upaya guru dalam menanamkan nilai

advertisement
UPAYA GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI
KEAGAMAAN DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM
QOLBUS SALIM TAMBUN BEKASI
Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana
Pendidikan Islam
Oleh
SYARIPAH
809011000217
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF
HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014
ABSTRAK
Upaya Guru Dalam Menanamkan Nilai–Nilai Keagamaan Di Taman
Kanak–Kanak Islam Qolbus Salim
Kata kunci : Nilai Keagamaan, cerita.
Pada dasarnya anak adalah anugerah yang diberikan oleh ALLAH. kepada
ummatnya. Anak merupakan cerminan dari perbuatan kedua orangtuanya. Dimana
segala nya merupakan fotokopi. Berasal dari keduanya, anak dapat didik dari inti
sebuah keluarga. Upaya guru di sekolah sangat menentukan pendidikan dan masa
depan siswa–siswanya. Mereka adalah guru kedua setelah dari orangtuanya.
Setelah anak mengenal pendidikan di keluarga baru mereka mengenal pendidikan
di sekolah, lingkungan, dan tempat di mana bumi dipijak. Tujuan dari pendidikan
Islam adalah menanamkan nilai–nilai moral tradisional yang melengkapi anak –
anak dengan pengertian yang jelas tentang identitas personal pribadi dan sosial.
Pada setiap cara atau metode dalam penyampaian materi penanaman nilai-nilai
keagamaan adalah antara lain : (1) Pembiasaan (2) Pengajaran (3) Keteladanan
(4) Cerita. Dengan memilih cerita yang tepat dan bercerita dengan cara yang
merebuthati anak, kita dapat menyelipkan berbagai informasi yang berguna untuk
mendidik mereka. Cerita digunakan dalam pendidikan formal mulai dari
pendidikan usia dini sampai dewasa. Melalui cerita secara langsung akan tertanam
di dalam pikiran dan menjadi bahan pertimbanganya untuk melakukan nilai – nilai
yang bisa kita berikan padanya.
Dengan cerita adalah memberikan beragam informasi yang menjadi
jembatan ke informasi lainnya. Hasil dari penyampaian materi cerita dapat
menunjukkan metode cerita yang dilakukan oleh guru adalah jenis cerita Islami
yang sesuai dengan agama Islam. Nilai–nilai edukatif yang terutama pada anak
adalah: Nilai keimanan, Nilai Ibadah, Nilai Akhlak, Nilai Psikologis. Pada
pertama nilai yang terdapat dari nilai keimanan adalah anak mampu mengetahui
dan menanamkannya nilai–nilai keagamaan sehingga dapat dipraktekan dalam
kehidupan sehari-hari. Pada nilai Ibadah anak dapat menunjukkannya pada
keseriusannya dalam praktek sholat atau pada praktek manasik haji. Pada Akhlak
anak dapat menujukkanya dengan berperilaku yang lebih sopan. Sedangkan pada
nilai phiskologis anak dapat menceritakannya pada kedua orangtuanya dengan
ceria, kreatif tentang bagaimana nilai–nilai Pendidikan Agama Islam.
i
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis persembahkan kehadirat Allah SWT, karena
berkat rahmat,hidayah dan inayahnya penulis dapat menyelesaikan skripsi
ini.Sholawat dan salam kami curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai
utusannya yang telah membawa manusia dari jalan yang sesat hingga menuju
jalan yang terang benderang.
Skripsi ini disusun dalam rangka melengkapi gelar Sarjana Strata 1
Jurusan Pendidikan Islam pada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Selanjutnya dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mengalami
halangan dan hambatan,namun berkat usaha sungguh-sungguh serta bantuan dari
berbagai pihak baik berupa moril maupun materil, semua kesulitan tersebut dapat
teratasi. Oleh karena itu sudah sepatutnya
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga
terutama :
1. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, Dra. Nurlena Rifa’i, M.A, Ph.D.
2. Ketua
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. H. Abdul Majid Khon, M.Ag.
3. Ibu Sururin. M.Ag. Dr yang telah meluangkan waktu,tenaga dan pikirannya
untuk membimbing, mengarahkan dan membekali dengan penuh sayang
kepada penulis di mana beliau dengan baik hati telah banyak membantu.
Semoga Allah membalas segala kebaikan Ibu.
4. Ucapan terima kasih kepada Sekretariat Jurusan Prodi Ibu Marhamah Shaleh,
Lc, MA.
5. Suami tersayang, Ahmad Sirojul Huda yang sabar dan setia menemani saat
penulis melakukan pengetikan skripsi hingga malam dan anakku M.Dzaky
dan Zainul majdi dengan segala pengertiannya, mudah-mudahan menjadi anak
yang beriman. Amin.
ii
6. Orang tua kami yang tercinta (alm.Bapak Sarbini) yang telah berpulang ke
rahmatullah, mungkin beliau bangga (bila masih ada) anaknya mencapai gelar
sarjana. Karena beliau peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Semoga
Bapak ditempatkan disisi Allah SWT.Amin. Serta Ibu
7. Ibu Hj. Halimah yang telah memberikan belai kasih sayangnya, dorongan dan
doa. Mudah-mudahan ummi selalu sabar dalam menghadapi hidup.
8. Kepala Sekolah TK serta rekan-rekan guru, terutama yang telah berpartisipasi
dalam penyusunan skripsi ini.
9. Teman-teman sekelas kami A.3.11 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terutama
Windarti, Suratni, Ratna, A.Arifin, Tursinah, dan dimana suka dan duka kita
alami bersama.Ternyata skripsi itu mengasyikan dan menjadi memorial hidup.
Semoga kalian sabar dan tabah dalam menjalani hidup ini.Semoga kalian
sukses.
Jakarta, 6 Mei 2014
Syaripah
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI
ABSTRAK .............................................................................................
i
KATA PENGANTAR ...........................................................................
ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................
iv
DAFTAR TABEL .................................................................................
vi
BAB I
BAB II
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah...............................................
1
B. Identifikasi Masalah.....................................................
4
C. Pembatasan Masalah ....................................................
4
D. Perumusan Masalah .....................................................
5
E. Tujuan Penelitian .........................................................
5
F. Manfaat Penelitian .......................................................
5
KAJIAN TEORI
A. Pendidikan Islam .........................................................
6
1. Pengertian Pendidikan Islam ..................................
6
2. Dasar Pendidikan Agama Islam..............................
9
3. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Islam ......................
11
4. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam ..............
12
B. Penanaman Nilai Keagamaan Di Sekolah....................
13
1. Pengertian Nilai Keagamaan ..................................
13
2. Pengamalan Religiusitas Anak ...............................
14
iv
C. Upaya yang Dilakukan Guru dalam Meningkatkan Nilai-nilia
BAB III
BAB IV
BAB V
Keagaman ....................................................................
17
D. Nilai-nilai Keagamaan Di Taman Kanak-kanak ...........
30
E. Kerangka Berfikir ........................................................
35
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian ......................................
37
B. Populasi dan Sampel ....................................................
37
C. Variabel Penelitian.......................................................
37
D. Teknik dan Pengumpulan Data ....................................
38
HASIL PENLITIAN
A. Gambaran Umum TK Islam Qolbussalim ....................
39
B. Keadaan Pegawai .........................................................
41
C. Deskripsi Data .............................................................
42
PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................
52
B. Saran ...........................................................................
52
C. Untuk Kepala Sekolah .................................................
53
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................
54
v
DAFTAR TABEL
Tabel
1
Investaris sekolah yang dimiliki oleh TK Islam Qolbussalim 40
Tabel
2
Nama-nama Guru TK Islam Qolbussalim ......................
40
Tabel
3
Keadaan Murid .............................................................
41
Tabel
4
Mengucapkan salam sebelum kegiatan belajar mengajar
Di mulai yang dilakukan oleh guru ................................
43
Tabel
5
Menanamkan kebiasaan berbuat baik ............................
44
Tabel
6
Minta maaf bila melakukan kesalahan ...........................
44
Tabel
7
Menerima maaf seseorang bila ia berbuat salah .............
45
Tabel
8
Kasih sayang kepada orang tua atau teman ....................
46
Tabel
9
Guru menciptakan suasana sekolah supaya berhasilnya
Proses belajar mengajar ................................................
46
Tabel
10
Kehadiran bapak atau ibu guru ke sekolah setiap hari ....
47
Tabel
11
Kedatangan guru tepat pada waktu ................................
48
Tabel
12
Guru menghargai, mencintai dan menjaga tugas dan
Tanggung jawabnya ......................................................
Tabel
13
Keterampilan guru dalam membentuk perencanaan
Pembelajaran sesuai program ........................................
Tabel
14
48
49
Guru dalam berbciara atau menyampaikan materi pelajaran
Harus sopan ..................................................................
vi
50
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan investasi yang sangat penting bagi penyiapan sumber
daya manusia (SDM) dimasa depan. Dalam rangka mempersiapkan SDM yang
berkualitas untuk masa depan, pendidikan merupakan salah satu hal yang penting
untuk diberikan sejak usia dini. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama
antar keluarga, sekolah dan masyarakat, bahkan menjadi tanggung jawab seluruh
bangsa Indonesia. karena dengan pendidikan seseorang itu akan mempunyai
pengetahuan tentang suatu wawasan pendidikan. Pendidikan merupakan investasi
masa depan yang diyakini dapat memperbaiki kehidupan suatu bangsa.
Memberikan perhatian yang lebih kepada anak usia dini untuk mendapatkan
pendidikan, merupakan salah satu langkah yang tepat untuk menyiapkan generasi
unggul yang akan meneruskan perjuangan bangsa.
Berdasarkan UUSPN tahun 2003 pasal 4 ( Undang – Undang Sistem
Pendidikan Nasional ) pengertian pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya
pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam
tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu
pertumbuhan dengan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki
kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Pendidikan yang semakin hari semakin berubah membuat guru harus
mewaspadai bagaimana cara atau kiat agar anak dapat memperoleh keagamaan
yang baik. Hal ini banyak dibuktikannya banyak anak yang tidak lulus akan nilai
yang rendah dan juga agama yang kurang dipahami anak.
Usia dini merupakan masa keemasaan ( golden age) yang hanya terjadi
satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia. Masa ini sekaligus merupakan
masa yang kritis dalam perkembangan anak. Jika pada masa ini anak kurang
mendapat perhatian dalam hal pendidikan, perawatan, pengasuhan dan layanan
1
2
kesehatan serta kebutuhan gizinya dikhawatirkan anak tidak dapat tumbuh dan
berkembang secara optimal.
Dalam rangka mencapai keberhasilan pembentukan kepribadian anak agar
mampu terwarnai dengan nilai- nilai agama, maka perlu di dukung oleh unsure
keteladanan dari orang tua dan guru. Untuk tujuan tersebut dalam pelaksanaanya
guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara bertahap dan menyusun
program kegiatan rutinitas, program kegiatan terinterigrasi dan program kegiatan
khusus.
Dengan demikian, pendidikan anak itu merupakan modal terbesar yang di
miliki bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa kelak. Berhasil atau tidaknya
langkah yang harus kita rintis ini sangat bergantung pada generasi penerus kita
nanti. Oleh karena itu, kita seharusnya sedapat mungkin mengupayakan agar
sipenerus ini tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin, sehingga mereka kelak
akan mampu mewujudkan apa yang di inginkan bangsa dengan tepat bahkan lebih
dari apa yang kita harapkan, dan karena itulah anak sejak kecil sudah harus
diberikan pendidikan.
Pendidikan agama islam merupakan segala usaha yang berupa pengajaran,
bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak setelah pendidikannya dapat
memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agamanya serta
menjadikannya sebagai way of life (Jalan Kehidupan) sehari-hari, baik dalam
kehidupan pribadi maupun sosail kemasyarakatan. Sangatlah tepat apabila usaha
penanaman nilai-nilai keagamaan selain dari keluarga juga diberikan pada
pendidikan sekolah. Pendidikan nilai disini tidak mudah dengan pendidikan
ketrampilan (skill), karena pendidikan ketrampilan dan fakta-fakta. Oleh karena
itu, guru di Taman Kanak-kanak (TK) Islam Qolbussalim telah memberikan
pembelajaran pendidikan agama islam pada anak usia dini melalui metode-metode
pembelajaran yang berganti-ganti sesuai dengan tema pembelajaran.
Lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) Islam Qolbussalim sudah
berdiri sejak tahun 2005 mempunyai sarana dan prasarana yang telah menunjang
keberhasilan program penanaman nilai-nilai keagamaan yang dilaksanakan setiap
harinya awal pembelajaran dan diakhir pembelajaran, karena Taman Kanak-kanak
3
(TK) Islam Qolbussalim yang dilatar belakang ingin menanamkan pendidikan
sejak dini, maka Taman Kanak-kanak (TK) Islam Qolbussalim menyiapkan
generasi islam yang berkualitas dan bertujuan menyeimbangkan IMTAQ dan
IPTEK.
Taman Kanak-kanak (TK) Islam Qolbussalim Telah menerapkan metodemetode pembelajaran yang dapat manunjang keberhasilan program pendidikan
dan pengajaran yang dilaksanakan dalam proses penyampaian materi pelajaran
kepada siswa, sehingga siswa tidak disuruh diam selama kegiatan belajar.
Metode-metode yang diterapkan diharapkan akan mampu mempersiapkan anak
didik yang dapat menumbuhkan kehidupan religius dalam kehidupan sehari-hari.
Metode-metode yang diterima di Taman Kanak-kanak (TK) Islam
Qolbussalim dapat cepat diserap oleh siswa karena metode yang diterapka untuk
menarik siswa agar siswa antusias dalam proses perkembangan di kelas. Anak
usia pra sekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Islam Qolbussalim baik TK A
maupun TK B sudah diberikan materi mengafal doa sehari-hari dan menghafal
surat-surat pendek dalam al-qur’an serta membaca iqra dengan fasih. Dari
pemberian materi tersebut anak usia pra sekolah di Taman Kanak-kanak (TK)
Islam Qolbussalim sudah bisa membaca iqra dengan lancar dan hafal surat-surat
pendek dalm al-qur’an serta terbiasa membaca doa dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sarana dan pra sarana yang ada juga menunjang keberhasilan dalam proses
pembelajaran di Taman Kanak-kanak (TK) Islam Qolbussalim
bisa meraih
prestasi dan mendapatkan akreditasi “A”.
