peningkatan hasil belajar melalui media visual dalam pembelajaran

advertisement
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA VISUAL
DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS III MI
DARUSSALAM SIDOAGUNG TEMPURAN MAGELANG
TAHUN AJARAN 2009/2010
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islam
Oleh:
ANA FATMAWATI
NIM 11408103
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
2010
i
ii
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA VISUAL
DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS III MI
DARUSSALAM SIDOAGUNG TEMPURAN MAGELANG
TAHUN AJARAN 2009/2010
SKRIPSI
Diajukan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Islam
Oleh:
ANA FATMAWATI
NIM 11408103
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
2010
iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Setelah dikoreksi dan diperbaiki, maka skripsi Saudara:
Nama
: Ana Fatmawati
NIM
: 11408103
Jurusan
: Jurusan Tarbiyah
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Judul
: PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA
VISUAL
DALAM
PEMBELAJARAN
AQIDAH
AKHLAK KELAS III MI DARUSSALAM SIDOAGUNG
TEMPURAN MAGELANG TAHUN AJARAN 2009/2010
telah kami setujui untuk dimunaqosahkan.
Salatiga,
Agustus 2010
Pembimbing
Mufiq, S.Ag.M.Phil
NIP. 19690617 199603 1 004
iv
DEPARTEMEN AGAMA RI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
Jl. Tentara Pelajar 02 Telp. 323706 Fax. 323433 Kode Pos 50721 Salatiga
http://www.salatiga.ac.id email: [email protected]
PENGESAHAN KELULUSAN
Skripsi Saudara Ana Fatmawati dengan Nomor Induk Mahasiswa 11408103
yang berjudul PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA
VISUAL DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS III MI
DARUSSALAM SIDOAGUNG TEMPURAN MAGELANG TAHUN AJARAN
2009/2010 telah dimunaqosahkan dalam Sidang Panitia Ujian Jurusan
Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga pada Sabtu, 25
September 2010 dan telah diterima sebagai bagian dari syarat-syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I).
Salatiga,
16 Shawwal 1931 H.
25 September 2010 M.
Panitia Ujian
Ketua Sidang
Sekretaris Sidang
Dr. Imam Sutomo, M.Ag.
NIP. 19580827 198303 1 002
Dr. Rahmat Haryadi, M.Pd.
NIP. 19670112 199203 1 005
Penguji I
Penguji II
Dra. Djamiatul Islamiyah, M.Ag.
NIP. 19570812 198802 2 001
Prof. Dr. H. Mansur, M.Ag.
NIP. 19680613 199403 1 004
Pembimbing
Mufiq, S.Ag.M.Phi
l
NIP. 19690617 199603 1 004
v
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Ana Fatmawati
NIM
: 11408103
Jurusan
: Jurusan Tarbiyah
Program Studi
: Pendidikan Agama Islam
Menyatakan bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya
saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang
lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik
ilmiah.
Salatiga,
Agustus 2010
Yang Menyatakan,
Ana Fatmawati
vi
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan,
tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia
marah.
- Nabi Muhammad Saw
PERSEMBAHAN
Untuk orang tuaku,
para dosenku, saudara-saudaraku,
sahabat-sahabat seperjuanganku,
dan teman spesialku yang selalu setia “menunggu”
vii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas
karunia-Nya serta limpahan rahmat, hidayah dan kasih sayang-Nya, shalawat serta
salam selalu tercurahkan pada junjungan Nabi Mumammad SAW. Peneliti menyusun
skripsi dengan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MEDIA
VISUAL DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS III MI
DARUSSALAM SIDOAGUNG TEMPURAN MAGELANG TAHUN AJARAN
2009/2010”, yang merupakan salah satu prasyarat untuk memperoleh gelar sarjana
pendidikan Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga.
Pada kesempatan ini peneliti dengan tulus hati mengucapkan terima kasih
kepada :
1.
Dr. Imam Sutomo, M.Ag. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
Salatiga.
2.
Suwardi, M.Pd. selaku ketua Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agam Islam
Negeri Salatiga, beserta Jajaran dan Staf tingkat Jurusan.
3.
Drs. Joko Sutopo selaku ketua Prodi Ekstensi PAI Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri Salatiga beserta staf.
4.
Mufiq, S.Ag.M.Phil. selaku pembimbing yang telah mengarahkan dan
membimbing penulis selama studi.
5.
Sri Purwati, S.Sos selaku Kepala MI Darussalam Sidoagung Tempuran
Magelang beserta guru dan stafnya yang telah memberi dorongan dan bantuan
demi kelancaran selama penelitian dan penyelesaian skripsi ini.
viii
6.
Segenap dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Magelang yang
telah memberikan penulis ilmu dan pengetahuan yang tak terhingga nilainya.
7.
Bapak dan Ibuku tercinta.
8.
Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per satu, yang telah
membantu dalam penulisan skripsi ini.
Semoga Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada
semua pihak atas bantuan yang telah diberikan kepada peneliti. Akhirnya peneliti
berharap skripsi ini berguna bagi semuanya.
Magelang,
Agustus 2010
Peneliti
Ana Fatmawati
ix
ABSTRAK
Fatmawati, Ana. 2010. Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media Visual dalam
Pembelajaran Aqidah Akhlak Kelas III MI Darussalam Sidoagung
Tempuran Magelang Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi. Jurusan
Tarbiyah. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Sekolah Tinggi
Agama Islam Negeri Salatiga. Pembimbing: Mufiq, S.Ag.M.Phil.
Kata kunci: media visual dan aqidah akhlak.
Penelitian ini merupakan upaya untuk mengembangkan model persekolahan
yang bermakna bagi MI Darussalam Sidoagung Tempuran. Pertanyaan utama yang
ingin dijawab melalui penelitian ini adalah (1) Apakah penerapan media visual
efektif untuk meningkatkan perhatian siswa? (2) Apakah penerapan media visual
efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa? (3) Apakah penerapan media visual
efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa? Untuk menjawab pertanyaan
tersebut, maka penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I dengan proses
pembelajaran materi Aqidah Akhlak tanpa menggunakan media visual perhatian
siswa sebesar 41,67%, sedangkan pada siklus II setelah menggunakan media visual
perhatian siswa menjadi 58,33% dengan persentase perubahan sebesar 40% dan pada
siklus III yang dilakukan tetap menggunakan media visual perhatian siswa menjadi
75% dengan persentase perubahan sebesar 80%. Keaktifan siswa pada siklus I,
proses pembelajaran materi Aqidah Akhlak tanpa menggunakan media visual sebesar
47,92%, sedangkan pada siklus II setelah menggunakan media visual keaktifan siswa
menjadi 58,33% dengan persentase perubahan sebesar 21,74% dan pada siklus III
yang tetap menggunakan media visual keaktifan siswa menjadi 68,75% dengan
persentase perubahan sebesar 56,52%. Hasil belajar pada siklus I, proses
pembelajaran materi Aqidah Islam tanpa menggunakan media visual nilai rata-rata
kelas sebesar 4,67, sedangkan pada siklus II setelah menggunakan media visual nilai
rata-rata kelas menjadi 5,50 dengan persentase perubahan sebesar 17,77%, dan pada
siklus III yang tetap menggunakan media visual nilai rata-rata kelas menjadi 7,08
dengan persentase perubahan sebesar 51,62%. Mengacu pada temuan tersebut, maka
penelitian ini merekomendasikan kepada guru untuk menambah media pembelajaran
dengan media visual agar siswa lebih memperhatikan, aktif dalam proses
pembelajaran, dan hasil belajar meningkat.
x
DAFTAR ISI
Sampul...................................................................................................................
i
Lembar Berlogo ....................................................................................................
ii
Judul ......................................................................................................................
iii
Persetujuan Pembimbing.......................................................................................
iv
Pengesahan Kelulusan ...........................................................................................
v
Pernyataan Keaslian Tulisan .................................................................................
vi
Motto dan Persembahan ........................................................................................
vii
Kata Pengantar ......................................................................................................
viii
Abstrak ..................................................................................................................
x
Daftar Isi................................................................................................................
xi
Daftar Tebel ..........................................................................................................
xiv
Daftar Gambar.......................................................................................................
xv
Daftar Lampiran ....................................................................................................
xvi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ................................................................
1
B. Rumusan Masalah .........................................................................
4
C. Tujuan Penelitian ...........................................................................
4
D. Hipotesis Penelitian .......................................................................
5
E. Manfaat Penelitian .........................................................................
5
F. Definisi Operasional ......................................................................
6
G. Metode Penelitian ..........................................................................
6
H. Sistematika Penulisan Skripsi........................................................
9
xi
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Belajar Melalui Media Visual .......................................................
11
1.
Belajar ....................................................................................
11
2.
Hasil Belajar ...........................................................................
13
3.
Media Pembelajaran ...............................................................
15
4.
Media Visual ..........................................................................
20
B. Aqidah Akhlak...............................................................................
29
1.
Pengertian Aqidah Akhlak .....................................................
29
2.
Ruang Lingkup Pelajaran Aqidah Akhlak ..............................
33
3.
Fungsi Pelajaran Aqidah Akhlak ............................................
36
4.
Pendekatan Pelajaran Aqidah Akhlak ....................................
37
C. Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media Visual .........................
38
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian ...........................................................................
41
B. Visi dan Misi .................................................................................
41
C. Profil Madrasah .............................................................................
42
D. Keadaan Siswa dan Guru ...............................................................
42
E. Struktur Organisasi ........................................................................
43
F. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I ......................................................
44
1.
Perencanaan ............................................................................
44
2.
Pelaksanaan ............................................................................
45
3.
Observasi ................................................................................
46
4.
Refleksi...................................................................................
46
xii
G. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II ....................................................
47
1.
Perencanaan ............................................................................
48
2.
Pelaksanaan ............................................................................
48
3.
Observasi ................................................................................
49
4.
Refleksi...................................................................................
49
H. Deskripsi Pelaksanaan Siklus III ...................................................
51
1.
Perencanaan ............................................................................
51
2.
Pelaksanaan ............................................................................
51
3.
Observasi ................................................................................
52
4.
Refleksi...................................................................................
52
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Persiklus ........................................................................
BAB V
54
1.
Deskripsi Siklus 1 ...................................................................
54
2.
Deskripsi SiklusII ...................................................................
57
3.
Deskripsi Siklus III .................................................................
59
B. Pembahasan ...................................................................................
62
PENUTUP
A. Kesimpulan ....................................................................................
65
B. Saran ..............................................................................................
66
Daftar Pustaka
Lampiran
xiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan
dirinya dan masyarakat.
Undang-Undang No. 20 th 2003 mendefinisikan pendidikan sebagai
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan negara.
Pada hakekatnya fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan
kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia.
(Undang–Undang Nomor 20 Tahun 2003). Siswa sebagai subjek belajar,
memiliki potensi dan karakteristik unik, sangat menentukan keberhasilan
pendidikan. Kemampuan dan kesungguhan siswa merespon pengetahuan, nilai
dan ketrampilan mempunyai andil yang besar dalam keberhasilan belajar.
Dalam pembelajaran di sekolah guru dituntut kemampuannya untuk
mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan (komunikasi
yang produktif), dimana para siswa dapat memperoleh kemudahan dalam
1
2
belajar. Salah satu tanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan
tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut baik
perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor)
maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).
Proses pembelajaran merupakan tahapan-tahapan yang dilalui dalam
mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik seseorang,
dalam hal ini adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa atau peserta
didik. Salah satu peran yang dimiliki oleh seorang guru untuk melalui tahaptahap ini adalah sebagai fasilitator. Untuk menjadi fasilitator yang baik guru
harus berupaya dengan optimal mempersiapkan rancangan pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik anak didik, demi mencapai tujuan pembelajaran.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Mulyasa (2007), bahwa tugas guru tidak
hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi harus menjadi
fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar (facilitate of learning)
kepada seluruh peserta didik. Untuk mampu melakukan proses pembelajaran
guru harus mampu menyiapkan proses pembelajarannya.
Untuk menunjang keberhasilan belajar, maka hendaknya tersedia media
pembelajaran. Sebab, dengan tersedianya media pendidikan siswa dimungkinkan
akan lebih berpikir secara konkret dan hal ini berarti dapat mengurangi
verbalisme pada diri siswa. Apalagi seiring dengan perkembangan jaman yang
makin modern dan serba canggih. Hal demikian mengakibatkan siswa termasuk
guru dapat memilih atau menggunakan media pendidikan dalam proses belajar.
3
Pemakaian media pembelajaran dan sumber belajar yang selama ini
diterapkan oleh guru aqidah akhlak di MI Darussalam Sidoagung Tempuran
Magelang belum sepenuhnya bisa terlaksana dengan baik. Hal ini disebabkan
media pembelajaran yang terbatas karena minimnya anggaran fasilitas sekolah.
Pembelajaran aqidah akhlak yang diterapkan memakai sumber belajar buku teks
dan buku penunjang lain, sehingga pembelajaran aqidah akhlak belum
sepenuhnya sesuai dengan yang diharapkan.
Peningkatan kualitas atau kemampuan belajar siswa dan kuantitas
tingkah laku atau nilai seorang siswa perlu mendapatkan perhatian lebih
seksama lagi, karena bila dari kecil sudah mendapat pendidikan dengan baik,
akan terbiasa dengan usaha dan kedisiplinannya. Dalam belajar di sekolah
dengan tujuan menuntut ilmu yang bermanfaat baik itu bagi dirinya sendiri
maupun untuk orang lain perlu diperlihatkan khususnya dalam mata pelajaran
aqidah akhlak.
