Informasi laba dalam laporan keuangan pada umumnya penting

advertisement
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP NILAI
PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL
MODERATING
Larasati Lathifah Faza
Email: [email protected]
Anang Subardjo, S.E., M.M.
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya
ABSTRACT
Nowadays, the company is not only focusing to make profit but also taking care of
both the surrounding environment and society. Therefore, the company has the obligation to
do 3P concept (profit, people, and planet). One of the company’s responsibility forms is CSR
or Corporate Social Responsibility).The purpose of this research is to find out: (1) the impact
of CSR to the company’s value (2) the impact of CSR to the company’s value by using ROA
as the moderating variable (4) the impact of CSR to the company’s value by using NPM as
the moderating variable.
The research samples are the social responsibility disclosure on the manufacturer
companies sector from 2010 to 2012 by using secondary data and purposive sampling
method, thus, 12 companies fulfilled the criteria as the samples. The analysis method in this
research is using simple regressions analysis and multiple regressions analysis.
The research result shows that CSR has positive impact to the company’s value. ROA
and ROE as the moderating variable have impact to the relationship of CSR and company’s
value; on the other hand NPM has negative impact.
Keywords: CSR, Company’s Value, ROA, ROE, NPM
ABSTRAK
Pada era sekarang, perusahaan tidak boleh hanya mementingkan keuntungan saja, tetapi
juga harus memperhatikan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Sehingga perusahaan
wajib
untuk
melakukan
tanggung
jawab
yang
sesuai
dengan
konsep
3P(profit,people,planet).Salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan adalah CSR atau
Corporate Social Responsibility).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1)
Pengaruh CSRterhadap nilai perusahaan (2) Pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan
denganROA sebagai variabel moderating (3) Pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan
dengan ROE sebagai variabel moderating (4) Pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan
dengan NPM sebagai variabel moderating
Sampel penelitian ini adalah pengungkapan pertanggungjawaban sosial
pada sektor perusahaan manufaktur tahun 2010 sampai 2012 dengan menggunakan data
sekunder dan metode purposive sampling didapatkan sebanyak 12 perusahaan yang
memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian. Metode analisis pada penelitian ini adalah
analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CSR berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan. ROA dan ROE sebagai variabel moderating mempengaruhi hubungan
pengaruh CSR dan nilai perusahaan, sedangkan NPM berpengaruh negatif.
Kata kunci : CSR, Nilai Perusahaan, ROA, ROE, NPM
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
2
PENDAHULUAN
Tujuan utama perusahaan beroperasi tentu saja untuk memaksimalkan keuntungan
atau laba. Hal ini dikarenakan karena laba merupakan syarat perusahaan dapat terus
hidup dan berkembang. Laba merupakan bentuk tanggung jawab ekonomi pengelola
perusahaan kepada pemangku kepentingan (stakeholders) seperti pemegang saham,
kreditor, hingga pemerintah. Akan tetapi, perusahaan memiliki tanggungjawab lain
kepada stakeholder yaitu legal responsibility dan social responsibility (Solihin, 2008:3). Legal
responsibility adalah tanggung jawab perusahaan dalam mematuhi peraturan perundangundangan yang berlaku, sedangkan social responsibility yang selama ini kita kenal dengan
CSR atau Corporate Social Responsibility adalah komitmen perusahaan secara sukarela
untuk turut meningkatkan kesejahteraan komunitas dan bukan merupakan aktivitas
bisnis (Kotler dan Lee, 2005).
Banyak manfaat yang diperoleh perusahaan dengan pelaksanan corporate social
responsibility, tetapi biaya pada akhirnya akan menjadi beban yang mengurangi
pendapatan sehingga tingkat profit perusahaan akan turun. Akan tetapi dengan
melaksanakan CSR, citra perusahaan akan semakin baik sehingga loyalitas konsumen
makin tinggi. Seiring meningkatnya loyalitas konsumen dalam waktu yang lama, maka
penjualan perusahaan akan semakin membaik, dan pada akhirnya dengan pelaksanaan
CSR, diharapkan tingkat profitabilitas perusahaan juga meningkat. Oleh karena itu, CSR
berperan penting dalam meningkatkan nilai perusahaan sebagai hasil dari peningkatan
penjualan perusahaan dengan cara melakukan berbagai aktivitas sosial di lingkungan
sekitarnya (Kusumadilaga, 2010).
Dalam proses memaksimalkan nilai perusahaan akan memunculkan konflik
kepentingan antara manajer dan pemegang saham (pemilik perusahaan) yang sering
disebut agency problem. Tidak jarang pihak manajemen yaitu manajer perusahaan
mempunyai tujuan dan kepentingan lain yang bertentangan dengan tujuan utama
perusahaan dan sering mengabaikan kepentingan saham. Perbedaan kepentingan antara
manajer dan pemegang saham ini mengakibatkan timbulnya konflik yang biasa disebut
agency conflict, hal tersebut terjadi karena manajer mengutamakan kepentingan pribadi,
sebaliknya pemegang saham tidak menyukai kepentingan pribadi dari manajer karena
apa yang yang dilakukan manajer tersebut akan menambah biaya bagi perusahaan
sehingga menyebabkan penurunan keuntungan perusahaan dan berpengaruh terhadap
harga saham sehingga menurunkan nilai perusahaan (Wien Ika Permanasari, 2010:1).
