LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2011 DAN 2010
30. RESTATEMENTS AND RECLASSIFICATIONS
OF THE 2011 AND 2010 FINANCIAL
STATEMENTS
Laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2011 dan 2010 disajikan kembali
untuk mencerminkan penyesuaian-penyesuaian
tertentu dan telah direklasifikasi agar sesuai
dengan penyajian dalam laporan keuangan tahun
2012.
The financial statements as of and for the year
ended December 31, 2011 and 2010 have been
restated to reflect certain adjustments and have
been reclassified to conform with the presentation
in the 2012 financial statements.
186
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
30. PENYAJIAN KEMBALI DAN REKLASIFIKASI
LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2011 DAN 2010
(lanjutan)
30. RESTATEMENTS AND RECLASSIFICATIONS
OF THE 2011 AND 2010 FINANCIAL
STATEMENTS (continued)
The
details
of
the
restatements
reclassifications are as follows:
Rincian penyajian kembali dan reklasifikasi adalah
sebagai berikut:
Disajikan
Sebelumnya/
As Previously
Reported
Penyesuaian 2011 (a)
Aset tetap - neto
Aset pajak tangguhan - neto
Liabilitas imbalan kerja
karyawan jangka panjang
Defisit
Beban umum dan administrasi
Manfaat pajak penghasilan tangguhan
Penyesuaian 2010 (a)
Aset pajak tangguhan - neto
Utang pajak
Liabilitas imbalan kerja
karyawan jangka panjang
Defisit
Reklasifikasi 2011 (b)
Utang pihak berelasi - jangka
panjang
Utang pihak berelasi - jangka
pendek
Utang jangka panjang lainnya,
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang jangka panjang lainnya,
setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Reklasifikasi 2010 (b)
Utang pihak berelasi - jangka
panjang
Utang pihak berelasi - jangka
pendek
Utang jangka panjang lainnya,
yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Utang jangka panjang lainnya,
setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Penyesuaian/
Adjustments
and
Setelah
Penyesuaian/
After
Adjustments
14.560.919.110
276.216.457
(283.094.886)
(127.211.543)
14.277.824.222
149.004.914
(627.431.848)
30.834.485.701
3.820.445.630
50.132.511
360.173.921
242.270.797
577.299.337
31.194.659.622
4.062.716.427
2011 Restatements (a)
Fixed assets - net
Deferred tax assets - net
Long-term employee benefit
liabilities
Deficit
General and administrative expenses
(73.935.159)
Income tax benefit - deferred
(53.904.989)
(20.030.170)
222.311.468
(72.832.446)
(147.241.713)
(2.303.726.907)
75.069.755
(2.376.559.353)
9.308.420
2.441.660.200
439.268.772
31.666.523.660
(448.577,192)
29.224.863.460
(1.359.421.387)
-
(1.359.421.387)
2011 Reclassifications (b)
Due to related parties non-current
Due to related parties current
9.416.125
(34.931.409)
Current maturities of
other long-term debt
(9.416.125)
(9.416.125)
Other long-term debt, net of
current maturities
1.359.421.387
(1.359.421.387)
(44.347.534)
-
(1.180.505.014)
(75.505.046)
-
2010 Restatements (a)
Deferred tax assets - net
Taxes payable
Long-term employee benefit
liabilities
Deficit
-
(1.180.505.014)
2010 Reclassifications (b)
Due to related parties non-current
Due to related parties current
44.347.534
(31.157.512)
Current maturities of
other long-term debt
(44.347.534)
(44.347.534)
Other long-term debt, net of
current maturities
1.180.505.014
(1.180.505.014)
a. Penyesuaian
-
a. Restatements
1. Tax penalties payable of Rp2,303,726,907
represents accumulated penalties for the
late payment of underpayments of several
tax assessment letters from fiscal year 2001
to 2006. The Company’s management did
not accrue the provision for the said tax
penalties prior to 2011.
1. Utang
denda
pajak
sejumlah
Rp2.303.726.907 merupakan akumulasi
denda atas keterlambatan pembayaran
kekurangan bayar beberapa surat ketetapan
pajak dari tahun pajak 2001 sampai dengan
2006.
Manajemen
Perusahaan
tidak
mencatat provisi atas denda pajak tersebut
sebelum tahun 2011.
187
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
30. PENYAJIAN KEMBALI DAN REKLASIFIKASI
LAPORAN KEUANGAN TAHUN 2011 DAN 2010
(lanjutan)
30. RESTATEMENTS AND RECLASSIFICATIONS
OF THE 2011 AND 2010 FINANCIAL
STATEMENTS (continued)
a. Penyesuaian (lanjutan)
a. Restatements (continued)
2. Terdapat kesalahan perhitungan matematis
yang berkaitan dengan perhitungan liabilitas
imbalan kerja jangka panjang untuk tahun
2011 dan 2010 yang mengakibatkan
penyesuaian
masing-masing
sebesar
Rp50.132.511 and Rp9.308.420 dan pajak
tangguhan terkait masing-masing sebesar
Rp30.236.193 and Rp22.812.941.
2. There has been mathematical error relating
to the calculation of long-term employee
benefits liabilities for 2011 and 2010 which
resulted to adjustments amounting to
Rp50,132,511
and
Rp9,308,420,
respectively, and related deferred tax of
Rp30,236,193
and
Rp22,812,941,
respectively.
3. Terdapat kesalahan perhitungan matematis
yang berkaitan dengan perhitungan pajak
tangguhan atas beda waktu aset tetap untuk
tahun 2011 dan 2010 masing-masing
sebesar Rp10.206.023 and Rp124.428.772.
3. There has been mathematical error relating
to the calculation of deferred tax from timing
difference of fixed assets for 2011 and 2010
of Rp10,206,023 and Rp124,428,772,
respectively.
4. Beberapa aset tetap tidak disusutkan untuk
tahun
yang
berakhir
pada
tanggal
31 Desember 2011 yang mengakibatkan
penambahan beban penyusutan sebesar
Rp283.094.888.
4. Several fixed assets were not depreciated
for the year ended December 31, 2011
which resulted to an additional depreciation
expense amounting to Rp283,094,888.
b. Reklasifikasi
b. Reclassifications
Reclassifications
to
conform
with
the
presentation in the 2012 financial statements.
Reklasifikasi untuk menyesuaikan dengan
penyajian laporan keuangan tahun 2012.
31. PERISTIWA PENTING
PELAPORAN
a.
SETELAH
TANGGAL
31. EVENTS AFTER REPORTING DATE
a.
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada
tanggal 15 April 2013 yang diaktakan
berdasarkan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H.
No. 43 pada tanggal yang sama, para
pemegang saham Perusahaan memutuskan
antara lain:
- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 3 ayat
2) mengenai kegiatan usaha penunjang
Perusahaan.
- Perubahan Anggaran Dasar (Pasal 4 ayat
1) sehubungan dengan peningkatan modal
dasar
Perusahaan
dari
sebesar
Rp184.000.000.000 (seratus delapan puluh
empat miliar Rupiah) atau sebanyak
736.000.000 (tujuh ratus tiga puluh enam
juta) saham dengan nilai nominal Rp250
(dua ratus lima puluh Rupiah) setiap saham
menjadi sebesar Rp10.000.000.000.000
(sepuluh triliun Rupiah) atau sebanyak
40.000.000.000 (empat puluh miliar) saham
dengan nilai nominal Rp250 (dua ratus lima
puluh Rupiah) setiap saham.
