1 PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP DENYUT JANTUNG

advertisement
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP DENYUT JANTUNG JANIN DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS SUMOWONO KABUPATEN SEMARANG
Dwianita Natalia Ratnaningrum*)
Priyanto, M.Kep.,Ns.Sp.Kep.MB**)
Puji Pranowowati, S.KM, M.Kes**)
*) Mahasiswa STIKES Ngudi Waluyo
**) Dosen STIKES Ngudi Waluyo
ABSTRAK
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur selama masa kehamilan sangat baik bagi ibu hamil.
Manfaatnya akan terlihat pada lima wilayah tubuh yaitu jantung dan sistem peredaran darah, paru-paru dan
plasenta, suhu tubuh dan keringat, respons sistem metabolik dan hormon, dan adaptasi liga, otot dan tulang.
Program olahraga teratur selama kehamilan dapat menjadi intervensi paling awal dalam meningkatkan
kesehatan kardiovaskular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam hamil
terhadap denyut jantung janin pada ibu hamil.
Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan rancangan non equivalent control group
design. Populasi penelitian seluruh ibu hamil trimester III di wilayah Kerja Puskesmas Sumowono
Kabupaten Semarang, dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing
masing 17 ibu hamil trimester III dengan teknik purposive sampling.
Analisis data menggunakan univariat dan bivariat. Bivariat berpasangan menggunakan uji McNemar
sedangkan bivariat tidak berpasangan menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian pada kelompok
intervensi denyut jantung janin yang baik 88,2% dan kurang baik 11,8% dengan nilai p-Value dengan uji
McNemar 0,003<α (0,05). Sedangkan kelompok kontrol denyut jantung yang baik 29,4% dan kurang baik
70,6% dengan nilai p-Value pada uji McNemar 1,000> α (0,05). Melalui uji Chi Square didapatkan nilai pvalue 0,002<α (0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara senam hamil
terhadap denyut jantung janin pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang.
Hal ini menunjukkan dengan melakukan senam hamil yang teratur dapat meningkatkan kesejahteraan
denyut jantung janin pada ibu hamil. Untuk itu setiap ibu hamil diharapkan dapat mengikuti kelas senam
hamil di lingkungan tempat tinggalnya.
Kata Kunci
Kepustakaan
: Senam Hamil, Denyut Jantung Janin
: 22 pustaka (2007-2014)
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
1
ABSTRACT
Researches show that regular exercise during pregnancy is very good for pregnant women. It’s
benefits will be seen in five regions of the body which are heart and circulatory system, lung and placenta,
body temperature , sweat, metabolic response system and hormone and adaptation of muscle, bone and
league.Regular exercise program during pregnancy may be the earliest intervention to improve
cardiovascular health. The purpose of this study is to determine the effect of the pregnancy exercise to fetal
heart rate in pregnant women.
This research used Quasy Eksperiment Design with the design of non equivalent control group design.
The population in this study was all third trimester pregnant women in the working area of Sumowono
Health Center in Semarang District, divided into two groups namely the intervention group and the control
group each has 17 third trimester pregnant women using the technique of purposive sampling.
Analysis data using univariate and bivariate. Bivariate dependent using McNemar test whereas
bivariate independent using Chi Square test. The research result in the intervention group showed that the
good fetal heart rate was 88,2% and less good was 11,8% with the McNemar test obtained p-value 0,003< α
(0,05). Whereas in the control group, the good fetal heart rate was 29,4% and less good was 70,6% with the
McNemar test obtained p-value 1,000> α (0,05).. Through the Chi Square test obtained p-value 0,002< α
(0,05) so it could be concluded that there was a significant influence between pregnancy exercise on fetal
heart rate in pregnant women in the working area of Sumowono Health Center in Semarang regency.
It shows that doing pregnancy exercise regularly can improve welfare on fetal heart rate in pregnant
women. Therefore every pregnant women is expected to follow the pregnancy classes in the neighborhood.
Keywords
: Pregnancy Exercise, Fetal heart rate
Bibliographies : 22 references (2007-2014)
PENDAHULUAN
Menurut WHO (World Health Organization)
dan The American College of Obstetricians and
Gynecologists yang dimaksud dengan kematian
janin adalah janin yang mati dalam rahim dengan
berat badan 500 gram atau lebih atau kematian
janin dalam rahim pada kehamilan 20 minggu
atau lebih. Kematian janin merupakan hasil akhir
dari gangguan pertumbuhan janin, gawat janin,
atau infeksi (Prawirohardjo, 2009).
Dilaporkan oleh Harsono (2014), menurut data
WHO (World Health Organization) (2011)
jumlah kematian janin dalam kandungan di dunia
mencapai 12 per 1.000 kelahiran hidup. Wilayah
Asia Tenggara angka kematian janin dalam
kandungan mencapai 22 per 1.000 kelahiran
hidup. Tahun 2009 di Indonesia kejadian
kematian janin dalam kandungan tercatat 15 per
1.000 kelahiran hidup.
Dilaporkan oleh Wawa (2010), dalam buku
“Exercising Through Your Pregnancy”, James
Clap mengutarakan betapa pentingnya olahraga
selama masa kehamilan. Banyak wanita yang
salah memahami mengenai olahraga saat masa
awal kehamilan atau prenatal. Banyak diantara
mereka yang berpikir bahwa melakukan olahraga
pada saat itu akan menyebabkan keguguran, janin
kepanasan, gangguan pada plasenta, bayi mati
dalam kandungan, atau berat bayi rendah saat
lahir. Semuanya itu adalah mitos yang muncul
karena ketidaktahuan atau ketakutan yang tidak
berdasar.
Menurut Linda May dari Kansas University,
program olahraga teratur selama kehamilan dapat
menjadi
intervensi
paling
awal
dalam
meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Sampai
saat ini, penelitian telah berpusat pada nutrisi
sebagai (seperti kebiasaan merokok yang merusak
kesehatan janin). Selain itu, penelitian mengenai
olahraga selama kehamilan lebih fokus pada
kegunaan yang dapat didapatkan ibu. Akan tetapi,
dalam studi baru ini, peneliti memeriksa efek
latihan aerobik terhadap perkembangan jantung
janin (Tarigan, Ikarowina, 2010).
Semua orang tahu olahraga merupakan cara
yang baik untuk memelihara stamina tubuh.
Ternyata bagi wanita hamil, olahraga juga
mempunyai banyak manfaat. Sebuah penelitian
baru mengungkapkan bahwa saat seorang calon
ibu bekerja atau melakukan aktivitas fisik,
janinnya akan mendapatkan efek, yakni jantung si
janin makin kuat dan sehat. Setidaknya irama
jantung tidak berdetak kencang, melainkan
melambat teratur. Demikian diungkapkan dalam
pertemuan tahunan Experimental Biology 2008 di
San Diego. Jantung akan bertambah kuat jika
dilatih, dan jika jantung sudah lebih kuat , detak
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
2
jantung akan menurun. Maka, jantung tidak perlu
bekerja terlalu keras untuk memompa jumlah
darah yang sama (Tarigan, Ikarowina, 2010)
Bayi yang lahir dalam keadaan meninggal
93% nya dikarenakan kelainan detak jantung janin
ini dikarenakan kekurangan oksigen yang
diberikan oleh ibu kepada janin melalui placenta.
