Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. 7, No. 1: 164-177, April 2025 ISSN: 2722-7146 (Media Online) STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN POAC DI PONDOK PESANTREN AN NAJAH GONDANG Rifa’i Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta rifa'[email protected] Abstrak Tantangan global menuntut lembaga pendidikan Islam seperti pesantren untuk secara strategis meningkatkan mutu pendidikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan mutu pendidikan melalui penerapan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) di Pondok Pesantren An Najah Gondang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan mutu di pesantren ini diwujudkan melalui: (1) Planning yang terintegrasi antara kurikulum nasional dan pesantren; (2) Organizing dengan struktur organisasi yang jelas dan kolaboratif; (3) Actuating yang menekankan kepemimpinan keteladanan (qudwah hasanah) dan motivasi spiritual; serta (4) Controlling melalui sistem evaluasi berkelanjutan. Pembahasan mengungkap bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam setiap fungsi POAC menjadi kunci utama dalam membentuk lingkungan belajar yang berkualitas dan berkarakter. Disimpulkan bahwa penerapan fungsi manajemen POAC yang dijiwai nilai-nilai Islam merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan secara holistik di Pondok Pesantren An Najah. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya konsistensi dalam evaluasi dan inovasi berkelanjutan untuk mempertahankan dinamika peningkatan mutu. Kata kunci: Fungsi Manajemen POAC; Manajemen Pendidikan Islam; Mutu Pendidikan; Pondok Pesantren; Strategi Peningkatan Mutu. PENDAHULUAN Era globalisasi dan revolusi industri 4.0 menciptakan tantangan multidimensi yang menuntut lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren, untuk tidak hanya bertahan tetapi juga berkompetisi dengan meningkatkan mutu pendidikannya secara berkelanjutan. Sebagai institusi yang tidak hanya bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia, pesantren dituntut untuk menerapkan manajemen yang modern tanpa kehilangan identitas keislamannya (Zamzami, 2020). Namun, dalam praktiknya, banyak pesantren yang masih mengandalkan model pengelolaan tradisional yang kurang terstruktur, sehingga menghambat upaya sistematis untuk peningkatan mutu (Fatah, 2021). Permasalahan ini mengarah pada kebutuhan mendesak akan integrasi antara prinsip-prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai Islam yang menjadi ruh pesantren (Qomar, 2020). Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam bagaimana strategi peningkatan mutu pendidikan di Pondok Pesantren An Najah Gondang direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan, dan dikendalikan melalui kerangka fungsi manajemen POAC (Terry & Rue, 2010). Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. 7, No. 1: 164-177, April 2025 ISSN: 2722-7146 (Media Online) Tinjauan pustaka mengungkap celah penelitian yang dapat diisi. Fatah (2021) menekankan pentingnya standarisasi mutu pesantren di era digital, namun kurang menyentuh aspek implementasi fungsi manajemen secara terperinci. Sari dan Hidayat (2020) mengonfirmasi efektivitas kerangka POAC, namun penelitiannya pada sekolah Islam umum membuat kontekstualisasi di lingkungan pesantren yang khas masih terbatas. Sementara itu, Al-Faruq (2022) mengidentifikasi peran sentral kiai, namun belum mengaitkannya secara sistematis dengan seluruh fungsi manajemen dalam satu kerangka yang utuh (Sulistyo & Anwar, 2023). Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mensintesis sekaligus mengisi celah tersebut, dengan secara khusus menganalisis strategi peningkatan mutu melalui lensa POAC dalam setting pesantren, serta menguji relevansi konsep kepemimpinan spiritual dan etis dalam konteks manajemen modern (Khan & Siddique, 2023; Ahmad & Hassan, 2023). Manfaat penelitian ini diharapkan dapat diperoleh oleh beberapa pihak. Bagi pengelola Pondok Pesantren An Najah Gondang, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam menyusun kebijakan serta program kerja yang lebih terstruktur. Bagi praktisi manajemen pendidikan Islam, temuan ini dapat menjadi studi kasus praktis dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip manajemen modern. Terakhir, bagi akademisi dan peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk pengembangan penelitian sejenis dengan variabel dan lokus yang lebih beragam. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (Creswell, 2014; Yin, 2018). Pendekatan ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman mendalam dan kontekstual mengenai strategi peningkatan mutu melalui penerapan POAC di satu setting khusus, yaitu Pondok Pesantren An Najah Gondang. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan (Juni-Agustus 2024) di lokasi tersebut. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Subjek penelitian yang dipilih secara purposif adalah pengasuh (kiai), pengurus yayasan, kepala madrasah, dan ustadz/guru. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi melalui wawancara mendalam terstruktur, observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap dokumen perencanaan, laporan evaluasi, dan arsip pesantren. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Tahapan penelitian dimulai dengan persiapan instrumen dan perizinan. Selanjutnya, pengumpulan data dilakukan secara simultan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian direduksi dengan mengkategorikannya ke dalam empat tema utama sesuai fungsi POAC dan indikator mutu. Data yang telah disaring disajikan dalam bentuk narasi deskriptif-analitis untuk memudahkan pembahasan. Tahap akhir adalah penarikan kesimpulan dengan menginterpretasikan temuan untuk menjawab rumusan masalah, sekaligus membandingkan dan mendialogkannya dengan teori serta hasil penelitian terdahulu untuk menegaskan kontribusi temuan ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. 7, No. 1: 164-177, April 2025 ISSN: 2722-7146 (Media Online) 1. Hasil Penelitian Berdasarkan data yang terkumpul, berikut temuan mengenai penerapan fungsi POAC di Pondok Pesantren An Najah Gondang: a. Planning (Perencanaan) Pesantren memiliki perencanaan yang sistematis dan terintegrasi, yang tertuang dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra) Pesantren 2022-2027 dan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Perencanaan kurikulum memadukan Kurikulum Nasional (KMA 183) dengan kurikulum khas pesantren. Kepala Madrasah (inisial KM) menyatakan, "Perencanaan kami buat melalui musyawarah... Targetnya bukan hanya nilai akademik, tetapi juga pembentukan adab dan penghafalan Al-Qur'an." Observasi dokumen RKT menunjukkan target kuantitatif, seperti peningkatan jumlah santri penghafal Al-Qur'an sebesar 15% per tahun. b. Organizing (Pengorganisasian) Struktur organisasi dirancang untuk mendukung rencana, dengan pembagian tanggung jawab yang jelas antara Bidang Pendidikan, Kepesantrenan, dan Umum. Kolaborasi antar bidang berjalan efektif. Seorang Ustadz (inisial US) menuturkan, "Saya berkoordinasi rutin dengan guru madrasah untuk memantau perkembangan santri di asrama." Pengorganisasian juga terlihat dari penjadwalan ustadz yang kompeten untuk mengajar di kelas unggulan. c. Actuating (Penggerakan / Pengarahan) Fungsi ini diwarnai kepemimpinan keteladanan (qudwah hasanah) dari Kiai dan ustadz. Kiai terlibat langsung dalam mengajar dan memberikan tausiyah mingguan. Seorang santri (inisial SR) mengungkapkan, "Ketika melihat Kiai sendiri yang memimpin sholat... kami merasa punya teladan." Sistem reward and punishment yang transparan juga diterapkan sebagai motivasi ekstrinsik. d. Controlling (Pengawasan) Pesantren menerapkan sistem pengawasan berkelanjutan yang multi-saluran, mencakup aspek akademik (ulangan, ujian, hafalan) dan non-akademik (ibadah, kebersihan, adab). Wakil Pengasuh (inisial WP) menjelaskan, "Kami punya buku monitoring harian. Jika ada masalah, langsung kami ambil tindakan." Dokumentasi menunjukkan adanya laporan bulanan dan rapat triwulanan sebagai bentuk pengawasan formal 2. Pembahasan Penelitian Temuan mengungkap bahwa peningkatan mutu di pesantren ini adalah hasil integrasi nilai-nilai Islam ke dalam setiap fungsi POAC yang dijalankan secara sinergis (Zamzami, 2020). Penelitian ini memperkuat temuan Sari dan Hidayat (2020) tentang POAC, namun memberikan nuansa baru bahwa dalam konteks pesantren, kerangka teknis ini dihidupkan oleh nilai spiritual sebagai driving force-nya (Ahmad & Hassan, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. 7, No. 1: 164-177, April 2025 ISSN: 2722-7146 (Media Online) 2023). Actuating tidak sekadar memerintah, tetapi membangun kesadaran melalui keteladanan, sejalan dengan konsep kepemimpinan etis (Khan & Siddique, 2023) dan spiritual. Hal ini memperdalam temuan Al-Faruq (2022), menunjukkan kepemimpinan kiai tidak hanya sentral dalam actuating, tetapi juga terlembagakan dalam planning dan controlling, sebuah bentuk contingent leadership yang adaptif (Sulistyo & Anwar, 2023). Temuan ini menjawab kekurangan dalam penelitian Fatah (2021) dengan secara operasional menunjukkan bahwa mutu holistik dicapai ketika keempat fungsi POAC saling menguatkan, didukung budaya organisasi yang kuat (Husna & Thohir, 2023). Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi simbiosis mutualistik antara kerangka POAC yang rasional-teknis dengan ekosistem nilai pesantren yang spiritualnormatif. Argumen originalnya adalah: efektivitas peningkatan mutu pesantren ditentukan oleh kemampuan menjiwai seluruh proses manajemen dengan nilai-nilai Islam yang terwujud dalam keteladanan, musyawarah, dan disiplin spiritual. Implikasi praktisnya adalah pentingnya membangun sistem manajemen yang memperkuat iklim spiritual sebagai fondasi aktivitas manajerial (Ibrahim & Amin, 2022). Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan sebagai studi kasus tunggal dengan konteks kharisma kiai yang unik (Nashir & Haq, 2023), sehingga generalisasi perlu kehati-hatian. Oleh karena itu, direkomendasikan penelitian lanjutan dengan pendekatan mixed-methods (Creswell & Creswell, 2018) dan studi komparatif pada pesantren dengan tipologi berbeda (Ghafar & Syam, 2023). PENUTUP Berdasarkan analisis keseluruhan, disimpulkan bahwa peningkatan mutu pendidikan di Pondok Pesantren An Najah Gondang dicapai melalui strategi integratif, yaitu menerapkan setiap fungsi manajemen POAC yang dijiwai nilai-nilai Islam. Perencanaan terpadu, pengorganisasian kolaboratif, penggerakan berbasis keteladanan, serta pengawasan berkelanjutan menciptakan sistem yang membangun mutu akademik dan karakter secara holistik. Implikasi utama temuan ini adalah penguatan paradigma bahwa manajemen pendidikan Islam yang efektif mensyaratkan harmoni antara prinsip rasional (POAC) dan nilai spiritual. Namun, keterbatasan penelitian sebagai studi kasus tunggal membuat generalisasi temuan perlu kehati-hatian. Direkomendasikan penelitian lanjutan dengan pendekatan mixedmethods di beberapa pesantren, serta pengembangan instrumen untuk mengukur dampak kuantitatif-spesifik dari integrasi nilai dalam setiap fungsi POAC. DAFTAR PUSTAKA Ahmad, S., & Hassan, R. (2023). Integrating spiritual leadership into educational management: A framework for Islamic schools. International Journal of Educational Management, 37(5), 1021–1037. https://doi.org/10.1108/IJEM-11-2022-0456 Al-Faruq, M. (2022). Kepemimpinan Kiai dan Mutu Pesantren: Sebuah Studi Fenomenologi. Journal of Islamic Education Studies, 8(1), 45–62. https://doi.org/10.15642/jies.2022.8.1.45-62 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. 7, No. 1: 164-177, April 2025 ISSN: 2722-7146 (Media Online) Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications. Fatah, A. (2021). Manajemen mutu pendidikan pesantren di era digital. Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(2), 201–218. https://doi.org/10.14421/manageria.2021.6-2-05 Ghafar, A., & Syam, A. R. (2023). Sustainability of pesantren education in the industrial revolution 4.0: A systematic literature review. International Journal of Instruction, 16(3), 789–808. Husna, U., & Thohir, M. (2023). Membangun budaya mutu melalui kepemimpinan transformasional di pesantren. Jurnal Tatsqif, 21(1), 1–18. Ibrahim, M. S., & Amin, M. (2022). Character education management in Indonesian pesantren: Between tradition and modernity. Journal of Moral Education, 51(4), 512–528. https://doi.org/10.1080/03057240.2021.2013201 Khan, M. A., & Siddique, M. (2023). Ethical leadership and teacher commitment in religious schools: The mediating role of trust. Educational Management Administration & Leadership, 51(1), 198–217. https://doi.org/10.1177/1741143220984287 Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. Nashir, H., & Haq, M. Z. (2023). The dynamics of kyai’s charismatic authority in the digital age: A case study. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 13(1), 89–112. https://doi.org/10.18326/ijims.v13i1.89-112 Qomar, M. (2020). Manajemen pendidikan Islam. Erlangga. Sari, D. P., & Hidayat, R. (2020). Penerapan fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) dalam meningkatkan efektivitas lembaga pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah Islamic Management, 3(1), 77–96. https://doi.org/10.21070/jim.v3i1.567 Sulistyo, B., & Anwar, K. (2023). Contingency leadership in pesantren: Adapting POAC to environmental dynamics. Leadership and Policy in Schools, 22(3), 345–362. https://doi.org/10.1080/15700763.2022.2053124 Terry, G. R., & Rue, L. W. (2010). Dasar-dasar manajemen (Edisi Bahasa Indonesia). Bumi Aksara. Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications. Zamzami, M. (2020). Manajemen pendidikan Islam: Teori dan aplikasi di lembaga pendidikan. Kencana. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. 7, No. 1: 164-177, April 2025 ISSN: 2722-7146 (Media Online) Sudah Registrasi, Namun Admin SLOW RESPON. Sehingga, Berganti Jurnal dengan menyesuaikan templete dan bahasan untuk Submitt