Penelitian ini mengacu pada penelitian terdahulu seperti Nurlela dan
Islahuddin (2008) yang meneliti tentang pengaruh corporate social responsibility
terhadap nilai perusahaan dengan prosentase kepemilikan manajemen sebagai
variabel moderating. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa corporate social
responsibility berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian
tersebut juga serupa dengan penelitian Kusumadilaga (2010) yang menunjukkan
adanya pengaruh antara CSR dengan nilai perusahaan, akan tetapi profitabilitas
sebagai variabel moderating tidak mempengaruhi hubungan CSR dengan nilai
perusahaan. Hasil penelitian berbeda ditunjukkan oleh Ramadhani dan
Hadiprajitno (2012) yang menyatakan bahwa CSR tidak memiliki pengaruh
terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan penelitian sebelumnya ditemukan
perbedaan hasil pengaruh hubungan antara CSR dengan nilai perusahaan, maka
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
3
peneliti termotivasi untuk meneliti hubungan antara CSR dengan nilai perusahaan
dengan profitabilitas sebagai variabel moderating.
. Rumusan Masalah
Rumusan masalah penelitian ini adalah :
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
4.
Apakah Corporate Social Responsibility mempengaruhi nilai perusahaan?
Apakah ROA sebagai variabel moderating mempengaruhi hubungan antara Corporate
Social Responsibility terhadap nilai perusahaan?
Apakah ROE sebagai variabel moderating mempengaruhi hubungan antara Corporate
Social Responsibility terhadap nilai perusahaan?
Apakah NPM sebagai variabel moderating mempengaruhi hubungan antara Corporate
Social Responsibility terhadap nilai perusahaan?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada latar belakang masalah serta rumusan masalah yang telah
dikemukakan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah :
Mengetahui dan menganalisis Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan.
Mengetahui dan menganalisis ROA sebagai variabel moderating dalam hubungan antara
Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan.
Mengetahui dan menganalisis ROE sebagai variabel moderating dalam hubungan antara
Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan.
Mengetahui dan menganalisis NPM sebagai variabel moderating dalam hubungan antara
Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan.
TINJAUAN TEORETIS DAN HIPOTESIS
Stakeholder Theory
Teori stakeholder mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya
beroperasi untuk kepentingan sendiri namun harus memberikan manfaat bagi
stakeholdernya. Dengan demikian, keberadaan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh
dukungan yang diberikan oleh stakeholder kepada perusahaan tersebut (Ghozali dan
Chariri, 2007).
Signaling Theory
Teori sinyal (signaling theory) menjelaskan mengapa perusahaan memiliki
dorongan untuk memberikan laporan keuangan kepada pihak eksternal. Dorongan
perusahaan untuk memberikan informasi adalah karena terdapat asimetri informasi
antara manajemen perusahaan dan pihak luar (investor) Prasetyaningrum (2008).
Corporate Social Responsibility
Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan didefinisikan
sebagai komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi
berkelanjutan, melalui kerja sama dengan para karyawan serta perwakilan mereka,
keluarga mereka, komunitas setempat maupun masyarakat umum untuk meningkatkan
kualitas kehidupan dengan cara yang bermanfaat baik bagi bisnis sendiri maupun untuk
pembangunan (Solihin, 2008: 28).
Pengungkapan Corporate Social Responsibility
pengungkapan informasi tentang aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan
lingkungan sosial perusahaan. Pengungkapan sosial dapat dilakukan melalui berbagai
media antara lain laporan tahunan, laporan interim/laporan sementara, prospektus,
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
4
pengumuman kepada bursa efek atau melalui media masa. Perusahaan cenderung untuk
mengungkapkan informasi yang berkaitan dengan aktivitasnya dan dampak yang
ditimbulkan oleh perusahaan tersebut. Gray, et al.,(2004)
dalam penelitian ini mengidentifikasi hal-hal yang berkaitan dengan pelaporan
sosial perusahaan berdasarkan standar GRI (Global Reporting Initiative). Global Reporting
Initiative (GRI) adalah sebuah jaringan berbasis organisasi yang telah mempelopori
perkembangan dunia, paling banyak menggunakan kerangka laporan keberlanjutan dan
berkomitmen untuk terus-menerus melakukan perbaikan dan penerapan di seluruh
dunia (www.globalreporting.org).
Nilai Perusahaan
Menurut Husnan (2000) nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia dibayar
oleh calon pembeli apabila perusahaan tersebut dijual. Sedangkan menurut Keown (2004)
nilai perusahaan merupakan nilai pasar atas surat berharga hutang dan ekuitas
perusahaan yang beredar. Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap
tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham.
Rasio-rasio keuangan digunakan investor untuk mengetahui nilai pasar
perusahaan. Ada beberapa rasio untuk mengukur nilai pasar perusahaan, salah satunya
Tobin’s Q. Rasio ini dinilai bisa memberikan informasi paling baik, karena dalam Tobin’s
Q memasukkan semua unsur hutang dan modal saham perusahaan, tidak hanya saham
biasa saja dan tidak hanya ekuitas perusahaan yang dimasukkan namun seluruh asset
perusahaan.