Saat janin kekurangan oksigen maka disebut
dengan hipoksia. Tanda terjadinya hipoksia antara
lain terjadi bradikardia, hipotensi, turunnya curah
jantung dan gangguan metabolik seperti asidosis
respiratorius (Jurnal Penelitian Kesehatan Suara
Forikes, 2011).
Salah satu upaya untuk menurunkan angka
kematian perinatal yang disebabkan oleh penyulitpenyulit hipoksia janin dalam rahim antara lain
dengan melakukan pemantauan kesejahteraan
janin. Pada dasarnya pemantauan ini bertujuan
untuk mendeteksi adanya gangguan yang
berkaitan dengan hipoksia janin, seberapa jauh
gangguan tersebut, dan akhirnya menentukan
tindak lanjut dari hasil pemantauan tersebut
(Prawirohardjo, 2009).
Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu
caranya adalah dengan mengikuti senam hamil.
Senam
hamil
sangat
berperan
dalam
mempersiapkan proses kelahiran ibu hamil
dikarenakan perubahan fisik dan perubahan psikis
yang dialaminya. Dengan tubuh bugar dan sehat,
ibu hamil tetap dapat menjalankan tugas rutin
sehari-hari, menurunkan stress akibat rasa cemas
yang
dihadapinya
menjelang
persalinan
(Maryunani dan Sukaryati, 2011).
Senam hamil adalah terapi latihan gerak
untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik atau
mental, pada persalinan cepat, aman dan spontan.
Ibu hamil dianjurkan untuk mengikuti senam
hamil bila kandungan sudah mencapai usia 6
bulan
ke
atas.
Sebaiknya
ibu
hamil
mempersiapkan segala hal yang bisa membantu
selama masa hamil serta saat proses melahirkan,
salah satunya adalah dengan melakukan senam
hamil. Dengan mengikuti senam hamil secara
teratur dan intensif, maka ibu hamil dapat
menjaga kesehatan tubuh dan janin yang
dikandung secara optimal (Widianti dan
Proverawati, 2010).
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga
teratur selama masa kehamilan sangat baik bagi
ibu hamil. Manfaatnya akan terlihat pada lima
wilayah tubuh yaitu jantung dan sistem peredaran
darah, paru-paru dan plasenta, suhu tubuh dan
keringat, respons sistem metabolik dan hormon,
dan adaptasi liga, otot dan tulang. Penelitian
terbaru menunjukkan bahwa olahraga memiliki
pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam kandungan. Sekitar
sepuluh menit latihan teratur akan meningkatkan
denyut jantung bayi dan akan terus meningkat
seiring dengan olahraga yang dilakukan sang ibu.
Ini adalah respon normal dan tidak akan
membahayakan bayi. Bahkan, ibu yang aktif
olahraga bersepeda saat masa kehamilan akan
melahirkan bayi dengan tingkat adaptasi yang
tinggi terhadap lingkungan sekitar (The
Washingtonpost, 2008).
Menurut The Washingtonpost (2008), selain
itu olahraga teratur oleh Ibu hamil menyebabkan
kadar lemak tubuh berkurang yang dapat
menyebabkan berat bayi lahir menjadi rendah.
Kadar lemak tubuh bayi yang baru lahir paling
tinggi adalah 14%, jika selama masa kehamilan
ibu rajin olahraga maka kadar lemak tubuh bayi
menjadi 9%. Sekali lagi ini tidak berbahaya bagi
bayi dan bahkan keuntungannya adalah
menurunkan risiko obesitas pada bayi dikemudian
hari.
Prasetyo (2009) melaporkan hasil penelitian
rintisan yang sudah dilakukan Linda E. May, dari
Departement of Anatomy di Kansas City
University of Medicine and Biosciences
melanjutkan penelitian yang melibatkan banyak
wanita hamil. Sepuluh orang wanita hamil
berpartisipasi dalam penelitian itu, separuhnya
melakukan aktivitas fisik yang lain tidak. Gerakan
janin seperti bernafas, gerak tubuh dan mulut
dimonitor dan direkam selama 24 minggu. Para
peneliti menemukan melambatnya irama jantung
secara berarti yang terjadi selama para ibu
melakukan aktivitas fisik. Sementara irama
jantung janin pada para ibu yang tidak banyak
beraktivitas justru lebih tinggi.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh
Kundarti, Finta dan Wijanti, Ribut yang meneliti
tentang “Perbedaan Detak Jantung Janin pada Ibu
Hamil yang Melakukan dan Tidak Melakukan
Olahraga Senam Hamil di RSD Mardi Waluyo
Kota Blitar Jawa Timur” dari 70 ibu hamil yang
terdiri dari 35 ibu hamil yang mengikuti senam
hamil dan 35 orang tidak mengikuti senam hamil.
Didapatkan bahwa pada ibu yang tidak mengikuti
senam hamil, detak jantung janinnya antara 136148 x/ menit dan pada ibu hamil yang diberikan 1
kali perlakuan senam hamil antara 132-144
x/menit. (Jurnal Penelitian Kesehatan Suara
Forikes, 2011). Perbedaan dengan penelitian yang
akan dilakukan oleh penulis adalah dalam
penelitian ini penulis memberikan perlakuan
senam hamil sebanyak 4 kali dengan harapan
mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Penelitian yang dilakukan oleh Department of
Anatomy di Kansas City University of Medicine
and Biosciences yang dipimpin oleh Linda May
pada tahun 2008 mengenai efek latihan senam
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
3
terhadap detak jantung janin, karena sampai saat
ini penelitian mengenai olahraga selama
kehamilan lebih fokus pada manfaat yang bisa
didapatkan oleh ibu. Penelitian melibatkan 61
perempuan hamil sehat berusia 21 tahun sampai
35. Lima puluh persen ibu diminta berolahraga
dan sisanya tidak melakukan aktivitas fisik.
Olahraga yang dilakukan sedikitnya 30 menit 3
kali latihan tiap minggunya. Ibu hamil yang
digunakan melakukan senam hamil minimal 4
kali. Hasil yang didapat pada minggu ke-36, detak
jantung bayi sangat aktif (Tarigan, Ikarowina,
2011)
Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan
di wilayah kerja Puskesmas Sumowono pada
tahun 2014, beberapa kasus kematian perinatal
diantaranya disebabkan oleh IUFD. Dan kasus
IUFD menjadi penyebab kematian perinatal
tersering di Wilayah Kerja Puskesmas
Sumowono. Pada bulan Januari sampai dengan
Agustus 2014 untuk kasus IUFD ditemukan
sebanyak 5 kasus dan dari 5 kasus tersebut
ditemukan bahwa ibu tersebut tidak ada yang
melakukan senam hamil. Sehingga dengan
melakukan senam hamil secara teratur diharapkan
dapat digunakan sebagai tindakan preventif
menurunkan angka kejadian IUFD.
