Gaya Magnetik antar kawat berarus

advertisement
LAPORAN PRAKTIKUM
EKSPERIMEN FISIKA
“Gaya Magnetik antar kawat berarus”
Nama :
Sujiyani Kassiavera
(A1E010010)
Rizki Prabawati
(A1E010022)
Septian Efendi
(A1E010023)
Prisma Gita Azwar
(A1E010035)
Dosen Pembimbing :
M. Sutarno, M.Pd
UNIVERSITAS BENGKULU
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
LABORATORIUM PENGAJARAN FISIKA
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Sebuah motor listrik dapat bekerja karena adanya gaya yang membuatnya
berputar, gaya ini dikerahkan oleh sebuah medan magnetik pada sebuah
konduktor pengangkut arus. Gaya magnetik pada muatan yang bergerak di
dalam konduktor yang ditransmisikan ke bahan konduktor dan konduktor itu
secara keseluruhan mengalami sebuah gaya yang di distribusikan sepanjang
konduktor itu.
Gaya magnetik tegak lurus terhadap gerak elektronnya, gaya ini tidak
melakukan kerja. Kerja yang dilakukan pada elektron dilakukan oleh gaya Fr.
Ditemukan secara eksperimental bahwa besar gaya magnet berbanding
lurus dengan arus i pada kawat, dengan panjang kawat ℓ pada medan magnet
(dianggap seragam) dan dengan medan magnet B. gaya ini juga tergantung
pada saat sudut θ antara arah arus dan medan magnet ketika arus tegak lurus
terhadap garis – garis medan. Gaya paling kuat ketika kawat pararel dengan
garis-garis medan, tidak ada gaya sama sekali pada sudut-sudut yang lain,
gaya sebanding dengan sin θ sehingga didapatkan F = B . i . ℓ sin θ.
Sebuah partikel bermuatan bergerak melalui sebuah daerah di dalam
terdapat kedua-dua medan magnet dan medan listrik, kuat medan listrik itu
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dan elemen arus.
Besar gaya Lorentz hanya bekerja pada muatan q itu dapat dinyatakan
dengan persamaan F = q v B sin θ . gaya Lorentz hanya bekerja bila muatan q
bergerak terhadap medan madnetik. Muatan q dalam tidak merasakan gaya
lorentz bila V mempunyai arah yang sama dengan B, maka F = 0.
Tentu sangat menarik bagaimana membuktikan adanya gaya magnet antar
kawat berarus listrik. Sehingga diperlukan perobaan untuk mengetahui adanya
gaya magnet antar kawat berarus listrik .
1.2.Rumusan Masalah
Bagaimana cara membuktikan adanya gaya magnet antar kawat berarus
listrik?
1.3.Tujuan
Setelah mempelajari dan melakukan percobaan pada modul ini diharapkan
praktikan mampu:
-
Membuktikan adanya gaya magnet antar kawat berarus listrik.
1.4.Definisi Istilah
-
Gaya magnetik atau Magnet berasal dari kata Magnesia yaitu tempat
orang Yunani menemukan sifat magnet yang terdapat dalam batu-batuan
yang dapat menarik logam.Magnet disebut juga besi berani ( cristian
oersted )
-
Kawat berarus listrik adalah suatu kawat yang di aliri oleh arus listrik
yang menimbulkan medan magnet yang arah nya bergantung (mikra
juddi.dkk hal: 14).
1.5.Hipotesis
-
Terdapat adanya gaya magnet antar kawat berarus listrik dengan
intensitas yang kecil.
BAB II
LANDASAN TEORI
a. Gaya Magnet
Istilah magnet berasal dari kata "Magnesia", Magnesia adalah sebuah kota
kecil di asia, disana tempat pertama kali menemukan batu yang dapat menarik
besi, lalu disebut magnet.. Namun demikian tidak semua besi dapat ditarik
magnet, apa sebenarnya sifat magnet itu?