Profitabilitas
Profitabilitas dapat dikatakan sebagai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih dari aktivitas yang dilakukan pada periode akuntansi.
Profitabilitas adalah faktor yang memberikan kebebasan dan fleksibelitas kepada
manajemen untuk melakukan dan mengungkapkan kepada pemegang saham program
tanggung jawab sosial secara lebih luas (Heinze, 1976 dalam Florence, et al., 2004)
Return On Assets (ROA)
ROA merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
bagi perusahaan dengan memanfaatkan aktiva yang dimiliki perusahaan. Kinerja
perusahaan dinilai baik apabila nilai ROA meningkat (Fitriyani, 2012). ROA yang positif
menunjukkan bahwa dari total aktiva yang dipergunakan untuk beroperasi, perusahaan
mampu memberikan laba bagi perusahaan.
Menurut Brigham dan Houston (2006) secara sistematis ROA dapat dihitung dengan
rumus:
Return on Equity (ROE)
Return on Equity (ROE) merupakan salah alat utama investor yang paling sering
digunakan dalam menilai suatu saham. Return on Equity (ROE) merupakan rasio
keuangan yang banyak digunakan untuk mengukur kenerja perusahaan, khususnya
menyangkut profitabilitas perusahaan. Return on Equity (ROE) untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atas modalnya sendiri. Secara umum,
semakin tinggi ROE, semakin baik kedudukan pemilik perusahaan sehingga akan
meyebabkan baiknya penilaian investor terhadap perusahan yang menyebabkan
meningkatnya harga saham dan nilai perusahaan.
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
5
Return on Equity (ROE) dapat di rumuskan sebagai berikut:
Net Profit Margin (NPM)
Untuk mengukur keberhasilan sebuah manajemen dalam mengelola perusahaan serta
seberapa besar perusahaan tersebut mampu mendapatkan laba, ada sebuah alat analisa
yang dapat mengukur kedua hal diatas, alat analisis tersebut dinamakan net profit margin
(NPM). Net Profit Margin (NPM) merupakan rasio yang menghitung sejauh mana
kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio
ini diinterpretasikan juga sebagai kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya
perusahaan pada periode tertentu. . Net Profit Margin (NPM) dapat di rumuskan sebagai
berikut:
PENELITIAN TERDAHULU
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Peranan Corporate Social Responsibility Dalam Nilai Perusahaan oleh Barbara Gunawan
dan Suharti Sri Utami(2008) menghasilkan (1) Corporate Social Responsibility memiliki
pengaruh terhadap nilai perusahaan (2) Variabel kepemilikan manajerial dan tipe industri
memiliki pengaruh sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara
Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan.
Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan
Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating oleh Rimba Kusumadilaga(2010)
menghasilkan (1) Variabel CSR berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (2)
Variabel profitabilitas mempengaruhi hubungan CSR dan nilai perusahaan (3) Terdapat
perbedaan luas pengungkapan CSR periode sebelum dan sesudah berlakunya UndangUndang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Pengaruh Good Corporate Governance dan Pengungkapan Corporate Social Responsibilty
Terhadap Nilai Perusahaan oleh Reny Dyah Retno M. dan Denies Priantinah M.Si.,
Ak.(2012) menghasilkan (1) Pengungkapan Corporate Social Responsibility berpengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan dengan variabel kontrol Ukuran
Perusahaan, Jenis industri, Profitabilitas, dan Leverage pada perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2007-2010.
Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan
Prosentase Kepemilikan Manajemen Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan
Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI oleh Laras Surya Ramadhani dan Basuki
Hadiprajitno(2012) menghasilkan (1) Corporate Social Responsibility tidak memiliki
pengaruh terhadap nilai perusahaan (2) Variabel kepemilikan manajerial memiliki
pengaruh sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara Corporate Social
Responsibility terhadap nilai perusahaan.
Effect of CSR Disclosure to Value of the Firm: Study for Banking Industry in Indonesia by
Olivia Tjia and Lulu Setiawati(2012) menghasilkan (1) Pengungkapan Corporate Social
Responsibility tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan yang diukur oleh
TobinsQ.
Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Good Corporate Governance Terhadap
Nilai Perusahaan (PadaPerusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) oleh
Priyatna Bagus Susanto dan Imam Subekti(2012) menghasilkan (1) Hasil penelitian ini
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
6
menunjukkan bahwa pengungkapan corporate social responsibility tidak memiliki
pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat dikarenakan perusahaan
belum mengkomunikasikan corporate social responsibility secara tepat dan sebagian besar
perusahaan publik hanya berfokus pada faktor keuangan.
KERANGKA BERPIKIR
Profitabilitas
(X2)
Nilai
Perusahaan
(Y)
Corporate
Social
Responsibility
(X1)
Gambar 1
Kerangka Berpikir
Sumber: Diolah Peneliti
PERUMUSAN HIPOTESIS
1. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan
Corporate Social Responsibility menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi nilai
perusahaan karena salah satu dasar pemikiran yang melandasi Corporate Social
Responsibility yang pada saat ini dianggap sebagai inti etika bisnis adalah kesadaran
bahwa perusahaan tidak hanya memiliki kewajiban ekonomi dan legal terhadap
pemegang saham (shareholder) saja, tetapi juga memiliki kewajiban sosial terhadap
stakeholder (pemangku kepentingan) seperti pemerintah, customers, investors,
masyarakat, pegawai dan bahkan kompetitor.
Tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaaan. Nilai perusahaan
akan terjamin tumbuh secara berkelanjutan (sustainable) apabila perusahaan
memperhatikan dimensi ekonomi dan lingkungan hidup karena keberlanjutan
merupakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan. Dimensi
tersebut terdapat di dalam penerapan Corporate Social Responsibility yang dilakukan
perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan kepedulian terhadap
lingkungan di sekitar perusahaan.
Peneliti Gunawan dan Utami (2008) serta Kusumadilaga (2010) menyatakan
bahwa Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.
Sebaliknya menurut Ramadhani dan Hadiprajitno (2012) serta Tjia dan Setiawati
(2012:177) Corporate Social Responsibility tidak memiliki pengaruh terhadap nilai
perusahaan. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti dapat menarik hipotesis sebagai
berikut:
H₁ : Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
2. Pengaruh Profitabilitas sebagai Variabel Moderating dalam Hubungan antara
Corporate Social Responsibility dan Nilai Perusahaan
Profitabilitas perusahaan merupakan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih dari aktivitas yang dilakukan. Profitabilitas dapat menjadi
pertimbangan penting bagi investor dalam keputusan investasinya, karena semakin
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
7
besar dividen akan semakin menghemat biaya modal, di sisi lain para manajer
(insider) menjadi meningkat powernya bahkan bisa meningkatkan kepemilikannya
akibat penerimaan deviden sebagai hasil keuntungan yang tinggi.
a. Pengaruh ROA sebagai Variabel Moderating dalam Hubungan antara Corporate
Social Responsibility dan Nilai Perusahaan.
Return On Asset (ROA) yaitu rasio antara Net Income After Tax terhadap aset
secara keseluruhan menunjukan ukuran produktivitas aktiva dalam memberikan
pengembalian pada penanaman modal (Sawir,2001).
Penelitian sebelumnya Su’aidah (2010) menunjukkan adanya pengaruh
ROA terhadap nilai perusahaan. Hasil ini juga didukung oleh penelitian
Putri (2012) yang menunjukkan hasil yang sama yaitu ROA berpengaruh
positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan hasil berbeda diperoleh dari
penelitian Suranta dan Pratana (2004) serta Carningsih (2009) yang
menemukan bahwa ROA justru berpengaruh negatif terhadap nilai
perusahaan. Berdasarkan penjelasan di atas dirumuskan hipotesis sebagai
berikut :
H₂ :
ROA memiliki pengaruh positif sebagai variabel moderating dalam
hubungan antara Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan.
b. Pengaruh ROE sebagai Variabel Moderating dalam Hubungan antara Corporate
Social Responsibility dan Nilai Perusahaan.
Rentabilitas modal sendiri atau return on equity (ROE) merupakan suatu
pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi pemilik perusahaan
(baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen) atas modal yang
mereka investasikan didalam perusahaan. (Syamsudin ,2007 : 64)
Menurut Su’aidah (2010) dan Peni (2011) ROE terbukti memberikan
pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan penelitian
Carningsih (2009) Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap
nilai perusahaan.
Berdasarkan penjelasan di atas dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
H3 : ROE memiliki pengaruh positif sebagai variabel moderating dalam hubungan
antara Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan.
c. Pengaruh NPM sebagai Variabel Moderating dalam Hubungan antara
Corporate Social Responsibility dan Nilai Perusahaan.
Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih. Menurut
Bastian dan Suhardjono (2006), Net Profit Margin adalah perbandingan antara laba
bersih dengan penjualan.
Peneletian Susanti (2010) menyatakan bahwa profitabilitas (NPM)
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan penelitian
Ardiani (2007) dan Rinati (2008:9) menunjukkan bahwa NPM tidak
mempunyai pengaruh terhadap harga saham, dimana harga saham
menurut Pamadanu (2011) memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan penjelasan di atas dirumuskan hipotesis sebagai berikut :
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
8
H4 : NPM memiliki pengaruh positif sebagai variabel moderating dalam
hubungan antara Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan.
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi yang diteliti adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada periode 2010-2012 dan mengungkapkan corporate social responsibility baik
terintegrasi dalam annual report ataupun terpisah dalam sustainability report. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dengan kriteria (1)
Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 hingga
2012 (2) Perusahaan manufaktur yang terdaftar dalam Proper pada tahun 2010 hingga
2012. Proper adalah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan
Lingkungan Hidup yang dilakukan oleh Kantor Kementrian Lingkungan Hidup (3)
Perusahaan manufaktur yang termasuk dalam Proper yang mengungkapkan informasi
corporate social responsibilty dalam laporan tahunan selama tahun 2010 hingga 2012 (4)
Tidak mengalami kerugian selama 3 tahun berturut-turut mulai tahun 2010 hingga 2012.
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Variabel Independen
Variabel independen adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi
variabel yang lain. Variabel independen dalam penelitian ini adalah: Corporate Social
Responsibility (CSR) adalah Corporate Social Responsibility
Alat ukur CSR adalah pengungkapan CSR dengan indikator GRI melalui checklist.Ada 6
kategori pada checklist berdasarkan pada indikator GRI (Global Reporting Initiatives).