Sesuai dengan aqidah akhlak, sasaran utamanya adalah untuk membentuk
anak didik memiliki kemantapan iman/aqidah dan memiliki kebermaknaan yang
mantap atas akhlaknya. Sehingga hubungan dengan Tuhannya berjalan dengan
baik dan hubungan dengan manusia/alam sekitar berjalan secara harmonis.
Jika dalam suatu proses belajar seseorang tidak mendapatkan suatu
peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, dapat dikatakan orang tersebut
atau murid tersebut sebenarnya belum mengalami proses belajar atau dengan
kata lain ia mengalami kegagalan didalam proses belajar. Ternyata kenyataan
yang terjadi, keberhasilan belajar dalam pelajaran aqidah akhlak belum
4
sepenuhnya dipahami oleh sebagian siswa MI Darussalam Sidoagung Tempuran
Magelang, dilihat dari nilai yang diperoleh sebagian siswa pada pelajaran aqidah
akhlak kurang memenuhi standard. Padahal prestasi belajar penting untuk
melihat keberhasilan semua siswa dalam belajar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dirumusankan masalah
penelitan sebagai berikut:
1.
Apakah penerapan media visual efektif untuk meningkatkan perhatian siswa
MI Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang?
2.
Apakah penerapan media visual efektif untuk meningkatkan keaktifan siswa
MI Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang?
3.
Apakah penerapan media visual efektif untuk meningkatkan prestasi belajar
siswa MI Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1.
Untuk mengetahui efektivitas penerapan media visual untuk meningkatkan
keaktifan siswa MI Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang.
2.
Untuk mengetahui efektivitas penerapan media visual dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa MI Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang.
3.
Untuk mengetahui efektivitas penerapan media visual dalam meningkatkan
prestasi belajar siswa MI Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang.
5
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis penelitian ini adalah pembelajaran aqidah akhlak melalui media visual
efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
E. Manfaat Penelitian
1.
Manfaat Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat memberi, menambah serta mengembangkan
khasanah
pengetahuan
di
bidang
pendidikan
khususnya
masalah
peningkatan dan persiapan kualitas sumber daya manusia, baik sebagi guru
maupun sebagai siswa.
2.
Manfaat Praktis
a.
Dengan diketahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media visual
dalam pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar aqidah akhlak
dapat memberikan petunjuk bagi para pengajar untuk menggunakan
media pembelajaran yang sesuai guna mencapai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan.
b.
Dapat menjadi masukan bagi guru dalam memperluas pengetahuan
mengenai penggunaan media pembelajaran yang tepat bagi siswa untuk
mendapatkan hasil belajar dan pengetahuan di bidang agama.
c.
Memberikan informasi bagi sekolah dalam meningkatkan perbaikan
pembelajaran agama dengan penggunaan media pembelajaran yang
sesuai.
6
F. Definisi Operasional
1.
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra pengelihatan,
yang
temasuk
jenis
ini
antara
lain
meliputi
gambar,
foto,
serta benda nyata yang tidak bersuara.
2.
Pembelajaran aqidah akhlak adalah upaya sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, menghayati dan mengimani
Allah SWT dan merealisasikannya dalam perilaku akhlak mulia dalam
kehidupan sehari-hari berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, latihan serta penggunaan pengalaman dibarengi
tuntutan untuk menghormati penganut agama lain dan hubungannya antar
umat beragama dalam masyarakat sehingga terwujud kesatuan dan
persatuan bangsa.
3.
Peningkatan hasil belajar adalah meningkatnya kemampuan yang di peroleh
siswa setelah melalui kegiatan belajar secara kuantitatif dan kualitatif
sebagai prestasi yang dicapai siswa setelah pembelajaran.
G. Metode Penelitian
1.
Pendekatan dan Rancangan Penelitian
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan
kelas. Rancangan penelitian ini menggunakan 3 siklus. Masing-masing
siklus memiliki beberapa tahapan yaitu permasalahan, rencana tindakan,
pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
7
2.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah MI Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang
Tahun Ajaran 2009/2010, sedangkan waktu penelitian adalah pada waktu
jam pelajaran.
3.
Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah MI Darussalam Sidoagung Tempuran
Magelang, sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas III MI
Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang Tahun Ajaran 2009/2010.
4.
Instrumen Penelitian
a.
Media visual
Indikator media visual terdiri dari:
1) Menyampaikan materi aqidah dengan gambar.
2) Menyampaikan materi akhlak dengan gambar.
3) Menyampaikan materi aqidah akhlak dengan gambar.
b.
Pembelajaran aqidah akhlak
Indikator pembelajaran siswa tentang materi aqidah yang menyangkut:
1) Siswa dapat melafalkan dan mengartikan kalimat ta‟awud.
2) Siswa dapat menyebutkan penggunaan kalimat ta‟awud.
3) Siswa dapat menjelaskan keistimewaan mengucapkan kalimat
ta‟awud.
4) Siswa dapat menghafal, mengartikan 4 Asma al Husna al Baathin,
Al Waliy, al Mujib dan Al Wahhaab.
8
5) Siswa dapat menunjukkan contoh Allah memiliki sifat al Baathin,
Al Waliy, al Mujib dan Al Wahhaab melalui hasil ciptaan-Nya.
Indikator pembelajaran siswa tentang materi akhlak menyangkut:
1) Siswa dapat menyebutkan pengertian dan contoh rukun dan tolong
menolong.
2) Siswa dapat menjelaskan keuntungan memiliki sifat rukun dan
tolong menolong dan mempraktekkan sikap ruku dan tolong
menolong.
3) Siswa dapat menunjukkan contoh adab secara Islami kepada
saudara yang lebih tua, adab secara Islami kepada saudara yang
lebih muda.
4) Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri orang yang memiliki sifat
khianat, iri dan dengki
5) Siswa dapat menjelaskan akibat memilik sifat khianat, iri dan
dengki
5.
Pengumpulan Data
Data berupa proses pembelajaran di kelas yang dikelola oleh subjek yaitu
seorang guru aqidah akhlak. Pengumpulan data melalui observasi proses
pembelajaran di kelas, sedangkan sikap sosial siswa melalui observasi di
dalam dan luar kelas.
6.
Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kualitatif. Oleh
karena itu, data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik
9
analisis persentase perubahan. Rumus yang digunakan dalam menghitung
perubahan pemahaman materi adalah (Ali, 2000):
Persentase Perubahan (PC) =
Post Rate Base Rate
100%
Base Rate
Keterangan :
Post Rate : Pemahaman materi tanpa media visual.
Base Rate : Pemahaman materi dengan media visual.
H. Sistematika Penulisan Skripsi
BAB I
Pendahuluan
Bab ini berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
penelitian,
hipotesis
penelitian,
manfaat
penelitian,
definisi
operasional, analisis data, dan sistematika penulisan.
BAB II
Landasan Teori
Bab ini berisi teori tentang hasil belajar melalui media visual dalam
pembelajaran aqidah akhlak.
BAB III
Pelaksanaan Penelitian
Bab ini berisikan mengenai pelaksanaan penelitian yang diperoleh,
meliputi uraian tentang gambaran umum lokasi, subjek/objek
penelitian dan uraian per siklus dalam penelitian pelaksanaan
penelitian tindakan kelas.
BAB IV
Analisis dan Pembahasan
Bab ini berisi tentang analisis peningkatan hasil belajar, pengujian
hipotesis, dan pembahasan hasil uji hipotesis.
10
BAB V
Penutup
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Belajar melalui Media Visual
1.
Belajar
Menurut Aaron Q. Sartani dkk dalam Darsono (2000: 3), belajar
adalah suatu perubahan perilaku sebagai hasil pengalaman. James O.
Whittaker dalam Darsono (2000: 4), mengemukakan belajar adalah proses
yang menimbulkan atau merubah perilaku melalui latihan atau pengalaman.
Menurut W. S. Winkel dalam Darsono (2000: 4), belajar adalah suatu
aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, ketrampilan dan nilai-sikap.
Belajar adalah suatu usaha. Perbuatan yang dilakukan secara
sungguh-sungguh, dengan sistematis, mendayagunakan semua potensi yang
dimiliki, baik fisik, mental serta dana, panca indra, otak dan anggota tubuh
lainnya, demikian pula aspek kejiwaan seperti intelejensi, bakat, motivasi,
minat dan sebagainya (Dalyono, 2005: 49).
Sedangkan menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan
suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan
lingkungannya
dalam
memenuhi
kebutuhan
hidupnya.
Perubahan-
perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku (Slameto,
2003: 2).
11
12
Atas dasar pendapat-pendapat tersebut dapatlah disimpulkan bahwa
belajar adalah suatu perubahan dalam diri seseorang (terbentuknya asosiasiasosiasi baru) berupa tingkah laku, pengetahuan, pemahaman, keterampilan
dan nilai-sikap karena pengalaman atau interaksi dengan lingkungan.
Darsono (2000: 30-31) mengemukakan ciri-ciri belajar antara lain:
a.
Belajar dilakukan dengan sadar dan mempunyai tujuan sebagai arah
kegiatan dan sebagai tolak ukur keberhasilan.
b.
Belajar merupakan pengalaman sendiri (bersifat individual), tidak dapat
diwakilkan oleh orang lain.
c.
Belajar merupakan proses interaksi antara individu dengan lingkungan
berarti individu harus aktif dengan menggunakan berbagai potensi yang
dimiliki untuk belajar, misalnya perhatian, minat, pikiran, emosi,
motivasi, dan lain-lain.
d.
Belajar mengakibatkan terjadinya perubahan yang bersifat internal
dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang terpisah satu
dengan yang lain pada diri orang yang belajar.
Dalam membelajarkan siswa, guru dapat menggunakan berbagai
metoda pembelajaran namun perlu diperhatikan bahwa belajar yang efektif
dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Siswa aktif dan
guru sebagai fasilitator.
13
2.
Hasil Belajar
Hasil belajar dipandang sebagai salah satu indikator pendidikan bagi
mutu pendidikan dan perlu disadari bahwa hasil belajar adalah bagian dari
hasil pendidikan (Soedjadi dalam Sappaile, 2007).
Hasil adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjuk sesuatu
yang dicapai seseorang setelah melakukan suatu usaha (Suryabrata dalam
Sappaile, 2007). Suryabrata juga menyatakan bahwa, bila hasil dikaitkan
dengan belajar berarti hasil menunjuk sesuatu yang dicapai oleh seseorang
yang belajar dalam selang waktu tertentu. Hasil belajar termasuk dalam
kelompok atribut kognitif yang “respons” hasil pengukurannya tergolong
pendapat (judgment), yaitu respon yang dapat dinyatakan benar atau salah.
Dalam melakukan kegiatan belajar terjadi proses berpikir yang
melibatkan kegiatan mental, terjadi penyusunan hubungan informasiinformasi yang diterima sehingga timbul suatu pemahaman dan penguasaan
terhadap materi yang diberikan. Adanya pemahaman dan penguasaan yang
didapat setelah melalui proses belajar mengajar maka siswa telah menjalani
suatu perubahan dari yang tidak diketahui menjadi diketahui. Perubahan
inilah yang disebut dengan hasil belajar.
Suatu proses belajar diharapkan menghasilkan sesuatu yang disebut
hasil belajar. Hasil belajar itu dapat berupa pengetahuan, sikap dan
ketrampilan yang dapat diklasifikasikan ke dalam aspek-aspek kognitif,
afektif dan psikomotor. Aspek kognitif mencakup kemampuan berpikir,
termasuk kemampuan memahami, menghapal, mengaplikasi, menganalisis,
14
mensintesis, dan mengevaluasi. Aspek afektif mencakup watak perilaku
seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Aspek psikomotorik
mencakup imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan naturalisasi (Tim
Peneliti Program Pasca Sarjana UNY, 2003: 1-5).
Untuk memperoleh hasil belajar yang baik, perlu pemahaman
terhadap prinsip-prinsip atau asas-asas belajar yang dapat mengarahkan
kepada cara belajar yang efisien. Menurut Oemar Hamalik dalam Darsono
(2000: 27) prinsip-prinsip belajar tersebut meliputi:
a.
Belajar yang paling efektif apabila didasari oleh dorongan motivasi
yang murni (motivasi instrinsik) dan bersumber dari dalam diri sendiri.
b.
Belajar harus bertujuan, terarah dan jelas bagi siswa.
c.
Belajar memerlukan bimbingan.
d.
Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang telah
dipelajari dapat dikuasai.
e.
Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk
mencapai hasil atau tujuan.
f.
Belajar dianggap berhasil apabila siswa telah sanggup menstranferkan
atau menerapkan ke dalam bidang praktek sehari-hari.
Soedijarto (dalam Sappaile, 2007) menyatakan bahwa hasil belajar
adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh pelajar dalam mengikuti
program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan.
15
3.
Media Pembelajaran
a.
Pengertian Media Pembelajaran
Menurut Daryanto (1993: 1) bahwa media adalah alat yang
dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas
makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pengajaran dapat
disampaikan dengan lebih baik dan lebih sempurna.
Media dalam kawasan teknologi pendidikan merupakan sumber
belajar yang berupa gabungan dari bahan dan peralatan. Bahan di sini
merupakan barangbarang yang biasanya disebut perangkat lunak atau
software yang di dalamnya terkandung pesan-pesan untuk disampaikan
dengan mempergunakan peralatan (Sadiman, 2002:19).
Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah berarti
perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan
(Sadiman, 2002: 6).
Association for Education and Communication Technology
(AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan
untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Education
Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat
dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta
instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar
mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruksional
(Usman dan Asnawir, 2002: 11).
16
Menurut Oemar Hamalik media pembelajaran adalah Alat,
metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan
komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses
pendidikan dan pengajaran di sekolah (Hamalik, 1989: 12). Menurut
Suprapto dkk, menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat
pembantu secara efektif yang dapat digunakan oleh guru untuk
mencapai tujuan yang diinginkan (Shalahuddin, 1986: 4).
Media
pembelajaran
mengkomunikasikan
pesan
akan
yang
berperan
besar
dalam
disampaikan
guru.
Media
pembelajaran yang digunakan umumnya untuk tingkat sekolah dasar
adalah media visual karena peserta didikakan lebih mudah memahami
yang disampaikan dengan melihat gambar, poster, foto, dan alat peraga.
Metode pembelajaran dan media pembelajaran akan menentukan
kualitas suatu proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran
akan bergantung pada metode pembelajaran yang dipetgunakan oleh
guru.
Media pembelajaran dipergunakan untuk memudahkan dalam
penyampaian materi kepada peserta didik. Peserta didik akan terbantu
dalam memahami materi yang komplek. Pemanfaatan media juga
berperan besar dalam memberikan pengalaman belajar peserta didik.
Belajar merupakan interaksi antara seseorang dengan orang lain, media,
atau dengan lingkungannya (Arsyad, 2005: 1). Indikasi adanya
17
perubahan afektif, kognitif, psikomor dan fisik merupakan ciri peserta
didik telah belajar dari apa yang diterimanya.
b.
Manfaat Media Pembelajaran
Menurut Safihu (2008), secara umum penggunaan media dalam
pembelajaran dapat memperlancar interaksi antara guru dengan siswa
sehingga kegiatan belajar lebih efektif dan efisien. Secara khusus:
1) Dengan menggunakan Media, penyampaian materi pembelajaran
dapat diseragamkan
2) Proses pembelajaran menjadi lebih menarik
3) Proses pembelajaran menjadi lebih jelas
4) Efesien dalam waktu dan tenaga
5) Meningkatkan kualitas hasil belajar
6) Dengan media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan
dimana saja dan kapan saja
7) Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan
proses pembelajaran
8) Merubah peran guru kearah yang lebih positif
9) Membuat pelajaran yang abstrak menjadi kongrit
10) Mengatasi ruang dan waktu
11) Membantu mengatasi keterbatasan indera manusia
12) Mampu menghadirkan objek yang an berbahaya di ruang kelas.
13) Mampu memberikan kesan yang mendalam dan tahan lama pada
diri si pelajar (siswa)
18
Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and
Dayton, (1985) dalam Safihu (2008) dijelaskan sebagai berikut:
1) Dengan menggunakan media, penyampaian pesan pembelajaran
dapat lebih terstandar.
2) Pembelajaran dapat lebih menarik.
3) Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori
belajar.
4) Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek.
5) Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.
6) Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun
diperlukan.
7) Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses
pembelajaran dapat ditingkatkan.
8) Peran guru berubahan ke arah yang positif.
Menurut Arsyad (2005: 26-27) ada beberapa manfaat praktis
dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar
sebagai berikut:
1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan
informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses
dan hasil belajar.
2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan
perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar,
interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan
19
kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan
kemampuan dan minatnya.
3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang,
dan waktu:
a)
Obyek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan
langsung di ruang kelas dapat diganti dengan gambar, foto,
slide, realita, film, radio, atau model.
b) Obyek atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh
indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide,
atau gambar.
c)
Kejadian langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali
dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman
video, film, foto, slide disamping secara verbal.
d) Obyek atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah
dapat ditampilkan secara kongkret melalui film, gambar, slide,
atau simulasi komputer.
e)
Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat
disimulasikan dengan media seperti komputer, film, dan video.
f)
Peristiwa alam seperti terjadinya letusan gunung berapi atau
proses yang dalam kenyataan memakan waktu lama seperti
proses kepompong menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan
teknik-teknik rekaman time-lapse untuk film, video, slide, atau
simulasi komputer.
20
4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman
kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka,
serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru,
masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karyawisata,
kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.
c.
Macam-macam Media Pembelajaran
Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
maka media pembelajaran berkembang seirama dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan perkembangan tersebut media
pembelajaran dapat dikategorikan sebagai berikut (Gunawan, 2010):
1) Media Visual; antara lain berupa grafik, diagram, chart, bagan,
poster, kartun, komik.
2) Media
Audial;
antara
lain
berupa:
radio,
tape
recorder,
laboratorium bahasa, dan sebagainya.
3) Projected still media antara lain: slide; over head projektor (OHP),
in focus dan sejenisnya.
4) Projected motion media;seperti: film, televisi, video (VCD, DVD,
VTR), computer dan sejenisnya.
4.
Media Visual
a.
Pengertian Media Visual
Media Visual (Daryanto, 1993: 27), artinya semua alat peraga
yang digunakan dalam proses belajar yang bisa dinikmati lewat pancaindera mata. Media visual (image atau perumpamaan) memegang peran
21
yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat
memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula
menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi
materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual
sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus
berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya
proses informasi.
Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indra
pengelihatan, antara lain meliputi gambar, foto, serta benda nyata yang
tidak bersuara. Seperti halnya media yang lain, media visual berfungsi
untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang
akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol visual. Selain
itu, fungsi media visual adalah untuk menarik perhatian, memperjelas
sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan
cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Beberapa media yang termasuk
media visual adalah (Supriatna, 2009):
1) Gambar atau foto.
Kita sering menggunakan gambar atau foto sebagai media
pembelajaran karena gambar merupakan bahasa yang umum yang
dapat dimengerti dan dinikmati dimana saja oleh siapa saja.
Manfaat atau kelebihan gambar atau foto sebagai media
pembelajaran adalah:
a) Memberikan tampilan yang sifatnya konkrit.
22
b) Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu.
c) Gambar atau foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan
kita.
d) Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan
untuk tingkat usia berapa saja.
e) Murah harganya dan mudah didapat serta digunakan tanpa
memerlukan peralatan khusus.
2) Sketsa
Sketsa merupakan gambar yang merupakan draft kasar yang
menyajikan bagian-bagian pokonya saja tanpa detail. Sketsa selain
dapat menarik perhatian peserta atau siswa juga dapat menghindari
verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan.
3) Diagram
Berfungsi sebagai penyederhana sesuatu yang kompleks sehingga
dapat memperjelas penyajian pesan. Isi diagram pada umumnya
berupa petunjuk-petunjuk. Sebagai suatu gambar sederhana yang
menggunakan garis dan simbol, diagram menggambarkan struktur
dari objeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada
antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada. Ciri-ciri dari
sebuah diagram yang baik adalah:
a) Benar, digambar rapi, diberi judul, label dan penjelasanpenjelasan yang perlu.
b) Cukup besar dan ditempatkan strategis.
23
c) Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang
umum, dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
4) Bagan/Chart
Terdapat dua jenis chart yaitu chart yang menyajikan pesannya
secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya sekaligus.
Chart yang menyajikan pesannya secara bertahap misalnya
flipchart atau hidden chart, sementara bagan atau chart yang
menyajikan pesannya secara langsung misalnya bagan pohon (tree
chart), bagan alir (flow chart), bagan garis waktu (time line chart).
Bagan atau chart berfungsi untuk menyajikan ide-ide atau konsepkonsep yang sulit jika hanya disampaikan secara tertulis atau lisan
secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir
penting dari suatu presentasi. Dalam bagan biasanya kita
menjumpai jenis media visual lain gambar, diagram, atau lambanglambang verbal. Ciri-ciri bagan sebagai media yang baik adalah:
a) Dapat dimengerti oleh pembaca
b) Sederhana dan lugas tidak rumit atau berbelit-belit
c) Diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap mengikuti
perkembangan jaman juga tidak kehilangan daya tarik
5) Grafik
Disusun berdasarkan prinsip matematik dan menggunakan datadata komparatif, grafik merupakan gambar sederhana yang
menggunakan titik-titik, garis atau simbol-simbol verbal yang
24
berfungsi untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti,
menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau
peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
Dengan menggunakan grafik kita dapat melakukan analisis dengan
cepat, interpretasi dan perbandingan data-data yang disajikan baik
dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan dan arah. Terdapat
beberapa macam grafik di antaranya adalah grafik garis, grafik
batang, grafik lingkaran, dan grafik gambar.
6) Kartun
Suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk
menyampaikan suatu pesan secara cepat dan ringkas atau suatu
sikap terhadap orang, situasi atau kejadian-kejadian tertentu.
Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus
disampaikan dan menuangkannya ke dalam gambar sederhana
dengan menggunakan simbol-simbol serta karakter yang mudah
dikenal dan diingat serta dimengerti dengan cepat.
7) Poster
Poster dapat dibuat di atas kertas, kain, batang kayu, seng dan
sebagainya. Poster tidak saja penting untuk menyampaikan pesan
atau kesan tertentu akan tetapi mampu pula untuk mempengaruhi
dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Ciri-ciri
poster yang baik adalah:
a) Sederhana
25
b) Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok
c) Berwarna
d) Slogan yang ringkas dan jitu
e) Ulasannya jelas
f)
Motif dan desain bervariasi
8) Peta dan Globe
Berfungsi untuk menyajikan data-data yang berhubungan dengan
lokasi suatu daerah baik berupa keadaan alam, hasil bumi, hasil
tambang atau lain sebagainya. Secara khusus peta dan globe dapat
memberikan informasi tentang:
a) Keadaan permukaan bumi, daratan, sungai, gunung, lautan dan
bentuk daratan serta perairan lainnya
b) Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain
c) Data-data budaya dan kemasyarakatan
d) Data-data ekonomi, hasil pertanian, industri dan perdagangan
9) Papan planel
Papan berlapis kain planel ini dapat berisi gambar atau huruf yang
dapat ditempel dan dilepas sesuai kebutuhan, gambar atau huruf
tadi dapat melekat pada kain planel karena di bagian bawahnya
dilapisi kertas amplas. Papan planel merupakan media visual yang
efektif dan mudah untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu
kepada sasaran tertentu pula.
26
10) Papan Buletin.
Papan ini tidak dilapisi oleh kain planel, tetapi langsung ditempeli
gambar atau tulisan. Papan ini berfungsi untuk memberitahukan
kejadian dalam waktu tertentu. Media visual lainnya seperti
gambar, poster, sketsa atau diagram dapat dipakai sebagai bahan
pembuatan papan buletin.
b. Fungsi Media Visual
Levie & Lentz (1982) dalam Erianawati (2005) mengemukakan
empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu fungsi
atensi, fungsi efektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris.
1) Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan
mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi
pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan
atau teks materi pelajaran.
2) Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan
siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar
atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa,
misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
3) Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian
yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar
memperlancar pencapaian untuk memahami dan mengingat
informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
27
4) Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil
penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk
memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca
untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya
kembali.
c.
Penggunaan Media Visual
Selama proses belajar mengajar kita cenderung menggunakan
pancaindera penglihatan, kita memakai mata kita untuk memperoleh
informasi, isyarat, tanda atau hal yang menarik perhatian kita,
kenyataan ini mempunyai arti yang penting untuk keperluan belajar dan
mengajar.
Kemampuan
penglihatan
harus
dijadikan
bahan
pertimbangan dalam mengembangkan proses belajar mengajar.
Penampilan visual tidak boleh mengganggu, gambar dan tulisan
yang diproyeksikan harus dapat dibaca, untuk itu harus jelas dan terang.
Visual tidak boleh meragukan, artinya obyek-obyek yang masih asing
atau belum dikenal hendaklah ditampilkan sedini mungkin. Untuk
mendapatkan gambaran tentang ukuran dan bentuknya, harus terlihat
perbandingannya dengan obyek lain yang sudah dikenal. Media visual
tidak boleh terlalu ramai dan kacau supaya informasi yang
dimaksudkan dapat tertangkap jelas oleh siswa (Daryanto, 1993: 31).
Media visual haruslah sesuai dengan kenyataan dan dapat
diterima, kalau mungkin gerakan gambar, grafis atau slide yang asli
untuk membuat master copy (duplikat asli yang pertama kali), gunakan
28
yang asli (master) untuk membuat setiap turunan/kopi/duplikat untuk
menjaga kualitas gambar (Daryanto, 1993: 33).
Menurut Daryanto (1993: 36), prinsip umum untuk penggunaan
efektif media visual, yaitu:
1) Usahakan visual itu sesederhana mungkin dengan menggunakan
gambar garis, karton, bagan, dan diagram. Gambar realistis harus
digunakan secara hati-hati karena gambar yang amat rinci
seringkali mengganggu perhatian siswa untuk mengamati apa yang
seharusnya diperhatikan.
2) Visual digunakan untuk menekankan informasi sasaran (yang
terdapat teks) sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
3) Gunakan grafik untuk menggambar ikhtisar keseluruhan materi
sebelum menyajikan unit demi unit pelajaran untuk digunakan oleh
siswa mengorganisasikan informasi.
4) Ulangi sajian dan libatkan siswa untuk meningkatkan daya ingat.
