PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ANALISIS SHIFT SHARE diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Perencanaan Dosen Pengampu: Dr. Nanang Rusliana, S.E., M.Si. Disusun Oleh: Kelompok 3 Kelas F Afrizal Zulfi A 233401286 Syarief 233401288 Anggita Aznabia F 233401289 Naufal Reihan H 233401290 Ajril Zulfa M 233401291 Chelsea Loesiana L 233401292 Patih Arya Gibran 233401293 JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SILIWANGI 2025 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulisan makalah yang berjudul “Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat dengan Menggunakan Teknik Analisis Shift Share” ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Maksud dari penyusunan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Perencanaan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa hasil penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kesediaan pembaca untuk memberikan kritik dan saran demi sempurnanya makalah ini. Akhirnya penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca seandainya terdapat kesalahan-kesalahan di dalam makalah ini, dan penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Tasikmalaya, September 2025 Penulis i DAFTAR ISI DAFTAR ISI .............................................................................................................................ii BAB I ......................................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1 1.1. Latar Belakang .......................................................................................................... 1 1.2. Identifikasi Masalah.................................................................................................. 2 1.3. Tujuan Penelitian ...................................................................................................... 3 1.4. Manfaat Penelitian .................................................................................................... 3 1.4.1. Bagi Penulis ............................................................................................................ 3 1.4.2. Bagi Pemerintah .................................................................................................... 3 1.4.3. Kegunaan Praktis .................................................................................................. 3 BAB II ....................................................................................................................................... 4 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................................... 4 2.1. Tinjauan Pustaka ...................................................................................................... 4 2.2. Kajian Teoritis ........................................................................................................... 4 2.2.1. Perencanaan Pembanguan Daerah ...................................................................... 4 2.3. Kajian Empiris .......................................................................................................... 6 BAB III...................................................................................................................................... 9 OBJEK DAN METODE PENELITIAN ................................................................................ 9 3.1. Objek Penelitian ........................................................................................................ 9 3.2. Metode Penelitian ...................................................................................................... 9 BAB IV .................................................................................................................................... 12 HASIL DAN PEMBAHASAN .............................................................................................. 12 4.1. Hasil Penelitian ........................................................................................................ 12 4.2. Pembahasan ............................................................................................................. 19 BAB V ..................................................................................................................................... 22 SIMPULAN DAN SARAN .................................................................................................... 22 2.4. Simpulan .................................................................................................................. 