PSAK 70: Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak

advertisement
IKATAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA
PENGURUS DAERAH DKI JAYA 2014 - 2019
―IMPLEMENTASI PSAK 70:
AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS
PENGAMPUNAN PAJAK‖
(MEMAHAMI PERLAKUAN AKUNTANSI BAGI ENTITAS
YANG MENGIKUTI PROGRAM AMNESTI PAJAK)
Santika Hotel Kelapa Gading, Mahaka Square, Bl. HF3, Kelapa Gading, JAKARTA.
Sabtu, 22 Oktober 2016
ARDHIE WIDYANTHO SUMARSO, SE, M.ACC, BKP, CPSAK
• Mengawali karirnya setelah lulus dari STAN Jakarta di
Departemen Keuangan RI selama beberapa tahun. Kemudian ia
bergabung pada konsultan Pajak sebagai Senior Konsultan dan
Senior Trainer. Dengan pemahaman yang sangat baik atas
perubahan peraturan perpajakan dan pengalamannya sebagai
praktisi konsultan, ia sering diundang sebagai pembicara aktif
dalam berbagai seminar, lokakarya, dan pelatihan perpajakan
di Indonesia.
• Hingga saat ini ia masih aktif sebagai dosen dan pengajar di
STAN Jakarta dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Dengan latar
belakang bekerja yang bervariasi memberikan sebuah sinergi
dalam meningkatkan keahliannya dalam memenuhi kebutuhan
kliennya. Beliau adalah kandidat master dalam bidang
akuntansi. Memiliki ijin konsultan pajak sertifikat C dan ijin sebagai
Kuasa Hukum di Pengadilan Pajak.
• Beliau juga memiliki gelar CPSAK yang menunjukkan penguasaan
terhadap akuntansi dengan baik.
SUSUNAN ACARA
JAM
08.30 s/d 09.00
09.00 s/d 09.15
KEGIATAN
Registrasi Ulang dan Coffee Break I
Ucapan Selamat Datang dan Pembukaan
1. Ucapan Selamat Datang dan Laporan Kegiatan oleh Ketua PENGDA DKI JAYA
2. Pembukaan Oleh Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia
09.15 s/d 11.00 Materi I : Memahami PSAK 70
11.00 s/d 12.00 Materi II : Hubungan PSAK 70 Dengan PSAK Lainnya
12.00 s/d 13.00 ISOMA
13.00 s/d 15.30 Materi III : Lanjutan - Hubungan PSAK 70 Dengan PSAK Lainnya
15.30 s/d 16.00 Coffee Break I
16.00 s/d 17.00 Materi IV : Lanjutan - Hubungan PSAK 70 Dengan PSAK Lainnya
17.00 s/d Selesai Pembagian Sertifikat PPL
AKUNTANSI ASET DAN LIABILITAS
PENGAMPUNAN PAJAK
PSAK 70
TUJUAN
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan
akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan
pajak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11
Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak (―UU
Pengampunan Pajak‖).
RUANG LINGKUP
• Dalam menentukan apakah entitas mengakui aset dan
liabilitas
pengampunan
pajak
dalam
laporan
keuangannya, entitas mengikuti ketentuan dalam UU
Pengampunan Pajak.
• Entitas menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini,
jika entitas mengakui aset dan liabilitas pengampunan
pajak dalam laporan keuangannya.
• Pernyataan ini dapat diterapkan oleh entitas yang tidak
memiliki
akuntabilitas
publik
yang
signifikan
sebagaimana didefinisikan dalam Standar Akuntansi
Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP),
jika entitas tersebut mengakui aset dan liabilitas
pengampunan pajak dalam laporan keuangannya.
DEFINISI
• Aset pengampunan pajak adalah aset yang timbul dari
pengampunan pajak berdasarkan Surat Keterangan
Pengampunan Pajak.
• Biaya perolehan aset pengampunan pajak adalah nilai
aset berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan
Pajak.
• Liabilitas pengampunan pajak adalah liabilitas yang
berkaitan
langsung
dengan
perolehan
aset
pengampunan pajak.
• Pengampunan pajak adalah penghapusan pajak yang
seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi
perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan,
dengan cara mengungkap aset dan membayar uang
tebusan sebagaimana diatur dalam UU Pengampunan
Pajak.
DEFINISI
• Surat Keterangan Pengampunan Pajak (Surat Keterangan)
adalah surat yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan
sebagai bukti pemberian pengampunan pajak. Dalam hal
jangka waktu 10 hari terhitung sejak tanggal diterimanya Surat
Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak, Menteri
Keuangan atau pejabat yang ditunjuk atas nama Menteri
Keuangan belum menerbitkan Surat Keterangan, maka Surat
Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak dianggap
sebagai Surat Keterangan.
• Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak (Surat
Pernyataan Harta) adalah surat yang digunakan oleh Wajib
Pajak untuk mengungkapkan aset, liabilitas, nilai aset neto,
serta penghitungan dan pembayaran uang tebusan.
• Uang tebusan adalah sejumlah uang yang dibayarkan ke kas
negara untuk mendapatkan pengampunan pajak.
KEBIJAKAN AKUNTANSI
Paragraf 06
Pada saat diterbitkannya Surat Keterangan, entitas
dalam laporan posisi keuangannya:
(a)mengakui aset dan liabilitas pengampunan pajak,
jika pengakuan atas aset atau liabilitas tersebut
disyaratkan oleh SAK;
(b)tidak mengakui suatu item sebagai aset dan
liabilitas, jika SAK tidak memperkenankan
pengakuan item tersebut; dan
(c) mengukur, menyajikan, serta mengungkapkan
aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai
dengan SAK.
KEBIJAKAN AKUNTANSI
• Terlepas dari ketentuan dalam paragraf 06,
Pernyataan ini memberikan opsi bagi entitas pada
saat
pengakuan
awal
untuk
mengukur,
menyajikan, serta mengungkapkan aset dan
liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan
ketentuan dalam paragraf 10-23.
• Entitas menerapkan opsi kebijakan akuntansi yang
telah dipilih secara konsisten untuk seluruh aset dan
liabilitas pengampunan pajak yang diakui.
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
PENGAKUAN
Entitas mengakui aset dan liabilitas pengampunan
pajak, jika pengakuan atas aset dan liabilitas
tersebut disyaratkan oleh SAK. Entitas tidak mengakui
suatu item sebagai aset dan liabilitas, jika SAK tidak
memperkenankan pengakuan item tersebut,
PENGUKURAN AWAL
• Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya
perolehan
aset
pengampunan
pajak
sebagaimanana didefinisikan dalam Paragraf 05.
Biaya perolehan aset pengampunan pajak
merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi
entitas dalam melakukan pengukuran setelah
pengakuan awal sesuai dengan Paragraf 15.
• Liabilitas pengampunan pajak diakui sebesar
kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau
setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang
berkaitan langsung dengan perolehan aset
pengampunan pajak.
PENGUKURAN AWAL
• Entitas mengakui selisih antara aset pengampunan
pajak dan liabilitas pengampunan pajak di ekuitas
dalam pos tambahan modal disetor. Jumlah tersebut
tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi maupun
direklasifikasi ke saldo laba.
• Entitas mengakui uang tebusan yang dibayarkan dalam
laba rugi pada periode Surat Pernyataan disampaikan.
• Entitas melakukan penyesuaian atas saldo klaim, aset
pajak tangguhan, dan provisi dalam laba rugi pada
periode Surat Pernyataan disampaikan sesuai dengan
UU Pengampunan Pajak sebagai akibat hilangnya hak
yang telah diakui sebagai klaim atas kelebihan
pembayaran pajak, aset pajak tangguhan atas
akumulasi rugi pajak belum dikompensasi, dan provisi
pajak sebelum menerapkan Pernyataan ini.
PENGUKURAN SETELAH
PENGUKURAN AWAL
Paragraf 15
Pengukuran setelah pengakuan awal aset dan liabilitas
pengampunan pajak mengacu pada SAK yang relevan,
termasuk, namun tidak terbatas pada:
(a) Properti investasi, sesuai dengan PSAK 13: Properti Investasi
(b) Persediaan, sesuai dengan PSAK 14: Persediaan
(c) Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama, sesuai
dengan PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura
Bersama
(d) Aset tetap, sesuai dengan PSAK 16: Aset Tetap
(e) Aset takberwujud, sesuai dengan PSAK 19: Aset Takberwujud
(f) Instrumen keuangan, sesuai dengan PSAK 55: Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
PENGUKURAN SETELAH
PENGUKURAN AWAL
Paragraf 16
• Entitas diperkenankan, namun tidak disyaratkan, untuk
mengukur kembali aset dan liabilitas pengampunan
pajak berdasarkan nilai wajar sesuai dengan SAK pada
tanggal Surat Keterangan.
• Selisih pengukuran kembali antara nilai wajar pada
tanggal Surat Keterangan dengan biaya perolehan aset
dan liabilitas pengampunan pajak yang telah diakui
sebelumnya disesuaikan dalam saldo tambahan modal
disetor.
• Nilai hasil pengukuran kembali menjadi dasar baru bagi
entitas dalam menerapkan ketentuan pengukuran
setelah pengakuan awal sesuai dengan Paragraf 15.
PENGUKURAN SETELAH
PENGUKURAN AWAL
Paragraf 17
• Jika entitas menyimpulkan bahwa pengampunan pajak
mengakibatkan entitas memperoleh pengendalian atas
investee sesuai dengan PSAK 65: Laporan Keuangan
Konsolidasian, entitas disyaratkan untuk, selama periode
pengukuran kembali, mengukur kembali aset dan
liabilitas pengampunan pajak
pada tanggal Surat
Keterangan.
• Periode pengukuran kembali dimulai setelah tanggal
Surat Keterangan sampai dengan 31 Desember 2017.
Dalam hal investee bukan merupakan entitas
sepengendali, maka entitas menerapkan ketentuan
pengukuran dalam PSAK 22: Kombinasi Bisnis.
PENGUKURAN SETELAH
PENGUKURAN AWAL
Lanjutan Paragraf 17
• Jika investee merupakan entitas sepengendali, maka entitas
menerapkan ketentuan pengukuran dalam PSAK 38:
Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali pada tanggal Surat
Keterangan.
• Entitas menerapkan prosedur konsolidasi sesuai dengan PSAK
65 Paragraf PP86-PP88 sejak dilakukannya pengukuran
kembali.
• Sejak tanggal Surat Keterangan sampai dengan periode
sebelum entitas menerapkan prosedur konsolidasi sesuai
dengan PSAK 65, entitas disyaratkan untuk mengukur investasi
dalam entitas anak dengan menggunakan metode biaya.
• Selisih pengukuran kembali antara nilai wajar pada tanggal
Surat Keterangan dengan nilai yang telah diakui sebelumnya
disesuaikan dalam saldo tambahan modal disetor.
PENGHENTIAN PENGAKUAN
Entitas menerapkan kriteria penghentian pengakuan
atas masing-masing aset dan liabilitas pengampunan
pajak sesuai dengan ketentuan dalam SAK untuk
masing-masing jenis aset dan liabilitas tersebut.
PENYAJIAN
Paragraf 19
Aset dan liabilitas pengampunan pajak disajikan secara
terpisah dari aset dan liabilitas lainnya dalam laporan posisi
keuangan, jika entitas memilih kebijakan akuntansi sesuai
dengan Paragraf 07, namun namun tidak menerapkan
Paragraf 16 dan 17. Jika entitas menyajikan aset lancar dan
aset tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka
panjang sebagai klasifikasi tersendiri dalam laporan posisi
keuangan, maka entitas dapat menyajikan secara terpisah aset
pengampuan pajak lancar dan tidak lancar serta liabilitas
pengampunan pajak jangka pendek dan jangka panjang jika,
dan hanya jika, entitas memiliki informasi yang memadai untuk
melakukan pemisahan klasifikasi tersebut. Jika dasar pemisahan
klasifikasi tersebut bersifat arbiter, maka entitas menyajikan aset
dan liabilitas pengampunan pajak sebagai bagian dari aset
tidak lancar dan liabilitas jangka panjang dalam laporan posisi
keuangan.
PENYAJIAN
Entitas mereklasifikasi aset dan liabilitas pengampunan
pajak, yang sebelumnya disajikan sesuai dengan Paragraf
19, ke dalam pos aset dan liabilitas serupa, ketika:
(a) entitas mengukur kembali aset dan liabilitas
pengampunan pajak sesuai dengan Paragraf 16; atau
(b) entitas memperoleh pengendalian atas investee
sesuai Paragraf 17.
Entitas menyajikan kembali laporan keuangan terdekat
sebelumnya, hanya jika tanggal laporan keuangan
tersebut adalah setelah tanggal Surat Keterangan.
PENYAJIAN
Entitas tidak melakukan saling hapus antara aset dan
liabilitas pengampunan pajak
PENGUNGKAPAN
• Entitas
mengungkapkan,
dalam
laporan
keuangannya, tanggal Surat Keterangan dan
jumlah yang diakui sebagai aset pengampunan
pajak berdasarkan Surat Keterangan, serta jumlah
liabilitas pengampunan pajak.
• Entitas menggunakan petimbangannya dalam
mengungkapkan kebijakan dan estimasi akuntansi,
serta rincian atas jumlah tercatat yang memiliki
dampak signifikan terhadap laporan keuangan
untuk menghasilkan informasi yang relevan dan
andal.
KETENTUAN TRANSISI DAN
TANGGAL EFEKTIF
• Entitas menerapkan ketentuan dalam PSAK 25:
Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan
Paragraf 41-53, jika entitas memilih kebijakan
akuntansi sesuai dengan Paragraf 06.
• Entitas menerapkan persyaratan dalam Pernyataan
ini secara prospektif, jika memilih kebijakan
akuntansi sesuai dengan Paragraf 07. Laporan
keuangan untuk periode sebelum tanggal efektif
Pernyataan ini tidak perlu disajikan kembali.
Pernyataan ini berlaku sejak tanggal pengesahan UU
Pengampunan Pajak.
PSAK 16: ASET TETAP
DAN PSAK TERKAIT
SIFAT ASET TETAP
Ya
Aset tetap mempunyai umur
yang panjang atau permanen.
Tidak
Aset tetap berwujud karena
mempunyai bentuk fisik.
Ya
Tidak
Ya
Dimiliki dan digunakan oleh
perusahaan dan tidak untuk
dijual sebagai bagian dari
operasional.
Tidak
Aset Tetap
Beban / Biaya
Aset Tetap
Aset tak
berwujud
Aset Tetap
Persediaan
Investasi
PENGATURAN ASET TETAP DALAM PSAK
Bunga
Pinjaman
Penurunan
Nilai Aset
PSAK
48
PSAK
26
Aset Tetap
PSAK
16
Sewa
PSAK
30
ISAK 8
PSAK – Terkait
Aset tetap
PSAK
13 & 19
ISAK 25
PSAK
58
Aset Tidak Lancar
Dimiliki untuk Dijual dan
Operasi yang
Dihentikan
Investasi Properti
Aset tidak berwujud
Tanah
27
IKHTISAR PERUBAHAN PSAK 16 (REVISI 2011)
No
Perihal
PSAK 16 Revisi
PSAK 16 Lama
1
Istilah
Aset
Aktiva
2
Penyusutan
Digabung di PSAK 16.
Bagian yg signifikan
disusutkan terpisah.
Diatur di PSAK lain
3
Komponen biaya Termasuk:
perolehan
• biaya imbalan kerja
• biaya pengujian aset –
hasil penjualan dari
pengujian
Tidak mengatur 2 hal
tsb secara spesifik.
4
Bukan
Kegiatan insidental ini
komponen biaya mungkin terjadi sebelum
perolehan
atau selama konstruksi atau
aktivitas pengembangan
(misal : parkir)
Tidak mengatur hal tsb
secara spesifik.
5
Pertukaran aset
Membedakan
pertukaran sejenis dan
28
tidak sejenis
Membedakan antara ada
substansi komersial atau
tidak.
IKHTISAR PERUBAHAN PSAK 16 (REVISI 2011)
No
Perihal
PSAK 16 Revisi
PSAK 16 Lama
6
Pengukuran
Cost Model atau
setelah
Revaluation Model
pengakuan Awal
Hanya Cost Model,
revaluasi boleh
dilakukan jika sesuai
ketentuan pemerintah
7
Telaah ulang nilai
residu, umur
manfaat &
metode
penyusutan
Harus dilakukan minimum
tiap akhir tahun dan
perubahannya diperlakukan
sebagai perubahan estimasi
(prospektif).
Telaah nilai residu tidak
diatur, perubahan
umur manfaat
diperlakukan
prospektif, perubahan
metode penyusutan
retrospektif.
8
Aktiva Lain-lain
Diatur di PSAK lain
Mengatur Aktiva Lainlain
9
Dismantling cost
Diakui sebagai biaya
perolehan dan kewajiban
Tidak diatur
29
PENGERTIAN ASET TETAP
• Definisi  Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6)
1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau
penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan
kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif;
dan
2. Diharapkan digunakan selama lebih dari satu periode.
 Ciri
► ―Used in operations‖ and not
for resale.
► Long-term in nature and
usually depreciated.
► Possess physical substance.
 Tidak berlaku untuk
Hak penambangan
Reservasi tambang
30
HARGA PEROLEHAN ASET TETAP - DIKAPITALISASI
Kapitalisasi — proses menangguhkan biaya
perolehan yang terjadi pada periode sekarang
ke periode masa depan di mana aset tersebut
diharapkan memberikan manfaat
Biaya dikapitalisasi jika memenuhi kriteria :
• Terjadi dari transaksi masa lalu
• Dapat diidentifikasi dan memiliki manfaat
di masa mendatang
• Pemilik memiliki kendali atas manfaat
di masa depan dari aset tersebut
control over future benefits
HARGA PEROLEHAN ASET TETAP
DIALOKASIKAN  BEBAN DEPRESIASI
Alokasi — proses membebankan biaya yang
dikapitalisasi pada periode di mana aset
tersebut memberikan manfaat.
Ditentukan oleh masa manfaat, nilai sisi dan
metode alokasi
Proses alokasi dikenal sebagai:
• Depreciation untuk aset tetap
PENGAKUAN ASET TETAP
Biaya perolehan aset tetap harus diakui
sebagai aset jika dan hanya jika : (par 7)
a)Besar kemungkinan manfaat ekonomis
di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut akan mengalir ke entitas;
dan
b)Biaya perolehan aset dapat diukur
secara andal.
 Kriteria pengakuan berlaku pada saat
pengakuan awal dan untuk biaya setelah
perolehan awal.
33
PENGAKUAN ASET TETAP
 Suku cadang utama dan peralatan siap
pakai termasuk aset tetap jika
 digunakan lebih dari satu periode
 hanya digunakan untuk aset tertentu
 komponen yang diganti tidak diakui lagi.
 Contoh: Entitas membeli suatu komponen suku
cadang dari suatu mesin. Suku cadang tersebut
spesifik dan harganya material dibandingkan
dengan nilai aset tersebut. Jangka waktu
pemakaian suku cadang tersebut lebih satu tahun.
 Suku cadang dikategorikan sebagai aset pada saat
pembelian, dengan syarat komponen yang akan
diganti dihapuskan dari pembukuan.
34
PENGAKUAN ASET TETAP MATERIALITAS
 Unit ukuran dalam pengakuan sesuai kondisi
entitas. Kriteria agregasi atau invidual.
 Mempengaruhi nilai aset
 Mempengaruhi biaya depresiasi atau biaya
operasi  Laba (potensi earning management)
 Materialitas digunakan sebagai tambahan kriteria untuk
menentukan, apakah pengeluaran akan dicatat sebagai aset tetap
 Pengeluaran yang memenuhi kriteria aset tetap namun tidak
material dari sisi jumlah seringkali tidak dikapitalisasi dan dicatat
sebagai beban pada periode berjalan.
 Suatu aset secara individu tidak material, namun pembelian dalam
jumlah banyak  material sehingga dikapitalisasi
35
PENGAKUAN ASET TETAP MATERIALITAS
 Agregasi
 Entitas membeli satu buah kursi seharga
Rp1.000.000
 Entitas membeli 100 buah kursi dengan
harga satuan Rp1.000.000 total
Rp100.000.000
 Materialitas
 Entitas membeli mesin hitung elektrik
seharga Rp 1.500.000
 Entitas membeli dinding seharga
Rp1.250.000
 ?
 ?
 ?
 ?
36
PERTIMBANGAN - MATERIALITAS
Pertimbangan penentuan batas suatu pengeluaran
dikapitalisasi sebagai aset tetap:
 Ukuran entitas
 Relevansi informasi bagi pengguna
 Biaya dan manfaat, biaya untuk menyelenggarakan
pencatatan aset tetap dan manfaat dari informasi
yang dihasilkan dari pencatatan aset tetap tersebut.
 Konsekuensi ekonomis
 Semakin tinggi batas materialitas  pengeluaran akan
cenderung dicatat sebagai beban
 laba akan kecil
 administrasi pencatatan aset lebih mudah
 Entitas dapat menetapkan 1 jt, 5 jt, 10jt, 25jt, 50jt
 Jika tidak dicatat sebagai aset biasanya tidak
diinventarisasi  sehingga aset tidak dipelihara.
37
PENGUKURAN AWAL
Suatu aset tetap yang memenuhi kualifikasi diakui
sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur
sebesar biaya perolehan. (par 15)
Biaya Perolehan
Biaya yang dapat
diatribusikan
secara langsung
Biaya pembongkaran
dan pemindahan aset
tetap dan restorasi
lokasi aset
38
BIAYA PEROLEHAN AWAL
 Seluruh biaya terkait aset yang memiliki
manfaat di masa mendatang.
 Aset lain yang berfungsi agar suatu
aset dapat memiliki manfaat di masa
mendatang.
 Alat yang dipasang agar pabrik
dapat berjalan sesuai dengan
ketentuan pengolahan limbah
industri.
39
BIAYA SETELAH PEROLEHAN AWAL
 Biaya pemeliharaan dan perbaikan  diakui beban
di laporan laba rugi komprehensif periode berjalan
 Perawatan
 Suku cadang kecil
 Penggantian aset akan menambah aset jika:
 Memenuhi kriteria aset (memiliki masa manfaat lebih
dari satu periode dan diukur dengan andal)
 Komponen yang diganti tidak lagi dicatat sebagai
aset
 Inspeksi yang signifikan dapat diakui sebagai aset
jika:
 Memenuhi kriteria aset
 Nilai inspeksi terdahulu (dibedakan dari fisik)
dihentikan pencatatanya
40
KOMPONEN BIAYA PEROLEHAN
a) Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian
yang tidak dapat dikreditkan setelah dikurangi diskon
pembelian dan potongan lain;
b) Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk
membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar
aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud
manajemen
c) Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset
tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut
timbul
– ketika aset tersebut diperoleh, atau
– karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode
tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.
41
BIAYA DIATRIBUSIKAN LANGSUNG
a) Biaya imbalan kerja yang timbul dari
pembangunan atau akuisisi aset tetap.
b) Biaya penyiapan lahan untuk pabrik;
c) Biaya handling dan penyerahan awal;
d) Biaya perakitan dan instalasi
e) Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi
dengan baik (setelah dikurangi hasil penjualan
produk tersebut)
f) Komisi profesional
42
BUKAN KOMPONEN BIAYA PEROLEHAN
a) Biaya pembukaan fasilitas baru
b) Biaya pengenalan produk baru
c) Biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi baru
termasuk biaya pelatihan staf
d) Administrasi dan overhead umum
e) Biaya saat alat belum beroperasi penuh
f) Kerugian awal operasi
g) Biaya relokasi dan reorganisasi operasi entitas.
h) Hasil dari aset sebelum dimanfaatkan (hasil
parkir dari lahan yang belum digunakan).
i) Laba internal jika aset tersebut merupakan
persediaan perusahaan.
43
ILUSTRASI BIAYA PEROLEHAN
• Entitas membeli peralatan tambang, diimport
dari luar neger. Harga peralatan 200.000 USD.
• Cost insurance and freight sebesar 10.000 USD.
• Peralatan tersebut dikenakan bea masuk dan
bea masuk tambahan sebesar 15% dari nilai
CIF.
• PPN 10%, PPnBM 10% dan PPh 22 sebesar 2,5%.
• Kurs spot atas atas pembelian peralatan
tersebut sebesar 11.000 dan kurs KMK yang
berlaku pada saat transaksi sebesar 11.100.
44
ILUSTRASI BIAYA PEROLEHAN
•
•
•
•
•
•
•
•
Nilai peralatan : 200.000 + 10.000 = 210.000 USD
210.000 x 11.000 = 2.310.000.000 pencatatan perusahaan
Bea masuk 210.000 x 15% x 11.100 = 349.650.000
Total CIF + bea masuk (kurs pajak) = 210.000 x 115% x 11.100 = 2.680.650.000
PPN = 10% x 2.680.650.000 = 268.065.000
PPnBM = 20% x 2.680.650.000 = 536.130.000
PPh 22 = 2,5% x 2.680.650.000 = 67.016.250
Nilai peralatan 2.310.000.000 + 349.650.000 + 536.130.000 = 3.195.780.000
Peralatan
Utang Dagang
Peralatan (bea masuk)
Peralatan (PPnBM)
Kas
PPN Masukan
Pajak dby dmk PPh22
Kas
2.310.000.000
2.310.000.000
349.650.000
536.130.000
885.780.000
268.065.000
67.016.250
604.800.000
45
ILUSTRASI BIAYA PEROLEHAN
Contoh
Berikut ini biaya yang dikeluarkan PT. Kelana dalam
rangka perolehan mesin baru untuk produk barunya:
1. 20 milyar untuk pembelian mesin
2. 1.300 juta biaya tenaga kerja untuk memodifikasi
dan instalasi mesin sesuai layout pabrik.
3. 200 juta untuk penyiapan lokasi pabrik
4. 300 juta untuk pengiriman mesin
5. 1.000 juta PPN dan 1.500 juta bea masuk.
6. Biaya promosi produk baru 700 juta
7. Biaya pengetesan awal 250 juta
8. Biaya grand opening 350 juta
9. Biaya tenaga enginering yang melakukan
pengetesan dan instalasi 150 juta
10.Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya
overhead 120 juta
Diskusikan
mana yang
merupakan
biaya
perolehan?
?
46
PENGUKURAN AWAL
Example
• Biaya dari pembukaan pabrik tersebut
sebesar
20.000+1.300+200+300+1.500+250+250+150
= 23.700 milyar
• Biaya yang tidak berhubungan langsung
dengan perolehan dan pemasangan mesin
pabrik tersebut tidak boleh diakui.
1. Biaya grand opening 350 juta
2. Biaya promosi produk baru 800 juta
3. Biaya administrasi yang dimasukkan dalam biaya
overhead 120 juta
47
DISMANTLING COST
Contoh
Perusahaan menyewa sebuah bangunan selama 8 tahun untuk
dijadikan kantor senilai 2.000juta. Perusahaan mengeluarkan biaya
untuk modifikasi interior ruangan sebesar 1.000juta.
Menurut perjanjian bangunan tersebut harus kembali dalam keadaan
kosong di akhir masa sewa. Estimasi biaya pembongkaran interior
tersebut 100 juta. Harga perolehan peralatan interior perolehan interior
adalah 1.000 juta ditambah estimasi biaya pembongkaran. 100 juta : (1
+ 6%)8 = 62.741jt) asumsi tingkat suku bunga 6%
Biaya partisi diakui dalam neraca dengan jurnal berikut:
Dr Aset Tetap
1.062,741 jt
Cr
Kas
1.000 jt
Kewajiban diestimasi
63,741jt
Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1
Cr Beban bunga
3,764 jt
Kewajiban diestimasi
3,764jt
48
DISMANTLING COST
Example
PT. ABC membangun instalasi minyak lepas pantai. Biaya yang
dikeluarkan sebesar 500 milyar. Peraturan pemerintah
mengharuskan entitas memindahkan instalasi tersebut di akhir
konsesi (20 tahun yang akan datang). Estimasi biaya untuk
melakukan pemindahan dan restorasi sebesar 80 milyar.
Tingkat bunga yang berlaku 6%. PV dari biaya restorasi 24,94.
Instalasi minyak diakui dalam neraca dengan jurnal berikut:
Dr Aset Tetap
524,94 milyar
Cr
Kas
500 milyar
Kewajiban diestimasi
24,94 milyar
Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1
Cr Beban bunga
1,497 milyar
Kewajiban diestimasi
1,497 milyar
49
DISKUSI - PENGUKURAN AWAL
• Entitas membeli peralatan dengan harga 2,4 milyar. Biaya
instalasi dan pemasangan 200 juta. Biaya komisi /
perantara sebesar 600 juta, biaya pengadaan dan
perjalanan dinas terkait pengadaan peralatan tersebut
400 juta?
• Biaya lain-lain tersebut apakah dapat dikategorikan
sebagai biaya perolehan aset ?
• Berdasarkan konsep perolehan semua biaya yang
terkait dengan pengadaan dapat ditambahkan
dalam penilaian aset.
• Namun jika nilai biaya ini material, akan membuat nilai
tercatat aset tidak mencerminkan manfaat yang akan
diperoleh di masa mendatang.
• Aset dapat dicatat mengalami penurunan nilai pada
periode berikutnya
50
DISKUSI - PENGUKURAN AWAL
• Bagaimana pencatatan nilai aset dan biaya-biaya lain
terkait dengan aset tersebut?
• Apakah perlu dipisahkan atau dicatat menjadi satu?
• Praktik yang sering dilakukan, semua biaya tersebut
dicatat menjadi satu sebagai nilai aset.
• Dokumen transaksi yang menjelaskan secara rinci
komponen biaya perolehan.
• Tanggal pengeluaran biaya seringkali berbeda-beda,
dapat terjadi sebelum atau sesudah aset utama
diperoleh.
• Untuk sebelum aset utama diperoleh jika dapat diidentifikasi
berhubungan langsung dengan aset dapat diakui sebagai
beban tangguhan sebelum dicatat sebagai aset.
• Untuk beban setelah aset utama diakui sebagai penambah nilai
aset tetap  ditentukan titik pengakuan saat aset mulai
digunakan.
51
DISKUSI - PENGUKURAN AWAL
• Apakah pencatatan aset dilakukan secara global
sebagai satu kesatuan atau pencatatan harus dilakukan
untuk masing-masing komponen.
• Pertimbangan pencatatan sebagai aset terpisah
• Manfaat dan biaya dari pencatatan aset secara terpisah
• Aset dapat diidentifikasi secara terpisah
• Entitas dapat secara ekonomis memisahkan biaya aset per
komponen.
• Masing-masing komponen aset memiliki masa manfaat yang
berbeda contoh rangka pesawat dan asesoris dalam
pesawat; bangunan dan lift; tanah dan bangunan.
• Perolehan aset dilakukan secara terpisah sehingga dapat
diidentifikasi dengan mudah.
52
Perolehan Bangunan
Semua biaya terkait dengan akuisisi atau konstruksi :

