Uploaded by common.user152393

Dampak Konflik Perang Saudara Yaman terhadap Keamanan Manusia

advertisement
DAMPAK KONFLIK PERANG SAUDARA YAMAN TERHADAP
KEAMANAN MANUSIA MASYARAKAT YAMAN
PROPOSAL
Oleh:
ISA CAHAYA MARDIYANTO
151210071
JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2023
PENGARUH PROGRAM HILIRISASI INDUSTRI SUMBER DAYA
ALAM INDONESIA TERHADAP INDUSTRI DAN EKONOMI NEGARA
UNI EROPA
A.
Alasan Pemilihan Judul
Sumber daya alam merupakan aset penting bagi perekonomian setiap negara
di dunia termasuk Indonesia. Selama ini Indonesia masih menggantungkan
penerimaan uang negara dengan mengekspor sumber daya alam mentah ke berbagai
negara termasuk negara-negara Uni Eropa untuk diolah kembali menjadi produk
jadi. Sumber daya alam yang masih berwujud barang mentah tentu harganya jauh
lebih murah dibandingkan harga barang jadi yang sudah diolah. Dari sini kemudian
Pemerintah Indonesia melihat bahwa jika Indonesia mampu mengolah terlebih
dahulu bahan mentah dari sumber daya alam yang dimiliki maka Indonesia akan
mendapatkan peningkatan pendapatan ekonomi nasional dan keuntungan melalui
penjualan produk jadi maupun setengah jadi. Hal tersebut yang kemudian membuat
Indonesia membuat kebijakan hilirisasi industri dengan menghentikan ekspor bahan
mentah dan mulai membuka investasi untuk membuka pabrik pengolahan bahan
mentah tersebut di Indonesia
Hal ini tentu membuat Uni Eropa yang telah merasakan kenyamanan dan
kemajuan dalam bidang industri merasa terancam. Pasalnya Uni Eropa sedang
mengembangkan kendaraan bertenaga listrik yang membutuhkan komponen utama
nikel untuk memproduksi baterainya. Sementara itu Indonesia penghasil nikel
terbesar di dunia sebanyak 1,6 juta metrik ton atau setara 48,48% total produksi
1
dunia pada tahun 2022 malah berencana untuk menyetop ekspor bahan mentahnya
termasuk nikel dalam kebijakan hilirisasi.1 Hal tersebut tentu akan berdampak pada
harga nikel di pasar dunia dan perindustrian dan ekonomi Uni Eropa. Selain itu
dalam jangka panjang jika Indonesia terus mengembangkan teknologi pengolahan
bahan mentah menjadi produk jadi bukan hal yang mustahil bagi Indonesia akan
menjadi pesaing baru dalam industri teknologi di masa mendatang yang akan
mengancam dominasi pasar Uni Eropa.
B.
Latar Belakang Masalah
Hilirisasi merupakan proses transformasi ekonomi berkelanjutan di mana
kebijakan industrialisasi berbasis komoditas bernilai tambah tinggi, menuju struktur
ekonomi yang lebih kompleks. Dalam kata lain hilirisasi dapat diartikan sebagai
strategi suatu negara untuk menambah atau mengoptimalkan nilai jual atau ekspor
yang tadinya hanya berbentuk bahan mentah atau bahan baku dengan harga murah
menjadi barang setengah jadi atau jadi. Hiilirisasi komoditas suatu negara dapat
dilakukan di berbagai sektor industri seperti pertanian, peternakan, dan
pertambangan. Dalam implementasi kebijakan hilirisasi tentu akan dilakukan
dengan pembangunan fasilitas maupun alat pendukung dalam menunjang proses
pengolahan berbagai bahan mentah. Contohnya dalam sektor pertambangan
Indonesia harus membangun smelter dan pabrik pengolahan baru untuk mengelola
bahan mentah dari tambang yang sebelum adanya hilirisasi langsung di ekspor ke
1
Andrean Finaka. 2023. Indonesia Penghasil Nikel Nomor Satu di Dunia.
https://indonesiabaik.id/infografis/indonesia-penghasil-nikel-nomor-satu-di-dunia diakses pada 9
Oktober 2023.
2
luar negeri. Dengan dilakukannya hilirisasi pendapatan suatu negara dapat
meningkat dan menjadi penggerak bagi perekonomian suatu negara.
Dari hal tersebut kemudian Indonesia menginginkan adanya perubahan
menjadi negara maju yang berlandaskan industri dan tidak hanya bergantung pada
sumber daya alam sebagai modal pembangunan. Kebijakan baru Indonesia dalam
menghentikan ekspor bahan mentah atau raw material merupakan kebijakan yang
dianggap menguntungkan bagi Indonesia. Kebijakan lama yaitu mengekspor bahan
mentah dianggap merugikan bangsa Indonesia. Ditambah, Pemerintah Indonesia
menginginkan untuk mendapatkan nilai tambah komoditas mineral sesuai dengan
four track strategy pembangunan nasional. Kebijakan baru ini sebenarnya sudah
tertuang di dalam Undang-Undang No.4 Tahun 2009, dan jika Indonesia tidak
sesegera mungkin melakukan hilirisasi maka dapat melanggar Undang-Undang
tersebut.