Berdasarkan fenomena diatas penulis tertarik
mengambil judul “Pengaruh Senam Hamil
terhadap Denyut Jantung Janin pada Ibu Hamil
yang di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono
Kabupaten Semarang.”
KERANGKA KERJA PENELITIAN
Kerangka Teori
Faktor yang Mempengaruhi
Denyut Jantung Janin
Psikologis
Kebutuhan Ibu
Ketenangan Hati
Kesejahteraan janin
dapat dilihat dari
Alkohol
Gerakan Janin
Kafein
Respirasi Janin
Obat-obatan
Produksi cairan
Selama Hamil
Fisik
ketuban
Senam Hamil
Denyut Jantung
Janin
Ibu Hamil yang Merokok
Aktivitas
Gambar 1. Kerangka Teori
Dikembangkan dari Rukiah dkk (2013), Prasetyo (2010), The Washingtonpost (2008), Merry(2013)
Kerangka Konsep
Variabel Dependen
Variabel Independen
Variabel dependent
Denyut Jantung
Senam
Denyut Jantung
Janin Sebelum
Hamil
Janin Sesudah
Bagan 2.2 Kerangka Konsep
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
4
Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah Ho
ditolak jika ada pengaruh senam hamil terhadap
denyut jantung janin pada ibu hamil di wilayah
kerja
Puskesmas
Sumowono
Kabupaten
Semarang. Ha diterima jika tidak ada pengaruh
senam hamil terhadap denyut jantung janin pada
ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sumowono
Kabupaten Semarang.
Definisi Operasional
Tabel 1. Definisi Operasional
No.
Variabel
Definisi Operasional
1.
Independen
t (Bebas):
Senam
Hamil
2.
Dependen
(Terikat)
Denyut
Jantung
Janin (DJJ)
Senam hamil adalah terapi
latihan gerak untuk
mempersiapkan ibu hamil,
secara fisik atau mental,
pada persalinan cepat, aman
dan spontan. Latihan ini
dimulai saat usia kehamilan
28 minggu dan lakukan 3x
seminggu atau teratur.
Komponen utama dalam
senam hamil yaitu latihan
kebugaran, penguatan dan
peregangan, latihan relaksasi
dan latihan pernafasan.
Denyut jantung janin adalah
bunyi denyut jantung yang
didengarkan diatas perut ibu
hamil dimana puctum maksi
mum sudah ditentukan pada
janin yang masih dalam
kandungan. Denyut jantung
janin dapat diukur menggu
nakan doppler.
-Jumlah Denyut Jantung
Janin yang dihitung
sebelum mendapat
perlakuan senam hamil
dihitung selama 1 menit
menggu nakan Doppler atau
dihitung 3x setiap 5 detik
secara berurutan dengan
cara ini dapat diketahui
teratur tidaknya
-Jumlah denyut jantung janin
sesudah mendapatkan
perlakuan senam hamil
dihitung selama 1 menit
menggunakan Doppler atau
dihitung 3x setiap 5 detik
secara berurutan dengan
cara ini dapat diketahui
teratur tidaknya
Alat
Cara Ukur
-
Hasil Ukur
Skala
-
-
Doppler
Doppler dipasang
diatas perut dimana
punctum maksimum
sudah ditentukan
terlebih dahulu
dengan
mengidentifikasi
posisi punggung
janin saat palpasi
Denyut jantung
normal berkisar
antara 120 x/ mnt –
160 x/ mnt dan
dikatakan teratur
apabila hasil
penghitungan 3x5
detik sama pada
hitungan ke 1 dan 3
dan jumlah selisih
nilainya tidak boleh
lebih dari 1
Baik, jika
- Denyut jantung
normal berkisar
antara 120x/menit160 x/menit dan
atau dikatakan
teratur jika hasil
penghi
tungan 3x5 detik
sama pada hitu
ngan 1 dan 3 dan
jumlah selisih
nilainya tidak
boleh lebih dari 1
Kurang Baik, jika
- Denyut jantung
janin berkisar
<120x/menit dan
>160 x/menit dan
atau dikata
kan teratur jika
hasil penghitu
ngan 3x5 detik
tidak sama pada
hitungan 1 dan 3
dan jumlah seli
sih nilainya lebih
dari 1
Ordinal
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
5
METODOLOGI PENELITIAN
Desain Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah
Eksperimen Semu (Quasi Eksperimen) dengan
Desain non equivalent control group. Desain
penelitian ini seperti pada desain pretest-postes,
dengan menggunakan kelompok pembanding
(control) tetapi mempunyai keuntungan dengan
melakukan pengukuran yang berulang-ulang
sebelum dan sesudah perlakuan.
Populasi
Populasi yang digunakan dalam penelitian
ini adalah semua ibu hamil trimester III yang
berada di Wilayah Kerja Pukesmas Sumowono
Kabupaten Semarang. Jumlah populasi ibu hamil
trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas
Sumowono adalah sebanyak 37 orang.
Analisis data
Analisis Univariat
Analisis univariat menggambarkan masingmasing variabel dengan menggunakan distribusi
frekuensi.
Analisis Bivariat
Uji parametric untuk menganalisis uji beda
berpasangan dalam penelitian ini menggunakan
uji McNemar sedangkan untuk menganalisis uji
beda tidak berpasangan menggunakan Chi Square
karena variabel yang dihubungkan berbentuk
kategorik. Kesimpulan dari uji statistic non
parametric yang telah dilakukan nilai p-value
0,002 <α (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak
yang menunjukan ada pengaruh senam hamil
terhadap denyut jantung janin pada ibu hamil di
wilayah kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten
Semarang.
HASIL PENELITIAN
Sampel
Diperoleh jumlah sampel untuk kelompok
kontrol dan kelompok perlakuan masing-masing
sebanyak 17 orang dengan rumus menggunakan
rumus analitik kategorik tidak berpasangan.
Jumlah sampel digunakan dalam penelitian ini
adalah 34 orang.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah purposive sampling
dan membagi sampel antara kelompok kontrol
dengan eksperimen secara acak. Peneliti
mempunyai pertimbangan dalam memilih sampel
yaitu berdasarkan kriteria-kriteria inklusi dan
eksklusi.
Adapun kriteria inklusinya adalah: 1) Ibu
hamil yang tidak mengkonsumsi makanan dan
minuman yang mengandung alkohol seperti
durian dan tapai sesaat sebelum melakukan senam
hamil; 2) Ibu hamil yang tidak mengkonsumsi
obat-obatan kardiovaskuler, obat penenang dan
sejenisnya
Kriteria eksklusinya antara lain: 1) Ibu hamil
yang merokok pada saat hamil; 2) Ibu hamil yang
kontraindikasi melakukan senam hamil seperti
Preeklamsia , KPD (Ketuban Pecah Dini),
perdarahan trimester II & trimester III,
kemungkinan lahir premature, Incompeten Cervix,
diabetes, anemia, Thyroid, aritmia, papitasi,
riwayat perdarahan, penurunan dan kenaikan BB
berlebihan; 3) Ibu hamil yang tidak bersedia
menjadi responden penelitian.