Material, tenaga kerja, overhead selama proses
konstruksi , biaya bunga  jika membangun sendiri

Harga beli bangunan dan pengurusan hak
perolehan bangunan.

Fee profesional

Ijin pendirian bangunan
53
PEROLEHAN TANAH
Semua biaya terkait dengan akuisisi dan penyiapan
tanah sesuai dengan tujuan penggunaan :
(1) Harga Beli
(2) Biaya pengurusan hak tanah (sertifikat,
pajak/BPHTB, biaya notaris, dll.
(3) Biaya untuk perataan tanah, penghancuran
bangunan yang tidak diperlukan.
54
ILUSTRASI : PEROLEHAN
Pengeluaran dan penerimaan berikut terkait dengan tanah, land
improvement dan pembelian gedung. Tentukan bagaimana
perusahaan mengklasifikasikan pengeluaran tersebut?
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Biaya arsitek membangun gedung
Biaya untuk membeli pabrik, 2.000juta untuk
tanah dan 5.000 bangunan
Biaya komisi pembelian pabrik
Biaya untuk membangun pagar di sekeliling
tanah dan bangunan
Biaya untuk menghancurkan bangunan yang ada
di atas tanah sebelum gedung dibangun
Hasil dari penjualan sisa bangunan yang
dihancurkan
Biaya untuk membangun lahan parkir
Biaya untuk membeli pohon ditanam sekitar
bangunan
1.
2.
Bangunan
Tanah
3.
4.
Tanah
Land Improvement
5.
Tanah
6.
(Tanah)
7.
8.
Land Improvement
Land
55
PSAK 13
TANAH DAN BANGUNAN  INVESTASI PROPERTI
• Properti Investasi menurut PSAK 13 adalah:
• properti (tanah atau bangunan—atau bagian dari
bangunan—atau keduanya) yang dikuasai (oleh pemilik
atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk
menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai, atau
kedua-duanya, dan tidak untuk:
1. Digunakan
dalam
produksi
atau
penyediaan barang atau jasa atau untuk
tujuan administratif; atau
2. Dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
• Sebagian aset digunakan sebagian yang
lain disewakan  prorata
56
PSAK 13
PENGAKUAN INVESTASI PROPERTI
• Kriteria Pengakuan Sama dengan PSAK 16
• Memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang
• Dapat diukur dengan andal
• Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya
perolehan.
• Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal
• Biaya pengurusan surat-surat
• Setelah pengukuran awal perusahaan dapat memilih
menggunakan :
• Metode biaya  harga perolehan dikurangi akumulasi
depresiasi
• Metode nilai wajar  nilai properti pada tanggal pelaporan,
selisih perubahan nilai diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif, aset properti investasi tidak disusutkan.
57
PSAK 13
PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL
Fair value model (PSAK 13) Revaluation model (PSAK 16)
• Menggunakan nilai wajar
• Menggunakan nilai wajar
• Perubahan nilai wajar diakui
dalam laporan laba rugi pada
periode terjadinya.
• Perubahan nilai wajar diakui
dalam ekuitas (laba
komprehensif atau laba rugi
untuk penurunan nilai.
• Tidak ada penyusutan.
• Penyusutan.
• Mencerminkan kondisi pasar
pada tanggal neraca.
• Tidak spesifik, hanya
mengharuskan secara reguler.
58
ILUSTRASI - INVESTASI PROPERTI
• Entitas memiliki gedung 20 lantai. 10 lantai
digunakan untuk kegiatan entitas, sedangkan
sisanya disewakan. Aktivitas utama entitas bukan
menyewakan gedung.
• Bagian gedung yang digunakan sebagai
aset tetap, bagian gedung yang disewakan
disajikan sebagai properti investasi
• Alokasi dapat dilakukan berdasarkan jumlah
lantai
ILUSTRASI - INVESTASI PROPERTI
• PT, Melati membeli tanah dan bangunan pada 1 Januari 2012 senilai
4.500juta. Berdasarkan informasi, harga beli tanah saja 2.000 dan
bangunan saja 3.000. Perusahaan menggunakan metode fair value
untuk penilaian properti investasi tersebut. Nilai wajar tanah dan
bangunan dapat dilihat dalam tabel berikut:
31/12/2012
31/12/2013
Tanah
2.000
2.100
Bangunan
3.000
2.800
• Properti Investasi
4.500
Kas
4.500
• Properti Investasi
500
Keuntungan peningkatan nilai
• Kerugian penurunan nilai 100
Properti investasi
100
500
PEROLEHAN PERALATAN
 Peralatan dapat meliputi mesin, kendaraan, peralatan
kantor, peralatan pabrik, peralatan tambang, mesin
dan peralatan lain.
 Biaya perolehan meliputi
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Harga beli,
Pajak atau Bea yang tidak dapat dikreditkan
Biaya transportasi
Biaya asuransi selama pengiriman barang
Biaya instalasi dan biaya penyiapan tempat untuk
melakukan instalasi
(6) Biaya untuk pengetesan peralatan
61
ASET DIBANGUN SENDIRI
• Biaya yang dikeluarkan sampai aset tersebut
siap digunakan:
• Material dan tenaga kerja
• Overhead  biaya variabel dan porsi dari
fixed overhead yang terkait langsung dengan
pembangunan aset.
• Biaya bunga selama proses pembangunan
62
BUNGA SELAMA PROSES KONSTRUKSI
• Alternatif pembebanan biaya bungan yang
muncul selama proses konstruksi
Rp 0
Biaya bunga
tidak
dikapitalisasi
selama
konstruksi
Menambah Nilai Aset
Kapitalisasi biaya
bunga aktual
selama konstruksi
(dengan modifikasi)
Rp ?
Kapitalisasi
semua biaya
bunga
IFRS/PSAK
63
BUNGA PINJAMAN (PSAK 26)




PSAK 26 (IFRS 23) mengkapitalisasi biaya bunga aktual
(dengan modifikasi)
SAK ETAP dan IFRS SME, bunga pinjaman tidak dikapitalisasi
Konsisten dengan prinsip harga perolehan
Dalam kapitalisasi ada tiga pertimbangan
1. Qualifying assets
2. Periode kapitalisasi
3. Jumlah yang dikapitalisasi
Qualifying Assets / Aset kualifikasi
 Memerlukan periode yang cukup lama untuk membangun atau
menyiapkan aset tujuan penggunaannya:
 Ada dua jenis aset : aset yang dibangun sendiri maupun aset
yang akan dijual / disewakan.
64
BUNGA PINJAMAN (PSAK 26)
Periode Kapitalisasi

•
Dimulai :
1. terjadinya pengeluaran untuk aset;
2. terjadinya biaya pinjaman; dan
3. entitas telah melakukan aktivitas yang diperlukan
untuk menyiapkan aset untuk digunakan atau dijual
sesuai dengan maksudnya.
Berakhir
1. Aset telah selesai dibangun dan siap digunakan
2. Jika aset dihentikan pembangunannya karena
kondisi force major maka kapitalisasi dihentikan
sementara.
65
BUNGA PINJAMAN (PSAK 26)
Jumlah yang dikapitalisasi

