65 A. Pendahuluan Mata pelajaran matematika diberikan untuk

advertisement
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI KONSEP
DASAR PECAHAN MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
Linda Indiyarti Putri
[email protected]
Dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Wahid Hasyim Semarang
ABSTRACT
Experience is the result of the construction of interaction with the environment. Learning
simple fractional concepts can be learned through connecting with everyday experiences.
Simple fractional linkages with SETS (Science, Technology, Environment and Society) can help
build cognitive structures and build creativity in learners. This study aims to obtain product
development of learning tools of mathematics with vision of SETS to improve learners'
learning outcomes, as well as to know the validity, reliability and effectiveness of developed
devices. The research was conducted at MI Al Hadi Girikusuma Mranggen Demak by using
4-D model (define, design, develope and desseminate) from Thiagarajan, Semmel and Semmel.
Research conducted is research and development (R and D). The development of this learning
tool can improve students' learning in the cognitive domain. Percentage mastery reached
87.5% as many as 35 students and learning outcomes increased significantly.
Keywords: learning tool, basic concept of fractional, SETS Experience
keterampilan tersebut seorang peserta didik
A. Pendahuluan
dapat bertahan hidup dalam berbagai
Mata
pelajaran
matematika
diberikan untuk membekali peserta didik
dengan kemampuan berfikir logis, analitis,
sistematis,
kritis
dan
kreatif
tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
kemampuan
memperoleh,
mengelola dan memanfaatkan informasi
untuk bertahan hidup pada keadaan yang
selalu
berubah-ubah,
kompetitif.
14
tidak
pasti
menyelesaikan permasalahan sehari-hari
yang berhubungan matematika.
serta
kemampuan bekerja sama. Kompetensi
memiliki
komunitas masyarakat kaitannya dengan
dan
Diharapkan dengan bekal
14
Mendiknas RI, Permendiknas RI No. 22
Tahun 2006, (Jakarta: CV Mini Jaya Abadi, 2006),
hlm. 3
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Seorang guru tingkat sekolah dasar
yang akan mengajarkan matematika kepada
peserta didiknya, hendaklah mengetahui
dan
memahami
diajarkannya.
bahwa
objek
yang
Russeffendi
matematika
lebih
akan
menyatakan
menekankan
kegiatan dalam dunia rasio (penalaran),
bukan menekankan dari hasil eksperimen
atau hasil observasi matematika terbentuk
karena
pikiran-pikiran
manusia,
yang
65
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
berhubungan dengan idea, proses, dan
bahasa matematika atua notasi matematika
penalaran.15
yang bernilai global (universal). Konsep
Proses berfikir secara deduktif pada
pembelajaran
matematika
akan
mengantarkan peserta didik pada pola pikir
matematika didapat karena proses berpikir,
karena itu logika adalah dasar terbentuknya
matematika.
yang sistematis matematis. Dimana pada
tahap
dasar
inilah
konsep-konsep
Anak yang mencapai suatu prestasi
belajar matematika, sebenarnya merupakan
matematika yang tersusun secara hierarkis,
hasil
terstruktur, logis, dan sistimatis mulai dari
matematika.
konsep yang paling sederhana sampai pada
mungkin sukses dalam belajar matematika
konsep yang paling kompleks. Oleh karena
tanpa adanya minat terhadap matematika.
itu untuk mempelajari matematika, konsep
Minat dapat tiumbul pada seseorang jika
sebelumnya yang menjadi prasyarat, harus
menarik perhatian terhadap suatu objek.
benar-benar dikuasai agar dapat memahami
Perhatian ini akan terjadi dengan sendirinya
topik atau konsep selanjutnya. Dalam
atau mungkin timbul disebabkan adanya
pembelajaran matematika guru seharusnya
pengaruh
menyiapkan kondisi peserta didiknya agar
diberikan kepada peserta didik untuk
mampu menguasai konsep-konsep yang
menumbuhkan minat belajar matematika.
akan dipelajari mulai dari yang sederhana
Salah satunya dengan menggunakan inovasi
sampai yang lebih kompleks.
dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas
Matematika
pengalaman
manusia
terbentuk
dalam
dari
kecerdasan
dan
Jadi
dari
minat
terhadap
seorang anak
luar.16
tidak
Stimulus
bisa
untuk menggali modal kognitif peserta
dunianya
didik tersebut.
secara empiris. Kemudian pengalaman itu
Dalam
suatu
proses
belajar
diproses di dalam dunia rasio, diolah secara
mengajar peran guru di sekolah sangat
analisis dengan penalaran di dalam struktur
dibutuhkan
kognitif sehingga sampai terbentuk konsep-
didiknya untuk mencapai hasil belajar yang
konsep matematika supaya konsep-konsep
optimal.17 Menurut pengamatan penulis,
matematika yang terbentuk itu mudah
saat ini masih banyak peserta didik SD/MI
dipahami oleh orang lain dan dapat
yang mempelajari materi pecahan dengan
dalam
membantu
peserta
dimanipulasi secara tepat, maka digunakan
16
Bahan belajar mandiri matematika, hlm.
