Uploaded by shellytamelab

Laporan Keperawatan: Buku Log Pembuangan Sampah di ICU

advertisement
LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN/LOG
BOOK PEMERIKSAAN PEMBUANGAN RESIDU DI RUANG ICU RSUD
IDAMAN BANJARBARU
OLEH :
Nadia
25.300.1085
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS
UNIVERSITAS CAHAYA BANGSA
TAHUN AKADEMIK 2025-2026
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN/
LOG BOOK PEMERIKSAAN PEMBUANGAN RESIDU DI RUANG ICU
RSUD IDAMAN BANJARBARU
OLEH :
Nadia
25.300.1085
Banjarmasin, 19 April 2025
Mengetahui,
Preseptor Akademik
(Agustina Lestari, S.Kep., Ners, M.Kep)
Preseptor Klinik
( Abdul Sahid, S. Kep., Ners)
ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN/LOG BOOK
1. Tindakan Keperawatan Yang Dilakukan :
Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS)
2. Nama pasien
: Ny. j
3. Diagnosa medis : HiperKalemia
4. Diagnosa Keperawatan : Kelebihan volume cairan b.d hiperkalemia
5. Justifikasi Tindakan : Pembuangan residu
6. Prinsip - Prinsip Tindakan Dan Rasional :
No
1.
Tindakan
Rasional
Tahap pra interaksi:
Tahap pra interaksi:
1. Mengecek program 1. Memastikan pasien dan terapi yang akan
terapi
diberikan sudah benar
2. memudahkan dalam pemberian obat
2. Mengecek kesiapan
alat dan bahan
3. Mengurangi
penyebaran
bakteri
penularan penyakit.
3. Mencuci tangan
2.
Tahap Orientasi:
1. Memberi
Tahap Orientasi:
salam, 1. Menerapkan komunikasi terapeutik
perkenalkan
diri, 2. memberikan informasi kepada klien
tentang tindakan yang akan dilakukan
dan
menanyakan
3. Menghormati hak klien
nama klien.
2. Menjelaskan tujuan
dan
prosedur
pelaksanaan
3. Menanyakan
persetujuan pasien
dan
3.
Tahap kerja:
Tahap kerja:
1. Pisahkan residu
sesuai jenisnya saat
juga dihasilkan,
jangan menumpuk
dulu
1. Pisahkan residu sesuai jenisnya saat juga
dihasilkan, jangan menumpuk dulu
 Sampah umum: sisa makanan, kertas,
bungkus plastik tidak terkontaminasi
 Sampah infeksius: perban bekas, kapas
bekas, kasa, cairan tubuh, sisa obat
 Sampah tajam: jarum suntik, pisau bedah,
potongan kaca, silet
 Sampah kimia / berbahaya: sisa obat, cairan
infus kadaluarsa, zat kimia
 Masukkan langsung ke wadah yang sudah
disediakan dan berwarna sesuai ketentuan:
1. Wadah hijau → sampah umum
2. Wadah kuning → sampah infeksius
3. Wadah merah → sampah tajam
4. Wadah hitam → sampah kimia/berbahaya
2. Wadah harus
tertutup rapat, tidak
bocor, tidak mudah
rusak
3. Gunakan alat
pengangkut yang
khusus, tertutup,
tidak bocor, mudah
dibersihkan
2. Wadah harus tertutup rapat, tidak bocor,
tidak mudah rusak
1. Letakkan di tempat yang khusus, aman,
tidak terjangkau anak, hewan atau orang
yang tidak berkepentingan
2. Jangan menumpuk terlalu banyak: segera
kosongkan jika sudah terisi ¾ bagian
3. Bersihkan bagian luar wadah jika kotor
atau terkena cairan.
3. Gunakan alat pengangkut yang khusus,
tertutup, tidak bocor, mudah dibersihkan
1. Jangan bawa terlalu tinggi atau terlalu
penuh
2. Segera angkut ke tempat pembuangan
akhir yang ditentukan
3. Bersihkan dan desinfeksi alat pengangkut
setiap selesai dipakai.
4. Lakukan sesuai
jenis residu:
4. Lakukan sesuai
jenis residu;
1. Sampah umum → dibuang di tempat
pembuangan biasa / dikomposkan jika
bisa
2. Sampah infeksius → dibakar / dibakar
dengan suhu tinggi / diolah dengan cara
khusus agar kuman mati
3. Sampah tajam → dibakar atau ditimbun
dengan aman agar tidak melukai orang
lain
4. Sampah kimia → diolah sesuai jenis
zatnya agar tidak mencemari tanah dan
air
5. Pastikan semua zat berbahaya sudah tidak
berbahaya lagi setelah diolah
5. Catat semua kegiatan pengelolaan residu.
5. Catat semua
Jumlah, jenis, waktu dan cara pembuangan
kegiatan
1. Periksa secara berkala apakah prosedur
pengelolaan residu.
sudah dijalankan dengan benar
Jumlah, jenis, waktu 2. Berikan penyuluhan atau pelatihan jika
dan cara
ada petugas yang belum paham.
pembuangan
4.
Tahap terminasi :
Tahap terminasi:
1. Evaluasi pasien
1. Mengetahui
perasaan
pasien
setelah
dilakukan tindakan
2. Berpamitan
pada 2. Menerapkan komunikasi terapeutik
pasien
3. Mengurangi
penyebaran
bakteri
dan
penularan penyakit
3. Lepas sarung tangan 4. Mencatat yang sudah dilakukan
dan cuci tangan.
4. Dokumentasikan
(Nama
pasien,
tindakan
yang
dilakukan,
hasil
tindakan,
nama
perawat dan tanda
tangan).
7. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara
pencegahannya :
a. Bahaya yang mungkin terjadi ; terjadi kesalahan penetapan kadar glukosa
yang bervariasi, tergantung pda labolatorium dan metode yang digunakan.
Kerusakan alat (gliko test) dapat menurunkan keakuratan pemeriksaan gula
darah.
b. Pencegahan nya; sebelum melakukan pengukuran gula darah terlebih dahulu
untuk mengecek kembali apakah alat berfungsi dengan baik, guakan jarum
kecil, setelah selesai penusukan tekan area penusukan dengan kapas selama 2
menit.
8. Tujuan tindakan tersebut dilakukan :
Untuk mengetahui adanya peningkatan atau penurunan kadar gula darah serta
untuk monitoring hasil pengobatan klien.
9. Hasil yang didapat dan maknanya :
a. Hasil GDS : 152 mg/dl
b. Tidak terjadi perdarahan dilokasi penusukan GDS
6. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi
masalah/diagnosa tersebut :
a. Mandiri
Ajarkan pasien diet gula
b. Kolaborasi
Kolaborasi pemberian obat
Download