Kasus Gout Arthritis A. Kasus Tn. K seorang petani berusia 40 tahun dan memiliki tinggi badan 168 cm dan berat badan 85 kg. Sekitar tiga bulan yang lalu berat badannya sekitar 98 kg, kemudian akhir-akhir ini mengeluh pergelangan kakinya sakit bahkan sering diurut karena tidak tahan dengan sakitnya. Hari Sabtu kemarin Tn. K merasa sakit lagi dan semakin tidak tahan karena rasanya panas seperti terbakar, bengkak dan tidak bisa untuk berjalan. Kemudian ke dokter dan oleh dokter dirujuk untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan sebagai berikut: tekanan darah 120/90 mmHg, haemoglobin 12 mg/dl, asam urat 10 mg/dl, suhu 39 derajat Celsius dan respirasi rate 20 kali/menit. Kemudian dokter merujuk ke ahli gizi untuk diberikan nasehat gizi. Dari hasil anamnesa gizi diperoleh data: pasien minum air putih 1 gelas, teh manis 1 gelas dan 1 gelas kopi manis, suka makan makanan tempe goreng atau mendoan rata-rata 4 biji, tahu digoreng 3 biji, emping melinjo goreng, makan nasi rata-rata 3 kali makan sekali makan 2 centong. Lauk yang paling disukai adalah gulai otak. Udang goreng mentega dan kurang suka makan sayur. Kebiasaan konsumsi buah dan dalam satu minggu makan papaya 3 kali, pisang 2 kali dan kalau musim durian bisa 2 buah dimakan sendirian dalam sehari. Hasil recall adalah energi 2800 kkal, protein 100 gr, lemak 80 gram dan selebihnya karbohidrat sekitar 345 gram. Kajilah kasus di atas menggunakan metode ADIME dan susunlah menu 1 harinya. B. ASSESMEN/PENGKAJIAN GIZI 1. Antropometri AD-1.1.1 Terminologi Hasil Nilai Normal BB Saat ini 85 kg BBI = 61,2 kg BB 3 Bulan Lalu 98 kg Persentase Penurunan BB 13,2% 1 Interpretasi Data AD-1.1.2 TB 168 cm AD-1.1.5 IMT 30,1 kg/m² 18,5 - 22,9 kg/m2 Obesitas 2 Kesimpulan: Berdasarkan pengukuran antropometri didapatkan status gizi pasien berada pada kategori Obesitas 2 dengan IMT 30,1 kg/m2 menurut klasifikasi WHO, dan pasien mengalami penurunan BB sebanyak 13,2%. 2 2. Biokimia Terminologi Hasil Nilai Normal Satuan Interpretasi Data BD-1.10.1 Hemoglobin 12 13 - 17 mg/dl Anemia Ringan Asam Urat 10 3,4-7,0 mg/dl Tinggi (Hiperurisemia) Kesimpulan: Berdasarkan data pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai hemoglobin pasien rendah, sedangakan nilai asam urat pasien tinggi (hiperurisemia). 3. Fisik dan Klinis Terminologi PD-1.1.9 Hasil Nilai Normal Satuan Interpretasi Data 120/90 120/80 mmHg Suhu 39 36-37 o C Prehipertensi (Diastolik tinggi) Demam Tinggi Frekuensi Nafas 20 16-20 x/menit Normal Penurunan BB Ada Nyeri Ada Bengkak pergelangan kaki Ada Tidak bisa berjalan Ada Tekanan Darah Kesimpulan: Berdasarkan data pemeriksaan fisik dan klinis dapat dilihat bahwa pasien mengalami tekanan darah dan suhu yang tinggi, penurunan bb, nyeri, bengkak pergelangan kaki dan tidak bisa berjalan. 