16
15
Ruseffendi, E.T, dkk. (1992), Pendidikan
Matematika 3, Jakarta : Depdikbud.hlm. 148
66
17 Darsono, Belajar dan Pembelajaran,
(Semarang : IKIP Semarang Press, 2000), hlm.1
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
cara tekstual dan mencari satu jawaban
ulangan harian nilai ketuntasan belajar
yang
matematika
benar
tehadap
soal-soal
yang
dengan
KKM
55
hanya
diberikan, sehingga ilmu yang dipelajari
berkisar 50% dari seluruh jumlah peserta
tidak
materi
didik kelas III MI Al-Hadi Girikusumo
pecahan merupakan salah satu materi yang
Mranggen Demak Tahun Pelajaran 2016-
akrab sekali dengan kehidupan sehari-hari
2016.
dan jika dalam pembelajarannya dikaitkan
memahami
dengan lingkungan sekitar kita
dapat
seharusnya KKM yang diperoleh oleh
bermanfaat dalam membantu memecahkan
peserta didik adalah 75%-80% dari jumlah
masalah di lingkungan.
seluruh peserta didik.
bertahan
lama.
Padahal
Rata-rata
peserta
konsep
didik
dasar
belum
pecahan,
Guru cenderung lebih menekankan
Menurut E. Mulyasa, keberhasilan
pada terselesaikannya materi pelajaran (text
dapat dilihat dari jumlah peserta didik yang
book oriented), akibatnya peserta didik
mampu
kurang memandang sains sebagai satu
minimal 65% - 75% dari jumlah seluruh
kesatuan
dengan
peserta didik yang ada di kelas tersebut.
lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
Maksudnya yaitu sekurang-kurangnya 65%
Peserta didik tidak menyadari bahwa apa
dari keseluruhan peserta didik yang ada di
yang
dengan
kelas tersebut memperoleh nilai yang telah
kehidupan nyata dan cenderung bekerja
ditetapkan dalam nilai kriteria ketuntasan
secara individual berdasarkan prosedural
minimum.18
yang
mereka
saling
pelajari
terkait
terkait
tanpa penalaran serta pembelajaran menjadi
kurang bermakna.
Belum
mencapai
ketuntasan
belajar
Salah satu faktor penyebab kesulitan
belajar dalam sistem pembelajaran klasikal
tercapainya
kriteria
adalah perbedaan diantara peserta didik.
ketuntasan minimum khususnya pada mata
Perbedaan tersebut antara lain dari aspek
pelajaran matematika bab pecahan yang
tingkat kecerdasan, status sosial ekonomi,
ditetapkan oleh sekolah adalah indikasi
jenis kelamin, rasial dan lain-lain. Carroll,
bahwa peserta didik mengalami kesulitan
dengan model of learningnya menjelaskan
belajar.
bersifat
bahwa jika kepada peserta didik diberi
tradisional menjadikan selama ini nilai
waktu yang cukup (sufficient) dan diberi
ketuntasan belajar masih jauh dari ideal,
perlakuan yang cocok, maka peserta didik
Pembelajaran
yang
karena di lihat dari hasil belajar pada materi
konsep dasar pecahan berdasarkan hasil
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
18
E Mulyasa, Kurikulum Berbasis
Kompetensi, (Bandung: Rosda Karya, 2004), hlm. 99
67
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
akan dapat menguasai bahan ajar sesuai
yang menyenangkan kini telah banyak
dengan tingkat tuntutan sasaran yang
konsep
diharapkan.
diimplementasikan
Dalam dunia pembelajaran, yang
menjadi
persoalan
mendasar
pembelajaran
yang
dalam
dapat
usaha
meningkatkan mutu pengajaran guru demi
adalah
ketercapaian indikator kompetensi. Sebagai
pemberian waktu yang cukup dan metode
upaya mewujudkan harapan tersebut maka
yang cocok untuk setiap individu, dua hal
berbagai pendekatan dalam pembelajaran
inilah yang menjadi permasalahan pokok
telah banyak dikemukakan oleh para pakar
dalam sistem pembelajaran klasikal. Batas
pendidikan.
minimum
didik
pembelajaran yang relevan saat ini adalah
terhadap bahan ajar dipersyaratkan bergerak
SETS (science, environment, technology,
penguasaan
peserta
antara 75% sampai 80%.
19
Salah
satu
pendekatan
Kompetensi
and society). Melalui pendekatan SETS
dasar yang harus dicapai melalui indikator
peserta didik dilatih untuk dapat berfikir
pembelajaran yang kurang bermakna juga
secara global, memecahkan masalah dengan
dapat mempengaruhi proses belajar bagi
menerapkan konsep-konsep dari berbagai
peserta didik dan dapat
ilmu terkait dengan melihat dari berbagai
menghambat
kreativitas peserta didik yang berpotensi.
Menurut pengamatan penulis, guru
di
MI AL-HADI 3
sudut
pandang
lingkungan,
ilmu
tehnologi
pengetahuan,
serta
sosial
Semarang masih
masyarakat. Titik pusat pembelajaran SETS
menggunakan metode konvensional berupa
menghubungkan antara konsep sains yang
ceramah
dipelajari dan di implikasikan terhadap
dan
sedikit
sekali
yang
mengembangkan metode pembelajaran saat
lingkungan, teknologi dan masyarakat.
mengajar, bahkan peserta didik disuruh
Perkembangan ilmu pengatahuan
membaca sendiri tanpa dipandu oleh guru
dan teknologi semakin mendorong upaya-
bidang study karena keterbatasan waktu
upaya pembaharuan dalam pemanfaatan
yang menganggap materi tersebut mudah
hasil-hasil teknologi dalam proses belajar
untuk dipelajari sendiri oleh peserta didik.
mengajar. Para guru dituntut agar mampu
Berbicara mengenai pembelajaran
menggunakan
alat-alat
yang
telah
disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup
19
Karwono,
http://Karwono.wordpress.com/2007/11/15/Efektifit
as-Pemberian-Rangkuman-Dan-Advance-OrganizerDalam-Remidial-Teaching-TerhadapTingkat-Ketuntasan-Belajar-Bidang-Studi-Fisika-Sm
a-di-Kota-Metro 2007.