Keenam kategori tersebut terbagi dalam 79 item pengungkapan.
Perhitungan indeks dapat dinotasikan dalam rumus sebagai berikut:
Dimana:
CSDIj : Corporate Social Responsibility Disclosure Index perusahaan j
nj
: jumlah item untuk perusahaan j, nj = 79
Xij
: 1 = jika item I diungkapkan; 0 = jika item I tidak diungkapkan
dengan demikian, 0 < CSDIj < 1
Variabel Dependen
Nilai Perusahaan
Variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh
variabel independen. Variabel dependen juga dapat disebut sebagai variabel
konsekuensi (consequent variable). Variabel dependen adalah tipe variabel yang
dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen dalam
penelitian ini adalah nilai perusahaan yang diukur dengan Tobin’sQ
Dimana :
EMV ( Nilai Pasar Ekuitas) :
D ( Debt )
:
P (Closing Price) x Qshares (Jumlah saham yang beredar)
Nilai buku dari total hutang
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
9
EBV
:
Nilai buku dari total aktiva.
Variabel Moderating
Profitabilitas
Variabel moderator adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau
memperlemah) hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel
moderating dalam penelitian ini adalah profitabilitas. Profitabilitas diukur dengan rasio
ROA, ROE, dan NPM.
Pengujian Hipotesis
Hipotesis penelitian akan diuji dengan dua persamaan regresi yang berbeda, yaitu :
NP = a + b1CSR + e
NP = a + b1CSR + b2CSR*ROA + b3CSR*ROE +b4CSR*NPM + e
Keterangan:
NP = Nilai Perusahaan
a
= Konstanta
b
= Koefisen regresi
CSR = Corporate Social Responsibility
ROA = Return On Assets
ROE = Return on Equity
NPM
=
Net Profit Margin
e
= eror
Persamaan regresi 1 akan digunakan untuk menguji apakah ada pengaruh CSR
terhadap nilai perusahaan. Persamaan regresi 2 digunakan untuk menguji apakah ada
pengaruh CSR yang dimoderasi dengan profitabilitas dengan nilai perusahaan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Statistik Deskriptif
Pada analisis deskriptif akan disajikan gambaran masing-masing variabel penelitian
yaitu nilai perusahaan (Q) sebagai variabel dependen, profitabilitas yang terdiri dari ROA,
ROE, dan NPM sebagai variabel moderating, dan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai
variabel independen. Analisis deskriptif variabel disajikan dalam tabel berikut ini :
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
10
CSR
CSRXROA
CSRXROE
CSRXNPM
NP
N
Tabel 1
Analisis Deskriptif
Min
Max
Mean
36
36
36
36
36
.33
.00
.00
.00
.69
.47
.11
.14
.10
3.85
.4058
.0385
.0527
.0362
1.6439
Std. Deviation
.04442
.03326
.04246
.02919
.77315
Sumber: Olahan SPSS
Tabel di atas dapat diketahui jumlah unit yang dianalisis sebanyak 36 data, berdasarkan
laporan tahunan (annual report) yang berakhir pada tanggal 31 Desember selama periode
pengamatan 2010, 2011 dan 2012. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif dalam tabel 4
dapat diketahui bahwa :
a. Nilai perusahaan memiliki nilai mean sebesar 1,6439, nilai minimum sebesar 0,69, nilai
maximun 3,85 dan nilai deviasi standar sebesar 0,77315. Karena nilai deviasi standar
lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing variabel nilai perusahaan untuk
setiap objek observasi relatif sama.
b. Corporate Social Responsibility memiliki nilai mean sebesar 0,4058, nilai minimum sebesar
0,33, nilai maximun 0,47 dan nilai deviasi standar sebesar 0,04442. Karena nilai deviasi
standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing variabel nilai
perusahaan untuk setiap objek observasi relatif sama.
c. Corporate Social Responsibility dengan ROA memiliki nilai mean sebesar 0,0385, nilai
minimum sebesar 0,00, nilai maximun 0,11 dan nilai deviasi standar sebesar 0,03326.
Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing
variabel nilai perusahaan untuk setiap objek observasi relatif sama.
d. Corporate Social Responsibility dengan ROE memiliki nilai mean sebesar 0,0527, nilai
minimum sebesar 0,00, nilai maximun 0,14 dan nilai deviasi standar sebesar 0,04246.
Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing
variabel nilai perusahaan untuk setiap objek observasi relatif sama.
Corporate Social Responsibility dengan NPM memiliki nilai mean sebesar 0,0362, nilai
minimum sebesar 0,00, nilai maximun 0,10 dan nilai deviasi standar sebesar 0,02919.
Karena nilai deviasi standar lebih kecil dari nilai mean, maka besaran masing-masing
variabel nilai perusahaan untuk setiap objek observasi relatif sama.
