desain pembelajaran - Badan PPSDM Kesehatan

advertisement
610.7
Ind
p
Petunjuk Teknis
DESAIN PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU (RPL)
KEMENTERIAN KESEHATAN
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
PUSAT PENDIDIKAN SDM KESEHATAN
TAHUN 2017
PETUNJUK TEKNIS DESAIN PEMBELAJARAN PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU (RPL)
PADA PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN, KEBIDANAN,
FARMASI, GIZI, KESEHATAN LINGKUNGAN, KEPERAWATAN GIGI,
TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK, DAN PEREKAM MEDIS DAN
INFORMASI KESEHATAN
Hak cipta ©2017 oleh Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Hak cipta dan hak penerbitan yang dilindungi Undang-undang ada pada Pusat
Pendidikan SDM Kesehatan, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM
Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. Dilarang menggandakan sebagian atau
seluruh isi buku dengan cara apa pun tanpa izin tertulis dari Penerbit.
Cetakan I, Juli 2017
ISBN 978-602-416-225-2
Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
www.bppsdmk.depkes.go.id
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
ii
PETUNJUK TEKNIS DESAIN PEMBELAJARAN PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU (RPL)
Pengarah
Penanggung Jawab
Nara Sumber
Kontributor
Keperawatan
Kebidanan
Farmasi
Gizi
Kesehatan Lingkungan
Keperawatan Gigi
Teknologi Laboratorium
Medik
Perekam Medis dan
Informasi Kesehatan
Pusat Pendidikan SDM
Kesehatan
Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Dr. Ir. Ahmad Rifandi, M.Sc, CERV IV (Kemristekdikti)
Yetty Resnayati, SKp, M.Kes (Poltekkes Jakarta III)
Tarwoto, S.Kp, M.Kep (Poltekkes Jakarta I)
Dra. Wartonah, S.Kep, MM (Poltekkes Jakarta III)
Dra. Pujiati, SKp, M.Kes (Poltekkes Jakarta III)
Ns. Kasiati, M.Kep (Poltekkes Malang)
Heni Puji W., S.SiT, M.Keb (Poltekkes Yogyakarta)
Siti Rahmadani N., S.SiT, M.Kes (Poltekkes Jakarta I)
Nurhayati, SSiT, M. Kes (Poltekkes Jakarta I)
Karningsih, S.Kep, M.Kep (Poltekkes Jakarta I)
K. Kasiati, M.Kes (Poltekkes Jakarta I)
Junaedi, M.Farm, Apt (Poltekkes Jakarta II)
Dra. Harpolia Cartika, M.Farm, Apt (Poltekkes Jakarta II)
Wardiyah, M.Si, Apt (Poltekkes Jakarta II)
Dra. Yusmaniar, M. Biomed, Apt (APDFI)
M. Fathan NU, S.Si.Apt (APDFI)
Maryani, MKM.Apt (PAFI)
Mochamad Rachmat, SKM, M.Kes (Poltekkes Jakarta II /AIPVOGI)
Moesijanti,YES, MCN, Ph. D (Poltekkes Jakarta II)
Sugeng Wiyono, SKM, M.Kes (Poltekkes Jakarta II)
Nuraini Susilo Rochani, SKM, M.Sc (Poltekkes Jakarta II)
Meylina Djafar, MCN, MBA (PERSAGI)
Kuat Prabowo, SKM, M.Kes (Polt. Jakarta II/APTKLI)
Wakhyono Budianto, SKM, M.Si (Jakarta II)
Drs. Mukhlis Adenan, M.Sc (Jakarta II/HAKLI)
Pujiyono, SKM, M.Kes (Poltekkes Bandung)
Suparmin, SKM, M.Kes (Poltekkes Semarang)
drg. Nita Noviani, MKM (Poltekkes Jakarta I)
Rini Widyastuti, S.SiT, M.Kes (Poltekkes Jakarta I)
drg. Hj. Hetty Anggrawati K., M.Kes.AIFO (Poltekkes Bandung)
Deru Marah Laut, S.SiT, M.Kes (Poltekkes Bandung)
Endang Purwaniningsih, SH, S.SiT,M.Pd (Polt. Surabaya)
Bagya Mujiyanto, S.Pd, M.Kes (Jakarta III)
Dewi Indriati, S. Si, (Poltekkes Jakarta III)
Mardiana,ST,Biomed (Poltekkes Jakarta III)
Drs. Adang Durachim, M.Kes (Poltekkes Bandung)
Irmawati, S.KP,Ners, M.Kes (Poltekkes Semarang)
Dr. Hosizah, SKM, MKM (Univ. Esa Unggul /APTIRMIKI)
Lily Widjaja, SKM, MM (Univ. Esa Unggul /APTIRMIKI)
Yuyun Widyaningsih, SKp, MKM
Sidin Hariyanto, SKM, MPd
Zaeni Dahlan, S. Si, MPH
Asep Fithri Hilman, S. Si, M. Pd
Lita Dwi Astari, SST, MKM
Hendro Saputro, S. Si, Apt
Iratnah, S. Kp, M. Kep
Elis Mulyati, SST, MKM
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
iii
DAFTAR ISI
KEPUTUSAN KEPALA BADAN PPSDM KESEHATAN .............................
iv
KATA PENGANTAR ....................................................................................
vi
DAFTAR ISI .................................................................................................
vii
BAB I
BAB II
PENDAHULUAN ..........................................................................
1
A. Latar Belakang .......................................................................
1
B. Dasar Hukum .........................................................................
3
C. Tujuan ....................................................................................
4
D. Daftar Istilah ...........................................................................
5
KONSEP DESAIN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU ..................................
8
A. Tahapan Desain Pembelajaran .............................................
8
B. Implementasi Desain Pembelajaran ......................................
9
C. Bahan Ajar ............................................................................
12
D. Strategi Pembelajaran ...........................................................
14
E. Penilaian Hasil Belajar ..........................................................
18
PENUTUP ....................................................................................
20
LAMPIRAN ..................................................................................................
21
BAB III
DESAIN PEMBELAJARAN PADA PROGRAM AFIRMASI DENGAN
PENDEKATAN RPL PADA PROGRAM STUDI DIPLOMA III :

KEPERAWATAN .............................................................................
22

KEBIDANAN ....................................................................................
53

FARMASI .........................................................................................
97

GIZI ..................................................................................................
127

KESEHATAN LINGKUNGAN ..........................................................
164

KEPERAWATAN GIGI .....................................................................
186

TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK ..........................................
227

PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN .......................
252
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28H
mengamanatkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,
bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat
serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Selanjutnya negara
bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan
fasilitas pelayanan umum yang layak. Dalam rangka mewujudkan amanat
tersebut, Undang Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
mengatur bahwa pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan
oleh semua komponen bangsa yang sesuai dengan bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Salah satu komponen penting dalam pembangunan kesehatan
adalah ketersediaan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten untuk
melaksanakan berbagai program pembangunan kesehatan. Di dalam
Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan
Nasional dinyatakan bahwa tenaga kesehatan merupakan unsur utama yang
mendukung subsistem kesehatan lainnya. Dalam memberikan pelayanan
kesehatan, tenaga kesehatan wajib memiliki kemampuan yang dapat
menjawab
tuntutan
dan
kebutuhan
masyarakat
yang
mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam rangka menyediakan tenaga kesehatan yang kompeten
tersebut, Pemerintah melalui Undang Undang Nomor 36 Tahun 2014
Tentang Tenaga Kesehatan Pasal 9 menetapkan bahwa tenaga kesehatan
wajib memiliki kualifikasi pendidikan minimal Diploma Tiga, bagi mereka
yang tidak memiliki kualifikasi pendidikan Diploma Tiga dikategorikan
sebagai Asisten Tenaga Kesehatan.
Sementara itu, data yang diperoleh
dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), saat ini masih banyak tenaga
kesehatan dengan kualifikasi pendidikan pada jenjang pendidikan menengah
(JPM) dan jenjang pendidikan Diploma I (JPT dan D-I) yang bekerja di
fasilitas pelayanan kesehatan khususnya di daerah terpencil, tertinggal serta
perbatasan dan kepulauan (DTPK).
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
1
Tenaga kesehatan tersebut belum memperoleh kesempatan untuk
meningkatkan kualifikasinya melalui pendidikan formal sesuai profesinya
karena berbagai kendala padahal mereka telah memiliki pengalaman bekerja
cukup lama, memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan, kursus,
dan pendidikan non-formal lainnya. Untuk itu, sesuai dengan Peraturan
Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia (KKNI) kompetensi tenaga kesehatan yang telah diperoleh melalui
pengalaman lampau tersebut dapat diakui pada jenjang kualifikasi
pendidikan formal yang sesuai, pengakuan tersebut dikenal dengan istilah
program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Dalam
rangka
memberikan
kesempatan
kepada
para
tenaga
kesehatan yang belum memiliki kualifikasi pendidikan Diploma Tiga,
Kementerian Kesehatan melalui Pusat Pendidikan SDM Kesehatan Badan
PPSDM
Kesehatan
akan
menyelenggarakan
Program
Percepatan
Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan yang ketentuan
penyelenggaraannya ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 41 tahun 2016.
Program Percepatan Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Tenaga
Kesehatan yang menerapkan RPL tersebut memberikan kesempatan belajar
dalam program pendidikan formal sesuai dengan kompetensi yang dimiliki
sebelumnya. Program RPL khusus tenaga kesehatan JPM dan Diploma I ke
jenjang penyetaraan kualifikasi ke DIII ini berlaku sampai dengan tahun
2020. Penyelenggaraan RPL selain tersebut diatas tetap mengacu kepada
pedoman umum penyelenggaraan RPL yang ditetapkan oleh Direktur
Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti.
Sesuai dengan Pedoman RPL tersebut, pelaksanaan RPL didahului
oleh evaluasi formal terhadap pengetahuan dan keterampilan yang telah
diperoleh calon peserta didik yang dibandingkan dengan learning outcomes
atau capaian pembelajaran dari program studi yang dituju. Jika hasil evaluasi
menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan
memenuhi tujuan pembelajaran beberapa mata kuliah, maka dapat
melanjutkan pendidikannya melalui jalur formal tanpa perlu mengikuti semua
mata kuliah dalam kurikulum.
Selanjutnya, berdasarkan kajian data tenaga kesehatan yang belum
memiliki kualifikasi Diploma Tiga, Program Percepatan Peningkatan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
2
Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan melalui implementasi program
RPL tersebut akan ditujukan bagi tenaga kesehatan yang meliputi Perawat
lulusan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), Bidan lulusan D I Kebidanan,
Ahli Gizi lulusan Sekolah Pembantu Ahli Gizi (SPAG), Sanitarian lulusan
Sekolah Pembantu Penilik Hygiene (SPPH), Perawat Gigi/ Terapis Gigi dan
Mulut lulusan Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG), Analis Kesehatan/
Teknisi Laboratorium Medik lulusan Sekolah Menengah Analis Kesehatan
(SMAK), Tenaga Teknisi Kefarmasian lulusan Sekolah Asisten Apoteker
(SAA) atau Sekolah Menengah Farmasi (SMF) dan Perekam Medis lulusan
Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan pelatihan.
Dalam pelaksanaan program RPL bagi 8 (delapan) jenis tenaga
kesehatan tersebut di atas, diperlukan petunjuk teknis yang dapat menjadi
panduan bagi institusi pendidikan penyelenggara program dalam menyusun
rancangan/ desain pembelajaran yang menggunakan pendekatan RPL.
Petunjuk teknis diperlukan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran
dapat menjamin ketercapaian kompetensi peserta didik selama proses
pendidikan. Untuk itu, petunjuk teknis ini disusun untuk memberikan
kejelasan profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, struktur
program, distribusi mata kuliah serta pilihan metode atau strategi
pembelajaran yang disesuaikan dengan prinsip – prinsip RPL.
B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5063);
3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5336);
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 298,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 5607);
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
3
5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5500);
6. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012
Nomor 24);
7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1952 );
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 Tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 1508);
9. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 26
Tahun 2016 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 723);
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2016 tentang Program
Percepatan Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1395);
11. Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor
113/M/KPT/2017 tentang Perguruan Tinggi Penyelenggara Program
Percepatan
Pendidikan
Tenaga
Kesehatan
Melalui
Rekognisi
Pembelajaran Lampau
12. Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor
123/B/SK/2017
tentang
Pedoman
Tata
Cara
Penyelenggaaraan
Rekognisi Pembelajaran Lampau;
13. Keputusan
Kepala
Sumberdaya
tentang
Badan
Manusia
Petunjuk
Pengembangan
Kesehatan
Teknis
Nomor
dan
Pemberdayaan
HK.02.02/IV/000693/2017
Penyelenggaraan
Program
Percepatan
Pendidikan Tenaga Kesehatan.
C. Tujuan
Petunjuk Teknis Desain Pembelajaran Program RPL ini ditujukan untuk
memberikan
panduan
dalam
mengevaluasi
pembelajaran
merencanakan,
pada
Program
melaksanakan
Percepatan
dan
Peningkatan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
4
Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan dengan pendekatan RPL bagi
Program Studi Diploma Tiga Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, Gizi,
Kesehatan Lingkungan, Keperawatan Gigi, Teknologi Laboratoriom Medik,
dan Perekam Medis dan Informasi Kesehatan.
D. Daftar Istilah
1. Aplikasi adalah surat lamaran dari peserta untuk mengajukan RPL
kepada penyelenggara program RPL.
2. Bahan kajian adalah bangunan ilmu, teknologi, dan atau seni yang
menunjukkan cabang ilmu tertentu/bidang kajian program studi, atau inti
keilmuan yang dipilih dan dikembangkan oleh program studi dan yang
dipilih karena dinilai bermanfaat bagi lulusan di masa depan
3. Capaian Pembelajaran adalah kemampuan yang diperoleh melalui
internalisasi pengetahuan, sikap, ketrampilan, kompetensi, dan akumulasi
pengalaman kerja.
4. Daring (bahasa Inggris: online) secara umum menunjukkan keadaan
terhubung dan secara khusus, diartikan sebagai suatu keadaan komputer
yang dapat saling bertukar informasi karena sudah terhubung.
5. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama
menstransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu
pengetahuan, teknologi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat.
6. Instruktur adalah tenaga yang bertugas mengajarkan sesuatu dan
sekaligus memberikan latihan dan bimbingan, mengajar, melatih dan
mengasuh.
7. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi.
8. Modul adalah bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara
mandiri oleh peserta pembelajaran.
9. Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
10. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan
menengah yang mencakup program diploma, program magister, program
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
5
doktor dan program profesi serta program spesialis yang diselenggarakan
oleh perguruan tinggi berdasarkan budaya Indonesia.
11. Penilai/Assessor adalah tenaga profesional yang mempunyai kualifikasi
dan kompetensi untuk melakukan penilaian RPL.
12. Penilaian Mandiri adalah penilaian RPL yang dilakukan oleh peserta
terhadap capaian pembelajaran yang telah dimiliki.
13. Portofolio adalah dokumen RPL yang meliputi pengalaman kerja,
pengakuan terhadap desain/karya/tulisan, surat rekomendasi, sertifikat
penghargaan, pengakuan capaian pembelajaran secara otodidak.
14. Profil adalah bentuk gambaran kemampuan yang dimiliki oleh lulusan
setelah selesai menempuh pendidikan.
15. Program Studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran
yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu
jenis pendidikan akademik, pendidikan profesi dan atau pendidikan
vokasi.
16. Rekognisi Pembelajaran Lampau yang selanjutnya disingkat RPL
adalah pengakuan atas Capaian Pembelajaran seseorang yang diperoleh
dari
pendidikan
formal
atau
nonformal
atau
informal,
dan/atau
pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal.
17. Satuan Kredit Semester, yang selanjutnya disingkat sks adalah takaran
waktu kegiatan belajar yang dibebankan kepada mahasiswa per minggu
per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk
pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha
mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.
18. SN Dikti adalah satuan standar yang meliputi standar nasional
pendidikan, ditambah dengan standar nasional penelitian, dan standar
nasional pengabdian masyarakat. Standar nasional pendidikan adalah
kriteria minimal tentang pembelajaran pada jenjang pendidikan tinggi di
perguruan tinggi di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
19. Tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi
antara peserta didik dengan pendidik. Pembelajaran tatap muka
merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung
proses
belajar
peserta
didik
secara
tatap
muka,
dengan
memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
6
rangkaian kejadian-kejadian eksternal yang berlangsung di dalam peserta
didik yang dapat diketahui atau diprediksi selama proses tatap muka.
20. Tutor adalah individu yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang
serta hak secara penuh oleh Pimpinan Perguruan Tinggi yang
bersangkutan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran kepada
peserta didik di Program Studi dengan kualifikasi tertentu.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
7
BAB II
KONSEP DESAIN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU
Berdasarkan Permenristekdikti Nomor 26 Tahun 2016, Rekognisi Pembelajaran
Lampau yang selanjutnya disingkat RPL adalah pengakuan atas Capaian
Pembelajaran seseorang yang diperoleh dari pendidikan formal atau nonformal
atau informal, dan/atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal.
RPL sebagaimana dimaksud akan diterapkan pada Program Percepatan
Peningkatan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan sebagaimana di atur
dalam Permenkes Nomor 41 Tahun 2016. Program tersebut bersifat khusus yang
dapat dilaksanakan menggunakan berbagai variasi metoda pembelajaran baik
tatap muka maupun metoda lainya seperti pembelajaran menggunakan modul, elearning dan metoda lainnya yang cocok dengan situasi dan kondisi peserta didik
pada program afirmasi. Metoda – metoda penyelenggaraan pembelajaran
tersebut dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada tenaga kesehatan
sasaran program di seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan kualifikasi
pendidikannya menjadi Diploma Tiga.
Dalam rangka memberikan kejelasan dalam implementasi pembelajaran
metoda gabungan antara tatap muka dan PJJ belum pernah dilaksanakan
sebelumnya, maka petunjuk teknis ini akan memberikan gambaran pelaksanaan
pembelajaran pada program studi penyelanggara Program Peningkatan
Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan tersebut.
A. Tahapan Desain Pembelajaran
Berikut dapat digambarkan proses dalam penyusunan desain pembelajaran
setelah dilaksanakan asesmen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
8
A.1
A.2
RPL PENDIDIKAN FORMAL
RPL PENDIDIKAN NON-FORMAL,
INFORMAL DAN PENGALAMAN KERJA
ASESMEN DAN
REKOGNISI
ALIH KREDIT
PT melakukan asesmen dan validitas
portofolio serta dokumen calon
PT menetapkan jumlah SKS/Mata
Kuliah yang dibebaskan dan yang
harus ditempuh oleh pemohon
PENYUSUNAN DESAIN
PEMBELAJARAN
Mengikuti pendidikan formal pada
prodi terkait
IJAZAH
B. Implementasi Desain Pembelajaran
1. Implementasi Pembelajaran Teori
Perbedaan yang esensial antara penyelenggaraan Program Afirmasi
dengan program reguler pada hakikatnya terdapat dalam pelaksanaan
atau proses pembelajaran. Proses pembelajaran dalam Program Afirmasi
dapat dilaksanakan melalui berbagai moda pembelajaran, baik kegiatan
perkuliahan tatap muka, perkuliahan termediasi, kegiatan pembelajaran
mandiri dengan modul, maupun pembelajaran daring (online).
a. Perkuliahan Tatap Muka
Kegiatan perkuliahan tatap muka merupakan proses interaksi
langsung dan terjadwal antara dosen dan mahasiswa dalam
mencapai CP pada masing-masing mata kuliah. Perkuliahan tatap
muka dilaksanakan di kampus PT penyelenggara Program Afirmasi
sekurang-kurangnya selama 12 kali pertemuan setiap semester.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
9
Lama setiap pertemuan perkuliahan tatap muka disesuaikan dengan
bobot sks mata kuliah yang bersangkutan.
Waktu
perkuliahan
diatur
oleh
PT
penyelenggara
yang
memungkinkan tidak mengganggu tugas dan tanggung jawab Tenaga
Kesehatan
di
fasilitas
pelayanan
kesehatan.
Untuk
itu
PT
penyelenggara harus dapat mengatur waktu perkuliahan tatap muka
sesuai dengan situasi dan kondisi setempat, misalnya: pada sore hari,
pada saat liburan, atau memanfaatkan hari Sabtu dan Minggu.
Penetapan waktu perkuliahan tersebut tidak keluar dari aturan tentang
jumlah pertemuan minimal perkuliahan tatap muka yang sama
dengan kelas reguler, yaitu: 12-16 kali pertemuan. Perkuliahan tatap
muka dapat dilaksanakan di pusat-pusat kegiatan belajar, seperti:
Apotek,
Rumah
Sakit,
Puskesmas
atau
tempat
lain
yang
direkomendasikan.
Pada dasarnya kegiatan perkuliahan Program Afirmasi ini harus
dilaksanakan secara tersendiri, dalam arti tidak boleh dilakukan
secara bersama-sama dengan kegiatan perkuliahan pada kelas
reguler. Apabila tenaga kesehatan tersebut berdomisili dalam jarak
yang cukup jauh dari kampus PT penyelenggara (sulit dijangkau oleh
peserta),
perkuliahan
dapat
dilaksanakan
melalui
perkuliahan
termediasi dalam bentuk interaksi terjadwal, pemanfaatan berbagai
jenis media/teknologi, atau studi individual/ pembelajaran mandiri.
b. Pembelajaran Mandiri dengan Modul dan Tutorial
Pembelajaran mandiri adalah proses interaksi mahasiswa dengan
sumber belajar yang dilakukan dengan menggunakan bahan belajar
mandiri (modul) dengan bantuan tutorial. Dalam proses pembelajaran
mandiri, mahasiswa dapat mempelajari bahan belajar mandiri
(modul), baik secara perseorangan maupun kelompok belajar. Dalam
pembelajaran mandiri dengan tutorial, dosen bertindak sebagai tutor.
Kegiatan tutorial wajib dilaksanakan minimal 3 (tiga) kali untuk
setiap mata kuliah sebagai layanan belajar yang dilaksanakan oleh
PT penyelenggara, yaitu: di awal perkuliahan, pertengahan semester,
dan menjelang UAS. Jumlah pertemuan kegiatan tutorial dapat
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
10
ditambah atas inisiatif mahasiswa dan pengelolaannya diatur oleh PT
penyelenggara.Pada kegiatan pembelajaran mandiri dengan tutorial,
mahasiswa diwajibkan mengerjakan dua buah tugas, mengikuti UTS,
dan UAS sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh PT
penyelenggara.
Kegiatan tutorial dapat dilaksanakan di pusat-pusat
kegiatan belajar, seperti: Apotek, Rumah Sakit, Puskesmas atau
tempat lain yang direkomendasikan oleh pihak yang berwenang.
Pembelajaran mandiri dengan tutorial on-line dapat digunakan untuk
mengoptimalkan kegiatan pembelajaran mandiri.
c. Pembelajaran Daring
Pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan salah satu program
terobosan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti
untuk meningkatkan pemerataan akses terhadap pembelajaran yang
bermutu di Perguruan Tinggi. Pembelajaran daring atau e-learning itu
dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam pembelajaran yang
mengacu
pada
penggunaan
teknologi
informasi
yang
dapat
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan karakteristikkarakteristik seperti memanfaatkan jasa teknologi, memanfatkan
keunggulan komputer, menggunakan bahan ajar yang bersifat
mandiri, dan memanfaatkan jadwal belajar yang dapat dilihat pada
komputer, serta memberikan fasilitas yang dapat diakses oleh
pengajar dan peserta didik/mahasiswa secara pribadi.
Karakteristik Pembelajaran Daring adalah sebagai berikut :
1) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan
peserta didik, peserta didik dan peserta didik, ataupun pengajar
dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan relatif mudah
tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
2) Memanfaatkan keunggulan komputer (media digital dan jaringan
komputer).
3) Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri yang dapat
disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa
kapan
saja
dan
dimana
saja
bila
yang
bersangkutan
membutuhkannya.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
11
4) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan
belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan
yang dapat dilihat setiap saat di komputer.
2. Implementasi Praktik dan Praktikum
Praktik dan praktikum merupakan bentuk pembelajaran yang memadukan
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor dalam rangka pencapaian
kompetensi yang bersifat multidimensi.
Praktik adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk
mengaplikasikan teori, konsep, atau prosedur dengan pengawasan
langsung dosen/pembimbing. Misalnya: praktek pelayanan farmasi,
praktek pembuatan sediaan obat dan lain lain.
Praktikum adalah kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan
validasi fakta atau hubungan antar fakta sesuai yang disyaratkan dalam
kurikulum.Misalnya praktikum farmakologi.
C. Bahan Ajar
Pada kegiatan pembelajaran dengan sistem tatap muka di kampus PT
Penyelenggara, bahan ajar yang digunakan diserahkan sepenuhnya kepada
dosen pengampu mata kuliah, sedangkan dalam sistem pembelajaran
mandiri menggunakan bahan belajar mandiri berupa modul. Modul dirancang
secara khusus tutor agar dapat dipelajari secara mandiri oleh mahasiswa.
Bentuknya dapat berupa bahan ajar cetak sebagai bahan ajar utama dan
media noncetak (media audio/video, komputer/internet, siaran radio dan
televisi)
sebagai
bahan
pendukung
atau
gabungan
keduanya.
PT
penyelenggara dapat memanfaatkan modul yang telah dikembangkan dan
tersedia di beberapa institusi penyelenggara pendidikan jarak jauh dan dapat
mengembangkan sendiri bahan belajar mandiri berdasarkan rambu-rambu
yang relevan.
1) Fungsi modul
Modul dapat berfungsi sebagai berikut :

Sebagai pengganti tenaga pendidik

Sebagai alat evaluasi

Sebagai sumber rujukan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
12
2) Ciri-ciri/ Karakteristik Modul
Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan belajar yang dapat
dimanfaatkan oleh mahasiswa secara mandiri. Modul yang baik harus
disusun secara sistematis, menarik, dan jelas. Modul dapat digunakan
kapanpun dan dimanapun sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Adapun karakteristik modul pembelajaran sebagai berikut :

Self instructional, Siswa mampu membelajarkan diri sendiri, tidak
tergantung pada pihak lain.

Self contained, Seluruh materi pembelajaran dari satu unit
kompetensi yang dipelajari terdapat didalam satu modul utuh.

Stand alone, Modul yang dikembangkan tidak tergantung pada
media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan
media lain.

Adaptif, Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi
terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.

User friendly, Modul hendaknya juga memenuhi kaidah akrab
bersahabat/akrab dengan pemakainya.

Konsistensi, Konsisten dalam penggunaan font, spasi, dan tata
letak.
3) Penggunaan modul dalam pembelajaran adalah :

Modul digunakan oleh mahasiswa untuk dapat belajar individual,
aktif tanpa bantuan maksimal dari dosen.

Tujuan pelajaran dirumuskan secara khusus. Rumusan tujuan
bersumber pada perubahan tingkah laku.

Tujuan dirumuskan secara khusus sehingga perubahan tingkah
laku yang terjadi pada diri siswa segera dapat diketahui.
Perubahan tingkah laku diharapkan sampai 75% penguasaan
tuntas (mastery learning)

Membuka
kesempatan
kepada
mahasiswa
untuk
maju
berkelanjutan menurut kemampuannya masing-masing.

Modul
merupakan
instruction,
dengan
paket
belajar
pengajaran
seperti
yang
ini,
bersifat
modul
self-
membuka
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
13
kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan dirinya
secara optimal.

Modul memiliki daya informasi yang cukup kuat. Unsur asosiasi,
struktur, dan urutan bahan pelajaran terbentuk sedemikian rupa
sehingga siswa secara spontan mempelajarinya.

Modul banyak memberikan kesempatan kepada mahasiswa
untuk berbuat aktif
D. Strategi Pembelajaran
Pembelajaran sebagai suatu sistem instruksional merupakan interaksi antara
peserta
didik
penyelenggara
dengan
komponen
kegiatan
yang
pembelajaran
lainnya.
hendaknya
Dosen
sebagai
memikirkan
dan
mengupayakan terjadinya interaksi tersebut secara optimal sehingga proses
pembelajaran akan berjalan secara efektif. Upaya yang dilakukan dosen
dalam melaksanakan pembelajaran ini disebut strategi pembelajaran.
Dalam pembelajaran, strategi yang harus dikembangkan hendaknya
dimulai
dari
tahap
perencanaan
sampai
pelaksanaannya.Tahap
perencanaan, dosen merumuskan secara jelas tujuan pembelajaran yang
harus dicapai dan persiapan diri.Pada tahap pelaksanaan terjadi interaksi
antara peserta didik dengan dosen untuk mencapai tujuan belajar.
Dengan mempertimbangkan situasi lingkungan dan karakteristik
peserta didik, kegiatan pembelajaran harus berpusat kepada peserta didik,
belajar aktif, mengembangkan kemampuan sosial, keingin tahuan, imajinasi,
keterampilan
pemecahan
masalah,
kreativitas,
penggunaan
IPTEK,
menumbuhkan kesadaran sebagai warga negara yang baik dan keinginan
belajar sepanjang hayat.
Metode pembelajaran memiliki peranan untuk mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak peserta didik serta bertujuan untuk
mengembangkan potensinya, sehingga dapat bersikap sebagaimana yang
diharapkan. Berbagai metode pembelajaran yang dapat dipilih antara lain
metode ceramah, demonstrasi, penampilan kerja, diskusi, studi mandiri,
kegiatan instruksional terprogram, simulasi, praktikum, studi kasus, tutorial,
dan Computer Asisted Learning (CAL).
Ceramah merupakan metoda yang paling sering digunakan dalam
proses pembelajaran. Ceramah pada umumnya berbentuk penjelasan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
14
dosen kepada peserta didik dan biasanya diikuti tanya jawab tentang materi
pembelajaran yang belum dapat dimengerti dengan jelas oleh peserta didik.
Ceramah biasanya dilakukan didalam kelas dengan kapasitas lebih dari 20
peserta didik.
Demonstrasi merupakan satu metoda yang mempersyaratkan
adanya suatu keahlian untuk mendemonstrasikan penggunaan alat atau
melaksanakan kegiatan tertentu seperti kegiatan yang sesungguhnya.
Keahlian dalam mendemonstrasikan tindakan atau kegiatan harus dimiliki
oleh pengajar ataupun seorang instruktur.Selanjutnya kepada peserta didik
diberikan kesempatan untuk melakukan latihan ketrampilan dengan di
bawah bimbingan yang disebut re-demonstrasi.Demonstrasi dilaksanakan
dalam kelompok yang memungkinkan ketercapaian tujuan pembelajaran
sesuai dengan setting yang ada. Sedangkan untuk re-demonstrasi
dilaksanakan secara individual atau kelompok kecil dengan jumlah peserta
5 - 8 orang.Kegiatan ini berlangsung tidak lebih dari 60 menit.
Penampilan Kerja berbentuk pelaksanaan praktik oleh peserta didik
dibawah supervisi dari dekat dengan dosen.Praktik tersebut dilaksanakan
atas dasar penjelasan atau demonstrasi yang telah diterima atau diamati
peserta didik.Penampilan kerja dilaksanakan oleh setiap peserta didik
dengan pengawasan dari seorang dosen.
Diskusi merupakan bentuk interaksi antara peserta didik dengan
dosen ataupun dengan sesama peserta didik lainnya, untuk menganalisa,
menggali atau memperdebatkan topik atau permasalahan tertentu.Diskusi
dapat dilaksanakan dalam kelas dengan jumlah peserta 40 orang atau
dapat pula dalam kelompok kecil dengan jumlah peserta 5 – 8 0rang.Diskusi
ini difasilitasi oleh dosen dan berlangsung tidak lebih dari 100 menit.
Studi Mandiri merupakan metoda berbentuk pelaksanaan tugas
membaca atau penelitian oleh peserta didik, tanpa bimbingan atau
pengajaran khusus. Metoda ini dapat dilakukan dengan cara menjelaskan
tujuan dan hasil yang diharapkan, daftar bacaan yang dapat digunakan,
serta mempersiapkan evaluasi untuk menilai keberhasilan peserta didik.
Kegiatan
Instruksional
Terprogram
menggunakan
bahan
instruksional yang disiapkan secara khusus.Isi pelajaran diuraikan dalam
urutan-urutan tahapan yang harus diikuti dengan cermat dan dilengkapi
dengan mekanisme umpan balik yang segera dapat diketahui oleh peserta
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
15
didik apabila melakukan kesalahan.Peserta didik mendapat kebebasan
untuk belajar menurut kecepatan masing-masing.
Simulasi merupakan metoda yang menampilkan simbol simbol atau
peralatan
yang
menggantikan
proses,
kejadian
atau
benda
yang
sebenarnya. Terdapat beberapa bentuk simulasi:’peer teaching’, bermain
peran (role play) dan sandiwara (game).Peer teaching yaitu latihan
mengajar dengan menggunakan teman sendiri sebagai peserta didik.
Bermain peran adalah latihan yang dilakukan dengan menyederhanakan
peristiwa yang sesungguhnya kedalam ruang kuliah. Sedangkan permainan
(game) dilakukan dengan suatu aturan bermain tertentu, dimana setiap
pemain berkompetisi untuk meraih angka yang tertinggi.
Praktikum berbentuk kegiatan yang dirancang agar peserta didik
berpraktik dengan mempergunakan peralatan ataupun instrumen tertentu
dengan langkah-langkah tertentu pula dalam suatu laboratorium untuk
melatih ketrampilan atau mencapai kesimpulan.
Studi kasus berbentuk penjelasan tentang masalah, kejadian atau
situasi tertentu, kemudian peserta didik ditugaskan mencari alternatif
pemecahannya.Metode ini digunakan untuk mengembangkan ketrampilan
berfikir kritis dan mendapatkan persepsi baru dari suatu konsep dan
masalah.
Tutorial menekankan pada pemberian bimbingan dan bantuan
belajar oleh dosen atau sesama peserta didik sehingga dapat saling
memberi stimulus dan meningkatkan intensitas belajar.Penerapan model ini
bertujuan untuk meningkatkan penguasaan materi melalui bimbingan
belajar yang mampu menciptakan situasi belajar yang kondusif.Kelompok
tutorial berkisar 3 – 15 orang.Jumlah anggota dapat disesuaikan dengan
materi tutorial.Kegiatan ini berlangsung tidak lebih dari 50 menit.
Computer Assisted Learning (CAL) berbentuk suatu seri kegiatan
belajar yang sangat terstruktur dengan menggunakan bantuan komputer.Isi
pelajaran
umumnya
dimunculkan
oleh
komputer
dalam
bentuk
masalah.Peserta didik diminta memberikan jawaban atau pemecahan
masalah melalui komputer dan seketika itu juga jawaban serta umpan balik
terhadapnya diberikan pula oleh program komputer tersebut.
Ronde ini terdiri atas observasi dan sering disertai wawancara
dengan pasien atau beberapa pasien yang diikuti oleh kelompok. Melalui
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
16
kunjungan langsung ke pasien, peserta didik mampu mengobservasi kondisi
pasien, menilai asuhan yang diberikan dan mengumpulkan informasi. Pada
saat ronde sering diikuti dengan demonstrasi tindakan keperawatan tertentu
atau mengobservasi hasil intervensi bersama-sama dengan tim kesehatan.
Sebelum melakukan ronde keperawatan, instruktur harus memperoleh izin
dari pasien untuk melakukan ronde karena ronde sering kali menyebabkan
privacy terganggu. Jumlah anggota kelompok untuk ronde keperawatan
berkisar 3 – 5 orang dengn waktu kegiatan tidak lebih dari 15 – 30 menit.
Observasi Lapangan dan Kunjungan lapangan, merupakan
tehnik dan strategi pembelajaran klinik yang pada prinsipnya menekankan
pada aspek pengamatan pasien atau keluarga sebagai bahan diskusi dan
evaluasi pencapaian target atau tujuan pembelajaran.
Konferensi merupakan kelompok diskusi tentang aspek praktek
klinik. Konferensi klinik membantu penyelesaian masalah belajar yang
menekankan pada analisa kritis terhadap masalah dan menggali alternatif
dan pendekatan yang kreatif.
Dalam pelaksanaannya, metoda ini dapat dilakukan dalam bentuk
pre-conference dan post-conference. Pre-conference merupakan kegiatan
diskusi yang dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran klinik dan
laboratorium dimulai yang meliputi pengenalan masalah dan membuat
rencana serta hasil evaluasi pembelajaran praktek. Post-conference
merupakan kegiatan diskusi yang dilakukan setelah kegiatan pembelajaran
praktek yang meliputi kegiatan diskusi tentang tingkat keberhasilan
pencapaian tujuan pembelajaran, kendala yang dihadapi, cara mengatasi
masalah, membandingkan masalah dan bertukar pengalaman di dalam
kelompok. Waktu kegiatan tidak lebih dari 60 menit.
Dosen perlu mengembangkan berbagai strategi dan metoda dalam
melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan di klinik atau
lapangan.
Pembelajaran
dikembangkan
dengan
memperhatikan
karakteristik proses pembelajaran yang terdiri atas sifat interaktif, holistik,
integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat
pada mahasiswa, yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.
Interaktif
dimaksudkan
dengan
menyatakan
bahwa
capaianpembelajaran lulusan diraih dengan mengutamakan proses
interaksi dua arah antara mahasiswa dan dosen.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
17
2.
Holistik dimaksudkan bahwa proses pembelajaran mendorong
terbentuknya
pola
pikir
yang
komprehensif
dan
luas
dengan
menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.
3.
Integratif menyatakan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih
melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi
capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan
program melalui pendekatan antardisiplin dan multidisiplin.
4.
Saintifik dimaksudkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih
melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah
sehingga tercipta lingkungan akademik yang berdasarkan sistem nilai,
norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai
agama dan kebangsaan.
5.
Kontekstual dimaksudkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih
melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan
kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya.
6.
Tematik dimaksudkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih
melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik
keilmuan program studi dan dikaitkan dengan permasalahan nyata
melalui pendekatan transdisiplin.
7.
Efektif dimaksudkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih secara
berhasil guna dengan mementingkan internalisasi materi secara baik
dan benar dalam kurun waktu yang optimum.
8.
Kolaboratif dimaksudkan bahwa capaian pembelajaran lulusan diraih
melalui proses pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi antar
individu
pembelajar
untuk
menghasilkan
kapitalisasi
sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
9.
Berpusat pada mahasiswa dimaksudkan bahwa capaian pembelajaran
lulusan diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan
pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan
mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan
menemukan pengetahuan.
E. Penilaian Hasil Belajar
Penilaian hasil belajar adalah penilaian yang dilakukan terhadap proses dan
hasil belajar peserta Program Afirmasi, baik dalam perkuliahan tatap muka,
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
18
termediasi, pembelajaran mandiri, maupun pembelajaran daring. Penilaian
hasil belajar perkuliahan tatap muka dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
yang ditetapkan di perguruan tinggi masing-masing, seperti: penilaian
aktivitas perkuliahan, tugas, UTS, dan UAS. Dalam penilaian hasil belajar,
dosen pengampu mata kuliah dapat mempertimbangkan prestasi akademik
yang dicapai mahasiswa yang relevan dengan mata kuliah yang ditempuh,
misalnya pengurangan beban tugas perkuliahan dan jumlah kehadiran
perkuliahan tatap muka.
Penilaian hasil belajar untuk kegiatan pembelajaran mandiri dengan
tutorial dilaksanakan melalui penilaian terhadap sekurang-kurangnya dua
tugas, UTS dan UAS. Adapun proporsi pembobotannya ditetapkan oleh PT
penyelenggara, misalnya: 25% untuk tugas, 25% untuk UTS dan 50% untuk
UAS.
Pelaksanaan UAS pada perkuliahan tatap muka dan pembelajaran
mandiri dapat dilaksanakan di kampus atau di tempat yang ditentukan oleh
PT penyelenggara.
Kelulusan pada Program Afirmasi diatur dan ditetapkan oleh PT
penyelenggara sesuai dengan peraturan/pedoman akademik yang berlaku.
Mahasiswa yang telah menyelesaikan program ini berhak memperoleh ijazah
Diploma Tiga dari PT penyelenggara.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
19
BAB III
PENUTUP
Petunjuk Teknis Desain Pembelajaran Program Afirmasi dengan
Pendekatan RPL ini diharapkan menjadi acuan bagi perguruan tinggi
penyelenggara sehingga diperoleh capaian pembelajaran sesuai standar yang
diharapkan. Petunjuk teknis ini dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi
masing-masing program studi. Setiap program studi yang melaksanakan
program RPL ini wajib membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang
lebih rinci.
Dalam program ini dimungkinkan bagi setiap peserta didik untuk
memperoleh hasil asesmen yang berbeda-beda, sehingga seorang peserta didik
mungkin hanya perlu menempuh mata kuliah/SKS wajib dan mata kuliah/SKS
yang diakui melalui asesmen.
Peran serta aktif dari PT Penyelenggara serta pihak terkait merupakan
kunci utama keberhasilan dalam implementasi Desain Pembelajaran Program
Afirmasi dengan Pendekatan RPL di lapangan. Demikian, semoga petunjuk
teknis ini dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi upaya percepatan
peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga kesehatan.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
20
LAMPIRAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
21
DESAIN
PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN
LAMPAU (RPL)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
KEPERAWATAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
22
PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN BAHAN KAJIAN
A. Profil Lulusan
Profil lulusan Diploma III Keperawatan Indonesia adalah sebagai perawat
pelaksana asuhan keperawatan pada individu, keluarga dan kelompok
khusus ditatanan klinik dan komunitas yang memiliki kemampuan dalam
memenuhi kebutuhan dasar manusia yang meliputi aspek bio, psiko, sosio,
kultur dan spiritual dalam kondisi sehat, sakit serta kegawatdaruratan
berdasarkan ilmu dan teknologi keperawatan dengan memegang teguh kode
etik perawat.
B. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran lulusan program D.III Keperawatan merupakan
kemampuan lulusan yang diperoleh melalui internalisasi ranah sikap,
pengetahuan dan ketrampilan. Capaian pembelajaran meliputi : Sikap dan
tata nilai, penguasaan pengetahuan/keilmuan, keterampilan kerja umum,
keterampilan kerja khusus sebagaimana diuraikan dibawah ini.
1. Sikap Dan Tata Nilai
a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan
sikap religius;
b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama, moral, dan etika;
c. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
d. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan
bangsa;
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
f.
Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan
pancasila;
g. Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan;
h. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara;
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
23
i.
Menginternalisasi
semangat
kemandirian,
kejuangan,
dan
kewirausahaan;
j.
Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang
keahliannya secara mandiri.
k. Mampu bertanggung gugat terhadap praktik profesional meliputi
kemampuan menerima tanggung gugat terhadap keputusan dan
tindakan profesional sesuai dengan lingkup praktik di bawah
tanggungjawabnya, dan hukum/peraturan perundangan;
l.
Mampu melaksanakan praktik keperawatan dengan prinsip etis dan
peka budaya sesuai dengan Kode Etik Perawat Indonesia;
m. Memiliki sikap menghormati hak privasi, nilai budaya yang dianut dan
martabat klien, menghormati hak klien untuk memilih dan menentukan
sendiri asuhan keperawatan dan kesehatan yang diberikan, serta
bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan informasi tertulis,
verbal dan elektronik yang diperoleh dalam kapasitas sesuai dengan
lingkup tanggung jawabnya.
2. Pengetahuan
a. Menguasai konsep anatomi fisiologi tubuh manusia, patologi dan
patofisiologi kelainan struktur dan fungsi tubuh, gizi, mikrobiologi,
parasitologi, dan farmakologi.
b. Menguasai
konsep
keperawatan
sebagai
landasan
dalam
memberikan asuhan Keperawatan sesuai dengan standar asuhan
keperawatan.
c. Menguasai konsep dan prinsip “Patient safety”
d. Menguasai teknik, prinsip, dan prosedur pelaksanaan
praktek
keperawatan
yang
dilakukan
secara
asuhan/
mandiri
atau
berkelompok.
e. Menguasai konsep teoritis dan prosedur pencegahan penularan
infeksi dan promosi kesehatan, pemberian obat oral dan obat topikal,
parenteral dan supositoria.
f.
Menguasai jenis, manfaat, dan manual penggunaan alat kesehatan.
g. Menguasai konsep dan prinsip sterilisasi dan desinfeksi alat.
h. Menguasai konsep dan prinsip pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar
pada situasi gawat darurat dan atau bencana,
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
24
i.
Menguasai teknik pengumpulan, klasifikasi, dokumentasi, dan analisis
data serta informasi asuhan keperawatan.
j.
Menguasai konsep, prinsip dan teknik komunikasi terapeutik serta
hambatannya yang sering ditemui dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan.
k. Menguasai Kode Etik Perawat Indonesia, pengetahuan faktual
tentang hukum dalam bidang keperawatan,prinsip prinsip otonomi,
malpraktek, bioetik yang terkait pelayanan keperawatan.
l.
Menguasai konsep teoritis penjaminan mutu asuhan keperawatan,
konsep teoritis Praktek Keperawatan Berbasis Bukti (Evidence Based
Practice).
3. Keterampilan Khusus
a.
Mampu memberikan asuhan keperawatan kepada individu, keluarga,
dan kelompok baik sehat, sakit, dan kegawatdaruratan dengan
memperhatikan aspek bio, psiko, sosial kultural, dan spiritual yang
menjamin keselamatan klien (Patient safety), sesuai standar asuhan
keperawatan dan berdasarkan perencanaan keperawatan yang telah
tersedia.
b.
Mampu melaksanakan prosedur bantuan hidup dasar (basic life
support/BLS) pada situasi gawat darurat/bencana dengan memilih
dan
menerapkan
metode
yang
tepat,
sesuai
standar
dan
kewenangannya.
c.
Mampu memberikan (administering) dan mencatat obat oral, topikal,
parenteral, dan supositoria
sesuai standar pemberian obat dan
kewenangan yang didelegasikan.
d.
Mampu memilih dan menggunakan peralatan dalam memberikan
asuhan keperawatan sesuai dengan standar asuhan keperawatan.
e.
Mampu
mengumpulkan
data,
menganalisa
dan
merumuskan
masalah, merencanakan, mendokumentasikan, dan menyajikan
informasi asuhan keperawatan.
f.
Mampu
melakukan
komunikasi
terapeutik
dengan
klien
dan
memberikan informasi yang akurat kepada klien dan/atau keluarga
/pendamping/penasehat tentang rencana tindakan keperawatan yang
menjadi tanggung jawabnya.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
25
g.
Mampu memberikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pola
hidup sehat klien dan menurunkan angka kesakitan.
h.
Mampu menunjukkan kinerja bermutu dan kuantitas yang terukur
terhadap hasil kerja sendiri, tenaga kerja pendukung (support
workers) yang menjadi tanggung jawab pengawasan di lingkup
bidang kerjanya.
i.
Mampu melakukan pencegahanpenularan infeksi
dan promosi
kesehatan.
4. Keterampilan Umum
a.
Menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dengan menganalisis data
serta metode yang sesuai dan dipilih dari beragam metode yang
sudah maupun belum baku dan dengan menganalisis data.
b.
Menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur.
c.
Memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang
sesuai dengan bidang keahlian terapannya, didasarkan pada
pemikiran logis dan inovatif, dilaksanakan dan bertanggung jawab
atas hasilnya secara mandiri.
d.
Menyusun laporan tentang hasil dan proses kerja dengan akurat dan
sahih, mengomunikasikan secara efektif kepada pihak lain yang
membutuhkannya.
e.
Bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok.
f.
Melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan
yang
ditugaskan
kepada
pekerja
yang
berada
di
bawah
tanggungjawabnya.
g.
Melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada
dibawah
tanggungjawabnya,
dan
mengelola
pengembangan
kompetensi kerja secara mandiri.
h.
Mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan
kembali data untukmenjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.
C. Bahan Kajian
1. Anatomi dan fisiologi sistem tubuh:

Sistem kardiovaskuler

Sistem pernafasan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
26

Sistem pencernaan

Sistem perkemihan

Sistem persarafan dan neurobehaviour

Sistem endokrin

Sistem reproduksi

Sistem hematologi dan imunologi

Sistem sensoris (mata, telinga, hidung, pengecapan)

Sistem musculoskeletal
2. Patofisiologi

Mekanisme adaptasi sel (Proses cedera fisik, penyembuhan dan
pemulihan dan kematian jaringan /nekrosis sel meliputi : atropi,
hipertropi, iskemik, trombosis, embolism)

Kelainan dan interaksi genetik

Proses keganasan

Tahapan
Perkembangan
mental
dan
perubahan
kesehatan
(Perkembangan reproduksi, perkembangan anak, dewasa, orang
tua/lansia)

Proses perubahan keseimbangan cairan, elektrolit dan Asam Basa,
antara lain : Proses Odem, Hiper dan Hipo elektrolit, Asidosis dan
Alkalosis)

Proses Infeksi,

Prosesperadangan

Proses Imunitas

Proses degenaratif

Proses terjadinya shock
3. Farmakologi

Konsep Farmakologi

Farmakokinetik

Farmakodinamik

Penggolongan obat

Prinsip pemberian obat

Bentuk kemasan obat
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
27

Peran perawat dalam pemberian obat

Cara pemberian obat

Konsep dan prinsip pemberian obat oral dan obat topikal, parenteral
dan supositoria.
4. Etika keperawatan

Nilai, norma dan etika

Prinsip-prinsip etik

Konsep etik dan hukum kesehatan

Peraturan, kebijakan dan perundang-undangan yang berkaitan dalam
praktik keperawatan

Kode etik keperawatan

Issue etik

Masalah etik

Dilema etik dalam keperawatan

Bio etik keperawatan

Hak dan kewajiban pasien

Aspek legal dalam praktik keperawatan

Keputusan etik
5. Konsep dan prinsip “Patient safety”

Komponen pasien safety

Sasaran pasien safety

Langkah
langkah
pelaksanaan
“Patient
safety”
(RS
Provinsi,
Kabupaten/Kota, Puskesmas)

Standar Keselamatan Pasien

Kriteria monitoring dan evaluasi “Patient safety”

Komunikasi antar anggota team kesehatan

Peran perawat dalam “Patient safety”

Kebijakan yang mendukung keselamatan pasien

Monitoring dan evaluasi “Patient safety”
6. Dokumentasi Keperawatan

Tehnik dokumentasi dan pelaporan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
28

Sistem Informasi Kesehatan

Model pendokumentasian asuhan keperawatan

Teknik pendokumentasian asuhan keperawatan

Model dokumentasi NANDA (NIC dan NOC)

Sistem dokumentasi (manual dan elektronik)

Aspek Legal Pendokumentasian
7. Konsep dasar Keperawatan

Sejarah keperawatan

Falsafah
dan
paradigma
keperawatan
(manusia,
sehat-sakit,
lingkungan, keperawatan)

Keperawatan sebagai Profesi

Pengenalan Teori keperawatan

Model Praktik Keperawatan

Tren keperawatan dimasa yang akan datang

Pengantar Sistem Pelayanan Kesehatan

Peran fungsi tugas Perawat dalam pelayanan kesehatan
8. Keperawatan Keluarga

Konsep Pelayanan Kesehatan Primer

Konsep keluarga

Model konseptual keperawatan keluarga

Trend dan issue dalam keperawatan keluarga

Konsep asuhan keperawatan keluarga

Manajemen sumberdaya keluarga

Aplikasi asuhan keperawatan keluarga

Tindakan keperawatan keluarga :

-
Pendidikan kesehatan pada keluarga
-
Merawat anggota keluarga yang sakit
-
Pemberdayaan keluarga
Evaluasi asuhan keperawatan keluarga
9. Medikal Bedah I/II

Konsep dan perspektif keperawatan medikal bedah
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
29

Peran perawat medikal bedah dalam Kebijakan pelayanan kesehatan
(nasional dan internasional)

Kajian penyakit tropis: Malaria, DHF, Thypoid, Filariasis

Kajian penyakit infeksi endemis: SARS, Flu Burung

Kajian penyakit HIV/AIDS

Gangguan kebutuhan oksigen akibat patologis sistem pernafasan
dan cardiovaskuler:

Anamesa gangguan sistem pernapasan dan cardiovaskuler

Perekaman EKG

Pengambilan specimen darah : vena dan arteri

Pemeriksaan fisik:kecukupan oksigen dan sirkulasi, perubahan irama
napas dan irama jantung; bunyi napas dan bunyi jantung.

Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan echocardiographi, treadmel
test

Masalah perawatan pada ISPA, COPD, cor pulmonale, effusi pleura,
TBC, CAD, dekompensasi kordis, hipertensi, anemi, gangguan
pembuluh darah perifer, DHF

Tindakan keperawatan pada gangguan kebutuhan oksigen:
-
Memberikan posisi fowler dan semi fowler
-
Memberikan oksigen simple mask
-
Melakukan Postural drainage
-
Melakukan inhalasi (nebulizer)
-
Melakukan penghisapan lendir

Memasang dan memonitor transfusi darah

Memberikan obat sesuai program terapi

Melaksanakan evaluasi kebutuhan oksigen

Gangguan kebutuhan cairan akibat patologis sistem perkemihan dan
metabolik endokrin

Anamesa gangguan sistem perkemihan dan endokrin

Persiapan pasien dengan BNO/IVP, USG ginjal

Pemeriksaan fisik: dehidrasi, overload cairan/edema, kurang mineral

Masalah perawatan pada pielonepritis, glomerulonepritis, neprotik
syndrome, batu saluran kemih, gagal ginjal, diabetes insipidus

Tindakan keperawatan pada gangguan kebutuhan cairan:
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
30
-
Merawat infus
-
Merawat kateter
-
Melaksanakan bladder training

Memberikan obat sesuai program terapi

Melaksanakan evaluasi kebutuhan cairan dan elektrolit

Gangguan kebutuhan nutrisi akibat patologis pencernaan dan
metabolik endokrin

Anamesa gangguan sistem pencernaan dan metabolik endokrin

Persiapan pasien dengan barium meal/barium enema, USG
abdomen dan endoskopi

Pemeriksaan fisik: kondisi saluran pencernaan, bentuk abdomen,
kesulitan mengunyah dan menelan, bising usus

Masalah perawatan pada ulkus peptikum, gastroenteritis, thypus
abdominalis, colitis, hemoroid, hepatitis, obstruksi intestinal, DM

Tindakan keperawatan:
-
Merawat NGT
-
Memberi makan melalui NGT

Memberikan obat sesuai program terapi

Melaksanakan evaluasi kebutuhan nutrisi

Gangguan kebutuhan eliminasi akibat patologis sistem pencernaan
dan persarafan

Anamesa gangguan sistem pencernaan dan persarafan

Masalah perawatan pada konstipasi, inkontinensia urin/alvi

Tindakan keperawatan :
-
Melakukan manual fekal
-
Merawat kolostomi

Memberikan obat sesuai program terapi

Melaksanakan evaluasi kebutuhan eliminasi

Gangguan kebutuhan aktifitas akibat patologis sistem muskuloskletal
dan persarafan dan indera

Anamnesa gangguan sistem muskuloskletal dan persarafandan
indera

Persiapan pasien dengan CT scan otak dan MS, MRI, Angografi
cerebral. Pungsi lumbal
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
31

Pemeriksaan fisik: bentuk dan gait tubuh, fungsi sensorik, motorik,
keseimbangan, pemeriksaan reflex, visus

Masalah perawatan pada osteomielitis, osteoporosis, fraktur,
amputasi, stroke, enchepalitis, meningitis, trauma kepala, trauma
medulla spinalis, polio, tetanus, katarak, glaukoma

Tindakan keperawatan:
-
Melatih pasien menggunakan alat bantu jalan: kursi roda, kruck,
tripot
-
Melatih ROM

Memberikan obat sesuai program terapi

Melaksanakan evaluasi kebutuhan aktifitas

Gangguan kebutuhan istirahat dan tidur akibat patologis sistem
persarafan dan integumen

Anamesa gangguan sistem persarafan dan sistem integumen

Masalah perawatan : nyeri, gangguan tidur

Tindakan keperawatan pada gangguan pemenuhan istirahat dan tidur

Membantu melaksanakan ritual tidur

Melaksanakan program terapi sesuai program terapi

Melaksanakan evaluasi kebutuhan istirahat dan tidur

Gangguan kebutuhan keseimbangan suhu tubuh akibat patologis
berbagai sistem tubuh

Anamesa riwayat infeksi sistem tubuh

Masalah perawatan pada pasien dengan hipertermi dan hipotermi

Tindakan keperawatan pada gangguan pemenuhan keseimbangan
suhu tubuh:

Memasang cooler blanket

Memasang warmer blanket

Memberikan obat sesuai program terapi

Gangguan kebutuhan rasa aman dan nyaman akibat patologis sistem
integumen dan sistem immune

Melaksanakan evaluasi kebutuhan keseimbangan suhu tubuh

Anamesa gangguan sistem integumen dan immun

Anamesa tentang kondisi psikologik-sosial
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
32

Pemeriksaan fisik:terhadap integritas kulit/jaringan, tanda
infeksi/peradangan, tanda penurunan kesadaran

Pemeriksaan tanda kecemasan

Masalah perawatan pada luka bakar, dermatitis, reaksi obat dan
alergi, SLE, AIDS

Tindakan keperawatan:
-
Merawat luka
-
Memberi kompres pada luka
-
Memasang restrain
-
Melakukan test alergi hasil kolaborasi

Memberikan obat sesuai program terapi

Melaksanakan evaluasi kebutuhan rasa aman dan nyaman
10. Keperawatan Periopratif

Konsep perioperatif

Aplikasi asuhan Keperawatan periopratif

Tindakan keperawatan pre operatif:

Membersihkan daerah operasi

Mencukur daerah operasi

Menyiapkan pelaksanaan Informed consent

Tindakan keperawatan post operatif

Menyiapkan TT aether bed

Anamesa dan observasi sirkulasi (TD, nadi, pernapasan dan suhu
tubuh)

Mengobservasi perdarahan

Pemeriksaan kesadaran

Mengobservasi bising usus

Membimbing latihan napas dalam

Membimbing batuk efektif

Melatih ambulasi

Evaluasi asuhan keperawatan periopratif
11. Keperawatan Maternitas

Perspektif keperawatan maternitas,
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
33

Issue dan trend keperawatan maternitas

Peran dan fungsi perawat maternitas

Konsep keperawatan ibu hamil

Konsep keperawatan ibu intranatal dan bayi baru lahir

Konsep Keperawatan ibu post partum

Konsep keperawatan ibu dengan masalah reproduksi

Ragam gangguan sistem Reproduksi: PMS, infeksi, gangguan
menstruasi, gangguan kehamilan.

Aplikasi proses keperawatan pada ibu hamil, intra natal, post partum
dan masalah reproduksi:

Tindakan keperawatan pada Ibu hamil:
-
ANC
-
Pendidikan kesehatan pada ibu hamil
-
Senam hamil

Tindakan keperawatan pada ibu dengan gangguan reproduksi:

Pendidikan kesehatan tentang: kesehatan reproduksi, haid dan
permasalahannya, penyakit organ reproduksi.

Persiapan pasien yang akan dilakukan tindakan papsmear

Tindakan keperawatan pada ibu dengan gangguan reproduksi:

Pendidikan kesehatan tentang: kesehatan reproduksi, haid dan
permasalahannya, penyakit organ reproduksi.

Persiapan pasien yang akan dilakukan tindakan papsmear

Evaluasi asuhan keperawatan pada ibu maternal
12. Keperawatan Anak

Konsep neonates esensial

Konsep Keperawatan anak sehat

Konsep tumbuh kembang anak

Sistem perlindungan anak Indonesia

Konsep keperawatan anak sakit

Ragam Berbagai penyakit dan Masalah-masalah kesehatan anak
yang lazim

Konsep hospitalisasi

Konsep bermain
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
34

Pemeriksaan perkembangan anak (KTSP dan MTBS)

Aplikasi Proses Keperawatan pada anak sehat, sakit :

Tindakan keperawatan pada anak sehat: Imunisasi dasar; Bimbingan
antisipasi (anticipatory guidance), memandikan bayi

Tindakan keperawatan pada anak sakit:Melakukan terapi bermain,
Perawatan bayi dalam incubator, Perawatan bayi dengan fototerapi

Evaluasi asuhan keperawatan pada anak sehat dan anak sakit
13. Keperawatan jiwa

Perspektif keperawatan Jiwa

Trend dan isu keperawatan jiwa

Konsep Dasar kesehatan / keperawatan jiwa

Model konseptual keperawatan jiwa

Konsep penatalaksanaan terapi modalitas

Penggolongan gangguan jiwa (Pedoman Penggolongan Diagnosis
Gangguan Jiwa/ PPDGJ dan Diagnostik and statistic manual of
mental disorders IV/ DSM IV)

Aplikasi Asuhan Keperawatan pasien dengan :
-
Kecemasan
-
Kehilangan dan berduka
-
Gangguan konsep diri
-
HDR (Harga diri rendah)
-
Isolasi sosial
-
Halusinasi
-
Resiko Perilaku kekerasan
-
Defisit perawatan diri
-
Regimen terapetik

Tindakan Terapi modalitas (TAK dan psikofarmaka)

Evaluasi asuhan keperawatan pada gangguan jiwa
14. Keperawatan Gerontik

Konsep Kesehatan pada Kelompok Khusus gerontik

Aplikasi asuhan Keperawatan pada kelompok khusus gerontik

Tindakan pada keperawatan gerontik:
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
35
-
Terapi kognitif
-
Terapi aktifitas
-
Bantuan aktifitas sehari-hari (activity daily living – ADL) pada
kelompok lansia

Senam lansia
Evaluasi asuhan keperawatan pada kelompok khusus gerontik
15. Managemen keperawatan

Konsep dan proses manajemen keperawatan

Menejemen perencanaan asuhan Keperawatan

Konsep supervisi,

Timbang terima pasien, pendelegasian tugas

Konsep Manajemen Konflik,

Konsep Kolaborasi dan Negosiasi

Konsep Model Praktik Keperawatan Profesional

Konsep Mutu Pelayanan Keperawatan

Konsep teoritis penjaminan mutu asuhan keperawatan, konsep teoritis
Praktek Keperawatan Berbasis Bukti (Evidence Based Practice)

Indikator Penilaian Mutu Asuhan Keperawatan

Kepuasan pelangggan

Membuat rencana kerja sebagai anggota tim

Membuat laporan kerja
16. Keperawatan Gawat Darurat

Persepktif keperawatan gawat darurat

Konsep dan prinsip gawat darurat

Konsep dan prinsip pelaksanaan Bantuan Hidup Dasar

Prinsip utama pertolongan korban

Langkah langkah penilaian korban/TRIAGE

Konsep pengkajian pada pasien gawat darurat Circulation Airway
Breathing (CAB)

Sistem pelayanan gawat darurat

Konsep, prinsip Bencana dan kejadian luar biasa

Sistem Penanggulangan Bencana terpadu
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
36

Prosedur bantuan hidup dasar:

Pemeriksaan tingkat kesadaran kuantitatif dan kualitatif

Pemeriksaan nadi

Pemeriksaan kepatenan jalan nafas

Pemeriksaan pernafasan

Tindakan resusitasi jantung paru

Membuka jalan nafas ; dengan alat (opa) dan tanpa alat ;
-
Tindakan mengeluarkan benda asing
-
Pemasangan neck collar
-
Tindakan menghentikan perdarahan (positioning & tourniquet)

Prosedur tindakan Bencana

Proses inisiasi awal pada Bencana

Evakuasi dan transportasi korban
17. Karya Tulis Ilmiah

Konsep karyatulis ilmiah (definisi, jenis, ciri ciri)

Langkah langkah penulisan ilmiah

Pengumpulan data ilmiah

Sistematika penulisan

Laporan Karya tulis ilmiah secara sistematik
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
37
KURIKULUM DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum
Kurikulum di perguruan tinggi sejak tahun 2012 mengalami pergeseran
dengan
memberikan
ukuran
penyetaraan
capaian
pembelajarannya.
Kurikulum ini masih mendasarkan pada pencapaian kemampuan yang telah
disetarakan untuk menjaga mutu lulusannya. Kurikulum ini dikenal dengan
nama Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT). Struktur kurikulum merupakan
pengaturan mata kuliah dalam tahapan semester .Struktur kurikulum untuk
program afirmasi dengan pendekatan rekognisi pembelajaran lampau (RPL)
disusun berdasarkan kurikulum inti dan kurikulum lokal dari tiap institusi.
Struktur Kurikulum RPL tetap mengacu kepada struktur kurikulum
Diploma III Keperawatan Tahun 2014 yang dikembangkan berdasarkan pada
rumpun keilmuan yang yang terdiri dari mata kuliah ilmu alam dasar dan
biomedik dasar, mata kuliah humaniora, ilmu keperawatan dasar, ilmu
keperawatan klinik, ilmu keperawatan komunitas, dan tugas akhir.
Untuk
meraih
gelar
ahli
madya
keperawatan
mahasiswa
D-III
Keperawatan harus menempuh SKS mata kuliah sebanyak 108 – 120
dimana 76 SKS merupakan kurikulum inti dan sebanyak 32 – 34 SKS
merupakan kurikulum institusi. Mata kuliah pada kurikulum institusional ini
merupakan mata kuliah yang harus diases melalui asesmen dan rekognisi.
Data sebaran Mata Kuliah untuk program RPL Diploma III
Keperawatan
adalah sebagai berikut:
NO
A
KODE MATA
KULIAH
Mata Kuliah Wajib Umum
MATA KULIAH
BOBOT
1
PWT.101
Agama
2
2
PWT.102
Pancasila
2
3
PWT.103
Kewarganegaraan
2
4
PWT.104
Bahasa Indonesia
2
5
WAT. 104
Kewirausahaan
2
B
Mata Kuliah Ilmu Alam Dasar dan Biomedik Dasar
1
PWT.201
Ilmu Biomedik Dasar
4
2
WAT. 202
Gizi dan Diet
2
3
WAT.203
Patofisiologi
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
38
NO
4
C
KODE MATA
KULIAH
WAT. 204
MATA KULIAH
BOBOT
Farmakologi
3
Mata Kuliah Humaniora
1
PWT. 301
Psikologi
2
2
WAT. 302
Anthropologi Kesehatan
2
3
WAT. 303
Etika Keperawatan
2
D
Ilmu Dasar Keperawatan
1
PWT. 401
Konsep Dasar Keperawatan
2
2
WAT. 402
Keperawatan Dasar
5
3
WAT. 403
Metodologi Keperawatan
2
4
PWT. 404
Dokumentasi Keperawatan
2
5
PWT. 405
Komunikasi
2
6
WAT. 406
Manajemen Keperawatan
2
7
WAT. 407
Manejemen Patient safety
2
E
Ilmu Keperawatan Klinik
1
PWT. 501
Praktik Klinik Keperawatan Dasar
3
2
WAT. 502
Keperawatan Medikal Bedah
3
3
WAT. 503
Praktik Klinik Keperawatan Medikal Bedah I
2
4
WAT. 504
Keperawatan Medikal Bedah
3
5
WAT. 505
Praktik Klinik Keperawatan Medikal Bedah II
2
6
WAT. 307
Keperawatan Anak
3
7
WAT. 507
Keperawatan Maternitas
3
8
WAT. 306
Keperawatan Jiwa
3
9
F
I
II
WAT. 315
Keperawatan Gawatdarurat dan Manajemen
Bencana
Ilmu Keperawatan Komunitas
2
1
WAT. 311
Keperawatan Keluarga
3
2
WAT. 312
Keperawatan Gerontik
2
Karya Tulis Ilmiah
3
G
1
Tugas Akhir
WAT. K1. 04
Jumlah
76
Beban kredit kurikulum yang disepakati secara nasional adalah 70% dari 108 sks
B. Pengakuan Hasil Asesmen Pembelajaran Lampau
1. Mata Kuliah yang Dapat Diakui Melalui asesmen RPL
Pada program afirmasi dengan pendekatan rekognisi pembelajaran
lampau (RPL), struktur kurikulum dikategorikan menjadi 13 SKS wajib
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
39
ditempuh dan 95 SKS yang diberikan sebagai program asesmen RPL.
Dari 95 SKS yang diberikan kesempatan untuk diases melalui RPL telah
dilakukan uji coba di 5 Politeknik Kesehatan, yaitu di Poltekkes
Tasikmalaya, Medan, Jambi, Kupang dan Poltekkes Kemenkes Jayapura
pada bulan Desember 2016. Hasil uji coba terhadap 105 calon peserta
yang mengikuti asesmen didapat kesimpulan bahwa semua peserta
minimal dapat diakui capaian pembelajaran lampaunya sebesar 68 sks,
sedangkan 27 sks masih perlu mengikuti perkuliahan. Berdasarkan hasil
uji coba asesmen dan rekognisi, berikut adalah daftar mata kuliah yang
diharapkan dapat diakui capaian pembelajaran lampaunya:
NO
MATA KULIAH
BOBOT
SKS
T
P
L/K
Mata Kuliah Yang mendapat pengakuan
(dibebaskan)
1
Agama
2
2
2
Pancasila
2
2
3
Kewarganegaraan
2
2
4
Bahasa Indonesia
2
1
5
Psikologi
2
2
6
Antropologi kesehatan
2
2
7
Keperawatan Dasar
5
3
2
8
Gizi dan Diet
2
1
1
9
Metodologi Keperawatan
2
1
1
10
Komunikasi
2
1
1
11
Praktek Klinik Keperawatan Dasar
3
12
Kewirausahaan
2
13
Keperawatan Anak (Praktik)
1
1
14
Keperawatan Maternitas (Praktik)
1
1
15
Keperawatan Jiwa
1
1
16
Farmakologi
3
2
1
17
Ilmu Biomedik Dasar
4
3
1
18.
Patofisiologi
2
2
Jumlah
40
26
19.
Muatan Penciri insitusi
Total Jumlah
1
3
2
8
28**
68
** Ditempuh dengan cara khusus
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
40
6
2. Mata Kuliah yang Diperkirakan Perlu Ditempuh
Mata Kuliah dan Beban studi yang diwajibkan diikuti oleh peserta didik
adalah sebesar 13 SKS. Mata kuliah yang dapat ditawarkan melalui RPL
adalah sebesar 23 SKS (dari kurikulum yang disepakati secara nasional )
dan 4 SKS dari muatan penciri institusi penyelenggara sesuai dengan visi
dan misinya.
Berikut adalah struktur kurikulum dan distribusi mata kuliah yang
diperkirakan perlu ditempuh :
NO
MATA KULIAH
BOBO
T
SKS
T
P
L/K
-
A
Mata Kuliah Wajib Diikuti
1.
Etika Keparawatan
2
1
1
2.
Manejemen Patient safety
2
1
1
3.
Dokumentasi Proses Keperawatan
2
1
1
4.
Konsep Dasar Keperawatan
2
2
5.
Menejemen Keperawatan
2
2
6.
Penyusunan tugas akhir
3
JUMLAH
13
7
3
3
3
B
Mata Kuliah Yang ditawarkan untk RPL
1.
Keperawatan keluarga
3
2
1
2.
Gerontik
2
1
1
3.
Keperawatan Gawat Darurat
2
1
1
4.
Keperawatan Maternitas
2
1
1
5.
Keperawatan Anak
2
1
1
6.
Keperawatan Jiwa
2
1
1
7.
Keperawatan Medikal Bedah I
3
2
1
8.
Praktik Keperawatan Medikal Bedah I
2
9.
Keperawatan Medikal Bedah II
3
Praktik Keperawatan Medikal Bedah II
2
JUMLAH
23
Muatan Penciri Institusi
4
10
11
JUMLAH TOTAL SKS
2
2
1
2
40
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
41
Kesimpulan :
Kurikulum
Jumlah SKS
Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) 108 SKS terdiri dari :
a. Kurikulum yang disepakati secara Nasional
b. Kurikulum penciri institusi
Mata kuliah pada kurikulun yang disepakati secara
nasional yang mendapat pengakuan berdasarkan sampel
proses asesmen
Kurikulum wajib tempuh
Mata Kuliah dari kurikulum yang disepakati nasional yang
ditawarkan untuk mendapat RPL
Mata Kuliah Penciri Institusi yang ditempuh dengan cara
khusus
Mata kuliah yang diperkirakan akan ditempuh
76
32
40
13
27
28
40 (27 +13)
3. Muatan Penciri Institusi
Besarnya beban studi pada kurikulum
D III keperawatan tahun 2014
yang disepakati oleh seluruh program studi D III Keperawatan adalah 76
SKS.Setiap program studi DIII Keperawatan memiliki matakuliah penciri
sesuai dengan visi dan misinya yang besar beban studiny paling sedikit
32 SKS agar memenuhi Kurikulum PendidikanTinggi (KPT) program Studi
D III Keperawatan sebesar 108 SKS. Disepakati bahwa dalam program ini
lebih memprioritaskan Capaian Pembelajaran yang diemban oleh
kurikulum yang disepakati secara nasional yang menjamin ketercapaian
kompetensi inti seorang perawat. Sementara itu Capaian Pembelajaran
yang merupakan penciri institusi, pencapaiannya dilakukan dengan
pembelajaran cara lain yang sesuai dengan tetap mengikuti kaidahkaidah pendidikan. Dari 32 SKS beban studi, 4 SKS dapat ditawarkan
melalui rekognisi sedangkan 28 SKS ditempuh dengan cara lain.Cara lain
yang dimaksud adalah pembelajaran dengan metoda studi mandiri atau
studi kasus atau metoda lain yang sejenis misalnya seminar atau
pelatihan atau pengkayaan, yang dirancang khusus untuk dilaksanakan
sebelum peserta memasuki periode perkuliahan. Pelaksanaannya paling
sedikit 3 bulan sebelum semester baru dimulai.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
42
4. Distribusi Mata Kuliah (Rencana Perkuliahan Untuk Calon Peserta RPL)
NO
MATA KULIAH
BOBOT
SKS
T
P
L/K
-
A
Semester I
1
Etika Keperawatan
2
1
1
2
Manejemen Patient safety
2
1
1
3
Dokumentasi Keperawatan
2
1
1
4
Konsep Dasar Keperawatan
2
2
5
Keperawatan Keluarga
3
2
6
Keperawatan Medikal Bedah I
3
2
7
Praktik Keperawatan Medikal Bedah I
2
8
Keperawatan Maternitas
2
9
Muatan Penciri Institusi
2
JUMLAH
20
11
4
5
TOTAL JAM/MINGGU
35.15
9.16
11.33
14.66
1
1
2
2
2
B
Semester II
1
Keperawatan Anak
2
2
2
Keperawatan Jiwa
2
2
3
Gerontik
2
1
4
Praktik Keperawatan Medikal Bedah II
2
5
Keperawatan Medikal Bedah II
3
2
1
6
Manajemen Keperawatan
2
1
1
7
Keperawatan Gawat Darurat
2
1
8
Penyusunan Tugas Akhir
3
3
9
Muatan Penciri Institusi
2
2
JUMLAH
20
9
2
9
TOTAL JAM/MINGGU
38.71
7.55
5.66
25.5
1
2
1
C. Implementasi Desain Pembelajaran
Berikut adalah gambaran desain implementasi pembelajaran pada program
RPL untuk setiap mata kuliah :
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
43
NO
1
2.
3.
NAMA MK
Etika Keperawatan
2 SKS (1 T; 1P)
Managemen Pasien safety
Proses
Keperawatan
Dokumentasi













PROSES
PEMBELAJARAN
Kuliah
Seminar
Responsi/Tutorial
Praktikum
Kuliah
Responsi/Tutorial
Praktikum
Kuliah
Seminar
Responsi/Tutorial
Praktikum
Kuliah
Responsi/Tutorial










JML SKS
2 SKS (1 T; 1P)
dan
2 SKS (1 T; 1P)
4.
Konsep Keperawatan Dasar
2 SKS (2 T)
5.
Keperawatan Keluarga
3 SKS (2 T, 1 K)
6.
Keperawatan Gerontik
2 SKS (1 T, 1 K)
7.
Keperawatan Gawat Darurat
2 SKS (1 T, 1 K)
8.
Keperawatan Maternitas
2 SKS (2 T)
MEDIA
TEMPAT


Modul
Kasus dilema etik


Kelas Kampus
Tempat
kerja
kebutuhan
sesuai


Modul
Kasus


Kelas Kampus
Tempat
kerja
kebutuhan
sesuai



Modul
Kasus
Laporan askep


Kelas
Tempat
kerja
kebutuhan
sesuai

Modul


Kuliah
Responsi/Tutorial
Praktik Klinik
Kuliah
Responsi/Tutorial
Praktik Klinik




Modul materi dan
Modul Praktik
Kasus
Kelas
Tempat
kerja
sesuai
kebutuhan
Kelas
Lahan Praktik (Wilayah
Kerja Puskesmas)


Modul Materi
Modul Praktik


Kelas
Lahan Praktik (Wilayah
Kerja Puskesmas)
Kuliah
Responsi/Tutorial
Praktik Klinik
Kuliah


Modul Materi
Modul Praktik


Kelas
Lahan Praktik (UGD)

Modul

Kelas
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
44
NO
NAMA MK
9.
Keperawatan Anak
2 SKS (2 T)
10.
Keperawatan Jiwa
2 SKS (2 T)
11.
Keperawatan Medikal Bedah I
3 SKS (2 T, 1 P)
12.
Praktik Keperawatan Medikal
Bedah I
Keperawatan Medikal Bedah II
2 SKS (2 K)
2 SKS (2 K)
15.
Praktik Keperawatan Medikal
Bedah II
Managemen Keperawatan
16.
Karya Tulis Ilmiah
3 SKS (3 K)
13.
14.












PROSES
PEMBELAJARAN
Responsi/Tutorial
Seminar
Kuliah
Responsi/Tutorial
Seminar
Kuliah
Responsi/Tutorial
Seminar
Kuliah
Responsi/Tutorial
Laboratorium
Praktik Klinik




Kuliah
Responsi/Tutorial
Laboratorium
Praktik Klinik






Kuliah
Responsi/Tutorial
Seminar
Seminar
Responsi
JML SKS
3 SKS (2 T, 1 P)
2 SKS (2 T)
MEDIA
TEMPAT