68
kemungkinan
bahwa
alat-alat
tersebut
sesuai dengan perkembangan dan tuntutan
zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Linda Indiyarti Putri
menggunakan
bersahaja
alat
tetapi
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
yang
murah
merupakan
dan
daya serap dan retendi belajar peserta didik.
keharusan
Berdasarkan
pengamatan
yang
dalam upaya mencapai tujuan pengajaran
dilakukan di
yang diharapkan.
pada waktu kegiatan belajar mengajar, Guru
Disamping mampu menggunakan
MI Al-Hadi 3 Girikusuma
menyampaikan materi
secara klasikal
alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut
dengan metode ceramah, pemberian tugas
untuk dapat mengembangkan alat-alat yang
latihan dan tanya jawab. Hal ini cenderung
tersedia, guru juga dituntut untuk dapat
mebuat peserta didik merasa bosan dan
mengembangkan keterampilan membuat
jenuh yang akhirnya menjadi pasif ketika
media pengajaran yang akan digunakan
menerima pelajaran. Padahal, jika peserta
apabila media tersebut belum tersedia.
didik mempunyai motivasi untuk belajar
Pemakaian media pembelajaran dalam
peserta didik hasil belajar pasti akan lebih
proses
dapat
optimal, baik motivasi yang berasal dari
membangkitkan keinginan dan minat baru
dalam diri peserta didik (intrinsik) maupun
bagi
otivasi
belajar
peserta
mengajar
didik,
juga
membangkitkan
dari
luar
diri
(ekstrinsik).
pengaruh psikologi terhadap peserta didik.
diketahui
Selain dapat meningkatkan motivasi belajar
menumbuhkan motivasi berbeda-beda.
media
juga
pemahaman
dapat
peserta
meningkatkan
didik
terhadap
pembelajaran.
kaitan
didik
motivasi belajar dan bahkan membawa
peserta didik, pemakaian atau pemanfaatan
Dalam
peserta
bahwa
cara
itu
perlu
dan
jenis
Penelitian akan dilakukan berkaitan
dengan
pengembangan
pembelajaran
materi
perangkat
pokok
pecahan
menggunakan konsep dasar kelas III bervisi
Media yang dimanfaatkan memiliki
SETS.
Pentingnya
penelitian
potensi sebagai alat bantu guru dalam
pengembangan dikemukakan oleh De Jong
mengajar. Misalnya grafik, film, slide, foto,
yang
serta pembelajaran dengan menggunakan
pengembangan,
komputer.
untuk
matematika diperlukan untuk meningkatkan
menangkap dan memproses serta enyusun
kolaborasi antara peneliti dan para guru.
kembali
Lebih lanjut De Jong menyarankan suatu
Gunanya
informasi
adalah
visual
dan
verbal.
mengatakan
Sebagai alat bantu dalam mengajar, media
metode
diharapkan dapat memberi pengalaman
“developmental”,
konkret, motivasi belajar, mempertinggi
tahapan-tahapan
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
bahwa
terutama
penelitian
di
yang
dengan
siklus
penelitian
bidang
disebut
melibatkan
yang
diulang
69
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
melalui serangkaian uji coba dan revisi.
kualitas. Tingkah laku yang dimaksud
Melalui penelitian ini diharapkan
meliputi pengetahuan, keterampilan, dan
pengajaran materi konsep dasar pecahan
nilai atau norma yang berfungsi sebagai
sederhana di kelas III dapat mencapai
pengendali sikap dan perilaku peserta
pengembangan indikator kompetensi dasar
didik. Tujuan lain terkait pembelajaran
yang telah ditetapkan dan menjadi lebih
adalah:
bermakna dengan bervisi SETS. Pada
a.
Mendapatkan pengetahuan
akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar
Hal ini ditandai dengan pemilihan
peserta didik.
pengetahuan dan kemampuan berfikir
A. Pengembangan
membutuhkan
Perangkat
adanya
bahan
Pembelajaran Matematika di MI
pengetahuan dan kemampuan berfikir
Proses
dapat memperluas pengetahuan.
pembelajaran
yang
dilaksanakan di lembaga pendidikan formal
mempunyai
tujuan-tujuan
yang
ingin
b.
Artinya
dicapai, tentunya antara satu lembaga
dengan lembaga lain mengalami perbedaan
Tujuan
persoalan
membantu
para
peserta
didik
agar
memperoleh berbagai pengalaman dan
dengan pengalaman itu tingkah laku peserta
didik bertambah, baik kuantitas maupun
70
untuk
masalah atau konsep.
c.
adalah
kreatifitas
menyelesaikan dan merumuskan suatu
menerima
pembelajaran
atau
ruhani yang menyangkut persoalan-
kemampuan berfikir kritis dan kreatif, sikap
pendapat orang lain.
gerak
yang sedang belajar, atau ketrampilan
untuk mencapai nurturant effects seperti
demokratis,
ketrampilan
penampilan anggota tubuh seseorang
effects) yang
sedang tujuan sampingan lainnya adalah
dan
konsep
pada
tindakan
berbentuk pengetahuan dan ketrampilan,
terbuka
konsep/merumuskan
dialami sehingga menitik beratkan
bahwa secara eksplisit tujuan belajar adalah
instruksional (innstructional
penanaman
ketrampilan jasmani yang dapat dilihat
berbagai variasi. Namun perlu diketahui
mencapai
bahwa
memerlukan suatu ketrampilan baik
lain karena tujuan-tujuan belajar mengalami
untuk
Penanaman konsep dan keterampilan
Pembentukan konsep
Guru harus bertindak bijaksana dalam
menumbuhkan sikap mental, prilaku
dan pribadi peserta didik. Ia harus
cakap dalam mengarahkan motivasi
dan berfikir bahwa pribadi guru harus
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
dipakai sebagai uswah.
