Uploaded by common.user153332

Konsep Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil dan Lansia

advertisement
MAKALAH
KONSEP ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA IBU HAMIL
DAN LANSIA
PROGRAM STUDI TERAPI GIGI
PROGRAM SARJANA TERAPAN
KELAS RPL
SEMESTER 1 TAHUN AKADEMIK 2026-2027
Disusun oleh :
Ikhsan Ilham Ramadhan
Irmawati Nadhiyatul Putri
Ni Luh Putu Lidya Ambarawati
Siti Maemanah
P27825126260
P27825126221
P27825126207
P27825126217
KEMENTERIAN KESEHATAN R.I
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
JURUSAN KESEHATAN GIGI
TAHUN 2026
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, karunia,
dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
"Konsep Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil dan Lansia"
dengan baik dan tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Konsep Asuhan
Kesehatan Gigi dan Mulut pada Program Studi Sarjana Terapan Terapi Gigi,
Jurusan Kesehatan Gigi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pemahaman
mengenai konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dan lansia, yang
merupakan kelompok dengan kebutuhan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang
khusus.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa masih terdapat
kekurangan, baik dari segi isi maupun penyajiannya. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi
penyempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah
yang telah memberikan arahan dan bimbingan, serta kepada semua pihak yang telah
membantu dalam proses penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis maupun
pembaca serta dapat menambah pengetahuan mengenai pentingnya pemeliharaan
kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dan lansia.
Surabaya, 25 Juli 2026
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i
BAB I .................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penulisan ..................................................................................................... 3
BAB II ................................................................................................................................ 4
PEMBAHASAN ................................................................................................................ 4
2.1 Konsep Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil .................................... 4
2.1 Konsep Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Lansia .......................................... 9
BAB III............................................................................................................................. 14
PENUTUP ........................................................................................................................ 14
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 14
3.2 Saran ....................................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 16
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
kesehatan tubuh secara keseluruhan. Rongga mulut yang sehat berperan penting
dalam proses mengunyah, berbicara, serta mendukung kualitas hidup seseorang.
Sebaliknya, gangguan kesehatan gigi dan mulut dapat menimbulkan rasa nyeri,
infeksi, gangguan fungsi pengunyahan, hingga memengaruhi kondisi kesehatan
umum. Oleh karena itu, upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut perlu
dilakukan secara berkesinambungan pada setiap tahap kehidupan.
Ibu hamil dan lansia merupakan kelompok yang memerlukan perhatian
khusus dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pada masa kehamilan terjadi
perubahan hormonal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada
rongga mulut, seperti gingivitis kehamilan, karies gigi, serta pembentukan plak
yang lebih mudah. Selain berdampak pada kesehatan ibu, kondisi kesehatan gigi
dan mulut yang buruk selama kehamilan juga dapat memengaruhi kesehatan janin
apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, pemeriksaan, pemeliharaan,
dan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan menjadi
bagian penting dalam pelayanan kesehatan ibu. Pedoman Kementerian Kesehatan
RI juga menegaskan bahwa pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil
merupakan bagian dari upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang
dilakukan secara terpadu di fasilitas pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, lansia mengalami proses penuaan yang menyebabkan
perubahan fisiologis pada rongga mulut, seperti berkurangnya jumlah gigi,
meningkatnya kejadian karies, penyakit periodontal, serta menurunnya fungsi
pengunyahan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi status gizi, kemampuan
berbicara, interaksi sosial, dan kualitas hidup lansia. Berbagai penelitian
menunjukkan bahwa kondisi kesehatan gigi dan mulut pada lansia di Indonesia
masih tergolong kurang baik, ditandai dengan tingginya nilai indeks DMF-T dan
masih banyaknya lansia yang memiliki kebersihan rongga mulut yang kurang
optimal.