Pada dasarnya Indonesia melakukan perubahan kebijakan mengenai ekspor
mineral mentah adalah untuk menjaga lingkungan Indonesia dan menaikkan nilai
tambah. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dampak hilirisasi ini akan
memberikan nilai tambah yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat. Keuntungan
dalam penghentian ekspor mineral mentah dikatakan dapat dirasakan manfaatnya
oleh banyak pihak. Kementerian investasi menegaskan bahwa penerapan hilirisasi
dan pelarangan ekspor mineral mentah akan menjadi prioritas negara. Hilirisasi
diyakini dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi sekaligus membentuk
kedaulatan negara.
3
Kementerian Perindustrian juga menambahkan bahwa perkembangan
industri nasional dapat menjadi salah satu penopang utama perekonomian negara.
Melalui kebijakan hilirisasi Indonesia sebagai amanat Undang-Undang No. 4
Tahun 2009 tentang Mineral Tambang dan Batubara serta Inpres No. 3 Tahun 2013
tentang Percepatan Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Pengolahan dan
Pemurnian di dalam Negeri, dapat menghasilkan nilai tambah, memperkuat industri
Indonesia, dan dapat menyediakan lapangan kerja serta peluang usaha di dalam
negeri. Melalui hilirisasi, nilai tambah yang dihasilkan dari mineral akan dapat
berlipat ganda jika dibandingkan dengan ekspor dalam bentuk mentah atau bahan
baku.
Kebijakan Hilirisasi Indonesia juga dinilai dapat meningkatkan nilai rantai
produksi dan dapat menyelamatkan komoditas bijih nikel dari lonjakan harga. Di
mana aspek perekonomian merupakan aspek krusial dari keputusan kebijakan
hilirisasi mineral mentah di Indonesia. Apabila kebijakan hilirisasi ini dilaksanakan
secara berkelanjutan akan memberikan dukungan kekuatan industri dalam negeri.
Tanpa kebijakan hilirisasi ini, Indonesia akan selalu bergantung pada ekspor bahan
baku sehingga akan sangat rapuh oleh faktor non teknis nilai tukar rupiah. 2 Selain
itu pada tahun 2021 kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB)
Indonesia hanya mencapai 17,34% persen per tahun, sementara untuk dapat keluar
dari julukan negara berpendapat menengah adalah 25 persen dari PDB. 3 Kalau hal
2
Kementrian ESDM. 2023. Hilirisasi Nikel Ciptakan Nilai Tambah dan Daya Tahan Ekonomi.
https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/hilirisasi-nikel-ciptakan-nilai-tambah-dandaya-tahan-ekonomi diakses pada 9 Oktober 2023.
3
Kemenperin. 2021. “Sektor Manufaktur Tumbuh Agresif di Tengah Tekanan Pandemi”.
https://kemenperin.go.id/artikel/22681/Sektor-Manufaktur-Tumbuh-Agresif-di-Tengah-TekananPandemi-. Diakses pada 9 Oktober 2023
4
tersebut dapat tercapai maka pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal 6 persen per
tahun dan akan membawa Indonesia keluar dari negara pendapatan menengah.
Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa hilirisasi sumber daya alam akan
berbuah manis perekonomian Indonesia serta menjelaskan bahwa Indonesia banyak
penerimaan dari lonjakan nilai perdagangan nikel yang sebelumnya Rp17 triliun
menjadi Rp 450 triliun pada 2022 setelah kebijakan hilirisasi Indonesia ditetapkan.4
Pemerintah kian berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan hilirisasi
industri sektor pertambangan dengan menghentikan ekspor bahan mentah produkproduk pertambangan secara bertahap. Sumber daya alam yang dikuasai oleh
Indonesia merupakan hal yang begitu berharga karena dibutuhkan pasar
internasional. Mengacu pada potensi kebutuhan dan permintaan itu, hilirisasi
potensi sumber daya alam harus dilaksanakan dengan konsisten karena hilirisasi
akan menjadi momentum bagi peningkatan transformasi ekonomi nasional dengan
menjadikan investasi jangka panjang dan industri serta produktivitas sebagai basis
kekuatan.5 Momentum peningkatan transformasi ekonomi dengan hilirisasi sumber
daya alam harus dilakukan secara berkelanjutan mengingat kekayaan sumber daya
alam Indonesia yang berlimpah. Presiden Jokowi merencanakan akan segera
menghentikan ekspor bahan mentah untuk bauksit setelah nikel. Selain itu emas,
tembaga, timah, batu bara, hingga kelapa sawit, karet, kelapa, kopi, kakao, teh, dan
4
Faisal Yunianto. 2023. “Pengamat Harap Kebijakan Hilirisasi Tingkatan Nilai Tambah Produk”
https://www.antaranews.com/berita/3684021/pengamat-harap-kebijakan-hilirisasi-tingkatkannilai-tambah-produk. diakses pada 9 Oktober 2023.
5
Kominfo. 2021. “Pemerintah Akan Stop Ekspor Barang Mentah Tambang Secara Bertahap”.
https://www.kominfo.go.id/content/detail/39029/pemerintah-akan-stop-ekspor-bahan-mentahtambang-secara-bertahap/0/berita. Diakses 9 Oktober 2023.