Uji Asumsi Klasik
a. Uji Multikolinearitas. Nilai tolerance semua variabel bebas lebih besar dari 0,10,
demikian pula nilai VIF semuanya kurang dari 10. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa model regresi tidak mengindikasikan adanya multikolinieritas.
b. Uji Autokorelasi. Nilai Durbin-Watson persamaan regresi pertama adalah 0.962. Jika
dicocokkan dengan tabel DW dapat disimpulkan bahwa nilai test Durbin-Watson ada pada
daerah yang tidak terjadi autokorelasi dalam menetukan keputusan. Pada regresi kedua
Nilai Durbin-Watson adalah1.570 Jika dicocokkan dengan tabel DW dapat disimpulkan
bahwa nilai test Durbin-Watson ada pada daerah yang tidak terjadi autokorelasi dalam
menetukan keputusan.
c. Uji Heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat pola
grafik scatterplot. Berdasarkan grafik scatterplot tampak bahwa data menyebar secara acak
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
11
baik di atas maupun di bawah angka 0 atau tidak membentuk suatu pola. Hal ini dapat
disimpulkan bahwa tidak terjadi Heteroskedastisitas pada model regresi ini.
e. Uji Normalitas. Pada diagram normal P-P Plot regression standarized, jika data
menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal menujukkan pola
distribusi yang normal, maka model regresi memenuhi model asumsi klasik. Hal ini
menunjukkan bahwa penelitian berdistribusi normal dan memenuhi asumsi normalitas.
Uji Hipotesis
Pengujian Hipotesis
Tabel 2
Analisis Regresi 1
NP = a + b1CSR + e
Berdasarkan Tabel 2
Persamaan Regresi Model 1
Model
(Constant)
CSR
Unstandardized Coefficients
B
Std. Error
1.020
1.128
6.565
2.764
Standardized
Coefficients
Beta
.377
Dependent Variable: NP
Sumber: Olahan SPSS
Nilai perusahaan = 1,020+ 6,565CSR , dengan nilai α = 5%
1) Konstanta = 1,020
Nilai konstanta adalah sebesar 1,020 artinya apabila seluruh variabel independen bernilai
nol, maka diprediksikan untuk nilai perusahaan yang diukur dari nilai pasar ekuitas
ditambahkan dengan nilai buku total hutang kemudian dibagi dengan nilai buku dari
ekuitas ditambahkan nilai buku dari total hutang yang dihasilkan adalah sebesar 1,020.
2)
Koefisien regresi untuk Corporate Social Responsibility sebesar 6,565
Pengujian Hipotesis 2
Tabel 3
Analisis Regresi 2
NP = a + b1CSR + b2CSR*ROA + b3CSR*ROE +b4CSR*NPM + e
Berdasarkan Tabel 3
Persamaan Regresi Model 2
Model
(Constant)
CSR
CSRxROA
CSRxROE
CSRxNPM
Dependent Variabel: NP
Sumber: Olahan SPSS
Unstandardized Coefficients
B
Std. Error
.552
.862
3.981
2.129
8.899
3.520
8.721
2.695
-6.127
3.665
Standardized
Coefficients
Beta
.229
.383
.479
-.231
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
12
1)
2)
3)
4)
5)
Persamaan regresi yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
Nilai perusahaan = 0,552+ 3,981CSR + 8,899CSRROA + 8,721CSRROE -6,127CSRNPM ,
dengan nilai α = 5%
Penjelasan persamaan regresi diatas:
Konstanta= 0,552
Nilai konstanta adalah sebesar 0,552 artinya apabila seluruh variabel independen bernilai
nol(konstan), maka diprediksikan untuk nilai perusahaan yang diukur dari nilai pasar
ekuitas ditambahkan dengan nilai buku total hutang kemudian dibagi dengan nilai buku
dari ekuitas ditambahkan nilai buku dari total hutang yang dihasilkan adalah sebesar
0,552.
Koefisien regresi untuk Corporate Social Responsibility sebesar 3,981.
Artinya jika CSR naik, maka nilai perusahaan akan mengalami peningkatan.
Koefisien regresi untuk Corporate Social Responsibility dengan ROA 8,899.
Artinya jika CSR dengan ROA naik, maka nilai perusahaan akan mengalami peningkatan.
Koefisien regresi untuk Corporate Social Responsibility dengan ROE 8,721. Artinya jika CSR
dengan ROE naik, maka nilai perusahaan akan mengalami peningkatan.
Koefisien regresi untuk Corporate Social Responsibility dengan NPM -6,127.
Artinya jika CSR dengan NPM naik, maka nilai perusahaan tidak akan mengalami
peningkatan.
KOEFISIEN DETERMINASI
Model
1
R
.377a
Tabel 4
Koefisien determinasi model 1
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
.142
.117
.72648
Predictors: (Constant), CSR
DeDependent Variable: NP
Sumber: Olahan SPSS
Berdasarkan tabel di atas nilai Adjusted R-square sebesar 0,117 yang berarti bahwa nilai
perusahaan dipengaruhi oleh CSR sebesar 11,7% ,sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor
lain.
Tabel 5
Koefisien determinasi model 2
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.758a
.575
.520
.53575
Predictors: (Constant), CSRxNPM, CSR, CSRxROE, CSRxROA
Dependent Variable: NP
Sumber: Olahan SPSS
Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Adjusted R-square sebesar 0,520 yang berarti
bahwa nilai perusahaan dipengaruhi CSR dengan profitabilitas sebagai variabel moderating
sebesar 52% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.
UJI PARSIAL t
Model
(Constant)
Tabel 6
Hasil Uji-t Model 1
t
.904
Sig.