1
Asuhan kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu rangkaian pelayanan
yang
meliputi
pengkajian,
identifikasi
masalah,
perencanaan
tindakan,
pelaksanaan intervensi, edukasi, serta evaluasi hasil pelayanan. Penerapan konsep
asuhan yang tepat pada ibu hamil dan lansia bertujuan untuk mempertahankan
kesehatan
rongga
mulut,
mencegah terjadinya
penyakit, meningkatkan
pengetahuan, serta memperbaiki kualitas hidup pasien. Selain itu, edukasi
kesehatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai
pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, termasuk pada kelompok ibu hamil
maupun lansia.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis menyusun makalah ini untuk
membahas konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dan lansia,
sehingga dapat menjadi sumber pembelajaran mengenai upaya promotif, preventif,
kuratif, dan rehabilitatif dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada kedua
kelompok tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut
pada ibu hamil?
2. Bagaimana perubahan dan permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang
terjadi pada ibu hamil?
3. Bagaimana konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil?
4. Apa yang dimaksud dengan konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut
pada lansia?
5. Bagaimana perubahan dan permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang
terjadi pada lansia?
6. Bagaimana konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia?
1.3 Tujuan Penulisan
A. Tujuan Umum
Mengetahui dan memahami konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu
hamil dan lansia.
B. Tujuan Khusus
1. Menjelaskan pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil.
2
2. Menjelaskan perubahan dan masalah kesehatan gigi dan mulut pada
ibu hamil.
3. Menjelaskan konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu
hamil.
4. Menjelaskan pengertian kesehatan gigi dan mulut pada lansia.
5. Menjelaskan perubahan dan masalah kesehatan gigi dan mulut pada
lansia.
6. Menjelaskan konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia.
1.4 Manfaat Penulisan
A. Bagi Mahasiswa
Menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep asuhan kesehatan
gigi dan mulut pada ibu hamil dan lansia sebagai bekal dalam proses
pembelajaran maupun praktik pelayanan kesehatan
B. Bagi Tenaga Kesehatan
Menjadi bahan referensi dalam memberikan pelayanan, edukasi, serta upaya
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif kepada ibu hamil dan lansia sesuai
dengan kebutuhan masing-masing
C. Bagi Masyarakat
Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga
kesehatan gigi dan mulut sejak masa kehamilan hingga lanjut usia guna
meningkatkan kualitas hidup
3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil
A. Pengertian Ibu Hamil
Ibu hamil adalah seorang wanita yang sedang mengandung yang
dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan adalah waktu
transisi, yaitu masa antara kehidupan sebelum memiliki anak yang
sekarang berada dalam kandungan dan kehidupan nanti setelah anak itu
lahir. Kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir, untuk
wanita yang sehat kurang lebih 280 hari atau 40 minggu. Biasanya
kehamilan dibagi dalam tiga bagian atau trimester untuk masing-masing
13 minggu atau 3 bulan kalender. Dalam kehamilan terjadi perubahanperubahan fi siologis di dalam tubuh, seperti perubahan sistem
kardiovaskular, hematologi, respirasi dan endokrin. Kadang-kadang
disertai dengan perubahan sikap, keadaan jiwa ataupun tingkah laku. Pada
wanita hamil, biasanya dapat terjadi perubahan-perubahan sebagai berikut:
1. Perubahan Fisiologis (Perubahan Normal pada Tubuh)
• Penambahan berat badan.
• Pembesaran pada payudara.
• Bisa terjadi pembengkakan pada tangan dan kaki, terutama pada
usia kehamilan trimester III (6-9 bulan).
• Perubahan pada kulit karena adanya kelebihan pigmen pada
tempat-tempat tertentu (pipi, sekitar hidung, sekitar puting
susu dan diatas tulang kemaluan sampai pusar).
• Dapat terjadi penurunan pH saliva.
2. Perubahan Psikis (Perubahan yang Berhubungan dengan Kejiwaan)
Sering terjadi pada usia kehamilan muda (trimester I atau 0-3
bulan)
• Morning sickness (rasa mual dan ingin muntah terutama pada
waktu pagi hari).
