MATERI KULIAH · GASTROENTEROLOGI Tukak Peptik Peptic Ulcer Disease Patofisiologi, diagnosis, dan tata laksana berdasarkan pedoman terbaru Rujukan utama: ACG 2024 · Maastricht VI/Florence 2022 · Konsensus PGI 2021 & Adendum 2024 · ACG UGIB 2021 GAMBARAN MATERI Alur Materi 01 02 03 Definisi & Epidemiologi Etiologi & Patofisiologi Klinis & Diagnosis Klasifikasi tukak lambung–duodenum, beban penyakit global (GBD 2021) H. pylori, NSAID, dan keseimbangan faktor agresif–defensif Gejala, tanda bahaya, endoskopi, dan uji H. pylori 04 05 06 Terapi & Eradikasi H. pylori Tukak NSAID & Tukak Berdarah Komplikasi & Pembaruan Regimen Indonesia (PGI 2024), ACG 2024, Maastricht VI Profilaksis, tata laksana ACG 2021, klasifikasi Forrest Perforasi, obstruksi, tukak refrakter, arah riset terkini 2 DEFINISI & KLASIFIKASI Apa itu tukak peptik? DEFINISI Defek mukosa berukuran ≥5 mm yang menembus muskularis mukosa di lambung atau duodenum proksimal. Berbeda dari erosi yang terbatas pada mukosa. Tukak muncul saat faktor agresif (asam, pepsin) melampaui daya pertahanan mukosa. Tukak lambung • Sering di kurvatura minor dan angulus • Hampir selalu di bulbus duodeni • Puncak usia lebih tua (≥50 tahun) • Usia lebih muda (30–55 tahun), lebih sering pada lakilaki • Sekresi asam normal/rendah; H. pylori (pangastritis) atau NSAID • Biopsi wajib untuk menyingkirkan keganasan Erosi: hanya mukosa Tukak: tembus muskularis mukosa Sumber: StatPearls – Peptic Ulcer Disease (NBK534792); Lanas & Chan, Lancet 2017. Tukak duodenum • Endoskopi ulang 8–12 minggu • Hipersekresi asam; H. pylori antral-predominan • Keganasan sangat jarang • Kambuh bila H. pylori tidak dieradikasi 3 EPIDEMIOLOGI Beban global menurun, kasus absolut naik 2,85 juta 34,1 230.217 kasus tukak peptik global pada 2021 insidens terstandar usia per 100.000 (2021) kematian akibat tukak peptik pada 2021 naik 11% dari 2,57 juta (1990) turun dari 57,1 per 100.000 (1990) turun dari 273.872 (1990) • Penurunan diduga berkaitan dengan berkurangnya infeksi H. pylori, eradikasi, dan terapi supresi asam modern. • Kasus absolut naik karena pertumbuhan dan penuaan populasi; beban lebih tinggi pada laki-laki dan wilayah dengan SDI rendah. • Merokok: 29.390 kematian akibat tukak pada 2021 terkait rokok; beban terbesar di Asia Timur, Selatan, dan Tenggara. Sumber: Analisis GBD 2021 – “Gender and age differences in the global burden of peptic ulcers” (2025); GBD 2021 beban tukak akibat rokok (2025). 4 ETIOLOGI Dua penyebab utama, banyak faktor penyerta Helicobacter pylori NSAID & aspirin • Bakteri Gram-negatif, umumnya didapat sejak kanak-kanak • Hambat COX-1 → prostaglandin pelindung mukosa turun • Gastritis kronik → tukak lambung dan duodenum • Risiko ↑: usia >65 th, riwayat tukak, kortikosteroid, antikoagulan/antiplatelet • WHO: karsinogen grup I untuk kanker lambung • Sering tanpa gejala hingga muncul perdarahan Faktor penyerta lain Merokok Stres fisiologis berat (ICU, luka bakar) Sindrom Zollinger–Ellison (gastrinoma) Infeksi CMV / HSV (imunokompromais) Penyakit Crohn Tukak idiopatik (H. pylori–negatif, tanpa NSAID) Sumber: ACG 2024 (H. pylori); JSGE 2020; Park 2025 (tukak refrakter). Uji H. pylori dan riwayat NSAID pada setiap pasien tukak. 