Melihat realita yang ada penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana
pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) Islam Qolbus Salim menanamkan nilainilai agama pada anak usia dini serta bagaimana upaya yang dilakukan guru
denganpenanaman nilai-nilai agama pada anak didik berpengaruh pada perilaku
dan kebiasaan seorang anak, sedangkan penanaman keagamaan pada peserta didik
merupakan pengembangan kurikulum di Taman Kanak-kanak (TK) Islam
Qolbussalim. Berlatar belakang tersebut diatas dan dengan kenyataan yang ada,
Dari latar belakang tersebut diatas, penulis terdorong untuk mengadakan
penelitian tentang bagaimana cara efektif yang mudah dan cepat untuk dapat
4
diterima dan difahami oleh anak didik, maka penulis dalam hal ini bermaksud
menuangkannya dalam bentuk skripsi dengan judul “Upaya Guru Dalam
Menanamkan Nilai–Nilai Keagamaan di Sekolah Taman Kanak-kanak
Islam Qolbussalim”.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang tersebut diatas,penulis melihat ada beberapa
permasalahan yang dijumpai yaitu antara lain :
1. Siswa sulit memahami konsep-konsep materi nilai-nilai keagamaan yang
diberikan.
2. Siswa kurang memperhatikan saat disampaikan materi dalam penanaman
nilai-nilai keagamaan.
3. Siswa kurang berani berkomunikasi dan bertanya (tertutup).
4. Kurang memadai sarana dan prasarana dalam menunjang pendidikan.
5. Kurangnya guru dalam memahami sikap dan karakter tiap-tiap siswa.
6. Seorang guru tidak menciptakan suasan yang menyenangkan bagi siswa.
7. Upaya yang dihasilkan kurang dapat dipahami oleh siswa.
C.
Pembatasan Masalah
Dari beberapa masalah yang diidentifikasi di atas, penelitian dibatasi
tentang upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di Taman kanakkanak. Adapun yang dimaksud adalah :
1. Kreatifitas guru dalam mengajar adalah kegiatan belajar yang
direncanakan oleh guru dengan menggunakan metode belajar yang
menarik dan mampu memotivasi siswa serta penggunaan media belajar
yang sesuai dengan materi pelajaran yang disampaikan.
2. Prestasi belajar siswa yang dimaksud adalah perubahan sikap, tingkah
laku dan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
3. Objek penelitian adalah guru Taman Kanak-kanak Islam Qolbussalim
dalam upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan.
5
D.
Perumusan Masalah
Untuk menghindari meluasnya pembahasan, maka Penulis merumuskan
masalah pada : Bagaimana upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan
di Taman Kanak-Kanak Islam Qolbussalim Tambun Bekasi?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan, maka tujuan penelitian
penulisna ini adalah untuk mengetahui sejauhmana siswa melakukan atau
menerapkan apa yang diupayakan oleh guru dalam menanamkan nilai-nilai
keagamaan di Taman Kanak-kanak Islam Qolbussalim Tambun Bekasi.
F.
Manfaat Penelitian
1. Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Penelitian ini diharapkan mampu memberikan wahana dan masukan
baru bagi perkembangan dan konsep pendidikan, terutama ilmu
pengetahuan tentang perlunya lembaga pendidikan TK dan meningkatkan
kualitas TK yang dalam hal ini perlu ada langkah-langkah konkrit yang
harus dilakukan TK yang lebih penting hasil penelitian ini dapat dijadikan
sebagai wawasan dan kekayaan khasanah keilmuan khususnya bidang PA.
2. Bagi Peneliti
Sebagai perkembangan wawasan pengetahuan tentang bagaimana
cara penerapan yang mudah disampaikan dan mudah diterima oleh
pendidikan agama islam pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak (TK)
Islam Qolbussalim.
3. Akhirnya yang diharapkan penulis, semoga dari semuanya ini menjadi
manfaat untuk Penulis-penulis selanjutnya yang menjadikan skripsi ini
sebagai acuan atau referensi karya-karya tulis selanjutnya.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Pendidikan Islam
1. Pengertian Pendidikan Islam
Istilah guru menurut kamus Bahasa Indonesia adalah orang yang
pekerjaannya mengajar. Dan seorang pendidik adalah orang yang mendidik dari
kata dasar didik yang berasal dari bahasa Yunani yaitu paedagogie yang berarti
bimbingan yang diberikan kepada anak. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal
dengan nama „‟tarbiyah‟‟. Didik, mendidik, dalam kamus bahasa Indonesia yang
berarti mengajari seseorang menjadi pandai dan berakhalak yang baik adalah
seorang guru. Ramayulis mendefinisikan pendidikan sebagai “ bimbingan atau
pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh orang
dewasa “.1
Bertitik tolak pada pengertian guru menurut pendidikan Islam adalah
usaha orang dewasa muslim yang bertaqwa secara sadar mengarahkan dan
membimbing pertumbuhan kemampuan dasar anak didik melalui ajaran Islam ke
arah titik maksimal pertumbuhan dan perkembanganya. Agama Islam adalah
agama yang sangat sempurna, kesempurnaan agama ini dapat dilihat dari inti
agama Islam itu sendiri.
Peran guru serta orang tua akan mendapat balasan dan pahala atas
kebajikan yang telah diberikan kepada putra-putrinya. Demikian pula dengan
seorang guru atau pendidik yang senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk
turut serta mencerdaskan anak bangsa. Karena para guru pendidik bagi peserta
didik adalah langkah awal untuk melihat masa depannya. Menjadi seorang guru
anak merupakan panggilan hati nurani.
Dengan demikian pendidikan berarti interaksi dalam diri individu dengan
masyarakat sekitarnya baik di lihat dari segi kecerdasan atau kemampuan, minat
maupun pengalaman.Mendidik adalah usaha atau tindakan yang di lakukan secara
1
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam ( Jakarta : Kalam Mulia, 1994 ) hal. 1
6
7
sadar dengan bantuan alat pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan,
sehingga terbentuk manusia yang bertanggung jawab.
Menjadi seorang guru anak merupakan panggilan hati nurani. Seseorang
guru yang ingin menjadikan seorang anak atau peserta didiknya menjadi seorang
yang mampu untuk melihat masa depannya kelak. Menurut para ahli manapun,
dan guru dapat mengatakan bahwa pendidikan yang paling baik berasal dari kedua
orangtuanya.
Sebelum penulisan mengemukakan tentang pengertian Pendidikan Agama
Islam, terlebih dahulu di defisinikan kata pendidikan. Pendidikan dalam bahasa
inggris di sebut dengan “ edukasion “ yang berarti pengembangan atau bimbingan,
sedangkan dalam bahasa arab sering di terjemahkan dengan “ Tarbiyah “. Kata
tarbiyah
lebih
luas
konotasinya,
yaitu
mengandung
arti
“memelihara,
membesarkan dan mendidik, sekaligus mengandung makna menggajar.
Sedangkan menurut Ahmad D. Marimba pendidikan adalah “ Bimbingan
atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan
rohani siterdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama “.2
Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menunjang pendidikan.
Bahkan sumber daya pendidikan yang lain memadai seringkali kurang berari
apabila tidak disertai oleh kualitas guru. Istilah guru menurut kamus Bahasa
Indonesia adalah orang yang pekerjaanya mengajar.Dan seorang pendidik adalah
orang yang mendidik.
Dalam proses kependidikan Islam suatu lingkungan dapat pula menjadi
guru yang langsung dilihat oleh anak tersebut. Dimana lingkungan tersebut dapat
membuat nilai norma yang baik atau tidak baik. Nilai-nilai lingkungan dapat
merupakan nilai yang langsung di rasakan secara langsung atau tidak langsung.
Banyak ahli pendidikan mendefinisikan bagaimana pendidikan dalam arti
kata yang sebenarnya. Tentang Pendidikan Islam para ahli mendefinisikan sebagai
berikut;
2
Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, ( Bandung: PT. Al Ma‟rif
1986. Hal.19
8
Menurut Ahmad D. Marimba “Pendidikan Islam adalah bimbingan
jasmani dan rohani yang berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju
terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam”.3
Menurut Zakiyah Darajat, bahwa “pendidikan agama Islam adalah usaha
terhadap anak didik agar kelak dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama
Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup”.4
Menurut Zuhairini menyatakan, bahwa “pendidikan Islam adalah usaha
yang di arahkan kepada pembentukan kpribadian anak yang sesuai dengan ajaran
Islam”.5
Dari pengertian di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa pendidikan agma
Islam adalah bimbingan dan asuhan terhadap anak agar nantinya setelah selesai
dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran
agama Islam yang di yakini secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama
Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteran
hidup di dunia dan akherat.
Berdasarkan definisi-definisi tentang pendidikan yang di kemukakan di
atas dapat di simpulkan bahwa pendidikan adalah proses yang terdiri dari usaha
yang di lakukan oleh orang dewasa terhadap siterdidik, baik berupa bimbingan,
pengarahan, pembinaan ataupun latihan. Tujuan yang ingin di capai adalah
membawa si terdidik kearah terbentuknya kepribadian yang utama, baik jasmani
maupun rohani bagi perjalanan hidupnya di masa yang akan datang.
Dari pengertian di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa pendidikan agama
Islam adalah bimbingan dan asuhan terhadap anak agar nantinya setelah selesai
dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran
agama Islam yang di yakini secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama
Islam itu sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteran
hidup di dunia dan akhirat.
3
Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam ( Bandung: PT Al marif
1986) Cet 6 hal 19.
4
Zakiyah Darajat, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara,1996) hal 86.
5
Zharini, Filsafat Pendidikan Islam, ( Jakarta: Bumi Aksara, 1995) Cet ke 2. Hal 5.
9
2. Dasar Pendidikan Agama Islam
Setiap kegiatan untuk mencapai suatu tujuan harus mempunyai landasan
atau dasar tempat berpijak yang baik dan kuat. Oleh karena itu pendidikan agama
Islamsebagai sebuah kejayaan juga harus mempunyai landasan atau dasar yang
sejalan dengan ajaran Al-Qur‟an dan Hadist.
Untuk lebih jelasnya mengenai dasar-dasar pendidikan Islam penulis akan
menguraikan sebagai berikut :
a.
Al-Qur’an
Kedudukan Al-Qur‟an sebagai sumber pokok pendidikan Islam dapat di
pahami dari ayat Al-Qur‟an itu sendiri, Firman Allah :
             
 
Artinya : “dan kami tidak menurunkan kepadamu al-kitab (Al-Qur’an) ini,
melainkanagar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa
yang mereka perselisihkan itudan menjadi petunjuk dan rahmat
bagi kaum beriman”. ( Q.s. An-Nahl (16) : 64 ).
Al-Qur‟an adalah firman Allah yang berfungsi sebagai mu‟jizat (sebagai
bukti kebenaran atas Nabi Muhammad SAW ) yang di turunkan kepada Nabi
Muhammad, yang tertulis di dalam mushaf-mushaf, yang di riwayatkan dengan
jalan mutawatir dan di pandang beribadah bagi yang membacanya.6 Sebagaimana
dalam firman Allah
               
              
Artinya : “ Hai orang –orang yang beriman, ta’atilah Rasul (nya), dan ulil amri
diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pndapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an), dan Rasul
( sunnahnya), jika kamu benar- benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian.yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik
akibatnya”.( Q.S. An- Nissa[4] :59)
6
Rosihan Anwar, Ulumi Qur‟an (Bandung; Pusaka Setia, 2000 Cet-1 ) hal.3
10
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang menjadi dasar atau
sumber pertama pendidikan agama Islam adalah Al- Quran yaitu kumpulan firman
Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW dan kitab suci ini
menjadi sumber hokum yang utama dan berlaku untuk sepanjang masa dalam
lingkungan umat Islam. Al- Qur‟an sebagai sumber yang selalu digunakan oleh
sahabat sejalan dengan firman Allah SWT dalam al- Qur‟an surat An-Nissa ayat
59 yang memerintahkan untuk berbakti kepada Allah dan Rasul Allah dan untuk
mengembalikan hal- hal yang di perselisihkan kepada allah dan rosulnya.
b. As-Sunnah
Dasar kedua pendidikan Islam adalah As-Sunnah yang mempunyai arti
„‟Segala yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW berupa perkataan,
perbuataan dan ketetapan yang berkaitan dengan hukum.
As-sunnah
berisi
pedoman untuk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspeknya, untuk
membina umat manusia seutuhnya dan muslim yang bertaqwa As-sunnah
merupakan landasan dengan pembinaan pribadi manusia muslim‟‟.7
Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa dengan menuntut ilmu maka
akan mengetahui adanya Dzat Allah dan sifatnya, akan mengetahui bagaimana
cara ibadah, mengetahui haram dan halal, dengan ilmu akan mengetahui adanya
tingkah laku hati prilaku hati seperti akhlaq terpuji sabar, syukur, dermawan, budi
pekerti, jujur ikhlas, akhlaq tercela, dendam, dengki, riya, marah, dan
bermusuhan. Dimana maksud dari as sunah adalah; Artinya : Menuntut Ilmu
wajib bagi setiap orang Islam.
Sesungguhnya umat Islam akan kekal karena akhlaq, maka apabila akhlak
mereka hilang maka bangsa akan musna, oleh karena itu yang menolong agama
samawi adalah orang Islam. Umat-umat terdahulu selalu tertanamkan urusan
yang paling besar adalah akhlak, oleh karena itu Nabi bersabda :
Dari uraian
diatas dapat di simpulkan bahwa dasar pendidikan Islam
adalah al qur‟an dan As-sunnah yang memuat dua prinsip dasar yaitu aqidah dan
7
I
hal.23
Sapiuddin Shidiq, Tarikh, Sejarah Perbankan Hukum Islam ( Jakarta, AMRI.2005 ) cet
11
syariah. Wilayah syariah mencakup aspek ibadah, muamalah, akhlak dan
keilmuan lainnya, sedangkan aqidah mencakup keimanan
dan keyakinan,
keimanan dengan rukun iman, Iman kepada Allah, Iman kepada malaikat, Iman
kepada kepada kitab–kitab Allah, Iman kepada Rasul, Iman kepada hari akhir,
Iman kepada Qadha dan Qadhar.
3. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Islam
Menurut Ibnu Khaldun bahwa pendidikan setiap aktifitas yang di
rencanakan, pasti mempunyai dasar dan tujuan.Begitu pula pendidikan Islam
mempunyai dasar dan tujuan.Tujuan pendidikan itu biasanya dikaitkan dengan
pandangan hidup yang di yakini kebenarannya oleh penyusun tujuan
tersebut.Pandangan hidup ini berupa agama ataupun aliran filsafat tertentu.
Pendidikan hanyalah suatu alat yang digunakan masyarakat, oleh
karenanya tujuan pendidikan haruslah individu maupun sebagai masyarakat,
Islam mempunyai dua tujuan, yaitu :
Tujuan keagamaan, maksudnya ialah beramal untuk akhirat sehingga ia
menemui Tuhannya telah memurnikan hak–hak Allah yang telah diwajibkan
atasnya. Tujuan ilmiah yang bersifat keduniaan, yaitu apa yang diungkapkan
oleh pendidikan modern dengan tujuan kemanfaataan atau persiapan untuk hidup.
Tujuan pendidikan Islam yang paling utama ialah beribadah kepada Allah dan
kesempurnaan insane yang tujuannya kebahagiaan dunia akhirat.
Sedangkan fungsi pendidikan agama bagi anak adalah membentuk
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, mempunyai akhlak yang
luhur,
berilmu
pengetahuan
dan
memilik
keterampilan
yang
dapat
disalurkan.Agama benar-benar berfungsi sebagai pengendalian kepribadian dalam
hidupnya dikemudian hari. Pendidikan agama harus diberikan sejak dini agar
terbiasa melakukan ibadah dan menjalankan ajaran-ajaran Islam dengan kesadaran
sendiri. Dan menurut Rosihan Anwar yang terdapat didalam salah satu bukunya
mengatakan: Al-Quran adalah firman Allah yang berfungsi sebagai mujizat
sebagai bukti atas Nabi Muhammad yang diturunkan kepadanya yang tertulis
12
dalam mushaf -mushaf yang diriwayatkan dengan jalan mutawatir dan di pandang
beribadah bagi yang membacanya.‟‟
4. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Menurut Mahmud yunus bahwa inti pokok Islam meliputi masalah
keimanan (aqidah), masalah keIslaman (syariat), dan masalah ihsan (akhlak). Tiga
inti ini pokok ajaran ini kemudian dijabarkan dalam bentuk rukun iman, rukun
Islam dan akhlak. Dari ketiganya dilahirkan beberapa keilmuan agama yaitu ilmu
tauhid, ilmu fiqih, dan ilmu akhlak.
Ketiga kelompok ilmu agama itu kemudian
di lengkapi dengan
pembahasan dasar hukum Islam yaitu Al-Qur‟an dan Hadits, serta ditambah lagi
dengan sejarah Islam (tarikh), sehingga secara Mahmud secara berurutan adalah :
a. Ilmu Tauhid/ keimanan
Ilmu tauhid ini meliputi rukun yaitu iman kepada Allah, iman kepada
Malaikat, iman kepada kitab–kitab
Allah, iman kepada Rosul, iman
kepada hari akhir dan iman kepada Taqdir.
b. Ilmu fiqih
Ilmu fiqih ini meliputi : thaharah, shalat, puasa, haji dan umroh,
muamalah, mawaris, munakahat, hudud, jinayat, jihad dan aqdhiyat.
c. Al-Qur‟an
d. Hadits
e. Akhlak meliputi : akhlak kepada Allah, akhlak kepada rosul, akhlak
kepada orang tua, akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada teman
(sesama) dan akhlak kepada lingkungan hidup.
f. Tarikh Islam
Ruang lingkup pembahasan tergantung pada jenis lembaga pendidikan
yang bersangkutan, tujuan dan tingkat kemampuan anak didik sebagai
konsumen.
13
B. Penanaman Nilai Keagamaan Di Sekolah
1. Pengertian Nilai Keagamaan
Menurut kamus bahasa Indonesia nilai sebenarnya tidak ada ukuran yang
tentu untuk menentukan. Karena nilai itu berasal dari penilain dari suatu yang di
anggap baik atau buruk dan pantas atau tidak untuk di nilai. Religiusitas berasal
dari bahasa Inggris religiusity dari akar kata
religionyang berarti agama.
Religiusity merupakan kata bentuk dari religius yang berarti agama.
Istilah religiusitas mempunyai makna yang berbeda dengan religi atau agama.
Religi atau agama menunjuk pada aspek formal yang berkaitan dengan aturanaturan atau kewajiban-kewajiban, sedangkan nilai menunjuk pada aspek religi
yang telah dihayati oleh individu didalam hati.
Penanaman Nilai
keagamaan Islam adalah suatu cara atau metode pada
pemberian arahan yang bertujuan untuk membentuk seseorang memiliki jiwa dan
berkarakter Islami. Ada 3 unsur materi yang dipelajari dalam Penanaman Nilai
keagamaan yaitu Iman, Islam dan Ihsan.dalam prosesnya seorang guru dapat
menanamkan nilai-nilai keagamaan tersebut melalui yaitu antara lain dengan
pembiasaan, pengajaran dan teladan. Inti dari tema penulisan ini adalah
“Bagaimana upaya seorang guru terhadap murid-muridnya” yaitu melalui proses
pengajaran dengan menggunakan metode bercerita, hal ini diambil karena dapat
dengan mudah difahami dan dimengerti oleh murid-murid Taman Kanak-kanak.
Sebagai pengayaan dalam penulisan ini Metode dapat juga dilakukan dengan
menggunakan pendekatan konseling, yaitu klien dapat diberi kesadaran terhadap
adanya hubungan sebab akibat dalam rangkaian problema-problema yang dialami
dalam pribadinya yang dihubungkan dengan nilai keimanannya. Dalam kaitannya
dengan ini, maka bimbingan dan konseling Islam menurut Drs. H.M. Arifin M.
Ed. dapat dibagi menjadi beberapa bidang yaitu:
a. Bidang Kependidikan
Bidang kependidikan yaitu pemberian bimbingan yang menyangkut
tentang pengambilan keputusan mengenai lapangan study yang akan dipilih.
Dalam hal ini ada hubungannya dengan kurikulum di sekolah-sekolah atau
14
perguruan tinggi serta fasilitas lainnya. Dalam bidang kependidikan ini
menyediakan kesempatan sebaik- baiknya.‟‟8
b. Bidang Kesehatan Jiwa
Yaitu suatu bimbingan atau penasehatan keagamaan yang bertujuan untuk
menghilangkan faktor yang menimbulkan gangguan jiwa klien, sehingga dia
memperoleh ketenangan hidup rohaniah yang sewajarnya sebagaimana yang
baik.‟‟9
c. Bidang Sikap dan Nilai-Nilai
Bidang
ini
menyediakan
kesempatan
bagi
anak
untuk
dapat
mengembangkan sikap dan nilai-nilai sesuai dengan idealitas Pancasila, berjiwa
agama yang mendalam sehingga menjadi pola dasar hidup keagamaan yang dapat
diharapkan menjadi pengontrol segala aktivitas hidupnya dalam masyarakat.Maka
dari itu sikap berhubungan dengan Tuhan dan sikap berhubungan dengan
masyarakat atau lingkungan hidup perlu dikembangkan melalui wibawa seorang
konselor dalam berbagai peristiwa dan lapangan hidup.Pendekatan psikologis
pada anak terutama saat menghadapi kesulitan hidup sangat berpengaruh bagi
perkembangan sikap dan nilai-nilai dalam pribadi mereka masing-masing.
2. Pengamalan Religiusitas Anak
1. Pengertian Religiusitas Anak
a. Religiusitas
Religiusitas
berasal
dari
bahasa
Inggris
“religiusity”dari
akar
kata“religion”yang berarti agama.Religiusity merupakan kata bentuk dari
“religius”yang berarti agama.Berdasarkan arti kata tersebut, dapat dipahami
bahwareligiusitas berkaitan dengan keberagamaan seseorang. Dalam khasanah
psikologi, istilah religiusitas mempunyai makna yang berbeda dengan religi atau
agama.
8
M.Arifin.M.Ed. Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis
Berdasarkan Pendekatan interdisipliner ( Jakarta, Bumi Aksara 1994, ce-3 ) hal.224
15
Dalam memilih tema cerita yang baik, aspek agama ini tidak diabaikan
mengigat tema cerita yang di pilih merupakan sarana pembentukan moral. Jika
aspek agama kurang di perhatikan keberadaannya, maka dikhawatirkan anak akan
memperoleh informasi-informasi yang temanya tidak baik, bahkan ada
kemungkinan cerita yang demikian dapat merusak moral anak yang sudah baik.
Religi atau agama menunjuk pada aspek formal yang berkaitan dengan aturanaturan atau kewajiban-kewajiban, sedangkan religiusitas menunjuk pada aspek
religi yang telah dihayati oleh individu didalam hati.
b. Keagamaan anak.
Menurut Bimo Walgito:“Bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang
diberikan kepada individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghindari
atau mengatasi kesulitan kesulitan di dalam kehidupannya agar individu atau
sekumpulan individu individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.” 9
Seharusnya banyak cara-cara yang digunakan pada taman kanak – kanak
bagaimana tujuan dari pendidikan agama itu sendiri. Penyampaian secara
beraneka ragam agar terciptanya nilai agama pada anak tersebut.
Sedangkan menurut Drs. H.M. Arifin M. Ed. Prinsip-prinsip bimbingan
dan penyuluhan agama meliputi :
1. Setiap individu adalah makhluk yang dinamis dengan kelainan-kelainan
kepribadian yang bersifat individual serta masing-masing memiliki
kemungkinan kemungkinan berkembang dam penyesuaian diri dengan
situasi sekitar.
2. Suatu kepribadian yang bersifat individual tersebut terbentuk dari dua
faktor pengaruh yakni pengaruh dari dalam yang berupa bakat dan ciri-ciri
keturunan baik jasmaniah maupun rohaniah, dan faktor pengaruh yang
diperoleh dari lingkungan, baik lingkungan masa sekarang maupun
lingkungan masa lampau.
9
hal.44
Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah ( Yogyakarta; Andi Offset 1995)
16
3. Setiap individu adalah organisasi yang berkembang dan bertumbuh.
Dalam keadaan yang senantiasa berubah, perkembangannya dapat
dibimbing kearah pola hidup yang menguntungkan bagi dirinya sendiri
dan bagi masyarakat sekitar.
4. Tiap individu dapat memperoleh keuntungan dengan pemberian bantuan
dalam hal melakukan pilihan-pilihan, dalam hal memajukan kemampuan
penyelesaian diri serta dalam mengarahkan kepada kehidupan yang
sukses.‟‟10
Berdasarkan pengalaman-pengalaman keagamaan pada anak agama,
kemudian akan dipraktekkan dalam kesehariannya seperti berdo‟a setiap hari,
membaca al-Qur‟an, jujur dan sebaginya. Akan tetapi, keagamaan anak tentang
nilai-nilai religius yang diperolehnya tidak akan mampu berkembang dan
terwujud dalam pengamalan secara nyata, apabila tanpa peran aktif orang tua dan
lingkungan lainnya untuk membantu saudara atau anggota keluarga lain bahkan
masyarakat sekitar atau guru-guru agamanya. Pada waktu itu. Pengalaman
keagamaan tersebut merupakan unsur yang akan menjadi bagian dari pribadinya
dikemudian hari. Menurut perhitungan kedokteran bahwa ibu yang sedang
mengandung, gizi makanannya menentukan kecerdasan dan kemampuan anak
dalam bidang kecakapan dan ketrampilannya nanti. Karena pada bulan-bulan
terakhir dari janin tersebut, telah mulai terbentuk jaringan-jaringan otaknya, maka
makanan ibu yang cukup akan memberikan pengaruh yang signifikan bagi janin
dalam kandungan ibu.
Sehingga dapatlah tumbuh jaringan-jaringan otak secara wajar dan baik.
Dengan demikian anak yang akan lahir dapat diharapkan mempunyai kemampuan
otak yang anak mulai mengenal tuhan melalui orang tua dan lingkungannya.
Sikap, tindakan dan perbuatan anak merupakan simbul kepercayaan
pertama bagi anak dari ibu.Bapak, atau pengasuh penting lainnya, yang
memberikan pengertian tentang Tuhan.Abin Syamsuddin Makmun, menjelaskan
10
M.Arifn, Pokok-pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama di Sekolah
dan di Luar Sekolah, Jakarta; Bulan Bintang 1976, hal.18
17
bahwa pada masa kanak-kanak, sikapkeagamaannya yang ditandai dengan sikap
yang represif, meskipun banyak bertanya dan pengamalan anak tersebut.‟‟11
C. Upaya yang dilakukan guru dalam meningkatkan nilai- nilai keagamaan
1. Pembiasaan
Anak merupakan individu yang unik, masing–masing mempunyai gaya
belajar yang berbeda. Ada anak yang lebih mudah belajarnya dengan
mendengarkan (auditori), ada yang melihat (visual) dan ada yang harus dengan
bergerak (kinestetik ). Anak juga memiliki minat yang berbeda- beda terhadap alat
atau bahan yang di pelajari digunakan, juga mempunyai
temperamen
yang
berbeda, bahasa yang berbeda, cara yang merespon lingkungan, serta kebiasaan
yang berbeda. Guru seharusnya mempertimbangkan perbedaan individual anak,
dan mengakui perbedaan tersebut sebagai kelebihan masing- masing anak. Untuk
mendukung hal tersebut guru harus menggunakan cara yang beragam dalam
membangun pengalaman anak, menyediakan kesempatan bagi anak untuk belajar
dengan cara yang sesuai dengan kekuatannya, serta menyediakan ragam main
yang cukup.
Pembelajaran di lakukan dengan cara yang menyenangkan, sehingga tidak
boleh terjadi pemaksaan (penekanan).Selama bermain, anak mendapatkan
pengalaman untuk mengembangkan aspek–aspek nilai–nilai agama dan moral,
fisik, kognitif, bahasa, sosial dan emosional.
Permainan merupakan sarana dan aktifitas yang mencerminkan prilaku,
pandangan, kecenderungan dan kualitas yang ada dalam diri anak. Maksudnya,
bahwa permainan menunjukkan bukti kepribadian seseorang secara umum.