Modul

Kelas

Modul

Kelas

Modul materi dan
Modul Praktik
Kasus


Kelas
Laboratorium
Modul
Praktik
Klinik
Modul materi dan
Modul Praktik
Kasus

Lahan Praktik


Kelas
Laboratorium

Lahan Praktik


Modul
Praktik
Klinik
Modul
Kasus fiktif

Kasus
Lahan Praktik




Kelas
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
45
D. Contoh Rencana Pembelajaran (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Mata Kuliah
: Konsep Dasar Keperawatan
Kode Mata Kuliah
: PWT. 401
Beban Studi
: 2 SKS
Pert.
Ke
Waktu/
Jam
Capaian Pembelajaran
1
100 menit
(P) menjelaskan Sejarah
Keperawatan:
Perkembangan
keperawatan di Dunia
dan Indonesia:
Sejarah Keperawatan:
Perkembangan keperawatan
di Dunia dan Indonesia:
Deklaratif
- Mhs
memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
- Dosen merangkum
2
100 menit
(P) menjelaskan
Falsafah dalam
keperawatan :
Falsafah keperawatan :
a.Falsafah : pengertian,
cabang-cabang falsafah,
falsafah keperawatan
b. Paradigma
Pengertian, unsur2 paradigma
keperawatan
Deklaratif,
SGD
Penugasan
terstruktur
-Mhs
memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
-Mhs dibagi dalam 8
kelompok untk
Bahan Kajian/ Materi
Metode
Pengalaman
Belajar Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan Indikator
Sejarah
Keperawatan:
Perkembangan
keperawatan di
Dunia dan
Indonesia:
dengan benar
Falsafah
dalam
keperawatan
dapat
dijelaskan
dengan benar oleh
kelompok
Metode
Assesmen
- RPS
- HO
- Kontrak
Belajar
- Makalah
Mhs
-Buku
sumber
-Presentasi
kelp 1 dan 2
-Feedback
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
46
Tempat
Pembelaja
ran
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
Pert.
Ke
Waktu/
Jam
Capaian Pembelajaran
Bahan Kajian/ Materi
Metode
c. Hakekat paradigma
d. .Keyakinan (belief) :
Pengertian, kategori belief,
belief keperawatan
3
4
100 menit
Pengalaman
Belajar Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan Indikator
mendidkusikan
materi
- Memilih bahan
diskusi
- Mempresentasikan
makalah dan
mendiskusikan
dikelas
Metode
Assesmen
Tempat
Pembelaja
ran
dari dosen
-
-
(P) Menjelaskan
paradigma keperawatan
dari sudut pandang
beberapa pakar
Paradigma keperawatan :
Diskusi
kelompok
presentasi
oelh
kelompok 3
Paradigma
keperawatan
menurut beberapa
pakar
dapat
dijelaskan dengan
benar
oleh
kelompok
- Makalah
Mhs
-Buku
sumber
-Presentasi 3
-Feedback
dari dosen
(P)
Peserta
didik
menjelaskan
konsep
manusia sebagai dasar
dalam
memberikan
asuhan keperawatan
(A)
Menghargai
martabat
manusia
sebagai makhluk bio,
psiko,sosio dan spritual
Konsepmanusia sebagai
makhluk holistik
Diskusi
kelompok
presentasi
oelh
kelompok 4
Konsep manusia
dapat dijelaskan
dengan benar oleh
kelompok
- Makalah
Mhs
-Buku
sumber
-Presentasi 4
-Feedback
dari dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
47
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
Pert.
Ke
Waktu/
Jam
Capaian Pembelajaran
5
100 menit
6
100 menit
(P) menjelaskan konsep
lingkungan
sebagai
konsep dasar dalam
memberikan
asuhian
keperawatan
(A)
Mememlihara
lingkungan
pasien
sebagai bagian penting
dalam
mempengaruhi
kesehatan pasien
(P) Mejelaskan konsep
sehat dan sakit sebagai
konsep dasar dalam
memberikan
asuhian
keperawatan
(A) Menghargai perilaku
sakit
pasien
dan
memberikan
asuhan
keperawatan.
7
8
100 menit
100 menit
Bahan Kajian/ Materi
Menjelaskan
keperawatan
Konsep
Metode
Pengalaman
Belajar Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan Indikator
Metode
Assesmen
Tempat
Pembelaja
ran
Konsep lingkungan
Lingkungan : internal dan
eksternal
Diskusi
kelompok
presentasi
oleh
kelompok 5
dan 6
Konsep
lingkungan internal
dan eksternal
dijelaskan dengan
benar oleh
kelompok
Makalah
Mhs
-Buku
sumber
-Presentasi 5
dan 6
-Feedback
dari dosen
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
Konsep sehat-sakit
Diskusi
kelompok
presentasi
oelh
kelompok 7
dan 8
Konsep sehat sakit
dapat dijelaskan
denagan benar
oleh kelompok
- Makalah
Mhs
-Buku
sumber
-Presentasi 7
dan 8
-Feedback
dari dosen
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
UTS
Keperawatan sebagai profesi
1.Pengertian keperawatan
2.Evolusi definisi keperawatan
3.Keperawatan sebagai profesi
Deklaratif
-Mhs
memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
Konsep
keperawatan
sebagai profesi di
pahami dengan
Kampus
Kampus
atau
Tempat
Kerja
-HO
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
48
Pert.
Ke
Waktu/
Jam
Capaian Pembelajaran
Bahan Kajian/ Materi
Metode
:
a.Karakteristik profesi
b.Perbedaan profesi dan
okupasi
c.”Helping profession”
9
100 menit
(P) Menjelaskan tentang
trend
dan
issue
perkembangan
keperawatan saat ini
Trend keperawatan dimasa
yang
akan datang
10
100 menit
Konsep tumbuh kembang
11
100 menit
(P) menjelaskan konsep
tumbuh dan kembang
sebagai konsep dasar
dalam
memberikan
asuhian keperawatan
(A) Memberikan asuhan
keperawatan
engan
melakukan pendekatan
sesuai dengan tumbuh
kembang pasien
(P) menjelaskan konsep
diri sebagai konsep
dasar
dalam
memberikan
asuhian
Konsep diri
Pengalaman
Belajar Mahasiswa
dosen dan mhs
- Dosen merangkum
Deklaratif
Deklaratif
Deklaratif
Mhs memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
- Dosen
merangkum
Mhs memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
- Dosen merangkum
Mhs memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
Kriteria Penilaian
dan Indikator
Metode
Assesmen
benar
Konsep tumbuh
kembang sebagai
konsep dasar
dalam memberikan
asuhan
keperawatan di
pahami dengan
benar
HO
Konsep diri
sebagai konsep
dasar dalam
memberikan
HO
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Tempat
Pembelaja
ran
Sesuai
Kebutuhan
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
Kampus
atau
Tempat
Kerja
49
Pert.
Ke
Waktu/
Jam
Capaian Pembelajaran
Bahan Kajian/ Materi
Metode
keperawatan
(A) memiliki konsep diri
yang
positif
dalam
memberikan
asuhan
keperawtan
Pengalaman
Belajar Mahasiswa
- Dosen
merangkum
Kriteria Penilaian
dan Indikator
Metode
Assesmen
Tempat
Pembelaja
ran
Sesuai
Kebutuhan
asuhan
keperawatan di
pahami dengan
benar
12
100 menit
(P) menjelaskan konsep
spritual dan sebagai
konsep dasar dalam
memberikan
asuhan
keperawatan
(A) menerapkan konsep
spiritual
dalam
kehidupan
sehari-hari
dan
memberikan
asuhan keperawatan
Konsep spiritual dan
keyakinan
Deklaratif
Mhs memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
- Dosen merangkum
Konsep
spiritual
dan
keyakinan
sebagai
konsep
dasar
dalam
memberikan
asuhan
keperawatan
di
pahami
dengan
benar
HO
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
15
100 menit
(P)
Menjelaskan
seksualitas
sebagai
konsep dasar dalam
memberikan
asuhan
keperawatan
(A) Mempunyai sikap
yang
positif
thd
kebutuhan seksual dan
menerapkan
dalam
Konsep seksualitas
Deklaratif
Mhs memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
- Dosen
merangkum
Konsep
seksualitas
sebagai konsep
dasar dalam
memberikan
asuhan
keperawatan di
pahami dengan
benar
HO
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
50
Pert.
Ke
Waktu/
Jam
Capaian Pembelajaran
Bahan Kajian/ Materi
Metode
Pengalaman
Belajar Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan Indikator
Metode
Assesmen
Tempat
Pembelaja
ran
HO
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
kebutuhan sehari-hari
14
15
100 menit
100 menit
(P)
menjelaskan
konsep, teori dalam
praktik keperawatan
Konsep, teori dalam Praktik
keperawatan
Deklaratif
Mhs memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
- Dosen merangkum
(P)
Menjelaskan
konsep, teori dan model
praktik keperawatan diri
menurut:
2
ahli
keperawatan
Konsep teori menurut
1. Orem
2. Virginia henderson
Diskusi
kelompok
dan
presentasi :
makalah
Mhs dibagi dalam 2
kelompok untk
mendidkusikan
materi
- Memilih bahan
diskusi
- Mempresentasikan
makalah dan
mendiskusikan
dikelas
(P)
menjelaskan
konsep
sistem
pelayanan
kesehatan
sebagai konsep dasar
dalam
memberikan
asuhian keperawatan
Sistem pemberian pelayanan
kesehatan.
1.Jenis-jenis profesi kesehatan
2.Tim kesehatan dalam
pemberian pelayanan
kesehatan
Deklaratif
-Mhs
memperhatikan
dosen
- Tanya Jawab antar
dosen dan mhs
- Dosen merangkum
Konsep, teori
dalam Praktik
keperawatan di
pahami dengan
benar
-Makalah
Mhs
-Buku
sumber
-Presentasi
kel 1 dan 2
-Feedback
dari dosen
Konsep
sistem
pelayanan
kesehatan sebagai
konsep
dasar
dalam memberikan
asuhian
HO
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus
atau
Tempat
Kerja
Sesuai
Kebutuhan
51
Pert.
Ke
16
Waktu/
Jam
Capaian Pembelajaran
Bahan Kajian/ Materi
3.Masalah-masalah yang
harus dikonsultasikan
4.Mekanisme konsultasi
UAS
Metode
Pengalaman
Belajar Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan Indikator
Metode
Assesmen
Tempat
Pembelaja
ran
keperawatan
di
jelaskan
dengan
benar
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus
52
DESAIN
PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN
LAMPAU (RPL)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
KEBIDANAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
53
PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN BAHAN KAJIAN
A. Profil Lulusan
Profil lulusan adalah tampilan kinerja yang dapat dilakukan lulusan program
studi di masyarakat/dunia kerja sesuai dengan level KKNI. Profil Lulusan
program Studi D III kebidanan adalah sebagai Care Provider yaitu seorang
Ahli Madya Kebidanan yang berperan sebagai pemberi asuhan kebidanan
essensial pada masa kehamilan, persalinan, nifas, keluarga berencana, bayi,
dan promosi kesehatan reproduksi dengan melibatkan keluarga dan
masyarakat pada kondisi normal sesuai standar dan kode etik profesi pada
tatanan pelayanan kesehatan.
B. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran merupakan rumusan kriteria minimal tentang
kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap dan tata nilai,
pengetahuan dan keterampilan yang telah ditempuh oleh seorang mahasiswa
selama menempuh studi tertentu. Capaian pembelajaran Program Studi DIII
Kebidanan adalah sebagai berikut :
1. Rumusan Sikap
Setiap lulusan Program Studi D III Kebidanan harus memiliki sikap
sebagai berikut:
a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan
sikap religius
b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan praktik
kebidanan berdasarkan agama, moral, dan filosofi, kode etik profesi,
serta standar kebidanan
c. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa,
bernegara,
dan
kemajuan
peradaban berdasarkan
Pancasila
d. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah
air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada Negara
dan bangsa
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
54
f. Menghargai martabat perempuan sebagai individu yang memiliki hakhak, potensi, dan privasi
g. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan
h. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara serta dalam kehidupan berprofesi
i. Menginternalisasi nilai-nilai luhur, norma, filosofi, dan etika akademik
j. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaannya
k. Menginternalisasi
semangat
kemandirian,
kejuangan,
dan
kewirausahaan.
2. Rumusan Keterampilan Umum
Setiap lulusan Program Studi D III Kebidanan harus memiliki ketrampilan
umum sebagai berikut :
a. Mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan memilih
beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah
baku dalam pelayanan dan asuhan kebidanan berdasarkan analisis
data
b. Mampu menunjukkan kinerja yang bermutu dan terukur sesuai dengan
standar prosedur operasional dalam memberikan pelayanan dan
asuhan kebidanan
c. Mampu
memecahkan
masalah
dalam
pelayanan
dan
asuhan
kebidanan sesuai dengan kompetensi, kewenangan yang berbasis
bukti ilmiah dan bertanggung jawab atas hasilnya secara mandiri
d. Mampu menyusun laporan hasil dan proses kerja secara akurat dan
sahih serta mengomunikasikannya secara efektif kepada pihak lain
yang membutuhkan
e. Mampu bekerja sama, berkomunikasi teknis dan prosedural dalam
pekerjaannya
f. Mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan
melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan
yang
ditugaskan
kepada
pekerja
yang
berada
di
bawah
tanggungjawabnya
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
55
g. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang
berada dibawah tanggung jawabnya, dan mengelola pengembangan
kompetensi kerja secara mandiri
h. Mampu
mendokumentasikan,
menyimpan,
mengamankan,
dan
menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah
plagiarism
3. Rumusan Pengetahuan
Setiap
lulusan
Program
Studi
D-III
Kebidanan
harus
memiliki
pengetahuan sebagai berikut :
a. Menguasai konsep teoritis fisiologi siklus hidup manusia (Human
Lifecycle Physiology) secara umum
b. Menguasai konsep teoritis ekologi manusia, biologi reproduksi dan
perkembangan secara umum
c. Menguasai konsep umum
psikologi perkembangan yang berkaitan
dengan siklus reproduksi perempuan
d. Menguasai konsep umum mikrobiologi, kimia, fisika, biokimia, dan
farmakologi
e. Menguasai konsep umum, prinsip, dan teknik bantuan hidup dasar
(Basic Life Support)
f. Menguasai konsep umum sosial budaya, agama dan kepercayaan
g. Menguasai konsep umum ilmu gizi dalam siklus reproduksi perempuan
h. Menguasai metode, tekhnik dan pengetahuan prosedural dalam
asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, pasca persalinan, bayi
baru lahir, bayi dan balita serta pelayanan kontrasepsi
i. Menguasai pengetahuan tentang jenis, tanda dan gejala tentang
komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, pasca persalinan, bayi
baru lahir, bayi dan balita secara umum
j. Menguasai konsep umum kesehatan masyarakat pada substansi
promosi kesehatan perempuan, ibu dan anak
k. Mengetahui pengetahuan faktual tentang jenis, masa inkubasi,
dampak penyakit-penyakit umum dan infeksi pada kehamilan dan
persalinan
l. Menguasai pengetahuan faktual tentang etika dan hukum perundangundangan dalam asuhan kebidanan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
56
m. Menguasai konsep umum, prinsip, dan teknik komunikasi efektif
n. Menguasai konsep, prinsip, dan teknik komunikasi teurapeutik.
4. Rumusan Ketrampilan Khusus
Setiap lulusan Program Studi D III Kebidanan harus memiliki ketrampilan
khusus sebagai berikut :
a. Mampu
memberikan
asuhan
kebidanan
pada
kehamilan
dan
persalinan normal sesuai standar mutu yang berlaku*), dan kode etik
profesi
b. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada pasca persalinan
(postpartum) normal sesuai standar mutu yang berlaku*), dan kode
etik profesi
c. Mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
(neonatus) bayi dan balita normal, sesuai
standar mutu yang
berlaku*), dan kode etik profesi
d. Mampu melakukan deteksi dini kelainan pada kehamilan, persalinan,
pasca persalinan, bayi baru lahir, bayi dan balita, dan penanganan
awal kegawatdaruratan, serta melakukan rujukan kepada profesional
lain yang relevan
e. Mampu melakukan edukasi dan konsultasi tentang fungsi, manfaat,
komplikasi, efek samping, dan tata cara penggunaan kontrasepsi oral,
suntik, kondom, dan metode kontrasepsi alamiah kepada masyarakat
dan pemangku kepentingan yang relevan
f. Mampu melaksanakan pelayanan kontrasepsi oral dan suntik sesuai
standar
mutu
yang
berlaku*)
dan kode etik
profesi
dengan
mempertimbangkan aspek budaya setempat
g. Mampu mencatat dan mendokumentasikan asuhan kebidanan (butir 16) sesuai sistem rekam medis yang berlaku
h. Mampu berkomunikasi teknis dan prosedural secara verbal dan nonverbal dengan perempuan, keluarganya, dan masyarakat, serta teman
sejawat untuk meningkatkan kesehatan perempuan, ibu, dan anak
i. Mampu melaksanakan promosi kesehatan reproduksi yang sudah
dirancang institusi
j. Mampu melaksanakan upaya pencegahan infeksi dalam asuhan
kebidanan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
57
k. Mampu melakukan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support)
khususnya pada kasus-kasus maternal dan neonatal.
C. Bahan Kajian
No
1
2
Capaian Pembelajaran
Pengetahuan
Menguasai konsep teoritis fisiologi siklus
hidup manusia (Human Lifecycle
Physiology) secara umum
Menguasai konsep teoritis ekologi
manusia,
biologi
reproduksi
dan
perkembangan secara umum
.
3
Menguasai konsep umum
psikologi
perkembangan yang berkaitan dengan
siklus reproduksi perempuan
4
Menguasai konsep umum mikrobiologi,
kimia, fisika, biokimia, dan farmakologi
Bahan Kajian
a.
b.
c.
a.
b.
Anatomi tubuh manusia
Fisiologi tubuh manusia
Proses adaptasi fisiologi extra uterin
Konsep ekologi manusia
Anatomi Fisiologi sistem reproduksi
wanita dan pria
c. Fisiologi kehamilan (proses
kehamilan, tumbuh kembang foetus,
pertumbuhan plasenta)
d. Fisiologi persalinan, nifas dan laktasi
a. Psikologi ibu hamil, ibu bersalin,
ibu nifas.
b. Konsep dasar manusia sebagai
(sistem adaptif, makhluk holistic)
c. Konsep diri, konsep stress adaptasi,
kehilangan dan kematian
a.
b.
c.
d.
e.
f.
5
6
Menguasai konsep umum, prinsip, dan
teknik bantuan hidup dasar (Basic Life
Support)
Menguasai konsep umum sosial budaya,
agama dan kepercayaan
g.
a.
b.
a.
b.
c.
d.
e.
Prinsip pencegahan infeksi
Konsep desinfeksi dan sterilisasi
System imunologi
Farmakologi : Farmako dinamik dan
Farmako kinetic
Prinsip penyimpangan obat
Prisip Ilmu Fisika yang berhubungan
dengan Ilmu Kebidanan
Body mekanik
Konsep dan prinsip penyelamatan
dan bantuan hidup dasar
Konsep
penanganan
awal
kegawatdaruratan maternal neonatal
Sosial
budaya
dasar
yang
berhubungan dengan Kehamilan
Sosial
budaya
dasar
yang
berhubungan dengan Persalinan dan
BBL
Sosial
budaya
dasar
yang
berhubungan dengan
Nifas dan
laktasi
Sosial
budaya
dasar
yang
berhubungan dengan neonatus,bayi,
balita
Sosial
budaya
dasar
yang
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
58
No
Capaian Pembelajaran
Pengetahuan
7
Menguasai konsep umum ilmu gizi dalam
siklus reproduksi perempuan
8
Menguasai
metode,
tekhnik
dan
pengetahuan prosedural dalam asuhan
kebidanan pada kehamilan, persalinan,
pasca persalinan, bayi baru lahir, bayi
dan balita serta pelayanan kontrasepsi
9
Menguasai pengetahuan tentang jenis,
tanda dan gejala tentang komplikasi
pada masa kehamilan, persalinan, pasca
persalinan, bayi baru lahir, dan bayi,
balita secara umum;
Bahan Kajian
berhubungan
dengan
KB
dan
kesehatan reproduksi
Kebutuhan gizi pada masa reproduksi :
a. Kebutuhan gizi pada ibu hamil,
b. Kebutuhan gizi bersalin,
c. Kebutuhan gizi nifas, dan menyusui.
a. Konsep bidan
b. Filosofi bidan
c. Paradigma asuhan kebidanan
d. Peran, fungsi dan kewenangan bidan
e. Teori dan Model praktik kebidanan
f. Standar profesi bidan
g. Manajemen kebidanan dalam praktik
kebidanan
h. Faktor-faktor yang mempengaruhi
kehamilan, persalinan, nifas dan bayi
dan balita
i. Kebutuhan dasar ibu hamil, bersalin,
nifas, bayi, balita dan KB/KR
j. Evidence based dalam asuhan
kehamilan, persalinan, nifas, bayi,
balita dan KB/KR
k. Prosedur
ketrampilan
dasar
kebidanan mulai asuhan kehamilan
l. Prosedur keterampilan persalinan,
bayi baru lahir
m. Prosedur keterampilan nifas
n. Prinsip Pencegahan Infeksi
o. Manajemen
asuhan
kehamilan,
persalinan, nifas dan bayi, balita dan
keluarga berencana.
p. Pengenalan tanda bahaya pada
masa kehamilan, persalinan, nifas
dan bayi, balita
q. Teknik pelayanan alat kontrasepsi
a. Anatomi Fisiologi sistem reproduksi
b. Tanda bahaya kehamilan, persalinan
bbl, nifas, neonatus, bayi, balita
c. Komplikasi yang bisa terjadi pada
kehamilan
d. Komplikasi yang bisa terjadi pada
persalinan
e. Komplikasi yang bisa terjadi pada
pasca persalinan
f. Komplikasi yang bisa terjadi pada bayi
baru lahir dan bayi, balita
g. Proses adaptasi fisiologi extra uterin
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
59
No
10
Capaian Pembelajaran
Pengetahuan
Menguasai konsep umum kesehatan
masyarakat pada substansi promosi
kesehatan perempuan, ibu, dan anak
11
Mengetahui pengetahuan faktual tentang
jenis, masa inkubasi, dampak penyakitpenyakit umum dan infeksi pada
kehamilan dan persalinan
12
Menguasai
pengetahuan
faktual
tentang etika dan hukum perundangundangan dalam asuhan kebidanan;
Menguasai konsep umum, prinsip, dan
teknik komunikasi efektif
13
14
Menguasai konsep, prinsip, dan teknik
komunikasi terapeutik
Bahan Kajian
a. Konsep dasar kesehatan masyarakat,
Primary health care dan promosi
kesehatan
b. Konsep pelayanan kesehatan ibu dan
anak di masyarakat
c. Konsep motivasi, perilaku sosial dan
cultural awarness
d. Program kesehatan yang terkait
dalam
meningkatkan
status
pelayanan KIA
e. Sistem jaminan pelayanan kesehatan
f. Konsep kebidanan komunitas
g. Epidemiologi
dan
Statistik
kesehatan dasar yang terkait dengan
praktik kebidanan
h. Pencatatan dan pelaporan
i. Konsep Kesehatan reproduksi
j. Konsep gender dalam kesehatan
reproduksi
k. Masalah-masalah
kesehatan
reproduksi yang sering terjadi
l. Rumor dan fakta yang terkait dengan
kesehatan ibu dan anak
m. Konsep promosi kesehatan,
n. Model
dan
prinsip
promosi,
Penyiapan Media promosi kesehatan
o. Konsep sehat sakit
p. Pendokumentasian hasil promosi
kesehatan
a. Patofisiologi penyakit-penyakit yang
berhubungan dengan kebidanan .
b. Penyakit infeksi: TORCH, Malaria,
Ascariasis, Hepatitis, TBC, Herpes,
Varicela
c. Penyakit Sistemik : DM,
d. Penyakit kardiovaskuler : jantung
Penyakit imunologi/ alergi : asma,
HIV/ AIDS
a. Etika profesi bidan
b. Hukum perundang-undangan terkait
dalam pelayanan kebidanan.
a. Konsep Dasar Komunikasi.
b. Prinsip komunikasi
c. Teknik komunikasi efektif
a. Konsep Komunikasi
b. Prinsip Komunikasi
c. Teknik komunikasi Therapeutik
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
60
No
1
2
3
4
5
6
7
Capaian Pembelajaran Keterampilan
Khusus
Mampu memberikan asuhan kebidanan
pada kehamilan dan persalinan
normal sesuai standar mutu yang
berlaku*), dan kode etik profesi
Mampu
melaksanakan
asuhan
kebidanan pada pasca persalinan
(postpartum) normal sesuai standar
mutu yang berlaku*), dan kode etik
profesi
Mampu
melaksanakan
asuhan
kebidanan pada bayi baru lahir
(neonatus) bayi normal, sesuai standar
mutu yang berlaku*), dan kode etik
profesi
Mampu melakukan deteksi dini kelainan
pada kehamilan, persalinan, pasca
persalinan, bayi baru lahir, bayi, balita
dan
penanganan
awal
kegawatdaruratan, serta melakukan
rujukan kepada profesional lain yang
relevan
Mampu
melakukan
edukasi
dan
konsultasi tentang fungsi, manfaat,
komplikasi, efek samping, dan tata cara
penggunaan kontrasepsi oral, suntik,
kondom,
dan metode
kontrasepsi
alamiah
kepada
masyarakat
dan
pemangku kepentingan yang relevan
Mampu
melaksanakan
pelayanan
kontrasepsi oral dan suntik sesuai
standar mutu yang berlaku*) dan kode
etik profesi dengan mempertimbangkan
aspek budaya setempat
Mampu
mencatat
dan
Bahan Kajian
a. Memberikan Asuhan Kebidanan
Kehamilan
b. Memberikan Asuhan Kebidanan
Persalinan normal
c. Konsep bidan
d. Profesional dan profesionalisme
e. Filosofi bidan
f. Paradigma asuhan kebidanan
g. Peran, fungsi dan kewenangan bidan
h. Teori dan Model praktik kebidanan
i. Standar profesi bidan
j. Manajemen kebidanan dalam praktik
kebidanan
k. Pelayanan kebidanan
Asuhan Kebidanan Nifas
Memberikan Asuhan Kebidanan bayi
baru lahir, neonatus dan bayi normal
a. Deteki dini pada kehamilan dan
penanganan kegawatdaruratan
b. Deteksi dini pada persalinan dan
penanganan kegawatdaruratan
c. Deteksi dini pada pasca persalinan
dan penanganan kegawatdaruratan
d. Deteki dini pada bayi dan balita dan
penanganan kegawatdaruratan
e. Komunikasi dengan profesi lain
a. Pelayanan edukasi dan konsultasi
kontrasepsi
b. Program pemerintah tentang keluarga
berencana
a.
b.
c.
d.
Pelayanan kontrasepsi oral
Pelayanan kontrasepsi suntik
Kode etik profesi
Budaya dasar
a. Pendokumentasian
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
asuhan
61
No
8
9
10
11
Capaian Pembelajaran Keterampilan
Khusus
mendokumentasikan
asuhan
kebidanan (butir 1-6) sesuai sistem
rekam medis yang berlaku
Mampu berkomunikasi teknis dan
prosedural secara verbal dan non-verbal
dengan perempuan, keluarganya, dan
masyarakat, serta teman sejawat untuk
meningkatkan kesehatan perempuan,
ibu, dan anak
Mampu
melaksanakan
promosi
kesehatan reproduksi yang sudah
dirancang institusi
Mampu
melaksanakan
upaya
pencegahan infeksi dalam asuhan
kebidanan
Mampu melakukan Bantuan Hidup Dasar
(Basic Life Support) khususnya pada
kasus-kasus maternal dan neonatal.
Bahan Kajian
kebidanan pada kehamilan
b. Pendokumentasian
asuhan
kebidanan pada persalinan dan bayi
baru lahir
c. Pendokumentasian
asuhan
kebidanan pada masa nifas
d. Pendokumentasian
asuhan
kebidanan pada neonatus, dan bayi,
balita
e. Pendokumentasian
asuhan
kebidanan pada pelayanan KB/KR
a. Komunikasi terhadap perempuan
b. Komunikasi terhadap Keluarga
c. Komunikasi terhadap Masyarakat
d. Komunikasi terhadap Teman sejawat
a. Ketrampilan komunikasi informasi
dan
edukasi,
dalam
promosi
kesehatan reproduksi
b. Pendokumentasian hasil promosi
kesehatan
Pencegahan infeksi dalam pelayanan
kebidanan
a. Prinsip penanganan penyelamatan
dan bantuan hidup dasar
b. Penanganan awal kegawatdaruratan
maternal neonatal
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
62
KURIKULUM DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum
Berikut ini merupakan daftar seluruh mata kuliah yang minimal ditempuh
pada Program Studi Diploma III Kebidanan Reguler, yaitu sebagai berikut:
NO
KODE MK
NAMA MATA KULIAH
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
Bd.5.001
Bd.5.002
Bd.5.003
Bd.5.004
Bd.5.005
Bd.5.006
Bd.5.007
Bd.5.008
Bd.5.009
Bd.5.010
Bd.5.011
Bd.5.012
Bd.5.013
Bd.5.014
Bd.5.015
Bd.5.016
Bd.5.017
Bd.5.018
Bd.5.019
Bd.5.020
Bd.5.021
22
Bd.5.022
23
Bd.5.023
24
25
26
Bd.5.024
Bd.5.025
Bd.5.026
Pendidikan Agama
Kewarganegaraan
Pancasila
Bahasa Indonesia
Pendidikan Budaya Anti Korupsi
Anatomi
Fisiologi
Konsep kebidanan
Komunikasi dalam praktik kebidanan
Etikolegal dalam praktik kebidanan
Kebutuhan dasar manusia
Keterampilan dasar klinik kebidanan
Asuhan kebidanan kehamilan
Asuhan kebidanan persalinan dan BBL
Asuhan kebidanan nifas dan menyusui
Asuhan kebidanan neonatus, dan bayi
Pelayanan KB dan Kesehatan reproduksi
Promosi Kesehatan
Kesehatan masyarakat
Asuhan kebidanan komunitas
Praktik Klinik kebidanan I (KDK, KDM, kehamilan
dengan bimbingan di fasilitas kesehatan)
Praktik Klinik Kebidanan II (persalinan dan BBL,
nifas, neonatus, bayi, balita dan KB/KR di
fasilitas kesehatan dengan bimbingan)
Praktik Klinik Kebidanan III (persalinan dan BBL,
nifas, neonatus, bayi, balita dan KB/KR di fasiltas
kesehatan dengan bimbingan sewaktu)
Praktik Kebidanan Komunitas
Laporan Tugas Akhir
Kegawatdaruratan maternal neonatal dan Basic
Life Support
Dokumentasi Kebidanan
Sosial Budaya Dasar
Obstetri
27
Bd.5.027
28
Bd.5.028
29
Bd.5.029
Jumlah
Minimal Kurikulum Prodi
Minimal jumlah SKS
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
JUMLAH
SKS
2
2
2
2
2
2
2
3
2
2
3
4
5
5
3
3
3
2
2
3
5
10
8
3
3
3
2
2
2
92
16
108
63
 Jumlah SKS minimal yang harus dipenuhi pada Prodi Diploma III Kebidanan
Reguler adalah sebesar 108 SKS. Jumlah SKS yang tersedia pada kurikulum
ini sebesar 92 SKS (92/108x 100%). Setiap Prodi memiliki kesempatan untuk
menambah minimal 16 sks sesuai dengan visi dan misi Program Studi,
sehingga terpenuhi minimal 108 SKS.
B. Pengakuan Hasil Asesmen
Pada Kurikulum Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Prodi
Diploma III Kebidanan ini dilakukan melalui kombinasi alih kredit dan
pembebasan kredit mata kuliah (asesmen dan rekognisi).
Maksimal
jumlah kredit yang diakui adalah sebesar 85% dari total kredit yang
diperlukan
untuk
menyelesaikan
kualifikasi
Pendidikan
Diploma
III
Kebidanan. Adapun sebesar 15% kredit yang lain, meliputi area kompetensi
yaitu etika profesi, regulasi, pembaruan/updating IPTEK keprofesian
serta kompetensi kritis dalam keprofesian, merupakan mata kuliah wajib
tempuh pada program RPL Diploma III Kebidanan, dan harus ditempuh
melalui proses pembelajaran di Perguruan Tinggi.
Mata Kuliah wajib tempuh ini terdiri dari sebagai berikut:
NO
KODE MK
1
2
3
4
Bd.5 R.006
Bd.5 R.008
Bd.5.R010
Bd.5.R.013
Bd.5.R.027
5
6
7
Bd.5.R.025
Bd.5.R.021
NAMA MATA KULIAH
Anatomi Fisiologi
Konsep Kebidanan
Etikolegal dalam Praktik kebidanan
Dokumentasi kebidanan
Kegawatdaruratan maternal neonatal dan Basic
Life Support
LTA
Asuhan Kebidanan persalinan dan BBL
JUMLAH
JUMLAH
SKS
2
2
2
2
3
3
3
17
Berdasarkan hasil asesmen melalui RPL pada kegiatan uji coba RPL pada 4
propinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan
ragam variasi background pengalaman masing-masing asesi calon peserta
RPL Diploma III Kebidanan, maka diperoleh daftar mata kuliah yang diakui
dan beban SKS nya sebagai berikut:
NO
KODE MK
1
Bd.5.001
NAMA MATA KULIAH
Pendidikan Agama
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
JUMLAH
SKS
2
64
NO
KODE MK
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
Bd.5.006
Bd.5.002
Bd.5.003
Bd.5.004
Bd.5.005
Bd.5.009
Bd.5.008
Bd.5.018
Bd.5.028
Bd.5.011
Bd.5.012
Bd.5.029
Bd.5.R.019
Bd.5.R.021
Bd.5.R.015
Bd.5.R.016
Bd.5.R.017
Bd.5.R.020
Bd.5.R.025
Bd.5.R.022
Bd.5.R.023
Bd.5.R.024
NAMA MATA KULIAH
Fisiologi
Kewarganegaraan
Pancasila
Bahasa Indonesia
Pendidikan Budaya Anti Korupsi
Komunikasi dalam praktik kebidanan
Konsep Kebidanan
Promosi Kesehatan
Sosial Budaya Dasar
Kebutuhan dasar manusia
Keterampilan dasar klinik kebidanan
Obstetri
Asuhan Kebidanan Kehamilan
Asuhan Kebidanan persalinan dan BBL
Asuhan kebidanan Nifas dan menyusui
Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita
Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi
Asuhan Kebidanan Komunitas
PKK I
PKK II
PKK III
Praktek Kebidanan Komunitas
JUMLAH
JUMLAH
SKS
2
2
2
2
2
2
1
2
2
3
4
2
3
2
1
1
1
1
3
6
5
1
52
Maka mata kuliah yang diperkirakan perlu ditempuh melalui proses
pembelajaran di Program Studi Diploma III Kebidanan adalah sebagai
berikut:
NO
KODE MK
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Bd.5.R.014
Bd.5.R.019
Bd.5.R.015
Bd.5.R.016
Bd.5.R.017
Bd.5.R.020
Bd.5.R.025
Bd.5.R.022
Bd.5.R.023
Bd.5.R.024
NAMA MATA KULIAH
Kesehatan Masyarakat
Asuhan Kebidanan Kehamilan
Asuhan kebidanan Nifas dan menyusui
Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita
Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi
Asuhan Kebidanan Komunitas
PKK I
PKK II
PKK III
Praktek Kebidanan Komunitas
Jumlah
JUMLAH
SKS
2
2
2
2
2
2
2
4
3
2
23 SKS
Jumlah Mata Kuliah yang perlu ditempuh oleh peserta tergantung pada hasil
asesmen RPL masing-masing peserta.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
65
C. Distribusi Mata Kuliah
Berdasarkan hasil kajian uji coba RPL, maka disusun rencana perkuliahan
yang terdiri dari daftar Mata Kuliah Wajib tempuh (17 SKS) dan Mata Kuliah
yang diperkirakan perlu ditempuh berdasarkan hasil uji coba asesmen RPL
(23 SKS), sehingga total rencana perkuliahan untuk calon peserta RPL
adalah maksimal 40 SKS, dengan distribusi per semester sebagai berikut:
SEMESTER I
MATA KULIAH
JUMLAH
SKS
2
NO
KODE MK
1
Bd.5 R.006
Anatomi Fisiologi*
2
Bd.5 R.008
Konsep Kebidanan*
2
3
Bd.5.R010
Etikolegal dalam Praktik kebidanan*
4
Bd.5.R.013
Asuhan Kebidanan Kehamilan
2
2
5
Bd.5.R.014
Asuhan Kebidanan persalinan dan BBL*
3
6
Bd.5.R.019
Kesehatan Masyarakat
2
7
Bd.5.R.021
PKK I
2
8
Bd.5.R.025
3
9
Bd.5.R.027
Kegawatdaruratan maternal neonatal dan Basic Life
Support*
Dokumentasi kebidanan*
2
20
TOTAL SKS
SEMESTER II
MATA KULIAH
JUMLAH
SKS
NO
KODE MK
1
Bd.5.R.015
Asuhan kebidanan Nifas dan menyusui
2
2
Bd.5.R.016
Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita
3
Bd.5.R.017
Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi
4
Bd.5.R.020
Asuhan Kebidanan Komunitas
2
2
2
5
Bd.5.R.022
PKK II
4
6
Bd.5.R.023
PKK III
3
7
Bd.5.R.024
Praktek Kebidanan Komunitas
2
8
Bd.5.R.025
LTA*
3
TOTAL SKS
20
Keterangan tanda *: mata kuliah wajib tempuh
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
66
D. Implementasi Desain Pembelajaran.
No
1
MK
Jmlh SKS
Proses
Pembelajaran
Media
Tempat
Pembelajaran
1
Konsep
Kebidanan
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul1 dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial
-
6 Modul
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
2
Etikolegal
dalam praktik
Kebidanan
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
-
6 Modul
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
3
Dokumentasi
Kebidanan
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
-
6 Modul
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
4
Kegawatdarura
tan maternal
neonatal dan
Basic Life
Support
3 SKS :
3 SKS
=Tutorial/ teori
(3 SKS x 50
menit x 14
minggu = 2100
menit = 35
jam/8 jam = 5
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
9 Modul dan
atau video
5
Anatomi
Fisiologi
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
-
6 Modul
dan atau
video
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
Modul bisa berbentuk modul cetak/modul elektronik/modul online/modul offline
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
67
No
MK
Jmlh SKS
Proses
Pembelajaran
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
Media
Tempat
Pembelajaran
kebutuhan
6
Asuhan
Kebidanan
Kehamilan
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
-
6 Modul
dan atau
video
7
Asuhan
Kebidanan
Persalinan dan
BBL
3 SKS :
3 SKS
=Tutorial/ teori
(3 SKS x 50
menit x 14
minggu = 2100
menit = 35
jam/8 jam = 5
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
8
Asuhan
Kebidanan
Nifas dan
menyusui
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.-masing.
-
6 Modul
dan atau
video
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
9
Asuhan
Kebidanan
Neonatus dan
Bayi
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
- 6 Modul dan
atau video
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
- 9 Modul
dan atau
video
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
68
No
MK
Jmlh SKS
Proses
Pembelajaran
10
Pelayanan KB
dan Kesehatan
reproduksi
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
- 6 Modul
dan atau
video
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
11
Kesehatan
Masyarakat
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
- 6 Modul
dan atau
video
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
12
Asuhan
Kebidanan
Komunitas
2 SKS :
2 SKS
=Tutorial/ teori
(2 SKS x 50
menit x 14
minggu = 1400
menit = 23
jam/8 jam = 3
hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok dan
atau sistem
Modul dalam
bentuk kuliah,
responsi atau
tutorial.
- 6 Modul
dan atau
video
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
13
Praktik Klinik
Kebidanan I
2 SKS (Praktik
Klinik I)
2 SKS=Praktik
(2 SKS x 170
menit x 14
minggu = 4760
menit =
79,3jam/8 jam
= 10 hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok
4 SKS (Praktik
Klinik II)
4 SKS =
Praktik (4 SKS
x 170 menit x
14 minggu =
9520 menit =
158,6 jam/8
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok
14
Praktik Klinik
Kebidanan II
Tempat
Pembelajaran
Media
-
Log book
praktik
Pedoman
Praktik
Kebidanan
1
Log book
praktik
Pedoman
Praktik
Kebidanan II
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Tempat Kerja
atau wahan
praktik sesuai
kebutuhan
-
Tempat Kerja
atau wahan
praktik
sesuai
kebutuhan
69
No
MK
Proses
Pembelajaran
Jmlh SKS
Media
Tempat
Pembelajaran
jam = 20 hari
15
16
Praktik Klinik
Kebidanan III
Praktik
Kebidanan
Komunitas
3 SKS (Praktik
Klinik III)
3 SKS =
Praktik (3 SKS
x 170 menit x
14 minggu =
7140 menit =
119 jam/8 jam
= 15 hari
Proses
pembelajaran
dilakukan dengan
sistem Blok
2 SKS (Praktik
di Masyarakat)
2 SKS =
Praktik (2 SKS
x 170 menit x
14 minggu =
4760 menit =
79,3jam/8 jam
= 10 hari
-
-
-
-
Praktik di
wahana
praktik
Preseptor/men
tor 8 orang
Waktu praktik
2 minggu
-
-
-
Log book
praktik
Pedoman
Praktik
Kebidanan
3
Wahana
praktik
(PKM rawat
jalan, PKM
rawat inap,
RS)
*bisa
memakai
wahana
praktik
sesuai
tempat
kerja
peserta
yang
relevan
dengan
apaian
kompetensi
Tempat Kerja
atau wahan
praktik
sesuai
kebutuhan
Log book
praktik
Pedoman
Praktik
Komunitas
Wahana
praktik
daerah
binaan
puskesmas
Peserta
dibagi
dalam 4
Tempat Kerja
atau wahan
praktik
sesuai
kebutuhan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
70
No
MK
Jmlh SKS
Proses
Pembelajaran
Media
Tempat
Pembelajaran
kelompok
(dengan
jumlah mhs
40 @klp 10
org)* bisa
memakai
wahana
praktik
sesuai
tempat
kerja
peserta
yang
relevan
dengan
capaian
kompetensi
17
LTA
3 SKS :
3 SKS Praktik
= Praktik (3
SKS x 170
menit x 14
minggu = 7140
menit = 119
jam/8 jam = 15
hari
Praktik menyusun
Tugas Akhir (TA):
- Proposal TA
- Pelaksanaan
TA
- Sidang Hasil
TA
*Frekuensi
Bimbingan LTA:
minimal 8 kali
(dari
tahap
penyusunan
proposal sampai
penyusunan
laporan hasil TA
- Panduan
Penyusunan
TA
- Log
Book
Bimbingan
TA
*Kasus
TA
bisa
diambil
dari Wahana
praktik tempat
Kerja
atau
tempat
pengambilan
kasus TA lain
yang sejenis
sesuai
capaian
pembelajaran
*Untuk
pelaksanaan
implementasi
pada
kasus
TA
dilaksanakan
sesuai
wahana
praktik dimana
kasus
TA
diambil
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
-
Tempat
Kerja atau
wahan
praktik
sesuai
kebutuhan
71
No
MK
Jmlh SKS
Proses
Pembelajaran
Media
Tempat
Pembelajaran
*Untuk
kegiatan
sidang
proposal,
sidang
hasil
serta proses
kegiatan
bimbingan
dilaksanakan
di Prodi atau
tempat kerja
Jumlah
78
Modul
(modul teori:
54,modul
praktik: 24)
*Modul Basic
Life Support
belum
tersedia.
E. Implementasi Pembelajaran
No
Tema Terintegrasi
Sub CP/Kompetensi
1
Asuhan Kebidanan
Kehamilan (terintegrasi) –
Panduan pelayanan
antenatal
 Konsep Kebidanan
(2 SKS)
 Anatomi Fisiologi (2
SKS)
 Etikolegal dan
Perundangundangan dalam
Kebidanan (2 SKS)
 Dokumentasi
Kebidanan (2 SKS)
 Kegawatdaruratan
Maternal dan
Neonatal dan Basic
Life Support (3 SKS)
1. Melakukan Pemeriksaan
Kehamilan
2. Melakukan asuhan
antenatal sesuai
Standar Asuhan
Antenatal dengan
menerapkan etika
profesi
3. Melakukan asuhan
Antenatal Terintegrasi,
Terfokus
4. Melakukan asuhan
antenal dengan
pendekatan P4K
5. Mengidentifikasi Tanda
bahaya kehamilan,
6. Mengidentifikasi
Komplikasi yang bisa
terjadi pada kehamilan
7. Mengidentifikasi
perubahan-perubahan
Implementasi Blok/
Jumlah Modul
5 Modul /Blok
Modul Asuhan Kebidanan
Kehamilan
Modul I Konsep
Dasar Asuhan
Kehamilan
Modul II Standart
Asuhan kehamilan
Modul III perubahan ,
dan kebutuhan
fisiologi dan
psikologi kehamilan
Modul IV
Deteksi dini tanda
bahaya, faktor
resiko, kobalorasi
komplikasi penyulit
dan penyakit
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
72
No
Tema Terintegrasi
Sub CP/Kompetensi
Fisiologi Kehamilan
8. Mengidentifikasi
perubahan-perubahan
Psikologi Kehamilan
9. Mengidentifikasi
kebutuhan masa
kehamilan trimester I, II,
dan III dan memberikan
KIE
10. Melakukan Deteksi dini
faktor risiko, komplikasi
obstetri dan penyakit
penyerta dalam
kehamilan
11. Melakukan penanganan
Awal Kegawatdaruratan
Maternal dan basic life
support pada kehamilan
12. Melakukan Stabilisasi
klien dan rujukan
13. Mengidentifikasi,
kolaborasi dan rujukan
pada faktor risiko,
komplikasi obstetri dan
penyakit penyerta dalam
kehamilan
14. Melakukan
pendokumentasian
asuhan kehamilan
2
Asuhan Kebidanan
Persalinan dan BBL:
 Konsep Kebidanan
 Anatomi Fisiologi
 Etikolegal dan
Perundangundangan dalam
Kebidanan
 Dokumentasi
Kebidanan
 Kegawatdaruratan
Maternal dan
Neonatal dan Basic
Life Support
1. Melakukan Pemeriksaan
persalinan
2. Melakukan asuhan
intranatal sesuai
Standar Asuhan
intranatal dengan
menerapkan etika
profesi
3. Melakukan pemantauan
kemajuan persalinan
dengan partograf
4. Melakukan pertolongan
persalinan sesuai
standart
5. Melakukan penjahitan
perineum grade 2
6. Mengidentifikasi tanda
Implementasi Blok/
Jumlah Modul
penyerta kehamilan
Modul V Penanganan
Awal (stabilisasi)
dan rujukan kasus
Kegawatdaruratan
kehamilan
5 MODUL /BLOK
MODUL
ASUHAN
KEBIDANAN
PERSALINAN DAN BBL
Modul I Konsep
Dasar Asuhan
Persalinan dan BBL
Modul II Standart
Asuhan persalinan
dan BBL
Modul III perubahan ,
dan kebutuhan
fisiologi dan
psikologi persalinan
dan BBL
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
73
No
Tema Terintegrasi
Sub CP/Kompetensi
bahaya persalinan,
7. Mengidentifikasi
komplikasi yang bisa
terjadi pada persalinan
8. Mengidentifikasi
perubahan-perubahan
Fisiologi persalinan
9. Mengidentifikasi
perubahan-perubahan
Psikologi persalinan
10. Mengidentifikasi
kebutuhan masa
persalinan dan KIE
11. Melakukan Deteksi dini
faktor risiko, komplikasi
obstetri dan penyakit
penyerta dalam
persalinan
12. Melakukan tatalaksana
nyeri persalinan non
farmakologik
(*komplementer)
13. Melakukan penanganan
Awal Kegawatdaruratan
Maternal dan basic life
support pada persalinan
14. Melakukan Stabilisasi
klien dan rujukan
15. Mengidentifikasi,
kolaborasi dan rujukan
tepat waktu pada faktor
risiko, komplikasi
obstetri dan penyakit
penyerta dalam
persalinan
16. Mengidentifikasi
adaptasi fisiologis BBL
17. Melakukan penilaian
segera asuhan BBL
18. Melakukan pemeriksaan
fisik BBL
19. Melakukan tata laksana
BBL sesuai standar
20. Melakukan resusitasi
BBL
21. Melakukan deteksi dini
penyulit/komplikasi BBL
Implementasi Blok/
Jumlah Modul
Modul IV
Deteksi dini tanda
bahaya, faktor
resiko, kobalorasi
komplikasi penyulit
dan penyakit
penyerta persalinan
dan BBL
Modul V Penanganan
Awal (stabilisasi)
dan rujukan kasus
Kegawatdaruratan
persalinan dan BBL
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
74
No
3
4
Tema Terintegrasi
Asuhan Kebidanan Nifas
dan menyusui:
 Konsep Kebidanan
 Anatomi Fisiologi
 Etikolegal dan
Perundangundangan dalam
Kebidanan
 Dokumentasi
Kebidanan
 Kegawatdaruratan
Maternal dan
Neonatal dan Basic
Life Support
Asuhan Kebidanan
Neonatus, Bayi dan Balita
Sub CP/Kompetensi
22. Melakukan
pendokumentasian
asuhan kebidanan
persalinan dan BBL
1. Melakukan Pemeriksaan
Nifas
2. Melakukan asuhan nifas
sesuai Standar dengan
menerapkan etika
profesi
3. Mengidentifikasi Tanda
bahaya nifas,
4. Mengidentifikasi
Komplikasi yang bisa
terjadi pada nifas
5. Mengidentifikasi
perubahan-perubahan
Fisiologi nifas
6. Mengidentifikasi
perubahan-perubahan
Psikologi nifas
7. Mengidentifikasi
kebutuhan masa nifas
dan pemberian KIE dan
konseling nifas
8. Melakukan Deteksi dini
faktor risiko, komplikasi
obstetri dan penyakit
penyerta dalam nifas
9. Melakukan penanganan
Awal Kegawatdaruratan
Maternal dan basic life
support pada nifas
10. Melakukan Stabilisasi
klien dan rujukan
11. Mengidentifikasi,
kolaborasi dan rujukan
pada faktor risiko,
komplikasi obstetri dan
penyakit penyerta dalam
nifas
12. Melakukan
pendokumentasian
asuhan kebidanan nifas
dan menyusui
1. Melakukan stimulasi,
deteksi (pemantauan),
Implementasi Blok/
Jumlah Modul
5 MODUL /BLOK
MODUL
ASUHAN
KEBIDANAN NIFAS DAN
MENYUSUI
Modul I Konsep
Dasar Asuhan Nifas
dan Menyusui
Modul II Standart
Asuhan Nifas dan
Menyusui
Modul III perubahan ,
dan kebutuhan
fisiologi dan
psikologi Nifas dan
Menyusui
Modul IV
Deteksi dini tanda
bahaya, faktor
resiko, kobalorasi
komplikasi penyulit
dan penyakit
penyerta nifas dan
menyusui
Modul V Penanganan
Awal (stabilisasi)
dan rujukan kasus
Kegawatdaruratan
nifas dan menyusui
5 MODUL /BLOK
MODUL
ASUHAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
75
No
Tema Terintegrasi
(Modul GAVI):
 Konsep Kebidanan
 Anatomi Fisiologi
 Etikolegal dan
Perundangundangan dalam
Kebidanan
 Dokumentasi
Kebidanan
 Kegawatdaruratan
Maternal dan
Neonatal dan Basic
Life Support
Sub CP/Kompetensi
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
5
Pelayanan KB dan
Kesehatan reproduksi
(* modul WHO)
 Konsep Kebidanan
 Anatomi Fisiologi
 Etikolegal dan
Perundangundangan dalam
Kebidanan
 Dokumentasi
intervensi dini
pertumbuhan dan
perkembangan bayi /
balita
Memberikan imunisasi
dasar bayi dan balita
Mengidentifikasi
kebutuhan dasar
neonatus, bayi dan
balita dan pemberian
KIE /konseling
Melakukan asuhan
neonatus dan bayi dan
balita sesuai Standar
pelayanan neonatus,
bayi dan balita dengan
menerapkan etika
profesi
Melakukan deteksi dini,
tanda-tanda kelainan
bawaan BBL
Melakukan penanganan
Awal Kegawatdaruratan
neonatus
Melakukan tata laksana
bayi/balita sakit
(MTBS/MTBM)
Mengidentifikasi faktor
risiko, penyulit ,
kolaborasi dan rujukan
pada komplikasi
neonatus bayi dan balita
Melakukan
pendokumentasian
asuhan neonatus bayi
dan balita
1. Memberikan informasi
/konseling KB dengan
ABPK
2. Melakukan
screning/penapisan awal
3. Melakukan
pemasangan/pemberian
alat kontrasepsi
4. Memberikan pendidikan
kesehatan pada masa
Implementasi Blok/
Jumlah Modul
KEBIDANAN NEONATUS,
BAYI DAN BALITA
Modul I Konsep
Dasar Asuhan
Neonatus, Bayi dan
Balita
Modul II Standart
Asuhan Neonatus,
Bayi dan Balita
Modul III Kebutuhan
Dasar Neonatus, Bayi
dan Balita
Modul IV
Deteksi dini tanda
bahaya, faktor
resiko, kobalorasi
komplikasi penyulit
asuhan neonatus,
bayi dan balita
Modul V Penanganan
Awal (stabilisasi)
dan rujukan kasus
Kegawatdaruratan
neonatus, bayi dan
balita
Modul VI Tata
bayi/balita
(MTBM/MTBS)
laksana
sakit
5 MODUL /BLOK
MODUL PELAYANAN KB,
KR DAN KESEHATAN
REPRODUKSI
1.
Modul KB
2.
Modul Kespro dan
Gender
3.
Modul
pendidikan
kesehatan
dalam
KB dan Kespro
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
76
No
6
Tema Terintegrasi
Sub CP/Kompetensi
Kebidanan
remaja
5. Memberikan pendidikan
kesehatan pada pra
nikah
6. Memberikan pendidikan
kesehatan pada pre
menopause
7. Memahami
Konsep
gender dalam kesehatan
reproduksi
8. Mengidentifikasi
masalah-masalah
kesehatan
reproduksi
yang sering terjadi
9. Mengidentifikasi Rumor
dan fakta yang terkait
dengan kesehatan ibu
dan anak
10. Melakukan
pendokumentasian
asuhan KB dan
kesehatan reproduksi
Asuhan Kebidanan
Komunitas:
 Kesehatan
Masyarakat
 Konsep Kebidanan
 Etikolegal dan
Perundangundangan dalam
Kebidanan
 Dokumentasi
Kebidanan
1. Mengidentifikasi sosial
budaya masyarakat
terkait dengan
kesehatan ibu, anak dan
kesehatan reproduksi
2. Melakukan pengisian
PWS KIA
3. Melakukan pengisian
kohort
4. Mampu menggunakan
buku KIA
5. Melakukan promosi
kesehatan ibu dan anak
serta kesehatan
reproduksi di
masyarakat
6. Mengidentifikasi perilaku
sosial
keluarga,
kelompok
dan
masyarakat
terkait
dengan kesehatan ibu
dan anak
7. Mengidentifikasi
Program
kesehatan
Implementasi Blok/
Jumlah Modul
5 MODUL/BLOK
MODUL
ASUHAN
KEBIDANAN KOMUNITAS
1.
Konsep
Dasar
Asuhan Kebidanan
Komunitas
2.
Promosi Kesehatan
dalam
Kesehatan
Ibu dan Anak
3.
PWS Kesehatan Ibu
dan Anak
4.
Epidemiologi
dan
Statistik
Dasar
terkait
dengan
praktik kebidanan
5.
Sistem
Jaminan
Kesehatan Nasional
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
77
No
Tema Terintegrasi
Sub CP/Kompetensi
8.
9.
10.
11.
12.
7
Praktik Klinik Kebidanan I
8
Praktik Klinik Kebidanan II
9
Praktik Klinik Kebidanan III
Implementasi Blok/
Jumlah Modul
yang
terkait
dalam
meningkatkan
status
pelayanan
KIA
di
komunitas ( Germas,
Nusantara Sehat dan
Keluarga Sehat)
Memahami
Sistem
jaminan
kesehatan
nasional
Memahami epidemiologi
dasar
dan
Statistik
kesehatan dasar yang
terkait dengan praktik
kebidanan
Menyiapkan
Media
promosi kesehatan
Mengidentifikasi
kebutuhan kelas ibu
hamil, KP-ASI
Melakukan
pendokumentasian
asuhan kebidanan
komunitas
1. Melakukan praktik
asuhan kebidanan
kehamilan normal
2. Melakukan deteksi dini,
penanganan awal
kegawatdaruratan pada
kehamilan di fasilitas
pelayanan kesehatan (
Puskesmas, BPM/RS)
1. Melakukan praktik
asuhan kebidanan
persalinan, nifas,
neonatus, bayi dan
balita fisiologis
2. Melakukan kolaborasi
dan rujukan dengan
tepat
1. Melakukan praktik
asuhan kebidanan pada
kehamilan, persalinan,
nifas, neonatus, bayi
dan balita fisiologis dan
patologis
1 MODUL PRAKTIK KLINIK
KEBIDANAN I
1 MODUL PRAKTIK KLINIK
KEBIDANAN II
1 MODUL PRAKTIK KLINIK
KEBIDANAN III
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
78
No
Tema Terintegrasi
10
Praktik Kebidanan
Komunitas
11
LTA
Sub CP/Kompetensi
2. Melakukan kolaborasi
dan rujukan dengan
tepat
1. Melakukan praktik
asuhan kebidanan
kehamilan, persalinan,
neonatus, bayi dan
balita pada setting
komunitas
2. Melakukan upaya
promosi kesehatan
dengan melibatkan
masyarakat
3. Melakukan kolaborasi
dan rujukan dengan
tepat
Menyusun laporan tugas
akhir asuhan kebidanan
komprehensif
Implementasi Blok/
Jumlah Modul
MODUL
PRAKTIK
KEBIDANAN KOMUNITAS
PANDUAN LTA
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
79
CONTOH RPS MK. KONSEP KEBIDANAN
PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN
I.
IDENTITAS MATA KULIAH
1. Nama Mata Kuliah
:
Konsep Kebidanan
2. Kode Mata Kuliah
:
……………………..
3. Penempatan
:
……………… …….
4. Beban/Jumlah SKS
:
………. SKS
5. Tim Dosen
:
1.
……………………………
2.
……………………………
3.
……………………………
II. DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk
memahami konsep kebidanan dengan pokok bahasan kebidanan sebagai
profesi, bidan, teori dan model konseptual, klien, faktor–faktor yang
mempengartuhi derajat kesehatan, peran kepemimpinan, manajemen
kebidanan, keputusan klinis, sistem pelayanan kesehatan, kebijakan dalam
pengembangan karier bidan dan faktor – faktor yang mempengaruhi
pengembangan.
III. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Mampu memahami dan menerapkan kebidanan sebagai profesi, bidan, teori
dan model konseptual, klien, faktor – faktor yang mempengaruhi derajat
kesehatan, peran kepemimpinan, manajemen kebidanan, keputusan klinis,
sistem pelayanan kesehatan, kebijakkan dalam pengembangan karier bidan
dan faktor – faktor yang mempengaruhi pengembangan ditatanan pelayanan
kesehatan.
IV. KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN
Setelah mendapatkan pembelajaran konsep kebidanan, mahasiswa
diharapkan mampu :
1. Mengidentifikasi kebidanan sebagai profesi.
2. Mengidentifikasi profil bidan.
3. Memahami teori dan model konseptual.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
80
4. Memahami tentang klien.
5. Mengidentifikasi faktor–faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan.
6. Memahami peran kepemimpinan.
7. Memahami proses penerapan manajemen kebidanan.
8. Mengidentifikasi dalam memberikan keputusan klinis
9. Mengidentifikasi sistem pelayanan kesehatan.
10. Memahami kebijakan dalam mengembangkan karier bidan.
11. Memahami faktor- faktor yang mempengaruhi pengembangan profesi
bidan.
V. BAHAN KAJIAN
1. Kebidanan sebagai profesi.
2. Profil bidan.
3. Teori dan model konseptual.
4. Konsep Klien.
5. Faktor – faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan.
6. Peran kepemimpinan.
7. Penerapan manajemen kebidanan.
8. Keputusan klinis dan critical thingking
9. Sistem pelayanan kesehatan.
10. Kebijakan dalam mengembangkan karier bidan.
11. Faktor- faktor yang mempengaruhi pengembangan profesi.
VI.
METODE PEMBELAJARAN
Diskusi kelompok, Discovery Learning, Penugasan, silmulasi, dan
ceramah
VII.
URAIAN BEBAN STUDI
Beban studi mata kuliah ini 2 SKS :
2 SKS =Tutorial/ teori (2 SKS x 50 menit x 14 minggu = 1400 menit = 23
jam/8 jam = 3 hari, yang terdiri dari
1. Tatap muka
2. Penugasan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
81
VIII. EVALUASI
1. Penugasan : 50%
2. UTS : 25%
3. UAS : 25%
IX. REFERENSI
1. Varney, (2015). Varney’s Midwifery.
2. Bennet,V.R.Brown,LK (1993), Myles textbook for Midwives
3. Pusdiknakes, WHO,JHPIEGO, (2009), Buku Asuhan Antenatal
4. Pusdiknakes, WHO JHPIEGO, (2001), Konsep Asuhan Kebidanan
5. Permenkes RI No HK.1464/Menkes/Per/X/2010
Ketua
Bekasi,
Agustus 2017
Prodi D-III Kebidanan
Pj. Mata Kuliah Konsep Kebidanan
……………………………….
……………………………..
NIP. ………………………….
NIP. ……………………….
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
82
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
(*disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah)
Mata Kuliah
: Konsep Kebidanan
Kode Mata Kuliah
: ……………………
Beban Studi
: 2 SKS
Perte
mua
n ke2
1
2
Waktu
2 x 170
menit
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Menjelaskan
pengertian
profesi,
karakteristik
profesi dan
prilaku
profesional
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
Profesi
 Pengertian
profesi
 Karakteristik
profesi
 Perbedaan
profesi
dengan
acupasi
 Prilaku
professional
 Profesionalis
me
Metode
pembelajar
an
Diskusi
Kelompok
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
 Mahasiswa
dibagi dalam 5
kelompok untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
 Mempresentasik
an makalah dan
mendiskusikan di
kelas
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang :
pengertian
profesi,
karakteristik
profesi dan
perilaku
profesional
Metode /alat
Penilaian
Makalah,
Presentasi
Tempat
Pembeljaran
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
Pertemuan bisa dilaksanakan dengan sistem Blok
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
83
Perte
mua
n ke2
2
3
Waktu
2 x 170
menit
2 x 170
menit
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
Metode
pembelajar
an
Menjelaskan
kebidanan
sebagai suatu
profesi dalam
pelayanan
kesehatan
Kebidanan
sebagai
suatu
profesi
1) Pengertian
kebidanan
2) Sejarah
Kebidanan
 Pendidikan
 Pelayanan
 Organisasi
Profesi
 Pengintegra
sian HAM
dan Gender
3) Karakteristik
Profesi
kebidanan
Discovery
Learning
Menjelaskan
peran, fungsi
dan
kompetensi
serta hak dan
kewajiban
bidan sebagai
tenaga
Bidan
1) Pengertian
2) Peran dan
Fungsi Bidan
sebagai
tenaga
profesional
 Pengertian
 Peran dan
Discovery
Learning
,
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
Mencari,
mengumpulkan
dan menyusun
informasi yang ada
untuk
mendeskripsikan
tentang kebidanan
sebagai suatu
profesi
Wawancara tokoh
Mencari,
mengumpulkan
dan menyusun
informasi yang ada
untuk
mendeskripsikan
tentang kebidanan
sebagai suatu
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
Tempat
Pembeljaran
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang :
kebidanan
sebagai suatu
profesi dalam
pelayanan
kesehatan
Laporan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang : peran,
fungsi dan
kompetensi serta
hak dan
kewajiban bidan
Laporan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
84
Perte
mua
n ke2
Waktu
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
professional
yang bermitra
dengan
perempuan
dalam
memberikan
pelayanan
kebidanan.
4
2 x 170
menit
Menjelaskan
filosofi/falsafah
asuhan
Metode
pembelajar
an
fungsi bidan
dalam
pelayanan
kesehatan
khususnya
dalam
menurunkan
AKI dan
AKB.
 Kompetensi
dan
wewenang
bidan
 Hak dan
Kewajiban
Bidan
 Standar
Praktik
Kebidanan
Filosofi
asuhan
kebidanan
 Pengertian
falsafah
kebidanan
Diskusi
Kelompok
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
profesi
 Mahasiswa
dibagi dalam 5
kelompok kecil
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
Tempat
Pembeljaran
sebagai tenaga
professional yang
bermitra dengan
perempuan dalam
memberikan
pelayanan
kebidanan.
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
Makalah,
Presentasi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
85
Perte
mua
n ke2
Waktu
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
Metode
pembelajar
an
 Ruang
lingkup
falsafah
kebidanan
kebidanan
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
tentang :
filosofi/falsafah
asuhan
kebidanan
Tempat
Pembeljaran
kebutuhan
 Mempresentasik
an makalah dan
mendiskusikan di
kelas
5
2 x 170
menit
Menjelaskan
paradigma
dalam asuhan
kebidanan
Paradigma
Asuhan
Kebidanan
 Pengertian
asuhan
kebidanan
 Pengertian
praktik
kebidanan
 pengertian
pelayanan
kebidanan
 Pengertian
paradigma
Penugasan
Dan diskusi
kelompok
 Mahasiswa
dibagi dalam
kelompok kecil
(5-10 org) untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
 Membuat
makalah
kelompok
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang :
paradigma dalam
asuhan
kebidanan
Makalah
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
86
Perte
mua
n ke2
Waktu
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
Metode
pembelajar
an
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
Tempat
Pembeljaran
 Komponen
paradigma
 Body of
knowledge
6
2 x 170
menit
Menjelaskan
teori dan
model
konseptual
asuhan
kebidanan
o Teori dan
model
konseptual
asuhan
kebidanan
yang
mempengaruh
i paradigma
asuhan /
praktik
kebidanan.
(Reva rubin,
Ramona, Ela
Joy Lehrman,
Ernestine,
Jean Ball)
 Manfaat
paradigma
Penugasan
, Diskusi
kelompok
 Mahasiswa
dibagi dalam
kelompok kecil
(5-10 org) untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
 Membuat
makalah
kelompok
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang : teori dan
model konseptual
asuhan
kebidanan
Makalah,
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
87
Perte
mua
n ke2
Waktu
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
Metode
pembelajar
an
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
Tempat
Pembeljaran
dikaitkan
dengan
asuhan
kebidanan
7
8
9
2 x 170
menit
2 x 170
Memahami
perempuan
dan
keluarganya
sebagai klien
dengan
berbagai
kebutuhan
dasar serta
hak-hak yang
harus dipenuhi
dalam
pelayanan
kebidanan
Memahami
Klien
Faktor –
 Perempuan
dan
keluarganya
sebagai klien
dikaitkan
dengan
kebutuhan
dasar
manusia
 Hak azazi
manusia
 Hak
reproduksi
 Hak klien
 Gender
U
T
 Internal
Simulasi
 Mempelajari dan
menjalankan
suatu peran
yang ditugaskan
kepadanya
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang :
perempuan dan
keluarganya
sebagai klien
dengan berbagai
kebutuhan dasar
serta hak-hak
yang harus
dipenuhi dalam
pelayanan
kebidanan
Role play
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
 Mencari,
 Mengukur
Laporan
Kampus atau
S
PBL
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
88
Perte
mua
n ke2
Waktu
menit
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
perempuan
dan
keluarganya
sebagai klien
dengan
berbagai
kebutuhan
dasar serta
hak-hak yang
harus dipenuhi
dalam
pelayanan
kebidanan
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
faktor yang
dapat
mempenga
ruhi derajat
kesehatan
perempuan
 Eksternal
 Lingkungan
 sosial dan
budaya
Metode
pembelajar
an
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
mengumpulkan
dan menyusun
informasi yang
ada untuk
mendeskripsika
n tentang
asuhan
kebidanan di
tempat
mahasiswa
bekerja yang
berkaitan
dengan
masalah
kesehatan
perempuan
berdasarkan
faktor-faktor :
 Internal
 Eksternal
 Lingkungan
 sosial dan
budaya
Kriterian
Penilaian dan
Indikator




pemahaman
mahasiswa
tentang :
asuhan
kebidanan di
tempat
mahasiswa
bekerja yang
berkaitan
dengan
masalah
kesehatan
perempuan
berdasarkan
faktor-faktor :
Internal
Eksternal
Lingkungan
sosial dan
budaya
Metode /alat
Penilaian
studi
lapangan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Tempat
Pembeljaran
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
89
Perte
mua
n ke2
10
Waktu
2 x 170
menit
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Menjelaskan
peran
kepemimpinan
bidan dalam
pengembanga
n profesi
kebidanan,
menunjukkan
sikap
kepemimpinan
termasuk sikap
tidak
menghakimi,
berfikir
terbuka, dan
mampu
mengambil
keputusan
secara
berimbang
guna
meningkatkan
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
Peran
Kepemimpi
nan Bidan
 Bidan
sebagai tim
pelayanan
kesehatan
 Keterampilan
dalam
membangun
tim kerja
 Bidan
sebagai
leader dan
kepemimpina
nnya/leadersh
ip
 Komunikasi
efektif sebagi
kunci
keberhasilan
dalam
kepemimpina
n seorang
bidan
Metode
pembelajar
an
Simulasi
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
 Mempelajari dan
menjalankan
suatu peran
yang ditugaskan
kepadanya
berkaitan
dengan materi
kepemimpinan
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang :
kepemimpinan
bidan dalam
pengembangan
profesi
kebidanan,
Metode /alat
Penilaian
Role play
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Tempat
Pembeljaran
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
90
Perte
mua
n ke2
Waktu
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
2 x 170
menit
Menjelaskan
manajemen
kebidanan
sebagai
kerangka pikir
untuk
pengambilan
keputusan
klinis dalam
praktik
kebidanan
dalam upaya
pemberian
pelayanan
kebidanan
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
Tempat
Pembeljaran
 Teknik dan
proses
pengambilan
keputusan
dalam
kepemimpina
n
kesejahteraan
perempuan,
11
Metode
pembelajar
an
Manajeme
n
kebidanan
Pengorganisasi
an praktik
asuhan
kebidanan:
- Pelayanan
mandiri
- Kolaborasi
- Rujukan
Penugasan
, Diskusi
kelompok
 Mahasiswa
dibagi dalam
kelompok kecil
(5-10 org) untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
 Membuat
makalah
kelompok
 Presentasi di
kelas
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang : teori dan
model konseptual
asuhan
kebidanan
Makalah dan
Presentasi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
91
Perte
mua
n ke2
Waktu
12
2 x 170
menit
13
2 x 170
menit
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
Metode
pembelajar
an
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
Tempat
Pembeljaran
yang
berkualitas
Menjelaskan
keputusan
klinis dalam
manajemen
kebidanan
Manajeme
n
kebidanan
 Pengertian
istilah:
- Keputusan
klinis
- Manajemen
kebidanan
 Proses dan
langkahlangkah
pengambilan
keputusan
klinis dalam
rangka
memberikan
asuhan
kebidanan
yang aman
dan efektif.
Penugasan
dan diskusi
kelompok
 Mahasiswa
dibagi dalam
kelompok kecil
(5-10 org) untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
 Membuat
makalah
kelompok
 Presentasi di
kelas
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang :
keputusan klinis
dalam
manajemen
kebidanan
Makalah dan
Presentasi
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
Menjelaskan
tentang sistem
Sistem
pelayanan
 Pengertian
system dan
Discovery
Learning
Mencari,
mengumpulkan
Mengukur
pemahaman
Laporan
Kampus atau
Tempat Kerja
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
92
Perte
mua
n ke2
Waktu
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
pelayanan
kesehatan dan
kebijakan kebijakan
khususnya
pelayanan
kesehatan
reproduksi
yang dapat
diakses dan
memenuhi
kebutuhan
klien
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
kesehatan



14
2 x 170
menit
Menjelaskan
tentang
Sistem
pelayanan

system
pelayanan
kesehatan
Kebijakan
nasional
dalam
pelayanan
kesehatan
Kebijakan
internasional
dalam
pelayanan
kesehatan
Jejaring
pelayanan
kesehatan ,
pelayanan
maternal
neonatal ,
Ponek dan
Poned
Lembagalembaga dunia
Metode
pembelajar
an
Penugasan
Diskusi
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
dan menyusun
informasi yang ada
untuk
mendeskripsikan
tentang sistem
pelayanan
kesehatan dan
kebijakan kebijakan
khususnya
pelayanan
kesehatan
reproduksi yang
dapat diakses dan
memenuhi
kebutuhan klien
 Mahasiswa
dibagi dalam
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
mahasiswa
tentang : sistem
pelayanan
kesehatan dan
kebijakan kebijakan
khususnya
pelayanan
kesehatan
reproduksi yang
dapat diakses dan
memenuhi
kebutuhan klien.
Mengukur
pemahaman
Tempat
Pembeljaran
sesuai
kebutuhan
Makalah
Presentasi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus atau
Tempat Kerja
93
Perte
mua
n ke2
Waktu
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Lembaga
pemerhati
dunia dan tim
pelayanan
kesehatan
serta system
penghargaaan
bagi bidan
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
kesehatan



