road map reformasi birokrasi kementerian perdagangan 2015

advertisement
2
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
ROAD MAP REFORMASI
BIROKRASI KEMENTERIAN
PERDAGANGAN
2015 – 2019
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
ii
Ringkasan Eksekutif
Reformasi Birokrasi merupakan perubahan signifikan elemen-elemen birokrasi,
antara
lain
kelembagaan,
sumber
daya
manusia
aparatur,
ketatalaksanaan,
akuntabilitas aparatur, pengawasan, dan pelayanan publik. Keberhasilan Reformasi
Birokrasi merupakan faktor penentu keberhasilan keseluruhan agenda pemerintahan,
termasuk dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi Kolusi dan
Nepotisme/KKN
(clean
government}
dalam
keseluruhan
skenario
perwujudan
kepemerintahan yang baik (good governance}.
Pelaksanaan reformasi birokrasi Kementerian Perdagangan tahun 2010-2014 telah
banyak memberikan kemajuan. Penataan Peraturan perundang-undangan yang
dikeluarkan melalui pengkajian terhadap Peraturan Menteri Perdagangan, Penataan
kelembagaan perwakilan luar negeri, penyusunan SOP Makro dan Mikro, pelaksanaan
rekrutmen CPNS secara online dan seleksi menggunakan system CAT, pencanangan
zona integritas, pencapaian nilai LAKIP yang berada pada kategori Baik, kemudian pada
pelayanan publik terdapat penerapan full mandatory online perijinan, dan pada
manajemen perubahan terdapat perubahan perilaku pegawai pada ketertiban jam kerja.
Meski demikian, Kementerian Perdagangan masih menghadapi kendala dan
pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti belum dilakukannya penilaian pegawai
berbasis kompetensi pada seluruh pegawai Kementerian Perdagangan, belum adanya
Instrumen Evaluasi Kinerja Organisasi yang dapat menganalisis kesesuaian struktur
organisasi dengan kinerja yang akan dihasilkan, implementasi SOP masih belum
memiliki outcome di unit kerja, dan lain sebagainya.
Dalam kerangka penyelenggaraan pemerintahan yang mengarah kepada perubahan
tata kelola pemerintahan atau reformasi birokrasi, Kementerian Perdagangan menyusun
Road Map Reformasi Birokrasi 2015 - 2019 sebagai rencana teknis dan detail mengenai
pelaksanaan reformasi birokrasi Kementerian Perdagangan 2015 - 2019, yang bertujuan
untuk memberikan arahan mengenai perubahan yang ingin dilakukan untuk mencapai
sasaran reformasi birokrasi, yaitu mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel,
birokrasi yang efektif dan efisien dan terwujudnya birokrasi yang memiliki pelayanan
publik yang berkualitas.
Untuk mencapai sasaran reformasi birokrasi yang telah disebutkan di atas, telah
dibuatkan program kerja yang fokus pada delapan area perubahan. Ke delapan area
perubahan
tersebut
adalah
mental
aparatur
(revolusi
mental),
pengawasan,
akuntabilitasm kelembagaan, tatalaksana, SDM aparatur, Peraturan perundangROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
iii
undangan, dan pelayanan publik. Masing-masing pokja pun telah menyusun kegiatankegiatan strategis untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Total kegiatan yang akan
dilaksanakan adalah 112 kegiatan dalam 5 tahun ke depan. Dengan rincian sebagai
berikut: pokja manajemen perubahan (mental aparatur) 7 kegiatan, pengawasan 11
kegiatan, akuntabilitas 10 kegiatan, kelembagaan 12 kegiatan, tatalaksana 19 kegiatan,
SDM aparatur 14 kegiatan, perundang-undangan 4 kegiatan, pelayanan publik 35
kegiatan. Adapun prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1. Prioritas kegiatan dalam birokrasi yang bersih dan akuntabel antara lain (i) penguatan
SPIP di lingkungan unit kerja Kementerian Perdagangan, (ii) pelaksanaan
whistleblowing system, (iii) pelaksanaan pedoman benturan kepentingan, dan (iv)
penyempurnaan SAKIP sebagai pilar manajemen kinerja.
2. Prioritas kegiatan dalam birokrasi yang efektif dan efisien antara lain (i) penataan
kelembagaan yang tepat fungsi dan tepat ukuran, (ii) penyusunan dan penetapan
kebutuhan pegawai ASN, (iii) pelaksanaan rekruitmen dan seleksi secara transparan
dan berbasis komputer, (iv) menyusun dan menetapkan pola karir, (v) penguatan
sistem dan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung kinerja, (vi)
penerapan e-government dalam rangka mendukung proses birokrasi, dan (vii) eprocurement dan e-catalog.
3. Prioritas kegiatan dalam pelayanan publik yang berkualitas antara lain (i)
pengembangan e-government dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat, (ii) evaluasi peraturan perundang-undangan di bidang perdagangan, (iii)
penyusunan
peraturan
perundang-undangan
di
bidang
perdagangan,
(iv)
penambahan jumlah perijinan yang bersifat mandatory online, (v) merevisi
Kepmendag terkait layanan informasi publik, (vi) mengembangkan sistem manajemen
mutu pelayanan publik, dan (vii) pembuatan website pelayanan verifikasi standar
ukuran dan kalibrasi alat ukur metrologi teknis.
Sebagai penutup, melalui road map ini diharapkan dapat menjadi media penyamaan
persepsi dan langkah dari semua komponen di lingkungan Kementerian Perdagangan
guna tercapainya sasaran dan target reformasi birokrasi. Dan yang paling utama adalah
pelaksanaan reformasi birokrasi di Kementerian Perdagangan harus mampu membawa
perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya bagi seluruh pegawai Kementerian
Perdagangan serta masyarakat Indonesia secara umum.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
iv
Daftar Isi
Ringkasan Eksekutif ________________________________________________________ ii
Daftar Isi__________________________________________________________________ iv
Pendahuluan ______________________________________________________________ 1
Capaian Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan __________________________ 4
I.
Gambaran Umum ____________________________________________________ 4
II.
Target Reformasi Birokrasi _____________________________________________ 6
III. Permasalahan Dalam Reformasi Birokrasi ________________________________ 7
IV. Hasil Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan 2010-2014 _ 9
V.
Quick Wins 2010-2014_______________________________________________ 19
VI. Penilaian Pelaksanaan Reformasi Birokrasi ______________________________ 21
Agenda Reformasi BirokrasiKementerian Perdagangan __________________________ 28
I.
Arah Reformasi Birokrasi 2015-2019 __________________________________ 28
II.
Sasaran Reformasi Birokrasi __________________________________________ 29
III. Ukuran Keberhasilan ________________________________________________ 30
IV. Area Perubahan ____________________________________________________ 31
V.
QUICK WINS 2015 -2019 ________________________________________________ 40
VI. MANAJEMEN PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI _____________________________ 41
Monitoring Dan Evaluasi ____________________________________________________ 44
I.
Monitoring _________________________________________________________ 44
II.
Evaluasi ___________________________________________________________ 45
Penutup _________________________________________________________________ 47
Lampiran ________________________________________________________________ 48
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
1
Pendahuluan
D
alam grand design reformasi birokrasi yang ditetapkan dalam Peraturan
Presiden No. 81 Tahun 2010, pemerintah menargetkan Indonesia memiliki
pemerintahan
pelaksanaanreformasi
yang
birokrasi
berkelas
dunia.
merupakan
Sejalan
salah
satu
dengan
hal
tersebut,
bidang
utama
dalam
pembangunan nasional. Bahkan sejak RPJM 2004 - 2009 dan 2010 - 2014,
pelaksanaan reformasi birokrasi menjadi prioritas nasional. Oleh karena itu,
keberlanjutan pelaksanaan reformasi birokrasi memiliki peran penting dalam
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Hasil-hasil yang telah diperoleh dari
pelaksanaan reformasi birokrasi pada periode 2010 – 2014 menjadi dasar bagi
pelaksanaan reformasi birokrasi pada tahapan selanjutnya (2015 – 2019). Dengan kata
lain, pelaksanaan reformasi birokrasi 2015 – 2019 merupakan penguatan dari
pelaksanaan reformasi birokrasi tahapan sebelumnya serta pembaharuan dalam
menghadapi permasalahan baru di masa mendatang.
Pelaksanaan reformasi birokrasi dalam periode 2010 - 2014 telah membuahkan
sejumlah perubahan, namun tidak dapat dipungkiri dalam pelaksanaanya masih belum
optimal. Penyelenggaraan pemerintahan belum mencerminkan penyelenggaraan yang
bersih dan bebas KKN, inefisien penganggaran, kelembagaan birokrasi pemerintah
belum efektif, dan pelayanan perijinan masih belum efektif dan efisien. Dan saat ini,
Reformasi Birokrasi 2015 - 2019 menargetkan birokrasi yang bersih dan akuntabel,
birokrasi yang efektif dan efisien, serta birokrasi yang memiliki pelayanan yang
berkualitas.
Kementerian Perdagangan adalah kementerian dalam Pemerintahan Indonesia yang
memiliki peran strategis dalam menentukan strategi pembangunan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian
Negara, Kementerian Perdagangan mempunyai tugas membantu Presiden dalam
menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di Bidang Perdagangan sebagai
Penggerak Pertumbuhan dan Daya Saing Ekonomi untuk Kemakmuran Rakyat Yang
Berkeadilan. Dalam agenda pembangunan nasional, Kementerian Perdagangan dalam
periode 2015 - 2019 memiliki tiga misi dalam membangun sektor perdagangan, yaitu:
(1) meningkatkan pertumbuhan kinerja perdagangan luar negeri yang berkelanjutan;
(2) meningkatkan perdagangan dalam negeri yang bertumbuh dan berkualitas, dan
(3) mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik disektor perdagangan. Di sisi lain,
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
2
Kementerian perdagangan juga dihadapkan pada beberapa permasalahan yang dapat
mempengaruhi pencapaian sasaran tersebut. Belum optimalnya pelaksanaan tata kelola
pemerintahan yang baik, belum sinerginya kebijakan pusat dan daerah merupakan salah
satu kendala yang harus dibenahi dalam kerangkan reformasi birokrasi di Kementerian
Perdagangan.
Seperti halnya melakukan suatu perjalanan, setelah ditentukan tujuan dan sasaran
maka diperlukan peta yang baik yang dapat menuntun organisasi mencapai tujuan tepat
waktu secara efektif dan efisian. Dalam roadmap reformasi birokrasi 2015 - 2019,
Kementerian Perdagangan perlu mempertajam road map Reformasi Birokrasi sehingga
percepatan perubahan dapat segera dirasakan dan berdampak lebih luas. Sesuai arahan
dari KemenPAN & RB, lima prinsip yang menjadi perhatian Kementerian Perdagangan
dalam menyusun roadmap adalah program yang berkelanjutan, menyesuaikan dengan
isu strategis, dikemas sesuai dengan nawacita, sinergi dengan RPJMN, dan memiliki
strategi implementasi.
Tujuan disusunnya road map Reformasi Birokrasi adalah untuk dijadikan panduan
bagi pengelola reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Perdagangan melakukan
langkah kongkrit menjalankan program Reformasi Birokrasi dan meningkatkan kualitas
birokrasi Kementerian Perdagangan. Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi
Kementerian Perdagangan dilakukan dengan berkoordinasi di seluruh unit dan
memperhatikan masukan dari para pemangku kepentingan. Karena itu, Road Map
Reformasi Birokrasi disusun dengan mengutamakan prioritas jangka pendek, jangka
menengah dan capaian yangakan dilakukan dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
Secara garis besar, buku Road Map Reformasi Birokrasi terdiri dari gambaran reformasi
birokrasi
Kementerian
Perdagangan,
agenda
reformasi
birokrasiKementerian
Perdagangan, monitoring dan evaluasi, serta penutup. Roadmap juga dilengkapi dengan
lampiran matriks rencana aksi program kerja.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
Capaian Reformasi Birokrasi Kemendag
• GAMBARAN UMUM
• TARGET REFORMASI BIROKRASI
• PERMASALAHAN DALAM REFORMASI BIROKRASI
• HASIL PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI
KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2010 - 2014
• QUICK WINS 2010 - 2014
 PENILAIAN PELAKSANAAN REFORMASI
BIROKRASI
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
4
Capaian Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan
I. Gambaran Umum
Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Perdagangan mulai dicanangkan
sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
PER/15/M.PAN /7/2008 tentang Pedoman Umum Reformasi Birokrasi.
Untuk
melaksanakan reformasi birokrasi di Kementerian Perdagangan telah dibentuk Tim
Pengarah, Tim Pelaksana dan Sekretariat Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan
berdasarkan
Keputusan
Menteri
Perdagangan
Republik
Indonesia
Nomor
276/M-DAG/KEP/2/2011.
Perubahan dalam pola pikir dan pola perilaku dalam kinerjapegawai di Kementerian
Perdagangan adalah tujuan utama daripelaksanaan Reformasi Birokrasi. Hal tersebut
dilakukan melaluiupaya berkelanjutan yang setiap tahapannya memberikanperubahan
atau perbaikan birokrasi ke arah yang lebih baik pada8 (delapan) area perubahan, yaitu:
pola pikir (mindset) danbudaya kerja (culture set) aparatur, peraturan perundangundangan,organisasi, tatalaksana, sumber daya manusia aparatur, pengawasan,
akuntabilitas, dan pelayanan publik.
Gambar 1. Photo Proses Pelaksanaan Verifikasi Lapangan 2012
Gambar 2. Photo Pelaksanaan Entry Meeting dalam rangka
Evaluasi Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB)
terkait Penyesuaian Tunjangan Kinerja Tahun 2015
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
5
Gambar 3. Photo Pelaksanaan Exit Meeting Tahun 2015
Gambar 4. Photo Pelaksanaan PMPRB On Line Tahun 2015
Berdasarkan roadmap Reformasi birokrasi tahun 2010 - 2014, reformasi birokrasi
Kementerian Perdagangan berada pada tingkat mikro atau instansional yang terdiri dari
9 (sembilan) program dan 26 (dua puluh enam) kegiatan. Berdasarkan Keputusan
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan selaku Ketua Tim Pelaksana Reformasi
Birokrasi
Kementerian
Perdagangan
Nomor
078/SJ-DAG/KEP/7/2011
tentang
Pembentukan Kelompok Kerja Dalam RangkaReformasi Birokrasi Kementerian
Perdagangan, telah ditetapkan 9 (sembilan) Pokja yang menangani 9 (sembilan) program
reformasi birokrasi di Kementerian Perdagangan RI, yaitu :
Tabel 1. Sembilan program reformasi birokrasi Kementerian Perdagangan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
6
II. Target Reformasi Birokrasi
Berdasarkan road map reformasi birokrasi 2012 – 2014, tujuan, target, dan
sasaran reformasi birokrasi di Kementerian Perdagangan adalah:
Sasaran
Manajemen Perubahan
• Terbangunnya kesamaan persepsi, komitmen,
konsistensi serta keterlibatan dalam pelaksanaan
program dan kegiatan reformasi birokrasi pada
seluruh
tingkatan
pegawai
pada
Kementerian/Lembaga.
Penataan Peraturan
• Tercapainya peraturan perundang – undangan yang
harmonis dan sinkron dan pelaksanaannya yang
Perundang-undangan
efektif dan efisien.
Penataan dan penguatan • Meningkatnya efektivitas dan efisiensi pelaksanaan
tugas dan fungsi Kementerian/Lembaga dan
Organisasi
terhindarkannya duplikasi tugas dan fungsi yang
dapat mendorong percepatan reformasi birokrasi.
Penataan Tatalaksana
• Terselenggaranya transparansi, akuntabilitas dan
standardisasi
proses
penyelenggaraan
pemerintahan.
Penataan
Sistem • Diperolehnya pegawai baru maupun yang sedang
berkarir yang memiliki tingkat kompetensi yang
Manajemen SDM Aparatur
dipersyaratkan jabatannya.
• Meningkatnya pemahaman dan penerapan atas
uraian tugas.
• Terwujudnya profil kompetensi untuk masing masing jabatan di dalam organisasi dan tersedianya
informasi secara komprehensif dan akurat mengenai
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
7
•
•
•
Penguatan Pengawasan
•
Penguatan Akuntabilitas
Kinerja
Peningkatan Kualitas
Pelayanan Publik
•
profil kompetensi individu.
Terwujudnya sistem pengukuran kinerja individu
yang obyektif, transparan dan akuntabel.
Berjalannya sistem informasi pegawai yang akurat,
transparan dan akuntabel.
Berjalannya sistem pendidikan dan pelatihan
pegawai yang mengurangi kesenjangan antara
kompetensi yang dimiliki oleh seorang pegawai dan
kompetensi yang dipersyaratkan oleh jabatan.
Tercapainya tujuan organisasi secara efisien dan
efektif serta taat pada peraturan dan berjalannya
pengelolaan keuangan negara yang handal dan
terpercaya.
Berjalannya sistem akuntabilitas kinerja organisasi
yang efektif.
• Terselenggaranya pelayanan publik yang lebih cepat,
lebih aman, lebih baik, dan lebih terjangkau
Tabel 2. Tujuan, Target dan Sasaran Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan
III. Permasalahan Dalam Reformasi Birokrasi
Dalam mewujudkan sasaran reformasi birokrasi masih terdapat kendala dan tantangan
yang dihadapi, antara lain:
1. Manajemen Perubahan
a) Sosialisasi reformasi birokrasi kepada seluruh pegawai belum maksimal
khususnya di Unit Kerja Daerah;
b) Evaluasi efektifitas Role Model dalam mengembangkan budaya organisasi
belum dilaksanakan;
c) Sistem Whistle Blower belum dibentuk;
d) Kurangnya perangkat-perangkat pendukung peran role model dan agent of
change, yaitu: aturan, sarana prasarana dan peningkatan kapasitas.
2. Penataan Peraturan Perundang-undangan
a) Dalam perkembangan pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang
telah ditetapkan terdapat beberapa ketentuan yang dalam pelaksanaannya
sering kali tidak dapat diimplementasikan karena dinamisnya sektor
perdagangan;
b) Belum dilakukan pemetaan terhadap peraturan perundang-undangan
(khusus Permendag);
c) Belum disusunnya Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun
2014 tentang Perdagangan.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
8
3. Penataan Dan Penguatan Organisasi
a) Belum
adanya
Instrumen
Evaluasi
Kinerja
Organisasi
yang
dapat
menganalisis kesesuaian struktur organisasi dengan kinerja yang akan
dihasilkan;
b) Penyusunan struktur organisasi masih dalam proses penyelesaian. Kendala
dalam penyusunan struktur organisasi adalah perlu adanya naskah
akademis dan hasil penelaahan evaluasi tugas dan fungsi pada masingmasing unit.
4. Penataan Tatalaksana
a)
Kurangnya pemahaman mengenai SOP dari masing-masing unit kerja;
b)
Adanya perbedaan persepsi dalam hal pembuatan SOP, alur kerjanya,
format SOP;
c)
SOP dirasa belum menjadi suatu kebutuhan yang mendesak, sedangkan
SOP merupakan suatu bentuk pembaharuan dan perubahan yang harus
dilakukan dalam rangka Reformasi Birokrasi guna menciptakan komitmen
mengenai apa yang dikerjakan oleh satuan unit kerja instansi pemerintahan
untuk mewujudkan good governance;
d)
Adanya penundaan oleh Arsip Nasional mengenai program e-arsip
dikarenakan Arsip Nasional menilai bahwa mayoritas Kementerian dan
Lembaga belum siap secara pedoman pendukung.
5. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur
a) Belum dilakukannya penilaian pegawai berbasis kompetensi pada seluruh
pegawai Kementerian Perdagangan;
b) Promosi terbuka pengisisan jabatan pimpinan tinggi masih terbatas pada
posisi jabatan pimpinan tinggi pratama;
c) Akan disusun standar kompetensi teknis jabatan fungsional penguji mutu
barang.
6. Penguatan Pengawasan
a) Masih kurangnya koordinasi antar anggota kelompok kerja (POKJA) dalam
hal kegiatan reformasi birokrasi terkait penguatan pengawasan;
b) Belum dilakukannya penilaian berbasis risiko;
c) Pelaksanaan penanganan benturan kepentingan di lingkungan reformasi
birokrasi belum dilakukan secara efektif;
d) Belum dilaksanakannya whistle blower system.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
9
7. Penguatan Akuntabilitas Kinerja
a) BSC belum menjadi sistem manajemen kinerja yang mandatory bagi
Kementerian Perdagangan;
b) Belum terintegrasinya sistem manajemen kinerja dengan sistem lainnya
seperti e-monitoring dan SKP.
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
a) Faktor keterbatasan anggaran, fasilitas, infrastuktur dan SDM serta
pelatihan menjadi kendala yang diharapkan mendapat perhatian lebih untuk
peningkatan kualitas pelayanan publik;
b) Belum semua unit dapat meakasanakan audit independen terkait ISO
9001:2008;
c) Belum diimplementasikannya system reward & punishment karena terbentur
pada status penyedia layanan yang bukan PNS (ASN).
IV. Hasil Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan
2010 - 2014
Meski
dihadapkan
pada
berbagai
kendala
dan
hambatan,
Kementerian
Perdagangan telah berhasil melaksanakan program Reformasi Birokrasi sebagaimana
yang telah ditetapkan dalam roadmap reformasi birokrasi 2010 - 2014. Adapun capaian
dari masing-masing area perubahan adalah sebagai berikut:
1. Manajemen Perubahan
Rencana Aksi Manajemen Perubahan 2010 - 2014
Kegiatan
Output
Outcome
1) Pembentukan
Tim
Manajemen Perubahan
2) Penyusunan
strategi
manajemen perubahan dan
strategi komunikasi K/L
3) Sosialisasi dan internalisasi
manajemen
perubahan
dalam rangka RB
1) Terbentuknya tim manajemen
perubahan Kementerian/Lembaga
2) Tersedianya dokumen strategi
manajemen perubahan dan
strategi komunikasi
Kementerian/Lembaga
3) Terselenggaranya sosialisasi dan
internalisasi manajemen
perubahan dalam rangka reformasi
birokrasi
Terbangunnya kesamaan persepsi,
komitmen,
konsistensi
serta
keterlibatan dalam pelaksanaan
program dan kegiatan reformasi
birokrasi pada seluruh tingkatan
pegawai
pada
Kementerian/Lembaga
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
10
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
a) Tersusunnya SK Tim Manajemen Perubahan Kemendag
b) Peningkatan Komitmen Pimpinan dalam melaksanakan RB
c) Pembentukan Role Model dan Agent Of Change
d) Terlaksananya Pelatihan bagi Tim Manajemen Perubahan untuk menciptakan kompetensi dalam
melaksanakan tugas dan wewenangnya
e) Change Participation Workshop
f) Internal Communication Workshop
g) Mengembangkan budaya dialog, kerja sama, inovatif, evaluasi, saling menghargai dan peningkatan kinerja
organisasi
h) Tersusunnya hasil assessment area perubahan, dokumen strategi manajemen perubahan, strategi komunikasi
dan strategi pelatihan
i) Penyampaian Isu aktual melalui rapat dan newsletter
j) Kompetisi foto RB
k) Sosialisasi dan Survey kepuasan pegawai
Tabel 3. Rencana Aksi dan Capaian Pokja Manajemen Perubahan (2010-2014)
Gambar 5. Hasil Program Manajemen Perubahan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
11
2. Penataan Peraturan Perundang-undangan
Rencana Aksi Penataan Peraturan Perundang-undangan 2010 - 2014
Kegiatan
Penataan berbagai peraturan
perundang-undangan yang
dikeluarkan/diterbitkan oleh
Kementerian/Lembaga
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
Output
Outcome
1) Teridentifikasinya
peraturan Tercapainya peraturan perundangperundang-undangan
yang undangan yang harmonis dan
dikeluarkan/diterbitkan
oleh sinkron dan pelaksanaannya yang
Kementerian/ Lembaga
efektif dan efisien
2) Tersedianya peta peraturan
perundang-undangan yang tidak
harmonis atau tidak sinkron di
lingkungan
Kementerian/Lembaga masingmasing serta lainnya
3) Terlaksananya regulasi dan
deregulasi peraturan perundangundangan
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
Hasil inventarisasi peraturan perundang-undangan di bidang perdagangan dari tahun 1996 - 2014;
Hasil evaluasi terhadap peraturan peraturan Menteri Perdagangan;
Disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan;
Ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 36 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi
Gudang;
Ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2014 tentang Persyaratan dan Tata Cara Penetapan
Lembaga Pelaksana Penjaminan Resi Gudang;
Tersusunnya rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi;
Tersusunnya rancangan Peraturan Pemerintah tentang Lembaga Pelaksana Penjaminan Resi Gudang;
Telah dilakukan pengkajian terhadap Peraturan Menteri Perdagangan sebanyak 41 Kajian pada Tahun 2013.