5) Gunakan gambar untuk melukiskan perbedaan konsep-konsep
6) Hindari visual yang tak berimbang.
7) Tekankan kejelasan dan ketepatan dalam semua visual.
8) Visual yang diproyeksikan harus dapat terbaca dan mudah dibaca.
9) Visual, khususnya diagram, amat membantu untuk mempelajari
materi yang agak kompleks.
10) Visual yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan gagasan
khusus akan efektif apabila jumlah obyek dalam visual yang akan
29
ditafsirkan dengan benar dijaga agar terbatas, dan semua obyek dan
aksi yang dimaksudkan dilukiskan secara realistik sehingga tidak
terjadi penafsiran ganda.
11) Unsur-unsur pesan dalam visual itu harus ditonjolkan dan dengan
mudah
dibedakan
dari
unsur-unsur
latar
belakang
untuk
mempermudah pengolahan informasi.
12) Caption (keterangan gambar) harus disiapkan terutama untuk
menambah informasi yang sulit dilukiskan secara visual, seperti
lumpur, kemiskinan, memberi nama orang, tempat atau obyek,
menghubungkan kejadian atau aksi dalam lukisan dengan visual
sebelum atau sesudahnya, dan menyatakan apa yang orang dalam
gambar itu sedang kerjakan, pikirkan atau katakan.
13) Warna harus digunakan secara realistik.
14) Warna dan pemberian bayangan digunakan untuk mengarahkan
perhatian dan membedakan komponen-komponen.
B. Aqidah Akhlak
1.
Pengertian Aqidah Akhlak
Pengertian aqidah akhlak terdiri dari dua kata yaitu aqidah dan
akhlak yang mempunyai pengertian secara terpisah.
a.
Aqidah
Aqidah berasal dari kata aqoid, bentuk jamak dari kata aqidah
yaitu sesuatu yang wajib dipercayai atau diyakini hati tanpa keraguan.
Aqidah menurut syara‟ ialah iman yang kokoh terhadap segala sesuatu
30
yang disebut dalam Al-Qur.an dan Hadits shahih yang berhubungan
dengan tiga sendi Aqidah Islamiyah, yaitu (Yunus, 1990):
1) Ketuhanan, meliputi sifat-sifat Allah SWT, nama-nama-Nya yang
baik dan segala pekerjaan-Nya.
2) Kenabian, meliputi sifat-sifat Nabi, keterpeliharaan mereka dalam
menyampaikan risalah, beriman tentang kerasulan dan mukjizat
yang diberikan kepada mereka. Dan beriman dengan kitab-kitab
yang diturunkan kepada mereka.
3) Alam kebangkitan;
a)
Alam rohani, membahas alam yang tidak dapat dilihat mata.
b) Alam barzah, membahas tentang kehidupan di alam kubur
sampai bangkit pada hari kiamat.
c)
Kehidupan di alam akhirat, meliputi tanda-tanda kiamat, huruhara, pembalasan amal perbuatan.
Pengertian Aqidah secara bahasa berarti sesuatu yang mengikat.
Pada keyakinan manusia adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya
dari segala keraguan. Aqidah menurut terminologi syara' (agama) yaitu
keimanan kepada Allah, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Para Rasul,
Hari Akherat, dan keimanan kepada takdir Allah baik dan buruknya. Ini
disebut Rukun Iman (Haryono, 2007).
Aqidah secara etimologi, aqidah berasal dari kata 'aqd yang
berarti pengikatan. Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang.
Jika dikatakan "Dia mempunyai aqidah yang benar" berarti aqidahnya
31
bebas dari keraguan. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu
kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu (Haryono, 2007).
b.
Akhlak
Akhlak dilihat dari segi bahasa adalah berasal dari bahasa Arab,
jamak dari kata Khuluk yang artinya perangai atau tabiat (Tatapangsara,
1982: 7). Namun kata Khuluk mengandung segi-segi yang sesuai
dengan akhlak yang bermakna kejadian (Mas‟ari, 1990: 1).
Dalam konsepnya akhlak adalah suatu sikap mental yang
mendorong untuk berbuat tanpa pikir dan pertimbangan. Keadaan atau
sikap jiwa ini terbagi dua: ada yang berasal dari watak (tempramen) dan
ada yang berasal kebiasaan dan latihan (Ardani, 2005: 27).
Akhlak menurut Al Ghazali (1970: 6) mempunyai tiga dimensi:
1) Dimensi diri, yakni orang dengan dirinyadan Tuhannya, seperti
ibadah dan shalat.
2) Dimensi sosial, yakni masyarakat, pemerintah dan pergaulannya
dengan sesamanya.
3) Dimensi metafisis, yakni aqidah dan pegangan dasarnya.
Menurut Ardani (2005: 28) akhlak itu mempunyai empat syarat :
1) Perbuatan baik dan buruk
2) Kesanggupan melakukannya
3) Mengetahuinya
4) Sikap mental yang membuat jiwa cenderung kepada salah satu dan
sifat tersebut, sehingga mudah melakukan yang baik atau buruk
32
Definisi-definisi akhlak dapat dilihat pada lima ciri yang
terdapat dalam perbuatan akhlak, yaitu (Nata, 2002: 5):
1) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam
jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya.
2) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah
dan tanpa pemikiran.
3) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dalam diri orang
yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
4) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan
sesungguhnya, bukan main-main atau karena bersandiwara.
5) Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan ikhlas semata
karena Allah swt, bukan karena ingin mendapat pujian.
Jadi kedua pengertian di atas yaitu .aqidah. dan .akhlak. dapat
diketahui bahwa keduanya mempunyai hubungan yang erat, karena aqidah
atau iman dan akhlak berada dalam hati. Dengan demikian tidak salah kalau
pada sekolah tingkat Ibtidaiyah kedua bidang bahasan ini dijadikan satu
mata pelajaran yaitu Aqidah Akhlaq.
Jadi mata pelajaran aqidah akhlak mengandung arti pengajaran yang
membicarakan tentang keyakinan dari suatu kepercayaan dan nilai suatu
perbuatan baik atau buruk, yang dengannya diharapkan tumbuh suatu
keyakinan yang tidak dicampuri keragu-raguan serta perbuatannya dapat
dikontrol oleh ajaran agama.
33
2.
Ruang Lingkup Pelajaran Aqidah Akhlak
Sasaran perbuatan manusia pada hakikatnya terbagi dua, yaitu
sasaran vertikal yang bersifat ilahiyah dan sasaran horizontal yang bersifat
sosiologis. Dari dua sasaran tadi berkembanglah menjadi berbagai aspek
hubungan. Ada hubungan manusia dengan Tuhan melalui ibadah, ada
hubungan manusia dengan manusia melalui muamalah, ada hubungan
manusia dengan dirinya sendiri melalui penjagaan diri dan ada hubungan
manusia dengan binatang atau makhluk lainnya melalui pelestarian, maka
ruang lingkup pelajaran aqidah akhlak tidak terlepas dari sasaran tersebut.
Ruang lingkup pelajaran Aqidah Akhlak ini meliputi (Alfat dkk.
1994: 24):
a.
Masalah keimanan seperti rukun iman (iman kepada Allah), Rasul-rasul
Allah, hari akhir dan iman kepada qodo dan qodar)
b.
Cerita para Nabi dan Rasul Allah yang shaleh
c.
Masalah akhlak. Pembahasan masalah akhlak ini meliputi akhlak
mahmudah yang harus diupayakan menjadi kebiasaan dan akhlak
madzmumah yang mutlak harus dihindari.
Materi pokok atau ruang lingkup pelajaran aqidah akhlak satu
persatu sebagai berikut (Departemen Agama, 2004):
a.
Hubungan manusia dengan Allah
Dalam kurikulum hubungan manusia dengan Allah merupakan
materi pertama yang harus ditanamkan terhadap siswa yang menjadi
dasar Aqidah Islam, agar mereka meyakini keagungan dan ke-Esaan
34
Allah sebagai Tuhan yang mencipta alam ini. Manifestasi rasa iman
kepada Allah adalah tercermin dalam bentuk kehidupan sehari-hari.
Dalam kurikulum 2004 materi yang terdapat dalam ruang
lingkup ini meliputi Aqidah Islam yaitu: rukun iman yang terdiri dari
beberapa aspek: keimanan kepada Allah (sifat wajib, mustahil dan jaiz
Allah), keimanan kepada Malikat-malaikat-Nya, keimanan kepada
Kitab-kitabnya, keimanan kepada Rasul-rasul-Nya (sifat-sifat dan
mu.jizatnya), keimanan kepada hari akhir. Maka sangatlah tepat dalam
materi
aqidah
akhlak
bahasan
utamanya
adalah
masalah
Ketuhanan/Ilahiyah. Dengan demikian sejak dini siswa sudah
dikenalkan terhadap tugasnya di dunia, yaitu membina hubungan yang
harmonis dengan penciptanya, dengan jalan menjalankan perintah-Nya
dan menjauhkan larangan-Nya.
b.
Hubungan Sesama Manusia
Hubungan sesama manusia merupakan materi pelajaran aqidah
akhlak yang ditanamkan kepada siswa, yang merupakan kelangsungan
dan manifestasi dari bentuk hubungannya dengan Allah, dengan
maksud agar mereka kelak mampu menjadi manusia yang taat kepada
Allah, dan mampu pula berhubungan dengan sesame manusia secara
baik dan hidup berdampingan secara wajar. Hal ini perlu ditanamkan
kepada siswa karena manusia adalah makhluk sosial yang setiap saat
memerlukan bantuan dan selalu berhubungan dengan manusia lainnya.
35
Dalam kurikulum 2004 materi yang dipelajari meliputi aspek
akhlak terpuji yang terdiri atas khauf, taubat, tawadlu‟, ikhlas,
bertauhid, inovatif, kreatif, percaya diri, tekad yang kuat, ta.aruf,
ta.awun, tafahum, tasamuh, jujur, adil, amanah, menepati janji, dan
bermusyawarah. Aspek akhlak tercela meliputi kufur, syirik, munafik,
namimah, dan ghibah. Dengan materi yang demikian siswa diharapkan
mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
c.
Hubungan Manusia dengan Alam Lingkungannya
Manusia disamping taat kepada Allah, mampu bergaul sesama
manusia dengan baik, juga diharapkan mampu mengelola dan
memanfaatkan alam untuk kesejahteraan hidupnya, antara binatang dan
tumbuhan serta manusia terdapat hubungan timbal balik yang saling
membutuhkan satu dengan yang lain. Timbal balik antara manusia
dengan binatang dan tumbuh-tumbuhan harus dijaga keseimbangan dan
kesinambungannya. Apabila keseimbangan hubungan antara ketiganya
tidak terjaga, maka akan menimbulkan kerusakan dan bencana.
Aspek hubungan manusia dengan alam ini dimaksudkan agar
siswa mencintai, menyelidiki dan mampu mengolah alam dan
memanfaatkannya
untuk
beribadah
kepada
Allah.
Ajaran
ini
dimaksudkan agar siswa dapat menambah rasa syukur terhadap nikmatnikmatnya yang telah diberikan Allah kepada manusia, sehingga akan
mempertebal rasa iman kepada Allah.
36
Ketiga hal atau materi pokok di atas merupakan hal penting dalam
mewujudkan aktifitas yang serasi, penuh dengan nilai-nilai agama.
Terlaksananya hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan
manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya dapat menciptakan
kehidupan
yang sejahtera,
penuh
kebahagiaan
dan
sarat
dengan
keseimbangan materi dan rohani. Sehingga terciptalah lingkungan yang
bersih dari caci maki dan perbuatan jelek lainnya, dengan demikian akan
terbentuklah masyarakat yang saling menolong dan perbuatan baik lainnya
di bawah satu ikatan Aqidah Islam.
3.
Fungsi Pelajaran Aqidah Akhlak
Di Madrasah Ibtidaiyah, mata pelajaran Aqidah Akhlak ini memiliki
fungsi sebagai berikut (Alfat dkk. 1994: 31):
a.
Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa
dalam meyakini kebenaran ajaran Islam yang telah dilaksanakan dalam
lingkungan keluarga.
b.
Perbaikan, yaitu memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam keyakinan
pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
c.
Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari siswa dan
menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
Mata pelajaran Aqidah dan Akhlaq di Madrasah berfungsi untuk: (a)
Penanaman nilai ajaran Islam sebagai pedoman mencapai kebahagiaan
hidup di dunia dan akhirat; (b) Pengembangan keimanan dan ketaqwaan
kepada Allah SWT serta Akhlaq mulia peserta didik seoptimal mungkin,
37
yang sebelumnya telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga; (c)
Penyesuaian mental peserta didik terhadap lingkungan fisik dan sosial; (d)
Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam
keyakinan, pengamalan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari;
(e) Pencegahan peserta didik dari hal-hal negatif dari lingkungannya atau
dari budaya asing yang dihadapinya sehari-hari; (f) Pengajaran tentang
informasi dan pengetahuan keimanan dan Akhlaq, serta sistem dan
fungsionalnya; dan (g) Pembekalan bagi peserta didik untuk mendalami
Aqidah dan Akhlaq pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi
(http://www.canboyz.co.cc).
Mata pelajaran Aqidah-Akhlaq bertujuan untuk menumbuhkan dan
meningkatkan keimanan peserta didik yang diwujudkan dalam Akhlaqnya
yang terpuji, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan,
pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang Aqidah dan Akhlaq
Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dan
meningkat kualitas keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT serta
berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang
lebih tinggi (http://www.canboyz.co.cc).