22 5.2 Saran......................................................................................................................... 22 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 24 ii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan daerah merupakan aspek penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui optimalisasi potensi ekonomi yang dimiliki oleh suatu wilayah. Menurut Napitupulu, Kumenaung, dan Niode (2021), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bekasi sangat dipengaruhi oleh struktur sektoral, di mana sektor basis seperti industri pengolahan, pertanian, serta konstruksi menjadi penggerak utama. Hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa pertumbuhan Provinsi Jawa Barat berkontribusi sebesar 101% terhadap perekonomian Kabupaten Bekasi.Temuan ini memperlihatkan bahwa keterkaitan antara pembangunan daerah dengan pembangunan provinsi memiliki peran yang sangat besar. Kajian lain yang dilakukan oleh Yudha, Maulizan, dan Lautan (2023) di Kabupaten Purwakarta menegaskan pentingnya identifikasi sektor unggulan dalam menentukan arah pembangunan. Hasil analisis Shift Share lebih lanjut menunjukkan bahwa beberapa sektor memiliki keunggulan komparatif sekaligus kompetitif, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.Dengan demikian, perencanaan pembangunan harus berfokus pada pemanfaatan sektor basis untuk memperkuat daya saing wilayah. Pembangunan ekonomi daerah sangat bergantung pada pemanfaatan potensi lokal dan sektor basis yang dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan, sebagaimana terlihat pada Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah penduduk terbesar di Pulau Jawa namun masih menghadapi tantangan peningkatan PDRB dan daya saing antarwilayah. Hilmi, Hamzah, dan Syahnur (2014) menegaskan bahwa sektor pertanian serta listrik, gas, dan air bersih masih menjadi sektor unggulan, dengan Karawang, Sukabumi, Bandung, dan Bogor sebagai pusat potensial pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Hal yang sama juga tercermin di Kabupaten Bekasi, di mana fluktuasi PDRB selama 2013–2019 menunjukkan perlunya pengelolaan sektor basis, dan Napitupulu dkk. (2021) mengidentifikasi industri pengolahan sebagai sektor yang maju dan tumbuh pesat di samping sektor basis lain seperti pertanian, listrik, gas, dan konstruksi. Sementara itu, dalam konteks kebijakan kehutanan, pengelolaan sumber daya alam melalui skema perhutanan sosial di Jawa justru menimbulkan kontroversi, terutama setelah diterbitkannya Keputusan Menteri LHK No. 287/2022 tentang Kawasan Hutan 1 dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) yang ditolak sebagian masyarakat karena dianggap mengurangi akses dan mengancam keberlanjutan ekologi. Adib dkk. (2024) menunjukkan bahwa disharmoni antara pemerintah sebagai regulator dan Perhutani sebagai operator menghambat keberhasilan reformasi agraria dan pengelolaan hutan sosial, sehingga dibutuhkan dialog dan kolaborasi multi-pihak agar pembangunan berbasis sumber daya alam dapat sejalan dengan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, sektor pertanian juga memiliki peranan yang tidak kalah penting. Menurut Marina, Mukhlis, dan Harti (2024), komoditas pangan di Kabupaten Majalengka, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau, memiliki keunggulan komparatif berdasarkan analisis LQ dan GRM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi dan jagung menjadi komoditas prioritas dengan pertumbuhan signifikan dan potensi besar untuk mendukung pembangunan daerah.Hal ini menegaskan bahwa strategi pembangunan daerah di Jawa Barat perlu mengintegrasikan sektor industri dan pertanian sebagai pilar utama, dengan teknik Shift Share sebagai alat untuk mengidentifikasi sektor-sektor berdaya saing regional. Analisis ini dapat membantu pembuat kebijakan dalam merencanakan dan mengarahkan pembangunan di Provinsi Jawa Barat dengan mengidentifikasi daerah mana yang memerlukan perhatian lebih besar, serta daerah yang sudah mencapai tingkat kesejahteraan tertentu sehingga dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan memberikan manfaat masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menganalisis lebih lanjut mengenai “Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan Teknik Analisis Shift Share” pada tahun 2020 – 2024. 1.2. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang maka identifikasi masalah dirumuskan sebagai berikut. 