• Rasa lesu, lemas dan terkadang hilang selera makan.
4
• Perubahan tingkah laku diluar kebiasaan sehari-hari seperti
“ngidam” dan sebagainya.
Keadaan tersebut menyebabkan ibu hamil sering kali mengabaikan
kebersihan dirinya, termasuk kebersihan giginya, sehingga kelompok
ibu hamil sangat rawan atau peka terhadap penyakit gigi dan mulut.
C. Permasalahan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil
Kehamilan menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh dan
termasuk juga di rongga mulut. Hal ini terutama terlihat pada gusi
berupa pembesaran gusi akibat perubahan pada sistem hormonal dan
vaskular 9 bersamaan dengan faktor iritasi lokal dalam rongga mulut.
Selama kehamilan, seorang ibu dapat mengalami beberapa gangguan
pada rongga mulutnya yang dapat disebabkan oleh perubahan hormonal
atau karena kelalaian perawatan gigi dan mulutnya.
Ada beberapa hal dalam kesehatan gigi dan mulut yang perlu
mendapat perhatian selama masa kehamilan, antara lain:
a. Trimester I (masa kehamilan 0 – 3 bulan)
Pada saat ini ibu hamil biasanya merasa lesu, mual dan kadangkadang sampai muntah. Lesu, mual atau muntah ini menyebabkan
terjadinya peningkatan suasana asam dalam mulut. Adanya
peningkatan plak karena malas memelihara kebersihan, akan
mempercepat
terjadinya
kerusakan
gigi.
Beberapa cara pencegahannya:
- Pada waktu mual hindari menghisap permen atau mengulum
permen terus-menerus, karena hal ini dapat memperparah kerusakan
gigi yang telah ada.
- Apabila ibu hamil mengalami muntah-muntah hendaknya setelah
itu mulut dibersihkan dengan berkumur menggunakan larutan soda kue
(sodium bicarbonate) dan menyikat gigi setelah 1 jam.
- Hindari minum obat anti muntah, obat dan jamu penghilang rasa
sakit tanpa persetujuan dokter, karena ada beberapa obat yang dapat
menyebabkan cacat bawaan seperti celah bibir. Penyedia pelayanan
5
kebidanan dapat menyarankan solusi untuk mengurangi kerusakan
gigipada ibu hamil yang sering mengalami mual dan muntah :
• Makan dalam jumlah kecil makanan bergizi sepanjang hari.
• Kumur dengan secangkir air ditambah satu sendok teh soda kue
(sodium bicarbonate) setelah muntah untuk menetralisir asam.
• Mengunyah permen karet tanpa gula yang mengandung xylitol
setelah makan.
• Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang
mengandung fluor untuk mencegah kerusakan permukaan gigi.
b. Trimester II (masa kehamilan 4 – 6 bulan)
Pada masa ini, ibu hamil kadang-kadang masih merasakan hal yang sama
seperti pada trimester I kehamilan. Karena itu tetap harus diperhatikan
aspek-aspek yang dijelaskan diatas. Selain itu, pada masa ini biasanya
merupakan saat terjadinya perubahan hormonal dan faktor lokal (plak)
dapat menimbulkan kelainan dalam rongga mulut, antara lain:
- Peradangan pada gusi, warnanya kemerah-merahan dan mudah
berdarah terutama pada waktu menyikat gigi. Bila timbul pembengkakan
maka dapat disertai dengan rasa sakit.
- Timbulnya benjolan pada gusi antara 2 gigi yang disebut Epulis
Gravidarum, terutama pada sisi yang berhadapan dengan pipi. Pada
keadaan ini, warna gusi menjadi merah keunguan sampai kebiruan,
mudah berdarah dan gigi terasa goyang. Benjolan ini dapat membesar
hingga menutupi gigi.
c. Trimester III (masa kehamilan 7 – 9 bulan)
Benjolan pada gusi antara 2 gigi (Epulis Gravidarum) diatas
mencapai puncaknya pada bulan ketujuh atau kedelapan. Meskipun
keadaan ini akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, kesehatan
gigi dan mulut tetap harus dipelihara. Setelah persalinan hendaknya ibu
hamil tetap memelihara dan memperhatikan kesehatan rongga mulut,
baik untuk ibunya sendiri maupun bayinya.