Dalam
kegiatan
pembelajaran matematika menjadi lebih
belajar
mengajar,
baik dan terarah.
sumber informasi dan sumber ilmu tidak
Kompetensi pedagogik yang wajib
hanya terletak pada guru semata. Paradigma
dimiliki oleh guru dapat menjadi barometer
bahwa
untuk melihat kesiapan mengajar di dalam
guru
merupakan
satu-satunya
sumber informasi bagi peserta didik sudah
kelas.
waktunya dibuang jauh-jauh. Dalam proses
merencanakan
dan
belajar mengajar, termasuk matematika,
pembelajaran,
merencanakan
segala sumber daya harus dimanfaatkan
melaksanakan
seoptimal mungkin, baik sumber daya
Wujud nyata dari kompetensi pedagogik
manusia maupun sumber daya sarana
tersebut adalah kemampuan guru untuk
prasarana. Sumber daya manusia termasuk
mengembangkan perangkat pembelajaran
guru, peserta didik, kepala sekolah, serta
kemudian
warga sekolah yang lain. Sumber daya
dalam proses belajar mengajar di kelas,
sarana dan prasarana termasuk buku,
sehingga pembelajaran akan lebih terarah
lembar kerja, leaflet, sumber berita, serta
dan dapat mencapai tujuan pendidikan
lingkungan. Semua itu merupakan sumber
sesuai
informasi
pembelajaran.
bagi
peserta
didik
dalam
mengikuti proses pembelajaran.
Bahan
ajar
(teaching
Kompetensi
tersebut
meliputi
melaksanakan
penilaian
atau
dan
evaluasi.
mengimplementasikannya
dengan
indikator
di
ketercapaian
Perangkat pembelajaran adalah salah
material)
satu wujud persiapan yang dilakukan oleh
merupakan bagian dari sumber belajar
guru sebelum mereka melakukan proses
dalam perangkat pemebelajaran. Bahan ajar
pembelajaran.
adalah segala bentuk bahan yang digunakan
merupakan sebagian dari suksesnya seorang
untuk membantu guru dalam melaksanakan
guru dalam melaksanakan proses belajar
kegiatan belajar mengajar. Bahan ajar dapat
mengajar di dalam kelas. Kegagalan dalam
berupa bahan tertulis maupun bahan tidak
perencanaaan
tertulis. Bahan ajar tertulis termasuk buku,
merencanakan
lembar kerja (worksheet), maupun lembar-
pentingnya
melakukan
lembar penyerta dari alat peraga atau media
pembelajaran
melalui
pembelajaran yang dipakai dalam kegiatan
perangkat
belajar mengajar. Bahan ajar matematika
melakukan tindakan pembelajaran. Menurut
dapat membantu guru dalam melaksanakan
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Persiapan
sama
saja
kegagalan.
mengajar
dengan
Betapa
persiapan
pengembangan
pembelajaran
sebelum
71
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
Tahun 2005 tentang Standar Nasional
pada lingkungan (E) secara fisik maupun
Pendidikan Pasal 20, “perencanaan proses
mental. Pendekatan Salingtemas secara
pembelajaran meliputi silabus dan rencana
mendasar dapat dinyatakan bahwa melalui
pelaksanaan pembelajaran yang memuat
pendidikan Salingtemas ini diharapkan agar
sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran,
peserta didik dapat mengetahui tiap-tiap
materi ajar, metode pengajaran, sumber
unsur salingtemas dan juga memahami
belajar, dan penilaian hasil belajar.
implikasi antar hubungan elemen-elemen
Penelitian
ini
fokus
pada
unsur-unsurnya. Selain itu, Salingtemas
pembelajaran
akan membimbing peserta didik agar
silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran,
berpikir secara global/ keseluruhan dan
bahan ajar serta lembar kerja peserta didik
bertindak
yang bervisi SETS pada materi pokok
lingkungan, baik lingkungan lokal maupun
konsep dasar pecahan sederhana di tingkat
hubungan
Madrasah Ibtidaiyah.
sesuatu yang berkaitan dengan masyarakat
mengembangan perangkat
B. Pembelajaran
Matematika
Bervisi
lingkungan
masalah
dengan
segala
dan berperan serta dalam pemecahan
masalah internasional sesuai kapasitasnya. 20
SETS
Pembelajaran
merupakan
memecahkan
bervisi
pembelajaran
yang
SETS
Pengertian tersebut hampir sama
lebih
dengan yang dinyatakan dalam Depdiknas
memusatkan permasalahan dari dunia nyata
bahwa
yang
Salingtemas/SETS
memiliki
komponen
Sains
dan
dengan
peserta
dikondisikan
dalamnya
menerapkan
prinsip
proses, selanjutnya peserta didik diajak
menghasilkan
karya
untuk menginvestigasi, menganalisis, dan
dengan pemikiran untuk mengurangi atau
menerapkan konsep dan proses itu pada
mencegah kemungkinan dampak negatif
situasi yang nyata yakni di komponen
yang mungkin timbul dari munculnya
Lingkungan
Urutan
produk teknologi ini terhadap lingkungan
ringkasan SETS membawa pesan bahwa
dan masyarakat.21 Pendekatan SETS harus
dan
konsep-konsep
Masyarakat.