1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sektor-sektor di Provinsi Jawa Barat? 2. Rekomendasi apa saja kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Barat? 2 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sektorsektor di Provinsi Jawa Barat. 2. Memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Barat 1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Bagi Penulis Dengan adanya penelitian ini manfaat yang didapatkan oleh penulis adalah sebagai wawasan dan pengetahuan mengenai perencanaan pembangunan daerah dengan menggunakam teknik analisis Shift Share. 1.4.2. Bagi Pemerintah Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengambilan keputusan lebih efektif dalam perencanaan Pembangunan regional di Provinsi Jawa Barat serta dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih terarah dan tepat sasaran untuk mengurangi kesenjangan Pembangunan. 1.4.3. Kegunaan Praktis Menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dan referensi bagi pembuat kebijakan dalam merencanakan pembangunan daerah. 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Pustaka Pada bab ini disajikan tinjauan pustaka yang melandasi kerangka pemikiran dan pengajuan hipotesis. Penulisan pada bab ini akan disajikan sebagai berikut: pertama yaitu tinjauan pustaka untuk menggambarkan konsep dasar dari penelitian yang akan diteliti, kedua ialah penelitian terdahulu dan terakhir adalah tentang kerangka hipotesis yang menjelaskan model penelitian diikuti hipotesis yang diajukan. 2.2. Kajian Teoritis 2.2.1. Perencanaan Pembanguan Daerah Perencanaan pembangunan daerah merupakan instrumen penting untuk mengarahkan pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Dalam konteks Jawa Barat, metode analisis shift share digunakan untuk mengetahui perubahan struktur perekonomian dan sektor unggulan yang menjadi penggerak utama. Metode ini diperkenalkan oleh Perloff dkk. (1960) dan telah teruji di berbagai negara sebagai alat untuk menganalisis posisi sektor ekonomi suatu wilayah terhadap wilayah acuan yang lebih luas Pembangunan ekonomi daerah pada dasarnya bertujuan meningkatkan jumlah dan jenis peluang kerja masyarakat setempat. Analisis shift share membantu mengidentifikasi sektor basis yang dapat menyerap tenaga kerja secara optimal sehingga dapat dijadikan dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah Ekonomi Jawa dan Bali berperan sebagai barometer perekonomian nasional karena kontribusinya yang mencapai lebih dari 60% PDB nasional pada tahun 2020. Dengan dominasi yang demikian besar, setiap perubahan struktur ekonomi di Jawa Barat akan berdampak signifikan pada perekonomian nasional. Oleh karena itu, transformasi ekonomi di wilayah ini menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional menuju negara berpendapatan tinggi pada 2045 Metode shift share dalam konteks Jawa Barat digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang tumbuh progresif dan memiliki daya saing tinggi. Pendekatan ini memisahkan pertumbuhan PDRB daerah ke dalam tiga komponen yaitu pertumbuhan nasional (Nij), pertumbuhan sektoral atau proportional shift (Mij), dan pertumbuhan daya saing wilayah atau differential shift (Cij) 4 Hasil penelitian di Kabupaten Bogor, yang berbatasan langsung dengan Kota Jakarta dan Kota Bogor, menunjukkan adanya pergeseran signifikan sektor unggulan antara 2013 dan 2016. Sektor-sektor ekonomi yang mendukung fungsi Kabupaten Bogor sebagai daerah penyangga, seperti sektor pertanian, mengalami penurunan kontribusi terhadap PDRB. Temuan ini mengindikasikan pentingnya reorientasi kebijakan pembangunan daerah Di Provinsi Jawa Barat, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan berdasarkan analisis shift share. Studi Wulandari (2018) menunjukkan sektor pariwisata telah memberikan kontribusi signifikan bagi PDRB Jawa Barat, mencapai 15% pada tahun 2015. Peningkatan jumlah wisatawan dari tahun ke tahun menjadi bukti peran strategis sektor ini dalam pembangunan daerah Pengembangan sektor pariwisata di Jawa Barat selaras dengan komitmen pemerintah untuk menjadikannya sebagai sektor ekonomi andalan baru. Kebijakan yang mencakup pengembangan infrastruktur, promosi, dan fasilitas pariwisata telah meningkatkan daya tarik investasi di sektor ini. Analisis shift share membuktikan sektor pariwisata mampu memberikan dampak riil terhadap pembangunan ekonomi daerah Selain pariwisata, sektor pertanian tetap memegang peranan penting meskipun kontribusinya cenderung menurun seiring transformasi