Based on the Statement of Decision of
Extraordinary Shareholders’ General Meeting
dated April 15, 2013, which was notarized by
Notarial Deed No. 43 of Fathiah Helmi, S.H.,
on the same date, the shareholders of the
Company approved as follows:
-
188
The changes in the Articles of Association
(Article 3 paragraph 2) regarding the
Company’s supporting business activities.
The changes in the Articles of Association
(Article 4 paragraph 1) in relation with the
increase in the Company’s authorized
share capital from Rp184,000,000,000
(one hundred eighty four billion Rupiah) or
736,000,000 (seven hundred and thirty six
million) shares with a par value of Rp250
(two hundred and fifty Rupiah) per share
to become Rp10,000,000,000,000 (ten
trillion Rupiah) or 40,000,000,000 (forty
billion) shares with a par value of Rp250
(two hundred and fifty Rupiah) per share.
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31. PERISTIWA PENTING
PELAPORAN (lanjutan)
a.
SETELAH
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
TANGGAL
31. EVENTS AFTER REPORTING DATE (continued)
a.
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada
tanggal 15 April 2013 yang diaktakan
berdasarkan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H.
No. 43 pada tanggal yang sama, para
pemegang saham Perusahaan memutuskan
antara lain: (lanjutan)
-
-
Perubahan susunan Direksi Perusahaan.
The change in the composition of the
Company’s Board of Directors.
The amendments on the Articles of
Association was approved by the Ministry of
Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia in its Decision Letter No. AHU20681.A.H.01.02 Year 2013 dated April 17,
2013.
Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-20681.A.H.01.02 Tahun
2013 tanggal 17 April 2013.
b.
Based on the Statement of Decision of
Extraordinary Shareholders’ General Meeting
dated April 15, 2013, which was notarized by
Notarial Deed No. 43 of Fathiah Helmi, S.H.,
on the same date, the shareholders of the
Company approved as follows: (continued)
b.
Pada tanggal 19 April 2013, Perusahaan
menandatangani perjanjian pengikatan jualbeli saham dengan PT Megah Eraraharja
(“PT ME”). Berdasarkan perjanjian ini, PT ME
akan menjual dan mengalihkan saham yang
dimilikinya pada PT Fast Food Indonesia Tbk
(“FAST”) sebanyak 165.013.334 lembar saham
dengan
nilai nominal Rp100 per lembar
saham yang mewakili 35.84% kepemilikannya,
kepada Perusahaan dengan harga pengalihan
sebesar Rp1.988.410.674.700 atau sebesar
Rp12.050 per lembar saham. Perjanjian ini
dapat diakhiri sebelum penyelesaian dilakukan
karena sebab - sebab sebagai berikut:
1. dengan persetujuan tertulis dari Para
Pihak;
2. oleh Pembeli dengan pemberitahuan
tertulis kepada Penjual, jika Penjual telah
melakukan suatu pelanggaran material
atas ketentuan Perjanjian ini, dan Penjual
tidak memperbaiki pelanggaran dalam
segala aspek material dalam waktu 7
(tujuh) hari setelah pemberitahuan tertulis
diberikan oleh Pembeli kepada Penjual;
3. oleh Penjual dengan pemberitahuan
tertulis kepada Pembeli, apabila Pembeli
telah melakukan suatu pelanggaran atas
setiap ketentuan dalam perjanjian ini, dan
Pembeli tidak memperbaiki segala aspek
material dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah
pemberitahuan diberikan oleh Penjual
kepada Pembeli; atau
On April 19, 2013, the Company entered into
conditional sales and purchase agreement
with PT Eraraharja (“PT ME”). Based on the
agreement PT ME will sell and transfer its
share ownership in PT Fast Food Indonesia
Tbk (“FAST”) of 165,013,334 shares with a par
value of Rp100 per share that represent
35.84% of its ownership, to the Company, with
selling price of Rp1,988,410,674,700 or
Rp12,050 per share. This agreement may be
terminated prior to completion due to the
following reasons:
1.
2.
3.
189
by mutual written agreement of the
Parties;
by the Purchaser with written notice to the
Seller, if any Seller has committed a
material breach of any provision under
this Agreement, and the Seller does not
remedy such breach in all material respect
within 7 (seven) days after the date notice
thereof has been given by the Purchaser
to the Seller;
by the Seller with written notice to the
Purchaser, if the Purchaser has
committed a material breach of any
provision under this Agreement, and the
Purchaser does not remedy such breach
in all material respect within 7 (seven)
days after the date notice thereof has
been given by the Seller to the Purchaser;
or
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31. PERISTIWA PENTING
PELAPORAN (lanjutan)
4.
c.
SETELAH
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
TANGGAL
31. EVENTS AFTER REPORTING DATE (continued)
4.
apabila penyelesaian tidak terjadi (selain
karena kegagalan dari salah satu Pihak
yang hendak mengakhiri perjanjian ini
untuk
menjalankan
kewajibannya
menurut perjanjian ini) pada atau
sebelum berakhirnya Jangka Waktu
Penyelesaian.
c.
Pada tanggal 19 April 2013, Perusahaan
menandatangani perjanjian pemesanan saham
bersyarat dengan PT Indomarco Perdana
(“PT IDP”), PT Lentera Bumi Mas (“PT LBM”),
Sinarman Jonatan (“SJ”) dan PT Indomarco
Prismatama
(“PT
IDM”).
Berdasarkan
perjanjian ini, Perusahaan mendapat hak
untuk memesan, mengambil bagian, dan
menjadi pemegang saham pada PT IDM atas
saham baru yang akan diterbitkan oleh PT IDM
berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang
Saham PT IDM pada tanggal 17 April 2013,
sebanyak 738.720.000 lembar saham dengan
nilai nominal sebesar Rp250 per lembar
saham, yang mewakili 40% dari total saham
ditempatkan dan disetor PT IDM. Harga
penyertaan atas saham baru yang akan
diterbitkan
tersebut
adalah
sebesar
Rp2.622.456.000.000 atau sebesar Rp3.550
per lembar saham. Perjanjian ini dapat diakhiri
sebelum penyelesaian dilakukan karena sebab
- sebab sebagai berikut:
1. dengan persetujuan tertulis dari Para
Pihak;
2. oleh
salah
satu
Pihak
dengan
pemberitahuan tertulis kepada Pihak lain
apabila salah satu pihak telah melakukan
pelanggaran material atas ketentuan
perjanjian ini, dan Pihak tersebut tidak
memperbaiki pelanggaran dalam segala
aspek material dalam waktu 10 (sepuluh)
hari
kerja
setelah
pemberitahuan
diberikan oleh pihak lainnya kepada Pihak
tersebut; atau
3. apabila penyelesaian tidak terjadi (selain
karena kegagalan dari salah satu Pihak
yang hendak mengakhiri perjanjian ini
untuk menjalankan kewajibannya menurut
perjanjian ini) pada atau sebelum
berakhirnya Jangka Waktu Penyelesaian.