.372
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
13
CSR
2.375
.023
Dependent Variable: NP
Sumber: olahan SPSS
Berdasarkan uji parsial (uji t) di atas yang menguji pengaruh CSR terhadap nilai
perusahaan, maka dapat disimpulkan bahwa:
H1: Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan
Pengujian pengaruh CSR menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,023, nilai
signifakansitersebut < 0,05 maka H1 diterima sehingga CSR berpengaruh positif terhadap
nilai perusahaan. Semakin besar CSR maka akan semakin besar potensi untuk meningkatkan
nilai perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai uji t untuk variabel ini sebesar 2,375.
Model
(Constant)
CSR
CSRxROA
CSRxROE
CSRxNPM
Tabel 7
Hasil Uji-t Model 2
t
.641
1.870
2.529
3.236
-1.672
Sig.
.526
.071
.017
.003
.105
Dependent Variable: NP
Sumber : Olahan SPSS
Berdasarkan uji parsial (uji t) di atas yang dipengaruhi oleh profitabilitas yang
diproksi dengan ROA,ROE dan NPM sebagai variabel moderating pada pengaruh Corporate
Social Responsibility terhadap nilai perusahaan, maka dapat disimpulkan bahwa:
H2: ROA memiliki pengaruh positif sebagai variabel moderating dalam hubungan antara
Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan.
Pengujian pengaruh CSR dengan ROA sebagai variabel moderating menghasilkan nilai
signifikansi sebesar 0,017, nilai signifikansi tersebut < 0,05 maka H2 diterima sehingga
terdapat dampak ROA pada pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan. Semakin besar
dampak ROA pada pengaruh CSR maka akan semakin besar potensi untuk meningkatkan
nilai perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai uji t untuk variabel ini sebesar 2,529.
H3: ROE memiliki pengaruh positif sebagai variabel moderating dalam hubungan antara
Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan
Pengujian pengaruh CSR dengan ROE sebagai variabel moderating menghasilkan nilai
signifikansi sebesar 0,003, nilai signifikansi tersebut < 0,05 maka H3 diterima sehingga
terdapat dampak ROE pada pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan. Semakin besar
dampak ROE pada pengaruh CSR maka akan semakin besar potensi untuk meningkatkan
nilai perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai uji t untuk variabel ini sebesar 3,236.
H4: NPM memiliki pengaruh positif sebagai variabel moderating dalam hubungan antara
Corporate Social Responsibility dan nilai perusahaan.
Pengujian pengaruh CSR dengan NPM sebagai variabel moderating menghasilkan nilai
signifikansi sebesar 0,105, nilai signifikansi tersebut > 0,05 maka H4 ditolak sehingga tidak
terdapat dampak NPM pada pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan. Semakin besar
dampak NPM pada pengaruh CSR maka akan semakin kecil potensi untuk meningkatkan
nilai perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai uji t untuk variabel ini sebesar -1,672.
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
14
UJI SIMULTAN F
Model
1
Regression
Residual
Total
Tabel 8
Hasil Uji-F Model 2
ANOVAb
Sum of
Mean
Squares
df
Square
12.023
4
3.006
8.898
31
.287
20.921
35
F
10.472
Sig.
.000a
Predictors: (Constant), CSRxNPM, CSR, CSRxROE, CSRxROA
Dependent Variable: NP
Sumber: Olahan SPSS
Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai F hitung sebesar 10,472 dengan menggunakan
tingkat signifikansi sebesar α = 0,05. Hasil perhitungan nilai sig 0,000 kurang dari α = 0,05,
sehingga CSR dengan profitabilitas berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan.
SIMPULAN
Simpulan
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap
nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderating. Untuk menentukan
perusahaan yang mengungkapakan CSR digunakan 79 indikator pengungkapan dari GRI.
Perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 12 perusahaan dalam
penelitian selama tahun 2010-2012, sehingga diperoleh 36 unit analisis.
Dari hasil analisis data , maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Corporate Social Responsibility berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, artinya
bahwa CSR merupakan faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya nilai
perusahaan. Semakin banyak perusahaan mengungkapkan item pengungkapan
sosialnya dan semakin bagus kualitas pengungkapannya, maka akan semakin tinggi
nilai perusahaannya. Hasil ini sesuai dengan teori stakeholder bahwa apabila
perusahaan dapat memaksimalkan manfaat yang diterima stakeholder maka akan
timbul kepuasan bagi stakeholder yang akan meningkatkan nilai perusahaan.
2. ROA sebagai variabel moderating berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan,
artinya kinerja perusahaan dinilai baik apabila nilai ROA meningkat dan positif.
Apabila perusahaan berhasil membukukan tingkat keuntungan yang besar dengan
adanya penerapan CSR dalam mengungkapkan item sosialnya, maka akan semakin
tinggi nilai perusahaannya. Nilai perusahaan yang tinggi akan memotivasi para
investor untuk menanamkan modalnya pada saham perusahaan.
3. ROE sebagai variabel moderating berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan,
artinya semakin tinggi ROE, semakin baik kedudukan pemilik perusahaan sehingga
akan menyebabkan baiknya penilaian investor terhadap perusahan yang
menyebabkan meningkatnya harga saham dan nilai perusahaan. ROE mampu
menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan
investasi para pemilik, serta menggambarkan perkembangan dan prospek
perusahaan sehingga para investor memperhitungkan ROE sebagai pertimbangan
investasinya.
