distribusi hasil tangkapan

advertisement
5 AKTIVITAS DISTRIBUSI HASIL TANGKAPAN
Aktivitas pendistribusian hasil tangkapan dilakukan untuk memberikan
nilai pada hasil tangkapan. Nilai hasil tangkapan yang didistribusikan sangat
bergantung kualitas hasil tangkapan. Kualitas hasil tangkapan ini juga bergantung
pada waktu penangkapan hasil tangkapan dan cara penanganan hasil tangkapan
setelah ikan tertangkap dan setelah didaratkan. Kualitas hasil tangkapan yang
sangat menentukan harga di pasar.
5.1 Penanganan Hasil Tangkapan
Penanganan hasil tangkapan di PPS Belawan Sumatera Utara terhadap
hasil tangkapan setelah tertangkap dan didaratkan terbagi empat tahap. Dimulai
sejak hasil tangkapan tertangkap, disimpan, didaratkan, dan diangkut ke daerah
tujuan. ketiga aktivitas ini saling terkait untuk menjaga kualitas hasil tangkapan
agar tidak menurun.
Penanganan hasil tangkapan yang dilakukan oleh nelayan PPS Belawan
dilakukan di atas kapal dengan cara menambahkan es ke palkah yang ada di kapal
agar kualitas hasil tangkapan tetap segar. Hasil tangkapan tersebut lalu didaratkan
di gudang-gudang atau tangkahan. Hasil tangkapan tersebut disortir menurut jenis
dan ukuran. Lalu dimasukkan ke dalam keranjang atau box yang sudah diisi
dengan es. Lalu hasil tangkapan tersebut diangkut ke daerah tujuan.
Hasil tangkapan yang di ekspor ke luar negara seperti ikan tuna, mendapat
penanganan yang berbeda. Setelah ikan tuna didaratkan, kepala, isi perut, sirip
dan ekor ikan tuna dipotong lalu dibuang. Hal ini dikarenakan, negara-negara
ekspor hanya mengkonsumsi daging ikan utuh sehingga bagian tubuh-tubuh ikan
yang tidak penting dibuang. Setelah itu ikan tuna dibersihkan dari sisa-sisa darah
dengan menggunakan kain, ikan tuna dimasukkan ke dalam fyber box yang telah
diisi dengan es yang sudah diserut. Lalu diangkut ke daerah tujuan.
5.1.1 Pendaratan hasil tangkapan
Hasil tangkapan yang didaratkan di PPS Belawan langsung didaratkan ke
tangkahan-tangkahan yang sudah ditentukan oleh pemilik kapal mau mendaratkan
hasil tangkapannya ke tangkahan yang mana. Sebelum hasil tangkapan
didaratkan, pemilik kapal dan pemilik tangkahan sudah melakukan perjanjian dan
38
negosiasi harga. Sehingga hasil tangkapan tidak perlu didaratkan di tempat
pelelangan ikan (TPI) karena di PPS Belawan tidak ada terjadi pelelangan. Karena
hasil tangkapan yang telah didapat oleh nelayan sebelum didaratkan sudah dibeli
oleh pemilik tangkahan.
Ketika kapal mendarat di PPS Belawan Sumatera Utara, para awak kapal
melakukan pembongkaran hasil tangkapan dan mendaratkan hasil tangkapannya.
Aktivitas pendaratan hasil tangkapan dimulai dengan membongkar hasil
tangkapan dari palkah sampai ikan diangkut ke tangkahan.
Pendaratan hasil tangkapan yang dilakukan oleh kapal-kapal ikan di PPS
Belawan Sumatera Utara dimulai dengan mengeluarkan hasil tangkapan dari
dalam palkah. Kemudian hasil tangkapan tersebut dimasukkan ke dalam
keranjang dan didorong menggunakan troli yang dijalankan di atas rel. lalu hasil
tangkapan dituang ke bak untuk disortir menurut jenis hasil tangkapan. Setelah
disortir, hasil tangkapan dimasukkan ke dalam keranjang.
5.1.2 Penyimpanan hasil tangkapan
Hasil tangkapan yang didaratkan di tangkahan-tangkahan kecil biasanya
langsung diangkut ke pasar-pasar atau dijual kepada pedagang yang akan
memasarkan kembali di sekitar PPS Belawan dimana pembelinya merupakan
konsumen yang mengkonsumsi langsung. Hasil tangkapan yang didaratkan di
tangkahan-tangkahan besar biasanya langsung diangkut juga ke pasar-pasar.