Tabel 4. Rencana Aksi dan Capaian Pokja Penataan Peraturan Perundang-undangan (2010-2014)
Gambar 6. Photo Pengesahan UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
12
3. Penataan dan Penguatan Organisasi
Rencana Aksi Penataan dan Penguatan Organisasi 2010 - 2014
Kegiatan
Output
Outcome
1. Restrukturisasi /penataan tugas
dan fungsi unit kerja pada
Kementerian/ Lembaga
2. Penguatan unit kerja yang
menangani fungsi organisasi,
tatalaksana, pelayanan publik,
kepegawaian dan diklat
1) Tersedianya peta tugas dan
fungsi unit kerja pada
Kementerian/ Lembaga yang
tepat fungsi dan tepat ukuran.
2) Terbentuknya unit kerja yang
menangani fungsi organisasi,
tatalaksana, pelayanan publik,
kepegawaian dan diklat yang
mampu mendukung tercapainya
tujuan dan sasaran reformasi
birokrasi
Meningkatnya
efektivitas
dan
efisiensi pelaksanaan tugas dan
fungsi Kementerian/Lembaga dan
terhindarkannya duplikasi tugas dan
fungsi yang dapat mendorong
percepatan reformasi birokrasi
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
Telah dilakukan Self Assessment tentang evaluasi kinerja organisasi sebagai bahan identifikasi awal
perbaikan kinerja organisasi
Telah disusun Permendag tentang Ortaker KementerianPerdagangan (Berdasarkan hasil Review Organisasi
Tahun 2011) dan arah kebijakan lainnya
Telah disusun Permendag tentang Ortaker Atase Perdagangan dan ITPC
Permendag tentang Penyempurnaan Organisasi dan Tata Kerja di lingkungan Kementerian Perdagangan,
yaitu disusunnyaPermendag Nomor 57 Tahun 2012 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Perdagangan.
Telah dilakukan analisa dan rekomendasi LNS bidang Perdagangan, yang ditindaklanjuti dengan
penyempurnaan struktur organisasi dan tata kerja Lembaga Non Struktural (LNS) Bidang Perdagangan
Analisa dan rekomendasi Struktur SKPD yang ditindaklanjuti dengan penataan SKPD Perdagangan
Identifikasi terhadap organisasi dan tata kerja yang sesuai dengan kebutuhan unit, serta hasil
penyempurnaan organisasi dan tata kerja berdasarkan hasil review organisasi
Terimplementasinya Grand Design Penataan Kelembagaan Perwakilan Luar Negeri
Konsepsi Usulan Penguatan Organisasi Kementerian Perdagangan 2015-2019
Tabel 5. Rencana Aksi dan Capaian Pokja Penataan dan Penguatan Organisasi (2010 - 2014)
Gambar 7. Photo Rapat Usulan Struktur Organisasi Kementerian Perdagangan
di KemenPAN dan RB
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
13
4. Penataan Tatalaksana
Rencana Aksi Penataan dan Penguatan Organisasi 2010 - 2014
Kegiatan
Output
Outcome
1. Penyusunan SOP
penyelenggaraan tugas dan
fungsi
2. Pembangunan atau
pengembangan e-government
1) Tersedianya peta tugas dan
fungsi unit kerja pada
Kementerian/ Lembaga yang
tepat fungsi dan tepat ukuran.
2) Terbentuknya unit kerja yang
menangani fungsi organisasi,
tatalaksana, pelayanan publik,
kepegawaian dan diklat yang
mampu mendukung tercapainya
tujuan dan sasaran reformasi
birokrasi.
Meningkatnya
efektivitas
dan
efisiensi pelaksanaan tugas dan
fungsi Kementerian/Lembaga dan
terhindarkannya duplikasi tugas dan
fungsi yang dapat mendorong
percepatan reformasi birokrasi
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
Penyusunan SOP Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi
Review SOP Kementerian Perdagangan Berdasarkan Struktur Baru
Evaluasi SOP Layanan Unggulan
Pemetaan proses Bisnis Kementerian Perdagangan
Penyempurnaan SOP Makro Kementerian
Penyusunan SOP Mikro/Instruksi Kerja/Administrasi Pemerintahan
Pembangunan atau Pengembangan E-Government
Pembangunan atau Pengembangan E-Archives
Tabel 6. Rencana Aksi dan Capaian Pokja Penataan Tatalaksana (2010 - 2014)
Gambar 8. Photo Penyampaian Materi Internal Operational Audit Training Course
Gambar 9. Photo Simulasi pelaksanaan Internal Operational Audit
di Biro Organisasi dan Kepegawaian
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
14
Gambar 10. Photo Simulasi Penyusunan laporan Internal Operational Audit
5. Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur
Rencana Aksi Penataan dan Penguatan Organisasi 2010 - 2014
Kegiatan
Output
Outcome
1. Penataan sistem rekrutmen
pegawai
2. Analisis Jabatan
3. Evaluasi Jabatan
4. Penyusunan
standar
kompetensi jabatan
5. Asesmen individu berdasarkan
kompetensi
6. Penetrapan sistem penilaian
kinerja individu
7. Pembangunan/pengembangan
database pegawai
8. Pengembangan pendidikan dan
pelatihan pegawai berbasis
kompetensi
1) Terbangunnya sistem rekrutmen
yang terbuka, transparan,
akuntabel dan berbasis
kompetensi
2) Tersedianya uraian jabatan
3) Tersedianya peringkat jabatan
4) Tersedianya dokumen standar
kompetensi jabatan
5) Tersedianya peta profil
kompetensi individu
6) Tersedianya indikator kinerja
individu yang terukur
7) Tersedianya pegawai yang
mutakhir dan akurat
8) Terbangunnya sisitem dan proses
pendidikan dan pelatihan
pegawai berbasis kompetensi
dalam pengelolaan kebijakan dan
pelayanan publik
1) Diperolehnya para pegawai baru
maupun yang sedang berkarir
yang memiliki tingkat kompetensi
yang dipersyaratkan jabatan
2) Meningkatnya pemahaman dan
penerapan atas uraian jabatan
yang mengandung tugas,
tanggung jawab dan hasil kerja
yang harus diemban pegawai
dalam pelaksanaan tugas dan
fungsinya.
3) Terwujudnya profil kompetensi
untuk masing-masing jabatan di
dalam organisasi dan
tersedianya informasi secara
komperhensif dan akurat profil
kompetensi individu
4) Terwujudnya sistem pengukuran
kinerja individu yang obyektif,
transparan dan akuntabel
5) Berjalannya sistem informasi
pegawai yang akurat, transparan
dan akuntabel
6) Berjalannya sistem pendidikan
dan pelatihan pegawai yang
mengurangi kesenjangan antara
kompetensi yang dimiliki oleh
seorang pegawai dan
kompetensi yang dipersyaratkan
oleh jabatan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
15
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
Pelaksanaan rekrutmen CPNS secara online;
Dilakukan Analisa dan Evaluasi Jabatan;
Penyususnan Standar Kompetensi Jabatan;
Penerapan Sistem Penilaian kinerja Individu;
Pembangunan Database dan Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian berbasis web yang terintegrasi;
Analisis Kebutuhan DIklat;
Pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis kompetensi;
Penetapan Pola Karir PNS Kementerian Perdagangan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
79/M-DAG/PER/10/2014 tentang Pola Karir Pegawai Negeri Sipil Kementerian Perdagangan;
Telah disusun Pedoman Seleksi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi melalui Peraturan Menteri Perdagangan
Nomor 76/M-DAG/PER/10/2014 tentangPedoman Pelaksanaan Seleksi Calon Pejabat Pimpinan Tinggi di
lingkungan Kementerian Perdagangan.
Tabel 7. Rencana Aksi dan Capaian
Pokja Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur (2010 - 2014)
Gambar 11. Proses Rekrutmen Yang Terbuka Secara Online, Objektif, Akuntabel dan Bebas KKN
6. Penguatan Pengawasan
Rencana Aksi Penataan dan Penguatan Organisasi 2010 - 2014
Kegiatan
Output
Outcome
1. Penerapan Sistem
Pengendalian Intern (SPIP)
pada masing-masing
Kementerian/ Lembaga
2. Peningkatan peran Aparat
Pengawasan Intern Pemerintah
(APIP) sebagai Quality
Assurance dan consulting
1) Terjadinya peningkatan ketaatan,
efisiensi dan efektivitas
pelaksanaan tugas dan fungsi
2) APIP yang lebih berperan dalam
melakukan penguatan sistem
pengendalian intern, quality
assurance dan konsultasi atas
pelayanan kepemerintahan
1)
2)
Tercapainya tujuan organisasi
secara efisien dan efektif
serta taat pada peraturan
Berjalannya pengelolaan
keuangn negara yang andal
dan terpercaya
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
a)
b)
c)
d)
e)
f)
Pelaksanaan kegiatan SPIP
Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK)
Pelaksanaan Wilayah Tertib Administrasi
Survei Integritas
Pencanangan Zona Integritas
PMPRB
Tabel 8. Rencana Aksi dan Capaian
Pokja Penguatan Pengawasan (2010-2014)
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
16
Gambar 12. Photo Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK)
dan Wilayah Birokrasi Bersih (WBBM) di lingkungan Kementerian Perdagangan
Gambar 13. Photo Penyelenggaraan Kegiatan SPIP
Gambar 14. Photo Penerimaan Piagam Pengharagaan opini Wajar Tanpa Pengecualian
atas Laporan Keuangan 2014 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian didampingi Menteri
Keuangan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
17
7. Penguatan Akuntabilitas Kinerja
Rencana Aksi Penataan dan Penguatan Organisasi 2010 - 2014
Kegiatan
Output
Outcome
1. Penguatan akuntabilitas kinerja
instansi pemerintah
2. Pengembangan
sistem
manajemen kinerja organisasi
3. Penyusunan Indikator Kinerja
Utama
(IKU)
pada
Kementerian/ Lembaga
1) Terjadinya peningkatan kualitas
laporan akuntabilitas kinerja
2) Terbangunnya sistem yang
mampu mendorong tercapainya
kinerja organisasi yang terukur
3) Tersusunnya Indikator Kinerja
Utama (IKU) pada Kementerian/
Lembaga
Berajalannya sistem akuntabilitas
kinerja organisasi yang efektif
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
a)
b)
c)
d)
Nilai LAKIP
Telah disusun Pedoman Penyusunan Dokumen SAKIP
Pimpinan secara langsung terlibat pada saat penyusunan Penetapan Kinerja
Pimpinan terlibat dalam penyusunan Renstra
Tabel 9. Rencana Aksi dan Capaian
Pokja Penguatan Akuntabilitas Kinerja (2010 - 2014)
Gambar 15. Photo Pelaksanaan RAKER Kemendag 2014
sebagai salah satu sarana dalam penyusunan Renstra Kemendag 2015 - 2019
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Rencana Aksi Penataan dan Penguatan Organisasi 2010 - 2014
Kegiatan
1.
2.
Penerapan
standar
pelayanan pada unit kerja
masing-masing K/L
Partisipasi
masyarakat
dalam
penyelenggaraan
pelayanan public
Output
1) Peningkatan kualitas pelayanan
publik (lebih cepat, lebih murah,
lebih aman, dan lebih mudah
dijangkau)
2) Peningkatan partisipasi
masyarakat dalam
penyelenggaraan pelayanan
publik
Outcome
Terselenggaranya pelayanan publik
yang lebih cepat, lebih aman, lebih
baik, dan lebih terjangkau.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
18
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
Self-assesment Unit Kerja Pelayanan Publik;
Peningkatan sarana dan prasarana pada masing-masing Pelayanan Publik;
Penerapan ISO 9001 dalam kegiatan Pelayanan Publik;
Telah tersusunnya standar pelayanan pada masing-masing pelayanan public;
Penerapan Full Mandatory Online perijinan;
Penerapan Kode Etik sesuai dengan Permendag No. 33.1/M-DAG/PER/10/2011 tentang Kode Etik
Pelayanan dan Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian Perdagangan;
Meraih Juara 1 dalam kompetisi Open Government Indonesia (OGI);
Mempunyai layanan pengaduan yang bisa diakses melalui email, call center dan kotak pengaduan;
Masyarakat dapat melihat hasil survey kepuasan melalui http://inatrade.kemendag.go.id, pilih informasi
dengan judul Survei Pelayanan Publik UPP 2014.
Tabel 10. Rencana Aksi dan Capaian
Pokja Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (2010 - 2014)
Gambar 16. Photo Sarana dan Prasarana di Unit Pelayanan Perdagangan
Gambar 17. Pusat Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) telah mendapatkan
sertifikat ISO 9001:2008 dari MUTU Certification International
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
19
Gambar 18. Penghargaan sebagai Juara 1 Kompetisi OGI
9. Monitoring dan Evaluasi
Rencana Aksi Penataan dan Penguatan Organisasi 2010 - 2014
Kegiatan
1.
2.
3.
Monitoring
Evaluasi
Evaluasi
Menyeluruh
Output
1) Tersedianya Laporan
monitoring.
2) Tersedianya Laporan
evaluasi tahunan
3) Tersedianya Laporan
evaluasi lima tahunan
Outcome
1.
2.
Terkendalinya seluruh kegiatan reformasi birokrasi
kementerian dengan baik menggunakan pedoman
monitoring dan pelaporan yang tepat
Terukurnya seluruh pelaksanaan kegiatan
reformasi birokrasi Kementerian Perdagangan dan
rekomendasi masukan bagi pelaksanaan kegiatan
selanjutnya
Capaian Reformasi Birokrasi 2010 - 2014
a)
b)
Monitoring, dengan memantau kemajuan pelaksanaan Reformasi birokrasi pada setiap Pokja Reformasi
Birokrasi (8 area perubahan) di lingkungan Kementerian Perdagangan terhadap pelaksanaan program
Reformasi Birokrasi yang telah ditetapkan dalam road map.
Evaluasi, memberikan penilaian terhadap capaianprogram/kegiatan Reformasi birokrasi atas 8 (delapan)
area perubahan/program Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Perdagangan berdasarkan bobot
tingkat pemenuhan.
Tabel 11. Rencana Aksi dan Capaian
Pokja Monitoring dan Evaluasi (2010 - 2014)
V. Quick Wins 2010 - 2014
Program Percepatan (Quick Wins) merupakan program yang mengawali proses
reformasi birokrasi dan diharapkan dalam waktu yang singkat dapat meningkatkan
kepercayaan masyarakat pada institusi yang bersangkutan. Hasil akhir dari Program
Quick Wins adalah perbaikan business process produk utama (core business)
kementerian/lembaga/pemerintah daerah. Mengacu pada pedoman pelaksanaan
Reformasi Birokrasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
20
Negara, Program Quick Wins, harus memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) memiliki daya
ungkit (key leverage) yang potensial untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat; (2)
berkaitan dengan produk utama (core business); serta (3) bersentuhan langsung dengan
kepentingan publik.
Tujuan adanya kegiatan Percepatan Quick Wins adalah :
a.
Memberikan dukungan terhadap pelayanan publik yang ada di Kementerian
Perdagangan dalam rangka reformasi birokrasi.
b.
Membantu penyusunan mekanisme pelaksanaan Quick Wins Kementerian
Perdagangan sehingga dapat berjalan dengan baik.
Adapun sasaran dari kegiatan Percepatan Quick Winsadalah :
a.
Pemberian dukungan terhadap unit pelayanan publik, khususnya unit pelaksana
Quick Wins di lingkungan Kementerian Perdagangan.
b.
Penetapan mekanisme yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Quick wins
Kementerian Perdagangan.
Untuk menentukan program yang akan dilaksanakan, Kementerian Perdagangan
telah mengidentifikasi area-area yang paling kritikal, terutama dalam kaitannya dengan
pelaksanaan tugas pokok dan kewenangan Kementerian Perdagangan.Quick Wins
Kementerian Perdagangan dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2012. Adapun
Program Unggulan Quick Wins Kemendag adalah sebagai berikut:
No
Unit
1
Direktorat Bina Usaha
2
Direktorat Metrologi
3
Biro Perniagaan
Program Quick Wins
Tahun 2012
Perbaikan dan pengembangan pada aplikasi Pelayanan Pendaftaran Agen
atau Distributor Barang dan/atau Jasa Produksi Dalam Negeri/ Luar Negeri
dengan membuat aplikasi sinkronisasi online data perusahaan yang telah
diproses oleh Atase Perdagangan diluar negeri dengan aplikasi Pendaftaran
Agen atau Distributor Barang dan/atau Jasa Produksi Dalam Negeri/Luar
Negeri sehingga proses verifikasi data perusahaan menjadi lebih cepat.
Berdasarkan Kepmendag nomor 34.1/M-DAG/KEP/1/2012 tentang Penetapan
Program Unggulan/ Quick Wins Kementerian Perdagangan telah ditetapkan
penerbitan Izin Tipe dan Izin Tanda Pabrik menjadi salah satu program Quick
Wins Kemendag.Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dan
memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh
pelayanan publik di bidang metrologi legal, maka telah dibentuk Unit Pelayanan
Perizinan Kemetrologian (UPPK) berdasarkan Peraturan Dirjen Standardisasi
danPerlindungan Konsumen nomor 32/SPK/KEP/02/2012 tentang Unit
Pelayanan Perizinan Kemetrologian (UPPK).
Permohonan perijinan bisa dilakukan secara online. Waktu proses perijinan 9
hari. Permohonan perijinan sudah satu pintu di UPP-PTSP (Unit Pelayanan
Perdagangan – Pelayanan Terpadu Satu Pintu).Informasi perijinan bisa
diakses oleh pemohon. Arsip perijinan sebagian disimpan secara elektronik
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
21
No
Unit
Program Quick Wins
Tahun 2013
Pelayanan Pendaftaran Barang dan SNInya Diberlakukan Secara Wajib,
Direktorat PPMB Ditjen SPK
1
Direktorat PPMB
2
Direktorat Metrologi
Pelayanan Tera Ulang dan pengujian dalam rangka izi tipe alat-alat ukur, takar,
timbang dan perlengkapan (UTTP) pada Balai Pengujian UTTP, Direktorat
Metrologi, Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen;
3
Direktorat Metrologi
Pelayanan Kalibrasi dan Verifikasi Standar Ukuran pada Balai Pengelolaan
Standar Nasional Satuan Ukur (SNSU), Direktorat Metrologi, Direktorat
Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen.
1
Direktorat Impor
2
Direktorat
Pengembangan Mutu
Barang
Pelayanan Perizinan Surat Pendaftaran Barang (SPB) pada Direktorat
Pengembangan Mutu Barang, yaitu pola pengajuan yang sebelumnya manual
menjadi online untuk Importir Jalur Prioritas (IJP) dan Peningkatan Infrastruktur
Penunjang Layanan
3
Direktorat Bina Usaha
Perdagangan
Pelayanan Konsultasi Usaha pada Direktorat Bina Usaha Perdagangan, yaitu
yang sebelumnya tidak ada fasilitas ruangkonsultasi usaha menjadi ada
fasilitasruangkonsultasi usaha perdagangan dengan konsultan di masingmasing bidang jenis usaha.
Tahun 2014
Pelayanan Perizinan Importir Produsen Tekstil pada Direktorat Impor, yaitu
pola pengajuan yang sebelumnya manual/online menjadi mandatory online dan
penerbitannya dilakukan di UPTP I
Tabel 12. Program Quick Wins Kementerian Perdagangan 2012 - 2014
VI. Penilaian Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
1. Hasil PMPRB Berdasarkan Peraturan Permenpan No.31 Tahun 2012
Instrumen PMPRB menilai progress pelaksanaan pengungkit dan hasil berdasarkan
bukti-bukti dengan menggunakan quality cycle, serta mendorong pemberdayaan internal
K/L dan Pemda untuk melakukan perbaikan berkelanjutan.
a. PMPRB tahun 2013
Penilaian
Tahun 2013
Nilai Pencapaian Pengungkit dan Hasil (Tanpa Survei
lnternal)
80.39 (Level 4) (Nilai Pengungkit = 80.26, Nllai
Hasil = 80.90)
Nilai Survei lnternal Pengungkit
Nilai Pencapaian Pengungkit dan Hasil (Dengan
Survei lnternal)
Nilai Pemenuhan Target lndikator lnternal (Sembilan
Program Mikro RB)
Nilai Pemenuhan Target lndikator Eksternal (lKU
Terkait lndikator Keberhasilan RB Nasional)
67.43 (Jumlah responden : 340 orang)
78.01 (Level 4)
80.58
72.97
Tabel 13. Matrik Hasil Penilaian PMPRB Tahun 2013
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
22
Dari hasil tersebut, kemudian dilakukan assessment oleh Tim Quality Assurance
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Tingkat
keyakinan Tim Quality Assurance terhadap penilaian tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 14. Matrik Hasil Reviu TQA Atas Pelaksanaan PMPRB 2013
Hasil reviu penilaian tersebut menunjukkan bahwa tingkat keyakinan (level of
confidence) Tim Quality Assurance berada pada angka 90 yang berarti bahwa Tim secara
umum meyakini (pada level 90 dari 100) kewajaran hasil penilaian PMPRB dengan
kecenderungan seharusnya lebih rendah dari hasil penilaian yang telah dilakukan oleh
Kementerian Perdagangan.
b. PMPRB tahun 2014
Pelaksanaan PMPRB tahun 2014 dengan survei internal secara online. Survei
tersebut merupakan salah satu penilaian yang telah disediakan di dalam aplikasi PMPRB
online dan merupakan prasyarat penilaian 40% dari nilai komponen Pengungkit.
Setelah melalui berbagai tahapan kegiatan, Penilaian Mandiri Pelaksanaan
Reformasi Birokrasi (PMPRB) Online di lingkungan Kementerian Perdagangan tahun
2014 diakhiri dengan kegiatan Panel 3 yaitu tahap Pelaporan Hasil PMPRB Kementerian
Perdagangan kepada Kementerian PAN dan RB secara online. Kementerian
Perdagangan memperoleh urutan nomor 5 dalam hal waktu pengiriman hasil PMPRB
kepada KemenPAN dan RB yaitu pada tanggal 16 April 2014 pukul 10:17 WlB.
Hasil PMPRB dari masing-masing tim asesor unit Eselon I Kementerian Perdagangan
adalah sebagai berikut :
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
23
Penilaian
Nilai Pencapaian Pengungkit dan Hasil (Tanpa
Survei lnternal)
Nilai Survei lnternal Pengungkit
Nilai Pencapaian Pengungkit dan Hasil (Dengan
Survei lnternal)
Nilai Pemenuhan Target lndikator lnternal (Sembilan
Program Mikro RB)
Nilai Pemenuhan Target lndikator Eksternal (lKU
Terkait lndikator Keberhasilan RB Nasional)
Tahun 2014
81.40 (Level 4)
(Nilai Pengungkit = 82.26, Nilai Hasil = 81.28)
67.91 (Jumlah responden : 340 orang)
78.90 (Level 4)
81.77
79.64
Tabel 15. Hasil Penilaian PMPRB Tahun 2014
2. Hasil PMPRB Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2014
Meskipun pada tahun 2014 telah dilakukan PMPRB dengan berdasar pada
Permenpan No.31 Tahun 2012, Kementerian Perdagangan kembali melakukan PMPRB
dengan mengacu pada Permenpan Nomor 14 Tahun 2014.
a.
Tahun 2014
Pada PMPRB 2014 dilakukan dengan menggunakan instrumen Lembar Kerja
Evaluasi (LKE) yang terdiri dari pengungkit (proses) dan hasil. Dengan mengacu
pada Permenpan No. 14 tahun 2014, hasil PMPRB Kementerian Perdagangan pada
tahun 2014 adalah sebagai berikut :
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
1
2
3
BOBOT
NILAI
PENILAIAN
PROSES
Manajemen Perubahan
Penataan Peraturan Perundang-undangan
Penataan dan Penguatan Organisasi
Penataan Tatalaksana
Penataan Sistem Manajemen SDM
Penguatan Akuntabilitas Kinerja
Penguatan Pengawasan
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
TOTAL NILAI PROSES
HASIL
Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi
Pemerintah yang bersih dan bebas KKN
Kualitas Pelayanan Publik
TOTAL NILAI HASIL
Penilaian Mandiri
Kemendag
%
Penilaian
KemenPan & RB
%
5
5
4.7
5
93.93
100
3.57
2.71
71.4
54.2
6
6
100
2.82
47
5
15
6
12
4.88
14.49
6
10.68
97.53
96.63
100
89.03
3.47
6.87
2.65
6.53
69.4
45.8
44.17
54.42
6
60
4.44
56.19
73.94
93.64
3.39
32.01
56.5
53.35
20
10
10
40
14.17
8.08
7.5
29.75
70.84
80.75
75
74.36
14.28
7.87
7.1
29.25
71.4
78.7
71
71.13
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
24
NO
BOBOT
NILAI
PENILAIAN
INDEKS RB
100
Penilaian Mandiri
Kemendag
%
85.93
Penilaian
KemenPan & RB
%
61.26
Tabel 16. Matrik Hasil Penilaian Reformasi Birokirasi Tahun 2014
b.