struktural ekonomi. Penelitian di Kabupaten Cirebon menunjukkan sektor pertanian termasuk lima sektor dengan tingkat pertumbuhan yang lambat. Oleh karena itu, pengembangan agrowisata diharapkan mampu meningkatkan kembali pertumbuhan sektor ini Penerapan otonomi daerah memberi keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk menggali potensi ekonomi masing-masing. Strategi pembangunan berbasis potensi unggulan lokal menjadi semakin penting untuk mendukung penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat Penentuan sektor unggulan juga telah dilakukan di Kabupaten Sumedang. Dengan menggunakan analisis LQ, shift share, dan overlay ditemukan bahwa hanya sektor konstruksi serta sektor jasa keuangan dan asuransi yang mampu tumbuh lebih cepat dan memiliki daya saing dibandingkan sektor yang sama di Jawa Barat. Hasil ini penting sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi Sumedang 5 Hasil penelitian di Sumedang menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap memiliki potensi besar sebagai penggerak utama perekonomian daerah. Sektor ini dinilai tahan terhadap krisis seperti pandemi Covid-19, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta mendukung ketahanan pangan sehingga tetap relevan untuk menjadi prioritas Pembangunan Di Kota Bandung, penerapan analisis LQ dan shift share menunjukkan sektor informasi dan komunikasi memiliki nilai positif paling tinggi (0,58) dan tren pertumbuhan PDRB yang meningkat. Sektor ini menjadi sektor unggulan baru yang berpotensi besar dalam penyerapan tenaga kerja lebih dari 60% pada saat ini Temuan di Kota Bandung menegaskan pentingnya melihat perbedaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia antar daerah. Setiap daerah harus memastikan prioritas pembangunan daerah selaras dengan potensi uniknya agar kebijakan pembangunan dapat memberikan dampak optimal Studi di Banyuwangi yang juga menggunakan analisis shift share memperlihatkan bagaimana metode ini dapat mengukur daya saing regional secara efektif. Dengan membandingkan kinerja sektor-sektor di tingkat daerah dengan wilayah acuan, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan berbasis bukti untuk meningkatkan daya saing sectoral Keseluruhan studi yang menggunakan analisis shift share di berbagai daerah di Jawa Barat menegaskan bahwa metode ini sangat relevan untuk perencanaan pembangunan daerah. Melalui identifikasi sektor unggulan, daya saing, dan tren pertumbuhan sektoral, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan perekonomian, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat basis ekonomi daerah 2.3. Kajian Empiris No 1 Nama Metode Judul Analisis • Rosana Yohana Analisis Hasil Location Penelitian menemukan empat F. Napitupulu, Pertumbuhan Quotient sektor basis yaitu pertanian, Anderson (LQ) industri pengolahan, pengadaan Shift-Share listrik dan gas, serta konstruksi. G. dan Struktur Kumenaung, & Ekonomi di • 6 No Nama Metode Judul Audie O. Kabupaten Niode Bekasi Hasil Analisis • Tipologi Hasil shift-share menunjukkan Klassen pertumbuhan ekonomi Jawa Barat berkontribusi besar terhadap Bekasi, sedangkan Tipologi Klassen menempatkan sektor industri sebagai sektor yang maju dan tumbuh pesat. 2 Eka Purna Analisis Yudha, Zidan Ekonomi Maulizan, Sektor • & Unggulan di Location Hasil penelitian menunjukkan Quotient terdapat (LQ) yang sektor-sektor memiliki basis keunggulan Patrick Benaya Kabupaten • Shift-Share komparatif Lautan • Tipologi terutama pada sektor industri Klassen dan jasa. Pertumbuhan daerah Analisis cepat tumbuh di Purwakarta Klaster didukung oleh sektor basis Purwakarta • dan kompetitif, yang kuat, sehingga sektor industri dan jasa direkomendasikan sebagai prioritas pembangunan. 3 Ken Martina Analisis Kasikoen Share Shift • Analisis Penelitian untuk Shift Share adanya pergeseran signifikan menunjukkan Perencanaan sektor ekonomi di Kabupaten Wilayah Bogor antara 2013 - 2016. (Studi Kasus Sektor pertanian yang dulu Kabupaten menjadi penopang mengalami Bogor) penurunan, sementara sektor konstruksi mengalami dan real estate perkembangan pesat akibat urbanisasi dan limpahan pertumbuhan dari kota besar di sekitarnya. 7 No 4 Nama Fahrul Metode Judul • Alam Analisis Masruri, Penentuan Cahyono, & Sektor Unggulan Nugrahana di Fitria Ruhyana Sumedang Kabupaten • • Provinsi Hasil Analisis Jawa • Barat Location Terdapat 11 sektor basis di Quotient Sumedang, tetapi hanya dua (LQ) sektor (konstruksi serta jasa Shift Share keuangan dan asuransi) yang Overlay memiliki pertumbuhan lebih Focus cepat Group dibandingkan provinsi. Hasil Discussion FGD (FGD) pertanian masih diprioritaskan dan daya saing menegaskan karena sektor perannya ketahanan dalam pangan dan penyerapan tenaga kerja. 