Uploaded by Wiwinnurani2

FORUM ASKEP

advertisement
LAPORAN KASUS
KASUS
Pasien datang pada tanggal 24 Mei 2026 dengan keluhan terdapat benjolan pada bekas operasi perut
sebelah kanan serta BAK berwarna putih keruh seperti nanah. Pasien mengeluh lemas, demam
hilang timbul, dan badan terkadang terasa dingin disertai menggigil sejak kurang lebih 1 minggu
sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluh BAK keruh putih pekat seperti susu sejak
sekitar 1 minggu terakhir dan mengatakan BAK tidak lancar. Pasien telah menggunakan kateter urin
sejak kurang lebih 1 minggu. Sebelum menggunakan kateter urin, pasien belum pernah mengalami
BAK keruh seperti saat ini. Pasien mengeluh nyeri pada perut dan pinggang belakang sisi kanan
dengan skala nyeri 4.
P : Nyeri bertambah saat bergerak dan berkurang saat istirahat.
Q : Nyeri terasa seperti tertusuk dan ngilu.
R : Nyeri pada perut kanan menjalar ke pinggang belakang sisi kanan.
S : Skala nyeri 4 dari 10.
T : Nyeri dirasakan hilang timbul.
Pasien memiliki riwayat operasi pemasangan DJ stent pada saluran bawah ginjal kanan tanggal 14
Februari 2026 di RS PKU Aghisna Kroya karena terdapat sumbatan pada saluran bawah ginjal
kanan.Riwayat penyakit dahulu, pasien mengatakan sudah terdapat benjolan pada perut sisi kanan
tengah sejak kurang lebih 2 tahun terakhir.
Pada saat pengkajian post operasi, pasien mengatakan masih merasakan nyeri pada bagian pinggang
kanan menjalar dari depan ke belakang. Pasien juga mengatakan jika minum terlalu banyak, pasien
selalu merasa sesak. Pasien tampak terpasang drain pada pinggang belakang kanan, terpasang DC
(dower catheter), urin berwarna kuning keruh, pasien mengatakan tidak bisa tidur, sering terbangun
di malam hari karena kerasa nyeri hilag timbul dan hanya bisa tidur kurang lebih 4-5 jam saja.
Pasien terpasang infus pada tangan kiri.
Didapatkan Tanda-tanda vital: Tekanan darah : 120/80 mmHg, Nadi : 82 x/menit, Respirasi : 20
x/menit,Suhu:36,7°C
A. PENGKAJIAN
1. Identitas Pasien
Nama
: Tn.M
Umur
: 63 TH
Jenis Kelamin
:L
Agama
: Islam
Pendidikan
: SD
Pekerjaan
: Petani
Alamat
: Paketingan
Diagnosa Medis
: Hydronephrosis
2. Identitas Penanggungjawab
Nama
: Ny.A
Umur
: 32
Alamat
: Paketingan
Jenis kelamin
:P
Status
: Anak
Pekerjaan
: Bidan
3. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama
Nyeri
b. Riwayat kesehatan sekarang
Pada saat pengkajian post operasi, pasien mengatakan masih merasakan nyeri pada
bagian pinggang kanan menjalar dari depan ke belakang. Pasien tampak terpasang
drain pada pinggang belakang kanan, terpasang DC (dower catheter), urin berwarna
kuning keruh, pasien mengatakan tidak bisa tidur, sering terbangun di malam hari
karena kerasa nyeri hilag timbul dan hanya bisa tidur kurang lebih 4-5 jam saja. Pasien
terpasang infus pada tangan kiri.
Didapatkan Tanda-tanda vital:
Tekanan darah : 120/80 mmHg, Nadi : 82 x/menit, Respirasi : 20 x/menit,Suhu:36,7°
c. Riwayat kesehatan dahulu
Pasien memiliki riwayat operasi pemasangan DJ stent pada saluran bawah ginjal
kanan tanggal 14 Februari 2026 di RS PKU Aghisna Kroya karena terdapat sumbatan
pada saluran bawah ginjal kanan.Riwayat penyakit dahulu, pasien mengatakan sudah
terdapat benjolan pada perut sisi kanan tengah sejak kurang lebih 2 tahun terakhir.
d. Riwayat kesehatan keluarga
Pasien mengatakan dalam keluarga tidak ada anggota keluarga yang menderita
penyakit menular seperti TBC, hepatitis, maupun HIV/AIDS. Tidak terdapat riwayat
penyakit keturunan seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, maupun
asma. Keluarga pasien juga tidak memiliki riwayat penyakit ginjal atau kelainan
bawaan lainnya. Saat ini tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan
kesehatan serupa dengan pasien.