1. Magnet Menarik Benda Benda Tertentu
Gaya tarik magnet hanya mampu menarik benda benda tertentu, benda
yang dapat ditarik magnet harus benda bahan yang terbuat dari 3 bahan ini,
yaitu :

Besi

Nikel

Kobalt
Jika suatu benda mengandung salah satu logam diatas dan dapat ditarik
magnet, berarti benda itu disebut benda MAGNETIS
Tapi, Jika suatu benda tidak mengandung salah satu logam diatas dan tidak
dapat ditarikk magnet, benda itu disebut benda NONMAGNETIS
2. Kekuatan Gaya Magnet
Tadi, magnet hanya mampu menarik 3 logam, tapi jika dibatasi oleh
penghalang
-
Magnet mampu menembus penghalang, yaitu benda NONMAGNETIS,
gaya tarik magnet masih berpengaruh, tapi jika penghalang teralu tebal
maka pengaruh magnet bisa hilang
-
Faktor lain yang mempengaruhinya adalah jarak, Ya.. Jarak magnet
terhadap benda Magnetis, makin dekat jarak benda ke makin kuat jarak
magnet tersebut
-
Magnet juga dapat merusak barang elektronika rumit seperti telepon
genggam, Televisi, Kompter, Radio
3. Magnet memiliki Dua Kutub
Magnet memiliki dua kutub yaitu :
-
Kutub utara magnet : Biasanya diberi warna merah atau huruf N(north)
-
Kutub Selatan magnet : Biasanya diberi warna biru atau huruf S( South )
-
Gaya tarik magnet paling kuat adalah pada KUTUB KUTUBnya.
Kutub magnet memiliki sifat istimewa seperti :
-
Jika didekatkan dua kutub magnet yang senama (misal : utara = utara,
Selatan = selatan ) mereka akan tolak menolak
-
Jika Didekatkan dua kutub magnet yang berbeda ( misal : Utara =
selatan, Selatan = utara ) mereka akan saling tarik menarik
4.
Kegunaan Magnet
Magnet mempunyai banyak kegunaan , kita dapat menemui benda yang
mempunyai unsur magnet mulai dari alat sederhana sampai rumit, contoh
benda benda itu adalah Pengunci kotak pensil, tas, obeng, gunting jahit,
kompas, dinamo, lemari es, alarm pengaman.Magnet juga dapat digunakan
pada alat berat dengan cara Elektromagnet.
b. Gaya Magnet antar kawat berarus listrik.
Kumparan kawat berinti besi yang dialiri listrik dapat menarik besi dan
baja. Hal ini menunjukkan bahwa kumparan kawat berarus listrik dapat
menghasilkan medan magnet. Medan magnet juga dapat ditimbulkan oleh
kawat penghantar lurus yang dialiri listrik. Berdasarkan hasil percobaan
tersebut terbukti bahwa arus listrik yang mengaliri dalam kawat penghantar ini
menghasilkan medan magnetik, atau disekitar kawat berarus listrik terdapat
medan magnetik.
Pada saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar, ternyata
kutub utara jarum kompas menyimpang lebih jauh. Hal ini berarti semakin
besar arus listrik yang digunakan semakin besar medan magnetik yang
dihasilkan.
Gambar: penyimpangan magnet kompas
Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik
dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Jika arah ibu jari menunjukkan
arah arus listrik (I), maka arah keempat jari yang lain menunjukkan arah medan
magnetik (B). Kaidah tangan kanan ini juga dapat digunakan untuk menemukan
arah medan
magnetik pada penghantar berbentuk lingkaran yang dialiri listrik.
Gambar: kaidah tangan kanan
Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan yang terbentuk pada
kumparan berarus listrik, dapat dilakukan dengan cara:
1. Perhatikan arah listrik yang mengalir pada kumparan.
2. Ujung kumparan yang pertama kali mendapat arus listrik dijadikan sebagai
pedoman untuk menentukan letak kutub-kutub magnet.
3. Kemudian, genggam ujung kumparan yang pertama kali teraliri arus listrik
dengan posisi jari tangan kanan sesuai dengan letak kawan pada inti besi.
4. Apabila kawat itu berada di depan inti besi, letakkan telapak tangan
menghadap ke depan, kemudian genggam kumparan yang berinti besi.
5. Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah ibu jari, sedangkan arah
sebaliknya menunjukkan kutub selatan.
6. Jika kawat penghantar yang pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang
inti besi, maka hadapkan telapak tangan ke belakang, kemudian genggam
kumparan kawat itu.
7. Dengan cara yang sama kita dapat juga menentukan letak kutub utara, dan
kutub selatan magnet.
