Página - TWR360

advertisement
Series:
Sermon Series
Title:
Rahasia Gereja
Salib dan Penderitaan
Part:
5
Speaker:
Dr. David Platt
Date:
6 April 2012
Text:
"Pesan berikut adalah dari Rahasia gereja, sebuah studi Alkitab oleh Dr David Platt,
pendeta Gereja di Brook Hills."
RAHASIA GEREJA
SALIB DAN PENDERITAAN
Kitab-Kitab Injil
35. Matius 4: Pencobaan Ke Dalam Dosa ... Akar Penderitaan
Dalam Matius pasal 4 Yesus dicobai sebanyak tiga kali, dan dalam semua pencobaan ini Ia menolak setiap
godaan Setan. Apa yang cerita ini ajarkan kepada kita? Cerita ini memberikan kepada kita dua gambaran.
Pertama, Yesus adalah manusia baru, yang melangkah masuk ke dalam cerita umat manusia yang
Página (Page)
1
universal. Ada persamaan yang terlihat dengan jelas antara Yesus di padang gurun dalam Matius pasal 4
dengan Adam dan Hawa di Taman dalam Kejadian pasal 3. Bukan kebetulan bahwa baik Adam maupun
Yesus sama-sama pada awalnya tergoda untuk makan makanan di luar dari kehendak Bapa, dan dalam
kedua cerita ini, pencobaan yang datang kepada mereka dimulai dengan tantangan untuk
mempertanyakan Allah.
Kepada Adam, ular bertanya, "Apakah Allah benar-benar mengatakan bahwa kamu tidak boleh makan
buah itu?" Kepada Yesus, Iblis, ular itu, meragukan status Kristus sebagai Anak Allah dengan mengatakan,
"Jika Engkau benar-benar Anak Allah, mengapa Engkau menjadi lapar seperti ini?" Yesus melangkah ke
dalam cerita yang sama yang ke dalamnya Adam telah melangkah masuk, dan Yesus bertahan
menghadapi pencobaan sementara Adam jatuh ke dalam pencobaan. Kejadian 3:1 mengatakan, "Adapun
ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu
berkata kepada perempuan itu: ‘Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu
makan buahnya, bukan?’"
Yesus adalah seorang manusia baru, tidak seperti Adam dan tidak seperti semua manusia lain dalam
cerita umat manusia yang universal yang telah menyerah kepada dosa, dan Ia adalah Anak yang benar,
yang menderita melalui cerita Israel secara khusus. Dikatakan dalam Keluaran 4:22, "Maka engkau harus
berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung ...." Lalu
dikatakan dalam Matius 2:15, "... dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya digenapi
apa yang difirmankan Tuhan melalui nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.'" Dan Matius 3:17
mengatakan, " ... lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih,
kepada-Nyalah Aku berkenan.’"
Jadi ada beberapa kesejajaran antara Matius 4 dengan Kejadian 3, tetapi bahkan terdapat lebih banyak
kesejajaran antara pencobaan Yesus di sini dengan ujian yang dihadapi umat Allah sebelum mereka
masuk ke tanah yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Kesejajaran-kesejajaran ini cukup jelas. Baik Yesus
maupun umat Israel sama-sama diuji di padang gurun. Israel sebagai anak Allah diuji selama empat puluh
tahun, sementara Yesus sebagai Anak Allah diuji selama empat puluh hari. Setiap kali Yesus menghindar
dari pencobaan dalam Matius 4, Ia menggunakan Kitab Suci yang berbicara tentang pengembaraan Israel
di padang gurun selama empat puluh tahun.
Dan kesejajaran terakhir yang saya ingin tunjukkan kepada anda adalah dalam cerita Perjanjian Lama,
yaitu tepat sebelum mereka diuji di padang gurun, di mana Allah melepaskan orang-orang Israel melalui
perairan Laut Merah. Dalam 1 Korintus 10:2, Paulus menyebut peristiwa tersebut sebagai baptisan bagi
Israel. Di sini dalam cerita Perjanjian Baru, tepat sebelum Yesus dicobai di padang gurun, Ia dibaptis. Jadi,
Página (Page)
2
semua ini menunjukkan kepada kita kenyataan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang sejati, yang
menderita melalui cerita tertentu dalam pengalaman umat Israel.
Ada dua pertanyaan yang muncul bilamana anda terus datang ke bagian ini. Yang pertama, apakah Allah
mencobai kita? Jika anda melihat hal ini dalam Matius 4:1, dikatakan, "Maka Yesus dibawa oleh Roh ke
padang gurun untuk dicobai Iblis." Apa artinya? Apakah itu berarti bahwa Allah mencobai kita? Jawaban
yang jelas yang Kitab Suci berikan untuk pertanyaan itu adalah, "Tidak." Allah tidak pernah mencobai kita
dalam arti membujuk kita untuk masuk ke dalam kejahatan. Yakobus 1:13 mengatakan, "Apabila
seseorang dicobai, janganlah ia berkata, ‘Aku sedang dicobai oleh Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai
oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.’"
Sebaliknya, Setan dipandang dalam Alkitab sebagai Si Pencoba. Kita dicobai oleh Setan (yang adalah
bawahan, kita telah berbicara tentang hal itu dalam Kejadian 1-11) untuk melakukan kejahatan. Jadi,
hanya Iblis dan setan-setan yang mencobai kita untuk melakukan yang jahat, tetapi kita perlu ingat
bahwa bahkan dalam pencobaan mereka terhadap kita untuk melakukan yang jahat, meskipun itu adalah
pencobaan yang secara langsung dilakukan oleh mereka, pada akhirnya berada di bawah kendali Allah
yang berdaulat. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di alam semesta di luar dari kedaulatan Allah, dan di
sini kita melihat Allah dalam gambaran ini, bukan sebagai Pribadi yang mencobai kita untuk melakukan
yang jahat, melainkan untuk menguji kita demi kebaikan kita.
