Pekerjaan_Rumah_#06

advertisement
Program Studi Teknik Elektro STEI ITB
Mata Kuliah Elektronika EL-2005 Semester II 2014/2015
Pekerjaan Rumah 06
SOAL-1:
Pada soal ini anda akan menganalis efek pembebanan pada rangkaian inverter (NOT-Gate) jenis RTL
(Resistor Transistor Logic) seperti ditunjukkan pada gambar 1.a, 1.b. dan 1.c di bawah ini. Jika gerban
gini mendapat input nilai logika 0 [low] akan dihasilkan nilai logika 1 [high] pada output. Jika
Inverter dalam keadaan tanpa beban pada outputnya (gambar 1.a), nilai tegangan output akan sama
dengan nilai tegangan catu, Vo [high] = VCC. Tetapi jika gerbang inverter ini dibebani oleh sebuah
inverter yang lain (gambar 1.b), maka nilai tegangan output Vo [high] akan turun, agak lebih rendah
dari harga VCC. Semakin banyak beban rangkaian gerbang inverter yang terpasang ‘paralel’ pada
outputnya (gambar 1.c) semakin besar efek pembebannya, artinya semakin jauh dari kondisi ideal Vo
[high] = VCC. Trend makin turun-nya tegangan Vo [high] juga ditunjukkan oleh kurva VTC (Votage
Transfer Characteristics, lihat gambar 1.d), hasil simulasi LTSpice rangkaian pada gambar 1.b dan 1.c.
Gambar 1.a: Inverter tanpa beban
Gambar 1.b: Inverter dgn 1beban
Gambar 1.c: Inverter w. multi-loads
Program Studi Teknik Elektro STEI ITB
Mata Kuliah Elektronika EL-2005 Semester II 2014/2015
Gambar 1.d Efek pembebanan pada Kurva VTC (Voltage Transfer Characteristics) Inverter
(a) Perhatikan gambar 1.b di mana nilai VCC = 5V, RC = 1 kΩ, nilai RB = 10 kΩ. Jika output gerbang
inverter yang pertama (‘Driving Gate’) dalam keadaan high (logika 1), maka transistor Qo dalam
keadaan OFF (open circuit). Arus Io mengalir dari VCC melalui RC transistor Qo, lalu menjadi arus
basis transistor Q1: IB , sedemikian rupa, sehingga Q1 berada dalam keadaan jenuh. Jika dalam
keadaan saturasi Q1 ini, VBE1 sat = 0.8 V, hitunglah besar arus Io = IB ini, lalu hitung tegangan
output gerbang inverter yang pertama, Vo [high].
(b) Ulangi soal (a) dengan nilai VCC, serta RC dan RB yang sama Jika sekarang pada terminal output
gerbang inverter terpasang 2 buah gerbang inverter lain yang sama (lihat rangkaian pada gambar
1.c sebagai acuan, tetapi hanya menggunakan dua buah “load-gates”: rangkaian inverter Q1 dan
Q2). Ulangi perhitungan Vo [high] dari ‘the driving inverter’ Qo jika sekarang nilai RB dari Q1 dan
Q2 diperbesar menjadi RB = 20 kΩ (anggap Q1 dan Q2 tetap dapat mencapai keadaan saturasi).
Bandingkan dengan hasil sebelumnya ( jika RB = 10 kΩ ), berikan penjelasan anda.
(c) Tinjau gambar 1.c: Berapa jumlah maksimum gerbang inverter beban (load-gates) yang dapat
dipasang secara paralel pada output inverter Qo (the ‘Driving Gate’), agar pada kondisi output
high (nilai logika 1), degradasi / penurunan tegangan ouput-nya tidak lebih dari 50%, artinya agar
Vo [high] ≥ 2.5 V. Untuk ini, lakukan hal berikut:
-
Kembangkan cara perhitungan anda pada soal 1.b untuk kasus jumlah beban yang lebih
umum, misalnya N buah inverter beban (load-gates). Turunkan sebuah rumus umum yang
menghubungkan nilai Vo [high] dengan nilai parameter N ini, serta nilai parameter rangkaian
lainnya: VCC, RB, RC, dan VBE sat. Dengan menggunakan rumus ini, cobalah secaa bertahap
menaikkan harga N, dari N = 1, N = 2, dst hingga dicapai suatu harga kritis Vo [high] = 2.5V
atau sedikit lebih tinggi, di mana jika nilai N di naik-kan satu, nilai Vo [high] menjadi lebih
rendah dari 2.5V.
-
Lakukan simulasi menggunakan LTSpice/Winspice untuk mendapatkan dua buah kurva VTC
(Voltage Transfer Characteristics) serupa dengan gambar 1.d untuk kasus N = 0 (tanpa
beban) dan N = ...? (sesuai Jawaban anda pada soal 1.b). Untuk simulasi SPICE ini, gunakan
Program Studi Teknik Elektro STEI ITB
Mata Kuliah Elektronika EL-2005 Semester II 2014/2015
parameter BJT: IS = 0.1 pA dan BF = 100. Lakukan pengubahan (sweep) tegangan input
inverter (‘driving gate’) dari Vin = 0 V hingga Vin = 5 V. Gunakan Excel atau program lain
untuk menggambar kuva VTC hasil simulasi LTSpice/Winspice di atas.
SOAL-2:
Gambar 2 Diagram rangkaian penguat dan kurva IC vs VCE transistor yang digunakan
(a) Anda diminta merancang sebuah rangkaian penguat transistor bipolar dengan kurva
karakteristik IC vs VCE transistor seperti pada gambar. Pertama, tentukan titik operasi (DC)
transistor. Tulis persamaan garis beban dari penguat ini. Gunakan nilai VCC = 15V. Pilihlah nilai
DC VCE = ½ VCC. Di inginkan agar garis beban memotong sumbu IC pada niai IC = 50 mA.
Hitunglah nilai RC dan gambarlah garis beban ini pada grafik IC vs VCE di atas (super-imposed)
(b) Dari persamaan garis beban dan nilai RC di atas, hitung nilai IC. Tunjukkan letak titik operasi (VCE,
IC) pada garis beban yang anda gambar di atas. Berdasarkan posisi nilai IC ini dan kurva
karakteristik di atas, tentukan ( atau “perkirakan”) nilai IB serta angka penguatan arud transistor,
β. Jika diketahui nilai VBB = 5 V, hitung nilai RB.
(c) Gambarlah model AC / sinyal-kecil dari rangkaian penguat di atas. Hitunglah nilai parameterparameter rangkaian, kemudian hitungah penguatan tegangana Av = vo / vi.
(d) Dengan nilai VBB tetap sama seperti di atas, ubahlah nilai RB agar diperoleh nila IB yang baru = 2x
lipat nilai IB sebelumnya, tunjukkan (+/-) letak titik operasi yang baru (VCE, IC) pada grafik. Apa
peningkatan kinerja rangkaian penguat yang (mungkin) dapat diperoleh? Sebutkan pula kerugian
yang (mungkin) timbul pada kinerja rangkaian! Gunakan gambar kurva IC vs VCE serta garis
beban, dan titik operasi yang telah anda gambar sebelumnya (pada soal a dan b) sebagai acuan
dalam menjawab.
CATATAN: Pada saat menjawab
bantuan gambar/grafik, jadi
diperoleh suatu harga yang
dimungkinkan. Untuk menjawab
2.b di atas, jika perlu dapat
soal 2.b dan 2.d, anda menggunakan
untuk kedua sub-soal ini tidak harus
“eksak”. Variasi harga yang “wajar
soal 2.a anda perlu meng-copy gambar
diperbesar.
Download