Kita dapat melatih anak dengan berbagai aktifitas yang mengembangkan
kecakapan sosial dan kemampuan berinteraksinya dengan orang lain, atau sebagai
sarana membangun sebuah sistim yang memiliki nilai dan tradisi yang benar,
mendorong anak untuk berprilaku yang tepat, dan memberinya peran yang sesuai
dengan konsentrasi dan kecenderungannya, seiring dengan perkembangan
usianya.
11
Abin Syamsuddin Makmun
18
Pembiasaan dan pembentukan karakter yang baik seperti tanggung jawab,
kemandirian, sopan santun, dan lainnya di tanamkan melalui cara yang
menyenangkan.
2. Keteladanan
Pengaruh keteladanan pada masa pembentukan lebih efektif dari nasehat
dan ceramah yang di sampaikan. Banyak pria berfrestasi yang dicontohkan dalam
sejarah Islam, terutama dari suri tauladan kita nabi muhammad SWT yang telah
mendidik generasi pemimpi, yang tiada bandingnya dimasa apapun, merekalah
yang merubah tindak sejarah dan sebagai teladan dalam ilmu. Allah berfirman :
               
 
Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri)Rasulullah itu suri teladan
yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat)
Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah
(Al-Ahzab : 21).
Seorang anak membutuhkan keteladanan dan ia akan mencontoh dari
kedua orang tua atau guru, karena dia memiliki kecenderungan untuk mencontoh
dan mengikuti. Apabila dia menyenangi seseorang dipun mengikuti dan berjalan
sesuai dengan gayanya dan berupaya untuk dapat menirunya Oleh karena itu
menjadi sebuah kewajiban untuk mendekatkanIslam kepada Rosulullah SWT dan
para sahabat,dengan menjelaskan keteladanan yang selalu dikenang sepanjang
masa dan memberikan kita cahaya Islam dan keadilannya.
Untuk menanamkan disiplin agar anak terbiasa hidup dan melakukan
segala sesuatu dengan tertib, baik dan teratur perlu di dukung oleh adanya contoh
dan teladan dari pihak orang tua di rumah dan dari guru di sekolah. Tanpa adanya
contoh dan teladan dari pihak orang tua dan guru maka pembiasaan yang di
tanamkan kepada anak akan di lakukan dengan rasa terpaksa sehingga tidak
mungkin dapat membentuk rasa disiplin dari dalam.
19
3. Pengajaran
Pembelajaran di taman kanak- kanak hendaknya menempatkan anak
sebagai subyek pendidikan, oleh karena itu guru harus memberi kesempatan
kepada anak untuk menentukan pilihan, mengemukakan pendapatdan aktif
melakukan atau mengalami sendiri untuk membangun pengetahuan sendiri. Guru
bertindak sebagai fasilitator saja, bukan yang menentukan segala sesuatu yang
akan di kerjakan anak.
Anak bukanlah sebuah wadah kosong yang perlu di isi guru dengan
berbagai pengetahuan. Tetapi anak merupakan subjek atau pelaku kegiatan dan
guru merupakan fasilitator (membantu dan mengarahkan sesuai kebutuhan
masing- masing anak). Anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar, mempunyai
banyak ide, dan tidak bisa berdiam dalam jangka waktu lama. Ijinkanlah anak
untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman dengan beraneka
bahan dan kegiatan. Oleh karena itu guru harus menyediakan berbagai bahan dan
alat serta memberi kesempatan anak untuk memainkannya berbagai cara, dan
memberikan waktu kepada anak untuk mengenal lingkungannya dengan caranya
sendiri. Guru juga harus memahami dan tidak memaksakan anak untuk duduk
diam tanpa aktifitas yang di lakukannya dalam waktu yang lama.
1. Anak belajar dari yang konkrit ke abstrak, dari yang sederhana ke yang
kompleks, dari gerakan ke verbal, dan dari diri sendiri ke sosial
a. Anak
belajar mulai dari hal- hal yang paling konkrit yang dapat
dirasakan oleh inderanya ( dilihat, diraba, dicium, dicecap, didengar )
ke hal-hal yang bersifat abstrak atau imajinasi.
b. Anak belajar dari konsep yang paling sederhana ke konsep yang lebih
rumit, misalnya mula-mula anak memahami apel sebagai
buah
kesukaannya, kemudian anak memahami apel sebagai buah yang
berguna untuk kesehatannya.
c. Kemampuan komunikasi anak di mulai dengan menggunakan bahasa
tubuh lalu berkembang menggunakan bahasa lisan. Guru harus
20
memahami bahasa tubuh anak dan membantu mengembangkan
kemampuan bahasa anak melalui kegiatan main.
d. Anak memahami lingkungannyadi mulai dari hal- hal yang terkait
dengan dirinya sendiri,kemudian ke lingkungandan orang–orang yang
paling dekat dengan dirinya, sampai berada lingkungan yang lebih luas.
2. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar
Lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat
bagi anak. Lingkungan fisik berupa penataan ruangan, penataan alat
mainan, benda-benda yang ada di sekitar kita, perubahan benda (daun
muda menjadi daun tua lalu menjadi daun kering, dan sebagai berikut) cara
kerja benda (bola di dorong akan menggelinding, sedangkan kubus di
dorong akan menggeser), dan lingkungan non fisik berupa kebiasaan
orang- orang sekitar, suasana belajar (keramahan pendidik, pendidik yang
siap membantu) dan interaksi guru dan anak yang berkualitas. Karena itu
guru perlu menata lingkungan yang menarik, menciptakan yang menarik,
menciptakan suasana hubungan yang hangat dengan anak, dan hubungan
antar anak dan antar guru. Guru perlu memfasilitasianak untuk
mendapatkan pengalaman belajar di dalam dan di luarruangan secara
seimgang dengan menggunakan benda- benda yang ada di lingkungan
anak. Guru juga menanamkan kebiasaan baik, nilai- nilai agama dan moral
di setiap kesempatan selama anak di lembaga dengan cara yang
menyenangkan.
3. Merangsang munculnya kreatifitas dan inovasi
Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi kreatifitas yang sangat
tinggi. Karena itu berikan anak kesempatan untuk menggunakan bahan
dengan berbagai jenis, tekstur, bentuk, dan ukuran dalam kegiatan
permainannya, dan kesempatan untuk belajar tentang berbagai sifat dari
bahan-bahan, cara memainkan, bereksplorasi dan menemukan. Guru perlu
menghargai setiap kreasi anak apapun bentuknya sebagai wujud karya
21
kreatif mereka. Dengan kreatifitas, nantinya anak akan dapat memiliki
pribadi yang kreatif sehingga mereka dapat memecahkan persoalan
kehidupan dengan cara-cara yang kreatif.
Ide-ide kreatif dan inovatif
mereka dapat menunjang untuk menjadi seorang wirausaha yang dapat
meningkatkan perekonomian negara.
4. Mengembangkan kecakapan hidup anak
Kecakapan hidup merupakan suatu ketrampilan dasar yang perlu
dimiliki anak melalui pengembangan karakter, yang berguna bagi
kehidupannya kelak. Karakter yang
baik dapat dikembangkan dan
dipupuk sehingga menjadi modal bagi masa depannya kelak. Kecakapan
hidup diarahkan untuk membantu anak menjadi mandiri, tekun, bekerja
keras, disiplin, jujur, percaya diri, menghargai, kerjasama dan mampu
membangun hubungan dengan orang lain. Guru harus memberikan
kesempatan kepada anak melakukan sendiri kegiatan-kegiatan untuk
menolong dirinya (sesuai dengan kemampuan anak), misalnya membuka
sepatu dan meletakkan di tempatnya, membuka bungkus makanan,
mengancingkan baju sendiri, dan lain-lain.
5. Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan
sekitar
Sumber dan media belajar anak usia dini tidak terbatas pada alat dan
media hasil pabrikan, tetapi dapat menggunakan berbagai bahan dan alat
yang tersedia di lingkungan sepanjang tidak berbahaya bagi anak. Air,
tanah liat, pasir, batu-batuan, kerang, daun-daunan, ranting, karton, botolbotol bekas, perca kain, baju bekas, dan banyak benda lainnya dapat
dijadikan sebagai media belajar. Dengan menggunakan bahan dan benda
yang ada di sekitar anak, maka kepedulian anak terhadap lingkungan
terasah untuk ikut serta menjaga dan melestarikan lingkungan alam
sekitarnya. Sumber belajar juga tidak terbatas pada guru tetapi orangorang lain yang ada di sekitar kita. Misalnya anak dapat belajar tentang
22
tugas dan cara kerja petani, peternak, polisi, pak pos, dan lainnyadengan
cara mengunjungi tempat kerja mereka ke sekolah untuk menunjukkan
kepada anak bagaimana mereka bekerja dan menjadi sumber pengetahuan
serta inspirasi.
6. Stimulasi pendidikan bersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek
perkembangan
Saat
anak
melakukan
sesuatu,
sesungguhnya
ia
sedang
mengembangkan berbagai aspek perkembangan atau kecerdasannya.
Sebagai contoh saat anak makan, ia mengembangkan kemampuan bahasa
(kosa kata tentang nama bahan makanan, jenis makanan dan sebagai
berikut), gerakan motorik halus (memegang sendok), kemampuan kognitif
(membedakan jumlah makanan yang banyak dan sedikit), kemampuan
sosial emosional (duduk dengan tepat, saling berbagi, saling menghargai
keinginan teman), dan aspek moral (berdoa sebelum dan sesudah makan),
program pembelajaran dan kegiatan anak yang di kembangkan guru
seharusnya
ditujukan
untuk
mencapai
kematangan
semua
aspek
perkembangan.
Cendikawan dan sekaligus sebagai pengajar yang bersangkutan harus
menguasai.
Guru sebagai pengajar,pendidik dan juga agen pembaharuan dan
pembangunan masyarakat sebagai berikut :
a. Memiliki pengetahuan dan pengertian tentang pertumbuhan jiwa
manusia dari segala segi dan sendinya,baik proses belajar.
b. Memiliki pengetahuan dan pengertian alam dan masyarakat, yaitu
proses belajar khususnya.
c. Menguasainya sepenuhnya pengetahuan dan kepahaman tentang yang
diajarkan.
d. Memiliki secukupnya pengetahuan dan pengalaman tentang seni
mengajar.
23
4. Cerita
Dunia kehidupan anak-anak itu dapat berkaitan dengan lingkungan
keluarga, sekolah, dan luar sekolah.Kegiatan bercerita harus di usahakan menjadi
pengalaman bagi anak di Taman Kanak-Kanak yang bersifat unik dan menarik
yang menggantarkan perasaan anak dan memotivasi anak untuk mengikuti cerita
sampai tuntas. Dari pengertian di atas maka dapat di simpulkan bahwa yang di
maksud dengan cerita adalah menuturkan atau menyampaikan cerita secara lisan
kepada anak didik sehingga dengan cerita tersebut dapat di sampaikan pesanpesan yang baik. Dengan adanya proses belajar mengajar, maka metode cerita
merupakan suatu carayang di lakukan oleh guru untuk anak didiknya. Metode
bercerita merupakan suatu cara yang di lakukan oleh guru untuk menyampaikan
pesan atau materi pelajaran yang di sesuaikan dengan kondisi.
Tujuan metode bercerita adalah agar anak dapat membedakan perbuatan
yang baik dan buruk sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan seharihari.dengan bercerita guru dapat menanamkan nilai- nilai Islam pada anak didik,
seperti menunjukan perbedaan perbuatanbaik dan buruk serta ganjaran dari setiap
perbuatan. Melalui metode bercerita anak di harapkan dapat membedakan
perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk sehingga dapat di aplikasikan
dalam kehidupan sehari- hari.
Menurut Asnelli Ilyas bahwa tujuan metode cerita dalam pendidikan anak
adalah “menanamkan akhlak Islamiyah dan perasaan ketuhanan kepada anak
dengan harapan melalui pendidikan dapat menggugah anak untuk senantiasa
merenung dan berfikir sehingga dapat terwujud dalam hehidupan sehari- hari.”
Menurut Hapidin dan wanda Guranti, tujuan metode bercerita adalah
sebagaiberikut :
a. Melatih daya tangkap dan daya berpikir
b. Melatih daya konsentrasi
c. Membantu perkembangan fantasi
d. Menciptakan suasana menyenangkan di kelas.”12
Menurut Abdul Aziz Majid, tujuan metode bercerita adalah sebagai berikut :
a. Menghibur anak dan menyenangkan mereka dengan bercerita yang baik
12
Hapidin dan Wanda Guranti, Pedoman Perencanaan dan Evaluasi Pengajaran di
Taman Kanak-kanak, ( Jakarta; PGTK Darul Qolam, 1996. Hal.16
24
b. Membantu pengetahuan siswa secara umum
c. Mengembangkan imajinasi
d. Mendidik akhlak
e. Mengasah rasa.‟‟13
Sedangkan menurut Moeslichatoen R, bahwa tujuan metode bercerita
adalah “ salah satu cara yang di tempuh guru untuk member pengalaman belajar
agar anak memperoleh penguasaan isi cerita yang disampaikan lebih baik. Melalui
metode bercerita maka anak akan menyerapkan pesan–pesan yang di tuturkan
melalui kegiatan bercerita. Penuturan cerita yang sarat informasi atau nilai–nilai
dapat di hayati anak dan diterapkan dalam kehidupan sehari–hari.‟‟ 14 Dalam
kegiataan bercerita anak di bimbing untuk mengembangkan kemampuan untuk
mendengarkan cerita dari guru, degan jelas metode bercerita disajikan kepada
anak didik bertujuan agar mereka memahami, menghayati dan mengamalkan
ajaran–ajaran al Qur‟an dalam kehidupan sehari–hari dan menambahkan rasa cinta
anak–anak kepada Allah, Rosul dan Al-Qur‟an”.