Jumlah yang lebih kecil antara
 Biaya bunga aktual
 Avoidable interest – bunga yang dapat
dihindarkan yaitu biaya bunga yang tidak akan
muncul jika kegiatan pembangunan tersebut
tidak dilaksanakan.
66
BUNGA PINJAMAN (PSAK 26)
 Pinjaman dapat meliputi
1.
2.
Pinjaman khusus yang dikeluarkan untuk untuk mendanai
aset tersebut
Pinjaman umum yang ada saat proses pembangunan
aset tersebut terjadi
• Pinjaman khusus  menggunakan aktual biaya bunga
yang terjadi dikurangi pendapatan bunga yang dihasilkan
dari pinjaman khusus sebelum digunakan.
• Pinjaman umum  menggunakan rata-rata tertimbang
dana yang terpakai dikalikan dengan bunga rata-rata.
• Dana yang digunakan gabungan ??
•
•
PSAK / IFRS tidak ada penjelasan khusus
US GAAP  sampai dengan jumlah sebesar pinjaman
khusus menggunakan rate bunga pinjaman khusus,
sisanya menggunakan bunga pinjaman umum
67
PENGAKUAN PSAK 26
• Sepanjang entitas meminjam dana secara
spesifik untuk tujuan memperoleh aset
kualifikasian, entitas harus menentukan
jumlah biaya pinjaman yang dapat
dikapitalisasi sebesar:
• biaya pinjaman aktual yang terjadi atas pinjaman
tersebut selama periode berjalan dikurangi
• penghasilan investasi dari investasi temporer
pinjaman tersebut.
68
PENGAKUAN BUNGA PINJAMAN
• Menggunakan dana secara umum  tingkat
kapitalisasi untuk pengeluaran atas aset tersebut.
• Tingkat kapitalisasi adalah rata-rata tertimbang biaya
pinjaman yang dapat diterapkan atas saldo pinjaman
selama periode berjalan, selain pinjaman yang secara
spesifik untuk tujuan memperoleh aset kualifikasian.
• Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi  tidak
boleh melebihi jumlah biaya pinjaman yang terjadi.
• Gabungan dana  dipisahkan sumber dana dari
pinjaman khusus dan pinjaman umum
• Pinjaman khusus = bunga aktual dikurangi hasil investasi
• Pinjaman umum = rata tertimbang biaya pinjaman x
pinjaman umum yang digunakan untuk pembangunan
aset
69
ILUSTRASI KAPITALISASI BUNGA PINJAMAN
• PT. Melati meminjam ke Bank sejumlah 10.000 juta
untuk membangun gedung dengan tingkat bunga
8%. Pengeluaran dilakukan selama proses
pembangunan sehingga sebagian dana
diinvestasikan.
• Hasil investasi yang terjadi selama proses
pembangunan gedung dari pinjaman yang belum
dipakai sebesar 300juta.
• Total biaya bunga yang terjadi adalah:
10.000 x 8% = 800 juta
• Bunga yang dapat dikapiltalisasi adalah
800 juta – 300 juta = 500 juta
70
ILUSTRASI KAPITALISASI BUNGA PINJAMAN
• PT. Mutiara memiliki beberapa utang pada 1/1/2010
• Utang 1 sebesar 1.600 juta bunga 9%
• Utang 2 sebesar 4.000 juta bunga 8%
• Utang 3 sebesar 800 juta bunga 7,5%
• Perusahaan membangun pabrik baru dengan total biaya
1.600 juta. Waktu untuk membangunnya 6 bulan. Tidak ada
utang khusus yang ditarik untuk mendanai pembangunan
pabrik tersebut.
• Bunga rata-rata pinjaman (1.600 x 0.09) + (4.000 x 0.08) +
(800 x 0.075) / (1.600 + 4.000 + 800) = 8%
• Bunga yang dikapitalisasi adalah : 1.600 x 8% x 6/12 = 64 juta
71
Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman
PT. Melati membangun sendiri gedung dengan melakukan
pengeluaran selama tahun 2011:
Jan 31: 480.000juta
Juli 31: 360.000 juta.
Dana yang tidak dipakai diinvestasikan dengan bunga 6%.
Perusahaan sebelumnya memiliki utang outstanding utang
dalam bentuk notes. Sumber pendanaan pembangunan
tersebut adalah sbb:
1.
10%, utang bang 2 tahun untuk proyek tersebut : 500.000 juta
2.
8%, utang bank 5 untuk keperluan modal kerja 400.000 juta
Berapa bunga yang dikapitalisasi ??
ILUSTRASI KAPITALISASI BUNGA PINJAMAN
Expenditure
840.000
Up to
specific loan,
500.000 at
10% x 11/12
45.833
avoidable
Excess
(840,000 less
500.000 = 340.000)
At 8% x 5/12
11.333
avoidable
+
600
Revenue
56.567
-
Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman
Bunga yang dapat dihindari :
56.567
Bunga aktual :
• 500,000 @ 10%
= 50.000
• 400,000 @ 8%
= 32.000
82.000
• Bunga yang dihindari lebih kecil dari bunga
aktual sehingga bunga yang dapat
dikapitalisasi 56.567.
• Beban bunga 25.433 (82.000-56.567).
PENGUKURAN BIAYA PEROLEHAN
•
Diskon — Diskon harus dikurangkan dari harga
perolehan aset  aset dicatat setelah diskon
•
Pembayaran ditangguhkan— Aset yang dibeli dengan
pembayaran ditangguhkan dinilai setara nilai tunainya.
Perbedan nilai tunai dengan pembayaran diakui sebagai
beban bunga.
•
Pertukaran aset — menggunakan nilai wajar kecuali
tidak ada substansi ekonomi atau tidak ada nilai wajar
yang andal.
•
Pembelian dengan lumpsum — dialokasikan nilai total
biaya perolehan ke masing-masing aset dengan dasar
nilai wajar aset. (jika asetnya diklasikan atau memiliki
masa manfaat berbeda).
75
PENGUKURAN BIAYA PEROLEHAN
•
•
Penerbitan saham — menggunakan dasar nilai
wajar dari saham sebagai indikator nilai wajar aset,
jika nilai saham dapat diandalkan.
•
Mana yang lebih andal antara nilai wajar saham atau aset.
•
Jika keduanya andal maka nilai wajar aset yang diserahkan
digunakan untuk mengukur aset yang diterima.
Hibah pemerintah — tidak boleh diakui sampai
diperoleh keyakinan bahwa entitas memenuhi
persyaratan dan hibah akan diperoleh.
76
PERTUKARAN ASET
Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran
diukur sebesar nilai wajar
kecuali:
– Tidak memiliki substansi komersial,
atau
Substansi
Komersial
– Nilai wajar aset yang diterima dan
diserahkan tidak dapat diukur
secara andal
Nilai wajar
Aset dipertukarkan
 Biaya perolehannya diukur dengan
tercatat dari aset yang diserahkan.
jumlah
77
ILUSTRASI PEMBAYARAN TANGGUHAN
• PT. Kencana membeli kendaraan melalui angsuran. Uang
muka yang dibayarkan sebesar 500 juta dan angsuran selama
5 tahun yang dibayarkan 200juta per tahun.
• Tingkat bunga yang berlaku 12%
• Nilai tunai mesin tersebut adalah PVA i=12%, n=5. Nilai tunai
angsuran = 720,95
• Nilai mesin 730,95+500 = 1.230,95
Jurnal perolehan
 Kendaraan
1.230,95
Kas
Utang
Pembayaran angsuran 1
 Utang
113,49
Beban bunga
86,51
Kas
500
720,95
200
78
PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN
ASET
•
Pengeluaran yang dilakukan untuk mengakuisisi aset
tetap baru atau menambah aset tetap baru belanja
modal = capital expenditure.
•
Pengeluaran akan dicatat menambah nilai aset jika
sesuai dengan definisi aset tetap yaitu memiliki
manfaat ekonomi di masa depan dan nilainya dapat
diukur dengan andal
PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN
ASET
•
Pengeluaran untuk memperbaiki
atau memelihara aset tetap yang
tidak memberikan manfaat di masa
mendatang disebut belanja
pendapatan = revenue expenditure.
•
Pengeluaran akan diklasifikasikan
sebagai beban pemerliharaan
PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN ASET
KEWAJIBAN
CAPITAL
EXPENDITURE
1. Biaya awal
2. Penambahan
3. Peningkatan
4. Perbaikan luar
biasa
ASET
EKUITAS
PEMILIK
Laba bersih
BEBAN
PENDAPATAN
REVENUE
EXPENDITURE
Perbaikan dan
pemeliharaan
normal dan rutin
PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN
AWAL
Entitas harus memilih antara:
Cost Model
Revaluation Model
 Sebagai kebijakan
akuntansinya, dan
 Menerapkan kebijakan
tersebut terhadap
seluruh aset tetap dalam
kelompok yang sama.
82
PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN
AWAL
Cost Model
Revaluation Model
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap
dicatat sebesar :
 Biaya perolehan dikurangi
 Akumulasi penyusutan dan Akumulasi
rugi penurunan nilai aset
Setelah diakui sebagai aset, aset tetap
dicatat sebesar :
– Jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar
pada tanggal revaluasi, dikurangi
– Akumulasi penyusutan dan
Akumulasi rugi penurunan nilai aset
yang terjadi setelah tanggal
revaluasi.
83
NILAI WAJAR
Nilai wajar adalah jumlah yang
dipakai untuk mempertukarkan suatu
aset antara pihak-pihak yang
berkeinginan dan memiliki
pengetahuan memadai dalam suatu
transaksi dengan wajar.
Bukan nilai yang akan diterima atau
dibayarkan entitas dalam suatu transaksi
yang dipaksakan, likuidasi yang
dipaksakan, atau penjualan akibat
kesulitan keuangan.
84
HIRARKI PENENTUAN NILAI WAJAR
• Kuotasi harga di pasar aktif;
• Jika pasar tidak aktif, maka menggunakan
teknik penilaian yang meliputi:
• penggunaan transaksi-transaksi pasar wajar yang
terkini antara pihak-pihak yang mengerti,
berkeinginan, jika tersedia;
• referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain
yang secara substansial sama;
• analisis arus kas yang didiskonto (discounted cash
flow analysis); dan
• model penetapan harga opsi (option pricing
model)
85
DEFINISI NILAI WAJAR – PSAK 68
• harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset
atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan
suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara
pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
• ―...the price that would be received to sell an asset
or transfer a liability in an orderly transaction
between market participants at the measurement
date.‖
IFRS 13 par 9
86
HIRARKI FAIR VALUE – PSAK 68
Yes
Apakah ada harga kuotasian
dalam pasar aktif untuk aset
atau liabilitas yang identik
(Level 1)
* Maksimumkan input yang dapat
diobservasi, termasuk informasi pasar
dan informasi publik lainnya
‡ Input yang tidak dapat diobservasi
diantaranya data entitas (anggaran,
proyeksi), harus disesuaikan jika
pelaku pasar menggunakan asumsi
berbeda
No
Apakah ada input selain
harga kuotasioan yang
dapat diobservasi*
Gunakan nilai wajar
pengukuran dengan Level 1
Harus digunakan tanpa
penyesuaian
87
No
Yes
Gunakan input selain
Harga kuotasian yang
dapat diobservasi baik
secara langsung atau tidak
langsung, pengukuan ‡
Level 2
87
Gunakan input yang
bukan berdasarkan
harga pasar yang
dapat diobservasi.
Level 3
PENENTUAN NILAI WAJAR
• Nilai wajar tanah dan bangunan biasanya
ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh
penilai yang memiliki kualifikasi professional
berdasarkan bukti pasar.
• Nilai wajar pabrik dan peralatan biasanya
menggunakan nilai pasar yang ditentukan oleh
penilai.
88
PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL
• Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar
penentuan nilai karena sifat aset yang khusus dan
jarang diperjualbelikan, kecuali sebagai bagian dari
bisnis yang berkelanjutan, maka
 Entitas mengestimasi nilai wajar menggunakan
pendekatan
 penghasilan atau
 biaya pengganti yang telah disusutkan
(depreciated replacement cost).
89
FREKUENSI PENILAIAN
• Frekuensi revaluasi tergantung perubahan
nilai wajar dari suatu asset tetap.
• Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda
secara material dari jumlah tercatatnya, maka
revaluasi lanjutan perlu dilakukan.
• Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai
wajar secara signifikan dan fluktuatif, sehingga perlu
direvaluasi secara tahunan.
• Revaluasi tahunan tidak perlu, apabila perubahan
nilai wajar tidak signifikan, asset dapat direvaluasi
setiap tiga atau lima tahun sekali.
90
REVALUATION MODEL
Revaluation Model
Revaluasi harus dilakukan
secara reguler Untuk
memastikan jumlah tercatat
tidak berbeda secara material
dengan nilai wajar pada
tanggal neraca.
Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi
diperlakukan dengan metode: proporsional, atau
eliminasi.
91
AKUMULASI PENYUSUTAN – REVALUTION MODEL
Revaluation Model
Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi
diperlakukan dengan metode:
• proporsional
Nilai akumulasi depresiasi dan harga perolehan
dinaikkan secara proporsional sehingga nilai bersih
aset sama dengan nilai revaluasi.
• eliminasi.
Nilai akumulasi depresiai ditutup mengurangi nilai
aset. Kemudian aset dinaikkan menjadi nilai
revaluasi
92
REVALUATION MODEL
Metode Proporsional
1/1/2012
31/12/2012
31/12/ 2012
Peralatan senilai 100.000.000 diperoleh
tanggal 1 Januari 2012 dengan masa
manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai
sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar
aset adalah 90.000.000.
Aset tetap
Kas
Beban Penyusutan
Akumulasi Penyusutan
100.000.000
100.000.000
20.000.000
20.000.000
Aset Tetap
12.500.000
Akumulasi Penyusutan
Surplus Revaluasi
2.500.000*
10.000.000
*(90.000.000 - 80.000.000) / 80.000.000) x 20.000.000 = 2.500.000
93
REVALUATION MODEL
Peralatan senilai 100.000.000 diperoleh
tanggal 1 Januari 2012 dengan masa
manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai
sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar
aset adalah 90.000.000.
Metode Eliminasi
1/1/2012
31/12/2012
31/12/ 2012
Aset tetap
Kas
Beban Penyusutan
Akumulasi Penyusutan
100.000.000
100.000.000
20.000.000
20.000.000
Akumulasi Penyusutan
20.000.000
Aset Tetap
Aset Tetap
Surplus Revaluasi
20.000.000
10.000,000
10.000.000
94
PENGUKURAN SETELAH
PENGAKUAN AWAL
Revaluation Model
• Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka
• seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama
harus direvaluasi
• Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat
revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikreditkan
ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi.
• Dikredit ke saldo laba jika sebelumnya ada
penurunan akibat revaluasi terdahulu /
impairment.
• Jika jumlah tercatat aset menurun akibat revaluasi,
penurunan tersebut diakui dalam laporn laba rugi.
• Didebit ke surplus revaluasi (ekuitas) – sejumlah
saldo kredit surplus revaluasi (jika ada) sebelum
debit ke saldo laba.
Entire
class
To Equity
directly
Negative
to P/L
95
REVALUATION MODEL
Revaluation Model
• Surplus revaluasi di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke
sado
laba
pada
saat
aset
tersebut
dihentikan
penggunaannya.
• Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring
dengan penggunaan aset oleh entitas. (partially realized) 
saat penyusutan
• Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan
revaluasian dan penyusutan dengan biaya perolehan (atau
nilai surplus revaluasi dibagi sisa manfaat ekonomis)
Dr Surplus Revaluasi
Cr Saldo Laba
• Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan
melalui Laporan Laba Rugi.
96
REVALUATION MODEL
• Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan
akumulasi penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan
revaluasi dan menghasilkan nilai Rp 3.900.000.
Dr - Akumulasi Penyusutan
Cr – Aset Tetap
3.300.000
Dr – Aset Tetap
Cr – Surplus Revaluasi
1.200.000
3.300.000
1.200.000
97
REVALUATION MODEL
Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan
akumulasi penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi dan
menghasilkan nilai Rp 3.900.000. Sebelumnya pernah
direvaluasi dengan penurunan Rp 400.000.
Dr - Akumulasi Penyusutan
Cr – Aset Tetap
3.300.000
Dr – Aset Tetap
Cr – Keuntungan Revaluasi
Cr - Surplus Revaluasi
1.200.000
3.300.000
400.000
800.000
98
REVALUATION MODEL
• Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan
akumulasi penyusutan Rp3.300.000 dilakukan revaluasi
dan menghasilkan nilai Rp 2.000.000.
Dr - Akumulasi Penyusutan
Cr – Aset Tetap
3.300.000
Dr – Rugi Revaluasi
Cr – Aset Tetap
700.000.
3.300.000
700.000
99
REVALUATION MODEL
• Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan
akumulasi penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan
revaluasi dan menghasilkan nilai Rp 2.000.000.
Sebelumnya pernah direvaluasi dengan surplus Rp
400.000.
Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000
Cr – Aset Tetap
Dr – Rugi Revaluasi
Dr – Surplus Revaluasi
Cr – Aset Tetap
3.300.000
300.000
400.000
700.000
100
REVALUATION MODEL
Revaluation Model
Contoh
1.1.2010
Dr Aset tetap
50,000
• PT. Kenanga membeli
Cr Kas
50,000
mesin dengan harga
50.000 pada 1 Jan
31.12.2010
2010 dan
Dr Beban Penyusutan
10,000
menggunakan
Cr Akumulasi Penyusutan
10,000
metode revaluasi
• Mesin tersebut
Dr Akumulasi Penyusutan 10,000
disusutkan dengan
Cr Aset tetap
2,000
metode garis lurus
Cr Surplus Revaluasi
8,000
5thn.
31.12.2011
• Pada 31 Desember
Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 12,000
2010 direvaluasi
Cr
Akumulasi Penyusutan
12,000
sebesar 48.000
Dr Surplus Revaluasi
2,000
• Buat jurnal untuk tahun
Cr Saldo Laba
2,000
2010 dan 2011.
101
PENYUSUTAN
Cost Model
Penyusutan
Revaluation Model
Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang
dapat disusutkan (depreciable amount) dari suatu
aset selama umur manfaatnya (useful life).
102
SIFAT PENYUSUTAN
Semua aset tetap kecuali
tanah kehilangan
kapasitasnya saat
digunakan.
Kehilangan kapasitas
produksi ini diakui sebagai
Beban Depresiasi.
Depresiasi  alokasi biaya
perolehan
Depresiasi fisik terjadi dari
pengausan atau perusakan
saat digunakan atau karena
cuaca.
Depresasi fungsional
terjadi saat aset tetap tidak
lagi dapat digunakan pada
tingkat yang diharapkan.
SIFAT PENYUSUTAN
Faktor yang Mempengaruhi
Beban Depresiasi
Biaya Perolehan
-
Nilai Sisa
=
Biaya didepresiasi
Masa manfaat
Beban depresiasi
periodik
PENYUSUTAN
• Setiap bagian aset tetap yang
memiliki
biaya
perolehan
cukup signifikan terhadap total
biaya perolehan seluruh aset
harus
disusutkan
secara
terpisah.
• Contoh : rangka dan mesin
pesawat
• Beban penyusutan untuk setiap
periode harus diakui dalam
laporan laba rugi kecuali jika
beban tersebut dimasukkan
dalam jumlah tercatat aset
lain.
Penyusutan
105
PENYUSUTAN
 Penyusutan aset dimulai pada
saat
aset
tersebut
siap
digunakan
– Pada saat aset berada di lokasi
dan kondisi yang diinginkan agar
aset siap digunakan sesuai
dengan keinginan dan maksud
manajemen.
 Penyusutan aset dihentikan lebih
awal ketika:
– Diklasifikasikan
sebagai
aset
dimiliki untuk dijual; dan
– Aset dihentikan pengakuannya.
 Tanah
dan
bangunan
diperlakukan
sebagai
aset
terpisah walaupun diperoleh
Penyusutan
Implikasinya,
penyusutan tidak
dihentikan
sekalipun aset:
– tidak digunakan
atau
– dihentikan
penggunaannya
106
PENYUSUTAN
• Nilai residu dan umur manfaat
suatu aset harus di-review
minimum setiap akhir tahun buku
• Jika hasil review berbeda dengan
estimasi
sebelumnya
maka
perbedaan
tersebut
harus
diperlakukan
sebagai
perubahan
estimasi akuntansi.
107
PENYUSUTAN
Faktor yang harus diperhitungkan dalam
menentukan umur manfaat.
•
Prakiraan daya pakai aset;
•
Prakiraan tingkat keausan fisik;
•
Keusangan teknis dan keusangan komersil;
•
Pembatasan penggunaan aset karena aspek
hukum (misal : sewa).
108
PENYUSUTAN
• Metode penyusutan yang
digunakan:
• Harus
mencerminkan
ekspektasi
pola
konsumsi
manfaat
ekonomis
masa
depan atas aset oleh entitas.
• Harus di-review minimum setiap
akhir tahun buku, dan
• Perubahan
diperlakukan
perubahan estimasi.
metode
sebagai
109
PENYUSUTAN
Metode Penyusutan
Garis Lurus
Saldo Menurun
Jumlah Unit
Menghasilkan pembebanan yang tetap
sepanjang umur manfaat selagi nilai
residu tidak berubah
Menghasilkan pembebanan yang
menurun sepanjang umur manfaat
Menghasilkan pembebanan berdasarkan
penggunaan
110
PENYUSUTAN
Sebagian besar
perusahaan di USA
menggunakan metode
garis lurus / straight line
Saldo Menurun
Lainnya
4%
8%
5%
Unit Produksi
83%
Garis Lurus
Sumber: Accounting Trends & Techniques, edisi 56, American Institute of
Certified Public Accountants, New York, 2002.
Data
Biaya Awal.....…………..... 2.400.000
Masa manfaat dalam tahun.. 5 tahun
Masa manfaat dalam jam…... 10.000
Nilai sisa............................
200.000
Metode Penyusutan Garis Lurus
Biaya – Nilai Sisa
Masa Manfaat
2.400.000 – 200.000
5 tahun
= depresiasi tahunan
= 440.000 depresiasi tahunan
440.000
2.400.000
= 18.3%
Tingkat
depresiasi garis
lurus
Metode Garis Lurus
Tahun
1
2
3
4
5
Akum. Depr.
pada awal
Biaya
tahun
2.400.000
2.400.000 440.000
2.400.000 880.000
2.400.000 1.320.000
2.400.000 1.760.000
Nilai Buku
pada awal
tahun
2.400.000
1.960.000
1.520.000
1.080.000
640.000
Biaya (2.400.000) – Nilai Sisa (200.000)
Estimasi Masa Manfaat 5 thn)
Beban
Depr.
440.000
440.000
440.000
440.000
440.000
=
Nilai buku
pada akhir
tahun
1.960.000
1.520.000
1.080.000
640.000
200.000
Beban
Depresiasi
tahunan (440.000)
114
METODE UNIT PRODUKSI
Biaya – Estimasi nilai sisa
Estimasi masa manfaat dalam unit,
jam, dsb.
2.400.000 – 200.000
10,000 jam
= Depresiasi per unit,
jam, dsb.
= 220 per jam.
Metode unit produksi lebih sesuai
dibandingkan dengan metode garis lurus
saat jumlah penggunaan aset tetap
bervariasi dari tahun ke tahun.
METODE SALDO MENURUN
Tahap 1
Mengabaikan nilai
sisa, menghitung
tingkat garis lurus
2.400.000 – 200.000
5 tahun
480.000
2.400.000
= 480.000
= 20%
Tahap 2
Tingkat garis lurus dikali dua.
0.20 x 2 = .40
Cara mudahnya dengan
membagi satu dengan
jumlah tahun (1 ÷ 5 = .20).
Untuk tahun pertama, biaya dari aset dikalikan dengan 0.40. Setelah
tahun pertama, nilai buku yang menurun dari aset dikalikan dengan 0.40.
116
TABEL PERHITUNGAN SALDO MENURUN
Tahap 3
Nilai Buku
Awal Tahun
Tahun
Depresiasi
Tahunan
Tingkat
Akumulasi
Depresiasi
Nilai Buku
Akhir Tahun Akhir Tahun
1
2.400.000
40%
960.000
960.000
1.440.000
2
1.440.000
40%
576.000
1.536.000
864.000
3
864.000
40%
345.600
345.600
518.400
4
518.400
40%
207.360
207.360
311.040
5
311.040
111.040
111.040
200.000
311.040 – 200.000
Nilai Buku akhir
yang diinginkan
PENURUNAN NILAI – PSAK 48
• PSAK 48 tentang Penurunan Nilai Aset, yang membahas:
•
•
•
•
•
1.
Bagaimana entitas melakukan review atas nilai tercatat aset,
2.
Bagaimana menentukan recoverable amount suatu aset, dan
3.
Kapan mengakui atau membalik rugi penurunan nilai.
Penurunan nilai terjadi jika nilai tercatat aset lebih tinggi
dibandingkan nilai terpulihkan (recoverable amount)
Recoverable amount adalah nilai tertinggi antara nilai wajar
dikurangi biaya penjualan dengan nilai kini penggunaan aset.
Penurunan nilai diakui di laporan laba rugi
Revew penurunan nilai dilakukan setiap pelaporan
Penurunan boleh dapat dibalikkan sebesar yang telah terjadi
118
IDENTIFIKASI ASET YANG MUNGKIN
MENGALAMI PENURUNAN NILAI ASET
Akhir periode
Entitas menilai
apakah terdapat
indikasi suatu aset
mengalami
penurunan nilai
Jika ada indikasi
Entitas mengestimasi
jumlah terpulihkan
aset.
Terlepas apakah terdapat indikasi penurunan nilai entitas harus:
• Minimal setahun sekali, melakukan pengujian penurunan nilai
(impairment test).
•
•
•
Aset tidak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas
Aset tidak berwujud yang belum digunakan
Goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis
119
IDENTIFIKASI ASET YANG MUNGKIN
MENGALAMI PENURUNAN NILAI ASET
PSAK 48 par 12
Informasi minimum yang dipertimbangkan
Informasi dari sumber-sumber
eksternal
• Perubahan signifikan nilai
pasar
• Perubahan signifikan
teknologi, pasar, ekonomi
dan lingkup hukum
• Perubahan suku bunga
• Jumlah tercatat aset neto
enttitas melebihi kapitalisasi
pasarnya
Informasi dari sumber-sumber
internal
• Bukti keusangan atau
kerusakan fisik aset
• Perubahan signifikan atas
penggunaan, penghentian
dan masa manfaat aset
• Bukti internal
mengindikasikan bahwa
kinerja ekonomi aset lebih
buruk dari yang diharapkan.
120
PENDEKATAN UMUM DARI PENGUKURAN
PENURUNAN NILAI
Carrying
Amount
Recoverabl
e Amount 
Nilai
tertinggi
Nilai Aset
Nilai Wajar
dikurangi Biaya
Penjualan
Nilai Pakai
Akumulasi
Penyusutan
dan
Akumulasi
Rugi
Penurunan
Nilai
Recovered
through sale
Recovered
through use
121
PENGUKURAN JUMLAH TERPULIHKAN
• PSAK 48 mendefinisikan jumlah terpulihkan suatu aset
sebagai jumlah yang lebih tinggi antara:
Fair Value Less Costs to Sell
adalah jumlah yang dapat
dihasilkan dari penjualan suatu
aset atau unit penghasil kas
dalam transaksi antara pihakpihak yang mengerti dan
berkehendak bebas tanpa
tekanan, dikurangi biaya
pelepasan aset.
da
n
Nilai pakai (Value in Use)
adalah nilai sekarang
dari taksiran arus kas
yang
diharapkan akan
diterima atau unit
penghasil kas.
122
PENGAKUAN RUGI PENURUNAN NILAI
nilai terpulihkan aset < dari nilai tercatatnya
–
–
nilai tecatat aset diturunkan menjadi sebesar
nilai terpulihkan.
Penurunan tersebut adalah rugi penurunan
nilai
PSAK 48
Par 59-6061
Rugi penurunan nilai segera diakui dalam laporan laba rugi,
• Kecuali aset disajikan pada jumlah direvaluasi sesuai dengan
standar lain (Contoh PSAK 16: Aset Tetap)
123
PENGAKUAN RUGI PENURUNAN NILAI
• Setiap rugi penurunan nilai aset revalusian
diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.
diakui dalam pendapatan komprehensif lain,
sepanjang kerugian penurunan nilai tidak
melebihi jumlah surplus revaluasi untuk aset
yang sama
rugi penurunan nilai atas aset revaluasian
mengurangi surplus revaluasi untuk aset
tersebut
124
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI 1
Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai
terhadap peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari
peralatan sebesar Rp 200 juta, nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual Rp180 juta dan nilai pakainyaRp 205 juta.
Rp 200 juta
Rp 205 juta
Tidak ada
penurunan
nilai
Rp 180 juta
Rp 205 juta
125
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI 2
Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama
kecuali nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 175 juta.
Rp20 juta Rugi Penurunan Nilai
Rp 200 juta
Rp 180 juta
Rp 180 juta
Illustration 11-15
Rp 175 juta
126
Ilustrasi Penurunan Nilai 2 (Cont’d)
PT Mawar membuat jurnal berikut ini untuk mencatat
kerugian penurunan nilai:.
Dr. Kerugian Penurunan Nilai
Rp 20 juta
Cr. Akulumasi Depresiasi - Peralatan
Rp 20 juta
127
PENGHENTIAN PENGAKUAN
• Jumlah tercatat aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat:
a) dilepaskan; atau
b) Tidak ada manfaat ekonomis masa
depan yang diharapkan dari penggunaan
atau pelepasannya.
• Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset tetap harus
dimasukkan dalam laporan laba rugi
pada saat aset tersebut dihentikan
pengakuannya (kecuali transaksi jualsewa balik).
• Laba tidak boleh diklasifikasikan sebagai
pendapatan.
128
PENGHENTIAN PENGAKUAN
• Penghentin pengakuan pada saat penggantian sebagian
aset tetap
• Entitas mengakui biaya perolehan dari penggantian dalam
jumlah tercatat aset,
• Kemudian menghentikan pengakuan jumlah tercatat bagian
yang digantikan tanpa memperhatikan bagian yang
digantikan telah disusutkan secara terpisah. Jika tidak praktis,
biaya perolehan penggantian = biaya perolehan yang
digantikan .
• Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan
suatu aset tetap harus ditentukan sebesar perbedaan
antara :
• Jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dan
• Jumlah tercatat dari aset.
129
PENGHENTIAN PENGAKUAN
Penghentian pengakuan aset dapat dilakukan dengan
beberapa cara :
1. dibuang,
2. dijual, atau
3. ditukar tambah dengan aset serupa.
Jurnal yang diperlukan tergantung pelepasan dan
kondisi, namun secara umum terdiri dari:
• Akun aset dikredit untuk mengeluarkan aset dari pembukuan
• Akun Akumulasi Penyusutan terkait harus didebit untuk
mengeluarkan saldonya dari buku besar.
• Tambahkan aset yang diterima dari proses penghentian jika ada
• Selisih akan diperhitungkan dalam keuntungan atau kerugian
PENGHENTIAN ASET
Suatu peralatan dibeli dengan harga
2.50.000 telah sepenuhnya disusutkan.
Pada tanggal 14 Februari, peralatan
tersebut dibuang.
Feb. 14 Akumulasi Peny.—Peralatan
Peralatan
Menghapus peralatan yang
sudah sepenuhnya disusutkan.
2.500.000
2.500.000
PENJUALAN ASET
• Ketika aset tetap dijual, dapat timbul kerugian atau
keuntungan.
 Jika harga jual sama dengan dengan nilai buku, tidak ada untung
atau rugi.
 Jika harga jual lebih kecil dari nilai buku, ada kerugian sebesar
selisih tersebut.
 Jika harga jual lebih besar dari nilai buku, ada keuntungan
sebesar selisih tersebut.
• Keuntungan atau kerugian akan dilaporkan di laporan
laba rugi sebagai Pendapatan Lain-lain atau Kerugian
Lain-lain.
PENJUALAN ASET
Peralatan seharga 1.000.000 didepresiasikan dengan
metode tahunan garis lurus 10 tahun. Peralatan tersebut
dijual secara tunai pada tanggal 1 Oktober. Akumulasi
Penyusutan (terakhir disesuaikan tanggal 31 Des.)
memiliki saldo sebesar 700.000.
Okt. 1 Beban Penyusutan—Peralatan
75.000
Ak. Penyusutan—Peralatan
Mencatat beban penyusutan
tahun berjalan atas peralatan
yang dijual.
75.000
1.000.000 × ¾
×10%
PENJUALAN ASET
Asumsi 1: Peralatan tersebut dijual
seharga 225.000, jadi tidak
untung maupun rugi.
Okt. 1 Kas
225.000
Ak. Penyusutan—Peralatan
Peralatan
Menjual peralatan.
775.000
1.000.000
PENJUALAN ASET
Asumsi 1: Peralatan tersebut dijual
seharga 100.000, jadi
terjadi kerugian.125.000
Okt. 1 Kas
100.000
Ak. Penyusutan—Peralatan
775.000
Kerugian atas Pelepasan Aset Tetap
125.000
Peralatan
Menjual peralatan.
1.000.000
PENJUALAN ASET
Asumsi 1: Peralatan tersebut dijual
seharga 300.000, jadi
terjadi keuntungan.75.000
Okt. 1 Kas
300.000
Ak. Penyusutan—Peralatan
Keuntunganatas Pelepasan Aset
Peralatan
Menjual peralatan.
775.000
75.000
1.000.000
ILUSTRASI PENJUALAN ASET
Penjualan Aset
PT. Kelud memilik mesin yang dibeli 1 Juli 2X07 dengan harga 20.000.000.
Depresiasi sebesar 2.400.000 per tahun, jurnal depresiasi dilakukan setiap
akhir tahun. Pada 1 September 2X11 mesin dijual dengan harga 10.000.000.
Buatlah jurnal untuk mencatat penjualan tersebut.
Mencatat depresiasi 3 bulan
Beban depresiasi
1.600.000
Akumulasi depresiasi
1.600.000
Jurnal penjualan
Akumulasi depresiasi
10.000.000
Kas
10.500.000
Mesin
20.000.000
Akumulasi depresiasi
5.000.000
Nilai akumulasi depresiasi 1 September 2X11
4.167 tahun x 2.400.000 = 10.000.000
137
PSAK 58 - ASET TIDAK LANCAR DIMILIKI UNTUK DIJUAL
DAN OPERASI DIHENTIKAN
• Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi
dihentikan
• Kriteria :
• aset (atau kelompok lepasan) harus berada dalam keadaan yang dapat
dijual dengan segera
• penjualan tersebut dapat dikatakan sangat mungkin terjadi, manajemen
pada hirarki yang memadai harus mempunyai komitmen terhadap
rencana penjualan aset.
• Diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah
tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk
menjual, dan penyusutan atas aset tersebut dihentikan
• Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual disajikan sebagai aset
lancar dan terpisah dari pos lainnya.
138
KLASIFIKASI ASET TIDAK LANCAR DIMILIKI UNTUK
DIJUAL
Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual
JIKA
Jumlah tercatatnya akan dipulihkan melalui
transaksi penjualan daripada melalui
pemakaian berlanjut
• Syarat yang harus terpenuhi:
• Berada dalam keadaan dapat/tersedia dijual
• Penjualannya harus sangat mungkin terjadi (highly
probable)
PENYAJIAN MENURUT PSAK 58
Annual Report:
140
CONTOH 1
• PT XYZ mempunyai aset tetap yang diperoleh 1
Desember 2004 pada biaya perolehan Rp100juta.
• Nilai residu aset diestimasikan sebesar Rp10juta dan
masa manfaat 10 tahun. Pada 1 Desember 2007,
aset tsb diklasifikasikan sebagai ―aset dimiliki untuk
dijual‖.
• Nilai wajar diestimasikan Rp80juta dan biaya untuk
menjual adalah Rp3juta.
• Aset tersebut terjual pada 30 Juni 2008 pada harga
Rp77juta.
141
CONTOH 1
a. Pada saat reklasifikasi aset tgl 1 Desember 2007:
a.
b.
Aset dipindahkan dari kelompok Aset Tetap ke kelompok
Aset dimiliki untuk dijual
Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset tsb adalah
Rp77juta (Rp80 – Rp3juta). Jumlah ini lebih tinggi dari nilai
tercatat aset sebesar Rp73juta (Rp100 – ((Rp100-Rp10)/10
X 3). Jadi Aset tetap diukur sebesar Rp73juta.
b. Pada saat dijual tgl 30 Juni 2008, mengakui laba
dari penjualan sebesar Rp4juta (perolehan
Rp77juta – nilai tercatat kini Rp73juta)
142
CONTOH 1
• Jurnal:
• 1 Desember 2007
Dr. Aset dimiliki untuk dijual Rp73juta
Dr. Akumulasi depresiasi
Rp27juta
Cr.
Aset tetap
Rp100juta
• 30 Juni 2008
Dr. Kas
Rp77juta
Cr.
Aset dimiliki utk dijual
Cr.
Keuntungan penjualan aset
Rp73juta
Rp4juta
143
PENGUNGKAPAN
 Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan
jumlah tercatat bruto
 Metode penyusutan yang digunakan
 Masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan
 Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan awal
dan akhir periode.
 Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir
periode
 Keberadaan dan jumlah restriksi atas hak milik karena
penjaminan utang
 Jumlah pengeluaran yang diakui dalam
pembangunan
 Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan
 Jumlah kompensasi pihak ketiga untuk aset yang
mengalami penurunan nilai, hilang / dihentikan.
 Pemilihan metode akuntansi
 Perubahan estimasi
144
PENGUNGKAPAN REVALUASI
• Dasar yang digunakan untuk menilai
kembali aktiva
• Tanggal efektif penilaian
• Nama penilai independen, bila ada
• Hakekat setiap petunjuk yang digunakan
untuk menentukan biaya pengganti
• Jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap
• Surplus penilaian kembali neraca
145
PENYAJIAN DAN ANALISIS
Analisis Aset Tetap
Asset Turnover Ratio
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk
menghasilkan penjualan
yang dihasilkan dari aset
yang diinvertsasikan
Illustration 11-24
146
PENYAJIAN DAN ANALISIS
Analisis Aset Tetap
Profit Margin on Sales
Mengukur kemampuan
perusahaan untuk
menghasilkan laba dari
setiap penjualan yang
dilakukan
Illustration 11-25
147
PENYAJIAN DAN ANALISIS
Analisis Aset Tetap
Rate of Return on Assets
Mengukur keberhasilan
perusahaan
menggunakan asetnya
untuk menghasilkan laba
Illustration 11-26
148
LO
8
PENYAJIAN DAN ANALISIS
ROA dapat diagregasi menjadi komponen profit margin
dan turnover yang merupakan perpaduan antara efisiensi
dan profitabilitas
Rate of Return
on Assets
Net Income
Average Total Assets
=
=
Profit Margin on
Sales
Net Income
Net Sales
x
x
Asset Turnover
Net Sales
Average Total Assets
149
PENYAJIAN DAN ANALISIS
Agregasi ROA menjadi komponen profitabilitas dan efisiensi
Profitabilitas
Rate of Return
on Assets
=
€644
Profit Margin on
Sales
x
€644
(€9,533 €8,325) / 2
€10,799
(€9,533 €8,325) / 2
€10,799
=
Asset Turnover
x
=
7.2%
Efisiensi
5.96%
x
1.21
150
ILUSTRASI KAPITALISASI BUNGA
Ilustrasi kapitalisasi bunga: Blue Corporation meminjam dana senilai $200,000
dengan suku bunga 12% dari Bank Negara pada tanggal 1 Januari 2011.
Pinjaman tersebut khusus digunakan untuk membuat peralatan yang akan
digunakan untuk kegiatan operasinya. Pembuatan peralatan tersebut
dimulai pada tanggal 1 Januari 2011. Dana yang tidak terpakai diinvestasikan
dengan bunga 10%. Berikut ini pengeluaran yang terjadi untuk pembuatan
peralatan sebelum pembuatan selesai pada tanggal 31 Desember 2011:
Pengeluaran Aktual 2011:
1 Januari
$100,000
30 April
150,000
1 November
300,000
31 Desember
100,000
Total pengeluaran
$650,000
Pinjaman umum yang ada
pada 1 Januari 2011:
Obligasi $500,000, 14%,
10 tahun
Wesel bayar $300,000,
10%, 5 tahun
151
MENGHITUNG AVOIDABLE INTEREST
RATE
Up to
specific loan,
$200,000 at
10% x 11/12
Expenditure
$650,000
$18,333.33
avoidable
+
Excess
($650,000 less
$200,000 = $450,000)
At 12.5% x 8/12
$37,500
avoidable
$22,500
$3,333.33
Revenue
152
MEMBANDINGKAN BUNGA AKTUAL DAN
AVOIDABLE:
Avoidable interest:
$22,500
Actual interest:

$500,000 @ 14% = 70,000

$300,000 @ 10% = 30,000
$100,000
 Capitalize avoidable interest of $22,500
(the lesser of avoidable and actual interest).
 Expense $77,500 ($100,000 less $22,500).
KASUS PERTUKARAN ASET
Santana Company exchanged equipment used in its
manufacturing operations plus $2,000 in cash for similar
equipment used in the operations of Delaware Company. The
following information pertains to the exchange.
Equipment (cost)
Accumulated Depreciation
Fair value of equipment
Cash given up
Santana
$28,000
19,000
13,500
2,000
Delaware
$28,000
10,000
15,500
Instructions: Prepare the journal entries to record the
exchange on the books of both companies.
154
KASUS PERTUKARAN ASET
Calculation of Gain or Loss
Fair value of equipment received
Cash received / paid
Santana
$15,500
Delaware
$13,500
(2,000)
2,000
Less: Bookvalue of equipment
($28,000-19,000)
(9,000)
($28,000-10,000)
Gain or (Loss) on Exchange
(18,000)
$4,500
($2,500)
155
KASUS PERTUKARAN ASET
Has Commercial Substance
Santana:
Equipment
Accumulated depreciation
Cash
Equipment
Gain on exchange
15,500
19,000
2,000
28,000
4,500
Delaware:
Cash
Equipment
Accumulated depreciation
Loss on exchange
Equipment
2,000
13,500
10,000
2,500
28,000
156
KASUS PERTUKARAN ASET
Santana (Has Commercial Substance):
Equipment
Accumulated depreciation
Cash
Equipment
Gain on disposal of equipment
15,500
19,000
2,000
28,000
4,500
Santana (LACKS Commercial Substance):
Equipment (15,500 – 4,500)
Accumulated depreciation
Cash
Equipment
11,000
19,000
2,000
28,000
157
KASUS PERTUKARAN ASET
Delaware (Has Commercial Substance):
Cash
Equipment
Accumulated depreciation
Loss on disposal of equipment
Equipment
2,000
13,500
10,000
2,500
28,000
Delaware (LACKS Commercial Substance):
Cash
Equipment
Accumulated depreciation
Loss on disposal of equipment
Equipment
2,000
13,500
10,000
2,500
28,000
158
KASUS REVALUASI
Revaluation—Land
Illustration: Siemens Group (DEU) purchased land for
€1,000,000 on January 5, 2010. The company elects to use
revaluation accounting for the land in subsequent periods. At
December 31, 2010, the land’s fair value is €1,200,000. The
entry to record the land at fair value is as follows.
Land
Unrealized Gain on Revaluation - Land
200,000
200,000
Unrealized Gain on Revaluation—Land increases other comprehensive
income in the statement of comprehensive income.
159
KASUS REVALUASI
Revaluation—Depreciable Assets
Illustration: Lenovo Group (CHN) purchases equipment for
¥500,000 on January 2, 2010. The equipment has a useful life
of five years, is depreciated using the straight-line method of
depreciation, and its residual value is zero. Lenovo chooses to
revalue its equipment to fair value over the life of the
equipment. Lenovo records depreciation expense of ¥100,000
(¥500,000 5) at December 31, 2010, as follows.
Depreciation Expense
Accumulated Depreciation—Equipment
100,000
100,000
160
KASUS REVALUASI
Revaluation—Depreciable Assets
After this entry, Lenovo’s equipment has a carrying amount of
¥400,000 (¥500,000 - ¥100,000). Lenovo receives an
independent appraisal for the fair value of equipment at
December 31, 2010, which is ¥460,000.
Accumulated Depreciation—Equipment
100,000
Equipment
40,000
Unrealized Gain on Revaluation—Equipment
60,000
161
KASUS REVALUASI
Revaluation—Depreciable Assets
Illustration 11-22
Financial Statement
Presentation—Revaluations
Lenovo reports depreciation expense of ¥100,000. The Accumulated Other
Comprehensive Income account related to revaluations cannot have a negative
balance.
162
KASUS – MODEL REVALUASI & COST
An asset was acquired January 1, 2006, for 1.000.000 and is
expected to have a 5-year life without any salvage value.
Straight-line depreciation is used.
• On January 1, 2007 the asset is appraised at a sound value
(depreciated replacement cost) of 1.200.000
• On January 1, 2008 the asset is appraised at a sound value
(depreciated replacement cost) of 450.000
• On January 1, 2009 the asset is appraised at a sound value
(depreciated replacement cost) of 500.000
Required:
a.
Prepare all necessary journal based on revaluation model!
b.
Prepare all necessary journal based on cost model! Assume
that the condition of January 1, 2008 fulfills the criteria for
impairment!
163
ILUSTRASI PERUBAHAN ESTIMASI
Arcadia HS, purchased equipment for $510,000 which was
estimated to have a useful life of 10 years with a residual
value of $10,000 at the end of that time. Depreciation has
been recorded for 7 years on a straight-line basis. In 2010
(year 8), it is determined that the total estimated life
should be 15 years with a residual value of $5,000 at the
end of that time.
Questions:
•
What is the journal entry to correct
the prior years’ depreciation?
•
Calculate the depreciation expense
for 2010.
164
KASUS PENURUNAN NILAI
Impairments Illustrations
Case 1
At December 31, 2011, Hanoi Company has equipment with a cost of
VND26,000,000, and accumulated depreciation of VND12,000,000. The
equipment has a total useful life of four years with a residual value of
VND2,000,000. The following information relates to this equipment.
1.
The equipment’s carrying amount at December 31, 2011, is
VND14,000,000 (VND26,000,000 VND12,000,000).
2.
Hanoi uses straight-line depreciation. Depreciation was VND6,000,000
for 2011 and is recorded.
3.
Hanoi has determined that the recoverable amount for this asset at
December 31, 2011, is VND11,000,000.
4.
The remaining useful life after December 31, 2011, is two years.
165
KASUS PENURUNAN NILAI
Case 1: Hanoi records the impairment on its equipment at
December 31, 2011, as follows.
VND3,000,000 Impairment Loss
VND14,000,000
VND11,000,000
Loss on Impairment
3,000,000
Accumulated Depreciation—
Equipment
3,000,000
166
KASUS PENURUNAN NILAI
Equipment
Less: Accumulated Depreciation-Equipment
Carrying value (Dec. 31, 2011)
VND 26,000,000
15,000,000
VND 11,000,000
Hanoi Company determines that the equipment’s total useful life has
not changed (remaining useful life is still two years). However, the
estimated residual value of the equipment is now zero. Hanoi
continues to use straight-line depreciation and makes the following
journal entry to record depreciation for 2012.
Depreciation Expense
5,500,000
Accumulated Depreciation—Equipment
5,500,000
167
KASUS PENURUNAN NILAI
Impairments Illustrations
Case 2
At the end of 2010, Verma Company tests a machine for impairment. The
machine has a carrying amount of $200,000. It has an estimated remaining
useful life of five years. Because there is little market-related information on
which to base a recoverable amount based on fair value, Verma determines
the machine’s recoverable amount should be based on value-in-use. Verma
uses a discount rate of 8 percent. Verma’s analysis indicates that its future
cash flows will be $40,000 each year for five years, and it will receive a
residual value of $10,000 at the end of the five years. It is assumed that all
cash flows occur at the end of the year.
Illustration 11-16
168
KASUS PENURUNAN NILAI
Case 2: Computation of the impairment loss on the machine at
the end of 2010.
$33,486 Impairment Loss
Illustration 11-15
$200,000
$166,514
Unknown
$166,514
169
KASUS PENURUNAN NILAI
Case 2: Computation of the impairment loss on the machine at
the end of 2010.
$33,486 Impairment Loss
Illustration 11-15
$200,000
$166,514
Loss on Impairment
33,486
Accumulated Depreciation—
machine
33,486
Unknown
$166,514
170
KASUS PENURUNAN NILAI
Reversal of Impairment Loss
Tan Company purchases equipment on January 1, 2010, for
$300,000, useful life of three years, and no residual value.
At December 31, 2010, Tan records an impairment loss of $20,000.
Loss on Impairment
20,000
Accumulated Depreciation—Equipment
20,000
171
KASUS PENURUNAN NILAI
Reversal of Impairment Loss
Depreciation expense and related carrying amount after the
impairment.
At the end of 2011, Tan determines that the recoverable amount of the
equipment is $96,000. Tan reverses the impairment loss.
Accumulated Depreciation—Equipment
Recovery of Impairment Loss
6,000
6,000
172
PSAK 22: Kombinasi Bisnis
IFRS 3: BUSINESS COMBINATION
ISI
Metode Akuisisi
Akuntansi dan
Pengukuran setelah
Pengakuan Awal
Pengungkapan
Pedoman Aplikasi
174
TEORI KONSOLIDASI
•
•
Entity Theory menganggap entitas konsolidasi sebagai satu
entitas tersendiri yang dimiliki oleh induk dan non pengendali
Parent Theory menganggap konsolidasi sebagai perpanjangan
entitas induk
Atribut
Entity Theory
Parent Theory
Perbedaan fair value
dari aset dan liabilitas
terindentifikasi pada saat
akuisisi
Diakui penuh,
mencerminkan hak induk
dan kepentingan
nonpengendali.
Hanya diakui sebesar
hak induk
Penyajian pihak
Nonpengendali / NCI
Sebagai bagian dari
ekuitas
Tidak sebagai equity
atau utang (sebelum
ekuitas)
Goodwill
Goodwill merupakan
aset entitas yang diakui
penuh pada tanggal
akuisis
Goodwill hanya milik
induk
175
PRINSIP DALAM PSAK 22
Pendekatan dua kolom
Elemen yang
dikeluarkan
Goodwill
Imbalan diberikan
Kepemilikan
sebelumnya
Kepentingan
nonpengendali
Aset teridentifikasi
yang diperoleh dan
liabilitas yang
diambil alih
TUJUAN
Meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya banding
informasi mengenai kombinasi bisnis dan dampaknya
Mengukur aset
teridentifikasi,
liabilitas yang
diambil alih, dan
kepentingan
nonpengendali
Mangakui dan
mengukur
goodwill atau
keuntungan dari
pembelian
dengan diskon
Menentukan
jenis informasi
yang
diungkapkan
177
RUANG LINGKUP
• Diterapkan untuk transaksi atau
memenuhi definisi bisnis kombinasi
• Tidak diterapkan untuk:
1
Pembentukan
ventura bersama
peristiwa
lain
yang
2
3
Akuisi aset atau
kelompok aset yang
bukan merupakan
suatu bisnis
Kombinasi entitas
atau bisnis
sepengendali (B01B04)
178
IDENTIFIKASI KOMBINASI BISNIS
Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau
peristiwa
lain
dimana
pihak
pengakuisisi
memperoleh ―pengendalian‖ atas satu atau lebih
bisnis.
―penggabungan sesungguhnya (true merger)” atau
“penggabungan setara (merger of equals)”
179
BISNIS
Bisnis adalah suatu rangkaian terpadu dari
kegiatan dan aset yang mampu diadakan dan
dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam
bentuk dividen, biaya yang lebih rendah, atau
manfaat ekonomi lainnya secara langsung
kepada investor atau pemilik, anggota, atau
peserta lainnya.
180
PENGENDALIAN – PSAK 4
Pengendalian
 Ketika entitas induk:
• memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui entitas
anak lebih dari setengah (>50%) kekuasaan suara suatu
entitas, kecuali
• dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut
tidak diikuti dengan pengendalian.
METODE AKUISISI
Entitas mencatat setiap kombinasi bisnis dengan
menerapkan metode akuisisi.
a
Pengidentifikasian
pihak pengakuisisi
b
Penentuan
tanggal akuisisi
c
Pengakuan dan
pengukuran aset
teridentifikasi,
liabilitas yang
diambil alih, dan
kepentingan
nonpengendali
d
Pengakuan dan
pengukuran
goodwill atau
keuntungan dari
pembelian
diskon
182
PIHAK PENGAKUISISI
Untuk setiap kombinasi bisnis, salah satu dari entitas yang
bergabung diidentifikasikan sebagai pihak pengakuisisi (Par. 06).
Entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak yang diakuisisi.
(B14-B18)
1
Entitas yang
mengalihkan
kas atau aset
atau
menimbulkan
liabilitas
2
Menerbitkan
ekuitas.
―Reverse
acqusition‖
penerbit =
diakuisisi
3
Ukuran
relatifnya
signifikan lebih
besar
183
4
Berinisiatif
telah ada
sebelum
kombinasi
PENENTUAN TANGGAL AKUISISI
Pihak pengakuisisi mengidentifikasi tanggal akuisisi, yaitu
tanggal pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas
pihak yang diakuisisi.
• Tanggal pengakuisisi secara hukum mengalihkan imbalan,
memperoleh aset, dan mengambil alih liabilitas pihak yang
diakuisisi, yaitu tanggal penutupan.
• Dapat terjadi sebelum atau sesudah tanggal penutupan.
• Mempertimbangkan semua fakta dan keadaan
184
PENGAKUAN
Excluded
elements
Consideration
transferred
Previously
held interest
Noncontrolling
interest
Goodwill
Identifiable
assets and
liabilities
Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengakui, secara terpisah dari
goodwill, aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih,
dan kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi. (Par. 10-11)
• Memenuhi definisi aset dan liabilitas sesuai dengan KDPPLK pada tanggal akuisisi.
• Merupakan bagian yang dipertukarkan antara pihak pengakuisisi dan pihak yang
diakuisisi dalam transaksi kombinasi bisnis (Par. 51-53), bukan hasil transaksi
terpisah (SAK terkait).
• Memungkinkan munculnya aset dan liabilitas yang sebelumnya tidak diakui oleh
pihak yang diakuisisi.
• Pengecualian 22-28, Sewa Operasi (B28-B40)
185
PENGAKUAN
Excluded
elements
Consideration
transferred
Goodwill
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Identifiable
assets and
liabilities
Mengklasifikasikan atau menentukan aset teridentifikasi yang diperoleh
dan liabilitas yang diambil alih sebagaimana diperlukan untuk
menerapkan SAK lain.
Membuat klasifikasi berdasarkan persyaratan kontraktual, kondisi
ekonomi, kebijakan operasional atau akuntansinya, dan kondisi terkait
lainnya yang ada pada tanggal akuisisi.
Pengecualian atas kontrak sewa operasi dan kontrak asuransi; dilihat kondisi
kontrak pada tanggal akuisisi
186
PENGUKURAN
Excluded
elements
Consideration
transferred
Goodwill
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Identifiable
assets and
liabilities
Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dengan nilai
wajar pada tanggal akuisisi.
• Pengukuran kepentingan nonpengendali, baik pada nilai wajar maupun
pada proporsi kepemilikan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi
dari pihak yang diakuisisi.
• Pengukuran nilai wajar aset teridentifikasi tertentu dan kepentingan
nonpengendali (B41-45)
• Pengecualian Par. 24-31
187
PENGECUALIAN PENGAKUAN DAN
PENGUKURAN
Excluded
elements
• Pengakuan
• Liabilitas kontijensi (PSAK 57 tidak berlaku)
• Pengukuran dan pengakuan
• Pajak penghasilan (PSAK 46),
• Imbalan kerja (PASK 24),
• Aset idemnifikasi (Nilai yang dijamin).
Consideration
transferred
Goodwill
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Identifiable
assets and
liabilities
• Pengukuran
• Hak yang diperoleh kembali aset takberwujud (B35-36),
• Penghargaan pembayaran berbasis saham (PSAK 53),
• Aset dimiliki untuk dijual (PSAK 58)
188
GOODWILL (PAR. 32)
Excluded
elements
Pihak pengakuisisi mengakui goodwill pada
tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih
lebih (a) atas (b) :
Consideration
transferred
Goodwill
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Identifiable
assets and
liabilities
a) Nilai agregat dari:
i. Imbalan yang dialihkan  nilai wajar pada tanggal
akuisisi (Par. 37);
ii. Kepentingan nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi; dan
iii. untuk kombinasi bisnis bertahap (Par. 41 dan Par.
42), nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan
ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak
pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi.
b) Selisih dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi
189
GOODWILL (PAR. 33)
Excluded
elements
 Jika kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi lebih andal, goodwill ditentukan
dengan nilai wajar tanggal akuisisi dari
kepentingan ekuitas yang dialihkan.
 Jika terdapat imbalan yang dialihkan 
nilai wajar kepentingan ekuitas pengakuisisi
ditentukan dengan teknik penilaian (B4649)
Consideration
transferred
Goodwill
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Identifiable
assets and
liabilities
190
PEMBELIAN DISKON (PAR. 34-36)
Excluded
elements
Consideration
transferred
Goodwill
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Identifiable
assets and
liabilities
 Jika jumlah b melebihi jumlah a:
Pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang
dihasilkan dalam laporan laba rugi pada tanggal
akuisisi.
 Terjadi karena pembelian terpaksa atau karena
pengecualian (Par. 22-31).
 Sebelum diakui, pihak pengakuisisi menilai
kembali apakah telah mengidentifikasi dengan
tepat seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas
yang dialihkan serta aset/kewajiban lain.
191
IMBALAN YANG DIALIHKAN
Excluded
elements
Consideration
transferred
Goodwill
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Identifiable
assets and
liabilities
 Diukur dengan nilai wajar
 Penjumlahan seluruh aset yang dialihkan
pengakuisisi, liabilitas yang diakui pengakuisisi, dan
kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh
pengakuisisi.
 Penghargaan karyawan (Par. 30).
 Nilai tercatat imbalan yang dialihkan diukur dengan
nilai wajar. Keuntungan dan kerugian pada tanggal
akuisisi, (kecuali tetap berada dalam entitas tidak
boleh diakui).
192
IMBALAN KONTIJENSI
 Imbalan kontijensi timbul karena kesepakatan.
 Mengakui imbalan kontijensi dengan nilai wajar pada
tanggal akuisisi.
 Diklasifikasikan sebagai liabilitas atau ekuitas
berdasarkan definisi instrumen ekuitas (PSAK 50).
 Pengakuisisi mengklasifikasikan hak atas imbal hasil dari
imbalan yang dialihkan sebelumnya sebagai aset jika
memenuhi kondisi tertentu (Par. 58)

Jika laba perusahaan yang diakuisisi dalam dua tahun pertama
meningkat lebih dari 10%, maka akan diberikan tambahan
pembayaran sebesar 10% dari kenaikan laba di atas 10%.