6
C. Konsep Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Ibu Hamil
1. Pengkajian (Assessment)
Pengkajian bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan gigi dan mulut
lansia secara menyeluruh.
a. Anamnesis
o Identitas pasien (usia, jenis kelamin, pekerjaan, alamat).
o
Keluhan utama, misalnya gusi bengkak dan berdarah, sariawan
atau bau mulut.
o
Riwayat kesehatan umum, seperti diabetes melitus, hipertensi,
penyakit jantung , anemila dll.
o
Riwayat kesehatan gigi dan mulut, termasuk kebiasaan
menyikat gigi, serta kunjungan ke dokter gigi.
o
Pola makan
b. Pemeriksaan Klinis
o Kondisi jaringan lunak (bibir, lidah, mukosa, gingiva).
o
Kondisi gigi (karies, gigi hilang, gigi goyang, abrasi, erosi).
o
Status periodontal (radang gusi, perdarahan, poket periodontal).
o
Kebersihan mulut (plak, kalkulus).
o
Produksi saliva (xerostomia atau mulut kering).
o
Evaluasi kondisi dan kebersihan gigi
2. Diagnosis Keperawatan/Kesehatan Gigi
Diagnosis dibuat berdasarkan hasil pengkajian. Contoh diagnosis:
o
Kebersihan rongga mulut tidak efektif
penurunan kemampuan perawatan diri.
berhubungan dengan
o
Risiko kerusakan jaringan periodontal
akumulasi plak dan kalkulus.
berhubungan dengan
o
Nyeri akut berhubungan dengan kondisi gusi
o
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
gangguan fungsi mengunyah
7
o
Risiko infeksi rongga mulut berhubungan dengan kebersihan mulut
yang buruk.
3. Intervensi
Intervensi bertujuan mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut
yang ditemukan.
a. Intervensi promotif
o
Mendorong kebiasaan menyikat gigi minimal dua kali sehari
menggunakan pasta gigi berfluor.
o
Menganjurkan penggunaan benang gigi atau sikat interdental
bila memungkinkan.
o
Meningkatkan konsumsi makanan bergizi seimbang.
b. Intervensi preventif
o
Membersihkan
plak
kewenangan tenaga kesehatan.
o
Aplikasi fluor bila diperlukan.
o
Pemeriksaan kesehatan gigi secara berkala sesuai anjuran dari poli
kandungan
dan kalkulus
sesuai
c. Intervensi kuratif
o
Merujuk untuk perawatan karies, pencabutan gigi yang tidak dapat
dipertahankan, atau terapi periodontal.
o
Penatalaksanaan xerostomia dengan meningkatkan asupan cairan,
penggunaan saliva buatan, atau permen karet bebas gula sesuai
indikasi.
o
Perawatan dan penyesuaian gigi tiruan bila diperlukan.
d. Intervensi rehabilitatif
o
Membantu pemulihan fungsi pengunyahan
4. Edukasi
Pendidikan kesehatan diberikan kepada ibu hamil agar mampu
menjaga kesehatan gigi dan mulut :
Materi edukasi meliputi:
o Cara menyikat gigi yang benar.
8
o
Pentingnya membersihkan lidah dan sela-sela gigi.
o
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
o
Pentingnya kontrol rutin ke dokter gigi setelah kontrol di Poli
kandungan
o
Mengenali tanda-tanda penyakit mulut, seperti gusi berdarah,
sariawan yang tidak sembuh, nyeri, atau benjolan di rongga mulut.
5. Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan asuhan yang telah
diberikan.