Kita dicobai oleh Setan (yang adalah bawahan) untuk kejahatan, tetapi kita diuji oleh Allah (yang
berdaulat) untuk kebaikan. Jadi, di sini di Matius 4, Roh Allah memimpin Yesus kepadang gurun untuk
memasuki waktu ujian, sebagaiman Ia memimpin umat Israel ke padang gurun untuk memasuki waktu
ujian. Namun Allah sama sekali tidak mencobai Yesus, dan Ia juga sama sekali tidak mencobai Israel, dan
Allah sama sekali tidak akan pernah mencobai anda ke arah kejahatan. Sebaliknya, dalam kedaulatanNya,
Allah bahkan akan menggunakan upaya Setan untuk mencobai anda kepada kejahatan untuk membawa
kebaikan dalam kehidupan anda.
Pertanyaan kedua: Mungkinkah Yesus dapat melakukan dosa? Jawabannya adalah tidak dan ya. Biarlah
saya menjelaskan secara singkat empat kebenaran yang berhubungan dengan pertanyaan ini yang kita
ketahui dari seluruh Kitab Suci. Pertama, Yesus adalah manusia sepenuhnya, dan sebagai manusia, Yesus
sepenuhnya dicobai seperti kita. Alkitab berbicara tentang hal ini dalam Ibrani 4:15-16. Dikatakan dalam
bagian tersebut, "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut
merasakan kelemahan-kelemahan kita. Sebaliknya sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya saja Ia tidak
berbuat dosa. Sebab itu, marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta anugerah, supaya
kita menerima rahmat dan menemukan anugerah untuk mendapat pertolongan pada waktunya."
Página (Page)
3
Demikian juga dikatakan dalam 1 Korintus 10:13, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah
pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia
tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan
memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."
Sewaktu-waktu bilamana kita membaca Matius 4:1-11 dan melihat pencobaan yang Yesus alami, kita
mungkin berpikir, "Saya tidak pernah dicobai untuk menjatuhkan diri dari satu gedung." Namun saudarasaudara, kita harus menyadari bahwa sebenarnya tidak ada pencobaan-pencobaan yang baru, yang ada
hanyalah cara-cara yang baru untuk dikalahkan oleh pencobaan-pencobaan yang lama. Alkitab sangat
jelas dalam hal ini: Yesus dicobai persis seperti kita.
Ketiga, Yesus adalah sepenuhnya Allah, dan yang keempat, Allah tidak dapat dicobai. Sebagaimana yang
dikatakan dalam Yakobus 1:13, Allah tidak mencobai kita untuk melakukan yang jahat, dan Ia tidak dapat
dicobai oleh yang jahat. Ayat tersebut mengatakan, "Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata,
‘Aku sedang dicobai oleh Allah!’ Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak
mencobai siapa pun."
Jadi, kita mengetahui bahwa empat hal ini adalah benar: Yesus adalah sepenuhnya manusia, sepenuhnya
dicobai, sepenuhnya Allah, dan Allah tidak dapat dicobai. Masalahnya adalah ketika Anda mencoba untuk
menempatkan keempat hal ini bersama-sama dan mencari tahu bagaimana semua ini berfungsi, dan
itulah misteri. Ini adalah misteri Inkarnasi. Dalam kemanusiaanNya, Yesus sepenuhnya dicobai sama
seperti kita, dan itu berarti bahwa adalah mungkin bagiNya untuk bisa berbuat dosa. Dalam keilahianNya,
Ia tidak dapat dicobai, karena Allah tidak dapat dicobai, dan karena itu tidak mungkin bahwa Ia dapat
berbuat dosa. Jadi, ini adalah kenyataan-kenyataan yang membingungkan yang secara misterius datang
bersama-sama dalam Inkarnasi.
Kita akan beralih ke tiga pencobaan tersebut, dan kita tidak akan menganalisa hal ini terlalu mendalam
karena kita tidak punya cukup waktu, tetapi perhatikan esensi pencobaan-pencobaan tersebut.
Pencobaan pertama adalah untuk kepuasan diri sendiri, yang memanifestasikan dirinya dalam
memerintahkan batu untuk menjadi roti karena Ia lapar. Matthew 4:2-4 mengatakan, "Setelah berpuasa
empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si penggoda dan
berkata kepada-Nya, ‘Karena Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.’
Tetapi Yesus menjawab, ‘Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang
keluar dari mulut Allah.’" Yesus dicobai untuk memuaskan diri sendiri, dan kita dicobai untuk memenuhi
keinginan kita terpisah dari kehendak Allah.
Página (Page)
4
Yesus berjuang melawan pencobaan ini dengan mengandalkan kebaikan Allah yang dapat memberi
kepuasan sepenuhnya dan kecukupan sepenuhnya.
Pencobaan kedua adalah untuk perlindungan diri sendiri. Matius 4:5-7.
Yesus mengalaminya, dan kita juga dicobai untuk mempertanyakan kehadiran Allah dan memanipulasi
janji-janji Allah. Keluaran 17:7 mengatakan, "Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang
Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: 'Adakah
TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?'" Akan tetapi Yesus menolak pencobaan tersebut dengan
bersandar pada perlindungan Bapa yang memberikan keamanan yang tidak tergoyahkan.
Pencobaan yang ketiga adalah untuk peninggian diri sendiri. Matius 4:7-11.
Sebagaimana Yesus, kita juga dicobai untuk meninggikan diri kita di dunia sementara kita merampok
penyembahan yang seharusnya kita berikan kepada Allah, dan kemuliaan yang seharusnya kita berikan
bagi nama-Nya. Yesus menolak untuk menukarkan peninggian pada akhir zaman oleh Bapa dengan
peninggian pada masa kini oleh si ular.
Satu Kesimpulan ...
Dari semua hal ini, kita sampai pada satu kesimpulan yang sangat signifikan pada awal Perjanjian Baru:
Yesus telah melakukan apa yang tidak pernah dilakukan oleh orang lain atau yang tidak pernah akan
dilakukan oleh orang lain: Ia telah menolak pencobaan dengan sepenuhnya dan mengalahkan dosa
dengan sepenuhnya. Ada beberapa bagian Alkitab yang menyatakan kebenaran ini. Yohanes 8:46
mengatakan, "Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku
mengatakan kebenaran, mengapa kamu tidak percaya kepada-Ku?" Dikatakan dalam 2 Korintus 5:21,
"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita
dibenarkan oleh Allah." Lalu dikatakan dalam Ibrani 7:26, "Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita
perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi
daripada tingkat-tingkat surga." Kemudian 1 Petrus 2:22 mengatakan, "Ia tidak berbuat dosa, dan tipu
tidak ada dalam mulut-Nya." Dan 1 Yohanes 3:5 mengatakan, "Dan kamu tahu bahwa Ia telah
menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa."