4. NPM sebagai variabel moderating berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan
karena nilai perusahaan tidak hanya diukur berdasarkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba bersih setelah pajak. Tidak adanya pengaruh dari NPM terhadap
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
15
nilai, karena NPM dinilai kurang tepat untuk mewakili mengukur nilai perusahaan.
NPM bertujuan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam mengemudikan
perusahaan yang dinilai cukup berhasil jika menyisakan margin tertentu sebagai
kompensasi yang wajar bagi pemilik yang telah menyediakan modalnya untuk suatu
resiko.
SARAN
Berdasarkan beberapa keterbatasan penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat
saran untuk penelitian selanjutnya, diantaranya adalah:
1. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain karena hasil
penelitian ini memiliki R-square yang kecil, dikarenakan masih adanya faktor lain
yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan.
2. Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dan memperpanjang periode
penelitian.
3. Penelitian selanjutnya juga diharapkan mampu memperbarui informasi
mengenai item-item yang digunakan dalam menilai pengungkapan CSR, selain
menggunakan GRI.
DAFTAR PUSTAKA
Ardiani, Anita. 2007. Analisis pengaruh kinerja keuangan terhadap perubahan harga saham
pada perusahaan perbankan di bursa efek jakarta periode 2002-2004. Skripsi.
Universitas Negeri Semarang
Bastian, Indra dan Suharjono, 2006. Akuntansi Perbankan, Edisi Pertama, Cetakan Pertama,
Jakarta: Salemba Empat
Brigham dan Houston. 2006. Fundamentals Of Financials Management (Dasar-Dasar
Manajemen Keuangan). Jakarta: Salemba Empat
Carningsih. 2009. Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Hubungan Antara
Kinerja Keungan Dengan Nilai Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Property
Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Skripsi. Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma
Chariri, A., dan Ghozali, I. 2007. Accounting Theory. Semarang: Badan Penerbit UNDIP
Devina, Florence., Suryanto, L dan Zulaikha. 2004. Pengaruh Karakteristik Perusahaan
Terhadap Pengungkapan Sosial dalam Laporan Tahunan Perusahaan Go Public di
Bursa Efek Jakarta (BEJ). Jurnal Maksi Volume 4, Agustus : 161-177.
Global Reporting Initiative.
http://www.globalreporting.org/Globalreportinginitiative/information/aboutGRI. Diakses pada
6 Januari 2014
Gunawan, Barbara dan Utami, Suharti Sri. 2008. Peranan Corporate Social Responsibility dalam
Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Volume 7, Nomor 2, September 2008:
174-185
indrayani, Peni (2011) Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan
Corporate Social Responsibility (CSR) Dan Mekanisme Good Corporate Governance (GCG)
Sebagai Variabel Pemoderasi. Other thesis, UNIKA
Ismail, Solihin. 2008. Corporate Social Responsibility From Charity To Sustainability. Jakarta:
Salemba Empat
Keown, Arthur J,dkk.2004. Manajemen Keuangan Jilid 1.Jakarta: Indeks
Kotler, Philip and Lee, Nancy. 2005. Corporate Social Responsibility: Doing the Most Good for
Your Company and Your Cause, Best practices from Hewlett-Packard, Ben & Jerry’s, and other
leading companies. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi Vol. 3 No. 8 (2014)
16
Kusumadilaga, Rimba. 2010. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai
Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderating. Skripsi Fakultas
Ekonomi Universitas Diponegoro
Nurlela dan Islahudin. 2008. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai
Perusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating.
Simposium Nasional Akuntansi XI.
Tjia, Olivia and Setiawati, Lulu. 2012. Effect of CSR Disclosure to Value of the Firm: Study for
Banking Industry in Indonesia: World Journal of Social Sciences Vol. 2. No. 6. September
2012 Issue. Pp.169 – 178
Pamadanu, Dozi. 2011. Pengaruh Profitabilitas Dan Nilai Perusahaan Terhadap Return
Saham Pada Perusahaan Automotive And Allied Products Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang
Ramadhani, Laras S dan Hadiprajitno, Basuki. 2012. Pengaruh Corporate Social
Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Prosentase Kepemilikan
Manajemen Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di BEI. Volume 8, Nomor 2, Tahun 2012
Rinati, Ina. 2008. Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA) danReturn On
Equity (ROE) terhadap Harga Saham pad Perusahaan yang Tercantum Indeks LQ45.
Jurnal Ekonomi dan Manajemen. Universitas Gunadarma
Suad, Husnan. 2000. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan, Edisi Ketiga. Yogyakarta :
UPP AMP YKPN
Su’aidah, Sitta. 2010. Pengaruh ROA dan ROE terhadap Nilai Perusahaan dengan
Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Kepemilikan Manajerial sebagai
Variabel Pemoderasi
Susanti, Rika. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Nilai.
Wahidahwati. 2002. Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional pada
Kebijakan Utang Perusahaan : Sebuah Perspektif Teori Agensi. JRAI, Volume 5 Nomor
1. Januari : 1-16.
Wien, I. 2010. Pengaruh Kepemilikan Manajemen, Kepemilikan Institusional, Dan Corporate
Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan. Skripsi Akuntansi Universitas
Diponegoro.
●●●
Download