5
rempah-rempah lainnya. Presiden Jokowi mengharapkan dengan adanya hilirisasi
ini, semua produk berbahan dasar mineral akan dapat dengan mudah diakses di
dalam negeri dan dapat menyejahterakan rakyat Indonesia. 6Maka dari itu
diperlukan keberanian dan kemauan dalam mengelola serta mengolah sumber daya
alam tersebut dengan penuh kebijaksanaan untuk sebesar-besarnya demi
kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Saat ini pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mengelola sumber daya
alam untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia sebagai bentuk keberpihakan
pemerintah pada kepentingan masyarakat. Indonesia melakukan hal tersebut demi
memenuhi perwujudan amanah pasal 33 ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 di
mana bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh
negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Indonesia
pun terus berupaya melakukan pengembangan energi baru terbarukan, tidak hanya
untuk mengatasi climate change tetapi juga sustainability energy.7 Selain itu
pemerintah Indonesia juga mengalokasikan hasil sumber daya alam untuk
kepentingan masyarakat merupakan keberpihakan pemerintah kepada kepentingan
masyarakat, seperti untuk membantu memberikan bantuan sambungan listrik baru
dan menyediakan tarif tenaga listrik yang terjangkau bagi seluruh masyarakat
Indonesia. Maka dapat dikatakan bahwa, pengelolaan sumber daya alam yang
6
MPR. 2023. Catatan Ketua MPR RI: Konsisten Hilirisasi SDA untuk Percepatan Transformasi
Ekonomi.https://www.mpr.go.id/berita/Catatan-Ketua-MPR-RI-:-Konsistensi-Hilirisasi--SDAUntuk-Percepatan-Transformasi
Ekonomi#:~:text=Dari%20emas%2C%20tembaga%2C%20bauksit%2C,besarnya%20kesejahtera
an%20dan%20kemakmuran%20rakyat. Diakses 9 Oktober 2023
7
Kementrian ESDM. 2019. Pengelolaan Sumber Daya Alam, Jonan: Untuk Kemakmuran Rakyat.
https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/pengelolaan-sumber-daya-alam-jonan-untukkemakmuran-rakyat diakses pada 9 Oktober 2023.
6
dilakukan oleh Indonesia saat ini dilakukan demi kepentingan ekonomi dan
masyarakat. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penekanan
bahwa kebijakan mengenai sumber daya alam harus memiliki aktualisasi
keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.8 Dari hal tersebut hilirisasi dapat
menjadi langkah tepat bagi pemerintah Indonesia untuk memberikan manfaat yang
adil bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun, reaksi dunia khususnya Uni Eropa yang sudah lama menerima
impor bahan baku pertambangan dari Indonesia tidak menyetujui kebijakan baru
tersebut. Dalam pertemuan APEC di Beijing, kebijakan penerapan Undang-Undang
Minerba di Indonesia menjadi topik yang hangat. Dikarenakan banyak negara yang
terkejut akan penerapan larangan ekspor mineral mentah. Bahkan dunia pada
awalnya menganggap kebijakan baru ini hanya gertakan awal saja dan tidak benarbenar dijalankan.9 Namun pada kenyataannya Indonesia serius dalam menerapkan
kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah tersebut.
Langkah serius Indonesia dalam melakukan hilirisasi juga mendapat
penolakan dari Internasional Monetary Fund (IMF) yang mana terdapat laporan
bahwa IMF memberikan respon ganda dalam menilai kebijakan hilirisasi Indonesia.
Pada awalnya, dalam dokumen IMF Executive Board Concludes 2023, Article IV
Consultation with Indonesia, IMF menyambut baik kebijakan hilirisasi ini sebagai
8
Kementrian ESDM. 2021. Standar untuk Kepastian dan Kelestarian Sumber Daya Alam.
https://bsilhk.menlhk.go.id/index.php/2021/10/21/standar-untuk-kepastian-usaha-dan-kelestariansumber-daya-alam/ diakses pada 9 Oktober 2023.
9
Kementrian ESDM. 2014. Reaksi Dunia Terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia Menghentikan
Ekspor Bahan Mentah. https://www.esdm.go.id/en/media-center/news-archives/reaksi-duniaterhadap-kebijakan-pemerintah-indonesia-menghentikan-ekspor-bahan-mentah diakses pada 9
Oktober 2023.
7
upaya perubahan ke arah yang lebih baik bagi perekonomian Indonesia dengan
meningkatkan nilai tambah, menarik investasi asing, dan peningkatan teknologi.
Namun, setelah itu IMF menentang kebijakan hilirisasi Indonesia karena dianggap
dapat mengurangi demand dan berdampak bagi negara lain.10 Kebijakan ekspor
mineral mentah dinilai sangat merugikan Indonesia. Bahan baku mineral mentah
Indonesia harusnya diproses dahulu sebelum diperdagangkan ke luar. Kebijakan
ekspor mineral mentah ini dianggap sangat ironis karena Indonesia adalah negara
dengan cadangan mineral terbesar kelima di dunia namun Indonesia dengan bangga
menjadi negara pengekspor mineral terbesar pula.11 Tanpa kebijakan hilirisasi
Indonesia, maka Indonesia akan selalu menjadi pasar bagi negara lain yang
memanfaatkan sumber daya alam yang Indonesia miliki. Terlebih, sumber energi
fosil harus dapat dijadikan sebagai modal untuk pengembangan industri bukan
hanya sebagai komoditi saja.