Indikator keberhasilan antara lain:
o
Kebersihan dan kesehatan rongga mulut meningkat (plak dan
kalkulus berkurang, sariawan tidak ada).
o
Tidak terdapat nyeri atau keluhan pada gigi dan mulut.
o
Gusi tampak sehat, tidak bengkak atau berdarah.
o
Ibu hamil mampu melakukan perawatan gigi dan mulut secara
mandiri atau dengan bantuan keluarga.
o
Fungsi mengunyah membaik.
o
Ibu hamil mematuhi jadwal kontrol kesehatan gigi dan mulut.
o
Tidak terjadi komplikasi seperti infeksi akibat kondisi gusi
2.1 Konsep Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Lansia
A. Pengertian Lansia
Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun
atau lebih, yang mengalami proses penuaan secara alami sehingga terjadi
penurunan fungsi biologis, psikologis, dan sosial. Proses penuaan tersebut juga
memengaruhi kondisi rongga mulut, seperti meningkatnya risiko kehilangan
gigi, penyakit periodontal, karies, penurunan produksi saliva, serta
berkurangnya kemampuan mengunyah. Oleh karena itu, lansia memerlukan
perhatian khusus dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut agar kualitas
hidup tetap terjaga.
B. Permasalahan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Lansia
b. Kehilangan gigi (edentulisme)
9
Kehilangan gigi merupakan masalah yang paling banyak ditemukan pada
lansia. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan mengunyah, berbicara,
status gizi, dan kualitas hidup secara keseluruhan
c. Penyakit Periodontal
Penyakit periodontal masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang
banyak dialami lansia. Apabila tidak ditangani, penyakit ini dapat
mempercepat kehilangan gigi dan memperburuk fungsi rongga mulut
d. Jumlah gigi berfungsi yang rendah
Menjelaskan bahwa sebagian besar lansia memiliki jumlah gigi berfungsi
kurang dari 20 gigi, padahal WHO menganjurkan minimal 20 gigi
berfungsi agar kemampuan mengunyah tetap optimal
e. Rendahnya pengetahuan kesehatan gigi dan mulut
Mayoritas lansia memiliki tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut
yang rendah, sehingga kurang memahami fungsi gigi, cara merawat gigi,
serta dampak kehilangan gigi terhadap kesehatan umum. Kondisi ini
memengaruhi perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
C.
Konsep Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Lansia
Asuhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia merupakan
proses pelayanan
yang
sistematis untuk
mempertahankan
dan meningkatkan kesehatan rongga mulut, mencegah penyakit,
serta meningkatkan
asuhan meliputi
kualitas
pengkajian,
hidup lansia.
diagnosis,
intervensi,
Tahapan
edukasi,
dan evaluasi.
1. Pengkajian (Assessment)
Pengkajian bertujuan mengidentifikasi kondisi kesehatan gigi dan
mulut lansia secara menyeluruh.
a. Anamnesis
o
Identitas pasien (usia, jenis kelamin, pekerjaan, alamat).
o
Keluhan utama, misalnya gigi goyang, nyeri gigi, mulut kering, sulit
mengunyah, atau bau mulut.
o
Riwayat kesehatan umum, seperti diabetes melitus, hipertensi,
penyakit jantung, osteoporosis, dan penggunaan obat-obatan.
10
o
Riwayat kesehatan gigi dan mulut, termasuk kebiasaan menyikat gigi,
penggunaan gigi tiruan, serta kunjungan ke dokter gigi.
o
Pola makan, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol.
b. Pemeriksaan Klinis
o Kondisi jaringan lunak (bibir, lidah, mukosa, gingiva).
o Kondisi gigi (karies, gigi hilang, gigi goyang, abrasi, erosi).
o Status periodontal (radang gusi, perdarahan, poket periodontal).
o Kebersihan mulut (plak, kalkulus).
o Produksi saliva (xerostomia atau mulut kering).
o Pemeriksaan fungsi mengunyah dan berbicara.
o Evaluasi kondisi dan kebersihan gigi tiruan bila digunakan.