5. Aspek-aspek dan teknik-teknik Metode bercerita
a. Aspek-aspek Bercerita
Salah satu unsur penting dalam seluruh rangkaian dalam
efektifitas yang di tempuh dalam upaya pembentukan moral anak
melalui cerita adalah memilih tema cerita yang baik untuk di
sampaikan kepada anak. Berikut ini beberapa definisi mengenai tema
adalah sebagai berikut:
Tema -tema yang terdapat di dalam cerita banyak dikenal oleh
masyarakat dan tidak semuanya baik untuk di ceritakan kepada anak anak. Secara teoritis ada beberapa aspek yang harus di pertimbangkan
13
Abdul Azis Majid, Mendidik dengan Cerita, ( Bandung; Remaja Rosda Karya 2002 )
hal.12
14
Moeslichatoen R. Meode Pengajaran di Taman Kanak-kanak ( Jakarta, PT. Asdi
Mahasatya 2004 ) hal.15
25
b. Aspek pedagogis (pendidikan)
Pertimbangan aspek pendidikan dalam memilih tema cerita
juga penting, sehingga dari tema cerita di peroleh dua keuntungan,
yaitu menghibur dan mendidik anak dalam waktu bersamaan.
Disinilah letak peran pencerita untuk dapat memilih tema cerita dan
menyampaikan pesan-pesan didaktis dalam cerita. Unsure mendidik,
baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam tema dongeng.
c. Aspek Psikologis
Mempertimbangkan aspek spikologis dalam memilih tema cerita
sangat membantu perkembangan jiwa anak. Mengigat anak adalah
manusia yang sedang berkembang. Maka secara kejiwaan tema cerita
pun di sesuaikan dengan kemampuan berfikir, kestabilan emosi,
kemampuan berbahasa serta tahap perkembangan pengetahuan anak
dalam menghayati cerita tersebutcerita yang baik dapat mempengaruhi
perkembangan anak.
d. Teknik-Teknik Bercerita
Cerita sebaiknya di berikan secara menarik dan membuka
kesempatan. Cerita sebaiknya di berikan secara menarik dan membuka
kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan
setelah guru selesai bercerita. Cerita akan lebih bermanfaat jika di
laksanakan sesuai dengan minat, kemampuan dan kebutuhan anak.
Adapun teknik penggunaan dari masing-masing bentuk metode
bercerita tersebu dapat di jelaskan sebagai berikut:
e. Bercerita dengan alat peraga
Dalam melaksanakan kegiatan digunakan alat paraga untuk
memberikan kepada anak didik suatu tanggapan yang tepat mengenai
hal-hal yang di dengar dalam suatu cerita:
26
f. Bercerita dengan alat peraga langsung
Alat peraga dalam pengertian ini adalah beberapa jenis hewan
atau benda- benda yang sebenarnya bukan tiruan atau berupa gambargambar. Penggunaan alat peraga langsung untuk memberikan kepada
anak suatu tanggapan yang tepat mengenai hal-hal yang di dengar
dalam cerita. Dalam bentuk cerita ini guru sebaiknya menggunakan
langkah-langkah sebagai berikut:
1) Alat peraga di perhatikan dan di perkenalkan terlebih dahulu pada
anak didik.
2) Guru menjelaskan dengan singkat melalui tanda tanya jawab
dengan mengenalkan objek yang akan di ceritakan.
3) Alat peraga kemudian disimpan sebelum guru bercerita dan
mengatur posisi duduk anak didik.
g. Bercerita dengan gambar
Bercerita dengan gambar hendaknya sesuai dengan tahap
perkembangan anak, isinya menarik, mudah di mengerti dan membawa
pesan, dalam hal pembentukan prilaku positif maupun pengembangan
kemampuan dasar. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam bercerita
dengan gambar adalah :
1)
Gambar harus jelas tidak terlalu kecil.
2)
Guru memperhatikan gambar tidak terlalu tinggi dan harus terlihat.
3)
Gambar yang digunakan harus menarik.
4)
Gambar yang ditutup setiap kali guru memulai kembali
h. Bercerita dengan mengunakan buku cerita
Bercerita dengan buku dilakukan dengan membaca sebuah buku
cerita bergambar. Dlama buku cerita bergambar biasanya terdapat
tulidsan kalimat-kalimat pendek yang menceritakan secara singkat
gambar tersebut. Kegiatan membacakan cerita ini dilakukan karena
kebanyakan anak usia pra-sekolah gemar akan cerita yang dibacakan oleh
27
guru atau orang dewasa lainnya. Ada dua hal yang harus diperhatikan
oleh guru dalam membacakan cerita, seperti:
1) Buku cerita dipegang dengan posisi yang dapat dilihat semua anak.
2) Ketika memegang buku guru tidak boleh melakukan gerakan-gerakan
seperti berceritatanpa alat peraga, inotasi dan nada serta mimik
gurulah yang berperan di samping gambar-gambar dan kalimatkalimat dalam buku untuk membantu fantasi anak.
i. Bercerita dengan alat peraga
Kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-kanak dapat
dilaksanakan dengan menggunakan metode jika tidak ada alat peraga
yang kongkrit. Dalam kegiatan berceritayang berperan adalah guru
dengan cara bercerita melalui ekpresi yang tepat. Dalam menggunakan
metode ini ada beberapa hal yang pelu diperhatkan di antaranya sebagai
berikut:
a. Guru harus menunjukan mimik muka, gerakan-gerakan tangan dan
kaki serta suara sebagai pencerminan penghayatan secara sungguh sungguh trhadap isi dan alur cerita.
b. Dalam bercerita harus menggunakan bahasa yang jelas, komunikasi
dan mudah dimengerti anak.
c. Sebelum bercerita aturlah posisi duduk anak dan guru.
6. Fungsi Metode Bercerita
Secara umum metode berfungsi sebagai pemberi atau cara yang sebaik
mungkin bagi pelaksanaan operasional dari ilmu pendidikan tersebut.
Bercerita bukan hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga merupakan
suatu cara yang dapat digunakan dalam mencapai sasaran–sasaran atau target
pendidikan. Metode bercerita dapat menjadikan suasana belajar menyenangkan
dan menggembirakan dengan penuh dorongan dan motivasi sehingga pelajaran
atau materi pendidikan itu dapat dengan mudah di berikan. Dalam hal ini penulis
ingin menyampaikan beberapa fungsi metode cerita antara lain:
28
a. Menanamkan nilai–nilai pendidikan yang baik
Melalui metode bercerita ini sedikit demi sedikit dapat di tanamkan
hal-hal yang baik kepada anak didik, dapat berupa cerita para rosul atau
umat-umat terdahulu yang memiliki kepatuhan dan keteladanan. Cerita
hendaknya di pilih dan disesuaikan dengan tujuan yang hendak di capai
dalam suatu pelajaran.
b. Dapat mengembangkan imajinasi anak
Kisah–kisah yang disajikan dalam sebuah cerita dapat membantu anak
didik dalam mengembangkan imajinasi mereka. Dengan hasil imajinasinya
diharapkan mereka mampu bertindak seperti tokoh-tokoh dalam cerita
yang disajikan oleh guru.
c. Membangkitkan rasa ingin tahu
Mengetahui hal–hal yang baik adalah harapan dari sebuah cerita
sehinnga rasa ingin tahu tersebut membuat anak berupaya memahami isi
cerita. Isi cerita yang di pahami tentu saja akan membawa pengaruh
terhadap anak didik dalam menentukan sikapnya.
d. Memahami konsep ajaran Islam secara emosional
Cerita yang bersumber dari Al-Qur‟an dan kisah-kisah keluarga
muslim di perdengarkan melalui cerita di harapkan anak didik tergerak
hatinya untuk mengetahui lebih banyak agamanya dan pada akhirnya
terdorong untuk beramal di jalan lurus.
Cerita adalah cara paling ampuh untuk menanamkan suatu gagasan atau
pikiran. Tampaknya sepele saja, tetapi cerita memiliki kekutan luar biasa. Di balik
negara besar, memang ada legenda atau cerita. Sebut saja bangsa Romawi dan
Yunani dengan kepahlawananya.Mahabrata dan ramayan dari India, Bangsa Cina
dengan Sam kok, dan Persia dengan 1001 malamnya.Dan yang tak kala menarik
hingga kini adalah Kisah Para Nabi yang ada hingga kini di dalam Al-quran.Kisah
nabi-nabi yang selalu kita baca di riwayat para Rassul.
Kekuatan cerita sudah sangat diakui menjadi cara yang paling ampuh pula
untuk mengajarkan nilai-nilai moral, budi pekerti, konsep sebab akibat, dan
konsep-konsep dunia lainnya. Kepada kita, kita masih ingat kisah si kancil yang
29
mengajarkan nilai moral dan kearifan loka. Memang akan jauh lebih mudah bagi
anak untuk memahami aturan dunia yang sederhana daripada mendengar begitu
banyak larangan atau aturan. Dari situ di ambil dan disimpulkan bahwa dengan
bercerita kita dapat menanamkan nilai-nilai apa yang kita tanamkan kepada anak
didik kita,
Dalam proses belajar mengajar, cerita merupakan salah satu metode yang
terbaik. Dengan adanya metode bercerita diharapkan menyentu jiwa jika didasari
dengan ketulusan hati yang mendalam. Metode bercerita ini diisyaratkan dalam
Al-Qur‟an :
Artinya : “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan
mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu
sebelum (kami mewahyukan) nya adalah Termasuk orang-orang yang
belum mengetahui.” ( Q.S. Yusuf [12] : 3 ).
Kandungan ayat ini mencerminkanbahwa cerita yang ada dalam Al-Qur‟an
merupakan cerita-cerita pilihan yang mengandung nilai pedagonis.Pertimbangan
aspek pendidikan dalam memilih tema cerita juga penting, sehingga dari tema
cerita di peroleh dua keuntungan, yaitu menghibur dan mendidik anak dalam
waktu bersamaan.Disinilah letak peran pencerita untuk dapat memilih tema cerita
dan menyampaikan pesan-pesan didaktis dalam cerita.Unsure mendidik, baik
secara langsung ataupun tidak langsung dalam tema dongeng.
7. Reward / panishment ( hadiah dan hukuman) di TK
Mengigat anak adalah manusia yang sedang berkembang. Maka secara
kejiwaan tema disesuaikan dengan kemampuan berfikir, kestabilan emosi,
kemampuan berbahasa serta tahap perkembangan pengetahuan anak dalam
menghayati cerita tersebut.
Untuk merangsang anak agar mau melakukan sesuatu biasanya seorang
guru melakukan upaya dengan memberikan hadiah atau reward berupa stempel
30
berbentuk gambar bintang sedangkan bagi yang tidak mau mengikuti aturan
maka akan di berikan sangsi berupa hukuman yang berbentuk membaca suratsurat pendek atau doa - doa sehari-hari.
D. Nilai-Nilai Keagamaan Di Taman Kanak-Kanak
Pendidikan agama Islam di prasekolah Islam mencakup gagasan untuk
perkembangan total pribadi anak. Pribadi Islami ini akan muncul hanya jika nilainilai agama dan pengetahuan Islam di gabungkan dengan program pelatihan dan
pendidikan anak secara total. Setiap aspek kehidupan pribadi harus di bimbing
oleh prinsip-prinsip abadi dalam Islam.
Kurikulum pelajaran Islam prasekolah di lengkapi dengan pembelajaran
yang lebih terfokus pada cara kehidupan dan prilaku Islami, dari pada pengajaran
dan pembelajaran menenai Islam sebagai salah satu bidang pelajaran. Guru harus
menggunakan cerita-cerita dan ilustrasi-ilustrasi dari sunah rosulullah sesering
mungkin, agar bisa di jadikan contoh untuk anak-anak.
1. Disiplin
Disiplin secara etimologi behasa berasal dari kata disciple
(disiplime) yang mempuyai makna mengajari atau mengikuti
pemimipin yang dihormati. Displin ialah suatu kondisi yang tercipta
dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang
menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan
dan ketertiban. Disiplin berati adanya kesediaan untuk memahami
peraturan-peraturan atau larangan yang telah ditetapkan. Kedisiplinan
adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan
perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Jadi disiplin adalah
kesediaan untuk taat terhadap peraturan atau tata tertib yang telah
diberlakukan dengan kesadaran tanpa adanya paksaan. Disiplin
mempunyai beberapa fungsi:
a. Disiplin memberi anak rasa aman dengan memberitahukan apa
yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
31
b. Disiplin membantu anak menghindari perasaan bersalah dan rasa
malu akibat yang salah.
c. Anak belajar bersikap menurut cara yang akan mendatangkan
pujian yang akan ditafsirkan anak sebagai tanda kasih sayang.
d. Disiplin menjadi motivasi pendorong kemauan yang akan
mendorong anak mencapai apa yang diharapkan dirinya Disiplin
membantu anak mengembangkan hati nurani, pembimbing dalam
pengambilan keputusan dan pengendalian perilaku. Pentingnya
menanamkan sikap disiplin apada anak sejak dini, sebagai mana
firman Allah dalam surat Al-Mujaadalah ayat 11 yang berbunyi:
         
           
          
Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah
niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan
apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah,
niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan
beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan.
2. Sopan Santun
Sopan santun kerap disebut good manner oleh para ahli
pendidikan, adalah adab atau etika yang kita pelihara ketika tengah
bersama-sama orang lain. Berhubung pada setiap interaksi dengan
masyarakat, dimana pun juga selalu ada semacam aturan-aturan yang
tidak tertulis. Semisal bagaimana menyapa orang yang lebih tua,
memanggil anak buah, menelpon seseorang, meminta tolong, makan di
meja makan dan lain-lain. Jelaslah bahwa sopan santun adalah modal
manusia bergaul. Kesopanan bersikap dan berprilaku merupakan
32
tuntutan universal dimanapun, kapanpun. Namun segala aturan tidak
tertulis yang berkenaan dengan interaksi di tengah masyarakat yang
kadangkala disebut etika ini ada pula yang bersifat amat khas dan
ditentukan oleh nilai-nilai masyarakat setempat. Contoh nyata akhlaqul
karimah umat Islam terpola dalam prilaku Rasulullah Saw sebagai
panutan umat (qudwah hasanah) semisal memberi salam pada orang
lain terlebih dahulu, menutup dengan tangan saat menguap, tidak
menolok-olok dan mengintip saat bertamu, mengucapkan alhamdulilah
saat bersin, dan lain-lain. Meningat sopan santun bukan merupakan
bawaan sejak lahir melainkan hasil didikan lingkungan terutama orang
tua, maka mulailah didik kesopanan sejak dini.