Ternyata penghantar berarus listrik yang ditempatkan dalam medan magnet
juga mengalami gaya magnet. Hal ini ditemukan pertama kali oleh Hendrik
Antoon Lorentz. Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik
berada di dalam medan magnetik. Besar gaya Lorentz bergantung pada besar
medan magnetik, panjang penghantar, dan besar arus listrik yang mengalir dalam
kawat penghantar. Untuk arah aliran arus listrik tegak lurus terhadap arah medan
magnet, gaya Lorentz dapat dinyatakan dengan:
F=BxIxl
Keterangan:
F = gaya Lorentz pada kawat (N)
B = medan magnet (Tesla)
I = arus listrik (A)
l = panjang kawat (m)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam gaya magnetik disekitar kawat
berarus
a. 6 potong kawat penghantar, masing – masing 2 potong dengan panjang
1 meter,1,5 meter,dan 2 meter
b. 2 buah statif masing – masing dengan 2 penjepit
c. 8 buah baterai kering(1,5 volt) dengan tempat baterai atau 2 buah catu
daya
d. 2 buah saklar
e. 14 buah kawat penghubung
f. 2 buah ampere meter
g. penggaris
3.2
Langkah Kerja
1. Pasang alat seperti gambar
2. Pasang kedua kawat sejajar pada jarak 5cm melalui 2 buah statif
3. Pada saat kedua saklar dalam keadaan terbuka perhatikan dan catat
posisi kedua kawat tersebut
4. Catat harga kuat arus yang terbaca pada kedua amperemeter
5. Amati dan catat apa yang terjadi pada kedua kawat
6. Lakukan pengamatan berulang pada panjang kawat 1 meter,1,5
meter,dan 2 meter. Menggunakan tegangan 3,0;4,5;dan 6,0 volt
7. Baliklah arah arus listrik pada salah satu kawat, dengan cara
membalikkan kutub sumber tegangan
8. Lakukan langkah 1 sampai 6 untuk arus yang berlawanan arah
3.3 Gambar Percobaan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Data Hasil Percobaan
Panjang Kawat
Tegangan (volt)
Kuat Arus
(Wb/m2)
(l)
1 meter Kawat a
3 volt
1 meter kawat b
1 meter Kawat a
Medang Magnet
Kawat a=0,12 A
Kawat b = 0,2 A
6 volt
1 meter kawat b
Kawat a = 0,28 A
Kawat b = 0,4 A
4.2.Pembahasan
Pada praktikum ini membahas tentang gejala yang ditimbulkan oleh sebuah
kawat panjang yang dialiri arus listrik yaitu terjadinya gaya magnetik pada
kawat berarus yang disebut juga dengan gaya magnetik atau gaya lorentz.
Apabila kawat dialiri arus listrik, maka akan menimbulkan medan magnet
disekitarnya. Bila penghantar berarus diletakkan di dalam medan magnet,
maka pada penghantar akan timbul gaya. Gaya inilah yang disebut dengan
gaya lorentz.
Pembuktian kaidah tangan kanan pada gaya lorentz dapat dibuktikan melalui
percobaan ini. Susunan rangkaian yang terangkai dapat kita gambarkan bahwa
ada gaya yang bekerja pada kawat berarus ini. Sebuah kawat berarus
diletakkan di dalam medan magnet akan menyimpang, baik ke atas maupun ke
bawah.
Gaya magnetik F selalu tegak lurus dengan arus I dan arah induksi magnetik B.
semakin besar arus yang mengalir, maka semakin besar pula gaya magnetik
yang dihasilkan. Pada kaidah tangan kanan, ibu jari menunjukkan arah arus,
keempat jari lainnya menunjukkan arah medan magnetik. Sedangkan telapak
tangan menunjukkan arah gaya lorentz.
Perihal mengenai arah penyimpangan, besar arah simpangan bergantung pada
sumber tegangan yang digunakan. Semakin besar sumber tegangan, maka
semakin besar pula kuat arus yang mengalir dan semakin besar pula simpangan
yang dihasilkan. Jika sumber tegangan yang digunakan adalah berupa satu
buah baterai, maka simpangan yang bergulir adalah kecil. Pada penggunaan
lebih dari satu baterai, maka simpangan yang bergulir adalah besar dan sangat
besar. Arah penyimpangan kawat bisa bergerak ke atas maupun ke bawah.