Pihak yang diakuisisi diberikan opsi saham dengan nilai tertentu
yang dikaitkan dengan kinerja
193
KEPEMILIKAN SEBELUMNYA – AKUISISI
BERTAHAP
 Pihak pengakuisisi mengukur kepentingan ekuitas yang
dimiliki sebelumnya pada pihak yang diakuisisi pada
nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan
dan kerugian yang dihasilkan.
 Jumlah yang diakui dalam pendapatan komprehensif
lain diakui dengan dasar yang sama sebagaimana
dipersyaratkan jika pengakuisisi telah melepas secara
langsung kepentingan ekuitas yang dimiliki
sebelumnya.
194
KOMBINASI BISNIS TANPA PENGALIHAN
IMBALAN
Pengendalian dapat diperoleh tanpa adanya pengalihan
imbalan, termasuk:
• Pihak yang yang diakuisisi membeli kembali sahamnya sehingga
pengakuisisi memperoleh pengendalian.
• Hilangnya hak veto yang sebelumnya menghalangi pengakuisisi
untuk mengendalikan.
• Pengakuisisi dan pihak yang diakuisisi sepakat untuk
mengkombinasikan bisnisnya dengan kontrak semata.
Contoh: penggabungan dua bisnis bersama-sama dalam satu
kesepakatan gabungan (stapling arrangement) atau pembentukan
perusahaan yang tercatat di dua bursa (dual listed corporation)
Pengakuan sesuai PSAK ini, memunculkan kepentingan
nonpengendali yang dominan atau seluruhnya.
195
PERIODE PENGUKURAN





Jika proses kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode
pelaporan, maka pihak pengakuisisi melaporkan jumlah sementara
untuk pos-pos (items) yang proses akuntansinya belum selesai.
Pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif jumlah sementara
yang diakui pada tanggal akuisisi untuk mencerminkan informasi baru
yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal
akusisi dan berdampak pada pengukuran yang diakui.
Pihak pengakuisisi mengakui aset atau liabilitas tambahan jika
informasi baru diperoleh mengenai fakta dan keadaan yang ada
pada tanggal akuisisi
Periode pengukuran berakhir segera setelah pihak pengakuisisi
menerima informasi yang dicari tentang fakta dan keadaan yang
ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi lebih
tidak dapat diperoleh.
Periode pengukuran tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal
akuisisi.
196
ELEMEN YANG DIKELUARKAN
Elemen yang dikeluarkan (Par. 51)

Hubungan antara pengakuisisi dan pihak
yang diakuisisi sebelum negosiasi kombinasi
bisnis dimulai.

Mengidentifiikasi setiap jumlah yang bukan
bagian yang dipertukarkan.

Pihak pengakuisisi mengakui hanya atas
imbalan yang dialihkan untuk pihak yang
diakuisisi serta aset yang diperoleh dan
liabilitas
yang
diambil
alih
yang
dipertukarkan untuk pihak yang diakuisisi
sebagai bagian dari penerapan metode
akuisisi.