Ia telah mengalahkan dosa, akar penderitaan. Itu adalah awal yang sangat baik untuk Perjanjian Baru.
36. Lukas 4:16-21: Kabar Baik Bagi Mereka Yang Menderita
Página (Page)
5
Teks berikutnya, Lukas 4:16-21, adalah kabar baik bagi mereka yang menderita.
Yesus masuk ke rumah ibadah dan membaca janji dalam kitab Yesaya bahwa Allah akan mengurapi
hambaNya dengan RohNya untuk "menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin ... pembebasan
kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang
yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Yesus berkata, "Pada
hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Inilah kabar baik bagi mereka yang menderita.
Yesus membalikkan status kita.
Yesus membalikkan status kita, dan kita dapat melihat bagaimana nubuatan ini diwujudkan dalam segala
macam cara di seluruh kitab Injil. Mari kita lihat beberapa contoh di sini. Dalam Lukas 5:12-13 Yesus
mengambil mereka yang najis dan menjadikan mereka bersih. Bagian ini mengatakan, "Pada suatu kali
Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus,
tersungkurlah ia dan memohon, 'Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.' Lalu Yesus
mengulurkan tangan-Nya, menyentuh orang itu, dan berkata, 'Aku mau, jadilah engkau tahir.' Seketika itu
juga lenyaplah penyakit kustanya." Dalam menyembuhkan orang kusta dalam Lukas 5 ini kita melihat
bahwa bagi semua orang yang merasa tidak berdaya, Yesus akan memulihkan anda.
Kemudian, kita melihat perempuan berdosa dalam Lukas 7:37-50 mengurapi kaki Yesus dengan minyak,
dan di sini kita belajar bahwa Yesus mengambil mereka yang ditolak dan membuat mereka diterima.
Untuk semua orang yang terluka, Ia akan menerima anda.
Dalam Lukas 15:20-24, Yesus mengambil apa yang hilang, dan membawa kembali ke dalam kehidupan.
Mereka yang dulunya terhilang ditemukan kembali. Untuk semua orang yang putus asa, Ia akan
menyelamatkan anda.
Dalam Lukas 16:19-25 kita melihat pembalikan ini.
Dari miskin menjadi kaya. Untuk semua orang yang rendah hati, Yesus akan memberikan pahala bagi
anda. Dalam Lukas 18:35-43 Ia mengambil orang yang buta dan memberikan kepada mereka penglihatan.
Dari yang buta dapat melihat: Untuk semua orang yang membutuhkan penyembuhan, Ia akan
menyatakan diriNya kepada anda. Kisah ini bergema lagi di bagian-bagian lain, termasuk Yohanes 9:1-7.
Dalam teks ini kita membaca tentang seorang yang buta sejak lahir, dan murid-murid bertanya, "Siapakah
yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Dengan kata lain,
"Mengapa orang ini harus menderita? Salah siapakah ini?" Mereka meminta Yesus untuk memberi
Página (Page)
6
penjelasan, dan Yesus tidak memberikannya kepada mereka. Sebaliknya, Ia mengatakan kepada mereka
bahwa Allah telah merancang kebutaan tersebut demi kebaikan orang itu dan demi kemuliaan Allah.
Yesus mengatakan kepada mereka, "Bukan karena dosa orang ini atau orang tuanya, tetapi karena
pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." Yohanes 9:24-39.
Ini mempunyai makna yang sangat besar! Kita mungkin tidak selalu mengetahui penyebab penderitaan
kita, tetapi kita selalu dapat yakin akan tujuan penderitaan kita. Ada tujuan dalam penderitaan kita.
Karena itu, ada dua cara untuk bertanya tentang "mengapa" dalam kaitan dengan penderitaan. Kita bisa
mengajukan pertanyaan "mengapa" untuk mencari penyebabnya, namun saya ingin memberitahu
kepada anda bahwa sebagian besar dari pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak akan terjawab bagi kita.
"Mengapa saya terkena kanker?" "Mengapa pengemudi yang mabuk itu membunuh anggota keluarga
saya?" "Mengapa kita harus mengalami semua keguguran kandungan?"
Anda bisa saja mengajukan berbagai pertanyaan tentang "mengapa," namun pencarian anda akan
berakhir dengan sia-sia. Sebaliknya, jika pertanyaan-pertanyaan anda tentang "mengapa" tersebut bukan
untuk mencari penyebab penderitaan tetapi memahami tujuannya, pertanyaan itu akan membawa anda
kepada satu kepuasan. Jadi, "Apa yang menjadi tujuanMu?" merupakan satu pertanyaan yang bagus
untuk dikemukakan. "Apa yang menjadi tujuanMu dalam tragedi ini, oh Tuhan? Saya akan mengikut
Engkau, dan saya akan percaya bahwa pekerjaanMu dapat ditunjukkan di dalam diriku."
Yesus menebus jiwa kita.
Yesus membalikkan status kita. Ia memberikan pembebasan untuk para tawanan, dan akhirnya, Ia
menebus jiwa kita. Kalimat-kalimat yang dipakai dalam Lukas 4:18-19 berkaitan dengan tahun Yobel, di
mana orang-orang diberikan satu awal kehidupan yang baru. Bagian ini mengatakan, "Roh Tuhan ada
pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang
miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan
penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk
memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Pesan utama Kristus bagi mereka yang menderita adalah bahwa Ia membawa kita dari salib ke dalam
kebangkitan. Untuk semua orang yang ditawan oleh dosa, Ia akan membebaskan anda. Ini adalah kabar
baik bagi mereka yang menderita!
37. Markus 4-5: Kabar Baik Bagi Yang Lemah
Página (Page)
7
Mark 4-5: Kabar baik bagi yang mereka yang lemah. Dalam dua pasal ini kita melihat empat mujizat yang
secara berturut-turut dilakukan oleh Yesus. Kita melihat bahwa Ia memiliki kuasa atas alam ketika Ia
menenangkan badai dalam Markus 4:35-41.