Tahun 2015
Untuk menilai pelaksanaan reformasi birokrasi di Kementerian Perdagangan
Tahun 2014, pada bulan April 2015 Kementerian Perdagangan melakukan PMPRB
berdasarkan Permenpan dan RB No. 14 Tahun 2014, dimana sebelumnya telah
dilakukan penilaian pelaksanaan reformasi birokrasi periode Oktober 2014 sampai
dengan Maret 2015 oleh Kemenpan dan RB dalam rangka kenaikan tunjangan
kinerja. Berikut hasil penilaian RB Kemendag pada tahun 2015:
NO
PENILAIAN
BOBOT
NILAI
Penilaian KemenPan
& RB (dalam rangka
kenaikan tunkin
periode Okt 2014 Maret 2015)
%
Penilaian Mandiri
Kemendag Tahun
April 2015
%
1
2
3
4
5
6
7
8
PROSES
Manajemen Perubahan
Penataan Peraturan Perundang-undangan
Penataan dan Penguatan Organisasi
Penataan Tatalaksana
Penataan Sistem Manajemen SDM
Penguatan Akuntabilitas Kinerja
Penguatan Pengawasan
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
TOTAL NILAI PROSES
5
5
6
5
15
6
12
6
60
3.68
3.13
2.82
3.6
10.92
4.15
7.21
4.25
39.75
73.64
62.5
47.06
71.9
72.79
69.13
60.1
70.76
66.25
4.7
5
5
4.88
13.89
5.58
10.18
4.31
53.54
93.93
100
83.33
97.53
92.63
93
84.85
71.84
89.23
1
2
3
HASIL
Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi
Pemerintah yang bersih dan bebas KKN
Kualitas Pelayanan Publik
TOTAL NILAI HASIL
20
10
10
40
14.34
8.09
7.8
30.23
71.67
80.93
78
75.57
14.32
8.08
7.5
29.9
71.61
80.75
75
99.66
INDEKS RB
100
69.98
83.44
Tabel 17. Matrik Hasil Reformai Birokrasi Tahun 2015
Dari pelaksanaan PMPRB Kementerian Perdagangan tahun 2013-2014 dapat
terlihat adanya peningkatan ataupun perbaikan dari tahun ke tahun atas pelaksanaan
reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Perdagangan, seperti terlihat pada tabel
perbandingan nilai PMPRB berikut:
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
25
2014
NO
1
PENILAIAN
PROSES
Manajemen Perubahan
Penilaian
Mandiri
Kemendag
%
Penilaian
KemenPan &
RB
%
2015
Penilaian
Penilaian
KemenPan &
Mandiri
RB
Kemendag
%
%
5
4.7
93.93
3.57
71.4
3.68
73.64
4.7
93.93
BOBOT
NILAI
2
Penataan Peraturan
Perundang-undangan
5
5
100
2.71
54.2
3.13
62.5
5
100
3
Penataan dan Penguatan
Organisasi
6
6
100
2.82
47
2.82
47.06
5
83.33
4
Penataan Tatalaksana
5
4.88
97.53
3.47
69.4
3.6
71.9
4.88
97.53
15
14.49
96.63
6.87
45.8
10.92
72.79
13.89
92.63
6
6
100
2.65
44.17
4.15
69.13
5.58
93
12
10.68
89.03
6.53
54.42
7.21
60.1
10.18
84.85
Peningkatan Kualitas
Pelayanan Publik
6
4.44
73.94
3.39
56.5
4.25
70.76
4.31
71.84
TOTAL NILAI PROSES
60
56.19
93.64
32.01
53.35
39.75
66.25
53.54
89.23
20
14.17
70.84
14.28
71.4
14.34
71.67
14.32
71.61
10
8.08
80.75
7.87
78.7
8.09
80.93
8.08
80.75
10
7.5
75
7.1
71
7.8
78
7.5
75
TOTAL NILAI HASIL
40
29.75
74.36
29.25
71.13
30.23
75.57
29.9
99.66
INDEKS RB
100
5
6
7
8
1
2
3
Penataan Sistem Manajemen
SDM
Penguatan Akuntabilitas
Kinerja
Penguatan Pengawasan
HASIL
Kapasitas dan Akuntabilitas
Kinerja Organisasi
Pemerintah yang bersih dan
bebas KKN
Kualitas Pelayanan Publik
85.93
61.26
69.98
83.44
Tabel 18. Matrik Hasil Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kemendag 2014-2015
3. Rekomendasi dari KemenPAN-RBMengenai Pelaksanaan Reformasi
Birokrasidi Kementerian Perdagangan
a. Peningkatan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi
Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Organisasi diperlihatkan dari nilai akuntabilitas
kinerja yang diperoleh Kementerian Perdagangan tahun 2014 sebesar 73,16 (B)
yang berarti pelaksanaan akuntabilitas di lingkungan Kementerian Perdagangan
sudah baik. Hal yang perlu diperhatikan adalah keterlibatan dari pimpinan secara
langsung pada saat melakukan penyusunan renstra, perjanjian kinerja, serta
melakukan pemantauan secara berkala terhadap kinerja yang akan dicapai.
Kemudian, hasil penilaian kinerja individu hendaknya dijadikan dasar bagi
pengembangan karir individu dan pemberian reward.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
26
Sedangkan terhadap upaya peningkatan kapasitas organisasi, Kementerian
Perdagangan telah menindaklanjuti rekomendasi evaluasi RB sebelumnya, yaitu
dengan melaksanakan evaluasi untuk menilai ketepatan fungsi dan ketepatan
ukuran organisasi yang ditindaklanjuti dengan mengajukan perubahan organisasi.
Namun, saat ini hasilnya masih dalam proses perubahan organisasi pada Deputi
Kelembagaan Kementerian PAN-RB
Dalam menata Sistem Manajemen SDM, Kementerian Perdagangan agar segera
mengimplementasikan aturan disiplin/kode etik/kode prilaku instansi yang telah
ditetapkan.
b. Pemerintah yang Bersih dan Bebas KKN
Rekomendasi hasil evaluasi Reformasi Birokrasi sebelumnya terkait dengan
penguatan
pengawasan
di
lingkungan
Kementerian
Perdagangan
telah
ditindaklanjuti. Beberapa hal masih perlu menjadi perhatian, antara lain:
1) Melakukan evaluasi berkala terhadap penanganan gratifikasi, pengaduan
masyarakat, whistle blower system, serta melaksanakan tindak lanjut atas hasil
evaluasi tersebut dengan segera.
2) Mengatur penanganan benturan kepentingan dalam suatu ketetapan formal
3) Melanjutkan penerapan SPIP ke tahapan selanjutnya
4) Melaksanakan pembangunan Zona Integritas sesuai dengan Peraturan Menteri
PANRB No. 52 tahun 2014, dan segera mengusulkan unit kerja menuju
WBK/WBBM kepada Menteri PANRB.
c. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Perdagangan sudah cukup
baik. Dari hasil survei eksternal kualitas pelayanan, laporan indeks kepuasan
masyarakat tahun 2014 meneunjukkan angka 3,12 (skala 4).
Beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan adalah
melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelayanan yang telah diberikan,
dimana hasil dari evaluasi tersebut akan dapat digunakan untuk perbaikan dan
penyempurnaan pemberian pelayanan Kementerian Perdagangan kedepannya.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
Agenda Reformasi Birokrasi Kementerian
Perdagangan
• ARAH REFORMASI BIROKRASI 2015-2019
• SASARAN REFORMASI BIROKRASI
• UKURAN KEBERHASILAN
• AREA PERUBAHAN
• QUICK WINS 2015 – 2019
• MANAJEMEN PELAKSANAAN REFORMASI
BIROKRASI
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
Agenda Reformasi BirokrasiKementerian Perdagangan
I. Arah Reformasi Birokrasi 2015 - 2019
Pelaksanaan reformai birokrasi 2015 - 2019 didasarkan pada beberapa arah kebijakan
pemerintah, sebagai berikut :
1.
NAWACITA
Di dalam Visi Misi Presiden secara spesifik memberikan perhatian khusus terhadap
pelaksanaan reformasi birokrasi, yaitu dengan menekankan pada lima (5) prioritas
utama dalam reformasi birokrasi dan pelayanan publik, yaitu :
a.
penetapan payung hukum yang lebih kuat dan berkesinambungan bagi agenda
reformasi birokrasi;
2.
b.
rekstrukturisasi kelembangaan yang cenderung gemuk;
c.
menjalankan secara konsisten UU Aparatur Sipil Negara;
d.
berkomitmen membrantas korupsi di kalangan Aparatur Sipil Negara;
e.
melakukan aksi-aksi bagi perbaikan kualitas pelayanan publik.
Agenda Pembangunan Nasional
Dari lima agenda pembangunan nasional, dua diantaranya secara spesifik terkait
dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif, yaitu :
3.
a.
membangun transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintahan, dan
b.
menyempurnakan dan meningkatkan kualitas reformasi birokrasi nasional.
Isu Strategis - Agenda Prioritas 2015 - 2019
Beberapa isu strategis yang dijadikan arah kebijakan pelaksanaan reformasi
birokrasi, antara lain :
a.
Lemahnya penegakan hukum;
b.
Rendahnya komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi;
c.
Aparat Pengawas Internal Pemerintah masih lemah;
d.
Kualitas akuntabilitas kinerja instansi pemerintah masih rendah;
e.
Pengadaan barang dan jasa masih belum dapat diselenggarakan secara efisien;
f.
Organisasi gemuk, fragmented dan tumpang tindih fungsi;
g.
Penerapan e-government belum merata;
h.
Integritas PNS yang masih rendah;
i.
Kualitas pelayanan publlik masih rendah.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
29
4.
Pengarusutamaan 2015 - 2019
Kebijakan pengarusutamaan, sebagaimana dimuat dalam Peraturan Presiden
Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015 – 2019, merupakan landasan
operasional bagi seluruh pelaksanaan pembangunan, yang diarahkan untuk dapat
tercermin dalam output pada kebijakan pembangunan.
Pengarusutamaan diarahkan untuk memperkuat kapasitas birokrasi dan mendorong
partisipasi masyarakat sipil, melalui:
a.
Peningkatan keterbukaan informasi dan komunikasi public;
b.
Peningkatan partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan;
c.
Perluasan agenda Reformasi Birokrasi;
d.
Peningkatan kualitas pelayanan public.
II. Sasaran Reformasi Birokrasi
Pembangunan di sub bidang aparatur negara diarahkan pada tiga sasaran
pembangunan (sasaran reformasi birokrasi disesuaikan dengan sasaran pembangunan
sub sektor aparatur negara, sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor
2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015 – 2019) yang juga akan digunakan sebagai sasaran
reformasi birokrasi, yaitu:
1)
Birokrasi yang bersih dan akuntabel, meliputi :
a.
Penerapan sistem nilai dan integritas birokrasi yang efektif;
b.
Penerapan pengawasan yang independen, profesional dan sinergis;
c.
Peningkatan kualitas pelaksanaan dan integrasi antara sistem akuntabilitas
keuangan dan kinerja;
d.
Peningkatan fairness, transparansi, dan profesionalisme dalam pengadaan
barang dan jasa;
2)
Birokrasi yang efektif dan efisien, meliputi :
a.
Penguatan agenda Reformasi Birokrasi Nasional dan peningkatan kualitas
implementasinya;
b.
Penataan
kelembagaan
instansi
pemerintah
yang
tepat
ukuran,
tepatfungsi, dan sinergis;
c.
Penataan bisnis proses yang sederhana, transparan, partisipatif, dan
berbasis e-government;
d.
Penerapan manajemen ASN yang transparan, kompetitif, dan berbasis
merit untuk mewujudkan ASN yang profesional dan bermartabat;
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
30
e.
Penerapan sistem manajemen kinerja nasional yang efektif;
f.
Peningkatan kualitas kebijakan publik;
g.
Pengembangan kepemimpinan untuk perubahan dalam birokrasi untuk
mewujudkan kepemimpinan yang visioner, berkomitmen tinggi, dan
transformatif;
3)
h.
Peningkatan efisiensi (belanja aparatur) penyelenggaraan birokrasi;
i.
Penerapan manajemen kearsipan yang handal, komprehensif, dan terpadu.
Birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas, meliputi :
a.
Penguatan kelembagaan dan manajemen pelayanan;
b.
Penguatan kapasitas pengelolaan kinerja pelayanan public.
III. Ukuran Keberhasilan
Untuk melihat keberhasilan upaya pencapaian sasaran reformasi birokrasi, telah
ditetapkan ukuran keberhasilan dengan indikator-indikator sebagai berikut:
Sasaran
Indikator
1.
Birokrasi yang
bersih dan
akuntabel
2.
3.
4.
5.
1.
Birokrasi yang
efektif dan
efisien
2.
3.
Opini WTP Atas Laporan
Keuangan
a. K/L
b. Provinsi
c. Kabupaten
d. Kota
Tingkat Kapabilitas APIP
Tingkat Kematangan
Implementasi SPIP
Instansi Pemerintah Yang
Akuntabel (Skor B Atas SAKIP)
a. K/L
b. Provinsi
c. Kabupaten/ Kota
Penggunaan EProcurementterhadap Belanja
Pengadaan
Indeks Reformasi
BirokrasiRata-Rata Nasional
a. K/L
b. Provinsi
c. Kabupaten/ Kota
Indeks Profesionalitas ASN
Indeks e-Government Nasional
a. K/L
b. Provinsi
c. Kabupaten/ Kota
Satuan
Baseline
Target
2019
%
%
%
%
Skor 1 - 5
74
53
18
33
1
95
85
60
65
3
Skor 1 - 5
1
3
%
%
%
39,3
27,3
30
85
75
50
%
30
80
Skor 1 - 100
Skor 1 - 100
Skor 1 - 100
Skor 1 - 100
47
NA
NA
76
75
60
45
86
Skor 0 - 4
Skor 0 - 4
Skor 0 - 4
2,66
2,2
2,2
3,4
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
31
Sasaran
Indikator
1.
Birokrasi yang
memiliki
Pelayanan Publik
berkualitas
2.
3.
Indeks Integritas Nasional
a. Integritas pelayanan Publik
(Pusat)
b. Integritas pelayanan Publik
(Daerah)
Survey Kepuasan Masyarakat
(SKM)
Persentase Kepatuhan
Pelaksanaan UU
PelayananPublik (Zona Hijau)
a. K/L
b.
c.
Satuan
Baseline
Target
2019
Skor 0 - 10
7,22
9
Skor 0 - 10
6,82
8,5
%
80
95
%
K: 64;
L:15
50
5
%
%
Provinsi
Kabupaten/ Kota
100
100
80
Tabel 19. Ukuran Keberhasilan Reformasi Birokrasi 2015 - 2019
IV. Area Perubahan
Reformasi birokrasi Kementerian Perdagangan dilaksanakan melalui programprogram yang berorientasi pada outcome. Program-program tersebut dilaksanakan
secara konsisten dan berkelanjutan untuk menghasilkan kinerja yang makin baik.
Keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi memerlukan komitmen dan menjadi
tanggung jawab pimpinan dan seluruh jajaran aparatur pemerintah di lingkungan
Kementerian Perdagangan.
Pada pelaksanaan reformasi birokrasi 2015 - 2019, sesuai dengan PermenPAN-RB
Nomor 11 tahun 2015, ada beberapa perubahan nomenklatur area perubahan, yaitu :
DELAPAN AREA PERUBAHAN REFORMASI BIROKRASI
2010 - 2014
2015 - 2019
1. ORGANISASI
1.
MENTAL APARATUR
2. TATALAKSANA
2.
PENGAWASAN
3.
4.
5.
6.
7.
8.
3.
4.
5.
6.
7.
AKUNTABILITAS
KELEMBAGAAN
TATALAKSANA
SDM APARATUR
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
8.
PELAYANAN PUBLIK
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR
PENGAWASAN
AKUNTABILITAS
PELAYANAN PUBLIK
POLA PIKIR (MIND SET) DAN BUDAYA
KERJA (CULTURE SET) APARATUR
Tabel 20. Matrik Perbedaan Nomenklatur Area Perubahan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
32
I.
Mental Aparatur (Pokja Manajemen Perubahan)
Salah satu sumber permasalahan birokrasi adalah perilaku negatif yang ditunjukkan
dan dipraktikkan oleh para birokrat. Perilaku ini mendorong terciptanya citra negatif
birokrasi. Perilaku yang sudah menjadi mental model birokrasi yang dipandang lambat,
berbelit-belit, tidak inovatif, tidak peka, inkonsisten, malas, feodal, dan lainnya. Karena
itu, fokus perubahan reformasi birokrasi ditujukan padaperubahan mental aparatur.
Perubahan mental model/perilaku aparaturdiharapkan akan mendorong terciptanya
budaya kerja positif yang kondusif bagi terciptanya birokrasi yang bersih dan akuntabel,
efektif, dan efisien serta mampu memberikan pelayanan yang berkualitas.
Di Kementerian Perdagangan area perubahan mental aparatur dilaksanakan oleh
program kerja (pokja) Manajemen perubahan, yang bertujuan untuk mengubah secara
sistematis dan konsisten dari sistem dan mekanisme kerja organisasi serta pola pikir
dan budaya kerja individu atau unit kerja di dalamnya menjadi lebih baik sesuai dengan
tujuan dan sasaran reformasi birokrasi.
Sasaran
1. Meningkatnya integritas aparatuMeningkatnya penerapan budaya kerja
positif di setiap instansi pemerintah;
2. Meningkatnya efektifitas pelaksanaan Reformasi BirokrasiMeningkatnya
profesionalisme aparatur;
3. Meningkatnya citra positif aparatur sebagai pelayan masyarakat dan
meningkatnya kepuasan masyarakatMeningkatnya kepuasan masyarakat
Kegiatan
1) Penguatan Tim Reformasi Birokrasi
2) Perumusan Kebijakan melalui Rapat pimpinan Menteri &
Eselon I
3) Penyelenggaraan forum pertukaran pengetahuan praktik
terbaik
4) Pencanangan Budaya kerja positif
5) Memperkuat peran role model dan agent of change dalam
mengembangkan budaya organisasi dengan menyiapkan
perangkat-perangkat pendukungnya, yaitu: aturan, sarana
prasarana dan pelatihan
6) Sosialisasi Reformasi Birokrasi internal Kemendag
7) Pelaksanaan Public Campaign
Indikator
1. Hasil survei pengetahuan nilai-nilai
Keberhasilan
Integritas
2. Survey Kepuasan Masyarakat
Rencana Aksi & Rencana Kerja [Terlampir]
Tabel 21. Matrik Sasaran, Kegiatan dan Indikator Keberhasilan Pokja Manajemen Perubahan
II.
Pengawasan (Pokja Penguatan Pengawasan)
Berbagai penyimpangan yang terjadi dalam birokrasi, salah satu penyebabnya
adalah lemahnya sistem pengawasan. Kelemahan sistem pengawasan mendorong
tumbuhnya perilaku koruptif atau perilaku negatif lainnya yang semakin lama semakin
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
33
menjadi, sehingga berubah menjadi sebuah kebiasaan. Karena itu perubahan perilaku
koruptif aparatur harus pula diarahkan melalui perubahan atau penguatan sistem
pengawasan.
Penguatan
pengawasan
bertujuan
untuk
meningkatkan
penyelenggaraan
pemerintahan yang bersih dan bebas KKN di Kementerian Perdagangan.
Sasaran
1. Meningkatnya kapasitas APIP;
2. Meningkatnya penerapan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih
dan bebas KKN;
3. Meningkatnya opini WTP-BPK;
4. Meningkatnya efisiensi penyelenggaraan birokrasi.
Kegiatan
1) Penguatan SPIP di lingkungan unit kerja Kementerian
Perdagangan;
2) Pembekalan APIP di lingkungan Kementerian Perdagangan;
3) Pelaksanaan audit berbasis Risik;
4) Pelaksanaan Monitoring Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil
Pemeriksaan Eksternal dan Internal;
5) Pelaksanaan Pengendalian gratifikasi;
6) Penilaian Wilayah Tertib Administrasi menuju WBK/WBBM;
7) Penanganan pengaduan masyarakat;
8) Pelaksanaan Whistleblowing System (WBS);
9) Pelaksanaan pemantauan benturan kepentingan;
10) Reviu Laporan Keuangan;
11) Reviu Rencana Kerja Anggaran Kementerian/ Lembaga
(RKA-K/L).
Indikator
1. Indeks anti Gratifikasi
Keberhasilan
2. Indeks benturan kepentingan
3. Opini WTP dari BPK
Rencana Aksi & Rencana Kerja [Terlampir]
Tabel 22. Matrik Sasaran, Kegiatan dan Indikator Keberhasilan Pokja Penguatan Pengawasan
III. Akuntabilitas (Pokja Penguatan Akuntabilitas Kinerja)
Kemampuan pemerintah untuk mempertanggung jawabkan berbagai sumber yang
diberikan kepadanya bagi kemanfaatan publik seringkali
menjadi pertanyaan
masyarakat. Pemerintah dipandang belum mampu menunjukkan kinerja melalui
pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang mampu menghasilkan outcome (hasil yang
bermanfaat) bagi masyarakat. Karena itu, perlu diperkuat penerapan sistem
akuntabilitas
yang
dapat
mendorong
birokrasi
lebih
berkinerja
dan
mampu
mempertanggung jawabkan kinerjanya sesuai dengan segala sumber-sumber yang
dipergunakannya. Program yang dibuat oleh Kementerian Perdagangan bertujuan untuk
meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
34
Sasaran
1.
Meningkatnya kualitas penerapan sistem akuntabilitas keuangan dan
kinerja yang terintegrasi;
2. Meningkatnya penerapan sistem manajemen kinerja;
3. Meningkatnya akuntabilitas aparatur;
4. Meningkatnya kualitas akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Kegiatan
1) Penguatan akuntabilitas kinerja instansi;
2) Penyempurnaan SAKIP sebagai pilar manajemen kinerja;
3) Pengembangan sistem manajemen kinerja organisasi;
4) Penyusunan Indikator Kinerja Program (IKP) pada
Kementerian/Lembaga;
5) Pelaksanaan pelaporan kinerja secara terbuka;
6) Penyelarasan perencanaan, penganggaran, dan pelaporan
kinerja;
7) Penyelarasan sistem pengukuran kinerja organisasi dengan
kinerja individu berbasis teknologi informasi;
8) Meningkatkan
kapasitas
SDM
yang
menangani
akuntabilitas kinerja (Pelatihan Operator/ Admin);
9) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan SKP;
10) Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan
Kementerian Perdagangan.
Indikator
1. Nilai SAKIP
Keberhasilan 2. Opini WTP dari BPK
Rencana Aksi & Rencana Kerja [Terlampir]
Tabel 23. Matrik Sasaran, Kegiatan dan Indikator Keberhasilan
Pokja Penguatan Akuntabilitas Kinerja
IV. Kelembagaan (Pokja Penataan dan Penguatan Organisasi)
Kelembagaan pemerintah dipandang belum berjalan secara efektif dan efisien.