Menjelaskan
kebijakan
nasional dalam
pengembanga
n karir bidan
sesuai dengan
tuntutan
profesi dan
Kebijakan
dalam
pengemba
ngan karir
bidan



pemerhati
kesehatan
maternal
neonatal
Tim pelayanan
kesehatan
Peran bidan
dalam
pelayanan
kesehatan
Sistem
penghargaan
bagi Bidan
(reward dan
sanksi )
Pendidikan
lanjut
Job
fungsional
Prinsip
pengembang
an karir bidan
dikaitkan
Metode
pembelajar
an
kelompok
Penugasan
, Diskusi
kelompok
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
kelompok kecil
(5-10 org) untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
 Membuat
makalah
kelompok
 Presentasi di
kelas
 Mahasiswa
dibagi dalam
kelompok kecil
(5-10 org) untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
mahasiswa
tentang :
Lembaga
pemerhati dunia
dan tim
pelayanan
kesehatan serta
system
penghargaaan
bagi bidan
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang :
kebijakan
nasional dalam
pengembangan
karir bidan sesuai
Tempat
Pembeljaran
sesuai
kebutuhan
Makalah
Presentasi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
94
Perte
mua
n ke2
Waktu
Kemampuan
Akhir Yang
Harus
Ditempuh
(CP)
Bahan Kajian
Materi
Sub pokok
pokok
bahasan
(pokok
bahasan)
masyarakat
15
16
2 x 170
menit
Menjelaskan
faktor – faktor
yang
mempengaruhi
pengembanga
n profesi
kebidanan
Metode
pembelajar
an
dengan
peran, fungsi,
dan tanggung
jawab bidan
Faktor –
faktor yang
mempenga
ruhi
pengemba
ngan
profesi
kebidanan
 Institusi
pendidikan
 Institusi
Pelayanan
 Organisasi
Profesi
 Riset/penelitia
n
Penugasan
, Diskusi
kelompok
U
A
Pengalaman
Balajar
Mahasiswa(dises
uaikan dg kondisi
daerah
 Membuat
makalah
kelompok
 Presentasi di
kelas
 Mahasiswa
dibagi dalam
kelompok kecil
(5-10 org) untuk
mendiskusikan
materi.
 Memilih bahan
diskusi
 Membuat
makalah
kelompok
 Presentasi di
kelas
S
Kriterian
Penilaian dan
Indikator
Metode /alat
Penilaian
Tempat
Pembeljaran
dengan tuntutan
profesi dan
masyarakat
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang : faktor –
faktor yang
mempengaruhi
pengembangan
profesi kebidanan
Makalah
Presentasi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Kampus atau
Tempat Kerja
sesuai
kebutuhan
95
Ketua
Jakarta,..............................2017
Prodi D-III Kebidanan
Pj. Mata Kuliah Konsep Kebidanan
……………………………….
……………………………..
NIP. ………………………….
NIP. ……………………….
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
96
DESAIN
PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN
LAMPAU (RPL)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
FARMASI
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
97
PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN BAHAN KAJIAN
A. Profil Lulusan
Pendidikan Farmasi jenjang Program Studi Diploma III diselenggarakan oleh
Perguruan Tinggi dengan tujuan menghasilkan Ahli Madya Farmasi. Dalam
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menyebutkan bahwa lulusan
Program Studi Farmasi diploma III berada pada jenjang kualifikasi 5 dengan
profil sebagai berikut:
1. Pelaksana Pelayanan Kefarmasian
Ahli Madya Farmasi yang Mampu melaksanakan pelayanan kefarmasian
sesuai aspek legal yang berlaku sesuai standar operasional di sarana
pelayanan kesehatan
2. Pelaksana Produksi Sediaan Farmasi
Ahli Madya farmasi Mampu melakukan produksi sediaan farmasi
mengacu pada Cara Pembuatan Obat dan Obat Tradisional yang Baik
yang telah ditetapkan sesuai dengan etik dan aspek legal yang berlaku
3. Pelaksana Distribusi Sediaan Farmasi
Ahli Madya farmasi Mampu melakukan pendistribusian sediaan Farmasi,
alat kesehatan dan bahan medis habis pakai mengacu pada standar yang
telah ditetapkan sesuai dengan etik dan aspek legal yang berlaku
4. Asisten Penelitian
Ahli Madya Farmasi yang mampu membantu pelaksanaan penelitian
dibidang kefarmasian
B. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran lulusan Program Studi Diploma III Farmasi meliputi
sikap dan tata nilai, penguasaan pengetahuan/keilmuan, keterampilan umum,
keterampilan khusus yang diuraikan sebagai berikut :
1. Sikap Dan Tata Nilai
a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan
sikap religius;
b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama, moral, dan etika;
c. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
98
d. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan
bangsa;
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
f. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa,
bernegara,
dan
kemajuan
peradaban
berdasarkan
pancasila;
g. Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan;
h. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara;
i. Menginternalisasi
semangat
kemandirian,
kejuangan,
dan
kewirausahaan;
j. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang
keahliannya secara mandiri.
k. Mampu bertanggung gugat terhadap praktik profesional meliputi
kemampuan menerima tanggung gugat terhadap keputusan dan
tindakan profesional sesuai dengan lingkup praktik di bawah
tanggungjawabnya, dan hukum/peraturan perundangan;
l. Mampu melaksanakan praktik Farmasi dengan prinsip etis dan peka
budaya sesuai dengan Kode Etik Tenaga Teknis Kefarmasian
Indonesia;
m. Memiliki sikap menghormati hak privasi, nilai budaya yang dianut dan
martabat klien, serta bertanggung jawab atas kerahasiaan dan
keamanan informasi tertulis, verbal dan elektronik yang diperoleh
dalam kapasitas sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya.
2. Pengetahuan
a. Menguasai konsep anatomi fisiologi tubuh manusia, Anatomi fisiologi
tumbuhan, mikrobiologi dan parasitologi,
b. Menguasai prinsip Kimia, fisika dan biokimia,
c. Menguasai konsep teoritis Farmasetika, Farmakologi, Farmakognosi
dan Managemen Farmasi.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
99
d. Menguasai Etika, hukum dan standar pelayanan Farmasi sebagai
landasan dalam memberikan Pelayanan Kefarmasian
e. Menguasai konsep dan prinsip “Patient safety”.
f. Menguasai teknik, prinsip, dan prosedur pembuatan sediaan Farmasi
yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok.
g. Menguasai konsep teoritis dan prosedur managemen dan distribusi
perbekalan Farmasi
h. Menguasai jenis dan manfaat penggunaan perbekalan farmasi dan alat
kesehatan.
i. Menguasai konsep dan prinsip sterilisasi.
j. Menguasai teknik pengumpulan, klasifikasi, dan dokumentasi informasi
kefarmasian
k. Menguasai konsep, prinsip dan teknik komunikasi dalam pelaksanaan
pelayanan kefarmasian.
l. Menguasai konsep, prinsip, dan teknik penyuluhan sebagai upaya
promosi kesehatan bagi masyarakat.
m. Menguasai
Kode
Etik
Tenaga
Teknis
Kefarmasian
Indonesia,
pengetahuan faktual tentang hukum dalam bidang Farmasi.
n. Menguasai konsep dasar metodologi penelitian.
3. Keterampilan Umum
a. Menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dengan menganalisis data
serta metode yang sesuai dan dipilih dari beragam metode yang sudah
maupun belum baku dan dengan menganalisis data.
b. Menunjukkan kinerja dengan mutu dan kuantitas yang terukur.
c. Memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang
sesuai
dengan
bidang
keahlian
terapannya,
didasarkan
pada
pemikiran logis dan inovatif, dilaksanakan dan bertanggung jawab atas
hasilnya secara mandiri.
d. Menyusun laporan tentang hasil dan proses kerja dengan akurat dan
sahih, mengomunikasikan secara efektif kepada pihak lain yang
membutuhkannya.
e. Bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
100
f. Melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan
yang
ditugaskan
kepada
pekerja
yang
berada
di
bawah
tanggungjawabnya.
g. Melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada
dibawah
tanggungjawabnya,
dan
mengelola
pengembangan
kompetensi kerja secara mandiri.
h. Mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan
kembali data untuk menjamin kesahihan.
4. Keterampilan Khusus
a. Mampu menyelesaikan pelayanan resep; (penerimaan, skrining
administrasi, penyiapan dan peracikan sediaan farmasi dan pemberian
informasi), pelayanan swamedikasi; pengelolaan sediaan farmasi, alat
kesehatan, bahan medis habis pakai; dan pekerjaan teknis farmasi
klinik sesuai dengan etik dan aspek legal yang berlaku
b. Mampu melakukan pekerjaan produksi sediaan farmasi yang meliputi
menimbang; mencampur; mencetak; mengemas dan menyimpan
mengacu pada cara pembuatan yang baik (good manufacturing
practice) sesuai dengan aspek legal yang berlaku.
c. Mampu melaksanakan distribusi sediaan farmasi, alat kesehatan,
vaksin dan bahan medis habis pakai mengacu pada cara distribusi
yang baik yang telah ditetapkan sesuai dengan etik dan aspek legal
yang berlaku.
d. Mampu membantu melakukan pengumpulan data, pengolahan data
dan menyusun laporan kasus dan atau laporan kerja sesuai dengan
ruang lingkup penelitian kefarmasian.
e. Mampu menyampaikan informasi terkait pelayanan kefarmasian
melalui
komunikasi
yang
efektif
baik
interpersonal
maupun
professional kepada pasien, sejawat, apoteker, praktisi kesehatan lain
dan masyarakat sesuai dengan kewenangan yang menjadi tanggung
jawabnya.
f. Mampu
memberikan
penyuluhan
kesehatan
khususnya
bidang
kefarmasian.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
101
C. Bahan Kajian
Capaian
pembelajaran
1. Mampu menyelesaikan pelayanan resep;
(penerimaan,
skrining
administrasi,
penyiapan dan peracikan sediaan farmasi
dan pemberian informasi), pelayanan
swamedikasi; pengelolaan sediaan farmasi,
alat kesehatan, bahan medis habis pakai;
dan pekerjaan teknis farmasi klinik sesuai
dengan etik dan aspek legal yang berlaku.
2. Mampu menguasai konsep dasar, prinsip
teori dan praktik serta melakukan pekerjaan
produksi sediaan farmasi yang meliputi
menimbang;
mencampur;
mencetak;
mengemas dan menyimpan mengacu pada
cara
pembuatan
yang
baik
(good
manufacturing practice) sesuai dengan
aspek legal yang berlaku.
Bahan kajian
1. Sejarah kefarmasian
2. Dosis obat
3. Sinonim
4. Ketentuan umum FI
5. Kelengkapan resep
6. Singkatan latin dalam reseptur
7. Golongan obat
8. Bentuk sediaan obat
9. Perhitungan farmasi
10. Alat kesehatan
11. Bahan medis habis pakai
12. Regulasi kesehatan
13. Khasiat obat
14. Terapi obat dan penyakit
15. Dispensing/Peracikan
16. Swamedikasi
17. Pengadaan obat
18. Perencanaan obat
19. Penyimpanan
20. Pendistribusian sediaan farmasi
21. Penghapusan
22. Pemusnahan
23. Dokumentasi
24. Etika pelayanan
25. Legalitas pelayanan
26. Sifat fisika dan kimia obat
27. Bentuk sediaan steril dan non steril
28. PIO
29. Kalkulasi harga obat
30. Dapat, gunakan, simpan, buang
(Dagusibu)
1. CPOB
2. CPOTB
3. CPKB
4. Regulasi produksi obat
5. Preformulasi
6. Formulasi
7. Sifat fisika kimia obat
8. Identifikasi obat
9. Evaluasi sediaan farmasi
10. Cara pembuatan simplisia
11. Senyawa hidrokarbon
12. Metabolisme sel
13. Bahan alam
14. Sediaan farmasi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
102
Capaian
pembelajaran
3. Mampu melaksanakan distribusi sediaan
farmasi,alat kesehatan, vaksin dan bahan
medis habis pakai mengacu pada cara
distribusi yang baik yang telah ditetapkan
sesuai dengan etik dan aspek legal yang
berlaku.
4. Mampu menguasai konsep metodologi
penelitian, melakukan pengumpulan data,
pengolahan data dan menyusun laporan
kasus dan atau laporan kerja sesuai dengan
ruang lingkup penelitian kesehatan dan atau
kefarmasian sesuai dengan aspek legal
yang berlaku.
Bahan kajian
1. Pengelolaan sediaan farmasi alat
kesehatan, vaksin dan bahan medis
habis pakai (perencanaan, pengadaan,
penerimaan,
penyimpanan
dan
pelaporan)
2. Pengelolaan obat yang mengandung
precursor
3. Cold chain system
4. Cara distribusi sediaan farmasi (Cara
Distribusi Obat yang Baik (CDOB),
Cara Distribusi Alat Kesehatan yang
Baik
(CDAKB),
Cara
Distribusi
Psikotropika, Prekursor dan Narkotika
(CDPPN), cara distribusi bahan medis
habis pakai)
5. Distribusi sediaan Farmasi di Rumah
Sakit (Individual prescription (IP), one
day dose (ODD), unit dose dispensing
(UDD), ward floor stock (WFS),
Kombinasi IP dan WFS)
6. Aspek etikadan legalitas distribusi
sediaan
farmasi, alat kesehatan,
vaksin dan bahan medis habis pakai
7. Teknik pengelolaan sediaan farmasi
berbasis komputer
1. Pengambilan sampel dan populasi
2. Cara pengumpulan data
3. Instrumen penelitian
4. Analisis data
5. Pedoman penulisan
6. Teknis penulisan
7. Rancangan penelitian
8. Isolasi dan identifikasi
9. Cara ekstraksi
10. Penyusunan laporan
11. Pengolahan laporan
12. Etik penelitian
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
103
KURIKULUM DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum
Kurikulum di perguruan tinggi sejak tahun 2012 mengalami pergeseran
dengan
memberikan
ukuran
penyetaraan
capaian
pembelajarannya.
Kurikulum ini masih mendasarkan pada pencapaian kemampuan yang telah
disetarakan untuk menjaga mutu lulusannya. Kurikulum ini dikenal dengan
nama Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT). Struktur kurikulum merupakan
pengaturan mata kuliah dalam tahapan semester. Struktur kurikulum untuk
program afirmasi dengan pendekatan rekognisi pembelajaran lampau (RPL)
disusun berdasarkan kurikulum inti dan kurikulum lokal dari tiap institusi.
Untuk meraih gelar ahli madya farmasi mahasiswa D-III Farmasi harus
menempuh SKS mata kuliah sebanyak 108 – 120 dimana 86 SKS
merupakan kurikulum inti dan sebanyak 22 – 34 SKS merupakan kurikulum
institusi. Mata kuliah pada kurikulum institusional ini merupakan mata kuliah
yang harus diases melalui asesmen dan rekognisi. Data sebaran Mata Kuliah
untuk program RPL Diploma III Farmasi adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Struktur Kurikulum Diploma III Farmasi
MATA KULIAH
JUMLAH
SKS
NO
KODE
1
FAR101
Pend. Agama
2
2
FAR103
Pend. Kewarganegaraan
2
3
FAR104
Bahasa Indonesia
2
4
FAR105
Bahasa Inggris I
2
5
FAR106
Bahasa Inggris II
2
6
FAR201
Matematika
2
7
FAR202
Morfologi & Fisiologi Tumbuhan
2
8
FAR203
Fisika Dasar
2
9
FAR204
Kimia Dasar
4
10
FAR205
Anatomi Fisiologi Manusia
2
11
FAR206
Mikrobiologi dan Parasitologi
3
12
FAR207
Kimia Organik
2
13
FAR208
Biokimia
2
14
FAR209
IKM & PKM
2
15
FAR210
Ilmu Komunikasi
1
16
FAR211
Statistik
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
104
MATA KULIAH
JUMLAH
SKS
NO
KODE
17
FAR212
Komputer Farmasi
2
18
FAR301
Farmasi Fisik
3
19
FAR302
Farmasetika Dasar
4
20
FAR 315
Pelayanan Farmasi I
2
21
FAR316
Pelayanan Farmasi II
1
22
FAR317
Pelayanan Farmasi III
1
23
FAR318
Pelayanan Farmasi IV
1
24
FAR303
Teknologi Sediaan Semi Solid dan Liquid
3
25
FAR304
Teknologi Sediaan Steril
3
26
FAR305
Teknologi Sediaan Solid
3
27
FAR306
Farmakologi Dasar
2
28
FAR307
Farmakologi I
3
29
FAR308
Farmakologi II
2
30
FAR309
Farmakognosi
3
31
FAR310
Fitokimia
3
32
FAR311
Kimia Farmasi I
3
33
FAR312
Kimia Farmasi II
3
34
FAR 313
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
2
35
FAR107
Pendidikan Budaya Anti Korupsi (PBAK)
2
36
FAR401
Farmasi Rumah Sakit
2
37
FAR402
Perundang-undangan Kesehatan
2
38
FAR403
Ilmu Perilaku dan Etika Profesi Farmasi
2
39
FAR404
Metodologi Penelitian
2
40
FAR405
Kewirausahaan
1
41
FAR406
Pemasaran Farmasi
3
42
FAR407
Spesialit & Term. Kesehatan
2
43
FAR408
Manajemen Farmasi
2
44
FAR409
Akuntansi Farmasi
2
45
FAR410
Farmasi Klinik
2
46
FAR 501
Praktik Kerja Lapangan (PKL) RS
2
47
FAR 502
PKL Puskesmas
2
48
FAR 503
PKL Industri
2
49
FAR 504
Seminar
1
50
FAR 505
Karya Tulis Ilmiah (KTI)
3
Jumlah Total
110
Dari 110 SKS untuk Program Studi D-III Farmasi ditetapkan sebanyak 16
SKS sebagai MK wajib tempuh yang dijabarkan dalam tabel berikut:
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
105
Tabel 2. Data Mata Kuliah Wajib Tempuh untuk program RPL
1
FAR301
Farmasi Fisik
JUMLAH
SKS
3
2
FAR308
Farmakologi II
3
3
FAR310
Fitokimia
3
4
FAR404
Metodologi Penelitian
2
5
FAR410
Farmasi Klinik
2
6
FAR 504
Seminar
1
7
FAR 505
Karya Tulis Ilmiah (KTI)
3
NO
KODE
MATA KULIAH
Jumlah Total
17
B. Pengakuan Hasil Asesmen Pembelajaran Lampau
Pada program afirmasi dengan pendekatan rekognisi pembelajaran
lampau (RPL), struktur kurikulum dibedakan menjadi 17 SKS wajib ditempuh
dan 93 SKS yang diberikan sebagai program asesmen RPL. Dari 93 SKS
yang diberikan kesempatan untuk diases melalui RPL telah dilakukan uji
coba di 5 Politeknik Kesehatan, yaitu di Poltekkes Kemenkes Jakarta II,
Poltekes Kemenkes Bandung, Poltekes Kemenkes Medan, Poltekes
Kemenkes Makasar dan Poltekes kemenkes Kupang.pada bulan Desember
2016. Hasil uji coba terhadap 100 calon peserta yang mengikuti asesmen
didapat kesimpulan bahwa semua peserta minimal dapat diakui capaian
pembelajaran lampaunya sebesar 77sks, sedangkan 16 sks masih perlu
mengikuti perkuliahan.
Berdasarkan hasil uji coba asesmen dan rekognisi, berikut adalah daftar
mata kuliah yang diharapkan dapat diakui capaian pembelajaran lampaunya:
Tabel 3. Data mata kuliah yang diakui melalui proses Asesmen RPL
MATA KULIAH
JUMLAH
SKS
NO
KODE
1
FAR212
Komputer Farmasi
2
2
FAR202
Morfologi & Fisiologi Tumbuhan
2
3
FAR 313
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
2
4
FAR 503
PKL Industri
2
5
FAR204
Kimia Dasar (t, P = 2)
4
6
FAR302
Farmasetika Dasar (T, P = 2)
4
7
FAR 315
Pelayanan Farmasi 1
2
8
FAR316
Pelayanan Farmasi 2
1
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
106
KODE
9
FAR317
Pelayanan Farmasi 3
1
10
FAR318
Pelayanan Farmasi IV
1
11
FAR 501
PKL RS
2
12
FAR 502
PKL Puskesmas
2
13
FAR205
Anfisman
2
14
FAR306
Farmakologi Dasar
2
15
FAR407
Spesialite dan Term
2
16
FAR408
Managemen Farmasi
2
17
FAR210
Ilmu Komunikasi
1
18
FAR403
Ilmu Perilaku dan Etika Profesi Farmasi
2
19
FAR101
Pend. Agama
2
20
FAR103
Pend. Kewarganegaraan/Pancasila
2
21
FAR104
Bahasa Indonesia
2
22
FAR105
Bahasa Inggris I
2
23
FAR106
Bahasa inggris II
2
24
FAR107
PBAK
2
FAR201
Matematika
2
FAR203
Fisika Dasar
2
27
FAR207
Kimia Organik
2
28
FAR209
IKM & PKM
2
29
FAR303
Teknologi Sediaan Semi Solid dan Liquid
3
30
FAR305
Teknologi Sediaan Steril
3
31
FAR307
Farmakologi I
2
32
FAR309
Farmakognosi
3
33
Kimia Farmasi I
34
FAR311
FAR402
Perundang-undangan Kesehatan
3
2
35
FAR405
Kewirausahaan
1
36
FAR208
Biokimia
2
FAR409
Akuntansi Farmasi
25
26
37
MATA KULIAH
JUMLAH
SKS
NO
Jumlah SKS
2
77
Sedangkan 8 SKS yang masih harus ditempuh melalui perkuliahan adalah
sebagai berikut:
Tabel 4. Mata kuliah yg diperkirakan akan ditempuh
NO
KODE
MATA KULIAH
JUMLAH
SKS
Semester 1
1
FAR 401
Farmasi RS
2
2
FAR 304
Teknologi Sediaan Solid
3
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
107
NO
KODE
MATA KULIAH
JUMLAH
SKS
Semester 1
3
FAR 211
Statistik
2
4
FAR 216
Mikrobiologi dan Parasitplogi
3
5
FAR 218
Pemasaran Farmasi
3
6
FAR 312
Kimia Farmasi II
1
FAR 211
Jumlah Total
Semester 2
Statistik
3
16
2
3
FAR 216
Mikrobiologi dan Parasitplogi
3
FAR 218
Pemasaran Farmasi
3
4
FAR 304
Teknologi Sediaan Solid
3
5
FAR 312
Kimia Farmasi II
3
6
FAR 401
Farmasi RS
2
Jumlah Total
2
16
C. Rencana Pembelajaran Program Afirmasi
Berdasarkan hasil uji coba asesmen pembelajaran lampau sebagaimana
diuraikan diatas, maka dibuat rencana perkuliahan yang perlu ditempuh oleh
calon peserta. Untuk dapat menyelesaikan program Diploma Tiga Program
Studi Farmasi di institusi penyelenggara Program Afirmasi Tenaga
Kesehatan dalam Jabatan melalui RPL.
Mata kuliah yang perlu ditempuh adalah 33 sks , terdapat 17 sks mata
kuliah wajib tempuh (tidak diberikan kesempatan untuk RPL) dan sisanya 16
sks (diberikan kesempatan RPL). Rencana perkuliahan untuk Program
Afirmasi yang akan terdistribusi dalam 2 semester, yaitu:
NO
1
2
3
4
5
6
7
1
Tabel 5. Distribusi Mata Kuliah untuk Program RPL D-III Farmasi
SKS
MATA KULIAH
T
P
SEMESTER I
Fitokimia
2
1
Farmasi Fisik
2
1
Kimia Farmasi II
2
1
Statistik
2
Mikrobiologi dan Parasitologi
2
1
Farmakologi II
2
1
Metodologi penelitian
2
14
5
SEMESTER II
Farmasi Klinik
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
KET
108
NO
2
3
4
5
6
SKS
MATA KULIAH
T
2
2
2
Farmasi RS
Teknologi Sediaan Solid
Pemasaran Farmasi
Seminar
Tugas Akhir
8
22
TOTAL SKS
P
KET
1
1
1
3
6
11
Kesimpulan :
Kurikulum
Jumlah SKS
Kurikulum prodi
Kurikulum inti
Kurikulum institusional
Kurikulum wajib tempuh
Mata kuliah bebas
Mata kuliah tidak lulus RPL
Mata kuliah RPL hasil alih kredit
Mata kuliah wajib tempuh total maksimal
110
80
30
25
77
8
33
(ekivalen 2 semester)
Rencana perkuliahan ini merupakan rencana maksimum sks yang perlu
ditempuh oleh calon peserta untuk dapat menyelesaikan kualifikasi Diploma
Tiga Farmasi.
Apabila dalam
pelaksanaan
asesmen dan rekognisi
pembelajaran lampau ternyata calon peserta dapat menunjukkan bukti
kelulusan untuk sebagian atau seluruh 16 sks yang diberikan kesempatan
melalui asesmen RPL, maka calon tersebut hanya perlu menempuh 17 sks
mata kuliah wajib ditambah jumlah sks yang tidak lulus asesmen RPL dari 16
sks.
Pada dasarnya semua calon peserta harus mengumpulkan bukti untuk
dilakukan asesmen dan rekognisi terhadap 94 sks yang diberikan
kesempatan pengakuan hasil belajarnya melalui asesmen RPL. Untuk calon
peserta yang pengakuan hasil belajarnya kurang dari 77 sks atau mata kuliah
yang perlu ditempuhnya tidak ada dalam daftar mata kuliah Rencana
Perkuliahan Program Afirmasi, maka calon peserta tersebut dapat ditolak
atau diterima dengan catatan harus menempuh sejumlah mata kuliah yang
tidak ada dalam daftar mata kuliah tersebut melalui perkuliahan di kelas
program reguler.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
109
Rencana pembelajaran untuk Program Afirmasi diuraikan dalam Tabel 6 sebagai
berikut.
Tabel 6: Rencana Pembelajaran Program Afirmasi
No
Mata Kuliah
SKS
1
Farmasi
Rumah Sakit
2 SKS tutorial
= 2 x 50menit
x
14
pertemuan =
1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
2
Pemasaran
Farmasi
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1 SKS Praktek
1 SKS praktek
= 170 menit x
14 pertemuan
= 2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
Proses
Pembelajaran
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Media
Tempat
Pembelajaran
Modul
Kelas, tempat
kerja/wahana
praktik
yang
sesuai
 Modul teori
 Modul
praktik
 Log
book
praktikum
 Kelas
 Tempat
kerja
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok
dalam
bentuk praktik
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
110
No
Mata Kuliah
SKS
3
Statistik
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
4
Teknologi
Sediaan Solid
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1
SKS
Praktikum
1
SKS
praktikum
=
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
5
Mikrobiologi
dan
Parasitologi
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1
SKS
Praktikum
Proses
Pembelajaran
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Media
Tempat
Pembelajaran
Modul
Kelas
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log
book
praktikum
 Kelas
 Laboratoriu
m
 Tempat
kerja
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log
book
praktikum
Kelas
dan
laboratorium
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok
dalam
bentuk
praktikum
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
1
SKS
praktikum
=
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
111
No
Mata Kuliah
SKS
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
6
Farmakologi II
Proses
Pembelajaran
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
Tempat
Pembelajaran
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok
dalam
bentuk
praktikum
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log
book
praktikum
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1
SKS
Praktikum
1
SKS
praktikum
=
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
Media
Kelas
dan
laboratorium
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok
dalam
bentuk
praktikum
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
112
No
Mata Kuliah
SKS
Proses
Pembelajaran
Media
Tempat
Pembelajaran
tutorial
7
8
Farmasi Klinik
Fitokimia
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1
SKS
Praktikum
1
SKS
praktikum
=
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
9
Farmasi Fisik
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1
SKS
Praktikum
 Modul teori
Kelas
Tempat kerja
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log
book
praktikum
Kelas
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log
book
praktikum
Kelas
Laboratorium
Laboratorium
Tempat kerja
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok
dalam
bentuk
praktikum
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Tempat kerja
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
113
No
Mata Kuliah
SKS
1
SKS
praktikum
=
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
10
Kimia Farmasi
II
Proses
Pembelajaran
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
Tempat
Pembelajaran
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok
dalam
bentuk
praktikum
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log
book
praktikum
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1
SKS
Praktikum
1
SKS
praktikum
=
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
Media
Kelas
Laboratorium
Tempat Kerja
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok
dalam
bentuk
praktikum
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
114
No
Mata Kuliah
SKS
Proses
Pembelajaran
responsi
tutorial
11
12
13
Metlit
Seminar
Tugas Akhir
Media
Tempat
Pembelajaran
atau
2 SKS tutorial
= 2 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Modul
1 SKS
Pembelajaran
mandiri,
presentasi
proposal
di
depan dosen
pembimbing
dan penguji
Modul
Kelas
Laptop,
proyektor.
Tempat Kerja
Pembelajaran
mandiri
Modul
Lapangan,
tempat kerja
3 SKS
Kelas
Tempat Kerja
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
115
E. Contoh Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER
Mata Kuliah
Dosen Pengampu
Kode Mata Kuliah
Beban studi
Perte
muan
ke1
Waktu
/jam
100
menit
: Farmasi Rumah Sakit
: Dra. Alfina Rianti, M Pharm., Apt., Adin Hakim, S.Si, M.Farm, Apt
: FAR401
: 2 SKS
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Menjelaskan
pengertian dan
pokok-pokok
standar
pelayanan
farmasi
di
rumah sakit
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Standar
pelayanan
farmasi
di
RS
Sub pokok
bahasan
-Pengelolaan
Perbekalan
Farmasi
-Pelayanan
Farmasi klinik
Metode
Pembelajaran
Ceramah
diskusi
dan
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
Metode/alat
penilaian
-Mahasiswa
mendengarkan ceramah
dosen
Mengukur
pemahaman
mahasiswa tentang
pelayanan farmasi
RS yang sesuai
standar
pertanyaan
lisan
dan
mini kuis
-mahasiswa merespon
pokok bahasan dengan
tanya jawab dengan
dosen
Tempat
Pembelajar
an
Kelas
-mahasiswa menjawab
soal mini kuis yang
diberikan dosen di akhir
pertemuan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
116
Perte
muan
ke2
Waktu
/jam
100
menit
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
-Menjelaskan
tentang
pemilihan dan
pengendalian
perbekalan
farmasi
-Menjelaskan
peran
Tim
Farmasi
dan
Terapi / TFT
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Sub pokok
bahasan
Pengelolaan
Perbekalan
farmasi:
-Memilih sediaan
farmasi
&alkes
dan bahan medis
habis
pakai
sesuai kebutuhan
-Pemilihan
dan
pengendalia
n
(Tim
Farmasi dan
Terapi / TFT)
-Tim Farmasi dan
Terapi / TFT
-Formularium
rumah sakit
-Mengendalikan
sediaan farmasi,
alat
kesehatan
dan bahan medis
habis pakai
Metode
Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
Presentasi dan
diskusi
-Mahasiswa
dibagi
dalam
kelompok
(minimal 3 orangper
kelompok)
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
tahapan
pengelolaan
perbekalan farmasi
khususnya di tahap
pemilihan
dan
pengendalian
-Setiap
kelompok
membuat
presentasi
terkait
pengelolaan
perbekalan farmasi di
RS
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
makalah
kelas
-kelompok
pertama
mendapat
tugas
menyusun
makalah
tentang
pengendalian
dan
pemilihan
perbekalan farmasi di
RS
-Mahasiswa
mempresentasikan dan
mendiskusikan materi di
Kelas
-Mahasiswa
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
117
Perte
muan
ke-
Waktu
/jam
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Sub pokok
bahasan
Metode
Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
tahapan
perencanaan dan
proses pengadaan
perbekalan farmasi
yang
sesuai
prosedur
makalah
kelas
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
aseptis dispensing
dan
personal
higiene
makalah
kelas
Kriteria Penilaian
dan indikator
memperoleh
umpan
balik dari dosen
3
100
menit
Menjelaskanper
encanaan
kebutuhan dan
pengadaan
perbekalan
farmasi
Perencanaan
kebutuhan
dan
pengadaan
perbekalan
farmasi
di
RS
-Merencanakan
kebutuhan
sediaan
farmasi
secara efektif dan
efisien
Presentasi dan
diskusi
dengan pedoman
perencanaan
-Mahasiswa
memperoleh
umpan
balik/tanggapan
dari
dosen
-melaksanakan
pengadaan
perbekalan
farmasi
4
100
menit
Menjelaskan
produksi
sediaan farmasi
dan dispensing
sediaan steril di
RS
Produksi
sediaan
farmasi dan
dispensing
sediaan steril
Melaksanakan
Dispensing
sediaan steril:
-melakukan
pencampuran obat
suntik
-Mahasiswa (kelompok
kedua)
melanjutkan
presentasi
tentang
perencanaan
&
pengadaan perbekalan
farmasi di RS
Presentasi dan
diskusi
-Mahasiswa (kelompok
ketiga)
melanjutkan
presentasi
tentang
produksi dan dispensing
perbekalan
farmasi
(khususnya
sediaan
steril) di RS
-Mahasiswa
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
118
Perte
muan
ke-
Waktu
/jam
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Sub pokok
bahasan
Metode
Pembelajaran
- nutrisi parenteral
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
makalah
kelas
memperoleh
umpan
balik/tanggapan
dari
dosen
penanganan
sediaan sitotoksik
melaksanakan
pengemasan
ulang
sediaan
steril yang tidak
stabil
5
100
menit
Menjelaskanpe
nerimaan dan
penyimpanan
sediaan farmasi
di RS
Penerimaan
dan
penyimpana
n
sediaan
farmasi
di
RS
Menyimpan
sediaan farmasi,
alkes dan bahan
medis habis pakai
sesuai
dengan
spesifikasi
-perhatian dalam
penyimpanan
- pengelolaan obat
emergensi
-
ruang
Presentasi dan
diskusi
-Mahasiswa (kelompok
keempat) melanjutkan
presentasi
tentang
penerimaan
dan
penyimpanan
perbekalan
farmasi
(khususnya
sediaan
steril) di RS
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
proses
penyimpanan
sediaan obat dan
alkes yang sesuai
prosedur
-Mahasiswa
memperoleh
umpan
balik/tanggapan
dari
dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
119
Perte
muan
ke-
Waktu
/jam
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Sub pokok
bahasan
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
berbagai
sistem
distribusi
perbekalan farmasi
makalah
kelas
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
prosedur
pemusnahan
makalah
kelas
Metode
Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
Presentasi dan
diskusi
-Mahasiswa (kelompok
kelima)
melanjutkan
presentasi
tentang
pendistribusian
perbekalan
farmasi
(khususnya
sediaan
steril) di RS
penyimpanan
penyimpanan
obat high alert dan
LASA
6
100
menit
Menjelaskan
pendistribusian
perbekalan
farmasi
pendistribusi
an
perbekalan
farmasi
di
RS
-Sistem distribusi
resep individu
-Sistem
UDD
distribusi
Sistem distribusi
sentralisasi
dan
desentralisasi
7
100
menit
Menjelaskan
pemusnahan
dan penarikan
sediaan farmasi
yang
tidak
pemusnahan
dan
penarikan
sediaan
farmasi
di
perhatian
dalam
pemusnahan
-tahapan
-Mahasiswa
memperoleh
umpan
balik/tanggapan
dari
dosen
Presentasi dan
diskusi
-Mahasiswa (kelompok
keenam)
melanjutkan
presentasi
tentang
pemusnahan
dan
penarikan
perbekalan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
120
Perte
muan
ke-
Waktu
/jam
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
terpakai
Bahan kajian
Pokok
bahasan
RS
Sub pokok
bahasan
Metode
Pembelajaran
pemusnahan
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
farmasi di RS
Kriteria Penilaian
dan indikator
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
makalah
kelas
perbekalan farmasi
sesuai ketentuan
-Mahasiswa
memperoleh
umpan
balik/tanggapan
dari
dosen
8
100
menit
Menjelaskan
administrasi di
instalasi
farmasirumah
sakit
Administrasi
di
instalasi
farmasi
rumah sakit
-Administrasi
pengelolaan
sediaan farmasi,
alkes dan bahan
medis habis pakai:
-pencatatan
pelaporan
-administrasi
keuangan
-administrasi
penghapusan
-Penggunaan
sistem
komputerisasi,
pengelolaan
dan
Presentasi dan
diskusi
-Mahasiswa (kelompok
ketujuh)
mempresentasikan
bagaimana
sistem
administrasi IFRS di
tempat dinas masingmasing dan berdiskusi
mengenai
kelebihan
dan kekurangan sistem
tersebut
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
administrasi yang
benar
dan
dokumentasi yang
tertib
-Mahasiswa
memperoleh
umpan
balik/tanggapan
dari
dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
121
Perte
muan
ke-
Waktu
/jam
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Sub pokok
bahasan
Metode
Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
sediaan farmasi,
alat
kesehatan
dan bahan medis
habis pakai.
9
100
menit
Menjelaskan
pengkajian dan
pelayanan
resep di rumah
sakit
Pengkajian
dan
pelayanan
resep
Mengkaji
dan
melaksanakan
pelayanan resep
atau permintaan
obat:
Ceramah
diskusi
dan
Mahasiswa menjawab
pertanyaan diskusi yang
disampaikan
dosen
tentang
pelayanan
resep
yang
biasa
dilakukan di tempat
dinas
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
prosedur screening
resep
sebelum
diserahkan
ke
pasien
pertanyaan
lisan
dan
mini kuis
kelas
Ceramah
diskusi
dan
Mahasiswa menjawab
pertanyaan diskusi yang
disampaikan
dosen
tentang
pelayanan
informasi obat di tempat
dinas masing-masing
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
pentingnya
PIO
untuk
tenaga
kesehatan lain dan
pertanyaan
lisan
dan
mini kuis
kelas
-persyaratan
administrasi
-persyaratan
farmasetik
-persyaratan klinis
10
100
menit
Menjelaskan
pelayanan
informasi obat
yang umumnya
diberikan oleh
tenaga farmasi
Pelayanan
Informasi
Obat (PIO)
Melaksanakan
pelayanan
informasi
obat
(PIO)
kepada
tenaga kesehatan
lain,
pasien
/
keluarga,
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
122
Perte
muan
ke-
Waktu
/jam
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Sub pokok
bahasan
masyarakat
dan
institusi
diluar
rumah sakit :
Metode
Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
pasien
-tujuan pelayanan
informasi obat
-kegiatan
pelayanan
informasi obat
-perhatian dalam
pelayanan
informasi obat
2.
Memberikan
informasi
dan
edukasi
penggunaan obat
baik berdasarkan
resep
maupun
obat non resep
kepada pasien /
keluarga pasien.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
123
Perte
muan
ke11
Waktu
/jam
100
menit
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Menjelaskan
pentingnya
mengidentifikas
i
kejadian
Medication
error (ME)
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Medication
error (ME)
Sub pokok
bahasan
Mengidentifikasi,
mencegah
dan
mengatasi
masalah
yang
terkait
dengan
sediaan farmasi,
alat
kesehatan
dan bahan medis
habis pakai :
Metode
Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
Ceramah
diskusi
dan
Mahasiswa menjawab
pertanyaan diskusi yang
disampaikan
dosen
tentang
pelayanan
informasi obat di tempat
dinas masing-masing
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa
mengenai
Medication
error
dan
cara
mencegahnya
pertanyaan
lisan
dan
mini kuis
kelas
Ceramah
diskusi
dan
Mahasiswa menjawab
pertanyaan diskusi yang
disampaikan
dosen
tentang
proses
akreditasi yang akan
atau telah dilakukan di
tempat
kerja
dan
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
pentingnya proses
akreditasi Rumah
Sakit
untuk
menunjang
mutu
pertanyaan
lisan
dan
mini kuis
kelas
-prescribing error
-transcribing error
-dispensing error
-administering
error
12
100
menit
Menjelaskan
tentang
pelayanan yang
berkualitas dan
sistem
akreditasi
Akreditasi
farmasi
rumah
sakit(Manaje
men
dan
Penggunaan
Proses akreditasi
dirancang
untuk
menciptakan
budaya
keselamatan dan
budaya
kualitas
dalam
suatu
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
124
Perte
muan
ke-
Waktu
/jam
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Sub pokok
bahasan
Obat / MPO)
organisasi
pelayanan
kesehatan untuk
meningkatkan
mutu :
Metode
Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
peranan tenaga D3
farmasi didalamnya
pelayanan
Mahasiswa menjawab
pertanyaan diskusi yang
disampaikan
dosen
tentang
proses
sterilasasi alat medik
dan linen
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
pentingnya
sterilisasi
alat
medik dan linen
untuk
mencegah
kontaminasi
Metode/alat
penilaian
Tempat
Pembelajar
an
- status akreditasi
-standar
dan
elemen penilaian
akreditasi
-standar MPO
-dokumen MPO
13
100
menit
Menjelaskan
pentingnya
proses
sterilisasi
Instalasi
Sterilisasi
Sentral dan
Binatu
(ISSB)
1.Proses sterilisasi
medik dan alat
lain:
-proses sterilisasi
alat medik
-dekontaminasi
Ceramah
diskusi
dan
pertanyaan
lisan
dan
mini kuis
kelas
2. Binatu tempat
dilaksanakan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
125
Perte
muan
ke-
Waktu
/jam
Kemampuan
akhir yang
harus dicapai
(CP)
Bahan kajian
Pokok
bahasan
Sub pokok
bahasan
Metode
Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Mahasiswa
Kriteria Penilaian
dan indikator
Metode/alat
penilaian
Mahasiswa menjawab
pertanyaan diskusi yang
disampaikan
dosen
tentang
pentingnya
pengendalian K3 di
IFRS
Memperkuat
pemahaman
mahasiswa tentang
pentingnya
keselamatan
dan
kesehatan
kerja
dalam
melaksanakan
tugas
pertanyaan
lisan
dan
mini kuis
Tempat
Pembelajar
an
proses pencucian
linen rumah sakit
dalam
upaya
pencegahan
Health
Care
Associated
Infection (HAIs) di
rumah sakit.
-proses
penanganan linen
kotor
14
100
menit
Menjelaskan
pentingnya
upaya
keselamatan
dan kesehatan
kerja
di
Instalasi
Farmasi
Rumah Sakit
Keselamatan
dan
Kesehatan
Kerja
Instalasi
Farmasi
Rumah Sakit
(K3-IFRS)
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
(K3) :
-Manajemen K3 di
IFRS
-Pengendalian K3
IFRS
Ceramah
diskusi
dan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
kelas
126
DESAIN
PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN
LAMPAU (RPL)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
GIZI
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
127
PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN BAHAN KAJIAN
A. PROFIL LULUSAN PENDIDIKAN DIPLOMA III GIZI
1. Profil Umum
Pendidikan Diploma III Gizi melaksanakan kegiatan pendidikan yang
menghasilkan lulusan Ahli Madya Gizi sebagai Pelaksana Asuhan
Dietetik, Pelaksana Kegiatan Program Gizi Masyarakat, Pelaksana
Pelayanan Gizi Institusi, dan Asisten Peneliti yang
beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, kreatif,
mandiri, dan berbudaya dalam menjalankan perannya secara profesional
di bidang gizi.
2. Profil Khusus
a. Pelaksana Asuhan Dietetik
Ahli Madya Gizi yang memiliki kemampuan dalam melakukan
pelayanan gizi klinik dan dietetik pada klien dengan kondisi tanpa
komplikasi secara individu dan kelompok dengan menggunakan
prosedur Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT).
b. Pelaksana Kegiatan Program Gizi Masyarakat
Ahli Madya Gizi yang memiliki kemampuan dalam melakukan
pelayanan program gizi masyarakat secara promotif, preventif, kuratif,
dan rehabilitatif sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang telah
ditetapkan baik pada individu maupun kelompok.
c. Pelaksana Pelayanan Gizi Institusi
Ahli Madya Gizi yang memiliki kemampuan dalam melakukan
pelayanan penyelenggaraan makanan terkait dengan pemenuhan
kebutuhan gizi dan dietetik baik dalam kondisi normal maupun darurat
yang meliputi matra darat, laut, dan udara pada klien di institusi.
d. Asisten Peneliti
Ahli Madya Gizi yang memiliki kemampuan dalam membantu proses
penelitian dasar dan terapan di bidang gizi dan kesehatan.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran (Learning outcome) Program Studi Diploma III Gizi :
1. Sikap dan Tata Nilai
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
128
a)
Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan mampu menunjukkan
sikap religius.
b)
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama, moral, dan etika.
c)
Berkontribusi dalam meningkatkan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan kemampuan peradaban berdasarkan
Pancasila.
d)
Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan
bangsa.
e)
Menghargai keaneka ragaman budaya, pandangan, agama dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.
f)
Bekerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian
terhadap masyarakat dan lingkungan.
g)
Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara.
h)
Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.
i)
Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang
keahliannya secara mandiri.
j)
Menginternalisasi
semangat
kemandirian,
kejuangan,
dan
kewirausahaan.
2. Kemampuan Kerja
a) Mampu melakukan asuhan gizi klinik dan dietetik untuk pemenuhan
kebutuhan gizi individu dan kelompok pada kondisi tidak kompleks
dengan menggunakan proses asuhan gizi terstandar sesuai dengan
yang ditugaskan.
b) Mampu melaksanakan kegiatan program gizi secara promotif,
preventif, kuratif, dan rehabilitatif sesuai dengan prosedur dan
mekanisme yang telah ditetapkan pada individu maupun kelompok.
c) Mampu melakukan kegiatan penyelenggaraan makanan di institusi
untuk menyediakan makanan yang sehat dan aman guna pemenuhan
kebutuhan gizi dan dietetik pada klien secara mandiri dalam kondisi
normal maupun darurat yang meliputi matra darat, laut, dan udara
sesuai prosedur tetap yang berlaku.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
129
d) Mampu mengumpulkan data dan membantu mengolah data secara
deskriptif pada penelitian dasar dan terapan di bidang gizi dan
kesehatan.
3. Pengetahuan
a)
Menguasai prinsip-prinsip ilmu gizi dan penyakit terkait gizi, pangan,
komunikasi, edukasi dan penyuluhan gizi, kesejahteraan sosial, dan
humaniora untuk dapat melaksanakan pelayanan gizi tidak kompleks
sesuai proses asuhan gizi terstandar (PAGT)/NCP.
b)
Menguasai prinsip-prinsip ilmu gizi dan penyakit terkait gizi
masyarakat, surveilans gizi, pangan, komunikasi, kegiatan program
gizi, pemasaran produk program gizi,
sosial dan antropologi, dan
humaniora untuk dapat melaksanakan pelayanan gizi tidak kompleks
sesuai proses asuhan gizi terstandar.
c)
Menguasai prinsip-prinsip ilmu gizi dan dietetik, pangan, komunikasi,
penyuluhan gizi, higiene sanitasi, penyelenggaraan makanan banyak
pada klien dan upaya wirausaha, dan humaniora, untuk dapat
melaksanakan pelayanan gizi institusi sesuai proses asuhan gizi
terstandar (PAGT)/NCP.
d)
Menguasai prinsip-prinsip ilmu gizi dan penyakit terkait gizi
masyarakat, surveilans gizi, pangan, komunikasi, kegiatan program
gizi, pemasaran produk program gizi,
sosial dan antropologi, dan
humaniora untuk dapat melaksanakan pengumpulan data dan
pengolahan data secara deskriptif dalam membantu pelaksanaan
penelitian dasar dan terapan di bidang gizi dan kesehatan.
4. Hak dan Tanggung Jawab
a)
Mampu bekerja dalam tim dan berkomunikasi secara efektif serta
mampu menyusun laporan asuhan gizi di bawah bimbingan dengan
menggunakan
proses
asuhan
gizi
terstandar
dengan
terminologi/istilah yang baku.
b)
Bertanggung jawab atas hasil kerja sendiri dan kelompok dalam
asuhan gizi serta memiliki sikap empati pada klien.
c)
Mampu bekerja dalam tim dan berkomunikasi secara efektif serta
mampu menyusun laporan penyelenggaraan makanan pada institusi.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
130
d)
Bertanggung jawab atas hasil kerja sendiri dan kelompok di bidang
penyelenggaraan makanan di institusi serta memiliki sikap empati
pada klien.
e)
Mampu bekerja dalam tim dan berkomunikasi secara efektif serta
mampu menyusun laporan penyuluhan dan konseling gizi secara
mandiri.
f)
Bertanggung jawab atas pelaksanaan penyuluhan dan konseling gizi
serta memiliki sikap empati pada kelompok sasaran dan klien.
g)
Mampu bekerja dalam tim pemasaran produk gizi dan mampu
menyusun laporan pemasaran dengan lengkap secara mandiri.
h)
Bertanggung jawab atas pelaksanaan pemasaran gizi secara individu
maupun kelompok.
i)
Mampu bekerja dalam tim dan berkomunikasi secara efektif serta
mampu
menyusun
laporan
lengkap
tentang
penilaian
mutu,
kandungan energi dan zat gizi makanan dan minuman secara
mandiri.
j)
Bertanggung jawab atas penilaian mutu, kandungan energi, zat gizi,
dan keamanan makanan dan minuman.
k)
Mampu bekerja dan berkomunikasi secara efektif dalam tim peneliti
serta mampu membantu menyusun laporan penelitian.
l)
Bertanggung jawab atas pelaksanaan penelitian yang menjadi
tugasnya.
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN, BAHAN KAJIAN, DAN MATA KULIAH
No
Profil
1
Ahli Madya
Gizi yang
religius dan
berkarakter
dalam
melaksanak
an tugas
sebagai
tenaga
kesehatan.
Capaian
Pembelajaran
1.1 Bertakwa kepada
Tuhan Yang
Maha Esa dan
mampu
menunjukkan
sikap religius
Bahan Kajian (BK)
Tuhan Yang Maha Esa
dan Ke-Tuhan-an :
 Keimanan dan
ketaqwaan
 Filsafat Ke-Tuhan-an
Kesadaran untuk taat
hukum Tuhan
Akhlak mulia dalam
kehidupan
Kewajiban menuntut
dan mengamalkan ilmu
Kedala
man
3
Agama
3
Agama
3
Agama
3
Agama
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Mata Kuliah
131