Transaksi terpisah lainnya diperlakukan sesuai
dengan SAK yang relevan.
Excluded
elements
Consideration
transferred
Goodwill
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Identifiable
assets and
liabilities
197
© 2009
ELEMEN YANG DIKELUARKAN
Elemen yang dikeluarkan
Pembayaran yang dilakukan pada saat
akuisisi yang tidak termasuk bagian
transaksi kombinasi bisnis.
Pertimbangkan alasan, siapa yang
menginisiasi dan waktu transaksi (B50)
Contoh
•
•
•
•
•
•
Biaya transaksi (Par 53).
Penyelesaian hubungan yang telah ada
(Par 52).
Remunerasi jasa karyawan di masa
mendatang (Par 52).
Penggantian untuk pihak yang diakuisisi
(Par. 52).
Biaya penerbitan saham atau utang (Par.
53).
Pembayaran aset idemnifikasi (Par. 57).
Excluded
elements
Consideration
transferred
Previously
held interest
Non-ontrolling
interest
Goodwill
Identifiable
assets and
liabilities
 Biaya
akuisisi
dicatat
sebagai biaya periode
berjalan dengan satu
pengecualian.
 Biaya penerbitan utang
dan ekuitas PSAK 55,
mengurangi
nilai
tambahan modal disetor
ASET INDEMNIFIKASI (INDEMNIFICATION)
• Penjual menjamin pihak pengakuisisi atas ketidakpastian
kontijensi atau aset/liabilitas tertentu (Par. 27-28).
Misal: Penjual menjamin liabilitas pengakuisisi tidak akan
melampaui jumlah tertentu.
• Pihak pengakuisisi memperoleh aset indemnifikasi, saat yang
sama dengan saat mengakui hal yang dijamin dan diukur
dengan dasar yang sama.
• Setiap akhir periode, pengakuisisi mengukur aset indemnifikasi
dengan dasar yang sama dengan aset/liabilitas yang dijamin
(Par. 57).
• Pengakuan dihentikan jika pengakuisisi mengambil aset,
menjual, atau kehilangan hak.
AKUNTANSI DAN PENGUKURAN SETELAH
PENGAKUAN AWAL
• Secara umum, pihak pengakuisisi mengukur dan mencatat
aset yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih atau terjadi,
dan instrumen ekuitas yang diterbitkan dalam kombinasi
bisnis sesuai dengan SAK terkait untuk pos-pos (items)
tersebut, tergantung dari sifatnya.
• Panduan khusus
(a) hak yang diperoleh kembali;
(b) liabilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi;
(c) aset indemnifikasi; dan
(d) imbalan kontinjensi.
• Paragraf B63 memberikan panduan aplikasi yang terkait.
200
Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal
• Hak yang diperoleh kembali;
• Diakui sebagai aset takberwujud dan diamortiasasi selama sisa
periode kontraktual yang mendasari kontrak tersebut.
• Jumlah tercatat sebagai dasar untuk menentukan keuntungan
dan kerugian jika dijual.
• Liabilitas kontinjensi yang diakui pada tanggal akuisisi;
• Diakui selama belum kadaluwarsa atau dibatalkan sebesar nilai
yang lebih tinggi dari:
• Jumlah yang seharusnya diakui menurut PSAK 57;
• Jumlah yang pada awalnya diakui dikurangi dengan akumulasi
amortiasi (PSAK 23)
201
Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal
• Aset Indemnifikasi
• Mengukur aset indemnifikasi yang diakui dengan dasar yang sama dengan liabilitas
atau aset yang dijamin, tunduk kepada setiap pembatasan kontraktual atas
jumlahnya.
• Untuk aset indemnifikasi yang setelah pengakuan awalnya tidak diukur pada nilai
wajarnya, subjek dari penilaian manajemen tentang kolektibilitas aset
indemnifikasi tersebut.
• Pihak pengakuisisi menghentikan pengakuan ketika pihak pengakusisi mengambil
aset, menjualnya, atau kehilangan hak atasnya.
• Imbalan kontijensi
• Ekuitas, tidak diukur kembali dan penyelesaiannya diperhitungkan dalam ekuitas.
• Instrumen keuangan (PSAK 55) diukur dengan nilai wajar munculnya
keuntungan/kerugian (P/L atau penghasilan komprehensif lain).
• Tidak termasuk instrumen keuangan (PSAK 57)
202
PENGUNGKAPAN
• Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi
yang
memungkinkan
pengguna
laporan
keuangan dapat mengevaluasi sifat dan
dampak keuangan dari kombinasi bisnis yang
terjadi:
• selama periode pelaporan berjalan; atau
• setelah akhir periode pelaporan, tetapi sebelum
tanggalpenyelesaian laporan keuangan.
• Diatur lebih lanjut (Par. B64-B66).
203
PENGUNGKAPAN
• Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang
memungkinkan pengguna laporan keuangan dapat
mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang
diakui
pada
periode
pelaporan
berjalan
yang
berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada
periode tersebut atau periode pelaporan sebelumnya (Par.
B67).
• Jika pengungkapan spesifik yang dipersyaratkan tidak
mencapai tujuan pengungkapan, maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan seluruh informasi tambahan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
204
KETENTUAN TRANSISI
• Aset dan liabilitas yang berasal dari kombinasi bisnis yang
tanggal akuisisinya sebelum 1 Januari 2011 tidak
disesuaikan dengan berlakunya Pernyataan ini.
• Goodwill yang diakui sebelumnya diakui secara prospektif
untuk kombinasi bisnis sebelum 1 Januari 2011.
• Menghentikan amortisasi goodwill
• Mengeliminasi jumlah tercatat yang terkait dengan
akumulasi amortisasi sehubungan penurunan goodwill
• Melakukan uji penurunan nilai atas goodwill
• Goodwill negatif yang diakui sebelumnya
• Jumlah tercatat goodwill negatif dihentikan pengakuannya
dengan melakukan penyesuaian terhadap saldo laba awal
periode tahun buku 1 Januari 2011.
205
KETENTUAN TRANSISI
• Investasi yang dicatat dengan metode ekuitas setelah 1 Januari
2011
Diperoleh setelah 1 Januari 2011
• Amortisasi goodwill tidak termasuk dalam menentukan
bagian entitas atas laba rugi investee.
• Penghasilan jika muncul goodwill negatif; menentukan
bagian entitas atas laba rugi
Diperoleh sebelum 1 Jnauari 2011
• Menghentikan amortisasi goodwill
• Menghentikan goodwill negatif
• Pajak Penghasilan
• Pengakuisisi menerapkan PSAK 46 secara prospektif.
• Pengakuisisi mengakui perubahan dalam aset pajak
tangguhan tersebut sebagai penyesuaian laba atau bukan
jika disyaratkan dalam PSAK 46
206
ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA
• Entitas A memperoleh 80% saham Entitas B pada tanggal 2 Januari 2013 dengan
mengeluarkan 8.000 lembar dengan harga 10/lembar dan nilai nominalnya
5/lembar. Total aset neto Entitas B pada tanggal akuisisi adalah 80.000.
Berdasarkan informasi penilai, aset Entitas B dalam rangka akuisisi dinilai kembali
dengan kenaikan sebesar 10.000. Dalam rangka akuisisi tersebut, dikeluarkan
biaya konsultan dan akuntan sebesar 4.000. Biaya registrasi akuisi saham sebesar
2.000.
• Jurnal akuisisi Entitas A
Investasi pada Entitas B
80.000
Biaya akuisisi
4.000
Modal saham
40.000
Tambahan modal saham
40.000
Kas
4.000
Tambahan modal disetor
2.000
Kas
2.000
Nilai investasi 80.000
Jumlah tercatat 80.000
Nilai wajar 90.000.
Jumlah yang dibeli 80% = 64.000 dan nilai wajar 72.000.
Goodwill parent 8.000
Goodwill total 10.000
ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA
PT Induk mengakuisi 80% saham PT Anak dengan mengeluarkan kas sebesar
1.200.000. Jumlah tercatat ekuitas PT Anak pada tanggal akuisisi adalah 1.000.000.
Terdapat perbedaan jumlah tercatat dan nilai wajar sebesar 300.000, yaitu tanah
200.000 dan gedung 100.000 (masih memiliki masa manfaat 10 thn). Laba PT Anak
selama tahun tersebut adalah 200.000 dan dividen yang dibagikan 100.000
Induk
Anak
Anak
2.200.000
1.000.000
Aset lancar
3.200.000
Aset tidak lancar
5.000.000
1.500.000 Ekuitas
6.000.000
1.000.000
8.200.000
2.000.000
8.200.000
2.000.000
Induk
Anak
Induk
Anak
2.200.000
1.000.000
1.500.000 Ekuitas
6.000.000
1.000.000
2.000.000
8.200.000
2.000.000
Aset lancar
2.000.000
Aset tidak lancar
5.000.000
Investasi di anak
1.200.000
8.200.000
500.000 Liabilitas
Induk
500.000 Liabilitas
ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA
• Goodwill = Investasi – (% Kepemilikan X FV Aset)
• Nilai wajar aset = 1.000.000 + 300.000 = 1.300.000
• Goodwill = 1.200.000 – (80% x 1.300.000) = 160.000
 Goodwill untuk induk
• Goodwill untuk NCI = (160.000/80%) x 20% = 40.000
• Jika goodwilll hanya untuk induk = 160.000
• Jika untuk induk dan kepentingan nonpengendali = 200.000
•
•
Aset
menjadi
lebih
besar
Aset digabungkan sebesar nilai wajar 1.500.000 + 300.000 = 1.800.000
Kepentingan nonpengendali = 20% x 1.300.000 = 260.000
Induk
Anak
500.000 Liabilitas
Induk
Anak
2.200.000
1.000.000
Aset lancar
3.200.000
Aset tidak lancar
5.000.000
1.800.000 Ekuitas
6.000.000
1.300.000
8.200.000
2.300.000
8.200.000
2.000.000
ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA
Induk
Aset lancar
2.000.000
Aset tidak lancar
5.000.000
Investasi di anak
1.200.000
8.200.000
Anak
Induk
Anak
2.200.000
1.000.000
1.800.000 Ekuitas
6.000.000
1.300.000
2.300.000
8.200.000
2.300.000
500.000 Liabilitas
Konsolidasi
Konsolidasi
Aset lancar
2.500.000 Liabilitas
3.200.000
Aset tidak
lancar
6.800.000 Ekuitas
6.000.000
Goodwill
200.000 Non
pengendali
9.500.000
300.000
9.500.000
210
ILUSTRASI PENGGABUNGAN USAHA BERTAHAP
• Entitas A memiliki 20% saham Entitas B dengan nilai 320 juta. Total jumlah
tercatat Entitas B adalah 1.500 juta.
• Entitas A membeli tambahan 60% saham entitas B dengan harga 1.200 juta.
Nilai wajar aset B pada tanggal adalah 1.800 juta.
Total kepemilikan baru = 20% + 60% = 80%.
Nilai wajar 60% saham yang baru = 1.200; 100% = 2.000
Nilai wajar aset yang dibeli 1.800:
• Goodwill total 2.000 - 1.800 = 200; Goodwill NCI = 40
• Goodwiil induk = 1.600 – (80% x 1.800) = 1.600 – 1.440 = 160
Kepemilikan lama = 20% x 2.000 = 400; Keuntungan 400 - 320 = 80.
Investasi yang baru sebesar 80% x 2000 = 1.600
Jurnal:
Investasi
1.200
Kas
1.200
Investasi
80
Keuntungan investasi
80
GOODWILL TIDAK DIAMORTISASI
• Goodwill diuji untuk menilai adanya penurunan nilai.
• Jika goodwill mengalami penurunan nilai, maka nilai goodwill
diturunkan dan direview minimum setiap akhir tahun.
• Penurunan nilai: jumlah tercatat lebih tinggi dibandingkan
dengan Jumlah terpulihkan (recoverable amount)
• Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara :
• nilai wajar dikurangi biaya pelepasan; dan
• nilai pakai
Jumlah tercatat
5.000.000
Nilai wajar -/biaya pelepasan
4.500.000
Penurunan
nilai
500.000
Jumlah terpulihkan
4.500.000
Nilai pakai
4.000.000
PENURUNAN NILAI
Investasi pada PT. A memiliki komponen aset
neto sebagai berikut:
Goodwill
20.000
Properti Investasi
40.000
Aset Tetap
60.000
Total
120.000
Jumlah terpulihkan
90.000
Goodwill
Carrying amount
Impairment loss
-
20.000
(20.000)
Penurunan nilai :
1. Pertama dialokasikan ke
goodwill
2. Sisanya dialokasikan ke
aset tidak lancar secara
prorata
Properti
Aset Tetap
Total
40.00
(4.000)
36.000
60.000
(6.000)
54.000
120.000
(30.000)
90.000
213
PSAK 55:
INSTRUMEN KEUANGAN:
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN
KLASIFIKASI INSTRUMEN
KEUANGAN
Definisi Instrumen Keuangan
setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan
entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas
entitas lain
Aset Keuangan
Kas
Instrumen
ekuitas entitas
lain
Hak
kontraktual
Kontrak
diselesaikan
dengan instrumen
ekuitas entitas
Liabilitas keuangan
Kewajiban kontraktual
kontrak yang diselesaikan
dengan instrumen ekuitas entitas
Ekuitas
Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas
setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya
215
JENIS INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen Keuangan
Aset
Keuangan
Aset Keuangan
yang diukur
pada nilai wajar
melalui laporan
laba rugi
Investas
dimiliki hingga
jatuh tempo
Pinjaman
diberikan dan
Piutang
Aset keuangan
tersedia untuk
dijual
Liabilitas
Keuangan
Liabilitas
Keuangan
yang diukur
pada nilai
wajar melalui
laporan laba
rugi
Kewajiban
Lainnya
Instrumen
Ekuitas
Instrumen
Derivatif
Instrumen
Lindung Nilai
Instrumen
Ekuitas Biasa
Derivatif
Biasa
Atas Nilai
Wajar
Instrumen
Ekuitas
Majemuk
Derivatif
Melekat
Atas Arus Kas
Instrumen
Ekuitas
Sinstesis
Atas Investasi
Neto pada
Operasi Luar
Negeri
216
KATEGORI ASET KEUANGAN
Pinjaman
atau
Piutang
NO
Bentuk
Investasi
dlm Utang
NO
Tujuan
Spekulatif
NO
YES
YES
Keinginan
memegang
Available
for Sale
Trading
Diukur dg
Nilai Wajar
YES
Held to
maturity
YES
No
YES
Nilai Wajar
Nilai Beli
217
INSTRUMEN KEUANGAN
• setiap kontrak yang menambah nilai:
►aset keuangan entitas , dan (di sisi lain)
►liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.
►Aset Keuangan
 Kas
 Instrumen ekuitas yang diterbitkan
entitas lain
 Hak kontraktual:
• untuk menerima kas atau aset
keuangan lainnya dari entitas lain;
atau
• untuk
mempertukarkan
aset
keuangan dengan entitas lain
dengan kondisi berpotensi untung;
atau
 Kontrak yang akan diselesaikan
dengan penerbitan instrumen ekuitas
entitas
• nonderivatif
• derivatif
►LiabilitasKeuangan
 Kewajiban kontraktual:
• untuk menyerahkan kas atau aset
keuangan lain kepada entitas lain; atau
• untuk mempertukarkan aset keuangan
atau kewajiban keuangan dengan entitas
lain dengan kondisi yang berpotensi tidak
menguntungkan entitas;
 kontrak yang akan atau mungkin
diselesaikan
dengan
menggunakan
instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas
dan merupakan suatu:
• non derivatif; atau
• derivatif
218
TUJUAN
Mengatur prinsip-prinsip dasar
pengakuan dan pengukuran
aset keuangan, liabilitas
keuangan, dan kontrak
pembelian atau penjualan
item nonkeuangan.
219
RUANG LINGKUP
Diterapkan oleh semua entitas untuk seluruh jenis instrumen
keuangan, kecuali untuk:
 Investasi pada entitas anak, asosiasi, dan ventura bersama
(PSAK 65, PSAK 15, dan PSAK 66)
 Hak dan kewajiban yang diatur dalam sewa (PSAK 30)
 Hak dan kewajiban pemberi kerja (PSAK 24)
 Instrumen keuangan terbitan entitas yang memenuhi
definisi instrumen ekuitas
 Hak dan kewajiban dalam kontrak asuransi (PSAK 62)
 Kontrak dalam rangka kombinasi bisnis (PSAK 22)
 Komitmen pinjaman dan provisi (PSAK 57)
 Transaksi imbalan berbasis saham (PSAK 53)
220
RUANG LINGKUP
Komitmen pinjaman berikut termasuk dalam ruang
lingkup
• komitmen pinjaman yang diberikan yang ditetapkan entitas
sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
• komitmen pinjaman yang diberikan yang dapat diselesaikan
secara
neto
dengan
kas
atau
dengan
penyerahan/penerbitan instrumen keuangan lainnya.
• komitmen untuk menyediakan pinjaman yang diberikan pada
tingkat suku bunga di bawah suku bunga pasar.
Diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan item
nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas
atau
instrumen
keuangan
lainnya,
atau
dengan
mempertukarkan instrumen keuangan,
221
ASET/LIABILITAS KEUANGAN YANG DIUKUR PADA
NILAI WAJAR MELALUI LABA RUGI
 Diperdagangkan:
•
•
•
Diperoleh/dimiliki untuk tujuan dijual/dibeli kembali dalam waktu
dekat (trading);
Bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang
memiliki pola ambil untung dalam jangka pendek; atau
merupakan derivatif (kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai dan efektif).
 Ditetapkan untuk dinilai pada Nilai Wajar melalui
Laporan Laba Rugi
222
INVESTASI DIMILIKI HINGGA JATUH
TEMPO
Kriteria:
 Aset keuangan
nonderivatif;
 Pembayaran tetap/
telah ditentukan;
 Jatuh tempo telah
ditetapkan;
 Entitas memiliki
maksud dan
kemampuan untuk
memiliki hingga jatuh
tempo
Kecuali:
ditetapkan sebagai aset
keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui
laba rugi;
 ditetapkan sebagai tersedia
untuk dijual;
 memenuhi definisi pinjaman
yang diberikan dan piutang.
223
PINJAMAN DIBERIKAN DAN PIUTANG
Kecuali:
Kriteria:
 Aset keuangan
nonderivatif;
 Pembayaran tetap/
telah ditentukan;
 tidak mempunyai
kuotasi di pasar aktif,
 dimaksudkan utk dijual dlm
waktu dekat (trading);
 ditetapkan sebagai aset
keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi;
 diklasifikasikan sebagai
tersedia untuk dijual;
 pinjaman yang diberikan
dan piutang yang investasi
awalnya tidak akan
diperoleh kembali secara
substansial (kecuali karena
penurunan kualitas),
sehingga diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk
dijual.
224
ASET KEUANGAN TERSEDIA UNTUK
DIJUAL
Kriteria:
 Aset keuangan nonderivatif;
 Ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual;
 Tidak diklasifikasikan sebagai:
 pinjaman yang diberikan dan piutang,
 dimiliki hingga jatuh tempo, atau
 diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
225
TRANSFER / REKLASIFIKASI
Loans &
Receivabl
e
HTM
Diizinkan jika ada
perubahan intensi.
Situasi
yang langka
Diizinkan, namun
harus memenuhi
tainting rule
FVTPL
AFS
TAINTING
• Entitas tidak boleh mengklasifikasikan aset
keuangan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh
tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam
kurun waktu dua tahun sebelumnya, telah menjual
atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh
tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang
tidak signifikan (more than insignificant) sebelum
jatuh tempo
TAINTING
• Kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut
dilakukan:
• Mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian
kembali (contohnya, kurang dari tiga bulan
sebelum jatuh tempo)
• Setelah entitas telah memperoleh secara
substansial seluruh jumlah pokok aset keuangan
tersebut sesuai jadwal pembayaran atau entitas
telah memperoleh pelunasan dipercepat; atau
• Terkait dengan kejadian tertentu yang berada di
luar kendali entitas, tidak berulang, dan tidak
dapat diantisipasi secara wajar oleh entitas.
PENGUKURAN AWAL
Aset dan Liabilitas
Keuangan
Diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi
Selain yang diukur pada
nilai wajar melalui laba
rugi
Nilai wajar
Nilai wajar ditambah
biaya transaksi
(Biaya transaksi: Expense)
(Biaya transaksi:
dikapitalisasi)
229
DEFINISI NILAI WAJAR
Nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk
menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi
teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.
• ―...the price that would be received to sell an asset
or transfer a liability in an orderly transaction
between market participants at the measurement
date.‖
IFRS 13 para 9
230
PENGUKURAN SELANJUTNYA
Klasifikasi
Laporan
Posisi
Keuangan
Biaya
Transaksi
Keuntungan Bunga dan
atau
Dividen
Kerugian
Nilai Wajar
Penurunan
Nilai
Pembalikan
Penurunan
Nilai
FVTPL
Nilai wajar
Dibebankan
Laba rugi
Laba rugi
By default
By default
HTM
Harga
Perolehan
Diamortisasi
Dikapitalisasi
-
Laba rugi
Laba rugi
Laba rugi
Pinjaman yang
Diberikan dan
Piutang
Harga
Perolehan
Diamortisasii
Dikapitalisasi
-
Laba rugi
Laba rugi
Laba rugi
PENGUKURAN SELANJUTNYA
Klasifikasi
Jenis / Biaya
Transaksi
Utang/
Dikapitalisasi
AFS
Ekuitas/
Dikapitalisasi
Ekuitas:
Tidak dapat
diukur secara
andal/
Dikapitalisasi
Laporan
Posisi
Keuangan
Keuntungan Bunga dan
atau Kerugian Dividen
Nilai Wajar
Nilai wajar
Penghasilan
komprehensif Laba Rugi
lain*
Nilai wajar
Penghasilan
komprehensif Laba Rugi
lain*
Harga
perolehan
-
Laba Rugi
Penurunan
Nilai
Pemulihan
Penurunan
Nilai
Laba Rugi
Laba Rugi
Laba Rugi
Penghasilan
komprehensif
lain
Laba Rugi
-
* Dibebankan ke laba rugi saat pelepasan atau terjadi penurunan nilai
PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL
PINJAMAN DAN PIUTANG
a) Nilai wajar
b) Harga perolehan diamortisasi
c) Biaya (penggunaan terbatas hanya
jika nilai wajar tidak dapat ditentukan)
• PSAK 55 mengklasifikasikan:
• 4 kategori aset keuangan
• 2 kategori liabilitas keuangan
• Kategori tersebut menentukan metode yang
digunakan untuk pengukuran selanjutnya
233
HARGA PEROLEHAN AMORTISASI
Jumlah saat pengukuran
awal
Plus or Minus
Akumulasi amortisasi dengan
metode suku bunga efektif
Minus
Pembayaran
Minus
Penurunan Nilai
234
SUKU BUNGA EFEKTIF
• Suku bunga yang menyamakan antara nilai
awal aset dengan nilai kini dari pembayaran
yang diterima di masa mendatang.
• Nilai awal aset keuangan termasuk biaya
transaksi dan biaya lain terkait dengan
perolehan/penerbitan aset/liabilitas keuangan.
• Suku bunga efektif tidak selalu sama dengan
suku bunga yang ditetapkan.
• Suku bunga efektif digunakan untuk mengitung
amortisasi premium atau diskonto.
235
BIAYA TRANSAKSI DAN PROVISI
• Biaya transaksi/Provisi merupakan biaya yang dikeluarkan
terkait dengan suatu kredit yang diberikan
• Pinjaman yang diberikan kepada peminjam sebesar nilai
nominal pinjaman, namun yang dicatat oleh pemberi
pinjaman adalah :
• Pokok pinjaman;
• Ditambah biaya yang secara langsung dikeluarkan;
• Dikurangi dengan provisi (biaya yang ditanggung oleh penerima
kredit)
236
ILUSTRASI PROVISI
Enitas A memberikan pinjaman Rp6.000.000, bunga 8%
per tahun. Bunga sebesar 8% dari total pinjaman
dibayarkan setiap akhir tahun dan pokok pijaman
dilunasi pada akhir tahun ketiga. Entitas A
membebankan provisi sebesar 4% yang dipotong dari
pinjaman yang diberikan
Jumlah pinjaman yang diberikan/diterima adalah
sebesar 6.000.000 dikurang 4% = 5.760.000. Bunga
efektif dihitung sebesar yang menyamakan nilai kini
arus kas yang akan diterima dengan nilai pinjaman
5.760.000.
237
ILUSTRASI PROVISI
Tidak ada provisi
Pembayaran
8% 1
480.000
2
480.000
3
480.000
3
6.000.000
Dengan provisi 4%
Pembayaran
9.59708% 1
480.000
2
480.000
3
480.000
3
6.000.000
6.000,000
PV
444.444
411.520
381.040
4.762.990
6.000.000
5.760.000
PV
437.970
399.620
364.620
4.557.790
5.760.000
• Tingkat suku bunga
efektif lebih besar
karena nilai uang
yang diberikan lebih
kecil.
• Perusahaan
tetap
akan
memperoleh
pembayaran bunga
8% dari pokok
• Tingkat suku bunga
efektif
dihitung
sebesar 9,59708%.
238
ILUSTRASI PROVISI… LANJUTAN
Kredit yang diberikan
5.760.000
Kas
5.760.000
(Kredit dapat dicatat sebesar 6.000.000 dikurangi diskon 40.000)
Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan amortisasi
biaya transaksi
Kas
480.000
Kredit yang diberikan
72.790
Pendapatan bunga
552.790
Pendapatan bunga dihitung dengan suku bunga efektif
239
ILUSTRASI PROVISI … LANJUTAN
Pembayaran
Bunga
Amortisasi
9.59708%
Pinjaman
5.760.000
1
480.000
552.790
72.790
5.832.790
2
480.000
559.780
79.780
5.912.570
3
480.000
567.430
87.430
6.000.000
3
6.000.000
6.000.000
240
PENURUNAN NILAI
• Aset keuangan atau kelompok aset keuangan
mengalami penurunan nilai apabila:
• Jumlah tercatat/biaya perolehan diamortisasi
melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali
• Evaluasi
apakah
terdapat
bukti
objektif
penurunan nilai dilakukan pada setiap tanggal
laporan keuangan
• Jika terdapat bukti objektif penurunan nilai,
maka entitas mengestimasi nilai yang dapat
diperoleh kembali dan mengakui rugi
penurunan nilai
PENURUNAN NILAI
Piutang setiap pelaporan dievaluasi apakah terdapat bukti
objektif aset keuangan tersebut mengalami penurunan nilai
Jika terdapat bukti objektif, maka entitas mengakui rugi
penurunan nilai
Bukti objektif terjadi akibat dari satu atau lebih peristiwa
setelah pengakuan awal yang merugikan dan berdampak
pada arus kas di masa depan
242
PENURUNAN NILAI
Kesulitan keuangan signifikan pihak peminjam
Pelanggaran kontrak seperti terjadi penundaan
pembayaran bunga maupun pokok
Pihak
pemberi
pinjaman
memberikan
kelonggaran akibat kesulitan keuangan yang
dialami peminjam
Peminjam dinyatakan pailit oleh pengadilan
Memburuknya
kondisi
ekonomi
yang
menyebabkan kemampuan membayar turun
243
PENURUNAN NILAI
Terdapat bukti
objektif
Kerugian diukur sebesar selisih
antara jumlah tercatat piutang
dan nilai kini dari estimasi arus kas
masa depan
Tingkat diskonto  suku
bunga efektif yang berlaku
pada saat pengakuan awal
dari aset tersebut
Kerugian diakui
dalam laporan laba
rugi
Jumlah tercatat piutang
dikurangi langsung/dibuat
pencadangan
244
PENURUNAN NILAI
Piutang dagang
Piutang dagang
terbukti tidak dibayar
Tidak dibayar
Menghapuskan seluruh
piutang tersebut,
kecuali terdapat
jaminan
Dibayar, tetapi
waktu
pembayarannya
lebih panjang dari
yang diperjanjikan
Kerugian diakui sebesar
piutang yang tidak
mempunyai jaminan
245
PENURUNAN NILAI
Evaluasi bukti
objektif secara
individual
Piutang dimasukkan
dalam kelompok
piutang yang
mengalami
penurunan nilai
secara kolektif
Jika tidak
terdapat bukti
objektif individual
piutang
Jika terdapat
bukti objektif 
menghitung arus
kas masa depan
dari piutang
Selisihnya diakui
sebagai rugi
penurunan nilai
246
PENURUNAN NILAI – ASET KEUANGAN YANG
DICATAT BERDASARKAN BIAYA PEROLEHAN
DIAMORTISASI
• Meliputi investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh
tempo dan pinjaman yang diberikan dan piutang
• Aset individual yang signifikan:
• Penurunan nilai pertama kali dinilai secara individual.
• Jika tidak terdapat bukti penurunan nilai saat penilaian
individual, maka piutang dinilai dalam kelompok yang
memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa.
• Penilaian secara kelompok:
• Untuk aset-aset yang secara individu tidak signifikan dan
aset-aset lain
• Tidak dapat dievaluasi secara individual
PENURUNAN NILAI KOLEKTIF – ASET KEUANGAN
YANG DICATAT BERDASARKAN BIAYA PEROLEHAN
DIAMORTISASI
Penurunan nilai secara kolektif aset keuangan
yang dicatat berdasarkan biaya perolehan
diamortisasi meliputi:
1. Kelompok aset keuangan sejenis yang
tidak signifikan secara individual; dan
2. Aset keuangan yang signifikan secara
individual
yang
tidak
mengalami
penurunan nilai berdasarkan evaluasi
secara individual;
PENURUNAN NILAI KOLEKTIF – ASET KEUANGAN
–
BIAYA PEROLEHAN DIAMORTISASI
• Kerugian penurunan nilai diukur sebesar
selisih antara jumlah tercatat aset dan nilai
kini estimasi arus kas masa depan yang
didiskonto menggunakan suku bunga
efektif awal dari aset tersebut.
• Jumlah tercatat aset tersebut dikurangi,
baik
secara
langsung
maupun
menggunakan pos cadangan.
• Jumlah kerugian yang terjadi diakui pada
laporan laba rugi.
PENURUNAN NILAI KOLEKTIF – ASET KEUANGAN
–
BIAYA PEROLEHAN DIAMORTISASI
• Jika pada periode berikutnya jumlah kerugian
penurunan nilai berkurang, maka kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus
dipulihkan.
• Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan
nilai tercatat aset keuangan melebihi biaya
perolehan
diamortisasi
sebelum
adanya
pengakuan penurunan nilai pada
tanggal
pemulihan dilakukan.
• Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada
laporan laba rugi.
PENURUNAN NILAI –
ASET KEUANGAN YANG DICATAT PADA BIAYA
PEROLEHAN
• Jumlah kerugian penurunan nilai diukur sebesar
selisih antara jumlah tercatat aset keuangan
dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan
yang didiskontokan pada tingkat pengembalian
yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa
• Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat
dipulihkan.
PENURUNAN NILAI –
ASET KEUANGAN TERSEDIA UNTUK DIJUAL
• Ketika penurunan nilai wajar atas aset keuangan yang
diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual telah
diakui secara langsung dalam ekuitas dan terdapat bukti
objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai,
maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara
langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan
diakui pada laporan laba rugi
• Kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan laba rugi
atas investasi instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai
instrumen ekuitas yang tersedia untuk dijual tidak boleh
dipulihkan melalui laporan laba rugi.
• Jika, pada periode berikutnya, nilai wajar instrumen utang
yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual
meningkat, maka kerugian penurunan nilai tersebut harus
dipulihkan melalui laporan laba rugi.
IMPAIRMENT OF FINANCIAL ASSETS MEASURED
AT AMORTIZED COST
Procedures for assessing impairment (IAS 39: 63-65)
Test for impairment for
Financial Assets
Not Individually
Significant
Individually Significant
Individually
Fail
Pass
Individually
Fail
Collectively
Pass
Collectively tested
with similar credit
risk
253
IMPAIRMENT OF AFS FINANCIAL ASSETS
Changes in fair value of
AFS taken to equity
Decline in fair value must
be determined
Objective evidence of
impairment
Cumulative loss in equity
transferred to income
statement
Decline in fair value
Acquisition
cost
-
Previous
Current fair
impairment loss
value
Debt instrument: Reversible
Equity instrument: Non reversible
254
PENURUNAN NILAI – PENGHITUNGAN
• Piutang yang signifikan secara individu  dihitung
secara individu
• Jika peminjam pailit dan tidak ada yang menjamin
piutang  diturunkan nilainya seluruhnya
• Seluruh piutang tersebut dihapuskan dan diakui
entitas sebagai beban
• Jika peminjam pailit dan terdapat jaminan atas
piutang
• Jumlah penurunan nilai  Seluruh nilai piutang
dicatat sebesar nilai jaminan yang dikuasai oleh
perusahaan
255
ILUSTRASI PELANGGAN PAILIT
Entitas A memiliki piutang kepada Entitas B sebesar 100.000. Piutang diberikan 1 Juni
2013. Pada 15 Desember 2014 Entitas A mendapatkan informasi bahwa Entitas B
dipailitkan oleh pengadilan. Piutang ini tidak dijamin, aset Entitas B tidak dapat
digunakan untuk membayar utang dagang. Piutang diturunkan seluruhya karena arus kas
masa depan Rp0.
Entitas A menghapuskan piutang  mendebit cadangan penurunan nilai piutang
Pencadangan penurunan nilai
Beban penurunan nilai piutang
Cadangan penurunan nilai piutang
Penghapusan piutang
Cadangan penurunan nilai piutang
Piutang Dagang
100.000
100.000
100.000
100.000
256
PENURUNAN NILAI – PENGHITUNGAN
 Piutang masih dapat ditagih, tetapi proses
pembayarannya terlambat dari yang diperjanjikan.
 Entitas mengestimasi waktu penerimaan kas atas
piutang tersebut dan menghitung nilai kini piutang
tersebut dengan menggunakan suku bunga pasar.
 Piutang berbunga  menggunakan bunga efektif
pinjaman
257
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI
PIUTANG INDIVIDU
Entitas A melakukan penjualan kredit pada Entitas B pada 1
Agustus 2014 sebesar 500.000. Menurut perjanjian, pembayaran
akan dilakukan dalam waktu sebulan setelah penjualan. Hingga
31 Desember 2014, ketika Entitas A menyusun laporan
keuangannya, belum ada pembayaran atas piutang tersebut.
Entitas B menjanjikan melunasi utangnya pada awal Juli 2016.
Suku bunga pasar adalah 5%.
258
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG
INDIVIDUAL
5% PV 5% 1,5 tahun
500,000
464,714
35,286
PV piutang 500.000 x 0.962250 (PV 5%, n=1,5) = 464.714
Penurunan nilai = 500.000 -- 64.714 = 35.286
Jumlah ini akan digabungkan dengan penurunan nilai piutang lain dan
penurunan nilai secara kolektif.
Jika dibuat jurnal sendiri:
Beban penurunan nilai piutang
35.286
Cadangan penurunan nilai piutang
35.286
Jika pada 1 Juli 2015 dibayar, maka jurnal yang dibuat adalah:
Cadangan penurunan nilai piutang
35.286
Beban penurunan nilai piutang
35.286
Kas
500.000
Piutang dagang
500.000
259
PENURUNAN NILAI – PENGHITUNGAN
Pinjaman yang diberikan dalam bentuk kredit 
Tanda kegagalan: Restrukturisasi
Hasil restrukturisasi:
Nilai kini arus
kas masa
depan
<
Jumlah
tercatat
pinjaman
Penurunan
nilai
260
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG
Entitas A memberikan pinjaman kepada Entitas B 400.000 pada 30 Desember
2012. Jangka waktu pinjaman 2 tahun, suku bunga 10% dikenakan atas saldo
pinjaman setiap tahun dan pinjaman dilunasi seluruhnya pada akhir tahun
kedua. Pada 30 Desember 2013, Entitas B tidak membayar bunganya karena
mengalami kesulitan keuangan. Oleh karena itu, dilakukan negosiasi ulang atas
pinjaman tersebut.
261
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG
Kasus 1
Diberikan grace period pada tahun pertama dan pembayaran bunga dimulai
pada tahun kedua, piutang baru dilunasi pada tahun ketiga
Tahun Skedul awal
1
40,000
2
40,000
2
400,000
PV lama
36,364
33,058
330,579
Perubahan
Skedul
40,000
40,000
400,000
400,000
Kerugian
PV baru
33,058
30,053
300,526
363,636
36,364
Rugi penurunan nilai
262
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI
PIUTANG
Kasus 2
Pinjaman akan diangsur mulai 2013, namun angsuran pertama akan
memperhitungkan bunga tertunggak selama tahun pertama. Untuk angsuran
kedua dan pelunasan akan dilakukan pada tahun berikutnya
Tahun
1
2
2
Skedul awal
40,000
40,000
400,000
PV lama
36,364
33,058
330,579
Perubahan
Skedul
PV baru
84,000
40,000
400,000
400,000
Kerugian
69,421
30,053
300,526
400,000
-
Tidak terjadi penurunan nilai
263
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI
Kasus 3
Kesepakatan menyebutkan bahwa pinjaman mulai diangsur pada tahun 2013 dan sisanya
di tahun berikutnya, tetapi Entitas B dikenakan kenaikan suku bunga menjadi 12%.
Pembayaran angsuran pertama dilakukan bersamaan dengan pembayaran bunga
tertunggak dan bunga periode tersebut yang dihitung berdasarkan rate baru secara flat.
Bunga = (Rp200.000*0,12*2 = Rp48.000)
Perubahan
Skedul
PV baru
3
148.000.000
111.194.591
4
136.000.000
92.889.830
Tahun Skedul awal
PV lama
1
120.000.000
109.090.909
2
110.000.000
90.909.091
200.000.000
<
(4.084.420)
204.084.420
tidak
terjadi
penurunan
nilai
264
PENURUNAN NILAI
• Tidak seluruh piutang yang dimiliki signifikan
• Tidak seluruh piutang yang
mengalami penurunan nilai
• Dievaluasi
kolektif
penurunan
nilainya
signifikan
secara
265
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG
KELOMPOK
Entitas M memiliki piutang beberapa pelanggan pada 31 Desember 2014
Nama Pelanggan
Nilai Piutang
Entitas A
300.000
Entitas B
260.000
Entitas C
250.000
Entitas D
150.000
Entitas E
50.000
Entitas F
30.000
Piutang lain tidak signifikan
250.000
266
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG
KELOMPOK
Seluruh piutang tidak memiliki jaminan. Terdapat informasi Entitas F
mengalami kesulitan keuangan dan dinyatakan pailit. Piutang kepada
Entitas D telah berumur 3 bulan, di mana dalam perjanjian piutang akan
dilunasi dalam 1 bulan. Entitas D baru dapat melunasi piutangnya pada 31
Desember 2015. Bunga incremental borrowing sebesar 6%.
Berdasarkan pengalaman dan data historis, tingkat piutang tidak tertagih
adalah 2% dari nilai piutang.
267
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG
KELOMPOK
Entitas F dinyatakan pailit sehingga terdapat bukti objektif penurunan nilai
piutang. Arus kas yang diharapkan di masa depan adalah 0 sehingga seluruh
piutang sebesar 30.000 di-impairment.
Piutang kepada Entitas D baru dibayar setahun kemudian. Entitas
memperhitungkan nilai kini dari arus kas di masa depan.
Nilai kini dari arus kas dengan tingkat bunga 6%, satu tahun
= 150.000 x 0.9434
= 141.500
Jumlah tercatat piutang
= 150.000
Kerugian penurunan nilai
= 8.500
268
ILUSTRASI PENURUNAN NILAI PIUTANG
KELOMPOK
Piutang lain yang tidak signifikan dan piutang yang secara individual tidak
mengalami penurunan nilai adalah:
300.000+260.000+250.000+50.000+250.000= 1.111.000
Penurunan nilai kolektif: 2% x 1.111.000 = 22.220
Total penurunan piutang sebesar 30.000 + 8.500 + 22.200 = 60.700.
Jurnal yang dibuat adalah:
Beban penurunan nilai piutang
Cadangan penurunan nilai piutang
60.700
60.700
269
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Dihitung berdasarkan data historis beberapa tahun
sebelumnya (3-5 tahun)
Metode
Metode pembebanan rata-rata (Average charge
method)
&
Metode roll
rate
270
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Average charge-off
methodMendasarkan jumlah penurunan nilai berdasarkan
1
2
3
4
data historis rata-rata tingkat kerugian pinjaman
Masing-masing tahun diperoleh data saldo
piutang, jumlah piutang yang dihapuskan serta
jumlah piutang yang telah dihapuskan namun
dapat ditagih
Hitung jumlah pinjaman neto yang dihapuskan 
pinjaman yang dihapuskan dikurangi pinjaman
yang telah dihapuskan namun dapat ditagih
(recovery)
Rata-rata kerugian pinjaman tiap tahun 
pinjaman neto yang dihapuskan dibagi rata-rata
pinjaman untuk masing-masing tahun selama 5 th
271
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Average charge-off
method
2005
Pinjaman yang
dihapuskan
Pinjaman
recovery
Pinjaman net
yang
dihapuskan
Pinjaman
Rata-rata
Pinjaman
Rata-rata
kerugian
2006
2007
2008
Rata2
5
tahun
2009
450.000.000
420.000.000
400.000.000
390.000.000
380.000.000
(80.000.000)
(78.000.000)
(70.000.000)
(64.000.000)
(60.000.000)
370.000.000
342.000.000
330.000.000
326.000.000
320.000.000
36.500.000.000 35.800.000.000
36.500.000.000 36.150.000.000
0,0101
0,0095
36.800.000.00
0
36.300.000.00
0
0,0091
38.000.000.00
0 38.600.000.000
37.400.000.00
0 38.300.000.000
0,0087
0,0084
272
0,009
2
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Average charge-off
method
Pinjaman yang
Pinjaman
secara individu
yang
Total pinjaman
mengalami
dievaluasi
tahun 2011 penurunan nilai secara kolektif
48.000.000.000
(8.000.000.000) 40.000.000.000
Rata-rata
data
historis
kerugian
pinjaman
Penurunan
nilai kolektif
0,0092
366.000.000
273
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Roll Rate Method
menghitung probability piutang pada periode sekarang
akan tetap menjadi piutang pada periode berikutnya
Misal:
Piutang yang belum jatuh tempo pada bulan Jan 2010
sebesar 5.000.000, dari jumlah tersebut yang masih belum
tertagih pada Feb 2011 sebesar Rp1.000.000 sehingga roll
rate ratio sebesar 20%  dihitung dalam jangka waktu
1 tahun, untuk kemudian dihitung nilai rata-ratanya
274
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Roll Rate Method
Bulan/
tahun
2 Jan
2011
2 Feb
2011
Roll rate
Current
5.000.000
20%
1-30 hari
31-60
hari
61-180 181-365 > 365
hari
hari
hari
1.500.000 1.000.000 800.000
400.000
1.000.000
560.000 320.000
40%
600.000 500.000
50%
70%
80%
100%
275
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Roll Rate Method
Bulan/tahun
Current 1-30 hari
2 Jan 2011
2 Feb 2011
2 Mar 2011
2 Apr 2011
2 Mei 2011
2 Jun 2011
2 Jul 2011
2 Agt 2011
2 Sep 2011
2 Oct 2011
2 Nop 2011
2 Dec 2011
Rata-rata roll rate
20%
25%
22%
25%
26%
28%
26%
25%
18%
19%
18%
18%
22.50%
40%
42%
44%
45%
43%
41%
40%
41%
38%
38%
36%
38%
40.50%
31-60 hari
50%
54%
50%
52%
46%
48%
50%
52%
54%
52%
50%
48%
50.50%
61-180 hari
70%
68%
62%
70%
66%
64%
68%
72%
66%
68%
70%
66%
67.50%
181-365 hari > 365 hari
80%
78%
78%
78%
86%
84%
80%
82%
80%
76%
80%
78%
80.00%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100%
100.00%
276
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Roll Rate Method
Umur Piutang
Current
1-30 hari
31-60 hari
61-180 hari
181-365 hari
> 365 hari
% Penurunan
Nilai
2.48%
11.04%
27.27%
54.00%
80.00%
100.00%
Perhitungan
22.50%*40,50%*50.50%*65.50%*80.00%*100%
40.50%*50.50%*65.50%*80.00%*100%
50.50%*65.50%*80.00%*100%
65.50%*80.00%*100%
80.00%*100%
100.00%
Nilai roll rate rata-rata per tahun digunakan untuk menentukan nilai
piutang tidak tertagih untuk masing-masing umur piutang dengan
mengalikan prosentase tidak tertagih pada periode tersebut dan
setelahnya  digunakan untuk menentukan penurunan nilai
piutang secara kolektif
277
MENGHITUNG PENURUNAN NILAI
KOLEKTIF
Cadangan penurunan nilai awal periode
Beban penurunan nilai periode tsb
Piutang yang dihapuskan (individu&kolektif)
Piutang recovery (sudah dihapuskan tertagih)
Cadangan penurunan nilai akhir periode
5000
2000
(1000)
500
6500
278
PENURUNAN NILAI – ESTIMASI
Konsep
penyisihan
piutang
dilakukan
karena
perusahaan dalam laporan keuangan harus menyajikan
piutang sebesar jumlah yang dapat direalisasi
diperlukan estimasi jumlah yang tidak dapat ditagih
di masa depan
X
Estimasi didasarkan pada:
Nilai Piutang
Nilai
Penjualan
Tidak diperkenankan
oleh PSAK 55
279
PSAK – 65:
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
IFRS 10: Consolidated Financial Statements
KOMBINASI BISNIS
Penggabungan usaha
entitas tidak sepengendali
(PSAK 22) – nilai wajar, selisih
nilai wajar dan imbalan yang
dialihkan diakui sebagai
goodwiill
Laporan Keuangan
Konsolidasi didahului
dengan kombinasi
bisnis
Kombinasi Bisnis Entitas
Sepengendali (PSAK 38) –
jumlah tercatat, selisih
imbalan yang dialihkan dan
jumlah tercatat diakui
sebagai tambahan modal
disetor
281
PERUBAHAN PSAK 65 (REVISI 2013)
Hal
PSAK 65
PSAK 4
dan
ISAK 7
Ruang Lingkup
Tidak meliputi LK tersendiri
Diatur
Definisi
Diatur dalam lampiran tersendiri
Diatur
Pengendalian
Definisi yang umum meliputi:
kekuasaan, ekposur hak dan
kemampuan menggunakan
kekuasaan
Diatur
Pengendalian tanpa
adanya hak suara
mayoritas
Memberikan panduan penerapan
dalam menaksir pengendalian tanpa
hak suara
Diatur
Hak suara potensial
Ketentuan lebih detail
Diatur
Hubungan keagenan
Terdapat pedoman penerapan
hubungan keagenan
Tidak
Diatur
282
Perubahan PSAK 65 (Revisi 2013)
Hal
PSAK 65
PSAK 4
dan
ISAK 7
Persyaratan akuntansi
LK konsolidasian disusun dengan
menggunakan kebijakan yan sama
Diatur
Kepentingan non
pengendali
Penyajiannya terpisah dari ekuitas
pemiliki entitas induk
Diatur
Penentuan apakah
entitas adalah entitas
investasi
Terdapat definisi
Tidak
Diatur
Entitas investasi
pengecualian terhadap
konsolidasi
Tidak dikonsolidasi tetapi mengukur
investasinya dengan nilai wajar
Tidak
Diatur
283
PSAK 65
LK Konsolidasian
Isi
Tujuan
Ruang lingkup
Pengendalian
Persyaratan akuntansi
Penentuan apakah
entitas adalah entitas
investasi
 Entitas investasi –
pengecualian terhadap
konsolidasi