4. Pola Pemenuhan Kebutuhan Dasar Virginia Henderson
a. Pola Oksigenasi
Sebelum Sakit
:
Pasien mengatakan tidak memiliki keluhan sesak napas maupun
gangguan pernapasan. Pasien dapat bernapas dengan normal saat beraktivitas maupun
istirahat.
Saat dikaji
: Pasien mengatakan kadang merasa sesak apabila minum terlalu banyak.
Frekuensi napas 20x/menit, irama napas teratur, tidak tampak penggunaan otot bantu napas.
Pasien tampak lemas.
b. Pola Nutrisi
Sebelum Sakit
: Pasien makan 3x sehari dengan porsi sedang dan nafsu makan baik.
Minum kurang lebih 6–8 gelas per hari.
Saat dikaji
: Pasien mengatakan nafsu makan menurun sejak sakit. Pasien makan
sedikit tetapi minum masih cukup. Pasien mengatakan bila minum terlalu banyak terasa sesak.
Pasien tampak lemas dan terpasang infus pada tangan kiri.
c. Pola Eliminasi
Sebelum Sakit
: Pasien mengatakan BAB dan BAK lancar. Urin berwarna kuning jernih
dan tidak ada keluhan nyeri saat BAK.
Saat dikaji
: Pasien terpasang DC (dower catheter). Urin tampak kuning keruh seperti
susu/nanah. Pasien mengatakan BAK sebelumnya tidak lancar dan berwarna putih pekat sejak
kurang lebih 1 minggu terakhir. Pasien juga mengeluh nyeri pada perut kanan menjalar ke
pinggang belakang kanan. Terdapat drain pada pinggang belakang kanan post operasi.
d. Pola Aktivitas Sebelum Sakit : Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri
tanpa bantuan orang lain.
Saat dikaji
: Pasien mengatakan aktivitas menjadi terbatas karena nyeri dan badan
lemas. Pasien tampak lebih banyak berbaring di tempat tidur dan aktivitas sebagian dibantu
keluarga.
Item yang di nilai
Skor
Nilai
No
1.
Makan (Feeding)
1. Tidak mampu
3
2. Butuh bantuan mengoles mentega dll
3. Mandiri
Mandi (Bathing)
1. Tergantung orang lain
1
2. Mandiri
3.
Perawatan
diri 1. Membutuhkan bantuan orang lain
(Grooming)
2. Mandiri
dalam
perawatan
1
luka,
rambut, gigi, dan bercukur
4.
Berpakaian (Dressing)
1. Tergantung orang lain
1
2. Sebagian dibantu (misal mengancing
baju)
3. Mandiri
5.
Buang air kecil (Bowel)
1. Inkontinensia atau pakai kateter dan
tidak terkontrol
2. Kadang
inkontinensia
(maksimal
1x24 jam)
3. Kontinensia (teratur untuk lebih dari 7
hari)
1
6.
Buang
air
(Bladder)
besar 1. Inkontinensia (tidak teratur atau perlu
2
enema)
2. Kadang inkontensia (sekali seminggu)
3. Kontinensia (teratur)
7.
Penggunaan toilet
1. Tergantung bantuan orang lain
2
2. Membutuhkan bantuan, tapi dapat
melakukan beberapa hal sendiri
3. Mandiri
8.
Transfer
1. Tidak mampu
3
2. Butuh bantuan untuk bisa duduk (2
orang)
3. Bantuan kecil (1 orang)
4. Mandiri
9.