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
1.2.Menjunjung tinggi
nilai kemanusiaan
dalam
menjalankan
tugas
berdasarkan
agama, moral,
dan etika
1.3.Berperan
sebagai warga
negara yang
bangga dan cinta
tanah air serta
mendukung
perdamaian
dunia
1.4.Berkontribusi
dalam
meningkatkan
mutu kehidupan
bermasyarakat,
berbangsa
bernegara, dan
kemampuan
Bahan Kajian (BK)
pengetahuan dan
teknologi
Kerukunan antar umat
beragama
Hakikat, martabat dan
tanggung jawab
manusia
Kebutuhan pokok dan
tujuan utama hidup
manusia,
Agama sebagai sumber
moral
Peranan agama dalam
mewujudkan persatuan
dan kesatuan bangsa
Pengertian dan ruang
lingkup prilaku
Kepribadian
Hak dan kewajiban
manusia
Norma dan moralitas
Pancasila sebagai
Sistem Etika
Identitas Nasional
Kedala
man
Mata Kuliah
2
Agama
3
Agama
2
Etika Profesi
2
Agama
3
Agama
2
Etika Profesi
2
2
Etika Profesi
Etika Profesi
3
3
Etika Profesi
Pancasila
3
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan
Kewarganegaraan
Negara dan Konstitusi,
3
Hubungan Negara
dengan Warga Negara
Demokrasi Indonesia.
2
Negara Hukum dan Hak
Asasi Manusia
Wawasan Nusantara
sebagai Geopolitik
Indonesia
Integrasi Nasional
3
Pancasila dalam Kajian
Sejarah Bangsa
Indonesia
Pancasila sebagai
Dasar Negara
Pancasila sebagai
Ideologi Negara
Pancasila sebagai
2
Kewarganegaraan
Pancasila
2
Pancasila
3
Pancasila
3
Pancasila
3
2
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
132
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
peradaban
berdasarkan
Pancasila
1.5.Menghargai
keanekaragaman
budaya, pandangan,
agama dan
kepercayaan, serta
pendapat atau
temuan orisinal
orang lain
1.7.Bekerjasama dan
memiliki
kepekaan sosial
serta kepedulian
terhadap
masyarakat dan
lingkungan.
Bahan Kajian (BK)
Sistem Filsafat
Ketahanan Nasional
Indonesia
Pancasila sebagai
Dasar Nilai
Pengembangan Ilmu.
Konsep dan Fungsi
Bahasa (bahasa negara,
bahasa persatuan dan
bahasa pengetahuan
dan teknologi)
Jenis-jenis artikel ilmiah
Kedala
man
2
3
Mata Kuliah
Kewarganegaraan
Pancasila
4
Bahasa
Indonesia
4
Rangkuman buku dan
karya ilmiah
Penulisan artikel ilmiah
(makalah, resensi)
Teknik penulisan karya
ilmiah
Teknik presentasi ilmiah
4
Spesific vocabulary
Reading comprehension
Listening
comprehension
Speaking
comprehension
Presentation
Correspondence
Konsep sosial dan
budaya terkait makanan
dan kesehatan
Pranata sosial
Manusia, keragaman
dan kesetaraan
Manusia dan keindahan
Manusia dan
penderitaan
Manusia dan keadilan
Manusia dan
pandangan hidup
Manusia dan tanggung
jawab serta pengabdian
Manusia dan
kegelisahan
3
4
4
Bahasa
Indonesia
Bahasa
Indonesia
Bahasa
Indonesia
Bahasa
Indonesia
Bahasa
Indonesia
Bahasa Inggris
Bahasa Inggris
Bahasa Inggris
4
Bahasa Inggris
4
4
2
Bahasa Inggris
Bahasa Inggris
Ilmu Sos-Antro
1
1
Ilmu Sos-Antro
Ilmu Sos-Antro
1
1
Ilmu Sos-Antro
Ilmu Sos-Antro
1
1
Ilmu Sos-Antro
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
1
Ilmu Sos-Antro
4
4
4
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
133
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
1.8.Bersikap
Demokratis,
menjunjung tinggi
nilai
kemanusiaan,
memiliki
kepekaan sosial
serta kepedulian
terhadap
masyarakat dan
lingkungan dan
berperan mencari
solusi terhadap
masalah sosial
budaya dan
lingkungan hidup
secara arif.
1.9.Taat hukum dan
disiplin dalam
kehidupan
bermasyarakat
dan bernegara.
Bahan Kajian (BK)
Kedala
man
Mata Kuliah
Manusia dan harapan
1
Ilmu Sos-Antro
Kerjasama. kepekaan
sosial kepedulian
terhadap masyarakat
dan lingkungan di
Tempat Kerja
Pancasila sebagai
Dasar Nilai
Pengembangan Ilmu.
Manusia sebagai
individu dan mahluk
sosial
Manusia dan
lingkungan
5
PKL
3
Pancasila
2
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
Manusia sebagai
makhluk budaya
Manusia sebagai
individu dan makhluk
sosial
Manusia, keragaman
dan kesetaraan
Manusia dan lingkungan
1
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
1
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
Manusia dan perubahan
sosial terkait makanan
dan kesehatan
Manusia dan perubahan
budaya terkait makanan
dan kesehatan
Pola hidangan makanan
sebagai produk budaya
Nilai sosial pangan dan
makanan
Kepercayaan, adat,
kebiasaan
Perubahan pendapatan
dan status dan gizi
Negara Hukum dan Hak
Asasi Manusia
Peraturan perundangundangan tentang
kesehatan
Peraturan perundang-
2
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
2
Ilmu Sos-Antro
3
Kewarganegaraan
Hukum
Kesehatan
2
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Hukum
134
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
1.10.Menginternalisa
si nilai, norma
dan etika
akademik
1.11.Menunjukkan
sikap
bertanggung
jawab atas
pekerjaan
dibidang
keahliannya
secara mandiri
Bahan Kajian (BK)
undangan tentang
Rumah Sakit
Peraturan perundangundangan tentang
Praktik Tenaga
Kesehatan
Peraturan perundangundangan tentang
Perlindungan Konsumen
Peraturan perundangundangan tentang
registrasi tenaga
kesehatan
Peraturan perundanganundangan tentang
standar profesi Ahli
Madya Gizi
Tanggung jawab dan
tanggung gugat
Penerapan peraturan
dan undang undang
tentang standar profesi
Ahli Madya Gizi di RS,
Puskesmas, Dinas
Kesehatan, dan Desa
Konsep gizi sebagai
suatu profesi,
Etika profesi,
Manusia, nilai, moral
dan hukum
Manusia, sains, dan
teknologi
Hak dan kewajiban
Kewajiban terhadap
klien
Kewajiban terhadap diri
sendiri
Kewajiban terhadap
sejawat
Kewajiban terhadap
Profesi
Hak terhadap klien
Hak terhadap sejawat
Hak terhadap profesi
Kewajiban terhadap
Profesi
Kedala
man
Mata Kuliah
Kesehatan
2
Hukum
Kesehatan
2
Hukum
Kesehatan
2
Hukum
Kesehatan
3
Hukum
Kesehatan
3
5
Hukum
Kesehatan
PKL
2
Etika Profesi
2
1
Etika Profesi
Ilmu Sos-Antro
1
Ilmu Sos-Antro
3
1
Etika Profesi
Etika Profesi
1
Etika Profesi
1
Etika Profesi
1
Etika Profesi
1
1
1
1
Etika Profesi
Etika Profesi
Etika Profesi
Etika Profesi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
135
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
1.12.Menginternalisa
si semangat
kemandirian,
kejuangan dan
kewirausahaan
Bahan Kajian (BK)
Hak dan kewajiban
sebagai tenaga
kesehatan di tempat
kerja
Tanggung jawab dan
tanggung gungat
Konsep dasar
kewirausahaan
Sikap dan jiwa
wirausaha
Ide dan peluang usaha
Proses kewirausahaan
Merintis usaha baru
Organisasi dan
manajemen usaha
Strategi Pemasaran
usaha
Manajemen keuangan
Analisis bisnis dan studi
kelayakan usaha di
bidang gizi
Pengembangan usaha
Kedala
man
5
3
Mata Kuliah
PKL
2
Hukum
Kesehatan
Kewirausahaan
2
Kewirausahaan
2
2
3
3
Kewirausahaan
Kewirausahaan
Kewirausahaan
Kewirausahaan
3
Kewirausahaan
3
3
Kewirausahaan
Kewirausahaan
3
Kewirausahaan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
136
No
2.
Profil
Pelaksana
Asuhan
Dietetik
Capaian
Pembelajaran
1. Mampu
melakukan
asuhan gizi dan
dietetik
untuk
pemenuhan
kebutuhan
gizi
individu
dan
kelompok
pada
kondisi
tidak
kompleks dengan
menggunakan
proses
asuhan
gizi
dan
terminologi
terstandar sesuai
dengan
yang
ditugaskan.
1.a.
Menguasai
prinsip-prinsip
ilmu gizi dan
penyakit terkait
gizi,
pangan,
komunikasi,eduk
asi
dan
penyuluhan gizi,
kesejahteraan
sosial,
dan
humaniora,
untuk
dapat
melaksanakan
pelayanan gizi
tidak kompleks
sesuai
proses
asuhan
gizi
terstandar
(PAGT)/NCP
1.b.
Mampu
bekerja
dalam
tim
dan
berkomunikasi
secara
efektif
serta
mampu
menyusun
laporan asuhan
gizi dan dietetik
dengan
Bahan Kajian (BK)
1. Konsep zat gizi
makro dan mikro
Kedala
man
6
Mata Kuliah
IGD
2. Konsep masalah gizi.
3
PSG
3. Konsep dasar PAGT
3
Dietetik
Penyakit Infeksi
4. Pemberian diet pada
kondisi penyakit
tanpa komplikasi
5. Pemberian diet pada
penyakit hepatitis
dan kantung empedu
6. Pemberian diet pada
penyakit saluran
cerna atas dan
bawah
7. Pemberian diet pada
penyakit DHF
8. Pemberian diet pada
penyakit TBC
9. Pemberian diet pada
5
Dietetik
Penyakit Infeksi
5
Dietetik
Penyakit Infeksi
5
Dietetik
Penyakit Infeksi
5
Dietetik
Penyakit Infeksi
Dietetik
Penyakit Infeksi
Dietetik
5
5
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
137
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
menggunakan
proses asuhan
gizi
dan
terminologi
terstandar
sesuai dengan
yang ditugaskan.
1.c.Bertanggung
jawab atas hasil
kerja sendiri dan
kelompok dalam
asuhan gizi serta
memiliki
sikap
menghargai dan
empati
pada
klien
Bahan Kajian (BK)
Kedala
man
penyakit HIV-AIDS
10. Konsep PKL asuhan
gizi diRS
11. Penerapan hak dan
kewajiban sebagai
tenaga kesehatan di
tempat kerja
12. Penerapan peraturan
dan perundangundangan ttg standar
prpfesi ahli madya
gizi di RS,
Puskesmas, Dinkes,
dan Desa
13. Penerapan asuhan
gizi di RS
14. Kegiatan ahli madya
gizi di RS
15. Penerapan asuhan
gizi di instalasi rawat
inap anak
16. Penerapan asuhan
gizi di bagian rawat
inap penyakit dalam
dewasa
17. Penerapan asuhan
gizi di bagian rawat
jalan anak
18. Penerapan asuhan
gizi di bagian rawat
jalan penyakit dalam
dewasa
19. Penerpan
penyuluhan gizi pada
kelompok
20. Dokumentasi dan
pelaporan
21. Determinan (faktor
risiko) masalah gizi
22. Konsep penapisan
Gizi
23. Konsep masalah Gizi
24. Konsep penilaian
status gizi
25. Konep pertumbuhan
Mata Kuliah
Penyakit Infeksi
3
PKL Gizi Klinik
3
PKL Gizi Klinik
3
PKL Gizi Klinik
6
PKL Gizi Klinik
6
PKL Gizi Klinik
6
PKL Gizi Klinik
6
PKL Gizi Klinik
6
PKL Gizi Klinik
6
PKL Gizi Klinik
6
PKL Gizi Klinik
6
PKL Gizi Klinik
5
Epid. Gizi
3
Epid. Gizi
3
Epid Gizi
PSG
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
PSG
138
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
Bahan Kajian (BK)
dan perkembangan
26. Standar dan rujukan
pertumbuhan
27. Pemantauan
pertumbuhan dengan
KMS dan SKDN
28. Tanda-tanda
kekurangan dan
kelebihan gizi
29. Pengukuran status
gizi dengan
antropometri dan
asupan gizi.
30. Penilaian status gizi
dengan cara
antropometri, klinis
terkait gizi, biokimia
dan asupan gizi.
31. Konsep dasar
anatomi fisiologi
32. Sistem pernafasan
33. Sistem pencernaan
34. Sistem
kardiovaskular
Kedala
man
3
Mata Kuliah
PSG
4
PSG
6
PSG
4
7
PSG
5
PSG
2
Anfis
3
3
3
Anfis
Anfis
Anfis
35. Sistem ekskresi
36. Sistem endokrin
37. Sistem pancaindera
38. Homeostasis cairan
dan elektrolit
39. Sistem
reproduksi
terkait
mekanisme
laktasi
40. Konsep
dasar
Metabolisme zat gizi
41. Metabolisme
karbohidrat
42. Metabolisme protein
3
3
3
3
Anfis
Anfis
Anfis
Anfis
3
Anfis
3
Biokimia Gizi
43. Metabolisme lemak
3
Biokimia Gizi
44. Metabolisme vitamin
(larut air dan lemak)
45. Metabolisme
makromineral
46. Metabolisme
mikromineral
3
Biokimia Gizi
3
Biokimia Gizi
3
Biokimia Gizi
2
Biokimia Gizi
3
Biokimia Gizi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
139
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
Kedala
man
3
Biokimia Gizi
48. Peranan hormon dan
enzim
49. Interaksi antar zat
gizi
50. Nilai-nilai
normal
biokimia
2
Biokimia Gizi
3
Biokimia Gizi
3
Biokimia Gizi
51. Konsep
Patologi
dasar
3
Patologi
Manusia
akibat
Energi
3
Patologi
Manusia
53. Penyakit
infeksi
kaitannya
dengan
masalah gizi
54. Gangguan saluran
cerna terkait dengan
masalah gizi
55. Gangguan akibat
kelebihan energi
3
Patologi
Manusia
3
Patologi
Manusia
2
Patologi
Manusia
56. Gangguan
akibat
kekurangan vitamin
larut lemak
57. Ganggunan
akibat
kekurangan vitamin
larut air
58. Gangguan akibat
kekurangan makro
dan mikro mineral
59. Gangguan
hati,
kantung empedu dan
pankreas
60. Ganggunan
metabolisme
karbohidrat
pada
Diabetes Mellitus
61. Gangguan
metabolisme lemak
pada dislipidemia
dan
penatalaksanaannya
2
Patologi
Manusia
2
Patologi
Manusia
3
Patologi
Manusia
3
Patologi
Manusia
3
Patologi
Manusia
3
Patologi
Manusia
Bahan Kajian (BK)
47. Metabolisme air
52. Gangguan
Kurang
Protein.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Mata Kuliah
140
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
Bahan Kajian (BK)
62. Penyakit jantung dan
pembuluh darah dan
kaitannya ndengan
masalah gizi
63. Gangguan ginjal dan
saluran kemih
kaitannya dengan
masalah gizi
64. Kanker dan
kaitannya denga
masalah gizi
65. Gangguan akibat
radikal bebas
Kedala
man
3
Mata Kuliah
Patologi
Manusia
3
Patologi
Manusia
3
Patologi
Manusia
2
Patologi
Manusia
66. Gangguan pada
tindakan medik
invasif terhadap
pasien seperti
radioterapi dan
radiodiagnostik
67. Konsep dasar survei
Konsumsi pangan
2
Patologi
Manusia
2
SKP
68. Metoda
pengumpulan
data
riwayat
gizi
dan
makanan
69. Estimasi
berat
makanan/bahan
makanan
dan/atau
minuman
yang
dikonsumsi
70. Penerapan
anamnesis
riwayat
gizi dan makanan
71. Konsep
dasar
kecukupan gizi
3
SKP
7
SKP
7
PSG
72. Perhitungan
kebutuhan
gizi
berdasarkan kondisi
klien
73. Pencernaan,
penyerapan,
dan
metabolisme
6
6
IGD
IGD
3
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
IGD
141
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
Kedala
man
Mata Kuliah
3
IGD
4
IGD
5
IGD
3
IGD
3
GDDK
6
GDDK
80. Pemenuhan
gizi
pada ibu menyusui
6
GDDK
81. Pemenuhan
gizi
pada bayi (0-6 bl, 6-8
bl, 9-11bl)
82. Pemenuhan
gizi
pada anak baduta
6
GDDK
6
GDDK
83. Pemenuhan
gizi
pada
anak
prasekolah (3-6 th)
84. Pemenuhan
gizi
pada
anak
usia
sekolah
85. Pemenuhan
gizi
pada remaja
6
GDDK
6
GDDK
6
GDDK
86. Pemenuhan
gizi
pada usia dewasa
6
GDDK
87. Pemenuhan
pada lansia
gizi
6
GDDK
88. Pemenuhan
gizi
pada
kelompok
khusus
(tenaga
kerja,
atlet,
vegetarian)
6
GDDK
Bahan Kajian (BK)
74. Sumber-sumber
gizi
zat
75. Gizi seimbang
76. Penggunaan DKBM
dan bahan penukar
77. Akibat
kekurangan
dan kelebihan zat
gizi
78. Konsep dasar Gizi
dalam
Daur
Kehidupan
79. Pemenuhan
gizi
pada kehamilan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
142
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
Bahan Kajian (BK)
89. Estimasi nilai gizi
makanan dan atau
minuman yang
dikonsumsi
90. Konversi berat
matang mentah
Kedala
man
7
Mata Kuliah
SKP
5
SKP
91. Estimasi serapan
minyak pada
makanan
5
SKP
92. Estimasi berat bersih
dan berat kotor
5
SKP
93. Perhitungan nilai gizi
dari makanan dan
minuman yang
dikonsumsi
94. Estmasi volume
cairan dalam
hidangan dan
minuman
95. Estimasi volume ASI
yang dikonsumsi
bayi dan anak
7
SKP
5
SKP
5
SKP
96. Metode pengukuran
asupan zat gizi
individu (Food recall,
Food weighing, FFQ)
97. Metode pengukuran
asupan zat gizi
keluarga
7
SKP
4
SKP
98. Interpretasi asupan
makanan dan atau
minuman
pasien/klien
99. Pemberian diet pada
hipertensi
100. Pemberian diet
pada KEP
7
SKP
5
Dietetik penyakit
tidak menular
Dietetik penyakit
tidak menular
101. Pemberian diet
pada obesitas
5
5
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Dietetik penyakit
tidak menular
143
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
Bahan Kajian (BK)
102. Pemberiana diet
pada penyakit
jantung dan
pembuluh darah,
dislipidemia
103. Pemberian diet
pada penyakit batu
ginjal
104. Pemberian diet
pada penyakit
kelainan endokrin
(DM, hipertiroid, dan
hipotiroid)
105. Pemberian diet
pada gangguan purin
(penyakit gout)
106. Pemberian diet
pada pra dan
pascabedah
107. Pemberian diet
pada penyulit
kehamilan
108. Dokumentasi dan
pelaporan
109. Pemesanan diet
pasien/klien
Kedala
man
5
Mata Kuliah
Dietetik penyakit
tidak menular
5
Dietetik penyakit
tidak menular
5
Dietetik penyakit
tidak menular
5
Dietetik penyakit
tidak menular
5
Dietetik penyakit
tidak menular
5
Dietetik penyakit
tidak menular
4
5
Dietetik penyakit
tidak menular
SPMI
110. Teknik komunikasi,
edukasi, penyuluhan
dan nasehat gizi
111. Kebijakan/
Prosedur Pelayanan
Asuhan Gizi
112. Pengukuran status
gizi dengan survei
konsumsi
6
PKG
4
Dietetik penyakit
tidak menular
6
PSG
113. Karakteristik mutu
pangan dan hasil
olah setengah jadi
114. Konsep
perencanaan pangan
dan gizi
115. Monitoring
pelaksanaan
Kegiatan
program
gizi
6
Ilmu pangan
3
PPG
6
PPG
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
144
No
Profil
Capaian
Pembelajaran
Bahan Kajian (BK)
116. Dokumentasi
pelaporan
dan
117. Penerapan
peraturan
dan
undang-undang
tentang
standar
profesi ahli madya
gizi
di
RS,
Puskesmas,
Dinas
Kesehatan dan Desa
118. Hak dan Kewajiban
sebagai
tenaga
kesehatan di tempat
kerja
119. Kerjasama
kepekaan
sosial,
keperdulian terhadap
masyarakat
dan
lingkungan di tempat
kerja.
Kedala
man
7
Mata Kuliah
PPG
5
PKL
5
PKL
5
PKL
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
145
KURIKULUM DAN DESAIN PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum
No
KODE
MK
MATA KULIAH
∑ SKS
Beban SKS
T
P
K
Semester I
1
GZ101
Pendidikan Agama
2
2
-
-
2
GZ109
Pendidikan Pancasila
2
2
-
-
3
GZ106
Ilmu Sosio Antropologi
2
2
-
-
4
GZ108
Pendidikan dan Budaya
Antikorupsi
2
1
1
-
5
GZ201
Ilmu Gizi Dasar
2
1
1
-
6
GZ204
Anatomi Fisiologi
2
2
-
-
7
GZ207
Ilmu Pangan
2
1
-
8
GZ209
Ilmu Kesehatan Masyarakat
2
2
-
-
9
GZ305
Gizi Kuliner
3
2
1
-
19
15
4
-
2
1
1
-
Jumlah Semester I
1
Semester II
1
GZ102
Kewarganegaraan
2
GZ104
Bahasa Inggris
2
1
1
-
3
GZ303
Patologi Manusia
2
2
0
-
4
GZ306
Gizi dalam Daur Kehidupan
3
2
1
-
5
GZI101
Pengembangan Kuliner
2
1
1
6
GZI201
Kimia Pangan
3
2
1
-
7
GZI202
Mikrobiologi Pangan
2
1
1
-
8
GZI209
Psikologi
2
2
0
-
18
12
6
-
Jumlah Semester II
Semester III
1
GZ107
Hukum Kesehatan
2
2
-
-
2
GZ205
Biokimia Gizi
3
2
1
-
3
GZ210
Statistik
2
1
1
-
4
GZ311
Penilaian Status Gizi
3
2
1
-
5
GZ312
Epidemiologi Gizi
2
2
-
-
6
GZ313
Ilmu Teknologi Pangan
2
1
1
-
7
GZ315
Aplikasi Komputer
2
1
1
-
8
GZI204
Bahasa Inggris untuk Akademik
2
1
1
-
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
146
No
KODE
MK
9
GZI302
MATA KULIAH
∑ SKS
Komunikasi
Jumlah Semester III
Beban SKS
T
P
K
2
1
1
-
20
13
7
-
Semester IV
1
GZ105
Bahasa Indonesia
2
1
1
-
2
GZ308
Penyuluhan dan Konsultasi Gizi
2
1
1
-
3
GZ316
Metodologi Penelitian
3
2
1
-
4
GZ401
Dietetik Penyakit Infeksi
3
2
1
-
5
GZ403
Survey Konsumsi Pangan
3
2
1
-
6
GZI401
Pengawasan Mutu Pangan
2
1
1
-
7
GZI402
Pengembangan Produk Pangan
2
1
1
-
3
2
1
-
GZI403
Manajemen Sistem
Penyelenggaraan Makanan
Institusi
20
12
8
-
8
Jumlah Semester IV
Semester V
1
GZ310
Ekonomi Pangan dan Gizi
2
2
-
-
2
GZ317
Kewirausahaan
2
2
-
-
3
GZ402
Dietetik Penyakit Tidak Menular
3
2
1
-
4
GZ405
Etika Profesi
2
2
-
-
5
GZ406
Perencanaan Program Gizi
3
2
1
-
6
GZ408
Sistem Penyelenggaraan
Makanan Institusi (SPMI)
3
2
1
-
7
GZI501
Konseling Gizi
3
2
1
-
8
GZI503
Surveilans Gizi
2
1
1
-
Jumlah Semester VI
20
15
5
-
Semester VI
1
GZ320
Tugas Akhir
3
-
3
-
2
GZ501
PKL Gizi Klinik
3
-
-
3
3
GZ502
PKL PIGM (+Puskesmas)
4
-
-
4
4
GZ503
PKL SPMI
3
-
-
3
Jumlah Semester VI
13
-
3
10
Total
110
67
33
10
B. Pengakuan Hasil Asesmen Pembelajaran Lampau
Pada program afirmasi dengan pendekatan rekognisi pembelajaran
lampau (RPL), struktur kurikulum dibedakan menjadi 19 SKS wajib ditempuh
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
147
dan 91 SKS yang diberikan sebagai program asesmen RPL. Dari 91 SKS
yang diberikan kesempatan untuk diases/ dinilai melalui RPL telah dilakukan
dua kali uji coba di empat Politeknik Kesehatan, yaitu di Poltekkes Jakarta II,
Poltekkes Bandung, Poltekkes Malang, dan Poltekkes Surabaya. Uji coba
dilakukan pada bulan Desember 2016. Hasil uji coba terhadap 80 calon
peserta yang mengikuti asesmen didapat kesimpulan bahwa semua peserta
minimal dapat diakui capaian pembelajaran lampaunya sebanyak 32 mata
kuliah dengan bobot sebesar 71 SKS dan terdapat 7 mata kuliah dengan
bobot 20 SKS yang diperkirakan tidak lulus. Sementara mata kuliah yang
wajib tempuh melalui perkuliahan sebanyak 8 mata kuliah dengan bobot 19
SKS. Berdasarkan hasil uji coba asesmen dan rekognisi, berikut adalah
daftar mata kuliah yang diharapkan dapat diakui capaian pembelajarannya
melalui RPL.
Tabel 1. Daftar Mata Kuliah yang Diakui melalui Proses Ujicoba Asesmen RPL
No
KODE MK
MATA KULIAH
Beban SKS
∑ SKS
T
P
K
1
GZ101
Pendidikan Agama
2
2
-
-
2
GZ109
Pendidikan Pancasila
2
2
-
-
3
GZ106
Ilmu Sosio Antropologi
2
2
-
-
4
GZ108
Pendidikan dan Budaya Antikorupsi
2
1
1
-
5
GZ201
Ilmu Gizi Dasar
2
1
1
-
6
GZ204
Anatomi Fisiologi
2
2
-
-
7
GZ209
Ilmu Kesehatan Masyarakat
2
2
-
-
8
GZ305
Gizi Kuliner
3
2
1
-
9
GZ102
Kewarganegaraan
1
1
-
10
GZ104
Bahasa Inggris
2
1
1
-
11
GZ107
Hukum Kesehatan
2
2
-
-
12
GZI204
Bahasa Inggris untuk Akademik
2
1
1
-
13
GZI302
Komunikasi
2
1
1
-
14
GZ105
Bahasa Indonesia
2
1
1
-
15
GZI402
Pengembangan Produk Pangan
2
1
1
-
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
148
No
KODE MK
MATA KULIAH
Beban SKS
∑ SKS
T
P
K
16
GZ310
Ekonomi Pangan dan Gizi
2
2
-
-
17
GZ317
Kewirausahaan
2
2
-
-
18
GZ406
Perencanaan Program Gizi
3
2
1
-
GZI209
Psikologi
2
2
0
-
20
GZ303
Patologi Manusia
2
2
0
-
21
GZ205
Biokimia Gizi
3
2
1
-
22
GZ312
Epidemiologi Gizi
2
2
-
-
23
GZ308
Penyuluhan dan Konsultasi Gizi
2
1
1
-
24
GZ501
PKL Gizi Klinik
3
-
-
3
25
GZ502+G
ZI502
PKL PIGM (+Puskesmas)
4
-
-
4
26
GZ503
PKL SPMI
3
-
-
3
27
GZ207
Ilmu Pangan
2
1
1
-
29
GZI202
Mikrobiologi Pangan
2
1
1
-
30
GZ210
Statistik
2
1
1
-
31
GZ316
Metodologi Penelitian
3
2
1
-
32
GZI201
Kimia Pangan
3
2
1
-
71
44
17
10
19
Jumlah
Berdasarkan hasil uji coba RPL yang dilakukan terhadap 80 orang
peserta di empat Poltekkes yaitu: Jakarta II, Bandung, Malang, dan Surabaya
terdapat 20 SKS mata kuliah yang diperkirakan tidak lulus melalui proses
RPL. Daftar mata kuliah yang diperkirakan tidak lulus melalui proses RPL
dapat dilihat pada tabel 2 berikut.
Tabel 2. Daftar Mata Kuliah yang Diperkirakan Tidak Lulus melalui Proses RPL
No
KODE MK
MATA KULIAH
1
GZ306
Gizi dalam Daur Kehidupan
2
GZI503
3
GZ311
∑ SKS
Beban SKS
T
P
K
3
2
1
-
Surveilans Gizi
2
1
1
-
Penilaian Status Gizi
3
2
1
-
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
149
No
KODE MK
MATA KULIAH
4
GZ401
Dietetik Penyakit Infeksi
5
GZ403
6
7
∑ SKS
Beban SKS
T
P
K
3
2
1
-
Survey Konsumsi Pangan
3
2
1
-
GZI501
Konseling Gizi
3
2
1
-
GZI403
Manajemen Sistem
Penyelenggaraan Makanan
Institusi
3
2
1
-
20
13
7
0
Jumlah
Sedangkan 8 mata kuliah dengan bobot 19 SKS harus ditempuh melalui
perkuliahan adalah sebagai berikut.
Tabel 3. Daftar Mata Kuliah yang Wajib Tempuh melalui Perkuliahan
No
KODE MK
1
2
3
4
GZI101
GZ313
GZ315
GZI401
5
GZ402
6
GZ405
7
GZ408
8
GZ320
MATA KULIAH
Pengembangan Kuliner
Ilmu Teknologi Pangan
Aplikasi Komputer
Pengawasan Mutu Pangan
Dietetik Penyakit Tidak
Menular
Etika Profesi
Sistem Penyelenggaraan
Makanan Institusi (SPMI)
Tugas Akhir
Jumlah
∑ SKS
Beban SKS
T
P
K
2
2
2
2
3
1
1
1
1
2
1
1
1
1
1
-
2
3
2
2
1
-
3
19
10
3
9
-
C. Rencana Pembelajaran Program Afirmasi
Berdasarkan hasil uji coba asesmen pembelajaran lampau sebagaimana
diuraikan di atas, maka dibuat rencana perkuliahan yang perlu ditempuh
oleh calon peserta untuk dapat menyelesaikan program Diploma Tiga
Program Studi Gizi di institusi penyelenggara Program Afirmasi Tenaga
Kesehatan dalam Jabatan melalaui RPL. Mata kuliah yang perlu ditempuh
adalah pada 39 SKS yang terdiri dari 19 SKS mata kuliah wajib tempuh
(tidak diberikan kesempatan untuk RPL) dan 20 SKS mata kuliah yang
diberikan kesempatan untuk RPL tetapi dari hasil uji coba ternyata sebagian
besar calon tidak dapat diakui capaian pembelajaran lampaunya.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Total
150
SKS rencana perkuliahan untuk Program Afirmasi adalah 39 SKS yang akan
terdistribusi dalam 2 semester seperti terlihat dalam tabel berikut ini.
Tabel 4. Distribusi Mata Kuliah Program Afirmasi Program Studi Diploma III
Gizi
No
KODE MK
MATA KULIAH
∑ SKS
Beban SKS
T
P
K
2
2
2
2
1
1
1
1
1
1
1
1
-
3
2
3
3
19
2
1
2
2
11
1
1
1
1
8
-
3
2
3
2
2
2
1
1
-
3
-
3
-
3
3
3
2
2
2
1
1
1
-
20
39
12
23
8
16
SEMESTER I
Mata Kuliah Wajib:
1
GZI101
Pengembangan Kuliner
2
GZ313
Ilmu Teknologi Pangan
3
GZ315
Aplikasi Komputer
4
GZI401
Pengawasan Mutu Pangan
Mata Kuliah Hasil Asesmen RPL:
5
GZ306
Gizi dalam Daur Kehidupan
6
GZI503
Surveilans Gizi
7
GZ311
Penilaian Status Gizi
8
GZ401
Dietetik Penyakit Infeksi
Jumlah
SEMESTER II
Mata Kuliah Wajib:
1
GZ402
Dietetik Penyakit Tidak Menular
2
GZ405
Etika Profesi
Sistem Penyelenggaraan
3
GZ408
Makanan Institusi
4
GZ320
Tugas Akhir
Mata Kuliah Hasil Asesmen RPL:
5
GZ403
Survey Konsumsi Pangan
6
GZI501
Konseling Gizi
Manajemen Sistem
7
GZI403
Penyelenggaraan Makanan
Institusi
Jumlah
Jumlah Total
Kesimpulan :
Kurikulum
Jumlah SKS
Kurikulum prodi
110
Kurikulum inti
81
Kurikulum institusional
29
Kurikulum wajib tempuh
19
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
151
Kurikulum
Jumlah SKS
Mata kuliah bebas
71
Mata kuliah tidak lulus RPL
20
Mata kuliah RPL hasil alih kredit
-
Mata kuliah wajib tempuh total maksimal
39 (2 semester)
D. Implementasi Desain Pembelajaran Program Afirmasi
Rencana perkuliahan ini merupakan rencana maksimum SKS yang perlu
ditempuh oleh calon peserta untuk dapat menyelesaikan kualifikasi Diploma
Tiga Gizi. Apabila dalam pelaksanaan asesmen dan rekognisi pembelajaran
lampau ternyata calon peserta dapat menunjukkan bukti kelulusan untuk
sebagian atau seluruh 20 SKS yang diberikan kesempatan melalui asesmen
RPL, maka calon tersebut hanya perlu menempuh 19 SKS mata kuliah wajib
ditambah jumlah SKS yang tidak lulus asesmen RPL dari 20 SKS.
Pada dasarnya semua calon peserta harus mengumpulkan bukti porto
untuk dilakukan asesmen dan rekognisi terhadap 91 SKS yang diberikan
kesempatan pengakuan hasil belajarnya melalui asesmen RPL. Untuk calon
peserta yang pengakuan hasil belajarnya kurang dari 91 SKS atau mata
kuliah yang perlu ditempuhnya tidak ada dalam daftar mata kuliah Rencana
Perkuliahan Program Afirmasi, maka calon peserta tersebut dapat ditolak
atau diterima dengan catatan harus menempuh sejumlah mata kuliah yang
tidak ada dalam daftar mata kuliah tersebut melalui perkuliahan di kelas
program reguler.
Perbedaan esensial antara penyelenggaraan program afirmasi dan
program reguler pada hakikatnya terdapat dalam pelaksanaan atau proses
pembelajaran.
Proses pembelajaran
dalam
program
afirmasi
dapat
dilaksanakan melalui berbagai metoda pembelajaran, baik kegiatan
perkuliahan tatap muka, perkuliahan termediasi, kegiatan pembelajaran
mandiri dengan modul, maupun pembelajaran daring (online).
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
152
Rencana pembelajaran untuk Program Afirmasi diuraikan dalam Tabel
5 sebagai berikut.
Tabel 5: Rencana Pembelajaran Program Afirmasi
No
1
Mata Kuliah
SKS
Pengembanga
n Kuliner
2 SKS (1 T ,1
P)
Tutorial = 1 x
50 menit x 14
pertemuan =
700 menit =
12jam/8 jam =
2 hari.
1 SKS praktik
= 170 menit x
14 pertemuan
= 2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
2
Ilmu Teknologi
Pangan
2 SKS terdiri 1
SKS teori dan
1 SKS Praktik
1 SKS praktik
= 170 menit x
14 pertemuan
= 2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
3
Aplikasi
Komputer
1 SKS tutorial
= 50 menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
2 SKS (1 T, 1
P) tutorial = 1
x 50 menit x 14
pertemuan =
700 menit =
12jam/8 jam =
Proses
Pembelajaran
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Media
Modul
Tempat
Pembelajaran
Kelas, tempat
kerja/wahana
praktik yang
sesuai
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk praktik
Modul Praktik
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk praktik
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk praktik
 Modul teori
 Modul
praktik
 Log book
praktikum
 Kelas
 Tempat
kerja
 Wahana
praktik yang
sesuai
Modul
Kelas/tempat
kerja/wahana
praktikum yang
sesuai
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
153
No
4
Mata Kuliah
Pengawasan
Mutu Pangan
2 hari.
Proses
Pembelajaran
kuliah,
responsi atau
tutorial
1 SKS praktik
= 170 menit x
14 pertemuan
= 2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk praktik
Modul Praktik
2 SKS terdiri 1
SKS teori dan
1 SKS
Praktikum
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk
praktikum
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log book
praktikum
 Kelas
 Laboratoriu
m
 Tempat
kerja
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log book
praktikum
Kelas dan
laboratorium/w
ahan praktik
yang sesuai
SKS
1 SKS
praktikum =
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
5
Gizi dalam
Daur
Kehidupan
1 SKS tutorial
= 1x 50menit x
14 pertemuan
= 700 menit =
12 jam/ 8 jam
= 2 hari
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1 SKS
Praktikum
2 SKS tutorial
= 2x 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
1 SKS
praktikum =
170 menit x 14
pertemuan =
Media
Tempat
Pembelajaran
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk
praktikum
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
154
No
6
Mata Kuliah
SKS
Surveilens Gizi
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
2 SKS terdiri 1
SKS teori dan
1 SKS
Praktikum
1 SKS tutorial
= 1x 50menit x
14 pertemuan
= 700 menit =
12 jam/ 8 jam
= 2 hari
1 SKS
praktikum =
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
7
8
Penilaian
Status Gizi
Dietetik
Penyakit
Infeksi
Proses
Pembelajaran
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk
praktikum
Media
Tempat
Pembelajaran
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log book
praktikum
Kelas
/tempat
kerja/wahana
praktik yang
sesuai
 Modul teori
 Modul
Praktikum
Kelas/
Tempat
kerja/wahana
praktikum yang
sesuai
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log book
praktikum
Kelas
Laboratorium
Tempat kerja
Wahana
praktukum
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
3 SKS (2 T, 1
P) tutorial = 2 x
50 menit x 14
pertemuan =
1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
1 SKS
praktikum =
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk
praktikum
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1 SKS
Praktikum
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
155
No
Mata Kuliah
SKS
2 SKS tutorial
= 2x 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
9
Dietetik
Penyakit Tidak
Menular
1 SKS
praktikum =
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1 SKS
Praktikum
2 SKS tutorial
= 2x 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
10
Etika Profesi
1 SKS
praktikum =
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
40 jam/8 jam =
5 hari
2 SKS teori
2 SKS tutorial
= 2 x50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
11
Sistem
Penyelenggara
an Makanan
3 SKS (2 T 1P)
Tutorial Teori:
Proses
Pembelajaran
bentuk
praktikum
Media
Tempat
Pembelajaran
yang sesuai
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk
praktikum
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log book
praktikum
Kelas
Laboratorium
Tempat kerja
Wahan
praktikum yang
sesuai
 Modul teori
Kelas/Tempat
Kerja
 Modul teori
 Modul
praktikum
Kelas
Laboratorium
Tempat kerja
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Proses
pembelajaran
dilakukan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
156
No
Mata Kuliah
Institusi
SKS
14X100’=1400’
=23,3 Jam/8
=3Hari
Tutorial Praktik
14 x 100’ =
175’/8 Jam =
21,9Jam/2,73=
3Hari
12
Survei
Konsumsi
Pangan
3 SKS (2 T 1P)
Tutorial Teori:
14X100’=2380’
=23,3 Jam/8
=3Hari
Tutorial Praktik
14 x 170’ =
2380’/8 Jam =
39,6Jam/=4,9=
5 Hari
13
Konseling Gizi
3 SKS terdiri 2
SKS teori dan
1 SKS
Praktikum
1 SKS
praktikum =
170 menit x 14
pertemuan =
2380 menit =
Proses
Pembelajaran
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutoria
Praktik studi
kasus materi
Sistem
Penyelenggara
an Makanan
Institusi
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial.
Media
Tempat
Pembelajaran
 Log
book
praktikum
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log
book
praktikum
Kelas
Laboratorium
Tempat kerja
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log book
praktikum
Kelas
Laboratorium
Tempat kerja
Wahan
praktikum yang
sesuai
Praktik survei
survey
konsumsi
pangan secara
kuantitatif dan
kualitatif
dengan
berbagai
metoda untuk
sasaran
individu dan
kelompok
Proses
pebelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dalam
bentuk
praktikum
Proses
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
157
No
Mata Kuliah
SKS
40 jam/8 jam =
5 hari
14
15
Manajemen
Sistem
Penyelenggara
an
Makanan
Institusi
Tugas Akhir
2 SKS tutorial
= 2x 50menit x
14 pertemuan
= 1400 menit =
23 jam/ 8 jam
= 3 hari
3 SKS (2 T 1P)
Proses
Pembelajaran
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutorial
Media
Tempat
Pembelajaran
 Modul teori
 Modul
praktikum
 Log
book
praktikum
Kelas
Laboratorium
Tempat kerja
Tutorial Teori:
2x14X50’=140
0’
=23,3 Jam/8
=3Hari
Proses
pembelajaran
dilakukan
dengan sistem
blok dan atau
modul dalam
kuliah,
responsi atau
tutoria
Tutorial
Praktik/diskusi
1x14 x 100’ =
175’/8 Jam =
21,9Jam/2,73=
3Hari
Praktik studi
kasus materi
Sistem
Penyelenggara
an Makanan
Institusi
3 SKS (1T,2 P)
Pembelajaran
mandiri,
presentasi
proposal di
depan dosen
pembimbing
dan penguji
Modul
Laptop,
proyektor.
Kelas
Tempat Kerja
Penulisan dan
bimbingan KTI
kepada dosen
pembimbing .
Draft KTI
Kelas, tempat
kerja
Tutorial =
14x50 =700’/8
Jam=87,5Jam/
8=1,45=2hari
Praktik
menyusun
KTI=14X100’
=1400’/8Jam
=175Jam/8
=21,9=22 Hari
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
158
E. DESAIN PEMBELAJARAN (Contoh mata kuliah Komputer lanjut)
No
1
Mata Kuliah
Komputer lanjut
Jumlah SKS
Proses Pembelajaran
2 SKS :
- 2 SKS=Tutorial/ teori (2
SKS x 50 menit x 14
minggu = 1400 menit = 23
jam/8 jam = 3 hari
Proses pembelajaran
dilakukan dengan sistem
Blok dan atau Modul dalam
bentuk kuliah, responsi
atau tutorial
Media
-
6 Modul
Tempat Pembelajaran
Laboratorium Komputer
Kampus atau Tempat Kerja
sesuai kebutuhan
F. RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (contoh mata kuliah computer lanjut)
Perte
muan
ke
1-3
Kompetensi Dasar/
Tujuan
Menguasai Dasar
Statistik (Data,
Variabel Skala Ukur
Variabel, Analisis
Data dan Cara
Penyajian Data).
Bahan Kajian
(Materi Ajar)
Jenis Data,
Sumber Data,
Jenis Analisis
Data, Cara
Penyajian dan
Interpretasi.
Metoda
Pembelaj
aran
Praktik
Kriteria (CAP) dan Indikator
Penilaian
Bobot
Nilai
ALat Bantu
Pembelajaran
Metoda
Assesmen
Tempat
Pembelajaan
1. Menguasai Pengertian,
jenis dan sumber data
2. Menguasai jenis dan Skala
Ukur Variabel
3. Menguasai Cara Analisiis
Data
4. Menguasai metoda
menyajikan data
10 %
 Buku Analisis
Data
 White Board
 LCD
 Komputer
Uji Tulis dan
Praktik
Laboratorium
Komputer
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
159
Perte
muan
ke
4-6
7-9
Kompetensi Dasar/
Tujuan
Bahan Kajian
(Materi Ajar)
Menguasai berbagai
macam perangkat
lunak atau software
bidang gizi
- Food Prosesor2
- Nutri Survei
- Epi Info
- SPSS
- WHO Antro
- WHO Antro
Plus
- NutriClin
Menguasai Software
FP-2 dan NutriSurvei
- Membuat
template
- Input Data
- Analisis Data
Metoda
Pembelaj
aran
Praktik
Praktik
Kriteria (CAP) dan Indikator
Penilaian
Bobot
Nilai
ALat Bantu
Pembelajaran
Metoda
Assesmen
Tempat
Pembelajaan
1. Menguasai Konsep cara
kerja FP-2
2. Menguasai Konsep cara
kerja NutriSurvei
3. Menguasai Konsep cara
kerja SPSS
4. Menguasai Konsep cara Epi
Info SPSS
5. Menhguasai Konsep cara
kerja WHO Antro
6. Menhguasai Konsep cara
kerja WHO Antro Plus
7. Menhguasai Konsep cara
kerja NutriClin
1. Menguasai Konsep cara
kerja FP-2
2. Menguasai
Pengembangan template
kerja FP2
3. Menguasai menu/fasilitas
FP-2
4. Menguasai Cara
Interpretasi output FP-2
5. Menguasai Konsep cara
kerja NutriSurvei
6. Menguasai
15 %
 Buku Analisis
Data
 White Board
 LCD
 Komputer
Uji Tulis dan
Praktik
Laboratorium
Komputer
20 %
 Buku Analisis
Data
 White Board
 LCD
 Komputer
Uji Tulis dan
Praktik
Laboratorium
Komputer
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
160
Perte
muan
ke
Kompetensi Dasar/
Tujuan
Bahan Kajian
(Materi Ajar)
Metoda
Pembelaj
aran
Kriteria (CAP) dan Indikator
Penilaian
Bobot
Nilai
ALat Bantu
Pembelajaran
Metoda
Assesmen
Tempat
Pembelajaan
20 %
 Buku Anailsis
Data
 White Board
 LCD
 Komputer
Uji Tulis dan
Praktik
Laboratorium
Komputer
Pengembangan template
NutriSurvei
7. Menguasai menu/fasilitas
NutriSurvei
8. Menguasai Cara
Interpretasi output
Nutrsurvei
10 -12
Menguasai Software
Epi Info dan SPSS
- Membuat
template
- Input Data
- Analisis Data
Praktik
1. Menguasai Konsep cara
kerja Epi Info
2. Menguasai
Pengembangan template
Epi Info
3. Menguasai Menu/fasilitas
Epi Info
4. Menguasai Cara
Interpretasi output Epi Info
5. Menguasai Konsep cara
kerja SPSS
6. Menguasai
Pengembangan template
SPSS
7. Menguasai Menu/fasilitas
SPSS
8. Menguasai Cara
Interpretasi output SPSS
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
161
Perte
muan
ke
13-15
Kompetensi Dasar/
Tujuan
Menguasai Software
WHO Antro dan
WHO Antro Plus dan
NutriClin
Bahan Kajian
(Materi Ajar)
- Membuat
template
- Input Data
- Analisis Data
- Interpretasi
output
Metoda
Pembelaj
aran
Praktik
Kriteria (CAP) dan Indikator
Penilaian
Bobot
Nilai
ALat Bantu
Pembelajaran
Metoda
Assesmen
Tempat
Pembelajaan
1. Menguasai Konsep cara
kerja WHO Antro
2. Menguasai
Pengembangan template
WHO Antro
3. Menguasai Menu/fasilitas
WHO Antro
4. Menguasai Cara
Interptetasi output WHO
Antro
5. Menguasai Konsep cara
kerja WHO Antro Plus
6. Menguasai
Pengembangan template
WHO AntroPLus
7. Menguasai Menu/fasilitas
WHO AntroPus
8. Menguasai Cara
Interpretasi output WHO
AntroPlus
9. Menguasai Konsep cara
kerja NutriClin
10. Menguasai
Pengembangan template
NuriClin
11. Menguasai Menu/fasilitas
35 %
 Buku Analisis
Data
 White Board
 LCD
 Komputer
 Program
Antro/Antro Plus
Uji Tulis dan
Praktik
Laboratorium
Komputer
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
162
Perte
muan
ke
Kompetensi Dasar/
Tujuan
Bahan Kajian
(Materi Ajar)
Metoda
Pembelaj
aran
Kriteria (CAP) dan Indikator
Penilaian
Bobot
Nilai
ALat Bantu
Pembelajaran
Metoda
Assesmen
Tempat
Pembelajaan
NutriClin
12. Menguasai Cara
Interpretasi output NutriClin
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
163
DESAIN
PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN
LAMPAU (RPL)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
KESEHATAN
LINGKUNGAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
164
PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN BAHAN KAJIAN
A. Profil Lulusan
Pendidikan Diploma III Kesehatan Lingkungan menghasilkan lulusan Ahli
Madya Kesehatan Lingkungan yang berperan sebagai :
1. Pelaksana Kegiatan Kesehatan Lingkungan
Pelaksana
Kegiatan
Kesehatan
Lingkungan
adalah
Ahli
Madya
Kesehatan Lingkungan yang melakukan kegiatan pengambilan sampel,
pengiriman
sampel,
melakukan
pemeriksaan
melakukan
kegiatan
survailans,
pengendalian
kualitas
lingkungan,
binatang
pembawa
penyakit, melakukan intervensi secara teknis, administrasi dan sosial,
mengumpulkan data serta melakukan penyelesaian masalah dengan
menggunakan metode yang tepat dari beragam pilhan, menyusun laporan
kegiatan yang menjadi tanggungjawab sendiri atau kelompok orang
dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja.
2. Pelaksana Penyuluh Kesehatan Lingkungan
Pelaksana
Penyuluh
Kesehatan
Kesehatan Lingkungan
lingkungan
kepada
penyebarluasan
Lingkungan
adalah
Ahli
Madya
yang dapat menyampaikan materi kesehatan
masyarakat
informasi
(penyuluhan)
melalui
media,
secara
langsung,
mengevaluasi
dengan
menggunakan berbagai metoda dan media yang tepat dari beragam
pilihan serta menyusun laporan yang menjadi tanggungjawab sendiri atau
kelompok orang dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan
kerja.
3. Pelaksana Inspeksi Kesehatan Lingkungan
Pelaksana Inspeksi Kesehatan Lingkungan adalah Ahli Madya Kesehatan
Lingkungan yang melakukan pemeriksaan lapangan atas keadaan
lingkungan
secara
langsung
maupun
tidak
langsung
dengan
menggunakan metode pilihan yang tepat dari beragam pilhan dan
menyusun laporan yang menjadi tanggungjawab sendiri atau kelompok
orang dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
165
4. Asisten Peneliti
Asisten Peneliti adalah Ahli Madya Kesehatan Lingkungan
yang
melakukan penyusunan rencana kegiatan (proposal), pengumpulan data,
pengolahan data, analisis secara deskriptif dan menyusun laporan kasus
dan atau laporan kerja yang menjadi tanggungjawab sendiri atau
kelompok orang dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan
kerja.
B. Capaian Pembelajaran
Capaian Pembelajaran Prodi Diploma III Kesehatan Lingkungan
1. Sikap
a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan
sikap religius
b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama, moral, dan etika
c. Berkontribusi dalam meningkatkan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa bernegara, dan kemampuan peradaban berdasarkan
Pancasila
d. Berperan sebagai warga Negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada Negara dan
bangsa
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain
f.
Bekerjasama dan memiliki kepekaan social serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan
g. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara
h. Menginternalisasi nilai, norma dan etika akademik
i.
Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan dibidang
keahliannya secara mandiri
j.
Menginternalisasi
semangat
kemandirian,
kejuangan
dan
kewirausahaan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
166
2. Kemampuan Kerja
a. Mampu melakukan pengambilan dan pengiriman sampel, serta
melakukan pemeriksaan kualitas Lingkungan secara akurat dengan
pilihan metode yang sesuai dari beragam pilihan (sesuai dengan
teknik sampling menurut SNI) pada sumbernya serta intervensi
secara teknis di bidang kesehatan lingkungan permukiman, tempat
kerja, tempat-tempat umum, rumah sakit, transportasi, gudang dan
matra
b. Mampu melakukan intervensi sosial melalui penyuluhan dengan
menggunakan berbagai metoda dan media yang tepat dari beragam
pilihan,
penyebarluasan informasi dengan berbagai media, dan
evaluasi serta menyusun laporan.
c. Mampu melakukan intervensi administrasi, pengawasan kualitas
kesehatan lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat-tempat
umum, tempat wisata, sarana transportasi dan matra berdasarkan
peraturan perundang-undangan.
d. Mampu melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan analisis data
secara diskriptif serta penyusunan laporan.
3. Penguasaan Ilmu
a. Menguasai teori-teori tentang teknik sampling, penggunaan alat
sampling, pengiriman sampel dan pemeriksaan fisik, kimia dan
mikrobiologi air, udara, tanah, sampah, makanan minuman, usap alat
makan dan minum, usap rektum, binatang pembawa penyakit, makromikro bentos, toksikan dan biomonitoring serta intervensi secara
teknis, administrasi dan sosial di bidang kesehatan lingkungan pada
permukiman, tempat-tempat umum, tempat wisata, rumah sakit,
sarana transportasi, gudang, dan matra.
b. Menguasai teori tentang penyelenggaraan kegiatan penyuluhan
dengan menggunakan berbagai metode dan media yang tepat dari
beragam pilihan, penyebarluasan informasi dengan berbagai media,
dan evaluasi serta menyusun laporan.
c. Menguasai tentang teknik pengawasan kualitas kesehatan lingkungan
Pemukiman, Tempat kerja, Tempat-tempat umum, transportasi dan
matra berdasarkan peraturan perundang-undangan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
167
d. Menguasai tentang teknik pengumpulan, pengolahan dan analisis
data secara diskriptif serta penyusunan laporan.
4. Kewajiban dan Hak
a. Mampu mengelola kelompok kerja dan menyusun laporan tertulis
secara komprehensif.
b. Bertanggung jawab pada pekerjaan yang menjadi tugasnya sendiri di
bidang kesehatan lingkungan serta dapat diberi tanggung jawab atas
pencapaian hasil kerja kelompok orang dengan memperhatikan
keselamatan dan kesehatan kerja.
C. Bahan Kajian
Bobot SKS
No.
1
2
Mata Kuliah
Etika Profesi
Kewirausahaan
Bahan Kajian
K
A
P
Konsep kesling sebagai suatu profesi.
2
2
2
Etika, profesi
lingkungan.
kes.
2
2
2
Hak dan kewajiban klien, diri sendiri,
sejawat dan profesi
2
3
3
Tanggungjawab dan tanggunggungat
3
3
3
Tanggungjawab pengamanan data dan
kerahasiaan data
3
4
4
Etika dalam pengumpulan, pengolahan
dan analisis data
3
4
4
Membangun mimpi dan mengejar Cita-2
2
2
2
Memotivasi menjalankan usaha
ketegasan dalam aspek produksi
2
2
2
Komunikasi dan kepemimpinan
2
2
2
Mengembangkan Inovasi dan mencipta
produk dan layanan yang unggul
3
3
3
Menjual Produk Kepada
Retail dan Korporasi
Konsumen
3
3
3
Manajemen keuangan pribadi dan usaha
3
3
3
dan
prospek
dan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
168
SKS
2
2
Bobot SKS
No.
Mata Kuliah
Bahan Kajian
K
A
P
3
3
3
Aspek organisasi dan manajemen bisnis
3
3
3
Pengambilan
parameter
pemeriksaan
pemeriksaan
sampel
air
untuk
fisika,
Pengiriman,
dan interpretasi hasil
3
4
4
Pengambilan sampel limbah cair untuk
parameter
fisika,pengiriman,
pemeriksaan dan interpretasi hasil
pemeriksaan
3
4
4
Pengambilan sampel
udara untuk
parameter
fisika,
pengiriman,
pemeriksaan dan interpretasi hasil
pemeriksaan.
3
4
4
Pengambilan
parameter
pemeriksaan
pemeriksaan
sampel tanah untuk
fisika,
pengiriman,
dan interpretasi hasil
3
4
4
Pengambilan sampel makanan minuman
untuk parameter fisika, pengiriman,
pemeriksaan dan interpretasi hasil
pemeriksaan
3
4
4
Pengambilan
karateristik
pemeriksaan
pemeriksaan
sampel sampah untuk
fisik,
pengiriman,
dan interpretasi hasil
3
4
4
Berbagai macam parameter fisika air,
limbah cair, udara, tanah makanan dan
minuman
2
3
3
Prinsip
dan
teknik
pengukuran
kecepatan dan debit pada air mengalir
pada badan air, saluran terbuka, saluran
terbuka, resapan, pengisian air tanah