5 Azza Faizah Analisis Auliyatul Eko Santoso Sektor • & Pertanian Budi Daya dan Saing Shift Share Pertanian masih menjadi sektor penting dengan pertumbuhan relatif tinggi, namun menurun daya Ekonomi saingnya karena Kabupaten tekanan dari Cirebon (Jurnal Sektor konstruksi tercatat Agribisnis sebagai sektor dengan Terpadu, 2017) pertumbuhan produk luar. proporsional tertinggi, sementara sektor jasa perusahaan menjadi yang paling kompetitif. 8 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek penelitian dari judul "Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan Teknik Analisis Shift Share" adalah Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini fokus pada perencanaan pembangunan daerah di Provinsi Jawa Barat dan menggunakan teknik analisis Shift Share untuk memahami dan mengelompokkan wilayah-wilayah di Provinsi tersebut berdasarkan karakteristik ekonomi dan sosialnya. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan yang lebih efektif dalam mengarahkan pembangunan ekonomi dan sosial di berbagai wilayah provinsi, serta memungkinkan perencanaan yang lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing kategori wilayah dalam Jawa Barat. 3.2. Metode Penelitian 3.2.1. Jenis Penelitian yang Digunakan Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan antar Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat selama periode lima tahun yaitu, dari tahun 2020-2024. Dalam memperoleh data, penelitian ini menggunakan pendekatan data skunder, Data sekunder pada umumnya dikumpulkan oleh suatu lembaga tertentu baik lembaga pemerintah maupun lembaga-lembaga swasta yang diterbitkan secara berkala untuk kepentingan umum. Data yang digunakan oleh peneliti dapat dilihat dalam situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Jawa Barat dan Open Data Jabar. Data yang dibutuhkan dalam analisis ini adalah data dalam periode 2020-2024, seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten/Kota di provinsi Jawa Barat. Adapun analisis yang dilakukan yaitu menggunakan analisis shift share. 3.2.2. Operasional Variabel Nama Varaibel Simbol Pengukuran Simbol data (1) (2) (3) (4) Lapangan Usaha Atas Dasar Harga PDRB Konstan 2010 Lapangan Usaha Atas Dasar Harga PDRB Konstan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Miliar Rupiah Badan Pusat Statistik (BPS) Miliar Rupiah Badan Pusat Statistik (BPS) Barat 9 3.2.3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data sekunder yang bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) baik tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Barat. Data tersebut meliputi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), laju pertumbuhan ekonomi, serta data sektoral lainnya yang relevan, yang selanjutnya dijadikan dasar dalam proses analisis. 3.2.4. Model Penelitian Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model Shift Share, yang digunakan untuk menganalisis perubahan dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah dengan cara membandingkan kinerja sektoral di daerah tersebut terhadap kinerja ekonomi pada level yang lebih luas (misalnya provinsi atau nasional). Pemilihan model ini didasarkan pada kemampuannya dalam mengidentifikasi pergeseran struktur ekonomi, menilai keunggulan kompetitif antar sektor, serta memberikan gambaran mengenai sektor-sektor yang menjadi penggerak utama maupun sektor yang tertinggal. Dengan demikian, hasil analisis Shift Share dapat dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang lebih terarah dan berbasis potensi riil. 3.2.5. Teknik Analisis Data Analisis Shift Share merupakan metode yang digunakan untuk menilai kinerja maupun produktivitas ekonomi suatu daerah dengan cara membandingkannya terhadap wilayah yang lebih luas, baik regional maupun nasional. Pendekatan ini berangkat dari asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi atau nilai tambah suatu daerah (Dij) dipengaruhi oleh tiga komponen utama yang saling berkaitan, yaitu Regional Share (Nij) yang menggambarkan pertumbuhan ekonomi umum wilayah acuan, Proportional Shift (Mij atau PS) yang menunjukkan pengaruh pertumbuhan sektoral, serta Differential Shift (Cij atau DS) yang mencerminkan keunggulan atau kelemahan daya saing suatu sektor. Proses analisis dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi daerah yang diteliti dalam penelitian ini Kabupaten Bogor (rn), kemudian dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan wilayah acuan yang lebih luas, yaitu Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya perubahan PDRB sektor i di wilayah tertentu dapat dihitung menggunakan rumus Shift Share. 