Namun apabila hasil tangkapan ada yang belum dibeli, maka hasil tangkapan akan
disimpan di tempat khusus seperti cold storage untuk menjaga kualitas hasil
tangkapan. Hasil tangkapan ekspor didaratkan di tangkahan, lalu disimpan di cold
storage sampai tiba waktunya diangkut ke negara tujuan.
Cold storage merupakan salah satu fasilitas dimiliki tangkahan-tangkahan
besar yang ada di Belawan Sumatera Utara yang digunakan sebagai alat pendingin
dan tempat penyimpanan hasil tangkapan. Cold storage membantu agar kualitas
hasil tangkapan tidak berkurang sehingga harga hasil tangkapan juga tidak
menurun. Cold Storage yang berada di tangkahan Belawan memiliki suhu -200C
Ruang penyimpanan berpendingin merupakan tempat penyimpanan hasil
tangkapan yang tidak memerlukan pembekuan. Jenis-jenis hasil tangkapan yang
umumnya masuk ke dalam cold storage adalah cumi-cumi, udang.
39
Terdapat 8 cold storage yang ada di sekitar PPS Belawan dimana 7 cold
storage milik swasta dan 1 cold storage yang dikelola oleh Perum Prasarana PPS
Belawan. Dimana dari 7 cold storage ini terdiri dari 4 cold storage yang dibangun
bersama tangkahan dan 3 cold storage yang berdiri sendiri. Tetapi terdapat 1 cold
storage milik swasta yang tidak dioperasikan lagi dan cold storage yang dikelola
oleh Perum Prasarana PPS Belawan juga tidak dioperasikan lagi. Hal ini
disebabkan banyaknya cold storage milik swasta yang telah dibangun. Kapasitas
yang dimiliki cold storage yang ada di tangkahan sekitar 50-200 ton/hari.
5.1.3 Pengangkutan hasil tangkapan
Pengangkutan hasil tangkapan di PPS Belawan terbagi menjadi
pengangkutan melalui darat,laut dan udara. Alat transportasi darat yang biasa
digunakan untuk mengangkut hasil tangkapan berupa, becak motor, mobil pick
up, truk, mobil berpendingin dan kontainer. Becak motor digunakan untuk
mendistribusikan hasil tangkapan ke pasar-pasar tradisional yang ada di medan.
Mobil pick up sebagai alat transportasi dimana sebelumnya hasil tangkapan
dimasukkan di kotak fiber yang berisi es.
Mobil berpendingin digunakan untuk mengangkut hasil tangkapan di
sekitar Sumatera Utara dan luar Sumatera Utara. Mobil berpendingin ini mampu
mempertahankan mutu hasil tangkapan agar tetap baik sampai ke daerah
pemasaran. Truk sendiri digunakan untuk mendistribusikan hasil tangkapan ke
daerah-daerah Sumatera Utara dimana sebelumnya hasil tangkapan dimasukkan di
kotak fiber yang berisi es. Kontainer sendiri digunakan untuk mendistribusikan
hasil tangkapan yang diekpor ke negara-negara lain.
Transportasi darat berupa mobil pick up rata-rata mampu membawa
muatan mencapai 4 ton. Mobil pick up ini biasanya digunakan untuk mengangkut
hasil tangkapan dari tangkahan-tangkahan yang ada di pelabuhan dibawa menuju
ke daerah pemasaran. Mobil pick up juga digunakan sebagai sarana pengangkut
hasil tangkapan dari tangkahan menuju gudang pengolahan ikan, KUD dan cold
storage.
Alat transportasi laut yang digunakan untuk mengangkut hasil tangkapan
menggunakan kapal penangkap ikan. Hasil tangkapan yang didistribusikan
dengan kapal ditujukan ke luar Sumatera Utara dan diekspor.
40
Alat transportasi udara yang digunakan untuk mengangkut hasil tangkapan
yang akan diekspor ke luar negeri seperti negara eropa. Dimana hasil tangkapan
dikirim dari Bandara Udara Polonia melalui Bandara Soekarno-Hatta terlebih
dahulu lalu diekspor ke negara tujuan.
5.2 Sarana Penunjang Aktivitas Distribusi Hasil Tangkapan
Sarana yang mendukung kelancaran aktivitas pendistribusian hasil
tangkapan di PPS Belawan Sumatera Utara antara lain: TPI, KUD, cold storage,
pabrik es. Dimana terdapat tangkahan milik swasta sebagai tempat pendaratan dan
kegiatan pembongkaran hasil tangkapan. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa
pendistribusian hasil tangkapan melalui laut menggunakan kapal penangkap ikan.