dan udara
2
3
3
Jenis dan dampak kesehatan parameter
Fisika air, limbah cair, udara, tanah dan
makanan minuman
2
3
3
Mengevaluasi
Usaha
3
Fisika
Lingkungan
dan
Mengen-dalikan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
169
SKS
2
Bobot SKS
No.
Mata Kuliah
Bahan Kajian
K
Sub Jumlah
4
5
Kimia
Lingkungan
Toksikologi
Lingkungan
Pengambilan
parameter
pemeriksaan
pemeriksaan
A
24
P
66
90
2
sampel
air
untuk
kimia,
pengiriman,
dan interpretasi hasil
3
4
4
Pengambilan sampel limbah cair untuk
parameter
kimia,
pengiriman,
pemeriksaan dan interpretasi hasil
pemeriksaan
3
4
4
Pengambilan
parameter
pemeriksaan
pemeriksaan
sampel
udara untuk
kimia,
pengiriman,
dan interpretasi hasil
3
4
4
Pengambilan
parameter
pemeriksaan
pemeriksaan
sampel tanah untuk
kimia,
pengiriman,
dan interpretasi hasil
3
4
4
Pengambilan sampel makanan minuman
untuk parameter
kimia, pengiriman,
pemeriksaan dan interpretasi hasil
pemeriksaan
3
4
4
Pengambilan
karakteristik
pemeriksaan
pemeriksaan
sampel sampah untuk
kimia,
pengiriman,
dan interpretasi hasil
3
4
4
Berbagai macam parameter kimia air,
limbah cair, udara, tanah makanan dan
minuman
2
3
3
Jenis dan dampak kesehatan parameter
kimia air, limbah cair, udara, tanah dan
makanan minuman
2
3
3
Sub Jumlah
22
Perhitungan paparan bahan kimia pada
manusia
3
4
4
Penganalisisan
daya
binatang percobaan
6
5
5
racun
pada
60
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
SKS
170
82
2
Bobot SKS
No.
Mata Kuliah
Bahan Kajian
K
A
P
Melakukan uji daya bunuh racun melalui
jalur pernafasan binatang percobaan
3
4
4
Melakukan uji daya bunuh racun melalui
kontak binatang percobaan
3
4
4
Menetapkan
batas
aman
racun
karsinogen dan bukan karsinogen
berdasarkan standar.
3
4
4
Konsep dasar Racun, Jalur pajanan
racun dan system pertahanan pada
manusia
2
3
3
Teori paparaan/pajanan
2
3
3
Sifat risiko dan standar
2
3
3
Melakukan uji daya bunuh racun melalui
jalur pernafasan binatang percobaan
3
4
4
27
Sub Jumlah
6
Penyehatan
Udara
68
Penyehatan udara dari sumber melalui
pengendapan
dengan
siklon,dan
elektrostatis
3
4
4
Penyehatan udara dari sumber melalui
penyerapan setempat, filtrasi, dan
adsorbs,
3
4
4
Penyehatan udara dari sumber melalui
pembakaran lebih lanjut
3
4
4
Penyehatan
udara
ventilasi umum
melalui
3
4
4
Penyehatan tanah melalui manipulasi
dan modifikasi
6
5
5
Sumber, fungsi, karateristik dan peranan
udara bagi kehidupan
2
3
3
Jenis penyakit yang ditularkan melalui
Udara
2
3
3
Jenis penyakit yang ditularkan melalui
vektor dan tikus
2
3
3
ruang
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
171
SKS
95
2
Bobot SKS
No.
Mata Kuliah
Bahan Kajian
Prinsip pengendalian pencemaran udara
Penyehatan
Tanah
Tugas Akhir
Sanitasi
dan K3
Industri
2
2
3
64
6
5
5
Penyuburan tanah
3
4
4
Sumber, fungsi, karateristik tanah
2
3
3
Jenis penyakit yang ditularkan melalui
Tanah
2
3
3
Prinsip pengelolaan pencemaran tanah
2
2
3
15
35
Penyusunan proposal tugas akhir
6
5
5
Penysunan laporan tugas akhir
6
5
5
Identifikasi dan merumuskan masalah
kesehatan lingkungan
6
5
5
Merumuskan rencana alternative dan
penetapan alternative intervensi masalah
kesehatan lingkungan
6
5
5
Melaksanakan
kegiatan
intervensi
masalah kesehatan lingkungan
6
5
5
Mengevaluasi hasil kegiatan intervensi
masalah kesehatan lingkungan dan
penyusunan laporan
6
5
5
Menyajikan hasil kegiatan intervensi
masalah kesehatan lingkungan
6
5
5
42
Sub Jumlah
9
P
Penyehatan tanah melalui manipulasi
dan modifikasi
Sub Jumlah
8
A
26
Sub Jumlah
7
K
Pengawasan kulitas air di Industri
70
3
3
3
3
3
3
Pengawasan kulitas udara di Industri
3
3
3
Pengawasan kualitas tanah sampah di
Industri
3
3
3
Pengawasan
Industri
kulitas
limbah
cair
di
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
172
SKS
90
2
50
3
112
2
Bobot SKS
No.
10
Mata Kuliah
Sanitasi
Transportasi,
Pariwisata
dan
Matra
Bahan Kajian
K
A
P
Pengawasan kulitas makanan minuman
di Industri
3
3
3
Pengawasan keberadaan vektor dan
tikus di Industri
3
3
3
Prinsip
penggunaan
instrumen
pengawasan penyediaan air limbah cair,
udara,
tanah,
sampah,
manakan
minuman dan vektor di industry
2
3
3
Prinsip pengawasan penyediaan air
limbah cair, udara, tanah, sampah,
manakan minuman dan vektor di
industry
2
3
3
Persyaratan teknis fasilitas
kesehatan lingkungan di industry
dasar
2
3
3
Menyusun
rencana,
melaksanakan,
mengevaluasi, menyusun lapran dan
mempresentasikan hasil pengawasan
kesehatan lingkungan di Industri
3
3
3
Sub Jumlah
27
Pengawasan kulitas air di transposrtasi,
pariwisata dan matra
3
Pengawasan
kulitas
udara
transposrtas, pariwisata dan matra
di
SKS
60
87
3
3
2
3
3
3
Pengawasan kualitas tanah sampah di
transposrtas, pariwisata dan matra
3
3
3
Pengawasan kulitas makanan minuman
di transposrtas, pariwisata dan matra
3
3
3
Pengawasan keberdaan vektor dan tikus
di transposrataas, pariwisata dan matra
3
3
3
Prinsip
penggunaan
instrumen
pengawasan penyediaan air limbah cair,
udara,
tanah,
sampah,
manakan
minuman dan vektor di transpostasi,
Pariwisata dan Matra
2
3
3
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
173
Bobot SKS
No.
11
Mata Kuliah
Sanitasi RS
Bahan Kajian
K
A
P
Prinsip pengawasan penyediaan air
limbah cair, udara, tanah, sampah,
manakan minuman dan vektor di
transpostasi, Pariwisata dan Matra
2
3
3
Persyaratan teknis fasilitas dasar
kesehatan lingkungan di Transportasi
Pariwisata dan Matra
2
3
3
Menyusun
rencana,
melaksanakan,
mengevaluasi, menyusun lapran dan
mempresentasikan hasil pengawasan
kesehatan lingkungan di Transportasi,
Pariwisata dan matra
2
3
3
Sub jumlah
23
Pengawasan limbah air dan limbah cair
di RS
3
Pengawasan kualitas tanah dan sampah
di RS
SKS
54
77
3
3
2
3
3
3
Pengawasan kualitas makanan minuman
dan peralatan di RS
3
3
3
Pengawasan keberadaan vektor dan
tikus di RS
3
3
3
Prinsip
penggunaan
instrumen
pengawasan penyediaan air limbah cair,
udara,
tanah,
sampah,
manakan
minuman dan vektor di transpostasi,
Pariwisata dan Matra
3
3
3
Prinsip pengawasan penyediaan air
limbah cair, udara, tanah, sampah,
manakan minuman dan vektor di
transpostasi, Pariwisata dan Matra
2
3
3
Persyaratan teknis fasilitas
kesehatan lingkungan di RS
dasar
2
3
3
Menyusun
rencana,
melaksanakan,
mengevaluasi, menyusun lapran dan
mempresentasikan hasil pengawasan
kesehatan lingkungan di RS
2
3
3
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
174
Bobot SKS
No.
Mata Kuliah
Bahan Kajian
K
21
Sub Jumlah
12
Praktek
Industri
Kerja
Metodologi
Penelitian
Per-UU Kes
48
6
5
5
Melaksanakan
kegiatan
kegiatan
pengawasan kesehatan lingkungan di
tempat kerja
6
5
5
Menganalisis dan menyimpulkan hasil
pengawasan
kegiatan
pengawasan
kesehatan lingkungan di tempat kerja
6
5
5
Menyusun laporan kegiatan kegiatan
pengawasan kesehatan lingkungan di
tempat kerja
3
4
4
21
38
Pengolahan dan analisis data
3
4
4
Penyusunan proposal tugas akhir
3
4
4
Instrumen pengumpul data
2
3
3
Teknik pengumpulan data
2
3
3
Teknik pengolahan dan anaisis data
2
3
3
Penyusunan
Tugas Akhir
laporan
3
4
4
Publikasi dan mendokumentasikan tugas
akhir
3
4
4
dan
menyajian
Sub Jumlah
14
P
Penyusunan
rencana
kegiatan
pengawasan kesehatan lingkungan di
tempat kerja
Sub Jumlah
13
A
18
69
2
59
2
50
68
2
Peraturan perundang-undangan
kesehatan,
2
2
2
Peraturan perundang-undangan
lingkungan,
2
3
3
Perpu kesehatan lingkungan
2
3
3
Pelaks.Peraturan perundangan
kesehatan
3
3
3
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
SKS
175
Bobot SKS
No.
15
14
Mata Kuliah
Manajemen
Bencana
Per-UU Kes
Bahan Kajian
K
A
P
Pelaks. Peraturan perundangan
lingkungan
3
3
3
Pelaks. Peraturan perundangan
kes.Lingkungan
3
3
3
Perda kesehatanLingkungan
3
3
3
Mendefinisikan dan mengidentifikasikan
bencana
2
2
2
Menjelaskan hubungan bencana dan
pembangunan
2
3
3
Menjelaskan fase dan terminologi
manajmen bencana
2
3
3
Menjelaskan tim manajemen bencana
3
3
3
Menjelaskan pedoman penanggulangan
bencana bidang kesehatan (Kepmenkes
no 145 tahun 2007)
3
3
3
Menjelaskan PP RI no 21 tahun 2008
tentang penyelenggaraan
penanggulangan bencana
3
3
3
Menjelaskan tentang kerentanan dan
penilaian resiko
3
3
3
Menjelaskan penilaian bencana
3
3
3
Menjelaskan
bencana
pengurangan
3
3
3
Promosi kesehtan dalam pencegahan
bencana
3
3
3
Menjelaskan upaya kesling dalam
keadaan bencana (sanitasi darurat)
3
3
3
Sub Jumlah
30
mitigasi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
52
176
SKS
2
2
58
KURIKULUM DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum yang digunakan dalam petunjuk teknis program afirmasi
dengan pendekatan RPL ini adalah struktur kurikulum inti pada kurikulum
pendidikan tinggi (KPT) D-III Kesehatan Lingkungan yang mengacu pada
Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia. Struktur kurikulum inti Prodi D-III Kesehatan Lingkungan dapat dilihat
pada Tabel 3.1
Tabel 3.1. Struktur Mata Kuliah Inti Prodi D-III Kesehatan Lingkungan
Beban SKS
No
Kode MK
Mata Kuliah
SKS
T
P
K/L
1
KL 1.1.01
Pendidikan Agama
2
2
-
-
2
KL 1.1.02
Pendidikan Pancasila
2
2
-
-
3
KL 1.1.03
Kewarganegaraan
2
2
-
-
4
KL 1.1.04
Bahasa Indonesia
2
1
1
-
5
KL 1.1.05
Bahasa Inggris
2
1
1
-
6
KL 1.1.06
Dasar Dasar Kesehatan Lingkungan
2
1
1
-
7
KL 1.1.07
Teknik Pengambilan sampel
2
1
1
-
8
KL 1.1.08
Dasar Teknik
2
1
1
-
9
KL 1.1.09
Peraturan Perundang-undangan
Kesehatan
2
1
1
-
10
KL 1.2.01
Fisika Lingkungan
2
1
1
-
11
KL 1.2.02
Kimia Lingkungan
2
1
1
-
12
KL 1.2.03
Mikrobiologi Lingkungan
3
1
2
-
13
KL 1.2.04
Entomologi
2
1
1
-
14
KL 1.2.05
Ekologi
2
1
1
-
15
KL 1.2.06
Toksikologi Lingkungan
2
1
1
-
16
KL 1.2.07
Pencemaran Lingkungan
4
3
1
-
17
KL 1.2.08
Ilmu Sosial Budaya dasar
2
2
-
-
18
KL 1.3.01
Surveylance Epidemiologi
2
1
1
-
19
KL 1.3.02
Statistik
2
1
1
-
20
KL 1.3.03
Penyediaan Air
2
1
1
-
21
KL 1.3.04
Pengelolaan Limbah Cair
3
1
2
-
22
KL 1.3.05
Penyehatan Udara
2
1
1
-
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
177
Beban SKS
No
Kode MK
Mata Kuliah
SKS
T
P
K/L
23
KL 1.3.06
Penyehatan Tanah
2
1
1
-
24
KL 1.3.07
Penyehatan Makanan Minuman
2
1
1
-
25
KL 1.4.01
STTU
2
1
1
-
26
KL 1.4.02
Sanitasi Rumah Sakit
2
1
1
-
27
KL 1.4.03
Pengendalian Vektor dan Tikus
2
1
1
-
28
KL 1.4.04
Pengelolaan Sampah
2
1
1
-
29
KL 1.4.05
Sanitasi Industri dan K3
2
1
1
-
30
KL 1.4.06
Kewirausahaan
2
1
1
-
31
KL 1.5.01
Sanitasi Transportasi, Pariwisata dan
Matra
2
1
1
-
32
KL 1.5.02
Penyehatan Pemukiman
2
1
1
-
33
KL 1.5.03
Etika Profesi
2
2
-
-
34
KL 1.5.04
Promosi Kesehatan
2
1
1
-
35
KL 1.5.05
Metodologi Penelitian
2
1
1
-
36
KL 1.6.01
Praktek Kerja Puskesmas
3
-
-
3
37
KL 1.6.02
Praktek Kerja Industri
2
-
-
2
38
KL 1.6.03
Tugas Akhir
3
-
-
3
39
Pendidikan Budaya Anti Korupsi
2
2
-
-
40
Manajemen Bencana
2
2
-
-
86
46
32
8
Jumlah
B. Pengakuan Hasil Asesmen Pembelajaran Lampau
Pelaksanaan RPL dilakukan melalui dua mekanisme yaitu alih kredit dan
rekognisi
1. Pengakuan melalui proses alih kredit.
Proses alih kredit dilakukan dengan cara asesmen tehadap ijasah dan
transkrip SPPH/D-1 sehingga diperoleh ekivalensi isi dan capaian
pembelajaran mata kuliah sesuai kurikulum pendidikan tinggi (KPT) D-III
Kesehatan Lingkungan Tahun 2014. Setelah dilakukan proses asesmen
diperoleh mata kuliah yang diakui melalui proses alih kredit sebanyak 30
SKS seperti tertera pada tabel 3.2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
178
Tabel 3.2. Mata Kuliah Diakui Melalui Proses Alih Kredit
NO
KODE MK
NAMA MATA KULIAH
BEBAN
STUDI
TEORI
PRAK
TEK
L/K
1
KL 1.1.01
Pendidikan Agama
2
2
-
-
2
KL 1.1.06
Dasar Dasar Kesehatan Lingkungan
2
1
1
-
3
KL 1.1.08
Dasar Teknik
2
1
1
-
4
KL 1.2.03
Mikrobiologi Lingkungan
3
1
2
-
5
KL 1.2.04
Entomologi
2
1
1
-
6
KL 1.2.05
Ekologi
2
1
1
-
7
KL 1.2.08
Ilmu Sosial Budaya dasar
2
2
-
-
8
KL 1.3.03
Penyediaan Air
2
1
1
-
9
KL 1.3.04
Pengelolaan Limbah Cair
3
1
2
-
10
KL 1.3.07
Penyehatan Makanan Minuman
2
1
1
-
11
KL 1.4.01
STTU
2
1
1
-
12
KL 1.4.03
Pengendalian Vektor dan Tikus
2
1
1
-
13
KL 1.4.04
Pengelolaan Sampah
2
1
1
-
14
KL 1.5.04
Promosi Kesehatan
2
1
1
-
Jumlah
30
16
14
0
*) Bukti Pengakuan : Transkrip Nilai SPPH / D-I Kesehatan Lingkungan
Sedangkan mata kuliah yang tidak ada dalam transkrip dan wajib tempuh
sebanyak 15 SKS yang terdiri dari :
BEBAN
STUDI
TEORI
PRAKT
EK
L/K
Penyehatan Udara
2
1
1
-
KL 1.3.06
Penyehatan Tanah
2
1
1
-
3
KL 1.4.06
Kewirausahaan
2
1
1
-
4
KL 1.5.03
Etika Profesi
2
1
1
-
5
KL 1.5.05
Metodologi Penelitian
2
1
1
-
6
KL 1.6.03
Tugas Akhir
3
-
-
3
Manajemen Bencana
2
2
-
-
Jumlah
15
7
5
3
NO
KODE MK
1
KL 1.3.05
2
7
NAMA MATA KULIAH
2. Pengakuan melalui proses rekognisi
Proses rekognisi dilakukan dengan asesmen portofolio, uji tulis, uji lisan
dan uji praktik terhadap peserta berlatar belakang pendidikan SPPH/D-1.
Terdapat 41 SKS mata kuliah yang akan dilakukan asesmen seperti
tertera pada tabel 3.3 :
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
179
Tabel 3.3. Mata Kuliah Yang Akan Dilakuan Asesmen
BEBAN
STUDI
TEORI
PRAKT
EK
L/K
Pendidikan Pancasila
2
2
-
-
KL 1.1.03
Kewarganegaraan
2
2
-
-
3
KL 1.1.04
Bahasa Indonesia
2
1
1
-
4
KL 1.1.05
Bahasa Inggris
2
1
1
-
5
KL 1.1.07
Teknik Pengambilan sampel
2
1
1
-
6
KL 1.1.09
2
1
1
-
7
KL 1.2.01
Peraturan Perundang-undangan
Kesehatan
Fisika Lingkungan
2
1
1
-
8
KL 1.2.02
Kimia Lingkungan
2
1
1
-
9
KL.2.1.08
Pendidikan Budaya Anti Korupsi
2
1
1
-
10
KL 1.2.06
Toksikologi Lingkungan
2
1
1
-
11
KL 1.2.07
Pencemaran Lingkungan
4
3
1
-
12
KL 1.3.01
Surveylance Epidemiologi
2
1
1
-
13
KL 1.3.02
Statistik
2
1
1
-
14
KL 1.4.02
Sanitasi Rumah Sakit
2
1
1
-
15
KL 1.4.05
Sanitasi Industri dan K3
2
1
1
-
16
KL 1.5.01
2
1
1
-
17
KL 1.5.02
Sanitasi Transportasi, Pariwisata
dan Matra
Penyehatan Pemukiman
2
1
1
-
18
KL 1.6.01
Praktek Kerja Puskesmas
3
-
-
3
19
KL 1.6.02
Praktek Kerja Industri
2
-
-
2
Jumlah
41
21
15
5
NO
KODE MK
1
KL 1.1.02
2
NAMA MATA KULIAH
Berdasarkan hasil asesmen ujicoba pada tenaga kesehatan lingkungan
dengan latar belakang pendidikan SPPH/D-1 yang dilakukan di propinsi
DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan,
Nangroe Aceh Darusalam dan melibatkan tenaga kesehatan dari
berbagai Kabupaten di propinsi-propinsi tersebut diperoleh hasil mata
kuliah yang lulus rekognisi sebesar 25 SKS seperti tertulis pada table 3.4.
Tabel 3.4. Mata Kuliah Lulus RPL Ujicoba
BEBAN
STUDI
TEORI
PRAK
TEK
L/K
Pendidikan Pancasila
2
2
-
-
KL 1.1.03
Kewarganegaraan
2
2
-
-
3
KL 1.1.04
Bahasa Indonesia
2
1
1
-
4
KL 1.1.05
Bahasa Inggris
2
1
1
-
NO
KODE MK
1
KL 1.1.02
2
NAMA MATA KULIAH
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
180
NO
KODE MK
NAMA MATA KULIAH
BEBAN
STUDI
TEORI
PRAK
TEK
L/K
5
KL.2.1.08
Pendidikan Budaya Anti Korupsi
2
1
1
-
6
KL 1.1.07
Teknik Pengambilan sampel
2
1
1
-
7
KL 1.2.07
Pencemaran Lingkungan
4
3
1
-
8
KL 1.3.01
Surveylance Epidemiologi
2
1
1
-
9
KL 1.3.02
Statistik
2
1
1
-
10
KL 1.5.02
Penyehatan Pemukiman
2
1
1
-
11
KL 1.6.01
Praktek Kerja Puskesmas
3
-
-
3
Jumlah
25
14
8
3
Sedangkan mata kuliah yang tidak lulus rekognisi sebesar 16 SKS seperti
yang tertera pada table 3.5
Tabel 3.5. Mata Kuliah Tidak Lulus Ujicoba RPL
BEBAN
STUDI
TEORI
PRAK
TEK
L/K
2
1
1
-
KL 1.2.01
Peraturan Perundangundangan Kesehatan
Fisika Lingkungan
2
1
1
-
3
KL 1.2.02
Kimia Lingkungan
2
1
1
-
4
KL 1.2.06
Toksikologi Lingkungan
2
1
1
-
5
KL 1.4.02
Sanitasi Rumah Sakit
2
1
1
-
6
KL 1.4.05
Sanitasi Industri dan K3
2
1
1
-
7
KL 1.5.01
2
1
1
-
8
KL 1.6.02
Sanitasi Transportasi,
Pariwisata dan Matra
Praktek Kerja Industri
2
-
-
2
Jumlah
16
7
7
2
NO
KODE MK
1
KL 1.1.09
2
NAMA MATA KULIAH
3. Mata kuliah yang harus di tempuh
MK inti yang harus ditempuh berjumlah 31SKS terdiri dari 15 SKS yang
wajib dikarenakan tidak ada dalam transkrip dan 16 SKS yang tidak lulus
RPL seperti tertera pada table 3.6.
NO
KODE MK
1
KL 1.4.01
Tabel 3.6. Mata Kuliah Yang Harus Ditempuh
BEBAN
NAMA MATA KULIAH
TEORI
STUDI
Kewirausahaan
2
1
2
KL 1.5.02
Etika Profesi
2
1
1
-
3
KL 1.1.03
2
1
1
-
4
KL 1.1.04
Peraturan Perundangundangan Kesehatan
Fisika Lingkungan
2
1
1
-
PRAK
TEK
1
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
181
L/K
-
1
PRAK
TEK
1
2
1
1
Metodologi Penelitian
2
1
1
KL.2.1.09
Manajemen Bencana
2
1
1
-
9
KL 1.2.01
Penyehatan Udara
2
1
1
-
10
KL 1.2.02
Penyehatan Tanah
2
1
1
-
11
KL 1.2.03
Sanitasi Industri dan K3
2
1
1
-
12
KL 1.2.04
Sanitasi Rumah Sakit
2
1
1
-
13
KL 1.2.05
2
1
1
-
14
KL 1.2.06
Sanitasi Transportasi,
Pariwisata dan Matra
Praktek Kerja Industri
2
-
-
2
15
KL 1.2.07
Tugas Akhir
3
-
Jumlah
31
13
NO
KODE MK
NAMA MATA KULIAH
5
KL 1.1.05
Kimia Lingkungan
6
KL 1.1.06
Toksikologi Lingkungan
7
KL 1.1.07
8
BEBAN
STUDI
2
TEORI
L/K
-
3
13
5
C. Rencana Pembelajaran Program Afirmasi
Berdasarkan hasil uji coba asesmen pembelajaran lampau sebagaimana
diuraikan di atas, maka dibuat rencana perkuliahan yang perlu ditempuh oleh
calon peserta untuk dapat menyelesaikan program Diploma Tiga Program
Studi Kesehatan Lingkungan di institusi penyelenggara Program Afirmasi
Tenaga Kesehatan dalam Jabatan melalui RPL. Mata kuliah yang perlu
ditempuh adalah 31 sks yang terdiri dari 15 sks mata kuliah wajib tempuh
(tidak diberikan kesempatan untuk RPL) dan 16 sks mata kuliah yang
diberikan kesempatan untuk RPL tetapi dari hasil uji coba ternyata sebagian
besar calon tidak dapat diakui capaian pembelajaran lampaunya.
Total sks
rencana perkuliahan untuk Program Afirmasi adalah 31 sks yang akan
terdistribusi dalam 2 semester, yaitu:
SEMESTER I
1
PRAK
TEK
1
2
1
1
-
2
1
1
-
KL 1.1.04
Peraturan Perundangundangan Kesehatan
Fisika Lingkungan
2
1
1
-
5
KL 1.1.05
Kimia Lingkungan
2
1
1
-
6
KL 1.1.06
Toksikologi Lingkungan
2
1
1
-
7
KL 1.1.07
Metodologi Penelitian
2
1
1
NO
KODE MK
NAMA MATA KULIAH
1
KL 1.4.01
Kewirausahaan
2
KL 1.5.02
Etika Profesi
3
KL 1.1.03
4
BEBAN
STUDI
2
TEORI
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
182
L/K
-
NO
KODE MK
8
KL.2.1.09
NAMA MATA KULIAH
Manajemen Bencana
BEBAN
STUDI
2
Jumlah
16
1
PRAK
TEK
1
8
8
TEORI
L/K
-
SEMESTER II
NO
KODE MK
1
KL 1.2.01
Penyehatan Udara
BEBAN
STUDI
2
1
PRAK
TEK
1
2
KL 1.2.02
Penyehatan Tanah
2
1
1
-
3
KL 1.2.03
Sanitasi Industri dan K3
2
1
1
-
4
KL 1.2.04
Sanitasi Rumah Sakit
2
1
1
-
5
KL 1.2.05
2
1
1
-
KL 1.2.06
Sanitasi Transportasi,
Pariwisata dan Matra
Praktek Kerja Industri
6
2
-
-
2
7
KL 1.2.07
Tugas Akhir
3
-
Jumlah
15
5
NAMA MATA KULIAH
TEORI
L/K
-
3
5
5
Selain 31 SKS wajib tempuh seperti pada table 3.6 maka masih perlu
ditambahkan jumlah SKS dari Kurikulum Institusional sebesar 22 SKS berupa
mata kuliah yang dikembangkan masing-masing Institusi Pendidikan. MK dari
kurikulum institusional akan dilakukan mekanisme Rekognisi Pembelajaran
Lampau (RPL) sehingga diharapkan SKS yang akan ditempuh peserta didik
maksimal sebesar 40 SKS diselesaikan dalam 2 semester (satu tahun).
D. Implementasi Desain Pembelajaran
No.
Mata Kuliah
Jumlah
SKS
Bentuk
Pembelajaran
Media/Tempat Pembelajaran
1
Kewirausahaan
2
(1T,1P)
Kuliah dan praktikum
a. Modul cetak/on line (3 buah
modul @ minimal 30 halaman,
dan pedoman praktikum)
b. Kelas
2
Etika Profesi
2
(1T,1P)
Kuliah dan praktikum
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Kelas
3
Peraturan
Perundangundangan
Kesehatan
2
(1T,1P)
Kuliah dan praktikum
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Kelas
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
183
No.
Mata Kuliah
Jumlah
SKS
Bentuk
Pembelajaran
Media/Tempat Pembelajaran
4
Fisika
Lingkungan
2
(1T,1P)
Kuliah dan praktikum
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Laboratorium
5
Kimia
Lingkungan
2
(1T,1P)
Kuliah dan praktikum
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Laboratorium
6
Toksikologi
Lingkungan
2
(1T,1P)
Kuliah; dan praktikum
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Laboratorium
7
Metodologi
Penelitian
2
(1T,1P)
Kuliah;; dan praktikum
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Kelas
8
Manajemen
Bencana
2
(1T,1P)
Kuliah;; dan praktikum
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Kelas
9
Penyehatan
Udara
2
(1T,1P)
Kuliah; praktikum, dan
praktek bengkel kerja
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Laboratorium
c. Bengkel kerja
10
Penyehatan
Tanah
2
(1T,1P)
Kuliah; praktikum, dan
praktek bengkel kerja
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Laboratorium
c. Bengkel kerja
11
Sanitasi Industri
dan K3
2
(1T,1P)
Kuliah,
praktikum,
praktik lapangan
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Laboratorium,
c. Lapangan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
184
No.
Mata Kuliah
Jumlah
SKS
Bentuk
Pembelajaran
12
Sanitasi Rumah
Sakit
2
(1T,1P)
Kuliah;
seminar;
praktikum,
dan praktik lapangan
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Laboratorium,
c. Lapangan
13
Sanitasi
Transportasi,
Pariwisata dan
Matra
2
(1T,1P)
Kuliah;
seminar;
praktikum,
dan praktik lapangan
a. Modul cetak/on line
(3 buah modul @ minimal 30
halaman, dan pedoman
praktikum)
b. Laboratorium,
c. Lapangan
14
Praktek Kerja
Industri
2
(2 L)
Seminar dan praktik
lapangan
a. Pedoman praktik lapangan
b. Lapangan
15
Tugas Akhir
3
(3 L)
Seminar dan praktik
lapangan
a. Pedoman penyusunan tugas
akhir
b. Lapangan
Media/Tempat Pembelajaran
Modul Kuliah dan Pedoman Praktikum MK Kurikulum Institusional akan disusun oleh
masing-masing institusi pendidikan sesuai hasil asesmen RPL pada 22 MK institusional
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
185
DESAIN
PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN
LAMPAU (RPL)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
KEPERAWATAN GIGI
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
186
PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN BAHAN KAJIAN
A. Profil Lulusan
Profil lulusan sesuai dengan kurikulum tahun 2010 D3 Keperawatan Gigi :
1. Pelaksanaadministrasi dan manajemenkesehatangigi
2. Pelaksana pengawasan / pencegahan penularan penyakit (Cross
Infection Control)
3. Pelaksana pemeliharaan dan penggunaan peralatan kedokteran gigi
4. Pelaksana peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit gigi dan
mulut
5. Pelaksana tindakan perlindungan khusus pada gigi
6. Pelaksana tindakan Asuhan Keperawatan Gigi
7. Pelaksana rujukan pada kasus-kasus penyakit gigi dan mulut sesuai
dengan kewenangannya
8. Pelaksana asistensi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut
B. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran sesuai dengan kompetensi lulusan pada Kurikulum
Nasional Tahun 2010 Prodi D3 Keperawatan Gigi :
1.1.
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
Mampu berkomunikasi secara
efektif dalam melaksanakan
asuhan keperawatan gigi
DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN
1.1.1.
1.1.2.
1.1.3.
2.1.
2.2.
Mampu mengembangkan diri
menjadi insan yang beriman
Mampu mengamalkan Pancasila
sebagai landasan pembangunan
1.1.4.
1.1.5.
1.1.6.
2.1.1.
2.2.1.
Menunjukkan komunikasi yang efektif
dengan pasien dan tim kesehatan gigi
secara perorangan dan tim kesehatan
lainnya
Melaksanakan
komunikasi yang efektif
dalam proses pendidikan kesehatan gigi dan
mulut termasuk saran pre/post operation
(chair side talk)
Berkomunikasi
dengan
menggunakan
saluran-saluran komunikasi formal maupun
informal
Berkomunikasi dalam taraf internasional.
Melakukan informed consent dengan pasien.
Melakukan komunikasi terapeutik.
Mampu menghayati dan mengamalkan nilainilai agama dan budaya Indonesia
Mampu menunjukkan perilaku sesuai dengan
peraturan
dan
Undang-Undang
yang
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
187
2.3.
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
dan
kebangsaan
Indonesia
dalam praktek keperawatan gigi
Mampu
melakukan
praktik
sesuai dengan kode etik profesi
DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN
berkaitan dengan praktik keperawatan gigi
2.3.1.
2.3.2.
2.3.3.
2.3.4.
2.3.5.
2.3.6.
2.3.7.
2.3.8.
3.1.
Mampu menyuluh dalam upaya
meningkatkan
derajat
kesehatan gigi dan mulut
3.1.1.
3.1.2.
3.1.3.
3.1.4.
3.2.
4.1.
Mampu melakukan kerjasama
dengan
komisi-komisi
pembangunan
di
kabupaten/kota dan lintas sektor
dengan program lain yang
berorientasi pada masyarakat
untuk meningkatkan kesehatan
dan
kesehatan
gigi
dan
pembangunan
masyarakat
dengan
menggunakan
pendekatan PHC.
Mampu
untuk
melakukan
pemeriksaan dan pencatatan
3.2.1.
4.1.1.
4.1.2.
Mampu berhati-hati, penuh dedikasi dan
tanggung jawab.
Mampu mengenal prinsip-prinsip, standar,
dan sikap profesional berlandaskan nilai dan
hukum kesehatan.
Mampu bertindak memelihara martabat dan
integritas perorangan dan kelompok.
Mampu memelihara sikap etis dalam
pelayanan kesehatan gigi promotif, preventif
dan melakukan praktek kesehatan gigi
sesuai dengan apa yang telah diajarkan.
Mampu mengadopsi pengetahuan baru
dalam
memelihara
profesionalismenya
secara menyeluruh.
Mampu bertindak untuk meningkatkan
keselamatan individu, kelompok dan diri
sendiri.
Mampu
menjadi
panutan
di
dalam
penampilan dan kesehatan personal
Mampu menjaga kerahasiaan orang sesuai
dengan profesionalismenya
Mampu mengenal karakteristik kelompok
sasaran penyuluhan.
Mampu memberikan konseling mengenai diet
makanan yang mempengaruhi kesehatan
gigi dan mulut
Mampu
menyusun
buku
panduan
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
Mampu membuat dan menggunakan media
komunikasi untuk promosi kesehatan gigi
dan mulut
Mampu
melakukan
pelatihan
kader
kesehatan gigi (sebagai salah satu bentuk
kerjasama lintas sektor dan lintas program
pemberdayaan masyarakat)
Mampu untuk melakukan
pemeriksaan
OHI-S dan CPITN
Mampu untuk melakukan pencatatan OHI-S
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
188
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
4.2.
Mampu
melaksanakan
profilaksis mulut
DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN
4.2.1.
4.2.2.
4.2.3.
4.2.4.
4.2.4.
5.1.
6.1.
Mampu
melakukan
proses
asuhan keperawatan gigi
5.1.1.
5.1.2.
5.1.3.
5.1.4.
5.1.5.
5.1.6.
Mampu melaksanakan tindakan
kegawatdaruratan gigi sebagai
hasil kolaborasi
6.1.1.
6.1.2.
6.1.3.
6.3.
Mampu melakukan tindakan
pencabutan gigi pada kasuskasus tertentu sebagai hasil
kolaborasi
6.3.1.
6.3.2.
6.3.3.
6.4.
Mampu melakukan tindakan
konservasi gigi pada kasuskasus tertentu sebagai hasil
kolaborasi
6.4.1.
6.4.2.
7.1.
Mampu
melaksanakan
administrasi dan manajemen
pelayanan kesehatan gigi
6.4.3.
7.1.1.
7.1.2.
7.1.3.
dan CPITN
Mampu melaksanakan
skaling (supra
gingival) dan polis secara benar dan aman
Mampu menginstruksikan teknik menyikat
gigi yang benar
Mampu melakukan fissure sealant sehingga
tertutupnya fissure dalam
Mampu melakukan topical aplikasi pada gigi
pasiendenganlarutanfluor
Mampu memelihara kesehatan gigi dan
mulut pasien umum rawat inap
Melakukan pengkajian keperawatan gigi
Merencanakan asuhan keperawatan gigi
Melakukan diagnosa keperawatan gigi
Melakukan tindakan keperawatan gigi
Melaksanakan evaluasi keperawatan gigi
Melakukan
pendokumentasian
asuhan
keperawatan gigi
Mengelola kegawatdaruratan gigi yang terjadi
selama dan sesudah tindakan
Memberikan pertolongan pertama pada
trauma maxilofacial, abses dan periodontitis
Melakukan pertolongan pada kasus gigi
gangren dengan periapikal abses dengan
melakukan trepanasi
Melaksanakan pencabutan gigi sulung
dengan topikal anaesthesi dan infiltrasi
anaesthesi
Melaksanakan pencabutan gigi tetap akar
tunggal dengan infiltrasi anaesthesi
Melakukan perawatan pasca pencabutan
dengan komplikasi
Melakukan
preparasi
kavitas
dan
penumpatan gigi sulung dan gigi tetap pada
satu permukaan menggunakan amalgam,
silikat dsb)
Melakukan
preparasi
kavitas
dengan
eksavator dan penumpatan dengan ART
Memoles tumpatan
Melaksanakan
pekerjaan
administrasi
pelayanan kesehatan gigi secara teliti dan
efisien
Mengelola dokumen pelayanan kesehatan
gigi
secara
teliti
dan
memelihara
kerahasiaannya.
Mengelola peralatan dan bahan-bahan
pelayanan kesehatan gigi.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
189
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
7.2.
Mampu
kerjasama tim
melaksanakan
DESKRIPSI CAPAIAN PEMBELAJARAN
7.1.4.
7.2.1.
7.2.2.
7.2.3.
7.2.4.
7.2.5.
7.2.6.
8.1.
Mampu berbuat untuk setiap
saat mempertinggi keamanan
perorangan dan kelompok dari
kemungkinan infeksi silang dan
pencemaran akibat perawatan
gigi dan mulut di klinik gigi
8.1.1.
8.1.2.
8.1.3.
8.1.4.
8.1.5.
8.1.6.
8.1.7.
8.1.8.
9.1.
Berperan serta dalam penelitian
dan pengembangan kesehatan
gigi dan mulut
9.1.1.
9.1.2.
9.1.3.
10.1.
Mampu berperan sebagai mitra 10.1.1.
dokter gigi
Mampu mengelola pelayanan kesehatan gigi
Mampu
mengembangkan
proses
kepemimpinannya yang diperlukan untuk
menciptakan kerjasama yang baik dalam tim.
Mampu bekerjasama dalam tim kesehatan
lainnya dalam membuat keputusan baik
individu maupun tim.
Melakukan kerjasama dengan para sejawat
anggota tim kesehatan lain.
Mampu mendorong peran anggota tim
pemeliharaan kesehatan dalam memberikan
pelayanan kesehatan.
Mampu melakukan studi tentang penilaian
kebutuhan
pelayanan
kesehatan
gigi
masyarakat dan menyiapkan catatan serta
menyusun rencana kerja strategis.
Mampu mengidentifikasi resiko kelompok
masyarakat beresiko dan menyusun strategi
untuk menghadapinya, bekerjasama dengan
kebutuhan khusus kelompok masyarakat.
Menerapkan secara berhati-hati dan efektif
penggunaan peralatan sterilisasi
Menggunakan secara tepat zat desinfektan
dan dekontaminasi
Membersihkan,
mensterilkan
dan
memelihara
fasilitas
dan
instrument
kesehatan gigi yang steril
Menunjukan dan menerapkan sterilisasi
secara aman dan prosedural, pengawasan
penularan penyakit di klinik dalam perawatan
rutin pasien
Melindungidiri
dan
pasienterhadappenularanpenyakit
Membuang sampah termasuk benda-benda
tajam dan berbahaya dengan cara aman
Mengelola persedian alat dan bahan
sterilisasi
Memelihara berbagai macam peralatan
kesehatan gigi secara efektif efisien
Mengidentifikasi masalah penelitian
Mengembangkan proposal penelitian
Menerapkan
bukti-bukti
ilmiah
dalam
keperawatan gigi
Melakukan
asistensi dokter gigi dalam
pelayanan di klinik gigi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
190
Jumlah SKS yang wajib di tempuh oleh peserta didik Program Afirmasi
dengan Pendekatan RPL D3 Keperawatan Gigi adalah 19 SKS, terdiri
dari 6 mata kuliah dengan uraian sebagai berikut :
No
Kode
Mata
Kuliah
1.
KG502
2.
KG309
3.
KG310
4.
KG311
5.
KG204
6.
KG503
Mata Kuliah
Etika Profesi dan Hukum
Kesehatan
Konsep Dasar Pelayanan
Asuhan Kesehatan Gigi dan
Mulut
Pelayanan Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut
Individu
Pelayanan Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut
Masyarakat
Metodologi Penelitian dan
Statistik
Karya Tulis Ilmiah
Jumlah
SKS Praktek
Lab / Pre
Lap/
Klinik
Klinik
SKS
Teori
Jumlah
SKS
1
-
1
2
2
1
1
4
1
1
2
4
1
1
2
4
1
1
-
2
6
4
3
9
3
19
Berdasarkan hasil evaluasi dua kali pelaksanaan uji coba asesmen
RPL serta hasil sounding dengan prodi penyelenggara (rayon, sub
rayon, mitra) dan stake holder yang didampingi oleh konsultan dari
Kemenristekdikti, maka diperoleh 28 SKS yang kemungkinan masih
harus ditempuh (termasuk mata kuliah wajib tempuh) oleh peserta
didik dengan rincian sebagai berikut :
1.
Kode
Mata
Kuliah
KG204
2.
3.
4.
5.
6.
KG203
KG206
KG205
KG501
KG502
7.
KG204
No
Mata Kuliah
Histologi Dan Anatomi
Fisiologi Manusia
Mikrobiologi
Farmakologi
Dental Material
Sosiologi Kesehatan
Etika Profesi Dan Hukum
Kesehatan
Metodologi Penelitian Dan
Statistik
SKS
Teori
1
SKS Praktek
Lab/ Pre
Lap/
Klinik
Klinik
1
-
Jumlah
SKS
2
1
1
1
1
1
2
1
-
1
3
1
2
1
2
1
1
-
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
191
No
8.
Kode
Mata
KG309
Kuliah
9.
KG310
10.
KG311
11.
KG209
Mata Kuliah
Konsep Dasar Pelayanan
Asuhan Kesehatan Gigi dan
Mulut
Pelayanan Asuhan Kesgilut
Individu
Pelayanan Asuhan Kesgilut
Masyarakat
Karya Tulis Ilmiah
JUMLAH
SKS
Teori
2
SKS Praktek
1
1
Jumlah
SKS
4
1
1
2
4
1
1
2
4
11
8
3
9
3
28
C. Bahan Kajian
NO
2.
BAHAN KAJIAN
Pendahuluan Ilmu Kedokteran Dasar (histologi dan
anfisman)
Sel dan sitoplasma
3.
Jaringan
4.
Histologi Ronga Mulut
5.
Otot otot pada rongga mulut
6.
Persyarafan rongga mulut
7.
Anatomi dan Fisiologi tubuh Manusia
8.
Anatomi dan Fisilogi Leher dan Kepala
9.
Anatomi dan Fisiologi Rongga mulut
10.
Sistem Persyarafan dalam Rongga Mulut
11.
Pengenalan dan pengoperasian mikroskop
12.
Pengenalan tanda-tanda vital
13.
Pengantar mikrobiologi
14.
Bakteriologi dasar
15.
Bakteriologi klinik
16.
Imunologi
17.
Virologi
18.
Mikrobiologi rongga mulut
Konsep dasar farmakologi, farmakodinamik,
farmakokinetik
Penggolongan obat yang digunakan dalam
perawatan gigi
Efek samping obat yang digunakan dalam
perawatan gigi
Bahaya penggunaan / pemberian obat pada
Pasien/Pasien dalam perawatan gigi
Peran kolaboratif perawat gigi dalam pelaksanaan
prinsip farmakologi
Pengenalan Bahan / Dental Material
Dental material yang digunakan dalam perawatan
konservasi
1.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
MATA KULIAH
Histologi dan Anatomi
Fisiologi Manusia
Mikrobiologi
Farmakologi
Dental Material
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
192
NO
28.
BAHAN KAJIAN
Dental material yang digunakan dalam perawatan
endodontic
Dental material yang digunakan perawatan gigi
rehabilitative
Teori Dasar Soskes
29.
Sosial Ekonomi Dan Kesehatan
30.
Agama, Budaya, Suku Bangsa Dan Kesehatan
31.
Gender Dan Kesehatan
32.
36.
Negara, Politik Dan Kesehatan
Perubahan-Perubahan Sosial Budaya Dan
Pengaruhnya Terhadap Kesehatan
Konsep dasar etika umum
Organisasi Profesi Terapis Gigi dan Mulut di
Indonesia
Konsep dasar etika profesi terapis gigi dan mulut
37.
Kode etik, AD/ART profesi terapis gigi dan mulut
38.
40.
Konsep dasar hukum kesehatan
PerUndang-undangan dan peraturan yang menaungi
pelayanan kesehatan dan pelayanan kesehatan gigi
dan mulut
Hak dan martabat pasien.
41.
Organisasi profesi perawat gigi.
42.
Hubungan perawat gigi dengan pasien.
43.
Hubungan perawat gigi dengan teman sejawat.
44.
Hubungan perawat gigi dengan profesi lain.
45.
Hubungan perawat gigi dengan masyarakat
Hakekat dan perkembangan penelitian kesehatan /
Kesehatan Gigi
Sistematika penyusunan proposal penelitian
26.
27.
33.
34.
35.
39.
46.
47.
48.
50.
Perumusan masalah penelitian dan tujuan penelitian
Penyusuanan definisi operasional penelitian,
populasi dan sampel penelitian
Kerangka konsep, variabel, hipotesis
51.
Jenis dan disain penelitian
52.
Konsep dasar statistik
53.
56.
Statistik deskriptif dan inferensial
Identifikasi masalah penelitian, penulisan tujuan
umum dan tujuan khusus penelitian
Identifikasi variabel penelitian dan menetapkan
hipotesa penelitian
Pembuatan definisi operasional dari tiap variabel
57.
Penentuan desain, populasi dan sample penelitian
58.
Penulisan kepustakaan sesuai dengan literature
59.
Penyusunan proposal penelitian
49.
54.
55.
MATA KULIAH
Sosiologi Kesehatan
Etika Profesi dan Hukum
Kesehatan
Metodologi Penelitan dan
Statistik
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
193
NO
BAHAN KAJIAN
60.
Penerapan statistika dalam penelitian
61.
Penerapan uji statistik dalam penelitian kesehatan
62.
Falsafah Kesehatan Gigi
63.
Sejarah Dental Hygiene
Pengertian Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan
Mulut
Tujuan dan sasaran yansuh askesgilut
64.
65.
66.
68.
International Dental Auxillaris
Penerapan Dental Hygiene dan Terapi Gigi dan
Mulut di Indonesia
Proses pelayanan asuhan : metode dan strategi
69.
Pendokumentasian
70.
Pengkajian dalam Asuhan Kesehatan Gigi
71.
Tahap Analisa / Diagnosa Terapi Gigi dan Mulut
72.
Perencanaan Asuhan Kesehatan Gigi.
73.
Implementasi Asuhan Kesehatan Gigi
74.
86.
Evaluasi Asuhan Kesehatan Gigi
Pengkajian dalam asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Individu
Diagnosis dalam Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Individu
Perencanaan dalam Asuhan Kesehatan Gigi dan
Mulut Individu
Intervensi dalam Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Individu
Evaluasi dalam Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Individu
Pendokumentasian dalam Asuhan Kesehatan Gigi
dan Mulut Individu
Penatalaksanaan Pengkajian dalam Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut Individu
Penatalaksanaan Diagnosis dalam Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut Individu
Penatalaksanaan Perencanaan dalam Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut Individu
Penatalaksanaan intervensi dalam Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut Individu
Penatalaksanaan Evaluasi dalam Asuhan Kesehatan
Gigi dan Mulut Individu
Survey kesgilut
87.
Pengolahan data hasil survey
88.
Plan of Action
89.
Musyawarah masyarakat desa
90.
Implementasi Askesgilut Masyarakat
67.
75.
76.
77.
78.
79.
80.
81.
82.
83.
84.
85.
MATA KULIAH
Konsep Dasar Yansuh
Askesgilut
Pelayanan Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut
Individu
Pelayanan Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut
Masyarakat
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
194
NO
BAHAN KAJIAN
91.
Evaluasi Askesgilut Masyarakat
Penatalaksanaan Pengkajian (survey kesehatan gigi
dan mulut dan pengolahan data hasil survey) di
kelompok masyarakat yang menjadi sasaran
(keluarga, kelompok ibu hamil atau kelompok
masyarakat lainnya)
Penatalaksanaan Perencanaan (plan of action)
Penatalaksanaan Intervensi Asuhan Kesehatan Gigi
sesuai perencanaan pada kelompok masyarakat
sasaran
Penatalaksanaan Evaluasi Asuhan Kesehatan Gigi
sesuai dengan implementasi yang telah
dilaksanakan pada kelompok masyarakat sasaran
(survey ulang dan pembuatan laporan)
Penatalaksanaan Pelatihan kader kesehatan gigi
Pengorganisasikan penelitian sesuai usulan
penelitian
Pengambilan data penelitian sesuai dengan proposal
penelitian.
Pengolahan data sesuai dengan variabel dan skala
data penelitian
Analisis data sesuai dengan tujuan dan hipotesa
penelitian
Interpretasi hasil analisis
92.
93.
94.
95.
96.
97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
MATA KULIAH
KTI
Penarikan kesimpulan sesuai dengan hasil analisis
Penyusunan laporan hasil penelitian sesuai dengan
sistematika yang telah ditetapkan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
195
KURIKULUM DAN DESAIN PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum
Struktur Kurikulum Inti Nasional Prodi D3 Keperawatan Gigi Tahun 2010
NO
SKS
KODE
MK
MATA KULIAH
TEORI
PRAKTEK
LAB
KLINIK
TOTAL
SKS
MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK)
1
KG 101
Agama
3
3
2
KG 102
Kewarganegaraan
3
3
3
KG 103
Bahasa Indonesia
3
3
JUMLAH SKS MPK
9
0
0
9
MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETERAMPILAN (MKK)
1
KG 201
Ilmu Kesehatan Masyarakat
1
1
2
2
KG 202
Metodologi Penelitian dan Statistik
1
1
2
3
KG 203
Mikrobiologi
1
2
3
4
KG 204
Histologi dan Anatomi Fisiologi
1
1
2
5
KG 205
Dental Morfologi
1
1
2
6
KG 206
Farmakologi
1
7
KG 207
Dental Material
1
1
8
KG 208
Penyakit Gigi dan Mulut
2
1
9
KG 209
Dasar-Dasar Pencabutan Gigi
1
1
10
KG 210
Preventive Dentistry
2
2
2
6
11
KG 211
Konservasi Gigi
1
2
1
4
13
13
3
29
JUMLAH SKS MKK
1
2
1
4
2
MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB)
1
KG 301
Manajemen Kesehatan Gigi dan Mulut
1
2
2
KG 302
Dental Asistensi
1
2
1
4
3
KG 303
Pendidikan Kesehatan Gigi
2
2
1
5
4
KG 304
1
2
5
KG 305
Media Komunikasi
Penggunaan dan Pemeliharaan Alat
Kedokteran Gigi (PPAKG)
1
2
1
4
6
KG 306
Pengendalian Infeksi Silang
1
2
2
5
7
KG 307
Kebutuhan Dasar Manusia
1
2
8
KG 308
1
1
1
3
9
KG 309
2
1
1
4
10
KG 310
Komunikasi Dalam Keperawatan Gigi
Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Gigi
dan Mulut
Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dan
Mulut Individu
1
1
2
4
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
3
3
3
196
NO
SKS
KODE
MK
MATA KULIAH
11
KG 311
12
KG 312
TEORI
Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dan
Mulut Masyarakat
Pelayanan Asuhan Keperawatan Gigi dan
Mulut Pasien Rawat Inap
JUMLAH SKS MKB
1
PRAKTEK
TOTAL
SKS
LAB
KLINIK
1
2
4
2
3
13
45
1
14
18
1
1
1
1
MATA KULIAH PENGEMBANGAN BERKARYA (MPB)
1
KG 401
Kewirausahaan
JUMLAH SKS MPB
2
0
2
MATA KULIAH BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT (MBB)
1
KG 501
Sosiologi Kesehatan
1
2
KG 502
Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
1
3
KG 503
KTI
4
KG 504
Praktek Kerja Lapangan
JUMLAH SKS MBB
JUMLAH SKS KURIKULUM INTI
1
1
2
3
3
0
0
4
4
2
0
8
10
39
32
25
39
57
96
Distribusi Mata Kuliah sesuai Kelas Reguler
SEMESTER 1
SKS
NO
KODE MK
MATA KULIAH
PRAKTEK
TEORI
LAB
KLINIK/LAP
TOTAL
SKS
1
KG 101
Agama
3
3
2
KG 102
Kewarganegaraan
3
3
3
KG 103
3
3
4
KG 204
5
KG 301
6
KG 205
Bahasa Indonesia
Histologi dan Anatomi
Fisiologi
Manajemen Kesehatan Gigi
dan Mulut
Dental Morfologi
7
KG 201
8
KG 307
9
KG 309
1
1
2
1
2
3
1
1
2
Ilmu Kesehatan Masyarakat
1
1
2
Kebutuhan Dasar Manusia I
Konsep Dasar Pelayanan
Asuhan Keperawatan Gigi
dan Mulut I
1
1
2
JUMLAH SKS SEMSTER 1
1
15
6
0
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
21
197
SEMESTER 2
SKS
NO
KODE
MK
1
KG 502
2
KG 203
3
KG 309
MATA KULIAH
Etika Profesi dan Hukum
Kesehatan
Mikrobiologi
Konsep Dasar Pelayanan
Asuhan Keperawatan Gigi dan
Mulut II
TEORI
PRAKTEK
LAB
KLINIK/LAP
TOTAL
SKS
1
1
2
1
3
1
1
2
4
KG 208
Penyakit Gigi dan Mulut
2
1
3
4
KG 305
PPAKG I
1
2
3
5
KG 307
Kebutuhan Dasar Manusia II
1
1
6
KG 206
Farmokologi
1
7
KG 205
Dental Material
1
8
KG 501
Sosiologi Kesehatan
1
9
KG 306
Pengendalian Infeksi Silang I
1
1
2
10
KG 211
Konservasi Gigi I
1
2
2
11
KG 303
Pendidikan Kesehatan Gigi I
1
1
2
12
12
JUMLAH SKS SEMSTER 2
1
1
2
1
0
24
SEMESTER 3
NO
KODE
MK
1
KG 304
Media Komunikasi
2
KG 211
3
KG 306
Konservasi Gigi II
Konsep Dasar Asuhan
Keperawatan Gigi adan Mulut
III
4
KG 307
5
KG 308
6
MATA KULIAH
TEORI
1
SKS
PRAKTEK
LAB
KLINIK/LAP
2
TOTAL
SKS
3
2
3
1
1
PPAKG II
Komunikasi Dalam
Keperawatan Gigi I
1
1
2
1
1
2
KG 302
Dental Asistensi I
1
1
2
7
KG 303
Pendidikan Kesehatan Gigi II
1
1
2
8
KG 210
Preventive Dentistry I
2
1
3
JUMLAH SKS SEMESTER 3
6
7
4
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
17
198
SEMESTER 4
MATA KULIAH
SKS
PRAKTEK
LAB
KLINIK/LAP
1
1
TOTAL
SKS
NO
KODE MK
1
KG 302
Dental Asistensi II
2
KG 310
Komunikasi Terapeutik II
1
3
KG 210
Preventif Dentistry II
1
1
2
4
KG 306
Pengendalian Infeksi Silang II
1
2
3
5
KG 216
6
KG 204
7
KG 310
Dasar-Dasar Pencabutan Gigi
Metodologi Penelitian &
Statistik
Pelayanan Asuhan
Keperawatan Gigi dan Mulut
Individu
JUMLAH SKS SEMESTER 4
TEORI
2
1
1
1
2
1
1
2
1
1
2
3
7
4
14
SEMESTER 5
NO
KODE MK
1
KG 401
2
KG 502
3
KG 208
4
KG 310
5
KG 311
6
KG 312
MATA KULIAH
Kewirausahaan
Etika Profesi dan Hukum
Kesehatan
Penyakit Gigi dan Mulut
Pelayanan Asuhan
Keperawatan Gigi dan Mulut
Individu
Pelayanan Asuhan
Keperawatan Gigi dan Mulut
Masyarakat
Pelayanan Asuhan
Keperawatan Gigi dan Mulut
Pasien Rawat Inap
JUMLAH SKS SEMESTER 5
TEORI
1
1
SKS
PRAKTEK
LAB
KLINIK/LAP
1
3
2
1
1
1
1
2
2
1
1
2
TOTAL
SKS
2
2
3
6
11
SEMESTER 6
NO
1
KODE MK
KG 311
MATA KULIAH
TEORI
SKS
PRAKTEK
LAB
KLINIK/LAP
TOTAL
SKS
Pelayanan Asuhan
Keperawatan Gigi dan Mulut
masyarakat
2
2
2
KG 503
KTI
3
3
3
KG 504
Praktek Kerja Lapangan
4
4
9
9
23
96
JUMLAH SKS SEMESTER 6
TOTAL SKS KURIKULUM INTI
39
34
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
199
B. Pengakuan Hasil Asesmen
1. Mata kuliah yang dapat diakui melalui pendekatan RPL:
NO
KODE MK
MATA KULIAH
TEORI
SKS
PRAKTEK
KLINIK/
LAB
LAP
TOTAL
SKS
1.
KG 101
Agama
3
3
2.
KG 102
Kewarganegaraan
3
3
3.
KG 103
Bahasa Indonesia
3
3
4.
KG 201
Ilmu Kesehatan Masyarakat
1
1
2
5.
KG 205
Dental Morfologi
1
1
2
6.
KG 208
Penyakit Gigi dan Mulut
KG 216
Dasar-Dasar Pencabutan Gigi
1
1
1
7.
2
1
4
2
8.
KG 210
Preventif Dentistry
2
2
2
6
9.
KG 211
1
2
1
4
10.
KG 301
Konservasi Gigi I
Manajemen Kesehatan Gigi
dan Mulut
1
2
11.
KG 302
Dental Asistensi
1
2
1
4
12.
KG 303
Pendidikan Kesehatan Gigi
2
2
1
5
13.
KG 304
Media Komunikasi
1
2
14.
15.
KG 305
PPAKG
Pengendalian Infeksi Silang
1
1
2
2
16.
KG 307
1
2
17.
KG 308
Kebutuhan Dasar Manusia
Komunikasi Dalam
Keperawatan Gigi
1
1
18.
KG312
Yansuh Kesgilut Rawat Inap
1
19.
KG 401
Kewirausahaan
1
20.
KG 504
Praktek Kerja Lapangan
KG 306
TOTAL SKS KURIKULUM INTI
28
3
3
1
2
3
1
3
2
3
1
24
4
5
2
4
4
16
68
Mata kuliah di atas belum termasuk mata kuliah yang merupakan
kurikulum institusional (lokal) yang juga harus dapat diakui melalui
pendekatan RPL.
2. Mata Kuliah yang Diperkirakan Perlu Ditempuh
Mata kuliah yang diperkirakan perlu ditempuh oleh peserta RPL adalah
11 mata kuliah / 28 SKS.
NO
1.
KODE MK
KG204
MATA KULIAH
Histologi Dan Anatomi
TEORI
1
SKS
PRAKTEK
KLINIK/
LAB
LAP
1
-
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
200
TOTA
L SKS
2
NO
KODE MK
2.
3.
4.
5.
6.
KG203
KG206
KG205
KG501
KG502
7.
KG204
8.
KG309
9.
KG310
10.
KG311
11.
KG503
MATA KULIAH
TEORI
Fisiologi Manusia
Mikrobiologi
Farmakologi
Dental Material
Sosiologi Kesehatan
Etika Profesi Dan Hukum
Kesehatan
Metodologi Penelitian Dan
Statistik
Konsep Dasar Pelayanan
Asuhan Kesehatan Gigi dan
Mulut
Pelayanan Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut
Individu
Pelayanan Asuhan
Kesehatan Gigi Mulut
Masyarakat
Karya Tulis Ilmiah
JUMLAH
SKS
PRAKTEK
KLINIK/
LAB
LAP
TOTA
L SKS
1
1
1
1
1
2
1
-
1
3
1
2
1
2
1
1
-
2
2
1
1
4
1
1
2
4
1
1
2
4
-
-
3
3
11
8
9
28
3. Distribusi Mata Kuliah (Rencana Perkuliahan untuk Calon Peserta RPL)
Semester 1