Lampiran
 Lampiran A: Definisi
 Lampiran B: Pedoman
Penerapan
 Lampiran C: Tanggal
Efektif dan Ketentuan
Transisi
 Contoh Ilustrasi (bukan
bagian)
 Menarik PSAK 4
 Menarik ISAK 7
LAMPIRAN A - DEFINISI
• Aktivitas relevan (relevant activities) adalah aktivitas investee yang
secara signifikan mempengaruhi imbal hasil investee.
• Entitas anak (subsidiary) adalah entitas yang dikendalikan oleh
entias lain.
• Entitas induk (parent) adalah entitas yang mengendalikan satu atau
lebih entitas.
• Entitas investasi (investment entity) adalah entitas yang:
(a)memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan
memberikan investor tersebut jasa manajemen investasi;
(b)menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya
adalah untuk menginvestasikan dana yang semata-mata untuk
memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan
investasi, atau keduanya; dan
(c)mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya
yang substansial berdasarkan pada nilai wajar.
LAMPIRAN A - DEFINISI
• Hak pencabutan (removal rights) adalah hak untuk mencabut
kewenangan pengambilan keputusan yang dimiliki oleh pengambil
keputusan.
• Hak protektif (protective rights) adalah hak yang didesain untuk
melindungi kepentingan pihak pemegang hak protektif tanpa
memberikan kekuasaan kepada pihak tersebut atas entitas di mana
hak tersebut terkait.
• Kekuasaan (power) adalah hak yang ada saat ini yang memberikan
kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan.
• Kelompok usaha (group) entitas induk dan entitas anaknya.
• Kepentingan nonpengendali (non-controlling interest) adalah
ekuitas entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung
atau tidak langsung kepada entitas induk.
• Laporan
keuangan
konsolidasian
(consolidated
financial
statements) adalah laporan keuangan kelompok usaha yang di
dalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas
entitas induk dan entitas anak disajikan sebagai suatu entitas
LAMPIRAN A - DEFINISI
• Pengambil keputusan (decision maker) adalah entitas dengan hak
pengambilan keputusan yang merupakan prinsipal maupun agen
untuk pihak lain.
• Pengendalian atas investee (control of investee). Investor
mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak
atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut
melalui kekuasaannya atas investee.
TUJUAN
Menetapkan prinsip penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian ketika entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lain.
(a)mensyaratkan entitas (entitas induk) yang mengendalikan satu atau
lebih entitas lain (entitas anak) untuk menyajikan laporan keuangan
konsolidasian;
(b)mendefinisikan prinsip pengendalian (control) dan menetapkan
pengendalian sebagai dasar konsolidasi;
(c) menetapkan bagaimana cara menerapkan prinsip pengendalian
untuk mengidentifikasi apakah investor mengendalikan investee
sehingga investor mengonsolidasi investee;
(d)menetapkan persyaratan akuntansi
keuangan konsolidasian; dan
untuk
penyusunan
laporan
(e) mendefinisikan entitas investasi dan menetapkan pengecualian untuk
mengonsolidasikan entitas anak tertentu dari entitas investasi.
RUANG LINGKUP
• Entitas yang merupakan entitas induk menyajikan laporan
keuangan konsolidasian.
• Pernyataan ini berlaku untuk seluruh entitas, kecuali:
(a) program imbalan pascakerja atau program imbalan kerja
jangka panjang lain yang diatur dalam PSAK 24: Imbalan
Kerja.
(b) entitas investasi tidak perlu menyajikan laporan keuangan
konsolidasian jika entitas investasi disyaratkan untuk
mengukur seluruh entitas anaknya pada nilai wajar melalui
laba rugi sesuai dengan Paragraf 31.
PENGENDALIAN – PSAK 65
• Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki
hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui
kekuasaannya atas investee.
• Investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki
seluruh hal berikut ini:
(a)kekuasaan atas investee (lihat Paragraf 10-14);
(b)eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan
investee (lihat Paragraf 15 dan 16); dan
(c)kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk
mempengaruhi jumlah imbal hasil investor (lihat Paragraf 17 dan 18).
Kekuasaan
Eksposur
imbal hasil
Kemampuan
Pengendalian
KOMPONEN PENGENDALIAN (PEDOMAN
PENERAPAN)
Hak
Substantif
Aktivitas
Relevan
• Tergantung pada sifat kegiatan, struktur hukum, dan
pengambilan keputusan.
• Hak suara, hak suara potensial, dan hak kontraktual
• Hak protektif diabaikan.
• Mengevaluasi dampak dari berbagai hak dan interaksi
mereka
• Kemampuan praktis untuk melaksanakan hak
• Kemampuan saat ini untuk aktivitas relevan langsung
• Tidak perlu semua hak dilaksanakan secara aktif
(pemilik mayoritas yang pasti memiliki semua
kekuasaan)
• Aktivitas yang secara signifikan mempengaruhi
imbal hasil investee.
• Contoh: pembelian/penjualan, manajemen aset
keuangan, pembiayaan.
• Keputusan dalam aktivitas relevan: anggaran,
perekrutan/kompensasi dari manajemen, keputusan
investasi.
KEKUASAAN
• Memiliki kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan, yaitu
aktivitas yang secara signifikan mempengarui imbal hasil investee.
• Kekuasaan timbul dari hak. Penaksiran kekuasaan mudah
ditentukan ketika kekuasaan berasal dari instrumen ekuitas.
Penaksiran kadang kompleks dan perlu mempertimbangkan
banyak faktor.
• Bukti investor mengarahkan aktivitas relevan dapat membantu
menentukan kekuasaan, namun bukti tersebut tidak dengan
sendirinya meyakinkan.
• Investor yang paling mempengaruhi imbal hasil investee yang
memiliki kekuasaan.
• Kekuasaan muncul dari hak termasuk:
•
•
•
•
•
Hak suara
Hak suara potensial
Hak menunjuk personil manajemen kunci
Hak pengambilan keputusan dalam kontrak manajemen
Hak mengganti (kick-out)
IMBAL HASIL
• Investor terekspos atas imbal hasil variabel dengan investee
ketika imbal hasil investor dari keterlibatannya tersebut
berpotensi untuk bervariasi sebagai akibat dari kinerja investee.
Imbal hasil investor dapat hanya positif, hanya negatif, atau
positif dan negatif.
• Meskipun hanya satu investor yang dapat mengendalikan
investee, lebih dari satu pihak dapat berbagi imbal hasil
investee. Sebagai contoh, pemilik kepentingan nonpengendali
dapat berbagi laba atau distribusi dari investee.
• Contoh:
• Dividen, bunga, dan perubahan nilai investasi.
• Renumerasi jasa atas atas investee, fee dan eksposur atas kerugian
pemberian bantuan likuiditas, hak residual atas likuidasi, manfaat
pajak, dan sebagainya.
• Tidak tersedia bagi pihak lain, misalnya penggabungan aset
investor dan investee untuk meningkatkan nilai aset investor.
KEKUASAAN DAN IMBAL HASIL
• Investor mengendalikan investee jika investor tidak hanya
memiliki kekuasaan atas investee dan eksposur atau hak atas
imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee,
tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya dalam mempengaruhi imbal hasil investor dari
keterlibatannya dengan investee.
• Investor dengan hak pengambilan keputusan menentukan
apakah investor bertindak sebagai prinsipal atau agen.
Investor yang bertindak sebagai agen, sesuai dengan
Paragraf PP58-PP72, tidak mengendalikan investee ketika
investor tersebut melaksanakan hak pengambilan keputusan
yang didelegasikan kepada investor tersebut.
KEKUASAAN DAN IMBAL HASIL
• Kekuasaan dapat dilaksanakan sendiri.
• Kekuasaan dapat didelegasikan pada pihak lain
(wewenang pengambilan keputusan) melalui agen dan
prinsipal.
• Ruang lingkup pengambilan keputusan.
• Hak
pihak
lain
(misalnya
hak
pencabutan
atau
membebastugaskan pengambil keputusan tanpa sebab, dan
pembatasan diskresi pengambil keputusan).
• Renumerasi (sepadan dengan jasa yg diberikan dan perjanjian
renumerasi persyaratan untuk jasa serupa)
• Eksposur variabilitas imbal hasil dari kepentingan (interest) lain,
yaitu ketika memiliki kepentingan (interest) pada investee
apakah eksposurnya berbeda dg investor lain.
AKTIVITAS RELEVAN
• Aktivitas relevan (penentuan kebijakan operasional dan
keuangan):
•
•
•
•
•
Penjualan dan pembelian barang atau jasa;
Pengelolaan aset keuangan;
Seleksi, akuisisi, dan pelepasan aset;
Riset dan pengembangan produk atau proses baru;
Penentuan struktur pendanaan atau perolehan pendanaan.
• Keputusan aktivitas relevan
• Keputusan operasional dan permodalan investe (misal
anggaran);
• Penunjukan dan pemberian renumerasi personil manajemen
kunci atau penyedia jasa atau pemutusan hubungan kerja
tersebut.
TUJUAN DAN DESAIN INVESTEE
• Traditional Entities
Hak suara sebagai faktor dominan; pihak yang memiliki hak
suara yang cukup untuk menentukan kebijakan operasional
dan
keuangan
investee
merupakan
pihak
yang
mengendalikan investee (pemegang hak suara mayoritas).
• Structured Entities
Hak suara bukan merupakan faktor yang dominan (hak suara
hanya terkait tujuan administratif).
• Hak suara;
• Risiko terhadap investor (desain paparan, desain pihak yang
terpapar, dan apakah investor terpapar risiko tersebut).
Tujuan setiap investor, alasan keterlibatan investor
dengan investee, dan bagaimana keterlibatan
tersebut
HAK SAAT INI
Indikator Utama
•
•
•
•
•
Hak suara;
Hak untuk menunjuk, memindahtugaskan, atau mengganti
personil manajemen kunci;
Hak menunjuk atau mengganti entitas lain yang
mengarahkan aktivitas relevan;
Hak mengarahkan investee untuk melakukan atau memveto
perubahan terhadap transaksi untuk kepentingan investor;
Hak lain (misalnya hak pengambilan keputusan dalam
kontrak manajemen).
HAK SAAT INI
Indikator Tambahan
•
•
•
•
•
Dapat menunjuk atau menyetujui personil manajemen kunci;
Dapat mengarahkan investee melakukan atau memveto
perubahan terhadap transaksi untuk kepentingan investor;
Dapat mendominasi proses nominasi organ pengatur atau
memperoleh mandat dari pemegang suara lain;
Personil manajemen kunci investee adalah pihak berelasi
dengan investor (misal CEO investee adalah juga CEO investor);
Mayoritas organ pengatur investee adalah pihak berelasi
dengan investor.
HAK SAAT INI
Indikator Lain
•
•
•
•
Personil manajemen kunci investee adalah karyawan atau
mantan karyawan investor;
Kegiatan operasional investee bergantung pada investor;
Porsi signifikan aktivitas investee melibatkan investor atau atas
nama investor;
Eksposur atau hak atas imbal hasil tidak proporsional lebih
besar daripada hak suara.
HAK SAAT INI
• HAK SUBSTANTIF
• Kemampuan praktis untuk melaksanakan hak tersebut.
• Terdapat hambatan (ekonomi dan lain)? Misal insentif
keuangan atau penalti, ketentuan hukum atau
regulasi,dsb
• Ketika perlu persetujuan pihak lain, terdapat mekanisme
untuk melaksanakan hak secara kolektif?
• Para pihak yg memiliki hak akan memperoleh manfaat
dari hak tsb?
• Hak substantif jika dapat dilaksanakan ketika perlu
dibuat keputusan arah aktivitas relevan
• Hak substantif dapat dilaksanakan saat ini
(umumnya) atau tidak saat ini
HAK SAAT INI
Hak Protektif
Melindungi pemilik hak, tetapi tanpa kekuasaan atas investee
(misalnya hak kreditur untuk membatasi penggunaan dana
pinjaman dan mengambil alih aset jika debitur gagal bayar).
• Hak veto umumnya merupakan hak protektif;
• Waralaba
Pewaralaba (franchisee) memberi hak ke pemilik waralaba
(franchisor) untuk melindungi merek waralaba franchisor
memiliki hak protektif (dukungan keuangan franchisor dan
paparan variabilitas imbal hasil dari franchisee).
HAK SUARA
• Hak suara mayoritas memiliki kekuasaan.
• Hak suara mayoritas tanpa kekuasaan:
• Aktivitas
relevan
diarahkan
pihak
lain
berdasarkan perjanjian dan pihak lain tersebut
bukan agen dari investor;
• Hak suara tidak substantif (misalnya aktivitas
relevan diarahkan oleh Pemerintah, Pengadilan,
kurator, likuidator, dan sebagainya.
HAK SUARA
Hak suara bukan mayoritas kekuasaan (pengendalian de-facto,
kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara
sepihak):
•
•
•
•
Ukuran relatif hak suara investor terhadap ukuran dan sebaran
pemegang hak suara lain (besaran hak suara, besaran hak suara
relatif, dan jumlah banyak pihak lain bertindak bersama);
Hak suara potensial;
Hak dalam pengaturan kontraktual;
Fakta dan keadaan tambahan.
CONTOH HAK SAAT INI
RUPS menentukan arah aktivitas relevan dan dijadwalkan
dilakukan delapan bulan lagi. Pemegang saham individual atau
kolektif sebesar 10% dapat meminta RUPSLB paling cepat 30 hari
setelah pemberitahuan kepada pemegang saham lain.
• Investor memiliki hak suara mayoritas investee: hak substantif;
• Investor memiliki forward contract untuk memperoleh saham
mayoritas investee dengan tanggal penyelesaian dalam 25 hari: hak
substantif;
• Investor memiliki opsi substantif untuk memperoleh saham mayoritas
investee dalam 25 hari: hak substantif;
• Investor memiliki forward contract untuk memperoleh saham
mayoritas investee dalam 6 bulan: bukan hak substantif.
HUBUNGAN KEAGENAN
Investor B mempunyai
kemampuan untuk
mengarahkan
Investor A mempunyai
kemampuan untuk
mengarahkan
Persetujuan Regulator
Mengembangkan dan
memasarkan produk
•
•
•
•
Memproduksi dan
memasarkan produk
Siapakah yang mempunyai kekuasaan atas investee?
Apakah aktivitas relevan investee?
Berbagai macam faktor perlu dipertimbangkan:
(a) tujuan dan desain investee,
(b) faktor yang menentukan marjin laba, pendapatan, dan nilai investee maupun nilai
dari produk,
(c) dampak imbal hasil investee yang dihasilkan dari wewenang pengambilan keputusan
masing-masing investor pada huruf (b),
(d) eksposur investor atas variabilitas imbal hasil,
(e) ketidakpastian dan usaha dalam memperoleh persetujuan regulator,
(f) investor mana yang mengendalikan produk ketika tahap pengembangan telah
berhasil.
Seluruh fakta dan keadaan harus dipertimbangkan dan memerlukan
pertimbangan (judgement).
Perlu penilaian kembali jika fakta dan keadaan berubah.
CONTOH
• A memiliki 45% hak suara B; sisa 55% hak suara B dimiliki oleh
berbagai pihak yang tersebar secara luas (tidak ada salah satu
pihak yang memiliki > 1% hak suara).
• A memiliki kekuasaan atas B, karena A mempunyai hak suara
mayoritas B (berdasarkan ukuran absolut).
•
•
C memiliki 45% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh dua
pihak lain (masing‐masing memiliki 26%) dan 3% dimiliki oleh tiga
pihak lain, masing-masing 1%.
C tidak memiliki kekuasaan atas D, karena jika dua pihak yang
memiliki masing‐masing 26% secara bersama-sama dapat
mencegah pihak C untuk mengambil keputusan terkait aktivitas
relevan.
CONTOH
• E memiliki 45% hak suara F; sisa 55% hak suara F dimiliki secara
tersebar oleh 11 pemegang saham yang masing-masing memiliki
5%.
• Ukuran kepemilikan hak suara E dan penyebaran hak suara lain
tidak secara konklusif menentukan apakah E memiliki kekuasaan
atas F. Fakta dan keadaan lain harus dipertimbangkan untuk
menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F.
•
•
C memiliki 40% hak suara D; sisa 40% hak suara D dimiliki oleh G,
sebesar 15% dimiliki dana pesiun perusahaan, dan lainnya dimiliki
oleh pihak lain yang masing-masing memegang kurang dari 1%.
C memiliki kekuasaan atas D, karena dana pernsiun tidak mungkin
memiliki keputusan yang berbeda dengan perusahaan, sehingga
secara de facto entitas C mengendalikan D.
CONTOH
• AAA memiliki 35% hak suara BBB, tiga pemegang saham lain
memiliki masing-masing 5%, dan 50% pemegang saham
lainnya dengan masing-masing kurang 1%. RUPS terakhir
dihadiri oleh 75% pemegang saham. AAA tidak memiliki
kekuasaan atas BBB.
• AAA memiliki 38% hak suara BBB, tiga pemegang saham lain
memiliki masing-masing 4%, dan 50% pemegang saham
lainnya dengan masing-masing kurang 1%. RUPS terakhir
dihadiri oleh 75%. AAA memiliki kekuasaan atas BBB?
PERSYARATAN AKUNTANSI
• Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian
dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk
transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa.
• Konsolidasi atas investee dimulai sejak tanggal investor
memperoleh pengendalian atas investee dan berakhir ketika
investor kehilangan pengendalian atas investee.
• Paragraf PP109–PP116 menetapkan pedoman penyusunan
laporan keuangan konsolidasian.
KEPENTINGAN NONPENGENDALI
• Entitas induk menyajikan kepentingan nonpengendali di
ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah
dari ekuitas pemilik entitas induk.
• Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada
entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian entitas induk pada entitas anak adalah
transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam
kapasitasnya sebagai pemilik).
• Paragraf PP117–PP119 menetapkan pedoman akuntansi
untuk kepentingan nonpengendali dalam laporan keuangan
konsolidasian.
KEHILANGAN PENGENDALIAN
• Jika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak,
maka entitas induk:
• menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak terdahulu
dari laporan posisi keuangan konsolidasian;
• mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai
wajarnya pada tanggal hilangnya pengendalian dan selanjutnya
mencatat sisa investasi tersebut dan setiap jumlah terutang oleh
atau kepada entitas anak terdahulu sesuai dengan SAK lain yang
relevan. Nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat
pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 55: Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau (jika sesuai) biaya
perolehan pada saat pengakuan awal investasi pada entitas
asosiasi atau ventura bersama;
• mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya
pengendalian yang dapat diatribusikan pada kepentingan
pengendali terdahulu.
KEHILANGAN PENGENDALIAN – PP98
Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka entitas
induk:
a. menghentikan pengakuan:
i.
ii.
aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah
tercatatnya ketika pengendalian hilang; dan
jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen
penghasilan komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan
nonpengendali).
b. mengakui:
i.
ii.
iii.
nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa,
atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
jika transaksi, peristiwa, atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya
pengendalian melibatkan distribusi saham entitas anak kepada pemilik
dalam kapasitasnya sebagai pemilik;dan
setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya
pada tanggal hilangnya pengendalian.
KEHILANGAN PENGENDALIAN – PP98
c. reklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo
laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan entitas anak
atas dasar yang dijelaskan dalam paragraf PP99;
d. mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan
atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas
induk.
Paragraf PP99
Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka
entitas induk mencatat seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas anak
tersebut dengan dasar yang sama yang disyaratkan jika entitas induk
telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait, yaitu ke
laba rugi atau saldo laba.
HAK SUARA POTENSIAL
• Instrumen yang dapat dikonversi menjadi saham: option,
forward, convertible instrument, dan sebagainya.
• Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang
saat ini dapat dilaksanakan atau dikonversi, termasuk hak
suara
potensial
yang
dimiliki
oleh
entitas
lain,
dipertimbangkan ketika menilai apakah suatu entitas
mempunyai kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan
dan operasional entitas lain.
• Pertimbangan hak suara potensi secara substansi: harga
exercise , cash dan pendanaan yang tersedia, dan periode
exercise.
• Dipertimbangkan secara individual atau kombinasi.
• Tidak dikeluarkan: modal ventura, reksa dana, dan unit
perwalian
• Aktivitas tidak sama tetap dikonsolidasi: segmen operasi
CONTOH KEHILANGAN
PENGENDALIAN
• Entitas A memiliki 100% saham Entitas B (aset neto 500)
• Entitas A menjual 85% saham Entitas B, sisa 15% saham Entitas B
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual (AFS).
• Hasil penjualan 85% saham Entitas B 750
• Nilai wajar sisa 15% saham Entitas B 130
Aset keuangan tersedia untuk dijual
130
Kas
750
Investasi pada Entitas B (entitas anak)
Keuntungan
Perhitungan keuntungan:
85%

