Application Layer

advertisement
Pertemuan-11.
Application Layer
Client and Server
Aplikasi jaringan secara umum terdiri
atas dua bagian, yaitu: Client side dan
Server side.
 Masing-masing bagian melakukan
process secara terpisah. Process
yang dimaksud misalnya: request,
reply de-el-el.

Proses Komunikasi
Di dalam jaringan komunikasi dua
buah processes dari dua buah
terminal yang berbeda saling
berinteraksi melalu jaringan.
 Kedua processes tersebut
berkomunikasi dengan cara
mengirimkan dan menerima pesan.
 Sebuah process mengirim dan
menerima pesan ke jaringan melalui
socket.

Ilustrasi Socket
API

Karena socket merupakan interface /
antar muka antara Application Layer
dan Transport Layer di dalam sebuah
host, maka Socket dapat juga disebut
sebagai API (Application
Programmer’s Interface).
Pengalamatan
Agar sebuah process dapat
berkomunikasi dengan process yang
sama pada host yang lain, setiap
process memiliki identifikasi berupa
Port Number.
 Contoh:
HTTP  Port 80
FTP  Port 21 dan 22
SMTP  Port 25

Parameter dalam Application
Layer
Reliable Data Transfer
- no data loss: e-mail, web transfer,
file transfer, de-el-el.
- lost tolerant: aplikasi audio/video.
 Kecukupan bandwidth
 Timing

W W W dan HTTP
WWW adalah World Wide Web (it’s
not ‘World Wide Wait’, hopefully).
 World Wide Web adalah sebuah
complete system yang terdiri atas 3
komponen utama yang saling terkait,
yaitu: HTML (Hypertext Markup
Language), HTTP (Hypertext Transfer
Protocol) dan URL (Uniform Resource
Locator).

Ilustrasi WWW
Source: www.tcpipguide.com
Overview HTTP
Digunakan untuk mengakses WWW
berupa object: HTML file, JPEG image,
GIF image, Java applet, audio de-el-el.
 Format URL:
http://www.stikom.edu:80/index.html

Overview HTTP
Browser adalah user agent untuk
WWW.
 Web Server menyimpan object2 dari
WWW yang dapat dipanggil dengan
URL.
 Version:
HTTP/1.0  RFC 1945 (Tahun 1997).
HTTP/1.1  RFC 2616 (Tahun 1998)

Protokol HTTP
HTTP pada sisi client meminta
koneksi TCP ke Server WWW melalui
socket dengan nomor 80.
 HTTP pada sisi client meminta file
dengan mengirim pesan HTTP
request ke server WWW.
 HTTP pada sisi server menerima
pesan melalui socket, selanjutnya
object dikirim melalui HTTP response.
 HTTP pada sisi server menutup
koneksi TCP.

Ilustrasi Protokol HTTP
Message Sequence Diagram:
HTTP
Server
Client
Metode Koneksi HTTP
Terdapat dua metode koneksi pada
HTTP: Persistent Connection dan
Non-Persistent Connection.
 Non-Persistent Connection:
- Digunakan pada HTTP/1.0
- Pada non-persistent connection
hanya 1 object ditransmisikan pada
saat koneksi TCP terjadi. Koneksi
TCP harus dibangun kembali untuk
setiap transmisi object berikutnya.

Metode Koneksi HTTP

Persistent Connection:
- Digunakan pada HTTP/1.1
- Pada persistent connection, koneksi
TCP yang baru tidak perlu dibangun
untuk setiap object yang
ditransmisikan oleh server. Koneksi
dibatasi oleh lifetime. Beberapa object
dapat ditransfer selama lifetime masih
ada.
HTTP Request Message
HTTP Request message berbentuk:
GET /direktori/file.html HTTP/1.1
Host: www.stikom.edu
Connection: close
User-agent: Mozilla/4.0
Accept-language: en
HTTP Request Message
Line pertama disebut: request line,
line berikutnya disebut sebagai
header line.
 Request Line berisi: Method, URL dan
HTTP version.
 Method dapat berupa: GET, POST,
HEAD, PUT, COPY, MOVE, PATCH,
DELETE.