Lihat kehadiran Allah. Mazmur 89:9-10 mengatakan, "Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti
Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu. Engkaulah yang memerintah
kecongkakan laut, pada waktu naik gelombang-gelombangnya, Engkau juga yang meredakannya." Muridmurid ini pada saat itu menyadari bahwa orang yang sedang berada di perahu bersama mereka adalah
Allah sendiri, dan mereka belajar bahwa ketika mereka mendapati diri mereka di tengah-tengah badai
kehidupan, "Mereka tidak sendirian."
Kemudian, Ia menyembuhkan seorang yang kerasukan setan dalam Markus 5:2-15.
Kita melihat bahwa Yesus memiliki kuasa atas setan-setan, dan dalam cerita ini kita juga melihat damai
Allah. Yesus membuat jelas bagi orang-orang yang percaya kepadaNya bahwa dalam dunia kejahatan,
dunia yang dikuaai oleh Setan dan setan-setan, "Kamu aman di dalamKu."
Kemudian, dalam Markus 5:24-34 Ia menyembuhkan seorang perempuan yang telah menderita sakit
selama dua belas tahun.
Kita melihat bahwa Yesus mempunyai kuasa atas penyakit. Lihat penyembuhan yang Allah lakukan ketika
Yesus berhenti di tengah-tengah kerumunan orang dan memberi perhatianNya kepada orang yang sakit
itu dan berkata, "Aku peduli terhadap engkau."
Semua ini mengarah ke Markus 5, di mana Yesus membangkitkan seorang gadis dari antara orang mati.
Mark 5:21-23 mengatakan, "Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondongbondong datang lalu mengerumuni Dia. Sementara Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala
rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, sujudlah ia di depan kaki-Nya dan memohon
dengan sangat kepada-Nya, "Anak perempuanku sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan
letakkanlah tangan-Mu." Ini dilanjutkan dalam Markus 5:35-43.
Ia memiliki kuasa atas kematian. Lihatlah pengharapan dari Allah. Saya suka pada kenyataan bahwa Yesus
tidak pernah berkhotbah pada upacara pemakaman dalam kitab-kitab Injil. Setiap kali Ia sampai di sana
dan mulai berbicara, orang yang mati tersebut hidup kembali, dan selesailah upacara itu. Di dalam
Kristus, anda tidak perlu takut akan kematian, karena "Kamu akan hidup untuk selamanya." Inilah kabar
baik bagi mereka yang lemah.
Página (Page)
8
38. Lukas 13:1-5: Yesus dan Bencana-Bencana Alam
Ini membawa kita ke Lukas 13:1-5: Yesus dan bencana-bencana alam. Jika anda membaca Lukas 13:1-5,
anda melihat dua bencana dijelaskan, yang meliputi baik kejahatan moral maupun kejahatan alam.
Dalam kaitan dengan kejahatan moral, ada sebuah penyergapan di Bait Allah, dan orang-orang Galilea
tewas di sana. Dalam hal kejahatan alam, ada kehancuran sebuah menara yang menewaskan delapan
belas orang.
Orang-orang bertanya tentang peristiwa-peristiwa ini, dan Yesus memberikan kepada kita empat
pengingat dalam kaitan dengan bencana-bencana alam, apakah itu tornado yang telah melanda berbagai
komunitas akhir-akhir ini, atau tsunami dan gempa bumi dan badai yang menewaskan ratusan ribu orang
selama beberapa tahun terakhir. Bagaimana kita merespon bilamana bencana-bencana alam terjadi?
Pertama, bencana alam mengingatkan kita bahwa kematian tidak dapat diprediksi. Bencana alam
mengingatkan kita bahwa kematian sering datang mendadak. Orang-orang yang mengalami bencanabencana alam tidak bangun di pagi hari sambil mengharapkan apa yang akan datang. Kematian sering
mengejutkan, tetapi kematian selalu pasti. Kematian datang secara tiba-tiba dan mengejutkan bagi
banyak orang, tetapi merupakan satu kenyataan bagi kita semua. Kita harus ingat hal tersebut bilmana
kita melihat bencana-bencana alam.
Sangat sedikit dari antara kita bangun pagi ini dengan berpikir, "Ini bisa menjadi hari terakhir saya."
Orang-orang mungkin berpikir, "Itu akan menjadi cara yang mengerikan untuk hidup, yakni selalu berpikir
tentang kematian." Tetapi inti tidak berlaku bagi Jonathan Edwards. Ia menulis dalam resolusinya: "Saya
telah memutuskan, bahwa saya berpikir banyak, dalam setiap kesempatan, tentang kematian saya
sendiri, dan tentang hal-hal umum yang berkaitan dengan kematian."
Mungkin anda berpikir, "Mengapa harus hidup seperti itu?" Inilah alasannya: karena anda dan saya perlu
mengingatkan diri kita sendiri setiap hari bahwa rumah kita dan akun bank kita dan kesehatan kita dan
mobil kita dan pekerjaan kita yang baik dan kehidupan kita yang nyaman, semuanya tidak memberi
jaminan apa pun bagi kita. Sia-sia bagi kita untuk berpaut pada hal-hal dunia ini. Kematian sering datang
dengan tiba-tiba, sering mengejutkan, dan kematian adalah satu realitas bagi kita semua, dan ini
mengubah cara kita memandang segala sesuatu dalam dunia ini.
Kedua, bencana-bencana alam mengingatkan kita akan akibat dosa, yang melanda kita semua. Orang
banyak yang datang kepada Yesus dalam Lukas 13 beranggapan bahwa orang-orang Galilea dan orangorang ini yang dihancurkan oleh menara tersebut pasti telah melakukan sesuatu yang jahat sehingga
mereka patut menerima bencana yang mereka alami. Di sini Yesus memperhadapkan mereka dengan dua
Página (Page)
9
kebenaran yang dinyatakan di seluruh Kitab Suci. Pertama, dosa kita adalah universal. Dengan perkataan
lain, fakta bahwa orang-orang tersebut mati dalam bencana-bencana ini tidak mempunyai kaitan apa pun
dengan kebenaran atau ketidakbenaran mereka.