5 PATOFISIOLOGI Keseimbangan faktor agresif vs defensif Faktor agresif Faktor defensif • Asam klorida (HCl) dan pepsin • Lapisan mukus dan bikarbonat • Infeksi H. pylori (urease, CagA, VacA) • Prostaglandin (PGE2, PGI2) • NSAID/aspirin (topikal dan sistemik) VS • Aliran darah mukosa adekuat • Asam empedu, refluks duodenogastrik • Regenerasi dan pembaruan epitel • Merokok • Sekresi bikarbonat duodenum • Hipergastrinemia • Integritas sambungan antar-sel epitel Tukak terbentuk saat keseimbangan bergeser: faktor agresif meningkat (H. pylori, NSAID, hipersekresi asam) dan/atau faktor defensif menurun (prostaglandin, mukus–bikarbonat, aliran darah mukosa). Sumber: StatPearls – Peptic Ulcer Disease; Lanas & Chan, Lancet 2017. 6 PATOFISIOLOGI Jalur pembentukan tukak: H. pylori vs NSAID Jalur H. pylori Jalur NSAID 1 Kolonisasi mukosa: urease → amonia; faktor virulensi CagA dan VacA 1 Hambat COX-1 sistemik → sintesis prostaglandin turun 2 Gastritis: antral-predominan (↑ gastrin, ↑ asam) atau korpus/pangastritis (↓ asam) 2 Mukus, bikarbonat, dan aliran darah mukosa turun; iritasi topikal langsung 3 Tukak duodenum: asam tinggi → metaplasia lambung di bulbus. Tukak lambung: mukosa rusak langsung, pertahanan ↓ 3 Mukosa rentan terhadap asam dan pepsin; agregasi trombosit turun 4 Erosi menembus muskularis mukosa → tukak 4 Tukak (sering asimtomatik) → risiko perdarahan lebih besar Sumber: StatPearls – Peptic Ulcer Disease; Lanas & Chan, Lancet 2017; JSGE 2020. 7 MANIFESTASI KLINIS Gejala klasik: mirip, tetapi tidak spesifik Tukak lambung Tukak duodenum Perlu diingat Karakter nyeri Hubungan dengan makan Waktu timbul Epigastrium, perih/menggigit Epigastrium, terbakar/menggerogoti Memburuk saat atau segera setelah makan Membaik dengan makan atau antasida Sekitar 0–1 jam pascamakan 2–5 jam pascamakan; nokturnal (membangunkan) Gejala penyerta Mual, cepat kenyang, muntah Rasa lapar nyeri, kembung Berat badan Cenderung turun Stabil atau naik Sumber: StatPearls – Peptic Ulcer Disease; Lanas & Chan, Lancet 2017. • Sensitivitas dan spesifisitas gejala rendah; GU/DU tak dapat dibedakan tanpa endoskopi • Pengguna NSAID dan lansia sering asimtomatik • Perdarahan (melena, hematemesis) dapat menjadi presentasi pertama 8 TANDA BAHAYA & KOMPLIKASI Kapan tukak menjadi berbahaya? Tanda bahaya (alarm features) • Perdarahan saluran cerna (melena, hematemesis) • Muntah persisten Perdarahan Komplikasi tersering: hematemesis, melena, anemia, syok Perforasi Nyeri mendadak hebat, perut papan, udara bebas intraperitoneal • Penurunan berat badan tanpa sebab • Anemia defisiensi besi • Disfagia progresif atau massa epigastrium • Usia ≥60 tahun dengan gejala baru • Riwayat keluarga kanker lambung Sumber: ACG 2024 (kriteria alarm & usia <60 tahun); StatPearls; Konsensus