Dengan kesopan santunan anak akan dihormati dan mudah
diterima di lingkungannya. Permisi, maaf, tolong dan terima kasih
adalah empat kata kesopansantunan sehari-hari. Namun, jangan hanya
menuntut anak menggunakan empat kata tersebut, sementara orang tua
maupun pendidik sendiri jarang mencontohkannya. Pengajaran
tatakrama sebaiknya dimulai dari kehidupan sehari-hari dan dari hal
yang kecil. Anak dikenalkan mengenai aturan-aturan atau adab sopan.
Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Al-Hujurat ayat 13 yang
berbunyi:
         
            
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu
disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Berikut contoh yang perlu ditularkan kepada anak untuk
mengajarkan sopan santun:
33
a. Mengucapkan terima kasih jika diberi sesuatu atau ketika si prasekolah
dibawakan sesuatu baik oleh orang tua maupun orang lain. Sekaligus
mengajarkan menghargai jerih payah orang lain.
b. Mengucapkan "maaf" jika bersalah. Mengajarkan sportivitas dan
berani mengakui kesalahan.
c. Mengucapkan tolong ketika meminta diambilkan sesuatu.
d. Menyapa, memberi salam atau mengucapkan permisi jika bertemu
orang lain.
e. Mengajarkan
adab
menerima
telepon.
Sekaligus
mengajarkan
bagaimana berbudi bahasa yang baik.
f. Etiket makan yang baik, tidak sambil jalan-jalan atau melakukan
aktivitas lain. Sikap ketika makan di meja makan, tidak bersendawa
atau makan sambil ngobrol.
Langkah-langkah mengajarkan sopan santun pada anak sebagai
berikut: ajarkan satu keterampilan sosial dalam satu waktu, berikan
penghargaan atas kesuksesannya, toleransi yang proporsional, ingatkan
mereka jika lupa, dan jadilah contoh yang baik.
3. Sabar
Dalam kamus bahasa Indonesia sabar artinya tahan menderita
sesuatu, tidak lekas marah, tidak lekas patah hati dan tidak lekas putus asa.
Sabar menurut sufi ternama Dzun-nun Al-Mishri dalam Gattero, “Sabar
ialah menjauhi perselisihan, bersikap tenang dalam menghadapi cobaan
yang menyesakkan hati, dan menampakkan rasa kecukupan ketika ditimpa
kesusahan dalam kehidupan.‟‟ Anak harus didik tentang kesabaran dan
ketabahan. Allah Swt telah membuat kehidupan didunia ini sebuah rumah
berbagai cobaan. Manusia muncul dari berbagai cobaan satu untuk masuk
pada cobaan yang lain, dan dia diuji oleh keadaan yang menyenangkan dan
yang menyedihkan. Sabar merupakan bentuk ibadah yang diwajibkan bagi
setiap muslim oleh Al-Quran, sunnah, dan ijma para ulama. Perintah
menanamkan sikap sabar sebagaimana terdapat dalam Al-Quran surat AlBaqarah ayat 153 yang berbunyi:
34
           
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan
shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.
Faramax membagi sabar menjadi tiga kategori: sabar untuk
mentaati apa yang diperintahkan Allah, sabar untuk menahan diri dari
ketidaktaatan, dan sabar dalam menghadapi masalah-masalah dan
kesulitan-kesulitan. Orang tua dan pendidik harus mengajarkan dan
menanamkan sifat-sifat sabar pada anak-anak. Orang tua dan pendidik
harus mengingatkan anak-anak tentang pahala orang yang bersikap sabar.
4. Rendah Hati (tawadhu) Allah befirman sehubungan dengan tempat
persinggahan tawadhu‟ (rendah hati) ini, dalam surat Al-Furqon ayat
63 yang berbunyi:
        
   
Artinya : Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah)
orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati
dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka
mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
Sabar artinya, dengan tenang, berwibawa, rendah hati, tidak jahat,
tidak congkak dan sombong. Menurut Al-Hasan, mereka adalah orangorang yang berilmu dan bersikap lemah lembut. Rasulullah Shallallahu
Alaihi Wa Sallam senantiasa menunjukkan sikap tawadhu‟ kepada siapa
pun. Jika beliau melewati sekumpulan anak-anak kecil, maka beliau
mengucapkan salam kepada mereka. Ada seorang budak wanita yang
menggandeng tangan beliau menuju tempat yang dikehendakinya. Jika
beliau makan, maka beliau menjilat jari-jari tangannya tiga kali. Jika
berada di rumah, maka beliau mengerjakan tugas tugas keluarganya.
Manyanyangi anak-anak yatim, selalu mengucapkan salam terlebih dahulu
35
kepada mereka, memenuhi undangan siapa pun yang mengundangnya,
sekalipun untuk keperluan yang sangat ringan dan reman. Akhlak beliau
lembut, tabiat beliau mulia, pergaulan beliau baik, wajah senantiasa
berseri, mudah tersenyum, rendah hati namun tidak menghinakan diri,
dermawan tapi tidak boros, hatinya mudah tersentuh dan menyayangi
setiap orang Muslim dan siap melindungi mereka. Berikut ini adalah
sejumlah karakteristik atau ciri-ciri dari seseorang yang memiliki sifat
rendah hati: mau melayani, memandang setiap individu itu unik, istimewa
dan penting, mau mendengar dan menerima kritik, berani mengakui
kesalahan dan meminta maaf, lemah lembut dan penuh pengendalian diri,
mengutamakan kepentingan orang lain, dan rela memaafkan.
E. Kerangka Berfikir
Sikap keagamaan adalah perbuatan, tingkah laku, atau perangai yang
didasarkan kepada kepercayaan kepada Allah, dan merupakan ajaran atau nilainilai yang terkandung dalam agama yang dianutnya. Dalam agama Islam terdapat
tiga dimensi keagamaan yaitu aqidah, syariah, dan akhlak. Untuk siswa TK yang
berusia 5-6 tahun ide keagamaan dipengaruhi oleh faktor dari luar diri mereka.
Sehingga kebiasaan mereka pelajari dari orang tua maupun guru. Sikap
keagamaan yang tampak pada lingkungan Taman Kanak-kanak antara lain: jujur,
disiplin, sopan santun, sabar, dan rendah hati. Prestasi belajar adalah hasil dari
pekerjaan atau belajar yang diperoleh dengan keuletan bekerja, prestasi ini bisa
dinyatakan dengan perubahan tingkah laku yang terbagi dalam tiga ranah yaitu
kognitif, afektif, dan psikomotor. Pada jejang Taman Kanak-kanak Pendidikan
Agama Islam adalah satu satu mata pelajaran yang ada dalam kurikulum sekolah.
Pendidikan Agama Islam adalah usaha dalam pendidikan untuk mengubah tingkah
laku manusia yang berorientasi pada nilai-nilai agama. Dalam pelajaran
Pendidikan Agama Islam pendidikan akhlak atau sikap sangat penting diterapkan,
karena dengan akhlak atau sikap yang baik maka prestasi belajar siswa akan baik
juga. Berdasarkan kajian teoritis diatas tentang sikap keagamaan dan prestasi
belajar, maka sikap keagamaan dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.
36
Semakin tinggi dan bagus sikap kegamaan siswa maka prstasi belajarnya semakin
baik. Hipotesis Penelitian Bertolak dari apa yang telah dilakukan dalam mencari
landasan teori, peneliti memberikan jawaban sementara terkait dengan
permasalahan penelitian. Ada korelasi positif dan signifikan antara sikap
keagamaan dengan prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam
Tidak ada korelasi positif dan signifikan antara prestasi belajar siswa pada mata
pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan sikap keagamaan siswa.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian merupakan strategi umum yang dipakai dalam
pengumpulan dan analisis data yang di perlukan, guna menjawab permasalahan
yang dihadapi. Penggunaan metode ini untuk menentukan data yang valid,
akurat dan signifikan dengan permasalahan, sehingga dapat digunakan untuk
mengungkap masalah yang diteliti.
A Tempat dan waktu penelitian
Tempat penelitian ini adalah sekolah swasta yang terletak di pinggiran
daerah Bekasi yaitu Taman Kanak-kanak Qolbus Salim. Waktu penelitian ini
dilakukan pada tanggal 12 Pebruari 2012-05 Maret 2014.
B
Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian yang terdiri dari manusia,
tumbuhan-tumbuhan, dan peristiwa sebagai sumber data yang dimiliki
karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.1 Dalam penelitian ini populasinya
adalah guru TK Islam Qolbussalim.
Sample adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.2. Karena Populasi
dalam penulisan ini adalah Sekolah maka penulis mengambil kelas tempat
mengajar untuk Sampel dan beberapa orang guru.
Yang jadi populasi adalah 8 guru kemudiaan jumlah karyawan 8 orang
maka sampel penulis adalah selaku populasi.
C
Variabel Penelitian
Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu
penelitian.3 Dalam hal ini yang menjadi obyek penelitian adalah berdasarkan
judul yaitu Bagaimana Upaya Guru ini merupakan variabel bebas ( X), dan nilainilai agama sebagai variabel terikat ( Y ).
1
Sotisno Hadi, Metedologi Research, ( Yogyakarta: Andi ofset,1990, cet-1 ) hal 3
2 Suharsim Arikunto, Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek ( Jakarta: Rineka
Cipta,1998, cet-11 ) hal 117
3
Suharsim Arikunto, Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek ( Jakarta: Rineka
Cipta,1998, cet-11 ) hal 119
37
38
D Teknik dan Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang akurat, data yang diperlukan dalam hal
ilmiah, maka penulis memerlukan beberapa metode pengumpulan data yang tepat.
Adapun metode yang peneliti gunakan untuk data dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Observasi salah satu cara untuk memperoleh informasi melalui
pengamatan yang diteliti.
2. Wawancara dalam penelitian bertujuan mengumpulkan keterangan tentang
suatu masalah dari responden.
3. Angket metode untuk mengumpulkan data dari obyek yang telah
direncanakan melalui daftar pertanyaan tertulis yang disusun dan
disebarkan kepada guru dan anak.
Adapun dalam penyusunan skripsi ini penulis menggunakan metode
deskrptif analisis, yang ditunjang oleh data-data yang diperoleh melalui:
penelitian kepustakaan, yaitu penulis membaca buku-buku yang berkaitan dengan
topik yang penulis bahas atau relevan dengan judul penulis.
Penelitian lapangan, yaitu menghimpun data dan fakta dari obyek yang diteliti,
yaitu Taman Kanak-kanak Qolbussalim. Adapun cara pengumpulan dari
penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik-teknik: analis data yang
digunakan dalam penelitian ini “ analis Kualitatif”, dimana data hasil penelitian
diatas Peran Guru dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan , dilakukan analisa
deskritif dengan menggunakan rumus;
FJ
P = _______
NP
X 100%
Keterangan :
P = Persentase yang dicari
FJ = Frekunsi jawaban
N = Jumlah siswa atau sumber data
Penulisan skripsi ini menggunakan buku pedoman penulisan skripsi
Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Hidayatullah Jakarta 2011.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum TK Islam Qolbussalim
TK Islam Qolbussalim di bangun di atas tanah seluas 400 M2 pada tahun
2005, TK Islam Qolbussalim berada di wilayah Jl. Sasak Tiga RT 05/ 06 No.10
Desa Tridaya sakti
Kecamatan
Tambun Selatan. Bila di lihat dari segi
kenyamanan proses belajar mengajar, di Taman Kanak-kanak
Islam Qolbus
Salim memiliki gedung yang letaknya dekat dengan rumah penduduk, kondisi
jalan yang strategis dengan arah kendaraan, pekarangan yang luas dengan pagar
besi dan taman bermain anak yang ditata dengan baik. Taman Knak-kanak Islam
Qolbus Salim diresmikan pada tanggal 20 juli 2005
berdasarkan surat ijin
keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan tambun selatan No.
422/004/sktk/2005.
Tujuan didirikannya TK Islam Qolbussalim yaitu untuk : Mencerdaskan dan
mendidik anak- anak usia dini agar kelak berguna bagi bangsadan Negara serta
menjadikan generasi penerus yang berkualitas.Menanamkan dasar-dasar nilai
keagamaan untuk selalu bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlakul
karimah. Setelah perjalanan yang pasti maka sekolah Taman Kanak-kanak Islam
ini mengangkat sekolah-sekolah islam terutama Taman Kanak-kanak Islam yang
berada di sekitar wilayah Tridaya Sakti Tambun Selatan, yang berpandangan
bahwa sekolah islam itu terbelakang dalam kualitasnya. Sekarang menjadi yang
baik yang insyallah akan menjadi yang terbaik di sekitarnya.
39
40
Tabel 1
Adapun investaris sekolah yang di miliki oleh TK Islam Qolbussalim ,yaitu
NO
SARANA DAN PRASARANA
JUMLAH
KONDISI
1.
Kursi anak
80
Baik
2.
Meja
80
Baik
3.
Ruang Kelas
5
Baik
4.
Kantor
4
Baik
5.
Ruang Bermain
2
Baik
6.
Mainan
9
Baik
7.
Gudang
1
Baik
8.
Aula
1
Baik
Tabel 2
Nama- nama Guru TK Islam Qolbussalim
NO
Nama Guru
Tanggal lahir
Pendidikan
terakhir
1.
Saidah Rosidah. S.pd.i
Bks, 02-05-74
S2
2.
Rusilah Rosyani
Bks, 07-03-73
D11
3.
Siti Aminah.H
Plores, 20-02-65
D1
4.
Nursih.S.pd.i
Bks, 02-04-75
S1
5.
Yayah Royanah
Bks, 30-07-65
SPG
6.
Karmilah
Bks, 08-08-83
D11
7.
Lilis Herlawati
Bks, 15-02-91
D1
8.
Syaripah
Bks, 08-09-80
D11
9.
Siti fatimah
Bks, 02-06-96
Smu
10.
Jumaroh
Bks, 26-04-93
smu
41
Tabel 3
Keadaan murid
NO
Rombongan Belajar
Jmlh kelas
Siswa
L
P
Jumlah
1.
Kelas Play Grop
1
5
12
17
2.
Kelas A1
1
9
10
19
3.
Kelas A11
1
8
11
19
4.
Kelas B1
1
8
8
16
5.
Kelas B2
1
7
13
20
6.
Kelas B3
1
9
11
20
7.
Kelas B4
1
13
7
20
8.
Kelas B5
1
14
10
24
B. Keadaan Pegawai
1.