4.
Pendekatan Pelajaran Aqidah Akhlak
Pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam mata pelajaran
Aqidah Akhlak ini adalah (Alfat dkk. 1994: 41):
38
a.
Pendekatan rasa (kalbu), yaitu pendekatan untuk menggugah perasaan
siswa dalam memahami dan meyakini kebenaran ajaran dan syariat
Islam dengan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah
Islam.
b.
Pendekatan rasional, yaitu usaha untuk memberikan peranan rasio
(akal) dalam memahami peristiwa sejarah dan perkembangan peradaban
Islam.
c.
Pendekatan keteladanan, yaitu usaha menanamkan nilai melalui
keteladanan, baik yang langsung melalui penciptaan kondisi pergaulan
yang akrab antar personal sekolah, perilaku para pendidik dan tenaga
kependidikan lain, maupun dengan menampilkan kisah-kisah teladan.
C. Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media Visual
Media visual merupakan media pembelajaran. Fungsi media menurut
Sudjana (2002: 2) adalah :
1.
Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar; bahan pembelajaran akan lebih jelas
maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya
menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran
2.
Metoda mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi
verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan
dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap
jam pelajaran
39
3.
Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain
Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar,
pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana
penyampai pesan atau media. Berkaitan dengan hal tersebut, media
pembelajaran memiliki beberapa fungsi, antara lain:
1.
Sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran dalam menyampaikan pesan
kepada anak didik.
2.
Untuk menyederhanakan tingkat kesukaran dalam pembelajaran.
3.
Untuk mengurangi kebosanan dan kelelahan dalam pembelajaran
4.
Untuk mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta
didik.
5.
Penggunaan media dapat mengatasi keterbatasa ruang kelas, seperti (a)
objek terlalu besar; (b) objek terlalu kecil; (c) objek yang bergerak terlalu
lambat; (d) objek yang bergerak terlalu cepat; (e) objek yang terlalu
kompleks; (f) objek yang bunyinya terlalu halus; (f) objek mengandung
berbahaya dan risiko tinggi.
6.
Dengan menggunakan media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi
langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
7.
Untuk menghasilkan keseragaman peserta didik dalam pengamatan
8.
Untuk memberikan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
9.
Media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru bagi peserta didik.
40
10. Untuk membangkitkan motivasi dan merangsang peserta didik untuk
belajar.
Fungsi media dalam kegiatan pembelajaran tidak lagi sekedar sebagai
alat peraga bagi guru melainkan pembawa informasi atau sumber pesan
pembelajaran yang dibutuhkan siswa. Fungsi pengajaran sangat banyak antara
lain dapat membangkitkan motivasi belajar, dapat membuat konsep yang abstrak
menjadi konkret dapat mengatasi ruang, batas-batas ruang dan waktu, membantu
perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal yang mereka alami,
memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain
(Rumampuk. 1988: 12-13).
Guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang kemediaan saja
akan tetapi harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan media
tesebut dengan baik. Untuk itu guru perlu mengalami latihan-latihan praktis
secara kontinyu dan sistematis.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas III MI
Darussalam Sidoagung Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang. MI
Darussalam Sidoagung didirikan pada thun 1976 oleh yayasan yang
diselenggarakan oleh pemerintah dan madrasah ini berada di bawah
naungan/koordinasi Lembaga Pendidikan Ma‟arif. Pada tahun 2010 ini MI
Darussalam Sidoagung memiliki siswa sebanyajk 57 orang yang terdiri dari 31
siswa putra dan 26 siswa putri.
B. Visi dan Misi
MI Darussalam Sidoagung mempunyai visi dan misi antara lain:
1.
Visi : Unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan taqwa, cerdas,
terampil berakhlak mulia.
2.
Misi
a.
Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif untuk
mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa.
b.
Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan terhadap agama
yang dianut untuk membentuk budi pekerti yang baik.
c.
Menciptakan suasana yang konduktif untuk mengefektifkan seluruh
kegiatan sekolah.
41
42
d.
Mengembangkan
budaya
kompetitif
bagi
siswa
dalam
upaya
meningkatkan prestasi.
e.
Mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan tugas kependidikan
dan keguruan.
f.
Melestarikan dan mengembangkan olah raga, seni dan budaya.
g.
Mengembangkan pribadi yang cinta tanah air.
C. Profil Madrasah
1.
Nama Madrasah
: MIS Darussalam Sidoagung
2.
Nomor Statistik
: 111.2.33.08.0145
3.
Nomor Telepon
: 081328708712
4.
Alamat
: Karangsari
5.
Desa/Kelurahan
: Sidoagung
6.
Kecamatan
: Tempuran
7.
Kabupaten
: Magelang
8.
Kode Pos
: 56161
9.
Provinsi
: Jawa Tengah
10. Tahun Berdiri
: 1976
11. Status Madrasah
: Swasta
D. Keadaan Siswa dan Guru
Berdasarkan dokumen yang penulis peroleh, keadaan siswa MI
Darussalam Sidoagung disajikan dalam tabel 3.1.
43
Tabel 3.1
Jumlah Siswa MI Darussalam
Tahun Pelajaran
Kegiatan Belajar Mengajar
Pagi
Sore
Jumlah siswa
57
57
Rombongan belajar
6
6
Berdasarkan tabel 3.1 dapat diketahui bahwa MI Darussalam terdiri dari
114 siswa yang terdiri dari 2 kegiatan belajar yaitu pagi dan sore, sedangkan
jumlah rombongan belajar MI Darussalam terdiri dari 2 kelas.
Keadaan tenaga pengajar (guru) di MI Darussalam disajikan dalam tabel
berikut ini.
Tabel 3.2
Keadaan Guru MI Darussalam
No.
Nama Guru
NIP/GWB
Pendidikan
1.
Siti Nasiroh
150142058
D2
2.
Sri Purwanti
GWB
S1
3.
Aprilia E
GWB
D2
4.
Nani Fatayati
GWB
D2
5.
Suwigyo
GWB
D2
6.
Sri Wahyuningsih
GWB
D2
7.
M. Fatkhul Arifin
GWB
D2
8.
Ana Fatmwati
GWB
D2
9.
Siti Rohmah
GWB
S1
Mengajar
I
VI
VI
V
V-VI
IV
I-IV
III
II
Berdasarkan tabel 3.2 dapat diketahui bahwa jumlah tenaga pengajar MI
Darussalam sebanyak 9 guru termasuk kepala Madrasah. Dari 9 guru tersebut 1
diantaranya sudah PNS, sedangkan 8 guru lainnya adalah guru wiyata bakti
(GWB).
E. Struktur Organisasi
Demi kelancaran pendidikan disusunlah struktur organisasi pengurus
sebagai berikut:
44
Kepala Yayasan
Edy Purwanto, BA
Kepala Madrasah
Sri Purwanti, S.Sos
Dewan Komite
Ny. Chambali
Jabatan
Tata Usaha
Sri Wahyuningsih
Unit Perpustakaan
Siti Nasiroh
Guru Kls I
S. Nasiroh
Guru Kls II
S. Rohmah
Guru Kls III
Ana F.
Guru Kls IV
Sri W
Guru Kls V
Suwigyo
Guru Kls VI
Aprilia E
Guru Agama
B. Inggris
B. Daerah
Guru Penjaskes
Guru
Guru
Siswa
F. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I
Siklus pertama penelitian dilaksanakan bahasan aqidah akhlak. Tahapan
dan langkah pada tanggal 5 Mei Tahun 2010, dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
1.
Perencanaan
Dalam tahap ini peneliti mempersiapkan proses pembelajaran Aqidah
Akhlak tanpa menggunakan media visual. Hal ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi Aqidah Akhlak
apabila tidak menggunakan media visual. Langkah-langkah dalam tahap
perencanaan sebagai berikut:
45
a.
Menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan tindakan yang akan
dilakukan.
2.
b.
Menyiapkan bahan materi.
c.
Menyusun rancangan evaluasi meliputi tes.
Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan penelitian menerapkan strategi pembelajaran
dengan menggunakan media visual sebagai alat pembelajaran. Pokok
bahasan yang diajarkan adalah memahami kalimat tayyibah, memahami
kalimat ta‟awud. Langkah-langkah pelaksanaan ini meliputi:
a.
Guru mengucapkan salam
b.
Guru mengabsen siswa
c.
Guru melakukan apersepsi
d.
Guru menerangkan materi pelajaran mengenai pemahaman kalimat
tayyibah dan ta‟awud waktu yang digunakan selama 15 menit.
e.
Kemudian siswa diberi tugas untuk menjawab pertanyaan dari guru
waktu yang digunakan selama 10 menit.
f.
Selanjutnya guru memberikan penjelasan tentang materi yang
ditanyakan kepada siswa waktu yang digunakan selama 10 menit.
g.
Setelah itu guru memberikan tugas berupa soal latihan yang berbentuk
check point.
h.
Waktu yang digunakan 30 menit.
i.
Setelah siswa selesai mengerjakan latihan, guru mengadakan evaluasi
dan pemberian tugas tentang kalimat tayyibah dan ta‟awud,
46
mempelajari materi tersebut di rumah untuk didiskusikan pada
pertemuan berikutnya.
3.
j.
Siswa berdoa.
k.
Guru menutup dengan salam.
Observasi
Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu meningkatkan hasil belajar
memahami kalimat tayyibah dan ta‟awud siswa kelas III MI Darussalam
Sidoagung Tempuran dengan penggunaan media visual. Maka observasi
difokuskan pada pembelajaran kalimat tayyibah dan ta‟awud. Untuk
melakukan observasi terhadap situasi kelas saat pembelajaran, peneliti
meminta bantuan rekan sejawat agar memperlancar jalannya penelitian
sehingga didapatkan data yang valid.
4.
Refleksi
Refleksi dilakukan oleh peneliti berdasarkan dua hal yaitu hasil
pengamatan situasi kelas pembelajaran, dan hasil perbandingan atau
peningkatan hasil post test dibanding nilai pre test.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap situasi pembelajaran pada
siklus pertama ini, peneliti dapat menemukan kelemahan pembelajaran
sebagai berikut:
a.
Pelaksanaan post test belum sesuai yang diharapkan, siswa kurang
memperhatikan sehingga hasil belajar belum maksimal.
b.
Minat siswa dalam belajar belum maksimal sehingga perlu stimulasi
yang lebih.
47
Meskipun
demikian
pembelajaran
ini
telah
menunjukkan
perubahan/peningkatan, yaitu dalam hal minat siswa dalam mengikuti
proses belajar meskipun baru sebagian dan keaktifan siswa dalam
mengikuti pembelajaran tumbuh sehingga siswa mau bertanya
walaupun baru sebagian.
Setelah pelaksanaan tindakan, peneliti melakukan analisis terhadap
hasil tes dan hasil observasi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui: (a)
kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran materi Aqidah Akhlak tanpa
menggunakan media visual oleh peneliti dalam proses pembelajaran siklus
I; (b) tindakan-tindakan yang dilakukan oleh siswa selama proses
pembelajaran; (d) tindakan-tindakan yang dilakukan peneliti selama proses
pembelajaran. Refleksi pada siklus I dilakukan untuk mengubah strategi
pembelajaran pada siklus II.
Dari dua hal tersebut di atas, maka hal-hal yang akan peneliti
perhatikan dan perbaiki pada siklus kedua adalah:
a.
Mengaktifkan
siswa
dalam
proses
kegiatan
belajar
dengan
menggunakan media visual.
b.
Mengulang kembali materi aqidah akhlak.
c.
Membuat kelompok untuk mempraktikkan aqidah akhlak tersebut.
G. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II
Siklus kedua penelitian ini pada tanggal 12 Mei 2010 dengan pokok
bahasan akhlak terpuji tentang hidup rukun dan tolong menolong. Tahapan dan
langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
48
1.
Perencanaan
Rencana tindakan ini merupakan tindak lanjut dari siklus I. Dalam tahap ini
peneliti mempersiapkan proses pembelajaran Aqidah Akhlak dengan
menggunakan media visual. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi Aqidah Akhlak
setelah menggunakan media visual. Langkah-langkah dalam tahap
perencanaan sebagai berikut:
a.
Menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan tindakan yang akan
dilakukan.
2.
b.
Menyiapkan bahan materi.
c.
Menyusun rancangan evaluasi meliputi tes.
Pelaksanaan
a.
Guru mengucapkan salam
b.
Guru berdoa dengan siswa yang dipimpin salah satu siswa.
c.
Guru mengabsen siswa
d.
Guru melakukan apersepsi
e.
Guru menerangkan materi pelajaran mengenai akhlak terpuji tentang
hidup rukun dan tolong menolong.
f.
Kemudian siswa diberi tugas untuk memberikan contoh akhlak terpuji
tentang hidup rukun dan tolong menolong.
g.
Selanjutnya siswa diberi tugas untuk mempraktikkan akhlak terpuji
tentang hidup rukun dan tolong menolong yang dilakukan secara
bergantian per kelompok.
49
h.
Setelah itu guru memberikan tugas berupa soal latihan yang berbentuk
check point seputar materi akhlak terpuji tentang hidup rukun dan
tolong menolong waktu yang digunakan selama 15 menit.
i.
Setelah siswa selesai mengerjakan latihan, guru mengadakan evaluasi,
apakah ada peningkatan hasil dan siklus 2 ini dibandingkan siklus 1.
3.
j.