On April 19, 2013, the Company entered into
conditional shares subscription agreement with
PT Indomarco Perdana (“PT IDP”), PT Lentera
Bumi Mas (“PT LBM”), Sinarman Jonatan
(“SJ”) dan PT Indomarco Prismatama
(“PT IDM”). Based on this agreement, the
Company has a right to subscribe, take a part
and become PT IDM’s shareholder on shares
that would be issued by PT IDM. Based on the
result of the Shareholders’ General Meeting of
PT IDM dated on April 17, 2013 of
738,720,000 shares with par value of Rp250
per shares, that represents 40% of the total
PT IDM’s issued and fully paid shares. The
investment price of the share that would be
issued of Rp2,622,456,000,000 or Rp3,550
per share. This agreement may be terminated
prior to completion due to the following
reasons:
1.
2.
3.
190
if the completion does not occur (other
than caused by the failure of either Party
which intends to terminate this Agreement
to perform its obligation under this
Agreement) on or before the end of the
Completion Period.
by mutual written agreement of the
Parties;
by the one of the Parties with written
notice to other Parties, if any Party has
committed a material breach of any
provision under this Agreement, and the
Party does not remedy such breach in all
material respect within 10 (ten) days after
the date notice thereof has been given by
the Party to other Party; or
if the completion does not occur (other
than caused by the failure of either Party
which intends to terminate this Agreement
to perform its obligation under this
Agreement) on or before the end of the
Completion Period.
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31. PERISTIWA PENTING
PELAPORAN (lanjutan)
d.
SETELAH
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
TANGGAL
31. EVENTS AFTER REPORTING DATE (continued)
d.
Pada tanggal 22 April 2013, Perusahaan
menandatangani perjanjian pengikatan jualbeli saham dengan Treasure East Investment
Limited (“TEIL”). Berdasarkan perjanjian ini,
TEIL akan menjual dan mengalihkan saham
yang dimilikinya pada PT Nippon Indosari
Corpindo Tbk (“ROTI”) sebanyak 318.893.400
lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per
lembar saham yang mewakili 31,50%
kepemilikannya, kepada Perusahaan dengan
harga pengalihan sebesar Rp2.120.641.110
atau sebesar Rp6.650 per lembar saham.
Perjanjian ini dapat
diakhiri sebelum
penyelesaian dilakukan karena sebab - sebab
sebagai berikut:
1. dengan persetujuan tertulis dari Para
Pihak;
2. oleh Pembeli dengan pemberitahuan
tertulis kepada Penjual, jika Penjual telah
melakukan suatu pelanggaran material
atas ketentuan Perjanjian ini, dan Penjual
tidak memperbaiki pelanggaran dalam
segala aspek material dalam waktu 7
(tujuh) hari setelah pemberitahuan tertulis
diberikan oleh Pembeli kepada Penjual;
3. oleh Penjual dengan pemberitahuan
tertulis kepada Pembeli, apabila Pembeli
telah melakukan suatu pelanggaran atas
setiap ketentuan dalam perjanjian ini, dan
Pembeli tidak memperbaiki segala aspek
material dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah
pemberitahuan diberikan oleh Penjual
kepada Pembeli; atau
4.
On April 22, 2013, the Company entered into
conditional sales and purchase agreement
with Treasure East Investment Limited
(“TEIL”). Based on this agreement, TEIL will
sell and transfer its share ownership in
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (“ROTI”) of
318,893,400 shares with a par value of Rp100
per share that represent 31.50% of its
ownership, to the Company, with selling price
of Rp2,120,641,110 or Rp6,650 per share.
This agreement may be terminated prior to
completion due to the following reasons:
1.
2.
3.
4.
apabila penyelesaian tidak terjadi (selain
karena kegagalan dari salah satu Pihak
yang hendak mengakhiri perjanjian ini
untuk menjalankan kewajibannya menurut
perjanjian ini) pada atau sebelum
berakhirnya Jangka Waktu Penyelesaian.
191
by mutual written agreement of the
Parties;
by the Purchaser with written notice to the
Seller, if any Seller has committed a
material breach of any provision under
this Agreement, and the Seller does not
remedy such breach in all material respect
within 7 (seven) days after the date notice
thereof has been given by the Purchaser
to the Seller;
by the Seller with written notice to the
Purchaser, if the Purchaser has
committed a material breach of any
provision under this Agreement, and the
Purchaser does not remedy such breach
in all material respect within 7 (seven)
days after the date notice thereof has
been given by the Seller to the Purchaser;
or
if the completion does not occur (other
than caused by the failure of either Party
which intends to terminate this Agreement
to perform its obligation under this
Agreement) on or before the end of the
Completion Period.
The original financial statements included herein are in Indonesian
language.
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
31 Desember 2012 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2012
dengan angka perbandingan tanggal
31 Desember 2011 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
PT DYVIACOM INTRABUMI TBK
NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
As of and for the year ended
December 31, 2012
with comparative figures as of and for
the year ended December 31, 2011
(Expressed in Rupiah, Unless Otherwise Stated)
32. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN
32. REISSUANCE
STATEMENTS
OF
THE
FINANCIAL
In relation to the Company’s plan to conduct
Limited Public Offering I with Pre-emptive Rights
and to comply with requirements of Otoritas Jasa
Keuangan, the Company has reissued its financial
statements as of December 31, 2012 and for the
year ended December 31, 2012, with comparative
figures as of December 31, 2011 and January 1,
2011/December 31, 2010 and for the year ended
December 31, 2011 which included certain
changes in the notes 1c, 2a, 2l, 4, 8, 15, 22, 26,
28, 31 dan 32 to the financial statements.
Sehubungan dengan rencana Perusahaan untuk
melakukan Penawaran Umum Terbatas I dalam
rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu dan untuk mematuhi persyaratan Otoritas
Jasa Keuangan, Perusahaan telah menerbitkan
kembali laporan keuangan tanggal 31 Desember
2012 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2012 dengan angka perbandingan
pada tanggal 31 Desember 2011 dan 1 Januari
2011/31 Desember 2010 dan tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2011 yang disertai
dengan beberapa perubahan dalam laporan
keuangan dan catatan 1c, 2a, 2l, 4, 8, 15, 22, 26,
28, 31 dan 32 atas laporan keuangan.
192
XVI. KETERANGAN TENTANG PEMBELI SIAGA
Dalam PUT Iini, apabila saham yang ditawarkan ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD,maka
sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari
haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD secara proporsional sesuai peraturan
yang berlaku.
Berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I
PT Dyviacom Intrabumi Tbk No. 68 tanggal 19 April 2013 dan telah diubah dengan Akta Perubahan
III Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam rangka PUT I PT Dyviacom Intrabumi Tbk. No.84 tanggal
23 Mei 2013, yang keduanya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, Pembeli Siaga
PUT I ini adalah Hannawell Group Limited dan PT Buana Capital (pihak terafiliasi) (selanjutnya disebut
“Pembeli Siaga”).