Sarana angkutan lainnya berupa truck kontainer, mobil pick up atau kendaraan
lainnya dimana dilengkapi dengan cold box.
Tempat Pelelangan Ikan di PPS Belawan Sumatera Utara dibangun di
areal seluas 800 m2. Gedung TPI ini tidak berfungsi dikarenakan sebelum
dibangunnya PPS Belawan, tangkahan-tangkahan milik swasta telah dibangun
sebelumnya. sehingga konsumen-konsumen tetap membeli hasil tangkapan
kepada tangkahan-tangkahan yang sudah menjadi langganannya selama ini.
KUD berada di dekat pintu masuk PPS Belawan Sumatera Utara. KUD
digunakan sebagai tempat penjualan ikan dari kapal-kapal penangkap ikan, dari
tangkahan-tangkahan dan dari luar daerah Medan. KUD ini merupakan tempat
terbuka yang terdapat drum-drum dan keranjang-keranjang yang berisi hasil
tangkapan. drum-drum dan keranjang-keranjang ini terlihat kotor dan jarang
dilakukan pembersihan dengan cara menyikat. Lantai KUD ini juga terlihat kotor
karena KUD ini terbuka selama 24 jam yang menyebabkan lantai sulit untuk
dibersihkan.
Cold storage merupakan sarana penunjang yang dibangun dengan tujuan
menjaga mutu hasil tangkapan. yang ada di PPS Belawan Sumatera Utara terdiri
dari 3 unit yang masih beroperasi dimana dikelola oleh pihak swasta. cold storage
memiliki luas antara 1.050 m2- 5.000 m2. ada beberapa tangkahan yang sudah
terdapat cold storage sebanyak 4 tangkahan yang memiliki luas antara 3.489 m2 –
18.086 m2.
41
Pabrik es merupakan sarana penunjang lainnya. pabrik es yang terdapat di
PPS Belawan Sumatera Utara. Produksi dan penyaluran es untuk kebutuhan
pengawetan ikan hasil tangkapan dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera
Belawan disuplai oleh 4 (empat) perusahaan swasta dan 1 (satu) pabrik es milik
Perum Prasarana Perikanan Samudera Cabang Belawan dengan total kapasitas
terpasang berjumlah 406 ton/hari.
Adapun rincian kapasitas produksi dari masing-masing perusahaan adalah
sebagai berikut: PT. GISS 50 ton/hari, PT. Mina Jaya 120 ton/hari, PT. CSA 150
ton/hari, Bin Cuan 36 ton/hari (untuk dipakai sendiri) dan Perum Prasarana
Perikanan Samudera Cabang Belawan 320 ton/hari.
Selain itu, pasokan kebutuhan es diperoleh dari 4 (empat) perusahaan yang
berlokasi di luar kawasan dengan harga jual antara Rp. 15.000,-/balok (@ 50
kg/balok)
Total penyaluran es selama tahun 2008 tercatat sebanyak 79.407 ton dan
bila dibandingkan dengan penyaluran es tahun 2007 sebanyak 62.818 ton terdapat
peningkatan sebesar 16.589 ton ( 26,41 %). Terjadinya peningkatan penyaluran
es ini disebabkan karena produksi ikan yang meningkat, selain itu para pedagang
ikan dan pengusaha perikanan mulai menyadari akan pentingnya es guna
mempertahankan mutu ikan. Perkembangan penyaluran es selama tahun 2008,
dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9 Penyaluran es Tahun 2008
NO
Bulan
Penyaluran Es (Ton)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Jumlah
5.699
5.701
6.229
5.756
6.632
5.610
8.065
8.142
6.818
7.867
6.549
6.339
79.407
42
Tangkahan ikan yang ada di PPS Belawan sebanyak 23 unit dimana
memiliki luas antara 3.702 m2-22.414 m2. Tangkahan ini dibangun terbuka
sehingga banyak serangga yang menghinggapi hasil tangkapan pada saat proses
penyortiran dan pembelian berlangsung. Tangkahan ini bukan milik PPS Belawan
melainkan milik swasta. Tetapi telah disebutkan sebelumnya bahwa pemilik
tangkahan membayar biawa sewa tanah setiapnya tahunnya ke Perum Prasarana
PPS Belawan.