2 4. Riwayat Diet Terminologi Data Pasien FH-2.1 Pasien minum air putih 1 gelas, teh manis 1 gelas dan 1 gelas kopi manis, suka makan makanan tempe goreng atau mendoan rata-rata 4 biji, tahu digoreng 3 biji, emping melinjo goreng, makan nasi rata-rata 3 kali makan sekali makan 2 centong. Lauk yang paling disukai adalah gulai otak. Udang goreng mentega dan kurang suka makan sayur. Kebiasaan konsumsi buah dan dalam satu minggu makan papaya 3 kali, pisang 2 kali dan kalau musim durian bisa 2 buah dimakan sendirian dalam sehari. FH-1.2.2.3 Pola makan 3x/hari FH-7.3.1 Aktifitas fisik ringan (tidak bisa berjalan) Kesimpulan: Berdasarkan data riwayat gizi pasien dapat dilihat pasien dilihat bahwa pasien memiliki pola makan yang tidak benar seperti sering mengkonsumsi makanan tinggi kalori, tinggi lemak (banyak makanan digoreng) dan tinggi purin. Data Kuantitatif (Recall 24 jam atau FFQ) Terminologi Data Pasien FH-1.1.1 Energi 2800kkal FH-1.5.2 Protein 100gr FH-1.5.1 Lemak 80gr FH-1.5.3 Karbohidrat 345gr Standar Pembanding Asupan SMRS dan Asupan di RS Saat Assesment dengan Kebutuhan Gizi Berdasarkan Perhitungan, hasil perhitungan sebelum masuk RS (SMRS): Kebutuhan Energi : 1775 kkal Kebutuhan Protein : 61,2 gr Kebutuhan Lemak : 22,1 gr 3 Kebutuhan Karbohidrat : 332,8 gr Tabel Data Standar Pembandung Asupan SMRS dengan Kebutuhan Gizi Terminologi Asupan SMRS Kebutuhan Gizi SMRS Pencapaian (%) Keterangan CS-1 Kebutuhan Energi Energi 2800 kkal 1775 kkal 157,7% Lebih dari kebutuhan Protein 100 gr 44,3 gr 225,7% Lebih dari kebutuhan Lemak 80 gr 29,5 gr 271% Lebih dari kebutuhan Karbohidrat 345 gr 288,4 gr 119% Cukup dari kebutuhan CS-2 Kebutuhan Zat Gizi Makro Kesimpulan: Berdasarkan data asupan pasien dapat dilihat bahwa asupan pasien lebih dari kebutuhan dengan persentase energi 157,7%, protein 225,7%, dan lemak 271%, namun karbohidrat berada pada rentang cukup dari kebutuhan sebesar 119%. Tabel Riwayat Asupan Makan Pasien Selama di RS Terminologi FH-2.1.1 Tanggal Perubahan Bentuk Makanan 25-26 November 2025 Makanan Rendah Kalori dan Rendah Purin 1775kkal 27 November 2025 Makanan Rendah Kalori dan Rendah Purin 1775kkal Kesimpulan: Perkembangan asupan makan pasien selama di RS setabil. Tabel Data Standar Pembanding Asupan di RS Saat Assesment dengan Kebutuhan Gizi Saat di RS Kebutuhan Gizi RS Pencapaian (%) Terminologi Asupan RS CS-1 Kebutuhan Energi Energi Energi - - CS-2 Protein Protein - - 4 Keterangan Kebutuhan Gizi RS Pencapaian (%) Terminologi Asupan RS Keterangan Kebutuhan Zat Gizi Makro Lemak Lemak - - Karbohidrat Karbohidrat - - Kesimpulan: 5. Riwayat Personal Terminologi Data Pasien CH-1.1.1 Usia: 40 tahun CH-1.1.2 Jenis Kelamin: Laki-laki CH-1.1.7 Peran dalam Keluarga: Kepala Keluarga CH-1.1.10 Aktifitas: Rendah (tidak bisa berjalan) CH-2.1.1 Keluhan: Sakit dan semakin tidak tahan karena rasanya panas seperti terbakar, bengkak dan tidak bisa untuk berjalan. CH-2.1.3 Riwayat Penyakit Keluarga: - CH-3.1.6 Pekerjaan: Petani 6. Interaksi Obat Nama Obat - Tanggal - Interaksi Obat dengan Makanan Jenis Obat - - Efek Samping - C. NUTRITIONAL DIAGNOSIS GIZI Kelompok Data Nutrient Intake (NI) Data NI-1.2 Asupan Energi Berlebih Asupan energi berlebih berkaitan dengan banyak konsumsi makanan tinggi kalori ditandai dengan hasil perhitungan asupan energi sebesar 157,7% dari total kebutuhan harian. 