Jika Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT I ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD,
maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih
dari haknya, seperti yang tercantum dalam Sertifikat HMETD atau Formulir Pemesanan Pembelian
Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Apabila setelah
memenuhi semua pemesanan tambahan dan masih terdapat Sisa Saham yang ditawarkan, maka
seluruh Sisa Saham yang ada wajib dibeli oleh Pembeli Siaga dengan harga yang sama dengan Harga
Pelaksanaan, yaitu Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham. Proporsi alokasi sisa saham yang akan
diambil oleh Pembeli Siaga dalam PUT I ini adalah sebagai berikut:
Urutan Prioritas Pembeli Siaga
Nama
Porsi Penjaminan
Jumlah Saham
1
Hannawell Group Limited
40,14%
5.620.000.000
2
PT Buana Capital
1,43%
200.000.000
Apabila setelah dialokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga
yaitu Hannawell Group Limited dan PT Buana Capital (pihak terafiliasi) akan melaksanakan kewajibannya
sesuai sistem urutan dengan skala prioritas dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah)
per saham yang seluruhnya akan dibayar tunai sesuai dengan syarat dan ketentuan yang tercantum
dalam Perjanjian Pembelian Sisa Saham.
Yang dimaksud dengan sistem urutan dengan skala prioritas adalah nomor urutan yang lebih awal akan
mendapatkan prioritas untuk membeli Sisa Saham sampai batas maksimal persentase porsi penjaminan
yang telah disepakatinya, yang dihitung dari seluruh jumlah Saham dalam PUT I yaitu 14.000.000.000
(empat belas miliar) saham, dan apabila masih ada Sisa Saham maka nomor urutan berikutnya akan
mendapatkan prioritas untuk membeli Sisa Saham tersebut sampai batas maksimal persentase yang
telah disepakatinya, demikian seterusnya sampai dengan nomor urutan yang terakhir, sesuai nomor
urutan skala prioritas.
Pembeli Siaga menyatakan memiliki kecukupan dana dan sanggup untuk menjalankan kewajibannya
sebagai Pembeli Siaga. Sumber dana Pembeli Siaga untuk menjalankan kewajibannya sebagai Pembeli
Siaga dalam PUT I Perseroan berasal dari modal sendiri dan pinjaman pihak ketiga.
Keterangan singkat mengenai Pembeli Siaga sehubungan dengan PUT I ini adalah:
1. Hannawell Group Limited
Hannawell Group Limited (selanjutnya disebut sebagai “HGL”), merupakan perusahaan yang
didirikan menurut dan berdasarkan hukum British Virgin Islands, berdasarkan Certificate of Incorporation
No.1401174 pada tanggal 26 April 2007.
HGL merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi.
193
Berdasarkan Register of Directors No.1401174, pengurus HGL saat ini adalah Indosino Limited.
Berdasarkan Register of Members No.1401174, susunan permodalan dan pemegang saham HGL saat
ini adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham
Ng Siew Khim
Jumlah Saham
1
Nilai (USD)
1
%
100%
HGL tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. Pengendali utama HGL adalah Ng Siew Khim.
2. PT Buana Capital
PT Buana Capital (pihak terafiliasi), suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
Negara Republik Indonesia, berdasarkan anggaran dasar terakhir sebagaimana dimuat dalam Akta
No. 42 tanggal 15 Juni 2012 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta. Anggaran
Dasar terakhir tersebut telah didaftarkan kepada Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan surat No.AHU-AH.01.10-22764 tanggal 21 Juni 2012 dengan Tanda Daftar
Perseroan No.AHU-0056876.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 21 Juni 2012.
PT Buana Capital (selanjutnya disebut sebagai “PT BC”) berkantor di Gedung Bursa Efek
Indonesia, Tower II Lantai 26, Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia.
Website: www.buanacapital.com, email: [email protected] Kegiatan utama PT BC adalah
perusahaan yang bergerak dalam bidang perantara pedagang efek dan penjamin emisi efek.
Berikut ini adalah pengurus PT BC berdasarkan Akta No. 42 tanggal 15 Juni 2012:
Direksi
Benny H. Setiabrata – Direktur Utama
Lidia Trivelly
Harijin Santoso
Dewan Komisaris
Pieter Tanuri – Komisaris Utama
Yohanes Ade Bunian Moniaga
Struktur Permodalan PT BC pada saat ini berdasarkan Akta No. 30 tanggal 22 Nopember adalah
sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp100.000 per Saham
Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp)
1.200.000 120.000.000.000
Keterangan
Modal Dasar
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
1. PT Philadel Terra Lestari
2. Benny Hardiman Setiabrata
3. Yohanes Ade Bunian Moniaga
4. Yulian Kusuma Kwee
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Saham Dalam Portepel
360.000
210.000
15.000
15.000
600.000
36.000.000.000
21.000.000.000
1.500.000.000
1.500.000.000
60.000.000.000
%
60,00%
35,00%
2,50%
2,50%
100,00%
PT BC memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, dimana PT BC dan Perseroan sama-sama dimiliki
dan dikendalikan oleh Pieter Tanuri.
194
XVIII. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM
Perseroan telah menunjuk PT Raya Saham Registra sebagai Pelaksana Pengelola Administrasi
Saham dan sebagai Agen Pelaksana PUT I Perseroan, sebagaimana termaktub dalam Akta Perjanjian
Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan Dalam Rangka PUT I PT Dyviacom Intrabumi
Tbk No. 69 tanggal 19 April 2013, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H.,Notaris di Jakarta.
Berikut ini adalah persyaratan dan tata cara pemesanan pembelian saham sehubungan dengan PUT
I Perseroan:
1. Pemesan Yang Berhak
Para Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan
pada tanggal 5 Juni 2013 pukul 16.00 WIB berhak mengajukan pemesanan Saham Baru dan/atau
dalam rangka PUT I ini dengan ketentuan bahwa setiap pemegang 23 (dua puluh tiga) Saham Lama
berhak atas 1.750 (seribu tujuh ratus lima puluh) HMETD dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak untuk
membeli 1 (satu) Saham Baru dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) per saham
dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham.
Apabila terdapat pecahan atas saham hasil pelaksanaan HMETD maka akan diadakan pembulatan
ke bawah dan pecahan tersebut menjadi milik Perseroan dan harus dijual oleh Perseroan serta hasil
penjualannya dimasukkan ke rekening Perseroan.
Pemesan yang berhak membeli Saham Baru adalah pemegang HMETD yang sah, yaitu pemegang
saham yang memperoleh HMETD dari Perseroan dan belum menjual HMETD tersebut dan pembeli
HMETD yang namanya tercantum dalam SBHMETD atau dalam kolom endorsemen pada SBHMETD
atau daftar pemegang HMETD yang tercatat dalam penitipan kolektif KSEI.
Pemesan dapat terdiri atas perorangan, Warga Negara Indonesia dan/atau Asing dan/atau Lembaga
dan/atau Badan Hukum/Badan Usaha baik Indonesia/Asing sebagaimana diatur dalam UUPM berikut
dengan peraturan pelaksanaannya.
Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran pemegang saham yang berhak, maka para
pemegang saham yang memegang saham Perseroan dalam bentuk warkat yang akan menggunakan
haknya untuk memperoleh HMETD dan belum melakukan pencatatan peralihan kepemilikan sahamnya
disarankan untuk mendaftar Surat Kolektif Sahamnya untuk diregistrasi, yaitu sebelum batas akhir
pencatatan dalam DPS yakni sebelum tanggal 5 Juni 2013.
2. Distribusi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
a. Bagi Pemegang Saham Yang Berhak yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di
KSEI, HMETD akan didistribusikan secara elektronik melalui rekening efek Anggota Bursa atau
Bank Kustodian masing-masing di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa setelah tanggal
pencatatan pada DPS yang berhak atas HMETD, yaitu tanggal 7 Juni 2013.
b. Bagi pemegang saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif di KSEI,
Perseroan akan menerbitkan SBHMETD atas nama pemegang saham.