Siswa dan guru berdoa bersama-sama sebelum pembelajaran ditutup.
k.
Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.
Observasi
Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu meningkatkan hasil belajar
akhlak terpuji tentang hidup rukun dan tolong menolong siswa kelas III MI
Darussalam Sidoagung Tempuran tahun 2010 dengan penggunaan media
gambar peragaan pembelajaran.
Untuk melakukan observasi terhadap situasi kelas saat pembelajaran,
peneliti meminta bantuan rekan sejawat. Untuk memperlancar jalannya
penelitian sehingga didapatkan data yang valid.
4.
Refleksi
Refleksi dilakukan oleh peneliti berdasarkan dua hasil penelitian,
yaitu hasil pengamatan situasi kelas/pembelajaran dan hasil perbandingan
atau peningkatan nilai post test dibanding nilai pre test.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap situasi pembelajaran pada
siklus kedua ini, peneliti mengemukakan refleksi pada siswa kelas III MI
Darussalam Sidoagung Tempuran sebagai berikut:
a.
Hasil post test lebih bagus dari hasil post test pada siklus pertama.
50
b.
Kemampuan siswa dalam akhlak terpuji tentang hidup rukun dan tolong
menolong tersebut meningkat dengan penggunaan media visual dalam
pembelajaran.
Dengan demikian penggunaan media visual dalam pembelajaran
akhlak terpuji tentang hidup rukun dan tolong menolong tersebut ini
menunjukkan peningkatan, yaitu dalam hal-hal sebagai berikut:
a.
Perhatian siswa dalam belajar akhlak terpuji tentang hidup rukun dan
tolong menolong
b.
Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran lebih antusias yaitu
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang belum dipahami.
c.
Kemampuan siswa dalam memahami akhlak terpuji tentang hidup
rukun dan tolong menolong tersebut meningkat.
Setelah pelaksanaan tindakan II, peneliti melakukan terhadap hasil
tes dan hasil observasi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui: (a)
kelebihan dan kekurangan proses pembelajaran materi Aqidah Akhlak
dengan menggunakan media visual oleh peneliti dalam proses pembelajaran
siklus I; (b) tindakan-tindakan yang dilakukan oleh siswa selama proses
pembelajaran; (d) tindakan-tindakan yang dilakukan peneliti selama proses
pembelajaran. Apabila diketahui belum ada perubahan lebih dari 50%, maka
sangat perlu dilaksanakan tindakan siklus III. Refleksi pada siklus II
dilakukan untuk mengubah strategi pembelajaran pada siklus III.
51
H. Deskripsi Pelaksanaan Siklus III
1.
Perencanaan
Mempersiapkan materi pelajaran aqidah akhlak pada materi pokok
sub menghindari akhlak tercela, yaitu khianat, iri dan dengki.
Rencana tindakan ini merupakan penyempurnaan pada siklus II.
Dalam tahap ini peneliti mempersiapkan proses pembelajaran Aqidah
Akhlak tetap menggunakan media visual. Hal ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi Aqidah Akhlak
setelah menggunakan media visual. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
perencanaan siklus III adalah:
a.
Menyusun perbaikan rencana pembelajaran materi menghindari akhlak
tercela tentang hidup rukun dan tolong menolong.
2.
b.
Menyiapkan bahan materi yang berbeda.
c.
Menyusun rancangan evaluasi meliputi tes.
Pelaksanaan
a.
Guru mengucapkan salam
b.
Guru berdoa dengan siswa yang dipimpin oleh guru.
c.
Guru mengabsen siswa.
d.
Guru melakukan apersepsi.
e.
Guru mendemontrasikan menghindari akhlak tercela tentang hidup
rukun dan tolong menolong.
f.
Kemudian siswa diberi tugas secara kelompok, tiap kelompok dipimpin
oleh seorang siswa.
52
g.
Guru melakukan observasi per siswa dalam kelompok tersebut.
h.
Setelah tugas selesai guru memberikan tugas berupa soal latihan yang
masih sama dari siklus 1 dan 2 tetapi penomoran soal divariasikan.
i.
Setelah siswa selesai mengerjakan latihan, guru mengadakan evaluasi,
apakah ada peningkatan hasil dari siklus III ini dibandingkan siklus I
dan II.
j.
Setelah itu siswa dan guru berdoa bersama-sama sebelum pembelajaran
ditutup dengan dipimpin oleh seorang siswa dalam berdoa.
k.
3.
Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam.
Observasi
Selama pembelajaran berlangsung diadakan observasi untuk
mengetahui pengaruh kegiatan pembelajaran dalam upaya meningkatkan
hasil belajar. Pada pembelajaran ini siswa masuk semua yaitu 31 anak.
4.
Refleksi
Refleksi pada siklus III ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas
penggunaan media visual dalam pembelajaran Aqidah Akhlak dan untuk
mengetahui keberhasilan pelaksanaan perbaikan tindakan pada siklus II.
Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes yang dilakukan pada
siklus III.
Refleksi pada siklus III ini dilakukan untuk merefleksi hasil evaluasi
belajar siswa pada siklus II. Tujuan refleksi ini adalah untuk menentukan
kemajuan-kemajuan yang telah dicapai selama proses pembelajaran dan
53
untuk mencari kelemahan-kelemahan yang muncul dalam pembelajaran.
Kemajuan yang dicapai pada siklus III adalah peningkatan hasil belajar.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Persiklus
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meliputi
ulangan harian dan keaktifan siswa yang meliputi menjawab pertanyaan,
bertanya, mengemukakan pendapat dan mengerjakan tugas di sekolah
mengalami peningkatan. Peningkatan pada pelajaran Aqidah Akhlak kelas III ini
dicapai setelah pelaksanaan proses belajar mengajar menggunakan media visual.
1.
Deskripsi Siklus 1
a.
Tujuan Siklus 1
1) Untuk meningkatkan perhatian siswa dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak tanpa media visual.
2) Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak tanpa media visual.
3) Untuk meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak tanpa media visual.
b.
Hasil Siklus I
Hasil pengamatan pada siklus I ini dapat diketahui pada tabel di bawah
ini.
54
55
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Tabel 4.1
Perhatian Siswa
Kemunculan Respon
Perhatian pada Siklus
Nama Siswa
Ya
Tidak
Ahmad Sholikun
√
Apriliani Suratingsih
√
Ahsan Muzakku
Irodah
Laila Nur Utami
√
M. Arif Basyuni
M. Zaenal Mustofa
Nur Azizah
Siti Fatimah
√
Ulin Rahmawati
Zaenal Abidin
Zaimatul Kartikasari
√
Jumlah
5
Rata-rata
41,67 %
Keterangan:
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Gagal
:
:
:
:
:
80% - 100%
66% - 79%
56% - 65%
40% - 55%
30% - 39%
Pada tabel 1, perhatian siswa diketahui rata-ratanya 41,67%,
menurut kategori perhatian berarti dalam mengikuti pelajaran perhatian
siswa masih kurang.
No
1.
2.
3.
4.
Tabel 4.2
Keaktifan Siswa
Aspek yang diamati
F
Keaktifan bertanya
2
Mengemukakan pendapat
4
Menjawab pertanyaan
5
Mengerjakan latihan
12
Jumlah
Keterangan:
Baik sekali : 80% - 100%
Baik
: 66% - 79%
Cukup
: 56% - 65%
%
16,67
33,33
41,67
100
47,92
56
Kurang
Gagal
: 40% - 55%
: 30% - 39%
Pada tabel 2, keaktifan siswa diketahui rata-ratanya 47,92%.
Menurut kategori keaktifan siswa, berarti dalam mengikuti pelajaran
siswa belum aktif.
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Tabel 4.3
Hasil Belajar
Nama Siswa
Ahmad Sholikun
Apriliani Suratingsih
Ahsan Muzakku
Irodah
Laila Nur Utami
M. Arif Basyuni
M. Zaenal Mustofa
Nur Azizah
Siti Fatimah
Ulin Rahmawati
Zaenal Abidin
Zaimatul Kartikasari
Jumlah
Rata-rata
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Keterangan:
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Gagal
:
:
:
:
:
Siklus I
4
6
5
3
4
3
7
4
4
5
3
8
56
4,67
8
3
8,0 - 10
6,6 - 7,9
5,6 - 6,5
4,0 - 5,5
3,0 - 3,9
Pada tabel 4.3 diketahui hasil belajar belum memuaskan, nilai
rata-rata kelas sebesar 4,67 dan masih ada nilai yang di bahwa KKM
yaitu 3, sedangkan KKM-nya 6,0.
Dari tabel 4.1, 4.2, dan 4,3 pada siklus I ini belum menunjukkan
hasil yang memuaskan. Selama pembelajaran di kelas ada beberapa
57
siswa yang kurang memperhatikan bahkan belum berani mengemukkan
pendapat.
2.
Deskripsi SiklusII
a.
Tujuan Siklus II
1) Untuk meningkatkan perhatian siswa dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak dengan menggunakan media visual.
2) Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak dengan menggunakan media visual.
3) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran
Aqidah Akhlak dengan menggunakan media visual.
b.
Hasil Siklus II
Hasil pengamatan siklus II ini dapat diketahui pada tabel di bawah ini.
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Tabel 4.4
Perhatian Siswa
Kemunculan Respon
Perhatian pada Siklus
Nama Siswa
Ya
Tidak
Ahmad Sholikun
√
Apriliani Suratingsih
√
Ahsan Muzakku
Irodah
√
Laila Nur Utami
√
M. Arif Basyuni
M. Zaenal Mustofa
Nur Azizah
Siti Fatimah
√
Ulin Rahmawati
√
Zaenal Abidin
Zaimatul Kartikasari
√
Jumlah
7
Rata-rata
58,33 %
Keterangan:
Baik sekali : 80% - 100%
58
Baik
Cukup
Kurang
Gagal
:
:
:
:
66% - 79%
56% - 65%
40% - 55%
30% - 39%
Pada tabel 4.4 perhatian siswa dapat diketahui rata-ratanya
58,33%. Menurut kategori perhatian berarti dalam mengikuti pelajaran
cukup memperhatikan.
No
1.
2.
3.
4.
Tabel 4.5
Keaktifan Siswa
Aspek yang diamati
F
Keaktifan bertanya
4
Mengemukakan pendapat
6
Menjawab pertanyaan
6
Mengerjakan latihan
12
Jumlah
Keterangan:
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Gagal
:
:
:
:
:
%
33,33
50
50
100
58,33
80% - 100%
66% - 79%
56% - 65%
40% - 55%
30% - 39%
Pada tabel 4.5 keaktifan siswa diketahui rata-ratanya 58,33%.
Menurut kategori keaktifan siswa, berarti dalam mengikuti pelajaran
siswa cukup aktif.
59
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Tabel 4.6
Hasil Belajar
Nama Siswa
Ahmad Sholikun
Apriliani Suratingsih
Ahsan Muzakku
Irodah
Laila Nur Utami
M. Arif Basyuni
M. Zaenal Mustofa
Nur Azizah
Siti Fatimah
Ulin Rahmawati
Zaenal Abidin
Zaimatul Kartikasari
Jumlah
Rata-rata
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Keterangan:
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Gagal
:
:
:
:
:
Siklus II
5
7
5
4
5
5
8
5
5
5
4
8
66
5,5
8
4
8,0 - 10
6,6 - 7,9
5,6 - 6,5
4,0 - 5,5
3,0 - 3,9
Pada tabel 4.6 diketahui hasil belajar cukup baik, nilai rata-rata
kelas sebesar 5,5 dan nilai sudah mencapai KKM.
Dari tabel 4.4, 4,.5 dan 4.6 pada siklus II ini sudah menunjukkan
peningakatan hasil yang cukup baik. Selama pembelajaran di kelas
siswa sudah memperhatikan, aktif dan sudah ada siswa yang berani
mengemukakan pendapat, walau demikian masih ada kekurangan.
3.
Deskripsi Siklus III
a.
Tujuan Siklus III
1) Untuk meningkatkan perhatian siswa dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak dengan menggunakan media visual.
60
2) Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak dengan menggunakan media visual.
3) Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran
Aqidah Akhlak.
b.
Hasil siklus III
Hasil pengamatan pada siklus III ini dapat diketahui pada tabel di
bawah ini.
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Tabel 4.7
Perhatian Siswa
Kemunculan Respon
Perhatian pada Siklus
Nama Siswa
Ya
Tidak
Ahmad Sholikun
√
Apriliani Suratingsih
√
Ahsan Muzakku
Irodah
√
Laila Nur Utami
√
M. Arif Basyuni
M. Zaenal Mustofa
√
Nur Azizah
Siti Fatimah
√
Ulin Rahmawati
√
Zaenal Abidin
√
Zaimatul Kartikasari
√
Jumlah
9
Rata-rata
75 %
Keterangan:
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Gagal
:
:
:
:
:
80% - 100%
66% - 79%
56% - 65%
40% - 55%
30% - 39%
Pada tabel 4.7 perhatian siswa diketahui rata-ratanya 75%.
Menurut kategori perhatian, berarti siswa dalam mengikuti pelajaran
memperhatikan dengan baik.
61
No
1.
2.
3.
4.
Tabel 4.8
Keaktifan Siswa
Aspek yang diamati
F
Keaktifan bertanya
7
Mengemukakan pendapat
8
Menjawab pertanyaan
9
Mengerjakan latihan
12
Jumlah
Keterangan:
Baik sekali
Baik
Cukup
Kurang
Gagal
:
:
:
:
:
%
58,33
66,67
75
100
75
80% - 100%
66% - 79%
56% - 65%
40% - 55%
30% - 39%
Pada tabel 4.8 keaktifan siswa diketahui rata-ratanya 75%.