Kebijakan larangan ekspor mineral mentah yang mendapatkan protes keras
dari Uni Eropa ditindak lanjuti dalam langkah yang lebih serius dengan menggugat
Indonesia ke WTO pada awal tahun 2021. Hal ini dilakukan oleh Uni Eropa ingin
dunia beralih dari energi kotor ke energi bersih dengan mengalihkan penggunaan
kendaraan dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan listrik. Maka dari itu
dibutuhkan bahan baku penunjang kendaraan listrik yaitu baterai listrik. Di mana
seperti yang kita ketahui bahwa baterai kendaraan listrik membutuhkan bahan baku
10
Agustinus
Primantoro.
2023.
“Hilirisasi
Menjadi
Prioritas
Negara”.
https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2023/06/30/pemerintah-pertegas-kebijakan-hilirisasi-danlarangan-ekspor-mineral-mentah-di-mata-dunia diakses pada 9 Oktober 2023
11
Detikfinance. 2013. “DEN: Ekspor Mineral Mentah Merugikan Indonesia”.
https://finance.detik.com/energi/d-2434687/den-ekspor-mineral-mentah-merugikan-indonesia
.
Diakses pada 9 Oktober 2023
8
nikel dan Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel 25% di dunia.12 Saat ini Uni
Eropa mendorong sektor energi hijau dan industri ramah lingkungan dan sumber
energi fosil akan ditinggalkan. Dengan peningkatan produksi mobil listrik maka
dibutuhkan banyak nikel, kobalt, mangan, dan litium sebagai bahan baku baterai
listrik dikarenakan baterai merupakan 40 persen dari komponen mobil listrik.
Potensi bahan baku baterai listrik yang dimiliki oleh Indonesia membuat Uni Eropa
tidak menginginkan adanya industri dalam negara berkembang karena akan
meningkatkan nilai jual dari baterai tersebut. Sebagai kata lain, Uni Eropa memaksa
Indonesia tidak mengembangkan industrinya di Indonesia.13 Hal ini tentu menjadi
ancaman bagi perekonomian Indonesia yang membuat Indonesia semakin sulit
untuk mencapai predikat sebagai negara maju.
C.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini menggunakan
rumusan masalah sebagai berikut: “ Bagaimana pengaruh program hilirisasi
Indonesia terhadap industri dan ekonomi negara Uni Eropa tahun 20202023?”.
12
CNBC Indonesia. 2023. “Terungkap! Ini Maksud Terselubung Uni Eropa Gugat RI di WTO”
https://www.cnbcindonesia.com/news/20230829122302-4-467064/terungkap-ini-maksudterselubung-uni-eropa-gugat-ri-diwto#:~:text=Sejatinya%20Uni%20Eropa%20menggugat%20Indonesia,mendukung%20Dunia%2
0menuju%20energi%20hijau. diakses pada 9 Oktober 2023
13
CNN Indonesia. 2023. “Bahlil Beber Alasan RI Digugat di WTO Soal Larangan Ekspor Nikel”
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230822172359-92-989156/bahlil-beber-alasan-ridigugat-di-wto-soal-larangan-ekspor-nikel#:~:text=CNN%20Indonesia%20%2D%2D,Menteri%20Investasi%2FKepala%20BKPM%20Bahlil%20Lahadalia%20membeberkan%20alas
an%20Indonesia%20digugat,kebijakan%20larangan%20ekspor%20bijih%20nikel. Diakses 9
Oktober 2023.
9
D.
Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual yang dijabarkan pada bagian ini akan berisi penjelasan
mengenai konsep yang relevan untuk membantu menganalisis pertanyaan
penelitian. Dalam tulisan ini, kajian mengenai pengaruh kebijakan hilirisasi industri
sumber daya alam Indonesia terhadap industri dan ekonomi Uni Eropa akan lebih
mudah dipahami dengan menggunakan Konsep Decision Making: Rational Actor
Model, Implementasi Kebijakan, dan Implikasi Kebijakan.
Lebih lanjut dalam teori decision making model aktor rasional pembuatan
keputusan politik dalam dan luar negeri menekankan pada suatu proses intelektual
yaitu tahap penentuan tujuan, opsi dan pilihan keputusan. Model pembuatan
keputusan aktor rasional nantinya merupakan wujud pilihan-pilihan yang diambil
oleh
pemerintah.
Pembuatan
keputusan
sejatinya
merupakan
pilihan
rasional/intelektual yang telah melalui pertimbangan dan kalkulasi berdasarkan
keuntungan maupun kerugian pada keputusan yang akan dibuat. Dalam model aktor
rasional digambarkan bahwa untuk melakukan pilihan-pilihan dan alternatif para
pembuat keputusan menggunakan kriteria “optimalisasi hasil”. Lebih lanjut asumsi
aktor rasional juga menjelaskan bahwa tindakan suatu negara dianalisis dengan
asumsi negara mempertimbangkan semua pilihan dan bertindak secara rasional
untuk memaksimalkan keuntungan.