Struktur yang terlalu gemuk dan memiliki banyak hirarki menyebabkan timbulnya proses
yang berbelit, kelambatan pelayanandan pengambilan keputusan, dan akhirnya
menciptakan budaya feodalpada aparatur. Karena itu, perubahan pada sistem
kelembagaan akan mendorong efisiensi, efektivitas, dan percepatan proses pelayanan
dan pengambilan keputusan dalam birokrasi. Perubahan pada sistem kelembagaan
diharapkan akan dapat mendorong terciptanya budaya/perilaku yang lebih kondusif
dalam upaya mewujudkan birokrasi yang efektif dan efisien. Penataan dan penguatan
organisasi di Kementerian Perdagangan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas organisasi instansi pemerintah secara proporsional sesuai dengan kebutuhan
pelaksanaan tugas masing-masing, sehingga organisasi instansi pemerintah menjadi
tepat fungsi dan tepat ukuran (right sizing). Adapun program-program yang dibuat oleh
Pokja Organisasi ingin mencapai tujuan tersebut, dengan detail kegiatan sebagai berikut:
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
35
Sasaran
1. Meningkatnya ketepatan fungsi dan ukuran di unit kerja Kementerian
Perdagangan;
2. Meningkatnya sinergisme, kejelasan pembagian kewenangan antara
Kementerian Perdagangan dengan lembaga di daerah;
3. Meningkatnya sinergisme dan penguatan kelembagaan bidang
perdagangan.
Kegiatan
1) Penataan Kelembagaan;
2) Penyusunan Instrumen Evaluasi kelembagaan;
3) Evaluasi kelembagaan (Evaluasi Kinerja organisasi);
4) Perumusan peraturan terkait ABK, Analisis Jabatan dan
Evaluasi Jabatan di lingkungan Kementerian Perdagangan;
5) Penyusunan dan Penetapan Kebutuhan Pegawai ASN;
6) Review hasil analisis jabatan, ABK dan evaluasi jabatan;
7) Penyempurnaan desain kelembagaan;
8) Review Pembagian kewenangan (melalui FGD);
9) Penataan lembaga UPT (terkait pembagian wewenang
sesuai dengan UU 23/2014);
10) Koordinasi dan sosialisasi Hasil Penataan (Rakor dengan
Dinas dan Kemendagri atau instansi terkait);
11) Monitoring dan Evaluasi Pembagian Kewenangan
Kemendag dengan Lembaga di daerah;
12) Penguatan Kelembagaan Non Struktural.
Indikator
1. Terwujudnya Kementerian Perdagangan
Keberhasilan
yang tepat fungsi,
tepat ukuran, dan
bersinergi dengan lembaga lain
2. Birokrasi yang Efektif dan Efisien
Rencana Aksi & Rencana Kerja [Terlampir]
Tabel 24. Matrik Sasaran, Kegiatan dan Indikator Keberhasilan
Pokja Penataan dan Penguatan Organisasi
V.
Tatalaksana (Pokja Penataan Tatalaksana)
Kejelasan proses bisnis/tatakerja/tatalaksana dalam instansi pemerintah juga
sering menjadi kendala penyelenggaraan pemerintahan. Berbagai hal yang seharusnya
dapat dilakukan secara cepat seringkali harus berjalan tanpa proses yang pasti karena
tidak terdapat sistem tatalaksana yang baik. Hal ini kemudian mendorong terciptanya
perilaku hirarkis, dan kurang kreatif pada aparatur. Karena itu, perubahan pada sistem
tatalaksana sangat diperlukan dalam rangka mendorong efisiensi penyelenggaraan
pemerintahan dan pelayanan, sekaligus juga untuk mengubah mental aparatur. Pokja
penataan tatalaksana membuat program yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, dan terukur,
seperti penjelasan di bawah ini:
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
36
Sasaran
1.
Meningkatnya penerapan sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas,
efektif, efisien, cepat, terukur, sederhana, transparan dan partisipatif,
dan berbasis e-Government;
2. Meningkatnya penerapan sistem pengadaan barang dan jasa secara
elektronik (e-procurement);
3. Meningkatnya penerapan manajemen kearsipan yang handal;
4. Implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Kegiatan
1) Review Bisnis Proses;
2) Audit Sistem dan Prosedur Kerja;
3) Review/evaluasi Standard Operating Procedures dalam
rangka mempercepat proses birokrasi;
4) Menyusun kebijakan implementasi e-government di
Kemendag;
5) Penerapan e-government dalam rangka mendukung proses
birokrasi;
6) Evaluasi penerapan e-government;
7) Sosialisasi e-procurement dan e-catalog;
8) Bimbingan Teknis e-procurement dan e-catalog;
9) Penyusunan Jadwal Retensi Arsip Substantif Kementerian
Perdagangan;
10) Penyusunan NSPK E-Arsip Klasifikasi Arsip Substantif;
11) Penyusunan NSPK E-Arsip Klasifikasi Keamanan dan akses;
12) Inventarisasi Kebutuhan E-arsip Kementerian Perdagangan;
13) Stock Opname dan set up fisik arsip Konvensional;
14) Penyediaan dan implementasi server E-arsip Kementerian
Perdagangan;
15) Pengembangan dan pelatihan SDM dan user sistem
aplikasi E-arsip Kementerian Perdagangan;
16) Trail and error aplikasi E-arsip Kementerian Perdagangan;
17) Penggunaan dan pengembangan Sistem E-Arsip tingkat
kementerian Perdagangan;
18) Monitoring dan Evaluasi;
19) Penguatan Penerapan Undang-undang Keterbukaan
Informasi Publik.
Indikator
 70% kegiatan yang dilaksanakan sesuai
Keberhasilan
dengan SOP yang berlaku
 Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKP)
dapat
diterapkan
di
Kementerian
Perdagangan
Rencana Aksi & Rencana Kerja [Terlampir]
Tabel 25. Matrik Sasaran, Kegiatan dan Indikator Keberhasilan Pokja Penataan Tatalaksana
VI. SDM Aparatur (Pokja Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur)
Perilaku aparatur sangat dipengaruhi oleh bagaimana setiap instansi pemerintah
membentuk SDM Aparaturnya melalui penerapan sistem manajemen SDM-nya. Sistem
manajemen SDM yang tidak diterapkan dengan baik mulai dari perencanaan pegawai,
pengadaan, hingga pemberhentian akan berpotensi menghasilkan SDM yang tidak
kompeten. Hal ini akan berpengaruh pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
37
pelayanan di Kementerian Perdagangan. Karena itu, perubahan dalam pengelolaan SDM
harus selalu dilakukan untuk memperoleh sistem manajemen SDMyang mampu
menghasilkan pegawai yang profesional. Pokja penataan sistem manajemen SDM
aparatur memiliki tujuan untuk meningkatkan profesionalisme SDM aparatur, yang
didukung oleh sistem rekrutmen dan promosi aparatur berbasis kompetensi, transparan,
serta memiliki sistem manajemen yang berbasis Merit.
Sasaran
Meningkatnya profesionalisme SDM Aparatur di bidang Perdagangan
Kegiatan
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)
11)
12)
13)
14)
Perencanaan kebutuhan pegawai ASN
Kebijakan dan Pelaksanaan Rekruitmen dan seleksi secara
transparan dan berbasis kompetensi
Kebijakan sistem promosi secara terbuka di lingkungan
Kementerian Perdagangan
Kebijakan pemanfaatan assessment center (jangka
menengah)
Kebijakan penilaian kinerja pegawai Kementerian
Perdagangan
Kebijakan reward dan punishment berbasis kinerja di
lingkungan Kementerian Perdagangan
Pembangunan/pengembangan sistem informasi ASN di
lingkungan Kementerian Perdagangan
Sistem pengkaderan pegawai ASN di lingkungan Kementerian
Perdagangan
Pemanfaatan/pengembangan data base profil kompetensi
calon dan pejabat tinggi ASN di lingkungan Kementerian
Perdagangan
Perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kualitas
diklat di lingkungan Kementerian Perdagangan
Penerapan Sistem promosi secara terbuka, kompetitif, dan
berbasis kompetensi
Menyusun dan menetapkan pola karier pegawai ASN
Pengukuran gap competency antara pemangku jabatan dan
syarat kompetensi jabatan
Penguatan sistem dan kualitas pendidikan dan pelatihan
untuk mendukung kinerja
Indikator
Keberhasilan
Indeks Profesionalitas ASN
Rencana Aksi & Renca Kerja
[Terlampir]
Tabel 26. Matrik Sasaran, Kegiatan dan Indikator Keberhasilan
Pokja Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur
VII. Penataan Peraturan dan Perundang-undangan (Pokja Penataan Peraturan dan
Perundang-undangan)
Permasalahan lain yang menjadi faktor penyebab tata kelola pemerintah yang belum
optimal adalah peraturan perundang-undangan yang tumpang tindih, disharmonis, dapat
diinterpretasi berbeda atau sengaja dibuat tidak jelas untuk membuka kemungkinan
penyimpangan. Pokja penataan Peraturan Perundang-undangan bertujuan untuk
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
38
meningkatkan efektivitas pengelolaan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan
oleh Kementerian Perdagangan.
Sasaran
1.
2.
Meningkatnya keterlibatan publik dalam proses perumusan kebijakan;
Meningkatnya kualitas regulasi yang melindungi, berpihak pada publik,
harmonis, tidak tumpang tindih dan mendorong iklim kondusif bagi
publik.
Kegiatan
1) Inventarisasi Peraturan Perundang-undangan di bidang
perdagangan;
2) Evaluasi Peraturan Perundang-undangan di bidang
Perdagangan;
3) Penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang
perdagangan/deregulasi dan debirokratisasi (pembahasan,
finalisasi, penetapan, dan pengundangan);
4) Penyusunan Regulasi Baru di bidang Perdagangan karena
adanya
permasalahan
di
bidang
perdagangan
(pembahasan, finalisasi, penetapan, dan pengundangan).
Indikator
1. Meningkatnya kualitas regulasi yang
Keberhasilan
melindungi, berpihak pada publik,
harmonis dan tidak tumpang tindih
2. Indeks RB di bidang penataan peraturan
dan perundang-undangan meningkat
Rencana Aksi & Rencana Kerja [Terlampir]
Tabel 27. Matrik Sasaran, Kegiatan dan Indikator Keberhasilan
Pokja Penataan Peraturan dan Perundang-undangan
VIII. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Pokja Peningkatan Kualitas Pelayanan
Publik)
Pelayanan publik merupakan aspek yang selalu menjadi sorotanmasyarakat.
Penerapan sistem manajemen pelayanan belumsepenuhnya mampu mendorong
peningkatan kualitas pelayanan, yang lebih cepat, murah, berkekuatan hukum, nyaman,
aman, jelas, dan terjangkau serta menjaga profesionalisme para petugas pelayanan.
Karena itu, perlu dilakukan penguatan terhadap sistem manajemen pelayanan publik
agar mampu mendorong perubahan profesionalisme para penyedia pelayanan serta
peningkatan kualitas pelayanan. Pokja peningkatan kualitas pelayanan publik bertujuan
untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kementerian Perdagangan sesuai
kebutuhan dan harapan masyarakat.
Sasaran
1.
2.
Meningkatnya kualitas pelayanan publik sesuai kebutuhan dan harapan
masyarakat;
Meningkatnya sistem monitoring dan evaluasi kinerja pelayanan public.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
39
Kegiatan
1) Penambahan jumlah perijinan yang bersifat mandatory
online;
2) Penambahan jumlah pengguna sistem perijinan online
INATRADE;
3) Pengembangan kapasitas pelaku ekspor atau SDM bidang
Ekspor;
4) Merevisi Keputusan Kemendag terkait Layanan Informasi
Publik;
5) Publikasi Dokumen Informasi Publik (DIP) melalui website;
6) Merevisi SOP Pelayanan Informasi;
7) Meningkatkan layanan website PPID;
8) Menyelenggarakan Sertifikasi ISO 9001:2008 untuk
pelayanan informasi Publik;
9) Menetapkan Sistem sanksi /reward bagi pelaksana layanan;
10) Meningkatkan layanan Website Kemendag dengan
bekerjasama dengan Pusdatindag;
11) Mengusulkan sinergi website-website Eselon I dengan
website Kemendag;
12) Mengembangkan Sistem Manajemen Mutu (SMM)
Pelayanan Publik;
13) Mengembangkan sistem SPB, NPB dan NRP secara online;
14) Mengembangkan Pelayanan Perijinan UTTP secara online;
15) Memantau (survaillance) Sistem Manajemen ISO
9001:2008;
16) Pengadaan perangkat penunjang pelayanan perizinan UTTP
online;
17) Pembuatan website Pelayanan Verifikasi Standar Ukuran
dan Kalibrasi Alat Ukur Metrologi Teknis;
18) Meningkatkan mutu Pelayanan Verifikasi Standar Ukuran
dan Kalibrasi Alat Ukur Metrologi Teknis;
19) Menerapkan ISO 9001 untuk pelayanan kalibrasi dan
verifikasi;
20) Menerapkan sistem antrian pendaftaran pada UPTP IV;
21) Mengembangkan aplikasi sistem pelayanan dan sms
gateway di UPTP IV;
22) Penerapan SOP Pengaduan (Pengelolaan/Penanganan
Pengaduan);
23) Tindak Lanjut Pengaduan Pelayanan;
24) Evaluasi Penanganan Pengaduan;
25) Mengembangkan aplikasi sistem pengaduan pelayanan
kemetrologian di UPTP IV;
26) Pengembangan sistem informasi pelayanan UPTP IV;
27) Akreditasi, Reakreditasi dan survaillance sistem manajemen
mutu;
28) Pengembangan sarana dan prasarana penunjang pelayanan
tera/tera ulang UTTP Penanganan Khusus dan Pengujian
dalam rangka Izin Tipe;
29) Peningkatan Pelayanan Perijinan di bidang Sistem Resi
Gudang;
30) Penerapan Sistem Perijinan Online di bidang Pasar Lelang
Komoditas;
31) Peningkatan layanan perizinan di bidang Perdagangan
Berjangka Komoditi (PBK);
32) Penambahan jenis perizinan di bidang PBK yang terkoneksi
dengan sistem INATRADE kemendag;
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
40
33) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi;
34) Pelaksanaan Survey Kepuasan Masyarakat;
35) Tindak Lanjut Hasil SKM.
Indeks
Indeks SKM
Keberhasilan
Rencana Aksi & Rencana Kerja [Terlampir]
Tabel 28. Matrik Sasaran, Kegiatan dan Indikator Keberhasilan
Pokja Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
V. QUICK WINS 2015 -2019
Seperti program quick wins periode sebelumnya, program quick wins dilakukan
dalam rangka memberikan dampak positif jangka pendek yang dapat dirasakan oleh
publik/masyarakat sebagai outcome dari langkah-langkah reformasi birokrasi yang
dilakukan oleh pemerintah. Untuk lima tahun ke depan, Kementerian PAN & RB
mengarahkan tema besar quick wins, yaitu:
1. Kampanye Gerakan Nasional Revolusi Mental Bidang Aparatur Negara;
2. Penetapan Organisasi Kementerian Kabinet Kerja Yang Efektif, Efisien, dan
Akuntabel;
3. Penguatan Manajemen ASN Yang Transparan, Kompetitif, Berintegritas dan
Berbasis Merit;
4. Penuntasan Permasalahan Khusus Rekrutmen ASN;
5. Percepatan Operasionalisasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Untuk
Memperkuat Penerapan Sistem Merit Dalam Pengangkatan Pejabat Pimpinan
Tinggi;
6. Penguatan Pelayanan Publik di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu);
7. Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional Untuk Mengakselerasi Peningkatan
Kualitas Pelayanan Publik;
8. Penguatan Akuntabilitas Kinerja dan Integritas Instansi Pemerintah Melalui
Evaluasi Tingkat Akuntabilitas Kinerja, Evaluasi Terhadap Unit Kerja Pelayanan
Pada K/L/Pemda Yang Telah Mencanangkan Zona Integritas, Serta Penerbitan
Kebijakan Tentang Perjanjian Kinerja dan Pelaporan Kinerja;
9. Peningkatan Efektivitas dan Efisiensi Penyelenggaraan Pemerintahan Melalui
Penerbitan Surat Edaran Menteri PAN dan RB Tentang Penghematan Kegiatan
Operasional, Penggunaan Sarana dan Prasarana, dan Pemanfaatan Produk
Dalam Negeri.
Untuk menentukan program yang akan dilaksanakan, Kementerian Perdagangan
telah mengidentifikasi area-area yang paling kritikal, terutama dalam kaitannya dengan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
41
pelaksanaan tugas pokok dan kewenangan Kementerian Perdagangan. Pada Tahun
2015 ini, Kementerian Perdagangan telah menetapkan Program Unggulan Quick Wins,
yaitu :
No
Unit
Nama Layanan
Sebelum Quick Wins
Setelah Quick
Wins
1.
Dit.
Metrologi,
Direktorat Jenderal
Standardisasi dan
Perlindungan
Konsumen
Penerbitan
Surat
Keterangan Rekapitulasi
Izin Tipe Alat-alat Ukur,
Takar, Timbang, dan
Perlengkapannya (UTTP)
Asal Impor
Pelayanan
Surat
Keterangan Rekapitulasi
Izin Tipe UTTP Asal
Impor, yaitu pemrosesan
dokumen
pelengkap
pabean untuk impor
UTTP
Diteruskan secara
online ke portal
Indonesia
National Single
Window (INSW)
2.
Biro Pasar Fisik Pemrosesan Persetujuan
dan Jasa,
Kelembagaan
dalam
Sistem Resi Gudang
Badan Pengawas
Perdagangan
Berjangka
Komoditi.
Pelayanan Persetujuan
Kelembagaan
dalam
Sistem
Resi
Gudangsecara manual
Pola permohonan
yang sebelumnya
manual menjadi
online.
Tabel 29. Program Quick Wins Tahun 2015
VI. MANAJEMEN PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI
Untuk mencapai tujuan dan sasaran reformasi birokrasi di Kementerian
Perdagangan serta pelaksanaan reformasi birokrasi dapat berjalan dengan baik, maka
perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen yang baik pula. Pertama, perlu dibentuk
tim yang diberi tugas untuk melakukan pengelolaan reformasi birokrasi agar seluruh
rencana aksi dapat dilaksanakan sesuai dengan target dan jadwal yang telah ditentukan.
Sebagaimana telah diterapkan pada pelaksanaan reformasi birokrasi pada periode
sebelumnya, yaitu 2010 – 2014, maka organisasi pelaksanaan reformasi birokrasi terdiri
dari2 (dua) tingkatan, yaitu Tim Pengarah dan Tim Pelaksana. Tugas-tugas setiap
tingkatan tim reformasi birokrasi adalah sebagai berikut:
Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan
Ketua Tim Pengarah
Menteri Perdagangan
Sekretaris Tim Pengarah
Tugas Tim Pengarah
Sekretaris Jenderal Kemendag
1. Memberikan arahan dalam penyusunan Road Map
reformasi birokrasi serta menetapkan Road Map;
2. Memastikan pelaksanaan reformasi birokrasi sesuai
dengan sasaran reformasi birokrasi nasional, yang
dapat memberikan dampak pada perbaikan birokrasi
dan memberikan dampak pada masyarakat;
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
42
3. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan reformasi
birokrasi secara berkala, termasuk pelaksanaan Quick
Wins, dan memberikan arahan agar pelaksanaan
reformasi birokrasi tetap berjalan konsisten, terarah
sesuai dengan Road Map, dan berkelanjutan.
Tabel 30. Tim Pengarah Reformasi Birokrasi Kemendag
Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi dipimpin oleh Sekretaris Jenderal/Sekretaris
Utama/Sekretaris Daerah. Sekretaris dipegang oleh salah satupejabat eselon II.Agar
fokus, tim pelaksana dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja yang jumlahnya
disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, agar reformasi birokrasi dilaksanakan juga
oleh setiap unit kerja, maka unit kerja dimaksud juga sebaiknya membentuk tim atau
menjadikan pegawai di seluruh jajaran unit kerja menjadi bagian dari pelaksana
reformasi birokrasi.
Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan
Ketua Tim Pelaksana
Sekretaris Jenderal Kemendag
Sekretaris Tim Pelaksana
Biro Organisasi dan Kepegawaian
Tugas Kelompok Kerja
1. Merumuskan Road Map reformasi birokrasi pemerintah
daerah;
2. Merumuskan quick wins;
3. Merancang rencana manajemen perubahan;
4. Bersama
dengan
unit/satuan
kerja
terkait
melaksanakan Quick Wins;
5. Melaksanakan fokus perubahan sesuai rencana yang
tertuang dalam Road Map;
6. Melakukan pemeliharaan terhadap area-area yang
sudah maju;
7. Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,
melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan
agar target yang dihasilkan selalu dapat menyesuaikan
kebutuhan stakeholders.
8. Menjadi agen perubahan.
Tugas dari Unit Kerja 1. Melaksanakan Road Map reformasi birokrasi yang
(dalam
pelaksanaan
menjadi prioritas untuk dilaksanakan oleh masingreformasi birokrasi)
masing unit kerja;
2. Jika salah satu Quick Wins berada dalam lingkupnya,
maka unit kerja bersama Tim Pelaksana Reformasi
Birokrasimempersiapkan,
melaksanakan,
dan
memonitor Quick Wins;
3. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap
pelaksanaan reformasi birokrasi di unit kerjanya;
4. Melaporkan hasil pelaksanaan reformasi birokrasi
kepada Ketua Tim Pengarah dan Ketua Tim Pelaksana
Reformasi Birokrasi.
Tabel 31. Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Kemendag
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
Monitoring dan Evaluasi
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
44
Monitoring Dan Evaluasi
Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Perdagangan
secara umum cukup baik namun masih perlu dilakukan perbaikan dan pembaharuan di
berbagai aspek/bidang di tahun selanjutnya. Untuk itu diperlukan adanya Monitoring dan
Evaluasi atas pelaksanaan reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Perdagangan
secara berkelanjutan.
I.
Monitoring
Monitoring dilakukan untuk mempertahankan agar rencana aksi yang dituangkan
dalam Road Map reformasi birokrasi dapat berjalan sesuai dengan jadwal, target-target,
dan tahapan sebagaimana telah ditetapkan. Dari proses monitoring, berbagai hal yang
perlu dikoreksi dapat langsung dikoreksi pada saat kegiatan reformasi birokrasi
dilaksanakan, sehingga tidak terjadi penyimpangan dari target-target yang telah
ditentukan.
Monitoring pelaksanaan reformasi birokrasi Kementerian Perdagangan dilakukan dalam
dua (2) tingkatan, yaitu :
1.
Pada lingkup unit kerja, monitoring dilakukan melalui :
a.
Pertemuan rutin dengan pimpinan unit kerja untuk membahas kemajuan,
hambatan yang dihadapi, dan penyesuaian yang perlu dilakukan untuk
merespon permasalahan atau perkembangan lingkungan strategis. Pertemuan
rutin dengan pimpinan juga dilakukan pada unit yang melaksanakan program
Quick Wins, untuk membahas kemajuan, hambatan yang dihadapi dan
penyesuain yang perlu dilakukan untuk merespon permasalahan atau
perkembangan lingkungan strategis;
b.
Pertemuan dengan pimpinan unit untuk merespon permasalahan yang harus
cepat diselesaikan;
c.
Survey kepuasan masyarakat dan pengaduan masyarakat;
d.
Pengukuran target-target kegiatan reformasi birokrasi berdasarkan road map
dan realisasinya;
e.
Pertemuan dalam rangka Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi
yang dikoordinasikan oleh Inspektorat Jenderal.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
45
2.
Pada lingkup tingkat Kementerian, monitoring dilakukan melalui :
a.
Pertemuan rutin Tim Pengarah;
b.
Pertemuan rutin Tim Pelaksana;
c.
Pertemuan rutin Kelompok Kerja;
d.
Pelaksanaan PMPRB.
II. Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi secara
keseluruhan termasuk tindak lanjut hasil monitoring yang dilakukan pada saat
pelaksanaan kegiatan. Evaluasi terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan
Kementerian Perdagangan dilakukan dalam rentang waktu enam bulanan (per semester)
dan tahunan, dengan tujuan untuk :
1. Mendapatkan informasi tentang kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi sesuai
dengan tahapan yang telah ditentukan;
2. Menilai keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi dalam suatu periode tertentu;
3. Menentukan faktor–faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan
pelaksanaan reformasi birokrasi;
4. Memberikan saran/rekomendasi untuk perbaikan pelaksanaan reformasi birokrasi
selanjutnya.
Hasil evaluasi diharapkan dapat secara terus menerus memberikan masukan
terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di tahun-tahun berikutnya.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
46
Penutup
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
47
Penutup
R
eformasi birokrasi telah membawa banyak perubahan terutama dalam
peningkatan disiplin pegawai dan kinerja pegawai, alur dan mekanisme kerja
menjadi lebih jelas dan terarah, pencapaian target kinerja yang lebih cepat dan
jelas yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan baik yang bersifat
substansial maupun prosedural.