HTTP Request Message
Pada header lines:
 Host merupakan alamat host dimana
object2 web berada.
 Connection: close, browser
memberitahu server bahwa client
tidak menggunakan persistent
connection.
 User-agent menunjuk pada tipe
browser yang dipakai oleh client.
 Accept-languange: menunjuk pada
bahasa yang digunakan.
HTTP Response Message
HTTP Response Message berbentuk:
HTTP/1.1 200 OK
Date: Fri, 17 Mar 2006 05:56:46 GMT
Server: Apache
Last-Modified: Tue, 06 Sep 2005 00:49:44 GMT
Content-Length: 714
Connection: close
Content-Type: text/html
<html>
<head>
<title>::: STIKOM Website :::</title>
</head>
</html>
Connection closed by foreign host.
HTTP Response Message
Dalam HTTP Response Message
terdapat 3 blok utama: Status Line,
Header Lines dan Entity Body.
 Status Line berisi status code dengan
perincian:
200 OK:
Permintaan mendapatkan response
dengan sukses.

HTTP Response Message
301 Moved Permanently:
Objek yang diminta telah dipindahkan.
400 Bad Request:
Request tidak dimengerti oleh server.
404 Not Found:
Document yang diminta tidak ada.
505 HTTP Version Not Supported:
HTTP protocol yang diminta tidak
dikenali oleh server.
Ilustrasi: GET
Ilustrasi: HEAD
Ilustrasi: POST
Melihat Proses HTTP dari
Dekat
Dengan Method: GET
telnet omega.stikom.edu 80
GET /~jusak/index.html HTTP/1.0
Dengan Method: HEAD
telnet omega.stikom.edu 80
HEAD /~jusak/index.html HTTP/1.0
Authorization
Beberapa HTTP sever membutuhkan
autorisasi.
 Client mengirimkan permintaan ke server
(dengan header biasa), Server merespon
dengan tambahan informasi header
berupa: WWW-Authenticate:.
 Status code: 401 Authorization Required.
 Client menerima respon tsb, dan
mengirim username serta password.
 Client mengirim ulang permintaan di atas
dengan header: Authorization:.

Cookies
Cookies (RFC 2109) digunakan oleh
server HTTP untuk menganalisa dan
menelusuri kebiasaan user.
 Cookies tersimpan dalam terminal
(dikelola oleh browser) di mana user
melakukan akses internet.
 Sebuah database tersimpan dalam
jaringan pengelola server HTTP
sebagai acuan untuk melakukan
analisa terhadap karakteristik user.

Cookies (Step-by-step)
Ketika client meminta informasi ke
HTTP server, server akan membuat
sebuah nomor identifikasi yang unik dan
meletakkannya pada database.
 Selanjutnya server merespon client
dengan header Set-Cookie: yang berisi
nomor identifikasi.
 Saat Client menerima HTTP response,
browser menambah informasi tsb ke file
cookie yang dikelola oleh browser.

Contoh: HTTP Response
[jusak@omega ~]$ telnet www.amazon.com 80
Trying 207.171.166.102...
Connected to www.amazon.com (207.171.166.102).
Escape character is '^]'.
HEAD /index.html HTTP/1.0
HTTP/1.1 302
Date: Mon, 20 Mar 2006 07:51:51 GMT
Server: Server
Set-Cookie: session-id-time=1143446400; path=/;
domain=.amazon.com; expires=Monday, 27-Mar-2006 08:00:00
GMT
Set-Cookie: session-id=103-8579567-0915805; path=/;
domain=.amazon.com; expires=Monday, 27-Mar-2006 08:00:00
GMT
Location:
http://www.amazon.com/exec/obidos/subst/misc/404.html/1038579567-0915805
Vary: Accept-Encoding,User-Agent
Connection: close
Content-Type: text/html
Connection closed by foreign host.
Cookies (Step-by-step)
Informasi yang ditambahkan ke dalam
file cookie meliputi: hostname dari
server dan nomor identifikasi.
 Setiap kali client mangakses server
yang sama, browser akan melakukan
ekstrasi nomor identifikasi dalam file
cookie, dan mengirikannya ke server.
 Dengan cara demikian server dapat
menelusuri kebiasaan dari client tsb.

Web Caching
Web Caching menyimpan object yang
telah diambil sebelumnya ke dalam
terminal dari client atau Web Caching
server yang dekat dengan client
(disebut Cache server).
 Tujuan web caching adalah
mengurangi delay saat pengambilan
object dan web traffic dari internet.

Conditional GET

Client mengetahui bahwa object yang
akan diambil sudah ada di dalam cache
atau belum dan atau object tersebut
terakhir dimodifikasi atau tidak dengan
cara mengirimkan Conditional GET
seperti:
GET /index.html HTTP/1.0
User-agent: Mozilla/4.0
If-Modified-since: Mon, 20 Mar
2006 15:16:10
Conditional GET

Jika If-Modified-since berbeda
dengan Last-Modified dari object
yang dimaksud, server akan
mengirimkan object tersebut. Jika
sama, server hanya mengirimkan
header saja (tanpa object yang
dimaksud).
Download