LAPORAN PROKER KELOMPOK EDUKASI, MITIGASI, DAN SOSIALISASI HIV DAN AIDS BAB I GAMBARAN UMUM LOKASI 1. Kondisi Geografi Kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS dilaksanakan di Sekretariat Karang Taruna Swakrida Mahardika yang berada di Dusun Jatitengah RT 12, Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Lingkungan sekitar lokasi kegiatan merupakan kawasan permukiman dengan kondisi wilayah yang secara umum datar. Akses menuju lokasi dapat dilalui menggunakan kendaraan melalui jalan beraspal sehingga mendukung mobilitas masyarakat maupun pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan. Lokasi kegiatan berada dalam lingkungan masyarakat yang memiliki aktivitas sosial cukup aktif, khususnya melalui kegiatan Karang Taruna. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan edukasi yang melibatkan kelompok pemuda sebagai sasaran kegiatan. 2. Keadaan dan Potensi Sumber Daya Alam Lingkungan sekitar Sekretariat Karang Taruna Swakrida Mahardika di Dusun Jatitengah RT 12 berada pada kawasan permukiman. Di sekitar lokasi terdapat kebun milik warga yang menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan oleh masyarakat. Berdasarkan pengamatan dan informasi yang diperoleh selama kegiatan, tidak ditemukan potensi sumber daya alam lain yang memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan program kerja Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS. Oleh karena itu, potensi sumber daya alam tidak menjadi fokus utama dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan. 3. Keadaan Perekonomian Kondisi perekonomian masyarakat di sekitar lokasi kegiatan menunjukkan keberagaman mata pencaharian. Berdasarkan pengamatan dan informasi yang diperoleh selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat memiliki mata pencaharian sebagai petani, buruh, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pegawai negeri sipil (PNS), pedagang, pekerja swasta, serta pekerjaan lainnya. 4. Keadaan Sosial, Pemerintahan dan Kelembagaan Kehidupan sosial masyarakat di sekitar lokasi kegiatan ditunjukkan melalui keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Salah satu kelembagaan yang memiliki peran dalam aktivitas sosial masyarakat adalah Karang Taruna Swakrida Mahardika yang berada di Dusun Jatitengah RT 12. Karang Taruna tersebut memiliki struktur kepengurusan dan aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan masyarakat. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna antara lain lomba badminton Desa Jatitengah, kegiatan kesenian berupa reog dalam skala kecil dan berkeliling desa, dekorasi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, serta berbagai rangkaian perlombaan yang melibatkan anak-anak, ibu-ibu, dan bapakbapak. Keaktifan tersebut menunjukkan bahwa Karang Taruna memiliki peran dalam menggerakkan partisipasi pemuda dan masyarakat dalam kegiatan sosial di lingkungan desa. Selain Karang Taruna, terdapat pula Kelompok Wanita Bestari RT 12 sebagai salah satu kelompok masyarakat di lingkungan tersebut. Hubungan antara Karang Taruna dengan Pemerintah Desa berjalan dengan baik sehingga mendukung pelaksanaan kegiatan yang melibatkan mahasiswa KKN dan masyarakat. Kondisi sosial masyarakat yang aktif menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS. Keberadaan Karang Taruna sebagai wadah kegiatan pemuda memberikan ruang bagi mahasiswa KKN untuk melaksanakan edukasi secara langsung kepada kelompok sasaran melalui kegiatan yang terintegrasi dengan aktivitas masyarakat. BAB II MASALAH YANG DIHADAPI 1. Analisis Potensi dan Kebutuhan Karang Taruna Swakrida Mahardika merupakan salah satu wadah kegiatan pemuda di Dusun Jatitengah RT 12, Desa Jatitengah yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Keaktifan tersebut menjadi potensi dalam pelaksanaan kegiatan edukasi yang ditujukan kepada kelompok usia muda. Dengan adanya wadah sosial yang aktif, penyampaian informasi mengenai isu kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara langsung melalui kegiatan yang melibatkan partisipasi anggota Karang Taruna. Berdasarkan