Analisis Univariat
1. Gambaran Denyut Jantung Janin Sebelum
dan sesudah melakukan senam hamil pada
kelompok intervensi
Tabel 2 Distribusi frekuensi berdasarkan
Denyut Jantung Janin Sebelum
dan sesudah Melakukan Senam
Hamil pada kelompok intervensi
Denyut Jantung Janin
Variabel
DJJ sebelum
senam Hamil
DJJ sesudah
senam Hamil
Jumlah
Baik
Kurang
Baik
n
%
Total
n
%
N
%
4
23,5
13
76,5
17
100
15
88,2
2
11,8
17
100
19
58,75
15
44,15
34
100
Berdasarkan tabel 2. diatas diketahui
bahwa dari 17 responden sebelum mendapat
perlakuan senam hamil pada kelompok
intervensi terdapat 23,5% (4 responden) yang
denyut jantung janinnya baik dan 76,5% (13
responden) yang denyut jantung janinnya
kurang baik. Sedangkan setelah mendapatkan
perlakuan denyut jantung janin yang baik
meningkat menjadi 88,2% (15 responden)
sedangkan yang kurang baik turun menjadi
11,8%(2 responden).
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
6
Tabel 3.
Distribusi
frekuensi
berdasarkan Denyut Jantung
Janin sebelum dan sesudah
pada ibu hamil kelompok
kontrol
Denyut Jantung Janin
Variabel
DJJsebelum
(Hari ke 1)
DJJ sesudah
(Hari ke 14)
Jumlah
Baik
Kurang
Total
Baik
n
%
n
%
n
%
4
23,5
13
76,5
17
100
5
29,4
12
70,6
17
100
9
26,45
25
73,55
34
100
Berdasarkan tabel 3. diatas dari 17
responden pada kelompok kontrol terdapat 23,5%
(4 responden) yang denyut jantung janin
sebelumnya (hari ke 1) baik dan 76,5% (13
responden) yang denyut jantung janinnya kurang
baik. Sedangkan denyut jantung janin sesudahnya
(hari ke 14) 29,4% (5 responden) baik dan 70,6%
(12 responden) kurang baik.
Analisis Bivariat
1. Perbedaan Denyut Jantung Janin Sebelum
dan Sesudah Melakukan Senam Hamil
pada kelompok intervensi di Wilayah
Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten
Semarang
Tabel 4. Uji McNemar perbedaan Denyut
Jantung Janin Sebelum dan
Sesudah Melakukan Senam Hamil
pada kelompok intervensi di
Wilayah
Kerja
Puskesmas
Sumowono Kabupaten Semarang
Variabel
N
p-Value*
17
0,003
DJJ Intervensi Pre
17
DJJ Intervensi Post
*Uji McNemar
Berdasarkan tabel 4. pengujian menggunakan
uji McNemar sebelum dan sesudah perlakuan
senam hamil pada kelompok intervensi p-value
0,003< α (0,05) artinya terdapat perbedaan denyut
jantung janin sebelum dan sesudah melakukan
senam hamil pada kelompok intervensi di
Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten
Semarang.
2. Perbedaan Denyut Jantung Janin sebelum
dan sesudah pada Kelompok Kontrol di
Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono
Kabupaten Semarang
Tabel 5. Uji McNemar Perbedaan Denyut
Jantung Janin sebelum dan sesudah
pada kelompok kontrol Wilayah
Kerja
Puskesmas
Sumowono
Kabupaten Semarang
Variabel
N
p-Value*
17
1,000
DJJ Kontrol Pre
17
DJJ Kontrol Post
*Uji McNemar
Berdasarkan tabel 5. diatas hasil
pengujian McNemar denyut jantung janin
pada kelompok kontrol didapatkan nilai pvalue 1,000>α (0,05) yang artinya tidak ada
perbedaan senam hamil terhadap denyut
jantung janin sebelum dan sesudah pada
kelompok kontrol di wilayah kerja Puskesmas
Sumowono Kabupaten Semarang.
3. Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut
Jantung Janin pada Ibu Hamil di Wilayah
Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten
Semarang
Tabel 4.5 Uji perbedaan pengaruh senam
hamil terhadap denyut jantung janin
pada ibu hamil di Wilayah Kerja
Puskesmas Sumowono Kabupaten
Semarang
Denyut Jantung
Janin
Kelompok
Baik
Kurang
Baik
X2
Total
n
%
n
%
n
%
Intervensi
15
88,2
2
11,8
17
100
Kontrol
5
29,4
12
70,6
17
100
Jumlah
20
58,8
14
41,2
34
100
p-value*
9,836
*Uji Chi Square
Berdasarkan tabel 4.5 diatas dari 17
responden pada kelompok intervensi dan 17
responden kelompok kontrol, dari uji Chi Square
didapatkan nilai p-value 0,002<α (0,05). Maka
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang
signifikan antara senam hamil terhadap denyut
jantung janin di wilayah Kerja Puskesmas
Sumowono Kabupaten Semarang.
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
7
0,002
Analisis Univariat
1. Gambaran Denyut Jantung Janin Sebelum
dan sesudah melakukan senam hamil pada
kelompok intervensi
Berdasarkan hasil penelitian, dapat
diketahui bahwa dari 17 responden ibu hamil
sebelum melakukan senam hamil denyut
jantung sebelum perlakuan terdapat 23,5%
yang baik dan 76,5% yang kurang baik.
Setelah mendapat 4 kali perlakuan denyut
jantung janin denyut jantung janinnya
meningkat 88,2% yang baik dan denyut
jantung yang kurang baik turun menjadi
11,8%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan
latihan senam hamil secara teratur denyut
jantung janinnya akan lebih baik yaitu dapat
meneraturkan denyut jantung janinnya.
Pada kelompok intervensi jantung
bayinya berangsur-angsur membaik ini
dikarenakan pada ibu yang berlatih senam
hamil maka jantungnya akan memompa darah
dengan lebih kuat karena peredaran darah ibu
masuk ke peredaran darah janin sehingga
janin mendapatkan manfaatnya juga. Pada
saat melakukan latihan suplai oksigen ibu
menjadi lebih banyak sehingga darah yang
kaya O2 akan masuk ke janin melalui vena
umbilicus, melalui ductus venosus arantii
sebagian besar darah tersebut mengalir ke
vena cava inferior lalu masuk ke atrium
kanan. Dari atrium kanan, sebagian besar
darah mengalir ke atrium kiri kemudian
dipompakan ke aorta. Aorta akan memompa
darah dengan kuat sesuai dengan latihan fisik
yang dilakukan ibu. Jantung akan bertambah
kuat jika dilatih, dan jika jantung sudah lebih
kuat , detak jantung akan menurun. Maka,
jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk
memompa jumlah darah yang sama. Dengan
kata lain kerja jantung bayi akan menjadi
lebih ringan.