Berbagai kemajuan dan capaian yang telah diraih bukan menjadi sasaran akhir,
namun sebagai penyemangat bagi Kementerian Perdagangan dan seluruh komponennya
untuk terus mendorong pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Reformasi Birokrasi adalah
sebuah proses yang harus terus dikawal dan dilaksanakan. Kementerian Perdagangan
harus berubah menjadi sebuah organisasi yang dinamis dan aktif untuk melakukan
perubahan positif untuk menyikapi berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi
dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Dengan demikian, sasaran Reformasi Birokrasi
yang diharapkan akan dapat tercapai.
Kementerian Perdagangan hingga saat ini terus melakukan berbagai pembenahan
yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan
kinerja masing-masing unit kerja baik peningkatan kualitas kinerja maupun tingkat
disiplin pegawai yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan pengabdian dan
pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Diharapkan dengan adanya Road Map reformasi Birokrasi Kementerian
Perdagangan 2015-2019, pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kementerian Perdagangan
dapat berjalan lebih baik lagi sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi
Kementerian Perdagangan dan masyarakat umum.
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
Lampiran
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
49
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
50
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
51
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
52
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
53
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
RENCANA AKSI POKJA MANAJEMEN PERUBAHAN
Koordinator : Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis
Hasil Yang Diharapkan
1.
Meningkatnya
integritas aparatur
Kegiatan
1)
Penguatan Tim Reformasi Birokrasi
2)
Perumusan Kebijakan melalui Rapat
pimpinan Menteri & Eselon I
3)
Penyelenggaraan forum pertukaran
pengetahuan praktik terbaik
Indikator
Output
1. Tim Pokja Reformasi
Birokrasi yang telah
tersosialisasi dan
terkomunikasikan dengan baik
2. Program kerja Tim yang
disosialisasikan
seluruh pimpinan kemendag
menerima notulen hasil rapat
Jumlah isu yang dibahas
Jumlah isu yang dibahas
4)
2.
Meningkatnya
efektifitas
pelaksanaan
Reformasi Birokrasi
5)
6)
Pencanangan Budaya kerja positif
Memperkuat peran role model dan agent
of change dalam mengembangkan
budaya organisasi dengan menyiapkan
perangkat-perangkat pendukungnya,
yaitu: aturan, sarana prasarana dan
pelatihan
Sosialisasi Reformasi Birokrasi internal
Kemendag
Tahun
Outcome
Prosentase unit kerja
yang mengikuti
sosialisasi
Prosentase Unit yang
menindaklanjuti hasil
rapat
Persentase unit yang
menghadiri
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung Jawab
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Pusat Penanganan Isu
Strategis
- Biro Organisasi dan
Kepegawaian
- Pusat Penanganan Isu
Strategis
Setiap hari pukul 08.30
Persentase unit yang
menghadiri
Disampaikan sepanjang
tahun melalui pengeras
suara di seluruh
lingkungan Kemendag
1. SK Role Model, SK Agent of
change tahunan
2. Workshop untuk calon agent
of change
prosentase agen
perubahan yang
mengikuti pelatihan agen
perubahan
- Biro Organisasi dan
Kepegawaian
- Pusat Penanganan Isu
Strategis
1. Rapat-rapat persiapan
2. Pelaksanaan Sosialisasi
3. Evaluasi hasil sosialisasi
>50% pegawai kantor
pusat tersosialisasi
1. Rapat-rapat persiapan
2. Pelaksanaan Sosialisasi
3. Evaluasi hasil sosialisasi
>50% pegawai unit di
daerah tersosialisasi
- Biro Organisasi dan
Kepegawaian
- Pusat Penanganan Isu
Strategis
- Biro Hubungan Masyarakat
1. Pukul 08.30, dan
2. Pukul 17.00/17.30
1
Biro Umum
Biro Umum
Indikator
Hasil Yang Diharapkan
3.
Meningkatnya citra
positif aparatur sebagai
pelayan masyarakat
dan meningkatnya
kepuasan masyarakat
Kegiatan
7)
Pelaksanaan Public Campaign
Output
Tahun
Outcome
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung Jawab
1. Rapat-rapat persiapan
2. Sosialisasi survey
3. Pelaksanaan survey
>60% pegawai
mengikuti survey
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
1. Penyusunan editorial
plan
2. Konsolidasi tim
3. Pengumpulan bahan
4. Verifikasi bahan
5. Editing
6. Rilis materi
1. Pengumpulan bahan
2. Verifikasi bahan
3. Editing
4. Rilis materi
1. 1 news letter
2. Fanpage dan
website terupdate
- Pusat Penanganan
Isu Strategis
- Biro Hubungan
Masyarakat
1. Melalui videotron
2. TV Internal
Pusat Penanganan
Isu Strategis
2
RENCANA AKSI POKJA PENGUATAN PENGAWASAN
Koordinator : Sekretaris Inspektorat Jenderal
Hasil Yang Diharapkan
1.
Meningkatnya kapasitas
APIP
Kegiatan
1)
Penguatan SPIP di lingkungan unit
kerja Kementerian Perdagangan
2)
Pembekalan APIP di lingkungan
Kementerian Perdagangan
Pelaksanaan audit berbasis Risiko
3)
2.
Meningkatnya penerapan
penyelenggaraan
pemerintahan yang bersih
dan bebas KKN
Indikator
Tahun
Output
Jumlah laporan pelaksanaan
Workshop SPIP
Jumlah Peraturan/Keputusan terkait
SPIP yang disusun/diterbitkan
Jumlah unit Es 1 yang memiliki peta
resiko
Jumlah laporan monev SPIP
sebagai sarana
Jumlah laporan tahunan monev
pembekalan APIP
Jumlah Ikhtisar Laporan Hasil
Pengawasan
Jumlah Laporan tahunan
Monitoring Monitoring Penyelesaian
Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan
Eksternal dan Internal
Outcome
Persentase meningkatnya jumlah
pegawai yang memahami SPIP
Tingkat kematangan implementasi
SPIP Kementerian Perdagangan
Jumlah Rekomendasi strategis untuk
bahan masukan Pimpinan
Persentase Hasil Pemeriksaan yang
dapat ditindaklanjuti
Set. ItJen
Indeks anti Gratifikasi
Set. ItJen
Jumlah Auditor bersertifikat Ahli
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Set. ItJen
Set. ItJen
4)
Pelaksanaan Monitoring
Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil
Pemeriksaan Eksternal dan Internal
5)
Pelaksanaan Pengendalian
gratifikasi
Laporan Monitoring Gratifikasi
Kemendag
6)
Penilaian Wilayah Tertib
Administrasi menuju WBK/WBBM
Jumlah unit yang memperoleh
kategori WTA
7)
Penanganan pengaduan
masyarakat
Laporan Pemantauan
Penangangan aduan masyarakat
Tingkat Kepuasan penanganan
pengaduan masyarakat yang
tertangani
Set. ItJen
8)
Pelaksanaan Whistleblowing
System (WBS)
Laporan Pelaksanaan WBS
Persentase jumlah aduan lewat WBS
yang tertangani
Set. ItJen
3
Jumlah unit yang ditetapkan
memenuhi kategori ZI
Set. ItJen
Set. ItJen
Hasil Yang Diharapkan
Kegiatan
Indikator
9)
Pelaksanaan pemantauan
benturan kepentingan
Output
Laporan Pemantauan Benturan
Kepentingan Kemendag
Outcome
Indeks benturan kepentingan
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Set. ItJen
3.
Meningkatnya opini WTPBPK
10)
Reviu Laporan Keuangan
LK yang sesuai dengan SAP
Opini WTP dari BPK
Set. ItJen
4.
Meningkatnya efisiensi
penyelenggaraan birokrasi
11)
Reviu Rencana Kerja Anggaran
Kementerian/ Lembaga (RKA-K/L)
Persentase kesesuaian RKA-K/L
Kemendag yang sesuai dengan
peraturan berdasarkan hasil reviu
Persentase Kesesuaian
Perencanaan kegiatan dengan
realisasinya
Set. ItJen
4
RENCANA AKSI POKJA PENGUATAN AKUNTABILITAS APARATUR
Koordinator : Kepala Biro Keuangan
Hasil Yang Diharapkan
1.
2.
Kegiatan
Meningkatnya kualitas
penerapan sistem
akuntabilitas keuangan dan
kinerja yang terintegrasi
1)
Penguatan akuntabilitas kinerja
instansi
2)
Penyempurnaan SAKIP sebagai
pilar manajemen kinerja
Meningkatnya penerapan
sistem manajemen kinerja
3)
Indikator
Output
Tahun
Outcome
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Renstra, Renja, anggaran,
perjanjian kinerja, LAPKIN, serta
evaluasi pelaksanaan SAKIP
Dokumen review pedoman SAKIP
Meningkatnya akuntabilitas
kinerja organisasi
- Inspektorat
Jenderal
- Biro Keuangan
- Biro
Perencanaan
Pengembangan sistem manajemen
kinerja organisasi
Laporan kinerja organisasi
triwulanan (EMON), Laporan
evaluasi kinerja triwulanan berbasis
BSC, dan terpantaunya capaian
kinerja individu bulanan melalui
Sistem Penilaian Kinerja
Terukurnya kinerja organisasi
yang didukung oleh kinerja
individu
- Biro Keuangan
- Biro
Perencanaan
- Puspitra
- Roganpeg
4)
Penyusunan Indikator Kinerja
Program (IKP) pada
Kementerian/Lembaga
Dokumen IKP dan evaluasi
Indikator Kinerja Program
Terukur dan tertelusurnya
seluruh kegiatan organisasi
dengan adanya IKP
- Biro Keuangan
- Biro
Perencanaan
5)
Pelaksanaan pelaporan kinerja
secara terbuka
Terunggahnya dokumen LAKIP
pada website Kemendag (e-filing)
Keterbukaan informasi terkait
pelaporan kinerja Kementerian
Biro Perencanaan
6)
Penyelarasan perencanaan,
penganggaran, dan pelaporan
kinerja
Dokumen evaluasi ketelusuran
anggaran
7)
Penyelarasan sistem pengukuran
kinerja organisasi dengan kinerja
individu berbasis teknologi informasi
Dokumen perjanjian kinerja eselon I
dan eselon II, dan SKP tahunan
individu
Tertelusurnya/ tercerminnya
kinerja organisasi dengan kinerja
individu
Sistem kinerja organisasi dan
sistem kinerja individu yang sudah
terintegrasi (cascading jabatan)
Terintegrasinya Sistem kinerja
organisasi dan sistem kinerja
individu
5
Tertelusurnya proses
perencanaan, penganggaran dan
pelaporan
Biro Perencanaan
- Biro
Perencanaan
- Roganpeg
Hasil Yang Diharapkan
3.
4.
Meningkatnya akuntabilitas
aparatur
Meningkatnya kualitas
akuntabilitas pengelolaan
keuangan negara
Kegiatan
Indikator
Output
Tahun
Outcome
8)
Meningkatkan kapasitas SDM yang
menangani akuntabilitas kinerja
(Pelatihan Operator/ Admin)
Pelaporan pelaksanaan pelatihan
operator dan admin
Meningkatnya kapasitas SDM
yang menangani akuntabilitas
kinerja
9)
Monitoring dan evaluasi
pelaksanaan SKP
Laporan monitoring SKP
Meningkatnya kinerja aparatur
10)
Penyusunan Laporan
Pertanggungjawaban Keuangan
Kementerian Perdagangan
Laporan Keuangan dan BMN
Semesteran dan Tahunan
Kementerian
Opini BPK-RI atas Laporan
Keuangan Kementerian
6
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
- Biro
Perencanaan
- Roganpeg
Roganpeg
- Inspektorat
Jenderal
- Biro
Keuangan
RENCANA AKSI POKJA PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI
Koordinator : Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian
Hasil Yang Diharapkan
1.
Meningkatnya ketepatan
fungsi dan ukuran di unit
kerja Kementerian
Perdagangan; Menurunnya
tumpang tindih tugas dan
fungsi Kementerian
Perdagangan dengan
Kementerian atau Lembaga
lain
Kegiatan
1)
Penataan Kelembagaan
2)
Penyusunan Instrumen Evaluasi
kelembagaan
Evaluasi kelembagaan (Evaluasi
Kinerja organisasi)
Perumusan peraturan terkait ABK,
Analisis Jabatan dan Evaluasi
Jabatan di lingkungan Kementerian
Perdagangan
3)
4)
5)
6)
7)
2.
Meningkatnya sinergisme,
kejelasan pembagian
kewenangan antara
Kementerian Perdagangan
dengan lembaga di daerah
8)
9)
10)
Penyusunan dan Penetapan
Kebutuhan Pegawai ASN
Review hasil analisis jabatan, ABK
dan evaluasi jabatan
Indikator
Output
Tahun
Outcome
Laporan Penyempurnaan Struktur
Organisasi
Instrumen Evaluasi Kelembagaan
Kajian rekomendasi penyempurnaan
organisasi
SK Menteri Perdagangan tentang
Pedoman Pelaksanaan ABK,
Penetapan Informasi Jabatan dan
Peta Jabatan serta Penetapan Kelas
dan Grading jabatan
Laporan Hasil ABK, Infojab, dan
Formasi Pegawai
Laporan hasil review
Terwujudnya Kementerian
Perdagangan yang tepat fungsi,
tepat ukuran, dan bersinergi
dengan lembaga lain
Terwujudnya kebijakan tentang
manajemen jabatan yang
mendukung pelaksanaan
manajemen SDM
Terwujudnya acuan bagi
pegawai dan organisasi dalam
pelaksanaan tugas dan fungsi
pegawai ASN guna
meningkatkan kinerja aparatur
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Penyempurnaan desain
kelembagaan
Review Pembagian kewenangan
(melalui FGD)
Laporan Penyempurnaan
Penataan lembaga UPT (terkait
pembagian wewenang sesuai
dengan UU 23/2014)
Koordinasi dan sosialisasi Hasil
Penataan (Rakor dengan Dinas
dan Kemendagri atau instansi
terkait)
Laporan Penataan Kelembagaan
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Laporan Koordinasi dan Sosialisasi
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Laporan Review
Terwujudnya sinergitas
Kementerian Perdagangan
dengan pemerintah daerah
7
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Hasil Yang Diharapkan
Kegiatan
11)
3.
Meningkatnya sinergisme
dan penguatan kelembagaan
bidang perdagangan;
12)
Monitoring dan Evaluasi
Pembagian Kewenangan
Kemendag dengan Lembaga di
daerah
Penguatan Kelembagaan Non
Struktural
Indikator
Output
Tahun
Outcome
Laporan Monitoring dan Evaluasi
Laporan Penguatan Kelembagaan
Non Struktural
8
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Terwujudnya penguatan
lembaga non struktural yang
mendukung bidang
perdagangan
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
RENCANA AKSI POKJA PENATAAN TATALAKSANA
Koordinator : Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi
Hasil Yang Diharapkan
1. Meningkatnya penerapan
sistem, proses dan prosedur
kerja yang jelas, efektif,
efisien, cepat, terukur,
sederhana, transparan dan
partisipatif, dan berbasis eGovernment
Kegiatan
2.
3.
Terlaksananya kegiatan
dilingkungan Kementerian
Perdagangan sesuai
dengan Sistem dan
Prosedur kerja (70%
kegiatan yang
dilaksanakan sesuai
dengan SOP yang
berlaku)
Meningkatnya penerapan
sistem berbasis egovernment
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Terlaksananya
pengadaan Barang dan
Jasa secara transparansi
Pusat Data dan
Sistem Informasi
Pusat Data dan
Sistem Informasi
Biro Umum
Dokumen Bisnis Proses yang disempurnakan
sesuai dengan bisnis proses
2)
Audit Sistem dan Prosedur Kerja
Dokumen hasil Audit dan Sisdur
3)
Review/evaluasi Standard
Operating Procedures dalam
rangka mempercepat proses
birokrasi
Dokumen review/evaluasi Standard
Operating Procedures dalam rangka
mempercepat proses birokrasi
4)
Menyusun kebijakan implementasi
e-government di Kemendag
Penerapan e-government dalam
rangka mendukung proses
birokrasi
Evaluasi penerapan e-government
Sosialisasi e-procurement dan ecatalog
Bimbingan Teknis e-procurement
dan e-catalog
Penyusunan Jadwal Retensi Arsip
Substantif Kementerian
Perdagangan
Laporan Master Plan E-gov Kemendag
8)
9)
10)
Penyusunan NSPK E-Arsip
Klasifikasi Arsip Substantif
11)
Penyusunan NSPK E-Arsip
Klasifikasi Keamanan dan akses
Penanggung
Jawab
Outcome
Review Bisnis Proses
6)
7)
Tahun
Output
1)
5)
Meningkatnya penerapan
sistem pengadaan barang
dan jasa secara elektronik
(e-procurement)
Meningkatnya penerapan
manajemen kearsipan yang
handal
Indikator
Laporan Evaluasi E-government
Laporan pelaksanaan sosilasisasi e- catalog
dan e-procerument
Laporan pelaksanaan Bimbingan Teknis eprocurement dan e-catalog
1. Jadwal Retensi Arsip Substantif yang
dapat digunakan sebagai dasar penyusutan
Arsip,
2. NSPK e-arsip jadwal retensi arsip
substanstif
NSPK e-arsip klasifikasi arsip substanstif
Klasifikasi keamanan dan akses yang
nantinya digunakan sebagai standar
penelusuran arsip dalam aplikasi E-arsip
(NSPK e-arsip klasifikasi keamanan dan
akses)
9
Sistem Informasi
Kearsipan Dinamis (SIKP)
dapat diterapkan di
Kementerian
Perdagangan
2015
2016
2017
2018
2019
Pusat Data dan
Sistem Informasi
Biro Umum
Sistem Informasi
Kearsipan Dinamis (SIKP)
dapat diterapkan di
Kementerian
Perdagangan
Biro Umum
Hasil Yang Diharapkan
Kegiatan
Implementasi UndangUndang Keterbukaan
Informasi Publik
Output
Tahun
Outcome
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
12)
Inventarisasi Kebutuhan E-arsip
Kementerian Perdagangan
Dokumen Rencana/ Asumsi dasar kebutuhan
infrastruktur dan sumber daya manusia
pengelola E-arsip
Biro Umum
13)
Stock Opname dan set up fisik
arsip Konvensional
Penyediaan dan implementasi
server E-arsip Kementerian
Perdagangan
Dokumen Aktualiasasi pendataan fisik arsip di
unit kearsipan
Jaringan yang mampu menyediakan akses Earsip bagi unit-unit kerja di Kementerian
Perdagangan
Biro Umum
15)
Pengembangan dan pelatihan
SDM dan user sistem aplikasi Earsip Kementerian Perdagangan
Laporan pengembangan dan pelatihan SDM
dan user sistem
16)
Trail and error aplikasi E-arsip
Kementerian Perdagangan
Penggunaan internal sebagai referensi
penggunaan, sebelum aplikasi resmi di
launching
Biro Umum
17)
Penggunaan dan pengembangan
Sistem E-Arsip tingkat
kementerian Perdagangan
Sistem Aplikatif yang dapat digunakan dalam
lingkup Kementerian Perdagangan
Biro Umum
18)
Monitoring dan Evaluasi
Evaluasi dan perbaikan pengembangan
sistem aplikasi E-arsip
Biro Umum
19) Penguatan Penerapan Undang-
Laporan Penguatan Penerapan Undangundang Keterbukaan Informasi Publik
Set. Badan
Pengkajian dan
Pengembangan
Perdagangan
14)
4.
Indikator
undang Keterbukaan Informasi
Publik
10
Sistem Informasi
Kearsipan Dinamis (SIKP)
dapat diterapkan di
Kementerian
Perdagangan
Biro Umum
Biro Umum
RENCANA AKSI POKJA PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR
Koordinator : Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian
Hasil Yang Diharapkan
Meningkatnya
profesionalisme SDM
Aparatur di bidang
Perdagangan
Kegiatan
1)
Perencanaan kebutuhan pegawai ASN
a. Penyempurnaan sistem perencanaan kebutuhan
pegawai ASN
b. Penyusunan rencana kebutuhan pegawai ASN
c.
2)
Tahun
Output
Outcome
sistem perencanaan kebutuhan
pegawai ASN
rencana kebutuhan pegawai ASN
terpenuhinya perhitungan
perencanaan kebutuhan
pegawai ASN
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
laporan monitoring dan evaluasi
implementasi penyusunan
rencana kebutuhan pegawai ASN
Kebijakan dan Pelaksanaan Rekruitmen dan seleksi secara transparan dan berbasis kompetensi
a.
3)
Monitoring dan evaluasi penyusunan rencana
kebutuhan pegawai ASN
Indikator
kebijakan sistem rekrutmen dan
seleksi secara transparan dan
berbasis kompetensi
b.
pelaksanaan rekrutmen dan
seleksi secara transparan dan
berbasis kompetensi
c. Monitoring dan evaluasi implementasi kebijakan laporan monitoring dan evalutasi
sistem rekruitmen dan seleksi secara transparan implemenasi kebijakan sistem
dan berbasis kompetensi
rekrutmen dan seleksi secara
transparan dan berbasis
kompetensi
Kebijakan sistem promosi secara terbuka di lingkungan Kementerian Perdagangan
a. Perumusan dan penetapan kebijakan kebijakan
kebijakan sistem promosi secara
sistem promosi secara terbuka
terbuka
b.
Penyempurnaan kebijakan sistem rekruitmen
dan seleksi secara transparan dan berbasis
kompetensi
rekruitmen dan seleksi secara transparan dan
berbasis kompetensi
Evaluasi terhadap Kebijakan sistem promosi
secara terbuka di lingkungan Kementerian
Perdagangan
laporan evaluasi implementasi
kebijakan sistem promosi
11
Pegawai ASN yang
kompeten
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
pelaksanaan sistem
promosi secara terbuka
sesuai dengan prosedur
dan ketentuan yang
berlaku
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Hasil Yang
Diharapkan
Indikator
Kegiatan
4)
b.
c.
6)
Perumusan dan penetapan kebijakan
pemanfaatan assessment center
Penerapan dan pemanfaatan assessment
center
Monitoring dan evaluasi kebijakan
pemanfaatan assessment center
kebijakan pemanfaatan assessment
center
laporan hasil assessment
laporan monitoring dan evaluasi
implementasi kebijakan pemanfaatan
assessment center
Kebijakan penilaian kinerja pegawai Kementerian Perdagangan
a. Perumusan dan penetapan kebijakan
kebijakan penilaian kinerja pegawai
penilaian kinerja pegawai
b. Penerapan kebijakan penilaian kinerja
laporan hasil penilaian kinerja pegawai
pegawai
c. Monitoring dan evaluasi kebijakan
laporan monitoring dan evaluasi
penilaian kinerja pegawai
implementasi kebijakan penilaian kinerja
pegawai
Kebijakan reward dan punishment berbasis kinerja di lingkungan Kementerian Perdagangan
a. Perumusan dan penetapan kebijakan
kebijakan reward dan punishment
reward dan punishment berbasis kinerja
berbasis kinerja
b.
7)
Outcome
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Kebijakan pemanfaatan assessment center ( jangka menengah)
a.
5)
Output
Tahun
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
pelaksanaan penilaian kinerja
pegawai kementerian
perdagangan sesuai dengan
prosedur dan ketentuan yang
berlaku
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
terlaksananya skema reward dan
punishment bagi seluruh pegawai
ASN dengan prosedur dan
ketentuan yang berlaku
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
laporan hasil pelaksanaan reward dan
punishment berbasis kinerja
c.
laporan monitoring dan evaluasi
implementasi reward dan punishment
berbasis kinerja
Pembangunan/pengembangan sistem informasi ASN di lingkungan Kementerian Perdagangan
a. Pembangunan/ pengembangan sistem
sistem informasi ASN
implementasi sistem informasi
informasi ASN
ASN di lingkungan Kementerian
b. Penerapan kebijakan sistem
laporan hasil penerapan kebijakan sistem Perdagangan
c.
