PabriK garaM FarMaSi PertaMa Di inDoneSia Kini

advertisement
EDISI 44 TAHUN 2017
KOMUNIKATIF, TERBUKA, DAN BERSAHABAT
Satu lagi terobosan KF
PABRIK GARAM
FARMASI PERTAMA
DI INDONESIA
KINI BEROPERASI
Manajemen Supply Chain
Penting Saat Persaingan
Bisnis Kian Ketat
Indonesia’s Living
Legend Company
untuk Kimia Farma
Semua Pegawai
Kimia Farma Dilarang
Menerima Gratifikasi
Atiqah Dikukuhkan
Sebagai Duta Produk
Varian Baru Venus
SALAM
Mari Kita Dukung Manajemen
Tekad manajemen Kimia Farma yang akan membangun kembali
pabrik garam farmasi tahap II guna memenuhi kebutuhan nasional
patut diacungi jempol. Untuk memuluskan target itu, dukungan dari
stakeholder maupun segenap insan Kimia Farma sangat diperlukan.
T
erhitung sejak pekan pertama
Desember
2016,
pabrik
garam farmasi Kimia Farma
di kawasan Watudakon, Jombang,
Jatim, sudah beroperasi. Realisasi
pengoperasian pabrik tersebut tentu
cukup membanggakan kita semuanya
mengingat pabrik tersebut merupakan
pabrik garam farmasi pertama di
Indonesia hasil karya inovasi anak
bangsa.
Memang
dari
segi
kapasitas,
pembangunan pabrik garam farmasi
tahap I tersebut, jauh dari kemampuan
untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Total kebutuhan garam farmasi di
Indonesia saat ini mencapai sekitar
6.000 ton per tahun. Sementara
pabrik garam farmasi tersebut hanya
memiliki kapasitas 2.000 ton per
tahun.
Itu pula sebabnya, Direksi PT Kimia
Farma (Persero) Tbk, berencana
kembali menginvestasikan modalnya
untuk pembangunan pabrik garam
farmasi tahap II senilai Rp76 miliar.
Lokasi pabrik tahap II ini, berada di
kawasan pabrik garam farmasi yang
sama, hanya berjarak 100 meter dari
pabrik tahap I, dengan kapasitas 4.000
ton per tahun.
Garam farmasi merupakan BBO (bahan
baku obat) untuk pembuatan infus,
oralit, sirup, pelarut vaksin, tablet,
cairan pencuci darah, dan minuman
kesehatan. Di bidang kosmetik,
garam farmasi kerap menjadi bahan
campuran dalam pembuatan sampo
dan sabun.
Eddy Murianto
Pemimpin Redaksi
Tak hanya itu, pihak Kementerian
Kesehatan sebagaimana disampaikan
Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat
Kesehatan, Maura Linda Sitanggang
pun juga menyampaikan apresiasi dan
dukungannya.
Ironinya dari kebutuhan garam farmasi
di Indonesia yang mencapai sekitar
6.000 ton per tahun, sekitar 95% di
antaranya harus didatangkan dari luar
negeri. Selama ini, industri farmasi di
Indonesia mengimpor garam farmasi
dari Selandia Baru, Jerman, Tiongkok,
Australia, dan India.
Maura Linda menegaskan, keputusan
Kimia Farma untuk membangun pabrik
garam farmasi serta rencananya untuk
meningkatkan
kapasitas
dengan
membangun
pabrik
berikutnya,
merupakan wujud nyata dukungan
industri dalam pelaksanaan program
pemerintah
untuk
meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
Yang melegakan, Badan Pengkajian
Penerapan
Teknologi
(BPPT)
sebagai mitra kerja Kimia Farma
dalam pembangunan pabrik garam
farmasi tahap I tersebut, bersedia
untuk mendukung penuh rencana
pembangunan pabrik garam farmasi
tahap II tersebut.
Melihat antusias dukungan yang
diberikan oleh stakeholder Kimia
Farma dalam memproduksi garam
farmasi
tersebut,
tentu
sangat
diharapkan pula dukungan serupa juga
diberikan oleh segenap insan Kimia
Farma yang terkait dengan produksi
dan pemasaran produk itu. <GK>
SEGERA KIRIMKAN TULISAN ANDA!
gemakaef
[email protected]
Tim Redaksi Gema Kaef mengajak Anda berpartisipasi untuk meningkatkan kualitas Gema Kaef mendatang. Partisipasi Anda bisa
berupa saran, kritik, pertanyaan, maupun kreasi tulisan mengenai Kimia Farma dan berita kegiatan beserta foto pendukungnya.
Kirimkan tulisan Anda melalui email ke [email protected] atau melalui pos ke alamat redaksi Gema Kaef di Jl. Veteran No.9
Jakarta 10110. Jangan lupa cantumkan nama dan unit tempat Anda bekerja. Tulisan yang memenuhi syarat akan dimuat dan
penulisnya berhak mendapat imbalan. Kami tunggu tulisan Anda!
PENASEHAT Direksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk PENGARAH Direktur Umum & Human Capital PENANGGUNG JAWAB GM Sekertaris Perusahaan
PEMIMPIN REDAKSI Eddy Murianto PENYUNTING Siti Anisa Husnu, Waskito Legowo DOKUMENTASI Budiawan ADMiNISTRASI & SIRKULASI Ardiansyah, Handoko
KOORDINATOR DAERAH M. Nuroni Muchtar (Bandung), Lana Adi I. (Jakarta), Suharsono (Mojokerto), I Wayan Lodra (Denpasar) REPORTER DAERAH DG. Kumarsana (Mataram), M.Syahrun (Balikpapan),
Agung (Bandung), Hendro Pramono (Yogyakarta), Akbar Azis (Makssar), Agung Pramono (Semarang), Muhar (Papua), Ramlan Lubis (Padang), Atis (Medan), Sujiono (Surabaya), Muhammad Ilham (Banda
Aceh), Aprizal (Palembang), Teguh Waseno (Batam) ALAMAT REDAKSI Jalan Veteran No. 9 Jakarta 10110 TELP 6221 3847709 ext. 104 FAX 6221 3454338,3454339,3814441
EMAIL [email protected] atau [email protected] KONSULTAN MEDIA Zannuba Communication DESAIN IMG Design Consultant
MANAJEMEN
Operational Excellence (Bagian 18):
Menjadi Manusia Kimia Farma
yang Efektif dan Produktif
Oleh: Rusdi Rosman
setelah pimpinannya diganti atau
dimutasi dan diganti oleh pimpinan
yang baru kemudian Unit kerja tersebut
menjadi baik atau untung ataupun
kinerjanya membaik. Tetapi bisa juga
terjadi sebaliknya.
M
antan Presiden Coca-Cola
Donald Keough suatu saat
berkata:
“Sukses
atau
Gagalnya suatu Bisnis tergantung
pada
sikap
pekerjanya”,
saya
setuju dengan perkataan beliau ini,
berdasarkan pengalaman menjadi
Direksi KF yang sudah hampir 10
Tahun, merasakan bahwa apapun
yang kita mau kembangkan yakinkan
dulu “apakah ada SDM yang bisa
menjalankannya?, kemudian tanyakan
lagi, apakah SDM yang ditempatkan
itu sudah cukup pengalaman dan
keterampilannya?,
yang
terakhir
adalah, tanyakan bagaimana SIKAP
SDM tersebut?. Pengalaman saya
membuktikan bahwa memang sukses
atau gagalnya suatu unit binis itu
sangat tergantung pada siapa yang
menjalankannya, kombinasi faktor2
teknis sudah dia miliki dan sikap dia
dalam mengelola unit kerja atau bisnis
tersebut berpengaruh dan memberikan
dampak pada output kerjanya.
Ada banyak unit kerja di KF yang gagal
atau rugi ataupun menurun kinerjanya
pada suatu kepemimpinan, tetapi
02
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
Sikap ataupun karakter ini sulit diukur
dan dinilai dalam proses menerima/
rekrutmen karyawan, tetapi baru bisa
terlihat dalam beberapa tahun setelah
mereka bekerja dan berinteraksi
dalam organisasi/perusahaan. Sulitnya
adalah ketika karyawan ini tidak ingin
merubah sikap atau karakternya yang
negative bahkan menjadi entropy
dalam lingkiungan kerjanya. Akibatnya
adalah bukan hanya kinerjanya yang
kurang baik tetapi dapat memberi
pengaruh negative kepada rekan
kerjanya.
Menjadi manusia yang efektif dan
produktif inilah dambaan Kimia Farma,
yang diharapkan dapat membawa
Kimia Farma tumbuh dan bertahan
hidup hingga lama, atau dengan kata
lain menjadikan Kimia Farma menjadi
sustainable company. Untuk menjadi
perusahaan yang bertahan lama, maka
faktor sikap dan karakter sumber daya
manusianya memegang peran yang
sangat penting.
Lantas bagaimana membuat semua
unit kerja di KF membaik kinerjanya
dengan keberadaan SDM yang
sudah terlanjur ada/direkrut, Terlepas
dari keadaan ekonomi dan kondisi
persaingan bisnisnya?. Hal inilah yang
cukup menghawatirkan dan harus
mendapatkan perhatian serius dari
Direksi dan para Managernya.
Dalam buku Stephen R. Covey yang
sudah lama terbit, misalnya, telah
digambarkan
tentang
bagaimana
kita secara personal menjadi sebagai
seorang yang efektif dan produktif.
Lebih jauh lagi adalah menjadikan
kita mempunyai leadership dan hidup
sangat efisien dan nyaman.
Setidaknya ada 7 hal yang harus
dibiasakan dalam kehidupan seharihari sehingga bisa menjadi budaya
pribadi yang melekat. Yang pertama
adalah Kebiasaan menjadi pro-aktif.
Pembawaan ini sangat banyak dimiliki
oleh manusia-manusia di negara maju
di Asia seperti orang Korea dan Jepang.
Mereka sangat disiplin membiasakan
dirinya pro-aktif atau bisa disebut
“CARE” seperti budaya Kimia Farma
yang tertulis. Tidak heran bila Korea
yang merdeka hampir bersamaan
dengan kita, tetapi kemajuannya
sangat luar biasa. Menjadi pro-aktif
atau Care tadi, arti luasnya adalah
membiasakan kita pandai mengambil
keputusan/tidak
“mencla-mencle”,
selalu fokus dalam apapun yang
sedang dikerjakan, termasuk dalam
berlibur maka focus berlibur dan
tidak memikirkan pekerjaan, tidak
menyalahkan situasi dan orang lain
dan selalu berfikir untuk memperbaiki
hal-hal yang belum beres/baik.
Kebiasaan
yang
kedua
adalah
membiasakan
dalam
mengambil
langkah atau pekerjaan namun
sekaligus sudah memikirkan tujuannya
atau akhirnya, artinya tidak asalasalan dan membuang waktu yang
tanpa tujuan positif. Membiasakan
diri menilai apa keuntungan dari
pekerjaan, kegiatan atau upaya yang
akan lakukan tersebut. Lebih jauh
lagi apa dampaknya bagi kita atau
organisasi. Kebiasaan ini banyak
manfaatnya baik secara personal
ataupun professional. Bilamana ini
bisa di biasakan maka apapun yang
kita lakukan bukan pekerjaan yang siasia yang membuang waktu percuma.
Prinsipnya waktu yang dipakai harus
semua berujung pada suatu target dan
tujuan.
Kebiasaan
yang
ketiga
adalah
membiasakan diri menentukan skala
prioritas. Dari sekian banyak yang harus
dilakukan, baik yang menjadi kewajiban
dan tanggung jawab kita ataupun halhal yang sifatnya pendukung. Misalnya:
berorganisasi dan sosialisasi. Haruslah
mendahulukan yang sifatnya URGEN
atau penting atau mendesak. Hal ini
bila dibiasakan maka kita secara tidak
langsung sudah mampu mengelola
waktu yang terbatas, sumber daya
yang terbatas dan tidak menyesal
karena kehilangan momentum yang
lebih penting. Dengan kebiasaan
ini juga, hal-hal yang urgen dapat
di selesaikan dengan fokus, tidak
terganggu dengan hal-hal lain yang
dapat dikerjakan berikiutnya juga
dengan fokus.
Kebiasaan yang keempat adalah
membiasakan diri tidak egois atau ingin
menang sendiri. Atau selalu berfikir
win-win. Kebiasaan ini menjadikan
keputusan-keputusan kita adil/fair,
ikhlas dalam bersikap. Akibatnya dapat
dengan mudah diterima oleh siapapun.
Membawa nama Kimia Farma harum,
karena mempunyai SDM yang tidak
hanya melulu memikirkan keuntungan
sepihak, tetapi menghormati hak orang
lain yang mungkin menjadi bagiannya.
Kebiasaan win-win ini dapat membuat
seseorang menjadi pebisnis yang
handal, tidak ditinggalkan partner
bisnisnya dan dikagumi secara
personal sebagai orang yang mengerti
untuk membagi.
Kebiasaan
kebiasaan
terlebih dahulu baru kemudian dipahami
orang lain. Harus mendengarkan
orang lain ataupun karyawan, teman
sekerja tentang apa yang mereka
inginkan, apa dan bagaimana sudut
pandangnya dan bagaimana tingkat
pemahaman mereka dalam bekerja
dan berinteraksi. Bukan sebaliknya
bahwa hanya kita yang ingin mereka
dengarkan, hanya kita yang ingin
dipahami orang lain terlebih dahulu.
Kebiasaan ini memberikan manfaat
bagi kita tentang sifat empathy
sehingga siapapun lawan bicara dan
teman kerja merasa nyaman dan
ingin bekerjasama, sehingga kita dan
perusahaan dapat terbantu dengan
sendirinya.
Kebiasaan yang keenam adalah
membiasakan diri kita melakukan
sinergi dengan orang lain. Dan
bukan sebaliknya menjadi antagonis
atau menjadi orang yang selalu
bertentangan.
Kebiasaan
ini
membawa manfaat bagaimana kita
dapat menggabungkan kekuatan diri
pribadi dengan orang lain, mengkoordinasikan energy kita sehingga
berkekuatan ganda. Kita harus
memahami dan menyadari bahwa
dalam diri kita pasti ada kekurangn atau
kelemahan. Bilamana bisa bersinergy
dengan orang lain maka mungkin saja
kelemahan pribadi tersebut dapat
tertutupi bahkan menjadi kekuatan.
sebab itu haruslah berolah raga, kita
harus mempunyai mental yang baik
maka harus tidak gampang menyerah
bila sesuatu menghambat. Dilain pihak
kita tidak bisa hidup sendiri didunia ini,
sebagai manusia pasti butuh teman,
sahabat atau rekan bisnis, oleh sebab
itu sisakan waktu untuk bersosialisasi.
Yang cukup penting adalah menjaga
kehidupan spiritual agar kecerdasan
pikiran
dan
sikap/perilaku
kita
seimbang.