10 Dij = Nij + Mij +Cij Dimana: Dij = Perubahan PDRB sektor/subsektor i di wilayah amatan Nij = Perubahan PDRB sektor/subsektor i di wilayah amatan yang disebabkan oleh pengaruh pertumbuhan ekonomi wilayah acuan Mij = Perubahan PDRB sektor/subsektor i di wilayah amatan yang disebabkan oleh pengaruh pertumbuhan sektor i di wilayah acuan Cij = Perubahan PDRB sektor/subsektor i di wilayah amatan yang disebabkan oleh keunggulan kompetitif sektor i tersebut di wilayah amatan Untuk menghitung komponen Nij, Mij, dan Cij dapat dihitung dengan rumus: Dij = Nij + Mij + Cij atau Dij = Eij* - Eij Pengaruh pertumbuhan ekonomi nasional: Nij = Eij X rn Pengaruh bauran industri: Mij = Eij (rin – rn) Pengaruh keunggulan kompetitif: Cij = Eij (rij –rin) Dimana: Eij = kesempatan kerja di sektor i daerah j Ein = kesempatan kerja di sektor i nasional rij = laju pertumbuhan sektor i di daerah j rin = laju pertumbuhan sektor i nasional rn = laju pertumbuhan ekonomi nasional Tanda asterik (*) = data di akhir tahun analisis 11 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil perhitungan Shift Share di Provinsi Jawa Barat tahun 2020– 2024 dapat diketahui bahwa pengaruh pertumbuhan ekonomi nasional (national share) terhadap perekonomian regional cukup signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika ekonomi di tingkat nasional turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan sektor-sektor ekonomi di Jawa Barat. Dengan kata lain, laju pertumbuhan yang terjadi secara nasional menjadi salah satu faktor penentu dalam mendorong peningkatan kinerja ekonomi regional, di samping faktor-faktor lain seperti keunggulan kompetitif daerah dan struktur industrinya. Guna mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi mana saja yang paling terdampak oleh pertumbuhan ekonomi nasional dan memiliki daya saing regional, dilakukan analisis lebih lanjut pada berbagai sektor. Sektor-sektor ekonomi yang diteliti dan dikelompokkan berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah sebagai berikut: Kode Sektor A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan B Pertambangan dan Penggalian C Industri Pengolahan D Pengadaan Listrik dan Gas E Pengadaan Air; Pengelolaan Sampah, Limbah,dan Daur Ulang F Konstruksi G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor H Transportasi dan Pergudangan I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum J Informasi dan Komunikasi K Jasa Keuangan dan Asuransi L Real Estat M, N Jasa Perusahaan O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan,dan Jaminan Sosial Wajib P Jasa Pendidikan Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Human R, S, T, U Jasa Lainnya 12 Berdasarkan pengelompokan sektor tersebut, analisis Shift Share menghasilkan pemetaan yang jelas mengenai kontribusi dan daya saing tiap sektor di Provinsi Jawa Barat. Adapun hasil pemetaan posisi dan peran sektor-sektor ekonomi tersebut disajikan dalam diagram berikut: a) PDRB Ka.Bandung b) PDRB Kab.Bandung Barat c) PDRB Kab.Bekasi 13 d) PDRB Kab.Bogor e) PDRB Kab Ciamis f) PDRB Kab.Cianjur g) PDRB Kab.Cirebon 14 h) PDRB Kab.Garut i) PDRB Kab.Indramayu j) PDRB Kab.Karawang k) PDRB Kab.Kuningan 15 l) PDRB Kab.Majalengka m) PDRB Kab.Pangandaran n) PDRB Kab.Purwakarta o) PDRB Kab.Subang 16 p) PDRB Kab.Sumedang q) PDRB Kab.Tasikmalaya r) PDRB Kota Bandung s) PDRB Kota Banjar 17 t) PDRB Kota Bekasi u) PDRB Kota Bogor v) PDRB Kota Cimahi w) PDRB Kota Cirebon 18 x) PDRB Kota Depok y) PDRB Kota Sukabumi z) PDRB Kota Tasikmalaya 4.2. Pembahasan Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi sektor-sektor di Provinsi Jawa Barat serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang tepat untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui teknik analisis Shift Share, sektorsektor basis dapat dipetakan dengan jelas berdasarkan kinerja komparatif dan kompetitifnya. Temuan Yudha, Maulizan, & Lautan (2023) di Kabupaten Purwakarta, misalnya, menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam menilai keunggulan sektor 19 industri dan jasa sehingga mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi pembangunan daerah. Dengan pendekatan