5.3 Jalur Distribusi Hasil Tangkapan
Panjang pendeknya suatu jalur distribusi hasil tangkapan berpengaruh
terhadap biaya pendistribusian, kualitas hasil tangkapan dan harga produk di
pasar. Semakin pendek jalur distribusi yang ditempuh maka semakin rendah biaya
transportasi yang harus dikeluarkan dan kerugian akibat penurunan mutu ikan
sehingga tidak layak konsumsi juga dapat diatasi. Jalur distribusi hasil tangkapan
di PPS Belawan dibagi menjadi dua yaitu ikan segar dan ikan olahan. Sementara
jalur distribusi hasil tangkapan berdasarkan tujuan pemasaran terbagi menjadi dua
yaitu tujuan pemasaran lokal dan regional/ekspor.
Seluruh aktivitas distribusi hasil tangkapan di PPS Belawan jalur distribusi
tidak langsung. Hasil tangkapan yang akan dipasarkan tidak langsung sampai ke
konsumen. Nelayan terlebih dahulu menjual hasil tangkapannya melalui
gudang/tangkahan. Selanjutnya grosir, agen, pedagang akan membeli ikan hasil
tangkapan tersebut kemudian dijual ke pasar ikan, Pasar KUD Gabion dan ada
yang langsung ke konsumen.
Jalur distribusi hasil tangkapan berorientasi regional/ekspor memiliki
perbedaan dengan jalur distribusi hasil tangkapan yang dipasarkan lokal.
Pedagang grosir atau perantara merupakan industri perikanan yang berhubungan
langsung dengan pembeli. Hasil tangkapan yang diekspor tidak melalui pedagang
pengecer tetapi melalui agen dan eksportir lalu dijual ke negara-negara pembeli.
Hasil tangkapan untuk tujuan pemasaran regional dan ekspor disimpan di cold
storage untuk mempertahankan kualitasnya. Jalur distribusi ikan segar dapat
dilihat di Gambar 7 di bawah ini.
43
KAPAL
TPI/
TANGKAHAN
HASIL TANGKAPAN
DARI DARAT
COLD STORAGE
AGEN
GROSIR
PENGUMPUL/
EKSPORTIR
PASAR
IKAN
DAERAH
REGIONAL/EKSPOR
PEDAGANG
PASAR
KUD
GABION
KONSUMEN
Gambar 7 Jalur distribusi hasil tangkapan ikan segar.
Bagan di atas menunjukkan jalur distribusi dan juga proses penanganan
yang harus dilalui oleh hasil tangkapan yang didaratkan di PPS Belawan
berdasarkan ikan segar. Hasil tangkapan yang akan diekspor dan untuk daerah
regional beberapa disimpan terlebih dahulu di cod storage.
Hasil tangkapan ikan segar didatangkan melalui jalur laut dan darat. Jalur
hasil tangkapan ikan segar melalui laut didaratkan di tangkahan. Jalur ikan segar
melalui laut didistribusi dengan lima cara.
Cara pendistribusian yang pertama adalah hasil tangkapan dari laut yang
didaratkan di tangkahan yang akan dipasarkan ke daerah regional dan diekspor
akan dijual ke agen. Lalu agen-agen ini membawa hasil tangkapan ke cold storage
agar mutu hasil tangkapan yang akan diekspor tidak berkurang. dimana hasil
tangkapan tersebut akan dijual ke negara-negara pembeli beberapa dalam bentuk
44
ikan beku. Jika hasil tangkapan sudah dalam bentuk ikan beku dan sudah dikemas
maka hasil tangkapan sudah siap diekspor. Hasil tangkapan yang diekspor dalam
bentuk ikan beku seperti: ikan tuna, udang, cumi dan tongkol.
Cara pendistribusian yang kedua adalah hasil tangkapan dari laut yang
juga akan dipasarkan ke daerah regional dan diekspor tetapi dalam bentuk ikan
segar campur. Hasil tangkapan yang didaratkan di tangkahan yang akan diekspor
akan dijual ke agen. Lalu agen-agen ini akan menjual hasil tangkapan ke eksportir
atau pengumpul. Eksportir akan melalukan penanganan agar mutu hasil tangkapan
bertahan dan mereka melakukan penanganan sesuai negara-negara pembeli yang
diinginkan. Setelah melakukan tahap penanganan, hasil tangkapan siap untuk
diekspor.