hasil konsultasi dengan Bidan Desa serta kondisi sasaran kegiatan, terdapat kebutuhan untuk memberikan edukasi mengenai HIV dan AIDS kepada anggota Karang Taruna. Kelompok usia muda dipandang penting untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai HIV karena edukasi sejak dini dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan. Kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemahaman mengenai cara penularan HIV, tetapi juga mengenai berbagai upaya pencegahan dan pentingnya memperoleh informasi kesehatan dari sumber yang tepat. Selain aspek pencegahan, terdapat kebutuhan untuk memberikan pemahaman bahwa HIV tidak seharusnya menjadi dasar untuk memberikan stigma atau diskriminasi kepada orang dengan HIV. Pemahaman yang kurang tepat mengenai HIV dapat menyebabkan seseorang menganggap bahwa orang dengan HIV harus dijauhi dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, edukasi perlu mencakup informasi mengenai cara penularan HIV sekaligus membedakannya dengan bentuk interaksi sosial sehari-hari yang tidak menyebabkan penularan. Kebutuhan edukasi juga berkaitan dengan perkembangan ilmu kedokteran dalam upaya pencegahan dan pengelolaan HIV. Pencegahan HIV tidak hanya berkaitan dengan perilaku dan pengendalian faktor risiko, tetapi juga didukung oleh perkembangan ilmu kedokteran serta tersedianya layanan kesehatan. Informasi tersebut penting agar peserta memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh dan tidak memandang HIV hanya dari sisi risiko dan akibatnya. Berdasarkan potensi dan kebutuhan tersebut, Kelompok 64 melaksanakan kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS sebagai upaya memberikan informasi yang tepat kepada anggota Karang Taruna. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, permainan, serta evaluasi melalui kuis Kahoot sehingga peserta tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dan menguji pemahamannya terhadap materi yang diberikan. 2. Perumusan Masalah Berdasarkan analisis potensi dan kebutuhan tersebut, rumusan masalah dalam kegiatan ini adalah: Bagaimana memberikan edukasi kepada anggota Karang Taruna mengenai HIV dan AIDS sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan mengurangi stigma di lingkungan masyarakat? BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN 1. Nama Kegiatan Nama kegiatan yang dilaksanakan adalah Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS. 2. Tujuan Kegiatan Kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS bertujuan untuk: 1. meningkatkan pemahaman peserta mengenai cara penularan dan pencegahan HIV; 2. memberikan pemahaman bahwa pencegahan HIV tidak hanya berkaitan dengan perilaku dan pengendalian faktor risiko, tetapi juga didukung oleh perkembangan ilmu kedokteran serta tersedianya berbagai upaya dan layanan kesehatan; 3. membangun pemahaman peserta bahwa HIV tidak seharusnya menjadi dasar untuk memberikan stigma atau diskriminasi terhadap orang dengan HIV. 4. Tolak Ukur Keberhasilan Keberhasilan kegiatan diukur berdasarkan indikator yang dapat diamati selama pelaksanaan kegiatan, yaitu: 1. peserta mengikuti rangkaian kegiatan edukasi hingga tahap evaluasi; 2. peserta berpartisipasi aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab; 3. peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan melalui kuis Kahoot; 4. peserta menunjukkan pemahaman terhadap materi mengenai cara penularan, pencegahan, dan stigma terhadap orang dengan HIV melalui respons dalam diskusi dan pertanyaan evaluasi. 4. Lokasi Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat Karang Taruna Swakrida Mahardika, Dusun Jatitengah RT 12, Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 5. Khalayak Sasaran Khalayak sasaran kegiatan adalah anggota Karang Taruna Swakrida Mahardika Desa Jatitengah. Berdasarkan daftar hadir yang terdokumentasi, terdapat 56 peserta yang tercatat hadir dalam kegiatan. Selain peserta, kegiatan juga dihadiri oleh Bidan Desa sebagai pihak yang memberikan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan. Bidan Desa hadir dalam kegiatan, tetapi tidak tercatat dalam daftar hadir peserta. 