Dosa adalah universal, dan sebagai akibatnya, penderitaan kita tidak terelakkan. Orang-orang yang
mendengar Yesus pada saat itu beranggapan bahwa karena mereka bukanlah korban dalam trageditragedi tersebut, maka itu berarti bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang baik sehingga mereka
diberkati Allah. Namun bukan itu kenyataannya. Bencana-bencana alam mengingatkan kita akan akibat
dosa yang melanda kita semua.
Kebenaran yang ketiga, bencana-bencana alam mengingatkan kita agar bertobat dan diperdamaikan
dengan Allah. Ini adalah makna utama dalam Lukas 13. Konteks khusus yang menjadi pokok pembicaraan
Yesus di sini adalah orang-orang Yahudi yang telah menjadi dingin dalam hubungan mereka dengan Allah.
Mereka telah melupakan keberdosaan mereka dan mereka perlu bertobat, dan apa yang menarik ialah
bahwa Yesus tidak menggunakan pertanyaan mereka untuk satu diskusi tentang misteri dalam jalan-jalan
Allah. Bukankah ini merupakan kesempatan bagiNya untuk menjelaskan kepada mereka mengapa
bencana-bencana itu terjadi? Namun Ia tidak melakukannya. Sebaliknya, Ia menatap mereka dan
mendorong mereka untuk bertobat.
Respon Yesus terhadap setiap bencana alam dalam kehidupan kita adalah sama, "Bertobatlah, dan
berikan diri anda diperdamaikan dengan Allah." Apakah anda benar di hadapan Allah? Apakah anda
bermain-main dengan dosa dalam kehidupan anda? Apakah anda telah bermasa bodoh dalam relasi anda
dengan Allah? Bertobatlah dan berilah diri anda untuk diperdamaikan dengan Allah.
Kebenaran yang keempat dari Lukas 13: Bencana-bencana alam mengingatkan kita akan urgensi misi kita.
Konteks yang mendahului Lukas 13 ialah Lukas 12:35-40.
Yesus mendorong para pengikutNya agar menempatkan hati mereka pada tempat yang tepat, agar
mereka berjaga-jaga dan siap untuk hari bilamana Ia akan datang kembali. Yesus mengatakan bahwa
hidup adalah sementara, orang-orang sedang binasa, dan kekekalan akan datang. Semua orang yang
binasa hari ini yang tidak mendengar dan menerima Injil akan binasa untuk selamanya. Inilah pokok
tentang Yesus dan bencana-bencana alam.
39. Matius 10: Penderitaan Dinjanjikan Bagi Orang-Orang Percaya
Página (Page)
10
Dalam Matius 10, kita melihat bagaimana penderitaan dijanjikan bagi orang-orang percaya. Ketika Yesus
mengutus murid-muridNya ke dalam satu perjalanan misi untuk waktu yang sementara, perhatikan ke
mana mereka harus pergi menurut perintah Yesus.
Pergilah ke tempat yang sangat membutuhkan dan ke tempat yang besar bahayanya. Yesus mengatakan
dalam Matius 10:16-18, "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu
hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang;
karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan mencambuk kamu di
rumah ibadatnya. Karena Aku, kamu akan digiring ke hadapan penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai
suatu kesaksian bagi mereka dan bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah." Pikirkanlah tentang ini:
apa yang menjadi tanggung jawab seorang gembala? Melindungi domba-dombanya dari serigala, bukan?
Menjaga agar serigala tidak memasuki kawanan domba-dombanya. Itulah yang perlu diwaspadai oleh
gembala.
Di sinilah kita melihat Yesus, Gembala yang Baik, Gembala yang Agung, dan Ia mengatakan kepada muridmuridNya, kepada domba-domba-Nya, "Pergilah dan tinggalah bersama beberapa serigala!" Ia berkata,
"Jadilah bodoh seperti domba." Itulah gambaran yang digunakan di sini. Domba merupakan kelompok
hewan peliharaan yang paling tidak berdaya dan bodoh dari antara semua hewan peliharaan. Bunyi yang
tidak berbahaya dapat mengirim domba ke dalam situasi yang hiruk-pikuk, dan ketika mereka
menghadapi bahaya, mereka tidak mempunyai apa pun, semua yang mereka bisa lakukan adalah lari, dan
mereka lambat. Jadi, hal terbodoh yang domba dapat lakukan adalah berjalan di tengah-tengah
kelompok serigala, dan Yesus berkata kepada para pengikutNya, "Lakukanlah seperti itu." Yesus
mengatakan kepada mereka, dan dengan implikasinya bagi kita, "Kamu akan pergi berdasarkan
pengutusanKu ke tempat-tempat yang berbahaya, dan kamu akan mendapati diri kamu berada di
kalangan orang-orang jahat, yang rakus, yang kejam, dan Aku menempatkan kamu di sana berdasarkan
rancanganKu."
Itu sangat berbeda dari cara kita berpikir. Kita berpikir, "Jika keadaannya tidak aman, itu bukan dari Allah.
Jika situasinya berbahaya, jika itu berisiko, jika itu menuntut harga dari saya, dan jika itu dapat menyakiti
saya, maka tentu itu bukan dari Allah." Akan tetapi, bagaimana jika itulah kriteria yang kita gunakan
untuk menentukan apakah itu benar-benar dari Allah?" Yesus berkata, "Pergilah." Pergilah ke tempat
yang berbahaya, dan biarkan orang-orang mengatakan tentang anda seperti mereka katakan tentang
domba-domba yang berkelana ke tengah-tengah serigala, "Mereka gila! Mereka tidak mengerti! Mereka
tidak tahu apa yang mereka lakukan." Yesus berkata, "Itulah apa artinya menjadi muridKu."
Página (Page)
11
Jadilah bodoh seperti domba, tetapi pada saat yang sama, jadilah cerdik seperti ular. Pergilah tanpa
syarat dan tanpa ragu-ragu dalam menghadapi bahaya, dan ketika anda berada di sana, jadilah cerdas,
dan jadilah murni seperti merpati. Ketika anda berada bersama serigala, jangan biarkan mereka
menyerang anda dalam kaitan dengan kemurnian anda. Jangan bersikap kasar, ugal-ugalan, atau suka
berkelahi, tetapi jadilah murni.