Presiden Indonesia Joko Widodo bersama Pemerintah Indonesia dalam hal
ini melihat bahwa kebijakan hilirisasi industri lebih banyak membawa keuntungan
dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebaliknya dengan adanya
10
kebijakan hilirisasi industri yang dilakukan Indonesia akan merugikan industri dan
ekonomi Uni Eropa yang sedang bangkit dari pandemi Covid-19.
Lebih lanjut menurut Graham T. Alisson proses kebijakan berdasarkan aktor
rasional secara teoritik sangat dipengaruhi oleh adanya faktor politik domestik dan
eksternal internasional14. Allison membuat kajian politik luar negeri yang
revolusioner karena dianggap menantang asumsi rasionalisme dalam politik luar
negeri yang mengikuti prinsip-prinsip ekonomi dan sedikit banyak dianut juga
oleh realisme dalam menjelaskan politik luar negeri suatu negara. Bagi Allison,
analisis rasional yang disebut “Model Aktor Rasional” mendasarkan diri pada
imajinasi karena tidak mendasarkan analisis pada fakta empirik yang sering
disebut melanggar prinsip hukum falsifiability.
Teori berikutnya yaitu implementasi kebijakan, menurut Mazmanian dan
Sabatier diperlukan identifikasi masalah yang ingin diselesaikan atau dicapai, dan
terdapat berbagai cara dalam menyusun tahapan struktur untuk mencapai proses
implementasinya seperti pengesahan undang-undang, kemudian melalui output
kebijakan yang dilakukan pelaksanaannya melalui badan (instansi) pelaksana,
kesediaan sasaran, dampak nyata yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan
dari output tersebut.15 Salah satu dampak nyata yang diinginkan dari kebijakan
hilirisasi antara lain nilai ekspor nikel Indonesia yang meningkat pesat pada tahun
2022 menjadi US$ 33,8 miliar dibandingkan sebelum adanya kebijakan hilirisasi
14
Alisson, Graham T, Philip Zelikow. 1999. Esence of Decision: Explaining the Cuban Missile
Crisis. Boston: Little Brown, Boston. Hal 30-40.
15
Daniel A. Mazmanian, Paul A. Sabatier. 1983. Implementation and Public Policy. Foresman :
University of Minnesota, Foresman. Hal 100-103.
11
pada tahun 2017-2018 yang mana nilai ekspor nikel Indonesia hanya sebesar US$
3 miliar16. Permintaan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam operasional
smelter dan pabrik dapat berkontribusi menyerap tenaga kerja dan mengurangi
angka pengangguran di Indonesia. Namun dari hal tersebut juga memunculkan
kekhawatiran terkait cadangan biji nikel di Indonesia yang kian menipis. Dengan
adanya kebijakan hilirisasi pembangunan smelter dan pabrik pengolahan nikel
bertambah menjadi 116 smelter pada tahun 2021 dan masih akan terus bertambah.
Hal ini tentu membuat proyeksi cadangan mineral biji nikel Indonesia yang
seharusnya dapat bertahan selama 25-30 tahun setelah adanya kebijakan hilirisasi
hanya dapat bertahan 20 tahun saja. Kebijakan hilirisasi ini juga dapat berdampak
pada harga nikel domestik maupun internasional yang bisa saja mengalami
ketimpangan. Pasalnya pasokan nikel domestik yang semakin besar dapat membuat
harga jual nikel dalam negeri anjlok, sementara pasokan nikel dalam perdagangan
internasional yang semakin berkurang membuat harga jual nikel dapat mengalami
lonjakan kenaikan harga. Hal ini tentu dapat memicu ketegangan dan respon
negatif dari berbagai negara yang membutuhkan pasokan nikel dalam memasok
kebutuhan industri termasuk Uni Eropa. Dampak dari keputusan mengambil
kebijakan hilirisasi ini tentu harus dipersiapkan dari badan (instansi) pengambil
keputusan, dan perbaikan atau evaluasi terhadap implementasi kebijakan tersebut.
Pemerintah Indonesia mengimplementasikan kebijakan hilirisasi industri
melalui Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-
CNBC Indonesia. “Hilirisasi Cuan Rp510 T, Tapi Nikel RI Terancam Punah!”.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20230808224555-4-461288/hilirisasi-cuan-rp510-t-tapinikel-ri-terancam-punah. Diakses pada 9 Oktober 2023.
16
12
Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
mengamanatkan agar tidak lagi melakukan ekspor bahan mentah. Output dari
Undang-Undang tersebut kemudian dilaksanakan oleh Kementerian Energi Dan
Sumber Daya Mineral yang menjadi kebijakan strategis nasional untuk
meningkatkan penerimaan negara Indonesia. Dampak dari keputusan ini tentu
berimbas pada langkah strategis Indonesia dalam mempersiapkan dan
mengembangkan tambang maupun pabrik lama dan baru dalam menyokong
kebijakan hilirisasi.