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Kode MK
KG204
KG203
KG206
KG205
KG501
KG502
KG204
KG309
8.
Mata Kuliah
Histologi Dan Anatomi
Fisiologi Manusia
Mikrobiologi
Farmakologi
Dental Material
Sosiologi Kesehatan
Etika Profesi Dan Hukum
Kesehatan
Metodologi Penelitian Dan
Statistik
Konsep Dasar Pelayanan
Asuhan Kesehatan Gigi dan
Mulut I
Jumlah
SKS
Teori
1
SKS Praktek
Lab/
Lap/
Pre
Klinik
Klinik
1
-
Jumlah
SKS
2
1
1
1
1
1
2
1
-
-
3
1
2
1
1
1
1
-
2
2
-
-
2
9
5
0
14
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
201
Semester 2
No
Kode MK
1.
KG309
2.
KG502
3.
KG310
4.
KG311
5.
KG503
Mata Kuliah
Konsep Dasar Pelayanan
Asuhan Kesehatan Gigi dan
Mulut II & III
Etika Profesi Dan Hukum
Kesehatan
Pelayanan Asuhan Kesgilut
Individu
Pelayanan Asuhan Kesgilut
Masyarakat
Karya Tulis Ilmiah
Jumlah
SKS
Teori
-
SKS Praktek
Lab/
Lap/
Pre
Klinik
Klinik
1
1
Jumlah
SKS
2
-
-
1
1
1
1
2
4
1
1
2
4
2
3
3
9
3
14
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
202
C. Desain Pembelajaran
No.
Kode
MK
1. KG204
2. KG203
Nama MK
Histologi dan
Anatomi
Fisiologi
Manusia
Mikrobiologi
Lap
PBM
Asesmen
PBM
1
SKS
Lab/
Pre
-
-
Kam
pus
atau
Tem
pat
kerja
sesu
ai
kebut
uhan
Kampus
atau
Tempat
kerja
sesuai
kebutuha
n
Tutoria
l
Tulis
-
1
-
Lab
*)
Lab *)
Praktik
um
Observasi
1
-
-
Tem
pat
kerja
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
-
2
-
Lab
Lab *)
Praktik
Observasi
Bahan Kajian
1. Pendahuluan Ilmu Kedokteran
Dasar (histologi dan anfisman)
2. Sel dan sitoplasma
3. Jaringan
4. Histologi Ronga Mulut
5. Otot otot pada rongga mulut
6. Persyarafan rongga mulut
7. Anatomi dan Fisiologi tubuh
Manusia
8. Anatomi dan Fisilogi Leher
dan Kepala
9. Anatomi dan Fisiologi Rongga
mulut
10. Pengenalan pengoperasian
mikroskop
11. Identifikasi sel, jaringan
12. Pengenalan tanda-tanda vital
13. Identifikasi tanda-tanda vital
1. Pengantar mikrobiologi
2. Bakteriologi dasar
3. Bakteriologi klinik
4. Imunologi
5. Virologi
6. Mikrobiologi rongga mulut
7. Membuat sediaan/preparat
T
Tempat
Metode
Asesmen
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
Modul
CBT/
elearning/ Uji
Buku
Tulis
Modul,
internet,
komputer
Panduan
praktikum
, Alat dan
bahan
praktikum
Modul
elearning/
Buku
Modul,
internet,
komputer
Panduan
Pelaksana
PBM
Asesmen
Tutor
Dosen
PA
Dosen,
Instruk
tur
Dosen,
Instruktur
CBT/
Uji
Tulis
Tutor
Dosen
PA
Dosen,
Dosen,
No.
Kode
MK
Nama MK
Bahan Kajian
T
SKS
Lab/
Pre
Tempat
Lap
8. Macam-macam pengecatan
mikroba
9. Mengidentifikasi mikroba
3. KG206
Farmakologi
4. KG205
Dental
Material
1. Konsep dasar farmakologi,
farmakodinamik,
farmakokinetik
2. Penggolongan obat yang
digunakan dalam perawatan
gigi
3. Efek samping obat yang
digunakan dalam perawatan
gigi
4. Bahaya penggunaan /
pemberian obat pada
Pasien/Pasien dalam
perawatan gigi
5. Peran kolaboratif perawat gigi
dalam pelaksanaan prinsip
farmakologi
1. Pengenalan Bahan / Dental
Material
2. Dental material yang
digunakan dalam perawatan
konservasi
3. Dental material yang
PBM
Asesmen
*)
Metode
PBM
Asesmen
um
1
-
-
Tem
pat
kerja
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
1
-
-
Tem
pat
kerja
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
praktikum
, Alat dan
bahan
praktikum
Modul
CBT/
elearning/ Uji
Buku
Tulis
Modul,
internet,
komputer
Modul
elearning/
Buku
Modul,
internet,
komputer
CBT/
Uji
Tulis
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Pelaksana
PBM
Asesmen
Instruk
tur
Instruk
tur
Tutor
Dosen
Tutor
Dosen
204
No.
Kode
MK
Nama MK
5.
Bahan Kajian
4.
5.
6.
7.
6. KG501
Sosiologi
Kesehatan
1.
2.
3.
4.
5.
digunakan dalam perawatan
endodontic
Dental material yang
digunakan perawatan gigi
rehabilitative
Identifikasi bahan-bahan yang
digunakan dalam perawatan
gigi di klinik
Pemilihan bahan yang
digunakan dalam perawatan
gigi sesuai dengan kebutuhan
Pencampuran (manipulasi)
bahan-bahan yang diperlukan
dalam perawatan gigi dalam
rangka asistensi dokter gigi
Melakukan pencetakan study
model rahang dalam rangka
asistensi dokter gigi
Teori Dasar Soskes
Sosial Ekonomi Dan
Kesehatan
Agama, Budaya, Suku Bangsa
Dan Kesehatan
Gender Dan Kesehatan
Negara, Politik Dan
Kesehatan
T
SKS
Lab/
Pre
Tempat
Metode
Lap
PBM
Asesmen
PBM
Asesmen
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
Pelaksana
PBM
Asesmen
-
1
-
Kam
pus
atau
Tem
pat
kerja
sesu
ai
kebut
uhan
Kampus
atau
Tempat
kerja
sesuai
kebutuha
n
Praktik
um
Observasi
Panduan
praktikum
, Alat dan
bahan
praktikum
PA
Dosen,
Instruk
tur
Dosen,
Instruktur
1
-
-
Tem
pat
kerja
Kampus
atau
Tempat
kerja
sesuai
kebutuha
n
Tutoria
l
Tulis
Modul
elearning/
Buku
Modul,
internet,
komputer
CBT/
Uji
Tulis
Tutor
Dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
205
No.
Kode
MK
7. KG502
Nama MK
Etika Profesi
Dan Hukum
Kesehatan
Bahan Kajian
6. Perubahan-Perubahan Sosial
Budaya Dan Pengaruhnya
Terhadap Kesehatan
1. Konsep dasar etika umum
2. Organisasi Profesi Terapis
Gigi dan Mulut di Indonesia
3. Konsep dasar etika profesi
terapis gigi dan mulut
4. Kode etik, AD/ART profesi
terapis gigi dan mulut
5. Konsep dasar hukum
kesehatan
6. PerUndang-undangan dan
peraturan yang menaungi
pelayanan kesehatan dan
pelayanan kesehatan gigi dan
mulut
7. Hak dan martabat pasien.
8. Organisasi profesi perawat
gigi.
1. Hubungan perawat gigi
dengan pasien.
2. Hubungan perawat gigi
dengan teman sejawat.
3. Hubungan perawat gigi
T
SKS
Lab/
Pre
Tempat
Lap
PBM
Asesmen
Metode
PBM
Asesmen
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
Pelaksana
PBM
Asesmen
1
-
-
Tem
pat
kerja
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
Modul
elearning/
Buku
Modul,
internet,
komputer
CBT/
Uji
Tulis
Tutor
Dosen
-
-
1
Tem
pat
kerja
Tempat
kerja
Praktik
Observasi
Panduan
Praktik
PA
CI
Dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
206
No.
Kode
MK
Nama MK
Bahan Kajian
4.
8. KG204
Metodologi
Penelitian
Dan Statistik
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
9. KG309
Konsep Dasar
Asuhan
2.
1.
dengan profesi lain.
Hubungan perawat gigi
dengan masyarakat
Hakekat dan perkembangan
penelitian kesehatan /
Kesehatan Gigi
Sistematika penyusunan
proposal penelitian
Perumusan masalah
penelitian dan tujuan
penelitian
Penyusuanan definisi
operasional penelitian,
populasi dan sampel
penelitian
Kerangka konsep, variabel,
hipotesis
Jenis dan disain penelitian
Konsep dasar statistik
Statistik deskriptif dan
inferensial
Penyusunan proposal
penelitian
Pengolahan data statistik
Tujuan, sasaran
yansuhkesgilut
T
SKS
Lab/
Pre
1
1
2
Tempat
Metode
PBM
Asesmen
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
Pelaksana
Lap
PBM
Asesmen
-
Tem
pat
kerja
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
Modul
elearning/
Buku
Modul,
internet,
komputer
CBT/
Uji
Tulis
Tutor
Dosen
Tem
pat
kerja
Tem
pat
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
Panduan
Praktikum
Tutor
Dosen
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
Modul
elearning/
CBT/
Uji
Tulis
CBT/
Uji
Tutor
Dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
PBM
207
Asesmen
No.
Kode
MK
Nama MK
Bahan Kajian
Kesehatan
Gigi dan Mulut
I, II dan III
2. Falsafah Kesehatan Gigi
3. Sejarah Dental Hygiene
4. Pengertian Pelayanan Asuhan
Kesehatan Gigi.
5. International Dental Auxillaris
6. Penerapan Dental Hygiene
dan Terapi Gigi dan Mulut
Indonesia
Proses pelayanan asuhan :
metode dan strategi
8. Pengkajian dalam Asuhan
Kesehatan Gigi
9. Tahap Analisa / Diagnosa
Terapi Gigi dan Mulut
10. Perencanaan Asuhan
Kesehatan Gigi.
11. Implementasi Asuhan
Kesehatan Gigi
12. Evaluasi Asuhan Kesehatan
Gigi
1. Pengkajian dalam asuhan
Kesehatan Gigi Individu
2. Diagnosis Kesehatan Gigi
Individu
3. Perencanaan asuhan
Kesehatan Gigi Individu
7.
10. KG310
Pelayanan
Asuhan
Kesgilut
Individu
T
SKS
Lab/
Pre
Tempat
Lap
PBM
Asesmen
Metode
PBM
Asesmen
kerja
1
1
1
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
Buku
Tulis
Modul,
internet,
komputer
Pelaksana
PBM
Asesmen
Tem
pat
kerja
Tempat
kerja
Praktik
Observasi
Panduan
praktikum
, Alat dan
bahan
praktikum
PA
Tutor
Dosen
Tem
pat
kerja
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
Modul
elearning/
Buku
Modul,
internet,
komputer
CBT/
Uji
Tulis
Tutor
Dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
208
No.
Kode
MK
Nama MK
11.
12. KG311
Pelayanan
Asuhan
Kesgilut
Masyarakat
Bahan Kajian
4. Intervensi asuhan Kesehatan
Gigi Individu
5. Evaluasi asuhan Kesehatan
Gigi Individu
6. Pendokumentasian
7. Penatalaksanaan Pengkajian
dalam asuhan Kesehatan Gigi
Individu
8. Penatalaksanaan Diagnosis
Kesehatan Gigi Individu
9. Penatalaksanaan
Perencanaan asuhan
Kesehatan Gigi Individu
10. Penatalaksanaan intervensi
asuhan Kesehatan Gigi
Individu
11. Penatalaksanaan Evaluasi
asuhan Kesehatan Gigi
Individu
1. Survey kesgilut
2. Pengolahan data hasil survey
3. Plan of Action
4. Musyawarah masyarakat desa
5. Implementasi Askesgilut
Masyarakat
6. Evaluasi Askesgilut
T
SKS
Lab/
Pre
1
1
Tempat
Lap
PBM
Asesmen
2
Tem
pat
kerja
Tem
pat
kerja
Metode
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
Pelaksana
PBM
Asesmen
Tempat
kerja
Praktik
Observasi
Panduan
praktikum
, Alat dan
bahan
praktikum
PA
Tutor
Dosen
Tempat
kerja
Tutoria
l
Tulis
Modul
elearning/
Buku
Modul,
internet,
komputer
CBT/
Uji
Tulis
Tutor
Dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
PBM
209
Asesmen
No.
Kode
MK
Nama MK
13.
14. KG305
Karya Tulis
Ilmiah
Bahan Kajian
Masyarakat
7. Penatalaksanaan Pengkajian
(survey kesehatan gigi dan
mulut dan pengolahan data
hasil survey) di kelompok
masyarakat yang menjadi
sasaran (keluarga, kelompok
ibu hamil atau kelompok
masyarakat lainnya)
8. Penatalaksanaan
Perencanaan (plan of action)
9. Penatalaksanaan Intervensi
Asuhan Kesehatan Gigi
sesuai perencanaan pada
kelompok masyarakat sasaran
10. Penatalaksanaan Evaluasi
Asuhan Kesehatan Gigi
sesuai dengan implementasi
yang telah dilaksanakan pada
kelompok masyarakat sasaran
(survey ulang dan pembuatan
laporan)
11. Penatalaksanaan Pelatihan
kader kesehatan gigi
1. Pengorganisasikan penelitian
sesuai usulan penelitian
T
SKS
Lab/
Pre
1
Tempat
Lap
PBM
Asesmen
2
Tem
pat
kerja
3
Tem
pat
Metode
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
Pelaksana
PBM
Asesmen
Tempat
kerja
Praktik
Observasi
Panduan
praktikum
, Alat dan
bahan
praktikum
PA
Tutor
Dosen
Kelas **)
Praktik
Sidang
Panduan
Praktik
PA
Dosen
Dosen
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
PBM
210
Asesmen
No.
Kode
MK
Nama MK
Bahan Kajian
2. Pengambilan data penelitian
sesuai dengan proposal
penelitian.
3. Pengolahan data sesuai
dengan variabel dan skala
data penelitian
4. Analisis data sesuai dengan
tujuan dan hipotesa penelitian
5. Interpretasi hasil analisis
6. Penarikan kesimpulan sesuai
dengan hasil analisis
7. Penyusunan laporan hasil
penelitian sesuai dengan
sistematika yang telah
ditetapkan
T
SKS
Lab/
Pre
Tempat
Lap
PBM
Asesmen
Metode
PBM
Asesmen
Instrumen/Media
Ases
PBM
men
Pelaksana
PBM
kerja
Keterangan :
*) Dilaksanakan di laboratorium
**)
Ujian KTI dilaksanakan di kampus berupa seminar proposal dan seminar hasil/sidang
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
211
Asesmen
D. Rencana Pembelajaran ( RPS )
CONTOH RPS
MATA KULIAH
KODE MATA KULIAH
BEBAN STUDI
: HISTOLOGI DAN ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA
: KG204
: 1 SKS TEORI
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
1
160 MENIT
Mampu
mengidentifikasi bentuk
anatomi dan fisiologi
kepala
2
160 MENIT
Mampu
mengidentifikasi bentuk
anatomi dan fisiologi
leher
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
Kepala
1. anatomi
dan
fisiologi kepala
2. oirgan
organ
yang
terdapat
pada kepala
3. Mengidentifikasi
pembuluh darah
di kepala
Leher
4. anatomi
dan
fisiologi leher
5. oirgan
organ
yang
terdapat
pada leher
6. Mengidentifikasi
METODE
PEMBELA
JARAN
Tutorial
Tutorial
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
Mahasiswa
mempelaja
ri serta
mengikuti
instruksi
yang
diberikan
pada
modul
Mahasiswa
mempelaja
ri serta
mengikuti
instruksi
yang
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
212
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
pembuluh darah
di leher
METODE
PEMBELA
JARAN
3
160 MENIT
Mampu
Rongga Mulut 7. anatomi
dan
mengidentifikasi bentuk
fisiologi rongga
anatomi dan fisiologi
mulut
rongga mulut
8. oirgan
organ
yang
terdapat
pada
rongga
mulut
9. Mengidentifikasi
pembuluh darah
di rongga mulut
Tutorial
4
160 MENIT
Mampu
mengidentifikasi bentuk
anatomi dan fisiologi
otot
Tutorial
Otot
10. anatomi
dan
fisiologi otot
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
diberikan
pada
modul
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
fisiologi dan
histologi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
213
PER
TEMU
AN KE
5
WAKTU/
JAM
160 MENIT
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
Mampu
mengidentifikasi bentuk
anatomi dan fisiologi
persyarafan
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
Persyarafan
11. anatomi
dan
fisiologi
persyarafan
METODE
PEMBELA
JARAN
Tutorial
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
fisiologi dan
histologi
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
214
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
6
160 MENIT
7
160 MENIT
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
Mampu
Pengunyahan 12. anatomi
dan
mengidentifikasi bentuk
fisiologi
anatomi dan fisiologi
pengunyahan
pengunyahan
13. oirgan
organ
yang
terdapat
pada
pengunyahan
Mampu
mengidentifikasi bentuk
anatomi dan fisiologi
pencernaan
Pencernaan
14. anatomi
dan
fisiologi
pencernaan
15. oirgan
organ
yang
terdapat
pada
pencernaan
METODE
PEMBELA
JARAN
Tutorial
Tutorial
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
215
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
METODE
PEMBELA
JARAN
8
160 MENIT
Memahami
histologi
pengertian
Pengertian
Histologi
Definisi histologi
Tutorial
9
160 MENIT
Memahami Pengertian
dan organ – organ yang
terdapat dalam sel
Sel dan
sitiplasma
Pengertian dan
organ – organ yang
terdapat dalam sel
Tutorial
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
Tulis
Kampus
atau
tempat
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
216
PER
TEMU
AN KE
10
WAKTU/
JAM
160 MENIT
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
Memahami dan dpat
menyebutkan Macammacam ephitel dan
fungsinya
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
Ephitel
Macam-macam
ephitel dan fungsinya
METODE
PEMBELA
JARAN
Tutorial
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
TEMPAT
PEMBELAJARAN
kerja sesui
kebutuhan
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
217
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
METODE
PEMBELA
JARAN
11
160 MENIT
Mampu memahami dan
menyebutkan macammacam jaringan dasar
tubuh
Jaringan
dasar tubuh
manusia
Macam-macam
jaringan dasar tubuh
Tutorial
12
160 MENIT
Mampu memahami dan
menyebutkan organorgan yang terdpat
dlam rongga mulut
Histologi
rongga mulut
Organ-organ yang
terdapat dalam
rongga mulut
Tutorial
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
218
PER
TEMU
AN KE
13
WAKTU/
JAM
160 MENIT
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
Mampu memahami dan
menyebutkan tot-otot
yang terdapat dalam
rongga mulut
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
Otot pada
rongga mulut
Otot-otot yang
terdapat dalam
rongga mulut
METODE
PEMBELA
JARAN
Tutorial
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
mahasiswa
dibagi
dalam
beberapa
kelompok
untuk
mendiskusi
kan materi.
memprese
ntasikan
makalah
dan
mendiskusi
kan di
kelas
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
fisiologi dan
histologi
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
219
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DICAPAI (CP)
14
160 MENIT
Mampu memahami dan
menyebutkanPersyaraf
an yang terdapat dalam
rongga mulut
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
Persyarapan Persyarafan yang
rongga mulut terdapat dalam
rongga mulut
METODE
PEMBELA
JARAN
Tutorial
PENGALA
MAN
BELAJAR
MAHASIS
WA
Mahasiswa
mempelaja
ri serta
mengikuti
instruksi
yang
diberikan
pada
modul
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESME
N
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Mengukur
pemahaman
mahasiswa
tentang
pengertian
anatomi
fisiologi dan
histologi
Tulis
Kampus
atau
tempat
kerja sesui
kebutuhan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
220
MATA KULIAH
KODE MATA KULIAH
BEBAN STUDI
: HISTOLOGI DAN ANATOMI FISIOLOGI
: KG101
: 1 SKS (PRAKTIKUM)
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DIACAPAI (CP)
1
160 MENIT
Mampu
memeriksa
penyebaran
reseptor
termal di kulit,
Mampu memeriksa titiktitik raba, tekan dan
nyeri
pada
telapak
tangan.
2
160 MENIT
3
160 MENIT
Mampu membedakan
sensasi nyeri pada gigi
secara fisiologis.
Nilai mengukur nilai
ambang nyeri pada gigi.
Mampu
mengukur
waktu reaksi nyeri pada
gigi.
Mampu
menentukan
lokasi sensasi kecap.
Mampu membedakan
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
Mekanisme Kulit dan
sensorik I
tangan
Mekanisme
sensorik II
Mekanisme
sensorik III
Gigi
METODE
PEMBEL
AJARAN
PENGALAMAN
BELAJAR
MAHASISWA
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
Praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Mengukur
ketrampilan
dan
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Praktikum
lidah
Praktikum
METODE
ASESMEN
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
221
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DIACAPAI (CP)
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
METODE
PEMBEL
AJARAN
sensasi kecap primer.
4
160 MENIT
Mampu
memeriksa Mekanisme
reflek spinal sederhana. motorik tidak
mampu
memeriksa sadar-reflek
reflek saliva.
reflek
somatik
dab
otomatik
Praktikum
5
160 MENIT
Mampu
menentukan
nilai denyut nadi dan
tekanan darah secara
fisiologis.
Mampu membedakan
nilai denyut nadi dan
tekanan darah pada
posisi yang berbda.
Mampu
menentukan
faktor-faktor
yang
mempengaruhi denyut
menghitu
ng dan
menguku
r
suhu
tubuh
Praktikum
Denyut nadi
dan tekanan
darah
PENGALAMAN
BELAJAR
MAHASISWA
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
METODE
ASESMEN
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
222
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
6
160 MENIT
7
160 MENIT
8
160 MENIT
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DIACAPAI (CP)
nadi dan tekanan darah
pada
posisi
yang
berbeda.
Mampu
menentukan
perbedaan suhu mulut
dan suhu ketiak.
Mampu menerangkan
pengaruh
perbedaan
suhu mulut bernafas
dan setelah berkumur
dengan air es.
Mampu menerapkann
dengan baik dan benar
metode
pernafasan
buatan.
Mampu menerangkan
maksud dan tujuan
pernafasan buatan.
Mengenal
bagianbagian mikroskope dan
mampu
mengoperasikannya.
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
METODE
PEMBEL
AJARAN
PENGALAMAN
BELAJAR
MAHASISWA
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
Suhu tubuh
menguku
r
suhu
mulut
dan suhu
tubuh
Praktikum
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Pernafasan
buatan
macammacam
nafas
buatan
Praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Mikroskope
Menyebutkan
bagianbagian dari
mikroskop.
Mampu
Praktikum
METODE
ASESMEN
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
223
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DIACAPAI (CP)
9
160 MENIT
Mampu membedakan
ephitel berlapis gepeng,
bertanduk dan tidak
bertanduk.
10
160 MENIT
Mampu menentukan
serat yang terdapat
dalam tubuh manusia.
Mampu menjelaskan
lemak yang ada dalam
tubuh.
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
mengoperasi
kan
mikroskope.
Ephitel
Macammacam
ephitel :
epithel
berlapis
gepeng,
bertanduk
dan tidak
bertanduk
Serat dan
Mengenal
lemak
dan dapat
menggambar
kan serat
dan jaringan
lemak
11
160 MENIT
Dpat mengetahui dan
menggambarkan
macam-macam sel
darah dalam tubuh.
Darah dan
otot dalam
tubuh
manusia
Macammacam sel
darah dan
otot
METODE
PEMBEL
AJARAN
Praktikum
Praktikum
Praktikum
PENGALAMAN
BELAJAR
MAHASISWA
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESMEN
TEMPAT
PEMBELAJARAN
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
tentang hasil
praktikumnya
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
224
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DIACAPAI (CP)
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
METODE
PEMBEL
AJARAN
Dapt membedakan dan
menggambarkan otot
dalam tubuh.
12
160 MENIT
13
160 MENIT
14
160 MENIT
Mampu mengamati
bagian-bagian bibir,
papila pada lidah dan
glandula dlam rongga
mulut.
Bibir, lidah
dan glandula
Bagianbagian dari
bibir.
Papila pada
lidah.
Glandula
dalam
rongga
mulut.
Mampu mengamati dan Pertumbuhan Pertumbuhan
mengambar
gigi
gigi
pertumbuhan gigi
Praktikum
Mampu mengamati dan
menggambar gigi gosok
Praktikum
Gigi gosok
Gigi gosok
Praktikum
PENGALAMAN
BELAJAR
MAHASISWA
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
METODE
ASESMEN
TEMPAT
PEMBELAJARAN
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
mahasiswa
dibagi dalam
beberapa
Mengukur
ketrampilan
dan
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Mengukur
ketrampilan
dan
Observasi
Laboratoriu
m (di
kampus)
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
225
PER
TEMU
AN KE
WAKTU/
JAM
KEMAMPUAN AKHIR
YANG HARUS
DIACAPAI (CP)
BAHAN KAJIAN
MATERI
SUB POKOK
POKOK
BAHASAN
(POKOK
BAHASAN)
METODE
PEMBEL
AJARAN
PENGALAMAN
BELAJAR
MAHASISWA
KRITERIA
PENILAIAN
DAN
INDIKATOR
kelompok untuk
mempraktekan
sesuai
Panduan
praktikum
pemahaman
mahasiswa
tentang hasil
praktikumnya
METODE
ASESMEN
TEMPAT
PEMBELAJARAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
226
DESAIN
PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN
LAMPAU (RPL)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
TEKNOLOGI
LABORATORIUM MEDIK
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
227
PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN BAHAN KAJIAN
A. Profil Lulusan
1.
Teknisi flebotomi
2.
Teknisi laboratorium medik
3.
Verifikator proses pemeriksaan laboratorium medik
4.
Pelaksana promosi pelayanan laboratorium medik
5.
Asisten peneliti
B. Capaian Pembelajaran
Kompetensi
Utama
lulusan
Program
Studi
Diploma
III
Teknologi
Laboratorium Medik adalah :
1. Teknisi flebotomi
Kompetensi Utama :
a. Mampu melakukan pengambilan spesimen darah, penanganan
cairan dan jaringan tubuh sesuai prosedur standar, aman dan
nyaman untuk mendapatkan spesimen yang representatif untuk
pemeriksaan laboratorium.
b. Menguasai
anatomi
tubuh
manusia,
sistem
sirkulasi
dan
hemostasis, teknik pengambilan darah kapiler, vena dan arteri,
komplikasi flebotomi, penanganan pasien akibat tindakan flebotomi,
sistem dokumentasi dan penanganan spesimen, quality assurance,
komunikasi dan Patient safety.
c. Bertanggungjawab terhadap kompetensi dan etika profesi, hak
pasien serta keamanan dan kenyamanan pasien.
2. Teknisi laboratorium medik
Kompetensi Utama :
a. Mampu melakukan pemeriksaan laboratorium medik mulai tahap
pra analitik, analitik sampai pasca analitik di bidang kimia klinik,
hematologi, imunoserologi, imunohematologi, bakteriologi, virologi,
mikologi, parasitologi, sitohistoteknologi dan toksikologi klinik dari
sampel darah, cairan dan jaringan tubuh manusia menggunakan
instrumen sederhana dan otomatis secara terampil sesuai standar
pemeriksaan untuk menghasilkan informasi diagnostik yang tepat.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
228
b. Menguasai teori yang terkait dengan pemeriksaan laboratorium
medik mulai tahap pra analitik, analitik sampai pasca analitik bidang
kimia
klinik,
hematologi,
imunoserologi,
imunohematologi,
bakteriologi, virologi, mikologi, parasitologi, sitohistoteknologi dan
toksikologi
klinik dari
sampel darah, cairan dan jaringan tubuh
manusia menggunakan instrumen sederhana dan otomatis secara
terampil sesuai standar pemeriksaan untuk menghasilkan informasi
diagnostik yang tepat.
c. Mampu bekerjasama dengan tim, menyusun dan melaporkan hasil
pemeriksaan yang valid kepada pihak yang berwenang dan mampu
mendokumentasikan serta menjaga kerahasiaan informasi sesuai
kode etik profesi.
3. Verifikator proses pemeriksaan laboratorium medik
Kompetensi Utama :
a. Mampu melakukan tindakan pencegahan terjadinya kesalahan pada
pemeriksaan
kimia
klinik,
imunohematologi,
bakteriologi,
sitohistoteknologi
dan
hematologi,
virologi,
toksikologi klinik
imunoserologi,
mikologi,
parasitologi,
meliputi
tahap
pra
analitik, analitik, dan pasca analitik melalui konfirmasi kesesuaian
proses dengan standar untuk mencapai hasil pemeriksaan yang
berkualitas.
b. Menguasai konsep pengendalian mutu laboratorium medik secara
internal,
aspek-aspek
penting
proses
pemeriksaan,
serta
mengidentifikasi terjadinya kesalahan proses pemeriksaan.
c. Bertanggung jawab terhadap kualitas proses setiap
tahapan
pemeriksaan laboratorium medik, untuk menjamin validitas hasil
pemeriksaan.
4. Pelaksana promosi pelayanan laboratorium medik
Kompetensi Utama :
a. Mampu menyampaikan informasi pelayanan laboratorium medik
melalui komunikasi secara efektif baik interpersonal maupun
profesional kepada pasien, teman sejawat, klinisi dan masyarakat
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
229
b. Mampu menguasai konsep komunikasi dan promosi kesehatan
berbasis individu dan masyarakat berdasarkan nilai-nilai budaya
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.
c. Mampu berkerjasama dengan tim dalam memberikan informasi
pelayanan laboratorium medik kepada pasien,teman sejawat, klinisi
dan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
secara optimal.
5. Asisten peneliti
Kompetensi Utama :
a. Mampu mengumpulkan dan mengolah data secara deskriptif pada
penelitian dasar dan terapan di bidang kesehatan khususnya pada
laboratorium medik.
b. Menguasai konsep perumusan masalah, teknik pengumpulan dan
pengolahan data secara deskriptif pada penelitian dasar maupun
terapan di bidang kesehatan khususnya laboratorium medik.
c. Dapat
mempertanggung jawabkan hasil pengumpulan
dan
pengolahan data secara deskriptif pada penelitian dasar dan
terapan bidang kesehatan khususnya laboratorium medik.
C. Bahan Kajian
NO
KOMPETENSI
1
Mampu
melakukan
pengambilan
specimen darah, penanganan cairan dan
jaringan tubuh sesuai prosedur standar,
aman dan nyaman untuk mendapatkan
spesimen yang representative untuk
pemeriksaan laboratorium
BAHAN KAJIAN
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
Persiapan pasien untuk pemeriksaan
laboratorium medik
Persyaratan pasien dan pencegahan
infeksi dalam pengambilan sampel
darah dan sampel biologis
Persiapan alat dan bahan dalam
pengambilan darah kapiler, vena, dan
arteri
Teknik pengambilan darah kapiler,
vena, dan arteri
Penanganan darah dan sampel biologis
(urine, feses, sputum, cairan otak,
transudat/eksudat, cairan semen, batu
ginjal, batu empedu, sekret dan
jaringan)
Flebotomi dengan penyulit
Sistem pendokumentasian
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
230
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
8)
2
Menguasai anatomi tubuh manusia,
sistem sirkulasi dan hemostasis, teknik
pengambilan darah kapiler, vena dan
arteri, komplikasi flebotomi, penanganan
pasien akibat tindakan flebotomi, sistem
dokumentasi dan penanganan spesimen,
quality assurance, komunikasi dan Patient
safety
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
14)
15)
16)
17)
18)
19)
20)
Pengambilan dan penanganan
spesimen darah serta cairan tubuh di
laboratorium medik
Konsep-konsep flebotomi
Komponen komunikasi: sumber, pesan,
penerima, sarana, tujuan
Umpan balik : komunikasi
Hambatan komunikasi
Komunikasi Intrapersonal dan
Interpersonal
Komunikasi interpersonal di
laboratorium klinik
Sistem kardiovaskuler (anatomi jantung
dan pembuluh darah)
Sistem peredaran darah
Tekanan darah dan faktor yang
mempengaruhinya
Sistem respiratori (saluran pernafasan
dan paru-paru)
Mekanisme pernafasan dan kapasitas
vital paru-paru
Sistem digesti (mulut, kelenjar ludah,
faring, lambung, usus
Anatomi dan sekresi pankreas
Anatomi dan struktur sel hepar dan
kandung empedu
Digesti dan absorbsi karbohidrat, lemak
dan protein
Sistem urogenital
Anatomi dan struktur sel ginjal
Fungsi ginjal
Anatomi dan fisiologi Sistem endokrin
Mekanisme inflamasi/ peradangan
Gangguan sistem:
peredaran darah (hipertensi,
hipotensi, iskemia, hipoksia,
trombus, embolus, jantung koroner,
stroke dan shock)
pernapasan (pneumonia, asma,
tuberkulosis)
keseimbangan cairan, elektrolit dan
asam basa (dehidrasi, oedema,
asidosis, alkalosis, )
pencernaan (gastritis,
gastroenteritis, kolelitiasis,
kolesistitis, pankreatitis)
urogenital (nefritis, sistitis, glomerulo
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
231
NO
KOMPETENSI
3
Bertanggung jawab terhadap kompetensi
dan etika profesional, hak pasien serta
keamanan dan kenyamanan pasien.
4
Mampu melakukan pemeriksaan
laboratorium medik mulai tahap pra
analitik, analitik sampai pasca analitik di
bidang kimia klinik, hematologi,
imunoserologi, imunohematologi,
bakteriologi, virologi, mikologi,
parasitologi, sitohistoteknologi dan
toksikologi klinik dari sampel darah, cairan
dan jaringan tubuh manusia
menggunakan instrumen sederhana dan
otomatis secara terampil sesuai standar
pemeriksaan untuk menghasilkan
informasi diagnostik yang tepat
BAHAN KAJIAN
21)
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
14)
15)
16)
17)
18)
19)
nefritis, uretritis, batu ginjal, gagal
ginjal, uremia, albuminuria dan
hematuria)
hepar (ikterus, hepatitis, sirosis)
endokrin (hipotiroidisme,
hipertiroidisme dan osteoporosis)
Komplikasi flebotomi
Aspek medikolegal
Etika professional
Kompetensi professional
Hak pengguna layanan (pasien)
Informasi dan persetujuan tindakan
Tanggung jawab hukum
Perlindungan hukum
Patient safety
Penanganan bahan kimia
Perhitungan konsentrasi larutan
Pengoperasian neraca analitis
Pengoperasian alat gelas
Pembuatan larutan
Penanganan larutan
Pengukuran pH larutan
Uji kualitas larutan
Penyimpanan larutan
Penggunaan dan perawatan alat -alat
laboratorium medik : (mikroskop;
spektrofotometer; oven; autoklaf; water
bath; inkubator; hoteplate; ELISA
analyzer; hematology analyzer;
centrifuge,elektrolit analyzer; blood gas
analyzer)
Identifikasi karbohidrat
Identifikasi lipid
Identifikasi protein
Pengujian faktor-faktor yang
mempengaruhi aktivitas enzim
Pemeriksaan makroskopis, kimia dan
mikroskopis urine; feses; cairan semen;
transudat dan eksudat; cairan sendi;
cairan otak;
Pemeriksaan makroskopis dan kimia
batu ginjal
Pemeriksaan urin dan cairan tubuh di
laboratorium klinik
Pemeriksaan karbohidrat (glukosa dan
HbA1c)
Pemeriksaan profil lipid (trigliserida,
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
232
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
20)
21)
22)
23)
24)
25)
26)
27)
28)
29)
30)
31)
32)
33)
34)
kolesterol, HDL dan LDL)
Pemeriksaan protein (albumin, globulin
dan fraksi protein)
Pemeriksaan non protein nitrogen
(ureum, kreatinin, asam urat)
Pemeriksaan gangguan ginjal (CCT
dan cystatin C)
Pemeriksaan gangguan hati dan
saluran empedu (bilirubin, AST, ALT,
GGT, ALP)
Pemeriksaan gangguan pancreas
(amilase dan lipase)
Pemeriksaan gangguan jantung (CK,
CK-MB, LDH)
Pemeriksaan gangguan endrokrin
(T3,T4,TSH, Ca,P)
Pemeriksaan gangguan elektrolit (Na,K
danCl)
Pemeriksaan gangguan kesimbangan
asam basa (analisa gas darah: pH,
pO2, pCO2, SO2, acid base, base
excess, bikarbonat)
Jaminan mutu pemeriksaan Kimia Klinik
Pemeriksaan metabolit darah di
laboratorium klinik
Pemeriksaan darah:
(Kadar haemoglobin; Jumlah dan
morfologi eritrosit; Jumlah, jenis dan
morfologi leukosit; Jumlah dan fungsi
trombosit; Jumlah retikulosit; Nilai
hematokrit; Indeks eritrosit; Laju Endap
Darah/LED; Sel LE; Resistensi osmotik;
Pemeriksaan komponen darah dan
hemostasis)
Teknik deteksi antigen-antibodi dengan
prinsip : aglutinasi; presipitasi; fiksasi
komplemen; flokulasi; deteksi antigenantibodi dengan prinsip
imunokromatografi (ICT); ELISA
Pemeriksaan parameter imunoserologi
di lab klinik (pemeriksaan golongan
darah; pemeriksaan cross match;
pemeriksaan antigen dan antibodi
darah donor; pemeriksaan golongan
darah di unit transfusi darah)
Isolasi dan identifikasi bakteri penyebab
infeksi pada kulit; saluran
gastrointestinal; pernapasan; saluran
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
233
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
35)
36)
37)
38)
39)
40)
41)
42)
43)
44)
45)
46)
47)
48)
49)
50)
51)
52)
53)
54)
55)
56)
57)
urogenital; saluran sistem syaraf;
nosokomial;
Identifikasi jamur penyebab infeksi di
lab klinik (penyebab mikosis superfisial)
Diagnosis laboratorium nematoda
(usus, darah dan jaringan); trematode
(darah, usus, paru dan hati); cestoda;
protozoa kelas : rhizopoda, ciliata,
flagelata, sporozoa,
Identifikasi insekta; arachnida;
crustacea;
Teknis pembuatan preparat sitologi
dasar dan histologi dasar
Tahapan pembuatan preparat sitologi
dasar dan histologi dasar (fiksasi,
blocking, embedding, mounting)
Teknik pewarnaan sitologi dasar dan
histologi dasar
Pemeriksaan laboratorium untuk
narkotika, psikotropik, dan zat adiktif
Pemeriksaan laboratorium untuk
alkohol
Pemeriksaan laboratorium untuk
keracunan logam berat
Pemeriksaan laboratorium untuk
keracunan pestisida
Pemeriksaan laboratorium untuk
keracunan sianida dan gas CO
Validasi metoda
Pengendalian mutu Internal (PMI)
Pengendalian mutu Eksternal (PME)/Uji
profisiensi
Good Laboratory Practice (GLP)
Quality Management berdasarkan
ISO15189
Pengendalian mutu di lababoratorium
klinik
Penggunaan alat pelindung diri di lab
medis
Penanganan kecelakaan kerja dan
medis
Penanganan limbah medis dan non
medis
Desinfeksi , dekontaminasi
Penanganan bahan berbahaya dan
beracun (B3)
Penanganan limbah medis, non medis
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
234
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
58)
59)
60)
61)
62)
5
Menguasai teori yang terkait dengan
pemeriksaan laboratorium medik mulai
tahap pra analitik, analitik sampai pasca
analitik bidang kimia klinik, hematologi,
imunoserologi,
imunohematologi,
bakteriologi,
virologi,
mikologi,
parasitologi,
sitohistoteknologi
dan
toksikologi klinik dari sampel darah,
cairan dan jaringan tubuh manusia
menggunakan instrumen sederhana dan
otomatis secara terampil sesuai standar
pemeriksaan
untuk
menghasilkan
informasi diagnostik yang tepat.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
dan bahan berbahaya di lab klinik
Pemahaman terhadap prosedur dalam
bahasa Inggris
Komunikasi dalam bahasa Inggris
Laporan pemeriksaan laboratorium
dalam bahasa Inggris
Presentasi dalam bahasa Inggris
Aplikasi bahasa Inggris dalam
pemeriksaan di lab klinik
Konsep:Pengetahuan dan penanganan
bahan kimia (Konsentrasi larutan; pH
dan larutan buffer; Stoikiometri; Reaksi
netralisasi asam-basa; pengoperasian
neraca analitis dan alat gelas;
pembuatan, penanganan dan
penyimpanan larutan; uji kualitas
larutan)
Konsep biologi sel dan biologi
molekuler (Penggolongan sel; struktur
sel; pembelahan sel; dasar-dasar
genetika; asam nukleat; kode genetik;
sintesa protein; mutasi genetik; dan
pemanfaatan tenologi biomolekuler
dalam diagnosis)
Konsep : Fungsi mineral dan vitamin;
Enzim (klasifikasi,
nomenklatur,mekanisme kerja dan
faktor yang mempengaruhi
aktivitasnya);
Konsep metabolisme karbohidrat;
metabolisme protein; metabolism lipid;
metabolisme asam nukleat; peranan
hormon dalam metabolisme
Konsep : mekanisme pembentukan
urin; mekanisme pembentukan feses;
fisiologi cairan semen; fisiologi
transudat dan eksudat; fisiologi cairan
sendi; fisiologi cairan otak;
pembentukan batu ginjal.
Konsep : Gangguan metabolisme
karbohidrat (toleransi glukosa,
hiperglikemi, hipoglikemi dan DM); Lipid
(dislipidemia dan lipoprotein); Protein
(hipoalbuminemia, hiperglobulinemia);
Non protein nitrogen (uremia, gout
artritis)
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
235
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
Konsep: gangguan fungsi ginjal;
gangguan fungsi hati dan saluran
empedu; gangguan fungsi pankreas;
gangguan fungsi jantung; gangguan
fungsi endokrin; gangguan
keseimbangan cairan dan elektrolit;
gangguan keseimbangan asam basa
Konsep : Pembentukan sel darah
(haemopoiesis); sintesis, struktur dan
metabolisme haemoglobin; Morfologi
dan fungsi sel darah; Sistem
koagulasi/hemostasis; Kelainan
haemoglobin; Kelainan eritrosit;
Kelainan leukosit; Kelainan trombosit;
Kelainan sistem koagulasi / hemostasis
Konsep : Sistem kekebalan tubuh dan
gangguannya; Respon kekebalan
tubuh; Defisiensi sistem kekebalan
tubuh; Reaksi autoimun; Reaksi
hipersensitivitas dan transplantasi
jaringan;
Konsep dasar imunohematologi; Sistem
golongan darah genotype dan fenotipe;
Incompatibility golongan darah; Reaksi
akibat transfusi; Komponen-komponen
darah untuk transfusi; Infeksi menular
lewat transfuse (IMLT);
Konsep : morfologi, struktur dan
fisiologi bakteri; pertumbuhan dan
reproduksi bakteri; Genetika dan
metabolisme bakteri; Mikroflora normal;
Bakteri patogen Gram positive (+)
kokus; Bakteri patogen Gram positive
(+) batang; Bakteri patogen Gram
negative (–) kokus; Bakteri patogen
Gram negative (–) batang; Penyebaran
dan pengendalian bakteri (sterilisasi,
desinfeksi, antibiotika); Pewarnaan
bakteri; Biakan murni; Uji biokimia
bakteri; Uji sensitivitas bakteri; Angka
kuman
Konsep : Dasar-dasar virologi (struktur,
replikasi, pertumbuhan); Virus DNA;
Virus RNA; Bakteriofaga; Vaksin virus;
Infeksi dan penyebaran virus
Konsep : Morfologi, patogenitas, gejala
klinis dan epidemiologi; Klasifikasi
penyakit jamur; Jamur kontaminan dan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
236
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
14)
15)
16)
17)
18)
6
Mampu bekerja sama dengan tim,
menyusun
dan
melaporkan
hasil
pemeriksaan yang valid kepada pihak
dan
mampu
yang
berwenang
mendokumentasikan
serta
menjaga
kerahasiaan informasi sesuai kode etik
profesi
pathogen; Mikotoksin dan toksisitasnya;
Konsep dasar Parasitologi :
Morfologi,siklus hidup, patogenitas,
gejala klinis, epidemiologi dan cara
penularan masing-masing parasit
dalam golongan Helmintologi,
Protozoologi dan Entomologi.
Konsep Dasar sitologi dan histologi :
Jenis-jenis sel epitel dan jaringan;
Histologi organ dan sistem respirasi;
Histologi organ dan sistem digesti;
Histologi organ dan sistem sirkulasi;
Histologi organ dan sistem ekskresi;
Teknik Sitohistologi
Konsep dasar toksikologi :
Toksokinetika; Toksodinamika;
Biotransformasi racun; Perundangundangan NAPZA;
Konsep dasar kendali mutu
laboratorium (presisi, akurasi,
sensitifitas, spesifisitas, linieritas, limit
deteksi dan limit kuantitasi); Sumber
kesalahan pada tahap pra-analitik,
analitik dan pasca analitik; Bahan
kontrol; Pengolahan data pengendalian
kualitas; batas kontrol (SD, CV, Total
error) dan grafik kontrol; Evaluasi
harian,bulanan dan tahunan; Nilai
rujukan;
Konsep dasar K3 dan Patient safety :
Jenis, tata ruang dan fasilitas
laboratorium medik; jenis kecelakaan di
laboratorium; Jenis bahan berbahaya
dan beracun; Jenis-jenis limbah
laboratorium; K3 laboratorium kimia; K3
laboratorium mikrobiologi; K3
laboratorium medik;
1) Jaminan mutu pemeriksaan Kimia Klinik
2) Jaminan mutu pemeriksaan Hematologi
3) Jaminan mutu pemeriksaan
imunoserologi
4) Jaminan mutu pemeriksaan
Imunohematologi
5) Jaminan mutu pemeriksaan Bakteriologi
6) Jaminan mutu pemeriksaan Virologi
7) Jaminan mutu pemeriksaan Mikologi
8) Jaminan mutu pemeriksaan Parasitologi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
237
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
9) Jaminan mutu pemeriksaan
Sitohistoteknologi
10) Jaminan mutu pemeriksaanToksikologi
klinik
7
Mampu melakukan tindakan pencegahan
terjadinya kesalahan pada pemeriksaan
kimia klinik, hematologi, imunoserologi,
imunohematologi, bakteriologi, virologi,
mikologi, parasitologi, sitohistoteknologi
dan toksikologi klinik meliputi tahap
pra analitik, analitik, dan pasca analitik
melalui konfirmasi kesesuaian proses
dengan standar untuk mencapai hasil
pemeriksaan yang berkualitas.
1) Verifikasi permintaan pemeriksaan
laboratorium
2) Persiapan pasien
3) Pengambilan dan penanganan spesimen
4) Pemilihan metoda analisis
5) Uji kualitas bahan laboratorium (reagen,
bahan standar,bahan kontrol, air dan
media)
6) Status kalibrasi peralatan laboratorium
7) Standar Operating Prosedur
8) Pengendalian proses
9) Pelaporan Hasil
10) Verifikasi proses pemeriksaan di
laboratorium medik
11) Pengembangan Organisasi
12) Kerjasama Team
13) Desain laboratorium dan Alur kerja (Work
flow)
14) Respon time dan TAT (Turn around
Time)
8
Menguasai konsep pengendalian mutu
laboratorium medik secara
internal,
aspek-aspek
penting
proses
pemeriksaan,
serta
mengidentifikasi
terjadinya
kesalahan
proses
pemeriksaan.
1) Validasi Metoda
2) Tindakan perbaikan dan pencegahan
kesalahan
3) Bahan laboratorium (reagen, bahan
standar, bahan kontrol, air, dan media)
4) Konsep kalibrasi peralatan laboratorium
9
Bertanggung jawab terhadap kualitas
proses setiap
tahapan pemeriksaan
laboratorium medik, untuk menjamin
validitas hasil pemeriksaan.
Mampu
menyampaikan
informasi
pelayanan laboratorium medik melalui
komunikasi
secara
efektif
baik
interpersonal
maupun
professional
kepada pasien, teman sejawat, klinisi dan
masyarakat untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat secara optimal.
1) Quality Assurance
2) Ethical Profesional
10
1) Komunikasi kelompok organisasi, publik
dan komunikasi massa
2) Penerapan komunikasi Interpersonal
dan kelompok di masyarakat
3) Penerapan nilai-nilai budaya individu di
masyarakat
4) Sistem Kebijakan kesehatan
5) Penerapan sistem kebijakan kesehatan
di masyarakat
6) Isu-isu kesehatan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
238
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
7) Penyuluhan atau seminar tentang isu-isu
kesehatan kepada masyarakat
8) Desain riset epidemiologi
9) Surveilen epidemiologi
11
Mampu menguasai konsep komunikasi
dan promosi kesehatan berbasis individu
dan masyarakat berdasarkan nilai-nilai
budaya untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat secara optimal.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
Konsep komunikasi
Pengertian & model komunikasi
Konsep perilaku
Konsep masyarakat
Dinamika kelompok
Pengertian dan ruang Lingkup
epidemiologi
7) Konsep : sehat dan sakit
8) Riwayat Alamiah Penyakit
9) Hubungan Sebab-Akibat Kejadian
Penyakit
10) Epidemiologi Penyakit Menular dan tidak
menular
11) Wabah
12
Mampu berkerja sama dengan tim dalam
memberikan
informasi
pelayanan
laboratorium medik kepada pasien,teman
sejawat, klinisi dan masyarakat untuk
meningkatkan
derajat
kesehatan
masyarakat secara optimal.
1) Kerjasama tim
2) Ketepatan informasi
3) Penerapan riset epidemiologi dalam
masalah kesehatan
4) Penyuluhan kesehatan masyarakat
terkait bidang klinik (Kimia Klinik,
Hematologi, Imunoserologi)
5) Penyuluhan kesehatan masyarakat
terkait bidang mikrobiologi (bakteriologi,
parasitologi,mikologi dan virologi)
6) Penyuluhan kesehatan masyarakat
terkait bidang toksikologi klinik
13
Mampu mengumpulkan dan mengolah
data secara deskriptif pada penelitian
dasar dan terapan di bidang kesehatan
khususnya pada laboratorium medik.
1)
2)
3)
4)
Teknik pengumpulan data
Teknik pengolahan dan analisis data
Identifikasi Masalah penelitian
Desain dan metode penelitian kualitatif
dan kuantitatif
14
Menguasai konsep perumusan masalah,
teknik pengumpulan dan pengolahan
data secara deskriptif pada penelitian
dasar maupun terapan di bidang
kesehatan
khususnya
laboratorium
medik.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
Konsep dasar statistika
Jenis-jenis data
Distribusi populasi
Konsep probabilitas
Statistik parametrik
Statistik non parametrik
Konsep statistik kesehatan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
239
NO
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
8) Konsep penelitian
9) Tujuan penelitian
10) Manfaat penelitian
11) Variabel penelitian
12) Populasi dan sampel
13) Instrumen penelitian
14) Pengumpulan data penelitian
15
Dapat mempertanggung jawabkan hasil
pengumpulan
dan pengolahan data
secara deskriptif pada penelitian dasar
dan terapan bidang kesehatan khususnya
laboratorium medik
1) Etika penelitian
2) Pembuatan laporan tertulis dari hasil
pengamatan
3) pemaparan hasil pengamatan yang telah
dilakukan
4) Penulisan laporan menggunakan kaidah
penulisan karya tulis ilmiah
5) Pelaksanaan pengamatan berdasarkan
etika keilmuan
6) Pembuatan laporan tertulis dari hasil
pengamatan bidang klinik (Kimia Klinik,
Hematologi, Imunoserologi)
7) Pembuatan laporan tertulis dari hasil
pengamatan bidang mikrobiologi
(Bakteriologi, Parasitologi, Virologi)
8) Pembuatan laporan tertulis dari hasil
pengamatan bidang toksikologi klinik
Hasil pemetaan capaian pembelajaran dengan mata kuliah didapatkan
hasil sebagai berikut :
NO
KOMPETENSI/CP
SUB KOMPETENSI
1
Ahli Madya Teknologi
Laboratorium
Medik
yang
mempunyai
kemampuan
dalam
melakukan
pengambilan spesimen
darah
penanganan
cairan dan jaringan