5 Kelompok Data Data NI-5.7.2 Asupan Protein Berlebih Asupan protein berlebih berkaitan dengan banyak konsumsi makanan tinggi lemak(digoreng) dan tinggi protein ditandai dengan hasil perhitungan asupan protein sebesar 225,7% dari total kebutuhan harian. NI-5.6.2 Asupan Lemak Berlebih Asupan lemak berlebih berkaitan dengan banyak konsumsi makanan tinggi lemak/di goreng ditandai dengan hasil perhitungan asupan lemak sebesar 271% dari total kebutuhan harian. Nutrient Clinical (NC) NC-2.2 Perubahan Nilai Lab Terkait Gizi Perubahan nilai laboratorium terkait gizi berkaitan dengan diagnosis gout arthritis dan eritropoietin ditandai dengan asam urat 10mg/dl (tinggi) dan kadar hemoglobin rendah (12 mg/dl). NC-3.3 Kelebihan Berat Badan Terkait Gizi Kelebihan berat badan terkait gizi berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat ditandai dengan IMT sebesar 30,1 kg/m². NC-3.1 Penurunan Berat Badan Penurunan berat badan terkait gizi berkaitan dengan salah satu tanda fisik gout arthritis ditandai dengan adanya penurunan BB sebanyak 13,2%. Nutrition Behavior (NB) NB-1.1 Kurangnya Pengetahuan terhadap Makanan Kurangnya pengetahuan terhadap makanan berkaitan dengan belum pernah mendapatkan konseling ditandai 6 Kelompok Data Data dengan pola konsumsi tinggi kalori, tinggi lemak dan tinggi purin. D. NUTRITIONAL INTERVENSI GIZI Jenis diet: Diet Makanan Biasa Rendah Kalori dan Rendah Purin dan Rendah Garam III (1686,2 kkal) Tujuan diet: 1. Memberikan asupan sesuai kebutuhan (1686,2 kkal) 2. Menurunkan Berat Badan hingga mencapai BB ideal (61,2 kg). 3. Menurunkan kadar asam urat dalam darah dan urine mencapai (3,4-7,0mg/dl). 4. Mengontrol kadar hemoglobin mencapai batas normal (13 - 17mg/dl). 5. Menurunkan kadar tekanan darah diastolik pasien menjadi normal (120/80mmHg) 6. Mengubah pola makan pasien menjadi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Syarat Diet: 1. Energi sesuai kebutuhan energi pasien adalah 1686,2 kkal. 2. Protein cukup , yaitu 10% dari kebutuhan energi total sebesar (42,1 gr). 3. Hindari bahan makanan sumber protein yang mempunyai kandungan purin >150mg/100g. 4. Lemak rendah, 15% dari kebutuhan energi total sebesar (28,1 gr). Lemak berlebih dapat menghambat pengeluaran asam urat dan purin melalui urine. 5. Karbohidrat dapat diberikan lebih banyak yaitu 65% dari kebutuhan energi total (274gr). Dikarenakan pasien memiliki berat badan berlebih dianjurkan memilih makanan sumber karbohidrat kompleks. 6. Vitamin dan cairan cukup sesuai dengan kebutuhan. 7. Natrium dibatasi sesuai anjuran diet Rendah Garam III (1000-1200 mg NA) untuk menurunkan diastolik menjadi normal. 7 Preskripsi Diet Kebutuhan energi : (10×BB)+(6,25×TB)−(5×usia)+5 : (10×61,2)+(6,25×168)−(5×40)+5 : 612+1050−200+5 : 1467 kkal/hari Aktivitas fisik: : energi × aktivitas fisik : 1467 kkal × 1,1 : 1614 kkal Faktor stress : 1,1 × 1614 kkal : 1775 kkal Koreksi umur: : 5% − 1775 kkal : 1686,2 kkal Kebutuhan protein : 10% × 1686,2kkal : 168,62 / 4 : 42,1gr Kebutuhan lemak : 15% × 1686,2 kkal : 252,9 kkal / 9 : 28,1gr Kebutuhan karbohidrat : 65% × 1686,2 kkal : 1096 kkal / 4 : 274 gr Kelompok Data Terapi diet Data ND 1.2 Diet makanan biasa/sehat Rute makan: Oral Bentuk makanan: Makanan biasa Komposisi zat gizi: energi 1686,2 