6. Waktu Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada: Hari/Tanggal: Waktu: 19.30 Sabtu, WIB sampai 1 dengan Agustus selesainya rangkaian 2026 kuis Tempat: Sekretariat Karang Taruna Swakrida Mahardika Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, permainan, serta evaluasi melalui kuis Kahoot. 7. Biaya dan Sumbernya Pelaksanaan kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS memerlukan biaya sekitar Rp150.000. Dana tersebut bersumber dari uang proker kelompok dan digunakan untuk mendukung pelaksanaan kuis menggunakan platform Kahoot serta penyediaan hadiah permainan atau kuis bagi peserta. Karena rincian nominal setiap pengeluaran tidak terdokumentasi secara terpisah, jumlah biaya disajikan sebagai total perkiraan sebesar Rp150.000. 8. Kerja Sama Pelaksanaan kegiatan melibatkan beberapa pihak yang memiliki peran sesuai dengan kebutuhan kegiatan. Polsek memberikan titipan kegiatan melalui surat sebagai dasar pelaksanaan penyuluhan. Sebelum kegiatan, mahasiswa melakukan konsultasi dengan Bidan Desa terkait materi dan pelaksanaan kegiatan. Bidan Desa kemudian hadir pada saat kegiatan sebagai pihak yang memberikan pendampingan. Karang Taruna Swakrida Mahardika berperan dalam membantu menyiapkan sound system serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa KKN untuk bergabung dalam agenda rapat Karang Taruna. Pemerintah Desa turut mendukung kegiatan melalui peminjaman proyektor yang digunakan dalam penyampaian materi. Dalam pelaksanaan kegiatan, Kelompok 64 membagi tugas sesuai kebutuhan. Febriant dan Annisa bertugas sebagai pemateri, Dea, Jull, dan Dita bertugas dalam dokumentasi, Bella sebagai MC, dan Mustofa sebagai operator. Maya dan Alyssa bertugas menyusun konsep acara, Julio dan Dika menangani perlengkapan, sedangkan Rifa dan Nofita bertugas dalam hubungan masyarakat serta koordinasi dengan Bidan Desa terkait waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. 9. Hasil dan Manfaat Pelaksanaan kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS memperoleh respons yang cukup baik dari peserta. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan peserta selama kegiatan, khususnya melalui keberanian untuk mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi dan kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan pada kuis Kahoot. Materi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai HIV dan AIDS, cara penularan dan pencegahan, perkembangan upaya medis dalam pencegahan dan pengelolaan HIV, serta pentingnya menghindari stigma terhadap orang dengan HIV. Melalui penyampaian materi, diskusi, dan evaluasi, peserta memperoleh informasi mengenai HIV yang dapat digunakan sebagai dasar dalam memahami upaya pencegahan dan membangun sikap yang lebih tepat terhadap orang dengan HIV. Kegiatan juga memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan secara langsung mengenai isu HIV yang masih dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Dengan demikian, kegiatan diarahkan untuk membangun pemahaman yang menempatkan pencegahan, pemanfaatan layanan kesehatan, dan pengurangan stigma sebagai bagian yang saling berkaitan. 10. Luaran Luaran yang dihasilkan dari kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS meliputi: 1. poster dan materi penyuluhan; 2. dokumentasi foto kegiatan; 3. video dokumentasi kegiatan. Poster dan materi penyuluhan digunakan sebagai media pendukung dalam penyampaian informasi kepada peserta. Dokumentasi foto dan video menjadi bukti pelaksanaan kegiatan serta bagian dari dokumentasi program kerja Kelompok 64. BAB IV PERMASALAHAN ATAU KENDALA YANG DIHADAPI Pelaksanaan kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS secara umum dapat berjalan dengan baik, namun dalam proses persiapan dan pelaksanaannya terdapat beberapa kendala yang perlu dihadapi oleh mahasiswa KKN. Kendala tersebut berkaitan dengan penyusunan materi dan perubahan kondisi lokasi kegiatan. Kendala pertama terdapat pada tahap penyusunan materi. Pemateri merupakan mahasiswa yang tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, sedangkan materi HIV dan AIDS memiliki aspek medis yang memerlukan ketepatan informasi. Kondisi tersebut membuat mahasiswa perlu melakukan penelusuran dan kajian terhadap paper ilmiah serta sumber yang relevan sebelum menyusun materi penyuluhan. Langkah tersebut dilakukan agar materi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menimbulkan pemahaman yang keliru bagi peserta. Kendala kedua terjadi pada aspek teknis pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pada awalnya direncanakan untuk dilaksanakan di ruang terbuka, tetapi kondisi cuaca berupa hujan menyebabkan lokasi kegiatan harus dipindahkan secara mendadak ke dalam ruangan. Perubahan tersebut membutuhkan penyesuaian terhadap tempat dan persiapan teknis yang sebelumnya telah direncanakan. Kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi antara mahasiswa KKN dengan pihak Karang Taruna dan pihak terkait lainnya. Penyesuaian lokasi dilakukan agar kegiatan tetap dapat berlangsung dengan kondisi yang memungkinkan. Meskipun terdapat perubahan rencana, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat dilaksanakan sampai tahap evaluasi melalui kuis. Berdasarkan pengalaman tersebut, pelaksanaan kegiatan menunjukkan pentingnya persiapan materi yang didasarkan pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan serta kesiapan untuk menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi lapangan. Kemampuan berkoordinasi dan melakukan penyesuaian menjadi bagian penting agar tujuan kegiatan tetap dapat dilaksanakan meskipun terdapat kendala pada tahap persiapan maupun pelaksanaan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pelaksanaan kegiatan Edukasi, Mitigasi, dan Sosialisasi HIV dan AIDS di Sekretariat Karang Taruna Swakrida Mahardika, Dusun Jatitengah RT 12, Desa Jatitengah, merupakan kegiatan edukasi yang ditujukan kepada kelompok usia muda untuk memberikan pemahaman mengenai HIV dan AIDS, khususnya terkait cara penularan, pencegahan, perkembangan upaya medis, serta pentingnya menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 dengan jumlah 56 peserta yang tercatat hadir memperoleh respons yang cukup baik. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan peserta dalam diskusi dan sesi tanya jawab serta kemampuan peserta dalam mengikuti evaluasi melalui kuis Kahoot. Kegiatan juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh informasi dan menyampaikan pertanyaan secara langsung mengenai HIV dan AIDS. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa edukasi mengenai HIV tidak cukup hanya berfokus pada penyampaian informasi mengenai risiko dan cara penularannya. Edukasi juga perlu diarahkan pada pemahaman mengenai upaya pencegahan yang didukung oleh perkembangan ilmu kedokteran dan layanan kesehatan serta pada pembentukan sikap yang tidak memberikan stigma terhadap orang dengan HIV. Dengan demikian, upaya pencegahan HIV perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat dan pengurangan stigma serta diskriminasi. B. Saran Kegiatan edukasi mengenai HIV dan AIDS perlu dilakukan secara berkelanjutan, khususnya kepada kelompok usia muda yang menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya pencegahan. Materi edukasi perlu disesuaikan dengan perkembangan informasi dan didasarkan pada sumber ilmiah serta informasi dari tenaga kesehatan agar informasi yang diberikan kepada masyarakat tetap tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Karang Taruna sebagai wadah kegiatan pemuda di desa diharapkan dapat terus berperan dalam kegiatan edukasi dan pencegahan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa, tenaga kesehatan, maupun pihak terkait lainnya. Masyarakat juga diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai HIV dan AIDS melalui sumber yang tepat serta memanfaatkan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan apabila membutuhkan informasi atau konsultasi. Pemahaman yang tepat mengenai HIV diharapkan dapat mendorong perilaku pencegahan sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang dengan HIV.