Namun hasil yang didapat dari percobaan, tidak bisa membuktikan teori yang
ada. Karena kesalahan kawat yang digunakan. Pada saat arus dideteksi,
terdapat arus yang mengalir dalam kawat. Namun tidak ada perubahan yang
terjadi pada kedua kawat. Apakah kawat akan saling menempel atau bergetar
karena dialiri arus.
4.1
Pertanyaan
Setelah anda melakukan percobaan jawablah pertanyaan dibawah ini.
1. Gejala apa yang berhasil Anda amati terhadap kedua kawat?
2. Bandingkan hasil pengamatan Anda dengan teori yang sudah dibahas,
apakah terdapat perbedaan dalam arah gaya interaksi?
3. Kasus seperti yang Anda lakukan terjadi pada instalasi tegangan jarak
jauh, besaran-besaran apakah yang perlu diperhatikan di dalam transmisi
tersebut, agar bahaya hubungan pendek dapat dihindari?
JAWABAN :
1. Apabila kawat dialiri arus listrik, maka akan menimbulkan medan magnet
disekitarnya. Bila penghantar berarus diletakkan di dalam medan magnet,
maka pada penghantar akan timbul gaya. Namun dalam percobaan tidak
terdapat medan magnet disekitar kawat berarus listrik dan tidak
menimbulkan gaya interaksi terhadap kedua magnet tersebut.
2. Gaya magnetik F selalu tegak lurus dengan arus I dan arah induksi
magnetik B. semakin besar arus yang mengalir, maka semakin besar pula
gaya magnetik yang dihasilkan. Pada kaidah tangan kanan, ibu jari
menunjukkan arah arus, keempat jari lainnya menunjukkan arah medan
magnetik. Sedangkan telapak tangan menunjukkan arah gaya lorentz.
Perihal mengenai arah penyimpangan, besar arah simpangan bergantung
pada sumber tegangan yang digunakan. Semakin besar sumber tegangan,
maka semakin besar pula kuat arus yang mengalir dan semakin besar pula
simpangan yang dihasilkan. Jika sumber tegangan yang digunakan adalah
berupa satu buah baterai, maka simpangan yang bergulir adalah kecil.
Pada penggunaan lebih dari satu baterai, maka simpangan yang bergulir
adalah besar dan sangat besar. Arah penyimpangan kawat bisa bergerak ke
atas maupun ke bawah. Perbandingan terhadap teori tidak ada arah
penyimpangan kawat yang bergerak keatas atau kebawah.
3. Sumber tegangan yang terlalu besar, kabel kabel penghubung yang
terbuka.
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah :
1. Gaya Lorentz dipengaruhi arah arus
2. Besar simpangan yang dihasilkan kawat bergantung pada jumlah baterai yang
digunakan (tegangan)
3. Semakin besar sumber tegangan, semakin besar pula arus yang mengalir dalam
rangkaian
4. Arah simpangan akan bergerak ke bawah bila arus mengalir dari kutub B ke
kutub A (medan mendekati pengamat)
5. Arah simpangan akan bergerak ke atas bila arus mengalir dari kutub A ke kutub B
(medan menjauhi pengassssmat)
6. Bila arah magnet diubah, maka penghantar akan bergerak dalam arah yang
berlawanan dengan gerak sebelumnya
SARAN
1. Kekurang lengkapannya peralatan praktikum menyebabkan praktikum berjalan
tidak efektif
2. penyesuaian alat yangdigunakan terhadap percobaan harus diperhatikan
.
DAFTAR PUSTAKA
Hayt, William H. 2010. Elektromagnetika Edisi Ketujuh. Erlangga: Jakarta
_____.2009. Gejala Kemagnetan Dan Cara Membuat Magnet 9.2, (Online).
(http://
www.crayonpedia.org/mw/Gejala_Kemagnetan_Dan_Cara_Membuat_Magnet_9.
2, diakses 1 juni 2013).
_____.2011. Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik, (Online). (http://euphorialine.
blogspot.com/2011/10/medan-magnet-di-sekitar-arus-listrik.html, diakses 1 juni
2013).
_____.2011. Medan Magnet pada Solenoida, (Online).
(http://soerya.surabaya.go.id/ AuP/eDU.KONTEN/edukasi.net/SMA/Fisika/Medan.Magnet/materi04.html, diakses 1
juni 2013).
_____.2010. Solenoid, (Online). (http://id.wikipedia.org/wiki/Solenoid, diakses 1
juni 2013).
Download
Study collections