Sistem sirkulasi darah janin yaitu
foramen ovale, ductus arteriosus botalli,
ductuc venosus arantii, darah yang kaya O2
dan nutrisi berasal dari uri masuk ke tubuh
janin melalui vena umbilikalis, melalui ductus
venosus arantii sebagian besar darah tersebut
mengalir ke vena cava inferior lalu masuk ke
atrium kanan. Dari atrium kanan, sebagian
besar darah mengalir ke atrium kiri kemudian
dipompakan ke aorta. Hanya sebagian kecil
darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel
kanan bersama-sama dengan darah yang
datang dari vena cava superior. Karena
tekanan paru-paru yang belum berkembang
darah dari ventrikel kanan yang semestinya
mengalir melalui ductus botalli ke aorta.
Sebagian kecil darah menuju paru-paru
kemudian melalui vena pulmonalis ke atrium
kiri. Dari aorta darah akan mengalir ke
seluruh tubuh membawa O2 dan nutrisi.
Dari penelitian yang sudah dilakukan
ada 2 responden yang tidak menunjukkan
adanya perubahan denyut jantung janinnya.
Hal ini dikarenakan pada responden tersebut
ada yang bekerja diluar rumah sebagai buruh
pabrik sekaligus sebagai ibu rumah tangga
yang menyebabkan ibu memiliki beban kerja
ganda. Yaitu sebagai pencari nafkah
tambahan dan mengurus rumah tangga yang
dapat menyebabkan ibu kelelahan dan kurang
istirahat. Pada saat ibu melakukan aktivitas
yang berlebihan selama hamil sangat
disarankan untuk banyak istrirahat dan jangan
terlalu memaksakan diri.
Beberapa
hal
yang
dapat
mempengaruhi
denyut
jantung
janin
diantaranya adalah aktivitas ibu. Apabila
wanita yang mengalami kelelahan selama
kehamilan apalagi apabila yang diakibatkan
oleh beberapa pekerjaan yang mengakibatkan
kelelahan fisik. Diantaranya adalah aktivitas
yang terlalu berlebihan karena aktivitas yang
berlebihan dapat mempengaruhi peningkatan
denyut jantung janin di dalam kandungan.
Karena itu ibu hamil yang memiliki aktivitas
di luar rumah atau ibu bekerja hendaknya
memperbanyak istirahat dirumah untuk
memulihkan staminanya kembali (Merry,
2013).
Hal ini sesuai dengan sebuah
penelitian baru mengungkapkan bahwa saat
seorang calon ibu bekerja atau melakukan
aktivitas fisik, janinnya akan mendapatkan
efek, yakni jantung si janin makin kuat dan
sehat. Setidaknya irama jantung tidak
berdetak kencang, melainkan melambat
teratur. Demikian diungkapkan dalam
pertemuan tahunan Experimental Biology
2008 di San Diego. Jantung akan bertambah
kuat jika dilatih, dan jika jantung sudah lebih
kuat , detak jantung akan menurun. Maka,
jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk
memompa jumlah darah yang sama (Tarigan,
Ikarowina, 2010).
Penelitian
menunjukkan
bahwa
olahraga teratur selama masa kehamilan
sangat baik bagi ibu hamil. Manfaatnya akan
terlihat pada lima wilayah tubuh yaitu jantung
dan sistem peredaran darah, paru-paru dan
plasenta, suhu tubuh dan keringat, respons
sistem metabolik dan hormon, dan adaptasi
liga, otot dan tulang. Penelitian terbaru
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
8
menunjukkan bahwa olahraga memiliki
pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam kandungan.
Sekitar sepuluh menit latihan teratur akan
meningkatkan denyut jantung bayi dan akan
terus meningkat seiring dengan olahraga yang
dilakukan sang ibu. Ini adalah respon normal
dan tidak akan membahayakan bayi. Bahkan,
ibu yang aktif olahraga bersepeda saat masa
kehamilan akan melahirkan bayi dengan
tingkat adaptasi yang tinggi terhadap
lingkungan sekitar (The Washingtonpost,
2008).
2. Gambaran Denyut Jantung Janin sebelum
dan sesudah pada ibu hamil kelompok
kontrol
Jika dibandingkan antara pretest dan
posttest pada kelompok kontrol denyut
jantung janin pre yang baik yaitu 23,5% dan
yang kurang baik yaitu 76,5%. Sedangkan
post test nya yang baik 29,4% dan yang
kurang baik 70,6%. Pada ibu kelompok
kontrol denyut jantung janinnya cenderung
kurang baik meskipun frekuensinya normal
namun banyak diantara ibu hamil tersebut
yang denyut jantung janinnya tidak teratur
sehingga dikatakan denyut jantung janinnya
kurang baik.
Janin memerlukan pasokan darah yang
adekuat ke jaringan placenta melalui arteri ibu
dan penyaluran darah janin ke placenta. Pada
saat ibu tidak melakukan aktifitas, janin
tampaknya tidak memiliki mekanisme untuk
meningkatkan aliran darah umbilikus sebagai
respon terhadap hipoksia atau deplesi volume.
Kemampuan janin untuk meningkatkan curah
jantung terbatas. Dengan demikian, janin
beradaptasi terhadap hipoksia atau penurunan
ketersediaan nutrien dengan mengurangi
konsumsi oksigen dan laju pertumbuhan.
Curah jantung diredistribusikan ke otak,
jantung dan kelenjar adrenal dengan
mengorbankan aliran darah ke tubuh dan
usus. Hipoksia dan asidosis menyebabkan
vasodilatasi serebrum dan kontriksi pembuluh
pulmonaris dan femoralis. Aliran darah ke
hati tinggi saat nutrient dan oksigen
berlimpah, tetapi sirkulasi hati akan di bypass
apabila pertukaran placenta tergangggu (Coad
dan Dunstall, 2007).
Pada kelompok kontrol denyut jantung
janinnya cenderung kurang baik meskipun
frekuensinya normal namun berdasarkan
penghitungan keteraturan denyut jantung
janinnya kurang teratur. Hal ini disebabkan
karena sebagian besar responden adalah ibu
rumah tangga yang tidak banyak melakukan
aktivitas yang berat dan lebih banyak berdiam
diri dirumah. Sehingga jantung bayinya tidak
terbiasa dilatih untuk kegiatan yang lebih
berat dari biasanya. Sehingga pada saat ibu
melakukan aktivitas yang lebih berat dari
biasanya jantung janinnya harus beradaptasi
terlebih dahulu untuk menanggapi respon dari
aktivitas yang dilakukan sang ibu. Hal inilah
yang menyebabkan jantung bayi menjadi
tidak teratur.
Selain itu karena jantung bayi tidak
pernah dilatih maka pada saat melakukan
kegiatan yang diluar biasanya bayi
memerlukan pasokan darah dan oksigen yang
lebih adekuat ke jaringan placentanya. Karena
pasokan oksigen yang dibutuhkan kurang
maka terjadilah hipoksia dalam kandungan.
Sehingga kerja jantung menjadi lebih berat
karena harus memompa darah lebih kuat dari
biasanya.
