Uploaded by common.user152620

Pembelajaran Praktik Jembatan Rangka untuk Siswa SMK

advertisement
Implementasi Pembelajaran Berbasis Praktik dalam Pengenalan Struktur Jembatan
Rangka pada Siswa SMK
.
Meningkatkan ketertarikan siswa Sekolah Menengah Atas terhadap bidang rekayasa
merupakan salah satu upaya penting yang dapat dilakukan melalui kegiatan Pengabdian
Kepada Masyarakat (PKM). Upaya ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan pembuatan
miniatur jembatan rangka sederhana menggunakan stik es krim sebagai media pembelajaran
yang menarik, aplikatif, dan mudah dipahami. Program ini sekaligus menjadi bentuk
kepedulian perguruan tinggi, khususnya Universitas Teknokrat Indonesia, dalam memperluas
wawasan siswa mengenai pentingnya ilmu rekayasa, terutama rekayasa transportasi, yang
memiliki peran strategis dalam pembangunan kota melalui penyediaan infrastruktur yang
berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa kualitas suatu kota sangat dipengaruhi
oleh kualitas infrastrukturnya.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Metro dengan melibatkan dosen, yaitu
Vanita Kesumawati Yacub, S.T., M.Eng dan Rahma Sopilawati, S.Ars., M.T., serta didukung
oleh mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, yaitu Ahmad Yusril Fatma Yoga, Evan Elcander
Siadari, dan Noviyah. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh
pemahaman dasar mengenai konsep struktur, tetapi juga mampu menumbuhkan minat dan
ketertarikan terhadap dunia rekayasa sejak dini. Seiring dengan pesatnya perkembangan
pembangunan infrastruktur, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi
di bidang rekayasa juga semakin meningkat. Namun, pada kenyataannya, tidak semua siswa
tingkat menengah memiliki ketertarikan yang cukup terhadap ilmu teknik, khususnya ilmu
rekayasa transportasi di Teknik Sipil. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kurangnya
media pembelajaran yang bersifat aplikatif dan interaktif, sehingga konsep-konsep rekayasa
cenderung dianggap abstrak dan sulit dipahami.
Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang inovatif dan partisipatif,
salah satunya melalui kegiatan praktik langsung. Dalam kegiatan ini, siswa terlebih dahulu
diberikan pemaparan materi singkat mengenai konsep dasar struktur jembatan rangka, jenisjenis jembatan, serta prinsip kerja gaya pada struktur. Selanjutnya, siswa dibagi menjadi lima
kelompok untuk membuat miniatur jembatan menggunakan stik es krim. Pemilihan stik es
krim sebagai bahan utama didasarkan pada kemudahan dalam memperoleh material,
kemudahan dalam proses perakitan, serta fleksibilitasnya dalam mendukung kreativitas siswa
tanpa batasan yang kaku.
Selama proses pembuatan, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan
memberikan arahan teknis kepada siswa. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk
memberikan pemahaman konseptual mengenai struktur jembatan, tetapi juga untuk melatih
keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama tim, serta kemampuan pemecahan
masalah (problem solving). Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi
juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengaplikasikan konsep rekayasa. Hasil
kegiatan menunjukkan adanya variasi desain miniatur jembatan yang dihasilkan oleh masingmasing kelompok, yang mencerminkan tingkat kreativitas dan pemahaman siswa terhadap
materi yang telah diberikan. Dari lima kelompok yang terlibat, empat kelompok mampu
menghasilkan struktur jembatan yang cukup kuat dan stabil. Capaian ini menunjukkan bahwa
metode pembelajaran berbasis praktik memiliki efektivitas yang tinggi dalam membantu
siswa memahami konsep rekayasa secara lebih konkret. Selain itu, antusiasme dan partisipasi
aktif siswa selama kegiatan berlangsung juga menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan
program ini.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan
pemahaman sekaligus minat siswa terhadap bidang rekayasa. Oleh karena itu, kegiatan
serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang
inovatif dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di bidang teknik.
Kemudian bagi siswa-siswi SMA dan SMK yang memiliki minat untuk mempelajari bidang
Teknik Sipil secara lebih mendalam, dapat melakukan pendaftaran sebagai calon mahasiswa
di Universitas Teknokrat Indonesia. Proses pendaftaran dapat dilakukan secara langsung
melalui bagian penerimaan mahasiswa baru di kampus maupun secara daring melalui laman
resmi yang telah disediakan.
Download