Menjadi manusia yang efektif dan
produktif
ini
berdampak
pada
organisasi atau perusahaan yang juga
efektif dan produktif. Karakter sumber
daya yang efektif ini secara langsung
dapat membawa keberhasilan suatu
perusahaan
secara
sustainable/
bertahan lama. 7 kebiasaan diatas
yang telah banyak diajarkan disekolahsekolah baik didalam ataupun luar
negeri sudah teruji dan banyak dipakai.
Bahkan anak sekolah dasar saja
sudah ditanamkan mempunyai ketujuh
kebiasaan diatas tersebut.
“Kesegaran hidup hanya dapat
ditemukan dengan pandangan yang
optimis. Orang lebih penting daripada
produk. Utamakan yang terpenting”.
Itu adalah nasehat bisnis dari Richard
M.DeVos, pendiri Amway Corporation.
Semangaattt Pagii <GK>
Yang terakhir adalah kebiasaan yang
ketujuh yaitu selalu mengasah setiap
potensi diri kita. Manfaatnya
sangat banyak misalnya
secara fisik, mental, sosial,
emosional dan spiriritual.
Kita harus hidup sehat oleh
yang
kelima
adalah
memahami orang lain
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
03
SURAT ANDA
DAFTAR ISI
GEMA KAEF EDISI 44 TAHUN 2017
02
05
MANAJEMEN
Operational Excellence (Bagian 18):
...
Gema Utama
Kimia Farma Operasikan Pabrik Garam Farmasi Pertama Di Indonesia
09
AGENDA PERISTIWA
Perayaan Natal di Kimia Farma:
Kerukunan Antar Umat Beragama Berkorelasi Positif Terhadap Kinerja
10
Atiqah Dikukuhkan Sebagai Duta Produk Varian Baru Venus
12
KRONIK
Indonesia’s Living Legend Company untuk Kimia Farma
14
Kimia Farma Raih Penghargaan di Sela Pameran Alat Kesehatan
16
Kunjungan MenRistek Dikti & Kepala BPPT Ke Kimia Farma Watudakon
20
Kimia Farma Salurkan Dana Kemitraan Bagi Warga Jombang
22
Bantuan CSR untuk Warga di Sekitar Plant Watudakon
24
Peresmian Sejumlah Apotek Baru:
Jaringan Apotek Kimia Farma di Makassar Kini Jadi 28 Outlet
Nadia Nurfaidah
Depok, Jawa Barat
26
Apotek Kimia Farma di Bali Berada di Lokasi Strategis
27
Kimia Farma Membuka Apotek Baru di Gianyar, Bali
Red: Terimakasih atas partisipasi Anda
mengirimkan tulisan ke majalah kami.
Kami berharap Anda bersabar menunggu
karena tulisan yang masuk kita seleksi dulu,
sangat mungkin tulisan Anda akan kami
muat pada edisi-edisi yang akan datang.
28
Apotek Kimia Farma yang ke-2 Telah Hadir di Ambon
29
Manajemen Supply Chain Penting Saat Persaingan Bisnis Kian Ketat
30
Semua Pegawai Kimia Farma Dilarang Menerima Gratifikasi
31
Peluncuran Desain RS Milik Kimia Farma di Saharjo
32
Cara SDM KF 307 Atasi Kesuntukan dalam Bekerja
33
Fitocare Ikut Semarakkan Lomba Kreativitas PAUD
34
Asifit Built In Program: Pejuang ASI
36
Ayo Dukung ASI Ekslusif
24
BERITA FOTO
Diklat Manajemen Dasar HAL 24
Tulisan Tidak Dimuat
Beberapa bulan lalu saya pernah
mengirimkan tulisan ke Gema Kaef tapi
hingga kini tulisan saya tidak dimuat. Saya
ingin kirim tulisan lagi tapi apakah ada
kemungkinan tulisan saya akan dimuat?
Sakit Menahun
Sudah hampir 5 tahun ini suami saya yang
bernama Cecep Sunandar menderita
penyakit diabetes. Setahun belakangan ini
mengalami kebutaan, dia suka menangis
sendiri karena sedih. Saya sudah bawa
suami berobat kemana saja dari rumah
sakit hingga ke alternatif tapi suami saya
tidak kunjung sembuh. Harus kemanakah
saya membawa suami saya?Amin
10
12
16
22
26
32
Kholilah
Sukabumi, Jawa Barat
Red: Kami turut prihatin atas penyakit
yang diderita oleh suami ibu. Saran kami
teruslah berobat jangan putus asa dan
cobalah fokus berobat ke spesialis mata
dan mudah-mudahan suami ibu cepat
sembuh
04
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
GEMA Utama
Kimia Farma Operasikan
Pabrik Garam Farmasi
Pertama Di Indonesia
Pabrik garam farmasi Kimia Farma di kawasan Watudakon, Jombang, Jatim, saat ini
mulai beroperasi. Peresmian terhadap pengoperasian pabrik sekaligus penjualan produk
perdana itu dilakukan Kamis (8/12/2016).
P
agi hari itu, Kamis, 8
Desember 2016, Komut
Kimia Farma Farid Wadjdi
Husain dan Dirut Kimia
Farma Rusdi Rosman
terlihat sumringah ketika menghadiri
acara
peresmian
pengoperasian
pabrik garam farmasi sekaligus
penjualan perdana produk garam
farmasi tersebut. Maklum, pabrik
tersebut merupakan pabrik garam
farmasi pertama di Indonesia hasil
karya inovasi anak bangsa.
Dibangun sejak dua tahun silam, di
lahan seluas 1 hektar di kawasan Plant
Watudakon Kimia Farma, Kabupaten
Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim),
pabrik garam farmasi ini memiliki
kapasitas 2.000 ton per tahun.
“Hari ini negara kita berhasil
mencatatkan
sejarah
dengan
diresmikannya pabrik bahan baku
obat yang pertama di Indonesia, yakni
pabrik garam farmasi. Berdirinya
pabrik ini merupakan jerih payah
semua stakeholder Kimia Farma,”
kata Rusdi di hadapan para undangan
yang menghadiri acara peresmian
tersebut.
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
05
GEMA Utama
Tampak hadir dalam peresmian
tersebut di antaranya Dirjen Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan
Kemenkes, Maura Linda Sitanggang;
Kepala
Badan
Pengkajian
dan
Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul
Priyanto;
Muspida
Kabupaten
Jombang,
Muspika
Kecamatan
Kesamben,
serta
5
perwakilan
perusahaan pembeli perdana garam
farmasi Kimia Farma.
Untuk itu, lanjut Dirut Kimia Farma Rusdi
Rosman, pihaknya mengucapkan
terima kasih kepada para stakeholder
Kimia Farma, seperti Kementerian
Kesehatan (Kemenkes), Kementerian
BUMN, Kementerian Perindustrian,
BPPT,dan juga lembaga lainnya
yang
mengupayakan
percepatan
pembangunan industri farmasi dan alat
kesehatan di negeri ini.
Garam farmasi merupakan BBO (bahan
baku obat) untuk pembuatan infus,
oralit, sirup, pelarut vaksin, tablet,
cairan pencuci darah, dan minuman
kesehatan. Di bidang kosmetik,
garam farmasi kerap menjadi bahan
campuran dalam pembuatan sampo
dan sabun.
Ironinya dari kebutuhan garam farmasi
di Indonesia yang mencapai sekitar
06
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
6.000 ton per tahun, sekitar 95% di
antaranya harus didatangkan dari luar
negeri. Selama ini, industri farmasi di
Indonesia mengimpor garam farmasi
dari Selandia Baru, Jerman, Tiongkok,
Australia, dan India.
Akan Bangun Pabrik
Tahap II
Menyusul beroperasinya pabrik garam
pertama di Indonesia itu, manajemen
Kimia Farma juga berencana kembali
menginvestasikan modalnya untuk
pembangunan pabrik garam farmasi
tahap II senilai Rp76 miliar. Lokasi
pabrik tahap II ini, berada di kawasan
pabrik garam farmasi yang sama,
hanya berjarak 100 meter dari pabrik
tahap I.
“Saat ini, kami sedang menyusun
untuk FS (feasibility study) kurang
lebih Rp76 miliar dengan membutuhan
waktu pembangunan hampir 4 tahun.
Ini jaraknya kira-kira 100 meter dari
pabrik garam farmasi tahap I yang kita
resmikan hari ini,” kata Direktur Utama
Kimia Farma Rusdi Rosman menjawab
pertanyaan wartawan.
Dia juga menjelaskan bahwa luas
lahan yang digunakan untuk investasi
pembangunan dua pabrik tersebut
sebenarnya mencapai 1 hektar, namun
yang digunakan hanya setengahnya
saja.
Untuk pabrik garam farmasi I sudah
selesai, bahkan sudah beroperasi.
Kapasitasnya per tahun mencapai
2.000 ton, yang dibangun dengan
total investasi Rp35 miliar. Sedangkan,
untuk yang kedua, kapasitasnya
diperkirakan mencapai hingga 4.000
ton per tahun, sehingga secara total
nantinya bisa memproduksi garam
farmasi hingga 6.000 ton per tahun.
Menurut Rusdi, kebutuhan garam
farmasi di Indonesia sebenarnya cukup
tinggi. Selama ini, Indonesia impor
untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri, sehingga dengan memproduksi
garam farmasi sendiri tentunya bisa
semakin menekan pengeluaran, dan
menghemat
pengeluaran
devisa
negara.
Dikatakannya, garam farmasi yang
diproduksi Kimia Farma, bahan
bakunya merupakan garam rakyat
yang disuplai oleh PT Garam.
Perusahaan membeli bahan baku
itu, lalu mengolahnya menjadi garam
farmasi.
Produk garam farmasi yang dijual
oleh Kimia Farma ditawarkan dengan
harga yang sangat kompetitif jika
dibandingkan
dengan
produk
serupa asal impor. Produk garam
farmasi buatan perusahaan farmasi
pelat merah ini dijual dengan harga
Rp13.500 per kilogram, sementara
produk impor harganya mencapai
Rp20 ribu per kilogram.
“Makanya kita harus jual lebih murah,
biar orang lain tidak impor lagi. Produk
garam farmasi ini sudah diperiksa
di Tokyo, London, Singapura, dan
kualitasnya baik,” kata Rusdi dengan
nada meyakinkan.
Untuk penjualan perdana produk
garam farmasi ini, ujar dia, masih
terbilang sedikit volumenya, yakni
lebih dari 2 ton. Barang itu dikirim ke
lima perusahaan, dengan beragam
permintaan.
Kelima perusahaan dimaksud adalah
PT Indofarma (Persero) Tbk, PT
Djojonegoro C-1000, PT MJB Pharma,
PT Gracia Pharmindo, serta Labtomed
Ditkesad.
Diakui Rusdi, penjualan pertama itu
masih sedikit dan digunakan untuk
memenuhi pasar domestik. Padahal,
terdapat negara yang siap membeli,
misalnya Korea yang membutuhkan
hingga 4.000 ton.
“Standby buyer banyak, termasuk luar
negeri. Korea saja butuh 4.000 ton per
tahun saat ini. Mereka mau beli dan
saya bilang sabar tunggu pabrik kedua
jadi,” ujarnya.
Dengan diproduksinya garam farmasi
ini berarti garam farmasi juga secara
langsung telah memenuhi Instruksi
Presiden No. 6 Tahun 2016 tentang
Percepatan Pengembangan Industri
Farmasi dan Alat Kesehatan dan
Kebijakan Pemerintah dalam Paket
Kebijakan
Ekonomi
XI
tentang
Pengembangan Industri Farmasi dan
Alat Kesehatan.
Kimia Farma
Mendapatkan Apresiasi
Dalam sambutannya, Dirjen Bina
Kefarmasian dan Alat Kesehatan,
Maura
Linda
Sitanggang
yang
mewakili Menkes Nila Moeloek yang
berhalangan hadir mengemukakan,
Kemenkes mengapresiasi upaya Kimia
Farma yang menjadi salah satu pioner
dalam melakukan tarnsformasi industri
yang bergerak lebih ke arah hulu
dengan memulai upaya penguasaan
bahan baku farmasi.
“Keberadaan Kimia Farma dengan
prestasi pembangunan pabrik garam
farmasi pertama di Indonesia ini
merupakan kebanggaan tersendiri.
Bukan hanya bagi dunia kesehatan tapi
juga bagi seluruh bangsa Indonesia,”
kata Linda.
Melalui transformasi yang telah
dilakukan oleh Kimia Farma diharapkan
sebagai industry farmasi semakin eksis
dan kuat dalam menghadapi perbagai
tantangan di masa mendatang, serta
mampu menunjukkan kemampuannya
secara nasional maupun global.
Linda lebih jauh mengemukakan,
pemberlakuan jaminan kesehatan
nasionbal (JKN) sejak tahun 2014,
mengakibatkan bertambahnya jumlah
kepesertaan yang secara langsung
akan memberikan dampak dalam
peningkatan jumlah kebutuhan obat
yang digunakan. Ini merupakan
kesempatan yang tidak boleh disiasiakan.
Dengan adanya sistem formularium
nasional, dan juga sistem elektronik
katalog yang lebih mementingkan
produksi dalam negeri termasuk bahan
baku obat dalam negeri, hendaknya
kesempatan yang bagus itu jangan
sampai dilewatkan oleh industri farmasi
di Indonesia, termasuk Kimia Farma.
Menjadi kewajiban bagi pemerintah
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
07
GEMA Utama
infus tahun 2012, mencapai sekitar
104,5 juta unit per tahun dan terus
meningkat penggunaannya. Untuk
tahun 2016 ini dengan adanya KLB
dengue, permintaan terhadap infus ini
sungguh luar biasa.
“Bahkan seluruh industri farmasi yang
memproduki infus sampai kewalahan,
sampai dua kali permintaan dari
rencana
kebutuhan.
Jadi
ada
kemungkinan 104 juta unit tadi sudah
menjadi 200 juta unit infus lebih per
tahun,” papar dia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 90%
bisa dipenuhi dari perusahaan di
Indonesia, dalam hal ini adalah formulasi
baik perusahaan lokal maupun
multinasional. Hal ini tentu merupakan
satu hal yang membanggakan,
walaupun di balik semua itu, ternyata
lebih dari 95% garam farmasi yang
digunakan sebagai bahan baku obat,
masih diimpor.
Karena itu, keputusan Kimia Farma
untuk membangun pabrik garam
farmasi serta rencananya untuk
meningkatkan
kapasitas
dengan
membangun
pabrik
berikutnya,
merupakan wujud nyata dukungan
industri dalam pelaksanaan program
pemerintah
untuk
meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
untuk menjamin ketersediaan obat
esensial yang digunakan dalam JKN.
Upaya ini sudah tentu membutuhkan
dukungan dari industri farmasi selaku
produsen obat termasuk Kimia Farma.