Pegawai Administrasi : 1 orang
Untuk teraturnya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, TK Islam
Qolbussalim memiliki administrasi sekolah sebagai berikut :
a. Pedoman Pengajaran. ( Kurikulum TK Standar Kompetensi 2004 )
b. Program Tahunan. (Kegiatan Belajar Mengajar Dalam Satu Tahun)
c. Program Semester. (Semester I dan II Berdasarkan Pengelompokkan
Tema)
d. Program Mingguan (SKM)
e. Program Harian (SKH)
f. Buku Induk Siswa
g. Buku Keterangan Siswa Baru
h. Surat Masuk dan Surat Keluar
i. Buku Administrasi Siswa
j. Buku Inventaris Kelas
k. Buku Notulen Rapat
42
2. Pegawai sekolah : 1 orang
Sebagaimana yang telah penulis sampaikan pada bab sebelumnya bahwa
salah satu tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan angket, untuk memperoleh data mengenai upaya guru dalam
menanamkan nilai-nilai keagamaan di Taman Kanak-kanak Islam Qolbus Salim
Dalam penelitian di sebuah lembaga pendidikan Sekolah Taman KanakKanak Islam Qolbussalim, penulis mengamati materi dan metedologi pendidikan
yang di berikan kepada anak dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kemudian penlis menggunakan wawancara dengan guru kelas tentang
pendidikan agama Islam yang di ajarkan kepada anak didik di sekolah dengan
tujuan agar membentuk nilai- nilai keagamaan yang baik dalam kehidupan seharihari. Sebelum penelitian dilakukan terlebih dahulu peneliti mengadakan kegiatan
persiapan sebagai berikut:
Memilih masalah yang akan diteliti dan merumuskannya dalam bentuk judul
penelitian. Judul penelitian tersebut diajukan kepada ketua program studi
pendidikan agama Islam.
C Deskripsi Data
Sebagaimana yang telah penulis sampaikan pada bab sebelumnya bahwa
salah satu tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
menggunakan angket, untuk memperoleh data mengenai upaya guru dalam
menanamkan nilai-nilai keagamaan di sekolah TK Islam Qolbussalim di Bekasi.
Data yang menjadi sampel adalah 8 orang guru di Taman Kanak – kanak
tersebut.
Angket tersebut terdiri dari dua variabel X mengenai upaya guru dan
variabel Y yaitu menanamkan nilai keagamaan di sekolah, yang masing – masing
berjumlah 10 pertanyaan.
43
Tabel 4
Mengucapkan salam sebelum kegiatan belajar mengajar di mulai yang
di lakukan oleh guru
Pertanyaan
Alternatif jawaban
F
%
Apakah ibu guru
a. Selalu
7
99,9
mengucapkan salam
b. Sering
1
0,1
sebelum kegiatan belajar
c. Kadang- kadang
mengajar di mulai
d. Tidak pernah
Jumlah
Pada
tabel
diatas
dapat diketahui
Keterangan
0
0
8
99,9 %
100
para guru selalu
mengucapkan salam sebelum kegiatan belajar di mulai. Dalam kegiatan belajar
mengajar ada pembuka, inti dan penutup pelajaran, guru harus trampil dalam hal
ini agar pembelajaran berlangsung dengan lancar. Setiap mulai mengajar guru
senantiasa selalu mengucapkan salam, karena dengan salam segala sesuatu akan
dimulai dengan hal yang baik. Karena salam membuka pahala untuk semua.
Dengan ini para guru dapat menanamkan nilai keagamaan kepada siswa
bagaimana segala sesuatu dimulai dengan mengucapkan salam. Secara langsung
maupun tidak langsung seorang anak akan mulai terbiasa bila mengucapkan salam
itu sangat baik dan berpahala. Nilai-nilai yang di ajarkan dalam mengucapkan
salam adalah nilai yang berpengaruh terhadap perkembangan sikap seorang anak
yang dapat membawa pada tingkah lakunya kelak
44
Tabel 5
Menanamkan kebiasaan berbuat baik
Pertayaan
Alternatif jawaban
F
%
Apakah ibu guru
a. Selalu
1
11,3
menyarankan agar siswa
b. Sering
5
66,6
menanamkan kebiasaan
c. Kadang-
2
22,1
0
0
8
100
yang selalu ingin berbuat
baik kepada orang lain
kadang
Keteragan
d. Tidak pernah
Jumlah
Pada tabel diatas diketahui 66,6 % guru menyarankan siswa untuk selalu
berbuat baik. Berbuat baik kepada orang lain ditanamkan dari sejak dini. Kepada
orang tua, guru dan antar teman. Perbuatan ini menjadikan siswa untuk berhatihati dalam bertindak agar tidak menyakiti orang lain. Pada tabel ini siswa dapat
memahami bagaimana sikap yang seharusnya diperbuat terhadap sesama umat
manusia. Nilai yang ditanamkan pada siswa akan dapat diambil contoh dari
lingkungan sekolah, rumah, tempat tinggal dan yang paling utama adalah sikap
dari kedua orangtuanya.
Tabel 6
Minta maaf bila melakukan kesalahan
Pertayaan
Alterntif jawaban
F
%
Apakah ibu guru
a. Selalu
5
66,6
menganjurkan untuk
b. Sering
1
11,3
minta maaf bila
c. Kadang-kadang
2
22,1
melakukan kesalahan
d. Tidak pernah
0
0
8
100
kepada orang lain
Jumlah
Keterangan
45
Pada tabel di atas diketahui 66,6 % guru menyarankan untuk minta maaf
bila melakukan kesalahan kepada orang lain. Sifat ini sangat baik dimana anak
menyadari kesalahannya, tidak egois atau menang sendiri, lapang dada. Nilai yang
ditanamkan pada seorang siswa secara langsung diberikan dan dapat dirasakan
oleh siswa tersebut. Karena penanaman nilai secara langsung dirasakan oleh siswa
tersebut. Sikap yang baik dan terpuji di mana kesalahan tidak hanya menimbulkan
permusuhan, melaikan dapat menanamkan sikap budi pekerti yang baik.
Tabel 7
Menerima maaf seseorang bila ia berbuat salah
Pertayaan
Apakah
ibu
Alternatif jawaban
F
%
guru
a. Selalu
3
38,95
siswa
b. Sering
2
22,1
untuk menerima maaf
c. Kadang- kadang
3
38,95
seseorang bila ia berbuat
d. Tidak pernah
0
0
8
100
menganjurkan
Keterangan
salah
Jumlah
Pada tabel diatas diketahui bahwa 38,95 % guru menganjurkan siswa
untuk menerima maaf dari orang lain menjadi orang pemaaf juga merupakan
prilaku yang baik. Contoh yang dapat di ambil dari menerima maaf tersebut
seperti perilaku nabi kita nabi Muhammad saw. Di mana beliau menerima maaf
dari para musuh-musuhnya serta dengan tulus ikhlas. Nilai-nilai keagamaan yang
dicontohkan oleh nabi kita dapat kita berikan kepada siswa-siswa bahwa dengan
menerima maaf tersebut menjadikan kita sebagai para muslim untuk selalu
bersikap rendah hati dan ikhlas.
46
Tabel 8
Kasih sayang kepada orang tua atau teman
Pertayaan
Pernahkah ibu guru
Alternatif jawaban
a. Selalu
F
2
%
22,1
bercerita kepada siswa
b. Sering
4
55,8
berhubungan dengan
c. Kadang- kadang
2
22,1
kasih sayang terhadap
d. Tidak pernah
0
0
Keterangan
orang tua atau teman
Jumlah
8
100
Pada tabel di atas di ketahui bahwa 55,8 % guru menceritakan kepada
siswa tentang kasih sayang kepada orang lain. Di tanam dari diri siswa
mempunyai rasa kasih sayang tidak semena-mena terhadap orang lain. Pada
pertanyaan tersebut kita dapat menjelaskan bagaimana sikap orangtua kita dari
dalam kandungan hingga kita beser tetap sayang kepada anaknya. Hal ini
menunjukkan seperti kata peribahasa menggatakan bahwa kasih sayang orangtua
sepanjang masa, sedanglkan kasih sayang seorang anak hanya sebatas jalan. Nilainilai yang terkandung dalam hal ini dapat membentuk seorang siswa memberikan
kasih sayangnya kepada orangtua, teman, guru, sahabat, dan handaitaulannya.
Tabel 9
Guru menciptakan suasana sekolah supaya berhasilnya proses belajar mengajar
Pertayaan
Alternatif jawaban
F
%
Apakah ibu guru
a. Selalu
5
66,6
menciptakan suasana
b. Sering
3
33,4
sekolah yang baik guna
c. Kadang-kadang
0
0
menunjang berhasilnya
d. Tidak pernah
0
0
Jumlah
8
100
proses belajar mengajar
Keterangan
47
Pada tabel di atas dapat diketahui 66,6 % para guru menciptakan suasana
sekolah yang baik. Guru menciptakan suasana sekolah yang baik untuk
berhasilnya proses belajar mengajar hal ini sangat penting dan sangat menunjang.
Pada tabel tersebut dinyatakan suasana belajar yang nyaman serta bersih
merupakan pendidikan yang baik kepada siswa, dikarenakan bila suasana yang
kurang baik tidak saja membuat kurang nyaman siswa untuk memulai pelajaran.
Nilai-nilai yang dikembangkan menunjukkan bahwa sebagian keindahaan adalah
separuh dari iman. Siswa-siswa akan merasakan bahwa suasana disekolah sama
seperti suasana pada rumahnya.
Tabel 10
Kehadiran bapak atau ibu guru kesekolah setiap hari
Pertayaan
Alternatif jawaban
F
%
Apakah ibu guru hadir
a. Selalu
2
22,1
disekolah setiap hari
b. Sering
6
77,9
c. Kadang-kadang
0
0
d. Tidak sering
0
0
8
100
Jumlah
Pada tabel diatas dapat diketahui
77,9 %
Keterangan
guru sering hadir disekolah
setiap hari. Hal ini menandakan guru memberikan contoh yang baik dan menjadi
tauladan untuk anak didik merupakan kedisiplinan waktu. Para guru selalu
berusaha untuk hadir kesekolah ini menunjukkan bahwa siswa dapat menilai
bagaimana seorang guru berusaha tepat waktunya untuk selalu datang kesekolah.
Nilai-nilai yang terkandung didalamnya dapat menjadi contoh bagaimana seorang
siswa menilai gurunya bahwa kehadiran di sekolah dapat menghasilkan suatu ilmu
yang bermanfaat untuk akhirnya kelak.
48
Tabel 11
Kedatangan guru tepat pada waktu
Pertayaan
Alterntif jawaban
F
%
Apakah ibu guru selalu
a. Selalu
6
77,9
datang tepat waktu
b. Sering
2
22,1
c. Kadang- kadang
0
0
d. Tidak pernah
0
0
8
100
Jumlah
Keterangan
Pada tabel di atas diketahui 77,9 % selalu datang tepat waktu. Guru
merupakan sosok yang di tiru oleh muridnya. Apabila guru tersebut melakukan
sedikit saja kesalahan akan
berakibat fatal. Secara langsung guru telah
mengajarkan pada murid untuk selalu menghargai waktu. Banyak waktu-waktu
yang dapat diisi dengan berbagai kegiatan. Seorang siswa akan menghargai waktu
yang telah diberikan oleh gurunya untuk mengisi berbagai macam kegiatan. Nilai
– nilai yang ditanamkan pada siswa dapat diambil berbagai sudut pandangan yang
positip, dimana seoarang guru telah mengajarkan untuk siswa nya harga sangat
baik menanamkan datang tepat pada waktunya.
Tabel 12
Guru menghargai, mencintai dan menjaga tugas dan tanggung jawabnya
Pertayaan
Alternatif jawaban
F
%
Apakah ibu guru
a. Selalu
7
99,9
mencintai, menghargai
b. Sering
1
0,1
dan meningkatkan
c. Kadang- kadang
0
0
tugas dan tanggung
d. Tidak pernah
0
0
8
100
jawabnya
Jumlah
Keterangan
49
Pada tabel diatas diketahui
99,9 % selalu guru mencintai tugas dan
tanggung jawabnya sebagai profesi. Menjadi guru tidaklah mudah ia harus
mencintai, menghargai, menjaga meningkatkan tugas dan tanggung jawabnya,
seoarang guru akan menjadi contoh yang sangat ditiru oleh muridnya. Mencintai,
menyayangi seoarng murid dan menjadikan, membentuk seorang murid yang baik
jauh lebih sulit di banding untuk mengajarkannya. Menyanyangi seorang murid
serta mendidiknya dengan penuh cinta kasih membutuhkan perhatian khusus.
Seorang guru akan di contoh, diguguh dan ditiru. Nilai- nilai yang ditanamkan
pada siswa adalah bahwa sangat baik adalah kita sebagai umat manusia adalah
untuk saling menyanyangi sesama makhluk ciptaan Allah.
Tabel 13
Keterampilan guru dalam membentuk perencanaan pembelajaran
sesuai program
Pertayaan
Alterntif jawaban
F
%
Apakah ibu guru trampil
a. Selalu
6
77,9
membentuk perencanaan
b. Sering
2
22,1
pembelajaran yang sesuai
c. Kadang –
0
0
0
0
8
100
dengan program dan
kebutuhan siswa
kadang
d. Tidak pernah
Jumlah
Pada tabel diatas diketahui
Keterangan
77,9 % guru membentuk perencanaan
pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Bahwa mengajar itu yang menjadi
pedoman adalah mengerti dan mengetahui administrasi guru dan ini perlu untuk
menunjang proses belajar mengajar agar lebih efektif. Seoarng guru harus bisa
memberikan pembelajaran yang sangat menyenangkan. Di tahun pembelajaran
yang setiap tahunnya berubah-ubah membuat siswa banyak yang terbebani. Tetapi
dengan kepiawaiannya seorang guru dapat membuat perencanaan dan
pembelajaran yang sangat di senangi dan dikuasainya. Keterampilan yang dimiliki
seorang guru sangat membantu dalam proses pembelajan. Seorang guru banyak
50
memperoleh kerampilan yang didapat dari pengalamannya sebagai guru. Nilan nilai yang terkandung di dalam ini dapat membuat seorang siswa trampil dan
dapat pula seorang siswa menghasilkan suatu karya yang dibanggakannya.