Cara pendistribusian yang ketiga adalah hasil tangkapan dari laut yang
didaratkan di tangkahan dijual ke grosir. Biasanya pasar-pasar ikan membeli hasil
tangkapan ke grosir ini. Contoh pasar-pasar yang membeli hasil tangkapan ke
grosir adalah pasar-pasar ikan yaitu: pasar cemara dan pusat pasar. Lalu hasil
tangkapan ini dibeli oleh konsumen.
Cara pendistribusian yang keempat adalah hasil tangkapan dari laut yang
didaratkan di tangkahan akan dijual ke pedagang yang berdagang sekitar PPS
Belawan. Mereka menjual hasil tangkapan ini di Pasar KUD Gabion. Konsumenkonsumen yang berasal dari Medan juga membeli ikan-ikan di pasar ini karena
hasil tangkapan lebih segar dan bermutu dibandingkan di pasar-pasar lain.
Cara pendistribusian yang kelima adalah hasil tangkapan yang berasal dari
darat akan dipasarkan ke agen dan ke grosir. Dimana setelah ikan sampai di
tangan agen dan grosir, jalur distribusi sama seperti jalur distribusi yang pertama,
kedua, dan ketiga.
Jalur distribusi ikan segar yang terdapat di PPS Belawan Sumatera Utara
adalah jenis saluran tingkat satu, saluran tingkat dua, dan saluran tingkat tiga.
Saluran tingkat satu (produsen-pengecer-konsumen) yang mempunyai satu
perantara penjualan. Dalam pasar konsumen, perantara itu sekaligus pengecer.
Saluran tingkat dua (produsen-grosir-pengecer-konsumen) yang mempunyai dua
perantara penjualan. Dalam pasar konsumen, mereka merupakan grosir atau
pedagang besar dan sekaligus pengecer. Saluran tingkat tiga (produsen-grosir-
45
distributor-pengecer-konsumen) yang mempunyai tiga perantara penjualan. Dari
kacamata produsen, masalah pengawasan semakin meningkat sesuai dengan
angka tingkat saluran, walaupun biasanya produsen tersebut hanya berhubungan
dengan saluran yang berdekatan dengannya.
KAPAL
TPI/
TANGKAHAN
PEDAGANG
PABRIK
PENGOLAHAN
SKALA KECIL
TEPUNG
IKAN
IKAN ASIN
PASAR
IKAN
KONSUMEN
Gambar 8 Jalur distribusi hasil tangkapan ikan olahan.
Bagan di atas menunjukkan jalur distribusi dan juga proses penanganan
yang harus dilalui oleh hasil tangkapan yang didaratkan di PPS Belawan
berdasarkan ikan olahan. Hasil tangkapan ikan olahan didatangkan melalui jalur
46
laut. Jalur hasil tangkapan ikan olahan melalui laut didaratkan di tangkahan. Jalur
ikan olahan melalui laut didistribusi dengan dua cara.
Cara pendistribusian yang pertama adalah hasil tangkapan yang didaratkan
di tangkahan dijual ke pedagang untuk diolah menjadi ikan asin. Peongolahan
skala kecil mengolah ikan-ikan tersebut menjadi ikan asin yang sebelumnya
mengalami beberapa tahapan. Lalu ikan asin dijual ke pasar-pasar ikan dan ada
yang langsung dijual ke konsumen.
Cara pendistribusian yang kedua adalah pendistribusian ikan-ikan yang
berkualitas rendah biasanya didistribusikan ke pabrik untuk diolah kembali
menjadi tepung ikan. Sehingga ikan-ikan ini masih bisa dimanfaatkan tanpa harus
dibuang. Lalu tepung ikan ini dapat dipasarkan ke pasar untuk dijual ke
konsumen.
Jalur distribusi ikan olahan yang terdapat di PPS Belawan Sumatera Utara
adalah jenis saluran tingkat dua, dan saluran tingkat tiga. Saluran tingkat dua
(produsen-grosir-pengecer-konsumen) yang mempunyai dua perantara penjualan.
Dalam pasar konsumen, mereka merupakan grosir atau pedagang besar dan
sekaligus pengecer. Saluran tingkat tiga (produsen-grosir-distributor-pengecerkonsumen) yang mempunyai tiga perantara penjualan. Dari kacamata produsen,
masalah pengawasan semakin meningkat sesuai dengan angka tingkat saluran,
walaupun biasanya produsen tersebut hanya berhubungan dengan saluran yang
berdekatan dengannya.
Download