750 – (85% x 500)
15%

130 – (15% x 500)
Total
500
380
325
55
380
316
CONTOH TIDAK KEHILANGAN
PENGENDALIAN
• Entitas A memiliki 100% saham Entitas B (aset neto 4.000)
• Entitas A menjual 10% saham Entitas B dengan harga 500
Kas
500
Investasi pada Entitas B (10% x 4.000)
Tambahan modal disetor
400
100
317
PENGGABUNGAN TRANSAKSI
•
•
•
•
Disepakati pada waktu sama atau terkait;
Transaksi tunggal secara komersial;
Ketergantungan antar perjanjian;
Secara ekonomi, tidak dapat dijustifikasi secara individual,
tetapi dapat dijustifikasi secara gabungan.
318
CONTOH PENGGABUNGAN TRANSAKSI
•
•
•
•
Entitas A memiliki 70% saham Entitas B (aset neto 1.100)
Pada Desember 20X1, Entitas A menjual 19% saham Entitas B dengan
harga 200
Pada Februari 20X2, Entitas A menjual 51% saham Entitas B dengan harga
550
Kedua transaksi diperlakukan sebagai transaksi tunggal
Hasil penjualan (200 + 550)
Bagian aset neto (70% x 1.100)
Pengendalian
Kerugianhilang pada Febuari
20X2
mengkonsolidasi Entitas B untuk tahun 20X1.
Des
Kas
Entitas
A
tetap
200
Uang muka
Feb
750
(770)
sehingga
( 20)
Kas
Uang muka
Kerugian
Investasi pada Entitas B
200
550
200
20
770
319
CONTOH PENGGABUNGAN TRANSAKSI
Entitas A memiliki 70% saham Entitas B (aset neto 1.100)
Pada Desember 20X1, Entitas A menjual saham Entitas B dengan harga
750
Kas diterima oleh Entitas A sebesar 200 pada Desember 20X1, dan sisanya
sebesar 550 diterima pada Februari 20X2.
Kedua transaksi diperlakukan sebagai transaksi tunggal
•
•
•
•
Hasil penjualan
Bagian aset neto (70% x 1.100)
Kerugian
750
(770)
( 20)
Pengendalian hilang pada Desember 20X1 sehingga Entitas A tidak
mengkonsolidasi Entitas B untuk tahun 20X1.
Des
Kas
Piutang
Kerugian
200
550
20
Investasi pada Entitas B
Feb
Kas
770
550
Piutang
550
320
HUBUNGAN KEAGENAN
Haruskah manajer
investasi mengonsolidasi
reksa dana yang
dikelolanya?
Manajer investasi/aset bertindak
sebagai prinsipal - mengonsolidasi
Manajer investasi/aset bertindak
sebagai agen - tidak
mengonsolidasi
Hal- hal yang dipertimbangkan dalam menentukan apakah manajer
investasi/aset adalah agen:
a) ruang lingkup wewenang pengambilan keputusannya atas investee;
b) hak yang dimiliki pihak lain;
c) remunerasi yang menjadi haknya sesuai dengan perjanjian remunerasi;
d) eksposur pengambil keputusan terhadap variabilitas imbal hasil yang berasal
dari kepentingan lain yang dimilikinya dalam investee.
Pembobotan berbeda diterapkan untuk setiap faktor berdasarkan fakta dan
keadaan tertentu.
PENGECULIAN KONSOLIDASI
Entitas investasi dikecualikan dari konsolidasi.
Entitas investasi adalah entitas yang:
a) memperoleh dana dengan tujuan jasa manajemen investasi;
b) tujuan bisnisnya untuk menginvestasikan dana yang semata-mata
untuk memperoleh imbal hasil dari kenaikan nilai modal, penghasilan
investasi, atau keduanya; dan
c) mengukur dan mengevaluasi pada nilai wajar.
Karakteristik khusus entitas yang harus dipertimbangkan entitas
dalam menaksir apakah dirinya merupakan entitas investasi atau
bukan, yaitu:
a)
b)
c)
d)
Memiliki lebih dari satu investasi;
Memiliki lebih dari satu investor;
Memiliki investor yang bukan merupakan pihak-pihak berelasi dari
entitas; dan
Memiliki bagian kepemilikan dalam bentuk ekuitas atau kepentingan
serupa.
TEKNIK DAN PROSEDUR
KONSOLIDASI
Menggabungkan LK entitas induk dan entitas anak: menjumlahkan
pos-pos sejenis dari aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, dan beban.
1
2
3
Investasi entitas
induk pada anak
dengan porsi entitas
atas ekuitas anak
dieliminasi (muncul
goodwill)
Kepentingan
nonpengendali
diidentifikasi:
ekuitas awal dan
perubahan, laba/rugi
Saldo, transaksi,
penghasilan, dan
beban intra
kelompok usaha
dieliminasi secara
penuh: belum
direaliasi, dampak
pajak penghasilan
ELIMINASI
• Investasi
• Akun investasi dieliminasi dengan ekuitas entitas anak;
• Jika kepemilikan pada entitas anak tidak 100%, maka akan
muncul kepentingan nonpengendali;
• Perbedaan jumlah tercatat dan nilai wajar aset dan liabilitas
entitas anak pada tanggal akuisisi diperhitungkan dalam
konsolidasi (nilai wajar yang dikonsolidasi;
• Goodwill muncul jika nilai perolehan tidak sama dengan nilai
wajar.
• Akun
• Utang-piutang antara anak dan induk dieliminasi.
• Transaksi
• Transaksi yang diakui adalah transaksi kepada pihak ketiga,
transaksi antara induk dan anak dieliminasi.
ELIMINASI TRANSAKSI
• Persediaan
• Penjualan dan harga pokok penjualan;
• Jika barang belum terjual, maka laba yang belum direalisasi
harus dikurangkan dari nilai persediaan dan mempengaruhi
laba yang telah diakui.
• Aset tetap
• Pada
tahun
terjadinya
transaksi
tidak
mengakui
keuntungan/ kerugian dari transaksi tersebut;
• Laba yang ada dalam aset tersebut dieliminasip
• Nilai penyusutan disesuaikan.
• Obligasi
• Obligasi diakui hanya sebesar obligasi pada pihak eksternal;
• Pendapatan/beban bunga dieliminasi.
LABA YANG BELUM DIREALISASI
• Keuntungan dan kerugian dari transaksi intra
kelompok usaha yang diakui dalam persediaan,
aset tetap, dan obligasi dieliminasi:
• Mempengaruhi nilai aset dan liabilitas.
• Mempengaruhi laba/rugi periode berjalan: harga pokok
penjualan, beban bunga, dan penyusutan.
• Jika terdapat penjualan hulu dari entitas induk,
maka laba yang disesuaikan mempengaruhi
bagian laba induk.
• Jika terdapat penjualan hilir dari entitas anak, maka
laba yang disesuaikan mempengaruhi bagian
laba/ kepentingan nonpengendali, karena laba
terjadi di entitas anak.
TANGGAL LAPORAN KEUANGAN
• LK
yang
digunakan
untuk
menyusun
LK
konsolidasian disusun dengan tanggal yang sama.
• Jika tidak sama, menyusun LK dengan tanggal
yang sama, kecuali tidak praktis.
• Jika tanggal berbeda, penyesuaian dilakukan atas
dampak transaksi/peristiwa yang signifikan (tidak
lebih dari 3 bulan).
• Lama periode pelaporan dan perbedaan antar
akhir periode, sama dari periode ke periode.
PROSEDUR
• LK
konsolidasian
menggunakan
kebijakan
akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa
lain dalam keadaan yang serupa.
• Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas
induk
pada
entitas
anak
yang
tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat
sebagai transaksi ekuitas.
KETENTUAN TRANSISI
• Tanggal efektif: 1 Januari 2015.
• Ketentuan transisi:
• Menerapkan pernyataan ini secara retrospektif sesuai PSAK
25;
• Referensi untuk ―Periode Terdekat Sebelumnya‖
• PSAK 65 menggantikan PSAK 4 dan ISAK 7
KETENTUAN TRANSISI
• Tidak terjadi perubahan status konsolidasi: tidak
ada penyesuaian.
• Terjadi perubahan status konsolidasi menjadi tidak
dikonsolidasi: berlaku retrospektif
• Terjadi perubahan status konsolidasi menjadi
dikonsolidasi: konsolidasi sejak tanggal entitas
memiliki
pengendalian
tanpa
goodwill,
penyesuaian saldo awal ekuitas.
PP – HAK SUARA POTENSIAL
• Perbedaan pengaruh signifikan, pengendalian bersama, dan
pengendalian.
• Hak suara potensial tidak ada jika tidak memiliki substansi
ekonomi.
• Ilustrasi:
• Contoh opsi posisi tidak untung (out of the money);
• Kemungkinan pelaksanaan atau konversi;
• Hak lainnya yang mempunyai potensi untuk meningkatkan hak
suara suatu entitas atau mengurangi hak suara entitas lain;
• Maksud manajemen;
• Kemampuan manajemen.
ILUSTRASI 1: HAK SUARA
POTENSIAL
Issued
ordinary
shares
Percentage
of ordinary
shares
Issued
share
warrants
Potential
shares from
warrants
Total shares
(issued and
potential)
Percentag
e of total
shares
Company
A
10,000,000
50%
5,000,000
10,000,000
20,000,000
62.50%
Other
investors
10,000,000
50%
1,000,000
2,000,000
12,000,000
37.50%
Total
20,000,000
100%
6,000,000
12,000,000
32,000,000
100.00%
Although Company A owns only 50% of the total issued ordinary shares, its
holding of the share warrants gives it de facto control over Company B
Ilustrasi 2: Goodwill
• Entitas A membeli seluruh kepemilikan saham di Entitas B
dengan harga 20,000. Pada tanggal tersebut ekuitas Entitas B
terdiri dari:
• Saham 5,000
• Saldo laba 6,000.
• Saham dan saldo laba dielminasi dengan harga perolehan
investasi, selisihnya akan dicatat sebagai goodwill.
Harga perolehan
20,000
Dikurangi : Net aset Entitas B
Saham
5,000
Saldo Laba
6,000
11,000
Goodwill
9,000
333
ILUSTRASI 3: PENGGABUNGAN USAHA
PT Induk mengakuisi 80% saham PT Anak dengan mengeluarkan kas sebesar
1.200.000. Jumlah tercatat ekuitas PT Anak pada tanggal akuisisi adalah 1.000.000.
Terdapat perbedaan jumlah tercatat dan nilai wajar sebesar 300.000, yaitu tanah
200.000 dan gedung 100.000 (masih memiliki masa manfaat 10 thn). Laba PT Anak
selama tahun tersebut adalah 200.000 dan dividen yang dibagikan 100.000
Induk
Anak
Anak
2.200.000
1.000.000
Aset lancar
3.200.000
Aset tidak lancar
5.000.000
1.500.000 Ekuitas
6.000.000
1.000.000
8.200.000
2.000.000
8.200.000
2.000.000
Induk
Anak
Induk
Anak
2.200.000
1.000.000
1.500.000 Ekuitas
6.000.000
1.000.000
2.000.000
8.200.000
2.000.000
Aset lancar
2.000.000
Aset tidak lancar
5.000.000
Investasi di anak
1.200.000
8.200.000
500.000 Liabilitas
Induk
500.000 Liabilitas
ILUSTRASI 3: PENGGABUNGAN USAHA
• Goodwill = Investasi – (% Kepemilikan X FV Aset)
Aset
• Nilai wajar aset = 1.000.000 + 300.000 = 1.300.000
menjadi
• Goodwill = 1.200.000 – (80% x 1.300.000) = 160.000
lebih
 Goodwill untuk induk
besar
• Goodwill untuk NCI = (160.000/80%) x 20% = 40.000
• Jika goodwilll hanya untuk induk = 160.000
• Jika untuk induk dan kepentingan nonpengendali = 200.000
•
•
Aset digabungkan sebesar nilai wajar 1.500.000 + 300.000 = 1.800.000
Kepentingan nonpengendali = 20% x 1.300.000 = 260.000
Induk
Anak
500.000 Liabilitas
Induk
Anak
2.200.000
1.000.000
Aset lancar
3.200.000
Aset tidak lancar
5.000.000
1.800.000 Ekuitas
6.000.000
1.300.000
8.200.000
2.300.000
8.200.000
2.000.000
ILUSTRASI 3: PENGGABUNGAN USAHA
Induk
Aset lancar
2.000.000
Aset tidak lancar
5.000.000
Investasi di anak
1.200.000
8.200.000
Anak
Induk
Anak
2.200.000
1.000.000
1.800.000 Ekuitas
6.000.000
1.300.000
2.300.000
8.200.000
2.300.000
500.000 Liabilitas
Konsolidasi
Konsolidasi
Aset lancar
2.500.000 Liabilitas
3.200.000
Aset tidak
lancar
6.800.000 Ekuitas
6.000.000
Goodwill
200.000 Non
pengendali
9.500.000
300.000
9.500.000
336
ILUSTRASI 4: PENGGABUNGAN USAHA
BERTAHAP
• Entitas A memiliki 20% saham Entitas B dengan nilai 320 juta. Total jumlah
tercatat Entitas B adalah 1.500 juta.
• Entitas A membeli tambahan 60% saham entitas B dengan harga 1.200 juta.
Nilai wajar aset B pada tanggal adalah 1.800 juta.
Total kepemilikan baru = 20% + 60% = 80%.
Nilai wajar 60% saham yang baru = 1.200; 100% = 2.000
Nilai wajar aset yang dibeli 1.800:
• Goodwill total 2.000 - 1.800 = 200; Goodwill NCI = 40
• Goodwiil induk = 1.600 – (80% x 1.800) = 1.600 – 1.440 = 160
Kepemilikan lama = 20% x 2.000 = 400; Keuntungan 400 - 320 = 80.
Investasi yang baru sebesar 80% x 2000 = 1.600
Jurnal:
Investasi
1.200
Kas
1.200
Investasi
80
Keuntungan investasi
80
ILUSTRASI 5
• Entitas A membeli 60% saham Entitas B pada 1 Januari 20X1 (40%
kepentingan nonpengendali) dengan harga 18.000. Pada tanggal
akusisi, ekuitas Entitas B adalah :
Saham
5.000
Saldo laba
15.000
• Laba setelah pajak pada 31 December 200X1 adalah 10,000 dan saldo
laba 25.000.
• Selisih harga perolehan dan nilai wajar aset adalah goodwill
Harga perolehan
18,000
Kepentingan nonpengendali (40% × (5,000+15,000))
8,000
Total
26,000
Net Aset Entitas B (5,000 + 15,000)
(20.000)
Goodwill
6,000
• Kepentingan
nonpengendali
akhir
periode
12,000
(40%
x
(5,000+25,000)).
• Bagian laba untuk kepentingan nonpengendali 4,000 (40% x 10,000).
• Dalam saldo laba konsolidasian, terdapat bagian induk atas
peningkatan saldo laba sebesar 6,000 (60% x (25,000 - 15,000)).
• Saldo laba sebelum akuisisi dieliminasi dengan harga perolehan.
338
ILUSTRASI 6
• PT I mengakuisisi PT A pada tanggal 1 Januari 20X0
dengan harga 6.000.
• Pada saat akuisisi, nilai aset tetap PT A 1.000 lebih
tinggi dari jumlah tercatatnya.
• Aset tetap didepresiasi 5 tahun.
ILUSTRASI 6: KONSOLIDASI 100%
Cash
Securities
Loans
Plant assets
Investment in PT A
Goodwill
Time deposit
Liability
Common stock
Retained Earning
PT I
25.000
30.000
255.000
10.000
6.000
326.000
250.000
11.000
20.000
45.000
326.00
PT A
Elimination
2.000
3.000
30.000
4.000
1.000
(6.000)
1.000
39.000
(4.000)
32.000
3.000
1.000
(1.000)
3.000
(3.000)
39.000
(4.000)
Consolidated
27.000
33.000
285.000
15.000
1.000
361.000
282.000
14.000
20.000
45.000
361.000
ILUSTRASI 7
• PT I mengakuisisi 70% kepemilikan PT A pada tanggal
1 Januari 20X0 dengan harga 4.000.
• Pada tanggal akuisisi, nilai aset PT A 1.000 lebih tinggi
dari jumlah tercatatnya.
• Aset disusutkan selama 5 tahun.
ILUSTRASI 7 : KONSOLIDASI – KURANG
100%
Cash
Securities
Loans
Plant assets
Investment in PT A
Goodwiil
Time deposit
Liabilities
NCI
Common stock
Retained Earning
PT I
26.000
30.000
255.000
10.000
4.000
325.000
250.000
10.000
20.000
45.000
325.000
PT A
Elimination
2.000
3.000
30.000
4.000
1.000
(4.000)
500
39.000
(2.500)
32.000
3.000
1.500
1.000
(1.000)
3.000
(3.000)
39.000
(2.500)
Consolidated
28.000
33.000
285.000
15.000
500
361.500
282.000
13.000
1.500
20.000
45.000
361.500
ILUSTRASI 8
PT I memiliki 60% kepemilikan saham PT A.
Berikut ini laporan keuangan tersendiri kedua perusahaan:
PT I
Piutang usaha 280.000, termasuk 50.000 dari PT A
Utang usaha 220.000, termasuk 10.000 dari PT A
PT A
Piutang usaha 125.000, termasuk 10.000 dari PT I
Utang usaha 95.000, termasuk 50.000 dari PT I
Angka-angka berikut ini dimasukkan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian kedua entitas:
Piutang usaha: 280.000 - 50.000 + 125.000 - 10.000 = 345.000
Utang usaha: 220,000 - 10.000 + 95.000 - 50.000 = 255.000
Saldo utang-piutang dieliminasi penuh.
Piutang
usaha
dan
usaha hanya memasukkan saldo dari pihak ketiga.
utang
343
ILUSTRASI 9
PT Induk memiliki 75% kepemilikan PT Anak. Pada akhir periode pelaporan, entitas
memiliki persedian yang dibeli dari entitas lain seharga 50.000 ditambah biaya
tambahan (cost plus) 25%.
Laporan
Posisi
Keuangan
Konsolidasian
telah
disusun
tanpa
penyesuaian sehubungan dengan kepemilikan persediaan ini.
Penyesuaian
dalam
Laporan
Posisi
Keuangan
Konsolidasian
untuk
persediaan, Kepentingan Nonpengendali, dan saldo laba ditetapkan
berdasarkan asumsi sebagai berikut:
Asumsi 1: PT Induk memegang persediaan yang dibeli dari PT Anak.
Asumsi 2: PT Anak memegang persediaan yang dibeli dari PT Induk.
Berdasarkan kedua asumsi tersebut, 10.000 dari laba harus dikeluarkan
dari
nilai
tercatat
persediaan
(25/125
x
50.000
=
10.000). Jumlah ini dihapus dari saldo laba penjual.
• Asumsi 1 – PT Anak adalah penjualan
Bagian dari pengurangan tersebut adalah untuk mengurangi kepentingan
nonpengendali sehingga kepentingan nonpengendali berkurang sebesar
25% dari 10.000 = 2.500 dan saldo laba (berkurang) sebesar 75% = 7.500.
• Asumsi 2 – PT Induk adalah penjual
Seluruh 10.000 mengurangi saldo laba.
344
UJI PEMAHAMAN 1
Berikut ini istilah yang menggambarkan laporan
keuangan
entitas
induk
yang
investasinya
diperhitungkan berdasarkan kepentingan langsung
adalah:
a.
b.
c.
d.
Laporan keuangan tunggal
Laporan keuangan gabungan
Laporan keuangan terpisah
Laporan keuangan konsolidasi.
345
UJI PEMAHAMAN 2
PT Paimo memiliki 75% kepemilikan saham PT Surti. Berikut ini adalah
laporan keuangan tersendiri kedua entitas:
PT Paimo:
Piutang usaha 1.040.000, termasuk 30.000 dari PT Surti.
PT Surti:
Piutang usaha 215.000, termasuk 40.000 dari PT Paimo.
Berdasarkan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian, berapakah
piutang usaha dalam Laporan Posisi Keuangan ?
a. 1.215.000
b. 1.225.000
c. 1.255.000
d. 1.185.000
346
UJI PEMAHAMAN 3
PT Papa mengakuisisi 60% saham PT Sony ketika ekuitas PT Sony
terdiri dari modal saham 100.000 dan saldo laba 150.000.
Laporan posisi keuangan PT Sony menunjukkan modal saham
100.000, saldo laba 300.000, dan keuntungan revaluasi 75.000.
Berapakah Kepentingan Nonpengendali yang
dalam Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian?
a. 150.000
b. 160.000
c. 190.000
d. 90.000
disajikan
347
UJI PERMAHAMAN 4
PT Besak memiliki 70% kepemilikan saham PT Kecik.
Pada
akhir
tahun
berjalan,
PT
Besak memegang persediaan yang dibeli dari PT Kecik seharga
270.000 dengan keuntungan 20%.
Penyesuaian
apa
yang
dilakukan
dalam
Laporan
Posisi
Keuangan
Konsolidasian
untuk
Kepentingan Nonpengendali dan Saldo Laba?
Kepentingan Nonpengendali
Saldo Laba
Tidak ada perubahan
a.
Berkurang 45.000
b.
perubahan
Berkurang 54.000
c.
Berkurang 16.200
d.
Berkurang 13.500
Tidak
ada
Berkurang 37.800
Berkurang 31.500
348
UJI PEMAHAMAN 5
PT
Gede
memiliki
65%
kepemilikan
saham
PT
Kecit. Pada hari terakhir periode akuntansi, PT Kecit
menjual aset tidak lancar ke PT Gede dengan harga
200.000. Jumlah tercatat aset tersebut adalah 160.000 dan
harga perolehannya 500.000.
Penyesuaian apa yang dibuat untuk aset tidak lancar dan saldo
laba?
Aset tidak lancar
Saldo laba
a. Meningkat 300.000
Meningkat 195.000
b. Berkurang 40000
Berkurang 26.000
c. Berkurang 40000
Berkurang 40.000
d. Meningkat 300.000
Meningkat 300.000
349
UJI PEMAHAMAN 6
PT Gunung memiliki 75% kepemilikan saham PT Bukit. Pada tanggal
31 Desember 20X1, hari terakhir periode akuntansi, PT Bukit menjual
aset tidak lancar ke PT Gunung dengan harga 200.000. Jumlah
tercatat aset adalah 160,000 dan harga perolehannya 500.000.
Penyesuaian apa yang dibuat dalam Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian untuk saldo laba dan Kepentingan Nonpengendali?
a.
b.
c.
d.
Saldo laba
Meningkat 225.000
b. Meningkat 300.000
Berkurang 30,000
Berkurang 40.000
Kepentingan Nonpengendali
Meningkat 75.000
Tidak ada perubahan
Berkurang 10.000
Tidak ada perubahan
350
UJI PEMAHAMAN 7
PT Adam memiliki 65% kepemilikan saham PT Habil. Pada tanggal
31 Desember 20X1, hari terakhir periode akuntansi, PT Adam
menjual aset tidak lancar ke PT Habil dengan harga 1.000. Biaya
perolehan aset tersebut adalah 2.500 dan jumlah tercatatnya 800.
Penyesuaian apa yang harus dibuat dalam Laporan Posisi
Keuangan Konsolidasian untuk aset tidak lancar dan Kepentingan
Nonpengendali?
a.
b.
c.
d.
Aset tidak lancar
Meningkat 1.500
Berkurangi 200
Berkurang 200
Meningkat 1.500
Kepentingan Nonpengendali
Meningkat 525
Tidak ada perubahan
Berkurang 70
Tidak ada perubahan
351
UJI PEMAHAMAN 8
PT Investee membeli peralatan pada tanggal 1 Januari 20X1
dengan harga 800.000. Peralatan ini disusutkan 8 tahun dan tidak
ada nilai residu.
Pada tanggal 1 Januari 20X4, PT Investor mengakuisisi 100%
kepemilikan saham PT Investee. Nilai wajar peralatan diperkirakan
460.000 dan sisa masa manfaatnya 5 tahun.
Nilai wajar tidak dimasukkan dalam pembukuan PT Investee dan
beban penyusutan dihitung dengan dasar harga perolehan.
Penyesuaian apa yang harus dibuat untuk jumlah tercatat aset dan
beban penyusutan dalam Laporan Posisi Keuangan untuk
menyusun Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 20X5?
Beban Depresiasi
Jumlah tercatat
a. Meningkat 8.000
Meningkat 24.000
b. Meningkat 8.000
Berkurang 24.000
c. Berkurang 8.000
Meningkat 24.000
d. Berkurang 8.000
Berkurang 24.000
352
Download