PGI 2021. Penetrasi Menembus organ sekitar (mis. pankreas): nyeri punggung menetap Obstruksi Edema atau jaringan parut pilorus: muntah dan cepat kenyang 9 DIAGNOSIS Pendekatan diagnosis Klinis & laboratorium • Anamnesis: nyeri epigastrium; riwayat NSAID, aspirin, steroid; merokok; riwayat keluarga • Fisik: nyeri tekan epigastrium, pucat (anemia), tanda perdarahan • Lab: Hb dan status besi; gastrin serum bila dicurigai Zollinger– Ellison Endoskopi Uji H. pylori • Baku emas: lokasi, ukuran, dan stigmata perdarahan • Test & treat: usia <60 tahun tanpa tanda bahaya → UBT/SAT, eradikasi bila positif • Indikasi: tanda bahaya, usia ≥60 tahun, pengguna NSAID, gagal terapi empiris • Biopsi setiap tukak lambung; endoskopi ulang 8–12 minggu • Uji semua pasien dengan tukak aktif atau riwayat tukak • Uji pengguna NSAID kronis dan pemula aspirin harian Klinis menentukan kecurigaan, endoskopi mengonfirmasi dan menyingkirkan keganasan, uji H. pylori menentukan terapi kausal. Sumber: ACG 2024 – Treatment of H. pylori Infection; Konsensus PGI 2021; Medscape – PUD Treatment & Management (2025). 10 DIAGNOSIS Uji H. pylori: pilihan dan persiapan Metode Tipe Catatan penting Persiapan uji Urea breath test (UBT) Non-invasif Akurasi tinggi; untuk diagnosis dan konfirmasi eradikasi Antigen tinja (SAT) Non-invasif Alternatif UBT; valid untuk konfirmasi eradikasi Non-invasif Tak terpengaruh PPI, tetapi tak membedakan infeksi aktif/lampau; bukan untuk konfirmasi • Hentikan antibiotik dan bismut 4 minggu sebelum uji Invasif (biopsi) Cepat; negatif palsu bila PPI atau perdarahan aktif • Konfirmasi eradikasi ≥4 minggu setelah terapi selesai Histopatologi Invasif Sekaligus menilai gastritis, atrofi, dan metaplasia intestinal • P-CAB (vonoprazan, tegoprazan) diduga dapat memengaruhi hasil UBT Kultur / PCR Invasif Uji kepekaan antibiotik; PCR dapat mendeteksi resistensi klaritromisin/kuinolon Serologi (IgG) Rapid urease test Sumber: Adendum Konsensus PGI 2024 (Pernyataan 27); ACG 2024; ringkasan ACG Guideline Highlights. • Hentikan PPI/P-CAB 1–2 minggu sebelum uji 11 ALUR TATA LAKSANA Algoritma pendekatan pasien Tanda bahaya atau usia ≥60 tahun Terapi & tindak lanjut ↓ • Eradikasi H. pylori bila positif Endoskopi ± biopsi Dispepsia / curiga tukak peptik Tanpa tanda bahaya, usia <60 tahun ↓ Tukak terkonfirmasi atau H. pylori positif • Supresi asam (PPI/P-CAB) 4–8 minggu • Hentikan atau ganti NSAID • UBT/SAT ≥4 minggu pascaterapi • Tukak lambung: endoskopi ulang Test & treat H. pylori (UBT/SAT) ± PPI empiris Disarikan dari ACG 2024, Konsensus PGI 2021/2024, dan Medscape (test-and-treat pada usia <60 tahun tanpa tanda bahaya). 