dan
mau
didik
Teknologi dari perspektif peserta didik, di
terdapat
agar
pendekatan
dan
mampu
sains
untuk
teknologi
diikuti
untuk menggunakan sains (S-pertama) ke
bentuk teknologi (T) dalam memenuhi
kebutuhan masyarakat (S-kedua) diperlukan
pemikiran tentang berbagai implikasinya
72
20
Binadja, Pendekatan Bervisi SETS, 2005,
hlm.2 (online) http//www.penulislepas.com.print.
diakses tanggal: 5 Maret 2012
21
Depdiknas,
Kurikulum Berbasis
Kompetensi, (Jakarta: Puskur Balitbang Depdiknas,
2002) hlm.5
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Linda Indiyarti Putri
memberikan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
kepada
didik
praktisi pendidikan banyak mengungkapkan
pengetahuan yang sesuai dengan tingkatan
istilah yang serupa dengan salingtemas
pendidikannya.
yang sebenarnya memiliki inti yang sama,
Isi
peserta
pendidikan
SETS
diberikan sesuai dengan hasil pendidikan
seperti
yang ditargetkan. Hubungan yang tepat
Technology, and Society (SETS); Science,
antara SETS dalam pembahasannya adalah
Technology, and Society (STS) atau dapat
keterkaitan antara topik bahasan dengan
diterjemahkan menjadi Sains, Teknologi,
kehidupan sehari-hari peserta didik. Hal ini
Masyarakat
berarti bahwa bahasan yang berkaitan
Environment,
dengan kehidupan peserta didik harus lebih
Menurut Binadja, urutan singkatan SETS
diutamakan.
memberi
Sasaran pengajaran SETS adalah cara
membuat
peserta
melakukan
didik
agar
penyelidikan
istilah
Science,
(STM);
Environment,
dan
Science,
Technology
(SET).22
gambaran
bahwa
untuk
mengaplikasikan sains kedalam bentuk
dapat
teknologi
dalam
untuk
masyarakat,
harus
memenuhi
dipikirkan
kebutuhan
berbagai
mendapatkan pengetahuan yang berkaitan
implikasi pada lingkungan secara fisik
dengan sains, lingkungan, teknologi dan
maupun
masyarakat yang berkaitan. Dengan kata
berpendekatan
lain, peserta didik dibawa pada suasana
membantu peserta didik memahami sains
yang dekat dengan kehidupan nyata peserta
dan
didik sehingga diharapkan peserta didik
perkembangan sains terhadap lingkungan,
dapat mengembangkan pengetahuan yang
teknologi dan masyarakat secara timbal
telah
dapat
balik.23 Pembelajaran berpendekatan SETS
yang
harus mampu membuat peserta didik yang
sekitar
mempelajarinya mengerti hubungan tiap-
mereka
menyelesaikan
diperkirakan
miliki
untuk
masalah-masalah
akan
timbul
di
kehidupannya.
Memahami
mental.
SETS
perkembangannya
Pembelajaran
ditujukan
serta
untuk
pengaruh
tiap elemen dalam SETS. Hubungan yang
pendekatan
SETS
tidak terpisahkan antara sains, lingkungan,
diperlukan pemahaman terhadap unsurunsur yang terdapat dalam pembelajaran
yang saling terintegrasi yaitu antara Sains
sebagai
konsep
materi,
Teknologi
Masyarakat, dan Pendidikan Lingkungan.
Menurut Poedjiadi (2005 : 115 ), para
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
22
Poedjiadi, Mewujudkan Literasi Sains
dan Teknologi Melalui Pendidikan. Disampaikan
pada Seminar FPMIPA IKIP Bandung 2005, hlm.
115
23
Binadja, Hakekat dan Tujuan Pada SETS
(Science, Environment, Technology, and Society) dan
Konteks Kehidupan Pendidikan yang Ada. Makalah
Seminar Lokakarya Pendidikan SETS, Kerjasama
antara SEAMEO dan Unnes Semarang, 1999, hlm. 3
73
Linda Indiyarti Putri
teknologi,
dan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
masyarakat
merupakan
hubungan timbal balik yang dapat dikaji
manfaat-manfaat
maupun
kerugian-
kerugian yang ditimbulkan.
metode penelitian yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu dan menguji
memberikan pengetahuan tentang konsep-
keefektifan produk tersebut.24 Produk yang
konsep dan struktur abstrak serta mencari
dikembangkan dan diuji dalam penelitian
hubungan
dan
ini adalah perangkat pembelajaran konsep
struktur matematika. Belajar matematika
dasar pecahan berpendekatan SETS materi
harus melalui proses yang bertahan dari
kelas III SD/MI semester 2. Perangkat
konsep yang sederhana ke konsep yang
pembelajaran yang dikembangkan meliputi
lebih kompleks. Setiap konsep matematika
Silabus,
dapat dipahami dengan baik jika pertama-
Pembelajaran (RPP),
tama disajikan dalam bentuk konkrit. Oleh
konsep dasar pecahan.