tubuh manusia untuk
pemeriksaan
laboratorium medik
a. Mampu melakukan pengambilan
spesimen darah, penanganan
cairan dan jaringan tubuh sesuai
prosedur standar, aman dan
nyaman
untuk
mendapatkan
spesimen yang representatif untuk
pemeriksaan laboratorium
b. Menguasai
anatomi
tubuh
manusia, sistem sirkulasi dan
hemostasis, teknik pengambilan
darah kapiler, vena dan arteri,
komplikasi flebotomi, penanganan
pasien akibat tindakan flebotomi,
sistem
dokumentasi
dan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
MATA KULIAH
TERKAIT
Flebotomi dan bahan
pemeriksaan
Komunikasi
Etika profesi dan
hukum kesehatan
Anatomi Fisiologi
Patofisiologi
K3 dan Patient safety
LIS dan Manajamen
Lab
Kewirausahaan
Laboratorium
PKL
Yang wajib tempuh :
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
240
NO
KOMPETENSI/CP
SUB KOMPETENSI
penanganan spesimen, quality
assurance, komunikasi dan Patient
safety
2
Ahli Madya Teknologi
Laboratorium
Medik
yang
mempunyai
kemampuan
dalam
melakukan
pemeriksaan
darah,
bahan biologis lainnya,
air dan makanan serta
bertanggung
jawab
terhadap kualitas hasil
pemeriksaan
di
laboratorium medik dan
kesehatan
c. Bertanggung
jawab
terhadap
kompetensi dan etika profesional,
hak pasien serta keamanan dan
kenyamanan pasien
a. Mampu
melakukan
pemeriksaan
laboratorium
medik mulai tahap pra analitik,
analitik sampai pasca analitik di
bidang kimia klinik, hematologi,
imunoserologi, imunohematologi,
bakteriologi, virologi, mikologi,
parasitologi, sitohistoteknologi dan
toksikologi klinik dari sampel
darah, cairan dan jaringan tubuh
manusia menggunakan instrumen
sederhana dan otomatis secara
terampil
sesuai
standar
pemeriksaan untuk menghasilkan
informasi diagnostik yang tepat
b. Menguasai teori yang terkait
dengan pemeriksaan laboratorium
medik mulai tahap pra analitik,
analitik
sampai pasca analitik
bidang kimia klinik, hematologi,
imunoserologi, imunohematologi,
bakteriologi, virologi, mikologi,
parasitologi,
sitohistoteknologi
dan
toksikologi
klinik
dari
sampel darah, cairan dan jaringan
tubuh manusia menggunakan
instrumen sederhana dan otomatis
secara terampil sesuai standar
pemeriksaan untuk menghasilkan
informasi diagnostik yang tepat
MATA KULIAH
TERKAIT
1. Etika profesi dan
hukum kesehatan (2
SKS)
2. Kewirausahaan
Laboratorium (2
SKS)
1. Biologi sel dan
molekuler
2. Instrumentasi
3. Hematologi
4. Kimia klinik
5. Imunoserologi
6. Imunohematologi
7. Bakteriologi
8. Virologi
9. Mikologi
10. Parasitologi
11. Sitohistoteknologi
12. Toksikologi klinik
Yang wajib tempuh :
1. Biologi sel dan
molekuler (3 SKS)
2. Sitohistoteknologi (3
SKS)
3. Toksikologi klinik
(3 SKS)
c. Mampu
bekerjasama
dengan
tim, menyusun dan melaporkan
hasil pemeriksaan
yang valid
kepada pihak yang berwenang
dan mampu mendokumentasikan
serta
menjaga
kerahasiaan
informasi sesuai kode etik profesi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
241
NO
KOMPETENSI/CP
SUB KOMPETENSI
3
Pembukti (verifikator)
kesesuaian
proses
dengan standar dalam
pemeriksaan
di
laboratorium medik.
a. Mampu
melakukan
tindakan
pencegahan terjadinya kesalahan
pada pemeriksaan kimia klinik,
hematologi,
imunoserologi,
imunohematologi,
bakteriologi,
virologi, mikologi, parasitologi,
sitohistoteknologi
dan
toksikologi klinik meliputi tahap
pra analitik, analitik, dan pasca
analitik
melalui
konfirmasi
kesesuaian
proses
dengan
standar untuk mencapai hasil
pemeriksaan yang berkualitas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
MATA KULIAH
TERKAIT
Flebotomi dan
bahan pemeriksaan
Kendali mutu
Instrumentasi
Manajemen Lab
Etika profesi dan
hukum kesehatan
PKL
b. Menguasai
konsep
pengendalian mutu laboratorium
medik secara internal, aspekaspek
penting
proses
pemeriksaan,
serta
mengidentifikasi
terjadinya
kesalahan proses pemeriksaan
c. Bertanggung
jawab
terhadap
kualitas proses setiap tahapan
pemeriksaan laboratorium medik,
untuk menjamin validitas hasil
pemeriksaan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
242
NO
KOMPETENSI/CP
SUB KOMPETENSI
4
Pelaku
penyampaian
informasi
pelayanan
laboratorium
medik
melalui
komunikasi
secara efektif
baik
interpersonal maupun
profesional
terhadap
pasien, teman sejawat,
klinisi dan masyarakat.
a. Mampu
menyampaikan
informasi
pelayanan
laboratorium
medik
melalui
komunikasi secara efektif
baik
interpersonal maupun profesional
kepada pasien, teman sejawat,
klinisi dan masyarakat untuk
meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat secara optimal
MATA KULIAH
TERKAIT
1. Komunikasi
2. Promosi kesehatan
3. PPKM
b. Mampu
menguasai
konsep
komunikasi
dan
promosi
kesehatan berbasis
individu
dan
masyarakat
berdasarkan
nilai-nilai
budaya
untuk
meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat secara optimal
5
Ahli Madya Teknologi
Laboratorium
Medik
yang
mempunyai
kemampuan
dalam
membantu
proses
penelitian dasar dan
terapan
di
bidang
laboratorium medik
c. Mampu berkerjasama dengan tim
dalam
memberikan
informasi
pelayanan laboratorium medik
kepada pasien, teman sejawat,
klinisi dan masyarakat untuk
meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat secara optimal.
a. Mampu
mengumpulkan
dan
mengolah data secara deskriptif
pada
penelitian dasar dan
terapan di bidang kesehatan
khususnya pada laboratorium
medik.
b. Menguasai konsep perumusan
masalah, teknik pengumpulan
dan pengolahan data secara
deskriptif pada penelitian dasar
maupun
terapan
di
bidang
kesehatan
khususnya
laboratorium medik
1. Metodologi
penelitian
2. Statistik
3. KTI
Yang wajib tempuh :
1. Metodologi
penelitian (2 SKS)
2. KTI (2 SKS)
c. Dapat
mempertanggungjawabkan hasil
pengumpulan
dan pengolahan
data secara deskriptif pada
penelitian dasar dan terapan
bidang kesehatan khususnya
laboratorium medik
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
243
KURIKULUM DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum
Kurikulum yang digunakan pada Program Diploma III Teknologi
Laboratorium Medik/TLM (Analis Kesehatan) dengan pendekatan RPL
mengacu pada Kurikulum TLM Tahun 2014. Total SKS yang harus
diselesaikan sebanyak 108 SKS.
Tabel 1. Struktur Kurikulum Diploma III Teknologi Laboratorium Medik/TLM
NO.
KODE MK
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
TLM_RPL_101
TLM_RPL_102
TLM_RPL_103
TLM_RPL_104
TLM_RPL_105
TLM_RPL_106
TLM_RPL_107
TLM_RPL_108
TLM_RPL_109
TLM_RPL_110
TLM_RPL_111
TLM_RPL_112
TLM_RPL_113
TLM_RPL_114
TLM_RPL_115
TLM_RPL_116
TLM_RPL_117
TLM_RPL_118
TLM_RPL_119
TLM_RPL_120
TLM_RPL_121
TLM_RPL_122
24
25
26
27
28
29
30
31
TLM_RPL_124
TLM_RPL_125
TLM_RPL_126
TLM_RPL_127
TLM_RPL_128
TLM_RPL_201
TLM_RPL_202
TLM_RPL_203
TLM_RPL_123
BOBOT
SKS
MATA KULIAH
Pendidikan Agama
Pendidikan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Pengantar Laboratorium Medik
K3 dan Patient safety
Instrumentasi
Biokimia
Anatomi Fisiologi
Patofisiologi
Flebotomi dan bahan pemeriksaan
Urinalisa dan Feses rutin
Kimia Klinik
Hematologi
Hemostasis
Imunoserologi
Imunohematologi dan Bank Darah
Bakteriologi
Virologi
Mikologi
Parasitologi
Kendali Mutu
Aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen
Laboratorium
Statistika
Komunikasi
Promosi kesehatan dan Epidemiologi
PKL
PPKM
Biologi Sel dan Molekuler
Sitohistoteknologi
Toksikologi Klinik
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
2
2
2
2
2
2
4
2
2
2
3
3
6
6
3
6
2
6
2
2
5
4
2
2
2
3
8
4
3
3
3
244
NO.
KODE MK
32
33
34
35
TLM_RPL_204
TLM_RPL_205
TLM_RPL_206
TLM_RPL_207
BOBOT
SKS
MATA KULIAH
Metodologi Penelitian
Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
Kewirausahaan Laboratorium
KTI
JUMLAH
2
2
2
2
108
Dari hasil pemetaan capaian pembelajaran dengan mata kuliah
didapatkan 17 SKS wajib ditempuh dan 91 SKS dapat diajukan
untuk ditempuh dengan cara RPL.
Tabel 2. Data Mata Kuliah Wajib Tempuh Untuk Program RPL
NO.
1
2
3
4
5
6
7
KODE MK
TLM_RPL_201
TLM_RPL_202
TLM_RPL_203
TLM_RPL_204
TLM_RPL_205
TLM_RPL_206
TLM_RPL_207
BOBOT
SKS
MATA KULIAH
Biologi Sel dan Molekuler
Sitohistoteknologi
Toksikologi Klinik
Metodologi Penelitian
Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
Kewirausahaan Laboratorium
KTI
JUMLAH
3
3
3
2
2
2
2
17
Tabel 3. Data Mata Kuliah Yang Dapat Diajukan RPL
NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
KODE MK
TLM_RPL_101
TLM_RPL_102
TLM_RPL_103
TLM_RPL_104
TLM_RPL_105
TLM_RPL_106
TLM_RPL_107
TLM_RPL_108
TLM_RPL_109
TLM_RPL_110
TLM_RPL_111
TLM_RPL_112
TLM_RPL_113
TLM_RPL_114
TLM_RPL_115
TLM_RPL_116
TLM_RPL_117
BOBOT
SKS
2
2
2
2
2
2
4
2
2
2
3
3
6
6
3
6
2
MATA KULIAH
Pendidikan Agama
Pendidikan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Pengantar Laboratorium Medik
K3 dan Patient safety
Instrumentasi
Biokimia
Anatomi Fisiologi
Patofisiologi
Flebotomi dan bahan pemeriksaan
Urinalisa dan Feses rutin
Kimia Klinik
Hematologi
Hemostasis
Imunoserologi
Imunohematologi dan Bank Darah
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
245
NO.
KODE MK
18
19
20
21
22
23
TLM_RPL_118
TLM_RPL_119
TLM_RPL_120
TLM_RPL_121
TLM_RPL_122
24
25
26
27
28
TLM_RPL_124
TLM_RPL_125
TLM_RPL_126
TLM_RPL_127
TLM_RPL_128
TLM_RPL_123
BOBOT
SKS
6
2
2
5
4
MATA KULIAH
Bakteriologi
Virologi
Mikologi
Parasitologi
Kendali Mutu
Aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen
Laboratorium
Statistika
Komunikasi
Promkes dan Epidemiologi
PKL
PPKM
JUMLAH
2
2
2
3
8
4
91
B. Pengakuan Hasil Asesmen
Pada
program
afirmasi
dengan
pendekatan
rekognisi
pembelajaran lampau (RPL), struktur kurikulum dibedakan menjadi 17
SKS wajib ditempuh dan 91 SKS yang diberikan sebagai program
asesmen RPL. Dari 91 SKS yang diberikan kesempatan untuk diases
melalui RPL telah dilakukan uji coba di 5 Politeknik Kesehatan, yaitu di
Poltekkes
Kemenkes
Semarang,
Poltekkes
Kemenkes
Surabaya,
Poltekkes Kemenkes Medan, Poltekkes Kemenkes Makassar dan
Poltekkes Kemenkes Jayapura pada bulan Desember 2016.
Hasil uji coba terhadap 100 calon peserta yang mengikuti
asesmen didapat kesimpulan SKS yang harus ditempuh oleh peserta
didik 35 SKS yang dapat ditempuh selama 2 semester.
Tabel 4. Data mata kuliah yang diakui melalui proses Asesmen RPL
KODE MK
TLM_RPL_105
TLM_RPL_201
TLM_RPL_115
TLM_RPL_116
TLM_RPL_117
TLM_RPL_119
TLM_RPL_202
TLM_RPL_203
TLM_RPL_122
MATA KULIAH
Pengantar Laboratorium Medik
Biologi Sel dan Molekuler
Hemostasis
Imunoserologi
Imunohematologi dan Bank Darah
Virologi
Sitohistoteknologi
Toksikologi Klinik
Kendali Mutu
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
BOBOT SKS
2
3
3
3
2
2
3
3
4
246
KODE MK
TLM_RPL_204
TLM_RPL_205
TLM_RPL_123
TLM_RPL_206
TLM_RPL_207
MATA KULIAH
BOBOT SKS
Metodologi Penelitian dan Statistik
Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
Aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen
Laboratorium
Kewirausahaan Laboratorium
KTI
JUMLAH
2
2
2
2
2
35
C. Rencana Pembelajaran Program Afirmasi
Berdasarkan hasil uji coba asesmen pembelajaran lampau sebagaimana
diuraikan diatas, maka dibuat rencana perkuliahan yang perlu ditempuh oleh
calon peserta untuk dapat menyelesaikan program studi
Diploma Tiga
Teknologi Laboratorium Medik di institusi penyelenggara Program Afirmasi
Tenaga Kesehatan dalam Jabatan melalui RPL. Mata kuliah yang perlu
ditempuh adalah 35 SKS yang terdiri dari 17 SKS mata kuliah wajib tempuh
dan 18 SKS mata kuliah yang tidak lulus saat pengajuan RPL.
Tabel 5. Distribusi Mata Kuliah untuk Program RPL D-III TLM
Semester I
NO.
KODE MK
1
2
3
4
5
6
TLM_RPL_105
TLM_RPL_201
TLM_RPL_202
TLM_RPL_204
TLM_RPL_205
7
TLM_RPL_206
TLM_RPL_123
MATA KULIAH
Pengantar Laboratorium Medik
Biologi Sel dan Molekuler
Sitohistoteknologi
Metodologi Penelitian dan Statistik
Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
Aplikasi Sistem Informasi dan Manajemen
Laboratorium
Kewirausahaan Laboratorium
JUMLAH
BOBOT
SKS
2
3
3
2
2
2
2
16
Semester II
NO.
1
2
3
4
5
6
7
KODE MK
TLM_RPL_115
TLM_RPL_116
TLM_RPL_117
TLM_RPL_119
TLM_RPL_203
TLM_RPL_122
TLM_RPL_207
MATA KULIAH
Hemostasis
Imunoserologi
Imunohematologi dan Bank Darah
Virologi
Toksikologi Klinik
Kendali Mutu
KTI
JUMLAH
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
BOBOT
SKS
3
3
2
2
3
4
2
19
247
D. Implementasi Pembelajaran Teori
Rencana perkuliahan ini merupakan rencana maksimum sks yang
perlu ditempuh oleh calon peserta untuk dapat menyelesaikan
kualifikasi Diploma Tiga Teknologi Laboratorium Medik. Apabila
dalam pelaksanaan asesmen dan rekognisi pembelajaran lampau
ternyata calon peserta dapat menunjukkan bukti kelulusan seluruh
(91) sks yang diberikan kesempatan melalui asesmen RPL, maka
calon tersebut hanya perlu menempuh 17 sks mata kuliah wajib.
Untuk calon peserta yang pengakuan hasil belajarnya
kurang dari 72 sks, maka calon peserta tersebut dapat ditolak atau
diterima dengan catatan harus menempuh sejumlah mata kuliah
yang tidak ada dalam daftar mata kuliah tersebut melalui
perkuliahan di kelas program reguler.
Rencana pembelajaran untuk Program Afirmasi diuraikan dalam
Tabel 6 sebagai berikut :
Tabel 6 Rencana pembelajaran untuk Program Afirmasi
No.
Mata Kuliah
Jumla
h SKS
1
Pengantar
Laboratorium
Medik
2 (T)
2
Biologi Sel
dan Molekuler
3 (T)
3
4
Hemostasis
Imunoserologi
3
1 (T)
2 (P)
3
1 (T)
2 (P)
Proses
Pembelajaran
Proses pembelajaran dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Proses pembelajaran dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Pembelajatan teori dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Pembelajaran praktikum
dilakukan dengan praktikum
mandiri di tempat kerja atau
kampus sesuai dengan
kebutuhan
Pembelajatan teori dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Pembelajaran praktikum
Modul dan video
pembelajaran
Tempat
Pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Modul dan video
pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Modul dan video
pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Laboratorium
kampus
Media/Alat Bantu
Log book praktik
Penuntun praktikum
Alat laboratorium
sesuai bidang
keilmuan
Modul dan video
pembelajaran
Log book praktik
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Tempat kerja
Kelas Kampus
Laboratorium
kampus
248
No.
Mata Kuliah
Jumla
h SKS
5
Imunohematol
ogi dan Bank
Darah
2
1 (T)
1 (P)
6
Virologi
2 (T)
7
Sitohistotekno
logi
3
1 (T)
2 (P)
Proses
Pembelajaran
dilakukan dengan praktikum
mandiri di tempat kerja atau
kampus sesuai dengan
kebutuhan
Pembelajatan teori dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Pembelajaran praktikum
dilakukan dengan praktikum
mandiri di tempat kerja atau
kampus sesuai dengan
kebutuhan
Proses pembelajaran dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Pembelajatan teori dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Pembelajaran praktikum
dilakukan dengan praktikum
mandiri di tempat kerja atau
kampus sesuai dengan
kebutuhan
Pembelajatan teori dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
8
Toksikologi
Klinik
3
1 (T)
2 (P)
Pembelajaran praktikum
dilakukan dengan praktikum
mandiri di tempat kerja atau
kampus sesuai dengan
kebutuhan
Pembelajatan teori dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
9
Kendali Mutu
4
2 (T)
2 (P)
10
Metodologi
Penelitian dan
2 (T)
Pembelajaran praktikum
dilakukan dengan praktikum
mandiri di tempat kerja atau
kampus sesuai dengan
kebutuhan
Proses pembelajaran dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
Media/Alat Bantu
Penuntun praktikum
Alat laboratorium
sesuai bidang
keilmuan
Modul dan video
pembelajaran
Log book praktik
Penuntun praktikum
Alat laboratorium
sesuai bidang
keilmuan
Tempat
Pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Laboratorium
kampus
Modul dan video
pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Modul dan video
pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Laboratorium
kampus
Log book praktik
Penuntun praktikum
Alat laboratorium
sesuai bidang
keilmuan
Modul dan video
pembelajaran
Log book praktik
Penuntun praktikum
Alat laboratorium
sesuai bidang
keilmuan
Modul dan video
pembelajaran
Log book praktik
Penuntun praktikum
Alat laboratorium
sesuai bidang
keilmuan
Modul dan video
pembelajaran
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
Tempat kerja
Kelas Kampus
Laboratorium
kampus
Tempat kerja
Kelas Kampus
Laboratorium
kampus
Tempat kerja
Kelas Kampus
249
No.
Mata Kuliah
Jumla
h SKS
Statistik
11
Etika Profesi
dan Hukum
Kesehatan
2 (T)
12
Aplikasi
Sistem
Informasi dan
Manajemen
Laboratorium
2
1 (T)
1 (P)
13
Kewirausahaa
n
Laboratorium
2 (T)
14
KTI
2 (P)
Proses
Pembelajaran
modul secara mandiri
Media/Alat Bantu
Tempat
Pembelajaran
Proses pembelajaran dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Modul dan video
pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Pembelajatan teori dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Modul dan video
pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Laboratorium
kampus
Pembelajaran praktikum
dilakukan dengan praktikum
mandiri di tempat kerja atau
kampus sesuai dengan
kebutuhan
Proses pembelajaran dilakukan
dengan sistem blok atau dengan
modul secara mandiri
Proses pembelajaran dilakukan
dengan cara bimbingan KTI
melalui tatap muka dan email
Log book praktik
Penuntun praktikum
Alat laboratorium
sesuai bidang
keilmuan
Modul dan video
pembelajaran
Tempat kerja
Kelas Kampus
Petunjuk
penyusunan KTI
Email
Tempat kerja
Kelas Kampus
E. Contoh Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
PROGRAM STUDI
: ………………………………………………………
MATA KULIAH
: ………………………………………………………
KODE MK
: ………………………………………………………
BEBAN STUDI
: ………………………………………………………
PENEMPATAN
: ………………………………………………………
PERIODE
: ………………………………………………………
PENANGGUNG JAWAB : ………………………………………………………
TIM PENGAJAR
: ………………………………………………………
I.
IDENTITAS
II.
DESKRIPSI MATA KULIAH
III.
CAPAIAN PEMBELAJARAN (KOMPETENSI)
IV.
SUB CAPAIAN/TUJUAN PEMBELAJARAN
V.
STRATEGI (KEGIATAN PEMBELAJARAN)
VI.
PENILAIAN/EVALUASI (METODA/BOBOT)
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
250
VII.
Pertemuan
ke
Hari/Tgl
waktu
REFERENSI
Tujuan
Pembelajara
n
Bahan Kajian
Metoda
Media
Dosen
1
2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
251
DESAIN
PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI
DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN
LAMPAU (RPL)
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
PEREKAM MEDIS DAN
INFORMASI KESEHATAN
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
252
PROFIL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN BAHAN KAJIAN
A. Profil Lulusan
1. Clinical Coder
2. Koordinator Instalasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
3. Pengelola Informasi Kesehatan
4. Mitra pengembangan SIK
5. Mitra peneliti
B. Capaian Pembelajaran
Kompetensi Utama lulusan Program Studi Diploma III Rekam Medis dan
Informasi Kesehatan adalah :
1. Clinical Coder
Kompetensi Utama :
a. Mampu melaksanakan system klasifikasi klinis dan kodefikasi
penyakit
yang
berkaitan dengan kesehatan dan tindakan medis
sesuai terminology medis mengacu pada International Classification
of Disease (ICD) menggunakan cara manual dan elektronik;
b. Mampu melaksanakan evaluasi kelengkapan isi diagnosis dan
tindakan
dengan
metode
kuantitatif
menghasilkan
ketepatan
pengkodean sesuai International Classification of Disease (ICD) yang
berlaku;
c. Mampu melaksanakan praktik rekam medis dan informasi kesehatan
dengan prinsip etis dan peka budaya sesuai dengan Kode Etik
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia; dan
d. Memiliki sikap, perilaku dan kemampuan menjaga kepentingan
kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia jabatan, dan mampu
mempertanggungjawabkan segala tindakan profesinya, baik kepada
profesi, pasien maupun masyarakat luas.
e. Mampu melakukan pengembangan diri terhadap kemajuan ilmu
pengetahuan
dan
teknologi
melalui
seminar,
pelatihan
dan
pendidikan di bidang rekam medis dan informasi kesehatan untuk
meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di
bidang perekam medis dan informasi kesehatan.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
253
2. Koordinator Instalasi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
Kompetensi Utama :
a. Mampu melaksanakan pengelolaan struktur isi dan standar data
rekam medis pada informasi kesehatan baik manual maupun
elektronik menghasilkan informasi kesehatan pada data rekam medis
manual dan elektronik;
b. Mampu
melaksanakan
kegiatan
pelayanan
pasien
meliputi
pendaftaran, filing, dan korespondensi menggunakan cara manual
dan elektronik menghasilkan dokumen data rekam medis untuk
digunakan pada manajemen dasar rekam medis dan informasi
kesehatan;
c. Mampu melaksanakan verifikasi data mengacu pada standard
operational procedure (SOP) pemeriksaan data menggunakan
metode manual dan elektronik menghasilkan dokumen informasi
untuk divalidasi oleh atasan langsung sebagai dasar pengambilan
keputusan;
d. Mampu mengevaluasi isi rekam medis (manual dan elektronik)
menggunakan metoda analisis kualitatif dan kuantitatif yang disajikan
dalam bentuk laporan mutu rekam medis pada kondisi rutin;
e. Mampu mensosialisasikan setiap program pelayanan rekam medis
dan informasi kesehatan kepada pihak internal dan eksternal tentang
sarana pelayanan kesehatan menggunakan media cetak dan
elektronik untuk meningkatkan pengetahuan tentang rekam medis
dan informasi kesehatan kepada masyarakat;
f. Mampu melaksanakan hubungan kerja inter dan antar profesi sesuai
dengan kode etik profesi untuk mewujudkan komunikasi satu arah,
kerja tim untuk menghasilkan mutu pelayanan rekam medis dan
informasi kesehatan yang optimal;
g. Mampu mengelola kelompok kerja dan manajemen kerja dalam
menjalankan
organisasi
sebagai
penyelenggara
dan
pemberi
pelayanan kesehatan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen untuk
menghasilkan pengendalian sumber daya manusia sejalan dengan
kebutuhan prioritas organisasi;
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
254
f. Mampu melaksanakan praktik rekam medis dan informasi kesehatan
dengan prinsip etis dan peka budaya sesuai dengan Kode Etik
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia; dan
g. Memiliki sikap, perilaku dan kemampuan menjaga kepentingan
kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia jabatan, dan mampu
mempertanggungjawabkan segala tindakan profesinya, baik kepada
profesi, pasien maupun masyarakat luas.
h. Mampu melakukan pengembangan diri terhadap kemajuan ilmu
pengetahuan
dan
teknologi
melalui
seminar,
pelatihan
dan
pendidikan di bidang rekam medis dan informasi kesehatan untuk
meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di
bidang perekam medis dan informasi kesehatan.
3. Pengelola Sistem Informasi Kesehatan
Kompetensi Utama :
a. Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan data surveilans
yang dilakukan secara rutin menggunakan cara manual dan elektronik
sesuai
sistem
pelaporan,
standard
Sistem
Informasi
Rumah
Sakit/SIRS dan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas/SIMPUS;
b. Mampu melaksanakan indeks dengan cara mengumpulkan data
penyakit, kematian, tindakan dan dokter yang disajikan dalam bentuk
laporan indeks;
c. Mampu melaksanakan pengumpulan dan pengolahan sumber data
menggunakan metode manual dan elektronik menghasilkan dokumen
laporan internal (sarana pelayanan kesehatan) dan dokumen laporan
eksternal untuk ditujukan ke sarana kesehatan (dinas kesehatan,
kementerian kesehatan, asuransi kesehatan) secara rutin;
d. Mampu mengevaluasi isi rekam medis (manual dan elektronik)
menggunakan metoda analisis kualitatif dan kuantitatif yang disajikan
dalam bentuk laporan mutu rekam medis pada kondisi rutin;
h. Mampu melaksanakan praktik rekam medis dan informasi kesehatan
dengan prinsip etis dan peka budaya sesuai dengan Kode Etik
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia;
i. Memiliki sikap, perilaku dan kemampuan menjaga kepentingan
kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia jabatan, dan mampu
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
255
mempertanggungjawabkan segala tindakan profesinya, baik kepada
profesi, pasien maupun masyarakat luas.
e. Mampu melakukan pengembangan diri terhadap kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui seminar, pelatihan dan pendidikan
di bidang rekam medis dan informasi kesehatan untuk meningkatkan
kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang perekam
medis dan informasi kesehatan.
4. Mitra Pengembangan SIK
Kompetensi Utama :
a. Mampu memformulasikan (menyusun, merumuskan, dan mendesain)
dalam mencari alternative solusi terkait prosedur pengembangan SIK
b. Mampu beradaptasi terhadap perkembangan SIK yang berbasis IT
c. Mampu melaksanakan praktik rekam medis dan informasi kesehatan
dengan prinsip etis dan peka budaya sesuai dengan Kode Etik
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia; dan
d. Memiliki sikap, perilaku dan kemampuan menjaga kepentingan
kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia jabatan, dan mampu
mempertanggungjawabkan segala tindakan profesinya, baik kepada
profesi, pasien maupun masyarakat luas.
e. Mampu melakukan pengembangan diri terhadap kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui seminar, pelatihan dan pendidikan
di bidang rekam medis dan informasi kesehatan untuk meningkatkan
kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang perekam
medis dan informasi kesehatan.
5. Mitra Peneliti
Kompetensi Utama :
a. Mampu
bekerja
sama,
berkomunikasi
dan
berinovatif
dalam
pekerjaannya;
b. Mampu
mendokumentasikan,
menyimpan,
mengamankan
dan
menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah
plagiasi.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
256
c. Mampu melaksanakan praktik rekam medis dan informasi kesehatan
dengan prinsip etis dan peka budaya sesuai dengan Kode Etik
Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia; dan
d. Memiliki sikap, perilaku dan kemampuan menjaga kepentingan
kerahasiaan pribadi pasien dan rahasia jabatan, dan mampu
mempertanggungjawabkan segala tindakan profesinya, baik kepada
profesi, pasien maupun masyarakat luas
e. Mampu melakukan pengembangan diri terhadap kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui seminar, pelatihan dan pendidikan
di bidang rekam medis dan informasi kesehatan untuk meningkatkan
kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang perekam
medis dan informasi kesehatan.
C. Bahan Kajian
Tabel 2. Bahan Kajian
NO
1
2
KOMPETENSI
Mampu
melaksanakan
system
klasifikasi
klinis
dan
kodefikasi
penyakit
yang
berkaitan dengan
kesehatan dan tindakan medis sesuai
terminology medis mengacu pada
International Classification of Disease
(ICD) menggunakan cara manual dan
elektronik;
Mampu
melaksanakan
evaluasi
kelengkapan isi diagnosis dan tindakan
dengan
metode
kuantitatif
menghasilkan ketepatan pengkodean
sesuai International Classification of
Disease (ICD) yang berlaku;
BAHAN KAJIAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Struktur anatomi tubuh manusia
per sistem
Konsep homeostasis & fungsi
sistem-sistem
dalam
tubuh
manusia (fisiologi)
Epidemilogi & patofisiologi jenis
penyakit
pada
masing-masing
sistem tubuh.
Penggolongan obat & bahan kimia.
Istilah, singkatan & simbol dalam
rekam medis
Konsep klasifikasi penyakit dan
tindakan, penyebab kematian,
Sejarah
perkembangan,
jenis
klasifikasi,
tujuan
dan
pemanfaatan,
kebijakan
penggunaan system, klasifikasi,
struktur icd, konvensi tanda baca,
jenis-jenis diagnosis, tata cara
pengkodean (umum, morbiditas,
mortalitas).
Struktur
klasifikasi
tindakan,
struktur klasifikasi khusus (ICD-O,
ICF, ICD-NA, PPDGJ)
Sistem komputerisasi klasifikasi
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
257
NO
3
4
5
6
7
8
KOMPETENSI
Mampu melaksanakan praktik rekam
medis dan informasi kesehatan
dengan prinsip etis dan peka budaya
sesuai dengan Kode Etik Perekam
Medis dan Informasi Kesehatan
Indonesia; dan
Memiliki
sikap,
perilaku
dan
kemampuan menjaga kepentingan
kerahasiaan pribadi pasien dan
rahasia
jabatan,
dan
mampu
mempertanggungjawabkan
segala
tindakan profesinya, baik kepada
profesi, pasien maupun masyarakat
luas.
Mampu melakukan pengembangan diri
terhadap kemajuan ilmu pengetahuan
dan
teknologi
melalui
seminar,
pelatihan dan pendidikan di bidang
rekam medis dan informasi kesehatan
untuk meningkatkan kualitas dan
kompetensi sumber daya manusia di
bidang perekam medis dan
informasi kesehatan.
Mampu melaksanakan pengelolaan
struktur isi dan standar data rekam
medis pada informasi kesehatan baik
manual
maupun
elektronik
menghasilkan informasi kesehatan
pada data rekam medis manual dan
elektronik
Mampu
melaksanakan
kegiatan
pelayanan pasien meliputi pendaftaran,
filing,
dan
korespondensi
menggunakan cara manual dan
elektronik menghasilkan dokumen data
rekam medis untuk digunakan pada
manajemen dasar rekam medis dan
informasi kesehatan
Mampu melaksanakan verifikasi data
mengacu pada standard operational
procedure (SOP) pemeriksaan data
menggunakan metode manual dan
elektronik menghasilkan dokumen
informasi untuk divalidasi oleh atasan
langsung sebagai dasar pengambilan
keputusan
BAHAN KAJIAN
1.
2.
3.
4.
penyakit dan tindakan
Etika Profesi
Standar Kompetensi PMIK
Aspek Legal
Komunikasi Efektif
1. PKL
2. KTI
1. Teori dasar organisasi, sumber
daya, dan fungsi manajemen
(POAC)
2. Pengertian, sejarah, kegunaan, isi
dan struktur RMIK/ format rekam
medis
3. Pemahaman pelayanan kesehatan
,
Jenis
Saryankes,
Sistem
Kesehatan
Nasional,
Sistem
Informasi
Kesehatan,
Sistem
Infomasi RS, Sistem Informasi
Puskesmas
4. Konsep SIKNAS
5. Kepemilikan,
kelengkapan,
kerahasiaan, pelepasan informasi,
penyimpanan, pemusnahan
6. Sistem
registrasi,
penamaan,
penjajaran,
penyimpanan,
penyusutan, penataan, registrasi,
indeks, pengkodean dan penataan
7. Desain formulir
8. Jenis-jenis
anggaran,
tahapan
penyusunan
anggaran
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
258
NO
9
10
11
12
KOMPETENSI
Mampu mengevaluasi isi rekam medis
(manual dan elektronik) menggunakan
metoda analisis kualitatif dan kuantitatif
yang disajikan dalam bentuk laporan
mutu rekam medis pada kondisi rutin
Mampu
mensosialisasikan
setiap
program pelayanan rekam medis dan
informasi kesehatan kepada pihak
internal dan eksternal tentang sarana
pelayanan kesehatan menggunakan
media cetak dan elektronik untuk
meningkatkan pengetahuan tentang
rekam medis dan informasi kesehatan
kepada masyarakat
Mampu melaksanakan hubungan kerja
inter dan antar profesi sesuai dengan
kode etik profesi untuk mewujudkan
komunikasi satu arah, kerja tim untuk
menghasilkan mutu pelayanan rekam
medis dan informasi kesehatan yang
optimal
Mampu mengelola kelompok kerja dan
manajemen kerja dalam menjalankan
organisasi sebagai penyelenggara dan
pemberi
pelayanan
kesehatan
berdasarkan
prinsip-prinsip
manajemen
untuk
menghasilkan
pengendalian sumber daya manusia
sejalan dengan kebutuhan prioritas
organisasi
BAHAN KAJIAN
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
13
Mampu melaksanakan pencatatan dan
pelaporan data surveilans yang
dilakukan secara rutin menggunakan
cara manual dan elektronik sesuai
sistem pelaporan, standard Sistem
Informasi Rumah Sakit/SIRS dan
Sistem
Informasi
Manajemen
Puskesmas/SIMPUS
pengelompokan biaya, penilaian
investasi, perencanaan anggaran
dan unit cost
Pemahaman mutu dan dimensi
mutu, indikator mutu di sarana
pelayanan kesehatan, indikator
mutu UKRM, cara menjaga mutu
Macam-macam aplikasi sistem
pembiayaan kesehatan
Teknik manajemen mutu
Standar pelayanan rekam medis
sesuai dengan standar pelayanan
RS dan puskesmas
Konsep
sistem
pembiayaan,
asuransi, reimbursement
Uraian
tugas
dan
kualifikasi
jabatan, analisis beban kerja,
prediksi kebutuhaan sumber daya
(6M).
Gaya kepemimpinan, motivasi,
komunikasi efektif, advokasi
Monitoring dan evaluasi dalam
system informasi dalam pelayanan
RMIK
Konsep system informasi dalam
pelayanan RMIK, mengidentifikasi
system informasi dalam pelayanan
RMIK pada UKRM dan system
informasi yang terintegrasi di
pelayanan kesehatan
Konsep manajemen Unit Kerja MIK
(perencanaan , pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengawasan
sumber daya
Uraian
tugas
dan
kualifikasi
jabatan, analisis beban kerja,
prediksi kebutuhaan Sumber Daya
(6M)
1.
2.
3.
4.
5.
Pengenalan Pengolah Data
Pembuatan dokumen
sorting dan table
Mail Merge
Mengoperasikan
Aplikasi
Perangkat Lunak di Unit kerja
rekam medis
6. Sistem Infomasi Rumah Sakit dan
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
259
NO
14
15
16
17
18
19
22
KOMPETENSI
BAHAN KAJIAN
Mampu melaksanakan indeks dengan
cara mengumpulkan data penyakit,
kematian, tindakan dan dokter yang
disajikan dalam bentuk laporan indeks
Mampu melaksanakan pengumpulan
dan
pengolahan
sumber
data
menggunakan metode manual dan
elektronik menghasilkan dokumen
laporan internal (sarana pelayanan
kesehatan) dan dokumen laporan
eksternal untuk ditujukan ke sarana
kesehatan
(dinas
kesehatan,
kementerian
kesehatan,
asuransi
kesehatan) secara rutin
Mampu mengevaluasi isi rekam medis
(manual dan elektronik) menggunakan
metoda analisis kualitatif dan kuantitatif
yang disajikan dalam bentuk laporan
mutu rekam medis pada kondisi rutin
Mampu memformulasikan (menyusun,
merumuskan, dan mendesain) dalam
mencari alternative solusi terkait
prosedur pengembangan SIK
Mampu
beradaptasi
terhadap
perkembangan SIK yang berbasis IT
Sistem Informasi Puskesmas
7. Analisis Kuantitatif & Kualitatif
rekam medis
8. Strategi epidemiologi, survailans
9. Sumber data & pengumpulan data,
SIRS,
pengumpulan
data
survailans, SIMPUS,
Grafik
Barber Johnson
Mampu bekerja sama, berkomunikasi
dan berinovatif dalam pekerjaannya;
Mampu
mendokumentasikan,
menyimpan,
mengamankan
dan
menemukan kembali data untuk
menjamin kesahihan dan mencegah
plagiasi.
1. Konsep dan Pembuatan Flowchart
2. Alur pengolahan data menjadi
informasi, sistem penyimpanan,
sistem pencarian data
3. Konsep Basis data, key, relasi,
normalisasi
4. Metode pemecahan masalah di unit
kerja RMIK sesuai prinsip MIK
5. Aplikasi internet
6. Konsep
dan
Perkembangan
Algoritma
7. Perkembangan
terkini
dalam
teknologi informasi kesehatan
8. Pengertian Sistem dan
Analisis
Sistem
9. Siklus Pengolahan Data pada
Komputer
10. Konsep perancangan basis data
1. Teknik penulisan laporan ilmiah
2. Menyajikan informasi dalam bentuk
gambar, tabel dan grafik
3. Pengolahan data manjadi informasi
4. Etika penelitian
5. Jenis-jenis survey
6. Metode penelitian
7. Pengolahan data
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
260
KURIKULUM DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN
A. Struktur Kurikulum
Pendidikan program studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
menggunakan kurikulum inti tahun 2011 yang ditetapkan oleh Kepala Badan
PPSDM dengn jumlah 97 SKS (pemisahan MK Pancasila dan Pendidikan
Kewarganegaraan masing-masing 2 SKS). Pada program afirmasi dengan
pendekatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) digunakan penyesuaian
terhadap kurikulum inti tersebut dengan struktur sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
Tabel 1. Struktur Kurikulum Inti Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi
Kesehatan
BEBAN KREDIT
BOBOT
KODE MK
MATA KULIAH
SKS
T
P
K
RMIK 1011
Pendidikan Agama
2
2
0
0
RMIK 1031
Bahasa Indonesia
2
1
1
0
RMIK 1041
Bahasa Inggris I
2
1
1
0
RMIK 1052
Bahasa Inggris II
2
1
1
0
RMIK 2063
Farmakologi
2
2
0
0
RMIK 2411
KKPMT – I
4
2
2
0
RMIK 3422
KKPMT – II
4
2
2
0*
RMIK 3433
KKPMT – III
4
2
2
0*
RMIK 3444
KKPMT – IV
5
3
2
0*
RMIK 3455
KKPMT – V
2
1
1
0*
RMIK 3465
KKPMT – VI
2
1
1
0*
RMIK 3475
KKPMT – VII
2
1
1
0
RMIK 5086
KTI
4
0
0
4
RMIK 3074
Metodologi Penelitian Kes.
3
2
1
0
RMIK 2111
MIK – I
2
1
1
0
RMIK 3122
MIK – II
3
2
1
0*
RMIK 3133
MIK – III
2
1
1
0*
RMIK 5144
MIK – IV
2
1
1
0
RMIK 3155
MIK – V
2
1
1
0*
RMIK 2313
MMIK - I
2
1
1
0
RMIK 3324
MMIK – II
2
1
1
0*
RMIK 3335
MMIK – III
2
1
1
0*
RMIK 2213
MUK – I
3
2
1
0
RMIK 4224
MUK – II
2
1
1
0*
RMIK 4225
MUK – III
2
1
1
0
RMIK 1021
Pancasila
2
2
0
0
RMIK 2412
SIK – I
3
2
1
0
RMIK 4423
SIK – II
3
2
1
0*
RMIK 2434
SIK- III
2
1
1
0
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
261
NO
KODE MK
MATA KULIAH
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
RMIK 3611
RMIK 2622
RMIK 3632
RMIK 3643
RMIK 3654
RMIK 3665
RMIK 9000
RMIK 9001
RMIK 9002
RMIK 9003
RMIK 9004
TOTAL
TIK – I
TIK – II
TIK – III
TIK – IV
TIK – V
TIK – VI
Pend Kewarganegaraan
PKL - I
PKL - II
PKL - III
PKL - IV
BOBOT
SKS
3
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
97
BEBAN KREDIT
T
P
K
2
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
0
1
1
0
2
0
0
0
0
2
0
0
2
0
0
2
0
0
2
50
35
12
Dari 115 SKS yang terdiri dari kurikulum inti dan kurikulum institusional untuk
Program Studi D-III Farmasi ditetapkan sebanyak 17 SKS sebagai MK wajib
tempuh yang dijabarkan dalam tabel berikut:
Tabel 2. Data Mata Kuliah Wajib Tembuh untuk program RPL
NO
KODE MK
MATA KULIAH
BEBAN KREDIT
BOBOT
SKS
T
P
K
1
RMIK 5086
KTI
4
0
0
4
2
RMIK 3074
Metodologi Penelitian Kes.
3
2
1
0
3
RMIK 5144
MIK – IV
2
1
1
0
4
RMIK 9001
PKL - I
2
0
0
2
5
RMIK 9002
PKL - II
2
0
0
2
6
RMIK 9003
PKL - III
2
0
0
2
7
RMIK 9004
PKL - IV
2
0
0
2
17
3
2
12
TOTAL
B. Pengakuan Hasil Asesmen Pembelajaran Lampau
1. Daftar Mata Kuliah yang Diakui
Pada program afirmasi dengan pendekatan Rekognisi Pembelajaran
Lampau (RPL) struktur kurikulum dibedakan menjadi 17 SKS wajib
tempuh dan 98 SKS yang diberikan sebagai program assessment RPL
termasuk kurikulum institusional dari institusi penyelenggara. Dari 98
SKS yang diberikan kesempatan untuk diases melalui RPL telah
dilakukan uji coba di 3 perguruan tinggi yaitu di Universitas Esa Unggul
(6 peserta), Poltekkes Kemenkes Semarang (20 peserta) dan Poltekkes
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
262
Kemenkes Malang (20 peserta. Uji coba dilaksanakan pada bulan
Desember 2016. Hasil uji coba terhadap 46 peserta yang mengikuti
asesmen dapat disimpulkan bahwa semua peserta minimal dapat diakui
kompetensi
lampaunya
sebesar
56
SKS
(termasuk
kurikulum
institusional sejumlah 18 SKS atau disesuaikan dengan kurikulum
institusional masing-masing), sedangkan 42 SKS masih perlu mengikuti
perkuliahan ditambah 17 SKS wajib tempuh. Berikut adalah daftar mata
kuliah yang diharapkan dapat diakui melalui pembelajaran lampaunya
adalah sebagai berikut.
Tabel 3. Daftar mata kuliah yang diakui melalui asesmen RPL
NO
KODE MK
MATA KULIAH
BEBAN KREDIT
BOBOT
SKS
T
P
K
1
RMIK 1011
Pendidikan Agama
2
2
0
0
2
RMIK 1031
Bahasa Indonesia
2
1
1
0
3
RMIK 1041
Bahasa Inggris I
2
1
1
0
4
RMIK 1052
Bahasa Inggris II
2
1
1
0
5
RMIK 3444
KKPMT – IV
5
3
2
0*
6
RMIK 3455
KKPMT – V
2
1
1
0*
7
RMIK 3465
KKPMT – VI
2
1
1
0*
8
RMIK 3475
KKPMT – VII
2
1
1
0
9
RMIK 2111
MIK – I
2
1
1
0
10
RMIK 2213
MUK – I
3
2
1
0
11
RMIK 4225
MUK – III
2
1
1
0
12
RMIK 1021
Pancasila
2
2
0
0
13
RMIK 2434
SIK- III
2
1
1
0
14
RMIK 3643
TIK – IV
2
1
1
0
15
RMIK 3654
TIK – V
2
1
1
0
16
RMIK 3665
TIK – VI
2
1
1
0
Pend Kewarganegaraan
2
2
0
0
38*
23
15
0
17
TOTAL
*Bobot (38) SKS merupakan mata kuliah dalam kurikulum inti prodi D3 Rekam
Medis dan Informasi Kesehatan. Untuk mencapai 56 SKS sesuai hasil uji coba
asesmen program afirmasi dengan pendekatan Rekognisi Pembelajaran Lampau
(RPL), program studi penyelenggara dapat menambahkan dengan kurikulum
institusional masing-masing program studi.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
263
Sedangkan 42 SKS yang masih harus ditempuh melalui perkuliahan adalah
sebagai berikut:
Tabel 4. Mata kuliah yg diperkirakan akan ditempuh
NO
KODE MK
MATA KULIAH
BEBAN KREDIT
BOBOT
SKS
T
P
K
1
RMIK 2063
Farmakologi
2
2
0
0
2
RMIK 2411
KKPMT – I
4
2
2
0
3
RMIK 3422
KKPMT – II
4
2
2
0*
4
RMIK 3433
KKPMT – III
4
2
2
0*
5
RMIK 3122
MIK – II
3
2
1
0*
6
RMIK 3133
MIK – III
2
1
1
0*
7
RMIK 3155
MIK – V
2
1
1
0*
8
RMIK 2313
MMIK - I
2
1
1
0
9
RMIK 3324
MMIK – II
2
1
1
0*
10
RMIK 3335
MMIK – III
2
1
1
0*
11
RMIK 4224
MUK – II
2
1
1
0*
12
RMIK 2412
SIK – I
3
2
1
0
13
RMIK 4423
SIK – II
3
2
1
0*
14
RMIK 3611
TIK – I
3
2
1
0
15
RMIK 2622
TIK – II
2
1
1
0
16
RMIK 3632
TIK – III
2
1
1
0
42
24
18
0
TOTAL
C. Rencana Pembelajaran Program Afirmasi
Berdasarkan hasil uji coba asesmen pembelajaran lampau sebagaimana
diuraikan diatas, maka dibuat rencana perkuliahan yang perlu ditempuh oleh
calon peserta untuk dapat menyelesaikan program Diploma Tiga Program
Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan di institusi penyelenggara.
Program Afirmasi Tenaga Kesehatan dalam Jabatan melalaui RPL
sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Riset
Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Nomor 113/M/KPT/2017 Tanggal 31
Januari Tahun 2017. Mata kuliah yang perlu ditempuh adalah 59 sks yang
terdiri dari 17 sks mata kuliah wajib tempuh (tidak diberikan kesempatan
untuk RPL) dan 42 sks mata kuliah yang diberikan kesempatan untuk RPL
tetapi dari hasil uji coba ternyata sebagian besar calon tidak dapat diakui
capaian pembelajaran lampaunya. Total sks rencana perkuliahan untuk
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
264
Program Afirmasi adalah 59 sks yang akan terdistribusi dalam 3 semester,
yaitu:
SEMESTER 1
SMT
Tabel 3.4 Distribusi Mata Kuliah untuk program RPL Prodi D3 Rekam Medis
dan Informasi Kesehatan
BEBAN KREDIT
KODE MK
MATA KULIAH
SKS
T
P
K
RMIK 2063
Farmakologi
2
2
0
0
RMIK 2411
KKPMT – I (Anatomi, Fisiologi, Patologi, Terminilogi
Medis dan Tindakan pada Sistem Kardiovaskuler ,
Respirasi, dan Muskuloskeletal)
4
2
2
0
RMIK 3122
MIK – II (Sistem dan sub sistem pelayanan RMIK)
3
2
1
0*
RMIK 2313
MMIK - I (Quality Assurance)
2
1
1
0
RMIK 3324
MMIK – II (Akreditasi dan Manajemen Resiko)
2
1
1
0*
RMIK 2412
SIK – I (Biostatistik Deskriptif)
3
2
1
0
RMIK 5144
MIK – IV (Etika Profesi dan Hukum Kesehatan
2
1
1
0
RMIK 9001
PKL – I (Prosedur Pelayanan RM dasar, KKPMT I
dan II)
2
0
0
2
20
11
7
2
SEMESTER 2
TOTAL SKS SEMESTER 1
RMIK 3422
KKPMT – II (Anatomi, Fisiologi, Patologi, Terminilogi
Medis dan Tindakan pada Sistem Digestif,
Endokrin, dan Urinaria)
4
2
2
0*
RMIK 3133
MIK – III (Desain formulir)
2
1
1
0*
RMIK 3335
MMIK – III (Pendokumentasian Rekam Medis)
2
1
1
0*
RMIK 4224
MUK – II ( Perencanaan SDM Unit Kerja RMIK)
2
1
1
0*
RMIK 3611
TIK – I (Aplikasi Komputer Dasar)
3
2
1
0
RMIK 2622
TIK – II (Aplikasi Perangkat Lunak di Sarana
YanKes)
2
1
1
0
RMIK 3074
Metodologi Penelitian Kes.
3
2
1
0
RMIK 9002
PKL – II (Manajemen Rekam Medis dan Informasi
Kesehatan, KKPMT III, KKPMT IV dan KKPMT V
dan SIK)
2
0
0
2
20
10
8
2
SEM
EST
ER 3
TOTAL SKS SEMESTER 2
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
265
SMT
KODE MK
RMIK 3433
RMIK 3155
BEBAN KREDIT
SKS
T
P
K
MATA KULIAH
KKPMT – III (Anatomi, Fisiologi, Patologi,
Terminilogi Medis dan Tindakan pada Sistem Panca
Indra, Saraf, dan Mental)
MIK – V (Sistem Klaim dan Asuransi Pelayanan
Kesehatan)
4
2
2
0*
2
1
1
0*
RMIK 4423
SIK – II (Statistik Pelayanan Kesehatan)
3
2
1
0*
RMIK 3632
TIK – III (Algoritma dan Pemrograman)
2
1
1
0
RMIK 5086
KTI
4
0
0
4
2
0
0
2
2
0
0
2
19
6
5
8
59
27
20
12
RMIK 9003
RMIK 9004
PKL – III (Manajemen Unit Kerja Rekam Medis,
KKPMTVI dan VII, MMIK)
PKL – IV (Koding Diagnosis dan Tindakan dalam
Sistem Pembiayaan Yankes atau Reimbursement)
TOTAL SKS SEMESTER 3
TOTAL SKS 4 SEMESTER
Kesimpulan :
Kurikulum
Kurikulum prodi
Kurikulum inti
Kurikulum institusional
Kurikulum wajib tempuh
Mata kuliah bebas
Mata kuliah tidak lulus RPL
Mata kuliah RPL hasil alih kredit
Mata kuliah wajib tempuh total maksimal
Jumlah SKS
115
97
18
17
56
42
59
(ekivalen 3 semester)
Rencana perkuliahan ini merupakan rencana maksimum sks yang perlu
ditempuh oleh calon peserta untuk dapat menyelesaikan kualifikasi Diploma Tiga
Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Apabila dalam pelaksanaan asesmen
dan rekognisi pembelajaran lampau ternyata calon peserta dapat menunjukkan
bukti kelulusan untuk sebagian atau seluruh 56 sks yang diberikan kesempatan
melalui asesmen RPL, maka calon tersebut hanya perlu menempuh 17 sks mata
kuliah wajib ditambah jumlah sks yang tidak lulus asesmen RPL dari 42 sks.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
266
Pada dasarnya semua calon peserta harus mengumpulkan bukti untuk dilakukan
asesmen dan rekognisi terhadap 98 sks yang diberikan kesempatan pengakuan
hasil belajarnya melalui asesmen RPL. Untuk calon peserta yang pengakuan
hasil belajarnya kurang dari 56 sks atau mata kuliah yang perlu ditempuhnya
tidak ada dalam daftar mata kuliah Rencana Perkuliahan Program Afirmasi,
maka calon peserta tersebut dapat ditolak atau diterima dengan catatan harus
menempuh sejumlah mata kuliah yang tidak ada dalam daftar mata kuliah
tersebut melalui perkuliahan di kelas program reguler.
Juknis Desain Pembelajaran pada Program Afirmasi dengan Pendekatan RPL
Pusat Pendidikan SDM Kesehatan
267
Petunjuk Teknis
DESAIN PEMBELAJARAN
PADA PROGRAM AFIRMASI DENGAN PENDEKATAN
REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU (RPL)
Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan
Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
w w w . b p p s d m k . d e p k e s . g o . i d
Download