12 TERAPI MEDIKAMENTOSA Supresi asam dan gastroproteksi Golongan Contoh Mekanisme Catatan klinis PPI Omeprazol, lansoprazol, pantoprazol, esomeprazol, rabeprazol Hambat pompa H⁺/K⁺-ATPase sel parietal Obat utama; DU ±4 minggu, GU ±8 minggu; 30–60 menit sebelum makan P-CAB Vonoprazan, tegoprazan Blokade kompetitif K⁺ pada pompa proton Onset cepat, supresi asam kuat dan stabil; tersedia di Indonesia; bukti terus berkembang Antagonis reseptor H2 Famotidin Blok reseptor histamin-2 Lebih lemah dari PPI; opsi tambahan atau alternatif Sitoprotektor Sukralfat, bismut Lapisan pelindung pada dasar tukak Adjuvan; beri jarak dengan obat lain. Bismut belum tersedia di Indonesia Analog prostaglandin Misoprostol Analog PGE1: mukus dan bikarbonat ↑ Profilaksis NSAID; diare/kram; kontraindikasi pada kehamilan Antasida Al/Mg hidroksida Netralisasi asam lambung Simptomatik, kerja singkat Sumber: Konsensus PGI 2021 & Adendum 2024; JSGE 2020; Lanas & Chan, Lancet 2017. Gunakan PPI pada dosis efektif terendah dengan indikasi jelas. 13 ERADIKASI H. PYLORI · INDONESIA Regimen menurut PGI (Adendum 2024) Lini Regimen Dosis Durasi Catatan Lini 1 PPI triple (PAC) PPI 2×/hari + amoksisilin 1000 mg 2× + klaritromisin 500 mg 2× 14 hari Hati-hati bila resistensi klaritromisin ≥15% (Bali) atau pernah terpajan makrolida Lini 1 Vonoprazan triple Vonoprazan 20 mg 2× + amoksisilin 1000 mg 2× + klaritromisin 500 mg 2× 7 hari Eradikasi lebih tinggi dari PPI pada meta-analisis (91,9% vs 80,0%) Alternatif Konkomitan (PAMC) PPI 2× + amoksisilin 1000 mg 2× + metronidazol 500 mg 2× + klaritromisin 500 mg 2× 14 hari Bila bismut tak tersedia; opsi bila resistensi klaritromisin tinggi Alternatif Kuadrupel bismut (PBMT) PPI 2× + bismut 4× + metronidazol 500 mg 3–4× + tetrasiklin 500 mg 4× 14 hari Bismut belum tersedia di Indonesia Penyelamatan High-dose dual (HDDT) Rabeprazol 20 mg 4× + amoksisilin 750 mg 4× 14 hari Uji kepekaan sangat dianjurkan Penyelamatan Rifabutin (PAR) PPI 2× + amoksisilin 1000 mg 2× + rifabutin 150 mg 2× 10 hari Hanya sebagai lini ke-3 atau ke-4 PPI dosis standar: omeprazol 20, lansoprazol 30, pantoprazol 40, esomeprazol 20, rabeprazol 20 mg. Konfirmasi eradikasi (UBT/SAT) ≥4 minggu pascaterapi. Sumber: Adendum Konsensus PGI 2024; Alomedika (2025). 14 ERADIKASI H. PYLORI · PEDOMAN INTERNASIONAL Perbandingan pedoman terbaru PGI (Indonesia) ACG 2024 Maastricht VI 2021 + Adendum 2024 Am J Gastroenterol, Sept 2024 Gut, Agustus 2022 • PAC 14 hari tetap lini pertama; resistensi klaritromisin rendah (kecuali Bali) • Kuadrupel bismut optimal 14 hari: pilihan utama bila kepekaan tak diketahui • H. pylori = penyakit infeksi (ICD-11): semua yang terinfeksi diobati • Adendum 2024: vonoprazan triple 7 hari • Alternatif: rifabutin triple, vonoprazan–amoksisilin dual, vonoprazan triple • Bismut belum tersedia • Uji kepekaan pada setiap kegagalan • Triple klaritromisin (PPI) dan konkomitan tak lagi lini pertama • Triple klaritromisin hanya bila resistensi klaritromisin ≤15% • Resistensi tinggi: kuadrupel bismut atau konkomitan, 14 hari • Uji kepekaan (termasuk molekuler) dipertimbangkan • Hindari klaritromisin/levofloksasin tanpa bukti sensitif Implikasi praktis: pilih regimen berdasarkan resistensi lokal, riwayat antibiotik, alergi penisilin, dan ketersediaan obat. Sumber: Chey et al., ACG 2024; Malfertheiner et al., Maastricht VI/Florence, Gut 2022; Adendum PGI 2024; Alomedika (2025). 