BAB I PENDAHULUAN

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG PERANCANGAN
Cibulan adalah objek wisata pemandian air dingin yang terdapat di Desa
Manis Kidul Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. Objek wisata Cibulan
diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan saat itu, yaitu R.A.A
Mohamad Achmad.
Objek wisata Cibulan terdapat dua kolam besar yang berbentuk persegi
panjang. Kolam pertama berukuran 35x15 meter persegi dengan kedalaman sekitar
2 meter. Sedangkan, kolam kedua berukuran 45x15 meter persegi yang dibagi
menjadi dua bagian. Bagian pertama berkedalaman 60 sentimeter dan bagian
kedua berkedalaman 120 sentimeter. Kedua kolam ini selalu dikuras sekali dalam
dua minggu, atau bisa lebih. Hal itu bergantung kebersihan air. Setiap kolamnya
dihuni oleh puluhan ikan yang berwarna abu-abu kehitaman dan disebut
sebagai kancra bodas atau ikan dewa (cyprinus carpico). Ukurannya berbagai
macam mulai dari yang panjangnya 20-an sentimeter hingga 1 meter. Ikan Dewa
adalah sejenis ikan yang dikeramatkan oleh penduduk di sekitar wilayah Desa
Manis Kidul karena dipercaya mempunyai keistimewaan tertentu. Meski semua
kolam itu dihuni puluhan ikan kancra bodas atau ikan dewa, kolam-kolam di Cibulan
dibuka sebagai kolam pemandian umum. Tempat rekreasi ini dilengkapi pula
dengan fasilitas khas tempat pemandian, seperti tempat ganti pakaian, 6 buah
kamar kecil dan 2 buah kamar mandi untuk tempat bilas seusai berenang.
Air di Cibulan selalu bersih, bening, sejuk, dan melimpah, meskipun pada
musim kemarau panjang. Itulah sebabnya, selain sebagai tempat rekreasi, Cibulan
juga dijadikan sebagai sumber air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Kuningan dan dimanfaatkan Pertamina untuk memasok kebutuhan air bersih di dua
kompleks miliknya, yaitu Padang Golf Ciperna di Kota Cirebon, dan Kantor Daerah
Operasi Hulu Jawa Bagian Barat (DOH JBB) di Klayan, Kabupaten Cirebon.
Selain kolam dengan ikan dewanya yang jinak, di sudut barat pemandian
ini juga terdapat tujuh sumber mata air yang dikeramatkan yang bernama Tujuh
Sumur. Tujuh mata air ini berbentuk kolam-kolam kecil yang masing-masing
1
mempunyai nama tersendiri, yaitu: Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur
Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, dan Sumur
Keselamatan. Di antara ketujuh sumur itu, konon ada salah satu sumur yang
berisikan Kepiting Emas, yaitu Sumur Cirancana. Apabila ada orang yang sedang
mujur dan dapat melihat wujud dari Kepiting Emas itu, maka segala keinginannya
akan terkabul.
Tujuh mata air itu terletak mengelilingi sebuah petilasan yang konon
merupakan petilasan Prabu Siliwangi ketika ia beristirahat sekembalinya
dari Perang Bubat. Petilasan itu berupa susunan batu seperti menhir dan dua
patung harimau loreng (lambang kebesaran Raja Agung Pajajaran). Tujuh sumur
dan petilasan Prabu Siliwangi ini sering dikunjungi orang untuk berziarah, terutama
pada malam Jumat Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah.
Mereka percaya bahwa air di tempat itu akan membawa berkah dan dapat
mengabulkan permohonan mereka.
Kolam pemandian Cibulan juga menjadi sumber pendapatan bagi
penduduk Desa Maniskidul dengan menjadi pedagang asongan atau membuka
warung makan di sekitar tempat itu. Saat ini terdaftar 20 warung permanen di luar
kompleks kolam dan 14 pedagang asongan resmi yang diizinkan berjualan di dalam
kompleks kolam. Mereka kebanyakan menjual minuman ringan dan makanan kecil
serta makanan ikan berupa kacang atom dan ikan wader.
Sebagai tempat yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan maka Cibulan
harus mampu memenuhi kebutuhan dari para wisatawan/ pengunjung lainnya
khususnya dari sisi informasi. Akan tetapi sangat disayangkan, sarana informasi
yang sangat dibutuhkan oleh para wisatawan/pengunjung lainnya di Objek Wisata
Cibulan tidak memadai keberadaan-nya. Rambu-rambu petunjuk arah belum
dirancang dengan baik dan terkesan seadanya, bahkan penempatannya saling bertumpang tindih dengan informasi lain ataupun kabel-kabel listrik dan terlepon.
Dengan kondisi seperti itulah maka dibutuhkan sebuah system informasi
yang baik, yakni dengan membuat suatu perancangan grafis lingkungan yang tepat
dan terpadu yang mampu merepresentasikan Objek Wisata Cibulan secara
keseluruhan dengan pemilihan tempat penempatan yang tepat sehingga mampu
memberikan informasi, memudahkan serta menciptakan kenyamanan bagi
wisatawan ataupun pengunjung lainnya.
2
Sign system merupakan bentuk grafis yang ada di tempat tersebut yang
mencakup signage, wayfinding system, information design serta pictogram.
Kesemua itu berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat /
wisatawan / pengunjung lainnya sehingga mereka mendapatkan kemudahan dalam
menemukan suatu lokasi tujuan.
3
Download