Mobilitas
1. Immobile (tidak mampu)
3
2. Menggunakan kursi roda
3. Berjalan dengan bantuan 1 orang
4. Mandiri (meskipun menggunakan alat
bantu seperti tongkat)
10. Naik turun tangga
1. Tidak mampu
1
2. Membutuhkan bantuan (alat bantu)
3. Mandiri
e. Pola Istirahat dan Tidur Sebelum Sakit : Pasien mengatakan tidur malam sekitar 6–8 jam
per hari dan jarang terbangun saat tidur.
Saat dikaji
: Pasien mengatakan sulit tidur karena nyeri hilang timbul pada pinggang
kanan. Pasien sering terbangun pada malam hari dan hanya dapat tidur sekitar 4–5 jam per
hari.
f. Pola Berpakaian
Sebelum Sakit : Pasien dapat memakai dan melepas pakaian secara mandiri.
Saat dikaji
: Pasien masih mampu memakai pakaian sendiri namun gerakan terbatas
karena nyeri pada pinggang kanan dan kondisi lemas sehingga kadang dibantu keluarga.
g. Pola Menjaga Suhu Sebelum Sakit
: Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat
demam berkepanjangan maupun gangguan suhu tubuh.
Saat dikaji
: Pasien mengatakan sebelumnya mengalami demam hilang timbul disertai
badan terasa dingin dan menggigil sejak kurang lebih 1 minggu sebelum masuk rumah sakit.
Suhu saat pengkajian 36,7°C.
h. Pola Personal Hygiene
Sebelum Sakit
: Pasien mandi dan merawat kebersihan diri secara mandiri 2x sehari.
Saat dikaji
: Pasien tampak kurang maksimal dalam melakukan personal hygiene
karena kondisi lemas, nyeri, serta terpasang drain dan DC sehingga sebagian aktivitas dibantu
keluarga.
i. Pola Rasa Aman dan Nyaman Sebelum Sakit : Pasien mengatakan merasa nyaman dan
tidak ada nyeri pada tubuh.
Saat dikaji
: Pasien mengeluh nyeri pada perut kanan menjalar ke pinggang belakang
kanan dengan skala 4/10. Nyeri terasa tertusuk dan ngilu, hilang timbul, bertambah saat
bergerak dan berkurang saat istirahat. Pasien tampak meringis menahan nyeri.
j. Pola Komunikasi Sebelum S
k. akit
: Pasien dapat berkomunikasi dengan baik bersama keluarga dan
lingkungan sekitar.
Saat dikaji
: Pasien dapat menjawab pertanyaan dengan jelas, kooperatif, dan mampu
mengungkapkan keluhan yang dirasakan.
l. Pola Bekerja
Sebelum Sakit : Pasien dapat bekerja dan melakukan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.
Saat dikaji
: Pasien belum dapat bekerja karena kondisi sakit, post operasi, dan harus
menjalani perawatan di rumah sakit.
m. Pola Spiritual
Sebelum Sakit
: Pasien mengatakan rutin menjalankan ibadah sesuai agama dan
kepercayaan yang dianut.
Saat dikaji
: Pasien tetap berdoa dan menjalankan ibadah sesuai kemampuan selama
dirawat di rumah sakit serta berharap segera sembuh
n. Pola Bermain dan Rekreasi Sebelum Sakit
:
Pasien
mengatakan
biasanya
menghabiskan waktu luang dengan berkumpul bersama keluarga dan menonton televisi.
Saat dikaji
: Pasien belum dapat melakukan aktivitas rekreasi karena kondisi sakit dan
lebih banyak beristirahat di tempat tidur.
o. Pola Belajar
Sebelum Sakit : Pasien mengatakan cukup memahami kondisi kesehatannya dan mau
menerima informasi kesehatan dari tenaga kesehatan.
Saat dikaji
: Pasien tampak kooperatif, memperhatikan penjelasan mengenai
penyakit dan perawatan yang dijalani serta bertanya tentang kondisi kesehatannya.