antara
itu, dalam
pelajaran
& D (Research and Development). Metode
yang
karena
mata
Penelitian ini merupakan penelitian R
penelitian dan pengembangan adalah suatu
Matematika bagian dari materi Sains
merupakan
C. Metodologi Penelitian
konsep-konsep
menyajikan materi
Rencana
Langkah-langkah
Pelaksanaan
dan bahan ajar
yang
matematika kepada peserta didik tingkat
dalam
dasar harus diawali dengan hal-hal yang
pengembangan
kongkrit untuk mengantarkan bangunan
konsep dasar pecahan berpendekatan SETS
kognitifnya.
materi sistem koloid menggunakan sepuluh
Kesesuaian pembelajaran matematika
meteri
konsep dasar pecahan dengan
pembuatan
ditempuh
perangkat
produk
dan
pembelajaran
langkah dalam research and development
yang dimodifikasi oleh Borg and Gall
menggunakan pembelajaran bervisi SETS
(1983) sebagai berikut:
diharapkan dapat memberikan warna baru
a. Melakukan
pengumpulan
informasi
dalam mengantarkan materi tersebut kepada
meliputi kajian pustaka, identifikasi
peserta didik, sehingga peserta didik akan
kebutuhan pembelajaran, deskripsi dan
mampu memahami tidak hanya pada
analisis temuan.
komponen sains saja akan tetapi lebih luas
b. Melakukan
perencanaan
berupa
lagi berupa implikasi yang ditimbulkan
pengambangan silabus, RPP, dan bahan
pada komponen masyarakat, lingkungan,
ajar.
dan teknologi melalui diskusi terbimbing
oleh guru.
74
24
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, dan R & D, (Bandung:Alfabeta, 2008) hlm.
28
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
c. Mengembangkan produk awal, yaitu
perbaikan perangkat pembelajaran.
d. Review oleh pakar
e. Perbaiakan (revisi 1)
f. Melakukan uji coba kelompok kecil di
kelas III dengan jumlah peserta didik 10
orang.
g. Melakukan
revisi
terhadap
produk
utama berdasar uji coba kelas kecil
h. Melakukan uji coba kelas besar di kelas
III dengan jumlah 30 orang oleh peneliti
dengan 2 orang guru sebagai pengamat.
i. Melakukan revisi terhadap produk akhir
berdasar uji kelas besar
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
75
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
Analisis awal
Pengumpulan data (kurikulum, karakteristik peserta didik, kondisi
sekolah sekolah)
Analisis tugas sesuai
indikator KD
D
e
f
i
n
e
Analisis konsep
pecahan
Merumuskan tujuan pembelajaran
materi pecahan
Merancang Penelitian Pengembangan Perangkat Pembelajaran
berpendekatan SETS materi pecahan
(Silabus, RPP, bahan ajar, power point, instrumen penilaian)
D
e
s
i
g
n
Draf I:
Desain awal pengembangan perangkat bembelajaran
berpendekatan SETS materi pecahan
Validasi ahli
Revisi I
Draf II:
Uji coba terbatas pada kelas kecil
D
e
v
e
l
o
p
Analisis hasil uji coba
Revisi II
Draf III:
Implementasi perangkat
pembelajaran berpendekatan SETS
pada kelas besar
Gambar 4.1. Bagan desain penelitian
76
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
Penelitian ini menggunakan analisis data
pemberian kegiatan yang dapat merangsang
deskriptif dengan teknik pengumpulan data
potensi kreativitas peserta didik. Hal ini
berupa metode observasi untuk mengamati
terlihat dari minimnya aktivitas peserta
proses pembelajaran di kelas, metode tes
didik
berupa evaluasi untuk mengukur tingkat
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.
penguasaan konsep bagi peserta didik pada
Menurut beberapa guru, jika dilihat dari
pokok bahasan pecahan, dan teknik cheklist
input peserta didik banyak yang memiliki
untuk menguji valid tidaknya perangkat
kemampuan awal yang rata-rata.
pembelajaran
seperti
lembar
dan
cenderung
lalai
dalam
validasi
Wawancara juga dilakukan kepada
Silabus dan RPP, lembar validasi bahan
beberapa peserta didik. Menurut mereka,
ajar. Lembar ini divalidasi oleh pakar/ahli.
pelajaran-pelajaran Matematika termasuk
Dalam penelitian ini pengembangan bahan
pelajaran yang sulit dan menakutkan,
ajar dikatakan berhasil jika memenuhi
sehingga mereka kurang menyukainya.
target 75% tuntas KKM dengan nilai ≥ 65
Peserta
hasil belajar peserta didik.
konsentrasi dan memaknai dalam menerima
didik
cenderung
kurang
bisa
materi yang tengah dipelajari, sehingga
mereka merasa apa yang dipelajari sangat
D. Hasil Penelitian
Analisis kondisi diawali dengan
sulit untuk masuk ke dalam memori. Latar
analisis secara teoritis kebutuhan peserta
belakang keluarga yang hampir 70% adalah
didik, yaitu dengan menganalisis adakah
petani dan pekerja juga mempengaruhi pola
ketidakcocokan kondisi saat ini dengan
asuh peserta didik. Para orang tua yang
kebutuhan peserta didik, dan menentukan
sudah lelah bekerja tidak sedikit yang
tujuan
membiarkan
pembelajaran.