Penerapan kebijakan reward dan
punishment berbasis kinerja
Monitoring dan evaluasi kebijakan reward
dan punishment berbasis kinerja
pemanfaatan assessment center
untuk pengembangan dan
penilaian pegawai ASN di
lingkungan Kementerian
Perdagangan
Monitoring dan evaluasi kebijakan sistem
pengkaderan pegawai ASN
laporan monitoring dan evaluasi
implementasi sistem pengkaderan
pegawai ASN
12
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Hasil Yang
Diharapkan
Kegiatan
8)
9)
10)
Indikator
Output
Tahun
Outcome
Sistem pengkaderan pegawai ASN di lingkungan Kementerian Perdagangan
a. Perumusan dan penetapan kebijakan
kebijakan sistem pengkaderan pegawai
kaderisasi pegawai ASN di
sistem pengkaderan pegawai ASN
ASN
lingkungan Kementerian
Perdagangan
b. Penerapan kebijakan sistem
laporan penerapan kebijakan sistem
pengkaderan pegawai ASN
pengkaderan pegawai ASN
c. Monitoring dan evaluasi kebijakan sistem laporan monitoring dan evaluasi
pengkaderan pegawai ASN
implementasi kebijakan sistem
pengkaderan pegawai ASN
Pemanfaatan/pengembangan data base profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN di lingkungan Kementerian Perdagangan
a. Perumusan dan penetapan kebijakan
kebijakan pemanfaatan /pengembangan
terciptanya data base profil
pemanfaatan/pengembangan data base
data base profil kompetensi calon dan
kompetensi calon dan pejabat
profil kompetensi calon dan pejabat tinggi pejabat tinggi ASN
tinggi ASN yang dapat digunakan
ASN
dalam manajemen SDM
b. pemanfaatan dan pengembangan data
laporan pemanfaatan dan
base profil kompetensi calon dan pejabat pengembangan data base kompetensi
tinggi ASN
calon dan pejabat tinggi ASN
c. Monitoring dan evaluasi
laporan monitoring dan evaluasi
pemanfaatan/pengembangan data base
pemanfaatan/pengembangan data base
profil kompetensi calon dan pejabat tinggi profil kompetensi calon dan pejabat tinggi
ASN
ASN
Perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kualitas diklat di lingkungan Kementerian Perdagangan
a. Perumusan dan penetapan kebijakan
kebijakan pengendalian kualitas diklat di
lulusan diklat yang kompeten
pengendalian kualitas diklat di lingkungan lingkungan Kementerian Perdagangan
Kementerian Perdagangan
b. Penerapan kebijakan pengendalian
laporan penerapan pengendalian kualitas
kualitas diklat di lingkungan Kementerian diklat di lingkungan Kementerian
Perdagangan
Perdagangan
c.
Monitoring dan evaluasi kebijakan
pengendalian kualitas diklat di lingkungan
Kementerian Perdagangan
laporan monitoring dan evaluasi
penerapan pengendalian kualitas diklat di
lingkungan Kementerian Perdagangan
13
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Pusat
Pendidikan dan
Pelatihan
Perdagangan
Hasil Yang
Diharapkan
Kegiatan
Indikator
b.
Penerapan kebijakan Penguatan sistem
dan kualitas pendidikan dan pelatihan
untuk mendukung kinerja
Output
laporan penerapan kebijakan penguatan
sistem dan kualitas pendidikan dan
pelatihan untuk mendukung kinerja
c.
Monitoring dan evaluasi kebijakan
Penguatan sistem dan kualitas
pendidikan dan pelatihan untuk
mendukung kinerja
laporan monitoring dan evaluasi
penerapan kebijakan penguatan sistem
dan kualitas pendidikan dan pelatihan
untuk mendukung kinerja
14
Tahun
Outcome
tercapainya pendidikan dan
pelatihan yang berkualitas
untuk mewujudkan pegawai
ASN yang berkinerja
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung Jawab
Pusat Pendidikan dan
Pelatihan Perdagangan
RENCANA AKSI POKJA PENATAAN PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN
Koordinator : Kepala Biro Hukum
Hasil Yang Diharapkan
1.
Meningkatnya keterlibatan publik
dalam proses perumusan kebijakan
2.
Kegiatan
Indikator
Output
Tersusunnya Daftar
Peraturan perundangundangan
Outcome
Meningkatnya
kualitas regulasi
yang melindungi,
berpihak pada publik,
harmonis dan tidak
tumpang tindih
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung Jawab
1)
Inventarisasi Peraturan Perundangundangan di bidang perdagangan
2)
Evaluasi Peraturan Perundangundangan di bidang Perdagangan
Tersusunnya 1 Laporan
hasil evaluasi peraturan
perundang-undangan di
bidang perdagangan
3)
Penyusunan peraturan perundangundangan di bidang
perdagangan/deregulasi dan
debirokratisasi (pembahasan,
finalisasi, penetapan, dan
pengundangan)
Penyusunan Regulasi Baru di bidang
Perdagangan karena adanya
permasalahan di bidang
perdagangan (pembahasan,
finalisasi, penetapan, dan
pengundangan)
Tersusunnya peraturan
perundang-undangan
dibidang perdagangan
Biro Hukum
Tersusunnya peraturan
perundang-undangan
dibidang perdagangan
Biro Hukum
Meningkatnya kualitas regulasi yang
melindungi, berpihak pada publik,
harmonis, tidak tumpang tindih dan
mendorong iklim kondusif bagi publik.
4)
15
Biro Hukum
Biro Hukum
RENCANA AKSI POKJA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
Koordinator : Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri
Hasil Yang Diharapkan
1.
Meningkatnya kualitas
pelayanan publik
sesuai kebutuhan dan
harapan masyarakat
Kegiatan
1)
Penambahan jumlah perijinan yang
bersifat mandatory online
2)
Penambahan jumlah pengguna sistem
perijinan online INATRADE
3)
Pengembangan kapasitas pelaku ekspor
atau SDM bidang Ekspor
4)
Merevisi Keputusan Kemendag terkait
Layanan Informasi Publik
Indikator
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Output
Persentase layanan perijinan
bidang perdagangan luar negeri
yang dapat diselesaikan secara
online
Persentase peningkatan
pengguna Sistem Perizinan On
Line (INATRADE)
623 angkatan pelatihan eksportir
dan calon eksportir
Outcome
Meningkatnya layanan perijinan
di bidang perdagangan luar
negeri yang dapat dilayani
secara online
Meningkatnya kemudahan dan
pemanfaatan Fasilitasi Ekspor
Oleh Pelaku Usaha
Meningkatnya kapasitas pelaku
ekspor atau SDM bidang Ekspor
a. SK Mendag tentang Pedoman
Pelayanan Informasi dan
Dokumentasi
Pelayanan informasi publik dapat
dilaksanakan lebih efektif
Balai Besar
Pendidikan dan
Pelatihan Ekspor
Indonesia
Biro Hubungan
Masyarakat
Dit. Fasilitasi
Ekspor dan Impor
Dit. Fasilitasi
Ekspor dan Impor
b. SK Mendag tentang Daftar
Informasi Publik, dan Daftar
Informasi Publik yang
Dikecualikan
5)
Publikasi Dokumen Informasi Publik (DIP)
melalui website
Dokumen Informasi Publik
Kemudahan akses dokumen
informasi publik
Biro Hubungan
Masyarakat
6)
Merevisi SOP Pelayanan Informasi
Dokumen SOP Pelayanan
Informasi yang direvisi
Terdapatnya acuan atau
pedoman pelayanan informasi
Biro Hubungan
Masyarakat
7)
Meningkatkan layanan website PPID
Dokumen laporan pembaruan
website PPID
Pelaksanaan pelayanan informasi
menjadi semakin cepat dan
mudah
Biro Hubungan
Masyarakat
16
Hasil Yang Diharapkan
Kegiatan
8)
Menyelenggarakan Sertifikasi ISO 9001:2008
untuk pelayanan informasi Publik
9)
Menetapkan Sistem sanksi /reward bagi pelaksana
layanan
Meningkatkan layanan Website Kemendag dengan
bekerjasama dengan Pusdatindag
10)
11)
Mengusulkan sinergi website-website Eselon I
dengan website Kemendag
12)
Mengembangkan Sistem Manajemen Mutu (SMM)
Pelayanan Publik
13)
Mengembangkan sistem SPB, NPB dan NRP
secara online
14)
Mengembangkan Pelayanan Perijinan UTTP
secara online
Memantau (survaillance) Sistem Manajemen ISO
9001:2008
15)
Indikator
Output
Dokumen hasil pembahasan
Outcome
Pelayanan informasi publik dapat
distandardisasi dan ditingkatkan
Dokumen rekomendasi
pembaruan website
Kemendag
Dokumen usulan sinergi
website-website Eselon I
Mempermudah masyarakat
mendapatkan informasi yang
dibutuhkan
Mempermudah masyarakat
mendapatkan informasi yang
dibutuhkan
Meningkatkan pelayanan kepada
pelaku usaha
Jumlah penambahan ruang
lingkup kemampuan
pengujian, kalibrasi dan
sertifikasi
Jumlah Presentase Kepuasan
Pelanggan selaku pelaku
usaha
Jumlah Pelayanan perizinan
UTTP secara online
Jumlah pelayanan perizinan
UTTP telah menerapkan
sistem manajemen mutu ISO
9001:2008
16)
Pengadaan perangkat penunjang pelayanan
perizinan UTTP online
Tersedia perangkat
penunjang pelayanan
perizinan UTTP online
17)
Pembuatan website Pelayanan Verifikasi Standar
Ukuran dan Kalibrasi Alat Ukur Metrologi Teknis
18)
Meningkatkan mutu Pelayanan Verifikasi Standar
Ukuran dan Kalibrasi Alat Ukur Metrologi Teknis
Website pelayanan kalibrasi
yang dapat diakses oleh
masyarakat
Sertifikat akreditasi Lab Kal
berdasar ISO 17025 oleh
KAN
17
Terselenggaranya pelayanan
perizinan UTTP yang prima dan
good governance dengan
berorientasi pada kepuasan
masyarakat.
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Biro
Hubungan
Masyarakat
Seluruh
anggota Pokja
Biro
Hubungan
Masyarakat
Biro
Hubungan
Masyarakat
Dit.
Standardisasi
dan
Pengendalian
Mutu
Dit. Metrologi
Dit. Metrologi
Dit. Metrologi
Sistem informasi pelayanan dapat
mudah di akses oleh masyarakat
melalui website
Sertifikat akreditasi dapat
dipertahankan dengan ruang
lingkup akreditasi yang semakin
bertambah
Dit. Metrologi
Dit. Metrologi
Hasil Yang Diharapkan
Kegiatan
Indikator
Tahun
19)
Menerapkan ISO 9001 untuk pelayanan
kalibrasi dan verifikasi
Output
Sertifikat ISO 9001 untuk
pelayanan kalibrasi dan
verifikasi
Outcome
Memberikan jaminan pengukuran
kepada pelanggan dan pelayanan
berdasarkan prosedur yang berlaku
secara berkesinambungan
20)
Menerapkan sistem antrian pendaftaran
pada UPTP IV
Perangkat sistem antrian
pendaftaran pada UPTP IV
Memberikan kenyamanan dan
ketertiban kepada pelanggan yang
akan mendaftar untuk mendapatkan
layanan Direktorat Metrologi
Dit. Metrologi
21)
Mengembangkan aplikasi sistem pelayanan
dan sms gateway di UPTP IV
Aplikasi sistem pelayanan
dan sms gateway di UPTP IV
Ketepatan waktu penyelesaian
pelayanan kalibrasi sesuai standar
pelayanan yang ada
Dit. Metrologi
22)
Penerapan SOP Pengaduan
(Pengelolaan/Penanganan Pengaduan)
Dokumen pengaduan
pelanggan
Memberikan pelayanan yang bak
kepada pelanggan
Dit. Metrologi
23)
Tindak Lanjut Pengaduan Pelayanan
Dokumen pengaduan
pelanggan
Menyelesaikan pengaduan sesuai SOP
Dit. Metrologi
24)
Evaluasi Penanganan Pengaduan
Dokumen evaluasi
pengaduan pelanggan
Memberikan kepuasan pelayanan
kepada pelanggan
Dit. Metrologi
25)
Mengembangkan aplikasi sistem pengaduan
pelayanan kemetrologian di UPTP IV
Aplikasi sistem pengaduan
pelayanan kemetrologian di
UPTP IV
Memberikan sarana pengaduan
berbasis web kepada masyarakat
terkait pelayanan kemetrologian yang
sedang dan telah dilakukan oleh
Direktorat Metrologi
Dit. Metrologi
18
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Dit. Metrologi
Hasil Yang
Diharapkan
Kegiatan
26)
27)
28)
29)
Pengembangan sistem informasi
pelayanan UPTP IV
Akreditasi, Reakreditasi dan survaillance
sistem manajemen mutu
Pengembangan sarana dan prasarana
penunjang pelayanan tera/tera ulang
UTTP Penanganan Khusus dan
Pengujian dalam rangka Izin Tipe
Peningkatan Pelayanan Perijinan di
bidang Sistem Resi Gudang
Indikator
Tahun
Output
Pelayanan tera/tera ulang dan pengujian
dalam rangka Izin Tipe UTTP secara online
Pelayanan tera/tera ulang UTTP
Penanganan Khusus dan Pengujian dalam
rangka Izin Tipe yang telah menerapkan
sistem manajemen mutu ISO 17025:2008
dan ISO 9001:2008
Tersedia sarana dan prasarana penunjang
pelayanan tera/tera ulang UTTP
Penanganan Khusus dan Pengujian dalam
rangka Izin Tipe
Jumlah persetujuan SRG (Gudang,
Pengelola Gudang dan LPK) yang
diterbitkan
Outcome
Terselenggaranya pelayanan
tera/tera ulang UTTP
Penanganan Khusus dan
Pengujian dalam rangka Izin
Tipe UTTP yang prima dan
good governance dengan
berorientasi pada kepuasan
masyarakat.
Memperlancar perizinan
pelaku usaha SRG
30)
Penerapan Sistem Perijinan Online di
bidang Pasar Lelang Komoditas
Jumlah hari penyelesaian perizinan pelaku
usaha Pasar Lelang setelah dokumen
lengkap
Perluasan pelaksanaan dan
peningkatan transaksi Pasar
Lelang Komoditas
31)
Peningkatan layanan perizinan di bidang
Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK)
Jumlah hari penyelesaian perizinan pelaku
usaha PBK setelah dokumen lengkap dan
benar
Memberikan pelayanan
perizinan kepada Pelaku
Usaha berdasarkan prosedur
yang berlaku secara
berkesinambungan
Jumlah penambahan jenis perizinan yang
dilayani melalui sistem perizinan online
Peningkatan kepastian dan
kemudahan berusaha bidang
PBK
32)
Penambahan jenis perizinan di bidang
PBK yang terkoneksi dengan sistem
INATRADE kemendag
19
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Dit. Metrologi
Dit. Metrologi
Dit. Metrologi
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar BAPPEBTI
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar BAPPEBTI
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar BAPPEBTI
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar BAPPEBTI
Hasil Yang
Diharapkan
2.
Meningkatnya
sistem
monitoring dan
evaluasi kinerja
pelayanan publik
Kegiatan
Indikator
Output
Tahun
Outcome
33)
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi
Terlaksananya monitoring dan
evaluasi secara periodik
34)
Pelaksanaan Survey Kepuasan Masyarakat
Dokumen hasil Survei Kepuasan
Masyarakat
35)
Tindak Lanjut Hasil SKM
Dokumen Evaluasi dan
rekomendasi peningkatan
kepuasan masyarakat
20
Meningkatnya kualitas kinerja
pelayanan publik
Pelayanan informasi publik dapat
ditingkatkan untuk memenuhi
harapan masyarakat
Meningkatnya indeks kepuasan
masyarakat
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Seluruh
anggota Pokja
Biro Hubungan
Masyarakat
RENCANA AKSI POKJA MONITORING DAN EVALUASI
Koordinator : Kepala Biro Perencanaan
Hasil Yang Diharapkan
Meningkatnya kualitas hasil pelaksanaan
Reformasi Birokrasi di Kementerian
Perdagangan
Kegiatan
1
Penyusunan Skema Evaluasi
Reformasi Birokrasi
Kementerian Perdagangan
2
Pemantauan dan evaluasi atas
capaian kegiatan Reformasi
Birokrasi Kementerian
Perdagangan secara periodik.
Indikator
Output
1 Dokumen
(Skema /Metode Evaluasi
Reformasi Birokrasi
Kementerian Perdagangan)
1 Dokumen
(Pemantauan dan evaluasi
program kerja pokja - pokja
Reformasi Birokrasi secara
periodik)
21
Outcome
Terlaksananya Program Kerja
Reformasi Birokrasi
Kementerian Perdagangan
yang efesien dan efektif
Tahun
2015
2016
2017
2018
2019
Penanggung
Jawab
Biro
Perencanaan
RENCANA KERJA TAHUNAN POKJA MANAJEMEN PERUBAHAN TAHUN 2015
Koordinator: Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis
NO
1.
HASIL YANG
DIHARAPKAN
'Meningkatnya
integritas aparatur
KEGIATAN
1)
Penguatan Tim
Reformasi
Birokrasi
2)
Perumusan
Kebijakan melalui
Rapat pimpinan
Menteri & Eselon I
Penyelenggaraan
forum pertukaran
pengetahuan
praktik terbaik
3)
4)
Pencanangan
Budaya kerja
positif
TAHAPAN AKTIVITAS
a
Penyusunan draft SK
Tim
b Pengesahan SK Tim
c Distribusi SK Tim
Pelaksanaan rapat
pimpinan sesuai arahan
Menteri Perdagangan
a Pelaksanaan Focus
Group Discussion untuk
membahas isu terkini di
hadiri oleh Es. 1 dan Es.
2 Kemendag dan pejabat
Kementerian terkait.
b Pelaksanaan Policy
disscussion membahas
kebijakan terkini dan
sharing knowledge di
hadiri oleh pejabat Es.1
dan Es.2
a Berdoa ketika mulai
bekerja dan sebelum jam
pulang melalui pengeras
suara
INDIKATOR
OUTPUT
1. Tim Pokja Reformasi
Birokrasi yang telah
tersosialisasi dan
terkomunikasikan dengan
baik
2. Program kerja Tim yang
disosialisasikan
seluruh pimpinan
kemendag menerima
notulen hasil rapat
OUTCOME
Prosentase unit
kerja yang
mengikuti
sosialisasi
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Organisasi dan
Kepegawaian
Prosentase Unit
yang
menindaklanjuti
hasil rapat
Persentase unit
yang menghadiri
Pusat Penanganan Isu
Strategis
Jumlah isu yang dibahas
Persentase unit
yang menghadiri
- Biro Organisasi dan
Kepegawaian
- Pusat Penanganan
Isu Strategis
1. Pukul 08.30, dan
2. Pukul 17.00/17.30
Disampaikan
sepanjang tahun
melalui pengeras
suara di seluruh
lingkungan
Kemendag
Biro Umum
Jumlah isu yang dibahas
22
- Biro Organisasi dan
Kepegawaian
- Pusat Penanganan
Isu Strategis
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
b
2.
Meningkatnya
efektifitas
pelaksanaan
Reformasi Birokrasi
5)
Memperkuat peran role model dan
agent of change dalam
mengembangkan budaya organisasi
dengan menyiapkan perangkatperangkat pendukungnya, yaitu:
aturan, sarana prasarana dan
pelatihan
INDIKATOR
TAHAPAN AKTIVITAS
a
Mengumandangkan lagu
mars perdagangan setiap
pagi sebelum mulai
bekerja melalui pengeras
suara
Penyiapan Draft SK
b
c
d
Pengesahan SK
Rapat-rapat
persiapan workshop
e
Penjaringan peserta
workshop
Pelaksanaan Workshop
f
g
Assessment agent of
change melalui
pelaksanaan workshop
h
Penetapan agent of
change
23
OUTPUT
Setiap
hari pukul
08.30
OUTCOME
1. SK
Role
Model,
SK Agent
of change
tahunan
2.
Workshop
untuk
calon
agent of
change
prosentase
agen
perubahan
yang
mengikuti
pelatihan
agen
perubahan
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Umum
- Biro Organisasi dan
Kepegawaian
- Pusat Penanganan Isu
Strategis
RENCANA KERJA POKJA PENGUATAN PENGAWASAN TAHUN 2015
HASIL YANG
DIHARAPKAN
1.
Meningkatnya
Kapasitas APIP
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
1)
Penguatan SPIP di
lingkungan unit kerja
Kementerian
Perdagangan
a
Work Shop executive
pejabat Eselon I dan II
Jumlah laporan pelaksanaan
SPIP
b
Pemutakhiran
Peraturan/Keputusan
terkait SPIP yang
disusun/diterbitkan
Pemetaan Resiko
Jumlah peraturan/keputussan
terkait SPIP yang
disusun/diterbitkan
c
2)
Pembekalan APIP di
lingkungan
Kementerian
Perdagangan
d
Monev Implementasi
SPIP
a
Penjenjangan APIP
lewat JFA
Partisipasi dalam
Workshop/Kongres
AAIPI
Monev Pembekalan
APIP
Pemutakhiran
Pedoman audit
berbasis risiko
Pelaksanaan Audit
berbasis Risiko
Gelar Hasil
Pengawasan
Pemutakhiran Tindak
Lanjut BPK dan Itjen
b
c
3)
Pelaksanaan audit
berbasis Risiko
a
b
c
4)
Pelaksanaan
Monitoring
Penyelesaian Tindak
Lanjut Hasil
Pemeriksaan Eksternal
dan Internal
a
OUTCOME
1
2
3
4
Koordinator: Sekretaris Inspektorat Jenderal
TAHUN 2015
PENANGGUNG
5 6 7 8 9 10 11 12
JAWAB
Persentase
meningkatnya jumlah
pegawai yang
memahami SPIP
Tingkat kematangan
implementasi SPIP
Kementerian
Perdagangan
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
Jumlah Auditor yang
memiliki Sertifikat Ahli
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
Jumlah Rekomendasi
strategis untuk bahan
masukan Pimpinan
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
Persentase Hasil
Pemeriksaan yang
dapat ditindaklanjuti
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
Jumlah Unit yang memiliki peta
resiko
Jumlah laporan monev SPIP
sebagai sarana perbaikan SPIP
Jumlah Auditor yang mengikuti
penjenjangan JFA
Jumlah Auditor yang ikut serta
dalam Workshop/Kongres
AAIPI
Jumlah Laporan Monev
Pembekalan APIP
Jumlah Pedoman audit
berbasis risiko
Jumlah laporan audit berbasis
risiko
Jumlah Ikhtisar Laporan Hasil
Pengawasan
Jumlah Laporan Pemutakhiran
Tindak Lanjut BPK dan Itjen
24
HASIL YANG
DIHARAPKAN
2.
Meningkatnya
penerapan
penyelenggaraan
pemerintahan yang
bersih dan bebas KKN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
5)
Program
Pengendalian
gratifikasi
b Pemutakhiran TLHP
dengan Itprov dan
Kemendagri
c Monitoring TLHP BPK
dan Itjen
a Komitmen Mendag
mengenai Pencegahan
Korupsi
Jumlah Laporan
Pemutakhiran TLHP dengan
Itprov dan Kemendagri
Jumlah Laporan tahunan
Monitoring TLHP
Laporan Pelaksanaan
Penandatangan Komitmen
Pencegahan Korupsi
b Sosialisasi
Jumlah Laporan sosialisasi
c
Jumlah peserta yang
menghadiri ToT
Jumlah Keputusan Mendag
tentang Pengengalian
Gratifikasi di Kementerian
Perdagangan
Jumlah Keputusan Mendag
tentang UPG Kementerian
Perdagangan
Laporan Monitoring Gratifikasi
Kemendag
Workshop Executive/ToT
d Penyusunan/Pemutakhira
n Draf Permendag
tentang Gratifikasi
e Pembentukan UPG
f
6)
Wilayah Tertib
Administrasi
Monitoring dan Evaluasi
Pengendalian Gratifikasi
a Juknis WTA
Jumlah Juknis WTA yg
disempurnakan
b Sosialisasi
Jumlah unit Es II yang
tersosialisasi
c
Jumlah unit Es II yang
memperoleh predikat WTA
Pelaksanaan Penilaian
d Evaluasi Pelaksanaan
Penilaian WTA
Jumlah laporan evaluasi
pelaksanaan penilaian WTA
25
TAHUN 2015
OUTCOME
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
Indeks Anti Gratifikasi
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
Jumlah unit yang
ditetapkan memenuhi
kategori ZI
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
7)
8)
9)
Peningkatan kualitas
aduan masyarakat
Wistleblowing System
Pelaksanaan
pemantauan
benturan kepentingan
3.
Meningkatnya opini
WTP - BPK
10)
Reviu Laporan
Keuangan
4.