2. Diagnosis Keperawatan/Kesehatan Gigi
Diagnosis dibuat berdasarkan hasil pengkajian. Contoh diagnosis:
o
Kebersihan
rongga
mulut tidak
efektif
berhubungan dengan
penurunan kemampuan perawatan diri.
o
Risiko
kerusakan
jaringan periodontal
berhubungan dengan
akumulasi plak dan kalkulus.
o
Nyeri akut berhubungan dengan karies atau penyakit periodontal.
o
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
gangguan fungsi mengunyah.
o
Risiko infeksi rongga mulut berhubungan dengan kebersihan mulut
yang buruk.
3. Intervensi
Intervensi bertujuan mengatasi masalah kesehatan gigi dan mulut
yang ditemukan.
e. Intervensi promotif
11
o
Mendorong kebiasaan menyikat gigi minimal dua kali sehari
menggunakan pasta gigi berfluor.
o
Menganjurkan
penggunaan benang
gigi
atau sikat
interdental
bila memungkinkan.
o
Meningkatkan konsumsi makanan bergizi seimbang.
f.
Intervensi preventif
o
Membersihkan
plak
dan kalkulus
sesuai
kewenangan tenaga kesehatan.
o
Aplikasi fluor bila diperlukan.
o
Pemeriksaan kesehatan gigi secara berkala setiap 6 bulan.
g. Intervensi kuratif
o
Merujuk untuk perawatan karies, pencabutan gigi yang tidak dapat
dipertahankan, atau terapi periodontal.
o
Penatalaksanaan xerostomia dengan meningkatkan asupan cairan,
penggunaan saliva buatan, atau permen karet bebas gula sesuai
indikasi.
o
Perawatan dan penyesuaian gigi tiruan bila diperlukan.
h. Intervensi rehabilitatif
o
Membantu pemulihan fungsi pengunyahan melalui penggunaan gigi
tiruan yang sesuai.
o
Melatih lansia dalam penggunaan dan perawatan gigi tiruan.
4. Edukasi
Pendidikan kesehatan diberikan kepada lansia dan keluarganya
agar mampu menjaga kesehatan gigi dan mulut secara mandiri.
Materi edukasi meliputi:
o
Cara menyikat gigi yang benar.
o
Pentingnya membersihkan lidah dan sela-sela gigi.
12
o
Cara membersihkan gigi tiruan setiap hari dan melepasnya saat tidur.
o
Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
o
Menghentikan kebiasaan merokok.
o
Pentingnya kontrol rutin ke dokter gigi setiap enam bulan atau sesuai
kebutuhan.
o
Mengenali tanda-tanda penyakit mulut, seperti gusi berdarah,
sariawan yang tidak sembuh, nyeri, atau benjolan di rongga mulut.
5. Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan asuhan yang
telah diberikan.
Indikator keberhasilan antara lain:
o Kebersihan rongga mulut meningkat (plak dan kalkulus berkurang).
o Tidak terdapat nyeri atau keluhan pada gigi dan mulut.
o Gusi tampak sehat, tidak bengkak atau berdarah.
o Lansia
mampu
melakukan perawatan
gigi
dan mulut
secara
mandiri atau dengan bantuan keluarga.
o Fungsi mengunyah dan berbicara membaik.
o Lansia mematuhi jadwal kontrol kesehatan gigi dan mulut.
o Tidak
terjadi
komplikasi seperti
lebih lanjut.
13
infeksi
atau kehilangan
gigi
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari
kesehatan umum yang harus dipelihara pada setiap tahap kehidupan,
terutama pada kelompok ibu hamil dan lansia yang memiliki
karakteristik serta kebutuhan pelayanan kesehatan yang berbeda. Selama
kehamilan terjadi perubahan hormonal yang meningkatkan risiko
gangguan kesehatan gigi dan mulut, seperti gingivitis kehamilan, karies,
dan pembentukan plak. Oleh karena itu, ibu hamil memerlukan
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut melalui pemeriksaan rutin,
penerapan kebersihan rongga mulut yang baik, serta edukasi yang
berkesinambungan.