Di tengah-tengah semua itu, jadilah tulus dan tunjukkanlah kepada mereka bagaimana kemurnian
diwujudkan dalam tindakan, dan ketika anda melakukannya, inilah yang akan terjadi. Anda akan
dikhianati. Dikatakan dalam Matius 10:21, "Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk
dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap
orangtuanya dan akan membunuh mereka." Anda akan dibenci. Matius 10:22 mengatakan, "Kamu akan
dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan
selamat." Anda akan dianiaya. Dikatakan dalam Matius 10:23-25,
Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena
sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel,
Anak Manusia sudah datang. Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang
hamba daripada tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya
dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut
Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
Perhatikan bahwa di sini Yesus mengatakan, "Ketika mereka menganiaya kamu ..." Ia tidak mengatakan,
"Jika mereka menganiaya kamu ..." Apakah anda dapat memahaminya? Ini adalah realitas yang kita harus
hadapi: bahaya yang datang ke dalam kehidupan kita akan meningkat secara proporsional sejalan dengan
bertambahnya kedalaman relasi kita dengan Kristus.
Karena itu, ini adalah kesimpulan yang tidak dapat dihindari dari Matius 10. Dengarkan ini dengan
saksama: Bagi siapa saja dan bagi setiap orang yang menginginkan kehidupan yang aman, kehidupan
yang nyaman yang jauh dari bahaya, jangan dekat-dekat pada Yesus. Itulah intinya di sini, karena ini
adalah bagaimana dunia menanggapi Kristus. Ketika Kristus yang ada di dalam kita tumbuh lebih dan
lebih, maka dunia akan menanggapi kita lebih dan lebih seperti mereka menanggapiNya.
Jadi, bagaimana anda dapat menghindari pengkhianatan, kebencian, atau penganiayaan? Anda dapat
melakukannya dengan jalan tidak menjadi seperti Yesus. Ini adalah sebabnya menurut saya kita sangat
rentan untuk duduk kembali dan menjadi terbiasa dengan rutinitas keagamaan dan Kekristenan yang
nyaman dalam budaya kita. Karena hal itu terasa aman, dan dunia menyukai kita dalam keadaan seperti
itu. Selama kita menjalani hidup kita sama seperti orang lain, pergi ke gereja pada hari Minggu dan
Página (Page)
12
menjaga iman kita untuk diri kita sendiri, maka kita tidak akan menghadapi resiko apa pun dalam dunia
ini. Satu-satunya masalah dengan keadaan demikian adalah bahwa kita hanya akan mengenal begitu
sedikit tentang Yesus Kristus. Tetapi jika kita mengenal Kristus, dan jika kita menjadi seperti Kristus, dan
jika kita memberitakan Kristus, maka banyak hal akan menjadi sulit bagi kita. Semakin Kristus diwujudkan
dalam kehidupan anda dan keluarga anda, semakin sulit situasi yang akan anda hadapi di dunia ini,
karena anda mengidentifikasi diri dengan Yesus.
Karena itu, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah, "Apakah kita benar-benar ingin menjadi seperti
Yesus?" Yang saya maksudkan ialah apakah benar-benar kita ingin menjadi seperti Yesus? Karena jika kita
menginginkannya, jika kita menjadi satu denganNya, maka hidup kita tidak akan tetap sama. Hidup kita
tidak akan mudah, melainkan menjadi itu akan berbahaya. Itulah yang Yesus katakan, bukan apa yang
saya katakan. Itulah yang Yesus, Juruselamat anda, Tuhan anda, Raja anda, Raja kita, katakan.
Apakah kita benar-benar ingin menjadi seperti Dia? Kita akan dikhianati, dibenci, dan dianiaya, dan
bilamana anda dikhianati, dibenci, dan dianiaya, Yesus mengatakan bahwa ketakutan akan menggoda
anda. Tiga kali dalam ayat 26-31, Yesus mengatakan, "Jangan takut." Ia mengatakan agar kita melihat
dengan perspektif yang kekal. "Jangan kuatir tentang apa yang dunia katakan sekarang, melainkan
kuatirlah tentang apa yang Allah akan katakan dalam kekekalan." Berbicaralah dengan keberanian yang
kudus, dan berkorbanlah dengan melepaskan apa yang anda miliki dengan sikap yang teguh.
Yesus mengatakan dalam Matius 10:26-28, "Jadi, janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak
ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang
tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa
yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas rumah. Janganlah kamu takut kepada mereka
yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia
yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka." Yesus mengatakan, "Bukannya
manusia yang harus kamu takuti, kamu harus takut kepada Allah."
Ia adalah Hakim anda yang tertinggi, dan Ia memegang kekekalan anda di tanganNya. Bukan manusia
yang memegangnya, Allah yang memegangnya. Itulah satu cara yang aneh untuk mendorong muridmurid anda ketika mereka akan keluar. Yesus secara harfiah mengatakan, "Jangan takut kepada manusia.
Hal terburuk yang bisa mereka lakukan adalah membunuh kamu." Kita mungkin berpikir, "Jika saya pergi
ke tempat itu di dunia ini, saya bisa dibunuh," sedangkan Yesus berkata, "Hanya itu? Jangan takut; semua
yang mereka dapat lakukan adalah membunuh kamu!"
Apakah itu membawa penghiburan bagi anda? Inilah yang terjadi: satu-satunya cara yang menghibur
anda adalah jika hidup anda telah mati bersama Kristus, dan anda begitu terfokus pada kekekalan
Página (Page)
13
sehingga bahkan apa pun yang manusia dapat lakukan terhadap anda tidaklah penting. Pernah dikatakan
tentang orang-orang kudus pada zaman lampau bahwa mereka hanya memiliki begitu sedikit ketakutan
terhadap manusia karena mereka begitu banyak takut kepada Allah.
Ketakutan akan menggoda anda, tetapi Bapa akan mempedulikan anda. Dalam Matius 10:29-31 Yesus
mengatakan, "Bukankah burung pipit dijual dua ekor seharga satu keping uang terkecil? Namun, seekor
pun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung
semuanya. Karena itu, janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit."