Diungkapkan Linda bahwa cairan infus
menjadi salah satu jenis obat esensial
di dalam JKN yang banyak digunakan
dan memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat. Total kebutuhan
08
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
Ungkapan apresiasi yang serupa juga
disampaikan Kepala BPPT Unggul
Priyanto saat memberikan pidatonya.
“BPPT sebagai partner Kimia Farma
menyampaikan apresiasi yang tinggi
kepada Kimia Farma mengingat
lantaran pabrik garam farmasi ini yang
pertama dibangun di negara kita,
dibutuhkan suatu keberanian untuk
berinvestasi
karena
mengandung
risiko yang tidak kecil,” ucapnya.
Ditambahkannya, spesifikasi garam
farmasi ini sangatlah tinggi. Karenanya
tidaklah mengherankan bila harganya
bisa berkali lipat dibanding garam
rakyat. Hal ini yang mendorong BPPT
mengembangkan
inovasi
garam
farmasi yang 100% berbahan dasar
lokal. Perlu keberanian bagi industri
farmasi untuk memproduksi ini, dan
PT Kimia Farma telah mewujudkannya
dengan berdirinya pabrik garam
farmasi pertama di Indonesia ini.
Menurut Unggul, dominasi bahan baku
obat impor ke Indonesia, mendapat
perhatian sangat serius dari pemerintah.
Dengan angka yang mencapai 95%,
hal ini menjadi tantangan besar bagi
seluruh pihak, baik industri farmasi,
lembaga penelitian dan pemerintah
untuk mencari jalan keluarnya.
Garam farmasi, lanjutnya, merupakan
salah satu bahan baku obat yang
sangat dibutuhkan. Tidak saja bagi
industri farmasi, garam farmasi juga
dibutuhkan untuk industri food and
beverage, bahkan industri kosmetik.
“Dengan luasnya pantai Indonesia,
mengimpor garam farmasi yang bahan
baku dasarnya adalah garam rakyat,
tentu amatlah disayangkan,” tukasnya.
Pabrik garam farmasi yang diresmikan
hari ini, lanjut Unggul, merupakan hasil
inovasi kerjasama PT Kimia Farma dan
BPPT. Jadi kapasitas pabrik ini hanya
2 ribu ton per tahun, dan segera akan
dibangun lagi pabrik serupa dengan
kapasitas 4 ribu ton per tahun. Dengan
demikian, ke depan diharapkan
Indonesia tidak perlu mengimpor
lagi garam farmasi, yang mempunyai
spesifikasi yang sangat tinggi ini.
Di
akhir
sambutannya,
Unggul
mengimbau agar industri nasional
khususnya industri farmasi bisa lebih
berperan aktif dalam memanfaatan
hasil riset yang telah dihasilkan anak
bangsa. “Kami berharap semoga
inovasi teknologi produksi garam
farmasi, selain dapat berkontribusi
dalam upaya kemandirian industri
bahan baku obat, khususnya garam
farmasi dalam negeri, juga diharapkan
bisa memacu inovasi teknologi di
bidang kefarmasian atau obat-obatan,”
pungkasnya. <GK>
AGENDA PERISTIWA
Perayaan Natal di Kimia Farma
Kerukunan Antar Umat Beragama
Berkorelasi Positif Terhadap Kinerja
Dirut Kimia Farma Rusdi
Rosman menyatakan
kerukunan dan
kekompakan antar umat
beragama di lingkungan
Kimia Farma punya andil
dalam meningkatkan
kinerja perusahaan.
S
eperti tahun-tahun sebelumnya,
manajemen
Kimia
Farma
menyelenggarakan
perayaan
Natal bagi segenap karyawan dan
keluarga karyawan yang beragama
Kristen. Turut hadir dalam perayaan
Natal yang digelar secara sederhana
di Jakarta itu, Direksi Kimia Farma dan
mantan Dirut Kimia Farma Gunawan
Pranoto.
Dalam sambutannya Dirut Kimia Farma
Rusdi Rosman mengemukakan, di
tengah makin ketatnya kompetisi
bisnis industri farmasi saat ini, Kimia
Farma masih bisa tumbuh dan
berkembang. Bahkan, manajemen
BUMN ini masih bisa melakukan
ekspansi
dengan
melakukan
pembangunan sejumlah pabrik yang
diharapkan bisa menyejahterakan
seluruh karyawannya.
Tahun 2016 ini, misalnya, manajemen
Kimia
Farma
bisa
membangun
sekitar 130 apotek baru sehingga
jumlah apotek Kimia Farma akan
menjadi sekitar 850 apotek. Belum
lagi, pembangunan 4 pabrik obat di
Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa
Barat, dengan mesin yang canggih
yang diharapkan bisa bertahan hingga
20 tahun ke depan.
Jadi dengan menambah pabrik yang
kapasitasnya 4 kali dari sekarang
berarti menambah kapasitas produksi
untuk pengadaan obat khususnya
guna mendukung program BPJS
(Badan
Penyelenggara
Jaminan
Sosial). Untuk itu, pak dirut minta agar
seluruh insan Kimia Farma senantiasa
bersyukur kepada Tuhan YME, karena
Kimia Farma masih tetap berdiri, masih
bisa membayarkan jasa produksi yang
sebentar lagi akan dihitung dan tahun
depan akan dibagikan.
“Kami
terus
terang
merasakan
dengan semakin kuatnya kekompakan
kita, dengan semakin kuatnya kita
menghormati umat beragama, dengan
semakin kuatnya kita berkoordinasi
sepertinya ada korelasi yang positif
dengan kinerja kita. Beberapa contoh,
misalnya kita melakukan transformasi,
tidak lain adalah untuk memperkuat
sinergi dan koordinasi,” papar Rusdi.
Potential lost yang dulu banyak
terjadi, akibat ketidak kompakan dan
kurangnya koordinasi dan sinergi antar
unit bisnis Kimia Farma telah membuat
kinerja perusahaan tidak optimal.
Sebaliknya bila sinergi maupun
koordinasi itu bisa dibangun solid
maka tidak terlampau sulit mencapai
kinerja usaha yang diinginkan. Hal itu
sudah mulai tampak saat ini. Mungkin
produk Kimia Farma yang dijual di
Apotek Kimia Farma tahun ini akan
naik 200% penjualannya.
“Karena kita memprioritaskan untuk
menyalurkan dan menjual produk
kita, baru orang lain. Inilah makna dari
sebuah sinergi dan koordinasi yang
harus kita tetap bangun, yang harus
tetap kita jaga,” pungkasnya. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
09
AGENDA PERISTIWA
Atiqah Dikukuhkan Sebagai
Duta Produk Varian Baru Venus
Kimia Farma meluncurkan varian baru produk kosmetika Venus yang diberi nama “Venus
Two Way Cake”, dengan mengukuhkan Atiqah Hasiholan sebagai ambassador produk
baru ini. Peluncuran ini dilakukan di sela acara ekshibisi bertema ‘Sehat dan Cantik
Bersama Kimia Farma’. selama 3 hari di Bandung.
Kenapa
Atiqah
yang
dipilih
Kimia Farma? Menurut Direktur
Pengembangan PT Kimia Farma
(Persero) Tbk, Pujianto, sosok Atiqah
dinilai memiliki kecantikan yang alami
dan menjalankan pola hidup sehat.
“Sebagai sosok artis cantik yang
menjalankan pola hidup sehat. Atiqah
juga punya sikap yang positif, memiliki
kulit yang sehat dan menyukai produk
kecantikan yang alami,” kata dia.
T
etap cantik, sehat dan awet
muda merupakan kebutuhan
setiap wanita. Terlebih bagi
wanita karier. Kebanyakan mereka tak
sayang untuk merogoh koceknya demi
mempertahankan atau memperoleh
penampilan yang cantik dan menawan.
Wajah cantik tentu tak bisa dilepaskan
dari keindahan serta kesehatan kulit
yang dimiliki seorang wanita. Lantas
bagaimana caranya mendapatkan kulit
cantik sekaligus sehat, sesuai dengan
apa yang diidamkan banyak wanita di
negeri ini?
Pucuk dicinta ulam tiba, Kimia
Farma yang notabene meruapakan
perusahaan industri farmasi pertama
di Indonesia memberikan solusi yang
tepat bagi para wanita Indonesia yang
10
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
ingin tampil tetap cantik dengan kulit
yang sehat.
Di penghujung tahun 2016, Kimia
Farma meluncurkan varian baru produk
kosmetika Venus yang diberi nama
“Venus Two Way Cake”, total beauty
protection dengan kandungannya
yang ringan dan aman memberikan
perlindungan kulit yang lebih sehat
untuk wanita Indonesia agar terlihat
cantik alami.
Peluncuran varian baru Venus yang
digelar di Trans Studio Mall Bandung
pada hari Jumat, 23 Desember 2016,
sekaligus juga memperkenalkan New
Brand Ambassador-nya, yakni Atiqah
Hasiholan, seorang aktris dan model
papan atas Indonesia.
Manajemen Kimia Farma merasa yakin
bahwa Atiqah dapat memperkenalkan
berbagai jenis produk kecantikan
Venus yang memiliki bahan yang
alami dan baik dalam merawat
kecantikan wanita Indonesia. Venus
Two Way Cake memiliki unique
selling point “Triple action” yaitu
SPF 18 (UV Protection), Vitamin E
(sebagai antioksidan), dan Chamomile
extract (sebagai pelembab); dimana
kandungan tersebut akan menjadikan
kulit cantik terlindungi.
“Kita lihat wajahnya Atiqah ini cantiknya
alami. Itulah dasar utama kenapa kita
akhirnya memilih Atiqah,” ujar General
Manager SBU Marketing Kimia Farma,
Andi Prazos menambahkan.
Dalam sesi tanya jawab, Atiqah
mengaku dirinya selalu menerapkan
pola hidup yang sehat. “Saya selalu
pilih produk kecantikan yang alami.
Menurut saya wanita itu harus menjaga
pola hidup yang sehat. Karena kalau
tidak sehat, seorang wanita pastinya
tidak akan terlihat cantik. Sehat dulu
yang paling penting, kemudian kita
jaga kesehatan itu dengan baik.
Kalau sudah sehat, cantik pun akan
terpancar dengan sendirinya. Selain
itu, semua nggak ada artinya kalau
kita nggak happy. Kita harus menjadi
orang yang positif, feel good of your
self,” papar istri Rio Dewanto, seorang
aktor film yang cukup kesohor ini.
Acara peluncuran varian baru Venus
dihelat bersamaan dengan digelarnya
ekshibisi dengan tema “Sehat Dan
Cantik Bersama Kimia Farma” selama
3 hari, dari (Jumat, 23/12 hingga
Minggu, 25/12/20160. Acara itu juga
merupakan perwujudan keseriusan
manajemen Kimia Farma untuk
menyejahterakan dan menyehatkan
bangsa Indonesia.
Pada Sabtu, 24/12/2016, kegiatan
dilanjutkan dengan peragaan busana
hijab, peragaan busana etnik modern,
serta penampilan dari penyanyi Tulus.
Rangkaian acara hari yang sama juga
menghadirkan
sesi
bincang
santai bersama
New
Brand
Ambassador
Venus,
Atiqah
Hasiholan
dan
Brand Ambassador Marcks Alyssa
Soebandono yang dipandu moderator
Indra Herlambang.
Ekshibisi hari terakhir menyuguhkan
acara puncak talkshow “Kata Dokter”
dengan tema ‘Ayo Dukung ASI
Eksklusif’. Sesi tersebut membahas
pentingnya pemberian ASI Eksklusif,
manfaatnya bagi ibu dan anak, dan
kiat agar ASI lancar selama dua tahun
masa menyusui eksklusif.
Para narasumber yang membagikan
pengetahuan dan pengalamannya
disebut Puji sangat kompeten dan
beragam, termasuk tamu istimewa
Atalia Praratya, istri Wali Kota
Bandung Ridwan Kamil serta dipandu
oleh dr Boyke Nugraha. Apalagi, acara
akan ditutup dengan penampilan grup
musik Yovie & Nuno.
Saat ini Venus Two Way Cake memiliki
3 varian yaitu: Venus Two Way Cake
No.1 (Translucent), Venus Two Way
Cake No.2 (Natural), dan Venus Two
Way Cake No.3 (Porcelain). Untuk
melengkapi varian warna bedak yang
ada saat ini, Venus mengeluarkan satu
varian warna baru dari bedak Two
Way Cake, yaitu Venus Two Way Cake
No.4, Tropical Beige. Venus Two Way
cake bisa diperoleh di Apotek Kimia
Farma.
Lebih lanjut Pujianto mengatakan,
kosmetika Venus Two Way Cake
diperuntukan untuk wanita produktif
berusia 20 hingga 40 tahun. “Venus
Two Way Cake cocok dipakai oleh
wanita aktif dan dinamis di perkotaan,”
ujarnya seraya mengatakan, “Produk
ini diperuntukan semua segmen
namun lebih ke menengah atas.”
Dalam kesempatan yang sama, Andi
Prazos menambahkan, Venus Two
Way Cake akan menjadi brand khusus
dari Kimia Farma. “Formula kosmetika
Venus Two Way Cake sederhana,
ringan dan natural,” katanya. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
11
KRONIK
PT Kimia Farma (Persero)
Tbk berhasil meraih
kembali penghargaan dari
Majalah Warta Ekonomi
Living Legend Companies
Tahun 2016, setelah
tahun sebelumnya juga
memperoleh penghargaan
serupa.
Indonesia’s Living Legend
Company untuk Kimia Farma
Oleh: WASKITO LEGOWO (Jakarta)
M
enjadi perusahaan legendaris
merupakan keinginan setiap
perusahaan. Namun, untuk
sampai pada titik ini bagi sebuah
perusahaan
tidaklah
semudah
membalik telapak tangan. Diperlukan
berbagai upaya, komitmen, kerja
keras, dan sinergi yang baik dan
optimal, terutama di kalangan internal
perusahaan.
Pada
tahun-tahun
sebelumnya,
Majalah
Warta
Ekonomi
telah
menyelenggarakan Living Legend
Companies
Award
dengan
mengangkat perusahaan-perusahaan
di Indonesia yang berusia lebih
dari 50 tahun. Namun, pada tahun
2016, Warta Ekonomi menganggap
perlu memberikan apresiasi kepada
12
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
perusahaan-perusahaan yang mampu
bertahan lebih dari 25 tahun.
Indonesia
pernah
mengalami
perlambatan
ekonomi
yang
disebabkan oleh krisis moneter tahun
1998 dan krisis finansial tahun 2009.
Hal itu telah memberikan dampak
negatif
terhadap
perkembangan
sektor-sektor bisnis. Warta Ekonomi
menganggap bahwa perusahaan yang
telah menjalankan usahanya lebih dari
25 tahun secara tidak langsung telah
membuktikan bahwa mereka mampu
bertahan dari gejolak ekonomi dan
persaingan usaha serta berpotensi
dalam pengembangan bisnis demi
menjaga eksistensi perusahaan di
masa yang akan datang.