Selain itu ada empat hal yang harus diperhatikan pemerintah Indonesia
dalam mengambil keputusan implementasi kebijakan hilirisasi industri seperti
pihak-pihak yang terlibat, kepatuhan atas suatu kebijakan, efek atau dari isi
implementasi kebijakan. Implementasi kebijakan hilirisasi industri sumber daya
alam Indonesia menggunakan bentuk self executing yang mana ketika kebijakan
dirumuskan dan disahkan maka kebijakan akan terimplementasikan dengan
sendirinya.
Selanjutnya konsep yang berkaitan dan digunakan dengan penelitian ini
yaitu Implikasi kebijakan yang dijelaskan James Anderson. Kebijakan publik
dapat diartikan sebagai wujud representasi dari tindakan yang berorientasi pada
tujuan. Lebih lanjut Kebijakan publik pasti berisi tindakan dan pola tindakan yang
dilakukan maupun tidak dilakukan oleh pemerintah atau pembuat kebijakan.
Kebijakan publik harus merupakan hal yang benar-benar dilakukan oleh
pemerintah, jadi bukan merupakan apa yang pemerintah bermaksud akan
melakukan sesuatu atau menyatakan akan melakukan sesuatu. Kemudian
13
Kebijakan publik selalu memiliki dampak yang bersifat positif atau negatif.
Terakhir kebijakan pemerintah didasarkan peraturan perundang-undangan dan
bersifat memaksa.17 Hal tersebut termaktub dalam UU Nomor 3 Tahun 2020
tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba
dan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Tujuan utama dari adanya
hilirisasi ini untuk menghentikan flying money atau keuntungan yang hilang dalam
bentuk ekspor konsentrat yang nilainya bisa menjadi lebih menguntungkan setelah
diolah. Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan jangka Menengah Nasional
IV pada Tahun 2020-2024 dengan tujuan mencapai sasaran ekonomi makro dengan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Hal ini dapat dilakukan dengan peningkatan nilai tambah pertambangan
dengan mendorong hilirisasi pertambangan. Selanjutnya kebijakan hilirisasi ini
diturunkan lagi dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020 yang menyebutkan
bahwa salah satu sasaran dan indikator pembangunan bidang Sumber daya Alam
dan Lingkungan Hidup yaitu meningkatkan nilai tambah industri mineral dan
pertambangan berkelanjutan, yang dilakukan melalui strategi :
a) Peningkatan nilai tambah/hilirisasi yaitu melalui:
i. Pembatasan ekspor bahan mentah mineral dan pemberlakuan Domestic Market
Obligation (DMO) untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri pengolahan
dan pemurnian mineral. Hal ini ditegaskan dalam larangan dan pemberhentian
ekspor mineral mentah ke luar negeri yang disahkan oleh pemerintah per 10 Juni
17
Anderson, James E. 1970. Public Policy Making. New York : Reinhart and Wiston, New York.
Hal 52.
14
2023 sesuai Pasal 170 A UU Minerba terkait batas penjualan mineral ke luar
negeri maksimal 3 tahun setelah UU Minerba (2020) diterbitkan.
ii. Peningkatan efektivitas insentif dalam mendorong investasi pengolahan dan
pemurnian mineral dalam energi. Hal ini dibuktikan dengan pemberian insentif
yang disepkati oleh Kemenperin dan Kemenkeu dalam penerapan PP No.
62/2008 sebagai salah satu insentif bagi investor. Selain itu Menteri Investasi
Bahlil Lahadalia menyatan “Insentif tetap kita kasih, ada tax holiday, impor
barang modal, tax allowance. Tetapi, hilirisasi yang memang break even pointnya (BEP) cuma lima tahun, IRR (internal rate of return) tinggi, kita tidak
berikan insentif,” atau dalam kata lain terdapat dukungan untuk pemberian
insentif dengan efektif dari negara dalam memuluskan hilirisasi.
iii. Peningkatan kepastian hukum pengusahaan pengolahan dan pemurnian
mineral di dalam negeri. Hal ini telah diatur oleh pemerintah melalui Peraturan
Menteri ESDM No. 05 Tahun 2017 Tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral
Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Di Dalam Negeri.
E.
Argumen Pokok
Kebijakan hilirisasi yang dilakukan Indonesia berpengaruh terhadap industri
Uni Eropa yang dapat mengalami kerugian sehingga membawa masalah ini ke
WTO yang kemudian menjatuhkan sanksi kepada Indonesia karena terbukti
melanggar peraturan perdagangan internasional.
15
F.
Metode Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang hendak dikaji, maka metode yang
digunakan dalam penelitian ini terdiri atas:
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang berupa penjelasan
dengan menggunakan fakta-fakta yang memanfaatkan data sekunder. Metode
penelitian kualitatif bermaksud untuk menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis atau lisan dalam menganalisis fenomena yang dialami oleh subjek
penelitian. Dalam penjelasannya, Mohtar Mas’oed mengatakan metode deskriptif
merupakan upaya dalam melaporkan apa yang terjadi, bahwa deskripsi adalah
bagian yang tidak terpisahkan dari sains sehingga biasa dilakukan sebelum
eksplanasi dan prediksi.18
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
melalui studi pustaka. Kegiatan studi pustaka dalam penelitian ini dilaksanakan
melalui langkah-langkah sebagai berikut:
18
Mohtar Mas’oed. 1994. Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi. Jakarta : PT
Pustaka LP3ES, Jakarta. Hal 49-51.