Langkah
yang
atau
tidak
mendampingi
dilakukan adalah melakukan observasi dan
anaknya untuk belajar di rumah. Selain itu,
wawancara kepada beberapa guru untuk
orang
mengetahui gambaran umum pembelajaran
memahami materi pelajaran matematika
matematika di MI Al Hadi Girikusuma
putra putrinya.
Mranggen Demak.
Menurut beberapa guru, selama ini
tua
minim
kemampuan
dalam
Sebelum dilakukannya penelitian ini
pencapaian kriteria ketuntasan minimum
nilai mata pelajaran matematika cukup
(KKM)
memprihatinkan, semangat belajar peserta
pembelajaran hanya 20% - 40 % (6-12
didik juga rendah dan belum adanya
orang) dari jumlah peserta didik dalam
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
pada
tiap
materi
pokok
77
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
kelas. Banyaknya peserta didik dalam satu
mengemukakan pendapat, serta kreativitas
kelas berkisar 30 orang. Padahal besarnya
untuk mengkaitkan dan memanfaatkan
KKM matematika yang ditetapkan oleh MI
benda-benda di sekitarnya dengan ilmu
Al Hadi Girikusuma hanyalah 55. Kondisi
matematika yang diperoleh.
ini jauh di bawah kriteria pencapaian KKM
Hasil belajar peserta didik sebagai
ideal yaitu 75% yang setara dengan 23
aspek kognitif mengalami perubahan akibat
orang tuntas di tiap kelas. Pada penelitian
pelaksanaan
ini, peneliti mengambil standar pencapaian
Pembelajaran yang dilaksanakan mampu
KKM sebesar 65 dengan 75% peserta didik
merubah struktur kognitif peserta didik
mencapai KKM.
sehingga lebih memahami materi dan
Dalam
analisis
bermakna.
ini,
menguasainya. Hal tersebut dapat diketahui
ditemukan adanya ketidakcocokan antara
dari pencapaian nilai pre-test dan post-test
apa yang dibutuhkan peserta didik dengan
yang dilakukan. Pre-test yang dilakukan
kondisi
sebelum kegiatan pembelajaran dan post-
pembelajaran
kondisi
pembelajaran
yang
sedang
berlangsung. Selama ini, pembelajaran
test
terlalu menekankan pada aspek kognitif
pembelajaran keempat berakhir. Perlakuan
saja, padahal peserta didik membutuhkan
uji kognitif ini dilakukan pada kelas kecil
pendidikan yang tidak hanya terfokus pada
dan kelas besar.
materi saja. Peserta didik membutuhkan
pembelajaran
kimia
setelah
kegiatan
rata-rata nilai kognitif peserta didik
mendukung
pada kedua kelas mengalami peningkatan di
potensi tiap individu, sehingga mampu
tiap variabelnya. Rata-rata kelas kecil
menghilangkan kesan menyeramkan pada
maupun kelas besar pada pre-test masih
mata
sekaligus
berada di bawah KKM yang ditetapkan
memberikan
dalam penelitian ini, yaitu sebesar 65. Pada
tambahan pengetahuan terkait lingkungan,
kelas kecil hanya peserta didik yang tuntas
tehnologi, dan masyarakat serta skill yang
4 orang dari 10 orang (40%), sedangkan
dibutuhkan ketika mereka lulus sekolah
pada kelas besar ketuntasan hanya 20% (8
sebagai bekal untuk menghadapi tantangan
dari 40 orang), hal ini berarti prosentase
dan persaingan di dunia kerja. Ketrampilan-
ketuntasan
ketrampilan yang bisa diajarkan adalah
keberhasilan yang diharapkan yaitu 75%
ketrampilan
tuntas secara klasikal.
pelajaran
pembelajaran
sains
yang
dilakukan
kimia,
yang
bekerjasama
dalam
tim,
masih
jauh
dari
indikator
presentasi, diskusi, belajar secara mandiri,
78
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
Setelah mendapatkan pembelajaran,
rata-rata
nilai
post-test
kedua
kelas
87,5% (35 dari 40 orang). Peningkatan hasil
belajar
mengalami
peningkatan
secara
kemudian diukur dengan uji peningkatan
signifikan (lampiran 24). Uji proporsi
hasil belajar menggunakan uji t (Paired
ketuntasan belajar klasikal juga menyatakan
Sample T Test). Pada perhitungan kelas
bahwa hasil belajar kelas besar telah
kecil diperoleh thitung sebesar 7,31 > ttabel
mencapai ≥ 75% ketuntasan klasikal dan
sebesar 1,83 sehingga t berada pada daerah
telah mencapai sebanyak KKM 35 orang
penolakan Ho, maka dapat disimpulkan
Selanjutnya
uji
N-gain
scor,
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
digunakan untuk menganalisis data skor
nilai post-tes yang lebih baik dari nilai pre-
pre-tes dan post-tes tiap peserta didik.
test.
Perhitungan
Prosentase
ketuntasan
belajar
N-gain
pada
kelas
kecil
kelompok kecil mencapai 100%, hal ini
menunjukkan rata-rata seluruh peserta didik
dibuktikan
nilai
dengan
menggunakan
g sebesar 0,70
sehingga
perhitungan uji t. Hasil perhitungan dengan
disimpulkan
taraf kesalahan 0,05 diperoleh thitung 9,74 >
termasuk kriteria tinggi, sedangkan pada
ttabel 1,83, sehingga t berada di daerah
kelas besar peningkatan termasuk kriteria
penerimaan Ho maka dapat disimpulkan
sedang karena rata-rata nilai g sebesar 0,59.
bahwa hasil belajar kelas kecil mencapai
KKM.