Oleh karena itu, Warta Ekonomi
Indonesia Living Legend Companies
Award 2016 yang di selenggarakan,
di penghujung tahun 2016 di Pullman
Hotel Jakarta, hadir sebagai bentuk
apresiasi
kepada
perusahaanperusahaan yang mampu menjalankan
bisnisnya lebih dari 25 tahun, dan
mampu bertahan dalam menghadapi
tantangan, berupa persaingan maupun
tekanan kondisi perekonomian, serta
berhasil tampil sebagai perusahaan
yang mampu terus tumbuh dan
berkembang
dengan
sangat
mengesankan.
Dalam penghargaan ini, Warta Ekonomi
memberikan kategori penghargaan
yakni antara lain; Pertama, Silver Award
adalah penghargaan yang diberikan
berusia lebih dari 50 tahun. Proses
pemilihan dilakukan melalui beberapa
tahap penilaian.
1. Tahap awal adalah menilai sejarah
dari perusahaan maupun brand
tersebut.
2. Tahap berikutnya, menilai inovasi
layanan produk dan jasa serta
strategi pemasaran perusahaanperusahaan tersebut.
3. Terakhir,
menganalisis
kinerja
keuangan perusahaan dengan
menggunakan berbagai metodologi
berdasarkan
karakteristik
dari
sektor
industri
perusahaanperusahaan tersebut.
kepada perusahaan yang berusia
25 tahun atau lebih. Penghargaan
dengan kategori ini diberikan kepada
29 perusahaan.
Kedua,
Golden
Award
adalah
penghargaan
untuk
perusahaan
yang berusia 50 tahun atau lebih.
Penghargaan untuk kategori ini
diberikan kepada 27 perusahaan
Terakhir Diamond Award adalah
penghargaan
untuk
perusahaan
yang berusia 75 tahun atau lebih.
Penghargaan untuk kategori ini
diberikan kepada 22 perusahaan.
Selain itu, Warta Ekonomi juga
memberikan penghargaan dengan
kategori Special Mention kepada 8
perusahaan.
Selain itu, Tim Riset Warta Ekonomi
Intelligence Unit (WEIU) juga melakukan
penilaian terhadap perusahaan yang
memiliki rekam jejak pada proses
tumbuh dan berkembangnya berupa
perkembangan kemajuan bisnis yang
telah dicapai sejak awal dimulainya
usaha perusahaan hingga saat ini.
Selanjutnya,
melakukan
penilaian
terhadap
pengembangan
inovasi
yang telah dilakukan perusahaan
baik berupa inovasi layanan produk,
jasa, maupun strategi bisnis. Selain
itu, penilaian juga dilakukan terhadap
kinerja keuangan perusahaan periode
2014-2015 juga dilakukan untuk
mengukur keberhasilan perusahaan
sesuai dengan karakteristik dari sektor
industri
perusahaan-perusahaan
tersebut.
Untuk memilih perusahaan yang
memenuhi kriteria sebagai penerima
penghargaan ini, tim riset Warta
Ekonomi melakukan kajian terhadap
lebih dari 130 perusahaan yang telah
Dewan juri akhirnya menetapkan PT
Kimia Farma (Persero) Tbk berhak
meraih penghargaan “The Best
Performance for Pharmaceutical State
Own Company in Pharmaceutical
Industry 2016” dengan kategori
Diamond. Penghargaan diserahkan
oleh Fadel Muhammad, Founder
Majalah Warta Ekonomi dan M Ihsan,
Pemimpin Redaksi Majalah Warta
Ekonomi dan diterima oleh Yetty
Kostianah selaku perwakilan dari Unit
Corporate Secretary Perseroan.
Acara
pemberian
penghargaan
tersebut merupakan annual event dari
Warta Ekonomi dimana Warta Ekonomi
melakukan penilaian terhadap banyak
perusahaan, baik BUMN maupun
non BUMN dengan berbagai bidang
industri di Indonesia
Tahun 2015, Kimia Farma berhasil
meraih Living Legend Companies
Award dengan kategori Best Financial
Performance dari majalah ekonomi
tersebut. Saat itu, penghargaan yang
cukup bergengsi tersebut diterima oleh
Pujianto, Direktur Umum dan Human
Capital PT Kimia Farma (Persero) Tbk
di Hotel Le Meridien, Jakarta. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
13
KRONIK
Kimia Farma Raih Penghargaan
di Sela Pameran Alat Kesehatan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar kegiatan pameran alat kesehatan (alkes)
di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, belum lama ini. Di sela kegiatan itu, Menkes
Nila F Moeloek menyerahkan penghargaan di bidang farmasi kepada Kimia Farma.
P
ameran alkes yang dihelat
Kemenkes selama 3 hari pada
medio November 2016 lalu,
berlangsung cukup semarak. Tak
kurang dari 125 stan pameran digelar
di Hall C3 Kemayoran tersebut, dengan
beragam produksi alat kesehatan yang
ditampilkan.
Pameran dibuka secara resmi melalui
pengguntingan
rangkaian
melati
bersama antara Menteri Koordinator
Bidang Pembangunan Manusia dan
Kebudayaan (PMK), Puan Maharani;
Menteri
Kesehatan,
Nila
Farid
Moeloek; Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian, Darmin Nasution; dan
Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf.
Pameran ini menjadi sarana untuk
14
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
memperkenalkan alat kesehatan yang
telah mampu diproduksi dan berdaya
saing sehingga dapat dimanfaatkan,
baik di dalam maupun di luar negeri.
Disamping itu, pameran ini juga
bermanfaat sebagai ajang penyediaan
informasi mengenai alat kesehatan
yang dibutuhkan di fasilitas pelayanan
kesehatan yang belum diproduksi
dalam negeri sehingga diharapkan
dapat meningkatkan minat investor
untuk berinvestasi di Indonesia.
Hal lainnya, pengembangan industri
sediaan farmasi dan alkes juga
harus
berbasis
penelitian
dan
pengembangan. Oleh karena itu,
dalam pameran ini juga ditampilkan
produk inovasi hasil karya anak bangsa
untuk memberikan semangat kepada
peneliti agar mempercepat hilirasasi
hasil penelitiannya.
Untuk memenuhi kebutuhan, saat
ini Indonesia telah memiliki 211
industri alat kesehatan dalam negeri
yang sudah mampu memproduksi
berbagai jenis produk dengan kualitas
yang mampu bersaing dengan alat
kesehatan impor.
Alkes
produksi
dalam
negeri
sebenarnya telah mampu memenuhi
46% kebutuhan alat kesehatan di RS
Tipe A, namun yang memprihatinkan
minat terhadap penggunaan barang
buatan dalam negeri tersebut masih
rendah. Hal ini dapat terlihat dari data
yang dimiliki Kemenkes bahwa pasar
alat kesehatan 90% masih didominasi
oleh produk impor.
Untuk mengantisipasi hal tersebut,
maka
telah
diluncurkan
Paket
Deregulasi Kebijakan Ekonomi XI dan
dilanjutkan dengan terbitnya Instruksi
Presiden No. 6 Tahun 2016 yang
mengamanatkan agar Kementerian
Kesehatan
memprioritaskan
penggunaan sediaan farmasi dan
alat kesehatan dalam negeri melalui
e-tendering dan e-purchasing berbasis
e-catalogue. Melalui penggunaan
alat kesehatan dalam negeri tersebut
diharapkan dapat menekan harga
alat kesehatan dan pada akhirnya
mengurangi
biaya
pelayanan
kesehatan.
Berbagai upaya terus dilakukan
Kemenkes untuk memperkenalkan
alat kesehatan dalam negeri yang telah
memiliki daya saing. Sebagai contoh,
Kemenkes berserta Dinas Kesehatan
di daerah telah melakukan pembinaan
terhadap industri lebih kurang 30
usaha kecil menengah (UKM) industri
kassa agar mampu menghasilkan
produk yang berdaya saing dan dapat
diekspor ke mancanegara. Pembinaan
juga dilakukan terhadap usaha jamu
gendong dan jamu racikan serta UKM
obat tradisional dan makanan.
Diharapkan,
dengan
semakin
diperkenalkannya
produk
alkes
dalam negeri dapat mengurangi
ketergantungan
terhadap
produk
alkes impor. Penggunaan alkes dalam
negeri yang meningkat diharapkan
juga dapat meningkatkan ekspor ke
mancanegara.
Nila
mengungkapkan,
Indonesia
mempunyai 211 industri alkes lokal
dan mampu memproduksi berbagai
jenis produk berkualitas yang tak kalah
dengan impor. Bahkan, alkes produksi
dalam negeri sebenarnya telah
mampu memenuhi 46% kebutuhan
alat kesehatan di rumah sakit tipe A.
Namun, sangat disayangkan minat
penggunaannya masih rendah.
Oleh sebab itu, Menkes meminta
Menteri Koordinator Perekonomian,
Darmin Nasution, yang juga hadir
dalam pameran alkes di JIExpo, untuk
mendorong penggunaan produk lokal.
“Itulah sebabnya, kami minta mudahmudahan pak Menko Perekonomian
akan mendorong untuk ketergantungan
bahan impor yang masih 90% itu bisa
dipenuhi dari produk-produk dalam
negeri,” pinta Nila.
Salah satunya adalah garam farmasi
produksi Kimia Farma yang diharapkan
mampu menurunkan ketergantungan
impor
produk
tersebut.
Nila
menambahkan, “Kalau impor harus
dengan mata uang asing, dan kita
tidak boleh bergantung dengan itu.
Kalau produksi sendiri maka bisa
bermain dengan rupiah.”
Pada kesempatan tersebut, Menkes
Nila Moeloek memberikan penghargaan
Karya Anak Bangsa bidang farmasi
dan alkes kepada 9 pelaku industri
dikarenakan memiliki produk unggulan
dan terobosan. Mereka adalah PT
Kimia Farma (Persero) Tbk; PT Dexa
Laboratories Biomoleculars Science;
PT Duta Multi Intioptic Pratama; PT
Indec Diagnostics; PT Kalgen DNA;
PT Marthys Orthopaedic Indonesia; PT
Sarandi Karyanugraha; PT Swayasa
Prakarsa; dan PT Triton Manufactures.
Selanjutnya, Nila juga menyaksikan
penandatanganan nota kesepahaman
(MoU) tentang Penggunaan Alat
Kesehatan Dalam Negeri antara
Kementerian Kesehatan yang diwakili
Sekretaris Jenderal Kemenkes, Untung
Suseno Sutarjo, dan Ketua Pengurus
Pusat Perhimpunan Rumah Sakit
Seluruh Indonesia (Persi), Kuntjoro Adi
Purjanto.
Nota kesepahaman tersebut bertujuan
untuk mendorong optimalisasi peran
terhadap penggunaan produk alkes
dalam negeri untuk mendukung
percepatan pengembangan industri
alkes dalam negeri.
Menkes berharap pameran semacam
ini dapat dilaksanakan secara rutin tiap
tahun dan diperluas cakupannya agar
bisa dimanfaatkan oleh berbagai pihak,
terutama untuk tujuan kemandirian
farmasi dan alat kesehatan nasional.
<GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
15
KRONIK
Kunjungan MenRistek Dikti
& Kepala BPPT Ke Kimia
Farma Watudakon
Oleh: SUHARSONO
MenRistek ingin mendorong para investor agar bisa
berinvestasi untuk inovasi anak negeri yang bisa
membawa kemajuan untuk industri. Salah satu inovasi itu
adalah produk garam Farmasi yang mempunyai nilai jual
cukup tinggi dibanding garam biasa ini suatu nilai tambah
dan peluang buat kita kata MenRistek saat kunjungan ke
Kimia Farma Watudakon.
16
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
P
agi itu 28 Oktober 2016 Kimia
Farma mendapat kunjungan
sejumlah tamu istimewa yakni
MenRistek Dikti Prof.H. Muhammad
Nasir, Kepala BPPT Dr. Ir. Unggul
Prayitno, Msc, Direktur Operasional
dan Supply Chain PT. Kima Farma
Drs. Jisman Siagian, GM manufaktur
Kimia Farma Drs. Agung Kisworo,
Manager Plant watudakon Drs. Yanyan
Sholehuddin, Pejabat dari Muspida
Jombang, camat Kesamben serta
tamu undangan.
Acara diawali sambutan oleh Direktur
Operasional dan supply Chain PT.
Kimia Farma Drs. Jisman Siagian
mengucapkan terima kasih kepada
semua tamu undangan yang berkenan
hadir khususnya bapak menristek
dikti dan rombongan. Jisman merasa
senang karena selama ini Kimia
Farma khususnya Watudakon jarang
dikunjungi oleh Menteri. Menurut
Jisman
selama
ini
kebutuhan
pembuatan obat kimia farma bahan
bakunya 95 persen masih bergantung
dengan impor karena itu Jisman
mengaku senang dengan berdirinya
pabrik garam farmasi ini.
Kebutuhan
garam
farmasi
di
Indonesia mencapai 6000 Ton per
tahun berdasarkan data dari PT
Garam. Sementara pengembangan
garam farmasi yang dilakukan Kimia
Farma, saat ini baru bisa memenuhi
sepertiga
dari
kebutuhan.“Untuk
memenuhi kebutuhan garam farmasi
kita akan melakukan pembangunan
tahap kedua dengan standart pabrik
sesuai GMP Bahan baku (CPBBAOB),
sehingga kualitas Garam Farmasi yang
dihasilkan memenuhi persyaratan yang
ditetapkan, terutama sesuai syarat
yang diminta konsumen. Kualitas
harus tinggi karena kita kan harus
bersaing dengan produk import kata
Jisman.
yang dipakai dalam menghasilkan
garam farmasi berasal dari garam
rakyat dan berkat inovasi teknologi
yang dihasilkan BPPT garam rakyat
yang awalnya sangat rendah harganya
menjadi berlipat.
Setelah Jisman sambutan kedua
disampaikan oleh kepala BPPT oleh
Ir. Unggul Priyanto, Msc.Unggul
mengucapkan senang dan terima
kasih bisa hadir dan bekerjasama
dengan Kimia Farma.Unggul berharap
inovasi dan kerjasama dengan Kimia
Farma tidak sampai disini mudah
mudahan bisa berlanjut untuk produk
lain. Kepala BPPT, Unggul Priyanto
mengatakan tahun 2015 impor garam
farmasi mencapai 100 persen. Dengan
adanya inovasi ini bisa menggantikan
impor sekitar 30 persen produksi
garam farmasi atau 2000 ton pertahun
bisa dihasilkan di dalam negeri.Masih
menurut Unggul garam farmasi ini
adalah bahan baku obat pertama di
Indonesia yang sesuai syarat BPOM
(Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Setelah Sambutan dari kepala BPPT
acara dilanjutkan sambutan dari
manager Plant Watudakon Yanyan
Sholehuddin. Yanyan mengucapkan
terimakasih kepada Menristek dan
Kepala BPPT serta rombongan yang
berkenan hadir di Kimia Warma Plant
Watudakon.