Pernyataan ini sesuai dengan hasil
penelitian yang disampaikan oleh Prasetyo
(2009), hasil penelitian rintisan yang sudah
dilakukan Linda E. May, dari Departement of
Anatomy di Kansas City University of
Medicine and Biosciences melanjutkan
penelitian yang melibatkan banyak wanita
hamil. Sepuluh orang wanita hamil
berpartisipasi
dalam
penelitian
itu,
separuhnya melakukan aktivitas fisik yang
lain tidak. Gerakan janin seperti bernafas,
gerak tubuh dan mulut dimonitor dan direkam
selama 24 minggu. Para peneliti menemukan
melambatnya irama jantung secara berarti
yang terjadi selama para ibu melakukan
aktivitas fisik. Sementara irama jantung janin
pada para ibu yang tidak banyak beraktivitas
justru lebih tinggi.
Analisis Bivariat
1. Perbedaan Denyut Jantung Janin Sebelum
dan Sesudah Melakukan Senam Hamil
pada kelompok intervensi di Wilayah
Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten
Semarang
Berdasarkan pengujian menggunakan uji
McNemar sebelum dan sesudah perlakuan
senam hamil pada kelompok intervensi pvalue 0,003< α (0,05) artinya terdapat
perbedaan denyut jantung janin sebelum dan
sesudah melakukan senam hamil pada
kelompok intervensi di Wilayah Kerja
Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang.
Setiap kali mendapat perlakuan senam
hamil maka akan berpengaruh terhadap
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
9
denyut jantung janinnya. Hal ini terlihat
bahwa sebelum senam hamil denyut jantung
janin frekuensinya normal namun cenderung
tidak teratur tetapi setelah mendapatkan
perlakuan senam hamil menjadi lebih teratur.
Pada perlakuan senam hamil pertama setelah
melakukan senam hamil denyut jantung janin
yang teratur meningkat menjadi 8 responden
diikuti dengan senam hamil kedua 7
responden kemudian senam hamil ketiga naik
menjadi 9 reponden dan terakhir pada senam
hamil keempat 15 responden meningkat
denyut jantung janinnya.
Hal ini sekaligus membuktikan bahwa
dengan melakukan senam hamil secara rutin
maka denyut jantung janinnya akan lebih baik
dibandingkan sebelumnya. Sehingga manfaat
dari senam hamil ini akan dapat dirasakan
manfaatnya bagi ibu hamil yang melakukan
senam hamil.
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga
teratur selama masa kehamilan sangat baik
bagi ibu hamil. Manfaatnya akan terlihat pada
lima wilayah tubuh yaitu jantung dan sistem
peredaran darah, paru-paru dan plasenta, suhu
tubuh dan keringat, respons sistem metabolik
dan hormon, dan adaptasi liga, otot dan
tulang.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa
olahraga memiliki pengaruh positif terhadap
pertumbuhan dan perkembangan janin dalam
kandungan. Sekitar sepuluh menit latihan
teratur akan meningkatkan denyut jantung
bayi dan akan terus meningkat seiring dengan
olahraga yang dilakukan sang ibu. Ini adalah
respon normal dan tidak akan membahayakan
bayi. Bahkan, ibu yang aktif olahraga
bersepeda saat masa kehamilan akan
melahirkan bayi dengan tingkat adaptasi yang
tinggi terhadap lingkungan sekitar (The
Washingtonpost, 2008).
Menurut
Linda May dari Kansas
University, program olahraga teratur selama
kehamilan dapat menjadi intervensi paling
awal
dalam
meningkatkan
kesehatan
kardiovaskular. Sampai saat ini, penelitian
telah berpusat pada nutrisi sebagai (seperti
kebiasaan merokok yang merusak kesehatan
janin). Selain itu, penelitian mengenai
olahraga selama kehamilan lebih fokus pada
kegunaan yang dapat didapatkan ibu. Akan
tetapi, dalam studi baru ini, peneliti
memeriksa efek latihan aerobik terhadap
perkembangan jantung janin (Tarigan,
Ikarowina, 2010).
Sebuah penelitian baru mengungkapkan
bahwa saat seorang calon ibu bekerja atau
melakukan aktivitas fisik, janinnya akan
mendapatkan efek, yakni jantung si janin
makin kuat dan sehat. Setidaknya irama
jantung tidak berdetak kencang, melainkan
melambat teratur. Demikian diungkapkan
dalam pertemuan tahunan Experimental
Biology 2008 di San Diego. Jantung akan
bertambah kuat jika dilatih, dan jika jantung
sudah lebih kuat , detak jantung akan
menurun. Maka, jantung tidak perlu bekerja
terlalu keras untuk memompa jumlah darah
yang sama (Tarigan, Ikarowina, 2010).
2. Perbedaan Denyut Jantung Janin sebelum
dan sesudah pada Kelompok Kontrol di
Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono
Kabupaten Semarang
Hasil pengujian McNemar denyut
jantung janin pada kelompok kontrol
didapatkan nilai p-value 1,000>α (0,05) yang
artinya tidak ada perbedaan senam hamil
terhadap denyut jantung janin pada kelompok
kontrol di wilayah kerja Puskesmas
Sumowono Kabupaten Semarang.
Dapat dilihat dalam lembar observasi
keteraturan denyut jantung janin bahwa dalam
pengamatan pertama. Kedua, ketiga dan
keempat tidak mengalami perubahan denyut
jantung janinnya. Bahkan yang tidak teratur
jumlahnya lebih banyak daripada yang teratur.
Karena tidak mendapat perlakuan senam
hamil denyut jantung janin pada kelompok
kontrol
cenderung
tidak
mengalami
perubahan. Bahkan denyut jantung janin yang
kurang baik lebih tinggi nilainya daripada
yang baik.
Bayi yang lahir dalam keadaan
meninggal 93% nya dikarenakan kelainan
detak jantung janin ini dikarenakan
kekurangan oksigen yang diberikan oleh ibu
kepada janin melalui placenta. Saat janin
kekurangan oksigen maka disebut dengan
hipoksia. Tanda terjadinya hipoksia antara
lain terjadi bradikardia, hipotensi, turunnya
curah jantung dan gangguan metabolik seperti
asidosis respiratorius (Jurnal Penelitian
Kesehatan Suara Forikes, 2011).
Hasil penelitian rintisan yang sudah
dilakukan Linda E. May, dari Departement of
Anatomy di Kansas City University of
Medicine and Biosciences melanjutkan
penelitian yang melibatkan banyak wanita
hamil. Sepuluh orang wanita hamil
berpartisipasi
dalam
penelitian
itu,
separuhnya melakukan aktivitas fisik yang
lain tidak. Gerakan janin seperti bernafas,
gerak tubuh dan mulut dimonitor dan direkam
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
10
selama 24 minggu. Para peneliti menemukan
melambatnya irama jantung secara berarti
yang terjadi selama para ibu melakukan
aktivitas fisik. Sementara irama jantung janin
pada para ibu yang tidak banyak beraktivitas
justru lebih tinggi.
3. Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut
Jantung Janin pada Ibu Hamil di Wilayah
Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten
Semarang
Dari 17 responden pada kelompok
intervensi dan 17 responden kelompok
kontrol, dari uji Chi Square didapatkan nilai
p-value 0,002<α (0,05). Maka dapat
disimpulkan bahwa ada pengaruh yang
signifikan antara senam hamil terhadap
denyut jantung janin di wilayah Kerja
Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang.