Selain
itu
hasil,
peningkatan
Pengembangan
hasil
dapat
belajar
perangkat
pengujian
dilaksanakan pada kelas kecil sedangkan
ketuntasan klasikal kemampuan kognitif
pengujiannya pada kelas besar. Indikator
peserta didik digunakan rumus uji proporsi:
keberhasilan ketuntasan belajar berhasil
uji satu pihak. Dengan kriteria ketuntasan
dicapai pada kelas besar dan kelas kecil,
secara klasikal adalah 75 % peserta didik
yakni proporsi ketuntasan belajar ≥ 75%
tuntas belajar, berarti 0 = 75 %. Hasil
mencapai ketuntasan belajar secara klasikal
perhitungan diperoleh nilai Zhitung sebesar
dari KKM yang ditetapkan dalam penelitian
1,58 > Ztabel sebesar 1,6, sehingga Z berada
ini sebesar ≥ 65. Penerapan perangkat
di daerah penerimaan Ho, maka dapat
pembelajaran bermakna bervisi SETS pada
disimpulkan bahwa proporsi ketuntasan
materi pecahan sederhana akan tercipta
belajar kelas kecil mencapai ketuntasan
suatu pembelajaran bermakna yang dapat
klasikal.
meningkatka hasil belajar peserta didik.
Demikian pula hasil post-test pada
kelas besar prosentase ketuntasan mencapai
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Pada
pembelajaran
matematiaka
materi pokok pecahan sederhana, peserta
79
Linda Indiyarti Putri
didik menyatakan
membosankan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
menarik
Dengan
dan
tidak
yang
digunakan
dalam
penetapan
efektifitas
bervisi SETS ini peserta didik lebih
penyelesaian
materi
tertantang
suatu
banyaknya peserta didik yang mencapai
dalam
KKM sebesar ≥ 65 sebanyak 35 orang
untuk
permasalahn
pembelajaran
3. Indikator
mnyelaesaikan
yang
dihadapi
kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan
adalah
pembelajaran,
dari 40 orang peserta didik.
bahwa, untuk memahami kebutuhan peserta
didik dalam memberikan pengetahuan baru
bagi mereka adalah penting. Mengingat
manfaat jangka panjang yakni sebagai
modal untuk menjalani tantangan kerja.
E. Simpulan
Berdasarkan
data
penelitian
“Pengembangan
Pembelajaran
Konsep
Dasar
Perangkat
Matematika
Pecahan
Materi
Madrasah
Ibtidaiyah Bervisi SETS di MI Al Hadi
Girikusuma” dapat disimpulkan:
1. Produk penelitian ini berupa perangkat
pembelajaran
matematika
materi
pecahan sederhana berupa silabus, RPP,
dan
bahan
ajar
yang
telah
dikembangkan dan bervisi SETS.
2. Perangkat pembelajaran bervisi SETS
pada materi pecahan sederhana yang
dikembangkan dikategorikan sebagai
bentuk perangkat pembelajaran yang
valid dan efektif digunakan dalam
pembelajaran.
80
SOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
Linda Indiyarti Putri
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATEMATIKA MATERI KONSEP DASAR PECAHAN
MADRASAH IBTIDAIYAH BERVISI SETS
DI MI AL HADI GIRIKUSUMA
Fisika-Sma-di-Kota-Metro, 2007
DAFTAR PUSTAKA
Binadja, Hakekat dan Tujuan Pada SETS
Mendiknas RI, Permendiknas RI No. 22
(Science, Environment, Technology,
Tahun 2006, Jakarta: CV Mini Jaya
and
Abadi, 2006
Society)
dan
Konteks
Kehidupan Pendidikan yang Ada.
Makalah
Seminar
Lokakarya
Pendidikan SETS, Kerjasama antara
SEAMEO dan Unnes Semarang,
______, Pendekatan Bervisi SETS, 2005,
hlm.2
(online)
http//www.penulislepas.com.print.
diakses tanggal: 5 Maret 2012
Belajar
Teknologi
Melalui
Pendidikan,
disampaikan pada Seminar FPMIPA
IKIP Bandung 2005
1999
Darsono,
Poedjiadi, Mewujudkan Literasi Sains dan
dan
Ruseffendi,
E.T,
dkk.,
Pendidikan
Matematika 3, Jakarta : Depdikbud,
1992,
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,
Pembelajaran,
Semarang : IKIP Semarang Press,
Kualitatif,
dan
R
&
D,
Bandung:Alfabeta, 2008
2000
Depdiknas,
Kompetensi,
Kurikulum
Berbasis
Jakarta:
Puskur
Balitbang Depdiknas, 2002
E
Mulyasa,
Kompetensi,
Kurikulum
Berbasis
Bandung:
Rosda
Karya, 2004
Karwono,
Http://Karwono.wordpress.com/200
7/11/15/Efektifitas-PemberianRangkuman-Dan-AdvanceOrganizer-Dalam-RemidialTeaching-Terhadap-TingkatKetuntasan-Belajar-Bidang-StudiSOSIO DIALEKTIKA- Jurnal Ilmu Sosial-Humaniora
Vol.2, No.1, Januari – Juni 2017
81
Download