Ia memerintah atas anda secara berdaulat. Ia mengenal anda sepenuhnya, dan Ia sangat mengasihi anda.
Anda berharga bagiNya. Dia yang mengutus anda ke tengah-tengah serigala adalah baik, dan Ia mengasihi
anda, jadi janganlah takut.
Apa yang kita lakukan? Kita mengakui Dia secara terbuka. Matius 10:32-33 mengatakan, "Setiap orang
yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga.
Tetapi siapa saja yang menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di surga." Kita mengasihi Dia dengan sangat, lebih dari siapa pun atau apa pun di dunia ini yang
digabungkan. Matius 10:34 mengatakan, "Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa
damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang." Kita mengambil
risiko yang tertinggi. Kita kehilangan hidup kita. Matius 10:38-39 mengatakan, "Siapa saja yang tidak
memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Siapa saja yang mempertahankan nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya, dan siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan
memperolehnya." Karena itu, kita kehilangan hidup kita, dan kita menemukan pahala yang tertinggi.
Temukan kepuasan dan kenikmatan dan harta yang mengungguli apa pun yang dapat ditawarkan oleh
kehidupan ini atau dunia ini. Yesus menjanjikan penderitaan bagi orang-orang percaya dan pahala di
dalam Dia.
40. Teks-Teks Tertentu: Respon Orang Percaya Terhadap Penderitaan
Bagaimana seharusnya kita menanggapi penderitaan? Kita akan melihat beberapa teks yang dipilih untuk
melihat respon orang Kristen terhadap penderitaan. Yesus mengatakan, "Berkatilah mereka." Dalam
Lukas 6:27-29 Yesus mengatakan, "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah
musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; berkatilah orang yang mengutuk kamu;
berdoalah bagi orang yang berbuat jahat terhadap kamu. Siapa saja yang menampar pipimu yang satu,
Página (Page)
14
berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan siapa saja yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia
mengambil bajumu."
Kasihilah mereka. Yesus mengatakan dalam Lukas 6:35, "Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah
baik kepada mereka dan pinjamkan tanpa mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu
akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu
berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat." Berdoalah untuk mereka. Ia mengatakan dalam Matius
5:44, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya
kamu."
Juga, ampunilah mereka. Dalam Matius 6:14-15 Yesus mengatakan, "Karena jikalau kamu mengampuni
kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak
mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." Lalu dikatakan dalam Lukas
23:34, "Yesus berkata, 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.'
Lalu mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya." Yesus berkata, "Jangan membalas dendam
terhadap mereka."
Itulah caranya para pengikut Yesus menanggapi mereka yang menyebabkan
penderitaan.
Bagaimana cara kita menanggapi mereka yang menderita? Yesus mengatakan agar kita memberi makan
kepada orang yang lapar. Matius 25:34-35. Berikanlah air kepada mereka yang haus. Matius 10:42
mengatakan, "Siapa saja yang memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini,
karena ia murid-Ku, sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ia tidak akan kehilangan upahnya."
Refleksikanlah anugerah Allah. Tunjukkan belas kasihan Allah. Lukas 10:27-28 mengatakan, "Jawab orang
itu, 'Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap
kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.'
Kata Yesus kepadanya, 'Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.'"
Sebagaimana yang telah anda terima, berikanlah bagi yang lain. Kasih akan sesama mengalir dari satu
relasi yang penuh kasih dengan Allah. Ekspresikan kasih Allah.
41. Teks-Teks Tertentu: Prediksi Tentang Penderitaan Kristus
Kita pindah ke teks-teks tertentu lainnya yang berisi prediksi tentang penderitaan Kristus. Yesus bersedia
menderita menurut kitab-kitab Injil. Mark 14:32-36.
Yesus rela menderita atas kemauannya sendiri. Yesus menderita sebagai satu keharusan. Ini adalah
rencana Allah yang berdaulat. Intulah sebabnya Ia datang. Ini mempunyai makna yang sangat besar.
Página (Page)
15
Yesus bukanlah korban pada hari Jumat Agung, yang terperangkap dalam kehendak orang-orang jahat
yang ingin membunuhNya di salib. Ia datang untuk dibunuh. Matius 16:21-23.
Juga, kita melihat hal ini dalam Lukas 18:31-33. Dikatakan dalam bagian tersebut, "Yesus memanggil
kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka, "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala
sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi. Sebab Ia akan diserahkan
kepada bangsa-bangsa lain, diolok-olokkan, dihina dan diludahi. Mereka akan mencambuk dan
membunuh Dia, tetapi pada hari ketiga Ia akan bangkit." Dikatakan juga dalam Lukas 22:37, "Sebab Aku
berkata kepada kamu bahwa nas yang tertulis ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara
pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
Yesus dengan rela menderita dan Ia harus menderita.
42. Teks-Teks Tertentu: Tujuan Penderitaan Kristus
Kita akan melihat teks-teks tertentu yang berbicara tentang penderitaan Kristus. Mengapa Yesus
menderita? Ia menderita karena berbagai alasan. Yesus menderita untuk menaati kehendak Bapa dan
menaati Firman Bapa. Dikatakan dalam Yohanes 17:4-5, "Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan
menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Dan sekarang, ya Bapa,
muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia
ada." Yesus menderita untuk menebus manusia dari perbudakan dosa. Markus 10:45 mengatakan,
"Karena Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan
nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Yesus menderita untuk memberikan kepada semua orang yang percaya akses tanpa hambatan kepada
Bapa. Dikatakan dlam Matius 27:51 mengatakan, "Lihatlah, tirai Bait Suci terkoyak menjadi dua dari atas
sampai ke bawah. Terjadilah gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah." Ia menderita untuk melepaskan
manusia Si Jahat. Yohanes 12:31 mengatakan, "Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini:
Sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar ..."