16
a. Cara pengumpulan data dengan teknik penelitian kepustakaan (library
research), yakni melalui pengumpulan data sekunder atau data verbal yang
diperoleh dari hasil penelitian terdahulu.
b. Mengumpulkan data-data baik berupa jurnal, buku-buku literatur, dan berita
yang relevan dengan masalah yang sedang diteliti di berbagai perpustakaan
maupun data online yang bersumber dari internet.
3. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif, dan analisis dilakukan
untuk menerangkan bagaimana sesuatu bisa terjadi dengan menghimpun fakta-fakta
yang dilakukan secara sistematis. Data-data yang didapatkan kemudian dianalisis
menggunakan kerangka konseptual yaitu konsep diplomasi dan negosiasi.
G.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan bagaimana proses
hilirisasi industri sumber daya alam Indonesia berdampak pada ekonomi dan
industri di negara Uni Eropa sehingga menimbulkan permasalahan dan reaksi yang
membuat Indonesia harus sampai digugat di World Trade Organization.
Penelitian ini juga bermanfaat bagi pengembangan mata kuliah Ekonomi
Politik Internasional, Pengantar Diplomasi, Teori Negosiasi dalam studi Ilmu
Hubungan Internasional di universitas, serta dapat menjadi acuan bagi penelitian
17
yang juga membahas isu-isu yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam
serta pertimbangan dalam mengambil kebijakan bagi Pemerintah Indonesia.
H.
Batasan Penelitian
Batasan dalam penelitian ini yaitu dimulai dari rencana Pemerintah
Indonesia untuk melakukan pengolahan bahan mentah sumber daya alam agar
menaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020. Hal tersebut kemudian
diimplementasikan melalui Undang-Undang Nomor 3 tahun 2020 tentang
Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan
Mineral dan Batubara. Setelah Undang-Undang tersebut disahkan Indonesia mulai
menjalankan kebijakan hilirisasi industri yang berdampak terhadap sektor
perekonomian Indonesia dan dunia internasional sehingga menuai pro-kontra dari
berbagai pihak termasuk Uni Eropa. Kebijakan hilirisasi Indonesia dianggap
merugikan Uni-Eropa yang kemudian membawa kasus ini untuk digugat di WTO.
Dari gugatan tersebut Indonesia kalah yang kemudian membawa dampak dan
pengaruhnya bagi Indonesia maupun Uni Eropa hingga tahun 2023 karena
keputusan WTO terkait permasalahan ini menyatakan bahwa Indonesia terbukti
melanggar dan merugikan industri Uni Eropa yang kemudian akan dijelaskan dalam
penulisan ini.
.
18
I.
Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penelitian ini terbagi menjadi empat bab,
sebagai berikut:
Bab Satu berisi pendahuluan yang terdiri dari 9 sub bab yaitu alasan
pemilihan judul, latar belakang, rumusan masalah, kerangka konseptual, argumen
pokok, metode penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, batasan penelitian, dan
sistematika penulisan.
Bab Dua menjelaskan kebijakan hilirisasi industri sumber daya alam
Indonesia dan kepentingan Uni Eropa terhadap sumber daya alam Indonesia.
Bab Tiga akan membahas pengaruh kebijakan hilirisasi Indonesia terhadap
industri dan ekonomi Uni Eropa berupa kerugian dalam kebutuhan pasokan barang
mentah.
Bab Empat akan berisi penutup yang di dalamnya mencakup kesimpulan
terhadap pertanyaan penelitian yang diajukan di awal penelitian
19
DAFTAR PUSTAKA
BUKU
Alisson, Graham T, Philip Zelikow. 1999. Esence of Decision: Explaining the
Cuban Missile Crisis. Boston: Little Brown, Boston.
Anderson, James E. 1970. Public Policy Making. New York : Reinhart and Wiston,
New York.
Coplin, William D. 1992. Pengantar Politik Internasional: Suatu Telaah Teoritis.
Bandung: Sinar Baru, Bandung.
Daniel A. Mazmanian, Paul A. Sabatier. 1983. Implementation and Public Policy.
Foresman : University of Minnesota, Foresman.
Mas’oed, Mohtar. 1994. Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin dan Metodologi.
Jakarta : PT Pustaka LP3ES, Jakarta.
JURNAL ILMIAH
Ika, Syahrir. 2017. “Kebijakan Hilirisasi Mineral: Reformasi Kebijakan untuk
Meningkatkan Penerimaan Negara”. Kajian Ekonomi & Keuangan
Kemenkeu. Vol 1. No.1, Agustus 2017. Hal 5.
Irawan, Bambang dan Nining Soesilo. 2021. “Dampak Kebijakan Hilirisasi
Industri Kelaoa Sawit Terhadap Permintaan CPO Pada Industri Hilir”.
Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik. Vol. 12, No. 1, Juni 2021. Hal 8.
Neilson, Jeffrey, Angga Dwiartama, Niels Fold, dan Dikdik Permadi. 2020.