Dalam
kesempatan
tersebut Yanyan mempresentasikan
tentang profil perusahaan Kimia Farma
Watudakon baik luas perusahaan,
jumlah karyawan maupun produk
Kimia farma yang diproduksi di
Watudakon baik produk Formulasi
maupun produksi Manufaktur.
Ini adalah hasil hasil kerja keras tim
garam farmasi BPPT dan PT Kimia
Farma dengan tingkat kandungan
dalam negeri mencapai 99 persen.
Unggul menambahkan, bahan baku
Untuk produk Manufaktur khususnya
Crude Yodine yang selama ini menjadi
andalan Kimia Farma harga penjualan
(HPJ) mengalami penurunan dibanding
harga proses produksi (HPP). Karena
itu Yanyan berharap semoga harga
Crude Yodine bisa lebih tinggi dan dari
sekarang. Untuk itu perlu terobosan
inovasi dan alhamdulillah sekarang ada
produk baru dari Kimia farma yakni
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
17
KRONIK
garam farmasi yang sudah berdiri dan
beroperasi semoga ini awal yang baik
untuk perusahaan yang kita cintai kata
Yanyan mengakhiri sambutannya.
Waktu terus bergulir dan tiba gilliran
MenRistek Dikti Prof. H. Muhammad
Nasir, menyampaikan sambutannya.
dalam kesempatan yang baik tersebut
MenRistek
mengucapakanTerima
kasih kepada Kimia Farma yang
sudah menerima dan menyambut
kedatangannya
dan
rombongan.
MenRistek
mengatakan
alasan
datang ke Kimia Farma Watudakon
karena ingin mendorong para inventor
dan semua.agar inovasi ini bisa
dimanfaatkan oleh Industri.
Inovasi ini kalo dimanfaatkan secara
tidak
langsung
meningkatkan
kompetisi sehingga timbul inovasi
18
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
yang hebat. Karena selama ini
kompetisi kita rendah dan turun
dibanding negara lain dan banyak
hasil inovasi dari kompetisi kita tidak
dimanfaatkan oleh industri..Menristek
Muhammad
nasir
mengucapkan
terimakasih kepada kimia farma yang
telah menjalin kerjasama dengan BPPT
untuk mengembangkan inovasi ini dan
perlu diketahui BPPT adalah lembaga
dibawah Kementrian MenRistek Dikti
yang banyak menangani tentang
teknologi
untuk
industri.
Saya
berterima kasih Kimia Farma sudah
memanfaatkan inovasi anak bangsa
ini dan salah satu inovasi itu adalah
adalah produk garam farmasi.
Selama ini kita ketahui kebutuhan akan
bahan baku obat seperti garam farmasi
sebagai besar di impor dari Jerman dan
Australia yang harganya lebih mahal.
Pertanyaan kata pak mentri mengapa
kita tidak memanfaatkan sumber daya
alam kita dengan kekayaan sumber
daya alamnya yang melimpah. Apalagi
harga garam farmasi impor harganya
sekitar Rp.18.000 kalo dikalikan
sama pesanan kita sebanyak 6.000
ton pertahun tentu akan memberikan
nilai tambah yang luar biasa untuk
industri kita. Ini produk garam farmasi
pasarnya jelas makanya kita harus
manfaatkan peluang ini dengan baik
dengan teknologi yang kita punya.
Termasuk teknologi pembuatan garam
ini alat alat yang digunakan untuk
memproduksi semua lokal konten dan
bahan baku untuk garam farmasi 95
persen juga dari dalam negri ini seuatu
keuntungan buat kita dan setidaknya
bisa menyerap tenaga kerja disekitar
kita.
Ada pertanyaan yang mengelitik dari
menristek Dikti untuk produk garam
farmasi kita impor sudah berapa tahun.
Para tamu undanganpun termanggu
karena impor ini sudah kita lakukan
bertahun tahun. Karena itu MenRistek
mengajak dan mendorong semua
yang hadir untuk memulai industri ini
untuk mengurangi ketergantungan kita
akan impor baku obat di Indonesia.
Masih menurut MenRistek negara kita
ini disebut negara maritim dan agraris
tapi mengapa kita masih impor daging
sama beras berarti ada salah dalam
pengelolaan sumber daya tersebut.
Karena itu menristek mengajak semua
yang hadir untuk memanfaatkan
perkembangan teknologi dan inovasi
untuk kemajuan industri bangsa ini
untuk
memenangkan
persaingan
atau kompetisi. Sekali lagi MenRistek
mengucapkan
terimakasih
dan
selamat untuk Kimia farma yang
sudah memanfaatkan inovasi anak
bangsa berupa produk garam farmasi
dan berharap kepada semua pelaku
industri untuk tidak cepat puas diri dan
selalu melakukan inovasi.
Usai Sambutan, Menristek beserta
rombongan
melihat
ke
lokasi
pembuatan garam farmasi untuk
melihat dari dekat proses produksi hasil
inovasi anak bangsa. Saat berkeliling
di area produksi Menristek dan
rombongan mendapat penjelasan dari
Hendro Tripancoro selaku manager
pengembangan bisnis Kimia Farma
tentang pembuatan garam Farmasi.
MenRistek sangat senang karena hasil
inovasi dari BPPT telah direalisasikan
oleh industri khususnya Kimia farma
sebagai perusahaan farmasi terbesar
di Indonesia. Ditambah lagi alat yang
dipakai untuk memproduksi garam
farmasi 95 persen dari dalam negeri.
Ini prestasi yang luar biasa kata mentri
saat mengakhiri kunjungannya.
Dalam kesempatan tersebut Direktur
Operasi dan Suplly Chain Jisman
Siagian
mewakili
Kimia
farma
memberikan kenang kenangan dan
cindera mata kepada MenRistek
Dikti, sedang Drs. Agung Kisworo
memberikan cindera mata kepada
Kepala BPPT yang telah mempatenkan
produksi garam farmasi untuk Kimia
farma.Semoga dengan diproduksi
garam farmasi oleh Kimia farma
ketergantungan kita akan impor garam
farmasi akan berkurang nantinya
dan ini perlu kerja keras dari seluruh
insan Kimia Farma untuk mewujudkan
harapan yang mulia. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
19
KRONIK
Kimia Farma Salurkan Dana
Kemitraan Bagi Warga Jombang
Oleh: SUHARSONO (Jombang)
Kimia Farma menyalurkan dana program kemitraan untuk membantu mengembangkan
usaha kecil yang tengah dirintis warga yang berada di sekitar Plant Watudakon,
Jombang, Jawa Timur, belum lama ini.
S
ebagai perusahaan pelat merah
farmasi terbesar di Indonesia,
keberadaan PT Kimia Farma
(Persero) Tbk telah memberikan
kontribusi yang cukup besar bagi
bangsa Indonesia. Dan sebagai wujud
terima kasih, sebagian dari keuntungan
usaha yang diraih Kimia Farma sesuai
amanat undang undang yang berlaku,
disalurkan untuk bantuan progam
kemitraan kepada warga di sekitar
perusahaan.
Pagi itu, di penghujung akhir tahun lalu,
bertempat di ruang rapat Kimia Farma
Plant Watudakon sekitar 68 warga di
sekitar perusahaan, yakni 35 warga
20
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
Desa Jombok, Kesamben, Jombang
dan 33 warga Desa Tempuran,
Sooko, Mojokerto mendapat bantuan
progam kemitraan dari Kimia Farma.
Tampak hadir Komite Audit Budi
Setyo Hartono, GM SPI Hikmah Ikhani,
Asisten Manajer PKBL (Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan),
Connie Sudarman, Manajer Plant
Watudakon, perangkat desa dari Desa
Jombok dan Tempuran.
Acara yang berlangsung mulai jam
08.00 pagi tersebut diawali sambutan
oleh Manager Plant Watudakon,
Yanyan
Sholehudin.
Mengawali
sambutannya,
dia
mengucapkan
terima kasih kepada semua yang hadir
dan berharap semoga penyaluran
progam kemitraan ini mendatangkan
manfaat yang riil.
Yanyan berpesan agar dana ini dapat
digunakan
sebaik-baiknya
untuk
menunjang kegiatan usaha sehingga
pengembalian dana nanti diharapkan
bisa berjalan lancar.
Setelah
sambutan
dari
Yanyan
acara kemudian dilanjutkan dengan
penyerahan dana kemitraan secara
simbolis kepada warga Desa Jombok
yang diserahkan oleh GM SPI Kimia
Farma,
Hikmah
Ikhani,
sedang
Seusai penyerahan secara simbolis,
acara dilanjutkan dengan pembinaan
usaha kemitraan oleh Komite Audit
Budi Setya hartono. Budi merasa
senang bisa hadir pada acara
penyaluran progam kemitraan Kimia
Farma di Watudakon.
Budi yang sudah melanglang lama
di dunia perbankan ini mengatakan
bahwa progam ini merupakan bentuk
kepedulian Kimia Farma kepada warga
di sekitar perusahaan. Menurutnya,
kalau bantuan dana kemitraan ini
bisa dikelola dengan baik maka
akan memberikan nilai tambah untuk
perekonomian warga di sekitar
perusahaan.
Budi melihat data bahwa usaha yang
dijalankan oleh 68 warga di dua desa
ini kebanyakan berupa usaha warung
dan toko kelontong. Salah satu
kelemahan dalam menjalankan usaha
ini, ujarnya, pelaku usaha tidak pernah
mencatat dan menghitung apa yang
telah dikerjakan dalam melakukan
usaha.
Selama ini yang dihitung hanya harga
perkulakan dan penjualan, sementara
transportasi sama tenaga sendiri tidak
pernah dihitung. Aibatnya, bukan
keuntungan yang didapat tapi bisa
tekor pada akhirnya.
penyerahan dana kemitraan kepada
perwakilan warga Desa Tempuran
diserahkan oleh Komite Audit Kimia
Farma Budi Setyo Hartono.
Adapun dana yang yang digulirkan
untuk progam kemitraan ini mencapai
sekitar Rp600 juta untuk 68 warga
dari dua desa dengan bunga 0,6%
untuk setahun. “Adapun jumlah dana
yang diterima tidak sama untuk setiap
mitra sesuai besar kecilnya usaha yang
dijalani mereka. Waktu pengembalian
pun telah ditentukan,” kata Connie
Sudarman, Asman PKBL pada saat
acara penyerahan bantuan program
kemitraan tersebut.
Sementara untuk usaha warung atau
kuliner bila ingin mendulang sukses,
menurut Budi, maka warung harus
kelihatan bersih dan asri. Kemudian,
enak masakannya, dan tidak kalah
penting
adalah
murah
senyum
sama kepada pelanggan. “Apalah
arti warung bersih dan enak kalau
pelayanan sama pelanggan manyun,
merengut tentu pelanggan akan lari.
Disamping itu juga banyak varian atau
menu pilihan sehingga pelanggan
merasa
terpenuhi
keinginannya,”
urainya seraya menambahkan, terus
yang dibidik pasarnya harus jelas.
Masih menurut Budi kalau ingin meraih
sukses dan berhasil maka usaha yang
dijalankan hendaknya usaha yang
tidak dilakukan oleh banyak orang
atau dengan kata lain berani tampil
beda yang persaingannya sedikit.
Juga tidak kalah penting uang untuk
usaha harus dipilah dengan uang
untuk keluarga. Fokus dengan usaha
yang dilakukan dan terus berinovasi
untuk memenangkan persaingan.
Untuk memenangkan persaingan,
lanjut dia, usaha yang dilakukan secara
berkelompok dan bersinergi. Coba
hindari sedapat mungkin usaha yang
individual agar usaha tersebut tetap
eksis. Semisal, souvenir dari barang
bekas, kemudian kerajinan membuat
tas dan sepatu.
Apalagi,
persaingan
dalam
menjalankan usaha kelontong saat
ini makin tinggi, terutama dengan
pemilik modal yang mempunyai usaha
minimarket, dan sudah merambah
ke desa-desa. Padahal, kata Budi,
harganya lebih mahal dibanding toko
kelontong. Hanya memang pelayanan
dan tempatnya nyaman.
Makanya usaha yang dilakukan secara
berkelompok akan memberikan banyak
keuntungan dibanding dengan usaha
yang dilakukan sendiri atau individu.
“Asal kita kompak dan mempunyai visi
yang sama. Kita tidak akan membeli
barang kecuali dari kelompok usaha
kita sendiri sehingga usaha kita tetap
kokoh dari hantaman persaingan ini,”
pinta dia.
Mengakhiri acara pembekalan Budi
mengajak semua yang hadir untuk
melaksanakan apa yang sudah
disampaikan agar dana ini benarbenar bermanfaat, dan usaha yang
dijalankan bisa berkembang. “Tidak
hanya untuk kita sendiri tetapi untuk
saudara kita yang lain.”
Acara pun ditutup doa dengan
harapan semoga penyaluran progam
kemitraan yang dilakukan Kimia Farma
kali ini membawa keberkahan untuk
semuanya dan semoga Kimia Farma
semakin jaya. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
21
KRONIK
Bantuan CSR untuk Warga
di Sekitar Plant Watudakon
Oleh: SUHARSONO (Jombang)
Manajemen PT Kimia Farma (Persero) Tbk telah memberikan bantuan CSR (Corporate
Social Responsibility) kepada masyarakat di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben,
Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
S
ebagai
bentuk
kepedulian
pada
lingkungan
sekitar
perusahaan, manajemen PT
Kimia Farma (Persero) Tbk, belum
lama ini menyerahkan dana CSR
kepada masyarakat Desa Blimbing,
Kecamatan Kesamben, Kabupaten
Jombang, Jawa Timur.
Tampak hadir dalam acara itu, antara
lain Direktur Pengembangan Bisnis
Kimia Farma, M. Wahyuli Syafari;
Direktur Keuangan Kimia Farma,
Farida Astuti; GM SBU Manufaktur
Kimia Farma Agung Kisworo; Direktur
KFA (Kimia Farma Apotek); BM
Surabaya, BM Sidoarjo Manajer Plant
Watudakon, Camat dan Kapolsek
Kesamben, Kades Blimbing, serta
warga sekitar perusahaan.
Acara yang diawali terlebih dahulu
22
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
dengan pembacaan ayat suci Al
quran tersebut, dilanjutkan dengan
pemberian
santunan
kepada
anak yatim di sekitar perusahaan
yang
diserahkan
oleh
Direktur
Pengembangan Bisnis Kimia Farma
Farida Astuti. Seusai itu, dilanjutkan
dengan penyerahan dana CSR oleh
Direktur Kimia Farma, Wahyuli Syafari
kepada Kepala Desa Blimbing, Kolidi
sebesar Rp25.000.000.
Dalam
sambutannya,
Wahyuli
yang mewakili Direksi Kimia Farma
menyampaikan terima kasih kepada
semua pihak yang hadir di acara
pemberian bantuan CSR tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyuli
juga mengajak semua semua karyawan
Kimia Farma untuk tetap semangat
bekerja dan mengamalkan apa yang
ada dalam budaya perusahaan, yakni
I CARE sehingga perusahaan ini tetap
eksis dan berkembang.