ini, sektor-sektor yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah dapat diidentifikasi untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perumusan kebijakan berbasis potensi riil wilayah. Berdasarkan hasil analisis Shift Share pada Provinsi Jawa Barat tahun 2020– 2024, ditemukan bahwa sektor industri pengolahan masih memegang peranan penting sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Transformasi struktural dari sektor primer menuju sektor sekunder dan tersier juga terlihat jelas, menandakan bahwa Provinsi Jawa Barat telah berada pada jalur perubahan yang sejalan dengan temuan Fadilla & Pamungkas (2024) tentang dominasi sektor industri dan jasa di wilayah ini. Selain itu, sektor pariwisata juga terbukti menjadi salah satu sektor basis yang memiliki kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Wulandari (2018) mencatat sektor pariwisata menyumbang hingga 15% PDRB Jawa Barat dan berpotensi menjadi pilar baru perekonomian provinsi. Temuan ini mendukung tujuan penelitian untuk memberikan rekomendasi penguatan sektor unggulan yang tidak hanya terbatas pada industri pengolahan, tetapi juga sektor jasa dan pariwisata yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas. Selain sektor industri dan pariwisata, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya menjaga keberlanjutan sektor primer seperti pertanian agar tidak semakin tertinggal. Kasikoen (2018) menunjukkan pergeseran signifikan di Kabupaten Bogor di mana sektor pertanian yang dulunya menjadi penopang ekonomi mengalami penurunan kontribusi akibat urbanisasi dan limpahan pertumbuhan dari kota besar sekitarnya. Dengan memasukkan aspek ini, penelitian berupaya merekomendasikan kebijakan integratif antara sektor industri, pariwisata, dan pertanian agar pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan. Strategi ini sejalan dengan hasil Marina, Mukhlis, & Harti (2024) yang menemukan bahwa komoditas pangan seperti padi dan jagung di Kabupaten Majalengka memiliki keunggulan komparatif dan pertumbuhan signifikan sehingga berpotensi mendukung ketahanan pangan dan lapangan kerja di wilayah agraris. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah merupakan faktor penting yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan sektor basis. Anita & Octavianidori (2024) menegaskan bahwa kinerja keuangan Pemerintah 20 Provinsi Jawa Barat sudah berada pada kategori sangat baik dalam hal rasio desentralisasi fiskal dan efektivitas pendapatan, meskipun efisiensi belanja daerah masih perlu ditingkatkan agar sejalan dengan prioritas pembangunan sektor basis. Dengan demikian, integrasi antara hasil analisis sektor unggulan dengan tata kelola keuangan daerah akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan Jawa Barat ke depan. Hal ini sejalan dengan tujuan awal penelitian yang tidak hanya ingin memetakan sektor unggulan tetapi juga menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, tepat sasaran, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. 21 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 2.4. Simpulan Berdasarkan hasil analisis Shift Share terhadap perekonomian Provinsi Jawa Barat periode 2020–2024, dapat disimpulkan bahwa sektor industri pengolahan masih menjadi motor utama perekonomian daerah. Pergeseran struktural dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier memperlihatkan bahwa Jawa Barat telah memasuki fase transformasi ekonomi yang lebih maju. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Fadilla & Pamungkas (2024) yang menunjukkan dominasi sektor industri dan jasa di wilayah ini serta pentingnya pemetaan sektor basis untuk memperkuat daya saing daerah. Sektor pariwisata juga terbukti memiliki kontribusi besar, sebagaimana dicatat Wulandari (2018), dengan menyumbang hingga 15% PDRB Jawa Barat sehingga layak menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah. Di sisi lain, hasil penelitian ini juga menegaskan perlunya kebijakan yang adaptif terhadap dinamika sektoral. Penurunan kontribusi sektor pertanian akibat urbanisasi seperti yang ditunjukkan Kasikoen (2018) menjadi peringatan penting bahwa sektor primer tetap harus diperkuat, terutama dalam mendukung ketahanan pangan dan penyerapan tenaga kerja. Dengan demikian, metode Shift Share terbukti efektif bukan hanya dalam mengidentifikasi sektor unggulan, tetapi juga dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis data, berkeadilan, dan berkelanjutan. 