Prosedur Pendaftaran/Pelaksanaan HMETD
Pelaksanaan HMETD dapat dilakukan mulai tanggal 10 Juni 2013 sampai dengan tanggal 19 Juni 2013.
A. Prosedur Pelaksanaan HMETD yang berada dalam Penitipan Kolektif
1. Pemegang HMETD memberikan instruksi pelaksanaan HMETD kepada Anggota Bursa/Bank
Kustodian dan membayar Harga Pelaksanaan HMETD dengan memasukkannya ke dalam rekening
yang khusus ditunjuk oleh KSEI;
195
2. Pada Hari Bursa yang sama dengan saat disampaikannya instruksi pelaksanaan HMETD oleh
Anggota Bursa/Bank Kustodian kepada KSEI, maka:
• KSEI akan mendebet HMETD dari masing-masing sub rekening pemegang HMETD yang
memberikan instruksi pelaksanaan HMETD ke dalam rekening KSEI dengan menggunakan
fasilitas C-BEST;
• Segera setelah uang Harga Pelaksanaan HMETD diterima di dalam rekening bank yang
ditunjuk oleh KSEI, KSEI akan melakukan pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD
dari rekening bank yang ditunjuk oleh KSEI tersebut ke rekening bank yang ditunjuk oleh
Perseroan pada hari yang sama.
3. 1 (satu) Hari Bursa setelah KSEI menerima instruksi pelaksanaan HMETD, KSEI akan menyampaikan
kepada BAE, dokumen sebagai berikut:
• Daftar rincian instruksi pelaksanaan HMETD yang diterima KSEI, berikut rincian data Pemegang
HMETD (nomor identitas, nama, alamat, status kewarganegaraan dan domisili) pemegang
HMETD yang melakukan pelaksanaan HMETD;
• Surat atau bukti pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD yang dilakukan oleh KSEI,
dari rekening bank yang ditunjuk KSEI ke dalam rekening bank yang ditunjuk oleh Perseroan;
• Instruksi untuk mendapatkan sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD ke dalam
rekening khusus yang telah disediakan oleh KSEI.
4. Segera setelah BAE Perseroan menerima dokumen-dokumen KSEI sebagaimana dimaksud dalam
butir A.3 di atas, BAE Perseroan akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
dari instruksi pelaksanaan HMETD, bukti pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD ke
dalam rekening bank khusus berdasarkan data pada rekening bank khusus serta instruksi untuk
mendepositokan sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD.
5. Selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima dari
KSEI dan uang Harga Pelaksanaan HMETD telah dibayar penuh (in good funds) di rekening
bank khusus, BAE akan menerbitkan/mendepositokan sejumlah Saham Baru ke dalam rekening
khusus yang telah disiapkan KSEI dan KSEI akan langsung mendistribusikan Saham Baru dengan
menggunakan fasilitas C-BEST. Selanjutnya, setelah melakukan pendistribusian Saham Baru
tersebut maka KSEI akan memberikan laporan hasil distribusi Saham Baru tersebut kepada
Perseroan dan BAE.
B. Prosedur Pelaksanaan HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif
1. Pendaftaran pelaksanaan HMETD dilakukan di kantor pusat BAE.
2. Pemegang HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif yang akan melakukan pelaksanaan
HMETD harus membayar Harga Pelaksanaan HMETD ke dalam rekening bank khusus serta
menyerahkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli SBHMETD yang telah ditandatangani dan diisi lengkap;
b. Asli bukti pembayaran Harga Pelaksanaan HMETD;
c. Fotokopi identitas yang masih berlaku dari pemegang HMETD (perorangan) yang akan
melakukan pelaksanaan HMETD (Kartu Tanda Penduduk/paspor/Kartu Izin Tinggal Terbatas);
atau fotokopi anggaran dasar dan lampiran susunan terakhir anggota Direksi/pengurus dari
pemegang HMETD (lembaga/badan hukum) yang akan melakukan Pelaksanaan HMETD;
d. Asli surat kuasa, jika pelaksanaan HMETD dilakukan oleh pemegang HMETD melalui kuasanya
dan dilampirkan fotokopi identitas yang masih berlaku dari pemberi dan penerima kuasa (Kartu
Tanda Penduduk/paspor/Kartu Izin Tinggal Terbatas);
e. Apabila pemegang HMETD menghendaki Saham Baru dimasukkan dalam Penitipan Kolektif,
maka permohonan pelaksanaan HMETD kepada BAE harus diajukan melalui Anggota Bursa/
Bank Kustodian yang ditunjuk dengan menyerahkan dokumen berupa:
• Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa/Bank Kustodian untuk
mengajukan permohoan pelaksanaan HMETD dan melakukan pengelolaan Efek atas
Saham Baru dalam Penitipan Kolektif KSEI atas nama pemberi kuasa;
• Asli formulir penyetoran Efek yang diterbitkan KSEI yang telah diisi dan ditandatangani
dengan lengkap.
• Dikenakan biaya konversi sebesar Rp1.500,- atau minimal sebesar Rp25.000,- per
SHMETD ditambah Pajak Penghasilan 10%.
196
3. BAE akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung untuk pelaksanaan HMETD
sebagaimana dimaksud dalam butir B.2 di atas.
4. Selambat-lambatnya 2 (dua) Hari Bursa setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima oleh
BAE dan uang Harga Pelaksanaan HMETD tellah dibayar penuh (in good funds) ke dalam rekening
bank yang ditunjuk oleh Perseroan, BAE akan menerbitkan sejumlah Saham Baru dalam bentuk
fisik Surat Kolektif Saham (”SKS”), jika pemegang Sertifikat Bukti HMETD tidak menginginkan
Saham Baru dimasukkan ke dalam Penitipan Kolektif.
3. Pemesanan Saham Tambahan
Pemegang Saham Yang Berhak yang tidak menjual HMETD-nya atau pembeli/pemegang HMETD yang
namanya tercantum dalam SBHMETD atau pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektip di KSEI, dapat
memesan saham tambahan melebihi hak yang dimilikinya dengan cara mengisi kolom pemesanan
pembelian saham tambahan yang telah disediakan pada SBHMETD dan atau FPPS Tambahan dalam
jumlah sekurang-kurangnya 500 saham atau kelipatannya.
Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan Saham Baru hasil
pelaksanaannya dalam bentuk elektronik harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan
melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian. Sedangkan pemegang HMETD dalam bentuk warkat yang
tetap menginginkan saham hasil pelaksanaannya dalam bentuk warkat/fisik SKS dapat mengajukan
sendiri permohonan kepada BAE Perseroan.
1.
Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan saham hasil penjatahannya
dalam bentuk elektronik harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan melalui Anggota
Bursa/Bank Kustodian dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
b. Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa/Bank Kustodian untuk
mengajukan permohonan pemesanan pembelian saham tambahan dan melakukan
pengelolaan efek atas saham hasil penjatahan dalam penitipan kolektif KSEI dan kuasa
lainnya yang mungkin diberikan sehubungan dengan pemesanan pembelian saham tambahan
atas nama pemberi kuasa;
c. Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan) atau fotokopi Anggaran
Dasar dan lampiran susunan direksi/pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
d. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan
dari bank tempat menyetorkan pembayaran;
e. Asli Formulir Penyetoran Efek yang diterbitkan oleh KSEI yang telah diisi dan ditandatangani
secara lengkap untuk keperluan pendistribusian saham hasil pelaksanaan oleh BAE.
f. Dikenakan biaya konversi sebesar Rp1.500,- atau minimal sebesar Rp25.000,- per FPPS
Tambahan ditambah Pajak Penghasilan 10%.