kkal, protein 42,1 gr, 8 Kelompok Data Data lemak 28,1 gr, karbohidrat 274 gr Frekuensi makan: 3x makan utama dan 2x selingan Edukasi gizi Topik: Diet rendah kalori dan rendah purin Waktu: 30 menit Sasaran: Tn.K dan keluarga Media: Leaflet Metode: Ceramah, diskusi, tanya jawab Materi: Makanan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk pasien dengan diet rendah kalori dan rendah purin. Koordinasi gizi: koordinasi ahli gizi ruangan dengan dokter penanggung jawab (DPJP) dan perawat C.2.1 Wawancara motivasi Memberikan motivasi dan meyakinkan pasien untuk mampu mengikuti terapi diet yang sudah diberikan sehingga dapat menjaga kesehatan pasien C.2.2 Penetapan tujuan Mengingatkan pasien terkait maknaan yang dianjurkan, dibatasi, dan dihindari untuk menunjang keberhasilan diet pasien C.2.5 Dukungan sosial Memberikan dukungan kepada pasien agar dapat menjalankan terapi diet dengan baik dan benar sesuai yang sudah dianjurkan oleh ahli gizi E.1.1 Tujuan Edukasi Memberikan edukasi kepada pasien terkait makanan yang dianjurkan, dibatasi, dan dihindari untuk dikonsumsi oleh pasien agar dapat menunjang dalam keberhasilan diet komplikasi pada pasien E.1.2 Prioritas Perubahan 9 Kelompok Data Data Menentukan prioritas utama perubahan yang akan menjadi target dalam menstabilkan kondisi pasien. 10 Menu Makanan Waktu Sarapan (08.00-09.00) Selingan (10.00-10.30) Menu Nasi Ayam kukus suwir Bahan Nasi Berat 150 Energi 262,5 KH 50 P 5 L - Ayam 40 50 - 7 2 150 80 15 - 2 100 50 442,5 12 77 12 4 Crackers 50 175 40 4 - Nasi Ikan Kemangi Labu siam Wortel Minyak Pear 150 40 5 25 25 5 85 Roti Gula Butter 70 13 5 Grilled Dory Soft Fillet Kentang Butter Dory filet Olive oil 210 5 80 8 175 262,5 50 5 5 50 50 422,5 175 50 25 250 175 25 65 70 40 50 2 2 12 66 40 12 52 40 - 4 5 5 10 4 4 4 10 - 0 2 5 7 2,5 2,5 2,5 5 7 Blanch Wortel Wortel kukus 100 20 3 - - 110 50 405 1695 12 55 290 14 44 14,5 28 Kentang +Wortel Buah Jambu Biji Total Breakfast Sup sayur Crackers Total Selingan Nasi Pepes ikan Makan Siang (13.00-14.00) Tumis sayur Buah Total Lunch Selingan (10.00-10.30) Roti bakar Total Selingan Potato wedges Makan Malam (19.00-20.00) Buah Jeruk Total Dinner TOTAL AKHIR E. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI Kategori Data amperometri Monitoring H1 Monitoring H2 Monitoring H3 BB= 85kg BB= 84,3kg BB= 84kg 11 Hasil Evaluasi Waktu BB dan IMT belum mencapai Setiap hari Kategori Data fisik/klinis Data biokimia Asupan Monitoring H1 Monitoring H2 Monitoring H3 IMT=30,1 IMT= 30,1 IMT= 30 TD: 120/90 mmHg Suhu:29oC HB:12 mg/dl Asam urat: 10 mg/dl Energi: 157,7% Protein: 163,3% Lemak: 363,6% Karbohidrat: 103% Hasil Evaluasi batas normal namun sudah ada penurunan. TD: 120/85 TD: 120/80 Data fisik pasien mmHg mmHg sudah mencapai Suhu:28oC Suhu:26,8oC batas normal. HB:13 HB:15 Hemoglobin dan mg/dl mg/dl asam urat sudah Asam urat: Asam urat: mencapai batas 8 mg/dl 6,7 mg/dl normal. Energi: 97% Energi: 98% Asupan makan Protein: Protein: 99% setelah beberapa 99% Lemak: hemakin membaik Lemak: 100% mencapai batas 100% Karbohidrat: normal. Karbohidrat 100% : 99% 12 Waktu Setiap hari Setiap hari Setiap hari