B. Data Objektif
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan umum : Pasien tampak lemas, compos mentis, terpasang infus tangan kiri, drain
pinggang belakang kanan dan DC (dower catheter).
b. Kesadaran
: cm
c. TTV
TD
: 120/80
RR
: 20x/menit
S
: 36,7
N
: 82x/menit
2. Pemeriksaan Fisik Head to Toe
a. Kepala
: Bentuk mesochepal, tidak ada jejas, kepala tampak simetris.
b. Rambut
: Rambut tampak bersih, penyebaran merata, tidak mudah rontok.
c. Mata
: Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, pupil isokor 2 mm/2 mm,
refleks cahaya baik.
d. Hidung
: Hidung simetris, tidak ada sekret, tidak ada perdarahan
e. Mulut
: Mukosa bibir lembab, mulut simetris, tidak ada lesi.
f. Lidah
: Lidah bersih, lembab, tidak ada sianosis.
g. Telinga
: Telinga simetris, tidak ada sekret maupun gangguan pendengaran.
h. Leher
: Tidak ada jejas, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid maupun limfonodi,
tidak ada peningkatan vena jugularis.
i. Kulit
: Turgor kulit lembab, warna kulit sawo matang, tidak ada edema, akral
hangat, CRT < 2 detik.
j. Thorax
1) Jantung
a) Inspeksi : Dada tampak simetris, tidak ada jejas maupun retraksi dinding dada.
b) Palpasi
: Ictus cordis tidak tampak menonjol, tidak ada nyeri tekan.
c) Perkusi
Kanan bawah
: redup
Kiri atas
: sonor
Kiri bawah
: redup
d) Auskultasi: Bunyi jantung S1 dan S2 terdengar normal, tidak terdengar murmur
maupun gallop.
2) Paru
a) Inspeksi : Pergerakan dada simetris kanan dan kiri, tidak ada retraksi otot bantu
napas.
b) Palpasi
: Ekspansi paru simetris, tidak ada nyeri tekan.
c) Perkusi
: Sonor pada kedua lapang paru.
d) Auskultasi: Suara napas vesikuler, tidak terdengar ronki maupun wheezing
k. Abdomen :
1) Inspeksi
: Abdomen tampak datar, tidak distensi, terdapat bekas operasi pada abdomen
kanan, terpasang drain pada pinggang belakang kanan dan DC.
2) Auskultasi: Bising usus 10x/menit.
3) Palpasi
: Tidak ada pembesaran hepar maupun lien, terdapat nyeri tekan pada
abdomen kanan dan pinggang kanan.
4) Perkusi
: timpani
l. Ekstremitas
1) Atas
: Ekstremitas atas tampak simetris, akral hangat, CRT <2 detik, tidak ada
edema, kekuatan otot cukup, terpasang infus pada tangan kiri.
2) Bawah
: Ekstremitas bawah simetris, akral hangat, CRT <2 detik, tidak ada edema,
pergerakan terbatas karena pasien tampak lemas dan nyeri saat bergerak.
m. Genetalia : Terpasang DC (dower catheter), urin tampak kuning keruh seperti
susu/nanah, tidak terdapat perdarahan.
3. Data Penunjang
a. Hasil lab darah tanggal Juli 2024
PEMERIKSAAN
HASIL
pukul
WIB
NILAI
SATUAN
RUJUKAN
HEMATOLOGI
DARAH LENGKAP
Leukosit
Rb/ul
Eritrosit
Juta/L
Hemoglobin
Gr/dl
Hematokrit
%
MCV
FL
MCH
Pg
MCHC
g/dl
Trombosit
rb/ul
HITUNG JENIS
Basofil%
%
Eosinofil%
%
Neutrofil%
%
Limfosit%
%
Monosit%
%
KIMIA
DIABETES
GDS
Mg/dl
FAAL GINJAL
Ureum
Mg/dl
Creatinin
Mg/dl
FAAL HATI
SGOT
U/L
SGPT
U/I
METODA
4. Terapi Obat
Tanggal
Obat
Dosis
Jalur
Indikasi
C. Analisis Data
No.
Data Fokus
Problem
Etiologi
D. Diagnosa Keperawatan
E. Intervensi Keperawatan
No
SDKI
SLKI
SIKI
F. Implementasi Keperawatan
No
Dx. Kep
Tanggal/jam
Implementasi
Paraf
G. Evaluasi
Evaluasi Hari Ke 1
No.
Diagnosa
Evaluasi (SOAP)
Evaluasi Hari Ke 2
No.
Diagnosa
Evaluasi (SOAP)
Download