SIARAN PERS OJK ANGGOTA PENUH PERTEMUAN ISLAMIC

advertisement
SIARAN PERS
OJK ANGGOTA PENUH PERTEMUAN ISLAMIC FINANCIAL SERVICES BOARD
(IFSB)
Jakarta, 27 Maret 2014. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diwakili oleh Ketua Dewan
Komisioner OJK Muliaman D Hadad hadir sebagai anggota penuh dalam pertemuan The Islamic
Financial Services Board (IFSB) yang berlangsung di Kota Bandar Seri Begawan, Brunei
Darussalam mulai 25 – 27 Maret 2014.
Keanggotaan penuh untuk OJK sebelumnya diusulkan pada pertemuan IFSB tahun 2013
lalu.
Sebagai anggota penuh IFSB, OJK tidak hanya terkinikan dengan penerapan standar
internasional sistem keuangan syariah di berbagai negara anggota, tetapi juga dapat memberikan
masukan terhadap aturan-aturan prudential di bidang keuangan syariah yang akan menjadi
pedoman di negara-negara anggota IFSB.
IFSB adalah organisasi yang menetapkan standar internasional di bidang jasa keuangan
syariah yang mendorong terwujud dan meningkatkan tingkat kesehatan dan stabilitas industri
jasa keuangan Syariah (JKS) dengan mengeluarkan standar kehati-hatian yang bersifat global.
IFSB juga menentukan prinsip-prinsip panduan untuk JKS yang didefinisikan secara luas
untuk mencakup perbankan, pasar modal dan sektor asuransi. Selain itu IFSB juga melakukan
penelitian dan mengkoordinasikan inisiatif isu-isu industri terkait, serta menyelenggarakan
diskusi informal, seminar dan konferensi untuk regulator dan pemangku kepentingan industri.
IFSB beranggotakan 185 anggota termasuk IMF, World Bank, BIS, IDB, ADB dan 119
otoritas dan pelaku pasar di industri keuangan yang tersebar di 45 negara.
OJK merupakan salah satu Otoritas Jasa Keuangan bersama FSA Turki dan FSA Dubai,
di antara 32 Otoritas Keuangan anggota IFSB. The Council Meeting IFSB di Brunei ini
merupakan pertemuan akbar yang dilangsungkan bersamaan dengan pertemuan tahunan (General
Assembly Meeting) yang dihadiri oleh 185 anggota serta seminar internasional keuangan Islam,
Public Lecture dan evaluasi keanggotaan IFSB.
Dengan menjadi anggota penuh IFSB, OJK memiliki akses luas untuk memperoleh
technical assistance dalam penerapan aturan-aturan prudential internasional yang tidak hanya di
industri perbankan, namun juga di industri pasar modal dan asuransi.
Sebagai anggota baru, OJK telah diminta untuk berbicara di Summit Meeting di
Mauritius bulan Mei 2014 yang mengambil tema "New Markets and Frontiers for Islamic
Finance: Innovation and the Regulatory Perimeter."
Direktorat Komunikasi dan
Hubungan Internasional
Download