Setelah sambutan direksi acara
dilanjutkan dengan siraman rohani oleh
ustadz H. Ali Fikri. Dalam ceramahnya
Fikri antara lain mengemukakan,
pemberian CSR ini merupakan
bentuk kepedulian Kimia Farma pada
lingkungan sekitar.
Fikri juga mengajak segenap insan
Kimia Farma untuk terus bekerja
dengan baik dan menjaga hubungan
dengan lingkungan sekitar dengan baik
dan tetap menjalankan aktivitas positif
terutama kerohaniaan yang sudah
berjalan selama ini. Karena semua itu
yang akan menjadikan perusahaan
ini semakin dicintai dan diberkahi
sehingga Kimia Farma semakin maju
dan disegani. <GK>
BERITA FOTO
Diklat Manajemen Dasar
OLEH: Ivan Tarto Hartono G.
D
alam rangka meningkatkan kualitas & kinerja setiap karyawan Kimia Farma, maka telah dilangsungkan
Diklat Manajemen Dasar di Kota Makassar. Adapun pada kegiatan ini langsung diikuti oleh Kimia Farma
Apotek & Kimia Farma Trading Distribution wilayah Makassar, Palu dan Ambon.
Diklat Manajemen Dasar berlangsung dari 9-16 November 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 120 Orang.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Dirut Kimia Farma Rusdi Rosman. Pak dirut berharap dengan Diklat
Manajemen Dasar ini, karyawan Kimia Farma lebih siap berinovasi dan memiliki jiwa siap bersaing dengan
berbagai pihak serta memupuk semangat budaya perusahaan. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
23
KRONIK
Peresmian Sejumlah Apotek Baru
Jaringan Apotek Kimia Farma
di Makassar Kini Jadi 28 Outlet
Oleh: IVAN TARTO HARTONO G. (Makassar)
Menjelang berakhirnya tutup tahun 2016, jaringan Apotek Kimia Farma yang berada di
bawah BM Kimia Farma Makassar bertambah beberapa outlet sehingga total saat ini
menjadi 28 outlet.
S
eperti berkejaran dengan waktu
dalam dua bulan terakhir tahun
2016 lalu, penambahan jumlah
apotek yang dikelola oleh PT Kimia
Farma Apotek (KFA) di lingkup BM
Kimia Farma Makassar, berlangsung
relatif cepat.
Pada tanggal 9 November contohnya,
dilakukan grand opening terhadap
Apotek Kimia Farma di Kabupaten
Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.
Tak urung, peresmian apotek baru ini
menambah daftar jumlah Apotek Kimia
Farma Unit Bisnis Makassar.
Langkah tersebut merupakan salah
satu komitmen Kimia Farma Apotek
dalam
memberikan
pelayanan
berkualitas bagi kesehatan masyarakat
di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi
24
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
Selatan dalam memenuhi kebutuhan
obat-obatan yang asli dan terjamin
mutu dan kualitasnya.
Dalam acara grand opening tersebut,
turut dihadiri langsung oleh Wakil
Bupati Kabupaten Bulukumba, Tomy
Satria Yulianto beserta Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Bulukumba
dan juga Bisnis Manajer Kimia Farma
Makassar, Muhardiman.
Dalam sambutannya Wakil Bupati
Bulukumba
mengatakan,
Apotek
Kimia Farma dapat membangkitkan
kepedulian dan kesadaraan kolektif
seluruh pemangku kepentingan dan
warga masyarakat, untuk terlibat
secara proaktif dalam meningkatkan
derajat kesehatan dan kualitas hidup
masyarakat.
“Selain itu, kehadiran apotek Kimia
Farma ini hendaknya bisa mendapat
respon baik dari masyarakat di
Bulukumba,” pintanya
Kegiatan grand opening Apotek
Kimia Farma Bulukumba dirangkaikan
dengan
kegiatan
bakti
sosial
pemeriksaan
kesehatan
secara
gratis bagi masyarakat Kabupaten
Bulukumba yang merupakan wujud
kepedulian Kimia Farma dalam
membantu
meningkatkan
derajat
kesehatan
dan
kualitas
hidup
masyarakat.
Beberapa
minggu
kemudian,
Kimia Farma Unit Bisnis Makassar
meresmikan kembali 2 outlet apotek
barunya, yakni Apotek Kimia Farma
Boulevard dan Apotek Kimia Farma
Pengayoman yang dilakukan secara
serentak.
Dalam acara peresmian dua apotek
baru itu dihadiri langsung oleh Kepala
Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr.
Naisyah Tun Azikin, M.Kes; Direktur
BPJS Keseharan Regional IX, Direktur
PT Mandiri Inhealth, serta beberapa
undangan lainnya.
Dalam
sambutannya,
Naisyah
menyatakan, Kimia Farma di Makassar
sudah sangat berkembang dan hampir
di setiap sudut jalanan metropolitan
telah terdapat Apotek Kimia Farma.
Secara
khusus
dia
berharap
manajemen PT Kimia Farma Apotek
(KFA) juga dapat membuka outlet-nya
di daerah sekitaran Maritim Makassar
seperti di Barombong.
Di Makassar sendiri, ujar Naisyah.
Puskesmas telah hadir sekitar 46 unit,
100 lebih klinik swasta dan dokter
praktek keluarga yang tentunya akan
menjadi pilihan masyarakat Sulsel
dalam solusi pelayanan kesehatan.
Kimia Farma dapat menjadi apotek
jejaring beberapa Faskes Klinik I
dan dokter praktek keluarga dalam
penyediaan farmasi sehingga semakin
meningkatkan kualitas obat dan
keaslian dari obat yang diperoleh oleh
masyarakat.
Kegiatan
grand
opening
Apotek
Kimia Farma Boulevard dan Apotek
Kimia Farma Pengayoman tersebut
dibuka langsung oleh Bisnis Manager
Kimia Farma Unit Bisnis Makassar,
Muhardiman. Dia menjelaskan, Apotek
Kimia Farma kini dilayani langsung
oleh apoteker, dan dalam setiap outlet
terdapat 2 orang apoteker yang selalu
siap melayani masyarakat Makassar
dalam konsultasi obat
Selanjutnya, pada 24 Desember
2016, Apotek Kimia Farma Unit Bisnis
Makassar menambah 3 buah apotek
barunya, yakni Apotek Kimia Farma
BTP, Apotek Kimia Farma Urip dan
Apotek Kimia Farma Perintis yang
sekaligus menambah jaringan Apotek
Kimia Farma di Makassar saat ini
menjadi 28 outlet.
Yang menarik, ketiga apotek ini
memiliki lokasi yang sangat strategis
serta berada di tengah populasi
masyarakat yang sangat padat.
Apotek tersebut diresmikan langsung
oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota
Makassar, dr Naisyah Tun Azikin dan
dihadiri juga oleh Camat Tamalate dan
Lurah dan jajarannya
Acara semakin semarak karena
dipadukan dengan rangkaian kegiatan
dengan
menggelar
pengobatan
kesehatan gratis, pemeriksaan paps
smear serta lomba mewarnai anak
yang dihadiri sekitar 100 Orang.
Pada malam sebelum kegiatan
grand opening juga telah dilakukan
pengajian bersama dengan Pesantren
Hidayatulah.
Grand opening terhadap 3 apotek
yang berpusat di Jl Bumi Tamalanrea
Permai Makassar itu diawali dengan
tarian daerah Paduppa dan juga
diramaikan
dengan
penampilan
Penyanyi The Voice Indonesia, Maizura
yang memukau para hadirin yang
hadir.
Menurut Muhardiman, Apotek Kimia
Farma BTP, Kimia Farma Perintis,
Kimia Farma Urip merupakan apotek
kedua puluh delapan (28) di Makassar
dan ke depannya akan juga dilakukan
pembukaan lagi terhadap beberapa
lokasi di Kota Makassar.
Lokasi ketiga apotek ini sangat
strategis di antaranya Kimia Farma Urip
yang berdampingan dengan RS Awal
Bros & RS Ibnu Sina; dan Kimia Farma
Perintis yang berdekatan dengan
RS Wahidin & RS Unhas serta Kimia
Farma BTP yang berlokasi di kompleks
perumahan yang sangat padat
penduduk dan berdekatan dengan
pusat perkantoran. Kehadiran ketiga
apotek ini diharapkan dapat memberi
kemudahan masyarakat Makassar
dalam memperoleh obat yang lengkap
& berkualitas dan asli. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
25
KRONIK
Apotek Kimia Farma di Bali
Berada di Lokasi Strategis
Oleh: WAYAN LODRA (Denpasar)
Pengembangan Apotek Kimia Farma di Pulau Bali, banyak diarahkan di lokasi-lokasi
pariwisata seperti Nusa Dua, Kuta, Sanur dan daerah lainnya yang notabene memiliki
prospek lebih baik.
K
etika
orang
mendengar
nama Bali maka mereka
akan membayangkan akan
keindahan alam dan keunikan adat
budayanya yang adi luhur. Sebagai
tujuan wisata utama, baik dari
turis lokal maupun mancanegara,
perkembangan pariwisata di Bali saat
ini memang cukup pesat.
Luas Pulau Bali 5.636,66 Km2 dengan
jumlah penduduk + 4.126.000 jiwa
yang terbagi dalam 8 Dati II Kabupaten
dan 1 Kota Madya, kini sebagian besar
masyarakatnya beralih terjun di bidang
26
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
pariwisata dan sebagian kecil masih
bertahan di sektor pertanian.
Aktivitas pariwisata di Bali belakangan
makin menggeliat di berbagai basis
pariwisata seperti daerah Nusa Dua,
Kuta, Sanur dan Ubud. Keempat
daerah ini adalah pusat kantongkantong para wisatawan dengan
berbagai kelebihan dan keunggulan
yang disuguhkan buat memuaskan
para tamunya..
Berdasarkan
data
tersebut
tak
salah bila Kimia Farma Apotek terus
mengepakan sayapnya merambah
ke berbagai daerah kabupaten/kota
yang ada di Bali. Secara fundamental
pertumbuhan apotek yang paling baik
dipastikan di kawasan wisata seperti
Nusa Dua, Kuta, Denpasar dan Ubud.
Tak sedikit jumlah outlet baru Apotek
Kimia Farma telah berdiri di berbagai
lokasi pariwisata yang notabene
memiliki prospek lebih baik.
Sampai akhir tahun 2016 Kimia Farma
Apotek baru di Bali, khususnya tercatat
sejumlah 17 buah, terdiri dari BM
Denpasar 7 buah dan BM Nusa Dua
10 buah. Ini adalah pencapaian yang
bisa dibilang luar biasa mengingat
tahun sebelumnya hanya setengahnya
saja.
Dengan dibukanya 17 apotek tersebut,
diharapkan mampu mendongkrak
pertumbuhan penjualan obat-obatan di
kawasan Bali. Diharapkan pula mampu
menggangkat image Kimia Farma
menjadi primadonanya masyarakat
guna memenuhi ketersediaan akan
obat buat kesehatan.
Secara umum keberadaan Kimia
Farma tetap mengedepankan mencari
profit, namun masih memiliki misi
sosial, sehingga hubungan Kimia
Farma dengan masyarakatnya tetap
terjalin dengan baik.
Hal ini bisa dilihat di setiap pembukaan
apotek baru, manajemen selalu
mengundang pemuka adat dan
pecalang/hansip di sekitar wilayah
berdirinya apotek, yang memiliki
peran penting bagi masyarakat
sekitar untuk ikut menjaga keamanan
apotek dan sekaligus ajang untuk
memperkenalkan Apotek Kimia Farma
di daerah bersangkutan. <GK>
Kimia Farma Membuka Apotek Baru di Gianyar, Bali
PT Kimia Farma Apotek (KFA), anak perusahaan PT Kimia Farma (Persero) Tbk telah
membuka apotek baru di Jalan Raya Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan
Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, di penghujung tahun 2016.
kesahatan bagi
masyarakat.
Apotek ini juga
diharapkan
dapat melayani
perawatan bagi
masyarakat
p e n g g u n a
BPJS
(Badan
Penyelenggara
J a m i n a n
Kesehatan).
P
ada hari Senin pekan terakhir
Desember 2016 lalu, Apotek
Kimia
Farma
Batubulan
menggelar grand opening. Pada acara
peresmian apotek baru ini, masyarakat
tiga banjar di Desa Batubulan diberikan
pelayanan kesehatan gratis.
Adapun pelayanan kesehatan gratis itu
di antaranya, cek gula darah,konsultasi
obat dengan apoteker, cek kesehatan
kulit wajah, dan sebagainya. “Target
audiens kami 300 orang. Semuanya
dari tiga banjar di Desa Batubulan,”
ungkap salah seorang apoteker Kimia
Farma di lokasi peresmian apotek
tersebut.
Kehadiran apotek baru ini diharapkan
dapat membantu Pemda Gianyar
dalam
memberikan
pelayanan
Adapun
undangan
yang
turut
memeriahkan grand opening Apotek
Kimia Farma Batubulan ini, di
antaranya, Dinas Kesehatan (Dinkes)
Gianyar, Pengurus Daerah Ikatan
Apoteker Indonesia (PDIAI), Pengurus
Cabang IAI Gianyar, serta perangkat
Desa Batubulan.
Manajer
Apotek
Kimia
Farma
Batubulan, Noviardi mengatakan,
apotek
ini
akan
menyediakan
pelayanan terpadu, berupa klinik
pratama atau pelayanan kesehatan
yang ditangani para dokter spesialis.
“Klinik terpadu ini akan melayani
pembayaran dengan kartu BPJS
juga. Namun saat ini masih proses
pengurusan izin kliniknya,” ujar
Noviardi.
Dalam sambutannya, Kabid Pelayanan
Kesehatan Dinkes Gianyar, I Nyoman
Mustika, menyatakan, apotek baru ini
diharapkan dapat mendukung program
pemerintah
dalam
menyediakan
pelayanan kesehatan lebih optimal
bagi masyatakat.
Khususnya dalam penyediaan obatobatan. Sebab obat merupakan
komponen vital bagi masyarakat.
Menurut Nyoman Mustika, penyakit
yang paling sering terjadi saat ini adalah
penyakit yang bersifat degeneratif.
Penyakit ini muncul berdasarkan pola
makan yang tidak terkontrol dengan
baik, seperti tingginya kadar gula
darah. Untuk menangani penyakit
seperti ini, pihaknya telah bekerjasama
dengan BPOM, dengan mengecek
makanan yang beredar. Keberadaan
Kimia Farma, diharapkan dapat
menyediakan
obat-obatan
untuk
mencegah penyakit tersebut.