2. Bagi pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI, mengisi dan menyerahkan FPPS Tambahan
dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui C-Best
yang sesuai atas nama pemegang HMETD tersebut (khusus bagi pemegang HMETD dalam
penitipan kolektif KSEI yang telah melaksanakan haknya melalui system C-Best);
b. Asli Formulir Penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk
pendistribusian saham hasil pelaksanaan HMETD oleh BAE Perseroan;
c. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan
dari bank tempat menyetorkan pembayaran.
d. Dikenakan biaya konversi sebesar Rp1.500,- atau minimal sebesar Rp25.000,- per FPPS
Tambahan ditambah Pajak Penghasilan 10%.
3.
Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/SBHMETD yang menginginkan saham hasil penjatahannya
tetap dalam bentuk warkat/fisik SKS, harus mengajukan permohonan kepada BAE Perseroan
dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
b. Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermeterai Rp6.000 (enam ribu Rupiah) dilampirkan
dengan fotokopi KTP/Paspor/KITAS dari pemberi dan penerima kuasa;
197
c. Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan) atau fotokopi anggaran
dasar dan lampiran susunan direksi/pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
d. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan
dari bank tempat menyetorkan pembayaran.
Pembayaran atas pemesanan tambahan tersebut dapat dilaksanakan dan harus telah diterima pada
rekening bank Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 21 Juni 2013 dalam keadaan tersedia (in
good funds). Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan ketentuan pemesanan dapat
mengakibatkan penolakan pemesanan.
4. Penjatahan Atas Pemesanan Saham Tambahan dalam PUT I
Penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan ditentukan pada tanggal 24 Juni 2013 dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan tidak melebihi
jumlah seluruh saham yang ditawarkan dalam PUT I ini, maka seluruh pesanan atas saham
tambahan akan dipenuhi;
b. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan melebihi jumlah
seluruh saham yang ditawarkan dalam PUT I ini, maka kepada pemesan yang melakukan pemesanan
saham tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional, berdasarkan atas
jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta
pemesanan saham tambahan.
Perseroan akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai kewajiban
dari pelaksanaan penjatahan saham dalam PUT I ini sesuai dengan Peraturan Bapepam No.IX.D.I
tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang merupakan Lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam
No.Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 dan berpedoman pada Peraturan Bapepam No.VIII.G.12
tentang Pedoman Pemeriksaan oleh Akuntan atas Pemesan dan Penjatahan Efek atau Pembagian
Saham Bonus yang merupakan Lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-17/PM/2004 tanggal
13 April 2004, paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal penjatahan berakhir.
5. Persyaratan Pembayaran Bagi Para Pemegang Sertifikat Bukti HMETD (Di luar Penitipan
Kolektif KSEI) Dan Pemesanan Saham Baru Tambahan
Pembayaran pemesanan pembelian saham dalam rangka PUT I yang permohonan pemesanannya
diajukan langsung kepada BAE Perseroan harus dibayar penuh (in good funds) dalam mata uang
Rupiah di rekening Perseroan di bawah ini pada saat pengajuan pemesanan secara tunai, cek, bilyet,
giro atau pemindahbukuan atau transfer dengan mencantumkan Nomor SBHMETD atau Nomor FPPS
Tambahan dan pembayaran dilakukan ke rekening Perseroan pada:
PT Bank Central Asia Tbk
Cabang Menara BCA Jl. MH Thamrin No.1, Jakarta 10310
No. Rekening: 2050005375
Atas Nama: PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan setelah diterima. Bilamana pada saat pencairan,
cek atau wesel bank ditolak oleh pihak bank, maka pemesanan pembelian saham yang bersangkutan
otomatis menjadi batal. Bila pembayaran dilakukan dengan cek atau pemindahbukuan atau bilyet giro,
maka tanggal pembayaran dihitung berdasarkan tanggal penerimaan cek/pemindahbukuan/giro yang
dananya telah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan tersebut di atas.
Untuk pemesanan pembelian saham tambahan, pembayaran dilakukan pada hari pemesanan yang
mana pembayaran tersebut harus sudah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan
tersebut di atas paling lambat tanggal 21 Juni 2013.
Segala biaya yang mungkin timbul dalam rangka pembelian saham dalam rangka PUT I ini menjadi
beban pemesan. Pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan pembayaran akan dibatalkan.
198
6. Bukti Tanda Terima Pemesanan Pembelian Saham
Perseroan melalui BAE yang ditunjuk Perseroan yang menerima pengajuan pemesanan pembelian
Saham Baru akan menyerahkan Bukti Tanda Terima Pemesanan Saham yang telah dicap dan
ditandatangani kepada pemesan sebagai tanda bukti Pemesanan Pembelian Saham Baru untuk
kemudian dijadikan salah satu bukti pada saat mengambil Saham Baru. Bagi Pemegang HMETD dalam
Penitipan Kolektif di KSEI akan mendapat konfirmasi atas permohonan pelaksanaan HMETD (exercise)
dari C-BEST di KSEI melalui pemegang Rekening di KSEI.
7. Pembatalan Pemesanan Saham
Perseroan berhak membatalkan pemesanan Saham Baru baik secara keseluruhan atau sebagian
dengan memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pemberitahuan pembatalan pemesanan saham
akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman penjatahan atas pemesanan saham.
Hal-hal yang menyebabkan dibatalkannya pemesanan antara lain:
a. Pengisian SBHMETD tidak sesuai dengan petunjuk/syarat-syarat pemesanan saham yang
ditawarkan dalam PUT I yang tercantum dalam SBHMETD dan Prospektus.
b. Persyaratan pembayaran tidak terpenuhi.
c. Persyaratan kelengkapan dokumen permohonan tidak terpenuhi.
8. Pengembalian Uang Pemesanan
Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruhnya dari pemesanan Saham Baru tambahan atau
dalam hal terjadi pembatalan pemesanan saham, maka Perseroan akan mengembalikan sebagian atau
seluruh uang pemesanan tersebut dalam mata uang Rupiah dengan mentransfer ke rekening bank
atas nama pemesan. Pengembalian uang pemesanan saham tersebut dilakukan selambat-lambatnya
2 (dua) hari kerja setelah tanggal penjatahan, yaitu tanggal 26 Juni 2013.
Surat pemberitahuan penjatahan dan pengembalian uang pemesanan dapat diambil di BAE Perseroan
pada setiap hari kerja, mulai tanggal 26 Juni 2013.
Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang melebihi 2 (dua) hari kerja setelah tanggal Penjatahan,
jumlah uang yang dikembalikan akan disertai bunga yang diperhitungkan mulai hari kerja ke-3 (tiga)
setelah tanggal Penjatahan atau setelah tanggal diumumkannya pembatalan PUT I ini sampai dengan
tanggal pengembalian uang. Besar bunga atas keterlambatan pengembalian uang pemesanan tersebut
yaitu sebesar tingkat suku bunga rata-rata deposito 1 (satu) bulan dalam denominasi Rupiah sesuai
dengan maksimum bunga deposito dalam denominasi Rupiah Bank Indonesia. Perseroan tidak
memberikan bunga atas keterlambatan pengembalian uang pemesanan saham apabila keterlambatan
tersebut disebabkan oleh kesalahan pemesan pada saat mencantumkan nama bank dan nomor
rekening bank.
Bagi pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI yang melaksanakan haknya melalui KSEI
pengembalian uang pemesanan akan dilakukan oleh BAE melalui Emiten.
9. Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD dan Pengkreditan ke Rekening Efek
Saham hasil pelaksanaan HMETD bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai dengan haknya
melalui KSEI akan dikreditkan pada rekening efek dalam 2 (dua) Hari Kerja setelah permohonan
pelaksanaan HMETD diterima dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik di rekening
Perseroan.
Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk warkat yang melaksanakan HMETD sesuai
haknya akan mendapatkan SKS atau saham dalam bentuk warkat selambat-lambatnya 2 (dua) Hari
Kerja setelah permohonan diterima oleh BAE Perseroan dan dana pembayaran telah diterima dengan
baik oleh Perseroan.
199
Adapun saham hasil penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan didistribusikan dalam bentuk
elektronik dalam penitipan kolektif KSEI atau tersedia SKSnya selambat-selambatnya 2 (dua) hari bursa
setelah tanggal penjatahan.
SKS baru hasil pelaksanaan HMETD dapat diambil pada setiap hari kerja (Senin - Jumat, pukul 09.00
– 15.00 WIB). Pengambilan dilakukan di kantor BAE dengan menunjukkan/menyerahkan dokumendokumen sebagai berikut:
a. Asli KTP/paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan); atau
b. Fotokopi anggaran dasar (bagi lembaga/badan hukum) dan susunan direksi/dewan komisaris atau
pengurus yang masih berlaku;
c. Asli surat kuasa sah (bagi lembaga/badan hukum atau perorangan yang dikuasakan) bermeterai
Rp6.000,- (enam ribu Rupiah) dilengkapi dengan fotokopi KTP/paspor/KITAS dari pemberi dan
penerima kuasa;
d. Asli Bukti Tanda Terima Pemesanan Saham.
10. Alokasi Terhadap HMETD Yang Tidak Dilaksanakan
Jika saham yang ditawarkan dalam PUT I tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang
SBHMETD maka sisa saham akan dialokasikan kepada para pemegang saham lainnya yang melakukan
pemesanan melebihi haknya sebagaimana tercantum dalam SBHMETD atau Formulir Pemesanan dan
Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan HMETD yang telah dilaksanakan.
Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga yaitu
Hannawell Group Limited dan PT Buana Capital (pihak terafiliasi), berdasarkan Akta Perjanjian
Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Dyviacom Intrabumi Tbk No.
68 tanggal 19 April 2013 dan telah dubah berdasarkan Akta Perubahan III Perjanjian Pembelian Sisa
Saham Dalam Rangka Penawaran Umum Terbatas I PT Dyviacom Intrabumi Tbk No.84 tanggal 23 Mei
2013,yang keduanya dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta, akan membeli saham
yang masih tersisa tersebut pada Harga Pelaksanaan sebesar Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham.
11.Lain-Lain
Setiap dan semua biaya konversi sehubungan pengalihan saham Perseroan dalam bentuk warkat
menjadi bentuk eletronik dan/atau sebaliknya dari bentuk elektronik menjadi bentuk warkat harus
dibayar dan ditanggung sepenuhnya oleh pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
200
XIX. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK
TERLEBIH DAHULU
Saham yang ditawarkan dalam rangka PUT I ini berjumlah sebanyak 14.000.000.000 (empat
belas miliar) Saham Baru dengan nilai nominal Rp250,- (dua ratus lima puluh Rupiah) per saham
dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) per saham sehingga seluruhnya berjumlah
sebesar Rp7.000.000.000.000,- (tujuh triliun Rupiah), diterbitkan berdasarkan HMETD yang dapat
diperdagangkan di luar bursa maupun melalui BEI.
1. Penerima Saham Yang Berhak Menerima HMETD
Pemegang saham Perseroan yang namanya dengan sah tercatat dalam DPS Perseroan pada tanggal
5 Juni 2013 pukul 16.00 WIB berhak mendapatkan HMETD. Setiap pemegang 23 (dua puluh tiga)
saham lama akan mendapatkan 1.750 (seribu tujuh ratus lima puluh) HMETD, di mana setiap 1 (satu)
HMETD akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk memesan 1 (satu) Saham Baru Perseroan,
yang akan ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap sahamnya yang
harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian Saham Baru.
2. Pemegang HMETD Yang Sah
Pemegang HMETD yang sah adalah:
1) Para pemegang saham Perseroan yang berhak menerima HMETD yang tidak menjual HMETDnya,
atau
2) Pembeli/pemegang HMETD terakhir yang namanya tercantum dalam kolom endorsemen
SBHMETD, atau
3) Para pemegang HMETD dalam penitipan kolektip KSEI, sampai dengan tanggal terakhir periode
perdagangan HMETD.
3. Perdagangan HMETD
Pemegang HMETD dapat memperdagangkan HMETD yang dimilikinya selama periode perdagangan,
yaitu mulai tanggal 10 Juni 2013 sampai dengan tanggal 19 Juni 2013.
Perdagangan HMETD harus memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk tetapi tidak terbatas pada ketentuan perpajakan dan
ketentuan di bidang Pasar Modal termasuk peraturan Bursa dimana HMETD tersebut diperdagangkan,
yaitu BEI, serta peraturan KSEI. Bila pemegang HMETD mengalami keragu-raguan dalam mengambil
keputusan, sebaiknya anda berkonsultasi dengan penasehat investasi, atau penasehat profesional
lainnya.
HMETD yang berada dalam penitipan kolektif di KSEI diperdagangkan di BEI sedangkan HMETD yang
berbentuk SBHMETD hanya bisa diperdagangkan di luar bursa. Penyelesaian perdagangan HMETD
yang dilakukan melalui bursa akan dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan atas nama rekening
efek atas nama Bank Kustodian atau Perusahaan Efek di KSEI. Segala biaya dan pajak yang mungkin
timbul akibat perdagangan dan pemindahtanganan HMETD menjadi tanggung jawab dan beban
pemegang HMETD atau calon pemegang HMETD.
Pemegang HMETD yang bermaksud mengalihkan HMETD-nya tersebut dapat melaksanakannya
melalui Anggota Bursa/Bank Kustodian.
201
4. Bentuk Dari SBHMETD
Bagi pemegang saham yang sahamnya belum dimasukkan dalam sistem penitipan kolektif di KSEI,
Perseroan akan menerbitkan SBHMETD yang mencantumkan nama dan alamat pemegang HMETD,
jumlah saham yang dimiliki dan jumlah HMETD yang dapat digunakan untuk membeli saham serta
kolom jumlah saham yang akan dibeli, jumlah harga yang harus dibayar dan jumlah pemesanan saham
tambahan, kolom endorsemen dan keterangan lain yang diperlukan.
