Uploaded by common.user152997

Kasus 6: Memulai Pelayanan Prima di Komunitas

advertisement
OUTPUT KELOMPOK
Kasus 6 – Memulai Pelayanan Prima di Komunitas
Kelompok / Anggota: _______________________________
Kelas: A1 2023
Dosen Pembimbing: Ns. Esthika Ariany Maisa, M.Kep
Output ini disusun berdasarkan hasil analisis kasus mengenai pelayanan edukasi kesehatan komunitas yang mengalami
ketidakkonsistenan jumlah peserta akibat hambatan waktu dan akses. Output kelompok terdiri atas (1) stakeholder map
sederhana dan (2) rancangan indikator akses, responsiveness, keterlibatan masyarakat, dan hasil pelayanan.
1. Stakeholder Map Sederhana
Pemetaan stakeholder disusun untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat atau terdampak dalam pelaksanaan
pelayanan prima di komunitas, beserta peran dan tingkat pengaruhnya terhadap keberhasilan program.
Kategori
Stakeholder
Peran / Kepentingan
Tingkat Pengaruh
Pelaksana Inti
Tim keperawatan komunitas
Merancang, menjalankan,
dan mengevaluasi kegiatan
edukasi kesehatan
Tinggi
Mitra Kunci
Kader kesehatan
Menjembatani tim dengan
warga; sumber informasi
tentang hambatan waktu dan
akses
Tinggi
Mitra Kunci
Tokoh masyarakat / RT-RW
Memberi legitimasi kegiatan
dan membantu mobilisasi
warga
Sedang - Tinggi
Sasaran
Pelayanan
Warga yang bekerja pada jam
kegiatan
Peserta yang paling
terdampak oleh jadwal
kegiatan
Sedang (kepentingan tinggi,
pengaruh terbatas)
Sasaran
Pelayanan
Keluarga dengan akses lokasi
sulit
Peserta yang paling
terdampak oleh lokasi
kegiatan
Sedang (kepentingan tinggi,
pengaruh terbatas)
Pendukung
Puskesmas / instansi
kesehatan setempat
Memberi supervisi, dukungan
sumber daya, dan legitimasi
program
Tinggi (pengaruh), rendah
(keterlibatan harian)
Catatan:
●
Kader kesehatan dan tokoh masyarakat berperan sebagai penghubung utama antara tim dan warga sehingga perlu
dilibatkan sejak tahap perencanaan.
Warga dengan hambatan waktu kerja dan akses lokasi merupakan kelompok sasaran prioritas yang perlu
mendapat perhatian khusus dalam penyesuaian pelayanan.
Puskesmas berperan sebagai pendukung yang dapat dilibatkan untuk keberlanjutan program dan penyediaan
sumber daya.
●
●
2. Rancangan Indikator
Indikator dirancang untuk mengukur keberhasilan perubahan pelayanan pada empat dimensi, yaitu akses, responsiveness,
keterlibatan masyarakat, dan hasil pelayanan. Pengukuran dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah
perubahan (baseline vs. hasil), karena data baseline pada kasus ini belum tersedia dan perlu dikumpulkan terlebih dahulu.
Dimensi
Akses
Indikator
Persentase keluarga yang
sebelumnya sulit menjangkau lokasi
kini dapat mengikuti kegiatan
Cara Pengukuran
Survei sebelum-sesudah
perubahan
Sumber Data
Warga, kader
Dimensi
Responsiveness
Keterlibatan
Masyarakat
Hasil Pelayanan
Indikator
Cara Pengukuran
Sumber Data
Waktu tempuh rata-rata warga
menuju lokasi kegiatan
Wawancara / observasi
lapangan
Warga
Ketersediaan alternatif media digital
bagi warga yang tidak dapat hadir
langsung
Rekap penggunaan media
digital
Tim, kader
Kesesuaian jadwal kegiatan dengan
waktu luang warga
Survei / umpan balik peserta
Peserta
Kecepatan tim menindaklanjuti
masukan atau keluhan warga
Catatan tindak lanjut
kegiatan
Tim
Kesesuaian materi edukasi dengan
kebutuhan yang disampaikan warga
Perbandingan materi
sebelum-sesudah
Tim, kader
Jumlah kader yang aktif dilibatkan
dalam perencanaan dan pelaksanaan
Daftar hadir / presensi kader
Tim
Partisipasi warga dalam memberi
masukan (survei/diskusi)
Jumlah responden atau
peserta diskusi
Warga
Keterlibatan tokoh masyarakat / RTRW dalam mendukung kegiatan
Observasi dan laporan
kegiatan
Tim, tokoh
masyarakat
Jumlah peserta per kegiatan
dibandingkan kondisi sebelum
perubahan (baseline)
Data kehadiran per kegiatan
Tim
Konsistensi kehadiran peserta dari
waktu ke waktu
Tren data kehadiran
beberapa periode
Tim
Tingkat pemahaman dan kepuasan
peserta terhadap materi edukasi
Pre-post test / kuesioner
kepuasan
Peserta
3. Alur Evaluasi
Evaluasi keberhasilan perubahan dilakukan melalui siklus berikut:
●
●
●
●
●
Pengumpulan data baseline (kondisi sebelum perubahan)
Pelaksanaan perubahan pelayanan (penyesuaian waktu, pelibatan kader, penggunaan media digital, penyesuaian
materi)
Pengukuran indikator akses, responsiveness, keterlibatan masyarakat, dan hasil pelayanan
Perbandingan hasil dengan kondisi baseline
Evaluasi dan perbaikan berikutnya (siklus PDSA/PDCA)
Download