Ketua Ikatan Apoteker Gianyar, I Wayan
Raka berharap Apotek Kimia Farma
Batubulan menjadi pusat pengobatan
tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis,
tepat jumlah dan tepat waktu. Kapan
obat harus diberikan dan memberikan
kesembuhan pada si pasien. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
27
KRONIK
Apotek Kimia Farma yang ke-2
Telah Hadir di Ambon
Oleh: IVAN TARTO HARTONO G. (Makassar)
PT Kimia Farma Apotek telah menambah jumlah
apoteknya di kota Ambon, dari yang tadinya cuma satu
outlet sekarang menjadi 2 outlet, dengan diresmikannya
Apotek Kimia Farma Urimesing, belum lama ini.
T
erhitung mulai akhir Oktober
2016 lalu, jumlah Apotek
Kimia Farma yang beroperasi
di Kota Ambon bertambah satu lagi
sehingga kini menjadi dua apotek.
Grand opening Apotek Kimia Farma
yang berlokasi di kawasan Urimesing,
Kotamadya Ambon tersebut dilakukan
oleh Sekda Provinsi Maluku, Hamin bin
Thahir mewakili Gubernur Maluku Said
Assagaff.
28
dihadiri oleh 200 lebih warga Kota
Ambon sendiri.
Apotek Kimia Farma Urimesing ini
telah memiliki layanan kesehatan yang
terintegrasi mulai dari apotek yang
lengkap, layanan klinik yang ditangani
langsung oleh para dokter umum
maupun spesialis, serta laborotorium
klinik.
Turut
hadir
dalam
peresmian
pembukaan apotek yang dilengkapi
dengan klinik dan laboratorium klinik
tersebut antara lain GM Human Capital
Kimia Farma, Ika Persada; Bisnis
Manager Area Makassar, Muhardiman;
dan jajaran Pharmacy Manager Kimia
Farma Area Makassar.
Sekda saat membacakan sambutan
gubernur mengatakan, grand opening
apotek yang dirangkaikan dengan
kegiatan bakti sosial pemeriksaan dan
pengobatan gratis bagi masyarakat
ini
adalah
bentuk
kepedulian
perusahaan farmasi dalam membantu
meningkatkan derajat kesehatan dan
kualitas hidup masyarakat.
Saat acara grand opening Kimia Farma
Urimesing Ambon ini dirangkaikan
juga dengan kegiatan pengobatan dan
pemeriksaan kesehatan gratis yang
“Kita berharap aksi sosial ini tidak hanya
dimaknai sebagai aktivitas seremonial,
tetapi lebih dari itu, kegiatan ini
harus
mampu
membangkitkan
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
kepedulian dan kesadaran kolektif
seluruh pemangku kepentingan dan
warga masyarakat, untuk terlibat
secara proaktif dalam meningkatkan
derajat kesehatan dan kualitas hidup
masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, GM Human Capital
Kimia Farma Ika Persada mengatakan,
dengan hadirnya Apotek Kimia Farma
Urimesing Ambon ini diharapkan
ke depan dapat bersinergi dalam
pelayanan
kesehatan
dengan
pemerintah Provinsi Maluku. <GK>
KRONIK
Manajemen Supply Chain Penting
Saat Persaingan Bisnis Kian Ketat
Pada era persaingan bisnis farmasi yang makin ketat belakangan ini, keberadaan
dan peran dari supply chain management (SCM) sangat dibutuhkan.
B
elum lama ini, manajemen
PT Kimia Farma (Persero)
Tbk menggelar acara sharing
session supply chain, di Jakarta.
Acara yang diisi dengan presentasi Pre
Agusta Siswantoro, Direktur Supply
Chain PT Kalbe Farma Tbk itu, diikuti
oleh Direktur Supply Chain PT Kimia
Farma (Persero) Tbk, Jisman Siagian,
Direksi PT KFTD dan PT KFA, serta
GM Supply Chain PT Kimia Farma
(Persero) Tbk, Pamian Siregar.
Dalam pidato pengantarnya, Jisman di
antaranya menjelaskan bahwa Kimia
Farma memiliki 5 pabrik obat-obatan
yang tersebar di beberapa wilayah
Indonesia, Selain itu, Kimia Farma
juga didukung oleh PT KFTD (Kimia
Farma Trading & Distribution) yang
mendistribusikan produk serta jaringan
apotek Kimia Farma yang dikelola oleh
PT KFA (Kimia Farma Apotek).
Dalam presentasinya, Pre Agusta
Siswantoro mengemukakan, kenapa
perusahaan termasuk perusahaan
farmasi membutuhkan supply chain?
Perlu dipahami bersama bahwa supply
chain biasanya mulai dibutuhkan kalau
kompetisi bisnisnya mulai ketat.
Sebagai ilustrasi, lanjut Pre yang
dipercaya menjadi Direktur Supply
Chain PT Kalbe Farma Tbk sejak tahun
2008 tersebut, kalau dulu farmasi itu
seperti telor emas, marginnya besar.
Dengan kondisi seperti itu maka kalau
pun tidak efisien sedikit, pasti tertutup
oleh margin. Pada saat itu, biasanya
supply chain menjadi anak tiri.
Tapi, kalau bisnisnya makin ketat
seperti bisnis farmasi pada era
sekarang, apalagi masuknya program
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial) yang marginnya demikian
kecil, sementara perusahaan farmasi
dituntut harus mampu menjaga
kualitas obatnya maka peran dan
keberadaan supply chain menjadi
penting. “Dalam konteks seperti ini
SCM bisa mengoptimalkan cost tanpa
mengurangi kualitas,” ujarnya.
Lazimnya, ujar Pre, di setiap
perusahaan termasuk farmasi biasanya
ada yang namanya creating demand,
lalu ada yang full filling demand.
Tugas SDM di bagian supply chain
adalah mengisi demand yang sudah
dibuat oleh SDM di bagian marketing.
Jadi dari penyediaan raw material,
produksi, sampai mendistribusikan ke
tempat penjualannya.
Itu pula sebabnya, supaya bisa
melakukan full filling demand ini
dengan optimal maka supply chain
harus menguasai 4 hal. Pertama,
planning, kedua sourcing, ketika
production, keempat distribution.
Karena itu struktur yang baik dari
supply chain adalah bisa mengontrol
ke 4 fungsi ini dengan optimal Kalau
bisa mengontrol dengan baik maka
tugas dari supply chain akan menjadi
baik pula. Dan ini akan terwujud dari
koordinasi yang baik di antara keempat
fungsi tersebut,” pungkasnya. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
29
KRONIK
Semua Pegawai Kimia Farma
Dilarang Menerima Gratifikasi
Direktur Gratifikasi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Giri Suprapdiono mengingatkan
semua pegawai Kimia Farma mulai level rendah hingga atas, dilarang menerima gratifikasi.
M
anajemen PT Kimia Farma
(Persero) Tbk, belum lama ini,
kembali mengundang pejabat
KPK untuk memberikan pencerahan
seputar apa itu gratifikasi dan implikasi
hukumnya bagi pegawai BUMN yang
menerimanya.
“Kimia Farma menganggap gratifikasi
ini sangat penting, karena pernah ada
pejabat perusahaan ini yang ditahan.
Semoga ke depan tidak ada lagi
pejabat Kimia Farma yang berurusan
dengan penegak hokum, apalagi
KPK,” kata Dirut Kimia Farma Rusdi
Rosman dalam kata pengantarnya.
Dalam
pemaparannya,
Giri
menjelaskan bahwa semua pegawai
Kimia Farma dilarang menerima
gratifikasi, bukan hanya bos-bosnya.
Karena status BUMN, BUMD menurut
undang-undang merupakan pegawai
negeri. Sementara pegawai negeri sipil
(PNS) antara lain PNS Pemda DKI,
PNS di Kemenkeu dan lannya. Adapun
30
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
TNI, Polri, pegawai BI, pegawai KPK
dikategorikan sebagai pegawai negeri.
Perlu pula diketahui bahwa vonis
hukuman terhadap penerima gratifikasi
adalah hukuman pidana kurungan
minimal 4 tahun, dan maksimal 30
sesuai dengan pasal 12 B UU Tipikor.
Selain aparat KPK, selama ini yang
berhak menangani kasus gratifikasi ini
juga jaksa, dan kepolisian.
“Pemberian sekecil apa pun nilainya
kalau ada maksud tujuan dari pemberi
dan berhubungan dan berlawanan
dengan kewajiban dan tugasnya
(penyelenggara
negara),
maka
pemberian tersebut adalah suap dan
dapat dipidana,” tegasnya.
Sejauh ini, kata Giri, terdapat tujuh
kasus gratifikasi yang ditangani KPK
telah berkekuatan hukum tetap.
Tujuan
utama
dari
pengaturan
gratifkasi adalah untuk mewujudkan
pemerintahan bersih dan berwibawa
serta bersih dari korupsi.
Ditambahkannya,
gratifikasi
tidak
membutuhkan
pemberian
uang
tersebut bukan atas permintaan.
Jadi kalau orang Kimia Farma ada
vendor perusahaannya di luar, akan
menyuplai barang ke Kimia Farma.
Kemudian orang Kimia Farma bilang
untuk penyediaan ini paling tidak 2,5%
pajaklah untuk orang dalam maka
ketika dilakukan operasi tangkap
tangan (OTT) maka kedua-duanya,
baik pemberi maupun penerima uang
tadi bisa dijebloskan ke penjara.
“Karena
itu
merupakan
suap
transaksional. Jadi kalau ada kasus
suap maka baik pemberi dan penerima
keduanya masuk penjara,” kata Giri
menandaskan. <GK>
KRONIK
Peluncuran Desain RS
Milik Kimia Farma di Saharjo
Manajemen PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan PT Brawijaya Investama secara bersamasama me-launching desain Rumah Sakit (RS) Ibu dan Anak Brawijaya Women & Children
Hospital Saharjo, yang akan dibangun di Jl. Saharjo, Jakarta.
H
ari itu, jajaran Direksi dan
Komisaris PT Kimia Farma
(Persero) Tbk dan PT Brawijaya
Investama terlihat sumringah saat
menyaksikan acara peluncuran desain
RS Ibu dan Anak Brawijaya Women &
Children Hospital Saharjo, di Jakarta.
“Kimia Farma dan Brawijaya Group
membangun rumah sakit ini tidak
kemudian berdoa supaya banyak
orang sakit. Tapi, kita berdoa semoga
rumah sakit kita ini dimanfaatkan
oleh orang yang sakit,” kata Komut
PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Farid
Husain Wadjdi saat memberikan
sambutan pada acara peluncuran
desain tersebut.
Komut PT Brawijaya Investama,
Ahmad
Ganis
yang
mendapat
giliran menyampaikan sambutannya
mengaku pihaknya merasa mendapat
kehormatan bisa bermitra dengan
Kimia Farma untuk merealisasikan
pembangunan rumah sakit di Jl
Saharjo, Jakarta Selatan ini.
“Karena
bukan
saja
bidangnya
yang kompatibel antara farmasi dan
hospital, tapi ada kesamaan filosofi
dan idealisme antara Kimia Farma dan
Brawijaya Group. Jadi, bukan sekadar
mencari orang, kemudian makin
banyak orang yang sakit maka kita
makin senang, sama sekali bukan itu!”
kata Ganis menegaskan.
Desain atas rumah sakit ini difokuskan
sebagai fasilitas pelayanan kesehatan
perorangan yang menyediakan rawat
inap dan rawat jalan. Selain itu, RS
ini juga akan memberikan pelayanan
kesehatan jangka pendek dan jangka
panjang yang terdiri dari observasi,
diagnostik, terapetik dan rehabilitasi
untuk orang-orang yang menderita
sakit, cidera dan melahirkan.
dilakukan dengan pola BOT (Built
Operate Transfer) selama 20 tahun
dan diharapkan RS akan beroperasi
mulai tahun 2018
Misi desain rumah sakit ini adalah
menghadirkan ruang-ruang rumah
sakit yang ramah, hangat, akrab
seperti di rumah; menghadirkan
koreksi secara indrawi antara ruang
dalam dan ruang luar, menghilangkan
kesan terisolasi; membaurkan aktivitas
rumah sakit dengan aktivitas seharihari, makan, minum, nongkrong,
berbelanja sehingga masyarakat selalu
memiliki alasan untuk singgah.
Dalam perjanjian tersebut Kimia
Farma akan mendapat kompensasi
penggunaan lahan 50 m² untuk ruang
gudang dan kegiatan usaha apotek
lewat PT Kimia Farma Apotek. Lalu,
obat produksi Kimia Farma mendapat
prioritas pertama masuk dalam
formularium RS.
Sebelumnya, pada bulan Juni 2016,
Kimia Farma dan Brawijaya Investama
telah melakukan penandantangan
kerja sama pembangunan rumah
sakit, dimana kerjasama tersebut
Kimia
Farma
akan
mendapat
kompensasi selama 20 tahun senilai Rp
2,5 miliar untuk tahun pertama, sejak
RS beroperasi dan setelah 10 tahun
mendapat tambahan kompensasi
5% dari selisih profit bersih hasil
perhitungan studi kelayakan rumah
sakit. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
31
KRONIK
Cara SDM KF 307
Atasi Kesuntukan
dalam Bekerja
Oleh: BAYU HERDI AL HUDA (Banyuwangi)
Di sela-sela kesibukan bekerja dan rutinitas harian, maka
perlu diadakan kegiatan rekreasi untuk me-refresh lagi
semangat bekerja, agar target perusahaan tercapai.
Begitu yang dilakukan oleh KF 307 Banyuwangi.
B
anyak cara yang dilakukan
suatu manajemen perusahaan
untuk memompa semangat
karyawannya agar mencapai target
kinerja.
Salah
satunya
adalah
melakukan kegiatan outing dan
rekreasi bersama.
Kecamatan Bangsring. Pulau ini
terletak di perbatasan Provinsi Jawa
Timur dan Bali bagian utara. Pulau
Tabuhan
merupakan
pulau
tak
berpenghuni sehingga menyajikan
keasrian dan kealamian pantai maupun
pulaunya.
Begitu juga yang dilakukan oleh
manajemen Apotek Kimia Farma 307
Banyuwangi, Unit Bisnis Jember, pada
awal November 2016 lalu. Mereka
melakukan kegiatan outing dan
rekreasi bersama ke Pulau Tabuhan,
Bangsring Banyuwangi.
Sepanjang garis pantai akan disajikan
dengan pasir pantai yang putih dan
jernihnya air laut dengan angin yang
sepoi sepoi. Di sepanjang perairan
sekitar Pulau Tabuhan ini merupakan
habitat terumbu karang dan bintang
laut, sehingga merupakan spot yang
bagus untuk snorkeling dan berenang.
Banyuwangi dalam beberapa tahun
terakhir ini memang lagi gencar
mempromosikan wisatanya. Kondisi
geografis yang ditunjang pegunungan
di barat dan laut di bagian selatan dan
timur menyuguhkan beberapa pesona
wisata yang luar biasa.