5.2 Saran Pemerintah Provinsi Jawa Barat disarankan memperkuat sinergi antara sektor industri pengolahan, sektor pariwisata, dan sektor pertanian agar pertumbuhan ekonomi lebih inklusif dan berkelanjutan. Strategi integratif ini penting karena sektor pertanian meskipun kontribusinya menurun, tetap memiliki keunggulan komparatif yang signifikan seperti ditunjukkan Marina, Mukhlis, & Harti (2024) pada komoditas pangan padi dan jagung di Kabupaten Majalengka. Pendekatan ini juga selaras dengan rekomendasi Wulandari (2018) yang menekankan perlunya optimalisasi sektor pariwisata dan sektor basis lainnya untuk meningkatkan daya saing daerah. Selain itu, tata kelola keuangan daerah harus terus diselaraskan dengan prioritas pembangunan sektor basis agar pelaksanaan program lebih efektif dan tepat sasaran. 22 Seperti ditegaskan Anita & Octavianidori (2024), kinerja keuangan Jawa Barat sudah baik pada rasio desentralisasi fiskal dan efektivitas pendapatan, namun peningkatan efisiensi belanja daerah masih perlu dilakukan agar selaras dengan tujuan pembangunan jangka panjang. Dengan kombinasi kebijakan sektoral yang tepat dan tata kelola keuangan yang efektif, pembangunan Jawa Barat di masa depan akan lebih terarah, berkeadilan, dan berkelanjutan. 23 DAFTAR PUSTAKA Adib, M., Abdullah, I., Artaria, M. D., Rustinsyah, R., Asmorowati, S., Wardhani, B., Rosnon, M. R., & Mashud, M. (2024). The Controversy of Social Forestry Policy: Public Reaction on the Ministry of Environment and Forestry Decree No. 287/2022/KHDPK in Java, Indonesia. Forest Science and Technology, 20(4), 383–400. Alam, F., Cahyono, & Ruhyana, N. F. (2021). Analisis Penentuan Sektor Unggulan di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Coopetition: Jurnal Ilmiah Manajemen, XII (1), 31–44. Anita, R., & Octavianidori, F. (2024). Evaluasi Kinerja Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Rasio Desentralisasi Fiskal dan Efektivitas Pendapatan. Jurnal Manajemen Keuangan Daerah. Fadilla, M. I., & Pamungkas, T. A. (2024). Analisis Potensi Sektor Ekonomi Jawa Barat Menuju Pembangunan Berdaya Saing dan Berkelanjutan. West Java Economic Society. Fitriansyah, H. (2022). Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian Kota Bandung Guna Mendukung Penyerapan Tenaga Kerja Berdasarkan PDRB Tahun 2017– 2021. Jurnal Wilayah dan Kota, 9(1), 15–17. Haryanto. (2021). Analisis Transformasi Struktur Ekonomi 7 Provinsi di Wilayah Jawa dan Bali (Pendekatan LQ dan Shift Share): Kajian Isu Strategis Pembangunan Nasional Transformasi Ekonomi. Bappenas Working Papers, 4(2), 178–200. Hilmi, D. F., Hamzah, A., & Syahnur, S. (2014). Analisis Sektor Basis Kabupaten Kota dan Pusat Pengembangan Ekonomi Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 2(2), 50–61. Kasikoen, K. M. (2018). Analisis Shift Share untuk Perencanaan Wilayah (Studi Kasus – Kabupaten Bogor). Forum Ilmiah, 15(3), 442–444. Kasikoen, L. (2018). Perubahan Sektor Unggulan di Kabupaten Bogor: Analisis LQ dan Shift Share. Jurnal Ekonomi Regional. 24 Khusaini, M. (2015). A Shift-share Analysis on Regional Competitiveness – A Case of Banyuwangi District, East Java, Indonesia. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 211, 738–744. doi:10.1016/j.sbspro.2015.11.097 Marina, I., Mukhlis, & Harti, A. O. R. (2024). Development Strategy of Leading Agricultural Commodities: Findings From LQ, GRM, and Shift-Share Analysis. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 24(2), 181–190. Napitupulu, R. Y. F., Kumenaung, A. G., & Niode, A. O. (2021). Analisis Pertumbuhan dan Struktur Ekonomi di Kabupaten Bekasi. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21(5), 106–117. Napitupulu, R. Y. F., Kumenaung, A. G., & Niode, A. O. (2021). Analisis Pertumbuhan dan Struktur Ekonomi di Kabupaten Bekasi. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21(5), 106–115. Syamsiyah, N., & Kurnia, G. (2017). Analisis Struktur Perekonomian Berdasarkan Pendekatan Shift-Share dalam Pengembangan Agrowisata di Kabupaten Cirebon. Jurnal Agribisnis Terpadu, 10(2), 201–203. Wulandari, F. (2018). Analisis Peranan Sektor Pariwisata terhadap Perekonomian Jawa Barat melalui Pendekatan LQ dan Shift Share. Jurnal Pembangunan Daerah. Wulandari, W. (2018). Analisis Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Perekonomian Provinsi Jawa Barat (Analisis LQ dan Shift Share). Jurnal Ilmiah Pariwisata, 23(2), 151–155. Yudha, E. P., Maulizan, Z., & Lautan, P. B. (2023). Analisis Sektor Ekonomi Unggulan di Kabupaten Purwakarta. Universitas Padjadjaran. 25