Meningkatnya efisiensi
penyelenggaraan
birokrasi
11)
Reviu Rencana Kerja
Anggaran
Kementerian/
Lembaga (RKA-K/L)
a Penanganan aduan
Jumlah Laporan
penanganan aduan
masyarakat
b Monitoring dan Evaluasi
Penanganan Aduan
Masyarakat
Laporan Pemantauan
Penangangan aduan
masyarakat
a Kampanye
Whistleblowing System
melalui Web
b Pelaksanaan
Penanganan
Whistleblowing System
c Monitoring dan evaluasi
penanganan
Whistleblowing System
Penayangan link WBS
dalam web Kemendag
a Kampanye Benturan
Kepentingan melalui
Web
Penayangan sosialisasi
benturan kepentingan
dalam web Kemendag
Pemantauan Benturan
b Kepentingan Kemendag
Laporan Pemantauan
Benturan Kepentingan
Kemendag
Pelaksanaan Reviu
Laporan Keuangan
Kemendag
Pelaksanaan Reviu
draft RKA-KL
Kemendag
TAHUN 2015
OUTCOME
Tingkat Kepuasan
penanganan
pengaduan
masyarakat yang
tertangani
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
Persentase jumlah
aduan lewat WBS
yang tertangani
Jumlah Laporan Monev
WBS
Jumlah Laporan Monev
WBS
Indeks benturan
kepentingan
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
LK yang sesuai dengan
SAP
Opini WTP dari BPK
Persentase kesesuaian
RKA-K/L Kemendag yang
sesuai dengan peraturan
berdasarkan hasil reviu
Persentase
Kesesuaian
Perencanaan kegiatan
dengan realisasinya
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
Sekertaris
Inspektorat
Jenderal
26
RENCANA KERJA TAHUNAN POKJA PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA
Koordinator: Kepala Biro Keuangan
NO
HASIL YANG DIHARAPKAN
1.
Meningkatnya kualitas
penerapan sistem akuntabilitas
keuangan dan kinerja yang
terintegrasi
TAHAPAN
AKTIVITAS
KEGIATAN
1
Penguatan
akuntabilitas
kinerja instansi
a
b
c
2
Penyempurnaan
SAKIP sebagai
pilar manajemen
kinerja
Penyusunan
Renstra (3
bulan setelah
RPJMN
ditetapkan)
Penyusunan
Renja
Penyusunan
anggaran
Kemendag
INDIKATOR
OUTPUT
Dokumen Renstra
Dokumen Rencana Kerja
TAHUN 2015
OUTCOME
Meningkatnya
akuntabilitas Kinerja
Organisasi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
- Inspektorat
Jenderal
- Biro
Keuangan
- Biro
Perencanaan
Anggaran Kemendag
d
Penyusunan
perjanjian
kinerja
Dokumen perjanjian kinerja
Kemendag, Eselon I, Eselon II,
Satker Mandiri, dan
Dekon/TP/KDEI Taipei
LAPKIN Kementerian, Unit
Eselon I Eselon II, Satker Mandiri,
dan Dekon/TP/KDEI Taipei
e
Penyusunan
LAPKIN
f
Evaluasi
pelaksanaan
SAKIP
Dokumen evaluasi SAKIP Eselon
I dan Eselon II secara berkala
a
Review
pedoman
SAKIP
Dokumen review pedoman SAKIP
27
Biro
Perencanaan
NO
2.
HASIL YANG
DIHARAPKAN
Meningkatnya
penerapan sistem
manajemen kinerja
KEGIATAN
3 Pengembangan sistem
manajemen kinerja
organisasi
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
Laporan kinerja organisasi
triwulanan (EMON)
a.
Penyusunan Laporan
kinerja organisasi
triwulanan
b.
Monitoring dan evaluasi
kinerja berbasis BSC
Kemendag
Terlaksananya pelaporan
dan pemantauan Indikator
kinerja berbasis BSC
secara berkala (triwulanan)
c.
Monitoring capaian
kinerja individu bulanan
melalui Sistem Penilaian
Kinerja
Penyusunan IKP
Kemendag
Terpantaunya capaian
kinerja individu bulanan
melalui Sistem Penilaian
Kinerja
Dokumen IKP Kemendag
Terevaluasinya
pelaksanaan IKP
Kemendag
Terunggahnya dokumen
LAKIP pada website
Kemendag (e-filing)
Dokumentasi evaluasi
ketelusuran anggaran
4 Penyusunan Indikator
Kinerja Program (IKP)
pada Kementerian/
Lembaga
a
b
Monitoring dan Evaluasi
Indikator Kinerja Program
5 Pelaksanaan pelaporan
kinerja secara terbuka
a
6 Penyelarasan
perencanaan,
penganggaran, dan
pelaporan kinerja
a
Dokumentasi LAKIP pada
website Kemendag (efiling)
Pengumpulan realisasi
keuangan tiap Eselon I
b
Pengumpulan realisasi
kinerja tiap Eselon I
c
Evaluasi
28
OUTCOME
Terukurnya kinerja
organisasi yang
didukung oleh
kinerja individu
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
- Biro Keuangan
- Biro
Perencanaan
- Puspitra
- Roganpeg
Terukur dan
tertelusurnya
seluruh kegiatan
organisasi dengan
adanya IKP
- Biro Keuangan
- Biro
Perencanaan
Keterbukaan
informasi terkait
pelaporan kinerja
Tertelusurnya
proses
perencanaan,
penganggaran dan
pelaporan
Biro
Perencanaan
Biro
Perencanaan
NO
3.
HASIL YANG
DIHARAPKAN
Meningkatkan
kualitas
akuntabilitas
pengelolaan
keuangan
negara
KEGIATAN
7
Penyusunan Laporan
Pertanggungjawaban
Keuangan
Kementerian
Perdagangan
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
Laporan Keuangan dan
BMN Kementerian
periode Semester I
Tahun Anggaran 2015
a
Penyusunan Laporan
Keuangan dan BMN
Kementerian periode
Semester I Tahun
Anggaran 2015
b
Penyusunan Laporan
Keuangan dan BMN
Kementerian periode
Semester II Tahun
Anggaran 2014
Laporan Keuangan dan
BMN Kementerian
periode Semester II
Tahun Anggaran 2015
c
Penyusunan Laporan
Keuangan dan BMN
Tahunan Kementerian
periode Tahun Anggaran
2014
Laporan Keuangan dan
BMN Tahunan
Kementerian periode
Tahun Anggaran 2015
29
OUTCOME
Opini BPK-RI atas
Laporan Keuangan
Kementerian
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
- Inspektorat
Jenderal
- Biro
Keuangan
RENCANA KERJA TAHUNAN POKJA PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI
Koordinator: Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian
NO
HASIL YANG DIHARAPKAN
1.
Meningkatnya ketepatan fungsi
dan ukuran di unit kerja
Kementerian Perdagangan;
Menurunnya tumpang tindih
tugas dan fungsi Kementerian
Perdagangan dengan
Kementerian atau Lembaga
lain
KEGIATAN
1)
Penyempurnaan
Organisasi
INDIKATOR
TAHAPAN AKTIVITAS
a.
Identifikasi dan analisis
permasalahan
b.
konsultasi dalam rangka
penentuan dasar hukum dan tata
kerja unit kerja
c.
FGD guna persiapan
pelaksanaan penyempurnaan
organisasi
d.
Penyebaran form
penyempurnaan unit kerja
kepada masing – masing unit
Eselon II
koordinasi terkait usulan
perubahan organisasi yang telah
disampaikan, pemberian
justifikasi dalam melakukan
penyempurnaan, serta
penyusunan naskah akademik
penyempurnaan unit kerja
e.
f.
OUTPUT
OUTCOME
Laporan
Penyempurnaan
Struktur Organisasi
Terwujudnya
Kementerian
Perdagangan
yang tepat fungsi,
tepat ukuran, dan
bersinergi dengan
lembaga lain
FGD penyusunan naskah
akademik penyempurnaan
organisasi
30
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
g.
h.
2)
Penataan Kelembagaan
3)
Evaluasi Kelembagaan
(Evaluasi Kinerja
Organisasi)
konsultasi bersama dengan
narasumber guna persiapan
penataan kelembagaan luar
negeri
b.
Koordinasi / FGD dalam
rangka pengumpulan dan
analisa data terkait struktur
organisasi perwakilan
perdagangan di luar negeri
Konsinyering / rapat-rapat
pembahasan dan instansi
terkait
d.
Pelaksanaan evaluasi dan
Monitoring kelembagaan
perwakilan perdagangan di luar
negeri
e.
Penyusunan Laporan
Persiapan
a.
b.
c.
OUTPUT
OUTCOME
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Pembahasan dengan instansi
terkait
Penyusunan laporan
a.
c.
INDIKATOR
Workshop Organizational
design and development
Laporan
Penataan
Kelembagaan
Kajian
rekomendasi
penyempurnaan
organisasi
Pengembangan Model
Evaluasi Kinerja Organisasi
31
Terwujudnya
Kementerian
Perdagangan yang
tepat fungsi, tepat
ukuran, dan bersinergi
dengan lembaga lain
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
4)
Perumusan
peraturan terkait
ABK, Analisis
Jabatan dan
Evaluasi Jabatan di
lingkungan
Kementerian
Perdagangan
INDIKATOR
TAHAPAN AKTIVITAS
a.
Pembetukan panitia kegiatan,
pembekalan panitia
b.
FGD : Pembahasan metode, keterkaitan
unit-unit baik di dalam kota maupun di
luar kota
c.
Pengumpulan dan Pengolahan Data
d.
FGD :
Penyampaian metode pelaksanaan,
metode pengolahan data analisa
Jabatan
e.
f.
Inventarisasi Dokumen
g.
h.
i.
OUTPUT
SK Menteri
Perdagangan tentang
Pedoman
Pelaksanaan ABK,
Penetapan Informasi
Jabatan dan Peta
Jabatan serta
Penetapan Kelas dan
Grading jabatan
Pengolahan Data
Konsinyering :
Validasi hasil peta jabatan, dan uraian
jabatan dari masing-masing unit. Hasil
pengumpulan dan pengolahan data
perlu dibahas lebih lanjut bersama unitunit terkait untuk mencapai kesepakatan
antar unit.
Sosialisasi
Penyusunan laporan
32
TAHUN 2015
OUTCOME
Terwujudnya
kebijakan
tentang
manajemen
jabatan yang
mendukung
pelaksanaan
manajemen
SDM
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
5)
6)
Penyusunan dan
Penetapan Kebutuhan
Pegawai ASN
Review hasil analisis
jabatan, ABK dan evaluasi
jabatan
INDIKATOR
TAHAPAN AKTIVITAS
a.
Rapat Persiapan
b.
Penyusunan Formasi
c.
Workshop Formasi
d.
Penyusunan Laporan Akhir
a.
Pembetukan panitia kegiatan,
pembekalan panitia
b.
FGD : Pembahasan metode ABK,
keterkaitan unit-unit baik di dalam
kota maupun di luar kota
Pengumpulan dan Pengolahan Data
Analisa Beban Kerja
FGD :
Penyampaian metode pelaksanaan,
metode pengolahan data analisa
beban kerja
Inventarisasi Dokumen analisa
beban kerja
Pengolahan Data
Konsinyering :
Validasi hasil Analisa Beban Kerja
dari masing-masing unit.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
OUTPUT
OUTCOME
Laporan
Hasil ABK,
Infojab, dan
Formasi
Pegawai
Terwujudnya acuan
bagi pegawai dan
organisasi dalam
pelaksanaan tugas
dan fungsi pegawai
ASN guna
meningkatkan kinerja
aparatur
Laporan
hasil review
Penyusunan laporan
33
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
RENCANA KERJA TAHUNAN POKJA PENATAAN TATALAKSANA
Koordinator : Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi
NO
1.
HASIL YANG
DIHARAPKAN
Meningkatnya
penerapan sistem,
proses dan prosedur
kerja yang jelas,
efektif, efisien, cepat,
terukur, sederhana,
transparan dan
partisipatif, dan
berbasis eGovernment
KEGIATAN
TAHAPAN
AKTIVITAS
1. Persiapan
2. Review Bisnis
Proses
3. Audit (Monitoring
dan Evaluasi) Sistem,
dan Prosedur kerja
4. Penyusunan
Laporan
INDIKATOR
OUTPUT
Pemutakhiran Bisnis Proses
1)
Review Bisnis
Proses
2)
Audit Sistem dan
Prosedur Kerja
3)
Review/evaluasi
Standard Operating
Procedures dalam
rangka
mempercepat
proses birokrasi
Dokumen review/evaluasi
Standard Operating Procedures
dalam rangka mempercepat
proses birokrasi
4)
Menyusun
kebijakan
implementasi egovernment di
Kemendag
Laporan Master Plan E-gov
Kemendag
Terlaksananya kegiatan
dilingkungan Kementerian
Perdagangan sesuai dengan
Sistem dan Prosedur kerja
34
PENANGGUNG
JAWAB
TAHUN 2015
OUTCOME
Peta Bisnis
Proses dan
Prosedur
Operasional
yang Efisien
dan Efektif
Meningkatn
ya
penerapan
sistem
berbasis egovernment
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Pusat Data dan
Sistem Informasi
NO
2.
HASIL YANG
DIHARAPKAN
Meningkatnya
penerapan
manajemen
kearsipan yang
handal
KEGIATAN
5)
Penyusunan Jadwal
Retensi Arsip
Substantif
Kementerian
Perdagangan
6)
Stock Opname dan
set up fisik arsip
Konvensional
TAHAPAN AKTIVITAS
1. Sosialisasi dan Bimbingan
teknis Jadwal Retensi Arsip
Substantif
2. Rapat Teknis dengan unit
substantif terkait.
3. Rapat pembahasan
dengan Arsip Nasional terkait
draft JRA substantif hasil
rapat teknis.
4. Penyusunan dan
Pengajuan Draft JRA
substantif ke Arsip Nasional.
5 Penyusunan draft
peraturan permendag JRA
Substantif Kementerian
Perdagangan
1. Perencanaan pelaksanaan
set up fisik arsip di pusat
arsip Biro Umum
2. Rapat pelaksanaan dalam
penentuan penyedia
3. Rapat pelaksanaan dengan
penyedia
4. Proses pelaksanaan set up
fisik.
5. Penyusunan Laporan
INDIKATOR
OUTPUT
1. Jadwal Retensi
Arsip Substantif
yang dapat
digunakan sebagai
dasar penyusutan
Arsip,
2. NSPK e-arsip
jadwal retensi arsip
substanstif
Dokumen
Aktualiasasi
pendataan fisik
arsip di unit
kearsipan
35
OUTCOME
Sistem Informasi
Kearsipan Dinamis
(SIKP) dapat diterapkan
di Kementerian
Perdagangan
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Umum
Biro Umum
RENCANA KERJA TAHUNAN POKJA PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR
Koordinator: Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian
HASIL YANG
DIHARAPKAN
Meningkatnya
profesionalisme SDM
Aparatur di bidang
Perdagangan
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
1 Pelaksanaan
Rekruitmen dan
seleksi secara
transparan dan
berbasis kompetensi
a. Workshop evaluasi
penyusunan formasi
jabatan fungsional tertentu
bidang kemetrologian
b. penyusunan kisi kisi soal
Tes Kompetensi Bidang
untuk jabatan fungsional
tertentu bidang
kemetrologian dan
pengujian mutu barang
a. Telah dilaksanakan
pengisian pejabat tinggi
pratama
b. Persiapan pelaksanaan
pengisian JPT Madya dan
Pratama
Penerapan kebijakan penilaian
kinerja pegawai
2 Sistem promosi
secara terbuka di
lingkungan
Kementerian
Perdagangan
3 Kebijakan penilaian
kinerja pegawai
Kementerian
Perdagangan
4 Penerapan Sistem
promosi secara
terbuka, kompetitif,
dan berbasis
kompetensi
Penerapan sistem promosi
secara terbuka
INDIKATOR
OUTPUT
OUTCOME
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
laporan hasil
penilaian kinerja
pegawai
laporan
penerapan sistem
promosi secara
terbuka
36
pelaksanaan penilaian
kinerja pegawai
kementerian
perdagangan sesuai
dengan prosedur dan
ketentuan yang berlaku
pejabat yang kompeten
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
Biro Organisasi
dan
Kepegawaian
RENCANA KERJA POKJA PENATAAN PERATURAN & PERUNDANG-UNDANGAN
Koordinator : Kepala Biro Hukum
HASIL YANG
DIHARAPKAN
1. Meningkatnya
keterlibatan publik dalam
proses perumusan
kebijakan;
2. Meningkatnya kualitas
regulasi yang melindungi,
berpihak pada publik,
harmonis, tidak tumpang
tindih dan mendorong
iklim kondusif bagi publik.
KEGIATAN
Inventarisasi Peraturan
Perundang-undangan di bidang
perdagangan
TAHAPAN AKTIVITAS
1
Mengumpulkan Peraturan
Menteri Perdagangan yang
telah ditetapkan
Melakukan inventarisasi
Peraturan Menteri
Perdagangan
Evaluasi Peraturan Perundang-undangan di bidang Perdagangan
INDIKATOR
OUTPUT
Tersusunnya Daftar Peraturan
perundang-undangan
2
1
2
Evaluasi Peraturan
Perundang-undangan di
bidang Perdagangan
Berjangka Komoditi, Pasar
Lelang, dan Sistem Resi
Gudang
Evaluasi terhadap
Permendag Nomor 74/MDAG/PER/12/ 2012 tentang
Alat, alat Ukur, Takar
Timbang, dan
Perlengkapannya Asal
Impor
1. Mengumpulkan peraturan
yang akan dievaluasi
2. Membuat kuesioner
3. Melakukan evaluasi
peraturan perundang-undangan
di bidang perdagangan
Tersusunnya 1 Laporan hasil
evaluasi peraturan perundangundangan di bidang
perdagangan
Tersusunnya laporan hasil
evaluasi terhadap Peraturan
Kepala Bappebti yang telah
diterbitkan di bidang
Perdagangan Berjangka
Komoditi, Pasar Lelang, dan
Sistem Resi Gudang
Tersusunnya laporan hasil
evaluasi terhadap Permendag
Nomor 74/M-DAG/PER/12/
2012 tentang Alat, alat Ukur,
Takar Timbang, dan
Perlengkapannya Asal Impor
37
TAHUN 2015
OUTCOME
Meningkatnya
kualitas
regulasi yang
melindungi,
berpihak pada
publik,
harmonis dan
tidak tumpang
tindih
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Sekretaris
Jenderal
Badan
Pengawas
Perdagangan
Berjangka
Komoditi
Dit. Jenderal
Perlindungan
Konsumen dan
Tertib Niaga
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
3 Monitoring dan evaluasi
implementasi kebijakan
syarat Teknis Bajana
Ukur, Tangki Ukur Mobil,
dan Anak Timbangan
4 Evaluasi Peraturan
Perundang-undangan di
bidang Kerja Sama
Perdagangan
Internasional
5 Evaluasi berkala
Permendag di bidang
Impor Barang Konsumsi
6 Evaluasi berkala
implementasi Permendag
Impor Hortikultura, Hewan
dan Produk Hewan, serta
Beras
7 Evaluasi implementasi
Permendag tentang
Ketentuan Impor Barang
Modal, Bahan Baku, dan
Bahan Penolong
8 Evaluasi Kebijakan
Peningkatan Ekspor
Barang Bernilai Tambah
Tinggi Berbasis Pertanian
dan Kehutanan
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
Tersusunnya laporan hasil
monitoring dan evaluasi
implementasi kebijakan syarat
Teknis Bajana Ukur, Tangki Ukur
Mobil, dan Anak Timbangan
Laporan Evaluasi Peraturan
Perundang-undangan di bidang
Kerja Sama Perdagangan
Internasional
TAHUN 2015
OUTCOME
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Dit. Jenderal
Perlindungan
Konsumen dan
Tertib Niaga
Ditjen
Perundingan
Perdagangan
Internasional
Laporan evaluasi dan rekomendasi
atas implementasi/penerapan
kebijakan
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Laporan evaluasi dan rekomendasi
atas implementasi/penerapan
kebijakan
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Laporan evaluasi dan rekomendasi
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Jumlah Laporan Evaluasi Kebijakan
Peningkatan Ekspor Barang Bernilai
Tambah Tinggi Berbasis Pertanian
dan kehutanan
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
38
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
INDIKATOR
TAHAPAN AKTIVITAS
OUTPUT
OUTCOME
9 Evaluasi Peraturan
Laporan Evaluasi
Perundang-undangan di
Peraturan PerundangBidang Perdagangan Dalam
undangan di Bidang
Negeri
Perdagangan Dalam
Negeri
10 Evaluasi Peraturan
Laporan Evaluasi
Perundang-undangan di
Peraturan PerundangBidang Perdagangan Luar
undangan di Bidang
Negeri
Perdagangan Luar
Negeri
Penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang perdagangan/deregulasi (pembahasan, finalisasi, penetapan,
dan pengundangan)
1 Penyusunan dan
1. Mengumpulkan
Disahkannya UU
pembahasan RUU tentang
bahan/data untuk
tentang Metrologi
Metrologi Legal
penyusunan peraturan
Legal
perundang-undangan di
bidang perdagangan
2 Penyusunan dan
Ditetapkannya
2. Menyusun/merancang
pembahasan Rancangan
Permendag tentang
draft peraturan
Permendag tentang Tanda
Tanda Sah 2016
perundang-undangan di
Sah 2016
bidang perdagangan
3 Penyusunan dan
Ditetapkannya
3. Melakukan
pembahasan Rancangan
Permendag tentang
pembahasan draft
Permendag tentang Standar
Standar Ukuran
peraturan perundangUkuran
undangan di bidang
4 Menyempurnakan/mengubah perdagangan
Ditetapkannya
Permendag pengaturan impor 4. Finalisasi draft
Permendag tentang
produk tertentu
Ketentuan Impor
peraturan perundangProduk Tertentu
undangan di bidang
5 Menyempurnakan
Ditetapkannya
perdagangan
Permendag tentang
5. Penetapan Rancangan perubahan Permendag
Pengaturan Ekspor Produk
tentang Produk
peraturan perundangIndustri dan pertambangan
Industri dan
undangan di bidang
Pertambangan
perdagangan
39
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Sekretaris
Jenderal
Sekretaris
Jenderal
Dit. Jenderal
Perlindungan
Konsumen dan
Tertib Niaga
Dit. Jenderal
Perlindungan
Konsumen dan
Tertib Niaga
Dit. Jenderal
Perlindungan
Konsumen dan
Tertib Niaga
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
6 Penyusunan Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Angka Pengenal
Importir
6. Mengundangkan peraturan
perundang-undangan di
bidang perdagangan yang
telah ditetapkan ke dalam
Berita Negara Republik
Indonesia di Kementerian
Hukum dan HAM
7 Penyusunan Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Impor
Produk Hortikultura
8 Penyusunan Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Perubahan
Ketiga atas Peraturan
Menteri Perdagangan
Nomor 14/MDAG/PER/3/2007
tentang Standardisasi
Jasa Bidang
Perdagangan dan
Pengawasan Standar
Nasional Indonesia Wajib
Terhadap Barang dan
Jasa Yang
Diperdagangkan
9 Penyusunan Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Kewajiban
Pencantuman Label
Dalam Bahasa Indonesia
Pada Barang
INDIKATOR
OUTPUT
Ditetapkannya Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Angka
Pengenal Importir
TAHUN 2015
OUTCOME
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditetapkannya Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Ketentuan
Impor Produk Hortikultura
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditetapkannya Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Perubahan
Ketiga atas Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 14/MDAG/PER/3/2007 tentang
Standardisasi Jasa Bidang
Perdagangan dan Pengawasan
Standar Nasional Indonesia Wajib
Terhadap Barang dan Jasa Yang
Diperdagangkan
Dit. Jenderal
Perlindungan
Konsumen dan
Tertib Niaga
Ditetapkannya Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Kewajiban
Pencantuman Label Dalam
Bahasa Indonesia Pada Barang
Dit. Jenderal
Perlindungan
Konsumen dan
Tertib Niaga
40
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
TAHUN 2015
10
Penyusunan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang
Perdagangan Antarpulau Gula
Kristal Rafinasi
OUTPUT
Ditetapkannya Peraturan Menteri
Perdagangan tentang
Perdagangan Antarpulau Gula
Kristal Rafinasi
11
Penyusunan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang
Pencabutan atas Keputusan
Menteri Perindustrian dan
Perdagangan Nomor
528/MPP/KEP/7/2002 tentang
Ketentuan Impor Cengkeh