Pada lansia, proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan pada rongga
mulut, seperti kehilangan gigi, penyakit periodontal, penurunan produksi
saliva, serta berkurangnya kemampuan mengunyah. Kondisi tersebut dapat
memengaruhi status gizi, kesehatan umum, dan kualitas hidup sehingga
memerlukan perhatian khusus dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil maupun lansia
dilaksanakan melalui tahapan yang sistematis, yaitu pengkajian, penetapan
diagnosis, perencanaan dan pelaksanaan intervensi, edukasi kesehatan, serta
evaluasi. Penerapan asuhan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan
derajat kesehatan gigi dan mulut, mencegah terjadinya komplikasi,
meningkatkan pengetahuan pasien, serta mendukung tercapainya kualitas
hidup yang lebih baik
3.2 Saran
1. Ibu hamil dan lansia diharapkan lebih memperhatikan kebersihan gigi dan
mulut dengan menyikat gigi secara benar, menjaga pola makan yang sehat,
14
serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin sesuai anjuran tenaga
kesehatan.
2. Tenaga kesehatan, khususnya terapis gigi dan mulut, diharapkan terus
meningkatkan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui
pelayanan yang komprehensif serta edukasi kesehatan gigi dan mulut
kepada ibu hamil dan lansia.
3. Institusi pendidikan diharapkan terus meningkatkan pembelajaran mengenai
konsep asuhan kesehatan gigi dan mulut sehingga mahasiswa memiliki
pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan
pelayanan kepada kelompok rentan, khususnya ibu hamil dan lansia.
4. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki keterbatasan. Oleh
karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan sebagai
bahan perbaikan dan penyempurnaan makalah di masa mendatang.
15
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, F., Darmiati, D., Arfan, F., & Putri, A. A. Z. (2021). Pelatihan dan
Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Kecamatan Wonomulyo. Jurnal
Abdidas, 2(2), 392–397. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i2.282
Anggraini, R., & Andreas Peter. (2015). Kesehatan Gigi Mulut dan Pemanfaatan
Pelayanan Kesehatan Gigi Mulut pada Ibu Hamil (Studi Pendahuluan di
Wilayah Puskesmas Serpong, Tangerang Selatan).
Arifin, A., Dosen, S., Keperawatan, J., & Poltekkes Denpasar, G. (2025). GIGI
LANSIA.
Auli, I., Mulyanti, S., Insanuddin, I., Supriyanto, I., & Studi Diploma Tiga
Kesehatan Gigi Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan Bandung, P.
(2020). MULUT PADA LANSIA DI BEBERAPA KOTA INDONESIA. In
JURNAL KESEHATAN SILIWANGI No (Vol. 1). http://juriskes.com79
Komang Ayu Purnama Dewi, Bambang Hadi Sugito, Siti Fitria Ulfah, & Sunomo
Hadi. (2026). Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan
Jumlah Gigi Berfungsi pada Lansia (Studi di Sekolah Lansia Tangguh,
Kelurahan Mojo, Surabaya). Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan
(SIKONTAN), 5(1), 34–45. https://doi.org/10.47353/sikontan.v5i1.4837
Kusniati, R., Tiyas Anggraini, M., Nikmaturrizqi, N., Rizky Sofiatun, K., Daffa
Yulianto, C., & Fawwaz Alhakim, H. (2023). Edukasi dan Pemeriksaan
Kesehatan Gigi-Mulut Pada Ibu Hamil. Jurnal Inovasi Dan Pengabdian
Masyarakat Indonesia, 2(3). https://jurnalnew.unimus.ac.id/index.php/jipmi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Pedoman pemeliharaan kesehatan
gigi dan mulut ibu hamil dan anak usia balita bagi tenaga kesehatan di fasilitas
pelayanan kesehatan. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Kementerian
Kesehatan RI.
16
Download