Tabel 14
Guru dalam berbicara atau menyampaikan materi pelajaran harus sopan
Pertayaan
Alternatif jawaban
F
%
Apakah ibu guru berbicara
a. Selalu
7
99,9
atau meyampaikan materi
b. Sering
1
0,1
pelajaran dengan sopan
c. Kadang –
0
0
0
0
8
100
kepada semua siswa
kadang
Ketrangan
d. Tidak pernah
Jumlah
Pada tabel diatas diketahui
99,9 % guru berbicara sopan kepada semua
siswa. Hal ini untuk menanamkan kepada setiap siswa untuk selalu bertutur kata
dan bersikap sopan dan santun dalam kehidupan. Seorang guru akan senantiasa
untuk berbuat yang lebih baik lagi. Berbicara sopan merupakan suatu yang dapat
menimbulkan kebanggaan, dikarenaka guru merupakan sosok yang ditiru, di
guguh dan contoh. Bila seorang guru tidak memberikan contoh kesopanan
bagaimana ia akan dapat menjadi tokoh yang disukai oleh murid muridnya..
Dalam hal ini guru merupakan hal yang patuh dipelajarinya. Kesopanan akan
menjadikannya patuh untuk diteladani oleh murid-muridnya. Nilai-nilai yang
dikandung dalam hal ini adalah bahwa setiap perbuatab yang di perbuat oleh guru
dapat menimbulkan pro dan kontra untuk murid muridnya. Bila seorang guru
selalu berbuat tidak sopan maka ia akan dijauhi oleh murid-muridnya. Tetapi bila
ia seorang yang sopan dan ramah, maka menjadi seorang guru yang patuh untuk
hormati dan disegani.
Pada bab sebelumnya mengenai deskripsi dan analisa data, penulis
mengambil kesimpulan diatas bahwa pendidikan islam adalah wajib untuk seluruh
muslim. Nilai-nilai keislaman itu harus dimiliki oleh semua pihak baik dari kecil
51
hingga dewasa. Nilai-nilai yang didapat oleh seorang anak dapat dilihat dari
beberapa faktor tertentu. Ada dari rumah, dari lingkunganya, ataupun dari yang
ada disekitarnya. Nilai-nilai keagamaan akan timbul bila dari kedua pihak saling
bekerjasama.
Berkaitan dengan tabel–tabel di atas figure guru sangat di harapkan oleh
masyarakat. Pintar dalam ilmu pengetahuan, memiliki wawasan yang luas,
terampil dalam metode, penguasaan kelas, media yang menunjang, prilaku dan
sikap yang jadi contoh para siswa. Sabar, penyayang, mengerti keadaan siswa,
berpenampilan sederhana, disegani, di harapkannya kehadirannya di sekolah.
Menjadi guru tidaklah mudah, semua benar- benar timbul dari hati bukan
karena yang lain. Dari hatilah terdapat rasa mencintai pekerjaannya, tanggung
jawab,
solidaritas
tinggi,
disiplin
dan
pengabdian
yang
tinggi.Tidak
mengharapkan sesuatu yang lain. Ada kepuasan bila anak didik berhasil dengan
baik, mendapat pekerjaan yang layak menunjang untuk masa depan.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan bab-bab di atas, berikut akan dijelaskan beberapa
pokok persoalan yang dapat diambil sebagai kesimpulan pembahasan ini yaitu
sebagai berikut.
1. Nilai-nilai keagamaan Islam adalah suatu cara atau metode pada
pemberian arahan yang bertujuan untuk membentuk seseorang
memiliki jiwa dan berkarakter Islami.
a. Iman
2. Upaya
b. Islam
yang
dilakukan
c. Ikhsan
guru
dalam
meningkatkan
nilai-nilai
keagamaan.
a. Pembiasaan
b. Keteladanan
c. Pengajaran
d. Cerita
3. Metode pengajaran nilai yang terkandung dalam nilai-nilai keagamaan
adalah metode cerita pada pemberian arahan yang bertujuan untuk
pembentukan seseorang memiliki jiwa dan karakter Islam.
B. Saran - Saran.
Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis mencoba memberikan saran
yang munkin bisa bermanfaat, antara lain :
1. Hendaknya seorang pendidik dan orang tua menjadi suritauladan yang
baik untuk anak dalam membentuk generasi penerus yang berakhlakul
karimah.
2. Peran orang tua dalam melindungi serta memasukkan anak-anaknya
kesebuah lembaga pendidikan formal di sekolah, merupakan langkah awal
52
53
dalam proses kepedulian terhadap anak dalam hal pembentukan perilaku
serta proses bersosialisasi sesuai dengan ajaran-ajaran agama islam.
3. Hendaknya para pendidik
dalam
memberikan materi serta metode
pendidikan agama islam harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak,
sehingga anak terjadinya penyimpangan perilaku maupun sosial dalam
proses pembelajaran di sekolah.
4. Bagi orang-orang yang sering berinteraksi dengan anak-anak, hendaknya
terus memotivasi anak dalam pencapaian pengembangannya baik dalam
pembentukan perilaku maupun perkembangan kemampuan dasar.
5. Bagi peneliti selanjutnya, semoga penelitian ini dapat menjadi dasar untuk
penelitian selanjutnya dengan tinjauan yang lebih mendalam.
C. Untuk Kepala Sekolah
Kepala sekolah juga diharapkan untuk lebih memberikan dorongan dan
kesempatan dalam meningkatkan KBM, dengan lebih sering lagi mengikutkan
para guru untuk lebih memperdalam kegiatan keagamaan.
Juga mengadakan kegiatan yang menampilkan kreasi anak-anak yang
islami seperti pertunjukan drama tentang ketauladanan para shahabat Nabi, puisi,
seni tari dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
AL.Quran dan Terjemahan Departemen Agama Republik Indonesia
Anwar, Rosihan, Ulumi Quran (Bandung: Pusaka Setia, 2000), cet- 1.
Arifin. Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan
Pendekatan Interdispliner (Jakarta:Bumi Aksara,1994), cet-3) hal 224
______, Pokok-pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama di
Sekolah dan diluar Sekolah, (Jakarta, Bulan Bintang, 1976)
Aziz, Abdul, Masjid Mendidik Dengan Cerita, Bandung: Remaja Rosda Karya
2002
Arikunto, Suharsim, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta:
Rineka Cipta, 1998), cet-11
Darajat Zakiyah, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara), 1996.
_____________ , Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta, Bulan Bintang, 1979).
D.Ahmad Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, ( Bandung: PT. Al
Ma’rif 1986) Cet ke 6.
Hadi Sotisno, Metedologi Research, (Yogyakarta: Andi ofset,1990), cet-1
Kamus Bahasa Indonesia W.J.S. Poerwadarmita Pusat Bahasa Indonesia
Departement Pendidikan Nasional, Edisi 3
Nata Abudin , Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Logos, 2001)
Shidiq Sapiuddin ,Tarikh, Sejarah Perbankan Hukum Islam (Jakarta: AMRI,
2005) cet ke 1
R Moeslichatoen, Metode Pengajaran Di Taman Kanak – Kanak, (Jakarta: PT.
Asdi Mahasatya, 2004)
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam ( Jakarta : Kalam Mlia, 1994 ) hal 1
54
55
Walgito Bimo , Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, (Yogyakarta: Andi
Offset, 1995)
Wanda dan Hapidin Guranti, Pedoman Perencana Dan Evaluasi Pengajaran Di
Taman Kanak-Kanak, (Jakarta: PGTK Darul Qolam,1996)
YunusMahmud, Metode Khusus pendidikan Agama (Jakarta: PT,Hidakarya
Agung,1983)
Zharini , Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara,1995) Cet ke 2.
Pengolahan Data
Obyek penelitian ini adalah sekolah Taman Kanak-kanak Qolbus Salim di
wilayah Bekasi.
Denah Kelas TK Islam Qolbus Salim
Papan Tulis
Loker anak
Lemari
Loker anak
Rak Sepatu
Meja Belajar
Karpet
Meja Belajar
Meja Guru
HASIL OBSERVASI
Profil Sekolah TK Islam Qolbus Salim
Nama TK
: TK Islam Qolbus Salim
Status TK
: Swasta
Alamat jalan
: Kp.Sasak Tiga Rt.05/06 no.10
Kecamatan
: Tambun Selatan
Kabupaten
: Bekasi 17518
No. Telp yang dapat dihubungi: 021 8830739, 081317246460
Nama Yayasan (bagi Swasta) : Qolbussalim
NSS/NIS/NDS/NPSP
: 007306
Jenjang Akreditas
: Akreditasi A
Tahun Pendirian
: 2000
Tahun Beroperasi
: 2001/2002
Kepemilikan tanah (Swasta) : Pribadi
Status Tanah
: Akte Jual Beli
Luas Tanah
: 410 m2
Status Bangunan
: Yayasan
Luas Seluruh Bangunan
: 250 m2
Visi Misi dan Tujuan
Visi :
Mendidik anak sejak dini, agar menjadi generasi islami yang berakhlak dan
berilmu.
Misi dan Tujuan Sekolah :
a. Menyelengarakan pendidikan yang
berkualiatas dengan biaya terjangkau
dalam mendukung usaha pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
b. Memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik dan orang
tua.
c. Melakukan pembinaan pada peserta didik untuk memasuki pendidikan dasar.
d. Meningkatkan kualitas tenaga kependidikan yang berwawasan Islami.
e. Meningkat sarana prasarana pendidikan
Sarana dan Prasarana
TK Islam Qolbussalim memiliki gedung sendiri dan mempunyai
kapasitas ruang yang terdiri dari :
a. Gedung/ ruang belajar luas dan nyaman
b. Ruang belajar dengan kipas angin
c. Tempat bermain out door dan in door
d. Tempat tunggu pengantar siswa siswa
e. Tempat parkir
f. Meja dan kursi siswa
g. Ruang kantor
h. Data sarana dan prasarana
HASIL WAWANCARA DENGAN GURU DI TK ISLAM QOLBUSSALIM
TAMBUN SELATAN
Nama Guru
: Nursih S.Pd.I
Jabatan
: Guru
Tempat dan Waktu
: Ruang kelas B5, hari jum’at 05 Mei 2013
1. Sebagai guru dalam kegiatan di sekolah, saya mempunyai kewajiban
untuk dapat memantau bagaimana perkembangan murid-murid saya untuk
dapat sejauh mana menyerap materi-materi yang diterapkan di Sekolah TK
Islam Qolbussalim baik yang berupa baca, tulis dan berhitung sampai
dengan pola karakter tiap-tiap murid.
2. Dalam keseharian dimana tiap-tiap murid tidak lepas dari orang tua yang
selalu mengantar anak-anaknya, maka saya pun dapat melakukan
pendekatan dengan orang tua murid untuk dapat tahu lagi sejauh mana
perkembangan murid
3. Dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah pun, saya bersama
teman-teman guru yang lain mencoba memaksimalkan, bagaimana
mengembangkan baik yang bersifat kretifitas anak-anak sampai pada
penanaman nilai-nilai.
Penanaman nilai-nilai disini misalnya penanaman nilai-nilai agama seperti
berbuat baik, jujur tidak bohong, pandai dan berani, kita bercerita dengan contoh
mengambil kisah ketauladanan para Nabi dan Rosul serta perjuangan para Sahabat
Rosul, anak-anak senang akan cerita dan mereka pun akan dengan mudah
menyerap dan memahami maksud yang disampaikan.
Sekolah pun suka mendatangkan atau mengundang pendongeng, pada
saat-saat atau acara tertentu. Yang dengan senangnya anak-anak merespon,
bahkan sampai selesainya acara, anak akan teringat dan bahkan mengidolakan
satu karakter.
Audio Visual ada juga disediakan pasilitas tersebut, tetapi jarang di
gunakan.
YANG MEWAWANCARAI
SYARIPAH
809011000217
ANGKET ORANG TUA SISWA
TK. ISLAM QOLBUS SALIM
I. Identitas Responden
1. Nama
: Nurul
2. Usia
: 45 Tahun
3. Pendidikan Akhir
: Aliyah
4. Pekerjaan
: Ibu Rumah ta ngga
II. Petunjuk Pengisian
Di bawah ini tertera
beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan sikap guru di TK.
Islam Qolbus Salim.
Berilah tanda ceklis (√) pada kolam yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
Ya
KadangTidak
kadang
Selalu Sering Selalu Sering Selalu Sering
No
Pertanyaan
1.
Apakah ibu guru mengucapkan
salam sebelum kegiatan belajar
√
mengajar di mulai
2.
Apakah ibu guru menyarankan agar
siswa menanamkan kebiasaan yang
selalu ingin berbuat baik kepada
√
orang lain
3.
Apakah
ibu guru menganjurkan
untuk minta maaf bila melakukan
√
kesalahan kepada orang lain
4.
Apakah ibu guru menganjurkan
siswa
untuk
menerima
√
maaf
seseorang bila ia berbuat salah
5.
Pernahkah
ibu guru bercerita
kepada siswa berhubungan dengan
kasih sayang terhadap orang tua atau
teman
√
6.
Apakah
ibu guru menciptakan
suasana sekolah yang baik guna
menunjang
berhasilnya
√
proses
belajar mengajar
7.
Apakah ibu guru hadir disekolah
√
setiap hari
8.
Apakah ibu guru selalu datang tepat
√
waktu
9.
Apakah
ibu guru
menghargai
mencintai,
dan meningkatkan
√
tugas dan tanggung jawabnya
10. Apakah
ibu
guru
membentuk
trampil
perencanaan
√
pembelajaran yang sesuai dengan
program dan kebutuhan siswa
11. Apakah
ibu guru berbicara atau
meyampaikan
materi
pelajaran
dengan sopan kepada semua siswa
√
BIODATA PENULIS
Nama
: Syaripah
Tempat/Tanggal lahir : Bekasi, 08 September 1980
Agama
: Islam
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Kompas Indah Gg. Damai Rt. 003/03 Kel.
Mekarsari Kec. Tambun Selatan Bekasi
Ijazah Terakhir
: D-II PGSD STAI Darul Qolam Bekasi
Mulai mengajar
: 17 Juli 2008 di TK Islam Qolbussalim
Tambun.
Sampai dengan saat ini masih aktif mengajar di TK Islam Qolbussalim
Download