“Resource-based industrial policy in an era of global production networks:
Strategic coupling in the Indonesian cocoa sector”. Elsevier. Vol. 1, No. 1,
July 2020. Hal 4.
Susanto, Danar Agus. 2020. “Daya Saing Ekspor Produk CPO Indonesia dan
Potensi Hilirisasi Diolah Menjadi Biodiesel”. Jurnal Perspektif Bea dan
Cukai. Vol. 4, No. 2, Desember 2020. Hal 7.
INTERNET
CNBC Indonesia. 2023. “Sudah Kebanyakan! Jumlah Smelter Nikel di RI Tembus
116
Unit”.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20231019133409-4-
481968/sudah-kebanyakan-jumlah-smelter-nikel-di-ri-tembus-116-unit.
Diakses pada 9 Oktober 2023.
CNBC Indonesia. 2023. “Terungkap! Ini Maksud Terselubung Uni Eropa Gugat
RI di WTO”. https://www.cnbcindonesia.com/news/20230829122302-4467064/terungkap-ini-maksud-terselubung-uni-eropa-gugat-ri-diwto#:~:text=Sejatinya%20Uni%20Eropa%20menggugat%20Indonesia,me
ndukung%20Dunia%20menuju%20energi%20hijau. Diakses pada 9
Oktober 2023
CNN Indonesia. 2023. “Bahlil Beber Alasan RI Digugat di WTO Soal Larangan
Ekspor Nikel”. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/2023082217235992-989156/bahlil-beber-alasan-ri-digugat-di-wto-soal-larangan-ekspornikel#:~:text=CNN%20Indonesia%20%2D%2D,Menteri%20Investasi%2FKepala%20BKPM%20Bahlil%20Lahadalia%20
membeberkan%20alasan%20Indonesia%20digugat,kebijakan%20larangan
%20ekspor%20bijih%20nikel. Diakses 9 Oktober 2023.
Finaka, Andrean. 2023. “Indonesia Penghasil Nikel Nomor Satu di Dunia”.
https://indonesiabaik.id/infografis/indonesia-penghasil-nikel-nomor-satudi-dunia. Diakses pada 9 Oktober 2023.
Kementrian ESDM. 2014. “Reaksi Dunia Terhadap Kebijakan Pemerintah
Indonesia
Menghentikan
Ekspor
Bahan
Mentah”.
https://www.esdm.go.id/en/media-center/news-archives/reaksi-duniaterhadap-kebijakan-pemerintah-indonesia-menghentikan-ekspor-bahanmentah. Diakses pada 9 Oktober 2023.
Kementrian ESDM. 2019. “Pengelolaan Sumber Daya Alam, Jonan: Untuk
Kemakmuran Rakyat”. https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsipberita/pengelolaan-sumber-daya-alam-jonan-untuk-kemakmuran-rakyat.
Diakses pada 9 Oktober 2023.
Kementrian ESDM. 2021. “Standar untuk Kepastian dan Kelestarian Sumber Daya
Alam”. https://bsilhk.menlhk.go.id/index.php/2021/10/21/standar-untukkepastian-usaha-dan-kelestarian-sumber-daya-alam/. Diakses pada 9
Oktober 2023.
Kementrian ESDM. 2023. “Hilirisasi Nikel Ciptakan Nilai Tambah dan Daya
Tahan
Ekonomi”.
https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsipberita/hilirisasi-nikel-ciptakan-nilai-tambah-dan-daya-tahan-ekonomi.
Diakses pada 9 Oktober 2023.
Kominfo. 2021. “Pemerintah Akan Stop Ekspor Barang Mentah Tambang Secara
Bertahap”. https://www.kominfo.go.id/content/detail/39029/pemerintahakan-stop-ekspor-bahan-mentah-tambang-secara-bertahap/0/berita.
Diakses pada 9 Oktober 2023.
MPR. 2023. “Catatan Ketua MPR RI: Konsisten Hilirisasi SDA untuk Percepatan
Transformasi Ekonomi”.
https://www.mpr.go.id/berita/Catatan-Ketua-MPR-RI-:-KonsistensiHilirisasi--SDA-Untuk-Percepatan-TransformasiEkonomi#:~:text=Dari%20emas%2C%20tembaga%2C%20bauksit%2C,b
21
esarnya%20kesejahteraan%20dan%20kemakmuran%20rakyat.
pada 9 Oktober 202
Diakses
Primantoro, Agustinus. 2023. “Hilirisasi Menjadi Prioritas Negara”.
https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2023/06/30/pemerintah-pertegaskebijakan-hilirisasi-dan-larangan-ekspor-mineral-mentah-di-mata-dunia.
Diakses pada 9 Oktober 2023
Detikfinance. 2013. “DEN: Ekspor Mineral Mentah Merugikan Indonesia”.
https://finance.detik.com/energi/d-2434687/den-ekspor-mineral-mentahmerugikan-indonesia . Diakses pada 9 Oktober 2023
Yunianto, Faisal. 2023. “Pengamat Harap Kebijakan Hilirisasi Tingkatan Nilai
Tambah Produk” https://www.antaranews.com/berita/3684021/pengamatharap-kebijakan-hilirisasi-tingkatkan-nilai-tambah-produk diakses pada 9
Oktober 2023.
22
Download