15 TUKAK TERKAIT NSAID Tata laksana dan pencegahan tukak NSAID Tukak NSAID sudah terjadi Profilaksis pada pengguna kronis • Hentikan NSAID bila memungkinkan, lalu beri terapi antisekresi • Nilai risiko: usia >65 th, riwayat tukak/perdarahan, kombinasi obat • Bila NSAID tak dapat dihentikan: lanjutkan PPI (JSGE 2020) • NSAID dosis efektif terendah, durasi sesingkat mungkin • Uji dan eradikasi H. pylori bila positif • Gastroproteksi dengan PPI (atau misoprostol) • Tinjau obat lain: kortikosteroid, antikoagulan, antiplatelet • Risiko tinggi: COX-2 selektif ± PPI • Uji H. pylori sebelum NSAID jangka panjang 2.531 pasien dalam meta-analisis 2025 (3 studi) Vonoprazan menurunkan rekurensi tukak dan perdarahan GI dibanding lansoprazol pada tukak NSAID. Bukti masih terbatas oleh jumlah studi yang kecil. Sumber: JSGE 2020 (Kamada et al.); Bandyopadhyay et al., Gastroenterol Res Pract 2025;2025:5625149; Lanas & Chan 2017. 16 TUKAK BERDARAH · ACG 2021 Tata laksana perdarahan tukak 1 Stratifikasi risiko Skor Glasgow-Blatchford 0–1: risiko sangat rendah, dapat rawat jalan 5 Terapi endoskopik Untuk perdarahan menyembur, rembes, dan pembuluh terlihat: elektrokoagulasi bipolar, heater probe, etanol absolut 2 Transfusi restriktif Ambang hemoglobin 7 g/dL 6 PPI dosis tinggi ≥80 mg/hari selama 3 hari (bolus 80 mg + 8 mg/jam, atau intermiten), lalu PPI 2×/hari hingga minggu ke-2 3 Eritromisin IV 250 mg, 20–90 menit sebelum endoskopi; mengurangi endoskopi ulang dan lama rawat 7 Perdarahan ulang Endoskopi ulang + terapi; bila gagal → embolisasi arteri transkateter Sumber: Laine et al., ACG Clinical Guideline: Upper GI and Ulcer Bleeding, Am J Gastroenterol 2021;116:899–917; tinjauan P-CAB pada perdarahan tukak (2025). 4 Endoskopi ≤24 jam Dilakukan setelah resusitasi dan stabilisasi hemodinamik Catatan bukti • PPI pra-endoskopi: belum ada rekomendasi pasti • Vonoprazan oral: bukti noninferior vs PPI IV untuk cegah perdarahan ulang 30 hari (belum masuk pedoman) 17 KLASIFIKASI FORREST Stigmata endoskopik dan risiko perdarahan ulang Risiko perdarahan ulang tanpa terapi endoskopik (%) Forrest Temuan endoskopi Tindakan Ia Perdarahan menyembur Terapi endoskopik Ib Rembesan (oozing) Terapi endoskopik IIa Pembuluh terlihat, tak berdarah Terapi endoskopik IIb Bekuan menempel Belum ada rekomendasi pasti; PPI dosis tinggi ± pembuangan bekuan IIc Bintik datar berpigmen PPI; risiko rendah III Dasar bersih PPI; pulang dini bila stabil 70 60 55 50 43 40 30 22 20 10 10 5 0 Ia / Ib IIa IIb IIc III Angka historis (Laine & Peterson, NEJM 1994); risiko aktual lebih rendah dengan terapi endoskopik dan PPI modern. Rekomendasi tindakan: ACG 2021. 