Pada ibu yang melakukan senam hamil
secara teratur jantung bayinya berangsurangsur membaik ini dikarenakan pada ibu
yang berlatih senam hamil maka jantungnya
akan memompa darah dengan lebih kuat
karena peredaran darah ibu masuk ke
peredaran darah janin sehingga janin
mendapatkan manfaatnya juga. Pada saat
melakukan latihan suplai oksigen ibu menjadi
lebih banyak sehingga darah yang kaya O2
akan masuk ke janin melalui vena umbilicus,
melalui ductus venosus arantii sebagian besar
darah tersebut mengalir ke vena cava inferior
lalu masuk ke atrium kanan. Dari atrium
kanan, sebagian besar darah mengalir ke
atrium kiri kemudian dipompakan ke aorta.
Aorta akan memompa darah dengan kuat
sesuai dengan latihan fisik yang dilakukan
ibu. Jantung akan bertambah kuat jika dilatih,
dan jika jantung sudah lebih kuat , detak
jantung akan menurun. Maka, jantung tidak
perlu bekerja terlalu keras untuk memompa
jumlah darah yang sama. Dengan kata lain
kerja jantung bari akan menjadi lebih ringan.
Sistem
kardiovaskular
mencakup
jantung, pembuluh darah dan darah. Darah
dipompa mengelilingi jaringan pembuluh
darah. Arteri menyalurkan darah menjauhi
jantung dan memiliki dinding otot yang tebal.
Vena mengangkut darah kea rah jantung,
pembuluh ini berfungsi sebagai sistem
kapasitansi (capacitance system. Kapiler
menghubungkan sistem arteri dan vena serta
terjadinya pertukaran zat antara darah dan
jaringan (Coad dan Dunstall, 2007).
Jantung berfungsi sebagai pompa ganda,
memompa darah ke jaringan tubuh dan paru.
Darah dari sisi kanan jantung masuk ke
sirkulasi paru ke kapiler yang mengelilingi
alveolus paru tempat darah mengalami
oksigenasi. Darah yang sudah teroksigenasi
kembali ke sisi kiri jantung melalui vena
pulmonalis. Sirkulasi paru mengangkut darah
dari sisi kanan jantung, ke paru dan kembali
ke sisi kiri jantung.
Jumlah darah yang meninggalkan
jantung permenit disebut sebagai curah
jantung. Ini adalah volume darah yang
disemprotkan oleh ventrikel setiap kali
jantung berdenyut dikali jumlah denyutan per
menit. Jumlah oksigen yang mencapai sel
bergantung pada proporsi curah jantung yang
diterima oleh jaringan. Sehingga pada saat ibu
melakukan latihan senam hamil maka oksigen
yang diterima jauh lebih banyak daripada
yang tidak melakukan latihan senam hamil
(Coad dan Dunstall, 2007).
Sistem sirkulasi darah janin yaitu
foramen ovale, ductus arteriosus botalli,
ductuc venosus arantii, darah yang kaya O2
dan nutrisi berasal dari uri masuk ke tubuh
janin melalui vena umbilikalis, melalui ductus
venosus arantii sebagian besar darah tersebut
mengalir ke vena cava inferior lalu masuk ke
atrium kanan. Dari atrium kanan, sebagian
besar darah mengalir ke atrium kiri kemudian
dipompakan ke aorta. Hanya sebagian kecil
darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel
kanan bersama-sama dengan darah yang
datang dari vena cava superior. Karena
tekanan paru-paru yang belum berkembang
darah dari ventrikel kanan yang semestinya
mengalir melalui ductus botalli ke aorta.
Sebagian kecil darah menuju paru-paru
kemudian melalui vena pulmonalis ke atrium
kiri. Dari aorta darah akan mengalir ke
seluruh tubuh membawa O2 dan nutrisi.
Sehingga jumlah O2 yang diterima janin juga
lebih besar dari ibu yang rutin melakukan
latihan senam hamil.
Semua orang tahu olahraga merupakan
cara yang baik untuk memelihara stamina
tubuh. Ternyata bagi wanita hamil, olahraga
juga mempunyai banyak manfaat. Sebuah
penelitian baru mengungkapkan bahwa saat
seorang calon ibu bekerja atau melakukan
aktivitas fisik, janinnya akan mendapatkan
efek, yakni jantung si janin makin kuat dan
sehat. Setidaknya irama jantung tidak
berdetak kencang, melainkan melambat
teratur. Demikian diungkapkan dalam
pertemuan tahunan Experimental Biology
2008 di San Diego. Jantung akan bertambah
kuat jika dilatih, dan jika jantung sudah lebih
kuat , detak jantung akan menurun. Maka,
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
11
jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk
memompa jumlah darah yang sama (Tarigan,
Ikarowina, 2010).
Penelitian menunjukkan bahwa olahraga
teratur selama masa kehamilan sangat baik
bagi ibu hamil. Manfaatnya akan terlihat pada
lima wilayah tubuh yaitu jantung dan sistem
peredaran darah, paru-paru dan plasenta, suhu
tubuh dan keringat, respons sistem metabolik
dan hormon, dan adaptasi liga, otot dan
tulang.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa
olahraga memiliki pengaruh positif terhadap
pertumbuhan dan perkembangan janin dalam
kandungan. Sekitar sepuluh menit latihan
teratur akan meningkatkan denyut jantung
bayi dan akan terus meningkat seiring dengan
olahraga yang dilakukan sang ibu. Ini adalah
respon normal dan tidak akan membahayakan
bayi. Bahkan, ibu yang aktif olahraga
bersepeda saat masa kehamilan akan
melahirkan bayi dengan tingkat adaptasi yang
tinggi terhadap lingkungan sekitar (The
Washingtonpost, 2008).
Menurut The Washingtonpost (2008),
selain itu olahraga teratur oleh Ibu hamil
menyebabkan kadar lemak tubuh berkurang
yang dapat menyebabkan berat bayi lahir
menjadi rendah bahkan keuntungannya adalah
menurunkan risiko obesitas pada bayi
dikemudian hari.
Penelitian
yang
dilakukan
oleh
Department of Anatomy di Kansas City
University of Medicine and Biosciences yang
dipimpin oleh Linda May pada tahun 2008
mengenai efek latihan senam terhadap detak
jantung janin, karena sampai saat ini
penelitian
mengenai
olahraga
selama
kehamilan lebih fokus pada manfaat yang bisa
didapatkan oleh ibu. Penelitian melibatkan 61
perempuan hamil sehat berusia 21 tahun
sampai 35. Lima puluh persen ibu diminta
berolahraga dan sisanya tidak melakukan
aktivitas fisik. Olahraga yang dilakukan
sedikitnya 30 menit 3 kali latihan tiap
minggunya. Ibu hamil yang digunakan
melakukan senam hamil minimal 4 kali. Hasil
yang didapat pada minggu ke-36, detak
jantung bayi sangat aktif (Tarigan, Ikarowina,
2011).
Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini, ada beberapa hal yang
tidak dapat peneliti batasi. Contohnya seperti
aktivitas ibu baik itu ibu yang bekerja ataupun
tidak dan juga tingkat stress sehingga peneliti
tidak memasukkan pada kriteria pemilihan sampel
penelitian.
PENUTUP
Kesimpulan
1. Pada kelompok intervensi terdapat perubahan
denyut jantung janin menjadi lebih baik
setelah mendapat perlakuan senam hamil
yaitu dari 23,5% yang denyut jantung
janinnya baik meningkat menjadi 88,2%.
2. Pada kelompok kontrol tidak terdapat
perubahan berarti denyut jantung yaitu dari
23,5% yang denyut jantung janin sebelumnya
baik menjadi 29,4%.
3. Terdapat perbedaan denyut jantung janin
sebelum dan sesudah melakukan senam hamil
di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono
Kabupaten Semarang.
4. Tidak ada perbedaan senam hamil terhadap
denyut jantung janin pada kelompok kontrol
di wilayah kerja Puskesmas Sumowono
Kabupaten Semarang.
5. Kesimpulan bahwa ada pengaruh yang
signifikan antara senam hamil terhadap
denyut jantung janin di wilayah Kerja
Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang.
Saran
1. Bagi Ibu Hamil dan Masyarakat
Setelah dilakukan penelitian ibu hamil dapat
memperoleh manfaat yang didapat dari
melakukan senam hamil secara teratur dan
untuk ibu hamil yang belum melakukan
senam hamil dapat mengikuti senam hamil di
lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
2. Bagi Pelayanan Kesehatan
Penelitian ini bertujuan untuk menggiatkan
kembali kelas senam hamil disekitar wilayah
Puskesmas Sumowono dan juga menggiatkan
kembali para bidan dan praktisi kesehatan
untuk menggerakkan senam hamil di wilayah
binaannya masing-masing.
3. Bagi Pemerintah
Dengan menggiatkan senam hamil di wilayah
kerja Puskesmas Sumowono, pemerintah
dapat ikut andil untuk merealisasikan standart
asuhan minimal 14 T yang salah satunya
memasukkan senam hamil dalam setiap
pelayanan ANC pada ibu hamil di setiap
wilayah
sehingga
masyarakat
dapat
terfasilitasi dan terdorong untuk melakukan
senam hamil di lingkungan disekitar tempat
tinggalnya.
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
12
4. Bagi Institusi Pendidikan
Hasil
penelitian
diharapkan
dapat
meningkatkan pengetahuan tentang pengaruh
denyut jantung janin pada ibu hamil yang
melakukan dan tidak melakukan senam hamil
dan institusi pendidikan dapat menambah
bahan-bahan referensi untuk mendukung
penelitian serupa selanjutnya. Selain itu juga
dapat menjadikan penelitian ini sebagai bahan
masukan dalam penelitian yang akan datang.
5. Bagi Profesi Bidan dan Tenaga Kesehatan
Bidan dapat mengajar senam hamil di wilayah
kerjanya dan melakukan pemantauan denyut
jantung janin baik sebelum maupun sesudah
untuk mengetahui kesejahteraan janin
sehingga manfaatnya bagi ibu hamil lebih
dapat dirasakan.
6. Bagi Peneliti
Menambah wawasan dan melatih kemampuan
untuk melakukan penelitian terutama dalam
menganalisa pengaruh denyut jantung janin
pada ibu hamil yang melakukan dan tidak
melakukan senam hamil.
Prasetyo, Yudik. 2009. Olahraga Bagi Wanita
Hamil. From : http://www.kompas.com
/read/xml/2008/04/09/23014124/,
download on september 18, 2014
DAFTAR PUSTAKA
Saryono, Ari Setiawan. 2011. Metodologi
Penelitian Kebidanan DIII, DIV, S1 dan
S2. Yogyakarta : Numed
Baston & Hall. 2012. Midwifery Essentials:
Antenatal, Volume 2. Jakarta : EGC
Harsono. 2014. Kematian Janin dalam Rahim.
From
:
http://harsonosites.com/2014/06/17/hubun
gan-pre-eklampsi-dengan-kejadian-intrauterine-fetal-death-iufd-latar-belakang/
Jane & Dunstall. 2007. Anatomi & Fisiologi untuk
Bidan. Jakarta : EGC
Kundarti dan Wijanti. 2011. Perbedaan Detak
Jantung Pada Ibu Hamil yang Melakukan
dan Tidak Melakukan Olahraga Senam
Hamil di RSD Mardi Waluyo Kota Blitar
Jawa Timur. Ponorogo : Forum Ilmiah
Kesehatan (FORIKES)
Prawirohardjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan.
Jakarta
:
PT
BINAPUSTAKA
PRAWIROHARJO
Proverawati dan Widianti. 2010. Senam
Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika
Riyanto, Agus. 2010. Aplikasi Metodologi
Penelitian Kesehatan. Bandung : Numed
Rukiyah, dkk. 2013. Asuhan Kebidanan 1
Kehamilan. Jakarta : CV Trans Info
Media
Saifuddin, Bari. 2008. Buku Acuan Nasional
Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo
Siswanto, Yuliaji. 2011. Modul Biostatistik 1.
STIKES Ngudi Waluyo Ungaran
Sondang, Ester. 2013. Cara Benar Menghitung
Denyut Jantung Manual. From :
http://www.tabloidnova.com/Nova/Keseh
atan/Umum/Cara-Benar-MenghitungDenyut-Jantung-Manual/
diakses
3
Desember 2014
Sopiyudin, M. 2009. Besar Sampel dan Cara
Pengambilan Sampel daalam Penelitian
Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta :
Salemba Medika
Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian.
Bandung : Alfabeta
Liana, Merry. 2013. Faktor-Faktor Fisik yang
Mempengaruhi Kehamilan. From
http://bidan kita.com/2013/02/faktorfisik-yang-mempengaru hi_2.html
Diakses 14 november 2014
Sukaryati dan Maryunani. 2011. Senam Hamil,
Senam Nifas dan Terapi Musik. Jakarta :
CV. Trans Info Media
Manuaba, dkk. 2012. Ilmu Kebidanan, Penyakit
Kandungan dan KB. Jakarta : EGC
Tarigan, Ikarowina 2010. Ibu Aerobik Jantung
Bayi
Sehat.
http://www.mediaindonesia.com diakses
September 15th 2014
Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
The Washingtonpost. 2008. Exercise During
Pregnancy Has Baby Benefits, Too. From
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
13
:
http://www.washingtonpost.com/wpdyn/content/article/2008/04/08/AR20080
40801474.html
Wawa. 2010. Manfaat Olahraga Untuk Ibu Hamil
dan Janin dalam Kandungan. From :
http://www.seksualitas.net/manfaatolahraga-untuk-ibu-hamil-dan-bayi.htm
diakses Oktober 22th 2014
Pengaruh Senam Hamil terhadap Denyut Jantung Janin di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang
14
Download