Salah satu pesona wisata laut yang
populer adalah Pulau Tabuhan di
32
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
Dengan menggunakan mobil dinas
pada pukul 06.00 pagi, rombongan
staf KF 307 bersama Pharmacy
Manager, Bayu Herdi Al Huda
berangkat menuju Pantai Bangsring,
yaitu tempat pemberangkatan menuju
Pulau Tabuhan dengan menggunakan
perahu.
Sebelum berangkat ke Pulau Tabuhan,
seluruh staf KF 307 berdoa dan senam
I-CARE bersama. Setelah melakukan
pembayaran
tiket,
seluruh
staf
dibekali dengan peralatan snorkeling
yaitu pelampung dan alat menyelam.
Pelampung wajib dikenakan supaya
aman ketika melakukan snorkeling dan
selama di perahu.
Akhirnya, perahu pun berangkat,
selama perjalanan yang tampak hanya
birunya laut dan lalu lintas kapal.
Kurang lebih selama 1 jam perjalanan,
perahu pun berhenti di sekitar perairan
Pulau Tabuhan dan acara menikmati
pemandangan terumbu karang pun
dimulai. Setelah 2 jam menikmati
indahnya Pulau Tabuhan, dan lusanya
kembali masuk kerja, terasa pikiran
dan badan menjadi fresh untuk lebih
giat dan semangat dalam menjalankan
aktivitas rutin sehari-hari. <GK>
KRONIK
Fitocare Ikut Semarakkan
Lomba Kreativitas PAUD
Oleh: M.C. ANWAR (Jakarta)
Produk Kimia Farma
Fitocare turut ambil bagian
dalam menyemarakkan
Lomba Merangkai
Kebhinekaan dengan
Limbah Kayu Bersama, di
Bandung yang melibatkan
anak-anak PAUD.
K
etua Tim Penggerak PKK Jawa
Barat sekaligus Bunda PAUD
(Pendidikan Anak Usia Dini)
Jawa Barat, Netty Heryawan sangat
mengapresiasi inisiasi dari PT Kimia
Farma (Persero), Tbk dalam hal ini
diwakili oleh produk Fitocare yang
bekerjasama dengan Yayasan Asmaul
Husna Jawa Barat dalam menggelar
Semarak PAUD 2016. Tema yang
diangkat kalai ini adalah “Lomba
Merangkai
Kebhinekaan
dengan
Limbah Kayu Bersama” di Museum
Geologi, Jl. Diponegoro Bandung,
medio Desember 2016 lalu.
Kepala Yayasan Asmaul Husna,
Toteng Suhara mengaku acara
lomba
merangkai
kebhinekaan
dengan media limbah kayu ini belum
terlaksana dari setiap PAUD.. “Acara
lomba
ini
merupakan
kegiatan
unik yang dilakukan berkelompok.
Selain
meningkatkan
kreativitas,
lomba merangkai kayu ini juga
dapat membangun gotong-royong,
kerjasama, dan saling menasehati,”
papar Toteng.
Pun demikian, Product Manager
Kimia Farma, M. C. Anwar merasa
bangga berkesempatan memberikan
fasilitas dan membantu membangun
kreativitas anak agar mampu tumbuh
dan berkembang secara positif. Di
hadapan Wakil Ketua I TP PKK Kota
Bandung, Camat Cibeunying Kaler,
Lurah Cihaurgeulis serta jajaran
pengurus Yayasan Asmaul Husna
Jawa Barat, Ny. Netty acungkan
jempol atas tema kegiatan yang
diangkat pada semarak PAUD kali ini.
Menurutnya, kegiatan ini dapat
berdampak
pada
pengasuhan
dan perlindungan anak, karena
melibatkan para orangtua anak. Netty
mengatakan, sepanjang tahun 2014
lalu, di Indonesia terjadi 5.066 kasus
kekerasan anak. Mengutip ahli, Netty
mengungkapkan bahwa mendidik
anak di usia dini seperti melukis di atas
batu. Jika sejak kecil diberi pendidikan
yang baik, niscaya anak-anak kita
akan terjaga dari unsur-unsur yang
merusak, seperti pornoaksi, kekerasan
bullying, seks bebas, hingga narkoba.
“Bagaimana bisa berdaya saing,
bila anak-anak kita layu sebelum
berkembang? Karenanya saya sangat
mengapresiasi acara ini, yang tokoh
utamanya adalah anak-anak usia dini
beserta orang tuanya,” kata Netty
sebelum membuka acara secara
resmi.
“Saya berharap acara ini bisa
memberikan
pemahaman
baru
dan kesadaran bahwa anak adalah
amanah, sehingga orang tua tidak lagi
memberi label anak nakal, sebelum
memberikan teladan yang baik bagi
anak-anaknya,” katanya lagi. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
33
KRONIK
ASIFIT
BUILT IN PROGRAM
PEJUANG
ASI
OLEH: M. C. Anwar
Product Manager OTC & Herbal
(Asifit, Fitocare, Salycil)
Inilah alasan seberapa pentingnya
ASI eksklusif untuk tumbuh kembang
bayi hingga PEMERINTAH ikut gencar
mengkampanyekan pemberian ASI
penuh di usia 0-6 bulan. Bahkan
mungkin Anda juga sering mendengar
ibu wajib untuk memberi ASI Ekslusif
kepada anaknya. Tentu semuanya
sudah tahu dong kalau ASI itu adalah
Air Susu Ibu yang merupakan unsur unik
yang dimiliki oleh setiap wanita ketika
wanita tersebut dalam masa menyusui.
L
alu apa pentingnya ASI eksklusif
untuk bayi? Sebelum menjawab
pertanyaan Anda, ada baiknya kita
pahami dulu tentang ASI ekslusif. ASI
eksklusif adalah memberi ASI secara
penuh kepada bayi usia 0-6 bulan tanpa
tambahan makanan pendamping ASI
apapun. Setelah itu pemberian ASI
harus tetap diberikan hingga usia bayi
2 tahun dengan pendamping makanan
seperti pisang halus atau nasi tim.
Sebaiknya ibu juga jangan memberikan
34
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
bayi susu formula. Ternyata bahaya
susu formula itu selain sulit dicerna
oleh tubuh bayi juga mengandung
bakteri yang sangat berbahaya. Selain
itu juga merupakan penyebab ASI tidak
keluar, karena pemberian sufor justru
bisa mengurangi stimulasi terhadap
keluarnya ASI.
“Sesungguhnya pemberian ASI eksklusif
merupakan hak setiap bayi dan sebagai
seorang ibu kita wajib memenuhi hak
bayi tersebut.”
Manado
Sampang
Pentingnya ASI Eksklusif Yang
Harus Anda Ketahui
Seberapa besar atas pentingnya
ASI eksklusif ini harus benar benar
Anda pahami. Karena sangat
besar sekali manfaatnya, baik
manfaat bagi ibu maupun manfaat
bagi tumbuh kembang si bayi.
Manfaat
Pemberian
ASI
Eksklusif Bagi Ibu
Bagi ibu akan mempererat
ikatan ibu dan anak ketika masa
menyusui. Selain itu juga untuk
mendorong kesadaran ibu dalam
menyusui karena untuk saat ini
sudah banyak ibu-ibu yang enggan
untuk menyusui anak mereka dan
memilih susu formula untuk bayi
mereka padahal mereka dapat
memberika ASI menggunakan alat
bantu dalam pemberian air susu
kepada sang bayi.
Manfaat
Pemberian
Asi
Eksklusif Bagi Bayi
Sedangkan
manfaat
dan
pentingnya ASI eksklusif untuk
bayi adalah sebagai sumber nutrisi
dan gizi yang sangat baik untuk
tumbuh kembang sang bayi. Ingat!
tidak ada makanan dan minuman
yang cocok bagi bayi selama
masa menyusui kecuali Air Susu
Ibu, karena didalamnya terdapat
kandungan nutrisi lengkap yang
memang benar-benar dibutuhkan
oleh bayi, terlebih lagi terdapat
antibodi alami yang terkandung
di dalam ASI. Antibodi ini bisa
membantu mencegah adanya
infeksi
ataupun
gangguan
kesehatan pada buah hati.
Untuk hal tersebut di atas nama
Kimia Farma yang merupakan
salah satu BUMN Farmasi dengan
salah Satu produk Pelancar ASI
yaitu ASIFIT ikut mensukseskan
Program ASI Ekslusif dengan
membuat kegiatan – kegiatan
seminar dengan komunitas BIDAN
dengan Tema “PEJUANG ASI”
di hampir seluruh daerah seIndonesia.
Adapun seminar yang baru saja
ASIFIT lakukan diantaranya:
1. Seminar Sehari di Manado
dengan Maudy Koesnaedy 11
Oktober 2016 dengan 1000
peserta
2. Seminar Sehari di Sampang
dengan Maudy Koesnaedy
22 Oktober 2016 dengan 800
peserta
3. Seminar Sehari di Ambon
dengan Denada Tambunan
22 Oktober 2016 dengan 650
peserta
4. Seminar Sehari di Indramayu
dengan
Prof.
Dr.
Wila
Chandrawila 20 November
2016 dengan 800 peserta
5. Ditutup
dengan
Deklarasi
Pejuang ASI di KOTA Bandung
dengan
Narasumber
Dr.
Boyke Dian Nugraha dan IBu
Gubernur Jabar dengan 1000
peserta
Alhamdulillah semua kegiatan
di atas berjalan dengan sukses
berkat dukungan dari semua insan
Ambon
Indramayu
Bandung
Kimia Farma, dan semoga ASIFIT bisa terus
memberikan manfaat bagi Ibu-ibu Muda dalam
Proses Menyusui sehingga melahirkan generasi
generasi yang cerdas dan berkualitas. <GK>
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
35
KRONIK
ASIFIT BUILT IN PROGRAM
AYO DUKUNG ASI EKSLUSIF
Oleh: M. C. ANWAR (PRODUCT MANAGER MOTHER & CHILD)
Menyemarakkan Akhir Tahun 2016, PT. Kimia Farma (Persero), Tbk membuat BIG Event yang
bertempat di Trans Studio Mall Bandung Tema BIG event tersebut yaitu “ Sehat dan Cantik
Bersama Kimia Farma” acara berlangsung mulai tanggal 23—25 Desember 2016.
P
ada 23 Desember 2016 acara
ini dibuka dengan dimeriahkan
serangkaian kegiatan mulai
hari jumat dengan peluncuran varian
baru produk kosmetika Venus atau
Re- Launching “Venus Two Way
Cake” dengan menghadirkan Brand
Ambassador
baru
yaitu
Atiqah
Hasiholan.
Tanggal 24 Desember 2016 diadakan
talkshow bersama Brand Ambassador
Venus yaitu Atiqah Hasiholan dan
Brand Ambassador Marcks Bedak
Allysa Soebandono.
36
G E M A K A E F E D I S I 4 4 TA H U N 2 0 1 7
Acara puncak pada tanggal 25
Desember 2016 dipersembahkan
oleh OTC Herbal dengan Produknya
ASIFIT menghadirkan Talkshow Kata
Dokter “Ayo dukung ASI Ekslusif yang
dipandu oleh host dokter terkenal
yaitu dr. Boyker Nugraha. Talkshow
akan membahas mengenai pentingnya
pemberian ASI Eksklusif, apa manfaat
bagi Ibu&anak dan kiat-kiat agar
ASI lancar selama masa menyusui
eksklusif 2 tahun. Acara ditutup
dengan penampilan Yovie n Nuno.
Talkshow
ini menghadirkan nara
sumber:
1.
Ibu Atalia “Ridwan
Kamil”, istri dari Walikota
Bandung, Ridwan Kamil.
2.
dr
Utami
Roesli,
dokter
yang
mendedikasikan hidupnya
untuk memperjuangkan &
mengkampanyekan
ASI
eksklusif
3.
Ibu Indar Wamindari,
seorang
Ibu
yang
mempunyai
cerita
unik
tentang hidupnya yang berlimpah
ASI saat menyusui, hingga saking
melimpahnya ASI nya tersebut, Ibu
Indar mendonorkan ASI nya bagi
bayi laki-laki yang tidak mampu
4. Sogie
Indraduaja,
seorang
artis yang saat ini aktif dalam
mengkampanyekan peran AYAH
ASI dalam kesukseskan pemberiak
ASI Eksklusif.
5. Ketua Ikatan Bidan Indonesia kota
Bandung, yang memilki prestasi
anggota bidan delima terbaik se
Indonesia yang berperan baik
dalam mengsosialisasikan ASI
Eksklusif.
6. GM SBU Marketing PT. Kimia
Farma (persero) Tbk, yang akan
memaparkan bagaimana Kimia
Farma
memproduksi
ASIFIT,
produk herbal Kimia Farma
terkemuka yang mengandung
Ekstrak
Daun
katuk
untuk
melancarkan ASI meningkatkan
produksi ASI yang saat ini sudah
menjadi pilihan pertama di seluruh
Indonesia sebagai pelancar dan
peningkat produksi ASI. <GK>
PA
BEBERAUKUNG
ND
HAL PE
IENDLY
R
F
ECO I LINGKUNGAN
D
KERJA
ANDA
Alihkan komputer Anda ke
modus tidur (sleep mode) ketika
Anda pergi untuk jangka waktu yang
singkat untuk menghemat 60-70%
daya listrik.
Bijaklah dalam
menggunakan air.
Jika keran bocor
menetes satu tetes per
detik, dengan
memperbaikinya Anda
dapat menyimpan 2700
galon air per tahun.
Sejumlah air itu cukup
untuk 100 kali mandi
selama 10 menit.
Matikan lampu ketika tidak
digunakan dan menginstal sensor
di kantor-kantor dan ruang konferensi
agar secara otomatis mematikan saat
tidak ada kegiatan
Gunakan gelas yang dapat
digunakan kembali, dan Anda bisa
menghemat 500 gelas sekali pakai per
orang setiap tahun
Satu ton kertas daur
ulang bisa menyelamatkan
7 pohon atau 60 ribu
galon air. Jika semua
kertas koran didaur ulang,
Go paperless.
kita bisa menyelamatkan
Fakta Kertas:
250 juta pohon setiap
• Untuk memproduksi 16 rim kertas,
tahun. Melalui 3R
harus menebang 1 batang Pohon (kayu).
(Reduce, Reuse,
• 1 Pohon menghasilkan oksigen untuk
Recycle) sampah
3 orang bernafas.
maka akan
• Setiap Jam, dunia kehilangan 1.732,5
mengurangi
hektar hutan karena ditebang untuk
jumlah
menjadi bahan baku kertas.
sampah yang
Bijaklah dalam menggunakan
dihasilkan dan
kertas. Kurangi pemakaian kertas baru. meningkatkan
Gunakan kertas bekas untuk mencetak
kesejahteraan
dokumen yang kurang penting/draft.
masyarakat.
ECO-FRIENDLY
Membangun sistem & perilaku
ramah lingkungan
www.kimiafarma.co.id
AOC-I/VI/2014/ZA/POS-01
Download