18 KOMPLIKASI LAIN Perforasi dan obstruksi outlet lambung Perforasi Obstruksi outlet lambung Gambaran klinis Gambaran klinis • Nyeri epigastrium mendadak dan hebat • Muntah makanan tak tercerna, cepat kenyang, kembung • Perut papan (defans muskular), demam, syok • Penurunan berat badan; alkalosis metabolik hipokloremik– hipokalemik • Udara bebas subdiafragma pada foto polos atau CT Tata laksana • Puasa, NGT, cairan, PPI IV, antibiotik • Bedah (penutupan perforasi/patch omentum) umumnya diperlukan; konservatif hanya pada pasien terpilih yang stabil Sumber: JSGE 2020 (tata laksana konservatif perforasi dan stenosis); StatPearls – Peptic Ulcer Disease. Tata laksana • Dekompresi NGT, koreksi cairan dan elektrolit, PPI • Eradikasi H. pylori; dilatasi balon endoskopik • Bedah bila gagal; biopsi untuk menyingkirkan keganasan 19 TUKAK REFRAKTER & REKUREN Bila tukak tak kunjung sembuh Refrakter: tukak tidak sembuh setelah terapi antisekresi standar selama 8–12 minggu Penyebab yang perlu dicari Pendekatan bertahap H. pylori persisten atau resisten antibiotik NSAID/aspirin tersembunyi (obat bebas, jamu) Merokok aktif Keganasan (tukak lambung ganas) Sindrom Zollinger–Ellison Penyakit Crohn 1 Konfirmasi status H. pylori (UBT/SAT/histologi); kultur atau uji molekuler 2 Telusuri semua obat dan hentikan NSAID 3 Biopsi ulang tukak lambung 4 Ukur gastrin serum bila tukak multipel, distal, atau berulang 5 Optimalkan supresi asam (PPI 2×/hari atau P-CAB) dan berhenti merokok Infeksi CMV / HSV Kepatuhan buruk atau dosis PPI tak adekuat Sumber: Park SB, Etiology and Therapeutic Strategies for Refractory Peptic Ulcers, Korean J Helicobacter Up Gastrointest Res 2025;25(1):17–22; ACG 2024. 20 PEMBARUAN TERKINI Perkembangan pedoman dan bukti 2021–2025 2021 2022 2024 2025 • ACG: perdarahan GI atas dan tukak (Mei 2021) • Maastricht VI/Florence (Agustus 2022) • Adendum PGI (Feb 2024): vonoprazan triple 7 hari • Meta-analisis vonoprazan pada tukak NSAID • Konsensus Nasional PGI (revisi 2021) • H. pylori diakui sebagai penyakit infeksi (ICD-11) • Tinjauan tukak refrakter (Park, 2025) • JSGE: pedoman tukak peptik (terbit 2021) • Triple klaritromisin hanya bila resistensi ≤15% • ACG H. pylori (Sept 2024): kuadrupel bismut optimal; klaritromisin triple keluar dari lini pertama • Analisis GBD 2021 beban tukak peptik Dalam pengembangan: rifasutenizol (fase 3), uji kepekaan molekuler, bubuk hemostatik TC-325, dan vaksin H. pylori. Data awal, belum masuk pedoman. Sumber: dokumen pedoman masing-masing; ringkasan “Peptic Ulcer Disease: Diagnosis & What’s New in Management 2024–2025” (SYSGE) untuk agen yang sedang dikembangkan. 21 PENCEGAHAN & EDUKASI Pencegahan dan edukasi pasien Test & treat H. pylori Uji pada pengguna NSAID kronis, riwayat tukak, dan anggota rumah tangga pasien positif. Rasionalisasi NSAID Dosis terendah, durasi tersingkat; tambahkan gastroproteksi pada pasien risiko tinggi. Kepatuhan terapi Habiskan seluruh antibiotik; efek samping ringan bukan alasan berhenti; konfirmasi eradikasi ≥4 minggu. Pola hidup Makan teratur, batasi alkohol, hindari pemicu gejala; higiene dan sanitasi menekan penularan H. pylori. Sumber: ACG 2024; GBD 2021 beban tukak akibat rokok (2025); Konsensus PGI 2021. Berhenti merokok Rokok menghambat penyembuhan dan memicu kekambuhan; 29.390 kematian tukak terkait rokok (2021). Kenali tanda bahaya BAB hitam, muntah darah, nyeri hebat mendadak, atau muntah terusmenerus: segera ke IGD. 22 KESIMPULAN Pesan kunci 1 Tukak peptik terutama disebabkan H. pylori dan NSAID: uji dan tangani keduanya pada setiap pasien. 