Menurut kategori keaktifan siswa, berarti dalam mengikuti pelajaran
siswa sudah aktif.
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
Tabel 4.9
Hasil Belajar
Nama Siswa
Ahmad Sholikun
Apriliani Suratingsih
Ahsan Muzakku
Irodah
Laila Nur Utami
M. Arif Basyuni
M. Zaenal Mustofa
Nur Azizah
Siti Fatimah
Ulin Rahmawati
Zaenal Abidin
Zaimatul Kartikasari
Jumlah
Rata-rata
Nilai Tertinggi
Nilai Terendah
Keterangan:
Baik sekali : 8,0 - 10
Baik
: 6,6 - 7,9
Siklus III
7
8
7
6
7
6
8
7
7
8
6
8
85
7,08
8
5
62
Cukup
Kurang
Gagal
: 5,6 - 6,5
: 4,0 - 5,5
: 3,0 - 3,9
Pada tabel 4.9 diketahui hasil belajar sudah baik, yaitu rataratanya
sebesar
7,08.
Hasil
tersebut
mengalami
peningkatan
dibandingkan siklus II.
Dari tabel 4.7, 4.8 dan 4.9 pada siklus III ini menunjukkan hasil
yang baik. Siswa sudah memperhatikan, aktif dan siswa berani
mengemukakan pendapat. Siklus ke III ini lebih baik dari siklus I dan
II.
B. Pembahasan
Tabel 4.10
Perhatian
Siklus
Jumlah
Persentase
I
II
III
Jumlah perhatian
siswa
5
7
9
41,67 %
58,33 %
75 %
21
58,33 %
Persentase
Perubahan
40 %
80 %
Dari tabel 4.10 mengenai perhatian siswa pada pembelajaran Aqidah
Akhlak, pada siklus I yang dilakukan tanpa menggunakan media visual, jumlah
perhatian sebanyak 5 siswa, sedangkan pada siklus II yang dilakukan dengan
menggunakan media visual, jumlah perhatian menjadi sebanyak 7 siswa dengan
persentase perubahan sebesar 40%. Proses pembelajaran Aqidah Akhlak pada
siklus III yang dilakukan dengan menggunakan media visual, jumlah perhatian
siswa menjadi 9 siswa dengan persentase perubahan sebesar 80%. Hasil tersebut
63
menunjukkan bahwa pembelajaran Aqidah Akhlak dengan menggunakan media
visual dapat meningkatkan perhatian siswa sebesar 80%.
Tabel 4.11
Keaktifan
Siklus
Persentase
I
II
III
Rata-rata
47,92 %
58,33 %
68,75 %
58,33 %
Persentase
Perubahan
21,74 %
56,52 %
Dari tabel 4.11 mengenai keaktifan siswa pada pembelajaran Aqidah
Akhlak, pada siklus I yang dilakukan tanpa menggunakan media visual,
persentase keaktifan siswa sebesar 47,92%, sedangkan pada siklus II yang
dilakukan dengan menggunakan media visual, persentase keaktifan siswa
menjadi 58,33% dengan persentase perubahan sebesar 21,74%. Proses
pembelajaran Aqidah Akhlak pada siklus III yang dilakukan dengan
menggunakan media visual, persentase keaktifan siswa menjadi 58,33% dengan
persentase perubahan sebesar 56,52%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
pembelajaran Aqidah Akhlak dengan menggunakan media visual dapat
meningkatkan keaktifan siswa sebesar 56,52%.
Tabel 4.12
Hasil Belajar
Siklus
Jumlah
I
II
III
Rata-rata
56
66
85
69
Rata-rata
Persentase
Perubahan
4,67
5,50
7,08
5,75
17,77 %
51,62 %
64
Dari tabel 4.12 mengenai hasil belajar siswa pada pembelajaran Aqidah
Akhlak, pada siklus I yang dilakukan tanpa menggunakan media visual, nilai
rata-rata siswa sebesar 4,67, sedangkan pada siklus II yang dilakukan dengan
menggunakan media visual, nilai rata-rata siswa menjadi 5,50 dengan persentase
perubahan sebesar 17,77%. Proses pembelajaran Aqidah Akhlak pada siklus III
yang dilakukan dengan menggunakan media visual, nilai rata-rata siswa menjadi
7,08 dengan persentase perubahan sebesar 51,62%. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa pembelajaran Aqidah Akhlak dengan menggunakan media visual dapat
meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 56,52%.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1.
Perhatian siswa pada siklus I, proses pembelajaran materi Aqidah Akhlak
tanpa menggunakan media visual sebesar 41,67%, sedangkan pada siklus II
setelah menggunakan media visual perhatian siswa menjadi 58,33% dengan
persentase perubahan sebesar 40% dan pada siklus III yang dilakukan tetap
menggunakan media visual perhatian siswa menjadi 75% dengan persentase
perubahan sebesar 80%.
2.
Keaktifan siswa pada siklus I, proses pembelajaran materi Aqidah Akhlak
tanpa menggunakan media visual sebesar 47,92%, sedangkan pada siklus II
setelah menggunakan media visual keaktifan siswa menjadi 58,33% dengan
persentase perubahan sebesar 21,74% dan pada siklus III yang tetap
menggunakan media visual keaktifan siswa menjadi 68,75% dengan
persentase perubahan sebesar 56,52%.
3.
Hasil belajar pada siklus I, proses pembelajaran materi Aqidah Islam tanpa
menggunakan media visual nilai rata-rata kelas sebesar 4,67, sedangkan
pada siklus II setelah menggunakan media visual nilai rata-rata kelas
menjadi 5,50 dengan persentase perubahan sebesar 17,77%, dan pada siklus
III yang tetap menggunakan media visual nilai rata-rata kelas menjadi 7,08
dengan persentase perubahan sebesar 51,62%.
65
66
B. Saran
Saran dari penelitian ini adalah:
1.
Bagi guru
Sebaiknya guru menambah media pembelajaran dengan media visual agar
siswa lebih memperhatikan, aktif dalam proses pembelajaran, dan hasil
belajar meningkat.
2.
Bagi siswa
Sebaiknya siswa memperhatikan dan aktif dalam proses pembelajaran, baik
aktif bertanya, mengemukakan pendapat, mejawab pertanyaan dan
mengerjakan soal latihan.
67
DAFTAR PUSTAKA
Al-Ghazali, M. 1970. Khulul Al Islam. Dar Al-Bayan, Kwait.
Alfat, Hasan., dkk. 1994. Aqidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah (MTS). Semarang:
PT Toha Putra.
Ardani, Moh. 2005. Akhlak-Tasawuf, Cet. Ke-2. CV. Karya Mulia, Jakarta.
Arsyad, Azhar. 2005. Media Pembelajaran. Raja Grafindo Persctda, Jakarta.
Dalyono, M. 2005. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Darsono, Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.
Daryanto. 1993. Media Visual untuk Pengajaran Teknik. Tarsito, Bandung.
Departemen Agama. 2004. Kurikulum dan Hasil Belajar Aqidah Akhlak MA.
Departemen Agama, Jakarta.
Erianawati. 2005. Penggunaan Media Visual (Gambar) dalam Pembelajaran Anak
Hiperaktif di Lembaga Terapi Anak Altisma Kudus. Skripsi, Universitas Negeri
Semarang.
Gunawan. 2010. Mengoptimalkan Penggunaan Media dalam Kegiatan Belajar
Mengajar, sebagai Sarana Memaksimalkan Penyampaian Materi Ajar.
blog.unila.ac.id.
Hamalik, Oemar. 1989. Media Pendidikan. Citra Aditya, Bandung.
Haryono, Edi. 2007. Aqidah Islam. http://re-searchengines.com/1107ediharyono.html
Mas‟ari, Anwar. 1990. Akhlak Al-Qur.an. PT Bina Ilmu, Surabaya.
Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya,
Bandung.
Nata, Abuddin. 2002. Akhlak Tasawuf, Cet. IV. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Rumampuk, D.B. 1988. Media Instruksional IPS. Jakarta: P2LPTK-Ditjen Dikti
Depdikbud.
Safihu, La Ode. 2008. Pentingnya Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran.
http://images.lpmpmaluku1.multiply.multiplycontent.com.
Sappaile, B I. 2007. Pengaruh Metode Mengajar Dan Ragam Tes Terhadap Hasil
Belajar Matematika dengan Mengontrol Sikap Siswa (Eksperimen Pada Siswa
68
Kelas I SMU Negeri DKI Jakarta). Jurnal Departemen Pendidikan Nasional.
http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/56/metode.htm
Shalahuddin, Mahfud. 1986. Media Pendidikan Agama. Bina Islam, Bandung.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Cipta.
Sudjana, Rivai. 2002. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Supriatna, Dadang. 2009. Pengenalan Media Pembelajaran. Bahan ajar untuk Diklat
E-Training PPPPTK TK dan PLB, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak Kanak dan Pendidikan Luar
Biasa.
Tatapangsara, Humaidi. 1982. Pengantar Kuliah Akhlak, Cet. Ke-2. PT Bina Ilmu,
Surabaya.
Tim Peneliti Program Pasca Sarjana UNY. 2003. Pedoman Penilaian Afektif.
Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Usman, Basyiruddin dan Asnawir. 2002. Media Pembelajaran. Ciputat Pers, Jakarta.
Yunus, Mahmud. 1990. Kamus Arab-Indonesia. PT. Hidakarya Agung, Jakarta.
http://www.canboyz.co.cc/2010/05/fungsi-dan-tujuan-mapel-aqidah-akhlak.html
69
70
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama
: Ana Fatmawati
Tempat Tanggal Lahir : Magelang, 10 Agustus 1978
Alamat
: Dsn. Jogosaran RT 05/IV Ds. Jogomulyo, Kec. Tempuran,
Kab. Magelang
Jenis Kelamin
: Perempuan
Nama Ayah
: Asrori
Nama Ibu
: Siti Maesaroh
HP
: 085643269572
Pendidikan
: Riwayat Pendidikan
 SDN Girirejo Tempuran Magelang Lulus Tahun
1992.
 SLTP Muhammadiyah Tempuran Magelang Lulus
Tahun 1995.
 SMK Muhammadiyah Salaman Magelang Lulus
Tahun 1998.
 D II PGSD/MI Universitas Muhammadiyah Magelang
Lulus Tahun 2002.
 STAIN Salatiga.
71
SURAT KETERANGAN RISET
Menerangkan bahwa :
Nama
: Ana Fatmawati
NIM
: 11408103
Jurusan
: PAI
PTAIN
: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga
Alamat
: Jl. Tentara Pelajar 02 Salatiga
Judul
: Peningkatan Hasil Belajar Melalui Media Visual dalam
Pembelajaran Aqidah Akhlak Kelas III MI Darussalam
Sidoagung Tempuran Magelang Tahun Ajaran 2009/2010
Telah melakukan penelitian pada MI Darussalam Sidoagung Tempuran Magelang
yang dilaksanakan pada bulan Juni 2010.