Yesus menderita untuk melepaskan manusia dari murka Allah. Ia mengalami bagaimana ditinggalkan oleh
Allah dengan jalan mengambil tempat kita, sebagai pengganti kita. Dikatakan dalam Matius 27:46, "Kirakira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, ‘Eli, Eli, lema sabakhtani?’ Artinya: Allah-Ku, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Yesus menderita untuk mewartakan berita keselamatan
kepada bangsa-bangsa. Lukas 24:46-47 mengatakan, "Kata-Nya kepada mereka, ‘Ada tertulis demikian:
Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: Dalam nama-
Página (Page)
16
Nya berita tentang pertobatan untuk pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai
dari Yerusalem.’" Untuk membawa domba-domba ke dalam kawanan Gembala yang Baik. Yohanes 10:1118.
Yesus menderita untuk mengadakan satu perjanjian yang baru dan kekal dengan umat Allah, yang
diteguhkan dalam Perjamuan Terakhir sebelum Ia pergi ke salib. Matius 26:28. Yesus menderita untuk
menunjukkan kasih Allah yang tertinggi bagi orang berdosa dengan memberikan hidup yang kekal kepada
semua orang yang percaya. Yohanes 3:14-16.
Pada akhirnya, Yesus menderita untuk memuliakan Bapa. Apa yang membawa Yesus ke salib?
Jawabannya adalah kemuliaan Allah. Yesus mengatakan dalam Yohanes 12:27-28, "'Sekarang jiwa-Ku
terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk
itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!' Lalu terdengarlah suara dari surga,
'Aku telah memuliakannya, dan Aku akan memuliakannya lagi!'" Mungkin ada orang yang mengatakan,
"Yesus memikirkan tentang saya ketika Ia pergi ke salib." Saudara-saudara, Yesus terutama memikirkan
BapaNya ketika Ia pergi ke salib. Ia pergi ke salib untuk kemuliaan Bapa.
43. Yohanes 3:16: Kehidupan Kekal dan Penderitaan Kekal
Mari kita menelusuri lebih jauh ke dalam Injil untuk memahami tentang apa makna pengorbanan Yesus
bagi orang-orang berdosa. Yohanes 3:16 menunjukkan kontras antara kehidupan kekal dengan
penderitaan kekal. "Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya
yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal." Jadi, inilah realitas yang tidak populer di balik ayat ini: kita semua binasa. Setiap orang dari dari
antara kita di dalam dunia ini sedang binasa.
Penghukuman kita adalah bersifat pribadi. Dikatakan dalam Yohanes 3:18, "Siapa saja yang percaya
kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; siapa saja yang tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman,
sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah." Penghukuman kita adalah total. Yohanes 3:36
mengatakan, "Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang
tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap tinggal di atasnya."
Akhirnya, penghukuman kita adalah kekal. Setiap orang dari antara kita layak menerima penderitaan
yang kekal. Matius 25:46 mengatakan, "Orang-orang ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi
orang benar ke dalam hidup yang kekal."
Página (Page)
17
Kita layak dihukum di neraka, di mana asap api yang menyiksa bagi orang berdosa naik untuk selamalamanya, dan mereka tidak memiliki istirahat, siang atau malam. Wahyu 14:11 mengatakan, "Asap api
yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak hentihentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan siapa saja yang telah
menerima tanda namanya." Thomas Watson mengatakan, "Jadi, di neraka nanti mereka ingin mati, tetapi
mereka tidak bisa. Orang-orang fasik akan selalu menderita kematian namun tidak akan pernah mati,
asap dari tungku akan naik sampai selama-lamanya. Oh! Siapa yang dapat bertahan dalam keadaan
demikian dalam penyiksaan yang terus-menerus? Perkataan 'terus-menerus' menghancurkan hati kita."
Dan memang demikian.
Di neraka, orang-orang berdosa akan menyadari betapa seriusnya sebenarnya dosa itu, betapa adilnya
sebenarnya Allah itu, dan orang-orang berdosa akan menyadari betapa sebenarnya penderitaan itu tidak
akan berakhir. Apakah anda termasuk dalam kelompok "kita"? Tidak ada pertanyaan yang lebih penting
dari itu. Banyak di antara ribuan orang yang mengikuti pelajaran ini, dan bahkan mungkin banyak yang
berpikir bahwa mereka adalah orang-orang Kristen dalam gambaran seperti yang kita lihat dalam Matius
pasal 7, yang sedang binasa di jalan yang mengarah ke penderitaan kekal. George Whitfield, seorang
pengkhotbah
terkenal
dari
masa
lampau,
biasa
mendorong
para
pendengarnya
untuk
"mempertimbangkan 'siksaan karena pembakaran yang sama seperti batubara yang terbakar, bukan
untuk sekejap atau sehari, tetapi untuk jutaan dan jutaan zaman, yang di akhir masa itu jiwa-jiwa akan
menyadari bahwa mereka tidak lebih dekat ke akhir daripada ketika mereka pertama kali mulai, dan
mereka tidak akan pernah dibebaskan dari tempat itu.'"
Tindakan penyelamatan yang belum pernah terjadi sebelumnya: Allah yang terus mencari.
Dalam dosa kita, kita binasa, ini adalah realitas yang tidak populer, dan tindakan penyelamatan yang
belum pernah terjadi sebelumnya dari Yohanes 3:16 adalah bahwa Allah terus mencari. Penghukuman
kita adalah bersifat pribadi, keselamatanNya adalah bersifat pribadi. Dikatakan dalam Yohanes 6:44,
"Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus
Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman." Penghukuman kita adalah total, keselamatanNya
adalah total. Yohanes 10:10 mengatakan, "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan
membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpahlimpah."
Penghukuman kita adalah kekal, keselamatanNya adalah kekal. Dikatakan dalam Yohanes 11:25-26,
"Jawab Yesus kepadanya, 'Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan
Página (Page)
18
hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati
selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?'" Di surga, kita yang telah berbalik dari dosa dan
mengandalkan Kristus akan menyadari betapa sebenarnya mulianya anugerah itu, kita akan menyadari
betapa sebenarnya Allah itu berbelas kasihan, dan kita akan menyadari betapa sebenarnya kepuasan
yang tidak akan berakhir, semua adalah karena Allah mengaruniakan AnakNya untuk menderita dan mati
sebagai pengganti kita.
"Anda telah mendengarkan Rahasia gereja, sebuah studi Alkitab oleh Dr David Platt,
pendeta Gereja di Brook Hills."
Página (Page)
19
Download