2 Endoskopi untuk tanda bahaya atau usia ≥60 tahun; biopsi setiap tukak lambung. 3 Eradikasi 14 hari (PAC di Indonesia, kecuali Bali) atau vonoprazan triple 7 hari; sesuaikan resistensi lokal dan konfirmasi ≥4 minggu pascaterapi. 4 Tukak berdarah: endoskopi ≤24 jam, terapi endoskopik untuk stigmata risiko tinggi, PPI dosis tinggi 3 hari. 5 Pencegahan: rasionalisasi NSAID dengan gastroproteksi, berhenti merokok, dan edukasi kepatuhan. Dosis dan regimen adalah rujukan pedoman; sesuaikan dengan kondisi pasien dan panduan setempat. 23 SUMBER Daftar pustaka 1. Chey WD, Howden CW, Moss SF, et al. ACG Clinical Guideline: Treatment of Helicobacter pylori Infection. Am J Gastroenterol. 2024;119(9):1730–1753. doi:10.14309/ajg.0000000000002968 2. Malfertheiner P, Megraud F, Rokkas T, et al. Management of Helicobacter pylori infection: the Maastricht VI/Florence consensus report. Gut. 2022;71(9):1724–1762. doi:10.1136/gutjnl-2022-327745 3. Laine L, Barkun AN, Saltzman JR, Martel M, Leontiadis GI. ACG Clinical Guideline: Upper Gastrointestinal and Ulcer Bleeding. Am J Gastroenterol. 2021;116(5):899–917. doi:10.14309/ajg.0000000000001245 4. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. Adendum Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylori di Indonesia Tahun 2024. Jakarta: PIPInterna; 2024. 8. Park SB. Etiology and therapeutic strategies for refractory peptic ulcers: a comprehensive review. Korean J Helicobacter Up Gastrointest Res. 2025;25(1):17–22. 9. Gender and age differences in the global burden of peptic ulcers: an analysis based on GBD data from 1990 to 2021. 2025 (PMC12066501). 10. The global, regional and national burden of peptic ulcer disease attributable to smoking from 1990 to 2021: a population-based study. 2025 (PMC11908546). 11. Lanas A, Chan FKL. Peptic ulcer disease. Lancet. 2017;390(10094):613–624. 12. Laine L, Peterson WL. Bleeding peptic ulcer. N Engl J Med. 1994;331:717–727. 13. StatPearls. Peptic Ulcer Disease. NCBI Bookshelf NBK534792; Medscape. Peptic Ulcer Disease Guidelines & Treatment (2025). 5. Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pylori di Indonesia (revisi 2021). 6. Kamada T, Satoh K, Itoh T, et al. Evidence-based clinical practice guidelines for peptic ulcer disease 2020 (JSGE). J Gastroenterol. 2021. doi:10.1007/s00535-021-01769-0 7. Bandyopadhyay S, Samajdar SS, Das S. Efficacy of vonoprazan in NSAID-induced ulcer in terms of ulcer recurrence and gastrointestinal bleeding: a systematic review and meta-analysis. Gastroenterol Res Pract. 2025;2025:5625149. doi:10.1155/grp/5625149 Pencarian sumber dilakukan September 2026. Periksa pembaruan pedoman sebelum digunakan untuk keputusan klinis. 24