Demikian surat keterangan ini dibuat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Magelang, 02 Juni 2010
Kepala Sekolah
(Sri Purwati, S.Sos)
SILABUS
Nama Madrasah
Mata Pelajaraan
Kelas / Semester
:
:
:
MI Darussalam Sidoagung TempuranMagelang
Aqidah - Akhlak
III (Tiga) / 2
Standar Kompetensi : 6. Memahami kalimat tayyibah (ta’awud), Al-Asma al-Husna (al Baathin, Al Waliy, al Mujib dan Al Wahhaab)
Kompetensi
Materi
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Sumber Belajar
Dasar
Pembelajaran
Waktu
5.1. Mengenal
Jenis
4 jam
Buku paket
Kalimat ta‟awud
Mengikuti ucapan guru
Melafalkan
Allah melalui
Tes
tulis
Lagu takbir
melafalkan kalimat ta‟awud
kalimat ta‟awud
Arti ta‟awud
kalimat
Tes lisan
Pemodelan siswa
Mengartikan kalimat
Mengartikan
Penggunaan
tayyibah
Non
tes
Hasil kerja siswa
ta‟awud melalui lagu dan
kalimat ta‟awud
kalimat ta‟awud
(ta‟awud)
Bentuk:
LKS
kerja berpasangan
Menyebutkan
Keistimewaan
Isian
penggunaan
Membahas keistimewaan
mengucapkan
mengucapkan kalimat
kalimat ta‟awud Uraian
kalimat ta‟awud
Performance
ta‟awud melalui kerja
Menjelaskan
Hal-hal yang
berpasangan
keistimewaan
mengharuskan
mengucapkan
Mendata hal-hal yang
kita mengucapkan
mengharuskan kita
kalimat ta‟awud
kalimat ta‟awud
mengucapkan kalimat
ta‟awud
Membuat rangkuman
Mengerjakan LKS
72
73
Kompetensi
Dasar
5.2. Mengenal
Allah melalui
sifat-sifat
Allah yang
terkandung
dalam Asma
al Husna (al
Baathin, Al
Waliy, al
Mujib dan Al
Wahhaab)
Materi
Pembelajaran
Lafal al Baathin,
Al Waliy, al
Mujib dan Al
Wahhaab
Arti al Baathin, Al
Waliy, al Mujib
dan Al Wahhaab
Contoh al
Baathin, Al
Waliy, al Mujib
dan Al Wahhaab
Kegiatan Pembelajaran
Membaca referensi tentang
sifat Allah al Baathin, Al
Waliy, al Mujib dan Al
Wahhaab
Mengucapkan kembali lafal
al Baathin, Al Waliy, al
Mujib dan Al Wahhaab
Kerja berpasangan
menemukan arti al Baathin,
Al Waliy, al Mujib dan Al
Wahhaab
Kerja berpasangan
menghafal al Baathin, Al
Waliy, al Mujib dan Al
Wahhaab
Bermain dengan kartu AlAsma Al-Husna
Membahas contoh
sederhana bahwa Allah
memiliki sifat al Baathin,
Al Waliy, al Mujib dan Al
Wahhaab melalui
pengamatan terhadap alam
sekitar
Membuat rangkuman
Mengerjakan LKS
Indikator
Mengafal 4
Asma al Husna
al Baathin, Al
Waliy, al Mujib
dan Al Wahhaab
Mengartikan 4
Asma al Husna
al Baathin, Al
Waliy, al Mujib
dan Al Wahhaab
Mengafalkan 4
Asma al Husna
al Baathin, Al
Waliy, al Mujib
dan Al Wahhaab
Menunjukkan
contoh Allah
memiliki sifat al
Baathin, Al
Waliy, al Mujib
dan Al Wahhaab
melalui hasil
ciptaan-Nya
Penilaian
Jenis
Tes tulis
Tes lisan
Non tes
Bentuk
Isian
Uraian
Performance
Alokasi
Waktu
6 jam
Sumber Belajar
Buku paket
Kartu Al-asma
Al-Husna
Lingkungan
sekitar
LKS
74
SILABUS
Nama Madrasah
Mata Pelajaraan
Kelas / Semester
:
:
:
MI Darussalam Sidoagung TempuranMagelang
Aqidah - Akhlak
III (Tiga) / 2
Standar Kompetensi: 7. Membiasakan akhlak terpuji
Kompetensi
Materi
Kegiatan Pembelajaran
Dasar
Pembelajaran
7.1. Membiasakan
Arti rukun dan
Mengamati pemodelan dari rukun dan
sikap rukun
tolong menolong
tolong menolong
dan tolong
Contoh rukun dan
Bertanya jawab tentang arti rukun dan
menolong
tolong menolong
tolong menolong
Ciri-ciri orang
Mendata perbuatan yang termasuk
yang rukun dan
rukun dan tolong menolong
tolong menolong
Menemukan contoh sikap rukun dan
tolong menolong
Keuntungan
memiliki sifat
Mengamati pemodelan tentang ciri-ciri
rukun dan tolong
orang yang rukun dan tolong menolong
menolong
Kerja berpasangan tentang keuntungan
Akibat tidak
memiliki sikap rukun dan tolong
memiliki sifat
menolong bagi dirinya dan orang lain
rukun dan tolong
Presentasi hasil kerja
menolong
Kerja berpasangan tentang akibat tidak
Praktek rukun dan
rukun dan tolong menolong bagi
tolong menolong
dirinya maupun orang lain
Adab kepada
Presentasi hasil kerja
saudara yang
Praktek bersikap rukun dan tolong
lebih tua.
menolong
Alokasi
Sumber
Waktu
Belajar
Jenis:
6 jam Buku paket
Menyebutkan
Perilaku
pengertian rukun dan Tes tulis
Tes
lisan
teman
tolong menolong
TTS
Menyebutkan contoh Non tes
Bentuk:
Pemodelan
rukun dan tolong
Isian
siswa
menolong
Uraian
Perilaku
Menyebutkan contoh
Performance
diri sendiri
rukun dan tolong
Unit
kerja
dan teman
menolong
LKS
Menjelaskan
Pengalaman
keuntungan memiliki
siswa
sifat rukun dan tolong
menolong
Mempraktekkan
sikap rukun dan
tolong menolong
Menunjukkan contoh
adab secara Islami
kepada saudara yang
lebih tua
Indikator
Penilaian
75
Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Adab kepada
sudara yang lebih
muda
Manfaat beradab
secara Islami
kepada saudara
Akibat tidak
beradab secara
Islami kepada
saudara
Akhlak terpuji
kepada saudara
Kegiatan Pembelajaran
Berbagi pengalaman tentang sikap
kepada saudara yang lebih tua
Membahas contoh sikap beradab secara
Islami kepada Islami kepada saudara
yang lebih tua melalui kerja
berpasangan dan tanya jawab
Membahas contoh akhlak baik kepada
suadara yang lebih muda melalui
diskusi kelompok
Membahas manfaat akhlak baik kepada
saudara melalui diskusi kelompok
Mencari contoh akibat tidak beradab
secara Islami kepada saudara
Membahas akibat tidak beradab secara
Islami kepada saudara melalui tanya
jawab
Indikator
Menunjukkan
contoh adab secara
Islami kepada
saudara yang lebih
muda
Menjelaskan
manfaat beradab
secara Islami
kepada saudara
Menjelaskan akibat
tidak beradab secara
Islami kepada
saudara
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
76
Standar Kompetensi: 8. Menghindari Akhlak Tercela
Kompetensi
Materi
Kegiatan Pembelajaran
Dasar
Pembelajaran
8.1 Menghindari
Arti khianat, iri
Membaca referensi tentang sifat khianat, iri
sikap
dan dengki
dan dengki
khianat, iri,
Ciri-ciri orang
Menemukan pengertian sifat khianat, iri dan
dan dengki
yang memiliki
dengki melalui kerja berpasangan dan
melalui
sifat khianat, iri
bertanya jawab
kisah
dan dengki
Bermain dengan TTS
kelicikan
Contoh sifat
Mengamati pemodelan ciri-ciri orang yang
saudarakhianat, iri dan
memiliki sifat khianat, iri dan dengki melalui
saudara
dengki
kerja berpasangan dan bertanya jawab
Nabi Yusuf
Cara
Membahas ciri-ciri orang yang memiliki sifat
a.s
menghindari
khianat, iri dan dengki
sifat khianat, iri
Mengerjakan LKS
dan dengki
Membahas contoh orang yang memiliki sifat
Akibat
khianat, iri dan dengki
memiliki sifat
Bermain dengan TTS
khianat, iri dan
Membahas cara menghindari sifat khianat, iri
dengki
dan dengki melalui diskusi kelompok
Kisah kelicikan
Mengerjakan LKS
saudara-saudara
Membahas akibat memiliki sifat khianat, iri
Nabi Yusuf a.s
dan dengki melalui diskusi kelompok
Mengambil hikmah dari kelicikan saudarasaudara Nabi Yusuf a.s melalui tayangan
video
Mengerjakan LKS
Indikator
Mengartikan sifat
khianat, iri dan
dengki
Menyebutkan ciriciri orang yang
memiliki sifat
khianat, iri dan
dengki
Menunjukkan
contoh orang yang
memiliki sifat
khianat, iri dan
dengki
Menyebutkan cara
menghindari sifat
khianat, iri dan
dengki
Menjelaskan akibat
memilik sifat
khianat, iri dan
dengki
Menceritakan kisah
kelicikan saudarasaudara nabi Yusuf
a.s
Alokasi
Sumber
Waktu
Belajar
Jenis:
8 jam Buku paker
Tes lisan
Pemodelan
Tes tulis
TTS
Non tes
VCD
Bentuk:
Buku cerita
Isian
LKS
Uraian
Perilaku
Performance
siswa
Penilaian
PEDOMAN OBSERVASI
No
Nama Siswa
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
Ahmad Sholikun
Apriliani Suratingsih
Ahsan Muzakku
Irodah
Laila Nur Utami
M. Arif Basyuni
M. Zaenal Mustofa
Nur Azizah
Siti Fatimah
Ulin Rahmawati
Zaenal Abidin
Zaimatul Kartikasari
Perhatian Keaktifan
77
Mengemukakan Mengerjakan
Pendapat
Latihan
Hasil
Belajar
78
Soal Tes 1
1. Kalimah thayyibah mengandung maksud mengagungkan …
a. Malaikat
b. Rasulullah
c. Allah SWT
d. Orang mukmin
2.
Kalimah thayyibah diucapkan untuk …
a. Mengetahui sifat Allah
b. Mengenang Allah
c. Berdzikir kepada Allah
d. Memahami Allah
3.
Kalimah thayyibah artinya …
a. Ucapan yang pantas
b. Ucapan yang baik
c. Ucapan yang bermakna
d. Semua benar
4.
Potongan hadits di samping mengandung maksud bahwa …
a. Ucapan yang baik itu enak didengar
b. Ucapan yang baik itu bernilai dzikir
c. Ucapan yang baik itu bernilai shadaqah
d. Ucapan yang baik itu bagus
5.
Berikut ini yang termasuk kalimah thayyibah …
a. Wallahi
b. Tallahi
c. Bilahi
d. Ta‟awudz
6.
Lafadz ta‟awudz artinya …
a. Meminta perlindungan Rasul
b. Meminta perlindungan Nabi
c. Meminta perlindungan Allah
d. Meminta perlindungan tetangga
7.
Sebelum mengaji, Budi membaca …
a. Subhanallah
b. Masya Allah
c. Ta‟awudz
d. Hamdalah
79
8.
„audzubillahi minas syaitanir rajim artinya …
a. Aku berlindung dari godaan malaikat
b. Aku berlindung dari godaan teman yang menggoda
c. Aku berlindung dari godaan setan yang tekutuk
d. Aku berlindung dari godaan tetangga
9.
Bacaan pada no. 8 di atas disebut bacaan …
a. Tasbih
b. Ta‟awudz
c. Tahmid
d. Takbir
10. Barang siapa yang mengucapkan ta‟awudz, maka akan terbebas dari godaan
setan …
a. Sepanjang masa
b. Dari pagi hingga sore
c. Selama sehari
d. Selama seminggu.
80
Soal tes 2
1. Hidup rukun artinya …
a. Terjalin hubungan yang baik satu sama lain
b. Saling bertengkat dan bermusuhan
c. Saling membenci sesama teman
d. Tidak mempedulikan perasaan orang lain
2.
Hidup rukun akan dapat terwujud jika kita …
a. Saling menyakiti
b. Saling mencelakakan
c. Berprasangka buruk
d. Saling menghargai
3.
Berikut ini adalah beberapa cara kita hidup rukun, kecuali …
a. Lapang dada
b. Membicarakan keburukan teman
c. Tidak berprasangka buruk
d. Menjaga tangan kita untuk menyakiti
4.
Saling menghargai sesama muslim akan menciptakan hidup yang …
a. Harmonis
b. Tidak tenang
c. Kacau
d. Mementingkan diri sendiri
5.
Manusia adalah makhluk sosial, artinya …
a. Dapat melakukan pekerjaan sendiri
b. Tidak dapat hidup bersama-sama
c. Membutuhkan bantuan orang lain
d. Hidup sendiri atau bersama orang lain sama saja
6.
Menolong teman yang sakit …
a. Dilarang
b. Dibiarkan
c. Dianjurkan
d. Diabaikan
7.
Tolong menolonglah dalam hal …
a. Kebaikan
b. Keburukan
c. Kekerasan
d. Kebathilan
81
8.
Menolong orang yang sangat membutuhkan hukumnya …
a. Sunat
b. Haram
c. Wajib
d. Mubah
9.
Menolong orang lain dengan cara yang ikhlas akan mendapatkan …
a. Sanjungan
b. Pahala
c. Pujian
d. Makian
10. Anak yang suka menolong akan memiliki banyak …
a. Teman
b. Musuh
c. Masalah
d. Sanjungan
82
Soal test 3
1. Dalam istilah agama, akhlak tercela disebut …
a. Akhlak mahmudah
b. Akhlak maemunah
c. Akhlak masyrukah
d. Akhlak mazmumah
2.
Khianat termasuk sifatnya orang …
a. Murtad
b. Fasik
c. Munafiq
d. Musyrik
3.
Akibat orang yang suka khianat adalah …
a. Menambah pengalaman
b. Kehilangan kepercayaan
c. Belajar pemberani
d. Merasa puas
4.
Amanat itu wajib disampaikan kepada …
a. Allah
b. Orang tua
c. Rasul
d. yang berhak memiliki
5.
Khianat artinya …
a. Mencelakakan orang lain
b. Tidak senang dengan nikmat orang lain
c. Menyalahi amanah yang diberikan
d. Menghilangkan nikmat orang lain
6.
Iri artinya …
a. Tidak peduli dengan milik orang lain
b. Ingin memiliki nikmat orang lain
c. Membenci milik orang lain
d. Membantu orang lain mendapatkan nikmat
7.
Dengki lebih berbahaya daripada iri karena …
a. Menimbulkan kebencian
b. Mendorong seseorang berbuat jahat
c. Membuat orang lain senang
d. Menjadikan orang lain sakit
83
8.
Perbuatan dengki akan mamakan kebaikan seperti …
a. Api memakan kayu bakar
b. Api dimakan kayu bakar
c. Api disiram air
d. Air di daun tlas
9.
Nabi Yusuf dicelakakan oleh saudaranya karena …
a. Khianat
b. Ingkar janji
c. Iri dan dengki
d. Prasangka buruk
10. Berikut ini contoh yang diakibatkan oleh dengki, kecuali …
a. Dua sahabat jadi musuh
b. Seseorang membunuh saudaranya sendiri
c. Keluarga jadi terpecah
d. Keluarga rukun dan damai
Download