Ditetapkannya Peraturan Menteri
Perdagangan tentang
Pencabutan atas Keputusan
Menteri Perindustrian dan
Perdagangan Nomor
528/MPP/KEP/7/2002 tentang
Ketentuan Impor Cengkeh
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
12
Penyusunan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang
Pencabutan Atas Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor
11/M-DAG/PER/3/2010 tentang
Ketentuan Impor Mesin,
Peralatan Mesin, Bahan Baku,
Cakram Optik Kosong, dan
Cakram Optik isi
Penyusunan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang
Pencabutan atas Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor
41/M-DAG/PER/12/2011
tentang Ketentuan Impor
Sodium Tripholyphosphate
Ditetapkannya Peraturan Menteri
Perdagangan tentang
Pencabutan Atas Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor
11/M-DAG/PER/3/2010 tentang
Ketentuan Impor Mesin,
Peralatan Mesin, Bahan Baku,
Cakram Optik Kosong, dan
Cakram Optik isi
Ditetapkannya Peraturan Menteri
Perdagangan tentang
Pencabutan atas Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor
41/M-DAG/PER/12/2011 tentang
Ketentuan Impor Sodium
Tripholyphosphate
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
13
41
OUTCOME
PENANGGUNG
JAWAB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Ditjen
Perdagangan
Dalam Negeri
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
14
Penyusunan Peraturan menteri Perdagangan
tentang Pencabutan atas Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor 45/M-DAG/PER/6/2015
tentang Ketentuan Impor Ban
15
Penyusunan Peraturan Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Beras
16
Penyusunan Peraturan Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Impor Gula
17
Penyusunan Peraturan Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Impor Produk Kehutanan
18
Penyusunan Peraturan Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Ekspor Produk Kehutanan
19
Penyusunan Peraturan Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
Ditetapkannya Peraturan
menteri Perdagangan
tentang Pencabutan atas
Peraturan Menteri
Perdagangan Nomor
45/M-DAG/PER/6/2015
tentang Ketentuan Impor
Ban
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Ekspor
dan Impor Beras
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Impor
Gula
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Impor
Produk Kehutanan
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Ekspor
Produk Kehutanan
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan
tentang Ketentuan Impor
Produk Tertentu
42
TAHUN 2015
OUTCOME
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN
AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan tentang
Ketentuan Impor Tekstil dan
Produk Tekstil Batik dan Motif
Batik
TAHUN 2015
OUTCOME
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
20
Penyusunan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Ketentuan
Impor Tekstil dan Produk Tekstil
Batik dan Motif Batik
21
Penyusunan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Ketentuan
Impor Tekstil dan Produk Tekstil
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan tentang
Ketentuan Impor Tekstil dan
Produk Tekstil
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
22
Penyusunan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Ketentuan
Impor Bahan Perusak Lapisan
Ozon
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan tentang
Ketentuan Impor Bahan
Perusak Lapisan Ozon
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
23
Penyusunan Peraturan Menteri
Perdagangan tentang Ketentuan
Impor Barang Berbasis Sistem
Pendingin
Ditetapkannya Peraturan
Menteri Perdagangan tentang
Ketentuan Impor Barang
Berbasis Sistem Pendingin
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
43
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
INDIKATOR
TAHAPAN AKTIVITAS
OUTPUT
OUTCOME
Penyusunan Regulasi Baru di bidang Perdagangan karena adanya permasalahan di bidang perdagangan (pembahasan,
finalisasi, penetapan, dan pengundangan)
1
2
3
4
Penyusunan peraturan
perundang-undangan di
bidang Perdagangan
Berjangka Komoditi,
Pasar Lelang, dan
Sistem Resi Gudang
Penyusunan Peraturan
Pemerintah tentang
Lembaga Jaminan Resi
Gudang
Penyusunan Peraturan
Pemerintah tentang
Pengenaan Sanksi
Administratif bagi Pemilik
Gudang Yang Tidak
Melakukan Pendaftaran
Gudang
Penyusunan Peraturan
Pemerintah tentang
Kewajiban dan
Pengenaan Sanksi Bagi
Penyedia Jasa Yang
Bergerak di Bidang
Perdagangan Jasa Yang
Tidak Memiliki Tenaga
Teknis Yang Kompeten
1. Mengumpulkan bahan/data
untuk penyusunan peraturan
perundang-undangan di
bidang perdagangan
2. Menyusun/merancang draft
peraturan perundangundangan di bidang
perdagangan
3. Melakukan pembahasan
draft peraturan perundangundangan di bidang
perdagangan
4. Finalisasi draft peraturan
perundang-undangan di
bidang perdagangan
5. Penetapan Rancangan
peraturan perundangundangan di bidang
perdagangan
6. Mengundangkan peraturan
perundang-undangan di
bidang perdagangan yang
telah ditetapkan ke dalam
Berita Negara Republik
Indonesia di Kementerian
Hukum dan HAM
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Ditetapkannya 9 (sembilan)
Peraturan Kepala Bappebti di
bidang Perdagangan Berjangka
Komoditi, Pasar Lelang, dan
Sistem Resi Gudang
Badan
Pengawas
Perdagangan
Berjangka
Komoditi
Ditetapkannya Peraturan
Pemerintah tentang Lembaga
Jaminan Resi Gudang
Badan
Pengawas
Perdagangan
Berjangka
Komoditi
Ditjen
Perdagangan
Dalam Negeri
Ditetapkannya Peraturan
Pemerintah tentang Pengenaan
Sanksi Administratif bagi Pemilik
Gudang Yang Tidak Melakukan
Pendaftaran Gudang
Ditetapkannya Peraturan
Pemerintah tentang Kewajiban
dan Pengenaan Sanksi Bagi
Penyedia Jasa Yang Bergerak di
Bidang Perdagangan Jasa Yang
Tidak Memiliki Tenaga Teknis
Yang Kompeten
44
Ditjen
Perdagangan
Dalam Negeri
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
TAHUN 2015
Penyusunan Peraturan
Pemerintah tentang Cara
Pembayaran dan
Penyerahan Barang
Dalam Kegiatan Ekspor
dan Impor
Penyusunan Peraturan
Pemerintah tentang
Perdagangan Perbatasan
OUTPUT
Ditetapkannya Peraturan
Pemerintah tentang Cara
Pembayaran dan
Penyerahan Barang
Dalam Kegiatan Ekspor
dan Impor
Ditetapkannya Peraturan
Pemerintah tentang
Perdagangan Perbatasan
7
Penyusunan Peraturan
Pemerintah tentang
Transaksi Perdagangan
Melalui Sistem Elektronik
Ditetapkannya Peraturan
Pemerintah tentang
Transaksi Perdagangan
Melalui Sistem Elektronik
8
Penyusunan Peraturan
Pemerintah tentang
Tindakan Pengamanan
Perdagangan,
Antidumping dan Imbalan
Ditetapkannya Peraturan
Pemerintah tentang
Tindakan Pengamanan
Perdagangan,
Antidumping dan Imbalan
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
9
Penyusunan Peraturan
Presiden tentang
Pengembangan,
Penataan, dan Pembinaan
Pasar Rakyat, Pusat
Perbelanjaan, Swalayan
dan Perkulakan
Ditetapkannya Peraturan
Presiden tentang
Pengembangan,
Penataan, dan
Pembinaan Pasar
Rakyat, Pusat
Perbelanjaan, Swalayan
dan Perkulakan
Ditjen
Perdagangan
Dalam Negeri
5
6
45
OUTCOME
PENANGGUNG
JAWAB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Ditjen
Perundingan
Perdagangan
Internasional
Ditjen
Perdagangan
Dalam Negeri
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
Ditetapkannya Peraturan
Presiden tentang Pasar Lelang
Komoditas
TAHUN 2015
OUTCOME
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
10
Penyusunan Peraturan
Presiden tentang Pasar
Lelang Komoditas
11
Penyusunan Peraturan
Presiden tentang Barang
Kebutuhan Pokok dan
Barang Penting
Penyusunan Peraturan
Presiden tentang Barang
Yang terkait dengan
Keamanan,
Keselamatan,
Kesehatan, dan
Lingkungan Hidup
Penyusunan Peraturan
Presiden tentang Barang
dan/atau Jasa Yang
Dilarang atau Dibatasi
Perdagangannya
Ditetapkannya Peraturan
Presiden tentang Barang
Kebutuhan Pokok dan Barang
Penting
Ditetapkannya Peraturan
Presiden tentang Barang Yang
terkait dengan Keamanan,
Keselamatan, Kesehatan, dan
Lingkungan Hidup
Ditetapkannya Peraturan
Presiden tentang Barang
dan/atau Jasa Yang Dilarang
atau Dibatasi Perdagangannya
Ditjen
Perdagangan
Luar Negeri
Penyusunan Peraturan
Presiden tentang
Pemberdayaan
Koperasi, Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah di
sektor Perdagangan
Penyusunan Peraturan
Presiden tentang
Kampanye Pencitraan
Indonesia
Ditetapkannya Peraturan
Presiden tentang Pemberdayaan
Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah di sektor Perdagangan
Ditjen
Perdagangan
Dalam Negeri
Ditetapkannya Peraturan
Presiden tentang Kampanye
Pencitraan Indonesia
Ditjen
Pengembangan
Ekspor Nasional
12
13
14
15
46
Badan Pengawas
Perdagangan
Berjangka
Komoditi
Ditjen
Perdagangan
Dalam Negeri
Dit. Jenderal
Perlindungan
Konsumen dan
Tertib Niaga
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
16
Penyusunan
Peraturan Presiden
tentang
Pembentukan Tim
Perunding Perjanjian
Perdagangan
Internasional
17
Penyusunan
Peraturan Presiden
tentang Tata Cara
Pemberian
Preferensi
Perdagangan Secara
Unilateral Kepada
Negara Kurang
Berkembang
TAHAPAN AKTIVITAS
INDIKATOR
OUTPUT
Ditetapkannya
Peraturan Presiden
tentang
Pembentukan Tim
Perunding
Perjanjian
Perdagangan
Internasional
Ditetapkannya
Peraturan Presiden
tentang Tata Cara
Pemberian
Preferensi
Perdagangan
Secara Unilateral
Kepada Negara
Kurang
Berkembang
47
OUTCOME
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Ditjen Perundingan
Perdagangan
Internasional
Ditjen Perundingan
Perdagangan
Internasional
RENCANA KERJA TAHUNAN POKJA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
NO
1.
HASIL YANG
DIHARAPKAN
Meningkatnya kualitas
pelayanan publik sesuai
kebutuhan dan harapan
masyarakat
KEGIATAN
1)
Peningkatan jumlah perijinan
yang bersifat mandatory
online
TAHAPAN AKTIVITAS
a.
b.
d.
Perencanaan
Pemeliharaan
sistem pengajuan
online
pengembangan
sistem pengajuan
online
Pelaporan
a.
Perencanaan
b.
Sosialisasi,
Bimbingan Teknis,
Validasi dan
Verifikasi Lapangan
serta Pameran
Fasilitasi
Perdagangan
Inatrade
Pelaporan
c.
2)
c.
3)
Pengembangan kapasitas
pelaku ekspor atau SDM
bidang Ekspor
a.
b.
c.
d.
Penyusunan
program pelatihan
Pelaksanaan
Pelatihan
Evaluasi
Pelaksanaan
Pelatihan
Tindak lanjut hasil
evaluasi
pelaksanaan
pelatihan
INDIKATOR
OUTPUT
OUTCOME
Persentase layanan Meningkatnya layanan
perijinan bidang
perijinan di bidang
perdagangan luar
perdagangan luar
negeri yang dapat
negeri yang dapat
diselesaikan secara dilayani secara online
online
1
Koordinator: Sekretaris Ditjen Perdagangan Luar Negeri
TAHUN 2015
PENANGGUNG
JAWAB
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Dit. Fasilitasi
Ekspor dan
Impor
Persentase
peningkatan
pengguna Sistem
Perizinan On Line
(INATRADE)
Meningkatnya
kemudahan dan
pemanfaatan Fasilitasi
Ekspor Oleh Pelaku
Usaha
Dit. Fasilitasi
Ekspor dan
Impor
120 angkatan
pelatihan eksportir
dan calon eksportir
Meningkatnya
kapasitas pelaku
ekspor atau SDM
bidang Ekspor
BBPPEI
48
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
4)
5)
Merevisi Keputusan
Kemendag terkait
Layanan Informasi
Publik
Publikasi Dokumen
Informasi Publik
(DIP) melalui website
TAHAPAN AKTIVITAS
a.
b.
6)
7)
8)
Mengembangkan
Sistem Manajemen
Mutu (SMM)
Pelayanan Publik
a.
Revisi Kepmendag
tentang Pedoman
Pengelolaan Informasi
dan Dokumentasi
Pembuatan komitmen unit
terkait untuk menyerahkan
informasi publik
Pengumpulan/Digitalisasi
informasi
Survailen ISO 9001:2008
b.
Peningkatan sarana dan
prasarana pelayanan
c.
Kaji ulang manajemen
mutu pelayanan
Mengembangkan
sistem NPB dan
NRP secara online
a.
Pembangunan aplikasi
NPB/NRP online
b.
Pendaftaran NPB/NRP
online
Mengembangkan
Pelayanan Perijinan
UTTP secara online
a.
Identifikasi penambahan
jenis layanan perizinan
UTTP yang akan
dilakukan secara online
dan penambahan
informasi terkait
pelayanan kemetrologian
INDIKATOR
OUTPUT
OUTCOME
SK Mendag tentang
Pelayanan informasi
Pedoman Pelayanan
publik dapat
Informasi Publik
dilaksanakan lebih
efektif
Dokumen Informasi Publik Kemudahan akses
dokumen informasi
publik
Jumlah penambahan
ruang lingkup kemampuan
pengujian, kalibrasi dan
sertifikasi
Meningkatkan
pelayanan kepada
pelaku usaha
Jumlah Presentase
Kepuasan Pelanggan
selaku pelaku usaha
Jumlah Pelayanan
perizinan UTTP secara
online
49
Terselenggaranya
pelayanan perizinan
UTTP yang prima dan
good governance
dengan berorientasi
pada kepuasan
masyarakat.
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Hubungan
Masyarakat
Biro Hubungan
Masyarakat
Dit.
Standardisasi
dan
Pengendalian
Mutu
Dit.
Standardisasi
dan
Pengendalian
Mutu
Direktorat
Metrologi
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
b.
c.
9)
Memantau (survaillance)
Sistem Manajemen ISO
9001:2008
a.
b.
c.
10)
Pengadaan perangkat
penunjang pelayanan
perizinan UTTP online
a.
b.
c.
11)
Meningkatkan mutu
Pelayanan Verifikasi
Standar Ukuran dan
Kalibrasi Alat Ukur
Metrologi Teknis
INDIKATOR
OUTPUT
TAHAPAN AKTIVITAS
a.
b.
c.
Pembahasan dalam
rangka pengembangan
sistem dengan pihak
terkait
Pelaksanaan
Pengembangan Sistem
perizinan Online
Audit Internal ISO
9001:2008
Tinjauan Manajemen
Mutu ISO 9001:2008
Audit ISO 9001:2008
oleh Lembaga
Sertifikasi (TUV
Rheinland)
Indentifikasi dan
penyusunan spesifikasi
teknis barang
Proses pengadaan
barang dan jasa
Pengecekan dan
penerimaan barang
Mempersiapkan
dokumen mutu
Asesment dalam rangka
re-akreditasi
Asesment dalam rangka
survailance
TAHUN 2015
OUTCOME
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Direktorat
Metrologi
Jumlah pelayanan perizinan
UTTP telah menerapkan
sistem manajemen mutu
ISO 9001:2008
Direktorat
Metrologi
Tersedia perangkat
penunjang pelayanan
perizinan UTTP online
Direktorat
Metrologi
Sertifikat akreditasi Lab Kal
berdasar ISO 17025 oleh
KAN
50
Sertifikat
akreditasi dapat
dipertahankan
dengan ruang
lingkup
akreditasi yang
semakin
bertambah
Direktorat
Metrologi
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
d.
e.
12)
Menerapkan ISO 9001
untuk pelayanan
kalibrasi dan verifikasi
13)
Pengembangan sistem
informasi pelayanan
UPTP IV
14)
Akreditasi, Reakreditasi
dan survaillance sistem
manajemen mutu
Evaluasi
pelaksanaan
re_akeditasi dan
survailance
tindak lanjut
evaluasi
pelasanakan
reakreditasi dan
survailance
Mempersiapkan
dokumen mutu
Pembuatan
aplikasi berbasis
web pada BP
UTTP dan Balai
SNSU
a.
b.
Audit Internal ISO
17025:2008
Survaillance ISO
17025:2008 dari
Komite Akreditasi
Nasional
INDIKATOR
OUTPUT
TAHUN 2015
OUTCOME
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Direktorat
Metrologi
Sertifikat ISO 9001
untuk pelayanan
kalibrasi dan
verifikasi
Pelayanan tera/tera
ulang dan pengujian
dalam rangka Izin
Tipe UTTP secara
online
Pelayanan tera/tera
ulang UTTP
Penanganan Khusus
dan
51
Memberikan jaminan
pengukuran kepada
pelanggan dan
pelayanan berdasarkan
prosedur yang berlaku
secara
berkesinambungan
Direktorat
Metrologi
Terselenggaranya
pelayanan tera/tera
ulang UTTP
Penanganan Khusus
dan Pengujian dalam
rangka Izin Tipe UTTP
yang prima dan good
governance dengan
Direktorat
Metrologi
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
c.
Kaji Ulang Manajemen
Balai Pengujian UTTP
tahun 2015
d.
Temu Pelanggan tahun
2015
INDIKATOR
OUTPUT
Pengujian dalam
rangka Izin Tipe yang
telah menerapkan
sistem manajemen
mutu ISO 17025:2008
dan ISO 9001:2008
a.
Persiapan pelaksanaan
pengadaan perangkat
penunjang pelayanan
tera/tera ulang UTTP
Penanganan Khusus dan
Pengujian dalam rangka
Izin Tipe
Tersedia sarana dan
prasarana penunjang
pelayanan tera/tera
ulang UTTP
Penanganan Khusus
dan Pengujian dalam
rangka Izin Tipe
b.
Pengadaaan test bench
dan software monitoring
"endurance test" pada
pengujian Izin Tipe Meter
Air
c.
Pengadaan sarana test
bench pengujian tera/tera
ulang Meter Gas Rotary
Piston dan Turbin
d.
Pengadaan software
standard AGA 03
Pengadaan perangkat
pengolah data dan
komunikasi berupa
komputer dekstop
KEGIATAN
15)
Pengembangan sarana
dan prasarana
penunjang pelayanan
tera/tera ulang UTTP
Penanganan Khusus
dan Pengujian dalam
rangka Izin Tipe
TAHAPAN AKTIVITAS
e.
52
TAHUN 2015
OUTCOME
berorientasi
pada
kepuasan
masyarakat.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Direktorat
Metrologi
Direktorat
Metrologi
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
16)
Peningkatan Pelayanan
Perijinan di bidang Sistem
Resi Gudang
TAHAPAN AKTIVITAS
a.
b.
c.
d.
17)
Penerapan Sistem Perijinan
Online di bidang Pasar
Lelang Komoditas
Pemrosesan Berkas
Permohonan
Kelembagaan SRG
Perencanaan
Pemeriksaan Sarana dan
Prasarana Fisik dalam
rangka pemrosesan
persetujuan lembaga SRG
INDIKATOR
OUTPUT
OUTCOME
Jumlah persetujuan
Memperlancar
SRG (Gudang,
perizinan
Pengelola Gudang
pelaku usaha
dan LPK) yang
SRG
diterbitkan
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar
Pelaksanaan Pemeriksaan
Sarana dan Prasarana
Fisik dalam rangka
pemrosesan persetujuan
lembaga SRG
penerbitan dan
pemberkasan dokumen
persetujuan
a.
Identifikasi kebutuhan
pembangunan Sistem
Informasi Pasar Lelang
Terpadu untuk mendukung
Perijinan Online
b.
Pembahasan dalam
rangka pembangunan
sistem dengan pihak
terkait
Jumlah hari
penyelesaian
perizinan pelaku
usaha Pasar Lelang
setelah dokumen
lengkap
53
Perluasan
pelaksanaan
dan
peningkatan
transaksi
Pasar Lelang
Komoditas
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar
NO
HASIL YANG
DIHARAPKAN
KEGIATAN
TAHAPAN AKTIVITAS
c.
18)
Peningkatan layanan
perizinan di bidang
Perdagangan
Berjangka Komoditi
(PBK)
a.
b.
c.
19)
Penambahan jenis
perizinan di bidang
PBK yang terkoneksi
dengan sistem
INATRADE
kemendag
a.
b.
c.
d.
2.
Meningkatnya sistem
monitoring dan evaluasi
kinerja pelayanan publik
20)
Pelaksanaan
monitoring dan
evaluasi
a.
Pelaksanaan
Pembangunan Sistem
Informasi Pasar Lelang
Terpadu
Pelaksanaan Fit & Proper
Pelaku Usaha PBK
Pelaksanaan Pemeriksaan
Sarana dan Pra sarana
Fisik Kantor dalam rangka
pemrosesan perizinan
penerbitan dan
pemberkasan dokumen
perizinan
Identifikasi penambahan
jenis perizinan bidang PBK
yang dilayani melalui
Sistem Perizinan online
pengembangan sistem
dengan pihak terkait
Uji coba sistem
Perbaikan/penyempurnaan
sistem
Perencanaan
b.
Pelaksanaan Monitoring
dan Evaluasi
c.
Pelaporan Hasil Monev
OUTPUT
INDIKATOR
OUTCOME
Jumlah hari
penyelesaian
perizinan pelaku
usaha PBK
setelah
dokumen
lengkap dan
benar
Jumlah
penambahan
jenis perizinan
yang dilayani
melalui sistem
perizinan online
Terlaksananya
monitoring dan
evaluasi secara
periodik
54
Memberikan
pelayanan
perizinan kepada
Pelaku Usaha
berdasarkan
prosedur yang
berlaku secara
berkesinambunga
n
Peningkatan
kepastian dan
kemudahan
berusaha bidang
PBK
Meningkatnya
kualitas kinerja
pelayanan publik
1
2
3
4
5
TAHUN 2015
6 7 8 9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar
Biro Pembinaan
dan
Pengembangan
Pasar
Seluruh
anggota Pokja
NO
HASIL YANG DIHARAPKAN
TAHAPAN
AKTIVITAS
KEGIATAN
21)
Pelaksanaan
Survey
Kepuasan
Masyarakat
(SKM)
a.
b.
Penyebaran
kuesioner
Survey
Kepuasan
Masyarakat
(SKM)
Pelaporan hasil
Survey
Kepuasan
Masyarakat
(SKM)
INDIKATOR
OUTPUT
OUTCOME
Dokumen hasil Pelayanan
Survei
informasi
Kepuasan
publik dapat
Masyarakat
ditingkatkan
untuk
memenuhi
harapan
masyarakat
55
1
2
3
4
5
TAHUN 2015
6 7 8 9
10
11
12
PENANGGUNG
JAWAB
Biro Hubungan
Masyarakat
RENCANA KERJA TAHUNAN POKJA MONITORING DAN EVALUASI
Koordinator: Kepala Biro Perencanaan
HASIL YANG
DIHARAPKAN
Meningkatnya kualitas
hasil pelaksanaan
Reformasi Birokrasi di
Kementerian Perdagangan
KEGIATAN
INDIKATOR
TAHAPAN AKTIVITAS
1
Pembuatan
Skema Evaluasi
1
2
Pelaksanaan
evaluasi
kegiatan
Reformasi
Birokrasi
Kementerian
Perdagangan
tahun 2015
2
3
Penyusunan Dokumen
Skema /Metode Evaluasi
Reformasi Birokrasi
Kementerian
Perdagangan
Evaluasi Pelaksanaan
Kegiatan Reformasi
Birokrasi Semester 1
Evaluasi Pelaksanaan
Kegiatan Reformasi
Birokrasi Semester 2
OUTPUT
1 Dokumen
1 Dokumen
1 Dokumen
OUTCOME
Terpetakannya program kerja setiap
Pokja RB Kementerian
Perdagangan yang di lengkapi
metode evaluasi untuk tiap
pokjanya.
Terpantaunya dan terevaluasinya
capaian kegiatan Reformasi
Birokrasi setiap pokja di
Kementerian Perdagangan untuk
semester 1
Terpantaunya dan terevaluasinya
capaian kegiatan Reformasi
Birokrasi setiap pokja di
Kementerian Perdagangan untuk
semester 2
56
TAHUN 2015
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Biro
Perencanaan
Biro
Perencanaan
Biro
Perencanaan
ROAD MAP REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PERDAGANGAN
2
Download