Bagi pemegang saham yang sahamnya berada dalam sistem penitipan kolektif di KSEI, Perseroan
tidak akan menerbitkan SBHMETD, melainkan akan melakukan pengkreditan rekening efek atas nama
Bank Kustodian atau perusahaan efek yang ditunjuk masing-masing pemegang saham di KSEI.
5. Permohonan Pemecahan SBHMETD
Bagi pemegang SBHMETD yang ingin menjual atau mengalihkan sebagian dari jumlah yang tercantum
dalam SBHMETD yang dimilikinya, maka pemegang HMETD yang bersangkutan dapat membuat surat
Permohonan pemecahan SBHMETD dan menyerahkan kepada BAE Perseroan untuk mendapatkan
pecahan SBHMETD dengan denominasi HMETD yang diinginkan. Pemegang HMETD dapat melakukan
pecahan SBHMETD mulai tanggal 7 Juni 2013 sampai dengan tanggal 18 Juni 2013.
Setiap pemecahan akan dikenakan biaya yang menjadi beban pemohon, yaitu sebesar Rp3.300,- (tiga
ribu tiga ratus Rupiah) per SBHMETD baru hasil pemecahan. Biaya tersebut sudah termasuk Pajak
Pertambahan Nilai.
6. Nilai HMETD
Nilai Bukti HMETD yang ditawarkan oleh pemegang HMETD yang sah akan berbeda-beda antara
pemegang HMETD satu dengan yang lainnya, berdasarkan permintaan dan penawaran dari pasar
yang ada.
Sebagai contoh, perhitungan nilai HMETD di bawah ini merupakan salah satu cara untuk menghitung
nilai HMETD, tetapi tidak menjamin bahwa hasil perhitungan nilai HMETD yang diperoleh adalah nilai
HMETD yang sesungguhnya berlaku di pasar. Penjelasan di bawah ini diharapkan dapat memberikan
gambaran umum untuk menghitung nilai HMETD.
Asumsi:
Harga pasar satu saham
Harga saham yang ditawarkan dalam PUT I
Jumlah saham yang beredar sebelum PUT I
Jumlah saham yang ditawarkan dalam PUT I
Jumlah saham yang beredar sesudah PUT I
Harga teoritis Saham Baru ex-HMETD
:
:
:
:
:
:
Rpa
Rpr
A
R
A+R
(Rp a x A) + (Rp r x R) = Rp X
(A + R)
Harga teoritis HMETD adalah = RpX – Rpr
7. Penggunaan SBHMETD
SBHMETD adalah bukti hak yang diberikan Perseroan kepada pemegangnya untuk membeli Saham
Baru. SBHMETD hanya diterbitkan bagi pemegang saham yang belum melakukan konversi saham dan
digunakan untuk memesan Saham Baru. SBHMETD tidak dapat ditukarkan dengan uang atau apapun
pada Perseroan, serta tidak dapat diperdagangkan dalam bentuk fotokopi. Bukti kepemilikan HMETD
untuk pemegang HMETD dalam penitipan kolektif KSEI akan diberikan oleh KSEI melalui Anggota BEI
atau Bank Kustodiannya.
202
8. Pecahan HMETD
Berdasarkan Peraturan Bapepam No.IX.D.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-26/PM/2003
tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu bahwa dalam hal pemegang saham
memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka HMETD tersebut tidak diserahkan kepada pemegang
saham, namun akan dikumpulkan oleh Perseroan untuk dijual sehingga Perseroan akan mengeluarkan
HMETD dalam bentuk bulat, dan selanjutnya hasil penjualan HMETD pecahan tersebut dimasukkan ke
dalam rekening Perseroan.
9.Lain-lain
Segala biaya yang timbul dalam rangka pemindahan hak atas pemindahan HMETD menjadi beban
tanggungan Pemegang SBHMETD atau calon pemegang HMETD.
203
XX. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN SERTIFIKAT
BUKTI HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU
Perseroan telah mengumumkan informasi penting berkaitan dengan PUT I I ini melalui iklan di surat
kabar.
1. Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD
akan didistribusikan secara elektronik melalui Rekening Efek Anggota Bursa atau Bank Kustodian
masing-masing di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah tanggal pencatatan pada
DPS yang berhak atas HMETD, yaitu tanggal 7 Juni 2013 pukul 16.00 WIB. Prospektus dan
petunjuk pelaksanaan akan didistribusikan oleh Perseroan kepada KSEI dan dapat diperoleh oleh
pemegang saham dari masing-masing Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya.
2. Bagi Pemegang yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI,
Perseroan akan menerbitkan Sertifikat Bukti HMETD atas nama pemegang saham.
Pemegang Saham Perseroan yang beralamat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan
Bekasi(Jabodetabek) dapat mengambil SBHMETD, Prospektus, FPPS Tambahan dan formulir lainnya
mulai tanggal 7 Juni 2013 dengan menunjukkan asli kartu tanda pengenal yang sah (KTP / Paspor /
KITAS) dan menyerahkan fotokopinya serta asli Surat Kuasa bagi yang tidak bisa mengambil sendiri
pada BAE Perseroan.
PT Raya Saham Registra
Gedung Plaza Sentral Lt. 2
Jakarta 12930
Telp: (62-21) 252 5666
Fax: (62-21) 252 5028
Sedangkan untuk pemegang saham Perseroan yang berada di luar wilayah Jabodetabek, Sertifikat
Bukti HMETD, Prospektus, FPPS Tambahan dan formulir lainnya akan dikirim oleh BAE Perseroan
melalui pos tercatat mulai tanggal 7 Juni 2013.
Perseroan tidak akan mengirimkan paket tersebut di atas kepada pemegang saham Perseroan yang
beralamat di Amerika Serikat sehubungan dengan peraturan United States Securities Act 1993 No.5
yang berlaku di negara tersebut.
Apabila pemegang saham Perseroan yang namanya dengan sah tercatat dalam DPS Perseroan tanggal
5 Juni 2013 belum menerima atau mengambil SBHMETD, Prospektus, FPPS Tambahan dan formulir
lainnya dan tidak menghubungi BAE Perseroan, maka setiap dan segala risiko ataupun kerugian
yang mungkin timbul bukan menjadi tanggung jawab Perseroan ataupun BAE Perseroan, melainkan
sepenuhnya merupakan tanggung jawab para pemegang saham Perseroan yang bersangkutan.
204
XXI. INFORMASI TAMBAHAN
Apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas dari Prospektus ini atau apabila pemegang saham
menginginkan tambahan informasi sehubungan dengan PUT I ini, para pemegang saham dipersilahkan
menghubungi:
PT Dyviacom Intrabumi Tbk
Wisma Achilles Lantai 4
Jl.Panjang No.29 Kedoya Selatan
Jakarta 11510, Indonesia
Telp: (62-21) 5694-9393
Fax: (62-21) 5694-9339
Email: [email protected]
http://www.dyvia.com
PT Buana Capital
Gedung Bursa Efek Indonesia
Tower II, Lt. 26
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta 12190, Indonesia
Telp: (62-21) 515-0203
Fax: (62-21) 515-0241
Email: [email protected]
http://www.buanacapital.com
205
PT Raya Saham Registra
Gedung Plaza Sentral Lt. 2
Jakarta 12930
Telp: (62-21) 252 5666
Fax: (62-21) 252 5028
Halaman ini sengaja dikosongkan
Download